Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain waa umur dunya waddin wasalatu
- wasalam ala asrofil iya wal mursalin waa
- alihi wasohbihi ajmain. Qallahu taala
- fil quranil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Qolu subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul hakim. Waq
- aid innallaha waaikatahu yusuna alan
- nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi
- wasallimu taslima. Sadaqallahulim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Cibubur, Bekasi.
- Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala, bagaimana kabar Anda di hari
- Jumat sore ini? Semoga selalu dalam
- keadaan sehat walafiat. Senang sekali
- saya Fauzi Ridwanul Haq ditemani oleh
- Neza dan juga Yusuf Subangkit dapat
- kembali menemani ikhwan akhwat dalam
- program tausiah sore edisi Jumat 11
- Rabiul Akhir 1447
- Hijriah dan juga bertepatan tanggal
- tanggal 5
- Oktober 2025
- bersama guru kita almukarram Ustaz Ahmad
- Shoh Alhamdulillah beliau sudah hadir
- bersama kita. Maka kita sapa guru kita
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah sehat walafiat atas doa
- dari semua ikhwan dan akhwat.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Masyaallah. Eh, baik ikhwan akhwat. Kita
- mulai kita sudah Allah beri kesempatan
- untuk melanjutkan kajian tausiah soreh
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dalam kitab
- Riyadus Shihin,
- syarah kitab Riyadus Shihin karya Syekh
- Dib Albugha dan kawan-kawan. Insyaallah
- sore kali ini ee Ustaz Ahmad Salh akan
- melanjutkan pembahasan dari kitab
- larangan yaitu dengan tema haram
- menggunjing dan perintah hadis dan
- perintah untuk menjaga lidah. Ee kemarin
- sudah sampai tiga hadis, Ustaz, ya.
- Insyaallah pada sore kali ini akan
- melanjutkan di hadis keempat. Namun
- sebelumnya bagi ikwan awat yang ingin
- berpartisipasi dalam kajian
- tausiah sore ini dapat mengirimkan di
- nomor WhatsApp 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan Ustaz dapat menghubungi
- di 0218451515
- 1512. Semoga kajiannya dapat menemani
- ikhwan akhwat di ee
- di waktu sore, di Jumat sore. Tentunya
- kita senang sekali kalau siaran bersama
- Ustaz Ahmad Saleh ini di waktu yang
- mustajab. Insyaallah.
- Amin. Amin. Masyaallah. Masyaallah.
- Baik, sebelum
- Ustaz Ahmad Saleh memberikan ilmunya
- kepada kita, kita berdoa.
- Doa menuntut ilmu terlebih dahulu.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbisrohli
- sodri waassirli amri wahlul uqdatan
- lisani wfqahu qi rbi zidna ilman wikna
- bihin. Mari kita simak dan dengarkan
- ilmu yang akan disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Shoh tentang haram menggunjing dan
- perintah menjaga lidah. Tafadul Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katiron thyiban mubarokan fih
- kama yuhibuna waard. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluhu wa innahu la nabiya ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyana Muhammadin wa ala alihi
- wasahbihi wasallim taslima. Amma ba'd.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim di mana pun berada serta
- pemirsa ee TV Visual Rasil Visual.
- Alhamdulillah
- Allah azza wa jalla takdirkan kita
- berjumpa kembali meskipun lewat udara
- setelah beberapa pekan kita absen karena
- beberapa kendala teknis gitu ya. Ah,
- baik. Kita supaya tidak memperpanjang ee
- percakapan, kita langsung saja kepada
- kajian kita. Kajian keempat dalam ee bab
- haram mengguncing dan perintah menjaga
- lidah atau ee hadis ke 1515
- dalam kitab Riyadus Shihin thayib
- an Abi Hurairat radhiallahu anhu anna
- Nabi sallallahu alaihi wasallam anna
- annahu sami Rasulullahi wasallam. Jadi
- dari Abu Hurairah semoga Allah
- meridainya
- bahwa ia mendengar Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda
- innal abda la yatakallamu bil kalimati
- ma yatabayyanu fiha yazillu biha ilanar
- abada mimma bainal masriqi wal maghribi
- muttafaqun alai inal abda sesungguhnya
- ada seorang hamba
- yang mengucapkan suatu perkataan
- fiha tanpa dipikirkannya terlebih dahulu
- tentangnya. Yazillu biha ilanar
- mengakibatkan dia tergelincir dan jatuh
- ke neraka api neraka ya. Ab'ada lebih
- jauh mimma dari apa-apa yang bainal
- masyriqi antara masyrik antara timur wal
- magribi dan magrib
- muttafaq ada muttafaqun alaih yakni
- hadisun rawahu bukhari wa muslim. Nah,
- dari sini dapat kita pahami hadis ini
- wadih, jelas ya. Ya, bahwa seseorang itu
- wajib menjaga lisannya, tidak membiarkan
- lidahnya bebas bicara. Seorang muslim
- itu
- perkataannya saja dikontrol,
- perkataannya saja dikendalikan.
- Jangan sampai kemudian ada ucapan-ucapan
- yang akan menggelincirkannya seperti
- dijelaskan hadis ini. Jadi ini kira-kira
- perkataan ini sesuai syariat apa gak?
- Sampai begitu itu seorang muslim.
- Maka bagaimana dia kemudian berkata yang
- tidak senonoh, berkata yang ee apa
- menghina dan lain sebagainya yang
- menyakiti orang lain. Karena ajarannya
- juga syariat Islamnya juga
- apa? Mengharapkan agar si pemilik lisan
- mengendalikan lisan. Kan kemarin sudah
- di apa? Sudah ditegaskan manana yukmin
- billahi wal yaumil akhir falyaqul
- khairon a liyasmud.
- Siapa manana yukmin billah? Barang siapa
- yang iman kepada Allah dan hari akhir.
- Sekali lagi saya ingin mer-review bahwa
- asasul iman yang kita kenal ada enam itu
- seringki diringkas diqaser oleh Nabi
- menjadi dua.
- Nah, nanti ee bahkan nanti yang dua itu
- diringkas lagi hanya iman kepada hari
- akhir.
- He. Eh,
- yang satu itu iman kepada akhir ya.
- Hari akhir. Iman kepada hari akhir. Nah,
- contohnya apa?
- Aritalladzi yukadzibu biddin. Tahukah
- kamu siapa orang yang mendustakan hari
- pembalasan
- yang kemudian hari pembalasan itu
- menjadi Islam itu sendiri. Jadinya
- tahukah kamu siapa orang yang
- mendustakan agama?
- H
- ada pembalasan.
- Nah, padahal addin itu hari pembalasan.
- Sebagaimana di dalam suratul surat e
- suratul fatihah. Maliki yaumiddin.
- Betul. Nah. Tahu kamu siapa yang
- mendustakan hari pembalasan? Sama dengan
- sama dengan kalau dia tidak iman kepada
- hari pembalasan sama dengan tidak iman
- kepada Islam itu sendiri.
- Tidak iman kepada seluruh ajaran Islam.
- Tidak iman kepada asasul iman yang enam.
- Ah, begitu ya. Jadi ee menarik
- sekalilah. Jadi kalau kemudian nanti ee
- apa namanya? Maka oleh sebab itu di
- dalam salah satu ayat Al-Qur'an ee bahwa
- orang-orang yang beriman
- yang di innalladzina amanu kemudian
- Yahudi, Nasrani gitu kan yang iman
- kepada Allah dan hari akhir gitu
- diwakilinya oleh dua itu. Oke. Baik.
- Nah, jadi ee apa namanya? Ee seseorang
- itu wajib menjaga lisannya, tidak
- membiarkan lidahnya bebas bicara.
- Karena barangkali ada satu kalimat yang
- bisa menceburkannya ke neraka sedangkan
- ia tidak menyadarinya.
- Karena itu seseorang wajib
- menimbang-nimbang perkataan dan
- memikirkan akibatnya sebelum
- menyampaikannya.
- Maka oleh sebab itu lebih baik ee lebih
- baik agak sedikit lama bicara karena
- berpikir gitu loh daripada nyerocos
- mengakibatkan terpelet
- api neraka gitu ya. Oke. Baik. Itu hadis
- keempat.
- Amma alhaditul khamis. Adapun hadis yang
- kelima
- yakni wau aid yakni an abi Hurairat.
- Nabi wasahi
- taala. Kalau tadi inalam
- bilimati gitu yaaban
- fihail dan seterusnya. Kalau sekarang
- innal abda la yatakallamu bil kalimati
- min ridwanillahi
- taala ma yulqaha balan yarfaullahu biha
- darat
- wa innal abdaatakamu bilimatiahi
- taala la yulqiaha
- yahwiha fi jahanamul
- buk inalam
- Sesungguhnya seorang hamba, ada seorang
- hambaakamu
- bilimati yang mengucapkan suatu
- perkataan min ridwanillah dari perkataan
- yang diridai oleh Allah dari keridaan
- Allah Taala. Ma yulqilaha balan.
