Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Sikitlah. [tertawa] Kalau enggak apa-apa
- kan berarti apa
- harus rida
- tawakal. Jadi enggak ada sedih kalau
- sudah rida tawakal pedih pun berkurang.
- H
- makanan kalau kita nerima rida enak
- semua. Apapun makannya. He he.
- Kalau tidak reno ada gambing guling,
- ayam guling, ap pun hati kita merasa
- tidak nerima. Ini kok aku beli
- mahal-mahal cuma saya begini. Enggak
- enak itu semua.
- Iya. Iya.
- Di rumah kita terima rumah begini sudah
- paling indah ini rumah.
- Senanglah tinggal di rumah. Oh ini
- paling baguslah. Alhamdulillah.
- Tapi kan sikat manusia itu mendambahkan
- yang tidak ada mencampakkan yang di
- tangannya
- ya. Artinya apa yang dia milik bersukur?
- Nah, itu jadi enggak bisa bersyukur.
- Kita balik yang di tangan inilah yang
- indah.
- Iya.
- Yang jauh di sana yang kita dambakan
- itulah urusan nanti. Enggak ada
- sekarang. Enggak doyan. Makanan seperti
- apa? Enggak ada. Yang sudah di hadapan
- mata itulah enak. Hidup tenang.
- Iya.
- Tenang.
- Ini mudah-mudahan pendengar juga pas
- mendengarkan siaran-siaran Rasil sama
- tausiah sore kali ini bisa senang Ustaz.
- Insyaallah
- bisa senang, bisa bahagia.
- Iya. Kita yang bikin. Kita yang bikin di
- hati ini. Mau bikin surga bisa, mau
- bikin neraka bisa.
- Iya. Iya.
- Bikin neraka tidak rida, merasa kurang.
- Melihat ke atas. Rumah sudah 1000 m
- kurang. Itu rumah yang di sana 5.000 m.
- Sampai kapan pun gak pernah senang. Itu
- bersyukur itu berat jalan bahagia dan
- tawakal sudah beres.
- Nah, insyaallah tausiah sore di
- kesempatan kali ini, Ikhwan akhwat ee
- topiknya itu mengenai Nabi Muhammad.
- pembawa rahmat
- Muhammad. Betul.
- Mungkin nanti perlu dijelaskan juga
- rahmat itu apa gitu ya. Lalu Nabi itu
- membawanya seperti apa?
- Apakah benar di awal-awal Nabi itu
- dakwahnya hanya kepada keluarganya saja
- akhirnya gagal akhirnya hijrah. Apakah
- benar seperti itu? Nah, mungkin itu jadi
- nanti apa enggak perlu penjelasannya
- Ustaz ya.
- Sama tadi seperti rahmat itu apa dan
- kenapa Nabi itu membawa rahmat itu tidak
- terikat oleh waktu Pak Ustaz? Betul
- kan? Jauh sekali, Pak Ustaz. Tapi
- rahmatnya masih terasa sampai sekarang.
- 1000 berapa? E satu sekarang
- sudah 10 abad lebih 15 abad mungkin ya.
- Iya. Tik Ismail mengatakan apa?
- Bagaimana membalas kepala?
- Dia betul-betul dia seorang seniman tapi
- sebenarnya luar biasa dia bisa
- menghayati dia makrifat Nabi. Makrifat
- betul karena makrifat Allah. Makrifat
- Nabi. Dia kenal bagaimana Nabi.
- Baikbaikat. Mari kita dengarkan
- tausiahnya. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah,
- puji dan syukur sembah sujud keharibaan
- Allah Subhanahu wa taala yang telah
- mengutus
- seorang bernama Muhammad menjadi
- rasul-Nya pembawa rahmat bagi seluruh
- alam. Seluruh alam bukan alam bumi saja,
- alam lain-lainnya yang kita tidak paham.
- Kapan Nabi itu membuat rahmat ke alam
- yang lain? Nur Muhammad sudah ada
- sebelum Adam.
- Nurnya bertubuh di bumi itu bertubuh.
- Tanggal lahirnya itu tanggal lahir
- tubuhnya.
- Tubuh di diproduksi di perut ibu itu
- dibuat
- ruhnya. Nurnya itu datang ruh itu nur.
- Ruhullah.
- Nabi sudah hidup.
- Lailahaillallah muhammadarasulullah
- sudah ada.
- Nah, ini yang harus kita pahami. Ada di
- kita banyak sekali. Allahu nurus
- samawati, nurul ala nur, nur ala nur dan
- seterusnya banyak sekali.
- Nabi itu manusia pilihan.
- Alhamdulillah Allah mengutus nabi. Kalau
- tidak ada nabi kita sekarang tidak
- mengenal Allah, tidak tahu salat, tidak
- ada yang jadi ustaz. Semua jadi ustaz,
- jadi muslim. Itu semua karena Nabi
- Muhammad.
- Nanti kita bahas insyaallah. Selawat dan
- salam kepada rasulnya Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. pembawa
- rahmat
- dan kepada keluarganya, sahabatnya
- yang mengikuti Nabi dan semua muslimin
- yang cinta kepada Rasul. Amin ya rabbal
- alamin.
- Awal begini, Nabi membawa rahmat. Apa
- itu rahmat? Jangan diartikan rahmat di
- sini makanan atau pakaian
- atau mensalehkan orang.
- Nabi membawa rahmat itu membawa ajaran
- Islam dan iman.
- Nikmat yang paling tinggi itu Islam dan
- iman. Rahmatan lil alamin. Dan apa?
- Rahmat bagi alam. Alam itu bukan manusia
- saja. Rahmat bagi gunung, rahmat bagi
- laut,
- bagi pepohonan, bagi hewan,
- bagi manusia.
- Dan Nabi telah berhasil.
- Kalau ada orang berpendapat Nabi tidak
- berhasil, mungkin dia salah sedikitlah
- menanggapinya.
- Itu salah paham. Dia mungkin bayangkan
- gak berhasil menurut dia mensalehkan
- orang. Saleh mensalehkan orang bukan
- tugas Nabi Muhammad.
- Tugas Nabi Muhammad menyampaikan.
- Kita juga ustaz-ustaz tidak bisa
- mensalehkan orang.
- Ustaz yang berbicara Nabi tidak
- mensalehkan orang, dia pun tidak bisa
- mensalehkan orang. Kalau Nabi aja enggak
- bisa, apalagi kita.
- Nabi bukan tidak bisa.
- Nabi tugasnya menyampaikan wama alaina
- illal bala. Yang mensalehkan orang,
- orang itu berusaha mensalehkan dirinya.
- Allah mentakdirkan membantu
- atau Allah yang mensalehkan.
- Takdir di tangan Allah yang berubah
- manusia Allah. Nabi tugasnya
- menyampaikan berdakwah. Saya ini saya
- hanya membetulkan paham kita tidak apa
- ada hubungan dengan yang berbicara
- seperti ini. Ustaz siapapun itu urusan
- dia dengan Allah. Tapi kewajiban saya
- dakwah menyampaikan yang sebenarnya
- begini. Kalau soal ustaz kita enggak
- tahu. Mungkin dia salah kata, mungkin
- punya niat paham kita gak paham. Dakwah
- tujuan dia dakwah juga orang baiklah.
- Tapi wajarlah ada terpeleset kata
- mungkin ya maksudnya lain. Tapi saya
- berkewajiban meluruskan agar umat Islam
- ini harus cinta Nabi. Iman kepada Allah,
- cinta kepada Allah. Arti iman itu cinta.
- Iman kepada kerasulan Nabi Muhammad,
- cinta kepada Rasul. Ayatnya banyak,
- hadisnya banyak tentang itu.
- Hadisnya banyak. Tidak ada boleh
- mengecilkan Nabi. Allah sangat sayang
- kepada Nabi. Dia sayidul wujud.
- yang termulia dari segala yang ada.
- Habibullah, kesayangan Allah. Kalau ada
- sahabat-sahabat sekali ada orang
- orang-orang kafir itu ketika suatu saat
- sebelum turun surat waduha,
- Nabi sallallahu alaihi wasallam
- dipelihara kakeknya. Kakek meninggal,
- piara paman-paman meninggal, diurus
- istri-istri meninggal. Semua yang di
- bumi yang sayang kepadanya meninggal
- semua. Tinggal yang ada di Mekah itu
- semua orang yang benci kepadanya.
- Abu Sufyan, Abu Lahab, Abu apa lagi
- banyak itu?
- Nabi dilempari batu dan sebagainya.
- Sedih. Allah menghibur Nabi.
- Sudah gitu tambah lagi wahyu putus
- selama 3 bulan. Allah menghibur Nabi
- itu. Wadduha wallaili saja. Wahai
- Muhammad sabarlah. Habis gelap akan
- terbitrah.
- Walal akhiratu khairunah. Yang akan
- datang lebih baik bagimu daripada yang
- sudah-sudah.
- Wahai Muhammad akan kuberikan
- idam-idamanmu keinginanmu sehingga
- engkau puas. Nabi seumur hidup tidak
- punya keinginan kecuali minta syafaat
- buat umatnya. Wfa kelak di akhirat akan
- kuberikan apa yang kau inginkan. Tuh
- sayangnya Allah kepada Nabi. Kemudian
- orang melemparkan gosip. Waha jahiliah.
- Jahiliah tu Nabi sudah ditinggalkan oleh
- Tuhannya. Kata Allah, mauk
- Tuhan tidak akan meninggalkanmu dan
- tiada membenci. Kalimat membenci Allah
- tidak tempelkanmu.
- Wadaka berpisah dengan bait pakai muka
- ma waddaakuka wq tidak. Wamaqaka
- membencimu tidak membenci saja tidak mau
- ditempelkanmu. Begitu sayangnya Allah
- kepada nabi.
- Allahumma shallli ala Muhammad w
- Muhammad.
- Tidak ada bahasa kasar dari Allah kepada
- Nabi. Bahasa sayang, bahasa manja. Ya
- ayyuhar rasul, ya ayyuhan nabi, ya
- ayyuhal muzammil,
- wahai yang berselimut.
- Indah bahasa Allah. Bangunlah di waktu
- malam setengah hari lebih kurang lebih.
- Banyak ayat lain. Ada orang
- manggil-manggil Nabi dari sebelah
- kamarnya. Turun ayat, "Kenapa kau tidak
- sopan sopan kepada rasul?"
- berteriak-teriak di sebelah kamarnya.
