Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- berasil [musik]
- TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Wasalatu wasalamu ala sayyidina
- Muhammad. Waa alihi wasohbihi ajmain.
- Rbi zidni ilma Allahumfani bima alamtani
- waimni ma yangfoni warzuqni ilman
- yangfauni. Dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 Kalimanggi Cibubur
- Bekasi. Radio silaturahim dan rasil
- visual untuk Islam yang satu. Ikhwan
- akhwat di mana pun Anda berada yang
- dapat mendengarkan siaran kami. Semoga
- kabar Anda di malam hari ini dalam
- keadaan sehat walafiat. Kami menyapa
- Anda yang berada di daerah Batam dan
- sekitarnya, Semarang dan sekitarnya,
- Sukabumi dan sekitarnya. Begitupun
- pendengar yang berada di daerah Jogja,
- Bondowoso, Magelang yang dapat mengakses
- siaran melalui radio jaringan kami.
- Tidak lupa juga suara Habibullah dan
- mungkin ikhan akhwat yang sudah standby
- di Rasil TV YouTube channel. Jadi bisa
- menyaksikan langsung siaran kami di
- malam hari ini. Senang sekali Angga
- Aminudin ditemani oleh Ondi di kameramen
- dan juga Muhammad Fahri di operator
- dapat kembali menyapa Anda dalam acara
- Bincang Inspiratif ini. Ahad bonus ya
- ikhwan akhwat di bulan Januari 2021.
- Jadi Ahad yang kelima tanggal 31
- Januari. Dan insyaallah di malam hari
- ini kita akan menghadirkan narasumber
- kita Ibu Prof. Dr. Amani Lubis, Rektor
- UIN Jakarta. Kita di malam hari ini akan
- bersilaturahim dengan beliau melalui
- siaran Zoom. Jadi, kita sudah terhubung.
- Asalamualaikum Bu Amani.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabarnya semoga
- kabar Ustaz Ang?
- Alhamdulillah sehat.
- Ibu sehat ya?
- Alhamdulillah baik.
- Alhamdulillah. Ini sudah beberapa bulan
- kita belum siaran lagi dan sekarang di
- malam hari ini kita dapat kembali e
- bersiaran di awal tahun 2021 ya Bu Amani
- ya.
- Iya.
- Ternyata di tahun ini pandemi masih
- melanda dan ini masih ee menjadi sesuatu
- hal yang ee membebani kita. Namun semua
- beban ini, ujian ini ee ternyata menjadi
- kualitas keimanan dan menjadi uji
- kualitas kesabaran seperti Bu Amani ya.
- Ya, subhanallah.
- He. Dan di malam hari ini, Ikhwan
- Akhwat, kita akan mengangkat topik atau
- tema mengenai menjaga semua hal yang
- dianugerahkan Allah Subhanahu wa taala.
- Begitu ya, Bu Aman ya?
- Ya. [berdehem]
- Iya. Insyaallah
- di siaran di malam hari ini juga kami
- mengundang Anda akhwat nanti di sesi
- kedua Anda bisa menyampaikan pertanyaan
- ataupun komentarnya tentang siaran kami.
- Anda bisa menyampaikan ke nomor WhatsApp
- hasil di 0811999720.
- Baik Bu Amani ini mengenai topik kita di
- malam hari ini menjaga semua hal yang
- dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. memulai ini ee sekaligus nanti Bu
- Amani pembuka bisa menyapa ikhwan dan
- akhwat. Sebenarnya bagaimana sih
- memahami semua ciptaan Allah yang bisa
- menjadi anugerah bagi kita manusia?
- Baik ya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Terima kasih Ustaz Angga.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain.
- Amma ba'.
- Tema hari ini tentang karunia Allah yang
- demikian banyak, yang demikian besar,
- yang demikian luas, yang demikian
- bermanfaat bagi manusia di dunia dan di
- akhirat. ee pembicaraan tentang ini
- sangat penting memberi optimisme kepada
- kita, memberi ee asupan energi bahwa
- kita selalu didampingi oleh Allah
- Subhanahu wa taala karena karunia-Nya
- yang tidak ada hingganya kepada makhluk
- semua makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Tema kali ini penting karena kita masih
- di masa pandemi Covid-19
- yang sudah melanda
- 1 tahun di dunia dan di Indonesia juga
- hampir 1 tahun. Maka kita sudah banyak
- mengalami kesedihan, kepedihan,
- kebimbangan, bahkan ketakutan. Ini semua
- kita rasakan karena ee musuh yang tidak
- terlihat, virus corona yang tidak
- terlihat dan tidak ee kenal akan
- menyerang ke siapa. Nah, untuk itu
- memang kita semua harus ee menjaga baik
- itu melalui protokol kesehatan maupun
- meningkatkan kekebalan tubuh. Ee dengan
- demikian kehidupan kita secara
- keseluruhan memang harus berubah, harus
- ada transformasi,
- harus ada ee perubahan. Dan ini saya
- kira hikmah dari Allah Subhanahu wa
- taala yang harus kita pahami.
- Virus yang begini dahsyat harus mengubah
- sifat manusia, sikap manusia.
- Dan ee ini membuktikan satu ayat
- Al-Qur'an yang harus kita pahami terus.
- Biasanya kita sudah nyaman dengan
- memegang alat gadget kita. Nyaman dengan
- pekerjaan, nyaman dengan keluarga,
- nyaman dengan bepergian, nyaman dengan
- menikmati alam, nyaman dengan ee
- bersosialisasi dengan sesama manusia
- sesuai dengan keinginannya. Tetapi
- sekarang ini ada pandemi, ada COVID-19
- yang belum mereda. Vaksin sudah
- ditemukan, masih dalam upaya untuk ee
- apa ee ya menguatkan efektivitas dari
- vaksin ini. Tapi insyaallah Allah juga
- yang memberi
- penyakit dan Allah juga yang akan
- memberikan obatnya insyaallah. Nah, ee
- apa tadi hikmah Allah bahwa ee manusia
- ini diminta berubah, tetapi kalau tidak
- manusianya sendiri yang berubah, maka ee
- Allah juga tidak akan merubah nasib,
- tidak akan mengubah nasib ee manusia ya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Inallahairta
- Allah akan mengubah nasib, mengubah
- situasi kehidupan manusia apabila
- manusia sendiri yang mengubahnya. Apa
- itu yang diubah? Dahulu kita sudah
- nyaman dengan globalisasi.
- semuanya borderless, tanpa batas, tanpa
- hambatan, dan segalanya bebas. Betul.
- Mengarungi dunia bahkan ke ee dunia
- antariksa pun manusia bisa
- menjelajahinya. Tetapi ternyata sekarang
- dengan adanya pandemi
- manusia
- melakukan apa yang namanya
- deglobalisasi.
- kita menjadi mengumpung diri, menutup
- diri ee bekerja di skop yang kecil. ee
- apa perdagangan juga tidak mau luas ke
- seluruh negara, ke mancanegara, tetapi
- justru mulai ada nutup diri, tidak
- memberikan, tidak membeli barang-barang
- dari komoditas dari ee negeri-negeri
- tertentu karena khawatir ada pandemi
- atau ada COVID yang bisa melanda, bisa
- masuk. Nah, untuk jadi sekarang ini apa
- yang kita lakukan? Deglobalisasi.
- Maka sudah bertahun-tahun, mungkin 10
- tahun ya yang lalu kita mencanangkan
- globalisasi
- dengan seluas-luasnya. Kalau orang yang
- tidak melakukan globalisasi di akan
- dicap melarang HAM seperti misalnya
- orang yang mau bekerja dari ke dari
- Indonesia ke negara lain, tapi dihambat
- karena misalnya ee apa? tidak ada
- perlindungan yang cukup terhadap ee
- tenaga kerja Indonesia atau ee
- yang dijadikan yang diinginkan oleh
- pemerintah misalnya tenaga kerja yang ee
- yang skilled, yang punya keterampilan.
