Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail
- [Musik]
- [Musik]
- TV. Alhamdulillahi rabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari jalan masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur
- Bekasi. Radio silaturahim dan juga resil
- TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di kesempatan pagi hari ini kami
- bisa kembali menjumpai ikhwan akhwat
- dalam program acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an bersama guru kita
- Ustaz Husein Alatas. Dan alhamdulillah
- di hari Kamis, 21 Syakban ya, 1446
- Hijriah bertepatan dengan 20 Februari
- 2025 ini, kita akan ee sesi tanya jawab,
- Ikhwan akhwat, kami mengundang
- partisipasi dari Ikhwan Akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaannya kepada guru
- kita Ustaz Husein yang alhamdulillah
- telah hadir di studio. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, kita buka dulu dengan
- baca al-Fatihah bersama-sama yang
- dipimpin oleh Ustaz Husa atas. Kami
- persilakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- [Musik]
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal mustaqim.
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin. Amin.
- Baik, alhamdulillah kita sudah buka
- bersama dengan membaca ummul Quran
- bersama-sama dan kita akan ee lanjutkan
- ee beberapa pertanyaan yang sudah masuk
- sebelumnya yang akan kita bacakan. Ini
- yang pertama dari siapa ini? Pak Amsir
- Tabrani ya. Coba kita bacakan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullah. ini terkait ee bulan suci
- Ramadan dan hutang materi kepada
- seseorang. Ustaz, seandainya sebelum
- memasuki bulan suci Ramadan, kita masih
- mempunyai hutang materi dengan seorang.
- Nah, pas sampai bulan suci Ramadan
- datang dan sampainya berakhir Ramadan,
- hutang-puth?
- Apakah ibadah-ibadah puasa dan amal-amal
- lainnya khususnya di bulan Ramadan ini
- diterima oleh Allah subhanahu wa taala
- atau berkurang pahalanya dikarenakan
- hutang materi tersebut kepada seseorang?
- Ustaz, mohon jawabannya. Terima kasih.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin lakal hamdu
- wakas syukru ya rabbana kama yambagalali
- wajhikal
- karim subhanaka la
- nuhsanaan alaika anta kamaita
- nafsik falakal hamdu hatta tard wakal
- hamdu idza rit wakal hamdu ba'dal
- ridumma sholli ala
- [Musik]
- yaumidin alalamualaika ya
- rasulallahamu alaina waa ibadillah
- shihin
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh menjawab pertanyaan saudara
- kita yang berhubungan dengan hutang
- yang yang masih
- ditanggung dan dia memasuki bulan
- Ramadan, apakah hutang yang belum
- dibayar ini akan menyebabkan amalnya
- berkurang atau tidak
- diterima? Jawabannya kalau dia menunda
- pembayaran hutang padahal dia mampu, itu
- merupakan perbuatan
- zalim. Sebuah riwayat, matlul ghani
- dululmun. Seseorang kalau mampu untuk
- membayar hutang tapi tidak dibayar, itu
- adalah perbuatan
- anaya. Orang meminjamkan dengan niat
- tulus tanpa mengharapkan bunga. He
- tahu-tahu yang
- berhutang berleha-leha,
- berlambat-lambatan untuk membayar, bisa
- saja piutang itu merupakan hal yang
- dibutuhkan bagi yang memberikan
- pinjaman.
- Dan ini bakal menghilangkan
- kepercayaan orang-orang yang tadinya
- dengan lapang, dengan ringan memberikan
- pinjaman di saat menyaksikan
- mereka-mereka yang berpinjam perilaku
- mereka seperti ini, niscaya
- lama-kelamaan nanti orang berat untuk
- memberikan pinjaman. H. Jadi kalau
- sampai dia menunda pembayaran hutang
- padahal dia mampu, ini bisa menjadi apa?
- penyebab terhalangnya untuk diterima
- amal-amal kebaikan.
- Dan ini merupakan perbuatan zalim yang
- akan juga menjadi penghalang dari
- hidayah Allah. Wallahu la yahdil
- qumzalimin. Allah tidak akan memberikan
- hidayah bagi orang yang zalim.
- Oleh karena itu, kalau seorang
- mampu dan dia menjanjikan untuk membayar
- hutang, katakan pada waktu
- tertentu, maka di saat dia melewati
- waktu dan dia tidak bersungguh-sungguh
- untuk melunasi hutangnya, ini perbuatan
- zalim. Tapi kalau dia tidak
- mampu, belum
- memiliki sesuatu yang bisa digunakan
- untuk membayar hutangnya, maka dengan
- sendirinya la yukallifulahu nafsan.
- Bagi yang menghutangkan Allah subhanahu
- wa taala berikan bimbingan kepadanya.
- Wainatunar. Kalau yang berhutang dalam
- keadaan sempit, sulit, tangguhkan sampai
- menghadapi saat-saat muda. Wa
- anasdaquir lakum intuntum tlamun. Kalau
- kalian menyedekahkan pinjaman tersebut
- karena melihat yang berhutang orang yang
- tidak mampu, saat dia memaksakan
- membayar akan menjadi beban buat
- keluarganya. He. Kalau dia sedekahkan
- itu akan lebih baik lagi,
- Pak. Oleh karena itu yang berhutang
- kalau mereka punya kemampuan atau ada
- barang-barang yang tidak perlu yang bisa
- dijual. Hm. Katakan dia punya mobil dua,
- satu tidak begitu diperlukan bisa dijual
- untuk membayar hutang. Saya biasakan
- diri saya kalau
- berhutang punya sesuatu yang bisa saya
- jual daripada berlarut-larut. Hm. Saya
- berupaya untuk mendal agar terbebas dari
- hutang. Karena yang menghutangkan juga
- kasihan. Mungkin dia butuh ya, mungkin
- untuk menambahkan juga modal usahanya.
- He kerelaan, keikhlasannya untuk
- memberikanjam sudah merupakan rahmat.
- Nah, selagi kita belum mampu membayar,
- kita bisa doakan orang tersebut agar
- diampuni Allah, dimurahkan rezekinya,
- dilapangkan hidupnya sebagaimana dia
- telah berbuat kebaikan kepada kita. Itu
- yang diajarkan Allah.
- Waitum
- bitahiyatinah. Wallahuam. Baik, Ustaz.
- Terkait hutangputih ini, Ustaz, kalau
- orang yang punya gitu ya, ada orang yang
- pinjam. Cuman karena yang pinjam ini
- sudah mungkin kebiasaan ee telat bayar
- atau susah bayar, akhirnya si yang punya
- ini merasa daripada nanti ada masalah ya
- sudah enggak kita kasih pinjam gitu,
- Ustaz. Itu bagaimana, Ustaz? dan juga
- bagaimana yang orang yang suka berhutang
- gitu. Setelah selesai yang ini akhirnya
- nyari cicilan lagi. Bisa seperti itu,
- Ustaz. Bagaimana, Ustaz? Apalagi di
- Indonesia kan sangat dimudahkan
- contohnya untuk cicilan ee
- kendaraan. Bagaimana sebetulnya
- kebiasaan meminjam sesuatu untuk membeli
- sesuatu yang tidak urgen dan tidak
- diperlukan itu sebuah perangkap setan.
