Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [Musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahiabbil 0:21 alamin wasalatu wasalamu ala sayyidina 0:24 Muhammad wa ala alihi wasbihi ajmain. 0:27 Rbi zidni ilma allahumf bimaamtani 0:30 waimni mafuni warzuqni ilman 0:33 yangi. Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:36 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:39 Bekasi, radio silaturahim dan Rasil TV 0:41 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:43 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala 0:46 di mana pun saja berada. Apa kabar Anda? 0:49 Semoga selalu dalam keadaan sehat 0:51 walafiat. Senang sekali di kesempatan 0:53 kali ini saya Angga Aminudin dapat 0:56 kembali menyapa Anda di mana pun saja 0:58 Anda berada. Kami hadir dalam acara 1:01 Bincang Inspiratif Rasil. Siapa tamu 1:04 kita di kesempatan kali ini? Kita sudah 1:07 ada dua tamu istimewa. Kalau yang satu 1:10 sepertinya ikhwan akhwat sudah familiar 1:13 gitu ya, sudah sering mendengar namanya 1:16 Dr. Sarbini Abdul Murad. Asalamualaikum 1:19 warahmatullahi wabarakatuh, Dr. Bandam 1:20 warahmatullahi wabarakatuh. Panggilannya 1:22 drter Ben Ikhwan Ahwat sehat ya? 1:23 Alhamdulillah. Alhamdulillah sehat. Dan 1:26 kita kedatangan tamu spesial kayaknya 1:29 nih dekat juga nih sama kampung 1:30 halamannya Dr. Band nih. Kalau Dr. Band 1:32 dari Aceh. Nah, ini Dr. 1:35 Rizki 1:37 Adriansyah eh Spak. Beliau dari Medan. 1:42 Asalamualaikum warahmatullahi 1:43 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:44 warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana 1:46 kabarnya? Alhamdulillah baik. Terima 1:48 kasih sudah diundang Mas. Ini gimana 1:49 ceritanya bisa tahu-tahu datang nyasar 1:52 ke Rasil sama dokter band lagi. 1:55 Ini memang ditakdirkan Allah Subhanahu 1:57 wa taala juga ditakdirkan karena 1:59 sebenarnya kita sudah ketemu sering ya 2:01 komunikasi sebenarnya sering cuma ee 2:04 belakangan ini jadi intens mungkin ada 2:06 peristiwa yang membuat ee saya juga 2:10 banyak dibicarakan di baik di media 2:12 massa maupun media cetak sehingga 2:14 terjadi komunikasi sama Dr. Band ini ada 2:17 apa? Ada apa begitu ya. Nah, ternyata 2:19 sudah dikasih clue-nya tuh. Sudah 2:21 dikasih clue-nya. Jadi, Iwan Ahwad ee 2:23 kami menghadirkan dua dokter ini. Salah 2:26 satunya adalah Dr. Rizki 2:28 Adriansyah. Ee beliau seorang ee dosen 2:31 dan juga sekarang ee aktivitasnya ee 2:36 praktik di mana saja, Dok? Saya praktik 2:39 ee dari di Rumah Sakit Adam Malik yang 2:42 akhirnya saya diberhentikan ya dari 2:44 rumah sakit tersebut. Iya. Iya. Kemudian 2:46 ada dua rumah sakit swasta di Medan sama 2:49 di Batam. Di Batam ya. Tapi aktivitas ee 2:53 apa istilahnya? Aktivitas medis masih 2:55 terus berjalan. Masih masih jalan. 2:57 Aktivitas kemanusiaan juga berjalan. 2:59 Insyaallah. Jadi kita kalau ada hal yang 3:03 ee apa namanya? Ee yang selama ini kita 3:06 juga sering ya kalau misalnya ada 3:09 masyarakat ya ya kita bantulah. Yang 3:11 mana bisa kita bantu kita bantu. 3:13 Sepanjang kita bisa lakukan kita 3:15 lakukan. Jadi, Iwan Awat akhir-akhir ini 3:17 memang dunia kesehatan di negeri ini 3:19 cukup ee hangat isunya gitu ya. Apalagi 3:22 ketika Menteri 3:24 Kesehatan Pak Budi kita nyebutnya beliau 3:27 beliau dokter, Dok? Insinyur. Insinyur 3:29 ya. Insyur Budi Gudawan ini Menteri 3:31 Kesehatan memang menjadi sorotan publik 3:33 ya. Banyak sekali ucapan-ucapan, 3:35 pernyataan sampai ke 3:37 kebijakan-kebijakan yang membuat ee 3:41 respon cukup beragam gitu ya. respon 3:43 bahkan eh respon eh cukup hangat, respon 3:47 yang cukup tinggi juga ditunjukkan 3:50 terakhir kali itu kalau Iwan Ahad 3:52 memperhatikan berita-berita itu FKUI ya 3:55 pernyataan resmi mengkritisi kebijakan 3:59 dari kementerian H yang terbaru. Nah, 4:02 seperti apa sebenarnya? Ini kan ikhwan 4:04 akhwat kita ingin membuka gitu ya. 4:07 Sebenarnya ee isu ini tuh arahnya ke 4:10 mana? Ada apa gitu ya dengan ee dengan 4:12 isu ini. Kalau kita menelusuri media 4:15 sosial, kita tahu bagaimana media sosial 4:17 pemerintahan itu ee cungukup simpang 4:20 siur atau apa gitu gitu ya. Namun untuk 4:22 media massa ini sudah menjadi sorotan 4:24 publik yang cukup e serius. Dan di sini 4:27 ada dokter ee Rizki juga yang memang 4:30 betul-betul melihat ee sebenarnya 4:32 kebijakan-kebijakan Kementerian 4:34 Kesehatan yang sampai melibatkan 4:36 profesi, melibatkan dunia kedokteran. 4:39 Apa sih yang ingin kita luruskan di 4:41 tengah-tengah masyarakat? Begitu ya, Dok 4:42 ya. He. Tapi sebelum saya ke dokter 4:44 Rizki, saya ke dokter band dulu. Kalau 4:47 dari usia mungkin senioren dokter band 4:49 ya. Iya. Iya. Jauh. Jauh. Kelihatan 4:53 wajahnya. Kelihatan wajahnya. 4:55 Dokter B sebenarnya kalau Dr. Ben 4:57 melihat saya enggak secara politis ya, 4:59 Dok ya. Mungkin lihat dari gejolak 5:01 masyarakat dulu deh. Kenapa kesehatan 5:03 itu salah satu bidang yang sepertinya 5:07 mudah sekali masyarakat itu 5:10 terpancing? Makasih, Mas Angga. So, 5:12 kalau kita lihat sejarah Mas Angga ya, 5:14 sejarah itu bahwa awal-awal kemerdekaan 5:17 Indonesia yang menggerakkan, orang-orang 5:19 yang menggerakkan kemerdekaan Indonesia 5:21 ini adalah para-para dokter. H mereka 5:24 punya kesadaran nasionalisme, kemudian 5:26 mereka punya kesedaran kemanusiaan. 5:28 Mereka yang turun melihat penderitaan ee 5:31 masyarakat. Sehingga profesi kedokteran 5:33 profesi yang begitu melekat dengan 5:35 masyarakat tapi sangat elitis. Hm. 5:38 Enggak semua orang masuk ke sana kan 5:40 bisa paham tentang itu. Nah, maka enggak 5:42 herang kita kembali kembari kembali ini 5:44 dokter lebih profesional. Kemudian 5:47 ditambah lagi dengan beberapa paham yang 5:50 menurut saya itu enggak tepat 5:52 mengindustrikan 5:54 bidang medis. Kita lihat dulu kalau 5:56 misal dulu misalnya masuk ke rotoran 5:58 enggak terlalu mahal sekarang 5:59 gila-gilaan. Oh. K dulu dokternya begitu 6:03 dihormatin sekarang sudah 6:04 hitung-hitungan. Heeh. Jadi setiap ada 6:07 pergelokan-pergelokan di di kalangan 6:09 medis ini maka mau tidak mau masyarakat 6:12 itu menjadi sebuah pertanyaan tapi agak 6:15 sulit masuk. Jadi keku seperti yang yang 6:18 di dalam dr. Rizki beliau ketua IDAI 6:20 IDAI di Sumatera Utara. IDAI itu ikatan 6:23 dan dokter anak Indonesia. Dokter anak 6:25 Indonesia. Jadi ketika ada masalah 6:27 seperti ini itu masyarakat secara awal 6:30 men apa ya apa ya karena elitis itu. He 6:34 tapi ee di kalangan di kalangan dokter 6:37 itu menganggap bahwa ini harus 6:40 dibicarakan, harus dibuka. Maka satu hal 6:43 menurut saya ya ini satu hal yang sangat 6:45 yang sangat tepat ya yang namanya 6:47 departemen teknis itu dipangku oleh 6:51 seorang yang tidak sama profesinya gitu 6:54 ya. Sesuai bidangnya. S bidangnya itu. 6:56 Tapi kalau misalnya dia belajar cepat 6:58 kemudian dia memberikan jauh lebih 7:00 terbaik itu mungkin hal yang lain. H 7:03 tapi ini istilah gini ud enggak tepat 7:05 kebijakannya pengaur gitu kan. Jadi ada 7:08 dua dua kesalahan yang terjadi yang hari 7:10 ini n maka Dr. Rizki ini bareng-bareng 7:13 sama kita ini. Kita coba beliau sebagai 7:15 orang yang sebagai tambah informasi 7:17 masangga beliau ini orang yang terzalimi 7:19 oleh alat kekuasaan gitu loh. Beliau 7:22 dipecat dari praktik di rumah sakit Adam 7:25 Malik. Heeh. Nah kalau yang lain digeser 7:27 beliau dipecat karena vokalnya beda. Ini 7:30 vokalnya harga vokal ah 7:35 ini dipecat. Jadi, jadi kan beliau pun 7:39 kita ajak kembali juga untuk biar 7:41 masyarakat pekal i bahwa sekarang enggak 7:44 lagi agak baik, enggak tidak sedang baik 7:47 ee di dunia kedoktoran ini. Jadi, ini 7:50 yang yang perlu kita juga diskusikan 7:51 pada malam hari ini ya. Yang mudah 7:53 informasi dari dr. Rizki ini kan bisa 7:56 membuka wajah kita, pikiran kita, 7:58 wawasan kita tentang peristiwa-peristiwa 8:01 yang hari ini yang sangat kontemporer. 8:03 Saya pikir itu Mas Angga sebagai 8:04 pembukaan dari saya. dibuka oleh dr. Ben 8:06 dan juga kalau Ihan Ahwat e menelusuri 8:08 berita-berita ee apa yang dialami oleh 8:11 drter Risi kaitannya dengan ikatan 8:13 dokter anak, lalu kebijakan kementerian. 8:16 Nah, sekarang kita akan tanya langsung 8:17 ee dr sebenarnya ada apa gitu dengan 8:21 kebijakan Kementerian Kesehatan hari 8:24 ini? 8:25 Jadi kalau kita ambil judulnya dulu ya, 8:29 judulnya ini adalah otoritarianisme dari 8:32 Kementerian Kesehatan. 