Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:15 [musik] 0:16 berhasil 0:35 Bismillahirrahmanirrahim. 0:36 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:38 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:40 sayyidina Muhammad. Assalamualaikum 0:42 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:44 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 0:46 juga pemirsa Rasil Pisual yang dirahmati 0:48 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:50 berjumpa di Jumat pagi hari ini di hari 0:54 yang ke-22 di bulan Zulqaddah 1442 0:57 Hijriah atau tepat hari yang kedua di 1:00 bulan Juli 2021. Kita kembali berjumpa 1:04 di acara kajian keluarga islami 1:06 [berdehem] bersama Ustaz Agus Sudarmaji 1:08 yang alhamdulillah telah bergabung 1:10 karena kita live menggunakan aplikasi 1:13 Zoom. Ikhwan akhwat di hari ini. Kita 1:15 sapa terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:17 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:21 wabarakatuh. 1:23 Sehat kabarnya Ustaz? Ya, sehat ya. 1:24 Alhamdulillah. 1:25 Alhamdulillah. 1:26 Alhamdulillah. 1:27 Zaman sekarang ini hari ini kita harus 1:29 benar-benar ya, Ustaz, menjaga kesehatan 1:31 ya. Betul. Betul. pandemi masih terus 1:34 berlanjut ternyata nih. 1:36 Iya. 1:36 Dan rahasia juga sebenarnya lockdown ya. 1:39 Ada beberapa yang memang live 1:40 menggunakan aplikasi Zoom ini. Dan 1:42 alhamdulillah 1:43 di hari ini 1:45 Ustaz akan membawakan tema mengenai 1:48 menjauhi akhlak yang buruk Ustaz ya. Dan 1:52 nanti seperti apa pemaparannya nanti 1:54 akan kita sama-sama simak Ikhwan Ahwat. 1:57 Dan nanti juga yang ingin bergabung 1:58 bertanya silakan Anda bisa gunakan 2:00 WhatsApp kami Iwan Ahwad di 08119 2:05 99720 2:08 Tul Ustaz. 2:11 [berdehem] 2:15 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 2:18 Asalamualaikum warahmatullahi 2:21 wabarakatuh, 2:23 ikhwan dan akhwat rahimakumullah. 2:26 bersyukur kepada Allah 2:29 kita pagi ini ya. Maka marilah sama-sama 2:33 kita memulai kajian kita pagi ini. 2:36 Bismillahirrahmanirrahim. 2:37 Rbi zidni ilma Allah bimaamanifa 2:42 warzuqni ilman. 2:45 Alhamdulillahiabbil alamin. Asadu alla 2:48 ilahaillallah wahdahu la syarikalah 2:50 [berdehem] 2:51 wa asadu anna muhammadan abduhuasuluhu 2:54 labi ba'dah. Allahumma sholli wasallim 2:57 wabarik ala sayyidina Muhammadin wa ala 2:59 alihi wasbihi ajmain. Wa ba'du. 3:04 Syukur pada Allah pagi hari ini tak 3:09 henti-hentinya kita 3:12 mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah, 3:16 tahmid, tahlil, tasbih, 3:19 dan sebagainya. 3:21 Dan juga 3:23 ungkapan rasa syukur itu tidak sekedar 3:26 kita dengan ucapan tetapi juga dengan 3:30 perbuatan yaitu kita memperbanyak ibadah 3:34 dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa 3:37 taala. 3:39 Selawat dan salam semoga Allah curahkan 3:42 atas teladan terbaik 3:46 nabi kita, baginda Nabi sallallahu 3:49 alaihi wasallam. 3:51 beserta keluarga beliau, para sahabat 3:53 beliau, dan orang-orang yang mengikut 3:56 sunah beliau hingga akhir zaman. Ikhwan 3:58 dan akhwat rahimakumullah, 4:01 pagi hari ini saya masih berbicara 4:04 tentang hati sebenarnya ya. Kalau pada 4:07 pekan yang lalu kita bicara tentang hati 4:09 yang dinamis, 4:11 yang didinamisasi oleh 4:17 niat-niat yang baik. Ya, hari ini saya 4:20 ingin mengajak bicara tentang akhlak. 4:23 Ya, 4:25 saya memulai dengan akhlak yang buruk. 4:27 Malah [berdehem] 4:31 kita sering di 4:34 ingatkan untuk berakhlak yang baik. 4:38 Nah, sebenarnya 4:41 akhlak baik itu adalah counter atau 4:45 lawan dari akhlak yang buruk. 4:48 atau sebaliknya 4:51 akhlak yang buruk itu adalah hilangnya 4:54 akhlak yang baik 4:57 atau sifat kebalikan dari suatu akhlak 5:00 yang baik. Contoh 5:03 kita disuruh oleh orang tua kita, 5:06 hendaknya kamu berlaku sopan, ya. Nah, 5:10 akhlak yang buruk itu kebalikannya. 5:14 Tinggal dikasih ya, tinggal dikasih saja 5:17 kata tidak 5:19 sopan ya, tidak 5:24 berlaku adab ya, itu adalah akhlak yang 5:28 buruk. 5:30 Nah, akhlak buruk ini gimana di dalam 5:32 Islam? 5:34 Bagaimana Islam itu memandang 5:38 akhlak ini? Ya, ternyata akhlak ini 5:42 adalah sesuatu yang sangat besar dalam 5:44 Islam. [berdehem] 5:48 Orang masuk surga itu kebanyakan karena 5:50 dua perkara, yaitu 5:53 takwa dan akhlak yang baik. Ketika Nabi 5:57 ditanya, "Apakah yang paling banyak 5:59 membuat orang masuk surganya Allah?" Ya, 6:04 maka Nabi bersabda, "Takwallah 6:07 w husnul khulq. ya, takwa kepada Allah 6:11 dan akhlak yang baik ya. Nah, ikhwan dan 6:14 akhwat sekalian, kita 6:17 sekarang 6:19 mencoba untuk membahas tentang akhlak 6:22 yang buruk. Nihilnya, hilangnya 6:28 atau tidak wujudnya, tidak munculnya 6:32 akhlak yang baik itu ada akhlak yang 6:33 buruk. 6:36 Jadi kalau di suatu tempat kok banyak 6:39 keburukan-keburukan yang terjadi ya, nah 6:43 pasti di situ tidak ada akhlak yang 6:45 baik. 6:47 Contoh nih, contoh kalau di sebuah 6:49 negeri 6:51 terjadi kekacauan, kekalutan, 6:56 banyak kejahatan, 6:58 pasti di situ tidak ada akhlak yang 7:01 baik. 7:05 Kalau di suatu negeri atau di suatu 7:07 kampung yang kecil ya 7:11 terjadi banyak persoalan-persoalan 7:15 keamanan. 7:19 Kehilangan kambing, kehilangan ayam. 7:22 Ayam aja hilang. 7:24 Apalagi yang lebih besar. Kehilangan 7:29 sepeda motor, kehilangan mobil. 7:33 bahkan kehilangan anak, anak diculik. 7:35 Nah, ini 7:37 akhlaknya tidak ada di situ. Jadi, 7:40 kejahatan itu sendiri sebenarnya adalah 7:45 akibat dari orang berakhlak buruk, 7:50 akibat dari orang gagal untuk berakhlak 7:53 yang baik. 7:55 Maka bagi kita akhlak baik ini adalah 8:00 wajib untuk kita bangun di dalam diri 8:03 sendiri, di dalam keluarga, dan di dalam 8:06 masyarakat. Jadi tiga tiga layer nih 8:10 membangun akhlak yang baik, membangun 8:12 karakter yang mulia itu di dalam diri 8:14 kita sendiri, kemudian di dalam keluarga 8:17 dan di dalam masyarakat. 8:21 Nah, kita mulai dari diri sendiri. 8:23 bagaimana kita membangun akhlak yang 8:25 baik dan menjauhi akhlak yang buruk. 8:29 Nah, para ikhwan sekalian, mari kita 8:30 mulai. 8:33 Bahasan kita kali ini adalah bagaimana 8:35 akhlak buruk itu menular. 8:37 Ya, akhlak buruk menular 8:42 ya. 8:44 Dan para ulama mengatakan penularan 8:48 akhlak buruk itu lebih cepat daripada 8:51 menularnya akhlak yang baik. 8:55 Akhlak baik itu tidak serta-merta 8:57 menular, 8:59 tetapi akhlak buruk itu cepat menular. 9:02 Coba saja 9:05 kalau kita antar anak kita ke sekolah 9:07 atau antar kalau sudah subuh saya sudah 9:09 cucu ya cucu kita ke sekolah. 9:15 Maka hari pertama 9:18 dia sudah belanja macam-macam. 