Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Jadi ibu yang punya suami yang sering 0:03 meninggalkan salat, katakan padanya, 0:06 "Kamu ini meninggalkan salat, menekan 0:08 mengancam Allah." Nah, kalau dia 0:11 berulang-ulang diberikan peringatan, 0:13 tidak sadar akan perbuatannya, masih 0:15 meninggalkan salat, ini menggambarkan 0:18 bukan hanya meninggalkan salat, perilaku 0:20 dia terhadap Allah Subhanahu wa taala 0:23 dan sikapnya merupakan perilaku yang 0:25 tidak baik. 0:28 TV. 0:34 Bismillahirrahmanirrahim. 0:36 Asalamualaikum warahmatullahi 0:37 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:39 rahimakumullah. 0:41 Alhamdulillah kita dapat bersama-sama 0:43 kembali di acara psikologi keluarga yang 0:48 mudah-mudahan kehadirannya mampu 0:51 menjadikan sesuatu pegangan bagi kita 0:53 untuk lebih mantap melangkah ke depan di 0:56 dalam perjalanan kita bersama dengan 1:00 buah hati kita, bersama dengan keluarga 1:02 kita, bahkan bersama dengan orang-orang 1:05 baik yang terdekat ataupun juga tidak. 1:08 Seperti biasa, mudah-mudahan sekali lagi 1:12 bahasan kali ini juga akan mempersuasi 1:15 kita semua. Tapi sebelumnya 1:18 mudah-mudahan kita kelak juga setelah 1:23 senantiasa dan tidak lupa melantunkan 1:26 selawat kepada 1:28 Rasulullah, 1:30 kita akan mendapatkan syafaat beliau 1:32 kelak. dipertemukan di saat yang juga 1:36 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:39 Baiklah, Ustaz Husein sudah hadir. Ustaz 1:43 Abu Bakar juga sudah hadir. 1:46 Asalamualaikum, Ustaz. 1:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:49 wabarakatuh. 1:50 Seperti biasa, ikhwan akhwat, kita akan 1:53 awali dengan bersama-sama membaca ummul 1:55 kitab. 1:59 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:05 Bismillahirrahmanirrahim. 2:10 Alhamdulillahi 2:12 rabbil alamin 2:16 arrahmanirrahim. 2:21 Maiki yaumiddin 2:24 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:30 ihdinasirathal 2:32 mustaqim 2:34 shathalladzina 2:36 an'amta alaihim 2:39 ghairil maghdubi alaihim waladin. 2:49 Amin. 2:49 Amin. Allahuma amin. Jadi, Ustaz dan 2:53 ikhwan akhwat, ada dua kasus hari ini. 2:56 Yang satu muncul dari kegeraman salah 2:59 satu ee sahabat kita terhadap kondisi 3:04 negeri ini, Ustaz. Karena melihat 3:06 semerawutnya pengelolaan negeri ini, 3:09 kita merasa negeri ini begitu suram. Eh, 3:13 kita malah disuruh pergi dari negeri 3:15 ini. Untuk mereka yang berkuasa, yang 3:17 berduit, enggak sulit untuk kabur ke 3:21 luar negeri. Sementara rakyat sangat 3:24 sulit. 3:25 Ustaz pernah bilang bahwa hanya kepada 3:27 Allahlah kita bergantung, tidak kepada 3:29 yang lain, tidak ke pemerintah yang 3:32 korup. Insyaallah kita hanya bergantung 3:35 kepada Allah. Yang panjang di negeri ini 3:38 bukan ibadah, Ustaz, tetapi penderitaan 3:40 rakyat yang sangat panjang. akibat 3:42 kezaliman para penguasa yang jahat, yang 3:45 korup dan rakus. Tidak sedikit ya, 3:48 Ustaz, rumah tangga akhirnya kandas. Dan 3:51 beberapa hari ini tercatat ribuan istri 3:54 menggugat cerai suami di satu kabupaten 3:57 di Jawa Barat. 3:59 Tentu salah satu penyebabnya bisa jadi 4:02 ekonomi yang diakibatkan oleh sistem di 4:05 negeri ini yang parah. 4:07 Mohon pencerahan, Ustaz. gimana caranya 4:10 membentengi rumah tangga kita biar tetap 4:13 utuh di dalam kondisi seperti ini. Itu 4:17 satu, Ustaz. Kemudian yang satunya lagi 4:19 terkait dengan 4:23 kondisi seorang istri yang menikah sudah 4:26 12 tahun, punya anak dua laki-laki dan 4:30 satu perempuan. 4:32 Suami saya hidup seperti biasa dan 4:35 pengaruh ibunya yang sudah meninggal. 4:38 ee karena ditabrak motor itu menjadikan 4:42 masalah suami saya kadang-kadang salat 4:46 ketika mendapat kerjaan, tapi kemudian 4:49 enggak salat ketika dia kehilangan 4:51 pekerjaan atau berhenti bekerja. Setiap 4:54 kali hal ini terjadi. 4:56 Untuk apa salat kalau pekerjaan saya 4:58 enggak punya? Oh, sekarang sudah yang 5:02 kelima, Ustaz. Kelima kali dia ganti 5:04 pekerjaan. Tetapi kondisinya tetap 5:06 seperti itu. Yang jadi masalah salatnya 5:11 ini loh, Ustaz. Dia kenapa dia enggak 5:13 mau salat kalau enggak dapat kerjaan? 5:16 Jadi saya kesal sendiri deh. Dan ketika 5:18 lagi ada masalah ustaz, dia cuma diam 5:23 diam saja di dalam menghadapinya. Apa 5:25 dia bilang? Nanti juga selesai sendiri. 5:28 Ya ampun, Ustaz. Bingung saya menghadapi 5:31 hal ini. Saya bisa minta cerai aja 5:33 enggak sih? Mohon pencerahannya. 5:36 Masyaallah. 5:40 Bismillahirrahmanirrahim. 5:42 Alhamdulillahi rabbil alamin. 5:46 Allahumma sholli wasallim wabarik 5:50 ala abdika wa rasulik 5:53 sayyidina wa nabina Muhammadin 5:56 wa alihi wasohbihi 6:00 wabarik wasallim tasliman katiran 6:03 thyiban mubarokan kama yuhibuna. 6:08 Allahumma atina minika rahmah. 6:13 Waimna minadunka ilman nafam. 6:18 Allahumdina subulamjna 6:21 minulumati nurdina 6:24 ilaikal 6:26 mustaqim. 6:30 Amma ba'du. Ikhwan akhwat yang dirahmati 6:32 Allah. Asalamullahi warahmatullahi 6:36 wabarakatuh. 6:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 6:40 wabarakatuh. Allah Subhanahu wa taala 6:42 menempatkan kita di muka bumi ini 6:46 dengan tujuan untuk menguji kita, 6:52 baik itu dengan kebaikan maupun dengan 6:54 keburukan, 6:56 kelapangan, 6:58 dan kesempitan. 7:01 Dalam suasana bahagia atau suasana 7:04 sulit, kedua-duanya merupakan ujian. 7:06 Sebagaimana firman Allah, wablukum 7:09 bisyarri wal khair. 7:12 Kami menguji kalian dengan kebaikan, 7:15 artinya dengan berbagai macam 7:17 kesenangan, kelapangan, kemudahan, 7:21 dan rezeki yang luas. Wasyar juga dengan 7:24 hal-hal yang buruk, kesempitan. Buruk di 7:28 sini bukan berarti buruk dalam hakikat 7:30 yang sebenarnya. Maksudnya hal-hal yang 7:32 tidak menyenangkan baginya. Kesempitan, 7:34 kesulitan hidup ya. 7:37 Rezeki juga yang berkurang, 7:40 kehilangan lapangan pekerjaan. Tujuannya 7:43 apa? Fitnah. Fitnah artinya apa? Untuk 7:47 memisahkan 7:49 mana yang bersyukur, bersabar, 7:53 mana yang ingkar dan sering berkeluh 7:56 kesah. 7:58 Oleh karena itu Allah terangkan dalam 8:00 surah Al-Ma'arij 8:04 bahwa manusia ini ya dengan kondisinya 8:09 yang Allah ciptakan 8:11 mudah sekali untuk terkena penyakit yang 8:14 bernama 8:15 hala. Orang yang terkena penyakit 8:18 namanya halu. Innal insana khuliqo 8:22 haluna. Sesungguhnya manusia ini 8:24 diciptakan oleh Allah Subhanahu wa 8:26 taala. Mudah sekali menjadi seorang yang 8:29 halu 8:32 terkena penyakit hala. Apa kira-kira 8:35 gejalanya? Massahusaru jazua. Kalau 8:39 menghadapi cobaan kesempitan langsung 8:41 berkeluh kesal, 8:43 gerut, ngedumel, tidak puas, tidak 8:47 sabar. Waahuliru 8:51 manua. Kalau menerima kebaikan berubah 8:54 jadi orang yang kikir, yang angkuh. yang 8:57 sombong. 8:59 Bagaimana jalan keluarnya ya Allah untuk 9:02 melindungi diri kita, keluarga kita dari 9:05 penyakit ini. Illal musoli alladzina hum 9:10 ala shatihim daimun. Kecuali orang yang 9:13 selalu dakwa melakukan salat. 9:17 salat yang menghubungkan dirinya dengan 9:19 Allah, 9:21 mengeluarkan dia dari dimensi bumi yang 9:24 terbatas menuju 9:27 menuju apa? Menuju kehidupan yang tidak 9:31 terikat oleh dimensi. 9:34 Bila Allah Subhanahu wa taala ingin 9:36 menolong kita, tak ada satuun yang kuasa 9:38 menahan. 