Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brazil 0:15 [musik] 0:28 Bismillahirrahmanirrahim. 0:29 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:32 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:34 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:36 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:39 akhwat, pendengar radio silaturahim dan 0:40 juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati 0:42 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:44 berjumpa ikhwan akhwat di Kamis siang 0:46 hari ini tanggal 24 Muharram 1448 0:50 Hijriah atau tanggal 9 Juli 2026. 0:54 Kemudian hadir acara tausiah siang 0:56 kajian tafsir Ibnu Katsir bersama Ustaz 0:59 Umar Rasyid Hasan yang alhamdulillah 1:01 telah hadir di studio. Kita sapa Ustaz 1:04 Iwad. Asalamualaikum warahmatullahi 1:06 wabarakatuh, Ustaz. Ustaz. 1:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:09 wabarakatuh. 1:10 Apa kabar? Sehat, Ustaz? 1:11 Sehat. 1:13 Panas. 1:13 Panas ya. Ceras sekali hari ini. 1:15 Alhamdulah motor 1:17 dari mana, Ustaz? Dari rumah 1:18 Lapanunggal. 1:19 Lapunggal. Masyaallah. 1:20 Masa dari Majalengka pakai motor enggak? 1:22 [tertawa] 1:23 Masyaallah. Alhamdulillah lancar ya di 1:24 perjalanan. 1:25 Alhamdulillah lancar. 1:26 Alhamdulillah. Hari ini akan tema yang 1:28 akan Ustaz sampaikan IW adalah mengenai 1:30 kita pelajari Quran surah Al-Kahfi, 1:32 Ustaz. Ya. 1:33 Iya. 1:33 Insyaallah ayat yang ke-46 1:36 kita nanti bersama-sama simak dan nanti 1:38 juga yang ingin bergabung bertanya 1:40 silakan Anda bisa kirimkan WhatsApp kami 1:41 di 0811999720. 1:46 Tak apalah ustaz. Jazakal khair. 1:49 [menghela napas] 1:50 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:52 warahmatullahi wabarakatuh. 1:54 Waalaikumsalam. [berdehem] 1:55 Alhamdulillahi rabbil alamin 1:59 wabihi nasta'in ala umurid dunya waddin 2:04 wa ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 2:07 syarikalah 2:12 wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa 2:14 rasuluh. 2:16 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ala 2:18 alihi wasohabati ajmain. Amma ba'd. 2:21 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 2:24 innaka antal alimul hakim. Watub alaina 2:28 innaka ant tawabur rahim. 2:32 Allahumma inna naudubika min ilmin la 2:34 yanfa wamin qolbin la yaksya wamin 2:37 nafsin la tusba wamin dawatin la 2:40 tustajabulah. 2:42 Allahum inana nasaluka ilman nafi 2:45 warizkan was amalan mutaqbala. 2:49 Allahum ahsinqibatana umuriha wairna 2:53 minij dunya waabil akhirah. 2:57 Teman rasil di mana saja berada, 2:59 pendengar dan pemirsa televisi yang 3:02 Allah rahmati. 3:04 kita selalu dalam kesempatan 3:09 pekanan ini 3:11 meningkatkan rasa syukur kita pada Allah 3:14 Subhanahu wa taala 3:16 yang telah begitu banyak memberikan pada 3:19 kita nikmat-nikmat kehidupan yang tiada 3:21 terkira 3:24 juga di saat kita bersyukur ikhwan, 3:26 jangan bosan dan jangan 3:29 ee 3:30 kalau bosan tuh apa ya jangan lupa upah 3:34 ya selalu perbanyak di dalamnya selawat 3:37 dan salam kita 3:39 yang kita 3:41 sanjungkan untuk paduka yang mulia Nabi 3:43 kita Muhammad sallallahu alaihi 3:45 wasallam. 3:47 Semoga kiranya kita termasuk hamba Allah 3:49 umat beliau yang kelak akan mendapatkan 3:52 syafaatul udma yang Allah izinkan kepada 3:55 beliau untuk umat-umatnya. Amin. 3:59 Ikhwan fillah, 4:01 ada semacam tekanan batin ya di 4:06 hari-hari ini. Mungkin terhitungnya dari 4:09 era 4:11 10 dari 10 tahun kemarin kayaknya terasa 4:14 sekali tekanan-tekanan batin ini. 4:16 terutama ketika 4:19 dunia pendidikan, 4:23 ekonomi, 4:24 sosial masyarakat ini banyak mengalami 4:28 semacam penurunan. 4:30 Iya. 4:30 Grafiknya semakin menurun. 4:33 Menurun dari kualitas maksudnya. 4:34 H 4:35 ekonomi yang sekarang berapa dolar? 1 4:38 dolar berapa sekarang? 4:39 18.000. 4:39 18.000 ya. 4:42 Jadi kalau kita lihat fakta di 4:45 masyarakat itu 4:47 dunia pendidikan, ekonomi, sosial 4:49 masyarakat, mungkin juga di dalamnya 4:51 politik ya. 4:52 He 4:53 mengalami degradasi ke kualitasnya. 4:57 Betul. 4:58 Jadi grafiknya itu nukik. 5:00 Iya. 5:00 Grafiknya nukik ke bawah dan 5:03 hampir-hampir nyaris tidak ada yang yang 5:07 bisa kita harapkan. 5:08 He 5:09 gitu. terutama sekali terasa bagi 5:12 masyarakat kecil ya, bagi masyarakat 5:16 yang sifatnya 5:19 ee tidak memiliki penghasilan yang 5:21 tetap. H 5:23 itu. Dan kalau kita lihat dari angka 5:28 angka pendidikan saja yang dibahas di 5:32 pas UD45 itu pasal 31 ya 5:37 yang 5:39 menerangkan tentang semua anak bangsa 5:41 ini wajib berpendidikan itu kan 5:44 itu sekarang 5:46 tidak kurang dari 40 juta anak bangsa 5:50 Indonesia ini belum belum bisa sekolah 5:53 iya 5:53 yang layak sifatnya bayangkan 5:56 40 juta 5:57 40 juta 5:57 iya kan yang ini kalau 6:01 kalau kita pikirkan tentang 6:04 kebutuhan 6:06 dan ee apa ya kebutuhan dan 6:13 persiapan dan ee persediaan generasi 6:18 yang dia kita harapkan melanjutkan esta 6:21 peta negara ini. nya sangat-sangat 6:23 riskan. 6:24 H 6:25 gitu. Jadi 40 juta itu angka yang luar 6:29 biasa. 6:30 Iya. Banyak 6:30 gitu. 6:31 Banyak sekali 6:33 ekonomi sekarang luar juga mengalami hal 6:37 yang sama ya kan. Terutama di suku 6:40 suku rupiah ya masa mencapai Rp18.000 6:44 per dolar kan. 6:47 itu kemudian otomatis berdampak pada 6:50 masyarakat yang senantiasa 6:54 ee dirundung kesulitan ya dirundung ee 7:03 apa sifatnya kesedihan gitu kan. Sedih 7:06 kalau mereka yang usaha tidak 7:09 mendapatkan untung. 7:11 sedih ketika 7:14 di 7:16 saat mereka mengelola pendidikan juga 7:18 banyak hal-hal yang tidak bisa mereka 7:20 lakukan lebih gitu. 7:22 [berdehem] 7:23 Betapapun hari ini ada program 7:25 pemerintah gratis belajar, gratis 7:28 belajar pada kenyataannya R0 juta. 7:33 Kalau gratis belajarnya itu benar, 7:36 berarti nasional kita tidak mengalami 7:39 penurunan di angka 7:41 apa namanya pendidikan 40 juta loh. 7:44 Bukan bukan bukan angka yang sedikit 7:47 gitu. 7:49 Oleh karenanya kalau kita mengamati 7:52 betul kondisi negara kita luar biasa. 7:56 Kalau Ustaz Umar khususnya memikirkan 7:59 kondisi sosial masyarakat itu 8:04 hanya ingin mengembalikan pada 8:07 apa informasi Al-Qur'an 8:10 sebagai solusi ke depan. He 8:12 gitu. 8:14 Karena bagaimanapun 8:16 kondisi keadaan manusia yang hidup di 8:20 satu negara manaun 8:22 apalah lagi kita umat Islam gitu. 8:25 Iya 8:25 sudah diwajibkan 8:28 mencari solusi itu jangan kepada 8:32 ee kitab-kitab di luar ajaran Islam. 8:39 Utamakan sekali mencari solusi itu dari 8:41 Al-Qur'an. 8:43 itu dan utamakan sekali mencari solusi 8:47 itu dari prototipe yang telah Rasulullah 8:51 sallallahu alaihi wasallam beserta para 8:53 sahabatnya 8:55 ee melakukan bagaimana tradisi kehidupan 8:58 pada masa itu. 9:01 Yang jika kita lihat dalam sejarah 9:04 kehidupan baginda kita Muhammad 9:06 sallallahu alaihi wasallam beserta para 9:07 sahabat itu telah mengukir. 9:10 Hm. Oke. Telah mengukir 9:13 masa kejayaan Islam itu kan sampai 9:19 kekhalifahan Turki Utsmani. 9:21 Masyaallah. 9:22 itu ukiran sejarah Islam 9:26 itu. 9:27 Dan 9:29 ukiran sejarah Islam ini 9:32 untuk patokannya 9:35 adalah tergantung 9:38 bagaimana 9:40 ataupun tergantung 9:42 sejauh mana keberhasilan 9:46 mendidik generasi 9:48 untuk dapat melanjutkan kehidupan di 9:50 masa akan datang. 9:52 Maka Rasulullah sallallahu alaihi 9:54 wasallam itu adalah figur yang sangat 9:56 luar biasa dalam mendidik generasi. 