Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:06 [Tepuk tangan] 0:11 [Musik] 0:14 [Tepuk tangan] 0:23 [Musik] 0:24 [Tepuk tangan] 0:25 [Musik] 0:26 [Tepuk tangan] 0:32 [Musik] 0:49 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:51 rabbil alamin. Allahumma sholli ala 0:53 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 0:54 Muhammad. Asalamualaikum warahmatullahi 0:56 wabarakatuh. Iwan pendengar radio 0:58 silaturahim dan juga pemirsa Rasil 1:00 Visual yang dirahmati Allah. 1:02 Alhamdulillah kita kembali berjumpa di 1:03 hari Jumat yang berkah ini. Saya Fahri 1:05 temani Pakar dan juga Anis hadir di 1:07 acara kajian keluarga islami bersama 1:10 Ustaz Agus Darmaji. Alhamdulillah beliau 1:12 sudah studio kita sapa saja Iwan dan 1:13 akhwat. Asalamualaikum warahmatullahi 1:15 wabarakatuh ustaz. 1:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:18 wabarakatuh Bang Fari. 1:19 Gimana Ustaz kabarnya Ustaz? Sehat? 1:20 Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. 1:22 Alhamdulillah. Kita sekarang bisa live 1:23 nih setelah dua kali pertemuan enggak 1:25 bisa ya. Tempo hari ada tugas luar kota 1:27 ya. Masyaallah. 1:29 Alhamdulillah kita kembali untuk 1:31 mengkaji kajian keluarga islami di pagi 1:33 ini mengenai masih berhubungan dengan 1:34 hati Ustaz ya. 1:35 Insyaallah 1:36 ini mengenai ikhlas itu bukan di awal 1:39 tapi sampai akhir ya. 1:40 Iya. Insyaallah. 1:41 Dan nanti juga yang ingin bergabung 1:42 silakan Anda bisa pergunakan WhatsApp 1:43 atau SMS kami di 0811999720 1:49 ataupun telepon kami di 0218451512. 1:52 Silakan Ustaz. 1:53 Bismillahirrahmanirrahim. 1:56 Asalamualaikum 1:58 warahmatullahi wabarakatuh. 2:02 Alhamdulillahi rabbil alamin. 2:05 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:08 syarikalah 2:09 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 2:12 rasuluhu la nabiya ba'dah. 2:15 Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali 2:17 Muhammad. 2:18 Masyaallahu kan wama lam yasya lam 2:22 yakun. La haula wala quwwata illa 2:25 billahil aliyil adzim. Wa ba'du. 2:28 Qallahu taala fil kitabihil karim. 2:31 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:34 Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqo 2:38 tuqatih wala tamutunna illa wa antum 2:41 muslimun. Waqala aidon 2:44 azubillahyaitanirjim. 2:46 Ya ayyuhalladzina amanutaqlaha wzur 2:50 nafsum ma qamat. 2:52 Wattaqulah 2:54 innallaha khobirum bima tammalun. 2:58 Sodqadzim wa ba'du. 3:02 Ikhwan dan akhwat yang Allah sayangi. 3:04 Syukur pada Allah pagi hari ini 3:08 kita di paruh kedua dari bulan Jumadil 3:12 Akhir dipertemukan kembali oleh Allah 3:15 Subhanahu wa taala. 3:19 Semoga para ikhwan di mana saja berada 3:21 bersama keluarga tercinta, para 3:24 sahabat-sahabat, 3:26 sanak, kerabat, dan orang-orang yang 3:29 dicintai selalu dalam lindungan Allah 3:32 mendapatkan curahan rahmat dan barokah 3:35 dari Allah Subhanahu wa taala. 3:37 Kita doakan semoga yang sedang sakit 3:40 segera Allah sehatkan, diangkat 3:43 penyakitnya, 3:44 digantikan dengan kesehatan, dan kembali 3:48 dapat beribadah dengan sebaik-baiknya. 3:53 Bagi yang sedang sempit, kita doakan 3:55 semoga Allah lapangkan keadaannya, Allah 3:59 tambahkan rezekinya. Bagi sedang 4:02 menuntut ilmu, semoga Allah mudahkan 4:05 jalannya. Menuntut ilmu diberikan ilmu 4:08 yang manfaat dunia dan akhirat. Bukan 4:11 cuma ilmu yang manfaat di dunia, 4:13 tetapi dunia dan akhirat. Ya, bagi yang 4:17 sedang memulai usaha kita doakan semoga 4:20 Allah memberikan pertolongan, semoga 4:23 Allah berkahi usahanya dan ditolongnya 4:26 untuk tetap menjaga usahanya 4:28 tidak bercampur-campur dengan hal-hal 4:31 yang Allah murkai. Ya, selawat dan salam 4:35 semoga Allah curahkan kepada junjungan 4:38 kita baginda Rasulullah sallallahu 4:40 alaihi wasallam beserta keluarga beliau, 4:43 para sahabat beliau, dan orang-orang 4:45 yang mengikut sunah beliau hingga akhir 4:47 zaman. Ikhwan dan akhwat, pagi ini kita 4:51 melanjutkan kajian kita sebelumnya yakni 4:53 masa masih tentang 4:55 keajaiban niat ya. 4:58 yang lalu kita bicara tentang ada pahala 5:00 besar di balik niat-niat baik. Dan 5:05 rupanya niat baik itu membuat orang 5:09 lebih dinamis hidupnya, membuat orang 5:12 merasa bahagia. 5:15 Jadi kalau 5:17 ada orang ingin berbahagia maka 5:20 perbanyaklah berniat baik. 5:22 Isilah kalbu atau hati dengan niat-niat 5:27 yang baik sehingga tidak ada satuun 5:33 yang tidak 5:36 ee apa namanya 5:38 yang tidak 5:42 berfokus kepada masa depan. P sekalian, 5:46 pada kesempatan kali ini kita akan 5:49 membicarakan juga tentang niat, tetapi 5:52 lebih kepada 5:55 niat terkait 5:58 keikhlasan di dalam hati. 6:01 Kita semuanya 6:04 sudah mendengar bahwasanya niat itu 6:06 letaknya di dalam hati. 6:09 Bahkan ada ulama yang mengatakan 6:13 hanya di beberapa tempat saja niat boleh 6:16 diucapkan. 6:18 Salah satu niat yang boleh diucapkan 6:21 adalah dalam urusan haji dan umrah. 6:24 Termasuk di dalamnya penyembelihan hadyu 6:27 ya. Hadyu juga kurban ya itu semuanya 6:33 boleh diucapkan. Tetapi niat-niat yang 6:35 lain termasuk niat salat lain-lain itu 6:39 sebagian ulama mengatakan di dalam hati 6:41 saja tidak diucapkan secara jahar. Tapi 6:44 sebagian ulama untuk mazhab Syafi'i 6:49 masih membolehkan niat seperti dalam 6:52 niat salat 6:54 masih boleh menjaharkan tetapi tidak 6:57 tidak keras-keras sekedar yang didengar 6:59 oleh diri sendiri yaitu usolli. Ya, 7:03 sholi ini boleh diucapkan. 7:06 Nah, mengapa? Karena para ulama Syafi'i 7:09 memegang berapa dalil ya. Dalil-dalil 7:12 inilah yang dipegangnya dan 7:14 dilaksanakannya. Siapa yang betul? 7:16 Apakah niatnya tidak dibunyikan ketika 7:18 salat atau nawa itunya juga terdengar 7:21 oleh tetangga sebelah? Dua-duanya betul 7:24 sepanjang ada dasarnya. 7:28 Kalau orang 7:30 masih menggunakan usoli dan dia ucapkan 7:34 untuk dirinya sendiri tidak tidak 7:36 keras-keras 7:38 itu untuk membantu hatinya 7:41 berkumpul. 7:42 Karena memang hati kadang-kadang masih 7:44 berserak-serak berserakan. Orang mau 7:47 salat itu hatinya masih berserakan. 7:49 Contohlah kita ya Mas Fahri ya. Hati 7:52 kita masih ada di kantor. 7:53 Iya. 7:54 Hati kita masih ada di pasar. nanti mau 7:56 ke pasar ya. Hati kita pun masih ada di 8:00 rumah. Aduh di rumah. 8:03 Saya tadi pagi punya masalah dengan ee 8:06 mesin otomatis air ya. Jadi otomatisnya 8:10 itu tidak berjalan, harus beli. Nah, 8:12 ketika mau salat itu masih ke mana-mana. 8:15 Ketika kita bismillahirrahmanirrahim 8:17 usoli fardal magribi. Ah, itu masih 8:21 diperkenalkan oleh para ulama. Jadi 8:23 persilakan kaitan ini kita akan bicara 8:26 tentang niat itu harus ikhlas 8:30 dan keikhlasan ini sebenarnya yang 8:32 menjadi pembeda 8:34 antara niat 8:37 untuk beribadah yang betul dengan niat 8:41 yang bukan untuk ibadah. 