Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Alhamdulillah wasalatu wasalam ala
- rasulillah waa albi mahalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh ikhwan akhwat
- di mana pun Anda berada. Apa kabar?
- Selamat pagi, selamat menjalani
- aktivitas di awal pekan ini. Apa yang
- Anda lakukan? Barangkali kebanyakan dari
- kita semua sibuk berangkat menuju tempat
- kerjanya masing-masing. Tapi tidak
- apa-apa. di tengah apapun kesibukan Anda
- pagi hari ini, Radio Silaturahim
- menemani Anda pagi hari ini. Tentu
- [berdehem] dengan membawa banyak
- hikmah-hikmah yang insyaallah akan
- diantarkan oleh guru kita Ustaz Husein
- bin Hamid Alattas yang saat ini sudah
- berada di studio. Asalamualaikum Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga sehat selalu, Ustaz. Ya.
- Kok habis dari rumah sakit ya, Ustaz?
- Alhamdulillah alas syifa nikmat.
- Alhamdulillah.
- Mudah-mudahan Allah jaga kesehatan
- beliau selalu ikhwan akhwat. Dan bersama
- Alfagqir Isa Alkaf bersama Ikhwan Akhwat
- yang akhirnya menjumpai kembali ikhwan
- akhwat. Ya Allah pagi hari ini kita akan
- tanya jawab ikhwan akhwat berdialog.
- Kalau ikhwan akhwat ada pertanyaan yang
- ingin diajukan tafadol silakan ajukan
- pertanyaan Anda dan akan langsung
- dijawab live oleh Ustaz Husin bin Hamid
- Al-Attas. Silakan kirim pertanyaan Anda
- melalui pesan WhatsApp di nomor 0811999
- 720. Sekali lagi pertanyaannya boleh
- disampaikan melalui pesan WhatsApp di
- nomor 08 1-nya tiga kali 9nya 3 kali
- 720811999720.
- Kami tunggu pertanyaan ikhwan akhwat.
- Tapi kita alangkah baiknya kita buka
- dulu dengan baca ummul Quran surah
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. [berdehem]
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahumarhamna bil Quran. Mudah-mudahan
- dari bacaan Al-Qur'an tadi Allah bukakan
- pintu rahmatnya dan pintu hidayahnya
- untuk kita semua. Ustaz sebagai
- [berdehem] pembuka, Ustaz, sambil
- menunggu pertanyaan dari Ikhwan Akhwan,
- ee ada kegelisahan, Ustaz, saat ini di
- media sosial banyak sekali ee
- orang-orang yang mata manusia tertuju
- padanya, ya. kita sebut [berdehem]
- dengan public figure itu ee sudah tidak
- lagi malu-malu Ustaz menyampaikan
- [berdehem] gaya hidupnya di dunia malam,
- gaya hidupnya meminum-minuman yang haram
- dan lain sebagainya yang mana dulu kita
- tidak temui di televisi ataupun radio
- [berdehem] karena memang aturan. Tapi
- sekarang begitu ee arus informasi
- dibuka, banyak sekali orang-orang
- seperti ini itu bermunculan dan menjadi
- idola buat masyarakat. Kita khawatir
- dengan generasi di bawah kita akan
- mengikuti seperti itu, Ustaz. Apalagi
- hal-hal seperti ini dianggap keren dalam
- tanda kutik. Dan kerap kali public
- figure ini, Ustaz, ee [berdehem]
- berlindung di balik kata
- agar tidak munafik. [terkesiap]
- Saya sih enggak munafik. Asli saya
- begini, saya tunjukkan di sosial media.
- Emang saya suka minum, emang saya suka
- dunia malam.
- Asli saya begini, saya tunjukkan di
- sosial media. Kamu mau suka silakan,
- kamu enggak suka ee enggak mau enggak
- suka ya silakan kabur, silakan pergi,
- gitu. Di sisi lain ada kesedihan juga,
- Ustaz. Berarti hal-hal seperti ini
- memang disukai banyak orang karena
- mereka sebenarnya kan cuma representatif
- masyarakat kita, Ustaz. Gimana ya,
- Ustaz? Ya, barangkali [berdehem]
- ustaz bisa jelaskan, barangkali juga
- bisa dijelaskan pula definisi munafik
- agar tidak menjadi salah paham di
- masyarakat kita. Ustaz, syukran
- jazakumullah khairan. Jaza Ustaz
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiron thyiban mubarakan fih
- kama yuhibbuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. [berdehem]
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi wfa'na bima alamtana.
- Rbana zidna ilman walhikna bisolihin.
- Asalamualaika ya Rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam [berdehem]
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Seringki kita kaum muslimin
- masuk dalam perangkap setan.
- Kita mencampuradukan di antara yang hak
- dan batil.
- Sedangkan para ulama berdiam berpangku
- tangan.
- karena khawatir kehilangan pengaruh
- mereka atau takut dari ancaman yang
- mengancam mereka hingga mereka tidak
- menjelaskan kebenaran dengan
- sebenar-benarnya.
- Banyak orang menggunakan kata munafik
- itu bukan pada tempatnya.
- Kalau kita kembali kepada definisi
- munafik
- dalam al-istilah artinya seorang yang
- menyembunyikan kekafiran,
- menampakkan keimanan.
- Yubtinul kufra waudhirul iman.
- [berdehem]
- Jadi kalau dia menyembunyikan kekafiran
- dalam hatinya
- tapi menampakkan keimanan inilah maksud
- dari kata munafik yang sebenarnya.
- Adapun kalau orang malu berbuat
- perbuatan-perbuatan yang rendah, yang
- hina di hadapan seseorang,
- walaupun dia melakukannya dalam
- kesendirian, itu menandakan masih ada
- iman dalam hatinya karena masih ada
- malu.
- He.
- Karena malu ini merupakan bahagian dari
- iman. [berdehem]
- Allah paling tidak menyukai orang-orang
- yang suka melakukan perbuatan dosa
- secara terang-terangan.
- menunjukkan bahwa dia sudah tidak merasa
- malu lagi dan perbuatannya akan mengajak
- orang lain untuk melakukan perbuatan
- yang serupa.
- Oleh karena itu, Nabi mengatakan, "Kullu
- ummati muafa illal mujahirin." Semua
- umatku
- ada harapan untuk mendapatkan ampunan
- dari Allah. Kecuali orang yang melakukan
- perbuatan dosa
- dengan bangga secara blak-blakan.
