Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:10 irrahim. Asalamualaikum warahmatullahi 0:13 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:15 rahimakumullah. 0:16 Alhamdulillah wasyukurillah kembali 0:19 hadir ke ruang kita fikih wanita bersama 0:24 Ustazah Herline Amran. Mbak Olin enggak 0:27 bisa dampingi. Mudah-mudahan ee kita 0:31 akan bersama-sama sampai 1 jam ke depan 0:34 yang merupakan kesempatan bagi kita 0:37 untuk belajar banyak nih. Karena 0:40 topiknya bisa jadi memang 0:43 perlu banget kita genggam erat ya nanti 0:47 persisnya seperti apa. Kita sapa dulu 0:50 ustazah kita. Asalamualaikum 0:52 warahmatullahi wabarakatuh. 0:55 Waalaikumsalam 0:56 warahmatullahi wabarakatuh. 0:59 Tambah bersinar cahaya wajahnya. 1:02 Alhamdulillah 1:02 belakangnya itu ada cahaya yang 1:04 mencahayai kita semua, Mbak. 1:06 Masyaallah. Allah Subhanahu wa taala. 1:09 Baik, untuk hari ini persisnya bagaimana 1:12 kita belajar tentang cinta. Terus apaagi 1:15 tadi? 1:17 Keteguhan iman. 1:18 He 1:18 tawakal dari Nabi Ibrahim Alaih Salam. 1:22 Jadi, ikhwan akhwat, kita belajar bukan 1:26 saja tentang hal-hal yang tidak ada 1:29 kaitan dengannya dengan perasaan karena 1:31 cinta, keteguhan tawakal itu semuanya 1:35 ada semuanya ada dalam rohani rohani. 1:38 Baik, Ustazah Herlini Amran, kami akan 1:41 dengarkan sepenuh hati, sepenuh rasa 1:43 dengan telinga jiwa kami. Silakan. 1:47 Jazakillahir Mbak Nuning. 1:49 Bismillahirrahmanirrahim. 1:51 Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi 1:54 alafa baubinaahna 1:57 ikhwana. Ya rabbana lakal hamdu bil 2:00 iman. Ya rabbana lakal hamdu bil islam. 2:04 Ya rabbana lakal hamdu bil ahli wal mua. 2:12 Allahumma shi wasallim wabik sayidina 2:16 Muhammadin waa alihi 2:18 aj 2:20 Allah inaluka 2:23 jannah naubika minatika amin ya rabbal 2:26 alamin. Hari ini [berdehem] hari Jumat 2:30 yang dimuliakan Allah ini kita belajar 2:33 ya pada belajar dari Nabi ee Ibrahim 2:38 Alaih Salam 2:40 bahwa 2:40 bahwa beliau merupakan teladan kita 2:44 karena kita diingatkan, diberikan 2:48 perintah oleh Allah dalam Al-Qur'an ya 2:52 kan lakum fi Ibrahim uswatun hasanah. 2:56 Sesungguhnya pada diri Nabi Ibrahim itu 2:59 terdapat teladan yang baik bagi kalian. 3:02 Jadi kita meneladani Nabi Ibrahim Alaih 3:05 Salam. Kita belajar ya meneladani 3:07 tentang cinta, keteguhan hati, 3:11 ketawakalan ya. Ee sebenarnya banyak 3:15 model ee kita lihat ya Nabi Ibrahim 3:17 Alaih Salam ini ee dari wahyu Allah 3:19 Al-Qur'an itu model manusia sempurna itu 3:22 ya Nabi Ibrahim Alaih Salam dan 3:24 Rasulullah. Karena dua manusia terpilih 3:27 yang terbaik inilah yang kita umat Islam 3:29 di akhir zaman itu wajib meneladani ee 3:32 beliau berdua ya. Nah, kita kali ini 3:35 belajar ee meneladani Nabi Ibrahim Alaih 3:38 Salam. Beliau tuh model manusia yang 3:41 sempurna dalam tauhidnya, dalam ee ujian 3:44 yang Allah berikan ya keteguhan hatinya, 3:47 ketawakalannya. 3:49 ee beliau tuh model yang sempurna 3:50 bagaimana beliau menghadapi dakwah ya 3:53 dan juga terhadap keluarganya. Ee 3:56 keistimewaan Nabi Ibrahim ini banyak, 3:58 keteladanan beliau itu banyak. Tapi 4:00 dalam kesempatan waktu kita yang singkat 4:03 ini, kita ee sebagian kecil ya kita 4:07 belajar dari Nabi Ibrahim Alaih Salam ee 4:10 tentang cinta, keteguhan ee iman dan 4:12 tawakal ya. di antaranya yang pertama ya 4:17 ee bahwa dari kisah Nabi Ibrahim Alaih 4:19 Salam ini kita belajar bahwa 4:23 ketidakhadiran seorang ayah dalam 4:26 menjalankan perannya itu tidak 4:29 menggugurkan kewajiban berbakti seorang 4:31 anak ya. Jadi maksudnya ee bisa jadi 4:34 seorang ayah itu ee lalai atau mungkin 4:37 beda akidah ya atau tidak se agama ya, 4:42 tapi itu tidak menggugurkan kewajiban 4:45 anak berbakti kepada orang tuanya. Nih 4:47 indah banget ya yang bagaimana 4:49 keteladanan Nabi Ibrahim Alaih Salam. 4:52 Ya, kita lihat kan kita tahu bapaknya 4:54 itu adalah ee memproduk berhala. Padahal 4:58 Nabi Ibrahim diutus Allah untuk 5:00 memberantasnya. Nah, kita lihat 5:02 bagaimana ee Nabi Ibrahim Alaih Salam 5:05 itu berkata kepada ayahnya namanya Azar 5:08 ya. Azar itu dengan penuh kasih sayang 5:12 dan kekhawatiran ya dalam surat Maryam 5:14 ayat 44 ya. Ya abati la tabudusiton 5:20 innyaitana kana lirrahmani asiya. Itu eh 5:24 pakai kalimat ya abati. Wahai ayahku 5:27 jangan engkau menyembah setan ya. Atau 5:29 misalnya dalam surat Maryam ayat 45nya 5:31 ya. Ya abati iniahmanya. 5:41 Wahai ayahku ya abati. Ya nanti kita 5:43 jelaskan sedikit tentang abati. 5:45 Sesungguhnya aku khawatir engkau akan 5:48 ditimpa azab dari Allah yang maha 5:50 pengasih. Nah, kita lihat ya bagaimana 5:53 Nabi Ibrahim Alaih Salam ini 5:56 mempergunakan kalimat ya abati. Ya 6:00 abati. Jadi kalau kita bicara ya abati 6:02 ini itu ee memang bahasa Arab tuh luar 6:05 biasa ya. Ee apa namanya? 6:10 Kata-kata yang diucapkan itu tuh 6:12 memiliki makna tersendiri ya. Makanya 6:15 kita perhatikan misalnya ee 6:18 maaf misalnya ee apa perbedaan ya antara 6:22 ya abati dengan ya abi. Kan biasa kita 6:25 kalau manggil ayah tuh kan abi abi gitu 6:27 ya. 6:28 Ini bukan sekedar bahasa biasa, 6:30 panggilan biasa ya. Abi itu biasa sih ee 6:33 artinya bukan ya biasa aja kalimat 6:36 biasa. Tapi kalau ya abati itu dalam 6:39 konteks bahasa Arab yang penuh dengan 6:41 balagah, keindahan makna kata itu ada 6:44 nuansa ya abati itu ee lembut ee penuh 6:49 kecintaan, penuh kasih sayang itu ya 6:52 bentuk yang lebih halus itu ya itu 6:54 bedanya kalau ya Abi ya memang bahasa 6:57 Indonesia susah sih Mbak ya kalau kita 6:59 menterjemahkannya ya wahai ayahku gitu 7:02 aja kan ini bentuk biasa manggil ayah 7:04 secara umum ya makna Biasalah ayah. Tapi 7:07 kalau ya abati kalau kita terjemahkan 7:10 lebih detail ya. Wahai ayahku tercinta, 7:14 wahai ayah yang aku hormati. Jadi halus, 7:17 lembut, penuh kasih sayang. Itu jadi 7:19 nuansa-nuansa penghormatan tinggi, 7:22 nuansa-nuansa yang baik menunjukkan 7:25 kecintaan. Nah, lihat bagaimana Nabi 7:28 Ibrahim berdakwah kepada ayahnya. Ya 7:31 abati la ta'buditan. 7:34 Wahai ayahku tercinta, janganlah engkau 7:39 janganlah engkau menyembah setan, gitu 7:42 ya. Jadi perhatikan lihat kondisi 7:44 ayahnya. Ayahnya itu musyrik. Ayahnya 7:47 itu bertentangan dengan ee beliau diutus 7:50 ya menolak dakwah bahkan mengancam. Tapi 7:53 Nabi Ibrahim itu memilih kata yang 7:56 lembut. Ya abati, wahai ayahku yang aku 7:59 cintai, yang aku hormati, yang aku 8:02 muliakan. Jadi di sini kita belajar 8:05 bahwa berdakwah kepada orang tua itu ee 8:09 walaupun orang tua kita berbeda 8:11 pemahaman dengan kita itu wajib seorang 8:14 anak itu memiliki adab yang tinggi. Ya 8:17 walaupun ayah itu beda akidah dengan 8:19 kita. Pergunakan bahasa yang lembut, 8:22 tidak berkata kasar, tidak merendahkan. 8:25 Sesuai dengan perintah Allah kan dalam 8:26 surat Al-Isra ya. wa eh waahuma eh 8:31 karima ucapkanlah kepada keduanya dengan 8:33 perkataan yang mulia. Jadi menyampaikan 8:36 kebenaran itu wajib tapi dengan siapa 8:41 kita berhadapan. Padahal ayahnya Nabi 8:44 Ibrahim itu menyembah berhala bahkan 8:47 termasuk ee pengikut setan ya. Tapi 8:50 berbakti di sini bukan berarti kita 8:52 membenarkan kesalahan ya. Bukan berarti 8:54 kita membenarkan kesalahan, tapi 8:56 dilandasi rasa cinta, rasa khawatir. 