9:21 Pulang hari pertama 9:23 di rumah mesti sudah terucap kata-kata 9:26 yang asing yang tidak pernah kita 9:28 ajarkan kepada dia. Itu masuk TK atau 9:31 PAUD. 9:33 Kemudian ada perilaku yang dia juga 9:35 belanja dari luar. Maksud saya dibelanja 9:38 itu dia ambil, dia 9:41 bawa ke rumah. 9:44 Contoh-contoh 9:46 ya, perilaku 9:49 menabok adiknya ya, memukul adiknya. 9:53 Padahal tidak pernah diajar di rumah, 9:55 tetapi dia belanja, dia ambil dari 9:58 sekolah, lungkan sekolah. 10:01 ucapan-ucapan tertentu mulai muncul yang 10:04 kita tidak tahu ya. Ini menular karena 10:08 dia belanja di sekolah ya. 10:13 Kemudian kita akan bicara juga tentang 10:15 akhlak buruk itu dibenci Allah dan 10:17 Rasulullah 10:18 dan bagaimana perbandingan nilai akhlak 10:21 dan buruk itu 10:24 di hadapan Allah dan di hadapan manusia. 10:28 Terakhir, nasib buruk bagi orang yang 10:30 berakhlak buruk. Ini dipastikan ya. 10:33 Jadi, orang 10:36 akan terhindar dari nasib buruk kalau 10:39 dia berakhlak yang jauh dari keburukan. 10:43 Tinggalkan akhlak buruk, maka maka nasib 10:46 seseorang akan baik. Jadi, kenapa orang 10:50 banyak nasibnya buruk? Salah satunya 10:54 sebabnya adalah karena 10:57 masih memelihara akhlak yang buruk di 11:00 dalam dirinya. Ya. Jadi kebaikan nasib 11:04 seseorang itu seiring dengan perbaikan 11:08 akhlak. 11:10 Kata-kata perbaikan akhlak ini indah 11:12 sekali para ikhwan ya. Perbaikan akhlak 11:15 itu adalah agenda yang prioritas bagi 11:19 seorang muslim. Karena apa? 11:22 Nabi sendiri bersabda, 11:27 "Ya 11:29 makar makarimal akhlak." Tidak lain dan 11:33 tidak bukan aku tuh diutus sama Allah 11:35 Subhanahu wa taala supaya apa? 11:38 Memperbaiki 11:40 memperbaiki akhlaknya manusia. 11:42 Liutamiarimal akhlak menyempurnakan, 11:46 memuliakan akhlaknya manusia. Jadi 11:48 akhlak manusia itu yang paling buruk. 11:51 terjadi di masa Nabi sallallahu alaihi 11:53 wasallam, maka beliau diutus. 11:56 Salah satu akhlak yang terburuk yang 11:57 terjadi di masa beliau adalah manusia 12:00 sudah kehilangan akal sehat menyembah 12:03 patung-patung yang tidak bernyawa, 12:05 patung-patung yang tidak memberikan 12:07 manfaat ataupun dor sedikitp. Itu yang 12:10 ya termasuk akhlak yang buruk. yang 12:13 berikutnya ee pencurian, 12:17 kemudian 12:20 penyimpangan penyimpangan seksual 12:24 juga pembunuhan terhadap anak-anak 12:26 perempuan ini terjadi di masa Nabi 12:29 sallallahu alaihi wasallam. Ya, ikhwan 12:31 sekalian [berdehem] 12:33 kita sepintas saja. Para ulama 12:38 sepeninggal Nabi yang menjaga syariat 12:41 itu adalah para ulama. 12:43 Dan para ulama itu orang yang pertama 12:47 paling disiplin terhadap dirinya untuk 12:50 menyempurnakan akhlaknya. Para ulama, 12:53 jadi ee ciri ciri utama seorang ulama 12:58 adalah akhlaknya baik. 13:03 Tapi kalau ada ulama yang akhlaknya 13:06 buruk, itu patut dipertanyakan. 13:10 Para ulama-ulama 13:12 yang masyhur 13:14 itu akhlaknya baik-baik. Contohlah ini 13:17 saya mengambil satu kisah dari 13:20 Abdurrahman bin Qasim. 13:22 Dia adalah ee pelayannya Imam 13:28 ee Malik ya, khadimnya Imam Malik bin 13:31 Anas. 13:33 Jadi [batuk][berdehem] 13:36 Abdurrahman bin Qasim ini mengatakan, 13:39 "20 tahun saya jadi pembantu atau 13:41 pelayannya Imam Malik. Selama 20 tahun 13:45 itu aku perhatikan beliau hanya 2 tahun 13:48 mempelajari ilmu. 18 tahun untuk 13:51 mengupas akhlak. 18 tahun mengupas 13:53 akhlak. 13:55 Ya. Jadi, masyaallah 13:57 akhlak yang dijaga itu akhlak pertama 14:00 paling penting adalah akhlak kepada 14:02 Allah. Kepada Allah. Kemudian akhlak 14:05 kepada Rasulullah. Kemudian akhlak 14:08 kepada sesama manusia. Nah, ikhwan dan 14:12 akhwat, para ulama saja begitu rupa 14:15 menjaga akhlak. Bagaimana dengan kita 14:18 ya? Apakah kita secara sengaja 14:21 belajar tentang akhlak? Kalau belum, 14:24 mari sama-sama kita belajar taak ya. 14:28 Baik, selanjutnya, [berdehem] 14:32 muslim sejati itu adalah muslim yang 14:37 terbebas dari akhlak buruk. Ya, ciri 14:41 seorang muslim yang baik. 14:44 Jadi kalau disebut kualitas utama dari 14:47 seorang muslim adalah ketika dia mampu 14:52 untuk 14:53 membebaskan dirinya, 14:56 menjauhkan dirinya dari akhlak buruk. 14:59 Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda 15:01 dari satu hadis dari Abdullah bin Umar 15:03 ya, almuslimu 15:06 man salimal muslimuna 15:09 min lisanihi wa yadihi. Ini hadis yang 15:13 banyak di dihafal oleh anak-anak kita di 15:17 TK Al-Qur'an atau di PAUD ya. 15:23 Jadi kata Nabi sallallahu alaihi 15:24 wasallam, 15:26 orang muslim yang benar itu adalah yang 15:29 selamat orang muslim yang lain dari apa? 15:33 Dari 15:35 kejahatan tangannya. Maaf, lisannya dan 15:38 tangannya. Misalnya dulu 15:41 artinya para ikhwan 15:43 dua organ yang disebut Nabi paling 15:46 banyak berbuat keburukan 15:49 yang membuat orang lain tidak selamat 15:52 yang membuat orang lain terganggu 15:57 atau lebih lagi 16:00 dirugikan atau terzalimi. Itu dua hal 16:04 adalah organ lisan dan tangan. 16:09 Ya, 16:13 maka kita harus tinggalkan. 16:15 Nah, 16:18 penggal dari hadis yang lain. Hadis itu 16:21 penggal berikutnya adalah wal muhajir 16:25 man hajaro ma nahallahu anhu. Seorang 16:30 muhajir, orang yang berhijrah. 16:33 Ya, bentar lagi kita akan bicara tentang 16:34 hijrah nih. Bulan Muharram ya sekitar ee 16:38 1 bulan setengah lagi. adalah orang yang 16:41 meninggalkan perkara-perkara yang 16:44 dilarang oleh Allah. Salah satu perkara 16:46 yang paling dilarang oleh Allah adalah 16:48 berakhlak yang buruk. Ya, berakhlak yang 16:52 buruk. Ya, maka itu para ikhwan singkat 16:55 saja ukur saja diri kita. Apakah lisan 17:00 kita itu masih suka menyakiti orang, 17:04 merendahkan orang, 17:07 membully orang? 17:11 membohongi orang, memfitnah dan 17:15 lain-lain, menghasut orang lain. Ini 17:18 kita bukan seorang muslim. Jadi, orang 17:21 muslim itu jauh dari sikap dan sifat 17:26 yang jahat tentang lisan dan tentang 17:29 tangannya. Ya, jadi sekali lagi, akhlak 17:32 buruk itu letaknya di sini di dua lisan 17:34 utama, yaitu lisan dan tangan. ya, lisan 17:39 dan tangan. Baik, kita lanjutkan 17:45 para ikhwan sekalian. Ternyata 17:49 akhlak buruk itu menular. Ini kata 17:52 mutiara dari seorang penyair ya. La 17:55 tajris ila ahli danaya 17:59 fainna aklaq sufahaui. 18:03 Kamu jangan 18:05 duduk sebenarnya dekat dengan 18:08 orang-orang yang tercela. 18:13 Ya. 18:14 Karena apa? Karena akhlak dari orang 18:18 yang bodoh, orang-orang yang tercela itu 18:22 menular. 