Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Amin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar radio silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- Akwad di Rabu sore hari ini tanggal 28
- Jumadil Awal 1447
- Hijriah atau tanggal 19 November 2025.
- Kemudian hadir acara tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil yang
- alhamdulillah hari ini telah bergabung
- bersama kami dan kita live via aplikasi
- Zoom Iwan Awat. Kita sapa terlebih
- dahulu Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah. Hari ini tema yang akan
- disampaikan adalah mengenai ziarah
- kubur.
- Kita akan bersama-sama simak Iwan aat
- nanti pemaparan ustaz dan nanti yang
- ingin bergabung bertanya silakan Anda
- bisa kirimkan melsapp kami di
- 0811999720.
- Tada ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfadilah hadrati sayyidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibni Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam
- waa alihi wa ashabihi wawajiriyati
- witi wikhwani minya mursalin
- walfaidinabi
- mujidinqidhim
- auliya washada wasihin
- muuhikin walamailin
- fiddin
- haj abdurahman
- Irusami
- Ahmadwani Nawawi Akbar
- ulama Kiai Muhammad Hasim Asari Akbar
- Jam Muhammadiyah Kia Ahmad Dahlanul
- wawahi abina wa umatina
- wawajina
- waitina
- muslimin muslimatmin
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka
- na'budu wa iyaka nasta ihdinasiratal
- mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin.
- Amin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasatu
- wasalamu ala asrofil mursalin habibi
- alamin sayyidina wa maulana muhammadin
- wa ala alihi wasohbihi ajmain amma ba'd
- fainna asqal hadis kitabullah taala
- wakiral hadi hadi muhammadin
- shallallallahu alaihi wasallam wasarol
- umur mukdatha wa mukdatin bidah waa
- bidatin dolalah waalatin finar
- Para pendengar radia silaturahim dan
- pemirsa Rasul TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala
- yang senantiasa melimpah curahkan nikmat
- karunianya kepada kita, terutama nikmat
- iman dan Islam, nikmat sehat walafiat,
- nikmat panjang usia dalam taat, termasuk
- nikmat dipertemukannya kita.
- sore ini walaupun cuma lewat udara dalam
- rangka menjalankan salah satu
- perintahnya yang diwajibkan atas kita
- semua yaitu menuntut ilmu yang
- insyaallah pada sore ini setelah
- beberapa kali pertemuan kita membahas
- tentang wafatnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, kita akan bahas tentang
- ziarah kubur. Apakah sesudah Rasulullah
- wafat atau ketika Rasulullah masih hidup
- ada ziarah kubur itu dalam ee di
- kalangan mereka ya? Apakah Rasul
- melakukannya, para sahabat melakukannya
- dan bagaimana para sahabat ee kep ke
- kubur Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Ya, sesudah beliau wafat.
- Para pendengar silaturahim
- ee menurut pakar bahasa, ziarah,
- ziarah itu berarti kunjungan.
- Kata ziarah bisa diberlakukan untuk
- kunjungan kepada orang yang masih hidup.
- Ya, seperti sabda Nabi sallallahu alaihi
- wasallam, "Man zaro aliman fakaanama
- zaroni."
- Barang siapa yang berkunjung kepada
- orang alim, kepada kiai,
- seakan-akan dia ini berkunjung kepadaku.
- Ya, karena kiai ulama itu adalah
- warasatul anbiya, ahli waris para nabi.
- Waman shofaha aliman fakaanama
- shofahani.
- Dan barang siapa yang menjabat tangan
- orang alim, ulama seakan-akan ia ia
- menjabat tanganku.
- Ya, karena namanya kiai itu dia mesti
- pernah salaman dengan gurunya, dengan
- kiai sebagai gurunya. Yang gurunya juga
- sal pernah salaman dengan gurunya lagi.
- Begitulah terus gurunya ke gurunya
- sampai kepada tabiin, kepada sahabat,
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Ya.
- Nah, sedangkan kata Nabi, sesuatu
- ya tubuh yang tersentuh oleh kulitku
- atau oleh sesuatu yang yang tersentuh
- kulitku, maka haram tersentuh api
- neraka.
- Nah, jadi di sini makanya kalau kita
- salaman, banyak kita jumpai para santri,
- para santri itu kalau salaman sama kiai
- itu pada cium tangan.
- Kenapa? Tangan ini pernah bersentuhan
- dengan tangan yang pernah disentuh oleh
- Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Sehingga seakan-akan dia ini seperti
- sedang salaman dan mencium tangan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Makanya jangan heran ya.
- Namun juga saya memang punya guru dua.
- Bukan berarti guru saya cuma dua.
- Yang satu yang di Semarang adalah
- Almagflah
- yaitu Syekh Dimyati Rais
- itu beliau kalau kalau santri salaman
- dengan beliau mau cium tangannya enggak
- mau ditarik sama dia.
- Tapi guru yang di yang di Jakarta,
- mualim Syafi'i Hzami itu kalau dicium
- tangannya dibiarkan.
- Siapapun yang salaman dengan beliau
- mencium tangannya beliau biarkan.
- Nah, jadi ini ada pendidikan yang sangat
- baik. Jadi kalau mualim Syafi'i
- tahu bahwa apa yang dilakukan oleh murid
- mencium tangan guru itu adalah perbuatan
- baik.
- Dan beliau membiarkan muridnya melakukan
- mengamalkan ilmunya, melakukan kebaikan.
- Sementara yang di Semarang almagfurlah
- saya Dimyati Rais enggak mau. Kenapa?
- Karena kami itu tahu. Dulu waktu mondok
- beliau enggak ada yang manggil syekh,
- manggil kiai, enggak ada ya. Semua
- santri-santrinya mengambilnya, Pak.
- Makanya angkatan saya itu jarang enggak
- ada yang manggil
- Abah Dim gitu ya. Selalu memanggilnya
- itu Pak Dim karena beliau enggak pernah
- dipanggil ee kiai ya. Nah, karena apa?
- Memang beliau ini seperti tadi salaman
- enggak mau dicium tangannya.
- Didik kepada santri-santrinya,
- murid-muridnya untuk tidak gila hormat.
- Bukan berarti menyalahkan yang
- membiarkan tangannya dicium. Tidak.
- Masing-masing ini memberikan pendidikan
- kepada santrinya
- si santri ini ya mengerti atau tidak.
- Jadi kembali ziarah ini bisa kata ziarah
- itu bisa diberlakukan untuk kunjungan
- kepada orang yang masih hidup juga
- kepada orang yang sudah mati.
- Dan kata kubur itu berarti kuburan atau
- makam
- ya. Sehingga kalau di kita kan nyebutnya
- makam sehingga dikenalnya pemakaman ya.
- Heeh. Pemakaman umum gitu ya.
