Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 17 Rajab 1446 Hijriah atau
- tanggal 17 Januari 2025. Ya, seperti
- biasa setiap Jumat kita akan mengadakan
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- edisi dialog dan tanya jawab. Silakan
- tayangkan ee
- pertanyaan Anda ke 0811999720.
- Alhamdulillah 1 senin sudah ada di sini.
- Isa juga salam 1
- juga ada Oni ada Gustaf dan juga
- ada Al
- kalau mau bertanya kirimnya ke nomor
- mana
- 0811999720
- silakan
- 081-nya tiga kali kirim pertanyaan
- 1999720
- oke baik kita mulai acara ini dengan
- membaca al-Fatihah
- auzubillahiminasyaitanirrajim
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- anamta
- Aiin.
- [musik]
- Ya, alhamdulillah kita sudah baca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menerima jawaban-jawaban yang
- diberikan oleh guru kita Ustaz Husin
- sesuai dengan kehendak Allah. Ustaz Isa
- apakah sudah ada pertanyaan?
- Ada pertanyaan ini sambil menunggu ikon
- akat yang mau bertanya silakan. H
- kirimkan pertanyaan Anda di 0811999720.
- Sekali lagi kami tunggu
- pertanyaan dari Anda di 0811999720
- ya. Dari
- Bapak atau Ibu nih Ibu Kiki di tepat
- asalam satu.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Apakah semua kata-kata dalam Al-Qur'an
- adalah perkataan Allah dan bagaimana
- dengan do doa-doa para nabi dan apakah
- yang dimaksud dengan hadis qudsi? Kenapa
- harus ada hadis qudsi? Kenapa enggak
- Allah
- bilang saja di Al-Qur'an? Itu saja
- pertanyaannya dari ee Bapak Kiki atau
- Ibu Kiki ini ditebet.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiron thayyiban
- mubarokan fih kama yuhibbunaard.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabina Muhammadin wa alih
- thyibin
- wasohabatihil gurril mayamin
- wasairina ala nahjihil qawim ila
- yaumiddin.
- Assalamualaika ya Rasulullah wassalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi'fna bimaam.
- Rabbana zidna ilman waiknain. Amma
- ba'du. menjawab [berdehem] pertanyaan
- dari Ibu Kiki
- berkaitan dengan Al-Qur'an.
- Apakah semua kalimatnya berasal dari
- Allah?
- Lalu berhubungan dengan hadis qudsi.
- Mengapa harus ada hadis qudsi? Kenapa
- semuanya tidak dituangkan dalam
- Al-Qur'an al-Karim?
- [berdehem]
- Semua ulama kaum muslimin
- bersepakat bahwasanya Al-Qur'an
- baik itu lafaznya,
- kalimat-kalimatnya,
- semuanya berasal dari Allah Subhanahu wa
- taala. Sedangkan Nabi hanya membacakan
- dan menyampaikannya kepada kita.
- Termasuk doa-doa para nabi yang
- diceritakan Al-Qur'an.
- Semua yang diceritakan
- merupakan firman-firman Allah Subhanahu
- wa taala yang menceritakan kepada kita
- doa dari para nabi seperti doa Nabi
- Allah Sulaiman. Rbi az an asura nikmat.
- Doa dari Nabi Allah Ibrahim.
- Allah Subhanahu wa taala kisahkan kepada
- kita agar menjadi pelajaran bagi kita
- mana yang menjadi permohonan dan doa
- prioritas mereka.
- Seperti doa Nabi Ibrahim ketika
- meninggalkan keluarganya.
- Di lembah yang tak bertuan tak pula
- terdapat air maupun tumbuhan.
- Ketika Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah
- untuk mereka, yang pertama diminta oleh
- Ibrahim bukan meminta kepada mereka agar
- Allah Subhanahu wa taala menganugerahkan
- mereka rezeki dan makanan.
- Karena Allah Subhanahu wa taala pasti
- telah menyiapkan dan menyediakan bagi
- hamba-Nya.
- Tapi yang pertama diminta oleh Ibrahim
- agar
- menjadikan anak-anaknya orang-orang yang
- selalu mendirikan salat.
- Ini yang pertama diminta.
- Rabbana inni askantu minriyati
- biw
- biwadin giri
- bait muharam.
- Wahai Tuhanku, aku telah menempatkan
- keluargaku,
- anak keturunanku
- dalam satu lembah yang tidak terdapat
- tanaman, berarti tidak terdapat tumbuhan
- di sisi rumahmu yang diharamkan.
- Rbana liuqimusah. Wahai Tuhan kami,
- berikan tuntunan bimbingan bagi mereka
- agar mereka selalu mendirikan salat.
- Begitu mereka terhubung dengan Allah,
- masa Allah Subhanahu wa taala tidak akan
- meninggalkan mereka.
- Allah bukan hanya akan mencukupi, bahkan
- akan apa? Akan menambahkan dari
- keutamaannya bagi hamba-hambnya yang
- pasrah berserah diri kepadanya.
- Yang kedua, waj'al afidatan minanasi
- tahli. Jadikan hati-hati sebagian
- manusia
- dekat, condong, sayang kepada mereka.
- Berarti Ibrahim meminta agar anak
- keturunannya dianugerahkan akhlak,
- pekerti yang mulia yang menarik. orang
- bukan dilihat dari anak Nabi.
- Tapi apa? Allah Subhanahu wa taala
- dekatkan hati manusia kepada mereka
- karena akhlak pekerti mereka yang luhur.
- Tidak ada sesuatu yang mendekatkan orang
- kepada seseorang melebihi dari akhlak
- dan pekerti yang luhur.
