Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:11 [musik] 0:16 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:27 warahmatullahi wabarakatuh. 0:29 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:31 wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:33 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:36 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:39 yangfani warzuqni ilman yangfa. 0:41 Dipancarkan dari jalan masjid 0:42 silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur 0:45 Bekasi. Radio silaturahim dan Rasil TV 0:48 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:50 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:51 Apa kabar Anda di pagi hari ini menuju 0:54 siang, hari Selasa kita sudah memasuki 0:57 hari yang ke-22 di bulan Juli 1:01 2025. Senang sekali di kesempatan kali 1:03 ini saya Angga Aminudin ditemani oleh 1:07 Algi di meja operator. Ada juga Ondi di 1:12 kameramen Ihwan Ahwat kami hadir dalam 1:15 kajian ekonomi Islam edisi hari Selasa. 1:18 Dan alhamdulillah narasumber kita, guru 1:21 kita sudah hadir di studio dari Dewan 1:23 Syariah Nasional Majelis Ulama 1:25 Indonesia, Ustaz Ihwan Basri. 1:28 Asalamualaikum warahmatullahi 1:29 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:32 wabarakatuh. 1:33 Bagaimana kabarnya, Pak Ustaz? 1:34 Alhamdulillah 1:35 sehat, Ustaz. 1:36 Sehat walafiat. 1:37 Sarapan apa pagi ini, Pak Ustaz? 1:38 [tertawa] 1:40 Sarapan rebusan. 1:42 Rebusan. Alhamdulillah nih, Ustaz sehat 1:44 walafiat dapat kembali menyapa ikhwan 1:46 dan akhwat. Kita siaran live. Kajian 1:48 ekonomi Islam ini di edisi kali ini 1:51 mengangkat topik mengenai haruskah 1:54 kapitalisme dimusuhi, teropong ekonomi 1:58 Islam. Ee seperti biasa kita melihat 2:00 bagaimana sebenarnya ee fenomena atau 2:03 juga potret di masyarakat kaitannya 2:06 dengan ekonomi Islam ketika mengat isu 2:10 kapitalisme. 2:11 Saya beberapa saat ini, beberapa saat 2:14 yang lalu nih, Pak Ustaz ya, ketika 2:19 meriset dulu ini topik kita dapat 2:21 tulisan bahkan di postingnya ini baru 2:23 beberapa hari yang lalu nih di Kumparan 2:25 tulisan judulnya ee cukup menarik gitu 2:28 ya. Indonesia Emas beban generasi muda 2:31 dalam cengkraman kapitalisme. Di tulisan 2:34 ini dia memotret ketika generasi saat 2:37 ini Pak Ustaz tidak menyadari penjajahan 2:40 gaya baru kapitalisme berbalut 2:42 teknologi. Ini saya belum baca sampai 2:44 selesai nih, tapi dikemukakan gitu di 2:47 masalah ini adalah ee ketika kapitalisme 2:50 itu 2:52 berefek pada ketimpangan yang sekarang 2:54 itu makin tinggi khususnya di Indonesia 2:57 gitu. Dan kapitalisme ini menjadi hal 3:00 yang kalau menurut tulisan ini harus 3:03 diwaspadai khususnya oleh generasi muda. 3:05 Kalau saya melihat dari topik yang akan 3:08 kita bahas ini juga sebenarnya bukan 3:10 generasi muda aja, semua kalangan gitu 3:12 ya, bahkan di berbagai tempat. Salah 3:14 satunya mungkin di jemah masjid, di 3:16 tempat-tempat pengajian gitu ya. Ketika 3:18 sudah mendengarkan kata kapitalisme, wah 3:20 hati-hati nih, gitu. [tertawa] 3:21 Hati-hati nih bagaimana nih. Nah, kita 3:23 kan juga ingin lebih paham gitu ya, Pak 3:25 Ustaz. ada eh potretnya sekarang melihat 3:28 Rusia, Cina yang tadinya sosialis kok eh 3:32 praktiknya kapitalis sekali gitu ya. 3:34 Lalu juga negara-negara kapitalis juga 3:36 sekarang itu seperti apa cengkramannya? 3:37 Apakah sama seperti zaman dahulu? Apakah 3:40 dengan teknologi ini makin kuat gitu? 3:42 Lalu bagaimana ekonomi Islam bisa 3:45 meneropongnya? Nah, Anda juga ikhwan 3:47 akhwat bisa bergabung bersama Akemisah. 3:49 Silakan sampaikan pertanyaan ataupun 3:50 komentarnya ke nomor WhatsApp Rasil di 3:53 0811999720. 3:57 Pak Ustaz, kita memulai kajian kita 3:59 sebenarnya kenapa dan bagaimana 4:01 kapitalisme itu menyengkram perekonomian 4:04 kita. Monggo, Pak Ustaz. 4:05 Terima kasih, Mas. [berdehem] 4:07 Asalamualaikum warahmatullahi 4:08 wabarakatuh. Para 4:11 pemirsa Resil TV dan para pendengar 4:15 radio Silaturahim yang berbahagia. 4:17 Alhamdulillah wasyukrulillah 4:21 wasalatu wasalamu ala rasulillah 4:23 nabiyina Muhammad wa ala ali washabihi w 4:26 amma ba'du. Ini apa namanya? 4:30 seperti ada kekhawatiran ya atau 4:34 kekhawir ketakutan dan bahkan kebencian 4:38 dari yang disampaikan oleh Mas Angga 4:40 tadi ya dari berbagai 4:43 pertemuan atau jemaah atau istilahnya 4:45 liqa lah pertemuan untuk menggagas 4:50 ekonomi, 4:52 pertemuan untuk menggagas 4:55 menggerakkan ee ekonomi rakyat. terutama 5:00 adalah yang ultra mikro, super mikro 5:04 yang paling kecil karena kebanyakan umat 5:06 Islam ada di sana. 5:09 Nah, ini banyak kita cerita banyak 5:12 pertemuan-pertemuan itu yang membahas 5:15 tentang umumnya itu adalah 5:18 keburukan daripada kapitalisme. 5:21 Ya, di mata orang-orang ini, masyarakat 5:25 paling bawah ini mereka enggak belajar 5:27 ekonomi secara formal, tapi mereka 5:31 merasakan betapa menjadi orang 5:35 dua menjadi orang yang lemah, orang yang 5:37 punya usaha super kecil, super miknya 5:45 itu sangat sulit ya. Tapi ada 5:50 tangan-tangan atau istilahnya itu gurita 5:53 dari tangan-tangan konglomerat atau 5:55 kapitalis 5:57 ini dengan mudah 6:00 memberikan 6:02 modal yang ujung-ujungnya mereka itu 6:05 rasakan adalah 6:07 ya kalau saya bekerja untungnya juga 6:09 mereka juga ini seperti itu. Jadi ee 6:14 bukan sekali dua kali, banyak kali di 6:16 berbagai tempat kita mendapatkan 6:19 keluhan. 6:20 Kemudian bagaimana mereka ingin 6:23 mendapatkan pencerahan? Apakah yang 6:25 mereka selama ini ee lakukan itu benar? 