Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan kiran
- thiban barokan fihuna.
- Allahum shi wasallim wabarik ala
- sayidina Muhammadin sayidina Muhammad.
- masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur
- Bekasi, Radio Silaturahim dan juga Rasul
- TV Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di kesempatan pagi hari ini kami
- bisa kembali menyapa Ikhwan Akhwat di
- hari Senin ya, hari ke-8 di bulan
- September 2025 bertepatan dengan hari
- ke-16 ya di bulan Rabiul Aal. 1447
- Hijriah. Alhamdulillah bertemu kembali
- kita dalam program acara renungan di
- bawah naungan Al-Qur'an bersama guru
- kita Ustaz Husein Alatas yang
- alhamdulillah sudah hadir di studio akan
- menyampaikan tafsir Quran surah
- Al-Fatihah. Ustaz ya.
- Iya.
- Dan [berdehem] ikhwan akhwat sebelumnya
- kita awali dulu dengan baca alfatihah
- bersama
- dan mungkin ee langsung ke kajiannya
- Ustaz ya. Karena alfatihah. Monggo,
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Assalamualaika ya Rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Asalamualaikum ayyuhal ikhwa wal akhwat
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi wfna bimaambana
- zidna ilman walhikna
- amma ba'du ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala
- pada pagi hari ini bersama-sama
- insyaallah kita akan merenungkan
- [berdehem]
- satu surah yang amat penting
- yang kedudukannya
- sebagaimana
- yang
- ditegaskan Allah Subhanahu wa taala
- dalam suratul Hijri
- sama dengan kedudukan Al-Qur'an.
- Al-Fatihah
- yang begitu agung
- yang selalu kita baca dalam salat kita
- ternyata memiliki kedudukan yang begitu
- agung dan mulia.
- Di dalamnya terdapat saripati dan
- pokok-pokok
- dari ajaran Islam.
- Allah berfirman dalam suratul hijr,
- walaqad atainaka sab'an minal matsani
- wal quranilim.
- Dan sesungguhnya kami telah
- menganugerahkan kepadamu wahai
- Rasulullah sabaan minal nafal tujuh ayat
- yang dibaca berulang-ulang
- yang berisikan tuntunan hidup serta
- mempersembahkan puja-puji seluruhnya
- kehadirat Allah Subhanahu wa taala
- karena dialah
- merupakan
- narasumber
- dari seluruh kehidupan.
- Dia yang menciptakan langitnya, buminya,
- dan apa yang berada di antara keduanya.
- Dia pula yang memeliharanya,
- mengelolanya dengan penuh rahmat dan
- kasih.
- Termasuk kita semua merupakan
- hamba-hamba-Nya
- yang menerima anugerah yang tak
- terhingga dari Allah Subhanahu wa taala.
- [berdehem]
- Barang siapa yang ingin memahami
- pokok-pokok dan saripati ajaran Islam,
- silakan renungkan suratul fatihah.
- Surah ini ketika dibaca pertama kali
- oleh seorang non-muslim
- yaitu seorang guru besar matematik di
- Kansas University
- yang bernama Jeffre Leng yang pada saat
- ini menjadi seorang muslim
- yang aktif dalam menyampaikan dakwah
- Islam di tengah-tengah masyarakat
- Amerika.
- pengaruhnya juga meluas ke Eropa.
- Buku-buku ini diterjemahkan ke dalam
- berbagai macam bahasa, termasuk dalam
- bahasa Indonesia.
- Salah satu bukunya yang menggambarkan
- perjuangan dia masuk ke dalam Islam
- [berdehem]
- yang bernama Struggling to Surrender,
- perjuangan untuk berserah diri.
- Buku ini amat menarik sekali karena
- menceritakan pengalaman seorang yang
- berpendidikan tinggi. Bagaimana dia
- tersentuh dan masuk ke dalam Islam
- ketika dia membaca suratul fatihah.
- Langsung jiwanya dan kalbunya bergetar.
- Lalu dia melanjutkan bacaannya
- menuju suratul baqarah. Dia mengatakan,
- "Setiap ayat yang saya baca ternyata
- memberikan jawaban
- terhadap berbagai macam persoalan yang
- merisaukan hati saya." Dulu saya
- memandang ajaran Islam ajaran yang remeh
- karena melihat umatnya,
- umatnya yang jauh dari kemanusiaan.
- Dia menyaksikan umat Islam di Amerika
- gaya hidup mereka bahkan lebih buruk
- dari orang-orang Amerika seperti yang
- dilakukan warga Saudi dan lain-lainnya.
- yang hidup secara liar.
- Seolah-olah mereka baru keluar dari
- hutan,
- dari daerah-daerah yang sama sekali
- tidak mengenal pendidikan dan peradaban.
- Ini yang membuat dia menjauh dari ajaran
- Islam. Tapi begitu dia membaca kitab
- sucinya,
- langsung jiwanya tergetar dan
- mengantarkan dirinya untuk masuk ke
- dalam Islam.
- Jadi suratul fatihah ini apabila kita
- resapi,
- kita hayati bukan hanya sekedar membaca
- dan menterjemahkan maknanya, tapi kita
- resapi dan kita hayati, kita akan
- menemukan betul-betul cahaya yang akan
- menerangi hidup kita, pedoman yang akan
- mengantarkan kita menuju keselamatan
- dunia dan akhirat.
- Dan suratul fatihah dinamakan al-Fatihah
- karena dia sebagai pembuka kitab suci
- Allah subhanahu wa taala. [mendengus]
- Nabi mengatakan, "La shatta liman lam
- yaqra bifatihatil kitab." Seorang yang
- salat tapi tidak membaca fatihat alkitab
- yaitu suratul fatihah, maka dianggap
- orang tersebut belum mengerjakan salat.
- Dengan ucapan Rasul, Fatihatul Kitab,
- pembuka Alkitab ini menunjukkan bahwa
- Alkitab telah disusun pada masa Nabi dan
- dimulai dengan suratul fatihah.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala, [berdehem]
- [mendengus]
- mari bersama-sama kita renungkan dan
- dengarkan
- baik pembacaan maupun renungan suratul
- fatihah sesuai dengan kemampuan kita,
- keterbatasan kita.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim. Ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah.
