Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala
- alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma
- allahumfani bima alamtani waimni ma
- yangfani warzuqni ilman yangfa.
- Dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur
- Bekasi. Radio silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Apa kabar Anda di pagi hari ini menuju
- siang, hari Selasa kita sudah memasuki
- hari yang ke-22 di bulan Juli
- 2025. Senang sekali di kesempatan kali
- ini saya Angga Aminudin ditemani oleh
- Algi di meja operator. Ada juga Ondi di
- kameramen Ihwan Ahwat kami hadir dalam
- kajian ekonomi Islam edisi hari Selasa.
- Dan alhamdulillah narasumber kita, guru
- kita sudah hadir di studio dari Dewan
- Syariah Nasional Majelis Ulama
- Indonesia, Ustaz Ihwan Basri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana kabarnya, Pak Ustaz?
- Alhamdulillah
- sehat, Ustaz.
- Sehat walafiat.
- Sarapan apa pagi ini, Pak Ustaz?
- [tertawa]
- Sarapan rebusan.
- Rebusan. Alhamdulillah nih, Ustaz sehat
- walafiat dapat kembali menyapa ikhwan
- dan akhwat. Kita siaran live. Kajian
- ekonomi Islam ini di edisi kali ini
- mengangkat topik mengenai haruskah
- kapitalisme dimusuhi, teropong ekonomi
- Islam. Ee seperti biasa kita melihat
- bagaimana sebenarnya ee fenomena atau
- juga potret di masyarakat kaitannya
- dengan ekonomi Islam ketika mengat isu
- kapitalisme.
- Saya beberapa saat ini, beberapa saat
- yang lalu nih, Pak Ustaz ya, ketika
- meriset dulu ini topik kita dapat
- tulisan bahkan di postingnya ini baru
- beberapa hari yang lalu nih di Kumparan
- tulisan judulnya ee cukup menarik gitu
- ya. Indonesia Emas beban generasi muda
- dalam cengkraman kapitalisme. Di tulisan
- ini dia memotret ketika generasi saat
- ini Pak Ustaz tidak menyadari penjajahan
- gaya baru kapitalisme berbalut
- teknologi. Ini saya belum baca sampai
- selesai nih, tapi dikemukakan gitu di
- masalah ini adalah ee ketika kapitalisme
- itu
- berefek pada ketimpangan yang sekarang
- itu makin tinggi khususnya di Indonesia
- gitu. Dan kapitalisme ini menjadi hal
- yang kalau menurut tulisan ini harus
- diwaspadai khususnya oleh generasi muda.
- Kalau saya melihat dari topik yang akan
- kita bahas ini juga sebenarnya bukan
- generasi muda aja, semua kalangan gitu
- ya, bahkan di berbagai tempat. Salah
- satunya mungkin di jemah masjid, di
- tempat-tempat pengajian gitu ya. Ketika
- sudah mendengarkan kata kapitalisme, wah
- hati-hati nih, gitu. [tertawa]
- Hati-hati nih bagaimana nih. Nah, kita
- kan juga ingin lebih paham gitu ya, Pak
- Ustaz. ada eh potretnya sekarang melihat
- Rusia, Cina yang tadinya sosialis kok eh
- praktiknya kapitalis sekali gitu ya.
- Lalu juga negara-negara kapitalis juga
- sekarang itu seperti apa cengkramannya?
- Apakah sama seperti zaman dahulu? Apakah
- dengan teknologi ini makin kuat gitu?
- Lalu bagaimana ekonomi Islam bisa
- meneropongnya? Nah, Anda juga ikhwan
- akhwat bisa bergabung bersama Akemisah.
- Silakan sampaikan pertanyaan ataupun
- komentarnya ke nomor WhatsApp Rasil di
- 0811999720.
- Pak Ustaz, kita memulai kajian kita
- sebenarnya kenapa dan bagaimana
- kapitalisme itu menyengkram perekonomian
- kita. Monggo, Pak Ustaz.
- Terima kasih, Mas. [berdehem]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Para
- pemirsa Resil TV dan para pendengar
- radio Silaturahim yang berbahagia.
- Alhamdulillah wasyukrulillah
- wasalatu wasalamu ala rasulillah
- nabiyina Muhammad wa ala ali washabihi w
- amma ba'du. Ini apa namanya?
- seperti ada kekhawatiran ya atau
- kekhawir ketakutan dan bahkan kebencian
- dari yang disampaikan oleh Mas Angga
- tadi ya dari berbagai
- pertemuan atau jemaah atau istilahnya
- liqa lah pertemuan untuk menggagas
- ekonomi,
- pertemuan untuk menggagas
- menggerakkan ee ekonomi rakyat. terutama
- adalah yang ultra mikro, super mikro
- yang paling kecil karena kebanyakan umat
- Islam ada di sana.
- Nah, ini banyak kita cerita banyak
- pertemuan-pertemuan itu yang membahas
- tentang umumnya itu adalah
- keburukan daripada kapitalisme.
- Ya, di mata orang-orang ini, masyarakat
- paling bawah ini mereka enggak belajar
- ekonomi secara formal, tapi mereka
- merasakan betapa menjadi orang
- dua menjadi orang yang lemah, orang yang
- punya usaha super kecil, super miknya
- itu sangat sulit ya. Tapi ada
- tangan-tangan atau istilahnya itu gurita
- dari tangan-tangan konglomerat atau
- kapitalis
- ini dengan mudah
- memberikan
- modal yang ujung-ujungnya mereka itu
- rasakan adalah
- ya kalau saya bekerja untungnya juga
- mereka juga ini seperti itu. Jadi ee
- bukan sekali dua kali, banyak kali di
- berbagai tempat kita mendapatkan
- keluhan.
- Kemudian bagaimana mereka ingin
- mendapatkan pencerahan? Apakah yang
- mereka selama ini ee lakukan itu benar?
- Dalam pengertian benar sesuai dengan
- filosofi pembangunan ekonomi nasional
- atau benar secara syariah atau benar
- dalam arti kata untuk masyarakat
- keluarga mereka sendiri. Ya, karena yang
- paling mereka rasakan adalah
- bahwa usaha mereka itu apapun usahanya
- yang sudah super mikro itu tetap yang
- mereka inginkan adalah halal. Ya, itu
- nomor satu.