6:31 Dalam pengertian benar sesuai dengan 6:34 filosofi pembangunan ekonomi nasional 6:37 atau benar secara syariah atau benar 6:41 dalam arti kata untuk masyarakat 6:43 keluarga mereka sendiri. Ya, karena yang 6:47 paling mereka rasakan adalah 6:50 bahwa usaha mereka itu apapun usahanya 6:54 yang sudah super mikro itu tetap yang 6:57 mereka inginkan adalah halal. Ya, itu 7:01 nomor satu. 7:03 Jika kemudian ini mereka tidak 7:08 merasakan bahwa ini halal dalam 7:10 pengertian mereka ya, bukan pengertian 7:12 kita, maka mereka jadi tidak tenang 7:16 karena untuk apa kita berusaha tapi 7:19 hasilnya itu tidak halal. Ya, itu oleh 7:23 karena itu maka ee ini perlu penjelasan 7:27 ya. Jadi ada semacam ketakutan, ada 7:31 semacam 7:33 kekhawatiran, juga ada semacam kebencian 7:36 terhadap praktik kapitalisme 7:39 di mana-mana termasuk di kita. Apalagi 7:43 kalau misalkan ada mahasiswa yang memang 7:47 dia berasal background-nya itu ekonomi 7:50 dan belajar tentang kapitalisme 7:53 dan melihat bagaimana praktik 7:55 kapitalisme dari zaman dulu sampai 7:57 sekarang termasuk ya bentuknya adalah 8:01 kolonialisme klasik atau kolonialisme 8:05 modern yang menggunakan baju-baju yang 8:08 sangat menarik sehingga seperti yang 8:10 dikatakan Masangga tadi itu tidak tidak 8:13 terasa bahwa itu jumur kapitalis dalam 8:15 bentuk baju yang baru yang intinya 8:17 adalah menghisap daripada sumber daya 8:21 yang kita miliki untuk kepentingan 8:24 mereka sehingga kita yang seharusnya 8:27 memiliki sumber daya itu tidak berdaya 8:31 bekerja sama dengan mereka. Nah, ini 8:32 yang penting sekali ya. Jadi 8:36 berkali-kali kita itu diskusi, bukan 8:39 diskusi sebetulnya hanya mendengar 8:41 curhatan gitu aja. seperti kita ngobrol 8:43 di warung kopi ya, apa aja yang berlaku 8:47 di sini politik dan lain sebagainya akan 8:49 diomongkan di warung kopi. Ya, begitu 8:52 juga apa yang berlaku di sini dalam hal 8:54 yang dirasakan oleh mereka tentang usaha 8:58 yang ultra mikro itu, tetapi 9:00 ujung-ujungnya kita berhadapan dengan 9:02 konglomerat yang jaringan guritanya 9:04 sudah masuk ke RTRW kita ya. sebelah 9:09 kita ini ada ya sebelah kita ya di RT 9:13 juga di RW di perumahan juga masuk semua 9:16 sudahud ada tulisannya ada usahanya 9:18 kepanjangan tangan dari mereka bukan 9:21 dalam bentuk kayak model Indomaret atau 9:24 Alfamart [berdehem] yang lebih kecil 9:26 lagi yang yang gurem lah itu 9:30 sudahudah dimasuki mereka ya jadi yang 9:33 dirasakan oleh mereka adalah bagaimana 9:36 ini konglomerat ee atau kapitalis begitu 9:40 besar dan begitu menggejala, menggurita 9:44 ke seluruh sendi-sendi kehidupan 9:47 dan 9:49 itu bekerja sama dengan orang-orang yang 9:52 duafa. Tapi mereka orang-orang yang 9:54 bekerja sama ini kalau ditanya ya 9:57 ujung-ujungnya yang untung mereka juga. 10:00 Maka dari itu dalam berbagai kesempatan 10:02 ada pertanyaan yang muncul dari 10:05 lqok-liqok itu, dari pertemuan pertemuan 10:07 itu. Misalkan tadi bagaimana 10:12 konglomerasi ini kok sampai ke ke begitu 10:16 begitu besar, begitu menggejala, begitu 10:18 menggurita sampai ke RT RW hampir 10:22 seluruh Indonesia. Mungkin bukan hampir, 10:24 sudah seluruh Indonesia lah. Kalau 10:27 seperti ini bagaimana? Apakah Indonesia 10:31 ini tidak dikangkangi gitu ya, tidak 10:34 didominasi oleh kapitalis konglomerat 10:38 yang sebetulnya 10:40 mementingkan kepentingan mereka sendiri. 10:42 Nah, ini yang mereka ee rasakan begitu. 10:46 Oleh karena itu 10:49 ada permintaan atau semacam saran agar 10:52 supaya diberikan penjelasan tentang 10:55 bagaimana ini. Nah, para peserta, para 11:00 pendengar di silaturahim dan para 11:03 pemirsa Rasul TV yang dirahmati Allah 11:05 subhanahu wa taala. Nah, di sini ini 11:07 sebetulnya masih ada kaitan atau 11:10 keterkaitan dengan kajian-kajian kita 11:12 sebelumnya. bahwa seperti yang dikatakan 11:15 oleh Undang-Undang Dasar kita, negara 11:18 Indonesia itu perekonominya didasarkan 11:20 atas asas gotongroyong 11:23 dan seluruh sumber daya yang ada di 11:25 negeri kita ini, mau air, mau tanah, mau 11:29 air, mau udara, mau gunung, mau sungai 11:31 dan lain sebagainya itu dimanfaatkan 11:34 sebesar-besarnya untuk kepentingan 11:36 nasional, kepentingan masyarakat untuk 11:38 memenuhi hajat rakyat Indonesia itu 11:40 sendiri. Tapi teks daripada 11:44 Undang-Undang Dasar ini kalau kita lihat 11:47 dalam pelaksanaan di lapangan itu 11:50 bagaikan 11:52 assama 11:54 wal ard langit dan bumi. 11:57 Sekarang apa sumber daya alam yang tidak 12:00 dikuasai oleh kapitalis? 12:03 Air saja itu yang kita minum sehari-hari 12:06 itu harus dibeli, 12:09 harus kita beli. 12:11 Yang waktu kita tahun 50 tahun yang lalu 12:13 waktu masih kita k enggak kebayang bahwa 12:15 kita beli air 12:16 kita air itu yang ngambil sendiri ya 12:19 waktu tahun 0, 71, 75 bahkan mungkin 12:22 awal-an 12:24 ya di kampung-kampung orang dengan mudah 12:27 mengambil air enggak ada masalah mau 12:28 minum sepuas-puasnya enggak ada masalah. 12:31 sekarang untuk minum bahkan untuk mandi 12:33 sekarang itu beli 12:36 ya. Dan siapakah yang punya 12:39 perusahaan yang menghasilkan air yang 12:42 kemudian kita beli airnya itu kita sudah 12:46 tahu ya tidak ada satuun itu negara ya. 12:50 Merek-merek air botol itu enggak ada 12:51 yang dimiliki oleh negara itu ya 12:53 dimiliki oleh kapitalis ya. Nah, ini 12:57 semuanya menyedihkan terutama mahasiswa 13:00 yang belajar apa itu 13:04 ekonomi, studi bangun, studi pembangunan 13:07 ya. Kemudian bicara tentang ee dampak 13:11 daripada kapitalisme yang dikatakan pada 13:14 umumnya oleh para ekonom membelah 13:17 masyarakat akan menjadi dua. The have 13:21 and have not. Ya, akan membela 13:24 masyarakat jadi sedikit sekali yang kaya 13:28 yang banyak sekali pujibun merata-rata 13:32 di mana-mana ada itu miskin semuanya. 13:35 The have not ya. Dan the have not ini 13:38 mengabdi kepada orang-orang kayak itu. 13:40 Bahkan dengan adanya 13:43 apa namanya 13:45 pengetahuan atau teknologi komputer 13:49 informasi sekarang 13:52 digambarkan oleh para ee ekonom atau 13:56 pengamat bahwa 13:58 kedudukan kerja sama antara the have not 14:01 dengan the have itu bukan dalam bentuk 14:03 pantaran. N bukan kesetaraan. 14:06 Tetapi seperti pada abad ke-15, abad 14:09 ke-16 mungkin sebelumnya itu feudalisme 14:13 ya. Sangat kuat dominasi 14:17 orang kaya ini sedemikian rupa. Sehingga 14:19 yang non kaya itu ibarat budak kepada 14:22 orang kaya pada zaman yang sudah begini 14:25 majunya ya. Sangat bergantung kepada 14:28 mereka ya. Nah, ini kalau kita kaji dari 14:32 sisi itu benar-benar apa? Powerful. e 14:36 dominan sekali yang theev ini yang 14:39 kapitalis konglomerat ini. 14:41 Nah, yang menjadi masalah yang 14:42 dikeluarkan oleh para jemah tadi itu ya 14:45 bagaimana kita menghadapi apakah harus 14:47 kita musuhi kolomerat itu? Apakah harus 14:50 kita ajak kerja sama ya? Apa atau 14:55 bagaimana? Nah, itu kalau kita mengajak 14:57 kerja sama itu rasanya tidak mungkin. 15:00 Wong kita ini seperti enggak diperlukan 15:02 oleh mereka. 15:03 Iya. 15:03 Iya. Mereka punya segala-galanya. 15:06 Bagaimana kita akan bekerja sama dengan 15:08 pihak yang punya segala-galanya 15:09 sementara kita enggak punya apa-apa 15:12 selain daripada diri kita sendiri. Ya. 15:15 Nah, kalau kita kerja sama itu 15:16 kesetaraan. Tapi kalau seperti ini itu 15:19 sulit untuk dijadikan kesadaraan ya. 15:22 Karena apa yang diinginkan oleh 15:24 konglomerat itu, oleh kapitalis yang 15:27 super kaya ini akan mudah 15:29 direalisasikan. 