- [berdehem]
- Di malam hari dia berbuat dosa, di siang
- hari dia menceritakan dosanya, padahal
- Allah telah menutupi dosanya. Nah, orang
- semacam ini orang yang akan dijauhi dari
- rahmat Allah dan ampunannya hingga dia
- bertobat kembali kepada Allah subhanahu
- wa taala. Kalau masih ada rasa malu di
- hatinya, berarti masih ada iman. Begitu
- rasa malunya hilang, dia [berdehem]
- menganggap ini perbuatan yang biasa.
- memandang yang mungkar sebagai yang
- makruf ini betul-betul amat mengerikan
- keadaannya.
- Dalam suratun nisa Allah berfirman, "La
- yuhibbullahul jahro bisi minalli illa
- manim."
- Allah tidak menyukai
- [berdehem] seorang yang suka menampakkan
- hal-hal yang buruk, baik keburukannya
- atau menceritakan keburukan orang lain.
- Kecuali kalau dia dianiaya, maka dia
- dibenarkan untuk mengadukan perbuatan
- zalim orang lain terhadap dirinya. Tapi
- kalau tidak menyangkut kezaliman atas
- dirinya, perbuatan dosa yang sifatnya
- pribadi, dia menyaksikannya,
- yang harus dilakukan dia menutup mulut
- kemudian memberikan nasihat kepada
- pelaku dosa tersebut untuk kembali
- bertobat pada Allah subhanahu wa taala
- dan tidak menceritakannya.
- Sebetulnya kejadian seperti ini telah
- dikabarkan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh
- Abu Umamah al-Bahili.
- Hadis ini menurut Al-Hafiz al-Iraqi
- sanadnya dif. Sanadnya
- dif.
- Daif.
- Tapi ada pertimbangan lain [berdehem]
- saya membacakan hadis ini karena isi
- hadis ini sesuai dengan realita yang
- sedang kita hadapi.
- Dari sisi sanad difum tentu kandungan
- hadis tersebut dif. Apalagi kandungan
- hadis ini sesuai dengan kenyataan yang
- sedang kita hadapi saat ini. [berdehem]
- Diriwayatkan ruwah
- an rasulillah sallallahu alaihi
- wasallam. Saya menggunakan kata ruwya
- tidak mengatakan qala rasulullah untuk
- menjelaskan bahwa sanadnya diif.
- Ruyaan an rasulillahi shallallahu alaihi
- wasallam quluh.
- Diriwayatkan dari Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Beliau berkata, "Kaifa antum idag
- nisaukum wa fasaqubanukum
- wataraktum jihadakum
- wa innaikaun
- ya rasulallah qala naam walladzi nafsi
- biyadihi wa asaddu minhu sayakun
- [berdehem]
- rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- sebagaimana yang diriwayatkan oleh abu
- umamah Albahili berkata, "Bagaimana
- keadaan kalian nanti apabila
- wanita-wanita kalian telah menjadi liar,
- lepas kendali,
- melakukan perbuatan dosa tanpa rasa
- malu,
- tanpa lagi terikat dengan aturan agama."
- Waasaqo syubbanukum. Sedangkan
- pemuda-pemuda kalian
- hidup dalam kefasikan.
- Wanitanya liar, pemuda-pemudanya
- tenggelam dalam kefasikan.
- Watarakum jihadakum. Dan kalian
- meninggalkan jihad kalian.
- Di sini gambaran yang digambarkan Rasul,
- kondisi keadaan yang akan dihadapi umat
- di mana wanitanya liar, pria-prianya
- tenggelam dalam perbuatan fasik,
- sedangkan mereka meninggalkan jihad
- mereka. Seperti yang kita jumpai saat
- ini, saudara-saudara, kita di Gazah,
- dibantai,
- dizalimi.
- Sedangkan
- kaum muslimin,
- negara-negara Arab yang mengelilingi
- Gazah justru berpangku tangan bahkan
- ikut membantu Israel menuntut agar
- penduduk Gazah dilucuti dari senjata
- mereka. Begitu pula menuntut Hizbullah
- untuk dilucuti dari senjata mereka.
- Sedangkan pemerintah Israel
- membagi-bagikan senjata kepada
- rakyatnya. [berdehem]
- Apakah ini merupakan gambaran dari umat
- Islam? Padahal Rasul mengatakan,
- "Almukmin akhul mukmin la yadlimuhu wala
- yakuluh."
- Seorang beriman itu saudaranya orang
- yang beriman, apapun suku maupun
- bangsanya, dia tidak mungkin menganiaya
- saudaranya yang beriman dan tidak
- mungkin akan meninggalkan dirinya dalam
- bahaya, dalam perbuatan aniaya tanpa
- menolongnya.
- [berdehem]
- Para sahabat ketika mendengarkan hal ini
- langsung mereka berkata, "Wa
- innaalikainun
- ya Rasulullah." Apakah semua itu akan
- terjadi wahai Rasulullah?
- Qala naam walladzi nafsi biyadi.
- Rasulullah mengatakan naam akan terjadi
- demi yang jiwaku di tangannya.
- [berdehem]
- Wa asyaddu minhu sayakun. Bahkan lebih
- dahsyat dari itu akan terjadi.
- Q w asyaddu minhu. Ya Rasulullah.
- [mendengus]
- Mereka bertanya, "Apagi yang lebih
- dahsyat dari itu wahai Rasulullah."
- Kaifa antum id lam tamuru bil maruf
- walam tanhau an munkar. Kaifa antum idam
- tamuru bim'rufin walam tanhau an munkar.
- Bagaimana nanti kalian kalau sudah tidak
- lagi melakukan amar makruf
- dan nahi mungkar? Berarti kemungkaran
- akan apa? Mendominasi kehidupan umat.
- Karena alma'ruf harus diperjuangkan.
- Sedangkan kemungkaran tanpa
- diperjuangkan dia akan apa? Akan
- berkembang biak.
- Sebagaimana orang menanam padi pasti
- rumput-rumput liar akan tumbuh dengan
- sendirinya.
- Tapi tidak ada orang yang menanam rumput
- liar akan tumbuh padi. Jadi alma'ruf itu
- harus dijaga, harus diperjuangkan.
- Oleh karena itu, orang yang beriman satu
- sama lain harus apa? Wat bilhaqqi wat
- taw bisabri.
- [batuk]
- [berdehem]
- Para sahabat ketika mendengarkan hal
- ini, mereka berkata, "Wa innaalika
- lakainun ya Rasulullah." Apakah itu akan
- terjadi wahai Rasulullah? Dijawab oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- "Qala naam walladzi nafsi biyadihi wa
- asaddu minhuakun." Naam. Demi yang
- jiwaku di tangannya lebih dahsyat dari
- itu pasti akan terjadi.
