Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan katan
- thyiban barokan fih kama yuhibuna waard.
- Allahumma shi wasallim wabarik ala
- sayidina Muhammadin waa ali sayidina
- Muhammad. masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibur Bekasi. Radio Silaturahim dan juga
- Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah.
- Senang sekali di kesempatan pagi hari
- ini ee Senin pagi ya, kita bisa
- menjumpai ikhwan akhwat dalam program
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama guru kita Ustaz Husein
- Alatas. Ini untuk edisi 26 Jumadil Awal
- ya, 1447 JJ bertepatan juga dengan 17
- November
- 2025. Alhamdulillah Iwan akhwat semoga
- di kesempatan pagi hari ini Iwan Watat
- selalu dalam keadaan baik, dalam keadaan
- sehat dan dalam lindungan Allah
- subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal
- alamin. Tidak lupa bagianawat yang saat
- ini tengah diuji sakit, kita doakan
- semoga diberikan kesembuhan yang
- sempurna oleh Allah dan sakitnya menjadi
- kafarat untuk dosa-dosanya. Amin. Amin
- ya rabbal alamin. Alhamdulillah telah
- hadir guru kita Ustaz Husein.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya.
- Alhamdulillah.
- Baik, untuk mengawali pertemuan ini kami
- persilakan kepada Ustaz untuk ee membuka
- dengan al-Fatihah dan dilanjutkan dengan
- renungannya. Kami persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- wad
- in
- amin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan
- katsir thayyiban mubarokan fi kama
- yuhibbu rabbuna waard.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina wa nabina
- Muhammadin wa alih thyibin wasohabatihil
- guril mayamin
- wasairina ala nahjihil qawim ila
- yaumiddin
- subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim
- Allahumma minika rahma waimna
- allahumma atina
- minika rahma waimna minadunka ilman nafi
- wna bimaambanaidna
- ilman
- walhikna bisih
- amma ba'du ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah
- semoga Allah subhanahu wa taala membuka
- pintu rahmat nikmat yang seluas-luasnya
- bagi kita semua.
- Allah Subhanahu wa taala tunjukkan kita
- ke jalan yang Allah ridainya.
- Tentramkan hati kita pada jalan
- tersebut. Begitu pula keluarga,
- saudara-saudari
- yang kita cintai, seluruh kaum mukminin
- dan mukminat
- secara khusus untuk bangsa kita agar
- dapat bangkit dari keterpurukan.
- kembali ke jalan Allah berpegang kepada
- talinya.
- Semoga Allah ampuni dosa-dosa kita yang
- lampau. Perbaiki perilaku kita yang
- tidak sesuai dengan petunjuk Allah agar
- betul-betul
- seterusnya
- sepanjang hidup kita
- berjalan di atas asirat al-mustaqim.
- Jalan yang dilalui oleh para pendahulu
- kita yang menerima karunia yang tak
- terhingga.
- Hingga mereka meraih kesuksesan dan
- keselamatan yang Allah janjikan bagi
- mereka.
- Semoga Allah melindungi kita, keluarga
- kita, dan orang-orang yang kita cintai
- dari tipu daya setan, dari
- bisikan-bisikan setan yang mengalihkan
- kita dari Allah dan jalannya. Allah
- kumpulkan kita bersama Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam, para keluarganya, para sahabat
- yang mulia, begitu pula saudara-saudara
- beliau dari para nabi dan para rasul.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Pagi hari ini, insyaallah secara khusus
- kita akan merenungkan
- satu ayat yang amat indah yang menjadi
- pembuka pintu rahmat Allah Subhanahu wa
- taala yaitu bismillahirrahmanirrahim.
- Amat penting bagi kita setiap orang yang
- beriman untuk betul-betul memahami ayat
- ini.
- Karena ayat ini merupakan pembuka pintu
- rahmat Allah Subhanahu wa taala.
- Ayat ini mengingatkan kita kepada
- hakikat yang penting.
