Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli wabarik ala sayyidina Muhammad wa
- ala ali sayyidina Muhammad. Masih
- dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur
- Bekasi, Radio Silaturahim dan juga Rasil
- TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di Jumat pagi hari ini kami
- kembali menjumpai Ikhwan Ahwat dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an. Insyaallah di kesempatan ini
- kita akan membuka sesi tanya jawab
- kembali ya Ikhwan Awat. Ini untuk edisi
- hari yang ke-22 ya di bulan Syakban 1446
- Hijriah bertepatan juga dengan 21
- Februari ya 2025. Ikhwan akhwat telah
- hadir guru-guru kita di kesempatan ini
- ada Ustaz Husain Alatas. Asalamualaikum
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabakatuh. Ada juga Ustaz
- Hamzah. Alhamdulillah sudah hadir.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Dan
- alhamdulillah di kesempatan ini juga
- didampingi oleh Pak Safril nih, Pak
- Safril Lubis yang ingin ingin ikut juga
- untuk berdialog di kesempatan ini. Dan
- tidak lupa juga ee kami mengundang
- partisipasi dari Ikhwan Nawat seperti
- biasa untuk menyampaikan
- pertanyaan-pertanyaannya. Monggo nanti
- insyaallah akan dijawab oleh guru-guru
- kita. Lupa tadi menyapa Pak Sapil.
- Kabarnya sehat, Pak? Alhamdulillah.
- Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah.
- Terima kasih sudah bisa mendampingi di
- kesempatan ini dan mungkin masih ada
- yang bertanya, "Pak Krisna ke mana?"
- Beliau sedang agak padat ya hari-hari
- ini
- mempersiapkan acara berbahagianya besok
- pernikahan putrinya ya. Mohon doanya
- juga dari Ikhwan Ahwat untuk diberikan
- kelancaran, persiapan dan juga hari
- H-nya besok. Untuk itu, mari kita buka
- dulu ee pertemuan ini atau renungan di
- bawah naungan Al-Qur'an ini dengan baca
- al-Fatihah bersama-sama yang akan
- dipimpin oleh guru kita, Ustaz Ustaz.
- Monggo, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim sirathalladzina
- alaiimadin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. Ya,
- terima kasih Ustaz sudah
- membuka acara di kesempatan pagi hari
- ini. Insyaallah yanawat kita semua
- mendapatkan rahmat dan keberkahan
- tentunya di Jumat yang penuh berkah ini.
- Dan langsung saja kepada Pak Safril
- mungkin untuk menyampaikan ee
- pengantarnya untuk dialog dan jawab ini.
- Monggo. Silakan Pak. Baik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofili iya mursalin wa
- ala alihi wasohbihi wabarik
- wasallim. Para pendengar
- pemirsa ee TV silaturahim, radio
- silaturahim. Hari ini kita di hadapan
- guru-guru kita ingin
- mendiskusikan hal-hal yang sedang
- dihadapi bangsa ini. Bangsa Indonesia
- dalam beberapa hari
- terakhir semakin terlihat banyaknya
- kekhawatiran. Para mahasiswa
- menggaungkan Indonesia gelap. Kemudian
- masalah ekonomi,
- masalah perilaku dalam keluarga,
- masalah
- lemahnya dakwah. H karena seperti tidak
- menyentuh ke masyarakat. Karena perilaku
- masyarakat sedemikian
- memprihatinkan dalam aspek perilaku
- dalam aspek yang terkaitan dengan
- bagaimana seharusnya Islam tampil
- sebagai penyejuk dalam kehidupan kita.
- Kira-kira menghadapi kondisi seperti
- sekarang ini, seperti nyaris tanpa
- harapan ini, bagaimana kita sebagai umat
- harus bersikap? Karena ini penting
- sekali agar umat Islam sebagai mayoritas
- di negeri ini tahu harus bersikap
- bagaimana supaya tetap tidak putus
- harapan dari rahmat Allah. Kurang lebih
- sebagai pembegas seperti itu, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Hamdan katsiran thyyiban
- mubarokan fi kama yuhibuna.
- Walhamdulillahzi hadana lil imani wal
- islam wa'alana min
- umati nabina Muhammadin al mabuti
- rahmatan lil
- alamin shawatu rabbi wasalamuhu alaihi
- wa ala alihi thyibin wasohabatihil gilil
- mayamin waa jami ibadillahi shihin
- assalamualaika ya
- rasulullah asalamu alaina wa ala
- ibadillahi shihin wassalamualaikum
- [Musik]
- menanggapi apa
- yang dibicarakan oleh Bapak Syafi Lubis
- berkaitan dengan
- keresahan kegelisahan bangsa kita di
- semua lini kehidup kehidupan di semua
- lini
- kehidupan. Bukan hanya masyarakat bawah,
- mereka-mereka yang di atas juga pada
- saat ini mengalami keresahan,
- kegelisahan, bahkan
- kebutuhan. Tidak tahu dari mana mereka
- harus memulai perbaikan bangsa kita
- maupun negeri
- ini. Mereka menerima masukan dan konsep
- yang bermacam-macam. Tapi sayang,
- sungguh sayang Pak Syafril, mereka
- meninggalkan Allah.
- Akhirnya semua ya usulan masukan, begitu
- pula konsep-konsep yang diajukan untuk
- bisa menjadi solusi. Ternyata semua itu
- bagaikan obat
- antibiotik yang telah resisten.
- Yang telah resisten.
- Resisten bukan menyembuhkan malah
- mendatangkan berbagai macam persoalan
- dan efek-efek samping yang amat banyak.
- Bagaimana mereka akan mampu memecahkan
- problema bangsa ini? Bagaimana mereka
- akan
- memberikan solusi yang tepat untuk
- membuat bangsa kita tenang, tenteram,
- hidup dan
- sejahtera. Kalau mereka mengabaikan
- Allah pencipta
- mereka mengabaikan Allah Subhanahu wa
- taala, Tuhan yang maha pengasih lagi
- maha penyayang. Mereka tidak sama sekali
- mengikuti bimbingan dan petunjuk Allah
- Subhanahu wa taala dalam memecahkan
- problema hidup kita semuanya.
- Sebagaimana mereka meninggalkan Allah,
- Allah juga meninggalkan mereka. Seperti
- firman Allah dalam
- surah al-Hasyr. W takunuina nasullah
- faansahum anfusahum. Jangan kalian
- termasuk dari orang yang lupa kepada
- Allah. Akhirnya Allah membuat mereka
- lupa diri.
- Orang kalau lupa diri ini, Pak Syafril,
- walaupun kacamata di kepala dia tidak
- sudah tidak tas di tangannya dia ke sana
- kemari mencari kacamata sama tasnya.
- Begitu juga negara kita ini bukan negara
- miskin, negara yang kaya raya. Orang
- pintar di negeri kita juga luar biasa.
- Bahkan sampai kita mengekspor keluar.
- Bahkan di luar kita saksikan banyak
- tenaga-tenaga ahli kita yang tidak
- menjumpai pekerjaan yang layak bagi
- mereka. Mereka apa? Berkiplah di luar.
- Tapi
- sayangnya hati mereka ini apa? Dalam
- keadaan
- rapuh. Jangankan untuk memecahkan
- problema bangsa dan negara kita.
- Problema mereka saja apa? Mereka tidak
- mampu
- pecahkan. Mereka ingin mengobati orang
- lain, justru mereka dalam kondisi
- keadaan yang paling sakit. Paling sa
- sakit. kehilangan rasa hingga walaupun
- makanan yang manis juga mereka makan
- terasa
- pahit. Jadi sebab
- utamanya karena kita melupakan Allah.
- Nasullah fasiahum. Mereka melupakan
- Allah. Akhirnya Allah juga melupakan
- mereka. Mungkin kita semua ingat firman
- Allah ketika Allah menurunkan kakek dan
- nenek kita. Faimma yatiannakum minni
- huda. Apabila petunjukku sampai kepada
- kalian hudaya fala yadill wq orang yang
- yang apa yang mengikuti petunjukku dia
- tidak akan sesat dan tidak akan
- meranah. Kenapa? Allah yang jadi
- penunjuknya. Allah juga yang akan
- membuka pintu rahmat.
- Waman bikri fainna lahu maisan donka.
- Adapun yang berpaling tidak mengingat
- aku, melupakan aku dalam hidup ini, aku
- akan membiarkan dirinya hidup dalam
- suasana gelap dan pengap. Jadi kalau
- Indonesia sekarang terasa gelap dan
- pengap, itu sebagai hukuman bagi mereka
- karena mereka melupakan Allah.
- Allah berfirman dalam surah
- Fussilat, alladina amanu qulubuhum
- bikrillah ala
- bidikrillahi orang yang beriman hati
- mereka ini akan tenang tentram dengan
- mengingat Allah begitu hati mengingat
- Allah hati akan damai hati akan
- betul-betul apa akan berada dalam
- suasana yang betul-betul indah karena
- apa bagaimana dia tidak merasa aman dan
- damai sedangkan Allah yang menaunginya.
- Allah yang mencurahkan rahmatnya atas
- dirinya. Allah yang menunjukkan
- jalannya. Allah yang membuka pintu
- keberkahan dari langit maupun
- bumi. Ala bidikrillahi tatmainnul qulub.
- Ketahuilah jalan satu-satunya untuk
- menentramkan kalbu kita hanyalah dengan
- mengingat
- Allah. Kita melibatkan Allah dalam
- seluruh gerak-gerik kita.
- Harapan kita juga betul-betul bergantung
- kepada Allah. Di saat kita gelisah,
- mohon perlindungan kita kembali pada
- Allah. Pada saat tersebut, Pak Syafril
- dan Kang Rizal, Allah sebutkan dalam
- surah Fussilat. Innalladzina qalu
- rbunallah tummaqamu tatanazalu alaihimul
- malaikah alla takofu w tahzanu.
