Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 21 Jumadil akhir 1447 Hijriah
- atau tanggal 12 Desember 2025. Kita
- jumpa lagi dalam acara renungan di bawah
- Nawan Al-Qur'an bersama Ustaz Husein dan
- hari ini adalah edisi tanya jawab.
- Silakan layangan pertanyaan Anda ke
- 0811999720.
- Ada Atep di sini ada juga Algi.
- Asalamualaikum Ustazin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat.
- Kita mulai acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim walad
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menangkap jawaban-jawaban
- yang diberikan oleh Ustaz Husin. Baik,
- pertanyaan pertama dapat e dari Bapak
- Ahmad Roni. Ini pendengar baru
- sepertinya Ahmad Roni di Yogyakarta.
- Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam war. Mengapa terdapat
- perbedaan pendapat atau ikhtilaf di
- antara mazhab antar mazhab dan bagaimana
- menyikapinya secara sehat dari Bapak
- Ahmad Roni di Yogyakarta?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin
- arrahmanirrahim
- alhadi ilasiratil
- mustaqim.
- Shawatu rabbi wasalamuhu
- ala nabiihi wa rasulihi
- sayidina wa nabina Muhammadin wa alih
- thyibin wasahabatihil gurril mayamin
- wasairin ala nahjihil qawim ila
- yaumiddin.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Allahumma alimna ma yunfauna wfaf'na
- bima alamtana. Allahumma atina minika
- rahmah waimna minadunka ilman nafi.
- Allahumma ahdina subalam waakrijna
- minadulumati nur wahdina ilaatikal
- mustaqim. Asalamualaika ya rasulullah.
- Assalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Menjawab pertanyaan Bapak
- Ahmad Roni.
- Ahmad Roni dari Yogyakarta. Ahlan
- wasahlan bika.
- Semoga Allah subhanahu wa taala
- memberikan kita petunjuknya,
- taufiknya agar kita betul-betul
- berjalan di atas kebenaran yang Allah
- tunjukkan dan dicontohkan oleh Nabiya
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. diikuti oleh para sahabatnya,
- keluarganya,
- begitu juga para penerusnya dari
- kalangan tabiin, tabiit tabiin
- hingga
- saat ini. Semoga senantiasa Allah
- subhanahu wa taala mensucikan
- niat kita. Demikian pula menerangi kita
- dengan cahaya petunjuk kitabnya. Dan
- Allah Subhanahu wa taala pada saat
- menghadapi perbedaan Allah tunjukkan
- kebenaran yang sejati.
- Bapak Ahmad Roni, pertama-tama perlu
- kita memahami apa itu mazhab.
- Kata mazhab diambil dari akar kata atau
- dari kata kerja dahazahaba yadhabu
- dahahaban wazhaban
- yang berarti arah, jalan, cara, metode
- atau manhaj.
- Jadi mazhab bukan merupakan
- agama yang baru.
- Mazhab bukan merupakan
- agama yang baru.
- Agama yang baru.
- Dan mazhab ini sebetulnya bukan konsumsi
- awam.
- Mazhab bukan
- si awam.
- Konsumsi awam. Karena awam tidak
- memiliki kemampuan untuk melakukan
- analisis
- mengenai pandangan seorang mujtahid.
- Begitu juga alur dan cara, metode, dan
- manhaj yang diikuti oleh setiap
- mujtahid.
- Oleh karena itu,
- penelitian
- begitu pula perbandingan di antara
- mazhab itu seharusnya menjadi apa?
- Menjadi ee perhatian dari para ulama.
- Mereka belajar dari pandangan-pandangan
- dan metode ulama sebelumnya untuk
- berinteraksi dengan Al-Qur'an. Begitu
- pula berinteraksi dengan sunah Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Dengan mempelajari
- mazhab-mazhab para ulama dan mujtahid,
- dia memiliki betul-betul apa? Pengalaman
- dari para pendahulunya, bukan memulai
- dari kekosongan.
- Adapun masyarakat di bawah seharusnya
- mereka tidak
- dijerumuskan dalam pertentangan mazhab.
- yang mendorong akhirnya menuju ke
- fanatikan
- yang akan membuat awam terpecah belah
- satu dengan lainnya.
- Dan kita juga harus mengetahui
- Pak Ahmad Roni bahwa mazhab metode
- berpikir,
- metode para ulama dalam memetik hukum
- dari dalil-dalil seperti Al-Qur'an dan
- sunah nabinya
- itu berhubungan dengan hal-hal yang
- tidak ditegaskan dalam nas Al-Qur'an
- maupun sunah Rasul. itu merupakan
- hal-hal yang baru
- yang terjadi di kemudian hari setelah
- wafatnya Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Al-Qur'an tidak
- menyebutkan
- hukum secara eksplisit berkaitan dengan
- kejadian tersebut. Rasul juga belum
- pernah memberikan fatwa dalam hal
- tersebut karena belum pernah terjadi
- pada masa Nabi.
- Tapi Al-Qur'an memberikan kita
- rambu-rambu atau bagi para ulama
- memberikan rambu-rambu ya metode
- dalam menjawab tantangan-tantangan
- zaman.
- Di dalam menghadapi tantangan zaman,
- para sahabat ya seperti Abu Bakar ketika
- berhadapan dengan satu kasus, Rasul
- tidak pernah memutuskan dalam kasus
- tersebut dia mengatakan, "Ajtahiduri,
- saya berijtihad."
- H
- apabila pendapat saya ya mengenai
- kebenaran inana shawaban. Kata sawab itu
- menggambarkan mengenai kebenaran.
- Faminallah itu merupakan petunjuk dari
- Allah. Wain kan kataan. Tapi kalau
- meleset dari kebenaran
- faminni winya maka ini kembali kepada
- saya dan setan.
- Jadi yang salah di sini bukan hukum
- Allah tapi ijtihad saya yang tidak apa?
- Ijtihad saya yang tidak mengenai
- sasaran.
- Dia tidak mengatakan inkan haqqon.
- Kalau pendapat saya hak. Tidak. Karena
- hak itu merupakan kebenaran yang pasti.
- Ini yang datang dari Allah Subhanahu wa
- taala. Alhaquq mirbika fala takunanna
- minal mumtarin. Adapun yang datang dari
- pemikiran manusia yang kembali kepada
- analisis mereka, ijtihad mereka, tidak
- dapat dikatakan hak kecuali kalau sesuai
- dengan yang hak. Maka pendapat manusia
- masuk dalam kategori sawab dan khata.
- Begitu juga Imam Syafi'i ketika dia
- berijtihad dalam satu masalah, dia
- mengatakan, "Hoiwabun
- indi." Pendapat ini pendapat saya
- menurut saya benar mengenai sasaran
- tapi yahtamilul khat bisa saja salah.
- Waruhairi khun indi. Pendapat orang lain
- di mata saya tidak benar. Tapi
- yahtamilus bisa saja pendapat dia yang
- benar. Artinya Syafi'i tidak pernah
- mengklaim bahwa beliau memonopoli
- kebenaran. Begitu juga para mujtahid
- yang lain. Jadi ijtihad itu ya ya
- demikian pula intervensi mazhab
- itu berkaitan dengan ranah yang tidak
- terdapat nas yang tegas memutuskan satu
- perkara. Karena kebetulan kejadian
- tersebut belum terjadi pada masa Nabi
- kita maupun pada masa masa sahabat. Maka
- dibutuhkan ijtihad yang baru untuk
- menghadapi tantangan yang sama. Dan
- ijtihad bukan dimulai dari kekosongan,
- tapi atas dasar ilmu, syarat-syarat yang
- harus terpenuhi bagi seorang mujtahid.
- Imam Abu Hanifah seorang mujtahid. Dia
- juga memiliki murid yang bernama Abu
- Yusuf. [mendengus]
- Ada juga murid yang bernama Muhammad bin
- Hasan As-Syaibani yang bersahabat dengan
- Imam Syafi'i bertukar pikiran
- bersamanya. Muhammad bin Hasan Asyaibani
- tidak sepenuhnya mengikuti pendapat
- gurunya.
- H.
- Begitu juga Abu Yusuf tidak sepenuhnya
- juga mengikuti pendapat gurunya.
- Imam Malik,
- imam mujtahid di Madinah pada saat itu.
- Di antara muridnya Imam Syafi'i
- radhiallahu anhuma.
- Tapi setelah Imam Syafi'i matang,
- pendidikannya betul-betul telah memenuhi
- syarat untuk menjadi seorang mujtahid,
- Imam Malik mengizinkan dia berijtihad.