- Marah Allah
- ada orang apa, "Jangan, jangan
- singgung-singgung Nabi. Itu kesayangan
- Allah. Tuhan tidak akan bikin dunia ini
- kalau tidak ada program dia mau bikin
- Nabi Muhammad."
- Ketika Allah menciptakan Adam, malaikat,
- "Ya Allah, ya Tuhan, kenapa lagi bikin
- yang beginian? Maksudnya manusia tukang
- saling bunuh." Ini
- itu percakapan malaikat benar itu dia
- saling bunuh. Israel tenang di negeri
- berampasannya Palestina. Tenang tidak
- ada darah tumpah. Tidak ada perang
- Israel tenang. Tanah diambil rumah
- diambil orang Palestina dibunuh. Tenang
- tidak ada masalah. Yang banyak
- berdarah-darah justru di negeri
- muslimin.
- Aneh kan?
- Yang benci kepada muslimin Israel.
- Israel hantem semua muslimin-muslimin
- negeri Islam yang benci kepada Israel
- yang tidak mau menerima mengakui negara
- Israel dihancurkan semua pakai tangan
- orang Islam.
- Bayangin di mana ini salahnya.
- Itu yang tempat-tempat perang-perang itu
- di negeri-negeri Islam yang kaya yang
- menambahkan khalifah.
- Jadi kalau ada pendapat Nabi Muhammad
- tidak berhasil membawa rahmat yang
- berhasil khalifah-khalifah ya salah
- besar itu. Nabi membawa rahmat di zaman
- Nabi tidak ada penganiayaan terhadap
- muslimin. Tidak ada pembunuhan sesama
- muslimin.
- Dari jahiliah menjadi Islam.
- Nabi tidak berhasil di Mekah. Berhasil
- hanya sedikit. Di Makah apa sedikit dari
- Makkah Nabi mengirim utusan-utusan ke
- Madinah.
- Mus'ab bin Umair,
- Ammar bin Yasir.
- Amar bin Yasir terbunuh. Amar bin Yasir.
- Kata Nabi, Amar bin Yasir akan dibunuh
- oleh golongan yang jahat. Ammar bin
- Yasir terbunuh, dibunuh oleh Bani
- Umayyah.
- Akui dong fakta sejarah.
- Mengislamkan ribuan orang di Madinah.
- Itulah yang menyambut Nabi ketika datang
- ke Madinah. Tol al badru ala telah
- datang bulan. Maksudnya Nabi Muhammad
- membawa sinar berhasil Nabi menebarkan
- rahmat. Rahmat di sini bukan masalah
- ekonomi, bukan kue-kue, bukan makanan.
- Iman dan Islam.
- Nah, kita menjadi Islam, menjadi mukmin
- ini dari mana? Ustaz-ustaz berceramah
- itu dari mana dia bisa jadi ustaz?
- Bisa mengenal Allah. Ya, dari Nabi
- Muhammad.
- Allah berfirman, "Laulaka laulaka ma
- khalaqtul aflaka." Jadi Allah menjawab
- kepada malaikat, "Kamu tidak tahu apa
- yang aku tahu. Kamu tidak tahu
- rencanaku." Apa rencana Nabi, rencana
- Allah? Allah memang menciptakan manusia.
- Dia akan pembunuhan, tapi Allah akan
- kirim nur, cahaya yang akan membawa
- rahmat. Siapa dia? Manusia pilihan,
- satu-satunya manusia kesayangan Allah.
- Tidak pernah akan ada lagi orang seperti
- Nabi Muhammad. Allahumma shalli ala
- sayyidina Muhammad wa ali Muhammad.
- Kesayangan Allah di menerima dakwah
- bekerja keras
- korban berdarah-darah. Bukan dia saja
- korban, keluarganya korban.
- Pertama dia dakwah dibekot 3 tahun
- ekonomi. Dia putrinya makan roti kering,
- kadang makan rumputan di padang pasir.
- Itu pengorbanan Nabi. Terus kita tidak
- mau menghargai malah menyalahkan. Apa
- pantas kita jadi umat Nabi Muhammad?
- Ini agama mau dibawa ke mana?
- Tafsir dirubah.
- Saya dengar dari salah satu radio
- televisi tetangga Rasilah
- radionya
- siratul mustaqim. Siapa itu siratul
- mustaqim? Itu Abu Bakar dan Umar. Ya
- mudah-mudahanlah. Tapi bagaimana saya
- mau nerima itu sedangkan tafsir siratul
- mustaqim sudah ada dalam Al-Qur'an.
- Quran ditafsirkan dengan Quran lagi.
- Siratal mustaqim yang mana? Alladzina
- anamta alaihim yang engkau telah beri
- nikmat kepada mereka. Itu jalan sirat
- mustaqim. Siapa yang telah diberi
- nikmat? Alladzina an'amallahu alaihim
- minal anbiya wasiddiqin wasyuhada
- wasaliihin.
- Siratul mustaqim itu yang pernah dilalui
- oleh para nabi-nabi
- dan orang-orang yang mati syahid
- dan orang saleh.
- Sekarang tafsir mau dirubah, riwayat
- dirubah, semua dirubah.
- Dari mana? dari luar negeri
- apa hubungannya? Hubungannya politik dan
- perang.
- Minta dukungan dari sini.
- Sudah selesailah itu. Saya nanti lihat
- saja pelajari sendiri akan terbuka semua
- kedok-kedok. Saya tidak perlu
- menjelaskan semua akan terbuka. Siapa
- yang bekerja sama dengan Israel akan
- terbuka.
- Siapa yang dikafirkan karena dia anti
- Israel, karena dia akan menghabiskan
- Israel, dikafirkan dari sekarang akan
- terbuka yang sebenarnya kafir apa tidak
- dia? Semua sudah mulai terbuka
- sedikit-sedikit.
- Ya, kita lanjut.
- Jadi, Allah sudah mengatakan
- dia menciptakan
- seorang yang akan membawa rahmat bagi
- seluruh alam.
- Sekarang apakah betul nabi itu tidak
- berhasil membawa rahmat? Salah besar.
- Apakah betul Nabi Muhammad seperti tadi
- hanya mensalehkan keluarganya?
- Kalau keluarganya saleh, bukan Nabi yang
- mensalehkan. Nabi hanya menyampaikan.
- Nah, dan perintah Allah tiga
- tahun apa? 3 bulan itu Nabi pertama
- hanya berdakwah mengislamkan keluarganya
- belum yang lain. Jadi yang pertama masuk
- Islam tuh nabi sekeluarga baru
- belakangan sahabat. Dalilnya mana? Dari
- Quran.
- Perintah Allah Subhanahu wa taala. Wazir
- asiratal akrabin. Berilah peringatan
- kepada keluargamu yang terdekat,
- familu
- keluarga. Itu perintah Allah. Sebelum
- Nabi dakwah keluar, keluarganya semua.
- Ali, Fatimah, Hasan, Husein, dan
- keluarganya itu
- gura. Jadi jangan disalahkan kalau Nabi
- berdakwah pada keluarganya dulu.
- Itu ayat Quran dan perintah Allah
- ada Quran.
- Sudah enggak beriman pada Quran.
- Bukan itu saja, Nabi keluarga Nabi itu
- bukan hanya disalehkan oleh Allah,
- disucikan sesuci-sucinya.
- Enggak mau terima Quran. Surah 33 ayat
- 33. di tengah ayat 33.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Innama yuridullahum
- ahlal baitirukumir.
- Sesungguhnya Allah menghilangkan rijis
- pada kalian hai ahli bait nabiirukum.
- Dan disucikan kalian sesuci-sucinya.
- Jelas bukan hanya disolehkan. Tapi kalau
- ada yang memahami bahwa Nabi hanya
- mensalehkan keluarganya saja, berarti
- sahabat tidak saleh.
- Tega amat mengatakan sahabat tidak
- saleh. Itu artinya ke situ. Mafhum
- mukhalafahnya dalam ilmu mantik. Kalau
- Nabi hanya mensalehkan keluarganya,
- berarti dia mempunyai keyakinan sahabat
- jadi tidak saleh kalau begitu. Karena
- yang disalehkan hanya keluarganya.
- Faktanya sahabat banyak yang saleh.
- Lagi-lagi salah lagi pendapat itu.
- Saya bukan mau cari kesalahan orang atau
- menghukum. Tidak. Mungkin dia punya niat
- baik hanya salah berkata. Tapi saya
- wajib meluruskan agar umat ini tidak
- sesat,
- tidak mendapat satu pemahaman yang
- salah. Kalau sudah curiga kepada Nabi,
- Nabi tidak berhasil. Nabi diskriminasi
- hanya mementingkan keluarganya,
- mensalehkan keluarganya saja. Buat apa
- Nabi dijadikan teladan?
- Astagfirullahalazim.
- Apa Tuhan salah memilih Nabi?
- Nabi uswatun hasanah.
- Teladan yang baik.
- Kalau dia punya kelemahan tidak mungkin
- dijadikan teladan oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Allah maha tahu. Kalau kita
- boleh tidak dijadikan teladan.
- Kita ustaz-ustaz.
- Bagaimanapun kita sebagai ustaz,
- siapapun dia pasti sebagai manusia
- pernah bersalah.
- Kalau Nabi sudah dijamin tidak bersalah.
- Kalau Nabi bersalah tidak bisa dijadikan
- tauladan. Apa dalilnya? Baca firman
- Allah Subhanahu wa taala.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ini ayat ini uh bertebaran kalau sudah
- bulan Maulud itu ya. Satu.
- aralnakaanilamin.
- Aku tidak mengutus Muhammad kecuali
- hanya untuk membawa rahmat.
- Dan Allah tidak salah pilih. Pasti dia
- yakin Nabi Muhammad berhasil. Berhasil.
- Baca saja itu.
- Apa itu syairnya Taufik Ismail.
- Dia menikmati kerasulan Nabi Muhammad.
- Saya bacakan. Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau bimbo yang bawa bagus tuh.
- Rindu kami padamu ya Rasul. Kenapa
- rindu? Kenapa cinta? Rindu itu cinta.
- Kenapa cinta? Bapak Taufik merasa dia
- mendapat rahmat lil alamin bagi dirinya.
- Dia bisa berwudu, bisa salat, bisa
- mengenal Allah, bisa nyebut nama Allah.
- Kalau tidak karena keberhasilan Nabi
- Muhammad,
- tidak mungkin kita menjadi Islam. Orang
- Indonesia berapa jarak dari Nabi 1400
- tahun?
