Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin
- wabihi nastain wa ala umurid dunya
- waddin wasalatu wasalamu ala asrofil
- iyaai wal mursalin waa alihi wasohbihi
- ajmain. Ashadu alla ilahaillallah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabiy muhammadin waa alihi
- wasohbihi ajmain. Qallahu taala fil
- quranil karim.
- Aubillahiminasyaitanirjim.
- Qolu subhanaka la ilma lana illa maa
- alamtana
- innaka antal alimul hakim. Waqala aid
- innallaha wa malaikatahu
- yusuna alan nabi. Ya ayyuhalladzina
- amanu shlu alaihi wasallimu taslima.
- Sadaqallahulim. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36, Cibubur,
- Bekasi. Inilah Radio Silaturahim dan
- Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan
- akhwat yang dimuliakan Allah subhanahu
- wa taala, bagaimana kabar Anda di sore
- di hari Jumat ini? Semoga selalu dalam
- keadaan sehat walafiat. Senang sekali
- saya Fauzi Ridwanul Haq ditemani oleh
- Neza dan juga Yusuf Subangkit dapat
- kembali menemani ikhwan akhwat dalam
- program tausiah sore edisi Jumat 19
- Syawal 1446
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 18 April 2025 bersama guru kita
- almukaram Ustaz Ahmad Saleh.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama
- kita. Mari kita sapa guru kita terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah atas doa dari ikhwan dan
- akhwat semuanya dalam keadaan sehat
- walafiat. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Masyaallah. Kita baru
- bertemu kali di Syawal ini.
- Masyaallah. Namam. [tertawa]
- Alhamdulillah. Ee baik ikhwan Ahmad.
- Alhamdulillah Ustaz Ahmad Sh dalam
- keadaan sehat walafiat. Senang sekali
- kita mendengarnya. Semoga ee kesehatan
- juga dirasakan oleh ikhwan akhwat di
- mana pun Anda berada. Semoga dalam
- keadaan sehat walafiat. Semoga kajian
- ini dapat menemani ikhwan akhwat di
- segala aktivitas di Jumat sore. Tentunya
- ee yang sudah
- yang sudah selesai dalam pekerjaan
- siap-siap pulang, siap-siap menuju
- rumah, kami doakan semoga lancar dan
- selamat sampai rumah. Dan bagi Anda yang
- sudah di rumah bisa mendengarkan siaran
- kami dan
- waktu mustajab untuk berdoa juga
- dimanfaatkan di sore ini.
- Baik, Ikhwan Ahmad. Insyaallah ee pada
- sore ini Ustaz Ahmad Saleh akan
- membahas tentang muhasabah pasca bulan
- Ramadan. Sebagaimana kita baru saja
- meninggalkan bulan Ramadan, apa saja
- yang harus kita renungi, kita tafakuri
- di bulan Syawal ini dan mungkin bekal
- bulan-bulan ke depannya ya, Ustaz ya.
- Naam. Naam.
- Insyaallah.
- Namun sebelumnya bagi Anda yang ingin
- berpartisipasi dalam kajian ini dapat
- mengirimkan di nomor WhatsApp
- 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan ustaz dapat menghubungi
- 0218451512.
- Mari kita simak dan dengarkan ilmu yang
- akan disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang muhasabah pasca bulan Ramadan.
- Tafadol Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiran thyyiban mubarok fih
- kama yuhibuna
- wa yard. Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluhu wa innahu
- la nabi ba'dah. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala nabiyina Muhammadin
- waa alihi wa ashabihi waman tabiahum
- biihsanin ila yaumil qiamah. Amma ba'd.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada. Alhamdulillah pada
- kesempatan ini kita dipertemukan kembali
- dalam rangka mengkaji isyarat-isyarat
- ee dari ee kitab suci baik itu dari ee
- Al-Qur'an maupun arahan-arahan
- atau taujih dari Rasulillah Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Senang dan bersyukur kita bisa berjumpa
- kembali setelah kita melaksanakan 1
- bulan penuh siam Ramadan. Nah, tinggal
- kita mengevaluasi
- atau muhasabah pasca Ramadan itu. Jadi,
- apakah kita termasuk orang yang senang
- karena selesainya bulan Ramadan atau
- termasuk orang yang senang karena
- tercapainya tujuan-tujuan mulia selama
- Ramadan? Apakah kita termasuk orang yang
- sedih karena meninggalkan bulan yang
- penuh rahmat? ataukah kita sedih karena
- tidak dapat memenuhi keinginan-keinginan
- duniawi. Jadi, masyaallah ya. Mari kita
- ee sedikit demi sedikit kita evaluasi.
- Tiib kita mulai saja. [berdehem]
- Kalau di bulan Ramadan
- kita diisyaratkan
- untuk menjaga emosi. Bahkan kalau ada
- orang yang ngajak berkelahi pun
- hendaknya falyaqul hendaknya ia
- mengatakan an atau inni shimun saya
- sedang berpuasa.
- atau diisyaratkan oleh Al-Qur'an ciri
- orang bertakwa itu adalah alladzina
- yunfiquuna far
- walin gid mengendalikan emosi. Nah,
- apakah kita
- dua pekan ini meninggalkan ee Ramadan
- masih berbekaskah kita untuk senantiasa
- bisa mengendalikan emosi? Atau karena
- mentang-mentang sudah lewat Ramadannya,
- ah kemudian apa namanya kita seenaknya
- emosi kepada siapapun, marah kepada
- siapapun dilampiaskan gitu ya. Nah, maka
- oleh sebab itu orang yang bertakwa itu
- adalah orang yang mampu mengendalikan
- emosinya. Walkinal.
- Apakah kita adalah orang yang masih
- menyimpan rasa dendam
- kepada teman-teman kita, saudara-saudara
- kita atau lingkungan terdekat kita?
- Ataukah kita termasuk orang yang sudah
- gampang memaafkan biduni syaratin tanpa
- syarat memberi maafnya. Masyaallah kan
- ada orang saya mau maafkan kamu dengan
- syarat kamu tidak ngulangi lagi
- gitu. Aduh kata dia, "Aduh berat amat
- saya kan bukan malaikat."
- Ah, maka oleh sebab itu sekali lagi ee
- kalau kita kemudian masih menyimpan rasa
- dendam,
- menyimpan rasa iri dengki gitu kan, maka
- berarti boleh dibilang kita belum sampai
- kepada tujuan, belum sempurna pencapaian
- laakum tattaqun. Ya, itu jika kita
- salat, ya. Salat itu tentu mulai dari
- yang wajib tapi saya langsung kepada
- salat nafilah. Nafilah yang saya maksud
- adalah yang masih ada sekarang ini apa?
- yang di Ramadan ada, di bulan di luar
- bulan Ramadan ada salat tahajud
- atau salat witir.
- Apakah komunikasi kita dengan Allah
- sudah menambah kesalehan pribadi kita?
- Apakah juga segala amal ibadah kita juga
- telah mendorong kita untuk
- mengaplikasikan kesalehan sosial
- sehingga ibadah-ibadah
- simbolis
- ditunaikan dengan baik dan
- menyempurnakan ibadah-ibadah maknawiah,
- ibadah-ibadah ee kesalehan sosial.
- Karena
- ketika kita dulu punya kebiasaan, bisa
- jadi mohon maaf ya, saya ngambil contoh
- saja. Ada orang yang membiasakan baca
- Quran selama Ramadan itu baca Quran tiap
- bakda salat minimal dua apa dua halaman
- atau satu lembar.
- Sehingga kemudian setelah 1 hari itu
- berarti berapa?
- 5 lembar atau 10 halaman.
- 10 halaman itu berarti setengah juz.
- Kalau yang standar.