9:40 Idza arodai saaian any yaak lahu qud 9:43 fayakun. Seluruh makhluk ya terikat oleh 9:47 apa? Dimensi dan batasan. 9:49 Bertingkat-tingkat. Ada yang tiga 9:51 dimensi, ada yang dua dimensi, ada yang 9:53 empat dimensi, ada yang lima dimensi. 9:55 Sedangkan Allah tidak dibatasi oleh 9:58 dimensi apapun. Oleh karena itu Allah 10:01 bersama makhluknya di mana pun mereka 10:03 berada kuasa untuk memenuhi ya apa yang 10:06 mereka inginkan, mengetahui segala 10:08 sesuatu tentang mereka. 10:10 Allah tidak sama sekali dibatasi baik 10:12 oleh waktu, oleh ruang, sebab juga 10:15 demikian. 10:17 Maka dengan kita salat, kita berhubungan 10:20 dengan apa? Dengan Allah yang 10:22 menciptakan segala sesuatu yang 10:24 menetapkan sebab dan aturannya, maka 10:27 kita langsung bypass menuju Allah. Allah 10:29 kuasa untuk 10:32 mengabulkan permintaan kita, 10:34 menghilangkan kegelisahan, kedukaan 10:37 kita. mengeluarkan dari kegelapan menuju 10:40 kehidupan yang terang-berang. Ini hanya 10:41 Allah. 10:43 Oleh karena itu, menjaga salat kita 10:45 dengan jangan hanya pada saat kita punya 10:47 pekerjaan, 10:48 tapi setiap saat kita menjaga salat kita 10:53 akan membuat kita terbebas dari 10:56 belenggu-belenggu ya yang membuat kita 10:59 ini tertekan, 11:02 terpenjara, 11:04 berada dalam suasana yang sempit. Karena 11:07 kembali kepada usaha kita, kemampuan 11:09 kita yang terbatas. 11:10 Tapi begitu kita melepaskan diri dari 11:12 semua ini, kita mengucapkan Allahu 11:15 Akbar, semua beban di hati kita akan 11:19 apa? Hilang. Di pundak kita juga semua 11:22 hilang. Kenapa? Kita langsung 11:23 berhubungan dengan yang maha besar. Tak 11:26 ada yang menghalangi kehendaknya, 11:29 membatasinya. 11:31 Innama amruhu id araian anyaqu lahu kun 11:35 fayakun. Dan antara Allah dengan kita 11:37 ini tidak ada jarak yang memisahkan. 11:40 Artinya 11:42 Allah Subhanahu wa taala sebagaimana 11:44 mendengarkan kita, memperhatikan kita, 11:46 mengawasi kita, Allah juga mengawasi 11:49 seluruh makhluknya. Pengawasannya 11:51 terhadap seluruh makhluk tidak 11:53 menghalangi untuk apa? Mengawasi, 11:56 mendengarkan jeritan, ratapan, rintihan 11:58 kita. Jadi, apalagi yang kita takuti? 12:01 Kalau kita bergantung pada pejabat, 12:03 tidak selamanya dia buka pintu untuk 12:05 kita. Tidak selamanya dalam kondisi siap 12:08 untuk apa? Membantu kita. Tidak 12:11 selamanya dalam kondisi senyum ramah 12:14 terhadap kita. Beda dengan Allah siang, 12:17 malam kapan kita butuh tinggal mengetuk 12:20 pintu Allah. Jadi salat itu amat 12:22 penting. Energi salat ini luar biasa. 12:26 energi yang betul-betul takkan pernah 12:29 sama sekali kering terus memancar, 12:31 membawa cahaya, membawa harapan, membawa 12:33 kehidupan memberikan rasa aman buat 12:36 kita. Karena kita berhubungan dengan 12:38 apa? Dengan sumber cahaya di alam 12:41 semesta ini 12:43 yang kehendaknya berlaku di seluruh alam 12:45 raya. Jadi, al musin alladina hum ala 12:49 shatihim daimun. Kecuali orang-orang 12:53 yang dawam dalam salat mereka. 12:56 Seandainya katakan seluruh makhluk 13:01 membatasinya, 13:03 memenjarakannya, 13:05 menghalanginya dari apa yang diinginkan, 13:08 Allah kuasa untuk memberikan bantuannya 13:11 sebagaimana membawa nikmat dan rezekinya 13:14 untuk Maryam. Padahal 13:17 pintu mihrabnya ber dalam pengawasan 13:21 Zakaria dan tertutup. 13:23 Hingga Zakaria bertanya, "Bagaimana ini 13:25 semua sampai kepada kamu?" Kalau 13:28 rezekinya betul semua dari Allah, tapi 13:29 cara sampainya bagaimana? Dijawab, 13:33 "Qat qolat hua minillah innallahazuqu 13:37 yasyahairi hisab." Begitu juga Sayidah 13:39 Hajar 13:41 di padang yang tak bertuan. Begitu pula 13:43 Nabi Allah Ayub yang tak mampu bahagia, 13:45 Pak untuk apa? Dalam kondisi lemah, 13:48 lunglai, tak berdaya. 13:50 Ketika dia berdoa, Allah kabulkan 13:52 doanya. Allah perintahkan yang sakit ini 13:54 untuk menghentakkan kakinya, memancar 13:56 air. 13:58 Dia minum, dia mandi, Allah sembuhkan 14:00 penyakitnya. Padahal jangankan 14:02 menghentakkan kakinya, menggerakkan 14:03 tubuhnya pun berat. Allah suka kita 14:06 berusaha. Tapi ingat, bukan usaha yang 14:09 menghidupkan kamu, bukan usaha yang 14:10 membawa rezeki buat kamu. Usahanya 14:12 wasilah. Allah ingin membuat orang itu 14:15 menikmati satu nikmat 14:18 dan bersyukur padanya. Dan itu bisa 14:21 terjadi kalau dia berusaha terlebih 14:23 dahulu. Dia mengalami tekanan, mengalami 14:25 kegelisahan. Begitu dia berusaha, Allah 14:27 berikan jalan keluar, pasti dia akan 14:29 bersyukur pada Allah kalau dia beriman. 14:31 Ya. 14:32 Tapi kalau duduk di tempat tidur, 14:35 orang berikan makan dia, orang bawakan 14:38 kebutuhan dia, dimandikan, katakan di 14:40 tempat tidur, enggak harus ke mana-mana, 14:42 kira-kira orang ini akan sehat atau 14:44 sakit? 14:47 Orang yang diberikan semua kemauannya 14:49 tanpa ada usaha bakal mengalami gangguan 14:52 jiwa 14:54 dan fisiknya pun apa juga akan rusak. 14:58 Tapi dengan dia bergerak berusaha 15:00 seperti Imam Syafi'i mengatakan 15:01 fainnaalis 15:03 fin nasabi. Nikmatnya kehidupan setelah 15:06 kita berusaha. 15:08 Para petani bercocok tanam setiap hari 15:11 memandangi dia punya padi tumbuh. 15:13 Nikmatnya luar biasa kan. Waktu saat 15:15 panen juga begitu, waktu saat dia 15:18 menanam kembali juga itu kenikmatan yang 15:20 enggak bisa sama sekali apa? Enggak bisa 15:22 sama sekali didapatkan kecuali melalui 15:24 usaha. 15:27 Jadi 15:29 kita berusaha, hati kita selalu 15:32 terhubung dengan Allah melalui salat, 15:34 berzikir kepadanya akan memberikan 15:36 betul-betul harapan dan rasa. Kemudian 15:39 ilal musallinalladzina 15:41 hum ala shatihim daimun. Walladina 15:44 yusdiquuna biyaumiddin. 15:48 Dan mereka-mereka yang yakin akan hari 15:51 pembalasan. Jadi kalau dia mengalami 15:54 keadaan yang sulit, yang berat dalam 15:56 kehidupan dunia atau pernah dianiaya 15:58 seseorang atau katakan apa yang dimiliki 16:01 diambil oleh seseorang, dia tidak sama 16:03 sekali apa berkeluh kesah, bergelisah, 16:06 berlebihan ada hari akhirat nanti di 16:08 sana dia akan bisa mengambil haknya. 16:12 Kalau dia maafkan Allah gantikan dengan 16:14 yang lebih baik lagi, yang lebih 16:15 sempurna. Karena begitu kita jadikan 16:17 dunia kita sebagai fokus tujuan kita, 16:20 gangguan pada dunia kita akan mengganggu 16:22 juga jiwa kita. Tapi kalau orang 16:25 menjadikan akhirat tujuannya dunia hanya 16:27 sebagai jalan, maka dalam perjalanannya 16:30 kesulitan yang dihadapi 16:33 akan betul-betul apa? akan menjadi batu 16:37 ujian baginya dan juga akan 16:39 menganugerahkan ganjaran tanpa hisab. 16:42 Begitu menerima nikmat dia bersyukur, 16:44 berbagi dengan nikmat Allah, dia akan 16:46 bertambah lagi nikmatnya dunia maupun 16:48 akhirat. 