Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- at
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma shli ala sayyidina Muhammad
- waa ali sayidina Muhammad masih dipancar
- luaskan dari jalan Masjid Silaturahim
- nomor 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda
- di pagi hari ini? Semoga dalam keadaan
- sehat walafiat dan selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala. Di
- pagi hari ini, Ikhwan dan Akhwat,
- kembali kita berjumpa dalam program
- tafsir Ibnu Katsir bersama narasumber
- kita, guru kita, Ustaz Umar Rasyid
- Hasan. Pembahasan tentang Quran surah
- at-Taubah ayat 37 tentang bulan-bulan
- yang diharamkan Allah Subhanahu wa
- taala. Alhamdulillah telah hadir beliau
- di tengah-tengah kita saat ini.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Ya, walhamdulillah. Baik. Saya
- Abi Agus
- ditemani ee Atep dan juga Fajar di meja
- operator. Langsung saja, Ustaz, dengan
- pembahasan kita, ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Sahabat Rasil
- di mana saja berada, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasallallahu
- ala nabina Muhammadin wa ala alihi
- wasohabati ajmain. Amma ba'd. Subhanaka
- la ilma lana illa ma alamtana innaka
- antal alimul hakim. Wat alaina innaka
- antwabur rahim. Allahumma inni azubika
- min anil udal au azil uzal adlim udlam
- ajhal yuzhalu
- alai.
- Ikhw ikh fillah yang dirahmati Allah.
- Ikhwati fillah yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala.
- Ee sebetulnya kita bincang-bincang aja
- masalah ini ya, Pak Abi Agus. Di
- ayat yang ke-37 di surah at-Taubah ini
- sebetulnya ada
- kaitan dengan pertanyaan-pertanyaan
- masyarakat terkait
- dengan kan tempo hari itu
- ada ee perubahan penentuan ee libur ya.
- Iya. yang semestinya pengunduran ya.
- Iya. Dari 1 Muharam dimundurkan ke mana?
- Ya, kedua kan kedua Muharam itu kan.
- Nah, ini sebetulnya
- [Musik]
- dalam prinsip-prinsip Islam itu tidak
- bisa
- ee umat lalu diam gitu.
- Karena ini bisa
- menjadi perubahan-perubahan hukum
- yang diyakini gitu oleh orang Islam,
- oleh umat Islam. Kalau nanti
- sampai perubahan-perubahan ini
- menjadi keyakinan yang dianut, ya
- mungkin nanti akan menjadi keyakinan
- yang salah.
- Maka di sekitar ini USA banyak ditanya
- oleh
- kawan-kawan ee yang mungkin jawabannya
- berupa obrolan aja sekarang gitu kan.
- Karena kalaupun
- ia dikaitkan dengan
- ee ucapan seseorang
- atau dia
- merupakan mm kesepakatan bersama, ah itu
- lebih parah lagi. Itu kalau kesepakatan
- bersama itu kan lebih
- kuat. Berarti akan lebih kuat ee merubah
- hukumnya kan gitu. Sedikkan yang akan
- dirubah hukum adalah hukum Allah
- Subhanahu wa ta wa taala. Nah, ini
- sebetulnya pagi ini kita bincang
- masalah ee di sekitar pertanyaan
- kawan-kawan jemaah yang ustaz kelola
- yang mungkin bisa didengar. Kalau jemaah
- kan sifatnya mungkin satu masjid ya.
- Iya. Terbatas kesempatan melalui radio
- ini lebih banyak yang mendengar gitu.
- Insyaallah ya. Silakan Abi Agus baca
- dulu ayatnya di surat
- Taubah nanti ee ayat taubah surah taubah
- 37 ya, Bi. 37 ya. Iya. Nanti Ustaz akan
- secara global membacakan tafsirnya
- karena tidak mungkin semua ini cukup
- panjang tafsir ini walaupun satu ayat
- ini panjang banget cuman Ustaz hanya
- menukil yang penting-pentingnya saja.
- Jazakal khair. Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman,
- "Sesungguhnya pengunduran bulan haram
- itu hanya menambah kekafiran.
- Orang-orang kafir disesatkan dengan
- pengunduran itu. Mereka menghalalkannya
- suatu tahun dan mengharamkannya pada
- suatu tahun yang lain agar mereka dapat
- menyesuaikan dengan bilangan yang
- diharamkan Allah." Sekaligus mereka
- menghalalkan apa yang diharamkan Allah.
- oleh setan dijadikan terasa indah bagi
- mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka
- dan Allah tidak memberikan petunjuk
- kepada orang-orang yang kafir.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ayat ini,
- Ikhwan, perlu ada yang menjelaskan
- tentang
- ee
- keadaan
- sebuah mm sebetulnya komunitas ya. Hm.
- sebuah komunitas pada masa jahiliah,
- pada masa maraknya orang-orang kafir
- Arab
- dulu menentang Islam gitu loh. Yang ini
- kalau kita kembali pada sejarah
- sesungguhnya ini kaitannya dengan
- karakter. Ee kalau mungkin karakter ada
- kaitan kesamaannya dengan watak gitu ya.
- Karakter ya watak ya mungkin tabiat gitu
- ya.
- kebiasaan-kebiasaan yang
- sifatnya kalau kalau watak, tabiat,
- karakter yang baik sih kita enggak ada
- masalahan ya. Tapi kalau sampai
- benda-benda ini menjurus pada sesuatu
- yang salah dan menabrak-nabrak syariat
- Allah, ya kita tidak bisa tiba-tiba
- diam, gitu. Maka ayat ini
- menggambarkan kondisi orang-orang kafir,
- orang-orang yang selalu memusuhi Islam
- itu keinginan mereka merubah-rubah hukum
- Allah. Ya kan? Dari yang unsur terkecil
- sampai yang unsur terbesar itu ingin
- mereka. Keinginan mereka seperti itu.
- Itu kan. Maka innama nasi di
- sini ziyadatun fil. Annasi di situ
- diartakan diartikan apa?
- Innamasiu ziyadah. Sesungguhnya
- pengunduran.
- Nah, pengunduran kalau sudah terlalu
- terlalu terjadi pengunduran itu kan ada
- perubahan kan. Iya. Seperti jadwal orang
- berangkat pesawat gitu kan mau ke
- Amerika dari Cengkareng
- diundurkan berapa unsur yang berubah. H.
- Iya kan?
- itu akhirnya menjadi sesuatu yang
- bersesar bukan kecil lagi. Nah, sesuatu
- yang diundurkan akibatnya apa? Analogi
- kita main sekarang katakanlah seperti
- tadi bepergian mau pergi ke Amerika
- sudah jelas tiketnya, sudah jelas jam
- penerbangannya tapi diundur. Oh, itu
- banyak kaitannya. Bukan hanya satu unsur
- saja, berbagai unsur terkait jadi
- perubahan.
