Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:14 warahmatullahi wabarakatuh. 0:17 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:18 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:21 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:24 waa alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:27 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:29 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:31 wasallim wabarik ala nabina muhammadin 0:34 waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 0:37 taala fil quranil karim. 0:39 Aubillahiminasyaitanirrajim. [mendengus] 0:42 Qulu subhanaka la ilma lana illa ma 0:45 alamtana. Inaka antalimul hakim waq 0:49 inallahaikatahu 0:53 nabi ya ayyuhalladina amanu shu alaihi 0:57 wasallimu taslimqallahulim 1:00 alhamdulillahiabbil alamin masih 1:01 dipancarkan dari jalan masjid 1:03 silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi 1:06 inilah radio silaturahim dan rasil TV 1:09 untuk Islam yang satu ikhwan akhwat yang 1:12 dimuliakan Allah subhanahu wa taala 1:14 bagaimana kabar Anda di Jumat Jumat sore 1:16 ini semoga selalu dalam keadaan sehat 1:19 walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:21 Ridwanul Haq ditemani oleh Neza dan juga 1:24 Yusuf Subangkit dapat kembali menemani 1:27 ikhwan akhwat dalam program tausiah sori 1:30 edisi Jumat 24 Zulhijah 1446 1:36 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:38 tanggal 20 Juni 2025 bersama guru kita 1:43 almukaram Ustaz Ahmad Saleh. 1:45 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 1:47 kita. Kita sapa guru kita terlebih 1:49 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 1:51 wabarakatuh, Ustaz. 1:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:53 wabarakatuh. 1:54 Kabarnya sehat, Ustaz? 1:55 Alhamdulillah sehat walafiat atas doa 1:58 dari semuanya. Alhamdulillah. 1:59 Alhamdulillahirabbilamin. Kita sudah 2:01 Allah kasih kesempatan sampai akhir 2:03 tahun 2:06 1446 Hijriah, Ustaz. Iya. Iya. Heeh. 2:09 Amin. Semoga Allah menerima abal ibadah 2:11 kita semua, Ustaz. Amin. 2:13 Amin. Allahum amin. 2:14 Baik, Ikhwan Akhwat. Ee alhamdulillah, 2:17 Ustaz dalam keadaan sehat walafiat. 2:18 Semoga kesehatan juga dirasakan oleh 2:20 ikhwan akhwat di mana pun Anda berada. 2:22 Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan 2:26 semoga kajian tausiah sore ini dapat 2:28 menemani ikhwan akhwat di segala 2:30 aktivitas Jumat sore. Tentunya wabil 2:33 khusus Jumat sore adalah tempat yang 2:35 mustajab untuk berdoa. Silakan gunakan 2:37 waktu dengan sebaik-baiknya sambil 2:39 mendengarkan Ustaz Ahmad Saleh ilmunya 2:42 dari beliau. Insyaallah. Insyaallah. 2:45 Ustaz Ahmad Saleh. Pada tausiah sore 2:48 kali ini, Jumat yang lalu kita sudah 2:50 membahas tentang 2:52 kemuliaan dan keutamaan para wali Allah. 2:55 Namun baru mukadimahnya. Insyaallah pada 2:58 sore kali ini 2:59 ee Ustaz Ahmad SH akan membahas tentang 3:03 kemuliaan dan keutamaan para wali Allah 3:05 dimulai dari hadis pertama dari bab 3:07 tersebut. Namun sebelumnya bagi ikhwan 3:10 akhwat yang ingin berpartisipasi dalam 3:12 kajian ini dapat mengirimkan di WhatsApp 3:14 0811999 3:18 720. Dan bagi Anda yang ingin 3:20 berinteraksi langsung dengan Ustaz dapat 3:23 menghubungi di 0218451512. 3:27 Kita persilakan kepada Ustaz Ahmad untuk 3:29 menyampaikan ilmunya tentang kemuliaan 3:32 dan keutamaan para wali Allah. Tafadul 3:34 Ustaz. 3:36 Alhamdulillahi 3:38 hamdan katsiron thyiban mubarokan fih 3:42 kama yuhibuna waard. 3:45 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 3:49 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 3:52 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya 3:55 ba'dah. Allahumma sholli wasallim 3:58 wabarik ala nabiyina Muhammadin wa ala 4:01 alihi wasahbihi wasallim. 4:04 Ikhwan dan akhwat, pendengar Radio 4:06 Silaturahim, serta pemirsa Rasil Visual 4:09 di mana pun berada. Alhamdulillah, 4:12 segala puji bagi Allah yang masih 4:15 menganugerahkan kepada kita berbagai 4:17 macam nikmat yang tidak terhitung. 4:20 Khasatan nikmatil iman wa nikmatil 4:23 Islam. Khususnya nikmat iman dan nikmat 4:26 Islam. Ya, sekali lagi kalau kita mau 4:29 menghitung nikmat-nikmat Allah yang 4:30 diberikan kepada kita, maka kita tidak 4:33 akan mampu menghitungnya. 4:35 Ee yang sederhana saja, nikmat 4:38 bernaapas. 4:41 Nikmat bernafas kalau kita hitung-hitung 4:43 sejak lahir sampai sekarang kemudian 4:46 dikalikan misalnya kita habis berapa 4:48 liter oksigennya gitu kan. E ee 4:52 katakanlah 1 liter oksigen atau satu 4:55 tabung oksigen yang kapasitas sekian 4:59 kilogram itu sekian dikalikan saja kita 5:03 sekira-kira habis berapa gram atau 5:06 berapa ton gitu loh ya. 5:08 E dikali itu saja sudah masyaallah 5:11 betapa banyaknya hutang kita kepada 5:13 Allah Subhanahu wa taala. Kita diberikan 5:15 gratis untuk bernafas, 5:18 belum untuk mendengar. 5:21 Betapa banyak orang mengorbankan 5:23 kerajaannya, harta kekayaannya, sekedar 5:27 untuk mengoperasi agar telinganya bisa 5:29 mendengar lagi. 5:31 Tuh, masyaallah ya Allah. 5:35 Betapa banyak juga orang membuang dalam 5:38 tanda petik ya, membuang uang sekedar 5:41 untuk bisa melihat kembali ya. Saya 5:44 masyaallah 5:47 saya juga operasi operasi mataas 5:50 [tertawa] 5:51 mata 5:51 satu mata paling tidak 17 juta. Dua 5:55 berarti R4 juta. Masyaallah tuh. Ya 5:58 Allahu 6:00 kalau kemudian itu satu kali. Kalau 6:02 misalnya berkali-kali operasinya 6:04 masyaallah 6:05 masyaallah. Maka oleh sebab itu, la 6:07 haula wala quwwata illa billah. tidak 6:09 punya daya dan kekuatan kecuali ee apa 6:12 yang Allah kehendaki. Makanya wajarlah 6:15 kalau kita senantiasa bersyukur, wajar 6:18 kalau lisan kita dibasahi tetap dengan 6:20 kalimat alhamdulillah. 6:25 Alhamdulillah. 6:28 Alhamdulillah. 6:30 Alhamdulillah juga belum mencukupi. 6:32 Sesungguhnya tapi rahmat Allah saja kita 6:36 dikasih pahala besar. sekedar 6:38 mengucapkan alhamdulillah 6:42 coba. Masyaallah alhamdulillah 6:45 wasyukrulillah. 6:46 Allah kasih pahala kepada kita. Padahal 6:49 Allah juga yang memberikan kekuatan 6:51 kepada kita untuk bisa mengucapkan 6:54 alhamdulillah wasyukrulillah itu tuh 6:57 itu. Makanya kalau mau menghitung nikmat 6:59 Allah, mau menghitung rahmat Allah la 7:02 tahsuha tidak akan mampu menghitungnya. 7:06 Nah, maka oleh sebab itu dalam rukuk dan 7:09 sujud kita hendaknya menyadari betul, 7:13 memahami betul bahwa ruku dan sujud kita 7:15 jauh dari kesempurnaan. 7:19 Nabi saja memuji Allah, 7:22 Nabi saja memuji Allah menyadari betul 7:24 bahwa pujiannya tidak mewakili 7:26 keberadaan Allah azza wa jalla. 7:29 Maksudnya memujinya tuh tidak sesuai 7:32 dengan faktanya. 7:35 Maka kemudian Nabi selalu mengatakan, 7:37 "Kama yuhibubuna 7:39 waard." Sebagaimana Tuhan kami 7:42 menyukainya dan meridainya. Itu yang 7:45 saya maksudkan pujiannya gitu loh. 7:48 Alhamdulillahi hamdan katsir Allah. 7:52 Alhamdulillahi hamdan yuwafiamahu 7:56 waukiu 7:57 mazidah. 8:00 Pokoknyaah yang memadai, yang mencukupi 8:03 segala tambahan kemuliaan, kebaikan gitu 8:05 menggambarkannya susah, enggak bisa. 8:09 Nah, maka kemudian seringkiali Nabi 8:10 ngajarkan kepada kita pokoknya pujian 8:14 yang setimpal dengan keadaan Allah. 8:17 Gimana menggambarkannya? Ah, enggak tahu 8:19 kan begitu. Tapi kama yuhibubuna waard 8:23 sebagaimana yang Tuhan kami sukai dan 8:26 ridai. Nah, maka oleh sebab itu sekali 8:29 lagi 8:31 mumpung kita masih diberikan kesempatan 8:33 oleh Allah Subhanahu wa taala untuk 8:36 senantiasa bisa memuji ya, tidak harus 8:39 kemudian memaksakan diri ya kalau kita 8:42 tidak mampu bersyukurnya. Tidak harus 8:44 tidak harus ee apa bersyukur dengan apa 8:48 istilahnya bukur bukur [tertawa] 8:50 apa isinya dengan ucapan alhamdulillah 8:54 wasyukrulillah saja di awal-awal itu 8:56 memadai. 8:58 Kecuali nanti kalau kita mampu bukti 9:01 syukurnya, potensi yang kita miliki, 9:03 harta kekayaan dibelanjakan di jalan 9:06 Allah. Nah, itu baru tuh follow up-nya. 9:09 Tapi paling tidak di awal-awal itu 9:11 ucapan tadi, ucapan kesadaran kita bahwa 9:14 kita memerlukan Allah azza waalla harus 9:17 selalu hidup dalam dada kita. Meskipun 9:20 kita banyak kekayaan, meskipun kita 9:22 punya kekuasaan, tetap saja belum 9:25 seberapa dibanding kekayaan Allah dan 9:27 kekuasaan Allah. 9:29 Dan Allah maha berkuasa. Ketika kita 9:32 berkuasa tidak terbatas bahkan 9:35 berkuasanya, Allah bisa saja 9:37 menghilangkan kekuasaan itu dalam 9:39 sekejap. Sebagaimana Allah berkuasa 9:42 menghilangkan kekayaan kita dalam 9:44 sekejap. Makanya masyaallah selama Allah 9:48 memberikan nikmat harta bisa 9:50 dibelanjakan di Allah 9:53 serupiah, Rupiah, sejuta, R juta, 100 9:57 juta, R miliar. 