- Jadi secara bahasa
- ziarah kubur berarti mengunjungi kuburan
- atau mengunjungi makam.
- Sedangkan menurut syariat Islam, ziarah
- kubur bukan sekedar mengunjungi kuburan,
- bukan pula untuk mengetahui di mana dan
- bagaimana bentuk dan keberadaan sebuah
- kuburan,
- tetapi mengandung makna yang sangat
- luas.
- Sehingga al Imamul Ghazali menyebut di
- dalam kitab Ihya Ulumuddinnya, ziaratul
- kubur mustahabbah alal jumlah. Secara
- umum ziarah kubur itu sangat disukai
- ya, sangat disukai sekali.
- Kemudian
- waratu kuburi shihin mahbubah
- dan berziarah ke kubur orang-orang saleh
- eh khasah secara khusus.
- itu sangat disukai, dicintai
- ya. Kenapa? Karena baik
- ya.
- Jadi sekali lagi
- ziarah kubur mengandung makna yang
- sangat luas serta nilai-nilai luhur
- yang dapat melahirkan sikap mental
- spiritual yang mencerminkan
- sifat ragbah.
- Artinya ragbah itu cinta akhirat ya,
- cinta kepada amal kebaikan.
- Sifat zuhud
- ya, tidak terpikat kepada kesenangan
- dunia
- dan sakwaah dermawan
- serta sifat-sifat mulia lainnya.
- Kedatangan seorang peziarah ke kubur
- bertujuan mendoakan mayit agar diampuni
- dosa-dosanya, dimaafkan segala
- kesalahannya,
- diterima segala amal ibadahnya selama di
- dunia, serta mohon dicurahkannya rahmat
- dan disampaikannya pahala atau manfaat
- dari bacaan ayat-ayatul karimah. dan
- kalimah-kalimah thayibah.
- Ya, tentu yang begini itu adalah ziarah
- kepada yang umum. Kalau ziarah kepada
- Nabi ya, kepada aulia,
- apakah pantas kita kemudian memohonkan
- ampun untuk Nabi? Makanya tempo hari ada
- yang bertanya, "Ketika Rasulullah wafat
- itu ada yang mentalkini apa enggak?"
- Ya, mau wafat itu ada yang mentalkini ya
- enggaklah ya. Songong namanya sahabat
- mentalkini Rasulullah
- ya. Nah, begitu juga kita ziarah kubur
- ke Nabi mau mengucapkan Allahumagfirlahu
- warhamhu wafihi wafu anhu kayaknya
- enggak pantes ya.
- Nah, kemudian
- ee
- kalimat thayibah itu seperti misalnya
- tasbih, tahmid ya dan tahlil, selawat
- kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
- dan lain sebagainya.
- bukan meminta meminta-minta ke penghuni
- kubur seperti yang dilakukan oleh
- orang-orang jahiliah.
- Ya,
- dulu ada orang cerita kepada saya
- begini.
- Di Surabaya itu ada makam ya orang alim
- gitu ya, yaitu Habib.
- Saya enggak sebutkan namanya.
- Nah, cerita beliau. Nah, yang ngobrol
- dengan saya ini cerita dulu ada orang
- katanya, "Ustaz, ini punya hutang."
- Kemudian pergilah ziarah ke sana
- lalu ee ngobrol dengan ee keluarganya
- bahwa dia punya hutang begini. Akhirnya,
- nah, oh. ngomong aja tuh ke sono minta
- katanya maksudnya ke kuburan tersebut
- ya. Alhamdulillah kemudian
- ya hutangnya
- kemudian apa namanya bisa dibayar.
- Nah saya kemudian mm apakah tertarik?
- Tidak
- ya. Kenapa minta-minta ke penghuni kubur
- itu bukan bukan tuntunan ziarah dalam
- Islam
- ya. Bukan tuntunan ziarah dalam Islam.
- Entah itu yang dikuburnya wali,
- dikuburnya jangankan baru wali. Nabi
- sekalipun enggak benar kalau kita itu
- ziarah ke ke Nabi lalu minta ini, minta
- itu kepada Nabi
- karena tidak ada yang bisa mengabulkan
- doa selain Allah Subhanahu wa taala. Ini
- akidah
- ya. Jadi bukan meminta-minta
- ke penghuni kubur seperti yang dilakukan
- orang-orang jahiliah, meratap-ratap
- seperti kebiasaan orang-orang Nasrani
- dan bukan pula seperti anggapan
- orang-orang
- yang menjahiliahkan orang-orang yang
- berziarah kubur. Ada lagi ya. Jadi ada
- yang memang meratap-ratap kek kuburan,
- ada juga yang menjahiliahkan orang
- ziarah kubur secara umum. Nah, ini kita
- ini tengah-tengah ya.
- Dan jika yang diziarah diziarahi itu
- kuburan orang seorang nabi waliullah,
- para imam, para ulama, dan orang-orang
- tua atau para pemimpin dan pejuang yang
- telah berjasa kepada umat, berjasa
- kepada bangsa, negara atau masyarakat,
- maka di samping untuk tujuan di atas
- serta
- merenungkan perjalanan hidup
- ya
- merenungkan perjalanan hidup dan
- perjuangan serta pengorbanan mereka
- juga
- sebagai orang yang tahu membalas budi
- dan atau mengerti
- serta menghargai nilai sebuah
- perjuangan, maka sudah sepantasnya kita
- mendoakan dan memohon kepada Allah
- tambahan pahala untuk mereka sebagai apa
- namanya manifestasi syukur kepada Allah
- dan terima kasih kepada mereka atas
- jasa-jasa mereka.
- Ya, kayak kita ini
- diberi oleh Allah kenikmatan berupa apa?
- Kemerdekaan.
- Dan kemerdekaan ini tidak Allah berikan
- begitu saja. Tidak simsala bim abrak
- kadabra, tapi lewat perjuangan yang
- panjang yang lama
- ya dari para pejuang-pejuang yang
- mengorbankan hartanya, waktunya bah ee
- bahkan nyawanya
- ya. mereka itu sudah berjuang seperti
- itu. Nah, kita yang menikmati
- kemerdekaan ini mestinya tentu adalah
- berterima kasih kepada mereka.
- Sebab kata Nabi sallallahu alaihi
- wasallam, alam yaskurinas lam
- yaskurillah, siapa yang tidak berterima
- kasih kepada manusia maka dia
- sesungguhnya tidak berterima kasih
- kepada Allah. Lalu bagaimana cara
- berterima kasih? antara lain adalah ya
- kita memohon kepada Allah agar Allah
- berikan curahkan rahmat kasih sayang,
- ampunan, luaskan kubur mereka.
- Hm. Itu seperti itu namanya kita tahu
- diri, tahu balas budi. Membalas sendiri
- langsung enggak bisa. Ya, satu-satunya
- Allahlah yang kita minta untuk
- membalasnya atas kebaikan mereka kepada
- kita.
