Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail
- TV. Allah yang bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad. Ikhwan
- dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda
- di sore hari ini? Semoga dalam keadaan
- sehat walafiat dan selalu dalam
- lindungan Allah subhanahu wa taala.
- Kembali dan senang sekali kami dapat
- menjumpai Anda di udara dalam program
- tafsir maudui
- bersama Imamul
- Muslimin Ustaz Yaksah Mansur edisi Sabtu
- di tanggal 25 Syakban
- 1444 Hijriah yang bertepatan di tanggal
- 18 Maret
- 2023 Masehi. Dan tema kita, ikhwan dan
- akhwat di sore hari ini yaitu tentang
- keistimewaan bulan Ramadan. Telah hadir
- narasumber kita dan juga guru kita
- semua. Ee langsung saja kita akan
- menyapa Imam. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Imam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Imam? Sehat
- walafiat. Setelah sekian lama absen,
- betul. Iya. Dengan berbagai tempat kita
- membawa suara rasil. Heeh. Suara
- persatuan umat. Heeh. Baik di Indonesia
- maupun di luar Indonesia. Amin. Tapi Mam
- nampak lelah. Lelah enggak, Mam? Enggak.
- Enggak lelah. Enggak lelah. Karena kan
- apa namanya? Dakwahnya padat banget,
- Imam. Sebentar di sini, sebentar di
- sini. Iya. Lelahnya terhibur dengan
- bertemu ikhwan dan akhwat. Ah, seluruh
- dunia. Baik, baik. Terima kasih, Imam.
- Baiklah, ikhwan akhwat, langsung saja
- kita akan mendengarkan pemaparan yang
- akan disampaikan oleh Imam. Tafadal,
- Imam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahilladzi
- wafa wasalatu wasalamu ala nabil
- mustofa wa ala alihi wa ashabihi al
- mujahidina
- liikilai kalimatillahial uliya.
- Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna sayyidana
- muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Masyaallahu ka wama lam yasya
- lam yakun la haula wala quwwata illa
- billahil aliil adzim. Amma ba'd.
- Ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim dan pemirsa TV Silaturahim
- yang sangat dimuliakan oleh Allah
- subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah sore hari ini kita dapat
- kembali
- bersilaturahim lewat kajian tafsir
- maudui. Dan sore hari ini saya hanya
- akan
- menyampaikan hanya hanyanya dari saya ya
- bukan materinya
- hanya ayat yang insyaallah sudah
- familiar di telinga kita sebagai umat
- Islam khususnya menjelang bulan Ramadan.
- Bahkan saya
- yakin mayoritas umat
- Islam telah menghafal ayat ini, yaitu
- ayat yang
- ke-183 dari surah
- Al-Baqarah yang bunyinya
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladzina amanu kutiba
- alaikumusamu kama kutiba alalladina
- minqlikum laallakum
- tattaquun. Yang artinya, wahai
- orang-orang yang
- beriman, diwajibkan atas kalian
- berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
- orang-orang sebelum kalian agar kalian
- bertakwa.
- Saya ingin bertanya kepada para ikhwan,
- apa yang para ikhwan
- rasakan ketika membaca ayat
- ini? Coba
- direnungkan. Kalau saya ketika membaca
- ayat ini rasanya
- gembira. Mudah-mudahan para ikhwan pun
- gembira karena kita dipanggil oleh Allah
- Subhanahu wa taala dengan panggilan yang
- mulia.
- yaitu dengan ya ayyuhalladzina
- amanu. Oleh karena itu, sudah
- sewajarnya apabila kita memasuki bulan
- Ramadan dengan penuh
- kegembiraan, bulan yang Allah
- syariatkan di bulan
- ini puasa yang banyak sekali mengandung
- hikmah.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dalam beberapa
- hadis menggembirakan para
- sahabat ketika bulan Ramadan
- datang. Antara lain dalam riwayat Imam
- Ahmad, an-Nasai dan
- Albaihaqi dari Abi Hurairah radhiallahu
- anhu, beliau
- bersabda, "Qod jaakum syahru ramadana
- syahrun mubarok.
- Kataballahu alaikum siamahu
- fiia tuftahu abwabul
- jinan abwabul
- jahim fihi
- lailatunirun min alfi
- syahrin man hurima khairuha faqud
- hurrima yang artinya sungguh telah
- datang kepada kalian bulan Ramadan
- Bulan yang
- diberkati, Allah memerintahkan kalian
- berpuasa di
- dalamnya. Dalam bulan Ramadan dibuka
- semua pintu
- surga, dikunci semua pintu
- neraka, dibelenggu setan.
- Di dalamnya ada satu
- malam yang lebih baik dari 1000
- bulan. Barang siapa tidak
- diberikan kepadanya kebajikan pada malam
- itu,
- berartilah telah
- diharamkan baginya segala kebajikan.
- Inilah kabar gembira kepada
- kita di mana pada bulan
- Ramadan
- pintu-pintu surga
- dibuka, pintu-pintu neraka
- ditutup, setan
- dibelenggu
- dan pada bulan
- Ramadan terdapat satu malam yang lebih
- baik daripada 1000 bulan
- 83 tahun lebih.
- Sebagian ulama kemudian mengomentari
- hadis
- ini. Oleh karena
- itu, sebagian
- ulama
- menyukai memberikan
- selamat atau mengucapkan kata
- selamat sebagai tanda kegembiraan
- menyambut bulan Ramadan yang berbahagia
- ini. Mereka membeli selamat atas
- kedatangan bulan yang dibuka di dalamnya
- segala pintu
- surga, ditutup di dalamnya segala pintu
- neraka dan
- dibelenggu semua setan.
- Oleh karena itu, mari WA
- kita atau SMS
- kita penuhi dengan
- ucapanucapan selamat dengan datangnya
- Ramadan. Sebagian ulama ini adalah
- sunah.
- Jadi tidak hanya
- kita disunahkan
- bertahniah, memberikan ucapan selamat
- dengan datangnya hari raya Idul
- Fitri, tapi juga kita
- disunahkan untuk memberi selamat dengan
- datangnya bulan Ramadan.
- Terkadang Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ketika bulan Ramadan ini
- datang, beliau
- mengucapkan kepada para
- sahabat dengan kalimat seperti ini.
- Hadis ini riwayat Attabrani.
- Sayiduhurhaban wa
- ahlan jaa syahrusam bil
- barokat faakrim bihi min zail
- huain. Telah datang kepada kalian bulan
- Ramadan penghulu segala
- bulan,
- maka selamat datanglah kepadanya.
