Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Assalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Waalaikumsalam 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahirobbil alamin wabihi 0:22 nasta'in wa'ala umurid dunia waddin 0:24 washolatu wassalamu ala asyrofil 0:26 ambiya'i wal mursalin wa'ala alihi 0:28 wasohbihi ajma'in. 0:30 Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu 0:32 anna Muhammadan abduhu wa rosuluh. 0:35 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 0:37 nabiyina Muhammadin wa'ala alihi 0:39 wasohbihi ajma'in. 0:41 Qolallahu ta'ala fil quranil karim. 0:44 Audzubillahiminasyaitonirojim. 0:48 Qolu subhanaka la ilmalana illa ma 0:52 allamtana. 0:54 Innaka antal alimul hakim. Waqola aidon. 0:59 Innallaha 1:00 wa malaikatuhu 1:02 yusholluna alan nabi. Ya ayyuhalladzina 1:08 amanu shollu alaihi wasallimu taslima. 1:12 Sodakallahuladzim. Alhamdulillahirobbil 1:14 alamin. Masih dipancarkan dari jalan 1:16 masjid silaturahim nomor 36 Cibubur 1:19 Bekasi. Inilah Radio Silaturahim dan Ras 1:21 TV untuk Islam yang satu. 1:24 Ikhwan akhwat yang dimuliakan Allah 1:25 subhanahu wa ta'ala. 1:27 Bagaimana kabar Anda di sore di hari 1:30 Jumat ini? Semoga selalu dalam keadaan 1:32 sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:35 Ridwanul Haq ditemani oleh Neza dan juga 1:38 Yusuf Subangkit. Dapat kembali menemani 1:41 ikhwan akhwat dalam program tausiyah 1:43 sore. Edisi Jumat 19 Syawal 1446 1:49 Hijriah. Dan juga bertepatan dengan 1:52 tanggal 18 April 2025 bersama guru kita 1:56 Al-Mukarram Ustaz Ahmad Saleh. 1:59 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 2:01 kita. 2:02 Mari kita sapa guru kita terlebih 2:04 dahulu. Assalamualaikum warahmatullahi 2:05 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 2:07 warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, 2:10 Ustaz? Alhamdulillah atas doa dari 2:12 ikhwan dan akhwat semuanya saya dalam 2:13 keadaan sehat walafiat, alhamdulillah. 2:16 Alhamdulillah, masya Allah. Kita baru 2:17 bertemu kali di Syawal ini, Ustaz. 2:18 Ah, masya Allah, na'am. 2:20 [tertawa] 2:21 Alhamdulillah, baik ikhwan akhwat 2:22 alhamdulillah Ustaz Ahmad Saleh dalam 2:24 keadaan sehat walafiat senang sekali 2:26 kita mendengarnya. Semoga kesehatan juga 2:29 dirasakan oleh ikhwan akhwat di manapun 2:31 Anda berada semoga dalam keadaan sehat 2:34 walafiat. 2:35 Semoga kajian ini dapat menemani ikhwan 2:37 akhwat di segala aktivitas di Jumat sore 2:40 tentunya. 2:41 Eee 2:42 yang sudah 2:45 yang sudah selesai dalam pekerjaan, 2:47 siap-siap pulang, siap-siap menuju 2:49 rumah. Kami doakan semoga lancar dan 2:52 selamat sampai rumah. Dan bagi Anda yang 2:55 sudah di rumah 2:56 bisa mendengarkan siaran kami dan 2:59 waktu mustajab untuk berdoa juga 3:02 dimanfaatkan di sore ini. 3:06 Baik ikhwan akhwat insya Allah 3:08 pada sore ini Ustaz Ahmad Saleh akan 3:12 membahas tentang muhasabah pasca bulan 3:16 Ramadan. 3:17 Sebagaimana kita baru saja meninggalkan 3:20 bulan Ramadan 3:21 apa saja yang harus kita renungi kita 3:23 tafakuri 3:25 di bulan Syawal ini dan mungkin bekal 3:28 bulan-bulan ke depannya Ustaz ya. Na'am, 3:29 na'am. Insya Allah. 3:31 Namun sebelumnya bagi Anda yang ingin 3:33 berpartisipasi dalam kajian ini dapat 3:36 mengirimkan di nomor WhatsApp 3:38 08111999720 3:42 dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:44 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 3:46 di 0218451512. 3:50 Mari kita simak dan dengarkan ilmu yang 3:52 akan disampaikan oleh Ustadz Ahmad 3:54 Shaleh tentang muhasabah pasca bulan 3:56 Ramadhan. Tafadhol, Ustadz. 4:00 Alhamdulillah 4:03 hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih. 4:08 Kama yuhibbu rabbuna wa yardha. 4:12 Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la 4:15 syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan 4:20 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya 4:23 ba'dah. 4:24 Allahumma shalli wa sallim wa barik ala 4:27 nabiyyina Muhammadin wa ala alihi wa 4:31 ashhabihi wa man tabi'ahum bi ihsanin 4:34 ila yaumil qiyamah. Amma ba'd. 4:37 Ikhwan dan akhwat pendengar Radio 4:40 Silaturahim serta pemirsa Rasial Visual 4:43 di manapun berada, alhamdulillah pada 4:46 kesempatan ini kita dipertemukan kembali 4:50 dalam rangka mengkaji isyarat-isyarat 4:54 dari kitab suci baik itu dari 4:59 Alquran maupun arahan-arahan 5:02 atau taujih dari Rasulillah Muhammad 5:05 Shallallahu Alaihi Wasallam. 5:08 Senang dan bersyukur kita bisa berjumpa 5:11 kembali setelah kita melaksanakan 1 5:14 bulan penuh siam Ramadhan. Nah, tinggal 5:18 kita mengevaluasi 5:21 atau muhasabah pasca Ramadhan itu. Jadi, 5:25 apakah kita termasuk orang yang senang 5:29 karena selesainya bulan Ramadhan atau 5:33 termasuk orang yang senang karena 5:35 tercapainya tujuan-tujuan mulia selama 5:38 Ramadhan? 5:39 Apakah kita termasuk orang yang sedih 5:42 karena meninggalkan bulan yang penuh 5:45 rahmat ataukah kita sedih karena tidak 5:48 dapat memenuhi keinginan-keinginan 5:51 duniawi. Hah, jadi masya Allah ya. Mari 5:54 kita sedikit demi sedikit kita evaluasi. 5:58 Tayib, kita mulai saja. 6:00 [berdehem] 6:02 Kalau di bulan Ramadan 6:05 kita diisyaratkan 6:08 untuk menjaga emosi, bahkan kalau ada 6:11 orang yang ngajak berkelahi pun 6:14 hendaknya hal yaqul hendaknya ia 6:16 mengatakan anna atau inni soimun, saya 6:20 sedang berpuasa. 6:22 Atau diisyaratkan oleh Alquran, ciri 6:25 orang bertakwa itu adalah alladzina 6:28 yunfiquna fis syarrai wad dharrai wal 6:30 kazibinal ghaidha. 6:33 Mengendalikan emosi. 6:35 Nah, apakah kita 6:37 dua pekan ini meninggalkan 6:40 eh Ramadan, masih berbekaskah kita untuk 6:43 senantiasa bisa mengendalikan emosi? 6:47 Atau karena mentang-mentang sudah lewat 6:49 Ramadannya, kemudian apa namanya kita 6:53 seenaknya emosi kepada siapapun, marah 6:56 kepada siapapun dilampiaskan gitu ya. 6:59 Nah, maka oleh sebab itu orang yang 7:02 bertakwa itu adalah orang yang mampu 7:04 mengendalikan emosinya. Wal kazibinal 7:08 ghaidha. 7:10 Apakah kita adalah orang yang masih 7:13 menen me me menyimpan rasa dendam 7:17 kepada teman-teman kita, saudara-saudara 7:20 kita atau lingkungan terdekat kita? 7:22 Ataukah kita termasuk orang yang sudah 7:24 gampang memaafkan biduni syarotin, tanpa 7:28 syarat memberi maafnya. Masya Allah. Kan 7:31 ada orang, saya mau maafkan kamu dengan 7:34 syarat kamu tidak mengulangi lagi. 7:37 Hah, gitu aduh. Kata dia, "Aduh, berat 7:40 amat ya. Saya kan bukan malaikat, nah, 7:44 maka oleh sebab itu sekali lagi, 7:47 kalau kita kemudian masih menyimpan rasa 7:49 dendam, 7:51 menyimpan rasa iri dengki, gitu kan, 7:54 maka berarti boleh dibilang kita belum 7:58 sampai kepada tujuan, belum sempurna 8:01 pencapaian la'allakum tattaqun yaitu. 8:05 Jika kita 8:07 salat, 8:09 ya, salat itu tentu mulai dari yang 8:11 wajib, tapi saya langsung kepada salat 8:14 nafilah. 8:15 Nafilah yang saya maksud adalah yang 8:17 masih ada sekarang ini apa? Yang di 8:19 Ramadan ada, di di luar bulan Ramadan 8:23 ada. 8:24 Salat tahajud atau salat witir. 8:28 Apakah komunikasi kita dengan Allah 8:31 sudah menambah kesalehan pribadi kita? 8:37 Apakah juga segala amal ibadah kita juga 8:41 telah mendorong kita untuk 8:42 mengaplikasikan kesalehan sosial 8:45 sehingga ibadah-ibadah simbolis 8:50 ditunaikan dengan baik dan 8:52 menyempurnakan ibadah-ibadah maknawiyah. 