- Nah, begini mulianya bagaimana orang
- yang seperti ini dikatakan jahiliah.
- Hm.
- Dengan mencermati beberapa tujuan ziarah
- di atas, jelaslah
- bahwa ziarah kubur termasuk salah satu
- dari amal saleh yang dianjurkan
- agama.
- Nah, tinggal sekarang bagaimana hukumnya
- berziarah kubur itu
- pada fase Makkah.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- melarang semua sahabat-sahabat beliau
- berziarah kubur.
- Ya. Jadi kalau Nabi pernah melarang
- ziarah kubur, ya benar sekali.
- Sebagaimana dulu Nabi juga pernah
- melarang
- ya para sahabat menyimpan daging korban
- lebih dari kebutuhan 3 hari. Itu ada
- larangan.
- Nah, kemudian
- kenapa ada orang yang kemudian berziarah
- padahal Nabi melarang? Kenapa ada orang
- yang menyimpan daging korban lebih dari
- kebutuhan 3 hari? Oh, karena
- larangan itu kemudian dicabut oleh
- Rasulullah.
- Nah, orang yang tahu larangan ziarah
- tapi di tidak tahu ya dicabutnya
- larangan itu
- atau kenapa larangan itu terjadi? Sama
- dengan orang yang tahu larangan
- menyimpan daging korban lebih dari 3
- hari. dia tahu. Tapi ketika larangan itu
- tahun berikutnya dicabut oleh Nabi,
- orang ini tidak tahu. Jadi, seolah
- seakan ee di kira larangan itu berlaku
- sampai sekarang.
- Nah, ini mungkin ya ngajinya enggak
- rutin.
- Jadi, pada fase Makkah Rasulullah
- melarang semua sahabat-sahabat beliau
- berziarah kubur. Larangan itu memang
- harus dilakukan.
- Mengingat pada masa itu merupakan
- masa-masa pendalaman dan pemahaman
- pemantapan akidah.
- Oleh sebab itu, beliau perlu menjauhkan
- dan membersihkan paham tauhid mereka
- dari unsur-unsur syirik, unsur-unsur
- khurafat dan sebagainya.
- Ya. Nah, bisa kita lihat sekarang yang
- tidak paham bagaimana dalam berziarah
- kubur, lalu minta ke kuburan,
- memeluk-meluk, mencium-cium apa namanya
- nisan ya.
- dan perbuatan-perbuatan
- yang tidak islami lainnya. Sehingga
- kadang-kadang saya itu setuju juga
- dengan orang yang mengharamkan ziarah ya
- kalau melihat praktik-praktik yang
- dilakukan oleh orang-orang awam
- ya. Tapi tidak setuju sekali ee kepada
- yang mengharamkan kalau kita lihat
- bagaimana faedah manfaat daripada ziarah
- itu.
- Nah, kekhawatiran masuknya unsur-unsur
- tersebut sangat sangat mungkin sekali
- terjadi mengingat keislaman para sahabat
- pada waktu itu yang belum lama, yang
- masih dangkal
- juga kebiasaan-kebiasaan
- buruk orang-orang jahiliah dan
- orang-orang Nasrani dalam berziarah
- sebagaimana yang telah kami jelaskan di
- atas
- ya. Hmm.
- Nah,
- setelah beliau hijrah ke Madinah dan
- keimanan mereka sudah kuat sehingga
- tidak mungkin lagi masuknya unsur-unsur
- buruk di atas, maka beliau menyuruh
- mereka berziarah.
- Bahkan bukan cuma menyuruh, beliau
- sendiri sering berziarah ke kubur para
- pahlawan Uhud.
- Setiap tahun Nabi itu
- setiap tahun ziarah ke Uhud. Ya, setelah
- Rasulullah tidak ada, setiap tahun
- sahabat Abu Bakar ziarah ke Uhud. Lalu
- dilanjutkan oleh sahabat Umar,
- dilanjutkan oleh sahabat Utsman.
- Nah, kalau per tahun acara itu inilah
- yang di kalangan kaum sebagian kaum
- muslimin menyebutnya dengan haul.
- Ya, oleh sebab itu, bagi Bapak-bapak
- yang sudah biasa haul, enggak usah
- bingung. Wong nabi juga dulu begitu ya,
- cuma caranya yang berbeda itu teknisnya
- doang.
- Nah, orang yang tidak setuju
- mengait-ngaitkan ini dengan apa namanya
- budayanya ya Buddha atau apa namanya
- agama Hindu dan sebagainya
- ya. Begitu juga ke ahli baki
- ya, ke ahli baki dan lainnya yang
- sekaligus mengajarkan kepada mereka
- bagaimana cara berziarah.
- Dengan demikian jelaslah bahwa hukum
- ziarah kubur bagi laki-laki adalah
- sunah.
- Hukumnya jelas sunah. Karena bukan saja
- dicontohkan oleh para sahabat, tapi juga
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Imam Muslim, Imam Nasai, Tirmidzi dan
- Ibnu Majah meriwayatkan dari Abi
- Hurairah radhiallahu anh beliau berkata,
- "Zaron Nabiu shallallahu alaihi wasallam
- qobro ummi."
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- berziarah ke kubur ibundanya.
- Fabaka. Lalu beliau menangis. Wa abka
- man haulah. Dan beliau juga membuat
- kemudian
- sahabat-sahabat yang ada di sekitarnya
- itu menangis. Ini kan ketika ziarah
- berarti Nabi ziarah,
- para sahabat juga berziarah. Ya, sampai
- Nabi nangis di sana di depan kubur
- ibunya. Begitu juga para sahabat pada
- menangis. Faqala. Lalu beliau bersabda,
- "Istazantu
- fi an astagfirolaha."
- Aku mohon
- minta izin kepada Tuhanku untuk memohon
- ampunan untuknya,
- untuk ibu. Maksudnya, "Falam yzan
- liizinkan."
- Wastaantu fi azurqroha. Dan aku minta
- izin kepada Allah untuk berziarah ke
- kubur beliau.
- Faudinali aku di kemudian aku diizinkan.
- Nah, jadi ziarah itu udah izin dari
- Allah.
- Makanya Nabi berangkat begitu juga para
- sahabat.
- Fazuru.
- Maka kata Nabi, "Ya, berziarah kalian
- semua." Fainnaha tudzakkirul maut.
- Karena ziarah kubur itu dapat
- mengingatkan kepada kematian.
- wafi riwayatin nasaizakirul
- akhirah dapat mengingatkan kepada
- kehidupan akhirat.