- Artinya berikan ucapan selamat
- kepadanya.
- Telah datang bulan puasa yang membawa
- segala rupa
- berkah dan alangkah mulianya tamu yang
- datang
- itu. Oleh karena itu, sekali lagi mari
- ikhwan akhwat
- kita hidupkan kembali
- tahniah mengucapkan selamat dengan
- kedatangan bulan Ramadan
- itu. Ikhwan akhwat,
- kenapa kita di sunahkan, diperintahkan
- dan kita harus
- menyambut minimalnya sebaiknya.
- Kita menyambut Ramadan ini dengan penuh
- gembira. Perlu kita perdalami lagi, kita
- kaji sedikit tentang
- hubungan bulan Ramadan ini dengan
- hal-hal yang
- istimewa. Kata
- Ramadan jamaknya adalah ramadanat.
- Jadi Ramadan itu mufrad jamaknya
- ramadan atau
- armido yang artinya sangat
- terik atau yang panas terik ketika
- matahari
- bersinar di tengah hari.
- Orang-orang Arab dahulu ketika memberi
- nama bulan mereka, maka mereka beri nama
- dengan situasinya.
- Karena pada bulan
- itu sangat amat panas,
- maka mereka kemudian
- menamakan bulan itu dengan bulan
- Ramadan.
- Artinya bulan yang sangat
- panas dan sangat terik matahari yang
- bersinar pada hari
- itu. Seorang tabiin yang bernama Mujahid
- tidak senang mengatakan
- Ramadan saja. Tapi beliau sudah
- mengatakan syahru Ramadan. Bulan
- Ramadan.
- Kenapa bulan ini bulan yang
- mulia? Ikhwan akhwat, kalau kita lihat
- di dalam
- Al-Qur'an, Al-Qur'an menyebutkan ada 12
- bulan. Satu-satunya nama bulan dari 12
- itu yang disebut oleh
- Al-Qur'an hanya bulan
- Ramadan, bulan yang lain tidak.
- dengan kalimat syahr ramadanalladzi
- unzila fihil
- Quran. Mengapa
- Allah memilih bulan
- ini sebagai
- bulan kita diwajibkan
- berpuasa? Sudah tentu itu adalah sesuai
- dengan kehendak Allah.
- Warabbuka yakluqu ma yasyau
- waar. Surah Al-Qasas ayat yang
- ke
- 68. Dan
- Tuhanmu menciptakan apa yang dia
- kehendaki dan memilih apa yang Dia
- kehendaki. Jadi Allah memilih sesuatu
- sesuai dengan kehendaknya.
- Seperti Allah memilih
- Makkah sebagai tempat
- Ka'bah,
- Makkah sebagai tempat turunnya wahyu
- yang
- pertama, maka
- sebagai tempat dibangkitkannya nabi yang
- terakhir,
- maka Allah memilih Ramadan.
- untuk menjadikan sebagai tempat
- berpuasa itu pun sesuai dengan
- kehendaknya. Tapi yang
- jelas karena dipilih oleh Allah mestilah
- bulan ini punya beberapa keistimewaan.
- Di antaranya
- satu bulan
- Ramadan telah dipilih oleh
- Allah untuk terjadinya perang Badar
- Kubro yang dalam perang ini umat Islam
- sukses
- mengalahkan
- musuhnya yaitu orang kafir
- Quraisy. Dengan kemenangan
- ini
- sinar cahaya Al-Qur'an kemudian
- berkembang.
- Satu. Yang
- kedua, bulan Ramadan
- ini dipilih oleh Allah Subhanahu wa
- taala untuk menjadi
- bulan Fathu
- Makkah, terbebasnya kota Makkah.
- kota yang telah mengusir Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersama para
- sahabatnya. Dan
- kembalilah kota Makkah itu kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yang disebut dengan Fathu Makkah. Dan
- itu terjadi pada bulan Ramadan.
- Yang kedu yang
- ketiga pada bulan ini Allah memilih
- untuk menurunkan
- Al-Qur'an
- yang ketinggian
- nilainya tidak dapat dibandingkan dengan
- apapun juga.
- Sayid Kutub dalam Dilalil Quran
- menyatakan
- seandainya ada hari yang boleh
- diajikan hari raya secara
- internasional keseluruhan di dunia dan
- sudah tentu orang Islam di mana pun
- berada itu adalah hari
- diturunkannya
- Al-Qur'an. Kapan itu?
- Mayoritas ulama menyatakan itu adalah
- tanggal
- 17 bulan Ramadan.
- Yang
- ketiga, bulan ini dipilih oleh Allah
- Subhanahu wa
- taala untuk menjadi
- tempat
- manusia khususnya umat Islam
- berpuasa
- sebagai wujud kesyukuran kepada
- Allah dan sebagai sarana untuk
- menjadikan orang bertakwa.
- Ingat, hanya puasa yang diiringi dengan
- la'allakum tattaquun. Seperti yang dulu
- pernah saya sampaikan
- syariat-syariat-syariat yang
- lain. Salat tidak diiringi dengan
- laallakum
- tattaquun. Zakat tidak diiringi dengan
- laalum
- tattaquun. Haji pun begitu. yang
- diiringi dengan laallakum tattaqun
- adalah hanya saum atau
- puasa. Kemudian yang
- keempat, bulan ini dipilih oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk menjadi bulan
- salat tarawih.
- bulan-bulan yang
- lain. Salat tahajud dilaksanakan
- sendiri-sendiri dan memang biasanya
- dilakukan di 2/3 malam. Tapi di bulan
- Ramadan ini salat tahajud disebut dengan
- salat tarawih dilaksanakan bakdal isya
- walaupun 2 per3 malamnya boleh dan
- dilakukan dilakukan secara berjamaah.
- Inilah yang keempat, keistimewaan dari
- bulan Ramadan. Dan yang
- kelima, bulan Ramadan
- dipilih
- untuk melahirkan
- aktivitas-aktivitas yang mulia.
- misalnya memberi makan kepada fakir
- miskin, memberi buka kepada orang yang
- berpuasa,
- meringankan pekerjaan para
- pembantu dan wabil khusus adalah
- Al-Qur'an.
- bulan di situ
- disunahkan kita
- untuk banyak membaca Al-Qur'an.
- Ikhwan akhwat,
- inilah beberapa keistimewaan
- dari bulan Ramadan
- ini. Dalam sebuah
- hadis yang cukup
- panjang, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- menjelaskan tentang
- keistimewaan dari bulan Ramadan ini
- dalam satu hadis saja.