- Nah, kalau sampai yang dirubah itu
- hukum-hukum Allah, ah ini umat Islam
- jangan sampai membiarkan tanpa jawaban
- yang jelas, tanpa ada upaya pembelaan
- terhadap hukum-hukum Allah itu sendiri.
- Ah, itu maka dalam
- tafsirnya
- ini nukilan global dari tafsirnya adalah
- hadza mimma dammallahu taala bihil
- musyrikin min tasarufihim fi
- syarillahi biarihimul fasidah.
- Nah, ini semuanya dalam menggambarkan
- kepada keburukan kondisi gitu
- orang-orang
- musyrik itu loh. Jadi kalau tidak mau
- buruk gitu kan ya jangan menjadi orang
- musyrik kan gitu. Nah, ini termasuk
- orang-orang kafir di
- dalamnya gitu. Kondisi yang buruk yang
- dalam orang musyrik. Kenapa mereka
- sampai dikatakan orang-orang buruk?
- Karena mereka selalu
- memperlakukan fi min tasarufi min
- tasarufihim fi syarillah biarim. Karena
- orang-orang musyrik, orang kafir itu
- gemar
- sekali
- mempermainkan ikhwan
- fillah syariat Allah Subhanahu wa taala
- ee yang dicocok-cocokkan gitu, yang
- dipaksakan untuk dicocok-cocokkan dengan
- akal-akal mereka. Jadi, jadi akal-akalan
- nanti yang rusak ya. Kalau akalnya yang
- bagus bagus enggak ada masalah ya. Akal
- rusak. Watagyiruhum
- ahkamallah
- biahwaiihim
- albaridah. Dan mereka berkeinginan gitu
- kan ee berkeinginan untuk apa? Untuk
- selalu merubah hukum Allah Subhanahu wa
- taala h dengan hawa nafsu
- mereka. Bagaimana cara merubahnya? Nah,
- ini keinginan mereka orang kafir, orang
- musyrik ya. Jadi keinginan mereka tuh
- wat tahliluhum maharullah
- itu caranya menghalalkan yang diharamkan
- oleh
- Allah gitu.
- Wa tahrimuhum ma
- ahallallah. Dan mengharamkan apa-apa
- yang di dihalalkan dan dihalalkan oleh
- Allah. Jadi bolak-balik.
- Nah, ini sesuatu yang luar biasa
- rusaknya. Coba aja kalau kalau kita
- berpikir ada sebuah bangunan rumah gitu,
- Bagus. Bagus di
- rumah kita bawa teman kita secara
- penilaian manusiawi rumah itu bagus.
- Betul. Tiba-tiba ada kawan kita, ih
- jelek banget tu rumah. H.
- Nah, itu loh. Tiba-tiba kita kembali
- kepada katakanlah gambar rumah yang
- buruk gitu. Tiba-tiba teman kita bilang,
- "Ih, bagus banget itu kan jauh dari
- nalar yang sehat kan
- gitu." Nah, ini keinginan orang kafir.
- Ini orang keinginan orang musyrik selalu
- merubah-rubah. Jadi
- kalau masalah hukum ini jangan dianggap
- kecil ataupun besarnya. Ketika hukum itu
- dirubah, betapun menurut kita kecil itu
- besar di sisi Allah. Nah,
- itu saya lagi-lagi ingin meluruskan saja
- melalui dakwah ini kepada ee pola-pola
- pikir ee orang-orang yang memusuhi Islam
- ya. Karena terus terang buat kita umat
- Islam 1 Muharam itu adalah memang tidak
- ada syariat ya bagus. Enggak ada syariat
- untuk merayakan enggak ada. Tapi ulama
- masih membolehkan untuk syiar kan gitu.
- 1 Muharam itu syiar kita.
- itu loh syiar umat Islam yang hari ini
- syiar itu sudah banyak mati. Betul
- enggak, bebas? Nah, tiba-tiba kemunculan
- ya pergantian waktu, pergantian tahun
- yang diawali oleh 1 Muharam ini
- dimasalahkan. Nah, kita tidak
- mempermasalahkan ee menyebut siapa yang
- mempermasalahkannya. Tetapi ini kita
- meluruskan hukum gitu loh. Dan kita
- tidak berbicara politik. Kita hanya
- berbicara tentang hak Islam yang harus
- ee diluruskan dan dibela. Nah, itu. Nah,
- ini karakter sebetulnya. Jadi, karakter
- orang-orang kafir masa lalu, orang Arab
- masa lalu itu karakternya kasar, keras.
- Maunya berperang terus.
- Maunya mm sepanjang tahun itu buat
- mereka yang namanya perang tuh tidak
- mengenal ukuran waktu
- maunya. Padahal nah ini makanya gitu
- kan watak pada zaman dulu itu
- orang-orang musyrik dan orang-orang
- kafir dengan orang-orang kafir dan
- musyrik pada zaman sekarang ya itu mata
- rantai saja Agus. Enggak ada
- perbedaan. Sama sekali gak ada
- perbedaan. Artinya sama saja gitu loh.
- Nah, sekali lagi ikhwan, orang-orang
- kafir, orang musyrik pada masa lalu,
- apakah pada
- masa terjadinya kesyirikan itu? Kan pada
- masa pertama adanya kesyirikan di dunia.
- Kalau pada masa Nabi Adam alaihialatu
- wasalam itu masih
- bersih. Adanya kesyirikan itu muncul
- pada masa Nabi Nabi Nuh gitu loh.
- Kesyirikan itu terjadi sampai
- sekarang. Nah, artinya kalau kita hitung
- dari masa yang begitu panjang, begitu
- jauh, munculnya kesyirikan pada masa
- Nabi Nuh. Lalu kesyirikan itu terus
- karena kesyirikannya kan kan temannya
- setan. Hm.
- Kekafiran itu kan temannya se temannya
- setan. Kemunafikan, kezaliman temannya
- setan. Itu rentang waktu yang orang
- bilang berapa enggak ngerti ya berapa
- juta tahun gitu. Kita enggak bisa
- memastikan kalau ada orang bilang, "Oh,
- sekian miliar tahun itu hanya
- perhitungan-perhitungan yang tidak
- mendasar sebetulnya gitu."
- Nah, jadi orang-orang musyrik,
- orang-orang kafir dari masa ke masa itu
- sama mereka memiliki tabiat, watak, dan
- karakter yang ee tidak ada robubahnya,
- tidak ada bedanya. Kalau mereka suka
- merusak, ya orang kafir, orang musyrik
- masa lalu ya terjadi terjadi juga sifat
- keinginan merusak itu pada orang musyrik
- dan orang kafir masa sekarang. Kalau
- pada masa lalu orang musyrik, orang
- kafir itu suka merobah-robah hukum
- Allah, maka kondisi orang musyrik, orang
- kafir sekarang pun ya gak ada bedanya.