- [berdehem]
- Q w asaddu minhu ya rasulullah. Lalu
- mereka bertanya, "Apagi yang lebih
- dahsyat ya Rasulullah." Nah, di sini
- perhatikan. Kaifa antum idza roitumul
- ma'rufa munkaro wal munkaro ma'rufa.
- Bagaimana keadaan kalian nanti kalau
- kalian melihat yang makruf,
- mungkar di hadapan kalian. Sedangkan
- yang mungkar menjadi satu hal yang
- makruf. Kalian tidak malu-malu lagi
- melakukan perbuatan yang mungkar, bahkan
- mempertontonkannya,
- menyebarluaskannya.
- Ya. Hingga akhirnya opini masyarakat
- terbalik. Melihat yang makruf mungkar,
- yang mungkar makruf. Melihat korupsi
- satu perbuatan yang wajar. Sedangkan
- kejujuran dianggap apa?
- H
- dianggap merupakan kebodohan.
- [berdehem]
- Kebohongan meraja lela di mana-mana
- tempat.
- Sedangkan kebenaran merupakan hal yang
- tidak disukai. Bahkan oleh orang-orang
- yang bertugas untuk menyampaikan
- kebenaran, mereka sudah tidak lagi
- menyukai kebenaran karena tidak membawa
- keuntungan duniawi buat mereka.
- [berdehem]
- Para sahabat langsung terkejut
- langsung mereka berkata apa?
- Qolu wainun dalalika ya rasulullah.
- Apakah itu bakal terjadi? Wahai
- Rasulullah. Dijawab oleh para oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Qala naam walladzi nafsi biyadihi wa
- asaddu minhuakun.
- Rasulullah mengatakan naam demi yang
- jiwaku di tangannya. Bahkan lebih
- dahsyat daripada itu akan terjadi. Q w
- asyaddu minzalika ya Rasulullah. Sahabat
- langsung bertanya, "Apalagi yang lebih
- dahsyat dari itu wahai Rasulullah.
- Q kaifa antum id amartum bil munkari wa
- nahaitum alil maruf [mendengus]
- qalu
- wainun dalalika ya rasulullah
- qalu wakainun dalalika ya rasulullah
- qala naam walladzi nafsi biyadihi
- sayakun
- [berdehem]
- Ketika mereka bertanya, "Apa lagi yang
- lebih dahsyat dari itu wahai
- Rasulullah?" Dijawab oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Bagaimana
- kalian nanti ketika kalian bukan hanya
- melihat yang makruf sebagai hal yang
- mungkar dan yang mungkar sebagai yang
- makruf, tapi kalian pada saat itu
- mengajak kepada perbuatan yang mungkar,
- mempropagandakannya.
- Kemudian kalian menghalang-halangi
- manusia dari perbuatan yang makruf.
- Kalau kita lihat kondisi umat pada saat
- ini, subhanallah, ternyata sesuai dengan
- apa yang digambarkan Rasul.
- Kita menyaksikan bukan hanya di
- Indonesia, kita saksikan di Saudi Arabia
- negeri yang terdapat dua kota suci. Kita
- saksikan bagaimana mereka
- mempropagandakan kemaksiatan.
- melakukannya secara terang-terangan
- tanpa malu-malu, bahkan menginjak-injak
- kehormatan Allah Subhanahu wa taala,
- kehormatan Rasul-Nya, dan kehormatan
- kitab sucinya. Mereka jadikan kitab suci
- sebagai alas kaki mereka sebagaimana
- yang kita saksikan dilakukan oleh
- pemuda-pemuda Saudi di tempat-tempat
- hiburan mereka. Bahkan mereka
- menepuk-nepukkan Al-Qur'an pada pantat
- mereka tanpa sama sekali merasa risi dan
- takut.
- di mana keadaan kondisi sampai pada
- keadaan seperti ini. Bahkan yang
- seharusnya mereka mendukung perjuangan
- untuk saudara mereka di Gaza. Bahkan
- mereka menghalang-halangi perjuangan.
- Menghalang-halangi orang yang membakar
- atau memberikan semangat bahkan
- menggunakan atribut saudara mereka di
- Palestina langsung ditangkapi satu
- persatu. Iya.
- Lalu mereka mengatakan, "Tidak perlu
- kita berjihad di Gaza. Mari kita
- berjihad menegakkan menegakkan
- sunah-sunah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang mereka maksudkan
- sunah-sunah ritual yang tidak
- menimbulkan sama sekali perubahan dalam
- kehidupan masyarakat. Bahkan tidak ada
- perubahan dalam diri mereka. Di satu
- sisi mereka menyerukan agar orang untuk
- menegakkan sunah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Menurut
- definisi mereka, tahu-tahu mereka
- mengadakan acara-acara yang biasa
- dilakukan oleh para raja-raja seperti
- yang dilakukan seorang imam Masjid
- al-Haram seperti Sudais.
- [berdehem]
- Dia yang melarang menghalang-halangi
- orang untuk memberikan dukungan untuk
- saudara mereka di Gaza yang menderita
- dan kelaparan.
- Kemudian dia mengadakan pesta pora pada
- pernikahan putrinya seperti yang
- dilakukan oleh raja-raja waliyadubillah.
- Ini merupakan kejadian yang terjadi di
- depan mata kita. [berdehem]
- Kemudian ketika para sahabat bertanya,
- "Apakah ada yang lebih dahsyat dari itu
- wahai Rasulullah?"
- Maka
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- langsung berkata, "Yaquulullahu taala
- biftu lautihanna lahum fitnatan yasirul
- halimu fihair." Aku bersumpah dengan
- namaku.
- Pada saat kejadian tersebut terjadi, aku
- akan membuat orang yang bijak bahkan
- yang berpengetahuan pada saat itu dalam
- keadaan bingung, tidak tahu apa yang
- harus mereka lakukan.