- Beliau
- bersabda yang artinya kurang
- lebih telah diberikan kepada
- umatku di bulan Ramadan lima
- perkara yang belum atau tidak diberikan
- kepada nabi sebelum
- aku. Apa lima perkara itu?
- Yang
- pertama di permulaan bulan Ramadan,
- Allah melihat kepada
- umatku, barang siapa Allah melihat
- kepadanya, niscaya tidak diazab
- selama-lamanya. Satu.
- Yang
- kedua, bau
- mulut orang yang
- berpuasa di petang
- hari lebih wangi di sisi
- Allah daripada bau minyak
- kesturi. Sebagian ulama menyatakan bahwa
- bau
- mulut itu berlaku di dunia. Yakni bau
- busuk mulut orang yang berpuasa di dunia
- di akhirat nanti
- lebih harum daripada minyak
- kesturi atau di hadapan Allah.
- Jadi ketika kita berpuasa, sebagian di
- antara kita ada yang mulutnya
- berbau. Walaupun manusia menganggap itu
- berbau, tetapi di hadapan Allah, para
- ikhwan-akhwat itu lebih wangi
- daripada bau minyak
- kestori. Sudah tentu bukan berarti kita
- harus membuat membuat-buat bau mulut
- kita. Tidak ya. Tapi ini kebiasaan
- memang
- secara psikologis, secara psikis maksud
- kami ketika orang tidak makan mulai pagi
- hari, sore harinya mulutnya
- berbau. Walaupun menurut manusia bau,
- tapi menurut Allah itu wangi. Bahkan
- lebih wangi daripada minyak
- kesturi. Yang
- ketiga, para malaikat memohonkan ampun
- untuk mereka di setiap hari dan
- malam. Jadi, berbahagialah orang yang
- memasuki bulan Ramadan dan kemudian
- berpuasa. Mereka dimintakan ampun oleh
- malaikat setiap hari, siang dan malam.
- Yang
- keempat, Allah menyuruh kepada
- surgan-Nya serta berkata kepada
- surganya, "Bersiap-siaplah
- engkau dan berhiaslah engkau untuk
- hamba-hambaku." Mereka hampir
- beristirahat karena kepayahan dunia
- menuju negeriku. dan
- kemuliaanku. Ini yang keempat. Jadi
- Allah
- memerintahkan
- kepada surganya di bulan Ramadan itu
- untuk
- berhias dan
- bersiap-siap atau bersiap-siap dan
- berhias
- menyambut tamu-tamu yang akan datang,
- yang akan memasukinya. Siapa?
- orang-orang yang
- berpuasa. Kemudian yang kelima ini yang
- terakhir pada akhir bulan Ramadan Allah
- mengampuni dosa-dosa mereka
- semua. Seorang laki-laki dari sahabat
- bertanya, "Apa itu malam Al-Qudar, ya
- Rasulullah?" Nabi menjawab, "Tidak. Apa
- engkau tidak melihat kepada
- pekerja-pekerja yang
- bekerja? Apabila telah selesai dari
- pekerjaan mereka,
- niscaya
- disempurnakanlah upah mereka.
- Jadi seandainya kita tidak
- mendapatkan lailatul qadar, maka
- dosa-dosa kita tetap akan diampuni oleh
- Allah Subhanahu wa taala
- dan semua amal kita akan dibalas oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Ikhwan
- akhwat, para ulama kemudian mencoba
- merenungkan apa
- hikmah di balik bulan Ramadan
- ini dijadikan sebagai bulan puasa.
- Sebab bulan
- Ramadan dijadikan bulan
- puasa atas sebab
- disuruhnya umat Islam berpuasa di bulan
- ini. Tidak di bulan
- Rajab, tidak di bulan Muharram dan
- bulan-bulan yang
- lain. Tidak dapat seorang pun
- sanggup memastikan hikmahnya
- ini. Ahli-ahli ilmu tidak dapat dan
- tidak sanggup menetapkan yang
- demikian. Karena memang tidak diperoleh
- nas yang
- sih. Kepada akal tidak dapat dimajukan
- pertanyaan.
- Karena hal yang semacam ini termasuk
- dari
- ketidaksanggupan akal
- manusia. Dalam hal itu ada juga eh ada
- juga ini para hewan di antara para ulama
- yang
- menegaskan sebab
- dipilihnya bulan
- Ramadan sebagai bulan puasa.
- Karena di
- situlah
- Al-Qur'an
- diturunkan. Nah, ya. Jadi menurut
- sebagian
- ulama, bulan Ramadan mendapatkan
- keutamaan dari
- turunnya Al-Qur'an.
- Bulan Ramadan dipilih oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk menurunkan
- Al-Qur'an, maka bulan Ramadan menjadi
- mulia.
- Jadi bukan bulannya yang
- mulia, bulan Ramadan mendapatkan efek
- akibat dari
- diturunkannya
- Al-Qur'an yang merupakan
- wahyu risalah dari
- Allah yang dengan
- Al-Qur'an manusia
- dilepaskan dari kondisi
- Gelap
- gulita.
- Manusia
- dilepaskan dari kondisi
- kebodohan. Manusia dibawa kepada jalan
- yang terang benderang.
- Nah, oleh karena
- itu bulan
- puasa dipilih oleh Allah Subhanahu wa
- taala sebagai
- bulan
- diwajibkan untuk
- berpuasa. Bulan Ramadan dipilih oleh
- Allah untuk
- dijadikan
- sebagai bulan diwajibkan berpuasa.
- Karena pada bulan itu diturunkan
- Al-Qur'an. Oleh karena itu,
- ikhwan-akhwat,
- antara Quran dengan
- puasa tidak dapat dipisahkan.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Asiamu wal
- quran
- yasfaani lil abdi
- yaumalqiamah yaquulu
- asam
- ebi
- manuhuama
- wasyahwat
- binhari fasyaf
- Quran
- manu baili fasyafi'i
- fihi
- fayusyaffaani. Hadis ini diriwayatkan
- oleh Imam Ahmad dengan sanad yang
- sahih yang
- artinya
- puasa dan Al-Qur'an.
- memberi syafaat kepada hamba-hambnya di
- hari
- kiamat. Puasa akan
- berkata, "Wahai
- Tuhanku, aku telah
- menghalanginya untuk makan
- makanan
- dan melampiaskan syahwatnya di siang
- hari.
- Maka perkenankanlah aku memberi syafaat
- baginya. Dan Al-Qur'an
- berkata, "Ya Allah, aku telah
- menghalang-halanginya tidur di malam
- hari,
- maka perkenankanlah aku memberi syafaat
- padanya.