8:44 Ikhwan A sekalian, kita berangkat dari 8:47 dalil-dalil tentang niat ya. 8:51 Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda 8:52 bahwasanya in bismillahirrahmanirrahim 8:55 innamal a'malu bin niyati wa innama 8:59 likulliriim ma nawa 9:02 semua amal sesungguhnya 9:05 setiap amal itu 9:08 terpulang kepada niatnya ada pada 9:11 niatnya 9:13 orang kelihatan salat di belakang imam 9:17 itu belum tentu sama salatnya di hadapan 9:20 Allah. 9:22 Karena niat itu 9:24 berlainan antara satu sama orang lain. 9:27 Dan itu hanya Allah dan dirinya sendiri 9:29 yang tahu. 9:32 Maka perkara niat ini kita mesti 9:35 memperhatikan 9:37 tuntunan dalam Islam. Niat itu harus 9:40 ikhlas. 9:43 Ikhlas seperti apa? 9:46 Jadi perkataan ikhlas ini seringki di 9:53 campurkan atau 9:56 di 9:57 kaburkan dengan makna rida. 10:01 Misalnya Mas Fahri. 10:04 Mas Fahri barangnya terpakai sama orang. 10:09 Apa yang terjadi? Begitu dipulangkan 10:13 barang itu agak kotor. Ada orang pinjam 10:17 sepatu futsal ya, Mas Fahri ya. Maklum 10:19 musim hujan mungkin ada bagian yang ada 10:24 tanah apa-apa ya begitu ya. Begitu 10:26 pulang kan 10:28 kamu ikhlas enggak? Ikhlaslah. Ini bukan 10:31 masalah ikhlas kalau masalah itu 10:33 ya. Yang dimaksud di sana adalah Fahri 10:36 rida enggak ya? Rida enggak Fahri ya? 10:40 lapang dada enggak terhadap 10:43 kondisi barangnya. 10:45 Kalau ikhlas dari awal dia ikhlas, 10:48 tetapi ikhlas juga harus dijaga. Mungkin 10:50 juga betul orang mengatakan, 10:52 "Ikhlas enggak kamu?" Ah, ikhlas dijaga 10:55 dari awal. Ikhlas itu apa sih? Nah, 10:58 ikhwan sekalian, 11:00 kata ikhlas itu 11:03 berarti murni. Pemurnian, ikhlas. Ya, 11:08 khalis. Orang yang ee ikhlas itu 11:12 mukhlisin 11:14 atau mukhlasin. Nah, ikhlas khalasah itu 11:17 adalah murni pemurnian. Bagaimana 11:20 caranya memurnikan hati kita? Itu ibarat 11:23 air yang murni, air yang tidak tercampur 11:26 oleh bahan apapun. Kita minum segelas 11:29 air. 11:31 Kualitas air atau harga air itu 11:34 terpulang kepada apakah di dalamnya ada 11:36 campuran atau tidak. Nah, kualitas air 11:39 yang murni yang terbaik adalah ketika 11:42 dia tidak bercampur apapun dan nilai 11:45 pH-nya untuk tubuh dipersyaratkan sekian 11:50 untuk kesehatan. Kalau enggak salah 11:52 pH-nya del ya, Masari ya. Kemudian juga 11:55 TDS-nya dan lain-lain. Bahkan, bahkan 12:00 di dalam fikih disebutkan air yang suci 12:03 mensucikan itu ada tiga. 12:07 Ada tiga nih 12:09 standarnya. 12:12 Ada tiga. Apa itu? Pertama dari warna 12:17 dia tidak berwarna. 12:20 Bening, 12:22 sebening udara. 12:24 Nah, ya. Jadi kalau ada 12:28 air di dalam gelas, kita melihat bisa 12:31 tembus ke sana 12:34 dengan jernih itu air yang terbaik. Itu 12:37 menurut fikih. Yang kedua, 12:40 air itu dari rasa tidak punya rasa. 12:45 Rasanya apa? Tawar. rasa air ya. 12:50 Dan yang ketiga, air itu tidak punya 12:56 bau. Baunya bau bau netral. 13:00 Jadi ada tiga tadi ya. Pertama warna, 13:04 rasa, dan bau. Semuanya pada titik nol. 13:09 Itu yang terbaik. Air yang suci dan 13:12 mensucikan boleh diminum ya dan 13:14 sebagainya. Kalau air sirup dia air suci 13:18 boleh diminum tapi tidak mensucikan. 13:21 Kita tidak 13:23 sah wudu dengan air air sirup, air mohon 13:27 maaf air ee kuah sop atau apa. Gak boleh 13:31 untuk ee berwudu. 13:35 Maka kembali kepada air yang murni itu 13:38 pening, tidak berasa, tidak berwarna. 13:42 Nah, ikhwan sekalian 13:45 ee tidak berbau ya, tidak berasa, tidak 13:48 berwarna, tidak ber tidak berbau. Nah, 13:51 itu ikhlas. Seperti itulah ikhlas. Jadi 13:53 kalau dikatakan niatmu ikhlas seperti 13:55 air. 13:57 Seperti air ya. Wah, harus betul-betul 14:01 bersih. 14:02 Bersih seperti air supaya apa? Dia suci 14:05 mensucikan. 14:06 Dan niat yang baik itu mensucikan kita 14:10 punya ibadah. Kalau ter percik saja niat 14:14 yang tidak lillahi taala 14:18 itu amal ibadah kita 14:21 tidak berkualitas tinggi bahkan bisa 14:24 ditolak Allah subhanahu wa taala ya. 14:27 Nah, jadi amal ibadah kita supaya 14:30 diterima oleh Allah subhanahu wa taala 14:31 satu kondisi 14:33 yaitu hanya diniatkan 14:37 untuk Allah semata-mata. 14:39 Maka sering kita dengar ucapan lillahi 14:43 taala. Jadi sekalian 14:46 di dalam surah Albayyinah surah yang 14:49 ke-98 ayat keelima dikatakan 14:52 azubillahiminasyaitanirrajim 14:54 wama umiru illa liya'budullaha 14:59 mukhlisina lahuddin 15:04 hunafa 15:09 di dalam ayat ini Allah menegaskan kan. 15:13 Dan tidaklah mereka disuruh 15:18 kecuali untuk beribadah kepada Allah, 15:22 menyembah Allah 15:24 semata-mata dengan mengikhlaskan diri 15:28 dalam agamanya. Memurnikan ketaatan 15:31 kepada Allah Subhanahu wa taala. ya 15:34 mukhlisina 15:36 lahuddin 15:38 dan padanya jalan yang lurus hunafa ya. 15:44 Jadi para sekalian 15:47 di sini Allah mengatakan bahwasanya 15:50 tidak boleh kita melakukan apapun 15:53 kecuali dengan niat ibadah kepada Allah 15:56 semata-mata. 15:58 Ah, 15:59 jadi sekalian yang disebut ikhlas adalah 16:02 lillahi taala 16:04 murni ya murni. Nah, ini zaman seperti 16:08 ini susah enggak murni gitu ya. Ah, 16:12 orang bagi-bagi kaos, orang bagi-bagi 16:15 apa? Sodqah ya, orang bagi-bagi 16:19 macam-macamlah dibagi-bagi, ya. Nah, itu 16:22 media sudah datang. Kemudian dengan 16:27 berbagai macam 16:29 pan 16:31 simbol-simbol tertentu. Nah, ini yang 16:35 bisa mengotori niat hati. 16:39 Sekali lagi para sekalian, niat itu 16:41 letaknya di hati. Hanya orang yang 16:44 bersangkutan dengan Allah yang tahu. Ya, 16:47 kelihatan dia misalnya ada pamri tapi 16:49 niatnya murni atau sebaliknya kelihatan 16:52 dia tidak punya pamri tapi bisa jadi di 16:54 depan Allah ditolak. Nah, ikhwan a 16:57 sekalian kaitan ini apa itu 17:03 niat? Pentingnya niat seperti apa? 17:07 Para sekalian, 17:09 ikhlas adalah perkara penting dalam 17:12 amalan hati ya. Dan ikhlas ini tidak 17:17 mungkin kecuali dengan kita berusaha 17:21 berlatih. Mungkin awal-awal tidak ikhlas 17:24 ya. Anak-anak dari awal itu kalau diajak 17:27 untuk sodqah, "Wah, berat sekali. Nanti 17:29 uang jajanku 17:32 berkurang ya." Nah, ini memang niat 17:35 ikhlas itu memerlukan satu riyadah atau 17:39 latihan. 17:40 Ikhwan sekalian, 17:43 dalam satu catatan, Syaikhul Islam Ibnu 17:46 Taimiyah 17:48 memberikan satu catatannya begini. 17:52 Amalan-amalan hati adalah termasuk 17:54 pokok-pokok dari keimanan dan 17:57 tonggak-tonggak agama Islam 18:00 seperti mencintai Allah dan Rasul-Nya. 18:03 bertawakal kepada Allah subhanahu wa 18:05 taala, mengikhlaskan seluruh macam 18:07 ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa 18:09 taala semata, bersyukur kepadanya atas 18:12 nikmat-nikmat dan berlaku sabar di atas 18:14 hukum-hukumnya. 