Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat tanggal 22 Syawal 1447
- Hijriah atau tanggal 10 April 2026.
- Baik, seperti biasa kita akan
- acara dalam renungan di bawah dengan
- Al-Qur'an untuk edisi tanya jawab.
- Silakan Anda kirim pertanyaan Anda ke
- 0811999720.
- Alhamdulillah di sini ada Kang Odi dan
- juga ada Kang Algi. Baik, kita mulai
- acara ini dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzi
- giril magdubi alaihim wadin.
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang dijawab
- oleh Ustaz Husein bin Hamid Alatas.
- Baik, pertanyaan pertama dari Ibu Bapak
- Nova di Bogor. Asalamualaikum Ustaz
- Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wabar,
- saya seorang mualaf. Usia saya sudah 54
- tahun. Untuk menguasai ilmu-ilmu Islam
- saya punya keterbatasan. Yang saya ingin
- tanyakan, prinsip-prinsip apa saja yang
- harus saya jalani dalam sisa usia saya
- agar saya mendapatkan keridaan Allah?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin
- hamdan katsiran thyyiban mubarokan fi
- kama yuhibbu rabbuna waard.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabina Muhammadin
- wa alihi wasohbihi wasallim.
- Subhanak
- [berdehem]
- la ilma lana illa ma alamtana innaka
- antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- Rabbana
- zidna ilman wa alhikna bisolihin.
- Asalamualaika
- ya rasulullah.
- Assalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [berdehem]
- [mendengus]
- Alhamdulillah wasyukrulillah kembali
- kita dipertemukan pada hari Jumat yang
- penuh dengan rahmat keberkahan ini.
- Semoga Allah tidak haramkan kita semua
- dari rahmat keberkahan yang Allah
- curahkan
- pada hari yang penuh berkah ini. Jadikan
- kita orang-orang yang selalu mengingat
- Allah,
- bertobat dari kesalahan kita.
- Allah Subhanahu wa taala
- sucikan jiwa kita dari keterikatan
- kecintaan kepada dunia ini yang
- memalingkan kita dari Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi Allah membimbing kita untuk
- menjadikan seluruh dunia kita sebagai
- bekal bagi hari akhir di saat kita
- menjumpainya.
- Allah Subhanahu wa taala teguhkan iman
- kita, tuangkan ketakwaan ke dalam hati
- kita dan jadikan kita hamba-hambnya yang
- betul-betul tulus mengabdi kepadanya
- dalam hidup ini.
- Menjawab pertanyaan Bapak Nova ya dari
- Bogor.
- Dari Bogor
- sebagai seorang mualaf yang sudah
- berusia 54 tahun.
- Kita semua sebagai orang yang beriman
- kepada Allah Subhanahu wa taala harus
- benar-benar mengetahui
- apa yang harus kita lakukan dalam
- kehidupan dunia ini sesuai dengan
- kedudukan kita sebagai khalifah. Sesuai
- dengan amanat yang Allah amanatkan
- kepada kita semua.
- Kalau kita membaca firman Allah
- Subhanahu wa taala [berdehem] pada ayat
- 36 dari suratun Nisa, Allah menjelaskan
- kepada kita
- apa yang harus menjadi prioritas
- perhatian kita. Allah berfirman,
- "Wa'budullaha wala tusyriku bihi saia."
- Hendaklah kalian menyembah Allah
- dan jangan kalian persekutukan Allah
- dengan selainnya.
- Ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala
- berarti kita hanya menyembahnya.
- Kita menjadikan Allah Subhanahu wa taala
- sebagai tujuan hidup kita.
- KepadaNya kita menyembah, kepadanya kita
- memohon pertolongan.
- Dan kita menjadikan kehidupan dunia ini
- sebagai ladang ibadah dan pengabdian
- kita kepada Allah Subhanahu wa taala. La
- syarikalah tiada sekutu baginya.
- [menghela napas]
- Kemudian
- setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kita, membimbing kita untuk
- melakukan
- amalan-amalan saleh yang dicintai Allah
- subhanahu wa taala yang Allah sebutkan.