- Baru yang ketiga, warzuqhum minsamarati
- laallahum yaskurun.
- Wahai Tuhan kami, anugerahkan bagi
- mereka dari berbagai macam buah-buahan.
- Itu pun tujuannya laallahum yasykurun
- agar mereka bersyukur.
- Kemudian doanya setelah itu, Rabbana
- waj'alna
- mutimah wamin durriyati rabbana wa
- taqobbal dua. Lihat permintaan Ibrahim
- ini bimbingan buat kita semua dalam
- berdoa. Wahai Tuhanku jadikan aku orang
- yang selalu mendirikan salat. Begitu
- pula anak-anak keturunanku. Terimalah
- doaku ya Allah. Karena bila seorang
- terhubung dengan Allah berarti terhubung
- dengan apa? Dengan penguasa, pemilik
- langit bumi yang maha pengasih lagi maha
- penyayang. Mungkin enggak ditinggalkan
- oleh Allah?
- Tidak mungkin.
- Tapi walaupun dia memiliki berbagai
- macam
- fasilitas hidup, kalau Allah tinggalkan
- dirinya, siapa yang bisa menggantikan
- Allah? yang menggerakkan jantungnya,
- yang mengoperasikan kedua paru-parunya,
- yang juga mengoperasikan sistem
- pencernauhannya, seluruh organ tubuhnya
- kalau Allah tinggalkan dia langsung akan
- apa? Akan berhenti.
- Setelah itu rabbanagfirli
- waliwalidaiya walil mukminin yaumul
- hisab. Wahai Tuhan kami, ampuni dosa
- dosa-dosaku.
- Demikian pula kedua orang tuaku.
- Demikian pula untuk orang-orang yang
- beriman ketika hari hisab ditegakkan di
- hari kemudian nanti.
- Jadi Allah ceritakan doa para nabi agar
- menjadi pelajaran buat kita. Karena
- begitu orang mengikuti mereka dalam doa
- mereka, mereka mendapatkan keutamaan
- dunia dan akhirat.
- Begitu juga doa Nabi Sulaiman. Rbi azi
- an asura nikmatakallati
- anamta alaiya waa walidya waala
- shihanard
- wa aslihli firiyati.
- Inni tubtu ilaika wa inni minal
- muslimin. Dalam ayat yang lain
- birahmatika fi ibadihin.
- Ini doa yang amat indah. Wahai Tuhanku,
- bantulah aku agar selalu mensyukuri
- nikmat-Mu yang Kau limpahkan atas
- diriku. Begitu juga atas kedua orang
- tuaku.
- Dan bimbing aku, bantu aku, mudahkan aku
- untuk mengerjakan amal saleh yang Kau
- ridai.
- Dan perbaiki bagiku ya Allah anak-anak
- keturunanku.
- Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan aku
- nyatakan aku dari orang yang berserah
- diri kepada-Mu. Doa ini doa yang amat
- indah. Oleh karena itu, siapa yang
- membaca doa ini
- ya Allah Subhanahu wa taala janjikan
- baginya. Ulaikalladinaqobbaluhum
- ahsana mail
- watajawazuatihim
- fi ashabil.
- Merekalah orang-orang yang kami akan
- terima dari mereka.
- Ahsana ma amin. Amal-amal mereka yang
- terbaik yang di bawahnya Allah jadikan
- menjadi amal yang terbaik tingkatan.
- Kami ampuni, lintasi dosa-dosa mereka
- enggak diperhitungkan oleh Allah. Allah
- liwatkan begitu saja.
- Allah Subhanahu wa taala dengan
- rahmatnya ya merintasi
- dosa-dosa mereka, menghisab mereka
- dengan semudah-mudahnya. Mereka
- ditempatkan sebagai penghuni surga.
- Itulah janji ya yang benar yang
- dijanjikan bagi mereka. Jadi semua yang
- terdapat dalam Al-Qur'an
- sampai kepada susunan ayatnya,
- susunan surahnya pun semua langsung
- ditangani oleh Allah dengan
- memerintahkan rasulnya Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Sebagian orang beranggapan bahwa
- Al-Qur'an disusun setelah wafatnya
- Rasul. Ini tidak benar.
- Karena bahkan sebelum sampai kepada
- Rasulullah, Al-Qur'an telah ada dalam
- sebuah kitab.
- Bal hua Quran majid fi lauhin mahfud.
- Fala uqsimu bimawaqiin nujum wa innahu
- laqasamun laamunaim innahu la quranun
- karim fi kitabim maknun.
- Begitu Al-Qur'an turun kepada Nabi kita
- turun katakan satu ayat Allah katakan
- letakkan dalam surah ini. Turun ayat
- yang lain Allah perintahkan letakkan
- dalam surah ini. Kenapa? Karena kalau
- disusun sesuai dengan urutannya tidak
- mungkin kita akan memahami Al-Qur'an.
- Karena kejadian kan tidak beraturan.
- Betul gak? Tapi Allah susun Al-Qur'an
- dengan mukjizat yang amat menakjubkan.
- Hingga walaupun kita tidak mengalami
- kejadiannya, waktu kita membaca
- Al-Qur'an satu surah, katakan kita
- merasakan seolah-olah ayatnya turun apa?
- Berurutan, penuh keteraturan, saling
- berkaitan. Padahal diturunkan dalam masa
- yang berbeda-beda. Ini namanya ijaz
- attartibil qurani mukjizat susunan
- Al-Qur'an. Disusun atas perintah Allah
- sebagaimana susunan Alkitab dalam Lauh
- Mahfuz.