8:59 Nabi Ibrahim itu ee memberikan kalimat 9:02 yang penuh dengan kasih sayang, tidak 9:04 mendebat. Ya. Jadi dakwah beliau kepada 9:07 ayahnya yang berbeda akidah itu lahir 9:10 dari hati yang peduli. Bukan karena 9:12 ingin apa ya ee mentang-mentang gitu ya. 9:15 Jadi bagaimana kita belajar Nabi Ibrahim 9:19 seapun bapaknya yang mengancamnya yang 9:23 beda akidah tapi beliau berkata bertutur 9:26 kata dengan kelembutan ya. Bahkan kita 9:29 tahu ya di ayat lain bagaimana ayahnya 9:31 tuh mengancam akan merajamnya, 9:33 mengusirnya. Tapi respon Nabi Ibrahim 9:35 tuh enggak begitu ya. Jadi ee salam jadi 9:38 salam sejahta bagimu. Aku mohon ampunan 9:41 kepada Allah untukmu. Jadi sikap Nabi 9:43 Ibrahim tidak membalas dengan kasar, 9:46 tidak memutuskan hubungan dengan 9:48 kebencian, tapi mendoakan. Ini puncak 9:51 akhlak seorang anak ya. Jadi luar biasa 9:55 ini. Ini buat kita. Coba lihat, 9:56 bayangkan atau bandingkan Mbak Nuning, 9:59 anak kita masih bersama kita. kita yang 10:03 menafkahi, membimbing, memberikan kasih 10:06 sayang. Tapi dalam kebaikan kita ee 10:10 dengan kasih sayang kita sampaikan, tapi 10:11 apa balasan anak? Ya, jadi ini beda 10:14 banget dengan Nabi Ibrahim. Makanya Nabi 10:15 Ibrahim ini menjadi kduwah kita, uswah 10:17 kita. Jadi Islam tuh sangat tegas. Wajib 10:21 berbakti kepada orang tua. Tidak boleh 10:24 taat jika mereka mengajak kepada 10:26 kemaksiatan. Ya. Jadi di sinilah ee 10:31 keteladanan kita ya tentang bagaimana 10:34 cintanya Nabi Ibrahim kepada ayahnya itu 10:37 ee walaupun berbeda akidah tapi dia 10:39 tetap ee beliau ini tetap memberikan 10:42 tutur kata yang santun, yang hormat itu 10:44 dari ucapan itu sudah kelihatan ya. Nah, 10:46 sekarang kita lihat contoh nyata ya 10:48 dalam kehidupan kita. Misalnya ee ada 10:51 orang tua yang tidak salat itu seorang 10:54 anak tuh memang itu kan kemungkaran ya. 10:57 tidak boleh membiarkan begitu saja. Ah, 10:59 biarin aja orang tua ini. Tidak. Tetap 11:01 diingatkan. Tapi tidak boleh dengan 11:05 kata-kata yang kasar, menyinggung 11:07 perasaan. Ya. Ya, mestinya kan gini, aku 11:10 khawatir nanti begitu ya modelnya tuh 11:12 Nabi Ibrahim itu lembut dan halus ya. 11:14 Jadi ayah ee walaupun tidak hadir dalam 11:19 pendidikan kepada anaknya ya ee orang 11:23 tua bisa jadi keras ya mungkin ee 11:27 memiliki ee pokoknya ya ini kan orang 11:30 tua kita enggak kafir kan masih muslim 11:32 masih baik ya maksudnya walaupun mungkin 11:35 tidak tidak lembut gitu ya tapi tetap 11:38 seorang anak itu enggak boleh durhaka 11:40 tetap menjaga adab tetap mendoakan 11:43 walaupun orang tua itu berbeda prinsip, 11:45 berbeda agama, berbeda akidah, tetap 11:48 dihormati, tetap disapa dengan baik, 11:50 tetap dibantu. Jadi, tapi dengan tidak 11:53 mengikuti kesalahan. Kalau memang salah 11:55 orang tua itu kesalahan mereka ya. 11:57 Mungkin pola asuhnya tidak baik, memang 11:59 kasar. Nah, ini ibrah buat kita, 12:02 pelajaran buat kita. Bagaimana Allah 12:05 menggambarkan tutur kata Nabi Ibrahim 12:07 itu sudah menjelaskan ucapannya saja ya 12:09 abati. Itu bentuk kasih sayang ya. Jadi 12:12 bahwa 12:13 ee bakti kepada orang tua itu kewajiban 12:16 mutlak ya, tidak gugur karena kekurangan 12:19 mereka ya. Kemudian ee kita juga 12:22 mengambil ee pelajaran bahwa jangan 12:26 membalas keburukan dengan keburukan ya. 12:29 Akhlak yang tinggi seorang anak itu 12:31 terlihat ya saat dia disakiti ya. Jadi 12:34 cinta sejati itu ingin menyelamatkan 12:37 bukan ee memenangkan perdebatan ya. Jadi 12:40 inilah bentuk bagaimana Nabi Ibrahim 12:42 Alaih Salam bahkan beliau mendoakan 12:44 ayahnya dan Allah tidak menerima ya 12:47 mendoakan ee yang sudah kafir apalagi 12:51 yang sudah meninggal ya. Tapi ee itu 12:54 diralat oleh Allah. Jadi ini buat kita 12:56 sekali lagi bahwa Nabi Ibrahim Alaih 12:59 Salam itu mengajarkan kepada kita bahwa 13:02 tetaplah menjadi anak yang baik meskipun 13:05 tidak memiliki orang tua yang sempurna. 13:08 Ya, karena kelak kita di hadapan Allah 13:11 yang ditanya tuh bukan bagaimana orang 13:13 tuamu memperlakukanmu, 13:15 tapi bagaimana engkau berbakti kepada 13:17 mereka. Masyaallah. Apalagi sekarang di 13:20 tengah maraknya luka batin-luga batin 13:22 ya, Mbak ya. Luka batin anak karena pola 13:25 asuh orang tua. Ya sudahlah mau apalagi 13:27 orang tuanya sudah golongan baby boomers 13:30 kali ya yang [tertawa] sudah karatan 13:33 enggak bisa di ee beri masukan ya. Jadi 13:36 kita ee sebagai seorang anak pilih kata 13:39 terbaik saat berbicara dengan orang tua 13:42 ya. Jadi ee orang tua kita ini adalah 13:46 merupakan ee wasiat Allah berbakti 13:49 kepadanya. Karena digandeng, Mbak ya. 13:51 Dalam Al-Qur'an kan suka ada dua 13:53 perintah yang digandeng ya. Misalnya wa 13:56 aminu waamilus shihat, iman beramal 13:58 saleh. Kemudian ee waqimusah wau zakat. 14:02 E jadi laksanakan ee salat, tunaikan 14:05 zakat, kemudian ee 14:09 apa wala tusik billah itu jangan 14:11 mensekutukan Allah. Kemudian wabil 14:13 walidain sana itu 14:14 digandeng-gandengannya. 14:15 Jadi sekali lagi kita dengan orang tua 14:20 itu seperti Nabi Ibrahim Alaih Salam itu 14:23 walau bagaimanapun orang tuanya itu 14:24 tetap beliau itu ee penuh dengan 14:26 kelembutan. Karena kita tahu ya ucapan 14:29 lembut itu bisa mengetuk hati kita ya. 14:32 Misalnya gini melihat kesalahan ayah 14:34 gitu ya, salah langsung bilang salah tuh 14:36 ayah bukan begitu ya. Jadi artinya 14:39 bagaimana ya tutur kata itu yang perlu 14:42 kita ee terapkan ya kepada orang tua 14:45 kita. Jadi kalaupun misalnya salah salah 14:48 asuh ya mungkin orang tua kita 14:50 memberikan contoh yang buruk itu bukan 14:52 berarti kita akan melakukannya juga 14:54 kepada anak kita kan. Putuskan mata 14:56 rantainya. Nah jadi inilah Nabi Ibrahim 14:59 Alaih Salam. Subhanallah ya. Luar biasa 15:02 beliau itu dengan kata-kata tadi, "Ya 15:05 abati, ya abati, ya abati inni aku." 15:10 Wahai aku, aku khawatir engkau ditimpa 15:12 azab. Nah, itu jadi ini ee 15:16 teladan yang pertama ya, 15:19 maaf 15:20 itu yang pertama ee dari ucapan Nabi 15:25 Ibrahim Alaih Salam kepada ee 15:29 ayahnya. Mbak Nuning sebentar ya. sama 15:31 minum ya. He daripada kesedek. [tertawa] 15:36 Alhamdulillah. Ini memang batuk ini 15:39 sudah berapa lama? Masih ini aja. 15:44 [berdehem] 15:45 Itu yang pertama ya. bagaimana 15:48 keteladanan Nabi Ibrahim 15:51 yang wajib kita ikuti, yang wajib kita 15:54 tiru. Ya. Kemudian yang kedua 15:58 bahwa dari kisah Nabi Ibrahim Alaih 16:01 Salam ini kita belajar bahwa kebatilan 16:06 itu harus ee 16:09 dibongkar ya dengan kecerdasan. 16:11 Kebatilan itu harus diungkap dengan 16:13 kecerdasan. 