18:16 Merasa takut akan siksa dan azabnya 18:19 Allah dan berharap atas rahmat dan 18:24 ampunannya. 18:26 Semua amalan atas selur semua amalan ini 18:30 wajib atas semakhluk berdasarkan 18:32 kesepakatan para ulama. 18:36 Jadi, Imam Ibnu Taimiyah mengatakan 18:41 bahwasanya 18:44 hati dulu yang beramal. 18:47 Amalan hati itu pokok-pokok dalam 18:49 keimanan. 18:51 Maka itu sebelum beramal 18:55 secara fisik maupun lisannya, 18:59 amal kita ini ditata dulu. Betul-betul 19:02 ditata. 19:04 Jadi, hadirkan hati. 19:08 Kalau orang mau salat, hadirkan hati 19:09 dulu. J 19:12 kalau mau khusyuk salatnya, hadirkan 19:14 hati. Kemudian bawa hati kita untuk 19:17 hanya kepada Allah dalam melaksanakan 19:19 salat ini. Jangan tercampur-campur 19:23 karena apapun. 19:25 Terpaksa ini itu. Ya, Ibnu Qayyim 19:30 juga mengatakan demikian. 19:33 Amalan hati adalah pokok amalan-amalan 19:37 anggota badan. 19:43 amalan-amalan anggota badan itu adalah 19:45 pengikut dan penyempurna amalan hati. 19:49 Jadi utamanya hati. Bahkan kita pada 19:53 kesempatan lalu sudah kita bahas, kita 19:55 berpahala sebelum kita melaksanakan 19:59 perbuatan kelihatan. 20:03 Misalnya Mas Fahri belum melakukan 20:04 kegiatan yang bisa kelihatan oleh mata 20:06 kita, tapi dia sudah berpahala. Kenapa? 20:08 Sudah dimulai dengan niat dulu. Niat 20:10 dulu nih misalnya habis ini Fahri mau 20:12 apa? Mau 20:16 membayarkan hutangnya 20:18 itu pahala bukan? 20:20 Pahala. Kemudian Mas Fari mau apa? Mau 20:24 nelpon pamannya. Dengar-dengar pamannya 20:27 sedang sakit mau takziah lewat telepon. 20:33 Bahkan mendoakan pamannya. 20:35 Dia belum telepon. Dia belum berucap 20:38 kepada pamannya. belum ketemu bapaknya 20:40 ditelepon dia sudah berpahala. Allah 20:43 sudah berikan pahala yang besar buat 20:45 dia. Ee jadi amalan hati kalau hati 20:48 sibuk dengan amalan-amalan yang baik 20:50 ini, hati jadi murni. Kalau hatinya 20:52 murni, masyaallah tidak ada hijab antara 20:54 dia dengan Allah. 20:57 Ya, dalam bahasa sufi disebut kasyful 21:01 mahjub. Kasyful mahjub itu hijab yang 21:05 terbuka. 21:06 Hatinya dengan hati Allah itu tembus. 21:09 tembus pandang ya, tembus koneksinya. 21:13 Nah, Ikhwan sekalian, kemudian Imam Ibnu 21:17 Qayyim berkata, "Sesungguhnya niat 21:19 kedudukannya 21:22 sama dengan roh. 21:25 Adapun amalan-amalan yang lain 21:27 kedudukannya sama dengan jasad. Sehingga 21:30 apabila roh telah terpisah dengan 21:31 jasadnya, maka binasalah." 21:35 Maka mengetahui hukum-hukum hati lebih 21:38 penting daripada mengetahui hukum-hukum 21:40 jasad. Oh ya, 21:44 perumpamaan yang dibuat oleh Imam Ibnu 21:46 Qayyim Azzajiyah tadi begitu penting. 21:50 Ibarat roh niat itu. Jadi kalau beramal 21:55 tanpa niat yang ikhlas itu seperti orang 21:59 mati saja. Bahasa kita zombie ya. Zombie 22:03 itu jalan tidak punya ruh. 22:06 Ah, jadi masyaallah kata kita 22:09 berhati-hati supaya kita 22:13 tidak ditolak atau tertolak amal kita di 22:16 hadapan Allah. Ikhwan sekalian, 22:22 kita menghindari kesia-siaan, 22:24 kehampaan amalan kita jauh dari rahmat 22:28 dan ridanya Allah. 22:30 karena tidak dilandasi niat yang ikhlas. 22:33 Niat berasal dari bahasa Arab yang 22:36 berarti tujuan. 22:39 Nah, menurut secara ee syara, niat itu 22:43 memiliki dua makna. 22:46 Pertama, ikhlas dalam beramal, yaitu 22:49 semata-mata karena Allah. 22:52 Inilah yang sering dibahas oleh para 22:56 ulama. Ahli tauhid, 22:59 ahli suluk, ahli perilaku, dan ahli 23:01 akhlak. 23:04 Jadi niat ikhlas lillahi taala 23:06 semata-mata Allah. Yang kedua, niat itu 23:09 membedakan antara ibadah yang satu 23:13 dengan ibadah yang lain 23:18 atau antara amal dengan kebiasaan, 23:22 ibadah dengan adat. Jadi adat istiadat 23:25 dengan ibadat beda. 23:28 Sudah kita bahas pada kesempatan yang 23:30 lalu. Adat istiadat 23:33 dan 23:35 ee 23:38 ibadat itu berbeda sama sekali. 23:41 Apa yang membedakan? Tidaklah yang 23:43 ditupkan adalah niat. 23:46 Maka itu ya ya jadi niat itu sebagai 23:48 pembeda pembatas. 23:53 Saya niat nih salat. 23:56 Setelah salat selesai, 23:58 saya niat lagi zikir. 24:00 Jadi, Mas Fah begitu masuk masjid, dia 24:03 biasanya punya tiga niat. 24:08 Pertama, niat 24:11 masuk masjid kakinya yang kanan. Ya kan? 24:15 Aku niat masuk itu. Itu jangan dipikir 24:19 ustaz apakah harus harus diformulasikan 24:23 dalam bentuk redaksi kata-kata. 24:27 Aku niat masuk masjid dengan kaki kanan 24:30 lillahi taala. Apakah sebegitu? Tidak. 24:33 Begitu Mas Fahri berpikir dan hatinya 24:36 tergerak masuk masjid dan ingat tuntunan 24:38 dari Nabi sallallahu alaihi wasallam 24:39 masuk masjid itu dengan ee apa? 24:43 Melangkah kaki kanan. Kemudian membaca 24:46 doa masuk masjid itu sudah niat. 24:50 Allahumtahli ababa 24:52 rahmati. 24:54 Begitu masuk. Itu yang pertama. Yang 24:57 kedua, biasanya 25:01 langsung niatnya salat. Wah. Ya, 25:05 biasanya kalau kita masuk masjid itu 25:08 untuk salat tertentu, ya kan? 25:12 Contoh 25:13 12- 10 siang kita sudah niat mau 25:18 melaksanakan salat zuhur. 25:21 Kita tidak masuk waktu segitu untuk 25:23 untuk salat asar atau ee apalagi salat 25:26 magrib. Tidak. Itu kebiasaan ya. Tapi 25:28 kita sudah pasang niat bismillah masuk 25:31 niat lillahi taala salat. 25:33 Itu pun sudah kita barengin niat bakda 25:36 salat saya lanjutkan dengan zikir 25:38 lillahi taala. Itu sudah otomatis. 25:41 Tetapi niat-niat itu 25:45 teredaksikan di dalam hati. Tidak harus 25:47 terucap. 25:49 Bismillah setelah ini niat lillahi taala 25:51 ya. Nah, niat itu bisa bengkok karena 25:55 apa? Waduh, 25:58 mohon maaf ya. 26:00 Di sebelah saya bos saya nih, direktur 26:03 saya. 26:06 Tadinya saya mau buru-buru keluar dari 26:08 mana? 26:08 Masjid. 26:09 Dari masjid. 26:11 Waduh, enggak enak nih ya. 26:14 Saya mau zikirlah lebih lama dari bos 26:16 saya itu. Ini niatnya sudah mulai 26:19 bengkok nih ya kan. 26:22 Kalau saya begitu saya langsung aja ee 26:26 supaya tidak bengkok niat saya langsung 26:28 saya salami bos itu saya Pak mohon 26:31 permisi keluar dulu Pak ya duluan ada 26:33 keperluan gak apa-apa ya itu sudah dapat 26:37 pahala apa yang pertama 26:41 kita menjauhkan diri dari riah 26:45 itu yang pertama 26:48 ya 26:49 kedu pahala yang kedua adalah kita 26:52 menyalami bos kita, ya kan? 26:55 Menyalami bos kita dan bersalaman itu 26:58 adalah sesuatu yang baik ya. Kemudian 27:03 kita meninggalkan masjid itu menghindari 27:06 riak. Nah, ikhwan ikhwan Allah sekalian 27:09 ini ya namanya orang dari satu dari satu 27:12 amal ke amal yang lain itu berlainan 27:16 niatnya. 