Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala
- alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma
- allahumfani bima alamtani waimni ma
- yangfani warzuqni ilman yangfuni.
- Dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi. Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Apa kabar Anda di pagi menuju siang hari
- ini? Semoga kabar Anda dalam keadaan
- sehat walafiat.
- Hari keempat di bulan Ramadan 1446
- Hijriah. Radio Silaturahim dengan semua
- program dan siaran-siarannya dapat
- selalu menemani ikhwan dan akhwat. Dan
- untuk di kesempatan kali ini senang
- sekali saya Angga Aminudin Iwan Ah
- ditemani Ondi di kameraman, ada juga
- Algi di operator, ada juga Gustaf ini
- siswa SMK yang lagi PKL di pagi hari
- ini. Kami hadir dalam kajian ekonomi
- Islam hari Selasa, Ikhwan akhwat ya. Dan
- alhamdulillah narasumber kita dari Dewan
- Syariah Nasional sudah hadir di studio,
- Ustaz Ihwan Basri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabarnya, Pak Ustaz?
- Alhamdulillahiabbil alamin. Sehat
- walafiat.
- Sehat walafiat. Kita sudah masuki hari
- yang keempat di bulan Ramadan ini, Pak
- Ustaz. Di tengah gonjang-ganjing, ya
- selalu ada
- kondisi yang ee dirasakan oleh sebagian
- ee rakyat juga di tengah PHK massal ini,
- Pak Ustaz. Lalu juga masuk bulan Ramadan
- ini masalah ada yang menyebutnya
- masalah-masalah klasik nih, Pak Ustaz.
- Kenaikan harga bahan pokok selalu
- terjadi di bulan Ramadan apalagi nanti
- mendekati hari raya. Selalu saja ini
- terjadi. Namun kaum muslimin tidak
- mengurangi semangat, hidmat dan juga
- antusias dalam menyambut bulan Ramadan
- gitu, Pak Ustaz. kondisi bagaimanapun
- Ramadan ini bulan yang istimewa
- dijalani, disiapkan, dan juga disambut
- dengan ee semua persiapan oleh kaum
- muslimin. Nah, kaitannya dengan ekonomi
- Islam, ikhwan dan akhwat, kami ingin
- mengangkat topik ekonomi Ramadan tahun
- ini. Itu bagaimana potretnya dan juga
- pasti banyak jemaah-jamaah pengajiannya
- ustaz nih yang bertanya-tanya, "Ustaz,
- ini Ramadan ini sekarang gimana nih?
- Kita baru mulai aja kemarin Pertamina
- sudah heboh. [tertawa]
- Negeri ini selalu heboh dengan hal
- korupsi yang seperti itu gitu ya.
- Sementara kita lagi ngikirin nih
- konsumsi Ramadannya gimana gitu ya.
- Pengeluaran Ramadannya gimana lalu bulan
- Ramadan disebut bulan berkah, bulan
- hemat itu bagaimana? [tertawa]
- Nah, ini Pak Ustaz kita ingin
- mengingatkan kembali kepada pendengar
- ikhwan dan akhwat untuk Anda juga bisa
- bergabung. sampaikan pertanyaan atau
- komentarnya mengenai apa yang
- disampaikan oleh Ustaz Ikhwan di nomor
- WhatsApp Rasil 0811999720.
- Siaran ini juga live streaming di Rasil
- TV biasanya suka ada yang komen-komen ya
- di siaran live kami. Nanti juga kami
- akan perhatikan komen-komennya. bagi
- baik, Pak Ustaz. Bagaimana kita ee
- memulai ee kajian ini ketika melihat
- bulan Ramadan bagi kaum muslimin ini
- dari hal konsumsinya?
- Terima kasih Mas Angga. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastainuhu ala umurid dunya waddin
- wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal
- mursalin nabiyina Muhammadin wa ala
- alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'du.
- Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar
- radio silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah pada hari ini kita bisa
- melaksanakan siaran live setelah minggu
- lalu kita off ya karena ada agenda yang
- tidak bisa dikompromikan
- ya.
- Padahal pada waktu itu penting untuk
- memasuki bulan Ramadan. Ee sebelum kita
- masuk bulan Ramadan sebetulnya itu ada
- tarhib ya. Tetapi mohon maaf itu pada
- waktu itu kita enggak bisa. Dan akhirnya
- di hari yang keempat di bulan suci
- Ramadan 1446
- Hijriah ini, alhamdulillah kita bisa
- siaran live. Mudah-mudahan seterusnya ee
- kita bisa melakukan hal yang sama.
- Sekalipun sebetulnya di hari-hari ini
- hujan itu
- ee deras dan lama
- n di beberapa tempat kita, tetangga
- kampung kita
- iya
- banyak yang ya kena banjir ya.
- Ee sekalipun demikian ya kita
- melaksanakan siaran live, mudah-mudahan
- para pendengar dan para pemirsa
- selalu menyimak siaran kita ya. Jadi
- tadi Mas Angga sudah memberikan topik ya
- sebetulnya ee
- seperti rutinitas di bulan Ramadan itu
- ada fenomena yang aneh. Fenomena yang
- ada bilang ada yang bilang anomali, ada
- yang bilang apa ya?
- ironi itu gitu ya. Ada yang bilang
- kontras dan lain sebagainya. Tapi ini
- yang kita kumpulkan, yang kita dengar
- dari para jemaah di pengajian itu, itu
- beberapa hal yang menurut saya itu
- persoalan besar ya. Yang pertama adalah
- sebelum bulan Ramadan dan menjelang
- bulan Ramadan dan awal bulan Ramadan ini
- ee ada berita tentang PHK yang besar
- sekali ribuan orang ya. Kemudian
- itu apa namanya di internasional juga ya
- Presiden Amerika Serikat bikin geberakan
- yang aneh ben ganjil.
- He.
- Bagaimana
- para pemimpin dari dua negara yang
- berbeda berbincang-bincang seperti
- tetangga ya.
- Iya.
- Tetangga dengan tetangga tidak ada
- protokoler dan lain sebagainya dan
- berakhir dengan tengkar. Heeh. akhirnya
- diusir. Jadi seperti itu yang membuat
- para ee netizen Amerika Serikat baik itu
- politisi, baik itu akademisi, dan rakyat
- biasa bengung gitu ya.
- Kok begini sekarang zamannya gitu ya.
- Heeh.
- Kelaziman-kelaziman,
- protokoler-protokoler yang biasa terjadi
- enggak ada sama sekali. apa yang sedang
- terjadi ini disorot juga oleh mereka
- ini. Kemudian perang ini perang yang
- sebenarnya terjadi di Ukraina tapi ini
- perang yang menurut saya dampaknya bukan
- hanya bagi negara yang perang tapi kena
- dampak seperti perang tarif antara
- Amerika dengan Kanada,
- Amerika dengan Eropa, Amerika dengan
- China, dan Amerika dengan Meksiko
- misalnya. Ini dampaknya luar biasa ya.
- Saya selalu mengikuti karena saya
- melihat dari sisi ekonomi.
- Hm.
- Ya, sebetulnya dengan tarif-tarif yang
- begitu tinggi dikenakan oleh orang
- Amerika atau [mendengus] pemerintah
- Amerika terhadap lawan-lawan atau panar
- dagang mereka itu intinya justru
- menyakitkan warga Amerika sendiri ya.
- Efeknya itu langsung atau tidak langsung
- itu tidak baik bagi warga negara
- Amerika. Contoh misalnya kan kalau orang
- Amerika sudah kesengsem, rakyatnya sudah
- kesengsem dengan produk Cina, mobil
- listrik dan lain sebagainya harga yang
- sangat murah.
- Hm.
- Mereka hanya bisa membeli e Tesla dengan
- harga yang dua kali lebih tinggi
- daripada mobil Cina. Karena Amerika
- memberikan ee hambatan tarif untuk bisa
- ee menghalang-halangi mobil Cina masuk
- Amerika. Intinya jangan sampai mobil
- Cina itu masuk Amerika. Itu saja
- sebetulnya. H
- ya. Nah, ini yang menjadi rugi adalah
- warga negara Amerika sendiri enggak bisa
- menikmati sesuatu seperti kita bisa
- menikmati apel Amerika walaupun kita
- enggak punya apel Amerika di sini dengan
- harga yang terjangkau. Ya kan tidak
- semua orang itu menyenangi menyukai
- produk dalam negeri. Entah pertanian
- entah apa ya apalagi dengan harga yang
- murah. kita di Indonesia bisa menikmani
- jeruk Amerika, jeruk apa itu namanya?