16:15 Jadi cerdasnya Nabi Ibrahim ini ee 16:19 contoh ya. 16:20 He 16:21 ketika 16:22 beliau ee menghancurkan patung itu, 16:24 Mbak. 16:25 Iya. 16:26 I kan ee ketika ada hari perayaannya itu 16:28 Nabi Ibrahim enggak mau diajak ya yang 16:31 penyembah berhala itu ada patung-patung 16:34 semuanya dihancurin kecuali yang paling 16:35 besar ya. Nah, kemudian ditanya siapa 16:38 tuh yang menghancurkan patung itu? Ya, 16:39 dalam Al-Qur'an kan diabadikan di surat 16:41 Al-Anbiya ayat 63. Q. 16:50 itu tuh yang e menghancurkan tu tuh yang 16:53 gede tuh gitu [tertawa] ya. He. 16:55 Jadi pas datang mereka tuh orang-orang 16:58 menyembah berhala kok hancur semua nih 17:00 patung-patung tapi tinggal satu nih yang 17:01 paling besar. Terus oh ada tuh orang 17:04 anak muda yang namanya Ibrahim yang 17:06 menentang ee apa aktivitas kita nih 17:10 penyembahan penyembahan tuhan-tuhan ini 17:12 gitu. Terus dipanggil kamu ya yang ee 17:15 menghancurkan. Terus kata Nabi Ibrahim 17:17 tuh tanya aja tuh justru berhala yang 17:19 paling besar itu yang melakukannya gitu. 17:22 Jadi Nabi Ibrahim itu 17:25 tuh yang gede tuh masih itu kan masih 17:27 masih utuh tuh dia tuh yang ngerjain tuh 17:29 yang yang menghancurkan semua gitu ya. 17:31 Nah, ini yang disampaikan oleh Nabi 17:33 Ibrahim Alaih Salam ini kan bukan 17:35 bohong, ini bukan dusta, tapi ini adalah 17:39 strategi dakwah ya maarf ya. Jadi secara 17:42 zahir ucapan ini terlihat seperti 17:45 menyandarkan perbuatan kepada ee berhala 17:49 besar itu, patung besar itu. Jadi, Nabi 17:51 itu enggak berdusta. Jadi, beliau itu 17:54 ingin menegaskan ya maksudnya ee bahwa 17:58 ya supaya dia berpikir ya ee kaumnya itu 18:01 berpikir tanyakan saja kepada itu tuh ee 18:04 berhala itu, patung itu, kalau mereka 18:06 bisa bicara. Jadi ini bentuk sindiran ya 18:09 secara tidak langsung itu ee biar mereka 18:13 tuh berpikir karena kalau dituhankan 18:15 berarti dia mampu menolong dirinya 18:18 sendiri. Jadi Nabi Ibrahim 18:21 itu menyampaikan itu dengan cerdas. Ini 18:24 puncak kecerdasan dakwah sebenarnya. 18:26 Jadi ke puncak kecerdasan dakwah itu 18:29 adalah membuat lawan berpikir itu 18:32 mengakui kesalahannya sendiri. Jadi 18:35 membuktikan kelemahan apa yang mereka 18:37 sembah selain Allah. Ya. Jadi itu 18:39 argumennya Nabi Ibrahim Alaih Salam ya. 18:41 Jadi jika berhala itu atau patung itu 18:44 bisa menghancurkan berarti dia hidup. 18:47 Kalau dia hidup berarti dia harus bisa 18:49 bicara. Kalau dia enggak bisa bicara dia 18:51 bukan Tuhan. Gitu ya. Makanya Allah 18:54 menegaskan, "La yastaqiun 18:56 w anfusahum yamsurun." Eh mereka tidak 19:00 mampu menolong penyembahnya. Bahkan diri 19:02 mereka sendiri pun tidak bisa menolong. 19:04 Nah, jadi Allah tegaskan itu berhala 19:07 yang mereka sembah, yang mereka anggap 19:09 sebagai Tuhan itu enggak mampu 19:11 menyelamatkan dirinya, gitu ya. Nah, 19:13 jadi Nabi Ibrahim Alaih Salam 19:15 mengajarkan kebenaran itu tidak hanya 19:17 disampaikan, tapi juga diperjuangkan 19:20 dengan kecerdasan. 19:22 Ya, jadi ee kebatilan itu akan hancur 19:25 itu bukan hanya karena kekuatan, Mbak, 19:27 tapi dengan argumen yang tajam, hikmah 19:30 gitu. memiliki hikmah dalam berdakwah, 19:32 cara berpikir yang menggugah. Jadi 19:34 artinya 19:36 bahwa ee kita mengambil pelajaran dari 19:40 Nabi Ibrahim itu bahwa kebatilan itu 19:43 bisa diungkap dengan kecerdasan. Jadi 19:45 dibongkar itu dengan kecerdasan. Jadi 19:47 tidak hanya dengan kekuatan. Nah, itu ya 19:49 itu yang kedua. Kemudian berikutnya kita 19:52 belajar dari Nabi Ibrahim ini adalah 19:55 bahwa ee berhala atau patung yang 19:58 disembah itu bukan hanya batu dan kayu 20:02 saja ya yang benda-benda itu ya, tapi 20:06 patung berhala itu juga ada dalam jiwa 20:08 manusia gu ya. seperti hawa nafsu yang 20:11 merusak, kesesatan yang diikuti, adat 20:15 usang atau tradisi yang diagung-agungkan 20:18 yang bertentangan dengan Islam itu juga 20:20 bisa menjadi Tuhan, menjadi berhala yang 20:23 disembah. Ya. Nah, kan Allah ee dalam 20:26 surat Aljasiyah yau 20:31 hawa. Tidakkah kalian melihat orang yang 20:34 menjadikan hawa nafsunya sebagai 20:36 Tuhannya? Jadi ee dari kisah Nabi 20:38 Ibrahim ini kita belajar bahwa ada loh 20:41 manusia yang menjadikan hawa nafsu 20:43 sebagai sesembahannya. Ya, apa 20:45 maksudnya? Ee apa namanya? Berhala atau 20:49 ee apa ya dalam jiwa tu Tuhan yang 20:51 menjadi Tuhan itu ya. Jadi tidak hanya 20:53 patung, tidak batu. Kalau dulu di masa 20:55 Nabi Ibrahim kan itu berhala, patung, 20:57 kayu ya kan. Sekarang sudah zaman now 21:01 zaman kontemporer ini kan enggak patung 21:03 yang disembah orang, tapi segala sesuatu 21:06 yang lebih ditaati daripada Allah, yang 21:09 lebih dicintai daripada Allah, yang 21:11 lebih diikuti daripada perintah Allah, 21:14 itulah yang dinamakan sesembahan ilah. 21:17 Nah, jadi artinya kalimat 21:18 lailahaillallah 21:20 itu berlaku sepanjang masa. Kapan pun, 21:23 di mana pun ya tidak ada ilah, tidak ada 21:25 sesembahan apapun kecuali Allah. 21:28 Jadi, Mbak hawa nafsu yang rusak, yang 21:31 rusak itu hawa nafsu yang ee kan 21:34 kebanyakan hawa nafsu orang tuh ya 21:37 lebih dominan ya, Mbak ya. 21:38 Ya, kayak misalnya kan kemarin Ramadan 21:41 setan kan diikat, tapi kok masih ada 21:43 juga orang yang masih ada juga yang 21:45 korupsi gitu ya. Bahkan masih ada yang 21:48 surupan gitu ya kan pada bingunglah kok 21:51 bisa ini ya bisa kan setan katanya 21:53 diikat ya itu setan diikat hawa nafsu 21:55 kan enggak jadi hawa nafsu yang bisa 21:58 menjadi Tuhan menjadi ilah yang disembah 22:00 itu itu ketika dia tahu itu haram tapi 22:03 dia masih juga melanggar dia masih 22:06 memilih juga yang haram dan ee keinginan 22:09 itu hawa nafsu itu menjadi standarnya 22:12 benar atau salahnya bukan Al-Qur'an 22:14 bukan Allah maka itu berarti dia sedang 22:16 menyembah hawa nafsunya. Sedangkan Allah 22:19 memberikan kita eh perintah ya 22:23 wilayillah. 22:26 Jangan kamu mengikuti hawa nafsu karena 22:29 dia akan menyesatkan kamu dari jalan 22:31 Allah. Jadi misal contoh ya ee kalau di 22:34 masa Nabi Ibrahim itu kan ee yang 22:36 disembah-sembah itu kan memang berhala, 22:38 patung dan segala macam. Untuk saat ini 22:40 yang namanya sesembahan itu bisa juga 22:42 hal-hal yang bertentangan dengan syariat 22:45 Allah. misalnya mengetahui riba itu 22:48 haram, jelas haram, tapi masih juga ee 22:52 ber apa namanya? bersentuhan, 22:54 berinteraksi dengan dengan yang riba. 22:57 Padahal ee dengan alasan ya butuh ini 23:00 kan darurat, enggak ada yang namanya 23:01 darurat. Kecuali kalau kemati nyawa ya 23:04 jadi tantangan kan masih ada alternatif 23:05 yang lain. Nah, itu berarti hawa nafsu 23:08 menjadi ilah. Atau misalnya, Mbak ya, 23:11 Islam atau Allah mewajibkan hambanya 23:14 yang perempuan menutup aurat. Dia tahu 23:17 itu wajib, tahu itu ada ayatnya semua 23:19 jumhur ulama ya. Artinya itu memang 23:21 wajib tapi masih juga dibuka aurat. 23:23 Alasannya apa? Ya tren lah gitu ya. Yang 23:26 penting percaya diri ya ee apa 23:29 istilahnya tuh ee itu sih ya arti 23:32 mumpung masih muda dan segala macam. Itu 23:34 kan berarti hawa nafsu yang diutamakan 23:36 ya. Jadi nafsu itu lebih ditaati 23:39 daripada Allah. Itu berarti sudah 23:41 mengilahkan hawa nafsu. Atau misalnya 23:44 taklid buta ya. Kalau Nabi Ibrahim kan 23:46 mengatakan inna wajadna aba ana ala eh 23:50 kami mendapati nenek moyang kami 23:52 melakukan ini gitu ya. Ee kaumnya itu 23:55 ketika diajak menyembah Allah ini kan 23:57 udah dari dulu nenek moyang kita 23:59 menyembah ini ya udah enggak bisa 24:01 diganti. Itu kan berarti tradisi taklid 24:03 ya. Ini kan penyakit mengikuti tanpa 24:06 ilmu, tanpa dalil ya. Jadi kalau ada hal 24:09 yang tradisi apapun yang menyelisihi 24:12 syariat yang bertentangan dengan syariat 24:15 masih juga diikuti, itu berarti 24:17 mengilahkan ee apa namanya? Taklid buta 24:20 itu. Itu mengilahkan hawa nafsu. Taklid 24:22 tadi tanpa ilmu itu mengilahkan selain 24:24 Allah. Pokoknya apapun deh 24:27 tradisi-tradisi yang bertentangan dengan 24:29 syariat yang masih meyakini ada kekuatan 24:31 selain kekuatan Allah itu kan berarti 24:34 mengilahkan kekuatan tersebut ya. Atau 24:37 misalnya 24:38 apalagi contohnya Mbak ya keyakinan 24:41 tentang hari sial misalnya angka sial 24:43 itu ya 24:44 ee ada hari sial angka sial atau mungkin 24:47 ritual yang akan membawa keberkahan akan 24:50 menyelamatkan. 