10:00 Mudah-mudahan meskipun tidak tidak yakin 10:04 bisa bermanfaat bagi seluruh manusia, 10:06 tapi paling tidak ada manusia-manusia 10:09 yang terdampak dengan kebaikan kita dan 10:12 kita niatkan kepada Allah, "Ya Allah, 10:15 dengan seperti ini saya bisa berbuat, 10:19 tapi saya yakin ini pun tidak berdampak 10:21 apa-apa kecuali Engkau yang memberi 10:23 rahmat, kecuali Engkau yang memberkahi." 10:26 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi 10:29 hendaknya senantiasa kita bersyukur 10:31 kepada Allah atas berbagai nikmat yang 10:34 telah diberikan. Kalau dihitung-hitung 10:36 mah ya tadi salah satunya tidak bisa 10:39 menghitung nikmat-nikmat Allah itu ya 10:41 belum 10:43 kedipan mata, 10:46 belum cengkraman jari-jari kita. Ya, 10:51 coba kalau kemudian ditakdirkan jari 10:53 kita tidak bisa ditekuk, 10:55 genggamak. tidak bisa menggenggam ini 10:58 apa buku-buku ini tidak bisa ditekuk 11:00 semuanya loh masyaallah tersiksa 11:06 ini saja telunjuk telunjuk banyak 11:09 fungsinya tidak bisa ditekuk tidak bisa 11:12 digenggamkan aduh masyaallah 11:15 tersiksa sekali lagi. Maka oleh sebab 11:17 itu, segala puji bagi Allah yang telah 11:19 menganugerahkan mata bisa berkedip, 11:22 menganugerahkan buku-buku, jari-jari 11:24 bisa menggenggam, buku-buku bisa ditekuk 11:28 dan lain sebagainya. Tuh. Nah, karena 11:31 kata para ulama ya sebelum kita 11:33 menghitung nikmat Allah di luar, maka 11:36 mulailah dari diri kita banyak nikmat. 11:40 Berapa kita harus mengupayakan 11:44 harta ee harta dan tenaga sekedar supaya 11:48 detak jantung berdenyut terus. 11:51 Coba berapa modalnya? Motor apa yang 11:54 kita minta apa kita sewa pada Allah? 11:57 Orang kalau sudah tidak berdetak 11:59 jantungnya, wah dip macam-macam. Inna 12:02 lillahi wa inna ilaihi rojiun. Tapi kita 12:05 oleh Allah diberi sampai 30 tahun, 40 12:08 tahun, 50 tahun dan seterusnya. Detak 12:12 jantung itu tetap. Masyaallah. 12:14 Bahkan ada yang jantungnya sudah harus 12:17 dipasang ring, ada juga yang tidak. Itu 12:21 semuanya karunia dan ujian dari Allah 12:24 Subhanahu wa taala. Maka oleh sebab itu, 12:26 aduh masyaallah kalau ingat itu tuh kita 12:29 tidak ingin bekerja, tidak ingin macam, 12:31 pokoknya bersyukur aja pada Allah. 12:33 Tetapi Allah maha adil. Allah 12:35 perintahkan kepada kita untuk berbuat. 12:37 Maka oleh sebab itu ee perbuatan kita, 12:41 pekerjaan kita harus dalam rangka ibadah 12:44 kepada Allah Subhanahu wa taala. 12:46 Tiib. Saya kira kita lanjutkan ya pada 12:48 kajian [berdehem] kita hadis pertama 12:51 tentang kemuliaan dan keutamaan para 12:53 waliullah. 12:56 Nah, tentu ee saya tidak apa namanya 13:00 tidak membatasi pengertian waliullah. 13:03 Tidak sekedar waliullah itu orang-orang 13:05 sakti gak gak ya. Tetapi intinya nanti 13:08 kita bisa lihat sebagaimana kemarin ee 13:11 dalam mukadimah membahas tentang 13:13 ayat-ayatnya. Baik, kita mulai dengan ee 13:15 hadis pertama dalam bab ini atau hadis 13:18 ke-1504 13:20 dalam kitab Riyadus Shihin. [berdehem] 13:25 Wa an Abi Muhammadin Abdurrahman ibni 13:27 Abi Bakar Assiddiq radhiallahu anhuma. 13:31 Dan dari Abu Muhammad. Abu Muhammad itu 13:33 siapa? Abdurrahman bin Abi Bakar. Jadi 13:36 Abdurrahman putra lelakinya Abu Bakar. 13:40 Menarik sekali Abdurrahman bin Abu Bakar 13:42 ini ketika Abu apa? Abdurrahman bin Abu 13:46 Bakar ini belum memeluk Islam dan 13:49 terjadi peperangan antara muslimin 13:51 dengan musyrikin Quraisy. 13:53 Abdurrahman ini masih berpihak kepada 13:55 Quraisy. Ketika beliau melihat Abu 13:58 Bakar, dia bersembunyi 14:01 karena tidak ingin berhadap-hadapan 14:03 dengan ayahnya. 14:04 Iya. Ini setelah masuk Islam cerita tuh 14:06 beliau, 14:08 "Aku menghindari engkau wahai ayah," 14:10 katanya karena aku tidak ingin berjumpa 14:12 dengan kau di medan perang. Tapi apa 14:14 kata kata Abu Bakar? Demi Allah 14:17 sekiranya pada saat itu aku berjumpa 14:19 dengan engkau di medan perang, saat 14:22 tulak aku bunuh engkau. Tuh itu Abu 14:25 Bakar tuh saking cintanya kepada Allah 14:27 Subhanahu wa taala. Masyaallah. Nah, 14:29 setelah masuk Islam Abdurrahman 14:31 bercerita sama ayahnya. 14:34 Ya, Abi begitu kurang lebih atau ayah 14:36 aku ini dulu ketika terjadi peperangan 14:38 ini ini aku menghindari engkau. Tapi 14:41 kata Abu Bakar, "Wallahi demi Allah jika 14:44 pada saat itu aku berjumpa dengan 14:46 engkau, saat tulak seakan aku bunuh 14:49 engkau." Tuh, masyaallah itu tentu 14:53 adalah ee apa namanya? karena kecintaan 14:56 kepada Allah azza wa jalla dan itu sah 14:59 karena dalam peperangan gitu loh ya. 15:02 Oke. Baik. Anna ashabas suffah 15:06 bahwasanya penduduk suffah suffah itu 15:09 adalah ee ee suffah itu adalah beranda 15:13 di sekitar Masjid Nabawi 15:16 ya. beranda di sekitar Masjid Nabawi. 15:18 Ah, tempat para sahabat ee menginap di 15:21 situ karena belajar awalnya belajar di 15:24 situ. Karena mereka tidak memiliki 15:25 rumah, jadi kadang juga nginp di situ 15:28 ya. Maka disebut ahlus suffah. Suffah 15:31 itu adalah beranda di sekitar masjid. 15:33 Misalnya di kami ada suffah. Ah, suffah 15:36 itu karena ada masjid. Nah, ada kemudian 15:40 ee di masjid itu ada tempat belajar. 15:44 Nah, maka kemudian bisa di masjidnya, 15:47 bisa di terasnya, di emperannya, bisa 15:49 juga di asrama sekitar masjid. Ah, 15:52 sekitar masjid ada asrama. Ah, gitu. 15:54 Meskipun tidak nempel. Nah, maka 15:56 kemudian hanya pengertian sufah itu 15:59 asalnya adalah beranda yang menempel ke 16:02 masjid Nabawi gitu ya. 16:05 Anna ashab suffati kanu unasan fuqar. 16:09 adalah penduduk sufah itu adalah mereka 16:12 orang-orang yang fakir. 16:15 Nabi sallallahu alaihi wasallam 16:18 bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi 16:19 wasallam atau Nabi sallallahu alaihi 16:20 wasallam pernah bersabda suatu saat 16:24 manana indahu thanaini barang siapa yang 16:27 memiliki makanan untuk dua orang 16:30 falyadhab bisin makainya pergi bersama 16:33 tiga orang itu saking apa saking 16:37 miskinnya dan memang ee di Madinah pada 16:41 saat itu belum apa ya belum belum 16:44 tersedia makanan yang cukup. Maka 16:48 kemudian Nabi mengatakan seperti itu. 16:53 Barang siapa yang memiliki makanan untuk 16:55 empat orang falyadhab biin wabadisin, 17:00 maka pergi dia untuk lima orang atau 17:03 untuk enam orang. 17:04 Nah, asalnya misalnya punya persediaan, 17:06 punya makan untuk empat orang, sekarang 17:08 jadi lima orang gitu ya. Jadi artinya 17:10 ngambil satu orang. Kalau punya makanan 17:13 untuk ee apa namanya ya? Di dalam 17:16 hadisnya memang seperti ini ya. Tentu 17:18 pemahamannya kalau misalnya bisa untuk 17:20 makan sekeluarga tujuh orang bisa jadi 17:23 ngambil satu orang jadi delan orang dan 17:25 seterusnya.Q 17:27 atau seperti yang Nabi sabdakan wa Abu 17:30 Bakrin radhiallahu anhu jaa bitin 17:34 dan bahwasanya Abu Bakar Assiddiq 17:36 radhiallahu anhu datang dengan tiga 17:38 orang. Maksudnya dengan makanan untuk 17:40 tiga orang. Want Nabi sallallahu alaihi 17:42 wasallam biasratin. Tetapi Nabi bertolak 17:45 dengan 10 orang. Jadi Abu Bakar dengan 17:49 tiga orang, Nabi pada 10 orang. 17:52 Wana Abu Bakrin taasya Nabi sallallahu 17:55 alaihi wasallam tma labisa hatta shal 17:58 isya. 18:00 Maka kemudian Abu Bakar ee apa namanya? 18:04 Menghampiri Nabi sallallahu alaihi 18:05 wasallam ya ee 18:08 sampai menjelang Isya. 18:11 kemudian pulang ya setelah salat isya 18:13 pulang ba minili masyaallah 18:17 ehu 18:20 ee karena hadisnya ini panjang ya saya 18:22 kira langsung saja kepada maknanya ya ee 18:26 maka kemudian setelah waktu sudah cukup 18:28 malam ia pulang. 18:31 Jadi tadi setelah di sufah itu ya e maka 18:35 kemudian Abu Bakar pulang dan sesampai 18:36 di rumah ia ditanya oleh istrinya, 18:38 "Apakah yang menyebabkan engkau 18:40 menelantarkan tamu-tamunya? 18:42 Tamu-tamumu?" 18:43 Jadi di rumah Abu Bakar tuh sudah ada 18:45 tamu. 18:47 Oh. 18:47 Ee sudah ada tamu. Sampai kenapa ee 18:51 istrinya langsung nanya, "Kenapa engkau 18:53 menelantarkan tamu-tamumu?" Karena Abu 18:56 Bakar masih ada urusan bersama Nabi, 18:58 bersama ahlusfah. Sementara di rumahnya 19:02 ada tamunya. Padahal Abu Bakar sudah 19:04 menyuruh Abdurrahman 19:06 untuk menyantuni tamu. Hanya saja para 19:10 tamu enggak mau makan sebelum Abu Bakar 19:12 datang. Gitu loh. Gitu ya. Oke. Baik. 19:15 Saya lanjutkan. 19:17 Ee ia bertanya, "Apakah kamu belum 19:19 menjamu mereka?" Abu Bakar bertanya nih 19:22 kepada istrinya. Istrinya menjawab, 19:24 "Mereka enggan sebelum engkau pulang 19:27 padahal makanan telah dihidangkan untuk 19:29 mereka. Abdurrahman berkata, "Kemudian 19:32 aku pergi dan bersembunyi." Maka ia Abu 19:34 Bakar memanggil-manggil, "Ya 19:36 Abdurrahman. Ya Abdurrahman." 