16:50 Jadi kita meyakini hari pembalasan nanti 16:55 sebagaimana yang sering kita ulang dalam 16:57 suratul fatihah 16:59 maliki yaumiddin sebagai peringatan 17:01 supaya kita ini jangan ngoyoh ya jangan 17:04 menjadikan dunia sebagai tujuan tapi 17:06 menjadikan dunia sebagai bekal kita 17:09 untuk menuju hari akhir tersebut. Jadi 17:11 bagi yang beriman enggak ada yang 17:12 hilang. Yang katakan lepas daripada dari 17:15 tangannya tidak akan hilang. Yang datang 17:18 kepadanya juga apa? Kalau dia syukuri 17:21 Allah balas dengan lebih baik lagi. Jadi 17:24 jalan keluar yang Allah berikan dalam 17:26 suratul maararij pada ayat 22. illal 17:29 musallin alladzina hum ala shatihim 17:33 daimun. itu mereka-mereka yang dawam 17:36 dalam salat mereka 17:39 berhubungan dengan Allah Subhanahu wa 17:41 taala setiap setiap saat setiap 17:43 menghadapi persoalan selalu hatinya 17:45 terhubung dengan Allah Subhanahu wa 17:47 taala. Walladzina fi amwalihim haqqu 17:51 ma'lum lisili wal mahrum. Dan 17:54 mereka-mereka yang pada harta mereka 17:57 sisihkan hak tertentu untuk orang yang 18:00 datang meminta. 18:02 Demikian pula orang-orang yang mengalami 18:04 kesulitan tapi malu untuk menyatakan 18:08 permintaan mereka. Kalau sail ini sama 18:11 dengan fakir. 18:13 Kalau mahrum sama dengan miskin. 18:15 Dia butuh tapi dia tidak mengelurkan 18:18 tangannya. Dalam sebuah hadis 18:20 diriwayatkan dari Nabi kita, laisal 18:22 miskin alladzi yutwifu alanasaluhum. 18:28 Orang miskin itu bukan orang yang 18:30 keliling dan minta-minta. 18:32 Walakinal miskin 18:35 alladzi la yajidu ginan yugni waastahyi 18:38 an yasalas. Orang miskin itu yang tidak 18:42 mengalami kecukupan atau tidak punya 18:44 kecukupan tapi dia malu untuk meminta 18:46 kepada manusia. 18:48 Jadi orang yang datang meminta ya dia 18:51 bantu semampunya. Kemudian almahrum 18:54 dia lihat ada tetangganya, ada 18:56 keluarganya tidak punya pekerjaan atau 18:58 di PHK dia tahu kondisinya 19:01 tanpa diminta dia kirimkan. 19:05 Banyak orang seperti ini, orang yang 19:08 dekat tahu kondisi keadaannya sampai dia 19:11 jual perabotan rumah tangganya, 19:14 dia jual kursinya, dia jual sampai masuk 19:16 ke rumahnya dalam keadaan kosong. Tapi 19:18 enggak pernah sama sekali dia meninggal. 19:21 Nah, berbagi ini subhanallah merupakan 19:24 apa? Merupakan wasilah yang paling 19:28 banyak membahagiakan hati kita. Kenapa? 19:30 Begitu kita menyenangkan orang lain, 19:32 Allah berikan kita kesenangan 19:33 berkali-kali lipat. Begitu membahagiakan 19:36 orang lain, Allah berikan kita 19:38 kebahagiaan yang berlipat-lipat. 19:40 Tapi sebaliknya, begitu kita menyusahkan 19:43 orang lain, menyakiti orang lain, 19:45 dampaknya dalam jiwa kita lebih besar 19:47 daripada apa yang kita lakukan pada 19:49 orang lain. Jadi banyak orang-orang 19:51 melakukan kejahatan, kezaliman, 19:54 perbuatan tidak adil pada bawahannya, 19:56 pada rakyatnya. Jangan dianggap hidupnya 19:58 aman. Jangan dianggap dirinya damai. 20:02 Allah Subhanahu wa taala membuat 20:04 membiarkan dia digerogoti oleh apa? Oleh 20:06 keresahan, kegelisahan, dan ketakutan. 20:10 sampai dia tidak tahu apa yang harus 20:11 dilakukan. 20:13 Dia berusaha mencari hiburan sana, 20:15 hiburan sini, pergi ke sana, pergi ke 20:17 sini, tapi dia tidak jumpai kebahagiaan. 20:19 Kenapa? Karena perilakunya 20:22 membawa penderitaan bagi orang banyak. 20:27 Maka berbagi itu merupakan amalan yang 20:30 paling indah dan paling dicintai Allah 20:33 Subhanahu wa taala. Jangankan dari orang 20:35 yang beriman, dari orang yang nonmuslim 20:38 saja. Bahkan yang kafir di saat dia suka 20:40 berbagi, Allah berikan rasa bahagia di 20:43 hatinya karena membahagiakan orang lain. 20:46 Walladina yusoddiquuna biumiddin. 20:48 Mereka-mereka yang yakin bukan hanya 20:51 percaya saja tapi kehidupannya 20:54 membuktikan keyakinan dia akan hari 20:56 akhir hingga dia berbekal bersiap-siap 20:59 ke sana. Dia tidak disibukkan oleh 21:01 pertentangan, perselisihan, persaingan 21:03 dalam kehidupan dunia. Karena dia bukan 21:05 bersaing untuk dunia, bukan bersaing 21:07 untuk kekuasaan maupun harta. Dia 21:09 bersaing untuk tujuan yang lebih mulia. 21:11 Ahludia berkelahi, berselisih, 21:13 bermusuh-musuhan. Dia orang yang paling 21:15 damai. Dia mengambil dari dunia yang 21:17 dibutuhkan selebihnya dipersiapkan untuk 21:20 menghadapi hari akhir. Kemudian 21:22 walladzina hum min adzabihim musrquun 21:26 innazabbihim ghairu maun. Dan 21:29 mereka-mereka yang khawatir 21:31 dari azab Tuhan mereka. Karena 21:33 khawatirnya dia menjaga dirinya, tidak 21:37 melakukan perbuatan yang akan 21:38 mendekatkan, menjerumuskan dirinya ke 21:40 dalam azab Allah. Dia jauh dari 21:43 perbuatan zalim, dari perbuatan keji, 21:46 dari perbuatan-perbuatan yang akan 21:48 membuat Allah memalingkan wajahnya 21:50 daripadanya. Innabbihim ghairu makmul. 21:54 Sesungguhnya azab Tuhanmu 21:56 seseorang tidak dapat merasa aman 21:58 daripadanya. 22:00 Hingga Abu Bakar Siddiq radhiallahu anhu 22:03 mengatakan, 22:05 jannah wal ukra khi khum. 22:09 Kalau kaki saya ini yang satu sudah 22:10 masuk ke surga, yang satu masih di luar, 22:13 saya enggak merasa aman dari dari atap. 22:15 Saya khawatir ditarik oleh Allah karena 22:19 ada yang menggugat, karena ada 22:21 kesalahan-kesalahan saya tidak. Jadi 22:23 orang seperti ini dengan sendirinya kan 22:25 akan berhati-hati. Tapi kalau orang yang 22:27 sudah merasa aman surga di tangannya 22:30 apalagi dia bisa beranggapan menjamin 22:31 orang lain masuk surga, orang seperti 22:33 ini hidupnya akan liar, lost control. 22:38 Orang seperti ini meremehkan 22:40 ajaran dan petunjuk Allah. Dia 22:42 beranggapan seolah semua ini enggak 22:44 wajib. Yang Allah wajibkan enggak wajib 22:46 terhadap dirinya. Yang Allah haramkan 22:48 tidak haram buat dirinya. Kenapa? karena 22:49 dia berkuasa, karena dia kaya, atau dia 22:51 merasa dirinya orang-orang yang bernasab 22:53 mulia. Kan mengerikan. 22:57 Kemudian setelah itu, walladzina hum 22:59 lifurujihim hafidun dan mereka yang 23:01 menjaga kemaluan mereka. Orang yang 23:04 mengumbar syahwatnya secara liar, orang 23:06 yang paling menderita dalam hidup. 23:09 Kelihatan dia bungkus wajahnya dengan 23:11 tawa dan senyum, hanya Allah yang tahu 23:13 bagaimana penderitaan dia punya hati. 23:16 Oleh karena itu, para penzina, 23:18 orang-orang yang hidupnya sebetulnya 23:20 amat-amat menderita dan dia betul-betul 23:23 bukan orang merdeka, tapi orang yang 23:25 dikendalikan oleh apa? Syahwat. 23:28 Begitu dia mendapatkan satu perempuan 23:30 yang dia inginkan atau seorang perempuan 23:32 mendapatkan laki-laki yang diinginkan, 23:33 enggak lama mulai kebosan muncul ingin 23:35 cari yang baru lagi. Padahal kalau dia 23:39 bersama istrinya yang Allah halalkan, 23:41 dia tidak akan letih, tidak akan lelah, 23:43 tidak akan menghambur-hamburkan uang. 23:45 pada tempatnya. Bahkan tidak akan 23:47 melakukan perbuatan-perbuatan yang 23:49 menjatuhkan dirinya. Kalau begitu dia 23:51 mengejar wanita-wanita akan 23:53 mempermainkan dirinya. Tapi kalau dia 23:55 perlakukan istrinya dengan mulia, 23:57 istrinya akan memuliakan dengan dirinya. 24:00 Hatinya damai dan tenteram. 24:08 Kecuali yang disalurkan melalui 24:10 pasangannya yang wanita terhadap 24:13 suaminya, suami pada istrinya. Maka 24:15 menjaga pandangan mata untuk tidak 24:17 membuat kita ini tidak mensyukuri nikmat 24:20 itu penting sekali 24:23 kecuali pada pasangan-pasangannya 24:26 atau pada hamba sahaya ya yang dimiliki. 24:29 Begitu dia gauli dia enggak boleh sama 24:31 si perempuan tidak boleh digauli oleh 24:33 orang lain dan begitu dia punya anak si 24:36 perempuan bebas merdeka. 