Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Ahim. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar radio silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- Ahwat di Rabu sore hari ini tanggal 17
- Rabiul Awal 1447 Hijriah atau tanggal 10
- September
- 2025. Hadir kembali acara tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil yang
- alhamdulillah telah hadir di
- tengah-tengah kita. Kita sapa di belat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Hari ini temanya masih
- melanjutkan tema minggu yang lalu yaitu
- mengenai wafatnya Rasulullah dan juga
- khulafur rasyidin. Dan subtemanya adalah
- perintah Rasulullah kepada Abu Bakar
- untuk menjadi imam salat. Ya, kita akan
- bersama-sama simak Iwan dan nanti yang
- ingin bergabung bertanya silakan Anda
- bisa kirimkan melalui WhatsApp kami di
- 0811999720
- T. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillah. [berdehem] Alfatih hadrati
- sayidina wa habibina rasulillah Muhammad
- ibni Abdillah sallallahu alaihi wasallam
- waa alihi wahabihi wawaji wriati waiitih
- walihwani minalbiya mursalin
- walfiidinabiin
- wailatil mjaidinuliyafatul
- muhaqin walamil amilin fiddin kanar bin
- abdurrahman kia humaidullah
- Demis wa Kiai Mahrus Ali Wi Syafi Kiai
- Ahmad Halwani Nawawiil
- Akbali Jamati Nahdat Ulama K Muhammad
- Hasyim Asari Jamati Muhammadiyah K Ahmad
- Hanulumwaj
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahim maiki yaumiddin iyaka
- na'budu wa iyyaka nasta ihdinasiratal
- mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin
- amin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Amma ba'd. Fainna
- asqal hadis kitabullah taala wahairal
- hadi hadi Muhammadin shallallahu alaihi
- wasallam.
- Wa mukdatin bidah wa bidatin dolalah
- waalatin finar. Qal muallif rahimahullah
- taala wafa bihi wulumihi wabikum fid
- amin zikru amrihi alaihalam aba bakrin
- siddiq radhiallahu anh ayushabati
- ajmain menerangkan tentang perintahnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kepada sahabat Abu Bakar untuk menjadi
- imam dalam salat bersama para jemah.
- Para pendengar radio silaturahim yang
- dirahmati Allah. Alhamdulillah kembali
- kita panjatkan puji serta syukur ke
- hadirat Allah Subhanahu wa taala yang
- senantiasa melimpah curahkan nikmat
- karunianya kepada kita, terutama nikmat
- iman dan Islam, nikmat sehat walafiat,
- nikmat panjang usia dalam taat, termasuk
- nikmat dipertemukannya kita sore ini
- dalam rangka menjalankan salah satu
- perintahnya yang diwajibkan atas kita
- semua, yaitu menuntut ilmu yang
- insyaallah pada sore ini kita akan
- melanjutkan kaji kita minggu lalu
- tentang wafatnya Rasulullah dalam
- subbahasan perintah Rasul kepada sahabat
- Abu Bakar untuk menjadi imam salat.
- Semoga apa yang kita pelajari,
- [berdehem] kita tuntut ini ee Allah
- jadikan
- kepada kita ilmu yang manfaat fid dunia
- wal akhirah. Selawat dan salam semoga
- selalu tercurah atas junjungan kita Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- beserta keluarganya, para sahabatnya,
- para pengikut dan pengamal sunahnya.
- Para pendengar hadiah silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam wafat
- 5 hari sebelum wafatnya beliau, beliau
- itu pernah bersabda begini
- ya, bahwa
- kalian ini bagiku adalah saudara.
- Ya. Kemudian ee asdik ya, sahabat
- dan aku berlepas diri dari semua
- kekasih. [mendengus]
- Ya, seandainya aku katanya ber mau
- menjadikan seseorang sebagai kekasihku
- dari umatku,
- maka aku akan jadikan Abu Bakar sebagai
- Khalil, sebagai kekasihku.
- Nah, [berdehem]
- sebagaimana Allah menjadikan aku Khalil,
- sebagaimana Allah menjadikan aku Khalil,
- sebagaimana pula Allah menjadikan Nabi
- Ibrahim itu sebagai Khalil. Nah, aku
- akan jadikan Abu Bakar sebagai Khalil,
- sebagai kekasih. Akan tetapi katanya
- ee kekasih atau persaudaraan muslim itu
- adalah yang paling utama. Jadi aku tidak
- diperbolehkan
- menjadikan seseorang lebih istimewa
- daripada yang lainnya. Jadi kalau ada
- yang mau aku istimewakan tentunya Abu
- Bakar.
- Tentu saja di kalangan para sahabat ini
- sudah maklum ya. sudah maklum apa yang
- diucapkan oleh nabi ini.
- Ee selanjutnya
- ee Abu Abdullah bin Zam'ah.
- Dia ini pernah menjelaskan begini.
- ketika
- ee
- kaumnya itu meminta memohon meminta
- dukungan dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- ya. Begitu masuk waktu salat Rasulullah
- itu pernah ee menyuruh kemudian
- seseorang untuk menjadi imam.
- Ya. Nah,
- setelah Bilal azan untuk ee setelah
- Bilal azan kemudian Rasulullah bersabda
- gini, "Muru man yusoli binnas." Suruhlah
- oleh kamu seseorang untuk menjadi imam.
- Nah, lalu Abu Zam'ah ini, Abdullah bin
- Zam'ah ini kemudian berkata, "Fakhor
- faidzan umaru finas." Aku keluarlah
- ya kemudian menuju masjid dan aku jumpai
- di sana ada Umar bin Khattab.
- Wakana Abu Bakrin ghaiban.
- Pada saat itu sahabat Abu Bakar enggak
- ada karena beliau ini penganten baru.
- Jadi ada di rumah istrinya.
- Nah karena enggak [berdehem] melihat ee
- sahabat Abu Bakar
- ya.
- Karena itu maka beliau menyuruh sahabat
- Umar
- ya perintah Rasul
- yang mengatakan muru
- man yusolibinnas. Suruhlah oleh kalian
- seseorang untuk menjadi imam dalam
- salat. Seseorang itu siapa saja
- sebenarnya kan mau Abu Bakar k mau Umar
- mau siapa. Tetapi di kalangan sahabat
- sudah malu mereka ini ya. Kalau
- Rasulullah berhalangan, maka sahabat Abu
- Bakarlah
- yang akan menjadi imam dalam salat. H.
- Nah, karena itu sahabat Bilal ini ya
- nyari-nyari enggak ada, cuma ada sahabat
- Umar. Karena itulah maka beliau kemudian
- berkata, "Kum, ya Umar fasol binas."
- Bangunlah katanya Umar. Ayo imamin kami.
- Katanya gitu ya.
- Q faqam
- kabar Umar sami Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Bangunlah sahabat Umar. Begitu sahabat
- Umar takbir
- Rasulullah mendengar suara Umar.
- Ya. Wakana Umaru rajulan mujhiron.
- Ya. Dan Umar ini suaranya keras.
- Faqala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, "Faina Abu Bakr?" Kata
- Rasulullah, "Mana Abu Bakar?"
- Ya, "Yaallahuika muslimun." Yallahikal
- muslimun. Allah dan kaum muslimin enggak
- mau itu ya. Jadi, Rasulullah ini dalam
- riwayat lain itu Rasulullah menampakkan
- sifat enggak sukanya. Hm.
- Bukan Rasulullah enggak suka kepada
- Umar.
- Tapi enggak suka
- yang imam bukan Abu Bakar.
- Nah, ini di antara kenapa orang ahli
- sunah wal jamaah atau sunni memandang
- ini sebagai isyarat dari Rasul.
- Kalau nanti Rasul berhalangan,
- maka yang menggantikannya adalah Abu
- Bakar. Ini dalam pandangan Suni tentu
- berbeda dengan pandangan Syiah ya.
- Ketika seorang wanita datang menghadap
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- lalu kata Rasulullah, "Ya, kembalilah
- kamu, nanti besok kamu kembali lagi."
- Lalu wanita itu bertanya, "Rasul, kalau
- saya kembali nanti enggak enggak
- mendapati engkau, lalu kepada siapa saya
- harus ee temu harus temui?" Siapa yang
- harus saya temui? Kata Rasulullah,
- "Temui Abu Bakar." Jadi nyuruhnya Abu
- Bakar bukan siapa-siapa.