- Nah, dari sini
- di antara hikmah ziarah mengingatkan
- kepada kematian, mengingatkan kepada
- kehidupan akhirat
- sehingga kemudian timbullah
- pertanyaan kalau memang ini adalah
- antara lain hikmahnya,
- hikmah ini bisa diperoleh
- ya hanya karena ziarahnya aja
- ya, apakah itu kuburan orang mati eh
- orang muslim maupun kuburan non Islam
- ya. Nah kan biar kita ziarah ke kuburan
- orang kafir melihat kuburan kita ingat
- bakal mati.
- Rasa ingat mati itu bukan cuma ziarah ke
- kuburan orang muslim saja, ke kuburan
- orang non Islam juga sama akan
- mengingatkan kepada kematian dan kepada
- akhirat. Oleh sebab itulah maka
- menurut pendapat yang sahih, mayoritas
- ulama ya
- boleh berziarah ke kubur orang-orang
- kafir.
- Bukankah kalau orang-orang sekarang ini
- yang umrah plus tur ya ke Turki mereka
- berziarah ke kubur Kamal ee Mustofa
- Kamal Atatub ya. Itu namanya ziarah
- kepada orang kafir. Lalu ziarah ke kubur
- Abu Jahal, ke kubur Abu Lahab yang
- baunya luar biasa itu. Ya, itu
- bagaimana? Enggak apa-apa boleh.
- Bahkan kita setelah ziarah itu ya
- mendapatkan ibrah, pelajaran yang
- berharga.
- Begitulah ya. Nah, kita juga kalau ke
- Mesir berziarah ke apa namanya ee ininya
- si Firaun ya itu boleh walaupun memang
- ada sebagian kecil ulama yang
- mengharamkan ziarah ke kubur orang kafir
- tapi yang sahih adalah boleh sama aja
- juga hadis riwayat Ibnu Majah, Nasai dan
- Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud radhiallahu
- anhu berkata, "Qala Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda,
- kubur. Dulu aku melarang kalian semua
- berziarah kubur. Fazuruhana sekarang
- kata Nabi berziarah kalian semua. Fainha
- tuzahidu fid dunya akhirah. Karena
- ziarah kubur itu dapat menumbuhkan sifat
- zuhud kepada dunia.
- Tempo hari saya sudah katakan zuhud itu
- asal maknanya adalah memilih,
- mengutamakan, mendahulukan yang nilainya
- lebih besar.
- Itu asal zuhud. Ya, kalau kita suruh
- memilih 100.000 dengan 100,
- maka kalau kita mengambil 100 dolar itu
- namanya zuhud. Karena 100 dolar jelas
- nilainya lebih besar daripada 100.000.
- Tapi sekarang kalau anak kita umur 7
- tahun ya suruh memilih bisa kita
- pastikan anak itu akan mengambil
- Rp100.000.
- Kenapa? Karena dia kenal duitnya yang
- Rp100.000 yang 100 dolar tuh dia enggak
- kenal. Mungkin dianggap adalah dolar itu
- duit mainan.
- Nah,
- apakah anak itu harus harus ee bisa
- disalahkan? Tidak.
- Tidak. Ya, itulah pengetahuan dia.
- Bahkan mungkin si anak itu akan
- menyalahkan kita yang mengambil 100
- dolar.
- Nah, jadi anak itu bukan disalahkan
- tetapi dikasih tahu.
- Ya, dikasih tahu diberitahu bukan
- disalahkan. Ketika orang disalahkan
- walaupun salah kadang-kadang enggak
- nerima tapi kalau diberitahu beda.
- Nah, para pendengar radi silaturahim
- rahimakumullah.
- Nah, itu perbandingan antara nilai dunia
- dan dunia.
- duit-duit ini ya. Kemudian sekarang
- perbandingan itu ee antara nilai duniawi
- dan ukhrawi. Ukhrawi itu ampunan, rida,
- kasih sayang, kemudian pahala, surga,
- ya. Nah, dengan nilai duniawi, duit ya
- dan lain sebagainya.
- Perbanding dibandingkan. Maka orang
- zuhud itu adalah orang yang lebih
- mengutamakan mendahulukan
- akhirat daripada dunia. Kenapa? Karena
- akhirat nilainya lebih besar.
- Ya. Walal akhiratu khairul laka minal
- ula.
- Dan ini sifat zuhud ini akan tumbuh ya
- dengan sebab kita berziarah kubur. Jadi
- menumbuhkan sifat itu Rasulullah yang
- bersabda.
- Watzakirul akhirah.
- Ee juga ada hadis riwayat yang panjang
- sebenarnya hadis ini riwayat Muslim
- meriwayatkan dari Sayidah Aisyah
- radhiallahu anha. Beliau berkata, "Qala
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam."
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Jibrilani
- faakah
- faajabuhu faakit minkata
- Rasulullah, sungguh Jibril datang
- kepadaku ketika melihatmu lalu memanggil
- aku dan dia menyembunyikan dirinya
- darimu." Maka aku menjawabnya
- dan menyembunyikannya darimu. Walam
- yakun yadkul.
- Dan dia tidak masuk ke kamarmu. Kenapa?
- Waqod w sia
- kamu menanggalkan pakaianmu. Ya wantu
- anqti.
- Dan aku menduga kamu sudah tiduri.
- Dan aku enggak suka membangunkan kamu.
- Dan aku kata Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- ee aku tidak suka membangunkanmu dan aku
- khawatir kamu nanti kesepian kalau
- dibangunkan lalu ditinggalkan. Jadi
- Jibril itu biasanya suka masuk ke kamar.
- Tapi pada waktu itu karena Sayidah
- Aisyah ee membuka auratnya, terbuka
- auratnya, maka Malaikat Jibril enggak
- masuk. Jadi Nabi dipanggil, keluarlah
- Nabi sallallahu alaihi wasallam. Faqala.
- Lalu malaikat Jibril bertanya eh
- berkata, "Innabaka yuruka antiya ahl
- baqi fattagfir lahum."
- Sesungguhnya Tuhanmu memerintahkan
- kepadamu Muhammad agar kamu mendatangi
- Ahlul Baqi. Hm. Artinya ziarah ke kubur
- Baki lalu kamu memohonkan ampun untuk
- mereka.
- Apakah kalau memohon ampun di kamar
- enggak bisa?
- Tentu bisa. Lalu kenapa Allah menyuruh
- pakai datang ke kuburan segala? Nah, ini
- jemaah rahimullah ya. Makanya datangnya
- ke sana ke kuburan itu Allah yang
- menyuruh. Bagaimana bisa sampai
- mengatakan orang ziarah kubur syirik
- padahal itu Allah yang menyuruh.
- Saya ingat ceramahnya apa namanya Habib
- Umar Syihab
- ya. Kemudian ada penanya kepada beliau,
- "Ustaz,
- bagaimana kalau
- ee orang pergi haji tapi tidak ziarah ke
- kubur Nabi? Karena ziarah itu kan
- syirik."