- Suratul fatihah yang berarti surah yang
- menjadi pembuka kitab suci Al-Qur'an
- juga dikenal dengan nama Ummul Qur'an
- yang artinya induk Al-Qur'an.
- juga
- memiliki nama lain sebagaimana yang
- Allah berikan yaitu asabul matsani
- walaqad atainaka saban minal matani wal
- quranilim
- yang artinya tujuh ayat yang selalu
- diulang-ulang
- yang berisikan bimbingan Allah yang
- membimbing kita bagaimana
- kita membuka komunikasi kita dengan
- Allah
- dimulai Dengan menyebut namanya yang
- maha pengasih lagi maha penyayang. Lalu
- setelah itu mempersembahkan seluruh
- puja-puji kita hanya ke hadirat Allah
- yang maha terpuji.
- Surah ini terdiri dari tujuh ayat.
- Dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim.
- Jadi bismillah sebenarnya merupakan ayat
- pertama dari suratul fatihah.
- Oleh karena itu, seharusnya dalam salat
- kita membacanya dengan keras pada
- saat-saat salat za jahar sebagaimana
- kita membaca ayat yang lain.
- Oleh karena itu,
- salah satu keluarga Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam, Abu Abdillah
- Asshadiq
- yang dikenal di kalangan ahlusunah.
- Bahkan dia yang meriwayatkan
- sunah berhaji ke tanah suci. Sebagaimana
- yang diriwayatkan dari Imam Jafar
- Muhammad Albaqi dari Jabir bin Abdillah
- merupakan satu-satunya riwayat yang luas
- yang berbicara mengenai haji Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Bisa dilihat dalam Sahih Al-Bukhari.
- [berdehem]
- Beliau mengatakan,
- "Sungguh mengherankan mereka yang
- mencuri satu ayat Al-Qur'an yaitu
- bismillah.
- Kemudian kita bandingkan
- bismillah ini yang merupakan ayat
- pertama dari suratul fatihah. Dibaca
- dengan perlahan.
- Tapi yang bukan bahagian dari Al-Fatihah
- dibaca dengan keras yaitu apa? Amin.
- Bagaimana orang mengangkat suara membaca
- amin dengan keras tapi basmalah yang
- bahagian dari Al-Fatihah
- dibaca dengan perlahan. Oleh karena itu,
- al Imam alhakim dalam mustadraknya
- mengatakan, begitu pula al-alusi dan
- lain-lain sebagainya mengatakan, "Awwalu
- man asar bil basmalati Muawiyah." Yang
- pertama kali membaca basmalah dengan
- perlahan adalah Muawiyah.
- Jadi bukan sunah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam, tapi
- merupakan sunat Muawiyah.
- Sedangkan Nabi,
- begitu pula sahabat membaca basmalah
- dengan keras.
- Adapun riwayat yang mengatakan
- Rasulullah langsung badaa bil hamdi,
- maksudnya dengan suratul hamd yaitu
- suratul fatihah. Bukan berarti memulai
- dengan alhamdulillah meninggalkan
- basmalah. Dan kita temukan Al-Qur'an
- al-karim Kang Rizal yang ditulis saat
- ini. Dan kalau kita kembali menuju 1000
- tahun yang lampau sebagaimana Quran yang
- pada saat ini ada di museum di Inggris.
- kita akan temukan bait itu susulannya
- bahkan posisi basmalah merupakan ayat
- pertama.
- Jadi ini bukan merupakan hal baru. Dari
- mulai dahulu kala orang mengenali bahwa
- basmalah itu merupakan ayat pertama dan
- dia melengkapi tujuh ayat yang dikenal
- dengan nama asab'ul matani.
- Oleh karena itu membaca basmalah dalam
- suratul fatihah ini sebetulnya membaca
- salah satu ayat dari suratul fatihah.
- Dan ini merupakan apa? merupakan
- ayat yang amat penting sebagai pembukaan
- dari setiap aktivitas kita.
- Kalau orang-orang di luar Islam mereka
- memulai pekerjaan mereka dengan
- nama-nama selain Allah.
- Sebagai contoh, ketika
- dulu Jamal Abdul Nasir berkuasa, setiap
- kali ceramah dia mengatakan bismi
- sya'bil masri dengan nama bangsa Mesir.
- Bism'bil arabi dengan nama bangsa Arab
- atau mengatasnamakan mereka. Kalau kita
- orang yang beriman dengan sendirinya
- kita bukan memulai atas nama seseorang
- atau suku atau bangsa, tapi
- bismillahirrahmanirrahim.
- Mengapa?
- Karena kita semua berawal daripadanya,
- bergantung kepadanya dan kelak akan
- kembali kepadanya. Kenapa kita harus
- justru menyandarkan aktivitas kita
- kepada selain Allah? Ini bahagian dari
- tauhid dan pengamalannya.
- Jadi merupakan bagian dari tauhid amali.
- Mengamalkan nilai-nilai tauhid yang kita
- imani dan kita yakini. Oleh karena itu,
- memulai aktivitas kita dengan nama
- selain Allah sebetulnya akan
- menjerumuskan kita ke dalam syirik.
- Tapi menyebutkan nama Allah dalam setiap
- aktivitas kita akan menyatukan seluruh
- makhluk di alam raya ini. Bukan hanya
- manusia, seluruh alam raya, langit dan
- buminya, jin dan manusianya. Karena
- semuanya berasal dari
- Allah berfirman dalam surah
- [berdehem]
- al-Hadid,
- huwal awalu hual akhir. Wadzahiru wal
- batin wahua bikulliin alim.
- Dialah yang awal dan yang akhir. Tidak
- ada sesuatu sebelumnya, tidak ada
- sesuatu setelahnya.
- Wahiru wal batin. Dan dialah merupakan
- eksistensi yang paling jelas keberadaan.