- Ini merupakan fakta, realita, kenyataan
- yang kita hadapi disebabkan karena kita
- meninggalkan amar makruf nahi mungkar
- sampai pada akhirnya yang mungkar
- menjadi makruf, yang makruf menjadi
- mungkar. Bahkan umat tanpa ragu-ragu
- mengajak kepada yang mungkar,
- menghalang-halangi dari yang makruf. Dan
- kita saksikan dalam berbagai macam
- acara-acara, kegiatan, aktivitas, bahkan
- dalam acara perkawinan di siang hari
- mereka mengumandangkan
- maulid yang mengungkapkan kecintaan
- kepada Rasulullah. Tapi di malam harinya
- mereka menginjak-injak kehormatan agama
- yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Kalau ini terus terjadi maka yang akan
- ada azab dari Allah Subhanahu wa taala
- sebagaimana yang dikabarkan dalam
- suratul Isra. Wa arnauhlika qyatan
- amarna mut fiha faasqu fiha fahaq alai.
- Apabila kami ingin menghancurkan satu
- negeri,
- [berdehem] kami akan biarkan para mutfin
- yang biasa hidup bermewah-mewahan
- berkuasa.
- Mereka yang menentukan sistem nilai,
- mereka yang menjadi ikutan, mereka yang
- menjadi sorotan. Akhirnya mereka
- melakukan berbagai macam perbuatan fasik
- hingga tiba pada batas di mana Allah
- Subhanahu wa taala tidak lagi
- mentoleransi mereka. Maka datanglah azab
- Allah Subhanahu wa taala pada mereka.
- Kami hancurkan mereka
- sehancur-hancurnya.
- Wali iyazubillah.
- Semoga Allah melindungi kaum muslimin di
- negeri kita dan segera kembali kepada
- Allah subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Masyaallah. Masyaallah. Jelas sekali.
- Jadi sebenarnya apa sebenarnya arti kata
- munafik dan bagaimana seharusnya kita ee
- menutup aib kita? Tapi, Ustaz, beramar
- makruf nahi munkar itu apakah masih
- menjadi kewajiban? Sementara barangkali
- yang kita larang dari orang itu adalah
- aib yang ada di dalam diri kita gitu,
- Ustaz. Misalnya kita melarang orang
- untuk melakukan sesuatu, tapi sebenarnya
- kita masih melakukan itu. Apakah itu
- ee merupakan sebuah
- kesalahan gitu, Ustaz?
- Manusia tidak luput dari dosa dan
- kesalahan.
- Siapa yang tidak berdosa, tapi setiap
- orang yang mengajak kepada kebaikan,
- mengingatkan orang untuk menjauhkan dari
- yang mungkar, berbeda dengan orang yang
- mendiamkan orang yang berbuat mungkar
- apalagi mengajak kepadanya. Ya,
- [berdehem]
- saya pernah berjumpa dengan beberapa
- orang yang biasa melakukan perbuatan
- dosa.
- Yang satu berbuat dosa mengajak orang
- lain untuk berbuat
- hingga banyak orang terpedaya dan ikut
- bersamanya.
- Bahkan dia siap untuk membiayai orang
- tersebut melakukan perbuatan dosa. Tapi
- kalau diajak berbuat baik, [tertawa] dia
- menolak.
- Pelit banget.
- Iya.
- Iya. Sampai ketika temannya diajak untuk
- berbuat dosa, dia bilang, "Kasih saya
- sedikit aja buat makan keluarga." Dia
- menolak. Tapi kalau berbuat maksiat,
- berapapun biayanya dia siap untuk
- keluarkan. Tapi kalau yang satu lagi
- peminum
- dan dia betul-betul menyesali
- perbuatannya, ingin kembali bertobat
- pada Allah.
- Dan setiap berjumpa dengan orang-orang
- dia selalu ingatkan, "Jangan ikuti saya.
- Ini perbuatan membuat saya betul-betul
- terjerat dan tidak berdaya. Saya
- kehilangan akal sehat saya menjadi bahan
- tertawaan orang. Mengabaikan kewajiban
- saya kepada keluarga. Jangan dekati
- minuman. Apa yang terjadi?
- Yang satu
- mati dalam keadaan suul khatimah.
- Sedangkan orang ini bertaubat kepada
- Allah dan kembali padanya. Jadi kalau
- kita masih melakukan perbuatan dosa,
- tidak akan menghalangi kita untuk
- mengingatkan orang kembali pada Allah
- dengan harapan apabila orang tersebut
- mendengarkan nasihat kita, dia bertobat
- pada Allah, Allah juga membantu kita
- untuk bertobat dari kesalahan kita.
- Hendaknya yang buruk itu simpahan,
- sembunyikan, lalu mohon ampun pada
- Allah, sedangkan kebaikan sebarkan.
- Seperti suami istri.
- Suami istri yang suka menyebarkan
- kebaikan mereka, saling menghargai,
- menghormati akan mendorong masing-masing
- untuk apa? Untuk berbuat kebaikan
- sebagaimana yang diucapkan, diceritakan.
- Tapi kalau suami suka menjelekkan
- istrinya, istri menjelekkan suaminya,
- akhirnya dua-duanya tidak merasa malu
- lagi terhadap perbuatan buruk karena
- sudah diketahui orang lain.
- Mereka akan mengatakan, "Sudah kepalang
- basah, sudah terlanjur."
- Oleh karena itu, tutupi yang buruk kubur
- dan biarkan dia tertutup agar tidak
- tercium baunya. Hingga masyarakat
- menghirup udara yang segar, harum, dan
- menyaksikan pemandangan yang indah. ini
- akan mendorong orang untuk merasa malu
- melakukan perbuatan yang tidak baik.
- Nah, biasanya mengajak pada kebaikan itu
- mudah,
- tapi mengingatkan orang untuk
- meninggalkan yang buruk ini berat.
- Berat. Oleh karena itu wasiat Luqman
- kepada putranya, "Ya bunayya aqimisah."
- Setelah itu
- wur
- wur bil mar'ruf wan
- wasbir ma asabak. Begitu wanil munkar
- wasbir ala ma asobak. Sabarlah kamu atas
- apa yang menimpa kamu pada saat kamu
- mengajak orang untuk meninggalkannya
- mungkar. Innaalika min azmil
- umur. Ini merupakan hal yang betul-betul
- apa? Termasuk dalam hal yang betul-betul
- apa? harus dilakukan dan ini merupakan
- hal yang betul-betul mulia akan
- menempatkan seorang sebagaimana ul azmi
- min rasul. Kenapa dikatakan ul azmi
- rasul? Karena mereka memiliki tekad yang
- kuat membaja
- untuk berhadapan dengan tantangan,
- gelombang, cemohan, cacian, makian,
- bahkan diperangi.
- Seperti Nabi Nuh, Ibrahim alaihialatu
- wasalam. Saksikan juga bagaimana Nabi
- Allah Musa, Nabi Allah Isa, begitu juga
- nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Ayub yang dikenal sebagai
- penyabar tidak dikatakan ulul azmi.