- Apel Amerika dan juga buah-buahan mostly
- imported from other countries ya itu dan
- dengan harga yang murah ya dari Thailand
- ada kelengkeng, ada apa itu durian ya
- walaupun kita punya durian tapi kita
- masih ingin durian yang lain ya kan.
- Jadi akhirnya orang bisa menikmati ee
- barang negara diproduksi barang oleh
- negara yang lain dengan harga terjangkau
- ya karena mereka ada di sekitarnya
- barang-barang itu. Nah sekarang karena
- kita bikin tarif yang tinggi akhirnya
- barang itu enggak bisa masuk. Nah ini ee
- jadi itu. Tapi begitu masuk ke dalam
- bulan Ramadan ini, para jemaah itu
- berpikir, "Pak Ustaz ya harusnya kita
- bulan Ramadan ini kan konsumsi turun ya.
- selalu mengatakan begitu. Tapi
- kenyataannya enggak. Tadi Mas Angga
- bilang bahwa justru permintaan akan
- makanan ya, minuman, dan aneka kue itu
- justru naik drastis di bulan Ramadan ya.
- Makanya adalah
- ee konsumsi itu enggak turun. Iya. Tapi
- di sini ya sebetulnya
- akhirnya kita fokuskan kepada kepada
- pertanyaan berikutnya karena ternyata
- yang bertanya itu ada yang dari kalangan
- mahasiswa
- jurusan ekonomi ya. Jadi apa apa yang di
- apakah benar ya konsumsi yang kita
- lakukan seperti ini atau konsumsi yang
- dikenal dalam ilmu ekonomi itu sama
- dengan konsumsi yang ada di dalam
- Al-Qur'an. H
- kalau misalnya kan kata-kata Al-Qur'an
- itu kan infak ya. Ya alladina yunfiquuna
- far
- wimmaqnahum yunfikun walladina anfaqu
- lam yusrifuam yakur w baika dan banyak
- sekali ayat tentang infak. Iya kan?
- Ya ayyuhalladzina amanu anfiqu min
- thyibati ma kasabtum. Nah, banyak sekali
- ayat yang menggunakan anfiku-anfiku yang
- dalam bahasa Indonesia diterjemahkan
- pada infak, ya. Nah, ini anak ini cerita
- bertanya sebetulnya apa yang dimaksud
- dengan konsumsi itu sama dengan yang
- kita kenal dalam konteks ilmu ekonomi
- ini penting juga akhirnya dan kita
- fokuskan ke situ terkait dengan
- bagaimana
- mensikapi atau melihat bagaimana
- konsumsi di bulan Ramadan ya. konsumsi
- pangan, konsumsi segala macamlah gitu.
- Pakaian juga naik bahkan transportasi ya
- kayak misalkan
- PO perusahaan otobus itu rilis mobil apa
- bis baru kebanyakan di bulan Ramadan.
- He.
- Kemudian kereta api kalau ada tambahan
- armada segala macam kan antisipasinya
- untuk
- lebaran. Iya kan? penambahan kursi,
- penambahan gerbong dan peluncuran kereta
- baru dan lain sebagainya. Di situ juga
- ada misalkan ee penerbangan ya,
- penerbangan ditambah kursi dan lain
- sebagainya. Ini antisipasi. Jadi semua
- dalam hal ini rata itu dalam semua
- sektor konsumsi itu naik. Nah, tapi di
- sini kita akan lihat apa benar bahwa
- konsumsi yang di e maksudkan oleh
- Al-Qur'an itu sama atau tidak dengan
- yang itu yang ada di dalam ilmu ekonomi
- supaya ee mahasiswa ini dapat pencerahan
- gitu kira-kira Masangga ya.
- Jadi ee kalau tentang kenaikan
- belanja untuk makan untuk minum atau
- permintaan terhadap makanan minuman di
- bulan Ramadan itu sangat melonjak. saya
- sebelum bulan puasa ee kemarin mungkin
- seminggu atau seminggu lebih itu saya
- mencoba melihat di supermarket ya acak
- saja
- itu di begitu kita masuk di pintu sudah
- ada apa ya serbat-serbat kayak apa sih
- namanya itu ee minuman-minuman
- manis ya
- apa ya mereknya saya enggak sebutkan
- mereknya tapi
- surbat-surbut makanan apa minuman yang
- disediakan biasanya untuk buka puasa
- gitu. Puasa
- banyak sekali berkarton-karton numpuk
- ya. Padahal itu belum belum masuk bulan
- Ramadan. Masih 1 minggu lebih itu sudah
- mereka siapkan. Begitu juga di rak yang
- makanan e makanan kayak biskuit segala
- macam itu luar biasa stoknya itu sampai
- jalan untuk kita lewati itu saja sudah
- di
- dipenuhi dengan kartun-karton ini ya.
- menunjukkan bahwa mereka ini benar-benar
- mempersiapkan untuk Ramadan. Dan itu
- mereka sesuai dengan data sebelumnya
- dari Ramadan-Ramadan sebelumnya itu
- menunjukkan ada peningkatan.
- Nah, itu mereka pakai data itu untuk apa
- namanya ee mendapatkan belanja dari
- customer yang lebih banyak ya. ada ada
- peningkatan walaupun berita juga ada
- tentang ee PHK ribuan orang di Solo ini
- yang sekarang seritek itu sudah 10.000
- lebih kemudian yang sebelumnya di daerah
- Bandung, daerah sekitar Jabut Taabik
- banyak banget ya ribuan orang. Tapi
- menghadapi seperti ini tetap saja
- pusat-pusat belanja itu nyetoknya itu
- tinggi sekali ya.
- Iya
- itu loh masalnya. Jadi pertanyaannya apa
- benar sih ee bulan Ramadan ini
- permintaan terhadap makanan minuman akan
- turun dan sesuai dengan filosofi orang
- berpuasa kan menahan makan dan minum
- tapi justru permintaan terhadap makanan
- dan minuman itu naik ee lebih daripada
- biasanya.
- Nah itu jadi ini disebut orang ada yang
- mengatakan anomali, ada yang mengatakan
- iruni, ada yang mengatakan ini pro dan
- kontra dan lain sebagainya.
- itu ya Masang ya. Nah, mungkin saya
- awali dari tadi itu apa betul apa betul
- konsumsi di dalam
- ee ilmu ekonomi itu sama dengan ada
- dalam Al-Qur'an dalam pengertian ya
- mirip-mirip dengan kata-kata al-infaq.
- Iya. Ada Al-Qur'an mengatakan anfaqu
- yunfiquun.
- Ee seperti itu. Anfiqu
- dalam bentuk kata amar. Eh, fi'il amar
- dalam bentuk fi'il madhizi anfaqu, dalam
- bentuk fi'il mudhor yunfiquun. Eah,
- kemudian juga ada zakat disebutkan ya,
- zakat disebutkan. Kemudian ada juga
- shodqat ya. Innamodqatu lil fuqar wal
- masakin. Ini ee sebutannya lain ya.
- Walladinazakati failun. Dalam surat
- almukmin itu ee menyebutkan zakat ya.
- Waat zakata seperti ini ayat banyak
- diulang ya.
- Jadi ee ini semuanya sebetulnya
- pada prinsipnya adalah mengeluarkan
- zakat, mengeluarkan harta dari hartanya
- ee membelanjakan hartanya juga ee adalah
- mengeluarkan harta dari dirinya sendiri
- ya. Nah, oleh karena itu di dalam mau
- apa namanya mau mencoba untuk memberikan
- pencerahan dalam aspek ee ee ee apa
- namanya ee
- spending atau konsumsi ini apakah sama
- gitu. Jadi kalau kita belajar dari ilmu
- ekonomi makro itu kan ada spending, ada
- pembelanjaan,
- mengeluarkan atau membelanjakan.
- belanja di sini yang konsumsi disebut
- konsumsi apabila belanja itu dari sektor
- private, dari sektor keluarga ya atau
- keluarga ya atau individu seseorang itu.