- Sesungguhnya orang-orang yang berkata
- tuhan kami Allah bukan hanya ucapan,
- betul-betul dia menyadarkan hidupnya
- kepada Allah dan mengikuti
- petunjuknya. Lalu mereka juga
- istiqamah. Malaikat turun
- berduyun-duyun, silih berganti. Malaikat
- bukan turun sia-sia.
- Malaikat dikerahkan Allah Subhanahu wa
- taala untuk mengawal hamba tersebut,
- melindunginya, bahkan juga apa?
- Memudahkan urusannya atas izin
- Allah. Wa absyiru bil jannatillati
- kuntum tuadun. Dan sambutlah dengan
- penuh rasa gembira, bahagia dengan surga
- yang Allah janjikan.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala
- menghiburnya mengatakan, "Nahnu
- auliyaukum fil hayatid dunya wafil
- akhirah." Kami yang akan menjadi
- pelindung kalian dalam kehidupan dunia
- maupun akhirat. Jadi Allah kerahkan para
- malaikatnya untuk melindungi hamba
- tersebut. Kalau ada yang berani
- mengganggu memeranginya, Allah yang akan
- perangi orang tersebut.
- Manani walian faqantuh bil. Dalam hadis
- qudsi, "Siapa yang mengganggu waliku,
- orang yang menjadikan aku sebagai
- walinya, aku umumkan perang terhadap
- orang
- tersebut." Dan kita saksikan
- contoh-contoh kehidupan dari para nabi
- dahulu kala yang bersabar menyampaikan
- pesan Allah bertakwa sampai kepada nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Apakah tidak cukup menjadi
- pelajaran buat kita bagaimana Allah
- menolong hamba-hambanya yang
- beriman? Negeri kita dibandingkan Saudi
- Arabia.
- Saudi Arabia tidak mampu untuk
- menanamkan padi. Menghasilkan padi tidak
- bisa ya. Negara yang kering dan
- kerontang
- kan. Sedangkan kita kekayaan alam kita
- jangan ditanya dari mulai hasil tambang
- seperti
- nekel, emas,
- batu bara ya, kemudian timah.
- Kemudian kita hasil pertaniannya
- menghasilkan berbagai macam jenis
- tanaman.
- Kalau seandain kita serius mengembangkan
- pertanian kita, Thailand enggak ada
- apa-apanya. Kita enggak perlu harus
- mengimpor apel dari luar, kita bisa
- menghasilkan apel. Tidak perlu harus
- mengimpor anggur dari luar, kita bisa
- menghasilkan angguranggur yang manis
- seperti anggur mereka.
- Bisa menghasilkan berbagai macam. Tapi
- sayangnya apa? Kita tidak serius.
- Australia dulu beli beli pisang dari
- Indonesia, lama-kelamaan orang kita jual
- pohon pisang ke Australia. akhirnya bisa
- menghasilkan pisang yang lebih baik.
- Dulu orang Indonesia kirim apa? Buah
- kesemek ke Australia. Australia beli
- pohonnya ditanam di sana menghasilkan
- buah semak yang lebih bagus. Padahal di
- sana enggak punya sungai seperti sungai
- kita. Coba sungai kita di Jawa aja
- berapa banyak? Coba di Pulau Jawa aja
- coba. Australia sebagian besar merupakan
- padang
- pasir, tapi karena tangan-tangan yang
- zalim, karena
- pengkhianatan mengakibatkan rahmat
- keberkahan dicabut dari kita. Dan ini
- tidak terlepas dari bangsa Indonesia.
- Pemimpin yang memimpin negeri kita bukan
- naik dengan sendirinya diangkat oleh
- siapa? Oleh
- rakyat. Jadi rakyat ini yang menanggung
- juga akibat pilihan mereka.
- Mereka akan menanggung konsekuensi dari
- setiap perbuatan yang mereka perbuat.
- Mereka lupa kepada Allah, tidak beramar
- makruf, bernahi mungkar, bahkan
- menyepelekan agama Allah Subhanahu wa
- taala. Agama menjadi permainan, menjadi
- dagelan, humor, bahkan pembicaraan porno
- yang tidak patut masuk dalam pembicaraan
- agamanya. Kemudian kiai-kiai,
- ulama-ulama bukan menyadarkan
- masyarakat, malah mereka menjadikan
- dakwah itu sebagai ajang humor, mirip
- dengan Iya. Iya. Iya. dengan lawan.
- Bagaimana Allah akan turun tangan
- memberikan bantuan kepada umat yang
- menjadikan agama Allah sebagai
- permainan? Lalu bagaimana untuk
- orang-orang Islam yang beriman yang
- khusyuk? Mereka tidak takut menghadapi
- keadaan apapun juga.
- Jadi seandainya Indonesia menjadi gelap
- ya bagi apa mereka-mereka yang lupa
- kepada Allah yang beriman yang
- menyandarkan hidupnya kepada Allah yang
- selalu mengingatnya katakan langit
- runtuh Allah kuasa melindungi mereka.
- Oleh karena itu, barang siapa yang ingin
- selamat dalam situasi kondisi seperti
- saat ini, selalu berada di bawah
- perlindungan Allah, selalu merasakan
- aman dan di bawah naungan curahan
- rahmatnya, kembalilah kepada Allah.
- berlindung kepadanya, mengikuti
- petunjuknya. Jangan kita beranggapan
- karena masyarakat semua tenggelam dalam
- kezaliman. Kalau kita ikut mereka, kita
- tidak akan terkena hukuman
- salah. Dalam sebuah riwayat diriwayatkan
- dari Nabi kita, la takunu immaah, jangan
- kalian
- printemp. Immaah itu apa? ketemu siapa
- saja mengatakan ana ma saya bersama
- kamu la takunu imma in ahsanas ahsantum
- kalau orang baik kalian ikut baik wain
- asau asum orang berbuat buruk kalian
- ikut
- buruk anfusakum
- teguhkan sikap kalian hati kalian in
- ahsanasin kalau orang berbuat baik kamu
- seharusnya berbuat yang lebih baik
- lagia kalau mereka berbuat buruk jangan
- kamu berbuat
- aniaya selalu di atas petunjuk Allah dan
- jangan jadikan benda makhluk sebagai
- tambatan hidup kita. Abu Yazid Albustami
- seorang arif billah mengatakan
- istighasatul makhluk bil makhluk
- kastigatil gharq bil gari.
- makhluk kalau berlindung kepada makhluk,
- berpegang pada makhluk sama orang yang
- lagi tenggelam, ya kita pegangan sama
- dia. Gimana kira-kira?
- Kita ikut tenggelam juga lebih cepat
- enggak? Kan kalau bobot semakin berat
- semakin cepat tenggelamnya. Iya. Jadi
- kalau makhluk berlindung kepada makhluk
- akan menyebabkan dia akan lebih cepat
- tenggelam. Kenapa kita tidak bersandar
- Allah? Allah selalu bersama kita tidak
- pernah meninggalkan kita. Allah buka
- pintu komunikasi langsung tanpa ada
- perantara di siang hari, di malam hari.
- Kalau kita memanggil Allah, Allah
- Subhanahu wa taala tidak jauh dari kita.
- Tapi kalau Allah tidak menyambut kita,
- karena selama kita aman, lapang kita
- lupa pada Allah. Pada saat kita susah
- baru kita memanggil. Coba kalau pada
- saat senang, pada saat aman, pada saat
- luas kita ingat Allah, pada saat kita
- dalam keadaan susah, Allah akan datang
- dengan segera.
- Fadkuruni azkurkum waskuruli wala
- takfurun. Ingat aku pada saat kalian
- senang, kalian dalam keadaan lapang dan
- pada saat kalian susah kalian juga ingat
- Allah. Aku akan selalu ingat kalian dan
- syukuri nikmatku jangan kalian ingkar.
- Oleh karena itu solusinya Pak
- Syafi jalan keselamatan kita di dunia
- maupun di akhirat dengan kita kembali
- kepada Allah bernaung di bawah naungan
- alhayyul qayyum.
- La
- takuat w yang lain tidur, yang lain
- istirahat, yang lain capek. Kalau kita
- gedor rumahnya tengah malam, bisa-bisa
- dia marah sama kita. Tapi kalau Allah
- malah ditunggu k kita bangun di waktu
- malam, kita memanggil Allah kemudian
- kita meratap di hadapannya, hati kita
- penuh, rasa aman. Kita merasakan saat
- itu Allah telah berikan buat kita jalan.
- Jadi mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
- taala jadikan kita ini orang-orang yang
- selalu kembali kepada Allah dan Allah
- menjaga kita agar tidak terjerumus dalam
- perbuatan-perbuatan setan yang
- memalingkan kita dari Allah. Baik hidup
- kita pada saat kita mati pada maupun
- pada saat kita dibangkitkan kelak di
- hari kemudian nanti.
- Terima kasih Ustaz. Ustaz Hamzah mungkin
- bisa menambahkan mengenai ya kegelisahan
- dan juga eh respon masyarakat ya
- terhadap ya persoalan kebijakan
- pemerintah ini. Iya. Padahal kan padahal
- Ustaz karena Allah sudah menjanjikan di
- surah Al-A'raf 96 kalau satu negeri
- beriman akan kami turunkan. Berarti kita
- ini sekarang jauh dari beriman ini,
- Ustaz.
- Jadi apa ee keresahan, kegelisahan dan
- juga penderitaan yang kita lihat
- sekarang banyak dialami masak kan pasti
- ada sebabnya kan gitu. Iya pasti ada
- sebabnya. Jadi ada juga kemudian ada
- hashtag kat kita kabur aja dulu gitu.