- Karena cobaan dia hanya berkaitan dengan
- pribadinya. Baik itu penyakit,
- hilang hartanya atau anak-anak yang
- diambil oleh Allah. Berbeda [berdehem]
- dengan ulul azmi minar rasul. Dikatakan
- ul azmi karena mereka memiliki tekad
- yang membajak dan amar makruf nahi
- mungkar ini min azmil umur yang akan
- menempatkan seorang di tempat yang mulia
- di sisi Allah. Dan ini merupakan
- kewajiban yang wajib kita lakukan tanpa
- tawar-menawar untuk menyelamatkan kita
- di dunia dan juga menyelamatkan kita di
- hari akhir nanti.
- Masyaallah, Ustaz. Huh, bagus sekali,
- Ustaz. Ee ini ada salam-salam ada dari
- Eyang Sri, ada Ibu Siswati Rifai, ada
- Edi Suprapakpto,
- ada Zahir Mukhlis. Masyaallah banyak
- sekali ini. Ada ada enggak ada namanya
- ini dari siapa ya? Allahumma shalli ala
- Muhammad Catur Alfat bertanya, "Ustaz,
- asalamualaikum Husin
- dan semua kerasil semoga diberkahi umur
- dan rezekinya." Amin ya rabbal alamin.
- Saya mau tanya, bagaimana cara menyikapi
- keluarga yang terbawa arus, Ustaz?
- maksudnya suka posting-posting di medsos
- dan selalu mengikuti tren-tren eh di
- media sosial yang semakin meresahkan,
- selalu joget-joget dan [tertawa]
- lain sebagainya. Syukran, Ustaz,
- jazakullah khair. Masyaallah.
- [berdehem]
- Allah perintahkan
- kepada rasulnya sallallahu alaihi
- wasallam untuk memberikan peringatan.
- Wakkir
- fain
- fainnikro tanfaul mukmin. Berikanlah
- peringatan. Sesungguhnya peringatan akan
- berguna bagi orang yang beriman.
- Kita bisa kirimkan dan [berdehem]
- posting
- nasihat-nasihat yang indah yang
- mengingatkan juga hari akhir.
- Azab yang mengerikan bagi mereka yang
- melakukan perbuatan-perbuatan
- maksiat, perbuatan-perbuatan keji.
- Ingatkan bahwa orang yang suka
- menyebarkan,
- memposting hal-hal yang tidak baik dan
- disebarkan itu merupakan perbuatan yang
- amat dibenci oleh Allah.
- Oleh karena itu, kalau kita menyaksikan
- seorang berbuat keji,
- ya Allah perintahkan kita untuk
- menutupinya.
- Iya,
- bukan menyebarkan menyebarkan luas
- menyebarluaskan perbuatan tersebut.
- Kenapa? Karena perbuatan keji begitu
- disebar luaskan akhirnya wali
- iyadubillah menjadi ngetren dan
- mendorong orang-orang yang serupa juga
- untuk apa?
- Untuk ikut mengumumkan perbuatan mereka.
- Dalam suratun nur Allah berfirman,
- "Innalladzina yuhibbuna anasyial
- fahisyatu filladzina amanu lahum adzabun
- alimun fid dunya wal akhirah."
- Sesungguhnya mereka-mereka yang gemar
- dan suka ya menyebarkan,
- menceritakan perbuatan-perbuatan yang
- keji di tengah-tengah orang yang
- beriman, Allah sediakan bagi mereka azab
- yang maha pedih dalam kehidupan dunia.
- Begitu pula dalam kehidupan akhirat.
- Wallahu y'lamu wa antum laun. Sungguh
- Allah maha mengetahui. Akibat buruk dari
- penyebaran hal tersebut akan berbahaya
- sekali.
- Dan kalian tidak tahu. Kalian hanya
- menganggap sepele perbuatan tersebut.
- Bahkan berdali bahwa saya bukan orang
- munafik. Kalian tidak tahu bahwa
- perbuatan kalian telah menjerumuskan
- kalian ke dalam kemurkaan Allah.
- Menjauhkan kalian dari hidayahnya.
- Oleh karena itu Allah Subhanahu wa taala
- sitir atau satar suka menutupi keburukan
- hambanya.
- Allah juga paling menyukai orang yang
- suka menutupi aib orang lain
- apalagi aib dirinya.
- Iya.
- Jadi berikan nasihat, peringatan bahwa
- perbuatan-perbuatan yang dimurkai Allah
- Subhanahu wa taala bisa menjauhkan kamu
- dari hidayah dan rahmatnya
- serta menjerumuskan kamu dalam azab dan
- siksa di hari kemudian nanti. Wali
- iyadzubillah. Nauzubillah minzalik.
- Apalagi sekarang kita sering jumpai
- orang bukan hanya menyebarkan aib
- dirinya, Ustaz, tapi menyebarkan aib
- keluarganya atau rumah tangganya dengan
- dalih atau dalam bentuk curhat di sosial
- media yang akhirnya membuka aib diri
- sendiri ke hadapan orang lain.
- Nauzubillah minzalik.
- Mudah-mudahan
- ini betul-betul betul-betul berbahaya
- sekali ya. Ada satu perempuan punya
- kegemaran
- kalau ribut langsung foto suaminya.
- disingkirkan
- mulai dia ceritakan kejelekan suami dan
- keluarga suaminya.
- Suaminya berdiam.
- Iya, Ustaz.
- Tidak sama sekali memberikan komentar.
- Akhirnya
- si perempuan satu hari menyesal ingin
- kembali pada suaminya. Tapi yang
- dikeluarkan sebelumnya merupakan hal-hal
- yang menjijikkan. Bahkan bukan hanya
- menyangkut suaminya, tapi menyangkut
- juga keluarga suaminya.
- Maka pada saat itu bagaimana kita
- memperbaiki mereka kembali?
- Atau ada laki-laki tanpa malu-malu dia
- menceritakan kejelekan istrinya,
- perbuatan buruknya,
- tapi tidak lama kemudian dia gawi lagi
- istrinya.
- H.
- Nah, laki-laki semacam ini dan perempuan
- semacam ini perempuan yang betul-betul
- menjauhkan diri mereka dari rahmat
- Allah. bukan dijauhkan, menjauhkan diri
- mereka dari rahmat Allah.