27:18 Ya, Ustaz. Boleh enggak saya niat ee 27:22 salat dari pagi sampai malam satu kali 27:25 niat? Para ulama tidak mengajarkan 27:28 begitu. Salatlah sesuai dengan niat kamu 27:33 ya. Atau niatlah sesuai dengan salat 27:35 yang akan kamu lakukan. Masuk masjid 27:38 atau musala pagi hari, datang dari 27:41 kantor ya sebelum memulai pekerjaan. 30 27:44 wudu dulu masuk ke masjid. 27:48 atau musala kita salat duha ini 27:51 insyaallah lebih baik daripada kita 27:56 datang ke kantor langsung bekerja. 28:03 Karena ada satu penelitian, Pak 28:05 sekalian, bahwasanya orang-orang yang 28:07 mendahulukan 28:09 dengan ritual keagamaan atau religious 28:12 ritual ya, itu 28:16 produktivitasnya lebih tinggi dan lebih 28:18 tahan bekerja dalam keadaan di bawah 28:21 tekanan, di bawah stres. 28:24 Ya, maka itu jangan meremehkan makna 28:28 salat duha pagi-pagi. Ya, 28:31 ikhwan sekalian, 28:34 niat yang ikhlas itu adalah kunci 28:39 dari semua amaliah dan juga bahkan 28:44 para nabi dan rasul itu disuruh 28:48 untuk menyuruh manusia wama umiru. Ya, 28:51 disuruh memerintahkan supaya apa? Illa 28:54 liya'budullaha mukhlisina lahudina 28:57 hunafa. 28:59 supaya para 29:02 pengikut nabi dan rasul-rasul itu 29:05 selalunya menjaga niat. Ini memang berat 29:08 menjaga niat. 29:10 Ah, jadi sesuai dengan judul kita, niat 29:14 itu 29:16 di awal, di tengah sampai akhir. Jaga 29:19 niat kita jangan sampai bengkok. 29:22 Dalam catatan lain, Ibnu Taimiyah 29:25 mengatakan bahwa 29:27 suatu jenis amalan yang dikerjakan oleh 29:30 manusia 29:31 dengan menyempurnakan keikhlasannya 29:34 dan kedudukannya kepada Allah Subhanahu 29:37 wa taala. 29:38 Terkadang Allah taala mengampuni 29:41 dosa-dosanya. 29:43 Bahkan dosa-dosa besar dengan sebab 29:46 amalan itu. Sebagaimana 29:50 hadis 29:51 albitaqoah, seorang menjadi yang 29:54 memiliki satu lafaz lailahaillallah lalu 29:59 diampuni dosa-dosanya sebanyak 99 lembar 30:02 dari catatan amal keburukannya. 30:05 Akhwat sekalian, orang kalau menjaga 30:08 ucapannya lailahaillallah 30:11 dengan ikhlas ya, 30:15 maka dosa-dosa besar 30:18 itu terhapuskan 30:21 dengan mengucapkan kalimat tauhid itu. 30:25 Nah, 30:27 tetapi perkataan mereka tidak lali berat 30:33 terhadap dosa-dosa sebagian pemilik 30:35 kartu karena tidak punya niat yang 30:37 ikhlas. 30:40 P sekalian, lailahaillallah ini kalimat 30:42 tauhid. 30:44 Banyak-banyaklah kita 30:47 berzikir dengan kalimat itu. Dosa-dosa 30:50 besar kita di masa lalu, terutama 30:52 dosa-dosa syirik ya, terutama dosa-dosa 30:54 syirik karena 30:57 ria, ingin dilihat orang itu minta-minta 31:01 ampun pada Allah 31:05 dan mudah-mudahan terhapus dengan banyak 31:07 bertahlil. Lailahaillallah. 31:12 Makanya para ahli ilmu ya, ahli hikmah 31:16 itu banyak lailahaillallah 31:20 lah. Tapi jangan berlebihan ya kalau 31:23 saya menjauhi. Apalagi semalam saya 31:26 lihat itu orang Yahudi mohon maaf orang 31:28 Yahudi itu kalau ibadah dia 31:31 bergoyang-goyang apa namanya kepalanya 31:34 tuh gak tahu apa yang dibaca. Saya 31:36 khawatir kalau saya bergoyang-goyang 31:38 kepala saya pun khawatir mengikuti 31:40 Yahudi ya. N tapi semua tergantung 31:42 niatnya ya. Tergantung niatnya. 31:45 Nah, ikhwan sekalian, 31:48 ada satu hadis yang ingin saya bacakan 31:50 di sini karena waktu saya mohon izin 31:53 membacakannya. 31:55 ee 31:57 tarjemahnya dari Abdullah bin Amr bin 32:01 Ash radhiallahu anhu. Beliau berkata, 32:04 "Saya telah mendengar Rasulullah 32:07 sallallahu alaihi wasallam bersabda, 32:12 "Sesungguhnya Allah akan mengadili 32:14 seseorang laki-laki 32:17 dari umatku 32:19 di hadapan seluruh makhluk pada hari 32:22 kiamat. 32:24 Lalu ditunjukkan kepada laki-laki 32:26 tersebut 99 32:29 catatan keburukannya. 32:32 Masyaallah. Jadi 32:36 Allah itu suatu ketika besok di yaumil 32:40 kiamah 32:42 akan menghadiri seorang laki-laki. 32:46 Catatannya itu keburukan ada 99. 32:51 Bayangkan 99 catatan keburukan. Setiap 32:54 satu catatan panjangnya sejauh mata 32:56 memandang. Itu baru satu catatan 32:58 keburukan. 99 aja sejauh mata madang tuh 33:03 keburukan apalagi 99. 33:06 Jadi kalau di boleh dikatakan dia punya 33:09 dosa sepenuh bumi ya kan. 33:12 Lawang satu saja sudah sehamparan sampai 33:16 ufuk sampai horizon sana. Itu satu apa 33:19 mas? satu keburukan ini 99 keburukan. 33:22 Jadi sepenuh bumi 33:26 seluruh darat dataran bumi, permukaan 33:29 bumi sampai isi-isinya tuh 99 catatan. 33:32 Kemudian 33:34 lanjutkan ya. Nah, kemudian dikatakan 33:37 kepada laki-laki tersebut, 33:39 "Apakah kau ingkari dari semua kezaliman 33:43 ini? 33:45 Apakah kamu ingkari semua kezaliman ini 33:47 yang kamu perbuat? 33:49 Apakah para malaikatku pencatat dan 33:52 penjaga amalan menjalimumu? Maksudnya 33:55 apakah malaikat itu 33:58 korupsi misalnya ya ee mencatatnya 34:00 enggak betul ya. Jadi pertama yang 34:04 ditanya oleh Allah 34:07 apakah ini kezaliman kamu betul-betul 34:11 kamu lakukan? Yang kedua, apakah 34:13 malaikat-malaikat aku itu menjalani kamu 34:16 nyatnya mungkin tidak akurat? Ya, 34:20 laki-laki itu berkata dengan tegas, 34:22 "Tidak, ya Rabb, tidak ya Tuhanku." 34:26 Lalu Allah berkata kepada laki-laki 34:28 tersebut, "Apakah yang engkau 34:32 apakah yang membuat engkau melakukan 34:34 kezaliman itu?" 34:36 Ya, apakah kamu punya alasan, ya? 34:42 alasan yang apa yang menolak kezaliman 34:46 itu. Artinya 34:48 dia jawab, "Tidak, ya Tuhanku." 34:53 Nah, jadi dia tidak menolak, tidak 34:56 mengingkari kezaliman-kezalimannya. 35:00 Nah, apa yang terjadi? 35:02 Dia jawab, "Tidak." "Tidak, ya Tuhanku." 35:05 "Tidak, ya Rabb." Kemudian berkata pada 35:07 gelak-gelak itu, "Ya benar, tetapi 35:09 sesungguhnya Engkau memiliki satu 35:11 kebaikan di sisi kami. 35:13 Dan sesungguhnya tidak ada kezaliman 35:15 atasmu pada hari ini." 35:18 Maka Allah Subhanahu wa taala 35:19 mengeluarkan sebuah kartu kecil yang di 35:22 dalamnya terdapat tulisan ashadu alla 35:26 ilahaillallah 35:28 wa ashadu anna muhammadar rasulullah. 35:30 Bayangkan itu Allah nanti kasih apa? 35:34 kasih 35:36 orang itu satu kartu ya. Jadi dia punya 35:39 99 35:43 keburukan satu-satu dikasih kartunya. 35:46 Karena apa? Di kartu itu ada 35:47 lailahaillallah. 35:49 Nah, ya. 35:53 Jadi orang ini 35:55 ee mengatakan itu asyhadu alla 35:58 ilahaillallah 36:00 wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. 36:04 Ya, ini adalah kalimat orang yang 36:08 diadili di hadapan manusia. Ya, Pak 36:12 sekalian ini hadis yang jadi pegangan 36:17 kita. 36:18 Nah, intinya para sekalian bahwasanya 36:23 ee 36:25 orang boleh berbuat keburukan 36:27 ya, 36:29 orang boleh berbuat kemaksiatan. 