Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Apa kabar? Selamat menunaikan
- ibadah puasa. Senang sekali Alfagir
- Isalkaf ada Ondi Mas Algi di meja
- operator bisa juga menemani ikhwan
- akhwat sekalian di pagi hari hari Senin
- di bulan Ramadan. tentunya ikhan ak
- senantiasa dalam rahmat dan kasih sayang
- Allah subhanahu wa taala di bulan suci
- ini, di bulan yang dimuliakan ini kita
- doakan semoga kita sama-sama di dunia
- melalui ruang siar atau bahkan bertemu
- kita sama-sama juga di akhirat bersama
- baginda Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Dan pagi hari ini membersamai kita guru
- kita bersama Ustaz Husein bin Hamid
- Alat. Asalamualaikum Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana puasanya Ustaz? Alhamdulillah
- wasyukrillah.
- Alhamdulillah. Masih olahraga Ustaz
- puasa begini. Alhamdulillah kita
- berjalan aja.
- Berjalan ya.
- Paling berjalan. Nah
- biasanya Ustaz tapi suka berenang kalau
- bulan puasa berhenti dulu. Bulan puasa
- berhenti dulu apalagi musim hujan.
- Biasanya kan malam hari bisa berenang
- kan.
- Iya benar. Tapi malam hujan ya Ustaz ya.
- Hujan hujan.
- Tapi kalau di kolam renang tuh kalau
- hujan resiko petir enggak sih Ustaz?
- Enggak ya.
- Kalau hujannya tanpa petir biasa kita
- berenang.
- Tapi kalau ada petir kita hati-hati aja.
- Hati-hati ya Ustaz ya.
- Karena air kan pengantar petir yang
- masyaallah kan. Pengantar listrik.
- Benar.
- Pengantar listrik.
- Masyaallah. Alhamdulillah. Mudah-mudahan
- Allah jaga terus kesehatan Ustaz.
- Masyaallah. Di tengah bulan puasa ini
- juga ikhwan akhwat yang barangkali puasa
- ini ee tantangannya lebih dari kita yang
- masih muda-muda. Mudah-mudahan Allah
- jaga terus dalam kasih sayangnya Allah
- subhanahu wa taala. Ikhwan akhwat, pagi
- hari ini renungan renunungan di bawah
- naungan Al-Qur'an akan menjawab
- pertanyaan ikhwan akh sekalian. Bagi-kot
- yang ingin bertanya, silakan kirimkan
- pertanyaan Anda di 0811999720.
- Kita buka dulu dengan baca ummul Quran
- surah al-Fatihah. Fadil Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- Adina anamta alaiim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna bil Quran. Semoga dari
- bacaan Al-Qur'an tadi Allah bukakan
- pintu hidayahnya, Allah bukakan pintu
- rahmatnya. Dan khususnya di bulan suci
- Ramadan ini Allah temani terus langkah
- kita agar senantiasa mendapatkan
- keberkahan-keberkahan
- dan kemuliaan bulan suci Ramadan. Amin.
- Amin ya rabbal alamin. Nah, Ustaz ee di
- bulan Ramadan ini momen kita kembali
- mengingat dan merenungkan ee kembali
- Ustaz tentang salah satu ibadah yang
- merupakan rukun daripada Islam. Rukun
- daripada agama kita yaitu ibadah zakat.
- Karena di akhir Ramadan kita diwajibkan
- zakat fitrah. Tapi banyak di antara kita
- yang lupa terhadap zakat mal
- dan bingung sama hitungannya, Ustaz.
- terutama saudara kita yang bekerja atau
- memiliki profesi secara nas di
- kitab-kitab fikih atau kebanyakan kitab
- fikih yang kita pelajari itu tidak ada
- zakat profesi. Jadi, bagaimana Ustaz
- cara menghitungnya dengan benar supaya
- kita bisa mendapatkan keberkahan
- daripada ibadah zakat yang merupakan
- rukun Islam? Syukran Ustaz, jazakumullah
- khair.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Allahumma sholli ala sayyidina wa nabina
- Muhammadin wa alihi wasohbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa maa alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' wfafna bimaamtana.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Ikhwan akhwat pendengar pemirsa radio TV
- silaturahmi yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah pagi hari ini kita dapat
- berjumpa kembali dalam suasana Ramadan
- yang penuh dengan rahmat dan keberkahan.
- Hari ini kita akan
- ee bersama-sama mendengarkan
- pertanyaan-pertanyaan dan jawabannya di
- seputar tuntunan agama kita. Semoga
- Allah memberikan kita taufik dan
- hidayahnya untuk betul-betul
- berbicara dalam urusan agama Allah
- sesuai dengan petunjuknya dalam kitabnya
- maupun sunah-sunah nabinya. Amin ya
- rabbal alamin.
- Allah subhanahu wa taala berfirman dalam
- surah Taubah.
- Khud min amwalihim
- shodqatan
- tuthiruhum wa tuzakihim biha wasolli
- alaihim. Inn shataka
- sakanul lahum.
- Ambil dari sebagian harta mereka. Bukan
- seluruh hartanya.
- Allah sebutkan di sini amwal jamak dari
- mal
- tanpa menyebutkan jenisnya.
- Karena zakat itu berhubungan dengan ambu
- dengan harta.
- Apapun jenisnya dari mana saja kita
- dapatkan. Baik dari hasil pertanian,
- peternakan, perdagangan atau tambang ya
- atau profesi.
- Semua yang kita dapatkan dari cara yang
- halal melebihi kebutuhan kita dikenakan
- zakat.
- Khud min amwalihim shodqatan
- yang membuktikan keimanan mereka.
- Tuhiruhum biha. dengan zakat yang mereka
- keluarkan akan mensucikan jiwa mereka,
- mensucikan juga harta mereka
- tuzakihim biha dan akan menumbuhkan,
- mengembangkan bukan akan mengurangi
- harta mereka. Wasolli alaihim. Lalu
- Allah perintahkan rasulnya untuk
- berselawat mendoakan orang tersebut.
- Sesungguhnya selawatmu akan memberikan
- ketentraman dalam hati mereka. Oleh
- karena itu kita juga di saat menerima
- titipan zakat hendaknya kita berselawat
- mendoakan orang tersebut.
- Begitu juga dalam suratul baqarah.
- Wamimma rozaqnahum yunfiquun. Dari apa
- yang kami berikan kepada mereka dari
- rezeki mereka menginfakkan. Allah
- sebutkan enggak di sini jenisnya
- profesi atau bukan profesi?
- Enggak.
- Tidak. yang
- semua yang kami anugerahkan buat mereka.
- Baik itu dalam bentuk katakan kekayaan
- pertanian atau katakan dari hasil
- perdagangan
- atau peternakan. Allah enggak sebutkan
- tapi Allah masukkan dalam kategori
- rezeki.