8:57 Ibadah-ibadah 8:58 kesalehan sosial. 9:03 Karena 9:05 ketika kita dulu punya kebiasaan bisa 9:08 jadi mohon maaf ya, saya ngambil contoh 9:10 saja. 9:11 Ada orang yang membiasakan baca Quran, 9:15 selama Ramadan itu baca Quran tiap ba'da 9:18 salat. 9:19 Minimal dua apa? Dua halaman atau satu 9:23 lembar. 9:25 Sehingga kemudian setelah satu hari itu 9:28 berarti berapa? 9:30 Lima lembar atau 10 halaman. 10 halaman 9:35 itu berarti setengah juz kalau yang 9:38 standar. Iya. 9:41 Kalau di Ramadan misalnya satu juz, one 9:43 day one juz, maka sekarang dipertahankan 9:47 setengah juz itu baik. 9:50 Syukur-syukur dipertahankan satu juz per 9:52 hari. 9:53 Dipertahankan setengah juz. 9:54 Dipertahankan satu juz per hari, 9:56 masyaallah. Itu keistiqomahan. Meskipun 9:58 ada ulama yang berpendapat juga terlalu 10:01 jangan terlalu banyak baca Quran katanya 10:03 gitu, ada juga gitu ya. Jangan terlalu 10:05 banyak memperlihatkan ketaatan. 10:09 Jangan terlalu banyak salat sunah, ada 10:11 yang mengatakan begitu. Tapi saya bisa 10:13 paham. 10:14 Kenapa? Jangan mengesankan 10:17 bahwa beragama itu berat. 10:20 Gitu loh. Oh iya iya iya, oke oke oke, 10:22 baik baik saya bilang gitu. Maka oleh 10:24 sebab itu 10:26 ya, oleh sebab itu salat sunah itu 10:29 disembunyikan. 10:33 Kenapa disembunyikan? Maka salatnya di 10:35 rumah. 10:36 Sehingga tidak mengesankan, orang tidak 10:39 melihat kita 10:40 tidak terkesan bahwa beragama itu sulit. 10:43 Kalau dia terlihat kelihatannya cuma ah, 10:46 sehari cuma lima kali aja salatnya, kan 10:48 begitu. 10:50 Nah, padahal di rumahnya dia ahli 10:52 tahajud, di rumahnya ahli witir, di 10:55 rumahnya ahli salat sunah yang lainnya. 10:58 Eee makanya ini rahasia. Maka oleh sebab 11:00 itu juga mengharuskan kepada kita untuk 11:04 senantiasa berbaik sangka. 11:09 Ah, dia mah salatnya cuma wajib doang, 11:12 is, jangan begitu. Dia justru tahu 11:15 ilmunya. 11:17 Dia melakukan kesunahan-kesunahan itu 11:20 tanpa diperlihatkan di hadapan orang, 11:22 gitu. Karena kalau orang tahu uh betapa 11:25 beratnya beragama, gitu loh, gitu ya. 11:28 Oke, jadi 11:30 eee sebaiknya salat sunah itu 11:31 disembunyikan. Maka termasuk salat 11:33 tahajud, salat malam, 11:36 gitu ya, itu sebaiknya di 11:39 sembunyi, disembunyikan. Maka oleh sebab 11:42 itu Nabi sesungguhnya 11:44 saya mohon maaf, 11:47 bukan bukan hanya alasan takut 11:49 diwajibkan tuh. 11:51 Sehingga Nabi tidak muncul lagi untuk 11:53 salat tahajud. 11:56 Karena Nabi salat tahajud kemudian para 11:58 sahabat menjadi ee bermakmum, gitu loh. 12:01 Waduh, ah nanti takut dia khawatir di 12:04 apa? Diwajibkan. Iya, bisa jadi begitu. 12:07 Tapi justru saya melihatnya, oh iya, 12:10 untuk supaya menyembunyikan keso- 12:13 kesalehan, gitu loh. Nah, maka oleh 12:15 sebab itu eee apa namanya, 12:19 ke- tapi kemudian sebagian ulama 12:22 membolehkan 12:24 salat tarawih ba'da isya, karena ba'da 12:27 isya itu apa namanya masih waktu salat 12:30 malam sepertiga ya, sepertiga malam 12:33 kategorinya. Adapun Umar bin Khattab 12:35 sendiri meskipun Umar bin Khattab 12:37 memanggil Ubay bin Ka'ab untuk suruh 12:39 ngimami salat tarawih, Umar bin Khattab 12:43 sendiri tidak ikut. 12:45 Lebih memilih salat malamnya adalah 12:47 tengah malam atau 2/3 malam, gitu ya. 12:51 Ah, jadi memang eee kita mengikutinya 12:55 kalau yang ba'da isya itu mengikuti 12:56 sunahnya atau asarnya Umar bin 13:00 Al-Khattab, gitu ya. Hmm, jadi tidak ada 13:03 masalah. 13:04 Mau ba'da isya, tidak ada masalah. Mau 13:06 tengah malam. Hanya kalau bahasa kalau 13:09 ba- ba'da isya dan tarawihnya berjamaah, 13:12 ini berarti ada batasan-batasan. 13:15 Ah, ada dua pandangan. 13:18 Pertama, imam harus tahu kondisi makmum. 13:22 Jangan terlalu panjang, kecuali yang 13:25 sudah sepakat. 13:27 Bacaannya panjang, maka makmumnya juga 13:30 silakan. Nah, tapi kalau sudah sepakat 13:33 bacaannya panjang, panjang. 13:35 Hanya mohon maaf, kita tidak bisa 13:37 menikmati. 13:39 Kenapa? Karena dibatasi untuk ikut imam 13:42 atau memperhatikan makmum. 13:44 Tapi kalau salatnya sendirian 13:47 [berdehem] 13:48 kalau salatnya sendirian 13:50 rukuk bisa seenaknya. 13:54 Berapa lama pun rukuknya bisa dilakukan. 13:59 Misalnya yang kita ada argumentasinya 14:02 jelas 14:03 bahwa 14:05 tempat terdekat antara makhluk dengan 14:08 khalik adalah saat bersujud. Iya. 14:11 Faaktsiruddu'a, maka perbanyaklah doa. 14:14 Maka boleh saja subhanarabbial'ala 14:17 wabihamdihi, subhanarabbial'ala 14:18 wabihamdihi, subhanarabbial'ala 14:20 wabihamdihi, Allahu Akbar. Bisa seperti 14:22 itu. 14:23 Tapi 14:25 kalau sendirian 14:27 subhanarabbial'ala 14:28 wabihamdihi. 14:30 Subhanarabbial'ala 14:32 wabihamdihi. 14:34 Subhanarabbial'ala 14:36 wabihamdihi. Kemudian dilanjutkan, 14:38 Allahummaghfirli waliwalidayya 14:41 warhamhuma kama rabbayani soghiro. 14:44 Memohonkan ampun untuk ibu bapak kita 14:46 dengan kesungguhan. 14:48 Allahummaghfirli 14:50 [mendengus] 14:50 waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani 14:54 soghiro. 14:55 Allahummaghfirli 14:58 waliwalidayya 14:59 warhamhuma kama rabbayani soghiro. 15:03 Betul-betul memohon merengek kepada ya 15:06 Allah ampuni ibu bapak saya, rahmati 15:10 mereka berdua sebagaimana mereka telah 15:12 menyayangi 15:14 mendidik hamba di waktu kecil. 15:17 Jadi dinikmati betul tuh sujudnya. 15:21 Maka kemudian wajar saya bilang, wajar 15:24 Nabi sampai bengkak-bengkak gitu 15:25 salatnya. Karena menikmati, salatnya 15:29 jadi obat. 15:31 Salatnya menjadi curhatan. 15:35 Menjadi dialog yang sangat romantis. 15:41 Kemudian dilanjutkan, Rabbana Allahumma 15:44 inna nas'aluka hubbak. 15:47 Wa hubba may yuhibbuk. 15:50 Wal amalal ladzi yuballighuna hubbak. Ya 15:52 Allah, hamba memohon kecintaan-Mu. 15:56 [mendengus] 15:56 Saya mohon cinta-Mu ya Allah, begitu 15:58 kurang lebih. 15:59 Kalau Engkau tidak memberikan cinta-Mu 16:01 kepada aku, lantas siapa lagi yang akan 16:04 mencintai aku? 16:07 Aku menjadi orang yang tidak 16:08 dipedulikan, aku menjadi orang yang 16:10 kesepian. 16:12 Padahal di yaumil qiyamah itu, 16:15 perlu 16:16 teguran Allah, 16:18 perlu sapaan Allah. 16:22 Kan ada orang yang dikumpulkan di yaumil 16:25 qiyamah itu, 16:27 dalam keadaan a'ma, dalam keadaan buta. 16:32 Tidak dipedulikan oleh Allah. Sudah 16:34 buta, dia harus mencari penyelesaian 16:37 persoalan-persoalan 16:39 seputar tentang hari akhir seorang diri. 16:42 Aduh, masya Allah. 16:45 Kalau bukan hidayah dan rahmat Allah, 16:47 celaka orang tersebut. Maka di situlah 16:50 Allahumma inna nas'aluka hubbak. 16:53 Wa hubba may yuhibbuk. 16:56 Dan saya, dan saya memohon kepada Engkau 16:58 juga kecintaan orang-orang yang 17:00 mencintai Engkau. 17:03 [mendengus] 17:03 Saya tidak berharap dicintai oleh 17:05 orang-orang, oleh musuh-musuh Engkau. 17:07 Saya tidak berharap dicintai oleh 17:09 musuh-musuh-Mu, musuh-musuh Islam. 17:12 [mendengus] 17:13 Allahumma inna nas'aluka hubbak wa hubba 17:15 may yuhibbuk wal amalal ladzi 17:17 yuballighuna hubbak. Dan anugerah dari 17:20 kepada hamba amal yang dapat 17:21 mengantarkan kepada kecintaanmu. 