- Iya. Apakah itu solusi? Kenapa enggak
- dilihat dicari sebabnya bagaimana kita
- harus berjuang? Apakah seperti itu kita
- harus putus asa? Kalau semuanya
- ninggalin Indonesia nanti di dikuasai
- asing Indonesianya nanti ya. Tapi
- semuanya itu ya kenapa kita juga maklumi
- kenapa ee ada hashtag seperti itu? Pasti
- ada sebabnya. E di antaranya misalnya
- banyak ya bagaimana ee orang-orang
- pintar. Di Indonesia banyak orang PER,
- tapi di sini enggak
- dihargai. Ya, para
- pemikir, para penemu seperti itu. Kalau
- di luar negeri dihargai, kalau di sini
- enggak. Malah
- dihambat. Ya, malah dihambat karena ya
- ada kepentingan.
- Kepentingan. Kalau ini nanti muncul
- misalnya ee ada bahan bakar misalnya
- yang bisa efisien seperti itu berarti
- ekspornya iya ee yang biasa dapat komisi
- enggak dapat seperti itu. Nah, ini
- semuanya apa ini kan ada sebabnya
- seperti itu. Nah, sebabnya itu harus di
- ya kita berjuang kita jangan putus asa.
- Allah Subhanahu wa taala ingatkan laasu
- rauhillah mengutip bagaimana ucapan Nabi
- Allah Yaakub ya ketika kehilangan
- anaknya ya bani yadhabu fatahasu min
- yusufillah
- inahuahul
- kafirun wahai anak-anakku ya carilah
- pergilah cari tahu tentang berita Nabi
- Yusuf ini setelah lama menghilang
- seperti itu.
- dan
- saudaranya. Jangan kalian putus asa dari
- rahmat Allah.
- Sesungguhnya yang putus asa dan rahmat
- Allah tiada lain adalah orang-orang yang
- kafir. Jadi kita tetap harus berjuang
- dan kita ini harus ya mengambil
- pelajaran dari sebab kenapa bisa terjadi
- seperti ini. Ya, di antaranya itu dari
- pemimpin-pemimpin maupun wakil-wakil
- rakyat yang ya yang tidak benar
- tentunya.
- Karena Indonesia ini seperti bilang kat
- itu negara kayak-kaya
- tapi kalau nikmat Allah Subhanahu wa
- taala tidak benar-benar dikelola dengan
- baik, diurus dengan baik, kan Allah
- bilang ya Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan wama kanallah walam yak apa
- ehikaallahaam yakiranu
- Demikian itu ya suungguhnya Allah itu
- akan yir yiri itu artinya merubah dari
- suatu yang baik menjadi rusak. Jadi
- Allah tidak akan merusak suatu nikmat
- atau merubah suatu nikmat yang ada pada
- suatu kaum sehingga kaum itu sendiri
- yang merusaknya. Jadi Allah sudah
- ciptakan Indonesia ini begitu makmur,
- begitu subur. Sehingga dulu ada lagu kan
- tongkat kayu jadi tanaman kan seperti
- itu. Apa bagaimana keindahan apa kail
- dan apa ee bisa apa di mana saja kita
- bisaudah kehidupan ini begitu mudah itu
- menggambarkan bagaimana. Tapi kok
- sekarang rakyatnya menjadi susah. Ini
- tidak lain adalah karena perilaku kaum
- itu sendiri yang merusak ya. Allah sudah
- berikan berikan apa kenikmatan yang
- begitu begitu apa begitu banyak limpah
- tapi kalau kita enggak menjaganya
- h ya apalagi kita kabur misalnya gitu
- nanti akhirnya ya hilang semuanya nih ya
- jadi kita harus tetap tegar kita harus
- tetap berjuang kita harus memperbaiki
- sesuatu yang rusak ya e yaitu dengan apa
- dengan kembali kepada Allah Subhanahu wa
- taala
- Ikuti petunjuk-petunjuk Allah. Emang
- semuanya ini kejadian Allah enggak tahu.
- Semuanya sudah ditulis di dalam
- Al-Qur'an.
- Ada cara-caranya, ada
- solusi-solusinya. Ya Allah
- tidak ada yang dilupakan di dalam
- Al-Qur'an ini. Allah katakan apa? Ma
- faratna fil kitabi minai. Enggak ada
- sesuatu yang kami luputkan di dalam
- Al-Qur'an. Ini Allah yang bilang. Karena
- Allah maha tahu apa yang bakal terjadi.
- Kalau ini kenapa akibat begini, sebabnya
- seperti apa. Semuanya Allah Subhanahu wa
- taala ee sudah sebutkan di dalam
- Al-Qur'an. Tapi banyak di antara kita
- bangsa Indonesia yang mayoritas muslim
- meninggalkan Al-Qur'an. Ini padahal
- petunjuk ya, petunjuk yang akan menjadi
- way out dari segala kemusykilan kita,
- segala kesulitan kita. Petunjuk untuk
- kebahagiaan bukan hanya di dunia tapi
- juga di akhirat. Bukan saja hanya di
- akhirat. Biasanya kan kalau masalah
- keimanan urusan akhirat. Enggak.
- masalah keimanan, petunjuk Allah dalam
- Al-Qur'an bukan untuk kebahagiaan kita
- di akhirat saja, tapi juga untuk
- kebahagiaan kita, kesejahteraan kita,
- kebaikan kita, ketentraman kita,
- keamanan kita fid dunia dan apalagi
- nanti di akhirat. Wallahuam. Baik,
- kita lanjutkan. Apa ada tambahan dari
- Pakilakan? Silakan. He. Di
- antara kekhawatiran masyarakat ini kan
- dekat dengan kemiskinan. H dan
- masyarakat melihat kemiskinan ini bukan
- hanya kemiskinan masyarakat, tapi sudah
- kemiskinan negara sampai dilakukan oleh
- pemotongan bermacam-macam. Jadi negara
- sendiri kemiskinan. Tapi tentu kita
- tidak bisa hanyut dengan perasaan
- begitu, Ustaz. Karena kalau kita ambil
- contoh misalnya Vietnam itu, Ustaz hanya
- ekspor duriannya saja itu 53 triliun
- setara dengan 1,5% APPN-nya kita gitu.
- Hanya ekspor duriannya. Menjadi
- pertanyaan loh itu kan bukan negeri
- muslim yang mestinya harus menjadi
- panutan contoh gitu ya. Tetapi mereka
- mampu produktif. Tentu saja ini kita
- juga perlu bimbingan bagaimana kita
- bangsa Indonesia ini bisa lebih
- produktif. Walaupun pada saat yang sama
- kita sedang, negara ini sedang dalam
- keadaan
- sulit. Nah, kurang lebih barangkali
- perlu pencerahan tentang ini, Ustaz.
- Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman warikna bih.
- Tangan dan usaha seseorang itu
- diberkahi.
- Itu sebagaimana yang diterangkan
- Allah, keberkahan, keluasan datang
- karena ketakwaan pada Allah. Dalam surah
- thaq sebagai contoh, waman
- yattaqillah ijaalahu makhraj. Orang
- begitu bertakwa kepada Allah, dia
- menjaga
- dirinya, Allah akan berikan jalan keluar
- buat dirinya. Warzuq min haitu la
- yahtasib. Allah akan berikan dia rezeki
- dari jalan yang tak terduga-duga.
- Tapi begitu dia berpaling dari Allah
- Subhanahu wa taala walaupun di
- hadapannya terdapat berbagai macam
- fasilitas. Orang tersebut di
- tengah-tengah kekayaan, di tengah-tengah
- penjagaan, di tengah-tengah berbagai
- macam
- perlindungan. Bala tentara takut dan
- gelisah, kuasa untuk menyerang dirinya.
- tanpa mampu ditahan oleh rudal
- patriot, oleh sistem pertahanan yang
- canggih. Tidak ada satuun orang yang
- kuasa untuk bisa menahan. Oleh karena
- itu, dalam
- surah An-Nisa Allah berfirman, "Sanulqi
- fi qulubilladina kafaru ruba bima asrqu
- billah maam yunazzil bihi." Dalam surat
- Al
- Imran, kami akan mengirimkan apa?
- Ketakutan. Kata ru itu lebih mengerikan
- dari kata khauf. Ada khauf, ada ru ru
- itu lebih mengerikan
- lagi. Kata ruub itu betul-betul
- merupakan
- apa? Hal yang amat-amat mengerikan dan
- menakutkan. Kami akan kirimkan ke dalam
- hati orang-orang kafir
- rasa
- ketakutannya seperti menghadapi momok
- yang mengerikan. Bima asraku billah.
- Karena mereka mempersekutukan Allah.
- Nah, di antara pertolongan Allah
- terhadap nabinya dan kaum
- muslimin adalah balas tentara takut yang
- Allah kirimkan. Bisa enggak ditahan oleh
- sistem pertahanan?
- Tidak bisa. Ya, begitu Allah kirimkan
- balasan takut ke dalam hati mereka,
- mereka melihat jumlah umat Islam yang
- kecil menjadi besar. H di mata mereka
- pasukan yang lemah kelihatan begitu kuat
- yang luar biasa. Seperti ketika Rusia
- dulu memerangi Afghanistan. Afghanistan.
- ketika berperang dengan masyarakat
- Afghanistan yang
- tertinggal dari sisi
- persenjataan. Kenapa mereka
- menyaksikannya seolah-olakan apa
- pasukan-pasukan yang
- besar? Jadi Syaf ini semua
- terjadi disebabkan karena kita tidak
- pernah menghargai dan menghormati Allah.