- Wabil walidaini ihsana. Setelah kita
- betul-betul
- meluruskan wajah kita ke hadapan Allah,
- menyembahnya dan tidak mempersekutukan
- Allah dengan sesuatu dan menjadikan
- kehidupan kita sebagai ladang pengabdian
- kepadanya, Allah ingatkan kita agar kita
- selalu bersikap baik kepada kedua orang
- tua kita.
- Baik mereka seiman dengan kita ataupun
- tidak seiman,
- kita berhutang kepada mereka dengan
- hutang yang amat besar. Terutama ibu
- kita yang mengandung dengan susah payah,
- melahirkan juga dalam keadaan berat dan
- susah payah. menyusui kita, membesarkan
- kita dengan penuh kecintaan tanpa
- pamrih. Begitu juga ayah yang berjuang
- untuk memberikan nafkah kepada kita.
- Maka Allah ingatkan kita setelah kita
- diperintahkan untuk menyembah Allah,
- tidak mempersekutukan Allah dengan
- sesuatu agar betul-betul kita selalu
- bersikap baik kepada kedua orang tua
- kita. tidak berkata kasar, tidak
- menunjukkan sikap-sikap atau ucapan yang
- menunjukkan kejemuan kita kepada kedua
- orang tua kita.
- Ini merupakan wasiat Allah yang Allah
- sampaikan pada setiap nabi dan rasul.
- Oleh karena itu, jalankan kewajiban kita
- untuk berbakti, berbuat kebaikan kepada
- kedua orang tua kita.
- Baik mereka
- menyambut
- sikap kita yang baik atau mereka katakan
- bersikap baik terhadap bersikap tidak
- baik terhadap kita, tetap kita sebagai
- seorang anak memperlakukan mereka dengan
- baik dan mulia.
- Apabila mereka memerintahkan kita untuk
- melakukan perbuatan yang tidak benar,
- maka dalam hal ini kita tidak taati
- mereka.
- Tapi di luar hal-hal yang tidak benar
- menyangkut kebutuhan mereka, perhatian
- yang mereka butuhkan dari kita, kita
- harus lakukan sebagaimana perintah
- Allah.
- Nah, setelah kita berbuat kebaikan
- kepada kedua orang tua kita,
- wabil qurban. Allah ingatkan kita untuk
- berbuat kebajikan-kebaikan pada kaum
- kerabat kita yang terdekat dengan kita.
- Kita peduli terhadap mereka, perhatian
- terhadap mereka. Mereka yang membutuhkan
- perhatian.
- Karena hidup ini merupakan ladang ibadah
- yang kita lakukan semua tercatat di sisi
- Allah. Maka apa yang kita keluarkan
- untuk mereka tidak akan merugikan kita.
- Bahkan Allah akan gantikan
- berlipat-lipat ganda apa yang kita
- keluarkan. Dan di hari akhir nanti akan
- menjadi betul-betul bekal amalan yang
- saleh yang amat dicintai Allah. Di saat
- kita menjalankan apa yang Allah
- perintahkan, berbuat kebajikan pada ayah
- ibu kita, berbuat kebajikan pada kaum
- kerabat kita.
- Wal yatama wal masakin. Begitu juga
- peduli terhadap anak-anak yatim yang
- membutuhkan uluran bantuan baik untuk
- kebutuhan makan mereka, pendidikan
- mereka, pakaian mereka, bekal mereka,
- apa yang kita lakukan tidak akan
- sia-sia. Karena yang kita lakukan dengan
- sendirinya merupakan amalan yang
- menyalurkan nikmat karunia Allah dan
- juga ungkapan syukur kita kepada Allah.
- Begitu juga kepada
- orang-orang miskin.
- Orang-orang miskin
- dalam keterangan Rasul sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam
- hampir sama sebetulnya dengan orang yang
- fakir. Kedua-duanya sama-sama butuh.
- Cuma perbedaannya kalau fakir ya mereka
- orang-orang yang butuh tapi mereka masih
- berani untuk mengelurkan tangan mereka
- meminta bantuan. Sedangkan almiskin ini
- orang yang butuh pendapatan yang tidak
- mencukupi bahkan bisa tidak punya
- pekerjaan.