24:52 Artinya ada selain Allah yang mampu 24:55 untuk menjaganya. Itu kan berarti sudah 24:57 mengilahkan. Itu kan mirip dengan 24:59 kaumnya Nabi Ibrahim. Nenek moyang kami 25:01 sudah begini nanti kualat gitu kan. Nah 25:04 itu jadi ee kalau kaumnya Nabi Ibrahim 25:06 tuh masih mengikuti ee nenek moyangnya 25:09 padahal dia tahu kan berpikir iya ya 25:11 memang berhala ini enggak mampu 25:13 menyelamatkan dirinya kenapa pula 25:14 disembah. Tapi karena sudah mengikuti 25:16 tradisi yang sudah mengakar, akhirnya 25:19 mereka tetap mempertahankannya karena 25:21 tekanan tradisi itu. Yait berarti dia 25:23 mengilah mengilahkan Allah, ya 25:25 mengilahkan sesuatu selain Allah. Jadi 25:28 ini kan berbahaya, Mbak. 25:30 Itu apa bedanya dengan yaitu mungkin 25:32 umat ee apa kaum Nabi Ibrahim ee 25:35 kontemporer gitu ya yang masih 25:39 menganggap ada yang lebih ee yang sial 25:42 yang segala macam ya. Tapi memang ini 25:44 berat, ini bahaya. Kenapa? Kalau 25:47 mengilahkan benda ya, batu, berhala, 25:51 apapun itu enak ya bisa terlihat jelas 25:53 salah ya, tahu nih dia nih, gitu ya. 25:56 Masalahnya tuh kan berhala atau ee ilah 25:59 tuh ada di hati tersembunyi gitu. Jadi 26:02 seakan-akan menormalkannya ah sudahlah 26:04 gitu ya. Bahkan bisa jadi dibela gitu 26:06 ya. Nah, itulah sebabnya ee Rasulullah 26:10 itu mengingatkan kita ya. Jadi yang aku 26:13 minkum syirkul asar. Aku khawatir kalian 26:16 tuh ee punya syirik kecil gitu ya. 26:19 Seperti ri mengikuti hawa nafsu, 26:22 mengagungkan selain Allah di hati. Itu 26:24 kan juga ee termasuk itu syirik juga. 26:28 Nah, sekarang 26:29 bagaimana kita di zaman Nabi Muhammad 26:32 sallallahu alaihi wasallam umat yang 26:33 terakhir ini agar kita ee menghancurkan 26:36 berhala-berhala, sesembahan-sesembahan 26:38 yang ada itu ya tentu saja kita 26:40 menguatkan tauhid kita. Sebagaimana Nabi 26:43 Ibrahim Alaih Salam tuh luar biasa. 26:45 Beliau itu menjadikan Allah satu-satunya 26:48 tujuan. Makanya beliau itu kan jadi 26:50 Khalilullah, kekasihnya Allah. Jadi 26:52 artinya kita juga bisa belajar 26:54 meneladani Nabi Ibrahim Alaih Salam 26:56 bahwa Allahlah satu-satunya tujuan hidup 26:59 kita. Jadi semua apapun yang ada kita 27:02 ukurannya itu adalah agar Allah rida 27:05 enggak. Nah kemudian hawa nafsu itu 27:07 dilawan ya. Ee tradisi yang tidak sesuai 27:10 dengan syariat ya kita luruskan. Jadi 27:13 artinya kita ee belajar ya dengan ee 27:17 Nabi Ibrahim Alaih Salam. Dan Rasulullah 27:18 kan Rasulullah itu kan juga mengikuti 27:21 aba ana Ibrahim, abinya Rasulullah tuh 27:24 ya abinya kita abul anbiya itu Nabi 27:26 Ibrahim Alaih Salam. Jadi mudah-mudahan 27:28 kita mampu ya ee menghancurkan 27:30 berhala-berhala yang tersembunyi di hati 27:33 kita. Kita hanya mengakui Allahlah 27:35 satu-satunya yang menguasai kita ya. 27:37 Sebagaimana Nabi Ibrahim telah ee 27:39 contohkan itu. Yang kedua. 27:42 Yang ketiga kita belajar dari Nabi 27:45 Ibrahim Alaih Salam dari kisah beliau 27:47 itu bahwa segala sesuatu di dunia ini 27:51 hanyalah sebab-sebab yang berlaku bagi 27:54 manusia, tidak berlaku bagi Allah. 27:56 Maksudnya apa ya? Maksudnya ee yang di 27:59 dunia ini kan sebab-sebab. Tapi itu 28:01 berlakunya bagi manusia, tapi bagi Allah 28:03 enggak berlaku. Contoh api yang membakar 28:07 [berdehem] 28:07 di bumi, di dunia ini pasti ee membakar 28:11 ya, tapi ee tidak tidak menjadi dingin 28:15 ee di sisi Allah. Bagi bagi Allah tuh 28:18 bisa jadi dingin bahkan menyelamatkan 28:20 menyelamatkan Nabi Ibrahim Alaih Salam. 28:22 Jadi kita belajar dari sini bahwa tidak 28:25 bergantung pada sebab, tetapi kepada 28:28 Allahlah segala sebab. Jadi ini 28:30 maksudnya apa? Maksudnya gini, Mbak. Ee 28:33 pelajaran tauhid dan tawakal di sini 28:35 yang paling tinggi ya dari kisah Nabi 28:38 Ibrahim Alaih Salam ini tidak bergantung 28:41 pada sebab, tapi kepada Rabb pemilik 28:44 sebab, Rabbul Arbab gitu ya. Ee rabbul 28:47 asbab. Contohnya gini, Mbak. Kan api itu 28:49 membakar, tapi dengan izin Allah, dengan 28:53 kekuasaan Allah bisa jadi enggak 28:54 membakar. Yaaram 28:59 wasalam ala Ibrahim. Wahai api. Itu 29:01 firman Allah ya. Jadilah kamu dingin dan 29:05 selamatkan ee Nabi Ibrahim. Jadi 29:07 keselamatan bagi Nabi Ibrahim. Nah, itu 29:09 kan ee bagi Allah tuh enggak berlaku tuh 29:12 hukum sebab akibat. Tapi bagi manusia 29:15 itu berlaku. Makanya kita hanya berusaha 29:18 ya. Makanya Nabi Ibrahim kan kalimat 29:20 yang beliau ucapkan, Mbak ya ketika 29:22 dibakar itu ada riwayat menyebutkan 29:24 sekitar 40 sampai 50 hari Nabi Ibrahim 29:27 itu dibakar dengan ee api yang besar 29:30 gitu menggunung. Tapi Nabi Ibrahim tidak 29:33 merasakan panas ya. Kalau Nabi Ibrahim 29:35 mengucapkan hasbiallah wanikmal wakil 29:39 ya. Hasbiallah wanikmal wakil. Jadi 29:41 hakikat sebab [berdehem] kita bicara 29:44 sebab ya kan kita belajar dari kisah 29:46 Nabi Ibrahim ini adalah kalau di dunia 29:49 ini berlaku hukum sebab akibat tapi 29:51 tidak berlaku bagi Allah gitu ya. Ee 29:53 jadi hakikat sebab dalam pandangan Islam 29:56 itu ee biasanya gini, kalau api itu kan 29:58 membakar, kalau air itu kan 30:01 menghilangkan haus, kalau obat itu kan 30:03 menyembuhkan. Itu kan sunatullah di 30:05 dunia ya. Tapi ingat sebab tidak bekerja 30:08 sendiri karena ada Allah ya yang 30:10 mengizinkannya. Kalau Allah enggak 30:12 mengizinkan enggak akan terjadi. W 30:14 tasyauna illa ayasya Allah. Kalian tidak 30:18 dapat menghendaki sesuatu sesu kecuali 30:20 [berdehem] Allah yang menghendaki. Jadi 30:22 kita tuh hanya ikhtiar ya. Jadi kisah 30:24 Nabi Ibrahim ini itu menjelaskan kepada 30:28 kita bahwa saat sebab itu gagal total 30:31 ya. Karena logikanya kan api itu panas. 30:34 Jadi ee Raja Namrud itu membakar Nabi 30:36 Ibrahim pasti hancur ya, pasti membakar. 30:39 Tapi ingat 30:41 api yang dinyalakan untuk Nabi Ibrahim 30:43 yang sangat besar itu yang dikumpulkan 30:45 kayu dalam jumlah yang banyak itu semua 30:47 sebab itu sudah sempurna untuk membakar. 30:50 Tapi ingat Allah memerintahkan kuni 30:52 Bagdad jadilah dingin dan menyelamatkan. 30:55 Maka api tetap api tapi tidak membakar. 30:58 Jadi di sini pelajaran akidah buat kita 31:00 bahwa Allah tidak tunduk pada sebab. Ya. 31:04 Jadi sebab itu hanya berlaku pada 31:06 makhluk tidak mengikat pada Allah. 31:08 Artinya kan Allah yang menciptakan 31:10 sebab, kan Allah yang mengatur sebab. 