18:25 Maka itu kalau ada anak yang buruk, 18:28 jangan kita masukkan anak kita 18:31 dekat-dekat dengan dia. Kalau kita tahu 18:33 ada sekolah itu sekolah rusak tempatnya, 18:36 mohon maaf pergaulannya rusak, 18:38 pergaulannya bebas. Nauzubillah minzalik 18:41 ya. 18:44 Gurunya tidak berakhlak. 18:48 Ada enggak? Sekolah gurunya tidak 18:49 berakhlak ada. 18:53 Contohnya, contohnya 18:56 dibiarkan anak-anak menyontek bahkan 18:59 cari bocoran sana itu ada sekolah yang 19:02 begitu. 19:05 Oh, musim musim ujian nasional dulu itu 19:07 dulu tahun-tahun dulu sebelum pandemi ya 19:10 [berdehem] 19:11 musim ujian gurunya sibuk kasakusuk cari 19:15 cari bocoran soal bahkan soal bocoran 19:18 itu disebar pada anak-anak. Nauzubillah. 19:21 Ini tercela. Akhlak yang tercela. 19:26 Ya. Jadi kita sama para ulama ya 19:32 jangan dekat-dekat sama orang yang 19:35 berakhlak dulu. 19:37 Nabi sampai mengumpamakan 19:40 kalau kamu duduk sama tukang 19:43 penjual parfum, kamu akan juga ketularan 19:48 bau wanginya. 19:50 Tapi kalau kamu duduk di dekat sama 19:54 ee pandai besi yang suka membakar-bakar 19:59 besi dengan asap api ya dan biasanya 20:03 kalau di tukang besi itu kan ee ada 20:06 tungku lain-lainnya itu mesti kamu bau 20:08 sangit sama sama mereka padahal kamu 20:11 tidak melakukan apapun seperti mereka 20:14 kamu tidak megang besinya 20:17 ya kamu tetap bau bau sangitnya itu ada. 20:21 Jadi, masyaallah kita mesti hati-hati. 20:25 Kalau di dalam psikologi itu disebut 20:27 dengan toxic people. 20:30 Toxic people ini adalah orang-orang yang 20:32 beracun. Ya, itu di dalam kajian 20:35 psikologi sosial ada istilah toxic 20:37 people. 20:39 Jadi, orang-orang yang 20:42 tercemarlah ya. Kalau ee disebut dia 20:46 bisa mencemari masyarakat dan 20:48 lingkungannya, maka jangan dekat-dekat 20:51 ya. Maka ada juga ee para ulama 20:55 mengatakan begini, "Tunjukkan 20:58 padaku siapa kawan kamu, sahabat dekat 21:03 kamu. Maka aku dengan mudah akan 21:06 menunjukkan, akan mengatakan, "Siapa 21:09 kamu?" Ya, jadi orang tu tergantung 21:12 temannya. 21:14 termannya 21:15 ya. 21:17 Bahaya memang berteman ini. Jadi kenapa 21:20 akhlak-akhlak buruk itu ada di sekitar 21:22 kita? Karena orang berteman dengan orang 21:24 yang berakhlak buruk dan menerima 21:28 keburukan akhlaknya itu sebagai sesuatu 21:30 yang biasa. 21:33 Biasa, mohon maaf pakai barang orang 21:37 tanpa izin. Ini gosab ya. 21:41 Jadi tidak berdosa pakai punya orang, 21:45 tidak mengembalikannya. Ini banyak 21:49 di sekitar kita. Di pondok pun ada. Di 21:52 pondok pesantren ada kejadian-kejadian 21:54 seperti ini. Jadi anak baik-baik ya 21:58 di pondok kenal sama anak yang kurang 22:00 baik, kurang tertib. Kerjanya apa? Pakai 22:04 barang orang tanpa seizinnya dan 22:07 menular. Jadi masyaallah ya. 22:10 Kemudian [berdehem] 22:12 ikhwan dan akhwat, akhlak buruk ini 22:14 dibenci oleh Allah Subhanahu wa taala. 22:19 Baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam 22:22 ee pernah bersabda seperti ini. 22:28 Bahwasanya maaiun afqalu fi mananil 22:32 mukmin yaumalqiamah 22:35 min khuluqin hasan. Wa innallaha 22:40 layubidul fahsyal badi. 22:44 Ya, 22:47 tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam 22:50 timbangan timbangan amal seorang mukmin 22:53 pada hari kiamat nanti 22:56 selain dari akhlak yang baik. 22:58 Masyaallah. 22:59 Jadi 23:02 orang salat sunah ribuan rakaat itu 23:06 tidak seberat akhlaknya. 23:10 Maka itu buatlah timbangan amal kita itu 23:13 seberat mungkin, sepenuh mungkin. Ya, 23:17 kalau perlu luber ya timbangan amalnya 23:20 luber dengan apa? Akhlak yang baik ya. 23:25 Dan Nabi membuka informasi berikutnya. 23:29 Innallaha wa innallaha. Dan Allah itu 23:33 membenci 23:38 orang yang 23:40 berbuat keburukan. 23:43 Albadzi. 23:45 Albadzi ini siapa? 23:48 Ada keterangan di sana. Albadzi itu 23:51 adalah orang yang omongannya itu 23:57 seburuk 23:58 akhlaknya. 24:01 Ya, lisannya buruk, akhlaknya buruk. 24:05 omongannya mohon maaf 24:09 kotor. 24:11 Kotor ini bukan dalam arti sekedar 24:15 isi dari 24:17 ee kebun binatang saja yang keluar, 24:20 tetapi juga mengandung kedustaan. 24:24 Albad gini ya, Albadzi. 24:27 Jadi sudah omongannya culas, cabul ya, 24:31 seronok. Kemudian ada dustanya juga. 24:36 Jadi masyaallah kalau disebutkan ini 24:40 mulutnya bukan lagi ember tapi comberan 24:43 ya toh. Masyaallah ya. Ini albadi ini 24:46 ini Allah sudah ee membenci mereka ya. 24:50 Maka sebaliknya kalau ingin di disayang 24:53 sama Allah, jauhkan dari sikap dan sifat 24:56 orang-orang ini. 25:00 Punyai lisan yang santun, lisan yang 25:04 menyejukkan, lisan yang penuh dengan 25:06 kebenaran, bukan sebaliknya. Orang 25:09 ketemu dia mesti dia omongin yang 25:10 jelek-jelek dan nyerocos seperti senapan 25:15 otomatis ya, senjata otomatis 25:19 itu nauzubillah orang jelek, mulutnya 25:21 jelek ya. Masyaallah 25:25 ada enggak sekitar kita? Mudah-mudahan 25:27 sudah enggak ada lagi ya. Tapi muncul di 25:29 media sosial sama aja ya, [berdehem] 25:33 Pak Ikhwan sekalian. 25:35 Akhlak yang buruk pasti sudah dibenci 25:37 sama Allah, dibenci sama Nabi. Nabi 25:40 sendiri ee membuat statement yang jelas 25:46 bahwasanya 25:49 dari Jabir bin Abdillah beliau Nabi 25:52 sallallahu alaihi wasallam bersabda, 25:55 "Inna abghadukum ilaiya." Ya. Ya. 26:01 Sesungguhnya orang yang paling aku 26:04 benciukum 26:06 minni fil akhirah. Dan yang paling jauh 26:10 dari kedudukanku yang jauh enggak akan 26:13 ketemu Nabi sallallahu alaihi wasallam. 26:14 Ya. 26:16 di hari akhirat di di di kampung akhir 26:19 nanti adalah siapa itu? Aswaukum ak yang 26:25 paling jelek akhlaknya. 26:29 Ya, ini hadis riwayat Ahmad. Jadi, orang 26:33 yang akhlaknya jelek dari umat Nabi ini 26:35 enggak akan ketemu sama Nabi. Makin 26:39 jauh, makin jauh, makin jauh. Ya, udah 26:43 dibenci sama Nabi nanti enggak ketemu. 26:46 Maka masyaallah ya. Jadi orang buruk 26:48 akhlaknya ini jauh dari Nabi ya. 26:52 Meskipun masih diakui sebagai umatnya 26:55 Nabi tapi jauh. 26:58 ya paling jauh paling jauh. Jadi jauhnya 27:00 di akhirat sama jauhnya di bumi ya jauh 27:02 ee tidak terbandinglah 27:06 jauhnya di akhirat tuh kita enggak 27:07 kelihatan. 27:09 Oke. Jauhnya dari kita kan misalnya tuh 27:11 lihat tuh jauh masih kelihatan tapi 27:14 kalau sudah akhirat sudah enggak 27:15 kelihatan ya. Jadi akhlak yang buruk ini 27:18 enggak ketemu sama Nabi. Nah, para 27:20 sekalian, [berdehem] bagaimana 27:22 perbandingan akhlak baik dan buruk? Ya, 27:25 kita akan mendengar lagi apa yang 27:27 disampaikan oleh Nabi sallallahu alaihi 27:29 wasallam. Ya, dari Jabir bin Abdillah 27:32 beliau bersabda, 27:35 "Inna min ahab 27:38 ahabbukumya 27:41 waqrikum minni yaumalqiamati 27:46 ahasinakum aklaqon." 