- Dan dalam sebagian ijtihad Syafi'i
- terdapat perbedaan dengan ijtihad
- gurunya. Ini bukan sikap kurang ajar,
- tapi karena apa? Karena ya sudut pandang
- yang berbeda bisa menghasilkan
- kesimpulan yang berbeda. Tapi ini bukan
- pada masalah-masalah yang inti yang
- mendasar, tapi ini biasanya ya
- berhubungan dengan apa? Dengan ee
- ranah di mana tidak terdapat nas yang
- tegas dalam masalah tersebut. Maka para
- mujtahid ya mereka kembali kepada
- Al-Qur'an. Ada yang mengikuti kias ya,
- ada juga yang menolak kias. Ada yang
- menolak ki
- kias.
- Kias. Nah, yang menolak kias mengatakan
- kalau seandainya kias tersebut
- disebutkan ilatnya secara tegas dan
- jelas dapat diterima.
- Tapi kalau ilat tidak disebutkan dalam
- hukum maka dengan sendirinya apa? Dengan
- sendirinya kias tersebut tidak dapat
- diterima. Ini merupakan ee hal yang
- panjang dalam kajian-kajian ijtihad.
- Jadi sebetulnya para ulama bersepakat
- lajtihada fima lajtihada fima fihi nasun
- shihun. Tidak dibenarkan seorang
- berijtihad pada satu kasus, satu masalah
- yang sudah ada tegas dia punya apa? Dia
- punya nas.
- Jadi Imam Syafi'i, Imam Malik, Imam
- Ahmad bin Hambal, manusia-manusia
- yang meneliti, mengkaji,
- tapi apa yang mereka simpulkan bukan
- merupakan kebenaran yang mutlak. Bisa
- saja ya Syafi'i benar dalam satu
- masalah, dalam masalah yang lain
- ijtihadnya tidak sesuai. Hm.
- Begitu juga para imam yang lain. Oleh
- karena itu, seorang yang menuntut ilmu
- he
- yang memiliki kemampuan seharusnya
- mengkaji pendapat-pendapat para ulama
- tersebut agar dia memiliki pengalaman
- sebagaimana dokter yang belajar
- mempelajari pengalaman dokter-dokter
- sebelumnya dalam menangani kasus
- contohnya paru-paru h
- atau penyakit hepatitis. dengan
- pengalaman dokter ya yang lalu dia
- memiliki bekal pengetahuan bukan memulai
- dari kekosongan atau memulai dari nol
- kembali tapi bukan berarti dia terikat
- dengan pandangan para ulama terdahulu
- bisa saja dia menemukan penemuan baru
- atau melihat satu pendapat lebih tepat
- untuk situasi kondisi yang dihadapinya
- daripada pendapat yang lain.
- Oleh karena itu
- yang
- mempelajari mazhab
- atau yang mengikuti katakan pendapat
- satu mazhab seharusnya yang menentukan
- adalah ulama bukan awam.
- He.
- Nah, ulama berhadapan dengan masyarakat
- di bawah ajarkan hukum-hukum Allah
- Subhanahu wa taala ya yang bersumber
- dari syariat yang tegas. Kalau berkaitan
- dengan ijtihad dan pendapat si ulama
- memberikan bimbingan kepadanya. Ya, ini
- merupakan apa? Ee pendapat yang kita
- ikuti, tapi bukan berarti pendapat yang
- berbeda salah. Jadi, jangan sekali-kali
- kalian kalau melihat saudara kalian yang
- berbeda, katakan satu qunut, satu tidak
- qunut. Jangan kalian ribut di antara
- kalian. Tapi hendaknya masing-masing
- mendoakan agar amal saudaranya diterima
- sebagaimana juga amalnya. Begitu juga
- dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan
- katakan perekonomian, kehidupan sosial
- atau keputusan untuk apa untuk ee
- berperang dan lain sebagainya. Ini bukan
- merupakan hal yang dibicarakan oleh
- masyarakat awam. Harus ulama-ulama yang
- mumpuni bicara masalah ini. Jadi
- berkaitan dengan mazhab itu sebetulnya
- merupakan apa? merupakan ranah kajian
- penelitian para ulama yang mumpuni.
- Adapun awam karena mereka tidak mengenal
- metode pengambilan hukum, tidak dapat
- membedakan juga awam mana yang terdapat
- nasi yang tegas dan mana yang tidak
- terdapat nasi yang tegas, seharusnya
- mereka jangan diracuni oleh fanatisme
- bermazhab.
- Tidak diracuni oleh fanatisme
- bermazhab. Kita harapkan ulama-ulama
- yang tampil mengajar itu bukan hanya
- ulama yang mengajarkan hukum-hukum fikih
- tanpa dalil, tapi ulama-ulama yang
- mumpuni, mengajarkan umat. Apalagi
- dengan bantuan media pada saat ini,
- mereka bisa menjelaskan kepada umat
- setiap masalah, setiap hukum dengan
- dalilnya. Dia boleh mengutip Syafi'i
- memiliki pandangan seperti ini, Malik
- memiliki pandangan seperti ini. Menurut
- hemat saya, pendapat katakan Malik atau
- Syafi'i lebih tepat untuk situasi
- kondisi.
- Kalau dia berijtihad berdasarkan ilmu,
- maka kalau benar mendapatkan dua pahala.
- Kalau salah dia mendapatkan satu pahala
- dengan syarat bahwa dia berijtihad
- dengan persyaratan yang terpenuhi. bukan
- berijtihad tanpa dasar ilmu. Karena
- kalau tanpa dasar ilmu bukan ijtihad,
- tapi namanya apa? Seradak seruduk.
- He.
- Namanya seradak seruduk dan serampangan
- tanpa dasar ilmu. Orang yang mengambil
- ee atau yang bertindak seperti ini dia
- orang yang betul-betul ya melakukan
- perbuatan dosa dan bisa menyesatkan
- manusia. Seperti yang kita jumpai pada
- fatwa-fatwa yang kita dengar dari
- sebagian orang yang tak berilmu
- menimbulkan akhirnya waliyadubillah
- fitnah di tengah-tengah umat.
- Seperti yang kita dengar dari Ulil Absar
- ketika dia mengatakan bahwa ee apa yang
- terdapat dalam Al-Qur'an ya yang tidak
- sesuai dengan akal itu bersifat
- temporer.
- Nah, kita akan mengikuti selagi cocok,
- selagi tidak cocok kita akan tinggalkan.
- Ini ucapan dan pendapat dia mengenai
- Al-Qur'an yang merupakan pedoman hidup
- bagi kita semua yang datang dari Allah.
- Apa yang ditegaskan dalam Al-Qur'an kita
- mengatakan samna wahanna.
- Karena ini merupakan syariat yang datang
- dari Allah.
- Kalau ada perbedaan di antara pendapat
- para mujtahid ya dalam katakan ee
- menguraikan satu persoalan
- yang tidak terdapat nasnya dengan
- sendirinya kita tidak harus mengikuti
- satu mazhab tapi kita dapat memilih di
- antara pendapat yang ada tersebut ya
- mana yang paling cocok dengan ee situasi
- kondisi yang dihadapi umat pada saat
- ini. Adapun dalam masalah-masalah
- perbedaan ritual dan fikih dalam ibadah
- hendaknya jangan kita besar-besarkan.
- Malu kita berhadapan dengan tantangan
- zaman yang besar sebagai contoh
- menghadapi kasus ee katakan ee
- deforestisasi. Deforisasi
- penggundulan hutang.
- terjadinya bencana,
- banjir, longsor, ya. Kemudian terjadinya
- juga petaka di tengah-tengah kehidupan
- manusia. Kita bertanya, "Mana nih peran
- ulama dalam menghadapi tantangan ini?"
- Dalam bidang perekonomian. Mana
- ijtihad-ijtihad mereka yang mampu untuk
- memberikan solusi?
- Dalam bidang sosial? mana peran mereka
- dalam membimbing masyarakat untuk
- menjadi masyarakat yang betul-betul
- harmoni,
- bersatu. Malah yang terjadi mereka
- menimbulkan fitnah di tengah-tengah
- umat. Bukan berperan positif malah
- mereka wal iyadzubillah menjadi penyebab
- fitnah di antara umat dengan meracuni
- umat dengan kefanatikan terhadap
- pendapat mereka atau guru-guru mereka
- atau sekta maupun mazhab mereka.
- Jadi kepada Bapak Ahmad Roni, berkaitan
- dengan mazhab kita harus tahu bahwa
- mazhab itu bukan bukan agama.
- Mazhab itu merupakan metode, manhaj,
- cara yang ditempuh seorang mujtahid
- dalam memahami nas, baik itu baik itu
- Al-Qur'an maupun sunah-sunah Nabi untuk
- menjawab tantangan zaman. Oleh karena
- itu, banyak pendapat-pendapat para
- mujtahid terdahulu. Sebetulnya banyak
- yang tidak lagi cocok untuk menjadi
- jawaban bagi tantangan zaman saat ini.