36:34 Namun kalau dia senang mengucapkan 36:36 kalimat tauhid ya 36:41 dan kalimat-kalimat itu 36:44 melebihi 36:47 kalimat taid itu melebihi dosa-dosa 36:48 mereka. Nah, 36:51 pada hadis yang lain 36:53 disebutkan begini 36:58 ee 37:00 bahwasanya Allah itu 37:03 mengampuni semua dosa-dosa manusia. 37:07 Bahkan di Quran dikatakan 37:10 Allah mengampuni semua dosa manusia 37:12 kecuali dosa syirik. Dosa syirik pun 37:14 bisa diampuni asal dia taubat. Tbatan 37:17 nasua. Dia tinggal syirik-syiriknya, dia 37:19 tinggal amalan-amalan syiriknya. Nah, 37:23 ikhwan sekalian, apa itu tentang ikhlas? 37:29 Ikhlas ada yang mengatakan menjadikan 37:33 Allah Subhanahu wa taala adalah 37:35 satu-satunya tujuan 37:37 dalam menjalankan ketaatan dalam 37:40 beribadah satu-satunya. 37:42 Pendapat yang kedua mengatakan ikhlas. 37:46 Ikhlas adalah membersihkan hati dari 37:52 perbuatan mencari pandangan manusia. 37:57 Yang ketiga, Alharaw mengatakan, "Ikhlas 38:00 adalah membersihkan amalan dari setiap 38:02 noda." 38:05 Sebagian ulama yang lain mengatakan, 38:07 "Orang yang mukhlis ialah orang yang 38:09 tidak peduli. 38:11 Seandainya hilang seluruh penghormatan 38:13 kepadanya di dalam hati manusia untuk 38:16 kebaikan hatinya bersama Allah Subhanahu 38:18 wa taala. Dan dia tidak suka manusia 38:20 mengetahui amalannya walaupun sebesar 38:22 debu." 38:24 Ya. 38:26 Jadi dia tidak peduli manusia mau 38:29 ngomong apa, 38:31 penilaian manusia seperti apa. Dia tidak 38:34 peduli. Yang penting Allah saja. Ini 38:37 kalau sudah sampai begini, wah 38:40 sampai kepada level manusia mukhlis, 38:44 manusia yang ikhlas. 38:48 Ik sekalian, 38:52 bisa enggak kita ikhlas seperti itu? 38:55 Bisa dengan ber 38:59 berlatih terus, ya. Nah, ikhwan 39:02 sekalian, kemudian apa saja yang merusak 39:07 niat ikhlas kita? 39:10 Yang pertama yang merusak niat ikhlas 39:12 kita adalah ri. 39:15 Riak adalah melakukan ibadah ingin 39:16 dilihat. 39:18 Roa 39:20 riya ingin dilihat. 39:25 Bagaimana supaya dilihat manusia itu 39:27 dengan dilihat itu orang yang melakukan 39:30 ibadah dengan niat dilihat orang itu 39:33 mendapatkan keuntungan. Keuntungannya 39:34 apa? Biasanya keuntungan dunia ya kan. 39:38 Entah dia mendapatkan 39:42 keuntungan sifatnya maliah kebendaan ya 39:45 atau juga keuntungan-keuntungan yang 39:48 lain 39:50 berupa perniagaan bahkan tentang 39:52 perempuan ya 39:55 kan dalam satu 39:57 penjelasan tadi hadis yang 40:01 masyhur innamal a'malu biniyati dan 40:04 seterusnya salah satu yang disebutkan 40:05 dalam hadis itu adalah orang pergi 40:07 hijrah. 40:10 Ada yang karena 40:13 ingin mendapatkan perniagaan, 40:18 ingin menikahi seorang perempuan, 40:20 semuanya sesuai dengan niatnya. Nah, itu 40:24 niat riak juga begitu, 40:27 ya. Jadi, orang ria ini biasanya ada dua 40:30 perkara. Pertama, ingin mendapatkan 40:33 keuntungan. Yang kedua, menolak 40:36 mudarat dari orang yang diharapkan 40:39 melihat amalannya. 40:42 Ya, 40:44 tadi bos saya sebelah saya 40:46 itu saya takut nanti ditegur bahkan 40:49 dipecat sama bos saya. Jadi pelaksanaan 40:53 ibadahnya 40:55 lebih berat karena takut itu 40:59 takut dipecat sama bosnya ya kan. Nah, 41:02 itu tentang riak. Yang kedua 41:05 yang juga banyak merusak niat kita 41:08 adalah sumah'ah. 41:11 Nah, kalau riya tadi dilihat, sekarang 41:13 sumah didengar ya, 41:17 didengar orang 41:20 atau dia senang amalannya tuh diucapkan 41:22 oleh banyak orang. 41:26 seperti ada lagu orkestra yang ada di 41:29 telinganya itu. Senang sekali dia 41:31 dengar, "Wah, kamu hebatlah. Kamu enggak 41:34 pernah tinggal salat malam ya, kamu 41:37 selalu baca Quran." Wah, hebatlah itu. 41:40 Dia senang. 41:46 Lalu ada yang tanya, "Ustadz, kalau saya 41:48 bedanya apa?" Sumah dan bersyukur, 41:51 Ustaz. Bedanya jauh. 41:55 Kalau saya disebutkan, "Wah, kamu 41:57 alhamdulillah ya, kamu hebat sekali. 42:01 Masih muda begini sudah membiasakan 42:04 salat duha 42:08 itu. Kalau Anda senang mendengarnya itu, 42:11 ucapkan alhamdulillah dan kembalikan 42:13 pada Allah." 42:17 Maaf, saya sekedar melaksanakan 42:20 apa yang diperintah Nabi ya. Jangan kamu 42:23 banyak memuji saya. Nah, itu sumah. 42:27 Sumah itu senang didengar-dengar dan dia 42:29 justru mengharapkan didengar orang. Nah, 42:32 ini sama sama ri. Yang ketiga, ujub. 42:35 Ujub ini seperti ri 42:40 tetapi ujub 42:43 itu memperlihatkan kebanggaannya. Ee 42:46 maaf ujub itu memperlihatkan bahwa saya 42:49 tuh lebih hebat dari kamu. 42:53 Kalau saya baca Quran bagus, kemudian 42:57 [Musik] 42:58 tujuannya saya adalah 43:01 menjadi superior di atas orang lain. 43:04 Nah, itu adalah ujub. 43:07 Nah, ujub itu ya unjuk apa? Unjuk 43:09 kebolehan. Wah, unjuk keb 43:12 wah hebat di bahasa Arab ini ngeri juga 43:14 gitu bahasa Arab. Wah. Ah, hebat nih dia 43:17 bahasa Arabnya ulama besar juga dia 43:20 bahasa Arabnya bagus. Ini ngeri juga. 43:22 Nah, Jan sekalian, ini penyakit-penyakit 43:24 yang merusak merusak hati. Ikhwan 43:28 sekalian, riak 43:31 adalah salah satu bentuk kata Ibnu 43:35 Taimiyah, syirik kepada makhluk. Ah, ya. 43:39 Kalau syirik yang besar itu kepada 43:41 Allah, ini syirik yang kecil pada 43:42 makhluk ya. 43:44 Adapun ujub ada bentuk daripada syirik 43:46 kepada diri sendiri. 43:48 Kalau 43:50 riak itu ingin dilihat orang. Kalau ujub 43:52 itu dirinya memperlihatkan dirinya. Wah, 43:55 hebat orang ini. Masyaallah. Dalam semua 43:58 hal ya. 44:00 Maka itu mari sekalian kita coba 44:03 menjauhi semua penyakit-penyakit 44:06 yang bisa merusak ya merusak amaliah 44:11 kita ya. Caranya bagaimana? Pertama kita 44:16 memperhatikan 44:20 nilai niat di dalam amal. 44:25 Menyadari betul bahwasanya amal yang 44:27 baik itu dijaga niat ikhlasnya karena 44:30 Allah dari awal di pertengahan sampai 44:33 akhir sampai akhir beramal. 44:37 Ya, contoh ya. 44:43 Kita niat membantu orang. 44:46 Membantu orang nih. 44:48 Tadi bertengahan jalan niat kita mulai 44:51 berges apa? Orang ini mulai tidak 44:54 bersahabat dengan kita. Nah, itu teruji 44:57 kita. 44:59 Kok orang ini enggak terucap dari 45:01 mulutnya kata terima kasih ya? Wah, ini 45:04 enggak tahu diri juga ini. Kita sudah 45:06 bantu. Nah, jaga niatnya. itu ujian dari 45:09 Allah 45:10 ya. 45:13 Jadi niat ini jagalah sampai akhir. 45:15 Betul. 45:18 Kalau ada ulama yang me apa namanya 45:24 ee menyamakan niat ikhlas itu seperti 45:27 orang buang hajat kalau pagi itu mungkin 45:30 satu hal ya. 45:32 Jadi tidak ingat lagi. Tapi lebih dari 45:35 itu niat kita jaga supaya tidak 45:37 dikotori. 45:38 Ya sekalian. 45:41 Jadi intinya niat 45:44 ikhlas akan 45:47 menjadi penentu amal kita 45:52 diterima oleh atau tidaknya oleh Allah 45:54 Subhanahu wa taala. Dan kita jaga niat 45:56 kita ikhlas dari awal sampai akhir serta 46:02 kita menghindari diri kita dari berbagai 46:05 hal yang merusak niat. Tiga perkara tadi 46:09 ri, sumah'ah, dan ujub. Nah, kita yakini 46:14 bahwasanya 46:16 Allah itu sangat halus dan Allah sangat 46:21 mengganjar, sangat perhatian pada niat 46:24 meskipun sedikit tetapi dilaksanakan 46:27 karena Allah semata-mata lillahi taala. 