17:25 [mendengus] 17:26 Allahumma inna nas aluka hubbak wa hubba 17:30 may yuhibbuk wal amal alladzi yu 17:33 ballighuna hubbak, tiga kali itu. 17:37 Kemudian dia lanjutkan, Allahumma inna 17:39 nas alukal huda 17:41 wat tuqa wal afafa wal ghina. 17:45 Allahumma [mendengus] ya Allah hamba 17:46 memohon kepadamu hidayah. 17:49 Al huda wat tuqa dan ketakwaan. 17:53 Hamba mohon kepada Engkau, 17:54 anugerahkanlah sifat-sifat ketakwaan 17:57 kepada hamba. 17:59 Kalau Engkau tidak menganugerahkan itu 18:01 semua, hamba menjadi orang yang merugi. 18:07 Nah, 18:08 jadi 18:10 doa-doa yang dibaca saat itu, saat sujud 18:14 itu, masihkah juga kita masih 18:16 melakukannya? 18:21 [menghela napas] 18:23 Kalau masih, 18:25 kita bersyukur kepada Allah. Karena 18:27 salah satu indikasi dia dapat Lailatul 18:29 Qadar, dia komunikasi dengan Allah 18:31 sangat romantis. 18:35 Sangat romantis, sangat berbobot. 18:40 Ya muqallibal qulubi 18:43 tsabbit qalbi ala dinik wa ta'atik. 18:46 Wahai yang membolak-balikkan hati, 18:49 tetapkanlah hatiku di dalam agamamu dan 18:52 ketaatan kepadamu. 18:56 Ya muqallibal [mendengus] 18:57 qulubi tsabbit qalbi ala dinik wa 19:00 ta'atik, tiga kali. 19:03 Kadang dia 19:04 nangis lho. 19:06 Nangis khawatir, emh, terbayang kalau 19:09 dia tidak diberikan cinta Allah. 19:12 [mendengus] 19:12 Terbayang kalau dia hatinya 19:14 dibolak-balikkan. 19:16 Yang tadinya dia ahli taat, tiba-tiba di 19:19 diberitakan 19:22 bahwa dia menjadi ahli maksiat, 19:23 naudzubillah min dzalik. Maka dia 19:25 nangis. 19:26 Meskipun juga dia iman kepada takdir 19:28 Allah. 19:29 Tapi dia meminta takdir yang baik. 19:33 Kan takdir itu ada macam. 19:35 Takdir [mendengus] baik, takdir baik, 19:36 takdir tidak baik, gitu. Nah, kita minta 19:38 takdirnya takdir baik. 19:41 Ya muqallibal qulubi tsabbit qalbi ala 19:44 dinika wa ta'atik. 19:47 Allahumma rzuqna taubatan nasuha qablal 19:50 maut. Allahumma ya Allah anugerahkan 19:53 kepada hamba 19:54 taubat yang sesungguhnya sebelum hamba 19:57 meninggal dunia. 19:59 Terus 20:02 betapa ruginya hamba 20:04 kalau tidak diberikan taubat olehmu 20:06 ketika hamba harus pulang kepadamu. 20:10 Allahumma inna nas'aluka 20:14 husnal khatimah. Itu doa berikutnya. 20:16 Allahumma ya Allah hamba memohon 20:18 kepadamu 20:19 hamba memohon kepadamu husnal khatimah, 20:22 kebaikan di penghujungnya. 20:25 Lama, itu tiap 20:27 satu rakaat, satu kali sujud saja paling 20:30 tidak 5 menit. Masya Allah. 5 menit itu 20:32 satu kali sujud. 20:34 Jadi dalam dalam apa namanya, dalam 20:37 waktu dua rakaat itu paling tidak 20 20:41 ditambah beberapa menit, paling tidak 20:44 setengah jam. 20:46 Dalam dua rakaat. Makanya sekali lagi 20:48 wajar. 20:50 Nabi [mendengus] sampai bengkak-bengkak, 20:51 karena tidak terasa nikmatnya itu terasa 20:54 betul. 20:57 Dan orang-orang yang senantiasa membaca 21:00 seperti itu 21:02 senantiasa berdoa dalam sujud-sujud 21:05 tahajudnya 21:08 maka kalimat-kalimatnya akan berbobot. 21:11 Ucapan-ucapannya akan menghunjam ke 21:14 dalam hati. 21:20 Nah, maka oleh sebab itu ikhwan dan 21:22 akhwat sekalian, 21:23 mari kita memohon kepada Allah agar 21:26 memberikan keistiqomahan. 21:29 Jadi, 21:30 ee Lailatul Qadar ini pada akhirnya 21:33 tidak lagi berbicara tentang waktu. 21:39 Meskipun para ulama jelas menjelaskan 21:41 waktunya, diintipnya kapan gitu ya. Tapi 21:45 intinya adalah 21:47 bahwa bisa jadi, sekali lagi dalam 21:50 pemahaman saya, bisa jadi Lailatul Qadar 21:52 didapatkannya di bulan Syawal, gitu loh. 21:55 Bisa jadi. 21:57 Jika dalam pengertian Lailatul Qadar itu 21:59 adalah suasana hati yang mendalam. 22:04 Suasana hati yang romantis, suasana jiwa 22:07 yang bersih. 22:10 Karena kalau kita pelajari 22:14 tentang i'tikaf Nabi itu, masyaallah kan 22:17 bermacam-macam. 22:19 Ada 10 hari di awal, pernah. 22:22 10 hari di pertengahan, pernah. 10 hari 22:26 di penghujung, pernah dan ini yang 22:28 kemudian ditetapkan. 22:30 Tapi juga Nabi pernah juga i'tikaf di 22:32 bulan Syawal. 22:35 Di pekan pertama bulan Syawal 10 hari, 22:37 gitu loh. Maka kemudian Imam Syafi'i 22:42 menjelaskan tentang i'tikaf itu tidak 22:44 harus kemudian ba'da apa, tidak harus 22:47 saat Ramadhan. 22:49 Nah, saat kita berkunjung ke masjid 22:51 niatkan i'tikaf dapat pahala i'tikaf. 22:54 Nah, itu jelas ada latar belakang, gitu 22:57 ya. Ada latar belakang kenapa Imam 22:59 Syafi'i 23:00 ee menjelaskan [mendengus] 23:01 i'tikaf itu, gitu ya, meskipun kita 23:04 masyhurnya di kalangan kita, mohon maaf 23:06 ya, masyhur di kalangan kita itu bagi 23:09 mereka yang tidak mendalami mazhab 23:11 Syafii 23:13 atau dia ber apa namanya 23:16 terfokus kepada teks-teks hadis Quran 23:21 dan hadis, maka semacam itu jadi 23:23 fokusnya di 23:27 di 10 hari terakhir gitulah ya 23:30 bahkan bisa jadi makanya saya memberikan 23:33 ee 23:35 apa namanya khazanah bahwa orang yang 23:38 iktikaf itu ada yang mulai dari tanggal 23:40 1 Ramadan, bahkan ada yang mulai tanggal 23:43 1 Syawal iktikaf itu atau jangan iktikaf 23:46 lah mencari Lailatul Qadar 23:50 mencari Lailatul Qadar itu sejak 1 23:52 Syawal sudah nyari Lailatul Qadar oh 23:55 tiap malam 23:56 karena memang itu yang dikehendaki 23:59 maksud itu iya yang dikehendaki oleh 24:02 syariat itu adalah mencari Lailatul 24:05 Qadar dalam tanda petik tiap malam 24:09 maksudnya apa 24:11 jadi jika dimakna mencari Lailatul Qadar 24:13 itu adalah ibadah yang serius 24:17 gitu loh maka sesungguhnya setahun penuh 24:19 dikehendaki ibadah serius gitu loh maka 24:23 mencarinya sejak 1 1 Syawal hanya 24:26 persoalannya manusia 24:28 itu dihadapkan dengan berbagai persoalan 24:33 maka Nabi 24:34 ee apa namanya [berdehem] memberikan 24:36 anjuran-anjuran kebaikan-kebaikan yang 24:39 lain untuk memperkuat maka misalnya 24:42 zikir 24:43 zikirkan tidak disebutkan waktu-waktu 24:45 yang khusus memang ada waktu-waktu yang 24:47 khusus tapi seluruh waktu itu dianjurkan 24:52 untuk berzikir 24:53 sebagaimana salat 24:56 seluruh waktu dianjurkan untuk salat. 25:00 Loh. 25:01 Masa sih seluruh waktu dianjurkan salat? 25:04 Iya, makanya dikenal dengan salat sunah 25:06 mutlak. 25:09 Bagaimana dengan apa di waktu-waktu yang 25:11 dilarang? Nah, di waktu-waktu yang 25:13 dilarang itu salat yang tetap ada yang 25:16 dianjurkan, yaitu salat-salat yang 25:21 ada sebab akibat. Misalnya karena masuk 25:24 masjid, maka tahiyatul masjid. Tahiyatul 25:28 masjid itu kapan saja, gitu loh. Jadi 25:31 sesungguhnya larangan itu juga punya 25:33 punya makna, punya tujuan. Larangan 25:36 kenapa tidak boleh saat matahari terbit, 25:39 kenapa tidak boleh saat matahari 25:41 betul-betul di atas, apa namanya eh 25:45 tengah hari, gitu loh. Kenapa juga di 25:47 waktu terbenam tepat. Kenapa dilarang? 25:51 Karena jangan sampai diduga kita 25:54 menyembah matahari. 25:56 Hmm. 25:57 Gitu loh. Nah, kalau kemudian niatnya 25:59 syukur wudu meskipun matahari begini eh 26:01 syukur wudu apa tahiyatul masjid, ya 26:03 berarti boleh. 26:05 Nah, kan begitu. Ini persoalan-persoalan 26:06 kadang kita menjadi ribut, sesungguhnya 26:08 tidak harus ribut sih kalau sudah 26:10 memahami semuanya. Nah, maka oleh sebab 26:13 itu saya kira para ikhwan dan akhwat 26:15 sekalian, mari kita serius gitu ya 26:18 mengisi kembali bulan-bulan Syawal. Bagi 26:21 mereka yang belum melaksanakan 26:24 sunah Syawal 6 hari fal yatafaddal, maka 26:27 silakan. 