- Kemudian
- keduanya diberikan oleh
- Allah untuk dapat memberi
- syafaat dan syafaatnya diterima oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Nah,
- inilah
- ikhwan-ikhwan
- keistimewaan dari atau sebagian
- keistimewaan dari bulan
- Ramadan yang utamanya dia menjadi
- istimewa. Bulan ini menjadi istimewa
- karena bulan
- ini diturunkan padanya Al-Qur'an.
- Yang
- kedua, bulan ini di bulan ini
- diwajibkan oleh Allah umat manusia untuk
- berpuasa. Dan bulan ini satu-satunya
- bulan
- yang disebut oleh Allah dalam Al-Qur'an.
- Ikhwan-akhwan, kita
- berharap
- amaliah-amaliah
- yang kita
- lakukan selama bulan Ramadan
- nanti itu diterima semuanya oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jangan
- sampai kita berada di bulan Ramadan.
- Amaliah kita sama dibanding bulan-bulan
- yang
- lain. Karena apa? Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda, "Man tatawa
- fiatin min kholil
- khairi
- kana faridatan fwah.
- fi
- faridatan
- kana sabina faridatan
- f yang
- artinya barang
- siapa
- bertataw atau
- mengerjakan pekerjaan yang sunah di
- bulan
- Ramadan, maka dia
- seperti
- melakukan hal-hal yang wajib.
- di bulan yang
- lain. Jadi
- misalnya kita
- melaksanakan salat dha di bulan Ramadan
- sama seperti kita melaksanakan salat
- wajib pahalanya sudah
- tentah sama kita seperti zakat.
- dan
- seterusnya. Dan selanjutnya Rasulullah
- bersabda, "Barang siapa menunaikan
- sesuatu yang fardu, hal-hal yang wajib,
- maka dia seperti orang yang menunaikan
- 70 fardu di bulan yang lain." Ini hadis
- riwayat Ibnu Khuzaimah.
- Walaupun sebagian orang menyatakan hadis
- ini dif,
- tetapi banyak ulama yang menjadikan
- hadis ini untuk menjadi pendorong agar
- orang melaksanakan amal di bulan Ramadan
- dengan maksimal berbeda di bulan-bulan
- yang
- lain. Mudah-mudahan
- keistimewaan-keistimewaan bulan Ramadan
- ini dapat kita
- raih dan kita
- akhirnya
- mendapatkan semua
- keistimewaan-keistimewaan ini
- berupa diterimanya amal kita dan di
- lipat gandakan amal kita.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- menguatkan kita untuk
- dapat memasuki bulan Ramadan yang
- sebentar lagi akan datang menjemput kita
- atau kita menjemput dia dengan berbagai
- amal saleh yang disunahkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, apa saja hal-hal yang sunah yang
- sebaiknya kita lakukan di bulan Ramadan
- itu? Ini nanti akan kita sampaikan
- setelah ini.
- Baik, ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Demikian telah
- kita simak pemaparan dan juga penjelasan
- tentang keistimewaan di bulan Ramadan
- yang disampaikan oleh Imam Yaaksallah
- Mansur di kesempatan sore hari ini. Dan
- bagi Anda yang ingin bergabung, silakan
- kirimkan pertanyaan di
- 0218451512 untuk interaktif dan
- 0811999720.
- untuk pertanyaan melalui pesan kami di
- nomor WhatsApp. Kami akan segera kembali
- setelah jeda berikut ini. Oke.
- Brail
- [Musik]
- [Musik]
- Islam yang satu, ikhwan akhwat yang
- masih dipancaruaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibubur. Bekasi. Terima kasih Anda masih
- bersama kami dalam program di sore hari
- ini yaitu program tafsir maudui tentang
- penjelasan
- keistimewaan di bulan Ramadan. Kita akan
- mendengarkan kembali materi yang akan
- disampaikan oleh beliau tafadol Imam.
- Iwan akhwat. Apa saja yang sebaiknya
- kita lakukan di bulan Ramadan?
- Para ulama menjelaskan minimal ada enam
- hal yang
- sebaiknya atau
- disunahkan kita memperbanyak
- melakukannya di bulan
- Ramadan. Yang pertama adalah aljud atau
- dermawan. Yang
- kedua,
- membanyakkan tilawatul Quran dan
- mentadarusnya.
- Jadi tilawah dengan tadarus memang
- berbeda. Nanti coba saya jelaskan
- sedikit-sedikit. Yang
- ketiga,
- mengerjakan qiyamul lail atau salat
- tarawih qiam Ramadan.
- Yang keempat mengerjakan
- umrah. Yang
- kelima, mengeluarkan zakat fitrah. Jadi
- jangan lupa para ikwan, kita payakan
- untuk dapat membayar zakat
- fitrah. Dan yang terakhir, yang
- keenam adalah
- melaksanakan salat Idul Fitri.
- Jangan sampai para ikhwan kita tidak
- melaksanakan. Walaupun secara hukum ini
- adalah
- sunah, tapi secara
- ittiba, sepanjang hidup Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tidak pernah
- meninggalkan salat Idul
- Fitri. Tentang aljud, tentang
- dermawan disebutkan dalam hadis riwayat
- Bukhari dan Muslim.
- kana nabi shallallahu alaihi wasallam
- ajwadanas wana ajwada ma yakun fi
- ramadan yalq jibril fudarisul
- quran rasulullah sallahu alaihi
- wasallam hina rasulullah hina yalq
- jibril
- ajwadu bilhairi min
- almursalah la yusaluin
- yang
- artinya adalah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam itu adalah orang paling
- dermawan, paling permula
- tangannya. Tetapi atau dan beliau paling
- murah itu di bulan Ramadan.
- Kedermawanan beliau akan
- meningkat sangat tinggi. Itu ketika
- bulan Ramadan.
- Ketika malaikat Jibril
- mendatanginya untuk memudarosahkan
- Al-Qur'an, maka sungguh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- ketika
- didatangi oleh
- Jibril lebih cepat memberikan
- sesuatu melebihi kecepatan angin yang
- berhembus tidak dimintakan sesuatu
- kepada beliau. beliau di bulan Ramadan
- melainkan
- beliau akan
- memberikannya. Nah,
- kenapa Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam begitu
- dermawan ketika bulan
- Ramadan? Ada beberapa
- sebab. Yang pertama karena bulan ini
- adalah bulan mulia.