- Jadi kembali ini adalah sebagai isyarat
- ya. Walaupun memang belum pasti seperti
- itu, tapi ini adalah yang dipahami oleh
- ulama Sunni. Nah.
- Nah, akhirnya [berdehem]
- fabu isa ila Abi Bakrin radhiallahu anh
- faja ba Umar tilka fas binas.
- Akhirnya diutuslah seseorang untuk
- menemui Rasulullah sallallahu eh untuk
- menemui Abu Bakar. Maka datanglah Abu
- Bakar.
- Abu Bakar datang itu setelah
- salat yang dipimpin oleh sahabat Umar
- radhiallahu anhu itu selesai. Kemudian
- sahabat Abu Bakar salat dan para sahabat
- pun ikut lagi salat lagi.
- Nah, ini dalam istilah fikih ini
- dikatakan iadah
- ya. Ini namanya iadah yang begini.
- Jadi para pendengar ee iadah itu boleh
- di semua salat mau salat subuh dan
- sebagainya ya dengan syarat ee salat
- yang kedua itu dilakukan dengan
- berjamaah. Kalau enggak berjamaah enggak
- boleh ya harus berjamaah. Apakah salat
- pertamanya dikerjakan secara berjamaah
- atau tidak? Ya, enggak jadi masalah.
- Tapi untuk salat yang keduanya harus
- dilakukan secara berjamaah. Ini namanya
- iadah. Jadi kalau antum misalkan
- pendengar nih ya datang sekarang ke
- masjid ya atau ada seseorang datang ke
- masjid terlambat setelah selesai salat
- berjamaah. Rupanya dia pengin berjamaah.
- Silakan Anda bangun temenin dia ya.
- temanin cuma satu kali yang ada itu
- bolehnya.
- Suatu hari ketika Rasulullah selesai
- salat, tiba-tiba datang seseorang yang
- terlambat. Lalu Rasul bersabda, "Ya ah
- man yatasaddaq ala hadza." Siapa yang
- mau bersedekah kepada saudara yang baru
- datang ini? Faqoma Abu Bakrin. Lalu
- sahabat Abu Bakar bangun. Abu Bakar
- kemudian nemenin orang itu salat. Jadi
- sahabat Abu Bakar salatnya dua kali. Ini
- namanya iadah. Mungkin Bapak-bapak
- pendengar pernah melihat entah di di
- sebagian ya daerah di Bogor, di Bekasi,
- bahkan di Jakarta. Ada yang kalau sudah
- salat zuhur itu kemudian eh kalau sudah
- salat Jumat itu kemudian salat lagi
- salat zuhur. Nah, itu juga sama iadah
- juga yang seperti itu ya. Ee tidak
- wajib, tidak wajib tapi boleh begitu
- bagus ya.
- Nah, [berdehem]
- Rasul juga pernah waktu melaksanakan
- ibadah haji itu selesai salat oleh
- Rasulullah dilihat ada dua orang di di
- sudut yang tidak ikut salat. Lalu
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bertanya, "Apa yang menghalangi kalian
- untuk turut salat bersama kami?" Jawab
- dua sahabat itu, "Kami sudah salat di
- tenda-tenda kami, Rasul." Katanya. Lalu
- Rasul bersabda, "Apabila kalian sudah
- salat di tenda kalian, kemudian kalian
- mendatangi majelis jemah." Nah, ini
- majelis jemah. Makanya yang keduanya
- harus jemah ya. Maka salatlah lagi
- kalian karena itu sunah bagi kalian.
- Artinya mendapatkan kesunahan
- berjamaahnya
- gitu ya. Ya, jadi salat yang keduanya
- ini jatuhnya sunah. Tapi walaupun
- jatuhnya sunah, tetap niatnya adalah
- niat fardu. Sebagaimana anak kecil ya
- itu walaupun dia tidak wajib salat fardu
- ya, ketika niat wajib niatnya mengatakan
- fardon lillahi taala.
- Nah, demikian ya jemaah rahimakumullah.
- Begitu sudah selesai salat Abu Bakar,
- waqala Abdullah bin Jamah. [berdehem]
- Kata Abdullah bin Jamah, Qar.
- Kemudian Umar berkata kepadaku, wah
- wallah maantu
- amartani
- illa an rasulallah amoni bidalik.
- Ya, kata Umar kepada Abdullah bin
- begini, "Celakalah kau ya. Apa yang
- telah kau lakukan wahai Abdullah bin
- Zam'ah? Demi Allah aku tidak menduga ya
- ketika engkau menyuruh aku menjadi imam
- melainkan itu perintah dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Ya walik ma shaitu. Seandainya aku tahu
- Rasul enggak nyuruh aku enggak akan mau
- katanya salat menjadi imam.
- Lalu apa kata sahabat ini? Kata sahabat
- Abdullah bin Jamah, Qlu wallahi ma
- amaroni Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam wakin hina lam ar aba Bakrin
- roaituka ahaqqu man hadah.
- Demi Allah kata Abdullah bin Zamah,
- memang Rasulullah tidak menyuruh aku,
- tidak menyuruh aku ya untuk apa namanya
- menjadikan engkau sebagai imam. Tetapi
- ketika aku tidak melihat Abu Bakar. Nah,
- perhatikan di sini Abdullah bin Jamah
- sendiri kalau di situ melihat ee Abu
- Bakar, dia akan nyuruh Abu Bakar.
- Jadi sudah maklum di kalangan sahabat
- gitu kalau Rasul berhalangan, yang jadi
- pengganti Rasul adalah Abu Bakar gitu.
- Hm.
- Ya, karena ee tetapi karena aku tidak
- melihat Abu Bakar dan menurutku
- engkaulah orang yang paling berhak untuk
- menjadi imam salat.
- Nah, di sinin ini makanya para ulama
- kemudian di antaranya Imam Syekh Abul
- Hasan al-Asy'ari
- ya itu beliau menyatakan bahwa sahabat
- Abu Bakar Siddiq ini adalah merupakan
- sahabat yang paling ngerti, paling alim.
- Karena apa? Ya ummul quum aqrauhum
- likitabillah. Rasulullah bersabda, "Yang
- menjadi imam adalah orang yang paling
- baik ya membaca kitabullahnya,
- Al-Qur'annya."
- Itu begitu kata Rasulullah, "Fain kanu
- fil qiroati sawa faamum bisunah." Kalau
- memang dalam hal membaca Al-Qur'annya
- sama, maka yang paling mengerti sunah.
- Fain kanu fati sawa faakbaruhum sinan.
- Kalau memang dalam hal sunah itu sama,
- maka yang paling tua usianya
- ya. Usia di sini adalah adalah ada usia
- Islam maksudnya ya seperti itu. Walaupun
- ada juga yang mengatakan memang usia
- usia fisiknya tapi yang paling kuat
- adalah usia Islamnya.
- Kemudian,
- nah dari dasar ini masalahnya seperti
- itu ya. Jadi Abu Bakar yang didahulukan.
- Nah, kalau Abu Bakar enggak ada barulah
- kemudian Sabat Umar. Begitu juga di
- kita. Maka yang menjadi imam adalah
- orang yang ngerti. Tapi kalau Imam
- Syafi'i mengatakan bukan orang yang
- paling bagus bacaan Qurannya atau paling
- banyak hafalannya, tapi orang yang
- paling mengerti fikih.
- Kenapa? Karena di kalangan sahabat
- setiap aqra itu mesti afqah ya. Para
- sahabat kalau aqra itu mesti afqah
- karena itu sudah dimaklumi di kalangan
- mereka itu ya. Ee sehingga kata Imam
- Syafi'i yang paling alim dulu ya, paling
- ngerti, paling ahli fikih. Karena salat
- itu sangat membutuhkan kepada kefakihan.
- Ya, imam kalau kalau enggak ngerti fikih
- repot. Sebab imam itu kadang-kadang
- batal, kadang-kadang lupa. Nah, kalau
- umpamanya batal si imam, apa yang harus
- dia lakukan? Ketika dia lupa apa yang
- harus dia lakukan? Kalau dia fakih,
- ngerti, dia tahu betul apa yang
- dilakukan. Tapi kalau bukan fakih ini
- akan membuat nantinya bingung umat.
- Itulah makanya oleh ee kata Imam
- Syafi'i, afqah itu yang lebih dulu orang
- alim, ya.