- Keinginan mereka adalah merubah dan ee
- menata letak kembali gitu di di luar
- tempatnya. Hukum Allah
- itu termasuk pada masalah 4 bulan yang
- diharamkan Allah. Itu Allah menciptakan
- langit, bumi dan seisinya. Allah
- menciptakan
- hari. Ee hari itu dari ada berapa biar
- ada tujuh kan? Tujuh hari. Allah
- menciptakan jam ada berapa jam? 24 jam
- kan gitu kan. Allah menciptakan bulan
- berapa hari? 30 hari atau 20 28? Eh 29
- 30 kalau Islam bulan. Iya bulan. Bulan
- 12 gak harinya berapa harinya? Dalam di
- satu bulan kan 29 atau 30 hari itu dalam
- Islam. Iya. Heeh. bulannya ada 12 kan?
- Betul. Nah, nah dari 12 bulan yang Allah
- ciptakan di di muka bumi ini untuk
- kepentingan manusia, ya Allah bisa
- saja menciptakan bulan lebih dari itu
- atau kurang dari itu kuasanya kan. Tapi
- kita lihat melalui kekuasaannya Allah
- menciptakan 12 bulan itnaasar syahron fi
- kitabillah minha arbaatun hurum gitu
- kan. Ada 12 bulan di di muka bumi ini
- Allah menciptakan bulan. Iya. Ya. Bulan
- terhitungnya bukan Januari, itu bulan
- Masehi. Hitungannya dari Muharram.
- Muharram Safar, Rabi alawal, Rabiani,
- Jumadal Ua, Jumadaniah, Rajab, Syak'ban,
- Ramadan,
- Syawal, Zulkadah, Zulhijah. Itu
- bulan-bulan dalam Islam.
- Nah, 12 bulan ini ada 4
- bulan yang Allah tahan gitu loh. Dalam 4
- bulan ini manusia jangan melakukan satu
- katakanlah pertengkaran, kezaliman,
- peperangan, aniaya itu dosa. Nah, ini
- itu kan kehendak
- Allah, keinginan Allah gitu loh.
- Sementara karakter dan keinginan orang
- Arab masa lalu keinginannya tuh tidak
- ada masalah itu. Karena keinginan
- orang-orang itu pada zaman dulu ya kan
- ya mungkin identik juga dengan sekarang.
- Soal keinginan mereka orang musyrik,
- orang kafir melakukan kezaliman,
- melakukan kekafiran, melakukan
- kesyirikan, melakukan aniaya. Itu
- sepanjang hidup maunya.
- Kalau tidak dibatasi oleh Allah 4 bulan
- itu, oh parah itu. Sudah dibatasi
- saja 4 bulan itu tidak boleh
- melakukan perbuatan-perbuatan tercela.
- Sudah dibatasi oleh Allah. Masih saja
- kan perbuatan itu ee dilakukannya oleh
- mereka. Nah, 4 bulan ini ikhwat al
- iman tiga posisinya itu berurutan.
- tiga posisi berurutan, yang satu tidak
- berurutan. Yang berurutan adalah
- Zulqadah, Zulhijah, dan
- Muharram itu. Adapun Rajab dia tidak
- berurutan, kan gitu.
- Nah, bagaimana kisah daripada
- orang-orang masa lalu keinginan merubah
- hukum
- Allah? Kembali, Ikhwan, kepada
- membicarakan tabiat mereka. Sekali lagi
- bahwa tabiat mereka orang-orang Arab
- musyrik kafir itu keinginan mereka itu
- masyaallah kalau sudah marah
- menggebu-gebu. Kalau sudah
- bertengkar masanya lama gitu loh.
- Keinginannya itu ya melakukan peperangan
- sepanjang
- tahun gitu. Sepanjang masa tidak ada
- ukuran batas waktu.
- Nah, Allah Subhanahu wa taala yang lebih
- mengerti tentang ciptaannya itu Allah
- batasi du dari 12 bulan itu 4 bulan gitu
- loh ya. Kalian manusia tidak boleh
- melakukan hal-hal yang tercela. Nah, di
- 4 bulan ini subhanallah kalau umat Islam
- melihatnya ini di bulan-bulan yang luar
- biasa. Nah, itu dan di situ bukan tidak
- ada Ramadan gitu. Tapi di situ Zulhijah
- coba ummahatul
- ibadah. Umahatul ibadah adanya di bulan
- Zulhijah. Apa umahat itu? Induk
- ibadah. Induk-induknya ibadah itu adanya
- di bulan Zulhijah. Di antaranya rukun
- Islam yang keli yang kelima haji.
- Subhanallah. Nah, keinginan mereka orang
- kafir itu mau di sopar kek, mau di
- Muharam kek.
- Mau di Muharram, Safar gitu kan, mau di
- bulan Rabiul Awal kek, Rajab kek, sampai
- kepada Zulqadah, Zulhijah. Kalau mau
- melakukan sesuatu ya enggak ada
- batasan. Lakukan aja menurut mereka
- keinginannya, kan begitu. Heeh. Padahal
- Allah telah membatasinya. Maka dengan
- demikian, Ikhwan, ketika Allah Subhanahu
- wa taala
- membatasi ee perbuatan-perbuatan manusia
- ini ee dalam masa 12 bulan dalam 1
- tahun, 4 bulan ee minha arbaatun hurum.
- Dari 12 bulan itu 4 bulan diharamkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Arti
- diharamkan tuh ya diharamkan di dalamnya
- untuk tidak melakukan
- perbuatan-perbuatan tercela. Artinya
- kalau ada tiba-tiba
- manusia yang melakukan
- perbuatan-perbuatan tercela pada
- bulan-bulan ini,
- dosanya semakin besar, kekafirannya
- semakin bertam bertambah. Itu
- maknanya, ya. Dan jangan dilihat
- hukumnya dianggap kecil atau sepele.
- Hukum di sisi Allah gak ada sepele,
- enggak ada kecil sama. Ee termasuk yang
- kemarin juga. Jadi kita bahas sebetulnya
- walaupun terlambat bukan bukan terlambat
- ya. Ini hanya supaya apa? Supaya umat
- lebih ter ter apa namanya? Tertarik
- untuk membela gitu hak-hak Allah
- Subhanahu wa taala. Penentuan 1 Muharam
- merupakan penentuan libur kita kan umat
- Islam. Tetapi oleh sebagian masyarakat
- dianggapnya ya boleh diundur kan begitu.