- Tapi kalau belanja itu dikeluarkan oleh
- pemerintah namanya belanja negara ya,
- government spending lah. itu sebetulnya
- sebetulnya juga sama ya, cuman yang
- mengeluarkan belanja itu bukan bukan
- individu tapi negara. Negara
- mengeluarkan uang untuk apa? Ya untuk
- misalkan gaji pegawai negeri, gaji
- tentara, TNI, Polri, gaji aparat dan
- sebagainya. Ya, kalau di Indonesia
- banyak negara juga punya perusahaan. Ada
- Garuda, ada INKA, ada PAL dan lain
- sebagainya, ada Damri. Ini apa namanya?
- ee satu kesatuan yaitu negara. Jadi ee
- belanja kalau dalam ekonomi itu disebut
- ee apa namanya? konsumsi umpamanya
- kepada individu atau privat atau
- keluarga
- ya host lah gitu. Nah, ada belanja yang
- dilakukan oleh perusahaan bukan negara
- ini ee sektor ee perusahaan ya namanya
- investasi ya. Jadi istilah itu ee
- beda-beda. Jadi kalau dalam bahasa
- Inggrisnya itu government spending itu
- belanja oleh pemerintah. Kalau
- investment itu belanja dari dunia
- industri, dari sektor industri untuk
- melakukan apa namanya pembelian mesin,
- pendirian pabrik baru dan lain
- sebagainya. Itu belanja juga tapi ini
- perusahaan yang belanja. Kemudian
- individu atau keluarga yang belanja
- namanya konsumsi.
- Konsumsi. Nah, kalau belanja kita kepada
- barang luar namanya ekspor impor ya.
- Ya, belanja barang luar negeri beda
- lagi. Walaupun nanti kita perlu barang
- dari luar negeri seperti mobil handphone
- dari Cina, mobil elektrik dari Cina, itu
- yang belanja kan individu sebetulnya ya.
- Tapi itu karena barang ini diproduksi
- oleh luar negeri, maka itu e konsepnya
- konsepnya adalah ekspor impor ya. kita
- impor barang di luar negeri dan kita
- mengekspor barang ke luar negeri. N jadi
- ada empat sebetulnya empat aspek. Yang
- satu adalah privet atau husul atau rumah
- tangga. Kemudian yang kedua adalah
- negara, kemudian adalah dunia
- perusahaan. Dan yang ketiga adalah dunia
- internasional. Ya.
- Nah, ini semuanya sebetulnya kalau dalam
- bahasa Inggeris itu spending. Dalam
- bahasa bahasa Arab infak. Kalau kita
- belajar ilmu makroekonomi tapi dari
- bahasa Arab namanya juga infak
- ya. infak alhukumah ya e belanja
- pemerintah ya infaqu daulah misalnya
- adalah belanja yang dilakukan oleh
- negara ya gitu. Nah sekarang jika masuk
- bulan Ramadan apakah konsumsi atau
- spending pengeluaran belanja yang
- dilakukan oleh masing-masing sektor ini
- menurun ya karena masuk bulan Ramadan ya
- tidak tidak ada perubahan sama sekali
- ya. ya tidak ada perubahan bahwa
- misalnya negara akan mengurangi ee
- belanjanya di bulan Ramadan gak ada.
- Begitu juga sektor swasta ee ee belanja
- untuk perusahaan atau mendirikan
- perusahaan baru itu tidak ter tidak
- tidak harus di bulan Ramadan, bulan apa
- saja bisa gitu loh.
- Nah, di sini nah yang yang mungkin kita
- bisa fokuskan adalah belanja individu
- ya. Belja ini berpengaruh apa? Bulan
- Ramadan berpengaruh terhadap perilaku ee
- customer atau apa namanya? Orang apakah
- apakah dia muslim atau bukan? Nah,
- terhadap terhadap masuknya bulan Ramadan
- di Indonesia sebetulnya ya pengaruhnya
- sangat besar ya. Walaupun sebetulnya
- Ramadan itu kan bulan khas untuk kaum
- muslimin, tetapi yang mendapatkan berkah
- dari bulan Ramadan ini semua manusia ya.
- Misalnya gini, yang membuat baju kan
- belum tentu orang Islam.
- Apalagi kalau dilihat dari perusahaan
- ya, perusahaan dari luar negeri ya. Tapi
- begitu masuk bulan Ramadan mereka tahu
- bahwa permintaan terhadap baju baru itu
- meningkat. Begitu juga permintaan
- terhadap makanan, minuman.
- Perusahaan-perusahaan yang menghasilkan
- makanan minum di Indonesia kebanyakannya
- yang besar-besar itu bukan milik kaum
- muslimin. Ee milik orang Indonesia tapi
- bukan kaum muslimin gitu. Tapi mereka
- sadar bahwa
- apa namanya perilaku kaum muslimin di
- bulan Ramadan ini ee berbeda ya. Mereka
- biasanya nyetok untuk makanan. Ada
- pertemuan keluarga, silaturahmi,
- keluarga, kemudian takjil. Yang ini
- semuanya membutuhkan banyak sekali
- makanan. Baik makanan itu manufaktur,
- olahan atau makanan yang dibuat dari itu
- kayak dibuat oleh UMKM ya, ibu-ibu ya
- yang sudah setelah bulan setelah asar
- gitu pada berjejer sekarang ini di
- perumahan mana pun alasan di sekitar
- kita ini habis habis apa asar gitu kita
- lihat semua sudah siap ada lapak-lapak
- baru
- bahkan apa di jalan-jalannya atau di
- ee lapangan yang milik perumahan itu
- penuh dengan orang jualannya. Jadi kalau
- seperti ini kan memang di dimaksudkan
- untuk takjil dan di bulan yang biasa
- enggak ada takjil ya. Sekalipun ada
- orang yang berpuasa bulan hari Senin,
- hari Kamis, puasa Daud ada setiap hari
- ada orang seperti itu di bulan ee di
- luar bulan Ramadan. Tapi enggak sampai
- ada bikin takjil untuk orang puasa Senin
- Kamis.
- Buat buat takjil untuk orang yang
- berpuasa Daud misalnya.
- Enggak ada.
- Hanya bulan Ramadan saja. Nah, ini
- makanya permintaan terhadap semua
- makanan dan minuman yang sifatnya itu ee
- instan di hari itu itu meningkat all
- semua tingkatan ya.
- Ee mau di Jawa, mau di Bali, mau di
- Bata, mau di mana-mana semuanya seperti
- itu. Jadi akhirnya apa? kegiatan ekonomi
- dalam rangka untuk menyambut bulan puasa
- ini itu meningkatkan ee luar biasa
- meningkatkan permintaan terhadap makanan
- dan minuman, baik itu manufaktur
- yang dibuat oleh pabrik, pabrik-pabrik
- yang besar ataupun
- yang dibikin oleh UMKM sifatnya instan
- yang dibikin hari itu. He.
- Dan itu menyulut permintaan terhadap
- bahan-bahan
- misalnya minyak gitu kan.
- misalnya tepung,
- sayur-mayur sebagai bahannya dan lain
- sebagainya itu meningkat ya. Ya, dulu
- kita sudah pernah cerita kira-kira
- peningkatannya berapa gitu
- ya. Jadi ini
- ini yang dimaksud di situ. Jadi kalau
- dari sektor keluarga atau husul, maka
- permintaan yang spesifik terutama di
- bulan puasa ini ee mengalami
- peningkatan. Tapi kalau kita lihat dari
- seara makro tadi, belanja pemerintah,
- belanja
- dunia usaha yaitu investasi itu enggak
- enggak ee terkait dengan adanya bulan
- Ramadan ya. Mungkin ada penurunan malah
- atau mungkin ada peningkatan tapi
- peningkatan dan penurunan itu bukan
- disebabkan karena bulan puasa.
- Iya gitu
- ya. G itu. Jadi ee kita menjelaskan
- kepada mahasiswa itu ee konsumsi yang
- dikaitkan di dalam ilmu ekonomi baik itu
- makro ataupun mikro itu ee terkait
- dengan konsumsi rumah tangga ini ee
- mengalami peningkatan
- terutama terkait dengan ee industri
- makanan, minuman, termasuk pakaian
- transportasi juga begitu ya itu
- dari Ini kan tadi ada beberapa ee
- persamaannya gitu, Pak, Ustaz.