- Karena apa?
- Karena mereka tidak mengalami kejadian
- yang mereka hadapi saat ini. Imam
- Syafi'i dari Irak
- pergi ke Mesir. Mas Krishna.
- Iya.
- Ternyata ijtihadnya di Mesir bisa
- berbeda dengan di Irak. Bahkan di Mesir
- terdapat dua pendapat dalam satu
- masalah. Kenapa? Karena situasi kondisi
- yang dihadapi berbeda, akhirnya
- melahirkan juga perbedaan apa? Perbedaan
- hukum.
- Jangan jauh-jauh.
- Kalau katakan umpamanya
- seorang ya katakan mencuri, seorang
- mencu
- mencuri
- dia mencuri karena lapar untuk
- memberikan makan keluarganya.
- Untuk memberikan makan
- keluarganya
- di mana tidak ada yang memberikan
- pertolongan kepadanya.
- Dia terpaksa melakukan hal ini dengan
- seorang pencuri ya yang mencuri karena
- apa? Karena profesi.
- Tidak ingin bekerja pada dia mampu
- bekerja ya. Dia menjadikan
- pencurian ini sebagai profesi untuk apa?
- Untuk
- menyenangkan
- ya. Katakan dirinya juga untuk mencari
- keuntungan dengan cara yang tidak benar
- walaupun merugikan orang lain. Kira-kira
- hukum berbeda enggak, Mas Krista? Beda
- berbeda. Orang yang mencuri karena
- lapar, terdesak oleh kesusahan hidup
- bukan hanya tidak dihukum bahkan
- diberikan solusi.
- Berarti ada kesalahan masyarakat yang
- mengabaikan orang ini. Padahal
- seharusnya orang yang beriman atau
- sesama manusia bahkan dia nonmuslim.
- Kalau dia kelaparan kita berdiam
- berpangku tangan dan tahu kita
- bertanggung jawab di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala. Tapi yang mencuri
- sebagai profesi untuk mencari keuntungan
- yang tidak benar dengan merugikan orang
- lain hukumannya berbeda. Jadi para
- mujtahid
- mereka ini yang berhadapan dengan apa?
- Kasus demi kasus secara langsung. Nah,
- para mujtahid mengambil dari pengalaman
- katakan para sahabat Nabi mengambil juga
- dari sunah-sunah Nabi dalam menetapkan
- dan menyimpulkan hukum untuk menghadapi
- tantangan yang dihadapinya. Begitu juga
- pada saat ini, Mas Krishna, ulama-ulama
- kita seharusnya mereka mengkaji,
- meneliti ya. Kemudian dari hasil
- penelitian mereka sesuai dengan
- pengalaman yang mereka hadapi, tantangan
- yang di hadapan mereka, mereka
- memberikan solusi. Jangan kita gunakan
- jawaban-jawaban masa lampau untuk kasus
- yang berbeda, kita jadikan sebagai
- jawaban untuk menghadapi masa kini.
- Salah sekali
- orang kalau sekarang berhadapan dengan
- satu masalah katakan mereka mengatakan
- kita kembali kepada Fathul Muin, kembali
- kepada al-minhaj.
- Ini merupakan buku-buku ulama yang
- ditulis oleh ulama terdahulu. Mungkin
- cocok pada masa itu, tapi untuk saat
- ini. Kenapa bukan kembali kepada kitab
- Allah, kembali kepada sunah rasul-Nya,
- lalu kita teliti pendapat para ulama,
- kemudian kita melihat apakah ada
- pendapat para ulama. ya yang cocok untuk
- menjadi apa solusi bagi s. Kalau tidak
- maka ditempuh ijtihad yang baru yang
- sesuai dengan penerangan yang
- diterangkan dalam Al-Qur'an maupun
- sunah-sunah Nabi kita Muhammad
- sallallahu [berdehem] alaihi wasallam.
- Oleh karena itu, sebagai penutup
- kita harus tahu bahwa kita ini ya adalah
- orang-orang yang beriman
- dan nama yang Allah berikan untuk kita
- adalah Islam.
- Kita adalah orang-orang ya yang bernama
- muslimin. Ini bukan hanya terbatas pada
- umat nabi kita, tapi umat sebelumnya
- termasuk Ibrahim berwasiat kepada
- anak-anaknya. Wala tamutunna illa wa
- antum muslimun. Begitu pula Yaakub.
- Begitu pula Nabi Allah Nuh alaihialatu
- wasalam. Sedangkan mazhab ini merupakan
- metode dan cara pengambilan hukum yang
- menjadi otoritas dari para ulama bukan
- rakyat. Oleh karena itu, Imam Tajuddin
- Assubki mengatakan,
- "Alami la mazhabala." Orang awam tidak
- sama sekali memiliki mazhab. Mazhabnya
- tergantung apa yang diajarkan gurunya.
- Dan gurunya betul-betul orang yang
- mumpuni, yang memenuhi syarat untuk
- berbicara tentang apa? Tentang
- hukum-hukum
- yang Allah Subhanahu wa taala ajarkan.
- Begitu pula dicontohkan oleh Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi pertentangan perselisihan di
- seputar mazhab menggambarkan bahwa umat
- Islam belum dewasa. Mereka masih
- kanakkanak saling membanggakan mainan
- mereka di antara teman-teman mereka
- bukan orang yang dewasa berpikirnya.
- Wallahuam.
- Baik, demikian jawaban untuk Bapak Ahmad
- Roni di Yogyakarta. Selanjutnya dari
- Bapak Rian di Hongkong. Asalamualaikum
- Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Bagaimana seorang muslim menjaga
- identitasnya tanpa bersikap fanatik?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Fanatisme dalam bahasa Arabnya adalah
- ashabiyah. Asobih ya.
- Kata ashabiyah Mas Krishna ya itu
- diambil dari kata apa?
- Isabah.
- Kalau orang menutup matanya, menutup
- matanya ya hingga tidak melihat.
- Kemudian dia berbicara
- tanpa dasar apa? Tanpa dasar apa? Tanpa
- dasar ilmu, tanpa dasar informasi ya.
- Dari apa yang dilihat maupun didengar
- karena matanya tertutup.
- Kira-kira bagaimana?
- Bagaimana kira-kira hasil dari apa? Dari
- ucapan orang tersebut
- tidak tepat.
- Dia tidak melihat, tidak menyaksikan,
- kemudian dia bicara.
- Kemudian apa? Dia bersikukuh menganggap
- pendapat yang benar.
- Jadi orang yang bersikukuh
- berpegang kepada pendapatnya tanpa dasar
- dalil itu dikatakan seorang fanatik.
- Tapi kalau orang yang terbuka untuk
- mendengarkan kebenaran, mempelajari juga
- dalil, ya mendengarkan dengan jernih,
- kemudian dia mau menerima ya mau
- menerima
- kesimpulan
- yang disimpulkan oleh dalil ya dan
- argumen yang benar, maka yang dilakukan
- itu bukan merupakan ashabiyah atau
- fanatisme.
- Oleh karena itu, Imam Ali Zainal Abidin
- alaihialatu wasalam mengatakan, "Laisa
- minal ashabiyati an tuhibbaumaka
- wa ahlaka." Tidak termasuk dalam
- kategori fanatik kalau kamu tuh
- mencintai kaummu, mencintai
- keluarga kamu atau mencintai bahasa
- ibumu.
- Hm.
- Contoh, orang pergi ke Makkah, kebetulan
- dia orang Sunda. Ketemu sesama orang
- Sunda, bimana perasaannya?
- Senang.
- atau dia orang Jawa ya lama tidak
- bertemu dengan teman-temannya
- orang-orang Jawa. Dia bekerja di sana
- ketemu dengan sesama orang Jawa pasti
- hatinya senang. Itu bukan bahagian dari
- fanatisme.
- Walakinnal ashabiyah. Tapi yang termasuk
- dalam ashabiyah atau kefanatikan ini
- adalah apa?
- Walakinal asobiyati anar
- sirumikaar
- indak waarin
- akir
- asiah itu kalau kamu memandang
- orang-orang yang bobrok yang bejat yang
- tidak benar dari kaummu benar
- h
- sedangkan orang-orang yang baik yang
- mulia dari kaum orang lain kamu anggap
- bejat dan tidak benar itu asaliah.
- Nah, kita dalam Islam tidak ada yang
- namanya asabiyah. Karena apa? Karena
- kita beriman. Beriman yang dibangun di
- atas dalil dan kebenaran.
- Kalau dia beriman atau mengatakan
- beriman tanpa dasar ilmu dan kebenaran,
- sayang sungguh sayang, dia belum
- beriman. Dia belum beri
- beriman
- beriman karena dia belum memahami apa
- itu iman, belum resap ke dalam hatinya.