- Kalau pengunduran ini terjadi dan itu
- sudah terjadi kan berarti merubah
- tatanan-tatanan hukum Islam yang lain
- gitu. Ikhwan yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Mm buat kita hari
- ini penjagaan-penjagaan terhadap Islam
- harus
- dimulai
- meskipun ee dari tahap yang paling
- kecil. Kenapa?
- Karena soal amar makruf nahi mungkar ini
- tidak boleh
- berhenti. Soal amar makruf nahi mungkar
- dan dakwah ini tidak boleh berhenti. Ya,
- soal ee tanggung apa istilahnya resiko
- macam-macam ya. Semua hidup ada
- resikonya. E semua ee kegiatan ada
- resikonya. Apalagi ketika kita
- berhadapan dengan bagaimana cara umat
- ini menjaga hukum Allah, ada resiko.
- Nah, resiko ini, ikhwat al iman,
- merupakan
- sunatullah. Merupakan sunah sunatullah.
- Jadi, ikhwan yang dirahmati Allah, ee
- bincang-bincang ini sebetulnya
- ee lazim saja di mana saja ya, di radio
- kayak di forum-forum ee apa istilahnya
- musyawarah ataupun forum debat gitu kan.
- Ini bisa diperdebatkan ini
- masalah-masalah ini kalau dibesarkan
- bisa diperdebatkan karena hukum Allah
- kan gitu.
- Maka ini bisa memancing kesadaran umat
- terhadap ee atau memancing gairah ee
- masyarakat Islam untuk membela yang hak.
- Karena kita dalam hidup ini harus
- menyampaikan yang hak walau kan mur
- meskipun rasanya pahit. Dan kita berdoa
- pada Allah semoga kita ini selalu
- ditunjukkan oleh Allah kepada yang benar
- ya yang hak. Dan kita memohon agar kita
- diberi karunia untuk mengikuti yang
- benar itu. Dan kita juga harus
- berlindung diri daripada ee kebatilan.
- Karena ee kebatilan itu kalau kalau
- sudah di disandingkan dengan yang hak
- itu akan akan imbas n akan berimbas
- nanti. Maka kita harus berindu diri pada
- Allah dari sesuatu yang batil dan kita
- meminta anugerah pada Allah agar yang
- batil ini kita bisa hindar hindarkan. Ah
- ini yang paling penting gitu. Maka
- kepada masyarakat yang mendengarkan
- siaran rasil ini ee kalau iya ada
- sekelompok masyarakat menganggap enteng
- pada masalah hukum-hukum Allah yang mana
- hukum Allah bisa dirobah atas kemauan
- hawa nafsunya, atas ee keinginan ee ee
- akalnya dan itu sangat bertentangan
- dengan syariat Islam, maka kita harus
- mencegahnya, kita harus memberikan
- nasihat-nasihat yang sifatnya nya itu
- ada pembelaan kepada Islam itu sendiri.
- Karena Allah Subhanahu wa taala sang
- pencipta alam ini yang maha yang maha
- tahu dengan hamba-hambanya. E andai kata
- ada kelompok yang masih gemar dengan
- kemusyrikan, kekafiran e padahal mereka
- ya notband-nya itu kalau KTP, KTP Islam
- kan gitu. E ya kita orang yang sadar
- dengan kondisi ya harus memberikan
- arahan-arahan yang bermanfaat buat
- mereka. Siapa tahu gitu, siapa tahu
- hidayah tetap pada kita dan hidayah juga
- Allah berikan kepada mereka. Karena
- selama kita di dunia serba kemungkinan
- Nabi Agus. Heeh. Apa serba
- kemungkinannya? Yang kafir bisa saja
- jadi is Islam. Yang musyrik bisa saja
- dia tiba-tiba mengesakan Allah.
- Tetapi yang beriman gitu kalau tidak
- dijaga
- keimanannya, tidak dijaga keislamannya,
- itu bisa lepas dari diri seseorang. Jadi
- dunia ini serba kemungkinan. Oleh
- karenanya kita coba melihat syariat doa.
- Syariat doa ini berlaku untuk semua
- masyarakat, tidak muslim, tidak kafir. E
- tetapi doa memang ada ada hal yang
- menjadi syarat kepada orang musyrik,
- orang kafir, kita tidak boleh mendoakan
- seperti dengan doa, "Ya Allah, ampuni
- dosa mereka." Itu haram hukumnya. Tetapi
- kalau kita berdoa, "Ya Allah, berilah
- hidayahmu, berikanlah hidayahmu kepada
- orang yang kafir itu atau yang musyrik,
- itu enggak ada masalah. Itu dakwah kita.
- Tapi kalau untuk berdoa, ampuni dosa
- mereka ya Allah, itu diharamkan." Ini
- artinya syariat doa berlaku untuk semua
- kalangan manusia. Dan betapa indahnya
- Islam ketika dalam
- syariatnya masih sempat berbagi kepada
- semua hamba Allah.
- soal ee atau dalam masalah hidayah ini.
- Baik, semoga apa yang Ustazah sampaikan
- bincang-bincang ini bisa memancing
- kawan-kawan untuk bertanya meluruskan
- barangkali hal-hal yang telah dirasa
- kalau bengkok bengkok ya gitu. Wallahuam
- bawab. Baik, Ustaz. Terima kasih banyak
- atas pemaparan yang singkat ini. Ikhwan
- dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Kami akan jeda
- sejenak. Untuk sesaat lagi kami kembali
- ke ruang dengar Anda. Bagi Anda ingin
- bergabung silakan kami tunggu atensinya
- di
- 0218451512. WhatsApp
- 0811999720. Tetaplah bersama kami. Oke.
- [Musik]
- wasadduna
- ilaimil ghaibi
- wasyahadah
- fayunabbiukum bimaa
- kuntum tamalun
- [Musik]
- Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat
- perhatian Allah dan
- Rasulnya. Jika perhatian dari atasan,
- pejabat, dan orang-orang yang berkuasa
- saja sudah bisa membuat kita kegirangan.
- Bagaimana jika perhatian itu datang dan
- pencipta alam semesta beserta ciptaan
- yang paling indah yaitu baginda Nabi.
- Apalagi yang kita cari di dunia selain
- dua hal
- tersebut. Perhatian tadi bisa didapat
- hanya jika kita beramal
- salapun bentuknya. bisa dengan tenaga,
- harta, pemikiran, dan lain
- sebagainya. Namun amalan yang paling
- menyenangkan baginda Nabi adalah
- memperjuangkan ajarannya, meneruskan
- perjuangan beliau, berdakwah di
- jalannya.
- Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar
- Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV
- bersama-sama berjuang bersama Radio
- Silaturahim dengan berdonasi ke nomor
- rekening berikut.