- Iya, betul.
- Yang pasti ini pengeluaran.
- Iya.
- Namun dalam Islam sendiri, dalam
- Al-Qur'an sendiri, Pak Ustaz,
- pengeluaran itu kan kata-katanya bukan
- hanya infak, ya.
- Banyak. [tertawa]
- Ada kata-kata lain juga.
- Ada kata sedekah.
- Ada kata sedekah, zakat. Iya. Nah, ini
- ini bagaimana nih, Pak Ustaz?
- kita melihat zakat, infak, dan sedekah
- yang sepertinya di bulan Ramadan ini
- menjadi hal yang sangat populer.
- Benar. Sangat.
- Jadi [berdehem] para ustaz itu kan
- ketika tarhib bulan Ramadan itu
- menjelaskan keagungan bulan Ramadan,
- keberkahan. Bahkan
- sampai ada seperti ini ya, syahru
- Ramadan aalu awaluhu rahmah. H
- waatuhu
- magfirah
- wa akhiruhu idqun minanar. Ini sampai
- Syekh Zuhaili menulis dalam kitabnya itu
- alfiq islamadilatuhu di bab bulan puasa
- Ramadan. Jadi seolah-olah bulan Ramadan
- terbagi menjadi tiga.
- Iya.
- Sepertiga pertama itu rahmah. Awaluhu
- rahmah waatuhu magfirah.
- Sepertiga yang kedua yang di
- tengah-tengah ini magfirah. Dapat amutan
- dari Allah Subhanahu wa taala. Nah
- sepertiga ketiga id minanar diselamatkan
- dari api neraka. Nah karena apa ini
- sebenarnya dasarnya hadis itu enggak ada
- ya dicek oleh beliau itu enggak ada.
- Tetapi beliau mengatakan ini baik
- istimbat ini e kesimpulan ini bagus
- enggak masalah gitu walaupun enggak ada
- dalilnya.
- Untuk apa? Untuk tarikb kepada kaum
- muslimin agar mereka ketika masuk bulan
- Ramadan itu sudah siap dengan mental ya
- jasmani rohani untuk menyambut keagungan
- bulan bulan Ramadan itu.
- Nah, karena tarhib yang diceramah
- ceramahkan dari ustaz-ustaz ini begitu
- mengagungkan bulan Ramadan ya. Maka
- mereka menganjurkan supaya sedekah,
- supaya infak, kemudian ada zakat-zakat
- fitri ya. Bahkan bukan hanya zakat
- fitrah saja yang disebutkan.
- Iya.
- Secara umum zakat itu dikeluarkan.
- Seolah-olah zakat itu hanya dikeluarkan
- pada bulan Ramadan ya. Mau zakat mal,
- mau zakat usaha, zakat ijarah dan lain
- sebagainya, zakat pertanian dan lain
- sebagainya itu seolah-olah dikeluarkan
- hanya di bulan Ramadan. Padahal seperti
- yang akan kita ceritakan nanti enggak
- begitu ya.
- Tapi yang jelas di dalam bulan Ramadan
- ada zakat fitrah yang itu harus dibayar
- sebelum Idul Fitri ya. Nah, begitu
- hebatnya para ustaz, kiai ini ee
- mengagungkan, memberikan tarum muslimin
- tentang hebatnya bulan Ramadan menyentuh
- masalah itu, masalah infak, ya.
- Nah,
- sampai-sampai ya jemah itu mengira bahwa
- infak itu adalah sesuatu yang sakral ya.
- Artinya
- hanya berlaku pada orang Islam saja ya.
- yang lainnya yang membelanjakan harta
- sendiri. Tetapi kalau bukan orang Islam
- tidak dikatakan infak gitu loh. I
- padahal di dalam Al-Qur'an itu enggak
- begitu.
- H
- infak itu bisa dilakukan oleh orang
- kafir. Ah ini misalnya kita sebut dalam
- surah al-Anfal ayat 36. Auzubillah
- minasyaitanirrajim.
- Innalladzina kafaru yunfiquuna
- amwalahum
- liyasudu sabilillah fasayunfiquunaha
- tumma takunu alai hasratan tumma
- yuglabun.
- Nah, dari ayat ini kita tahu bahwa Allah
- Subhanahu wa taala menggunakan kata-kata
- infak
- untuk orang kafir
- ya. Walladina kafaru yunfiquuna
- amwalahum ya liyasuduilillah. Jadi
- orang-orang kafir itu membelanjakan
- hartanya
- iya
- untuk menghalangi orang lain masuk dalam
- agama Allah ya dari jalan Allah.
- Menghalangi orang Islam dari jalan Allah
- atau manusia untuk masuk Islam gitu.
- Jadi mereka
- berusaha mengeluarkan hartanya itu
- dengan menggunakan kata-kata infak ya.
- Nah, kalau yang dalam Islam ya banyak
- itu ya dan sebagian dari harta mereka
- membelanjakan. Ini konteksnya orang
- Islam kaum orang yang beriman ya.
- Jadi ee segala atau segala macam belanja
- yang dikeluarkan oleh orang baik itu
- yang mengeluarkan, membelanjakan itu
- kafir
- atau muslim, Al-Qur'an menggunakan kata
- yang sama,
- kata yang infak,
- ya. yaitu infak ya.
- Hm.
- Cuman belanja orang kafir ditujukan
- untuk menjauhkan orang dari jalan Allah,
- dari jalan kebenaran. Nah, ini kan nyata
- sebetulnya. Iya.
- Apa yang dilakukan orang-orang kafir itu
- untuk meng ee apa namanya? Ee membuat
- orang lain ingin masuk Islam menjadi
- enggak masuk Islam
- atau menyulitkan orang Islam untuk
- menjalankan ibadah mereka itu banyak
- dilakukan. Terutama ketika ayat ini
- diturunkan pada masa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ya,
- konteksnya begitu. Nah, intinya di dalam
- masalah ini adalah eh kita tidak punya
- dasar bahwa kata infak dalam Al-Qur'an
- itu khusus kaum muslimin. Karena
- Al-Qur'an juga mengatakan dalam surat
- Al-Anfal ayat 36 tadi, orang kafir pun
- membelanjakan hartanya dengan
- menggunakan kata kata infak. Iya.
- Makanya kata infak untuk kaum muslimin
- itu rata-rata selalu di dihubungkan
- dengan amwalahum fisabilillah. Iya.
- Dan terhadap apa yang kami berikan
- mereka, mereka mengeluarkan. Nah, itu
- kontaknya kepada orang beriman.
- Walladinumakati failun. Begitu juga
- begitu.
- Dan ada mungkin sudah ratusan ya kalimat
- infak dalam bentuk yang macam-macam. ee
- fi'il madhi,
- fi'il mudhor, e fi'il amr itu puluhan di
- dalam Al-Qur'an itu.
- Tapi bagi seorang muslim,
- infak itu fisabilillah saja.
- Iya. Artinya
- kalau infak itu maknanya khus muslimin
- hanya fisabilillah.
- He.
- Nah, masalahnya fisabilillah itu apakah
- hanya pengertiannya apa gitu loh.
- Sekarang misalnya kita sebagai ee apa
- namanya? kepala keluarga.
- Iya.
- Ee seorang laki-laki di dalam keluarga
- Islam
- Heeh.
- Itu adalah pemimpin dan dia adalah orang
- yang berkewajiban menafkahi keluarga. Ya
- kan?
- Nafkah juga.
- Nafkah. Nah, sekarang apakah
- fisabilillah itu tidak termasuk di situ?
- Ya, seorang ayah memberikan makanan
- kepada anaknya, kepada istrinya, itu
- semuanya fisabilillah. Beli rumah itu
- fisabilillah.
- Beli makanan itu fisabilillah. beli
- pakaian segala belanja yang kita gunakan
- untuk kebutuhan keluarga masuk dalam kat
- fisabilillah
- pendidikan
- iya pendidikan yaillah
- membantu orang ya bantu infak ya kita
- kasih orang di jalan orang pengemis itu
- juga fisabilillah
- nah jadi apa namanya sebagian itu ada
- yang menyempitkan arti fisabilillah
- sehingga tidak tertarik untuk
- membelanjakan hartanya di bidang yang
- menurutmenurut dia itu bukan
- fisabilillah
- iya Nah, jadi ini kita tahu bahwa apa
- namanya infak itu untuk kaum muslimin
- itu ee kaitannya qidnya istilahnya ee
- qid itu adalah dalam bahasa balagah atau
- dalam bahasa tafsir qaid itu adalah
- ikatan yang mengikat bahwa ini maknanya
- tidak umum melainkan khusus ya
- dengan kata-kata fizabilillah ya.