- He. Orang begitu mulai terdesak nanti
- akhirnya mulai belajar
- berbohong. Dari bohong dia mulai belajar
- berkhianat. Hm. Oleh karena itu, pinjol
- ini yang sedang beredar. He. Dan kita
- saksikan hampir di
- setiap setiap kali kita membuka aplikasi
- muncul blok-bloknya. Iya. Yang
- menawarkan pinjaman tanpa jaminan. Saya
- melihat ini sebetulnya perangkap untuk
- bangsa
- kita yang dijerumuskan dalam hutang.
- Pada saat mereka enggak mampu membayar,
- bisa saja aset mereka diambil. Belum
- lagi dipermalukan, dihubungi semua
- orang-orang yang terhubung dengan
- kontaknya. Karena begitu orang mau
- minjam diminta untuk membuka kontaknya,
- mengizinkan dia untuk
- menghubungi orang-orang yang dikenal.
- Nanti teman-temannya, keluarganya,
- saudaranya, saudarinya, mertuanya
- betul-betul dipermalukan di hadapan
- mereka semua. Akhirnya membuat
- dia gelap mata melakukan
- perbuatan-perbuatan yang tidak patut.
- Oleh karena itu, Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam berkata, "Ana
- la asarian la
- ajutamana." Aku tidak akan membeli
- sesuatu yang aku tidak punya apa? Tidak
- punya harganya. kita enggak memaksakan
- diri. Iya. Kita harus menyesuaikan gaya
- hidup kita dengan kemampuan kita. Jangan
- dikuasai oleh gaya hidup. Nah,
- orang-orang sekarang ini karena hobi
- pamer, hobi selfie, hobi flexing,
- akhirnya mereka memaksakan diri mereka.
- Pendapatan R5 juta, pengeluaran setiap
- bulan Rp2 juta. Akhirnya pinjam dari
- sana, tutup sana, pinjam sana, pinjam
- sini. akhirnya tidak mampu untuk
- menepati janjinya. Bukan Allah tidak
- memberikan rezeki, tapi dia yang tidak
- sama sekali sadar. He. Makanya kita
- dalam berumah tangga apalagi ingat,
- jangan pernah kita menyesuaikan diri
- kita dengan gaya hidup, tapi sesuaikan
- gaya hidup kita dengan kemampuan kita.
- Dan tidak perlu kita pamer untuk orang
- lain dengan menyusahkan diri kita
- sendiri. H hidup sederhana yang paling
- indah asal kamu jujur, istiqamah, kamu
- menjadi orang yang mulia. Jangan tergiur
- dengan mereka mereka yang gaya hidup
- mereka
- berlebihan. Kemudian harta mereka
- angkanya juga selangit. Mereka angkanya
- bertambah tapi makna hidup mereka
- hilang.
- Ketenangan, ketentraman hidup, kemudian
- juga tumani, tumakninatun nafsi dalam
- ketakwaan hilang semuanya.
- Jadi kebanyakan orang sekarang mengejar
- angka untuk memenuhi gaya hidup yang
- berlebihan tapi dengan merusak diri
- mereka. Sama dengan lilin. Dia
- memberikan penerangan bagi orang lain
- sedangkan dirinya terbakar. Dia ingin
- tampil di muka orang lain dalam
- penampilan yang baik tapi dia
- menghancurkan dirinya. Jadi kebiasaan
- pinjam sana pinjam sini tanpa ada
- keperluan yang mendesak sebetulnya
- merupakan kesalahan. Tapi hendaklah kita
- rida dengan pemberian Allah Subhanahu wa
- taala, bersyukur kepadanya. Nah, kalau
- ada orang minta pinjaman dari kita, Hm.
- Jadi, orang punya kebiasaan, suka
- menyepelekan, pinjam sungguh-sungguh,
- berjanji muluk-muluk, begitu datang
- waktu pembayaran dia tidak mau membayar
- hutangnya. Alasannya macam-macam.
- Orang semacam ini kalau dia pinjam untuk
- kebutuhan yang diperlukan seperti buat
- makannya, buat katakan berobat itu
- sebagusnya berikan aja hadiah buat tanpa
- harus memberikan pinjaman hadiah buat
- kamu. Nanti kalau kamu pinjam kamu
- enggak mampu bayar, akhirnya kamu merasa
- malu. Ini hadiah buat
- kamu. Kalau dia memaksa, katakan bahwa
- saya lihat kebiasaan
- kamu tidak menepati janji dan membayar
- hutang daripada terjadi apa-apa antara
- saya sama kamu, ini pinjaman saya
- alihkan menjadi hadiah buat. Hm.
- Kalau kita enggak mampu berikan
- pinjaman, kita katakan, "Mohon maaf
- sekarang saya dalam
- keadaan tidak mampu untuk memberikan
- pinjaman kepada kamu. Coba kamu datang
- pada yang lain dengan bahasa yang satu.
- [Musik]
- J. Kalau kamu dalam kondisi enggak mampu
- memberikan sambil menantikan rahmat dari
- Tuhanmu, katakan pada mereka ya
- kata-kata yang baik yang tidak
- menyakitkan hati. Orang kalau datang
- meminjam kan kehormatannya betul-betul
- apa? Berada pada kondisi yang
- betul-betul apa? direndahkan.
- Kalau diberikan jawaban yang
- mengecewakan akan membuat dirinya
- semakin hancur. He. Jadi katakan
- kata-kata yang baik terhadap mereka.
- Wallahuam. Baik. Selanjutnya dari hamba
- Allah. Ee Ustaz, bagaimana sikap orang
- tua kepada anaknya ketika sang anak
- tidak mau mengakui ibunya? Karena sang
- ibu ee sang ibu orang sederhana.
- Katanya, "Anak saya ini perempuan dan
- sekarang dia sudah berkeluarga.
- Suami anak saya mau silaturahim ke rumah
- saya, tapi anak saya melarangnya.
- Katanya, "Ustaz, mohon nasihatnya."
- Terima kasih dari hamba Allah, Ustaz.
- Terkait ya berbakti kepada orang tua nih
- seperti apa? Wanita semacam
- ini yang merasa malu karena keadaan
- orang tuanya yang
- miskin, statusnya yang
- rendah, tidak mengizinkan suaminya untuk
- menengok ibu mertuanya.
- atau kepada calon mantunya. Wanita
- semacam ini wanita yang tidak layak
- untuk kita jadikan sebagai
- istri. Kalau terhadap ibunya yang
- berbuat kebaikan yang melahirkan dengan
- susah payah,
- dia teak berbuat seperti ini apalagi
- terhadap
- suaminya. Jadi kalau seandai dia seorang
- suami berikan nasihat pada istrinya
- untuk merubah sikapnya.
- Katakan, "Saya menghargai kamu,
- menghormati kamu. Kalau kamu bisa
- menghargai, menghormati ibu
- kamu. Tapi kalau kamu tidak menghargai
- ibu kamu, mohon maaf, apa yang saya
- harapkan dari kamu?" Rahmat keberkahan
- Allah Subhanahu wa taala turun dengan
- ketakwaan, dengan kebaktian seorang anak
- pada orang tuanya. Oleh karena itu,
- walaupun ayah ibunya kafir, seorang anak
- wajib betul-betul untuk memperlakukan
- mereka dengan
- mulia. Dia merasa malu karena dia sudah
- menjadi orang yang terpelajar
- berpendidikan. Siapa yang mendidiknya?