- Iya.
- Kalau di Ramadan misalnya 1 juz, one
- day, one juz, maka sekarang
- dipertahankan
- setengah juz. Itu baik. Syukur-syukur
- dipertahankan 1 juz per hari.
- Dipertahankan setengah
- dipertahankan satu juz per hari.
- Masyaallah. Itu keistiqamahan. Meskipun
- ada ulama yang berpendapat juga terlalu
- jangan terlalu banyak baca Quran katanya
- gitu. Ada juga gitu ya. Jangan terlalu
- banyak memperlihatkan ketaatan.
- Jangan terlalu banyak salat sunah. Ada
- yang mengat begitu. Tapi saya bisa paham
- kenapa. Jangan mengesankan
- bahwa beragama itu berat
- gitu loh. Oh ya ya. Oke oke oke.
- Baikbaik. Saya bilang gitu. Maka oleh
- sebab itu ya, oleh sebab itu salat sunah
- itu disembunyikan.
- Kenapa disembunyikan? Maka salatnya di
- rumah.
- Sehingga tidak mengesankan orang tidak
- melihat kita tidak terkesan bahwa
- beragama itu sulit. Ah, dia lihat
- kelihatannya cuma ah sehari cuma lima
- kali aja salatnya kan begitu. Nah,
- padahal di rumahnya dia ahli tahajud. di
- rumah dia ahlul witir, di rumahnya ahli
- salat sunah yang lainnya. Ee makanya ini
- rahasia. Maka oleh sebab itu juga
- mengharuskan kepada kita untuk
- senantiasa berbaik sangka.
- Ah, dia mah salatnya cuma wajib doang.
- Is jangan begitu. Dia justru tahu
- ilmunya. dia melakukan
- kesunahan-kesunahan itu tanpa
- diperlihatkan di hadapan orang gitu.
- Karena kalau orang tahu, "Oh, betapa
- beratnya beragama gitu loh." Gitu ya.
- Oke. Jadi ee sebaiknya salat sunah itu
- disembunyikan. Maka termasuk salat
- tahajud, salat malam gitu kan itu
- sebaiknya di
- sembunyi.
- Disembunyikan. Maka oleh sebab itu, Nabi
- sesungguhnya
- saya mohon maaf
- bukan bukan hanya alasan takut
- diwajibkan tuh sehingga Nabi tidak
- muncul lagi untuk salat tahajud.
- Karena Nabi salat tahajud kemudian para
- sahabat menjadi ee bermakmum begitu loh.
- Waduh nanti takut di khawatir di apa
- diwajibkan. Iya bisa jadi begitu. Tapi
- justru saya melihatnya, oh iya untuk
- supaya menyembunyikan kesalehan
- gitu loh. Nah, maka oleh sebab itu ee
- apa namanya?
- Tapi kemudian sebagian ulama membolehkan
- salat tarawih bakda isya. Karena bakda
- isya itu apa namanya? Masih waktu salat
- malam sepertiga ya, sepertiga malam
- kategorinya. Adapun Umar bin Khattab
- sendiri meskipun Umar bin Khattab
- memanggil Ubay bin Ka'ab untuk suruh
- ngimami salat tarawih, Umar bin Khattab
- sendiri tidak ikut. Lebih memilih salat
- malamnya adalah tengah malam atau 2/3
- malam gitu ya. Ah jadi memang ee kita
- mengikutinya kalau yang bada isya itu
- mengikuti sunahnya atau asarnya Umar bin
- al-Khattab gitu ya. Jadi tidak ada
- masalah. Mau bakda isya tidak ada
- masalah. Mau tengah malam. Hanya kalau
- ba kalau bakda isya dan tarawihnya
- berjamaah ini berarti ada
- batasan-batasan.
- Nah, ada dua pandangan.
- Pertama, imam harus tahu kondisi makmum.
- Jangan terlalu panjang. Kecuali yang
- sudah sepakat
- bacaannya panjang, maka makmumnya juga
- silakan. Nah, tapi kalau sudah sepakat
- bacaannya panjang panjang hanya mohon
- maaf kita tidak bisa menikmati.
- Kenapa? Karena dibatasi untuk ikut imam
- atau memperhatikan makmum. Tapi kalau
- salatnya sendirian,
- [berdehem]
- kalau salatnya sendirian ruku bisa
- seenaknya.
- H. Berapa lama pun rukuknya bisa
- dilakukan.
- Misalnya yang kita ada argumentasinya
- jelas bahwa tempat terdekat antara
- makhluk dengan khaliq adalah saat
- bersujud.
- Iya.
- Faaksirud dua. Maka perbanyaklah doa.
- Maka boleh saja subhana rabbiyal a'la
- wabihamdih. Subhana rabbiyal a'la
- wabihamdih. Subhana rabbiyal a'la
- wabihamdih. Allahu akbar. bisa seperti
- itu. Tapi kalau sendirian,
- subhana rabbil al'a wabihamdih.
- Subhana rabbiyal aa wabihamdih.
- Subhana rabbiyal aa wabihamdih. Kemudian
- dilanjutkan Allahumagfirli waliwalidaiya
- warhamhuma kama rubayaniir.
- Memohonkan ampun untuk ibu bapak kita
- dengan kesungguhan.
- Allahumfirli
- [mendengus] waliwalid warhamhuma kama
- rubaniir
- allahumagfirli
- waliwalidaiya
- warhamhuma kamaaniir
- betul-betul memohon merengek kepada ya
- Allah ampuni ibu bapak saya rahmati
- mereka berdua sebagaimana mereka telah
- menyayangi,
- mendidik hamba di waktu kecil. Jadi
- dinikmati betul tuh sujudnya.
- Maka kemudian wajar saya bilang wajar
- Nabi sampai bengkakbengkak gitu salatnya
- karena menikmati salatnya jadi obat.
- Salatnya menjadi curhatan
- menjadi dialog yang sangat romantis.
- Kemudian dilanjutkan, rbana Allahumma
- inna nasaluka hubbak
- w
- Ya Allah hamba memohon kecintaanmu.
- [mendengus] Saya mohon cintamu ya Allah.
- Begitu kurang lebih. Kalau Engkau tidak
- memberikan cintamu kepadaku, lantas
- siapa lagi yang akan mencintai aku?
- Aku menjadi orang yang tidak
- dipedulikan. aku menjadi orang yang
- kesepian.
- Padahal di yaumil kiamah itu perlu
- teguran Allah, perlu sapaan Allah.
- Karena ada orang yang dikumpulkan di
- yaumil qiamah itu dalam keadaan a'ma,
- dalam keadaan buta.
- Tidak dipedulikan oleh Allah. Sudah
- buta, dia harus mencari penyelesaian
- persoalan-persoalan.
- seputar tentang hari akhir seorang diri.
- Aduh, masyaallah. Kalau bukan hidayah
- dan rahmat Allah, celaka orang tersebut.
- Maka di situlah Allahumma inna nasaluka
- hubbak wubba yuhibbuk. Dan saya dan saya
- memohon kepada engkau juga kecintaan
- orang-orang yang mencintai Engkau.
- [mendengus] Saya tidak berharap dicintai
- oleh orang musuh-musuh engkau. Saya
- tidak berharap dicintai oleh
- musuh-musuhmu, musuh-musuh Islam.
- [mendengus] Allahumma inna nasaluka
- hubbak wubba yuhibbuk waladzi yubiguna
- hubbak. Dan anugerahkan kepada hamba
- amal yang dapat mengantarkan kepada
- kecintaanmu.
- [mendengus]
- Allahumma inna nasaluka hubbak wahubba
- yuhibbuk walalladzi yuballiguna hubbak
- tiga kali itu.
