Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:09 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:27 warahmatullahi wabarakatuh. 0:29 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:31 wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:35 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:38 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:41 yangfani warzuqni ilman yangfuni. 0:43 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:45 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:47 Bekasi. Radio Silaturahim dan Rasil TV 0:49 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:51 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:53 Apa kabar Anda di pagi menuju siang hari 0:55 ini? Semoga kabar Anda dalam keadaan 0:57 sehat walafiat. 0:59 Hari keempat di bulan Ramadan 1446 1:03 Hijriah. Radio Silaturahim dengan semua 1:07 program dan siaran-siarannya dapat 1:10 selalu menemani ikhwan dan akhwat. Dan 1:12 untuk di kesempatan kali ini senang 1:14 sekali saya Angga Aminudin Iwan Ah 1:16 ditemani Ondi di kameraman, ada juga 1:20 Algi di operator, ada juga Gustaf ini 1:24 siswa SMK yang lagi PKL di pagi hari 1:28 ini. Kami hadir dalam kajian ekonomi 1:31 Islam hari Selasa, Ikhwan akhwat ya. Dan 1:34 alhamdulillah narasumber kita dari Dewan 1:36 Syariah Nasional sudah hadir di studio, 1:40 Ustaz Ihwan Basri. Asalamualaikum 1:42 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:45 wabarakatuh. 1:46 Apa kabarnya, Pak Ustaz? 1:47 Alhamdulillahiabbil alamin. Sehat 1:49 walafiat. 1:50 Sehat walafiat. Kita sudah masuki hari 1:51 yang keempat di bulan Ramadan ini, Pak 1:53 Ustaz. Di tengah gonjang-ganjing, ya 1:56 selalu ada 1:58 kondisi yang ee dirasakan oleh sebagian 2:04 ee rakyat juga di tengah PHK massal ini, 2:08 Pak Ustaz. Lalu juga masuk bulan Ramadan 2:12 ini masalah ada yang menyebutnya 2:13 masalah-masalah klasik nih, Pak Ustaz. 2:15 Kenaikan harga bahan pokok selalu 2:18 terjadi di bulan Ramadan apalagi nanti 2:20 mendekati hari raya. Selalu saja ini 2:23 terjadi. Namun kaum muslimin tidak 2:26 mengurangi semangat, hidmat dan juga 2:30 antusias dalam menyambut bulan Ramadan 2:33 gitu, Pak Ustaz. kondisi bagaimanapun 2:35 Ramadan ini bulan yang istimewa 2:38 dijalani, disiapkan, dan juga disambut 2:41 dengan ee semua persiapan oleh kaum 2:44 muslimin. Nah, kaitannya dengan ekonomi 2:47 Islam, ikhwan dan akhwat, kami ingin 2:49 mengangkat topik ekonomi Ramadan tahun 2:52 ini. Itu bagaimana potretnya dan juga 2:56 pasti banyak jemaah-jamaah pengajiannya 2:58 ustaz nih yang bertanya-tanya, "Ustaz, 2:59 ini Ramadan ini sekarang gimana nih? 3:02 Kita baru mulai aja kemarin Pertamina 3:03 sudah heboh. [tertawa] 3:05 Negeri ini selalu heboh dengan hal 3:07 korupsi yang seperti itu gitu ya. 3:10 Sementara kita lagi ngikirin nih 3:11 konsumsi Ramadannya gimana gitu ya. 3:13 Pengeluaran Ramadannya gimana lalu bulan 3:16 Ramadan disebut bulan berkah, bulan 3:18 hemat itu bagaimana? [tertawa] 3:20 Nah, ini Pak Ustaz kita ingin 3:22 mengingatkan kembali kepada pendengar 3:24 ikhwan dan akhwat untuk Anda juga bisa 3:26 bergabung. sampaikan pertanyaan atau 3:29 komentarnya mengenai apa yang 3:30 disampaikan oleh Ustaz Ikhwan di nomor 3:32 WhatsApp Rasil 0811999720. 3:38 Siaran ini juga live streaming di Rasil 3:40 TV biasanya suka ada yang komen-komen ya 3:43 di siaran live kami. Nanti juga kami 3:45 akan perhatikan komen-komennya. bagi 3:47 baik, Pak Ustaz. Bagaimana kita ee 3:49 memulai ee kajian ini ketika melihat 3:53 bulan Ramadan bagi kaum muslimin ini 3:56 dari hal konsumsinya? 3:58 Terima kasih Mas Angga. Asalamualaikum 4:01 warahmatullahi wabarakatuh. 4:04 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 4:06 nastainuhu ala umurid dunya waddin 4:10 wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal 4:12 mursalin nabiyina Muhammadin wa ala 4:15 alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'du. 4:18 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 4:21 radio silaturahim yang dirahmati Allah 4:24 subhanahu wa taala. 4:26 Alhamdulillah pada hari ini kita bisa 4:29 melaksanakan siaran live setelah minggu 4:32 lalu kita off ya karena ada agenda yang 4:37 tidak bisa dikompromikan 4:39 ya. 4:40 Padahal pada waktu itu penting untuk 4:42 memasuki bulan Ramadan. Ee sebelum kita 4:45 masuk bulan Ramadan sebetulnya itu ada 4:48 tarhib ya. Tetapi mohon maaf itu pada 4:50 waktu itu kita enggak bisa. Dan akhirnya 4:52 di hari yang keempat di bulan suci 4:55 Ramadan 1446 4:58 Hijriah ini, alhamdulillah kita bisa 5:00 siaran live. Mudah-mudahan seterusnya ee 5:03 kita bisa melakukan hal yang sama. 5:06 Sekalipun sebetulnya di hari-hari ini 5:09 hujan itu 5:11 ee deras dan lama 5:13 n di beberapa tempat kita, tetangga 5:15 kampung kita 5:16 iya 5:16 banyak yang ya kena banjir ya. 5:20 Ee sekalipun demikian ya kita 5:24 melaksanakan siaran live, mudah-mudahan 5:27 para pendengar dan para pemirsa 5:30 selalu menyimak siaran kita ya. Jadi 5:32 tadi Mas Angga sudah memberikan topik ya 5:35 sebetulnya ee 5:38 seperti rutinitas di bulan Ramadan itu 5:41 ada fenomena yang aneh. Fenomena yang 5:45 ada bilang ada yang bilang anomali, ada 5:47 yang bilang apa ya? 5:50 ironi itu gitu ya. Ada yang bilang 5:52 kontras dan lain sebagainya. Tapi ini 5:55 yang kita kumpulkan, yang kita dengar 5:58 dari para jemaah di pengajian itu, itu 6:02 beberapa hal yang menurut saya itu 6:04 persoalan besar ya. Yang pertama adalah 6:07 sebelum bulan Ramadan dan menjelang 6:08 bulan Ramadan dan awal bulan Ramadan ini 6:11 ee ada berita tentang PHK yang besar 6:15 sekali ribuan orang ya. Kemudian 6:19 itu apa namanya di internasional juga ya 6:24 Presiden Amerika Serikat bikin geberakan 6:27 yang aneh ben ganjil. 6:30 He. 6:30 Bagaimana 6:32 para pemimpin dari dua negara yang 6:34 berbeda berbincang-bincang seperti 6:37 tetangga ya. 6:38 Iya. 6:38 Tetangga dengan tetangga tidak ada 6:40 protokoler dan lain sebagainya dan 6:42 berakhir dengan tengkar. Heeh. akhirnya 6:45 diusir. Jadi seperti itu yang membuat 6:48 para ee netizen Amerika Serikat baik itu 6:51 politisi, baik itu akademisi, dan rakyat 6:54 biasa bengung gitu ya. 6:57 Kok begini sekarang zamannya gitu ya. 6:59 Heeh. 6:59 Kelaziman-kelaziman, 7:01 protokoler-protokoler yang biasa terjadi 7:03 enggak ada sama sekali. apa yang sedang 7:05 terjadi ini disorot juga oleh mereka 7:09 ini. Kemudian perang ini perang yang 7:13 sebenarnya terjadi di Ukraina tapi ini 7:15 perang yang menurut saya dampaknya bukan 7:17 hanya bagi negara yang perang tapi kena 7:20 dampak seperti perang tarif antara 7:22 Amerika dengan Kanada, 7:24 Amerika dengan Eropa, Amerika dengan 7:26 China, dan Amerika dengan Meksiko 7:28 misalnya. Ini dampaknya luar biasa ya. 7:31 Saya selalu mengikuti karena saya 7:33 melihat dari sisi ekonomi. 7:34 Hm. 7:35 Ya, sebetulnya dengan tarif-tarif yang 7:37 begitu tinggi dikenakan oleh orang 7:39 Amerika atau [mendengus] pemerintah 7:40 Amerika terhadap lawan-lawan atau panar 7:42 dagang mereka itu intinya justru 7:46 menyakitkan warga Amerika sendiri ya. 7:51 Efeknya itu langsung atau tidak langsung 7:53 itu tidak baik bagi warga negara 7:56 Amerika. Contoh misalnya kan kalau orang 8:00 Amerika sudah kesengsem, rakyatnya sudah 8:02 kesengsem dengan produk Cina, mobil 8:04 listrik dan lain sebagainya harga yang 8:06 sangat murah. 