24:39 itu sengaja merupakan wasilah untuk 24:41 memerdekakan perbudakan yang menjadi 24:43 tradisi masyarakat jahiliyah termasuk di 24:46 antaranya masyarakat yang berada di 24:48 Romawi maupun Persia. Orang-orang Arab 24:51 tadi tidak mengenal ini. Kemudian mereka 24:53 mulai untuk menunjukkan status mereka 24:56 memiliki budak, memiliki datang Islam 24:58 membersihkan dengan cara yang baik tanpa 25:00 merugikan mereka. 25:04 azwajakat 25:08 orang yang menyalurkan pada pasangannya 25:10 yang dihal bukan perbuatan tercela. 25:13 Jangan seperti sebagian orang 25:14 beranggapan berhubungan suami istri 25:16 perbuatan kotor. Tidak. 25:19 berhubungan dengan pasangan yang Allah 25:21 halkan itu merupakan amalan yang suci 25:24 dan amalan saleh berhubungan dengan yang 25:27 bukan pasangan yang dihal itu perbuatan 25:29 kotor keji yang akan merusak 25:32 kebahagiaannya. Karena apa? Laki-laki 25:34 itu butuh penyaluran, perempuan juga 25:37 butuh penyaluran. Dan subhanallah mereka 25:39 saling membutuhkan. Bila tidak 25:41 tersalurkan, akhirnya timbul gangguan 25:43 pada fisiknya dan gangguan pada jiwanya. 25:47 Oleh karena itu, banyak wanita yang 25:48 tidak kawin sampai usia tua. Perilakunya 25:51 beda dengan wanita yang bersuami. Ada 25:53 laki-laki yang tidak menikah sampai tua. 25:55 Perilakunya kita jumpai berbeda dengan 25:57 perilaku laki-laki yang menikah berumah 26:00 tangga. Keseimbangannya hilang, kecuali 26:03 orang-orang yang dijaga oleh Allah 26:04 Subhanahu wa taala. Jadi orang 26:06 berhubungan dengan pasangannya Allah 26:08 akan baik itu laki-laki perempuan akan 26:10 membawa kesehatan pada jisimnya, 26:12 tubuhnya, begitu juga jiwanya. Tapi 26:15 sebaliknya, begitu melakukan pada apa 26:17 yang diharamkan Allah, dia merusak 26:19 tubuhnya, merusak juga jiwanya. 26:21 Waliadubillah. Mudah Allah jaga kita 26:23 semua. Jangan sampai kita, anak kita, 26:25 keluarga kita terjerumus dalam perbuatan 26:27 semacam ini. Kemudian 26:30 walladzina hum lianatihim wa ahdihim. 26:35 Dan mereka yang menjaga amanat mereka 26:37 dan janji mereka. Orang kalau dia 26:40 menjaga amanat dan menepati janjinya, 26:42 hatinya enggak bakal bergelisah. 26:45 Tapi orang coba dititipkan amar dia 26:47 khianat. Akhirnya lari sana, lari sini 26:49 makhluk ke sana. Betul enggak? 26:52 Kemudian 26:53 janjinya enggak ditepati. Gelisah enggak 26:55 hatinya? Dia berjanji sampai orang 26:57 hilang kepercayaan dan hatinya pun 26:59 bergelisah. Dia merasa minder, merasa 27:01 kecil walaupun orang muliakan dirinya. 27:03 Apalagi kalau pejabat pemimpin yang 27:05 berjanji enggak ditepati. 27:08 Dia mungkin beranggapan dirinya bebas. 27:10 Manusia enggak bisa menuntut. Siapa yang 27:12 bilang? Hatinya. 27:14 Ya, betul-betul merasa dirinya hina di 27:16 mata dirinya. 27:18 Kemudian walladzina hum bisyahadatihim 27:22 walladina humhada qim dan mereka-mereka 27:25 yang melaksanakan kesaksian mereka apa 27:28 adanya. Diminta menjadi saksi tampil 27:31 menjadi saksi dengan benar bukan 27:32 melakukan kesaksian palsu. 27:36 Walladina hum ala shatihim yuhfidun. Dan 27:40 mereka yang menjaga salat mereka tadi 27:42 yang pertama dawam. Terus yang kedua 27:45 menjaga salat. Jadi kalau kita salat 27:49 hanya pada saat kita lagi lapang, 27:51 tenang, dan dapat rezeki atau punya 27:53 pekerjaan, kita enggak mau salat karena 27:55 kita kehilangan pekerjaan. Seolah kita 27:58 berkata pada Allah, "Kalau kamu enggak 28:00 berikan saya rezeki, berikan saya 28:02 pekerjaan, saya enggak mau salat." 28:06 Cara-cara seperti ini bukan perilaku 28:08 orang yang beriman. Orang yang beriman 28:10 ketika dia salat, salatnya sebagai 28:12 syukurnya kepada Allah atas segala 28:14 nikmat kemuliaan yang Allah berikan 28:16 padanya. 28:18 Tapi dia jadan jadikan salat sebagai 28:19 alat menekan Allah Taala. 28:22 Coba kamu jawab 28:25 yang terjadi kamu menekan Allah apa kamu 28:27 yang ditekan oleh perbuatan kamu yang 28:30 bodoh ini? Jadi sayang sekali kalau 28:32 sampai orang enggak mau salat karena 28:35 katakan keinginan tidak dipenuhi. Saya 28:37 ingat ada istri seorang menteri pada era 28:39 Pak Harto. 28:41 Ketika Pak Harto jatuh, dia juga masuk 28:44 penjara. 28:45 Saya enggak sebutkan namanya. 28:48 Si istri berdoa ke sana kemari, suaminya 28:51 tidak keluar dari penjara. Sampai dia 28:52 bilang, "Kalau suami saya enggak keluar 28:54 di penjara, saya enggak diterima doa 28:56 saya. Saya enggak mau salat lagi." 29:00 Padahal yang berbuat salah siapa? 29:02 Suaminya masuk penjara. Karena apaan? 29:05 kan karena perbuatan salahnya. Betul 29:07 gak? Jadi kalau kita lihat manusia ini 29:09 kalau mengalami cobaan, mengalami 29:12 katakan ee kejatuhan akibat dari 29:15 perbuatannya, dia bukan menyalahkan 29:16 dirinya, memperbaiki dirinya, tapi 29:18 menyalahkan Allah Subhanahu wa taala. 29:21 Jadi ini resep dari Allah. Resep dari 29:24 Allah dalam suratul Ma'arij untuk 29:26 menghindari penyakit-penyakit yang bisa 29:29 merusak kita di saat dihadapi. 29:31 Menghadapi cobaan kita bergelisah, 29:33 berkeluh kesah menghadapi kesenangan 29:35 kita lupa diri. Nah, kita lihat 29:39 Nabi bersama sahabat yang mulia tinggal 29:42 di kota suci Makkah ya berdakwah dengan 29:45 penuh kesabaran. 29:47 Sampai pada akhirnya karena kaum 29:50 musyrikin menorak Nabi diboikot dikepung 29:53 di lembah Abu Thalib namanya. 29:56 Di mana orang dari luar tidak bisa 29:57 berhubungan dengan mereka. Mereka tidak 29:59 bisa berhubungan keluar 30:02 diboikot sampai mereka makan dari 30:04 daun-daunan sebanyak selama 3 tahun. 30:07 Kenapa mereka bisa bersabar? 30:10 Karena mereka menyadari 30:12 hakikat kehidupan ini merupakan ujian 30:15 dan apa yang mereka alami akan 30:17 mendapatkan nilai yang mulia di sisi 30:19 Allah. 30:20 Sehingga Allah mencatat mereka 30:23 asabiquunal awaluna minal muhajirina wal 30:26 ansar walladinauhum biihsanin 30:29 radhiallahu anhum waradu anhum. Kita 30:32 lihat orang-orang yang menjadi pendahulu 30:35 yang terdepan dari kaum Muhajirin dan 30:38 Ansar dan orang yang ikut di belakang 30:39 mereka, Allah rida kepada mereka dan 30:41 mereka rida kepada Allah. Nah, kalau 30:43 Allah rida, coba bayangkan balasannya 30:46 apa kira-kira? 30:48 Lebih tinggi daripada balasan surganya 30:51 karena setelah mengai surga dan 30:52 kenikmatannya waridwanun minallahi 30:55 akbar. keridaan dari Allah lebih besar 30:57 lagi. 30:59 Jadi dalam hal ini kalau kita perhatikan 31:01 bersama-samanya, 31:03 orang yang memahami hakikat tujuan hidup 31:05 tidak akan goyah. 31:07 J dicoba kadang-kadang oleh musuh yang 31:11 katakan mengepung mereka seperti yang 31:13 dialami katakan oleh sahabat Nabi pada 31:16 apa? Pada pemboikotan kaum Quraisy. 31:20 Saksikan juga bagaimana rakyat Iran. 31:24 kita senang atau kita enggak senang, 31:26 suka atau enggak suka, 31:28 kalian bisa menganggap apa saja. Tapi 31:30 bagaimana puluhan tahun mereka bersar di 31:33 embargo. Puluhan tahun 31:37 kemudian diperangi. Ya, kita lihat 31:40 mereka bersabar menghadapi coba terus 31:43 bernegosiasi 31:44 tidak pernah bergeser dari apa yang 31:46 mereka tuntut. 