- Jika kemudian ini mereka tidak
- merasakan bahwa ini halal dalam
- pengertian mereka ya, bukan pengertian
- kita, maka mereka jadi tidak tenang
- karena untuk apa kita berusaha tapi
- hasilnya itu tidak halal. Ya, itu oleh
- karena itu maka ee ini perlu penjelasan
- ya. Jadi ada semacam ketakutan, ada
- semacam
- kekhawatiran, juga ada semacam kebencian
- terhadap praktik kapitalisme
- di mana-mana termasuk di kita. Apalagi
- kalau misalkan ada mahasiswa yang memang
- dia berasal background-nya itu ekonomi
- dan belajar tentang kapitalisme
- dan melihat bagaimana praktik
- kapitalisme dari zaman dulu sampai
- sekarang termasuk ya bentuknya adalah
- kolonialisme klasik atau kolonialisme
- modern yang menggunakan baju-baju yang
- sangat menarik sehingga seperti yang
- dikatakan Masangga tadi itu tidak tidak
- terasa bahwa itu jumur kapitalis dalam
- bentuk baju yang baru yang intinya
- adalah menghisap daripada sumber daya
- yang kita miliki untuk kepentingan
- mereka sehingga kita yang seharusnya
- memiliki sumber daya itu tidak berdaya
- bekerja sama dengan mereka. Nah, ini
- yang penting sekali ya. Jadi
- berkali-kali kita itu diskusi, bukan
- diskusi sebetulnya hanya mendengar
- curhatan gitu aja. seperti kita ngobrol
- di warung kopi ya, apa aja yang berlaku
- di sini politik dan lain sebagainya akan
- diomongkan di warung kopi. Ya, begitu
- juga apa yang berlaku di sini dalam hal
- yang dirasakan oleh mereka tentang usaha
- yang ultra mikro itu, tetapi
- ujung-ujungnya kita berhadapan dengan
- konglomerat yang jaringan guritanya
- sudah masuk ke RTRW kita ya. sebelah
- kita ini ada ya sebelah kita ya di RT
- juga di RW di perumahan juga masuk semua
- sudahud ada tulisannya ada usahanya
- kepanjangan tangan dari mereka bukan
- dalam bentuk kayak model Indomaret atau
- Alfamart [berdehem] yang lebih kecil
- lagi yang yang gurem lah itu
- sudahudah dimasuki mereka ya jadi yang
- dirasakan oleh mereka adalah bagaimana
- ini konglomerat ee atau kapitalis begitu
- besar dan begitu menggejala, menggurita
- ke seluruh sendi-sendi kehidupan
- dan
- itu bekerja sama dengan orang-orang yang
- duafa. Tapi mereka orang-orang yang
- bekerja sama ini kalau ditanya ya
- ujung-ujungnya yang untung mereka juga.
- Maka dari itu dalam berbagai kesempatan
- ada pertanyaan yang muncul dari
- lqok-liqok itu, dari pertemuan pertemuan
- itu. Misalkan tadi bagaimana
- konglomerasi ini kok sampai ke ke begitu
- begitu besar, begitu menggejala, begitu
- menggurita sampai ke RT RW hampir
- seluruh Indonesia. Mungkin bukan hampir,
- sudah seluruh Indonesia lah. Kalau
- seperti ini bagaimana? Apakah Indonesia
- ini tidak dikangkangi gitu ya, tidak
- didominasi oleh kapitalis konglomerat
- yang sebetulnya
- mementingkan kepentingan mereka sendiri.
- Nah, ini yang mereka ee rasakan begitu.
- Oleh karena itu
- ada permintaan atau semacam saran agar
- supaya diberikan penjelasan tentang
- bagaimana ini. Nah, para peserta, para
- pendengar di silaturahim dan para
- pemirsa Rasul TV yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Nah, di sini ini
- sebetulnya masih ada kaitan atau
- keterkaitan dengan kajian-kajian kita
- sebelumnya. bahwa seperti yang dikatakan
- oleh Undang-Undang Dasar kita, negara
- Indonesia itu perekonominya didasarkan
- atas asas gotongroyong
- dan seluruh sumber daya yang ada di
- negeri kita ini, mau air, mau tanah, mau
- air, mau udara, mau gunung, mau sungai
- dan lain sebagainya itu dimanfaatkan
- sebesar-besarnya untuk kepentingan
- nasional, kepentingan masyarakat untuk
- memenuhi hajat rakyat Indonesia itu
- sendiri. Tapi teks daripada
- Undang-Undang Dasar ini kalau kita lihat
- dalam pelaksanaan di lapangan itu
- bagaikan
- assama
- wal ard langit dan bumi.
- Sekarang apa sumber daya alam yang tidak
- dikuasai oleh kapitalis?
- Air saja itu yang kita minum sehari-hari
- itu harus dibeli,
- harus kita beli.
- Yang waktu kita tahun 50 tahun yang lalu
- waktu masih kita k enggak kebayang bahwa
- kita beli air
- kita air itu yang ngambil sendiri ya
- waktu tahun 0, 71, 75 bahkan mungkin
- awal-an
- ya di kampung-kampung orang dengan mudah
- mengambil air enggak ada masalah mau
- minum sepuas-puasnya enggak ada masalah.
- sekarang untuk minum bahkan untuk mandi
- sekarang itu beli
- ya. Dan siapakah yang punya
- perusahaan yang menghasilkan air yang
- kemudian kita beli airnya itu kita sudah
- tahu ya tidak ada satuun itu negara ya.
- Merek-merek air botol itu enggak ada
- yang dimiliki oleh negara itu ya
- dimiliki oleh kapitalis ya. Nah, ini
- semuanya menyedihkan terutama mahasiswa
- yang belajar apa itu
- ekonomi, studi bangun, studi pembangunan
- ya. Kemudian bicara tentang ee dampak
- daripada kapitalisme yang dikatakan pada
- umumnya oleh para ekonom membelah
- masyarakat akan menjadi dua. The have
- and have not. Ya, akan membela
- masyarakat jadi sedikit sekali yang kaya
- yang banyak sekali pujibun merata-rata
- di mana-mana ada itu miskin semuanya.
- The have not ya. Dan the have not ini
- mengabdi kepada orang-orang kayak itu.
- Bahkan dengan adanya
- apa namanya
- pengetahuan atau teknologi komputer
- informasi sekarang
- digambarkan oleh para ee ekonom atau
- pengamat bahwa
- kedudukan kerja sama antara the have not
- dengan the have itu bukan dalam bentuk
- pantaran. N bukan kesetaraan.
- Tetapi seperti pada abad ke-15, abad
- ke-16 mungkin sebelumnya itu feudalisme
- ya. Sangat kuat dominasi
- orang kaya ini sedemikian rupa. Sehingga
- yang non kaya itu ibarat budak kepada
- orang kaya pada zaman yang sudah begini
- majunya ya. Sangat bergantung kepada
- mereka ya. Nah, ini kalau kita kaji dari
- sisi itu benar-benar apa? Powerful. e
- dominan sekali yang theev ini yang
- kapitalis konglomerat ini.
- Nah, yang menjadi masalah yang
- dikeluarkan oleh para jemah tadi itu ya
- bagaimana kita menghadapi apakah harus
- kita musuhi kolomerat itu? Apakah harus
- kita ajak kerja sama ya? Apa atau
- bagaimana? Nah, itu kalau kita mengajak
- kerja sama itu rasanya tidak mungkin.
- Wong kita ini seperti enggak diperlukan
- oleh mereka.
- Iya.
- Iya. Mereka punya segala-galanya.
- Bagaimana kita akan bekerja sama dengan
- pihak yang punya segala-galanya
- sementara kita enggak punya apa-apa
- selain daripada diri kita sendiri. Ya.
- Nah, kalau kita kerja sama itu
- kesetaraan. Tapi kalau seperti ini itu
- sulit untuk dijadikan kesadaraan ya.
- Karena apa yang diinginkan oleh
- konglomerat itu, oleh kapitalis yang
- super kaya ini akan mudah
- direalisasikan.
- Walaupun itu mungkin melanggar
- undang-undang tata ruang dan lain
- sebagainya enggak masalah. Karena semua
- bisa dilakukan dengan duit ya. Pejabat
- bisa disogok, politisi bisa disogok,
- anggota DPR bisa disogok, Gubernur bisa,
- Menteri juga bisa, presiden juga bisa
- gitu ya. He.