- Oleh karena itu, jangan pernah kita
- bercerita di Facebook, di Instagram,
- kita sudah lupa orang lain masih
- mengingat dan mencatat apa yang pernah
- kita ceritakan.
- Hal-hal yang memalukan tutupi. Kalau
- Anda masih suka pada istri Anda, ya
- hendaknya Anda betul-betul menjaga.
- Seandainya Anda tidak suka, berpisah
- dengan cara baik-baik. Semoga Allah
- memberikan Anda ganti yang lebih baik.
- Begitu juga bagi pasangan Anda. Jangan
- Anda menutup diri dari rahmat Allah
- Subhanahu wa taala.
- [batuk]
- Insyaallah, [berdehem] Ustaz. Nah, ini
- satu sisi ekstrem, Ustaz. Bagaimana ee
- ahli maksiat sekarang sudah membuka,
- sudah tidak malu membuka kemaksiatannya
- di hadapan umum. Tapi di sisi lain,
- Ustaz, banyak sekali laporan-laporan
- pendai atau yang biasa dipanggil ustaz.
- Kalau di Indonesia kan gampang sekali
- dipanggil ustaz. Ketika dia berdakwah di
- sosmet atau di mana tempat atau pakai
- pakaian e islami begitu gampang
- dipanggil ustaz. orang yang dianggap
- ustaz dan dipanggil untuk berceramah,
- dipanggil untuk ngajar. Di sisi lain
- banyak juga yang punya aib-aib yang
- lama-lama diungkap oleh para jemahnya
- seperti ee yang berhubungan dengan lawan
- jenis atau yang berhubungan dengan
- transaksi dan lain sebagainya dengan
- dalih ini saya ustaz, saya guru, harus
- dihormati dan lain sebagainya. itu
- bagaimana Ustaz membatasinya dan juga
- bagaimana ee kasih tuntunan kepada para
- jemaah untuk bagaimana caranya memilih
- guru begitu Ustaz. Silakan.
- Dengan sendirinya [berdehem]
- Allah Subhanahu wa taala telah
- memberikan bimbingan kepada kita kalau
- kita tidak tahu membutuhkan petunjuk dan
- bimbingan, Allah perintahkan kita untuk
- bertanya kepada siapa?
- fasalu ahikri kuntum laamun.
- Orang yang hatinya selalu mengingat
- Allah, mengikuti petunjuk Allah, niscaya
- apa yang keluar dari mulutnya juga
- sesuai dengan apa yang di hatinya. Allah
- tidak mengatakan fas'alu ahlal fikri
- atau fas'alu ahlal ilmi.
- Karena belum tentu yang berilmu itu ya
- takut kepada Allah. Ya.
- Oleh karena itu Allah terangkan inallah
- ulama yang benar-benar takut kepada
- Allah hanyalah orang yang berilmu. Tapi
- orang yang berilmu yang dibawa oleh
- ilmunya untuk menghormati makam
- kebesaran dan keagungan Allah.
- Jadi kita bukan hanya bertanya kepada
- sembarang orang walaupun dia berilmu,
- walaupun dia hafiz Al-Qur'an. Kalau
- perilakunya tidak mencerminkan ilmunya,
- orang semacam ini termasuk dalam ulama
- su dan yang mengikutinya akan
- dikumpulkan bersamanya.
- Tapi tanyalah kepada orang-orang yang
- berilmu dan hatinya selalu takut kepada
- Allah Subhanahu wa taala. antara ucapan
- perbuatannya tidak bertentangan. Sebelum
- dia mengajak orang lain, dia mulai dari
- dirinya. Sebelum dia melarang orang
- lain, dia juga memulai dari dirinya. Ini
- merupakan rujukan yang dicontohkan oleh
- siapa? Oleh sahabat-sahabat Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Di antara mereka saling
- mengingatkan. Kalau diingatkan langsung
- mereka berhenti ya pada apa-apa yang
- dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi betul-betul pada masa Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
- sahabat dididik oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- untuk selalu mengingat Allah. Sampai
- pada saat mereka berpisah pun setelah
- mereka berkumpul masing-masing membaca
- bismillahirrahmanirrahim
- wal asri innal insana lafi khusrin
- illalladzina amanu wailus shihat watawu
- bilhaqqi watw bri
- dan kita harus selalu ingat bahwa Allah
- ini selalu bersama kita melihat mencatat
- mendengarkan apa tidak merasa malu
- kepada Allah nah ahl zikri orang yang
- selalu merasa rasa diperhatikan Allah,
- dilihat oleh Allah, diawasi oleh Allah,
- hingga ucapan yang keluar pun ucapan
- yang keluar dari orang yang hatinya
- selalu mengawasi Allah Subhanahu wa
- taala.
- Oleh karena itu, di samping makam iman
- dan Islam, ada makam ketiga ini yang
- menjadi rohnya. anudla
- kaaka faam takun tarnahu
- begitu hati kita melihat Allah walaupun
- mata tak melihat atau kita hati kita
- merasa dilihat oleh Allah pasti kita
- akan merasa malu
- masyaallah ustaz ada dari Irma Ustaz
- he
- asalamualaikum Ustaz semoga ustaz dan
- seluruh kru diberikan kesehatan dan
- keberkahan izin Ustaz saya seorang
- muslimah yang sudah berusia lebih
- setengah abad. He. [mendengus]
- Tetapi saya merasa dalam beribadah tidak
- bisa istikamah dan terkadang masih
- bingung karena mendengar ceramah-ceramah
- yang terkadang berbeda beda pandangan.
- Jadi melakukan ibadahnya jadi ragu.
- Mohon pencerahannya Ustaz supaya saya
- bisa beribadah tanpa ragu karena saya
- tidak menuntut ilmu agama dengan khusus
- di pesantren. Jadi hanya mendengar dari
- ustaz di masjid atau dari medsos. Terima
- kasih Ustaz. Ibu Maya di Bekasi.
- Bismillahirrahmanirrahim. [berdehem]
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisolihin.
- Kalau kita mendengarkan ceramah-ceramah
- agama, nasihat-nasihat
- melalui metsos,
- seringki kita mengalami kebingungan.
- Ustaz A mengatakan begini. Ustaz B
- mengatakan itu tidak benar. Ustaz A
- mengatakan bahwa ini sunah. Yang lainnya
- adalah bidah.
- Sedangkan yang lain mengatakan
- bahwa yang dilakukan
- adalah sesuai dengan sunah Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Ulama-ulama yang suka menimbulkan
- kebingungan, yang meresahkan umat, yang
- menyibukkan mereka dalam pertentangan,
- adalah ulama-ulama yang kelak akan
- betul-betul
- berada dalam kondisi yang amat
- mengerikan.