- Siapa yang bekerja keras untuk merawat?
- Oleh karena itu, kalau seandainya
- seorang laki-laki berkenalan dengan
- seorang wanita semacam ini yang tidak
- sama sekali menghormati ibunya, ya
- bahkan merasa malu untuk mengajak
- calonnya untuk ke rumah ibunya, wanita
- semacam ini tidak layak untuk dijadikan
- sebagai pendamping.
- Ya, pilih wanita yang
- lain. Kalau seandainya sudah menjadi
- istri, berikan nasihat.
- Kalau dia tidak
- menerima, sebaiknya Anda menjadi
- pasangan yang lain. Karena hidup dengan
- wanita semacam ini tidak akan sama
- sekali membuka pintu rahmat dan
- keberkahan. Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam selalu
- mengingat orang-orang yang berjasa
- padanya. Ibu-ibu yang pernah menyusuinya
- seperti Halimah S'diyah sebagai contoh.
- Bila datang dihormati yang luar biasa
- oleh Rasulullah. Dia gelarkan sorbannya.
- Dia tidak merasa malu melihat latar
- belakang muridat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam Halimah
- Sadiah. Bahkan ada seorang anak yang ke
- mana-mana pergi menggendong
- ibunya. Ada seorang anak
- laki-laki yang kemudian menjadi ulama
- besar, Kang Rizal. Hm. Ketika sedang
- mengajar di tengah-tengah muridnya yang
- begitu banyak, sang ibu datang kepadanya
- mengatakan, "Ya
- Fulan kasih makan
- ayam. Berikan makan ayam." Si orang alim
- ini langsung bangun saman
- watatan. Langsung dia pergi berikan
- makan ayam. Selesai dia kembali lagi.
- Ada lagi yang lain. Si mengatakan tidak.
- Ini betul-betul sikap yang dihormati,
- dihargai. Bagaimana seorang alim yang
- biasanya suka merasa gengsi ya h sedang
- mengajar disuruh memberikan makan ayam
- tapi ternyata dia mengatakan saman
- taatan dia laksanakan perintah ibu bumi
- bertanya lagi ada yang
- lain ulama ini bukan direndahkan malah
- dihormati oleh apa? Oleh murid-muridnya.
- Hm. Apa artinya ilmu tanpa adab? Apa
- artinya harta tanpa adab? Apa artinya
- kecantikan tanpa adab? Tapi wanita yang
- beradab mulia walaupun kecantikannya
- biasa, ini merupakan pilihan yang
- terbaik untuk menjadi pendamping hidup
- kita. Bukan hanya yang pandang, yang
- pandai berjoget, yang pandai bersoleh,
- pandai bergaya, semua ini akan menjadi
- beban buat kita, bukan akan menghibur
- kita, menjadi beban yang berat buat kita
- di dunia maupun di hari akhirat.
- Wallahuam. Baik. Dan sikap seorang
- ibunya seperti apa, Ustaz? Ketika anak
- perempuannya seperti itu, ibunya berdoa
- kepada Allah Taala agar anaknya
- mendapatkan hidayah. Bukan karena ibu
- ingin
- diperhatikan, tapi karena ibu sayang
- pada anaknya agar anaknya tidak
- terjerumus dalam api neraka akibat pula
- perbuatan dan kesombongan. Ibu
- berikan angkat tangan berdoa
- mudah-mudahan Allah berikan hidayah buat
- anaknya. Karena tidak ada orang tua yang
- ingin menyaksikan anaknya dijerumuskan
- dalam api neraka.
- Jadi doakan anak ini jangan disumpahi.
- Semoga anaknya bertobat kembali pada
- Allah Subhanahu wa taala. Baik, Ustaz.
- Ada kasus juga seorang ibu ee membuat
- kesalahan kepada anaknya, Ustaz. Nah,
- anaknya itu merasa kecewa, sakit hati
- sampai tidak mau silaturahim ee ketemu
- ibunya. Nih, anaknya itu laki-laki,
- Ustaz. sampai berbulan-bulan dia sampai
- sekarang tuh tidak tidak mau ketemu dan
- tidak istilahnya tidak memaafkan ibunya.
- Nah, sikap seperti itu seperti apa,
- Ustaz? Terhadap ibu sendiri, Ustaz,
- kalau seorang anak laki-laki kecewa
- dengan ibunya karena ibunya berbuat
- kesalahan, berapa banyak kesalahan yang
- dilakukan seorang anak di hadapan
- ibunya?
- Kemudian
- perhatikan penderitaan ibu ketika dia
- mengandunginya, ketika dia
- melahirkannya, ketika dia ya
- menyusuinya, ketika dia merawat dan
- membesarkannya. Seharusnya kalau dia mau
- melihat kebaikan pengorbanan ibu, dia
- melihat kesalahan ibunya, dia merasa
- malu. Hm. Dia berhitung terhadap satu
- kesalahan, tapi dia lupa untuk
- menghitung kesalahannya pada orang
- tuanya. Dia tidak harus mengikuti
- perbuatan salah
- ibunya. Diberikan nasihat yang baik,
- tapi sebagai anak yang mengenal budi,
- anak yang
- sadar bahwa dirinya berhutang banyak
- kepada ibunya.
- seharusnya dia tidak mengambil tindakan
- seperti itu, tapi dia berupaya
- betul-betul untuk memperlakukan ibunya
- dengan mulia, dengan baik. Ya, adapun
- kesalahan ibunya sebagai seorang anak,
- dia bisa berikan nasihat pada ibunya.
- Jangankan kesalahan, seandai ayah ibunya
- musyrik, Allah perintahkan kita untuk
- memperlakukan mereka dengan mulia. Kalau
- mereka memerintahkan kita berbuat salah,
- kita diperintahkan apa? He. Untuk
- memperlakukan mereka dengan mulia dan
- tidak mengikuti kesalahan mereka. Jadi
- kalau kita mau berhitung atau menghitung
- kesalahan orang, coba mulai dengan
- menghitung kesalahan kami. Nah, kalau
- seandainya kita ini mau menghitung
- kesalahan
- kita, lembaran hidup kita yang penuh
- dengan noda antara kita dengan Allah,
- belum antara kita dengan manusia,
- kira-kira malu tidak kalau kita
- menghitung kesalahan orang pada kita?
- Begitu banyak nikmat yang Allah berikan
- pada kita. Orang berbuat kesalahan kalau
- kita berikan maaf itu akan lebih baik.
- Allah akan maafkan, ampuni dosa kita.
- Oleh karena itu ketika Abu Bakar
- Assiddiq radhiallahu anhu bersumpah
- untuk tidak lagi membantu memberikan
- nafkah kepada orang-orang yang terlibat
- dalam memfitnah putrinya Ummul Mukminah
- As Sayidah Aisyah, dia
- bersumpah karena sakit hati.
- Turun firman Allah
- wuladli minkum
- was ulil
- qurba wal masakina wal
- muhajirin. Jadi jangan orang-orang yang
- diberikan kelebihan bersumpah untuk
- tidak lagi membantu kaum kerabat
- mereka. Orang-orang yang butuh begitu
- pula wal muhajirina fisabilillah yang
- berhijrah di jalan. Ternyata di antara
- mereka ini ada orang-orang yang hijrah
- dari Makkah menuju Madinah. Terlibat
- dalam perbuatan yang salah. Bahkan keji
- ketika memfitnah istri Nabi melakukan
- perbuatan
- selingkuh. Lalu Allah katakan waliyafu
- waliasfahu ala
- tuhibbunagfirullahum. Lupakan maafkan.