- Termasuk kalau kita menerima warisan
- juga rezeki dari All
- Allah.
- Ada enggak yang bukan dari Allah?
- Enggak ada, Ustaz. Pernah ee satu hari
- saya bertanya kepada seorang haji di
- daerah Sukabumi,
- "Kamu keluarkan enggak zakat timun
- kamu?"
- Dia mengatakan, "Ustaz,
- sayur-mayur enggak ada zakatnya. Kan ada
- hadis laisa fil khadrawati zakat. Dalam
- sayur-mayur enggak ada zakatnya." Ini
- hadis-hadis palsu.
- Allah tidak sama sekali membedakan di
- antara sayur-mayur, buah-buahan
- dan makanan pokok.
- Contohnya
- Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam
- apa?
- Dalam surah Al-An'am. Ini surah Makkiyah
- bahkan.
- Iya. Bahkan sebelum Nabi hijrah.
- Wahualladzi
- ja'ala wahualladzi ansyaaum
- ansyaa jannatin
- marus
- marusatin whairo ma'rusyatin waahra
- wazzara'a mukhtalifan ukul wazzaituna
- warumana mustabihan mutasyabihan
- wiro mutasyabih kulu min tsamarihi idam
- atmaro waatu haqqahu
- yauma hasadihi
- Dia yang apa? Yang menumbuhkan bagi
- kalian
- menciptakan bagi kalian jannatin
- ma'rusatin whair marrusat. Kebun-kebun
- baik yang berpara maupun tidak berpara.
- Yang berpara seperti anggur dengan
- penyanggahnya kan
- berujung ya. Marusy itu yang ada
- ada par-paranya menahan anggur kan. Ada
- parahya kan.
- Oke.
- Anggur ya
- menjalar maksudnya. dia menjalar
- kemudian apa diletakkan di atas
- para-paranya
- wagir makrusyat atau yang tidak berparah
- seperti pohon-pohon yang menghasilkan
- durian ya menghasilkan berbagai macam
- buah-buahan
- kalau menghasilkan dalam jumlah besar
- kekayaan bukan
- kekayaan ustaz
- kalau 1 hektar pohon durian yang
- menghasilkan dengan 1 hektar pohon padi
- mana yang lebih besar nilainya
- pohon durian
- durian 1 hektar pohon durian bisa
- ratusan kali lipat hasil pertanian padi
- tapi lebih
- orang punya 1 hektar katakan ee
- perkebunan durian montong pokoknya atau
- durian apa namanya
- Medan
- yang dari Malaysia apa musangking.
- Musangking. Wuduh
- coba bayangkan itu,
- Ustaz
- sekarang mulai berkembang di Indonesia.
- Alhamdulillah. Nah, kalau orang punya 1
- hektar kebun
- durian sama
- pertanian padi
- pertanian tapi lama pan
- ya padi kurang lebih selama 4 bulan lah
- ya.
- Heeh.
- Nah perhatikan coba petani padi
- diperintahkan mengeluarkan zakat dengan
- alasan dia makan pokok seperti kiasnya
- para ulamanya.
- Durian bukan makan pokok enggak wajib
- zakat.
- Iya.
- Ini kan aneh luar biasa.
- Iya. Iya. Padahal Allah tidak
- menyebutkan jenisnya, tapi Allah katakan
- ambil dari sebagian harta mereka atau
- dari apa yang kami rezekikan bagi
- mereka, mereka infakkan.
- Jadi ya kita lihat ya bahwa semua yang
- dihasilkan dari hasil bumi wajib kita
- keluarkan hasilnya apabila memang
- diproduksi secara massal. Kalau pada
- masa Rasul sayuran tidak diambil
- zakatnya karena diproduksi
- kecil-kecilan.
- Dan di samping itu kan dia tidak
- bertahan lama. Kalau sekarang kan dengan
- apa? Dengan pendingin yang cukup besar.
- Mereka bisa menyimpan cabai pada saat
- panen. Disimpan sampai berbulan-bulan.
- Pada saat harganya naik mereka lepaskan.
- Jadi sebelum puasa mereka menyimpan
- cabai dalam jumlah besar. Begitu nanti
- mendekati lebaran baru mereka keluarkan.
- Jadi kurs storage ini bisa menyimpan
- dalam waktu yang cukup lama.
- Mereka menunggu sampai harganya tinggi
- baru mereka lepaskan.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala
- dalam suratul An'am mengatakan dia yang
- telah menumbuhkan, menciptakan bagi
- kalian kebun-kebun yang berpara dan
- tidak berparah.
- Kemudian apa? W nakhla juga pohon kurma.
- Wazzara'a berbagai macam hasil apa?
- Azzar seperti padi ya. Ada
- kacang-kacangan ya.
- Kemudian
- mukhtalifan
- mukhtalifan ukul yang beraneka macam
- rasa rasanya buah-buahnya. Kemudian
- wazzaitun
- wazzaituna war rumman. Demikian pula
- buah zaitun dan rumman. Zaitun dan ruman
- makan pokok bukan?
- Bukan.
- Wazzaituna war ruman mutasyabihan whair
- mutasyabih yang serupa dan tidak serupa.
- Kan jenisnya lima juga macam-macam.
- Ustaz ya
- lima macam-macam. Zaitun juga ada yang
- hijau, ada yang hitam.
- Iya. Enggak ada orang makanum
- mutasyabihan wira mutasyabih. Perhatikan
- makan dari buahnya di saat apa? Berbuah
- wau haqqahu yauma hasadi
- dan keluarkan haknya, kewajibannya pada
- saat panin. Ya,
- ini zakat maksudnya
- otomatis. Bahkan kalau kita baca buku
- fikih, ketika kita bertanya dalil
- masyruiah,
- dalil disyariatkannya zakat petani apa?
- Mereka baca ayat ini, tapi mereka ambil
- ujungnya aja. Tidak menyebutkan
- jenis-jenis yang Allah sebutkan dalam
- apa?
- Dalam ayat tersebut yang mencakup semua
- hasil pertanian.
- Iya. Iya. Iya.
- Betul. Enggak
- benar. Nah, dengarkan dalam suratul
- baqarah yang lebih tegas lagi.
- Oke.
- Ya ayyuhalladzina amanu anfiqu bin
- thyibati mazaqnakum.
- Kemudian wamimma akhrojna lakum minal
- ard. Wahai orang yang beriman,
- infakkanlah
- sebagian hasil usaha kalian yang thayib.
- Kalau yang haram
- dikeluarkan zakat tidak berguna. Harus
- semuanya dikeluarkan, dikembalikan.
- Jadi, wahai orang yang beriman,
- infakkanlah sebagian dari hasil usaha
- kalian yang thayib. Alkasbu usaha
- mencakup berbagai macam apa jenis usaha
- termasuk di antaranya perdagangan
- juga dalam bidang jasa.
- Jadi, profesi masuk di dalamnya.