- Jadi bukan setelah datang sahabat Rasul
- lalu kita bertanya apa pekerjaan para
- penulis wahyu pada masa Rasul. Oleh
- karena itu disebabkan karena pendapat
- yang ganjil ini bukan mutawatir ya.
- Karena merujuk kepada hadis yang ahad
- akhirnya menimbulkan keraguan terhadap
- Al-Qur'an bahwa Quran pernah hilang.
- Bahkan sebahagian ada yang dimakan
- kambing ini terdapat dalam buku-buku
- Ulumul Quran. Tapi kita nyatakan ini
- merupakan riwayat yang tidak benar.
- Karena Allah berfirman dalam surah Hud,
- kitabun
- uhkimat ayatuh.
- Ini sebuah kitab yang ayat-ayatnya
- betul-betul
- diturunkan Allah dengan penuh
- kesempurnaan.
- Sehingga kalau kita mau ganti satu kata
- dengan kata yang serupa, tidak akan apa?
- Sama. Tidak akan sama
- kitab Al-Qur'an yang ayat-ayatnya
- disusun oleh dengan begitu sempurna.
- Kemudian tumma fusilat
- kemudian ditafsir oleh Allah
- min ladun hakimin khabir. Baik itu
- susunan ayatnya maupun tafsirnya,
- susunan surahnya itu berasal dari yang
- maha apa? Bijaksana lagi maha tahu.
- Sayang terjemahan Quran kita ya
- mengaitkan min ladun hakimin khabir
- dengan kata kerja yang tidak disebutkan
- itu diturunkan dari yang maha bijaksana
- lagi maha tahu. Padahal min ladun
- hakimin khabir dikaitkan dengan
- apa? Dengan uhkimat dan fussilat.
- Jadi dalam rab jar dan majrur ini
- mutaalliq dengan apa? mutaalik biuhkimat
- wa fusilat. Jadi ihkam alayat begitu
- juga tafsilha ya ila suarin muratabah
- itu dilakukan oleh yang maha bijaksana
- lagi maha tahu dan dalam suratul qiyamah
- Allah berfirman, "Inna alaina jamahu
- wa quran
- kami yang langsung akan turun tangan
- mengumpulkannya
- dan juga membacakannya."
- Qahu.
- Kalau kami membacakannya, ikuti cara
- membacanya.
- Dan bukti-bukti yang lain amat banyak.
- Contohnya dalalikal kitab. Dalika itu
- kata penunjuk
- dalam bahasa Arab namanya isim isyarah.
- Itu adalah sebuah kitab yang amat agung.
- Kalau ditunjuk ada enggak?
- Engak.
- Masa menunjuk P sesuatu yang enggak ada.
- Alkitab itu kumpulan tulisan
- yang tersusun.
- Tilka ayatul kitab.
- Jadi kalau seandainya
- kitab tersebut tidak ada pada masa
- Rasul, bagaimana mungkin Allah menunjuk
- dalikal kitab tilka ayatul kitab?
- Sudah ada berarti ya?
- Iya dong. Alif lam mim dalalikal kitab.
- Karena beda antara Alkitab dengan Quran.
- Kalau Quran itu
- adalah apa? Bacaan. Jadi huruf-huruf
- kalimat yang tersusun yang lahir dalam
- bacaan namanya Quran. Tapi kalau Alkitab
- kumpulan dari tulisan diambil dari
- kataba yaktubu kitaban wa kitabatan.
- Jadi Ibu Kiki berkaitan dengan Al-Qur'an
- baik itu
- kata-katanya, susunannya
- semua berasal dari Allah. Tidak ada
- campur tangan Rasul kecuali hanya
- menyampaikannya.
- Tapi berkaitan dengan hadis qudsi
- dan kalau kita membaca hadis qudsi ya
- kita temukan hadis-hadis ini sebetulnya
- berkaitan dengan fadil, tidak berkaitan
- dengan pokok-pokok dari ajaran kita.
- Sebagai contoh kita lihat apa yang
- terdapat dalam hadis qudsi. Sebetulnya
- terdapat dalam Al-Qur'an.
- Ya ibadi inni haramud dzulma ala nafsi.
- Wahai hamba-hambaku.
- J Rasulullah meriwayatkan dari Allah,
- "Wahai hamba-hambaku, aku mengharamkan
- kezaliman dan perbuatan aniaya atas
- diriku. Aku haramkan atas diriku.
- W'aluhu bainakum muharama. Aku jadikan
- di antara kalian perbuatan ini perbuatan
- yang haram. Fala tadalamu." Maka jangan
- kalian saling berbuat aniaya. Tuhan yang
- menciptakan kita tidak pernah menganiaya
- hambanya. Quran mengatakan wama rbuka
- bidallamin
- dan hadis qudsi kekuatannya tidak sama
- dengan Quran. Kalau hadis qudsi kembali
- kepada riwayat yang bisa benar bisa juga
- sa.
- Nah, untuk mencocokkan kebenarannya
- dikembalikan pada Al-Qur'an.
- Oleh karena itu, kalau ada hadis
- maknanya sesuai dengan Al-Qur'an,
- syaratnya dif, masih saya lebih suka
- menerima kalau dia cocok dengan Quran
- daripada hadis yang katanya sahih tapi
- maknanya bertentangan dengan Al-Qur'an.
- Karena apa? Karena yang menjadi pegangan
- kita Quran. [berdehem] Yang menjadi
- rukun iman kita Quran. Yang menjadi
- kitab yang kelak akan menjadi apa?