- Jarak tempat jauh di sana di Madinah,
- kita di sini di Indonesia waktu itu
- belum ada transport.
- untuk sampai ke sini. Mungkin ada dari
- laut berapa bulan baru sampai
- rindu tiada terperi. Kenapa dia rindu
- sampai tiada terperi rindunya itu?
- Karena dia cinta. Kenapa dia cinta? Dia
- menikmati rahmat Allah yang dibawakan
- oleh Nabi Muhammad.
- Dia masih hidup. Silakan tanya kepada
- Bapak
- Bapak Taufik Ismail.
- Berabad jarak darimu, ya Rasul. Jauh.
- Tapi Bapak Taufik bisa menikmati
- keberadaan Nabi, rahmat yang dibawa
- olehnya.
- Serasa dikau di sini serasa dekat.
- Kenapa? Karena cinta.
- Wajib cinta kepada Nabi. Cinta pada
- Allah, cinta Nabi. Cinta Nabi sama
- dengan cinta Allah.
- Nyalahkan Nabi sama dengan nyalahkan
- Allah. Karena laantiquil hawa in hua
- illa wahyun yuha. Nabi tidak akan
- berkata-kata dari hawa nafsunya.
- Tapi
- dari Allah.
- Pernah ada seorang sahabat
- benci kepada Sayidina Ali.
- Dia katakan kepada Rasulullah, "Wahai
- Muhammad, dia disuruh ikut Sayidina Ali.
- Kau suruh aku salat, aku salat. Suruh
- puasa, aku puasa. Suruh syahadat, aku
- syahadat. Suruh zakat, aku zakat. Suruh
- haji, aku haji." Semua aku lakukan. Tapi
- sekarang kau suruh aku ikut itu anak
- itu. Maksudnya Sayina Ali ini kau
- perintahkan aku ini pendapat dari Allah
- atau darimu sendiri. Kata Nabi, "Ini
- dari Allah." Ya Allah, kalau betul apa
- yang dikatakan Muhammad siksa saya
- sekarang juga. Langsung batu menipa
- kepalanya. Lihat di surat Al-Maarij.
- Saala saidun biazabin waqi. Seorang
- meminta diazab sekarang juga
- langsung Allah turunkan.
- Dia tafsirnya juga seperti itu.
- Astagfirullahalazim.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayidina Muhammad.
- Ini di zaman Nabi setelah Nabi meninggal
- itu muncul dua kubu. Kubu yang pro
- kepada keluarga Nabi, kubu yang benci
- kepada keluarga Nabi.
- Itu berkelanjutan sampai sekarang.
- Tapi nanti itu sejarah sampai itu Bani
- Umayyah dari mulai Muawiyah sampai
- berhentinya di Khalifah Umar bin Abdul
- Aziz. Setiap orang khotbah-khotbah
- termasuk khotbah Jumat disuruh mengutuk
- Ali Hasan Husein mengutuk ahli baat
- perintah Muawiyah terus Yazid Hisyam
- Marwan semua itu disetap oleh Khalifah
- Umar bin Abdul Aziz tidak ada boleh
- kutuk-menengutuk akhirnya sebagian dari
- Syiah yang Zaidiyah membalas mengutuk
- sahabat itu yang terjadi. Kemudian
- disetop oleh Khalifah Umar bin Abdul
- Aziz diganti dengan harus membaca ayat
- Quran. Innallaha yammuru bil adli wal
- ihsan. Sampai sekarang kita khotbah
- Jumat tuh disuruh baca ayat, membaca
- ayat itu tidak ada perintahnya dalam
- Quran dan hadis. Itu bidah sebenarnya
- baca itu. Tapi bidah yang baik supaya
- damai, supaya adil, bijaksana.
- Jangan melaknat. Dalam zaman itu
- diharuskan melaknat Ahlul Bait Nabi. Itu
- di disebut di dalam sejarah kaum nasibi.
- Nasibi artinya kaum yang membenci
- keluarga Nabi.
- Kita jangan sampai menjadi pembenci
- keluarga Nabi maupun pembenci sahabat.
- Sahabat Nabi itu bekas jahiliah. Tapi
- dengan bersahabat dengan Nabi menjadi
- orang saleh.
- Jadi jangan katakan Nabi hanya
- mensalehkan keluarganya. Buktinya
- sahabat Nabi Saleh surat at-Taubah 100.
- Asabiqunal awalun minal muhajirin wal
- ansar walladzi tabaun maahum
- radhiallahu anhum waradu anhum. Allah
- reda pada mereka. Berarti Nabi berhasil
- ini maaf ya oknum seorang ustaz saya gak
- tahu siapa namanya itu
- mengatakan Nabi hanya mensalehkan
- keluarga Nabi. Jadi sahabat enggak saleh
- ini orang sudah meremehkan sahabat.
- Ya, sahabat buktinya saleh. Banyak yang
- saleh.
- Walaupun dalam Quran ada yang munafik,
- tapi sebagian kecil
- banyak yang saleh, terutama Muhajirin
- dan Anshar. Dan yang mengikuti mereka.
- Attubah ayat 100. Siapa yang salehkan?
- Allah. Tapi lewat Nabi Muhammad.
- Rahmat itu rahmat.
- Saya sedih
- menangis saya. Kok umat Muhammad berani
- menyalahkan Nabi Muhammad?
- Saya tapi saya yakin dia tidak sengaja.
- Saya enggak benci kepadanya. Semoga
- Allah beri hidayah. Tapi saya tidak rela
- Nabi kita itu diremehkan seperti itu.
- Semua umat Islam di maulid memuji Nabi.
- Assalamualaika ya Rasulullah.
- Assalamualaika ya Habiballah.
- ini sudah sampai akhir zaman ini sampai
- berani
- saya tidak mengatakan melecehkan ya tapi
- menyalahkan
- Nabi berhasil berhasil
- Islam sampai ke negeri kita itu karena
- hasil dari Nabi dan keluarganya lagi.
- Keluarganya semua berkorban
- keluarga Nabi itu sampai cucu ke berapa
- mati syahid.
- Sayidah Fatimah dari kecil itu merawat
- Nabi setelah Sayidah Khadijah meninggal,
- Nabi pulang dakwah penuh ni kotoran
- unta, kayu apa di di badan Nabi itu
- luka-luka
- kadis mungil masih kecil waktu Sayid
- Fatah yang bersihkan itu semua sampai
- Nabi mengatakan Ummu Abiha
- Fatimah ini ayah eh ibu daripada ayahnya
- dia yang merawat Nabi ini yang seperti
- ini di dep semua tentang Ahlul Bait di
- dep sudah banyak Muslimin itu ketularan
- menjadi seperti benci kepada keluarga
- Nabi.
- Kita mesti hormati keluarga Nabi,
- hormati sahabat. Mana kalau sahabat
- bukan keluarga, teman kena anginnya
- Nabi, bersahabat dengan Nabi menjadi
- mulia. Kenapa keluarganya tidak?
- Kalau kita wajib menghormati sahabat,
- tentu lebih wajib juga menghormati
- keluarganya.
- Kalau kita melarang mengatain sahabat,
- apalagi mengatain keluarga Nabi.
- Ini semua penyakit dari Bani Umayyah
- sebenarnya sampai ke sini.
- Kita tidak akan mengadili siapa yang
- mengatakan dia orang baik. Salah kata
- itu wajar. Kita kita insyaallah Tuhan
- maaf, Nabi juga memaafkan.
- Mudah-mudahan. Tapi sekarang saya
- membahas masalahnya. Jangan sampai umat
- ini ikut-ikutan, tidak menghormati Nabi.
- Dia sayidil wujud, manusia termulia.
- Tidak pernah ada duanya lagi manusia
- seperti Nabi Muhammad. Kesayangan Allah
- sangat santun Allah berbahasa kepada
- Nabi.
- Sayang Allah kepada Nabi.
- Manusia pilihan. Saya lanjutkan nih
- kata-kata dari Taufik Ismail. Cinta
- ikhlasmu. Lihat cinta ikhlasmu pada
- manusia.
- Dia bukan seorang ustaz Taufik Ismail,
- seorang seniman. Tapi cintanya luar
- biasa kepada Nabi. Mengakui rahmat yang
- Nabi bawakan.
- Cinta ikhlasmu, lihat cinta ikhlas Nabi
- betul kepada manusia itu cinta ikhlasmu
- pada manusia
- bagai cahaya suarga.
- Dapatkah kami membalas cinta-Mu?
- Dapatkah Bapak Ibu yang mendengar ini
- membalas cinta Nabi kepada kita? Dia
- berjuang.
- berkorban.
- Keluarganya pun ikut berkorban.
- Apa balasan kita kepada Nabi?
- Nabi itu seumur hidupnya sangat
- mencintai umatnya, selalu menangis
- mengingat umatnya dan selalu minta
- kepada Allah, "Ya Allah, aku tidak mau
- seorang pun dari pengikutku yang ke
- neraka. Ya Allah,
- ketika mau meninggal
- roh dicabut tuh memang terasa sakit."
- Nabi mengatakan, "Ya mungkin Nabi tidak
- sakit, tapi dia berdoa kepada, "Ya
- Allah, timpakan sakitnya sakaratul maut
- umatku kepadaku semuanya."
- Itu Nabi Muhammad. Allahumma shalli ala
- sayidina Muhammad wa ali sayidina
- Muhammad. Tidak ada seorang muslim yang
- enggak cinta pada Nabi. Tidak ada orang
- muslim tidak menghormati Nabi. Tidak ada
- seorang muslim tidak menjunjung Nabi.
- Ada kadang-kadang jangan kultus kepada
- Nabi. Mau kultus kayak apap pun silakan.
- Kenapa tidak? yang tidak boleh
- menuhankan.
- Yang sudah memuji Nabi Allah. Lihat
- Al-Qur'an.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Innaka laa khuluqin adzim.
- Engkau berbudi pekerti yang sangat azim,
- sangat besar. Yang mengatakan besar
- siapa?
- Bukan presiden, bukan ustaz. Pencipta
- presiden, pemilik alam. Semua Allah yang
- maha besar mengatakan Nabi Muhammad
- berakhlak besar. Jadi besarnya sebesar
- apa? Besar dikatakan oleh yang maha
- besar besar banget.
- Tidak mungkin nabi itu salah atau tidak
- berhasil
- menaburkan dakwah. Kalau tidak berhasil
- soal ekonomi, soal apa itu mungkin.
- Tidak berhasil menempar dakwah dari
- mana?