- Seharusnya para ulama mengajak orang
- untuk kembali pada Allah, mengingat
- Allah subhanahu wa taala, memperbaiki
- hubungan mereka dengan Allah.
- Atas dasar hubungan dengan Allah, mereka
- memperbaiki hubungan mereka dengan
- sesama manusia. Nasihat-nasihat yang
- diberikan nasihat yang mengembalikan
- mereka kepada Allah, yang memperbaiki
- akhlak mereka bersama Allah, bersama
- juga orang-orang di sekelilingnya. bukan
- menyibukkan mereka dengan pertentangan
- atau mengajarkan mereka untuk mencaci
- sana, mencaci sini, membidahkan sana,
- membidahkan sini. Tapi sepenuhnya
- seperti yang Allah perintahkan kepada
- rasulnya, ud'u ila sabiliika bil hikmati
- wal mauidatil hasanah. Ajak ke jalan
- Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang
- baik yang menyentuh hatinya.
- Begitu juga Allah katakan waman ahsanu
- mimman daaallah wail shiha waq inani
- minal muslimin. Siapakah yang tutur
- katanya lebih baik dari orang yang
- mengajak kepada Allah lalu dia
- mengerjakan amal saleh dan dia berkata,
- "Innani minal muslimin."
- Jadi kita inginkan dari para ulama itu
- mengingatkan manusia kepada Allah,
- mengingatkan ayat-ayat Allah,
- nikmat-nikmat Allah. Sebagaimana Rasul
- juga membacakan ayat-ayat Allah kepada
- mereka.
- Jangan menimbulkan kebingungan di
- tengah-tengah umat dengan pertentangan
- yang mereka sampaikan. Seperti ketika
- Rasul mengutus dua sahabat Rasul
- untuk pergi ke Yaman. Rasulullah
- mengatakan, "Jangan kalian berselisih."
- Akhirnya menimbulkan kebingungan di
- tengah umat. Jadi jangan hal-hal yang
- sepere dibesar-besarkan melihat cicak
- menjadi buaya. Ya.
- Sedangkan buaya dipandang sebagai cicak.
- Iya.
- Jadi, mari bersama-sama ajak manusia
- kepada Allah. Bukan mengajak manusia
- bergolong-golongan
- atau berfanatik kepada dirinya, lalu
- memagar mereka untuk menjadi jemaahnya,
- tapi ajak diri kita dan umat kepada
- Allah. Oleh karena itu, kepada ibu kita,
- ibu tidak perlu mengalami kebingungan.
- Agama jelas. Ibu baca ayat-ayat Allah.
- Ibu dengarkan penceramah-penceramah yang
- mengajak ibu kepada Allah. Mengingatkan
- ibu akan nikmat karunianya. Mengajak ibu
- untuk meneladani Rasul. Bukan hanya
- dalam ibadah ritual yang terkadang ada
- perbedaan pendapat karena tidak ada apa?
- Tidak ada penjelasan yang tegas dalam
- hal tersebut. Dan Rasulullah memberikan
- keluasan kelapangan.
- Jadi kita kembali kepada yang prinsip
- dan pokok. Jauhkan pertentangan,
- perdebatan dalam agama yang membuat hati
- menjadi keras.
- Ikuti setiap ajakan yang mengajak kepada
- Allah, kepada Rasul-Nya. Menaburkan
- rahmat dan kecintaan terhadap sesama
- hamba Allah hingga betul-betul kita
- merasa bangga di saat menyaksikan
- seorang muslim. di samping akhlaknya
- baik, tutur katanya, penampilannya juga
- yang betul-betul membawa kita untuk
- khusyuk kepada Allah, bukan justru
- mengajak kita untuk saling membenci,
- saling bermusuhan atau menimbulkan
- keraguan, keresahan di hati kita. Baca
- Al-Qur'an, mohon petunjuk kepada Allah
- Taala. Kemudian dengarkan ustaz-ustaz
- yang mengingatkan ibu kepada Allah,
- mengajak kepada rasul-Nya. Adapun ustaz
- yang mengajak ibu untuk
- bergolong-golongan, ibu tinggalkan
- mereka karena mereka mengajak kepada api
- neraka bukan mengajak kepada Allah
- subhanahu wa taala. Begitu pula radio
- silaturahmi kita ini tidak mengajak
- orang untuk berfanati kepada Rasil. Kita
- berusaha mengajak orang kepada Allah,
- kepada Rasul-Nya, saling mencinta di
- jalan Allah. Ini merupakan makna dari
- silaturahmi. Silaturahmi di jalan Allah
- Subhanahu wa taala dalam Islam. Dan kita
- tidak mengajak orang untuk
- bergolong-golongan sebagaimana wasiat
- Ibrahim kepada anaknya, wasiat Yakub
- kepada putra-putranya, begitu pula
- wasiat Allah kepada rasulnya dan orang
- yang beriman. Wala tamutunna illa antum
- muslimun.
- Semoga Allah memberikan ketentraman bagi
- ibu dalam menjalani ibadah menjadi
- seorang muslimah yang baik dan contoh di
- tengah-tengah umat dan lingkungan Ibu.
- Amin ya rabbal alamin.
- Masyaallah, Ustaz. Eh, terakhir Ustaz
- dari Zahir
- dari namanya siapa ini ya? Nah, ini
- langsung kita bacakan pertanyaannya.
- Asalamualaikum, Ustaz. Izin bertanya.
- Bolehkah kita selalu mengatakan lelah
- capek setiap hari menjalani kehidupan
- yang tidak sesuai keinginan?
- Sekar cerita saya capek, Ustaz. Saya
- menginginkan rumah tangga itu seiringan
- dalam mengajar akhirat. Anak-anak yang
- selalu menjaga salat. Saya mempunyai
- anak satu laki-laki dan keponakan dua.
- Satu laki-laki kelas 3 SMA dan satu lagi
- perempuan sudah bekerja mendampingi anak
- berkebutuhan. Semuanya kami yang
- nanggung. Ketika suami diuji keuangan
- hampir setiap hari tidak bawa uang.