- akan menjadi ukuran bagi semua amal kita
- di hari kemudian nanti. Quran
- hadis qudsi merupakan hadis-hadis yang
- dibacakan oleh Rasul meriwayatkan firman
- Allah yang isinya terkadang peringatan,
- yang isinya juga merupakan janji Allah
- yang terkadang isinya merupakan apa?
- Merupakan ee keterangan-keterangan yang
- sebetulnya telah terdapat dalam
- Al-Qur'an.
- Jadi kalau seandainya orang bertanya
- kenapa tidak dituangkan dalam Al-Qur'an
- seluruhnya,
- maka dengan sendiri kita harus tahu
- bahwa hadis-hadis qudsi ini dari sisi
- riwayat tidak sama dengan Al-Qur'an.
- Kalau Al-Qur'an ya semuanya mutawatir.
- Diskusi ada juga yang mutawatir.
- Kenapa?
- Diskusi ada juga yang mutawatir.
- Diskusi seandainya mutawatir pun
- seandainya tidak sama dengan Al-Qur'an.
- Karena apa? Karena apa yang diungkapkan
- dalam hadis qudsi dari sisi bahasa
- merupakan ucapan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Dan juga Pak Kristen, Ak harus tahu
- bahwa 99%
- kom9
- 99,9%
- hadis-hadis Nabi itu diriwayatkan dengan
- maknanya, bukan dengan lafaznya.
- Jadi kalau seandainya orang mendengarkan
- ee katakan satu hadis walaupun terdapat
- dalam Bukhari Muslim bahkan disepakati
- itu ulama bersepakat bahwasanya
- hadis-hadis Rasul sebahagian besar ryah
- bimakna diriwayatkan dengan maknanya.
- Sahabat mendengar lalu mereka ungkapkan
- dengan bahasa mereka. Oleh karena itu
- bisa saja terjadi distorsi,
- bisa terjadi juga kesalahan dalam
- meriwayatkan karena kesalahan dalam
- memahami maksud Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Sedangkan hadis mutawatir yang dianggap
- lafdan wa maknan, lafaznya dan maknanya
- dianggap mutawatir masih ada perbedaan.
- Yaitu man kadaba alaiya falyatwa
- maqadahu minanar. Ternyata ada tambahan,
- man kadaba alaiya mutaammidan.
- Siapa yang berdusta atas namaku, silakan
- siapkan tempatnya di api neraka. Riwayat
- yang lain, siapa yang berdusta atas
- namaku dengan sengaja.
- Ini dianggap hadis yang paling mutawatir
- lafaz maupun maknanya. Nah, kalau hadis
- yang mutawatir, yang umum itu yang
- mutawatir maknanya walaupun lafaznya
- berbeda-beda itu jumlahnya juga enggak
- banyak Pak Islam.
- jumlahnya amat sedikit.
- Nah, kalau
- jumlah hadis ya yang berulang dan tidak
- berulang tanpa melihat sahih dan tidak
- sahihnya jumlahnya mencapai 400.000.
- Sedangkan yang sahih
- tidak mencapai sepertiganya.
- Kemudian 200.000 bukan bukan 200.000
- hadis.
- Sebagaimana yang diungkapkan oleh guru
- al Imam Assuyuti.
- Dari 200.000 hadis yang sahih tidak
- mencapai sepertiga.
- Dari yang sahih yang masuk dalam
- kategori mutawatir lafaznya cuma satu
- yaitu man kadaba alaih. Itu pun masih
- ada perbedaan. Tapi kalau Quran di mana
- pun dia dicetak
- tidak ada perbedaan walaupun hanya satu
- ayat. Oleh karena itu tidak mungkin kita
- kembalikan Quran kepada hadis. Yang
- benar kembalikan hadis pada Al-Qur'an.
- Yang cocok kita terima, yang tidak cocok
- maaf kami tidak berani berdusta atau
- mendukung kebohongan atas nama Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi, Ibu Kiki, Al-Qur'an merupakan
- kitab rujukan kita semua dan dia
- merupakan pemisah di antara yang hak dan
- yang batil. Sedangkan yang lain tidak
- sama dengan Al-Qur'an.
- Al-Qur'an rukun iman kita. Sedangkan
- selain dari Al-Qur'an tidak termasuk
- dalam rukun iman kita.
- Allah berfirman,
- "Ya ayyuhalladzina amanu aminu billahi
- wa rasulihi wal kitabilladzi nazzala ala
- rasulih wal kitabilladzi anzala min
- qbl wam yakfur billahi wa malaikatihi wa
- kutubihi waasulihi wal yaumil akir
- faqalan
- baid ini jelas merupakan hal yang Allah
- perintahkan untuk kita iman kalau
- seorang mengingkati satu ayat dalam
- Al-Qur'an
- dia bisa keluar dari Islam.
- Tapi yang mengingkari hadis
- dengan dasar ya ee penelitian dia,
- pemahaman dia tidak dikatakan bahwa dia
- kafir. Karena pada masa Nabi pun hadis
- tidak dikumpulkan. Itul setelah kurang
- lebih 100 tahun bahkan lebih setelah
- wafatnya Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Wallahuam.
- Masyaallah, Ustaz. Ini ada dari Bapak
- Arianto. Pertanyaannya menarik sekali.
- Sebelumnya kami ucapkan juga kepada Abi
- Nizar yang sudah mengirimkan donasinya
- untuk gerakan dakwah Radio Silaturahim
- di nomor rekening Bank Syariah Indonesia
- 7014079798.