- Apa kalian tidak ingin mendapatkan
- ampunan dari Allah?
- Ketika beliau mendengarkan ayatnya,
- langsung beliau membayar kafarat
- sumpahnya dan kembali memberikan untuk
- di dunia. Kalau kita mau berhitung, di
- akhirat kita paling rugi. H tapi orang
- yang lapang dada suka memberikan maaf.
- Lebih banyak mengingat kebaikan orang
- daripada keburukan orang terhadap
- dirinya. Lebih banyak mengingat
- keburukan dirinya terhadap orang
- daripada keburukan orang terhadapnya.
- Itu akan membuat dia bisa berlapang
- dada. Orang di saat hidupnya berlapang
- dada, walaupun tinggal di sebuah gubuk,
- dia merasa orang yang paling luas. Tapi
- yang jiwanya sempit, walaupun tinggal
- dalam istana yang megah, hidupnya
- pengap, gelap, gurita, dan tidak nyaman
- sama sekali. Karena yang teringat selalu
- hal-hal yang buruk. Membuka jendela,
- melihat
- duri-duri ya dan kegelapan. Tapi kalau
- orang yang berlapang dada, begitu dia
- membuka nyendera menyaksikan taman-taman
- yang indah, buah-buah yang begitu
- menawan dan menarik karena apa? Jiwanya.
- Bukan tergantung objek yang kita lihat,
- objek di sekeliling kita, tapi dia bisa
- menikmati keindahan alam ini juga penuh
- kecintaan terhadap sesama manusia.
- Perilakunya juga dengan sendirinya
- termotivasi untuk berbuat kebaikan.
- Mari bersama-sama kita lapangkan dada
- kita dan mohon pada Allah apalagi dengan
- kehadiran bulan Ramadan mudah-mudahan
- Allah sampaikan amin am bantu kita
- menjalankan ibadah siam dan Allah
- subhanahu wa taala bantu kita untuk
- menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya
- mendapatkan ampunan dari Allah bertobat
- dari seluruh kesalahan kita. Amin. Baik
- kita lanjutkan dari pertanyaan dari Pak
- Rido dan Ikhwan Ahwat. Kami mengundang
- kembali partisipasi dari Ikhwan Awat ya
- di sesi tanya jawab bersama Ustaz Husein
- Lata. Silakan bisa mengirimkan pesan
- singkatnya ataupun menghubungi ee nomor
- 0811199720. Silakan juga yang ingin
- mengirimkan voice note juga kami
- persilakan ya. Selanjutnya dari Pak Rido
- di Jakarta. Ustaz, bagaimana
- batasan memuliakan kiai ulama, Ustaz?
- Gus atau Habib? banyak video beredar
- bagaimana masyarakat kita tampak
- berlebihan menghormati mereka. Apakah
- ini termasuk
- mengkultuskan dan apakah ini juga
- terjadi di negara Islam lainnya?
- Bagaimana dulu para sahabat, tabiin,
- salaf bersikap kepada nabi dan ulama di
- saat itu, Ustaz. Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Rabbana zidna ilman
- widna. Allah berfirman, "Laqadana lakum
- fi rasulillahi
- uswatun hasanah." Sesungguhnya bagi
- kalian pada diri Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam terdapat suri tauladan
- yang sebaik-baiknya.
- Baik itu
- habaib maupun ulama atau kiai. Mengapa
- mereka
- dimuliakan? Mereka
- dimuliakan karena
- apa? Karena terhubung dengan
- rasul. Yang satu dengan nasabnya, yang
- satu dengan ilmunya. H mereka
- menjalankan tugas yang dilakukan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Narti kita menghormati mereka karena
- rasul ya. Hm. Karena rasul kita hormati
- mereka. Tapi jangan kita menghormati
- mereka, memuliakan mereka dengan
- menyalahi Rasul. H seharusnya kita
- menghormati
- mereka karena apa? Karena rasa hormat
- kita kepada
- Rasul. Dan dasarnya semua. Karena apa?
- Karena takzw kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Sebagaimana Nabi
- mengatakan,
- "Ahibbullahakum." Cintai Allah karena
- Dia menciptakan kalian, melimpahkan
- nikmat-nikmatnya atas kalian. Kita
- berhutang dengan seluruh hidup kita,
- milik kita kepada
- Allah. Wahibbuni lihubillah. Cintai aku
- karena cinta kalian pada Allah.
- He
- ahbi cintai keluargaku. Karena apa?
- Karena aku.
- Nah, dengan
- sendirinya Ahlul Bait ini harus menjadi
- orang yang terdepan dalam mengikuti
- Rasul. Karena kita mencintai mereka
- karena Rasul. Kalau mereka bersikap
- berlawanan dengan rasul, enggak mungkin
- kita berpihak kepada mereka meninggalkan
- rasul. Maka dengan sendirinya kita apa?
- Kita berpihak kepada Rasul. Kita berikan
- nasihat kepada mereka.
- Kalian harus merasa malu. Kalian
- mempunyai hubungan darah dengan rasul.
- Perilaku kalian seperti ini
- mempermalukan diri kalian. Seharusnya
- kalian menjadi contoh di tengah-tengah
- umat. Bukan berarti kita mengiyakan
- semua
- perbuatannya. Kita punya standar
- kecintaan itu dikaitkan dengan cinta
- kita pada Allah. Seperti firman Allah
- Subhanahu wa taala dalam suratul
- baqarah.
- minunillahian yuhibbunahum
- kahubillah walladina amanu
- asadubillah sebagian manusia ada yang
- mengangkat tandingan-tandingan,
- sekutu-sekutu bagi Allah yang mereka
- cintai sebagaimana cinta mereka kepada
- Allah. Orang-orang yang beriman yang
- sebenar-benarnya mereka akan lebih cinta
- kepada
- Allah. Kenapa? Kalau kita lebih cinta
- kepada Allah, kita siap mengorbankan
- segala-galanya untuk Allah. Tapi begitu
- kita mencintai sesuatu setara dengan
- Allah atau lebih dari Allah, kita bisa
- korbankan Allah.
- Iya. Seorang datang kepada Nabi
- mengatakan, "Saya mencintai kamu lebih
- daripada kedua orang tuaku, dari anakku,
- dari hartaku, kecuali aku." Rasulullah
- mengatakan, "Belum sempurna iman
- kamu sampai kamu mencintai aku lebih
- daripada kecintaanmu pada ini bukan
- untuk kepentingan Rasul." Karena begitu
- dia mencintai dirinya lebih dari rasul,
- dia akan korbankan Rasul pada saat apa?