- Orang yang beramal di bulan ini seperti
- tadi saya sampaikan dilipat gandakan
- pahalanya oleh
- Allah. Bahkan di dalam sebuah hadis
- disebutkan riwayat at-Tirmidzi dari Anas
- bin Malik, afdolus shodqoti shodqatun fi
- Ramadan. Seutama-utama
- sedekah adalah sedekah di bulan Ramadan.
- Ini sebabnya Rasulullah sangat dermawan
- di bulan Ramadan. Yang kedua, untuk
- mewujudkan pertolongan kepada orang
- lain, kepada orang yang berpuasa.
- Karena dengan memberi atau menolong
- orang yang
- berpuasa khususnya memberi makan orang
- berpuasa, memberi futur pada orang
- berpuasa,
- maka dia akan mendapatkan
- pahala seperti orang yang berpuasa
- itu. Dalam sebuah hadis riwayat Imam
- Ahmad, Rasulullah bersabda, "Man
- fattoiman falahu mlu ajrihi min ghairi
- ayang min ajrisimiun."
- yang artinya barang siapa memberikan
- makanan berbuka kepada seseorang yang
- berpuasa, niscaya dia memperoleh pahala
- sebagaimana yang diperoleh orang yang
- berpuasa itu dengan tidak kurang sedikit
- pun. Yang ketiga, kenapa Rasulullah
- sangat dermawan di bulan Ramadan? Karena
- bulan Ramadan adalah bulan Allah.
- bermurah tangan artinya banyak
- memberikan karunia kepada
- hamba-hambanya. Allah
- memberikan
- kemerdekaan dari api
- neraka. Allah memberikan
- keistimewaan orang yang beribadat di
- malam al-Qadar.
- Allah mengasihi mengasihi hamba-hamb-Nya
- di bulan
- Ramadan melebihi bulan yang lain. Maka
- untuk meniru sifat Allah inilah
- Rasulullah sangat dermawan di bulan
- Ramadan. Dalam sebuah hadis Rasul
- bersabda, "Innama
- yarhamullahu min ibadihi aruha."
- Sesungguhnya Allah Subhanahu wa
- taala hanya mencintai
- hamba-hambnya yang mencintai orang lain,
- yang sangat mencintai orang
- lain. Nah, kemudian yang keempat karena
- mengumpulkan antara puasa dan sedekah
- adalah pekerjaan yang
- mewajibkan seseorang masuk ke dalam
- surga. Jadi dengan
- sedqah dan puasa maka wajib orang tadi
- masuk ke dalam surga.
- Rasul
- bersabda, "Inna fil
- jannatifan
- yuruh min
- butunhaun
- minha liman hiya ya
- rasulallah liman thyibal kalam waam
- thaam wa
- adam wasolla baili wasu
- niam hadis iniat ahmad dari sayidina ali
- yang
- artinya bahwasanya di surga ada beberapa
- bilik kamar yang dapat
- dilihat punggungnya e luarnya dari
- dalamnya. Para sahabat ini menunjukkan
- indahnya kamar
- tadi. Memang tidak dapat serta-merta
- kita bayangkan di dunia ya. Hanya ini
- menggambarkan betapa indahnya ee kamar
- tadi. Pada saya
- bertanya karena memang mereka ingin
- memasukinya. Ya Rasulullah, itu bilik
- siapa?
- Rasulullah menjawab, "Bilik itu adalah
- bilik untuk orang-orang yang bertutur
- kata dengan
- baik, yang memberikan makan kepada fakir
- miskin, yang selalu
- berpuasa, yang selalu salat malam dikala
- manusia sedang
- tidur ini akan
- mendapatkan kamar surga yang sangat
- istimewa.
- Yang kelima, kenapa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dermawan di
- bulan
- Ramadan? Karena mengumpulkan
- puasa dengan sedekah akan dapat menutupi
- kesalahan-kesalahan. Memelihara diri
- dari
- neraka. Istimewanya lagi ketika ditambah
- dengan salat lail.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda atirmidzi asamu junatun
- wasodqiuliah
- yutfiular yang
- artinya puasa itu seperti
- perisai sedangkan sedqah memadamkan
- kesalahan seperti api memadamkan seperti
- air memadamkan api.
- Yang keenam, kenapa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu sangat
- dermawat di bulan
- Ramadan?
- Karena selama
- berpuasa akan
- terjadi banyak orang yang
- merasa
- kekurangan yang perlu bantuan.
- Maka untuk itu kita berikan bantuan pada
- mereka atau kemungkinan puasa kita
- mungkin jauh dari
- kesempurnaan. Nah,
- kebocoran-kebocoran itu akan ditutup
- dengan sedqah. Kekurangan-kekurangan
- puasa itu akan ditutup dengan sedqah.
- Kemudian yang
- ketujuh, karena orang yang
- berpuasa meninggalkan minum, makan dan
- minyak karena Allah, maka apabila ia
- menolong orang yang berpuasa dan
- memberikan makan serta
- memberikan sodqah kepada orang yang
- lain, dia akan lebih dapat
- menghayati karena dia serba kekurangan.
- Inilah merasa ada orang yang kurang
- sehingga kita bisa merasakan, "Oh, orang
- ini kurang." Maka saya berikan sedqah
- dia. Orang yang bersedekah dengan
- penghayatan semacam ini mesti dia akan
- lebih banyak diberikan.
- Oleh karena itu, suatu saat diajukan
- pertanyaan kepada seorang salafus
- shiman suri asam qa lima suri asam qala
- liadu gani malju wal ja yang artinya
- mengapa disyariatkan puasa untuk diri
- kita.
- Ulama tadi menjawab, "Supaya orang kaya
- pun merasakan derita kelaparan agar
- jangan melupakan nasib orang-orang yang
- lapar." Nah, untuk itulah kita
- bersedekah atau lebih banyak bersedekah
- di bulan Ramadan.
- Ini ikhwan-ikhwan tentang kenapa kita
- disunahkan untuk meningkatkan
- kedermawanan pada waktu bulan Ramadan.
- Kemudian Quran jelas dan mentadarusnya.
- Karena kita tahu dan tadi sudah saya
- sampaikan Quran turun di bulan Ramadan,
- maka sudah seharusnya kita lebih banyak
- berinteraksi dengan Al-Qur'an di bulan
- itu. Mengerjakan umrah pun kita semuanya
- tahu bahwasanya umrah di bulan Ramadan
- itu sama seperti kita melaksanakan haji
- bersama Rasulullah. sallallahu alaihi
- wasallam. Oleh karena itu, berbahagialah
- kita yang dapat
- melaksanakan umrah di bulan Ramadan.