31:13 Jadi Allah bisa membatalkan sebab itu 31:15 kapan saja ya. Ee misalnya ada lagi ya 31:18 dalam eh tentang Nabi Ibrahim ya. 31:20 Alladzi khalaqoni fahua yahdin walladzi 31:24 huaqin 31:26 wa marah yasfin itu ya itu kan doa yang 31:30 kita wau fahua yasin jadi dialah yang 31:34 menciptakanku dia memberi petunjuk 31:36 kepadaku. Dia memberikan makan dan minum 31:38 kepadaku. Jika aku sakit dialah yang 31:40 menyembuhkanku. Jadi perhatikan sini 31:42 bukan obat yang menyembuhkan, 31:45 tapi Allahlah yang menyembuhkan. Wa maru 31:50 fahua yasfin. Kalau aku sakit, Allah 31:53 yang menyembuhkan. Nah, kadang-kadang 31:54 kita enggak sadar, Mbak. Seakan-akan 31:57 yang menyembuhkan kita itu resep dokter 32:00 tuh. Kalau sakit pilek nih, dokter itu 32:02 tuh yang mantap tuh gitu ya. E sembuh 32:05 deh kalau datang ke sana dikasih obat. 32:07 itu keliru yang seperti itu. Jadi, sikap 32:10 kita sebagai ee hamba Allah itu 32:13 mengambil sebab tapi tidak bergantung 32:17 pada sebab. Sekali lagi, sikap kita 32:20 sebagai hamba Allah, kita mengambil 32:22 sebab itu ikhtiar. Tapi tidak bergantung 32:25 pada pada sebab itu. Islam tidak 32:27 mengajarkan kita meninggalkan sebab ya, 32:29 Mbak, tapi mengambil sebab itu sebagai 32:31 ikhtiar. Misalnya gini, ah resikan di 32:34 tangan Allah ya. Kalau rezeki mah dapat 32:36 juga kita ngapain? Enggak bisa bekerja. 32:39 Kerja dulu dong baru cari rezeki. Ya, 32:41 berobat kalau sakit. Jadi ikhtiar tuh 32:43 harus ditempuh. Itu sebab belajar dia 32:46 mendapat ilmu. Nah, ini perintah syariat 32:48 ini ya. Tapi ingat, hati kita tidak 32:52 bergantung pada sebab. Hati itu 32:54 bergantung kepada Allah. Nah, ini yang 32:56 kita kadang-kadang tuh syirik itu syirik 32:59 kecil, Mbak, ya. seakan-akan ini yang 33:01 menyembuhkan itu adalah 33:03 ee obat ini, dokter ini, atau 33:05 seakan-akan kalau bekerja itu di sini 33:08 dapat rezekinya banyak ya. Jadi ee yang 33:13 namanya 33:14 setelah kita usaha ikhtiar tawakal 33:17 kepada Allah. Jadi seandainya kalian 33:19 bertawakal kepada Allah dengan 33:20 sebenar-benarnya kata Nabi, "Ya, niscaya 33:23 kalian akan diberi rezeki sebagaimana 33:24 burung diberi rezeki." Tapi ingat, tetap 33:27 sambil ambil sebab burung kan keluar. 33:30 Iya. 33:30 Dia keluar. Nah, kemudian dia kan dia 33:33 burung tuh tidak menyandarkan pada 33:34 hasilnya daripada hasil usaha, tapi dia 33:36 Allah berikan rezeki. Jadi, contohnya 33:38 gini ya. Rezeki 33:41 ee kalau kita kerja kan dapat gaji ya. 33:45 Tapi ada orang yang kerjanya keras tapi 33:46 hasilnya dikit gitu ya. Nah, ada orang 33:49 yang ee dimudahkan ee apa namanya tanpa 33:53 disangka. Jadi ini semuanya kehendak 33:55 Allah yang penting kita berusaha. Jadi 33:58 Allahlah yang memberi rezeki kita, bukan 34:00 pekerjaan kita. Ya, kalau misalnya ada 34:03 ada yang bingung sekarang banyak PHK ya 34:05 Mbak, banyak yang ee pemutusan buang 34:08 kerja 34:09 akhirnya ya Allah mak kasih makan apa ya 34:11 anakku istriku? Ya Allah, Allah yang 34:13 memberezeki yang penting usaha kita 34:16 usaha setelah itu fatawakal alallah 34:18 pasti Allah akan berikan. Yang penting 34:20 kita usaha dulu atau misalnya kesembuhan 34:23 ya kan sebabnya obat kita berobat tapi 34:26 yang menyembuhkan itu Allah. Jadi obat 34:29 itu diminum. Makanya semua kembali 34:31 kepada Allah. Ada yang minum obat tidak 34:33 sembuh tapi ada yang tidak minum obat 34:35 tanpa enggak enggak sembuh juga gitu. 34:38 Jadi Allahlah yang menyembuhkan. Jadi 34:40 semuanya kan kehendak Allah. Jadi sekali 34:42 lagi kita hanya sebagai manusia di dunia 34:46 ini berlaku hukum sebab akibat tapi itu 34:48 tidak berlaku bagi Allah. Karena 34:50 Allahlah yang memberikan kita 34:52 segala-galanya. Kita hanya diperintahkan 34:55 untuk berusaha. Ya, bahkan kita 34:57 sudahctoh berdakwah ya sudah mengajak 35:01 orang-orang terdekat kita untuk kembali 35:03 kepada Allah segala macam kita tempuh 35:06 tapi susah banget diajaknya ya. Karena 35:08 memang hidayah itu di tangan Allah. Kita 35:10 hanya kewajibannya menyampaikan saja. 35:13 Innaka tahdi man ahbabta. Engkau tidak 35:15 bisa beri hidayah kepada orang yang 35:17 engkau cintai. Jadi ini luar biasa nih, 35:19 Mbak ya. Bagaimana Nabi Ibrahim Alaih 35:21 Salam tidak dibakar oleh api yang secara 35:25 hukum sebab akibat itu kalau dibakar itu 35:27 pasti merasakan panas. Tapi ini kan 35:30 kembalikan kepada Allah. Jadi ini sekali 35:32 lagi sangat berbahaya Mbak ya kalau kita 35:36 bergantung pada sebab. Kalau hati 35:39 bergantung pada sebab, pasti akan mudah 35:42 putus asa, 35:44 pasti akan merasa sombong, pasti mudah 35:47 kecewa, pasti mudah stres karena dia 35:50 menyandarkan harapannya pada sesuatu 35:52 yang lemah. Sebab akhir artinya ketika 35:55 sakit enggak sembuh-sembuh sudahudah 35:57 akhirnya kecewa, putus. Iya, itu yang 35:59 menyembuhkan Allah. Udah berusaha cari 36:02 kerja masih juga enggak [tertawa] itu 36:04 kan yang penting usaha. Nah, kita lihat 36:07 kalau hati itu bergantung kepada Allah, 36:09 kita hanya menempuh sebab saja. Pokoknya 36:12 sebab itu harus harus dilakukan ya, Mbak 36:14 ya. Karena hukum di dunia ini sebab 36:16 akibat ya. Enggak mungkinlah kita tuh ke 36:19 masjid siang malam berdoa minta rezeki 36:21 tapi enggak keluar-keluar di masjid aja 36:23 gimana gitu ya. Jadi yang penting usaha 36:26 kemudian hasilnya serahkan kepada Allah. 36:29 Nah, jika hati kita bergantung kepada 36:31 Allah itu akan muncul ketenangan karena 36:33 kita tahu semuanya itu di tangan Allah. 36:36 tidak takut kehilangan sebab karena 36:37 Allah bisa gantikan dengan yang lebih 36:39 baik lagi. Dan tentu ketika berhasil 36:41 kita tidak akan sombong ya karena kita 36:43 sadar itu semuanya dari Allah. Jadi 36:46 inilah hukum sebab akibat itu hanya 36:48 berlaku di dunia tidak berlaku di sisi 36:51 Allah. Jadi kalau kita lihat dari hikmah 36:54 ini, api itu tidak membakar Nabi Ibrahim 36:57 bukan karena api itu berubah sendiri 36:59 tapi karena Allah segala sebab ya Rabb 37:02 segala sebab yang menghendakinya. Maka 37:04 pelajaran besar buat kita ya, kita 37:07 gunakan sebab untuk seluruh apapun usaha 37:10 kita di dunia, tapi gantungkan hati kita 37:13 kepada Allah gitu. Masyaallah. Jadi ini 37:16 ee lanjut Mbak atau kita rehat dulu? 37:20 Lanjut. Lanjut banget. 37:21 Baik. Lanjut ya. Ee kita belajar dari 37:25 kisah Nabi Ibrahim ini bahwa Allah tidak 37:30 butuh makhluknya. 37:32 Ketika Allah memberi Nabi Ibrahim tugas 37:35 ya, diutus untuk ee menyebarkan akidah 37:39 tauhid ya itu kan tugas ya. Itu bukan 37:42 kebutuhan Allah tapi itu untuk 37:45 memuliakan Nabi Ibrahim. Jadi ketika 37:48 Allah memberikan manusia itu tugas itu 37:51 bukan untuk Allah tapi untuk kita 37:53 sendiri. 37:54 Heeh. Heeh. 37:54 Kan contohnya misalnya Nabi Ibrahim kan 37:57 dibakar oleh ee di di apa namanya? di ya 38:01 oleh Raja Namrut itu kan dibakar ya 38:03 karena memang ee berdakwah dihukumlah 38:05 dihukum tapi kan tidak tidak berhasil ya 38:08 kalau Allah mau Allah perintahkanlah ee 38:11 malaikat Mikail ya untuk menuangkan air 38:13 ke api dia padam gitu ya atau Jibril ee 38:16 untuk memadamkannya dalam sekejap mata 38:18 kan bisa. Tapi ketika Nabi Ibrahim tidak 38:21 bergantung pada makhluk Allah pun 38:23 mencukupkannya dari makhluk. Jadi kita 38:26 belajar bahwa Allah tuh tidak butuh 38:27 makhluknya, tapi Allahlah yang akan 38:29 memberikan jalan keluar. Jadi ketika 38:31 hati Nabi Ibrahim hanya bergantung 38:34 kepada Allah, maka datanglah pertolongan 38:36 dari Allah langsung. Masyaallah. Jadi 38:39 sekali lagi ini pelajaran tauhid yang 38:41 sangat mulia buat kita ya. Bagaimana 38:43 Allah Maha Kaya, tidak membutuhkan 38:46 makhluknya. Setiap perintahnya kepada 38:49 hamb-Nya itu adalah bentuk pemuliaan 38:51 untuk hamba tersebut, bukan untuk Allah. 