- Nah, zabilillah itu umum sekali ya. mau
- pendidikan segala macam ini semuanya
- belanja yang kita keluarkan untuk tujuan
- itu tetap di ee dianggap oleh Allah
- Subhanahu wa taala atau dalam syaratnya
- dikatakan ee fisabilillah dan
- mendapatkan pahala penuh ya gitu.
- Ini kita melihat dalam konteks ekonomi
- Islam ya Pak Ustaz ya.
- Iya.
- Ketika zakat dan sedekah juga yang
- sama-sama bentuk pengeluaran. Nah ini
- kan hal yang berbeda ya Pak Ustaz ya.
- Betul. Jadi kalau [berdehem] misalnya
- dalam surah Albaqarah
- wamimma rqnahum yunfiquun ini sifat
- orang beriman yaitu membelanjakan
- sebagian dari harta yang kami berikan
- kepada mereka.
- He.
- Nah, apa maksudnya di sini? Apakah
- terbatas pada zakat?
- Tafsir mengatakan begitu sebetulnya.
- Hm. He.
- Padahal semua yang kita keluarkan
- asalkan untuk tujuan yang diridai oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Iya.
- Itu termasuk dalam makna ini.
- He.
- Infak itu bisa apa nam ee infak dalam
- kategori kaum muslimin yang
- membelanjakan hartanya.
- Iya.
- Itu di dalamnya bisa berubah zakat,
- h
- bisa berubah sedekah gitu loh ya.
- Ee atau bantuan yang lain, maun misalnya
- itu masuk di sana. Nah, tetapi memang
- disebut terpisah zakat itu sendiri
- waimus wa zakat
- ya
- ee wim apa namanya dalam surat
- almukminin
- ee
- walladinumzakati failun ini contoh atau
- perilaku karakteristik orang beriman
- yaitu mengeluarkan zakat
- disebutkan kata-kata zakat
- tetapi ada menggunakan sedekah
- lah
- innamodqatu
- atau ayat 60 itu ya. Heeh.
- Nek di situ
- sedekah hiya azzaka.
- Hm.
- Ya muradifah. Yaitu sedekah dengan zakat
- itu muradif. Apa? Muradif itu
- interjengable bisa kita pakai gitu loh.
- Iya. Disebutkan dalam itu adalah sedekah
- tapi nama apa namanya? Hakikatnya adalah
- zakat. Al-Qur'an tidak mengatakan
- innamzakatu lil fuqar. Enggak. Tapi
- malah mengatakan innamaqat. I.
- Nah, sedekah itu ee
- muradif sama dengan padanannya adalah
- zakat. I konotasinya itu zakat gitu.
- Arti yang sebenarnya itu zakat ya. Jadi
- menurut uz alqawi
- ada kesalahan bukan kesalahan menurut
- saya sih ya ada kecenderungan dari ee
- masyarakat Islam dari zaman dulu di
- seluruh dunia di Mesir, di Saudi, dan di
- mana-mana bahwa namanya sedekah itu
- adalah sunah.
- Bukan wajib mengeluarkan harta untuk
- orang lain, membantu orang lain sedekah
- itu karena sukarela,
- sunah hukumnya.
- Iya. Tapi kalau mengeluarkan harta
- karena kewajiban agama, ah itu baru
- zakatnya gitu loh. Jadi seolah-olah
- zakat itu tidak sama dengan sedekah. H
- padahal di dalam surah at-Taubah ini,
- innama shodqatu lil fuqari wal masakin.
- Asodqat hiya azzakah. Ya gitu. Makanya
- itu
- atau delapan asnaf itu kan?
- Iya. Delapan asnaf itu aktivitasnya
- adalah zakat.
- Iya. Jadi yang yang disebut Al-Qur'an
- malah sodqah gitu. Karena itu maka
- ee zaka isodqah and shodqah is zakah
- gitu. Kalau dalam bahasa konteksnya
- sedekah dan zakat itu adalah bentuk
- infak.
- Iya. Nah, tetapi ee ada yang mengertikan
- termasuk kita ya [berdehem]
- bahwa zakat itu yang wajib yang yang
- kadarnya sudah 2,5% atau
- ini kalau kaitannya hukum nih
- hukum zakat apa
- itu. Tapi kalau
- sedekah
- sedekah itu kita ngasih orang miskin
- sedekah enggak wajib, sunah saja.
- Iya.
- Nah, maka di sini ee harus kita koreksi
- bahwa pemahaman seperti itu enggak
- enggak benar,
- gak selalu benar maksudnya
- ya. Yang benar adalah zakat itu adalah
- sedekah dan sedekah itu zakat seperti
- dalam surah at-Taubah ayat 60 ini.
- Tetapi tidak mengapa bahwa kalau kaum
- muslimin sebagian mengertikan begitu itu
- juga enggak masalah sebetulnya. Karena
- itu sudah menurut Dr. Yusuf Alqard itu
- kesalahan tradisi [tertawa]
- jadi umum ya.
- Iya. Ya. Tradisi yang dilakukan oleh
- kaum musliman,
- kaum muslimin ya. Nah, Pak Ustaz
- dikaitkan dengan bulan Ramadan, apakah
- infak, sedekah, dan zakat ini memiliki
- peran yang menonjol nih, Pak Ustaz? Nah,
- iya tadi kan tarbnya
- tarhib ustaz itu. Ustaz banyak diundang
- ceramah di masjid-masjid, musala-musala
- mendekati bulan Ramadan itu
- intinya adalah untuk memberikan
- kesadaran, membangkitkan kesadaran untuk
- tarib Ramadan ini agar supaya kaum
- muslimin itu betul-betul siap lahir dan
- batin mentalnya untuk masuk ee memasuki
- bulan Ramadan
- sehingga mereka itu dapat mempunyai apa
- namanya mempunyai kesempatan untuk
- menggapai keberkahan ya kan. Nah, salah
- satu keberkahannya yang dianjurkan oleh
- para ustaz aspeknya itu adalah keuangan.
- Iya.
- Mulai digembur-gemburkan, dianjurkan
- sedekah ya.
- Hm.
- Segala apa macam segala macamnya ya
- sedekah itu. Kemudian infak, kemudian
- zakat ya. Nah, karena itu kemudian ada
- tentunya ada pengaruh ya. Jadi, kaum
- muslimin akhirnya ee yang biasa tidak
- infak itu karena mendengarkan tarbanglah
- keinginan untuk infak ya.
- Iya.
- Ee kemudian hasil infak itu selalu lebih
- tinggi dibandingkan dengan bulan bulan
- yang lain. Ini banyak sekali kejadian.
- Kayak misalkan kemarin ada ee ada di
- YouTube di berita itu Masjid Jok Karyan
- itu berapa sekarang masih orang in ee
- takjil juta
- R.000an ya
- 3.000 lebih itu makan full ya.
- Iya
- iya
- selama 30 hari itu berapa juta porsi
- kalau dihitung berapa juta luar sudah
- miliaran itu ya luar biasa.
- itu baru satu masjid dan bahkan ada
- masjid yang dulu tidak dikenal demikian.
- Itu juga mulai kegiatan-kegiatan seperti
- itu. Nah, kalau dilihat ini pastilah ada
- pengaruh dari sisi angka ya,
- dari sisi persentase kita bisa
- bandingkan dengan tahun sebelumnya kayak
- berapa dan lain sebagainya. Karena
- kesadaran yang dibangkitkan oleh para
- kiai para asatid itu untuk target
- Ramadan ini masuk ya
- diterima oleh masyarakat ya. sehingga
- masyarakat itu banyak sekali ee berbuat
- baik ee terutama dikaitkan dengan infak
- dan sedekah ya.
- Ada sedekahnya uang, ada sedekahnya itu
- makanan takjil. Sekarang ini boleh
- dikatakan
- sudah ramai ee sudah merata-rata
- kebiasaan yang dulunya enggak seperti
- itu.