- Kemudian sedqah fitrah, zakat fitrah.
- Karena zakat fitrah itu akan memberikan
- makan kepada orang miskin dan
- membersihkan puasa kita apabila puasa
- kita
- ternuda. Kemudian yang
- terakhir, Idul Fitri sebagai rasa syukur
- kita karena kita oleh Allah Subhanahu wa
- taala telah diberi kekuatan untuk dapat
- melaksanakan puasa selama 1 bulan. Kita
- sambut dia. Walitukabbirullah ala ma
- hadakum walakum
- taskurun. Mohon maaf yang kelima sampai
- yang keenam. Saya hanya bisa menjelaskan
- dengan singkat karena waktu
- mudah-mudahan ada manfaatnya. Jazakullah
- semua perhatiannya. Demikian ikhwan
- Ikhwat, mari kita sambut Ramadan dengan
- gembira. Baik, Imam. Terima kasih banyak
- atas tausiahnya dan kita akan jawab
- beberapa pertanyaan yang sudah masuk di
- nomor kami 0811999720.
- Pertanyaan pertama datang dari Ibu Hani
- di Jakarta Barat. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Imam, bagaimana dengan
- orang yang menganggap bahwa salat
- tarawih itu sebagai pengganti qiamulail
- atau salat tahajud di hari-hari biasa?
- Jadi, di saat Ramadan hanya salat
- tarawih saja dan meninggalkan salat
- tahajud yang biasa dilakukan. Ya. Jadi
- tentang salat tarawih ini para ulama
- memberikan beberapa tuntunan. Memang
- banyak sekali tapi mungkin saya
- ringkaskan menjadi tiga ya. Yang pertama
- keistimewaan
- daripada bulan Ramadan ini adalah dapat
- memajukan
- waktu salat tahajud.
- Kalau kita biasanya salat tahajud di
- per3a malam, nah kemudian kita ajukan
- setelah bakdal
- isya sehingga nanti dia tidak salat
- malam lagi. Ini yang pertama dan ini pun
- dapat
- diterima. Yang kedua, ada yang
- membedakan
- antara salat tarawih dengan salat malam.
- Sehingga ada yang
- memulai
- dari bakdal isya sampai nanti menjelang
- sahur. Ada itu masjid-masjid di Timur
- Tengah yang saya saksikan, yang saya
- dengar semacam itu. Jadi di mulai badal
- isya sudah tentu akak malam terus mereka
- kadang-kadang
- mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu malam
- itu ada beberapa juz dalam Al-Qur'an.
- Nah, sehingga dia tidak perlu salat lain
- lagi. Karena apa? Karena dia itu
- melakukannya mulai dari batal isyak
- sampai menjelang
- sahur. Ada yang ketiga, yaitu dia tetap
- melakukannya. Hanya, nah di sini ada
- hanyanya apa? Ketika dia melaksanakan
- salat tarawih, dia tidak melakukan
- witir.
- Karena apa? Rasulullah sallallahui wasam
- menyatakan la witroni
- fillili. Karena sudah menjadi kebiasaan
- dia salat tahajud, rasanya sayang kalau
- ditinggalkan. Sehingga dia ikut salat
- tarawih tetapi tidak
- witir. Nah, baru nanti 23 malam dia
- bangun lagi. Heeh. dia salat lagi. Ah,
- kemudian baru ditutup dengan
- witir. Ikhwan akhwat khususnya para
- pendengar rasil, jangan lagi kita
- membicarakan berapa
- rakaat yang lebih sesuai. Semuanya
- insyaallah diterima oleh Allah Subhanahu
- wa
- taala. Ada yang mau 11
- silakan, ada yang mau 23 silakan.
- Ada yang mau 32? Silakan. Yang penting
- mari kita isi bulan Ramadan ini malamnya
- dengan salat tarawih atau salat tahajud
- atau qiyamul lail. Inilah yang dapat
- saya sampaikan ya. Jadi mari
- pendengar-pendengar Radio Silahim
- menjadi
- duta-duta yang menyatukan umat yang
- tidak terpengaruh
- dengan
- ajaran-ajaran yang
- kadang-kadang membuat umat Islam ini
- menjadi berpecah belah hanya karena
- masalah-masalah furuih. Heeh. Termasuk
- masalah berapa rakaat salat tarawih itu.
- Iya. Ya, yang penting kita melaksanakan
- salat tarawih. Mau malam hari baktal
- isya, mau bakdal isya silakan, mau 2/3
- malam
- silakan, mau 11 rakaat silakan, lebih
- dari itu silakan.
- itu semuanya insyaallah termasuk ibadah
- yang mulia. Heeh. Mari kita hidupkan
- malam-malam Ramadan kita dengan
- beribadah, terutama sekali salat
- tarawih. Wallahuam bissawab. Baik,
- terima kasih Imam atas penjelasannya.
- Ada Ibu Tini. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Imam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Eh, semoga selalu dalam
- perlindungan Allah dan amin. Amin. Juga
- Ibu Tini dan seluruh pendengar Radio
- Silaturahim di mana saja berada selalu
- dilindungi oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Alhamdulillah, Imam. Saya senang
- sekali mendengarkan tausiah imam di sore
- hari ini di tengah kesibukan imam. Kok
- tahu?
- Karena sudah berapa ee Sabtu tidak ngisi
- live begitu. Iya. Ya, ke Sabtu
- kadang-kadang di dalam, kadang-kadang di
- luar. Iya.
- Baik. Imam tadi menyampaikan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam berkata bahwa
- pada permulaan Ramadan Allah Subhanahu
- wa taala melihat kepada umatku. Iya
- betul. Apakah maksud yang terkandung
- dalam perkataan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam tersebut, Imam? Nah,
- jadi hadisnya berbunyi begini, Bu. Dini.
- Ah amma
- wahidah fainnahu idza kana awalu
- lailatin fi syahri ramadan yangzurullahu
- azza waalla ilaihim
- wamzurullahu ilaihi lam yuadzab
- abadan yang artinya tadi adapun yang
- pertama dari lima yang tadi saya
- sampaikan pada awal bulan Ramadan Allah
- melihat kepada
- [Musik]
- hamba-hambnya. Siapa yang dilihat oleh
- Allah maka dia tidak diazab
- selama-lamanya. Dalam pemikiran saya
- mohon maaf ketika di awal bulan Ramadan
- kita lagi melaksanakan awal puasa
- biasanya memang sangat
- berat. Nah, Allah itu maha kasih, maha
- sayang. Maka kita dilihat, diperhatikan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Aduh, ini
- Ibu ini sedang melakukan awal puasa
- biasanya berat. Nah, itu dilihat oleh
- Allah Mas Agus ini melakukan puasa awal.