- Jadi akhirnya apa yang menjadi visi
- suatu kelompok konglomerat terhadap
- masyarakat, maka itu bisa direalisasikan
- walaupun zirnya bertentangan dengan
- mayoritas
- orang miskin. Iya.
- ya itu. Nah, di sini penting sekali kita
- memberikan pencerahan
- seperti yang dikatakan sebelumnya itu
- bahwa liqok-liqok ini,
- pertemuan-pertemuan yang spesifik
- pembahas ekonomi politik di negeri kita
- ini
- mengkritisi dari sudut ee sudut apa
- keburukan.
- I
- negatifnya ee tidak melihat positifnya
- ya. Ada positifnya. Apakah ada
- positifnya? sampai mereka bilang begitu,
- apakah memang ada positifnya
- kapitalisme?
- Jadi yang nampak itu keburukannya atau
- sisi negatif daripada sistem ekonomi
- kapitalis ini. Karena itu maka dalam hal
- ini adalah tidak adil apabila kita itu
- hanya melihat dari sisi yang buruk.
- Sementara yang kita anggap buruk itu
- sudah dominan terhadap kehidupan kita.
- Nah, kita kalau mikir seperti itu dan
- ingin mengubah keadaan mungkin kita
- menjadi stres ya. Enggak mungkin ya. Ya.
- Jadi karena itu maka terlalu kuat untuk
- kita melakukan kerja sama dengan mereka
- ya, mengajak mereka bekerja sama ya. Itu
- itu mustahil
- ya. Mustahil. Karena apa? Karena dalam
- kerja sama itu kemitraan itu ada
- kesetaraan.
- Nah, kesaraan ini tidak dimungkinkan
- karena yang satu super kuat, super
- dominan, yang lain ini lemah
- segala-galanya. Ya, yang tidak lemah
- bagi mereka apabila yang miskin ini
- banyak jumlahnya dan bisa menekan
- itu sehingga mungkin akan adalah
- istilahnya daya tawar bargaining power
- untuk melakukan kerja sama. Tapi bila
- tidak ada maka harus ada keberpihaan
- dari negara terhadap kondisi ini. Nah,
- yang masalah jika negara pun sudah
- dikangkangi oleh kapitalisme konglomerat
- susah jadinya. Dan itulah yang terjadi
- di mana-mana termasuk di negeri kita ini
- ya. Sebut contoh banyak contoh yang ada
- di apa namanya
- kasus-kasus pantai, kasus-kasus
- yang kemarin itu ya
- apa itu dia yang di PIK 2 PIK 2 itu ya.
- Iya. itu juga itu kan sebetulnya
- representasi daripada
- kekuasaan kapitalis terhadap negara.
- He
- ya. Para menteri saling berbeda
- pendapat. Intinya adalah tidak berkuasa
- menghadapi kapitalisme.
- Pin plan ya. Jadi karena mereka plin
- plan itu karena mencermkan mereka tidak
- berani walaupun sebelum jadi menteri ee
- macam-macam omongannya.
- Iya. Begitu berhadapan dengan siapa yang
- dihadapi? Ee enggak jadi
- bukan maju tak gentar, mundur tak
- gentar.
- Mundur tak gentar. [tertawa]
- Ya, banyak seperti ya.
- Jadi
- ee ini luar biasa. Tapi seperti yang itu
- tuh kan skalanya besar ya. Yang kita
- ceritakan yang skala ecek-ecek itu loh,
- yang skalanya kecil banget.
- Iya. yang sekelnya skala RT
- itu sudah ada
- ke sana mereka sudah masuk ke situ. Nah,
- bila ini di di apa namanya? dibicarakan
- dalam bentuk diskusi ilmiah misalnya,
- wah itu akan menghasilkan apa namanya mm
- kekhawatiran,
- ketakutan, ketidakberdayaan menghadapi
- konglomerasi kapitalis modern ya. Dan
- mereka ini adalah kelompok-kelompok yang
- bergandeng tangan di seluruh dunia.
- Bisa jadi kapitalis yang ada di
- Indonesia itu ada kepanjangan tangan
- dari luar negeri.
- Ada juga kuitalis yang tumbuh di sini
- banyak ya orang-orang kaya di Indonesia
- top ya. Ada di antara 100 orang terkaya
- di dunia Indonesia masuk beberapa di
- antaranya tapi itu tumbuh dari sini. Ada
- juga yang kepanjangan tangan, ada yang
- dibesarkan juga oleh
- luar negeri dan lain sebagainya.
- Ada juga caranya dengan melanggar
- undang-undang, ada caranya dengan
- mencuri, ada caranya dengan khianat dan
- lain sebagainya. Ya, bermacam-macam cara
- untuk mendapatkan itu. Tapi yang jelas
- adalah ee situasi dominasi daripada
- kapitalis konglomerat ini kalau menurut
- saya sendiri itu sudah ee kritis ya.
- sudah sangat kritis karena boleh
- dikatakan bahwa penduduk Indonesia ini
- memenuhi hajatnya ini dipenuhi oleh
- orang-orang kapitalis apa saja mulai
- dari tepung
- semua
- iya tepung itu kita ambil dari luar
- negeri 100% dan siapa yang bermain di
- situ yang membikin roti siapa yang bikin
- semuanya orang gede-gede.
- Nah, tinggal beras yang itu milik apa?
- petani-petani kita. Kemudian Bulok,
- pemerintah lewat Bulok mencoba untuk ya
- sebetulnya bermain di situ dengan tujuan
- supaya harga beras terjangkau, tidak
- mahal dan bisa dijual kepada semua
- masyarakat Indonesia. Ini pun masih ada
- tangan-tangan yang
- ya istilahnya yang caw-cawe di situ yang
- tidak kelihatan.
- Tapi kata Pak [berdehem] Menteri gak
- tahu itu siapa yang bermain di situ.
- Iya.
- Nah, luar biasa. Bagaimana nanti kalau
- umpamanya ee negara harus suasembada
- gandum misalnya, suasembada
- macam-macamlah segala yang dibutuhkan
- oleh kita ini. Suasembada itu pasti
- mereka tidak tanggal tidak tinggal diam
- ya.
- sudah dikuasai tanah dan batu ya batu
- batu bara ya kemudian minyak ya seperti
- ini itu hal-hal yang gede sekali tetapi
- yang kecil-kecil yang kita perhatikan
- tadi ya itu yang menjadi kekhawatiran
- jemaah kita ini itu karena juga yang
- menjadi ee yang nampak di mata mereka
- itu sisi sisi negatifnya enggak melihat
- sisi positifnya maka nanti dalam kajian
- ini kan kita akan bicara juga dari sisi
- positifnya termasuk bagaimana
- kita akan bermitra dengan apakah mungkin
- dan bisakah secara ekonomi Islam seperti
- itu. Masalah
- kalau secara tadi yang besar-besarnya
- kita lihat bagaimana menyikapi Pak Ustaz
- bahkan gitu ya usaha yang super kecil
- tapi itu jadi jaringan konglomerat nih
- Pak Ustaz.
- Iya.
- Dan akhirnya yang untung ya pasti
- pemodal juga gitu.
- Iya. Kalau merat itu juga jadi kita ini
- ya masih seperti menjadi buruh aja gitu.
