Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Dalam konteks agama, dalam konteks
- agama, yakinlah bahwa yang menentukan
- benar salahnya suatu agama itu adalah
- Tuhan. Tuhan
- dan penentuannya itu di hari kemudian.
- He.
- Inna au iyakum laala hudan fialin mubin.
- Qul. Sampaikan Nabi Muhammad kepada
- nonmuslim. He,
- bisa jadi kami, bisa jadi kamu yang
- benar, bisa jadi kami yang salah atau
- kamu yang salah. Tidak usah kita
- persoalkan di dunia ini siapa yang benar
- dan siapa yang salah. Yang putuskan
- Tuhan.
- Inna hadihi
- ummatukumatan
- wahidatan
- wa ana rabbukum
- fa'budun.
- Wama
- arsalnaka
- illa rahmatan
- lilil alamin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Rbana zidna ilman walhiknain.
- Amma ba'du. Ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Salamullahi
- warahmatullahi wabarakatuh. Akhir-akhir
- ini kita menyaksikan
- perdebatan
- terhadap
- potongan narasi yang disampaikan oleh
- Prof. Dr. Guraisyah.
- yaitu ucapan beliau yang mengatakan,
- "Kita di dunia tidak tahu
- agama yang mana sebagai agama yang
- benar.
- Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak
- memperdebatkan masalah ini, kita
- tangguhkan
- di hari akhir nanti. Biar Allah
- Subhanahu wa taala yang memutuskan."
- Saya
- tidak tahu apakah potongan narasi ini
- merupakan potongan yang direkayasa.
- Apakah menggambarkan
- ucapan beliau yang keluar secara tidak
- sengaja?
- Karena kalau kita membaca
- tafsir ayat ini pada kitab beliau yaitu
- tafsir almisbah,
- uraiannya berbeda
- dengan apa yang kita dengar tadi. Dan
- beliau pada ucapan ini menggunakan
- ayat 24 dari surah Saba sebagai alasan
- beliau yaitu wa inna a iyakum laala
- hudan a fialin mubin.
- Nah, untuk memahami ayat ini dengan
- jelas
- agar kita betul-betul
- berbicara atas dasar dalil bukan karena
- kebencian, permusuhan atau ingin
- menjatuhkan martabat seseorang,
- sebelum kita membaca ayat 24 dari surah
- Saba, kita baca
- ayat-ayat sebelumnya.
- Kita mulai dari ayat 22. Allah
- berfirman, "Qulidulladina zaamtum min
- dunillah." Nah, katakan wahai
- Rasulullah,
- silakan kalian panggil
- tuhan-tuhan
- yang kalian sembah, yang kalian klaim
- selain dari Allah. La yamlikuna
- mifqaratin fis samawati wala ard.
- Mereka sedikit pun tidak berkuasa, tidak
- memiliki walaupun hanya
- sebesar darah, sebesar atum baik di
- langit maupun di bumi.
- Wama lahum fihim min syirk. Dan mereka
- sedikit pun tidak memiliki andil dalam
- penciptaan langit, bumi ataupun
- dalam pengaturannya.
- W lahu minhu minahir. Sedangkan Allah
- dalam menciptakan mengatur semua ini
- sedikit pun tidak memiliki penolong
- ataupun pembantu. Dia yang mencipta, Dia
- yang mengatur, dan dia yang memerintah
- di alam raya ini. Wala tanfaus syafaatu
- indahu illa liman abinalah. Dan tidak
- berguna syafaat siapapun di sisi Allah
- kecuali bagi orang yang Allah subhanahu
- wa taala izinkan.
- Itu mereka-mereka yang beriman.
- Mungkin ada kekurangan pada sebagian
- amal mereka atau dosa-dosa yang mereka
- lakukan. Allah Subhanahu wa taala
- memberikan izin bagi siapa yang Allah
- kehendaki untuk memberikan syafaat
- bagi orang yang diizinkan Allah.
- [menghela napas][terkesiap]
- Hatta fuzzi qulubihim. Hingga ketika
- manusia berkumpul di hari akhir nanti.
- Yang tadinya dalam ketakutan kemudian
- Allah Subhanahu wa taala singkap
- ketakutan mereka.
- Kelihatan yang disingkat ketakutan di
- sini orang-orang yang beriman.
- Ketika rasa takut ya disingkat ya dan
- disingkirkan dari mereka.
- Qolu maza qalab rbukum. Maka pada saat
- itu mereka berkata, "Apa yang dikatakan
- Tuhan kalian? Qul haq." Mereka berkata
- bahwa Tuhan kami mengatakan yang benar.
- Semua yang dikabarkan dalam kehidupan
- dunia adalah kebenaran. Semua yang
- dijelaskan adalah kebenaran. Yang tak
- meragukan.