- Karena keberadaan alam semesta
- seluruhnya bergantung kepadanya.
- Keberadaan seluruh eksistensi di alam
- semesta merupakan bukti dari
- keberadaannya, keesaannya,
- kebijaksanaannya,
- keluasan ilmunya, kekuasaannya. Begitu
- pula kasih sayangnya. Maka
- keberadaannya, keberadaan yang paling
- jelas di seluruh alam raya ini.
- Tapi dalam waktu yang sama, wal batin.
- Dan dia juga albatin yang tidak
- terjangkau oleh indra kita.
- Bukan karena tidak jelasnya Allah, tapi
- karena keterbatasan indra kita.
- [mendengus] Dia meliputi segala sesuatu
- mengenai kita, sedangkan kita hanya
- mengetahui sedikit tentang dirinya
- sesuai dengan apa yang Allah terangkan
- kepada kita karena keterbatasan kita.
- Jadi, hual awalu wal akhir wzahiru wal
- batin wahua bikulliin alim. Dan Dia maha
- mengetahui segala sesuatu. Oleh karena
- itu, Kang Rizal, di saat kita memulai
- seluruh aktivitas kita dengan
- bismillahirrahmanirrahim,
- ini merupakan apa? Pengakuan dari kita.
- Pembuktian
- akan apa? Akan
- keberadaan dan tertanamnya nilai tauhid
- dalam kalbu kita yang melahirkan
- implikasi yang begitu jelas dalam
- kehidupan kita.
- Seluruh kehidupan kita ya selalu
- terhubung dengan Allah menjadi sumber
- kekuatan yang amat luar biasa yang tidak
- akan pernah berakhir.
- Kemudian
- kita resapi bersama-sama
- bismillahirrahmanirrahim
- dengan nama Allah
- bukan dengan nama selainnya.
- kita memulai, kita bekerja ya dan kita
- kembali kepadanya yang maha pemurah lagi
- maha penyayang. Nah, pada saat kita
- memulai aktivitas kita dengan nama Allah
- yang maha pemurah lagi maha penyayang,
- apa kira-kira yang kurang dari kita?
- Semuanya ada pada Allah. Apa yang kita
- takuti, sedangkan seluruhnya tunduk
- kepada Allah dan Allah kuasa untuk
- melindungi kita. Inilah yang membuat
- Ibrahim merasa tenang ketika dia
- mengucapkan hasbiallah
- wikmal wakil, nikmal maula wikman nasir.
- Allah ucapkan kepada api ya naru bardan
- wasalaman ala Ibrahim.
- Seorang mukmin ke mana pun dia pergi, di
- mana pun dia berada, apapun kekuatan
- yang mengancam dirinya di saat dia
- kembali kepada Allah,
- maka seluruhnya akan berubah menjadi
- rasa aman dan rasa tentram.
- Oleh karena itu, jangan pernah kita
- melupakan
- untuk selalu membaca
- bismillahirrahmanirrahim.
- Dan saya merasakan betul-betul
- kenikmatan yang tak terhingga pada saat
- kita menyebutkan nama Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Bismillah khairil asma. Dengan nama
- Allah sebaik-baiknya nama. Bismillahi
- rabbil ardhi wasama. Dengan nama Allah
- penguasa bumi dan langitnya.
- Bismillahilladzi la yadurru mahiun fil
- ardhi wala fisama. Dengan nama Allah tak
- ada satuun yang akan membahayakan kita
- baik yang di langit maupun di bumi.
- Seluruhnya akan memasukkan kita ke dalam
- suasana aman.
- Jadi bismillahirrahmanirrahim ini
- merupakan pembuka yang langsung
- diajarkan Allah subhanahu wa taala untuk
- membuka komunikasi kita
- kepada Allah dengan adab-adab yang Allah
- ajarkan. Dan ini merupakan pembuktian
- dari tauhid kita kepada Allah bukan
- hanya sebatas kata-kata, tapi diiringi
- dengan seluruh aktivitas kita yang
- dimulai dengan menyebut nama Allah,
- bersandar dan berharap kepadanya, begitu
- pula kembali kepadanya. [berdehem]
- [mendengus]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Lalu dilanjutkan dengan ayat kedua.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin.
- Seluruh puja-puji
- kami persembahkan hanya kepada Allah.
- Mengapa Rabbil alamin? Karena dialah
- pemilik, penguasa, pemelihara,
- pengelola, penjaga alam semesta dan
- seluruh isinya. Ya, [mendengus] maka
- dialah yang satu-satunya yang layak
- untuk menerima puja-puji kita. Kebaikan
- yang kita terima dari mana pun jalannya
- semuanya berawal dari Allah Subhanahu wa
- taala. Bila Allah kehendaki untuk
- terbuka, tak ada satuun yang kuasa
- menutup. Tapi bila Allah tutup, siapa
- yang kuasa untuk membuka? L kenapa kita
- berharap kepada selainnya? Kenapa kita
- takut kepada selainnya? Padahal segala
- sesuatu di langit dan di bumi adalah
- miliknya dan semuanya tunduk kepadanya.
- Waatil wujuh lilyil qayyum waq
- manalulma.
- Seluruh wajah di langit maupun di bumi
- tunduk di hadapannya. Sungguh merugi
- orang yang hidup dengan membawa
- kezaliman. Artinya kesyirikan.
- Oleh karena itu, jangan lupa kita,
- keluarga kita, anak-anak kita untuk
- selalu betul-betul
- memulai
- aktivitas mereka
- dalam segala sesuatu yang Allah
- Subhanahu wa taala halalkan.
- Aal-amal kebaikan untuk menyebutkan
- bismillahirrahmanirrahim
- ini akan menjadi betul-betul pembuka
- pintu rahmat yang akan selalu menaungi
- dirinya. [berdehem]
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Seluruh
- puja-puji
- kami persembahkan semata untuk Allah
- Rabbil alamin Tuhan semesta alam.