- Nah, saya dapat membaca dari pertanyaan
- itu nih rumpanya orang ini ada keraguan
- tentang syiriknya ziarah kubur.
- Kenapa saya katakan demikian? Kalau
- memang dia yakin bahwa ziarah kubur itu
- syirik, ya untuk apa pakai bertanya
- begitu
- ya? Hm. Mungkin dia berpikir ketika di
- Madinah semua orang pada ziarah ke kubur
- Nabi
- ya.
- Hanya dia dan kelompoknya yang tidak
- ziarah.
- Lalu timbul pertanyaan mungkin di
- hatinya, "Apakah mereka ini salah?
- semuanya syirik semua. Yang enggak
- syirik cuma kami
- ya. Atau justru malah kami yang keliru
- nih ya. Mencil sendirian gitu yang
- lain-lain pada ziarah. Sementara kami
- tidak. Sementara kami ini jumlahnya
- kecil sekali dibandingkan dengan yang
- berziarah.
- Apalagi kalau dia ingat sabda Nabi,
- "Inna umati la tajtami ala eh laajtami
- umati alalah." Umatku tidak mungkin
- sepakat atas kesesatan.
- Apa iya itu semua sepakat sesat semua
- yang ribuan bahkan jutaan ini yang tidak
- ses
- Nah ini mungkin ada keraguan di dalam
- hati dia ini.
- Akhirnya ketika ditanya jawab Umar
- Syihab begini
- ya. Kalau menurut saya katanya, Bu
- kayaknya bukan Ibu enggak enggak enggak
- pengin ziarah. Nah, itu terbaca juga
- sama beliau. Bukan ibu enggak pengin
- ziarah, tapi Nabi yang enggak mau
- dikunjungi Ibu.
- Kata saya jawaban ini pedas sekali ini.
- Walaupun kayanya apa namanya santun tapi
- isinya luar biasa sekali pedasnya
- ya. Jadi Nabi diperintahkan oleh Allah
- qat Sayidah Aisyah radhiallahu anha
- kemudian berkata, "Qullu kaifa lahum ya
- Rasulullah, bagaimana
- bagaimana aku mengucapkan kepada mereka
- wahai Rasulullah?" Artinya kalau saya
- ziarah lalu yang saya ucapkan apa?
- Siti Aisyah berencana akan ziarah
- pasti ya dengan ada kata-kata begitu. Qa
- Rasulullah bersabda, "Quli ucapkan oleh
- kamu asalamualaikum ahlad diar minal
- mukminin wal muslimin. Waarhamullahul
- mustaqdimin minna wal mustakirin. Wa
- inna insyaallah bikumun."
- Ucapkan oleh kamu semoga kesejahteraan
- atas kalian wahai penghuni kubur dari
- kalangan mukminin dan muslimin. Semoga
- Allah merahmati orang-orang yang
- mendahului dan kemudian dari kalangan
- kami. Dan insyaallah kami akan menyusul
- kalian. Dalam riwayat lain yaitu dari
- zuhir ada tambahan wa asalullaha lana
- wakumuliah.
- Dan aku mohon afiat kepada Allah untuk
- kami dan kalian semua. Nah, ini doa yang
- diucapkan yang diajarkan Nabi kepada
- Siti Aisyah. Berarti Rasulullah
- mengizinkan kalau Sayidah Aisyah
- berziarah. Ya, kenapa buktinya?
- doanya diajarkan. Kalau enggak boleh
- berziarah, ya Nabi enggak mungkinlah
- mengajarkan doa berziarah ini.
- Nah, adapun bagi wanita
- sebagian ulama mengatakan haram. Ada
- kita hormati, kita hargai tentu karena
- alasan-alasan yang sangat baik.
- Sedangkan mayoritas ulama mengatakan
- boleh, yakni makruh. Tapi bolehnya di
- sini apabila aman dari fitnah dan haram
- jika sebaliknya.
- Aman dari fitnah, auratnya tertutup ya
- gitu ya. Kemudian menjaga pandangan
- juga. Tapi kalau berziarah menimbulkan
- fitnah maka hukumnya bisa menjadi haram.
- keharamannya bukan asli hukum ziarah,
- tapi itu hukum aridi namanya ya.
- Makruh tersebut apabila yang diziarahi
- bukan kubur Nabi Muhammad, para imam dan
- aulia atau ulama apabila kubur mereka
- maka hukumnya sunah walaupun itu
- perempuan.
- Dalil yang menunjukkan bolehnya wanita
- berziarah kubur satu hadis Abdurrahman
- bin Abu Bakar di atas.
- Lalu kedua, cara berziarah yang
- diajarkan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kepada Sayidah Aisyah.
- Ya.
- Ya. Yang ketiganya, Imam Bukhari
- meriwayatkan dari sahabat Anas bahwa
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pernah melihat seorang wanita sedang
- menangis di atas pusara orang yang
- dicintainya.
- Lalu beliau menenangkannya agar bertakwa
- dan bersabar. Nah, enggak menyuruh
- pergi, hanya suruh bertakwa dan
- bersabar.
- Wanita yang tidak mengenal beliau itu
- kemudian berkata, "Tinggalkan aku karena
- ini musibah yang menimpaku, bukan
- menimpamu." H. Jadi, Nabi diomilin sama
- perempuan itu karena si perempuan itu
- enggak mengenali Rasulullah.
- Ketika orang lain memberitahukan
- kepadanya bahwa beliau adalah
- Rasulullah, wanita itu segera pergi
- meninggalkan kuburan menuju rumah
- Rasulullah untuk meminta maaf karena
- tidak mengenalnya. Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam kemudian menjawab,
- "Sabar itu diperlukan saat musibah."
- Nah,
- sabar itu diperlukan saat musibah
- terjadi.
- Ya. Nah,
- kemudian
- taat yang dilakukan saat syahwat
- ya. Ah, ini adalah itu nilainya jauh
- lebih besar daripada lagi tidak ada
- syahwat.
- Makanya anak muda
- ibadahnya lebih hebat, lebih disukai
- oleh Allah Rasul dibanding dengan
- ibadahnya orang tua. Karena orang-orang
- tua syahwatnya sudah terkendali sama
- dengan anak muda weh luar biasa. Tapi
- ibadah, nah ini mengagumkan.
- Kemudian apabila ziarah diharamkan bagi
- wanita, maka Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam pasti sudah melarang
- wanita itu. Tetapi beliau hanya
- menasihatinya agar bersabar. Itu tiga.
- Keempat. Sekarang Sayidah Fatimah
- radhiallahu anha putri Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam sudah
- terbiasa setiap hari Jumat berziarah ke
- kubur kakeknya Hamzah. Ya, artinya
- seminggu sekali gitu. seminggu sekali
- ziarah setiap Jumat
- ya. Setiap Jumat.