- Tapi ketika dilarang yang tidak punya
- keterampilan untuk pekerjaan yang ee
- yang ee tidak mahal ee upahnya dilarang
- ini kita dicap melarang ee kita dicap ee
- apa melanggar [berdehem] HAM. Karena HAM
- manusia adalah bisa bekerja di manapun.
- Nah, sekarang ternyata tidak bisa. kita
- tidak bisa ee menuntut lagi orang bisa
- bekerja di manaun. Nah, jadi inilah yang
- namanya deglobalisasi.
- kita memikirkan bagaimana ee secara
- domestik kita bisa menyelesaikan
- permasalahan kita sendiri dan tidak
- melihat harus ke luar negeri. Di sinilah
- hikmah yang besar bahwa kita harus
- memikirkan perubahan pada sistem
- ekonomi, pada sistem hukum, pada sistem
- politik, pada sistem pendidikan bangsa
- Indonesia. Hal inilah yang harus kita ee
- segera benahi. Karena Allah Subhanahu wa
- taala
- selalu ee mendampingi kita dalam
- berbagai
- ee apa? kehidupan dalam berbagai sisi
- kehidupan.
- Tapi Allah Subhanahu wa taala juga tidak
- memberikan suatu ujian kalau kita tidak
- mampu
- mengatasinya. atau memikul.
- La yukfallahu nafsan illa wah.
- Allah tidak memberikan suatu beban atau
- tugas atau ee ya cobaan kalau kita tidak
- bisa menyelesaikannya.
- Tapi kita tidak tuntut juga
- penyelesaikannya. penyelesaiannya itu
- segera atau ee nanti masih perlu waktu
- lagi,
- maka kita selalu berhusnuzzan pada Allah
- di masa pandemi ini di mana banyak
- masalah ekonomi, masalah psikologi,
- masalah ee pendidikan ya yang ee belum
- juga dirasa memuaskan. kan situasi yang
- ada sekarang, maka kita tidak boleh
- berputus asa, tetapi tetap berhusnuzan
- pada Allah Subhanahu wa taala. Dan kita
- yakin bahwa ee inna maal usri yusra wa
- inna maal usri yusra.
- Ketika ada kesulitan, Allah akan
- memberikan
- kemudahan atau solusi. Nah, saya ingin
- menegaskan pada ayat ini yang sering
- kita baca, yang sering kita dengar. Inna
- maal usri. Alusr itu di e bentuk katanya
- adalah ee makrifah atau yang dengan
- tambahan al artinya sudah ditentukan apa
- itu kesulitannya.
- Allah menyatakan dalam firmannya,
- apabila ada suatu ee ada satu kesulitan,
- maka akan ada kemudahan. Tetapi
- kemudahan di dalam ayat Al-Qur'an tidak
- dinyatakan dalam bentuk makrifah. Tidak
- ada alusr.
- Inna maal usri mestrinya. mestinya kan
- kalau sepadan alyusra.
- Tetapi ini tidak Allah punya hikmah
- bahwa alusr ditambahkan al tapi yusr
- jadi nakirah tidak ada al yusra. Nah, di
- sini para mufasir punya ee ee apa
- memberi pandangan bahwa kemudahan yang
- diberikan oleh Allah ini beragam
- bentuknya,
- tidak sejenis dari ee kesulitan apa yang
- dicoba atau yang dialami oleh manusia.
- Jadi kalau kita mengalami pandemi
- sekarang, al-usr pandemi ee pandemi
- adalah al-usr bagi manusia. Tapi janji
- Allah, Allah akan memberikan yusra,
- kemudahan dan solusi bagi permasalahan
- yang bukan tergantung atau terkait
- dengan pandemi saja. akan diberikan
- karunia-karunia lain ee kemudia
- kemudahan lain di semua sisi kehidupan
- termasuk di sisi keimanan, ketakwaan ya
- kerohanian dan juga ee sistem-sistem
- lain dalam kehidupan kita menjadi
- tertata kembali. Itu hikmah dari adanya
- kesulitan. Nah, hari ini insyaallah kita
- akan mengupas ayat ayat ee yang sangat
- mulia. Apakah ee Ustaz Angga akan
- membacanya atau saya? Surat di surat Ali
- Imran 164.
- Tapi ee saya bacakan ya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Laqad manallahu alal mukminin
- ba fim rasulam min anfusihim
- alaihim ayatiimumulitab
- wal hikmah wau
- minq lafialim
- mubin sadaqallahulim
- surat ali imran ayat 164
- ini ee
- memberikan kita informasi bahwa Allah
- memberikan karunia yang sangat luas
- kepada kita. Yakni dari apa? Kata apa
- yang menunjukkan karunia di ayat ini
- adalah kata man. Alman alman was salwa.
- Kalau itu dalam tradisi ee budaya Arab
- ee menyatakan ke keberkahan,
- keleluasaan,
- apa rezeki yang banyak, ee kenikmatan
- yang berlimpah itu dinamakan alman
- wasalwah. Jadi eh laqad manallahu alal
- mukminin. Berarti Allah telah memberikan
- kepada manusia karunia yang banyak.
- bukan manusia kepada orang-orang yang
- beriman berarti akan dirasakan karunia
- Allah yang sangat luas ini ee oleh orang
- yang beriman
- akan dirasakan sangat luas, sangat ee
- penuh makna bagi orang yang beriman.
- Karunia yang diberikan oleh Allah. Tentu
- karunia dari Allah sangat banyak. Tapi
- kalau orang beriman akan merasakannya
- lebih. Dan kelanjutan ayat ini juga ee
- menentukan apa itu karunia yang banyak
- kepada manusia.
- Baim
- rasul min anfusih. Bahwa Allah mengutus
- rasul utusan Allah nabi dari jenis
- manusia.
- Ya, min anfusihim artinya dari manusia,
- dari sejenis dengan manusia. Nabi ini
- bukan seperti bayangan kita dewa-dewa
- yang ee yang sakti yang bisa melakukan
- hal-hal yang ee supranatural di luar
- dari ee ee apa dari rasio. Tetapi tidak.
- Justru rasul yang diutus ini merupakan
- dari diri manusia sama dengan manusia.
- jelas silsilah ee silsilah kekerabatan,
- silsilah keluarga dan nasabnya dari ee
- suku Quraisy itu jelas Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam ee yang akan
- membawa memberikan kita Al-Qur'an. Ya,
- saya ingin berhenti di sini bahwa
- Allah itu mengutus rasul dan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ini pembawa
- karunia terbesar. Mengapa? Ya, ada empat
- hal saya ingin ee ulas di sini. Yang
- pertama, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sangat mencintai umatnya,
- sangat mencintai umat Islam di manaun
- dan kapanpun. Bahkan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ee
- menangis ketika
- ee apa?
- Ketika menyatakan kata ungkapan ummati
- umati.
- Kesedihan
- terasa oleh Rasulullah ketika
- membayangkan umat Islam yang tidak hidup
- di masanya. Jadi bukan para sahabat,
- tetapi ratusan bahkan ribuan tahun
- setelah masa Nabi Muhammad. Namun mereka
- masih berpegang pada ajaran Islam. Maka
- Rasulullah rindu dengan orang-orang
- Islam yang hidup di tidak di masa Rasul.