31:49 Kan biasanya orang bisa tawar-nawar kan. 31:50 Kalau mereka tidak maunya ini ini 31:53 dituruti silakan. Kalau enggak dituruti 31:55 mereka mundur lagi. Sudah hampir tanda 31:58 tangan di Swiss atau Ribaon diserang 32:00 mereka langsung tarik mundur lari. 32:03 Artinya mereka bisa bertahan dengan 32:06 prinsip mereka, dengan keyakinan mereka. 32:09 Ya, kalian bisa mengatakan mereka itu 32:10 kafir, itu urusan kalian. Tapi kalian 32:14 patut belajar. 32:16 belajar dari kesabaran mereka, keyakinan 32:19 mereka, perjuangan mereka. 32:23 Nah, kita sekarang di negeri kita 32:24 Indonesia ini kita sadar 32:27 pemerintah tidak menjalankan amanat 32:29 Allah dengan sebaik-baiknya, tidak 32:31 menepati janjinya. 32:34 Korupsi juga kalau kita lihat ya begitu 32:37 apa? Begitu meraja lela kemudian hukum 32:41 juga pilih tebang tidak berlaku adil. 32:46 terhadap semua orang. Orang-orang yang 32:49 kaya, hidup bersenang-senang ya. 32:51 Sedangkan rakyat sekarang mengalami 32:53 kesulitan baik itu lapangan pekerjaan 32:56 untuk mendapatkan kebutuhan hidup 32:58 mereka. Kita saksikan bagaimana semua 32:59 ini berlangsung. Nah, kewajiban kita 33:04 beramar makruf, melakukan perbaikan, 33:06 jangan bersifat pasif. 33:09 Jangan juga kita katakan menganggap 33:12 bahwa ini semua merupakan takdir Allah. 33:14 Karena takdir Allah itu aturan yang maha 33:18 agung bijaksana dari Allah. Yang terjadi 33:20 ini pelanggaran terhadap takdir Allah. 33:23 Pelanggaran terhadap takdir. Nah, kita 33:26 berusaha mengajak manusia kembali untuk 33:28 mengikuti takdir Allah yang penuh 33:30 keseimbangan. 33:32 Mematuhi petunjuk Allah dalam kitabnya, 33:34 sunah nabinya. Kita beramar makruf di 33:37 sekeliling kita. Karena apa? Karena 33:39 sebetulnya pemimpin-pemimpin lahir dari 33:42 rahim rakyat. 33:44 Kalau rakyatnya zalim, yang lahir dari 33:47 rahim mereka juga pemimpin yang zalim. 33:50 Karena tenang-tenang tanpa kita 33:52 berbicara mengenai pemimpin di atas, 33:54 kita lihat bagaimana kelakuan masyarakat 33:56 kita di bawah. 33:59 Yang dibawa berkeluh kesa, mengitik yang 34:02 di atas. Kalau yang dibawa punya 34:04 kesempatan untuk berkuasa, ternyata 34:06 mengulangi perbuatan orang sebelumnya. 34:09 Ini depan mata kita. 34:11 Rakyat sebetulnya hanya dijadikan 34:12 sebagai apa? 34:14 sebagai pendukung untuk kenaikan mereka. 34:18 Begitu mereka naik, apa yang mereka 34:20 janjikan untuk rakyat tidak ditepati. 34:23 Kritikan mereka terhadap penguasa 34:25 sebelumnya ternyata mereka ulangi. 34:29 Jadi lahir terus menjadi permainan. Pada 34:31 saat permainan berlangsung mereka 34:34 dikejar ke sana kemari. Selesai 34:36 permainan, bolanya dibuang ke keranjang. 34:39 Rakyat tidak dihiraukan suara mereka, 34:41 peringatan mereka. ini yang berlangsung. 34:44 Nah, kewajiban kita menghadapi cobaan 34:46 ini kita bersabar sambil terus beramar 34:48 makruf bernahi mungkar. Tapi ingat kalau 34:51 kita bersabar kita mendapatkan pahala 34:53 tanpa hisab. Soal rezeki jangan 34:55 khawatir. 34:57 Soal rezeki jangan kita khawatir dalam 34:59 keadaan apapun Allah kuasa untuk 35:01 memberikan rezeki. Yang penting jaga 35:03 hubungan kita dengan Allah, salat kita. 35:06 Kemudian jangan lupa banyak-banyak 35:07 berzikir karena energi zikir ini luar 35:09 biasa menjadi nur. menjadi betul-betul 35:13 bar bantuan buat kita terutama sekali 35:15 salat membaca Al-Qur'an. Saya seperti 35:19 juga Ibu, seperti juga Bapak kebanyakan 35:22 orang. 35:25 Saya mengajar tidak mengharapkan imbalan 35:27 dari masyarakat. Kita berdagang, 35:30 berusaha semaksimal kemampuan kita. Tapi 35:32 saya enggak gantungkan hidup saya pada 35:34 usaha. Pada saat-saat sebelumnya usaha 35:37 kita tuh ramai, meriah. 35:40 Begitu juga ikhwan-ikhwan kita yang 35:42 bekerja melalui online juga tadinya 35:44 ramai, sekarang semua sepi. Tiara usaha 35:48 kita juga alhamdulillah wasyukrillah. 35:52 Walaupun katakan dalam kondisi tidak 35:54 sebaik sebelumnya karena penurunan cukup 35:56 jauh tapi Allah kasih untuk kebutuhan 35:59 kita ada saja pertolongan dari Allah 36:01 Taala dari jalan yang tidak 36:03 terduga-duga. bukan dari jalan yang 36:05 biasa kita dapatkan rezeki kita. Nah, 36:07 kalau kita menggantungkan hidup kita 36:09 pada usaha kita, di saat usaha kita mati 36:11 apa terjadi? Kita putus asa. Tapi Allah 36:14 kasih alhamdulillah kita bergantung pada 36:16 Allah. Di sini tertutup Allah buka dari 36:19 jalan yang lain. Waman yattaqillah 36:21 yaj'alahu makhraja warzuq min haitsu 36:23 lahtasib. Siapa yang bertakwa pada 36:26 Allah, Allah akan berikan bagi jalan 36:27 keluar dan rezeki yang tidak 36:30 terduga-duga. 36:31 Dan alhamdulillah saya merasakan 36:35 betul-betul pertolongan Allah datang 36:37 pada kita 36:39 dengan 36:41 apa yang Allah janjikan tidak pernah 36:42 diingari. Tapi sayang sungguh sayang 36:44 kita ini terlalu 36:47 bergantung pada usaha menyembah sebab 36:50 tanpa sebab kehilangan harapan kita. 36:52 Jadi ibu yang sedang menghadapi krisis 36:54 ekonomi yang usahanya juga mengambil 36:56 kesepian. Ingat harapan jangan pernah 36:59 kita gantungkan pada penguasa di atas. 37:03 Jangan gantungkan pada usaha kita. Kita 37:05 berusaha tapi jangan gantungkan pada 37:06 usaha kita. Gantungkan pada Allah yang 37:10 tidak dibatasi oleh dimensi apapun. Arda 37:14 saan anyak lahu kemudian jangan berbuat 37:17 kezaliman, jangan berbuat curang dan 37:19 lakukan amar makruf nahi mungkar di 37:22 sekitar kita. Insyaallah kalau rakyatnya 37:23 baik, dari rahim rakyat ini akan lahir 37:26 pemimpin yang baik. Dalam sebuah riwayat 37:28 diriwayatkan, "Kama takunu yualla 37:30 alaikum." Sebagaimana 37:33 kondisi kalian, keadaan kalian, Allah 37:36 akan angkat pemimpin kalian. Kalau 37:38 rakyat yang zalim, mau enggak rakyat 37:40 yang zalim mengangkat pemimpin yang 37:41 baik? Mustahil. 37:44 Partai-partai ketika mencalonkan 37:47 calonnya untuk dipilih sesuai dengan 37:49 kepribadian apa? Anggota partainya. 37:52 Nah, rakyat itu memilih. Pada saat dia 37:55 memilih, dia hati-hati enggak memilih. 38:00 Dia memilih orang-orang yang sejalan 38:03 dengan apa? Dengan kepentingan mereka. 38:07 Terkadang mereka dibodoh-bodohi. 38:09 Jadi, buat kita jangan dipengaruhi oleh 38:12 kondisi pemerintahan. Baik sedang maju 38:15 ataupun sedang mengalami krisis. Jangan 38:17 kita gembira senang pada saat maju. 38:19 Kalau dalam kemaksiatan jangan juga kita 38:22 pernah berkecil hati dengan cobaan. 38:25 Kalau kita selalu berhubungan dengan 38:26 Allah, tidak akan ada kesulitan. Nah, 38:29 sebagai kata penutup 38:33 dalam satu ucapan Imam Ali mengatakan 38:35 begini, manamada ala aqli. Orang kalau 38:39 bergantung penuh pada akalnya pasti akan 38:42 terlunta-lunta dalam kesesatan. 38:47 Orang kalau bersandar pada hartanya 38:49 bagaimanapun banyaknya harta enggak 38:51 mampu untuk menyelesaikan semua 38:52 urusannya pasti akan terus mengalami 38:54 kekurangan. Waman al jahial orang kalau 38:58 bergantung bersadar pada kekuasaannya 39:00 pasti akan terkapar dalam kehinaan. 39:04 Tapi wada Allah orang kalau bersandar 39:07 pada Allah fala wala qalla dia tidak 39:10 akan pernah sesat, tidak akan pernah 39:12 kekurangan dan tidak akan pernah 39:13 mengalami kehilangan. 