- [berdehem]
- Selanjutnya para jemaah rahimakumullah,
- di dalam riwayat lain Rasulullah
- menyebutkannya mengatakan ini la la yus
- linas illau abi Abi Quhafah. Tidak,
- tidak kata Rasulullah tidak menjadi imam
- kecuali Ibnu Abi Quhafah.
- Nah,
- waqal Aswad. Dan berkata al-aswad kunna
- aisyata radhiallahu anha.
- Kami berada di rumah bunda Aisyah
- radhiallahu anha. Fakarnal muah alah wal
- mufalha. Kemudian kami menyebut
- menyebutkan tentang kebiasaan. Siapa
- yang menjadi imam kalau Rasulullah
- berhalangan dan sekali lagi itu sudah
- maklum di kalangan para ee para sahabat.
- Bunda Aisyah kemudian berkata, "Lamma
- marid Nabiu shallallahu alaihi wasallam
- marad."
- Ketika Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sakit yang sakitnya itu
- menyebabkan kemudian mengantarkan kepada
- wafatnya beliau. Fahadisah.
- Lalu tibalah waktu salat. Dalam rat lain
- dikatakan ini salat isya.
- Fazana Bilal. Kemudian Bilal azan.
- Faqala. E lalu kemudian sesudah azan
- sahabat Abu Bakar Assiddiq kemudian
- menyuruh sahabat Bilal untuk menemui
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya
- agar ee memberitahu bahwa jemaah sudah
- menunggu untuk salat berjamaah. Ya,
- kalau di kampung ini kan suka selawatan.
- ini sudah lama selawatan Nabi kok enggak
- keluar-keluar gitu. Makanya
- diperintahlah Bilal, disuruhlah sa Bilal
- menemui Rasulullah.
- Dan ini juga menjadi bagian dari ajaran
- fikih dalam adab berjamaah.
- Apabila di satu masjid itu ada imam
- ratib. Rasulullah itu kan imam ratib itu
- ya.
- Apabila imam ratib itu berhalangan,
- dan perlu diketahui inilah imam yang
- paling utama ya, paling utama imam ratib
- dari siapapun.
- Jadi kalau di masjid itu ada imam ratib,
- tidak ada yang berhak menjadi imam ya
- dibandingkan dengan imam ratib. Karena
- imam ratib ini adalah imam yang sudah
- ditugaskan ditunjuk oleh pengurus.
- dan pengurus itu diangkat oleh
- masyarakat, maka imam ratib itu adalah
- merupakan kepercayaan
- masyarakat.
- Ya. Nah, sekarang a karena itulah tidak
- ada yang berhak menjadi imam di masjid
- tersebut ya selain imam ratib. Bukan
- berarti enggak boleh ada imam lain
- ya. Tapi ini hak Imam Ratib. Karena itu
- dialah yang paling utama jadi imam.
- Ya. Maka sekarang kalau imam ratib itu
- enggak ada,
- enggak dibenarkan kita ini langsung aja
- iqamat lalu menunjuk seseorang menjadi
- imam. Enggak betul itu ya. Apa yang
- harus dilakukan? Yang harus dilakukan
- lakukanlah seperti yang dilakukan oleh
- sahabat Abu Bakar nih. Kalau Rasulullah
- enggak jadi imam, apa Abu Bakar enggak
- bisa jadi imam? Apa sahabat-sahabat itu
- enggak bisa jadi imam? bisa mereka,
- tapi mereka enggak berani. Kenapa?
- Karena ada imam ratib.
- Karena itulah untuk memastikan imam
- ratib ini siap menjadi imam atau tidak,
- ditugaskanlah tuh Bilal untuk menemui
- Rasul. Begitu juga di kita kalau imam
- ratib enggak ada, maka jangan dulu
- iqamat. Suruh seseorang ke rumah atau ke
- tempat tinggal imam ratib. Kalau si Imam
- Ratib itu tempat tinggalnya tidak ee
- tempat tinggalnya tidak jauh dari masjid
- ya, tidak jauh dari masjid seperti ini
- Rasulullah.
- Tapi kalau dianggap jauh dari masjid
- maka enggak perlu ke rumahnya. Cukup
- menyuruh seseorang yang menjadi imam.
- Ya. Nah, sekarang kalau sudah pergi ke
- sana lalu kemudian kata Imam Ratib,
- "Suruh si Apulan yang menjadi imam, maka
- si fulan itulah yang jadi imam."
- Demikianlah Abu Bakar ketika Abu Bakar
- radhiallahu anhu ketika menyuruh sahabat
- Bilal ya nyampaikan kepada Rasulullah,
- kata Rasulullah, "Muru Aba Bakrin
- falyusolli binas."
- suruhlah Abu Bakar untuk menjadi imam
- salat.
- Tuh begitu. Karena itulah makanya
- bangunlah sahabat Abu Bakar. Ya. Maka
- ketika udah begitu sahabat Bilal,
- lalu Sayidah Aisyah kemudian berkata,
- "Ya Rasulullah, inna aba Bakrin rojulun
- asib qoma maqom kalam yastafi ayusli
- binas."
- Ya, wahai Rasulullah, Abu Bakar itu kan
- orangnya sangat sensitif, sangat perasa,
- sangat salut, e sangat halus, sangat
- lembut hatinya. Ya, dia tidak akan
- mungkin bisa berdiri di tempat di mana
- biasa, di situ biasa engkau berdiri dan
- dia itu tahu betul, ya, ketidakhadiranmu
- itu adalah karena ee engkau sedang
- sakit.
- Dan sakit bukan bukan sakit biasa. Ini
- sakitnya keras Rasulullah ya. Nah,
- enggak mungkin katanya sahabat Abu Bakar
- kuat. Lalu kata Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam begini. Suruh Abu Bakar
- ya falyusolli binnas. Suruh Abu Bakar
- menjadi imam.
- Akhirnya dua kali itu ya, Bunda Aisyah
- kemudian menemui ee madunya yaitu Siti
- Hafsah putrinya sahabat Umar. Hafsah,
- cobalah engkau ee yang bicara kepada
- Rasulullah
- siapa ee barangkali kalau engkau yang
- bicara didengar.
- Akhirnya Siti Hafsah bicara lagi kepada
- Rasul. Betul Rasulullah, Abu Bakar ini
- akan orangnya sangat perasa, sangat
- halus. Enggak akan sanggup dia berdiri
- di tempat di mana engkau berdiri. Ya, ee
- dan dia tahu engkau sakit, dia tidak
- akan sanggup membaca, memimpin salat,
- enggak akan sanggup.
- Lalu kata Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, innakumbu
- Yusuf muru aba Bakrin falyusol binas.
- Kamu itu seperti wanita-wanitanya
- seperti wanitanya Yusuf. Suruh Abu Bakar
- jadi imam.
- Nah, ini mungkin bagi-bagi kita itu
- kalimat tadi
- kamu seperti wanitanya Yusuf. Barangkali
- ya ya biasa aja udah ya kalimat tersebut
- enggak enggak begitu diperhatikan.
- Berbeda dengan ulama.
- Berbeda bagi ulama. Kenapa Rasulullah
- menyamakan Sayidah Aisyah ini dengan ee
- istrinya Yusuf?
- Kalau di orang mengatakan Umar itu
- seperti singa. Kenapa menyamakan Umar
- dengan singa? Itu karena ada ilatut
- tasbihnya.
- Sibut tasbih, wajhut tasbihnya ada titik
- persamaannya yaitu apa? Sama-sama
- berani.
- Nah, ya. [berdehem]
- Jadi kalau seseorang disamakan dengan
- orang lain, ini ada kesamaannya.
- Nah, kalau Siti Aisyah disamakan oleh
- Rasulullah dengan Siti Zulaikha nih,
- kesamaannya di mana?
- Itu yang menarik mereka. Makanya
- diperhatikan jemar Allah lah ini nih ya.
- Masalah ini pula
- ya yang menjadi antara lain ee menurut
- satu informasi yang menjadi sebab saya
- harus dikeluarkan, diberhentikan
- mengajar di satu majelis
- karena dianggap saya ini orang Syiah.
- Karena saya menyampaikan ini dari
- kacamata orang Syiah.