- Kemudian dia lanjutkan. Allahumma inna
- nasalukal hudaq
- walina.
- [mendengus] Allahum ya Allah hamba
- memohon kepadamu hidayah.
- Alhuda wat tuq dan ketakwaan.
- Hamba mohon kepada engkau anugerahkanlah
- sifat-sifat ketakwaan kepada hamba.
- Kalau engkau tidak menganugerahkan itu
- semua, hamba menjadi orang yang merugi.
- Nah, jadi
- doa-doa yang dibaca saat itu, saat sujud
- itu, masihkah juga kita masih
- melakukannya?
- [menghela napas]
- Kalau masih kita bersyukur kepada Allah
- karena salah satu indikasi dia dapat
- lailatul qadar, dia komunikasi dengan
- Allah sangat romantis,
- sangat romantis, sangat berbobot.
- Ya muqibal qulubiqbiikati.
- Wahai yang membolak-balikkan hati,
- tetapkanlah hatiku di dalam agamamu dan
- ketaatan kepadamu.
- Ya [mendengus] muqibalubit
- qbiika
- watatik. Tiga kali.
- Kadang dia nangis dulu nangis khawatir.
- Terbayang kalau dia tidak diberikan
- cinta Allah. [mendengus] Terbayang kalau
- dia hatinya dibolak-balik.
- Yang tadinya dia ahlut taah tiba-tiba di
- diberitakan
- bahwa dia menjadi ahlul maksiat.
- Naudubillah minzalik. Maka dia nangis.
- Meskipun juga dia iman kepada takdir
- Allah tapi dia meminta takdir yang baik.
- Kan takdir itu ada macam takdir
- [mendengus] baik, takdir baik, takdir
- tidak baik gitu. Nah, kita minta
- takdirnya takdir baik.
- Ya muqlibal qulubiitqbi
- waat
- allahumarzuqnaatan
- qblal maut. Allahum ya Allah anugerahkan
- kepada hamba tobat yang sesungguhnya
- sebelum hamba meninggal dunia.
- Terus
- betapa ruginya hamba kalau tidak
- diberikan taubat olehmu ketika hamba
- harus pulang kepadamu.
- Allahumma inna nas'aluka
- husnal khatimah. Itu doa berikutnya.
- Allahum ya Allah hamba memohon kepada
- hamba memohon kepad-Mu husnal khatimah
- kebaikan di penghujungnya.
- Lama itu tiap satu rakaat, satu kali
- sujud saja paling tidak 5 menit.
- Masyaallah.
- 5 menit tuh satu kali sujud. Jadi dalam
- apa namanya? Dalam waktu dua rakaat itu
- paling tidak 20 ditambah beberapa menit
- paling tidak setengah jam
- dalam dua rakaat. Makanya sekali lagi
- wajar [mendengus] Nabi sampai
- bengkak-bengkak karena tidak terasa
- nikmatnya itu terasa. Betul.
- Dan orang-orang yang senantiasa membaca
- seperti itu,
- senantiasa berdoa dalam sujud-sujud
- tahajudnya,
- maka kalimat-kalimatnya akan berbobot.
- Ucapan-ucapannya akan menghunjam ke
- dalam hati.
- Nah, maka oleh sebab itu, ikhwan dan
- akhwat sekalian, mari kita memohon
- kepada Allah agar memberikan
- keistiqamahan.
- Jadi, ee lailatul qadar ini pada
- akhirnya tidak lagi berbicara tentang
- waktu.
- Meskipun para ulama jelas menjelaskan
- waktunya, diintipnya kapan, gitu ya.
- Tapi intinya adalah
- bahwa bisa jadi sekali lagi dalam
- pemahaman saya bisa jadi lailatul qadar
- didapatkannya di bulan Syawal gitu loh.
- Bisa jadi
- jika dalam pengertian lailatul qadar itu
- adalah suasana hati yang mendalam,
- suasana hati yang romantis, suasana jiwa
- yang bersih.
- Karena kalau kita pelajari
- tentang iktikaf Nabi itu masyaallah kan
- bermacam-macam.
- Ada 10 hari di awal pernah, 10 hari di
- pertengahan pernah, 10 hari di
- penghujung pernah dan ini yang kemudian
- ditetapkan. Tapi juga Nabi pernah juga
- iktikaf di bulan Syawal
- di pekan pertama bulan Syawal 10 hari
- gitu loh. Bahkan kemudian Imam Syafi'i
- menjelaskan tentang iktikaf itu tidak
- harus kemudian bakda apa? Tidak harus
- saat Ramadan.
- Nah, saat kita berkunjung ke masjid
- niatkan iktikaf dapat pahala iktikaf.
- Nah, itu jelas ada latar belakang gitu
- kan. adalah tand belak kenapa Imam
- Syafi'i ee [mendengus] menjelaskan
- iktikaf itu gitu ya. Meskipun kita
- masyhurnya di kalangan kita, mohon maaf
- ya, masyhur di kalangan kita itu bagi
- mereka yang tidak mendalami mazhab
- Syafi'i
- ee atau dia ber apa namanya? terfokus
- kepada teks-teks ee hadis Quran dan
- hadis. Maka semacam itu jadi fokusnya
- atau di di 10 hari terakhir gitu loh ya.
- Bahkan bisa jadi. Makanya saya
- memberikan ee
- apa namanya? khazanah. Bahwa orang yang
- iktikaf itu ada yang mulai dari tanggal
- 1 Ramadan bahkan ada yang mulai tanggal
- 1 Syawal iktikaf itu atau jangan
- iktikaflah mencari lailatul qadar.
- Mencari lailatul qadar itu sejak 1
- Syawal sudah nyari lailatul qadar. Oh
- tiap malam. Karena memang itu yang
- dikehendaki
- di masjid. Ya, yang dikehendaki oleh
- syariat itu adalah mencari lailatul
- qadar dalam tanik tiap malam.
- Maksudnya apa? Jadi, jika dimakna
- mencari lailatul qadar itu adalah ibadah
- yang serius gitu loh, maka sesungguhnya
- setahun penuh dikehendaki ibadah serius
- gitu loh. Maka mencarinya sejak satu 1
- Syawal. Hanya persoalannya manusia
- itu dihadapkan dengan berbagai
- persoalan.
- Maka Nabi ee apa namanya? [berdehem]
- Memberikan anjuran-anjuran kebaikan
- kebaikan yang lain untuk memperkuat.
- Maka misalnya zikir. Zikir kan tidak
- disebutkan waktu-waktu yang khusus.
- Memang ada waktu-waktu yang khusus tapi
- seluruh waktu itu dianjurkan untuk
- berzikir sebagaimana salat.
- Seluruh waktu dianjurkan untuk salat.
- Loh, masa sih? Seluruh waktu dan salat.
- Iya, makanya dikenal dengan salat sunah
- mutlak.
- Bagaimana dengan apa? Di waktu-waktu
- yang dilarang. Ah, di waktu-waktu yang
- dilarang itu salat yang tetap ada yang
- dianjurkan. Yaitu salat-salat yang
- ada sebab akibat. misalnya karena masuk
- masjid maka tahiyatul masjid. Tahiyatul
- masjid itu kapan saja gitu loh. Jadi
- sesungguhnya larangan itu juga punya
- punya makna, punya tujuan. Larangan
- kenapa tidak boleh saat matahari terbit?
- Kenapa tidak boleh saat matahari
- betul-betul di atas apa namanya ee
- tengah hari gitu loh. Kenapa juga di
- waktu terbenam tepat? Kenapa dilarang?
- Karena jangan sampai diduga kita
- menyembah matahari. H gitu loh. Nah,
- kalau kemudian niatnya syukur wudu
- meskipun matahari begini ya, syukur apa?