- Berlawan dengan kepentingan dia. H. Tapi
- cinta kita pada Allah dan Rasulnya
- melebihi cinta kita pada diri kita,
- melebihi cinta kita pada apa? Dunia dan
- seluruh isinya, maka kita akan jalan di
- garis
- istiqamah. Jadi cinta kita pada ulama
- harus terhubung dengan cinta kita pada
- Allah dan Rasul. Cinta kita juga pada
- habaib terhubung dengan cinta kita pada
- Allah dan Rasul-Nya. Nah, di saat mereka
- tidak menjalankan perintah Allah, H
- tidak sama sekali apa mengikuti petunjuk
- Allah dan Rasulnya tidak ada kewajiban
- bagi kita untuk cinta apalagi memuliakan
- mereka. Tidak kewajiban kita untuk
- mencintai mereka apalagi memuliakan
- mereka. He. Nah, memuliakan mereka juga
- jangan
- berlebih-lebihan. Kita lihat bagaimana
- sahabat di hadapan Rasul. Contoh yang
- terbaik, sahabat di hadapan Rasul tidak
- melakukan seperti yang dilakukan
- sebagian orang di hadapan kiai, Gus,
- maupun
- habaib. Kalau kita pergi ke Mesir, ya
- kita enggak jumpai sama sekali berbagai
- macam fenomena yang kita jumpai negara
- kita
- ini. Mesir dikenal rakyatnya cinta
- kepada keluarga Rasul, kepada ulama.
- Tapi sikap mereka di hadapan ulama ya,
- di hadapan keluarga Rasul hormat. Iya.
- Tapi apa? Bukan hormat yang membuat mata
- mereka menjadi
- buta. Oleh karena itu, orang-orang yang
- mempunyai hubungan darah di Mesir dengan
- keluarga, dengan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, mereka kebanyakannya tidak
- menampakkan. Tidak menampakkan bahkan
- tidak menonjolkan.
- Contoh Syekh Abdul Halim Mahmud ya
- dikenal mempunyai hubungan darat tapi
- enggak pernah sama sekali
- menyebut-nyebut hal tersebut.
- termasuk di antaranya al Imam Abu Zah
- setelah meninggal dunia baru orang tahu
- dia mempunyai hubungan darah. Karena
- apa? Mereka malu kalau sampai ya dikenal
- mempunyai hubungan dengan Rasul tapi
- perilakunya ya tidak apa lebih baik
- dibandingkan orang lain. Jadi kita harus
- ingat cinta kita kepada seseorang,
- kepada sesuatu harus didasari cinta kita
- kepada Allah dan cinta kita kepada Allah
- dan Rasul-Nya harus lebih besar
- dibandingkan kecintaan kita kepada yang
- lain. Nah, di Indonesia kita
- lihat banyak kiai, Gus, maupun habaib
- yang berbuat kesalahan yang tidak benar
- perbuatannya. Kemudian masyarakat di
- bawah ini mengagung-agungkan mereka
- secara berlebihan, bahkan membela
- kesalahan mereka.
- kita yang mengritisi hal-hal yang salah
- malah disalahkan oleh masyarakat awam ya
- yang cinta secara buta. Oleh karena itu,
- awam atau masyarakat kalau menyaksikan
- ulama kiai mereka melakukan kesalahan
- jangan dibenarkan. Mereka mengatakan ini
- ujian buat kita ini Gus, Kiai, maupun
- habaib ini sebetulnya yang mereka
- lakukan adalah perbuatan perbuatan yang
- menjadi ujian buat kita cinta kita tidak
- pada mereka. Hm. Yang salah yang
- ditampakkan kita wajib
- menyalahkan. Yang benar kita dukung.
- Kalau dia cinta pada ulama yang
- sebenarnya, cinta pada keluarga Rasul,
- seharusnya di saat mereka melakukan yang
- pernah dukung,
- di saat mereka berbuat kesalahan,
- ingatkan mereka. Ada orang mengatakan,
- "Saya enggak enak, Ustaz, kalau
- memberikan peringatan kepada mereka
- kurang ajar apa tidak?" Tidak. Lihat
- pada zaman Nabi, sahabat menegur sesama
- mereka. Sebagai contoh, kita lihat
- bagaimana Salman al-Farisi ketika
- hatinya merasa tidak nyaman ya
- menyaksikan sesuatu yang terjadi pada
- Amirul Mukminin Umar bin Khattab
- radhiallahu anhu. Dia mengatakan, "Hati
- saya tidak nyaman.
- Kita semua menerima bahagian bahan yang
- sama. H. Tapi kenapa bahan kamu lebih
- panjang? Ini Amirul Mukminin. Sayidina
- Umar menjawab, "Ya Abdullah, coba jawab
- Salman, dari mana saya dapatkan
- kelebihan ini?" Ibnu Umar mengatakan,
- "Karena saya lihat ayah saya tinggi,
- pakaian yang diberikan atau bahan yang
- diberikan tidak mencukupi untuk menutup
- dengkulnya. Bahagiaan saya saya berikan
- kepadanya." Hm. Langsung Salman
- mengatakan, "Alan itma." H. Ketika
- Sayidina Umar mengatakan, "Siapa yang
- akan meluruskan saya di saat saya
- bengkok?" Abu Dzar mengatakan, "Ana laka
- sambil mengeluarkan pedang." Hm.
- Sayidina Umar enggak marah sama sekali.
- Abu Bakar ketika beliau diangkat sebagai
- khalifah, dia
- mengatakan, "Saya diangkat sebagai
- pemimpin di tengah-tengah kalian dan
- saya bukan orang yang terbaik. Di saat
- saya benar, bantulah saya. Di saat saya
- bengkok, luruskan saya."
- Orang
- yang orang yang orang yang kuat lemah di
- hadapan saya sampai saya mengambil hak
- orang yang teraniaya dari orang
- tersebut, orang yang lemah, kuat di sisi
- saya sampai saya mengambil haknya dari
- orang-orang yang zalim.
- Jadi kalau kita lihat pelajaran dari
- Nabi, pelajaran dari sahabat Nabi dan
- keluarganya beda dengan apa yang kita
- saksikan pada saat ini. Karena cinta
- buta, penghormatan yang buta malah
- akhirnya menimbulkan kerusakan di sana
- sini. Menimbulkan kerusakan. Kerusakan
- di sana sini. Lihat bagaimana Nabi
- mengatakan, "Walladzi nafsi biyadi."
- demi yang jiwaku di tangan tangannya itu
- demi Allah.
- Fatim
- Muhammad. Kalau putriku Fatimah mencuri,
- aku tidak ragu-ragu motong tangan. Arti
- hukum berjalan lurus bagaikan air
- walaupun dalamnya berbeda, permukaannya
- sama. Nah, kita tidak ingin menyebarkan
- kerusakan, membiarkan kerusakan
- terus-menerus. Jadi kalau ada seorang
- habib, seorang Gus, seorang kiai berbuat
- salah, maka dengan
- sendirinya hukuman wajib
- ditegakkan. Seorang awam, masyarakat
- bawah, benar, dizalimi oleh orang-orang
- yang kuat, yang punya asal-usul yang
- mulia, wajib kita bela hati. H tidak
- boleh kita berpangkutan. Jadi seorang
- mempunyai hubungan dengan
- rasul seharusnya perilakunya lebih baik
- dari yang lain. Ada sebuah kisah itrus
- thol dua
- orang datang satu orang yang punya
- hormat kepada
- Habib. Dua-duanya orang berilmu nih.
- Ketika yang satu dicium tangannya ya dia
- langsung mencium tangannya kembali
- sama-sama.