- Tetapi mereka malu untuk meminta. Mereka
- menjaga martabat harga diri mereka. Nah,
- kalau kita tahu keadaan mereka,
- hendaknya kita berikan perhatian kepada
- mereka. Dalam sebuah riwayat
- diriwayatkan dari Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam,
- laisal miskin
- man yutawifu alanas
- waas'aluhum. Orang miskin ini bukan
- orang yang kelilingan dan minta ya
- kepada manusia.
- Walakinnal miskin. Tapi orang miskin itu
- alladzi la yajidu ginan yugni. Dia tidak
- punya hal yang bisa mencukupi
- kebutuhannya. Wastahi yasalanas. Tapi
- dia malu untuk minta kepada manusia. Ini
- perbedaannya antara fakir dan miskin. Si
- fakir butuh, si miskin juga butuh. Cuma
- si fakir berani mengungkapkan
- kebutuhannya dan meminta. Sedangkan si
- miskin tidak.
- Jadi kita peduli terhadap anak yatim,
- orang-orang yang lemah, begitu juga
- terhadap orang-orang miskin.
- Kemudian
- [berdehem]
- wal jari qurba wal jaril junub. Juga
- kepada tetangga kita yang dekat. Ya,
- begitu juga tetangga kita yang jauh. Di
- saat kita melihat mereka butuh dan kita
- punya kemampuan, kita mengelurkan
- bantuan dan berbuat kebaikan kepada
- mereka.
- juga membesuk mereka di saat mereka
- sakit atau kita ee katakan melayat
- mereka di saat mereka meninggal dunia,
- di saat mereka dalam kesusahan kita
- membantu mereka ikut serta bergembira
- juga bersama mereka pada saat mereka
- sedang bergembira, berbahagia. Ini
- merupakan hal-hal yang akan merekatkan
- hati kita semuanya.
- Wasohibi bil jambi dan teman yang dekat
- dengan kita.
- Wasohibi bil jambi wabil. Jadi wal jari
- bil qurba wal jaril junubi washibi bil
- jambi wabil. Begitu pula ibn sabil.
- Orang-orang yang merantau atau melakukan
- perjalanan kehabisan bekal atau
- pelajar-pelajar yang jauh dari
- keluarganya mereka kehabisan bekal.
- Orang-orang seperti ini punya hak pada
- harta yang Allah berikan kepada kita.
- Baik pada zakat kita ataupun pada apa?
- Harta kita di luar zakat. Di saat kita
- sudah menunaikan zakat, kita menjumpai
- kondisi keadaan mereka menjadi kewajiban
- kita orang yang beriman untuk membantu
- sesama saudara kita.
- Kemudian wama malakat aimanukum. Begitu
- pula terhadap hamba-hamba sahaya kalian.
- Pada masa dahulu kala sewaktu Nabi
- diutus, perbudakan telah meraja lela
- Islam mulai secara perlahan-lahan
- membebaskan.
- Dan kalau belum dibebaskan, diperlakukan
- mereka mulia dengan baik tanpa
- merendahkan maupun menghinakan mereka.
- Mereka lahir sebagai budak bukan kemauan
- mereka, tapi kondisi keadaan dan cobaan
- dari Allah Subhanahu wa taala. Innallaha
- la yuhibbu manana mukhtaran fakhur
- sungguh Allah tidak menyukai orang-orang
- yang angkuh lagi bangga diri.
- Nah, dari sini Bapak Nova kita melihat
- ini merupakan ya amal-amal yang utama
- yang senantiasa Allah wasiatkan kepada
- para nabinya, para rasulnya untuk
- disampaikan kepada umatnya.
- yang harus menjadi perhatian kita,
- pengisi waktu kita. Hendaknya Bapak
- menghadapkan wajah sepenuhnya kepada
- Allah, menjadikan kehidupan dunia
- sebagai ladang amalan saleh bagi kita.
- Kemudian kita perlakukan kedua orang tua
- kita dengan baik dan mulia dan kita
- berbuat kebaikan pada sesama manusia.