15:31 Walaupun itu mungkin melanggar 15:33 undang-undang tata ruang dan lain 15:35 sebagainya enggak masalah. Karena semua 15:37 bisa dilakukan dengan duit ya. Pejabat 15:40 bisa disogok, politisi bisa disogok, 15:44 anggota DPR bisa disogok, Gubernur bisa, 15:47 Menteri juga bisa, presiden juga bisa 15:50 gitu ya. He. 15:51 Jadi akhirnya apa yang menjadi visi 15:54 suatu kelompok konglomerat terhadap 15:57 masyarakat, maka itu bisa direalisasikan 16:00 walaupun zirnya bertentangan dengan 16:05 mayoritas 16:06 orang miskin. Iya. 16:09 ya itu. Nah, di sini penting sekali kita 16:12 memberikan pencerahan 16:14 seperti yang dikatakan sebelumnya itu 16:15 bahwa liqok-liqok ini, 16:18 pertemuan-pertemuan yang spesifik 16:20 pembahas ekonomi politik di negeri kita 16:24 ini 16:25 mengkritisi dari sudut ee sudut apa 16:30 keburukan. 16:31 I 16:31 negatifnya ee tidak melihat positifnya 16:35 ya. Ada positifnya. Apakah ada 16:37 positifnya? sampai mereka bilang begitu, 16:39 apakah memang ada positifnya 16:41 kapitalisme? 16:43 Jadi yang nampak itu keburukannya atau 16:45 sisi negatif daripada sistem ekonomi 16:48 kapitalis ini. Karena itu maka dalam hal 16:51 ini adalah tidak adil apabila kita itu 16:55 hanya melihat dari sisi yang buruk. 16:58 Sementara yang kita anggap buruk itu 17:00 sudah dominan terhadap kehidupan kita. 17:03 Nah, kita kalau mikir seperti itu dan 17:06 ingin mengubah keadaan mungkin kita 17:07 menjadi stres ya. Enggak mungkin ya. Ya. 17:11 Jadi karena itu maka terlalu kuat untuk 17:15 kita melakukan kerja sama dengan mereka 17:17 ya, mengajak mereka bekerja sama ya. Itu 17:21 itu mustahil 17:24 ya. Mustahil. Karena apa? Karena dalam 17:27 kerja sama itu kemitraan itu ada 17:28 kesetaraan. 17:30 Nah, kesaraan ini tidak dimungkinkan 17:32 karena yang satu super kuat, super 17:35 dominan, yang lain ini lemah 17:38 segala-galanya. Ya, yang tidak lemah 17:41 bagi mereka apabila yang miskin ini 17:43 banyak jumlahnya dan bisa menekan 17:47 itu sehingga mungkin akan adalah 17:50 istilahnya daya tawar bargaining power 17:54 untuk melakukan kerja sama. Tapi bila 17:56 tidak ada maka harus ada keberpihaan 18:00 dari negara terhadap kondisi ini. Nah, 18:03 yang masalah jika negara pun sudah 18:06 dikangkangi oleh kapitalisme konglomerat 18:09 susah jadinya. Dan itulah yang terjadi 18:11 di mana-mana termasuk di negeri kita ini 18:14 ya. Sebut contoh banyak contoh yang ada 18:18 di apa namanya 18:21 kasus-kasus pantai, kasus-kasus 18:24 yang kemarin itu ya 18:28 apa itu dia yang di PIK 2 PIK 2 itu ya. 18:33 Iya. itu juga itu kan sebetulnya 18:35 representasi daripada 18:38 kekuasaan kapitalis terhadap negara. 18:41 He 18:42 ya. Para menteri saling berbeda 18:44 pendapat. Intinya adalah tidak berkuasa 18:50 menghadapi kapitalisme. 18:52 Pin plan ya. Jadi karena mereka plin 18:55 plan itu karena mencermkan mereka tidak 18:56 berani walaupun sebelum jadi menteri ee 19:01 macam-macam omongannya. 19:02 Iya. Begitu berhadapan dengan siapa yang 19:04 dihadapi? Ee enggak jadi 19:07 bukan maju tak gentar, mundur tak 19:09 gentar. 19:10 Mundur tak gentar. [tertawa] 19:12 Ya, banyak seperti ya. 19:14 Jadi 19:15 ee ini luar biasa. Tapi seperti yang itu 19:19 tuh kan skalanya besar ya. Yang kita 19:22 ceritakan yang skala ecek-ecek itu loh, 19:24 yang skalanya kecil banget. 19:25 Iya. yang sekelnya skala RT 19:29 itu sudah ada 19:31 ke sana mereka sudah masuk ke situ. Nah, 19:35 bila ini di di apa namanya? dibicarakan 19:39 dalam bentuk diskusi ilmiah misalnya, 19:42 wah itu akan menghasilkan apa namanya mm 19:47 kekhawatiran, 19:49 ketakutan, ketidakberdayaan menghadapi 19:53 konglomerasi kapitalis modern ya. Dan 19:57 mereka ini adalah kelompok-kelompok yang 20:00 bergandeng tangan di seluruh dunia. 20:03 Bisa jadi kapitalis yang ada di 20:04 Indonesia itu ada kepanjangan tangan 20:06 dari luar negeri. 20:08 Ada juga kuitalis yang tumbuh di sini 20:11 banyak ya orang-orang kaya di Indonesia 20:14 top ya. Ada di antara 100 orang terkaya 20:17 di dunia Indonesia masuk beberapa di 20:19 antaranya tapi itu tumbuh dari sini. Ada 20:22 juga yang kepanjangan tangan, ada yang 20:24 dibesarkan juga oleh 20:27 luar negeri dan lain sebagainya. 20:29 Ada juga caranya dengan melanggar 20:31 undang-undang, ada caranya dengan 20:33 mencuri, ada caranya dengan khianat dan 20:36 lain sebagainya. Ya, bermacam-macam cara 20:39 untuk mendapatkan itu. Tapi yang jelas 20:41 adalah ee situasi dominasi daripada 20:45 kapitalis konglomerat ini kalau menurut 20:49 saya sendiri itu sudah ee kritis ya. 20:53 sudah sangat kritis karena boleh 20:54 dikatakan bahwa penduduk Indonesia ini 20:57 memenuhi hajatnya ini dipenuhi oleh 21:00 orang-orang kapitalis apa saja mulai 21:02 dari tepung 21:04 semua 21:05 iya tepung itu kita ambil dari luar 21:07 negeri 100% dan siapa yang bermain di 21:10 situ yang membikin roti siapa yang bikin 21:12 semuanya orang gede-gede. 21:16 Nah, tinggal beras yang itu milik apa? 21:18 petani-petani kita. Kemudian Bulok, 21:21 pemerintah lewat Bulok mencoba untuk ya 21:24 sebetulnya bermain di situ dengan tujuan 21:27 supaya harga beras terjangkau, tidak 21:30 mahal dan bisa dijual kepada semua 21:34 masyarakat Indonesia. Ini pun masih ada 21:37 tangan-tangan yang 21:39 ya istilahnya yang caw-cawe di situ yang 21:42 tidak kelihatan. 21:43 Tapi kata Pak [berdehem] Menteri gak 21:45 tahu itu siapa yang bermain di situ. 21:46 Iya. 21:47 Nah, luar biasa. Bagaimana nanti kalau 21:50 umpamanya ee negara harus suasembada 21:54 gandum misalnya, suasembada 21:56 macam-macamlah segala yang dibutuhkan 21:58 oleh kita ini. Suasembada itu pasti 22:02 mereka tidak tanggal tidak tinggal diam 22:04 ya. 22:06 sudah dikuasai tanah dan batu ya batu 22:10 batu bara ya kemudian minyak ya seperti 22:15 ini itu hal-hal yang gede sekali tetapi 22:18 yang kecil-kecil yang kita perhatikan 22:19 tadi ya itu yang menjadi kekhawatiran 22:22 jemaah kita ini itu karena juga yang 22:26 menjadi ee yang nampak di mata mereka 22:30 itu sisi sisi negatifnya enggak melihat 22:32 sisi positifnya maka nanti dalam kajian 22:35 ini kan kita akan bicara juga dari sisi 22:38 positifnya termasuk bagaimana 22:41 kita akan bermitra dengan apakah mungkin 22:44 dan bisakah secara ekonomi Islam seperti 22:47 itu. Masalah 22:49 kalau secara tadi yang besar-besarnya 22:51 kita lihat bagaimana menyikapi Pak Ustaz 22:54 bahkan gitu ya usaha yang super kecil 22:58 tapi itu jadi jaringan konglomerat nih 23:00 Pak Ustaz. 