27:49 Ini sebenarnya ee kelengkapan dari hadis 27:54 yang sebelumnya ya. 27:57 Inna abokum illaya wa abadakum minni 28:01 majelisan yaumal kiamati. 28:04 Ya 28:06 tarsarun 28:08 wal mutasyaddiqun. 28:10 Ya walut 28:12 wal mutafayihi 28:15 wal mutafaihiquun. 28:18 Q ya Rasulullah 28:21 alimnaarun 28:23 wal mutasyaddiquunal 28:27 mutafaiun 28:29 almutakabbirun. 28:31 Ini masyaallah. Jadi sesungguhnya kata 28:35 Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yang 28:37 paling aku cintai di antara kamu 28:41 dan yang paling dekat kedudukannya 28:45 bersama aku nanti di akhirat, di yaumil 28:49 kiamah adalah yang paling bagus 28:52 akhlaknya di antara kamu." Ya, 28:57 contoh nih dirasil. dirasil ya itu ada 29:02 beberapa staf yang kalau pagi ketemu 29:05 saya siapa yang paling baik akhlaknya 29:08 itu nanti paling dekat sama Nabi. 29:10 Contoh ya yang paling banyak senyum sama 29:14 sesama temannya ya itu pasti paling 29:16 dekat sama Nabi itu ya yang hatinya 29:20 paling sayang sama temannya sesama staf 29:24 Kru Rasil 29:26 temannya belum datang dia sudah aduh 29:31 supaya teman aku datang gimana nih ya 29:34 dia resah 29:36 lagi zaman kayak gini ya dengar-dengar 29:40 Orang sudah masuk rumah sakit ini belum 29:42 masuk belum belum datang nih? Nah, orang 29:45 yang hatinya kayak gini yang paling baik 29:47 di hadapan Nabi sallallahu alaihi 29:48 wasallam nanti ketemu Nabi ya. Nah, 29:52 kemudian dan orang yang paling aku benci 29:57 dan juga paling jauh dengan aku nanti di 30:00 yaumul kiamah ada tiga nih ya. Tarun 30:06 kemudian mutas ee mutasyaddikun 30:10 kemudian mutafayiun. 30:14 Ditanya oleh para sahabat, "Ini orang 30:16 ini siapa sih Nabi?" Kata Nabi, 30:18 "Almutakabbirun, 30:19 orang yang sombong." Ya, tiga tuh tadi 30:23 ya. Assarsarun, 30:25 kemudian almutasyaddi dan almutfahiquun. 30:30 Ternyata mereka itu adalah orang-orang 30:32 yang [berdehem] 30:34 disebut orang yang sombong. 30:36 Orang sombong ya. Maka itu akhlak buruk 30:40 salah satu yang disebut di sini adalah 30:43 sombong, 30:46 merasa dirinya lebih baik daripada orang 30:49 lain. Ya, 30:52 kalau beli HP baru nih, wah HP saya 30:55 sudah 4G dong, P. bahkan 5G dalam hati, 31:00 "Wah, HP-nya Mas Fahri masih 3G ya, 3G." 31:04 Waduh, itu yakin kalau HP 3G itu keluar 31:07 sedikit udah hilang hilang sinyal gitu 31:11 ya. Itu merasa merasa hebat karena 31:15 HP-nya lebih baik dari temannya. Aduh, 31:17 masyaallah ya. Ini banyak kayak gitu ya, 31:20 Pak sekalian ini orang yang sombong ya, 31:23 akhlak buruk ya. Kemudian ini slide 31:25 terakhir. 31:27 Akhlak buruk itu apa? Saya simpulkan. 31:29 Satu, dibenci sama Allah. 31:34 Udah enggak ada lagilah 31:37 alasan lebih baik kalau sudah dibenci 31:39 sama Allah. 31:41 Dua, dibenci sama Nabi sallallahu alaihi 31:43 wasallam. 31:44 Tempatnya buruk di akhirat jauh dari 31:47 Nabi Sallallahu tempatnya jauh. 31:50 Apalagi 31:52 akhlak buruk ini bisa masuk ke neraka. 31:55 Ya, di dunia tercela, 31:59 di akhirat apalagi di dunia terc lihat 32:03 orang akhlaknya buruk pasti dia 32:05 tersingkir dan tidak bisa jadi pimpinan. 32:09 Jadi kalau orang yang buruk akhlaknya 32:11 enggak bisa jadi enggak bisa jadi 32:13 pimpinan 32:15 ya. Enggak bisa kan enggak bisa jadi 32:16 pimpinan kalau benar ya. Kalau benar ya, 32:19 kecuali ada faktor politik. 32:23 Wah, dia masuk situ kenapa sih? Kok bisa 32:26 jadi dia jadi kepala unit? A di atasnya 32:30 ada bos. Ada bos yang memelihara dia. 32:34 Ya, ini kalau kalau karir 32:38 asli dari seseorang, 32:41 gak mungkin orang bisa jadi pimpinan 32:43 tertinggi kecuali akhlaknya baik. 32:47 kecuali organisasi-organisasi copet, 32:51 organisasi maling, organisasi garong, 32:54 para penyamun itu memang yang dicari 32:57 yang paling berangasan, paling brengsek, 33:00 paling buruk, paling bejat ya akhlaknya 33:04 ya. Tapi kalau organisasi normal, orang 33:07 biasa apal organisasi baik, organisasi 33:10 keagamaan ya, organisasi keagamaan loh 33:13 ya. Kalau akhlaknya buruk mesti enggak 33:16 bakal jadi orang nomor satu di situ. 33:18 Kecuali ada kekuatan politik yang 33:20 meletakkan dia di sana itu kekuatan 33:23 politikun kekuatan politik yang 33:25 akhlaknya buruk 33:28 ya. Ya. Yang batil. Jadi kebatilan, 33:32 kejahilan, kejahatan itu setali tiga 33:36 uang dengan akhlak yang buruk. Ya. Jadi, 33:38 para sekalian, itulah yang ingin saya 33:40 sampaikan pagi ini. 33:42 Marilah kita sama-sama bekerja keras 33:46 untuk menanamkan 33:48 kebaikan di dalam diri kita dan keluarga 33:51 terutama ya masyarakat nanti setelah 33:53 keluarga. 33:54 Anak-anak setiap hari kita ingatkan 33:56 jangan berakhlak yang buruk ya. Akhlak 33:59 buruk ini bisa di bisa ditangkal dengan 34:02 apa? Nasihat ya. Kemudian dengan hati 34:06 yang baik. Ingat hati yang baik. Kemarin 34:08 sudah kita bahas salah satunya berniat 34:10 yang baik. Jangan sampai ke ada 34:12 kedapatan, ada niat buruk di dalam hati 34:15 kita. 34:16 Ya, niat buruk mau bolos. Hei, 34:21 anak bolos itu dimulai dari apa? Dari 34:23 niat yang buruk. Dari rumah sudah niat 34:25 bolos ya. Tiba-tiba 34:29 dapat telepon dari sekolah. Ini waktu 34:32 sebelum pandemi ya, Bu. Anak ibu sudah 34:34 berangkat belum dari rumah? Kok belum 34:36 ada di kelas? Loh, dia sudah berangkat 34:38 sejam yang lalu. Ke mana? Ternyata 34:42 anaknya nyangkut di 34:45 apa namanya itu rumah game online ya? 34:48 Warnet di warnet ya. Di warnet 34:50 [berdehem] ya. 34:52 Di lain-lain ya macam-macam. Nauzubillah 34:55 minzalik. Ya, ini makanya anak-anak kita 34:58 kita kasih tahu 35:00 akibat yang paling fatal dari seorang 35:03 yang berakhlak buruk itu dibenci sama 35:06 Allah, dibenci sama Rasulullah dan 35:08 hidupnya susah. Hidupnya itu akan jadi 35:11 buruk hidupnya akan 35:15 istilah kita hidupnya tidak mulia, 35:18 hidupnya hina. 35:21 Jadi, anak-anak kita kasih tahu aja. 35:24 Silakan kamu pilih kamu mau berakhlak 35:26 baik atau buruk. 35:29 Kalau mau berakhlak buruk dipastikan 35:32 hidupmu di dunia hina, di akhirat 35:36 apalagi 35:38 ya? Nauzubillah. Mau kerja apa? Semua 35:40 orang contoh nih. 35:43 Saya mau kerja di lapangan terbang. Ah, 35:47 kenapa? Keren pakaiannya pakaix. Oh, 35:50 silakan. Tapi ketika dites, 35:54 salah satu tes terpenting adalah tes 35:56 attitude. 35:59 Attitude. Apa itu attitude? Sikap 36:02 mental. Kalau sikap mentalnya buruk, 36:04 masih enggak mungkin kerja di lapangan 36:07 terbang. Ya, mau kerja di mana silakan. 36:12 Kalau akhlaknya buruk pasti tidak boleh 36:13 masuk. Tidak boleh masuk. 