- di mana segala sesuatu tunduk kepadanya,
- berasal dari padanya dan kembali
- kepadanya bekerja juga atas
- idrahmanirrahim
- untuk memberikan ketentraman, kedamaian,
- harapan di hati kita agar kita tidak
- merasa takut, agar kita tidak berburuk
- sangka terhadap Allah yang menjadi
- pengelola, pemelihara, penguasa langit
- dan bumi. Allah jelaskan bahwa Allah
- subhanahu wa taala dalam mengelola,
- dalam menjaga, dalam memelihara alam
- semesta ini memeliharanya dengan kasih
- dan sayang. Arrahmanirrahim
- yang maha pemurah lagi maha penyayang.
- Di sini Allah ulangi kembali dua nama
- ini untuk menegaskan kepada kita bahwa
- sang penguasa langit dan bumi yang
- mengelola, menjaga, memeliharanya
- sebetulnya dengan dua nama yang amat
- indah, yang maha pengasih lagi maha
- penyayang. Tapi manusia ini yang sok
- tahu, yang merasa dirinya pintar, dia
- meninggalkan Allah Subhanahu wa taala
- yang maha pengasih lagi maha penyayang
- kepada makhluk-makhluk yang menjajah
- dirinya, yang mengeksploitasi dirinya,
- yang memanfaatkan dirinya, yang membully
- dirinya. Padahal Allah Subhanahu wa
- taala yang datang daripadanya adalah
- rahmat dan kasih. Ar-Rahmanirrahim.
- [mendengus]
- Ar-Rahman
- yang maha pengasih. Rahmanud dunya. Dia
- yang melimpahkan rahmat kasih-Nya. Baik
- dalam kehidupan dunia ini. Dalam
- kehidupan dunia yang beriman dan yang
- kafir semua menerima rahmatnya. Bahkan
- yang mempersekutukan Allah, Allah tidak
- haramkan dari rezekinya,
- dari kesehatan.
- Tapi di hari akhir nanti rahmat ini akan
- terputus dari orang-orang yang kafir.
- Maka Allah hanya limpahkan
- limpahan kasihnya kepada orang yang
- beriman. Karena merekalah yang tahu
- bersyukur kepada Allah. Sedangkan
- arrahim, arrahim di sini hanya khusus
- untuk orang yang beriman, yang
- penyayang, yang memberikan petunjuk
- hidayahnya, yang menaunginya. Hingga
- Allah berfirman, wanaana bil mukminina
- rahima. Dan Allah subhanahu wa taala bil
- mukminin rahimah didahulukan bil
- mukminin untuk menjelaskan hanya kepada
- orang yang beriman
- yang akan melimpahkan
- kasih sayangnya, perhatiannya,
- hidayahnya, petunjuknya. Adapun
- orang-orang yang ingkar yang berpaling
- dari hidayah Allah, jangan mereka
- menyalahkan Allah karena Allah tidak
- mencakup mereka dalam apa? Dalam
- kecintaannya. Karena mereka sendiri yang
- telah mengeluarkan diri mereka dari
- kasih sayang Allah Subhanahu wa taala.
- Lalu Allah subhanahu wa taala dengan
- kasih sayangnya terhadap kita, kecintaan
- dan kepeduliannya kepada kita, Allah
- ingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini
- tak lama. sekejap akan berlalu. Kemudian
- akan datang hari pembalasan
- yang akan membalas setiap manusia amal
- yang pernah mereka perbuat. [mendengus]
- Yang beriman, yang bersyukur, bertakwa
- kepada Allah, beramal saleh, Allah akan
- tempatkan mereka di tempat yang mulia
- untuk selama-lamanya dalam keindahan,
- kedamaian. Dan di sana mereka menerima
- rahmat Allah dalam arti yang sebenarnya.
- Adapun mereka yang ingkar, yang
- melakukan kerusakan, kejahatan di atas
- muka bumi, jangan mereka menyalahkan
- Allah, tapi mereka sendiri yang memilih
- jalan tersebut. Meninggalkan Allah,
- menggantikannya dengan penyembahan
- terhadap hawa nafsu dan makhluk.
- [mendengus]
- Maka Maliki Yaumiddin yang selalu kita
- baca pada saat setiap salat ataupun di
- luar salat menjadi peringatan buat kita.
- Apakah kita senang memilih kehidupan
- dunia yang terbatas, tinggal dalam
- petak-petak rumah yang kecil,
- melupakan kehidupan surga yang luasnya
- bagaikan luas langit dan bumi.
- Coba renungkan luasnya langit dan bumi.
- Galaksi kita saja begitu luas.
- Di sana terdapat bermiliar-miliar
- bintang. Salah satunya matahari kita
- yang memiliki beberapa planet yang
- mengelilinginya. Bumi kita ini benda
- kecil yang tak berarti di alam raya,
- tapi menjadi perebutan manusia-manusia
- yang bodoh dan tertipu. Memperebutkan
- dunia yang singkat, yang kecil tak
- berarti melupakan hari akhirat yang
- Allah katakan walal akhiratuir laka
- minal ula wikuka.
- Pada Allah mengingatkan kita wasari
- magfirat mirbikum jannatin ardu samawatu
- wal ardid lil muttaqin.
- Berlomba-lombalah sebelum terlambat,
- sebelum kesempatan hilang untuk meraih
- ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang
- luasnya bagikan luas langit dan bumi
- uiddat lil muttaqin yang Allah sediakan
- bagi orang yang bertakwa.
- [mendengus]
- Tapi kebanyakan dari kita tertipu
- menyukai yang cepat, yang singkat, yang
- tak berarti dengan mengorbankan
- kehidupan yang kekal, abadi dalam
- kenikmatan dan kecintaan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Maka Maliki yaumiddin merupakan
- peringatan bagi kita di tengah
- kesenangan, kenikmatan, kedamaian,
- kelapangan hidupmu, dan cobaan-cobaan
- yang bermacam-macam yang kau hadapi.
- Jangan kau lupa akan hari pembalasan di
- mana Tuhanmu yang akan turun tangan
- membalas setiap manusia sesuai dengan
- apa yang diperbuat. Hingga pada saat dia
- senang, dia tidak lupa diri. Pada saat
- dia dicoba, dia bersabar karena
- mengharapkan rahmat Allah yang tak
- terhingga.