- Bahwa
- kelahiran kita, keberadaan kita di atas
- muka bumi dengan seluruh fasilitas hidup
- kita
- semua merupakan karunia dari Allah. Dia
- yang menciptakan kita. Dia yang
- melimpahkan rahmatnya kepada kita.
- Tiada sekutu bagi Allah Subhanahu wa
- taala pada semua itu.
- Kita berhutang dengan seluruh hidup kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Daripadanya kita berasal
- dan kelak kita kepadanya akan kembali.
- Perjalanan hidup kita seluruhnya
- bergantung kepada rahmat Allah Subhanahu
- wa taala.
- Maka mereka-mereka yang selalu mengingat
- Allah yang maha pemurah
- yang rahmatnya meliputi segala sesuatu
- yang maha penyayang terhadap
- hamba-hambnya yang beringat yang beriman
- yang selalu mengingat Allah maka mereka
- akan dinaungi
- oleh Allah subhanahu wa taala dengan dua
- namanya yang selalu menjadi sebutan kita
- ar-Rahman arrahim.
- Betapa indahnya hidup ini di bawah
- naungan dan belayan kasih sayang
- Arrahman Arrahim.
- Niscaya sepanjang perjalanan hidup kita,
- kita akan merasa aman dan damai. Allah
- akan selalu mengiringi kita, membimbing
- kita,
- menghibur kita pada setiap kali kita
- menghadapi cobaan. Dan Allah akan
- memberikan harapan
- serta cahaya yang menerangi hidup kita.
- Oleh karena itu
- menyebutkan nama Allah yang amat indah
- pada setiap kita melakukan pekerjaan
- kita.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Maka ini merupakan ungkapan syukur dan
- pengakuan seorang hamba atas
- nikmat-nikmat Tuhannya. Dan Allah
- berjanji, lain syakartum la azidannakum
- walain kafartum inna adzabi la syadid.
- Mengakui dan mengembalikan seluruh
- nikmat kepada Allah merupakan ungkapan
- syukur dan pengakuan seorang hamba.
- Sedangkan tidak mengembalikan kepada
- Allah, melupakan Allah merupakan
- satu perbuatan ingkar yang akan
- menjerumuskan dirinya ke dalam spekulasi
- yang amat mengerikan
- yang bisa berakhir mengantarkan dirinya
- menuju
- kegagalan dalam ujian hidup ini yang
- berakhir menuju siksa derita untuk
- selama-lamanya.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, mari
- bersama-sama kita renungkan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah
- yang maha pemurah
- yang kemurahan dan rahmat-Nya meliputi
- seluruh makhluknya.
- Baik itu manusia, jin, hewan,
- semua yang terdapat di alam semesta ini
- merupakan manifestasi
- dari rahmaniahnya Allah Subhanahu wa
- taala.
- Bila kita ingin memahami
- nama Allah Ar-Rahman,
- cara yang terbaik kita kembali kepada
- penjelasan dan penerangan dari Allah
- Subhanahu wa taala agar kita tidak
- mencampur aduk,
- agar kita ya tidak menyimpulkan dari
- diri kita yang tidak sesuai dengan apa
- yang Allah Subhanahu wa taala inginkan.
- Bagi siapa yang membaca suraturahman,
- kita akan
- memahami makna dari nama tersebut yang
- amat indah.
- Karena apa yang Allah Subhanahu wa taala
- uraikan
- setelah nama tersebut merupakan
- manifestasi dari namanya Ar-Rahman.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Arrahman.
- alamal Quran.
- Manifestasi dari rahmani Allah Subhanahu
- wa taala yang pertama disebutkan di sini
- alamal Quran. Dia yang mengajarkan
- Al-Qur'an,
- yang mengutus rasul-Nya.
- Kemudian
- melalui rasul-Nya Allah Subhanahu wa
- taala menurunkan ayat-ayatnya
- yang berisikan hidayah.
- Nur begitu juga penyembuh
- bagi mereka-mereka
- yang mengikutinya.
- Ini semua merupakan manifestasi dari
- rahmaniah Allah Subhanahu wa taala atau
- dari nama Allah Ar-Rahman.