- Kemudian wamimma akhrojna lakum min ard.
- Dan apa saja yang kami keluarkan bagi
- kalian dari hasil bumi. Kata mimma di
- sini ya, ini menjelaskan arti umum tidak
- terbatas. Mimma akhrojna lakum
- minal.
- Dan dari apa saja yang kami
- keluarkan bagi kalian dari hasil bumi.
- Jadi usaha itu termasuk ee profesi kita,
- Ustaz. Ya,
- kata alkasbu itu kan dalam bahasa Arab
- usaha untuk mencari nafkah. He.
- Tapi sayang ya, karena mereka melihat
- usaha pada masa Nabi yang terbatas pada
- saat itu ekonomi belum berkembang.
- Mereka batasi Alkasbu itu pada
- perdagangan. Ini salah besar.
- Apalagi jasa waktu zaman Nabi banyak
- dihandle sama budak, Ustaz. Ya,
- betul.
- Masa budak budak enggak mungkin diambil
- zakatnya, Ustaz.
- Betul. Jadi kalau pada masa Nabi kan
- ekonomi berputar pada apa? pada
- pertanian, peternakan, kemudian
- perdagangan, begitu kan?
- Iya.
- Nah, sekarang coba lihat
- uang yang berputar dalam bidang jasa itu
- lebih daripada 75%.
- Kalau pada zaman dulu orang-orang kaya
- itu dari kalangan petani,
- peternak ya yang
- mengembang biakkan peternakan mereka
- atau hasil pertanian mereka atau
- perdagangan.
- di Mesir sampai saat ini,
- Prof. Doktor ya pendapatan mereka enggak
- besar, termasuk para dokter. Tapi
- mereka-mereka yang memiliki kebun justru
- mereka yang kaya raya.
- Sedangkan dokter-dokter gaji mereka
- kecil,
- pendapatan mereka tidak seberapa.
- Bahkan mereka-mereka yang bekerja
- sebagai orang-orang yang memperbaiki
- apa? memperbaiki katakan ledeng listrik
- pendapatan mereka lebih besar.
- Coba bayangkan. Jadi Allah tidak melihat
- apa yang kamu usahakan, apa jenisnya
- yang penting usaha kamu halal
- menghasilkan. Maka kamu wajib untuk
- mengeluarkan zakat kamu.
- Oleh karena itu, ketika mereka bertanya,
- "Waas'alunaka
- yunfiquun, mereka bertanya padamu wahai
- Rasulullah apa yang mereka mesti
- infakkan?"
- Artinya
- hawaijikum.
- Semua yang melebihi kebutuhan kalian
- menunjukkan kalian termasuk dari orang
- yang sudah terkena kewajiban zakat.
- Nah, kalau kita perhatikan dalam suratul
- baqarah tadi, ya ayyuhalladzina amanu
- anfiqu min thyibati ma kasabtum wimma
- akhrojna lakum minal ard. Wahai orang
- yang beriman,
- infakkanlah sebahagian dari hasil usaha
- kalian yang thayib dan apa yang kami
- keluarkan bagi kalian dari hasil bumi.
- Hasil pertanian sebagaimana kita tahu
- 10% apabila disirami oleh hujan atau
- sungai yang mengalir. Tapi 5% apabila
- disirami dengan apa? dengan biaya dan
- peralatan untuk menghasilkan air. Dengan
- mempertimbangkan biaya pengairan, maka
- dikurangi kewajiban zakatnya dari 10
- menjadi 5%.
- Itu setelah dipotong biaya penanaman
- dari mulai pupuknya kemudian orang yang
- bekerja ya. Maka setelah dikeluarkan
- biaya penamaian semua hasil bersihnya
- kalau hasil tersebut melimpah melebihi
- kebutuhannya maka dikenakan zakat. Nah,
- dalam riwayat hadis sahih muslim dan
- bukhari
- disebutkan laisa fi duna ausuqin
- shodqah. Yang berada di bawah lima auk
- itu tidak dikenakan sedekah.
- diperkirakan 5 usuk itu 655
- atau 5 eh 650
- 3 atau 650
- kilo.
- 500 650
- kilo
- gabah kering. Gabah kering.
- Jadi kalau pertanian menghasilkan 650
- kg gabah kering
- belum digiling Ustaz ya.
- Ya. Belum. Maka dikenakan 10% kalau
- disirami oleh air hujan dan sungai atau
- 5% kalau menggunakan biaya penyiraman,
- biaya pengairan.
- Berarti Ustaz kalau kita jumlahkan dalam
- uang, kalau kita mau ambil di situ
- nisabnya 560 kilo, sekarang per 50 kilo
- Rp700.000 berarti R00.000 Itu kalau
- beras
- beras ya gabah ya Ustaz
- Kala beras di gaba gaba itu kalau kita
- bersihkan ya kira-kira mungkin
- jadi 500 pas kali
- ee bisa 500-an
- berarti 700* 10 Ustaz
- Arti kalau 500 kalau 100 sekilo sekarang
- kurang lebih R1 juta katakan berapa 400
- lah
- R juta Rp1.400 400 kali berapa? Kal 5 *
- 5 berapa?
- 5
- 7 * 5 35
- H
- kemudian tambah berapa?
- 7 jutaan, Ustaz.
- Ya, R jutaan ya. 35 + 5 juta 8,5.
- Iya 8,5 juta ya.
- 8,5 juta.
- Iya.
- Nah, 8,5 juta ya itu dihasilkan petani
- selama 4 bulan. Mau tidak mau kan dia
- harus mempersiapkan kebutuhan dia selama
- 4 bulan kalau pertanian padi. Nah, kalau
- pendapatan dia mencukupi kebutuhan dia
- selama 4 bulan, dia punya kelebihan,
- maka dikenakan apa? Dikenakan zakat.
- Jadi zakat bukan apa? Bukan diambil dari
- apa yang dia butuhkan, tapi diambil
- dengan melihat orang tersebut telah
- menghasilkan kebutuhannya bahkan lebih.
- Jadi
- bahkan lebih
- 8,5 itu lebih dari gaya hidup, Ustaz.
- Ya, maksudnya sisa
- arti pada saat itu.
- Ah,
- pada saat itu. Nah, sekarang kita
- bertanya petani sekarang ini pada masa
- itu Rasul menetapkan lima usuk atau lima
- wasak itu
- sebagai standar
- di mana dengan menghasilkan
- sebanyak ee lima wasak, orang tersebut
- sudah termasuk orang yang mencukupi dan
- menghasilkan kelebihan. maka dia
- dikenakan kewajiban untuk berkontribusi
- kepada mereka yang tidak yang tidak
- mendapatkan kecukupan dalam kebutuhan
- mereka.
- Jadi ini merupakan keindahan hukum zakat
- dalam Islam itu bukan diambil dari apa
- yang dia butuhkan.