- Nah, sementara tadi Rasulullah berziarah
- setiap tahun ke kubur Uhud.
- Yang kelimanya, Qurtubi berkata,
- "Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tidak melarang perempuan pergi berziar
- kubur. Beliau hanya melaknat mereka yang
- sering ziarah kubur." Nah, ini ya.
- perempuan bolak-balik ziarah muru ya
- sampai kadang-kadang ee apa namanya
- terbengkalai tugasnya dia sebagai
- seorang istri untuk melayani kepada
- suaminya. Ya, itu sangat dimaklumi
- karena hal itu bisa mengabaikan
- kewajiban baik sebagai istri maupun
- sebagai seorang ibu. Jadi kalau
- umpamanya ada hadis yang mengatakan
- Allah melaknat para zairat, orang-orang
- yang perempuan yang pada berziarah itu
- karena seringnya berziarah
- bukan berarti apa namanya berziarah
- kubur. Itu itu jelas dilarang dalam
- Islam
- ya.
- Ada yang menarik gitu ya. Lempar itu ada
- seorang suami ngadu sama saya, Pak
- Ustaz. Istri saya ini tiap tahun ziarah
- ada rombongan, ada ketua majelisnya ya.
- Suatu hari istri saya katanya datang
- minta izin, Pak.
- Ya,
- Pak. ee mau ikut ini ya katanya ziarah
- sama Ustaz Anu katanya ke Wali Songo.
- Kata si suaminya,
- "Bu, kita ini kan lagi agak apa namanya
- keuangan kita ini lagi apa namanya agak
- susahlah
- ya. Kalau bisa sih tunda dulu deh untuk
- tahun ini tidak ikut ya. Ya, nanti kalau
- umpamanya keuangan kita apalagi
- kebutuhan kita sekarang lagi banyak gitu
- gitu. Enggak usah ikut dulu tahun ini.
- Kata orang sudah bayar DP-nya katanya ya
- kalau enggak ikut Pak katanya nantinya
- hangus sayang. Maka kata saya bilangin
- bini ente kalau mau minta izin bukan
- bayar DP-nya dulu, minta izin dulu baru
- kemudian ya kalau sudah diizinkan baru
- DP lah. Ini DP dulu baru minta izin.
- Jadi kayak bocah minta ee izin berenang
- ya. Anak umur 6 tahun 7 tahun minta izin
- kan bukan
- ee minta diizinkan atau enggak ya.
- Tapi apa harus harus diizinkan
- ya. Jadi kadang-kadang ibu-ibu juga
- sifat kekanak-kanakannya masih ada ya.
- Ya begitu juga Bapak-bapak kadang-kadang
- seperti itu juga. Nah demikianlah jamaah
- Allah mengenai hukum ziarah kubur. Nanti
- insyaallah hikmah ziarah kubur dan
- bagaimana cara ya adab dan tata cara
- berziarah kita akan bahas pada pertemuan
- yang akan datang ya. Ee mudah-mudahan
- apa yang saya sampaikan ini besar
- manfaatnya bagi para pendengar.
- Wallahuam.
- Baik, alhamdulillah telah kita
- bersama-sama simak ikwan akhwat tausiah
- sore yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zuli Kholil mengenai ziarah kubur ya.
- Dan kita akan jeda terlebih dahulu Iwan
- Awat dan nanti yang ingin bergabung
- bertanya silakan and bisa kirimkan
- melsapp kami di 0811999720.
- Kami kembali.
- Awat di acara tausiah sore bersama Ustaz
- Ahmad Zazuli Kholil. Ziarah kubur tema
- kita di sore hari ini. Sudah banyak yang
- bergabung di WhatsApp Rasil ini. Ada Ibu
- Siti Rahmah, Ustaz terima kasih nasihat
- dan tausi di sore hari ini. Ada juga
- Bapak Rahman, Ibu Pani, ada juga Ibu
- Saidah, Ibu Anis Sani Hudaifah juga
- sedang menyimak. Terima kasih Ustaz
- nasihat dan tausiahnya. Bu Titi Sediati,
- Bapak Arwin, Bapak Asep juga sedang di
- jalan sambil menyimak rasil. Ada juga
- Ibu Eyangsri, Ibu Tini, ada juga Oma,
- ada Bapak Kirudin, Bapak Nana Sumarna,
- Bapak Baron Betawi, Pak Saian Rohili
- juga Bapak Sodikin, Ibu Iim, Bapak Joko
- di BSD dan masih banyak lagi yang
- bertanya. Yang pertama saya bacakan
- pertanyaan yang masuk dari
- Bapak Joko di Tangerang BSD
- juga Bapak Rohili di Pulau Gebang. Ini
- pertanyaannya hampir sama. Saya bacakan
- keduanya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, jika ziarah kubur ke makam orang
- tua, doa apa saja yang paling baik
- dibaca dan surat-surat apa yang paling
- utama dibacakan di atas makamnya? Dan
- juga Bapak Rohili ini bagaimana ada
- berziarah yang benar bila mengunjungi
- makam orang tua dan kalau kita berdoa
- menghadap ke mana yang benarnya?
- Demikian, Ustaz.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- mengenai adab berziarah
- itu banyak ya.
- Pertama nih setelah kita tiba di pintu
- makbarah
- mengucapkan salam dulu secara umum
- kepada seluruh penghuni kubur seperti
- yang diajarkan oleh Rasulullah kepada
- Sayidah Aisyah. Assalamualaikum ahlad.
- wa inna insyaallah bikumun
- nasalullah lana wakumuliah.
- Ada juga begini ya. Assalamualaikum ahl
- diar atau ya ahlal kubur antum lana
- salam wahnu insyaallah bikum lahiun
- gofarallah lana wakum wasalullah lana
- wakumul afiah. Nah, ini namanya
- ee intinya doa itu begini. Keselamatan
- bagi kalian semua wahai penghuni kubur.
- Kalian telah mendahului kami dan
- insyaallah kami juga akan menyusul.
- Semoga Allah mengampuni dosa kami dan
- dosa kalian semua. Dan kami mohon
- afiat kepada Allah untuk kami dan untuk
- kalian semua. Nah, ini namanya doa ee
- umumnya ya.
- Sesampainya di depan kubur yang dituju,
- nah berdiri
- menghadap ke arah kepala kubur lalu
- mengucapkan salam kepadanya.
- Misalnya asalamualaika ya. Nah, kalau
- bapak ya abi. Kalau ibu ya umi
- ya. Kalau seseorang siapa sebut namanya
- ya? Atau ya shohi hadalqobri wahai
- penghuni kuburan ini misalnya enggak
- tahu namanya ya.
- Nah, boleh ziarah. Ziarah itu boleh
- sambil berdiri, duduk atau jongkok.
- Terserah ya.
- Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur'an
- yang mudah.