- Bukan hanya orang yang beriman, bahkan
- yang tidak seiman dengan kita di saat
- mereka butuh dan susah kita membantu
- mereka. Mereka merupakan saudara-saudari
- kita yang berasal dari ayah ibu yang
- sama. Adapun perbedaan agama bukan
- berarti menjadi penghalang antara kita
- untuk berbuat kebaikan. Jangankan sesama
- manusia, terhadap hewan pun kita
- diperintahkan untuk berbuat kebajikan.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- ingatkan kita untuk menjauhi beberapa
- hal. Di antaranya berzina. Ini merupakan
- perbuatan yang akan betul-betul
- menyengsarakan kita, membuat hidup kita
- menjadi gelap.
- Begitu juga Allah ingatkan kita
- untuk tidak membunuh anak-anak kita
- karena takut menghadapi beban hidup ini.
- Takut dari kemiskinan, takut dari
- berbagai macam ancaman. Apalagi di
- tengah-tengah kehidupan saat ini kita
- jumpai banyak orang tua yang melakukan
- hal ini. Allah mengatakan, "Tentramkan
- hati kalian." Nahnu narzuquhum wayakum.
- Kami akan memberikan rezeki bagi mereka.
- Begitu juga bagi kalian. Karena yang
- berkewajiban menanggung rezeki mereka
- adalah Allah. Kewajiban kita berusaha
- untuk mendapatkan rezeki dengan selalu
- ingat Allah. Allah tidak akan pernah
- menyia-nyiakan kita. juga melarang kita
- untuk menumpahkan darah manusia kecuali
- dengan haknya. Kalau mereka membunuh,
- mereka melakukan kejahatan yang membuat
- mereka layak untuk dihukum mati atas
- kejahatan mereka. Tapi menumpahkan darah
- orang yang tidak berdosa itu perbuatan
- yang dimurkai Allah.
- Allah ingatkan kita untuk tidak
- mengurangi takaran dan timbangan,
- berlaku adil terhadap sesama manusia.
- Walaupun konsekuensinya merugikan diri
- kita atau keluarga kita, menegakkan
- keadilan merupakan satu keharusan.
- Begitu juga untuk kita senantiasa dalam
- menjalani sesuatu kita ikuti atas dasar
- ilmu. Bukan karena perasaan, bukan
- karena doktrin, bukan karena
- kefanatikan, tapi atas dasar ilmu.
- Karena Allah akan bertanya kepada kita
- tentang penglihatan kita, pendengaran
- kita, akal kita, semua akan ditanya oleh
- Allah juga. mengingatkan kita untuk
- tidak berlaku sombong di atas muka bumi.
- Kita sesama hamba sebetulnya kita ini
- semua lemah walaupun kita diberikan
- kekuatan karena Allah kuasa untuk
- menghalangi antara kita dengan kekuatan
- kita. Kita sebetulnya termasuk
- orang-orang yang bodoh kecuali dengan
- ilmu yang Allah ajarkan kepada kita.
- Kita juga merupakan orang-orang yang
- miskin kecuali dengan kekayaan yang
- Allah anugerahkan buat kita. Jangan kita
- pernah bersikap angkut sombong di atas
- muka bumi atau kita bersikap kikir
- terhadap orang-orang yang membutuhkan.
- Bahagia sekali orang yang dititipkan
- amanat oleh Allah berbagi dengan sesama
- saudaranya. Jadi kepada Bapak Nova ya,
- untuk membuat Bapak dapat memahami agama
- dengan benar, untuk mengenal Allah
- dengan sebenar-benarnya coba Bapak baca
- Al-Qur'an
- kemudian Bapak resapi maknanya melalui
- terjemahan. Apa yang tidak jelas? Coba
- tanya kepada guru-guru yang bisa
- menjelaskan bagi Anda. Ketahuilah kitab
- Allah ini merupakan kitab perjanjian
- antara Allah dengan kita. bukan kitab
- yang lain tapi Al-Qur'an. Sedangkan yang
- lain hanya sebagai pendamping.
- Sunah-sunah Nabi pendamping dari
- Al-Qur'an. Tapi yang menjadi kita
- perjanjian adalah kitab suci Al-Qur'an.
- Pelajari, resapi, renungkan. Allah akan
- membuka hati Anda insyaallah dalam
- memahaminya. Sebagaimana yang Allah
- janjikan. Wqarnal qurikriakir.