- Tahiyatul masjid ya berarti boleh. Nah,
- kan begitu. Ini persoalan-persoalan
- kadang kita menjadi ribut sesnya tidak
- harus ribut sih kalau sudah memahami
- semuanya. Nah, maka oleh sebab itu saya
- kira para ikhwan dan akhwat sekalian,
- mari kita serius gitu ya mengisi kembali
- bulan-bulan Syawal. Bagi mereka yang
- belum melaksanakan
- sunah Syawal 6 hari, falyatafadol, maka
- silakan.
- Bagi mereka yang tidak sanggup
- melaksanakan
- saum Syawal karena alasan-alasan lain,
- karena misalnya cutinya sudah habis
- sehingga harus bekerja lagi, fokus
- bekerja.
- Karena misalnya ee Allah ya apa Yusuf,
- Dr. Yusuf Qardawi rahimahullah
- itu dalam fikih awaliatnya kalau tidak
- salah. Jadi orang yang bekerja menjadi
- turun produktivitasnya gara-gara
- alasannya saum sunah, maka sebaiknya dia
- meninggalkan saum sunahnya. Tuh. Karena
- apa? Karena bekerja wajib.
- Ah, gitu ya. bekerja wajib. Karena
- kemudian dia menjadi malas-malasan
- karena alasan saum sunah. Aduh, mohon
- maaf saya lagi saum. Saum sunah jadi
- pekerjaan saya jadi terbengkalai. Gak
- boleh. Karena bekerja itu kontraknya
- meskipun dengan orang kafir kontrak
- bekerjanya jelas maka wajib memenuhinya.
- Maka wajib harus didahulukan. Begitu
- kata Yusuf Qond. Harus didahulukan
- dibanding amaliah-amaliah mustahab
- gitu. Nah, maka oleh sebab itu kalau
- Anda tidak bisa saum sunah baik itu 6
- hari atau saum Daud atau saum ayamul bid
- maka kendalikanlah lisan.
- [batuk][berdehem]
- Jadi kalau kita tidak bisa mengamalkan
- itu, kendalikan lisan.
- Hiasilah lisan ini dengan kalimah
- thayyibah.
- Dengan kalimah-kalimah thayyibah.
- Sehingga kemudian mendatangkan kebaikan
- gitu ya. Oke. Apalagi kemudian jadi
- beragam ee sikap orang dalam beragama.
- Di antaranya tadi ah saya tidak ingin
- memperlihatkan
- ketaatan
- dan lagi itu hukumnya sunah. Ah, saya
- yang wajib-wajib saja atau yang
- sunah-sunah yang afdoliyat
- saya kerjakannya sembunyi-sembunyi
- [mendengus] karena afdoliyat,
- keutamaan-keutamaan.
- Nah, ini saya kira ikhwan sekalian. Maka
- oleh sebab itu apa ee apakah bangun
- sahur itu masih tetap kita lakukan?
- Makanya kan saya pernah menyatakan, jadi
- bangun sahur itu bukan untuk makan saja,
- tapi bangun sahur itu untuk istigfar,
- untuk salat tahajud, untuk mengadu
- kepada Allah. Tidak harus misalnya
- sebagaimana riwayat, oh 11 rakaat gak,
- gak harus. Gak harus 11 rakaat. Dua
- rakaat pun
- asal dilaksanakannya dengan serius
- ditambah witir yakfi cukup insyaallah
- gitu ya. Nah, tapi barang siapa yang
- ingin mengerjakannya serius 11 rakaat
- itu serius 11 rakaat itu sebagian
- mengatakan bahwa itu adalah witir 11
- rakaat. Tapi ada yang mengatakan bahwa
- 11 rakaat itu witir dan salat
- tahajudnya.
- Terserah itu. Terserah perbedaan
- pendapat itu. Enggak ada masalah.
- Selama kita mengamalkannya gitu loh.
- Ribut ribut ribut ngamalkan enggak repot
- juga ya. Nah, seringkiali kita
- [mendengus] sospol, sosorongot,
- popolotot gitu ya. Tapi kemudian kita
- jauh dari nilai-nilai yang dibahas. Nah,
- maka oleh sebab itu kita mohon
- pertolongan Allah
- agar senantiasa kita dianugerahi
- keistikamahan,
- dianugerahi meningkatkan ketaatan gitu
- kan. mempertahankan apa yang sudah baik.
- Nah, saya kira ini sajalah ya sebagai
- pengantar kajian kita pada sore hari
- ini. Ee wasallallahu
- ala nabiina Muhammadin walhamdulillahi
- rabbil alamin. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Jazakumullah khairan kir ustaz.
- Baik ikhwan ahad. Alhamdulillah kita
- sudah mendengarkan ilmu yang disampaikan
- Ustaz Ahmad Saleh tentang muhasabah
- pasca bulan Ramadan. Baik namun tetap di
- radio silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang 1. Kami akan kembali segera
- setelah nada tauka berikut. Terima
- kasih.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih ikhwan aat masih setia
- mendengarkan Radio Silaturahim dan Rasil
- TV untuk Islam yang satu. Saat ini kita
- masih berlangsung program tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema
- muhasabah pasca bulan Ramadan. Kita
- sudah masuki sesi kedua, sesi tanya
- jawab insyaallah dengan ikhwan akhwat.
- Kita akan sapa dulu terlebih dahulu
- ikhwan akhwat. Mm ada Bu Tini di
- Jatiranggon sedang menyimak. Kemudian
- Ibu Ida di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Terima kasih Ustaz
- tausiahnya.
- Kemudian
- ada Bapak Muhammad, ada Ibu Retno,
- ada Bapak Mukhtar, ada Pak Istono, ada
- Ibu Rina di Depok, kemudian ada
- [mendengus] Pak Nur Sumiatno.
- Alhamdulillah Ustaz, kami sedang
- menyimak tausiah sore dengan Ustaz Ahmad
- Saleh
- H
- yang bertemakan muhasabah pasca bulan
- Ramadan.
- Masyaallah. Masyaallah.
- Yang dipandu oleh saya. Terima kasih
- perhatiannya.
- Kemudian
- Bapak Edwin Saleh,
- Pak Imam Pramoto, Pak Bapak Mustofa
- Hasan,
- kemudian ada Bu Emila,
- Syukron, Ustaz, alhamdulillah kami
- menyimak. Kemudian ada Bunda Fajar.
- [berdehem]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah kami di Bekasi
- Barat ikut menyimak. Masyaallah.
- Insyaallah
- naturahannya, Ustaz. Barakallah fikum.
- Kemudian kita sekarang akan menjawab
- pertanyaan pertanyaan pertama dari Bapak
- Yudi di Bogor. Ustaz
- nam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, saya Yudi di Masjid Arrahman
- Bogor.
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Ustaz, izin bertanya. Kalau pasca bulan
- Ramadan ibah ibadah puasa sunah kita
- seringkali tidak bersemangat. Bagaimana
- caranya, Ustaz, untuk menengkatkannya
- supaya semangat lagi,
- masyaallah. La haula wala quwata illa
- billah. Makanya memang ee para ulama itu
- ee
- apa namanya? mendidik kita dari
- isyarat-isyarat Quran, isyarat-isyarat
- hadis. Misalnya untuk supaya di bulan
- puasa itu mendapatkan nilai puncak,
- disarankanlah mulai bulan Rajab.
- Bulan Rajab sudah latihan. Latihan itu
- maksudnya sudah mulai mengamalkan salat
- tahajudnya, bulan Syakban sehingga
- kemudian di bulan Ramadan betul-betul
- menikmati. Nah, di bulan Syawal itu
- bukan penurunan, tapi peningkatan
- mestinya. Jadi, kalau kemudian menjadi
- loyo kembali di bulan Syawal, mesti ada
- sesuatu.