- Alamal Qur'an. Kemudian khalaqal insan.
- Ar-Rahman juga yang menciptakan makhluk
- yang bernama insan yang terdiri dari
- pasangan pria wanita yang
- saling membutuhkan dan saling
- melengkapi.
- Alamahul bayan. Begitu juga kecerdasan,
- kemampuan untuk belajar,
- menyerap ilmu pengetahuan, kemudian
- mengembangkan dan menguraikannya serta
- menjelaskannya. Kecerdasan ini juga
- merupakan anugerah dari Allah Subhanahu
- wa taala arrahman.
- Nah, kalau ikhwan perhatikan di sini,
- demikian pula akhwat kita saksikan bahwa
- yang pertama disebutkan dari manifestasi
- namanya Ar-Rahman adalah Al-Qur'an.
- Karena Al-Qur'an ini yang memperkenalkan
- kita kepadanya,
- yang memperkenalkan kita kepada pencipta
- kita, yang melimpahkan nikmat karunia
- yang tak terhingga kepada kita semuanya.
- Tanpa Al-Qur'an kita akan hidup dalam
- kegelapan. Kita akan meraba-raba.
- Kita akan hidup
- menjadi kelinci percobaan.
- Tapi dengan hidayah, petunjuk, dan
- cahaya. Kita tahu dari mana kita
- berasal, kemudian ke mana kita akan
- pergi, untuk apa kita hidup, dan
- bagaimana cara hidup yang benar yang
- akan menyelamatkan kita. Ditunjukkan,
- diterangkan oleh Al-Qur'an.
- Nah, coba renungkan ikhwan- akhwat yang
- dirahmati Allah.
- Dari tiga manifestasi nama Allah
- Ar-Rahman, kita bisa melihat betapa
- besarnya nikmat karunia Allah terhadap
- kita semua. Yang pertama mengajarkan
- Al-Qur'an, menciptakan manusia, kita
- semua. kemudian menganugerahkan kita
- kecerdasan kemampuan yang luar biasa
- yang tidak dimiliki oleh hewan-hewan ya
- dan makhluk hidup yang lain.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala lanjutkan
- juga yang merupakan manifestasi dari
- namanya
- asyamsu wal qamaru biusban.
- Allah yang menciptakan matahari. Begitu
- pula bulan dan kita rasakan bagaimana
- hubungan yang begitu erat antara
- matahari bulan dengan kita. Kita
- merasakan manfaatnya.
- Coba bayangkan, tanpa ada matahari dan
- bulan kita akan hidup dalam kegelapan.
- Kegelapan ini berarti akan menutup ilmu
- pengetahuan dari kita semuanya.
- Karena dengan cahaya matahari, dengan
- cahaya Allah ar-Rahman ini, kita dapat
- belajar, kita dapat mengembangkan
- berbagai macam ilmu pengetahuan dan juga
- kehidupan kita bergantung kepada cahaya
- matahari yang memberikan kehangatan bagi
- kita.
- Begitu juga kehidupan ya, bagi
- tumbuh-tumbuhan dan hewan tanpa adanya
- matahari tidak akan ada kehidupan.
- Begitu pula peran bulan
- dengan gravitasinya, dengan cahayanya
- yang menggantikan matahari di malam
- hari. Apabila orang mendalami dan
- meneliti manfaat matahari maupun bulan,
- maka tak ada habis-habisnya mereka akan
- menemukan ayat-ayat Allah yang tak
- terhingga.
- Allah bukan hanya menciptakan matahari
- maupun bulan, tapi bihusban dengan
- hitungan yang begitu akurat.
- Kita saksikan bagaimana siang malam sini
- berganti
- karena bumi melakukan rotasi di hadapan
- matahari. Terjadi perubahan musim,
- perubahan cuaca, suasana dan lain
- sebagainya. Bahkan air air yang kita
- minum, hujan yang turun juga tak lepas
- dari apa? Dari matahari yang menguapkan
- air tersebut.