- Dan sesungguhnya kami telah permudah
- Al-Qur'an untuk dapat diingat,
- dipelajari, dan diresapi. Adakah di
- antara kalian yang mau mengambil
- pelajaran daripadanya? Dan jangan pernah
- Anda
- membiarkan diri Anda berkelompok,
- bergolongan atau berfanatik pada
- kelompok manaun.
- Allah telah memberikan nama yang
- seindah-indahnya Islam. H
- dan kita sebagai muslim merupakan nama
- yang Allah anugerahkan buat kita. Jadi
- jangan pernah Anda membiarkan diri Anda
- dikuasai oleh kefanatikan kepada
- kelompok manaun. Karena nama-nama
- kelompok ini merupakan nama yang tidak
- ada pada masa Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Katakan ana
- muslim dan katakan kami adalah
- orang-orang Islam. Kalau ada yang Anda
- tidak tahu, tanya kepada guru yang bisa
- menjelaskan. Kalau Anda melihat orang
- berbeda pendapat, jangan termakan oleh
- kefanatikan, tapi cari kebenaran. Datang
- kepada orang-orang yang tahu. Di saat
- Anda menjumpai perbedaan pendapat di
- antara manusia, wajar karena ini
- bersumber dari pendapat manusia. Jadi
- ikuti apa yang Anda yakini dari
- guru-guru yang membimbing Anda yang
- saleh bertakwa kepada Allah. Kemudian
- serahkan apa yang Anda tidak pahami
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Tapi
- hendaknya Anda memperlakukan setiap
- muslim sebagai saudara Anda. Jangan
- biarkan ada sekat di antara Anda dan
- mereka. Jadi, Bapak Nova coba pelajari
- Al-Qur'an. Anda baru berusia 54 tahun
- saat ini.
- Nabi menerima wahyu usia 40 tahun. Dan
- banyak sahabat Nabi juga yang masuk ke
- dalam Islam setelah usia 60 tahun.
- Jadi, jangan pernah berkecil hati. Pintu
- rahmat terbuka. Hubungkan hati Anda
- dengan Allah. Cahaya Allah akan
- menerangi jiwa Anda. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Ibu Luciana di
- Parung. Asalamualaikum, Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam war. Bagaimana Islam
- mengajarkan cara mengatasi overthinking
- atau kecemasan? Selalu cemas dari Ibu
- Luciana Parung.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ibu [berdehem]
- sebagai seorang muslimah yang berserah
- diri kepada Allah.
- [mendengus]
- Di samping usaha ibu,
- Allah Subhanahu wa taala berjanji untuk
- mengulurkan tangannya membantu ibu
- pada apa-apa yang ibu tidak mampu.
- Bahkan ibu harus tahu sebenarnya yang
- diserahkan kepada kita untuk kita
- usahakan tidak sebanding dengan urtannya
- kepada kita. Kita ambil contoh
- seorang petani yang menanam padi.
- Dia berusaha ya pertama dia membajak
- tanahnya
- kemudian mulai menyiram ya setelah
- tanahnya lembut diberikan pupuk. Setelah
- itu mereka mulai menanam padi. Usaha
- seorang petani. Setelah itu setiap hari
- dia mulai menjaga kondisi airnya ya
- membersihkan gulma. Tapi siapa yang
- menumbuhkan benih padi tersebut hingga
- tumbuh dengan sempurna dan menghasilkan
- panennya? Semua Allah bandingkan usaha
- petani dengan rahmat Allah. Begitu juga
- Ibu kalau ibu selalu ingat Allah
- bersama Allah berpegang teguh kepadanya
- ibu tidak akan menggantungkan hidup ibu
- pada usaha ibu.