8:07 Hm. 8:07 Mereka hanya bisa membeli e Tesla dengan 8:11 harga yang dua kali lebih tinggi 8:13 daripada mobil Cina. Karena Amerika 8:17 memberikan ee hambatan tarif untuk bisa 8:21 ee menghalang-halangi mobil Cina masuk 8:23 Amerika. Intinya jangan sampai mobil 8:26 Cina itu masuk Amerika. Itu saja 8:28 sebetulnya. H 8:30 ya. Nah, ini yang menjadi rugi adalah 8:34 warga negara Amerika sendiri enggak bisa 8:35 menikmati sesuatu seperti kita bisa 8:37 menikmati apel Amerika walaupun kita 8:40 enggak punya apel Amerika di sini dengan 8:42 harga yang terjangkau. Ya kan tidak 8:45 semua orang itu menyenangi menyukai 8:47 produk dalam negeri. Entah pertanian 8:50 entah apa ya apalagi dengan harga yang 8:53 murah. kita di Indonesia bisa menikmani 8:55 jeruk Amerika, jeruk apa itu namanya? 8:58 Apel Amerika dan juga buah-buahan mostly 9:02 imported from other countries ya itu dan 9:06 dengan harga yang murah ya dari Thailand 9:09 ada kelengkeng, ada apa itu durian ya 9:14 walaupun kita punya durian tapi kita 9:17 masih ingin durian yang lain ya kan. 9:19 Jadi akhirnya orang bisa menikmati ee 9:22 barang negara diproduksi barang oleh 9:25 negara yang lain dengan harga terjangkau 9:27 ya karena mereka ada di sekitarnya 9:30 barang-barang itu. Nah sekarang karena 9:32 kita bikin tarif yang tinggi akhirnya 9:34 barang itu enggak bisa masuk. Nah ini ee 9:38 jadi itu. Tapi begitu masuk ke dalam 9:39 bulan Ramadan ini, para jemaah itu 9:42 berpikir, "Pak Ustaz ya harusnya kita 9:45 bulan Ramadan ini kan konsumsi turun ya. 9:49 selalu mengatakan begitu. Tapi 9:50 kenyataannya enggak. Tadi Mas Angga 9:52 bilang bahwa justru permintaan akan 9:55 makanan ya, minuman, dan aneka kue itu 10:00 justru naik drastis di bulan Ramadan ya. 10:03 Makanya adalah 10:05 ee konsumsi itu enggak turun. Iya. Tapi 10:08 di sini ya sebetulnya 10:11 akhirnya kita fokuskan kepada kepada 10:13 pertanyaan berikutnya karena ternyata 10:16 yang bertanya itu ada yang dari kalangan 10:19 mahasiswa 10:21 jurusan ekonomi ya. Jadi apa apa yang di 10:25 apakah benar ya konsumsi yang kita 10:29 lakukan seperti ini atau konsumsi yang 10:32 dikenal dalam ilmu ekonomi itu sama 10:34 dengan konsumsi yang ada di dalam 10:35 Al-Qur'an. H 10:37 kalau misalnya kan kata-kata Al-Qur'an 10:38 itu kan infak ya. Ya alladina yunfiquuna 10:42 far 10:44 wimmaqnahum yunfikun walladina anfaqu 10:48 lam yusrifuam yakur w baika dan banyak 10:51 sekali ayat tentang infak. Iya kan? 10:56 Ya ayyuhalladzina amanu anfiqu min 10:58 thyibati ma kasabtum. Nah, banyak sekali 11:02 ayat yang menggunakan anfiku-anfiku yang 11:04 dalam bahasa Indonesia diterjemahkan 11:06 pada infak, ya. Nah, ini anak ini cerita 11:10 bertanya sebetulnya apa yang dimaksud 11:12 dengan konsumsi itu sama dengan yang 11:14 kita kenal dalam konteks ilmu ekonomi 11:18 ini penting juga akhirnya dan kita 11:21 fokuskan ke situ terkait dengan 11:23 bagaimana 11:25 mensikapi atau melihat bagaimana 11:27 konsumsi di bulan Ramadan ya. konsumsi 11:31 pangan, konsumsi segala macamlah gitu. 11:33 Pakaian juga naik bahkan transportasi ya 11:38 kayak misalkan 11:40 PO perusahaan otobus itu rilis mobil apa 11:44 bis baru kebanyakan di bulan Ramadan. 11:47 He. 11:48 Kemudian kereta api kalau ada tambahan 11:50 armada segala macam kan antisipasinya 11:52 untuk 11:54 lebaran. Iya kan? penambahan kursi, 11:57 penambahan gerbong dan peluncuran kereta 12:00 baru dan lain sebagainya. Di situ juga 12:02 ada misalkan ee penerbangan ya, 12:05 penerbangan ditambah kursi dan lain 12:07 sebagainya. Ini antisipasi. Jadi semua 12:10 dalam hal ini rata itu dalam semua 12:13 sektor konsumsi itu naik. Nah, tapi di 12:15 sini kita akan lihat apa benar bahwa 12:17 konsumsi yang di e maksudkan oleh 12:19 Al-Qur'an itu sama atau tidak dengan 12:22 yang itu yang ada di dalam ilmu ekonomi 12:25 supaya ee mahasiswa ini dapat pencerahan 12:28 gitu kira-kira Masangga ya. 12:31 Jadi ee kalau tentang kenaikan 12:36 belanja untuk makan untuk minum atau 12:40 permintaan terhadap makanan minuman di 12:43 bulan Ramadan itu sangat melonjak. saya 12:47 sebelum bulan puasa ee kemarin mungkin 12:50 seminggu atau seminggu lebih itu saya 12:54 mencoba melihat di supermarket ya acak 12:56 saja 12:57 itu di begitu kita masuk di pintu sudah 13:01 ada apa ya serbat-serbat kayak apa sih 13:04 namanya itu ee minuman-minuman 13:07 manis ya 13:09 apa ya mereknya saya enggak sebutkan 13:11 mereknya tapi 13:12 surbat-surbut makanan apa minuman yang 13:15 disediakan biasanya untuk buka puasa 13:17 gitu. Puasa 13:18 banyak sekali berkarton-karton numpuk 13:21 ya. Padahal itu belum belum masuk bulan 13:23 Ramadan. Masih 1 minggu lebih itu sudah 13:26 mereka siapkan. Begitu juga di rak yang 13:29 makanan e makanan kayak biskuit segala 13:31 macam itu luar biasa stoknya itu sampai 13:35 jalan untuk kita lewati itu saja sudah 13:38 di 13:39 dipenuhi dengan kartun-karton ini ya. 13:42 menunjukkan bahwa mereka ini benar-benar 13:46 mempersiapkan untuk Ramadan. Dan itu 13:48 mereka sesuai dengan data sebelumnya 13:51 dari Ramadan-Ramadan sebelumnya itu 13:54 menunjukkan ada peningkatan. 13:55 Nah, itu mereka pakai data itu untuk apa 13:58 namanya ee mendapatkan belanja dari 14:01 customer yang lebih banyak ya. ada ada 14:04 peningkatan walaupun berita juga ada 14:07 tentang ee PHK ribuan orang di Solo ini 14:11 yang sekarang seritek itu sudah 10.000 14:13 lebih kemudian yang sebelumnya di daerah 14:16 Bandung, daerah sekitar Jabut Taabik 14:18 banyak banget ya ribuan orang. Tapi 14:21 menghadapi seperti ini tetap saja 14:23 pusat-pusat belanja itu nyetoknya itu 14:25 tinggi sekali ya. 14:27 Iya 14:27 itu loh masalnya. Jadi pertanyaannya apa 14:31 benar sih ee bulan Ramadan ini 14:34 permintaan terhadap makanan minuman akan 14:37 turun dan sesuai dengan filosofi orang 14:40 berpuasa kan menahan makan dan minum 14:42 tapi justru permintaan terhadap makanan 14:44 dan minuman itu naik ee lebih daripada 14:47 biasanya. 14:48 Nah itu jadi ini disebut orang ada yang 14:50 mengatakan anomali, ada yang mengatakan 14:54 iruni, ada yang mengatakan ini pro dan 14:56 kontra dan lain sebagainya. 14:58 itu ya Masang ya. Nah, mungkin saya 15:02 awali dari tadi itu apa betul apa betul 15:06 konsumsi di dalam 15:07 ee ilmu ekonomi itu sama dengan ada 15:11 dalam Al-Qur'an dalam pengertian ya 15:14 mirip-mirip dengan kata-kata al-infaq. 15:16 Iya. Ada Al-Qur'an mengatakan anfaqu 15:19 yunfiquun. 15:22 Ee seperti itu. Anfiqu 15:25 dalam bentuk kata amar. Eh, fi'il amar 15:27 dalam bentuk fi'il madhizi anfaqu, dalam 15:29 bentuk fi'il mudhor yunfiquun. Eah, 15:33 kemudian juga ada zakat disebutkan ya, 15:36 zakat disebutkan. Kemudian ada juga 15:39 shodqat ya. Innamodqatu lil fuqar wal 15:42 masakin. Ini ee sebutannya lain ya. 15:47 Walladinazakati failun. Dalam surat 15:49 almukmin itu ee menyebutkan zakat ya. 15:53 Waat zakata seperti ini ayat banyak 15:55 diulang ya. 15:56 Jadi ee ini semuanya sebetulnya 16:00 pada prinsipnya adalah mengeluarkan 16:03 zakat, mengeluarkan harta dari hartanya 16:06 ee membelanjakan hartanya juga ee adalah 16:10 mengeluarkan harta dari dirinya sendiri 16:12 ya. Nah, oleh karena itu di dalam mau 16:17 apa namanya mau mencoba untuk memberikan 16:19 pencerahan dalam aspek ee ee ee apa 16:23 namanya ee 16:26 spending atau konsumsi ini apakah sama 16:29 gitu. Jadi kalau kita belajar dari ilmu 16:31 ekonomi makro itu kan ada spending, ada 16:34 pembelanjaan, 16:35 mengeluarkan atau membelanjakan. 