- Sedangkan ia sendiri tidak
- menghiraukannya.
- E
- yarfauhullahu biha darajat. Lalu dengan
- perkataan itu Allah mengangkatnya
- beberapa derajat.
- Wa innal abda. Dan sesungguhnya ada
- seorang hamba mengucapkan suatu
- perkataan yang dibenci oleh Allah. Ya
- bil kalimati min sakatillahi taala la
- yulqilaha.
- La yulkilaha gitu ya. Balan. Ah
- masyaallah.
- Ee sedangkan ia sendiri tidak
- menghiraukannya. Sama kalau tadi ma
- yulqilaha balan. Kalau ini la yulqilaha
- balan. Nah sama-sama artinya tidak
- menyadarinya.
- Yahwi biha fi jahanam. Ah lalu karena
- disebabkan perkataan itu, ia jatuh ke
- dalam api neraka jahanam. Maka oleh
- sebab itu, ikhwatul iman, semua ee panca
- [berdehem] indra itu memiliki dua
- potensi.
- Pertama, potensi diangkat derajatnya.
- Dengan kata lain, potensi mendapatkan
- keridaan Allah dan yang kedua potensi
- untuk mendapatkan murka Allah. Maka oleh
- sebab itu, karena seluruh panca indra
- itu dua apa? Punya dua potensi, maka
- hendaknya kita awasi, kita kendalikan.
- Ah, sekali lagi ya, apa yang ada pada
- tubuh kita, indra-indra apapun semuanya
- punya potensi.
- potensinya dua ya gitu ya. Pikiran.
- Ah, punya pikiran potensinya dua. Bisa
- meningkatkan derajat kepada Allah,
- meningkatkan derajat di sisi Allah dan
- bisa mengakibatkan Allah murka. Harta
- kekayaan punya juga dua potensi. Bisa
- menambah kedekatan kepada Allah, bisa
- menjauhkan dari Allah. Tuh. Jadi
- sesungguhnya
- ee jadi kalau kita mau mengejar jabatan
- itu niatkan dulu sejak awal bahwa
- jabatan itu harus bisa mendekatkan diri
- kepada Allah. Karena jabatan punya
- potensi bisa menjauhkan diri dari Allah.
- Mencari nafkah, mencari harta.
- diniatkan dulu, dipahami dulu
- filosofisnya gitu loh. Bahwa harta
- kekayaan itu bisa mendekatkan diri
- kepada Allah. Waalika bersamaan dengan
- itu juga bisa menjauhkan diri dari
- Allah. Ilmu sama juga ya. Ilmu itu bisa
- mendekatkan diri kepada Allah, bisa juga
- menjauhkan diri dari Allah. Maka semua
- potensi yang ada pada diri kita memiliki
- dua ee potensi yaitu potensi baik dan
- potensi buruk.
- Maka sesungguhnya pada dasarnya kan
- begini, [berdehem]
- orang yang orang yang buta beruntung apa
- tidak beruntung?
- Beruntung.
- Bisa beruntung. Kenapa? Karena dia tidak
- bisa melihat keburukan.
- Masyaallah.
- Tuh. Dari sisi itu makanya harus
- diingat-ingat. Oh iya alhamdulillah saya
- dikasih buta. Alhamdulillah
- saya iya alhamdulillah ya kan. Karena
- saya tidak bisa melihat keburukan
- keburukan.
- Tapi di sisi lain dia bisa sedih. Oh ya
- Allah
- saya tidak bisa melihat kebaikan. Kan
- begitu. Nah begitu juga orang yang bisu.
- Orang yang bisu dia diniatkan saja. Saya
- bisu pokoknya saya ee apa namanya?
- Niatnya ingin selalu berkata baik.
- Niatnya ingin senantiasa berkata baik,
- tetapi kan bisu.
- Iya.
- Nah, hadisnya kan manana yummin billahi
- wal yaumil akhir falya khairon aasmut.
- Nah, dia pilih karena dia bisu maka dia
- pilih bisu. Apa? Diam.
- Tuh. Diam itu lebih baik daripada
- berkata buruk. Tapi berkata baik lebih
- baik daripada diam. Nah, dia bisa dapat
- kebaikan banyak jika niat, "Ah, saya
- tidak ingin berkata yang buruk-buruk,
- diam aja karena bisu," gitu kan. Nah,
- maka oleh sebab itu niat itu sangat
- mempengaruhi.
- Mohon maaf ya, mohon maaf saya tidak
- mencela orang yang berpuasa banyak
- tidur.
- Orang berpuasa tidur melulu gitu kan.
- Eh, ternyata ada yang jawab,
- "Ustaz, saya tidur itu menghindari
- maksiat."
- Masyaallah.
- Tuh, daripada saya lihat sesuatu yang
- diharamkan Allah bisa mengurangi pahala
- puasa saya, mendingan saya tidur.
- Nah, jadi tidur lebih baik daripada
- melihat yang maksiat. Tapi melihat yang
- baik, memanfaatkan itu untuk kebaikan
- itu lebih baik dibanding tidur. Nah,
- maka oleh sebab itu memang kita sebagai
- ee apa ya?
- Sebagai narasumber hendaknya harus
- melihat dari berbagai sisi meskipun ini
- akan berdampak bahaya gitu loh ya. Oh,
- bahaya nih kalau ee itu disampaikan
- nanti orang banyakan tidur. Gak juga kan
- semua hatinya kan harus di ini yang
- terdorong tuh hatinya. Ya udah kamu
- tidur secukupnya aja jangan berlebihan.
- Sisa sisanya baca Al-Qur'an,
- baca hadis-hadis, baca tarikh, baca
- tafsir, baca gitu. Nah, jadi ee apa
- namanya? Yang paling penting diisilah
- jiwa. Jadi, maka oleh sebab itu tidak
- ada masalah. Seperti begini,
- kadang kita sebagai kiai gitu kan, kalau
- ada anak yang kesiangan dimarahi,
- kamu tidur makan jangan main melulu.
- Padahal dia juga tidur tepat waktu. Ya
- namanya tidurlah kan begitu. Meskipun
- jam 3.00 ada azan awal yang namanya
- tidur kan ada yang bisa mendengar tapi
- ada yang bablas. Nah, ya makanya
- kemudian kita harus bijaksana kamu di
- Nah, itu ada yang nyeletukah
- Kiai saya tidur kan enggak sadar gitu
- ya. Dan lagi juga kesiangan kan sunah
- kok sunah. Nabi kan pernah kesiangan
- juga dia bilang astagfirullah. Nah, maka
- oleh sebab itu kita juga memang harus
- melihat dalam mendidik juga harus
- melihat oh ini mah memang bakatnya
- bandel.
- meskipun dia sudah melek azan awal gitu
- kan kan ada azan awal ya ada azan awal
- sudah melek tidur lagi. Ah ini yang
- harus diikan. Nah maka oleh sebab itu
- controlling itu diperlukan. Ah adapun
- nah seringkiali kan gini ee dalam
- kehidupan sehari-hari
- kan ada mohon maaf ya ada yang kerjanya
- sampai larut malam.
- Heeh.
- Sampai jam .00 pagi.
- Masyaallah. Sab jam t larut ini biasanya
- juru apa istilahnya juru ketik
- misalnya juru ketik makalah untuk ini
- kan ada orang-orang tentu kan harus
- disiapkan
- ni sampai jam .30
- orang bangunkan bangun bangun bangun
- molor aja [tertawa]
- kata kemudian kan mohon maaf yang
- seringkiali orang semacam kita emosi
- kurang tidur dibangunkan setengah bangun
- molor aja saya tidak molor saya kerja
- nah maka oleh sebab itu Oh iya maka oleh
- sebab itu ee kan yang paling mengerti
- misalnya tidurnya suami adalah istrinya
- [berdehem]
- kalau suaminya pulang pulang malam
- misalnya .30 baru sampai rumah.
- Iya.
- Karena dia kan kena ship.
- Iya.
- Ah ship malamnya baru pulang jam 12.00
- malam tuh baru tank keluar. Belum dia
- apa namanya dari perusahaannya ke rumah
- kadang harus mampir dulu ngisi dulu
- perut ya. Baik sekedar mie sampai rumah
- itu kadang .30
- tidak langsung tidur. Dia kan cuci muka
- dulu, cuci tangan, cuci tidur-tidur .30
- 0.30 waktu subuh. [berdehem] Kalau istri
- yang tahu dibiarkan.
- Maksudnya sudah tahu, "Oh, suami saya
- pulang tadi malam." Kecuali kalau di Bu
- atau MI, nanti kalau Bapak kesiangan
- bangunkan
- dibangunkan gitu. Tapi kalau tidak pesan
- dibiarkan lah. Nanti kesiangan enggak
- apa-apa kesiangan juga.