- kita-kita ini di masa sekarang ini di
- tahun 2021
- kita adalah umat Islam. Rasulullah sudah
- merindukan merindukan kita. Begitu cinta
- Rasulullah kepada kita. Nah, ee jadi dan
- Rasulullah
- menjadi nabi, menjadi rasul tanpa diberi
- upah. dan ee beliau mencintai kita semua
- walaupun kita bukan keluarganya. Sudah
- jauh terpaut massa dan juga ee secara
- geografis juga sudah tidak dekat dengan
- ee keluarga atau ee tempat asal Islam
- dan tempat kelahiran Rasulullah. Tetapi
- kita izin [musik]
- [musik]
- berhasil TV
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Terima kasih masih bersama kami dalam
- acara bincang inspiratif bersama Ibu
- Prof. Dr. Amani Lubis. Kita mengangkat
- topik mengenai menjaga semua hal yang
- dianugerahkan oleh Allah subhanahu wa
- taala. Satu ayat tadi sudah kita telaah
- yaitu Quran surat Ali Imran ayat 164.
- Di sesi kedua ini juga nanti kita akan
- menjawab beberapa pertanyaan dan juga
- komentar yang sudah masuk dari ikhwan
- dan akhwat. Namun sebelumnya ee Bu Amani
- mohon maaf tadi suara saya agak ada
- gangguan sedikit ya.
- Oke. Iya. E
- tadi kita sudah menalah Quran surah Ali
- Imran ayat 164.
- Nah, dalam perjalanannya Bu Amani dalam
- perkembangannya itu kan ada manusia yang
- taat. Lalu ada juga manusia yang ingkar
- kepada Allah. Nah, salah satu keingkaran
- itu kita lihat sekarang itu kan banyak
- terjadi fasad atau kerusakan.
- yang disebabkan tangan-tangan manusia.
- Nah, sebenarnya bagaimana sih Allah
- Subhanahu wa taala itu menginformasikan
- bahwa suatu masa itu akan ada
- manusia-manusia yang ingkar,
- manusia-manusia yang merusak, berbuat
- kerusakan. Jadi, ee basyiro wadir itu
- untuk pelajaran bagi kita itu bagaimana,
- Bu?
- Iya. Ee terima kasih Ustaz Angga. Memang
- ee
- manusia menghadapi karunia Allah yang
- sangat banyak, yang sangat ee ee besar
- ini juga beragam. Ada yang ee
- menanggapinya dengan penuh rasa syukur
- dan ada yang tidak. Tapi memang sifat
- manusia itu adalah lupa. Nama manusia
- itu dalam bahasa Arab, dalam bahasa
- Al-Qur'annya juga insan ya. Insan itu
- asal katanya dari nasiah artinya lupa.
- Jadi manusia ini memang al insan mahall
- mahallisyan. Jadi memang manusia itu
- selalu lupa. Tetapi juga manusia juga
- inal insana la juga di ayat Alquran
- bahwa ee manusia ini selalu merugi dalam
- keadaan
- kerugian, kesusahan.
- ya kesulitan, kegundahan itu memang
- dinyatakan seperti itu. Nah, untuk
- itulah pentingnya ada tuntunan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dan ee adanya kitab suci yang ee
- merupakan kemukjizatan dari Rasulullah.
- Ini adalah teman kita yang menuntun kita
- kepada asirat al mustaqim yang menerangi
- kita menjadi asiraj almunir
- lampion atau lentera. yang menerangi
- jalan kehidupan kita di dunia untuk
- meraih kebahagiaan di akhirat. Asiratul
- mustaqim di dunia dan di akhirat nanti
- kita akan hadapi untuk meraih surga. Ada
- di dalam Al-Qur'an. Maka manusia yang
- lengah, manusia yang lemah, manusia yang
- cepat lupa dan bahkan ingkar akan
- karunia Allah yang demikian besar.
- ingkar atas kekuasaan Allah terhadap
- alam semesta ini. Dialah yang akan
- merugi. Nah, dengan demikian ee tentu
- Allah tidak ee menyukai
- orang yang membuat kerusakan, yang
- membuat kerugian, yang bahkan ee
- menghancurkan
- ciptaan Allah. ciptaan Allah itu baik ee
- berupa di bumi dan seluruh alam semesta
- serta manusia yang ada di atas. Jadi
- kalau saling bunuh itu sangat dimurkai
- dan ee saling melukai hati manusia juga
- ini tidak dibenarkan dalam ajaran agama
- dan juga ee dimurkai oleh Allah
- subhanahu wa taala. Nah, untuk itu kita
- betul-betul harus ee menjaga agar
- tidak ada kerusakan, tidak merusak.
- Kalaupun ada kerusakan, cepat-cepat
- harus dibenahi. Kita lihat di Indonesia
- sekarang ini banjir ya, longsor
- itu
- sudah banyak yang menyatakan bahwa itu
- atas ulah manusia.
- gundulnya hutan ee sungai yang tidak
- terawat tepi-tepi sungai yang dibiarkan
- ee menggerus tanah laut yang ada erosi
- tapi tidak dibenahi,
- tidak diatur sedemikian rupa sehingga
- menjaga daratan. Air laut tidak memakan
- ee air tidak memakan darah. Dan hal-hal
- itu sebenarnya manusia bertugas untuk
- membenahi ini semua. Tetapi ternyata
- tidak dilakukan. Akhirnya suatu hal yang
- sudah keniscayaan terjadi.
- Akhirnya banjir dan ee longsor ya atau
- kita kehabisan kayu, kehabisan ee bahan
- baku yang sangat banyak yang ada di
- hutan-hutan.
- ekosistem lingkungan hidup jadi
- terganggu. Inilah kerusakan yang dialami
- ya. Kalau keniscayaan satu banjir dan ee
- ee longsor terjadi, nah ini adalah ulah
- dari ulah manusia, maka kita harus
- upayakan untuk membenahi.
- pemerintah dalam hal ini harus
- menganggarkan
- yang cukup ya untuk membenahi dan
- membangun ee sarana ee sarana dan
- prasarana untuk menjaga. Kemudian
- ilmuwan harus ee harus meneliti
- baik itu membuat eksperimen ataupun ee
- meneliti sedalam-dalamnya
- bagaimana bisa melindungi ekosistem
- jarak terganggu, lahan tidak longsor,
- sungai tidak banjir, dan lain. Adapun
- seperti ee
- bencana alam lain ya, seperti
- apa adanya angin ribut atau halilintar
- atau juga gempa bumi ya azzilzal gempa
- bumi itu tentu kita tidak tahu waktunya
- dan walaupun dengan ilmu pengetahuan
- kita bisa tahu juga kapan ya ada
- siklusnya. Rupanya kalau ee ke apa gempa
- bumi itu ada siklusnya. Ada yang 50
- tahunan, ada yang 100 tahunan. Sehingga
- bisa diprediksi manusia pun harus
- berjaga-jaga. Tapi kalaupun terjadi
- tiba-tiba, maka musibah bencana alam ini
- juga ada hikmahnya. Semua ada hikmahnya
- agar kita berpikir dan berpikir. Saya
- yakin ya kita semua harus yakin bahwa
- agama Islam agama yang rasional. Tidak
- ada pertentangan antara ilmu pengetahuan
- dengan ajaran agama. Untuk itu,
- manfaatkan otak yang sangat ke canggih
- ini [berdehem]
- ada di dalam diri manusia. Dan itu
- karunia besar dari Allah agar kita jaga
- dan kita kembangkan. ilmu pengetahuan
- agar bisa menyelamatkan manusia
- semuanya. Bukan hanya orang Islam, bukan
- hanya orang mukmin, tetapi ee jenis
- bangsa manusia semua. Ya, saya kira itu
- bahwa kita memang tidak boleh merusak,
- harus membenahi, bahkan harus meneliti
- bagaimana memperkuat ee alam semesta ini
- agar betul-betul bermanfaat bagi
- manusia.