26:29 Bagi mereka yang tidak sanggup 26:31 melaksanakan 26:33 saum Syawal karena alasan-alasan lain, 26:36 karena misalnya cutinya sudah habis 26:38 sehingga harus bekerja lagi, fokus 26:40 bekerja. 26:41 Karena 26:43 misalnya eh Allah yarham apa Yusuf Dr. 26:46 Yusuf Qardhawi rahimahullah 26:48 itu dalam Fiqh Awaliyatnya kalau tidak 26:52 Jadi 26:53 orang yang 26:55 bekerja menjadi turun produktivitasnya 26:59 gara-gara alasannya saum sunah, maka 27:02 sebaiknya dia meninggalkan saum 27:04 sunahnya. Tuh. 27:06 Karena apa? Karena bekerja wajib. 27:09 Ah, gitu ya. Bekerja wajib. Karena 27:12 kemudian dia menjadi malas-malasan 27:14 karena alasan saum sunah, "Aduh, mohon 27:16 maaf saya lagi saum saum sunah. Jadi 27:18 pekerjaan saya jadi terbengkalai." 27:20 Enggak boleh. Karena bekerja itu 27:23 kontraknya meskipun dengan orang kafir. 27:26 Kontrak bekerjanya jelas, maka wajib 27:29 memenuhinya. 27:30 Maka wajib harus didahulukan, begitu 27:32 kata Yusuf Qardhawi. Harus didahulukan 27:34 dibanding amaliah-amaliah mustahab. 27:39 Gitu. Nah, maka oleh sebab itu kalau 27:41 Anda tidak bisa 27:43 saum sunah, baik itu 6 hari atau saum 27:46 Daud atau saum ayyamul bidh, maka 27:50 kendalikanlah lisan. 27:52 [batuk][berdehem] 27:54 Jadi kalau kita tidak bisa mengamalkan 27:55 itu, kendalikan lisan. 27:58 Hiasilah lisan ini dengan kalimah 28:01 thayyibah. 28:03 Dengan kalimah-kalimah thayyibah 28:05 sehingga kemudian mendatangkan kebaikan. 28:08 Gitu ya. Oke, apalagi kemudian jadi 28:11 beragam 28:12 sikap orang dalam beragama. 28:15 Di antaranya tadi, "Ah, saya tidak ingin 28:17 memperlihatkan 28:20 ketaatan. 28:21 Dan lagi itu hukumnya sunah. Ah, saya 28:23 yang wajib-wajib saja atau yang 28:26 sunah-sunah yang afdhaliyat 28:30 saya kerjakannya sembunyi-sembunyi. 28:34 [mendengus] 28:34 Karena 28:35 afdhaliyat, 28:36 keutamaan-keutamaan. 28:38 Nah, ini saya kira ikhwan sekalian, maka 28:41 oleh sebab itu jika apa ah apakah bangun 28:46 sahur itu 28:47 masih tetap kita lakukan? 28:50 Makanya kan saya pernah menyatakan jadi 28:52 bangun sahur itu bukan untuk makan saja, 28:55 tapi bangun sahur itu untuk istigfar, 28:58 untuk salat tahajud, untuk mengadu 29:00 kepada Allah. Tidak harus misalnya 29:03 sebagaimana riwayat oh 11 rakaat enggak 29:05 enggak harus, enggak harus 11 rakaat, 29:08 dua rakaat pun 29:10 asal dilaksanakannya dengan serius bisa 29:14 mah witir yakfi cukup insyaallah gitu 29:18 ya. Nah, tapi barangsiapa yang ingin 29:21 mengerjakannya serius 11 rakaat itu 29:23 serius, 11 rakaat itu sebagian 29:25 mengatakan bahwa itu adalah witir 11 29:28 rakaat itu, tapi ada yang mengatakan 29:29 bahwa 11 rakaat itu witir dan salat 29:32 tahajudnya. Terserah itu, terserah 29:35 perbedaan pendapat itu enggak ada 29:36 masalah selama kita mengamalkannya gitu 29:40 loh ribut ribut ribut ngamalkan enggak 29:42 akhirnya repot juga akhirnya ya. 29:44 Yang seringkali kita 29:46 [mendengus] 29:46 sospol sosorongot popolotot gitu ya, 29:49 tapi kemudian kita jauh dari nilai-nilai 29:52 yang dibahas. Nah, maka oleh sebab itu 29:55 kita mohon pertolongan Allah 29:58 agar senantiasa kita dianugerahi 30:00 keistiqomahan, 30:02 dianugerahi meningkatkan ketaatan gitu 30:06 ya, mempertahankan apa yang sudah baik. 30:09 Nah, saya kira ini sajalah ya sebagai 30:11 pengantar kajian kita pada sore hari ini 30:15 wasallallahu 30:17 ala nabiyyina Muhammadin walhamdulillahi 30:21 rabbil alamin wallahu a'lam bissawab 30:27 Wallahu a'lam bissawab alhamdulillah 30:29 rabbil alamin jazakumullah khairan 30:30 katsiran Ustad. Baik ikhwan dan akhwat 30:32 alhamdulillah kita sudah mendengarkan 30:35 ilmu yang disampaikan Ustad Ahmad Shaleh 30:38 tentang muhasabah pasca bulan Ramadan. 30:40 Baik ikhwan dan akhwat tetap di Radio 30:42 Silaturahim dan Rasel TV untuk Islam 30:44 yang Satu. Kami akan kembali segera 30:47 setelah nada tauke berikut. Terima 30:49 kasih. 31:05 Alhamdulillahirobbil alamin, terima 31:06 kasih Ikhwan dan Akhwat masih setia 31:08 mendengarkan Radio Silaturahim dan Rasel 31:11 TV untuk Islam yang Satu. Saat ini kita 31:14 masih berlangsung 31:15 program tausiah sore bersama Ustaz Ahmad 31:18 Saleh dengan tema 31:20 muhasabah pasca bulan Ramadan. 31:22 Kita sudah masuki sesi kedua, sesi tanya 31:26 jawab insyaallah dengan Ikhwan dan 31:27 Akhwat. 31:28 Kita akan sapa dulu terlebih dahulu 31:31 Ikhwan dan Akhwat. Ehm. 31:34 Ada Bu Tini di Jatiranggon sedang 31:36 menyimak, kemudian Ibu Ida di Bekasi. 31:40 Assalamualaikum warahmatullahi 31:41 wabarakatuh. 31:42 Assalamualaikum warahmatullahi 31:43 wabarakatuh. Alhamdulillah, terima kasih 31:45 Ustaz tausiahnya. 31:48 Kemudian 31:51 ada Bapak Muhammad, ada Ibu Retno. 31:54 Ada Bapak Mukhtar, ada Pak Istono, ada 31:58 Ibu Rina di Depok. Kemudian ada 32:01 [mendengus] Pak Nur Sumiyatno. 32:04 Alhamdulillah Ustaz, kami sedang 32:05 menyimak tausiah sore dengan Ustaz Ahmad 32:08 Saleh Ehm. 32:09 yang bertema muhasabah pasca bulan 32:11 Ramadan. Masyaallah. Yang dipandu oleh 32:13 saya. Terima kasih perhatiannya. 32:17 Kemudian 32:19 Bapak Edwin Saleh, 32:21 Pak Imam Pramoto, Pak Bapak Mustofa 32:24 Hasan. 32:26 Kemudian ada Bu Emilda. 32:30 Syukron Ustaz, alhamdulillah kami 32:31 menyimak. Kemudian ada Bunda Fajar. 32:35 [berdehem] 32:35 Assalamualaikum warahmatullahi 32:36 wabarakatuh. 32:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:39 wabarakatuh. 32:39 Alhamdulillah kami di Bekasi Barat 32:41 Bekasi Bekasi Barat ikut menyimak masya 32:43 Allah Ustaz. Jazakumullah khairan 32:45 katsiran nasehat dan pencerahannya 32:47 Ustaz. Barakallahu fikum. 32:49 Kemudian kita sekarang akan menjawab 32:52 pertanyaan. Pertanyaan pertama dari 32:54 Bapak Yudi di Bogor, Ustaz. Naam. 32:56 Assalamualaikum warahmatullahi 32:57 wabarakatuh. 32:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:00 wabarakatuh. Ustaz, saya Yudi di Masjid 33:03 Ar-Rahman Bogor. 33:04 Masya Allah. Barakallahu fikum. Ustaz, 33:06 izin bertanya. Kalau pasca bulan Ramadan 33:08 ibadah ibadah puasa sunah kita 33:11 seringkali tidak bersemangat. Bagaimana 33:14 caranya Ustaz untuk meningkatkannya 33:16 supaya semangat lagi, Ustaz? 33:17 Ah, masya Allah. La haula wala quwwata 33:19 illa billah. 33:20 Makanya memang para ulama itu 33:24 eee 33:26 apa namanya mendidik kita dari 33:29 isyarat-isyarat Quran, isyarat-isyarat 33:32 hadis. Misalnya untuk supaya di bulan 33:35 puasa itu mendapatkan nilai puncak 33:38 disarankanlah mulai bulan Rajab. Ehm. 33:42 Bulan Rajab sudah latihan. Latihan itu 33:45 maksudnya sudah mulai mengamalkan salat 33:47 tahajudnya, bulan Syakban. Sehingga 33:51 kemudian di bulan Ramadan betul-betul 33:53 menikmati. Nah, di bulan Syawal itu 33:56 bukan penurunan tapi peningkatan 33:58 mestinya. Jadi kalau kemudian menjadi 34:01 loyo kembali di bulan Syawal mesti ada 34:03 sesuatu. Ehm. 34:05 Mesti ada sesuatu gitu loh. Fokusnya 34:08 bukan kepada bukan 34:10 ukhrawi oriented. Bukan orientasi 34:14 akhirat mesti gitu loh ya. Karena loyo. 34:17 Nah, maka oleh sebab itu tidak harus apa 34:19 namanya tidak harus kemudian eee 34:23 begitu bersemangat enggak. Istikamah 34:25 saja. Istikamah. Tuh. 34:28 Ah, memang sulit gitu ya saya katakan 34:31 sulit untuk bisa beristiqomah. Namun 34:34 bukan berarti tidak bisa dilakukan. Gitu 34:36 loh, ya. Nah, maka oleh sebab itu 34:38 kembali mengadu kepada Allah. 