9:58 Iya. 9:59 Coba bayangkan, ada enggak dalam sejarah 10:02 lain, 10:03 bangsa-bangsa lain atau umat-umat 10:05 terdahulu yang 10:08 ee ukiran sejarah pada zaman Rasul itu 10:12 sampai sekarang terasa? Enggak ada. 10:14 Enggak ada. Ya, 10:14 enggak ada. 10:17 Katakanlah pada zaman Nabi Nuh gitu kan. 10:20 H 10:21 ukiran sejarahnya hanya segitu kan. 10:24 Umatnya juga sedikit. 10:26 Hatta kepada Nabi Isa 10:29 hanya meninggalkan bekas-bekas kesedihan 10:32 itu. Iya kan? Nabi Isa 10:34 dianggapnya disalib padahal tidak. 10:36 Kesedihan yang dimaksud adalah manusia 10:38 menjadi pemuja-pemuja Nabi Isa. Sedih 10:41 sekali kan? Padahal dia bukan Tuhan. He. 10:44 Namun alhamdulillah qari eh qiwari 10:47 sekarang 10:50 sekarang ini sudah alhamdulillah nampak 10:53 menggeliat Islam di mana-mana. 10:54 Iya. 10:55 Akan menjadi warna tersendiri di dunia 10:57 ini insyaallah taala. Gembali 11:01 pada kepahaman kita terhadap dan 11:03 kebutuhan kita terhadap generasi. I. 11:06 Jadi bukan mau tidak mau, wajib 11:10 umat hari ini wajib dari segala strata 11:14 kehidupan. Kalau Islam mungkin setrata 11:17 kehidupan para ulama ya, dari kiai 11:20 atau mungkin profesor-profesor, 11:22 doktordoktor, 11:24 ajengan-ajengan, 11:26 ustaz-ustaz yang memang kiprah 11:29 kehidupannya dalam mengembangkan dakwah 11:32 harus sebagian waktunya itu digunakan 11:36 untuk memikirkan kelanjutan kehidupan. 11:39 Hm. Generasi selanjutnya, 11:40 ya. yaitu bagaimana mendidik generasi ke 11:43 depan agar agar apa-apa yang akan 11:48 diperlaku 11:50 yang akan dilakukan dikerjakan di masa 11:53 akan datang itu 11:55 ada pada strategi yang tinggi, 11:58 tatanan sosial yang tinggi, grafiknya 12:00 naik. 12:01 Iya, 12:01 gitu. 12:03 Tingkatkan kualitas gitu. 12:07 Maka ikhwan fillah yang dirahmati Allah, 12:11 Al-Qur'an 12:13 dari semenjak Allah Subhanahu wa taala 12:15 menurunkannya 12:17 sampai pun dunia ini kiamat itu adalah 12:21 sebagai way of life 12:23 gitu, 12:24 sebagai ee rujukan itu karena Allah dan 12:30 Allah sendiri berfirman dalam Al-Qur'an 12:33 waza tanaz'tumaiin 12:38 Jika kalian mendapatkan apa saja di 12:40 dunia ini yang ee menjadikan diri kalian 12:44 gelisah, 12:46 bertengkar, tidak jelas 12:49 apa 12:51 bagaimana mengendalikan kehidupan, 12:54 terjadi di situ apa istilahnya tidak ada 12:57 kedamaian, macam-macam, kembali 13:00 cari solusinya kepada Al-Qur'an dan 13:03 nilai-nilai sunah Rasul. Rasul 13:05 sallallahu alaihi wasallam. 13:06 Maka di siang hari ini, Ikhwan fillah 13:09 yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala, 13:10 pendengar setia 13:13 Radio Rasil dan pemirsa televisi Rasil 13:16 di mana saja berada, mari sama-sama kita 13:18 kaji ayat yang luar biasa dahsyat 13:21 meskipun sederhana ketika kita baca ya, 13:24 hanya satu ayat. Dalam suratul Kahfi 13:27 ayat 46 Allah firmankan 13:30 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 13:34 Coba nak pah buka takut ustaz lupa. 13:39 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 13:44 Bismillahirrahmanirrahim. 13:49 Almaalu wal banuna zinatul hayatid dunya 13:54 wal baqiatus shihatu khairunbikawab 13:59 wahairun amala. Betul. 14:01 Betul ustaz. 14:01 Ya. Tolong diartikan. 14:04 yang artinya harta dan anak-anak adalah 14:07 perhiasan kehidupan dunia. Sedangkan 14:09 amal kebajikan yang abadi pahalanya 14:12 adalah lebih baik balasannya di sisi 14:14 Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi 14:17 harapan. 14:18 Subhanallah. 14:19 dari artinya saja kita seakan-akan 14:24 ee bagaimana ada semacam ee semacam 14:29 program ke depan dengan ayat ini. 14:31 Iya kan? 14:32 Ada semacam 14:34 ee 14:36 sistem yang harus kita bangun untuk 14:38 menjawab ayat ini. Gitu loh. 14:41 Kenapa? Karena keberadaan harta yang itu 14:45 dapat menggerakkan roda apapun. 14:47 Iya. atas izin Allah tentunya ya. 14:49 Betul 14:50 itu produk kehidupan yang beragam ya kan 14:54 melalui apa harta kan politik aja 14:58 menggunakan 14:59 harta yang bahkan ribuan triliun 15:02 [tertawa] 15:03 itu konsep-konsep yang mungkin harus 15:07 kita masukkan pada ayat ini adalah 15:10 terutama sekali konsep pendidikan. 15:13 Betul. Konsep pendidikan yang merujuk 15:16 pada akhlakul karimah, h 15:19 pada etika, 15:21 pada attitude 15:23 gitu loh. 15:24 Karena seseorang akan percuma betapun 15:27 dia menjadi petinggi negara, 15:31 menjadi 15:32 pejabat-pejabat, 15:33 pejabat-pejabat 15:34 ya kan. Kalau sudah pejabat ya seluruh 15:38 seluruh personil yang terlibat kan dari 15:40 presiden sampai katakan RT. 15:42 Iya. 15:44 Jika pada kalangan mereka itu tidak 15:47 memiliki akhlakul karimah, 15:50 tidak memiliki etika dalam kehidupan, 15:53 ya nampaknya bisa kita lihat. 15:56 H 15:56 hari-hari ini kita bisahat 15:58 lihat 15:59 gitu. Dan ini bukan pemandangan yang 16:02 sifatnya boleh ditutup-tutupi. 16:05 He 16:05 pemandangan nyata di hadapan semua 16:07 masyarakat. 16:09 Dan masyarakat ketika menilai kondisi 16:11 seperti itu, masyarakat tuh paling tajam 16:14 loh menilai. 16:15 He. 16:15 Akhirnya apa yang terjadi? 16:17 Apalagi saya saya katakan tadi, Ustaz 16:19 katakan tadi politik yang menggunakan 16:22 uang banyak ribuan triliun itu 16:24 apa yang terjadi? Penilai masyarakat 16:26 begitu tajam. Akhirnya banyak yang 16:30 dimunculkan oleh mereka itu 16:32 narasi-narasi yang mereka bangun untuk 16:34 apa? Untuk mengcounter kan gitu. Heeh. 16:38 Untuk mungkin sebagian narasi itu jadi 16:41 nasehat. 16:42 Iya. Mungkin narasi itu jadi perdebatan. 16:45 Heeh. 16:45 Iya kan? Sehingga televisi-televisi kita 16:48 juga warnanya seperti itu kan. 16:49 Iya. 16:50 Debat naras debat istilahnya perang 16:52 narasi. 16:53 He. 16:54 Itu. 16:56 Nah, maka ikhwan 16:58 dari arti ayat ini saja kita sebetulnya 17:02 memiliki banyak konsep, memiliki banyak 17:05 program. He 17:07 yang mungkin hari ini jika pendengar 17:09 hasil sendiri dari mungkin 10 juta ya 17:13 di 17:13 insyaallah dunia 17:15 dunia memikirkan tentang apa konsep yang 17:18 harus kita bangun untuk menjawab ayat 17:21 ini 17:23 gitu loh. Nah, 17:25 dari ayat ini, Ikhwan, terbersit 17:29 dari jiwa kita bahwa tentang adanya 17:31 harta 17:33 dan keturunan kita, anak, cucu, ya kan? 17:38 Dan seterusnya 17:40 itu merupakan 17:42 zinah. 17:44 Zinah yang dimaksud adalah perhiasan. 17:46 Perhiasan dunia ya 17:48 itu perhiasan hidup kita di dunia. 17:51 Layaknya perhiasan harus dijaga. 17:55 Oke. 17:56 Kita aja punya mobil 17:58 dirawat 17:58 kotor selalu dibersihin. Giih. Enggih. 18:01 Eh, enggih. [tertawa] 18:02 Iya kan? 18:03 Kita punya motor, wah disemprot, 18:06 dibersihin, dielap. 18:09 Itu kan rumah kaca kita juga dielap. 18:11 Iya. 18:12 Gitu. Apatah lagi jiwa manusi manusia. 18:18 Keberadaan 18:20 anak-anak keturunan kita itu jelas Allah 18:23 katakan itu merupakan zina fil hayati 18:26 dunia. 18:28 Perhiasanmu saat engkau hidup di dunia. 18:31 Maka tanggung jawab kita sebagai orang 18:34 tua memelihara mereka itu sudah tanggung 18:38 jawab. Wajib hukum 18:40 jiwa raganya ya. 18:41 Ah jiwa raganya. Cara menjaga dan 18:43 memelihara bagaimana cara menjaga dan 18:46 memeliharanya tidak lain ikhwan al iman 18:49 didik mereka 18:50 h 18:51 kepada jalan Allah subhanahu wa taala. 18:54 Didik mereka agar menjadi makhluk Allah 18:57 yang memiliki akhlak mulia, etika 19:01 kehidupan. Tahu halal, 19:03 tahu haram, tahu baik, tahu buruk. Oke. 19:07 Tahu ini yang tidak boleh, ini yang 19:09 boleh gitu. tahu ini yang dilarang, ini 19:12 yang di ee boleh dilakukan, macam-macam. 19:17 Ini wajib, ini tidak. 