36:19 Waduh. Kalau gitu saya buat kantor 36:21 sendiri deh. Silakan. Kantor sendiri pun 36:24 tidak akan bisa survive kecuali 36:27 akhlaknya baik. Ya. Maka marilah kita 36:31 ini, saya punya satu tugas yang mulia. 36:34 Menjadikan diri kita berakhlak, 36:38 menjadikan keluarga kita berakhlak 36:41 termasuk menjadikan lembaga kita, 36:43 organisasi kita, lembaga kita, instansi 36:46 kita 36:48 berakhlak. 36:49 dan akhirnya menjadikan negeri kita 36:52 berakhlak. Jadi kalau disebut apa ee 36:58 sebenarnya yang kita perlukan apa ini 37:00 Indonesia yang berakhlak. Nah, ya 37:04 sudah dimulai nih dengan BUMN. 37:08 BUMN sudah mulai ya ada istilahnya core 37:13 value BUMN sekarang dibawa kepemimpinan 37:15 menteri yang sana Pak Erik Thahir ya itu 37:18 adalah akhlak PUMN bagus nulisnya akhlak 37:22 jadi konotasinya orang BUMN harus 37:25 berakhlak dijadikan eh BUMN Indonesia 37:29 ini BUMN yang berakhlak ya. 37:33 Jadi kita sebutkan BUMN apa? Telkom yang 37:36 berakhlak. 37:37 supaya apa? Tidak ada yang namanya 37:41 pelayanan yang buruk. Ya kan? Ini 37:44 pelayanan-pelayanan Bom ini banyak yang 37:46 buruk supaya apa? Diperbaiki 37:50 PLN ya. Mudah-mudahan PLN makin baik, 37:53 Telkom-nya baik, TN-nya baik ya. Terus 37:57 meningkat sampai Pertamina 38:01 terus akhlaknya berakhlak semua. 38:05 Akhirnya yang kita perlukan nanti adalah 38:08 Indonesia yang berakhlak. Ya, Indonesia 38:10 yang berakhlak seperti apa nih? Satu, 38:13 mau lihat 38:15 akhlaknya para pengguna jalan. Lampu 38:18 merah diterobos enggak? Bang Fahri 38:21 pernah lihat orang terobos lampu merah 38:22 enggak? 38:24 Oh, seri. 38:26 Pernah ngelihat orang 38:28 motong antrian orang? Enggak 38:32 pernah. 38:33 Ah, ini Indonesia tidak berakhlak, belum 38:35 berakhlak. Maka itu masyaallah 38:38 salah satu perjuangan kita adalah 38:40 menjadikan dunia berakhlak ya. Yang 38:42 kelihatan itu satu antriannya rapi, 38:46 tertib. 38:48 Ya, ini kemarin terjadi kluster baru 38:51 karena apa? Orang cari sembakau, tidak 38:55 mau antri, buru-buru 38:58 hukum rimba yang dipakai ya kuat-kuatan 39:01 akhirnya apa? kluster baru semua kena 39:04 COVID semua 39:06 ya. Jadi itu sudah kelihatan Mas Fahri 39:08 ya kan orang akhlaknya buruk enggak mau 39:11 antri ya segala macam akhirnya terpapar 39:14 COVID. Betul enggak? Jadi ada 39:16 hubungannya enggak terpapar COVID sama 39:19 akhlak buruk? Ada. 39:21 Akhlak buruk tidak menghargai 39:25 para ulama, tidak menghargai para 39:29 dokter. Dokter itu para ulama di bidang 39:31 medis ya. 39:33 merasa dirinya kebal, masih muda ya, 39:37 dirinya sehat terus, enggak mau pakai 39:39 masker. 39:40 Seminggu kemudian didengar mana 39:42 temannya, "Woh, masuk ke rumah sakit, 39:45 Mas. Covid." Yang lain mana, Mas? 39:47 Kemarin diantar ke Wismatlet. Kenapa 39:49 COVID juga kan [tertawa] 39:52 jadi masyaallah ini akhlak buruk, enggak 39:55 mau pakai masker ya cuek aja. Masa bodoh 39:57 lah. Orang lain boleh pakai masker gua. 40:00 Enggak ada yang bisa dikte gua ya. Eh, 40:03 kena COVID juga dia ya. Masih bagus 40:06 tidak meninggal ya. Maka nih sombong ya 40:10 tadi Bang Fahri ya. Sombong itu dilarang 40:12 sama Nabi ya. Di balik perilaku-perilaku 40:16 yang 40:18 ee ngeyelan itu ada ada mohon maaf ya 40:21 saya boleh simpulkan. Ada rasa sombong 40:25 ya. Sombong ya. enggak mau pakai masker, 40:30 enggak mau cuci tangan, merasa paling 40:33 hebat, paling kuat ya. Yang dihadapi 40:36 enggak kelihatan musuhnya ya. Musuhnya 40:40 enggak kelihatan namanya Corona kan. 40:42 Masyaallah. Begitu ya para ikhwan 40:45 sekalian. Mari sama-sama akhlak yang 40:46 baik ini yang kita perlukan sekarang. 40:48 Apalagi di masa COVID. di masa COVID ini 40:52 benar-benar 40:55 kalau sebelumnya sebelum COVID kita 40:57 paling memerlukan akhlak yang baik, nah 41:01 sekarang kita sangat perlu lagi akhlak 41:04 yang baik di masa COVID ini. Ya, 41:07 demikian mudah-mudahan Allah Subhanahu 41:09 wa taala merahmati dan mi kita sekalian. 41:11 Asalamualaikum warahmatullahi 41:13 wabarakatuh. 41:15 Wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat, 41:17 kajian keluarga islami bersama Ustaz 41:19 Agus Darmaji menjauhi akhlak yang buruk 41:23 yang telah disampaikan di pagi hari ini. 41:25 Tentunya hal-hal kecil juga yang membuat 41:28 akhlak kita tidak baik juga harus 41:29 dihindari, Ustaz ya. Tadi seperti Ustaz 41:31 bilang ee soal antrian 41:34 menerobos labu merah itu hal-hal yang 41:36 memang harus kita hindari Wahwat. Dan 41:39 ada yang bilang juga negara kita tidak 41:41 hanya butuh orang-orang pintar tapi juga 41:42 orang-orang yang berakhlak mulia gitu 41:44 ya. 41:45 Betul. Betul. 41:46 Baik. Dan Iwan Nawat yang ingin 41:47 bergabung silakan bergabung di WhatsApp 41:49 kami di 0811999720. 41:54 [musik] 42:07 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 42:09 bersama kami ikhwan akhwat di acara 42:11 kajian keluarga islami bersama Ustaz 42:13 Agus Darmaji. Temanya menjauhi akhlak 42:16 yang buruk. Ustaz sudah ada beberapa 42:19 yang bertanya Ustaz nih di WhatsApp 42:21 Brasil di 0811999720. 42:26 Ini yang pertama dari Bapak Hadi di 42:28 Sukabumi. Ustaz, asalamualaikum 42:30 warahmatullahi wabarakatuh. 42:32 Waalaikumsalam. 42:32 Ee Ustaz Agusmaji yang dirahmati Allah. 42:35 Akhlak yang buruk yang kita lihat 42:37 sekarang ini tidak hanya di dunia nyata, 42:39 di dunia maya atau di dunia medsos 42:41 sering kita temui komen-komen yang 42:43 kasar, bulian, cacian dan lain-lain yang 42:46 mereka sebarkan seolah menjadi hal yang 42:48 biasa. Ini bagaimana, Pak Ustaz 42:50 memfilter hal ini untuk generasi muda 42:53 kita selanjutnya? Demikian. 42:55 Bismillahirrahmanirrahim. Allahum ala 42:57 Muhammad ba. Pak Hadi, terima kasih. Ini 43:01 fenomena yang kita hadapi bersama, Pak, 43:03 ya, di dunia maya. 43:06 di internet kita menghadapi justru 43:09 gelombang 43:12 kerusakan moral, 43:15 kebobrokan akhlak yang dahsyat sekali. 43:21 Ya, jangankan, mohon maaf, postingan 43:25 yang buruk, 43:27 postingan yang baik para ustaz saja 43:30 penuh dengan caci maki, bulian. 43:34 Sumpah serapah kata-kata sampah, 43:36 kata-kata kotor buat para ustaz. Betul 43:38 enggak? 43:39 Betul. 43:42 Ini kenapa? 43:43 Karena mereka merasa nyaman, tidak face 43:47 to face dengan siapapun. 43:51 Ya, kalau di nyata kan kita ngomong apa 43:53 gitu masih kelihatan. Kamu ngomong 43:54 sembarangan ditegur sama orang. I kan 43:58 kalau di dunia maya 44:02 kita mau sembunyikan sembunyikan 44:05 identitas kita enggak kelihatan, Pak. 44:08 Iya kan? 44:11 Pakai pakai namanya misalnya 44:15 Amir ya, 44:16 dia pakai e inisial nih satria baja 44:19 hitam. 44:19 Iya. 44:20 Ya kan? 44:21 Inisial palsu ya. 44:22 Ini pokoknya identitasnya di palsukan. 