38:54 Ya kan? kita diciptakan Allah kan e 38:56 khalaqtul jinna wal insaudun itu untuk 38:58 kita sebenarnya Allah tuh enggak butuh 39:00 makhluknya. Allah itu ee tidak butuh 39:03 kita tapi kitalah yang ee membutuhkan 39:06 Allah ya. Jadi kita itu akan dimuliakan 39:09 karena kita menjalankan tugas kita, 39:11 melaksanakan kewajiban kita. Jadi ini ee 39:14 tingkat tauhid yang luar biasa, Mbak ya. 39:16 Allah enggak butuh ibadah kita, Allah 39:17 enggak butuh ketaatan kita, Allah enggak 39:19 butuh pertolongan kita. Tapi semua 39:22 perintah Allah kepada kita, 39:24 rambu-rambunya itu adalah untuk 39:26 kemaslahatan dan kemuliaan kita sendiri. 39:29 Kembali kepada kita. Jadi, apapun tugas 39:33 kewajiban dari Allah itu sebenarnya 39:36 bentuk pemuliaan kita, bukan bukan 39:38 kebutuhan Allah. Jadi, ketika kita 39:40 menjalankan ketaatan kepada Allah itu 39:42 bukan karena Allah butuh, tapi kitalah 39:44 yang butuh dan kita kembali untuk kita. 39:47 Insyaallah. 39:47 Iya. Jadi ee Allah tuh memerintahkan tuh 39:50 bukan karena Allah butuh ya, tapi untuk 39:52 mengangkat derajat manusia. Jadi 39:54 contohnya Nabi Ibrahim deh ketika saat 39:57 dilemparkan ke api ya kan bisa aja tadi 40:00 malaikat disuruh ee madamin. Tapi Allah 40:03 menguji Nabi Ibrahim hasilnya apa? 40:05 Beliau lulus ujian. Beliau ee kuat ya. 40:08 Beliau tuh ee akhirnya karena Allah 40:11 bantu langsung itu api jadi dingin. Jadi 40:13 ini bukan sekedar penyelamatan, tapi 40:15 pemuliaan Nabi Ibrahim ya dari Allah 40:20 penguasa alam semesta. Ee jadi ini ee 40:24 kembali bahwa kita melakukan ketaatan 40:26 bukan untuk Allah tapi untuk diri kita 40:28 sendiri ya. Allah ingin mengangkat 40:29 derajat kita, Allah ingin ee menguji 40:32 kita. Atau contohnya misalnya Allah 40:34 memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih 40:36 Nabi Ismail ya. Ini kan luar biasa, 40:39 Mbak. Bagaimana kita paham ya, sudah 40:42 paham bagaimana sirahnya, sejarahnya. 40:45 Susah dapat anaknya lama. Pas sudah 40:48 dapat anak diperintahkan diasingkan di 40:51 tempat yang jauh, yang tandus, enggak 40:52 ada manusia. Kemudian setelah ee berusia 40:57 ee apa namanya? Dewasa itu balih itu ya 41:00 disuruh sembelih. Masyaallah itu berat 41:03 banget ya. Jadi Allah memerintahkan Nabi 41:06 Ibrahim menyembelih Nabi Ismail ya. Nah 41:09 Allah sendiri menyebutkan, "Inna hadza 41:11 lahual balaul mubin." Ini ujian yang 41:15 berat. Ujiannya berat banget. Dapatnya 41:18 aja susah kemudian diasingkan, jarang 41:20 ketemu kemudian mau disembelih. 41:21 Masyaallah. Dan Allah tidak butuh darah 41:24 Nabi Ismail, tapi Allah ingin 41:26 membersihkan hati Nabi Ibrahim dari 41:29 ikatan selain Allah. Allah ingin 41:32 mengangkat derajat Nabi Ibrahim sehingga 41:35 beliau menjadi Khalilullah, kekasih 41:37 Allah. Masyaallah ya. Jadi ketika kita 41:41 tidak bergantung kepada makhluk, Allah 41:42 cukupkan segalanya bagi kita. Dan ini 41:44 memang berat ya. Watawakal alallah fahua 41:47 hasbuh. Barang siapa yang bertawakal 41:49 kepada Allah akan cukupkan. Maka kita 41:52 lihat Nabi Ibrahim itu tadi ya ketika 41:54 dilempar ke api itu ya Allah yang 41:56 selamatkan jadikan dingin. Bukan 41:58 malaikat Jibril yang memadamkan ya. 42:00 Beliau cukup dengan keyakinan penuh 42:04 keteguhan dan kekokohan. Beliau 42:06 mengucapkan hasbiallah wikmal wakil. 42:09 Cukup Allah bagiku dan dialah 42:11 sebaik-baik menolong. Ini nih kalimat 42:13 yang luar biasa nih Mbak ya. Ketika kita 42:15 ada ee musibah atau apapun yang kita 42:18 enggak tahu lagi ke mana kita akan 42:20 meminta mengadu itu cukup katakan itu 42:23 hasbiallah wanikmal wakil. Hasbiallah 42:26 wanikmal wakil. Jadi tidak bergantung 42:28 pada manusia, tapi hanya berharap kepada 42:30 Allah saja. Langsung Allah akan turunkan 42:33 pertolongan. Nah, kemudian secara 42:35 sunatullah ketergantungan itu menentukan 42:39 pertolongan. Jadi sekali lagi secara 42:42 sunatullah ketergantungan itu menentukan 42:46 pertolongan. Jadi ada kaidah nih, Mbak. 42:49 Siapa yang bergantung pada manusia itu 42:51 akan lemah. Tapi siapa yang bergantung 42:54 kepada Allah itu akan ditolong Allah. 42:56 itu sunatullah. Nah, alaisallah bikafin 42:59 abdah. Bukankah Allah yang cukup bagi 43:02 hambnya? Cukup Allah bagi kita. Ya. Jadi 43:06 ee kalau kita contohkan dalam kehidupan 43:09 sehari-hari misalnya ya, 43:11 dalam berdakwah ini Mbak, 43:13 kalau kita berharap pujian manusia pasti 43:15 kecewa. Tapi kalau kita mengharapkan 43:18 rida Allah, kita akan kuat. E begitu 43:20 juga dalam rezeki. Kalau kita bergantung 43:22 kepada pekerjaan, bergantung kepada 43:24 kantor, bergantung kepada bos, 43:27 bergantung ked itu pasti akan ee takut 43:29 kehilangan. Waduh, PHK deg-degan gitu 43:31 ya. PHK enggak ya gimana ya gitu ya. 43:34 Tapi ketika kita bergantung kepada 43:36 Allah, hati kita tenang. Kita enggak 43:37 akan takut, enggak akan deg-degan. 43:39 Apalagi sekarang ee lagi tren Mbak ya ee 43:43 PHK besar-besaran ya. Ya Allah dengan 43:45 kondisi ekonomi saat ini. Makanya ketika 43:48 bergantung kepada Allah hati akan 43:49 tenang. Ya. Kalau bergantung pada 43:51 manusia ya putus asa. Tapi ketika 43:54 bergantung pada Allah muncul kekuatan 43:56 luar biasa. Masyaallah. Jadi Allah itu 43:59 memuliakan orang yang bertawakal 44:01 kepadanya. Kenapa? Karena orang itu 44:03 pasti sudah makrifatullah. Tentu dia 44:05 tidak menyekutukan Allah. Tentu dia 44:07 menjadikan Allah satu-satunya sandaran 44:09 hidupnya. Karena dia tahu Allahlah yang 44:11 akan menolongnya. Allah yang akan 44:13 memberinya kecukupan, Allah yang akan 44:15 memuliakannya. Jadi sekali lagi, 44:17 Subhanallah ya, dari Nabi Ibrahim tuh 44:19 memang keimanan itu memang berat ya, 44:21 Mbak ya, kalau kita tidak kita jadikan 44:23 Allah satu-satunya dan itu memang butuh 44:26 ilmu, butuh ee apa terus ya mengkaji 44:30 nilai-nilai keilmuan keislaman, punya 44:33 komunitas yang baik supaya kita bisa 44:35 terjaga ee keimanan kita itu 44:38 ketergantungan pada Allah itu memang 44:40 tidak mudah ya. Jadi sekali lagi kita 44:43 jadikan Nabi Ibrahim sebagai keteladanan 44:45 ya. Beliau tu kan sendiri tapi beliau 44:47 kuat ya dilemparkan ke api dan segala 44:50 macam. Masyaallah itu langsung Allah 44:51 yang menolong ya. Itu yang kelima 44:56 sebenarnya banyak ya Mbak ya. Ini kan 44:58 sedikit bagian sedikit aja. Nah, ini 45:00 lagi ee dari kisah Nabi Ibrahim kita 45:04 belajar bahwa bersikap netral dalam 45:09 isu-isu moral besar adalah aib. Ya, 45:13 bahkan binatang pun enggak mau 45:15 melakukannya. Jadi maksudnya kalau ada 45:17 isu-isu ee moral besar, ada isu-isu yang 45:21 yang mengharuskan kita berpihak ya 45:24 misalnya ee bagaim contoh ya di 45:27 Palestina kan dalam kondisi 45:29 saudara-saudara kita ditimpa ujian 45:31 cobaan musibah ya, genus dan segala 45:34 macam. Nah, kalau kita tidak 45:36 memperlihatkan atau tidak bersikap ee 45:38 dalam hal ini ee berpihak di mana kita 45:41 itu luar biasa, itu aib, itu, oh 45:45 nauzubillah minzalik, itu enggak pantas 45:47 gitu ya. Maka sebagai seorang hamba 45:49 Allah, kita enggak boleh menonton 45:52 artinya mengamat, pengamati saja tapi 45:54 kita harus berpihak. Nah, ini contohnya 45:56 Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim ketika 45:58 dilemparkan ke dalam api ya dalam 46:01 kobaran api yang sangat besar yang 46:03 kurang lebih itu lama loh itunya 46:06 kobarannya itu sekitar 40 hari kalau 46:08 menurut para ahli sejarah ada yang 46:09 menyebutkan sampai 50 hari. Bayangin itu 46:12 di dalam api. Masyaallah kita aja 46:14 dekat-dekat api aja sudah panas ya. ini 46:16 berada di dalam kobaran api selama 40 46:20 atau yang menyebutkan 50 hari itu yang 46:22 dibakar ee itu kan Raza Namrud ya yang 46:25 apa yang ee menghukumnya itu ya. Nah, 46:28 kita lihat ee banyak manusia yang 46:31 menonton aja ngelihatin wah gitu ya. Ini 46:34 enggak benar nih aib. Bahkan di masa itu 46:37 binatang-binatang pun menolongnya ya 46:40 artinya punya keberpihakan. Jadi kalau 46:43 ada manusia yang hanya berdiam menonton 46:44 tuh aib banget. itu nauzubillah ya. Nah, 46:47 ini di Nabi Ibrahim ini yang ee binatang 46:50 pun menolong. Bahkan kita ee 46:53 pernah mendengar Bu, Mbak ya, semut. 