- Baik ya, para pendengar hadis
- silaturahim rahimakumullah. Coba kita
- perhatikan
- Bunda ee Nabiullah Yusuf alaihialatu
- wasalam
- itu adalah
- dirawat oleh keluarganya
- Ala-Aziz, raja Mesir ya.
- Nah, begitu sudah dewasa gantengnya luar
- biasa sampai istrinya raja ini terpincut
- enggak mampu menahan hasratnya.
- Maka dia mengajak selingkuh kepada Nabi
- Yusuf ketika suaminya tidak ada.
- Dan ini dijelaskan di dalam surat Yusuf
- ya.
- Nah, sampai akhirnya singkat ceritalah
- bahwa perbuatan ini jelas kesalahan
- daripada istrinya si raja atau Zulaha
- bukan kesalahan Nabi Yusuf ya.
- Nah,
- tentu saja
- berita ini menyebar ke mana-mana ya,
- menyebar ke mana-mana
- termasuk tentunya di kalangan para ee
- istri-istri pejabat.
- Nah, kalau zaman sekarang habis itu Siti
- Zulaho dibully ya oleh netizen ini. Wah,
- luar biasa sekali.
- Nah, karena itulah malu dalam pandangan
- mereka begini.
- Bagaimana mungkin seorang istri raja,
- istri raja itu pasti cantik? Enggak
- mungkin istri raja jelek tuh. Enggak
- mungkin. Istri raja itu cantik, jelita.
- Siti Zulahah kok bisa terpincut
- kepada pembantu, kepada budak
- ya?
- berapa sih seberapa sih gantengnya
- budak, seberapa sih gantengnya pembantu
- gitulah
- ya. Lalu seberapa sih tingginya
- pendidikan pembantu kalaupun
- berpendidikan setidaknya tuh dalam benak
- wanita-wanita pejabat itu seperti itu.
- Makanya luar biasa jadi omongan.
- Bayangkan coba. Malu kan Siti Zulaikhah.
- Tapi Siti Zulahah kan mungkin mengatakan
- begini, "Kalian bisa ngomong begitu
- karena kalian tidak tahu siapa Yusuf,
- kayak apa Yusuf." Dan memang
- mereka-mereka itu enggak pernah melihat
- Nabi Allah Yusuf.
- Oleh sebab itu, maka Siti Zulaikhah
- pengin membalas mereka.
- Karena itulah beliau kemudian mengundang
- mereka
- ya, menjamu mereka, ngundang makan. Nah,
- ini kan bagus sekali ngundang makan.
- Kalau kita habis taklim kemudian datang
- sese kata seorang bapak-bapak semuanya
- nanti habis taklim ke rumah saya ya di
- sana mau apa? Mau dikasih makan. Oh, itu
- perbuatan mulia. Itu perbuatan mulia
- sekali. Jadi apa yang dilakukan Siti
- Siti Zulaikha ini sangat luar biasa.
- Benar banget, mulia banget.
- Tapi bagaimana dengan tujuannya?
- Tujuannya enggak bagus
- karena dia pengin membalas ya
- perbuatan-perbuatan
- wanita-wanita pej atau istri-istri
- pejabat itu. Hm. Begitu diundang mereka
- sudah duduk semuanya.
- sebagai apa namanya?
- Makanan pembuka kali disediakan oleh
- beliau buah apel berikut pisaunya. Nah,
- ketika mereka sedang mengupas apel maka
- Siti Zulahah menyuruh Nabi Allah Yusuf
- untuk lewat di hadapan mereka. Lewatlah
- Nabi Yusuf.
- Begitu Nabi Allah Yusuf dan mereka
- melihat Allah menjelaskan dalam Alquran,
- falamma roinahu akbarnahu
- waqidahunnaillah
- bar in illa malakun karim.
- Ketika mereka wanita-wanita itu melihat
- Yusuf Akbarum mereka terpesona
- ya terpesona, terpukau
- melihat kegantengan Nabi Allah Yusuf
- ya.
- Begitu
- tampannya,
- begitu nikmatnya memandang wajah yang
- ganteng itu. Saking nikmatnya mereka
- memandang enggak terasa waqotna
- aidahunna. Mereka memotong-motong
- tangannya, mengiris-ngiris tangannya dan
- itu tidak terasa. Terus saja tangannya
- dia dia diiris-iris
- saking nikmatnya memandang ee Nabi
- Yusuf. Nah, wna has lillah ma basar in
- malakun karim. Alangkah sempurnanya,
- maha sempurnanya Allah. Ini bukan
- manusia tapi ini adalah malaikat yang
- mulia. Siti Zulaikhah melihat tangan
- mereka pada luka itu tersenyum,
- menyeringai, ya, senang hatinya.
- Lalu beliau mengatakan, "Ibu-ibu, ya,
- berhari bertahun-tahun saya tidak
- serumah dengan Yusuf.
- Setiap hari saya menyaksikan Yusuf pagi,
- siang, malam, kapanp saya bisa melihat
- Yusuf.
- Tapi alhamdulillah
- tidak satu pun jari saya yang terpotong,
- yang teriris
- ya. Tapi kalian baru satu kali melihat
- Yusuf, semua tangan kalian sudah
- terluka. Bagaimana jika kalian tiap hari
- melihat Yusuf seperti saya?
- Jadi [tertawa]
- karena itulah maka
- mereka memuji
- Siti Zulaiha
- bertahun-tahun bersama Yusuf itu apa
- namanya ee tidak melakukan apa-apa. Jadi
- wajar sekali menurut mereka kalau
- kemudian Siti Zulahah ini mengajak
- selingkuh. Sangat wajar, sangat wajar
- sekali bagi mereka. Karena mereka tidak
- sanggup, tidak akan tahan kalau memang
- harus berhari-hari bersama Yusuf. Satu
- kali aja melihat Yusuf sudah seperti
- itu.
- Nah, jadi sekali lagi perbuatan Siti
- Zulaikhah itu mulia, mau ngasih makan
- tapi tujuannya adalah tidak baik.
- Inilah pandangan orang Syiah
- ya. Pandangan orang Syiah.
- Perkataan Siti Zulahah yang eh Siti
- siapa namanya? Aisyah mengatakan bahwa
- Abu Bakar itu adalah sangat perasa,
- sangat halus, enggak akan kuat. Itu
- benar sekali. Siapapun akan membenarkan
- itu
- gitu ya. Tapi tujuan dia apa?
- Ah, ini menurut orang Syiah ini adalah
- merupakan kampanyenya dia suksesi.
- Jadi, tuan-tuan kalian semua nanti
- seolah-olah beliau mengatakan kalau
- Rasulullah tidak ada mungkin kalian akan
- mencalonkan si A, si B, si C untuk
- menjadi pengganti Rasulullah. Abu Bakar
- bukan siapa-siapa.
- Yang menyuruh mengganti beliau adalah
- Rasulullah sendiri. Ah. Nah, gitu ya.
- Padahal makanya beliaunya sendiri
- berkata begini di dalam apa namanya ee
- Sayidah Aisyahnya sendiri mengatakan
- wallahi ma illahiatuasali
- yaumu maomi rasulillah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi beliau demi Allah tidak
- ada kepentingan apa-apa ya pada diri
- saya ini melainkan saya khawatir ya.
- Saya enggak suka kalau nanti ada yang
- mencela manusia di awal dia menempati
- makamnya Rasul sallallahu alaihi
- wasallam atau menggantikan kedudukan
- Rasul setelah beliau wafat. Itu jadi
- saya sebagai orang Sunni yakin betul
- Siti Aisyah tidak punya arahan ke sana.
- Enggak ya.
- Walaupun secara politik
- sah-sah saja seorang anak kalau
- umpamanya menginginkan ayahnya menjadi
- seorang menjadi pengganti Rasul itu kan
- bukan hal yang terlarang dalam agama.
- Tidak, tidak terlarang ya. Tapi saya
- yakin Siti Taisah enggak ke sana
- arahnya. Nah, inilah makanya
- kebenciannya orang Syiah tuh seperti
- itu. Ini saya sampaikan kepada yang
- hadir di mana saya tahu yang hadir itu
- ada kiai, ada habaib, ada yang ada
- habaib si ada kiai ya usaha asatid nih.
- Saya ini berkata begini nih tuan-tuan.