39:15 Jadi ibu yang punya suami yang sering 39:18 meninggalkan salat, katakan padanya, 39:21 "Kamu ini meninggalkan salat, menekan 39:23 mengancam Allah." 39:25 Ya, 39:27 apa kamu salat semata-mata mengharapkan 39:29 rida Allah? Kalau kamu mengancam Allah 39:31 Taala tidak taat pada Allah, saya 39:33 sebagai istri dengan sendirinya 39:35 keberatan. 39:36 Keberatan kalau kamu terus-menerus 39:38 seperti ini, saya mendampingi suami yang 39:40 meninggalkan salat. Menjadi contoh yang 39:42 enggak baik buat kita. Saya minta kamu 39:44 bertobat. Saya enggak minta kamu pada 39:46 saat kamu susah untuk memberikan rezeki 39:49 sebagaimana sebelumnya. Tidak. Saya 39:51 minta kamu taat pada Allah menjadi suami 39:53 yang baik. Itu kebahagiaan saya. Nah, 39:55 kalau dia berulang-ulang diberikan 39:57 peringatan, tidak sadar akan 39:59 perbuatannya, masih meninggalkan salat, 40:02 ini menggambarkan bukan hanya 40:03 meninggalkan salat, perilaku dia 40:06 terhadap Allah Subhanahu wa taala dan 40:08 sikapnya merupakan perilaku yang tidak 40:10 baik. 40:12 berikan kesempatan untuk sadar, berikan 40:13 peringatan. Kalau dia enggak mau juga 40:16 nanti kamu bukan kehilangan pekerjaan 40:17 saja, kehilangan istri sama anak-anak 40:19 kamu. 40:21 Jadi kalau seandainya punya laki-laki 40:23 seperti ini dan termasuk laki-laki juga 40:25 punya perempuan yang mengabaikan salat, 40:28 diberikan peringatan, kesempatan 40:30 berulang kali tidak sadar, ganti dengan 40:32 yang lebih baik. 40:35 Ganti 40:36 dengan yang lebih baik, yang taat pada 40:38 Allah. Hidup di dunia singkat kok. 40:39 hidupinya sing singkat dan banyak yang 40:42 antri menunggu. Banyak yang antri 40:45 menunggu ya orang-orang baik-baik juga 40:47 yang ingin mencari orang yang baik-baik 40:49 karena ini masalah-masalah yang 40:51 menyangkut tiang agama kita. 40:54 Jadi kesimpulannya yang mengalami cobaan 40:56 dalam suasana krisis gantungkan harapan 40:58 pada Allah. 41:01 Berpegang teguh pada talinya dan setia 41:04 amar makruf nahi mungkar. Kita berusaha 41:06 sambil kita berdoa. Adapun mereka yang 41:09 berbuat kezaliman, tidak lama lagi akan 41:11 datang hukuman dari Allah Subhanahu wa 41:13 taala. Wama minalimin illa sayubla 41:16 bidalimin. Orang yang berbuat zalim akan 41:18 mengalami nanti pembalasan dari orang 41:21 yang zalim serupa dengan dirinya. Manas 41:25 nakal. Orang kalau suka nampi orang 41:27 bakal diayak. Tahu nampi enggak? 41:30 Nampi? Kan begini. Kalau kita 41:32 membersihkan apa? 41:33 Beras. 41:33 Beras. 41:33 Beras atau gandum. Iya kan? biar keluar 41:35 dia punya apa kulit-kulitnya kan. He. 41:38 Orang yang suka nampi orang bakal 41:40 diayak. Ayak lebih halus enggak? 41:42 Iya. 41:43 Ditumbuk dulu baru diayak kan. Nanti 41:46 ditumbuk lagi baru diayak. Jadi ingat 41:49 Allah subhanahu wa taala tidak pernah 41:51 lengah tapi Allah mengulur memberikan 41:53 kesempatan. Innallaha yumhil wala 41:55 yuhmil. Allah mengulur bukan berarti 41:58 malaikat dan melupakan. Jadi belajar 42:00 dari para pendahulu kita yang sabar 42:02 menghadapi cobaan dan belajar juga dari 42:04 rakyat Iran. Enggak usah belajar 42:06 Syiahnya. Belajar dari perjuangan 42:08 mereka, kesabaran mereka. 42:11 Allah kasih alhamdulillah walaupun 42:13 mereka mengalami kesulitan tapi mereka 42:15 sejahtera. Beli minyak murah. Bayangkan 42:17 bensin cuma 1000 super lagi. Gas mereka 42:21 bayar dengan murah. Makanan juga 42:23 tersedia. Walaupun mereka menghadapi bom 42:26 yang mati syahid. Itu keyakinan mereka. 42:30 yang hidup juga mulia karena apa? Tidak 42:32 mau tunduk walaupun terhadap negara 42:34 adidaya. Malah Trump semakin hari 42:37 semakin gila dan kehilangan 42:38 kewarasannya. Begitu pula Netanyahu. 42:40 Waliyadubillah. 42:43 Masyaallah, Ikhwan Ahmad dari kasus yang 42:47 masuk kali ini memang terus terang sih 42:50 ya negeri ini belum dalam keadaan 42:52 baik-baik saja. Tadi ustaz bilang 42:55 sebagai penduduk yang hanya bisa 42:59 melakukan yang paling sederhana yaitu 43:01 berzikir, mari kita lakukan. Tapi 43:03 terkait dengan kondisi di mana rasa aman 43:06 memang diperlukan. 43:08 Merasa aman itu memang asik banget. 43:10 Tetapi kalau perasaan aman kita 43:12 melakukan sesuatu yang justru merugikan 43:14 orang lain, kira-kira gimana tuh rasa 43:16 aman? Yuk, kita simak apa kata psikolog 43:19 kita. Silakan, Pak Abu Bakar Baraja. 43:24 Bismillahirrahmanirrahim. 43:26 Asalamualaikum warahmatullahi 43:30 wabarakatuh. 43:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:33 wabarakatuh. 43:35 Alhamdulillah 43:38 kenikmatan-kenikmatan 43:40 yang selalu hadir ke dalam kehidupan 43:43 kita dan kita tidak akan pernah 43:47 merasakan segala sesuatu. yang tidak 43:51 nikmat. Karena kita selalu 43:54 menikmati 43:56 apa-apa yang kita miliki, apa-apa yang 44:00 kita lakukan, apa-apa yang kita rasakan. 44:05 Kenikmatan-kenikmatan 44:07 itu datangnya dari Allah. 44:12 Kenikmatan-kenikmatan 44:14 yang kita dapatkan itu dari Allah. 44:19 bukan dari kita, dari Allah yang selalu 44:23 memberikan kenikmatan-kenikmatan 44:26 yang ada. Ketika kenikmatan-kenikmatan 44:29 yang kita dapatkan, kita buang lagi, itu 44:34 namanya dari setan. 44:38 Jadi waktu kita ngebuang itu bukan dari 44:40 Allah, itu dari setan. 44:43 Waktu kita dapatkan itu dari Allah. Kita 44:47 dapatkan, kita nikmati itu dari Allah. 44:52 Kalau kita lihat 44:55 pada kasus di mana seorang bekerja 45:00 mendapatkan pekerjaan, dia kemudian 45:03 salat, 45:05 dia berbuat baik, dia melakukan segala 45:08 sesuatunya kepada seseorang 45:11 dan dia punya kemampuan untuk berbuat 45:14 baik. 45:16 Namun ketika dia tidak bekerja, 45:20 dia tinggalkan salat, dia tinggalkan 45:23 pemberian, dia tinggalkan kasih sayang, 45:27 semuanya dia tinggalkan. Apa yang 45:30 terjadi? 45:33 Yang terjadi seperti apa? Ketika dia 45:36 mendapatkan sesuatu, dia bahagiakan. 45:39 Ketika dia tidak mendapatkan, dia 45:42 menjadi pelit dan sebagainya. 45:47 Ini yang terjadi pada seseorang. 45:52 Kalau orang yang seperti ini, apa yang 45:55 terjadi? Kita perhatikan. 45:58 Ada satu kisah di mana orang tersebut 46:02 mempunyai pengalaman di antaranya ibunya 46:06 meninggal karena ditabrak. 46:10 Itu satu pengalaman buat dirinya bahwa 46:14 dirinya itu mendapatkan sesuatu ibunya 46:17 dilihat. Ketika dia enggak mendapatkan, 46:21 "Ah, ibuku meninggal, ibuku sudah mati 46:26 karena ditabrak." Jadi, bagaimana ini? 46:30 Dia berpikir seperti itu, 46:35 akhirnya dia tinggalkan semua karena 46:37 permasalahan ibunya. 46:41 Dia tidak terima. 46:44 Karena kalau dia mendapatkan ibunya, 46:48 ibunya tuh sesuatu yang baik buat 46:51 dirinya. namun menjadi tidak baik karena 46:55 dia yang melakukan 46:58 karena dirinya 47:00 terpengaruh 47:02 dengan permasalahan yang terjadi. 47:05 Padahal ketika dia tabrak syahid, dia 47:08 meninggal dalam kondisi yang syahid, 47:10 yang baik. Itu yang baik. Ibunya adalah 47:15 yang baik. 47:18 Kenapa dia menjadi ketakutan? Kenapa dia 47:21 menjadi bingung? Akhirnya dia bekerja. 47:25 Bekerja dia merasakan segala sesuatunya. 47:29 Tapi ketika tidak bekerja 47:32 apa yang terjadi? Dia bingung. Dia ingat 47:36 ibunya terjadi sesuatu. Dia bangkit, dia 47:40 enggak mau lagi. 47:43 Di sinilah di mana dia sudah tidak mampu 47:47 lagi berkata-kata. 47:49 dia sudah tidak mampu lagi berbuat 47:52 apapun karena pekerjaan yang dia lihat. 