- He.
- Mesti ada sesuatu gitu loh. Fokusnya
- bukan kepada bukan ee ukhrawi oriented,
- bukan orientasi akhirat mesti gitu loh
- ya. Karena loyo. Nah, maka oleh sebab
- itu tidak harus apa namanya? tidak harus
- kemudian ee
- begitu bersemangat gak istikamah saja
- istikamah.
- Nah, memang sulit gitu ya saya katakan
- sulit untuk bisa beristikamah namun
- bukan berarti tidak bisa dilakukan gitu
- loh ya. Nah, maka oleh sebab itu kembali
- mengadu kepada Allah
- yaubitbi
- atau ya musalub.
- Wahai yang membolak-balikkan hati, wahai
- yang merubah hati, tetapkan aku di atas
- agamamu dan ketaatan kepadamu."
- Maka boleh itu bisa jadi zikir. Doa itu
- dibuat zikir. Ya muqlibalubiitbiika
- ya muqibalubi.
- Nah, oleh sementara orang dipakai doa
- sujud.
- Karena memang betapa
- perlunya kita ke dalam istikamah dalam
- agama Allah dan ketaatannya. Makanya
- kemar sujudnya itu ya.
- Nah, maka oleh sebab itu ketika coba
- ketika Anda nanti ee atau bukan hanya
- Anda, banyak orang termasuk kita mulai
- loyok lagi. Jadi seakan-akan 1 Syawal
- itu hari kemerdekaan dalam tanda petik
- gitu.
- Kemerdekaan dari kungkungan. Padahal
- subhanallah para sahabat itu nangis mau
- berpisah dengan Ramadan itu. [mendengus]
- Kenapa? Karena sengaja Allah jadikan
- Ramadan itu bulan mulia.
- bulan dilipat gandakan pahala. Nah,
- sekarang mau meninggalkan itu. Aduh,
- masyaallah. Nah, gitu. Maka oleh sebab
- itu mereka kemudian di [mendengus] apa?
- Dimotivasi lagi bahwa bulan Syawal
- adalah bulan peningkatan. Nah, maka oleh
- sebab itu saya kira yang tepat bagaimana
- caranya? Pertama ngadu kepada Allah.
- [mendengus] Ngadu kepada Allah.
- Ya. Misalnya seperti tadi ya
- masyaallah la
- kita tidak punya daya dan upaya.
- Mohon maaf ya. Jadi ada kalanya kita
- ngerti oh fadilah salat tahajud tuh
- begini. Oh fadilah saum sunah tuh begini
- begini begini.
- Tapi ketika kita ngamalkannya enggak
- bisa. Itu bisa jadi. Ada satu kondisi di
- mana kita seperti itu.
- Ngerti zikir itu faedahnya, fadilahnya
- begini begini begini. Tapi kita zikir
- berat. Maka oleh sebab itu ya muqbalik
- ngadu kefad Allah, merengek ke fad Allah
- gitu ya. Maka segala sesuatu itu harus
- maka salah satunya untuk mempertahankan
- apa? Mempertahankan
- fitrah
- itu berdasar surat Arrum. Munibina
- ilaihi wattaqu dengan bertobat dan
- bertakwa. Kemudian aqimus shah tegakkan
- salat. Kemudian yang paling penting juga
- wala takunu minal musyrikin. Jangan
- nyerupai orang-orang musyrik yang
- berpecah belah dalam agama. Maka oleh
- sebab itu saya menganjurkan, saya
- menyampaikan,
- tidak haruslah kelompok A diadu dengan
- kelompok B diadu dengan kelompok C
- selama dia umat Nabi Muhammad, selama
- syahadatnya sama, tidak harus diadu
- domba.
- Karena pencapaian puasa yang benar
- menurut Ibnu Khaldun kalau tidak salah,
- jadi dia akan memandang semua orang tuh
- sama.
- Orang durhaka dengan orang taat tuh
- sama.
- sama-sama punya hak mendapatkan rahmat
- Allah gitu loh. Makanya ah dia tidak
- mencela orang yang bermaksiat
- tetapi dia mencela kemaksiatannya gitu
- loh ya. Jadi dia tidak pernah mencela
- orang-orang yang bermaksiat, tidak
- pernah mencela orang-orang yang tapi
- kemudian dia tidak menyukai
- kemaksiatannya.
- Karena tadi semua orang ee berhak
- diperlakukan sama. Nah, itu buah dari
- apa? Dari puasa. Jadi memandang semua
- orang itu sama pada akhirnya.
- Maka Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- kepada para sahabat yang taat jelas
- begitu cinta.
- Tapi kepada orang-orang yang memusuhi
- beliau pun beliau masih mencintainya.
- Sampai-sampai malaikat menawarkan ya
- Muhammad berdoa Allah akan aku hancurkan
- mereka. La ya Jibril tidak fnahum la
- yamun. Kan sesungguhnya mereka belum
- mengetahui tuh aku berharap kepada Allah
- agar dari sulbi-sulbi mereka lahir
- orang-orang yang mengibadahi Allah. Tuh,
- betapa mulianya kekasih kita itu, betapa
- mulianya nabi kita itu, betapa agungnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu.
- Tuh gitu ya. Maka kembali akhinal habib
- [mendengus]
- ya ngadunya kepada Allah ya. minta
- kepada Allah agar dikokohkan. Kemudian
- antum memaksa diri
- untuk mencoba menapaki kembali
- ketaatan-ketaatan itu gitu ya. Ah sekali
- lagi setusnya ada kecerdasan-kecerdasan
- yang bisa dipakai
- ya seperti tadi kecerdasan-kecerdasan
- yang bisa dipakai. Oh, kalau saya tidak
- bisa saum sunah maka saya harus
- mengendalikan lisan saya. Jadi itu apa
- namanya? nya ee amalan substantifnya
- yang diambil gitu loh. Jadi ada
- amalan-amalan
- ee apa namanya? taswiriah simbolis tapi
- ada amalan-amalan substantifnya.
- Nah, seringki kita dicela karena amalan
- taswiriah sementara amalan substantifnya
- ditinggalkan.
- Nah, gitu ya. Ada orang diancam masuk
- neraka gara-gara mengurung kucing sampai
- mati. Itu
- itu padahal dia ahli ibadah tuh. Nah,
- tapi kemudian ada pelacur disebutkan
- pelacur itu bani dari kalangan Yahudi
- pelacurnya tapi dia diampuni dosanya
- gara-gara ngasih minum anjing.
- Saya bilang, "Oh, berarti kesalehan
- sosial
- afdolu lebih utama dari ibadah
- taswiriah." dari ibadah taswiriah
- simbolistik gitu loh ya. Tapi bisa saja
- dibantah boleh gitu ya. Tapi ee
- pengamatan saya menunjukkan seperti itu.
- Jadi demikian ya, Akhi eh Alhabib ee
- Yudi. Jadi kembalilah kepada fad ya
- karena memang masyaallah
- kembali kepada fad ya Allah.
- Alarm boleh Anda setel di jam .00 gitu
- tapi saya tidak yakin Anda bisa bangun
- jam .00. [tertawa]
- Kenapa? Karena kring jam . bangun
- setting lagi jam . 1/4 tidur lagi kring
- 314 setting lagi jam 0.30 30
- tuh ada yang begitu misalnya gitu ya.