- dengan orang Sah itu begini nih
- ya dalam menafsirkan ayat ini. Nah,
- sekarang kalau Anda bertemu dengan orang
- Syiah lalu berkata seperti ini orang
- Syiah apa jawaban Anda? Artinya silakan
- cari oleh Anda ya. Biar nanti dalam
- berargumentasi Anda sudah siap. Hmm.
- Punya argumen ya. Punya argumentasi. Ah,
- tapi sayang apa yang saya inginkan, yang
- saya maksudkan ya enggak enggak enggak
- tertangkap rupanya. Justru kemudian
- masuklah WA yang menyatakan bahwa Ahmad
- Jazuli itu Syiah.
- Ya, itu apa namanya ee sudah resiko dari
- ee orang yang menyampaikan kebenaran.
- Bagi saya orang mau ngecap saya mau
- Syiah, mau Suni, ya terserah.
- Alaisallahu biahkamil hakimin. Saya
- punya Tuhan yang paling bijak, Allah
- Subhanahu wa taala yang tahu isi hati
- saya. Ya,
- bagi orang-orang Suni sebenarnya ngerti.
- Di awal saya setiap mau mau pengajian
- selalu ya selalu ee kirim fatihah kepada
- alkulafaur rasyidin. Khulafur rasyidin
- itu kan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali.
- Enggak cuma kepada Ali saya kepada
- semuanya Abu Bakar, Umar, Utsman. Dan
- ini adalah kalau Anda ngerti ya pasti
- Anda akan mengatakan, "Oh, Jazuli bukan
- Syiah." Kenapa? Enggak mungkin orang
- Syiah kirim Fatihah mendoakan Abu Bakar,
- Umar, dan Utsman.
- Tapi ya sudahlah.
- Para pendengar hadiah silaturahim yang
- dirahmati Allah.
- Ee [berdehem]
- selanjutnya fakoroja Abu Bakrin
- fawajadan Nabi
- Nabi sallallahu alaihi wasallam fi nafsi
- khifah. Lalu Abu Bakar kemudian ya masuk
- ke dalam mimbar, ke dalam apa? mihrab.
- salat takbir. Nah, begitu sa Abu Bakar
- sudah mulai salat ya, Rasulullah
- merasakan dalam dirinya ada keringanan,
- merasa enakan.
- Karena itulah maka Rasulullah kemudian
- minta kepada sahabat Ali dan Abbas dalam
- riwayat lain Fadl bin Abbas untuk
- membawa beliau ke pengimaman. Dipapah
- oleh dua orang. Nah, ya.
- Nah, begitu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dipapah menuju pengimaman, maka
- para sahabat memberi isyarat kepada
- sahabat Abu Bakar Assiddiq radhiallahu
- anh. Ya, memberitahulah.
- Makanya sahabat Abu Bakar kemudian
- nengok.
- Begitu Abu Bakar nengok ya melihat
- Rasulullah sedang menuju pengimaman
- maka sahabat Abu Bakar itu faar Abu Bakr
- ayat taak mau mundur Abu Bakar itu ya
- begitu mau mundur faaiin
- mak maka Rasulullah mengisyaratkan tetap
- di tempatmu.
- Nah, di sini para pendengar nih bedanya
- mungkin saya dengan Ustaz Abul Hidayat.
- Ustaz Abul Hidayat pernah ditanya
- tentang
- ee eh Adi Hidayat bukan Abul Hidayat.
- Adi Hidayat. Maaf ya.
- Ustaz Adi Hidayat ditanya tentang
- bagaimana
- bolehkah kalau berselawat kepada Nabi
- dan keluarga Nabi sebaiknya menambahkan
- kata sayidina atau tidak? Maka beliau
- kemudian membacakan hadisnya
- bahwa pernah ada seseorang bertanya
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, "Ya Rasulullah,
- alika wahai Rasulullah, bagaimana kami
- berselawat kepadamu di dalam salat?
- Artinya kalau di luar salat kami sudah
- tahu. Cuma ini masalahnya kalau apa
- namanya di dalam salat ya. Nah, seperti
- [berdehem] itu. Lalu beliau ini ee
- mengatakan lalu Rasulullah diam.
- Ya, setelah itu kemudian Rasulullah
- kemudian Rasulullah mengatakan, "Qulu
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad kama shita ala ala Ibrahim
- innahu hamid majid wabarik ala Muhammad
- wa ala ali Muhammad kama barokta ala
- Ibrahim innahu hamidun majid." Dalam
- riwayat lain, Allahumma sholli ala
- Muhammad wa ala ali Muhammad kama sholli
- ta ala alirahim. Wabarik ala Muhammad wa
- ala ali Muhammad kama barokta ala Ali
- Ibrahim. Ya. Jadi dua riwayat ini
- dua-duanya sama, tidak menggunakan kata
- sayidina. Hm. Nah, kenapa sekarang ya ee
- [berdehem]
- ee orang kok membaca sayidina? Kenapa
- enggak baca Sayidina? Karena menurut
- beliau bahwa tidak boleh kita ini
- mengagungkan, memuliakan, menghormati
- siapapun ya siapapun di dalam salat
- selain Allah. Itu enggak boleh. Hanya
- Allah saja termasuk kepada Nabi Muhammad
- gitu. Jadi kalau menambahkan Sayidina
- itu namanya mengagungkan, memuliakan
- makhluk yaitu Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Di dalam salat hanya
- Allah saja. Dan itu adalah sah namanya
- pendapat ya. Cuma sekarang
- pertanyaannya, apakah sahabat Abu Bakar
- Assiddiq ketika beliau tahu Rasulullah
- mau masuk lalu beliau mundur? Itu bukan
- takzim
- apa? Itu bukan takrim. Takrim ya. Tahrim
- dari sahabat Abu Bakar. Jelas Abu Bakar
- ini menghormati Rasulullah dan dia tidak
- mau menjadi imam kalau Rasulullah
- menjadi makmum.
- Ini adalah takzimnya Abu Bakar. Enggak
- jadi masalah. Boleh kita karena Nabi
- Muhammad memiliki azomah sebagaimana
- Allah memiliki azomah. Jadi Allah dan
- azomah dan Rasulullah sama-sama punya
- azomah. Cuma azomahnya Allah dengan
- Rasulullah itu tidak sama. Ini adomahnya
- makhluk sedangkan ini azomahnya khaliq.
- Jangan samakan azomah makhluk dengan
- adomah khaliq.
- Ini adalah perbandingan yang keliru
- kalau kita membandingkan makhluk dengan
- khaliq
- gitu ya. Jadi jemah Allah
- maka dari itu di kalangan ulama-ulama,
- kiai-kiai NU itu tetap membaca Allahumma
- sholli ala sayyidina walaupun di dalam
- salat. Karena Abu Bakar pun takzim
- takrim takrim kepada Rasul. Padahal
- beliau di waktu itu adalah sudah takbir,
- sudah salat.
- Nah, lalu kemudian Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam berdiri eh duduk ya
- sebelah kanan Abu Bakar sebelah kirinya.
- Nah, sesudah itu kemudian
- eh
- jal
- nabiallahu alaihi wasallam yusli wau
- bakrin yushi wasuna bati Abi Bakrin.
- Rasulullah kemudian duduk di sebelah
- kanannya Abu Bakar lalu beliau takbir.
- Lalu sahabat Abu Bakar salat mengikuti
- salatnya Nabi dan para sahabat mengikuti
- salatnya Abu Bakar.
- Para jemaah rahimahullah, di dalam ee
- aturan atau adab ee salat berjamaah,
- tidak diwajibkan takbirnya makmum harus
- ee lebih lebih belakang atau takbir imam
- harus lebih dulu dari takbirnya makmum.
- Tidak ya sah seorang makmum ya ma
- berjamaah walaupun takbirnya makmum itu
- lebih duluan. Nah ini sahabat Abu Bakar
- ya. Sahabat Abu Bakar Assiddiq sudah
- salat.
- Begitu melihat Rasul menjadi imam beliau
- berhenti lalu makmum kepada Rasul.
- Diperbolehkan.
- Bapak nih lagi mau salat zuhur nungguin
- imamnya enggak datang-datang. Akhirnya
- udahlah qat aja sendiri lalu salat
- sendiri. Ah begitu lagi salat datang tuh
- imam. Maka Bapak tidak perlu membatalkan
- salatnya langsung makmum kepada imam
- yang baru tadi dengan syarat si makmum
- belum ruku.
- Ya, sahabat Abu Bakarnya Abu Bakar belum
- ruku waktu itu ya. langsung kalau sudah
- ruku ya enggak bisa. Karena syaratnya
- makmum itu rakaatnya tidak lebih banyak
- daripada rakaat imam ya. Jadi tinggal
- makmum aja langsung kepada ee imam
- seperti Rasul ee Abu Bakar langsung
- makmum kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Lalu kemudian bagaimana
- dengan sahabat yang lainnya kok makmum e
- salat mengikuti Abu Bakar? Bukan berarti
- mereka itu makmum kepada Abu Bakar.
- Tidak ya. Mereka tetap makmumnya kepada
- Rasulullah. Hanya gerak mereka ngikuti
- Abu Bakar. Kenapa ngikuti Abu Bakar?
- Karena Abu Bakar saat itu adalah
- berfungsi sebagai mubalig, bertugas
- sebagai mubalig atau musmi. Yakni orang
- yang menyampaikan suara imam kepada
- makmum. Rasulullah saat itu kan lagi
- sakit, lemah suaranya, tidak terdengar
- oleh makmum. Nah, karena tidak terdengar
- maka suara takbir Rasulullah disampaikan
- oleh Abu Bakar. Jadi kalau Rasulullah
- misalnya ruku, Allahu Akbar pelan enggak
- kedengaran oleh yang lain. Sahabat Abu
- Bakar yang mengeraskan Allahu
- Akbar. Nah, jadi semua seolah-olah
- ngikuti Abu Bakar.
- ya, seolah-olah makmumnya ke Abu Bakar.
- Tidak, mereka makmumnya kepada Rasul
- tapi gerak dan lain sebagainya ngikuti
- aba-aba atau ee suara dari Abu Bakar
- Assiddiq. Karena pada saat itu Abu Bakar
- juga berfungsi bukan sebagai imam tapi
- seperti imam buat makmum yang lainnya.
- Nah, karena itu para pendengar radio
- silaturahim rahimakumullah sekarang ya
- mubalig itu perlu ada
- ya perlu ada diperlukan tapi tidak
- selalu diperlukan.
- Kapan mubalig itu diperlukan? Mubalig
- itu diperlukan kalau suara imam tidak
- terdengar.
- Apakah sebelum Rasulullah sakit pernah
- ada mubaligh? Tidak.
- Ya, tidak ada ceritanya bahwa sahabat
- Abu Bakar mengeraskan suaranya setiap
- salat berjamaah bersa Rasul. Tidak.
- Kapan itu terjadinya? Ketika Rasulullah
- sakit saja. Kalau hari-hari sebelumnya
- tidak pernah ada mubalig. Itu artinya
- berarti mubalig itu dibutuhkan
- kalau suara imam tidak terdengar oleh
- makmum. lah kalau suara imamnya sendiri
- sudah terdengar, lalu apa fungsi dari
- mubaligh? Enggak ada,
- enggak dibutuhkan.
- Nah, Bapak-bapak dan Saudara perhatikan
- kiai-kiai di Jawa ya. Di Jawa di kita
- ini, di Indonesia ini, apakah mereka
- enggak ngerti tentang mubalig ini?
- Ngerti betul. Lalu kenapa enggak pernah
- di kita ada mubalig? Karena menurut
- mereka betul dalam memahami ee agama
- ini, mubal mubalig itu diperlukan kalau
- suara imam tidak terdengar makmum.
- Sedangkan selama ini suara imam selalu
- terdengar. Oleh sebab itu enggak
- dibutuhkan adanya mubalig.
- Jangan karena Anda kemudian pergi haji,
- pergi umrah, selalu di Makkah, di
- Madinah itu ada mubalignya. Lalu
- kemudian diterapkan di kita.
- itu sebenarnya ee apa namanya? Kelirulah
- Anda seperti itu ya. Ee [berdehem]
- enggak semua yang datang dari Makkah
- Madinah itu adalah benar, harus diikuti.
- Tidak, tidak semuanya yang harus kita
- ikuti kalau sesuai dengan ilmu.
- Sesuai ilmunya. Kalau umpamanya tidak
- sesuai, tidak perlu di kita ikuti ya.
- Tidak semua sekali lagi yang kita temui
- di Makkah dan Madinah itu adalah bisa
- dijadikan contoh di kita. Tidak benar
- yang seperti itu jemah rahim Allah. Nah,
- [berdehem] tapi juga ya biarkan itu
- punya pendapat bahwa mubalig sejak itu
- boleh dilakukan enggak jadi masalah. Ya.
- Jadi kata Imam Syafi'i, sesuatu yang
- pernah dilakukan
- walaupun cuma satu kali itu boleh
- diterapkan selamanya ya enggak ada
- masalah gitu ya. Baik para pendengar ee
- Radio Silaturahim yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala.
- Nah, demikianlah selanjutnya yang
- terakhir bisa kita petik juga pelajaran
- itu Rasulullah walaupun dalam keadaan
- sakit keras tapi beliau tetap
- melaksanakan salat berjamaah.
- Yang kita ini kadang-kadang masyaallah
- sehat aja berjamaah ini. H ya berat
- sekali Rasulullah untuk berjamaah itu
- sampai dipapah saudara ya. Hadi dipap.
- Dan yang terakhir kita lihat yang mapah
- yaitu Sayidina Ali dan Fadl bin Abbas
- atau Abbas ya. Itu berarti dia ini sudah
- merencanakan tidak salat berjamaah
- ya. Tidak salat tidak merencanakan tidak
- salat berjamaah. Karena apa? Nungguin
- Rasulullah. Begitu Rasulullah merasa
- ringan minta diantar baru diantar dan
- baru berjamaah. Kalau Rasul enggak minta
- diantar ke pengimaman, berarti Sayidina
- Ali dan Fadl enggak akan berjamaah di
- masjid. Artinya di sini, Saudara
- ya, orang yang sedang apa namanya?
- mengkhawatirkan keselamatan jiwanya.
- Baik jiwa dirinya sendiri, jiwa orang
- lain yang menjadi tanggung jawabnya, ya
- seperti nungguin orang sakit, maka orang
- ini boleh tidak salat berjamaah, tidak
- pula salat Jumat. Ya, apa yang
- dikhawatirkan keselamatan entah itu jiwa
- ataupun harta. Ya, orang takut kalau
- berjamaah harta dia akan musnah. Ya,
- boleh enggak salat berjamaah atau harta
- orang lain yang menjadi tanggung
- jawabnya seperti para satpam
- yang menjaga perusahaan,
- menjaga pabrik atau para karyawan di
- sebuah apa nam perusahaan apa nam
- tekstil yang dia punya tugas untuk
- menjaga apa namanya mesin itu apa
- namanya ee jarumnya ya. Sebab itu harus
- terus dijaga oleh dia ya. enggak boleh
- ditinggalkan. Maka boleh dia tidak salat
- berjamaah, tidak pula salat Jumat. Ya,
- jadi Islam itu tidak hitam putih
- rahimullah. Ya, barangkali itulah di
- antara hikmah yang bisa kita peroleh
- dari sakitnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Sehingga apa kata
- Rasulullah? Hayati khairul lakum wamati
- khair lakum. Hidupku baik buat kamu,
- matiku juga baik buat kamu. Bahkan
- sakitnya Rasul saja
- apa ee mengeluarkan bisa menimbulkan
- hikmah, menimbulkan apa namanya maslahah
- yang luar biasa buat kita ya. Nah,
- demikian yang bisa sampaikan ee sore
- ini. Mudah-mudahan besar manfaatnya buat
- saya dan buat para pendengar. Wallahuam.
- Baikwat
- sama-sama simak tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Zazuli Kholil membahas tema
- mengenai wafatnya Rasulullah dan
- khulafur rasyidin dan juga subtemanya
- perintah Rasulullah kepada Abu Bakar
- untuk menjadi imam salat. Ini sudah
- banyak ustaz yang telah masuk di
- WhatsApp Rasil. Kita langsung saja atau
- bagaimana Pak Ustaz?
- 5 menit aja deh.
- Kenapa, Ustaz?
- 5 menit ini dulu
- kita jadi dulu ya. Oke. Baik. Kita jadi
- duluan dan nanti setelah jeda kita akan
- bacakan WhatsApp-watsapp yang telah
- masuk. Tetap bersama kami.
- Masih bersama kami ikhwan akhwat di
- acara tausiah sore bersama Ustaz Ahmad
- Zuli Kholil membahas tema mengenai
- perintah Rasulullah kepada Abu Bakar
- untuk menjadi imam salat. Sudah banyak
- yang masuk di WhatsApp berhasil yang
- menyapa maupun yang bertanya. Ini yang
- setelah masuk saya bacakan beberapa yang
- menyapa kita di hari ini. Ada Bapak
- Muhammad di Jakarta sedang menyimak
- melalui streaming di YouTube ya eh
- melalui streaming ya di streaming e
- radio Rasil juga. Bapak Baron, Pak Mul
- Henri juga melalui YouTube, Pak Abdullah
- Khiq juga nih ada Bapak
- Arwin ya sedang menyimak ada juga Bu
- Ani, Ibu Ani Cani Hudaifah ada Ibu Alya
- Yahya, Ibu Pina Santika, Bapak Rahman
- dan masih banyak lagi. Ini yang pertama
- yang bertanya saya bacakan Ustaz.
- Pertanyaan yang masuk dari
- [berdehem]
- ee sebentar
- di Bapak Raya di Depok, Ustaz ya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ini saya mau bertanya mengenai waktu
- salat ini, Pak Ustaz. Karena banyak di
- antara kita ada yang menganggap waktu
- salat panjang, makanya jadi
- menunda-nunda waktu salat. Tetapi kalau
- di Makkah atau Madinah, begitu waktu
- salat masuk, semua kegiatan dihentikan
- dan langsung berbondong-bondong
- melakukan salat dan ke masjid gitu ya.
- Tolong dijelaskan, Pak Ustaz, tentang
- waktu salat ini agar kita semua begitu
- waktu salat masuk bergegas menuju
- masjid. Demikian, Pak Ustaz.
- Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim.
- waktu salat itu
- ya untuk tiap-tiap salatnya
- selama belum masuk waktu salat
- berikutnya, waktu salat ee apa namanya
- sebelumnya itu masih ee ada misalnya
- magrib ya. He
- katakanlah magrib itu jam .00 kemudian
- Isya jam .00
- Maka selama belum ee selama belum masuk
- jam .00 waktu magrib masih ada. Artinya
- kalau kita salat misalnya 0.30
- itu kita masih pada waktunya.
- Salat subuh umpamanya jam .00 katakanlah
- Isya jam jam .00 tadi kita salat Isya
- jam 09.00 jam 12.00 itu masih dikatakan
- salat pada waktunya
- ya. Jadi boleh enggak apa-apaak.
- Cuma yang utama mengerjakan salat itu di
- awal waktu. Heeh.
- Dan yang dimaksud awal waktu itu bukan
- berarti pas sudah azan langsung itu awal
- waktu di situ. Enggak begitu.
- Al awal waktu itu kan ada apa namanya
- batasnya ya. He
- yaitu adalah pada waktu di mana waktu
- itu kita ee cukup melaksanakan satu
- taharah.
- Iya.
- Kedua adalah menutup aurat. Ketiga azan.
- Keempatnya iqamat. Azan misalkan berapa
- menit?
- Hm.
- Katakanlah 10 menit ya azan. Jadi ini
- magrib saya buat jam .00 lah ya. Jam .00
- azan 10 menit.
- Iqamat berapa menit?
- Misalnya iqamat itu 5 ee 5 menit gitu
- ya. Nah, kemudian ee wudu berapa menit
- ya? Ee 3 menit misalnya berarti sudah
- 18. Menutup aurat pakai sarung, pakai
- kain berapa menit? Taruhlah 3 menit. 21
- menit ya berarti. E kemudian salat sunah
- qobliah itu berapa menit? 5 menit
- berarti 26.
- Maka dari jam 0.00 sampai jam 20 eh jam
- 06.26
- itu namanya awal waktu.
- H.
- Jadi awal waktu itu bukan begitu sudah
- azan langsung pada saat itu. Betul itu.
- Tetapi bukan cuma di situ. Selama ya
- dari selama belum melewati 26 menit dari
- waktu pertama. Nah, kita kita masih
- berada di awal waktu. Itu satu
- ya. Kemudian yang berikutnya sekarang
- ee kalau di kita suka menunda-nunda
- ya, nah itu jangan kita tiru ya, tetapi
- jangan kita salahkan.
- Karena yang menunda juga boleh jadi itu
- karena apa namanya? ada sesuatu yang
- mengharuskan dia menunda ya. Tapi yang
- jelas kalau dia mengerjakan masih pada
- waktunya itu tidak disalahkan. Cuma dia
- telah meninggalkan kesunahan.
- Ya.
- Lalu kemudian sekarang kalau di kita
- suka menunda-nunda. Kalau di Makkah, di
- Madinah itu begitu kumandang azan
- langsung berbondong-bondong ke masjid.
- Apakah itu memang di setiap waktu
- seperti itu?
- Apakah ini di waktu kita di sana saja?
- Kita juga enggak tahu masalah itu ya.
- Yang dekat dengan Masjidil Haram, dengan
- Masjid Nabawi. Iya. Tapi di
- masjid-masjid yang lainnya ya Makkah itu
- kan enggak cuma Masjidil Haram saja,
- banyak masjid-masjid lainnya. Apakah
- seperti itu atau tidak, kita juga tidak
- tahu persis masalah itu. Tapi yang jelas
- adalah yang paling baik mengerjakan
- salat memang di awal waktu dan dengan
- salat berjamaah
- gitu ya. Berjamaah. Perlu diketahui juga
- keutamaan itu ada tiga, Pak. Satu
- keutamaan yang kaitannya dengan ainul
- ibadah yaitu berjamaah. Kedua, keutamaan
- yang berkaitan dengan waktu ibadah.
- Ketiga, keutamaan yang berkaitan dengan
- tempat ibadah. Keutamaan yang berkaitan
- dengan ibadahnya lebih utama dari
- keutamaan yang berkaitan dengan waktu.
- Misalnya begini, kalau saya salat
- berjamaah zuhur itu dilakukannya jam
- .00.
- Hm.
- Ya. Tapi kalau jam .00 berarti kan
- enggak di awal waktu. Kalau saya
- mengerjakannya di awal waktu enggak
- berjamaah, mana yang lebih baik? Jam .00
- dengan berjamaah lebih baik daripada di
- awal waktu tapi tidak berjamaah. Itu
- namanya keutamaan yang berkaitan dengan
- ainul ibadah.
- Lebih utama dari keutamaan yang
- berkaitan dengan awal dengan ee waktu
- ibadah.
- Waktu ibadah. Kemudian kalau saya
- salatnya ee di awal waktu ya,
- dikerjakannya di rumah. Tapi kalau
- umpamanya dia kalau mengerjakannya
- ee di masjid, saya sudah di
- tengah-tengah waktu. Kalau di rumah
- mengerjakannya bisa salat zuhur di awal
- waktu. Tapi kalau maunya di masjid
- sendirian ya, di masjid itu di awal
- waktu. Mana yang lebih baik? Eh, di di
- tengah-tengah waktu. Misalnya salat
- zuhurnya jam jam .00 misalnya gitu, maka
- lebih baik di rumah di awal waktu
- daripada di masjid, tapi di pertengahan
- atau di akhir waktu. Jadi keutamaan yang
- berkaitan dengan ainul ibadah lebih
- utama dari keutamaan yang berkaitan
- dengan waktu ibadah. Keutamaan yang
- berhubungan dengan waktu ibadah lebih
- utama daripada keutamaan yang
- berhubungan dengan tempat ibadah.
- Wallahuam. Masyaallah. Jelas ya. Pak
- Raya di Depok. Selanjutnya kita beralih
- ke pertanyaan dari Bapak Rahman. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. [berdehem]
- Ustaz, sebutan imam ratib dalam salat
- itu apa sama dengan imam ratib yang
- pimpin bacaan ratib al-Hadad atau
- Al-Attas? Pak Ustaz, mohon penjelasan.
- Demikian.