- Ini bagaimana ini Pak Ustaz menyikapi
- hal ini? lah. Itu dia yang dianggap dari
- sisi keburukan ya, bahwa jaringan gudita
- konglomerat itu sesudah mereka ini
- menguasai katakanlah
- industri tertentu misalnya industri
- rokok misalnya
- kemudian industri elektronik apa dia
- mereka keta atau KPTS ini menguasai
- industri mereka mereka mantap dan mereka
- tenang dalam posisi di industri itu.
- Sesudah itu mereka akan berpikir
- bagaimana
- guritanya akan dikembangkan.
- He.
- Nah, yang digembor-gemborkan pemerintah
- termasuk yang dibangga-banggakan
- oleh pemerintah adalah kekuatan
- UMKM Indonesia.
- Hm.
- Bisa dilihat dari peristiwa krisis tahun
- 1959 2000
- hancur lebur kita.
- industri hancur semuanya, PDB turun
- drastis menjadi minus 13%.
- Lalu kemudian
- dilihat bahwa sisi UMKM ini penumpang
- ekonomi kita.
- He.
- Dan paling tangguh. Nah, akhirnya apa?
- yang punya modal juga akhirnya melihat
- sisi ini
- ya. Ternyata itu bagus sekali sektor itu
- caplok aja
- kan mereka punya modal itu.
- He.
- Nah, mereka membuat ee jaringan-jaringan
- yang mikro ke seluruh Indonesia tapi
- tujuannya adalah untuk tetap mendominasi
- perekonomian. He.
- Nah, nah mereka dengan gampang masuk ke
- situ karena mayoritas ini miskin.
- Orang yang tidak punya modal tapi ingin
- berusaha dikasih R juta pada saat itu ya
- senang.
- He.
- Walaupun bukan dikasih tetap
- dikembalikan tapi mereka diberikan
- jaminan macam-macam gitu loh.
- Gitu ya. Kayak misalkan saya itu tukang
- ojek ojek apa itu? Ojek pangkalan
- kan. saya ee mendapat ee pendapatan itu
- tergantung daripada saya dapat
- penumpang. H
- itu saya sendiri berusaha ee makanya
- saya tinggal di dekat terminal bis di
- pangkalan mobil angkot dan lain
- sebagainya di situ karena di situlah
- letak penumpang. Tapi bagaimana kalau
- kita buat jaringan secara online di mana
- tukang ojek itu punya HP kemudian dia
- kita berikan jaringan.
- Heeh. di mana itu nanti akan bagi hasil
- ya. segala satu penumpang dapat, yang
- punya jaringan itu dapat yang ojek pun
- ojek driver pun dapat
- tapi yang dibuat adalah persyaratan
- sedemikian sehingga
- yang untung itu tetap yang punya modal,
- yang punya jaringan itu.
- He. Nah, yang drivernya ya kan masih
- ngongso, masih enggak rela. Makanya
- demokan di mana-mana terjadi karena
- dilihat ini sebagai tidak adilan itu
- dari mereka menggunakan teknologi yang
- mereka bisa buat apalagi yang lain-lain
- ya. Jadi kalau dilihat seperti ini boleh
- dikatakan itu sudah luar biasa. Nah,
- sekarang menjadi masalah adalah ee
- bagaimana apakah tidak apakah ee
- pertanyaan adalah apakah hal itu
- menguntungkan kedua belah pihak sehingga
- ini bisa dikatakan kerja sama kemitraan
- ya.
- Nah, di sini akan harus dibuat konsep
- sedemikian rupa sehingga apa namanya
- kedua bela itu saling menang win-win
- solution.
- Tapi enggak pernah terjadi
- ya.
- Enggak pernah terjadi.
- Iya. Pernah terjadi.
- Berarti hanya penceteran aja.
- Heeh. Mereka itu menjadi budak jadinya.
- Nah, ada aplikasi yang bagus yang dari
- Muhammadiyah itu yang kebalikan daripada
- sekarang. He.
- Yaitu drivernya lebih tinggi dapatnya.
- Iya. Malah kan dibuat gratis itu.
- Iya.
- Iya. Ini kalau bisa mengimbangi seperti
- itu sangat bagus ya. Karena perjanjian
- ini sebetulnya enggak diatur ya. Masalah
- adil atau tidak adil ini kalau kita
- kembalikan kepada undang-undang
- ujung-ujungnya itu akhirnya
- tidak terima kita. Tapi terpaksa mereka
- ikut gitu ya. Ke dalam Islam itu ada
- syirkah. Di dalam ekonomi Islam ada
- syirkah.
- Koperasi.
- Syirkah ini kemitraan.
- Kemitraan. antara dua orang atau lebih
- untuk melakukan usaha bersama.
- Tapi
- and condition ini disepakati di antara
- mereka. Jadi harus semuanya semuanya
- harus rela
- semua harus rida dan itu didiskusikan
- sampai benar-benar
- kesemua peserta ini rela. Kalau rela
- berarti mereka konsekuen ya tanggung
- jawab. Nah, kalau yang ini enggak
- dipaksakan karena ee apa namanya?
- Apa yang apa perjanjian itu ditawarkan
- kepada mereka tanpa mereka punya hak
- untuk
- memberikan saran atau menguat
- perjanjian.
- Lah kalau kemitraan dalam Islam itu
- enggak bisa begitu ya.
- Jadi harus dilakukan bersama-sama sampai
- rida
- illa tijaratan anar minkum kecuali
- dengan tijaroh ya usaha bersama
- perdagangan yang saling rida ya taradin
- itu saling rida di antara kedua belah
- pihak atau di antara seluruh mitra itu
- prinsip utama dalam muamalah
- muamalah
- jika tidak rida maka enggak bisa
- diselenggarakan
- ya di mana letaknya tidak rida di sini
- Pak poin ini poin ini.
- kami enggak setuju lah. Dibicarakan lagi
- sampai poin-poin itu disepakati bersama.
- He.
- Nah, itu barulah kemitraan itu sesuai
- dengan syariah ya. jika itu disodorkan
- kemudian dia hanya mau tanda tangan
- terus tanpa bisa mengubah poin-poin ya
- itu namanya bukan bukan kemitraan ya itu
- i
- nah yang terjadi seperti ini masa
- itu sebabnya maka sulit untuk
- apa namanya mengubah atau apa namanya
- menyeimbangkan
- sebetulnya isi perjanjian itu enggak
- seimbang zalim ya
- berat sebelah ya itu
- dan juga bisa dikatakan tidak ada
- kapitalis
- atau konglomerat yang benar-benar ingin
- membesarkan usaha yang kecil tadi UMKM
- gitu
- ya. Kalau di hitam di atas kertas atau
- pencitraan bisa. Woh ini
- grup ini grup ini ingin membesarkan
- apa namanya ee UMKM.
- Iya.
- Tidak mementingkan dirinya sama sekali.
- Ya, kalau dalam penceteran bisa jadi
- mereka bilang begitu ya,
- tapi apa ya iya gitu apa benar ya
- Heeh.