47:59 Kalau kita perhatikan bahwa pekerjaan 48:03 itu adalah suatu hal yang terbaik. 48:06 Ketika dia tidak bekerja adalah suatu 48:09 hal yang terbaik. Harusnya dia berpikir 48:12 seperti itu. Ketika dia tidak bekerja, 48:15 dia mampu mengerjakan sesuatu. Dia mampu 48:19 bisa menyapu, bisa mencuci piring, bisa 48:24 melakukan segala sesuatunya. 48:28 Ketika dia tidak bisa berbuat apa-apa, 48:31 masih bisa. Masih bisa dia melakukan. 48:36 Kenapa dia harus menyerah? 48:41 Kata menyerah itu tidak ada. Yang 48:43 penting dia melakukan segala sesuatu 48:46 yang nantinya akan dapat lagi. Dia 48:50 salat, dia tetap salat. Dia tidak bukan 48:53 karena 48:55 pengaruh dari ibunya yang harus dibuang. 49:00 Ibunya sudah meninggal, sudah tidak ada 49:03 lagi. Sudah tidak ada lagi. Kenapa dia 49:06 masih berpengaruh? 49:08 Yang sering terjadi ketika dia melakukan 49:12 segala sesuatunya, dia cuman mengatakan, 49:16 "Aku tidak mau salat." Biarin aja itu 49:19 terjadi. Itu biarkan nyelesaikan 49:21 sendiri. Ketika ada permasalahan, dia 49:24 diam. Dia tidak membalas, dia tidak 49:27 menjawab, dia tidak ee menyelesaikan, 49:32 tapi dia diam. 49:34 Nah, ini penyakitnya. Kenapa kok dia 49:37 diam? 49:39 Karena dia tahu bahwa ibunya ditabrak 49:43 dan sudah tidak ada lagi. Dan dia 49:45 mengatakan bahwa ibuku sudah tidak ada 49:48 lagi. 49:52 Ini yang berpengaruh. 49:54 Di sini kita harus hilangkan bahwa 49:58 ibunya sudah tidak ada. Katakan ibu 50:02 sudah tidak ada. Ibu sudah tidak ada. 50:06 Ibu sudah tidak ada. Katakan terus, 50:10 katakan bahwa ibu sudah tidak ada. 50:14 Ketika dia berani mengatakan ibu sudah 50:17 tidak ada, yakin saya itu sudah mencair 50:22 dalam hidup. 50:24 Sehingga permasalahan salat, 50:27 permasalahan perlakuan yang terbaik dia 50:30 akan lakukan. 50:34 Dia orang baik. 50:36 Dia orang yang tidak punya penyimpangan 50:39 dan sebagainya. Hanya dia menyimpang 50:42 dalam salat. 50:46 Hanya dalam salat dia bermasalah. 50:50 Cuman satu permasalahan salat. Nantinya 50:54 permasalahan salat akan berkeliaran 50:57 dan akhirnya masuk berbagai macam 51:00 problem yang lain. 51:04 Problem-problem yang lain itu akan 51:06 terjadi ketika dia tidak salat. 51:09 Ketika dia tidak salat, dia akan punya 51:12 perlakuan tindakan yang tidak benar 51:16 karena dia tidak salat. 51:19 Oleh karena itu, kembalikan dirinya, 51:23 kembalikan 51:25 apa yang dia harus lakukan. Dia harus 51:28 salat, dia harus tenang, dia harus 51:31 bergerak, dia harus bekerja, dia harus 51:34 melakukan sesuatu. 51:37 Insyaallah kalau dia mau melakukan ini, 51:41 insyaallah dia akan ingat bahwa ibunya 51:45 sudah tidak ada. sudah sekian tahun, 51:48 mungkin 20 tahun, mungkin 30 tahun, 51:52 ibunya sudah tidak ada. Katakan karena 51:56 itu belum melepaskan dirinya kepada 51:58 ibunya. Karena dia masih memegang 52:01 ibunya, ibunya, ibunya. Ibunya meninggal 52:05 tabrakan, ibunya meninggal ditabrak. 52:08 Jadi dia tidak bisa. Dia hanya 52:10 memperlakukan ibunya ibunya. 52:14 Perhatikan. 52:16 Ibunya sudah tidak ada. Katakan dia 52:19 sudah meninggal, sudah tidak ada. 52:22 Sekarang dirinya yang harus berbuat 52:25 sesuatu. Sekarang dirinya yang harus 52:29 melakukan sesuatu. Itu kekuatan yang 52:32 terbaik. 52:34 Dia harus bisa melakukan sesuatu. 52:40 Insyaallah ketika dia bisa melakukan, 52:44 insyaallah semuanya akan baik. 52:47 Oke. Nah, yang kedua kehidupan 52:52 negeri ini sedang tidak baik-baik saja. 52:56 Negeri ini sudah sedang tidak baik-baik 52:58 saja. itu negeri. 53:01 Tapi diri kita, 53:04 diri kita yang harus berbuat baik itu 53:08 negeri. 53:10 Mau koruptor, mau apa itu biarkan 53:12 mereka. Tapi 53:16 negara ini bagaimana rakyat ini 53:18 berkepanjangan? 53:20 Tidak. 53:23 Tidak ada. Nah, yang berkepanjangan itu 53:26 orang-orang yang 53:30 orang-orang yang tidak baik. 53:34 Kalau dikatakan satu desa 1000 orang 53:37 sudah ee mengajukan 53:40 perceraian baru 1000. Masih banyak 53:44 orang-orang baik. Yang kita harus lihat 53:48 adalah orang-orang yang baik. Kalau kita 53:51 perhatikan orang-orang baik ini masih 53:55 banyak, 53:58 masih berpuluh-puluh ribu orang-orang 54:02 baik yang kita tidak tahu, yang diekspor 54:06 adalah 54:07 orang-orang yang tidak baik. 54:11 Karena perbuatan-perbuatan yang tidak 54:13 baik dia lihatkan. Orang-orang yang baik 54:16 dia tidak lihatkan. 54:18 Media-media sosial sekarang paling 54:21 senang berita-berita yang tidak baik. 54:25 Maka berita berita yang tidak baik itu 54:27 ada di media sosial. Kalau berita-berita 54:30 yang baik tidak ada di media sosial. 54:34 Kalaupun ada muncul satu sudah dilihat, 54:37 enggak dilihat lagi. 54:41 Jadi media sosial itu tempat orang-orang 54:44 yang membuat yang tidak baik. Kalau kita 54:47 membuat yang baik cuman dengar sebentar 54:49 sudah tidak akan ada lagi. Kadang-kadang 54:52 cuman kita buka, oh ini sudah enggak ada 54:54 lagi. Ada perkataan yang baik dibuang 54:56 lagi. 54:59 Karena perbuatan-perbuatan yang baik ini 55:03 tidak dimunculkan, 55:05 tidak dieksplore, tidak dibuat sesuatu 55:09 yang membuat viral. 55:13 Kata-katanya juga jangan seperti ini. 55:17 Nah, jangan. Kata-kata jangan itu suatu 55:21 hal yang tidak baik. Akhirnya dalamnya 55:23 baik. Dia ngelihat, oh enggak. Udah. 55:26 Karena dia melihat kata-kata jangan. 55:32 Maka itu perhatikan di media sosial. 55:35 Kalau media sosial yang tidak baik itu 55:38 kita tinggalkan. Yang baik kita lihat, 55:41 kita perhatikan. 55:44 Yang tidak baik kita tinggalkan. 55:47 Insyaallah dia tidak akan muncul-muncul 55:50 karena kita memunculkan yang baik, yang 55:53 baik, yang baik. Maka yang muncul adalah 55:55 yang baik. Insyaallah. 56:00 Insyaallah seperti itu. 56:01 Jadi hati-hati dengan media sosial 56:05 karena sering enggak adil gitu 56:07 terhadap keberpihakannya 56:10 ee dalam kondisi ini. Tetapi kaitannya 56:13 dengan sampai angka ribuan yang mau 56:16 cerai itu meskipun jutaan penduduk 56:18 Indonesia, tapi ribuan untuk cerai itu 56:21 juga sesuatu yang memprihatinkan karena 56:23 ee masalah utamanya adalah ekonomi. 56:26 Gimana Ustaz? 56:27 Saya ingat di Singapura 56:29 banyak wanita-wanita Melayu tuh yang 56:32 lambat menikah bahkan enggak menikah. 56:36 Dan banyak kasus perceraian di Singapura 56:39 itu ketika saya sering ke sana pada 56:41 tahun 90-an ya. 56:43 Semua persoalannya karena masalah 56:45 ekonomi. 56:46 Pria-pria Melayu banyak yang sekolah 56:48 mereka kurang tinggi. 56:51 Akhirnya mereka menjadi office boy. 56:54 Sedangkan wanita-wanitanya banyak yang 56:57 pendidikannya cukup baik. 57:00 Atau mungkin karena dia sebagai wanita 57:02 kan ee lapangan pekerjaan lebih banyak 57:06 resepsionis ya dan lain sebagainya. 57:09 Akhirnya ketidakseimbangan terjadi. 57:12 Akhirnya mengakibatkan angka perceraian 57:14 juga meningkat. Ini yang saya tahu dulu. 57:17 Saya enggak tahu sekarang ini bagaimana. 57:19 Nah, di Tasik sebagai contoh, di K Garut 57:21 sebagai contoh, kasus perceraian cukup 57:24 banyak. 