44:27 Dia tidak tahu 44:29 bahwa semua yang dia tulis, 44:33 semua yang diucapkan itu abadi dicatat 44:36 oleh para malaikat. 44:40 Enggak usah para malaikat, para ahli 44:44 kriminal, kriminologi, para anggota 44:47 kepolisian dari sat reserse kriminal 44:50 digital ya, cyber crime itu bisa melacak 44:54 kok, mentrek. 44:56 Siapa? Akhirnya kebuka 44:59 identitas aslinya tuh kelihatan Satya 45:02 Baja Hitam nih. Siapa ini? 45:07 Itu baru di tingkat manusia apalagi di 45:10 tingkat para malaikat kelihatan 45:12 ketahuan. 45:15 Jadi in ahsantum ahsantum 45:21 itu Quran surah Alisra ya. 45:25 Ayat 7 ayat 8. 45:27 Kalau kamu berbuat baik maka kebaikan 45:30 itu akan kembali kepada dirimu. Tapi 45:32 sebaliknya kalau kamu berbuat buruk, 45:35 berbuat jahat maka semua itu kembali pun 45:37 kepada kamu. Itu kasih tahu semua anak. 45:44 Anak kita buat sedikit buat sedikit 45:46 program kirim di YouTube dibully sama 45:49 orang padahal enggak ada hubungan sama 45:50 anak kita nih. Ya kam enggak senang aja. 45:54 hatinya rusak, hatinya buruk, hatinya 45:57 berpenyakit. Padahal enggak bukan 45:59 temannya anak kita, bukan musuhnya anak 46:01 kita. Tapi karena enggak senang sama 46:04 konten-konten kayak gitu ya, apalagi 46:06 konten-konten dakwah mesti jadi sasaran 46:09 bully, sasaran 46:10 serangan. Jadi, Pak Hadi 46:13 yang harus kita lakukan adalah anak 46:15 kita, semua anak kita itu ya kita kasih 46:20 nasihat, Pak. 46:21 Iya. 46:22 apa yang kamu ucapkan, apa yang kamu 46:25 tulis, apa yang kamu posting di internet 46:27 itu sifatnya abadi, tidak akan hilang 46:33 abadi 46:33 jejak digital gitu ya. 46:35 Jejak rekam jejak digitalnya itu bisa 46:38 diracking 46:40 ya. Maka hati-hatilah. 46:43 Yang kedua, 46:45 secara legal, secara hukum positif 46:50 bisa kenah Undang-Undang IT. 46:53 Heeh. 46:53 Iya kan? 46:54 ITE. 46:55 Apa itu ITE? 46:57 Ee informatika 46:59 dan transmisi elektronik. Kalau enggak 47:01 salah ya 47:04 anak-anak kita kasih tahu. Makanya 47:06 kemarin ada yang nge-prank ya, Mas Fahri 47:09 ya. Nge-prank [berdehem] 47:10 itu masuk penjara. 47:13 Baguslah itu sebuah syok terapi buat 47:15 anak-anak yang merugikan orang lain. 47:18 Mungkin kamu bilang ngprank itu tidak 47:21 mengganggu orang lain, tapi orang lain 47:22 terganggu. 47:25 Orang lain dirugikan. Paling enggak dia 47:27 kalau punya sakit jantung bisa kaget. 47:32 ya berbagai macamlah ee 47:36 akibat akibat perilaku nge-pranknya 47:39 anak-anak milenial, anak-anak muda ini 47:41 kan keterlaluan ya. Itu yang kedua. Yang 47:45 ketiga, 47:47 anak-anak kita kalau lagi di dibully, 47:52 diserang 47:54 oleh siapapun di internet, sabar. Enggak 47:57 usah jawab lagi. Enggak usah 47:59 berbalas-balas 48:01 ee apa? 48:04 Berbalas cacian makian. 48:07 Sabar aja. Kalau didakwahi, Mas, ya. 48:10 Hidup kita cuma sekali, Mas. Enggak usah 48:13 omong yang jelek-jelek. Semuanya dicatat 48:16 sama para malaikat. Didakwahi aja. 48:20 Kamu boleh bersembunyi, identitas kamu 48:23 bisa dipalsukan. Tapi Allah maha tahu, 48:25 Bro. 48:27 dia paling serang lagi. Alah 48:29 ya, Mas. Mudah-mudahan kamu didoakan 48:32 baik-baik aja, diampuni dosanya oleh 48:35 Allah ya toh. Diserang Allahnya. Ya 48:39 sudah kalau gitu kita diam ya. 48:41 Masyaallah itu meemang jahat sekali. 48:43 Banyak orang-orang jahat di 48:45 ee di balik layar itu banyak orang-orang 48:47 jahat. Begitu ya, Pak Hadi ya. 48:50 Mudah-mudahan anak-anak kita ini ya 48:52 masyaallah memang harus banyak-banyak 48:54 kita ngobrol sama anak-anak ya. masalah 48:55 internet ini karena ini dunia yang 48:57 mereka terjun 48:58 i 48:58 dan tidak tahu dunia di dunia 49:01 itu 49:03 kalau kita 49:06 masuk-masuk ke hutan rimba ya 49:09 iya 49:09 itu paling ketemu binatang buas ya 49:12 binatang buas kelihatan kelihatan itu 49:14 fisiknya 49:15 nyata 49:16 sekarang kita enggak kelihatan siapa di 49:18 balik itu semua ya nah demikian 49:21 wallahuam bawab 49:23 harus lebih hati-hati mendampingi 49:25 anak-anak kita ya bermedsos gitu, Ustaz 49:26 ya. 49:27 Karena memang enggak bisa dihindarin 49:28 kalau ee gadget itu 49:31 memang diperlukan ya karena seang juga 49:32 belajar juga online gitu ya. 49:34 Iya. 49:34 Jadi lebih hati-hati lagi. Semoga 49:36 terjawab Bapak Hadi di Sukami. Terima 49:37 kasih. Selanjutnya dari Ibu Pemi, Ustaz 49:40 di Tebet. Asalamualaikum warahmatullahi 49:42 wabarakatuh. 49:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:44 wabarakatuh. Ustaz, apakah orang yang 49:46 jika marah tidak bisa mengendalikan 49:49 emosi dan mengeluarkan kata-kata yang 49:52 tidak baik padahal dia rajin salatnya, 49:55 rajin ibadahnya, rajin baca Qurannya. 49:58 Apakah ini termasuk akhlak yang tidak 49:59 baik jika seperti itu, Pak Ustaz? 50:01 Hm. Masyaallah. 50:04 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 50:06 shalli ala Muhammad w ba'du. Bu Peni, 50:08 terima kasih. Mudah-mudahan Ibu dan 50:11 saudara-saudara kita, terutama para 50:14 pendengar pemisa Rasil di Tibet Tebet 50:17 ya, 50:17 Tebet, 50:18 Tebet dan sekitarnya. Mudah-mudahan 50:20 dalam lindungan Allah ya, Bu ya, 50:21 terutama dari wabah e pandemi corona ini 50:25 ya. Masyaallah, 50:26 Bu Peni. Allah itu berfirman di dalam 50:29 Quran dan tidak mungkin Allah itu salah. 50:32 Iya. Tidak apalagi sudah di Quran. 50:35 Iya. 50:36 Kata Allah, innata tanhail fahsya wal 50:40 munkar. 50:42 Salat alkabut itu ya. 50:45 Sesungguhnya 50:46 salat itu mencegah dari perbuatan fahsya 50:50 dan mungkar. 50:53 Perbuatan yang keji dan perbuatan 50:55 mungkar 50:58 itu kalau salatnya benar. 51:01 Tapi kalau tadi pertanyaan Bu Peni, 51:03 "Ustaz, dia salatnya sudah kelihatan 51:05 salat tapi kok masih suka nyakitin 51:08 orang, masih suka bohong, masih suka 51:12 nipu orang, 51:15 pasti salatnya enggak benar. 51:19 Ya, suruh belajar lagi salat, Bu." Itu 51:21 belum benar salatnya itu, ya. Ee jadi 51:25 jangan lihat orang salat cuma fisiknya. 51:30 Kalau bahasa tetangga saya itu 51:32 nunggang-nungging doang. 51:35 Ya, nunggang-nungging doang tapi hatinya 51:38 tidak salat. Salat itu dari hati. Niat 51:41 pertama 51:43 rukun salat itu 13. Yang pertama itu 51:46 niat. Yang niatnya dipasang. Orang 51:49 datang ke tempat salat, gelar sajadah, 51:53 niatnya hadir enggak? 51:56 Kalau enggak hadir dia belum salat. 51:58 Nah, baru ya rukun pertama aja dia 52:01 enggak lulus. Apalagi 12 rukun 52:03 berikutnya. 52:04 Heeh. Ya. Jadi, Bu Peni jangan terpukau 52:07 orang dari dia sudah salat belum. Tadi 52:10 kan kita sudah baca Bu hadisnya Nabi 52:13 sallallahu alaihi wasallam. 52:15 almuslimu ya manimal muslimuna misanihi 52:20 wa yadihi. 