- Hidupnya akan selalu aman dan damai,
- tidak gundah, tidak resah, tidak pernah
- mengalami frustrasi, dan tidak akan juga
- bersikap angkuh dan sombong.
- Setelah Allah Subhanahu wa taala demi
- ayat satu ayat demi ayat memberikan
- bimbingan kepada kita pada saat itu
- dengan penuh kesadaran kita merasa
- bahwa dalam hidup
- harapan kita, dambaan kita, pegangan
- kita, tambatan dan pelabuhan kita
- hanyalah Allah. Iyaka na'budu wa iyaka
- nastain. Hanya kepada-Mu ya Allah kami
- menyembah, kami berlepas tangan dari
- selainmu.
- Dalam hidup ini kami berikrar, berbaiat
- bahwa Engkaulah Tuhan kami. Engkaulah
- satu-satunya yang kami sembah. La
- syarikalah.
- Karena kehidupan kami, kematian kami,
- seluruh keberadaan yang kami miliki
- semuanya adalah pemberian dan
- persembahan-Mu.
- Kami adalah milik-Mu, ya Allah. Dan
- kelak kami akan kembali kepadaMu dan
- kami bergantung dalam seluruh kehidupan
- ini hanya kepada-Mu. Maka iyaka na'budu,
- hanya Engkau yang kami sembah. Wa iyaka
- nastain. Dan hanya kepada-Mu ya Allah
- kami memohon pertolongan. Apabila setiap
- orang di waktu pagi sore
- mereka membuka mata mata mereka penuh
- harapan kepada apa-apa yang di tangan
- mereka, kepada makhluk sesama mereka,
- sedangkan kami tidak memiliki sesuatu
- dan harapan kecuali hanya kepada Engkau
- ya Allah semata la syarik.
- Iyaka na'budu wa iyaka nastain. Betapa
- berbahagianya, beruntungnya orang yang
- apa? menjadikan Allah sebagai
- pegangannya, harapannya, dambaannya dan
- dia berlepas tangan dari selain Allah.
- Allah akan perintahkan dunia untuk
- melayani dirinya. Bukan menjadi budak
- dunia, tapi Allah perintahkan dunia
- untuk melayani dirinya di bawah naungan
- dan payung rahmat Allah serta cahayanya.
- Nah, dengan penuh kesadaran kita
- menyadari Kang Rizal bahwa kita ini
- bodoh.
- Tantangan dalam hidup ini begitu besar
- dan berat. dengan kemampuan kita, dengan
- kecerdasan kita, tak mungkin kita akan
- mampu untuk apa? Untuk berjalan dengan
- aman dalam hidup ini. Maka dengan penuh
- kesadaran kita memohon pada Allah
- sebagaimana yang Allah ajarkan.
- Ihdinasiratal mustaqim. Ya Allah
- tunjukkan kami asirat al mustaqim. Kata
- sirat untuk menunjukkan jalan yang lebar
- dan luas serta terang. Bukan sembarang
- jalan, tapi jalan yang luas dan lebar.
- terang benerang jelas hingga Allah
- mengatakan
- inilah jalanku yang terhubung dengan
- Allah
- mustaqiman yang lurus fattabiu ikuti
- jalan ini sebagaimana yang ditunjukkan
- Al-Qur'an dicontohkan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tidak
- berliku-liku tidak membingungkan, tidak
- meresahkan. Begitu jelas yang membuat
- ajaran Allah menjadi
- gelap dan membingungkan adalah
- manusia-manusia
- ya yang mengajak sesama mereka kepada
- diri mereka bukan kepada Allah. Kalau
- kita kembali kepada Al-Qur'an, Al-Qur'an
- begitu jelas. Kehidupan Rasul juga
- begitu jelas. Tapi kita dipalingkan dari
- Allah, dari Rasulnya kepada
- mereka-mereka yang mengaku berdakwah di
- jalan Allah. Pada sebetulnya mereka
- berdakwah untuk mengajak manusia
- menjadi pengikut-pengikut mereka.
- Oleh karena itu Allah ingatkan pada
- rasulnya, "Udu'u ila sabiliik." Ajak ke
- jalan Tuhanmu. Rasul tidak mengajak
- kepada dirinya, mengajak manusia semua
- kepada Allah. Karena dia seorang rasul
- yang menyampaikan risalah Allah. Waman
- ahsanu mimman daallah. Siapa yang lebih
- baik ucapannya dari orang yang mengajak
- kepada Allah? Nah, kalau seluruh
- pendakwah ulama mengajak pada Allah,
- pasti mereka akan bersatu.
- Bercerai-berai ini karena mereka
- mengajak manusia kepada mereka, kepada
- golongan, kepada sekte dan menumbuhkan
- kefanatikan. Akhirnya mereka terjerumus
- dalam syirik yang mengerikan.
- [mendengus]
- Ihdinasiratal mustaqim. Ya Allah,
- tunjukkan kami ke jalan yang lurus,
- jalan yang terhubung dengan Engkau.
- Sirathalladzina an'amta alaihim. Itu
- jalan orang-orang yang telah menerima
- karunia,
- anugerah,
- dan limpahan kenikmatan dari sisiMu ya
- Allah.
- Siapa mereka? Wam yutiillahaasul. Barang
- siapa yang mentaati Allah dan rasul.
- Faulaika maadina anamallahu alaihim
- minan nabiyina wasiddiqina wasuhada
- wasihin wauna ulaikaq.
- Allah jelaskan di sini siapa orang yang
- menerima karunia dan nikmat dari Allah.
- Barang siapa yang mentaati Allah dan
- rasul maka mereka-mereka bersama orang
- yang menerima limpahan nikmat karunia
- dari Allah. minan nabiyin dari para nabi
- wasiddiqin. Para siddiqin yang hidup
- mereka betul-betul membuktikan kejujuran
- antara ucapan iman dan perbuatan mereka.