- Heeh.
- Ya, jam .00 baru bangun. Lebih baik jam
- .00 bangun kemudian salat subuh
- dibanding .30 dibangunkan bacaan salat
- subuhnya enggak karuan
- karena masih ng masih ngantuk.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- [mendengus]
- ngantuk gitu. Berulang-ulang baca
- alfatihah.
- Berulang-ulang enggak selesai-selesai
- maka sudah tidur aja dulu, gitu. Nah,
- makanya pemahaman-pemahaman fikih itu
- memang fikih itu tidak ketat pada
- akhirnya kita memaknainya. Fleksibel.
- Fleksibel. Coba kan ada riwayat sampai
- kepada kita, orang yang hubungan suami
- istri di siang hari akhirnya dapat kurma
- dari Nabi. Tuh, sudah melakukan
- pelanggaran dalam tanda petik
- pelanggaran. Ya, emang pelanggaran. Tapi
- akhirnya dia dikasih kurma sama Nabi
- kan. Asalnya ee dia kan lapar sama Nabi,
- "Ya Rasulullah, saya khau harus puasa 2
- bulan berturut-turut." "Ya Rasulullah,
- jangankan 2 bulan berturut-turut,
- sebulan aja kan saya nyelonong, enggak
- kuat gitu." "Oh, ya sudah kalau gitu
- kamu ngasih makan kepada fakir miskin."
- Kaz.
- Ya Rasulullah,
- saya ini orang fakir, orang miskin.
- Kata Nabi, "Sudah, sebentar
- diambilkanlah kurma oleh Nabi. Bagikan
- kepada orang yang paling miskin." Gitu
- kan. Kata dia, "Ya Rasulullah, di
- kampungku itu tidak ada yang lebih
- miskin dari aku. Ya sudah, kasih makan
- tuh saudaramu apa e keluargamu coba."
- Melakukan pelanggaran pada akhirnya dia
- dapat kurma.
- Padahal harusnya apa? Dia harusnya puasa
- berturut-turut 2 bulan. Berarti kalau
- puasa berturut 2 bulan ngasih makannya
- 60 orang loh gitu. Akhirnya kemudian dia
- dapat qu itulah syariat Islam. Jadi
- memang harus kondisional
- dilihat, disesuaikan
- gitu ya. Ada orang bertanya kan
- seringkali, "Ya Rasul, boleh enggak saya
- mencium istri saya saat berpuasa?" "Oh,
- boleh." Tapi ketika ada orang kedua
- bertanya, "Oh, enggak boleh." He.
- Nah, loh kok yang pertama boleh dikasih
- ruksah, yang kedua tidak boleh. Nah,
- lihat kondisinya. Kalau yang pertama
- syikh,
- orang sudah sepuh,
- H
- yang kedua masih muda, kan begitu. Nah,
- maka oleh sebab itu itulah kebijakan
- kita dalam membagi fikih.
- Fikih itu tidak saklek gitu loh. Sangat
- tergantung kepada kondisi. H
- pada akhirnya begitu fikih. Oh, iya ya.
- Nah, kenapa? Karena fikih-fikih itu
- bagian dari hal-hal yang ee apa?
- Mughayirat yang bisa berubah. Tagyirat
- yang bisa berubah. Adapun masalah akidah
- itu masalah-masalah subut
- gitu loh. Kalau subut enggak bisa
- berubah gitu loh ya. Kalau akidah itu
- biasanya masalah subut itu akidah. Kalau
- masalah muamalah bisa berubah kapan
- saja. bisa berubah kapan saja. Sesuai
- dengan perkembangan zaman, sesuai dengan
- kondisi ee apa namanya si orang
- tersebut. Nah, itu fikih. Maka oleh
- sebab itu pada akhirnya fikih mah lah
- sudahlah saling menghormati sudah enggak
- usah diadu-adu.
- Dia alasannya dia melakukan begitu
- karena alasan dari gurunya begini
- begini. Udah insyaallah benar. Meskipun
- beda dengan hasil kajian kita. He.
- Nah, kita juga benar karena tinjauannya
- dari hasil kajiannya seperti itu. Dia
- juga benar karena hasil kajiannya
- seperti itu. Nanti hakikat benar yang
- hakikatnya nanti di hadapan Allah.
- Karena itu masing-masing ijtihadi
- nah. Maka saya bilang, "Ah, sudah enggak
- usah ribut lagilah.
- mempersoalkan ya kita mempersoalkan
- amalan orang lain ini kecuali memang
- sudah nyata-nyata misalnya kita
- memaknainya misal nyata memenai
- bertentangan dengan akidah. Kalau ee
- bertentangan dengan pemahaman kita, ah
- sudahlah enggak usah diadu-adu. Tapi
- kalau kita memaknainya, wah ini
- bertentangan dengan akidah. Nah, baru
- ada diskusi, ada dialog gitu loh, ya.
- Oke. Baik. Ini hadis ke apa namanya?
- Hadis kelima wal had e wal hadir yang ee
- jadi ee mutiaranya adalah
- janji Allah untuk mengangkat derajat
- seseorang di dalam surga lantaran
- perkataan yang baik dan ancaman Allah
- untuk menjatuhkan seseorang ke neraka
- lantaran perkataan buruk. Tiib. Kita
- lanjutkan kepada hadis keenam dalam bab
- ini.
- Abi Abdurahman Bilal ibn Harit almuzanni
- radhiallahu anna
- Rasulullahi sallahu alaihi wasallam
- innula yatakallamu bilimati min
- ridwanillahi taala yadun
- maag ytubullahu taalau biha ridwanah
- Jadi eh kandungannya hampir sama ya
- dengan hadis-hadis keempat sama kelima.
- Tapi intinya adalah kurang lebih artinya
- innjula sesungguhnya ada seseorang
- yang mengucapkan suatu perkataan yang
- diridai Allah Taala sedangkan ia tidak
- menyangka demikian rupa akibat yang
- dicapainya. Lalu karena perkataan itu,
- Allah Taala menatapkan ridanya bagi
- orang tersebut sampai hari ia bertemu
- dengannya. Tuh. Jadi dari perkataan juga
- bisa mengantarkan kepada rida Allah. Eh
- walika bersama dengan itu dari perkataan
- juga akan mengantarkan bisa mengantarkan
- kepada kebencian Allah. Maka oleh sebab
- itu hendaknya kita senantiasa mohon
- kepada Allah untuk senantiasa berkata
- yang baik, berkata yang mulia. Nah, itu
- ini saya kira sebagai pengantar kajian
- kita pada sore hari ini. Tiga hadis ya
- ee sampai hadis keenam. Demikian
- wasallallahu ala nabiina Muhammadin
- walhamdulillahiabbil
- alamin. Wallahu aam biswab.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wallahuam
- bisawab. Jazakumullah kirakum jazakum.
- Baikad.
- Ustaz Ahmad SH sudah selesai
- menyampaikan tiga hadis dari hadis
- keempat dan sampai hadis keenam tentang
- haram menguncing dan perintah untuk
- menjaga lidah. Semoga bermanfaat.
- Baik, kami akan segera
- rehat sejenak setelah nada takwa
- berikut. Kami akan lanjutkan di nanti
- sesi kedua untuk tanya jawab bersama
- ikhwan akhwat. Terima kasih.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih Iwan masih setia bersama Radio
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang 1. Saat ini Anda sedang menyimak
- siaran live tausiah sore bersama Ustaz
- Ahmad Shoh MA dengan tema
- haram Menggunjing dan perintah untuk
- menjaga lidah. Ee tadi sudah disampaikan
- oleh Ustaz Ahmad Salh tiga hadis, hadis
- keempat, kelima, dan keenam tentang
- kalimat yang diredai oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Sekarang kita akan
- ee membacakan pertanyaan-pertanyaan dari
- ikhwan akhwat. Namun sebelum kita
- bacakan pertanyaan, e kita akan bacakan
- atensi-atensi dari Ikhwan Ahwat. Yang
- pertama dari Bapak Arwin. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima [mendengus] terima kasih Ustaz
- atas tausiah, nasehat dan pencerahannya
- Ustaz.
- Barakallahu fikum.
- Semoga ustaz dan pejuang dakwah serta
- pendengar radio silaturahim selalu dalam
- keadaan sehat walafiat.
- Amin. Allahum amin.
- Kemudian yang kedua dari Ibu Fiza
- Fitriana.
- Alhamdulillah, Ustaz menyimak-nyimak di
- waktu Jumat sore. Semoga Ustaz dan
- Kurasil sehat selalu.
- Amin. Allahum amin.