23:01 Iya. 23:02 Dan akhirnya yang untung ya pasti 23:03 pemodal juga gitu. 23:04 Iya. Kalau merat itu juga jadi kita ini 23:06 ya masih seperti menjadi buruh aja gitu. 23:10 Ini bagaimana ini Pak Ustaz menyikapi 23:12 hal ini? lah. Itu dia yang dianggap dari 23:15 sisi keburukan ya, bahwa jaringan gudita 23:19 konglomerat itu sesudah mereka ini 23:21 menguasai katakanlah 23:24 industri tertentu misalnya industri 23:26 rokok misalnya 23:27 kemudian industri elektronik apa dia 23:30 mereka keta atau KPTS ini menguasai 23:32 industri mereka mereka mantap dan mereka 23:36 tenang dalam posisi di industri itu. 23:38 Sesudah itu mereka akan berpikir 23:40 bagaimana 23:42 guritanya akan dikembangkan. 23:43 He. 23:44 Nah, yang digembor-gemborkan pemerintah 23:47 termasuk yang dibangga-banggakan 23:50 oleh pemerintah adalah kekuatan 23:53 UMKM Indonesia. 23:54 Hm. 23:55 Bisa dilihat dari peristiwa krisis tahun 23:59 1959 2000 24:02 hancur lebur kita. 24:04 industri hancur semuanya, PDB turun 24:06 drastis menjadi minus 13%. 24:10 Lalu kemudian 24:12 dilihat bahwa sisi UMKM ini penumpang 24:18 ekonomi kita. 24:19 He. 24:19 Dan paling tangguh. Nah, akhirnya apa? 24:23 yang punya modal juga akhirnya melihat 24:25 sisi ini 24:27 ya. Ternyata itu bagus sekali sektor itu 24:31 caplok aja 24:32 kan mereka punya modal itu. 24:34 He. 24:35 Nah, mereka membuat ee jaringan-jaringan 24:37 yang mikro ke seluruh Indonesia tapi 24:40 tujuannya adalah untuk tetap mendominasi 24:43 perekonomian. He. 24:44 Nah, nah mereka dengan gampang masuk ke 24:46 situ karena mayoritas ini miskin. 24:50 Orang yang tidak punya modal tapi ingin 24:53 berusaha dikasih R juta pada saat itu ya 24:55 senang. 24:56 He. 24:56 Walaupun bukan dikasih tetap 24:58 dikembalikan tapi mereka diberikan 25:00 jaminan macam-macam gitu loh. 25:02 Gitu ya. Kayak misalkan saya itu tukang 25:06 ojek ojek apa itu? Ojek pangkalan 25:09 kan. saya ee mendapat ee pendapatan itu 25:14 tergantung daripada saya dapat 25:16 penumpang. H 25:17 itu saya sendiri berusaha ee makanya 25:20 saya tinggal di dekat terminal bis di 25:24 pangkalan mobil angkot dan lain 25:26 sebagainya di situ karena di situlah 25:28 letak penumpang. Tapi bagaimana kalau 25:30 kita buat jaringan secara online di mana 25:34 tukang ojek itu punya HP kemudian dia 25:37 kita berikan jaringan. 25:39 Heeh. di mana itu nanti akan bagi hasil 25:42 ya. segala satu penumpang dapat, yang 25:45 punya jaringan itu dapat yang ojek pun 25:48 ojek driver pun dapat 25:50 tapi yang dibuat adalah persyaratan 25:52 sedemikian sehingga 25:55 yang untung itu tetap yang punya modal, 25:57 yang punya jaringan itu. 25:58 He. Nah, yang drivernya ya kan masih 26:01 ngongso, masih enggak rela. Makanya 26:03 demokan di mana-mana terjadi karena 26:05 dilihat ini sebagai tidak adilan itu 26:08 dari mereka menggunakan teknologi yang 26:11 mereka bisa buat apalagi yang lain-lain 26:14 ya. Jadi kalau dilihat seperti ini boleh 26:16 dikatakan itu sudah luar biasa. Nah, 26:19 sekarang menjadi masalah adalah ee 26:23 bagaimana apakah tidak apakah ee 26:26 pertanyaan adalah apakah hal itu 26:29 menguntungkan kedua belah pihak sehingga 26:32 ini bisa dikatakan kerja sama kemitraan 26:35 ya. 26:36 Nah, di sini akan harus dibuat konsep 26:39 sedemikian rupa sehingga apa namanya 26:43 kedua bela itu saling menang win-win 26:46 solution. 26:47 Tapi enggak pernah terjadi 26:49 ya. 26:49 Enggak pernah terjadi. 26:50 Iya. Pernah terjadi. 26:51 Berarti hanya penceteran aja. 26:52 Heeh. Mereka itu menjadi budak jadinya. 26:55 Nah, ada aplikasi yang bagus yang dari 26:57 Muhammadiyah itu yang kebalikan daripada 27:01 sekarang. He. 27:02 Yaitu drivernya lebih tinggi dapatnya. 27:06 Iya. Malah kan dibuat gratis itu. 27:08 Iya. 27:08 Iya. Ini kalau bisa mengimbangi seperti 27:11 itu sangat bagus ya. Karena perjanjian 27:13 ini sebetulnya enggak diatur ya. Masalah 27:17 adil atau tidak adil ini kalau kita 27:19 kembalikan kepada undang-undang 27:21 ujung-ujungnya itu akhirnya 27:24 tidak terima kita. Tapi terpaksa mereka 27:26 ikut gitu ya. Ke dalam Islam itu ada 27:30 syirkah. Di dalam ekonomi Islam ada 27:32 syirkah. 27:33 Koperasi. 27:33 Syirkah ini kemitraan. 27:34 Kemitraan. antara dua orang atau lebih 27:38 untuk melakukan usaha bersama. 27:40 Tapi 27:42 and condition ini disepakati di antara 27:45 mereka. Jadi harus semuanya semuanya 27:50 harus rela 27:51 semua harus rida dan itu didiskusikan 27:54 sampai benar-benar 27:57 kesemua peserta ini rela. Kalau rela 28:00 berarti mereka konsekuen ya tanggung 28:02 jawab. Nah, kalau yang ini enggak 28:04 dipaksakan karena ee apa namanya? 28:09 Apa yang apa perjanjian itu ditawarkan 28:13 kepada mereka tanpa mereka punya hak 28:16 untuk 28:18 memberikan saran atau menguat 28:20 perjanjian. 28:21 Lah kalau kemitraan dalam Islam itu 28:23 enggak bisa begitu ya. 28:25 Jadi harus dilakukan bersama-sama sampai 28:28 rida 28:30 illa tijaratan anar minkum kecuali 28:32 dengan tijaroh ya usaha bersama 28:36 perdagangan yang saling rida ya taradin 28:40 itu saling rida di antara kedua belah 28:43 pihak atau di antara seluruh mitra itu 28:45 prinsip utama dalam muamalah 28:46 muamalah 28:47 jika tidak rida maka enggak bisa 28:49 diselenggarakan 28:50 ya di mana letaknya tidak rida di sini 28:52 Pak poin ini poin ini. 28:55 kami enggak setuju lah. Dibicarakan lagi 28:57 sampai poin-poin itu disepakati bersama. 28:59 He. 29:00 Nah, itu barulah kemitraan itu sesuai 29:02 dengan syariah ya. jika itu disodorkan 29:06 kemudian dia hanya mau tanda tangan 29:08 terus tanpa bisa mengubah poin-poin ya 29:10 itu namanya bukan bukan kemitraan ya itu 29:15 i 29:15 nah yang terjadi seperti ini masa 29:17 itu sebabnya maka sulit untuk 29:20 apa namanya mengubah atau apa namanya 29:24 menyeimbangkan 29:27 sebetulnya isi perjanjian itu enggak 29:28 seimbang zalim ya 29:31 berat sebelah ya itu 29:33 dan juga bisa dikatakan tidak ada 29:36 kapitalis 29:37 atau konglomerat yang benar-benar ingin 29:41 membesarkan usaha yang kecil tadi UMKM 29:44 gitu 29:45 ya. Kalau di hitam di atas kertas atau 29:48 pencitraan bisa. Woh ini 29:52 grup ini grup ini ingin membesarkan 29:54 apa namanya ee UMKM. 29:57 Iya. 29:58 Tidak mementingkan dirinya sama sekali. 