- Heeh.
- Tapi diambil pada saat dia menghasilkan
- kelebihan. Sebagai seorang muslim,
- seorang mukmin harus peduli terhadap
- sesama saudaranya.
- Sekali lagi ini lebihan dari biaya hidup
- dia, Ustaz. Jadi katakan dia butuh dari
- 500 kilo itu dia butuh 300 kilo
- umpamanya ada kelebihan 200 kan?
- Iya.
- Maka orang semacam ini orang yang sudah
- wajib apa? Meruakkan zakat.
- Kalau diambil dari keseluruhan
- 5%
- 10%.
- Oh
- kalau disirami oleh hujan kan.
- Oke.
- Oh 10%. Tapi kalau disirami oleh
- irigasi
- bukan disirami dengan biaya yang kita
- keluarkan umpamanya dengan memompa air
- dari bawah ya maka dipotong 5% biaya
- pengairan tersebut
- dari 500 kilo
- ya
- 500 k
- kilo.
- Nah kalau dalam mazhab Ahlul Bait tidak.
- Dia butuh 300 kilo masih ada kelebihan
- 200 yang 200 yang dikenakan zakat.
- Oke.
- 20%.
- Iya. Jadi 200 kilo itu kalau diambil 20%
- berapa?
- 2 kilo 20% 40
- diambil 40 kil kilo
- itu dikeluarkan yang 160 kan disimpan
- buat dia.
- Oh iya
- padahal dia sudah mencukupi kan
- dia bisa menyimpan 160 kilo ya yang 40
- dikeluarkan dan dia bisa menanam kembali
- dengan baik kan indah kan. Nah, ini
- sebelum dijual, Ustaz. He
- diati sebelum dijual. Arti kalau petani
- pada zaman dulu mereka biasanya tidak
- akan menjual hasil pertaniannya
- seluruhnya. Mereka simpan di gudang
- untuk kebutuhan dia. Sebagian untuk beli
- yang lain mereka keluarkan.
- Oh, oke.
- Jadi kita prediksi berapa harga gabah
- katakan sekarang ya, berapa harga g
- nah kita tahu berapa harganya.
- Heeh.
- Nanti kita keluarkan. Kalau dia tidak
- punya uang, kita keluarkan Ka'bahnya.
- Iya.
- Kita bagi buat siapa? buat fuqara wal
- masakin. Kalau setiap orang yang punya
- kelebihan berkontribusi seperti ini,
- mungkin enggak rakyat miskin?
- Enggak mungkin, Ustaz.
- Enggak mungkin. Cuma sayangnya kita
- selalu terpaku pada 2,5%.
- 2,5% ini merupakan zakat yang ditetapkan
- oleh Rasulullah pada emas, perak yang
- kita simpan.
- Yang kita simp
- simpan. Nah, ketika Allah menyebutkan
- apa saja yang kami hasilkan dari hasil
- bumi
- sebelum disebutkan
- zakat alkasbu. Kira-kira ini isyarat
- enggak dari Allah bahwa yang kita
- keluarkan dari Alkasbu sama dengan
- pertanian?
- Katakan umpamanya begini,
- seorang petani dalam 4 bulan itu
- menghasilkan hasil pertanian sebanyak
- R5uta.
- 4 bulan nih. Seorang yang bekerja di
- kantor mendapatkan gaji R10 juta per
- bulan.
- Sebulan bukan 4 bulan. Masuk di akal
- enggak kalau dia mengeluarkan zakat
- 2,5%?
- Petani mengeluarkan 10%.
- Ini selama 4 bulan ini sebulan
- masuk di akal enggak?
- Enggak sih.
- Sungguh tidak masuk di akal. Jadi mereka
- ketika mengkias zakat profesi kepada
- zakat emas sungguh tidak masuk di akal
- karena tidak ada persamaan di antara
- keduanya. Tidak ada pula nas. Tapi kalau
- dalam suratul baqarah ya ayyuhalladzina
- amanu anfiqu min thibati ma kasabtum.
- Kemudian di atas wimma aknaum ard dan
- apa saja yang kami hasilkan dari hasil
- bumi
- termasuk pertambangan.
- Jadi kasabtum itu maksudnya adalah
- profesi kita itu
- artinya semua jenis usaha dengan syarat
- usaha tersebut usaha yang thayib.
- Usaha yang tha.
- Jadi dalam bahasa Arab kata alkasbu itu
- menggambarkan usaha secara umum bukan
- hanya perdagangan. Nah, kita mau tanya
- kalau pertanian dikeluarkan 10% atau 5%
- tergantung biaya,
- maka profesi dikeluarkan 1 bulan yang
- cuma 2,5% dasarnya apa? Mengkias kepada
- emas. Kita tahu dalam kias ya
- definisinya apa? Ilhaqu far'in biasin
- fi hukmihi liillatin jamiah.
- Artinya apa? kita mengkias cabang kepada
- asal ya, kepada hukum asal
- dalam hukum karena ada ilat, ada ilat ya
- yang apa yang sama di antara keduanya.
- Nah, kalau kita mengkias ee ee profesi
- kepada pertanian, ada persamaan di
- antara keduanya. Pertanian yang
- dikeluarkan hasilnya apa tanahnya?
- Hasilnya. Eh, hasilnya.
- Hasilnya kan tanahnya enggak dikeluarkan
- zakatnya. Kemudian orang juga mendirikan
- perusahaan dikeluarkan enggak harta
- perusahaannya, modalnya
- enggak.
- Yang dikeluarkan hasilnya.
- Hasilnya.
- Pertanian yang dikeluarkan juga
- hasilnya. Profesi juga yang dikeluarkan
- kan hasilnya dari hasil ilmu yang Allah
- ajarkan pada kita. Katakan seorang
- dokter dia praktik satu orang yang
- berobat dikenakan Rp300.000 dia praktik
- di rumah.
- dia harus membayar AC listriknya kan
- tempat praktiknya dia harus membayar itu
- setiap bulannya. Kemudian biaya juga
- perawat yang mendampinginya atau suster
- yang mendampingi dia, dia mendapatkan
- hasil R juta dalam 1 hari. 5 juta.
- Iya.
- Kemudian dipotong untuk katakan R juta
- bersih setelah dikeluarkan biaya untuk
- listriknya, biaya untuk perawatnya, dia
- mendapatkan bersih R juta. Kira-kira
- berapa yang harus dikeluarkan?
- Kalau dikeluarkan 2,5% dikias kepada
- emas, enggak ada persamaan di antara
- keduanya. Enggak ada persamaan.
- Persamaan.
- Uniknya mereka mengatakan apa? Zakat
- profesi dikias kepada pertanian
- jenisnya, tapi kewajibannya dikias pada
- emas.
- Karena mereka menemukan ada persamaan
- antara pertanian dengan profesi.