- Nah, di awal berambut berat. Berat kan
- Mas Gus? Kalau awal-awal awal-awal
- berat. Nah, itulah kemudian ee Bapak
- Zaid itu melakukan puasa di awal-awal
- itu diperhatikan oleh Allah. Itu
- maksudnya yang zuru tadi karena oleh
- makasih. Ya Allah, ini orang biasanya
- makan pada hari ini. Mau-maunya dia
- tidak makan hanya karena melaksanakan
- perintahku. Nah, perwujudan kasih sayang
- Allah itu digambarkan dengan
- melihat. Begitu juga kalau kita sayang
- pada anak kita, kadang-kadang juga kita
- lihat mereka. Nah, itu jadi melihat itu
- wujud daripada sebagian wudut kasih
- sayang. Dan
- ketika orang dilihat oleh Allah, berarti
- dia disayang oleh Allah, maka dia tidak
- akan diazab selama-lamanya. Sudah tentu
- jangan begini ya, Ibu-ibu dan
- bapak-bapak. Aduh, kalau gitu saya
- puasanya di awal saja karena yang
- dilihat oleh Allah di awal. He. Nah,
- atau ada puasa dulu kami di Jawa
- istilahnya ngerti Pak Gus? Tutup
- kendang. Oh, awal sama akhir. Nah,
- kendang itu kan sebelah sini sini. Nah,
- dia puasa awalnya saja. Kemudian setelah
- itu nanti dia puasa lagi di akhir
- ditutupnya. Jangan begitu ya. Jadi, mari
- menurut yang saya pahami dengan dilihat
- oleh Allah itu berarti tanda Allah
- sayang kepada kita. Karena kita
- melaksanakan saum di bulan Ramadan.
- Wallahuam bawah. Baik, Imam. Terima
- kasih. Ee kemudian pertanyaan
- selanjutnya ada Bapak Sujoko.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ee Imam, apa
- yang dimaksud dengan pintu surga dibuka
- dan pintu neraka ditutup? I yang yang
- kedua setan-setan
- dibelenggu. Apakah setan jin ataukah
- setan manusia? Iya. Jadi maksudnya ini
- sebagai kiasan atau majaz atau
- istiarah. Jadi pintu pintu surga dibuka
- berarti kesempatan amal saleh di bulan
- Ramadan itu sangat
- banyak. Jalan-jalan menuju surga dibuka
- oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi itu kurang lebihnya
- pengertiannya. Walaupun ada yang
- menyatakan memang pintu surga
- betul-betul dibuka, tapi sebagian ulama
- memahaminya dibuka kesempatan untuk
- beramal saleh dengan
- sebanyak-banyaknya. Di bulan ini, di
- bulan Ramadan yang sebentar lagi akan
- datang. Berapa hari lagi, Mas Gus?
- Kurang lebih 5 hari lagi. 5 hari ya. 4
- hari. dan nanti tidak usah ee ya kita
- meributkan ya kalau ada yang memulainya
- berbeda ya. Nah, karena memang
- insyaallah ya satu saat kita bisa
- bersatu. Insyaallah. Oleh karena itu
- kalau belum bisa bersatu ya kita
- sama-sama sabar. Jangan saling salah
- menyalahkan. Tapi insyaallah menurut ee
- ee perhitungan kita ini akan mulai
- bersama tapi nanti akhirnya akan
- berbeda. Wallahuam. Tapi harapan kita ya
- mudah-mudahan kita memulai bersama dan
- mengakhiri bersama ya. Tapi kalau tak
- ada perbedaan kita tidak usah saling
- menyalahkanlah ya itu karena memang ya
- kita masih dalam berusaha terus-menerus
- bagaimana supaya muslimin ini bisa
- bersatu dalam segala aspek bersatu.
- Inilah misi rasil untuk mewujudkan Islam
- yang satu. Islam yang satu, umat yang
- satu dalam kehidupan yang dicontohkan
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dengan hidup berjamaah ma ana
- alaihi wa ashabi. Nah, itu. Jadi, itulah
- pengertian pintu surga di Mekah. Artinya
- amal di bulan Ramadan ini amal yang baik
- maksud kami oleh Allah Subhanahu wa
- taala dibuka selebar-lebarnya
- pintu-pintu amal.
- Kemudian surga eh neraka ditutup.
- Artinya apa? Dengan nafsu
- kita itu ee puasa dibatasi nafsu kita.
- Karena
- apa? Orang melakukan dosa itu biasanya
- dorongannya
- nafsu. Nah, nafsu itu dorongan utamanya
- adalah makan. Para ulama menyatakan
- dorongan utama orang melakukan
- kemaksiatan itu adalah karena
- kenyang. Rasanya jarang ya orang yang
- melakukan kemaksiatan dalam perut
- lapar. Yang mudah saja
- pencuri. Kira-kira gimana ya? pencuri
- pada waktu
- lapar ya mesti dia lari enggak mampu dan
- sebagainya. Nah,
- ini kemudian melakukan kesempatan yang
- lain misalnya berzina itu pun begitu
- enggak ada nafsu kalau
- lapar. Kemudian juga dia mau judi, dia
- enggak konsentrasi judinya karena apa?
- Lapar.
- Jadi yang dimaksudkan dibelenggu apa
- namanya pintu neraka ditutup,
- jalan-jalan
- kemaksiatan oleh Allah
- ditutup dengan nafsu kita dibatasi
- dengan melaksanakan puasa. Dan pendorong
- utama nafsu adalah nafsu makan atau
- perut. Ini juga mirip dengan ee
- setan-setan dibelenggu ya. Apabila kita
- berpuasa, setan akan sulit menggoda
- kita. Karena apa? Tadi setan itu
- menggoda kalau kita punya syahwat, kita
- punya keinginan. Nah, keinginan kita
- oleh Allah Subhanahu wa taala
- dibatasi dengan apa? Dengan berpuasa.
- Sehingga setan tidak lagi mampu menggoda
- kita semuanya.
- Oleh karena itu memang puasa ini dahsyat
- sekali apabila kita hayati insyaallah ya
- ya kita lihat sajalah
- realitanya puasa tingkat
- kemaksiatan biasanya menurun tingkat
- ibadah biasanya meningkat
- maka
- masjid-masjid biasanya penuh iya dan
- mudah-mudahan sampai akhir Ramadan Amin.