- Ya, terima kasih banyak Pak Abinizar
- atas bantuannya. Ee juga kepada Bapak
- Junaidi, Bu Najma, Pak ee Ucok yang
- sudah mengirimkan atensinya. Namun kita
- bacakan dulu pertanyaan dari Bapak
- Arianto. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Husin
- Waalaikumsalam,
- Ustaz mohon pencerahannya. Ada ayat
- Al-Qur'an yang bermakna sampaikanlah
- kabar gembira kepada mereka dengan azab
- yang pedih. Ini ada beberapa ayat yang
- Allah menyindirkan, menjinirnya dengan
- fabasyirhumin
- alim.
- Basyir kan kalau kita tahu adalah kabar
- gembira, Ustaz. Ee lawan katanya nadir
- ya, Ustaz.
- ee faandir atau peringatkanlah mereka.
- Kenapa Allah pakai basyir ini untuk ya
- berarti
- untuk azab Ustaz? Syukran jazakumullah
- khair.
- [berdehem]
- Kita tahu bahwasanya
- sebagian orang
- yang ingkar kepada [berdehem] kebenaran
- yang datang dari Allah.
- Ada sebagian dari mereka yang
- mengolok-olok,
- yang mengolok-olok kebenaran,
- mengolok-olok rasul yang diutus oleh
- Allah Subhanahu wa taala,
- bahkan mentertawakannya.
- Maka Allah subhanahu wa taala terhadap
- orang seperti mereka ini ya balasan yang
- Allah buat sebagaimana perlakuan mereka
- karena mereka mengolok-olok kebenaran
- maka Allah jawab dengan jawaban juga apa
- yang serupa. Fabasyirhum sampaikan kabar
- gembira bagi mereka mesti kabar gembira
- dengan surga dengan ampunan dari
- Allahabin alim dengan azab yang pedih.
- Ini olok-olok buat mereka bukan?
- Iya.
- Olok-olok buat mereka.
- Jadi apa yang Allah tuangkan dalam
- ayat-ayat Al-Qur'an yang berisikan uslub
- semacam ini sebetulnya ya menunjukkan
- makna tahakum. Tahakum itu ledekan
- terhadap mereka sebagaimana dulu mereka
- mempermainkan dan meledek ayat-ayat
- Allah.
- Jadi Allah membalas mereka sesuai dengan
- perbuatan mereka.
- Masyaallah.
- Seperti contoh yang jauh-jauh. Fahduhum
- ila siratil jahim.
- Aduh.
- Tunjukkan jalan bagi mereka. Kata sirat
- itu dalam bahasa Arab menunjukkan arti
- yang positif, jalan yang luas dan
- terang.
- Tapi di sini Allah gunakan untuk api
- neraka. Fahduhum ilatil jahim. Berikan
- tuntunan. Ajar mereka kalau biasa
- silakan kamu tunjukkan kamarnya ya.
- Katakan yang indah, yang baik kan di
- sini. Sebaliknya fahduhumil jahim.
- Tunjukkan mereka ke mana?
- Ke jalan. Kabar gembira kelihatannya
- aljahim. Ya, kenapa? Karena mereka juga
- melakukan
- olok-olok,
- pelecehan terhadap ayat-ayat Allah.
- Seperti yang belum lama kita saksikan,
- 2 hari sebelum terjadinya kebakaran di,
- seorang artis komedian
- menghibur para tamu dalam acara Golden
- Blob.
- Iya,
- kalau tidak salah namanya Desy Glazer
- kalau tidak salah.
- Ternyata dia mengolok-olok Allah
- Subhanahu wa taala
- seolah menunjukkan angket. Ternyata
- dibandingkan dengan aktor Hollywood,
- Allah Subhanahu wa taala tidak
- mendapatkan suara tapi nol.
- Bahkan lebih tinggi aktor seperti
- horizon Ford dan lain sebagainya. Ini
- kan pelecehan kan.
- ketika mereka melakukan pelecehan
- seperti ini terhadap Allah dan membuat
- orang tertawa terbahak-bahak 2 hari
- kemudian itu kejadian pada hari Minggu 2
- hari kemudian hari Selasa terjadi
- kebakaran yang membuat mereka menangis
- meratap
- ternyata kemampuan Amerika yang begitu
- dahsyat tidak mampu untuk memadamkan api
- api menari-nari mentertawakan mereka dua
- tornado kembar ya yang membawa api
- memberangus menghancur Urkan meluh
- lantakan. Teknologi Amerika tidak mampu
- untuk berhadapan dengan apa? Dengan
- tornado yang membawa api tersebut.
- Ini kalau kita lihat merupakan balasan
- hukuman Allah terhadap pelecehan mereka.
- Dan kalau kita lihat kerugian yang
- dialami oleh Amerika tidak kurang dari
- 4.000 triliun. Bayangkan coba dalam 2
- hari melonjak dari 2.000 triliun menjadi
- 4.000 triliun. Dan kalau ingin membangun
- ulang kembali dibutuhkan waktu paling
- sedikit 50 tahun.
- Masyaallah.
- Jadi segera Allah berikan balasan buat
- mereka. Jadi uslub semacam ini kalau ada
- katakan kabar gembira ya kemudian
- berujung kepada azab yang pedih. Ini
- menunjukkan makna tahakum dalam balagah
- Arabiah. Sesuai dengan sikap mereka yang
- meledek dan olok-olok pembawa kebenaran.
- Apalagi mengolok-olok ayat-ayat Allah.
- Allah Subhanahu wa taala juga apa?
- perlakukan mereka sesuai dengan
- perbuatan mereka.
- Wallahuam.