- Yang satu dicium tangannya
- dibiarkan. Begitu orang ini
- pergi
- yang membiarkan tangan dicium
- mengatakan, "Kenapa kamu tidak tidak
- biarkan dia cium tangan
- kamu? Biarkan dia melakukan hal
- tersebut." Dia mengatakan saya
- malu. Dia mencium tangan saya bukan
- karena saya, karena Rasulullah.
- Lalu apa yang saya
- lakukan demi Rasulullah untuk orang
- tersebut? Apa yang saya berikan untuk
- dia?
- Dia berikan saya sesuatu hadiah karena
- Rasul. Loh, apa yang saya berikan untuk
- Rasul? Saya merasa malu. Ya, saya merasa
- belum berbuat apa-apa, belum memberikan
- apa-apa. Sedangkan kamu merasa kamu
- dicium tangan kamu karena kamu. Kamu
- dihormati karena Rasulullah. Maka
- tunjukkan akhlak pekerti yang
- baik. Untuk apa? Untuk betul-betul
- membuktikan cinta kamu kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi ini harus diluruskan, harus
- diperbaiki, dan harus diajarkan
- masyarakat cinta kepada ulama, cinta
- kepada kiai, cinta kepada Gus, cinta
- kepada Habib, bukan cinta yang buta.
- Tapi cinta yang mendidik dan meluruskan.
- Cinta yang muncul dari rasa hormat kita
- kepada Rasul dan cinta kita kepada
- Allah. Hingga cinta semacam ini tidak
- akan merusak, malah akan selalu
- memperbaiki dan akhirnya habib-habibnya
- akan menjaga diri mereka. Kiai dan
- Gusnya juga akan menjaga diri mereka
- mereka. Nah, kerusakan ini cukup lama
- berlangsung. Padahal kalau kita kembali
- kepada Kiai Hasyim Asy'ari dulu, beliau
- seorang alim, seorang saleh, menjadi
- pemimpin tapi tidak berbuat
- macam-macam. Tapi yang di bawah dan saya
- kebetulan ee kecil masa-masa kecil
- bertemu dengan orang-orang yang alim
- dari kalangan
- habaib kita. bertemu dengan mereka, kita
- cium tangan mereka karena dia tua dan
- betul-betul terhormat akhlaknya.
- Ditanya, "Siapa kamu?" "Siapa abah
- kamu?" "Fulan bin Fulan." "Duduk di
- samping dia. Sebelum dia makan, dia
- berikan makan kepada kita." He. Dia sapa
- kita dengan lemah lembut ya. Dia usap
- kepala kita, dia doakan kita. Beda
- akhlak habaib yang dulu yang hafiz Quran
- dengan habib
- sekarang. Dulu kita lihat akhlak mereka,
- bicaranya selalu mengingatkan kita
- bertakwa.
- untuk menjaga diri kita, mendoakan kita
- sampai kita cucikan tangan dia setelah
- makan dia selalu usap kepada doakan
- kita. Hm. Kalau sekarang orang
- memberikan tangan tanpa melihat
- orang ini sebuah apa namanya? Sebuah
- keadaan yang betul-betul amat-amat
- menyijikkan. Bukan hormat kepada Rasul H
- tapi sebetulnya menjadikan dirinya wali
- iyadubillah thahut-tahut yang disembah
- selain Allah Subhanahu wa taala.
- Naubillah. Ini
- merupakan ee nasihat yang kita harapkan
- mudah-mudahan kita bisa menjadi contoh
- di tengah-tengah kita. Begitu juga nih
- pejuang-pejuang rasil. Kita berharap
- akhlak mereka lebih baik daripada orang
- lain. Betul ya? Sehingga menjadi contoh
- di tengah-tengah lingkungan kita
- semuanya. Baik, Ustaz. Nih banyak yang
- masuk pertanyaannya Ustaz. Belum sempat
- kita bacakan. Mungkin ee saya gabungkan
- nih beberapa pertanyaan yang senada
- terkait ee rumah tangga, Ustaz.
- permasalahan dalam rumah tangga dari
- hamba Allah. Ustaz, bagaimana cara
- menyembuhkan, membangkitkan mental yang
- terpuruk banget? Katanya, masalahnya
- suami terus terang dengan kemaksiatannya
- dan setelah itu istri mati rasa. Untuk
- bangkit lagi sulit karena hati ee luka
- dan teramat luka. Membangun rumah tangga
- dari nol dan alhamdulillah sampai
- sekarang tetap seperti biasa saja.
- sampai kesimpulannya istri istrinya si
- suami diminta ee menikah lagi.
- Kesimpulan istrinya, oh gitu. Sampai
- kesimpulan istrinya koma mungkin ya, si
- suami itu ee diminta menikah lagi. Dan
- menurut si istri itu jalan terbaik.
- Sukron, mohon ee solusinya, Ustaz. Ee
- istri sudah berusaha sekuat-kuatnya tapi
- masih mati rasa dan memberi kesimpulan
- yang sama seiring berjalannya waktu.
- Saya ee bacakan satu pertanyaan kembali
- terkait ee permasalahan dari rumah
- tangga. Ustaz, bagaimana ketentuan
- tentang pisah ranjang sebelum diucapkan
- talak tiga? Sesungguhnya masih ingin
- mempertahankan tapi karena emosi dalam
- pertengkaran terucap kata cerai. Sahkah
- ucapan tersebut karena dipengaruhi rasa
- emosi? Haruskah pisah ranjang ee suami
- harus meninggalkan rumah dan berapa lama
- waktunya? Jika sudah ditempuh, saya atau
- istri baru bisa memutuskan mau ditalak
- dengan pertimbangan matang? Itu maksud
- saya, Ustaz. Ini dua pertanyaan dari
- hamba Allah,
- Ustaz. Menjawab pertanyaan yang pertama.
- Seorang istri mati rasa karena suaminya
- selalu berbuat maksiat. Maksiat.
- Kalau suaminya gemar melakukan perbuatan
- zina dan tidak bertobat dari perbuatan
- tersebut, ini kan menimbulkan efek-efek
- negatif bagi istrinya ya, bagi rumah
- tangganya. Dan perbuatan zina ini
- merupakan perbuatan yang keji dan jalan
- yang salah.
- Maka dalam kondisi seperti ini saya
- mengingatkan kepada wanita bila suaminya
- penzina tidak bertobat dari kelakuannya
- maka
- istri berpisah dari
- suaminya. Jangan bersama seorang
- laki-laki berzina.
- Allah Subhanahu wa taala mengatakan,
- "Albitatu lilitin wal khituna
- lilitatibatu." Begitu juga Allah
- berfirman, "Azani laqihu illa zaniatan
- musyrik." Seorang pria
- penzina tidak akan menikahi kecuali
- wanita penzina serupa dengan dirinya
- atau wanita
- musyrik. Wazaniatu laqihuha illain
- musyrik. Wanita penzina ya dengan
- sendirinya apa? Hatinya juga tidak
- condong kecuali dengan pria
- penzina seperti dirinya atau pria
- musyrik. Jadi kalau ada laki-laki
- penzina dia berumah tangga dengan
- seorang wanita, seorang wanita bisa
- menerima ya menghadapi semua ini.
- Khawatir gak kira-kira dia tergolong
- kalau bukan wanita penzina sebagai
- wanita musyrik?