46:30 Ya, mudah-mudahan kita semuanya diberi 46:33 oleh Allah kemampuan untuk menjaga niat 46:37 kita apapun lillahi taala. Ya, demikian. 46:41 Wallahualam. 46:42 Asalamualaikum warahmatullahi 46:43 wabarakatuh. 46:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:46 wabarakatuh. Demikian Iwan akhwat sesi 46:47 pertama kajian keluarga islami bersama 46:49 Ustaz Gusaji mengenai ikhlas itu bukan 46:52 dari awal tapi sampai akhir. Artinya 46:54 menjaga niat kita agar tetap ikhlas 46:56 sampai akhir 46:57 perbuatan kita ya ikhwan akhwat. Dan 46:59 yang ingin bergabung silakan Anda bisa 47:00 kirimkan ee pertanyaan melalui SM 1 47:02 WhatsApp kami di 0811999720 47:07 atau telepon kami di 0218451512. 47:10 Kami segera kembali. 47:12 [Musik] 47:25 yang satu masih bersama kami pada waktu 47:27 di acara kajian keluarga islami bersama 47:29 Ustaz Agustusji ini mengenai ikhlas itu 47:32 bukan dari awal tapi sampai ke akhir ini 47:34 juga berhubungan dengan tema kita tema 47:37 besar kita adalah keajaiban hati 47:39 keajaiban niat ya keajaiban hati ee niat 47:41 tentang berhubungan dengan hati dan 47:43 sudah banyak SMS yang masuk dan WhatsApp 47:44 yang masuk juga. Ustaz, saya bacakan 47:46 saja. Digabung ini yang pertama dari 47:48 Bapak Hasan di Jakarta Timur. 47:50 Asalamualaikum warahmatullahi 47:52 wabarakatuh. 47:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:53 wabarakatuh. 47:55 Pak Ustaz, apakah ada perbedaan pahala 47:57 ikhlas ee orang yang di awal tidak 47:59 ikhlas tapi melalui proses akhirnya dia 48:01 ikhlas 48:02 dengan orang yang ikhlas itu sejak awal? 48:05 Juga saya gabung dengan SMS yang dari 48:06 hamba Allah di Sukabumi. Asalamualaikum, 48:08 Ustaz. ee apabila kita menerima cobaan 48:10 dari Allah, akan tetapi bukan dari awal 48:12 datangnya cobaan tersebut kita ikhlas 48:14 menerimanya, tetapi setelah berikhtiar 48:17 dengan seiring waktu dan kemudian baru 48:20 lillahi taala prosesnya. Apakah itu 48:21 disebut juga ikhlas, Ustaz? Mohon 48:23 pencerahannya. 48:24 Bismillahirrahmanirrahim. 48:25 Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali 48:27 wa ba'duh. Pertama, Pak Hasan di Jakarta 48:30 Timur. Terima kasih, Bapak. 48:31 Mudah-mudahan Pak Hasan sehat selalu 48:33 sekeluarga 48:35 tentang ikhlas. orang dari awal 48:39 dibandingkan dengan orang yang ikhlasnya 48:41 awal mungkin tidak ikhlas tapi seiring 48:44 berjalan waktu dia berubah dan berusaha 48:48 untuk mengikhlaskan dirinya. Tentu saja 48:50 berbeda ya, Pak ya. Karena start awal 48:53 itu 48:55 dia sudah 48:57 niatkan dengan lillahi taala. Maka itu 48:59 memang dari awal kita harus ikhlas. 49:01 Harus ikhlas meskipun ujiannya banyak, 49:03 Pak Hasan. Ujiannya banyak, Pak Hasan. 49:06 Ya, tapi niatkan dulu lillahi taala. 49:09 Niat ikhlas tu lillahi taala. Enggak 49:10 yang lain-lain enggak kepengin dapat. 49:12 Misalnya kita mau bantu orang, kita 49:14 tidak berniat 49:16 orang itu akan balas balik ya 49:19 kebaikan kita. Jangan. 49:23 Tapi boleh enggak kita punya keinginan 49:26 mendapat kebaikan yang 49:29 sama? 49:29 Ee sama boleh, tapi bukan dari yang 49:32 bersangkutan. Dari siapa? Dari Allah 49:34 Subhanahu wa taala. Ya, bahkan yang 49:36 lebih baik boleh. Kenapa tidak? Lillahi 49:39 taala. Artinya kita boleh kok berharap 49:46 pahala dari Allah itu boleh 49:48 ya boleh berharap. 49:50 Makanya wama umiru illa liya'budullaha 49:53 mukhlisinal hudina hunfa. 49:57 Beribadah kepada Allah. Ini dalam 49:58 melanggar ibadah. Jadi bahasan dari awal 50:00 kita makanya niatkan taala. Nah, orang 50:03 yang di tengah-tengah 50:05 kemudian dia semula tidak ikhlas jadi 50:08 ikhlas itu juga besar pahalanya. Tetapi 50:11 dia sudah kehilangan pada potongan waktu 50:13 yang di awal. Nah, dibandingkan kalau 50:16 Bapak ya start awal nih ya. He. 50:18 Sama-sama jalan, Pak. Ya, sama-sama 50:20 jalan. Ee 50:23 disuruh membantu orang ya. Contohnya ini 50:27 dari kantor nih, Mbak Hasan ya. Ee 50:29 kemarin ada bakti sosial di Banten yang 50:33 kena tsunami kemarin. Sama-sama 50:35 berangkat dari kantor. Tapi yang saya 50:37 sudah lillahi taala uh ngelihat besarnya 50:41 penderitaan saudara-saudara kita di 50:42 Banten itu ya. 50:43 Heeh. 50:45 Oh, saya mau ke sana. Tapi yang lain 50:47 aduh hari ini saya harus begitu begitu. 50:49 Dia enggak belum ikhlas di awal-awal. 50:51 Tapi begitu perjalanan waktu dia didapat 50:55 penjelasan dan lain mulai hatinya mulai 50:57 berkumpul lagi ya tadi disebut hatinya 50:59 yang tadi berserak-serak berkumpul itu 51:03 berbeda dengan yang dari awal. Maka itu 51:05 Pak Hasan ini Allah memberikan 51:08 pengarahan pada orang-orang yang memang 51:10 dari awal sudah ikhlas dan dari awal dia 51:13 sudah ber pasang niat sebelum beramal 51:17 dengan ikhlas. Yang kedua, punya ilmu. 51:19 He. 51:21 Apapun yang dilakukan niatkan dulu 51:23 ikhlas meskipun berat. Betul berat. 51:26 Orang pergi jihad berat enggak? Berat. 51:28 Orang pergi hijrah berat enggak? Berat. 51:29 Orang pergi 51:31 salat subuh-subuh pagi-pagi gimana? 51:33 Berat tidak? Berat. Tetapi lillahi 51:35 taala. 51:38 Jadi ikhlas itu belum tentu maksud saya 51:40 belum tentu ringan. Justru ikhlas ini 51:43 berat. 51:46 Wah, kalau niatnya ikhlas ringan belum 51:48 tentu, Pak. Belum tentu. Justru 51:52 dalam keadaan berat kita berangkat 51:54 lillahi taala itu ikhlas. 51:57 Nah, jadi ukuran ikhlas itu bukan ringan 52:00 beratnya orang memulai satu amalan ya, 52:04 tetapi lillah atau tidak lilah. Apa 52:07 untuk Allah atau bukan untuk Allah itu 52:09 ya, Pak ya. Karena memang ee di dalam 52:13 Quran untuk pergi jihad saja orang itu 52:16 ada yang boleh dalam keadaan berat 52:18 ataupun ringan. Infiru khifawanq. 52:23 Datangilah dalam keadaan ringan ataupun 52:25 terpaksa berat. Tetapi semuanya karena 52:27 Allah itu semuanya. Dan justru 52:30 orang-orang yang berangkat dengan berat 52:33 hati itu, Pak. Kalau yang Bapak maksud 52:35 ini bukan dalam arti 52:38 ee 52:40 ee ikhlas atau tidak ikhlas, tapi dia 52:43 punya hajat lain, tetapi karena 52:45 diperintah 52:46 dia tinggalkan hajatnya. Ini pahalanya 52:48 lebih besar kalau itu yang Bapak maksud 52:50 ya. Nah, 52:53 karena apa? Kalau yang pertama mungkin 52:54 dia tidak punya sangkut paut lain ya. 52:57 Tapi yang ini waduh dia punya 52:59 agenda-agenda yang lain harus dia 53:02 kerjakan. 