30:00 Ya, kalau dalam penceteran bisa jadi 30:02 mereka bilang begitu ya, 30:04 tapi apa ya iya gitu apa benar ya 30:07 Heeh. 30:07 ee mereka itu benar-benar tulus dalam 30:10 hal ini sehingga mereka apa namanya 30:14 punya visi bahwa kepentingannya hanyalah 30:18 membesarkan ee UMKM tanpa memikirkan 30:22 dirinya sendiri. Ya, 30:23 yang bisa seperti itu harusnya negara 30:25 ya, harusnya negara. negara harus netral 30:28 dalam hal ini dan fungsinya adalah untuk 30:30 apa namanya menjaga ya pertumbuhan 30:34 ekonomi dan semua kemakmuran bisa 30:36 dirasakan oleh semua orang. He he. 30:38 Meskipun negara tidak semuanya berhasil 30:42 apalagi individu ya e lebih tidak 30:44 berhasil lagi ya. Jadi ya mungkin saja 30:48 kalau menurut saya adalah orang-orang 30:49 seperti itu ya orang-orang yang yang 30:52 berusaha 30:54 bisnis 30:56 untuk mencari kekayaan tapi kekayaan itu 30:58 hanya untuk masyarakat. Ee 31:01 seperti ini apa ada ya? Saya enggak tahu 31:04 apa ada apa enggak. Tapi kalau dalam hal 31:06 misalnya pencintraan atau membikin visi 31:09 dalam perusahaan 31:11 atau orang yang sudah sudah ya 31:15 kekayaannya sudah luar biasa, maka ee 31:18 mungkin saja seperti itu. Tapi kita 31:20 enggak ada contoh masalahnya 31:22 sampai dengan hari ini. 31:23 Tidak ada contoh di Amerika, tidak ada 31:25 contoh di mana-mana. yang ada itu justru 31:27 adalah bahwa suatu perusahaan itu kalau 31:31 tidak tumbuh ya perusahaan ini dianggap 31:34 tidak tidak bagus. 31:37 Kalau sesuatu atau perusahaan itu tumbuh 31:39 maka baru dianggap dia bagus. Kalau 31:42 keuntungannya turun akan menjadi ee apa 31:46 namanya bahan ojekan ejekan daripada 31:49 orang lain atau pengamat yang berakhir 31:51 pada penurunan sahamnya. Kalau dia sudah 31:53 IPO 31:54 sudah listed di bursa. Jadi seperti itu 31:57 sekarang. Nah, kalau filosofi ini enggak 31:59 berubah, enggak dirubah ya enggak 32:01 mungkin ada yang benar-benar tulus ya. 32:04 Tidak bisa. Artinya apa? Artinya orang 32:07 yang kaya, konglomerat atau kapitalis 32:09 yang ee dalam bekerja membangun 32:12 perusahaannya tujuannya untuk 32:14 kesejahteraan masyarakat semuanya. 32:18 Kesejahteraan semuanya seperti itu ya. 32:19 Enggak mungkin ya. 32:20 Enggak mungkin ya. Ya mungkin karena 32:22 self interest kepentingan pribadinya 32:25 akan tetap dominan. 32:26 He. 32:27 Nah, itu Masangga self interest 32:30 kepentingan pribadi sebenarnya itu akar 32:32 kapitalis. 32:33 Iya. Itu yang didewa-dewakan. 32:35 Yang didewa-dewakan. 32:37 Nah, terus bagaimana Pak Ustaz? Kita 32:38 melihat nih ekonomi Islam gitu ya. Tadi 32:41 kan disinggung mengenai kerja sama 32:43 kemitraan dengan kapitalis atau 32:45 konglomerat. Apakah dimungkinkan, Pak 32:47 Ustaz? Prinsip-prinsip dasar kan memang 32:49 ada perbedaan ya. Tapi kalau mungkin 32:51 konkret itu bagaimana, Pak Ustaz? 32:52 Ya, di dalam fikih muamalah ada akad 32:55 namanya syirkah. N nanti turunannya bisa 32:58 musyarakah, bisa mudarabah, bisa syirkah 33:02 dan lain sebagainya. 33:03 Syirkah-syirkah ini adalah 33:07 apa namanya? Kemitraan. Artinya 33:09 mencampurkan modal dari satu pihak 33:12 dengan pihak yang lain. Minimal dua 33:15 orang. Iya kan? Kalau sendirian enggak 33:18 bisa. Syrika itu mesti minimal dua 33:20 orang. Jumlahnya pesertanya berapa? 33:23 Paling banyak enggak ada batas. 33:24 H 33:25 ya. Paling kecil itu dua orang, paling 33:28 banyak enggak terbatas gitu ya. Nah, 33:31 peserta-peserta ini atau mitra-mitra ini 33:35 tidak ada apa namanya apa namanya? Tidak 33:38 ada ketentuan apakah mereka harus 33:40 muslim. Tidak ada. 33:43 Peserta-peserta atau mitra-mitra ini 33:45 boleh muslim dan muslim ya. Muslim bisa, 33:48 Yahudi bisa, 33:50 Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, wong 33:53 Hujud dan lain sebagainya enggak masalah 33:55 ya. 33:56 Tapi jika terjadi apa seperti itu, 33:58 artinya mitra-mitra itu berlainan 34:01 keyakinan, berlainan agama, maka ee 34:05 muslim tetap harus komitmen terhadap 34:08 halal. Tidak boleh kemitraan ini 34:12 memproduksi barang yang secara syariat 34:14 dilarang. He. 34:15 Ya, itu aja larangannya. Jadi, enggak 34:18 bisa dong kita itu sebagai seorang 34:20 muslim bermitra dengan nonmuslim tapi 34:23 usahanya itu jual beli daging babi. 34:27 He 34:27 no way ya. Tapi semua lingkup ee usaha 34:32 yang secara syariah itu dinyatakan 34:34 halal. Ya, seperti itu. Hanya ini 34:37 syaratnya. Nah, masing-masing itu tentu 34:40 bisa menyetorkan sahamnya atau porsi 34:43 kepemilikannya. bersama-sama 34:46 sesuai dengan kesepakatan 1% 2% 3% dan 34:49 lain sebagainya masalah itu. Nah, kalau 34:52 misalkan kita berhadapan dengan 34:54 konglomerat misalnya dengan konglomerat 34:57 ini ada perusahaan besar punya orang 34:59 kaya di sini ini membuka peluang dengan 35:01 desa kami. Desa kami ya kan desa ini ada 35:05 sawah, ada ladang, ada kebun dan lain 35:07 sebagainya. maunya digarap oleh mereka 35:10 lah. Sebetulnya itu boleh-boleh saja 35:12 terbuka enggak ada masalah bekerja saja 35:14 dengan mereka. Tapi kerja sama dalam hal 35:18 ini harus harus benar-benar mementingkan 35:20 kepentingan. Jangan sampai ya penduduk 35:24 atau desa yang tadinya itu makmur 35:26 bekerja sama dengan kulet maka hancur. 35:29 Atau yang tadinya punya sumber mata air 35:31 tiba-tiba dia enggak ada airnya sawahnya 35:33 kering kerontang. beli mau minum air aja 35:37 beli air. Nah, seperti ini enggak bisa 35:40 ya. 35:41 Jadi kemitraan itu adalah ee menyepakati 35:44 semua hal-hal yang bermanfaat bagi ini 35:47 bagi para peserta. Jikalau itu menzalimi 35:52 salah satu pihak enggak bisa kita apa 35:54 namanya ee lanjutkan. Jadi dimungkinkan 35:58 ya kita kerja sama dengan siapapun 36:00 termasuk dengan kapitalis sepanjang hal 36:03 itu menguntungkan kedua belah pihak. 36:05 Iya. 36:05 Apalagi sekarang ada tuntutan misalkan 36:08 termasuk ramah terhadap lingkungan, 36:10 he 36:11 ramah terhadap anak. Ya, misalkan kalau 36:14 usaha penginapan, usaha apa itu namanya? 36:18 Ee entertainment apa? Hiburan. 36:21 Hiburan. 36:22 Hiburan-hiburan boleh. tetapi yang ramah 36:24 terhadap lingkungan, ramah terhadap 36:26 lingkungan ya terhadap agama, terhadap 36:28 ee budaya lokal, terhadap anak. Jangan 36:31 sampai dengan dengan usaha entertainment 36:34 akhlak jadi rusak. 36:36 Heeh. 36:36 Ya. Budi pekerti jadi hancur. 36:38 Iya. 36:39 Orang enggak punya adab lagi kepada 36:41 orang tua, tidak punya adab lagi kepada 36:44 agama dan lain sebagainya. Tidak ada 36:47 punya tidak punya adab kepada guru, 36:49 apalagi guru agama. 