19:21 Maka jika kita sudah memelihara mereka, 19:24 keturunan kita ke arah yang Allah 19:28 inginkan, kita tinggal tawakal. 19:31 Hm. 19:32 Arti tawakal, "Ya Allah, aku sudah 19:34 lakukan apa yang Kau perintahkan." 19:36 Sudah maksimal, gitu kan. 19:37 Itu aku semaksimal mungkin. Kalau 19:40 maksimal mungkin belum bisa ya. 19:42 Semaksimal mungkin aku telah lakukan 19:45 perintah-Mu ya Rabb. Dengan adanya anak 19:47 aku, cucu aku, aku ajarkan mereka hal 19:50 yang baik. 19:52 Sedih mungkin hambaMu yang Kau ciptakan 19:55 dari tulang sulbiku, aku arahkan dia 19:59 untuk mengenal dirimu 20:01 di awal waktu [mendengus] TK. 20:04 I kan. 20:05 Maka ustaz sekarang punya deker di rumah 20:09 tuh. Ada preschool-nya. 20:11 Oh, preschool. 20:11 Iya, preschool yang sedih. Mungkin 20:14 sengaja ustaz lakukan itu untuk membantu 20:17 kaum muslimin. Bukan karena uangnya 20:19 saja. Uang mah kecillah. He. 20:21 Membantu niat ustaz untuk dari sedi 20:23 mungkin anak-anak kaum muslimin itu 20:24 mengerti siapa rabbnya, siapa nabinya, 20:27 bagaimana berdoa makan, berat tidur, 20:30 masuk W. Sedih mungkin 20:33 gitu. 20:34 Nah, jadi kita kenalkan mereka kepada 20:37 hal yang baik sehingga kita nih 20:40 semaksimal mungkin gitu. Ya Allah, aku 20:42 telah ajarkan hamba-Mu yang lahir dari 20:46 tulang sulbiku itu telah aku kenalkan 20:49 dirimu, nabimu, agamamu, seb. 20:52 Maka jika mereka besar, 20:56 zina itu akan semakin apa? Akan semakin 20:59 bersin bersinar 21:02 seperti emas. H 21:04 dipoles terus dibawa jalan kita pulang 21:07 gosok. 21:08 Heeh. 21:09 Pulang kena debu gosok bersinar gitu 21:11 emas. Oh bersinar. Demikian pula 21:15 anak-anak kita jika kita sudah 21:17 betul-betul memelihara mereka 21:20 dengan atas dasar perintah Allah. Setiap 21:24 saat kita berhadapan dengan hiasan rumah 21:27 tangga yang begitu menawan. 21:29 Masyaallah. Menenangkan ya. 21:30 Menenangkan. Saat kita melihat mereka oh 21:32 sedang salat, 21:33 H 21:34 melihat mereka subhanallah sedang 21:36 berwudu, 21:38 sedang asik makan dengan bismillahnya 21:40 kan. 21:41 Ketika sudah makan, alhamdulillah ya 21:44 kan? Bermain-main mereka dengan hal-hal 21:47 yang baik dengan Al-Qur'an. Subhanallah 21:50 kan begitu. 21:52 Nah, oleh karenanya ini sudah kewajiban 21:54 kita nikmat [berdehem] ni seperti ini 21:57 harus kita syukuri. 21:58 Iya. 21:59 Dan dalam tafsirnya adalah zinatul 22:02 hayati dunia itu adalah wahum. Hum itu 22:05 kembali kepada anak-anak. H 22:08 wahum dan keberadaan mereka anak-anak 22:10 kita itu adalah nikmatun tastahiqu 22:14 syukri 22:16 atau tastahiqu syukro. 22:20 Jadi mereka berada di dunia itu 22:22 anak-anak dan ket itu merupakan nikmat 22:25 yang harus gitu dan wajib disyukuri 22:31 oleh siapa? Oleh orang tuanya. 22:34 Iya. 22:37 Kalau kita tidak mensyukuri keberadaan 22:39 mereka dengan kesyukuran yang hakiki 22:42 mendidik mereka, jangan menjadi orang 22:46 menyesal di kemudian hari. Saat mereka 22:50 melawan kepada kita, saat mereka tidak 22:53 mau diatur sama kita, saat mereka binal, 22:58 Allahu Akbar. Kita tidak bisa 23:00 membayangkan bagaimana anak-anak yang 23:02 kita harapkan dari mereka itu menjadi 23:05 gitu kan. Orang-orang yang dahsyat 23:08 keilmuannya, 23:10 dahsyat akhlaknya, tiba-tiba menjadi 23:13 anak yang serba melawan. 23:16 Saya tidak bisa membayangkan apalagi 23:18 terlebih zaman sekarang 23:20 ada gadget. 23:21 Iya betul. 23:23 Ada HP. Ada IG IG apa IG? 23:26 IG ya. 23:28 IG apa IG? 23:29 IG. 23:30 Kalau bahasa Inggrisnya IG kali ya. 23:33 IG. 23:33 Instagram itu 23:34 Instagram 23:35 itu kan. 23:36 Aduh. Belum lagi YouTube. 23:38 Iya. TikTok. 23:39 TikTok 23:40 banyak. Medsos. Medsosnya banyak. 23:42 Iya. 23:44 itu opsinya banyak sekali. Menawarkan 23:46 apa mereka? Jujur, jujur ikhwan fillah, 23:50 semua yang Ustaz Umar sampaikan tadi itu 23:52 menawarkan kejahatan hidup. Masyaallah 23:57 ke ke keburukan sosial masyarakat. 24:02 Dan itu keinginan dunia. 24:06 Dunia menginginkan itu. 24:09 Kalau bicara dunia menginginkan itu, 24:10 berarti di belakang kalimat ini ada ada 24:13 seseorang enggak? Napis 24:15 dunia menginginkan itu. 24:16 He 24:17 dunia di belakangnya siapa? Kan gitu. 24:18 Iya. 24:19 Itulah keinginan 24:21 small social, small eh circle society 24:25 yang namanya eh elite global. kita 24:29 dikontrol 24:30 oleh adanya gadet, handphone. Kita punya 24:34 handphone pakai apa? KTP enggak? 24:37 Iya. 24:37 Ya, itu 24:38 daftar. 24:39 Daftar kan itu keinginan dunia inginnya 24:42 begitu. 24:44 ingin dari dunia itu katakanlah oleh 24:48 elit global itu menginginkan 24:52 generasi khususnya Islam hancur 24:55 sehancur-hancurnya. 24:57 [mendengus] 24:57 Dan mereka berhasil hari ini. 25:00 Mereka berhasil hari ini menghancurkan 25:04 generasi umat Islam hancur-hancur. 25:07 Maka melalui siaran tausiah di siang 25:10 hari ini, Ustaz Umar membawa misi 25:13 tersendiri dalam hidup. Misi untuk 25:15 menyadarkan masyarakat tentang betapa 25:18 nikmatnya kita memiliki keturunan. 25:21 Iya. Namun pun demikian, betapa sulitnya 25:23 mengendalikan mereka untuk mereka kita 25:25 jadikan akhlaknya e anak yang muli mulia 25:27 dengan akhlak yang baik. 25:30 Ini tantangan buat kita. 25:33 Maka sebagai orang tua 25:36 haruslah merasa 25:40 dengan adanya mereka itu bukan beban 25:43 sebetulnya ya. 25:44 merasa harus memiliki hak dan tanggung 25:48 jawab yang berdasarkan ketaatan pada 25:51 sang khali Allah Subhanahu wa taala. 25:55 Kenapa? 25:58 Karena Rasul mengatakan, "Kullukum 26:00 roin." Setiap diri kalian adalah 26:03 pemimpin. 26:05 Coba bayangkan, 26:07 setiap diri kalian adalah pemimpin. 26:10 Wkum masulunatihi. 26:14 Dan setiap kalian pasti akan dipinta 26:17 pertanggungjawabannya 26:19 tentang bagaimana kalian cara memimpin 26:21 terhadap yang dipimpin. I 26:24 itu. Bahkan dijelaskan oleh 26:28 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 26:29 dalam hadisnya ini. Wal imamu roin 26:34 wa masulun an ryatih. Seorang pemimpin 26:37 imam. Imam ini pemimpin imam itu ya baik 26:41 imam masjid. 26:43 Imam masjid, imam salat, 26:47 imam di keluarga yaitu orang 26:48 ayah. 26:49 Ayah 26:51 imam di strata kehidupan lebih basa lagi 26:54 RT RW. H 26:56 iya kan? Lurah, camat, bupati, walikota 27:00 sampai ke presiden. 27:02 Imam itu. Wal imamu 27:06 roin waulun. 27:09 Dan seorang pemimpin 27:11 dia akan bertanggung jawab terhadap 27:15 siapa yang dipimpinnya itu. Itu warajul 27:19 dan kita sebagai laki-laki roin fi 27:23 ahlihi pada keluarganya. Nah, ini maksud 27:27 keluarganya di dalamnya adalah keturun 27:30 keturunan. Jadi unit terkecil pada 27:33 pertanggungjawaban ini pada pada apa? 27:36 Pada keluarga. Bayangkan kalau di 27:39 Indonesia ini kita hitung ada katakanlah 27:43 ee 27:45 20 juta orang tua. 27:47 Hm. 27:48 Ada enggak kira-kira ya 20 juta orang 27:49 tua? 27:50 Ada kayaknya. 27:51 Iya dong. Ini hitungan hitungan secara 27:55 nalar kita aja ya. 27:58 2 juta orang tua laki-laki yang sudah 28:00 nikah diberi oleh Allah Subhanahu wa 28:02 taala amanat lima atau enam anak atau 28:05 empat ya. Karena dua dua tuh enggak 28:07 cukup. Dulu kan cukup dua 28:10 empat 28:10 itu kan. Jika orang tua ya kan laki-laki 28:15 itu mendidik anaknya seluruhnya baik 28:19 yang laki perempuan di jalan Allah 28:21 Subhanahu wa taala kalikan nak nak Pak 28:24 Hari 28:25 20 juta 28:27 20 juta 28:28 kali katakan empat anak diarahkan ke 28:32 jalan Allah sedini mungkin mengenal 28:34 Allah sedini 28:36 mungkin mengenal Rasul sed menginti 28:39 mereka berinteraksi dengan Al-Qur'an 28:41 ditanamkan pada mereka nilai-nilai 28:44 sunah. 