19:38 Dipanggil-panggil tapi Abdurrahman tidak 19:41 menyahut meskipun mendengar karena tahu 19:43 dia akan dimarahi gitu loh ya. Heeh. Ee 19:48 ee di situ dinyatakan bahwa Abu Bakar 19:51 menghardikku kata Abdurrahman kata 19:53 putranya, "Demi Allah aku sendiri tidak 19:56 akan makan." Kata siapa? Kata Abu Bakar. 19:59 Ya, Abu Bakar kemudian merevisi bahwa 20:02 sumpahnya aku tidak akan makan itu dari 20:04 setan. Pada akhirnya kemudian makan juga 20:07 bersama tamu-tamunya. Nah, 20:10 maka Abdurrahman berkata, "Demi Allah, 20:12 setiap kali kami mengambil makanan itu, 20:15 jadi kemudian kan ee Abu Bakar akhirnya 20:18 ikut makan bersama tamu-tamunya, ya. 20:20 Tamu-tamunya baru mau makan karena Abu 20:22 Bakar makan. Maka dari bawahnya muncul 20:25 makanan yang lebih banyak sehingga 20:27 mereka semua kenyang." Jadi setiap 20:29 ngambil makanan bukan berkurang tapi 20:32 bertambah. 20:34 Masyaallah ya. Heeh. Kemudian Abu Bakar 20:37 memperhatikan makanan yang sudah malah 20:39 bertambah itu. Maka kemudian dia 20:42 bertanya kepada istrinya, "Wahai saudari 20:44 Bani Firas, apakah ini apa yang 20:47 terjadi?" gitu loh ya. Nah, istrinya 20:50 berkata, "Betapa senangnya hatiku. 20:52 Sekarang makanan ini malah lebih banyak 20:54 daripada sebelum dimakan. bahkan lipat 20:57 tiga kali. Kemudian Abu Bakar memakan 21:00 sedikit dan berkata, "Sesungguhnya 21:02 sumpahku tadi adalah ee semata-mata 21:05 karena godaan setan." Maka kemudian yang 21:07 dimakan Abu Bakar kemudian yang 21:10 disisakannya ya sebagian lagi ini dibawa 21:13 ke Rasulullah oleh Rasul. Kemudian dalam 21:16 satu riwayat Rasul pun ber apa? berkenan 21:19 memakannya. Dalam riwayat, Nabi kemudian 21:21 membagikan kepada ahlusah 21:24 yang bisa jadi sudah 3 hari atau sudah 21:27 beberapa hari tidak makan kenyang. Tuh. 21:30 Nah, ini ini artinya bahwa ee hadis ini 21:34 menjelaskan bahwa 21:36 keutamaan Abu Bakar Assiddiq gitu ya. 21:40 Jadi bertambah banyaknya makanan sebagai 21:42 karamah yang diberikan Allah kepada Abu 21:45 Bakar radhiallahu anh 21:47 gitu ya. Kenapa kok bisa karamah? 21:52 Aslinya apa? Tidak ee tidak harus 21:55 menggunakan 21:57 ee di luar nalar. Dengan nalar aja masih 22:01 bisa dipahami. Misalnya begini, 22:07 satu keluarga dia bekerja, 22:10 dia punya penghasilan Rp3 juta. 22:13 Rp3 juta tuh pas-pasan. 22:16 Ketika dia punya istri satu, anak dua, 22:21 dia cukup tuh dengan R3 juta. 22:24 Enggak lama kemudian anaknya nambah, 22:27 sementara gajinya masih Rp3 juta. 22:31 Padahal anaknya nambah, 22:33 tapi dia tidak berhutang. Tuh, dia tidak 22:37 berhutang untuk menombok. Kan mestinya 22:39 RAB-nya kan nambah. Iya. 22:41 Rencana anggaran belajarin jadi nambah 22:43 karena datang atau lahir anak yang baru. 22:46 Sementara penghasilan masih R3 juta, 22:48 ternyata masih tetap cukup. 22:50 Masyaallah. 22:51 2 tahun kemudian nambah lagi anaknya, 22:54 gajinya masih tetap R3 juta, tetap 22:57 cukup. 22:58 Seperti itulah logika dasarnya. Apalagi 23:02 kalau dipahami dengan keimanan ya bisa 23:04 terjadi masyaallah. Jadi ee tapi logika 23:09 ini sederhananya seperti itu. Kalau kita 23:11 membacanya dengan keimanan, masyaallah 23:14 maka dia akan semakin yakin karena itu 23:16 makquul, masuk akal tuh. Masuk akal 23:22 empat orang dimakan jadi lima orang 23:26 tidak nambah, tidak berkurang tapi tetap 23:29 memenuhi. Maka oleh sebab itu keberkahan 23:31 dalam Islam itu aduh masyaallah 23:33 masyaallah. 23:35 Nah, padahal kemudian perbandingan orang 23:39 muslim dengan orang kafir itu 1 banding 23:42 7 atau 1 banding 10. Jadi perutnya 23:45 perutnya orang mukmin itu katakanlah 23:48 satu, orang kafir tujuh 23:52 atau sampai 10. Jadi kalau orang beriman 23:57 cukup satu suap, orang kafir itu baru 24:00 dianggap cukup kalau tujuh suap. 24:02 Tujuh suap 24:03 atau 10 suap. Tuh, gitu loh. Maka wajar 24:07 kalau kita misalnya ada pernah 24:09 berdengar, "Aduh saya mah 10 tusuk sate 24:13 aja sudah kenyang." Wah, kemudian ada 24:16 ini. Oh, kalau saya satu kambing. 24:19 [tertawa] 24:20 Satu kambing. Oh, kadang kita tahu lah 24:23 perutmu memang perut orang kafir enggak 24:25 baca bismillah, enggak macam-macam gitu. 24:27 Maka wajar makannya juga dalam tanda 24:30 petik rewog. Rewog. Jadi, subhanallah. 24:34 Oke. Maka oleh sebab itu, oh iya. 24:36 Makanya orang beriman itu kenapa berkah 24:38 hidupnya? Karena makannya saja 24:41 masyaallah tidak semua seleranya 24:43 dipenuhi gak dikendalikan. Masyaallah. 24:47 Nabi kita ngasih contoh, berhenti 24:49 sebelum kenyang, makan setelah lapar. 24:53 Masyaallah. Tuh, itu contohnya. 24:55 Masyaallah. Makanya ketika baginda Nabi, 24:58 Ibunda Aisyah mengatakan, "Wahai orang 25:01 yang pernah merasakan kenyang." 25:04 Jadi, wahai orang yang tidak pernah 25:07 merasakan kenyang. Jadi, Rasulullah itu 25:10 maka sehat terus. 25:13 Sehat karena makan sudah lapar dan 25:16 berhenti sebelum kenyang. Kalau kita 25:19 kalau belum kenyang belum berhenti gitu 25:21 ya. Bahkan masih kenyang aja makan lagi 25:23 kan begitu. Nauzubillahzalik. Oke. Baik. 25:26 Saya kira itu yang pertama ya. Bertambah 25:28 banyaknya makanan sebagai karamah yang 25:30 diberikan Allah kepada Abu Bakar. 25:33 Kemuliaan yang kedua kemuliaan Abu 25:35 Bakar. Istrinya dan anaknya. Hati mereka 25:38 resah lantaran para tamu tidak mau 25:40 makan. Jadi ee menghormati tamu itu 25:45 betul-betul 25:46 ya senang sekali kalau makanannya 25:49 dinikmati oleh tamunya. Dan memang 25:51 sampai sekarang ya, mohon maaf kalau 25:53 orang Arab itu sampai sekarang ya ee 25:56 menjamu tamu itu menjadi satu kemuliaan. 26:01 Saya baru melihat ada yang ada unta 26:05 guling. 26:06 [tertawa] 26:07 Saya bilang aduh baru melihat saya baru 26:09 melihat itu di medsos itu. Wih, onta 26:12 gulingnya. Betul itu onta. Uh, 26:14 masyaallah. Kalau di kalau di kita kan 26:17 kambing guling paling ngelihat ini unta 26:19 guling. Masyaallah. Oh, dibagi. Kemudian 26:21 dan itu bukan satu gulingnya. Satu 26:24 nampan lima orang, satu nampan tiga 26:27 orang, satu nampan ee empat orang. 26:30 Banyak sekali. Waduh, masya Oh, iya 26:32 orang Arab ya. Masyaallah. Barakallahu 26:35 fihim. Semoga Allah berkahi mereka yang 26:38 mempertahankan 26:40 salah satu sunah 26:41 ya kan. Menghormati orang tamu kan. 26:43 Salah satu sunah. Salah satu sunah 26:46 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 26:48 Nah, gitu ya. Oke. Baik. Yang kedua itu 26:50 jadi Abu Bakar itu gelisah dengan 26:53 istrinya, dengan anaknya karena 26:55 tamu-tamunya enggak mau makan. 26:58 Nah, gitu ya. Jadi dan memang masyaallah 27:01 mereka itu betul-betul jadi 27:04 mempersilakan makan itu betul-betul dari 27:06 lubuk hati yang paling dalam. 27:09 Senang sekali kalau kemudian ada tamu 27:11 yang bisa ikut makan gitu ya. Kemudian 27:13 yang kedua, boleh melanggar sumpah dan 27:17 menebusnya jika isi sumpah adalah 27:20 meninggalkan sesuatu yang baik sesuai 27:23 hadis di dalam ee Bukhari Muslim gitu 27:26 ya. Oke. Jadi ee 27:29 kalau sumpah ya sumpah ee makanya ada 27:32 sumpah yang disengaja, sumpah yang tidak 27:34 disengaja. Tadi Abu Bakar mengatakan dan 27:36 sumpah itu dari setan karena melihat 27:40 makan bersama tamu itu lebih baik. 27:43 gitu ya. Karena tamunya tidak mau makan. 27:47 E Abu Bakar padahal bersumpah tidak mau 27:49 makan. Ternyata mau tamunya juga enggak 27:51 mau makan kalau Abu Bakar enggak makan. 27:53 Maka kemudian kata Abu Bakar, 27:54 "Sungguhnya sumpahku tadi dari setan. 27:57 Ayo kita makan." Makan akhirnya gitu. 27:59 Akhirnya kemudian tamu-tamunya juga ikut 28:02 makan. Nah, ini saya kira sebagai 28:04 pengantar ya. Saya kira tidak banyak ya. 28:07 Ini satu apa namanya? satu hadis saja ee 28:10 karena sesungguhnya ini menarik sekali 28:12 ya. Pertama tadi ee bertambah banyaknya 28:16 makanan itu karamah ya. Jadi dan ini ee 28:22 bersamaan seperti ini atau yang seperti 28:24 ini yaitu mukjizat kepada Rasulullah 28:26 sahu alaihi wasallam. Jadi makanan juga 28:28 dan minuman gitu kan. Di saat bersama 28:32 para sahabatnya makanan senantiasa 28:35 bertambah. Suatu saat Nabi sallallahu 28:36 alaihi wasallam diundang oleh seorang 28:38 sahabat. 28:40 Ya Rasulullah, sudilah engkau kiranya 28:43 mampir ke rumahku. 28:45 Oh ya, insyaallah. Maka kemudian dia 28:47 pulang, dia potong kambing, gitu kan. 28:50 Dia potong kambing. Ah, ternyata Nabi 28:52 sallallahu alaihi wasallam tidak datang 28:54 sendirian 28:56 membawa para sahabat. Wih, kaget itu 28:58 yang gundang. Aduh, cukup enggak ya 29:00 makanan? Begitu kurang lebih. Nabi kok 29:03 bawa pasukan, bawa teman-teman, bawa 29:05 sahabat. Padahal beliau hanya mengundang 29:07 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi 29:09 kemudian Nabi katakan, "Sudah, kamu 29:10 jangan khawatir. 29:12 Berikan kepada aku." Maksudnya akulah 29:14 yang membagi-baginya. 