- Ini kan sebetulnya gak nakak semua orang
- ee melakukan demikian. Tapi karena
- banyaknya komunikasi lewat e HP, lewat
- YouTube, lewat macam-macam itu akhirnya
- nyebar ya. Kebiasaannya menjadi baik ya.
- Dulu ada masjid yang tidak ee bikin
- takjil bersama. Sekarang rata-rata
- masjid itu ee asal masjid sajalah
- di sekitar kita ini. Orang
- ee dari tempat lain yang kebetulan lewat
- dan itu masuk ee magrib dan sedang
- puasa.
- Heeh.
- Mau singgah di masjid mana dia akan
- dapat takjil. ya.
- Ya, enggak perlu bingung sebetulnya.
- Betul. Betul.
- Nah, ini pasti memberikan pengaruh
- terhadap perilaku dan bisa dilihat dari
- angkanya ya. Tapi kan tidak ada survei
- yang menulis berapa persen
- eh masing-masing masjid penambahannya
- dibandingkan tahun lalu atau
- dibandingkan dengan bulan-bulan yang
- bukan bulan puasa? Enggak adalah gitu.
- Tapi kita lihat secara nyata di depan
- mata kita tidak pernah tidak ada ya.
- Saya sendiri itu ke mana saja menjelang
- magrib itu di bulan puasa mesti ada
- takjil ya? Mesti
- takjil untuk umum.
- Iya. Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala, saat ini Anda sedang
- menyimak kajian ekonomi Islam
- bersama Ustaz Ikhwan Basri mengenai
- Ramadan ekonomi Ramadan tahun ini. Kami
- mengundang Andik Iwan Wanwat untuk
- bergabung. Silakan sampaikan
- pertanyaannya melalui nomor WhatsApp
- hasil di 081199720.
- Kami akan segera kembali.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Terima kasih masih bersama kami dalam
- acara kajian ekonomi Islam bersama Ustaz
- Ihwan Basri. Di sesi kedua ini, Ikhwan
- Ahdad, kita akan menjawab
- pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk
- pembahasan kita mengenai ekonomi Ramadan
- tahun ini. Sebelum ke pertanyaan ini ada
- atensi dari Ibu Dharma di Bekasi.
- Alhamdulillah menyimak selalu. Syukron
- Pak Ustaz ilmu dan juga pencerahan dari
- Pak Ustaz. Sementara itu nih di grup eh
- komunitas pendengar hasil ini banyak
- yang menginformasikan Pak Iskandar di
- daerah Bekasi banjir, Pak Sumar Hadi
- juga sudah banjir di daerah saya. Pak
- Yudi di Bogor juga ini lagi kebanjiran
- nih, Pak Ustaz. Bogor Bekasi ini, Pak
- Ustaz.
- Bogornya mana?
- Banyak yang banjir ini.
- Kulur.
- Iya. Semoga airnya cepat surut dan
- semuanya pada sehat ya, Ikhwan dan
- akhwat.
- Ee sementara itu
- [berdehem]
- ada pertanyaan juga ini Pak Ustaz dari
- Pak Andi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih
- Radio Silaturahim acara ekonomi Islam
- kali ini menyimak saya sambil bekerja
- Pak Ustaz dan tadi terima kasih apa yang
- disampaikan oleh Ustaz Ikhwan semoga
- memberikan kejayaan dan kelancaran e
- dalam berdakwah untuk para ustaz dan
- staf radi silaturahim. Oh ini atensi aja
- nih Pak Ustaz. Sementara itu,
- asalamualaikum saya Ibu Aziza
- transfer sejumlah uang untuk sodqah.
- Wah, ini kita bahas infak sedekah
- langsung transfer ini, Pak Ustaz.
- Alhamdulillah. [tertawa]
- Alhamdulillah. Terima kasih Bu Azizah.
- Ini di infak infaknya masuk ya ke
- Yayasan Wakaf Rumah Quran silaturahim ke
- rekening yayasannya Rasil sudah masuk.
- Alhamdulillah. Terima kasih Bu Azizah.
- Dan juga ini ada pertanyaan dari
- 08131165
- tidak menyebutkan nama. Sekian-sekian.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Pak Ustaz yang dilakukan
- oleh pemerintah berupa kebijakan BLT
- yang bagi-bagi uang kepada rakyat itu
- masuknya sedekah pemerintah atau
- bagaimana, Pak Ustaz? Mohon
- penjelasannya. Terima kasih. Syukran.
- Iya, terima kasih.
- Ee yang bertanya tentang ini ya ee semua
- yang dikeluarkan oleh pemerintah itu
- kategorinya belanja ya.
- Misalnya beli tank juga ya belanja, beli
- pesan tempur juga belanja, beli kapal
- juga begitu ya. ee termasuk di antaranya
- adalah menggaji pegawai negeri ya.
- Itu masuk anggaran belanja pemerintah.
- Jadi segala uang yang keluar dari
- kantong pemerintah ya
- itu sama dengan dalam tanda petik tadi
- itu infak ya. Ya gitu karena itu belanja
- spending ya. Kalau bahasa Inggrisnya itu
- pengeluaran ya.
- Jadi pengeluaran pemerintah ya. Nah
- masalahnya adalah pemerintah ini dari
- mana dapat uang gitu. Sumbernya dari
- mana?
- yang terbesar pemerintah itu
- pendapatannya adalah dari pajak
- ya segala macam pajak. Mau pajak judi
- kalau memang ada
- iya
- pajak minuman keras ya enggak masalah
- semuanya yang dibayar oleh pemerintah
- oleh ee oleh individu atau perusahaan
- atau entitas kepada pemerintah namanya
- pajak itu. Itulah pendapatan yang yang
- paling besar. mungkin 90% daripada ee
- pendapatan pemerintah itu berasal dari
- pajak termasuk cukai bea dan lain
- sebagainya ya.
- He.
- Itu termasuk kita bayar motor itu ya PBB
- segala macam
- iya
- ee pajak pertama nilai dan lain
- sebagainya. Pokoknya segala macam
- pajaklah itu ya.
- Segala macam pajak.
- Nah
- ee koleksi atau pengumpulan ketika ini
- dikumpulkan di kantong pemerintah dalam
- hal ini Kementerian Keuangan. Nah,
- pemerintah akan melakukan pengeluaran
- ya.
- Pengeluaran yang paling utama itu rutin
- sebetulnya yaitu belanja untuk apa?
- Pengeluaran turut pegajian pegawai
- negeri ASN namanya sekarang, kemudian
- tentara kemudian polisi, kemudian semua
- pega pemerintah itu ya tanpa kecuali ya.
- Ya, ini semuanya digaji dari itu dari
- pendapatan tadi itu ya. Nah, termasuk
- adalah yang dibuat untuk membantu ee
- namanya BLT
- bantuan
- apa ya?
- Langsung tunai ya.
- Langsung
- bantuan langsung tunai ini ee menggejala
- setelah reformasi.
- Iya.
- Seingat saya zaman Pak Harto enggak ada
- lah.
- Mulai SBY ini, Pak. [tertawa] mulai
- mulai zaman SP
- BLT dulu kan banyak kontroversi
- ahli-ahli kun mengatakan BLT itu
- memenjakan orang ya
- kita membantu rakyat tapi caranya bukan
- begitu ya gitu. Nah, sekarang Plt sudah
- sudah apa namanya? Sudah menjadi hal
- yang biasa. He.
- Tapi disalah artikan bukan disalah
- artikan dipakai oleh politisi
- nah
- untuk mendapatkan simpati
- untuk agenda politik. Nah, sebetulnya
- BLT itu dikasih kepada siapa saja dari
- ra yang membutuhkan
- sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh
- pemerintah tanpa memila-mila ini latar
- belakang politiknya apa. Nah, karena
- sekarang sudah seperti itu, maka
- kadang-kadang muatan politiknya lebih
- syarat, lebih berat daripada ee bantuan
- itu sendiri, ya. Tapi kalau
- dikategorikan bahwa dia adalah belanja
- pemerintah, dia masuk dalam kata-kata
- infak pemerintah itu ya. karena itu
- adalah dikeluarkan dari kantung
- pemerintah ya meskipun ini berasal dari
- pajak ya yang sebetulnya semua orang
- rakyat Indonesia itu berhak ya
- h
- untuk mendapatkan itu. Nah, karena BLT
- ini adalah belanja atau bantuan dari
- pemerintah yang ditujukan kepada ee
- masyarakat Indonesia yang memenuhi
- kriteria tertentu ya. Tidak semua ini
- tidak semua mendapatkan sama dengan
- subsidi sebetulnya mirip-mirip itu juga
- cuman subsidi ini kan gak langsung.