- [Musik]
- at
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- at
- [Musik]
- attack
- [Musik]
- Iya. Baik. Radio silaturahim untuk Islam
- yang satu yang masih dipancar luaskan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi. Masih
- bersama kami dalam program tafsir Ibnu
- Katsir bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan
- tentang renungan Quran surah at-Taubah
- ayat 37 tentang bulan-bulan yang
- diharamkan Allah Subhanahu wa taala.
- Kami undang anda ikhwan dan akhwat untuk
- bergabung di line telepon 0218451512.
- WhatsApp di
- 08111999720. Pertanyaan pertama datang
- dari Bunda Hani. Pak Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh. Ustaz, apa
- yang dimaksud dengan pengunduran bulan
- haram di Quran surah at-Taubah ayat 37
- itu?
- Ya, terkait dengan hal tersebut,
- beberapa waktu lalu kita juga mengalami
- pengunduran hari libur untuk libur tahun
- baru Muharam yang seharusnya jatuh pada
- tanggal 10 namun diundur menjadi tanggal
- 11 Agustus. Bagaimana menurut Ustaz? Ya,
- bismillahirrahmanirrahim. Yang pertama
- bukan menurut ustaz ya. Kalau dalam
- Islam itu menurut
- AlIslam. Kalau menurut ustaz bisa jadi
- menurut hawa nafsu ustaz. He. Tapi
- menurut Islam adalah pengunduran masa
- ataupun bulan yang dimaksud
- adalah kait ada erat kaitannya dengan
- watak
- tadi. Watak dan tabiat atau karakter
- orang-orang kafir pada masa itu di
- kalangan orang Arab itu ee inginnya itu
- tidak ada bulan yang
- diharamkan. Kenapa?
- Karena mereka kalau punya hajat
- kebutuhan yang potensinya buruk, kalau
- ada buran yang haram kan kan terhalang.
- Enggak enggak bisa melakukan katakanlah
- perbuatan buruk kan gitu. He. Dan
- karakter mereka kalau ingin berperang
- itu tidak mengenal
- waktu. Itu bagus tidak mengenal waktu.
- Sepanjang tahun kalau mau perang, perang
- aja. Saya bodo amat. Ada bulan haram
- atau tidak ada bulan haram kan gitu.
- Tetapi kalau kita lihat diharamkannya
- bulan yang empat itu oleh Allah
- Subhanahu wa taala adalah sebagai rem
- sebetulnya. H gencatan senjata
- loh. Bagi mereka enggak mau gencan
- senjata. Bagi mereka it's oke 12 bulan
- tapi kami mau melakukan 12 bulan tuh
- untuk kepentingan apapun yang kami
- inginkan. Itu keinginan orang kafir,
- orang
- musyrik. Jadi gak gak ada brick di sana.
- Kalau di dihukum manus kan ada break 4
- bulan tuh break
- sebetulnya rem untuk apa? Untuk supaya
- manusia ini berpikir gitu loh dari 12
- bulan ini apa iya perang terus? Apa iya
- melakukan kezaliman terus kan gitu. Nah,
- terkait dengan yang dipertanyakan Bunda,
- pergeseran ataupun pengunduran waktu
- ataupun bulan yang
- diinginkan ee Abi Agus terhitung dari ee
- Zulkadah, Zulhijah, Muharram ya,
- kemudian Rajab. Ini 4 bulan yang
- diharamkan. Arti diharamkan itu kan
- seperti tadi, tidak boleh melakukan
- berbagai bentuk kezali kezaliman. Nah,
- di luar bulan
- ini bukan berarti boleh loh. Enggak
- boleh juga. Tetapi kalau kita melihat
- potensi
- keburukan yang mungkin dilakukan oleh
- manusia, bokyo yo jangan di bulan yang
- empat itu. Gitulah
- bagus. Nah, potensi keburukan itu bukan
- sekali lagi ya bukan boleh dilakukan.
- ee potensi itu di luar bulan itu.
- Potensi keburukan tuh ya mungkin di
- bulan
- ee Safar, Rabiul Awal gitu loh. Rabiani,
- Jumadal Ua, Jumadsaniah, Rajab, eh Rajab
- gak ee Syakban. Oh, Ramadan gitu loh.
- Karena peperangan saja terjadi pada
- bulan Ramadan kan dulu pada zaman Rasul.
- Nah, artinya Islam tidak menyuruh untuk
- manusia melakukan keburukan. Tapi kalau
- ada potensi keburukan yang mau dilakukan
- manusia, bok yo jangan di bulan yang
- haram
- gitu loh. Nah, keinginan mereka
- mengundurkan masa yang mana akan yang
- mereka inginkan diundurkan supaya mereka
- itu tetap bisa melakukan perbuatan
- buruk. Bulan Muharam yang itu merupakan
- salah satu bulan yang diharamkan oleh
- Allah. keinginan mereka geser ajalah ke
- bulan Safar
- itu pada masa pada masa orang-orang
- kafir dulu orang-orang kafir Quraisy
- dulu Qurais orang-orang Arab yang kafir
- musyrik itu kan jadi bulan Safar itu eh
- bulan Muharam itu geser ajalah ke bulan
- Muharram itu loh dan tahun ini
- halal kalau tahun depan bisa jadi
- diharamkan seperti itu gitu menurut kein
- mereka jadi pergeseran pengunduran
- Muharam keinginan mereka di bulan Safar
- itu merupakan keinginan mereka agar apa
- di situ liwatiu idaramullah agar mereka
- bisa melakukan apapun
- itu loh di bulan haram ini mereka punya
- potensi jahat ya
- dilakukan padahal di bulan haram yang
- mereka ingin geser ke safar gitu
- loh. Jadi, pergantian bulan atau
- pergeseran bulan yang dimaksud adalah
- keinginan mereka menggeserkan kedudukan
- bulan Muharram kepada bulan Sa Safar
- agar apa? agar menurut keinginan mereka,
- perbuatan buruk mereka bisa terus
- dilakukan dengan melalui pergeseran itu.
- E di bulan Muharram tadi yang Muharam
- mereka sebetulnya Abi Agus mereka orang
- kafir, orang musyrik pada masa itu
- bersepakat bahwa Allah menciptakan bulan
- tuh
- 12. Dan mereka juga bersepakat meyakini
- bahwa ada 4 bulan yang diharamkan Allah.
- Tetapi ketika hawa nafsu mereka
- menguasai mereka, dirubahnya dengan
- alasan tadi bahwa kami kalau ingin
- melakukan apapun tidak ada yang bisa
- menghalangi. Nah, itu keinginan mereka.
