Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 Kepada Bapak Presiden yang diberikan 0:05 amanat oleh rakyat, Bapak bukan naik 0:07 dengan pilihan Bapak, tapi Bapak [musik] 0:10 diberikan kepercayaan oleh rakyat yang 0:13 memilih Bapak. Coba renungkan, berapa 0:16 lama lagi kita akan hidup di dunia? 0:18 Berapa lama lagi kita akan berkuasa? 0:21 Cepat atau lambat, suka atau tidak 0:24 [musik] suka, siap atau tidak siap, 0:26 semua akan pergi meninggalkan dunia. 0:29 Allah menilai kita bukan dengan 0:31 kedudukan kita, kesuksesan [musik] kita, 0:34 bukan dengan kekayaan yang kita 0:35 kumpulkan. Semua ini hanya merupakan 0:38 apa? Sesuatu yang [musik] hampa, laksana 0:41 fatgana yang tidak akan menolong kita, 0:43 tidak akan menyelamatkan kita. Bahkan 0:46 ketika Bapak kembali kepada Allah, 0:49 orang-orang yang Bapak perhatikan, 0:51 [musik] yang berikan jabatan, kedudukan 0:53 tidak akan mengingat Bapak, tapi Bapak 0:55 akan membawa seluruh amal perbuatan yang 0:59 Bapak lakukan. Orang-orang yang Bapak 1:02 pilih sebagai pembantu Bapak di kabinet 1:04 [musik] 1:05 mencerminkan pemerintahan Bapak. Kalau 1:08 mereka orang-orang yang adil, yang 1:10 [musik] jujur, yang peduli terhadap 1:12 rakyat, ini mencerminkan kepribadian 1:14 Bapak yang sebenarnya. Tapi kalau Bapak 1:17 memilih orang-orang yang loyal, yang 1:20 bermuka-muka, [musik] 1:21 yang bermulut manis, yang menyenangkan, 1:25 tanpa mempedulikan [musik] 1:27 akibat dari perbuatan-perbuatan mereka 1:30 yang menyalahgunakan jabatan mereka yang 1:33 berakibat akhirnya Bapak yang ternoda 1:35 oleh perbuatan mereka. Bapak yang harus 1:38 [musik] mencuci kotoran mereka, 1:40 sedangkan mereka membuang kotoran di 1:42 sana maupun di sini. Rakyat juga 1:44 menyaksikan 1:45 berita-berita, kabar-kabar yang 1:47 menyenangkan yang Bapak dengar dari 1:49 mulut mereka dan sanjungan-sanjungan. 1:52 [musik] 1:52 Semua itu merupakan kebohongan, 1:54 kepalsuan. Mereka menikmati keuntungan, 1:58 tapi mereka melontarkan kotoran juga 2:01 [musik] melakukan perbuatan-perbuatan 2:03 yang mengkhianati kehormatan dan [musik] 2:05 nama baik. Bapak, Bapak dikorbankan, 2:09 Bapak dipermainkan, dipermalukan, dan 2:12 dikenang [musik] 2:13 sebagai pemimpin yang menyengsarakan 2:17 [musik] bangsa dan menghancurkan negara. 2:20 Oleh karena itu, 2:22 saya berharap ya sebagai seorang ustaz 2:25 yang ingin menyampaikan amanat Allah, 2:28 mengingatkan Bapak dengan penuh rasa 2:30 cinta, [musik] 2:31 laksanakan amanat Allah dengan 2:33 sebaik-baiknya. Syukuri nikmat Allah 2:35 yang [musik] memberikan kemuliaan kepada 2:37 Bapak. Tegakkan keadilan 2:40 dan hukum mereka-mereka yang melakukan 2:42 kerusakan sebagaimana yang pernah Bapak 2:45 janjikan. [musik] Kita berharap kepada 2:47 Bapak Presiden untuk betul-betul 2:49 menjalankan amanat Allah agar Bapak 2:52 menjadi pahlawan di dunia ini [musik] 2:55 dan juga terbebas dari tanggung jawab di 2:57 hari kemudian nanti.