- Sebagaimana firman Allah kepada
- orang-orang badwi yang datang masuk
- Islam. Mereka mengatakan, "Kami
- beriman."
- Waqatilu amanna. Orang-orang Badui
- mengatakan, "Kami beriman." Dijawab oleh
- Allah, "Qulam tminu, kalian belum
- beriman." Walakin qulu aslamna. Tapi
- katakan kami baru masuk Islam.
- Walammaulil imanu fiubikum. Iman belum
- masuk ke dalam hati kalian.
- Jadi, iman dalam Islam itu dibangun atas
- dasar, pemahaman,
- kepercayaan, keyakinan. lalu diikuti
- dengan amal. Kalau tidak diikuti dengan
- amal, kebaikan sesuai dengan imannya,
- maka belum masuk ke dalam keimanan yang
- sempurna. Keimanannya hanya sebatas
- percaya dan yakin, tapi tidak diiringi,
- diikuti dengan amal yang menjadi
- manifestasi daripada imannya kepada
- Allah maupun imannya kepada Rasul dan
- imannya kepada kitabnya. [mendengus]
- Nah, pada saat dia berhadapan dengan
- apa? dengan katakan perbedaan dia
- sebagai seorang muslim, seorang mukmin,
- dia akan berusaha betul-betul untuk apa?
- mengikuti yang benar.
- Dia mendengarkan pendapat-pendapat para
- ahli yang memaparkan
- ee pendapat mereka, bukan pendapat orang
- bodoh ya. Karena sekarang yang dijadikan
- ikutan orang bodoh.
- Yang dijadikan ikutan orang
- orang bodoh.
- Yang bekerja berbicara tanpa dalil,
- orang berfanatik kepadanya. akhirnya
- mengakibatkan waliyadubillah umat
- tersesat karena kebodohan orang-orang
- bodoh yang tampil menjadi pemimpin.
- Sebagai contoh pada akhir-akhir ini saya
- lihat viral di YouTube
- yaitu
- Abah Aus dan para pengikutnya. Saya
- seperti tidak ingin menyebutkan, tapi
- karena sudah viral
- dengan pernyataan-pernyataan dia,
- ucapan-ucapan dia yang tidak bersumber
- dari kitab Allah, tidak bersumber dari
- sunah Rasul, tapi para pengikutnya
- mengatakan sebagaimana Rasul
- akhlaknya adalah Al-Qur'an. Begitu juga
- Aba Aus akhlaknya Al-Qur'an pada tidak
- satuun dari sikap perbuatannya ya
- bersumber dari Al-Qur'an maupun sunah
- Rasul.
- Saya tahu ucapan ini mungkin menyinggung
- para pengikutnya, tapi ini harus
- diluruskan.
- Ini wali iyadubillah merupakan apa?
- Merupakan penyimpangan dari petunjuk
- Allah Subhanahu wa taala. Petunjuk juga
- yang dibawa rasulnya dengan mudah
- mengucapkan bahwa ini haram. Sebagaimana
- di depan umum dia mengatakan bahwa
- menggunakan kopiah hitam ya hukumnya
- haram. Haram. Haram dengan tegas. Dari
- mana dasar dalilnya?
- Jadi apa yang dilakukan Aba Aus ketika
- mengatakan kalian tidak ada kalau tidak
- ada ada Aba Aus. Ini ucapan-ucapan yang
- Rasul tidak pernah sama sekali ucapkan.
- Tapi para pengikutnya dengan buta
- mengikutinya tanpa melihat dia benar
- atau salah. Adapun pendidikan Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- mendidik para pengikutnya untuk tidak
- mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu.
- Wala takfu ma laisa bihi ilmun. Jangan
- ikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. Innama
- wal bashar wal fuada ulika
- masura. Jangan sekali-kali kamu ikuti
- dasar ilmu. Sesungguhnya pendengaranmu,
- penglihatan kamu.
- Begitu pula fuad yang Allah berikan
- kepada kamu.
- Kelak akan ditanya oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Informasi yang kamu dapatkan
- melalui indra kamu masuk ke dalam fuad.
- Kemudian di sana sikap fu menentukan
- apakah dia akan menerima kebenaran atau
- tidak. Kelak akan ditanya oleh Allah.
- Kalau dalam keadaan jahil, tidak tahu,
- tanpa disengaja karena tidak ada yang
- mengajarkannya, Allah akan mengadili dia
- sesuai dengan ilmu yang sampai padanya.
- Tapi setelah dia menerima informasi
- kebenaran, kemudian fuadnya lebih
- condong kepada yang batil daripada yang
- benar, maka kelak dia akan berdiri di
- hadapan Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- seorang berfanatik itu pada saat fuadnya
- memilih untuk mengikuti kebatilan.
- Karena apa?
- karena berasal dari kaumnya, berasal
- dari keluarganya, sejalan dengan hawa
- nafsunya. Nah, yang kita saksikan pada
- saat ini hampir kebanyakan masyarakat
- ini berfanatik buta kepada tokoh, kepada
- ikutan atau kepada partai maupun sekte.
- seharusnya organisasi ormas-ormas Islam
- atau mazhab dan lain sebagainya ini
- bukan menjadi lawan dari Islam, tapi
- seharusnya menjadi wasilah untuk
- mengajak umat semuanya bersatu menuju
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi kepada
- saudara kita yang bertanya
- mengenai bagaimana kita bisa menjalankan
- Islam tanpa kefanatikan,
- sebetulnya dari mulai pertama Allah
- mengharamkan orang yang berfanatik.
- Sampai Allah katakan ya kepada kita
- berulang kali menggambarkan orang yang
- berfanatik kepada leluhurnya. Waidza
- qila lahumutabiu ma anzalallah qolu
- baltabiu ma alfa alaihi abaana awalau
- kana abauhum la yaqilunaan wala
- yahtadun. Kalau dikatakan kepada mereka,
- "Mari kita kembali kepada apa yang Allah
- turunkan dalam kitabnya."
- Mereka berkata, "Tidak. Kami hanya akan
- mengikuti apa yang kami dapatkan dari
- leluhur kami.
- Apakah mereka akan tetap di belakang
- leluhur mereka walaupun leluhur mereka
- tidak berakal dan tidak mengikuti
- petunjuk?
- Begitu juga dalam surat Luqman. Waq
- lahumbiu mazal qalbiu ma wajna alaihi
- abana
- aalauumabir.
- Kalau dia katakan pada mereka, "Mari
- kita kembali pada kitab Allah."
- Mereka mengatakan tidak. Kami hanya akan
- mengikuti apa yang kami jumpai dari
- leluhur kami. Apakah mereka tetap di
- belakang leluhur mereka walaupun setan
- mengajak mereka menuju api neraka sair.
- Jadi, seorang mukmin, seorang muslim
- adalah orang yang terbuka hatinya
- menerima kebenaran, tidak menyombongkan
- diri. Apa yang datang dari Allah secara
- pasti, begitu juga dari rasulnya, dia
- mengatakan sam'na wahanna. Karena dia
- tahu datang dari penciptanya yang maha
- tahu lagi maha bijaksana. Nah, apa yang
- datang dari pendapat manusia?
- Allah Subhanahu wa taala mengajak dia
- untuk bersikap cerdas. Jangan ikut tanpa
- dasar ilmu agar tidak dikendalikan, agar
- tidak dibully hingga tanpa disadari dia
- disesatkan dari jalan yang benar. Jadi
- Islam mengajak kita untuk berpikir
- benar, mengikuti petunjuk Allah
- Subhanahu wa taala, petunjuk Rasul-Nya.