46:56 Semut membawa air di mulutnya. Berapa 46:58 sih air ya yang bisa dibawa semut? Ih, 47:01 setetes aja lebih banyak tetes [tertawa] 47:03 kecil banget ya. Itu semut membawa air 47:06 di mulutnya itu untuk membantu 47:08 memadamkan api. Ketika ditanya, "Apa sih 47:10 manfaat air sekecil itu?" Semut itu 47:13 menjawab, "Agar aku tercatat di pihak 47:15 yang membela Ibrahim." 47:17 Masyaallah. 47:18 Jadi, burung-burung juga begitu. 47:20 Berusaha membawa air sebagai bentuk 47:22 pembelaan terhadap Nabi Ibrahim. Nah, 47:25 kecuali ada satu ya tokek. Kalau hewan 47:29 atau cicak besar tuh, Mbak tokek ya, itu 47:31 dia justru meniup api agar makin besar. 47:34 Itu cokek ya. Jadi kita lihat, kita bisa 47:37 belajar dari sini bahwa kebatilan itu 47:40 memiliki anak buah tentara yang banyak. 47:43 Begitu juga kebenaran. Jadi tidak ada 47:45 netral dalam kebenaran ataupun dalam 47:47 kebatilan. Maka dari kisah Nabi Ibrahim 47:50 ini kita belajar bahwa bersikap netral 47:54 dalam perkara besar itu antara tauhid 47:56 dan syirik ya, antara kebenaran dan 47:58 kebatilan itu bukan sikap aman, tapi aib 48:01 dan kelemahan iman. Enggak, enggak boleh 48:03 itu. Bahkan Allah kan dalam surah 48:05 Almaidah ya alalqwa wwan. 48:10 Tolongmenolonglah kalian dalam kebaikan 48:13 dan ketakwaan. Jangan kalian 48:15 tolong-menolong dalam dosa dan 48:17 permusuhan. Jadi ayat ini menegaskan 48:19 kepada kita bahwa seorang mukmin itu 48:22 dituntut untuk berpihak kepada 48:24 kebenaran. Masyaallah. Nih aib banget 48:27 kalau ada umat Islam ketika saudara kita 48:30 di Palestina itu sudah berusaha untuk 48:32 membebaskan negerinya ya menyelamatkan 48:35 Al-Aqsa tuh masih juga berpihak kepada 48:37 Israel. Nauzubillah minzalik. Itu aib 48:40 ya. Masyaallah. Masyaallah. Nauzubillah 48:42 minzalik ya. Jadi ee dari kisah Nabi 48:45 Ibrahim Alaih Salam ini ada makna yang 48:48 besar ya. Ee saat Nabi Ibrahim dilempar 48:50 ke dalam api itu manusia banyak yang 48:52 diam menonton enggak berani ya. tidak 48:54 membela, tidak menolong, takut ya. Ya, 48:57 bahkan ee ya itulah manusia ya. Tapi 49:00 kita lihat dalam kisah itu hewan-hewan 49:03 yang berusaha membantu bahkan hewan yang 49:05 tidak ada kekuatan maksudnya tuh yang 49:07 bawanya sedikit tadi seperti burung atau 49:10 semut. Nah, ini tentu saja ee makhluk 49:13 kecil itu mengambil posisi di hadapan 49:17 Allah ya. Jadi enggak ada yang 49:18 benar-benar netral. Kalau netral itu di 49:21 dalam Islam 49:23 itu ee kan sering berarti tidak membela 49:27 kebenaran ya, membiarkan kebatilan, 49:29 takut mengambil sikap. Itu yang netral 49:30 tuh dia takut ya. Jadi kalau diam dalam 49:34 kondisi seperti itu bisa jadi bentuk 49:37 pembiaran terhadap kebatilan. Ya kan 49:40 Rasulullah menyatakan mana minkum 49:42 munkarunadi. K. Jadi ee barang siapa 49:46 yang melihat kemungkaran rubah yaitu 49:48 dengan tangan failam yastati fabilisan 49:50 kalau enggak bisa dengan lisan kalau 49:52 enggak bisa dengan hati. Wadalika apaful 49:53 iman itulah selemah-lama imannya. Jadi 49:56 lihat kemungkaran ada kemaksiatan 49:59 terang-terang kita tahu itu salah jangan 50:02 netral. 50:03 H 50:03 jadi diam itu kadang-kadang ah enggak 50:05 mau ikut campur. Ah enggak begitu salah 50:07 ya. Tapi kita bisa dengan cara apapun 50:09 kita bisa bantu ya. ya kita minimal doa 50:12 gitu ya atau nasihati atau ya kalau 50:15 kalau zaman kalau misalnya Palestina itu 50:17 kan kita bisa berdoa ya kalau ada dana 50:19 bantu gitu ya. Nah itu ee contohnya. Nah 50:22 kalau dalam keluarga misalnya ada 50:26 pelanggaran syariat ya kita enggak bisa 50:29 diam membiarkan, tapi [berdehem] kita ee 50:32 itu itu bukan netral namanya. Kita tetap 50:34 mengingatkan tapi dengan kelembutan ya. 50:37 Tidak membiarkan kesalahan terus gitu 50:39 ya. 50:40 Harus ada ee dakwah ya dengan ee bil ee 50:45 hikmah wal maidah. 50:47 Enggak usah diam, enggak boleh diam. 50:49 Karena kebenaran itu akan kehilangan 50:51 pembela kalau banyak yang diam. 50:54 [berdehem] 50:55 Jadi ikut ee memperbaiki ya apapun ya. 50:58 Jadi sekali lagi ee dari kisah ini kita 51:02 mengambil ee belajar dari Nabi Ibrahim 51:05 bahwa tidak ada ruang netral dalam 51:09 perkara besar. 51:10 Setiap orang pasti berada di salah satu 51:13 sisi ya bersama kebenaranah atau tanpa 51:17 sadar menguatkan kebatilan. Bahkan yang 51:20 menolong kebenaran itu bisa datang dari 51:21 arah yang tidak terduga. 51:23 Dan yang membantu kebatilan pun bisa 51:25 juga dari hal yang kecil yang tidak 51:26 disangka. Artinya masing-masing punya 51:28 pengikut gitu ya. Jadi enggak boleh 51:30 netral ketika kita berhadapan dengan 51:32 isu-isu besar ya. Apalagi yang terkait 51:34 dengan penodaan terhadap agama. Itu yang 51:38 yang keenam. Nah, kemudian ee kita 51:40 belajar dari Nabi dari kisah Nabi 51:43 Ibrahim ini bahwa seburuk-buruk pemimpin 51:47 tuh itu adalah penguasa yang bodoh tapi 51:49 ditaati. Masyaallah. Kan Nabi Ibrahim 51:52 kan berkata ya kepada rajanya ya ee 51:54 rabbi apa namanya? Eh rbialladzi yuhyi 51:58 wa yumit ya kan tuhanku Allahku ya ee 52:02 Allah Tuhanku tuh bisa menghidupkan, 52:04 bisa mematikan. Eh, dia menjawab, "Anak 52:07 uhiwa umit, aku juga bisa menghidupkan 52:09 dan mematikan." Ini maksudnya ee 52:11 penguasa bodoh yang ditaati atau 52:13 penguasa buruk ini maksudnya bukan bodoh 52:15 secara IQ ya, tapi ee secara ee logika 52:20 keimanan ya. Jadi dia itu Saku juga bisa 52:23 menghidupkan mematikan. Dia panggil 52:24 orang tuh yang dipenjara tuh dibiarkan 52:27 tuh hidup. Ada panggil lagi dia bunuh 52:29 tuh mati gitu. Bodoh banget ya. Jadi 52:32 kebodohan yang berkuasa itu itu lebih 52:35 berbahaya dari kebodohan ee yang biasa 52:38 saja. Yang IQ itu bodoh itu apa ya 52:42 secara akidah ya. Jadi sekali lagi Raja 52:45 Namrud itu tidak paham hakikat 52:47 menghidupkan dan mematikan. Jadi bodoh 52:49 terhadap ee nilai-nilai ee tauhid 52:51 maksudnya ya. Jadi memaksakan logika 52:53 yang salah gitu ya. gitu. Jadi sekali 52:56 lagi kebatilan itu ee sering dibungkus 53:00 dengan logika yang palsu ya. Aku bisa 53:04 menghidupkan, aku bisa mematikan. Tapi 53:05 Nabi Ibrahim cerdas ee Tuhanku ee bisa 53:09 ee apa namanya? Matahari itu ya yang di 53:13 apa terbit ee dari timur bisa enggak 53:16 kamu gitu. kan enggak bisa diam kan dia. 53:19 Jadi taat kepada pemimpin itu enggak 53:21 boleh dalam kebatilan kalau 53:23 logika-logikanya itu melanggar syariat 53:25 ya. Jadi penguasa zalim itu bisa 53:27 mengubah standar kebenaran ya sesuai 53:29 dengan logikanya ya. Jadi ee itu yang 53:33 kita dapat. Eh, banyak sih sebenarnya 53:35 Mbak Nuning dari Nabi Ibrahim itu 53:37 riwayat hidupnya ini kan hanya sebagian 53:39 kecilnya saja ya. Ee bahwa Nabi Ibrahim 53:43 itu bagian dari ee uswah kita, kdwah 53:46 kita pertama Rasulullah. Apalagi namanya 53:49 diabadikan kita sebut-sebut dalam 53:51 tasyahud akhir dalam selawat kita kepada 53:54 baginda Nabi. Ya. Allahumma sholli ala 53:57 Muhammad wa ala ali Muhammad kama shaita 54:00 ala Ibrahim wa Ibrahim. Jadi begitu, 54:03 Mbak. Mudah-mudahan 54:05 masallah ini 10 seri juga enggak habis 54:08 nih cerita tentang Nabi Ibrahim. Betul. 