- Wasyuhada dan para syuhada yang mati di
- jalan Allah. wasaliihin. Begitu pula
- orang-orang yang saleh.
- Wahasuna ulaika rofiq. Dan merekalah
- sebaik-baiknya teman pendamping
- perjalanan menuju Allah.
- Wa kafa billahi alima. Dan cukup ya bagi
- Allah Subhanahu wa taala yang maha
- mengetahui.
- Kita kembali kepada Allah. Allah maha
- tahu tentang niat kita, tujuan kita dan
- amal kita. Semoga Allah mengikhlaskan
- niat kita, meleruskan hidup kita agar
- berjalan selalu di atas asirat
- al-mustaqim dan mengajak saudara kita
- untuk bersama-sama menempuh jalan
- tersebut dengan penuh ketulusan dan
- keikhlasan.
- Jadi ihdinasiratal mustaqim
- sirathalladzina an'amta alaihim. Di sini
- hadirin sekalian harus kita buktikan
- bukan hanya doa tapi melalui sikap kita
- yang memilih jalan Allah yang bersumber
- dari wahyu dari cahayanya dari
- petunjuknya yang akan memasukkan kita ke
- dalam rahmat-Nya dan akan menjadi
- penyembuh terhadap berbagai [berdehem]
- macam penyakit yang terdapat dalam dada
- kita dan jiwa kita.
- Ghairil magdubi alaihim. Bukan jalannya
- orang-orang yang terkena murkamu ya
- Allah yang bersikap congkak, angkuh,
- bangga, merusak di atas muka bumi
- walaupun telah mengetahui bimbingan dan
- petunjukmu. Walin dan bukan juga
- jalannya orang-orang yang tersesat.
- Mereka bermaksud baik menuju engkau,
- tapi tidak mengikuti jalanmu. Akhirnya
- mereka tersesat dari petunjukmu. Jadi,
- jangan engkau kumpulkan kami bersama
- orang-orang yang terkena murkamu ataupun
- bersama orang yang tersesat. bermaksud
- baik menuju kepada-Mu, tapi tidak
- mengikuti bimbingan dan petunjukmu. Tapi
- kumpulkan kami bersama orang yang telah
- menerima nikmat karunia dari sisimu,
- dari para nabi, para siddiqin, para
- syuhada, para shihin. Dan kumpulkan kami
- bersama nabiimu Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam dan jadikan
- beliau sebagai suri tauladan yang
- sebaik-baiknya bagi kami, bagi keluarga
- kami. Begitu pula bagi saudara-saudari
- kami sesama orang yang beriman. Satukan
- kami di jalan-Mu dan jadikan kami orang
- yang selalu mengajak manusia untuk
- kembali kepada-Mu.
- Bukan mengajak mereka untuk kembali
- kepada kami, tapi kami bersama mereka
- bersama-sama
- menuju kepada-Mu dalam umatan wahidah
- yang berinduk kepada-Mu. Ya Allah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Husein
- atas ee kajian Quran surah Al-Fatihah di
- kesempatan ini. Dan Ustaz izin langsung
- ada beberapa pertanyaan Ustaz
- di pagi hari ini. Tapi mungkin kalau
- dikaitkan dengan al-fatihah ini tidak
- berkaitan. Tapi yang dirasakan oleh
- masyarakat, Ustaz, ada dua tiga
- pertanyaan hampir senada Ustaz
- dengan ujian ekonomi yang sangat sulit
- Ustaz di ee saat ini. Salah satunya ini
- dari hamba Allah. Kami sedang diuji,
- benar-benar diuji dengan ekonomi yang
- sangat sulit. Saya merasa berjuang
- sendiri secara dunia dan akhirat. Ee oh
- ini seorang istri kayaknya ya. Doakan
- agar suami benar-benar menunaikan
- sunah-sunah Rasul, bermunajat di malam
- hari, dan keponakan saya yang tinggal
- dengan saya pun mau salat, Ustaz. Ini ee
- saya gabungkan juga pertanyaan hampir
- senada, Ustaz, dari siapa ini? Bu Ruli.
- Ustaz, bagaimana hati menjadi tenang dan
- selalu sabar di tengah ujian yang sangat
- sulit dan cobaan hidup? Ee sehabis salat
- juga saya baca Al-Qur'an perasaan sedih
- belum bisa hilang, Ustaz. Padahal saya
- sudah lansia. Kemudian, Ustaz ee
- mendengar berita depresi seorang ibu
- menghadapi kesulitan ekonomi, akhirnya
- diduga bunuh diri dan membunuh
- anak-anaknya. So, ini kisah yang di
- Bandung ya kemarin ya mungkin cukup
- ramai Ustaz.
- Nah, itu bagaimana Ustaz? Mohon
- jawabannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Beberapa pertanyaan sebetulnya terhubung
- dengan suratul fatihah.
- Amat-amat erat hubungannya.
- Kisah yang terjadi di Bandung yang viral
- akhir-akhir ini. Seorang ibu
- yang hidup dalam rumah tangga yang
- betul-betul mencekik mencekam
- diakibatkan oleh suaminya yang
- terlibat.
- oleh lilitan hutang.
- Suaminya yang melakukan
- perbuatan-perbuatan yang membawa
- betul-betul penderitaan kepada
- keluarganya.
- Seorang ibu dengan dua orang dua orang
- anaknya yang merasakan tekanan yang
- begitu besar juga menghadapi pelecehan,
- penghinaan dari orang-orang di
- sekeliling yang bukan mengeluurkan
- bantuan
- malah menambahkan deritanya.
- Ini mungkin semua akibat dari pinjol dan
- ojol.
- Pinjol dan oudol.
- Pinjol dan judul.
- Pinjol dan
- judul.
- Judi online.
- Akhirnya dia merasakan penderitaan tiada
- akhir ini. Dia memutuskan untuk tidak
- memperpanjang penderitaan anaknya.