- Hidup betul-betul mencintai kebaikan,
- berbuat kebaikan. Kalau kita lakukan hal
- ini, insyaallah ya kita tidak akan
- menimbulkan fitnah di tengah umat dan
- perilaku kita akan menjadi perhatian dan
- ikutan bagi masyarakat banyak. Jadi
- kalau kita menghadapi yang mungkar, kita
- kritik yang mungkar dengan cara baik
- dengan tujuan mengajak orang tersebut
- meninggalkan yang mungkar, mengajak
- kepada yang makruf dengan cara yang
- baik, diikuti tidak diikuti, itu bukan
- tanggung jawab kita. Kita diperintahkan
- untuk melaksanakan amar makruf nahi
- mungkar. hasilnya kembalikan pada Allah
- Subhanahu wa taala. Seperti dalam kasus
- katakan bencana yang terjadi di Aceh,
- yang terjadi di Padang, yang terjadi di
- Subolga, kewajiban kita untuk
- mengingatkan
- kesalahan-kesalahan kebijakan yang
- berlangsung selama ini. Dan di samping
- itu, kita wajib untuk mengerahkan
- kemampuan kita mengajak orang-orang
- membantu mereka-mereka yang menjadi
- korban. Bukan kita bersorak menyaksikan
- mereka yang menderita atau hanya sekedar
- kita melakukan pengamatan tanpa
- mengelurkan sesuatu. Dan di sini
- pemerintah bertanggung jawab setiap
- kejadian yang terjadi ini yang merupakan
- sebab mereka-mereka bertanggung jawab di
- hadapan Allah. Bukan hanya sekedar
- banjir, tapi korban yang berjatuhan
- menjadi tanggung jawab mereka di hadapan
- Allah. Begitu juga setelah mereka
- menjadi korban kemudian mereka
- membutuhkan bantuan. pemerintah tidak
- mengelurkan tangannya untuk membantu
- mereka, maka semua kejahatan ini menjadi
- tanggung jawab pejabat pemerintah di
- atas. Apalagi yang menjadi penyebab
- bencana ini. Dan ulama-ulama, mari
- bersama-sama kita ingatkan umat untuk
- mengelurkan bantuannya bagi
- saudara-saudara kita yang menjadi
- korban. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Wyono di
- Bogor. Asalam Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam. Apa artialat
- wusir bikum ahad
- di surat Alkahfi 19 kalau artinya lembut
- senutnya kepada siapa? dari Bapak Wyono
- diur
- Bapak Wirono.
- Ayat ini berhubungan dengan
- ee perintah ya dari
- salah sesuat salah seorang ya Ashabul
- Kahfi yang berdiam di Goa. Setelah
- mereka keluar dari Goa
- kemudian mereka bertanya-tanya berapa
- lama mereka tidur.
- Ada yang mengatakan 1 hari, ada yang
- mengatakan setengah hari. Terjadi
- pertentangan di antara mereka karena
- tidak ada tanda yang menunjukkan berapa
- lama mereka tidur. Karena tidak ada
- perubahan. Rambut mereka juga biasa ya,
- kondisi mereka juga biasa,
- anjing mereka juga dalam keadaan biasa.
- Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan
- bahwa mereka apa? Tertidur dalam waktu
- lama apalagi sampai 300 tahun.
- Akhirnya mereka putuskan tidak perlu
- kita berdebat berapa lama ya kita
- tertidur.
- Allah lebih tahu dalam persoalan
- sekarang. Yang penting kita butuh makan.
- H.
- Coba kamu ambil perak kamu.
- Hm.
- Kamu pergi ke pasar untuk membeli
- kebutuhan kamu. Tapi ingat waliyatalatf
- hati-hati waspada.
- Jangan menarik perhatian.
- Waliyatalatf di sini maksudnya waspada.
- Hati-hati karena dalam pandangan mereka
- apa? Si raja masih ada.
- Hm.
- Dalam pandangan mereka, raja yang
- memburu mereka, yang mengejar mereka ya
- masih hidup bersama mereka. Karena
- mereka berasa baru setengah hari tidur
- atau 1 hari.
- Jadi dia suruh hal seorang, "Kamu coba
- menyelinap ke pasar, berhati-hati,
- jangan menarik perhatian."
- Ternyata begitu orang ini sampai di
- pasar menggunakan mata uang yang
- digunakan ratusan tahun yang lampau,
- bukan mata uang yang berlaku pada saat
- itu dengan capnya kan. Akhirnya menjadi
- perhatian,
- menjadi perhatian orang berkumpul sampai
- akhirnya penguasa tempat tersebut ya
- akhirnya apa? menyaksikan hal tersebut.
- Dia bertanya, "Ini mata uang kamu yang
- kamu gunakan bukan mata uang yang saat
- ini ada. Ini mata uang yang digunakan
- ratusan tahun yang lampau. [berdehem]
- Dan penguasa negeri ini bukan lagi apa
- penguasa negeri yang kafir dan ingkar
- ya, yang menentang. Tapi penguasa pada
- saat itu penguasa yang beriman."
- Akhirnya setelah ditanya
- penguasa tempat tersebut menemukan,
- ternyata mereka-mereka merupakan
- orang-orang yang melarikan diri dari
- pengejaran penguasa yang zalim dan kafir
- bersembunyi di dalam gua. Mereka tidak
- merasa telah berlalu waktu yang lama.
- Akhirnya beramai-ramai mereka
- [mendengus] mendatangi gua, menemui
- saudara-saudaranya.
- Setelah mereka bertemu, mereka
- menyaksikan ayat Allah Subhanahu wa
- taala.
- Masyaallah.
- Mereka meyakini bahwa janji Allah hak
- dan saat berakhirnya kehidupan dunia
- juga merupakan hal yang hak melalui
- kebangkitan mereka setelah kematian
- mereka selama 300 tahun lebih mereka
- wafat. Begitu mereka wafat penguasanya
- akhirnya mulai berdebat. Apa yang kita
- akan bangun sebagai kenangan buat
- mereka. He.
- Akhirnya mereka membangun masjid di sisi
- makam mereka sebagai peringatan.
- Membangun di atasnya masjid ya sebagai
- peringatan untuk mengenang Ashabul
- Kahfi. Di sini Allah Subhanahu wa taala
- tidak mengritik mereka yang membangun
- masjid apa? Di atas mereka kan.
- Iya.
- Tapi sebagian orang menganggap kalau
- masjid ada makamnya seperti Masjid
- Nabawi saja, mereka tidak mau sama
- sekali apa?
- Tidak mau sama sekali untuk mendekat.
- Sebagian dari mereka enggak semuanya.
- Begitu kalau masjid ada makam mereka
- enggan untuk salat. Yang sebetulnya
- diharamkan kita menyembah kuburan atau
- meminta kepada ahli kubur. Adapun ada
- makam di masjid atau di sisi masjid
- bukan merupakan satu persoalan. Jadi,
- jaga tauhid kita agar selalu kita
- menghadapkan wajah kita kepada Allah,
- menambatkan hidup kita kepadanya, mohon
- kepada Allah, berlindung kepada Allah.
- Jangan kita memohon atau beribadah
- kepada selain Allah Subhanahu wa taala.
- Maka keberadaan masjid tidak ada itu
- bukan merupakan keberadaan kuburan
- maupun tidak ada bukan merupakan satu
- persoalan.
- Cuma memang sebagian orang ya terkadang
- tidak khusyuk di hadapan Allah, tapi di
- hadapan kuburan hatinya khusyuk, penuh
- harap memohon. Dia mengatakan, "Kalau
- saya minta langsung kepada Allah enggak
- chair [tertawa] karena mungkin dosa saya
- banyak. Tapi kalau minta melalui kuburan
- langsung saya punya hajat dikabulkan."
- Itu merupakan istidraj, uluran dari
- Allah. Karena kamu mengikuti anjuran
- setan. Keberhasilan kamu di dunia bukan
- berarti pertanda perbuatan kamu benar.
- Sebagaimana perintah Allah dalam
- Al-Qur'an, ajaran Rasul, ajaran keluarga
- Rasul, begitu juga ajaran sahabat Rasul,
- semuanya mengajak kita agar kita kembali
- kepada Allah. Wallahuam.
- Ya, ini dari Bapak Bandar di Pamurang.
- Asalam, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam.
- Bagaimana dengan adanya kasus yang
- sedang viral penipuan wedding organizer
- yang apa mesan catering pada saatnya
- enggak datang ya? Apakah ini merupakan
- peringatan buat kita bahwa jangan
- bermewah-mewahan dalam melakukan
- langsungan pesta pernikahan
- dari Bapak Badar di Pamulang.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita tahu bahwa membuang uang ya
- membuang uang bukan pada tempatnya.
- Apalagi dalam kondisi manusia amat
- butuh.
- Banyak orang yang
- dalam keadaan lemah. Jangankan untuk
- memiliki rumah, untuk makan sehari-hari
- mereka sulit. Ada pula yang sakit
- membutuhkan pengobatan.
- Ada juga mereka-mereka yang terlantar
- seperti anak-anak yatim, janda-janda ya,
- yang memiliki beberapa anak tanpa ada
- yang memberikan tanggungan bagi mereka.
- Begitu juga tidak ada pekerjaan yang
- bisa menghidupkan mereka seperti yang
- kita jumpai saat ini. Belum lagi korban
- dan bencana.
- Coba renungkan, apakah patut kita
- menghambur-hamburkan uang untuk acara
- pernikahan dengan pesta yang penuh
- dengan apa? Flexing, dengan penuh pamer
- dalam segala hal.
- Apakah patut? Padahal Allah berfirman,
- "Wala tubadir tabdiro innal mubadirina
- kanu ikhwanatin." Jangan kamu
- hambur-hamburkan harta kamu bukan pada
- tempatnya.