- ee mereka itu benar-benar tulus dalam
- hal ini sehingga mereka apa namanya
- punya visi bahwa kepentingannya hanyalah
- membesarkan ee UMKM tanpa memikirkan
- dirinya sendiri. Ya,
- yang bisa seperti itu harusnya negara
- ya, harusnya negara. negara harus netral
- dalam hal ini dan fungsinya adalah untuk
- apa namanya menjaga ya pertumbuhan
- ekonomi dan semua kemakmuran bisa
- dirasakan oleh semua orang. He he.
- Meskipun negara tidak semuanya berhasil
- apalagi individu ya e lebih tidak
- berhasil lagi ya. Jadi ya mungkin saja
- kalau menurut saya adalah orang-orang
- seperti itu ya orang-orang yang yang
- berusaha
- bisnis
- untuk mencari kekayaan tapi kekayaan itu
- hanya untuk masyarakat. Ee
- seperti ini apa ada ya? Saya enggak tahu
- apa ada apa enggak. Tapi kalau dalam hal
- misalnya pencintraan atau membikin visi
- dalam perusahaan
- atau orang yang sudah sudah ya
- kekayaannya sudah luar biasa, maka ee
- mungkin saja seperti itu. Tapi kita
- enggak ada contoh masalahnya
- sampai dengan hari ini.
- Tidak ada contoh di Amerika, tidak ada
- contoh di mana-mana. yang ada itu justru
- adalah bahwa suatu perusahaan itu kalau
- tidak tumbuh ya perusahaan ini dianggap
- tidak tidak bagus.
- Kalau sesuatu atau perusahaan itu tumbuh
- maka baru dianggap dia bagus. Kalau
- keuntungannya turun akan menjadi ee apa
- namanya bahan ojekan ejekan daripada
- orang lain atau pengamat yang berakhir
- pada penurunan sahamnya. Kalau dia sudah
- IPO
- sudah listed di bursa. Jadi seperti itu
- sekarang. Nah, kalau filosofi ini enggak
- berubah, enggak dirubah ya enggak
- mungkin ada yang benar-benar tulus ya.
- Tidak bisa. Artinya apa? Artinya orang
- yang kaya, konglomerat atau kapitalis
- yang ee dalam bekerja membangun
- perusahaannya tujuannya untuk
- kesejahteraan masyarakat semuanya.
- Kesejahteraan semuanya seperti itu ya.
- Enggak mungkin ya.
- Enggak mungkin ya. Ya mungkin karena
- self interest kepentingan pribadinya
- akan tetap dominan.
- He.
- Nah, itu Masangga self interest
- kepentingan pribadi sebenarnya itu akar
- kapitalis.
- Iya. Itu yang didewa-dewakan.
- Yang didewa-dewakan.
- Nah, terus bagaimana Pak Ustaz? Kita
- melihat nih ekonomi Islam gitu ya. Tadi
- kan disinggung mengenai kerja sama
- kemitraan dengan kapitalis atau
- konglomerat. Apakah dimungkinkan, Pak
- Ustaz? Prinsip-prinsip dasar kan memang
- ada perbedaan ya. Tapi kalau mungkin
- konkret itu bagaimana, Pak Ustaz?
- Ya, di dalam fikih muamalah ada akad
- namanya syirkah. N nanti turunannya bisa
- musyarakah, bisa mudarabah, bisa syirkah
- dan lain sebagainya.
- Syirkah-syirkah ini adalah
- apa namanya? Kemitraan. Artinya
- mencampurkan modal dari satu pihak
- dengan pihak yang lain. Minimal dua
- orang. Iya kan? Kalau sendirian enggak
- bisa. Syrika itu mesti minimal dua
- orang. Jumlahnya pesertanya berapa?
- Paling banyak enggak ada batas.
- H
- ya. Paling kecil itu dua orang, paling
- banyak enggak terbatas gitu ya. Nah,
- peserta-peserta ini atau mitra-mitra ini
- tidak ada apa namanya apa namanya? Tidak
- ada ketentuan apakah mereka harus
- muslim. Tidak ada.
- Peserta-peserta atau mitra-mitra ini
- boleh muslim dan muslim ya. Muslim bisa,
- Yahudi bisa,
- Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, wong
- Hujud dan lain sebagainya enggak masalah
- ya.
- Tapi jika terjadi apa seperti itu,
- artinya mitra-mitra itu berlainan
- keyakinan, berlainan agama, maka ee
- muslim tetap harus komitmen terhadap
- halal. Tidak boleh kemitraan ini
- memproduksi barang yang secara syariat
- dilarang. He.
- Ya, itu aja larangannya. Jadi, enggak
- bisa dong kita itu sebagai seorang
- muslim bermitra dengan nonmuslim tapi
- usahanya itu jual beli daging babi.
- He
- no way ya. Tapi semua lingkup ee usaha
- yang secara syariah itu dinyatakan
- halal. Ya, seperti itu. Hanya ini
- syaratnya. Nah, masing-masing itu tentu
- bisa menyetorkan sahamnya atau porsi
- kepemilikannya. bersama-sama
- sesuai dengan kesepakatan 1% 2% 3% dan
- lain sebagainya masalah itu. Nah, kalau
- misalkan kita berhadapan dengan
- konglomerat misalnya dengan konglomerat
- ini ada perusahaan besar punya orang
- kaya di sini ini membuka peluang dengan
- desa kami. Desa kami ya kan desa ini ada
- sawah, ada ladang, ada kebun dan lain
- sebagainya. maunya digarap oleh mereka
- lah. Sebetulnya itu boleh-boleh saja
- terbuka enggak ada masalah bekerja saja
- dengan mereka. Tapi kerja sama dalam hal
- ini harus harus benar-benar mementingkan
- kepentingan. Jangan sampai ya penduduk
- atau desa yang tadinya itu makmur
- bekerja sama dengan kulet maka hancur.
- Atau yang tadinya punya sumber mata air
- tiba-tiba dia enggak ada airnya sawahnya
- kering kerontang. beli mau minum air aja
- beli air. Nah, seperti ini enggak bisa
- ya.
- Jadi kemitraan itu adalah ee menyepakati
- semua hal-hal yang bermanfaat bagi ini
- bagi para peserta. Jikalau itu menzalimi
- salah satu pihak enggak bisa kita apa
- namanya ee lanjutkan. Jadi dimungkinkan
- ya kita kerja sama dengan siapapun
- termasuk dengan kapitalis sepanjang hal
- itu menguntungkan kedua belah pihak.
- Iya.
- Apalagi sekarang ada tuntutan misalkan
- termasuk ramah terhadap lingkungan,
- he
- ramah terhadap anak. Ya, misalkan kalau
- usaha penginapan, usaha apa itu namanya?
- Ee entertainment apa? Hiburan.
- Hiburan.
- Hiburan-hiburan boleh. tetapi yang ramah
- terhadap lingkungan, ramah terhadap
- lingkungan ya terhadap agama, terhadap
- ee budaya lokal, terhadap anak. Jangan
- sampai dengan dengan usaha entertainment
- akhlak jadi rusak.
- Heeh.
- Ya. Budi pekerti jadi hancur.
- Iya.
- Orang enggak punya adab lagi kepada
- orang tua, tidak punya adab lagi kepada
- agama dan lain sebagainya. Tidak ada
- punya tidak punya adab kepada guru,
- apalagi guru agama.