- Kalau ibu bergantung pada usaha ibu,
- lupa kepada Allah, Allah akan serahkan
- ibu kepada usaha ibu. Tapi kalau ibu
- berusaha, lalu ibu pasrahkan kepada
- Allah, mohon rahmat dan keberkahannya,
- maka sepanjang perjalanan hidup ibu
- Allah akan turun tangan. Oleh karena
- itu, mengapa Allah ajarkan kita setiap
- pekerjaan kita mengucapkan
- bismillahirrahmanirrahim
- yang sering diterjemahkan dengan
- menyebut nama Allah. Sebetulnya
- merupakan sebuah kesalahan bukan dengan
- menyebut nama Allah, tapi apa? Begitu
- kita memulai dengan
- bismillahirrahmanirrahim,
- maka kita niatkan ya dengan penuh
- kesadaran bahwa pekerjaan kita ini ya
- kita mohon kepada Allah untuk diiringi
- dengan rahmatnya yang maha pengasih lagi
- maha penyayang. Bukan hanya menyebut,
- bukan hanya sebagai pembukaan,
- tapi bismillah. Artinya saya kerjakan
- hal ini dengan apa? dengan bantuan
- rahmat Allah yang maha pengasih lagi
- maha penyayang. Nah, bagaimana di saat
- Allah turun tangan dan dia arrahman
- arrahim, seluruh kehidupan kita
- merupakan manifestasi dari rahmat yang
- maha pengasih lagi maha penyayang. Lalu
- pekerjaan yang kita lakukan ini kita
- hubungkan dengan rahmat Allah yang maha
- pengasih lagi maha penyayang. Kira-kira
- bagaimana hasilnya, Ibu? Nah, ini perlu
- diresapi. Begitu ibu akan bekerja atau
- mengerjakan sesuatu, ingat ibu bukan
- sendiri. Tapi ucapkan
- bismillahirrahmanirrahim.
- Kita betul-betul dengan sepenuh hati
- kita apa? Iringi atau masukkan amal kita
- ke dalam rahmat Allah yang maha pengasih
- lagi maha penyayang.
- Baik pada saat kita bekerja, pada saat
- kita makan, minum, pada saat kita
- mendidik anak kita, sampai-sampai pada
- saat berkumpul bersama pasangan kita,
- kita menyebut nama Allah agar semuanya
- terhubung dengan
- Allah. Kemudian
- seusai kita melakukan pekerjaan kita ya,
- pekerjaan-pekerjaan yang baik atas
- bantuan Allah Subhanahu wa taala dan
- rahmatnya kita mengucapkan
- alhamdulillahi rabbil alamin. Segala
- puji bagi Allah
- Rabbil alamin. Tuhan semesta alam yang
- mencipta, yang mengasuh, yang merawat
- dan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
- Lalu kembali diulangi dengan ar-Rahman.
- Arrahim. Artinya ibu kalau hati selalu
- bersama Allah, bersama yang rahman dan
- rahim dan ibu betul-betul apa? Dalam
- seluruh pekerjaan Allah ini melibatkan
- Allah Subhanahu wa taala yang maha
- pengasih lagi maha penyayang niscaya ibu
- akan selalu betul-betul berada di bawah
- naungan rahmat yang maha pengasih lagi
- maha penyayang. Dan jangan kita
- bosan-bosan untuk memuji Allah atas
- nikmat [berdehem] karunia-Nya. Baik pada
- saat Allah memberikan kita atau pada
- saat Allah menjauhkan kita dari apa yang
- kita inginkan. Karena yang Allah jauhkan
- sebetulnya Allah menjauhkan yang buruk
- bagi kita. Jadi jangan pernah kita
- berkeluh kesah berburuk sangka pada
- Allah. Allah tidak pernah menzalimi
- hamba-Nya dan tidak pernah sama sekali
- apa? Menjauhkan hamb-Nya dari kebaikan.
- Karena apa yang dijauhkan itu merupakan
- hal yang menyelamatkan dirinya. apa yang
- didekatkan itulah yang Allah Subhanahu
- wa taala jadikan sebagai pembawa
- kebaikan bagi kita. Jadi
- hendaknya ibu selalu berserah diri
- kepada Allah. Ibu juga hendaknya selalu
- menumbuhkan, mengembangkan rasa baik
- sangka kepada Allah.
- Oleh karena itu, orang yang beriman di
- saat menerima nikmat dia bersyukur. Di
- saat dia menghadapi cobaan yang
- menyempitkan dirinya, dia bersabar dan
- dia memuji Allah. Yakin bahwa Allah
- Subhanahu wa taala
- tidak melakukan kecuali yang terbaik
- buat dirinya.
- Oleh karena itu Allah berfirman, "Wa
- alallahi fatawakalu in kuntum mukminin."