- Air yang jernih, bersih ya, yang tidak
- lagi terasa asin seperti
- lautan yang merupakan tempat asalnya.
- Semua karunia Allah tanpa sedikit pun
- manusia mengeluarkan biaya.
- Allah ciptakan matahari bulan biusbah
- dengan hitungan yang begitu sempurna.
- Wnajmu wasyajaru yasjudan. Demikian pula
- bintang-bintang dan pohon-pohon keduanya
- sujud di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala. Tunduk pada perintahnya
- dan manfaatnya. Karena kepatuhan semua
- itu kembali kepada kita. Tumbuh-tumbuhan
- yang ditumbuhkan untuk siapa?
- Untuk kita semua dan makhluk-makhluknya
- yang merupakan manifestasi dari
- rahmaniah Allah Subhanahu wa taala.
- Asyamsu wal qamaru biusban wajmu
- wasajaru yasjudan.
- Karena waktu yang terbatas tak mungkin
- kita berbicara mengenai bintang begitu
- pula ya pohon-pohon di bumi dengan
- manfaat-manfaat yang bermacam-macam. Ini
- hanya sebagai pembuka pintu bagi kita
- untuk memahami manifestasi dari
- rahmaniah Allah Subhanahu wa taala.
- Selanjutnya, wasamaa rafaaha waal mizan.
- Dan langit yang dibangun ditegakkan oleh
- Allah.
- Dan Allah meletakkan miza neraca yang
- menjaga keseimbangan benda-benda
- di lautan.
- Benda-benda di langit. Kita saksikan
- bagaimana galaksi kita dengan
- bintang-bintangnya
- yang bertaburan.
- Salah satu bintangnya adalah matahari
- kita
- yang beredar mengitari pusat galaksinya
- bersama planet-planet yang mengikutinya.
- Bukan hanya bumi yang mengitari matahari
- bersama planet-planetnya, tapi
- planet-planet yang mengitari matahari
- bersama matahari bergerak
- mengitari pusat galaksinya.
- Dan galaksi kita Bima Sakti atau Milky W
- bukan satu-satunya galaksi. Terdapat
- bertriliun-triliun galaksi di alam
- semesta ini.
- Wasamaafaaha
- wawad mizan. Apabila tidak ada neraca
- yang amat sempurna yang mengaturnya,
- kita bisa bayangkan apa yang akan
- terjadi di alam raya.
- Tapi semua dengan hitungan yang amat
- sempurna.
- Setiap pergerakan dengan hitungan.
- Dan kita saksikan bagaimana Allah
- menegakkan langit tanpa tiang-tiang yang
- menyanggahnya.
- Allah Subhanahu wa taala menempatkan
- bumi sebagai bola yang terapung-apung di
- angkasa. Mengitari galaksinya, mengitari
- mengitari mataharinya.
- Apa yang menahan bumi kita untuk berada
- pada posisinya, pada orbitnya? Begitu
- pula planet-planet yang lain. Kalau
- salah satu planet keluar dari orbitnya,
- maka kecelakaan, kebinasaannya akan
- terjadi.
- Semua dengan hitungan.
- Wal ard wasamaa raofaaha wa wabal mizan.
- Lalu Allah mendidik kita melalui
- keseimbangan,
- keadilan. Begitu pula
- kesempurnaan dari aturan Allah Subhanahu
- wa taala di alam semesta.
- Mengingatkan kita untuk tidak keluar
- dari neraca yang Allah berikan bagi
- kita, yaitu kitab sucinya yang Allah
- turunkan merupakan mizan agar kita tidak
- apa? Tidak melanggar hak-hak orang lain
- dan orang lain juga tidak melanggar hak
- kita dengan hukum-hukum aturan yang
- Allah berikan yang Allah serahkan kepada
- kita. Kalau kita ikuti, kita akan
- mencontoh al semesta yang beredar
- seluruh benda di langit dengan penuh
- keseimbangan dan keharmonian.