- Ya, kalau biasanya itu ada kemajuan,
- mudah-mudahan ini tidak ada kemajuan.
- Heeh. Kemajuan maksudnya soft ya. Nah,
- itu mudah-mudahan ya dengan ee tausiah
- ini mari kita
- pertahankan tarawih mulai dari awal
- sampai akhir sehingga kesempatan setan
- untuk menggoda kita itu tidak dengan
- mudah dia lakukan.
- Baik setan berwujud jin maupun setan
- berwujud manusia. Itulah kurang lebihnya
- pengertian tentang pintu surga dibuka,
- pintu neraka ditutup dan setan
- dibelenggu. Wallahuam bisa. Baik, terima
- kasih Imam atas penjelasannya. Ikhwan
- dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Ee itu tadi
- penjelasan terkait pertanyaan yang
- disampaikan oleh Bapak Sujoko dan itu
- menjadi pertanyaan terakhir, Imam. Iya,
- di sore hari ini. Baik, kita akan tutup
- dengan mendengarkan kesimpulan dari
- Imam. Iya.
- Ikhwan
- akhwat, berbahagialah. Allah Subhanahu
- wa taala memberikan kesempatan
- kita dengan menciptakan bulan Ramadan
- untuk kita
- berpuasa. Berbahagialah kita karena di
- bulan Ramadan amal-amal kita
- ditingkatkan nilai dan pahalanya.
- Berbahagialah kita karena dengan bulan
- Ramadan kita semuanya akan dapat
- memperoleh kebaikan yang lebih dari
- bulan-bulan yang lain. Oleh karena itu,
- mari kita sambut bulan Ramadan ini
- dengan
- gembira. Nah, apa yang dimaksud dengan
- gembira? Artinya kita isi bulan Ramadan
- ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang
- merupakan realisasi dari perintah Allah
- Subhanahu wa taala. Mari sekali lagi
- kita isi bulan Ramadan dengan mengikuti
- sunah-sunah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sebagai wujud kegembiraan kita
- dengan datangnya bulan Ramadan ini.
- Wallahuam bisab. Baik, Imam. Terima
- kasih banyak ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Demikian tausiah kita di sore hari ini
- dalam kajian tafsir maudui keistimewaan
- di bulan Ramadan bersama Imamul Muslimin
- Ustaz Yaksallah Mansur.
- Baik dan kami informasikan kepada Anda
- ikhwan dan akhwat, saya sudah dipusat
- nih sama Imam. Ee insyaallah kami ingin
- mengundang Anda dalam program Tablig
- Akbar akhir Syakban. Akhir Syakban.
- ee jemaah muslimin dengan tema membangun
- ekonomi umat dengan spirit Ramadan dalam
- kehidupan aljamaah menuju pembebasan
- Al-Aqsa. Insyaallah ikhwan dan akhwat
- untuk acara Ahad besok akan dimulai pada
- pukul 5.00 pagi sampai dengan pukul
- 545 menit yang akan disampaikan oleh
- Ustaz Ahmad Saleh. Kemudian pada pukul
- 45 menit sampai dengan pukul 6.00 pagi
- akan disampaikan oleh Ustaz Nurahim.
- Lalu ada pada
- pukul pagi pembicara 1 akan menghadirkan
- Dr. Ahmad Abdul Malik dengan tema peran
- Media Islam dalam meningkatkan kesadaran
- akan pentingnya ekonomi Islam. Kemudian
- pada pukul 25 menit sampai dengan pukul
- 09.00
- Hadir pembicara kedua yaitu Ustaz
- Valentino Dinsi dengan tema kiat sukses
- wirausaha untuk kejayaan umat. Lalu pada
- pukul 09 sampai dengan pukul .30
- pembicara utama insyaallah akan hadir
- Wakil Gubernur Jawa Barat H U Ruzanul
- Ulum. Kemudian pembicara ketiga pada
- pukul .30
- hingga pukul 101 menit akan disampaikan
- tausiah oleh Ustaz Husein Alatas dengan
- tema Ramadan momentum merekatkan ukhuwah
- islamiah menuju kesatuan
- umat. Dilanjut pada pukul 11.30 sampai
- dengan pukul
- 10:45 menit. Pembicara keempat tentang
- perkembangan terkini Muslim Palestina
- oleh Prof. Dr. Syekh Mahmud Alanbar.
- Dan pada pukul
- 10.45 sampai dengan pukul 11.30 siang,
- pembicara kelima, Ikhwan dan Akhwat
- dengan tema kalimat thayibah. Dengan
- kalimat thayibah, kita berakidah dengan
- aljamaah, kita bermuamalah disampaikan
- oleh K. H. Abul Hidayat Sairoji dan
- terakhir pada pukul 11.30 11.30 siang
- sampai dengan pukul
- 11.5 menit. Tausiah oleh Imamul Muslimin
- Ustaz Yaqsullah Mansur dengan tema puasa
- dan takwa. Mungkin ada yang disampaikan
- Pak itu tadi ada sedikit yang ee ada
- perubahan. Ustaz Husin sudah
- menyampaikan tadi pagi. Heeh. Nah, jadi
- kemudian juga ada yang ulama dari
- Filipin ya. Ini mungkin kalau tidak
- malam ini besok itu ya. Oh, siap. ada
- beberapa perubahanlah. Jadi nanti kalau
- para hewan datang kok tidak seperti yang
- dibacakan oleh Mas Agus ya. Ya, kami
- mohon maaf ya karena ada beberapa
- perubahan gitu. Baik. Tapi yang
- terpenting adalah Ikhwan Lafad kami
- undang Anda imam mengundang Anda untuk
- hadir dalam taklim pusat ee tempatnya di
- mana? Pondok Pesantren Alfattah Cilengsi
- Bogor. Mudah saja, Anda tinggal
- searching di Google Maps, insyaallah
- langsung ketemu dan insyaallah nanti
- bertemu dengan imam di sana. Akhirul
- kalam kami mohon undur diri juga kami
- ucapkan terima kasih kepada Ibu Fatma
- Dewi. Lalu ada Ibu Anggit, Ibu Ida di
- Bekasi. Lalu ada Bunda Emilda, ada Bapak
- Murhenri Abu Abdillah, lalu ada Bapak
- Fatur, lalu ada Ibu Suryanti dan Ikhwan
- dan Akhwat yang tidak kami bisa sebutkan
- satu persatu namanya. Terima kasih Anda
- sudah menyimak siaran kami dari awal
- hingga akhir. Akhirul kalam kami mohon
- undur diri. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Ilal
- wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.