28:45 Iya kan? Bagaimana bertutur sapa dengan 28:47 bayi. 28:48 Iya. 28:49 Bagaimana saat dia bertemu dengan orang 28:50 tua, 28:52 sahabat. Bayangkan 20 juta* 4 sama 28:56 dengan berapa? 80 juta. 28:58 Allahu Akbar. 29:01 Dalam satu periode katakan 1 tahun, 2 29:04 tahun kita mendidik anak 29:07 saat dia umur 8 tahun. Oke. 29:11 Kita katakan periode itu 1 tahun. Kalau 29:13 dua periode 2 tahun. Umur 10 tahun anak 29:16 kita sudah menjadi anak yang 29:19 alhamdulillah saleh dan salehah. 29:24 Tetapi bayangkan pula 29:27 kepada eh the contrary of that 29:33 eh apa namanya? Kebalikan dari itu, 29:37 jika 20 juta orang tua tadi 29:41 tidak mendidik anaknya yang tadi 29:43 jumlahnya katakan empat, 29:45 ya kan? Tidak diarahkan pada agama, 29:48 tidak diarahkan pada akhlak mulia, apa 29:49 yang terjadi? 29:50 Di 2 tahun saja lagi ibarat. 29:52 Iya. 29:53 Maka ketika mereka berusia 10 tahun bisa 29:56 kita lihat 29:58 anak-anak kita mungkin sedini mungkin 30:01 sudah 10 tahun sudah mentato diri 30:03 mereka. 30:03 Masyaallah. Ada ustaz lihat di mana-mana 30:06 di Cilengsi anak sekecil itu sudah 30:08 banyak tatonya. Sudah ditindik 30:11 kuping-kuping mereka. 30:12 Iya. 30:13 Ya. Sudah di 30:15 taluk 30:16 tindik e hidung-hidung mereka dicongok 30:18 kayak kayak kebo. 30:21 Congok ke kebo. 30:24 Bayangkan jika itu terjadi, Subhanallah 30:27 adzim. Saat mereka umur 12 tahun, 14 30:30 tahun sampai 20 tahun rusak kend 30:34 kondisinya. 30:36 Maka ikhwat al iman dirahmatullah 30:38 sadarlah akan keberadaan mereka. 30:41 Rasul mengatakan subhanallah adzim 30:45 alimu anfusakum wa ahlikum khair. 30:49 Ini dalam sebuah hadis. 30:51 anfusakum wa ahlikum alhair 30:55 ajarkan dirimu. Jadi kita dulu orang 30:57 tuanya ajarkan pada dirimu itu 31:01 dan pada di bawah orang yang harus kamu 31:04 tanggung jawab keluargamu. 31:07 Apa yang harus diajarkan pada diri kita 31:09 dan keluarga kita? 31:10 Alkhair 31:12 segala kebaikan. 31:15 Jika kita sudah berupaya mendidik diri 31:17 kita dan keluarga kita dengan segala 31:19 kebaikan, Subhanallah Allah tidak zalim 31:22 loh. 31:23 He 31:23 itu bahkan orang yang mendidiknya, 31:26 orang tua yang mendidiknya kepada 31:27 kejahatan saja Allah masih memberikan ee 31:31 dispensasi untuk tobatkan. Apalagi kalau 31:34 orang tuanya mendidik kepada kebaikan. 31:36 Iya. 31:36 Allah tidak zalim, maka dia akan 31:38 mendapatkan apa yang Allah 31:42 ee apa namanya ee berikan. 31:45 cita-citanya akan disampaikan 31:47 mendapatkan generasi yang baik dan 31:49 berakhlak mulia. 31:51 Alimu anfusakum. Kalau demikian, mari 31:54 sama-sama kita orang tua didik diri kita 31:56 orang tua yang akan menjadi contoh dalam 31:59 kehidupan. Prototipe mereka dalam 32:01 kehidupan. Lah kalau orang tuanya saja 32:03 merokok, 32:05 orang tuanya saja minum arak, orang 32:08 tuanya saja suka duduk-duduk perempatan 32:10 jalan, pertigaan jalan sambil 32:13 lailahaillallah kongkok-kongkok yang 32:15 tidak jelas. 32:17 Kalau orang tuanya masih suka keluar 32:19 rumah pulang jam 12.00 itu dinilai sama 32:21 anaknya. contoh 32:24 maka dia akan niru. 32:26 [mendengus] Apalagi kalau orang tuanya 32:27 suka pemarah ke ibunya, ke istrinya, 32:30 lawan hidupnya, emosian itu akan ditiru 32:33 sama generasi. Jangan kira. 32:37 Tapi jika sekali lagi kita sebagai 32:40 laki-laki, Subhanallah mendidik diri 32:42 kita untuk berakhlak mulia, 32:45 mempunyai norma-norma kehidupan, kepada 32:48 istri kita, sayang. setiap ketemu 32:51 asalamualaikum. Mau pergi pamit dulu 32:53 asalamualaikum semoga kamu bisa menjaga 32:56 dirimu. Betul. 32:58 Ke anak-anak, "Nak, ayah mau pergi dulu 33:00 mencari rezeki. Kamu sabar menunggu ayah 33:02 datang semoga dapat rezeki." Itu 33:05 insyaallah menjadi pendidikan yang luar 33:07 biasa tertanam dalam hati sanubari baik 33:11 pada istri dan anak-anaknya yang kelak 33:13 mereka akan mensyukuri keberadaan kita 33:16 sebagai orang tuanya. Dan jika kita 33:18 sudah meninggal dunia, apa yang kita 33:20 lakukan itu akan diperjuangkan oleh 33:22 mereka. 33:24 Itu pentingnya pendidikan pada inilah 33:27 zina alhayatu dunia yang harus kita 33:29 betul-betul ee memiliki tanggung jawab 33:32 memeliharanya. Perhiasan yang harus kita 33:35 betul-betul jaga, pelihara baik-baik. 33:39 Dan Allah Subhanahu wa taala mengatakan 33:41 dalam Al-Qur'an, "Ya ayyuhalladzina 33:44 amanu qu anfusakum wa ahlikum na." Wahai 33:49 orang-orang beriman, jagalah dirimu, 33:51 dirimu dulu, 33:53 orang tuanya dulu yang disentuh oleh 33:55 ayat ini. Kitanya dulu sebagai orang 33:58 tuanya dulu. Jagalah dirimu seakan-akan 34:02 wahai orang tua gitu laki-laki perempuan 34:05 baru 34:07 ahlikum. 34:08 keluargamu dari apa yang harus dijaga 34:11 daripada panasnya api neraka. 34:13 Nauzubillah minzalik. 34:16 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah. Tadi 34:18 belum selesai masalah 34:19 pertanggungjawaban. Sekarang wanita wal 34:23 maratu riatun 34:26 fi baiti zaujiha 34:30 wa masulatun 34:32 an ryatiha. Demikian pula perempuan 34:36 seorang istri. Kalau perempuan istri 34:38 kita kan jangan mencari istri kita 34:40 laki-laki sekarang LGBT lagi ramai. 34:43 Iya. 34:45 Dananya lagi digelontorkan sekarang. 34:47 Naubillah. 34:47 Uh triliun ratusan triliun bahkan 34:50 mungkin lebih 34:51 itu LGBT sedang marak dunia. 34:56 Demikian seorang perempuan dia adalah 34:59 riah. 35:01 Riah harus bertanggung jawab pada apa 35:06 yang dimiliki oleh suaminya di rumahnya. 35:09 Dari hartanya harus dijaga. Harta suami 35:12 itu mungkin suaminya beli kursi, beli 35:14 sopa, beli beli apa namanya? Motor ya, 35:18 sepeda. 35:20 Rumahnya juga dikasih 35:23 keramik. Macam jaga. 35:25 Jangan keramiknya m buku-buku pakai 35:28 palu. 35:31 Jaga itu rumah suaminya. 35:34 Dan dia seorang wanita atau istri kita 35:37 masulatun 35:38 akan bertanggung jawab di pinta 35:40 pertanggungjawabannya 35:42 fi riyatiha 35:44 terhadap perbuatan atau pekerjaan 35:47 kesehariannya di rumah suaminya. 35:52 dijelaskan waukumin waulunati 35:56 setiap kita adalah pemimpin yang kelak 35:58 akan dipinta pertanggungjawaban Allah 36:00 subhanahu wa taala. Nah, 36:04 ikhwan fillah yang dirahmati Allah, 36:08 maka dalam sebuah hadis ini, 36:12 Ustaz, husnuzonnya pada Allah. 36:15 Tapi kalau kadang-kadang ya manusiawi 36:17 enak ya kadang-kadang ada keraguan 36:19 karena kita berdosa gitu. 36:21 Allahu Akbar. Kadang-kadang senyum 36:23 sebentar suka nangis gitu. Ini 36:26 sebetulnya kalau Ustaz menela hadis ini, 36:30 Ustaz sangat bangga dan bersyukur. 36:32 He 36:33 gitu. 36:34 Tapi lebih kesyukuran lagi karena 36:36 keturunan Ustaz juga ada yang laki-laki 36:38 gitu. 36:39 Ustaz punya punya anak tuh enam 36:41 perempuan semua kan. 36:42 Masyaallah. 36:44 Tapi cucu-cucu banyak yang laki-laki. 36:46 Laki-laki cucu. 36:46 Allahu Akbar. Nah, Rasul mengatakan, 36:49 "Man ala jariatain 36:52 hatta tablho 36:55 gitu kan. Jaa yaumalqiamati 36:58 ana wahua kahain." 37:01 Barang siapa yang oleh Allah Subhanahu 37:03 wa taala itu saat hidup di dunia berumah 37:06 tangga lalu diberi anak dua perempuan 37:08 semua. dua-duanya pada 37:11 lalu dididik pada jalan yang tadi kita 37:14 terangkan 37:15 kepada jalan Allah dari sedini mungkin 37:19 diajarkan siapa Rabbmu, siapa nabimu, 37:22 diajarkan 37:23 ini Al-Qur'an loh, kalamullah, ini hadis 37:26 loh, ee kaul Rasul, ini fikih loh, ada 37:31 di situ cara salat macam-macam. Sampai 37:34 dia katakanlah hatta yablo, sampai dia 37:38 dewasa. He 37:39 bisa membedakan mana baik mana benar. 