- Berikutnya, Ustaz, ada Pak Junaidi.
- Ustaz eh sebenarnya ini sudah sering
- dibahas oleh Ustaz Husin, namun mungkin
- untuk mengingatkan iqat yang lainnya
- juga. Apa bedanya musibah, ujian, dan
- azab? Kalau kita habis berbuat dosa
- langsung dibalas oleh Allah itu apa,
- Ustaz? Sejatinya banyak juga yang habis
- berbuat dosa dibalasnya tidak saat itu
- juga, namun diulur. Hal seperti itu
- bagaimana, Ustaz? Umpama kita habis
- berbuat dosa kok rezeki langsung tidak
- lancar ya itu azab muzibah atau ujian.
- Nah, ini ee bersambung dengan pertanyaan
- lainnya dari ikhwan akhwat lain yang
- tidak menyebutkan namanya. Bagaimana
- membedakan takdir yang harus diterima
- dengan usaha yang harus dilakukan?
- Syukran jazakumullah khairan.
- Allah Subhanahu wa taala menciptakan
- alam semesta,
- menetapkan aturan-aturan dan hukumnya
- yang menjaga keseimbangan alam universe
- atau makrokosmos
- itu karena aturan dan hukum-hukum Allah.
- Begitu juga tubuh manusia yang bekerja
- dengan penuh keharmonian organ-organnya.
- sistem yang mengatur semua ini dan
- pengoperasiannya itu betul-betul
- merupakan takdir Allah yang maha
- sempurna.
- Nah, takdir semacam ini dinamakan takdir
- takwini. Artinya kembali kepada kehendak
- Allah Subhanahu wa taala. Allah
- Subhanahu wa taala langsung yang turun
- tangan mengoperasikannya.
- Manusia yang mempelajari hukum-hukum
- ini, mereka menemukan betul-betul
- keajaiban.
- Akhirnya mereka membukukan hukum-hukum
- tersebut. Maka lahirlah ilmu biologi
- yang berhubungan dengan manusia, hewan,
- dan tumbuhan. Lahirnya ilmu ini
- sebetulnya merupakan rekaman dari takdir
- Allah.
- lahir fisika
- baik itu yang berhubungan dengan
- astrofisika dari hasil penelitian mereka
- waktu lebih waktu mereka menemukan
- hukum-hukum dan aturan yang sempurna
- dengan memahami aturan ini seperti
- memahami juga hukum angin ya kemudian
- juga berkaitan dengan udara
- berkaitan dengan gravitasi manusia mampu
- menciptakan pesawat-pesawat
- yang mampu apa? Untuk keluar dari hukum
- gravitasi,
- keluar dari apa? Tenaga dari pesawat
- tersebut ya berada di atas kekuatan
- gravitasi sehingga dia bisa terbang
- bahkan mengangkut manusia mengangkut
- juga barang-barang.
- Ini semua ilmu kan. Jadi
- takdir takwini itu takdir yang mengatur
- semua hukum-hukum yang langsung
- ditangani Allah Subhanahu wa taala. yang
- berlangsung di alam univers. Maka
- dinamakan takdir takwin diambil dari
- kata kaun kaun universe.
- Dan Allah subhanahu wa taala membimbing
- kita untuk memahami takdir tersebut.
- Alladzi khalaqo fasawa walladzi qaddar
- fahada.
- Dia yang telah menciptakan dan
- menetapkan apa? Ee yang menciptakan
- e segala sesuatu dengan penuh
- keseimbangan kesempurnaan lalu
- menetapkan hukum-hukumnya. dan
- membimbing kita untuk memahaminya.
- Nah, dengan sendirinya kalau kita ingin
- sukses ya kita harus mempelajari,
- memahami hukum-hukum tersebut lalu
- mengambil manfaat daripadanya. Seperti
- yang kita saksikan para ilmuwan ya, para
- pakar sains ya, para saintis. Mereka
- bukan menandingi Allah, tapi mereka
- mempelajari takdir-takdir dan hukum
- Allah. Lalu mereka mengambil manfaat
- daripadanya. Lalu takdir yang kedua,
- takdir takwini eh takdir tasyri'i yaitu
- hukum-hukum syariat yang ditetapkan
- Allah.
- Kalau kamu wahai manusia mentaatinya,
- kamu akan beruntung dan sukses.
- Tapi kalau kamu melanggarnya,
- menentangnya, kamu akan terjerumus dalam
- penderitaan. Oleh karena itu, Allah
- mengingatkan kalau penduduk negeri
- beriman bertakwa mengikuti syariat
- Allah, Allah akan buka pintu
- keberkahannya bagi mereka.
- Jauhkan bala, jauhkan azabnya. Tapi
- begitu mereka ingkar, begitu mereka
- melakukan kejahatan, maka akan datang
- azab dan hukuman Allah seperti yang
- terjadi di L.
- Yang terjadi
- di
- di bukan terjadi tanpa sebab. Itu
- merupakan daerah yang betul-betul amat
- kotor.
- Para artis, para aktor hidup
- bersenang-senang, berforia lah. Mereka
- sama sekali tidak menghargai Tuhan
- mereka. Bahkan mereka menganggap Tuhan
- itu tidak ada. Tuhan itu zero buat
- mereka. Allah tunjukkan sedikit
- kekuatannya hanya dengan mempergunakan
- tornado
- menghanguskan dalam botu singkat semua
- apa-apa yang mereka banggakan
- dan terjadi di wilayah yang dianggap
- merupakan wilayah yang paling elit kan.