- guru agama dibawa ke makal didenda
- segala macam
- gara-gara dikira mukul anaknya
- innalillahi wa inna ilaihi rojiun ya
- meskipun tidak sampai seperti itu. Tapi
- kalau budaya ini tidak dihargai ee tidak
- rahmat terhadap budaya yang berlaku di
- kita, suatu saat budaya ini akan
- berganti ya akan berubah yang tadinya
- ramah terhadap agama, ramah terhadap
- syariah, ramah terhadap anak-anak
- semuanya ini menjadi maleka malapetaka
- ya. Benar ekonomi tumbuh, benar lapangan
- pekerjaan tersedia, tapi hancur akhlak,
- hancur budi pekerti, hancur budaya kita
- sendiri itu jauh lebih mahal daripada
- apa yang kita peroleh dari usaha ini.
- Jadi sangat sangat mungkin. Jadi jangan
- hanya melihat keburukan sisi konglomerat
- atau kapitalis ya ee tetapi harus ada
- sisi yang bisa kita lihat yang positif
- di mana yang positif ini bisa kita pakai
- untuk titik temu kerja sama dengan
- mereka yang tujuannya itu adalah untuk
- me me apa ini namanya ee memberdayakan
- ee kelompok-kelompok yang bekerja di
- ultra mikro atau di unit-unit usaha yang
- paling mikro ini dan mereka bisa
- memanfaatkan itu secara bersama-sama.
- Konglomerat mungkin tetap dapat ya.
- Enggak mungkin enggak ya.
- Tetapi yang penting ini mitra kita dari
- UMKM, dari orang-orang tuafa ini
- diberdayakan kemudian ditingkatkan apa
- namanya pendapatan mereka dari kerja
- sama ini. Jika itu ada enggak masalah
- sebetulnya kalau menurut saya ya. Karena
- enggak mungkin kita menghilangkan
- konglomerat apa ee selama dia menjadi
- konglomer atau kaya itu legal ya legal
- ya tidak melawan hukum
- iya enggak masalah ya tapi kalau
- kekayaannya diperoleh dengan cara
- melawan hukum dengan korupsi dengan
- memfitnah orang dan lain sebagainya yang
- seperti ini ya sulit untuk kita katakan
- bahwa kerja sama itu nanti akan baik di
- ujungnya ya
- itu Masangga
- dari kerja sama itu kesepak kepatan yang
- paling mendasarlah gitu ya.
- Iya.
- Dalam ekonomi Islam itu pemodal sama
- nanti yang pelaksana itu apa, Mas?
- Iya. Ada satu kata yang menyang ee bisa
- dimengerti oleh semua hak, yaitu
- kata-kata maslahat.
- Maslahat.
- Iya.
- Maslahat itu adalah sesuatu yang memang
- secara agama dibenarkan
- ya
- dibenarkan dan diakui ya di bidang
- usaha. Maka usaha-usaha itu sangat ee
- mengadu maslahat jika umpamanya tidak
- bertentangan dengan ee nilai-nilai Islam
- misalnya.
- Maslahatnya itu mungkin tidak benar. Ini
- bukan maslaakat, ini mah madarat apa
- misalnya apa
- ya usaha yang
- secara syarat itu negatif ya.
- Saya sehat negatif.
- Iya. Misalkan usaha mempertemukan orang
- beda jenis gitu. Iya kan?
- menyediakan tempat untuk kumpul bagi
- mereka tidak ada aturan.
- Nah, ini bisa apa saja gitu
- ya. Ada beberapa
- teman itu yang menggeluti usaha
- penginapan yang mereka sebut syariah
- karena apa? Karena memang dia tidak mau
- itu penginapannya itu terkesan nanti
- mendapat apa
- ee testimoni dari orang wah itu omong
- kosong enggak syariat dalamnya penuh
- dengan kemungkaran misalnya kemaksiatan.
- Nah, maka di bikin aturan kan tidak
- boleh ini ini dan lain sebagainya. Ini
- semuanya tujuannya adalah untuk menjaga
- supaya ini ee secara syariat itu ee
- benar gitu. He.
- Nah, jadi di sini disebut maslahat
- karena dia mendapatkan tamu, mendapatkan
- pendapat pendapatan income atau ya
- penghasilan dari orang yang datang untuk
- beristirahat, tetapi caranya benar-benar
- menjaga kesyariahannya sehingga ini
- maslahat gitu. Nah, tap ada orang yang
- tidak memperhatikan ini semua tapi ingin
- sebanyak-banyak tamu datang yang
- motifnya begini boleh, yang itu boleh.
- semua enggak ada enggak batasan sama
- sekali maslahat bagi dia tapi madarat
- bagi
- yang lain
- dari sisi yang lain gitu loh.
- Jadi harus ada kemaslakatan ini sebagai
- kata yang tidak boleh kita ini kita
- langgar. Jadi orang yang ingin
- mendapatkan penghasilan dari usaha itu
- maslaakat bagi dirinya. Tapi kalau
- pendapatan itu haram bagi ya bukan
- maslahak dalam pandangan Islam ya.
- maslahah mulgha tidak diakui ya tertolak
- itu. Jadi harus ada keseimbangan ya
- antara tuntutan ekonomi dengan ee
- kesyariahan ini agar supaya pendapatan
- yang kita peroleh itu halal. Iya.
- Hm.
- Itu haruskah kapitalisme dimusuhi sebuah
- teropong ekonomi Islam? Ikhwan akhwat,
- itu topik kita di kajian ekonomi Islam
- edisi hari ini. Kita akan kembali di
- sesi kedua. Kita rehat dulu ya, Pak
- Ustaz ya. Di sesi kedua nanti kita akan
- ada sesi menjawab pertanyaan-pertanyaan
- dari ikhwan dan akhwat. Untuk itu
- kirimkan komentar ataupun pertanyaannya
- ke nomor 0811999720.
- [musik]
- [musik]
- Radio Silat Rahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Terima kasih masih bersama kami dalam
- kajian ekonomi Islam bersama Ustaz Ikwan
- Basri dari Dewan Syariah Nasional
- Majelis Ulama Indonesia. Haruskah
- kapitalisme dimusuhi? Bagaimana ekonomi
- Islam menerowong meneropong masalah ini?
- Ada Ibu Cicani Hudaifah yang menyimak
- hadir menyimak pencerahannya di hari
- ini. Begituun Pak Kamidi juga menyimak.
- Ada Anggit siap menyimak pencerahan dari
- Pak Ustaz. Begituun Pak Ansori,
- Ustaz Ikhwan Basri dan ekonomi Islamnya
- menyimak di hari ini, hari Selasa. Oke,
- sementara itu ada Eyang Sri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Semoga Kru Rasil dan juga Pak Kiai
- selalu sehat.
- Izin bertanya, Pak Kiai. Indonesia yang
- alamnya ini kaya, indah, bahkan permai.
- Luar biasa kekayaannya. Tapi kekayaannya
- itu diobral bukan untuk rakyat.
- malah untuk para konglomerat
- maupun orang-orang asing dan
- kroni-kroninya.
- Bagaimana ini, Pak Ustaz? Dalam hal
- hukum syariah bila dalam pengelolaan ini
- orang-orang kolong merat itu tidak
- berpihak kepada orang-orang
- rakyat, bahkan berpihak sebesar-besarnya
- kepada pembantai warga Gaza di Palestina
- dan tidak berperkemeran. Oke. Baik.