- Karena memang maka oleh sebab itu ada
- orang yang kemudian
- tidurnya
- makannya menjadi tidak prioritas gitu
- loh. Prioritasnya tadi taat kepada Allah
- Subhanahu wa taala itu dalam satu
- kondisi insyaallah. Demikian saya kira
- yang dapat saya jelaskan. Wallahu aam
- biswab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Pak Yudi
- semoga dapat menjawab. Berikutnya
- pertanyaan kedua dari Bapak Amsir
- Tabrani. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz saya Amsir Tabrani di Kemang Utara
- mengucapkan taqoballahu minna wainkum.
- Taqobbal ya karim.
- Mohon maaf lahir dan batin kepada Ustaz
- Ahmadh dan semua kru Rasil. Semoga
- semuanya dalam keadaan sehat dan penuh
- keberkahan dan kehidupannya.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz, izin bertanya, Ustaz. Mengapa
- dalam bermuhasabah terkadang kita lebih
- ngeri dalam menjalaninya? Sebab banyak
- perbuatan-perbuatan di depan mata kita
- yang mengandung dosa, tapi kita masih
- suka menabraknya juga. seharusnya
- bagaimana
- bagaimana kalau kita sudah bermuhasabah
- tapi setidaknya tidak tergelincir lagi?
- Jazakumullah khairan kasiran Ustaz.
- Naam. Masyaallah. Paling tidak saya bisa
- membagi
- ee sikap orang yang telah bermuhasabah.
- Yang pertama adalah kelompok orang yang
- semakin taat kepada Allah pasca
- muhasabah.
- Yang kedua, kelompok orang yang
- biasa-biasa saja. Ada muhasabah atau
- tidak ada muhasabah, ah biasa aja. Tapi
- ada juga orang yang atau kelompok orang
- yang paska muhasabah bahkan semakin
- durhaka. Nauzubillah minzalik. Nah, maka
- oleh sebab itu muhasabah itu
- sesungguhnya kan begini,
- sungguh aneh kita melakukan audit tapi
- kemudian tidak diperbaiki. Siap-siap aja
- hancur perusahaannya.
- audit itu supaya oh ini ke mana ke mana
- ke mana diperbaiki
- duitnya yang apa namanya yang hilang
- atau yang ini kemudian dipenuhi sambil
- diteliti kenapa bisa hilang kan begitu
- agar supaya perusahaan bisa tetap eksis
- tapi kalau ini sudah muhasabah sudah
- audit ya muhasabah tuh audit audit
- ditemukan penyimpangan-penyimpangan
- kemudian semakin menyimpang lagi maka
- tunggulah kehancuran urannya. Begitu
- juga kita
- paska muhasabah itu hendaknya semakin
- taat kepada Allah, memperbaiki ketaatan
- kita. Kalau kemudian sama saja atau
- bahkan lebih buruk dari sebelumnya, maka
- tunggu saja kehancuran, halaka,
- kehancuran
- gitu ya. Maka oleh sebab itu kita mohon
- makanya sekali lagi tetap ngadunya pada
- Allah lagi ya. Makanya tadi munibina
- ilaihi wattaqu menjaga fitrah itu begitu
- dengan kembali bertobat dan bertakwa
- kepada Allah azza wa jalla gitu loh.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi
- bisa jadi saya sebagai narasumber juga
- belum tentu gitu ya. Nah, tetapi kita
- sama-sama mohon kepada Allah
- [mendengus]
- astagfirullahalazim. Mohon pertolongan
- kepada Allah. Kita ini enggak punya daya
- dan kekuatan kecuali dengan pertolongan
- Allah. Maka paksakan sekali lagi
- [mendengus] ya, paksakan dengan mohon
- pertolongan Allah untuk memperbaiki diri
- ya. Karena memang subhanallah
- ini menjadi
- fenomena yang tidak mengenakkan. Jika
- tadi benar menjadi apa? menakutkan,
- menyeramkan
- pasca evaluasi itu. Kalau kita tadi
- semakin buruk pasca evaluasi. Nah,
- tetapi kalau pasca muhasabah itu semakin
- memperbaiki diri, maka insyaallah tidak
- menyeramkan. Bahkan enjoy, bahkan bisa
- menikmatinya, gitu ya. E jadi begitu ya
- ee Bapak ee apa namanya? Pak Amsir ya,
- Pak Amsir.
- Jadi [mendengus] ee kembali lagilah
- mohon pertolongan Allah ya. apa-apa
- pertolongan Allah. Maka oleh sebab itu,
- salah satu upaya-upaya untuk senantiasa
- mendapat pertolongan Allah itu
- istiqamah.
- Paling tidak bakda salat itu zikir f
- Allah. Subhanallah
- walhamdulillah
- [mendengus]
- walailahaillallah
- wallahu akbar. Setelah zikir-zikir yang
- diajarkan Nabi dilakukan, Anda boleh
- menambah lagi. Misalnya nunggu waktu
- isya masih lama, zikir.
- [mendengus]
- Zikir. Ah, enggak enggak ada dalilnya.
- Ah, masyaallah. Lagi-lagi kalau enggak
- ada dalilnya, dalil apa yang
- dikehendaki?
- Sok. Dalil apa yang dikehendaki. Oh,
- enggak ada tuh Nabi ngajarkan agar ini
- mengisi waktu. Ya, tidak ada memang yang
- begitu. Tetapi siapa yang memperbanyak
- kalimat ini? Kalimat thayibah ini maka
- dia akan begini begini banyak dalilnya.
- Manqala [mendengus] la ilahaillallah
- dakal jannah. Siapa yang mengucapkan
- subhanallah wabihamdih maka dia akan
- dibangunkan
- apa? Pepohonan di dalam surga. Banyak
- sekali. Nah, maka [mendengus] oleh sebab
- itu
- penghayatan maka lagi keberagama itu
- penghayatan. Bukan hanya tekstual,
- kontekstual juga perlu gitu loh ya.
- Bahkan kemudian orang ee bisa lapang
- dada, bisa ini itu karena kontekstual
- memahaminya, tidak hanya tekstual.
- Pertanyaannya loh kan di zaman Nabi
- enggak ada tuh konteks pemahaman
- kontekstual. Ah, sementara sebaik-baik
- kurun adalah kurunku, kata Nabi, "Kurun
- sesudahku, kurun sesudahku." Nah, saya
- mengikuti kurun-kurun itu. Iya, Anda
- mengikuti globalnya kurun-kurun itu,
- tapi tafsilinya, detailnya ditemukan
- juga pemahaman kontekstual. gitu loh.
- Nah, maka oleh sebab itu ee sekali lagi
- kadang kita terburu-buru, apalagi kita
- baru belajar ah tiba-tiba langsung
- menyimpulkan, oh subhanallah sama-sama
- kita punya kekurangan, punya
- keterbatasan. Betapa berapapun kitab
- yang sudah kita pelajari, kalau bukan
- yang Allah berikan, hidayah dan taufik
- yang Allah berikan, maka kita sama
- dengan nol, gitu loh ya. Maka oleh sebab
- itu saya yakin betul hidayah dan taufik
- itu masyaallah karena ada orang yang
- mengerti tentang Islam tapi memusuhi
- Islam.
- Ada orang yang menguasai syariat-syariat
- Islam tapi dia tidak memeluk Islam. Ada.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi
- hidayah dan taufik itu dari Allah. Maka
- berbaik-baiklah kita dengan Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, demikian saya
- kira
- yang [mendengus] dapat saya jelaskan.
- Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam [mendengus]
- bisawab. Demikian Pak Amsir. Berikutnya
- pertanyaan ketiga dari Ibu Mari Ustaz.
- Nam
- mungkin seperti Pak Yudi tadi Ustaz.