34:41 Ya muqallibal qulubi tsabbit qolbi ala 34:44 dinika wa tho'atik. Atau ya mushorrifal 34:47 qulub. 34:49 Wahai yang membolak-balikkan hati, wahai 34:51 yang merubah hati. 34:53 Tetapkan aku di atas agamamu dan 34:55 ketaatan kepadamu. 34:58 Maka boleh itu bisa jadi zikir doa itu. 35:02 Dibuat zikir. Ya muqallibal qulubi 35:04 tsabbit qolbi ala dinika wa tho'atik. 35:07 Ya muqallibal qulubi tsabbit qolbi Nah, 35:11 oleh sementara orang dipakai doa sujud. 35:15 Karena memang betapa 35:17 perlunya kita ke dalam istiqomah dalam 35:20 agama Allah dan ketaatannya. 35:22 Makanya kemudian dalam sujudnya itu ya 35:25 muqallibal qulub. 35:27 Tsabbit qolbi ala dinika wa tho'atik. 35:29 Nah, maka oleh sebab itu ketika coba, 35:31 ketika Anda nanti 35:33 eee atau bukan hanya Anda banyak orang 35:36 termasuk kita mulai loyo lagi, jadi 35:39 seakan-akan 1 Syawal itu hari 35:41 kemerdekaan dalam tanda petik gitu. 35:44 Kemerdekaan dari kungkungan, padahal 35:46 subhanallah para sahabat itu nangis mau 35:49 berpisah dengan Ramadhan itu. 35:51 [mendengus] 35:52 Kenapa? Karena sengaja 35:55 Allah jadikan Ramadhan itu bulan mulia. 35:59 Bulan dilipatgandakan pahala. 36:02 Nah, sekarang mau meninggalkan itu, aduh 36:04 masyaallah. Nah, gitu. Maka oleh sebab 36:07 itu mereka kemudian di [mendengus] apa, 36:09 dimotivasi lagi bahwa bulan Syawal 36:12 adalah bulan peningkatan. Nah, maka oleh 36:14 sebab itu saya kira 36:16 yang tepat bagaimana caranya, pertama 36:18 ngadu kepada Allah. 36:22 [mendengus] 36:22 Ngadu kepada Allah. Allahumma inna nas 36:25 alukal huda wat tuqo wal afafa wal 36:28 ghina. 36:29 Ya huda wat tuqa wal afafa wal ghina. 36:33 Ya, terus misalnya seperti tadi, ya 36:36 muqallibal qulubi tsabbit qalbi ala 36:39 dinika wa ta'atik. 36:41 Ya, masya Allah la haula wala quwwata. 36:44 Kita sesungguhnya tidak punya daya dan 36:45 upaya. 36:47 Mohon maaf ya. 36:49 Jadi ada kalanya kita ngerti oh fadilah 36:52 salat tahajud itu begini. 36:54 Oh fadilah saum sunah itu begini begini 36:57 begini. 36:58 Tapi ketika kita ngamalkannya enggak 37:00 bisa, itu bisa jadi ada satu kondisi di 37:02 mana kita seperti itu. 37:05 Ngerti zikir itu faedahnya fadilahnya 37:08 begini begini begini, tapi kita zikir 37:10 berat. Maka oleh sebab itu, ya 37:13 muqallibal qulubi tsabbit qalbi ala 37:15 dinika wa ta'atik. Ngadu kepada Allah. 37:19 Merengek kepada Allah, gitu ya. Maka 37:22 segala sesuatu itu harus, makanya salah 37:25 satunya untuk me mempertahankan apa? 37:28 Mempertahankan 37:30 fitrah. 37:32 Itu berdasarkan surat Ar Rum, munibina 37:34 ilaihi wattaqu, dengan bertobat dan 37:36 bertakwa. Kemudian aqimus shalah, 37:39 tegakkan salat. 37:41 Kemudian yang paling penting juga, wala 37:43 takunu minal musyrikin. Jangan 37:45 menyerupai orang-orang musyrik yang 37:47 berpecah belah dalam agama. Maka oleh 37:50 sebab itu, saya menganjurkan, saya 37:52 menyampaikan. 37:53 Tidak haruslah kelompok A diadu dengan 37:56 kelompok B diadu dengan kelompok C. 37:58 Selama dia umat Nabi Muhammad, selama 38:01 syahadatnya sama, tidak harus diadu 38:03 domba. puasa yang benar menurut Ibnu 38:07 Khaldun, kalau tidak salah. 38:09 Jadi dia akan memandang semua orang itu 38:11 sama. 38:13 Orang durhaka dengan orang taat itu 38:15 sama. 38:16 Sama-sama punya hak mendapatkan rahmat 38:19 Allah, gitu loh. 38:21 Makanya ah, mencela orang yang 38:24 bermaksiat, 38:26 tetapi dia mencela kemaksiatannya, 38:28 gitu loh. 38:30 Ya, jadi dia tidak pernah mencela 38:31 orang-orang yang bermaksiat. 38:33 Tidak pernah mencela orang-orangnya, 38:35 tapi kemudian dia tidak menyukai 38:37 kemaksiatannya. 38:39 Karena tadi, semua orang ee 38:41 berhak diperlakukan sama. Nah, itu buah 38:44 dari apa? Dari puasa. Jadi, memandang 38:46 semua orang itu sama pada akhirnya. 38:50 Maka Rasulullah sallallahu alaihi 38:51 wasallam, 38:53 kepada para sahabat yang taat jelas 38:55 begitu cinta. 38:58 Tapi kepada orang-orang yang memusuhi 39:00 beliau pun, beliau masih mencintainya. 39:04 Sampai-sampai malaikat menawarkan, "Ya 39:06 Muhammad, berdoa kepada Allah akan aku 39:07 hancurkan mereka." "La ya Jibril, 39:09 tidak." 39:10 "Fainnahum la ya'lamun." Karena 39:12 sesungguhnya mereka belum mengetahui. 39:14 Tuh. 39:16 "Aku berharap kepada Allah, agar dari 39:18 sulbi-sulbi mereka lahir orang-orang 39:22 yang mengibadahi Allah." Tuh. Betapa 39:24 mulianya kekasih kita itu. Betapa 39:26 mulianya nabi kita itu. Betapa agungnya 39:30 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 39:31 itu. Tuh, gitu ya. Maka kembali, akhinal 39:36 habib, 39:37 [mendengus] 39:37 yang ngadunya kepada Allah. Ya, minta 39:40 kepada Allah agar dikokohkan. Kemudian, 39:43 antum memaksa diri 39:46 untuk mencoba menapaki kembali 39:48 ketaatan-ketaatan itu. Gitu ya. 39:51 Ah, sekali lagi, sesungguhnya ada 39:54 kecerdasan-kecerdasan yang bisa dipakai. 39:58 Ya, seperti tadi kecerdasan-kecerdasan 40:00 yang bisa dipakai. Oh, kalau saya tidak 40:02 bisa saum sunah, maka saya harus 40:05 mengendalikan lisan saya. 40:08 Jadi, itu apa namanya? Eee amalan 40:11 substantifnya 40:13 yang diambil, gitu loh. Jadi, ada 40:16 amalan-amalan 40:17 eee apa namanya taswiriyah simbolis, 40:21 tapi ada amalan-amalan substantifnya. 40:25 Nah, seringkali kita dicela karena 40:28 amalan taswiriyah, sementara amalan 40:31 substantifnya ditinggalkan. 40:35 Gitu ya, ada orang diancam masuk neraka 40:38 gara-gara mengurung kucing sampai mati 40:42 gitu. 40:43 Itu padahal dia ahli ibadah. 40:45 Tuh. 40:46 Nah, tapi kemudian ada pelacur 40:48 disebutkan pelacur itu Bani dari 40:50 kalangan Yahudi pelacurnya. 40:52 Tapi dia diampuni dosanya gara-gara 40:54 ngasih minum anjing. 40:57 Saya bilang, oh berarti kesalehan sosial 41:01 afdhollu lebih utama dari 41:05 ibadah taswiriyah, dari ibadah 41:08 taswiriyah simbolistik gitu loh ya. Tapi 41:11 bisa saja dibantah boleh gitu ya, tapi 41:14 pengamatan saya menunjukkan seperti itu. 41:17 Jadi, demikian ya akhi 41:19 Al Habib 41:22 Yudi, jadi kembalilah kepada Allah ya, 41:25 karena memang masyaallah. 41:27 Kembali kepada Allah, ya Allah. 41:30 Alarm boleh Anda setel di jam 03.00 41:33 gitu. 41:34 Tapi saya tidak yakin Anda bisa bangun 41:36 jam 03.00. 41:38 [tertawa] 41:38 Kenapa? Karena kring jam 03.00 bangun, 41:41 setting lagi jam 03.15, tidur lagi kring 41:45 03.15, setting lagi jam 03.30. 41:49 Tuh, 41:50 ada yang begitu. 41:53 Gitu ya, karena memang 41:54 maka oleh sebab itu ada orang yang 41:56 kemudian 41:59 tidurnya 42:00 makannya menjadi tidak prioritas gitu 42:04 loh. Prioritasnya tadi taat kepada Allah 42:07 subhanahu wa taala. Itu dalam satu 42:09 kondisi insyaallah. Demikian saya kira 42:11 yang dapat jelaskan, wallahu a'lam 42:14 bishawab. 42:17 Wallahu a'lam bishawab, demikian Pak 42:18 Yudi semoga dapat menjawab. Berikutnya 42:21 pertanyaan kedua dari Bapak Amsir 42:23 Tabrani. 