- Tapi begitu berkaitan dengan yang harus
- dikeluarkan dikias pada emas. Ini
- namanya mengkias sesuatu pada dua hal.
- Ini tidak masuk di akal.
- Seharusnya apa? Kalau dikias kepada
- pertanian karena ada persamaan di antara
- keduanya dan kemiripan sebagai zakat
- hasil, kewajibannya pun dikias kepada
- apa? Pertanian. yaitu sebanyak 5 atau
- 10%. Tapi sayangnya umat Islam kikir
- kalau untuk kebutuhan-kebutuhan
- bersenang-senang dikeluarkan tanpa
- hitungan. Sedangkan untuk membantu
- saudaranya, untuk membantu perjuangan,
- dia bersikap kikir. Bagaimana kita akan
- bangkit dan maju. Pada zaman Rasul,
- zakat itu dibagi kepada delapan
- golongan.
- Ketika Rasul mengutus beberapa orang ke
- Yaman untuk mengumpulkan zakat dari
- mereka yang kaya, dibagikan kepada
- mereka-mereka yang butuh. Jadi bukan
- dibawa ke Madinah, dikumpulkan di sana
- kemudian dibagikan di sana. Setelah
- selesai mereka kembali ke Madinah
- membawa kelebihan.
- Rasulullah mengatakan, "Kami bukan
- mengutus kalian sebagai pemungut pajak,
- tapi zakat diambil dari yang kaya
- dibagikan kepada mereka yang miskin."
- Mereka mengatakan, "Ya Rasulullah, kami
- sudah bagikan." Ini kelebihannya.
- Delapan golongan terpenuhi.
- Baik fuqhara wal masakin, orang yang
- bekerja mendistribusikan, ya. Kemudian
- orang-orang yang didekatkan hatinya ya,
- yang telah masuk Islam didekatkan hati
- dengan memberikan bantuan kepada mereka.
- Orang-orang yang berhutang, orang-orang
- juga yang terjerat oleh perbudakan.
- Bayangkan delapan golongan itu tertutupi
- kemudian ada kelebihan. Sedangkan kita
- jangankan delapan golongan untuk fuqara
- wal masakin masih tidak cukup.
- Iya. Benar.
- Kenapa? Karena kita pelit.
- Iya.
- Oleh karena itu, zakat sebetulnya di
- Indonesia ini belum dikeluarkan
- sebagaimana mestinya.
- Orang-orang yang memiliki harta mereka
- enggan mengeluarkan zakat atau mencari
- pendapat yang paling ringan meringankan
- mereka tanpa melihat kitab Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi kesimpulannya
- semua jenis harta, semua jenis usaha
- selagi masuk dalam kategori yang halal
- wajib dikeluarkan zakatnya apabila yang
- berusaha tersebut mempunyai kelebihan.
- Waasalunaka
- yunfiquun. Mereka bertanya kepadamu apa
- yang mereka mesti infakkan. Qulil afwa.
- Katakan bila kalian punya kelebihan
- berarti kalian dikenakan kewajiban
- untuk membantu sesama kalian dengan
- dasar wal mukminun wal mukminat ba'buhum
- auliya bain. Orang yang beriman sebagian
- mereka menjadi wali sebagian yang lain.
- Ini sebetulnya merupakan apa? merupakan
- uraian petikan dari nas-nas Al-Qur'an.
- Bukan hanya sekedar iias ya atau
- ijtihad, tapi sebagaimana yang Al-Qur'an
- terangkan begitu jelas. Cuma sayangnya
- ketika ada angket
- yang diajukan kepada salah satu ee
- katakan lembaga keuangan yang terbesar
- di Indonesia ditanya apakah mengeluarkan
- zakat profesi? Jawaban mereka serentak
- mengatakan, "Kami tidak mengeluarkan
- zakat profesi karena zakat profesi
- adalah bidah. Tidak ada pada masa Nabi
- kita." Rupanya hukum-hukum Islam itu ya
- dibatasi hanya dengan apa? Apa-apa yang
- berlangsung pada masa Rasul. Adapun
- perkembangan yang saat ini ada semua
- tidak masuk dalam cakupan agama.
- Artinya agama tidak mampu berhadapan
- dengan tantangan zaman. Padahal nas
- Quran jelas menjelaskan secara umum
- tinggal kita memasukkan setiap persoalan
- ke dalam lajur-lajur yang sudah
- disiapkan oleh Allah subhanahu wa taala.
- Nah, lajurnya jelas dalam suratul
- baqarah Allah berulang kali berbicara
- masalah infak
- dari perintah infak secara umum. Janji
- Allah terhadap orang yang berinfak.
- Kemudian apa yang harus dikeluarkan?
- Kepada siapa? Pertama-tama sebelum
- kepada orang lain. Kepada orang tua
- kita, kerabat kita.
- masakin. Dan infak di sini mencakup
- seluruh jenis infak, baik itu infak
- kepada keluarga atau infak kepada apa?
- Kepada apa? Kepada ee umat secara umum.
- Jadi tidak ada alasan bagi mereka yang
- mau menghindar dari zakat. Dan zakat
- diwajibkan oleh Allah untuk
- mereka-mereka yang mampu.
- Jangan kita fokus kepada zakatul fitri
- tapi kita tidak mempedulikan zakat mal.
- Padahal zakat mal ini yang bisa
- betul-betul mendukung perjuangan dan
- mengentaskan kemiskinan bukan memelihara
- kemiskinan.
- Wallahuam.
- Ustaz ee menjadi pertanyaan nih Ustaz.
- Kata ustaz tadi, zakat itu adalah
- sesuatu yang dihasilkan.
- Bagaimana dengan zakat perdagangan?
- Kenapa modal atau barang dagang yang
- belum laku juga dihitung, Ustaz?
- Baik.
- Orang yang bertanya-tanya bagaimana kita
- mengeluarkan zakat perdagangan. Katakan
- kita punya modal sebesar R juta.
- Kita berdagang memulai katakan di bulan
- Ramadan.
- Berarti Ramadan yang akan datang ya
- setelah kita lakukan jarak dalam bahasa
- Arab perhitungan ya. Perhitungan kita
- akan lihat berapa keuntungan kita.
- Berapa
- keuntungan kita? Katakan dari 100 juta
- berkembang menjadi R150 juta. Berarti
- dia mendapatkan keuntungan berapa
- persen?
- 50% kan?
- 50%.
- Dan di samping itu apa? Di samping 50%
- dia kan makan sehari-hari dari uang itu.
- Hm.
- Dia makan sehari-hari apa?
- Dari uang untung.
- Dari kan keuntungan. Sekarang
- dikumpulkan keuntungan bersih ya di luar
- yang dia makan
- ada R juta. Nah, pertanyaannya apakah
- dikeluarkan
- dari 150 juta apa hanya dikeluarkan dari
- R juta?
- Boleh Rp juta aja.