- Bagaimana nih, Pak Ustaz menjawab
- pertanyaan ini? Ee terima [berdehem]
- kasih
- kepada Ibu yang bertanya di Cilengsi.
- Ini pertanyaan mengandung berbagai
- dimensi ya [mendengus] yang
- tidak relevan dengan sebagian yang kita
- sampaikan. Karena yang kita sampaikan
- ini sebetulnya adalah kekhawatiran,
- mungkin juga ketakutan dan kebencian
- yang begitu besar dari ee industri UMKM
- ya yang mereka itu hidupnya mengandalkan
- usaha-usaha kecil kayak Asongan, kayak
- yang punya lapak-lapak gitu ya, termasuk
- mereka yang punya toko sendiri gitu ya.
- ini usaha kecil-kecil seperti ini. Ini
- yang kita bicarakan dan yang menjadi
- topik karena berbagai ee kajian kita
- dengan para jemaah di masjid itu ee apa
- namanya ee umpatannya, fokus
- pembicaraannya itu kepada hal yang ini
- gitu ya. Jadi, akhirnya kita memberikan
- jawaban secara umum bagaimana sebuah ee
- perjanjian atau kontrak atau akad atau
- kerja sama bisa dimungkinkan ee dari
- orang yang super kaya katakanlah
- konglomarat atau kapitalis yang punya
- jaringan tak terbatas kepada masyarakat
- dengan orang-orang yang seperti ini gitu
- yang kenyataan memang begitu
- ya. Jadi ee tidak pada tataran
- konglomerat nasional yang proyeknya itu
- menjadi nasional ya. Karena itu kalau
- yang kita bicarakan sudah banyak orang.
- Saya banyak mendengar dan menyimak
- tulisannya dan termasuk ee apa namanya
- podcast e pernyataan almarhum Pak Faisal
- Basri.
- H
- ya. N beliau itu orang
- dari sisi ilmu ekonomi enggak diragukan
- lagi kepakarannya.
- Dari analisis ekonomikro
- dia sudah luar biasa. Kepedulian beliau
- terhadap Indonesia terkait bagaimana
- mengelola sumber daya alam sudah luar
- biasa. Jauh di atas. Saya enggak ada
- apa-apanya. Berani berani langsung
- berhadapan dengan konglomerat. He
- berani langsung berada dengan jenderal.
- Berani langsung nunjuk-nunjuk hidungnya
- ini pejabat-pejabat ya. Bahkan presiden
- juga pernah ini ya di bukan dimaki-maki
- ya. Diperingatkan
- sudah seperti itu tapi tetap enggak bisa
- berubah ya. Nah, beliau juga mengatakan
- bahwa ini tetap harus dikeluarkan. Bukan
- berarti ee kita ini kalah atau menang,
- tetapi ini harus disampaikan. Dan saya
- ingat benar bahwa beliau itu orangnya
- takut berhadapan dengan Allah di hari
- kiamat nanti jika dia diam terhadap
- kemungkaran. Sesuatu yang dia punya, dia
- paham, dan sesuatu yang menjadi tanggung
- jawabnya dia akan lakukan.
- Nah, orang seperti ini jarang ya, jarang
- sekali. Mungkin di Indonesia juga tidak
- banyak apalagi di luar negeri yang
- umumnya itu adalah akomodatif terhadap
- tuntutan orang-orang kaya. Bahkan di
- Amerika sendiri juga hampir enggak ada
- ya selama ini misalnya Trump itu ee
- menghadapi dua dua orang
- ee Jefri Sah sama eh apa Richard itu
- Richard Wolf itu duanya profesor yang
- yang Richard Wolf itu ee ekonom tapi
- beraliran marksis habis-habisan ngritik
- apa Amerika dan lain sebagainya. Begitu
- juga Jefri dia profesor Kolumbia kalau
- enggak salah di ini
- dan dia sampai dengan detik ini tetap
- konsisten mengkritik kerap
- hanya beberapa orang dua dari sekian
- ahli
- hanya
- ahli ekonomi yang menerima dia Nobel ini
- orang yang tidak menerima dia Nobel
- H
- tapi dia tidak diam terhadap sesuatu
- yang dia pikir bahwa ini benar untuk
- disampaikan ya kan
- timing-nya juga pas ya nah kalau yang
- kita lakukan di sini tidak padaala itu
- ya para pendengar sekalian
- yang kita ee bicarakan adalah ee
- meskipun ini dominasi sudah tidak bisa
- kita
- sangkal
- h
- ini fakta yang terjadi. Tapi apakah
- dalam perspektif ekonomi Islam itu
- memungkinkan
- kita yang memang ter ya tertindas ter di
- bawah mereka tapi kita mencoba untuk
- kerja sama dengan mereka apa
- dimungkinkan? Nah, itu ya supaya kita
- bisa memberikan jalan keluar bagaimana
- kita usaha itu tidak terlalu pusing
- karena sesuatu yang kita tidak tahu. Ya,
- makanya di sini di sini perlu dijelaskan
- bagaimana hukumnya seandainya
- orang-orang kecil seperti ini bekerja
- sama dengan ekonomi Barat. Dari sisi
- ekonomi itu enggak ada kerja sama di
- sini karena enggak pantaran, enggak se
- enggak seimbang. Yang satu di langit,
- yang satu di
- kolong jembatan misalnya seperti itu.
- Enggak mungkin itu kerja sama. Tapi jika
- Anda jika itu mungkin karena enggak ada
- jalan lain maka kita terima ya kita
- bekerja sama dengan mereka dengan tetap
- menjaga maslahat ya. Ya. Ketat yang
- kayaknya enggak bisa memaksakan kita
- untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang
- dilarang oleh agama.
- Ya, kita sebagai peternak kambing lah
- kita hanya menternak kambing atau ayam
- atau sapi yang babi dan lain sebagainya
- enggak bisa kita dipaksain begitulah
- gitu. Itu contoh usaha-usaha yang lain
- banyak ya ee bisa kita kerjasamakan
- dengan siapapun. Pada prinsipnya dalam
- pandangan ekonomi Islam itu kita bisa
- bekerja sama dengan siapapun, bermitra
- dengan siapapun, bahkan termasuk mereka
- yang berbeda agama ya. Heeh.
- Karena Rasulullah itu jual beli,
- sewa-menyewa, kemudian ee apa tuh?
- Menggadaikan gadai menggadai
- utang-putang ini. Rasulullah
- melakukannya dengan orang-orang Yahudi
- waktu di Madinah. Bahkan ketika
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- meninggal dunia, beliau masih berhutang
- kepada orang Yahudi dengan menggadaikan
- baju perangnya
- untuk kebutuhan makanan. Ya. Nah, ketika
- di Makkah ya di Makkah mitra-mitranya
- orang-orang musyrik. H
- orang-orang musyrik dan bahkan beliau
- sendiri menjadi penjaga harta mereka.
- Beliau mendapat gelar al-Amin lantaran
- titipan harta yang mulia eh yang yang
- harta-harta orang kafir,
- pentolan-pentolan Quraisy itu justru
- dititipkan kepada beliau dan beliau
- terima.
- Dan beliau enggak pernah bilang, "Ini
- harta kamu dari mana? Judiah, dari poker
- kah? Dari enggak enggak nanya dari jual
- beli miras kah?" Enggak enggak tanya.