- Pada Allah berfirman, "Walau anna ahlal
- qura amanu wattaqau lafatahna alaihim
- barakati
- minama." Seandainya penduduk negeri
- beriman
- bertakwa, kami akan buka bagi mereka
- pintu keberkahan kami dari langit dan
- bumi. Walakin kadabu. Tapi mereka
- mendustakan Allah. Mereka melecehkan
- Allah. Mereka tidak menghargai Allah
- Tuhan mereka. Faaknahum bima kamu
- yaksibun. Kami hukum mereka dengan apa?
- sedikit saja perbuatan mereka yang kami
- hukum. Kalau
- semuanya berarti binasa. Jadi dengan
- sedikit perbuatan mereka, mereka sudah
- mengalami betul-betul hari-hari yang
- gelap. Bayangkan
- Indonesia negara yang
- subur, sungai-sungai yang banyak, tenaga
- pertanian kita juga yang handal. Kok
- bisa mengimpor beras dari luar? Aneh
- enggak? Iya. Kalau mengekspor, mengimpor
- plastik, mengimpor penitiah katakan
- masih masuk akal. Gunting kuku masih
- masuk di akal. Tapi kalau mengimpor
- beras ya garam. Garam aneh enggak? Iya.
- Ini hanya untuk kepentingan
- keuntungan
- oligarki negara rakyat dikorbankan. Apa
- rakyat enggak bisa melihat keadaan
- seperti ini?
- Jadi kalau kita lihat Indonesia ini
- betul-betul sebetulnya apa?
- Sebetulnya terjerumus dalam situasi
- seperti ini karena mereka menzalimi diri
- mereka. Wumullah wakusah.
- Allah tidak zalimi mereka, tapi mereka
- yang menzalimi diri mereka. Dan jangan
- hanya menyalahkan pemimpin di
- atas karena pemimpin di atas itu cermin
- dari masyarakatnya. Kama takunu yualla
- alaikum. Sebagaimana keadaan kalian,
- Allah akan angkat pemimpin kalian. Coba
- LGBT dibiarkan meraja lela, kemudian
- juga
- kejahatan-kejahatan bisa mewabah,
- menjamur di mana-mana tempat, baik itu
- perampokan, orang tidak merasa aman.
- Betul gak? Iya. Orang bukan hanya tidak
- merasa aman dari dari penjahat, bahkan
- sampai akhirnya mereka enggak merasa
- aman dari
- polisinya. Ya, dari apa?
- Penjaga-penjaga keamanan pelindung
- rakyat. Mereka tidak merasa aman. H. Ke
- mana mereka harus mengadu? Akhirnya
- mereka mengadu kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Begitu mereka mengadukan urusan
- mereka kepada Allah, maka Allah tidak
- akan berdiam terhadap orang-orang yang
- zalim. Jadi semua ini akibat dari kita
- lupa kepada Allah. Kalau masih terus
- begini, bagaimanapun para pemikir, para
- tingteng dikumpulkan H lalu mereka
- mengajukan berbagai macam solusi, bangsa
- tidak akan keluar. Tapi begitu kita
- kembali kepada Allah, sekejap Allah
- Subhanahu wa taala akan buka yang buntu
- jalan keluar yang banyak, kesempitan
- menjadi kelapangan. Begitu juga bumi
- yang enggan untuk menghasilkan
- hasil-hasil yang berguna bagi
- masyarakat, dia akan menghasilkan juga
- manfaat yang besar. Coba Pak Syafi
- renungkan. Para pejuang di
- Gaza diperangi bukan hanya oleh
- Israel, dikepung bukan hanya oleh Israel
- sampai negara Arab pun mengepung.
- Mereka menutup masuknya logistik kepada
- mereka.
- Amerika terlibat, Inggris terlibat.
- Betul enggak?
- Keterlibat negara-negara besar terlibat
- memberikan. Bahkan negara Arab seperti
- Emirat Arab ikut memberikan bantuan
- logistik bahkan ikut melakukan apa?
- Melakukan serangan udara terhadap
- saudara mereka di
- Gaza. Kalau melihat kondisi keadaan
- mereka berdasarkan perhitungan di atas
- kertas seharusnya mereka hancur. Iya,
- betul gak? Tapi begitu sis ternyata
- keluar dari lubang-lubang para pejuang
- ha seolah tidak pernah sama sekali apa
- ada gempuran yang dahsyat gempuran yang
- menakjubkan Yaman negara tertinggal jauh
- di belakang Indonesia
- Yaman ni negara miskin
- tertinggal dan selama ini berhadapan
- dengan plot Saudi Arabia dan
- negara-negara Arab yang
- lain ternyata mampu untuk apa melakukan
- serangan udara ke Israel bahkan mampu
- untuk menimbulkan ancaman bagi
- kapal-kapal induk Amerika hingga legenda
- mengenai kapal induk yang tak
- tertahankan
- yang tidak mampu diserang dihancurkan
- legendanya oleh siapa? Yaman. Oleh
- Yaman. Negara miskin. Kalau negara besar
- kita enggak merasa heran. H negara
- miskin hingga legenda Amerika hancur.
- Dua kapal induk Amerika terkena serangan
- rudal dari Yaman. Dia mengirimkan juga
- rudal baristiknya menuju ke Israel.
- Bagaimana iron drom yang dimiliki Israel
- tidak mampu untuk
- menahan ruda-ruda diproduksi oleh Yaman
- dengan murah. Sedangkan sistem
- pertahanan Israel sampai akhirnya mereka
- jerit-jerit meminta supaya Yaman
- menghentikan
- serangan. Trump mengancam untuk apa?
- Untuk memberangus Yaman dan Palestina.
- Ternyata Allah bekerja lebih dulu
- kirimkan tornado yang membawa api
- menghancurkan LE hanya dalam seminggu.
- Mereka mengatakan kalau ingin dibangun
- orang membutuhkan waktu kurang lebih 50
- tahun. Jadi Pak
- Syafi Allah Subhanahu wa taala bukan
- menutup
- mata, bukan membiarkan hamba-hambnya
- teraniaya, tapi Allah ingin melihat
- bagaimana kesadaran mereka. Kalau mereka
- kembali kepada Allah, insyaallah
- pertolongan Allah datang kepada mereka.
- Amin. Insyaallah. Nah, untuk individu
- dan masyarakat yang
- sadar mereka tugasnya beramar makruf
- bernahi mungkar sambil menjaga diri
- mereka insyaallah katakan Indonesia
- gelap bahkan terbakar Allah akan tolong
- mereka.
- Allah Subhanahu wa taala kuasa untuk
- mengeluarkan tangannya membantu mereka.
- Jadi saya dengar banyak keluhan di sana
- sini mengenai kondisi ekonomi, kesulitan
- untuk mendapatkan pekerjaan juga untuk
- mendapatkan kebutuhan
- hidup. Saya bilang kembali pada Allah.
- banyak-banyak beristigfar kemudian kita
- menjaga diri kita di samping kita
- beramar makruf, bernahi mungkar mengajak
- saudara kita dari usaha yang kecil ini,
- insyaallah bisa melahirkan solusi. Kalau
- tidak yang saya khawatirkan azab Allah
- akan turun. Dari saat turun bukan hanya
- orang yang zalim yang akan terkena semua
- terkena tapi orang-orang yang berpangku
- tangan acuh tak acuh tidak beramar
- makruf nahi mungkar dia akan ikut
- terkena azab Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam. Baik kita bacakan dua
- pertanyaan ini menanggapi bahasan kita
- di kesempatan ini. Ustaz tidak tidak
- menyebutkan namanya dua-duanya. Ee yang
- terjadi sekarang di ini di Indonesia.
- Ustaz, kami menyalahkan elit politik
- katanya dan sistem politiknya. Kita
- tidak ada pilihan pemimpin yang baik.
- Pilihan itu yang nyediain juga elit
- politik. Katanya kekayaan Indonesia jadi
- rebutan para elit ini. Koruptor meraja
- lela. Ini saya sambungkan dengan satu
- lagi, Ustaz. Bagaimana cara menegurnya
- pemimpin-pemimpin yang zalim-zalim ini?
- Bisakah para ulama menyuarakan bersatu
- untuk aksi? Dua pertanyaan. Silakan
- mungkin Ustaz Hamzah dulu yang
- menanggapi. Ustaz silakan Ustaz.
- Iya. Ya, seperti tadi ya
- ee pemimpin itu kan ee menduduki
- tempatnya itu kan siapa yang pilih
- pilihpemilih. Iya.
- kita juga yang pilih. Oleh karena itu,
- pentingnya edukasi tentang politik ini.
- Kita harus mengerti siapa yang kita
- percayakan suara kita itu. Memang
- sebentar sih ketika memilih itu beberapa
- menit, tapi kan dampaknya 5 tahun itu
- paling sedikit. Kalau sekarang malah 10
- tahun bisa berdampak terus sampai
- bertahun-tahun seperti itu. Nah, ini ee
- artinya e seperti saya bilang tadi,
- bukan salahan mereka saja, kesalahan
- juga ee awalnya dari dari kita seperti
- itu. Tapi ya setiap kesalahan kalau
- orang-orang yang mau menyadari
- kesalahannya kemudian memperbaikinya,
- insyaallah orang Allah akan bantu.
- Allah. Salah satu ciri orang yang
- bertakwa ya unik ini orang yang bertakwa
- itu ee suka digambarkan apa? Oh, orang
- kalau sudah menjadi orang yang bertakwa
- dia seperti malaikat gak? Hm. Orang yang
- bertakwa itu bisa saja kesalahan e apa
- membuat salah. Tapi bedanya orang yang
- bertakwa dengan tidak bertakwa, waidza
- fa'alu
- fahisyatan
- anfusahumakarullaha fastagfaru
- lidunubihim wam yagfirudzunuba illallah
- walam yusirru ala ma fa'alu wahum
- yalamun. Ini Allah sebutkan ya dalam
- surah Al
- Imran ciri orang-orang yang bertakwa
- itu. Jadi kalau mereka melakukan
- perbuatan yang perbuatan fahisyah,
- perbuatan yang kejiamu anfusahum atau
- menzalimi diri mereka sendiri arti
- melakukan kesalahan, melakukan dosa,
- melakukan
- kriminal ya mereka sadar ya selalu ingat
- Allah kemudian mereka bertobat meminta
- ampun. kepada Allah memperbaiki diri ya
- niscaya Allah subhanahu wa taala pasti
- akan membantu mereka. Jadinya
- ya kita harus ya tetap sadar gitu.