- Karena alam semesta ini diciptakan
- untuk manusia supaya manusia berpikir
- mengambil hikmah. Itu tadi dari ajaran
- ayat ee dari ayat Ali Imran 164 tadi ee
- menyatakan bahwa [berdehem] Rasulullah
- membawa Al-Qur'an mengajarkan hikmah.
- dari alam terbentang, alam semesta yang
- luas ini, kita mengambil hikmah untuk ee
- penguatan iman, untuk memberi kehidupan
- yang layak, yang manusiawi kepada semua.
- Insyaallah.
- itu kan mengenai lupanya manusia gitu
- ya,
- sehingga dia membuat kerusakan lalu
- tidak bisa menjaga kelestarian alam,
- contohnya lingkungan juga. Kenapa ya, Bu
- ya? Manusia itu kok sepertinya harus
- diberi kesulitan dulu, terus diberikan
- ee bencana terlebih dahulu untuk sadar
- gitu bahwa oh Allah tuh sudah ngasih
- anjuran, Allah tuh sudah ngasih jalan
- seperti ini gitu. Kenapa manusia tuh
- harus diberi diberi bencana dan ujian
- dulu gitu?
- ya ee
- karena manusia
- akan sadar ya kalau sudah ada cobaan
- seperti itu
- akan bersabar kalau ada cobaan dan di
- situlah nanti kita bisa bersyukur.
- Jadi antara zikir, sabar, dan syukur itu
- sebenarnya inti dari kehidupan manusia
- kita. beribadah kepada Allah sebagai
- hamba-Nya, maka kita wajib berzikir dan
- berdoa karena kita hanya meminta kepada
- bukan kepada orang lain atau kepada
- sistem-sistem lain yang tidak
- menyejahterakan bahkan tidak
- menyelamatkan manusia atau orang Islam
- di dunia maupun di akhirat. kita
- wajib
- merumuskan sistem-sistem kehidupan yang
- memang sejalan dengan ajaran Islam agar
- kita bisa bersyukur kepada Allah
- Subhanahu wa taala ya. Jadi ee
- kita tadi cobaan yang kita alami itu
- bahkan bukan hanya satu macam ya. Cobaan
- itu silih berganti. Nanti ada perang,
- ada damai. Setelah damai kemudian ada
- bencana alam. Setelah ee ditangani ada
- lagi bencana alam yang lainnya. setelah
- ditangani ada pandemi. Jadi tidak ada
- yang mapan karena manusia memang ingin
- selalu berkembang dan mengembangkan
- ilmu. Ini hikmah dari ee adanya dunia
- ini agar berkembang dan ee akal manusia
- harus mampu mencari dan menemukan solusi
- bagi kehidupannya.
- Ijtihad dan jihad ini selalu akan ada.
- Untuk itu manusia harus mengembangkan
- ilmu pengetahuan. Allah Subhanahu wa
- taala sudah menyatakan ya di dalam
- Alquranzubillahyairim.
- Mukhtalifan alwanuhu
- inna fialika laayat liquumin
- yadzakkarun.
- Sadaqallahulim. Bahwa Allah itu memberi
- karunia di bumi fil ard mukhtalifan
- alwanuhu.
- Jenisnya itu berbeda. Makanya bencana
- pun silih berganti
- karena selalu dalam bencana alam.
- misalnya erupsi gunung, gunung berabi
- meletus itu sebenarnya mengeluarkan
- mineral, mengeluarkan ee ee apa? harta
- karun, harta kekayaan di tengah bumi di
- perut bumi keluar ke permukaan yang
- dapat dimanfaatkan oleh manusia berupa
- logam, berupa mineral, berupa ee hal
- lainnya yang sangat bermanfaat. Jadi
- bukan hanya ee membinasakan manusia,
- tetapi ternyata untuk keseimbangan alam
- dan ketersediaan mineral, logam ee dan
- lainnya. Ee
- ini adalah hikmah dari erupsi gunung
- berapi tadi. Supaya kita berpikir.
- Laallakum yazakarun.
- Jadi bukan hanya yatazakarun, bukan
- hanya supaya ee mengingat kembali Allah,
- kembali kepada Allah. Bukan hanya itu.
- Yatazakar artinya mengikat tapi eh
- mengingat. Maksud saya mengingat Allah,
- berzikir, memohon keridaannya, mohon
- ampunannya itu kita berzikir yaazakar.
- Tetapi ini ayatnya liquumiakarun
- liquizakarun.
- Ee bentuk kata yang lebih dalam lagi
- bukan hanya mengingat berzikir kepada
- Allah tetapi berpikir dengan mendalam
- dengan ilmu pengetahuan dengan
- teknologi. Di sinilah ayat. Jadi karunia
- beragam, bencana beragam, maka manusia
- harus cepat berpikir, memberi solusi
- agar ee semua berjalan lebih baik.
- Lanjutan dari ayat ini, dari ayat ini
- adalah wah
- maum
- syukur baru Ya. Nah,
- dari sini Allah Subhanahu wa taala
- menjadikan laut
- agar tunduk kepada manusia. Jadi, sakral
- bahr.
- Bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut.
- ini asalnya. Untuk itu
- ee kepulauan
- Nusantara yang yang ee menjadikan
- kita bangsa Indonesia di Republik
- Indonesia sekarang ini kepulauan
- dihubungkan dengan laut ini adalah
- karunia besar dari Allah Subhanahu wa
- taala. Bukan hanya untuk mengambil ikan,
- tetapi kekayaan yang sangat banyak di
- laut. mungkin belum kita ee eksplorasi
- seluruhnya, tapi itu harus kita
- kembangkan ee keamanan laut ya ee
- karunia harta karunia yang ada di laut
- emm ee apa semua hasil laut itu adalah
- untuk manfaat manusia. ee maka alam ini
- tunduk pada manusia ya sehingga kita
- bisa menciptakan kapalkapal laut ya
- perahu-perahu finisi-finisi
- untuk mengarungi lautan dan itu bentuk
- tunduknya alam kepada manusia
- dan di sinilah kita ketika tidak kita
- sudah tundukkan alam kepada keinginan
- manusia untuk menjelajah seluruh dunia
- itu berarti kita harus terus bersyukur
- kepada Allah. Laakumurun. Tapi banyak
- manusia juga yang tidak bersyukur sudah
- diberi karunia sedemikian banyak. Nah,
- ee untuk itu
- memang sudah keniscayaan
- wabah
- bala. Bala itu cobaan dengan berbagai
- bentuk kepada manusia. Datang sirik
- berganti agar manusia mengambil hikmah.
- belajar dari apa yang sudah dialami.
- Saya kira itu saya dan Bu, bagaimana ini
- kita secara lebih khusus lagi menjaga
- Indonesia ya, Bu Amani ya di tengah
- segala problematikanya ini ya dengan
- pandeminya. Lalu juga kita lihat
- sekarang ya kurang baiklah hubungan atau
- disharmonisnya rakyat dengan ee
- penguasa. Lalu juga koron
- maaf saya tidak dengar. Tidak dengar.
- Ustaz Angga. Oke, sekarang sudah dengar.
- Iya, silakan. Iya. Ya. Ya. Tadi gimana
- konteks Indonesia?
- Bagaimana kita menjaga dan sesuai dengan
- amanah agama juga amanah undang-undang
- gitu ya, dengan segala problematikanya
- Bu.
- Iya. Masyaallah. Subhanallah.