8:35 Kenapa? Karena semua ee kewenangan itu 8:39 berada di satu kementerian ini ya. Mulai 8:42 dari kalau kita di dokter ini ya dulu 8:46 kalau surat izin praktik itu ee ada di 8:50 situ peran organisasi profesi misalnya 8:52 untuk rekomendasi. Sekarang itu sudah 8:54 dihapus. Hm. Dan ada peran pemerintah 8:57 daerah. Tapi sekarang oleh Kementerian 8:59 Kesehatan sendiri bisa mengeluarkan izin 9:01 praktik. Heeh. Kemudian Kementerian 9:04 Kesehatan juga bisa 9:06 menerbitkan untuk satuan kredit profesi 9:09 yang dulu juga ada di organisasi profesi 9:12 sekarang sudah dibawa Kementerian 9:13 Kesehatan. Yang terakhir ini yang sangat 9:16 kita gugat itu adalah soal kolegium. 9:19 Kolegium apa kolegium itu, Dok? Kolegium 9:21 ini adalah suatu lembaga yang 9:23 betul-betul independen. He. Yang dia 9:26 bertugas untuk menjaga marwah keilmuan 9:29 di bidang kedokteran. Itu saya pakai 9:31 bahasa itu saja. Karena kalau di 9:32 anggaran dasar itu ada beberapa tugas 9:34 fungsinya. 9:36 Apa yang disebut dengan marwah keilmuan? 9:38 He. Ilmu itu kan berkembang ya. Dan 9:42 tujuan ilmu itu berkembang harus 9:44 semata-mata hanya untuk kepentingan 9:46 kemanusiaan. He. Tidak boleh ada 9:48 kepentingan yang lain selain untuk 9:50 membuat manusia itu semakin ee hidupnya 9:53 berkualitas, derajat kehidupannya bisa 9:55 lebih baik, derajat kesehatannya lebih 9:57 baik. Tapi dalam konteks keilmuan, dia 10:00 harus jaga. Jangan sampai ada ilmu yang 10:02 justru menghancurkan nilai-nilai 10:04 kemanusiaan. Nah, kolegium itu sangat 10:06 strategis sekali perannya. Oleh karena 10:09 itu, dia harus dijaga 10:10 independensi. Maksudnya dijaga 10:12 independensi itu tidak boleh ada 10:13 intervensi kekuasaan, tidak ada 10:15 kepentingan politik, tidak ada 10:17 kepentingan bisnis, tidak ada 10:19 kepentingan lain. Selain hanya untuk 10:20 kepentingan kemanusiaan. Nah, itu 10:22 kolegium. Iya. Iya. Iya. Nah, kalau saya 10:25 kan di organisasi profesi IDAI itu 10:28 Ikatan Dokteran Indonesia yang memang 10:29 dia lebih kepada ee berkumpulnya para ee 10:33 dokter untuk ee memajukan kesehatan, 10:36 memberikan pelayanan kesehatan terbaik. 10:38 Nah, jadi konteksnya di situ bedanya 10:40 antara ko seperti ID lah ya. IDAI itu 10:42 sebenarnya anak organisasi dari ID. Anak 10:44 organisasi dari IDI. Jadi di ID itu ada 10:47 perhimpunan dokter spesialis, ada ikatan 10:49 dokter anak, penyakit dalam, bedah, 10:52 dokter gigi. Dokter gigi, dokter gigi 10:54 beda sendiri. Beda ya. Nah, kemudian 10:57 ada ee kandungan ya macam-macam. Iya. 11:00 Iya. Banyak macam-macam. Jadi He. Di 11:03 tiap-tiap perhimpunan spesialis itu ada 11:04 kolegiumnya masing-masing. Hm. Nah, 11:07 kolegium itu yang tugasnya tadi menjaga 11:09 marwah keilmuan itu tadi. Ah. Nah, itu 11:12 sekarang semua sudah di ambil 11:15 Kementerian Kesehatan, di bawah 11:16 Kementerian Kesehatan. Termasuk standar 11:18 profesi juga ada di standar. Jadi 11:20 tugasnya kolegium ini membuat standar. 11:22 Membuat standar itu ya standar itu 11:24 dijaga agar dia mengacu kepada standar 11:28 yang memang dengan nilai tertinggi ya. 11:30 Misalnya dokter kandungan. Apa sih 11:32 standar kompetensi untuk dokter 11:33 kandungan? He dokter anak. Standar 11:35 kompetensi dokter anak seperti apa ya? 11:37 Apa yang boleh dilakukan oleh dokter dan 11:39 apa yang tidak boleh dilakukan oleh 11:41 dokter. Heeh. Heeh. Heeh. Nah, kita bisa 11:44 lihat salah satu contoh intervensi 11:47 kekuasaan yang masih dalam ucapan 11:49 seorang Menteri 11:51 Kesehatan. Baru-bakangan kita dengar nih 11:53 Menteri Kesehatan buat pernyataan Heeh. 11:55 dokter umum boleh melakukan bukan boleh 11:59 ilmu seksios syariah diturunkan ke 12:02 dokter umum. Operasi itu operasi untuk 12:05 melahirkan. Kalau enggak bisa melahirkan 12:07 secara normal, maka dilakukan seksi 12:08 cesaria. H. Yang ini adalah 12:10 kompetensinya sekarang dokter kandungan. 12:12 Tapi 12:13 menurut Menkes diturunkan. Doktor, 12:16 dokter umum pun ya kita tidak persoalkan 12:19 sebenarnya dalam kondisi gawat darurat 12:20 ya. Yang jadi persoalan apakah itu 12:23 kewenangan Kementerian Kesehatan? Hm. 12:26 Itu harus tugas kolegium dulu. Hm. 12:29 Kolegium yang menentukan mana yang 12:31 boleh, mana yang tidak boleh. Jadi 12:33 intervensi kekuasan kalau sudah masuk di 12:35 situ, nah ini jadi masalah dan ini yang 12:38 kita khawatirkan terhadap keselamatan 12:40 pasien ke depannya ya kan menjaga marwah 12:43 keilmuan untuk kepentingan kemanusiaan 12:45 itu tadi itu yang harus hati-hati tidak 12:48 bisa sembarangan ngomong sembarangan 12:50 boleh tidak boleh itu harus betul-betul 12:52 dikaji secara akademis oleh ahlinya yang 12:55 kompeten dan itu kolegium itu adalah 12:58 tempat berkumpulnya para ahli dan guru 13:01 besar. Hm. Kalau mau dirunut, Dok, ya, 13:05 kronologi ataupun alur dari apa yang ee 13:10 dialami oleh drter sampai dipecat tuh 13:13 gimana awalnya? Ya, jadi memang awalnya 13:14 tentang kolegium ini memang yang paling 13:16 saker. Kalau yang yang tadi ya, tentang 13:18 sip, tentang ini kita lebih banyak 13:20 mengalah nih orang sudahlah enggak 13:21 apa-apa pemerintah mungkin mau ambil 13:24 kewenangan tapi kalau sampai kolegium 13:25 ini memang kita betul-betul bertahan. 13:27 Itu ceritanya gimana tuh, Dok? Jadi 13:28 ceritanya pada waktu tanggal akhir bulan 13:31 September 2024 tahun lalu ya. Heeh. Itu 13:35 kita sedang melaksanakan kongres ilmu 13:37 kesehatan anak. Heeh. Untuk 13:40 memilih ketua ikatan Dokteran Indonesia 13:43 dan ketua kolegium. Nah, pada saat yang 13:46 bersamaan itu pemerintah juga lakukan 13:49 pemilihan ketua kolegium tapi lewat 13:51 online. Sedangkan kita kongres hadir di 13:54 Semarang. Iya. Iya. Semua guru besar 13:56 hadir di sana. semua dokter anak bahkan 13:58 hampir sebagian besar dokter anak itu 14:01 hadir di sana pada saat kegiatan 14:03 ilmiahnya. Jadi kongres itu betul-betul 14:05 legitimate, legitimate dan organisasi 14:07 yang berwenang. Dan memang secara 14:09 anggaran dasar anggaran anggaran rumah 14:11 tangga memang kita di ee tugaskan oleh 14:15 Badan Legislatif tertinggi itu untuk 14:17 memilih ketua kolegium. I. Nah, amanah 14:20 kongresnya kita harus menjaga 14:22 independensi kolegium. Heeh. 14:24 Nah, kemudian terbentuklah kolegium ilmu 14:26 kesehatan anak yang ada di bawah 14:28 organisasi profesi dan ada juga kolegium 14:30 kesehatan anak yang dibentuk oleh 14:32 Kementerian Kesehatan. Oh, awalnya kita 14:35 dibujuk-bujuk suruh supaya gabung, tapi 14:37 kita kan punya alasan mengapa tidak mau 14:40 gabung. Bukan kita tidak mau ikut 14:41 negara, bukan. Tapi kita mempertahankan 14:44 independensi itu sesuai dengan 14:46 definisinya, sesuai dengan bas 14:48 fundamental pemahamannya gitu. Iya. Iya. 14:51 Kemudian ini berjalan karena kita 14:53 bertahan dengan koligium ini, maka ada 14:56 upaya-upaya 14:57 pembungkaman. Upaya pembungkaman yang 14:59 pertama itu adalah mutasi 15:02 dua pengurus inti Ikatan Dokter Anak 15:06 Indonesia. Yaitu dr. Hikari Ambar Sakti 15:09 itu dia sekretaris 15:10 umum dipindahkan dari Rumah Sakit Cipto 15:13 ke Rumah Sakit Anak Bunda harapan kita. 15:16 Kemudian Dr. Fitri Hartanto, ketua ID 15:20 Idai cabang Jawa Tengah waktu kongres 15:21 itu. Dia sekarang ketua UKK tumbuh 15:24 kembang anak dipindahkan ke Rumah Sakit 15:25 Sarjito. Yang menjadi persoalan 15:28 alasannya tidak jelas. Heeh. Kalau 15:31 alasan pemerataan itu tidak masuk akal. 15:35 Kenapa? Dr. Fitir Hartanto itu ahli 15:37 tubuh kembang anak satu-satunya di Jawa 15:40 Tengah itu Jawa Tengah dipindahkan ke 15:42 Heeh. 15:43 Jogja yang sudah ada tiga. H. Drter 15:45 Hikari dia untuk apa dipindahkan? 15:48 Sementara di RSI Arap kita juga sudah 15:50 ada dua tiga orang kalau enggak salah 15:52 ahli ee kanker darah anak. Heeh. He. 15:56 Nah, waktu itu kita memang protes. Cuma 15:58 suasana kebatinan kita, organisasi kita 16:00 pada waktu timbul kecemasan ini kalau 16:02 misalnya kita protes akan timbul 16:04 mutasi-mutasi yang lain. Iya. Iya. Ada 16:06 kekhawatiran akan timbul ee ee macamlah 16:08 tekanannya pada waktu. Tapi kita di 16:11 tengah-tengah kecemasan itu kita tetap 16:12 ingin kolegium itu tetap independen. 16:14 Jadi kita masih sabar di situ. Berlanjut 16:17 di bulan April, akhir April iya terjadi 16:20 mutasi ketua umum IDAI, Dr. Piprim He 16:24 Basaraya 16:26 dipindahkan dari Rumah Sakit Ciptomangun 16:29 Kusumo ke Rumah Sakit Patmawati. 