42:25 Assalamualaikum warahmatullahi 42:26 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 42:28 warahmatullahi wabarakatuh. Afwan Ustaz, 42:30 saya Amsir Tabrani di Kemang Utara 42:34 mengucapkan taqabbalallahu minna wa 42:36 minkum. 42:36 Taqabbal ya karim. Minal aidin wal 42:39 faizin, mohon maaf lahir dan batin. 42:41 Kepada Ustaz Ahmad Saleh dan semua kru 42:44 Rasyid. 42:45 Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan 42:47 penuh keberkahan dalam kehidupannya. 42:49 Amin, Allahumma amin. 42:51 Amin. Ustaz izin bertanya, Ustaz. 42:52 Mengapa dalam bermuhasabah terkadang 42:55 kita lebih ngeri dalam menjalaninya? 42:58 Sebab banyak perbuatan-perbuatan di 43:00 depan mata kita yang mengandung dosa, 43:03 tapi kita masih suka menabraknya juga. 43:07 Seharusnya bagaimana? 43:09 Bagaimana kalau kita sudah bermuhasabah 43:12 tapi setidaknya tidak tergelincir lagi? 43:15 Jazakumullah khairan katsiran, Ustaz. 43:17 Na'am, masya Allah. Paling tidak saya 43:19 bisa membagi 43:21 eh sikap orang yang telah bermuhasabah. 43:25 Yang pertama adalah kelompok orang yang 43:28 semakin taat kepada Allah pasca 43:30 muhasabah. 43:33 Yang kedua, kelompok orang yang 43:35 biasa-biasa saja. Ada muhasabah atau 43:38 tidak ada muhasabah, biasa saja. 43:41 Tapi ada juga orang yang atau kelompok 43:44 orang yang pasca muhasabah bahkan 43:46 semakin durhaka. Naudzubillah min 43:48 dzalik. Nah, maka oleh sebab itu 43:50 muhasabah itu sesungguhnya kan begini, 43:53 sungguh aneh kita melakukan audit 43:57 tapi kemudian tidak diperbaiki, 43:59 siap-siap saja hancur perusahaannya. 44:02 Audit itu supaya di oh ini ke mana ke 44:05 mana ke mana, diperbaiki 44:07 duitnya yang apa namanya yang hilang 44:10 atau yang ini kemudian dipenuhi sambil 44:12 diteliti kenapa bisa hilang kan begitu, 44:15 agar supaya perusahaan bisa tetap eksis. 44:19 Tapi kalau ini 44:21 sudah muhasabah, sudah audit ya 44:23 muhasabah itu audit. Audit ditemukan 44:26 penyimpangan-penyimpangan kemudian 44:28 semakin menyimpang lagi, maka tunggulah 44:30 kehancurannya. Begitu juga kita. 44:34 Paska muhasabah itu hendaknya semakin 44:37 taat kepada Allah, memperbaiki ketaatan 44:40 kita. Kalau kemudian sama saja atau 44:43 bahkan lebih buruk dari sebelumnya, maka 44:46 tunggu saja kehancuran halaka 44:49 kehancuran. 44:52 Gitu loh ya, maka oleh sebab itu kita 44:55 mohon makanya sekali lagi tetap ngadunya 44:57 pada Allah lagi. 44:59 Ya, makanya tadi munibina ilaihi 45:01 wattaquh menjaga fitrah itu begitu. 45:05 Dengan kembali bertobat dan bertakwa 45:07 kepada Allah Azza Wajalla gitu loh. Nah 45:10 maka oleh sebab itu sekali lagi bisa 45:12 jadi saya sebagai narasumber juga belum 45:14 tentu gitu ya. Nah tetapi kita sama-sama 45:17 mohon kepada Allah. 45:21 [mendengus] 45:26 Astagfirullahalazim, mohon pertolongan 45:29 kepada Allah. 45:31 Kita ini enggak punya daya dan kekuatan 45:33 kecuali dengan pertolongan Allah, maka 45:36 paksakan sekali lagi. 45:38 Ya [mendengus] paksakan dengan mohon 45:39 pertolongan Allah untuk memperbaiki diri 45:42 ya, karena memang Subhanallah. 45:45 Ini menjadi 45:48 fenomena yang tidak mengenakkan jika 45:51 tadi benar menjadi apa 45:54 menakutkan, menyeramkan. 45:57 Paska evaluasi itu kalau kita tadi 46:00 semakin buruk paska evaluasi. Nah, 46:03 tetapi kalau pasca muhasabah itu semakin 46:05 memperbaiki diri, maka insyaallah tidak 46:08 menyeramkan, bahkan enjoy, bahkan bisa 46:10 menikmatinya, gitu ya. Ah, jadi begitu 46:13 ya, eh Bapak, eh apa namanya yang bisa 46:16 Pak Amsir ya? 46:17 Pak Amsir. Pak Amsir, jadi [mendengus] 46:20 eh kembali lagilah mohon pertolongan 46:22 Allah, ya. Apa-apa pertolongan Allah. 46:25 Maka oleh sebab itu 46:28 salah satu upaya-upaya untuk senantiasa 46:31 mendapat pertolongan Allah itu 46:33 istikamah. 46:34 Paling tidak ba'da salat itu zikir 46:37 fardhu Allah. Subhanallah. 46:41 Walhamdulillah. 46:44 [mendengus] 46:44 Wa la ilaha illallah wallahu akbar. 46:48 Setelah zikir-zikir yang diajarkan Nabi 46:51 dilakukan, Anda boleh menambah lagi. 46:54 Misalnya nunggu waktu Isya masih lama, 46:56 zikir. 46:57 [mendengus] 46:58 Zikir. Ah, enggak enggak ada dalilnya. 47:01 Ah, masyaallah. Lagi-lagi kalau enggak 47:04 ada dalilnya. Dalil apa yang 47:06 dikehendaki? 47:07 Sok, dalil apa yang dikehendaki? Oh, 47:09 enggak ada tuh Nabi mengajarkan agar ini 47:11 mengisi waktu. Ya, tidak ada memang yang 47:13 begitu. Tetapi siapa yang memperbanyak 47:16 kalimat ini kalimat tayyibah ini, maka 47:18 dia akan begini-begini, banyak dalilnya. 47:21 Man qala [mendengus] la ilaha illallah 47:22 dakhalal jannah. Siapa yang mengucapkan 47:24 subhanallah wa bihamdihi, maka dia akan 47:26 dibangunkan 47:27 apa pepohonan di dalam surga. Banyak 47:30 sekali. Nah, maka oleh [mendengus] sebab 47:32 itu 47:34 penghayatan ini, maka lagi 47:36 keberagamaan itu penghayatan, bukan 47:39 hanya tekstual. Kontekstual juga perlu, 47:42 gitu loh, ya. Bahkan kemudian orang eh 47:45 bisa lapang dada, bisa ini itu karena 47:47 kontekstual memahaminya, tidak hanya 47:49 tekstual. Pertanyaannya, loh 47:52 kan di zaman Nabi enggak ada tuh konteks 47:54 pemahaman kontekstual. Ah, sementara 47:57 sebaik-baik kurun adalah kurunku kata 47:59 Nabi, kurun sesudahku, kurun sesudahku. 48:02 Nah, saya mengikuti kurun-kurun itu. 48:04 Iya, Anda mengikuti gelombangnya 48:06 kurun-kurun itu, tapi tafsilinya, 48:08 detailnya ditemukan juga pemahaman 48:11 kontekstual, gitu loh. Nah, maka oleh 48:14 sebab itu 48:15 eh, sekali lagi kadang kita 48:16 terburu-buru, apalagi kita baru belajar, 48:19 ah, tiba-tiba langsung menyimpulkan. Oh, 48:21 subhanallah. Sama-sama kita punya 48:23 kekurangan, punya keterbatasan. Betapa 48:26 berapapun kitab yang sudah kita 48:28 pelajari, kalau bukan yang Allah berikan 48:30 hidayah dan taufik yang Allah berikan, 48:33 maka kita sama dengan nol, gitu loh, ya. 48:35 Maka oleh sebab itu saya yakin betul 48:38 hidayah dan taufik itu, masyaallah. 48:40 Karena ada orang yang mengerti tentang 48:42 Islam, tapi memusuhi Islam. 48:46 Ada orang yang menguasai syariat-syariat 48:49 Islam, tapi dia tidak memeluk Islam, 48:51 ada. 48:52 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi 48:54 hidayah dan taufik itu dari Allah, maka 48:57 berbaik-baiklah kita dengan Allah 48:59 subhanahu wa taala. Nah, demikian saya 49:02 kira 49:03 yang [mendengus] dapat saya jelaskan. 49:05 Wallahu a'lam bishawab. 49:09 Wallahu [mendengus] a'lam bishawab. 49:10 Demikian, Pak Amsir. 49:12 Berikutnya pertanyaan ketiga dari Ibu 49:15 Maria, Ustaz. 49:16 Na'am. Mungkin seperti Pak Yudi tadi, 49:18 Ustaz. Ah, iya, iya. Assalamualaikum 49:19 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 49:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:22 wabarakatuh. 49:23 Ustaz, umur saya semakin tua, maaf, tapi 49:28 ibadah saya menjadi rasanya menjadi 49:30 semakin malas 49:31 kayak orang tidak tahu agama saja. 49:34 Waktu saya masih muda 49:36 masih rajin, apabila salat selalu 49:38 membaca satu Alquran, membaca Alquran 49:40 walaupun satu ain. 49:43 Itu sekarang saya 49:45 jadi malas, lebih malas 49:48 membaca Alquran. Itu 49:50 kenapa, Ustaz, penyebabnya? Apakah nanti 49:55 ibadah-ibadah saya yang sudah diterima 49:58 oleh Allah atau tidak yang sudah 50:00 dikerjakan itu Ustadz kalau sekarang 50:02 menjadi semakin malas 50:03 [tertawa] 50:04 demikian Ustadz. Masya Allah la haula 50:05 wala quwwata illa billah. Baik begini. 