- Jangan kita lupakan kesalahan kita. Oh
- ah enggak apa-apa, enggak apa-apa.
- Akhirnya menumpuk-menumpuk akhirnya
- akhirnya bencanalah yang akan turun yang
- akan menimpa kita. kita harus sadar,
- kita harus bangkit, kita
- harus meminta ee ampun kepada Allah
- Subhanahu wa taala atas kesalahan kita
- dan kita harus memperbaiki ini semuanya
- dalam ee berbagai segi tentunya dan
- setiap individu mulai dari rakyatnya
- sampai pemimpinnya seperti itu harus ee
- apa memperbaiki dan bertaat kepada
- Allah. Kalau gak ya azab Allah akan
- menimpa bangsa ini. Wallahuam.
- Susan mungkin
- menambahkan apa yang katakan tadi itu
- merupakan hal yang benar.
- Kalau satu kezaliman
- dibiarkan tanpa ada sama
- sekali peringatan
- perlawanan kezaliman tersebut,
- sunatullah secara sunatullah akan
- berkembang. Yang sedang berlangsung di
- negeri kita ini bukan merupakan hal
- baru, tapi akumulasi dari apa?
- dari berbagai macam
- kesalahan, kezaliman yang berlangsung
- cukup
- lama. Dan kita tahu bahwasanya rakyat
- kita ini jarang sekali mendapatkan
- edukasi mengenai politik yang
- sehat sebagaimana yang Allah Subhanahu
- wa taala ajarkan dalam kitab sucinya.
- Jadi ee politik dalam perspektif
- Al-Qur'an di mana Allah Subhanahu wa
- taala sebagai pencipta, dia juga sebagai
- satu-satunya yang berhak untuk
- menetapkan aturan dan syariat dalam
- hidup ini. Kita diperintahkan untuk
- mentaati Allah, mentaati Rasul-Nya dan
- mentaati ulul amri yang taat pada Allah
- dan Rasulnya.
- Bukan setiap penguasa tidak mentaati
- ulul amri. yang mengurus urusan kita
- yang taat pada Allah dan Rasulnya. Di
- saat dia menyimpang, jangan kita
- biarkan. Kalau berlarut-larut
- penyimpangan tersebut akhirnya menjadi
- kebenaran. H. Ya ayyuhalladzina amanu
- atiullah
- wa rasul waulil.
- Wahai orang yang beriman taati Allah.
- Kita lihat kata kerjanya kembali diulang
- Pak Syafril. Waurasul taati rasul wail
- amri tanpa mengulangi kata kerjanya.
- Karena apa? Ketaatan mereka tidak
- bersifat mandiri, tapi ketaatan kita
- pada mereka tergantung taatnya mereka
- pada Allah dan Rasul-Nya.
- Kalau Allah dan Rasul tidak mungkin kita
- bantah. Yang datang dari Allah, dari
- rasulnya samun. Kalau dari selain Allah,
- kalau benar kita ikuti, kita dukung,
- kalau salah kita ingatkan. Jangan kita
- biarkan
- berlarut-larut. Ini merupakan perintah
- Allah. Nah, seharusnya ulama itu
- memberikan edukasi kepada
- masyarakat
- bagaimana ee asiasah asyariah dalam
- Islam. Bukan justru ulama terlibat dalam
- apa?
- Kegiatan, terlibat ya dalam pembodohan
- terhadap masyarakat, berkolaborasi
- dengan para penguasa dan oligarki. I.
- Nah, yang kita jumpai pada saat ini ya
- ulama-ulama kita kebanyakannya
- berkolaborasi karena mereka lihat ini
- jalan yang akan mengantarkan mereka
- cepat sukses untuk meraih dunia.
- Mereka bisa beli kendaraan hammer, bisa
- beli kendaraan juga
- apa rumah sewa ya bisa ya bisa juga apa
- menikmati berbagai macam fasilitas
- berbagi kenikmatan ya yang sebetulnya
- bukan kenikmatan berbagi istidraj
- bersama oligarki dan para penguasa.
- Mereka beranggapan Allah akan mendiamkan
- mereka. Padahal kejahatan mereka terus
- akan bertimbun-timbun sesuai dengan
- kerusakan yang mereka biarkan.
- Kita mayoritas beragama
- Islam, tapi ternyata ya sistem politik
- ya yang kita ikuti itu jauh dari
- keadilan. Yang ada malah apa? Mendukung
- dan membenarkan serta melegitimasikan
- kezaliman. Sebagai contoh, jangan
- jauh-jauh. Kita akan tahu pemilihan
- pemimpin itu melalui partai. Hm. Betul
- gak? Iya.
- Kemudian partai ya yang meraih katakan
- suara yang memenuhi persyaratan baik
- sendiri maupun dengan cara apa? Ber
- beralis berkoalisi. Berkoalisi. Mereka
- yang menentukan siapa yang dicalonkan.
- He. Tapi kalau seorang ingin mencalonkan
- dirinya atau rakyat ingin mencalonkan
- dirinya ya di luar jar ini bisa gak?
- Enggak. Enggak bisa.
- Kemudian kita tahu bahwasanya masyarakat
- Indonesia ini kan awam. Ulama-ulamanya
- tidak menjalankan tugas untuk melakukan
- tabligh. Mengajak mereka semua kembali
- kepada Allah. Kalau ulama mengajak
- kembali kepada Allah, mereka bilang kita
- bagian apa? Enggak kebagian apa-apa. H
- tapi kalau mereka memberikan katakan
- motivasi bagi rakyat untuk mendukung
- partai tertentu atau elit tertentu, akan
- ada bahagiaan buat mereka. Akan ada
- imbalan yang mereka akan terima. Nah,
- kebanyakan yang kita jumpai pada saat
- ini, ulama-ulama tidak lagi melakukan
- amar makruf nahi mungkar sesuai petunjuk
- Allah. Mereka berkolaborasi dengan para
- elit politik, dengan oligarki. Bahkan
- kita saksikan bagaimana elit politik
- datang ke ulama-ulama di kampung-kampung
- ketika diberikan uang dicium tangannya
- orang tersebut walaupun nonmuslim.
- Bayangkan betapa rendahnya moral ulama
- kita. Karena yang mereka kejar dunia,
- yang mereka sembah ini benda, bukan
- Allah Subhanahu wa taala. Sebagai
- akibatnya Allah jatuhkan martabat mereka
- lebih rendah daripada benda. Padahal
- Allah ciptakan mereka sebagai khalifah.
- Allah angkat mereka dengan ilmu, tapi
- ternyata mereka menjual ilmu dan
- ayat-ayat Allah dengan harga yang murah.
- Nah, ini kesalahan yang paling besar
- dengan sendirinya yang menanggung tiga
- golongan. Yang
- pertama adalah para ulama, yang kedua
- para penguasa, yang ketiga oligarki.
- Karena mereka ini tiga golongan yang
- betul-betul punya kemampuan untuk
- mempengaruhi masyarakat.
- Kalau ulama katakan tidak punya uang,
- tidak punya uang, tidak punya kemampuan
- tapi mereka bekerja sama semuanya
- berjalan di jalan Allah, rakyat pasti
- tahu mana yang salah, mana yang benar.
- Tapi kalau ulamanya sudah berkolaborasi
- dengan kekuasaan, dengan oligarki,
- rakyat kasihan dibodoh-bodohi.
- Mereka mendengarkan sajian agama yang
- isinya humor, yang isinya porno, yang
- isinya sama sekali bukan diambil dari
- ayat Allah, tapi semua yang kembali
- kepada kepentingan mereka. Ketika ee apa
- namanya? Oligarki memagar sebagian
- lautan kita, sebagian kiai ulama ini
- yang dibayar mengatakan
- apa? Membiarkan lahan yang tidak sama
- sekali bermanfaat itu merupakan
- perbuatan salah. Ya, kenapa? Kalau saat
- ini mereka manfaatkan, mereka tidak
- berpikir mengenai negara mereka, tanah
- air mereka, kehormatan mereka, dan
- ancaman di saat apa? Pantai sepanjang
- itu digunakan untuk apa? Untuk merupakan
- ladang bermain dan investasi mereka.
- Mereka bisa melakukan penyelundupan,
- menyelupkan senjata, bisa bahkan
- memasukkan juga pasukan-pasukan untuk
- menjadi ancaman di masa akan datang
- seperti yang mereka lakukan dulu.
- Nah, kenapa Yaman bisa mengatakan tidak
- kepada Amerika, bisa mengatakan tidak
- kepada Inggris? Mereka yang melakukan
- negosiasi, Yaman menolak. Kalau Saudi
- Arabia, Emirat Arab, Mesir memang
- berdirinya pun mereka yang dirikan.
- Zionis yang menegakkan negara-negara
- tersebutnya hingga sampai saat ini
- loyalitas mereka hanya untuk mereka.