16:34 Sebenarnya ee saya bingung waktu 16:37 awal-awal itu saya bingung benar enggak 16:38 ini kejadian karena saya harus bertanya 16:41 kenapa. Karena dokter Pip Pririm ini 16:43 dokter ahli jantung anak sama dengan 16:45 saya. Heeh. Dan posisinya kalau di Idai 16:48 saya anggota dr. Piprim. Iya. Tapi di 16:52 perkumpulan dokter ahli jantung anaknya 16:53 ini, Drter Piprim anggota saya. H. Jadi 16:57 saya berkepentingan untuk menanyakan apa 16:59 masalahnya kenapa dia dipindahkan. Heeh. 17:01 Lalu saya buat testimoni. Testimoninya 17:04 itu mempertanyakan 17:06 alasan Kementerian Kesehatan memindahkan 17:09 dokter Piprim. Testimoninya di mana, 17:10 Dok? Ee sebenarnya saya sebarkan awalnya 17:13 cuma di grup WA saja ya. Tapi enggak 17:16 tahu itu nyampai ke media massa atau 17:18 bagaimana. Saya juga tidak tahu. Hari 17:20 hari gini itu hanya beda 2 hari nyampai 17:23 ya kan. Saya tujuan saya waktu itu hanya 17:26 menyadarkan kita nih dokter anak 17:28 sudahlah jangan terlalu cemas dengan 17:30 ini. Itu sebenarnya saya hanya 17:31 mengurangi kecemasan-kecemasan di 17:33 kalangan dokter anak oleh karena dokter 17:34 piprnya sudah dipindahkan. Iya. Iya. Dr. 17:37 Pip sudah buat pernyataan di media 17:39 sosial 17:41 kalau pemindahannya itu mal apa? Mal 17:45 administrasi lah ya. Jadi pelanggaran 17:47 prosedurnya banyaklah dari sisi 17:48 kepegawaian. Tapi saya membahasnya dalam 17:50 konteks dampak Dr. Piprim. 17:55 dipindahkan terhadap layanan kesehatan 17:57 jantung anak. H. Jadi kalau dipindahkan 17:59 saya bilang ini akan menurunkan kualitas 18:01 layanan jantung anak di Rumah Sakit 18:04 Cipto Mangun Kusumo. Apalagi dia seorang 18:06 pendidik. Di situ ada peserta didik yang 18:09 lagi mengambil sekolah spesialis dan 18:11 subspesialis kardiologi anak. Itu dalam 18:14 testimoni di testimoni saya sampaikan. 18:16 Nah, itu tersebar sampai di media massa. 18:18 Saya enggak nyebar, tapi nyampai di 18:20 media massa akhirnya dikomentari juga 18:22 oleh humasnya Kementerian 18:25 Kesehatan. Cuma saya balas lagi. Iya. 18:28 Komentarnya itu saya balas lagi karena 18:29 menurut saya pembohongan publik. Hmm. 18:33 Pembohongannya di mana, Dok? Nah, dia 18:34 bilang begini. Kenapa dokter PPRIM 18:36 dipindahkan? Dia bilang karena alasannya 18:38 dokter ahli jantung anak di Rumah Sakit 18:40 Patmawati akan segera pensiun. H. Saya 18:43 bantah itu pembohongan publik. Saya 18:44 bilang. Heeh. Kenapa? Karena dokter ahli 18:47 jantung anak di Rumah Sakit Patua 18:49 itu satu angkatan jatuh saya dan waktu 18:52 wisudanya sama dan dia usianya seumuran 18:55 dengan dokter Piprin. 18:57 Pensiunnya kalau saya tanya dengan dia 18:59 masih ada ya 7 tahun lagi masih bisalah 19:01 dia. Iya. Iya. Di sana. Jadi itu 19:03 pembohongan publik pertama. Dan saya 19:05 bilang alasannya tidak logis. Saya pakai 19:07 logikanya Kementerian Kesehatan. H. 19:09 Kalau memang dokter yang di Patmawati 19:12 mau pensiun itu muridnya itu adalah 19:14 muridnya dokter Piprim. He. Tidak logis 19:18 murid mau pensiun yang menggantikan 19:20 guru. Saya bilang mungkin itu juga yang 19:22 membuat panas ya di sana 19:23 ya. Terus dia bilang lagi alasannya di 19:27 sana rumah sakit pendidikan. He. Untuk 19:30 universitas eh Fakultas Kedokteran 19:31 Universitas Islam Negeri Hidayatullah 19:33 Sarif Hidayatullah. Ya. Siap. Nama rumah 19:36 sama FK-nya. 19:38 Saya bantah lagi. Ini terjadinya polemik 19:40 berarti. Polemik. Jadi di media kan di 19:42 media. Bantah-membantah. Bantah 19:43 membantahnya di media. Ini saya bantah 19:46 lagi 19:48 bahwa ee benar itu apa? Rumah sakit 19:52 pendidikan tapi untuk pendidikan dokter 19:54 umum. He. Sementara kompetensinya dokter 19:57 PRIM ini sebagai dokter pendidik klinis 19:58 adalah mendidik mulai dari dokter umum, 20:01 spesialis, subspesialis. 20:04 Jadi sayang dong ilmu dia ini enggak 20:05 bisa ngajarin spesialis dan subspesialis 20:07 lagi dia gara-gara dipindahkan. Iya. 20:10 Nah, saya buat testimoni itu enggak 20:13 berapa lama dari situ saya dipanggil 20:16 sama direktur Rumah Sakit Dar Malik. 20:18 Heeh. Panggil dalam ee memang sudah 20:23 niatlah manggil saya. Tapi memang 20:25 akhirnya ketemu di tanggal 30 April. He. 20:27 Jadi tanggal 25 April saya buat 20:28 testimoni, tanggal 30 April saya ketemu 20:30 sama direktur Mas Adam Malik. Kita 20:33 ngobrol biasa santai, tidak ada sekatlah 20:36 seperti hubungan Abang dan Nadi saja. 20:38 Tapi inti dari pembicaraan itu adalah 20:40 saya harus berhenti dari Rumah Sakit 20:41 Adam Malik. He. Awalnya saya diminta 20:44 mengundurkan diri. Saya tidak bersedia. 20:47 He. Terus ee tidak ada kesepakatan 20:51 janjinya direktur mau ngomong sama 20:53 dekan. Karena kan saya 20:55 ASN-nya ASN Kementerian Pendidikan di 20:57 bawah Fakultas Kedokteran USU. Hm. 21:01 Lalu 21:02 jumpalah saya hari Jumatnya lagi. Itu 21:06 kan hari Rabu ya, tanggal 30 April. 21:07 Tanggal 1 libur. Tanggal 2 Mei 21:11 direkturnya meminta ketemu lagi. He. 21:14 Tapi ee enggak ketemu. Akhirnya dia 21:15 kirim WA saja tentang memberitahukan 21:18 surat pemberitahuan pengentian kerja 21:20 sama saya dengan Rumah Ramali. Nah. 21:23 Setelah saya dapat surat itu, artinya 21:25 ini confirm saya sudah ee dalam konteks 21:27 ini berhentilah saya bekerja sama dengan 21:30 rumah sakit ada Malikan begitu ya dari 21:31 bahasa suratnya. Iya. Saya lapor dekan 21:34 karena atasan saya dekan kan dekan 21:35 bilang ketemu. Tapi karena Jumat juga 21:37 waktunya singkat baru ketemu hari Senin. 21:41 Nah, singkat cerita ee timbul lagi 21:45 polemik setelah ketemu 21:47 dekan. Ee saya akan ajukan surat 21:49 keberatan. Heeh. Timbul pemberitaan di 21:52 media massa bahwa saya diberhentikan 21:55 karena punya masalah disiplin. Hm. Saya 21:58 bilang, saya balas lagi. Saya Iya. 22:01 Bilang, "Saya kapan sidang disiplinnya? 22:04 Jangankan vonisnya, saya bilang sidang 22:06 disiplinnya saja saya tidak pernah 22:07 mengalaminya." Begitu. Dan itu masih 22:10 dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. 22:12 Kementerian Kesehatan. Humasnya ya. 22:13 Humasnya. Humasnya ya. Tentu saya 22:16 bicaranya Kementerian Kesehatan ya. 22:17 karena langsung memang saya lihat pun 22:19 surat surat pemberitaan saya pemberita 22:22 ee pemberhentian saya itu walaupun 22:24 ditandatangani oleh direktur tapi hanya 22:25 ditembuskan ke Direktur Jenderal 22:27 Pelayanan Kesehatan. H 22:30 artinya Direktur Jenderal Pelayanan 22:32 Kesehatan yang saya duga telah 22:35 melakukan melakukan tekanan kekuasaan 22:38 kepada direktur untuk memberhentikan 22:40 saya. Iya. Iya. Gitu. 22:44 Dari situ berlanjut ke beberapa Iya. 22:46 Jadi kan ini viral ceritanya kan viral 22:48 jadinya kan saya diperintahkan ini kan 22:49 viral kenapa diberhentikan. Jadi jadi 22:52 pemberhentian saya itu tidak bisa saya 22:54 anggap berdiri sendiri sebab akibatnya 22:58 harus dikaji dari sampai ke belakang ada 23:00 masalah apa di organisasi IDAI dengan 23:03 Kementerian Kesehatan I. Iya. Nah, jadi 23:05 di situ. Heeh. Nah, kalau saya lihat ini 23:09 semakin bergulir ya. semakin bergulir 23:13 dan sekarang juga yang terakhir ini para 23:14 guru besar, para dosen bukan hanya di UI 23:17 sebenarnya, bukan hanya FK UI sebenarnya 23:19 bukan. Hari ini juga pada saat hari ini 23:22 ada di Aceh. Heeh. Ada di Medan, ada di 23:26 Sumatera Barat, ada di Palembang, ada di 23:30 ee ya Jakarta tentu. Ada di ee Lambung 23:35 Makkurat apa tuh? Banjarmasin ya. Heeh. 23:37 Kemudian di Solo, di Malang, di 23:41 Surabaya, di Makassar, bahkan sampai ke 23:44 Manado. Ini kalau kita lihat dari awal 23:47 perseteruannya kenapa kementerian itu 23:50 membuat ee kolegium tersendiri atau bisa 23:53 dikatakan kolegium tandingan apa? Tapi 23:55 kan sah-sah karena pemerintah yang buat. 23:59 Ya, sebenarnya yang kita persoalkan 24:01 sejauh mana independensinya kalau di 24:02 bawah independensinya. Apakah kasus yang 24:05 dialami oleh dr. Rizeki ini salah satu 24:09 efek iya akibat efek akibat dari kita 24:13 mempertahankan kolegium itu di 24:15 menimbulkan respon respon itu ke publik 24:17 lagi. Ini dikhawatirkan oleh penguasa 24:19 mungkin ya. Iya. Nah itu jadi sebenarnya 24:22 saya hanya dalam konteks melakukan 24:24 pembelaan saja tidak melakukan 24:28 ee sifatnya tuduhan apapunlah ke 24:31 Kementerian Kesehatan awalnya ya. Iya. 24:33 Iya. Saya hanya melakukan 24:34 pembelaan-pembelaan terkait kolegium, 24:36 terkait Dr. Pip, tapi 24:39 ternyata hal-hal seperti pun, hal-hal 24:42 seperti itu pun harus dibungkam oleh He 24:44 Kementerian 24:46 Kesehatan ya. Kenapa dibungkam? Ya tentu 24:51 dianggap ee ini ya dianggap menghambat h 24:56 kerja-kerja kolegium mungkin. Tapi saya 24:58 mungkin enggak tahu saya ya kenapa di 25:00 sini dokter melihat memang pembungkaman 25:03 itu ee apa diusahakan supaya dokter 25:05 mungkin berhenti bersuara tentang hal 25:08 apa gitu. Mungkin saja mungkin saja ee 25:11 saya tuh dianggap ee terlalu vokal. He. 25:15 Sehingga kalau diberhentikan diharapkan 25:17 setelah itu saya lebih ini ya ee tidak 25:21 mengganggu ee tidak berisiklah gitu 25:23 untuk kepentingan kekuasaan. Lalu ada 25:26 