16:37 belanja di sini yang konsumsi disebut 16:41 konsumsi apabila belanja itu dari sektor 16:45 private, dari sektor keluarga ya atau 16:49 keluarga ya atau individu seseorang itu. 16:53 Tapi kalau belanja itu dikeluarkan oleh 16:57 pemerintah namanya belanja negara ya, 17:01 government spending lah. itu sebetulnya 17:03 sebetulnya juga sama ya, cuman yang 17:05 mengeluarkan belanja itu bukan bukan 17:07 individu tapi negara. Negara 17:09 mengeluarkan uang untuk apa? Ya untuk 17:11 misalkan gaji pegawai negeri, gaji 17:13 tentara, TNI, Polri, gaji aparat dan 17:17 sebagainya. Ya, kalau di Indonesia 17:20 banyak negara juga punya perusahaan. Ada 17:23 Garuda, ada INKA, ada PAL dan lain 17:27 sebagainya, ada Damri. Ini apa namanya? 17:32 ee satu kesatuan yaitu negara. Jadi ee 17:36 belanja kalau dalam ekonomi itu disebut 17:39 ee apa namanya? konsumsi umpamanya 17:42 kepada individu atau privat atau 17:45 keluarga 17:46 ya host lah gitu. Nah, ada belanja yang 17:49 dilakukan oleh perusahaan bukan negara 17:52 ini ee sektor ee perusahaan ya namanya 17:56 investasi ya. Jadi istilah itu ee 17:59 beda-beda. Jadi kalau dalam bahasa 18:01 Inggrisnya itu government spending itu 18:03 belanja oleh pemerintah. Kalau 18:05 investment itu belanja dari dunia 18:07 industri, dari sektor industri untuk 18:10 melakukan apa namanya pembelian mesin, 18:14 pendirian pabrik baru dan lain 18:15 sebagainya. Itu belanja juga tapi ini 18:18 perusahaan yang belanja. Kemudian 18:20 individu atau keluarga yang belanja 18:22 namanya konsumsi. 18:23 Konsumsi. Nah, kalau belanja kita kepada 18:25 barang luar namanya ekspor impor ya. 18:29 Ya, belanja barang luar negeri beda 18:31 lagi. Walaupun nanti kita perlu barang 18:35 dari luar negeri seperti mobil handphone 18:37 dari Cina, mobil elektrik dari Cina, itu 18:40 yang belanja kan individu sebetulnya ya. 18:43 Tapi itu karena barang ini diproduksi 18:45 oleh luar negeri, maka itu e konsepnya 18:48 konsepnya adalah ekspor impor ya. kita 18:51 impor barang di luar negeri dan kita 18:53 mengekspor barang ke luar negeri. N jadi 18:56 ada empat sebetulnya empat aspek. Yang 18:58 satu adalah privet atau husul atau rumah 19:01 tangga. Kemudian yang kedua adalah 19:03 negara, kemudian adalah dunia 19:04 perusahaan. Dan yang ketiga adalah dunia 19:06 internasional. Ya. 19:07 Nah, ini semuanya sebetulnya kalau dalam 19:11 bahasa Inggeris itu spending. Dalam 19:13 bahasa bahasa Arab infak. Kalau kita 19:15 belajar ilmu makroekonomi tapi dari 19:17 bahasa Arab namanya juga infak 19:20 ya. infak alhukumah ya e belanja 19:24 pemerintah ya infaqu daulah misalnya 19:26 adalah belanja yang dilakukan oleh 19:28 negara ya gitu. Nah sekarang jika masuk 19:32 bulan Ramadan apakah konsumsi atau 19:35 spending pengeluaran belanja yang 19:37 dilakukan oleh masing-masing sektor ini 19:40 menurun ya karena masuk bulan Ramadan ya 19:43 tidak tidak ada perubahan sama sekali 19:47 ya. ya tidak ada perubahan bahwa 19:50 misalnya negara akan mengurangi ee 19:53 belanjanya di bulan Ramadan gak ada. 19:55 Begitu juga sektor swasta ee ee belanja 19:58 untuk perusahaan atau mendirikan 20:00 perusahaan baru itu tidak ter tidak 20:03 tidak harus di bulan Ramadan, bulan apa 20:05 saja bisa gitu loh. 20:06 Nah, di sini nah yang yang mungkin kita 20:11 bisa fokuskan adalah belanja individu 20:14 ya. Belja ini berpengaruh apa? Bulan 20:18 Ramadan berpengaruh terhadap perilaku ee 20:21 customer atau apa namanya? Orang apakah 20:25 apakah dia muslim atau bukan? Nah, 20:29 terhadap terhadap masuknya bulan Ramadan 20:32 di Indonesia sebetulnya ya pengaruhnya 20:35 sangat besar ya. Walaupun sebetulnya 20:39 Ramadan itu kan bulan khas untuk kaum 20:41 muslimin, tetapi yang mendapatkan berkah 20:45 dari bulan Ramadan ini semua manusia ya. 20:49 Misalnya gini, yang membuat baju kan 20:51 belum tentu orang Islam. 20:53 Apalagi kalau dilihat dari perusahaan 20:55 ya, perusahaan dari luar negeri ya. Tapi 20:57 begitu masuk bulan Ramadan mereka tahu 20:59 bahwa permintaan terhadap baju baru itu 21:02 meningkat. Begitu juga permintaan 21:04 terhadap makanan, minuman. 21:06 Perusahaan-perusahaan yang menghasilkan 21:07 makanan minum di Indonesia kebanyakannya 21:10 yang besar-besar itu bukan milik kaum 21:12 muslimin. Ee milik orang Indonesia tapi 21:14 bukan kaum muslimin gitu. Tapi mereka 21:17 sadar bahwa 21:18 apa namanya perilaku kaum muslimin di 21:20 bulan Ramadan ini ee berbeda ya. Mereka 21:24 biasanya nyetok untuk makanan. Ada 21:27 pertemuan keluarga, silaturahmi, 21:28 keluarga, kemudian takjil. Yang ini 21:32 semuanya membutuhkan banyak sekali 21:35 makanan. Baik makanan itu manufaktur, 21:37 olahan atau makanan yang dibuat dari itu 21:41 kayak dibuat oleh UMKM ya, ibu-ibu ya 21:44 yang sudah setelah bulan setelah asar 21:47 gitu pada berjejer sekarang ini di 21:49 perumahan mana pun alasan di sekitar 21:51 kita ini habis habis apa asar gitu kita 21:54 lihat semua sudah siap ada lapak-lapak 21:56 baru 21:57 bahkan apa di jalan-jalannya atau di 22:00 ee lapangan yang milik perumahan itu 22:03 penuh dengan orang jualannya. Jadi kalau 22:06 seperti ini kan memang di dimaksudkan 22:08 untuk takjil dan di bulan yang biasa 22:12 enggak ada takjil ya. Sekalipun ada 22:14 orang yang berpuasa bulan hari Senin, 22:16 hari Kamis, puasa Daud ada setiap hari 22:20 ada orang seperti itu di bulan ee di 22:22 luar bulan Ramadan. Tapi enggak sampai 22:24 ada bikin takjil untuk orang puasa Senin 22:27 Kamis. 22:28 Buat buat takjil untuk orang yang 22:29 berpuasa Daud misalnya. 22:32 Enggak ada. 22:33 Hanya bulan Ramadan saja. Nah, ini 22:35 makanya permintaan terhadap semua 22:37 makanan dan minuman yang sifatnya itu ee 22:41 instan di hari itu itu meningkat all 22:46 semua tingkatan ya. 22:48 Ee mau di Jawa, mau di Bali, mau di 22:51 Bata, mau di mana-mana semuanya seperti 22:53 itu. Jadi akhirnya apa? kegiatan ekonomi 22:57 dalam rangka untuk menyambut bulan puasa 22:59 ini itu meningkatkan ee luar biasa 23:04 meningkatkan permintaan terhadap makanan 23:06 dan minuman, baik itu manufaktur 23:10 yang dibuat oleh pabrik, pabrik-pabrik 23:12 yang besar ataupun 23:14 yang dibikin oleh UMKM sifatnya instan 23:17 yang dibikin hari itu. He. 23:19 Dan itu menyulut permintaan terhadap 23:21 bahan-bahan 23:23 misalnya minyak gitu kan. 23:25 misalnya tepung, 23:28 sayur-mayur sebagai bahannya dan lain 23:30 sebagainya itu meningkat ya. Ya, dulu 23:33 kita sudah pernah cerita kira-kira 23:34 peningkatannya berapa gitu 23:36 ya. Jadi ini 23:38 ini yang dimaksud di situ. Jadi kalau 23:40 dari sektor keluarga atau husul, maka 23:42 permintaan yang spesifik terutama di 23:45 bulan puasa ini ee mengalami 23:47 peningkatan. Tapi kalau kita lihat dari 23:49 seara makro tadi, belanja pemerintah, 23:52 belanja 23:53 dunia usaha yaitu investasi itu enggak 23:56 enggak ee terkait dengan adanya bulan 23:59 Ramadan ya. Mungkin ada penurunan malah 24:02 atau mungkin ada peningkatan tapi 24:05 peningkatan dan penurunan itu bukan 24:07 disebabkan karena bulan puasa. 