- Baik. Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Ratib itu artinya rutin ya. rutin. Jadi
- kalau ada ratib al-Haddad, ratib
- al-Attas itu adalah zikir yang rutin
- dibaca oleh imam, oleh Habib Abdullah
- bin Alawi Alhaddad. Ratib Al-Attas
- adalah zikir yang rutin dibaca oleh
- Habib Abdurah Umar bin Abdurrahman
- Al-Attas gitu ya. Nah, ini maksudnya
- imam ratib adalah imam yang sudah
- dipilih oleh pengurus untuk rutin
- menjadi imam di masjid itu, gitu.
- Nah, jadi misalnya Masjid Aol Masjid
- Al-Hidayah,
- pengurusnya sudah memilih ya seseorang
- untuk menjadi imam rutin di masjid itu.
- Nah, itulah yang dimaksud dengan imam
- ratib gitu. Artinya imam yang rutin
- menjadi imam di situ karena sudah
- menjadi tugas ya di Masjidil Haram rutin
- habis magrib malam ini magrib dengan
- isya imamnya adalah syekh ini. Nanti
- besoknya ganti lagi Syekh ini. Nah itu
- namanya imam ratib. Jadi kalau umpamanya
- nih malam Senin itu Habib Ibrahim Asurem
- malam Senin magrib dengan isyanya enggak
- yang paling yang berhak jadi imam ya
- beliau
- H
- walaupun ada Abdurrahman Sudes ada siapa
- enggak enggak berhak jadi imam pada
- malam itu. Tapi kalau malam Selasa
- misalnya yang men yang sudah ditugaskan
- itu Abdurrahman Sudes, maka Ibrahim Suim
- tidak berhak malam Selasa menjadi imam
- kecuali Abdurrahman Sudesnya enggak ada
- gitu ya. Wallahualam. Itu yang dimaksud
- dengan ratib
- rutin gitu ya. Baik dari Bapak Pian di
- Cimenteng Sukabumi. Ustaz asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya mau bertanya mengenai salat salat
- berjamaah Pak Ustaz. Apakah harus rapi
- misalkan dengan rapatkan kaki dan kaki
- begitu ataukah acak-acakan gimana, Pak
- Ustaz? Contohnya yang Rasul contohkan.
- Demikian.
- Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Dalam adab berjamaah di antaranya ya
- satu imam ee si makmum sudah membentuk
- barisan sebelum imam memasuki
- apa namanya? Pengimaman. Jadi ketika
- iqamat tuh para sahabat Nabi dulu kalau
- udah ee muadin itu berdiri Allahu Akbar,
- Allahu Akbar gitu ya. Lah itu para
- sahabat langsung membentuk barisan.
- Hm.
- Membentuk barisan ya sebelum imam masuk
- ke pengimaman. Mereka sudah rapi.
- H. Nah, kemudian kata Sabat Ibnu Abbas
- itu ee kami ini ya kaki kami
- masing-masing tumit kami ini berdempetan
- nempel dengan tumit ee saudara kami yang
- ada di sebelah kanan kiri. Begitu juga
- bahu kami ya. Bahunya sama menempel.
- Karena itu di dalam salat disunahkan
- dalam salat itu
- posisi atau jarak kaki kanan dengan kaki
- kiri kira-kira satu jengkal.
- Karena lebarnya bahu manusia ini adalah
- ee selebar dua kaki ditambah satu
- jengkal. Sehingga nanti kalau tum kalau
- tumitnya atau kakinya nempel, bahunya
- juga nempel. Seperti itulah di zaman
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, tidak acak-acakan ya, tidak
- acak-acakan. Tapi sekarang kalau
- umpamanya acak-acakan bagaimana? Nah,
- mengenai acak-acakannya ini ya dalam
- ilmu fikih kalau saf pertama belum
- penuh, kita sudah membentuk saf kedua,
- maka saf kedua ini tidak mendapatkan
- pahala berjamaah.
- Karena itu ee penuhi dulu saf pertama
- ya,
- baru kemudian saf kedua. Kalau saf kada
- sudah penuh baru membentuk saf ketiga.
- Aturannya adalah seperti itu. Sebenarnya
- banyak sekali ya adab salat berjamaah
- ini. Di antaranya itu adalah sesuai
- dengan yang ditanyakan. Wallahuam.
- Ustaz yang ter ustaz ya. Yang terakhir
- Ustaz ya dari Bapak Baron.
- Baron Batawi ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz selawat apa yang paling Nabi
- sukai? Terus bagaimana dengan selawat
- Jibril yang tidak pakai sayidina?
- Bolehkah kita amalkan selawat tersebut,
- Pak Ustaz? Mohon pencerahannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Nabi ini kan ketika ditanya ya ee untuk
- berselawat, maka Nabi mengucapkannya
- selawat ibrahimiah. Itu menunjukkan
- selawat yang paling baik.
- Ya, selawat yang paling baik adalah
- yaitu selawat Ibrahimiah. Kama shaita
- ala Ibrahim waa alirahim. Nah, mengenai
- nanti Anda mau nambahin sayidina atau
- tidak itu terserah Anda, ya. Terserah
- Anda. Enggak ada sayidina juga adalah
- tetap namanya selawat Ibrahimiah. Ada
- sayidina juga namanya selawat
- Ibrahimiyah. Kemudian boleh enggak
- mengamalkan selawat Jibril yang ada pada
- Sayidina? Ya boleh enggak apa-apa.
- Ya, Allahumma sholli ala Muhammad
- sallallahu ala Muhammad. Ya, enggak
- apa-apa ya. Cuma kalau menurut ulama
- ahli sunah itu apa namanya? Kita ini
- suul adab, kurang-kurang hormatlah
- kepada Rasul ya dengan menyebut namanya
- saja gitu. Kayaknya kurang pantas. Wong
- Allah saja dalam Al-Qur'an enggak apa
- namanya selalu menyebutkan ee kata
- gelarnya seperti annabi, arras enggak
- langsung Muhammad saja. Kalaupun
- disebutkan nama Muhammad di belakangnya
- ditambahin kata Rasulullah atau
- Nabiullah itu begitu. Allahumma shalli
- ala Muhammad Rasulillah misalnya gitu
- ya. Iya.
- Nah, itu seperti itu. Tapi kalaupun
- umpamanya
- ee enggak baca sayidina ya enggak
- apa-apa juga. Cuma tadi itulah ya kalau
- menurut kami itu kurang adablah kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Barangkali begitu ya Pak Baron ee
- Jakarta.
- Akhirnya marilah kita memohon kepada
- Allah
- semoga Allah Subhanahu wa taala
- panjangkan umur kita dalam taat
- kepadanya. Allah bimbing hati kita ke
- jalan yang diridai dan dicintainya.
- Allah hiasi hati kita dengan akhlak yang
- mulia. Allah bersihkan hati kita dari
- akhlak yang hina. Allah limpahkan
- rahmat, taufik, dan hidayah kepada kita,
- anak cucu kita. Sehingga selama hidup
- kita istikamah menjalankan perintahnya,
- menj larangannya dan manakala wafat,
- Allah wafatkan kita semua dalam keadaan
- husnul khatimah.
- akarahid
- muhammadin
- wasamhamdulillahabbilamin.
- Dan terakhir, terima kasih saya ucapkan
- kepada para apa namanya donatur yang
- telah me apa namanya telah menghibahkan
- atau mendonasikan telah menginfakkan
- donasinya untuk pembangunan pesantren ee
- kami. Karena itu juga saya kembali
- mengajak kepada para pendengar, para
- pemirsa ee bagi yang mau berinvestasi
- ukhrawi ya silakan mau berupa apa
- namanya bahan material atau berupa dana
- dan insyaallah nanti selama ee bangunan
- pondok pesantren yang sedang saya bangun
- ini ada ya pahalanya akan terus mengalir
- baik atas nama diri sendiri atau atas
- nama orang tua kita yang masih hidup
- maupun yang sudah wafat. Dan insyaallah
- itu akan berguna sekali dan itulah yang
- paling bermanfaat buat mereka yang sudah
- tidak ada di dunia ini. Ya, demikian
- lebih kurangnya mohon maaf.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian iman akhwat
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil membahas tema mengenai wafatnya
- Rasulullah dan juga khulafur rasyidin
- dengan subtemanya perintah Rasulullah
- kepada Abu Bakar untuk menjadi imam
- salat. Semoga apa yang disampaikan
- banyak manfaat untuk semuanya. Saya yang
- bertugas Pak Haremani Neza dan juga
- Yusuf Subamit. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- ustaz. Terima kasih banyak Ustaz.