- Nah, ini pertanyaan Pak Joko nih ya.
- Ayat-ayat Al-Qur'an yang mudah seperti
- Yasin,
- lima ayat permulaan Albaqarah,
- ayat kursi, tiga ayat terakhir surah
- Albaqarah.
- Lillahi ma fis samawati wa ma fil ard.
- Waim tubdum ma fi anfusikum dan
- seterusnya.
- Kemudian surah al-Ikhlas, qul huallahu
- ahad, almuawidatain, qul azubil falaq
- dan qul azubinnas.
- Lalu istigfar, astagfirullahalazim
- ya. Kemudian tahlil, lailahaillallah,
- lailahaillallah.
- Tasbih subhanallah wabihamdih
- subhanallahil adzim misalnya.
- Dan selawat kepada selawat untuk Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Nah, itu ya.
- Ya sudah doa tahlil aja deh itu.
- H.
- Nah, kemudian apabila sudah selesai
- dan hendak berdoa,
- menghadaplah ke arah kiblat.
- Kiblat
- ya. Karena salah satu adab dan kesunahan
- berdoa menghadap kiblat. Kecuali
- ziarah ke kubur Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Maka sebaiknya tetap
- menghadap ke arah kubur beliau.
- gitu ya.
- Nah, poin-poin di atas hendaknya
- dilakukan dengan penuh khidmat.
- Nah, kemudian yang berikutnya selama
- berziarah
- menghindari perbuatan-perbuatan
- yang dilarang sara seperti berkata yang
- tidak baik,
- h
- bersuara keras ketika ziarah kubur Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- melambai-lambaikan tangan ke arah kubur,
- mengusap-ngusap nisan ya ee dengan
- seumpama saputar tangan memeluk ban,
- mencium kubur seperti kebiasaan Nasrani
- ziarah. Uh, itu Nisan dipeluk, diciumin
- ya, dilap-lap.
- Nah, nah ini perbuatan adalah perbuatan
- orang-orang Nasrani. Begitu
- mau kuburan kiai k mau kuburan Habib,
- mau kuburan apa kalau
- mau ya. Ya, jangan ikutin fanatisme tapi
- ikuti ilmu.
- Hm.
- Ilmu ulama. Makanya jangan ngelihat
- orangnya siapa gitu ya. Tapi ini
- dasarnya ilmu atau dasarnya ee fanatik
- ya.
- Apalagi niat tabaruk
- ya dengan niat mencium kubur dengan niat
- tabaruk tuh itu enggak benar. Enggak
- boleh enggak enggak perlu ya menginjak
- atau duduk di atas kubur dan sebagainya
- ya. Lalu yang berikutnya lagi, setelah
- selesai berdoa hendaknya peziarah diam
- sejenak guna melakukan muhasabah,
- intropeksi.
- Ya, misalnya begini, "Ya Allah, ini
- orang
- yang ziarah begitu banyak kalau ke kubur
- wali ya
- atau ulama. Padahal yang ziarah itu kan
- enggak ada yang kenal, enggak dikenal.
- Mereka datang pada mendoakan,
- "Ya, nanti kalau aku mati apakah ada
- yang mau mendoakan aku?" Nah, dari
- sinilah kemudian lalu ya Allah
- karena kubur orang ini begitu banyak
- orang yang mengais rezeki.
- Sehingga benar kata orang Jawa, wong
- mati nguripi wong urip.
- Orang yang mati menghidupi orang yang
- sudah ee yang orang yang mati menghidupi
- orang yang hidup.
- Artinya gitu. Dengan sebab ada kuburan
- mereka, banyak orang yang mendapatkan
- rezeki lah. Ini enggak mungkin lepas
- dari bagaimana masa hidup orang ini
- dulu. Nah, gitu. Nah, di sinilah
- kemudian kita muhasabah tuh begitu ya.
- Nah, setelah berziarah hendaknya
- memperbanyak amal saleh,
- meningkatkan keimanan dan ketakwaan
- kepada Allah,
- lebih berbakti kepada kedua orang tua,
- lebih menghormati orang alim, ulama,
- para guru, cinta kasih kepada sesama,
- semakin meningkat dan gemar
- bersilaturahim
- gitu Ya, inilah adab-adab dari
- berziarah.
- Wallahualam.
- Baik, kembali beralih ke pertanyaan yang
- masuk di WhatsApp Rasil ini dari Ibu
- Tini. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Banyak teman-teman saya yang apabila
- berziarah kubur bertepatan dengan
- tanggal lahir almarhum atau atau
- almarhumah. Tak lupa mengucapkan selamat
- ulang tahun untuk almarhum atau
- almarhumah. Itu bagaimana, Pak Ustaz,
- kalau seperti itu? Mohon pencerahan.
- Iya. I
- aduh
- kita ini berziarah kubur itu tadi antara
- lain kita adalah berterima kasih kepada
- mereka.
- Ya. Nah, terima kasih ini tentu adalah
- kalau umpamanya saya
- diberi sesuatu oleh ente Fahri, saya
- berterima kasih kan nyenengin ente kan.
- Iya.
- Nah, iya.
- Nah, tapi kemudian kalau saya memberi
- sesuatu bukan dengan ucapan, tapi ada
- pemberian apa, maka tentu ee itu adalah
- lebih menyenangkan lagi. Karena manfaat
- sekarang ini kita berziarah adalah
- pengin memberi manfaat kepada mereka,
- bukan cuma kita.
- Iya.
- Ya, makanya baca ayat-ayat Al-Qur'an
- kemudian memohon kepada Allah.
- Agar syafaat dari bacaan-bacaan
- namanya ungkapkan itu. Nah, disampaikan
- syafaatnya kepada mereka
- ya
- itu minta kepada Allah agar disampaikan.
- Masalah nanti disampaikan atau tidak itu
- urusan Allah. Misalnya begini,
- Allahumma'al wailahu
- minal quranilim wal dan seterusnya. Ya
- Allah sampaikanlah
- pahala yang pahala bacaan Al-Qur'an
- kami, istigfar kami dan sebagainya
- kepada si fulan gitu ya. Nah, minta
- kepada Allah seperti itu dan itu
- insyaallah disampaikan oleh Allah. Nah,
- sekarang kalau kita mengucapkan kepada
- yang di dalam kubur selamat ulang tahun,
- apa manfaatnya? Ya enggak ada manfaat
- sama sekali.
- Kemudian ngomong, "Ya datang men ee kita
- punya calon istri lalu datang ke
- kuburan, Bu, ini calon menantu ibu."
- Enggak ada manfaatnya,
- ya? Enggak ada manfaatnya
- gitu, ya. Lakukanlah yang sesuai dengan
- ee adab-adab yang tadi saya sampaikan.
- Wallahuam.