- Dia mengatakan, "Biar ibu yang masuk
- neraka. Asal kalian berdua masuk ke
- dalam surga." terbebas dari penderitaan
- hidup ini. Akhirnya dia meracuni kedua
- anaknya. Kemudian dia juga mengakhiri
- hidupnya. Dia berkorban mengkorbankan
- dirinya demi kebahagiaan anaknya.
- Menurut pandangannya,
- menurut anggapannya, biar dia berkorban
- masuk ke dalam api neraka.
- Suami betul-betul melakukan perbuatan
- yang amat kejam tanpa mempertimbangkan
- akibatnya mengikuti nafsunya.
- Dan ini bukan hanya satu kasus. Banyak
- kasus di sekeliling kita
- yang menjerumuskan keluarga ke dalam
- derita. Sebahagian mereka masih berani
- bertahan hidup, sebagian lagi telah
- mengalami rasa putus asa. Oleh karena
- itu, pemerintah kita dari mulai Bapak
- Presiden Prabowo dan para jajaran
- menterinya betul-betul bertanggung jawab
- besar atas peristiwa ini. Membiarkan
- dari mulai pinjol yang memberikan
- pinjaman
- dengan mudah bahkan untuk anak-anak yang
- sama sekali belum mengenal tanggung
- jawab.
- Begitu juga judi online yang berkembang,
- yang merusak, merusak kehidupan
- betul-betul bangsa kita, rakyat kita.
- Membiarkan hal ini, ini akan menjadi
- tanggung jawab besar di hari akhirat.
- Begitu juga wakil-wakil rakyat kita,
- begitu juga ulama-ulama kita yang sibuk
- berdebat dalam khilafiat melupakan
- bagaimana kehidupan sosial kita yang
- carut, marut dan morat-marit.
- Begitu juga umat tahu saudara mereka
- dalam penderitaan bukan mengelurkan
- tangannya, tapi mereka justru berdiam ya
- berpangku tangan bahkan melontarkan
- ledekan dan ejekan tidak berusaha tahu
- apa yang sedang mereka alami. Oleh
- karena itu, pelajaran ini peringatan
- buat kita. Jangan kita menghabiskan
- waktu kita berdebat yang sia-sia
- menyampaikan ceramah-ceramah yang
- membuat umat akhirnya tidak menumbuhkan
- kecintaan di hati mereka, tapi
- kebencian. Ajak umat kepada Allah. ajak
- umat untuk betul-betul berhubungan dan
- menyadarkan hidup mereka kepada Allah.
- Rahmat mereka akan rahmat Allah akan
- turun pada mereka. [mendengus] Oleh
- karena itu, Ibu yang mengalami kesulitan
- hidup sebetulnya bukan hanya Ibu.
- Dulu pada masa-masa tentu saya juga
- mengalami kehidupan yang sulit pada awal
- berumah tangga. Tinggal di pinggir kali,
- berhutang ke sana kemari. Pernah
- terlihat hutang juga dalam jumlah yang
- besar.
- Pada tahun 98 saya pernah mengalami
- kondisi keadaan terlilit hutang yang
- cukup besar.
- Pada saat itu tidak memiliki harapan
- kecuali hanya pada Allah Subhanahu wa
- taala. Kita berdoa kepada Allah, kita
- laksanakan salat sambil kita resapi dan
- kita berlepas tangan dari selain Allah.
- Semua pintu tertutup.
- Pada saat itu ternyata Allah Subhanahu
- wa taala terangi cahayanya sebagaimana
- memberikan anugerahnya kepada Sayidah
- Hajar di padang yang tak bertua.
- Memberikan anugerahnya kepada Sayidah
- Maryam.
- Memberikan anugerahnya kepada
- hamba-hambanya di atas muka bumi dan
- seluruhnya. Sedikit pun tidak
- memberatkan Allah. Yasaluhu man fis
- samawati
- w fil ard.
- yasaluhu man fis samawati wal ardhi
- kulla yaumin hua fi semua yang di langit
- dan di bumi memohon kepadanya dan dia
- terus mengurus hamba-hambnya
- bahkan Allah subhanahu wa taala kuasa
- mengabulkan permintaan mereka semua
- tanpa harus mengatakan kepada mereka
- tunggu dan berbaris
- Allah subhanahu wa taala bersama kita di
- sini bersama hambanya yang terdapat di
- seluruh penjuru dunia
- pada saat yang sama kita memohon Pada
- saat yang sama Allah mengabulkan
- permintaan kita. Oleh karena itu,
- sebagaimana tadi yang kita
- bacakan, renungkan dalam suratul
- fatihah, coba baca surah ini. Bukan
- hanya rutinitas kita baca, kita resapi,
- serahkan hidup kita kepada Allah dan
- bersabar. Insyaallah tidak akan lama
- pertolongan Allah akan datang pada kita
- semuanya. Mereka yang di atas yang
- bersenang-senang, bermewah-mewahan
- hidup, sebetulnya mereka hidup dalam
- keresah, kegelisahan, penderitaan, dan
- ketakutan. Belum lagi azab yang
- menantikan mereka di hari akhir. Karena
- mereka menghambur-hamburkan uang mereka
- untuk kemewahan hidup. Membeli jam
- seharga 11 bahkan 20 miliar, sedangkan
- rakyat hidup dalam penderitaan. Begitu
- juga pemerintah Menteri Keuangan
- menerapkan pajak yang melilit dan
- mencekik yang mengakibatkan
- korban-korban yang berjatuhan begitu
- mengerikan. Ini merupakan tanggung jawab
- besar. Oleh karena itu, kita ingatkan
- kepada Bapak Presiden Prabowo, jajaran
- menterinya, begitu juga Ibu Sri Mulyani.
- Apa Anda tidak takut kepada Allah Taala?
- hidup ini sekejap akan berlalu. Oleh
- karena itu, jagalah,
- jagalah bangsa ini, negara ini,
- perlakukan rakyat dengan penuh cinta
- kasih. Bukan mencekik mereka orang yang
- tercekik. Ya, kalau Anda ingin mengambil
- pajak, ambil dari mereka-mereka yang di
- atas. Bahkan layak sebagian aset mereka
- diambil untuk kesejahteraan bangsa
- negara. Kami dapatkan semuanya dengan
- cara yang tidak benar. Bukan keras ke
- bawah, [berdehem]
- mencekik ke bawah, tapi memberikan
- kelonggaran, keluasan kepada orang-orang
- yang di atas.