- Nah, kita ingin Indonesia menjadi negara
- merdeka yang terhormat dan dipimpin oleh
- orang-orang yang betul-betul takut
- kepada Allah. Saya dengar belum lama
- Prabowo mengatakan Bapak Presiden, bahwa
- dia akan mengambil ya dengan keras ee
- harta yang dia apa yang dirampok oleh
- para
- koruptor. Kalau mereka kembalikan dengan
- baik-baik, negara tidak akan menghukum
- mereka. Eh, sebahagian politis itu
- mengatakan apa? Itu tidak dibenarkan
- sama sekali. Padahal Quran menyebutkan
- korupsi masuk dalam kasus hirabah, bukan
- pencurian. Iya. Ketika Allah sebutkan
- kasus hirabah ya orang-orang yang
- kerusakan di muka bumi Allah sebutkan
- pengecualian minqdir alaihimamuallah
- gurahim. Kecuali mereka yang bertobat
- sebelum kamu tangkap mereka, kuasai
- mereka, Allah maha pengampun lagi maha
- penyayang. Jadi kalau Bapak Prabowo
- ya berani bersikap
- tegas, didukung juga oleh kekuatan yang
- mendukungnya untuk memperbaiki bangsa
- kita, jangan justru pajak dari rakyat
- kita dinaikkan.
- Pajak dinaikkan, bahan-bahan pangan
- kemudian membumbung tinggi. Dan kita
- saksikan pejabat-pejabat ternyata apa?
- Semakin bersenang-senang. Menteri punya
- utusan khusus sebanyak 3 L orang. Kenapa
- bukan mereka dicopot semuanya? Cukup
- menterinya sudah kerja keras,
- pakaian-pakaian bagus, mewah, buang
- semuanya ganti dengan pakaian rakyat
- supaya kerja untuk rakyat. Begitu juga
- yang terjadi apa? Kita saksikan
- bagaimana ya mereka bermain-main saat
- ini. Oleh karena itu tidak gampang
- Prabowo kita ini, presiden kita untuk
- bisa melaksanakan apa yang dijanjikan
- kecuali kalau mendapatkan dukungan. Saya
- kira kalau seandainya menteri yang
- berwenang tidak memberikan dukungan,
- coba minta rakyat untuk mendukung. Kita
- melihat rakyat ini yang mengalami cobaan
- langsung bersama-sama di seluruh wilayah
- Indonesia memberikan dukungan bagi
- presiden untuk melakukan tindakan kepada
- oligarkinya, kepada pejabat-pejabat yang
- korban.
- Kalau
- perlu angkat pejabat-pejabat
- baru, adakan undang-undang darurat kalau
- perlu dalam kondisi begini bikin
- undang-undang darurat,
- bubarkan
- DPR kemudian angkat pemerintahan
- sementara yang melakukan pembersihan ini
- kalau serius. Cuma memang untuk bisa
- menjadi pahlawan di negeri kita ini
- enggak gampang.
- menjadi pahlawan di negeri kita tidak
- gampang. Konsekuensinya bisa apa? Bisa
- dia kehilangan apa? Kehilangan
- jabatannya bahkan nyawanya. Tapi kalau
- dia beriman kepada Allah Subhanahu wa
- taala, dunia ini sebetulnya tidak
- berarti apa-apa sama sekali. Kita
- meninggalkan dunia dengan mengharapkan
- rida Allah itu merupakan puncak harapan
- kita semuanya. Dan kita berlindung
- kepada Allah jangan sampai kita menjadi
- pengejar dunia, menjadi budak dunia,
- tapi kita ingin menjadi hamba Allah,
- menjadi pengikut Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa wasallam. Baik,
- Ustaz, nampaknya kita ke beralih ke tema
- lainnya, Ustaz. Ini pertanyaan dari
- pendengar tadi terkait kegelisahan.
- Sudah ada tanggapan tadi dua kita
- bacakan ini. Ee tema lainnya, Ustaz,
- terkait kisah israiliyat nih dari
- pendengar. Kebetulan tadi juga di awal
- tentang dibahas juga bagaimana bagaimana
- israiliat itu. Iya. ini dari Pak Jailani
- di Jakarta Timur Ciracas terkait kisah
- isra israiliyat kenapa bisa merasuk ke
- dalam ajaran Islam dan bagaimana kita
- tahu ini israiliat atau bukan. Nah,
- mungkin Pak SFL juga bisa menambahkan ee
- permasalahan mengenai Israeliat
- contohnya seperti apa, Pak? Iya. Jadi di
- antara contoh kita mendengar
- bagaimana Rasulullah sedemikian
- menderitanya pada saat menjelang
- akhir-akhir hayat beliau. Padahal Allah
- tentu tidak akan mungkin membiarkan
- beliau menderita seperti itu karena
- beliau adalah kekasihnya Allah.
- Sedangkan contoh-contoh lain pada saat
- mereka meninggal juga dalam keadaan jauh
- lebih ringan. Tentu ini adalah contoh
- bagaimana israiliat itu melakukan
- pembodohan kepada umat. Nah, mungkin
- dengan ini ber pintu bagaimana ustaz
- guru-guru kita bisa memberi pencerahan
- kepada kita semua.
- Silakan Ustaz Hamzah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ali sayyidina Muhammad. Yang pertama
- intinya karena umat Islam bukan saja
- awamnya, tapi banyak ustaz-ustaz
- menjauhkan Al-Qur'an. Hm. Ya, menjauhkan
- Al-Qur'an. Oh, ini pernah ditanyakan ada
- seorang ee ustaz di dari Alazhar ditanya
- ketika kita ini
- katanya sudah meninggalkan Al-Qur'an
- karena memang di Al-Qur'an disebutkan
- gitu. Nanti Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam di yaumilqiamah mengatakan
- waqasulbi
- inal qur
- mahjur. Nanti Rasulullah akan mengadu.
- Nabi kita akan mengadu mengeluh kepada
- Allah subhanahu wa taala punya umatnya
- ini meninggalkan
- Al-Qur'an. Terus si si ulama tadi ketika
- diwawancar enggak kita enggak
- meninggalkan Al-Qur'an. Kita baca
- Al-Qur'an. Iya, memang Al-Qur'an itu
- memang dibaca sekarang, dihafal sekarang
- banyak sekarang menjamur. Tapi apakah di
- dipahami maknanya? Apakah diikuti
- petunjuk-petunjuknya? Ini yang dikatakan
- oleh Rasul meninggalkan Al-Qur'an. Arti
- enggak dipakai sebagai pedoman hidup,
- enggak dipakai sebagai mizan, sebagai
- tolak ukur kebenaran, enggak dipakai
- sebagai nur cahaya yang menerangi
- problematika mereka. Enggak di enggak
- digunakan sebagai furqan yang
- akan bisa kita membedakan mana yang
- benar, mana yang salah ketika kita
- melihat problematika hidup yang begitu
- kompleks. Kan Al-Qur'an itu sebenarnya
- harusnya yang menjadi furqan ini.
- Pertama ini ini artinya Al-Qur'an
- ditinggalkan bukan hanya orang awam,
- banyak ustaz Anda lihat ya apa? Oh,
- pintar bahasa Arabnya ya, balagah
- nahunya. Tapi ketika pembicaraannya
- selalu ya ya riwayat-riwayat yang di
- dibuat sehingga awam ini makin bingung.
- Seperti Pak Sfriil bilang tadi kok
- Rasulullah ketika meninggal dunia ketika
- Heeh. Ketika sekarang begitu
- menderitanya itu sakit sampai
- digambarkan sakitnya itu katanya seperti
- kalau apa seperti ee kambing dikuliti
- hiduphidup e hidup-hidup
- masa Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam orang yang dikasihi oleh Allah
- Subhanahu wa taala menderita seperti
- itu? Nah inilah ya apa? Kenapa kita
- enggak melihat bagaimana Allah Subhanahu
- wa taala terangkan ya, bagaimana seorang
- yang beriman ketika mereka
- meninggal? Bahkan Allah Subhanahu wa
- taala menyebutkan innalladina
- qubunallahuqaluikatu
- wahitum ya. Sesungguhnya mereka-mereka
- yang mengatakan rabbunallah, Tuhan kami
- adalah Allah. Apalagi Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Tentu orang yang sangat sangat bertakwa.
- Paling orang yang paling bertakwa kepada
- Allah, paling taat kepada Allah
- subhanahu wa taala. Ini singkat saja
- Allah mereka-mereka yang mengatakan
- rabbunallah, Tuhan kami Allah. Arti dia
- bertauhid kepada Allah ya. Tidak
- mensekutukan Allah subhanahu wa taala.
- Kemudian dia konsisten atas itu apa
- nanti ketika meninggal
- ya ketika dia meninggal malaikat turun
- semua bukan satu banyak malaikat turun
- memberikan kabar gembira all takfu
- jangan kamu bersedi jangan kamu takut
- wala tazanud yang sedih wa absyiru bil
- jannah wah bergembiralah kamu dengan
- akan adanya surga ini kalau orang kata
- seperti suara Dari hadis Nabi ketika
- seorang mau meninggal, seorang mukmin
- itu digambarkan kedudukan dia di
- surga. Orang kalau
- gembira dia ee jiwanya ini senang, itu
- penderitaan walaupun enggak kerasa. Kita
- kan pernah dengar Sayidina Ali ketika
- kena panah kakinya kemudian dicabut
- sakit. Biar aku salat dulu. Ketika salat
- dicabut kan panah itu mengait k itu kan
- sakit sekali itu dir dia enggak berasa
- beliau enggak berasa karena apa karena
- sudah gembira dengan sesuatu yang lebih
- lebih menyenangkan hatinya seperti itu.