- Tapi sayang sungguh sayang, sebahagian
- kita tidak mengikuti timbangan dan
- neraca yang Allah berikan. Maka
- terjadilah kerusakan di atas muka bumi
- yang kuat memangsa yang lemah
- menindas membulinya seperti yang
- dilakukan Zionis yang merupakan kanser
- di tubuh umat manusia yang melakukan
- kerusakan,
- menghalalkan segala cara untuk mencapai
- apa-apa yang mereka inginkan.
- Wa aqimul wazna bilqisti wsirul mizan.
- Lalu Allah ingatkan kita, tegakkan
- timbangan
- bilqisti dengan penuh keadilan. Jangan
- kalian kurangi. Tepati ya timbangan
- betul-betul dengan penuh apa? dengan
- penuh ketepatan dan jangan kalian
- melakukan kecurangan dalam hidup ini.
- Manusia sering karena mementingkan
- kepentingan dan egonya, dia melakukan
- pelanggaran terhadap hak orang lain.
- Akhirnya terjadilah reaksi yang negatif
- atas perbuatannya.
- Akhirnya mewabah di tengah-tengah
- kehidupan manusia masing-masing. Tidak
- lagi menjaga hak orang lain, tapi
- mementingkan dirinya. Apa yang akan
- terjadi pada semua ini? Wa aqimul wazna
- bilqisti. Hendaklah kalian
- menepati timbangan dengan
- setepat-tepatnya, seadil-adilnya. Ini
- berbicara bukan mengenai timbangan dalam
- jual beli kita semata, tapi mencakup
- seluruh aspek kehidupan kita.
- Wala tuhsirul mizan. Jangan kalian
- mengurangi takaran dan timbangan.
- Apabila kamu ingin dihargai orang lain,
- hargai orang lain. Apabila kamu ingin
- dipenuhi hak kamu, juga penuhi hak orang
- lain. Jangan hanya kamu memperhatikan
- diri kamu, tapi kamu mengabaikan hak-hak
- orang lain.
- Wal ard waha lil anam. Dan bumi yang
- ditepatkan Allah subhanahu wa taala
- posisinya hingga menjadi tempat kediaman
- yang layak bagi makhluk hidupnya
- manusianya.
- jinnya termasuk hewan-hewan dan
- tumbuh-tumbuhannya. Bila posisinya
- bukan seperti saat ini, katakanlah
- umpamanya posisinya posisinya sama
- dengan posisi planet Mars dan planet
- yang lain,
- niscaya tidak akan memungkinkan bagi
- kita untuk hidup.
- Jadi, bagaimana? Wal ard whail anam dan
- bumi yang diletakkan ditempatkannya pada
- posisinya hingga sesuai untuk kebutuhan
- makhluk hidup seperti kita. Jadi kata
- wadah di sini dalam bahasa Arab kata
- wada menempatkan dan meletakkan
- wal ard wadaha lil an fiha fakihatun w
- nakluatul akmam.
- Di muka bumi terdapat beraneka macam
- buah-buahan.
- Baik ada buah-buahan yang dihasilkan
- pada iklim tropis, ada yang subtropis
- berbeda-beda. Semua merupakan nikmat
- karunia Allah.
- fiha fakihatun w naklu. Begitu pula
- pohon kurma yang dikenal bangsa Arab
- datatul akmam dengan mayangnya.
- Kemudian kita saksikan bagaimana
- tandanya yang mengeluarkan buah-buah
- yang tersusun dengan indah
- warna-warninya yang begitu menarik
- dengan aneka jenis yang bermacam-macam.
- Wal habbu dulul asfi war raaihan. Begitu
- pula biji-bijian.
- Biji bijian
- Allah Subhanahu wa taala anugerahkan
- buat kita biji-bijian seperti
- beras atau padi, gandum ya, dan
- lain-lainnya. Dul asfi waraihan.
- Bagaimana biji-bijian tersebut
- terlindung dalam kulitnya hingga bisa
- disimpan dalam jangka panjang. Begitu
- pula waraihan, tumbuh-tumbuhan yang
- mengeluarkan aroma yang harum semerbak
- yang digunakan sebagai pengharum bagi
- tubuh mereka, pengharum bagi makanan
- mereka, pengharum ruangan mereka.