- Sekejap saja kalau Allah ingin
- menghancurkan betapa mudahnya. Jadi kita
- harus tahu bahwa turunnya azab itu
- terikat dengan hukum.
- Manusia ingkar durhaka kepada Allah azab
- akan turun. Apa
- yang dialami Bani Israil pada masa
- Firaun bukan tanpa kejahatan. Bani
- Israil setelah wafatnya Nabi Yusuf
- melakukan kejahatan yang menimbulkan
- kebencian rakyat Mesir. Dulu mereka
- menghargai Yusuf karena menjadi juru
- penyelamat. Tapi Bani Israil setelah
- Nabi Allah Yusuf ternyata hidup dalam
- kesombongan, kebanggaan. Akhirnya menuai
- kebencian sampai pada Ramsis yang hidup
- bersama Musa atau sebelumnya mereka
- melakukan pembantaian terhadap Bani
- Israil bahkan memperbudak mereka.
- Masuknya Nebu Khatnizar ke Yerussalam
- juga disebabkan kejahatan mereka yang
- ingkar kepada Allah dan tidak bersyukur
- padanya. Itu setelah Nabi Nabi Allah
- Sulaiman. Begitu juga masuknya Alexander
- Al Macdonia bahkan membakar kitab Taurat
- karena kejahatan mereka. Begitu juga
- yang dilakukan Titus pada tahun 70
- Masehi melakukan pembantaian terhadap
- orang-orang Yahudi karena kejahatan
- mereka. Sebagian mereka hijrah ke
- Madinah hingga mereka berjumpa dengan
- Rasul. Nah, kita saksikan Erial Sharon
- melakukan pembantaian di Sobr dengan
- kejahatan yang berlumuran darah. Allah
- hukum dia tidak kurang dari 8 tahun
- dalam kean koma sampai tubuhnya
- digerogoti oleh ulat.
- Sekarang netanyahu
- bakal menyaksikan insyaallah dengan izin
- Allah tunjukkan bagaimana azabnya
- terhadap manusia yang keenjam ini yang
- tidak peduli terhadap nilai-nilai
- kemanusiaan.
- Jadi semua orang akan mendapatkan
- balasan sesuai dengan perbuatannya.
- Cuma di sini kita akan tambahkan apa
- bedanya antara azab dan bala.
- Bara itu ujian.
- Kalau azab dengan sendirinya bukan lagi
- merupakan ujian. baik azab dengan ee
- menghabisi mereka
- atau ya membuat mereka betul-betul
- kehilangan harapan mereka. Mereka masih
- hidup tapi kehilangan harapan mereka.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- mengatakan
- bahwa ketika datang taun pandemi, dia
- merupakan azab bagi sebagian orang
- dan merupakan ujian bagi sebagian yang
- lain.
- Azab bagi sebagian
- orang.
- Nah, orang-orang yang ingkar kepada
- Allah, melakukan kejahatan,
- tidak bersyukur padanya, di saat datang
- pandemi tersebut menjadi azab bagi
- mereka.
- Tapi bagi orang yang beriman ya karena
- hidup bersama mereka, pandemi kebetulan
- mengenai apa? Mengenai mereka secara
- menyeluruh bukan lagi mengenai
- perorangan. Maka yang mengenai mereka
- seandainya mereka mati, mereka mati
- dalam keadaan syahid di saat mereka
- menerima. Seandainya mereka hidup ya
- maka cobaan tersebut Allah akan gantikan
- dengan balasan yang lebih baik
- insyaallah. Jadi terkadang satu bencana
- turun azab bagi sebagian orang tapi bala
- ujian bagi sebagian yang lain. Apapun
- akhirnya apakah dia meninggal karena
- bala tersebut? Apakah dia dalam keadaan
- apa? Dalam keadaan mengalami cobaan yang
- berat. Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- anugerahkan baginya balasan atas
- kesabarannya dan ganti dalam kehidupan
- dunia. Ketika terjadi tsunami di Aceh
- itu orang yang binasa bermacam-macam.
- Ada di antara mereka ditemukan sedang
- dalam keadaan sujud. Sedang dalam
- keadaan su
- sujud
- sujud. Ada yang ditemukan dalam keadaan
- bermaksiat, ada yang dalam keadaan
- sujud.
- Orang ini pergi dengan kemuliaan. Pergi
- dengan
- kemuliaan.
- Sebagian lagi pergi dengan kehinaan
- karena melakukan perbuatan maksiat. Dan
- kita harus tahu mati pada akhirnya akan
- datang. Baik di rumah, di tempat tidur,
- ataupun di perjalanan, atau di medan
- perang. Bahkan terkadang dia perang di
- medan perang berulang kali selamat
- sampai di rumahnya di pembalingan dia
- meninggal dunia. Jadi kita harus tahu
- bahwa azab yang turun atau bencana yang
- turun terkadang merupakan azab bagi
- sebagian orang ya kemudian bala bagi
- sebagian orang yang lain. Nah, kita
- berharap mudah-mudahan Allah tidak
- menjadikan kita sebagai sasaran azabnya.
- Waliyadubillah. Nauzubillah minzalik.
- Ee, Ustaz masih ada
- satu lagi?
- Masih ada pertanyaan lagi ya? Ada
- beberapa ini. Ada Pak Mujito, ada Ibu
- Sri.
- Coba kita lihat-lihat pertanyaannya.
- Wah, tertumpuk-tertumpuk ini Ustaz nih.
- Masyaallah. Masyaallah. Ee ada dari
- Bapak Harianto tadi sudah dibacakan ada
- yang tidak menyebutkan namanya ini.