- Kalau dalam Ahlul Bait dikeluarkan dari
- Rp50 juta cuma jumlahnya 20%.
- Hm.
- Dari keuntungan. Iya.
- Jadi kalau seandainya dia berusaha
- setahun tidak menghasilkan keuntungan,
- dia tidak dikenakan.
- Tapi begitu dia menghasilkan keuntungan,
- katakan dia mendapatkan R juta. Dari
- modalnya R juta, 20% dikenakan untuk R
- juta. Berarti kan kurang lebih R juta.
- Kalau dari Syafi
- dia masih menyimpan keuntungan R0 juta,
- dia infakkan R juta berat enggak?
- Ee enggak.
- Enggak pernah
- karena untung.
- Arti dia terima R0 juta keuntungan. yang
- R juta dikeluarkan untuk
- saudara-saudaranya.
- Iya.
- Betul gak?
- Betul.
- Nah, kalau katakan dikeluarkan dari
- keseluruhannya
- sebetulnya sama dengan padi. Orang
- menanam padi
- kan dikeluarkan juga dari keseluruhan.
- Oh iya benar Ustaz. Oh iya benar.
- Seharusnya dikeluarkan ya antara 5
- sampai 10%.
- 5 10% bukan 2,5%. 2,5. Kalau kita punya
- emas perak, kita simpan tidak kita
- kelola dikenakan 2,5%.
- 5% harga modal gitu, Ustaz. 10%
- keuntungan.
- Katakan umpamanya begini, enggak kalau
- kalau hanya keuntungan 20%.
- Kalau modal dan keuntungan dilihat
- kira-kira
- usaha yang dilakukan kita bisa bagikan
- dua kategori.
- Ada yang seperti pertanian disirami oleh
- air hujan. He
- ya. Dan sungai ada yang membutuhkan
- apa? Biaya-biaya yang cukup besar. Kalau
- pertanian pengairan. Nah, usaha juga
- dipertimbangkan. Bagaimana kira-kira
- jenis usahanya?
- Kan usaha berbeda-beda kan.
- Katakanlah rettail, Ustaz. Dagangan.
- Perdagangan. Perdagangan kita lihat
- katakan ya ee dia punya modal R juta.
- Kemudian dia berdagang, dia makan dari
- hasil tersebut kemudian dia mendapatkan
- keuntungan. Katakan umanya R00 juta dari
- R juta juta total berarti
- lihat katakan R juta dari R juta
- omset ya.
- Ee artinya itu sudah dihitung bersih
- semua antara modal yang ada.
- Oke.
- Barang-barang
- ya sama jumlah uang dihitung semuanya
- ternyata meningkat dari R juta menjadi
- R00 juta.
- Oke. Baru
- Nah kalau dikenakan 10% berat enggak?
- Enggak
- enggak berat kan
- modalnya masih aman ya?
- Masih aman.
- Jadi kalau dikenakan 10% dari 200 juta
- kalau enggak untung.
- Iya. Kalau enggak untung lain lagi
- dikeluarkan. Allah tidak ingin merugikan
- orang. Allah tidak ingin menghabiskan
- modal usaha orang. Malah yang tidak
- punya modal diberikan modal. Iya. Iya.
- Jadi kalau R00 juta kalau dikenakan
- katakan berapa dikenakan umpamanya
- 10% dari R juta berapa?
- R juta.
- Kalau dikenakan R juta dari R juta 20%
- berapa?
- R juta sama ya?
- Sama.
- Jadi kalau dikeluarkan dari keuntungan
- aja dia mengeluarkan R0 juta dari R
- juta. Betul enggak?
- Iya.
- Kemudian e bukanak R juta. R juta
- dikeluarkan R juta.
- Iya.
- Kalau dari 20% R juta.
- Iya benar
- 20 dong
- kan R juta
- modal R juta.
- Keuntungan R juta. Kalau diambil dari
- R00 juta seluruhnya dikenakan 10%. R
- juta
- I
- kalau dikenakan dari R juta
- keuntungannya saja 20% juga R juta.
- Iya R juta ya. Benar.
- Betul enggak?
- Betul.
- Kalau 2,5% jadi apa?
- Iya iya
- betul gak?
- Benar.
- Jadi kotoran pun enggak sempat cuma
- melintas di mulut aja.
- Jadi jigo.
- Bagaimana bisa membangun bangsa kita,
- memajukan kita. Yang lucu ada beberapa
- dokter berbicara di RSCM.
- Dokter yang nonmuslim bertanya, "Ya,
- kamu berapa kamu mengeluarkan zakat
- kamu, infak kamu?" Dia mengatakan 2,5%.
- Oh, kalau kami di gereja 10%.
- Kami dalam agama kami mengeluarkan 10%
- langsung dipotong dari gajinya.
- Itu di luar pungutan yang didapatkan
- pada saat kita menghadiri acara
- mingguan.
- Acara mingguan ada lagi infak yang
- mereka keluarkan.
- Akhirnya si dokter Muslim malu. Dia
- mengeluarkan 2,5% mengaku bahwa agamanya
- agama yang benar. Ya.
- Dan apa? Beranggapan bahwa almukmin
- akhul mukmin atau almuslim akhul muslim.
- Tapi ternyata mereka lebih kikir
- dibandingkan orang yang beragama Nasrani
- yang mengeluarkan 10% setiap bulannya di
- luar yang dipungut oleh gereja pada saat
- mingguan. Jadi bagaimana umat Islam mau
- maju? Bagaimana umat Islam bisa
- mengalahkan Donald Trump
- kalau seandainya jiwa mereka jiwa apa?
- Jiwa yang sempit dan kikir. Tidak
- mungkin orang yang berjiwa sempit apa?
- Bisa memajukan
- bangsanya, agamanya. Jangankan bangsa
- agamanya, keluarganya pun tidak akan
- maju. Tapi orang-orang yang berjiwa
- besar, orang yang akan punya kesempatan
- untuk meraih keuntungan yang besar. Jadi
- kesimpulannya
- kita mengeluarkan zakat kita
- kalau diambil dari keseluruhan pokok dan
- keuntungan dikenakan 10%
- kalau diambil dari keuntungannya
- dikeluarkan 20%.
- Ini sebetulnya tidak memberatkan. Kalau
- saya punya keuntungan R00 juta, saya
- keluarkan 20% dari keuntungan. Coba R
- juta, Rp0 juta saya simpan dan akan
- diberkahi oleh Allah menjadi 700 kali
- lipat. W masyaallah tujuh. Kemudian
- Allah hilangkan kesedihannya, ketakutan
- dalam hidup Allah hilangkan. Alladina
- yunfiquuna amwalahum fibilillah tumma
- lautbiuna ma anfaqu manan wala lahum
- ajruhumbihim wala khaufun alaihim wum
- yahzanun.
- Artinya ini semuanya untuk keuntungan
- kita. Kalau bunga deposito berapa cuman?