36:51 guru agama dibawa ke makal didenda 36:53 segala macam 36:54 gara-gara dikira mukul anaknya 36:57 innalillahi wa inna ilaihi rojiun ya 36:59 meskipun tidak sampai seperti itu. Tapi 37:01 kalau budaya ini tidak dihargai ee tidak 37:04 rahmat terhadap budaya yang berlaku di 37:06 kita, suatu saat budaya ini akan 37:08 berganti ya akan berubah yang tadinya 37:11 ramah terhadap agama, ramah terhadap 37:14 syariah, ramah terhadap anak-anak 37:17 semuanya ini menjadi maleka malapetaka 37:20 ya. Benar ekonomi tumbuh, benar lapangan 37:24 pekerjaan tersedia, tapi hancur akhlak, 37:27 hancur budi pekerti, hancur budaya kita 37:29 sendiri itu jauh lebih mahal daripada 37:32 apa yang kita peroleh dari usaha ini. 37:34 Jadi sangat sangat mungkin. Jadi jangan 37:37 hanya melihat keburukan sisi konglomerat 37:40 atau kapitalis ya ee tetapi harus ada 37:44 sisi yang bisa kita lihat yang positif 37:47 di mana yang positif ini bisa kita pakai 37:49 untuk titik temu kerja sama dengan 37:52 mereka yang tujuannya itu adalah untuk 37:55 me me apa ini namanya ee memberdayakan 37:58 ee kelompok-kelompok yang bekerja di 38:01 ultra mikro atau di unit-unit usaha yang 38:04 paling mikro ini dan mereka bisa 38:07 memanfaatkan itu secara bersama-sama. 38:10 Konglomerat mungkin tetap dapat ya. 38:11 Enggak mungkin enggak ya. 38:13 Tetapi yang penting ini mitra kita dari 38:16 UMKM, dari orang-orang tuafa ini 38:18 diberdayakan kemudian ditingkatkan apa 38:22 namanya pendapatan mereka dari kerja 38:24 sama ini. Jika itu ada enggak masalah 38:26 sebetulnya kalau menurut saya ya. Karena 38:28 enggak mungkin kita menghilangkan 38:29 konglomerat apa ee selama dia menjadi 38:33 konglomer atau kaya itu legal ya legal 38:37 ya tidak melawan hukum 38:39 iya enggak masalah ya tapi kalau 38:41 kekayaannya diperoleh dengan cara 38:42 melawan hukum dengan korupsi dengan 38:45 memfitnah orang dan lain sebagainya yang 38:47 seperti ini ya sulit untuk kita katakan 38:51 bahwa kerja sama itu nanti akan baik di 38:52 ujungnya ya 38:54 itu Masangga 38:55 dari kerja sama itu kesepak kepatan yang 38:58 paling mendasarlah gitu ya. 39:00 Iya. 39:01 Dalam ekonomi Islam itu pemodal sama 39:02 nanti yang pelaksana itu apa, Mas? 39:04 Iya. Ada satu kata yang menyang ee bisa 39:07 dimengerti oleh semua hak, yaitu 39:09 kata-kata maslahat. 39:10 Maslahat. 39:11 Iya. 39:11 Maslahat itu adalah sesuatu yang memang 39:13 secara agama dibenarkan 39:15 ya 39:16 dibenarkan dan diakui ya di bidang 39:19 usaha. Maka usaha-usaha itu sangat ee 39:22 mengadu maslahat jika umpamanya tidak 39:25 bertentangan dengan ee nilai-nilai Islam 39:27 misalnya. 39:28 Maslahatnya itu mungkin tidak benar. Ini 39:32 bukan maslaakat, ini mah madarat apa 39:34 misalnya apa 39:35 ya usaha yang 39:38 secara syarat itu negatif ya. 39:41 Saya sehat negatif. 39:42 Iya. Misalkan usaha mempertemukan orang 39:45 beda jenis gitu. Iya kan? 39:48 menyediakan tempat untuk kumpul bagi 39:51 mereka tidak ada aturan. 39:52 Nah, ini bisa apa saja gitu 39:55 ya. Ada beberapa 39:57 teman itu yang menggeluti usaha 40:00 penginapan yang mereka sebut syariah 40:02 karena apa? Karena memang dia tidak mau 40:05 itu penginapannya itu terkesan nanti 40:08 mendapat apa 40:11 ee testimoni dari orang wah itu omong 40:13 kosong enggak syariat dalamnya penuh 40:14 dengan kemungkaran misalnya kemaksiatan. 40:17 Nah, maka di bikin aturan kan tidak 40:20 boleh ini ini dan lain sebagainya. Ini 40:22 semuanya tujuannya adalah untuk menjaga 40:24 supaya ini ee secara syariat itu ee 40:28 benar gitu. He. 40:29 Nah, jadi di sini disebut maslahat 40:32 karena dia mendapatkan tamu, mendapatkan 40:37 pendapat pendapatan income atau ya 40:40 penghasilan dari orang yang datang untuk 40:42 beristirahat, tetapi caranya benar-benar 40:46 menjaga kesyariahannya sehingga ini 40:49 maslahat gitu. Nah, tap ada orang yang 40:51 tidak memperhatikan ini semua tapi ingin 40:54 sebanyak-banyak tamu datang yang 40:56 motifnya begini boleh, yang itu boleh. 40:58 semua enggak ada enggak batasan sama 40:59 sekali maslahat bagi dia tapi madarat 41:02 bagi 41:03 yang lain 41:03 dari sisi yang lain gitu loh. 41:05 Jadi harus ada kemaslakatan ini sebagai 41:07 kata yang tidak boleh kita ini kita 41:12 langgar. Jadi orang yang ingin 41:15 mendapatkan penghasilan dari usaha itu 41:17 maslaakat bagi dirinya. Tapi kalau 41:19 pendapatan itu haram bagi ya bukan 41:21 maslahak dalam pandangan Islam ya. 41:24 maslahah mulgha tidak diakui ya tertolak 41:27 itu. Jadi harus ada keseimbangan ya 41:31 antara tuntutan ekonomi dengan ee 41:34 kesyariahan ini agar supaya pendapatan 41:37 yang kita peroleh itu halal. Iya. 41:40 Hm. 41:41 Itu haruskah kapitalisme dimusuhi sebuah 41:45 teropong ekonomi Islam? Ikhwan akhwat, 41:46 itu topik kita di kajian ekonomi Islam 41:49 edisi hari ini. Kita akan kembali di 41:52 sesi kedua. Kita rehat dulu ya, Pak 41:54 Ustaz ya. Di sesi kedua nanti kita akan 41:57 ada sesi menjawab pertanyaan-pertanyaan 41:58 dari ikhwan dan akhwat. Untuk itu 42:00 kirimkan komentar ataupun pertanyaannya 42:02 ke nomor 0811999720. 42:15 [musik] 42:26 [musik] 42:35 Radio Silat Rahim dan Rasil TV untuk 42:37 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 42:38 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 42:39 Terima kasih masih bersama kami dalam 42:41 kajian ekonomi Islam bersama Ustaz Ikwan 42:43 Basri dari Dewan Syariah Nasional 42:45 Majelis Ulama Indonesia. Haruskah 42:48 kapitalisme dimusuhi? Bagaimana ekonomi 42:51 Islam menerowong meneropong masalah ini? 42:55 Ada Ibu Cicani Hudaifah yang menyimak 42:58 hadir menyimak pencerahannya di hari 43:00 ini. Begituun Pak Kamidi juga menyimak. 43:03 Ada Anggit siap menyimak pencerahan dari 43:06 Pak Ustaz. Begituun Pak Ansori, 43:10 Ustaz Ikhwan Basri dan ekonomi Islamnya 43:12 menyimak di hari ini, hari Selasa. Oke, 43:15 sementara itu ada Eyang Sri. 43:17 Asalamualaikum warahmatullahi 43:18 wabarakatuh. 43:19 Waalaikumsalam. 43:19 Semoga Kru Rasil dan juga Pak Kiai 43:22 selalu sehat. 43:23 Izin bertanya, Pak Kiai. Indonesia yang 43:26 alamnya ini kaya, indah, bahkan permai. 43:30 Luar biasa kekayaannya. Tapi kekayaannya 43:33 itu diobral bukan untuk rakyat. 43:37 malah untuk para konglomerat 43:40 maupun orang-orang asing dan 43:42 kroni-kroninya. 43:44 Bagaimana ini, Pak Ustaz? Dalam hal 43:47 hukum syariah bila dalam pengelolaan ini 43:51 orang-orang kolong merat itu tidak 43:53 berpihak kepada orang-orang 43:56 rakyat, bahkan berpihak sebesar-besarnya 43:59 kepada pembantai warga Gaza di Palestina 44:01 dan tidak berperkemeran. Oke. Baik. 44:03 Bagaimana nih, Pak Ustaz menjawab 44:05 pertanyaan ini? Ee terima [berdehem] 44:07 kasih 44:08 kepada Ibu yang bertanya di Cilengsi. 