- Kemudian Bapak Johar di Kalideres
- alhamdulillah menyimak. Terima kasih
- atas ilmunya, Ustaz. Kemudian Bapak
- Mukhtar
- TNI AU juga alhamdulillah menyimak
- Ustaz.
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Pak Rahman juga alhamdulillah menyimak
- Ustaz belajar istikamah Ustaz tetap.
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Hm.
- Kemudian
- Bapak Edwin Saleh, alhamdulillah
- menyimak. Kemudian
- alhamdulillah
- Ibu Fatimah alhamdulillah menyimak. Ibu
- Tati, Ibu Darniwati, alhamdulillah
- semuanya menyiap.
- Alhamdulillah.
- Ibu Ida di Bekasi.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah Ustaz sedang menyimak.
- Terima kasih Ustaz atas ilmunya. Semoga
- Ustaz Ahmad Sh berkah, sehat selalu
- Ustaz.
- Amin. Barakallahu fikum.
- Kemudian Bapak Sayan Rohili di Pulau
- Gebang. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah Ustaz menyimak tausiahnya
- yang sedang dalam perjalanan.
- Barakallahu fikum. Masyaallah.
- Masyaallah.
- Bapak Muhammad di Jakarta juga
- menyimak. Kemudian kita sekarang akan
- bacakan pertanyaan dari
- Ibu Retno, Ustaz.
- Namam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya, Ustaz. Apakah saya
- berdosa sudah lama
- saya tidak ikut kumpul-kumpul reoni
- dengan teman-teman demi menjaga lisan,
- telinga, dan hati ustaz. Supaya qulbun
- salim, Ustaz. Jazakumullah khairan
- kasih. Masyaallah.
- Masyaallah. Naam. Reuni itu adalah satu
- perbuatan yang bisa berdampak positif
- dan juga bisa berdampak negatif.
- Dampak positifnya apa? Ketika kita
- kumpul saling nanya kabar, saling nanya
- keimanan, eh gimana salat tahajudnya
- gitu. Gimana anak-anaknya sudah diajarin
- akidah Islam apa belum. Jika
- perkataan-perkataannya itu dihiasi
- dengan yang dapat mengantarkan kepada ee
- kenaikan tingkat di sisi Allah, maka
- menghadiri reuni adalah mandub,
- mustahab, disukai.
- Tapi kalau reuni gitu ya, reuni itu
- diadakan untuk saling memanas-manasi
- keadaan, untuk saling melecehkan, saling
- menjatuhkan, maka datangnya adalah
- haram.
- Ee kan kita tahu ee apa reuni yang
- digagas oleh si fulan dan kita kenal si
- fulan gini gini gini apalagi kemudian
- harusnya begini. kan ada syarat-syarat
- tertentu untuk reuni. Nah, sekali lagi
- maka itu tidak harus datang. Apalagi
- kemudian reuni adalah waktu untuk
- mengumbar keburukan-keburukan masa lalu.
- Nauzubillah. Nah, maka haram paling
- tidak makruh datangnya gitu loh ya. Jadi
- kalau Ibu tidak datang reuni karena
- ingin menjaga lisan gitu ya, maka itu
- kategorinya dianjurkan.
- Tapi kalau kita tidak menghadiri reuni
- itu karena ingin memutuskan silaturahim,
- maka itu tidak dibenarkan.
- Nah, jadi sangat tergantung dulu objek
- reuninya itu apa. Apa baik apa buruk.
- Ah, ini misalnya sudah berkali-kali saya
- datang juga lah ngambur-ngaburkan uang
- cuma untuk gibah. Sudah enggak usah
- datang. Kalau perlu undang mereka ke
- rumah kita pengajian
- gitu ee ngundang ustaz siapa ustaz
- narasumber hasil gitu misalnya. Nah,
- enggak ada masalah
- itu menjadi lebih ba lebih baik. Tapi
- kalau reuni sekali lagi ya, apalagi
- mohon maaf ya, ada yang pernah saingan
- [tertawa] biasanya kan begitu reuni itu
- waktu di SMA atau di kampus ada bintang
- kampus kan begitu ya. Kemudian ada ee
- apa istilahnya ya? Primadona atau nah
- kemudian kita bersaing atau sebaliknya
- ada misalnya mahasiswa yang jadi pilihan
- semua perempuan kemudian bersaing. Kalau
- itu hanya mengingatkan masa lalu yang
- seperti itu sebaiknya enggak usah
- datang.
- Iya.
- Ya. Ya. Jadi kalau di kita memaknainya
- dapat menambah kebaikan, maka disarankan
- tuh ya. maka datangnya disarankan.
- Tetapi kalau diduga keras menambah
- keburukan, maka tidak direkomendasikan
- dalam bahasa fikihnya makruh atau bahkan
- haram gitu kalau kita tidak bisa
- memperbaiki. Jadi seperti itu ya, Ibu.
- Jadi ketika Ibu memutuskan tidak ikut
- reuni karena ingin menghindari gibah,
- maka itu adalah dianjurkan.
- Demikian yang dapat saya jelaskan.
- Wallahu aam bisawab.
- [berdehem] Wallahuam bisawab. Demikian
- Ibu Retno semoga dapat menjawab. [batuk]
- Berikutnya pertanyaan kedua dari Ibu Sri
- Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz dan seluruh kurasil sehat
- selalu.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz izin bertanya.
- Namam. Saya dengan teman saya sering
- menggunjing keadaan negara yang
- carut-marut, Ustaz. Nam
- uang negara ee
- judi online pinjol yang kemudian yang
- sekarang anak-anak sekolah yang banyak
- diracuni
- karena makanan bergizi gratis itu apakah
- saya dan teman saya berdosa mengunjing
- ee pemerintah yang tidak amanah atau
- zalim ustaz jazakumullah khairan kat
- nam masyaallah la haula wala quwwata
- illa billah jadi narasumber itu memang
- harus adil gitu ya. Jadi harus adil.
- Pertama begini,
- jika
- penyelewengan penyelewengan itu
- dilakukan dengan terang-terangan dan
- terbuka, maka membicarakannya
- ibahah.
- Boleh.
- Membicarakannya jaiz boleh. Karena
- kalaupun tidak dibicarakan tetap orang
- sudah tahu karena dilakukan
- terang-terangan apalagi diliput media.
- Itu satu.
- Tapi jika ada kebijakan yang tanpa
- sengaja atau dilakukannya dengan
- sembunyi-sembunyi
- gitu ya dan kita tidak harus
- ngorek-ngoreknya kalau itu apa nam
- bersifat ee pribadi
- gitu ya. Tapi kalau itu sudah menyangkut
- kebutuhan ee masyarakat banyak, maka
- dibahas boleh. Ini ini baru baru baru
- dari sisi itu dulu. Yang kedua, kemudian
- kita gitu loh ya mengguncing, bukan
- mengguncing, membicarakan carut-marutnya
- negara ini dampaknya apa? H [tertawa]
- apa? Jangan-jangan malah semakin membuat
- suasana semerawut. [mendengus]
- Kalau kita hanya obrolan di warung kopi
- saja tidak ada dampak positifnya sih
- sudah lebih baik diam
- satu.
- Tapi kalau kemudian banyak orang tidak
- tahu, kemudian dengan penjelasan kita
- sekali lagi penjelasan ya namanya bukan
- bukan bukan dari sisi membicarakan
- gonjang-ganjingnya,
- tapi dari sisi pembahasan dan itu
- menambah pengetahuan orang-orang yang
- diajak bicara. Maka itu boleh
- gitu ya. Kan ada orang tidak ngerti apa
- namanya ee junol e apa judul. Nah, judi
- online. Oh, itu teh judi jadi tahu tuh
- orang-orang.
- Nah, itu enggak ada masalah berarti ee
- memberikan pengetahuan gitu ya. Nah,
- jadi oleh sebab itu harus dipilih dan
- dipilah. Kalau sekedar membicarakan
- tanpa ada langkah-langkah, kecuali kita
- misal di meskipun di warung kopi
- bicarakan kemudian merumuskan beberapa
- langkah. Oh, kalau gitu kita harus
- ngasih masukan ke yang berwenang A B C D
- E F disebutlah di situ adalah misalnya
- apa namanya istilahnya
- ee apa istilahnya deklarasi warung kopi
- misalnya gitu. Tapi gak apa-apa kasih
- masukan. Kalau ke DPR sudah tidak
- percaya gitu ya bisa jalur lain yang
- bisa dipercaya gitu. Nah, maka oleh
- sebab itu sekali lagi karena begini
- kalau kita hanya membicarakan
- gonjang-ganjing ee kondisi bangsa,
- kondisi negara tanpa ada solusi, maka
- itu nambah masalah, buang-buang energi.