upaya-upaya apa aja, Dok? yang sampai 25:28 saat ini dokter lakukan awalnya saya 25:30 melakukan membuat surat keberatan. Saya 25:33 sudah sampaikan 25:34 ke Rumah Sakit Adam Malik, saya 25:36 tembuskan ke dekan, saya tembuskan juga 25:38 ke Menteri Kesehatan, ke Direktur 25:40 Jenderal Pelayanan Kesehatan. Saya 25:42 keberatan atas pemberhentian saya. He 25:45 itu. Kemudian ee saya juga akhirnya 25:49 karena sudah mulai ada tuduhan-tuduhan 25:51 ke saya, akhirnya saya harus menggunakan 25:54 konsultan hukum. Hm. He untuk membantu 25:57 saya memberikan jawaban-jawaban yang 26:00 tepat. Begitu kan. Kita enggak boleh 26:01 gegaba juga. Ini sudah ada tuduhan ke 26:03 saya h yang menyatakan saya punya 26:06 masalah kedisiplinan. He. Ya, oleh 26:09 karena itu saya punya harus punya 26:12 konsultan 26:13 hukum. Nah, itu dari sisi pribadi saya. 26:16 Tentu kalau dari sisi organisasi kita 26:18 idai solid. He. Ada 30 26:22 cabang se-Indonesia. kita solid untuk 26:26 mempertahankan independensi kolegium 26:27 ini. Penyampaan aspirasi rencananya 26:30 sampai ke parlemen ya. Kita sudah ke 26:32 parlemen sudah parlemen sudah dua kali 26:35 kita ke parlemen tuh. Satu ke Badan 26:37 Aspirasi Masyarakat satu lagi ke Komisi 26:39 9. He. Itu sudah kita sampaikan 26:42 kronologis masalah yang terjadi itu 26:44 sudah kita sampaikan ya mungkin itu kan 26:46 proses politik ya. Jadi itu proses 26:48 negosiasi. Iya. Kalau proses politik 26:51 penyelesaiannya penyelesaian politik 26:52 tentunya yang kita harapkan. Tapi kalau 26:53 yang penyelesaian saya yang terkait 26:55 hukum ya itu mungkin ada tersendirinya. 27:00 Ee tentu itu hal yang kita harapkan sih 27:02 ini segera tuntas ya. Iya. Iya. Segera 27:05 tuntas. Hm. Ihan Ah saat ini Anda sedang 27:09 menyimak bincang inspiratif bersama Dr. 27:12 Rizki Adriansyah. Kalau ikhwan akhwat 27:15 googling nama itu pasti akan muncul gitu 27:18 ya pemberitaan-pemberatan mengiau. Dan 27:20 tadi memang ee sengaja kita minta 27:23 bagaimana alur kronologi kasus yang 27:25 menimpa itu gitu ya. Karena kita juga 27:27 ingin ee melihat masalah ee sebenar yang 27:29 terjadi gitu ya. Ee saya ke drter Ben 27:32 dulu, Dok. Kalau melihat bagaimana unsur 27:35 kekuasaan dia masuk ke unsur ee profesi 27:38 dengan beberapa kepenting-kepentingannya 27:40 di 27:41 sini apa gitu kira-kira di belakangnya 27:45 apakah ada kepentingan lembaga lain atau 27:48 apa yang dokter lihatnya? 27:50 Sekali lagi, 27:51 Masangga bahwa ini bukan fenomena 27:54 Kementerian Kesehatan semata, tapi 27:57 inilah fenomena pemerintah secara umum 28:00 di bawah Pak Prabowo ini ya. He. Bahwa 28:02 beliau sendiri mengakui bahwa ada buruk 28:04 komunikasi. Hm. Dan kalau sudah di 28:08 presiden yang buruk pastikan di 28:10 instansi-instansi departemen itu ngikut 28:12 buruk. Ya, jadi saya kita ditanya oleh 28:15 wartawan tentang kasus ini, saya katakan 28:16 begini, 28:18 kalau kalau mau mau belajar bijak itu 28:21 sebenarnya Pak Pak BGS ini kan harus apa 28:24 ya harus menerimalah kritikan gitu loh. 28:28 Jadi kita kalau jadi pimpinan kan sudah 28:29 resiko kan kebijakan baik atau buruk 28:32 pasti ada yang perlu, ada yang kontra. 28:34 itu kan bahagian dari sebuah proses 28:37 politik yang diambil oleh pemerintah. 28:39 Maka apa yang dilakukan oleh ee Dr. 28:42 Rizki dan teman-temannya itu bagian dari 28:44 respon reaksi untuk mempertanyakan 28:47 bijak-kebijakan menurut mereka itu 28:49 adalah enggak fair gitu kan, enggak 28:50 terbuka tiba-tiba sudah ada kegi 28:52 dihapuskan. 28:54 Jadi memasangga kalau kita lihat ke 28:56 belakang I ya ID ini organisasi yang 28:59 sangat independen he sama menteri dia 29:02 bisa sejajar ini tuh jadi enggak semua 29:05 menteri itu bisa menerima ini. H jadi 29:08 jadi mungkin bahwa independen kemudian 29:10 dia punya kolegium sendiri dia bisa 29:11 duduk bareng dengan dengan pemerintah 29:14 itu enggak semua menteri itu bisa 29:15 menerima itu. Maka Undang-Undang Nomor 29:18 17 tahun 2023 ini karena kebaperan 29:20 pemerintah. Wah, ini kalau enggak 29:22 dirubah ni bisa secara sama gua gitu 29:24 kan. Jadi enggak bisa gua atur gitu kan. 29:27 He. Maka dibuat cara segala macam dia 29:30 rubah bawa ke dia bawa undang-undang 29:32 baru karena DPR oleh bagian bawa 29:34 undang-undang itu kan berawal dari 29:36 kasusnya dawang kan rawan dipecat ramai 29:39 itu kan ada yang keras segala macam 29:41 dibawa ide tandingan kan jadi enggak 29:43 lepas Undang-Undang nomor 17 ma 2023 29:46 enggak lepas dari itu dari egoisme 29:48 sektoralnya pemerintah apakah ada 29:51 unsur-unsur 29:52 kepentingan pengusaha oligarki yang 29:55 ingin masuk mungkin ke dunia kesehatan 29:57 Dok gini Pak kita ketahu bahwa ee 30:01 industri farmasi itu industri sangat 30:02 besar ya pengaruhnya dalam menentukan 30:05 undang-undang itu besar. Jadi dalam 30:08 Omnibus Law ini di undang-undang itu itu 30:11 pasti masuk. Heeh. Pasti ada masuk. Tapi 30:13 kan teman-teman mempertanyakan enggak 30:15 undang-undang secara keseluruhan kan. 30:17 Tapi yang cuma kolegium aja itu kan. 30:19 Rizki mengatakan bahwa SP sudahlah itu 30:22 kecil-kecil remeh-temeh sudahlah itu 30:24 kogium ini kan menyangkut harga harkat 30:27 har apa harga martabatnya profesi kan 30:30 mereka yang menggodok mendidik 30:33 menghasilkan mendistribusi kan itu 30:35 sebenarnya mangga kalau pemerintah itu 30:37 dia fair dia bijak udahlah gua udah itu 30:40 urusan lu lah lu mikir gua enggak beban 30:42 lagi mikir karena sudah ada ahlinya 30:44 sudah ahlinya kan mereka bisa ngurus 30:45 yang lain kan h kan lebih meringankan 30:48 pemerintah Kalau enggak ego kan 30:51 sekarang-puyung dia bagi program-program 30:54 makan gratis. Iya yang hanya 3,7 T harus 30:58 habis bayangin belum lain-lain belum 31:00 lain-lain kan itu buat buat apa yang 31:01 bagaimana di undang-undang di programnya 31:04 Pak Prabowo itu dari rumah sakit tipe D 31:06 ke tipe C itu kan perubahan semua kan 31:09 dari bangunannya, alatnya ee nak 31:12 casesnya dan sebaginya itu kan enggak 31:14 enggak enggak mudah itu kan. Jadi 31:16 sebenarnya Pak Big ini bawa BGS puyung 31:19 sendiri sebenarnya puyung sendiri 31:22 kok dia sudahlah itu sudah ustaz udah 31:24 sudah belang berpuluh tahun itu kan 31:26 masalah kolegium sudahlah persoan satu 31:29 dua orang yang orang kolegium yang 31:30 enggak bisa diatur itu dinamika aja 31:32 masalah komunikasi aja jadi itu sangga 31:35 saya lihat bahwa komunikasi Pak Menteri 31:37 sekarang ini ini kurang-kurang baik jadi 31:39 memang harus ada harus ada memang yang 31:42 bisa memberikan masukan pada beliau ini 31:44 Pak Carawang dulu gitu juga kan 31:47 komunikasi sebenarnya ada ada masalah 31:50 lebih penting apa di dunia kesehatan 31:52 dibandingkan ngurusin kolegium kan 31:53 harusnya gitu ya betul kebanyakan hal 31:55 yang diurus ya sibc vaksin zaman banyak 31:59 banget vaksin aja belum kita bahas nih 32:01 kan gimana gitu ini kan yo baru dr ri 32:03 sendiri ya belum lain baru drki sendiri 32:06 tapi drkter rizki ya tadi kan dokter 32:08 katakan bahwa idei secara organisasi 32:11 kompak gitu ya ee sekarang 32:13 langkah-langkah ee strategi strategis 32:15 gitu ya. Iya. Untuk ee mengingatkan ke 32:19 kementerian sendiri, lalu juga bagaimana 32:21 menjaga komunikasi dengan masyarakat itu 32:23 gimana, Dok? Ee program-program ee 32:26 layanan kesehatan anak yang lain he kita 32:29 tetap laksanakan kok dan itu selalu 32:31 bekerja sama juga dengan Kementerian 32:33 Kesehatan. Jadi itu terlepas dari 32:34 persoalan yang selama ini 32:35 gonjang-ganjing soal kolegium ini. He. 32:38 Tapi banyak program-program kesehatan 32:40 anak soal imunisasi ya, soal bagaimana 32:45 pelayanan tumbuh kembang anak, soal 32:48 penanganan stunting, penanganan gizi 32:50 buruk itu berjalan. Kita punya program 32:53 tuh di IDAI namanya Pediatric Social 32:57 Responsibility 32:58 PSR disingkat itu program yang 33:00 betul-betul juga didukung oleh 33:02 Kementerian Kesehatan yaitu suatu 33:03 program di mana para dokter anak itu 33:06 turun sampai ke ee lapisan masyarakat 33:10 juga sampai ke Puskesmas. Hm. Memberikan 33:12 edukasi ke para dokter-dokter yang 33:14 bekerja di Puskesmas. He membangun ee 33:17 jejaring lah, networking agar pelayanan 33:20 kesehatan anak itu yang walaupun 33:22 dilakukan di level fasilitas kesehatan 33:25 primer itu layanan juga berkualitas. Itu 33:27 kita laksanakan rutin di semua daerah 33:30 itu. Jadi kalau program-program yang 33:33 terkait dengan rakyatlah kita bilangnya 33:37 itu kita harus kedepankan. kita harus 33:40 jangan sampai gara-gara soal kolegium 33:42 ini iya ini akhirnya program-program 33:45 untuk rakyatnya malah menjadi terhambat 33:49 tapi berpotensi terhambat ke depannya 33:51 kalau masalah kolegium ini enggak tuntas 33:53 karena ini sangat fundamental. 