- Terus katanya keberhasilan itu di zaman
- khalifah. Di zaman khalifah mana?
- Setelah Nabi meninggal semua kacau.
- Pembunuhan zaman khalifah Abu Bakar
- menyerang itu kampungnya Malik bin
- Nuairah.
- Bukan mawan ke Sayidina Abu Bakar. Ada
- berita palsu hoak.
- Jadi seorang sahabat disuruh meninjau
- sana ambil zakat di kampungnya Malik bin
- Hairah. Mereka sudah ngumpulin zakat
- dilaporin tidak mau ngumpulin zakat.
- Melawan katanya. Wah murtad serang.
- Serang atas kemauan dia karena ada
- pamrih pribadi. Maaf saya ma lidah saya
- susah mau menyebutkan ini. Tapi
- sahabatnya kita enggak sebut. Dia cinta
- kepada istri kepala kampung itu. Dibunuh
- kepala kampung itu. Dia terus
- kawin saat itu juga. Oleh Khalifah Abu
- Bakar dia dipenjara.
- Oleh Khalifah Umar. Oleh Khalifah Umar
- dipenjara oleh Pak Abu Bakar dikeluarin
- lagi. Itu masalahnya bukan berarti orang
- tidak bayar zakat diperangi. Ada di
- fikih. Jadi ikut Khalifah Umar orang
- tidak bayar zakat perangin. Sampai
- sekarang itu disebut sadis banget agama
- Islam. Agara orang enggak bayar pajak
- enggak diperangin.
- Ini sejarah yang ada hoak waktu itu.
- Saudara sekalian, pelajarilah sejarah
- yang benar.
- Belajar terbuka. Pilih yang benar.
- Jangan mau dipenjara dalam satu
- pendapat.
- Miskin kita kalau dipenjara satu
- pendapat. Miskin informasi.
- Informasi salah bisa menumbuhkan
- perbuatan yang salah.
- Tidak ada orang tidak bayar zakat
- dibunuh, orang tidak salat dibunuh.
- Tidak ada itu. W arsalnaka rahmatan
- lilamin. Di situ berhasilnya. Nabi
- Muhammad tidak pernah membunuh
- sahabatnya yang munafik di kelilingnya
- banyak. Gak mau dia. Kenapa ya Rasul
- engkau tahu kau enggak bunuh? Aku tidak
- mau dikatakan Nabi membunuh pengikutnya.
- Tak mau. Tidak ada nabi pernah membunuh
- seperti itu.
- Rahmat betul-betul. Di zaman sahabat
- malah tidak ada rahmat. Tidak bayar
- zakat diperangi.
- Beda pendapat sedikit perang,
- dikit-dikit perang. Di semua di zaman
- khalifah itu perang terus-menerus.
- Banyak penindasan pembunuhan.
- Mau khalifah yang bagaimana?
- Di Islam itu sebenarnya imam.
- Dia mengurus agama, mengurus negara,
- mengurus semuanya. Tapi figur yang bisa
- mengurus negara sekaligus dia ahli
- ekonomi, ahli perang juga, ahli
- strategi, ahli mana? Siapa sekarang yang
- berhak dijadikan seperti itu?
- Orangnya
- apalagi maaf, ISIS juga mau bikin
- khilafah menggalin kepala orang. Terus
- orang Islam semua yang dibunuh.
- Itu Yaman sudah kelaparan sudah mati
- kolerah dibom terus
- mau apa?
- Dia bela diri dengan bela diri. Dia
- buatlah senjata-senjata kuno di apa
- diperbaiki lagi.
- Sudah karena dia miskin tidak ada yang
- nolong.
- Orang semua sudah cinta uang.
- Yang zalim banyak uangnya dibela.
- Keuangan yang berkuasa.
- Mati sudah banyak mati.
- Anak-anak yang berkulit tulang,
- tulangnya menonjol keluar banyak. Itu
- bukan perang mazhab. Siapa bilang perang
- mazhab? Di zaman selatan itu mazhab
- Syafi'i semua dibunuh juga. Habis
- dibuang pasarnya tiap hari. Pasar yang
- dibunuh rumah sakit.
- Khalifah yang mana yang benar?
- Nabi zaman Nabi tidak ada yang lebih
- daripada Nabi. Di zaman Nabi itu terus
- dakwah terus rahmatan lil alamin.
- Bersaudara, Muhajirin dan Ansar.
- Rahmat intim. Setelah Nabi meninggal
- banyak terjadi macam-macam kacauat
- keluarga Nabi dimusuhin.
- Sudahlah saya hanya bukan masalah itu.
- Kita sekarang mau saya hanya meluruskan
- Nabi berhasil.
- berdakwah
- itu anda semua itu kalau baca doa pergi
- haji dan umrah itu doa terutama ziarah
- di Nabi konsepnya itu ada apa isinya itu
- menghadap di makam Nabi itu apa bacanya
- ada cuma konsep tertulis apa ya
- Rasulullah aku telah bersaksi bahwa
- engkau telah menyampaikan tugasmu dengan
- baik telah menyebarkan Islam dengan
- sebenarnya
- dan buktinya kami ini jauh menjadi
- muslim
- Ya Rasulullah, pada saat kau hidup ada
- orang datang kepadamu. Surat An-Nisa
- ayat 4 berlumuran dosa. Dia minta ampun
- kepada Allah. Dia minta minta engkau
- memintakan ampun kepada Allah dan kau
- mintakan ya ampunan kepada Allah. Dan
- turun ayat Allah menerima dan telah
- mengampuni dia. Coba lihat di tadi
- Annisa 64 dia tawasul kepada Nabi, minta
- ampun kepada Allah. Nabi mintakan turun
- ayat Allah terima itu.
- Kedua, ada yang mengatakan itu Nabi
- masih hidup, Nabi sudah meninggal. Lihat
- di kitab tafsir Assabuni.
- Ringkasan dari tafsir Ibn Katsir.
- Dicetak di Saudi.
- Ada orang datang ke kubur Nabi setelah
- Nabi meninggal.
- Ya Rasulullah, ketika engkau hidup ada
- seorang datang minta ampun kepadamu dan
- engkau mintain ampun kepada Allah. Ini
- saya juga datang minta dia mintain
- ampun. Terus dia dia baca surat An-Nisa
- 64. Kemudian ada orang tertidur di situ
- di sebelah kubur Nabi.
- Dia mimpi. Rasulullah, "Wahai hamba
- Allah, beritahu itu orang yang tadi
- bertawasul. Aku sudah mintakan ampun
- kepada Allah dan dia sudah diampuni.
- Lihat tafsir yang dicetak di Saudi itu.
- Safatut tafasir
- ayat Nisa 64.
- Bagaimana Nabi Muhammad kekasih Allah,
- kesayangan Allah, apapun yang dia minta
- dikasih.
- Dan Nabi pernah berdoa, "Ya Allah, ini
- keluargaku. Belalah yang bela mereka,
- musuhilah yang musuh mereka. Cintailah
- yang mencintai mereka, bencilah yang
- membenci mereka.
- Jangan. Jangan membenci keluarga Nabi.
- Jangan membenci sahabat.
- Jangan tuduh Nabi diskriminasi. Hanya
- mementingkan keluarganya. Nabi
- mengorbankan keluarganya. Islam sudah
- kaya, sudah banyak orang masuk Islam,
- negara-negara banyak tunduk, semua
- sahabat punya pembantu. Nabi melarang
- putrinya Fatimah punya pembantu.
- Numbuk gandum sendiri, kapalan
- tangannya.
- Hidupnya paling sederhana. Ini bukan
- emir-emir. Nabi bukan raja.
- Hidup sederhana dan keluarganya
- sederhana.
- Jangan mengatakan demi diskriminasi
- hanya mensalehkan keluarganya.
- Anda siapapun menjadi ustaz, menjadi
- saleh sekarang ini. Bukankah itu karena
- Nabi?
- Apakah Anda sekarang salat mengenal
- Allah, dapat wahyu langsung dari Allah?
- Ya,
- hati-hatilah dalam mengeluarkan pendapat
- terutama menyokut Allah dan Rasul-Nya.
- Masalah keimanan.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun
- hasanah.
- Nabi diutus Allah menjadi teladan.
- Dijadikan teladan figur yang kita tiru.
- Siapa-siapa mau tanya siapa yang sudah
- mengamalkan Al-Qur'an? Saya mau minta
- mau cari contoh Rasulullah Nabi Muhammad
- sudah mengamalkan Al-Qur'an. Hulukul
- Quran.
- Akhlaknya adalah Al-Qur'an.
- Gerak-geriknya Al-Qur'an.
- Kalau saya memberi contoh
- kemusiaan yang adil dan beradab, saya
- sekarang ingin mengamalkan itu sila.
- Contohnya siapa yang sudah punya perik
- kemanusiaan dan adil beradab? Ada, Pak.
- Siapa kira-kira?
- Kalau yang sempurna mungkin enggak ada,
- Ustaz. Tapi kalau yang
- setengah sempurna lah.
- Setengah sempurna juga sulit.
- Nah, begitulah kita
- menegakkan keadilan ada.
- Nah, jadi jangan Al-Qur'an itu hanya
- untuk pidato, hiasan pidato juga.
- Pancasila jangan dijadikan hiasan pidato
- untuk menangkap orang. Ini tidak
- Pancasila ya. Diamalkan.
- Kemanusiaan yang adil beradab itu luhur
- sekali. Diamalkan, bagus sekali. Damai
- negeri ini kalau semua penduduknya
- setengahnya
- berperi kemanusiaan yang adil dan
- beradab.
- Ajaran Islam juga seperti itu.
- Punya peri kemanusiaan.
- Nabi Muhammad berperi kemanusiaan adil
- dan beradab.
- Adil dia. Hah. Dia tidak pernah
- mengistimewakan keluarganya.
- Keluarganya hidup dalam keadaan miskin
- dan sederhana walaupun sudah banyak
- harta rampasan perang. Sahabat semua
- sudah mewah-mewah.
- Nabi sederhana.
- Ali dan Fatimah menerima. Dia menetak
- warisan tanah padak itu yang tidak
- diberikan oleh Khalifah Abu Bakar. Dia
- rida.
- Dia diam. Dia pernah minta memang, tapi
- enggak dikasih dia sudah diam. Dia hidup
- dalam keadaan kekurangan.