- Hendaklah kalau kamu beriman, kamu
- berserah diri sepenuhnya kepada Allah.
- Kata tawakal itu artinya setelah kita
- berusaha, kita serahkan hasilnya kepada
- Al Allah. Allah yang menentukan nanti
- yang terbaik buat kita.
- Jadi hendaknya dalam setiap pekerjaan
- kita
- hendaknya selalu kita mulai dengan
- bismillahirrahmanirrahim.
- Bukan hanya dengan menyebut nama Allah
- tapi amal kita betul-betul amal yang
- kita mohon kepada Allah untuk
- mendapatkan restunya. masuk ke dalam
- rahmat yang maha pengasih lagi maha
- penyayang. Mudah-mudahan Allah Subhanahu
- wa taala menentramkan hati ibu, membuat
- ibu selalu betul-betul berhubungan mesra
- dengan Allah Subhanahu wa taala. Dan ibu
- tidak akan pernah merasa kecewa. Berbeda
- dengan cinta dan kemesraan yang kita
- berikan kepada makhluk kita. Memberikan
- sepenuh hati kita. Sedangkan banyak
- makhluk yang akan mengecewakan perasaan
- kita. Berbeda dengan Allah.
- Begitu kita melangkah satu langkah
- mendekat, Allah datang kepada kita lebih
- cepat dari kedatangan kita kepada Allah.
- Maka hendaknya kita betul-betul dengan
- sepenuh hati, penuh kesadaran, ketulusan
- tanpa keraguan kita menyerahkan semua
- amal kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam. Baik, selanjutnya dari
- Bapak Junaidi.
- Iya,
- Bapak Junaidi.
- Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam,
- Ustaz. Apakah setelah kita meninggal di
- alam lain nanti kita sama akan beribadah
- juga seperti di dunia? Salat, puasa, dan
- lain? Apakah kita berbentuk fisik sama
- seperti yang di dunia ini? Kemudian
- kedua, apakah salat witir boleh
- dilakukan tiga rakaat satu salam
- sekaligus harus dua rakaat baru satu
- rakaat? Bagaimana?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kehidupan dunia merupakan
- kehidupan yang berhubungan dengan amal.
- Kita bercocok tanam, kita bekerja.
- Sedangkan kehidupan akhir nanti
- merupakan tempat kita menerima balasan
- amal kita. Maka selagi kita dalam
- kehidupan dunia, bersungguh-sungguhlah
- kita beramal mendekatkan diri kepada
- Allah dan berjuanglah untuk menjauhkan
- diri dari amalan-amalan yang tidak
- diridai Allah subhanahu wa taala. Ini
- kesempatan kita yang terbatas dalam
- kehidupan dunia yang kita akan terima di
- hari akhir tergantung yang kita tanam
- dalam kehidupan dunia. Kalau kita
- menanam amalan-amalan saleh dengan
- sepenuhnya mengharap kepada Allah, kita
- mengabdi kepada Allah dan tidak
- mempersekutukan Allah pada apa-apa yang
- kita lakukan dari amalan saleh, maka
- kita akan menerima balasan yang tak
- terhingga. Dikala kita menjauhi apa-apa
- yang dilarang oleh Allah dengan
- mengharapkan ridanya, sikap ini
- betul-betul apa? Sikap-sikap yang amat
- dihargai Allah. Kita melakukan semua ini
- karena hormat kepada makam kebesaran dan
- keagungan Allah. Tapi yang tidak
- mengindahkan Allah, yang berpaling dari
- Allah, yang bersikap angkuh terhadap
- Allah, maka Allah juga akan memalingkan
- wajahnya daripadanya dan dia tidak akan
- menerima kecuali
- akibat-akibat buruk yang dihasilkan dari
- amalnya. Wali iyadubillah. Maka kepada
- penanya ingat bahwa kehidupan dunia ini
- merupakan kesempatan yang terbatas
- waktunya bagi kita semua.
- Tempat kita beramal bercocok tanam,
- sedangkan hasilnya kita akan terima di
- hari akhir nanti. In khairan fakhair.