24:09 Iya gitu 24:10 ya. G itu. Jadi ee kita menjelaskan 24:13 kepada mahasiswa itu ee konsumsi yang 24:17 dikaitkan di dalam ilmu ekonomi baik itu 24:21 makro ataupun mikro itu ee terkait 24:24 dengan konsumsi rumah tangga ini ee 24:27 mengalami peningkatan 24:30 terutama terkait dengan ee industri 24:33 makanan, minuman, termasuk pakaian 24:35 transportasi juga begitu ya itu 24:39 dari Ini kan tadi ada beberapa ee 24:44 persamaannya gitu, Pak, Ustaz. 24:45 Iya, betul. 24:45 Yang pasti ini pengeluaran. 24:47 Iya. 24:47 Namun dalam Islam sendiri, dalam 24:50 Al-Qur'an sendiri, Pak Ustaz, 24:51 pengeluaran itu kan kata-katanya bukan 24:53 hanya infak, ya. 24:54 Banyak. [tertawa] 24:54 Ada kata-kata lain juga. 24:56 Ada kata sedekah. 24:57 Ada kata sedekah, zakat. Iya. Nah, ini 25:00 ini bagaimana nih, Pak Ustaz? 25:02 kita melihat zakat, infak, dan sedekah 25:05 yang sepertinya di bulan Ramadan ini 25:07 menjadi hal yang sangat populer. 25:09 Benar. Sangat. 25:11 Jadi [berdehem] para ustaz itu kan 25:14 ketika tarhib bulan Ramadan itu 25:17 menjelaskan keagungan bulan Ramadan, 25:19 keberkahan. Bahkan 25:21 sampai ada seperti ini ya, syahru 25:24 Ramadan aalu awaluhu rahmah. H 25:29 waatuhu 25:30 magfirah 25:33 wa akhiruhu idqun minanar. Ini sampai 25:36 Syekh Zuhaili menulis dalam kitabnya itu 25:39 alfiq islamadilatuhu di bab bulan puasa 25:42 Ramadan. Jadi seolah-olah bulan Ramadan 25:46 terbagi menjadi tiga. 25:47 Iya. 25:48 Sepertiga pertama itu rahmah. Awaluhu 25:51 rahmah waatuhu magfirah. 25:56 Sepertiga yang kedua yang di 25:57 tengah-tengah ini magfirah. Dapat amutan 25:59 dari Allah Subhanahu wa taala. Nah 26:02 sepertiga ketiga id minanar diselamatkan 26:05 dari api neraka. Nah karena apa ini 26:08 sebenarnya dasarnya hadis itu enggak ada 26:10 ya dicek oleh beliau itu enggak ada. 26:13 Tetapi beliau mengatakan ini baik 26:15 istimbat ini e kesimpulan ini bagus 26:17 enggak masalah gitu walaupun enggak ada 26:19 dalilnya. 26:21 Untuk apa? Untuk tarikb kepada kaum 26:24 muslimin agar mereka ketika masuk bulan 26:26 Ramadan itu sudah siap dengan mental ya 26:29 jasmani rohani untuk menyambut keagungan 26:31 bulan bulan Ramadan itu. 26:33 Nah, karena tarhib yang diceramah 26:36 ceramahkan dari ustaz-ustaz ini begitu 26:39 mengagungkan bulan Ramadan ya. Maka 26:43 mereka menganjurkan supaya sedekah, 26:45 supaya infak, kemudian ada zakat-zakat 26:48 fitri ya. Bahkan bukan hanya zakat 26:50 fitrah saja yang disebutkan. 26:51 Iya. 26:52 Secara umum zakat itu dikeluarkan. 26:54 Seolah-olah zakat itu hanya dikeluarkan 26:56 pada bulan Ramadan ya. Mau zakat mal, 26:59 mau zakat usaha, zakat ijarah dan lain 27:02 sebagainya, zakat pertanian dan lain 27:03 sebagainya itu seolah-olah dikeluarkan 27:06 hanya di bulan Ramadan. Padahal seperti 27:08 yang akan kita ceritakan nanti enggak 27:09 begitu ya. 27:11 Tapi yang jelas di dalam bulan Ramadan 27:12 ada zakat fitrah yang itu harus dibayar 27:16 sebelum Idul Fitri ya. Nah, begitu 27:20 hebatnya para ustaz, kiai ini ee 27:23 mengagungkan, memberikan tarum muslimin 27:26 tentang hebatnya bulan Ramadan menyentuh 27:28 masalah itu, masalah infak, ya. 27:32 Nah, 27:34 sampai-sampai ya jemah itu mengira bahwa 27:37 infak itu adalah sesuatu yang sakral ya. 27:41 Artinya 27:42 hanya berlaku pada orang Islam saja ya. 27:46 yang lainnya yang membelanjakan harta 27:48 sendiri. Tetapi kalau bukan orang Islam 27:50 tidak dikatakan infak gitu loh. I 27:52 padahal di dalam Al-Qur'an itu enggak 27:54 begitu. 27:54 H 27:55 infak itu bisa dilakukan oleh orang 27:57 kafir. Ah ini misalnya kita sebut dalam 28:00 surah al-Anfal ayat 36. Auzubillah 28:03 minasyaitanirrajim. 28:05 Innalladzina kafaru yunfiquuna 28:08 amwalahum 28:10 liyasudu sabilillah fasayunfiquunaha 28:14 tumma takunu alai hasratan tumma 28:17 yuglabun. 28:19 Nah, dari ayat ini kita tahu bahwa Allah 28:22 Subhanahu wa taala menggunakan kata-kata 28:24 infak 28:25 untuk orang kafir 28:27 ya. Walladina kafaru yunfiquuna 28:30 amwalahum ya liyasuduilillah. Jadi 28:34 orang-orang kafir itu membelanjakan 28:36 hartanya 28:37 iya 28:38 untuk menghalangi orang lain masuk dalam 28:41 agama Allah ya dari jalan Allah. 28:43 Menghalangi orang Islam dari jalan Allah 28:46 atau manusia untuk masuk Islam gitu. 28:48 Jadi mereka 28:50 berusaha mengeluarkan hartanya itu 28:53 dengan menggunakan kata-kata infak ya. 28:55 Nah, kalau yang dalam Islam ya banyak 29:00 itu ya dan sebagian dari harta mereka 29:03 membelanjakan. Ini konteksnya orang 29:06 Islam kaum orang yang beriman ya. 29:08 Jadi ee segala atau segala macam belanja 29:13 yang dikeluarkan oleh orang baik itu 29:16 yang mengeluarkan, membelanjakan itu 29:19 kafir 29:20 atau muslim, Al-Qur'an menggunakan kata 29:22 yang sama, 29:23 kata yang infak, 29:24 ya. yaitu infak ya. 29:25 Hm. 29:26 Cuman belanja orang kafir ditujukan 29:29 untuk menjauhkan orang dari jalan Allah, 29:32 dari jalan kebenaran. Nah, ini kan nyata 29:34 sebetulnya. Iya. 29:35 Apa yang dilakukan orang-orang kafir itu 29:37 untuk meng ee apa namanya? Ee membuat 29:40 orang lain ingin masuk Islam menjadi 29:43 enggak masuk Islam 29:44 atau menyulitkan orang Islam untuk 29:46 menjalankan ibadah mereka itu banyak 29:48 dilakukan. Terutama ketika ayat ini 29:50 diturunkan pada masa Rasulullah 29:52 sallallahu alaihi wasallam. Ya, 29:52 konteksnya begitu. Nah, intinya di dalam 29:55 masalah ini adalah eh kita tidak punya 29:59 dasar bahwa kata infak dalam Al-Qur'an 30:02 itu khusus kaum muslimin. Karena 30:03 Al-Qur'an juga mengatakan dalam surat 30:06 Al-Anfal ayat 36 tadi, orang kafir pun 30:09 membelanjakan hartanya dengan 30:10 menggunakan kata kata infak. Iya. 30:13 Makanya kata infak untuk kaum muslimin 30:15 itu rata-rata selalu di dihubungkan 30:19 dengan amwalahum fisabilillah. Iya. 30:27 Dan terhadap apa yang kami berikan 30:29 mereka, mereka mengeluarkan. Nah, itu 30:31 kontaknya kepada orang beriman. 30:33 Walladinumakati failun. Begitu juga 30:36 begitu. 30:36 Dan ada mungkin sudah ratusan ya kalimat 30:39 infak dalam bentuk yang macam-macam. ee 30:42 fi'il madhi, 30:44 fi'il mudhor, e fi'il amr itu puluhan di 30:48 dalam Al-Qur'an itu. 30:49 Tapi bagi seorang muslim, 30:51 infak itu fisabilillah saja. 30:55 Iya. Artinya 30:56 kalau infak itu maknanya khus muslimin 31:00 hanya fisabilillah. 31:01 He. 31:02 Nah, masalahnya fisabilillah itu apakah 31:05 hanya pengertiannya apa gitu loh. 31:07 Sekarang misalnya kita sebagai ee apa 31:10 namanya? kepala keluarga. 31:11 Iya. 31:12 Ee seorang laki-laki di dalam keluarga 31:15 Islam 31:16 Heeh. 31:16 Itu adalah pemimpin dan dia adalah orang 31:19 yang berkewajiban menafkahi keluarga. Ya 31:21 kan? 31:22 Nafkah juga. 31:23 Nafkah. Nah, sekarang apakah 31:25 fisabilillah itu tidak termasuk di situ? 31:28 Ya, seorang ayah memberikan makanan 31:31 kepada anaknya, kepada istrinya, itu 31:32 semuanya fisabilillah. Beli rumah itu 31:35 fisabilillah. 