- Kadang setiap hari bawa itu pun tidak
- menutupi kekurangan kebutuhan
- sehari-hari. Sebagai istri tidak
- menuntut apa apapun. Ustaz saya selalu
- mengingin mengingatkan. Ayo kita
- sama-sama lebih mendekatkan diri sama
- Allah dengan menunaikan sunah-sunah yang
- dianjurkan Rasulullah. Tapi suami tidak
- bergeming sama sekali, Ustaz. Hampir
- setiap hari, setiap pagi saya selalu
- mengomel hanya untuk mengingatkan
- anak-anak. Saya capek, Ustaz. Saya
- lelah. Saya harus berpikir bagaimana
- untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
- untuk suami, anak, keponakan tanpa ada
- bantuan dari siapapun. Saya hanya selalu
- meminta dan berharap hanya kepada Allah.
- Tapi jika seorang suami tidak ada usaha
- untuk meraih kebaikan, lebih mendekatkan
- dirinya kepada Allah, apakah rezeki itu
- akan datang? Walaupun hanya istri yang
- selalu berdoa setiap sujudnya. Kenapa
- harus saya saja, Ustaz, yang selalu
- berinterropeksi?
- Syukran, Ustaz. Masyaallah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ibu yang dirahmati Allah.
- Ibu di satu sisi merasa letih, lelah
- menghadapi cobaan hidup ini.
- Suami yang tidak bertanggung jawab dan
- peduli,
- anak-anak juga ya yang keadaannya
- mungkin tidak sesuai dengan harapan ibu.
- Ibu terus berusaha berjuang untuk
- mengajak mereka kembali pada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Di satu sisi ibu merasa letih, tapi
- padahal ibu pada saat ini berada pada
- jihad yang amat mulia.
- Jihad yang amat mulia. Ibu mengajak,
- ibu berdakwah di samping ibu berjuang
- untuk mencari nafkah menutupi kebutuhan
- mereka.
- Hal ini kalau kita pandang dari
- pandangan duniawi menggambarkan nasib
- begitu menderita mendapatkan suami yang
- seperti ini juga kondisi anak-anak yang
- begitu berat.
- Tapi kalau seandainya ibu memandang diri
- ibu dengan pandangan
- sebagai seorang hamba yang sedang
- menjalani ujian yang sebentar lagi bakal
- kembali pada Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau ibu lakukan semua itu sebagai
- ibadah ibu dan jihad ibu di jalan Allah,
- ibu akan meraih kemuliaan yang tak
- terhingga di sisi Allah.
- Kalau ibu menghadapi cobaan dalam skup
- rumah tangga ibu, Nabi Nuh menghadapi
- cobaan yang amat besar selama 950 tahun.
- Dia mengajak mereka siang malam secara
- terang-terangan, secara juga
- sembunyi-sembunyi.
- Tapi yang dihadapi cacian, makian,
- kutukan ya
- selama 950 tahun yang mengikuti dirinya
- sedikit dibandingkan yang menentang.
- Bahkan anaknya pun menolak untuk
- mengikutinya, termasuk pula istrinya.
- Tapi beliau bersabar menghadapi semua
- ini hingga Allah tempatkan diri di
- tempat yang mulia sebagai ulul azmi
- minar rasul. Nah, untuk mengubah
- perasaan ibu, menentramkan jiwa ibu
- supaya tidak sia-sia apa yang ibu
- lakukan, camkan bahwa ini jihad ibu di
- jalan Allah Taala. Ini merupakan ibadah
- yang ibu usahakan. Adapun diterima oleh
- suami tidak diterima
- ini justru bukan merupakan tanggung
- jawab Ibu.
- Sebagaimana Nabi berdakwah di tengah
- umatnya,
- tidak semua orang-orang yang dekat
- hubungan familinya menyambut dakwahnya.
- Terkadang yang justru mendengarkan
- apa-apa yang disampaikan dalam
- kebenaran, orang-orang yang tidak
- berhubungan dengan kita. Oleh karena
- itu, ingat hidup kita di dunia sebagai
- khalifah, kita bertanggung jawab atas
- diri kita, atas seluruh potensi
- kesempatan yang Allah berikan pada kita.
- pergunakanlah dalam kebaikan. Ibu jangan
- pernah menyesali karena suami tidak mau
- menyambut atau anak-anak ibu tidak
- menyambut. Laksanakan jihad ibu.
- Insyaallah di hari akhir nanti ibu akan
- menjadi salah satu bida dari surga yang
- Allah tempatkan di tempat yang mulia.
- Kalau suami ibu bertobat kembali pada
- Allah akan dikumpulkan bersama. Kalau
- tidak Allah akan pisahkan dan gantikan
- ibu dengan yang lebih baik. Tapi ingat,
- agar ibu tidak merasa letih, lelah, dan
- jemuh, ini merupakan jihad perjuangan di
- jalan Allah Subhanahu wa taala yang ibu
- lakukan. Jangan pernah bosan. Jangan ibu
- ukur jihad ibu dengan sambutan mereka.
- Tapi jihad ibu semata-mata ibu lakukan
- dengan mengharapkan rida Allah dan
- melaksanakan kewajiban yang Allah
- wajibkan. Adapun diterima tidak diterima
- bukan menjadi tanggung jawab Ibu.
- Mudah-mudahan Allah memberikan
- bimbingan, bantuan, dukungan kepada Ibu
- dalam perjuangan Ibu dan menentramkan
- hati Ibu agar Ibu selalu betul-betul
- bisa bersabar dan menerima. Demikianlah
- pertemuan kita pada pagi hari ini.
- Insyaallah kita berjumpa kembali dalam
- kesempatan yang lain.
- Ustaz Isa akan berangkat pukul 8.00 pagi
- ini menuju airport melaksanakan ibadah
- umrah. Mudah-mudahan Allah menjaganya
- pada saat keberangkatannya, kembalinya
- dalam perjalanan juga melakukan amar
- makruf nahi mungkar, menyampaikan
- dakwahnya kepada para jemahnya.
- Allah terima amal-amal yang beliau
- lakukan
- dan kumpulkan kita bersama Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Subhanakallahu
- astagfiruka.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakat.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Makasih Ustaz, makasih
- ikhwan-kakhwat yang sudah bertanya.
- Mohon maaf yang belum kejawab. Ini ada
- Bu Diana Kurniawati. Ini belum kejawab
- ini. Kayaknya penting banget pertanyaan
- soalnya. Ada Omar Reti, ada Bu Tini, ada
- Nurlaila. Insyaallah e kita akan ada
- live-live berikutnya.
- Pertanyaannya bisa disimpan dan
- ditanyakan di kesempatan berikutnya.
- Alfakir Risal KF beserta seluruh yang
- ber kru yang bertugas mohon undur diri.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.