50:09 [berdehem] 50:10 yakini bahwa semua amal ibadah kita 50:13 diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala 50:15 yakini itu Amin. 50:17 meskipun ada keraguan dalam diri diri 50:20 kita 50:21 aduh 50:22 [mendengus] 50:22 diterima enggak ya ibadah saya 50:25 karena saya semakin tua kok semakin 50:27 malas 50:28 maka oleh sebab itu bagi mereka yang 50:31 seperti penanya 50:33 maka sebaiknya sedang-sedang saja dalam 50:36 beragama 50:38 yang penting istiqomah 50:41 salat tahajud misalnya ah saya dua 50:42 rakaat dua rakaat saja yang penting 50:45 istimrar kontinuitas 50:49 tapi bagi mereka yang bisa 50:50 meningkatkannya lebih banyak lagi 50:53 lakukan 50:54 nah maka oleh sebab itu sekali lagi nah 50:57 kita kadang bukan hanya modal semangat 51:01 tetapi juga apa nama fisik juga 51:03 menentukan nah jika karena persoalan 51:06 fisik yang semakin menua maka bisa jadi 51:10 maaf 51:11 dimaafkan 51:13 [mendengus] 51:14 ya misalnya 51:16 ahli tahajud tiba-tiba sekarang karena 51:18 fisiknya sudah lemah sehingga menjadi 51:21 maaf dan dicatat sebagai ahli tahajud 51:24 kalau sudah terbiasa maka oleh sebab itu 51:26 selagi sehat boleh mengejar kebiasaan 51:29 itu 51:30 sehingga saat uzur ah bisa jadi tetap 51:34 dapat kebaikan kemuliaan transfer 51:36 pahalanya masih tetap berjalan gitu ya 51:38 jadi sekali lagi Anda tetap baik sangka 51:41 kepada Allah ya bahwa bisa jadi segala 51:45 amal ibadah kita diterima oleh Allah 51:48 karena kan kita minta juga sama Allah. 51:50 Ya Allah, kalau salat saya belum 51:52 sempurna, sempurnakan olehmu. 51:56 Kalau salat saya atau ibadah-ibadah saya 51:58 ada cacatnya, 52:00 tambal olehmu ya Allah, karena itu yang 52:03 bisa aku lakukan ya Allah. 52:05 Cuma itu yang bisa aku lakukan. 52:09 Saya tidak bisa lagi meningkatkan 52:11 kebaikan kecuali cuma itu. 52:14 Nah, maka 52:15 apalagi kemudian di doa Al-Baqarah 52:18 terakhir gitu ya. 52:20 [mendengus] 52:20 Rabbana la tu'akhizna in nasina au 52:23 akhta'na. 52:26 Jadi kalaupun salah mohon dimaafkan gitu 52:29 loh, karena kita menyadari betul kita 52:30 ini bukan makhluk sempurna. 52:34 Makanya oleh sebab itu jangan merasa 52:36 kita ahli taat. 52:39 Ingat-ingat bahwa kita ini tempatnya 52:41 salah, kita ini tempatnya lemah. Maka 52:44 ngadu kepada Allah 52:46 [mendengus] 52:47 Cuma ini yang bisa aku lakukan. 52:49 Rukuk pun seperti ini, sujud pun seperti 52:52 ini, jumlah rakaatnya juga seperti ini. 52:56 [mendengus] 52:56 Terima ya Allah meskipun sedikit. 52:59 Terima ya Allah meskipun sederhana, 53:02 begitu. 53:03 Jadi oleh sebab itu sekali lagi Quran 53:06 dan sunah itu aturan normatif. 53:10 [mendengus] 53:11 Tapi ada yang di luar normatif yaitu 53:13 tadi. 53:15 Perasaan-perasaan halus yang bisa 53:17 berkomunikasi harmonis dengan Allah 53:19 subhanahu wa taala, gitu ya, he eh. 53:22 Nah, baik saya kira itu yang dapat saya 53:24 kemukakan. 53:26 Jadi kalaupun Anda uzur karena sepuh, 53:29 karena usia bertambah semua kita juga 53:31 begitu ya. Tetapi paling tidak kalau 53:33 Anda sudah di sudah punya kebiasaan, 53:35 punya adab, punya adab gitu loh, adab 53:39 yang positif, adab yang bagus, maka bisa 53:41 jadi amalan kita, pahala kita mengalir 53:45 terus gitu ya, meskipun kita sudah uzur. 53:49 Demikian wallahu a'lam bishawab. 53:55 Wallahu [mendengus] a'lam bishawab, 53:56 demikian Ibu Maria semoga dapat menjawab 53:58 hmm. 53:59 Baik Ikhwan Akhwat kita akan jeda dulu 54:01 sejenak setelah nada tauke berikut. 54:04 Tetap di Radio Silaturahim dan Rasya TV 54:06 untuk Islam yang satu, terima kasih. 54:12 [musik] 54:37 Alhamdulillahirabbil alamin, terima 54:38 kasih Ikhwan Akhwat masih bersama Radio 54:40 Silaturahim dan Rasya TV untuk Islam 54:42 yang satu. Alhamdulillah kita masih 54:44 berlangsung program tausiyah sore 54:46 bersama Ustadz Ahmad Shaleh dengan tema 54:47 muhasabah pasca bulan Ramadhan. Kita 54:50 lanjutkan diskusi dengan 54:52 dan tanya jawab dengan Ikhwan Akhwat. 54:55 Hmm. 54:56 Eee ada 54:58 Ibu Anggit juga eee assalamualaikum 55:01 warahmatullahi wabarakatuh Ustadz. 55:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:04 wabarakatuh. 55:05 Alhamdulillah kami menyimak tausiyah 55:06 sore Ustadz Ahmad Shaleh, syukron. 55:09 Kemudian Ibu Ani, assalamualaikum 55:12 warahmatullahi wabarakatuh Ustadz. 55:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:15 wabarakatuh. Alhamdulillah Ustadz hadir 55:18 menyimak tausiyah Ustadz. 55:19 Masya Allah barakallah fik. 55:21 Hmm kemudian Ibu Kiswati. 55:25 Nah, kita sekarang lanjutkan pertanyaan 55:28 berikutnya dari Ibu Mariori di Kalibata. 55:32 Assalamualaikum warahmatullahi 55:33 wabarakatuh Ustadz. 55:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:36 wabarakatuh. 55:38 Ustaz, izin bertanya 55:41 tentang salat rawatib qabliyah zuhur, 55:43 Ustaz. Apakah empat rakaat atau dua 55:45 rakaat? Apabila empat rakaat satu salam 55:48 atau dua salamkah, Ustaz? Yang biasanya 55:51 saya kerjakan adalah dua rakaat. Untuk 55:53 melengkapi jumlah menjadi 12 rakaat, 55:56 maka saya kerjakan qabliyah asar yang 55:58 dua rakaat tersebut. Bila qabliyahnya 56:00 empat rakaat 56:02 artinya qasar artinya asar tidak ada 56:05 qabliyah, Ustaz. Mohon penjelasannya, 56:07 Ustaz. 56:07 [tertawa] 56:08 Masyaallah, barakallahu fikum. 56:10 Barakallahu fikum. Naam. Qabliyah zuhur 56:13 itu empat rakaat. 56:16 Empat rakaat boleh dilakukan dua rakaat 56:19 dua rakaat atau boleh dilakukan empat 56:22 rakaat langsung. 56:25 Jika Anda telah melakukan empat rakaat 56:28 qabliyah zuhur 56:31 kalau Anda tadi dua, ya kan? Dua 56:32 qabliyah zuhur, maka Anda melaksanakan 56:34 qabliyah asar dua rakaat. Karena untuk 56:37 menggenapkan 12 rakaat. Masyaallah, 56:39 masyaallah. Ya, itu boleh. 56:42 Tapi ketika Anda sudah melaksanakan 56:44 qabliyah zuhur dua rakaat empat rakaat, 56:46 maka qabliyah asar pun boleh dilakukan. 56:49 Boleh juga. Boleh dilakukan, gitu loh. 56:52 Bahkan Anda 56:53 boleh melakukan lebih dari 12 rakaat. 56:57 Total keseluruhan itu, gitu loh. 57:00 Gitu, ya? Bahkan sekali lagi lebih dari 57:02 12 rakaat. Itu artinya 57:05 [mendengus] 57:05 bahwa kesempatan untuk ibadah kepada 57:08 Allah itu terbuka. Masyaallah. Allah 57:10 tidak akan bosan mencatatnya, gitu loh. 57:13 [tertawa] 57:14 Sampai kita bosan melakukannya, tuh. 57:17 Jadi, artinya salat sunah, meskipun 57:20 sekali lagi, ya, petunjuk Nabi tadi 12 57:23 rakaat. Namun kemudian bukan pembatasan 57:26 12 rakaat itu. 57:28 Ya, bukan pembatasan, tapi itu dorongan, 57:31 motivasi, gitu. Siapa yang melaksanakan 57:34 12 rakaat, maka dia dijamin surga, kan 57:37 begitu. Apa kalau 12 rakaat 57:41 dijamin surga, apalagi lebih dari 12 57:43 rakaat, kan begitu pemahamannya. Nah, 57:46 tapi bagaimana dengan yang kurang dari 57:48 12 rakaat? Ah, itu menarik tuh. 57:52 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi 57:54 tadi maka ada pemahaman. 57:57 Ada ibadah taswiyah, simbolis, ada 58:01 ibadah maknawiyah. 58:03 Lalu ada orang-orang nanti yang fokus ke 58:05 maknawiyah. 