- Jadi sebaiknya wanita ini memohon untuk
- berpisah kecuali kalau suaminya
- bertobat, berjanji dan terbukti tidak
- mengulangi
- perbuatannya. Jadi jangan perzinaan
- dianggap sepele. Ini merupakan dosa
- besar. Dan kalau dia meninggal dunia
- tidak bertobat, dia mati dalam keadaan
- suul khatimah. Bahkan Allah menyebutkan
- dalam suratul furqan, dia akan kekal di
- dalamnya untuk selama-lamanya.
- Wallina maahihan ak
- wsallahu illa bilhaq wnun wfalika
- yalqama. Barang siapa yang melakukan
- perbuatan tersebut baik itu syirik,
- membunuh orang atau berzina ya dia akan
- menghadapi balasan dosanya. Bahkan apa?
- fi Muhammad dia kekal dalam keadaan hina
- dalam siksa dan
- anak. Jadi bukan hal yang sepele. Jadi
- seorang wanita baik-baik ya, wanita
- saleh yang tidak menyukai perbuatan
- semacam ini. Kalau laki punya kebiasaan
- berzina, tidak bertobat, maka sebaiknya
- ibu menarik diri.
- Ibu bisa memulai hidup baru dengan pria
- baik yang
- saleh atau ibu merasa sudah cukup tidak
- perlu lagi berumah tangga mengurus anak
- beribadah kepada Allah daripada
- mendampingi pria semacam
- ini. Kalau seandainya bukan melakukan
- perzinaan ya arti perbuatan-perbuatan
- yang tidak termasuk dalam kategori
- perzinaan dia juga mendirikan salat ya
- maka si bisa bersabar.
- Kemudian kalau seandainya ya ibu
- merasa
- ee mungkin dia perlu menikah lagi dengan
- wanita lain itu kembali kepada pilihan
- Ibu. Biasanya wanita kalau suaminya
- baik, dia tidak akan berbagi. Hm. Tapi
- kalau suaminya ya ee tidak
- baik, dia berbagi dengan orang lain
- dengan harapan biar orang lain juga
- merasakan apa yang dirasakan dirinya.
- Jadi, Ibu kalau seandainya suami ibu
- melakukan perbuatan-perbuatan zina tidak
- bertobat, jadi kebiasaan buat dia ibu
- hendaknya menuntut untuk berpisah dari
- pria semacam ini. Begitu juga kalau
- seandainya suami ibu tidak mengerjakan
- salat yang merupakan tiang is Islam. Dia
- tidak mengerjakan salat, menyepelekan,
- mengabaikannya. Pria semacam ini tidak
- layak bagi menjadi suami bagi
- wanita-wanita beriman kecuali kalau dia
- bertobat memperbaiki dirinya.
- Ada apa pertanyaan yang kedua tadi? Apa
- lagi? Mengenai pisah ranjang, Ustaz,
- sebelum diucapkan talak yang ketiga? Ini
- seringkiali kita lihat
- ya, suami istri ribut kemudian dengan
- mudah mengucapkan kata-kata
- cerai. Apalagi dengan sebuah
- riwayat. Salatun jidduhunna jidun wa
- hazluhunna hazlun. Ada tiga hal.
- seriusnya memang serius sampai guyonnya
- pun serius yaitu apa? annikah ya
- kemudian warajah nikah rajah dan h
- padahal Allah dalam Quran dengan tegas
- mengatakan la
- yuakukumullahu
- fiikum wakin
- yakidukumabatubukum yang main-main itu
- tidak dikenakan sanksi ya tidak
- menjatuhkan sanksi kecuali yang serius
- keluar dari hati
- kita begitu juga Dalam suratul maidah
- yakukumullahwiikumakukum
- bimaqumul. Kalau ayat yang pertama tadi
- bicara sebelum apa? Sebelum bicara
- mengenai kasus ila dan perceraian. He
- bahkan Allah mengatakan wala
- tajalullahatanikum. Jangan kalian
- jadikan Allah sebagai apa? Sebagai urbah
- sasaran dari sumpah kalian.
- Sebentar-sebentar kalian bersumpah. Lalu
- Allah sebutkan, "Allah tidak akan
- menghukum sumpah kalian yang tidak
- keluar dari hati kalian." Arti tidak
- menjatuhkan
- konsekuensi kecuali yang keluar dari
- hati. Jadi kalau seorang laki-laki emosi
- mengatakan kepada istrinya, "Saya
- ceraikan
- kamu," tidak serta-merta jatuh. Kalau
- kita membaca surah
- at-Talaq, Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan bahkan perintahkan Nabi untuk
- menjadi pengawas dan pengontrol.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya ayyuhan
- nabi. Wahai Nabi. Kemudian bicara kepada
- umatnya. Berarti Nabi di sini menjadi
- pengawas terhadap apa yang dilakukan
- umatnya. Kalau kalian wahai kaum
- muslimin akan menceraikan istri kalian,
- kalian harus menjatuhkan cerai pada saat
- wanita ini bisa memulai
- [Musik]
- idahnya. Itu perintah Allah. H berarti
- al-amru di sini ee al-ibahah bisyar
- dibolehkannya untuk apa? Menjatuhkan
- cerai dan sahnya itu dengan syarat
- dijatuhkan pada saat si wanita dapat
- memulai idahnya.
- Wanita kalau dalam keadaan haid bisa
- enggak mulai dah? Enggak bisa. H. Wanita
- kalau suci berapa hari sebelumnya sudah
- digauli, enggak boleh kita ceraikan.
- Pada saat dia suci bersih sebelum
- digauli, baru kita dibolehkan
- menjatuhkan cerai pada saat
- tersebut. Oleh karena itu, ketika
- Sayidina Umar bin Khattab Radhiallahu
- anhu datang kepada Rasulullah mengadukan
- putranya Ibnu Umar.
- dibawa bersama-sama bahwa dia ceraikan
- istrinya pada saat haid. Rasulullah
- katakan mur Abdullah ibn Umar bilang
- sama Ibnu Umar falurajiha tarik kembali
- cerainya belum berlangsung itu. Kemudian
- tunggu sampai dia suci haid suci pada
- saat suci baru dia ceraikan istrinya
- kalau dia mau
- menceraikan. Bukan terbawa emosi. Cerai
- ribut-ribut cerai ya. gara-gara masalah
- anak, emosi, cek, ini enggak
- benar. Oleh karena itu, kita harus jaga
- rumah tangga kita. Sebagaimana perintah
- Allah, kalau kalian ingin menceraikan
- istri kalian, ceraikan pada saat mereka
- dapat memulai indah mereka. Ini perintah
- dari Allah. Dan perintah di sini dengan
- syarat yang Allah sebutkan. Kalau satu
- hukum syaratnya tidak terpenuhi, maka
- hukumnya enggak sah. H. Tapi yang
- heran berlaku di fikih sekarang
- ini talak terbagi dua, talak sunah sama
- bidah. Tolak sunah itu yang dijatuhkan
- pada
- saat ee dibolehkan untuk diceraikan itu
- pada saat suci sebelum
- dia. Adapun talak bidah, talak yang
- dijatuhkan pada saat belum waktunya yang
- dibolehkan itu pada saat haid, pada saat
- suci sehabis digauli. Hm. Heran kok
- bidah bisa sah. Ketika bidah itu balah.