- bulan Muharram dialihkan kepada bulan
- Safar agar kami bisa melakukan apapun di
- bulan yang dipindahkan itu. Padahal di
- bulan Safar yang dia akan pindahkan ke
- ee bulan Muharram yang akan mereka
- pindahkan ke Safar. Bulan Muharram itu
- kan isinya sama dengan Zulkaidah,
- Zulhijah, Muharram dan Rajab. Ya kan?
- Tidak boleh membunuh, tidak boleh
- berperang, tidak boleh melakukan aniaya.
- yang ada adalah silakan gencatan senjata
- ya kan duduk bersama musyawarah
- menentukan kebijakan-kebijakan apa ke
- depan yang baik-baik. Nah, mereka tidak
- melihat itu tetap akan melakukannya.
- Maka geser saja bulan itu ke Safar.
- Maunya mereka seperti itu. Ustaz
- sehingga hukum-hukuman Allah bisa beru
- berubah. Wallahualam bawab. Baik. Saya
- mencoba untuk ee apa
- namanya?
- Me bertanya, Ustaz. dan juga
- mengkoreksi. Ee saya pernah melihat
- begitu ya dari laman resmi Kemernak,
- Ustaz bahwa Dirjen Bimas Islam itu
- Kamaruddin Amin menyatakan bahwa
- pemerintah hanya memindahkan tanggal
- merah dari tanggal 10 menjadi 11
- Agustus. Jadi yang dimaksud adalah tahun
- menurut Kemenak begini, Ustaz. Tahun
- baru Islam tetap 1 Muharam 1443 Hijriah.
- Hanya saja yang digeser itu tanggal
- masehinya dari tanggal 10 Agustus
- menjadi tanggal 11. He. Nah, hal ini
- dilakukan karena memang saat ini sedang
- status darurat pandemi Covid-19. Itu
- alasannya. Nah, jika seperti ini, Ustaz,
- bagaimana? Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Sekarang kita
- berpikir dong jatuhnya tanggal 1
- Muharram di mana? Hm. Kan di 10 Agustus.
- Eh, di berapa tadi? 10 Agustus. Iya, 10
- Agustus.
- Dalil ataupun alasan apapun menggeser
- tanggal 10 itu kepada tanggal
- 11 kalau tidak bertepatan dengan 1
- Muharram it's ok. Tapi ketika bertepatan
- dengan 1 Muharam it's not ok. Itu ada
- masalah.
- problem bersama akan terjadi. Kalau
- pengunduran tanggal 10 itu tidak
- bertepatan dengan 1 Muharam, silakan mau
- digeser ke mana. Karena tidak ada hari
- yang sakral, kan gitu bagi umat is umat
- Islam. Tapi pada tanggal alasan yang
- dibuat-buat tadi, tanggal 10 itu
- merupakan gitu loh yang harus diger
- tanggal 11 ada kepentingan COVID, ada
- kepentingan libur bersama, macam-macam
- hari kejepit katanya kan. Heeh. itu
- ingat loh, lihat sangat bertepatan
- dengan yang disepakati itu melalui
- kesepakatan itu bukan bukan asal-asalan
- loh melalui alat ya kan astro apa
- astronomi kan. Heeh. Penanggalan setiap
- bulan tuh kan enggak sembarangan orang
- Islam gitu loh. Nah, bertepatan dengan
- tanggal 10 digeser kemauannya. Kalau
- tidak bertepatan dengan tanggal 1
- Muharam kita enggak kita akan menerima.
- Tapi ketika bertepatan dengan hari umat
- Islam, 1 Muharam
- merupakan 1 Muharam itu kan hijrahnya
- Rasul sallallahu alaihi wasallam gitu
- diingatkan tuh itu akan
- menjadi semacam pancingan apa namanya
- letupan-letupan yang tidak sehat. Karena
- apa? Dulu pada zamannya orang-orang
- kafir
- musyrik pada zaman ee bangsa Arab itu
- tujuan pergeseran itu apa gitu loh? ee
- kemauan mereka mengundurkan waktu itu
- untuk apa? Untuk supaya umat
- ini bisa gampang diadu do diba jadi
- ribut gitu loh. Nah, sekarang kalau ini
- terjadi ribut enggak? Kemarin banyak
- yang kena letupan kan gitu. Kalau itu
- tidak diredam dengan nasihat umat Islam
- ke arah yang oh kita sabar sabar sabar
- itu akan menjadi letupan yang tidak
- terkira besarnya kan gitu.
- Baik. Gitu. Baik. Kita ke pertanyaan
- selanjutnya, Pak Ustaz, ya. Pertanyaan
- dari
- ee Ibu Femi di Tebet. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi. Ini di luar tema tidak
- apa-apa, Ustaz? Ya. Baik. Apakah doa
- anak untuk ibunya yang nonmuslim untuk
- meminta ampunan buat ibunya juga
- diharamkan? Ya, ini doa sama ee
- pertanyaan ini sama ada kaitan dengan
- ini dengan masalah inkar ada doa juga
- kan ya untuk masalah doa anak pada ibu
- ya apa ibu kepada anak ataun sebaliknya
- lah itu orang Islam itu ada batasan
- ya batasan syariat
- kita ini kalau sudah syariat berarti
- bukan keinginan
- kita itu panduan dari Allah Subhanahu wa
- taala dan Rasul-Nya
- Nah, syariat
- Islam
- membolehkan munajat dan doa itu untuk
- orang lain selama
- gitu
- bernuansakan
- hidayah. Selama bernuansakan hida
- hidayah. Seperti kita berdoa pada Allah,
- "Ya
- Allah, saya punya anak kafir nih." Iya.
- Dan sudah dewasa.
- Bimbinglah dia dengan
- hidayahmu sehingga dia memeluk Islam.
- Itu
- boleh. Atau
- sebaliknya, anaknya yang muslim, orang
- tuanya yang
- kafir. Anak saking sayangnya kepada
- orang tua berdoa dan bermunajat, "Ya
- Allah, bimbinglah ibu bapakku dengan
- hidayahmu agar mereka berdua dapat masuk
- Islam."
- itu
- boleh. Tapi
- ketika seorang ibu
- muslimah dan anaknya kafir atau
- sebaliknya anaknya muslim, ibunya
- muslimah mendoakan tentang perbuatan
- dosa yang dosa itu keinginannya diampuni
- Allah dengan ungkapan contohnya. dengan
- ungkapan contohnya dari ibu muslimah ke
- anak yang kafir, "Ya Allah ampuni
- dosanya." Ini ada
- larangan. Karena soal mengampuni, tidak
- mengampuni itu bukan hak bukan hak
- adami, bukan hak adami, bukan hak
- manusia, tetapi itu mutlak hak
- preogratif Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, gitu. Hidayah pun sama.