- Oh iya iya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz umur saya semakin tua
- tapi ibadah saya menjadi rasanya menjadi
- semakin malas kayak orang tidak tahu
- agama saja. Waktu saya masih muda, masih
- rajin apabila salat selalu membaca satu
- Alqur, membaca Al-Qur'an walaupun satu
- ain
- itu sekarang saya jadi malas, lebih
- malas membaca Al-Qur'an. Itu kenapa,
- Ustaz? Penyebabnya apakah nanti
- ee ibadah-ibadah saya yang sudah
- diterima oleh Allah atau tidak yang
- sudah dikerjakan itu, Ustaz? Kalau
- sekarang menjadi semakin malas.
- [tertawa]
- Demikian, Ustaz.
- Masyaallah. La haula wala quwwata illa
- billah. Baik. Begini. [berdehem]
- Yakini bahwa semua amal ibadah kita
- diterima oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Yakini itu.
- Amin.
- Meskipun ada keraguan dalam diri diri
- kita, aduh [mendengus] diterima enggak
- ya ibadah saya? Karena saya semakin tua
- kok semakin malas. Maka oleh sebab itu
- bagi mereka yang seperti penanya maka
- sebaiknya sedang-sedang saja dalam
- beragama.
- Yang penting istiqamah.
- Salat tahajud misalnya as dua rakaat.
- Dua rakaat aja yang penting istimrar,
- kontinuitas.
- Tapi bagi mereka yang bisa
- meningkatkannya lebih banyak lagi,
- lakukan.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi,
- nah kita kadang bukan hanya modal
- semangat, tetapi juga apa nama fisik
- juga menentukan. Nah, jika karena
- persoalan fisik yang semakin menua, maka
- bisa jadi ma'fu dimaafkan.
- [mendengus]
- Ya, misalnya
- ahli tahajud tiba-tiba sekarang karena
- fisiknya sudah lemah sehingga menjadi
- mafu dan dicatat sebagai ahli tahajud
- kalau sudah terbiasa. Maka oleh sebab
- itu selagi sehat boleh mengejar
- kebiasaan itu sehingga saat uzur ah bisa
- jadi tetap dapat kebaikan, kemuliaan.
- Transfer pahalanya masih tetap berjalan
- gitu ya. Jadi sekali lagi Anda tetap
- baik sangka kepada Allah. ya, bahwa bisa
- jadi segala amal ibadah kita diterima
- oleh Allah. Karena kan kita minta juga
- sama Allah, "Ya Allah, kalau salat saya
- belum sempurna, sempurnakan olehmu.
- Kalau salat saya atau ibadah-ibadah saya
- ada cacatnya, tambal olehmu, ya Allah.
- Karena itu yang bisa aku lakukan, ya
- Allah.
- Cuma itu yang bisa aku lakukan.
- Saya tidak bisa lagi meningkatkan
- kebaikan kecuali cuma itu.
- Nah, maka apalagi kemudian di doa
- Albaqarah terakhir gitu ya. [mendengus]
- Rbana la tuakna inasina a akhtna.
- Jadi kalaupun salah mohon dimaafkan gitu
- loh. Karena kita menyadari betul kita
- ini bukan makhluk sempurna.
- Makanya oleh sebab itu jangan merasa
- kita ahl taat.
- Ingat-ingat bahwa kita ini tempatnya
- salah, kita ini tempatnya lemah. Maka
- ngadu padahal, "Ya Allah, [mendengus]
- cuma ini yang bisa aku lakukan. Ruku pun
- seperti ini, sujud pun seperti ini,
- jumlah rakaatnya juga seperti ini.
- [mendengus]
- Terima ya Allah meskipun sedikit,
- terima ya Allah meskipun sederhana."
- Begitu. Jadi, oleh sebab itu sekali lagi
- Quran dan sunah itu aturan normatif.
- [mendengus]
- Tapi ada yang di luar normatif, yaitu
- tadi perasaan-perasaan halus yang bisa
- berkomunikasi harmonis dengan Allah
- Subhanahu wa taala, gitu ya. Heeh. Nah,
- baik. Saya kira itu yang dapat saya
- kemukakan.
- Jadi kalaupun Anda uzur karena sepuh,
- karena usia bertambah, semua kita juga
- begitu ya. Tetapi paling tidak kalau
- Anda sudah punya kebiasaan, punya adah,
- punya adat gitu, adat yang positif, adat
- yang bagus, maka bisa jadi amalan kita,
- pahala kita mengalir terus gitu ya.
- Meskipun kita sudah uzur. Demikian
- wallahu aam bisawab.
- [mendengus]
- Wallahuam bisab. Demikian Ibu Maria
- semoga dapat menjawab.
- Baikat, kita akan jeda dulu sejenak
- setelah nada berikut.
- Tetap di radio silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Terima kasih.
- [musik]
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih masih bersama Radio Silaturahim
- dan Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Alhamdulillah kita masih berlangsung
- program tausiah sore bersama Ustaz Ahmad
- Saleh dengan tema muhasabah pasca bulan
- Ramadan. Kita lanjutkan diskusi dengan
- tanya dan tanya jawab dengan ikhwan
- akhwat. Eh ee ada
- Ibu Anggit juga. Ee asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah kami menyimak tausiah sore
- Ustaz Ahmadh. Syukron. Kemudian Ibu Ani.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah, Ustaz hadir menyimak
- tausiah, Ustaz.
- Masyaallah, barakallah fik.
- Kemudian Ibu Kiswati.
- Nah, kita sekarang lanjutkan pertanyaan
- berikutnya dari Ibu Mariori di Kalibata.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, izin bertanya
- tentang salat rawatib qobliah zuhur,
- Ustaz. Apakah empat rakaat atau dua
- rakaat? Apabila empat rakaat, satu salam
- atau dua salamkah, Ustaz? Yang biasanya
- saya kerjakan adalah dua rakaat. Untuk
- melengkapi jumlah menjadi 12 rakaat,
- maka saya kerjakan qobliah asar yang dua
- rakaat tersebut. Bila qobliahnya empat
- rakaat, artinya qasar, artinya asar
- tidak ada qobliah. Ustaz, mohon
- penjelasannya, Ustaz. [tertawa]
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Barakallahu fikum. Nam qabliah zuhur itu
- empat rakaat.
- Empat rakaat boleh dilakukan dua rakaat,
- dua rakaat atau boleh dilakukan empat
- rakaat langsung.
- Jika Anda telah melakukan empat rakaat
- qobliah zuhur,
- kalau Anda tadi dua ya kan dua qabliah
- zuhur, maka Anda melaksanakan qobliah
- asar dua rakaat. Karena untuk menenapkan
- 12 rakaat. Masyaallah. Masyaallah. Ya,
- itu boleh.
- Tapi ketika Anda sudah melaksanakan
- qabliah zuhur du empat rakaat, maka
- qabliah asar pun boleh dilakukan.
- Boleh juga
- boleh dilakukan gitu loh. Bahkan Anda
- boleh melakukan lebih dari 12 rakaat
- total keseluruhan itu gitu loh. Gitu ya.
- Bahkan sekali lagi lebih dari 12 rakaat.
- Itu artinya
- [mendengus]
- bahwa kesempatan untuk ibadah kepada
- Allah itu terbuka.
- Masyaallah.
- Allah tidak akan bosan mencatatnya gitu
- [tertawa]
- sampai kita bosan melakukannya. Tuh.
- Jadi artinya salat sunah meskipun sekali
- lagi ya petunjuk Nabi tadi 12 rakaat
- namun kemudian bukan pembatasan 12
- rakaat itu ya bukan pembatasan tapi itu
- dorongan motivasi gitu. Siapa yang
- melaksanakan 12 rakaat, maka dia dijamin
- surga. Kan begitu. Apa kalau 12 rakaat
- dijamin surga apalagi lebih dari 12
- rakaat. Kan begitu pemahamannya. Nah,
- tapi bagaimana dengan yang kurang dari
- 12 rakaat? Ah, itu menarik tuh. Nah,
- maka oleh sebab itu sekali lagi tadi
- maka ada pemahaman,
- ada ibadah taswiriah simbolis, ada
- ibadah maknawiah.