29:16 Biarkan kamu duduk manis aja, biar aku 29:18 yang bagi. Ah, datang satu orang ya 29:23 ikannya set. Pokoknya kata Nabi, "Jangan 29:25 kamu buka ini apa nama wazannya. 29:30 Siapa lagi yang belum? 29:33 Siapa lagi yang belum? Sampai semuanya 29:35 telah menikmati hidangan dan ternyata di 29:38 wawazan itu masih tetap utuh. 29:41 Maka kemudian diriwayatkan oleh sahabat 29:44 itu. Oh, masyaallah. Nah, maka kemudian 29:47 itulah keberkahan. Keberkahan yang apa 29:50 ya? Pada saatnya Allah memberikan 29:53 mukjizat kepada Nabi seperti itu. Tapi 29:56 ada ada saatnya juga Allah menguji para 29:58 sahabat dengan musim pace cekelik. 30:01 sampai di antara mereka ada yang makan 30:04 kulit ee binatang ya, kulit binatang 30:07 karena dia kencing berbunyi gitu. Pas 30:11 dilihat kulit kemudian dicuci. 30:15 Setelah dicuci kemudian dimasak itu 30:17 musim paceklik. Tapi juga ada saatnya 30:21 Allah membukakan keberkahan, 30:24 membukakan mukjizat, membukakan karamah 30:28 gitu ya. Kalau karamah untuk para 30:29 sahabat, kalau Nabi itu mukjizat. Nah, 30:33 maka oleh sebab itu kita tidak boleh 30:35 khawatir 30:37 kalau kemudian kita hidup susah gitu ya, 30:41 bahkan berlama-lama itu juga Nabi 30:44 merasakan dengan para sahabat hidup 30:45 susah. Tapi nanti akan sampai kepada 30:48 satu saat Allah membukakan mukjizat atau 30:52 karamah. Begitu juga kepada kita. 30:55 Ada saatnya Allah memberikan 30:57 kemudahan-kemudahan dan 30:58 keberkahan-keberkahan hidup. Nah, gitu 31:01 ya. Oke. Baik. Saya kira ini sebagai 31:03 pengantar yang [berdehem] dapat saya 31:05 kemukakan. Wasallallahu ala nabiina 31:09 Muhammadin. Walhamdulillahi rabbil 31:11 alamin. Wallahu aam biswab. 31:16 Wallahuam bisawab. Jazakumullah khairan 31:18 kirakum. Alhamdulillah ikhwan ahad kita 31:21 sudah mendengarkan satu hadis tentang 31:23 kemuliaan Abu Bakar dari Ustaz Ahmad 31:25 Saleh dari syarah kaji kitab syarah 31:29 Riyadus Shihin karya Syekh Dib Albugo 31:32 dan kawan-kawan. Baik, bagi Anda yang 31:34 ingin bertanya silakan 31:36 kirimkan pertanyaan ke 0811999720. 31:41 Tetap di Radio Silaturahim. Kami akan 31:43 segera kembali. Terima kasih. 31:49 [musik] 32:01 Alhamdulillahirabbil alamin. Terima 32:02 kasih Ikhwanawat masih mendengarkan 32:04 Radio Silaturahim dan Rasil TV. 32:07 Alhamdulillah kita sudah masuk di sesi 32:09 kedua. Insyaallah pada sesi kedua ini 32:11 kita akan berdiskusi dengan Ustaz Ahmad 32:14 Saleh tentang dan menjawab 32:16 pertanyaanpertama pertanyaan yang 32:18 disampaikan oleh Ikhwan Akhwat. 32:21 Sebelum kita bacakan 32:23 pertanyaan-pertanyaan, 32:24 kita akan bacakan 32:27 komentar-komentar yang sudah masuk 32:29 melalui WhatsApp. Pertama dari Pak 32:31 Arwin. Asalamualaikum warahmatullahi 32:33 wabarakatuh, Ustaz. 32:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:36 wabarakatuh. Terima kasih atas tausiah 32:39 dan nasihatnya, Ustaz. 32:40 Masyaallah, barakallahu fikum. 32:42 Semoga Ustaz dan pejuang dakwah serta 32:44 para pendengarul selalu dalam keadaan 32:47 sehat walafiat dan dalam lindungan Allah 32:49 Subhanahu wa taala. 32:51 Bapak Arwin 66 tahun di Lenteng Agung 32:54 Jakarta Selatan. 32:54 Masyaallah. Masyaallah. Barakallahu 32:56 fikum. 32:57 Kemudian Ibu Sri alhamdulillah menyimak. 33:00 Kemudian Bapak Saian Rohili di Gebang 33:05 Pulau Gebang Jaktim. Alhamdulillah. 33:08 Kemudian 33:11 Bapak Edwin Saleh, 33:13 Ibu Darniwati. 33:16 Terima kasih Ustaz atas ilmunya. 33:19 Barakallahu fik. 33:20 Kemudian Ibu Ani Hani. 33:23 Alhamdulillah hadir menyimak tausiah 33:25 saya Ustaz. 33:26 Masyaallah. Barakallah. 33:27 Semoga Ustaz sehat walafiat. Amin. Amin. 33:29 Amin. Allahum amin. 33:30 Ibu Retno, semoga Ustaz Ahmad Shoh 33:34 selalu sehat selalu. 33:35 Amin. Allahum amin. Amin. 33:38 Kemudian 33:40 kita bacakan pertanyaan pertama dari Ibu 33:44 Aminah. 33:45 Namam. 33:47 Asalamualaikum warahmatullahi 33:48 wabarakatuh, Ustaz. 33:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:51 wabarakatuh. 33:53 Ustaz, izin bertanya 33:56 tadi tentang 34:01 apa ya? 34:03 Bismillahirrahmanirrahim. Ustaz, izin 34:05 bertanya tentang 34:07 memuliakan 34:09 tamu. Tadi Ustaz sempat memberikan 34:12 contoh tentang memuliakan tamu di Arab 34:15 itu satu unta untuk lima orang. Apakah 34:22 itu tidak membazir atau memang habis 34:24 itu, Ustaz di Arab tersebut? Ustaz 34:27 jazakumullah khairan kalahat barakallah. 34:29 Iya. Ya, kadang memang apa yang 34:31 disampaikan itu tidak mewakili 34:34 pemikiran, tidak mewakili apa yang ada 34:37 di benak semuanya. Maksudnya begini, 34:40 jadi ada di antara mereka ketika menjamu 34:43 tamu itu dengan membuat unta guling gitu 34:48 ya. unta guling. Dan selain unta guling 34:51 juga ada kambing guling, ada juga yang 34:54 lainnya. Nah, cara menyajikannya mereka 34:57 dalam satu nampan itu untuk tiga orang, 35:00 lima orang ini. Nah, bisa jadi itu satu 35:04 unta itu dibagi, dipotong gitu. Tetapi 35:07 yang jelas potongannya tidak seperti di 35:09 kita. Kalau di kita misalnya ayam, 35:13 [tertawa] 35:13 ayam dipotong bisa jadi 40 potong, bisa 35:16 jadi 10 potong. Paling banyak itu 10 35:19 potong. Kalau di sana paling juga jadi 35:21 empat potong atau jadi dua potong. He. 35:25 Kami ketika di Yaman sampai kami ngasih 35:28 masukan ke panitianya 35:31 karena kami itu kasih makan itu ayam itu 35:34 boleh dibilang cuma dibagi empat. 35:36 H 35:37 gede-gede. Sehingga kemudian kami 35:40 nyampaikan ke panitianya, "Syekh, kalau 35:43 kami orang Indonesia makannya tidak 35:46 banyak. 35:47 [tertawa] 35:48 Ya dibagi aja lah jadi enam atau jadi 35:50 delapan gitu loh. Karena kami 35:53 kekenyangan itu meskipun nasinya juga 35:57 kan nasi biryani 35:58 i 35:59 bukan nasi seperti di kita. Nasi n 36:01 panjang-panjang. Nah sampai kemudian 36:03 mereka ketawa gitu loh. Oh anunisi. 36:06 Anunisi. Orang Indonesia orang 36:09 Indonesia. Nah, kami ee tahu gitu loh. 36:13 Jadi ketika kami dapat jatah makan itu 36:16 tadi 36:18 nasi kemudian ikan ayam, ikan ayamnya 36:20 juga besar-besar 36:23 di kita mohon maaf ya bisa Pak bisa 36:25 untuk makan tiga kali atau empat kali 36:27 gitu. Ini disajikan untuk sekali 36:30 sehingga kami ngasih masukan. Sudahlah 36:32 kalau untuk kami orang Indonesia 36:35 dikurangi aja ukurannya jangan terlalu 36:37 besar. Nah, jadi bagi mereka itu malah 36:41 ini ukuran terkecil begitu loh 36:44 [tertawa][terkesiap] dikit di kita 36:45 ukuran terbesar di mereka ukuran 36:47 terkecil. Nah, maka oleh sebab itu 36:49 misalnya ee unta dibagi dua, 36:53 bagi dua 36:53 misalnya dibagi dua atau dibagi empat 36:55 kemudian disajikan untuk tiga orang. Ada 36:58 yang satu unta memang untuk tujuh orang 37:00 untuk tujuh orang saja. 37:02 Apa habis atau tidak? Wallahualam gitu 37:04 ya. Tapi yang jelas ee apa namanya ee 37:09 kan 37:11 apa ya ee mereka kan tamunya bukan satu 37:15 orang dua orang tapunya kan puluhan 37:18 makanya rumah-rumah orang Arab kan 37:19 besar-besar 37:21 enggak kayak di kita umpet-umpetan lagi 37:23 gitu ya [tertawa] 37:26 ngontrak tiga tiga apa masyaallah ya 37:29 tetapi ini bukan menunjukkan kemuliaan 37:31 atau ketidakmuliaan tetapi rata-rata 37:34 orang Arab itu rumahnya besar-besar gitu 37:37 loh. Sehingga em apalagi kalau di Arab 37:41 Badui. Arab Badui itu kan apalagi kan 37:44 beratkan langit. 37:46 Beratkan mereka tidur itu di bawah batu, 37:50 di bawah rumah terbuat dari batu gitu. 37:53 Mereka tidak begitu berpikir tentang 37:55 keindahan rumah, artistik rumah gak. 37:58 Yang penting mereka itu bisa makan, bisa 38:02 ibadah. Jadi kerjaan mereka nunggu salat 38:06 antar salat ke salat. 38:09 Jadi dia bercocok tanam, dia tidak 38:11 berpikir macam-macam. Tapi justru Allah 38:13 berkahi 38:15 pengairannya. 38:17 Saya baru tahu tuh bahwa pengairannya 38:19 begitu berkahnya. 38:20 He. 38:21 Bahkan para pekerjanya orang Indonesia. 38:25 Orang Indonesia, orang Malaysia, orang 38:28 Thailand para pekerjanya itu. Dan 38:30 gajinya cukup memadai. tukang kebun saja 38:33 bisa waktu tahun berapa itu R juta 38:37 gitu. Itu paling berarti baru baru kerja 38:39 setahun dia 4 juta. Wih, saya bilang R 38:42 juta ya. Sementara makan dijamin ini. 38:46 Nah, maka oleh sebab itu biasanya kalau 38:48 hari libur atau hari raya ee 38:51 keluarga-keluarganya di apa? Diundang. 38:55 Woh, ininya masyaallah indah sekali. 38:57 Sudah pemandangannya indah. Dikira saya, 38:59 mohon maaf di Arab itu cuma padang 39:01 tandus. 39:03 Ternyata masyaallah gak juga ada yang 39:07 begitu indah. 39:08 Oh indah. 39:09 Iya begitu indah. Ada apa namanya? 