- Ustaz mohon penjelasan tentang larangan
- salat pada saat matahari terbit.
- Hubungannya apa dengan tanduk setan?
- Karena sering kali dikait-kaitkan ya,
- Ustaz ya. Syukran. jazakumullah khair.
- Sebetulnya ini merupakan persoalan yang
- tidak disepakati.
- Apakah seorang boleh salat setelah apa?
- Setelah salat subuh. Ya,
- baik itu salat tertentu seperti
- tahiyatul masjid, sunah wudu, ya,
- atau
- salat jenazah. Ya, apakah boleh? dengan
- sendiri kalau salat tahiyatul masjid dia
- masuk ke masjid sunatul wudu atau salat
- jenazah itu enggak ada larangan sama
- sekali.
- Bahkan kalau orang sudah salat subuh ya
- salat su dia dia katakan ee
- dia melakukan salat subuh
- karena kebetulan masuk ke masjid orang
- dalam keadaan berdiri salat jemah.
- Setelah salat subuh dia mengqok salat
- qabliahnya yang belum dikerjakan. Iya.
- Karena terburu masuk ke masjid sudah
- terlambat. Nabi pernah mengqada
- pernah mengqada ba'diah zuhur karena
- sibuk membagi-bagikan
- galimah hingga beliau tidak sempat
- melakukan ba'diah zuhur. Ketika selesai
- salat asar dia lakukan. Sahabat
- bertanya, "Kamu melarang kami untuk
- salat setelah asar?" Salat apa ini, ya
- Rasulullah? H
- ini pada dasarnya sebetulnya
- riwayat yang mengatakan ee bahwa pada
- waktu itu merupakan tanduk setan.
- Sebetul matahari terbenam ya di antara
- tanduk setan ini juga merupakan
- riwayat-riwayat sebetulnya yang tidak
- meyakinkan sama sekali. Yang tidak apa?
- Yang tidak meyakinkan. Oleh karena itu,
- di samping ada riwayat yang mengatakan
- salat setelah asar setelah subbung
- merupakan sebagian lagi riwayat
- membolehkan. Nah, sebagai contoh kita
- masuk tahiyatul masjid,
- salat jenazah atau sunatul wudu itu kan
- salat. Tapi dikatakan
- salat yang dilarang bukan,
- bukan
- bukan.
- Nah, cuma memang kita tidak mendengar
- bahwa Rasulullah melakukan ba'diah
- setelah asar. Jadi tidak ada ba'diah
- setelah asar, tidak ada ba'diah setelah
- subuh. L bagaimana kalau orang salat apa
- kita larang? tidak perlu melarang. J
- kalau seandainya ada orang setelah
- subuh, ya kita tidak sama sekali akan
- melarang dia. Begitu juga setelah asar.
- Tapi memang tidak kita dengar ada
- ba'diah asar maupun ba'diah zuhur.
- Nah, kita masuk ke masjid setelah itu
- kita salat, kita salat tahiyatul masjid
- kemudian kita duduk di masjid atau
- sehabis berwudu ya kita salat. Itu bukan
- merupakan persoalan. Oleh karena itu,
- perhatikan bahwa riwayat tadi yang
- mengatakan bahwa matahari terbenam di
- antara dua tanda setan ini merupakan
- riwayat riwayat israiliyat yang tidak
- memiliki dasar sama sekali. Kalau
- dikatakan bahwa ini dikhawatirkan
- ee mirip dengan para penyembah matahari,
- ini sama sekali tidak. Karena orang baik
- itu pada waktu zuhur, asar, kapan saja
- bisa menunjukkan penyembahan terhadap
- matahari. Betul gak?
- Betul.
- Di waktu siang zuhur matahari mana?
- Matahari di atas, enggak?
- Di atas.
- Dia bisa saja pada saat tersebut
- dianggap penyembah matahari. Sama sekali
- tidak.
- Jadi sama sekali tidak. Nah,
- riwayat-riwayat semacam ini sebetulnya
- riwayat-riwayat juga yang menimbulkan
- persoalan, pertentangan, perselisihan.
- Lebih baik kita abaikan. Cuma kita tahu
- bahwa tidak ada ba'diah setelah asar,
- tidak ada ba'diah setelah subuh. Tapi
- kalau orang yang ingin salat tertentu
- dengan niatnya, kita tidak akan melarang
- dirinya sama sekali.
- yan abad apa kamu tidak melihat orang
- yang
- melarang seseorang ya sha pada Allah
- mengatakan qod aflaha man
- tazakkaarmaabbihi
- oleh karena itu seluruh waktu dapat
- seorang hamba melakukan salat baik salat
- yang muqayyad tertentu yang bersifat
- wajib atau yang mutlak atau yang mutlak
- yang tidak terikat dengan apa namanya ee
- ikatan tertentu yang penting salatnya
- itu semata-mata untuk Allah subhanahu wa
- taala.
- Masyaallah. Syukur ustaz. Jazakumullah
- khair. Jazakumullah khair ya. [berdehem]
- Terima kasih Ustaz Husin. Sepertinya
- pertanyaan sudah diudarakan semuanya.
- Terima kasih untuk Anda yang sudah kirim
- pertanyaan. Jangan lupa nanti hari
- Selasa juga akan ada lagi
- pertanyaan-pertanyaan bagus baru keluar
- di akhir-akhirnya. [tertawa] Nanti
- insyaallah akan kita bacakan diimp.
- Baik terima kasih sekali lagi Ustaz
- Husin Ustaz Isa. Saya Muhammad Krishna
- Oni Saputra dan lagi mohon pamit.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.