- Lalu ada orang-orang nanti yang fokus ke
- maknawiah
- jadi disembunyikan. Bahkan dia tidak
- melakukannya. Bahkan dia lebih suka
- dianggap kafir.
- Dianggap kafir.
- Iya. Karena kan tidak terlihat
- salat-salat ini sehingga wah kafir dia
- mah kali gitu. Nah, dia lebih suka
- diberi nilai itu, tapi di sisi Allah dia
- diridai oleh Allah Subhanahu wa taala
- gitu loh. Nah, nanti ada pemahaman
- seperti itu. Aduh, masa sih dia lebih
- suka dianggap kafir? Iya, karena dia
- tidak terlihat salat sunahnya, tidak
- terlihat saumnya
- gitu ya. Misalnya pas saum Ramadan dia
- pergi ke gunung, puasanya di gunung
- sebulan.
- Ah, kemudian kemudian pulang ke
- kampungnya, dia tidak melaksanakan saum
- sunah, tapi tetap di hatinya dia zikir
- terus. Bahkan banyak orang-orang semacam
- itu gitu loh. Para penjaga daerah itu
- orang-orang semacam itu.
- Apa yang dimaksud dengan misalnya
- begini,
- "Wah, ini waliullah ini penjaga
- Cibubur." Hm. Maksudnya penjaga Cibubur
- lah. Kan yang menjaga Cibubur Allah.
- Iya, Allah yang menjaga Cibubur. Tapi
- maksudnya kenapa orang Karena begini kan
- dalil-dalilnya bahwa
- ketaatan kebaikan itu menolak bala.
- Karena dia ahlul khair, ahli taat, maka
- bala
- ditolak yang akan menimpa dirinya.
- Kalau amal salehnya banyak, berarti
- nolaknya lebih banyak lagi. Maka bukan
- hanya dia dan keluarganya yang dia tolak
- balanya, bahkan suci bubur dia tolak
- balanya,
- gitu. Maka aduh penjaga ini telah
- meninggal dunia. Nah, tentu kalau orang
- yang tidak paham bisa jatuh kepada
- syirik.
- Iya,
- gitu. Tapi kalau Oh, iya ya. Maksud aduh
- masyaallah. Nah, jadi kita merasa
- kehilangan tameng. Nah, tameng dari ini
- dari itu, dari ini, dari ini. Kenapa?
- Karena dia ahl taat.
- Dia tahajudnya, ininya. Makanya kemudian
- para waliullah itu kan amalan-amalannya
- masyaallah unggul-unggul.
- Masyaallah
- unggul-unggul. Dan biasanya misalnya
- salat tahajud enggak kelihatan karena di
- saat orang tidur pulas baru dia salat
- gitu loh. Baca Quran enggak kelihatan.
- Paling ngajar baca Quran sama
- santri-santrinya. He.
- Karena baca Qurannya saat orang-orang
- sudah lelap gitu. Baca Qurannya saat
- salat tahajud baca Qurannya gitu. Maka
- oleh sebab itu maka kenapa kita harus
- selalu berbaik sangka kepada orang
- meskipun kita melihatnya bahwa bukan
- ahli taat. [mendengus]
- Ah jangan-jangan bisa jadi dia ahlu taat
- bahkan lebih taat dibanding kita. Harus
- begitu gitu ya. Nah, ini maka oleh sebab
- itu saya kira
- ee apa namanya ee persoalan-persoalan
- yang ditanyakan itu semua harus
- mengantarkan kita kepada ee hasil
- muhasabah yang semakin memperbaiki diri
- gitu ya. Memperbaiki diri karena ee
- sekali lagi berat sekali sesungguhnya
- ya. Maka kemudian [mendengus]
- kalimat la haula wala quwwata illa
- billahil aliyilim
- itu dihayati betul. Bahkan boleh
- dijadikan zikir sekali la haula wala
- quwwata illa billahil aliilim sampai
- menghujam ke dalam dada. Nah, maka oleh
- sebab itu saya katakan zikir apa saja
- boleh diambil apalagi [mendengus] dengan
- penghayatan dengan pemahaman gitu ya.
- Demikian saya kira yang dapat saya
- jelaskan. Wallahuam
- bissawab.
- Wallahuam [mendengus] bisawab. Demikian
- Ibu Mariori semoga dapat menjawab
- pertanyaan terakhir insyaallah dari Ibu
- Aminah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya Ustaz
- tentang salat witir sebelum setelah
- salat Isya sebelum tidur Ustaz. Boleh
- atau tidak Ustaz? Jazakumullah khairan.
- Nah masyaallah. Jadi, Anda boleh milih
- ya. Jadi, senya salat witir bada isya
- boleh silakan ya. Kemudian ah saya mah
- salat witirnya bangun tidur nanti. Boleh
- silakan gitu loh. Jadi tidak ada
- kepastian karena Nabi memberikan peluang
- kepada dua waktu itu ya. kepada satu
- sahabat disarankan pada isya witirnya
- karena dia mengkaji syariat, mengkaji
- hadis sehingga tidurnya malam. E kalau
- tidur malam bisa jadi apa? bangunnya
- kesiangan, maka dia disarangna witir
- sebelum tidur. Adapun sahabat lain
- dianjurkan witirnya bangun tidur sebelum
- waktu subuh gitu loh. Jadi silakan Anda
- pilih mana yang nyaman buat Anda,
- lakukan ya. Misalnya sebelum tidur witir
- atau misalnya, "Ah, saya mah nanti
- insyaallah meniat tahajud dulu baru
- witir." Iya, silakan. Jadi ee apa
- namanya? bisa dipilih karena dua-duanya
- ada ee [mendengus]
- arahan dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Demikian saya kira yang dapat
- saya ee kemukakan. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Aminah
- semoga dapat menjawab.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Ikhwan aat.
- Baik, kita sudah di penghujung acara
- Ustaz. Apa penutup untuk tausiah sore
- ini Ustaz?
- Jadi muhasabah ini dilakukan
- untuk menemukan kekurangan-kekurangan
- atau penyimpangan-penyimpangan.
- Setelah ditemukan kekurangan dan
- penyimpangan, hendaknya diperbaiki
- agar dalam tanda petik perusahaan kita
- tetap eksis.
- Perusahaan.
- Nah, karena kalau tidak diperbaiki ee
- tidak ditambal, maka bisa jadi cepat
- atau lambat perusahaan kita akan
- bangkrut. Maka oleh sebab itu keimanan
- juga harus perlu evaluasi.
- Setelah ditemukan kekurangan dan
- penyimpangan, cepat diperbaiki supaya
- keimanan kita tetap terjaga.
- Demikian [berdehem] saya kira yang dapat
- saya simpulkan. Wasallallahu ala
- nabiyina Muhammadin walhamdulillahi
- rabbil alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahabbil alamin.
- Jazakumullah kirakum
- khair.
- Terima kasih Iwan sudah setia
- mendengarkan tausiah sore bersama Ustaz
- Ahmad Salh dan sampai akhir kami ucapkan
- jazakumullah khairan kiron.
- Terima kasih sudah bertanya.
- Baik saya Fauzi Ridwanul hak mohon undur
- diri masih ada waktu untuk menjelang
- magrib untuk bermunajat kepada Allah
- memperbanyak doa yang tadi sudah
- diajarkan oleh Ustaz Ahmad Saleh.
- Saya Fauzi Ridwan mohon berdiri.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.