- Janganlah kita jujur beragama jujur mau
- jadi ustaz kah mau jadi apa dakwah ini
- tanggung jawab semua gerak lidah tangan
- itu akan dituntut di akhirat
- janganlah korbankan surga dan akhirat
- hanya karena uang di dunia
- ini akan k tinggalkan
- uang banyak uang sedikit nikmat sama
- yang makan di wartek yang makan di hotel
- bintang lima Sama. Kalau rida terhadap
- makanan enak, kalau gak rida tidak enak.
- Nikmat sama. Allah adil, kaya miskin,
- nikmat menikmati makanan sama, menikmati
- tidur sama. yang tidur di balai reot
- juga kalau lagi ngantuk ya tidurlah dia.
- Yang di hotel bintang sekian juga pakai
- pel tidurlah
- yang di istana itu. Jadi
- janganlah sekali-sekali lagi meremehkan
- Nabi Muhammad apalagi melecehkan. Jangan
- Nabi tidak berhasil atau maksudnya baik
- hanya salah katalah insyaallah. Jadi
- kita juga jangan terus menyalahkan saya
- tapi meluruskan wajib.
- Mungkin orang bisa salah paham. Nabi
- tidak berhasil, Nabi begini. Bisa saja
- orang-orang awam itu ini saya harus
- luruskan. Tapi ustaz yang mengatakan ini
- saya tidak menghukum dia salah atau
- tidak. Itu niat dia Allah yang tahu.
- Saya hanya meluruskan.
- Takut orang salah paham. Nabi
- diskriminasi. Dia mendengar Nabi hanya
- mensalehkan keluarganya. Tidak. Nabi
- tidak seperti itu. Labi. Nabi lebih
- menyayangi sahabatnya.
- 3 hari keluarga Nabi tidak makan puasa,
- tidak buka puasa. Diberikan di Quran ini
- di surat Al-Nsanbihi
- dia beri makan dari hobbinya, dari
- cintanya.
- Miskinan satu hari pertama orang miskin
- yatiman hari kedua anak yatim waasiran
- hari ketiga orang tawanan dia hanya
- minum air bertiga itu berempat.
- Lihat keluarga Nabi seperti itu
- mengutamakan sahabat
- dan orang lain daripada dirinya sendiri.
- Itu namanya isar. Sampai turun ayat
- titel dari Allah.
- Innal abroro lafi naim. Mereka mendapat
- titel abrar
- akan hidup nikmat. Sampai kita berdoa,
- "Ya Allah, tawafanal abrar, matikan kami
- bersama abrar, bersama keluarga Nabi."
- Kumpul di sana, insyaallah bagi yang
- mencintainya.
- Jangan protes Nabi.
- Tidak ada dari sejak dunia dibuka
- sekarang sampai akhir zaman tidak ada
- orang seperti Nabi Muhammad.
- Manusia sempurna, insan kamil,
- rafur rahim.
- kan lakum fi rasulillah uswatun hasanah
- nabi itu rafur rahim harisun alikum bil
- mukminin rafurah rahim
- guran yang
- Allah yang menyatakan Nabi Muhammad
- rafur rahim Allah menyatakan Nabi
- Muhammad punya budi perkti yang azim
- azim dikatakan oleh yang maha azim
- mempunyai budi perketib yang luhur
- dikatakan oleh yang maha luhur yang maha
- besar jadi rukun besarnya nya lebih dari
- ukuran besar manusia.
- Tidak ada lagi orang seperti Nabi
- Muhammad. Lihat dong sejarah yang
- sebenarnya. Baca
- bagaimana dia bertahan bersabar
- berdakwah. Bagaimana dia ngorban
- keluarganya demi dakwah.
- Kita yang kecil ini kok enak-enak bisa
- menilai Nabi, menghukum.
- Semua bisa sadarlah.
- sedih.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa sayidina Muhammad. Bagaimana jasa
- Nabi
- berkorban menyebarkan dakwah? Sampai
- sekarang pun dia tuh hidup. Enggak ada
- orang mati. Semua orang tu hidup
- badannya yang mati. Nabi di sana masih
- mikirin umatnya di alamnya sana.
- Di mana Nabi? Nabi di Madinah.
- Bukan di Madinahnya manusia.
- Di alam arwah di Madinah itu dimensinya
- lain. Dan dia jadi rasul. Rasul di mana?
- Enggak tahu apa arti.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Puji bagi
- Allah Rabbil alamin. Memelihara seluruh
- alam. Alam banyak. Nabi Muhammad
- rahmatan lil alamin. Membuat rahmat
- untuk seluruh alam. Bukan bukan dunia
- manusia doang.
- Di mana kita enggak tahu dia dakwah di
- mana kita enggak tahu. Di negeri mana,
- di dunia mana kita enggak tahu. Itu
- urusan Allah. Tapi pasti dia rahmatan
- lil alamin. Wahai yang salah paham
- terhadap Nabi, Anda mesti ingat Nabi
- membat rahmat bukan untuk kita saja di
- dunia, untuk alam lain, makhluk lain di
- mana kita enggak tahu.
- Ilmu kita sedikit
- kecil yang kita dapat. Wud qil.
- Sangat sedikit kita ini. Janganlah
- menilai Nabi. Menilai Nabi seolah-olah
- kita lebih hebat dari Nabi. Sahabat
- lebih hebat dari Nabi.
- Astagfirullahalazim.
- Di zaman khalifah berhasil rahmatan lil
- alamin. Di zaman Nabi tidak terbalik. Di
- zaman khalifah itu pembunuhan terus
- terhadap sesama muslim.
- Perang Sifin, perang Jamal.
- Bacalah sejarah
- empat kali itu di zaman. Terus belum
- lagi di zaman khalifah-khalifah
- selanjutnya perang terus.
- Sekarang saya lihat Israeli
- tenang-tenang istirahat di negerinya
- enggak ada gangguan, enggak ada apa-apa.
- Di negeri muslimin tumpah darah,
- kemiskinan, kolera di negeri muslimin
- hancur lebur gunung-gunung. Bayi-bayi
- mati, wanita mati, semua mati.
- Ustaz-ustaz, kiai di penjara
- sesama muslimin. Apa rahmat itu?
- Khalifah di khilafah yang mana lagi yang
- Anda ingini?
- ciptakan dulu manusia yang bakal jadi
- khalifah yang apa?
- Astagfirullahalazim.
- Meniru akhlak Nabi itu
- tidak hanya meniru uswah kepada Nabi,
- itu sunah Nabi itu bukan hanya sekali
- lagi saya sering bukan soalnya apa?
- Karena kalau sudah merasa jagotnya itu
- dia sudah merasa sudah paling benar. Itu
- baru sebagian kecil dari sunah Nabi.
- Akhlak Nabi, akhlak kepada Allah. Kita
- nih wajib berakhlak kepada Allah, wajib
- berakhlak kepada Nabi Muhammad.
- Berakhlak kepada masjid. Masuk masjid
- itu jangan congkak, jangan sombong.
- Akhlak budi pekerti Nabi ditiru
- figur yang sempurna. Kalau tidak
- sempurna tidak dijadikan taadan.
- Semua SK-nya dari Allah. Itu yang muji
- Nabi banyak. Jadi enggak butuh pujian
- dari manusia. Pujian dari Allah. Innaka
- laa khuluqin adzim. Allah yang beri
- pujian itu sudah enggak ada guna pujian
- manusia. Bergunalah kita yang bermanfaat
- muji Nabi itu.
- Dan Anda ingat
- Anda sehari berapa kali memberi salam
- kepada Nabi, berziarah kepada Nabi.
- Waktu salat asalamualaika ayyuhan Nabi
- warahmatullahi wabarakatuh. Salam kepada
- wahai Nabi rahmat Allah rahmatan lil
- alamin warahmatullahi wabarakatuh.
- itu ziarah Nabi, ketemu Nabi. Wahai
- Nabi, wahai Nabi. Langsung direk itu
- memang kita enggak lihat Nabi. Nabi
- lihat kita. Orang sudah meninggal enggak
- ada sekatan, tidak ada batas zaman,
- tidak ada batas waktu tembus semua.
- Apalagi Nabi Muhammad lebih dari itu.
- Makhluk terpilih,
- satu-satunya yang paling dicintai Allah.
- Nabi yang lain juga, tapi nabi paling
- diriwayat itu Nabi,
- Nabi itu luar biasa selalu mengorbankan
- diri demi kepentingan umat.
- Baca dong.
- Baiklah, mudah-mudahan bisa dipahami.
- Tidak ikut-ikutan mengatakan Nabi Nabi
- tidak disebut diskriminasi, tapi Nabi
- hanya mensalehkan keluarganya. Itu kan
- berarti Nabi diskriminasi rendah.
- Astagfirullahalazim.
- Nabi tidak berhasil.
- Hanya itu zaman khalifah berhasil.
- Khalifah yang mana?
- Khalifah itu hidupnya semua seperti raja
- semua. Baca dong. Jujurlah.
- Khalifah Bani Umayyah yang baik itu
- Khalifah Umar bin Abdul Aziz,
- Bani Abbas. Semua itu memenjarakan dan
- semuanya memusuhi keluarga Nabi.
- Semuanya anak cucu Nabi itu ditangkap,
- diracun, dibunuh.
- kenyataan sejarah.
- Allah hanya menghendaki adil, ihsan
- bijak. Yur innallah yamuru bil adli wal
- ihsan. Mau caranya presiden kah, mau
- republik terserah masalahnya. Mau raja,
- mau khalifah silakan saja. Yang penting
- itu adil, baik, muhsinin,
- santun, santun, kelembutan, tidak ada
- keganasan.
- keradikalan, mengkafirkan orang.
- Tuhan tidak pernah mengangkat orang
- menjadi polisi rohani.
- Memeriksa hati orang kafir apa enggak
- ini mana siapa tahu manusia kafir apa
- enggak. Ikhlas apa enggak, enggak ada
- yang tahu.
- Banyak orang mungkin kelihatannya di
- masjid duduk di belakang pakaiannya
- sederhana. Mungkin itu waliullah orang
- saleh dia sembahyang malam dia banyak
- mengalah.
- Banyak orang seperti itu
- yang seperti saleh juga belum tentu
- saleh. Nanti lihat semua kedok
- terbukalah.
- Bunuh satu orang aja sudah siksanya luar
- biasa di Quran. Bagaimana kalau membunuh
- ribuan orang
- orang muslim lagi? Bagaimana kalau
- pembunuh bayi-bayi, wanita-wanita bom di
- pasar.
- Apa orang seperti itu bisa bisa menjadi
- khalifah?