44:11 Ini pertanyaan mengandung berbagai 44:13 dimensi ya [mendengus] yang 44:16 tidak relevan dengan sebagian yang kita 44:20 sampaikan. Karena yang kita sampaikan 44:22 ini sebetulnya adalah kekhawatiran, 44:26 mungkin juga ketakutan dan kebencian 44:30 yang begitu besar dari ee industri UMKM 44:37 ya yang mereka itu hidupnya mengandalkan 44:39 usaha-usaha kecil kayak Asongan, kayak 44:43 yang punya lapak-lapak gitu ya, termasuk 44:46 mereka yang punya toko sendiri gitu ya. 44:48 ini usaha kecil-kecil seperti ini. Ini 44:52 yang kita bicarakan dan yang menjadi 44:55 topik karena berbagai ee kajian kita 44:59 dengan para jemaah di masjid itu ee apa 45:03 namanya ee umpatannya, fokus 45:07 pembicaraannya itu kepada hal yang ini 45:09 gitu ya. Jadi, akhirnya kita memberikan 45:11 jawaban secara umum bagaimana sebuah ee 45:15 perjanjian atau kontrak atau akad atau 45:18 kerja sama bisa dimungkinkan ee dari 45:21 orang yang super kaya katakanlah 45:23 konglomarat atau kapitalis yang punya 45:26 jaringan tak terbatas kepada masyarakat 45:29 dengan orang-orang yang seperti ini gitu 45:31 yang kenyataan memang begitu 45:33 ya. Jadi ee tidak pada tataran 45:37 konglomerat nasional yang proyeknya itu 45:40 menjadi nasional ya. Karena itu kalau 45:44 yang kita bicarakan sudah banyak orang. 45:47 Saya banyak mendengar dan menyimak 45:49 tulisannya dan termasuk ee apa namanya 45:53 podcast e pernyataan almarhum Pak Faisal 45:56 Basri. 45:57 H 45:57 ya. N beliau itu orang 46:00 dari sisi ilmu ekonomi enggak diragukan 46:03 lagi kepakarannya. 46:04 Dari analisis ekonomikro 46:09 dia sudah luar biasa. Kepedulian beliau 46:13 terhadap Indonesia terkait bagaimana 46:16 mengelola sumber daya alam sudah luar 46:19 biasa. Jauh di atas. Saya enggak ada 46:21 apa-apanya. Berani berani langsung 46:23 berhadapan dengan konglomerat. He 46:25 berani langsung berada dengan jenderal. 46:29 Berani langsung nunjuk-nunjuk hidungnya 46:32 ini pejabat-pejabat ya. Bahkan presiden 46:35 juga pernah ini ya di bukan dimaki-maki 46:37 ya. Diperingatkan 46:39 sudah seperti itu tapi tetap enggak bisa 46:41 berubah ya. Nah, beliau juga mengatakan 46:44 bahwa ini tetap harus dikeluarkan. Bukan 46:46 berarti ee kita ini kalah atau menang, 46:49 tetapi ini harus disampaikan. Dan saya 46:52 ingat benar bahwa beliau itu orangnya 46:55 takut berhadapan dengan Allah di hari 46:58 kiamat nanti jika dia diam terhadap 47:00 kemungkaran. Sesuatu yang dia punya, dia 47:03 paham, dan sesuatu yang menjadi tanggung 47:05 jawabnya dia akan lakukan. 47:08 Nah, orang seperti ini jarang ya, jarang 47:10 sekali. Mungkin di Indonesia juga tidak 47:12 banyak apalagi di luar negeri yang 47:15 umumnya itu adalah akomodatif terhadap 47:18 tuntutan orang-orang kaya. Bahkan di 47:20 Amerika sendiri juga hampir enggak ada 47:22 ya selama ini misalnya Trump itu ee 47:26 menghadapi dua dua orang 47:30 ee Jefri Sah sama eh apa Richard itu 47:36 Richard Wolf itu duanya profesor yang 47:40 yang Richard Wolf itu ee ekonom tapi 47:43 beraliran marksis habis-habisan ngritik 47:47 apa Amerika dan lain sebagainya. Begitu 47:49 juga Jefri dia profesor Kolumbia kalau 47:51 enggak salah di ini 47:52 dan dia sampai dengan detik ini tetap 47:54 konsisten mengkritik kerap 47:56 hanya beberapa orang dua dari sekian 47:59 ahli 48:00 hanya 48:01 ahli ekonomi yang menerima dia Nobel ini 48:03 orang yang tidak menerima dia Nobel 48:04 H 48:05 tapi dia tidak diam terhadap sesuatu 48:07 yang dia pikir bahwa ini benar untuk 48:09 disampaikan ya kan 48:12 timing-nya juga pas ya nah kalau yang 48:15 kita lakukan di sini tidak padaala itu 48:18 ya para pendengar sekalian 48:20 yang kita ee bicarakan adalah ee 48:23 meskipun ini dominasi sudah tidak bisa 48:26 kita 48:28 sangkal 48:29 h 48:30 ini fakta yang terjadi. Tapi apakah 48:33 dalam perspektif ekonomi Islam itu 48:35 memungkinkan 48:37 kita yang memang ter ya tertindas ter di 48:40 bawah mereka tapi kita mencoba untuk 48:43 kerja sama dengan mereka apa 48:44 dimungkinkan? Nah, itu ya supaya kita 48:47 bisa memberikan jalan keluar bagaimana 48:49 kita usaha itu tidak terlalu pusing 48:53 karena sesuatu yang kita tidak tahu. Ya, 48:55 makanya di sini di sini perlu dijelaskan 48:58 bagaimana hukumnya seandainya 49:00 orang-orang kecil seperti ini bekerja 49:02 sama dengan ekonomi Barat. Dari sisi 49:05 ekonomi itu enggak ada kerja sama di 49:06 sini karena enggak pantaran, enggak se 49:09 enggak seimbang. Yang satu di langit, 49:12 yang satu di 49:14 kolong jembatan misalnya seperti itu. 49:16 Enggak mungkin itu kerja sama. Tapi jika 49:19 Anda jika itu mungkin karena enggak ada 49:22 jalan lain maka kita terima ya kita 49:25 bekerja sama dengan mereka dengan tetap 49:27 menjaga maslahat ya. Ya. Ketat yang 49:30 kayaknya enggak bisa memaksakan kita 49:31 untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang 49:33 dilarang oleh agama. 49:35 Ya, kita sebagai peternak kambing lah 49:39 kita hanya menternak kambing atau ayam 49:41 atau sapi yang babi dan lain sebagainya 49:44 enggak bisa kita dipaksain begitulah 49:46 gitu. Itu contoh usaha-usaha yang lain 49:48 banyak ya ee bisa kita kerjasamakan 49:51 dengan siapapun. Pada prinsipnya dalam 49:54 pandangan ekonomi Islam itu kita bisa 49:56 bekerja sama dengan siapapun, bermitra 49:58 dengan siapapun, bahkan termasuk mereka 50:01 yang berbeda agama ya. Heeh. 50:04 Karena Rasulullah itu jual beli, 50:05 sewa-menyewa, kemudian ee apa tuh? 50:10 Menggadaikan gadai menggadai 50:12 utang-putang ini. Rasulullah 50:13 melakukannya dengan orang-orang Yahudi 50:16 waktu di Madinah. Bahkan ketika 50:18 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 50:18 meninggal dunia, beliau masih berhutang 50:21 kepada orang Yahudi dengan menggadaikan 50:23 baju perangnya 50:25 untuk kebutuhan makanan. Ya. Nah, ketika 50:29 di Makkah ya di Makkah mitra-mitranya 50:31 orang-orang musyrik. H 50:33 orang-orang musyrik dan bahkan beliau 50:35 sendiri menjadi penjaga harta mereka. 50:38 Beliau mendapat gelar al-Amin lantaran 50:40 titipan harta yang mulia eh yang yang 50:44 harta-harta orang kafir, 50:45 pentolan-pentolan Quraisy itu justru 50:47 dititipkan kepada beliau dan beliau 50:49 terima. 50:50 Dan beliau enggak pernah bilang, "Ini 50:52 harta kamu dari mana? Judiah, dari poker 50:55 kah? Dari enggak enggak nanya dari jual 50:57 beli miras kah?" Enggak enggak tanya. 