- Tetapi kalau hidayah dibolehkan untuk
- memasuki seorang pada hidayah, kan gitu.
- Tapi kalau perbuatan kita tidak boleh
- mendoakan orang kafir ya di luar muslim
- ini untuk didoakan kepada Allah soal
- pengampunan dosanya. Ini yang ada
- perbedaan dalam syarat yang lain.
- Wallahuam bawab. Baik, Ustaz. Kita
- beralih ke pertanyaan selanjutnya, Pak
- Ustaz, ya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Dari Bapak
- Mas'ud di Batam. Ustaz, apakah benar
- dulu para nabi ditolong Allah pas di 10
- Muharam? Seperti Nabi Ibrahim
- dikeluarkan dari api pas 10 Muharam dan
- kemudian Nabi Yunus yang juga
- dikeluarkan dari perut ikan juga pada
- tanggal 10 Muharam. Dan mohon
- nasihatnya, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Sejauh bacaan
- Ustaz
- memang ee pada bulan Muharram ini banyak
- terjadi hal yang luar biasa. Di
- antaranya kalau itu kalau itu kisah ada
- dibuka tentang Nabi Ibrahim, tentang
- Nabi Yunus, Nabi Yunus dikeluarkan dari
- perut ikan hiu. Nabi Ibrahim selamat
- dari
- api. Yang Ustaz baca adalah kemenangan
- Musa alaihialatu wasalam. He di tanggal
- 10
- ini. Nah, ee oleh karenanya sebetulnya
- kaitannya dengan dengan orang-orang
- orang-orang Yahudi ini ya kalau soal
- kemenangan. Iya.
- Hari ini hari ini orang-orang Yahudi
- itu
- merayakan kata mereka gitu loh. Heeh.
- merayakan kemenangan Musa dari kejaran
- Firun Firaun dan bala tentaranya.
- Nah, maka
- mereka menghormatinya dengan cara puasa.
- Cara di di tanggal ini nih, tanggal
- 10 hari mereka puasa.
- Nah, tetapi ketika kenyataan
- itu diketahui Rasul, maka Rasul
- bersabda, "Kalau
- kalian merayakan kemenangan Musa di
- tanggal ini, apa kata Rasul sallallahu
- alaihi wasallam?" "Nahnu ahaqu minkum bi
- Musa." Nahnu, nahnu itu adalah kepada
- umat Islam kan itu kepada nabi kita dan
- umatnya.
- Nahnu aha ahaqu minkum bi
- Musa. Kita-kita ini lebih hak
- menghormati Musa. Kita-kita ini lebih
- berhak merayakan kemenangan Musa
- daripada kamu, daripada kalian. Itu kata
- Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, maka terjadi perbedaan di
- sini. Kalau orang-orang Yahudi
- menghormati kemenangan Musa itu hanya
- puasanya satu hari hari ini tanggal
- 10, maka umat Islam harus ada
- perbedaan cara menghormatinya. Heeh.
- yaitu dengan syarat puasanya itu jangan
- sama dengan puasanya orang
- Yahudi. Nah, ulama
- menyikapi ee hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam yang berbunyi inistu ila
- qodimin. Inistu ila qadim laasumanna
- attaasi. Kalau saja tahun depan aku
- masih hidup, niscaya aku akan puasa pada
- tanggal
- 9-nya kemudian tanggal 10 berarti 2 hari
- kan. Tujuannya apa? Tujuannya untuk
- supaya
- menyelisihi ibadah orang-orang Yahudi
- yang mana bentuk ibadah saat itu
- penghormatan mereka terhadap kemenangan
- Mus Musa. Maka mereka puasa. Maka Rasul
- sahu alaihi wasallam, "Kalau aku hidup
- tahun depan, aku akan puasa tanggal
- 9-nya tentunya dengan tanggal 10." Nah,
- ulama menyikapi oh kalau tujuannya untuk
- melakukan ee perbedaan ibadah, boleh
- dong kata ulama nih, istimbat mereka
- boleh kalau gitu 10 dengan 11. Nah,
- itu di antaranya 9 10 atau 10 11 atau
- gabungkan saja untuk perbedaan 9 ya kan
- untuk perbedaannya 9 10 11 itu
- dilakukannya seperti itu. Nah,
- jadi kemenangan-kemenangan yang tadi
- antum sampaikan ee pendengar yang
- penanya yang mulia yang Allah rahmati,
- kemenangan Nabi
- Ibrahim, selamatnya beliau dari api
- neraka eh dari api ee yang membakar
- dirinya ya kan. Kemudian ee kemenangan
- ee selamatnya Nuh apa ee yang tadi dari
- perut ikan hiu itu apa? Nabi Nabi Yunus.
- Nabi Yunus ya kan? Nabi Yunus ee di
- tanggal yang sama ya. Kalau Nabi Musa
- pada tanggal 10 juga adalah keselamatan
- beliau dari kejaran ee ee Firaun, maka
- kembali kepada ee bacaan masing-masing
- sesuai dengan ee apa namanya yang
- tertera dari sejarah. Iya. Ya, hanya
- saja kalau kita khusus pada tanggal ini
- kaitannya dengan puasa, maka puasa kita
- jangan sampai sama dengan puasanya orang
- Yahu Yahudi. Yahudi. Baik, Ustaz. Gitu.
- Ke pertanyaan terakhir, Pak Ustaz, ya.
- Iya, silakan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wabar. Ada
- Bapak Abdullah di Depok. Ustaz masih
- ingin bertanya tentang ee pembahasan
- kita yang menjadi tema kita di hari ini.
- Pembahasan ini sungguh menarik dan
- banyak sekali umat Islam yang tidak ngah
- untuk masalah ini. Pertanyaan saya
- sekedar ingin mendapat pencerahan.
- Apakah bahwa pengunduran ini pengunduran
- ini kan hanya masalah tanggal merahnya
- saja,
- Ustaz? Bukan pengunduran masalah ibadah.
- Dan pada tanggal 1 Muharam tersebut
- setahu saya tidak ada ibadah khusus dan
- banyak majelis atau masjid yang tetap
- syiar pada tanggal 1 bukan tanggal 2
- Muharam. Dan menurut saya pengunduran
- tanggal tersebut adalah untuk mencegah
- meningkatnya COVID karena dikhawatirkan
- hari Senin akan cuti dan berlibur.
- Jazakumullah khair. Iya.
- Kalau antum berpandangan itu tidak bisa
- orang menolak. Heeh. Tetapi kalau ada
- orang berpandangan lain yang berbeda
- dengan pandangan antum pun jangan antum
- menolak. Kan begitu. Kalau ustaz sih
- pada prinsipnya dikhawatirkan gitu loh.