- Berpikirlah. Lebih baik kita sekarang
- nyebarkan Islam. Islamkan diri kita
- semua, keluarga kita dan generasi yang
- akan datang dengan Islam yang santun.
- Islam yang rahmatan lil alamin. Bukan
- Islam yang bawa-bawa
- pedang, bawa-bawa senjata, ma bawa bom,
- ma bunuh orang. Itu rahmatan lil alamin.
- Nabi berhasil di zaman Nabi itu enggak
- ada ISIS.
- Ya, mana rahmatan yang sekarang yang
- setelah Nabi meninggal itu yang tidak
- berhasil.
- Tidak ada rahmat, hanya ada penumpahan
- darah.
- Mudah-mudahan sadar ya. Belajarlah
- mencintai Nabi, belajar mengenal Nabi.
- Makrifat, makrifat Allah, makrifat Nabi,
- makrifat Al-Qur'an. Itulah Quran itu dia
- tidak dimasukkan dihafal saja dipahami.
- Tidak ada tuh mau hafal, hafal, tapi
- tujuannya untuk memahami, bukan
- menghafal terus selesai.
- Kok dihafal? Sudah disuruh laptop
- ngfalin Quran kita memahami dan
- mengamalkan. Wal asri aja itu kita
- amalin enggak habis-habis seumur hidup
- itu hah insana khususina amanu
- wailushat. Apa itu amilushat?
- Berkarya beribadah berproduksi
- menebar kebaikan.
- Itu amilus shihat tidak dibatasi.
- Zikir ya zikir tanpa batas.
- Baca subhanallah tanpa batas. Beramal,
- cari uang banyak, bagi orang. Banyak
- orang miskin susah.
- Bukan miskin orang.
- Insyaallah kita kita mulai belajar.
- Belajar mengenal Allah. Belajar mengenal
- belajar mengenal Nabi Muhammad supaya
- tidak ada lagi yang mencela Nabi
- Muhammad. Semoga Allah memberi hidayah
- kepada kita. Allahumma shalli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad.
- Ya,
- I akat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Taus sore di kesempatan kali ini
- bersama Ustaz Zain Alhadik mengenai Nabi
- Muhammad pembawa rahmat. Kami akan
- kembali di sesi kedua. Bagi Anda yang
- ingin bertanya melalui SMS ataupun nomor
- WhatsApp, silakan kirimkan ke nomor
- 0811999720
- untuk berdialog langsung dengan Ustaz
- Zain Alhadi. Hubungi kami di nomor
- telepon 0218451512.
- Kami akan segera kembali.
- [musik]
- [musik]
- Rindu [musik][bernyanyi] kami
- Ya Rasul
- rindu [musik]
- tiada
- teri
- bet [musik][bernyanyi]
- jarak
- dariu
- yang [musik]
- serasa
- kau di sini
- [musik]
- Cinta
- pada [musik] manusia
- bagai cahaya
- suarga. [musik]
- Dapatkah
- kami
- membalas [musik]
- cintu
- secara
- bersahaja?
- [musik]
- Rindu [musik][bernyanyi] kami pada-Mu
- ya rasul.
- Rindu [musik]
- tiada
- teri
- berabad [musik]
- [bernyanyi]
- jarak
- dariu ya rasul [musik]
- serasa
- dikau di sini
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Cinta ikhlas-Mu
- [musik]
- pada manusia
- [musik]
- bagai [bernyanyi]
- cahaya
- suarga.
- Dapatkah [musik]
- kami membalas
- cinta-Mu
- [musik]
- secara
- bersahaj?
- Rindu [musik][bernyanyi] kami pada-Mu
- ya
- Rasul.
- Rindu [musik]
- tiada
- terpelih
- [musik]
- berapa [bernyanyi]
- caraku [musik]
- dariu ya Rasul?
- Serasa
- kau di sini
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- iya
- silaturahim untuk Islam yang Satu ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Terima kasih masih bersama kami
- dalam acara tausiah sore. Kita sudah
- mendengarkan ee tausiah tadi yang
- disampaikan oleh Ustaz Zain Alhadi
- mengenai Nabi Muhammad pembawa rahmat.
- Ada beberapa pertanyaan yang masuk, Pak
- Ustaz. I.
- Kalau Bunda Rid ini bertanya, mm
- kenapa, Pak Ustaz, setelah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam itu meninggal
- banyak terjadi konflik di antara umat.
- Mungkin ini kali ya yang bisa terlihat
- bahwa rahmat itu seperti menghilang.
- Padahal terbukti juga masa sekarang ini
- rahmat itu masih ada karena Islam
- berkembang pesat. Ada telepon
- ya?
- Ada telepon masuk.
- Oh, ada telepon masuk ya. Baik, kita
- terima telepon dulu Pak Ustaz sebelum
- tadi ke SMSnya masuk. Halo.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam.
- Dari siapa? Di mana, Pak?
- Wabarakatuh. Dengan Pak Marzuk di
- Cikarang nih, Pak.
- Pak Mas'ud
- Marzuk.
- Pak Marzuk.
- Iya, betul.
- Silakan, Pak Marzuk di Cikarang.
- Asalamualaikum ya Ustaz Din.
- Waalaikumsalam.
- Saya mau tanya nih, kalau kita mengenai
- supaya cinta kepada Nabi itu bagaimana
- syaratnya?
- Supaya cinta pada Nabi?
- Iya.
- Baik.
- Cukup ya.
- Baik, Pak Marzuk.
- Iya. Asalamualaikum warahmatullumsalam.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya, banyak mendengar tentang sirah Nabi,
- riwayat Nabi. Nanti kalau ada buku-buku
- juga banyak tuh buku tentang Nabi.
- Heeh. Nah, kita mendengar mendengar
- membaca membaca tahu kenal-kenal kalau
- sudah kenal simpati terus cinta deh.
- Kalau kita sudah cinta Nabi yakin dapat
- balasan dari Nabi. Nabi tidak pernah
- menyia-nyiakan orang mencintainya
- dia akan balas dan tidak akan band dia
- bisa berbuat sesuatu kepada kita. Dia
- itu hidup ya, dia bisa ngusul kepada
- Allah. Itu di surat An-Nisa itu yang
- saya bilang tadi di tafsir itu ya. Kalau
- Nabi sudah meninggal, ada yang datang
- minta ampun, sama Nabi dimintain ampun.
- Nah, itu jadi ee insyaallah belajarlah
- semuanya mencintai Nabi. Iman itu cinta
- kok. Di Quran kan ditulis walladzina
- amanu asyadu hubbanillah. Orang beriman
- sangat berat cintanya pada Allah. Terus
- Quran lagi mengatakan, "Qul
- inumhibbunallah."
- Jika Anda cinta pada Allah, itabiun
- katakan ikut Nabi Muhammad. Uh, apa
- rasul Allah itu? Rasul itu kan utusan
- Allah. Kita enggak bisa ketemu Allah.
- Tapi Nabi Muhammad terus nanti ke bawah
- ini kepada ulama-ulama nyampaikan apa
- yang dari Al-Qur'an dan sunah Nabi ya.
- Sunah Nabi itu akhlaknya terutama
- bagaimana Nabi menjadi kepala rumah
- tangga tidak pernah marah-marah, tidak
- pernah galak-galak lembut umat lembut
- gitu. Kalau kenal sama Nabi nanti cinta.
- Biasanya gini ya, kalau kita cinta
- kepada
- Nabi deh misalnya, kita akan benci
- kepada orang yang benci Nabi.
- Iya,
- itu sudah otomatis. Ini saya juga
- sebenarnya
- dengar Nabiini itu aduh tapi nahan,
- sabar tapi enggak kuat dengarnya. itu
- nabi kita kok yang kita cintai kok di
- sepertinya dia lebih dari nabi gitu
- menilai nabi meng tapi saya terobati
- juga mungkin dia enggak sengaja punya
- niat baik mungkin hanya salah berkata ya
- he
- ya gitulah ya itu jadi kalau tadi di
- zaman Nabi, Nabi berhasil
- berhasil membawa rahmat lil alamin. Nah
- mulai itu telunturnya rahmat itu di
- zaman khalifah itu karena banyak
- masalah.
- Hm. Banyak masambung pertanyaan SMS tadi
- itu Pak Ustaz.
- Oh. Jadi karena memang banyak masalah.
- Banyak masalah.
- Terus kan kalau dulu ketika ada masalah
- kan langsung dikembalikan kepada Nabi.
- Ada jawabannya
- karena enggak ada.
- Kalau sekarang ketika tidak ada
- masing-masing merasa paling benar. Nah,
- itu juga kali Ustaz ya. Heeh. Ditambah
- lagi.
- Tapi kan Nabi meninggalkan pedoman ya,
- Ustaz gitu ya.
- Iya. Tapi ditambah lagi kan kita lihat
- di Quran tuh surat-surat munafikun,
- surat orang munafik di sekitar Nabi
- banyak kan ya surat at-Taubah, surat
- baqarah banyak sekali. Nah, mereka ini
- mengadu domba. I
- sekarang saya beri contoh waktu perang
- Ahzab, Quraisy kafir dari Makkah ya
- berkoalisi dengan Yahudi di Khaibar
- di Madinah
- ya tambah lagi dengan orang-orang
- munafik lagi.
- Heeh.
- Nah itu jadi ahzab. Ahzab. Ahzab itu
- koalisi.
- Bersekutu. Bersekutu ya. Koalis koalisi.
- Bersekutu. Nah sekutu ini menyerang
- Madinah.
- Iya. Iya.
- Nah itu yang ngadu Yahudi semua.
- Iya. Iya.
- Banyak Yahudi itu malah menjadi
- penasihat. Enggak ketahuan sampai
- sekarang. Nah, sekarang pun perang ini
- sekarang semua Israel punya mainan.
- H.
- Nah, orang Islam ada yang bersekutu ke
- mana Israel sekarang
- yang perangnya Islam dan Islam.
- Nah, Islam sama Islam
- bunuh. Iya.
- Ituah jadi rahmatnya berkurang.
- Iya. Iya.
- Hanya yang di masjid yang taat kepada
- Allah, cinta kepada Allah, ada
- rahmatnya.
- He.
- Dia beriman, dia salat malam, dia tidak
- punya benci, lembut. Nah, itu
- saya akan ke Bu Darman di Bekasi nih,
- Pak Ustaz ya.
- Iya.