- Pokoknya ini sudah harta mereka sudah
- dititipkan, sudah dijaga begitu saja.
- Nah, ini menunjukkan kepada kita bahwa
- muamalah itu bisa kita lakukan dengan
- siapapun. Ya, ini prinsipnya. Jadi, kita
- memusihi sesuatu yang seharusnya tidak
- bermusui kecuali kalau terang-terangan
- bahwa mereka ini menyimpan denda,
- menyimpan ee apa namanya? Visi,
- menyimpan niat bahwa kita mau
- dianjurkan. Nah, baru kita hati-hati
- kepada orang seperti ini.
- Tapi sepanjang kita tidak tahu bahwa
- mereka itu begitu, bahwa mereka orang
- biasa-biasa aja, walaupun kita berkerja
- kerja sama, bermuamalah dengan mereka,
- itu enggak masalah. Diperbolehkan selama
- dalam tanda petik tadi itu masalah,
- maslahah, ya. Jadi, kita enggak bisa
- melakukan usaha yang diharamkan oleh
- agama. Ee atau paling tidak makruh juga
- enggak boleh kita kita usahakan. Kita
- enggak boleh mendapatkan pekerjaan yang
- 100% makruh.
- Misalnya enggak ada yang halal. 100
- makruh itu kan enggak haram ya. Tapi
- kalau pendapatan kita 100% makruh selama
- kita hidup, nah kita ini enggak bagus
- gitu.
- Enggak thayib ya.
- Harus kita hindari, harus kita ada
- pendapatan yang halalan thayibah gitu.
- Ada Pak Ahmad di Depok. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Pak Ustaz,
- perusahaan makanan ayam goreng yang dari
- Amerika, apakah itu lambang kapitalis?
- Kalau rasanya masih enakan ayam goreng
- lokal.
- Semua perusahaan di Amerika,
- semua perusahaan Amerika yang yang ada
- di sini, baik itu makanan atau minuman
- itu semuanya kapitalis.
- Semuanya kapitalis. Tapi banyak bahwasan
- di mana-mana ada.
- Iya lah. Itu makanya kita kalau kita
- mikir-mikir apa yang tidak kita beli
- dari kapitalis
- sabun itu aja. [tertawa]
- Sabun kan saya hidup di dunia ingat ya
- waktu saya kecil sabun itu luks.
- H
- gak ada sabun merek yang lain pada zaman
- waktu itu.
- Iya.
- Iya kan? Pada lebo Lebo itu kan juga
- satu perusahaan.
- Heeh.
- Nanti bikin brand-brand lain banyak
- sekali.
- Iya. Padahal satu
- eh padahal satu grup ya. Iya.
- Nah seperti itu. Jadi hampir kita
- mustahil ya menurut saya kita
- menginterkan diri dari ee kongkongan apa
- cangkeraman dari kapitalis ini
- konglomeret ini susah ya. Maka kebetulan
- di dalam agama kita juga ada ada
- larangan
- e bekerja meng siapapun kecuali kalau
- kerja sama itu mengharamkan apa yang
- Allah halalkan dan menghalalkan apa yang
- Allah dan rasulah haramkan itu aja
- itunya kriterianya ya jadi akhirnya
- muamalah itu luas ya
- itu. Hmm.
- Itu menjadi pertanyaan terakhir, Pak
- Ustaz ya yang bisa kita jawab di
- kesempatan kali ini. Sebagai penutup Pak
- Ustaz dari seluruh bahasan kita di edisi
- kali ini. Apa dari Pak Ustaz?
- Iya.
- Dalam ee menutup ee sesi ini, saya ingin
- menyampaikan sebuah hadis yang
- diriwayatkan oleh Imam Muslim dan
- muhaddis yang lain, muqadis yang lain.
- Ee teksnya kurang lebih bunyi seperti
- ini.
- Ana titsu asyura firki
- maam yakun ahaduma
- alak
- wain
- ahad ak.
- Taruktu surka. Ya, kurang lebih begini
- ya hadisnya. Kata ini hadis qudsi
- artinya adalah aku kata Allah Subhanahu
- wa taala aku adalah pihak ketiga
- dari dua pihak yang bersekutu bermitra
- ya bermitra dalam berusaha
- selama salah satu dari keduanya tidak
- berkhianat terhadap yang lain. Apabila
- salah satu dari keduanya berkhianat
- terhadap yang lain, aku tinggalkan
- kedua-duanya.
- Ya. Ee para mufasir hadis mengatakan,
- para ulama mengatakan bahwa yang
- dimaksud bahwa Allah Subhanahu wa taala
- menjadi pihak ketiga dari dua orang yang
- bermitra, maksudnya adalah keberkahan
- Allah itu akan turun menyelimuti kedua
- belah pihak selama mereka bermitra.
- [mendengus]
- Tapi apabila salah satu dari keduanya
- itu khianat terhadap pihak yang lain,
- maka
- Allah Subhanahu wa taala meninggalkan
- dalam pengertian keberkahan itu tidak
- ada. Sehingga usaha itu akhirnya isinya
- hanyalah caci maki satu sama lain.
- Akhirnya hasilnya enggak ada.
- ujung-ujungnya di pengadilan
- itu. Nah, dalam hadis ini dikatakan
- bahwa syuroka ya orang-orang bermitra
- itu tidak harus mereka itu muslim, tidak
- harus mereka itu Hindu
- atau apa. Dalam hal ini semua itu boleh
- ya. Boleh kita bermitra dengan
- nonmuslim.
- Namun ajaran Islam, syariat Islam unggul
- di situ. Artinya yang menjadi pedomannya
- yaitu misalnya bermitra dengan
- nonmuslim, tapi yang diusahakan adalah
- barang-barang yang halal saja
- yang tidak dilarang oleh agama Allah
- Subhanahu wa taala. Itu selama itu maka
- enggak ada masalah. Ya, kemitraan di
- dalam usaha itu suatu hal yang penting
- sebetulnya. Sebab tanpa kemitraan kita
- ee tidak bisa mencapai sesuatu yang
- lebih besar. Maka seorang individu akan
- sulit mencapai tingkatan yang lebih
- tinggi jika dia bekerja sendirian. Tapi
- apabila dia bekerja dalam suatu
- kelompok, dalam bermitra, dalam
- syarikah, dia lebih gampang menanggapai
- apa yang dicita-citakan.
- Makanya seorang individu suksesnya tidak
- akan pasti di bawah persek persuran
- terbatas ya. Nah, perseroan terbatas ini
- adalah kemitraan sebetulnya yang di situ
- banyak orang yang saling membantu untuk
- berusaha bersama. Betapapun hebatnya
- seorang individu ya tidak akan bisa
- melakukan segala-galanya. Karena itu
- maka dianjurkan kita bermitra supaya
- kita bisa mencai mencapai tujuan kita
- dengan lebih baik dengan lebih cepat ya.
- Hm.
- Ya, itu masangga.
- Baik, Pak Ustaz. Terima kasih atas
- kajiannya di kesempatan kali ini. Ikhwan
- Ahmad. Demikianlah kajian ekonomi Islam
- bersama guru kita Ustaz Ihwan Basri.
- Semoga apa yang beliau sampaikan
- bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih
- banyak atas kebersamaan Anda. Mohon maaf
- atas segala kesalahan kata. Kami undur
- diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.