- Kondisi kayak begini nih dianggap remeh
- oleh orang Islam gitu loh. Dan dan siapa
- bilang tidak ada ibadah khusus di
- tanggal itu gitu loh. Kalau soal libur
- mangsa bodoh mau libur besoknya kek.
- Tapi yang dikhawatirkan adalah keinginan
- perubahan tanggal 1 Muharam yang itu
- tepat dengan tanggal 10 itu kan digeser
- ke tanggal 11 perayaan Muharamnya atau
- liburnya itu buat kita enggak ada
- masalahan kok. Tetapi I berpikir dong
- tanggal 1 Muharam itu tepat tanggal
- 10. Jangan ada unsur istilahnya
- menyakitkan kepada umat Islam. Heeh. itu
- loh. Jangan ada unsur istilahnya
- menggerecokin gitu loh tanggal 1 itu ya
- bagi umat Islam. Karena dulu orang-orang
- musir, orang kafir pada zaman Arab dulu
- itu pada masa Arab itu tujuannya adalah
- untuk menggerecoki gitu loh. Untuk apa?
- Untuk supaya umat ini selalu apa? Tidak
- nyaman dibuatnya. Nah, ini yang
- dikhawatirkan ya. Kalau soal pergeseran
- tanggal 10 ke-11, tanggal merahnya saja
- enggak ada masalah.
- Apalagi tidak apalagi saat tidak
- bertepatan dengan tanggal 1 Muharam. Ini
- pergeseran terjadi tepat ketika tanggal
- 1 Muharam. Ya, antum harus berpikir juga
- dong. Kan gitu. Tanggal 1 Muharam atau
- apakah milik orang Kristen apa orang
- Yahudi? H milik umat Islam kan itu loh.
- Kok ketika giliran umat Islam yang punya
- hari digeser-geser. Nah, ini sama halnya
- melukai daripada hati orang Islam ya.
- kita alhamdulillah sabar dalam masalah
- itu. Tetapi yang dikhawatirkan hal
- seperti ini aja digeser nanti membengkak
- pada masalah-masalah yang lain dan itu
- sudah terjadi bukan tidak terjadi kan
- bagus itu itu yang diinginkan.
- Wallahualam ustaz. Baik. Wallahuam
- khawatir kita seperti itu. Baik terima
- kasih Ustaz atas ee jawabannya untuk
- Bapak Abdullah di Depok. Baik, Ustaz,
- itu menjadi pertanyaan terakhir
- perjumpaan kita di Alhamdulillah mungkin
- ada sedikit kesimpulan yang bisa
- disampaikan seperti tadi saya sampaikan
- bahwa ini bincang-bincang aja sebetulnya
- ee soal materi tafsirnya hanya melihat
- tafsir globalnya kalau satu tafsir
- global Ibnu Katsir tentang tabiat dan
- karakter atau watak yang dimiliki oleh
- ee orang-orang musyrik, orang-orang
- kafir dari bangsa Arab. Heeh. itu. Heeh.
- Yang kita tidak boleh terjadi adalah
- kemusyrikan, kekafiran yang di yang
- sudah menjadi watak tabiat, karakter
- orang Arab masa lalu itu ee jangan
- terjadi pada umat Islam, jangan terjadi
- pada orang yang mengaku agamanya Islam
- gitu loh pada zaman kita hidup sekarang.
- Karena nanti orang juga akan bisa
- menilai perbuatan itu menjurus pada
- kesyirikan atau kekafiran atau tidak.
- Kan gitu, Abi Agus. Nah, di sini di sini
- harus kita lihat ee harus ee peka juga
- kita. Oh, berarti kalau itu dilakukan
- sama dong dengan orang musyrik, orang
- kafir pada bangsa Arab kan
- gitu. Itu loh. Berarti tidak ada bedanya
- kan?
- Mereka musyrik, mereka
- kafir. Kita yang melakukan perbuatan
- mereka di zaman sekarang pun kita bisa
- musyrik, bisa kaf bisa kafir. Bisa
- kafir. Ini yang tidak boleh
- terjadi. Oleh karenanya masih untung
- gitu
- loh. Ada orang yang peduli kepada
- kondisi. Meskipun kata orang tadi
- sederhana, ringan, ece-ecek, tapi di
- sisi Allah betapaapun kecil masalah itu
- kita bela, besar pahalanya di sisi Allah
- Subhanahu wa taala, gitu. Eah. Jadi
- kepada Abi Agus juga harus bersyukur
- nih, harus ada kesyukuran. Oh, masih ada
- yang peduli membicarakan masalah itu.
- Dan memang bukan hanya kita yang
- membicarakan itu dalam niatnya pembelaan
- kepada agama ini. Ee tapi kawan-kawan
- yang lain pun banyak yang
- tertarik untuk membela agama Allah
- Subhanahu wa wa taala agar hukum Allah
- ini tetap hidup pada kalangan kita.
- Wallahuam bawab. Baik, Ustaz. Terima
- kasih banyak atas tausiahnya di siang
- hari ini, Ikhwan dan Akhwat.
- Demikian pembahasan kita, tausiah kita
- dalam kajian tafsir Ibnu Katsir.
- Pembahasan Quran surat Taaubah ayat 37
- tentang bulan-bulan yang diharamkan
- Allah subhanahu wa taala. Kami juga
- ucapkan terima kasih kepada para
- pendengar kami.
- Bapako, ada Ibu Tini, Ibu Farida, lalu
- ada Ibu Edi, Ibu Suryanti, Bapak
- Abdullah, Ibu Nurjanah binti Madi
- Singapura, kemudian ada Mahfud, ada
- Bunda Hani, Bapak Andi di Tambun Bekasi,
- Bapak Aris di Bogor, ada Aminudin, ada
- Sutrisno Anwar Aji, Ibu Ema Jufri, Ibu
- Femidi Tebet, Bapak Dance Saifudin,
- Bapak Jaman, Ibu Bu Yahya, Ibu Hestri di
- Cibinong, Bapak Naro, Ibu Neli Mamadini,
- dan ada Ibu Woro di Tambun serta Ibu
- Tris. Terima kasih banyak Anda telah
- menyimak kami dari awal hingga akhir.
- Sekali lagi kami mohon undur diri dari
- ruang dengar Anda. Setelah kami juga
- ingin menginformasikan ikhwan dan akhwat
- jangan lewatkan malam hari nanti ada
- kajian Muharam 1443 Hijriah peristiwa
- Karbala bersama Habib Rizq Syihab pada
- hari ini, Kamis 19 Agustus 2021 atau 10
- Muharam 1443 Hijriah.
- Pukul malam hanya di radio
- silaturahim. Saya Abi Agus Atep juga ada
- Fajar undur diri. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]