54:12 Em, kita ke pertanyaan yang masuk ya. 54:16 Ini tidak ada namanya. Saya di luar kota 54:19 nih, Bu Ustazah. Jadi memberi contoh 54:23 mengajari anak untuk taat kepada Allah 54:25 sangat kurang. Apa yang harus saya 54:28 lakukan? Terima kasih. maksudnya ee anak 54:31 di luar kota. 54:33 Terus ee bagaimana cara mendidik anaknya 54:35 gitu ya 54:36 untuk taat. Heeh. 54:37 Untuk taat. Pertama tentu butuh 54:40 lingkungan. 54:42 Lingkungan. Ee sebentar. 54:47 Lingkungan. Sebentar, Mbak. Agak. 54:50 Iya. 54:51 Lingkungan. Ya. Jadi kalau kita berada 54:53 di luar kota atau menempatkan anak di 54:55 luar kota, pastikan lingkungan anak itu 54:58 lingkungan yang baik. Ya. Jadi ketika 55:01 lingkungannya baik itu insyaallah kita 55:04 bisa titipkan kepada lingkungan itu. 55:06 Kemudian teman-teman, teman-teman ya 55:10 karena almaru maini kholilih seseorang 55:14 itu tergantung agama temannya. Nah, jadi 55:17 ee untuk mengingatkan, mendidik atau 55:21 mengajarkan anak kita makrifatullahnya 55:23 itu memang ya perlu ada kondisi dan yang 55:27 terpenting makrifatullah itu dimulai 55:30 dari ee masa-masa golden age, masa-masa 55:35 pondasi ya sebelum balih itu 55:38 kalau dari sebelum balih pondasinya 55:41 belum kuat itu akan mudah terpengaruh. 55:44 Makanya ee kita lihat ya, bagaimana Nabi 55:47 Ibrahim Alaih Salam ketika Nabi Ismail 55:49 itu kan usia apa namanya ee sudah baligh 55:53 ya pada saat balih itu kan pondasi yang 55:55 sudah ditanamkan oleh Nabi ee Ibrahim ya 55:59 lewat ee ibunda Hajar itu akidah yang 56:01 fokoh kepada Nabi Ismail itu ee apa 56:05 namanya? Maaf sebentar 56:08 tidak terganggu ini ya. itu ee di 56:12 masa-masa prabali sehingga kekokohan 56:15 akidah dan tauhid Nabi Ismail itu 56:17 terucap ketika perintah Allah untuk 56:19 menyembelihnya. Itu spontan jawaban dari 56:22 Nabi Ismail itu apa? Ee 56:25 ifar satajiduni insyaallah minirin. 56:31 Ya. Jadi lakukanlah apa yang 56:32 diperintahkan Allah kepadamu. Engkau 56:34 akan dapatkan aku. Ee 56:37 sebentar Mbak agak terganggu ya. He 56:41 ini apa? Ee 56:46 ya enggak kelihatan ini. [tertawa] 56:48 Ya udah enggak apa-apa ya. Enggak ada 56:49 ininya 56:52 buat tanpa wajah jadi 56:54 wajah. Iya. Ini kalau disentuh-sentuh 56:56 dikit suka terganggu. Tadi ada yang 56:59 munuh. Sebentar. 57:01 I 57:06 oke. 57:07 Iya. Lanjut ya, Mbak ya. ini walaupun 57:09 enggak ada gambar ya. 57:17 Sebentar Mbak ini agak ya em 57:25 jadi 57:26 Nabi Ismail itu kan siap ya. Jadi sekali 57:29 lagi kalau anak kita di luar kota itu 57:31 disiapkan perangkat-perangkatnya 57:33 ee disiapkan ya dengan siapa anak kita, 57:37 siapa pergaulannya. Kemudian ee tak 57:41 kalah pentingnya itu adalah pondasi dari 57:44 rumah sejak awal gitu ya. Bagaimana 57:48 kekuatan pemahamannya, kesadarannya 57:51 terhadap penciptanya. Contohnya gini 57:52 deh, Mbak. masih bayi itu ya. Kalau dulu 57:55 para ulama itu kan saat menyusui anaknya 57:58 itu enggak hanya menyusu begitu saja, 58:00 tapi juga ruhnya juga diberi makanan. 58:03 Jadi ketika sedang ASI memberikan ASI 58:07 itu diiringi dengan kalimat-kalimat 58:10 zikir pada Allah, tasbih, jadi sambil 58:13 makan secara ee fisik juga ruhinya diisi 58:18 gitu ya. Kalau sekarang kan nyusuhi 58:21 bayi, anak ibunya main HP [tertawa] 58:23 gitu. [terkesiap] 58:26 Makanan ruhi itu kan lebih penting itu 58:28 kan doa ya. Terus kemudian pengenalan 58:31 terhadap Allah ya. Jadi yang dikenalkan 58:33 dulu adalah kalimat Allah gitu ya. 58:36 Iya. 58:36 Kalimat pertama itu Allah gitu kan. Ini 58:38 enggak mama, papa, papi, mam. [tertawa] 58:41 Itu itu pondasi ya ee para ulama. Kita 58:44 belajar dari para ulama dulu seperti 58:45 itu. Tapi insyaallah dengan doa. Jadi 58:47 titipkan dengan Allah. 58:48 Amin. 58:49 Titipkan anak kita kepada Allah. 58:51 Allahumma inni asuka alladzi la. Ya 58:55 Allah aku titipkan kepadamu yang 58:58 sebaik-baik e apa sebaik-baik ee tempat 59:01 penitipan itu. Eh misalnya waladi atau 59:06 auladi banati atau zurati. Titipkan anak 59:08 kita kepada Allah. Allahlah yang jaga. 59:10 Insyaallah mudah-mudahan bisa dijaga ya 59:12 anak-anak kita. 59:15 Baik. Dan ikhwan akhwat kalau Anda 59:19 enggak sempat menyimak dari YouTube-nya 59:22 Rasil TV juga ada kok ya. Nah, sekarang 59:25 kita dengarkan closing ideanya dari 59:28 Ustazah Herline Amran pada bahasan 59:32 belajar tentang cinta, keteguhan iman, 59:34 dan tawakal dari Nabi Ibrahim Alaih 59:38 Salam. 59:39 Pendengar yang dirahmati Allah, Nabi 59:41 Ibrahim ini adalah nabi yang memiliki 59:46 model kesempurnaan dalam tauhid yang 59:49 menjadi kduwah kita, menjadi uswah kita 59:53 beliau dan Rasulullah sallallahu alaihi 59:54 wasallam. Dari beliau yang merupakan 59:57 keteladanan yang terbaik bagi kita. Kita 59:59 banyak belajar tentang bagaimana akidah 1:00:03 tauhid yang murni yang tidak 1:00:05 menyekutukan Allah, yang menyandarkan 1:00:07 semua persoalan hidup kepada Allah, yang 1:00:10 cerdas dalam berdakwah, yang bertawakal 1:00:12 yang sempurna kepada Allah, ketaatannya 1:00:15 total kepada Allah, kepada perintah 1:00:18 Allah. Beliau dipilih sebagai 1:00:20 Khalilullah, kekasih Allah. Tidak 1:00:22 bergantung kepada sebab, tapi hanya 1:00:24 kepada Allah. Walaupun di dunia ini 1:00:26 hidup kita itu hukum sebab akibat itu 1:00:28 berlaku, tapi itu berlakunya untuk 1:00:31 manusia tidak berlaku untuk Allah. Jadi 1:00:33 beliau itu sangat lembut, Halim Allah 1:00:36 ya. Dan beliau itu adalah model ya yang 1:00:40 semua jejak-jejaknya kita ikuti. 1:00:43 Bagaimana Rasul juga mengikuti beliau 1:00:45 karena beliau adalah Abul Anbiya ya 1:00:47 jejaknya di lagi tawaf kita mengikuti ya 1:00:50 ee makam Ibrahim itu semuanya adalah ee 1:00:53 peninggalan dari kisah dari Nabi Ibrahim 1:00:56 Alaih Salam. Mudah-mudahan kita menjadi 1:00:59 umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1:01:00 yang mengikuti beliau dan menjadikan 1:01:03 Nabi Ibrahim sebagai ee teladan kita. 1:01:07 Astagfirullahi wakum. Asalamualaikum 1:01:09 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:13 wabarakatuh. Terima kasih pencerahannya 1:01:16 Ustazah Herlini. Yang jelas 1:01:19 mudah-mudahan tidak ada berhala dalam 1:01:21 jiwa kita ya ikhwan akhwat. Dan 1:01:24 sesembahan kita bukan nafsu dan 1:01:27 keinginan. Mudah-mudahan insyaallah. 1:01:30 Yang jelas lagi jangan membisu 1000 1:01:33 bahasa ketika menghadapi ketidakadilan. 1:01:36 Itu yang ee kita genggam erat dari 1:01:39 bahasan kita kali ini. Belajar keteguhan 1:01:42 imam dari Nabi Ibrahim. Sekali lagi 1:01:45 terima kasih. Mudah-mudahan masih 1:01:46 berseri-seri ke depan nih terkait dengan 1:01:49 ini. Menarik sekali. 1:01:52 Billahi taufik wal hidayah. 1:01:53 Wasalamualaikum warahmatullah 1:01:55 wabarakatuh.