57:26 Begitu ekonomi mengalami kesempitan, 57:28 wanita-wanita melihat suami-suami mereka 57:31 tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan 57:33 mereka. Atau bisa saja suaminya 57:36 begitu mengalami krisis. malas untuk 57:40 bekerja, malas untuk berusaha, enggak 57:42 membantu istrinya. Akhirnya sebagai 57:44 akibatnya mulai terjadi apa? Terjadi 57:48 penolakan di hati istri. Oleh karena 57:51 itu, seperti yang Ustaz Abu tadi 57:52 katakan, kalau kamu kebetulan lagi di 57:55 PHK 57:57 atau enggak punya kerjaan, 58:00 kamu seharusnya bisa bantu istri kamu di 58:02 rumah, 58:04 bantu kerjaan istri atau kalau ada usaha 58:08 kamu yang berbelanja, istri yang 58:10 bekerja. 58:11 pasti akan terasa bahagia di saat istri 58:15 ya merasa dibantu oleh suaminya. 58:18 Bisa aja menyapu rumah itu bukan 58:20 kehinaan 58:22 atau dia berbelanja bisa mengantar istri 58:26 katakan dengan mobil atau dengan 58:27 motornya. Betul enggak? Sistem merasa 58:30 didampingi dalam cobaan yang dihadapi. 58:33 Dan pendampingan itu lebih berharga 58:36 daripada kredit kad yang diberikan pada 58:38 istri. 58:39 Betul-betul banyak wanita-wanita 58:42 mengeluh 58:43 dia betul dicukupi secara materi tapi 58:46 suami itu kurang mendampinginya. 58:48 Jadi kalau dia berangkat ke dokter ke 58:50 rumah sakit ya atau periksa kandungan si 58:54 suami enggak mau mendampingi. Ngapain 58:55 masa saya harus mendampingi kamu? Saya 58:57 sudah berikan kamu apa namanya kebutuhan 59:00 kamu kendaraan supir. Padahal seorang 59:02 istri itu yang dinambahkan justru 59:05 pendampingan. 59:07 Dia enggak merasa sendiri. 59:09 Jadi harapan istri dari laki-laki itu 59:12 perlindungan, perhatian. 59:15 Itu kecintaan istri. Kalau suami justru 59:18 apa? Kebanggaan dia itu pada saat dia 59:21 mampu memberi, mampu untuk memberikan 59:23 perhatian, perlindungan. 59:25 Oleh karena itu, Kopingho menggambarkan 59:27 cinta laki-laki itu mirip dengan 59:28 matahari. 59:31 Wanita bagaikan bumi yang menyerap 59:33 panasnya matahari, kehangatannya dan 59:35 lain sebagainya. Jadi Allah kasih pria 59:39 wanita mempunyai watak ya karakter yang 59:42 berbeda untuk saling melengkapi. Hunna 59:44 libas lakum wa antum libasunah. Ada 59:48 laki-laki 59:50 istrinya di PHK dari pekerjaan. 59:53 Dia juga tadinya berusaha semenjak 59:54 terjadi krisis maka tadi si wanita tuh 59:58 waduh datang dalam kondisi yang 1:00:00 betul-betul berat. Begitu juga suaminya 1:00:02 kan anak masih sekolah. Dari mana mereka 1:00:04 akan hidup? Enggak mungkin mertua akan 1:00:06 terus-menerus membantu. Betul enggak? 1:00:09 Akhirnya suami istri kerja sama. Mulai 1:00:12 si perempuan buka usaha gaduh-gaduh ya. 1:00:16 Suami yang berbelanja, suami yang jaga 1:00:18 anak ya. Kemudian mulai meningkat dari 1:00:21 gadoh-gado ya orang titip-titip ada yang 1:00:24 titip bakwan, titip ini, titip itu. Kan 1:00:26 membantu orang juga. Kemudian pagi-pagi 1:00:29 dia jual makanan-makanan sarapan pagi, 1:00:31 ketan, nasi uduk ini, itu semuanya. 1:00:36 Subhanallah. Malam juga ada kesempatan 1:00:37 bikin nasi goreng. Allah kasih 1:00:40 pendapatannya berkali-kalipat daripada 1:00:42 gaji yang diterima. Di sana mereka 1:00:45 makan, anak-anaknya makan bisa membantu 1:00:47 orang. 1:00:49 Jadi kalau kita ini mengalami keadaan 1:00:51 seperti ini, bukan berarti kita akan 1:00:53 berhadapan dengan kondisi lebih buruk. 1:00:55 Rahmat Allah terbuka bagi siapa saja. J 1:00:58 suami yang belanja ke pasar, 1:01:01 ibu jaga anak di rumah. 1:01:04 Suami pulang ke rumah, si ibu berdagang, 1:01:07 suami yang dampingi anak 1:01:10 mengantar sekolah. Jadi jangan kita 1:01:12 beranggapan laki-laki itu diperbudak. 1:01:15 Saya waktu pertama kali berumah tangga, 1:01:17 saya menyapu, mencuci ya memasak, bahkan 1:01:21 belanja juga. Sebagai orang bilang 1:01:24 enggak sangka jauh-jauh belanja dari 1:01:25 Mesir pulang diperbudak sama istri. 1:01:29 Padahal apa? Ini kebahagiaan kita 1:01:32 menjaga istri. Walaupun kita enggak 1:01:33 punya apa-apa, tinggal di pinggir kali 1:01:36 kita berdampingan sama-sama. Banyak 1:01:38 orang yang iri. Kenapa? Walaupun 1:01:40 suaminya berikan dia segala-galanya, 1:01:42 tapi suami enggak dampingi. Jadi 1:01:44 pendampingan itu penting. Jadi 1:01:45 insyaallah kalau seandainya 1:01:48 perempuan-perempuan ya yang berhadapan 1:01:50 dengan suami PHK, 1:01:52 tapi apa? Suaminya peduli padanya 1:01:54 memberikan bantuan dan berusaha 1:01:56 semaksimal kemampuannya, insyaallah apa? 1:01:59 Allah berikan jalan keluar. Wamanqillahu 1:02:04 sebagai penutup. Ada seorang laki-laki 1:02:08 mampu punya rumah baik. Mereka dengan 1:02:11 empat istri. 1:02:14 Satu hari Allah kasih usahanya 1:02:17 sepi. Bahkan sampai rumahnya pun dijual 1:02:20 rumah yang mahalnya. 1:02:24 Akhirnya karena dia merasa dia enggak 1:02:25 mampu lagi untuk menggir secara baik, 1:02:28 didatangi istrinya. Setiap istrinya dia 1:02:30 bilang, "Saya nih takut kepada Allah. 1:02:32 Saya enggak bisa lagi apa namanya 1:02:34 menjalankan kewajiban saya memberikan 1:02:36 nafkah kepada kamu. Gimana kalau kita 1:02:38 berpisah? Istim enggak ada. 1:02:41 Kamu datang gilir saya pada waktunya. 1:02:44 Saya sudah enggak punya ongkos. Saya 1:02:46 yang kasih ongkos. 1:02:48 Keempat istrinya menolak untuk berpisah. 1:02:51 Ini bukan bukan promosi poligami. Tapi 1:02:54 sebagaimana apa kejadiannya? Jadi si 1:02:56 laki-laki ini baiknya sama istrinya luar 1:02:58 biasa. 1:03:00 Setiap istri merasa dia di mata suaminya 1:03:03 sebagai ratu. 1:03:05 Jadi masing-masing menolak untuk 1:03:07 berpisah karena kebaikan suaminya. 1:03:10 Jangan laki-laki cuma punya satu istri, 1:03:13 istrinya sebel ngadapin dia. Mulai entar 1:03:17 ngomong yang tidak enak dan lain 1:03:18 sebagainya. Karena apa? karena enggak 1:03:21 memberikan perhatian. Perhatian paling 1:03:23 penting. 1:03:24 Oleh karena itu, anak juga kalau 1:03:26 diperhatikan orang tuanya walaupun 1:03:27 hidupnya paspasan, insyaallah anaknya 1:03:29 akan rapi. Suami juga kalau dapat 1:03:31 perhatian dari istri diperlakukan dengan 1:03:34 baik, insyaallah dia tidak akan tergoda 1:03:36 dengan wanita di luar. Maka 1:03:38 masing-masing lelaki maupun perempuan 1:03:40 jaga mulutnya, berkata yang baik, 1:03:42 berikan perhatian pada pasangan kita. 1:03:44 Mereka yang lebih berhak daripada 1:03:46 perhatian sama perempuan di luar. Apa 1:03:47 gunanya? 1:03:49 Perhatian sama mereka hanya 1:03:51 menghabis-habiskan uang kita. Kemudian 1:03:53 menyia-nyiakan perasaan kita yang kita 1:03:55 tempatkan bukan pada tempatnya beliau 1:03:57 sama istri kita, sama anak dan keluarga 1:03:59 kita. Mudah-mudahan Allah senantiasa 1:04:02 menawungi kita dengan ee bimbingannya, 1:04:05 petunjuknya, rahmatnya. Begitu pula 1:04:07 menerangi jiwa kita dengan cahayanya. 1:04:09 Amin ya rabbal alamin. Subhanakallahumma 1:04:11 wabihamdik ashadu alla ilahailla anta 1:04:14 astagfiruka wa atubu ilaik. Masyaallah. 1:04:18 Jadi, ikhwan akhwat enggak bisa enggak 1:04:20 deh sebagai pasangan ee perhatian, 1:04:24 perlindungan dan kasih sayang itu paling 1:04:27 utama. Karena itu juga yang dirindukan. 1:04:30 Duit banyak atau sedikit bisa nomor 1:04:33 sekian. Ya, 1:04:34 terima kasih untuk semuanya yang sudah 1:04:36 bersama-sama 1:04:38 ee Radio Silaturahim. Billahi taufik wal 1:04:40 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:04:43 wabarakatuh.