- Yang bertanya ini bisa saja para nabi,
- para rasul ya yang menyampaikan
- kesaksian mereka. Bisa saja di antara
- sesama mereka, bisa juga malaikat yang
- mengajukan pertanyaan. Mereka serentak
- menjawab,
- qolul haq. Allah Subhanahu wa taala
- mengucapkan kebenaran yang tidak
- meragukan sedikit pun.
- Wahual aliyul kabir. Dan dialah
- satu-satunya yang maha tinggi lagi maha
- besar.
- Nah kemudian kelanjutannya itu ayat 24.
- Qul man yarzuquukum minasamawati wal
- ard. Katakan, "Tanya pada mereka,
- siapakah yang memberikan rezeki bagi
- kalian?" Baik dari langit maupun bumi
- dengan hujannya, dengan apa-apa yang
- tumbuh di atas muka bumi ini, siapakah
- yang menganugerahkan kalian semuanya?
- Qulillah. Katakan, semua itu
- adalah Allah yang memberikan kalian
- rezeki. Ini penegasan dari Allah. Kalau
- kalian masih bersikukuh dengan pendirian
- kalian menolak kebenaran yang Allah
- Subhanahu wa taala tegaskan dengan
- bukti-bukti yang telah Allah sampaikan
- ya dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an.
- Wa inna a iyakum laala hudan fialin
- mubin. Maka kita tangguhkan urusan kita.
- Apakah kami ya yang berada dalam
- petunjuk
- atau berada dalam kesesatan yang nyata?
- Ini merupakan penutup yang amat indah
- bertujuan membuka hati mereka tanpa ada
- paksaan.
- Kemudian ayat berikutnya, qul tus'aluna
- amma ajramna wala nus'alu amma tamalun.
- Katakan bahwasanya kalian tidak akan
- ditanya oleh Allah atas pilihan kami dan
- amal yang kami lakukan. Kami bertanggung
- jawab atas amal kami. Begitu juga kami
- tidak akan ditanya tentang amal kalian
- karena masing-masing bertanggung jawab
- atas pilihannya.
- Maka atas dasar ini akan datang satu
- hari Allah yang akan memberikan
- keputusan. qul yajma bainana tumma
- yaftahu bainana bilhaqqi wahual fattahul
- alim. Katakan bahwa Allah akan
- mengumpulkan kita semua.
- Kemudian Allah akan memberikan keputusan
- yang sejelas-jelasnya bagi kami. Wahual
- fattahul alim. Dan dialah satu-satunya
- yang akan memberikan keputusan dengan
- jelas, dengan gamblang lagi maha. Kalau
- kita membaca ayat ini
- kemudian membaca ayat sebelumnya,
- membaca juga ayat sesudahnya, kita paham
- bahwa ayat ini bukan berarti
- kita kaum muslimin meragukan kebenaran
- agama kita. Tapi ayat ini kita diajak
- untuk berdialog bersama orang-orang
- nonmuslim
- dengan membawa argumen, bukti-bukti yang
- jelas.
- Kalau seandainya mereka menentang
- kebenaran yang disampaikan Al-Qur'an,
- maka Allah mengajarkan kita untuk
- menutup dialog tersebut dan menangguhkan
- kepastiannya kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Bukan berarti
- kita menganggap bahwa agama kita ini
- belum pasti kebenarannya. Karena Allah
- dengan jelas mengatakan, "Innaddina
- indallahil
- Islam. Jadi menurut dugaan saya,
- Profesor Gura Syahar tidak bermaksud
- untuk membuat kita yang mendengar
- meragu-ragukan kebenaran Islam, tapi
- maksudnya
- setelah mendengarkan paparan dan bukti
- kebenaran yang dipaparkan Al-Qur'an,
- kalau memang dialog mengalami kebuntuhan
- mereka tetap bersih keras pada pendirian
- mereka, kita serahkan urusan ini kepada
- Allah di hari kemudian nanti. Yang
- penting betul-betul kita wajib lakukan
- kita betul-betul
- berpegang teguh kepada agama Allah.
- Menerima kebenaran,
- jauh dari kesombongan. Karena
- kesombongan ini yang membuat iblis
- walaupun dia
- meyakini Allah Tuhannya, terusir dari
- apa? Dari surganya. Maka kita yang
- diberikan hidayah oleh Allah, hendaklah
- kita mohon kepada Allah untuk diteguhkan
- dalam hidayahnya, jauh dari kesombongan.
- Dan doakan saudara-saudara kita yang
- belum menerima kebenaran agar mereka
- mendapatkan hidayah dan petunjuk dari
- Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam.