Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:30 Hasil [musik] TV 0:43 [musik] 0:45 berasil TV 0:53 qoblu lafi dolalim 0:56 mubin. 1:00 akhumma 1:04 yalqu bihim 1:07 wahuwal azizul hakim. 1:13 Dzalika fadlullahi 1:16 ytiihi 1:18 yasya. 1:22 Wallahu dzul fadlil adzim. 1:29 [bernyanyi] 1:33 tumma lam yahmiluha 1:37 kamatsalil himari yahmilu asfaro 1:43 bsa matsalul qumilladzina 1:47 kadzabu biayatillah 1:52 wallahu la yahdil 1:55 [bernyanyi] 2:01 Sadaqallahuliyulzim. 2:07 Asalamualaikum warahmatullahi 2:09 wabarakatuham 2:15 dear leaders dan cal leaders seluruh 2:17 Indonesia. Kembali lagi kita pada acara 2:19 Industal Jer Stal yang pada malam hari 2:21 ini mengangkat tema tentang perang 2:24 melawan korupsi. Sahabat-sahabat 2:26 sekalian, korupsi adalah musuh bersama 2:29 yang merusak fondasi bangsa. Perjuangan 2:31 melawan korupsi tidak boleh berhenti 2:33 pada retorika atau jargon politik. 2:37 Pemerintahan yang bersih dan 2:38 berintegritas harus menjadi kenyataan, 2:40 bukan sekedar harapan. Selama 2:42 bertahun-tahun, korupsi dipandang 2:44 sebagai persoalan hukum. 2:46 Berita mengenai kasus korupsi seolah 2:48 telah menjadi berita rutin yang 2:49 kehilangan daya kejutnya. Yang berganti 2:52 hanyalah nama pelaku, institusi dan 2:54 besarnya nilai kerugian negara. Terkini, 2:57 Polri menetapkan mantan jaksa Agung Muda 2:59 tindak pidana khusus atau Jampirsus 3:01 sebagai tersangka dugaan korupsi di PT 3:03 Asabri, PT Krakatasil, dan Pasukan 3:05 Batuara. Kasus yang terjadi ketika 3:08 Indonesia sedang menatap sebuah 3:10 cita-cita besar, Presiden Prabowo 3:12 Subianto menargetkan Indonesia menjadi 3:14 negara maju pada 2045 tepat satu abad 3:18 kemerdekaan Republik Indonesia. Melihat 3:21 dampak yang luar biasa, buruknya 3:22 paradigma pemberatasan korupsi harus 3:24 diubah. Fokusnya tidak lagi hanya 3:26 menangkap koruptor setelah uang negara 3:28 hilang, melainkan memastikan uang rakyat 3:30 tidak memiliki kesempatan untuk dicuri. 3:33 Intinya adalah mengedepankan pencegahan 3:35 daripada ee penangkapan. Setiap ee 3:39 proyek pemerintah harus dapat ditelusuri 3:42 secara terbuka sejak tahap perencanaan 3:45 hingga penyelesaian. juga setiap 3:47 kementerian dan lembaga perlu menetapkan 3:49 indikator kinerja utama yang berbasis 3:51 pada peningkatan ee IPK dengan target 3:55 realistis seperti peningkatan 3 poin per 3:57 tahun. 3:59 Langkah ini akan menjadi signifikan jika 4:01 didukung oleh kebijakan yang konkret dan 4:03 evaluasi yang konsisten sepanjang 4:05 periode 5 tahun pemerintahan ini. 4:08 Indonesia memiliki hampir seluruh 4:10 prasyarat untuk menjadi negara maju, 4:12 sumber daya alam yang melimpah, bonus 4:14 demografi, pasar domestik yang luas, 4:16 posisi geopolitik yang strategis, dan 4:19 potensi ekonomi yang luar biasa 4:20 merupakan model yang tidak dimiliki 4:22 banyak negara. Namun modal sebesar 4:24 apapun tidak akan cukup apabila terus 4:27 bocor oleh korupsi. 4:28 Korupsi adalah ancaman strategis 4:30 terhadap masa depan bangsa. Untuk itu 4:32 kita malam hari ini akan mendiskusikan 4:35 tentang tema perang melawan korupsi. Ini 4:37 sudah hadir bersama kita para narasumber 4:39 ini kelas kakap semua pada malam hari 4:41 ini. Yang pertama Uda Feriamsari, dosen 4:44 ATN timis Indonesia. Asalamualaikum 4:47 Feri, aktivis pemberitas korupsi kita. 4:50 Aduh, sekarang sudah malu kita disebut 4:53 aktivis anti korupsi karena enggak ada 4:56 anti korupsi yang diberantas. Oh, gitu. 4:58 [tertawa] 5:00 Baik. Dan juga sudah hadir eh Mas Giri 5:04 Suprabiono eh pernah menjadi direktur 5:07 pencegahan KPK ya. Ee asalamualaikum Mas 5:10 Giri. Waalaikums Waalaikumsalam. 5:12 Iya, terima kasih sudah hadir dan 5:15 alhamdulillah saat ini sudah hadir 5:18 bersama kita juga Pak Dahlan Iskan yang 5:21 sempat ee berhalangan beberapa episode. 5:23 Asalamualaikum Pak Dahlan. Terima kasih 5:26 sudah hadir. Minta maaf baru pulang dari 5:29 Amerika dan Kanada dan Rusia. 5:31 Weh, siap. Keren 5:33 Pak Dahlan ya. Ee dan insyaallah segera 5:37 bergabung Pak Marani tadi baru 5:38 memberikan informasi karena sedang ada 5:40 kegiatan tapi kurang lebih 5 menitan 5:42 lagi insyaallah akan bergabung. Baik, 5:44 sahabat-sahabat ee sekalian, sebelum 5:46 kita mulai tema kita diskusi pada malam 5:49 hari ini tentang perang melawan e 5:52 korupsi yang sekarang kita sudah kayak 5:55 seperti mendengar beritanya itu mau di 5:58 pemerintah pusat apalagi kepala daerah 6:00 ya KPK hampir tiap minggu mungkin 6:03 beberapa minggu itu selalu ada kepala 6:04 daerah yang terkena KP apa ee OT apa OTT 6:08 gitu ya. Ada apa sebenarnya dengan 6:10 negara kita ini? Termasuk antara 6:12 Kejagung dan Podri. Untuk itu kita akan 6:15 diskusikannya. Sebelumnya kami 6:17 mengucapkan terima kasih yang 6:18 sebesar-besarnya kepada seluruh pemirsa 6:20 Inisial Lis Stok baik di dalam negeri 6:22 ataupun luar negeri dan juga kepada 6:24 rekan-rekan media dan wartawan yang 6:26 senantiasa menyaksikan acara kita ini. 6:28 Acara Industrial STK ini bisa disaksikan 6:31 secara langsung saat ini melalui siaran 6:33 live streaming eh YouTube Mardani 6:36 Alicera dan juga eh YouTube eh Rasil TV 6:41 dan bisa didengar melalui jaringan radio 6:43 Rasil 720 AM di Jabor Tabek. Bagi 6:47 rekan-rekan yang ingin mendengar lewat 6:49 siaran radio, silakan buka radio Rasil 6:51 720 AM di sekitar Jaboret Tabek dan juga 6:55 dirilay di beberapa jaringan radio rasil 6:57 di beberapa kota di seluruh Indonesia. 7:00 Baik, ee sahabat-sahabat sekalian, 7:03 mungkin kita mulai inisial stok pada 7:05 malam hari ini dengan tema pemberantasan 7:08 korupsi, pelang melawan korupsi. 7:10 Kesempatan pertama kepada Pak De 7:12 dipersilakan biar enggak terlalu 7:13 saya terakhir aja. 7:14 Oh, terakhir Pak I. 7:16 Heeh. 7:17 Saya terakhir karena apa? Saya 7:20 saya sudah enggak punya harapan bahwa 7:24 korupsi bisa diberantas. Saya terakhir 7:26 aja. 7:27 Ini yang yang pembicara pertama yang 7:29 optimis-optimis saja ya. 7:31 E kalau yang optimis sama 7:34 kalau yang optimis kita perlu dengar 7:36 dari KPK dulu. Mantan KPK 7:39 kepada Pak Mas Giri persilakan Mas Giri 7:43 wong dipecat kok dari KPK gimana? 7:46 [tertawa] 7:46 pejatan KPK 7:49 yang paling optimis mungkin udah feri 7:51 malah nih. E 7:52 ayo Bang Feri. 7:53 Ayo Bang Feri. 7:55 Sudah feri nanti setelah ini enggak enak 7:57 kalau di awal tuh sudah feri kita 7:59 langsung 8:00 langsung naik gitu tensinis. 8:02 Oke. [tertawa] 8:04 Biar enggak kosong biar enggak 8:06 kosong-kosong amat saya mulai Pak tapi 8:08 dengan beberapa slide gitu ya. 8:10 Silakan silakan Mas. 8:11 Jadi mengapa kita pesimis? Mengapa kita 8:13 optimis begitu. 8:16 Kira-kira berapa lama nih, Mas, untuk 8:18 opening ini? 8:19 Ee 15 menit. Silakan, Pak. 8:21 15 menit, ya? 8:22 Iya. 8:22 Jadi kalau sama sudah Feri sudah sering 8:25 sebenarnya. Sudah. 8:27 Iya. 8:27 Karena saya akan membahas dua hal yang 8:28 penting. Yang pertama itu sebenarnya 8:31 akar dari semua korupsi Indonesia itu 8:33 korupsi politik. Itu itu yang pertama. 8:36 Yang kedua adalah korupsi politik itu 8:38 tidak bisa tercapai kalau tidak didukung 8:40 oleh birokrasi yang korup juga. 8:43 Jadi dua hal ini penyelesaiannya agak 8:46 berbeda begitu. Saya akan mulai ee saya 8:50 siapkan slide saya. 8:53 Silakan. Sudah bisa di-share, Mas Gir. 8:57 Sebentar saya share ya. Yeah. 9:05 Okay. 9:17 Nah, 9:25 apakah sudah kelihatan? 9:31 I 9:31 kelihatan kelihatan kelihatan kelihatan 9:34 kelihatan kiri 9:38 malah hilang di tempat saya. Bentar 9:41 sudah ya. 9:46 Nah, ini nih saya mulai nih lagi 9:49 hype banget ini sekarang nih. 9:50 Iya. 9:51 Film Odyssey ya 9:53 buatan Christopher Nolen ini ee epik 9:57 gitu ya. Jadi saya bayangkan memang yang 10:00 dihadapi oleh penegak hukum itu seperti 10:03 menghadapi raksasa-raksasa 10:06 koruptor begitu ya. Makin sakti mereka. 10:10 Jadi kalau kita mau menjerakan ee 10:13 koruptor ternyata yang jera malah 10:15 pemberantas korupsinya. Situasinya 10:17 seperti itu. 10:19 Jadi kalau kamu berantas korupsi, kamu 10:21 dipecat kayak Giri, kayak Novel, kayak 10:23 Yudi Purnomo dan lain-lain gitu ya. Itu 10:26 yang dilakukan kira-kira 4 tahun yang 10:27 lalu ketika kita secara sistematis 10:30 disingkirkan melalui tes wawasan 10:32 kebangsaan 10:33 dan itu dipicu oleh upaya secara 10:36 sistematis dengan merevisi Undang-Undang 10:39 KPK. Jadi mereka mempelajari secara 10:42 seksama. Cara memperlemah KPK itu adalah 10:45 menjadikan pegawainya menjadi pegawai 10:49 yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya 10:50 oleh KPK. 10:52 Jadi tidak salah dengan negeri, tetapi 10:55 dengan berubahnya status pega negeri 10:57 maka kontrol terhadap SDM KPK berada di 11:01 berapa pihak itu. Dan yang kedua memang 11:04 ada upaya-upaya lain termasuk 11:06 menambahkan dewan pengawas dan 11:07 lain-lain. Tapi itu sudah diskusi masa 11:09 lalu Mas ya mesti move on. Tapi kita 11:13 mulai dari yang agak current issue gitu 11:16 ya. 11:18 Kita dikejutkan dengan penggeledaan 11:20 kemarin 11:21 di mana di restoran yang di belakang 11:23 saya ini. Nah, saya itu pakai wallpaper 11:25 di belakang itu World Cup itu saya ambil 11:28 dari Instagramnya Deklan CPT nonton 11:31 bareng di sana begitu ya. Saya pengin 11:33 nonton di sana sebenarnya 11:37 di lantai dua yang jarang diaksos di 11:39 ruang VIP itu ternyata kalau kita 11:41 ketuk-ketuk dindingnya itu, itu ada 11:44 brankas besarnya. 11:47 Waktu itu enggak waktu itu enggak 11:48 ngetuk-ngetuk 11:50 [tertawa] itu Pak. Salah. 11:54 Jadi sekarang kalau orang ramai-ramai 11:57 masuk kafe diketuk-ketuk dindingnya itu 11:58 jangan heran karena mau nyari. 12:01 Setelah itu pernah ke sana lagi enggak, 12:03 Mas? Setelah itu pernah ke sana lagi 12:04 enggak? 12:05 Setelah penggeledahan pernah ke situ 12:08 ditutup, Pak. Bahkan di deklan di tempat 12:10 lain seperti DD Depte Deppok pun 12:12 ditutup. Iya. 12:13 Oh, 12:14 karena pemilik pemiliknya DR itu juga 12:18 sebagai tersangka kan ditahan begitu. 12:20 Iya. Iya. Iya. Ini menarik sebenarnya 12:23 atau pemilik tidak sebenarnya enggak 12:25 tahulah ya. 12:27 Belum bisa dibuktikan ya. Eh belum belum 12:30 bisa maksudnya masih dalam tahap ee 12:32 penyelidikan kejaksaan agung. Jadi saya 12:35 enggak bisa berkomentar. 12:37 Tapi ini fenomena menarik. Fenomena 12:39 menarik. 12:40 Kenapa menarik? Karena 2 tahun yang lalu 12:43 tahun 2024 itu ada penangkapan ya yang 12:46 diduga ya di INTi anggota Densus 12:50 ditangkap karena dipandang mengintai 12:53 Jampicus. Masih ingat enggak? Tahun 2024 12:55 gitu ya 12:56 di tempat yang sama. 12:58 Artinya memang modus ini sudah lama 13:01 menggunakan kafe, menggunakan money 13:03 changer gitu kan. Jadi kalau masyarakat 13:06 itu marah bahwa dolar naik, emas naik, 13:10 itu ternyata memang ada yang terus 13:12 menjadikan menaikkan dengan cara-cara 13:14 demingan ini. Ngumpulin emas, ngumpulin 13:16 dolar dan lain-lain. 13:19 Nah, yang menarik dari perkembangan 13:21 terakhir dari kasus ini tuh ada daftar 13:23 tim 9 yang akan menangani ee mantan 13:27 Jampisus ini dan tujuh di antaranya 13:29 mantan jaksanya KPK. Ini kita lihat 13:31 nanti apakah 13:34 jaksa-jaksa ini bisa mempertaruhkan ya 13:37 nama baik 13:39 jaksaan dan KPK yang mereka mantan KPK 13:42 juga ya bagus-bagus senya jaksanya 13:45 tetapi ini bakal enggak mudah nih kita 13:47 saksikan nanti sambil nonton Piala Dunia 13:50 begitu 13:53 di sisi lain 13:55 mantan Jampisus ini sebenarnya juga 13:57 sudah mempertontonkan bagaimana minta 13:59 uang ya dari misalkan kan dari satu 14:01 kasus yang ter CPO 1,374 triliun gitu 14:05 ya. 14:06 Jadi kadang-kadang kita ee 14:11 di apa ya dipertontonkan dengan uang 14:14 emas gitu kan. Zarov itu punya berapa 14:17 kilo emas? Kemudian yang ini juga 14:19 ditemukan 74 emas. 14:22 Bahwa sebenarnya masyarakat itu kan 14:24 cenderung visual sebennya. Oh ternyata 14:26 real korupsi itu yang disimpan itu real 14:29 begitu ya. 14:31 Nah, makanya ada salah satu ee di Mesos 14:34 itu menarik nih. Kurang pintar aja 14:36 nyimpannya dalam bentuk emas gitu atau 14:38 dalam bentuk dolar. Nah, saya akan 14:40 memulai dari sini. 14:43 Jadi, tidak ada gunanya kita bernegara 14:45 kalau kita membiarkan aparat penegak 14:47 hukum melanggar hukum. Fungsi utama 14:50 lembaga anti korupsi adalah menjaga 14:52 integritas penegak hukum agar tahan 14:53 hukum. Jadi kalau jaksa nyari duit dari 14:56 kasus oknum ya atau polisi juga sama KPK 15:02 kemudian hakim dan lain-lain itu 15:04 melanggar hukum dengan menerima suap, 15:06 memeras dan lain-lain. Kita enggak ada 15:08 gunanya bernegara. Maka fungsi dari 15:10 lembaga anti korupsi KPK itu yang kita 15:14 belajar dari Hongkong. KPK-nya Hongkong 15:16 itu adalah menjaga agar penegak hukum 15:19 lain taat pada hukum. Jadi kalau penegak 15:22 hukum yang punya power besar tidak ada 15:23 yang bisa mengkontrol 15:26 terutama oleh Lembaga anti korupsi maka 15:29 esensi dari eh check and balance-nya 15:31 enggak ada gitu. 15:33 Maka fungsi KPK yang kuat itu sebenarnya 15:35 untuk menjaga agar penegak hukum lain 15:38 tidak abuse of power. Itu konsepnya 15:40 begitu. Nah, ini data yang kalau saya 15:44 cek dari di KPK ya. Ini kasus-kasus yang 15:47 ditangani KPK. 15:50 kasus ini ee kalau kita lihat hanya 4% 15:53 itu penegak hukum yang ditangani KPK. 15:56 Sementara 36% itu adalah politikus. 16:01 Kalau kita belajar dari Hongkong, dari 16:03 Singapura, 16:05 mayoritas kasus yang ditangani mereka 16:07 adalah penegak hukum. 16:09 Jadi di Asia Hongkong tuh nangkap sekali 16:11 nangkap 189. 16:14 Di Singapura mayoritas juga penegak 16:16 hukum dan lain-lain. Mengapa? Karena 16:19 memang esensi dari legal certainty itu 16:22 kepastian hukum itu adalah penegak 16:24 hukumnya harus whiter than white gitu 16:26 ya. Lebih putih dari warna putih gitu. 16:29 Sayangnya KPK ini 16:33 belum pas tuh ya. Karena menjaga penegak 16:37 hukum itu hanya dicerminkan dari data 16:40 statisknya hanya kurang dari 4%. Jadi 16:42 hakim, pengacara, jaksa, polisi, 16:46 termasuk 16:48 lawyer, termasuk juga auditor ternyata 16:51 kurang dari 4%. Kalau kita belajar dari 16:54 negara yang sukses, 16:56 banyak itu justru penegak hukum yang 16:58 ditangani. 17:00 Jadi kalau misalkan ada tilang di 17:01 pinggir jalan itu bisa ditangani. 17:04 Misalkan jaksa Meres pasal 2, pasal 3 17:07 kuran negara bisa ditangan. Nah, ini 17:10 juga ada andilnya nih ketika KPK bisa 17:12 tidak bisa menjalankan fungsinya. Tapi 17:14 enggak mudah ini. 17:17 Akibatnya ini data statistiknya ya. 17:20 Kalau saya analisis dari indeks persepsi 17:22 korupsi yang membandingkan 180 negara 17:25 itu di era zaman kepemimpinan dari 17:28 presiden ini, kita bisa di sini bahwa 17:31 Pak Harto itu menyisakan skor yang 17:34 rendah pada tahun 9798. 17:37 Zaman Gus Tur agak naik dikit begitu 17:39 kan. Kemudian zaman Bu staknan naik 17:42 dikit tapi undang-undang KPK dibentuk 17:44 tahun itu dan Undang-Undang Tipar 17:46 dibikin zaman Pak Habibi di zaman PSB 17:48 dieksekusi mulai ada KPK naik turun ya 17:51 tapi secara linear itu naik sebenarnya 17:54 Mas Gir. 17:54 Jadi zaman 17:55 mohon maaf slide-selide-nya enggak 17:56 bergerak dari tadi 17:58 masa. 17:58 Iya. 18:00 Waduh. Waduh. Kenapa masih tampilan? 18:02 Tampilan. 18:02 Tapi enggak apa-apa jelas kok. Tapi 18:04 jelas. 18:05 Oh udah udah udah 18:05 pembicaraannya jelas ya. 18:06 Iya iya. 18:08 Kalau kayak gini gerak enggak coba? 18:09 Gerak enggak? 18:11 Enggak. Enggak. Ini enggak. Tadi kalau 18:12 diklik baru gelak. 18:14 Oh, diklik ya. 18:15 Heeh. 18:16 Atau gini aja ya. 18:17 Ah, ini. Iya. Ini udah nih. Ini di 18:20 ini gambar yang tadi tuh. 18:22 Jadi sudah banyak ya. 18:24 Iya, Pak. 18:26 Jadi ee dari peristiwa ini kemudian ada 18:30 peristiwa sebelumnya kita terkagum-gagum 18:32 dengan wang korupsi ternyata yang 18:34 menangani itu ikut-ikutan korupsi. 18:36 Kurang lebih itu ya. Heeh. 18:38 Kita duga ya nanti kita buktikan di 18:39 pengadilan seperti apa. Tapi yang saya 18:42 bilang di sini bahwa 18:44 fungsi dari lembaga antikrus itu 18:46 mengontrol check and balance penegak 18:47 hukum lain. Nah, ini data statisnya yang 18:49 penting. Sayangnya tadi sudah ngomong 18:51 panjang ternyata enggak muncul. 18:54 Keluar Mas ya datanya ya muncul ya. 18:56 Ini sudah udah Pak 18:58 ya. Jadi ternyata yang ditangani KPK itu 19:01 kurang dari 4% itu penegak hukum. 19:04 Mestinya lebih banyak gitu. 19:07 Karena di KPK-nya Hongkong, KPK-nya 19:10 Singapura, bahkan Malaysia sekalipun itu 19:13 mereka fokus di situ. Karena esensi 19:15 bernegara itu penegak hukumnya 19:18 eh judiciarynya harus bersih. Wer than 19:20 wet itu di sini sebenarnya. Tapi 19:22 ternyata KPK lihat nih fokusnya di mana. 19:24 Fokusnya banyak di birokrasi. 19:28 Jadi ee kemudian di politik ya benar sih 19:32 tapi di penegak hukum yang kurang musik. 19:34 Maka dalam kontrak penggeledaan yang 19:37 kemarin itu menjadi ee penting untuk 19:39 meninjau lagi. Mestinya kita fokus pada 19:43 ee ee ee yudisi yang korup. 19:48 Sedangkan di politik yang warna merah 19:50 itu aja 36%. Nah, ini ini grafiknya 19:54 sudah sudah panjang lebar ternyata ini 19:56 ya. Kemudian dari data ini sebenarnya 20:00 kita lihat bahwa ada ee kemajuan dalam 20:03 pemberantasan korupsi. Saya sempat 20:04 optimis sampai pada tahun 2019 sampai 20:08 periode 1 Pak Jokowi. Kita di titik 20:11 puncak tahun 2019 skornya 40 ya hampir 20:15 sama dengan Cina. Tapi kemudian Pak 20:18 Jokowi melakukan perubahan yang mendasar 20:20 merevisi Undang-Undang KPK sampai 20:22 kemudian drop jadi 34. 20:24 Jadi artinya apa? Pak Jokowi memimpin 20:26 tahun 2014 skornya 34 10 tahun memimpin 20:30 balik ke 34 lagi. Jadi doing nothing 20:32 gitu ya. Jadi bagus di periode pertama 20:35 mungkin dia masih W andC tapi kemudian 20:38 drop kita pada tahun ke-10 kepemimpinan 20:41 itu dan di sana diperparah dengan selain 20:45 revisi Undang-Undang KPK ada tes wawasan 20:47 kebangsaan ya jadi agak agak masih luka 20:50 lama ini yang muncul lagi Mas Saldi ya 20:54 tapi kalau dari sini naik turunnya bisa 20:56 kita lihat ini jadi bahwa tidak mudah 20:59 memberantas korupsi di penegak hukum 21:01 yudisi di Indonesia terhadap hadapin 21:03 mahkamah hukum, Mahkamah Agung hari 21:06 Niwioso waktu itu Pak Probo Sutejo 21:08 mengadu ramailah itu kan hario ditangkap 21:11 kasus pertama KPK itu yang cukup besar 21:14 turun itu satu poin ramai lagi kasus 21:16 bibit Candra stagnan enggak bisa naik 21:19 kemudian ada kasus simulator Joko Susilo 21:22 enggak bisa naik Stanan lagi. Kemudian 21:25 mulailah kemudian Jok Pak Jokowi menjadi 21:28 presiden polemik Jaka calon Kapori Pak 21:31 Budi Gunawan ditersangkakan ramai lagi. 21:34 Kemudian revisi Undang-Undang KPK masuk 21:36 Proleknas kasus KTP Steaan Novanto. 21:39 Puncaknya adalah revisi Undang-Undang 21:41 KPK. 21:43 Jadi bisa dibilang antiklimak 21:45 pemberantasan korupsi itu adalah periode 21:47 dua dari pemerintahan Pak Jokowi. Nah, 21:49 ini yang jadi PR Presiden Prabowo untuk 21:52 ee bisa 21:54 rebond lagi itu ya. 21:59 Ini ketika saya menceritakan pengalaman 22:01 bagaimana merantas korupsi ee yang bukan 22:04 mentarget ee menangani pemberantasan 22:07 penegak hukum. Jadi, enforcing law for 22:10 law enforcement gitu ya. PBB yang 22:12 mengundang pesertanya 75% polisi kolonel 22:15 ke atas waktu itu. 22:17 Kemudian di sebelah saya itu adalah dari 22:19 kepolisian Hongkong dan sebelahnya 22:22 adalah dari KPK Hongkong. Yang menarik 22:24 adalah bagaimana polisi Hongkong itu 22:27 kemudian sangat berterima kasih pada 22:29 KPK-nya Hongkong karena waktu itu adalah 22:32 memberantas korupsi, menangkap polisi 22:34 yang korup waktu itu. Kemudian dia 22:37 membangun sistem, memperbaiki gajinya 22:39 sampai kemudian Hongkong jadi negara 22:41 yang paling bersih gitu. 22:43 Jadi menarik nih bagaimana kepolisian 22:45 Hongkong mengapresiasi dan begitu 22:47 respeknya pada KPK eh KPK Hongkong atau 22:51 ICSI independent commission against 22:53 Corruption. 22:56 Kemudian nah 22:58 ini enggak usah ya nanti kalau ada 23:00 pertanyaannya ya kenapa gagal itu ya ini 23:02 membuat kita pesimis itu di sini 23:04 sebenarnya tapi saya lewat aja. 23:08 Yang kedua 23:09 kayaknya yang pertama dibahas Mas yang 23:11 pertama aja. 23:13 la of political will ya i satu aja 23:16 sebenarnya yang sampaikan saya sampaikan 23:19 di atas itu dengan grafik yang presiden 23:21 ini adalah contoh adalah lack of 23:23 political will sebenarnya 23:25 ratusan ribu mungkin eh orang demo 23:29 menolak revisi undang-undang KPK dan 23:30 lima orang meninggal Mas ya lima orang 23:32 meninggal lima-limanya nama itu jadi 23:35 ruang meeting di KPK saat ini tidak bisa 23:37 menghentikan revisi Undang-Undang KPK 23:39 semuanya tentang komitmen ini. 23:41 I. 23:42 Nah, kemudian nanti aja saya bahas ini, 23:44 Mas, karena takutnya saya menghabiskan 23:46 waktu narasumber lain. 23:48 Siap. 23:49 Isu yang kedua, 23:50 aku rela aku rela Anda, Anda teruskan 23:53 berapapun karena bagus banget ya. Ya, 23:57 saya akan kembali ke sini, Pak ya kalau 23:58 gitu ya. Tapi saya mulai yang lain dulu. 24:01 Iya. 24:01 Isu yang kedua adalah 24:04 korupsi politik sebenarnya. 24:07 Jadi kalau yang pertama itu dipicu oleh 24:09 penegak hukum yang korup begitu kan 24:11 sehingga tidak ada legal certainty. 24:14 Kemudian ada pasal 2 dan 3 yang orang 24:16 dengan mudah mengimplementasikan 24:19 pembuktiannya, mudah banyak korbannya 24:22 begitu ya. Merasa enggak dapat apa-apa 24:25 tapi memperkaya orang lain kena pasal 2 24:27 3. Yang kedua ini lebih berbahaya yaitu 24:30 korupsi di politik. 24:32 korupsi [berdehem] politik itu dipicu 24:34 oleh ee 24:40 oleh ini biaya politik yang mahal itu 24:43 satu ya. Kemudian yang kedua pendanaan 24:46 negara yang tidak memadai dan tiga 24:48 adalah rewarding rem pejabat politik 24:50 yang rendah. Biaya politik mahal itu 24:53 kenapa? sistemnya sistem terbuka di mana 24:56 sesama partai politik itu saling 24:59 berkompetisi. 25:01 Jadi kalau misalkan ee Mas Haldi satu 25:04 partai, Mas Haldi kemudian menjadi ee 25:07 seketua partai di wilayah tersebut bisa 25:11 kalah dengan seorang yang kaya pengusaha 25:13 batuara di tempat situ karena bisa 25:15 membeli suatu suara gitu kan. Betul. 25:18 Saya sudah Pak 25:19 ya Mas Haldi dan dan lain-lain itu yang 25:22 sudah ideolog dalam partai, berjuang 25:24 sudah lama dalam proses itu tersingkir 25:27 gara-gara kapital gitu kan. 25:29 Jadi proses kapitalisasi politiknya luar 25:31 biasa. Sesama politik pun bersaing 25:34 sehingga nilai harga suara makin mahal. 25:37 Dan sekarang tuh ada fenomena nanti di 25:39 belakang tuh bagaimana pemilihan kepala 25:41 desa itu harganya sudah R1 juta sekarang 25:44 per suara. 25:45 Wow. Bahkan di Madura, di beberapa 25:48 daerah terpencil pun sudah 1 juta suara. 25:52 Jadi dari level bawah sampai level atas 25:55 itu mani politiknya tinggi. 25:58 Kemudian 26:00 sementara negara tidak membiayai secara 26:02 memadai. Jadi ee negara itu 26:05 mengakologasikan untuk partai politik. 26:07 Di zaman sebelum saya masuk ee kajian 26:10 pendanaan parpol di KPK dulu, satu suara 26:12 hanya dihargai Rp108 per suara. Artinya 26:15 Partai Demokrat sebagai pemenang zaman 26:18 Pak SBY dulu hanya dapat kurang dari 3 26:20 miliar per tahun dari pemerintah. 3 26:23 miliar itu, Mas, beli meterai aja untuk 26:25 saksi enggak cukup. Beli bendera partai 26:29 nyampai ranting enggak akan bakal cukup, 26:31 gitu kan. 26:31 Betul. 26:32 Kemudian ee kita naikkan kita usulkan 26:35 waktu itu untuk dilakukan penaikan 26:37 menjadi sekitar ee sear hampir 16.000 26:41 per suara sehingga sekitar 5 triliun 26:43 untuk partai politik. Tapi sekali lagi 26:46 bahwa ide ini selalu tidak dikehendaki 26:48 oleh partai pemenang. Karena dengan 26:51 memberi pendanaan pada partai lain maka 26:53 itu akan membangun kekuatan oposisi 26:56 kurang lebih kan ya berkompetisi. Jadi 26:58 sikap negarawan dari ee parpol pemenang 27:00 itu juga kurang dalam hal ini. Jadi saya 27:03 masuk ke berapa partai, berapa periode 27:05 kok sama hasilnya gitu kan. Ketika 27:07 menjadi penguasa enggak mau mikirin 27:09 partai yang lain gitu. Padahal ini 27:11 adalah akar dari korupsi. Yang ketiga, 27:14 sialnya lagi, biaya politik mahal, 27:15 negara tidak membiayai. Yang ketiga 27:17 adalah jadi bupati gajinya 6,5 juta, 27:21 jadi gubernur gajinya R8,5 juta. Jadi 27:24 menteri gajinya Rp1 juta, jadi presiden 27:27 pun gajinya R9 juta. 27:30 Sementara direksi dari BUMN gaji R00 27:33 juta per stantiem itu kayakkayakay Bank 27:36 Mandiri itu bisa puluhan miliar per 27:38 tahun dan lain-lain. Kok enggak masuk 27:40 akal begitu kan. Sementara prosesnya 27:43 begitu mahal, prosesnya begitu pelik, 27:45 konflik begitu besar, tapi rewarding-nya 27:48 enggak ada. Tiga hal ini kayak UUD, 27:50 ujung-ujungnya duit yang kemudian 27:53 korupsi dipicu oleh ini. Kenapa? 27:57 Ini kemudian yang diikan kepala daerah 27:59 itu. Jadi kepala daerah begitu kepilih 28:03 misalnya dari Bupati Ponorogo ngutang 28:05 pada pengusaha kemudian di banyak kepala 28:08 daerah. 28:10 Cara mengembalikan uangnya itu kurang 28:11 lebih saya identifikasi enam macam ini. 28:16 Jadi begitu kepilih karena utangnya 28:18 banyak. Kalau dia orang bukan orang 28:20 kaya, maka dia bisa mengganti camat, 28:24 kepala dinas, mengganti lurah, kepala 28:27 sekolah SD, SMP, begitu kan. Nah, ada 28:30 harganya. 28:32 Jadi camat misalnya R juta, jadi kepala 28:35 dinas PUPR itu paling mahal itu. Kalau 28:38 anggarannya 200 miliar dia bisa. Kepala 28:41 dinas yang biasa main bisa membayar 28:42 puluhan miliar untuk membeli jabatan 28:44 tersebut. Kasus tentang ini banyak 28:47 sekali di KPK. 28:49 OTT.OTT itu kurang lebih jual beli 28:51 jabatan. Yang kedua, kalau sudah agak 28:54 pintar dikit pengadaan barang dan jasa. 28:56 Dia baru masuk kan bisa belum bisa 28:58 langsung ambil kan. Dia desain siapa 29:01 pemenangnya kemudian dia atur ee 29:04 perusahaan pembandingnya tahun depan 29:06 baru bisa nikmati ini. Kalau jadi kepala 29:08 daerah dia butuh melalui siklus 29:10 penganggaran. 29:12 Nah, 29:14 kemudian tentu para timses dan lain-lain 29:16 itu mainnya di sini nih di tahun kedua 29:18 biasanya di tahun pertama jual beli 29:20 jabatan. [berdehem] 29:21 Yang ketiga adalah kalau sudah mulai 29:24 pintar jual beli perizinan dan konsesi. 29:27 Bangun hotel dipersulit izinnya, bangun 29:31 rumah sakit dapat duitnya dari situ. 29:32 Perizinan. Apalagi kalau yang di daerah 29:34 hutan, tambang itu cukup besar. Yang 29:36 keempat korupsi anggaran. 29:39 Jadi sebelum 29:41 jadi pengadaan di Ketok sudah ada 29:44 deal-dealan dengan DPRD atau DPR. Jadi 29:46 kasus E-KTP itu sebelum dieksekusi ee 29:50 proyek e-KTP-nya sudah ada korupsi, jadi 29:53 sudah dibayar di depan. Jadi korupsi 29:55 anggaran. Jadi anggarannya belum jadi 29:58 pun sudah ada proses transaksi. Yang 30:01 kelima gratifikasi. Apa maksudnya? Jadi 30:03 begitu bupati ee walikota itu menjabat 30:07 sudah datang tuh pengusaha itu kan ada 30:09 yang ngasih mobil, rumah gitu kan. 30:14 Awalnya dipinjamin lama-lama dikasih 30:16 gitu kan modusnya banyak sekali di sini. 30:18 Jadi yang ini enggak minta dia tapi 30:20 dikasih. 30:21 Yang terakhir adalah ini yang orang 30:23 jarang tahu penggelapan pendapatan 30:25 daerah. Jadi kalau kita makan misalkan 30:27 di Warung Padang nih kayak feri gitu kan 30:29 kita bayar PPN 11% 30:32 ada masuk di pemda pajak pajaknya 30:36 ternyata enggak masuk semuanya ke 30:37 dispenda 30:39 tapi masuk ke penegak apa oknum penegak 30:41 hukum kepala daerah dinas pendapatan dan 30:44 yang lebih gila lagi balik ke restoran 30:46 itu tadi. Jadi restoran pun juga ikut 30:49 menjadi bagian untuk menggelapkan 30:51 pendapatan daerah. Jadi enggak bisa gede 30:53 juga. Ini modus-modus yang di daerah. 30:57 Nah, yang kemudian terjadi adalah karena 30:59 sistemnya seperti tadi, tiga hal tadi, 31:02 maka politikus itu berpikir untuk 31:05 mengembalikan uang yang dikeluarkan 31:08 untuk biaya politik dan cari uang lagi 31:10 untuk digunakan kembali untuk pemenangan 31:12 periode berikutnya. Jadi, kapan melayani 31:15 masyarakat? Habis waktunya. Setengah 31:17 untuk balikin yang kemarin, setengah 31:19 untuk pemenangan berikutnya. Nah, kalau 31:22 dia menang, dia mikirin istrinya jadi 31:23 kepala daerah berikutnya, anaknya jadi 31:25 kepala daerah berikutnya. 31:27 Berkembangkanlah itu narasi dinasti dan 31:29 lain-lain itu. 31:31 Nah, kemudian 31:33 solusinya apa gitu kan. Tapi kayaknya 31:36 enggak usah dibahas di sini ya. 31:38 Eh, perlu justru solusinya. 31:40 Solusinya 31:42 ya ini politik harus terjangkau. 31:45 Iya, 31:45 lanjut. Lanjut. 31:47 Iya, Pak. Pak Mardani Alisera harus 31:49 merumuskan sistem politik yang murah, 31:51 Pak. 31:52 Eah, 31:52 apakah sistem terbuka tertutup? Kalau 31:55 tertutup tuh murah karena kontrol di 31:57 partai. Jadi nomor satu kalau dapat 32:00 suara dapat duluan orang ideolog partai. 32:03 Kemudian yang loyal dapat duluan tidak 32:06 ada kompetisi sesama internal 32:08 tetapi kemudian memang tertutup pada 32:10 calon-calon independen yang bagus untuk 32:12 bisa masuk ya. Jadi, nah ada banyak 32:16 faktor nanti UDAFI bisa mengupas di 32:18 sini. Yang kedua adalah pendanaan negara 32:21 harus memadai. Negara itu harus mikir 32:23 serius tuh. Jadi jangan PKS itu 32:26 ngumpulin untuk yoran dari anggotanya 32:28 untuk running partai gitu kan. Jadi gaji 32:32 yang di DPR, DPRD dipotong hanya untuk 32:34 running partai. 32:36 Bagus sih untuk ownership tapi membebani 32:39 karena negara mestinya mengambil alih 32:41 termasuk konstasi. Jadi misalkan dia 32:44 ngiklan di TVRI, semua partai harus 32:46 mendapatkan hak yang sama. Dan yang 32:47 ketiga adalah harus diperbaiki 32:50 remunerasi rewarding pejabat politik. 32:53 Jadi kalau di Singapura itu Perdana 32:54 Menteri gajinya sekitar 2,3 miliar per 32:57 bulan. Kenapa tidak cuma satu orang di 32:59 sana? Kalau presiden Indonesia gajinya 5 33:02 miliar, saya enggak protes, Pak. Di 33:05 Indonesia cuma ada satu. Dan proses 33:07 untuk mencapai presiden tuh enggak 33:09 mudah, 33:11 tapi dia harus kerja yang benar dong, 33:12 gitu kan. Nah, bupati, walikota, menteri 33:15 juga hal sama. Kalau presiden untung, 33:18 Pak. Kalau presiden itu gajinya oke 69 33:22 tetapi di akhir jabatan dapat rumah 33:24 boleh beli rumah 60 miliar. 33:27 Makanya Bu Mega dapat di toko Umar, Pak 33:29 Cik, kemudian Pak Jokowi yang bangun 33:32 rumah di Solo dapat lumayanlah itu ya 60 33:35 miliar ya. Tetapi kalau menteri dapat 33:37 apa? DPR dapat pensiun saja gitu kan. 33:41 Bupati, walikota enggak dapat apa-apa, 33:43 Pak. Gitu kan. 33:45 Yang kita pikirkan. Kemudian 33:49 dua hal tadi, korupsi. Kita gagal di 33:52 penegak hukum, yang kedua gagal di 33:53 politik. Itu membuat siklus itu terus 33:55 kayak keledai di Indonesia. Punya 33:57 lembaga bagus diajar dihabisin. Bangun 33:59 lagi diajar bagus diajar dihabisin. 34:01 Terus itu 57 67 87 97 ekonomi krisis. 34:07 Untungnya 34:08 mulai ada kesadaran ada yang salah. Ini 34:11 kan Pak Harto dengan totalitarian 34:14 ketertutupan 34:16 kemudian ee kurang demokrasi membuat 34:19 iklim korupsi tersentralistik. Kurang 34:22 lebih begitu ya. 34:24 Kemudian ada kesadaran anti KKN 34:27 membangun KPK dan lain-lain. KPK 34:29 bertahan untungnya enggak kena siklus 10 34:31 tahunan tapi tetap tahun 2019 rontok 34:35 gitu ya. 34:39 Mengapa optimis ya? Pernah optimis 34:41 sampai tahun 2019 saya sempat optimis 34:45 karena pencapaian yang dilakukan oleh 34:47 Indonesia dalam perembangan indeks 34:49 persepsi korupsi itu terbaik di dunia 34:51 mengalahkan Cina sekalipun. Jadi progres 34:54 indeks persepsinya itu Indonesia naik 20 34:56 dalam rentang 34:58 tahun. Cina hanya naik 8 poin, Argentina 35:01 naik 12 poin, bahkan Malaysia pun nol 35:05 gitu ya. Jadi Pak Mahathir bagus itu kan 35:08 menjaga anti korupsinya tapi dirusak 35:10 oleh Najib, dirusak oleh pe 35:14 ee penerus-penerusnya kurang lebih 35:17 sampai kemudian tahun 2000 tahun berapa 35:20 ya, Pak Mahattir? Tahun 2019 35:23 dia maju di usia 92 tahun untuk menjadi 35:26 perdana menteri untuk nyelametin dari 35:28 Najib biar enggak korup Malaysia. 35:29 Langsunglah itu kornya naik 6 poin Mas 35:32 Mahatir memimpin lagi. Tapi sayangnya 35:35 enggak per drop lagi di sana. 35:39 Kemudian kalau kita bandingkan dengan 35:41 negara yang mirip misalkan dengan 35:42 Brazil, Cina, India gitu kan. Indonesia 35:45 pun progresnya paling bagus. Ini saya 35:47 sempat optimis saingnya dihancurin lagi 35:49 tahun 2019 itu tadi. Maka saya menulis 35:53 itu di 35:56 Kompas satu halaman penuh itu. Makanya 35:58 saya di TWK mungkin marah gara-gara ini 36:00 ya. Saya bilang politik pemberantasan 36:02 KPK. 36:03 Jadi semua narasi dikembangkan untuk 36:07 bahwa sah untuk melemahkan KPK dengan 36:11 narasi yang berbagai macam ya. Salah 36:13 satu yang cukup telak adalah narasi 36:15 tentang Taliban begitu ya. Padahal 36:18 brewoknya ini Pak Mardani bukan cewok. 36:20 Ini brewok Harley Davidson, Pak. Tapi 36:23 enggak punya [tertawa] 36:25 Taliman. Itu 36:29 keren itu. 36:30 Ya. Kemudian saya ambil datanya dari 36:32 almarhum Pak Faisal Bajri, Pak. Jadi 36:35 memang indeks persepsi korupsi kita itu 36:37 kembali pada 10 tahun yang lalu sebelum 36:40 Presiden Jokowi jadi presiden. Kemudian 36:43 range eh ranking kita memburuk begitu 36:46 kan. 36:48 Nah, kenapa penting IPK? Karena IPK itu 36:51 sebenarnya semakin negara itu bersih, 36:53 Pak, itu akan semakin membangun ekonomi. 36:57 Jadi ada riset yang bagus bahwa kenaikan 37:00 satu poin indeks persepsi korupsi setara 37:02 dengan 273 triliun untuk Indonesia, Pak. 37:06 Jadi, Pak Mardani kalau misalkan meminta 37:09 ee penegak hukum untuk memperbaiki 37:10 indeks persepasi korupsi sebenarnya 37:12 sedang berbicara tentang bisnis yang 37:14 nilainya Pak naik SAT 273 triliun gitu 37:17 ya. 37:18 Masyaallah mantap. 37:20 Cuma orang di Indonesia itu logikanya 37:22 kalau enggak ada korupsi ya seret Pak 37:25 kan pelumas itu. Nah, itu logikanya agak 37:27 dibolak-balik gitu kan. 37:29 Nah, ini Pak yang di level Bapak 37:32 bayangin Pak di desa itu 37:35 harga satu suara di Pilkades Luwu R1 37:37 juta. Pilkades Sipenup di Sumenep R1 37:41 juta. 37:44 Nah, ini yang yang saya katakan bahwa 37:47 biaya politik itu ini dari studi KPK itu 37:51 ini sebenarnya angkanya minimum menurut 37:53 saya ya untuk jadi 37:55 bupati walikota itu yang dihabiskan 20 37:57 sampai 30 miliar per orang untuk 38:00 gubernur 20 sampai 100 miliar di berapa 38:03 negara di provinsi yang kaya bisa 38:06 triliun gitu kan ada pengakuan saya 38:09 setel kalau mau ya ini menarik Pak 38:10 Mardan ini kawannya Pak Mardani yang 38:12 ngomong ini Nih boleh ya Pak Mardani ya. 38:16 Silakan boleh 38:17 wartawan cerdas karena begitu disetel 38:20 video ini nih Pak ini muncul enggak Mas? 38:26 Belum enggak muncul. 38:27 Waduh enggak muncul ya 38:30 muncul 38:32 sebentar. 38:32 Nah tuh sudah nampak ya. Jelas jelas tuh 38:35 tinggal diklik aja. Klik 38:37 sebentar 38:38 suaranya. Suaranya 38:39 itu kalau di sini share-nya harus dengan 38:41 suara kalau mau kedengaran. Ada 38:42 settingan di Zoom-nya kan zoomnya kan 38:44 nanti aja Pak ya. 38:46 Kayaknya saya ambil dari video aslinya 38:48 kayaknya enggak muncul di sini ini. 38:49 Heeh. 38:50 Video ini mengatakan di depan publik Pak 38:53 Bambang Sujato. Untung kalau kita bangun 38:56 partai, bikin partai. Karena partai itu 38:59 untung menjelang Pilkada. Surat 39:02 rekomendasi itu satu surat rekomendasi 39:04 nilainya miliaran. Saya bilang malah ada 39:07 yang R miliar untuk rekomendasi itu. 39:10 Nah, ini ada videonya nanti tapi belum 39:13 sempat saya sampaikan di sini. 39:17 Kemudian 39:19 ini sudah kemanjangan nih Pak 15 menit 39:21 ini. 39:22 Engak apaapa. Menarik nih, Mas Giri. 39:25 Enggak apa-apa enggak apa-apa. Menarik 39:26 sekali. 39:27 Betul. 39:29 Setuju Pak Dahlan. 39:31 Iya, 39:32 Pak. Bayangkan, Pak. kita menjadi kepala 39:35 daerah habis sekian ini, Pak. Gajinya 39:38 6,5 juta, Pak. Ini gajinya saya ambilin 39:41 gaji kepala daerah gitu ya, gubernur itu 39:45 Rp3 juta sama 5,4 39:48 vagup sekian gitu kan. Gaji pokok kurang 39:51 lebih gini yang di tabel-tabel itu kita 39:54 bandingkan dengan gaji misalnya kepala 39:59 kepala negara dan negara lain itu kan 40:01 Donald Trump itu gajinya 540. 40:04 1000 US dolar itu setahun ya. 40:08 Singapura 2,2 juta US dolar per tahun. 40:12 Makanya pada yang protes ketika bupati 40:15 Banjarnegara itu, Pak, begitu tahu 40:17 gajinya cuma 6 juta, dia tahu gitu 40:19 enggak mau jadi bupati gitu kan. 40:22 Iya. 40:22 Ngomong gitu tahun depannya dia di OTT 40:24 KPK gitu kan. 40:26 Nah, gitu kan tahun depannya. 40:28 Iya. Iya. 40:29 Ini kan fenomena di negara kita. Jadi 40:32 harus kita akui bahwa tetapi Pak gitu 40:35 kan ini kan formalnya 40:38 LSM pintar dia nyari dari anggarannya. 40:41 Nah, begitu dicek anggarannya loh total 40:44 penghasilannya kok miliaran ternyata. 40:46 gitu dimainin lah di situ kan entah itu 40:49 uang baju, uang transportasi gitu kan 40:54 atau segala macam ya kayak inilah Pak 40:57 direksi BUMN gajinya oke R50 juta kita 41:01 pikir biasa kan begitu kita cek 41:03 anggarannya ketemu tantiem-nya R5 miliar 41:06 per tahun ketemu kartu kreditnya 41:09 unlimited jadi disembunyikan di situ 41:15 Maka sebelum saya dipecat, saya 41:17 sebenarnya pernah melakukan ini, Pak. 41:19 Jadi, tapi sudahlah gitu ya. 41:24 Tapi saya akan mengakhiri presentasi ini 41:25 biar enggak bosan gitu. Bahwa ini saya 41:29 ambil dari ee yang disampaikan oleh Mas 41:30 Gari Nugroho, sutradara kita, ada yang 41:33 namanya boneka Ratu Adel. Jadi, sejarah 41:36 mencatat beberapa raja nusantara hanya 41:38 menjadi boneka korporasi terbesar dunia 41:40 saat ini, yakni VOC, raja menjadi boneka 41:44 korporasi. dikemas sebagai ratu adil. 41:47 Populer seakan serba berbagi. Namun 41:50 akhirnya rakyat membayar citra dekat dan 41:53 kerja untuk rakyat. Rakyat dipenuhi 41:55 hiburan. Pejabat diberi fasilitas 41:57 tinggi. Namun ketika rakyat cinta buta 42:00 pada raja maka sumber daya alam dan 42:02 tanah digeruk VOC. Rakyat hanya jadi 42:05 buruh dengan uang makan tak cukup. Pajak 42:08 di mana-mana. Segalanya membayar. 42:10 Hak-hak warga kehilangan lewat hukum 42:12 manipulatif dan senjata serta ancaman 42:14 tersembunyi. Raja tetap populer meski 42:17 hanya boneka korporasi. VOC menjadi 42:20 korporasi terbesar warga Nusantara 42:22 miskin terbuai jargon kemakmuran yang 42:25 maya. Masihkah ini akan terjadi? Jadi 42:28 kita masih di bawah VOC atau oligarki. 42:31 Terima kasih. Wasalamualaikum 42:33 warahmatullah wabarakatuh. 42:34 Waalaikumsalam. 42:35 Waalaikumsalam. 42:37 Terima kasih, Mas. Paparan menariknya. 42:40 Nah, baru sekarang Pak Mardani terakhir 42:43 aja ya soal korupsi [tertawa] 42:46 kita 42:47 Pak saya dulu juga boleh di 42:48 Oh, sudah. Silakan Pak Mar silakan 42:52 ya. Izin Pak Dahlan udah peri. Makasih 42:55 Mas Giri. 42:56 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 42:58 warahmatullahi wabarakatuh. 43:01 Alhamdulillah. Allahumma sholli ala 43:03 sayyidina Muhammad. Amma ba. Selamat 43:07 malam dan salam sejahtera untuk kita 43:08 semua. 43:10 Eh, Mas Giri, matur nuhun. Eh, whiter 43:14 than the white ya. Eh, tidak bisa kita 43:17 membersihkan rumah dengan sapu yang 43:20 kotor gitu loh. Makanya harus diperbaiki 43:23 sapunya dulu. Udah Feri ee kalau dengar 43:27 paparan ee Mas Giri siap ambil jarul 43:31 revolusi kita ini ya. [tertawa] 43:36 Tergantung PKS. 43:38 Tergantung. Betul. Dari dulu ini selalu 43:41 PKS. 43:43 [tertawa] Jadi izin saya sampaikan 43:45 sedikit eh Mas Giri Yudaver Feri dan Pak 43:48 Dahlan. Yang pertama saya mendoakan Pak 43:51 Prabowo betul-betul memahami anatomi 43:56 ee perilaku koruptif 43:59 yang ini kalau ee dari paparan Mas Giri 44:03 dan yang kita ketahui ya yang saya 44:06 pahami Mas Giri yang Mas Giri sampaikan 44:08 itu cuma puncak gunung es ya. Tapi 44:12 sampai ke level RT-nya juga 44:14 kadang-kadang ada ya, sampai ke level di 44:18 sekolahnya juga itu dan semuanya. 44:20 Sehingga saya mengatakan korupsi di kita 44:24 sudah kanker stadium lanjut ya yang 44:29 membuat NKRI akan mati ya. Karena itu 44:34 doa saya presiden khususnya saya tetap 44:38 menggaris bawahi presiden ee Mas Giri 44:41 karena political will itu adanya di 44:43 presiden ya. Kalau presiden tidak kayak 44:45 yang sekarang nih gonjang-ganjing 44:47 teman-teman oknum jaksa dan oknum 44:51 polisi. Saya sebutnya oknum padahlan. 44:53 Karena jaksa yang baik banyak sekali, 44:55 polisi yang baik, banyak sekali, TNI 44:57 yang baik, banyak sekali kepala daerah 44:59 yang baik, banyak kepala apa birokrat 45:02 yang banyak. Ini oknum-oknum 45:04 harus diberantas dengan sistematis. 45:08 Doanya Pak Prabowo memahami ini dan 45:12 diberi kekuatan dan keberanian untuk 45:14 mengambil keputusan strategis. tidak 45:17 akan tercapai 8% pertumbuhan ekonomi. 45:20 Tidak akan ada MBG yang baik, KDMP yang 45:24 baik, sekolah yang baik kalau korupsi 45:26 tidak diberantas. Dan karena sudah 45:29 sampai ke karakter, pemberantasannya 45:31 harus sampai mulai dari akar. 45:35 Saat yang sama izin udah feri sambil doa 45:38 Pak Prabowo ya. Kami di PKS juga 45:41 didoakan 45:42 elit-elit ini mau sadar bahwa keadaan 45:45 sudah sangat berat. Kita bisa membangun 45:49 aliansi Island of Integrity. Orang-orang 45:52 baik mau di partai politik. Saya ketemu 45:54 banyak teman di partai politik yang 45:55 baik, yang buruk juga ada ya. Sama 45:58 seperti di tempat yang lain ya. Mas Giri 46:00 sangat paham tuh karena waktu masih 46:02 tugas sebelum ada ee bencana TWK wawasan 46:07 kebangsaan yang melakukan tesnya itu Mas 46:10 Jadi akhirnya jadi tersangka itu kan 46:12 gitu loh dan itu memalukan sekali itu 46:15 kan gitu kan ya itu ee ee betul-betul ya 46:19 bukan pagar makan tanaman lagi itu ya 46:21 itu betul-betul sejarah kelam ya itu 46:24 blacker than the black gitu loh 46:26 [tertawa] 46:27 pandangan saya. Nah, yang kedua, Island 46:29 of Integrity harus dibangun. Izin Pak 46:32 Dahlan, Uda Feri, Mas Giri. Tidak bisa 46:36 Indonesia ini kita ee ee pandang dengan 46:40 pesimis. Negeri ini terlalu indah, 46:43 terlalu banyak orang-orang baik, terlalu 46:46 banyak kebaikan diberikan Allah dengan 46:49 cuma diserahkan kepada elit-elit yang 46:51 kadang-kadang tidak sadar. Karena itu 46:53 bangun Island of Integrity dari seluruh 46:57 eh stakeholders, teman-teman mahasiswa 47:01 luar biasa udah F dengan Dirti V dan 47:04 lain-lain luar biasa ya. Ee sebagian 47:07 pengusaha yang baik juga pengin bekerja 47:09 dengan baik ya. Teman-teman politikus 47:12 yang baik juga banyak gitu. Nah, 47:14 mudah-mudahan terbentuk jejaring island 47:17 of integrity yang bisa sama-sama menjaga 47:20 negeri ini eh dua atau tiga jalur 47:24 sekaligus untuk jaga negeri. Itu yang 47:26 pertama. 47:28 Yang kedua, ee tumbuhkan memang ee 47:33 kelompok-kelompok penekan. Nah, saya 47:35 lagi sedih Pak Dahlan kelas menengah 47:38 kita makin berkurang. Padahal tidak ada 47:40 negara yang kuat ketika kelas 47:43 menengahnya dibungkam. Dibungkamnya ini 47:46 kalau sekarang sama sudah feri saya 47:48 lihat gini, kalau katak itu 47:52 dicemplungkan ke air yang panas, dia 47:55 langsung bisa lompat. Tapi kalau 47:58 pelan-pelan dinaikkan suhunya dia 48:00 nyaman. kita dinaikkan tuh dalam arti 48:03 pelan-pelan penghasilannya dikurangi. 48:05 Teman-teman yang tadinya kerja di 48:07 manufacturing sekarang pabriknya ada di 48:10 jalan-jalan karena jadi ee ee driver 48:13 Gojek ya, driver online gu dan 48:15 seterusnya. Ini sebuah kemunduran yang 48:18 luar biasa. Jadi yang kedua pandangan 48:20 saya memang penguatan kelas menengah. 48:24 apa yang dilakukan saya apresiasi sudah 48:26 feri nih luar biasa eh civic 48:28 education-nya terus berjalan walaupun 48:30 kadang-kadang menghadapi jalan buntu 48:32 tetapi saya doakan dan saya dukung 48:35 karena bersama teman-teman PKS ini 48:36 melakukan aliansi sedikit-sedikit 48:39 teman-teman seperti Mas Anwar Nugroho 48:42 dan lain-lain kita mencabi bareng-bareng 48:44 dah coba menjaga agar Island of 48:46 Integrity ini terus berkembang khususnya 48:48 kelas menengah termasuk media-media yang 48:50 keren media-media harus terus bersuara 48:53 Mas Giri tadi tidak berani menyebut itu. 48:56 Tadi saya dapat kiriman itu satu anak 48:59 muda dengan forensik yang jelas itu tahu 49:03 Febri VFA itu dari bulan Januari 2022 49:09 sampai November 2024 itu kan itu 49:13 kelihatan itu cangkang perusahaannya ada 49:15 16 ya termasuk ee yang besar-besar itu 49:19 adalah 1 PT 1,5 triliun 9% ownership 49:23 benefitnya wah sekarang nih kita Pak 49:25 Dahlan makin banyak media-media kayak 49:29 tulisan di sway lah gitu loh yang terus 49:32 menginspirasi maka negeri ini akan makin 49:34 baik ya jadi kelas menengah terakhir 49:37 yang ketiga saya setuju sudah farta 49:39 politik sebagai tersangka utama tapi 49:43 juga bisa jadi aktor utama untuk 49:45 perbaikan dan saya setuju sama Mas Giri 49:49 sistem pemilu sistem ee dalam demokrasi 49:53 kita perlu perbaikan. kan. Mudah-mudahan 49:56 ee dengan tekanan yang ada teori baru, 50:00 bukannya tidak baru sih ya, ee sentimen 50:03 publik ya itu makin kuat. Ketika publik 50:06 yang sentimen, maka akan terwujudlah 50:08 perubahan yang terjadi. Mudah-mudahan ee 50:12 ketika malam kian kelam, tanda fajar 50:16 akan menyingsing tetap semangat. Terima 50:19 kasih. Monggo dilanjutkan. 50:22 Terima kasih Pak Marani. Kita sambut 50:24 sang putra Fajar sudahiari 50:27 [tertawa] 50:34 semakin 50:36 semakin potensial dilaporkan ya. Enggak. 50:41 Kita doakan, kita jagain. 50:44 Makasih ee Pak Saldi kesempatannya, 50:47 Ustaz eh Madani, Pak Giri, Pak Dahlan 50:50 Iskan, teman-teman sekalian yang hadir. 50:53 Ee asalamualaikum warahmatullahi 50:56 wabarakatuh. 50:57 Waalaikumsalam. 50:58 Waalaikumsalam. 51:01 Tentu e sebenarnya kita mulai diskusi 51:05 dengan mempertanyakan ee judul yang 51:07 dikasih Mas Haldi dan teman-teman 51:11 perang melawan korupsi. Emang kita 51:13 sedang perang melawan korupsi atau kita 51:16 sedang dijajah korupsi? 51:18 Kalau perang itu ada harus ada tumpah 51:20 darahnya. 51:21 Korbannya tidak hanya kepada pejuang 51:24 anti korupsi, koruptornya juga jadi 51:28 korban gitu ya. Tapi yang kita lihat 51:30 sebenarnya 51:32 lebih banyak korbannya ya publik e dalam 51:36 berbagai sektor ya. Sehingga memang 51:39 patut dipertanyakan sebenarnya dari dulu 51:43 ee kita belum berperang sungguh-sungguh. 51:46 Kalau ketika Pak Giri masih di KPK itu 51:49 sudah masih terasa perangnya karena 51:52 kelihatan ee apa korbannya dari dua 51:55 belah pihak. Nah, ini juga perlu 51:57 perangan, gak? Perang-perangannya 52:01 kalau 52:03 eh perang itu. 52:04 Iya. Kalau korbannya kedua belah piak 52:07 kelihatan sedang berperang ya. 52:10 Nah, saya ingin mulai juga dengan ee 52:14 perspektif hukum tata negara ya. bahwa 52:17 apapun yang kita pilih sebagai sistem ee 52:21 pemerintahan ada konsekuensi kita ketika 52:25 kita melihat problematika negara. 52:28 kita memilih sistem presidensial artinya 52:31 seluruh sektor kekuasaan ada di tangan 52:35 yang bernama presiden. 52:37 Pada titik itu, pertanggungjawabannya 52:39 juga akan terletak pada seorang presiden 52:42 kalau kemudian ada permasalahan 52:45 ee dalam berbagai hal termasuk dalam 52:48 pemberantasan korupsi. 52:50 Saya ee tidak sedang ee berpikir atau ee 52:56 berbicara bahwa seluruh hal itu kok Mas 53:00 Feri Amsari selalu bilang tanggung 53:02 jawabnya di Presiden itu bukan karena 53:05 benci orangnya, tetapi konsekuensi 53:07 sistem yang kita pilih. Saya mau ambil 53:10 contoh dalam kasus terbaru. Misalnya 53:13 ketika 53:15 ee apa namanya? Jaksa Agung Muda Tindak 53:19 Pidana Khusus Pak Febri Adriansyah 53:23 di ee katakanlah ya hendak dijemput oleh 53:27 kepolisian 53:29 dengan ee berbagai penggeledahan yang 53:31 memperlihatkan 53:33 ee apa namanya ee bukti-bukti 53:37 ee dari berbagai tindakan yang 53:40 disimpangkan atau abuse of power ee lalu 53:44 melibatkan ee apa institusi institusi 53:47 yang namanya TNI. Jadi ada tiga 53:50 institusi kepolisian, kejaksaan, TNI. 53:54 Ee tiba-tiba KPK ditanya ini mau diambil 53:57 alih. KPK bilang tidak. Nah, ini empat 54:01 institusi. Keempat-empat institusi ini 54:05 ada di bawah rumpun kekuasaan presiden. 54:09 Lalu tiba-tiba Presiden mengatakan 54:12 seluruh lembaga yang terlibat dalam 54:15 peristiwa 54:17 ee 54:18 penggeledahan itu harus melakukan 54:22 introspeksi diri. Nah, ini dari bahasa 54:25 saja sudah terlihat ada sikap yang 54:28 mendua ya dalam pemberantasan korupsi. 54:32 Harusnya Presiden berkata 54:35 sebagai pimpinan 54:37 ada lembaga di bawah institusinya 54:41 yang terlibat dengan ee permainan 54:44 penegakan hukum, menyimpang, korup gitu 54:48 ya. Presiden harusnya menyatakan 54:50 bersihkan seluruh orang yang terlibat 54:54 merusak institusi yang berada di bawah 54:56 naungannya. 54:58 Bagi saya itu jauh lebih tegas. Ketika 55:02 disuruh introspeksi, apa yang kita lihat 55:04 adalah ee pelanggaran hukum berikutnya 55:09 yaitu ee kasus ini bukan dilimpahkan 55:13 kepada kejaksaan, tapi diambil alih oleh 55:16 kejaksaan. 55:18 Terminologi itu juga salah karena 55:22 ee apa? Pengambil lalihan perkara tidak 55:25 dikenal dilakukan oleh kejaksaan 55:27 terhadap kepolisian. Tapi pelimpahan 55:30 perkara itu maknanya kepolisian sudah 55:34 menemukan alat bukti yang cukup, perkara 55:37 sudah duduk di sidik, lalu baru 55:40 diserahkan kepada penuntut untuk di 55:42 kemudian hari dituntut di sidang 55:45 pengadilan yang terbuka untuk umum. 55:48 Ee tapi itu tidak terjadi. Yang terjadi 55:52 adalah pengambil alihan perkara yang 55:55 sama sekali tidak diperkenankan. Dalam 55:58 konteks ini, dalam Undang-Undang KPK 56:00 baik baru dan lama, KPK punya kewenangan 56:04 itu untuk melakukan supervisi gitu ya, 56:08 untuk ee mengambil alih perkara 56:11 itu juga tidak terjadi. Jadi, sikap 56:14 Presiden menimbulkan sikap penyimpangan 56:16 hukum. berikutnya. Dan bagi saya itu 56:20 sudah cukup mengindikasikan 56:23 bahwa kita tidak akan bergerak ke 56:26 mana-mana dalam pemberantasan korupsi 56:28 ini. Yang sedang diperangi itu hanyalah 56:32 publik dengan berbagai hak-haknya. Kalau 56:35 dalam bahasa kasarnya jangan-jangan kita 56:37 sedang dijajah. ini VOC baru. 56:41 Nah, di titik ini sebenarnya kita semua 56:44 harusnya menyadari bahwa pemberantasan 56:48 korupsi yang seperti ini akan membuat 56:51 persoalan ee bernegara yang rum ekonomi 56:55 kita bisa rusak. ketidakpercayaan kepada 56:57 hukum ee menjadi salah satu indikator 57:00 kenapa ketidakpercayaan 57:02 kepada negara ini terjadi. Ee mau 57:05 dinilai dari indeks persepsi korupsi ya 57:09 ee mau dinilai dari World Justice Forum, 57:12 semua bicara soal kepastian hukum. Nah, 57:15 hukum kita tidak pasti. Kenapa tidak 57:17 pasti? Ya, aparatnya korup gitu ya. Nah, 57:21 bagi saya di titik ini memang ee perlu 57:24 ee dituntut kepada Presiden agar 57:27 Presiden jauh lebih serius dari sekedar 57:30 omon-omon soal pemberantasan korupsi. 57:33 bahasa presiden yang ketinggian tapi 57:36 implementasinya terlalu rendah itu hanya 57:39 akan merusak kewibawaan presiden. 57:41 ngomong bahwa pemberantasan korupsi 57:44 sampai ke Antartika ya, padang pasir 57:47 yang luas akan menghukum siapun aparat 57:50 yang terlibat baik TNI, polisi, jaksa, 57:54 dan segala macamnya menjadi hilang makna 57:57 ketika kemudian kasus ini memperlihatkan 58:00 wajah sesungguhnya Presiden dalam 58:02 penegakan ee atau pemberantasan ee 58:05 tindak pidana korupsi pada hari ini. Kan 58:09 menurut saya ketika kemudian terjadi 58:11 pengambilan lihan drama berikutnya juga 58:14 terlihat 58:15 ee 58:17 kejaksaan kemudian membentuk tim tadi ee 58:21 Pak Giri menyampaikan ada ee apa 58:24 beberapa orang yang merupakan alumni KPK 58:27 tapi sekedar alumni KPK saja tidak cukup 58:31 kalau kemudian 58:33 struktur yang ada di kejaksaan belum 58:36 tuntas diselesaikan untuk memas Pastikan 58:39 para jaksa adalah orang-orang yang 58:41 independen untuk melakukan penyidikan 58:44 maupun penuntutan kasus-kasus korupsi. 58:47 Ee kita tahu semua bahwa Kejaksaan 58:49 adalah e lembaga struktural. Atas ke 58:53 bawahnya itu atas perintah yang di atas 58:54 tuh. Nah, pertanyaan besar saya, 58:56 bagaimana jaksa-jaksa yang sembilan 59:00 meskipun di antara mereka adalah alumni 59:02 KPK bisa menuntut mantan pimpinannya 59:05 sendiri yaitu Jaksa Angg Muda tindak 59:08 pidana khusus itu ee dan memastikan 59:12 bahwa proses penanganan perkara ini 59:15 betul-betul independen tanpa ikut 59:18 campur. Padahal kita tahu ini 59:20 struktural. 59:22 Jadi ee bagi saya janggal saja kalau 59:25 kemudian ini ee menjadi gimik berikutnya 59:30 dalam isu pemberantasan ee korupsi ee 59:34 yang dilakukan oleh Pak Febri. Tapi 59:37 tentu saja ini tidak membahas Pak Febri 59:41 Adriansyah saja. Ini kita juga harus 59:43 bicara soal bagaimana ee harapan ke 59:47 depan. 59:48 Saya hanya bisa membangun harapan lagi 59:52 kalau kemudian presiden yang ada saat 59:55 ini satu membatalkan undang-undang KPK 59:59 yang direvisi di zaman Pak Joko Widodo. 1:00:04 Kedua, memastikan seluruh ee pecatan 1:00:08 kombatan KPK dikembalikan 1:00:10 ee posisinya. Ketiga, memastikan 1:00:14 pimpinan KPK kembali independen. 1:00:18 Saya tidak percaya pimpinan KPK sekarang 1:00:20 karena itu produknya Pak Joko Widodo 1:00:22 gitu ya. Dan kita tahu berbagai kasus 1:00:26 kemudian lebih banyak untuk menjgah 1:00:29 lawan-lawan politik yang ada. Kita juga 1:00:32 bisa melihat itu di kasus-kasus 1:00:34 kejaksaan. 1:00:36 Hari ini kita akan sulit mempercayai ya 1:00:39 ee pemberantasan korupsi. Kalau kemudian 1:00:43 orang yang paling bertanggung jawab 1:00:45 dalam pemberantasan korupsi yaitu 1:00:47 Jampitsus adalah pelaku tindak pidana 1:00:50 korupsi itu sendiri. 1:00:52 Kalau tadi cerita struktural itu kita 1:00:55 imajinasikan lebih luas, bagaimana 1:00:58 mungkin dengan konsep struktural itu ya 1:01:01 kita bisa yakin dari atas ke bawah 1:01:04 adalah jaksa-jaksa yang bersih bahwa 1:01:08 kasus-kasus pemberantasan korupsi adalah 1:01:10 kasus yang betul-betul murni untuk 1:01:13 melakukan pemberantasan korupsi dan 1:01:15 membenahi ketatanegaraan kita, negara 1:01:18 kita menjadi lebih baik. Jangan-jangan 1:01:20 ini bagian dari itu semua. 1:01:22 Hari ini semua terpidana korupsi yang ee 1:01:27 berkaitan dengan peran ee Jampitsus ee 1:01:31 secara struktural di seluruh Indonesia 1:01:34 patut dipertanyakan apakah itu adil, 1:01:37 apakah benar korupsi atau upaya yang 1:01:39 berkaitan dengan sogok mendogok yang 1:01:42 kemudian menimbulkan gratifikasi 1:01:45 atau ee apa penyimpangan ee penindakan 1:01:49 pemberatasan korupsi kan bukan Bukan 1:01:52 tidak mungkin kasus yang ditangani itu 1:01:54 adalah kasus politis misalnya ya ee 1:01:57 diminta oleh lawan politik dan 1:01:59 dikerjakan oleh Jampitsus. 1:02:02 Saya juga mempertanyakan KPK saat ini 1:02:04 ya, kenapa kemudian KPK tidak berani 1:02:07 ikut campur ee atau kemudian memproses 1:02:10 dalam sisi atau angle yang berbeda 1:02:12 perkara ini ya karena peran apalagi 1:02:16 kalau kita mau lihat ya agak lebih dalam 1:02:18 Mas Saldi ada beberapa kasus yang 1:02:20 menarik misalnya salah satu yang saya 1:02:23 dapat informasinya nanti mungkin ee Pak 1:02:25 Giri juga tahu kasus misalnya 1:02:28 penangkapan gubernur ee Riau ya itu 1:02:31 menarik. Kenapa menarik? Untuk pertama 1:02:34 kalinya saya melihat surat dakwaan OTT 1:02:38 yang sangat tipis. Ee Pak Giri tahu atau 1:02:40 enggak e saya juga ee perlu mendengar 1:02:44 dari Pak Gin 30 halaman gitu ya dan 1:02:48 pakai ee dakwaan alternatif. Jadi kalau 1:02:51 dua saja pasalnya saya terbayang 30 1:02:53 halaman itu dibagi dua 15 halaman. 1:02:57 Bagaimana mungkin ada KPK menyusun ya ee 1:03:02 dakwaan di kasus itu hanya sekitar 30 1:03:05 halaman. Waktu itu kita ribut dan 1:03:08 bertanya ternyata tiba-tiba kasus itu 1:03:11 dipindahkan KPK ya persidangannya ke 1:03:15 Riau ya tidak jadi ke Jakarta. Dan saya 1:03:19 ee menduga ya KPK takut atau menghindar 1:03:23 dari pertanyaan banyak orang karena 1:03:25 media mungkin jauh lebih banyak di 1:03:27 Jakarta. Kok bisa KPK menangani perkara 1:03:30 OTT hanya 15 halaman? Jangan-jangan 1:03:34 kesimpulan yang saya pahami dalam 1:03:36 konteks itu, jangan-jangan KPK juga 1:03:39 sedang digunakan sebagai alat politik 1:03:42 untuk bermain di ruang-ruang politik 1:03:45 yang mengakibatkan pemberantasan korupsi 1:03:47 kita. Bukan pemberantasan korupsi tetapi 1:03:51 pemberantasan lawan politik. 1:03:54 Kalau kita kaitkan dengan pernyataan Pak 1:03:56 Giri bahwa kalau masalah terbesar 1:04:00 korupsi kita adalah ruang politik, lalu 1:04:03 ternyata aparat penegak hukumnya malah 1:04:06 ikut dalam ruang politik, itu memang 1:04:09 tidak berat harapan kita. 1:04:11 ee kalaupun kita mau memperbaiki sistem 1:04:14 politik, dulu kita juga pernah diskusi, 1:04:16 mudah-mudahan ee Buya Mardani masih 1:04:19 ingat, saya menyatakan di Indonesia 1:04:21 hampir bisa dipastikan ya sebagian besar 1:04:25 kalau tidak ingin mengatakan bahwa tidak 1:04:28 ada partai politik di Indonesia. 1:04:31 Ee saya pernah menyatakan ee Ustaz 1:04:35 Mardani di Indonesia itu tidak ada 1:04:36 partai politik. Kenapa Indonesia itu 1:04:39 lebih mirip yang ada adalah perusahaan 1:04:41 keluarga yang diberi nama partai 1:04:44 politik. Makanya CEO-nya dari dulu itu 1:04:47 saja ya, nanti anaknya yang gantiin gitu 1:04:50 ya. Ee terus turuntemurun gitu. Jadi 1:04:54 bukan partai politik itu. Partai politik 1:04:56 itu harusnya dikelola oleh kader. 1:04:59 Kemudian kader secara bergantian sesuai 1:05:01 dengan kapasitas dan kemampuannya 1:05:04 mengelola partai. Nah, di Indonesia 1:05:06 enggak ada yang begituan ya. Yang paling 1:05:08 mendekati menurut penelitian saya ee 1:05:11 pembaruan partai politik dulu saya 1:05:14 serahkan ke Pak Giri. Hanya saja Pak 1:05:16 Giri enggak mau menyerahkan 1:05:18 penelitiannya ke saya di sana. Enggak 1:05:20 adilnya KPK versi Pak Giri. Walaupun 1:05:22 kerjanya dulu bagus ya. Heeh. Itu 1:05:25 penelitian Pak Giri itu sampai sekarang 1:05:28 jadi misteri gitu. 1:05:29 Padahal sudah saya pegang itu Pak 1:05:30 Mardani hasil penelitiannya. Rupanya 1:05:33 dipecat duluan gak? 1:05:34 Enggak. Engakak. Sebelum dijawab 1:05:37 sebelum dipecat saya lihat sebagian saya 1:05:39 lihat sebagian isinya ternyata 1:05:41 menjelaskan ternyata permainan partai. 1:05:43 Makanya takut beliau menyerahkan ke saya 1:05:45 karena banyak rahasia di dalam itu. Ya 1:05:48 ah bisa aja. Tapi penelitian saya saya 1:05:51 serahkan ke Pak Giri waktu itu ee kita 1:05:55 malah mengusulkan berbagai perbaikan ya 1:05:58 untuk mencegah ee 1:06:00 partai politik menjadi yang seperti saat 1:06:02 ini. Salah satu usulan itu dan itu 1:06:06 hampir bisa dikatakan tidak mungkin 1:06:08 dikerjakan oleh partai sekarang adalah 1:06:11 membatasi masa jabatan ketua pari. 1:06:17 kita mengusulkan dua periode, presiden 1:06:19 aja saja dua periode kok ketua partai 1:06:21 bisa berperiode-periode. 1:06:24 Ee itu sudah bisa dikatakan sulit 1:06:26 diterima oleh Partai Sekar. Kedua, 1:06:29 sistem kandidasi ee Pak Mardani. Kita 1:06:33 mengusulkan sistem kandidasi partai 1:06:35 politik itu ee harus dimulai. Orang di 1:06:39 partai hanya boleh maju menjadi anggota 1:06:42 DPRD kabupaten kota kalau dia sudah jadi 1:06:45 anggota partai 3 tahun. Itu berlaku 1:06:48 untuk seluruh partai supaya anggota 1:06:50 partai enggak loncat kodok begitu tidak 1:06:52 jadi calon pindah ke tempat lain ya 1:06:56 untuk menjadi ee DPRD Provinsi 4 atau 5 1:06:59 tahun. Begitu juga untuk jadi gubernur 1:07:02 atau kepala daerah ee berjenjangnya 1:07:04 begitu ya untuk jadi calon presiden 1:07:06 mungkin 6 sampai 7 tahun jadi ada. Jadi 1:07:10 partai sendiri sebagai yang punya 1:07:14 kendaraan untuk mengajukan calon 1:07:15 presiden. Bahkan rata-rata calon 1:07:18 presidennya bukan kader sejati partai. 1:07:22 Enggak PD partai. Padahal itu kan ee 1:07:25 harusnya partai ya. 1:07:27 Nah, sebenarnya kita punya banyak 1:07:29 usulan. Saya hanya ee dua poin ini ee 1:07:33 untuk melanjutkan soal isu korupsinya. 1:07:36 Kalau kita gagal memperbaiki partai 1:07:39 politik, ya wajar saja cerita Pak Giri 1:07:41 berlangsung. Bahkan kalau nanti Mas 1:07:44 Haldi ya ee search di YouTube eh dengan 1:07:50 kata-kata kunci pernyataan Presiden 1:07:53 Prabowo bagaimana calon kepala daerah 1:07:56 maju 1:07:58 di melalui Partai Gerindra. Nanti dengar 1:08:00 pidato Pak Prabowo tuh minimal 300 1:08:03 miliar. 1:08:06 Itu alat bukti apaagi itu, Pak Giri? 1:08:09 Gitu ya. kurang cukup apalagi itu ee 1:08:13 tapi itu untuk menjelaskan bahwa 1:08:14 itu satire kali satire udah 1:08:19 ya banyak satirnya tapi mepet-mepet 1:08:23 kebenarnya juga itu. Ee nah maksud saya 1:08:26 menjelaskan bahwa ketua partai punya 1:08:29 standar 1:08:30 untuk memenuhi seseorang untuk dijadikan 1:08:33 kandidat gitu ya. Nah, kalau konsepnya 1:08:36 begitu wajar saja sebenarnya berlaku 1:08:38 teori gigo kan garbage in garbage out ya 1:08:42 eh apa yang masuk koruptor masuk ya 1:08:44 keluar ya koruptor juga ya sampah masuk 1:08:47 keluar sampah begitu ya. Nah itu yang 1:08:49 terjadi dalam sistem politik kita. 1:08:53 Kalau ini tidak segera diperbaiki ya 1:08:55 susah. Jadi reformasi kita dulu itu ee 1:08:59 Pak Giri mengubah menambah banyak hal. 1:09:03 lembaga baru ditambah ee apa namanya 1:09:07 sistem dan kelola demokrasi diubah 1:09:10 pembatasan masa jabatan presiden dan 1:09:12 lain-lain gitu ya. Tetapi ee mesinnya 1:09:17 atau ee alatnya itu tidak diganti yang 1:09:20 namanya partai politik. Kita kan gagal 1:09:23 melakukan reformasi partai politik. 1:09:26 Ya, salah satu indikasi kegagalannya 1:09:29 Golkar tidak dibubarkan gitu ya. ee 1:09:32 waktu itu karena itu tuntutannya ee itu 1:09:35 menjelaskan banyak hal dalam upaya 1:09:38 reformasi partai politik memang tidak 1:09:40 dikerjakan ketika reformasi di tengah 1:09:43 jalan. Sebab orang-orang berpikir bahwa 1:09:47 sudah tuntas dengan melakukan ee 1:09:51 perubahan undang-undang dasar, 1:09:53 menghilangkan diri fungsi ABRI, 1:09:55 menimbulkanembuk 1:09:57 lembaga-lembaga negara baru yang lebih 1:09:59 baik untuk pengawasan. ee dan ee membuat 1:10:03 parlemen dua kamar plus enam tuntutan 1:10:05 reformasi dan itu semua sekarang enam 1:10:08 tuntutan reformasi itu lima sudah tidak 1:10:10 mungkin ya mengadili Pak Harto tidak 1:10:13 mungkin eh separation of power tidak 1:10:16 terjadi. Kenapa? Karena parlemennya di 1:10:20 apa ee mendapat laporan dari menteri 1:10:22 eksekutif ya. Ee parlemennya ikut 1:10:25 menyusun kabinet gitu ya. parlemennya 1:10:27 jadi juru bicara eksekutif pemerintahan 1:10:30 itu bukan separation of power. Eh, 1:10:33 supremasi hukum tidak terjadi. Bagaimana 1:10:35 supremasi hukum bisa dilakukan kalau 1:10:39 pegawai Mahkamah Agungnya korup yang 1:10:42 mengatur segala ee perkara di Mahkamah 1:10:44 Agung. Bagaimana supremasi hukum bisa 1:10:47 tegak? Jampisusnya begitu ya. Bagaimana 1:10:50 supremasi hukum bisa tegak? KPK-nya 1:10:53 dipecat yang baik-baiknya dihancurkan 1:10:55 gitu ya. 1:10:56 Ee lalu e difungsi ABRI, bagaimana di 1:11:00 fungsi ABRI ee bisa ee tidak terlanjut? 1:11:04 Karena panglima TD-nya sendiri bilang 1:11:07 ini bukan di fungsi lagi, ini 1:11:09 multifungsi. sudah 1:11:17 jadi lebih parah dari duit siurus 1:11:20 terter. Nah, menurut saya ini bukan soal 1:11:22 masalah militernya juga karena militer 1:11:24 kita tuh dibuat miskin untuk 1:11:32 Halo 1:11:34 kerusakan negara. Jadi aparat 1:11:39 putus-putus 1:11:39 sudah habis ya? 1:11:40 Putus-putus. 1:11:42 Iya. 1:11:42 Oke. 1:11:42 Ini Pak Dalan juga sudah siap-siap nih. 1:11:44 Sudah veri. 1:11:45 I 1:11:45 enggak enggak apa-apa. Enggak apa-apa 1:11:47 enggak apa-apa. [tertawa] 1:11:48 Jadi segera saya 1:11:50 maui fungsi sinyalnya langsung hilang 1:11:52 tuh tadi. 1:11:52 Iya. [tertawa] 1:11:56 Multifungsi itu multifungsi. 1:11:58 Iya. Jadi seluruh apa? Tunt enam 1:12:03 tuntutan reformasi sudah tidak mungkin 1:12:05 dikerjakan kecuali menyisahkan satu hal 1:12:08 yaitu perubahan Undang-Undang Dasar. 1:12:10 Kalau dikembalikan lagi ke Undang-Undang 1:12:13 Dasar yang sama, maka hidup lagi ee sah 1:12:17 lagi itu pola berkali-kali menjadi 1:12:20 presiden ya ee pemilu ditentukan oleh 1:12:23 MPR sehingga kemudian elit bisa 1:12:26 mengendalikan banyak hal lebih kuat 1:12:27 lagi. Karena ini semua menuju arah 1:12:30 kembalinya Orde Baru dengan berbagai 1:12:33 tanda yang ada. Nah, saya juga percaya 1:12:36 bahwa korupsi di era Orde Baru itu 1:12:38 jauh-jauh lebih besar. 1:12:40 Kenapa tidak banyak ditangkap dalam 1:12:42 kasus korupsi? Dasar karena semuanya 1:12:45 sudah terkendali, ekosistemnya 1:12:47 ditentukan dan saat ini ekosistem itu 1:12:51 sedang dibentuk. Sehingga yang terjadi 1:12:53 sekali lagi ini bukanlah perang ee 1:12:56 melawan korupsi. ini kita sedang dijajah 1:13:00 oleh VOC baru yang korupsinya kemudian 1:13:04 ee seolah-olah baik pada dasarnya ini 1:13:07 meruntuhkan sendi-sendi kehidupan 1:13:09 bernegara kita. Supaya Pak Dahlan Isk eh 1:13:13 bisa membuat gong yang lebih besar, 1:13:17 kita persilakanlah. Saya akhiri. 1:13:19 Asalamualaikum 1:13:20 warahmatullahiikumsalam [tertawa] 1:13:22 warahmatullahi wabarakatuh. 1:13:24 Baik, terima kasih sudah. Sekarang kita 1:13:27 dengar bagaimana Pak Dan setelah 1:13:28 mendengar provokasi dari Uda Feri Mas 1:13:31 Giri. [tertawa] 1:13:33 E saya Iya. Bagaimana 1:13:37 silakan saya kasih bonus 1 menit video 1:13:39 yang enggak setel tadi. Boleh Pak? Boleh 1:13:41 boleh. 1:13:42 Ini menarik videonya. I 1:13:44 boleh boleh silakan ya 1:13:46 share-nya sama suara ya. Sound sound 1:13:48 Pak. 1:13:48 Iya 1:13:50 sudah muncul 1:13:52 belum? lagi proses. 1:13:54 Oh, muncul muncul muncul. 1:13:56 Sudah, sudah. 1:13:56 I ini ketika Ketua DPR bicara di 1:14:00 Konferensi Nasional Pendasan Korupsi. 1:14:03 Lagi 1:14:04 mau tahu enggak siklus 1:14:06 partai politik ada siklusnya sama kayak 1:14:10 petani 1:14:10 apa itu, Pak? 1:14:11 Sekarang ini siklus tanam. 1:14:14 Menjelang pilek ini siklus menanam. 1:14:17 Banyak biaya dikeluarkan oleh partai 1:14:18 politik. Hm. 1:14:20 Ketua PAN pusing 1:14:22 cari uang lagi nih untuk supaya PAN 1:14:23 lolos dan menang. 1:14:24 Iya. 1:14:25 Ya. Termasuk juga Pak OSO uangnya banyak 1:14:28 N pusing juga ngatur uangnya. Kalau 1:14:29 dipakai terus ya habis juga ya. 1:14:31 Nah, 1:14:32 begitu yang lain. Nah, 1:14:33 tapi ada masa panennya 1:14:34 panennya kapan ya? 1:14:35 Nah, masa panennya pada saat Pilkada 1:14:38 langsung 1:14:39 545 1:14:42 Pilkada itu memerlukan rekomendasi dan 1:14:45 rekomendasi itu dikeluarkan oleh partai 1:14:47 politik yang lolos. He 1:14:49 satu satu rekomendasi 5 miliar 10 miliar 1:14:52 bahkan untuk gubernur bisa 200 miliar. 1:14:56 Ini pengalaman saya. 1:14:57 He. 1:14:58 Kemarin ada partai politik yang meminta 1:15:00 50 sampai 100 miliar untuk mengusung 1:15:02 satu pasangan. Rekomendasi loh. Belum 1:15:06 tentu jadi. 1:15:07 Nah, jadi 1:15:09 nah 1:15:11 [tertawa] 1:15:12 belum tentu jadi ya, Pak ya. Makanya 1:15:14 tidak heran kalau banyak orang bangun 1:15:17 partai politik dengan modal 2001 triliun 1:15:21 dalam dua kali satu kali putaran balik 1:15:23 modal. 1:15:24 Eh 1:15:25 dari 300 saja maksimal 10 miliar sudah 1:15:27 hampir 3 triliun dapat 1:15:29 selesai barang itu. Jadi itulah 1:15:30 siklusnya 1:15:35 ya. [tertawa] 1:15:37 Selesai barangnya tuh. Gimana Pak Dani? 1:15:40 Iya. ee malam ini ya saya memuji inilah 1:15:45 forum terbaik dari yang saya ikuti 1:15:47 selama ini. Dua pembicara luar biasa 1:15:50 ee dua pembicara ini top lah sudah ee 1:15:53 cara 1:15:55 isi materinya, cara menyampaikannya, 1:15:58 sistematika top ini yang terbaik di 1:16:01 antara forum-forum kita selama ini. Jadi 1:16:04 untuk tidak menur 1:16:06 untuk tidak menurunkan kualitas malam 1:16:08 ini, saya jangan nambahi apa-apa. 1:16:10 Pokoknya saya setuju dengan Pak Giri, 1:16:12 dengan Bung Feri. Udah itulah hati 1:16:14 nurani saya juga seperti itu. Cukup 1:16:16 terima kasih. 1:16:18 Mantap. Mantap. [tertawa] 1:16:21 Beda kalau udah jam terbang tinggi sudah 1:16:24 cukup tidak perlu lagi tampil 1:16:27 [tertawa] 1:16:28 padahal. 1:16:28 Iya karena nanti hanya akan mengurangi 1:16:30 kualitas itu. Betul. Ini terbaik e forum 1:16:34 malam ini. 1:16:36 Cerita aja deh Pak Dalan. Mungkin ada 1:16:39 pengalaman dulu waktu masih membenahi 1:16:41 BUMN misalnya terkait ee supaya BUMN ini 1:16:44 bersih dan segala macam. Cerita aja 1:16:46 mungkin pengalaman aja Pak Dalet. 1:16:49 Ee saya kira 1:16:51 itu bagian dari pesimistis juga karena 1:16:53 sebaik-baik membenai BUMN itu mudah 1:16:57 sekali merusaknya. Jadi rasanya sia-sia 1:17:00 begitu. Jadi gimana ya e yang saya 1:17:03 bilang tadi pesimistis itu karena 1:17:06 sustainability itu tidak akan ada. Jadi 1:17:09 misalnya dibenahi baik kemudian ini akan 1:17:11 terus baik itu sama sekali enggak ada 1:17:12 jaminan itu. Karena ee apalagi kalau 1:17:16 merusak itu lebih gampang daripada 1:17:17 membangun itu. Sudahlah ee harus mungkin 1:17:22 sebetulnya kayak di RRC itu ee dulu RRC 1:17:26 itu bangkit ekonominya itu karena jutaan 1:17:30 BUMN itu diserahkan kepada manajemen 1:17:33 masing-masing. Kemudian tidak jadi BUMN 1:17:35 lagi. nya BUMN-BUMN tertentu yang 1:17:38 dipertahankan tetap milik negara atau 1:17:41 milik provinsi, tapi selebihnya 1:17:43 diserahkan ke manajemen masing-masing. 1:17:45 Sehingga misalnya banyak BUMN yang 1:17:48 omsetnya kalah sama 1:17:51 alabanya, kalah sama bakso blok Mnya. 1:17:54 Ya, untuk apa negara punya seperti itu? 1:17:56 Tapi kan membubarkan kan enggak bisa. Ee 1:17:59 saya dulu pengin sekali membubarkan 1:18:01 semua itu, tapi kan enggak bisa ee kan 1:18:04 harus proses di DPR dan segala macam. 1:18:07 Pokoknya menurut saya ini sudahlah, Pak 1:18:10 ee Pak Giri tadi sampaikan, Pak Bung 1:18:13 Feri tadi sampaikan, ya sudah itu loh 1:18:14 ini atau Pak Mardoni sekalian tadi 1:18:17 revolusi tadi. Terus gimana? Saya 1:18:20 sebetulnya mengharapkan kasus Pak Febri 1:18:24 ini menuju ke tipping point. Kan 1:18:27 Presiden bilang tadi disampaikan akan 1:18:30 mengejar koruptor sampai Antartika. Nah, 1:18:33 ini kan hanya sampai kebayaran baru kan. 1:18:36 Apa susahnya begitu. Nah, ee ini 1:18:40 ee apakah ini akan menjadi tiping point? 1:18:45 Karena kan kita berharap memperbaiki 1:18:47 memperbaiki memperbaiki memperbaiki kan 1:18:49 gagal terus ee mentok terus kan yang 1:18:52 kita tunggu tgal satu tipping point 1:18:55 artinya ee hancur hancur-hancuran aja 1:18:58 terus kemudian nanti bangun kembali 1:18:59 begitu. Nah, yang kalau yang kita tunggu 1:19:03 adalah tiping point, apakah kasus 1:19:05 sekarang ini yang Pak Febi itu akan 1:19:08 menuju tipping point atau terjadi 1:19:11 kompromi-kompromi lagi, akhirnya tipping 1:19:14 point itu tidak akan pernah terjadi. 1:19:16 Makasih, Bu. 1:19:19 Ya, terima kasih Pak Dalan. Sebelum kita 1:19:23 ini ya, sebelum ke kita closing 1:19:25 statement, saya ingin ke Mas Giri. Mas 1:19:27 Geri ini kan kasus-kasus besar seperti 1:19:30 kasusnya Nadim ya yang tidak kita 1:19:32 sangka-sangka ya dan melibatkan ee 1:19:35 korporasi besar di belakangnya dan 1:19:38 mungkin di sini juga ada Pak Febri Jam 1:19:41 Pitsus kita enggak tahu juga siapa siapa 1:19:44 tanda kutip orang-orang besar yang punya 1:19:46 uang di belakang beliau kita juga enggak 1:19:48 tahu kan. Nah, gimana apa sebenarnya 1:19:50 yang sedang terjadi ee kalau ditarik 1:19:53 lagi ke belakang bisa jadi aktor-aktor 1:19:55 ditangkap. Ini kan cuma aktor lapangan 1:19:57 ya, tapi ee raksasa-raksasa 1:20:01 The Giant kalau bahasanya Nadim ya, 1:20:03 Trust The Giant. The Giant- Giant di 1:20:06 belakangnya ini sebenarnya ya kalau ee 1:20:09 mereka tetap eksis akan ada aktor-aktor 1:20:12 baru yang untuk menjadi pelaku di 1:20:14 lapangan. Nah, gimana Mas Giri 1:20:15 melihatnya? 1:20:17 Nanti ini sebenarnya membahas tentang 1:20:19 oligarki ya. Ini cocoknya ya nanti sudah 1:20:21 peri yang banyak. Tapi begini, yang kita 1:20:24 hadapi itu bukan sekedar oligarki 1:20:26 nasional, tapi global. 1:20:27 Iya, betul. 1:20:28 Kita bicara nikel, kita bicara emas, itu 1:20:31 global. Jadi enggak suka juga kalau 1:20:33 oligarki global yang pengin nguasa 1:20:35 Indonesia kan kayak kayak VOC juga 1:20:37 mereka enggak senang kalau anti korupsi 1:20:39 bagus di sini. 1:20:41 Betul. 1:20:41 Jadi jangan dipandang negara-negara lain 1:20:43 itu juga senang ada anti korupsi 1:20:44 Indonesia karena semakin sulit menguasai 1:20:47 sumber daya dalam Indonesia. H 1:20:49 itu. Nah, gabungan oligarki global 1:20:52 nasional itu kalau punya agenda bahaya 1:20:54 itu. Jadi, jadi kalau di Amerika itu 1:20:57 disetir ya siapapun presidennya itu ada 1:21:01 yang nyetir itu grup 1:21:02 bisnismen itu. 1:21:03 Betul. Betul. 1:21:04 Di Indonesia kurang lebih juga sama. 1:21:06 Jadi ee keributan-keributan di Indonesia 1:21:08 itu juga kita harus apa ya men 1:21:13 mengarahkan telunjuk kita pada orang 1:21:15 yang dirugikan dalam suatu kebijakan. 1:21:17 Jadi, jadi kalau misalkan contoh nih 1:21:20 ketika komoditas tambang itu akan ee 1:21:22 dikontrol gitu, mereka protes. Bisa aja 1:21:25 protesnya bukan dalam isu tambang bisa 1:21:27 jadi. 1:21:28 Jadi ee ini agak pelik karena konspirasi 1:21:32 global, konspirasi oligarki itu 1:21:36 tidak mudah itu kan. Dan siapa alatnya 1:21:39 oligarki itu? Adalah penguasa. 1:21:41 Jadi penguasa dikendalikan oleh 1:21:44 pengusaha. Pengusahanya jadi penguasa. 1:21:46 penguasanya berusaha ya. Jadi 1:21:48 berkelintan terus semuanya. Jadi itulah 1:21:50 kita kegagalan kemarin adalah ketika 1:21:54 reformasi kita pikirkan kita masyarakat 1:21:57 sipil menang nih parlemen harus kuat 1:21:59 gitu kan. Kemudian diciptakan 1:22:01 lembaga-lembaga yang enggak boleh 1:22:02 dipimpin tunggal gitu komisionernya 1:22:04 lima, komisionernya en dan lain-lain 1:22:07 gitu kan biar tidak tersentralistik. 1:22:09 yang terjadi kemudian adalah parlemen 1:22:11 itu misuse dari itu. Ketika memilih 1:22:14 pimpinan lembaga termasuk 1:22:16 komisioner-komisioner itu tadi juga 1:22:18 tidak terlepas dari ee proses itu. 1:22:21 Kemudian kita lupa dalam pemilihan ee 1:22:24 sistem politiknya memudahkan bagi 1:22:26 pengusaha tadi, sistem kapitalis politik 1:22:29 yang terbuka tadi, orang-orang tuh 1:22:31 menang gitu kan. Bisa jadi kalau 1:22:33 tertutup enggak akan bisa masuk. 1:22:35 Pengusaha enggak mau dong jadi pengurus 1:22:37 parpol gitu kan. susah-susah rapat malam 1:22:40 dia pengin jalan instan aja. Aku masuk 1:22:43 bayar uang maharnya saya bayar mani 1:22:46 politik. Jadi kemudian enggak kerasa 1:22:49 bahwa politik itu dikuasai oleh para 1:22:51 pengusaha-pengusaha tadi. Nah, di 1:22:53 situlah kemudian konflik kepentingan 1:22:55 terjadi. 1:22:56 Jadi ee penguasa menjadi pengusaha, 1:22:59 pengusaha jadi penguasa. 1:23:01 Nah, dalam konteks gunung es tadi, Mas. 1:23:03 Jadi kalau kita sudah biasa dari dulu 1:23:05 ngelihat para koruptor kekayaan itu 1:23:08 memang triliunan tuh sudah biasa gitu ya 1:23:11 begitu. 1:23:12 Jadi mungkin udah Firi yang lebih pas 1:23:14 untuk menyampaikan lebih tajam lagi ya. 1:23:16 Baik sahabat-sahabat ee sebenarnya 1:23:19 menarik sekali ee diskusi kita, tapi 1:23:22 karena sudah mencapai ee jadwal akhir 1:23:25 sekaligus 1:23:26 mungkin kita minta Uda Feri untuk 1:23:28 closing statement juga mungkin sekaligus 1:23:30 eh menanggapi Mas Giri, Pak Dalan, Pak 1:23:33 Marani silakan. Udah Feri closing 1:23:34 statement-nya. 1:23:36 Iya. Ee mohon maaf saya sambil jalan. 1:23:39 Siap. ee saya pikir kita tidak 1:23:42 ee kekurangan orang baik, 1:23:45 hanya orang baiknya belum bersatu padu. 1:23:49 H 1:23:49 kalau dilihat ya di media sosial banyak 1:23:53 sekali kekecewaan-kekecewaan 1:23:55 tapi enggak ada yang mampu membangun 1:23:57 hubnya. 1:23:59 Makanya di forum ini saya memanggil ya 1:24:04 orang-orang yang punya potensi menjadi 1:24:08 hak kekuatan publik harus bersatu padu 1:24:11 untuk membangun perbaikan 1:24:14 orang-orang itu salah satunya ya Pak 1:24:17 Dahlatiskan 1:24:19 jangan lupa. Jangan terlalu lama. 1:24:21 Amin. Amin. Amin. 1:24:22 Amin. 1:24:23 Jangan terlalu lama ber 1:24:25 jangan terlalu lama bertapa di puncak 1:24:27 gunung yang harus turun juga agar 1:24:30 kemudian bisa memanggil anak-anak muda. 1:24:33 Iya. 1:24:33 Masyarakat. 1:24:34 Saya ini sudah 76 tahun. Sudah 76 tahun. 1:24:37 Bung Fi. 1:24:38 Muda itu muda berjuang. Muda itu 1:24:42 kalau berjuangnya bisa Mas Hildan bisa. 1:24:45 Tapi membangun hub ya, mengumpulkan 1:24:47 orang untuk bicara. Kalian kalau 1:24:50 terpisah-pisah juga susah kita. itu sama 1:24:54 kayak 1:24:56 para founding fathers ya eh punya 1:24:59 anak-anak muda. Anak muda kemudian 1:25:02 berpikir nih para senior ini kalau tidak 1:25:05 turun gunung kami culik dia. 1:25:07 Jadi bisa sajau 1:25:09 setuju 1:25:10 Mas Sildan merencanakan menculik Pak 1:25:14 malam ini mengumpulkan orang yang bisa 1:25:16 menjadi 1:25:17 hak persatuan bangsa ini untuk menjadi 1:25:19 lebih baik. Apakah istilah penculikan, 1:25:22 Hub kalangan senior dan lain-lain itu 1:25:25 diperbaiki dengan dalam konteks modern 1:25:28 kekimiaan? Saya gak tahu caranya ya, 1:25:31 tapi saya berpikir mestinya ada pola 1:25:33 berbeda untuk menyatukan banyak orang 1:25:36 dan figur-figur seperti ee Ustaz 1:25:39 Mardani, Pak Dahlan ya, senior-senior 1:25:42 lainnya yang sudah pernah ya ee dalam 1:25:47 berbagai peristiwa ya ee dikerjain 1:25:50 hukum, dikerjain politik untuk membangun 1:25:53 kesadaran, untuk menyatukan orang yang 1:25:55 kemudian juga sedang dirusak oleh 1:25:57 kekuatan politik dan hukum ini. 1:26:00 Jadi 1:26:00 setuju setuju setuju. 1:26:01 Jadi mulai harus dipikirkan ya ee 1:26:04 perjumpaan-perjumpaan real untuk 1:26:07 menyatukan kekuatan. Saya pikir itu 1:26:09 dulu. Terima kasih. 1:26:11 Merdeka. Merdeka. Merdeka. 1:26:13 Allahu [tertawa] Akbar. 1:26:15 Ya. 1:26:16 Ya. Nanti buat forum Kopdar dulu. 1:26:19 [tertawa] 1:26:21 Dia 1:26:21 ni orang-orang yang ada di sini tinggal 1:26:23 diundang lagi kita Kopdar sama Pak 1:26:25 Dalan. Kita di rumah Pak Dalan 1:26:26 silaturahmi gitu ya. Siap. 1:26:31 Baik. Ee berikutnya 1:26:33 ee Mas Giri silakan closing statement 1:26:35 Mas Giri. Oh, 1:26:36 tak pikir tadi sudah closing ya. 1:26:38 Belum. Belum. 1:26:39 Oh, 1:26:41 apa ya? 1:26:43 Tapi memang begini 1:26:45 ee satu hal ya tadi sudah politik satu 1:26:47 lagi birokrasi. Ada yang belum kentuh 1:26:49 itu adalah sistem hukum kita. 1:26:52 Ee 1:26:52 jadi sistem hukum kita itu membuat 1:26:54 terpecah-pecah. di Amerika itu FBI, IRS, 1:27:00 apapun namanya itu semuanya di bawah 1:27:02 Ministry of Justice. Di sini enggak ada. 1:27:04 Adanya cuma Menco. Menko itu cuma 1:27:06 koordinasi. Jadi kalau misalkan 1:27:09 kejaksaan nakal, polisi nakal, polisial 1:27:11 ee ee KPK-nya nakal, yang terjadi adalah 1:27:15 settlement politik. Karena enggak ada 1:27:17 bosnya. Kalau di Amerika ada bosnya 1:27:20 Minister of Justice yang namanya 1:27:23 attorney general office. Itu mesti 1:27:24 dipikirin, Pak. Jadi penegak hukum itu 1:27:28 jangan disettement politik, tetapi ada 1:27:31 proustisia. Kalau di Amerika namanya 1:27:33 Minister of Justice, walaupun kemudian 1:27:35 mulai diambil alih sama Donald Trump, 1:27:36 Pak. 1:27:37 Yang kedua adalah tentang kewenangan. 1:27:40 Saya tuh mikir yang ideal itu jaksa 1:27:43 jangan lidik dan sidik lagi, Pak. 1:27:47 Dia nuntut saja semua perkara jaksa. KPK 1:27:50 nangani semua kasus korupsi. 1:27:53 Kemudian polisi menangani semua kasus 1:27:55 kecuali korupsi. Maka terjadi division 1:27:58 of labor di sana. 1:28:00 Tidak rebutan kasus dan kemudian 1:28:02 pasal-pasal yang bermasalah mulai kita 1:28:04 pertimbangkan. Apakah korgaan negara 1:28:06 yang mengenain Bu Ira SDP itu akan 1:28:08 terulang lagi. Jadi memang dari struktur 1:28:11 berubah, regulasi berubah. Dan saya 1:28:13 pikir kata benar sudah feri ya, 1:28:16 orang-orang baik harus bersatu minimal 1:28:19 menekankan orang baik pada orang baik 1:28:20 yang lain. Terima kasih. Wasalamualaikum 1:28:22 warahmatullahi wabarakatuh. 1:28:22 Amin. 1:28:23 Aminamikumsalam. 1:28:26 Pak Dalan silakan closing. 1:28:28 Eh closing saya adalah saya sangat 1:28:31 mendukung dan pengin ini menjadi agenda 1:28:34 berikutnya adalah pernyataan Pak Giri. 1:28:38 Bagaimana KPK itu diubah 1:28:43 lebih fokus hanya boleh menangani 1:28:46 korupsi penegak hukum selama 5 tahun. 1:28:50 Setelah itu ee setelah itu kalau mau 1:28:54 balik ke siapapun termasuk ke birokrat, 1:28:56 ke birokrat segala macam silakan. Tapi 5 1:28:58 tahun pertama supaya perjalanan kita ini 1:29:01 road map-nya itu jelas gitu. Ee fokus 1:29:04 KPK selama 5 tahun ya. apa boleh buat 1:29:07 begitu hanya mengurus ee korupsi penegak 1:29:11 hukum itu. Saya setuju sekali sebagai 1:29:14 orang yang biasa bergerak di manajerial. 1:29:16 Manajerial itu kan artinya harus ada 1:29:18 planning, harus ada target, harus ada 1:29:20 tahapan, harus ada roadmap, ee harus ada 1:29:24 ee administratornya. Itu kan lebih lebih 1:29:26 gampang daripada menangani semua tapi 1:29:29 tidak tertangani semua kan. mendingan 1:29:31 fokus dan intinya adalah ee penegak 1:29:34 hukum tadi. Karena kalau penegak 1:29:35 hukumnya baik kan yang lain baik. Saya 1:29:38 bagaimana itu bisa menjadi fokus agenda 1:29:40 berikutnya begitu. Termasuk perjuangan 1:29:42 politiknya mengarah bahwa KPK 5 selama 5 1:29:46 tahun khusus menangani korupsi penegak 1:29:49 hukum. Makasih. 1:29:51 Keren. Keren. 1:29:52 Makasih. Keren, Pak. 1:29:54 Langsung tajam. 1:29:58 ini udah tinggal di e sundul bolanya 1:30:01 [tertawa] oleh Pakardani. Silakan 1:30:02 Pakien. 1:30:04 Makasih Bang Haldi. Makasih Mas Giri 1:30:06 sudah feri padalanskan. 1:30:08 ee kita memulai dengan pesimisme tetapi 1:30:12 dengan izin Allah, rahmat dari Allah, 1:30:15 pertolongan dari Allah, menurut saya 1:30:17 kita mengakhiri dengan sangat optimis 1:30:20 orang-orang baik dapat berkumpul 1:30:22 bersama, dapat berjuang bersama, 1:30:26 mencurahkan semua gagasan terbaiknya 1:30:30 untuk melawan para Tirani. Ee Tirani itu 1:30:33 selalu oligarki itu selalu cuma mampu 1:30:36 membangun istana pasir ya. Tinggal kita 1:30:40 membangun gelombang untuk 1:30:41 menghancurkannya. Insyaallah Indonesia 1:30:43 leaders akan selalu hadir untuk 1:30:46 membangun kesadaran bersama. Civic 1:30:48 education negeri ini milik kita bersama, 1:30:51 bukan milik para tiran, bukan milik para 1:30:54 oligarki. dan insyaallah korupsi akan 1:30:57 hilang dari Indonesia dengan ee 1:31:01 paparan-paparan yang tadi sudah 1:31:02 disampaikan yang insyaallah padahalan 1:31:05 pada ILT yang akan datang kita akan coba 1:31:07 detailkan ee roadmap menuju negara 1:31:10 kesejahteraan, desain negara 1:31:12 kesejahteraan Indonesia yang 1:31:14 mudah-mudahan ee itu akan mengajak semua 1:31:18 stakeholder siapapun untuk sama-sama 1:31:21 bergandeng tangan membangun negeri 1:31:23 Indonesia menjadi negeri yang baik. 1:31:27 Makasih, Bang. 1:31:29 Baik, Bang. Ini kayaknya ee minggu depan 1:31:32 kita pembicaranya tetap dulu saja karena 1:31:34 ini justru harus berlanjut sepertinya 1:31:36 diskusi pada malam hari ini ya. Biar 1:31:38 masih nanti tambah satu orang untuk 1:31:41 desain negara kesejahteraan. 1:31:42 Siap. Heeh. Nanti tinggal ditambah. Tapi 1:31:44 ini kita undang lagi insyaallah sudah 1:31:46 feri Mas Giri, Pak Dalan. Kita ketemu 1:31:48 lagi minggu depan ya 1:31:50 dengan topik tadi. 1:31:51 Baik, terima kasih semuanya 1:31:52 sahabat-sahabat sekalian. Alhamdulillah 1:31:54 keren sekali YT malam ini. Pak Dahlan 1:31:57 juga semangat kembali selaku [tertawa] 1:31:59 pulang dari Amerika. 1:32:04 Sehat-sehat semuanya. 1:32:06 Dengan demikian berakhir kita Indonesia 1:32:09 Stok pada malam hari ini. Orang-orang di 1:32:11 sini adalah orang-orang cinta kepada 1:32:12 Indonesia. Semua yang kita bahas 1:32:14 sampaikan adalah dasar kecintaan kita 1:32:16 kepada negara kita. Bukan dalam rangka 1:32:18 untuk melawan siapa-siapa, tapi untuk 1:32:20 menegakkan kebenaran dan melawan 1:32:21 korupsi. Terima kasih. Sampai ketemu 1:32:24 pada acara depan pada waktu dan channel 1:32:27 yang sama. Asalamualaikum warahmatullahi 1:32:28 wabarakatuh.