- Tapi kalau kemudian dengan serius
- seperti tadi atau memberikan pelajaran,
- pengetahuan, enggak ada masalah, lebih
- bagus gitu ya. Jadi, oleh sebab itu,
- untuk apa kita membicarakan
- gonjang-ganjing itu? Daripada kemudian
- kita membicarakan gonjang-ganjing negara
- dengan meninggalkan kewajiban kita,
- lebih baik ngerjakan kewajiban kita.
- Kita dukung orang-orang yang akan
- memperjuangkannya, gitu loh ya. Jadi ee
- apa namanya? M jadi memang serba salah
- sih. Serba salah itu kenapa? Karena kita
- salurannya juga semuanya mampet.
- ngasih ke sini enggak bisa dipercaya,
- ngasih ke situ. Ah, akhirnya kemudian
- apa namanya ee ee apa istilahnya demonya
- demo di jalanan. Dalam pengertian demo
- di jalanan juga sesungguhnya kan para
- ulama itu mencela demo di jalanan ketika
- mengakibatkan
- kerusuhan yang lebih bahaya. Tapi kalau
- demo damai menuntut ini ini kemudian
- diliput oleh ini, itu enggak ada masalah
- juga. Ah, tapi kan kalau seperti itu
- gitu. Kalau tidak ini kan tidak asyik.
- Satu.
- Kalau kedua kalau kita tidak ini mereka
- juga keenakan gitu. Nah, maka oleh sebab
- itu saya kira para pemikir hendaknya
- bisa menuangkan pemikiran-pemikirannya
- untuk mengambil langkah-langkah yang
- strategis, mengambil langkah-langkah
- yang berguna gitu ya daripada kemudian
- sekarang. Mohon maaf ya, saya tidak
- merendahkan para pejuang dengan berbagai
- sisinya, hanya memang harus senantiasa
- ada evaluasi.
- Jadi sekali lagi, Anda ngobrol di warung
- kopi itu bisa bermanfaat gitu. Bisa
- dibolehkan jika bermanfaat.
- Tetapi kalau Anda ngobrolnya hanya
- sebatas obrolan di warung kopi tanpa ada
- manfaat yang didapat, maka sebaiknya
- hindari,
- gitu ya. Jadi sangat tergantung
- hukumnya, sangat tergantung kepada
- dampak yang dihasilkan. Demikian yang
- dapat saya jawab. Wallahuam
- biswab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Sri,
- semoga dapat menjawab.
- Baikanawat
- kita
- rehat sejenak setelah nada takwa berikut
- di radio silaturahim untuk Islam yang
- satu. Terima kasih.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Terima
- kasih Iwan Awat masih bersama Radio
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Saat ini Anda sedang menyimak
- siaran langsung tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Saleh, MA. Kita lanjutkan
- sesi kedua untuk sesi tanya jawab
- bersama ikhwan akhwat. Pertanyaan
- selanjutnya datang dari Ibu Nurhaidah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apakah boleh Ustaz berdoa
- untuk melembutkan hati orang-orang
- dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an
- seperti membaca surah Al-Kautsar dan
- surat-surat yang lain? Ustaz, terima
- kasih, Ustaz, atas jawabannya. Naam.
- Masyaallah.
- ee berdoa untuk kelembutan hati
- seseorang atau untuk kelembutan hati
- kita dengan membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
- Tayib. Saya akan tinjau dulu tentang
- fungsi Al-Qur'an.
- Fungsi Al-Qur'an itu selain rahmatun
- juga syifaun.
- Selain hudan dan lain sebagainya ya,
- basiran dan seterusnya. Tetapi dari sisi
- itu saja sebagai syifa, sebagai obat,
- maka sesungguhnya baca ayat mana pun
- sekali lagi boleh saja digunakan untuk
- supaya orang tersebut lembut hatinya
- baik untuk dirinya maupun untuk orang
- lain gitu ya. misalnya baca gitu, baca
- ayat ini. Nah, hubungannya apa gitu loh.
- Nah, itu yang disebut juga dengan e apa
- referensi dalam keislaman itu yang
- disebut dengan wasilah.
- Jadi kita beramal
- karena Allah kemudian kita mohon kepada
- Allah dengan amal itu kita meminta gitu
- loh bisa dibalik gitu atau seperti tadi
- langsung saja gitu ya untuk melembutkan
- hati anak kita bacalah ayat ini laisa
- hunaka musykilah bukan persoalan karena
- fungsi Al-Qur'an selain hudan selain
- basyir selain nadiron e tapi juga dia
- syifaun
- sebagai obat dan kasih sayang Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, maka saya kira
- ee apa namanya? Silakan hafalkan
- ayat-ayat yang sekira-kira sejalan
- dengan maksud
- gitu. Sejalan dengan maksud. Maka baca
- misalnya agar anak-anak kita terlindung
- dari apa? Gangguan setan.
- Ya, bisa al-Ikhlas, alfallaq, annas,
- ayat kursi. Nah, itu juga sesungguhnya
- bukan hanya melindungi dari gangguan
- setan.
- Itu juga menitipkan kepada Allah dengan
- bacaan itu agar dibimbing senantiasa di
- jalan akhlak, di jalan apa? Di jalan
- mulia.
- Suratul mustaqim.
- Itu surat itu kan awalnya begini.
- Awalnya diperlindungkan
- kepada Allah dengan ayat-ayat itu,
- dengan surat-surat itu dari gangguan
- setan kan begitu. Nah, setan itu ganggu
- apa saja?
- Menyelewengkan dari jalan lurus. Ah,
- berarti doa ya apa ayat itu juga
- berfungsi agar dia ditetapkan oleh Allah
- di jalan istiqamah.
- Kan itu bisa di Oh, pantesan saya bilang
- ada orang bahkan seakan-akan tidak
- nyambung.
- Pak, ayat ini kok dipakai untuk ini?
- Ternyata oh begitu. Wong tadi saya
- memahami kok istigfar saja ternyata itu
- doa bukan doa minta ampun saja.
- Itu yang saya sering ingat-ingat. Oh,
- masyaallah. Pantes ulama ada ee ada yang
- nanya apa namanya karena dia sudah nikah
- lama enggak punya anak. suruh perbanyak
- istigfar apa? Oh rupanya isyaratnya ada
- dalam Quran. Nah, maka oleh sebab itu
- syifaun warahmatun kasih sayang. Nah,
- kalau kasih sayang berarti tadi bisa
- selalu dituntun oleh Allah di jalan
- ridanya. Lh tidak buruk sangka itu
- berarti apa? Kalau tidak buruk sangka
- melembutkan hati dan memperbagus akhlak.
- Masyaallah.
- Kan dari apa? Dari al-ikhlas.
- dari Annas,
- dari Al-Falaq, dari ayatul kursi. Nah,
- jadi Oh, iya. Nah, maka oleh sebab itu
- seringkiali Nabi karena Nabi ee apa
- namanya? mengajari para sahabat itu
- bertahap.
- Nah, kalau digabung, ah paham kita
- orang kan ee Al-Fatihah disebut juga
- ayat asyifa.
- Asyifa.
- Makanya rukiah pakai Al-Fatihah.
- Oh, saya bilang Al-Fatihah tuh ternyata
- bukan hanya minta petunjuk ke jalan yang
- lurus.
- obat fisik juga. Obat fisik pakai
- alfatihah.
- Kan orang dipatuk tuh dipatuk binatang
- berbisa. Tidak dijelaskan apakah ee
- kalajengking atau ular. Tapi rukiahnya
- alfatihah. [berteriak]
- Berarti alfatihah itu multifungsi.
- Pembukaan majelis. Minta thaabul ilmi.
- Itu dengan alfatihah. Thaabul ilmi itu
- alfatihah bisa cukup.
- apa misalnya? Maka kemudian ee apa?
- Alfatihah. Al-Fatihah itu pembuka ya.
- Namanya juga pembukaan.
- Iya.
- Kemudian juga misalnya keberkahannya itu
- ya keberkahan Al-Fatihah itu untuk
- kebaikan ahli apa si mayit ahlul kubur.
- Jadi masyaallah saya bilang akan kita
- ribut. Oh mana dalilnya? Nah itu
- dalilnya itu dalil al-Fatihah itu
- apa? bisa syifaun bahkan disebutnya
- asyifa
- tuh. Maka oleh sebab itu saya baru paham
- kalau orang tua-orang tua kita apa-apa
- alfatihah. Apa-apa alfatihah rupanya
- memang Al-Fatihah itu multifungsi
- tuh. Multifungsi apapun al-Fatihah.
- Alfatih. Karena Al-Fatihah itu ummul
- ummul Quran.
- Ummul Quran.
- Kenapa kemudian ada ulama menganjurkan
- tiap malam Jumat baca Yasin?
- Al-Qur'an juga.
- Al-Qur'an juga karena Yasin. Nah, ini
- bukan pengertian dalil dalam pengertian
- ini ya. Tetapi karena Yasin itu qolbul
- Quran.