- Ini kalau kita baca lagi Al-Qur'an
- bagaimana orang-orang yang meninggal itu
- orang yang meninggal itu kalau dia
- mukmin ya Allah gambarkan dia itu
- bagaikan orang yang mimpi tidur. H kan
- dalam surah Azzumar Allah sebutkan
- Allah e
- apa? Allahlah yang menahan jiwa ketika
- mati. Jadi di mana ketika orang yang
- meninggal itu ini keterangan Al-Qur'an
- ya bagaimana jiwa kita itu terlepas dari
- raganya. ya kan kita terdiri dari jasad
- fisik ini ya kemudian ada jiwa nafas dan
- ada roh nah nah ketika meninggal ya itu
- artinya jiwanya dicabut ya dan
- dikeluarkan dari jasad karena jasadnya
- mungkin sudah sudah out of de kan gitu
- ya sudah enggak layak lagi ditempati
- oleh jiwa kan misalnya atau jantungnya
- rusak atau apa. Nah, ketika meninggal
- dipisahkan. Nah, Allah gambarkan ketika
- dipisahkan ini seperti orang
- tidur ya.
- Hualladzi apa? Yatawa anfusina mauti e
- bukan ezi yatawaakumil. Kan Allah juga
- sebutkan itu. Allah gambarkan bagaimana
- orang tidur dibilang seperti orang wafat
- seperti itu. Nah, ini ini ee ketika saya
- menerangkan tentang surah Azzumar ini
- pengalaman ini padahal ini banyak sudah
- pernah ada yang menulis itu samping
- sampai 100 pengalaman yang diceritakan
- dari orang yang meninggal mati suri.
- Oke. Mati suri itu ada ya bukan koma
- bukan mati suri itu artinya jantungnya
- sudah berhenti secara medis itu enggak
- enggak ada denyutnya seperti
- itu. Kalau koma kan masih itu masih
- cuman tidak sadar aja enggak cuman
- enggak sadar gitu. Ini ada setelah saya
- nerangkan surah Zumar, ada orang datang,
- "Ustaz, benar apa yang Ustaz gambarkan
- sesuai dengan Al-Qur'an tadi saya alami
- sendiri karena saya pernah mati suri
- waktu ya saya kuliah di Jogja katanya
- saya bawa kendaraan motor tabrakan ya
- helm pecah papala saya apa pecah
- darah-darah rusuk saya
- patah terus pas kejadian itu langsung
- dia enggak enggak merasa apa-apa.
- Tahu-tahu dia merasa di satu alam yang
- gelap. Tapi gelap walaupun gelap terang.
- Maksudnya apa? Walaupun gelap dia bisa
- melihat secara jelas. Inilah arti
- pandangan ketika orang meninggal itu
- nanti ya seperti Allah gambarkan
- fakasyafnaaka hadid.
- kami singkap tabir yang yang menutupi
- kamu. Karena kita kan kalau melihat
- sekarang ini kan melalui mata kan. Mata
- ada ada kelemahannya kan ya. Ada
- keterbatasannya kan. Apalagi kalau tua
- enggak ngelihat gitu terlalu gelap kita
- enggak bisa ngelihat. Ini dia rasakan
- itu ruangannya gelap tapi dia melihat
- bisa jelas dia ngelihat dirinya jasadnya
- itu tergeletak di aspal kena toral-tal
- pecah bisa dilihatnya sendiri. Dia
- ngelihat dirinya sendiri dia enggak
- merasakan sakit. Enggak.
- Ya. E terus orang-orang di sekitarnya
- pada ngumpul, "Wah, udah meninggal nih,
- udah meninggal." diperiksa kan nadinya
- enggak ada. Ayo di kururupin pakai itu
- apa di pakai koran biasanya kan gitu.
- Akhirnya enggak lama. Oh, lagi nunggu
- nih kan biasanya mereka enggak bisa
- nunggu apa ampulan atau apa gitu menggil
- polisi. Enggak tahunya si yang meninggal
- ini tadi dia merasakan di suatu alam
- yang begitu tenang.
- Terus dia mendengar suara, "Udah kamu
- tenang-tenang aja di sini kan ini senak.
- Kamu lihat kan di sini begitu
- tenang." Iya. Enggak saya mau lihat. Dia
- ngelihat kemudian setelah itu dia
- ngelihat ada cahaya cahaya kecil gitu.
- Cahaya ini diparanin kemudian dibuka.
- Dibuka dengan tangannya dibuka terus
- ternyata ya alam dunia ini pas dibuka
- langsung dia merasa sakit. Hmm. kembali
- ke tubuhnya. Langsung dia itu jiwanya
- itu kembali ke tubuhnya. Dan pada saat
- itu baru dia merasakan sakit.
- Orang-orang bilang di sekitar, "Ah,
- hidup lagi, hidup lagi katanya." Itulah
- jadi bagaimana ketika dia meninggal dia
- begitu tenang. Enggak enggak itu enggak
- merasakan. Justru ketika hidup dia
- merasakan sakit. Sakit karena lukanya,
- Ustaz. Karena lukanya. Bukan karena
- meninggal bukan. Ini adalah gambaran
- Al-Qur'an. Allah gambarkan sendiri. Dan
- ini terbukti ada orang apa e orang
- dokter dari Inggris mengadakan
- penelitian menanyai 100 orang yang
- pernah mati suri. H hampir jawabnya
- hampir sama seperti itu. Bagaimana
- mereka hidup di ini gambaran Al-Qur'an
- ya yang begitu jelas tentang alam
- barzakh, tentang yaumul mahsyar itu kan
- hal gaib. Kenapa kita enggak ngambil
- referensi dari Al-Qur'an? Ini kan berita
- dari Allah. Kenapa harus dari riwayat
- yang kadang-kadang membuat kita simp?
- Bukan kita apa enggak boleh mengambil
- riwayat. Ambil riwayat yang sejalan
- dengan Al-Qur'an seperti itu. Ketika
- bertentangan dengan Al-Qur'an ya jangan
- kita ambil, kita tolak seperti itu.
- Al-Qur'anlah sebagai patokan ya.
- Wallahuam. Baik. Ustaz bisa menambahkan
- tadi cara membedakan ini israeliat atau
- bukan katanya. Gimana caranya untuk awam
- ini?
- Untuk membedakan satu riwayat itu
- bahagia dari
- israiliyat, jangan kita bergantung hanya
- pada sanadnya aja, pada mata rantai
- sanadnya. Ini kesalahan fatal. Padahal
- sebetulnya
- dalam
- kaidah untuk menentukan hadis dan
- riwayat yang benar itu kan disebutkan
- ada lima.
- Tiga berhubungan dengan sanad, dua
- berhubungan dengan matan dengan isi
- kandungan dari hadis
- tersebut. Yang berhubungan dengan sanad
- pertama, sanadnya harus muttasil,
- terhubung dengan
- rasul. Tidak ada sama sekali apa ee
- sanad yang terputus. Yang kedua, setiap
- rawi yang meriwayatkan harus seorang
- yang fiqah, yang
- terpecaya dan tidak pernah terlibat
- dalam
- kebohongan. Yang ketiga, harus orang
- yang cermat dalam meriwayatkan hadis.
- Karena dulu kan enggak ditulis. He,
- berdasarkan ingatan. Iya. Iya.
- Nah, yang keempat, kelima, adamus
- syudsifat syarat
- ganjil, bertentangan dengan apa yang
- diriwayatkan dalam Al-Qur'an atau
- hadis-hadis yang sahih.
- Kemudian tidak bersifat mungkar. Kalau
- maknanya mungkar itu mustahil bahagian
- daripada hadis. Hadis. Karena kita
- diperintahkan untuk mencegah dari yang
- mungkar. Masa hadis-hadis yang mungkar
- yang tidak benar kita riwayatkan.
- Contohnya Nabi Musa
- telanjang hingga auratnya terlihat dan
- dia berlari-lari di tengah-tengah
- kaumnya. Ini hadis yang mungkar. Malah
- bisa hal seperti diriwayatkan dari Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Kalau seorang ulama saya
- diriwayatkan telanjang terlihat auratnya
- sudah betul-betul aib yang besar. masa
- Allah akan membiarkan Nabi suci yang
- mulia ya melakukan perbuatan seperti ini
- mustahil. Tapi sayang para ahli hadis
- ini kadang-kadang atau sebagian besar
- hanya melihat kepada tiga apa syarat
- tadi. Tiga syarat hampir dikatakan
- jarang ahli hadis ya yang menyempurnakan
- penelitiannya kembali kepada lima
- syarat. Oleh karena itu kita perhatikan
- sebagian besar hadis-hadis ya israiliyat
- terdapat dalam buku-buku yang sahih. Hm.
- Kisah Nabi Musa yang telanjang itu
- terdapat di
- Bukhari. Tapi karena sanadnya dianggap
- sahih dan terdapat dalam kitab Bukhari,
- mereka beranggapan kitab ini kitab suci.
- Dan Bukhari seolah seperti Nabi. Jadi
- walaupun yang dibawa Nabi Al-Qur'an
- jelas-jelasan enggak menerima hal ini,
- dipaksakan untuk diterima. He. Akhirnya
- Quran ditakwil, disesuaikan dengan apa?
- Dengan hadis. Bukan hadis yang
- dikembalikan kepada Al-Qur'an. Alquran.
- Nah, kisah yang berkaitan dengan
- kematian atau wafatnya Nabi dalam
- keadaan yang
- menderita ini merupakan hal yang aneh
- luar biasa. Pertama, Quran tidak pernah
- sebutkan orang-orang yang beriman itu
- meninggal dalam keadaan menderita. Tidak
- pernah ada sama
- sekali. Yang ada orang-orang yang zalim.
- He contohnya ayat 93 surah Alanam.
- Walauimuna fiaril mauti wal
- malaikatu aidihim akju
- anfusakum. Kalau kamu menyaksikan
- orang-orang yang zalim dalam derita
- kematian yang luar biasa, malaikat
- mengulurkan tangannya, "Keluarkan nyawa
- kalian."