- Ee
- Indonesia adalah karunia terbesar
- bagi bangsa Indonesia. Bukan hanya
- bangsa Indonesia yang tinggal di atas
- bumi Nusantara, bumi Indonesia. Bukan
- tetapi karunia besar bagi umat manusia
- semuanya. bentuk negaranya yang kesatuan
- dan kepulauan ini menjadi contoh
- bagaimana pengelolaan persatuan,
- pengelolaan kesejahteraan bagi bangsa
- ya yang sangat unik, sangat beragam.
- kita bineka tunggal ika tetapi berada di
- satu negara dengan e du/3
- negaranya wilayah negaranya adalah air
- laut subhanallah laut dan sungai yang
- sangat besar-besar ada yang besar ada
- yang kecil tetapi dua per3 adalah lautan
- dan cairan ee atau ya cair ya artinya
- sungai juga masuk di samping lautan ini
- karunia terbesar. Saya selalu
- mengingatkan kita semua baik di dalam
- negeri maupun di luar negeri bahwa
- Indonesia merupakan karunia terbesar
- dengan keragaman hayati dan ekosistem
- yang sudah ee ada selama ini yang
- menjaga
- kehidupan keseimbangan kehidupan di
- Indonesia merupakan karunia besar bagi
- manusia ya termasuk di masa pandemi ini
- karena kita juga dipilah-pilah dengan
- lautan, maka pandemi
- corona ya virus corona ini juga tidak
- menyebar sebagaimana di negara lain yang
- semuanya daratan, yang tidak ada hutan
- belantara memilahkan antara ee satu desa
- dengan yang lain atau kota dan yang
- lain. Tapi kita dipilahkan dengan hutan
- belantara, sungai yang besar, laut dan
- selat-selat. Ini merupakan karunia yang
- besar.
- Jadi, mari kita menjaga Indonesia ini.
- Bukan hanya himbauan keagamaan, bukan
- hanya himbauan moral, tetapi kewajiban.
- Kalau tidak menjaga hutan, laut, pulau
- Indonesia dan juga bangsa Indonesia,
- keragaman hayati, keragaman budayanya di
- Indonesia berdosa. Itu menurut saya.
- karena tidak bisa menjaga karunia besar
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Ee hubbul watan minal iman ini memiliki
- arti yang mendalam sekali bahwa cinta
- tanah air adalah bagian dari iman. Kalau
- tidak cinta kepada tanah air maka kita
- akan merusak. Orang-orang merusak.
- merusak jalanan yang ada, merusak gedung
- yang ada, merusak e jembatan-jembatan
- yang ada dengan tidak rasa tidak punya
- rasa dosa. Ini adalah tidak dibenarkan
- oleh agama. Maka menjaga keutuhan bangsa
- kesatuan negara ee Republik Indonesia
- merupakan kewajiban
- yang melemahkan kewajiban ini berarti
- akan ee dia berdosa karena tidak
- mensyukuri karunia Allah yang sangat
- besar kepada bangsa Indonesia dan juga
- tidak bisa menjaga amanat yang
- diberikan. Ada amanat namanya Prof.
- provinsi-provinsi.
- Ada amanat namanya pulau-pulau, ada
- amanat namanya
- suku dan juga ee budaya, tradisi.
- Ada khazanah intelektual yang sangat
- banyak di Indonesia. Tidak boleh
- dihancurkan, tidak boleh dihilangkan,
- bahkan kita harus lestarikan untuk
- generasi mendatang. Maka kita wajib
- menjaga, melestarikan. Ee keutuhan
- negara ini adalah bagian dari iman,
- tidak dipungkiri karena kita berdiri di
- atas bumi pertiwi, bumi Indonesia. Ibu
- Pertiwi ini harus dijaga. ee tidak ada
- bertentangan dengan ajaran agama di sini
- untuk menjaga Ibu Pertiwi sebagai ee
- tempat kita
- menyembah Allah di bumi manaun khususnya
- di Indonesia. Kita berada di atas bumi
- tempat kita beribadah kepada Allah
- menghambakan diri kepada Allah. Jadi
- kita tidak boleh hancurkan.
- Oleh karena itu, mari kita selesaikan
- permasalahan dengan baik ya.
- penyelesaian masalah itu dengan apa?
- Kalau saya dalam hal ini di sini ingin
- mengingatkan agar tidak berlebih-lebihan
- dalam beragama.
- Lau
- lau fiikum.
- Jangan berlebih-lebihan dalam beragama
- supaya alam semesta, bumi Nusantara
- terjaga. Maka kita tidak boleh melakukan
- apa itu yang namanya al-frad
- berlebih-lebihan.
- menuntun ee menuntut apa yang harus
- dijadikan ajaran agama di tengah-tengah
- masyarakat atau di Indonesia dan juga
- attaf atau melemah-lemahkan ajaran agama
- dengan tanpa dasar dan juga tanpa ee apa
- ee yang tidak rasional. Jadi, al-ifrad
- wat tafrid itu adalah musuh kita untuk
- menjaga ee bumi Nusantara. Baik
- manusianya, ekosistemnya,
- ee kepulauannya, semuanya adalah tidak
- boleh berlebih-lebihan dan tidak boleh
- ee melepas-lepas atau memudahkan ya.
- asli artinya kita ee menjadi
- menjadi permisif terhadap banyak hal itu
- tentu akan merugikan kita semua. Jadi
- apa yang harus kita terapkan sekarang
- adalah alwasatiyah. Wasatiyatul Islam.
- Wasatiyatul Islam. Kita adalah umatan
- wasata yang
- menjalankan kehidupan ini dengan
- seimbang. dengan saling hormat, saling
- ee ee toleran dan juga memahami situasi
- yang berbeda. Maka itu saja bahwa kita
- Al-Wasatiah itu sangat e mulia. Dan di
- sinilah kita kembangkan ee bahkan ee ada
- risalah ya kemanusiaan, deklarasi
- kemanusiaan dari Syaikhul Azhar dan ee
- ee Paus dari Vatikan Benediktus juga
- sama-sama menandatangani deklarasi
- kemanusiaan yang menjadikan manusia ini
- satu di manapun tanpa melihat perbedaan
- agama. agama, warna, dan juga ras.
- Tetapi kita harus saling
- tolong-menolong. Apalagi di Indonesia
- yang kita diikat dengan Pancasila,
- dengan binhineka tunggal IA, dengan
- Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ee
- maka saya harus
- berpegang bahwa menjaga NKRI adalah
- kewajiban agama. Ya, saya harus
- meningkatkan
- kepada semua ee rasa nasionalisme
- agar kita betul-betul mau membangun
- tulus ikhlas dengan bersama kita
- gotong-royong membangun negeri ini untuk
- menjaganya demi menjalankan ajaran Allah
- dan juga demi ee apa?
- kita betul-betul mensyukuri karunia dari
- Allah.
- Ada yang membangun, ada juga yang
- menjaga, tapi ada juga yang merusak
- gitu, Ibu ya. Seperti para koruptor kan
- itu merusak juga. Pejabat yang tidak
- amanah itu kan merusak juga. Ini enggak
- tidak bisa didiamkan ya, Bu ya?
- I ya, ya. Tentu e lihat saja ya di dalam
- ajaran Al-Qur'an juga demikian. Ee di
- dalam ayat Al-Qur'an ada ayat-ayat
- hukum. Ayat hukum yang memang ee sangat
- tegas untuk ee menindak orang-orang yang
- berbuat rusak, yang ee melakukan ee ee
- maisir. Maisir itu adalah
- judi ya.