- Karena orang-orang yang melakukan tabbir
- ini adalah saudaranya setan. Wanaitanu
- lirabbihi kafur. Dan setan ini amat
- ingkar terhadap Tuhan. Nah, kalau kita
- lakukan hal ini berarti kita memasukkan
- diri kita dengan pilihan kita sebagai
- saudara setan. Setan yang ingkar.
- Akhirnya kita juga menjadi orang-orang
- yang ingkar. Kita menyaksikan orang yang
- menderita, kita abaikan. Lalu untuk
- pamer menonjolkan diri kita adakan pesta
- besar-besaran.
- Akhirnya muncul mereka-mereka yang
- menawarkan ya untuk melakukan apa? Untuk
- melakukan mengorganisir perkawinan
- mereka dengan berbagai macam
- kebutuhannya. Mereka memberikan uang
- muka t ternyata itu merupakan apa?
- Merupakan ee orang-orang yang melakukan
- penipuan.
- Merupakan orang-orang yang melakukan
- kebohongan
- yang menimbulkan kerugian bagi mereka.
- Nah, padahal kalau kita mencontoh
- Rasulullah Mas Krishna,
- Rasul kan manusia yang paling mulia. Di
- antara kita ini ya, kita berbicara di
- antara kita, di antara umatnya, Rasul
- orang yang paling mulia. Jadi, bagaimana
- beliau hidup dan bagaimana beliau
- menikahkan putrinya. Apa yang kita
- lakukan ini banyak berlebihan. Kalau
- untuk menikahkan sebetulnya tidak besar
- biayanya. Yang besar tuh biaya flexing,
- biaya pamer. Biaya pamer ini yang besar
- dengan alasan cuma satu kali seumur
- hidup. Padahal yang penting bukan
- acaranya, yang penting kelangsungan
- kehidupan rumah tangga yang begitu
- panjang. Bagaimana mereka bisa menjalani
- kehidupan rumah tangga dengan penuh
- kesabaran, kelapangan, menghadapi cobaan
- dengan hati yang besar,
- bergotong-royong,
- saling menjaga, saling mer itu yang
- penting
- dan biayanya enggak besar. Mas Krishna
- biaya tidak besar sama sekali. Oleh
- karena itu saya menganjurkan, mari
- bersama-sama kita adakan perkawinan di
- masjid. Kalau ada majelis taklim,
- katakan majelis taklim hari Ahad atau
- Sabtu, kita bikin perkawinan. Setelah
- itu mereka pulang ke rumah masing-masing
- mengadakan acara alaq kadarnya. Atau
- setelah khotbah Jumat seperti di Mesir.
- Sehabis khotbah Jumat diadakan
- pernikahan. Orang-orang tidak pulang.
- Beramai-ramai ribuan orang bahkan
- puluhan ribu orang mendoakan pasangan
- pengantin tersebut.
- tanpa ada kemaksiatan, tanpa ada
- pakaian-pakaian yang tidak senonoh,
- tanpa ada tujuan pamer, tapi yang
- mendoakan orang-orang yang saleh yang
- beribadah pada Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, uangnya lebih baik gunakan untuk
- membeli rumah atau modal atau uang muka
- buat rumah. Ini penting sekali lebih
- penting daripada acara sehari maupun 2
- hari dalam euforia dan kemewahan. Jadi
- kejadian-kejadian tadi dimanfaatkan oleh
- setan dan kaki tangannya untuk melakukan
- penipuan. Karena apa? Karena kita
- dibohongi oleh setan. Akhirnya setan
- menggunakan kaki tangannya lagi untuk
- membohongi kita. Jadi, mari kita
- sederhanakan acara perkawinan kita.
- Bantu pemuda-pemudi kita untuk menikah
- dengan baik agar mereka menyelamatkan
- iman dan agama mereka. Jangan akhirnya
- karena biaya besar mereka terlambat
- kawin, akhirnya mereka melakukan
- kemaksiatan sebelum pernikahan yang
- membuat akhirnya rumah tangga mereka
- menjadi hambar. Waliyadubillah.
- Baik, selanjut dari hamba Allah.
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Saya ingin bertanya tentang infak di
- waktu khatib Jumat. Soalnya kalau tidak
- salah ada hadis yang melarang
- bermain-main kerikil. Bagaimana tentang
- mengeluarkan infak di waktu khotbah
- Jumat berlangsung? Soalnya sebagian
- masjid masih melaksanakan melakukannya.
- Bagaimana hukumnya, Ustaz Husein?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita pada saat khatib
- menyampaikan khotbahnya,
- kita seharusnya memperhatikan isi
- khotbahnya,
- mendengarkan ya. Dan khatib dalam
- menyampaikan khotbahnya jangan
- merawang-rawang ke sana kemari Mas
- Krishna, tapi menyampaikan pesan-pesan
- Allah Subhanahu wa taala dalam kitabnya
- juga. pesan rasulnya mengajak umat untuk
- bertakwa. Karena
- event jumah ini sebetulnya bertujuan
- untuk mengingatkan umat. Oleh karena itu
- di antara rukun khotbahnya adalah wasiah
- bitta takqwa. Mengingatkan umat untuk
- bertakwa. Sampaikan ayat-ayat Al-Qur'an,
- sunah rasul-Nya, kisah inspiratif yang
- mengajak orang bertakwa. Dan orang yang
- berkumpul di masjid seharusnya mereka
- khusyuk mendengarkan khotbah sebagaimana
- mereka menghyukkan diri mereka dalam
- apa?
- dalam melaksanakan salat. Nah, mengingat
- sekarang masjid banyak yang mengalami
- defisit di mana kebutuhan untuk biaya
- masjid ya menurun.
- Akhirnya mengakibatkan
- pengurus masjid DKI melakukan kebijakan
- membuat tromol berkeliling. Itu
- sebetulnya alangkah baiknya sebelum
- dimulai khotbah tromol [mendengus]
- berkeliling. Tapi karena orang berkumpul
- juga pas khotbah jadi mengakibatkan
- tidak efektif kan. Kalau seandainya
- dikelilingi pada saat apa? Pada saat
- sebelum khotbah, akhirnya mereka
- mengambil kebijakan mengelilingi tromol
- ya pada saat [mendengus] khatib sedang
- menyampaikan khotbahnya
- satu persatu ya jemaah Jumat memasukkan
- uang mereka ke dalamnya. Memang tidak
- mengambil waktu, tujuannya baik dan
- masjid bertujuan untuk dapat memenuhi ee
- biaya operasional masjid tersebut.
- Karena banyak keluhan di mana-mana
- sekarang di Jakarta pun demikian karena
- ekonomi sulit. Banyak masjid-masjid yang
- defisit
- h
- tidak mampu untuk menggaji ya marbotnya,
- membiayai listriknya apalagi yang
- menggunakan AC. Jadi hal tersebut kalau
- tidak mengganggu perhatian hanya sekedar
- melintas saja tidak menjadi soal. Tapi
- yang terbaik kalau seandainya jemaah itu
- dengan khusyuk mendengar. Sedangkan
- sumbangan ya kalau bisa dilakukan di
- luar masjid. Orang memasukkan sumbangan
- mereka sambil ada pengingatan sebelum
- salat mengingat kebutuhan ya operasional
- masjid. Mari bersama-sama kita
- mengabdikan diri kita untuk melayani
- Allah, melayani rumahnya, membantu juga
- apa ee kebutuhan operasionalnya. Ini kan
- merupakan tanggung jawab kita semuanya.
- Betul gak?
- Nah, masjid dengan transparan nanti
- memberikan laporan pendapatan masjid
- tidak harus diumumkan sebetulnya cukup
- di luar atau melalui apa? Melalui
- katakan e website-nya bisa menyebutkan
- berapa pendapatan pendapatan
- Jumat ini atau pendapatan dari sumbangan
- berapa biaya pengeluarannya biar orang
- bisa melihat langsung.
- Jadi dengan transparansi ini penuh
- kepercayaan
- juga orang tidak berat untuk berinfak
- kalau ada kebutuhan-kebutuhan yang lain.
- Jadi khatib pada saat menyampaikan
- khotbahnya hendaknya tidak
- merawang-rawang jauh ke sana kemari tapi
- menyampaikan pesan-pesan Allah dan sunah
- rasulnya mengingatkan umat untuk
- bertakwa. Kemudian para jemaah juga
- mendengarkan dengan khusyuk apa yang
- disampaikan oleh khatib agar mereka
- betul-betul masing-masing merasakan
- peringatan yang disampaikan dengan penuh
- kekhusyukan dan bisa betul-betul
- mengingatkan kewajiban mereka di
- tengah-tengah umat. Jadi, khotbah Jumat
- ini sebetulnya merupakan apa? Merupakan
- satu pendidikan sosial.