53:04 Kalau dia tinggalkan dia 53:07 mendapatkan kerugian-kerugian tertentu 53:09 ini justru dia lebih besar baik di 53:11 hadapan Allah ya begitu Pak Hasan ya. 53:14 Wallahuam. Yang kedua, hamba Allah dari 53:16 mana Mas? 53:16 Sukabumi. 53:17 Sukabumi. 53:20 Tampaknya yang dimaksud oleh hamba Allah 53:24 dari Sukabumi ini bukan ikhlas tetapi 53:27 rida. Ya, 53:28 rida. Karena kalau orang di 53:31 ditimpa musibah oleh Allah Subhanahu wa 53:33 taala, 53:35 dia diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. 53:39 Nah, awal-awalnya belum menerima. He 53:41 ya kan? Nah, menerima atau tidak 53:43 menerima itu bukan ikhlas atau tidak 53:45 ikhlas, tetapi rida atau tidak rida, 53:48 sabar atau tidak sabar. Ya, jadi 53:51 konteksnya agak berbeda. 53:52 He. 53:53 Awalnya mungkin tidak sabar, tidak 53:55 nerima, waduh ini gimana ya? 54:00 Misalnya diuji sakit, 54:04 saya sudah berusaha jaga kesehatan, 54:08 diet yang ketat, 54:11 olahraga tidak pernah ketinggalan, pola 54:14 hidup juga disehatkan, tapi masih Allah 54:18 kasih kasih ujian sakit. Sakitnya pun 54:22 sakit yang luar biasa. Bukan sembarang 54:25 orang punya sakit itu ya. 54:27 Nah, ini bukan masalah ikhlas, tidak 54:29 ikhlas, tetapi masalah sabar dan rida. 54:32 Maka itu boleh di awal-awal mungkin 54:34 masyaallah 54:36 ya 54:38 belum sampai ilmunya, 54:41 belum sampai pemahamannya, begitu 54:43 mendapatkan 54:45 penjelasan dari para ulama atau dari 54:47 ustaz atau dari sahabat, 54:50 dia mulai menerima 54:52 dengan sikap yang reda, maka itu adalah 54:55 sabar. 54:56 Dan itu lebih baik. Insyaallah kalau 54:59 sabar sampai diambil oleh Allah nyawanya 55:02 dalam keadaan begitu, dia sudah dicatat 55:05 oleh Allah sebagai ahli surga. 55:08 Karena Allah berjanji, innallaha 55:12 maasobirin. 55:14 Ya Allah itu 55:16 bersama orang-orang yang 55:17 sabar 55:18 yang sabar 55:21 ya. Dan kemudian Allah itu memasukkan 55:26 orang-orang yang beriman, sabar, rida 55:29 itu ke dalam surganya Allah. 55:33 Ya, maka yakinlah orang-orang yang 55:37 terkena musibah di awal-awal belum 55:39 sabar, belum reda, 55:42 berusaha 55:44 memahami ini sebagai takdir Allah, 55:48 sebagai keputusan Allah dan dia belajar 55:50 lagi untuk menerimanya. Insyaallah 55:54 pahalanya besar. 55:56 Dan kalau dia nanti diambil oleh Allah 55:58 ya dalam keadaan sabar 56:01 dia dalam keadaan diridai oleh Allah 56:04 Subhanahu wa taala. Ya 56:08 ya ya 56:10 ayuhan nafsul mutmainah irjii ilatan 56:15 fadkhuli fi ibadi wadkhuli jannati. 56:19 Orang-orang yang hatinya mutmainah. 56:22 Nafsul mutmainah. Orang-orang yang dia 56:25 tenang, merasa reda 56:29 menerima musibah Allah ini. Reda 56:32 dipimpin oleh Quran dan sunah. Ya, kata 56:37 Allah, "Masuklah ke dalam 56:41 golongan umat-umatku 56:44 dan masuklah ke dalam surgaku." Fadkhuli 56:48 fi ibadi wadkuli jannati. 56:52 Tuh Allah masuklah ke surgaku. Surgaku. 56:55 Ya, demikian ya hamba Allah di Sukabumi. 56:59 Mudah-mudahan Allah menjaga Anda 57:00 sekeluarga 57:02 dalam keadaan 57:04 reda, sabar, dan juga bersyukur kepada 57:07 Allah Subhanahu wa taala. Amin. Allahum 57:09 amin. 57:10 Baik, semoga terjawab. Dan kembali ke 57:13 pertanyaan selanjutnya dari Ibu Lisa 57:15 Emilda. Asalamualaikum warahmatullahi 57:16 wabarakatuh, Ustaz. 57:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:17 wabarakatuh, 57:18 Ustaz. Kalau misalkan kita melihat ada 57:20 orang atau keluarga yang kekurangan, 57:22 tapi kita belum bisa membantu 57:24 dalam hati kita berkata, "Coba kalau 57:26 saya ada insyaallah pasti saya bantu." 57:29 Apakah yang seperti itu juga dibilang 57:31 berniat baik? Ya, Ustaz. 57:33 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 57:35 shalli ala Muhammad wa ala ali w ba'duh. 57:37 Ulisa, terima kasih pertanyaannya. 57:41 Kalau kita memahami makna niat, maka 57:46 jangan pakai kalau. 57:47 Hm. Ya, 57:48 hilangkan kalaunya ya. 57:49 Ah, hilangkan kalaunya. Kata kalau itu 57:52 bisa dipelintir oleh setan. 57:55 Maka hilangkan kalaunya, 57:58 gantilah dengan niat begini. 58:01 Aku niat menolong orang itu lillahi 58:05 taala. Bagaimanapun caranya nanti Allah 58:07 kasih jalan. 58:12 Ditambah lagi doanya, "Ya Allah, 58:15 tolonglah hamba untuk menolong hambau 58:18 itu dan juga tolonglah dia, ya Allah." 58:21 Nah, ini jadi memang masyaallah hati itu 58:25 tempat kita membedakan 58:30 mana yang baik, mana yang benar, 58:33 mana yang akan diterima oleh Allah, mana 58:35 yang tidak diterima oleh Allah. 58:38 Maka itu buulisa 58:40 ubah niatnya. Boleh enggak berubah niat? 58:42 Boleh. Itu yang namanya mukhlisin 58:45 laudin. Mengikhlaskan diri ini perintah 58:48 Allah. 58:50 Mungkin awal-awal tidak ikhlas niatnya 58:52 kan. Nah. Nah, sekarang bismillah aku 58:55 akan membantu dia. Nah, dan niat saja 58:58 sudah dicatat oleh Allah Subhanahu wa 58:59 taala 59:02 sampai Anda nanti ketemu cara menemukan 59:06 cara bisa menolong orang itu. Anda dari 59:09 tadi berniat sampai ketemu cara itu dan 59:11 menolongnya itu sudah dicatat oleh 59:15 Allah, sudah diganjar oleh Allah pahala. 59:18 Ya, itu betapa maha murahnya Allah 59:20 Subhanahu wa taala terhadap hambanya ya. 59:25 Jadi Allah itu sangat murah, sangat 59:29 sayang kepada hambanya. Maka itu 59:30 banyaklah berniat yang baik dan niatnya 59:33 harus ikhlas. Ya, mudah-mudahan Bu Liza 59:37 memahami bahwasanya 59:40 niat yang ikhlas itu, Bu, ya Subhanallah 59:44 tadi disebutkan oleh Imam Ibnu Qayyim 59:47 dan 59:48 para ulama yang lain, ya kan 59:52 ee 59:55 niat itu ibarat roh 59:59 terhadap badan. 1:00:01 Jadi amal yang tidak ada niat yang 1:00:04 diikhlas lillahi taala seperti badan 1:00:06 yang tidak beruh 1:00:09 ya tuh harganya 1:00:13 tubuh manusia ini kan harganya 1:00:14 tergantung rohnya. 1:00:15 Iya 1:00:16 ya. Tadi sebutan al Imam Ibnu Qayyim 1:00:19 seperti itu ya. Mudah-mudahan kita 1:00:21 semuanya dapat belajar 1:00:24 untuk membersihkan niat kita, untuk 1:00:26 mengikhlaskan niat kita. mukhlisina 1:00:29 lauddin. 1:00:31 Ya, ini subhanallah. 1:00:34 Maka itu sekalian kita harus belajar 1:00:37 melatih diri, riyadah. Riyadah diri. 1:00:40 Gimana cara kita riyadah diri? Banyaklah 1:00:42 berzikir. 1:00:45 Apapun kita berzikir mau belok kanan 1:00:48 ke 1:00:50 masuk gang. 1:00:51 He. 1:00:52 Atau 1:00:54 memulai kerjaan kita apapun. 1:00:58 menyentater kendaraan belok kanan belok 1:01:01 kiri bismillah bismillah itu semuanya 1:01:04 dekat dengan Allah ya demikian 1:01:07 mudah-mudahan menjawab wallahuam bisa 1:01:10 baik pertanyaan terakhir ini dari Ibu 1:01:12 Miftah ya karena kita dibasi oleh waktu 1:01:14 ini banyak kali yang masuk cuman ini ber 1:01:16 ee waktu ustaz dua lagi boleh Mas 1:01:18 kaligus saja dibacakan 1:01:20 ba Ibu Miftah yang pertama 1:01:21 asalamualaikum ustaz ee wabarakatuh 1:01:23 saya punya menantu yang kurang paham 1:01:25 agama ustaz sifatnya suuz Zonan, selalu 1:01:28 merasa dirinya paling benar, 1:01:29 selalu tergesa-gesa mengambil keputusan 1:01:31 sendiri dan tidak mau dinasehhati. 