- Apa Qbul Quran? Hatinya Quran. Kalau
- hatinya bagus, seluruh jasadnya juga
- bagus. Gitu pemahamannya.
- Maka kemudian orang baca Yasin
- fadilahnya jadi Yasin juga bisa dipakai
- untuk apa saja. Minta kesembuhan boleh
- baca Yasin. Jadinya kan begitu. Kenapa?
- Wong dia qolbul Quran kok.
- Qbul Quran.
- Ketika sehat maka seluruh jasadnya
- sehat. Jika qolbunya qolbunnya marid
- sakit maka seluruh anggota badannya bisa
- sakit. Nah, maka para ulama nekkan tuh
- baca Yasin itu. Oh, pantesan tiap malam
- Jumat tuh Yasin. Padahal hadis sampai
- kepada kita tuh surah Alkahfi.
- Nah, sekarang mau dibanding-banding
- misalnya yang sunah yang mana baca
- Alkahfi apa surah Yasin? Nah, kita
- kadang aduh kok kenapa
- dibanding-banding? Sudah kalau Anda suka
- surat Yasin, baca surat Yasin.
- Ya, tapi kan tidak ada tidak ada
- hadisnya yang mengatakan ya meskipun
- tidak ada hadisnya Quran itu
- fadilah-fadilahnya itu banyak.
- Ya sudah, kalau antum tidak suka baca
- Yasin, baca Alkahfi.
- Eh, Alkahfi juga bisa jadi obat,
- bisa jadi wasilah. Kenapa bisa jadi
- obat? Karena bisa dijadikan wasilah. Ya
- Allah, jika bacaan Alkahfi sayah itu
- karenamu, maka sembuhkan anak saya yang
- sudah sakit satu bulan ini ya Allah.
- Tuh.
- Amin.
- Dengan wasilah apa? Baca surah Al-Kahfi.
- Tuh. Nah, kan. Oh, iya ya. Makanya ya
- Allah makanya masyaallah.
- Makanya cukuplah Quran. Cukup Quran obat
- susun
- sakit sakit fisik
- yang kategorinya jangankan yang
- kategorinya ringan, kategori berat pun
- tidak masalah.
- Misalnya mohon maaf, mohon maaf ya,
- tetapi sekali lagi ya ee kan kita
- dianjurkan untuk berobat. He.
- Ah. Tapi bagi orang-orang tertentu
- seperti Nabi Ibrahim kan tidak perlu
- berobat. Karena apabila apabila aku
- sakit mar itu wahua yasfin dia yang
- menyembuhkan gitu loh. Maka tapi sekali
- lagi ya makanya jadi ada tahapan-tahapan
- ada tahapan doa dan berobat
- tapi ada orang yang memang betul-betul
- dengan doa bahkan cukup baca Quran.
- [berdehem]
- Baca Quran tanpa zikir. Nah, ini menarik
- lagi. [tertawa]
- Jadi kalau kemudian baca Quran, sibuk
- dengan Quran sampai tidak sempat
- berzikir, tidak sempat berdoa, ya selain
- kewajiban-kewajiban cukup
- cukup dengan baca Quran. Nah, sekali
- lagi ya, fungsi-fungsi Quran. Maka oleh
- sebab itu para ulama menjelaskan.
- Tapi saya melihat satu aja, Al-Fatihah.
- Ah, Alfatihahnya sedih di apa saja udah
- Al-Fatihah saja
- baru saya baru paham
- ternyata. Oh, masyaallah dengan
- Al-Fatihah saja. Hanya saja kan begini,
- karena keterbatasan kita memahami Quran,
- seringkiali kita harus diperkuat dengan
- hadis-hadis.
- Nah, tetapi sesungguhnya kalau digali uh
- hadis-hadis bacaan juga sama, zikir
- zikir juga sama. Jadi mohon maaf
- kalaupun kita salah baca zikir selama
- itu zikir kepada Allah sah gitu loh.
- Ah, tentu para pendengar akan
- mempertanyakan dari mana itu
- pemahamannya kan gitu ya. Namanya zikir
- ingat pada Allah masa jadi salah kan
- begitu gitu ya. Misalnya begini
- ee ketika mau tidur misalnya karena
- melek gitu, belek bangun gitu ya kan ada
- yang menganjurkan istigfar.
- Astagfirullahalazim,
- astagfirullahalazim. Bahkan kalau mimpi
- buruk kan auzubillahiminasyaitanirrajim
- kan meludah tiga kali. Nah, jadi boleh
- dipilih tuh. Jadi boleh kemudian kalau
- mimpi buruk itu apa? Taawud kemudian
- meludah tiga kali atau bangun istigfar.
- Astagfirullahalazzim.
- Astagfirullahalazzim. Tuh. Jadi enggak
- ada masalah. Atau baca la ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah lahul mulku
- walahul hamdu wahua ala kulliin qodir.
- Subhanallahi walhamdulillahi
- walailahaillallah wallahu akbar. La
- haula wala quwwata illa billahil aliyil
- adzim. Dengan subhanallahnya ditukar
- dengan alhamdulillah. Jadi alhamdulillah
- dulu. Tapi bagaimana? Apa namanya kalau
- tidak ditukar subhanallah dulu.
- Alhamdulillah. Nah, jelas ini kajian
- para ulama.
- H
- kajian para ulama. Kenapa hikmahnya kok
- alhamdulillah dulu? Alhamdulillah
- subhanallah.
- Karena bangun tidur
- meskipun tidak dibalik pun sudah
- kategorinya zikir. Baik sangka aja pada
- Allah gitu.
- W ada orang baca selawat salah aja. Baca
- selawat salah ya. Ada sekelompok
- waliullah ngajarkan selawat ee apa ada
- dibacanya wasalam sama wasalim.
- Si orang ini baca baca selawatnya ee
- wasallim di ujungnya wasalim mestinya
- wasalam.
- Nah, kemudian si orang tersebut orang
- awam ini lupa. Orang awam dalam tanda
- petik lupa wasalim apa wasalam.
- Sementara para waliullah mau berangkat
- naik perahu dikejar sama ee misalnya
- syekh syekh begitu wasalim apa wasalam
- terus sampai kebunnya ke tengah laut
- lari di atas di atas apa laut sampai
- ketemu syekh bacaan yang bentu wasalam
- apa wasalim kata wali ini bagi kamu mau
- wasalam wasalim benar dua-duanya kenapa
- karena sudah terlihat dia ngejar perahu
- sampai ke tengah laut
- berarti apa? Nah, gitu loh. Jadi enggak
- ada salah tuh. Wasalim wasalam. Udah
- enggak ada masalah buat kamu mah.
- Kenapa? Karena sudah terbukti
- kemuliaannya, aulia apa karamahnya sudah
- kelihatan. Nah, ya kita sih ee tetap
- berharap kepada Allah karamah-karamah
- itu, tetapi ya enggak tahu sampai apa
- enggak gitu ya. Tetapi yang jelas kita
- harus baik sangka pada. Maka oleh sebab
- itu, para ikhwan dan akhwat sekalian,
- maka baca dengan Al-Qur'an. Cukuplah
- Anda menyibukkan diri dengan baca Quran
- atau menghafal Quran, maka Anda tidak
- dibebani doa-doa lain,
- tidak dibebani zikir-zikir lain.
- Karena Quran sendiri zikir tuh. Sekali
- lagi ya. Jadi kalau misalnya Anda
- memfokuskan bacaan Quran, memfokuskan
- hafalan Quran, tidak tidak usah waktu,
- "Duh saya doa ini kelewat, doa ini
- kelewat, udah enggak usah yakin pada
- Allah." Karena Quran adalah azzikru
- karena Quran juga di dalamnya ada addua
- gitu ya. Nah, ini saya kira yang dapat
- saya jelaskan. Maka hendaknya kita
- bersahabat dengan Al-Qur'an, dibaca,
- dihafal, gitu ya. Ee dan jadi nanti Anda
- kalau mau meminta kepada Allah, baca
- Quran. Setelah baca Quran mohon pada
- Allah gitu ya. Atau bahkan sekali lagi
- tidak berdoa, Anda punya keperluan baca
- Quran
- insyaallah gitu. Tiba-tiba apa yang kita
- hajatkan dipenuhi oleh Allah subhanahu
- wa taala. Demikian saya kira yang dapat
- saya jawab. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Nur
- semoga dapat menjawab. Berikutnya dari
- Bapak Abdullah. Ustaz
- Naam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bolehkah seorang suami mengadukan
- keluhan atau
- menggibah
- keluhannya? kelukahan istrinya kepada
- seorang ustaz atau ulama tentang
- yang menyangkut tentang keburukan
- istrinya, Ustaz. Kasih
- baik untuk tingkat pertama dulu ya.