31:36 Beli makanan itu fisabilillah. beli 31:39 pakaian segala belanja yang kita gunakan 31:42 untuk kebutuhan keluarga masuk dalam kat 31:44 fisabilillah 31:45 pendidikan 31:46 iya pendidikan yaillah 31:49 membantu orang ya bantu infak ya kita 31:52 kasih orang di jalan orang pengemis itu 31:54 juga fisabilillah 31:55 nah jadi apa namanya sebagian itu ada 31:59 yang menyempitkan arti fisabilillah 32:01 sehingga tidak tertarik untuk 32:02 membelanjakan hartanya di bidang yang 32:04 menurutmenurut dia itu bukan 32:05 fisabilillah 32:07 iya Nah, jadi ini kita tahu bahwa apa 32:10 namanya infak itu untuk kaum muslimin 32:13 itu ee kaitannya qidnya istilahnya ee 32:17 qid itu adalah dalam bahasa balagah atau 32:21 dalam bahasa tafsir qaid itu adalah 32:22 ikatan yang mengikat bahwa ini maknanya 32:25 tidak umum melainkan khusus ya 32:28 dengan kata-kata fizabilillah ya. 32:30 Nah, zabilillah itu umum sekali ya. mau 32:33 pendidikan segala macam ini semuanya 32:35 belanja yang kita keluarkan untuk tujuan 32:36 itu tetap di ee dianggap oleh Allah 32:39 Subhanahu wa taala atau dalam syaratnya 32:41 dikatakan ee fisabilillah dan 32:43 mendapatkan pahala penuh ya gitu. 32:47 Ini kita melihat dalam konteks ekonomi 32:49 Islam ya Pak Ustaz ya. 32:50 Iya. 32:51 Ketika zakat dan sedekah juga yang 32:54 sama-sama bentuk pengeluaran. Nah ini 32:57 kan hal yang berbeda ya Pak Ustaz ya. 32:58 Betul. Jadi kalau [berdehem] misalnya 33:01 dalam surah Albaqarah 33:03 wamimma rqnahum yunfiquun ini sifat 33:05 orang beriman yaitu membelanjakan 33:08 sebagian dari harta yang kami berikan 33:10 kepada mereka. 33:11 He. 33:11 Nah, apa maksudnya di sini? Apakah 33:13 terbatas pada zakat? 33:15 Tafsir mengatakan begitu sebetulnya. 33:17 Hm. He. 33:18 Padahal semua yang kita keluarkan 33:20 asalkan untuk tujuan yang diridai oleh 33:22 Allah Subhanahu wa taala. 33:23 Iya. 33:24 Itu termasuk dalam makna ini. 33:26 He. 33:26 Infak itu bisa apa nam ee infak dalam 33:32 kategori kaum muslimin yang 33:33 membelanjakan hartanya. 33:34 Iya. 33:35 Itu di dalamnya bisa berubah zakat, 33:37 h 33:37 bisa berubah sedekah gitu loh ya. 33:40 Ee atau bantuan yang lain, maun misalnya 33:43 itu masuk di sana. Nah, tetapi memang 33:46 disebut terpisah zakat itu sendiri 33:49 waimus wa zakat 33:52 ya 33:53 ee wim apa namanya dalam surat 33:55 almukminin 33:56 ee 33:57 walladinumzakati failun ini contoh atau 34:00 perilaku karakteristik orang beriman 34:02 yaitu mengeluarkan zakat 34:04 disebutkan kata-kata zakat 34:07 tetapi ada menggunakan sedekah 34:11 lah 34:12 innamodqatu 34:15 atau ayat 60 itu ya. Heeh. 34:17 Nek di situ 34:20 sedekah hiya azzaka. 34:23 Hm. 34:23 Ya muradifah. Yaitu sedekah dengan zakat 34:26 itu muradif. Apa? Muradif itu 34:29 interjengable bisa kita pakai gitu loh. 34:31 Iya. Disebutkan dalam itu adalah sedekah 34:34 tapi nama apa namanya? Hakikatnya adalah 34:36 zakat. Al-Qur'an tidak mengatakan 34:38 innamzakatu lil fuqar. Enggak. Tapi 34:40 malah mengatakan innamaqat. I. 34:42 Nah, sedekah itu ee 34:45 muradif sama dengan padanannya adalah 34:48 zakat. I konotasinya itu zakat gitu. 34:51 Arti yang sebenarnya itu zakat ya. Jadi 34:54 menurut uz alqawi 34:56 ada kesalahan bukan kesalahan menurut 34:58 saya sih ya ada kecenderungan dari ee 35:01 masyarakat Islam dari zaman dulu di 35:04 seluruh dunia di Mesir, di Saudi, dan di 35:06 mana-mana bahwa namanya sedekah itu 35:10 adalah sunah. 35:13 Bukan wajib mengeluarkan harta untuk 35:16 orang lain, membantu orang lain sedekah 35:18 itu karena sukarela, 35:20 sunah hukumnya. 35:21 Iya. Tapi kalau mengeluarkan harta 35:23 karena kewajiban agama, ah itu baru 35:25 zakatnya gitu loh. Jadi seolah-olah 35:29 zakat itu tidak sama dengan sedekah. H 35:31 padahal di dalam surah at-Taubah ini, 35:34 innama shodqatu lil fuqari wal masakin. 35:37 Asodqat hiya azzakah. Ya gitu. Makanya 35:42 itu 35:42 atau delapan asnaf itu kan? 35:43 Iya. Delapan asnaf itu aktivitasnya 35:45 adalah zakat. 35:46 Iya. Jadi yang yang disebut Al-Qur'an 35:48 malah sodqah gitu. Karena itu maka 35:51 ee zaka isodqah and shodqah is zakah 35:54 gitu. Kalau dalam bahasa konteksnya 35:56 sedekah dan zakat itu adalah bentuk 35:58 infak. 35:59 Iya. Nah, tetapi ee ada yang mengertikan 36:02 termasuk kita ya [berdehem] 36:04 bahwa zakat itu yang wajib yang yang 36:07 kadarnya sudah 2,5% atau 36:10 ini kalau kaitannya hukum nih 36:12 hukum zakat apa 36:13 itu. Tapi kalau 36:14 sedekah 36:15 sedekah itu kita ngasih orang miskin 36:17 sedekah enggak wajib, sunah saja. 36:19 Iya. 36:20 Nah, maka di sini ee harus kita koreksi 36:23 bahwa pemahaman seperti itu enggak 36:25 enggak benar, 36:26 gak selalu benar maksudnya 36:27 ya. Yang benar adalah zakat itu adalah 36:31 sedekah dan sedekah itu zakat seperti 36:32 dalam surah at-Taubah ayat 60 ini. 36:35 Tetapi tidak mengapa bahwa kalau kaum 36:38 muslimin sebagian mengertikan begitu itu 36:40 juga enggak masalah sebetulnya. Karena 36:41 itu sudah menurut Dr. Yusuf Alqard itu 36:44 kesalahan tradisi [tertawa] 36:46 jadi umum ya. 36:47 Iya. Ya. Tradisi yang dilakukan oleh 36:48 kaum musliman, 36:49 kaum muslimin ya. Nah, Pak Ustaz 36:52 dikaitkan dengan bulan Ramadan, apakah 36:54 infak, sedekah, dan zakat ini memiliki 36:57 peran yang menonjol nih, Pak Ustaz? Nah, 36:59 iya tadi kan tarbnya 37:01 tarhib ustaz itu. Ustaz banyak diundang 37:04 ceramah di masjid-masjid, musala-musala 37:06 mendekati bulan Ramadan itu 37:09 intinya adalah untuk memberikan 37:11 kesadaran, membangkitkan kesadaran untuk 37:14 tarib Ramadan ini agar supaya kaum 37:16 muslimin itu betul-betul siap lahir dan 37:18 batin mentalnya untuk masuk ee memasuki 37:21 bulan Ramadan 37:22 sehingga mereka itu dapat mempunyai apa 37:25 namanya mempunyai kesempatan untuk 37:27 menggapai keberkahan ya kan. Nah, salah 37:31 satu keberkahannya yang dianjurkan oleh 37:33 para ustaz aspeknya itu adalah keuangan. 37:35 Iya. 37:35 Mulai digembur-gemburkan, dianjurkan 37:37 sedekah ya. 37:38 Hm. 37:39 Segala apa macam segala macamnya ya 37:41 sedekah itu. Kemudian infak, kemudian 37:43 zakat ya. Nah, karena itu kemudian ada 37:47 tentunya ada pengaruh ya. Jadi, kaum 37:50 muslimin akhirnya ee yang biasa tidak 37:53 infak itu karena mendengarkan tarbanglah 37:59 keinginan untuk infak ya. 38:00 Iya. 38:01 Ee kemudian hasil infak itu selalu lebih 38:05 tinggi dibandingkan dengan bulan bulan 38:07 yang lain. Ini banyak sekali kejadian. 38:09 Kayak misalkan kemarin ada ee ada di 38:13 YouTube di berita itu Masjid Jok Karyan 38:15 itu berapa sekarang masih orang in ee 38:18 takjil juta 38:19 R.000an ya 38:21 3.000 lebih itu makan full ya. 38:23 Iya 38:24 iya 38:24 selama 30 hari itu berapa juta porsi 38:27 kalau dihitung berapa juta luar sudah 38:29 miliaran itu ya luar biasa. 38:31 itu baru satu masjid dan bahkan ada 38:33 masjid yang dulu tidak dikenal demikian. 38:36 Itu juga mulai kegiatan-kegiatan seperti 38:39 itu. Nah, kalau dilihat ini pastilah ada 38:42 pengaruh dari sisi angka ya, 38:45 dari sisi persentase kita bisa 38:47 bandingkan dengan tahun sebelumnya kayak 38:49 berapa dan lain sebagainya. Karena 38:51 kesadaran yang dibangkitkan oleh para 38:53 kiai para asatid itu untuk target 38:56 Ramadan ini masuk ya 38:58 diterima oleh masyarakat ya. sehingga 39:00 masyarakat itu banyak sekali ee berbuat 39:04 baik ee terutama dikaitkan dengan infak 39:06 dan sedekah ya. 39:07 Ada sedekahnya uang, ada sedekahnya itu 39:11 makanan takjil. Sekarang ini boleh 39:13 dikatakan 39:14 sudah ramai ee sudah merata-rata 39:16 kebiasaan yang dulunya enggak seperti 39:18 itu. 39:19 Ini kan sebetulnya gak nakak semua orang 39:21 ee melakukan demikian. Tapi karena 39:24 banyaknya komunikasi lewat e HP, lewat 39:27 YouTube, lewat macam-macam itu akhirnya 39:29 nyebar ya. Kebiasaannya menjadi baik ya. 39:32 Dulu ada masjid yang tidak ee bikin 39:34 takjil bersama. Sekarang rata-rata 39:36 masjid itu ee asal masjid sajalah 39:39 di sekitar kita ini. Orang 39:41 ee dari tempat lain yang kebetulan lewat 39:43 dan itu masuk ee magrib dan sedang 39:47 puasa. 