37:41 Melainkan bagi orang tuanya kelak dia 37:45 akan berdiri di hari kiamat bersama 37:48 Rasul. Jarak dirinya tuh seperti ini. 37:52 Indah enggak? 37:52 He dekatnya 37:54 seperti orang yang dalam hidupnya dengan 37:57 keberadaan rezekinya memelihara yatim 38:00 piatu. Ana kata Rasul wafil yatim hak 38:03 fil jannah. Aku bersama orang-orang yang 38:07 peduli pada anak yatim piatu dididik 38:10 sampai menjadiak saleh telah di di 38:13 surganya seperti begini dengan aku. 38:15 Allahu Akbar. 38:17 Ustaz bangga punya anak perempuan semua 38:20 enam. 38:20 Masyaallah. 38:21 Dan ini ustaz husnuzan pada Allah. 38:24 Apakah saya akan termasuk di hadis ini? 38:27 Suka berlinang air mata. 38:30 suka berlinang air mata 38:33 itu. Maka ustaz semampu mungkin 38:36 anak-anak ustaz tuh ya Allah tanamkan 38:38 [berdehem] 38:39 pada aku kesabaran ya Allah mendidik 38:42 mendidik mereka bukan satu ya Allah enam 38:44 ya Allah begitu 38:47 tanamkan pada mereka kecerdasan 38:50 kemampuan untuk menghafal 38:52 kalam Engkau ya Allah kemampuan untuk 38:56 banyak menghafal hadis-hadis nabimu ya 38:58 Allah itu ustaz suka berdoa dan ustaz 39:02 suka berdoa Allahumarzuqna 39:05 Ya Allah berikan aku rezeki keturunan 39:08 yang baik wa auladanin dan anak-anak 39:11 yang saleh. 39:16 Bantu aku ya Allah untuk dapat mendidik 39:18 mereka ke jalanmu yang sebaik-baiknya. 39:23 warzu 39:24 warzu bir yaalamin. 39:27 Beri aku rezeki yang dapat dirasakan 39:30 oleh mereka dan berilah engkau rezeki 39:33 pada mereka yang dapat pula rezeki 39:34 mereka dapat aku rasakan. 39:37 Ini sebuah totalitas 39:39 tawakal fikir kepada Allah. Demi apa? 39:43 Demi generasi ke depan. I 39:46 bagaimana nasib Indonesia jika tidak 39:48 memiliki itu? 39:50 [mendengus] 39:51 itu maksudnya. 39:53 Maka ikhwan fillah yang dirahmati Allah, 39:55 mari sama-sama kita berlomba. 39:58 Berlombalah untuk kita menjawab suran 40:01 Allah 40:02 pada ayat Alkahfi 46 ini. Namun pun 40:07 demikian, ada arahan Allah Subhanahu wa 40:09 taala yang ketika kita justru dilalaikan 40:13 kehidupan itu oleh keberadaan anak dan 40:16 keturunan. Oh diingatkan oleh Allah wal 40:19 baqiatus shihat khairun itu sawaban wa 40:24 khairun amalan 40:26 khairun sawaban wa khair amalah ya ujung 40:28 ya. 40:29 Adapun albaqiyatus shihat 40:34 itu merupakan arti albaq itu adalah 40:37 sisa-sisa kesalehan di akhir zaman pada 40:40 umatku itu lebih baik daripada engkau 40:43 hidup dilalaikan oleh anak-anak dan 40:45 keturunan. 40:47 Dalam beberapa hadis yang menyimpulkan 40:49 dan mentafsirkan apa yang sesungguhnya 40:53 albaqiatusilat itu yang dinamakan 40:56 albaqiyatus shihat itu terletak pada 40:58 kalimat subhanallah 41:01 walhamdulillah 41:02 walailaha 41:04 illallahu Allahu akbar. 41:06 Di situ ada lagi ada lagi tambahan la 41:09 haula wala quwwata illa billahil alil 41:11 adzim. Maka perbanyak itu 41:16 perbanyak 41:17 melanggengkan daripada albaqiyatus 41:20 shihat. 41:22 Terlebih kalau kehidupan kita itu 41:26 dilalaikan karena keturunan. Maka 41:29 kalimat-kalimat yang tadi ustaz 41:31 sampaikan melalui lisan Nabi Kasul itu 41:34 lebih baik daripada keberadaan 41:36 keturunan. 41:38 Apatah lagi kalau keturunan kita 41:41 mendukung program kebaikan kita, 41:44 menerima apa yang kita arahkan, apa yang 41:47 kita didik kepada mereka. Karena toh apa 41:51 yang kita berikan itu maslahat dan 41:53 manfaat keberkahannya untuk mereka. 41:57 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah, 41:59 tidak banyak yang ustaz sampaikan. 42:01 Semoga apa yang 42:04 bisa sampaikan ini betul-betul 42:07 diyakini, 42:09 diresapi, dan diperjuangkan untuk 42:13 Indonesia ini ke depan. setidaknya angka 42:18 yang nyungsep dari pendidikan itu 40 42:21 juta anak yang sekarang belum terjamah 42:25 ya pendidikan 42:27 di sebagian tempat-tempat itu 42:30 ee pendidikan itu, lokasi pendidikan itu 42:33 sangat sangat ee bukan menantang ya 42:37 mencekam bagaimana tidak 42:39 di Sumatera, 42:41 di NTB, di Sulawesi mereka mau ke 42:43 sekolah harus 42:45 ee bergelayutan bahkan tidak jauh di 42:47 Banten 42:48 bergelayutan 42:50 di tambang-tambang yang itu di bawahnya 42:53 sungai yang deras dan dan dalam 42:56 [mendengus] 42:57 bayangkan itu. 42:59 Kenapa tidak tersentuh oleh pemerintah 43:02 ke arah membuat jambatan? 43:05 Malah sekarang nauzubillah minzalik 43:06 pemerintah itu berlomba-lomba untuk 43:08 menjadi koruptor sekarang ini jujur kita 43:12 katakan 43:14 semoga yang mendengar dari 43:16 pemerintah-pemerintah ini untuk dapat 43:18 menghentikan perbuatan kotornya itu. 43:21 Hentikan korupsi itu. Hentikan korupsi 43:24 itu. Hentikan. 43:26 kembalikan uangnya ke negara 43:29 yang negara selanjutnya memberikan kasih 43:32 sayang mereka kepada rakyatnya di 43:34 mana-mana. Ya Allah, 40 juta anak 43:38 Indonesia sekarang meranah tidak bisa 43:40 berpendidikan yang normal. Ya, itulah 43:42 tadi dampaknya ya kan karena cuaca buruk 43:45 akhirnya sekolahnya runtuh. Iya kan? 43:48 Jembatan untuk ke sekolahnya juga belum 43:50 ada 43:51 aksesnya ya. aksesnya 43:54 Abu Ustaz kok Abu ya? Abu eh Abu lagi. 43:58 Ustaz melihat di Sumatera kalau enggak 44:00 salah di Lampung kemarin 44:01 ada perahu besar. Oke. Itu perahu itu 44:05 gunanya untuk antar jemput anak sekolah 44:09 yang mereka tuh pakai motor karena dari 44:11 tepian sungai sana untuk rumahnya juga 44:13 jauh. 44:13 Iya. 44:14 Ya Allah ya Rabbi. 44:17 Kapal yang sekecil itu memuat 40 motor. 44:21 Heeh. 44:22 Bagaimana kalau kerem di tengah sungai 44:25 itu 44:26 akan akan menjadi musibah besar. 44:29 Jika itu terjadi di mana-mana itu akan 44:30 menjadi musibah nasional khusus 44:34 mengatasakan pendidi pendidikan. Belum 44:37 lagi yang lain, belum lagi yang lain. 44:39 Maka Indonesia khususnya membutuhkan 44:42 figur orang-orang tua yang saleh dan 44:44 salehah yang dapat mendidik anak 44:47 keturunannya kelak yang dapat ikhwatal 44:50 iman ke depan Indonesia ini memiliki 44:53 daripada cadangan. Kalau bisa katakan 44:55 cadangan cadangan anak bangsa yang 44:59 berpendidikan normal. Cadangan anak 45:01 bangsa yang nilai akhlak dan kemudian 45:04 lebih daripada orang tuanya. Kepha 45:07 tentang agamanya lebih daripada orang 45:08 tuanya. Mengapa? Karena hidup di masa 45:11 akan datang akan lebih susah. 45:14 Pasti 45:15 itu sudah dipastikan karena sunatullah. 45:19 Hidup di masa akan datang akan lebih 45:20 rumit 45:22 [berdehem] 45:23 dan kesulitan hidup, kerumitan hidup di 45:25 masa akan datang kalau tidak gitu kan 45:28 dihadapi dengan keimanan yang kuat. 45:30 akhlak yang mulia, agama yang kuat, maka 45:35 bisa jadi anak bangsa ini dilindas 45:39 zaman. 45:40 Nauzubillah min 45:42 naubillah. Yuk, kita dari siang ini 45:46 siapa saja yang mendengarkan tausiah 45:49 siang Ustaz Umar ini sadarkan diri kita 45:51 untuk bertanggung jawab terhadap anak 45:55 dan keturunan kita yang ada yang kita 45:57 sayangi, yang kita harapkan mereka itu 45:59 menjadi anak-anak yang saleh dan salehah 46:02 yang dapat meneruskan ya perjalanan 46:05 hidup anak bangsa Indonesia 46:09 dan kita harus bertanggung jawab kepada 46:11 Allah terhadap gambar mereka. 46:14 Sayang bukan berarti kita memberikan 46:16 harta yang banyak. 46:18 [mendengus] 46:19 Sayang bukan berarti memberikan uang 46:20 jajan yang lebih. 46:23 Tidak. Sayang yang sesungguhnya adalah 46:26 ketika kita benar-benar menunjukkan pada 46:29 mereka siapa yang menciptakan kamu. 46:34 Siapa yang menjadi nabimu? 46:37 Siapa yang menjadi 46:39 teladanmu? 