1:01:34 Tetapi sampai sekarang saya tetap 1:01:36 menyayanginya seperti anak sendiri, 1:01:37 Ustaz. 1:01:38 Heh. 1:01:38 Walaupun dia sudah meninggalkan anak 1:01:40 saya dengan alasan yang tidak syari. 1:01:43 Oh, sudah bercerai maksudnya. Oh, 1:01:45 pertanyaannya, apakah saya termasuk 1:01:47 orang yang tidak ikhlas karena saya 1:01:49 menasihati anak saya agar tidak kembali 1:01:51 pada mantan istrinya? Mohon pencerahnya, 1:01:54 Ustaz. Terus yang kedua. He 1:01:57 ini pertanyaan dari hamba Allah. 1:01:59 Asalamualaikum warahmatullahi 1:02:00 wabarakatuh. 1:02:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:02 wabarakatuh. 1:02:02 Pak Ustaz ee banyak yang mendefinisikan 1:02:06 ikhlas, namun kita terkadang absurd 1:02:08 makna ikhlas yang sering bercampur 1:02:10 dengan menerima segala sesuatu apa 1:02:12 adanya. Bahkan kata ini diposisikan 1:02:14 sebagai sesuatu upaya tidak melakukan 1:02:16 apa-apa dan cenderung tidak berdaya. 1:02:19 Mohon tanggapannya. 1:02:20 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 1:02:22 Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali 1:02:24 Muhammad. Bu Miftah, 1:02:26 ee apa yang Ibu lakukan? Menasehati 1:02:30 mantu atau 1:02:33 mantan mantu itu bagus sekali ya. 1:02:39 Bahkan sampai dia sudah tidak lagi jadi 1:02:41 mantu, Ibu masih 1:02:43 berusaha meluruskannya. Itu bagian dari 1:02:46 ibadah yang besar. Menasihati sesama 1:02:48 muslimah, ya Bu ya. Menasihati sesama 1:02:51 muslim itu bagus sekali. 1:02:54 Nah, kalau Ibu ber pendapat 1:02:58 anak Anda kok kurang baik kembali kepada 1:03:01 istrinya yang tidak 1:03:04 islami, akhlaknya juga tidak baik, itu 1:03:07 sebuah keputusan yang 1:03:09 yang sudah betul juga ya. Jadi ibu 1:03:14 me menjaga melindungi anak sendiri dari 1:03:19 kemudaratan apabila beristri dengan 1:03:22 orang yang akhlaknya kurang baik. Ya, 1:03:25 apalagi disebut keras kepala, tidak mau 1:03:27 di 1:03:27 dinashti. 1:03:28 Dinasihati, 1:03:30 menang, ingin menang sendiri, merasa 1:03:32 lebih baik, itu akhlak yang kurang baik, 1:03:34 ya. Nah, sekarang ee 1:03:39 doronglah putra ibu kalau memang dia 1:03:43 masih mau menikah, doronglah segera 1:03:45 menikah lagi. Karena hidup orang itu 1:03:48 berbeda. Di dalam lembaga pernikahan 1:03:50 dengan lembaga pernikahan itu berbeda. 1:03:53 Ya, doronglah untuk menemukan 1:03:57 pasangan hidupnya yang baru, memulai 1:04:00 hidup yang lebih diberkahi oleh Allah 1:04:01 Subhanahu wa taala dengan wanita yang 1:04:03 salehah. Kami mendoakan dari studio 1:04:06 Rasil mudah-mudahan putra Ibu diberi 1:04:09 ganti yang lebih baik oleh Allah 1:04:11 Subhanahu wa taala untuk kebahagiaan, 1:04:14 kesejahteraan, 1:04:16 dan keselamatan hidup di dunia sampai 1:04:18 akhirat. Amin. Allahum amin. Ya, doa ini 1:04:21 pun kami doakan untuk seluruh 1:04:24 ikhwan-ikhwan yang masih melajang, 1:04:26 ikhwan dan akhwat ya, masih melajang ee 1:04:31 dihasil. Kita sama-sama mendoakan semoga 1:04:35 Allah berkahi semuanya dan ditemukan 1:04:38 jodohnya yang terbaik dunia dan akhirat. 1:04:40 Amin. 1:04:40 Amin. 1:04:41 Pertanyaan terakhir itu sudah kita jawab 1:04:42 tadi bahwasanya seringkiali memang 1:04:45 ikhlas di 1:04:47 ee campurkan pengertiannya dengan 1:04:50 tidak berdaya gitu. 1:04:51 Tidak berdaya. 1:04:53 Iya. Itu tidak betul ya. Ikhlas itu satu 1:04:56 karena Allah 1:04:57 ya. Kalau karena Allah lakukan itu 1:04:59 dengan terbaik. Jangan wah gua ikhlas 1:05:01 kasih. Enggak. Yang terbaik. 1:05:05 Yang terbaik. Lu mau mempersembahkan 1:05:07 kepada pemilik 1:05:10 langit dan bumi. 1:05:13 Bos di atas bos maha bos kan. Nah begitu 1:05:15 ya. Kita sama bos saja mohon maaf mau 1:05:19 ketemu saja 1:05:21 enggak berani pakai sendal jepit ya kan. 1:05:23 Rapi. Harus rapi 1:05:24 pakai kos oblong koloran. Enggak mungkin 1:05:26 kita ketemu bos begitu kan. Mesti kita 1:05:27 pakai baju yang bagus. Ini sama Allah 1:05:29 gimana? Jadi saya sering sedih kalau 1:05:31 lihat orang, "Ah, yang penting ikhlaslah 1:05:34 pakai baju itu. Mas Fahri pakai baju." 1:05:36 Kalau enggak ikhlas 1:05:38 kayak gue dong ya. 1:05:40 Gue ikhlas nih kaos oblong sama kolor 1:05:43 sama sarung. 1:05:44 E yang penting ikhlas. Bukan begitu. 1:05:47 Justru karena kita mau menghadap Allah. 1:05:52 Mukhlisin alahudin. 1:05:55 Berikan yang terbaik untuk Allah 1:05:57 semata-mata. 1:05:58 Ya, itu wujud kita ikhlas. Kalau kita 1:06:02 sama orang lain bisa mempersembahkan 1:06:04 terbaik, sama Allah harus lebih baik. 1:06:06 Yang terbaik dari yang terbaik itu 1:06:08 kepada Allah. Nah, itu Mas ya, Mas 1:06:11 Fahri. Jadi, masyaallah alhamdulillah 1:06:14 pertanyaara itu menyimpulkan bahwasanya 1:06:17 ikhlas itu bukan sekedar menggugurkan 1:06:20 kewajiban dalam beribadah, tetapi justru 1:06:24 mukhlisinal hudina hunafa yang terbaik. 1:06:28 Ya, P sekalian. Kalau ikhlas apa? 1:06:31 Berikan yang terbaik untuk Allah. 1:06:33 Lakukan yang terbaik untuk Allah. 1:06:34 Ucapkan yang terbaik untuk Allah. 1:06:38 Berani jujur itu hebat. 1:06:41 Nah, tetapi jujur karena Allah itu yang 1:06:45 mulia. Ya, demikian. 1:06:47 Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 1:06:49 memberi manfaat 1:06:51 dari semua yang kita bicarakan pagi ini. 1:06:54 Semoga diberkahi Allah subhanahu wa 1:06:56 taala. Amin. 1:06:57 Dan kita 1:06:59 ee kita ditolong oleh Allah Subhanahu wa 1:07:01 taala untuk melaksanakannya dengan 1:07:03 ikhlas lillahi taala. Amin. Allahum 1:07:05 amin. Alalamualaikum warahmatullah 1:07:07 wabarakatuh. 1:07:09 Waalaikumsalam. Demikianwat acara kajian 1:07:11 islami bersama Ustaz Agusmaji mengenai 1:07:13 ikhlas itu bukan dari awal tapi sampai 1:07:16 akhir. Dan terima kasih untuk ananda 1:07:18 yang sudah bergabung juga ee rekan kami 1:07:20 yang ada di Sukabumi, di Palembang, di 1:07:23 Semarang, di Pontianak, Magelang, di ee 1:07:26 semua di Batam juga ya, di Batam, di 1:07:28 Singapura yang ee juga menangkap siaran 1:07:30 kami melalui Sela FM Batam juga. Anda 1:07:33 yang bisa menyimak kami melalui 1:07:34 streaming di www.radiosatin.com. 1:07:37 Terima kasih sudah bergabung dan maaf 1:07:39 kalau misalkan ada beberapa yang belum 1:07:40 sempat terbacakan karena waktu yang 1:07:41 terbatas ya. Saya Fahri temani Fajar 1:07:43 juga Anis Malim untuk pamit. 1:07:45 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:07:47 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:07:49 ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:07:50 wabarakatuh. 1:07:51 Waalaikumsalam. 1:08:05 [Musik]