- Mengajak umat bersama-sama bertakwa
- kepada Allah, berjuang di jalan Allah.
- Bersatu di jalan Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam.
- Baik. Salam dari Bapak Junaidi. Salam
- Ustaz Husin.
- Ustaz kalau sudah terbiasa puasa Daud
- kan selang sehari puasa, sehari tidak.
- Saya tidak puasa Daud gimana? saat
- sedang
- selang tidak puasa, Daud ada puasa sunah
- yang umpamanya saat Senin Kamis atau
- saat puasa sunah lain. Berarti sepanjang
- tahun puasa puasaah atau cukup puas Daud
- saja tanpa puasa lainnya ee sunah
- lainnya kecuali hari-hari yang
- diharamkan puasa. Mohon penjelasannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau seorang melakukan puasa Daud ya
- sebetulnya dia bisa memilih untuk
- melakukan Senin Kamis juga ya. atau dia
- meninggalkan puasa Senin dan Kamis
- dengan mengikuti puasa daud juga yang
- dilakukan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Tapi ada
- sebagian orang ingin mendapatkan
- keutamaan semuanya.
- Dia puasa Daud, Senin Kamis juga dia
- puasa. Kemudian 3 hari setiap bulan juga
- dia puasa. Pada tanggal berapa? 13, 14,
- 15.
- Jadi betul-betul dia ingin memanfaatkan
- waktunya. kesempatannya untuk bisa
- memperbanyak ibadahnya kepada Allah. Dan
- dia merasa dengan berpuasa tersebut
- hatinya kemudian juga kesehatannya lebih
- sehat. Dan subhanallah yang melakukan
- ini bukan orang-orang yang biasa berdiam
- di rumah, justru orang yang aktif
- bekerja di luar. [berdehem]
- Dia enggak merasakan ada beban.
- Karena apa? Pada saat sahur dia bersahur
- dengan baik. Pada saat menghadapi buka,
- dia menantikan saat-saat yang paling
- indah.
- Masyaallah.
- Yang paling indah. Ada sesuatu yang
- ditunggu.
- Oleh karena itu, kalau orang seringki
- mengalami stres, tidak tahu apa yang
- harus dilakukan, coba mulai dengan
- puasa. Yang tadi tidak memiliki harapan
- dan tujuan, begitu dia puasa, dia
- menantikan sambil beribadah pada Allah,
- menantikan saat-saat berbuka puasa
- merupakan hari yang paling indah buat
- dirinya.
- Jadi, kalau saat dia mau puasa Daud,
- puasa Senin Kamis juga, kemudian juga
- merangkap 3 hari setiap bulan itu
- merupakan pilihannya. Dan ada balasan
- yang Allah sediakan bagi mereka. Tapi
- yang memilih Senin Kamis atau memilih
- katakan Daud atau memilih katakan yang 3
- hari setiap bulan, Allah Subhanahu wa
- taala akan balas mereka sesuai dengan
- amal yang mereka lakukan. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Ali Basa di
- Jalan Pajajaran, Sukabumi.
- Ee
- solusi apa minimal untuk mengurangi
- korupsi, pembabatan hutan, dan
- pengerukan tambang yang dilakukan oleh
- pihak-pihak tertentu dan bagaimana untuk
- memperbaiki negeri ini menuju baldatun
- gofur dari Bapak Junaid Maulana Yusuf.
- Ya,
- silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam
- pernah ditanya Mas Krishna
- kapan datangnya kiamat? Kapan datangnya
- kiamat? Matasa saah?
- Rasulullah enggak menjawab.
- Rasulullah melanjutkan khotbahnya.
- Ketika selesai khotbah Rasulullah
- bertanya, "Siapa tadi yang mengatakan
- kapan datangnya saat kiamat?
- Seorang mengatakan saya ya Rasulullah.
- Rasulullah menjawab, "Idza duyiatil
- amanah fantadirah."
- Kalau amanat disia-siakan maka tunggu
- saat kiamatnya.
- Qatu ya Rasulullah. Sahabat bertanya,
- "Maksud menyia-nyiakan amanat apa ya
- Rasulullah?" Dijawab oleh Rasul,
- "Idusidal amru ila giri ahli
- fantadirah."
- Kalau satu urusan
- diserahkan bukan kepada ahlinya,
- tunggulah saat kiamatnya,
- saat kehancurannya. Maksudnya kehancuran
- satu bangsa,
- satu negara apabila
- amanat kepemimpinan,
- jabatan yang bertugas diserahkan bukan
- kepada orang-orang yang betul-betul
- menjaga amanat, diserahkan bukan kepada
- ahlinya.
- Akhirnya apa? Bangsa negara mengalami
- kehancuran. Yang menanggung siapa? Mas
- Krisna yang menanggung rakyat. Yang
- berbuat kejahatan mereka-mereka yang
- tidak amanat tapi yang menjadi korban
- rakyat. Kenapa? Karena yang memilih
- yang memilih ya yang menerima amanat
- adalah rakyat yang menyerahkan amanat
- kepada mereka. Padahal mereka bukan
- orang-orang amanat. Jadi kejadian di
- Banda Aceh, di Sumatera Barat ya, di
- Sibolga dan lain sebagainya. Coba
- perhatikan kejadian semua sebagai imbas
- dari pengkhianatan terhadap amanat.
- Mereka yang diserahkan amanat, bukan
- mengurus rakyat, bukan berjuang untuk
- rakyat, bukan menggunakan kekar-kekayaan
- negara untuk kepentingan rakyat, tapi
- mereka berkolaborasi
- dengan para konglomerat oligarki ya
- untuk keuntungan diri mereka dengan
- menimbulkan penderitaan bagi bangsa dan
- negara. Oleh karena itu ya untuk
- melakukan perbaikan dengan sendiri
- dimulai dari rakyat. rakyat cerdas,
- sadar, kemudian juga jujur, mencintai
- kebaikan. Kemudian pada saat mereka
- memilih pemimpin, mereka yang menerima
- amanat serahkan kepada orang-orang yang
- betul-betul akan menjalankan amanat
- dengan sebaik-baiknya.
- Dan kita harus tahu bahwa lahirnya
- pemimpin ini dari rahim rakyat.
- Hm.
- Kalau rakyatnya tidak jujur, tidak
- amanat, bagaimana mungkin pemimpinnya
- akan amanat dan jujur?
- Oleh karena itu, ulama punya kewajiban
- bukan menyibukkan umat dengan perbedaan
- ritual fikih yang kembali pada ijtihad,
- tapi bagaimana mendidik rakyat untuk
- bertakwa, untuk menjadi orang-orang yang
- jujur, amanat, kemudian bekerja sama
- dalam kebaikan, bekerja sama dalam
- memerangi yang buruk. Ini kewajiban
- ulama, kewajiban para pemimpin untuk
- memberikan edukasi kepada masyarakat.
- Tapi sayangnya mereka dicekoki oleh
- racun-racun yang disebarkan oleh mereka
- menimbulkan fitnah, diberikan jabatan
- untuk tanggung jawab. Malah akhirnya
- mereka ribut gara-gara tambang.
- Ribut gara-gara tam
- tambang.
- Tambang. Akhirnya apa yang terjadi di NU
- pada saat ini sebetulnya merupakan apa?
- Peringatan. Bukan hanya untuk NU,
- peringatan untuk semua orang.
- di mana mereka-mereka yang mengurus
- organisasi yang begitu besar bukan
- bekerja untuk
- rakyat, tapi mereka bekerja untuk diri
- mereka. Akhirnya terjadi rebutan di
- antara tokoh dengan tokoh. Bahkan
- merusak citra Nahdatul Ulama yang
- didirikan oleh orang-orang yang saleh
- yang berjuang untuk apa? Kemerdekaan
- bangsa kita, untuk mencerdaskan bangsa
- kita. Ternyata dirusak, diobok-obok oleh
- mereka-mereka yang wali iyadzubillah
- tidak memiliki iman di hati mereka dan
- ketakwaan. Jadi pelajaran
- masyarakat NU kalau memilih pemimpin
- juga pilih yang saleh, yang amanat,
- tanggung jawab. Begitu juga
- Muhammadiyahnya, begitu juga
- mereka-mereka yang memilih calon
- pemimpin.
- Kalau seandainya partai mencalonkan
- seorang pengkhianat, jangan dipilih.
- Jangan. Karena kamu pengikut partai A,
- kamu bela mati-matian. Itu namanya
- fanatik.
- Tapi pilih pemimpin yang betul-betul
- amanat bertanggung jawab yang bekerja
- untuk melindungi dan membela rakyat,
- bukan bekerja untuk kepentingan dirinya.