58:07 Jadi disembunyikan, bahkan dia tidak 58:09 melakukannya. Bahkan dia lebih suka 58:11 dianggap kafir. 58:13 Dianggap kafir? Iya, karena kan tidak 58:15 terlihat salat-salat ini, sehingga wah, 58:17 kafir dia mah kali, gitu. Nah, dia lebih 58:20 suka diberi nilai itu, tapi di sisi 58:23 Allah dia diridai oleh Allah subhanahu 58:26 wa taala, gitu loh. Nah, nanti ada 58:29 pemahaman seperti itu. Aduh, masa sih 58:31 dia lebih suka dianggap kafir? Iya, 58:34 karena dia tidak terlihat salat 58:35 sunahnya, tidak terlihat saumnya, 58:38 gitu. Ya, misalnya pas saum Ramadan dia 58:40 pergi ke gunung, puasanya di gunung 58:43 sebulan. 58:45 Ah, kemudian kemudian pulang ke 58:47 kampungnya, dia tidak melaksanakan saum 58:49 sunah, tapi tetap di hatinya dia zikir 58:52 terus. 58:53 Bahkan banyak orang-orang semacam itu, 58:55 gitu loh. Para penjaga daerah itu 58:58 orang-orang semacam itu. 59:00 Apa yang dimaksud dengan misalnya 59:01 begini. 59:03 Wah, 59:04 ini 59:06 waliyullah ini penjaga Cibubur. He em. 59:10 Maksudnya penjaga Cibubur. Lah, kan yang 59:11 menjaga Cibubur Allah. Iya, Allah yang 59:14 menjaga Cibubur, tapi maksudnya kenapa 59:16 orang? Karena begini, kan dalil-dalilnya 59:18 bahwa 59:20 bahwa ketaatan, kebaikan itu menolak 59:22 bala. 59:24 Karena dia ahlul khair, ahli taat, maka 59:27 bala 59:29 ditolak yang akan menimpa dirinya. 59:32 Kalau amal salehnya banyak, berarti 59:35 nolak nya lebih banyak lagi. Maka bukan 59:37 hanya dia dan keluarganya yang dia tolak 59:39 balanya, bahkan suci bubur dia tolak 59:42 balanya. 59:44 Gitu, maka kemudian aduh, penjaga ini 59:46 telah meninggal dunia. Nah, tentu kalau 59:48 orang yang tidak paham, bisa jatuh 59:51 kepada syirik. 59:53 Gitu loh, tapi kemudian oh, iya ya, 59:55 maksud aduh, masyaallah. Nah, jadi kita 59:58 merasa kehilangan tameng. Nah, tameng 1:00:01 dari ini, dari itu, dari ini, dari ini. 1:00:03 Kenapa? Karena dia ahlul taat. 1:00:06 Dia tahajudnya, ininya. Makanya kemudian 1:00:08 para waliyullah itu kan, 1:00:10 amalan-amalannya masyaallah 1:00:11 unggul-unggul. 1:00:14 Unggul-unggul dan biasanya misalnya 1:00:16 salat tahajud enggak kelihatan, karena 1:00:18 di saat orang tidur pulas baru dia 1:00:20 salat. Gitu loh. Baca Quran enggak 1:00:22 kelihatan. 1:00:24 Paling ngajar baca Quran sama 1:00:25 santri-santrinya. 1:00:27 Karena baca Qurannya saat orang-orang 1:00:29 sudah lelap. 1:00:30 Gitu. Baca Qurannya saat salat tahajud 1:00:34 baca Qurannya. 1:00:35 Gitu, maka oleh sebab itu, maka kenapa 1:00:38 kita harus selalu berbaik sangka kepada 1:00:40 orang, meskipun kita melihatnya bahwa 1:00:42 bukan ahli taat. 1:00:44 [mendengus] 1:00:44 Ah, jangan-jangan bisa jadi dia ahlul 1:00:46 taat, bahkan lebih taat dibanding kita. 1:00:48 Harus begitu. 1:00:50 Gitu ya. Nah, ini maka oleh sebab itu 1:00:52 saya kira 1:00:54 ee apa namanya, ee persoalan-persoalan 1:00:59 yang ditanyakan itu semua harus 1:01:02 mengantarkan kita kepada ee hasil 1:01:05 muhasabah yang semakin memperbaiki diri. 1:01:08 Gitu ya, memperbaiki diri. Karena ee 1:01:10 sekali lagi berat sekali sesungguhnya 1:01:13 ya. Maka kemudian [mendengus] 1:01:15 kalimat la haula wala quwwata 1:01:18 illabillahil aliyil adzim itu dihayati 1:01:21 betul. 1:01:22 Bahkan boleh dijadikan zikir sekalian la 1:01:25 haula wala quwata illa billahil aliyil 1:01:28 azim. Sampai menghujam ke dalam dada. 1:01:31 Nah, maka oleh sebab itu saya katakan 1:01:33 zikir apa saja boleh diambil. 1:01:36 Apalagi [mendengus] dengan penghayatan, 1:01:37 dengan pemahaman gitu ya. Demikian saya 1:01:40 kira yang dapat saya jelaskan. Wallahu 1:01:43 a'lam bishawab. 1:01:46 Wallahu [mendengus] a'lam bishawab. 1:01:47 Demikian Ibu Mariori, semoga dapat 1:01:50 menjawab 1:01:51 pertanyaan terakhir insya Allah dari Ibu 1:01:55 Aminah. Assalamualaikum warahmatullahi 1:01:57 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 1:01:59 warahmatullahi wabarakatuh. Izin 1:02:01 bertanya, Ustaz. 1:02:03 Tentang salat witir sebelum setelah 1:02:06 salat Isya sebelum tidur, Ustaz. Boleh 1:02:08 atau tidak, Ustaz? Jazakumullah khairan 1:02:09 katsiran. Nah, masya Allah. Jadi, Anda 1:02:12 boleh milih. 1:02:14 Ya, jadi sebetulnya salat witir bada 1:02:16 Isya boleh, silakan. Ya. Kemudian, ah 1:02:20 saya mah salat witirnya bangun tidur 1:02:22 nanti boleh, silakan gitu loh. Jadi, 1:02:25 tidak ada kepastian karena Nabi 1:02:27 memberikan peluang kepada dua waktu itu. 1:02:30 Ya. Kepada satu sahabat disarankan bada 1:02:33 Isya witirnya karena dia mengkaji 1:02:37 syariat, mengkaji hadis sehingga 1:02:40 tidurnya malam. Nah, kalau tidur malam 1:02:43 bisa jadi ke apa bangunnya kesiangan. 1:02:46 Maka dia disarankan witir sebelum tidur. 1:02:49 Adapun sahabat lain dianjurkan witirnya 1:02:53 bangun tidur sebelum waktu subuh gitu 1:02:56 loh. Jadi, silakan Anda pilih mana yang 1:02:58 nyaman buat Anda, lakukan. Ya. Misalnya 1:03:02 sebelum tidur witir. 1:03:05 Atau misalnya, ah saya mah nanti insya 1:03:06 Allah mau niat tahajud dulu baru witir. 1:03:08 Ya, silakan. Jadi, eh apa namanya bisa 1:03:12 dipilih karena dua-duanya ada 1:03:15 eh [mendengus] 1:03:16 arahan dari Rasulullah Shallallahu 1:03:18 Alaihi Wasallam. Demikian saya kira yang 1:03:20 dapat saya 1:03:22 kemukakan. Wallahu A'lam Bishawab. 1:03:27 Wallahu A'lam Bishawab. Demikian Ibu 1:03:29 Aminah, semoga dapat menjawab. 1:03:31 Alhamdulillahirobbil Alamin Ikhwan dan 1:03:33 Akhwat, baik kita sudah di 1:03:36 penghujung acara. Ustad, apa 1:03:39 penutup untuk tausiyah sore ini, Ustad? 1:03:41 Nah, jadi muhasabah ini dilakukan 1:03:45 untuk menemukan kekurangan-kekurangan 1:03:47 atau penyimpangan-penyimpangan. 1:03:50 Setelah ditemukan kekurangan dan 1:03:52 penyimpangan, hendaknya diperbaiki 1:03:55 agar dalam tanda petik perusahaan kita 1:03:58 tetap eksis. Perusahaan. Nah, karena 1:04:01 kalau tidak diperbaiki, 1:04:03 tidak ditambal, maka bisa jadi cepat 1:04:07 atau lambat perusahaan kita akan 1:04:08 bangkrut. Maka oleh sebab itu, keimanan 1:04:12 juga harus perlu evaluasi. 1:04:14 Setelah ditemukan kekurangan dan 1:04:16 penyimpangan, cepat diperbaiki supaya 1:04:19 keimanan kita tetap terjaga. 1:04:22 Demikian [berdehem] saya kira yang dapat 1:04:24 saya simpulkan. Wasshallallahu ala 1:04:27 Nabiyyina Muhammadin 1:04:28 walhamdulillahirobbil 1:04:30 alamin. Wassalamualaikum 1:04:33 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:37 wabarakatuh. 1:04:38 Alhamdulillahirobbil Alamin. 1:04:39 Jazakumullah Khairan Katsiran, Ustad. Wa 1:04:41 iyyakum. Jazakumullah Khairan. Terima 1:04:42 kasih Ikhwan dan Akhwat sudah setia 1:04:43 mendengarkan tausiyah sore bersama Ustad 1:04:46 Ahmad Shaleh dari sampai akhir. Kami 1:04:48 ucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran. 1:04:51 Terima kasih sudah bertanya. 1:04:53 Baik, saya Fauzi Ridwanul Haq mohon 1:04:55 undur diri. Masih ada waktu untuk 1:04:58 menjelang Maghrib untuk bermunajat 1:04:59 kepada Allah, memperbanyak doa yang tadi 1:05:01 sudah diajarkan oleh Ustad Ahmad Shaleh. 1:05:04 Saya Fauzi Ridwan mohon undur diri. 1:05:06 Subhanakallahumma Wabihamdika Ashadu 1:05:07 Alla Ilaha Illa Anta Astagfiruka Wa 1:05:10 Atubu Ilaih. Assalamualaikum 1:05:11 Warahmatullahi wabarakatuh.