51:00 Pokoknya ini sudah harta mereka sudah 51:02 dititipkan, sudah dijaga begitu saja. 51:04 Nah, ini menunjukkan kepada kita bahwa 51:06 muamalah itu bisa kita lakukan dengan 51:08 siapapun. Ya, ini prinsipnya. Jadi, kita 51:12 memusihi sesuatu yang seharusnya tidak 51:14 bermusui kecuali kalau terang-terangan 51:16 bahwa mereka ini menyimpan denda, 51:18 menyimpan ee apa namanya? Visi, 51:21 menyimpan niat bahwa kita mau 51:22 dianjurkan. Nah, baru kita hati-hati 51:24 kepada orang seperti ini. 51:26 Tapi sepanjang kita tidak tahu bahwa 51:28 mereka itu begitu, bahwa mereka orang 51:30 biasa-biasa aja, walaupun kita berkerja 51:34 kerja sama, bermuamalah dengan mereka, 51:36 itu enggak masalah. Diperbolehkan selama 51:39 dalam tanda petik tadi itu masalah, 51:41 maslahah, ya. Jadi, kita enggak bisa 51:43 melakukan usaha yang diharamkan oleh 51:45 agama. Ee atau paling tidak makruh juga 51:49 enggak boleh kita kita usahakan. Kita 51:52 enggak boleh mendapatkan pekerjaan yang 51:54 100% makruh. 51:58 Misalnya enggak ada yang halal. 100 51:59 makruh itu kan enggak haram ya. Tapi 52:02 kalau pendapatan kita 100% makruh selama 52:04 kita hidup, nah kita ini enggak bagus 52:06 gitu. 52:07 Enggak thayib ya. 52:08 Harus kita hindari, harus kita ada 52:10 pendapatan yang halalan thayibah gitu. 52:14 Ada Pak Ahmad di Depok. Asalamualaikum 52:16 warahmatullahi wabarakatuh. 52:17 Waalaikumsalam warahmatullah. Pak Ustaz, 52:19 perusahaan makanan ayam goreng yang dari 52:21 Amerika, apakah itu lambang kapitalis? 52:24 Kalau rasanya masih enakan ayam goreng 52:26 lokal. 52:29 Semua perusahaan di Amerika, 52:31 semua perusahaan Amerika yang yang ada 52:35 di sini, baik itu makanan atau minuman 52:37 itu semuanya kapitalis. 52:38 Semuanya kapitalis. Tapi banyak bahwasan 52:40 di mana-mana ada. 52:41 Iya lah. Itu makanya kita kalau kita 52:43 mikir-mikir apa yang tidak kita beli 52:45 dari kapitalis 52:46 sabun itu aja. [tertawa] 52:49 Sabun kan saya hidup di dunia ingat ya 52:51 waktu saya kecil sabun itu luks. 52:53 H 52:53 gak ada sabun merek yang lain pada zaman 52:55 waktu itu. 52:56 Iya. 52:56 Iya kan? Pada lebo Lebo itu kan juga 52:59 satu perusahaan. 53:00 Heeh. 53:00 Nanti bikin brand-brand lain banyak 53:02 sekali. 53:03 Iya. Padahal satu 53:03 eh padahal satu grup ya. Iya. 53:05 Nah seperti itu. Jadi hampir kita 53:07 mustahil ya menurut saya kita 53:09 menginterkan diri dari ee kongkongan apa 53:12 cangkeraman dari kapitalis ini 53:15 konglomeret ini susah ya. Maka kebetulan 53:19 di dalam agama kita juga ada ada 53:21 larangan 53:22 e bekerja meng siapapun kecuali kalau 53:24 kerja sama itu mengharamkan apa yang 53:27 Allah halalkan dan menghalalkan apa yang 53:29 Allah dan rasulah haramkan itu aja 53:31 itunya kriterianya ya jadi akhirnya 53:35 muamalah itu luas ya 53:38 itu. Hmm. 53:40 Itu menjadi pertanyaan terakhir, Pak 53:42 Ustaz ya yang bisa kita jawab di 53:44 kesempatan kali ini. Sebagai penutup Pak 53:47 Ustaz dari seluruh bahasan kita di edisi 53:49 kali ini. Apa dari Pak Ustaz? 53:51 Iya. 53:52 Dalam ee menutup ee sesi ini, saya ingin 53:56 menyampaikan sebuah hadis yang 53:58 diriwayatkan oleh Imam Muslim dan 54:00 muhaddis yang lain, muqadis yang lain. 54:03 Ee teksnya kurang lebih bunyi seperti 54:07 ini. 54:08 Ana titsu asyura firki 54:14 maam yakun ahaduma 54:16 alak 54:18 wain 54:20 ahad ak. 54:22 Taruktu surka. Ya, kurang lebih begini 54:25 ya hadisnya. Kata ini hadis qudsi 54:28 artinya adalah aku kata Allah Subhanahu 54:31 wa taala aku adalah pihak ketiga 54:35 dari dua pihak yang bersekutu bermitra 54:40 ya bermitra dalam berusaha 54:43 selama salah satu dari keduanya tidak 54:47 berkhianat terhadap yang lain. Apabila 54:51 salah satu dari keduanya berkhianat 54:53 terhadap yang lain, aku tinggalkan 54:56 kedua-duanya. 54:58 Ya. Ee para mufasir hadis mengatakan, 55:02 para ulama mengatakan bahwa yang 55:05 dimaksud bahwa Allah Subhanahu wa taala 55:07 menjadi pihak ketiga dari dua orang yang 55:09 bermitra, maksudnya adalah keberkahan 55:12 Allah itu akan turun menyelimuti kedua 55:17 belah pihak selama mereka bermitra. 55:20 [mendengus] 55:21 Tapi apabila salah satu dari keduanya 55:23 itu khianat terhadap pihak yang lain, 55:28 maka 55:29 Allah Subhanahu wa taala meninggalkan 55:31 dalam pengertian keberkahan itu tidak 55:34 ada. Sehingga usaha itu akhirnya isinya 55:38 hanyalah caci maki satu sama lain. 55:42 Akhirnya hasilnya enggak ada. 55:44 ujung-ujungnya di pengadilan 55:47 itu. Nah, dalam hadis ini dikatakan 55:49 bahwa syuroka ya orang-orang bermitra 55:52 itu tidak harus mereka itu muslim, tidak 55:56 harus mereka itu Hindu 55:59 atau apa. Dalam hal ini semua itu boleh 56:02 ya. Boleh kita bermitra dengan 56:05 nonmuslim. 56:07 Namun ajaran Islam, syariat Islam unggul 56:11 di situ. Artinya yang menjadi pedomannya 56:14 yaitu misalnya bermitra dengan 56:17 nonmuslim, tapi yang diusahakan adalah 56:19 barang-barang yang halal saja 56:22 yang tidak dilarang oleh agama Allah 56:23 Subhanahu wa taala. Itu selama itu maka 56:27 enggak ada masalah. Ya, kemitraan di 56:30 dalam usaha itu suatu hal yang penting 56:32 sebetulnya. Sebab tanpa kemitraan kita 56:36 ee tidak bisa mencapai sesuatu yang 56:38 lebih besar. Maka seorang individu akan 56:41 sulit mencapai tingkatan yang lebih 56:43 tinggi jika dia bekerja sendirian. Tapi 56:46 apabila dia bekerja dalam suatu 56:48 kelompok, dalam bermitra, dalam 56:49 syarikah, dia lebih gampang menanggapai 56:52 apa yang dicita-citakan. 56:54 Makanya seorang individu suksesnya tidak 56:58 akan pasti di bawah persek persuran 57:01 terbatas ya. Nah, perseroan terbatas ini 57:04 adalah kemitraan sebetulnya yang di situ 57:07 banyak orang yang saling membantu untuk 57:11 berusaha bersama. Betapapun hebatnya 57:13 seorang individu ya tidak akan bisa 57:15 melakukan segala-galanya. Karena itu 57:17 maka dianjurkan kita bermitra supaya 57:19 kita bisa mencai mencapai tujuan kita 57:21 dengan lebih baik dengan lebih cepat ya. 57:23 Hm. 57:24 Ya, itu masangga. 57:25 Baik, Pak Ustaz. Terima kasih atas 57:27 kajiannya di kesempatan kali ini. Ikhwan 57:29 Ahmad. Demikianlah kajian ekonomi Islam 57:32 bersama guru kita Ustaz Ihwan Basri. 57:34 Semoga apa yang beliau sampaikan 57:36 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 57:38 banyak atas kebersamaan Anda. Mohon maaf 57:41 atas segala kesalahan kata. Kami undur 57:42 diri. Billahi taufik wal hidayah. 57:44 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 57:46 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 57:48 atubu ilaik. Asalamualaikum 57:50 warahmatullahi wabarakatuh. 57:51 Waalaikumsalam.