46:41 dan apa tujuan hidupmu. Maka itulah 46:44 ikhwat al iman, rangkaian daripada 46:47 perjuangan hidup antara orang tua dan 46:49 anak harus ada semacam kesinambungan 46:53 batin orang tua kepada anak-anaknya. 46:56 Jangan sebaliknya acuh tak acuh kepada 46:59 anak. Ya Allah anaknya anaknya malam 47:02 belum pulang jam 10. Diam 47:06 jam 12.00 masih diam gak dicarinya 47:08 [mendengus] gitu kan. Ya Allah, anaknya 47:10 masih main handphone terus di kasur 47:12 sudah 2 jam di WC aja main handphone 47:15 didiamkan. 47:17 Enggak diajarkan untuk 47:20 enggak diingatkan bahwa handphone itu 47:22 bakal merusak matamu, pikiranmu. Iya 47:25 kan? 47:25 Iya. 47:28 Mendiamkan anak pada masa lama-masa 47:30 seperti bahaya. Oleh karenanya jika 47:34 nasihat Ustaz Umar dianggap penting, 47:36 tolong Ibu Bapak sekalian kepada 47:39 anak-anak itu kita penuh kontrol. Anak 47:42 tidak belum datang jam 0.00, jam 09.00 47:44 itu harus kita harus harus comel. Ini ke 47:47 mana sih anak aku yang ini? Ini ke mana 47:49 anak aku ini? Janganlah dibiarkan gitu. 47:52 Malah ketika datang jam 12.00 hanya 47:54 ditanya, 47:56 "Dari mana, Nak?" 47:58 Terus dijawab habis main enggak 48:00 dinasehatinya. 48:02 Dia tidur besok begitu lagi. Allahu 48:05 Akbar. Ini akan menjadikan bumerang buat 48:08 orang tua itu yang semua orang cita 48:12 orang tua tentu bercita-cita. Apa 48:14 cita-citanya? Memiliki keturunan yang 48:17 saleh dan salehah. Namun kalau tidak 48:19 [mendengus] 48:21 berupaya pada jalannya maka kesalehan 48:24 itu tidak akan kita dapatkan. Seperti 48:26 pepatah mengatakan, "Tarjun najata falam 48:30 tasluk masalikaha 48:32 inna safinata la tajir alal yabas." 48:36 Engkau berharap keselamatan tapi tidak 48:38 berjalan pada jalannya. 48:39 H 48:41 jawabannya bukan 48:43 ee salah, bukan ini bukan tidak akan 48:45 mungkin tapi dikiaskan kepada apakah 48:49 bisa kapal laut berjalan di atas pasir? 48:52 Iya, 48:53 enggak bisa. 48:53 Mustahil ya. 48:54 Mustahil. Ikhwan fillah yang dirahmati 48:57 Allah, pendengar setia rasil dan pemirsa 49:00 televisi [mendengus] Rasil Allah 49:01 rahmati. Itulah apa yang dapat 49:03 disampaikan. Semoga bermanfaat. Semoga 49:05 bermanfaat dan semoga Allah memberikan 49:07 kepada kita kekuatan lahir batin. 49:10 Amin. Amin. 49:11 Dunia akhirat kita ikhlaskan untuk 49:13 mendidik generasi ke arah akhlak yang 49:15 mulia, ke arah agama yang diridai Allah 49:18 Subhanahu wa taala. dan sedih mungkin 49:20 mereka mengerti siapa penciptanya, 49:22 bagaimana tujuan hidupnya dan sehingga 49:24 mereka insyaallah kembali pada Allah 49:26 dengan hati yang lapang, dengan keredaan 49:29 yang tinggi dan semoga kita diberi 49:31 rahmat Allah Subhanahu wa taala. Amin ya 49:33 rabbal alamin. 49:34 Aminah ya rabbal alamin. 49:35 Wallahuam. [mendengus] 49:36 Alhamdulillah demikianlah telah kita 49:38 bersama-sama simak ikhwan akhwat tausiah 49:40 siang kajian tafsir Ibnu Katsir yang 49:42 telah disampaikan oleh Ustaz Umar Rasyid 49:44 Hasan. kita tadi bersama-sama 49:46 mempelajari Quran surah Al-Kahfi ayat 49:48 ke-46 49:50 mengenai anak keturunan kita yang memang 49:53 itu sebuah ee titipan dari Allah ya, 49:56 Ustaz yang untuk kita didik, untuk kita 49:58 berikan kebaikan-kebaikan. 50:00 Ini sudah banyak yang bergabung di 50:02 WhatsApp Rasi yang menyapa maupun yang 50:03 bertanya. Ini sapaan-sapaan dari Bapak 50:05 Arif di Depok. Ada Bapak Wahyu, ada juga 50:07 Ibu Sushi sedang menyimak, Ustaz. 50:09 Terus lagi ini ada dari Ibu Manih, Pak 50:13 Ustaz. Eh, terima kasih tausiahnya. Ada 50:16 juga ini dari Bapak Akim, ada juga Bapak 50:19 Yuman sedang menyimak, Ibu Fan. Bapak 50:21 Baruan Betawi yang selalu setia nyimak 50:23 Bapak Baron semoga sehat selalu 50:24 semuanya. 50:25 Iya. Amin [berdehem] ya rabbal alamin. 50:27 Terus lagi ini sapaan-sapaan kembali 50:29 dari Ibu Yeti Siheryati di Depok, 50:31 Bapak Mugi Jumana, ada Ibu Mirah di 50:33 Jakarta Timur, Bapak Yuman, 50:36 Ibu Santri Santi Wirartamini 50:40 juga Ibu Karmila Ditebet, Ibu Nur 50:43 Hidayah, Ibu Sulis, Bapak Sugi, dan 50:45 masih banyak lagi Pak Ustaz. 50:47 Ini pertanyaan pertama yang akan saya 50:48 bacakan Ustaz ya. Langsung kita masih 50:50 ada waktu. 50:51 Ini datang dari Bapak Arif di Depok. 50:54 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 50:56 wabarakatuh. 50:57 Waalaikumsalam warahmatullahi [berdehem] 50:59 wabarakatuh. 50:59 Ustaz, apakah memiliki harta yang banyak 51:02 atau anak yang sukses itu merupakan 51:05 tanda kalau Allah itu lebih mencintai 51:07 seseorang tersebut, Pak Ustaz? 51:09 Ya, 51:09 demikian. 51:10 Sekali lagi, 51:11 apakah memiliki harta yang banyak atau 51:13 anak yang sukses itu merupakan tandanya 51:16 Allah mencintai kita sebagai orang 51:17 tuanya. Begitu. 51:18 Oh, subhanallah. Harta banyak, anak 51:20 sukses. 51:20 Iya, itu idaman semua orang ya. 51:21 Iya, idaman [tertawa] semua orang. 51:23 Apalagi kalau tambah agamanya ba baik, 51:25 akhlaknya muli. Wow. 51:27 Paket lengkap 51:28 dunia akhirat. 51:28 Dunia akhirat [tertawa] 51:30 gitu. Tapi nampaknya sekarang kalau kita 51:33 bisa mengulas ya, 51:36 mana yang baik. 51:37 Heeh. 51:38 Apakah harta banyak dan anak sukses tapi 51:41 gitu kan. 51:42 He ada tapinya 51:44 ya. Ada tapinya. 51:44 Ada [tertawa] tapinya 51:47 di luar di luar rereal agama. 51:50 Heeh. 51:50 Gitu. 51:52 Banyak harta dari nyuri. 51:53 Iya. 51:54 Korupsi ya. 51:55 Ah, korupsi. 51:57 Anak sukses semua jadi dokter, dari 52:00 insinyur, dari apa saja jadi jenderal. 52:02 Tapi hasilnya 52:04 dari uang korupsi tadi. 52:07 Korupsi. 52:08 Ah, ini yang tadi kulukumin tadi akan 52:10 ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. 52:12 Pasti ditanya. 52:13 Artinya kalau kita menggunakan pikiran 52:15 yang sehat, akal yang jernih untuk apa? 52:19 Kan gitu. 52:20 Heeh. banyak harta anak. Jadi kalau dari 52:23 hal yang diharam haramkan artinya belum 52:25 tentu itu rahmat Allah, belum tentu itu 52:28 ridanya Allah gitu. Bandingkan dengan 52:32 orang yang ya enggak pas-pasanlah bisa 52:35 mendidik anaknya kan 52:37 dengan uang yang ada. 52:39 Iya. 52:39 Uang yang ada tuh bisa gambar gini, hari 52:41 ini ada, besok enggak. [tertawa] 52:43 Itu bisa jadi. Tapi dia konsisten 52:45 mendidik anak dan itu banyak. 52:47 Iya. yang hari ini punya uang besok 52:49 tidak ada, besok ada, lusa tidak ada. 52:53 Itu banyak di negeri kita. Karena mohon 52:57 maaf ya kembalinya ke pemerintah ya. 52:59 Pemerintah kita belum bisa menerapkan 53:01 Pancasila yang ee keadilan sosial bagi 53:04 seluruh 53:05 rakyat Indonesia. 53:05 Rakyat Indonesia 53:08 gitu loh. Persatuan Indonesia belum ada 53:11 sekarang. [tertawa] Iya kan? G. Jadi ini 53:15 yang masih timpang. Jadi gambaran hidup 53:18 di kita nih masih banyak yang hari ini 53:20 punya uang untuk jajan anak bahkan untuk 53:22 makan besok enggak ada. 53:23 Besok ada. 53:24 Tapi orang yang paling bagus di antara 53:27 mereka yang seperti itu yang konsisten 53:29 betapaapun banyak kesulitan 53:31 insyaallah Allah akan bantu itu dengan 53:33 cara Allah. 53:34 Karena ketika anak e orangorangor 53:37 seperti ini mendidik anaknya dalam agama 53:39 Allah anak mulia bismillah Allah sendiri 53:41 akan mengatur hidupnya. 53:44 Mana yang akan kita pilih tu? Iya. 53:46 Apakah yang banyak uang hasil korupsi 53:48 lalu anaknya jadi semua karena dananya 53:51 pemidik dari korupsi 53:53 atau orang yang miskin mendidik anak 53:55 yang alhamdulillah dengan sabar dan 53:57 usaha penuh 53:58 lalu menjadi anak yang mulia. Tentu yang 54:01 walaupun serba kekurangan yang kedua. 