39:11 perairannya memadai. Jadi cara berpikir 39:15 orang Arab orang Arab Badui dari sisi 39:18 apa? Pengairan juga cukup maju. maju itu 39:21 dalam pengertian teknologinya sudah 39:23 masuk meskipun tidak semodern di Jepang 39:26 atau di tempat lainnya gitu loh. Nah, 39:28 saya bilang, "Oh, masyaallah dikira 39:30 mohon maaf adanya apa namanya pete 39:35 itu misalnya impor dari Indonesia atau 39:37 impor dari mana?" Ternyata memang 39:40 Arab-Arab Badui itu apa? Menghasilkan 39:43 itu juga. Termasuk apa? Batikh. Batikh 39:46 itu semangka. 39:49 semangkanya juga bukan seperti di kita, 39:51 kecil-kecil, besar-besar. 39:54 Masyaallah, saya bilang keberkahan. Nah, 39:55 dari situlah saya tahu, oh iya ternyata 39:59 apa yang didoakan Nabi Ibrahim gitu kan 40:03 itu terwujud. Tadinya kami menganggap 40:05 bahwa ah karena apa nam tanah tandus 40:09 padang pasir paling impor 40:12 ya mungkin bisa jadi ada impornya juga 40:14 bisa jadi gitu tapi saya belum tahu 40:16 gitu. Tapi yang jelas ternyata di 40:18 Arab-arab gunung itu masyaallah ya. Jadi 40:21 ada apa namanya ee seperti tempat air 40:25 gitu loh, seperti kolam ya. Ada seperti 40:28 kolam tapi di pegunungan itu pegunungan. 40:31 Terus ada yang ee apa namanya ee apa 40:35 namanya ya? Hijaulah gitu. Hijau itu 40:37 artinya banyak tumbuh-tumbuhan. Tapi 40:39 juga ada yang jagersang juga ada gitu. 40:41 Hanya ketika ee apa namanya? Seorang 40:45 YouTuber gitu ya. 40:47 merekam itu saya, "Oh, kaget." Bahkan 40:49 ada yang tumbuh di Indonesia. Jadi, ada 40:53 orang Arab yang datang ke Indonesia itu 40:55 dari Indonesia bawa ini bawa apa? Bawa 40:59 bakal ini. Bakal tumbuhan apa istilahnya 41:02 itu? 41:02 Biji tunas. 41:03 Heeh. Tunas gitu. Bawa apa ee bijinya 41:06 atau tunasnya bawa ditanam di sana. Maka 41:09 kemudian saya pernah melihat apa ya? 41:12 Belimbing. 41:13 Belimbing. 41:14 Ah, belimbing juga tumbuh di Arab. Wih. 41:16 Saya bilang sebagaimana kita juga bawa 41:18 apa? Kurma tumbuh di Indonesia. Nah, 41:21 gitu ya. Jadi sekali lagi tamu-tamu 41:24 mereka itu bukan satu dua orang ya. 41:27 Karena mereka bertamu itu juga merupakan 41:30 satu kebaikan. 41:32 Melayani, menghormati tamu juga satu 41:35 kebaikan gitu ya. Kalau di kita kan 41:37 paling tidak diajak ke restoran. 41:39 Janjiannya di restoran ya. Ee saya 41:41 undang makan malam di restoran ini, ini, 41:43 ini, ini, gitu. Jadi kalau mereka itu di 41:46 rumah 41:47 makan, masak sendiri, ini sendiri, 41:49 masyaallah. Masak sendiri juga bukan 41:51 sendiri, tetapi maksudnya masak di rumah 41:53 dengan dibantu ada pembantunya gitu loh. 41:56 Nah, jadi ee saya kira ee apa namanya? 42:00 Tentu apa yang kita bayangkan wah 42:01 berazir dong banyak gak dak juga gitu 42:04 ya. Bahkan kemudian mereka berbagi juga 42:07 dengan tetangga-tetangganya. Kalaupun 42:08 ada sisa misalnya ya, ada sisa mereka ee 42:12 berbagi atau juga dikasihkan kepada 42:14 binatang peliharaannya atau dikasihkan 42:17 kepada ee hal-hal yang membutuhkan gitu. 42:20 Karena mereka kan jauh dari Nah, 42:22 kemudian mohon maaf ee orang Arab Badui 42:26 itu 42:28 ada yang mereka menggunakan unta ngambil 42:31 uang ke bank 42:33 dan pakai apa ngambil uangnya? Pakai 42:35 kantong keresek. 42:37 [tertawa] 42:37 Kang kresek duit uang apa duit atau uang 42:41 itu masyaallah dan mereka tidak takut 42:43 dirampok 42:44 e karena apa? karena sudah merasa a aman 42:47 gitu loh. Nah, tetapi juga sekarang ee 42:51 Arab-Abung itu, Arab Arab Badui 42:53 maksudnya mereka sudah menggunakan 42:56 ee apa namanya misal hasil panen, hasil 42:59 ini itu menggunakan mobil dan mobilnya 43:02 bukan mobil mohon maaf ya, bukan mobil 43:04 ecek-ecek, mobil mewah. 43:08 Mohon maaf ya, mohon maaf saya menyebut 43:10 merek lah gitu. Atau yang kalau di kita 43:13 harga ee 500 ee juta ah R00 juta itu 43:19 untuk sekedar untuk nganggut sayuran ke 43:21 pasar 43:23 di kita kan itu untuk pelesiran R00 juta 43:25 yang harga R miliar gitu ya kan. Kalau 43:28 di sana saya lihat leh kok dipakai 43:30 ngangkut sayuran, [tertawa] ngangkut 43:32 buah-buahan. Nah gitu. Jadi, tetapi saya 43:36 kira juga itu mungkin bukan sesuatu yang 43:38 ajib, bukan sesuatu yang mengherankan 43:40 karena mereka sudah terbiasa. Nah, itu 43:42 juga manfaatnya kita banyak melihat ee 43:46 perbandingan perbandingan terhadap 43:48 kehidupan ee yang lain untuk bisa 43:50 mengambil ibrah dan pelajaran. Nah, saya 43:52 kira itu ya. Jadi, tamunya banyak 43:55 sehingga kemudian tadi ee unta apa? Unta 43:58 guling itu kadang tiga unta, dua unta 44:01 atau satu unta. Kemudian ada yang 44:03 dibagi, ada yang dibiarkan satu utuh, 44:06 tapi kemudian ininya di apa? Nampannya 44:09 sangat besar. Nampannya sangat besar. 44:11 Kelilingnya 10 orang atau 7 orang. Ya, 44:13 demikian. Wallahu aam bisawab. 44:18 Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat 44:20 menjawab. Berikutnya pertanyaan kedua 44:24 datang dari Bapak Ahad. Asalamualaikum 44:26 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 44:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:30 wabarakatuh. 44:31 Ustaz mohon pencerahannya. Ustaz ada dua 44:33 pertanyaan. Pertama 44:36 mohon pencerahannya tentang syariat, 44:39 hakikat, dan makrifat. Kedua, apa itu 44:42 karamah, Ustaz? Apa arti karamah, irhas 44:46 dan maunah dari Pak Hadi? Ini mangga 44:50 dua. 44:50 Masyaallah. Barakallahu fikum. Baik. 44:52 Yang pertama apa dulu? 44:53 Ee Bapak yang pertama syariat, hakikat, 44:56 dan makrifat. 44:57 Iya. syariat, hakikat, makrifat. Ya, 45:01 kalau saya mau mengambil pandangan bahwa 45:05 Islam itu tidak membagi syariat, 45:07 hakikat, dan makrifat, berarti semuanya 45:10 satu. Syariat ya berarti hakikat. 45:13 Hakikat ya berarti makrifat. Itu satu 45:16 ya. Kalau saya menggunakan approach-nya, 45:19 pendekatannya bagi mereka yang tidak 45:21 mengenal pembagian-pembagian itu, 45:25 pembagian itu juga memang ada gitu loh 45:28 ya. Ee jadi seperti begini 45:32 ee 45:34 para sahabat itu paska Rasul wafat 45:39 mereka berpegang kepada syariat yang 45:41 sama. Ketika kita memandangnya, 45:44 menganggapnya, menelitinya, para sahabat 45:46 itu sama-sama berpegang kepada syariat. 45:50 Tapi kemudian ada peneliti mengatakan, 45:52 "Oh, paskan Nabi wafat sudah mulai 45:55 terbagi dua." 45:57 Ada ee ada sahabat yang memahami 46:01 lafaz-lafaz ee hadis 46:04 ketat dengan teks. Oh, dari Nabi begini 46:07 ketat, tapi ada yang memaknainya 46:10 kontekstual. 46:11 maknawi. 46:12 Heeh. Maknawi 46:14 apa? Memahami di belakang itu. Ah. Jadi 46:17 sekali lagi kalau kita memaknai para 46:20 sahabat itu semuanya pemahamannya sama 46:22 dalam pengertian berpegang kepada 46:24 syariat ya berarti enggak ada perbedaan. 46:27 Tapi kalau kemudian ada peneliti 46:29 mengatakan bahwa para sahabat itu 46:32 terbagi menjadi sudnya bukan ini ada di 46:35 antara sahabat yang berpahaman tekstual 46:38 dan kontekstual. Nah, begitu juga sama 46:42 di zaman Nabi tidak dikenal istilah apa 46:45 pemisahan antara syariat, hakikat, sama 46:47 makrifat. Tapi kemudian belakangan 46:50 dipahami, oh ada syariat. Maksudnya 46:54 orang hanya mempersoalkan masalah 46:56 syariat tekstualis. 46:59 Syariat begini tekstual secara tekstual, 47:02 tapi dia kosong dari hakikatnya. 47:06 salatnya saja jangankan memaknai 47:09 bacaannya, kadang bacaannya juga masih 47:12 salah-salah gitu loh. Nah, kalau 47:14 kemudian tingkat kepada hakikat dia baca 47:18 Al-Fatihah, dia menyadari betul, 47:21 memaknai betul posisi dia sebagai hamba. 47:26 Jadi baca Al-Fatihah saja bisa lama gitu 47:28 loh. Nah, itu kepada apa? Hakikat. Kalau 47:31 makrifat boleh dibilang begini. 47:36 dia tidak lagi mementingkan syariat 47:40 misalnya, bahkan dia menghindari 47:43 menampakkan syariat. Jadi yang dia 47:46 tampakkan hanya yang wajib-wajib aja. 47:50 Adapun yang sunah-sunah dia tidak 47:52 tampakkan, dia sembunyikan. 47:54 Bahkan dia lebih suka dinilai kafir 47:58 dibanding dia mukmin. [tertawa] 48:00 Jadi kenapa? Wah ini mah orang kafir. 48:03 Kenapa? salat aja enggak kelihatan. Nah, 48:05 dia malah senang tuh. Kenapa? Karena 48:08 pahalanya ngalir terus ke dia tuh. 48:11 Karena karena dia sudah ah masyaallah 48:13 ya. Jadi dia tidak ingin dapat pujian 48:17 bahkan dia bersembunyi. Berbuat baiknya 48:20 itu sembunyi-sembunyi. 48:22 Jadi kalau dia sudah diketahui orang 48:23 lain bahwa dia ahlul ibadah, ahl taah, 48:26 ya Allah [tertawa] 48:28 saya mohon ampun. mohon ampun dia. He. 48:30 Padahal sekedar diketahui amalan 48:33 baiknya. 48:35 Nah, gitu ya. Maka oleh sebab itu saya 48:37 kira ee pendekatan-pendekatan itu boleh 48:41 diterima, boleh juga diabaikan 48:44 bagi kita yang masih berkecimpung di 48:47 dunia syariat gitu ya. Ya, tidak harus 48:51 direpotkan dengan pemikiran-pemikiran 48:53 itu. Tapi bagi kita yang sudah ee 48:56 saatnya menginjak istilah-istilah itu, 49:00 falyatafadol masyuro, maka dipersilakan, 49:03 gitu ya. Nah, adapun kemudian tadi ada 49:05 istilah karamah, irhas dan ee maunah ya 49:10 semuanya itu kalau misalnya karamah itu 49:13 asal kata dari karumah atau karimah. 