33:56 Oleh karena itu, kita berharap ada hal 33:58 yang menjadi win-win 34:01 solution-nya. Kita tetap tentu dalam 34:04 posisi akan mempertahankan kolegium yang 34:06 ada di organisasi profesi. Hm. Nah, 34:09 program-program yang lainnya itu ya 34:11 tentu harus jalan dan dalam hal ini kita 34:13 tetap mengkomunikasikan dengan baik. 34:15 Misalnya contoh kemarin kita protes ya. 34:18 Iya. Protes kita enggak sampai buat demo 34:21 maok praktik gitu, enggak. Kita malah 34:23 demonya berdoa. Oh. doa lewat Zoom ya. 34:27 He YouTube. Heeh. Selama 3 hari 34:30 berturut-turut. Heeh. Cuma pakai pita 34:32 hitam. Itu pun dilarang-larang ya. 34:35 Enggak boleh pakai pita hitam ya pakai 34:37 baju hitam aja. Saya bilang enggak usah 34:39 dilarang-larang lah yang begitu. Ini di 34:41 zaman zaman itu di zaman Orde Baru ya 34:43 sering begitu tapi ini sudah zamannya 34:45 udah beda masih dilarang-larang begitu. 34:47 Jadi kita tetap berupaya supaya jangan 34:50 sampai layanan kesehatan anak itu 34:51 terganggu kan. Kita pahami juga ini 34:55 persoalan ini jangan dipandang elitis. 34:57 Iya. Persoalan ini berpotensi 35:01 akan mm berdampak buruk kepada layanan 35:04 kesehatan anak kalau masalah kolegium 35:06 ini tidak betul-betul diselesaikan saat 35:10 ini. Iya. I ya kan itu yang menjadi 35:11 pasal. Karena seperti yang saya katakan 35:13 tadi, kolegium itu adalah memang menjaga 35:16 marwah keilmuan yang pengembangan 35:18 ilmunya itu memang hanya untuk 35:20 kepentingan manusia itu sendiri. Tidak 35:21 ada boleh ada kepentingan-kepentingan 35:23 lain di situ. Loh, kalau mau 35:24 dibandingkan ya dengan Malaysia sendiri 35:26 kalau urusan kebijakan koleum enggak ada 35:29 di negara lain yang negara pemerintahnya 35:33 ikut mengintervensi kolegium itu gak 35:34 ada. Beda. Beda kan negara dengan 35:37 pemerintah ya. Iya. Iya. Kalau dulu juga 35:39 kita punya konsil kedokteran itu dibawa 35:41 presiden langsung tapi sekarang dibawa 35:44 presiden melalui Menteri Kesehatan. Jadi 35:46 Iya ada kementeriannya lah. Jadi 35:48 semuanya harus lewat Menteri Kesehatan. 35:49 Iya. Jadi di situ ada kepentingan 35:51 politik kalau misalnya melalui jabatan 35:54 menteri ke bawah. Tapi kalau langsung ke 35:56 presiden, nah di negara-negara lain 35:58 banyak begitu. Bahkan di negara-negara 36:00 kerajaan itu kolegiumnya itu memang 36:02 dibawa kerajaan langsung. Langsung ya. 36:05 Dibawa kerajaan langsung. Jadi memang 36:06 dia memang memang dia untuk kepentingan 36:09 kemanusiaan. Iya. Iya. Iya. Poum itu ini 36:13 bicara tentang ini kan kaitannya sama 36:15 dokter profesi seseorang yang berusaha 36:18 untuk mengobati gitu ya. Akhir-akhir ini 36:21 ee masyarakat juga kan melihat bagaimana 36:24 banyak juga kasus-kasus yang menimpa ee 36:26 seorang ee dokter gitu ya. Kementerian 36:29 Kesehatan bukan malah 36:31 menjaga istilahnya menjaga nama baik 36:33 gitu ya. Profesi kedokteran ini kok 36:35 malah bikin setru dengan para dokter 36:37 gitu. Gimana dokter melihat melihat ini 36:39 dok? 36:40 Kita lihat di mana pun itu ada ya oknum 36:43 ya. He. Bahkan di kalangan ya kita 36:46 anggap di dunia yang sangat religi 36:49 sekalipun Heeh. Ada yang ternyata 36:52 perilaku-perilaku negatif yang memang 36:54 itu merugikan banyak hal. He banyak 36:57 orang dan memang ee merusak peradaban. 37:01 saya bilang ya, merusak peradaban 37:02 perilaku-perilaku 37:04 misalnya pemerkosaan ataupun kita bilang 37:08 ee bullying dan segala macamnya itu 37:12 dalam konteks kita untuk melakukan 37:15 perbaikan saya pikir ini harus ada 37:17 kesamaan persepsi dulu bagaimana cara 37:20 menyama menyelesaikan persoalan itu ya 37:23 kalau main terobos sudah tutup program 37:25 studinya Nah 37:28 kemudian ee dihukum ya kan. He langsung. 37:32 Nah, ini saya rasa ee hal-hal yang juga 37:36 terlalu reaktif dalam menyelesaikan 37:38 masalahnya. Dan ini juga saya pikir ee 37:43 Kementerian Kesehatan sudah banyak 37:44 melakukan offside. Saya bilang hmm 37:47 karena ee kan ini kalau terkait dengan 37:51 pendidikan itu kan mungkin cenderung itu 37:54 ranahnya Kementerian Pendidikan ya. 37:58 Tapi ini Kementerian Kesehatan sudah 38:00 offset. Masalah pendidikan juga dia mau 38:02 ambil semua itu. Oh. Jadi pendidikan 38:05 kedokteran, pendidikan yang yang terkait 38:07 dengan kesehatan itu mau itu dalam ranah 38:09 dia. Heeh. He ya kan? Padahal menurut 38:13 saya offside. Bahkan kalau kita lihat 38:15 peraturan presiden ya seharusnya 38:17 Kementerian Kesehatan itu hanya yang 38:18 ngurusin kesehatan. Terkait yang mungkin 38:21 bersinggungan dia harus berkoordinasi 38:22 dengan kementerian yang lain kan begitu. 38:24 Nah, koordinasinya sejauh ini saya kita 38:26 enggak tahu gimana, tapi yang jelas 38:28 dampaknya di lapangan kan kita bisa 38:29 lihat nih gimana kalau memang benar ada 38:32 komunikasi yang baik, kenapa guru besar 38:34 sekarang dari Sabang sampai Manado pada 38:37 protes sampai Papua mungkin. Apakah 38:40 dokter juga melihat bahwa masalah di 38:43 sehat ini ibarat gunung es lah. Heeh. 38:46 yang kelihatan di 38:48 permukaan padahal di bawahnya itu begitu 38:51 besar dari mulai sistem koordinasi gitu 38:54 ya, lalu juga pemetaan. Sistem birokrasi 38:58 itu kan dia harus ada pengawasan ya. Hm. 39:01 Jadi check and balance itu yang mungkin 39:04 harus jalan. Kita enggak bisa katakan 39:08 hari ini bahwa Kementerian Kesehatan 39:11 buruk semua. Saya rasa tidak. Ya, 39:13 terbukti kita ada beberapa dengan 39:16 direktorat-direktorat yang lain misalnya 39:17 dengan Direktorat Gizi KIA yang 39:19 kaitannya dengan kita nih I program kita 39:21 kesehatan anak itu hubungannya sangat 39:22 baik. Kita jalan ke mana? Bahkan 39:25 terakhir waktu pekan Imunisasi Sedunia 39:27 kita ki ke Badui itu Banten. Banten buat 39:31 acara besar ee di sana untuk ya di 39:33 sebenarnya secara nasional tapi kita 39:35 pusatkan di sana. He untuk acara pekan 39:37 Imunisasi Sedunia. Hm. 39:40 Artinya dalam sisi lain mungkin kita 39:43 harus dukung program-program yang pro 39:46 rakyat, yang benar-benar pro rakyat, 39:48 tapi kita harus punya satu kepekaan juga 39:51 kalau ada program-program yang justru 39:53 merusak kepentingan rakyat juga kan. 39:55 Kita harus ada check and balance di 39:56 situ. Enggak mungkinlah semuanya kita 39:57 harus setuju setuju begitu ya. Enggak 40:00 bisa ya. He. Jadi tentunya hal ini juga 40:04 yang menurut 40:05 saya ini peran masyarakat juga saya rasa 40:08 peran kalangan intelektual untuk tetap 40:12 ee melakukan check and balance itu. 40:15 Menurut saya begitu. 40:17 Memang kita ee melihat juga PR banyak 40:21 banget ya, Dok ya. Nah, lebih lanjut 40:23 lagi kita akan jeda dulu. Iwan Ahad 40:26 tetaplah bersama kami. Kami akan segera 40:28 kembali. 40:32 [Musik] 40:37 Brail TV. 40:44 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 40:46 Subhanahu wa taala. Terima kasih masih 40:47 bersama kami dalam bincang inspiratif. 40:50 Di kesempatan kali ini kami mengundang 40:53 dua narasumber spesial istimewa. Para 40:57 dokter ada dr. B Abdul Murad, Dr. Ben, 41:01 dan juga dr. Rizki Adriansyah ya dari 41:06 Medan. Kita kalau tadi drter Rizki 41:10 membuka dengan 41:12 otoritarianisme Menteri Kesehatan ya 41:14 atau Kementerian Kesehatan ini menjadi 41:17 tanda tanya besar ketika masyarakat 41:19 melihat ee isu apalagi ini di 41:22 Kementerian Kesehatan gitu ya. Kalau 41:24 saya mengutip beberapa media, Dok, kalau 41:27 tempo ini 9 jam yang lalu berebut 41:31 independensi kolegium dokter. Ketika 41:34 kolegium kedokteran tidak lagi di bawah 41:37 organisasi profesi, Menteri Kesehatan 41:40 menetapkan kolegium melalui mekanisme 41:44 voting. Judulnya Berebut izin praktik 41:47 dokter. Ini judulnya judulnya tempo 41:50 gitu. ee tampilannya adalah menteri yang 41:55 menggunting stetoskop. Menteri 41:57 menggunting ini biasa kalau tem kalau 41:59 bikin kayak ini simbol nih stetoskop kan 42:02 simbolnya dokter kan pakai gunting lagi. 42:05 Berarti apa yang mau digunting di 42:07 profesi dokter ini oleh seorang menteri 42:09 gitu ya. Tadi kita di sesi pertama juga 42:12 sudah mendengar kronologi alur apa yang 42:13 dialami oleh dokter ee Rizki. Nah, 42:15 sekarang di sesi kedua ee sebagai sesi 42:18 penutup juga, Dokter ee Rizki ee melihat 42:23 kalau ingin 42:24 diprediksi ke depannya apakah 42:27 harmonisasi kementerian dengan profesi 42:29 kedokteran 42:30 itu arahnya ke mana sih gitu. Harusnya 42:33 sinergis ya. harusnya sinergis karena 42:36 memang tugasnya kita 42:39 sebagai organisasi profesi ini kan 42:41 bagian dari rakyat lah saya bilang kan 42:43 dia berpartisipasi 42:46 dengan pemerintah, bermitra dengan 42:48 pemerintah. Heeh. 42:50 Untuk memang menjalankan amanah 42:54 konstitusi 42:56 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, ya 42:59 kan dan seterusnya. itu kan ada ya di 43:03 arah fakir miskin. Artinya kesehatan dan 43:06 pendidikan itu dua hal yang memang 43:07 menjadi hal yang sangat fundamenten bagi 43:11 kita semua dalam kehidupan berbangsa, 43:13 bernegara ini, baik oleh pemerintah 43:16 maupun oleh rakyat. Nah, kita dalam 43:17 posisi kan sebagai rakyat Heeh. 43:20 bersinergi bersama pemerintah untuk 43:23 menjalankan amanah konstitusi itu sangat 43:26 fundamenten menurut saya. Saya 43:28 rasa dalam pemahaman itu masih samalah 43:32 semuanya kita semua, 43:36 pemerintah, masyarakat, organisasi 43:38 profesi, kaum intelektual masih sama. 43:40 Hanya di dalam hal 43:42 implementasinya terjadi tarik-menarik 43:44 seperti yang diberitakan tempo itu kan 43:47 artinya ada 43:49 upaya ee kepentingan-kepentingan yang 43:53 kita tidak tahu itu tidak mau dihambat. 