- Jadi bukan mereka, bukan malaikat yang
- mencabut nyawanya. Mereka yang
- diperintahkan untuk mengeluarkan nyawa
- mereka. Coba bayangkan bagaimana
- kira-kira apa ketika mereka harus
- mengeluarkan nyawanya sendiri, nyawa
- mereka dengan tangan mereka. Bagaimana
- penderitaan? Sangat menderita.
- Hari ini kalian akan menerima balasan
- yang penuh
- kehinaan. Karena kalian berbicara atas
- nama Allah pembicaraan yang tidak benar.
- Waum ayatihi tastakbirun. Dan kalian
- bersikap sombong terhadap ayat-ayat
- Allah. Yang sekarang terjadi begitu.
- Ulama-ulama bicara tidak benar.
- Kemudian mereka bersikap sombong
- terhadap ayat Allah. Quran tidak dibaca
- untuk dipelajari, hanya dibaca dengan
- suara indah pada acara-acara
- seremoni. Dalam surah Muhammad juga
- Allah sebutkan bagaimana orang-orang
- yang berkata kepada orang kafir,
- "Sanutiukum fi ba'dil amr." Mereka
- mengatakan kami akan toleransi bersama
- kalian dalam sebagian hukum Allah. Allah
- menganggap mereka orang yang murtad.
- [Musik]
- Orang-orang yang
- murtad dari agama Allah setelah jelas
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala kepada
- mereka itu semuanya merupakan upaya tipu
- daya setan yang telah menipu
- menjerumuskan mereka. Kenapa?
- nazal
- nazalukum bail. Karena mereka berkata
- kepada orang-orang yang tidak menyukai
- apa yang Allah turunkan dalam kitabnya,
- "Kami akan mentaati kalian pada sebagian
- urusan." Arti kami hapuskanlah he ya
- sebagian ayat-ayat Allah atau
- ditafsirkan sesuai dengan selera mereka.
- Allah maha mengetahui apa yang mereka
- sembunyikan. Setelah
- itu, bagaimana nanti malaikat ketika
- mewafatkan mereka sambil menampari wajah
- mereka dan punggung
- mereka. Karena mereka mengikuti apa yang
- dimurkai Allah dan tidak menyukai
- keridaannya.
- Allah hancurkan semua amal mereka dalam
- surat Muhammad. Tapi berkaitan dengan
- orang yang beriman Allah sebutkan
- alladina tatawaahumul malaikatu thyibina
- yaquluna salamun alaikum udul jann bima
- kuntum tamalun. Malaikat ketika
- mewafatkan orang-orang yang beriman yang
- baik diwafatkan dengan thyibin dalam
- keadaan apa? Dalam keadaan indah dan
- baik. Thbin di sini hal ketika mereka
- diwafatkan dalam keadaan thibin,
- malaikat berkata kepada mereka, "Ya
- udkulul jannata salamun alaikum, salam
- sejahtera bagi kalian." Udulul jann bima
- kuntumalun. Masuklah ke dalam surga
- dengan amal kalian yang kalian kerjakan.
- Jadi orang pada saat mau meninggal
- dunia, kalau dia beriman, Allah
- tunjukkan bagaimana kenikmatan surga
- buat dia. Sehingga waktu dicabut
- nyawanya, dia tidak merasakan apa-apa.
- Nah, Nabi yang berjuang sepanjang
- hidupnya 23 tahun sangat tidak mungkin
- mengalami merasakan derita, perjuangan
- yang luar biasa. Pada akhir hidupnya
- masyaallah jemput dia dengan keadaan
- yang penuh
- penderitaan. Dulu merupakan ujian yang
- mengangkat Nabi. Begitu Nabi diwafatkan
- dijemput oleh jemputan yang amat indah.
- Tidak ada satuun ayat yang menunjukkan
- bahwa Allah Subhanahu wa taala
- mewafatkan orang yang beriman dalam
- penderitaan. Oleh karena itu dalam
- sebuah riwayat walaupun sanadnya kurang
- begitu kuat, maknanya sesuai dengan
- Quran. Man ahabba liqa Allah.
- Ahabballahqa. Orang kalau rindu berjumpa
- dengan Allah, Allah rindu berjumpa
- dengan diri. Waman kari liqa Allah kariu
- liqa. Orang kalau enggak suka berjumpa
- dengan Allah karena amalnya yang buruk,
- Allah juga tidak menyukai perjumpaan
- dengan dirinya. Oleh karena itu kita
- lihat orang-orang yang
- saleh pada saat menghadapi sakaratul
- maut bahkan mereka yang tertusuk oleh
- pisau beracun seperti Imam Ali ketika
- ditusuk dia
- mengatakan fuzu warabbil Ka'bah. Dia
- mendambahkan untuk mati syahid. Aku
- dapatkan apa yang aku dambakan. Beliau
- tidak marah pada pembunuhnya. Dia
- mengatakan kalau saya hidup saya akan
- menghukum dia sendiri. Kalau saya wafat,
- jangan kalian berbuat aniaya dan jangan
- ikat tangannya
- keras-keras. Kita lihat. Begitu juga
- Ammar bin Yasir Fuzu warabbil Ka'bah
- ketika dia binasa. Begitu juga Bilal
- Ibnu Rabah, sahabat-sahabat Nabi
- merindukan saat
- tersebut. Tapi sekarang kenapa umat
- Islam ditakut-takuti menghadapi
- kematian? Ini israiliyat yang berupaya
- untuk membuat orang Islam takut
- berjuang, takut mati, cinta hidup. itu
- Yahudi. Orang Yahudi ingin membuat kita
- cinta hidup dan takut mati. Jadi sayang
- sungguh sayang kalau seandai kita dibuat
- takut menghadapi kematian padahal
- kematian itu
- ya rahmah. Luarnya memang menakutkan
- tapi dalamnya rahmat. Nah, sebagai
- contoh dalam riwayat mengenai ashabul
- ukhdud ketika seorang wanita bersama
- anaknya tinggal dia. Yang lain semua
- telah dilemparkan ke dalam parit.
- Tinggal seorang wanita bersama anak
- dalam gendongannya. Parit api ya? Parit
- api ya? Heeh. Yang berisikan api. Si ibu
- ragu-ragu untuk masuk. Siarak
- mengatakan, "Ya
- Umah, lompat dan cemplungkan diri kamu.
- Di luarnya api, dalamnya adalah
- rahmat." Cuma ini ujian. Kita ini
- ditawarkan dunia sama ditawarkan hal
- yang menakutkan. Banyak orang tertipu
- sama dunia yang manis menari di
- hadapannya. Dia lupa akan janji Allah.
- Padahal kalau dia melintasi cobaan
- tersebut, dia akan menemukan betul-betul
- apa? Suasana yang amat indah. Tidak
- menyakitkan seperti yang dibayangkan.
- Jadi kalau kita mati hidup dalam
- kebenaran, berjuang untuk menegakkan
- keadilan, tidak berkolaborasi dengan
- orang yang zalim, walaupun kita hidup
- sederhana, jiwa kita tentram dan rahmat
- Allah akan menaungi kita. Tapi kalau
- kita hidup bersama orang yang zalim,
- kumpul bersama mereka, tidak melakukan
- perbuatan mereka, kalau azab turun kita
- akan kena. Jadi kita ingatkan diri kita
- dan bangsa kita yang saat ini sedang
- menghadapi cobaan yang berat untuk tidak
- berputus asa, tidak berkecil hati. Kalau
- kamu bersama Allah, kamu akan hidup aman
- dan damai. Lakukan amar makruf nahi
- mungkar. Belajar dari saudara kita di
- Gaza. Bagaimana mereka tidak menundukkan
- kepala mereka di hadapan
- kekuatan-kekuatan yang dahsyat. Di Yaman
- juga demikian. Kenapa kita tidak belajar
- dari mereka? Hizbullah juga ternyata
- berani berhadapan dengan Israil.
- Padahal kita kan tahu ini Hamas dari
- kalangan ahlusunah, Hizbullah dari
- kalangan S Syiah. Tapi kenapa justru
- orang-orang Syiah membela saudara mereka
- yang berbeda mazhab semata-mata semua
- karena Allah Subhanahu wa taala baru
- terasa indah. Kalau orang berbuat untuk
- Allah baru ketakutan akan hilang dan
- hidupnya akan terasa damai. Jadi mari
- bersama-sama menyongsong kehadiran bulan
- Ramadan. Kita persiapkan diri kita
- dengan memohon pada Allah untuk
- menjadikan kita orang-orang yang
- mengabdi dengan tulus kepada Allah.
- Bukan berbicara atas nama, kelompok,
- golongan, partai atau sekta. Tapi
- sebagaimana yang Allah ajarkan,
- inatiusuki
- mah
- lillahbilamin subhanakallah wam.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Demikianlah
- ikhwan akhwat, renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an dalam sesi dialog, sesi tanya
- jawab di kesempatan Jumat pagi hari ini.
- Ee terima kasih kepada Iwan Hawat yang
- sudah mengirimkan pertanyaannya.
- Beberapa mungkin belum sempat kita
- jawab. Di antaranya pertanyaan mengenai
- zakat fitrah dan zakat ma seperti biasa,
- Ustaz. Mungkin nanti kita bahas ee
- jelang Ramadan mungkin di pekan depan,
- Ustaz, ya. At hari Selasa insyaallah
- kalau Oh, iya insyaallah, Ustaz, ya. Pak
- Sprasama
- atas kebersamaannya. Insyaallah kita
- bertemu kembali di hari Selasa
- insyaallah ya. Iwana dan kami undur diri
- saya yang bertugas Rizal Ahq ada Kang
- Atep dan juga Kang Algi ya dan
- teman-teman dari Sudirman nih Gustaf dan
- juga dari SM K4 ya. Alhamdulillah kita
- akhiri kembali dengan baca doa
- subhanakall wabihamdika asadua ilahailla
- anta astagfir asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuhikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Yeah.