49:17 Karumah itu maksudnya mulia. 49:20 Karamah itu maksudnya kemuliaan. Allah 49:23 memberikan kemuliaan dengan berbagai 49:25 cara. Di antaranya tadi kalau kepada Abu 49:27 Bakar diberikan kemuliaan 49:30 apa makanannya senantiasa bertambah itu 49:34 karamah. 49:36 Irhas dengan maunah saya belum bisa 49:38 membedakan dulu ya. Tapi maunah 49:40 pertolongan itu bisa diberikan kepada 49:42 siapapun, kepada orang beriman. Ee jadi 49:47 maunah itu semuanya adalah maunah 49:48 pertolongan ya. Ee maunah itu adalah 49:52 pertolongan. Maka ee nanti juga kita 49:54 akan membedakan istilah-istilah 49:56 [tertawa] 49:57 ada tadi ya seperti mm ada karamah, 50:02 kemudian ada mukjizat, kemudian ada tadi 50:06 ya istilah-istilah. Jadi sesungguhnya 50:08 itu istilah-istilah yang ditemukan hasil 50:11 dari pengkajian. 50:13 Ah, kan begini kita saja di dalam bahasa 50:17 kita kalau Allah itu bukan berkata tapi 50:20 berfirman. 50:22 Kalau Nabi itu bukan berkata tapi 50:25 bersabda. Untuk orang lain itu berkata. 50:28 Maknanya berkata-berkata juga. 50:31 Hanya tetapi sekali lagi, nah semuanya 50:33 itu adalah pertolongan. 50:35 Hanya kemudian oh kalau ini disebutnya 50:37 ini, kalau ini disebutnya berbeda lagi. 50:40 Seperti itu kurang lebih gitu ya. Heeh. 50:43 Jadi ee seperti itu kurang lebihlah yang 50:46 saya dapat ee kemukakan. Intinya adalah 50:48 pertolongan dari Allah Subhanahu wa 50:51 taala. Karamah-karamah. Jadi untuk para 50:54 sahabat sampai ke bawah itu karamah 50:56 namanya gitu ya. Kalau untuk Nabi itu 50:59 mukjizat. Mukjizat itu maksudnya kalau 51:02 mukjizat itu melemahkan 51:04 ya bisa melemahkan orang-orang yang 51:06 menentangnya. Kalau karamah adalah ee 51:09 pemberian penghormatan gitu ya. 51:12 kemuliaan pemberian kemuliaan dari Allah 51:15 Subhanahu wa taala yang semuanya itu 51:17 terangkum bisa dengan ee irhas atau 51:20 maunah. Demikian saya kira yang dapat 51:22 saya jawab. Wallahu aam bisawab. 51:28 Wallahuam bisawab. Ee demikian semoga 51:31 dapat menjawab Bapak Hadi. 51:34 Berikutnya. 51:37 Hm. Dari Bapak Rahman Ustaz 51:40 Nam. Asalamualaikum warahmatullahi 51:41 wabarakatuh, Ustaz. 51:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:44 wabarakatuh. 51:46 Insyaallah sehatkan Allah sehatkan 51:49 jasmani dan rohani untuk ustaz dan 51:51 keluarga. 51:52 Amin. Allahum amin. 51:53 Ustaz mohon pencerahannya tentang niat 51:56 puasa kafarat itu bagaimana Ustaz? 51:59 Oh, niat kafarat. 52:00 Iya. Puasa 52:01 ya apa namanya? Nawa itu ee nawa itu 52:06 sauma gitu ya. Kafaratan lillahi taala. 52:10 ya gitu kan atau dalam bahasa kita saya 52:12 niat berpuasa sebagai kafarat ya karena 52:16 Allah subhanahu wa taala misalnya sumpah 52:19 paling tidak sumpah itu kafaratnya 3 52:22 hari berpuasa niatkan saja saya berpuasa 52:25 sebagai kafarat atas sumpah saya gitu ya 52:29 jadi seperti itu kurang lebih e 52:31 sesungguhnya niat itu kan ee bisa 52:33 bermacam-macam ee redaksi 52:37 hanya intinya seperti tadi Jadi intinya 52:41 saya berniat, saya niat berpuasa sebagai 52:44 kafarat terhadap sumpah saya gitu kan. E 52:48 lillahi taala karena Allah subhanahu wa 52:50 taala puasa. 52:52 Kalau di bahasa Arab kan tadi nawa itu 52:55 sauma gin gitu kan. Kafaratan lillahi 52:59 taala sebagai kafarat karena Allah 53:02 subhanahu wa taala. Atau mau ditambah 53:04 lagi gitu ya. ditambah lagi. Jadi 53:06 redaksinya itu tidak ada yang ee apa? 53:10 Makanya karena persoalan ini adalah juga 53:13 masuk perdebatan talafuzun niat dengan 53:16 yang tidak talafuz. Melafazkan niat dan 53:19 tidak melafazkan. Kenapa kemudian 53:21 dibahas? Karena untuk hati meskipun 53:24 dilafazkan atau tidak kan di hati ada 53:26 niat gitu loh. Nah, maka [berdehem] baik 53:29 dilafazkan atau tidak intinya seperti 53:31 itu. Kalau misalnya tidak dilafazkan, 53:34 niat saya berpuasa untuk kafarat atas 53:37 sumpah saya 53:40 karena Allah Subhanahu wa taala gitu. 53:41 Fardu atau sunah, Ustaz? 53:43 Ee kafaratan itu. Nah, kan menjadi 53:46 bingung tuh apakah w fardu atau 53:49 sunah. 53:50 Sunah. 53:51 Kalau kemudian ada nas Qurannya 53:54 ee apa namanya? Ada nas Qurannya bahwa 53:58 harus ada melakukan kafarat dan tidak 54:00 ada yang membelokkannya, maka berarti 54:03 itu wajib. 54:05 Wajiban atau fardu. Nah, antara wajib 54:08 dengan fardu juga para ulama berbeda 54:10 mendefinisikannya. Nah, oke. Tapi 54:12 kemudian saya ambil anggap sama fardu 54:15 dengan wajib. Jadi ee fardu fardu karena 54:19 Allah Subhanahu wa taala kalau teks 54:22 Qurannya tidak ada yang memalingkan. Dan 54:24 memang saya belum menemukan ee bahwa 54:27 kafarat itu dipalingkan dia tidak 54:29 dihukumi sunah gitu. Kafarat itu yang 54:32 saya pahami. Sekali lagi yang saya 54:33 pahami adalah wajib atau fardu. Demikian 54:37 wallahuam 54:39 bisawab. 54:41 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rahman 54:43 semoga dapat menjawab. H. Berikutnya 54:46 pertanyaan dari Bapak Abdullah. 54:50 Asalamualaikum warahmatullahi 54:51 wabarakatuh, Ustaz. 54:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:54 wabarakatuh. 54:55 Jazakumullah khairan kirsir Ustaz atas 54:58 ilmunya. 54:59 Waakum jazakallahu khairan. Ustaz, izin 55:02 bertama, izin bertanya tentang 55:05 salah satu riwayat hadis menjelaskan 55:09 bahwasanya 55:11 Rasulullah pernah Rasulullah kalau tidak 55:14 suka dengan makanan tersebut, Rasulullah 55:16 meninggalkannya. Nah, bagaimana dengan 55:18 keadaan makanan yang tersebut yang 55:20 ditinggalkan? Apakah tidak mubazir, 55:22 Ustaz? [tertawa] 55:24 Masyaallah. Masyaallah. Begini 55:27 kan tidak mungkin. Tidak mungkin begini. 55:30 Rasul menyuruh masak masakan yang tidak 55:33 beliau sukai. Tentu bukan begitu. Tentu 55:35 maksudnya adalah Nabi berkunjung ke 55:38 rumah sahabat. Kemudian sahabat 55:41 menghidangkan. 55:43 Nah, yang dihidangkan ada yang disukai 55:45 Rasul, ada yang tidak disukai. Yang 55:49 disukai Nabi memakannya. 55:52 Yang tidak Nabi sukai Nabi tidak 55:54 mencibirnya. 55:55 dibiarkan tidak dimakan tapi memakan 55:58 yang disediakan lainnya gitu loh. Jadi 56:01 bukan [tertawa] bukan kemudian jadi 56:03 mubazir. Ya bisa jadi begitu gitu. Nah 56:05 misalnya begini 56:07 ada sahabat jadi Nabi bersama sahabat 56:10 makan. 56:11 He 56:12 dialah salah satunya dihidangkan 56:14 binatang dob. 56:16 Dob. Dob itu bahasa kita sejenis biawak. 56:21 Tapi bukan biawak. Sejenis biawak. Mirip 56:25 seperti biawak. 56:27 Sahabat makan aja biawak. 56:31 Nabi tidak. Sahabat jangan-jangan haram 56:34 nih. Karena Nabi tidak makan. Nanya 56:37 kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, 56:40 apakah ini haram atau kenapa engkau 56:42 tidak makan ini?" Kata Nabi, "Oh, karena 56:45 di tempatku tidak dikenal binatang itu." 56:50 Nabi tidak mengharamkan, 56:52 tapi Nabi tidak suka karena tidak ada. 56:56 Sekiranya mungkin ada, Nabi juga suka 56:58 gitu loh. Jadi, ada yang disebut dengan 57:02 mm termasuk makanan juga ada yang ee di 57:06 diakibatkan oleh kebiasaan, tetapi juga 57:10 ee diakibatkan oleh ketidakbiasaan. Bisa 57:13 jadi orang tidak suka belut. 57:16 Jiji melihat belut. 57:17 Iya. Lele. 57:18 Heeh. Atau lele lele. Ih. Ih, lele gitu 57:21 ya. Mohon maaf, kami pernah ee apa 57:23 namanya? Menghidangkan masakan lele 57:27 kepada Allah yarham eh kepada imam 57:30 Masjid Al-Aqsa tahun '8 rahimahullah. 57:33 Ketika berkunjung ke tempat kami, kami 57:34 sediakan lele maha. Apa ini? Dia CV. 57:39 Bismillah. Enak nambah. Lihat [tertawa] 57:42 tuh. Karena ternyata di di dirasa-rasa 57:45 enak. Ah, bagi mereka yang suka maka 57:48 suka. Tapi mereka yang tidak suka bisa 57:52 jadi karena mohon maaf jiji karena tidak 57:54 ditemukan di tempatnya sehingga kemudian 57:57 tidak mengundang selera untuk memakannya 58:00 maka tidak mengapa dia tinggalkan gitu. 58:02 Meskipun itu statusnya halalun 58:06 tapi dia karena tidak suka ditinggalkan. 58:09 Begitu juga Nabi terhadap dobenis 58:13 biawak itu karena lihat Nabi tidak 58:16 makan, sahabat khawatir. Wah, 58:17 jangan-jangan ini haram. Ahah. Nabi kok 58:19 enggak makan gitu makan nanya. Oh, 58:22 ternyata ada juga yang tidak disukai 58:24 Nabi bukan berarti haram. 58:27 Halal. 58:28 Heeh. Bisa jadi statusnya halal tapi 58:30 Tambi tidak menyukainya. Jadi begitu 58:32 yang dimaksud jika Nabi tidak menyukai 58:35 makanan, Nabi tinggalkan tuh begitu. 58:37 Jadi, Nabi dihindangkan makanan yang 58:39 banyak pilihan. Nabi memakan yang sesuai 58:42 seleranya. Adapun yang tidak sesuai 58:45 dengan seleranya, beliau tinggalkan 58:47 tanpa harus mencaci maki dan 58:49 menjelek-jelekkan makanannya, gitu ya. 58:52 Demikian saya kira ya. Wallahuam 58:55 bisawab. 