- spekulasi untuk melakukan untuk ee
- menambah harta dan lain-lain, tetapi
- merugikan orang lain. Walaupun ada
- keuntungan bagi sebagian orang, tetapi
- dirugikan orang lain, maka ini pun tidak
- boleh. Apalagi korupsi yang jelas-jelas
- bukan uangnya, bukan haknya, bukan jerih
- payahnya, tetapi hak orang lain ada di
- situ, diambil sendiri bermiliaran bahkan
- bertriliunan. Ini tidak masuk akal dan
- tidak dibenarkan oleh agama.
- Mudah-mudahan ee banyak yang sadar ya
- tentang hal ini.
- Ada yang ilmu pengetahuan harus
- berkembang terus. Karena
- dengan berkembangnya ilmu pengetahuan
- ternyata melakukan keburukan itu menjadi
- mudah. mau korupsi dengan transfer
- dengan hack bank lalu
- mentransfer dari satu rekening ke
- rekening yang lain. Itu kan dengan
- kecantikan teknologi
- sehingga dia tidak merasa kalau itu
- mencuri. Jadi mau dipotong tangan
- bagaimana? Kalau dulu kita mencuri ee ya
- secara tradisional mencuri
- sapi atau apa lainnya, mencuri harta,
- buka berancas, ketahuan orangnya datang
- ke satu lokasi. Sekarang harta sudah
- disimpan di dunia maya. Pencurinya pun
- melakukannya dengan dunia maya. Lalu dia
- merasa tidak bersalah. Sepertinya dia
- sedang main games. Subhanallah. ini
- benar-benar dosa dan dosanya besar
- sekali ya. Jadi ee kita kembali ke
- tuntunan Rasulullah. Laar walaar tidak
- boleh merugikan orang lain dengan
- cara-cara juga yang buruk. Jadi ee tidak
- tidak walaupun dengan cara games atau
- main ee alat canggih lalu sepertinya
- tidak berdosa karena tidak kelihatan
- oleh orang. Tapi cepat atau lambat pasti
- jejak kriminalnya juga akan diketahui
- ya. Ini tetap dosa. Nah, yang kita ingin
- tegaskan adalah
- rasa dosa dan rasa malu.
- Orang yang berbuat buruk itu tidak punya
- rasa malu dan tidak punya rasa dosa.
- Nauzubillah. Nah, agama oleh karena itu
- adinu nasihah. Agama bagaimana kita
- menunjukkan keberagamaan kita adalah
- dengan mengutarakan berbagai macam
- nasehat. Nasihat jaga lingkungan. Maka
- kita perlu fikh albiah ya, fikih
- lingkungan. Kita perlu perlu
- nasihat-nasihat dalam berdakwah. Wahai
- orang yang berdakwah, lakukan dengan
- baik dan lakukan dengan ee konten yang
- juga
- menenangkan orang. Jangan yang membuat
- panas orang dan memilah-milah orang,
- pecah belah orang. Maka kita perlu fikh
- addakwah, fikih dakwah kita perlu. Kita
- perlu fikh addaulah. Bagaimana fik
- daulah adalah fikih pemerintahan.
- bagaimana kita menjalankan pemerintahan
- yang adil, yang memakmurkan, yang ee
- yang ee membangun, yang positif. Kita
- perlu menjaga keluarga-keluarga kita,
- perlu fikih keluarga. Karena ee asas
- dari semua ya ee kerugian ini kalau
- tidak kita kembangkan ajaran agama di
- semua sisi, maka akan ee ee rugi kita.
- Jadi sepertinya kalau kita ee melakukan
- dosa
- tidak ada yang melihat maka itu tidak
- apa-apa. Tapi kalau kita kembali ke
- keluarga di keluarga itu ee harus
- apa? menyadari
- sama-sama punya tanggung jawab saling
- menasehati. Kalau lihat ada suami atau
- istri atau anak bawa harta begitu
- banyak, bisa beli mobil dari e yang
- bagaimana yang ee punya rumah,
- tambah-tambah rumah. Nah, ini harus ee
- kita curigai. Mungkin mungkin saja ya
- hartanya ini tidak halal ya. Jadi rasa
- malu, rasa dosa, dan penerapan yang
- halal ini harus kita ee tegaskan di
- dalam keluarga kita supaya memang ada
- rasa takut dan ada upaya dar almasfasid.
- Darul mafasidya mencegah untuk ee
- kerusakan terjadi, mencegah
- kriminalitas, mencegah ee berbagai hal
- yang buruk ya.
- Baik, Bui. Kita akan ke beberapa
- pertanyaan dan juga intensi dari
- pendengar.
- Ini saya menggabungkan pertanyaan dari
- beberapa pendengar di antaranya Pak Haji
- Yudi di Bogor, ada juga Pak Ahmad di
- Bekasi, Ibu Siti Fatimah di Jakarta ini
- bertanya hal yang serupa. Terima kasih
- atas pencerahannya, Bu Ustazah.
- Bagaimana caranya agar kita bisa lebih
- bersabar dari cobaan ekonomi? Apalagi di
- masa pandemi sekarang bertubi tubi
- cobaan ekonominya.
- Menurut pengamat pun belum ada efek
- positif akibat pandemi ke depannya.
- Baik
- ee terima kasih atas pertanyaannya. Ini
- memang masalah yang ee kita prihatinkan
- setelah 1 tahun pandemi Covid-19, banyak
- yang di PHK ee banyak yang tidak
- mendapatkan
- upah ya, banyak yang tidak mendapatkan
- misalnya obyekan biasanya pergi dari
- pagi ee berkomunikasi dengan rekan-rekan
- ternyata dapat objekan, dapat harta ee
- ya pemasukan sehari-harinya. nya dari
- sana dari sini insyaallah halal dahulu
- seperti itu. Ee nah sekarang ternyata
- usaha-usaha seperti itu terhalangi
- dengan harus adanya social distancing
- dan harus adanya physical distancing
- dengan sesama rek, sesama teman dan
- lainnya. Nah, ee ini tentu mengakibatkan
- juga kurangnya pemasukan
- dalam rumah tangga. Ya,
- saya pertama tentu bagi yang tidak
- mengalami
- kesulitan ekonomi harus bersyukur.
- Bersyukur setiap saat.
- bersyukur agar
- harta atau karunia kecukupan
- ya untuk makan dan untuk sekolah serta
- untuk biaya kesehatan yang kita miliki
- itu tetap ada diberi keberkahan oleh
- Allah.
- Semoga Allah memberikan juga keberkahan
- dan ditambah lagi hartanya walaupun di
- masa pandemi dia bisa juga melakukan
- upaya-upaya pengembangan di bidang
- hartanya karena dia sudah memiliki
- modal. Tapi ada kewajiban bagi orang
- yang berpunya harus membantu orang yang
- tidak berpunya. Jadi orang yang berpunya
- harus
- simpatik, harus punya empati dengan yang
- tidak berpunya. Dan sebaliknya, orang
- yang tidak berpunya harus juga bersyukur
- karena ada orang lain yang punya harta
- dan cukup tidak mengalami kerugian atau
- kesulitan ekonomi. Jadi, kita benarkan
- dulu niat kita bahwa kita harus saling
- mendoakan untuk kebaikan bagi yang lain.
- Tapi tidak boleh iri, tidak boleh dengki
- melihat orang yang lain punya yang kita
- tidak punya. Jadi satu sisi bahwa orang
- yang berpunya harus berbagi setiap
- harinya. Karena pandemi ini sudah
- panjang. Jadi setiap hari kita harus
- bagi kiri kanan depan ke semua kalangan
- kita berbaik hati. Bahkan kepada orang
- sakit pun walaupun ee tidak kita kenal,
- kita tidak pernah kasih apapun
- kepadanya. Setiap harinya mari kita
- berinfak, sedekah kepadanya supaya
- meringankan bisa meringankan ee derita
- dari orang yang sakit atau yang
- menderita itu. Dan kita juga merasa
- lega. Tidak mungkin kita ee bersyukur
- dengan sesungguhnya apabila kita melihat
- keluarga atau tetangga tidak memenuhi,
- tidak terpenuhi kebutuhan ee
- sehari-hari. Tidak mungkin rasa syukur
- kita itu ikhlas. Kita akan bersyukur
- dengan ikhlas apabila ee kita sudah
- membantu sesama. Nah, jadi bagi yang ee
- terdampak
- pandemi ini dari segi ekonomi ee tentu
- saya ee prihatin dan juga harus selalu
- optimis berhusnuzzan kepada Allah.