54:03 Namun pun demikian Ustaz tidak suuzon 54:06 kepada yang pertama. He 54:07 harapan Ustaz. Oke. Harta banyak melalui 54:11 hal yang halal. 54:13 Ya, kerja siang malam ya dagang, ya jadi 54:16 pengusaha. Betul, Nak? 54:18 Iya. 54:19 Banyak uang nih. Dan hasilnya untuk 54:22 menyolakkan anak, oke, membangun rumah, 54:27 memberi kendaraan itu senya hidup. 54:30 Apalagi sambil bersedekah, berin 54:32 berinfak fisabilillah. Lebih mulia lagi 54:37 ustaz berdoa kepada yang bertanya tadi 54:39 pendengar yang Allah merahmati semoga 54:41 antum memiliki harta yang kita inginkan 54:44 halal baik thayib sehingga menjadikan 54:48 anak-anak kita saleh dan salehah dan 54:50 kita bisa berbagi sesama. 54:53 Tentunya orang akan banyak mendoakan. 54:55 Alhamdulillah ya Allah orang kaya yang 54:57 saleh k saya dibantu. Betul gak? 55:00 Kita banjir doa. 55:03 Coba bayangkan kalau hidup banjir doa 55:04 rasanya gimana, Nak? 55:05 Heeh. 55:06 Maka jangan sia-siakan. Kalau Bapak 55:08 tadi, "Bagaimana, Ustaz? Harta banyak, 55:11 anak jadi semua. 55:12 Arahkan harta yang banyak dan anak-anak 55:15 yang jadi itu hanya untuk ibadah pada 55:18 Allah itu. Wallahuam besar." 55:21 Masyaallah. Berarti bisa jadi Allah tuh 55:22 sayang sama kita kalau kita sukses. 55:25 Oh, iya. Itu sayang sama kita. Jika tadi 55:28 gambarannya 55:29 sesuai dengan ajaran Allah 55:29 sesuai dengan ajaran. Tapi kalau banyak 55:32 harta jadi semua 55:34 itulah melenceng dari r Allah itu Allah 55:36 bukan bukan sayang itu malah dalam 55:38 Al-Qur'an namanya itu istidraj. 55:40 Istidraj itu bahaya ya. 55:41 Istidraj itu Allah berikan apa saja 55:44 keinginan manusia. Allah kabulkan 55:46 keinginannya tapi untuk melawan all 55:49 Allah. Nauzubillah minalik. 55:51 Naubillah. [mendengus] 55:53 Baik ustaz. Kita beralih ke pertanyaan 55:55 selanjutnya. Ini yang sudah masuk lagi 55:56 dari Bapak Wahyu di Depok. 55:58 Asalamualaikum warahmatullahi 55:59 wabarakatuh, Pak Ustaz. 56:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:01 wabarakatuh, 56:02 Ustaz. Apa yang dimaksud dengan amal 56:04 kebajikan yang terus-menerus? tadi surah 56:07 ee Albaqiyat Asyalihat dalam ayat ini 56:12 dari surat Alkahfi ayat ke6 tadi. eh 56:15 amal yang terus-menerus yang baik itu 56:17 adalah memang sebetulnya albaqiatus 56:20 shihat itu sendiri adalah 56:23 kalimat-kalimat suci, kalimat-kalimat 56:25 yang mengandung ee keesaan Allah, 56:30 kebesaran Allah, kemaha suucian Allah, 56:33 keberkahan Allah yang jarang sekali 56:36 diucapkan oleh manusia. H 56:39 itu loh bagaimana ya kita hitung aja 56:41 anak Pak Hari 56:42 keseharian kita dengan handphone terus. 56:44 Betul. 56:45 Oke. 56:45 Gadget terus ya. 56:46 Gadget terus. Di kantor aja sibuk kantor 56:49 handphone lagi. 56:52 Kapan membaca albaqiyatus shihatnya itu? 56:56 Itu loh. Albaqiyat itu kan hanya pada 56:59 kalimat subhanallah walhamdulillah 57:02 walailahaillallah Allahu akbar. La haula 57:04 wala quwwata illa billahil alil adzim. 57:07 Sekarang coba kita lihat persentase 57:10 khususnya nasional kita. Berapa banyak 57:13 orang yang dalam hidupnya itu 57:16 mendawamkan, mengistikamahkan 57:19 kalimat-kalimat albaqiatus shihat itu? 57:21 Ustaz tidak suon. 57:23 Ustaz husnuzon semoga masih banyak. 57:25 Amin. 57:26 Karena apa? Karena buktinya negara ini 57:28 masih dijaga oleh Allah Subhanahu wa 57:29 taala. 57:30 Iya. Ustaz Husnuzon masih banyak yang 57:34 mengucapkan albaqiatus saleh itu 57:36 dan itu sifatnya harus didawamkan 57:40 sehari-hari gitu ya. 57:41 Iya sehari-hari. 57:43 Ustaz sekarang punya tasbih loh 57:45 untuk membantu. Dan hukum menggunakan 57:48 tasbih itu dulu waktu ustaz di Timur 57:49 Tengah di Saudi pernah bertanya 57:52 khususnya kepada Syekh Saleh Fauzan 57:54 hafidahu taala masih hidup sekarang guru 57:56 ustaz 57:57 Syekh Fauzan ibn Ibn Fauzan. 58:01 Syekh ini kita di Indonesia atau di 58:03 mana-mana banyak yang menggunakan 58:05 musabbih. Musabbih itu tasbih. 58:07 Tasbih. 58:07 Bagaimana hukumnya? 58:09 Beliau mengatakan untuk memudahkan dan 58:13 supaya kamu rajin gitu kan mengucapkan 58:19 albaqiatus shihat silakan pegang tasbih 58:23 enggak masalah ya 58:24 karena tujuannya untuk memudahkan, 58:26 mengingatkan kita. 58:27 Betul. Memang ini kan cuput buku-buku 58:30 jari-jari cukup tapi kadang lupa. 58:33 Lupanya dengan handphone tadi pegang 58:35 handphone. Nah, karena dengan tasbih 58:37 kita diingatkan, gunakan itu untuk 58:39 selalu ingat pada Allah. Maka kalau 58:42 ditanyakan pada masalah-masalah yang 58:45 albakar itu yang menjadi amal 58:48 berkelanjutan, insyaallah akan menjadi 58:50 amal jariah buat kita. 58:51 Iya. amal yang selalu mengalir. 58:54 Dan ternyata dalam sebuah hadis, 58:56 kalimat-kalimat itu di akhirat kelak 58:59 menjadi kian. 59:01 Kian apa? Kian 59:03 menjadi taman taman bunga eh taman-taman 59:07 dan kebun-kebun yang indah. Kalimat itu. 59:09 Kalimat itu ya 59:11 indah enggak kita nanti kita bakal punya 59:13 banyak kebun di surga. 59:15 Menjelma seperti jadi gitu ya. 59:16 Iya. Menjelma menjadi kebun. 59:18 Kalimat-kalimat ini di dunianya kita 59:20 selalu mengingat Allah Subhanahu wa 59:22 taala. 59:24 Maka moga-moga e kepada Bapak yang 59:27 bertanya pun bisa mendalamkan kalimat 59:29 ini dan semoga menjadi amal jariah gitu 59:32 kan. 59:33 Jika ini ditularkan kepada yang lain, 59:35 kepada istri, kepada anak, kepada cucu, 59:38 dan kepada tetangga menjadi dakwah kita 59:40 untuk selalu kita mengingat Allah di 59:43 mana pun kita berada. Kalau Indonesia 59:45 dari Sabang sampai Merauke. Bayangkan 59:47 kalau dari tadi malam masih ada banyak 59:50 dari Sabang sampai Merauke dalam 59:52 tahajudnya yang membiasakan pembacaan 59:55 daripada albaqatus shihat Allahu Akbar. 59:57 Langit akan dipenuhi dengan masyaallah 1:00:00 munajat dan doa kita dari doa-doa itu. 1:00:04 Allahu Akbar walillahilhamd. Wallahuam 1:00:06 bawab. 1:00:07 Ustaz ada lagi [berdehem] nih pertanyaan 1:00:09 yang terakhir Ustaz ya. Yang terakhir. 1:00:10 Yang terakhir, Ustaz. Karena waktu kita 1:00:11 terbatas. Ini dari hamba Allah, Pak 1:00:13 Ustaz. 1:00:14 Ee sebuah curhatan ya. 1:00:15 Masyaallah. 1:00:16 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:17 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:00:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:19 wabarakatuh. 1:00:19 Ustaz, kalau anak kita sudah dewasa 1:00:21 tetapi belum rajin beribadah, padahal 1:00:24 sudah diingatkan sejak kecil selalu 1:00:26 dimasukkan ke TK Islam, PAUD islami. 1:00:30 Tapi sampai dewasa sekarang tidak pernah 1:00:32 mau beribadah. 1:00:33 Apa yang sebaiknya dilakukan sebagai 1:00:35 orang tua? Apakah saya berdosa atau dan 1:00:37 gagal sebagai orang tua dalam mendidik 1:00:39 anak saya, Pak Ustaz, mohon nasihat dan 1:00:41 pencerahannya. 1:00:42 Demikian. 1:00:43 Bismillahirrahmanirrahim. Pertama, 1:00:44 ibunda jangan putus asa. 1:00:47 Kasih sayang kepada anak kita yang 1:00:49 serupa itu harus lebih. Jangan malah 1:00:52 dikurangin. 1:00:55 Jangan malah 1:00:57 serba 1:00:59 itu 1:01:00 pesimis. 1:01:00 Serba mengeluh, pesimis. Mau jadi apa 1:01:03 kamu, Nak? Jangan begitu. Terus 1:01:05 bersabar. 1:01:06 Dan kasih sayang Bunda anak seperti itu 1:01:09 harus lebih daripada lain. 1:01:12 Bukan berarti yang lain enggak banyak. 1:01:15 Kepada yang ini harus lebih. 1:01:16 He 1:01:16 khawatir nanti lebih jauh kan gitu. 1:01:19 Harus lebih sekali sayang. 1:01:20 Jangan malah dimarahin. 1:01:21 Jangan malah kalau dimarahin malah nanti 1:01:23 fatal. 