- Ini bunga yang langsung dari Allah
- Subhanahu wa taala yang harum, yang
- bersih, yang suci, yang tidak menzalimi
- orang lain. 700 kali lipat.
- amuminatabilin
- habah wallahu
- yasya wallahuim
- perumpamaan orang yang menginfakkan
- harta mereka di jalan Allah seperti
- orang yang menanam satu butir
- menghasilkan tujuh tangkai setiap
- tangkanya 100 butir Allah masih akan
- melipat gandakan bagi siapa yang
- dikehendaki. Allah maha luas karunianya
- lagi maha tahu hamba. Bayangkan 700 kali
- lipat.
- I
- tapi kebanyakan orang tidak yakin dengan
- janji Allah. Dia simpan, dia timbun,
- akhirnya menimbulkan penyakit.
- Keluarganya mengalami musibah.
- Keluarganya terkena penyakit. Belum di
- hari akhirat nanti orang yang tidak
- mengeluarkan zakatnya tidak akan mencium
- bau surga. Wali iyadzubillah.
- Nauzubillah
- minzalik. Nah, ini ada pertanyaan dari
- Teh Fani, Ustaz.
- Asalamualaikum, Ustaz. Izin
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Zakat adalah perintah Allah. Bagaimana
- halnya dengan pajak, Ustaz? Apakah pajak
- itu sesuatu yang haram atau merupakan
- bagian dari zakat? Syukran, Ustaz.
- Pajak ini sebetulnya merupakan pungutan
- yang ditetapkan oleh negara, tapi dasar
- hukumnya dalam Al-Qur'an tidak ada.
- Kalau seandainya zakat dikeluarkan
- secara benar, yang didapatkan itu akan
- lebih besar daripada apa yang didapatkan
- pajak. Cuma perbedaannya kalau pajak
- mencekik tidak memberikan harapan. Kalau
- akan memberikan harapan buat dia, di
- samping janji Allah yang akan melipat
- gandakan hartanya juga Allah berikan
- ketentraman hatinya dan di hari akhir
- juga Allah bebaskan dari ketakutan. Arti
- mereka merasakan nilai ibadahnya.
- Tapi kalau pajak mereka tidak merasakan
- sebagai amal ibadah. Oleh karena itu
- seharusnya pemerintah ya
- bagi orang yang mengeluarkan zakat harta
- mereka seharusnya itu bisa dikonversi ke
- pajak. Artinya kalau dia dikenakan pajak
- R juta, dia mengeluarkan zakat R juta,
- seharusnya membebaskan dia jangan sampai
- dua kali pungutan. Jangan sampai apa?
- Dua kali pungutan. Karena pada saat dia
- mengeluarkan zakatnya, dia merasa ini
- ibadah pengabdian untuk Allah. Tapi
- kalau zakat, kalau pajak, apalagi kalau
- pajak disalahgunakan. Di mana rakyat
- tidak tahu sama sekali ke mana perginya
- pajak.
- Mereka di samping mereka tidak merasa
- terpanggil untuk mengeluarkan pajak,
- mereka juga merasa mereka dicekik. Pajak
- sana, pajak sini. Lalu pejabat
- bersenang-senang, berleha-leha, hidup
- bermewah-mewahan.
- Sedangkan rakyatnya hidup dalam
- kesusahan. Orang punya rumah, rumah
- sendiri di atas tanah sendiri ya
- hidupnya juga pas-pasan dikenakan pajak.
- Aneh enggak?
- Aneh kan? Sedangkan di luar negeri kita
- saksikan hari ini tidak dipungut.
- Pajak-pajak diambil dari yang tumbuh dan
- berkembang.
- Nah, pada masa Sayidina Umar, pada masa
- Nabi zakat pajak tidak pernah ada sama
- sekali. Pada masa Sayidina Umar ketika
- orang-orang dari luar ya memasukkan
- barang ke wilayah umat Islam ya mereka
- dibebaskan dari pajak. Sedangkan barang
- umat Islam masuk keluar dikenakan
- pungutan. Sayidina Umar mengatakan ambil
- dari mereka sebagaimana mereka mengambil
- dari kalian. Jadi kalau tarif pajak
- mereka kenakan 5% kita kenakan juga 5%.
- Jangan sampai mereka mengambil dari
- kita, kita enggak mengambil. Tapi kalau
- untuk rakyat umat bukan hanya tidak
- diambil pajak, bahkan didukung mereka
- dalam usaha mereka, kemudian zakatnya
- baru diambil. Berkah gak?
- Berkah. Jadi kalau seandainya zakat
- diambil dari umat Islam dengan
- sendirinya negara harus betul-betul
- transparan, harus jujur ya dan
- orang-orang yang menjadi pengontrol yang
- mengawasi ee masuknya zakat demikian
- pula distribusinya betul-betul
- orang-orang yang dapat dipercaya. Kalau
- zakat diambil bisa betul-betul untuk
- mendukung perjuangan. Sebagai contoh,
- Iran mampu membiayai Hizbullah, mampu
- membiayai juga para pejuang di Yaman,
- mengirimkan bantuan juga ke Gaza di
- Palestina. Dari mana?
- Dari zakat. Tapi zakat dalam arti yang
- luas,
- bukan 2,5%.
- Dari hasil minyak gas yang dihasilkan
- negara dikeluarkan 20%.
- 20%.
- Dan pemerintah tidak gunakan, pemerintah
- Islam tidak gunakan hanya untuk orang
- yang berapa, bermazhab Syiah, tapi untuk
- perjuangan di jalan Allah Subhanahu wa
- taala. Sampai sebagian orang Syiah yang
- agak fanatik mengatakan, "Kenapa kok
- zakat dibagikan secara meluas bukan
- hanya untuk kami?
- Mereka berjuang untuk Islam, bukan untuk
- kelompok dan golongan. Mereka bantu
- saudara kita di Yaman, bantu saudara
- kita juga di Gaz, bantu juga di ee
- katakan Libanon.
- Oleh karena itu, kita ingin umat Islam
- itu berjiwa besar. Jangan berjiwa sempit
- ya dikuasai, dikungkung oleh fanatisme
- terhadap kelompok golongan. Akhirnya
- mereka tidak lagi layak untuk menjadi
- seorang muslim.
- Seorang muslim atau seorang mukmin harus
- betul-betul memiliki kecintaan terhadap
- sesama saudaranya dan tidak menyimpan
- kebencian. Kalau ada perbedaan pendapat,
- diskusikan. Kalau ada kesalahan tegur
- dengan cara yang baik. bukan justru
- menyebarkan fitnah satu sama lain,
- akhirnya melemahkan mereka, membuat
- musuh mereka dapat
- meraja lela di atas mereka seperti yang
- kita jumpai saat ini.