58:57 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 59:00 Abdullah semoga [berdehem] dapat 59:01 menjawab. 59:03 Mm. Berikutnya dari Bapak Dodi di 59:06 Cilangkap, Ustaz. Asalamualaikum 59:08 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 59:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:11 wabarakatuh. 59:13 Izin bertanya, Ustaz. 59:14 Namam. 59:14 Saya ini usaha kontraktor dan supplier 59:18 di pemerintahan. 59:19 He. 59:20 Untuk menjalankan saya tidak bisa lepas 59:22 dari bank dan investor di mana pada saat 59:26 pengembalian uangnya ada yang dilebihkan 59:28 beberapa persen sesuai kesepakatan. 59:31 Apakah ini riba dalam usaha saya, Ustaz? 59:34 Terima kasih, Ustaz, atas jawabannya. 59:35 Masyaallah. Baik. Jelas begini. 59:40 Ee kita mau ngambil hukumnya ke mana 59:42 dulu, kan begitu. Jadi begini, tentang 59:46 berinteraksi dengan bank konvensional. 59:51 Sebagian ulama menyatakan haram, 59:55 tapi sebagian ulama menyatakan 59:59 tidak masalah. 1:00:02 Pertimbangannya adalah 1:00:05 sekali lagi nih ee 1:00:09 ee saya ee persempit dulu berinteraksi 1:00:13 dengan bank konvensional milik 1:00:16 pemerintah 1:00:18 gitu ya. Gitu. 1:00:20 Jadi saya tidak menggunakan dulu seluruh 1:00:22 bank, itu aja dulu. Karena bisa jadi ee 1:00:24 mungkin Anda berinteraksinya dengan bank 1:00:27 konvensional milik pemerintah atau 1:00:31 bank plat merah istilahnya begitu. Nah, 1:00:35 terhadap bank plat merah 1:00:37 ada berpendapat haram tetap karena 1:00:40 konvensional, ada, bunga, ada 1:00:42 macam-macam. 1:00:44 Sebaiknya dihindari. Sekali lagi 1:00:47 sebaiknya dihindari. Enggak ada 1:00:49 perdebatan dalam masalah itu. Dalam 1:00:51 pengertian bisa dipahami. 1:00:53 Tapi kemudian persoalannya menjadi sulit 1:00:58 ketika kita mengembangkan usaha yang 1:01:00 lebih besar. Mau tidak mau kita harus 1:01:03 berinteraksi dengan bank konvensional 1:01:07 dengan apa tadi? dengan aturan harus 1:01:10 melebihkan sekian prosen. 1:01:14 Sekali lagi, jika belum ada bank Islam 1:01:17 yang mampu menutupi usaha kita gitu kan, 1:01:23 maka tadi longgar gitu ya ee hukum bank 1:01:28 konvensional menjadi longgar. 1:01:31 Nah, tetapi sekali lagi Anda harus 1:01:33 berkeyakinan bahwa ini harus 1:01:34 ditinggalkan. Anda harus mencari 1:01:37 alternatif lain gitu loh ya. Meskipun 1:01:39 longgar tapi tetap itu darurat. 1:01:43 Darurat mestinya juga kan sesungguhnya 1:01:46 harus mengantarkan kepada kematian. 1:01:48 Tetapi persoalannya usaha gitu usaha 1:01:52 untuk kemaslahatan banyak orang juga 1:01:55 gitu ya. Nah, maka sekali lagi ee maka 1:01:58 ee kalau kita merujuk kepada ulama-ulama 1:02:01 Mesir jadi bank konvensional itu bukan 1:02:04 masalah. 1:02:06 gitu ya. Kalau merujuk kepada 1:02:08 ulama-ulama Mesir. Tapi kalau merujuk 1:02:10 kepada ulama-ulama Indonesia, mereka ee 1:02:14 mayoritas mengharamkan bank 1:02:16 konvensional. 1:02:17 Tapi ada juga di antaranya yang 1:02:20 membolehkan bank konvensional milik 1:02:22 pemerintah. Kenapa kok dibolehkan bank 1:02:25 konvensional milik pemerintah? karena 1:02:28 mereka karena ee apa ee ustaz ini 1:02:31 berpendapat atau profesor ini 1:02:33 berpendapat karena keuntungan dan apa 1:02:37 bunga-bunga itu dipakai untuk 1:02:40 pembangunan masyarakat gitu. Jadi bukan 1:02:43 untuk memperkaya golongan tersendiri 1:02:47 tetapi untuk pembangunan masyarakat. 1:02:50 Jadi seperti itu ya. Jadi sekali lagi 1:02:52 Anda tetap harus mencari alternatif 1:02:55 lain. Ah gitu ya. mencari alternatif 1:02:58 lain. Makanya ee 1:03:01 misalnya kalau ada bank ee apa Islam, 1:03:06 bank Islam juga mesti tidak sempurna. 1:03:08 Sekali lagi tidak sempurna bebas dari 1:03:11 riba gitu karena memang dinaungi oleh 1:03:14 bank pemerintah juga gitu ya. Nah, maka 1:03:17 oleh sebab itu saya kira sambil ee apa 1:03:20 namanya? Simultan simultan kemudian 1:03:23 mencari alternatif lain yang tidak ee 1:03:27 terjebak kepada riba gitu ya. mencari 1:03:30 alternatif itu sambil kemudian kita 1:03:32 tetap mengurangi usaha-usaha itu. Sekali 1:03:35 lagi ya, kalau tidak ditemukan lembaga 1:03:38 konvensional atau lembaga ee bank 1:03:42 syariah yang betul-betul 100% syariah, 1:03:46 maka tadi mau tidak mau gitu kan harus 1:03:50 berkehubungan dulu dengan yang ada 1:03:52 ribanya. 1:03:54 Meskipun sekali lagi bank syariah juga 1:03:57 tidak seluruhnya syariah seringkiali 1:04:00 dibahas oleh Ustaz Husein ya kan sering 1:04:03 di kali dibahas. Nah, maka oleh sebab 1:04:05 itu, nah sambil simultan tapi kalau ada 1:04:08 ah enggak pokoknya saya akan betul-betul 1:04:11 menghindari sehingga saya lebih baik 1:04:14 bermain di bisnis kecil saja dibanding 1:04:17 saya main di bisnis besar tapi saya 1:04:19 terkena riba. Hua afdol itu lebih utama 1:04:23 gitu ya, lebih utama. Nah, saya kira 1:04:25 demikian yang dapat saya jelaskan. 1:04:28 Wallahu aam bisawab. 1:04:32 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak semoga 1:04:35 dapat menjawab Bapak Dudi. Semoga dapat 1:04:37 menjawab. Berikutnya 1:04:41 berikutnya dari Bapak Supriatna. 1:04:45 Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:46 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 1:04:48 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04:52 Ustaz 1:04:54 saya izin mau membeli kitab syarah 1:04:57 Riyadus Shihin. Di mana belinya, Ustaz? 1:04:59 [tertawa] 1:05:00 Ya, saya kira ee kalau saya karena 1:05:04 belinya di Bandung. Ketika ke Bandung 1:05:07 mampir ke toko buku beli di situ. Tapi 1:05:09 saya kira di ee apa namanya? Toko-toko 1:05:12 online juga banyak. 1:05:13 Mungkin ketika book fair ada juga ya. 1:05:15 Ah, ketulis bookfel tuh sekarang tuh 1:05:16 bookfir sampai besok ya 1:05:18 sampai eh iya sampai besok sampai taman 1:05:20 22 saya kira di book banyaklah stan-stan 1:05:23 yang jual syarah kitab Riyadus Shihin. 1:05:25 Syarah kitab Riyadus Solihin juga 1:05:26 banyak. 1:05:28 Ada syarah Syekh Usaimin, Asyarah, ada 1:05:30 syarah Dib Albugha, ada syarah Imam 1:05:34 Nawawi sendiri kalau tidak salah. Eh, 1:05:36 saya yang Imam Nawawi sendiri itu syarah 1:05:39 Arbain annawawiyah. Kalau Riyadus sholin 1:05:41 saya belum menemukan syarahnya Imam 1:05:43 an-Nawawi ya. Jadi saya kira silakan ya 1:05:46 intinya sama, hadis-hadisnya sama, hanya 1:05:49 beda penjelasan dari ulama gitu ya. 1:05:52 Kalau kita ingin misalnya berpahaman 1:05:56 kepada tekstual, ya saya kira misalnya 1:06:00 syarahnya Syekh Utimin. 1:06:03 Tapi kalau kemudian ingin 1:06:05 meng apa memperdalam lebih jauh dengan 1:06:08 pemahaman kontekstual bisa ee syarah 1:06:12 yang lainnya. Kalau syarah di albughal 1:06:15 itu boleh dibilang ee 1:06:19 tekstual lafziah ya. Jadi penjelasannya 1:06:23 ya kata-katanya 1:06:25 kemudian ee mutiara-mutiaranya gitu loh. 1:06:29 Tapi kalau ingin ini bisa di dilihat 1:06:32 gitu ya syarahnya syarah apa ee riyadus 1:06:35 shihin itu ada yang penjelasannya lebih 1:06:37 mendalam gitu ya. Tapi sekali lagi kalau 1:06:40 syarah yang ingin tekstual misalnya ya 1:06:44 yang saya punya sekali lagi yang saya 1:06:46 punya karena dulu saya di di bookfir 1:06:49 juga belinya itu syarahnya ee Syekh 1:06:52 Usaimin. Tapi kemudian saya secara 1:06:56 simultan juga mencari pembanding gitu 1:06:59 ya, pembanding syarah-syarah yang 1:07:01 lainnya. Di antaranya adalah ee karya 1:07:04 Syekh Dib Albugha. 1:07:06 Ah, gitu saya perbandingnya itu. Nah, 1:07:09 sesungguhnya kalau ada lagi yang lain 1:07:11 saya kira gak masalah ya. Hanya untuk 1:07:13 pemahaman ee tidak ada masalah. Tapi 1:07:16 kalau untuk membandingkan dengan 1:07:18 pengamalan orang lain, antar dulu gitu. 1:07:21 Bukan kerjaan kita tuh 1:07:22 banding-bandingkan pekerjaan dengan 1:07:24 orang lain. Itu pekerjaan para ulama lah 1:07:27 gitu. Pokoknya kita mah oh memahami, oh 1:07:29 amalkan gitu. Kalau mau 1:07:31 membanding-bandingkan tentu ada 1:07:33 mukabalah, tentu ada komparasi ee atau 1:07:37 ee dalam bahasa kita komparasi itu apa? 1:07:41 Ee studi studi banding itu komparasi ee 1:07:44 [tertawa] 1:07:45 [terkesiap] ee muqaronah. Ah muqaronah 1:07:48 gitu. Jadi ada muqaronahnya, ada 1:07:50 pembanding dan itu biarlah para ulama 1:07:53 lah yang kita ngambil hasil-hasilnya 1:07:55 saja. Oh, mukar begini dipakai ini 1:07:58 pakai. Nah, karena sesungguhnya kita 1:08:00 masih di dalam ee dunianya masih dunia 1:08:04 belajar gitu ya, belum sampai kepada 1:08:07 dunia ijtihad gitu. Meskipun kadang kita 1:08:09 dipaksa ijtihad juga ketika kita belum 1:08:12 mendapatkan ee referensi-referensi yang 1:08:15 memadai. Demikian saya kira yang dapat 1:08:17 saya jelaskan. Wallahuam 1:08:19 bisawab. 