39:47 Heeh. 39:48 Mau singgah di masjid mana dia akan 39:50 dapat takjil. ya. 39:52 Ya, enggak perlu bingung sebetulnya. 39:54 Betul. Betul. 39:54 Nah, ini pasti memberikan pengaruh 39:57 terhadap perilaku dan bisa dilihat dari 40:00 angkanya ya. Tapi kan tidak ada survei 40:03 yang menulis berapa persen 40:06 eh masing-masing masjid penambahannya 40:08 dibandingkan tahun lalu atau 40:09 dibandingkan dengan bulan-bulan yang 40:11 bukan bulan puasa? Enggak adalah gitu. 40:13 Tapi kita lihat secara nyata di depan 40:15 mata kita tidak pernah tidak ada ya. 40:19 Saya sendiri itu ke mana saja menjelang 40:22 magrib itu di bulan puasa mesti ada 40:25 takjil ya? Mesti 40:27 takjil untuk umum. 40:28 Iya. Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 40:31 subhanahu wa taala, saat ini Anda sedang 40:33 menyimak kajian ekonomi Islam 40:37 bersama Ustaz Ikhwan Basri mengenai 40:41 Ramadan ekonomi Ramadan tahun ini. Kami 40:44 mengundang Andik Iwan Wanwat untuk 40:45 bergabung. Silakan sampaikan 40:46 pertanyaannya melalui nomor WhatsApp 40:48 hasil di 081199720. 40:52 Kami akan segera kembali. 40:55 [musik] 41:02 [musik] 41:12 [musik] 41:19 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 41:21 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 41:23 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 41:24 Terima kasih masih bersama kami dalam 41:26 acara kajian ekonomi Islam bersama Ustaz 41:30 Ihwan Basri. Di sesi kedua ini, Ikhwan 41:33 Ahdad, kita akan menjawab 41:34 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk 41:36 pembahasan kita mengenai ekonomi Ramadan 41:38 tahun ini. Sebelum ke pertanyaan ini ada 41:42 atensi dari Ibu Dharma di Bekasi. 41:44 Alhamdulillah menyimak selalu. Syukron 41:46 Pak Ustaz ilmu dan juga pencerahan dari 41:50 Pak Ustaz. Sementara itu nih di grup eh 41:52 komunitas pendengar hasil ini banyak 41:55 yang menginformasikan Pak Iskandar di 41:57 daerah Bekasi banjir, Pak Sumar Hadi 42:00 juga sudah banjir di daerah saya. Pak 42:03 Yudi di Bogor juga ini lagi kebanjiran 42:05 nih, Pak Ustaz. Bogor Bekasi ini, Pak 42:07 Ustaz. 42:07 Bogornya mana? 42:08 Banyak yang banjir ini. 42:10 Kulur. 42:10 Iya. Semoga airnya cepat surut dan 42:12 semuanya pada sehat ya, Ikhwan dan 42:14 akhwat. 42:16 Ee sementara itu 42:18 [berdehem] 42:19 ada pertanyaan juga ini Pak Ustaz dari 42:22 Pak Andi. Asalamualaikum warahmatullahi 42:25 wabarakatuh. 42:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:27 wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih 42:29 Radio Silaturahim acara ekonomi Islam 42:32 kali ini menyimak saya sambil bekerja 42:34 Pak Ustaz dan tadi terima kasih apa yang 42:37 disampaikan oleh Ustaz Ikhwan semoga 42:39 memberikan kejayaan dan kelancaran e 42:42 dalam berdakwah untuk para ustaz dan 42:44 staf radi silaturahim. Oh ini atensi aja 42:47 nih Pak Ustaz. Sementara itu, 42:49 asalamualaikum saya Ibu Aziza 42:53 transfer sejumlah uang untuk sodqah. 42:55 Wah, ini kita bahas infak sedekah 42:57 langsung transfer ini, Pak Ustaz. 42:58 Alhamdulillah. [tertawa] 43:00 Alhamdulillah. Terima kasih Bu Azizah. 43:02 Ini di infak infaknya masuk ya ke 43:04 Yayasan Wakaf Rumah Quran silaturahim ke 43:08 rekening yayasannya Rasil sudah masuk. 43:10 Alhamdulillah. Terima kasih Bu Azizah. 43:12 Dan juga ini ada pertanyaan dari 43:14 08131165 43:18 tidak menyebutkan nama. Sekian-sekian. 43:19 Asalamualaikum warahmatullahi 43:20 wabarakatuh. 43:21 Waalaikumsalam. Pak Ustaz yang dilakukan 43:24 oleh pemerintah berupa kebijakan BLT 43:27 yang bagi-bagi uang kepada rakyat itu 43:29 masuknya sedekah pemerintah atau 43:30 bagaimana, Pak Ustaz? Mohon 43:32 penjelasannya. Terima kasih. Syukran. 43:35 Iya, terima kasih. 43:38 Ee yang bertanya tentang ini ya ee semua 43:41 yang dikeluarkan oleh pemerintah itu 43:43 kategorinya belanja ya. 43:45 Misalnya beli tank juga ya belanja, beli 43:47 pesan tempur juga belanja, beli kapal 43:50 juga begitu ya. ee termasuk di antaranya 43:53 adalah menggaji pegawai negeri ya. 43:56 Itu masuk anggaran belanja pemerintah. 43:59 Jadi segala uang yang keluar dari 44:01 kantong pemerintah ya 44:04 itu sama dengan dalam tanda petik tadi 44:07 itu infak ya. Ya gitu karena itu belanja 44:10 spending ya. Kalau bahasa Inggrisnya itu 44:12 pengeluaran ya. 44:14 Jadi pengeluaran pemerintah ya. Nah 44:16 masalahnya adalah pemerintah ini dari 44:18 mana dapat uang gitu. Sumbernya dari 44:20 mana? 44:21 yang terbesar pemerintah itu 44:23 pendapatannya adalah dari pajak 44:25 ya segala macam pajak. Mau pajak judi 44:30 kalau memang ada 44:31 iya 44:32 pajak minuman keras ya enggak masalah 44:34 semuanya yang dibayar oleh pemerintah 44:36 oleh ee oleh individu atau perusahaan 44:38 atau entitas kepada pemerintah namanya 44:42 pajak itu. Itulah pendapatan yang yang 44:45 paling besar. mungkin 90% daripada ee 44:49 pendapatan pemerintah itu berasal dari 44:51 pajak termasuk cukai bea dan lain 44:54 sebagainya ya. 44:55 He. 44:56 Itu termasuk kita bayar motor itu ya PBB 44:59 segala macam 45:00 iya 45:01 ee pajak pertama nilai dan lain 45:02 sebagainya. Pokoknya segala macam 45:04 pajaklah itu ya. 45:05 Segala macam pajak. 45:05 Nah 45:07 ee koleksi atau pengumpulan ketika ini 45:10 dikumpulkan di kantong pemerintah dalam 45:12 hal ini Kementerian Keuangan. Nah, 45:14 pemerintah akan melakukan pengeluaran 45:16 ya. 45:17 Pengeluaran yang paling utama itu rutin 45:18 sebetulnya yaitu belanja untuk apa? 45:21 Pengeluaran turut pegajian pegawai 45:23 negeri ASN namanya sekarang, kemudian 45:26 tentara kemudian polisi, kemudian semua 45:31 pega pemerintah itu ya tanpa kecuali ya. 45:33 Ya, ini semuanya digaji dari itu dari 45:35 pendapatan tadi itu ya. Nah, termasuk 45:39 adalah yang dibuat untuk membantu ee 45:43 namanya BLT 45:45 bantuan 45:47 apa ya? 45:47 Langsung tunai ya. 45:49 Langsung 45:50 bantuan langsung tunai ini ee menggejala 45:55 setelah reformasi. 45:57 Iya. 45:57 Seingat saya zaman Pak Harto enggak ada 45:59 lah. 45:59 Mulai SBY ini, Pak. [tertawa] mulai 46:01 mulai zaman SP 46:02 BLT dulu kan banyak kontroversi 46:04 ahli-ahli kun mengatakan BLT itu 46:07 memenjakan orang ya 46:09 kita membantu rakyat tapi caranya bukan 46:11 begitu ya gitu. Nah, sekarang Plt sudah 46:16 sudah apa namanya? Sudah menjadi hal 46:20 yang biasa. He. 46:21 Tapi disalah artikan bukan disalah 46:24 artikan dipakai oleh politisi 46:27 nah 46:28 untuk mendapatkan simpati 46:29 untuk agenda politik. Nah, sebetulnya 46:31 BLT itu dikasih kepada siapa saja dari 46:34 ra yang membutuhkan 46:35 sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh 46:37 pemerintah tanpa memila-mila ini latar 46:40 belakang politiknya apa. Nah, karena 46:43 sekarang sudah seperti itu, maka 46:44 kadang-kadang muatan politiknya lebih 46:47 syarat, lebih berat daripada ee bantuan 46:50 itu sendiri, ya. Tapi kalau 46:52 dikategorikan bahwa dia adalah belanja 46:54 pemerintah, dia masuk dalam kata-kata 46:56 infak pemerintah itu ya. karena itu 46:59 adalah dikeluarkan dari kantung 47:00 pemerintah ya meskipun ini berasal dari 47:04 pajak ya yang sebetulnya semua orang 47:08 rakyat Indonesia itu berhak ya 47:10 h 47:11 untuk mendapatkan itu. Nah, karena BLT 47:13 ini adalah belanja atau bantuan dari 47:16 pemerintah yang ditujukan kepada ee 47:20 masyarakat Indonesia yang memenuhi 47:22 kriteria tertentu ya. Tidak semua ini 47:25 tidak semua mendapatkan sama dengan 47:27 subsidi sebetulnya mirip-mirip itu juga 47:30 cuman subsidi ini kan gak langsung. 