- Jadi kalau kita ingin bangkit maka zakat
- harus dikeluarkan dengan sebaik-baiknya.
- Jangan kita menutup-nutupi zakat dan ini
- akan membawa keberkahan dan akan
- menggantikan apa yang hilang sebagaimana
- dalam doa malaikat setiap pagi.
- Allahumma ati munfiqan khalafa wati
- mumsikan talafa. Ya Allah gantikan orang
- yang berinfak, hancurkan harta-harta
- orang-orang yang menahan.
- Oleh karena itu orang yang mengeluarkan
- nafkahnya kekasih Allah, alkarim
- habibullah wal bakhil adullah.
- Jadi kalau orang dimusuhi oleh Allah ke
- mana dia akan melarikan diri? Jadi kita
- harapkan betul-betul apa? Umat mulai
- memperhatikan zakat. Saya pernah sekali
- waktu di satu departemen ee menyampaikan
- masalah zakat. Saya jelaskan bahwa zakat
- yang selama ini dikeluarkan sebetulnya
- tidak memadai dan belum memenuhi
- apa yang Allah perintahkan. Lalu saya
- jelaskan dengan ayat-ayat tadi yang saya
- bacakan. Akhirnya dia mengatakan, "Saya
- selama ini salah." Kalau begitu
- selama ini sa salah
- dan saya berpikir cupat.
- Saya lupa pada harta saya ada hak
- orang-orang lain. Bahkan untuk
- perjuangan di jalan Allah Subhanahu wa
- taala. Kalau
- zakat yang menjadi saham orang-orang
- yang berjuang di jalan Allah, bukan
- hanya di medan perang, di medan dakwah
- juga. Insyaallah dari ini orang-orang
- yang berdakwah tidak harus menerima
- amplop,
- tapi mereka akan dicukupi berumah
- tangga. Mereka tidak berpikir lagi dalam
- urusan ini, tapi mereka berdakwah dengan
- sepenuhnya untuk Allah. Nah, ini kita
- jumpai dalam para apa? misionaris
- yang masuk ke hutan-hutan, ke
- pedalaman-pedalaman.
- Mereka diberikan gaji sama keluarga
- mereka bekerja secara penuh. Mereka
- enggak berpikir lagi soal apa. Kalau
- sekarang kasihan nasib para ulama,
- kehormatan mereka tidak terjaga. Ya,
- bagaimana mereka hanya diukur, pembicara
- mereka diukur dengan uang.
- Ya Allah
- kan menyedihkan sekali kan? Padahal ini
- merupakan kehormatan yang memuliakan
- nabi kita, memuliakan juga umatnya. Tapi
- sekarang karena sebagian umat tidak
- menjalankan kewajiban mereka, akhirnya
- mereka terhinakan. Waliillah.
- Ustaz ee masih ada waktu, Ustaz? Oke,
- satu lagi kita
- cek pertanyaannya. Ada beberapa ini yang
- masuk dari Siti Anisa, Muhammad Faiz,
- Gifari, Stefani. Tadi sudah dijawab,
- Giswati, Maulana Yusuf dan lain
- sebagainya. Kita pilih salah satu dari
- Maulana Yusuf. Ini yang bertanya
- pertama. Asalamualaikum, Pak Ustaz dari
- Ali Basyah di Jalan Pajajaran Sukabumi.
- Maaf Ustaz di luar tema. Mohon
- dijelaskan kandungan surah Al-Fatihah
- ayat keenam dan keet7uh, Ustaz.
- Dan mohon berikan contoh jalan
- orang-orang yang engkau beri nikmat itu
- siapa, Ustaz, yang dimaksud. Sesudah dan
- sebelumnya kami ucapkan terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allah
- berfirman dalam surah An-Nisa. Wam
- yuillaha warasul faulaika maadzina
- anamallahu alaihim
- min nabiin wasiddiqin wasyuhada wasihin
- wunaikaq.
- Siapa-siapa yang mentaati Allah dan
- rasul maka mereka akan dikumpulkan
- bersama orang-orang yang telah Allah
- limpahkan nikmat karunianya atas mereka.
- Siapa mereka? minan nabiin dari para
- nabi wasiddiqin. Para siddiqin itu
- orang-orang yang ucapan hati amalnya
- betul-betul sesuai. Bukan hanya ucapan,
- tapi mereka berucap, mereka berjanji,
- mereka juga membuktikan apa yang mereka
- ucapkan sebagai orang yang beriman. Baik
- pada saat senang maupun saat sulit,
- mereka tidak pernah goyah. Dan nabiyin
- wasiddiqin wasyuhada. Para syuhada yang
- mati di jalan Allah
- dan nabiina wasiddiqina wasyuhada
- wasaliihin dan orang-orang saleh
- merekalah orang-orang yang telah
- menerima karunia dari Allah. Jadi bila
- Anda berdoa ihdinasiratal mustaqim
- shathalladzina anamta alaihim ghairil
- maghdubi alaihim waladin, Allah akan
- masukkan kalian ke dalam golongan para
- siddiqin, para para anbiya, para
- siddiqin, para syuhada dan salihin.
- Adapun orang yang dimurkai Allah dalam
- Al-Qur'an banyak menyebut tentang
- orang-orang Yahudi
- yang sombong, yang ingkar di hadapan
- Allah, bersikap kurang ajar bahkan
- terhadap Tuhan mereka. maupun nabi
- mereka. Mereka mengatakan tangan Allah
- terbelenggu. Mereka berkata pada Musa,
- "Silakan kamu pergi berperang. Kami
- nunggu di sini." Sikap yang kurang ajar
- adalah orang-orang yang terkena murka
- Allah. Sedangkan adzalin, orang yang
- mencari kebenaran tapi tidak
- menemukannya malah tersesat karena tidak
- mengikuti petunjuk
- Allah.
- Banyak orang-orang yang menempuh
- mendekatkan diri kepada Allah tapi
- caranya tidak benar. Akhirnya bukan
- menemukan kebenaran. Mereka tersesat
- dari kebenaran.
- Jadi kita harapkan betul-betul kita
- selalu dalam bimbingan petunjuk Allah
- lahir maupun batin dan dikumpulkan
- bersama para nabi, para siddiqin, para
- syuhada dan shihin. Ini sebagaimana yang
- diterangkan dalam surah An-Nisa.
- Wallahuam.
- Masyaallah. Jazakumullah khairan jaza
- Ustaz atas jawabannya. Semoga bermanfaat
- buat kita semua. Semoga menjadi wasilah
- hidayah buat kita semua. Jangan lupa
- ikhwan ikhwat hitung kembali hartanya.
- Ada hak Allah Subhanahu wa taala di
- situ. Alfagqir Ris Alf beserta seluruh
- kru yang bertugas mohon undur diri.
- Ketutup dengan doa kafaratul majelis.
- Subhanakallah
- asadu an astagfiruka.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Alhamdulillah.