1:08:21 Wallahuam bisawab. Demikian terima kasih 1:08:25 ee Ustaz, ini pertanyaan juga dari Bapak 1:08:27 Supriatna, Ustaz. Heeh. 1:08:28 Ee izin bertanya, Ustaz. Apakah tatkala 1:08:31 kita beribadah sunah atau wajib dan 1:08:34 merasa ibadah kita diterima atau merasa 1:08:38 takut jangan-jangan ibadah kita 1:08:39 diterima? Mohon pencerahannya, Ustaz. 1:08:42 Terima kasih. 1:08:43 Iya. Pertama, baik ibadah wajib maupun 1:08:46 ibadah sunah harus yakin bahwa kita 1:08:48 diterima. 1:08:50 Tetapi rasa pertanyaan aduh bisa 1:08:53 diterima Pak. itu juga bagus 1:08:56 untuk mengendalikan kita tidak sampai 1:08:59 kepada sok suci 1:09:02 gitu ya. Sekali lagi kita harus yakin 1:09:04 bahwa apa yang kita lakukan diterima 1:09:05 Allah. 1:09:07 Bah kemudian perkara hakikatnya diterima 1:09:10 atau tidak serahkan kepada Allah. 1:09:12 Makanya kan di dalam doa-doa aduh ya 1:09:14 Allah cuma ini yang bisa aku lakukan. 1:09:17 Saya sudah berusaha 1:09:19 mengikuti anjuran para ulama, 1:09:23 memenuhi anjuran Quran, mengikuti 1:09:26 anjuran sunah gitu ya. Tapi kan 1:09:29 hakikatnya diterima atau tidak mah 1:09:33 pokoknya yakin diterima tapi kemudian 1:09:35 aduh diterima enggak ya? Itu juga boleh. 1:09:37 Bagus itu juga. 1:09:39 Oh juga bagus. 1:09:40 Bagus. Jadi ragu bukan ragu karena tidak 1:09:43 yakin bukan. Tapi aduh iya saya diterima 1:09:45 enggak ya? Karena kan tidak ada nas yang 1:09:47 menjelaskan, "Oh, ibadahmu sudah 1:09:50 diterima." Kan enggak ada, hanya 1:09:53 keyakinan diterima. Ya Allah, terimalah. 1:09:56 Nah, tetapi aduh kadang kita berpikir, 1:09:58 diterima enggak ya ibadah saya? 1:10:01 Pertanyaan diterima atau itu tuh 1:10:03 maksudnya untuk mengerem agar kita tidak 1:10:07 merasa sok suci. Oh, saya dosa saya 1:10:11 sudah diampuni oleh Allah. 1:10:14 Oh, ibadah saya sudah diterima oleh 1:10:16 Allah semuanya sehingga saya boleh 1:10:18 melakukan maksiat. Nah, itu yang tidak 1:10:21 boleh. Maka tadi bentuk pertanyaan 1:10:24 diterima apa enggak ya? Itu bukan 1:10:27 keraguan. 1:10:28 Tadi muhasabah, evaluasi kategorinya. 1:10:31 Oh, ya Allah. Oh, iya. Ternyata masih 1:10:34 begini saya. Oh, masyaallah. Saya baca 1:10:37 Al-Fatihah, pikiran masih ke kantor. 1:10:39 Saya baca Al-Fatihah, pikiran masih ke 1:10:41 pasar. 1:10:43 ee oh maka kemudian senantiasa 1:10:45 memperbaiki diri tapi yakinkan kepada 1:10:49 diri kita bahwa inilah yang bisa saya 1:10:51 lakukan dan semoga Engkau terima ya 1:10:53 Allah ibadah saya gitu. Bahwa kemudian 1:10:57 evaluasi 1:10:58 terima enggak ya? Ya Allah terimalah. 1:11:01 Nah gitu. Jadi evaluasi tadi pertanyaan 1:11:03 tadi agar mendorong semakin serius 1:11:06 beribadah kepada Allah Subhanahu wa 1:11:09 taala. Demikian yang dapat saya jawab. 1:11:12 Wallahu aam bisawab. 1:11:16 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 1:11:19 Supriatna semoga dapat menjawab. 1:11:24 Baik, ikhwan akhwat, kita sudah berada 1:11:27 di 1:11:28 akhir waktu untuk sebelum kesimpulan ee 1:11:33 ada 1:11:35 alhamdulillah dari pendengar ada yang 1:11:39 mewakafkan transfer wakaf untuk wakaf di 1:11:42 lembaga wakaf silaturahim atas nama 1:11:45 almarhum Bapak Hadi Suwiryo bin Karyo 1:11:49 Suntoyo. Terima kasih atas 1:11:51 he 1:11:52 transformnya. Jazakah 1:11:54 Ustaz Baik, Ustaz ee sebagai penutup 1:11:56 untuk keutamaan dan kemuliaan para wali 1:11:59 Allah, Ustaz. 1:11:59 Iya. Jadi, para ikhwan sekalian tadi 1:12:02 yang belum saya jelaskan adalah 1:12:06 jadi karamah itu diberikan kepada orang 1:12:09 yang sudah teruji. 1:12:11 Makanya Abu Bakar kan dikasih gelar 1:12:13 assiddiq. 1:12:16 Benar imannya gitu loh ya. Jadi benar 1:12:19 imannya, yakin betul kepada Allah, 1:12:22 ibadahnya serius, 1:12:25 maka kemudian dia selalu berpikir yang 1:12:27 utama. Aduh, para tamu saya misalnya, 1:12:31 kenapa enggak mau makan? Ya, gitu. 1:12:33 Kenapa? Jadi berpikirnya itu tidak 1:12:35 pernah berpikir yang mencelakakan, tidak 1:12:39 berpikir tentang kemaksiatan, tapi yang 1:12:42 ia pikirkan tentang ketaatan kepada 1:12:44 Allah Subhanahu wa taala. Nah, paling 1:12:46 tidak di momen hijrah ini kita begitu 1:12:50 karena almuhajiru jadi banyak riwayat. 1:12:53 Almuhajiru man hajaro mahallahu anhu. 1:12:56 Itu satu riwayat. Almuhajiru man hajaro 1:13:00 al khaya wadzunub. 1:13:03 Jadi muhajir itu orang yang meninggalkan 1:13:07 kesalahan-kesalahan dan dosa. Kalau tadi 1:13:10 orang yang meninggalkan apa-apa yang 1:13:12 dilarang oleh Allah. Ada lagi e apa 1:13:15 namanya? Almuhajiru man hajaro al 1:13:19 maasih. 1:13:21 Meninggalkan maksiat-maksiat. 1:13:23 Jadi banyak redaksi yang pada 1:13:25 kesimpulannya 1:13:26 hijrah setelah hijrah dari Makkah ke 1:13:29 Yasrib 1:13:31 hijrata 1:13:32 ba'dal fathi. Tidak ada lagi hijrah 1:13:34 setelah Fathul Makkah gitu ya. Ini 1:13:37 maksudnya ketika e sekarang sudah aman. 1:13:40 Tapi bagi mereka yang apa namanya yang 1:13:42 dijajah yang ini boleh saja dia hijrah 1:13:45 gitu ya. Tetapi bagi kita yang hidup di 1:13:48 ee negeri yang merdeka maka hijrah 1:13:52 makani itu sudah tidak ada. yang ada 1:13:56 adalah hijrah sifat, 1:13:58 hijrah karakter, 1:14:01 hijrah maknawi, 1:14:03 hijrah haliah. 1:14:06 Jadi hijrah keadaan asalnya suka 1:14:08 ngakhir-ngakhirkan salat, bersegera. 1:14:10 Nah, itu hijrah 1:14:12 di kita senantiasa mencari kesalahan 1:14:14 istri. 1:14:16 Yang ada istri aja yang salah, 1:14:19 masaknya kurang asem 1:14:22 dijadikan masalah. Padahal kalau mau di 1:14:26 diungkit-ungkit, kalau mau diurut-urut 1:14:29 masak itu tanggung jawab suami. 1:14:32 Tuh. Kenapa? Karena yang berkewajiban 1:14:36 memberi makan istri dan anak adalah sua 1:14:39 suami. Memberi makan itu kan jadi. 1:14:43 Berarti dia berkewajiban dari mentah 1:14:46 kepada jadi. Jadi masak, belanja itu 1:14:50 tanggung jawab suami tuh. Makanya aduh 1:14:53 iya ya laka kemudian eh istriku aku 1:14:56 mohon maaf 1:14:58 selama [mendengus] ini aku hanya melihat 1:15:00 kesalahan dan kekurangan. Engkau maafkan 1:15:02 aku ya. Engkau telah berupaya membantu 1:15:05 aku menyelesaikan tanggung jawabku 1:15:07 sebagai suami. 1:15:09 Jazakillahu khairon. Wahai istriku. Tuh 1:15:13 hijrah tuh namanya. 1:15:15 Ketika istri kita tidur dipandang ditat, 1:15:18 "Ya Allah [mendengus] istriku bintang 1:15:21 desa, bunga desa yang begitu cantik 1:15:25 sekarang sudah pudar karena melayaniku. 1:15:28 bukan melayani [berteriak] anak-anakku. 1:15:30 Ya Allah terimalah segala kebaikannya. 1:15:33 Ah itu hijrah. 1:15:35 Jadi melihat istri kita itu senantiasa 1:15:37 masyaallah punya kedudukan laha makanah 1:15:42 baginya punya kedudukan di sisi kita dan 1:15:45 kita berharap dia punya kedudukan juga 1:15:47 di sisi di sisi Allah. Maka oleh sebab 1:15:49 itu di penghujung tahun ini insyaallah 1:15:52 ya satu pekan lagi kita akan sampai ke 1:15:55 awal [mendengus] tahun kita evaluasi ya. 1:15:58 Nah, bersamaan dengan kajian ini. Jadi 1:16:01 orang yang mendapatkan karamah itu tidak 1:16:04 sembarang orang 1:16:06 tapi Allah sangat berkehendak. Jadi 1:16:08 kalau diberikan kepada orang beriman itu 1:16:10 karamah, tapi kalau diberikannya kepada 1:16:13 orang kafir itu istijrad gitu ya. Oke. 1:16:16 Maka oleh sebab itu saya kira ee sampai 1:16:20 kapan kita mendapatkan karamah? Ya tidak 1:16:22 tahu. Yang jelas kita senantiasa taat 1:16:24 kepada Allah, membiasakan dia. Pokoknya 1:16:27 gini sesungguhnya Anda cari amalan baik 1:16:30 itu wajib maupun sunah dalam istikamah 1:16:34 insyaallah. 1:16:36 Jadi tidak harus kemudian Anda banyak 1:16:37 amalannya, tidak harus juga bahwa 1:16:40 kemudian banyak amalannya dan konsisten 1:16:42 itu lebih bagus. Tapi juga Anda ngambil 1:16:45 amalan sederhana sedikit tapi 1:16:48 istimrariah, istiqamah insyaallah tuh 1:16:51 mendatangkan karamah insyaallah. Nah, 1:16:55 saya kira demikian yang dapat saya 1:16:57 simpulkan dari apa yang telah kita 1:16:59 uraikan. Wasallallahu ala nabiina 1:17:02 Muhammadin walhamdulillahi rabbil 1:17:05 alamin. Wasalamualaikum 1:17:07 warahmatullahi wabarakatuh. 1:17:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:17:12 wabarakatuh, Ustaz. Jazakumullah khairan 1:17:13 kir ustaz. 1:17:14 Wakum jazakumullah khair. 1:17:16 Ini juga dari Pak Dodi yang tadi 1:17:17 bertanya karamah tuh. Izin minta alamat 1:17:20 ustaz kalau mau konsultasi agama. 1:17:22 [tertawa] 1:17:23 Ya boleh nanti di ini. 1:17:24 Iya insyaallah nanti. 1:17:26 Baik Pak Dudi. Terima kasih atas 1:17:27 pertanyaan dan seluruh ikhwan awat yang 1:17:29 sudah bertanya yang sudah beras 1:17:32 berpartisipasi dalam kajian tausiah sore 1:17:34 bersama Ustaz Ahmad Saleh. Kami ucapkan 1:17:36 terima kasih. Saya Fauzi Riadul Haqohon 1:17:39 diri, mohon maaf atas segala kata serta 1:17:42 Neza dan juga Yusuf Subangkit. 1:17:43 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:17:45 alla ilahailla anta astagfiruka wauub. 1:17:47 Alalamualaikum warahmatullahi 1:17:49 wabarakatuh.