43:57 ya kan tidak ingin dihambat 43:59 oleh sekelompok kita anggaplah ini 44:02 profesi, organisasi profesi yang 44:05 akhirnya ada kebijakan-kebijakan yang 44:07 memang memutus organisasi profesi ini 44:11 perannya seakar-akarnya yang dulunya 44:13 memang cukup besar perannya. Heeh. 44:16 sekarang diambil alih kalau bahasa 44:19 direbut ya bahasa tempo tuh berebut ya 44:21 sebenarnya bukan berebut artinya kita di 44:25 justru di itu kan memang sudah punya 44:27 milik kita ya kolegium itu ya berarti 44:29 dikoptasi artinya di diambil secara 44:32 paksa gitu misalnya itu handphone 44:34 masangga saya ambil secara paksa itu kan 44:37 itu yang terjadi sebenarnya bukan 44:39 berebut kolegium itu bukan kita bukan 44:42 menganggapnya berebut tapi kita 44:43 menganggap ini diambil paksa ambil alih 44:45 ambil paksa. Diambil paksa. Hm. Kalau 44:48 berebut tuh artinya kada satu nih ya 44:49 kita lomba nih. I kan kita kejar tuh 44:52 kita ambil gitu kan. I. Nah tapi ya 44:54 biasa itu bahasa media kan supaya 44:57 sensasionalnya meningkat kan dibuat 44:59 seolah sens meningkat dibuat seolah kita 45:01 ada merebut kolegium itu ya. Kolegium 45:03 ini makanya harus dipahami dari aspek 45:04 historisnya juga. Nah 45:07 ini kolegium sudah sangat lama. Bahkan 45:10 memang itu sudah ada sejak tahun 0-an. 45:14 Berarti sudah 50 tahun lebih kolegium 45:16 ini sudah ada dan itu juga mengacu 45:18 kepada standar global. Di dunia juga ada 45:20 kolegium-kolegium itu. Pokoknya kaitan 45:22 standar sama kualitas dokter lah. 45:23 Kualitas dokter itu sudah ada. Dan 45:25 memang selama 45:26 ini sebelum ada 45:29 undang-undang ee praktik kedokteran dulu 45:31 juga kolegium itu sudah menjalankan 45:33 fungsi-fungsi yang selama ini 45:36 dijalankan. Setelah ada Undang-Undang 45:37 Nomor 29 tahun 2004, praktik kedokteran 45:40 tahun 2004 ya, yang sudah dicabut 45:43 itu kolegium itu diperkuat perannya 45:47 Heeh. melalui undang-undang itu. Hm. 45:51 Dan dia tetap di bawah organisasi 45:52 profesi. Nah, di undang-undang yang 45:54 baru, kolegium 45:56 itu ditarik dari diambil paksa dari 45:59 organisasi profesi menjadi di bawah 46:02 Kementerian Kementerian Kesehatan. 46:05 Nah, di situ jadi 46:06 polemiknya ketika lembaganya yang 46:09 diambil. Kalau dulu kan kalau fungsinya 46:12 yang selama ini kan fungsi yang diambil 46:13 ya. He. Mengurus izin 46:15 praktik, ngurus satuan kredit presi itu 46:18 kan lebih kepada fungsi yang diambil 46:20 tapi ini lembaganya yang diambil. 46:22 Lembaganya diambil secara semuanya lah 46:25 seluruh. Nah, di situ 46:27 secara awam ajaalah menurun. Gimana 46:30 kalau yang sudah jadi harta yang memang 46:32 itu sudah diwariskan oleh orang tua kita 46:35 diambil paksa oleh camat kita misalnya 46:37 atau sama siapa? Kalau saya kaitkan rida 46:40 enggak kita gitu. Iya. Kalau saya 46:41 kaitkan dengan pernyataan dokter band 46:43 tadi berarti arahnya ini dunia kesehatan 46:45 ini kayaknya bakal kebaca lah arah 46:47 showroomnya itu gimana gitu ya. Tapi Dok 46:50 dari konflik ini kalau kita 46:53 ingin ke mana sih kita mendukunglah 46:55 istilahnya gitu Dok ya. Dokter kan 46:57 seorang ee tenaga medis juga sebagai 47:00 aktivis gitu ya. Di tengah-tengah 47:03 masyarakat tuh ke mana nih kita berpihak 47:06 gitu, 47:07 Dok? Ini kan yang berkembang sekarang tu 47:11 kan namanya kan matahari 47:13 kembar ya kan. Ada Prabowo, ada Muliono. 47:18 Ini sama juga sekarang tuh kalau ada 47:20 kolegium matarik kembar juga ada MKES 47:23 ada kolegium. Ada kolegium. Nah, ini 47:25 enggak mau 47:27 kembar kan di bawah itu saya itu 47:30 Masangga. Jadi, jadi itu kayak saya awal 47:32 saya katakan bahwa pemerintah enggak 47:35 siap untuk berdialog, enggak siap untuk 47:38 apa bermusyawarah gitu ya. Sedangkan Pak 47:42 Presiden kan jelas program kesehatan dia 47:44 itu kan. Jadi ini kan menteri sebagai 47:46 Bawang Presiden itu kan melaksanakan itu 47:48 kan. Heeh. Jadi banyak wacana-wacana Pak 47:51 Menteri ini ini buat framing yang bikin 47:54 seakan dokter kita ini jadi masalah. 47:56 Nah, itu frame B-bidato dia tu. He he. 47:59 Semua kesalahan jelek banget Indonesia. 48:02 Iya. Iya, iya. Kan masa dibully yang 48:04 meninggal Olia itu di empat itu itu 48:07 dibesar-besarin. 48:09 Bukan bukan keberhasilan yang diangkat. 48:11 Logika gini, Mas. Sangga. Misal saya itu 48:13 punya anak nih. Heeh. Yang saya angkat 48:15 anak yang bermasalah. Hm. 48:18 Kok yang masalah saya angkat saya 48:20 ngomong tapi yang baik enggak pernah 48:21 saya angkat gitu loh. I ini terjadi 48:24 seperti ini kan. Makanya kenapa guru 48:26 besar-guru besarnya mereka bijak melihat 48:28 masalah ini mereka protes. Nah kalau 48:31 misalnya Pak Menteri itu enggak 48:32 mendengar itu tambah arogan kan. Iya 48:34 ketika ada masalah guru besar loh 48:36 ngomong semua ini. Kalau misalnya Dr. 48:39 Rizki yang ngomong sendiri sama dengan 48:41 Dr. Priprim ya mungkin enggak banyak ya 48:43 semua berarti kan gak masalah. Balnya 48:45 guru besar di mengatakan kami sedih 48:48 ketika kami di framing berikan kerotoran 48:51 jelek de unhas sampai nangis dia ngomong 48:55 setelah itu kan itu kan nurani yang 48:57 ngomong h jadi enggak dianggap baik-baik 49:00 saja gitu loh jadi kalau misalnya Pak 49:02 Menteri sayang itu Pak Propowo kemudian 49:05 ingin melaksanakan itu dia harus 49:06 bersinergi dengan semua pihak enggak 49:08 boleh harganya ego. istilahnya gini. He 49:12 dia kan orang asing kan ditempatkan di 49:14 Kemenkes kan orang asing itu. Oh iya 49:17 kan? Jadi jadi kok orang kok orang sakit 49:20 ya kita kan harus berbaik-baiklah kan. 49:22 Iya jadi bukan kekuasaan itu yang 49:24 pendekatan kekuasaan itu yang 49:25 menimbulkan resistensi. Jadi saran saran 49:28 saran saya tu ini belum terlambat gitu 49:32 ya. Dia belum terlambat ya. Jadi 49:34 undang-undang sudah ada nih, Pak Menteri 49:35 meraksakan. Oke, silakan. Tapi yang yang 49:37 jangan-jangan apa yang sangat ada 49:39 sensitivitas itu ada resistensi itu. 49:42 Jadi, jadi memindahkan orang, memecit 49:44 orang dengan membuat 49:45 argumentasiargumentasi 49:48 ya sebenarnya pemerintah enggak boleh 49:49 gitu sih. Ini kan bagaimanapun 49:50 mereka-mereka ini kau sudah berjasa bagi 49:53 profesi, bagi rakyat dengan cara-cara 49:55 mereka dan bayangkan yang namanya dokter 49:57 gantung anak itu bisa dihitung jari 50:00 Indonesia nih. Indonesia. H jadi jangan 50:03 bikinbikin masalah apagi ada ada wacana 50:07 asing datang ke Indonesia saya kurang 50:09 dokter yang kurang bukan dokter yang 50:10 kurang distribusi dokternya yang yang 50:12 yang enggak merata jadi ini yang he jadi 50:16 bukan datang buat rumah sakit kemudian 50:19 didik dokter bumung untuk bedah menjadi 50:22 sesar ituak enggak segampang itu kan 50:26 memang dulu ada wawancara 50:27 sayacarahas saya katakan bahwa dulu 50:29 memang ada rencana bahwa pemerintah 50:30 misalnya nya Katarak dulu saya mahasiswa 50:33 itu ada ada muncul itu karena katarak 50:36 banyak dot sedikit ini untuk dilatih 50:39 mata misalnya itu kan ada urgensinya kan 50:43 tadi kan beda dunia sekarang ni beda 50:45 jadi kita sepakat dengan itu tapi itu 50:48 pilihan terakhir tapi langkasan ini 50:50 dilakukan nah jadi apalagi 50:52 program-program Pak Presiden ini untuk 50:53 kesehatan menurut saya itu agak agak 50:56 berlebihan selain masalah independensi 51:00 si kolegium gitu ya, akhir berkonflik 51:02 dengan pemerintah. Kalau menurut Dr. Ben 51:06 ini pihak-pihak yang berenang salah 51:07 satunya untuk anggota legislatif gitu 51:09 ya. ini mereka harus harus berperannya 51:11 seperti apa nih sebenarnya ataupun 51:13 tokoh-tokoh elit politik lah. Susahlah 51:15 lagi status kan sudah berkoalisi kan 51:18 mereka datang saja bilang jangan ada 51:21 jangan ada apa tuh tu jangan ada dua 51:24 mata mata apa jangan ada mata di kembar 51:26 gitu kan i jadi yang sara kayak k kita 51:29 dulu di masangga rizik ya tadi pantai 51:32 berapa memang dia bantu dia butuh rail 51:36 ketika dekat sampai ada yang komen 51:39 begini dok makanya dokter-dokter ini 51:41 harus 51:43 diberikan kemampuan 51:45 itu komunikasi politik sama lobi-lobi 51:47 politik supaya nanti kalau urusan dengan 51:49 kebijakan publik dokter ini bisa 51:51 bersuara ya gimana Dok? Itu namanya 51:53 politik kesehatan ya. Politik kesehatan 51:56 itu penting juga ya bagaimana 51:59 menterjemahkan ee apa isu-isu yang 52:02 terkait dengan kesehatan itu yang ee 52:05 jangan sampai kita terlena gitu ya. He. 52:08 Misal salah satu contoh saya bilang 52:11 ya, Pak Perbowo ya, dia di dalam misi 52:15 asta citanya itu adalah salah satu 52:19 narasi ya adalah 52:21 memperkuat sumber daya manusia 52:23 kesehatan. 