- Tapi pada masalah ini mereka mengatakan
- sah cerainya walaupun haram hukumnya.
- He. Kalau orang salat sebelum waktunya
- sah
- enggak? Sebelum waktu subuh dia salat
- enggak sah salat. He. Sebelum waktu
- zuhur dia salat jam 11.00 siang. Sah
- enggak? Enggak. Begitu juga. Belum
- waktunya yang dibolehkan wanita untuk
- diceraikan. Diceraikan kok dianggap sah.
- Hm.
- Cuma bidah. Ini betul-betul merupakan
- sikap pendapat yang mempermainkan
- ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala.
- Padahal tujuan Allah supaya laki-laki
- ini
- berpikir, perempuan juga berpikir.
- Jangan pada saat lagi marah, meledak,
- dia jatuhkan cerai pada istrinya. Ada
- sebuah kisah menarik. Satu orang datang
- ke rumah saya,
- "Ustaz, saya ini baru menikah bersama
- istri saya belum lama."
- Akhirnya kita ribut berapa hari
- kemudian. Begitu ribut maklum kita ini
- pengantar, Ustaz. Masih belum punya
- pengalaman saya keluarkan kata
- cerai. Orang tua saya belum tahu. Takut
- kalau mereka tahu mereka akan marah
- kepada saya. Jadi akhirnya kita tinggal
- sekamar tapi bisa ranjang. Sudah berapa
- lama? Mungkin 3 bulan. Allahu Akbar.
- Saya bingung, Ustaz.
- Bagaimana apa saya harus mulai kawin
- lagi?
- Saya bilang, "Waktu kamu
- ceraikan istri kamu suci apa tidak?" Di
- matak suci. Sebelumnya kamu bergaul gak?
- Sudah bergaul, Ustaz. Enggak sah
- ceream. Kalau istri kamu dalam keadaan
- haid pun tidak sah cerai kamu. Ini Quran
- yang bicara, bukan manusia.
- Jadi sebetulnya selama ini kamu belum
- bercerai dan kamu enggak perlu menikah
- lagi. Dia mengatakan, "Ya Allah, 3 bulan
- kita pisah ranjang padahal kita
- pengantan baru. Kita anggap sudah
- bercerai bercerai. Jadi kamu enggak usah
- cerita semua orang kamu bergaul kembali
- dengan istri kamu. Besok jangan kalau
- emos keluar kata seperti ini.
- Lalu setelah itu apa? Fatquuna
- liiddatihin wahsul iddah. Hitung waktu
- iddahnya dengan betul. Bukan hanya
- begitu. La tukhrijunna min buyutihim w
- yakujna illa bifahis mubayah. Begitu
- kamu keluarkan kata cerai yang kamu
- jatuhkan pada waktunya, katakan pada
- saat suci sebelum digauli, kamu enggak
- boleh usir dia. He tinggal di rumah
- bersama
- kamu. Pisah kamarlah ya. Tapi kamu
- enggak boleh usir dia karena status kamu
- masih suami
- istri. Kalau kamu mau balik tidak perlu
- penghulu, tidak perlu manggil orang tua.
- Kalau kamu mau balik, tinggal bilang
- saya menyesal. Saya ingin kembali
- bersama kamu. Rujuk bisa berhubungan
- langsung tanpa harus memulai pernikahan
- ulang. Itu rahmat Allah yang ingin
- menjaga mereka. Setelah mengucapkan kata
- cerai diberikan kesempatan selama kurang
- lebih 3
- bulan. Kalau dia wanita yang punya
- kebiasaan datang bulan tiga kali suci
- dan haid. Tiga kali suci dan haid. Dan
- haid. Suci haid. Suci haid. Suci haid.
- Begitu haid yang ketiga berakhir baru
- berakhir indahnya.
- Jadi betul-betul indah, luar biasa.
- Begitu diceraikan pada waktunya, tunggu
- sampai kurang lebih 3 bulan. Apakah
- betul si laki-laki mau berpisah? Apakah
- betul si perempuan sudah betul-betik
- tidak akan mungkin kembali
- lagi. Insyaallah kalau betul-betul apa?
- betul-betul persoalannya bukan persoalan
- yang betul-betul amat-amat genting.
- Mereka akan balik lagi. H. Ketika saya
- bacakan surah ini di hadapan seorang
- wanita ya yang sudah bercerai cukup lama
- sama
- suaminya. Dia bilang, "Ustadz, kalau
- saya tahu surat ini enggak mungkin saya
- bercerai sama suami saya. kita betul
- pada permulaannya kita emosi,
- marah-marah, lalu suami pulangkan saya
- ke rumah k enggak boleh ketemu lagi. Itu
- yang mengakibatkan akhirnya walaupun
- hati sama mau sama-sama mau balik tapi
- karena kendala-kendala yang dibuat yang
- jauh dari ajaran Allah, akhirnya kita
- tidak kembali lagi. Padahal mereka punya
- anak beberapa
- anak. Akhirnya si ibu enggak menikah
- lagi sampai wafat, suami juga penuh
- penyesalan.
- Jadi ingat bahwa cerai
- itu baru berlaku apabila dijatuhkan pada
- waktu yang dibolehkan oleh Allah itu
- waktu suci sebelum digauli atau waktu
- hamil yang jelas kehamilannya. Hm. Itu
- dibolehkan. Tapi masa idahnya panjang.
- Kalau pada bulan pertama diceraikan,
- masa idahnya sampai 8 bulan. sampai dia
- melahirkan anak baru idahnya berakhir.
- Kalau sebelum itu dia balik tanpa harus
- pernikahan ulang. Artinya Allah mudahkan
- pernikahan, mudahkan rujuk, sedangkan
- cerai dipersulit. Iya. Kalau kita
- sekarang lebih gampang atau lebih
- menggampangkan cerai dari pernikahan.
- Iya. Orang melacur digampangkan
- sedangkan berumah tangga dipersulit.
- Kenapa?
- Jadi kita harapkan insyaallah Kang Rizal
- mudah-mudahan dialog kita pagi ini
- bermanfaat insyaallah dan menjadi ee
- bekal buat kita karena melaksanakan
- amanat Allah Subhanahu wa taala dan
- mudah-mudahan bukan keluar dari hati
- yang riak atau hati yang berisikan
- kebencian-kedengkian tapi hati yang
- mengharapkan rida Allah dan Allah
- menerima amal kita semua.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubuik walum
- wasalamualaikum warahmatullah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Husein
- Alatas atas dialog ee tanya jawab di
- pagi hari ini nih. Terima kasih juga
- kepada Iwan Ahwat yang sudah mengirimkan
- pertanyaannya. Mohon maaf yang belum
- sempat kita bacakan. Nanti di pertemuan
- selanjutnya insyaallah Ustaz kita
- bacakan ya. seperti dari Ibu Azraf,
- kemudian Ibu Ijah, Pak Dimas, dan masih
- ada beberapa WA lainnya yang tidak
- menyebutkan namanya nih ya. Terima kasih
- dan Iwanawat. Semoga kita dapat memetik
- pelajaran dan hikmah dari
- jawaban-jawaban penjelasan dari Ustaz
- Husin di kesempatan pagi hari ini. Kita
- akhiri subhanakallahika asadu alla
- ilahailla anta astagfir billahi taufik
- wal hiidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.