47:32 Heeh. 47:33 Misalnya kalau BBM yang harusnya itu 47:36 harganya R.000 per literuman 47:39 R10.000 per liter. Itu menunjukkan bahwa 47:42 ada 2.000 yang dibayar oleh pemerintah. 47:44 Iya. 47:45 Ya gitu ya. Itu dan ini namanya tidak 47:48 langsung. Tapi kalau dalam subsidi ini 47:50 kan untuk memisahkan antara orang yang 47:53 berhak dengan tidak itu sulit ya. 47:55 Kayak misalkan juga selain daripada BBM 47:58 tadi itu ada ee gas misalnya gas 3 kg 48:01 yang seharusnya hanya penduduk yang 48:04 karakternya begini-begini saja 48:07 yang bisa beli. Tapi sekarang yang orang 48:09 kaya lebih bisa beli lebih banyak 48:11 daripada orang yang seharusnya diberi 48:13 susuiti gitu. 48:14 Karena orang yang diberi susuiti kan 48:15 belinya cuma satu. 48:17 Satu apa itu? Satu kaleng. He 48:20 lah. Orang yang punya banyak uang bisa 48:22 beli 5 en 48:24 di oplos lagi astagfirullahalazim. 48:27 Nah, ini sulit untuk membedakan. Nah, 48:29 kalau BLT juga sama BLT itu 48:31 ee masuk kategori belanja pemerintah. 48:33 Tetapi ya tadi ee ee pembagian kepada 48:38 mereka yang berhak itu sulit untuk 48:41 dikatakan tepat. H 48:43 pertama karena data sudah 48:47 apa korup ya 48:48 datanya sudah enggak valid ya 48:50 datanya tidak valid 48:51 tidak valid karena di tingkat RT RW ini 48:53 ada yang main gitu kan 48:55 sehingga ada yang di RT itu misalnya dia 48:59 lebih berhak untuk mendapatkan enggak 49:00 masuk dalam daftar 49:01 masuk 49:02 ada yang kerabatnya RW 49:04 H 49:05 yang sudah kaya-kaya masuk 49:06 ya karena kerabatnya kerabatnya ya jadi 49:10 datanya korupted ya 49:11 iya 49:12 benar. Nah, karena datanya ini enggak 49:14 bisa dipercaya, maka alokasi untuk 49:16 belanja pemerintah membantu rakyat yang 49:19 seharusnya dibantai leat BLT ini salah 49:21 sasaran. 49:22 H 49:22 salah sasaran. Kebanyakan tidak tepat. 49:25 Wallah. Jadi kalau kalau hanya ditanya 49:27 apakah itu masuk belanja pemerintah 49:29 masuk karena dia mengeluarkan dari 49:31 kantung pemerintah gitu gitu. 49:35 Selanjutnya Pak Ustaz ini ada WhatsApp 49:36 dari Viza Fitriana. Asalamualaikum 49:38 warahmatullahi wabarakatuh. 49:39 Waalaikumsalam. menyimak apa yang Pak 49:41 Ustaz sampaikan. Pak Ustaz, bagaimana 49:44 menurut Pak Ustaz ini membeli pertamak 49:48 rakyat saja di Kadali? Bagaimana nih 49:51 pemerintah? Tolong pencerahannya, Ustaz. 49:55 Iya, ini sudah sudah didengar, disimak 50:00 oleh semua rakyat Indonesia ya, bahwa 50:02 ada kejadian pengoblosan dan lain 50:05 sebagainya. bahan bakar ini ee seperti 50:08 yang kita sudah ee dengarkan, saksikan 50:11 di berita-berita media pemerintah 50:13 ataupun media yang tertulis, tercetak 50:17 atau media massa seperti TV dan lain 50:21 sebagainya ya. Kita sudah tahu semuanya 50:23 dan orangnya juga kok sudah ditangkap, 50:25 sudah ditersangkakan begitu ya. Nah, 50:28 masalahnya yang ditanya tadi adalah 50:30 bagaimana kalau seperti ini gitu ya. 50:32 Iya. Nah, ini kita melihat bahwa aparat 50:37 atau aparat di dalam 50:40 perusahaan ya oknum lah istilahnya bukan 50:43 aparat oknum yang ada di dalam 50:45 perusahaan yang 50:46 kita husnudon mereka itu berbuat baik 50:48 tetapi mereka ini mempunyai agenda yang 50:51 berbeda, korupsi dan lain sebagainya ya. 50:54 Ini sangat kita sesalkan apalagi 50:56 jumlahnya itu ratusan triliun ya. ya. 50:59 Dan ini terakumulasi dari bertahun-tahun 51:03 kejadian tidak pernah dilakukan apa-apa 51:05 tindakan. Akhirnya jumlahnya itu masif 51:08 ya sangat. Bahkan untuk negara yang 51:10 menggunakan mata uang dolar saja itu 51:13 sudah miliar dolar, miliaran dolar, 51:15 puluhan miliar dolar itu adalah angka 51:17 yang sangat tinggi sekali ya. Di satu 51:20 sosi ada yang 300 miliar ee 300 triliun, 51:23 ada yang 200 triliun, ada yang banyak 51:25 banget itu angkanya sungguh sangat apa 51:27 besar sekali ya. Nah, kejadian seperti 51:29 ini ee saya tidak mau menjelaskan dari 51:34 sisi apa ya kenapa kejadian orang sudah 51:37 banyak menjelaskan itu ya. Ali-ahli 51:39 sudah ee banyak sekali tiap saat bisa 51:42 kita cek. Ini masalahnya adalah bahwa ee 51:45 mental daripada para pegawai, para 51:49 pelaku oknum yang ada di masing-masing 51:52 instansi itu ee sudah rusak. 51:55 Profesionalisme mereka enggak ada ya. H 51:57 karena ee kita harusnya mereka itu 51:59 profesional. Profesional adalah ee 52:02 disiplin dan dia melakukan tugasnya 52:05 dengan penuh tanggung jawab dan tidak 52:08 melakukan korupsi. Ya, tapi kalau 52:10 seperti ini, profesionalisme itu hilang 52:12 sama sekali ya. 52:13 He. 52:14 Hilang sama sekali, ternoda dan sulit 52:17 untuk bisa di ee hilangkan dalam waktu 52:21 ee dalam waktu yang singkat. Enggak bisa 52:23 kayak misalkan yang terjadi di apa itu 52:26 di imigrasi. 52:28 Imigrasi 52:28 iya seluruhnya dicopot 52:31 karena ini adalah jemah ya terjadi 52:34 berjamaah. Maka kalau satu aja dicopot 52:36 ya enggak akan bisa menghilangkan upaya 52:39 kita mencopot semuanya itu dengan 52:41 harapan supaya terjadi ee budaya yang 52:43 baru. Ya, ini juga begitu lah. Kalau 52:46 pimpinannya seperti itu melakukan apa 52:50 namanya berkorupsi secara berjamaah, apa 52:53 mungkin yang di bawahnya ini 52:55 Heeh. tidak bermental seperti itu. Dan 52:58 bisakah kita memotong kepalanya dari 53:00 dari atas kemudian mengharapkan yang 53:03 baru ini tumbuh, melupakan budaya, 53:06 melupakan budaya salah dalam perusahaan 53:08 itu 53:09 sulit untuk kita lakukan ya dan itu 53:11 jangka waktu yang lama. Maka yang 53:13 penting itu adalah hukuman yang harus 53:15 dilakukan itu harus tegas. 53:16 He 53:17 ya. Saya setuju kalau hukumannya kayak 53:18 Cina 53:20 dimisikinkan 53:21 Cina sediakan kota mayit 53:23 kotak [tertawa] mati. 53:24 Iya. peti mati sebanyak-banyaknya. Nah, 53:27 kalau mau itu ya dengan cara seperti itu 53:30 ee mungkin akan turun ee sedikit ya. 53:33 Belum ada kan kita ini ada orang-orang 53:35 korupsi itu dhukum mati belum ada. Dulu 53:38 ada tapi sebelum dukung mati sudah mati 53:40 di penjara. [tertawa] 53:42 Iya itu 53:44 masyaallah. Terakhir Pak Ustaz dari Pak 53:47 Madi. Asalamualaikum warahmatullahi 53:49 wabarakatuh. 53:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:50 wabarakatuh. Pak Ustaz, saya 53:52 membayangkan Ramadan itu dijalani dengan 53:55 khidmat. 53:56 Kesibukan kaum muslimin itu hanya di 53:59 masjid. 54:00 Pasar tidak terlalu ramai, terminal juga 54:03 tidak terlalu ramai. Seluruh kaum 54:05 muslimin fokus untuk ibadah. 54:08 Bagaimana menurut Pak Ustaz? 54:11 Ee terima kasih kepada 54:14 Pak Madi. 54:14 Pak Madi ya. Ya itu keinginan kita. Iya. 54:18 Keinginan kita seperti itu. Sah. sah 54:21 saja ya. Apalagi kalau kita memerikkan 54:23 diri kita sendiri. H 54:25 ini masalahnya ini ee kegiatan orang 54:29 yang bekerja di instansi yang harus 54:33 bekerja dari jam .00 sampai jam .00 54:36 itu tidak bisa di ini tidak bisa di 54:39 dikurangi. Iya dikurangi. Dikurangi sih 54:42 bisa menurut e ini ee tetapi sama sekali 54:46 sampai pada tingkat mengurang 54:48 berkurangnya itu misalnya di pasar sepi 54:51 misalnya di terminal sepi itu sulit 54:54 untuk diinikan ya karena ee orang 54:58 bekerja dan bergerak mobilitas ini 55:00 enggak berhenti ketika bulan puasa. 