- Kalau perbuatan baik kita terima dengan
- balasan yang lebih baik, yang buruk
- Allah akan balas setimpal dengan
- perbuatan buruk kita. Maka jaga iman
- kita. Jangan kita persekutukan Allah
- dengan sesuatu dan niatkan amalan-amalan
- saleh yang kita lakukan semata-mata
- untuk Allah bukan untuk selainnya.
- Jadi di hari akhir nanti yang ada adalah
- balasan
- atas apa-apa yang kita lakukan dalam
- kehidupan dunia ini. Semoga Allah
- memberikan taufik kepada kita untuk
- dapat mengerjakan amalan saleh yang
- Allah ridai. Bertobat dari seluruh
- kesalahan kita. Adapun berkaitan dengan
- salat witir,
- perlu kita ingatkan kepada ikhwan akhwat
- kita, pendengar pemirsa
- bahwa salat witir itu kata witir berarti
- tunggal
- bukan berarti ganjil. Dalam hadis
- Rasulullah mengatakan, "Innallaha
- yuhibbu innallaha witrun yuhibbul witr
- ya ahl quran." Sesungguhnya Allah witir.
- Arti witir apa?
- Esa tunggal tidak ada yang serupa
- dengannya dan dia juga tidak menyerupai
- sesuatu. Jadi innallaha witrun sama
- dengan innallaha ahadun
- yuhibbul witr. Allah mencintai hal-hal
- yang berhubungan dengan witir. Fautiru
- ya ahl quran. Maka hendaklah kalian
- melakukan witir wahai ahli Quran. Nah,
- dalam hadis Rasulullah mengatakan shatul
- laili matna matna. Salat malam itu dua
- dua dua
- fahatul witir masna masna fain khiftal
- fajr fair biwahidah kalau kamu takut
- masuk waktu fajar maka tutup dengan satu
- witir tutup dengan satu wi
- witir
- jadi kalau kita salat dua du dua
- kemudian dua rakaat yang terakhir sudah
- mulai dekati fajar kita salat dua
- kemudian ditambah satu sebagai penutup
- bisa tig tiga rakaat sekaligus ya. Bisa
- juga yang terbaik salat dua-dua begitu
- dua yang terakhir ya itu bukan salat
- witir masih salat apa? Salat yang genap
- atau salat asyaf'i.
- Nah, setelah saya kita melakukan salat
- kita dua rakaat, dua rakaat yang
- terakhir kita salam, kita bangun
- melakukan satu salat witir. Satu salat
- wit
- witir. Jadi yang witir itu yang satu.
- Sedangkan yang dua itu jangan dikatakan
- bahagia dari witir. Pernah saya
- mendengar orang mengatakan nawi itu apa?
- Salat rakataini minal witri. Saya niat
- salat dua rakaat dari witir. Ini salah.
- Sah. Jangan bilang rakataini minal
- witri. Kita salat du du ya hingga 10.
- Kemudian setelah itu baru nawaitu shatal
- witri. Saya niat salat wi
- witir.
- Kalau digabung tiga rakaat menjadi satu,
- maka yang satu itu yang namanya witir
- sebagai penutup dari amal kita. Jadi
- kita diingatkan bahwa
- Allah yang maha esa itu menyukai
- orang-orang juga apa yang melakukan
- amalnya secara witir. Kalau dia makan
- dua kurma ditutup dengan satu. Artinya
- untuk menekankan ya menegaskan
- Tuhan kita yang maha esa di hati kita.
- Kita mengerjakan dua ditutup dengan
- satu. Ya, begitu juga salat kita ditutup
- dengan satu. Hingga selalu kita
- diingatkan kepada Tuhan kita yang maha
- esa. La syarikalah tiada sekutu baginya.
- Mungkin satu lagi. Silakan.
- Baik. Satu lagi. Ee
- ini
- he
- ee
- ya sudah jam 11.00. [tertawa]
- Jam 11.00.
- Baik. Baik. ee karena Ustaz Husin hari
- ini eb Jumat ya di Masjid Silaturahim.
- Jadi mohon maaf untuk Anda yang ee
- pertanyaan belum dibacakan insyaallah
- pada Jumat depan. Terima kasih Husin.
- Sama-sama.
- Baik saya Muhammad Krisna Ondi Saputra
- dan Algi mohon pamit. Wabillahi taufik
- wal hiidayah wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.