- Kemarin enggak punya apa-apa, begitu
- naik langsung jadi konglomrat. Dari mana
- kira-kira sumbernya?
- Oleh karena itu, khawatir kalau sampai
- ini terus-menerus azab dari Allah akan
- turun. Itu baru Sibolga, baru Padang,
- baru Aceh. Bagaimana kalau terjadi
- bencana di ibukota?
- Masyaallah.
- Pusat kerusakan di ibu kota. Kalau
- terjadi ibu kota akibat kejahatan yang
- kolom ratnya, pejabat-pejabat yang
- khianatnya, kita enggak tahu apa yang
- bakal terjadi. Oleh karena itu, kita
- ingatkan kepada Bapak Presiden
- untuk keselamatan kita semua, termasuk
- keselamatan Anda di dunia maupun di
- akhirat, untuk keselamatan negara kita
- ini, mari kita kembali pada Allah,
- bertobat kepadanya. Mari amanat yang
- diada di atas pundak kita ini kita
- gunakan untuk memperbaiki kondisi negara
- kita, untuk memajukan bangsa kita, untuk
- melindungi mereka dari berbagai macam
- yang akan dapat merusak kehidupan mereka
- dan melemahkan mereka yang mengakibatkan
- akhirnya negara yang begini berharga,
- yang penuh kekayaan, akhirnya berpindah
- tangan, bercerai-berai karena
- pengkhianatan kita. Sepanjang masa kita
- akan dikenal sebagai pengkhianat. Oleh
- karena itu, apa yang telah terjadi pada
- masa lampau, pada masa presiden
- sebelumnya yang menjual kedaulatan
- negara, mendirikan airport tanpa ada
- pengawasan, imigrasinya, maupun bia
- cukainya yang bisa menyelundupkan
- senjata, bisa menyelundupkan orang.
- Kemudian KTP pun dengan mudah diberikan
- kepada mereka. Di mana tanggung jawab?
- Dan seharusnya pelaku ini dibawa ke
- pengadilan.
- Pelaku dibawa ke pengadilan. Semua yang
- terlibat dibawa ke pengadilan. Kalau
- terbukti mereka melakukan pengkhianatan,
- bukan hanya sekedar hukuman ringan
- penjara, tapi hukuman mati agar
- menimbulkan efek jerah bagi orang-orang
- yang datang berikutnya. Kita berharap
- sebagaimana janji Pak Prabowo sebelum
- beliau diangkat, setelah beliau diangkat
- ya dia akan betul-betul apa mendukung
- RUU perampasan aset dari para koruptor
- dengan gampang kalau kita mau membuka
- mata kita tahu siapa-siapa para koruptor
- penjahat nih yang memperkaya diri mereka
- dengan jabatan beberapa tahun.
- Jadi menjawab bagaimana kita dapat
- memperbaiki kondisi ini dengan
- sendirinya.
- dengan kita kembali kepada Allah, rakyat
- maupun para pemimpin.
- Kita kembali pada Allah, kemudian kita
- hidup dengan ee kehidupan orang-orang
- yang betul-betul jujur, amanat, bertakwa
- ini yang akan dapat segera memperbaiki
- kehidupan kita. Semoga hal ini bisa
- terlaksana dalam waktu dekat dan
- sesingkat-singkatnya. Amin ya rabbal
- alamin.
- Baik,
- demikianlah ya masih ada lagi satu lagi
- dari Bapak Saihan Rohili. Asalamualaikum
- Ustaz Husin. Ustaz, jika seseorang
- berbuat dosa besar, apakah amal ibadah
- kebaikan yang dikerjakan bertahun-tahun
- habis pada saat dia berbuat dosa besar
- tersebut?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Seorang yang berbuat kebaikan.
- Dia berbuat kebaikan
- kemudian dia melakukan dosa besar.
- kebaikan yang dilakukan tidak akan
- hilang kecuali kebaikan yang dilakukan
- dengan ria. Kebaikan yang dilakukan
- dengan
- ri
- ri mengharapkan selain Allah subhanahu
- wa taala maka kebaikan tersebut akan
- hilang. [mendengus]
- Nah, dosa besar yang dilakukan menuntut
- dia bertobat.
- Menuntut dia berto bertobat kembali
- kepada Allah subhanahu wa taala dari
- dosa dan kesalahannya.
- Allah akan ampuni dosanya dan amal
- kebaikannya tidak akan hilang. amal
- kebaikannya tidak akan hilang. Tapi
- kalau dia berbuat kebaikan, Mas Krishna
- dari hasil korupsi, maka kebaikannya
- tidak akan diterima oleh Allah
- sebagaimana Allah tidak akan menerima
- juga apa perbuatan dan amal yang
- dilakukan oleh anak Adam karena dia
- melakukan bukan dalam ketakwaan kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi amalnya
- yang dilakukan dari sumber dan cara yang
- haram tidak akan diterima oleh Allah.
- Katakan seorang koruptor dia
- menyumbangkan hartanya sebanyak 10
- miliar atau katakan 20 miliar.
- Maka yang dikeluarkan
- Allah tidak menganggap sebagai amal
- saleh yang apa? Yang diterima dan
- diakui. Kecuali kalau dia bertobat. Dia
- bertobat
- kembali kepada Allah. Harta hasil
- korupsi dikembalikan kepada rakyat.
- Kalau seandaikuasakan kepada negara akan
- ditempatkan pada tempatnya kembalikan ke
- negara. Tapi kalau dikembalikan ke
- negara juga dicuri oleh pejabat negara,
- mendingan kembalikan kepada rakyat.
- Karena negara sebetulnya dikuasakan
- untuk mengurus rakyat. Bukan sebaliknya.
- pejabat sekarang ini justru menggunakan
- jabatan mereka, kekuasaan mereka pada
- rakyat untuk kesenangan pribadi mereka
- dengan menyengsarakan rakyat. Ini
- Undang-Undang Dasar kita dengan jelas
- pasal 33 ayat 3. Jadi dalam hal ini Mas
- Krishna
- ee
- perbuatan baik yang dilakukan seseorang
- tapi dari cara yang benar, dari sumber
- yang halal tidak akan pernah hilang.
- Tapi dosa besar yang dilakukan hendaklah
- dia bertobat kembali pada Allah
- Subhanahu wa taala. Insyaallah dia akan
- mendapatkan ampunan dan amalnya pun
- tidak hilang. Dan siapa di antara kita
- yang tidak berdosa. Tapi kalau dia hidup
- dari usaha yang haram maka kalau dia
- ingin betul-betul diampuni Allah dan
- kebaikannya diterima, dia bertobat. Pada
- saat dia mengembalikan harta yang bukan
- miliknya itu harta negara Mas Krishna.
- dia kembalikan
- kepada rakyat, maka pada saat itu dia
- akan mendapatkan ganjaran yang amat
- besar
- di mana ganjaran tobat itu ya lebih
- afdal daripada dia bersedekah. Kenapa?
- Ini penyesalan tobat kembali pada Allah.
- Harta dari rampasan dari apa? Dari hasil
- korupsi semua dikembalikan kepada rakyat
- bukan dalam bentuk sedekah tapi dalam
- mengentuk mengembalikan
- amanat kepada ahlinya. Mengembalikan hak
- kepada mereka-mereka yang berhak.
- Ini yang kita harapkan mudah-mudahan.
- Nah, kalau Bapak Presiden berani
- melakukan perampasan aset terhadap para
- koruptor, oligarki juga yang
- berkolaborasi dengan koruptor, kita bisa
- bayangkan negara kita hutangnya bisa
- bebas, hutang negara bisa bersih, bahkan
- anggaran belanja negara juga selama
- bertahun-tahun cukup. Tapi sayang
- khianat ini yang merusak dan
- menghabiskan keberkahan yang Allah
- berikan kepada kita semuanya.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan
- apa yang
- ee kita sampaikan ya kalau seandainya
- sejalan dengan kebenaran ya kita enggak
- menyombongkan diri sejalan dengan
- kebenaran semoga Allah berkahi dan
- berikan manfaat buat umat. Kalau tidak
- mengenai sasaran, semoga Allah ampuni
- kita semua dan Allah hapuskan dari benak
- kita hal-hal yang tidak benar. tanamkan
- di hati kita dan tancapkan apa-apa yang
- yang benar yang sejalan dengan keridaan
- Allah dan sunah nabinya Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walfu minkum. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah kita sudah
- mendengar jawaban-jawaban dari Ustaz
- Husin atas ee pertanyaan-pertanyaan yang
- masuk. Terima kasih untuk anak yang
- sudah kirim dan mohon maaf tidak
- semuanya dapat kami ee utarakan karena
- keterbatasan waktu. Terima kasih 1 baik
- saya Muhammad Krishna Altep Setiabudi
- dan Algi mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.