- Kembali lagi husnuzan kepada Allah.
- Kalau suzan kepada Allah berarti kita
- akan menyangka Allah tidak sayang sama
- kita. Allah tidak akan membantu kita.
- maka kita akan marah-marah, kita akan
- mencuri, akan tidak sabar. Nah, padahal
- innallaha maobirin.
- Allah sudah menyatakan demikian. Allah
- akan selalu berada bersama orang yang
- bersabar. Kalau kita tidak sabar dalam
- kondisi lemah kita, lemah ekonomi dan
- lemah ee dari segi semangat dan
- spiritualitas, kita tidak sabar, maka
- kita akan ee lemah di hadapan godaan
- setan. Jangan, jangan sekali-sekali
- lemah di hadapan godaan setan. Untuk itu
- kita berpegang teguh pada ajaran Allah,
- kita bersyukur kepada Allah dalam
- kondisi apapun ya. Jadi kita
- meningkatkan ekonomi tentu dengan
- berupaya berpikir lagi ajak anggota
- keluarga bagaimana kita bisa ee menambah
- ekonomi mungkin berjualan menanam di
- halaman kita yang kecil tetapi
- mudah-mudahan berkah. Mari menanam
- kangkung sehari-harinya kita bisa jual.
- nanam cabe masih kita bisa jual atau
- apapun atau mungkin bisa menjahit yang
- tadinya tidak suka menjahit tetapi
- akhirnya sekarang harus membantu
- menjahit dan atau e kerajinan tangan
- atau apapun tetapi ee kita bisa
- tukar dengan uang dan sehingga kita bisa
- menjalankan kehidupan dengan [berdehem]
- baik ee sehari-harinya. Jadi kita di
- bumi Indonesia yang disebar biji apapun
- insyaallah tumbuh.
- Jadi kita belajar saja dari biji.
- Di mana pun dia ditebar akan tumbuh tapi
- perlu upaya, perlu ada air jadi kita
- harus sirani. Itu demikian juga manusia.
- Nah, jadi dalam kondisi apapun manusia
- harus bersyukur. Bersyukur dan memuji
- Allah harus berhusnuzzan.
- kepada Allah. Jadi saya ingin ee ee apa
- tambahkan di sini rasa syukur kita dalam
- kondisi apapun kita harus lakukan maka
- kita mengucap ya kalimat thayibah
- seperti ini. Alhamdulillah bila sabab.
- Alhamdulillah bila thabul
- bila adad. Alhamdulillah hatta tard. Di
- masa pandemi ini saya sangat sering
- mengucapkan kalimat thayibah seperti
- ini. Kita bersyukur kepada Allah, memuji
- Allah dengan tulus tanpa sebab, tanpa
- sebab, tanpa sebab ada pandemi, tanpa
- sebab ada dampak ekonomi yang lemah,
- tanpa sebab ada sakit, tapi kita harus
- bersyukur. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Bila thaab tanpa harus
- kita diminta, kita harus memuji Allah.
- Alhamdulillah bila adad. Alhamdulillah
- tanpa hingga ucapkan alhamdulillah 1000
- kali, 10.000 kali setiap hari kita
- justru akan dicintai oleh Allah.
- Alhamdulillah hatta tard. Maka kita
- bersyukur kepada Allah, memuji Allah,
- mengucap alhamdulillah, puji syukur
- kepada Allah hingga Allah rida kepada
- meridai semua
- perkataan kita, tingkah laku kita, sikap
- kita meridai hasil jerih payah kita dari
- ee memasak, dari menjahit, dari menulis
- karya, menulis kalimat thayibah,
- nasehat-nasehat
- bukan hoa bukan yang ee mencengangkan,
- yang mencekam, bukan yang menyebar
- kebohongan kalau itu dosa besar. Tetapi
- kalau kita ee bersyukur dengan menebar
- kebaikan hingga Allah rida kepada kita,
- maka di situlah kebahagiaan bagi pribadi
- kita umat
- ya. Ya, alhamdulillah
- innallaha
- qadirun ala kul.
- Hm.
- Ya. Jadi Allah maha mampu, maha kuasa
- atas segala hal. Kita harus yakin itu.
- Jadi dengan demikian ee kita juga
- bersyukur adanya pandemi
- karena di balik ini banyak hikmah
- yang kita bisa pelajari, yang kita bisa
- per
- Iya.
- Banyak atensi juga masuk dari pendengar.
- Ada Pak Sutrisno, Pak Bahroni, Bu Sari,
- Pak Haji Musyawir, Bu Purwingsi, ada Pak
- Arwin, Bu Woro juga, Bu Nurjanah di
- Singapura, Pak Iwan Swandi, Bapak Eko,
- Pak Zainal, eh Pak Dance, ada juga Pak
- Aris di Bogor, Pak Andi di Cipadu, Pak
- Komar di Jakarta yang menyampaikan
- terima kasih atas pencerahannya kepada
- Bu Amani di malam hari ini. Karena
- keterbatasan waktu, saya akan ke satu
- pertanyaan penutup ya, Bu Amani ya.
- Baik, silakan. Ini dari Bu Fatimah
- menyampaikan Bu Fatimah di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Bu Amani.
- Waalaikumsalam.
- Terima kasih pencerahannya malam hari
- ini saya pernah mendapat satu keterangan
- ee bahwa ilmu ulama dan para tokoh
- cendikia itu merupakan anugerah dari
- Allah untuk membimbing hambanya dalam
- beribadah. Bagaimana melihat akhir-akhir
- ini ketika masa pandemi banyak ulama dan
- orang-orang yang berilmu yang meninggal
- dicabut oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Apakah ini juga menjadi tanda-tanda
- akhir zaman?
- Baik
- ya. Subhanallah.
- Iya.
- Ee tanda-tanda akhir zaman bukan hanya
- wafatnya para ulama dan cendikiawan ya.
- Ee tetapi di sini
- merupakan cobaan
- bahwa satu masa akan
- kita dicoba dengan wafatnya kalau
- sekarang di masa pandemi banyak dokter
- ya. Ee padahal tiap harinya juga para
- dokter karena manusia biasa ya para
- perawat dan lainnya juga banyak yang
- wafat. Tetapi karena sekarang masa
- pandemi maka dihimpun atau dihitunglah
- satu persatu berapa dokter yang wafat
- dan berapa ee perawat yang wafat. Ee
- demikian juga berapa ulama yang wafat,
- berapa guru besar yang wafat, berapa ee
- apa
- orang-orang yang sakit lalu wafat dan
- lainnya. Sekarang memang menyorot
- hal-hal yang berupa apa? statistik dan
- ee seperti ini. Tetapi memang ee
- ini menjadi cobaan ya. Tadi kita
- sampaikan ee cobaan ini
- memang berupa pandemi
- berarti
- ilmu kesehatan yang sedang disoroti oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Sedang
- di-highlight, sedang dikasih garis
- bawah. Wahai manusia, perhatikan
- [berdehem]
- ilmu kesehatan kedokteran dan ee untuk
- memperbaiki gizi ee kondisi kekebalan
- manusia ini harus dipelajari baik-baik
- dan cari solusi dengan masa di masa
- pandemi.