- Ee ingin memohonkan pencerahannya dan
- nasihatnya dari Ustaz Zian Alhadi ini
- supaya saya bisa selalu mensyukuri apa
- yang sekarang saya emban dan
- dipercayakan sebagai tanggung jawab yang
- berat bagi saya. Sementara ilmu agamanya
- belum seberapa nih, Pak Ustaz. Mohon
- nasihatnya dan bimbingannya. Amin.
- Insyaallah. Ilmu yang Ibu dapat ya terus
- dipelajari lagi yang ada diamalkan.
- Insyaallah amalnya itu yang nanti
- menambah ilmu itu menjadi mekar dan
- berkah.
- Biar alim besar. Kalau tidak bisa
- mengamalkan ya susah. Satu tidak bisa
- menikmati hidup.
- Mau kaya kah mau miskin k terserah. bisa
- menikmati hidup bila bersyukur.
- Tidak ada orang
- menikmati hidup tanpa bersyukur.
- Sekarang bersyukur bersyukur apalagi
- rida dua itu. Itu kunci kebahagiaanah
- bapakkah menghadapi salah satu sama
- lain. Ini suami mengatakan ini istriku
- yang terbaik.
- Ya. Istri mengatakan ini suamiku yang
- terbaik.
- anak seperti itu. Ini rumahku, rumahku
- paling bagus. Bersyukur ini Allah
- berikan. Kalau aku tinggal di tempat
- lain, belum tentu bisa ibadah dan
- sebagainya. Semua ada hikmah. Jadi ada
- seorang cucu Nabi bernama Zainab itu dia
- itu hidupnya banyak masalah. Ketika
- kakaknya dibunuh di depan matanya,
- kakaknya dipenggal, ponakan-ponakannya
- kehausan. Ini sejarah ya dihadapi semua.
- Tapi dia sampai dia dibikin seperti
- tawanan dibawa dari
- Irak ke Syria. Sudah penuh debu padang
- pasir itu berbulan-bulan di perjalanan
- di dihukum ya ditawan oleh Yazid, oleh
- Bani Umayyah. Apa terus dia mengatakan
- ditanya orang apa? Maaitu illa jamil.
- Apapun yang ku hadapi ini semua
- nampaknya indah. Semua nampaknya indah.
- Coba luar biasa. Sedang menderita dia
- bahagia.
- Bagaimana kita bisa seperti itu? Gini.
- Misal kita sedang sakit. Mana sakit?
- Iya. Alhamdulillah. Kenapa? Dengan sakit
- ini aku jadi sadar. Dengan sakit ini
- jadi aku enggak begitu cinta sama dunia.
- Dunia banyak kuman, banyak penyakit.
- Jadi aku ingin nanti mau pindah ke
- akhirat aja. Jadi kalau sudah dia ingin
- ke surga, dia ibadah, dia jaga diri, dia
- bertakwa. Karena dia sudah enggak cinta
- dunia. Cintanya sama surga. Dia
- menyiapkan diri untuk ke sana. Jadi
- penyakit itu hidayah.
- ambil bagusnya. Memang itu yang
- sebenarnya.
- Apalagi apa semua ini kok ee begini. Ah,
- ini aku dilatih Allah latih bersabar. Ya
- itu anak nakal. Iya. Aku sedang berdoain
- tiap malam supaya dia jadi baik. Enggak
- marah? Enggak. Aku aku marah nanti dia
- tambah lari, tambah jauh, tambah nakal.
- Jadi gimana ya? Aku sabar dulu. Nanti
- Allah akan beri dia hidayah. Lah terus
- selama ini Allah ber hidayah kenapa? Ya
- Allah lagi mendidik aku supaya aku bisa
- sabar.
- Indah lagi. Rida
- apa saja pasti indah. Kalau kita sudah
- rida, yang manis, yang manisnya tetap
- manis. Yang pahit jadi manis, yang asem,
- yang ketir semua enak saja kalau rida.
- Nah, itu rida bersyukur.
- Syukur. Bertawakal, pasrah. Rida usaha
- terus. Hidup senang. Surga itu ada di
- dada kita. Bukan di hotel, bukan di
- istana, bukan di bank, di hati ini. Hati
- yang mana bisa jadi ada surga di situ?
- Yang rida tawakal.
- Usaha-usaha rida tawakal. Kita sudah
- senasihatin, sudah enggak bisa ya sudah
- rida tawakal entar Allah mendidik dia.
- Banyak itu kejadian. Tuhan sabar didik
- aja sampaikan. Sampaikan enggak pakai
- marah, gak pakai mokel. Belum juga
- dengar nanti ada kasus kejadian sesuatu
- dia jadi sadar. Allah bikin
- lah sabar
- akan jadi baik berdoa saja akan jadi
- baik ada aja kejadian. Jadi Allah
- mentakdir tuh memberi takdir enggak
- kelihatan
- dia menyembuhkan orang. Orang itu pergi
- ke dokter, pergi ke rumah sakit Allah
- taruh obat situ atau apa bagaimana
- ditakdirkan jadi sembuh. Kita berasa
- dokter yang kenapa? Itulah takdir Allah
- enggak kelihatan. Kalau kelihatan buat
- nabi namanya mukjizat.
- Buat manusia namanya karamat. Seperti
- Siti Maryam. Dapat hidangan tanpa usaha
- itu karamah dari Allah.
- Ya, itu sampai beri contoh kemarin dulu
- itu orang warungnya enggak laku, dia
- berdoa sama Allah terus Allah bikin
- makhluk t sudah muncul aja di situ
- belanja itu bukan manusia baru dibikin
- kan kita enggak tahu pikir kita ini kita
- ke dukun ya Allah jangan sampai enggak
- ada yang bisa gerakin harang dukun gak
- bisa pakai jin pun gak bisa Allah
- semuanya Allah dokter tuh Allah masukkan
- apa di situ jadi sembuh bukan dokter
- Allah tetap teman ikhtiarnya harus lewat
- dokter. Dokter kalau dokter bisa
- nyembuhkan, enggak ada dokter yang mati.
- Disembuhkan aja anaknya, istrinya semua.
- Enggak bisa. Saya sering pergi ke
- dokter, dokternya enggak ada. Dokternya
- ke mana? Lagi ke rumah sakit.
- Berobat.
- Berobat.
- [tertawa]
- Kita juga, Ustaz, ceramah buat diri
- kita. Siapa yang ceramahin? H.
- Nah, dengan radio aja ustaz juga belajar
- dari ustaz-ustaz yang lain itu ilmu yang
- kita enggak punya dapat dari situ. Kita
- kan enggak enggak lengkap ada banyak
- orang. Insyaallahlah ya bersabar itu
- tawakal dan bersyukur itu bahagia dunia
- akhirat insyaallah.
- Kita ke Pak Ari di Bekasi, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee Pak Ustaz, sebagai umat Nabi Muhammad
- saya selalu sedih dan terenyuh rasanya,
- Pak Ustaz ketika Nabi itu dihinakan.
- Lalu saat-saat ini juga bukan hanya Nabi
- yang dihinakan, agamanya juga, Tuhannya
- juga, maksudnya agama Islam, Pak Ustaz
- ya itu dihinakan. Bagaimana kita
- bersikap, Pak Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. untuk
- [berdehem] zaman sekarang berdasarkan
- semua kitab ada di Quran, di hadis akan
- terjadi seperti itu dan lebih dari itu
- bakal banyak lagi di kita disuruh apa?
- Disuruh bersabar dan kita semua tidak
- berdaya. Memang kalau dulu memang suruh
- berusaha, sekarang bersaha kadarnya.
- Kenapa Allah akan menyelesaikan ini?
- Karena sudah di luar kemampuan kita.
- Keadilan, kezaliman sudah luar biasa.
- zalim ya. Kalau negeri-negeri temannya
- temannya negeri kuat berbuat zalim bunuh
- orang itu banyak orang dibunuhin
- sekarang bunuhin itu di mana-mana itu ya
- Israel itu bunuhin orang semua enggak
- pernah dikukup kan PBB dilawan ke mana
- enggak ada urusan
- hah itu negara kaya minyak kaya duit dia
- bom sana bom sini biaya ISIS enggak
- pernah disalahin
- sudah luar biasa kezaliman yang tidak
- punya duit salah disalahin
- jadi salah dikit disalahin sedikit saja
- disalahin. Nah, jadi sudah tidak ada
- lagi keadilan, kezaliman sudah begitu
- kuat dan banyak banget. Hoak sudah
- begitu banyak. Yang kanan jadi kiri,
- yang kiri jadi kanan. Yang salah jadi
- dikatakan benar, yang benar dikatakan
- salah.
- Sudah luar biasa.
- Nah, oleh karena itu manusia sudah tidak
- mampu lagi berbuat kebaikan, Allah
- enggak akan biarkan dong. Allah bilang
- orang yang tertindas itu akan diberi
- oleh Allah kemenangan.
- Ada negeri miskin diserang terus dibom
- tiap hari sudah 3 tahun. Tahu-tahu dia
- bikin itu bom-bom yang sudah bekas-bekas
- dirubah-rubah bisa jatuhin pesawat.
- Kan dia bukan bilang dari mana, dari
- Allah kasih kuasa. Tapi cara sebabnya
- dia berusaha
- pasti tu. Nah, oleh karena itu Tuhan
- akan kirimkan nanti seorang khalifah
- deh. Siapa yang lagi mau bikin khalifah
- sebenarnya enggak usah bikin pada zaman
- ini Allah akan turunkan. Disebutnya
- imam. Dialah karena akan menegakkan
- keadilan. Dialah nanti yang akan
- memimpin salat berjamaah, salat Jumat di
- Masjidil Aqsa bersama Nabi Isa.
- Orang-orang nonmuslim pun yang berhati
- baik akan bergabung dengan imam ini.
- Orang Islam pun yang ilmunya tinggi
- kalau hatinya tidak baik dia akan ikut
- Dajjal. Kemudian ada peperangan antara
- Dajjal dengan imam itu. Jadi sudahlah
- dan itu ada di kitab semua. Mazhab mana
- pun tahu itu. Jadi kita sekarang
- beribadah islamkan diri kita islamkan
- keluarga semua. keluarganya diislamkan.
- Bersabar, jangan terpancing karena kita
- enggak tahu yang mana sekarang baik mana
- banyak hak, banyak bohong. Hatta berita
- televisi dibayar saya terus terang saya
- enggak sebut nama TV swastanya kata
- berita dibayar putar balik
- bagaimana mau dipercaya. Berita pun
- banyak bohong. Dibayar TV swasta ke ayak
- sudah TV itu saya enggak mau sebutlah.