55:02 Ini malah lebih ramai gitu maksudnya. 55:04 Jadi lebih ramai nungkin Pak Madi itu 55:07 maksudnya adalah seharusnya kaum 55:09 muslimin mengurangi gitu loh kagetnya 55:10 enggak perlu i 55:11 ini lebih ramai. 55:12 Iya ini justru makin ramai puasa. 55:15 Iya itu tadi ustaz jengut ada 55:16 warung-warung di jalan jadi 55:19 pasar lebih pasar. 55:21 Iya. 55:22 Jadi harusnya menurut pemadi itu 55:24 berkurang ya tapi ternyata tidak. 55:26 Nah keinginan kita semuanya seperti itu. 55:28 Kita kebanyakan di masjid tapi 55:30 masalahnya enggak semua orang seperti 55:32 itu keadaannya ya. 55:34 Mungkin kalau kita punya kekuasaan yang 55:36 seperti diktator misalnya, diktator kita 55:39 paksain apa mungkin ya ee ee bertanya 55:43 dulu sebelum kita ini sebelum kita 55:45 memberikan aturan itu bertanya kepada 55:47 para ulama yang fakih tentang agama ya. 55:51 Apa boleh apa namanya pemerintah 55:55 membikin aturan agar supaya kaum 55:57 muslimin lebih banyak di masjid ya ee 56:00 daripada di pasar? aturannya seperti 56:02 itu. Misalnya para ulama mungkin tidak 56:05 semuanya sepakat ya. 56:06 Tapi apakah itu di Indonesia aja, Ustaz? 56:09 Wah, di mana-mana. 56:09 Di negara lain juga kan ya. 56:11 Sama. 56:11 Iya. 56:12 Di Makkah juga sama? 56:13 Iya. Lebih. 56:14 Cuman kalau di Makkah atau di daerah 56:16 Saudi Arab itu kebanyakan aktivitasnya 56:18 malam hari. 56:19 Hm. 56:19 Ya. Siang jam segini, jam 10. Masih 56:22 tidur mereka. 56:22 Iya. I 56:24 ada ada kegiatan itu mulai menjelang 56:26 zuhur ya 56:27 nanti. Tapi restoran juga tutup ya kan? 56:31 di Pakistan juga begitu. Saya 7 tahun di 56:33 sana gitu, enggak ada orang jualan kalau 56:36 siang hari. 56:37 Iya. I 56:37 sama sekali. Iya. Hatta walaupun 56:39 nonmuslim enggak mau misalnya ngerokok 56:42 di depan umum enggak mau. 56:44 H 56:44 saya tahu kenapa panas banget misalnya 56:46 ee apa namanya me memperbaiki jalan 56:50 ya itu enggak ada yang makan atau minum. 56:53 Saya enggak pernah lihat 56:54 kalau bulan puasa tuh. 56:55 Iya. Kalau bulan puasa 56:56 ya mungkin mereka enggak kuat puasa, 56:58 tapi mereka minum atau ini sambil enggak 57:00 tahu di mana lah mereka itu 57:02 enggak diperlihatkan gitu. Padahal 57:04 menurut saya orang seperti ini ya 57:06 sebetulnya enggak wajib berpuasa. 57:07 Bisa berbuka. 57:08 Iya bisa berbuka karena pekerjaannya 57:10 tengah matahari Pakistan itu panas dan 57:13 lebih panjang panasnya kalau musim panas 57:15 itu ya. Tapi mereka saya lihat enggak 57:17 pernah saya melihat seorang pun itu 57:20 selama 1 jutaan di sana. Orang itu 57:22 santai ngerokok. He 57:24 di bulan puasa 57:25 dia menghormati. 57:26 Iya walaupun nonmuslim. 57:28 Iya walaupun nonmuslim ya. 57:29 Iya. 57:30 H 57:31 ya gitu. Baik itu pertanyaan terakhir 57:32 Pak Ustaz yang bisa kita jawab dari 57:35 seluruh bahasan kita dan 57:36 pertanyaan-pertanyaan yang masuk penutup 57:39 dari Pak Ustaz. Apa, Pak Ustaz? 57:41 Terima kasih, Mas Angga. Para pemirsa 57:43 Rasil TV dan para pendengar Radio 57:45 Silaturahim yang dirahmati Allah 57:47 subhanahu wa taala. Sebetulnya fokus 57:49 kita pada siang hari ini adalah memaknai 57:52 tentang infak ee zakat dan apa itu 57:56 namanya sedekah ya ee dikaitkan dengan 57:59 bulan puasa ya. Karena para asatid, para 58:03 kiai, para ulama selalu memberikan 58:06 tarikb menjelang bulan puasa ini dengan 58:09 meng apa namanya? dengan menganjurkan 58:12 kaum muslimin untuk ber menambah amal 58:15 perbuatan, amal usaha, amal ibadah 58:18 mereka di bulan puasa. Terutama adalah 58:21 dari tiga hal ini, yaitu infak, sedekah, 58:24 dan zakat. Itu ya. Maka oleh karena itu 58:28 dalam hal ini ee perilaku kaum muslimin 58:32 di dalam di dalam membelanjakan hartanya 58:35 baik untuk kepentingan mereka sendiri 58:37 atau untuk kepentingan apa namanya agama 58:40 itu tinggi sekali di dalam bulan ee 58:42 Ramadan terlihat di dalam takjil bersama 58:47 misalnya banyak ibu-ibu menyediakan 58:50 takjil ke masjid ada musala terdekat 58:52 pada saat sekarang ini. Dan itu 58:54 menunjukkan bahwa permintaan terhadap 58:56 bahan-bahan makanan ya, minyak misalnya, 58:59 tepung misalnya, termasuk cabe, kentang 59:01 dan lain sebagainya meningkat lebih 59:03 tinggi dibandingkan dengan di bulanbulan 59:05 yang lain ya sebagai apa namanya ee 59:09 kesenangan mereka atau apa namanya 59:13 keinginan mereka untuk meningkatkan amal 59:15 ibadah di bulan puasa itu. Itu loh. Jadi 59:18 ee apa namanya ee infak di sini tidak 59:23 disebutkan apakah ini infak ee tujuan 59:26 dunia atau tujuan akhirat. Jadi infak 59:29 itu selama dilakukan oleh kaum muslimin 59:33 dan masuk dalam kategori fisabilillah, 59:35 maka itu adalah ee infak yang diterima 59:38 oleh Allah subhanahu wa taala sama 59:40 dengan sedekah, sama dengan zakat yang 59:42 dilakukan dengan ikhlas lillahi taala. 59:44 Ya, ini yang sebetulnya kita fokuskan 59:47 tadi ya, karena kita menghubungkan 59:49 antara konsumsi di dalam ilmu ekonomi 59:52 dengan konsumsi yang dilakukan kaum 59:54 muslimin di bulan puasa yang tidak lepas 59:56 daripada belanja atau infak ya. mau 59:59 belanja beli minuman, mau belanja beli 1:00:02 gorengan, mau belanja untuk beli apa 1:00:04 saja yang itu dikatakan untuk memberikan 1:00:08 bantuan kepada orang lain saat berpuasa 1:00:10 semuanya adalah dalam kategori spending, 1:00:14 dalam kategori infak, dalam kategori 1:00:18 sedekah kalau itu bukan zakat ya. Nah, 1:00:21 kalau zakat lain lagi karena itu ada 1:00:23 persyaratan yang berbeda. Tapi zakat 1:00:25 mirip-mirip dengan itu karena 1:00:27 mengeluarkan harta dari milik kita. 1:00:30 Begitu juga infak mengeluarkan harta 1:00:32 dari milik kita. Kemudian sedekah juga 1:00:35 seperti itu. Ya, sudah kita ceritakan. 1:00:38 Makanya di bulan puasa ini tiga hal tadi 1:00:40 itu naik tajam ya. Walaupun saya tidak 1:00:43 ada data, tapi feeling saya karena 1:00:45 melihat di mana-mana, maka ee saya 1:00:49 berkesimpulan bahwa infak di jalan 1:00:51 Allah, sedekah, kemudian zakat terutama 1:00:54 zakat fitrah ini ini perolehan zakat 1:00:58 sangat tinggi di bulan Ramadan. Dan itu 1:01:01 tidak lupa daripada jasa daripada para 1:01:03 asatid yang memberikan tarb menyebut 1:01:06 bulan Ramadan dengan slogan mari kita 1:01:09 tinggalkan. Mari kita tingkatkan amal 1:01:12 ibadah kita di bulan Ramadan. Jangan 1:01:15 sampai kita kehilangan momen. Jangan 1:01:17 sampai kita kehilangan momentum untuk 1:01:19 mendapatkan apa yang terbaik di bulan 1:01:21 Ramadan. Nah, ini mengenah kepada jemaah 1:01:23 sehingga muncullah kesadaran yang tinggi 1:01:25 dari semua pihak kaum muslimin untuk 1:01:27 menyebutnya dengan baik. Itu saya kira 1:01:30 Masangga ya. 1:01:31 Baik. Demikianlah ikhwan akhwat yang 1:01:33 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:01:35 Kajian ekonomi Islam edisi hari ini 1:01:38 bersama guru kita Ustaz Ikhwan Basri. 1:01:41 Semoga apa yang beliau sampaikan 1:01:42 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:01:44 banyak atas kebersamaan Anda. Mohon maaf 1:01:46 atas segala kesalahan kata dari studio 1:01:49 kami yang bertugas undur diri. Billahi 1:01:51 taufik wal hidayah. Subhanakallahumma 1:01:52 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:01:55 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 1:01:57 warahmatullahi wabarakatuh.