- Arraihan ini menggambarkan aroma yang
- seerbang. Nah, ini sebahagian dari
- manifestasi
- rahman nama Allah arrahman atau
- rahmaniyah Allah. Lalu setelah itu Allah
- bertanya, "Fabiayyiabbikuma
- tukadziban." Maka tunjukkan mana
- dari nikmat-nikmat Tuhan kalian yang
- kalian ingkari. Ada tidak salah satu
- nikmat tersebut yang berasal dari selain
- Allah?
- Karena waktu kita terbatas, tidak
- mungkin kita ee melanjutkan menguraikan
- suraturahman. Ini hanya salah satu atau
- sebagian dari rahmaniah Allah.
- Sebelum turunnya suraturahman ini, Kang
- Riza, sebagaimana diterangkan dalam
- suratul furqan,
- Allah berfirman, "Waidza qila lahumjudu
- lirahmani qalu wamarahman anasjudu lima
- tamuruna wadahum nufur." Kalau mereka
- diperintahkan untuk sujud di hadapan
- Arrahman mereka mengatakan, "Quahman."
- Siapa itu Arrahman? Apa itu arrahman?
- Apa kami akan sujud di hadapan yang kamu
- perintahkan?
- Bukan mereka tunduk malah menambahkan
- keingkaran mereka.
- Karena mereka dengan sombong mengatakan
- qalu wamar rahman. Maka Allah turunkan
- surah ini untuk menjelaskan siapa itu
- Ar-Rahman. Diri kamu kalau bukan karena
- rahmaniat arrahman tidak mungkin ada,
- tidak mungkin dapat menjalani kehidupan
- ini. Betapa sombongnya engkau wahai
- manusia.
- Jadi begitu kita
- mengucapkan bismillah dengan nama Allah
- untuk memahami nama Allah Subhanahu wa
- taala, Allah uraikan dengan apa? Dengan
- nama-namanya yang penuh keindahan.
- Semua nama-nama Allah Subhanahu wa taala
- sebetulnya menjelaskan siapa itu Allah.
- Bismillah. Dengan nama Allah Ar-Rahman
- ya.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala mulai
- menguraikan,
- menjelaskan siapa itu Allah, siapa itu
- dirinya. Ar-Rahman. Nah, Ar-Rahman
- dengan sendirinya untuk memahaminya kita
- kembali kepada keterangan Allah dalam
- suraturahman yang menggambarkan rahmat
- Allah yang luas menyeluruh yang meliputi
- seluruh makhluknya.
- Termasuk orang yang tak beriman pun
- merupakan manifestasi dari rahmaniah
- Allah Subhanahu wa taala.
- termasuk juga berbagai macam ilmu
- pengetahuan yang mereka miliki juga
- merupakan manifestasi dari rahmaniah
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, sekarang
- kita lanjutkan kepada nama berikutnya
- yang menerangkan
- kepada kita siapa itu Allah arrahim. Apa
- perbedaan di antara kedua nama ini?
- Kedua nama ini merupakan nama yang
- menunjukkan arti superlatif,
- arti mubalagah.
- Ar-Rahman yang menggambarkan rahmat yang
- meliputi segala sesuatu.
- Mereka yang beriman, mereka yang tak
- beriman, mereka yang berbuat baik,
- mereka yang melakukan kejahatan,
- mereka semua merupakan apa?
- Makhluk-makhluk yang menerima rahmat
- Allah Subhanahu wa taala arrahman.
- yang beriman mensyukurinya, menerima
- anugerah dari Allah Subhanahu wa taala.
- Sedangkan yang ingkar mereka menerima
- hukuman atas keingkaran mereka. Nah,
- arrahim di sini
- menunjukkan rahmat Allah Subhanahu wa
- taala yang khusus Allah anugerahkan
- bagi mereka-mereka yang mensyukuri
- ar-Rahman.
- Bagi mereka yang mensyukuri ar-Rahman.
- Karena ar-Rahman merupakan rahmat Allah
- yang menyeluruh bagi yang beriman dan
- tak beriman, bagi yang bersyukur dan tak
- bersyukur. Sedangkan arrahim adalah
- rahimiah Allah bagi khusus
- hamba-hambanya yang bersyukur terhadap
- Allah Subhanahu wa taala arrahman.
- Mereka
- ya yang betul-betul menyambut hidayah
- Al-Qur'an.
- Kalau orang-orang yang ingkar menolak
- hidayah Al-Qur'an, orang yang beriman
- menerima hidayah Al-Qur'an,
- mengikutinya, maka mulai saat itu mereka
- berada di bawah naungan Arrahman juga
- Ar-Rahim yang memberikan apa? Memberikan
- cahayanya ke dalam hatinya, petunjuknya,
- bimbingannya,
- perlindungannya.
- Mengeluarkan diri dari kegelapan menuju
- kehidupan yang terang benenderang. Coba
- renungkan firman Allah dalam surah
- al-Ahzab.
- Ya ayyuhalladzina amanu
- udzkurullaha dzikron katsiro wasabbihuhu
- bukratan waila. Wahai orang yang
- beriman,
- banyak-banyaklah kalian berzikir
- menyebut nama Allah Subhanahu wa taala
- dan bertasbihlah kepadanya pagi dan
- petang.
- Lalu Allah lanjutkan
- sebagai asan bagi yang mengikuti seruan
- Allah ini. Hualladzi yusolli alaikum.
- Dialah yang senantiasa melimpahkan
- selawatnya untuk kalian. Waalaikatuhu.
- Begitu pula para malaikatnya.
- Liyukrijakum
- minulumatian nurur. Untuk mengeluarkan
- kalian dari kehidupan atau kegelapan
- yang bermacam-macam. Ilan nur masuk ke
- dalam nur Allah Subhanahu wa taala.
- Ungkapan ini amat indah sekali.
- Mengeluarkan manusia dari berbagai macam
- atau beraneka kegelapan.
- Karena manusia begitu ditinggalkan
- Allah, dia akan terjerumus dalam
- kegelapan yang berlapis-lapis.
- Tapi dengan selawat dari Allah dan
- malaikatnya, Allah keluarkan kalian dari
- kegelapan yang berlapis-lapis menuju
- cahaya yang terang-berang.
- Nah, penutup ayat ini menjelaskan
- wanaana bil mukminina rahima. Dan
- sesungguhnya Allah terhadap orang yang
- beriman amat-amat rahim, penyayang.
- Jadi begitu seorang mengikuti petunjuk
- Allah, bersyukur kepadanya,
- mengingatnya, dia akan berada bukan
- hanya di bawah naungan belayan rahmaniah
- Allah, tapi juga rahimiah Allah yang
- tidak akan diberikan pada orang-orang
- yang tak beriman.
- juga pengampunan dosa. Coba lihat Kang
- Rizal,
- Allah berfirman, "Ya ayuh ya
- ayyuhalladzina amanu
- ee qul ya ibadialladina asrofu ala
- anfusihim." Katakan, "Wahai
- hamba-hambaku yang telah melampaui
- batas,
- bergelimangan dosa."
- La taknatu mirrahmatillah. Jangan kalian
- putus asa dari rahmat Allah.
- Innallaha yagfirunuba jami. Sesungguhnya
- Allah siap untuk menghapuskan seluruh
- dosa bila kalian datang bertobat.
- Lalu Allah tutup. Innahu huwal gfurur
- rahim. Sesungguhnya dia dialah
- satu-satunya yang maha pengampun lagi
- maha penyayang. Bagi siapa? Yang
- bertobat.
- Jadi pengampunan dosa ya mengeluarkan
- manusia dari kegelapan menuju kehidupan
- yang terang benerang. menentramkan jiwa
- mereka ya, kemudian menunjukkan jalan
- mereka, melindungi mereka ini merupakan
- manifestasi dari rahimiahnya Allah. Ini
- bicara di dunia ya. Nah, di hari akhirat
- nanti
- rahmaniah Allah dan rahimiah Allah
- Subhanahu wa taala sepenuhnya akan
- diberikan untuk orang-orang yang
- beriman. Oleh karena itu dalam doa Imam
- Ali Zainal Abin alaihialatu wasalam, "Ya
- rahmanad dunya wal akhirah warahimahum."