- Tingkat pertama ini ee masyaallah gitu
- ya. Jadi ketika kita mengadukan siapapun
- kepada orang lain itu sama dengan
- mengadukan kehendak Allah kepada
- makhluk.
- Makanya ada ulama yang di ada ulama
- didatangi terus ngadu disuruh pergi
- pulang-pulang son. Apa kamu mau
- mengadukan kehendak Allah kepadaku?
- Kan pekerja apa yang dilakukan suami kan
- kehendak Allah.
- Iya.
- Yang dilakukan istri juga kehendak Allah
- gitu. Kamu mau mengadukan kehendak Allah
- kepada aku? Tidak. Pergi sono.
- Lalu harus bagaimana? Adukanlah kepada
- Allah. Betul.
- itu satu. Tapi kemudian kita sebagai
- orang awam
- [batuk]
- [berdehem] dan tidak mungkin juga
- seorang ustaz atau narasumber ditanya
- tentang masalah itu menolak kan begitu.
- Maka diajari
- kamu kalau mau bertanya kepadaku jangan
- disebut namanya, jangan disebut statusmu
- dengan statusnya dengan hubungannya
- dengan kamu. Misalnya istri saya, Ustaz,
- jangan begitu. Bilang saja. Misalnya,
- Ustaz, ada seorang perempuan,
- saya perhatikan ada seorang perempuan
- tapi selalu ngeyel sama suaminya. Apa
- sikap suaminya itu? Nah, kan si ustaznya
- juga tidak menyangka kalau yang
- ditanyakan istrinya.
- Nah, maka saling menjaga gitu supaya
- tidak jatuh kepada gi gibah. Begitu juga
- seorang istri.
- Ustaz,
- saya melihat kok ada seorang lelaki
- H
- begitu kurang baik sikapnya sama
- istrinya.
- Kurang baik.
- Nah, si istrinya itu harus bagaimana?
- Katakanlah saya kalau suatu saat seperti
- itu menimpa saya misalnya, saya harus
- seperti apa pula supah supaya saya bisa
- mencontoh perempuan tersebut. Nah, maka
- itu ya. Tapi kalau kemudian kita masih
- mengatakan, "Ustaz, istri saya." Nah,
- itu kalau ustaz istri saya sama dengan
- mengadukan kehendak Allah kepada makhluk
- gitu loh. Itu kenapa kemudian menjadi
- terlarang? Karena itu bisa mengakibatkan
- retaknya rumah tangga yang mestinya
- rumah tangga itu dijaga. Nah, maka
- ditanyakanlah dengan kiasan, dengan
- majazi gitu loh. Nah, oke. Nah, kalau
- kemudian seorang istri juga mengadukan
- suami. Jadi, seperti tadi cara
- mengadukannya ya. Kemudian yang kedua,
- karena bisa jadi karena kita pengetahuan
- kita terbatas yang semestinya mengadukan
- kepada apa? Kepada Allah. Kemudian kita
- ngadukan kepada orang yang diduga keras
- mengerti tentang syariat Islam gitu.
- Makanya nanya nanya tuh minta solusi
- bukan minta dikasihani. Jangan lupa tuh
- kan ada yang curhat supaya ditolong. He
- Ustaz saya ini punya hutang riba
- sekian-sekian. Gimana Ustaz? Atau Ustaz
- bisa nolong saya tidak gitu. Nah, itu
- akan banyak orang yang tidak mau
- dikeluhkan. Kenapa? Karena seakan-akan
- persoalan dia harus ditanggung jawab
- oleh dia, oleh yang ditanya. Nah, maka
- oleh sebab itu mungkin Ustaz atau
- misalnya mungkin akhi antum ada solusi
- kepada orang tersebut gitu loh. Kan
- orang tersebut tuh karena dia kan tidak
- mengungkap persoalan dirinya. He.
- Tapi kalau mengungkap persoalan dirinya
- atau menurut antum gimana dengan
- persoalan saya ini? Adakah yang bisa
- antum tunjukkan? Nah, gitu kan gak
- masalah. Meskipun ee kan orang beriman
- itu kan bisa jadi begini. Jadi orang
- mengadu kepada dia
- itu bisa jadi maknanya nih ada hambaku
- sedang bermasalah.
- Apa sikapmu terhadap dia? Gitu. Bisa
- begitu pemahamannya. Maka orang yang
- ditanya seringkiali
- istigfar.
- Istigfar kenapa? Aduh saya belum bisa
- nolong dia.
- Tapi mudah-mudahan dengan uraian saya
- dia bisa tertolong persoalannya gitu
- loh. Tapi kalau bisa dia punya duit
- banyak gitu kan dia ngadu
- ya tidak harus juga menanya berapa
- utangmu itu. Tidak. Nanti kemudian
- istrinya suruh nanya sama apa? Sama
- istrinya berapa utang yang harus di saya
- dengar punya gitu. Baru kemudian
- transfer aja dulu gitu tanpa not name
- gitu kan. Bisa jadi bukti transfernya
- kan di tip apa di ini kan bisa gitu ya
- enggak usah bilang-bilang. Nah, itu
- sudah kelasnya kelas ini. Tapi kalau
- kemudian misalnya ee insyaallah saya ada
- duit nih, apa ee antum mau pinjam enggak
- ke saya, saya transfer nanti saya pinjam
- ya, tetapi ee 3 bulan kemudian harus
- dikembalikan karena saya punya
- keperluan. Nah, bisa begitu juga. Nah,
- maka sekali lagi ketika orang diadukan
- persoalan seseorang yang mengerti itu
- yang diadukan itu langsung connect.
- Aduh, Allah ngasih soal nih ke saya.
- Hm.
- ngasih bukan bukan persoalan dia yang
- harus dijawab, tapi Allah ngasih soal
- dengan permasalahan dia gitu loh. Jadi
- orang yang peka itu begitu gitu loh.
- Maka kemudian dia berpikir bisa jadi dia
- mengat antum harus banyak berdoa pada
- Allah, harus banyak istigfar, salat
- tahajudnya ditingkatkan, sudah gitu aja.
- Tapi kemudian dia coba Bu tanya sama ini
- nomor rekeningnya. He.
- Nah, jadi dia tidak menjanjikan apa-apa
- dengan harapan apa? Dengan harapan orang
- yang mengadunya senantiasa berharap
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan itu
- tarbiah, itu pendidikan. Tarbiah
- pendidikan. Jadi kalau kemudian nanti
- menjanjikan tiap penjanjikan nanti dia
- akan sering ngadu ini ngadu ngadu.
- Kenapa? Wah, kemarin aja saya ngadu
- masalah ini saya dikasih nih R00 juta
- itu. Nah, itu jangan sampai begitu.
- Jangan sampai dia ketergantungan kepada
- kita meskipun kita ada, tapi tetap harus
- diajarkan sikap kemandirian, sikap
- menggantungkan diri hanya kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Gitu ya. Demikian
- saya kira yang dapat saya ee apa bahas.
- Jadi sekali lagi ee jadi ee banyak
- persoalan tinjauan-tinjauan itu ya. E
- maka apa itu menjadi boleh atau tidak
- boleh sangat tergantung kepada niat
- kita. Kalau niatnya untuk mengadukan
- perbuatan Allah kepada makhluk haram
- hukumnya gitu. Tapi kalau kemudian mau
- minta pendapat ee minta solusi karena
- persoalan yang kita hadapi meskipun kita
- tidak mengatakan bahwa itu adalah
- persoalan kita, maka itu ibahah. Boleh
- gitu ya. Demikian yang saya dapat jawab.
- Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisa. Demikian Bapak Abdullah
- semoga dapat menjawab.
- Ada atensi dari Pak Rahman, Ustaz.
- Namam.
- Ee kan itu kan sifatnya konsultasi Ustaz
- untuk solusi yang terbaik dari orang
- yang beragama dari segala sisi.
- Namam. Iya betul. Jadi, hanya saja betul
- tadi konsultasi itu sebaiknya
- tidak
- menyampaikan data-data asli
- gitu supaya menjaga gibah gitu loh ya.
- Tapi kalau kemudian ee sudah disampaikan
- dengan identitas yang disamarkan yang
- penting kan ee taujihnya, arahannya,
- jawaban dari ee orang yang paham agama
- itu apa yang semestinya dilakukan gitu
- ya. supaya semua aib yang di apa
- dilakukan oleh semua pihak itu bisa
- tertutup gitu ya. Demikian
- terima kasih Pak Rahman atas ee
- komentarnya.
- Pertanyaan terakhir Ustaz dari Ibu
- Aminah Ustaz
- Naam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah Ustaz saya menyimak.
- Terima kasih ilmunya, Ustaz.
- Naam.
- Izin bertanya, Ustaz. Eh, saya ini eh
- kalau ada seseorang yang sering sakit,
- dikit-dikit sakit, apakah betul penyakit
- yang dialaminya itu sebagai bentuk
- penggugur dosa, Ustaz? Terima kasih.