52:22 Seorang muslim itu apabila orang lain 52:25 itu terbebas dari kejahatan ya 52:30 lisannya dan 52:33 tangannya 52:35 kejahatan lisannya dan kejahatan tangan 52:38 ini udah jadi ee parameter lah kita ya 52:43 kalau kalau dia masih juga ganggu 52:46 tetangga masih juga merugikan orang lain 52:49 itu bukan seorang muslim suruh belajar 52:51 belajar lagi kalau perlu suruh syahadat 52:53 lagi. Suruh syahadat lagi awal. 52:57 Ya, demikian Bu Peni ya. Jadi seorang 52:59 muslim itu seperti belajar memperbaiki 53:01 dirinya, memperbaiki akidahnya ya 53:04 memperbaiki akhlaknya. Ini paling 53:06 penting dua hal akidah dan akhlak baru 53:09 masuk ibadah ya insyaallah. Wallahualam 53:12 bawah. 53:13 Iya. Dari Ibu Titik Sarwono di Sunter, 53:17 Jakarta Utara. Ustaz, asalamualaikum 53:18 warahmatullahi wabarakatuh, 53:20 Ustazji dan Kasil. 53:22 Ee, Pak Ustaz, jika saya amati 53:25 sepertinya saat ini banyak sekali para 53:27 pejabat yang akhlaknya semakin buruk. 53:30 Padahal mereka sudah bersumpah di bawah 53:32 kitab suci masing-masing untuk 53:33 menjalankan tugas mereka secara baik dan 53:35 benar. Apa yang salahnya, Pak Ustaz? 53:38 Demikian. 53:39 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 53:41 shalli ala Muhammad w ba'du. Itu sudah 53:44 diprediksi, 53:45 diucapkan sama baginda Nabi S. wasallam. 53:48 Ya, 53:49 akhir zaman ini akan dipenuhi para 53:51 petinggi-petinggi yang akhlaknya memang 53:53 buruk. Itu sudah di sampaikan oleh 53:56 baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. 53:58 Tanda-tanda akhir zaman. 54:00 Jadi, orang-orang pemuka negeri 54:04 itu justru akhlaknya buruk. Mudah itu 54:07 dah ya. Nah, gimana kita mencari 54:10 penjelasan itu? Banyak. 54:14 Karena apa? 54:16 Negeri ini dibangun di atas dasar 54:19 kepentingan politik. 54:24 Jadi bukan keluhuran akhlak. 54:29 Kalau kepentingan politik itu dipegang 54:32 oleh para preman atau orang yang memang 54:37 senang dengan premanisme, maka negeri 54:40 ini dikuasai oleh para mafia, para 54:42 penjahat, para kriminal. 54:46 ada satu buku ya 54:50 ee yang lulus kalau enggak salah bang 54:54 terelie ya. 54:55 Hm. 54:56 Negeri 54:58 para bandit apaak itu negeri [tertawa] 55:00 ngeri banget itu negeri antah berantah 55:02 apa negeri Indonesia? Silakan 55:06 ambil kesimpulan sendiri 55:10 ya. 55:11 Ada lembaga yang berusaha untuk mengawal 55:14 kebersihan integritas para pejabat, 55:19 memerangi korupsi di antara para pejabat 55:22 justru dilemahkan. Ini memang 55:25 ironi di negeri ini, ya kan? Nah, 55:28 masyaallah. Maka jadi [berdehem] Bu Titi 55:33 kita mulai dari diri sendirilah 55:36 dan keluarga kita ingetin ya. bersuar 55:39 kelas misalnya, Mas, 55:42 tolong dong ini di kelurahan ya, di 55:44 kelurahan kecamatan. Sama-sama, Mas. 55:46 Kita melayani rakyat ya. Ini ini 55:49 kelorahan ini rumah rakyat 55:51 yang punya rakyat 55:53 ya, bukan Pak Camat. Pak Camat paling 55:55 bentar lagi selesai itu kita ngomong 55:58 ituitu aja ya. Coba aja orang pasti 56:01 ngeri-ngeri sedap itu mendengar ucapan 56:03 orang kayak gitu ya. Apalagi kita 56:05 penampilannya ee keren ya pakai jaz 56:08 pasti kita di ya. Karena saya sering 56:12 melihat 56:14 orang-orang berseragam 56:17 entah pakai ee seragam ASN atau seragam 56:21 yang lain itu malah memperlihatkan 56:24 akhlak yang buruk. 56:28 Kita bicara tentang pelayanan publik ya. 56:30 Hm. Saya belajar ilmu pelayanan publik 56:33 tuh sampai ke London. Saya belajar itu. 56:38 Ini bukan nyombong ya, Bang Fahri ya. 56:41 Saya pernah bekerja untuk pemerintah 56:42 Republik Indonesia dan saya adalah 56:45 konsultan untuk ee 56:48 bidang peningkatan pelayanan publik. Ya, 56:52 saya pernah belajar di Prancis, pernah 56:54 belajar di Inggris, pernah belajar di 56:56 Jerman tentang pelayanan publik. Begitu 56:59 masuk Indonesia, Allahu Akbar. Saya 57:02 pernah menegur orang ee apa namanya 57:07 di 57:09 apa namanya di BASway ya. Petugas 57:12 busway. 57:13 Petugas busway itu kita tegur 57:17 ya. Belum saya buka nih. Saya temannya 57:20 Mas Anis Basweda. Waduh malah malah 57:23 takut semua mungkin ya. 57:26 Jadi salah satu akhlak buruk di negeri 57:29 ini adalah pelayanan publik kita rusak 57:33 ya. [mendengus] 57:35 Ya. Rumah sakit. Rumah sakit harusnya 57:38 paling dua namanya hospital. 57:42 Hospital itu dari asal kata dalam bahasa 57:45 Inggris ya hospitality. 57:47 He. 57:48 Kalau mau lihat keramah tamahan itu 57:52 tempatnya di hospital. Karena 57:53 hospitality itu keramah-tamahan, ramah 57:56 keramahan. 57:58 Tapi yang terjadi gimana? Di rumah sakit 58:00 ada enggak orang yang mengeluh ee 58:04 pelayanannya lambat, 58:07 susternya jutek, dokternya terlambat 58:11 terus ya ditunggu dokter. Ada enggak 58:14 orang nunggu dokter sampai lebih dari 1 58:15 jam? 58:16 Ada, Ustaz. 58:17 Ada. Ada yang bahkan 2 jam. Nah, ini 58:20 pelayanan-pelayanan buruk kita ini 58:22 akhlak ini nanti di sama Allah ditanya 58:24 sama Allah nih. Kalau orang tahu 58:26 bahwasanya nanti akhlak-akhlaknya ini 58:29 ditanya sama Allah, saya yakin kalau 58:31 orang sadar, orang tahu, orang taat sama 58:33 Allah, enggak bakal terjadi ya pelayanan 58:38 publik yang buruk gitu, Mas Fari ya. 58:41 Jadi, Bu Titi ya kita bersuara 58:44 lantanglah di mana pun di mana pun kita 58:47 suara lantang di Kelurahan Lantang ya. 58:50 di Kecamatan Lantang, 58:52 Direktorat kita Lantang. Kalau para 58:55 mahasiswa ya memang gatal kuping orang 58:58 dengar itu kok diingatkan. Tapi memang 59:00 harus diingatkan. 59:02 Harus diingatkan. 59:02 Harus diingatkan. Ya, betul enggak? 59:04 Harus diingatkan. 59:05 Ya, 59:06 saya kira itu akhlak pelayanan publik 59:09 kita memang 59:12 termasuk paling buruk di Asia Tenggara. 59:13 Hm. Masyaallah. dibandingkan Malaysia, 59:17 dibandingkan apalagi Singapore ya. He 59:20 buruk sekali 59:22 Indonesia. 59:24 Malu, malulah ya. Saya sebagai ahli ee 59:28 perilaku pelayanan publik ya. Ya, public 59:31 service behavior itu adalah ilmu saya. 59:35 Malu sekali. 59:36 Malu sekali. 59:37 Ya, jadi Bu Titik kita sampaikan dari 59:40 manaun ya. Jadi pejabat itu dari paling 59:43 top Pak Jokowi paling top saya na ke 59:45 atas ya lihat ya Pak Jokowi di atas 59:47 nomor satu 59:48 sampai paling bawah nih pejabat apa ya 59:52 pejabat yang buka pintu ya itu termasuk 59:55 satpam-satpam itu termasuk 59:56 H ya nah jadi 1:00:01 syukurlah sekarang satpam sudah mulai 1:00:03 memperbaiki dirinya saat masuk masuk ke 1:00:07 satu bank ya satpam perbankan minimalnya 1:00:10 itu sudah pakai Selum dapat 1:00:12 ramah-ramah ya. 1:00:13 Ramah-tamah ya. 1:00:15 Nah, baguslah. Tapi yang lebih penting 1:00:17 dari itu adalah kecepatan layanan. 