52:25 Heeh. Nah, ini kan harus 52:27 diterjemahkan agar ee benar-benar 52:32 tercapai 52:33 misi ee Asta Cita itu memperkuat sumber 52:36 daya manusia kesehatan. Nah, di dalam 52:38 sumber daya manusia kesehatan itu kan 52:40 berarti kita bicara ada tenaga medis, 52:42 tenaga kesehatan. Nah, bagaimana ini 52:45 jangan sampai upaya-upaya untuk 52:48 memperkuat tenaga kesehatan ini malah 52:51 jadi kontraproduksi 52:53 dengan misi asta citanya. 52:56 Prabowo Subianto sebagai presiden 52:58 Republik Indonesia ya kan. Oleh karena 53:02 itu saya melihat banyak hal yang 53:06 paradoks yang dilakukan oleh Menteri 53:08 Kesehatan yang justru bertentangan. Eh 53:10 sebenarnya paradoks ya maksud saya 53:12 paradoks dengan misi misi asta citanya 53:15 Prabowo Subianto. Iya. Iya. Salah 53:17 satunya misalnya ya terkait dengan 53:20 komentar-komentar dia ya. Misalnya yang 53:22 terakhir terkait 53:24 dengan ee Menteri Kesehatan nyatakan 53:27 begini 53:28 nih. 53:31 200 Rumah Sakit Umum kabupaten kota ada 53:34 objin dan 300-nya tidak ada dokter 53:37 kandungannya. Maka dia mau latih dokter 53:40 umum itu. Maka ilmu seksiosarennya 53:43 diturunkan 53:46 ke dokter umum. Oh, sepintas ini kalimat 53:49 yang pro rakyat, pro dokter gitu ya. 53:51 Tapi kalau kita kaji secara 53:55 mendalam itu sebenarnya tidak dilakukan 53:57 berdasarkan kajian data, tidak berbasis 54:01 data dan fakta. Yang pertama, apalagi 54:03 secara kolegium. Iya. Dan akhirnya 54:05 memang memperlemah sumber daya manusia 54:07 kesehatan itu sendiri. Dalam konteks 54:10 kita kaitkan dengan misi asta citanya 54:12 Presiden Prabowo Subianto ya, memperkuat 54:15 sumber daya manusia kesehatan. Heeh. 54:16 Heeh. Karena apa? Karena pertama tidak 54:19 berbasis 54:20 data. Datanya itu sebenarnya tidak 54:22 sebesar itu, Rumah Sakit Umum kabupaten 54:25 kota yang enggak punya dokter kandungan. 54:27 Kita sudah hitung cuma 6%. Jadi lebih 54:29 dominan framing-nya dibandingkan Oh, 54:32 basis fakta datanya untuk menyatakan 54:35 perlunya dokter umum diajarkan. I 54:38 seksiesa. Yang kedua itu 54:41 sebenarnya yang harus berbicara terlebih 54:44 dahulu adalah kolegium. Karena kolegi 54:47 menentukan siapa boleh melakukan apa, 54:49 siapa tidak boleh melakukan apa. He he. 54:53 Dalam konteks pekerjaan profesinya 54:55 karena ada standar kompetensi yang 54:57 terjaga di situ. Iya. Nah, kalau 55:00 diturunkan artinya menurunkan 55:04 standar berarti memperlemah sumber daya 55:06 manusia, kesehatan dan ini membahayakan 55:10 keselamatan pasien. 55:13 kajiannya itu enggak sampai 55:15 komunikasinya itu enggak sampai seperti 55:17 itu. Karena apa? Karena kalau kita mau 55:20 dikaitkan lagi dengan apa ya istilahnya 55:23 touch shifting istilahnya sekarang kan 55:25 itu memang pada kasus-kasus yang memang 55:27 gawa 55:28 darurat. Jadi enggak perlu sampai 55:30 dibahasakan di 55:33 media bahwa dokter umum perlu 55:36 diajarkan seksiesa. Ini akan mencemaskan 55:40 masyarakat. 55:43 mengganggu upaya untuk meningkatkan 55:45 kualitas pelayanan kesehatan. Nanti 55:47 malah banyak kasus mal praktik ya. 55:50 Dampaknya kan ke sana nanti. Apalagi nah 55:53 kaitkan lagi dengan peraturan-peraturan 55:56 yang diterbitkan oleh Kementerian 55:57 Kesehatan terakhir ini baru ini keluar 55:59 nih. Heeh. He. Bahwa disiplin itu, 56:01 pelanggaran disiplin itu boleh 56:03 ditentukan oleh Menteri 56:05 Kesehatan. Subjektif kan? Heeh. 56:08 Kalau seperti itu dan ini berbahaya 56:10 nanti kalau misalnya ada respon 56:11 masyarakat yang ee menganggap ada respon 56:14 negatif dianggap melanggar disiplin, 56:16 Menteri Kesehatan bisa nyatakan dia itu 56:18 pelanggar disiplin. Oh, ini berbahaya 56:21 sebenarnya. He 56:24 gitu. kita upaya-upaya untuk 56:27 meningkatkan atau memperkuat sumber daya 56:29 manusia kesehatan ini tidak 56:31 bisa Kementerian 56:33 Kesehatan berjalan sendiri tanpa 56:36 didukung oleh stakeholder kita bilang 56:39 pemangku kepentingan. Di situ ada 56:40 organisasi profesi, di situ ada 56:43 institusi pendidikan kedokteran. 56:47 Oleh karena itu, kita berharap 56:48 Kementerian Kesehatan 56:50 harus sadar diri ya, terutama menteri 56:54 sadar diri tidak bisa kewenangan itu dia 56:58 pegang semua di dalam satu kementerian. 57:00 Hm. 57:02 Itu baik. Karena tadi disinggung juga 57:05 mengenai ee politik kesehatan jadinya 57:06 ya. Politik kesehatan dan juga framing 57:09 pemberitaan. Kaitannya juga dengan ee 57:12 media. Berarti kan media massa he ee di 57:16 sini seharusnya memiliki peran yang 57:18 penting juga nih ketika dia tentu ee 57:21 menelaah suatu masalah yang terjadi. 57:24 Keberpihakan media itu ke mana? Apakah 57:26 ke penguasa, apakah ke masyarakat? Kan 57:28 gitu. Keberpihakan media juga dilihat 57:30 dari bagaimana pembelaan-pembelaan media 57:32 ee sekarang gitu. Makanya kita rasil nih 57:36 berusaha juga kan menyuarakan 57:38 menyuarakan yang sebenarnya ini di sini 57:41 independensi ee media ini kan penting 57:43 juga ya. Heeh. Karena ee pemberitaan itu 57:48 memang harus benar-benar dalam 57:51 konteks ee menegakkan kebenaran dan 57:55 keadilan ya gitu. Jadi kalau misalnya 57:57 medianya masih cenderung Heeh. 58:00 ee kepada satu apa namanya partisan lah 58:05 saya ya saya enggak ngerti bahasa tapi 58:07 kalau kita sih bisa baca ya kalau 58:09 membaca suatu media ini ini betul-betul 58:11 dia beritanya independen atau tidak 58:13 independen intelektual kita akan membaca 58:16 itu. Karena gini Dok, ada juga yang 58:18 komen di media sosial ketika trending 58:20 ini komennya begini Dok. Itulah ketika 58:24 penguasa dan yang memiliki wenang, dia 58:27 bisa memanfaatkan media di era disrupsi. 58:30 H gitu. Ada yang komen begitu gitu 58:32 karena di bawahnya apa? Iya, karena 58:34 dokter-dok tidak bisa menatkan media 58:36 massa gitu ya. Kekuasaan diuntungkan 58:39 dengan kewenangannya karena dengan 58:40 kekuasaan dia bisa kuasai banyak hal ya. 58:43 Media juga bisa dia kuasai. Kita kan 58:46 yang namanya rakyat kan hanya bisa 58:48 bersuara ya. He. Tapi kalau dengan 58:51 kekuasaan itu kita bisa kita bisa atur 58:53 nih ini ke sana nih ke sini segala 58:55 macam. He. Dengan kekuasaan itu bisa di 58:57 apa yang media pertahanan, 59:01 keamanan, ee aturan, regulasi, semuanya 59:06 ada 59:06 di pihak penguasa. Iya. Iya. Iya. Kan? 59:10 Nah, ya kalau media sifatnya kan dia 59:15 kontrol supaya jangan sampai ee 59:19 upaya-upaya itu malah membuat masyarakat 59:22 terganggu. Nah, kalau misalnya selama 59:24 ini pemberitaan yang menganggap misalnya 59:26 ya kalau saya ya saya sebagai kitalah 59:29 sebagai kalangan profesi dokter ada yang 59:32 mungkin ee pemberitaan-pemberitaan 59:35 negatif terkait dengan dunia kedokteran. 59:38 Heeh. H yang pertama kalau itu fakta ya 59:41 ungkapkan saja. Tidak perlu kita alergi 59:44 atau sensitif ya. Tidak mau itu jangan 59:47 sampai diberita ya. Ungkapkan saja 59:50 dengan tetap menjaga 59:52 etika jurnalistik ya tentunya ya. Kode 59:56 etik jurnalistik kan ada juga ya. Ada 59:58 harus dijaga. Jadi ungkapkan saja dan 1:00:01 ini juga pembelajaran yang baik buat 1:00:02 kita 1:00:04 untuk kita memperbaiki diri profesi ini. 1:00:07 Jadi saya rasa tidak perlu alergi kalau 1:00:10 misalnya ada pemberitaan-pemberitaan 1:00:12 yang negatif untuk untuk dunia 1:00:15 kedokteran. Tapi kalau kekuasaannya kan 1:00:17 begini dia kekuasaan ini dia bisa 1:00:20 melihat sesuatu ini dia bisa lakukan 1:00:22 suatu langkah yang justru bisa benar 1:00:26 bisa salah 1:00:28 direkayasa. Contoh misalnya salah 1:00:31 satunya misalnya ya misalnya kalau ada 1:00:33 terjadi yang dianggap bullying itu tadi 1:00:35 Heeh. di satu program 1:00:37 studi lalu dia bereaksi dengan menutup 1:00:40 program studinya. Iya. Iya. Ibarat ada 1:00:43 apa namanya ee kebakar lumbung apa? 1:00:46 Tikus. Ada tikus dibakar lumbung padi. 1:00:50 Nah, itu saya itu dibakar semua dia 1:00:53 semuanya. Nah, itu yang bisa melakukan 1:00:55 itu hanya kekuasaan. 