- Jadi, Ibu jalannya hanya kembali pada
- Allah. Coba baca bismillah berulang
- kali, baca bismillah berulang kali, baca
- bismillah berulang kali. Resapi begitu
- hati ibu masuk, ya, terhubung dengan
- Allah, lanjutkan. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Resapi nikmat-nikmat Allah yang
- begitu banyak Allah limpahkan pada kita
- tapi selama ini kita melupakannya.
- Arrahmanirrahim
- yang maha pengasih lagi maha penyayang.
- Ibu resapi ayat demi ayat insyaallah
- Allah akan berikan jalan keluar
- secepatnya. Karena wasilah orang yang
- beriman dalam menghadapi apapun juga
- adalah doa. Waqal rbukumuni astajib
- lakum. Tuhan kalian berkata, "Mohon
- padaku, aku akan kabulkan permintaan
- kalian." Jangan ragu Allah Subhanahu wa
- taala kalau selama ini tidak mengabulkan
- doa kita karena hati kita tidak dengan
- tulus, khusyuk, pasrah kepadanya.
- Kita masih berpikir ke sana kemari,
- berharap dari selain Allah. Coba
- hilangkan harapan dari selain Allah,
- seluruhnya persembahkan kepada Allah.
- Kemudian ibu bekerja semaksimal yang ibu
- mampu. Bukan pekerjaan yang memberikan
- rezeki, tapi Allah.
- Karena Sayidah Hajar ketika dia bersai
- berusaha, dia sebetulnya berusahanya
- menjalankan sebab sedangkan harapannya
- pada Allah Subhanahu wa taala. Oleh
- karena itu, jangan ibu bersedih hati,
- jangan berduka. Dan kisah yang terjadi
- di Bandung sebagai pelajaran buat kita.
- Wanita ini kasihan tidak mendapatkan
- hiburan.
- Coba ada orang yang menghibur dirinya,
- menentramkan hatinya, menyampaikan kabar
- gembira. Kalau memang suaminya tidak
- benar, seharusnya dia meninggalkan
- suaminya. Dan bumi Allah luas, Allah
- Subhanahu wa taala akan menaunginya.
- Maka Allah ingatkan, walaasu min
- rauhillahialul
- kafirun. Tidak berputus asa dari rahmat
- Allah, pertolongannya kecuali
- orang-orang yang ingkar dan kafir. Kita
- berdoa semoga ibu ini mendapatkan
- ampunan dari Allah, mendapatkan juga
- rahmatnya, anak-anaknya juga dikumpulkan
- dalam taman surganya. Allah tidak siksa
- mereka dalam azab api neraka. Tapi kita
- berharap ini untuk terakhir kali dan
- tidak terjadi lagi. Dan semoga umat
- membuka dirinya untuk menaungi,
- melindungi saudara-saudara mereka.
- Jangan mencaci, jangan mencela, jangan
- mencerca. Yang berbuat kezaliman seperti
- suami wanita ini harus dihukum. Tapi
- wanita-wanita semacam ini butuh
- pertolongan, perlindungan.
- Kalau kita mengelurkan tangan membantu
- mereka, Allah akan menaungi kita dan
- membantu kita semuanya. Oleh karena itu,
- buka mata, lihat orang-orang di
- sekeliling kita yang membutuhkan
- bantuan. Mari bersama-sama kita ulurkan
- tangan kita. Kemudian ubah lifestyle
- gaya hidup kita dari kemewahan menuju
- ketawabuan dan kerendahan, peduli dan
- penuh kecintaan. Rasulullah mengatakan,
- "Irhamu man fil ardhi yarhamkum man
- fisama." Kasih sayang yang di bumi yang
- di langit akan menyayangi kalian. Man la
- yarham la yurham. Orang yang tidak punya
- rasa rahmat akan dijauhi dari rahmat
- Allah. Innallaha yarhamu min ibadi
- ruhama. Allah menyayangi, mengasihi
- hamba-hamb yang pengasih dan penyayang.
- Mudah-mudahan orang-orang yang sekarang
- hidup bermewah-mewahan sadar bahwa
- mereka selama ini lupa kepada Allah dan
- mereka berada di tebing api neraka.
- Kalau mereka tidak bertobat, maka azab
- api neraka yang mereka akan masuki kekal
- di dalamnya untuk selama-lamanya.
- Mudah-mudahan Allah jauhi kita dari
- semua itu. Berikan hidayah kepada mereka
- yang terlena dan jauhkan kita dari azab
- dan murkanya. Kumpulkan kita bersama
- rasulnya di taman surganya. Amin ya
- rabbal alamin. Demikianlah ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Walfu
- minkum. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an di
- kesempatan hari ini bersama guru kita
- Ustaz Husein Alatas yang alhamdulillah
- telah menyampaikan kajian tafsir Quran
- surah Al-Fatihah dan juga menjawab
- beberapa pertanyaan dari ikhwan akhwat.
- tadi hampir senada semua Iwan Awat tadi
- alhamdulillah Ustaz mengingatkan kita
- untuk senantiasa bergantung sama Allah
- dan mungkin bagi Iwan di kesempatan ini
- mengalami apa ya Ustaz ya kesulitan
- depresi silakan berkonsultasi Ustaz ya
- cari orang yang tepat seperti psikolog
- Ustaz agar kita punya pegangan gitu
- ustaz ya jangan sampai dan tadi kata
- Ustaz semoga ini menjadi terakhir
- kisah yang ada di Bandung dan insyaallah
- pertolongan Allah cukup luas insyaallah
- Demikian terima kasih atas
- kebersamaannya. Saya Rizal Alhaq bersama
- teman-teman yang bertugas ada Kang On
- Saputra dan juga Kang Alidhana
- asadu ilahailla anta astagfir
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.