1:00:20 Hm. 1:00:21 Kepuasan pelanggan paling penting ya. 1:00:24 Ramah tamah satpamnya tapi pelayanannya 1:00:28 lama. Wah, bikin kesal juga. Ya kan? 1:00:31 Saya kira begitu Bu Titih. Mudah-mudahan 1:00:33 ee kita semuanya ke depannya ya negeri 1:00:36 ini lebih baiklah meskipun tidak 1:00:39 dijamin. 1:00:40 Insyaallah 1:00:40 sudah sudah tanda-tanda zaman. Gimana 1:00:43 kita supaya enggak sesek dada? Jalani 1:00:45 dengan sabar dan jangan berhenti untuk 1:00:49 mengingatkan 1:00:51 kita. Ngingatkan orang itu dakwah. Jadi 1:00:54 dakwah itu enggak usah jadi ustaz 1:00:56 kemudian bawa Quran, bawa hadis ke 1:00:58 mana-mana nyampaikan dalil-dalil. 1:01:00 Enggak. 1:01:02 Ibu dakwah ingatkan ada orang mohon maaf 1:01:04 ya mohon maaf petugas busway di di 1:01:08 busway shelter itu perilakunya kurang 1:01:11 santun ya itu adalah bagian dari dakwah 1:01:15 ya dakwah yang malah praktis. Demikian 1:01:18 Bu Titik mudah-mudahan Allah memberikan 1:01:20 lindungan Bu Titik sekeluarga di Sunter 1:01:23 ya 1:01:24 ee dan kita semuanya di mana pun berada. 1:01:26 Amin. Allahum amin. [batuk][berdehem] 1:01:28 Baik Ustaz. Ini terakhir dari Ibu Rahma, 1:01:31 Pak Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:32 wabarakatuh, Ustaz. 1:01:34 Waalaikumsalam warahmatullah 1:01:35 wabarakatuh. 1:01:35 Bagaimana cara menghadapi anak 12 tahun 1:01:38 yang selalu beralasan saat disuruh 1:01:40 salat? Padahal semisal bangun pagi untuk 1:01:42 salat subuh tapi selalu ada yang 1:01:44 dikerjakan sampai-sampai salatnya 1:01:46 kesiangan. Ini bagaimana? 1:01:47 Masyaallah. Bismillahirrahmanirrahim. 1:01:50 Allahumma shalli ala Muhammad. Ba'duh Bu 1:01:52 Rahmah. Itu persoalan akhlak itu ya. 1:01:55 Persoalan akhlak. 1:01:59 Anak menunda-nunda 1:02:02 cenderungnya meninggalkan salat. Ini 1:02:06 serius. 1:02:07 Apalagi sudah 12 tahun ya. 1:02:12 Ya, umur 10 tahun aja sudah harusnya 1:02:14 anak bisa dilepas dia salatnya bagus. 1:02:18 Nah, apa yang terjadi? 1:02:20 Tinggal Bu Rahma. 1:02:23 Perhatikan riwayat 1:02:25 kasus ini dari belakang. apa yang 1:02:27 terjadi ya? 1:02:33 Apa ada gangguan-gangguan pendidikan 1:02:35 terhadap anak kita sehingga kok dia 1:02:38 sudah 12 tahun masih malas ya, bangun 1:02:42 pagi tapi yang dipegang bukan sarung dan 1:02:46 sejedah, tapi yang dipegang gadgetnya 1:02:48 dulu. 1:02:49 Heeh. 1:02:51 Nanti dulu mah nih aku lagi 1:02:54 ngecek ada tugas enggak dari guru gitu. 1:02:58 Sudah selesai dibuka yang lainnya 1:03:01 udah jam .30 lebih kamu harusnya salat 1:03:05 subuh nak gitu. Nah, Ibu Bu Rahma jangan 1:03:10 berhenti. 1:03:13 Perlakuan ana dengan kasih sayang. 1:03:15 Sayang jangan dimarahi apalagi di 1:03:20 pukul dengan berlebihan. Boleh pukul 1:03:22 tapi pukul yang pukul sayang. Pukul 1:03:25 sayang. 1:03:26 Ya, jadi Abu Rahma anak kita ni sekarang 1:03:28 memang 1:03:30 bingung kita ya. Nah, karena kok tidak 1:03:34 bisa kita arahkan seperti anak-anak yang 1:03:38 dulu ya karena memang zaman situasi 1:03:40 seperti [berdehem] kita tinggal 1:03:42 bagaimana minta sama Allah kesabaran 1:03:45 diberi kesabaran yang luar biasa dan Bu 1:03:47 Rahma juga banyak membaca lagi tentang 1:03:52 parenting secara islami ya. 1:03:54 Banyak buku-buku parenting secara islami 1:03:56 kok ya. Mudah-mudahan kita ya dijadikan 1:04:00 oleh Allah Subhanahu wa taala orang yang 1:04:02 sabar menghadapi ujian-ujian hidup, 1:04:04 terutama ujian dalam mendidik anak, 1:04:08 ujian dalam 1:04:11 berkeluarga 1:04:13 ya. Karena ini bagian dari fitnah zaman 1:04:18 anak-anak kita ini adalah produk dari 1:04:20 zaman yang digital kayak gini 1:04:23 ya. 1:04:24 Saya 1:04:26 melihat anak-anak usia 12 tahun banyak 1:04:28 yang kecanduan gadget 1:04:31 ya, Mas Fahri ya. 12 tahun tuh sudah 1:04:34 bahkan anak 12 tahun sudah dikasih sudah 1:04:36 dikasih HP 1:04:38 sama bundanya ya. Ini memang masyaallah 1:04:43 ya. 1:04:45 Oke. Baik para ikhwan sekalian sebagai 1:04:47 penutup Bang Fari closing ya sekalian 1:04:49 ya. 1:04:49 Iya silakan Ustaz. Para ikhwan dan 1:04:51 akhwat, akhlak ini utama buat kita. 1:04:55 Kalau Islam boleh dibagi separuh dari 1:04:57 ajaran Islam, itu akhlak ya. Akhlak 1:05:01 separuh ajaran Islam, 1:05:04 separuhnya akidah dan ibadah. Maka itu 1:05:07 masyaallah 1:05:10 kalau kita banyak membahas tentang 1:05:12 akhlak yang baik, sudah perlu kita 1:05:14 imbangi membahas akhlak yang buruk 1:05:16 supaya apa? Supaya kita tidak 1:05:18 melaksanakannya. 1:05:20 supaya kita menjauhinya. Karena akhlak 1:05:23 yang buruk ini adalah nasib buruk. 1:05:26 [berdehem] 1:05:27 Akhlak buruk adalah nasib buruk kita. 1:05:30 Nasib kita akan baik di hadapan manusia, 1:05:33 apalagi di hadapan Allah kalau kita 1:05:35 semakin menjauhkan, 1:05:39 meninggalkan 1:05:41 semua akhlak yang buruk. apa yang 1:05:43 terucap di lisan, apa yang diperbuat 1:05:47 oleh ha diperbuat oleh tangan, semuanya 1:05:51 kita tinggalkan yang buruk. Ya. Maka 1:05:54 sebagai penutup, mau akhlak, mau ee 1:05:57 nasibnya baik, perbaiki akhlak. 1:06:00 Perbaiki akhlak 1:06:01 ya. Perbaikan nasib. Ada istilah 1:06:03 perbaikan nasib nih, Mas Fahri, ya. 1:06:05 He 1:06:06 ya. Perbaikan nasib itu dengan dimulai 1:06:09 dengan apa? Perbaikan akhlak. 1:06:13 Ya, akhlak enggak usah jauh-jauh yang 1:06:16 kelihatan sama manusia. Akhlakmu kepada 1:06:19 Allah juga di dilihat. Tadi masalah 1:06:22 anaknya Abu Rahmah akhlak kepada Allah 1:06:24 ada masalah. 1:06:27 Salatnya belum tegak, salatnya belum 1:06:30 otomatis 1:06:32 ya. Maka masyaallah perbaiki akhlakmu, 1:06:36 maka nasibmu akan semakin bahagia. 1:06:41 Rbana hablana min 1:06:48 Allahunamaikum 1:07:08 warahmatullahi wabarakatuh 1:07:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:12 wabarakatuh. Demikian kebersamaan kita 1:07:14 di acara kajian keluarga islami bersama 1:07:17 Ustaz Agus Darmaji dengan tema menjauhi 1:07:19 akhlak yang buruk. Semoga apa yang Ustaz 1:07:21 sampaikan dapat menambah ilmu agama kita 1:07:23 juga menambah iman dan takwa kita kepada 1:07:25 Allah Subhanahu wa taala. Yang sudah 1:07:27 bergabung terima kasih banyak. Yang 1:07:28 sudah bertanya melalui WhatsApp. Yang 1:07:30 belum sempat terbijakan mohon maaf 1:07:31 karena waktu yang terbatas. Saya yang 1:07:33 bertugas Fahri ditemani Neza dan juga 1:07:35 Fajar pamit. Subhanakallahumma 1:07:37 wabihamdika asadu alla ilahailla anta 1:07:39 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:07:41 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:07:43 wabarakatuh. 1:07:44 Waalaikumsalam warahmatullah 1:07:47 Ustaz. Terima kasih banyak.