1:00:57 Tidak bisa dilakukan oleh tikusnya. 1:01:00 Anggaplah kita tikus ya. Heeh. Tikus 1:01:03 atau dilakukan oleh ee apa namanya? 1:01:05 Penadinya enggak bisa. Yang bisa 1:01:07 melakukan itu adalah kekuasaan. 1:01:10 Jadi kekuasaan ini lebih 1:01:12 berbahaya kalau misalnya tidak ada 1:01:15 kontrol karena dia bisa lakukan apa 1:01:17 saja. 1:01:19 Oleh karena itu sebenarnya terkait 1:01:21 dengan politik kesehatan ini dengan 1:01:24 semuanya di bawah Kementerian Kesehatan 1:01:26 ini berbahaya untuk upaya kita 1:01:28 bersama-sama meningkatkan derajat 1:01:30 kesehatan masyarakat itu karena di 1:01:32 disatukan di dalam satu kewenangan itu 1:01:34 oleh Menteri Kesehatan dia bisa lakukan 1:01:35 apa saja yang akhirnya saya bahasakan 1:01:38 dengan otoritarianism. 1:01:40 Otoritarianisme di bidang kesehatan. 1:01:42 Kalau secara politik presiden pasti tahu 1:01:45 ya langkah-langkah menteri ini kan Dr. 1:01:47 Ben Iya. 1:01:49 Pasti dia dia tahulah ya. Pasti dia 1:01:51 tahulah ya. Dia tahuah pasti dia 1:01:53 menerima sudah teriak semua kan. Iya. 1:01:55 Dari Sabang Maroke. Teriak semua itu 1:01:57 pasti dia tahu. Mungkin dia dia mungkin 1:01:59 dia ee jadi pertimbanganlah. Kita 1:02:02 melihat bahwa Presiden sekarang ini ya 1:02:04 kita anggap dia pro rakyat ya. Pro 1:02:06 rakyat. J ketika ada pembantunya yang 1:02:08 sedikit melenceng ya mungkin 1:02:11 mudah-mudahlah itu bisa dievaluasiah. 1:02:13 Evaluasi untuk mencari apa menteri yang 1:02:16 lebih kredibel dan kapable. 1:02:18 atau juga bisa juga mencari jubirat 1:02:20 sangka bisa jadi jubiri 1:02:23 jubir. Jadi saya lihat bahwa itu 1:02:25 persoalan ya persoalan itu J sekarang 1:02:28 tuh kalau kita ketemu sama jubirnya 1:02:30 rumah departemen kali ya contoh ee dari 1:02:33 ee cases itu itu akan takut-takut tuh 1:02:36 untuk berdebat takut-takut ya karena 1:02:38 kalau salah disalahin dia tu kan iya 1:02:40 jumber kepresidenan aja mundur kok 1:02:42 jadi itu problem kitaah ke depan itu 1:02:46 kita anggap b ee kita bahwa ke depan itu 1:02:50 harus lebih baiklah ya bahwa kita 1:02:52 khawatir juga nih banyak pejabat-pejabat 1:02:54 Apa kita MPD ya? MPD yang susah untuk 1:02:57 dikriting enggak terima-terima kalau 1:02:59 dikriting. MPD obatnya bukan ke dokter 1:03:01 ya. Dokter dipecat itu baru 1:03:05 jadi gitu. Mudah-mudahanlah ke depan 1:03:07 akan jaus lebih baik. Baik saya terakhir 1:03:09 ke Dr. Rizki ya. Sebagai perenungan Dok 1:03:12 ya. Sebagai perenungan ee 1:03:15 masalahnya memang kaitannya dengan ee 1:03:17 dunia kesehatan profesinya kedokteran. 1:03:20 secara pribadi bagi seorang ee dr. Rizki 1:03:23 dari masalah-masalah ini kaitannya 1:03:25 dengan kesejahteraan rakyat, masalah 1:03:27 masalah kesehatan dan tanggung jawab 1:03:30 negara. Lalu di sini juga ada pemegang 1:03:33 tampuk 1:03:34 kekuasaan. Seharusnya ee bagaimana ee 1:03:37 pemerintah ini mengedepankan kepentingan 1:03:39 masyarakat? 1:03:41 Ya, tentu selalu kalau pemerintah kan 1:03:44 dia ee kaitannya dengan program-program 1:03:47 dia ya. Heeh. 1:03:48 program-program kesehatan 1:03:51 itu 1:03:52 harus saya pikir tidak boleh 1:03:56 ada di dalam satu struktur birokrasi itu 1:04:00 yang akhirnya offside. He. 1:04:04 Offside si A bisa melakukan pekerjaan 1:04:07 yang sebenarnya dilakukan oleh si B ya 1:04:09 misalnya begitu. 1:04:11 dalam konteks Kementerian Kesehatan dan 1:04:13 ini misalnya pendidikan ini saya 1:04:15 rasa 1:04:16 ee kalau saya ditanya ini Pak Prabowo 1:04:20 harus menegur Kementerian Kesehatan 1:04:22 karena offside. He offside banyak 1:04:26 kewenangan-kewuangan itu yang harusnya 1:04:28 Kementerian 1:04:29 Pendidikan tapi dikerjakan oleh 1:04:32 Kementerian Kesehatan. 1:04:35 Kemudian program-program Prabowo ini 1:04:38 harusnya dibuat sinergis oleh para 1:04:40 menteri. Enggak boleh berjalan sendiri 1:04:43 ya kan dan harus melibatkan 1:04:45 stakeholder. Jadi kalau kita dianggap 1:04:47 sebagai pemangku kepentingan ini 1:04:49 harusnya diajak berkomunikasi, berdialog 1:04:51 dengan baik. Yang selama ini terjadi 1:04:53 enggak seperti itu. Kita kadang-kadang 1:04:54 diundang ya diundang kita kasih masukan 1:04:58 segala macam. Tapi nanti dia buat jalan 1:05:00 sendiri. Dia punya hidden sendiri, punya 1:05:01 hidden agenda sendiri. itu yang kita 1:05:04 rasakan begitu ya. Jadi belakangan 1:05:06 jadinya saya malas juga kita diundang 1:05:07 kan kalau misalnya seperti itu kan. Yang 1:05:09 terakhir ini ini dokter kandungan yang 1:05:12 tadi saya cerita tuh yang diundang 1:05:14 misalnya oleh Kementerian Kesehatan 1:05:16 diajak ngobrol eh rupanya dibuat framing 1:05:19 seolah-olah sudah setuju dengan 1:05:21 program-program yang soal tadi dokter 1:05:23 umum itu. Iya. I ya. Nah, ini yang 1:05:25 begini-begini kan kita enggak mau gitu. 1:05:27 Ini kan 1:05:28 cara-cara mohon maaf cara-cara VOC dulu 1:05:32 ya. Kalau kita ingat dulu gimana dulu 1:05:35 cara-cara pencegoro iya kan diundang 1:05:38 ujung-ujungnya dia dibuang gitu dijebak 1:05:40 dijebak begitu ya untuk ikut dalam satu 1:05:44 ee perundingan. Nah itu kita kan 1:05:46 menghindari gitu-gitu. Makanya nih saya 1:05:48 sih ngomong gimana nih? Gimana nih? Saya 1:05:51 bilang ya jangan datang kalau konteksnya 1:05:53 begitu. H dialognya harusnya equal gitu. 1:05:57 kalau mau dialog to equal dan itu harus 1:06:00 eh posisinya tidak bisa kita dianggap ee 1:06:03 didengar setelah itu dia punya hidden 1:06:05 agenda enggak bisa begitu. Jadi pemangku 1:06:07 kepentingan ini yang cara negara 1:06:10 pemerintah kita bilang ya Kementerian 1:06:12 Kesehatan ini yang saya rasa 1:06:15 komunikasinya yang perlu diperbaiki. 1:06:16 Selama ini kita rasakan buruk sekali 1:06:18 memang komunikasi Menteri Kesehatan kita 1:06:19 ini. Itu yang kita rasakan. Baik itu ya 1:06:24 sebagai perenungan dari dr. Rizki ya. 1:06:28 Semoga lancar-lancar, Dok, ya. 1:06:29 Insyaallah mudah-mudahan ini segala 1:06:30 sesuatu masalahnya semoga ee dimudahkan 1:06:34 oleh Allah Subhanahu wa taala. Kalau 1:06:35 dari Dr. Band ee penutup Dr. Band dari 1:06:39 masalah ini secara ee kenegaraan ya sama 1:06:43 keumatan ya yang perlu kita garis bawahi 1:06:46 apa sih, Dokter? Ya intinya jangan kasih 1:06:48 beban presiden lah. Jangan kasih 1:06:49 presiden kasihan presiden. Jadi kalau 1:06:53 gaduh-gaduh gini kan puyung juga Prabowo 1:06:55 kan. Jadi para menteri itu harus melihat 1:06:58 bahwa lakukan pekerjaan itu yang buat 1:07:02 pers itu adem kayak Pak Amran ya. Pak 1:07:04 Amran Menteri Pertanian. Oh iya 1:07:06 pertanian ya. Kembang tahu-tahu surplus 1:07:08 ya. Surpose itu karena kalau gini kim 1:07:10 ramai-ram puyung juga nih Pak Parbowo. 1:07:12 Jadi saya pikir bahwa Pak MK suruh buat 1:07:15 adem lah Pak Presiden yang kedua ya buka 1:07:17 dialog balik diskusiah dialog. Jadi 1:07:20 enggak ada istilah terlambatlah yang 1:07:22 namanya silaturahim ya kan semua kita 1:07:24 ini kan berbicara untuk kepentingan 1:07:26 bangsa, negara rakyat kan artinya ya 1:07:30 mungkin posisi yang berbeda lah satu di 1:07:31 kekuasaan satu di fungsional tapi kan 1:07:35 kita kan semua tujuan satu untuk rakyat 1:07:37 apalah ruginya apa malunya kota dial apa 1:07:40 sih masalahnya dial diskusi saya pikir 1:07:43 sesama anak bangsa harus bisalah 1:07:46 membangun s diskusi yang sehat yang 1:07:48 saling percaya gitu loh yang 1:07:50 yang tanggap bahwa ee ada yang lebih ada 1:07:53 yang kurang masing-masing kan 1:07:54 melaksanakan tugas dengan fungsi yang 1:07:55 berbeda gitu. Saya pikir itu Mas baik 1:07:58 luar biasa terima kasih Dr. 1:08:00 Rizkiansa Dr. Ben terima kasih banyak. 1:08:04 Demikianlah Iwan akhwat yang dirahmati 1:08:05 Allah Subhanahu wa taala bincang 1:08:07 Inspiratif Rasil kali ini bersama Dr. 1:08:10 Sarbin Abdul Murad dan juga dr. Rizki 1:08:13 Adriansyah. Semoga membuka pengetahuan 1:08:16 Anda dan juga memberikan pencerahan 1:08:17 terhadap isu yang terjadi di sekitar 1:08:20 kita. Saya Angga Aminudin ditemani oleh 1:08:23 Neza dan juga para BOD Rasil undur diri. 1:08:27 Billahi taufik wal hidayah. 1:08:29 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 1:08:31 ilahailla anta astagfiruka wubuik. 1:08:32 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:34 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:08:36 warahmatullah.