1:01:24 Makin berontak ya. 1:01:25 Makin berontak. Arahkan kepada anak 1:01:29 bunda. Masyaallah. Ustaz juga ikut 1:01:31 mendoakan kepada seluruh anak-anak kaum 1:01:33 muslimin pendengar hasil khususnya 1:01:35 agar anak-anak kita ini menurut pada 1:01:38 kita mau diarahkan pada kebaikan. Jika 1:01:40 itu yang terjadi pada rumah tangga 1:01:42 Bunda, tolong Bunda jangan putus asa. 1:01:45 Kemarin ada yang mewa WA Ustaz, Ustaz 1:01:50 anak saya durhaka pada saya 1:01:55 sehingga saya sakit hati. Ini kata 1:01:57 seorang ibu 1:01:58 sehingga saya tidak lagi menyebut dia 1:02:02 dalam doa saya. Aduh teriris hati Ustaz. 1:02:05 Wallahi nangis Ustaz mendengar dari WA 1:02:08 itu. 1:02:09 Iya saking kecewanya kali Ibu ya. 1:02:10 Aduh. Iya ibu saking kecewanya. Tambah 1:02:13 lagi dengan WA yang terakhir itu nanti 1:02:16 Ustaz kalau saya meninggal bisa enggak 1:02:18 dia mendapatkan harta saja? 1:02:20 H 1:02:22 dia durhaka ustaz ke saya. 1:02:24 Saya tidak, saya tidak lagi menyertakan 1:02:27 nama dia dalam doa saya. Aduh, Ustaz, 1:02:30 gimana mengarahkan ibunda seperti itu. 1:02:32 Pelan-pelan, Ustaz ajak bicara melalui 1:02:34 WA. 1:02:36 Bunda, 1:02:38 selama anak Bunda tidak kafir, 1:02:41 tidak murtad, 1:02:43 dia berhak terus didoakan. 1:02:45 H 1:02:45 apa apa sulitnya hanya doa? 1:02:48 Iya, 1:02:48 itu kan. Jangan pelit ketika malah 1:02:51 melihat anak seperti itu. Harus malah 1:02:53 lebih takut pada Allah. Tambahkan doa 1:02:56 Bunda, tambahkan kasih sayang Bunda pada 1:02:58 anak seperti itu. Diwa lagi. Dia kurang 1:03:02 ajar pada saya, Ustaz. 1:03:04 Sakit hati saya. Betapaap pun bah sakit. 1:03:09 Sakit di dunia lebih baik daripada sakit 1:03:11 di akhirat. 1:03:13 Iya. [tertawa] Itu kan itu tolong Bunda 1:03:17 bersabar dan terus 1:03:20 sertakan kembali nama beliau dalam doa. 1:03:22 Bunda. 1:03:22 H. 1:03:24 Siapa tahu hidayah itu nanti datang 1:03:26 untuk doa yang kesekian kalinya. 1:03:28 Iya betul betul. 1:03:29 Hidayah itu bukan milik kita, 1:03:31 milik Allah. 1:03:32 Tapi milik Allah yahdi man yasya. Allah 1:03:36 kalau berkehendak memberikan hidayahnya 1:03:39 kepada yang dikehendakinya. 1:03:41 Terus berdoa dan bermunajat. supaya 1:03:44 Allah Subhanahu wa taala membimbing kita 1:03:46 dan anak bunda kepada hidayahnya. 1:03:49 Teruskan Bunda doa. 1:03:51 Akhirnya apa? Alhamdulillah dia sadar. 1:03:53 Masyaallah. 1:03:55 Kalau tidak, nah Ustaz cerita masa lalu. 1:03:58 Zaman dulu pada zaman Rasul sallallahu 1:04:00 alaihi wasallam ada loh anak yang 1:04:01 durhaka pada orang tuanya, pada 1:04:03 ibundanya yang melahirkannya 1:04:05 yang menggendong kehamilannya 9 bulan. 1:04:08 Betul. H 1:04:09 menyusui 2 tahun dibesarkan, diajarkan 1:04:12 berjalan, diajarkan bagaimana makan, 1:04:14 bagaimana berbicara, 1:04:16 iya 1:04:16 diajarkan bagaimana dia hidup gitu kan. 1:04:19 Semua diajarkan. Sudah dewasa aja dia 1:04:21 anak durhaka. Ibundanya sakit hatinya 1:04:25 sakit sekali hatinya ibunda yang 1:04:27 melahirkan. Kejadian ini dilaporkan 1:04:29 kepada baginda kita Muhammad sallallahu 1:04:32 alaihi wasallam. Ya Rasulullah, aku 1:04:34 sakit hati atas anakku. 1:04:37 dia tiba-tiba melawan kepada aku. 1:04:40 Itu kan 1:04:41 dan dia sekarang sedang sakaratul maut. 1:04:43 Iya. 1:04:46 Coba bayangkan. 1:04:49 Kemudian kata Rasul sallallahu alaihi 1:04:51 wasallam, "Anakmu sedang sakaratul 1:04:53 maut." Ini kisah. 1:04:54 Iya. 1:04:55 Iya, ya Rasulullah. Dan saya tidak akan 1:04:57 memaafkan dia. 1:05:00 Kenapa tidak engkau maafkan? Ini kisah. 1:05:02 Aku terlalu sakit hati kepada anak. 1:05:08 Allahu Akbar. 1:05:10 Maafkan, Bu, anak Ibu yang sedang 1:05:11 sakaratul maut ini. 1:05:13 Tidak, ya Rasulullah, 1:05:15 tidak aku akan maafkan. 1:05:18 Untuk yang kesekian kalinya Rasul 1:05:20 mengatakan, "Maafkan, Bunda, itu anakmu, 1:05:24 darah dagingmu." 1:05:26 Lagi-lagi ibu itu mengucapkan, "Tidak, 1:05:28 ya Rasul, aku sudah terlalu sakit." 1:05:31 Maka terakhir Rasul mengatakan, "Jika 1:05:32 demikian anakmu akan aku bakar saja." 1:05:37 Coba bayangkan 1:05:41 kalau memang ibu tidak mau maafkan dia, 1:05:43 dia sekarang sedang sakaratul maut. 1:05:45 Rohnya sulit untuk keluar karena 1:05:47 perbuatan dia. Biarkan aku bakar saja 1:05:50 anakmu. Apa kata bel? Baru ibu itu 1:05:53 menyadari teriak, "Jangan, ya 1:05:55 Rasulullah, jangan kau bakar anakku. Aku 1:06:00 hari ini memaafkan dia. Jangan kau bakar 1:06:03 anakku, ya Rasulullah. Ini kisah dalam 1:06:05 sebuah hadis. Maka seketika ibu itu 1:06:09 memaafkan dia, saat [mendengus] itu roh 1:06:12 keluar. Dahsyat enggak tentang keridaan 1:06:14 orang tua itu? Maka Rasul berteriak, 1:06:17 "Ridallahid 1:06:18 walidain wasahtil walidain." Ridanya 1:06:22 Allah terletak pada kedua orang tua dan 1:06:25 murkanya Allah pun terletak pada 1:06:27 kemurkaan kedua orang tua. 1:06:28 Maka baik-baiklah kepada orang tua 1:06:30 jangan durhaka. 1:06:31 Jangan menjadi orang durhaka, anak 1:06:32 durhaka. Inilah apa yang di siang hari 1:06:36 ini kita sama-sama bermunajat pada 1:06:39 Allah. Semoga anak bangsa ini ke depan 1:06:41 memiliki stok anak bangsa yang saleh dan 1:06:43 salehah. 1:06:44 Amin. 1:06:45 Yang dapat mereka jadi pemimpin anak 1:06:47 bangsa yang baik 1:06:49 yang takut pada Allah. Mereka menjalbi 1:06:52 hamba menjelma menjadi hamba-hamba Allah 1:06:54 yang bertakwa. 1:06:55 [mendengus] 1:06:57 Sayang pada ulama, sayang pada rakyat, 1:07:01 adil, 1:07:03 jujur, amanah. 1:07:07 Jika Indonesia ke depan memiliki 1:07:10 anak bangsa yang cakap seperti ini 1:07:12 berdasarkan keinginan Allah dan 1:07:13 Rasul-Nya, niscaya Allahu Akbar negeri 1:07:15 ini adalah negeri makmur. 1:07:18 Seluruh mata dunia ke negeri ini. 1:07:22 [mendengus] 1:07:23 Ibarat negeri ini wanita cantik, jelita, 1:07:26 banyak dipinang orang. Namun dia sudah 1:07:29 memiliki suami, 1:07:31 anak orang Indonesia sendiri. [tertawa] 1:07:34 Tapi mereka-mereka memaksa untuk menjadi 1:07:36 suaminya. Maka diambil harta yang 1:07:39 dimiliki oleh wanita cantik ini dari 1:07:42 nikel, dari baxit, dari emas 1:07:44 diambil sama mereka. Padahal mereka 1:07:47 bukan suaminya. 1:07:49 Dijarah ya. 1:07:51 Diambil [mendengus] timah, diambil 1:07:52 minyak, semua ke mana? Allahu Akbar. 1:07:55 Bukan sesuatu yang ee rahasia. Kita 1:07:59 sudah paham semuanya. Semoga negeri ini 1:08:01 ke depan ikhwat al iman memiliki 1:08:04 pemimpin yang diridai oleh Allah 1:08:06 Subhanahu wa taala. Dan semoga negeri 1:08:08 ini tetap menjadi negeri yang baldatun 1:08:11 thayibatun warubun gfur insyaallah 1:08:13 taala. Wallahuam ustaz. Tidak tidak usah 1:08:16 ada ulasan ya karena waktunya habis. 1:08:18 Masyaallah. Jal ustaz atas e ilmunya, 1:08:20 atas pencerahnya di siang hari ini. 1:08:21 Semoga 1:08:22 tadi apa yang telah ustaz sampaikan awat 1:08:24 di acara tafsir siang hari ini kajian 1:08:25 tafsir Ibnu Katsir membahas surat 1:08:27 Alkahfi ayat ke-46. Semoga tadi apa yang 1:08:29 ustaz sampaikan banyak manfaat untuk 1:08:31 semuanya dan semoga kita menjadi bagian 1:08:33 dari orang tua yang bisa ee melahirkan 1:08:36 anak-anak yang saleh, anak-anak yang 1:08:38 bisa menjadi penulis bangsa yang luar 1:08:39 biasa dan saleh dan beriman gitu ya. 1:08:42 Saya Fahri dan juga Ondi ada juga Algi 1:08:46 pamit. Subhanakallahum wabihamdika 1:08:47 [mendengus] asadu alla ilahailla anta 1:08:49 astagfiruka 1:08:51 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:52 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:08:57 saya