- Naam. Baik. Ini di saya tinjau dari
- beberapa sisi ya. Pertama, kata Nabi,
- "Siapa orang yang sakit kemudian dia
- bersabar, maka dosa-dosanya berguguran."
- dosa-dosanya bergu berguguran. Itu kabar
- gembira dari Nabi sallallahu alaihi
- wasallam.
- Maka dengan sabarlah penyakit itu kita
- hadapi. Maka dosa-dosa berguguran
- berarti orang yang sering sakit dan
- sabar menghadap Allah dalam keadaan
- bersih. Itu satu. Yang kedua,
- sesungguhnya sakit dan sehat kan ujian.
- H
- iya. sakit dan sehat ujian loh. Kalau
- sama-sama ujian berarti sama statusnya.
- Iya, sama statusnya. Agar supaya kita
- dapat kebaikan dari sakit itu maka kita
- diajari sabar
- baru tuh dapat pahala.
- Sehat juga harus disikapi
- ujian juga.
- Nah, karena sama-sama ujian harus
- disikapi dengan cara apa? Disyukuri
- nikmat sehatnya.
- diisi dengan ketaatan kepada Allah,
- diisi dengan perbuatan-perbuatan baik,
- baru tuh dapat pahala.
- Sehingga bagi orang beriman, sakit dan
- sehat itu sama, sama-sama peluang
- mendekatkan diri pada Allah.
- Makanya orang beriman itu mau
- ditakdirkan miskin, ah enggak ada
- masalah gitu ya. Ditacikkan miskin.
- Iya.
- Heeh. Misalnya, "Duh, ya Allah saya
- miskin nih." gitu. Enggak ada yang mau
- nikah sama saya ya enggak apa-apa.
- Berarti Allah menyeleksi kan begitu.
- Nanti yang mendampingi antum orang yang
- ikhlas
- bukan orang yang mata duitan. Kalau yang
- mata duit lihat antum fakir miskin
- gimana mau kan begitu. Nah [tertawa]
- masyaallah tuh misal sampai kemudian
- aduh ya Allah saya enggak punya apa-apa
- untuk makan.
- Oh untuk beli makanan asalnya begitu.
- Tapi kemudian, "Ya Allah, saya enggak
- apa-apa lah, enggak punya uang untuk
- beli makanan. Yang penting saya bisa
- makan.
- Ternyata duit enggak punya, yang penting
- bisa makan, kan begitu."
- Ternyata dia enggak bisa makan juga,
- kan? Bisa saja kan dari mana dia kan
- bisa saja begini, dia tidak punya duit
- tapi bisa makan. Bisa jadi e misalnya
- mohon maaf ya ada muludan,
- ada isra mikrajan sehingga dia dapat
- berkat bisa makan tuh gitu ya. Oke. Tapi
- sekarang dia enggak bisa makan.
- Ya Allah enggak apa-apa saya enggak
- makan juga yang penting engkau beri saya
- tenaga untuk bisa ibadah sama engkau.
- Oh
- kan tidak makan enggak apa-apa yang
- penting punya tenaga. Ada orang makan
- tapi lemas. Tuh orang makan tapi lemas.
- Salah satunya apa? Orang yang punya
- penyakit diabet
- itu makan malah lemas. [tertawa]
- Nah, ini ya Allah enggak apa-apa saya
- enggak makan. Yang penting saya punya
- tenaga untuk beribadah kepada Engkau.
- Oh, masyaallah. Makanya orang beriman
- itu sekali lagi ah enggak enggak di apa
- enggak dijajah oleh kedudukan, tidak
- dijajah oleh harta kekayaan. Yang
- penting dia senantiasa toot dan itu
- hakikat pertolongan itu adalah
- senantiasa mengabdi kepada Allah.
- Makanya saya kan seringkiali mengungkap
- ee apa namanya tesis saya ee makna
- pertolongan Allah di dalam Al-Qur'an.
- Studi terhadap tafsir Fizilalul Qur'an.
- Kita sudah diberi kemerdekaan oleh Allah
- berapa tahun? 70 tahun. Eh 80 tahun. 80
- tahun.
- Gaza, Palestina bahkan dipersoalkan
- kemerdekaannya.
- Tapi di sisi Allah mana yang lebih baik?
- Kan tidak tahu.
- Mereka mah dengan apa? Dengan
- kelaparannya sabar, baik sangka kepada
- Allah, bahkan tahanan. Tahan dia kasih
- makan. Padahal dia perlu makan.
- Diuliakan memanusiakan manusia. Lebih
- baik dia mereka yang tidak makan.
- Masyaallah. Malu kita pada Allah. Kita
- yang sudah dikasih kemereikan 80 tahun,
- apa bukti kita syukur pada Allah?
- Persoalan fakir miskin semakin nambah
- kezaliman gini, memperkaya diri sendiri.
- Ah, jadi ah tidak harus diucapkan gitu
- ya. Karena memang tidak harus
- diceritakan juga sudah terbukti.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi
- hakikat pertolongan Allah itu ketika
- kita senantiasa mengabdi kepada Allah
- Subhanahu wa taala dalam keadaan apapun
- kita diberi merdeka oleh Allah tapi
- tidak mengabdi kepada Allah sama dengan
- kita dijajah.
- Saudara-saudara kita di Palestina
- dijajah tapi dia senantiasa mengabdi
- taat kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Hakikatnya mereka yang merdeka.
- Mereka merdeka. Merdeka bisa ibadah
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- sebelum kasus-kasus semacam itu menimpa
- kita, maka segeralah kita mendekat
- kepada Allah, memperbaiki diri,
- memperhatikan
- ee diri dan keluarga, kerabat-kerabat
- dekat, kemudian tetangga-tetangga sampai
- kemudian di komplek kita, kemudian di
- kampung kita terus berputar
- kebaikan-kebaikan itu. Nah, maka oleh
- sebab itu inilah kenapa kita ee apa
- namanya senantiasa terdepan dalam amar
- makruf nahi mungkar. Karena amar makruf
- nahi mungkar itu mencegah
- kehancuran semua pihak.
- Bani Israil atau Yahudi hancur karena
- ulama-ulamanya membiarkan kemaksiatan.
- Tidak ada yang mau amar makruf nahi
- mungkar. Makanya kita bersyukur ada
- saudara-saudara kita yang nah mungkar.
- Kalau amar makruf ya banyak ya. Amar
- makruf itu begini kan. E di dalam Quran
- itu ada yaduna ilal khair wauruna bil
- ma'ruf waanhaunail munkar. Mencegah
- kemungkaran itu jelas. yang diingkari
- itu kemungkaran juga ee bisa kemungkaran
- universal, bisa kemungkaran berdasarkan
- Islam. Tapi kalau makruf itu kebaikan
- universal.
- Jadi semua menganggap itu baik. Tapi
- kalau khair itu adalah kebaikan yang di
- stampel oleh Quran, sunah.
- Tuh, maka yaduna ilal khair itu bisa
- dimakna mengajak kepada Islam. Karena
- Islam adalah kebaikan yang distempel
- oleh Quran, sunah. Kalau makruf itu
- universal. Di agama manaun itu
- menganggapnya adalah kebaikan gitu loh
- ya. Nah, maka saya kira ini ee apa
- namanya ee hal-hal yang harus kita
- perhatikan sehingga kemudian ee sekali
- lagi kita bisa memaknai kemerdekaan,
- memaknai hidup ini dengan penuh
- ketaatan, penuh kecintaan kepada Allah
- Subhanahu wa taala sehingga kita
- digolongkan sebagai orang-orang yang
- merdeka dan sudah barang tentu kita
- termasuk orang-orang yang diridai oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Demikian yang
- dapat saya kemukakan.Allah Wallahuam
- bisawab.
- Wallahu wallahuam bawab.
- Alhamdulillahirabbilin. Jazakumullah
- khairan kiron ustaz. M jawabannya
- demikian. Ibu Amina semoga dapat
- menjawab. Alhamdulillah kita sudah di
- akhir waktu. Ee baik, terima kasih Iwan
- Awat atas segala partisipasi dan
- pertanyaannya untuk
- siaran tausiah sore bersama Ustaz Ahmad
- Saleh dari empat hadis eh tiga hadis
- yang bermanfaat
- tentang haram menggunjing dan perintah
- untuk menjaga lidah. Semoga dapat
- diamalkan di sisa kemudian ada waktu
- mustajab sebelum magrib untuk mendoakan
- dan menjaga lidah.
- kepada Allah subhanahu wa taala. Terima
- kasih Ustaz. Jazakullahir
- saya Fauzi mohon maaf atas segala.
- Terima kasih akwat. Saya Fauzi dan Neza
- serta Yusuf Subangkit mohon undiri.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.