- Misi ee apa ee pesan utama dari pandemi
- ini ini untuk bidang kesehatan.
- Tetapi ternyata
- kesehatan tidak berdiri sendiri, perlu
- ada dana besar. Berarti ilmu ekonomi dan
- perdagangan juga harus dikembangkan,
- dicari dengan berbagai upaya agar tetap
- stabil bahkan harus meningkat. Kalaupun
- merosot harus dicari upaya untuk
- meningkat lagi. Nah, ada ternyata harus
- ada ee perubahan pada sistem ee sistem
- ee ee kemasyarakatan sosial
- kemasyarakatan yakni harus ada
- dikembangkan
- saling peduli, tolong-menolong,
- gotong-royong kepedulian sosial.
- bantulah, bantu dan bantu lagi. Di sisi
- ini kita harus kembangkan lagi. Dan ada
- perubahan dari sistem hukum. Kalau hukum
- ee dahulu
- tidak kita kenal sistem yang ee muncul
- akibat darurat. Nah, sekarang ada hukum
- darurat kita ada PSBB setiap saat
- diperpanjang. dahulu kita tidak pernah
- rasa merasakan ini, tetapi ternyata ee
- harus didukung dengan legalitas agar ee
- semua warga mentaati dan taat kepada ee
- aturan yang ada. Ini jelas harus kita
- laksanakan.
- ee bukan hanya ilmu kesehatan, tetapi
- kita juga perlu mengembangkan ee
- keterampilan, kreativitas, inovasi. yang
- dulu kalau pegawai itu ee naik angkot,
- pergi kerja ke gedung-gedung yang
- tinggi, kemudian ee keluar kerja naik
- angkot lagi pulang ke rumah. Rutinitas
- seperti itu. Ternyata sekarang di di
- PHK. Berarti dia harus mencari upaya
- lain agar ee bisa menghidupi dirinya dan
- keluarganya. ternyata dia sekarang jadi
- ee apa ya bisa hal-hal yang banyak
- dilakukan bisa bercocok tanam di lahan
- yang ada, bisa berarih profesi menjadi
- ee penjual makanan dan memproduksi
- makanan home industri dikembangkan. Itu
- semua inovasi dan kreativitas. dan
- bangsa Indonesia mampu saya kira atau
- saya yakin bahwa ee semua kita bisa ada
- upaya seperti ini. Asal jangan masuk
- rasa putus asa. Itu yang tidak boleh.
- Dan putus asa ee ee akan mengakibatkan
- kita menjadi lemah baik fisik maupun
- mental sehingga nanti kita bisa
- melakukan hal-hal yang. Oleh karena itu
- harus diangkat terus jiwa dan semangat
- kita optimisme dengan berzikir, dengan
- menggantungkan diri kepada Allah, jangan
- kepada manusia. Karena manusia lemah,
- sama-sama kena dampak ee ee pandemi
- Covid-19. Maka untuk itu kita
- bergantunglah diri kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Sebagaimana tadi di
- awal ee pertemuan kita bahwa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam mencontohkan
- kecintaannya kepada kita. Maka kita
- harus tumbuhkan selalu cinta kita kepada
- Rasulullah. Kita berselawat kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dan juga ee harus mengikuti tuntunannya.
- Dan ee dalam ayat Ali Imran 164 tadi
- yang kita baca, yang kita ee kupas tadi
- ada kata dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ini yallimuhumul kitab
- wal hikmah. Jadi hikmah ini yang harus
- kita ee cari selalu hikmah artinya
- kreativitas,
- inovasi, bertransformasi,
- beradaptasi.
- Ini adalah hikmah. Jadi kita ee mampu
- bertahan hidup, tidak selalu merasa
- kesulitan dan kita tidak sendiri. Oleh
- karena itu, kepedulian sosial harus
- ditingkatkan. Ya, jadi memang keberadaan
- ilmuwan merupakan karunia, tetapi
- apabila ee mereka wafat atau ee tidak
- apa tidak sempurna apa yang dilakukan,
- maka harus dilanjutkan dengan
- upaya-upaya selanjutnya. Jihad dan
- ijtihad harus kita lakukan
- terus-menerus.
- Sayang sekali kita sudah dibatasi oleh
- waktu. Ikhwan akhwat juga mohon maaf ini
- tidak semua pertanyaan bisa kita jawab
- di malam hari ini. Singkat Bu Amani
- sebagai penutup dari seluruh bahasan
- kita apa?
- Nah, terima kasih Ustaz Angga. Sangat ee
- apa? Semangat kita ya. semangat sekali
- hari ini membahas ee bagaimana karunia
- Allah yang sangat banyak kepada manusia
- dan kita harus bersyukur atas semua
- karunia Allah yang diberikan kepada kita
- bukan hanya kepada manusia tetapi juga
- kepada semua makhluk hidup bahkan ee
- alam semesta yang berupa juga
- planet-planet ee itu adalah benda-benda
- mati. tetapi berada di sekitar kita dan
- kita harus ee menjaga keseimbangan alam
- semesta ini. Karena manusia memiliki
- akal
- dan agama tidak bertentangan dengan
- akal. Khusus agama Islam sangat
- rasional. Adapun masih hal banyak
- hal-hal yang belum kita pahami dari
- ajaran Islam, maka kelemahan ada di
- manusia. belum mencapai upayanya yang
- maksimal untuk bisa memahami banyak ayat
- dan juga hadis Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. ee Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam telah
- berupaya dengan gigih ya untuk membela
- agama Islam selama 23 tahun diturunkan
- ayat Al-Qur'an dan diterapkan dijalankan
- oleh Rasulullah dan sahabatnya.
- Itu menjadi semangat penyemangat bagi
- kita untuk kita juga bertahan hidup
- dalam kondisi apapun. Bahkan kita harus
- maju, harus memperbaiki yang rusak, yang
- lemah akibat pandemi Covid. Dan kita
- harus tetap
- menjaga al-akhlak alkarimah. Karena
- Allah Subhanahu wa taala jamil, yuhibbul
- jamal. Allah Subhanahu wa taala
- yuhibbin.
- Jadi Allah dan inallaha mairin.
- Selalu Allah bersama orang yang
- bersabar. Ee dengan demikian kita akan
- ee Allah akan menerangi jalan hidup kita
- di dunia dan akhirat.
- Saya kira itu yang ee bisa saya
- sampaikan. Mudah-mudahan
- ee Allah Subhanahu ee wa taala
- memberikan ee ee apa? Meridai semua
- langkahnya.
- Amin.
- Allahumma
- basyirna
- bima
- yuyassiru lana wa abid anna ma yadurna.
- Insyaallah.
- Amin ya rabbal. Amin ya rabbal alamin.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Bu Amani
- terima kasih banyak atas waktu dan
- ilmunya di malam hari ini. Semoga Bu
- Amani selalu sehat. Insyaallah kita
- jumpa lagi di kesempatan lain waktu.
- Mudah-mudahan sih bulan depan ya kita
- bisa siaran lagi
- insyaallah.
- Demikianlah. Iya. Demikianlah ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Bincang inspiratif kita di malam
- hari ini bersama Ibu Prof. Dr. Amani
- Lubis. Beliau saat ini kesibukannya
- menjadi rektor UIN Jakarta. Semoga
- beliau selalu sehat dan terima kasih
- atas kebersamaan Anda, Ikhwan Akhwat.
- Kami undur diri dari studio saya Angga
- Aminuddin ditemani oleh Ondi dan juga
- Muhammad Fahri undur diri. Billahi
- taufik wal hidayah subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.