- Heeh.
- Misalnya kalau BBM yang harusnya itu
- harganya R.000 per literuman
- R10.000 per liter. Itu menunjukkan bahwa
- ada 2.000 yang dibayar oleh pemerintah.
- Iya.
- Ya gitu ya. Itu dan ini namanya tidak
- langsung. Tapi kalau dalam subsidi ini
- kan untuk memisahkan antara orang yang
- berhak dengan tidak itu sulit ya.
- Kayak misalkan juga selain daripada BBM
- tadi itu ada ee gas misalnya gas 3 kg
- yang seharusnya hanya penduduk yang
- karakternya begini-begini saja
- yang bisa beli. Tapi sekarang yang orang
- kaya lebih bisa beli lebih banyak
- daripada orang yang seharusnya diberi
- susuiti gitu.
- Karena orang yang diberi susuiti kan
- belinya cuma satu.
- Satu apa itu? Satu kaleng. He
- lah. Orang yang punya banyak uang bisa
- beli 5 en
- di oplos lagi astagfirullahalazim.
- Nah, ini sulit untuk membedakan. Nah,
- kalau BLT juga sama BLT itu
- ee masuk kategori belanja pemerintah.
- Tetapi ya tadi ee ee pembagian kepada
- mereka yang berhak itu sulit untuk
- dikatakan tepat. H
- pertama karena data sudah
- apa korup ya
- datanya sudah enggak valid ya
- datanya tidak valid
- tidak valid karena di tingkat RT RW ini
- ada yang main gitu kan
- sehingga ada yang di RT itu misalnya dia
- lebih berhak untuk mendapatkan enggak
- masuk dalam daftar
- masuk
- ada yang kerabatnya RW
- H
- yang sudah kaya-kaya masuk
- ya karena kerabatnya kerabatnya ya jadi
- datanya korupted ya
- iya
- benar. Nah, karena datanya ini enggak
- bisa dipercaya, maka alokasi untuk
- belanja pemerintah membantu rakyat yang
- seharusnya dibantai leat BLT ini salah
- sasaran.
- H
- salah sasaran. Kebanyakan tidak tepat.
- Wallah. Jadi kalau kalau hanya ditanya
- apakah itu masuk belanja pemerintah
- masuk karena dia mengeluarkan dari
- kantung pemerintah gitu gitu.
- Selanjutnya Pak Ustaz ini ada WhatsApp
- dari Viza Fitriana. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. menyimak apa yang Pak
- Ustaz sampaikan. Pak Ustaz, bagaimana
- menurut Pak Ustaz ini membeli pertamak
- rakyat saja di Kadali? Bagaimana nih
- pemerintah? Tolong pencerahannya, Ustaz.
- Iya, ini sudah sudah didengar, disimak
- oleh semua rakyat Indonesia ya, bahwa
- ada kejadian pengoblosan dan lain
- sebagainya. bahan bakar ini ee seperti
- yang kita sudah ee dengarkan, saksikan
- di berita-berita media pemerintah
- ataupun media yang tertulis, tercetak
- atau media massa seperti TV dan lain
- sebagainya ya. Kita sudah tahu semuanya
- dan orangnya juga kok sudah ditangkap,
- sudah ditersangkakan begitu ya. Nah,
- masalahnya yang ditanya tadi adalah
- bagaimana kalau seperti ini gitu ya.
- Iya. Nah, ini kita melihat bahwa aparat
- atau aparat di dalam
- perusahaan ya oknum lah istilahnya bukan
- aparat oknum yang ada di dalam
- perusahaan yang
- kita husnudon mereka itu berbuat baik
- tetapi mereka ini mempunyai agenda yang
- berbeda, korupsi dan lain sebagainya ya.
- Ini sangat kita sesalkan apalagi
- jumlahnya itu ratusan triliun ya. ya.
- Dan ini terakumulasi dari bertahun-tahun
- kejadian tidak pernah dilakukan apa-apa
- tindakan. Akhirnya jumlahnya itu masif
- ya sangat. Bahkan untuk negara yang
- menggunakan mata uang dolar saja itu
- sudah miliar dolar, miliaran dolar,
- puluhan miliar dolar itu adalah angka
- yang sangat tinggi sekali ya. Di satu
- sosi ada yang 300 miliar ee 300 triliun,
- ada yang 200 triliun, ada yang banyak
- banget itu angkanya sungguh sangat apa
- besar sekali ya. Nah, kejadian seperti
- ini ee saya tidak mau menjelaskan dari
- sisi apa ya kenapa kejadian orang sudah
- banyak menjelaskan itu ya. Ali-ahli
- sudah ee banyak sekali tiap saat bisa
- kita cek. Ini masalahnya adalah bahwa ee
- mental daripada para pegawai, para
- pelaku oknum yang ada di masing-masing
- instansi itu ee sudah rusak.
- Profesionalisme mereka enggak ada ya. H
- karena ee kita harusnya mereka itu
- profesional. Profesional adalah ee
- disiplin dan dia melakukan tugasnya
- dengan penuh tanggung jawab dan tidak
- melakukan korupsi. Ya, tapi kalau
- seperti ini, profesionalisme itu hilang
- sama sekali ya.
- He.
- Hilang sama sekali, ternoda dan sulit
- untuk bisa di ee hilangkan dalam waktu
- ee dalam waktu yang singkat. Enggak bisa
- kayak misalkan yang terjadi di apa itu
- di imigrasi.
- Imigrasi
- iya seluruhnya dicopot
- karena ini adalah jemah ya terjadi
- berjamaah. Maka kalau satu aja dicopot
- ya enggak akan bisa menghilangkan upaya
- kita mencopot semuanya itu dengan
- harapan supaya terjadi ee budaya yang
- baru. Ya, ini juga begitu lah. Kalau
- pimpinannya seperti itu melakukan apa
- namanya berkorupsi secara berjamaah, apa
- mungkin yang di bawahnya ini
- Heeh. tidak bermental seperti itu. Dan
- bisakah kita memotong kepalanya dari
- dari atas kemudian mengharapkan yang
- baru ini tumbuh, melupakan budaya,
- melupakan budaya salah dalam perusahaan
- itu
- sulit untuk kita lakukan ya dan itu
- jangka waktu yang lama. Maka yang
- penting itu adalah hukuman yang harus
- dilakukan itu harus tegas.
- He
- ya. Saya setuju kalau hukumannya kayak
- Cina
- dimisikinkan
- Cina sediakan kota mayit
- kotak [tertawa] mati.
- Iya. peti mati sebanyak-banyaknya. Nah,
- kalau mau itu ya dengan cara seperti itu
- ee mungkin akan turun ee sedikit ya.
- Belum ada kan kita ini ada orang-orang
- korupsi itu dhukum mati belum ada. Dulu
- ada tapi sebelum dukung mati sudah mati
- di penjara. [tertawa]
- Iya itu
- masyaallah. Terakhir Pak Ustaz dari Pak
- Madi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, saya
- membayangkan Ramadan itu dijalani dengan
- khidmat.
- Kesibukan kaum muslimin itu hanya di
- masjid.
- Pasar tidak terlalu ramai, terminal juga
- tidak terlalu ramai. Seluruh kaum
- muslimin fokus untuk ibadah.
- Bagaimana menurut Pak Ustaz?
- Ee terima kasih kepada
- Pak Madi.
- Pak Madi ya. Ya itu keinginan kita. Iya.
- Keinginan kita seperti itu. Sah. sah
- saja ya. Apalagi kalau kita memerikkan
- diri kita sendiri. H
- ini masalahnya ini ee kegiatan orang
- yang bekerja di instansi yang harus
- bekerja dari jam .00 sampai jam .00
- itu tidak bisa di ini tidak bisa di
- dikurangi. Iya dikurangi. Dikurangi sih
- bisa menurut e ini ee tetapi sama sekali
- sampai pada tingkat mengurang
- berkurangnya itu misalnya di pasar sepi
- misalnya di terminal sepi itu sulit
- untuk diinikan ya karena ee orang
- bekerja dan bergerak mobilitas ini
- enggak berhenti ketika bulan puasa.