- Semua tahu beritanya dibalik. Saya
- dengar berita aslinya dari luar negeri
- di situ terbalik.
- bayar hampir ring taxnya juga dibayar
- di Indonesia tuh ustaz ya
- di Indonesia semua seluruh dunia apalagi
- Indonesia semua dibayar ustaz yang
- dibayar juga banyak ribuan
- untuk menyebarkan bohongan pakai nama
- agama maaf ini fakta kalau saya diadilin
- saya jadi saksi mau banget karena saya
- tahu banget
- nah itu tahu banget bukan apa-apa saya
- pernah di situlah di tempat it
- baik
- Kita ke SMS terakhir, Pak Ustaz.
- Iya.
- Ini dari
- hamba Allah di Sukabumi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Memperhatikan Allah kaum muda sekarang
- ini, Pak Ustaz sangat mengkhawatirkan
- ya
- bagaimana kiatnya untuk kita
- mengembalikan mereka ke jalan yang
- diridai Allah Subhanahu wa taala. Karena
- saya sendiri tidak punya kekuatan dan
- tidak punya kemampuan hanya berharap
- kepada rahmat Allah Subhanahu wa taala
- dan juga rahmat yang disebarkan yang
- dibawa oleh nabinya. Syukron.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Betul. Rahmat Allah yang dibawa Nabi
- Muhammad. Kemudian berdoa tiap hari.
- Yang kedua ini bisa ditambah lagi oleh
- Ustaz ahli pendidikan kita di sini ada
- itu siapa namanya?
- Pak Munif. I
- Pak Munif ya. Tapi begini, betul itu
- anak dari SMP sampai SMA itu mereka
- kuliah itu pada sifat ingin
- menampakkan diri, ingin dia dianggap
- bahwa dia hebat,
- dia berani melawan kebiasaan.
- Ya, melawan kebiasaan. Dia ingin
- dianggap itu dan dia banyak melawan itu.
- Nah, ngadapin yang begini kita harus
- sabar. Jangan dimarahin. Dia tidak bakal
- nerima dan tidak akan menyerah. lari dia
- bisa. He.
- Apalagi kalau dulu saya aja di Jakarta
- lahir masih Jakarta ini banyak kebun
- ya. Jadi mau lari ke mana? Di
- kebun-kebun itulah. Kalau sekarang mall
- buka tuh
- di luar mall ada kafe.
- Iya larinya.
- Nah ke kafe ngapain? Nongkrong saja.
- Ada tujuan enggak?
- itu sudah nampaknya keren. Jadi rumah
- itu ingin tampil keren.
- Dinasehhati anakku saya kalau mau keren
- bukan seperti itu bagus juga tapi kurang
- bagus. Coba keren itu tampilkan suatu
- hasil usaha. Ajak teman-teman itu apa?
- Diskusi. Ajak teman-teman itu diskusi.
- Ajak teman-teman itu ngumpulin dana
- cari anak yatim bagi baju. Itu keren.
- Keren yang positif. Nanti di sur kabar
- deh kamu.
- Jadi mereka masih berpikir seperti itu.
- Sudah tidak tidak bisa diberitahu dengan
- cara-cara kita apalagi ngomel tambah
- parah. Ikutin aja dulu ikutin nanti
- diskusi sikit-sikit ada waktunya dia
- akan berhenti.
- Itu masa-masa umur dari mulai 15, 16,
- 17, 13 itu mulainya seperti itu semua.
- Itu namanya apa sih istilahnya itu?
- Generasi, Pak, generasi ini begini. Dulu
- generasi itu pakai apa? Galung,
- macam-macamlah. Sekarang ada rambutnya
- di di atas itu tinggiin. Biarlah dululah
- biar kelihatannya jelek juga dia enggak
- ngerti itu. Pokoknya dia akan
- menunjukkan bahwa dia berani tampil
- beda.
- Tampil beda itu dia berani lain dari
- yang lain itu dia bangga dengan
- teman-temannya itu. Dia mencari bangga
- di temannya. Pengin dikagumi di rumah
- enggak. Maka itu harus sabar ketawanya
- dulu pelan-pelan nanti dia akan berubah
- tapi sadari dikit-dikit dengan kasih
- sayang bisa kalau dia simpati ke ayah
- ibunya dia akan ngurangi itu. Tapi kalau
- dia dimarahi dia benci dia tambah jadi
- lembutan agama seperti itu. Lembut Nabi
- pun seperti itu. Saya kasih contoh Nabi
- ada badwi pipis di masjid jangan, jangan
- biarkan aja sampai selesai. Dengan baik
- gitu orang tua akan sadar
- karena ada simpati. Kalau dia jadi masih
- cinta, masih simpati itu yang bikin dia
- bisa berubah. Tapi kalau dia benci dia
- ingin nyakiti terus dia bikin lebih gila
- lagi.
- Nah dia jangan biar pulang magrib kita
- marahin dia. Pulang isya marahin lagi
- pulang pagi marahin lagi enggak pulang
- hinap rumah teman.
- Nah jadi tidak ada sesuai dengan ajaran
- Islam. Harisun alaikum bil mukminin
- rufurrahim. itu rahmat rahmatan lil
- alamin kita diajarin nabi itu lembut
- kasih sayang
- tegas ada salah kita tegur tegas salah
- itu salah ya salah tapi dengan cara yang
- baik
- tidak menanamkan kebencian
- itu anak kalau sudah benci enggak bakal
- nurut lag benci sama ibu bapaknya karena
- dimarahin dia bikin usahakan dia cinta
- sama ibunya sama mamahnya sama ayahnya
- itu dia akan membuat dia terbatas dia
- tetap masih akan keluar akan tampil
- keren, tampil berani. Tapi karena dia
- cinta ibu bapaknya ada batas.
- Jaga cintanya itu baru nanti bisa
- menasihat. Gelas tu kalau ditutup
- ditutup mau tuang apa pun gak masuk.
- Buka itu gelas buka hati anak kita
- dengan kasih sayang dengan dia simpati
- kepada ibu bapaknya. Itu yang membatasi
- dia membatasi kenakalannya. Jelas ya?
- Ya. Semua ajaran Islam itu dipakai
- sabar, pemaaf, mau memaafkan.
- Jangan emosi gitu. Ingat ini apa? Ini
- ujian. Anak nakal itu juga ujian. Aula
- dukum di Quran hartamu, anakmu fitnah.
- Fitnah di sini bukan fitnah bahasa kita.
- Ujian.
- Fitnah itu ujian. Uji dengan adanya gitu
- kita dilatih kesabaran. Bisa enggak anak
- seperti itu ngelawan apa kita sabar,
- senyum tapi tegas tapi tetap baik, tetap
- sayang. Anak itu akan simpati. Selama
- dia ada simpati ada batas nanti dia
- balik. Yang payah itu kalau sudah enggak
- ada komunikasi dia dibentak terus, dia
- mari terus, enggak ada komunikasi lagi,
- berat. Dia curhat ke temannya, temannya
- manfaatin dia.
- Nah, sabar bukan anak ibu aja yang lain
- juga seperti itu. Jaga awasi boleh
- awasi. Peluk, cium dia akan nurut.
- Dikit-dikit kita bisa mengurangi
- pengaruh LGBT itu. Hati-hatilah semua
- itu. Jaga dekat sama anak. Dekat. Tadi
- ada libur-libur itu usahakan jalan sama
- anak.
- Uahakan dekat enggak keluar di rumah.
- Caranya seperti itu. Sekarang tidak bisa
- marah, tidak bisa kesah dengan kasih
- sayang, dengan kesabaran.
- Insyaallah dan Allah kalau kita ikutin
- cara Allah, Allah akan bimbing, akan
- bantu, beri hidayah dan rahmatnya. Amin.
- Amin. Baik, Pak Ustaz. Sebagai penutup.
- sebagai penutup ya. Saya hanya
- menyampaikan tidak ada kebencian, tidak
- ada marah, tapi harus diluruskan bahwa
- Nabi Muhammad
- Terimalah yang benar, yang enggak benar
- singkirkan.
- Saya juga manusia biasa.
- itu yang ke selanjutnya ini di akhir
- zaman banyak hoak, banyak fitnah,
- macam-macam segala macamlah. Kita pernah
- layani saya berapa tahun kan tahu di
- fitnah tuh di mana di hoak itu di
- akhirnya kan pemerintah sendiri sekarang
- yangelarang ketahuan. Ya sudah saya
- tenang-tenang aja saya kafir. Kalau saya
- kafir sudah berapa tahun dikafirkan ini
- saya begini-begini aja dan saya enggak
- benci. Ya sudah orang tu pun saya enggak
- benci dia dakwah kok. Salah dikit enggak
- apa-apalah. I
- dia dakwah ke sana, dakwah ke sini.
- Mereka orang-orang baik juga mungkin
- hanya salah paham kan dia
- katanya-katanya itu yang diikutin. Ya
- hidup sabar ini indah. Kalau kita enggak
- nerima sakit hati capek sendiri. Nanti
- kita ngebalas mungkin kenapa kebalasan
- kita lebih banyak jadi zalim. Tidak ada
- yang lebih indah daripada sabar. Sabar
- itu indah. Mengalah itu indah.
- Ee dan nikmat
- nikmat sekali. bersyukur apalagi kalau
- kita bersyukur semua rumah kita merasa
- paling enak, makanan enak, semua tidur
- enak. Asal mau bersyukur dan Allah akan
- tambah nikmat kalau kita bersyukur.
- Mudah-mudahan kita menjadi hamba Allah
- yang bersyukur, yang sabar dan penuh
- rida. Kita rida kepada Allah dan Allah
- meridai kita semua. Amin ya rabbal
- alamin. Wasalamualaikum.
- Demikianlah akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. atau sore bersama
- Ustaz Zain Alhadi. Semoga apa yang
- beliau sampaikan bermanfaat bagi kita
- semua. Terima kasih banyak Ustaz telah
- hadir di studio dan juga terima kasih
- banyak kepada ikhwan akhwat atas
- kebersamaannya.
- Jangan lupa simak selalu tausiah bersama
- Ustaz Zain Alhadi. Setiap hari Kamis
- sore hanya di radio silaturahim untuk
- Islam yang satu. Saya Angga Aminuddin
- ditemani oleh Agus Susilo dan juga Yusuf
- Subangkit. Mohon pamit. Billahi taufik
- wal hidayah. Subhanakallahum wabihamdika
- asadua ilahailla anta. asagfiruka.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Oh. Yeah.