- Oke. Dari Ibu Iim di Pondok Gede.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon maaf di luar tema, Ustaz. Ini ee
- mohon pencerahannya. Anak saya badalin
- umroh bapaknya yang telah meninggal
- dunia. Pada waktu tawaf, anak saya
- cerita diikuti sama almarhum sampai
- selesai. Dan anak saya cerita sampai
- nangis karena ada bapaknya mengikuti.
- Menurut Ustaz itu bagaimana? Apakah
- benar seperti itu, Pak Ustaz? Demikian.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau yang dimaksud itu adalah bapaknya
- yang sesungguhnya tentu tidak ya.
- Ah, orang kalau sudah meninggal di dalam
- kubur bisa jadi di dalam kubur itu
- mendapatkan kenikmatan,
- bisa jadi juga mendapatkan siksa. Nah,
- tergantung
- kalau mereka ini para pejuang, para
- mujahid ya,
- yang mati di jalan Allah, maka kata
- Allah, "Jangan kamu katakan mereka itu
- mati." H
- mereka itu masih hidup.
- Nah, tapi sekarang kalau ee yang bukan
- mujahid tadi, dia bisa jadi dapat
- kenikmatan di kubur, bisa jadi juga
- dapat siksa di dalam kubur. Tergantung
- ya.
- kalau sekarang mendapatkan siksa
- ya karena orangnya banyak dosanya
- disiksa di kuburan. Mungkinkah bisa
- lepas orang itu dari siksaan malaikat,
- dari cengkraman malaikat lari ke dunia
- ya. Heeh.
- Maka malaikat dipecat nantinya sama
- Allah
- ya sebagai malaikat karena dia sudah
- apa namanya tidak menjalankan dengan
- baik. Itu kan enggak mungkin. Mustahil.
- Kalau dia sedang merasakan kenikmatan di
- dalam kubur
- di mana kubur itu adalah raudah min
- riyadil jannah. Taman taman surga.
- Mungkinkah orang yang lagi nikmat luar
- biasa kemudian keluar dari sana pergi ke
- dunia mau ngalamin lagi hal-hal yang
- tidak menyenangkan, bikin pusing, bikin
- mumet dan lain sebagainya.
- Ya, coba renungkan baik-baiklah oleh
- kita. Sehingga kalau ada orang yang
- mengatakan dalam dalam pujian itu ada
- pujian Jawa. Dulu lagi kecil saya suka
- dibacain selawatan.
- Bengi Jumat roh itu pinggir lawang
- katanya.
- Jadi kalau malam Jumat roh itu di
- pinggir lawang, di pinggir pintu, di
- depan pintu mengharapkan bacaan Quran
- dan kalimat-kalimat lainnya.
- Apabila dia inti enggak diberi itu
- enggak dibacakan, didoakan, maka dia
- nangis brebes mili
- kuburan sambil nyupat tani katanya gitu
- ya. Ini enggak benar ini ya. Enggak
- benar jemaah rahim Allah yang demikian.
- Jadi kalau gitu itu siapa? Bisa jadi itu
- malaikat ya menjelma wujud bapaknya.
- Bisa jadi juga itu adalah qarin. Qarin
- itu adalah jadi jin ee yang menemani
- kita sepanjang hidup kita. Setiap kita
- itu ada qarinnya. Nah, qarin itu bisa
- jadi baik, bisa jadi buruk.
- Ya.
- Nah, qarin yang buruk adalah setan
- namanya.
- Jadi kalau bapaknya yang sebenarnya
- enggak. Jadi bisa jadi malaikat menjelma
- sebagai ya orang tuanya, bisa jadi juga
- itu adalah qarin. Wallahualam.
- Baik, selanjutnya dari Ibu Siti dari
- Parung Panjang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai
- yang saya hormati.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana hukumnya jika seseorang
- membayar hutang dari usaha yang haram
- bagi orang yang menerima uang tersebut?
- Bagaimana hukumnya? Terima kasih.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau yang ditanyakan itu adalah sah apa
- enggak ya bayar hutangnya ya secara
- fikih ya sah-sah saja
- sudah impas hutangnya.
- Cuma lalu yang menerima bagaimana?
- Enggak ada masalah sepanjang dia tidak
- mengetahuinya ya dari hasil haram. Cuma
- kita ini yang membayar hutangnya ini
- ya. Hutangnya sudah impas tapi kita
- sudah meracuni orang lain dengan barang
- haram.
- Apakah kemudian pengaruh buruknya nanti
- orang yang nerima yang nanggung? Oh
- tidak.
- Orang yang menerima tadi bayaran dia
- insyaallah ya dia tidak akan dihukum. H.
- Tapi yang dihukum ini adalah yang
- membayarnya ini karena dia sudah
- meracuninya.
- Itu demikian ya.
- Kemudian nah sebelum ditutup dengan
- barangkali ee itulah jawaban dari saya.
- Baik,
- akhirnya
- kita mohon kepada Allah Subhanahu wa
- taala ee semoga Allah panjangkan umur
- kita dalam taat kepadanya.
- Amin.
- Allah bimbing hati kita ke jalan yang
- diridai dan dicintainya.
- Allah hiasi hati kita dengan akhlak yang
- mulia.
- Dan Allah bersihkan hati kita dari
- akhlak yang hina. Allah limpahkan
- rahmat, taufik, dan hidayah kepada kita
- anak cucu kita. Amin.
- Sehingga selama hidup kita istih,
- menjalankan perintahnya, men larangannya
- dan manakala wafat, Allah wafatkan kita
- semua dalam keadaan husnul ktimah.
- Rbana atina fid dunya hasanah wafil
- akhirati hasan winaabanar.
- Wasallallahu ala sayidina Muhammadin wa
- wasallam. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Dan juga mengingatkan kembali kepada
- para pendengar dan pemirsa Rasil TV
- bahwa bagi Bapak dan Saudara Ibu yang
- mau berinvestasi ukhrawi ya silakan
- ee yang apa namanya? Saya sedang bangun
- pesantren ya. Bagi Bapak dan Ibu yang
- mau berinvestasi akhirat, silakan
- salurkan mau berupa dana, mau berupa
- barang material ya. Dan insyaallah apa
- yang Bapak dan Ibu ee
- infakkan itu akan menjadi jariah Bapak
- dan Ibu
- sehingga walaupun
- ee kita sudah tidak ada tapi pahala itu
- masih tetap mengalir kepada kita.
- Demikian lebih kurangnya, mohon maaf.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian Iwan Awat telah
- kita bersama-sama simak tausiah sore
- yang telah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil mengenai ziarah kubur.
- Semoga apa yang disampaikan banyak
- manfaat yang kita dapatkan. Saya yang
- bertugas Pak ditemani Neza dan juga
- Yusuf. Semoga pamit. Subhanakallahumma w
- bihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.