- Ini malah lebih ramai gitu maksudnya.
- Jadi lebih ramai nungkin Pak Madi itu
- maksudnya adalah seharusnya kaum
- muslimin mengurangi gitu loh kagetnya
- enggak perlu i
- ini lebih ramai.
- Iya ini justru makin ramai puasa.
- Iya itu tadi ustaz jengut ada
- warung-warung di jalan jadi
- pasar lebih pasar.
- Iya.
- Jadi harusnya menurut pemadi itu
- berkurang ya tapi ternyata tidak.
- Nah keinginan kita semuanya seperti itu.
- Kita kebanyakan di masjid tapi
- masalahnya enggak semua orang seperti
- itu keadaannya ya.
- Mungkin kalau kita punya kekuasaan yang
- seperti diktator misalnya, diktator kita
- paksain apa mungkin ya ee ee bertanya
- dulu sebelum kita ini sebelum kita
- memberikan aturan itu bertanya kepada
- para ulama yang fakih tentang agama ya.
- Apa boleh apa namanya pemerintah
- membikin aturan agar supaya kaum
- muslimin lebih banyak di masjid ya ee
- daripada di pasar? aturannya seperti
- itu. Misalnya para ulama mungkin tidak
- semuanya sepakat ya.
- Tapi apakah itu di Indonesia aja, Ustaz?
- Wah, di mana-mana.
- Di negara lain juga kan ya.
- Sama.
- Iya.
- Di Makkah juga sama?
- Iya. Lebih.
- Cuman kalau di Makkah atau di daerah
- Saudi Arab itu kebanyakan aktivitasnya
- malam hari.
- Hm.
- Ya. Siang jam segini, jam 10. Masih
- tidur mereka.
- Iya. I
- ada ada kegiatan itu mulai menjelang
- zuhur ya
- nanti. Tapi restoran juga tutup ya kan?
- di Pakistan juga begitu. Saya 7 tahun di
- sana gitu, enggak ada orang jualan kalau
- siang hari.
- Iya. I
- sama sekali. Iya. Hatta walaupun
- nonmuslim enggak mau misalnya ngerokok
- di depan umum enggak mau.
- H
- saya tahu kenapa panas banget misalnya
- ee apa namanya me memperbaiki jalan
- ya itu enggak ada yang makan atau minum.
- Saya enggak pernah lihat
- kalau bulan puasa tuh.
- Iya. Kalau bulan puasa
- ya mungkin mereka enggak kuat puasa,
- tapi mereka minum atau ini sambil enggak
- tahu di mana lah mereka itu
- enggak diperlihatkan gitu. Padahal
- menurut saya orang seperti ini ya
- sebetulnya enggak wajib berpuasa.
- Bisa berbuka.
- Iya bisa berbuka karena pekerjaannya
- tengah matahari Pakistan itu panas dan
- lebih panjang panasnya kalau musim panas
- itu ya. Tapi mereka saya lihat enggak
- pernah saya melihat seorang pun itu
- selama 1 jutaan di sana. Orang itu
- santai ngerokok. He
- di bulan puasa
- dia menghormati.
- Iya walaupun nonmuslim.
- Iya walaupun nonmuslim ya.
- Iya.
- H
- ya gitu. Baik itu pertanyaan terakhir
- Pak Ustaz yang bisa kita jawab dari
- seluruh bahasan kita dan
- pertanyaan-pertanyaan yang masuk penutup
- dari Pak Ustaz. Apa, Pak Ustaz?
- Terima kasih, Mas Angga. Para pemirsa
- Rasil TV dan para pendengar Radio
- Silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Sebetulnya fokus
- kita pada siang hari ini adalah memaknai
- tentang infak ee zakat dan apa itu
- namanya sedekah ya ee dikaitkan dengan
- bulan puasa ya. Karena para asatid, para
- kiai, para ulama selalu memberikan
- tarikb menjelang bulan puasa ini dengan
- meng apa namanya? dengan menganjurkan
- kaum muslimin untuk ber menambah amal
- perbuatan, amal usaha, amal ibadah
- mereka di bulan puasa. Terutama adalah
- dari tiga hal ini, yaitu infak, sedekah,
- dan zakat. Itu ya. Maka oleh karena itu
- dalam hal ini ee perilaku kaum muslimin
- di dalam di dalam membelanjakan hartanya
- baik untuk kepentingan mereka sendiri
- atau untuk kepentingan apa namanya agama
- itu tinggi sekali di dalam bulan ee
- Ramadan terlihat di dalam takjil bersama
- misalnya banyak ibu-ibu menyediakan
- takjil ke masjid ada musala terdekat
- pada saat sekarang ini. Dan itu
- menunjukkan bahwa permintaan terhadap
- bahan-bahan makanan ya, minyak misalnya,
- tepung misalnya, termasuk cabe, kentang
- dan lain sebagainya meningkat lebih
- tinggi dibandingkan dengan di bulanbulan
- yang lain ya sebagai apa namanya ee
- kesenangan mereka atau apa namanya
- keinginan mereka untuk meningkatkan amal
- ibadah di bulan puasa itu. Itu loh. Jadi
- ee apa namanya ee infak di sini tidak
- disebutkan apakah ini infak ee tujuan
- dunia atau tujuan akhirat. Jadi infak
- itu selama dilakukan oleh kaum muslimin
- dan masuk dalam kategori fisabilillah,
- maka itu adalah ee infak yang diterima
- oleh Allah subhanahu wa taala sama
- dengan sedekah, sama dengan zakat yang
- dilakukan dengan ikhlas lillahi taala.
- Ya, ini yang sebetulnya kita fokuskan
- tadi ya, karena kita menghubungkan
- antara konsumsi di dalam ilmu ekonomi
- dengan konsumsi yang dilakukan kaum
- muslimin di bulan puasa yang tidak lepas
- daripada belanja atau infak ya. mau
- belanja beli minuman, mau belanja beli
- gorengan, mau belanja untuk beli apa
- saja yang itu dikatakan untuk memberikan
- bantuan kepada orang lain saat berpuasa
- semuanya adalah dalam kategori spending,
- dalam kategori infak, dalam kategori
- sedekah kalau itu bukan zakat ya. Nah,
- kalau zakat lain lagi karena itu ada
- persyaratan yang berbeda. Tapi zakat
- mirip-mirip dengan itu karena
- mengeluarkan harta dari milik kita.
- Begitu juga infak mengeluarkan harta
- dari milik kita. Kemudian sedekah juga
- seperti itu. Ya, sudah kita ceritakan.
- Makanya di bulan puasa ini tiga hal tadi
- itu naik tajam ya. Walaupun saya tidak
- ada data, tapi feeling saya karena
- melihat di mana-mana, maka ee saya
- berkesimpulan bahwa infak di jalan
- Allah, sedekah, kemudian zakat terutama
- zakat fitrah ini ini perolehan zakat
- sangat tinggi di bulan Ramadan. Dan itu
- tidak lupa daripada jasa daripada para
- asatid yang memberikan tarb menyebut
- bulan Ramadan dengan slogan mari kita
- tinggalkan. Mari kita tingkatkan amal
- ibadah kita di bulan Ramadan. Jangan
- sampai kita kehilangan momen. Jangan
- sampai kita kehilangan momentum untuk
- mendapatkan apa yang terbaik di bulan
- Ramadan. Nah, ini mengenah kepada jemaah
- sehingga muncullah kesadaran yang tinggi
- dari semua pihak kaum muslimin untuk
- menyebutnya dengan baik. Itu saya kira
- Masangga ya.
- Baik. Demikianlah ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Kajian ekonomi Islam edisi hari ini
- bersama guru kita Ustaz Ikhwan Basri.
- Semoga apa yang beliau sampaikan
- bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih
- banyak atas kebersamaan Anda. Mohon maaf
- atas segala kesalahan kata dari studio
- kami yang bertugas undur diri. Billahi
- taufik wal hidayah. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.