- Wahai Tuhan yang Rahman yang maha
- pemberi, yang rahmatnya meliputi segala
- sesuatu. Begitu pula wahai Tuhan yang
- rahim yang penyayang di dunia maupun di
- hari akhirat.
- Jadi rahmanih Allah bukan hanya terbatas
- di dunia. Karena semua kenikmatan surga
- yang Allah berikan untuk orang yang
- beriman setelah apa? Berakhirnya
- kehidupan dunia ini merupakan
- manifestasi dari rahmanih Allah yang tak
- terhingga. Di dunia terbatas.
- Dibatasi oleh apa? Oleh batasan-batasan
- kehidupan dunia.
- Karena masih dalam rana ujian. Begitu
- memasuki akhirat dia akan masuk dalam
- rahmanih Allah Subhanahu wa taala yang
- tak terbatas. Begitu juga dia akan
- berada dalam belayan rahimiah Allah yang
- tak terhingga.
- Ini hanya sebahagian yang kita uraikan.
- Tidak
- apa namanya tidak menjelaskan ya makna
- yang begitu luas dari kedua nama Allah
- Ar-Rahman Arrahim.
- Allah Subhanahu wa taala juga menunda
- azabnya dari kita untuk kembali
- kepadanya.
- itu juga merupakan manifestasi dari
- rahimiah Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi rahmat yang khusus yang Allah
- berikan untuk orang yang beriman ya itu
- merupakan manifestasi daripada rahimnya
- Allah. Sedangkan rahmat yang menyeluruh
- di dunia untuk orang yang beriman dan
- tak beriman itu manifestasi daripada
- rahmaniyah Allah. Dan dapat kita
- simpulkan, siapa-siapa saja yang
- bersyukur kepada Rahman Ar-Rahman dan
- mengakui betul-betul rahmaniah Allah
- Subhanahu wa taala mengikuti
- petunjuknya, maka di samping dia
- menerima karunia Allah Subhanahu wa
- taala yang tak terhingga, dia akan
- menjadi orang-orang yang spesial di sisi
- Allah Taala. Mendapatkan perhatiannya,
- hidayahnya, petunjuknya, ketentraman
- jiwanya.
- Nah, dari sini ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah, coba renungkan pada
- saat kita membaca
- bismillahirrahmanirrahim,
- membaca bismillah hirrahmanirrahim, kita
- bisa bayangkan bagaimana kira-kira
- kesannya di hati kita setelah kita
- memahami ya kedua nama tadi. Dengan nama
- Allah Ar-Rahman
- yang telah melimpahkan rahmat yang tak
- terhingga bagi kita semuanya yang telah
- menurunkan Al-Qur'an mengutus rasul-Nya.
- Tinggal kita mengakui, mensyukuri dan
- mengikuti bimbingan petunjuk Allah, kita
- mendapatkan lagi rahmat berikutnya
- arrahim.
- Waana bil mukminina rahima. Dan Allah
- Subhanahu wa taala amat penyantun atau
- amat penyayang terhadap orang-orang yang
- beriman.
- Lalu pada saat kita menyebutkan dua nama
- tadi, lalu bagaimana kira-kira kita
- meneladani,
- meneladani nama-nama Allah yang begitu
- indah sebagai seorang hamba yang
- menerima limpahan rahmat dan karunia
- yang tak terhingga.
- Dengan sendirinya kita bersyukur kepada
- Allah atas karunia yang Allah berikan
- kepada kita. Kita berbagi dengan nikmat
- yang Allah berikan. Jangan kita hanya
- mau menerima tapi tidak bersyukur kepada
- Allah. Nah, bersyukur kepada Allah
- dengan kita meneladani Allah Subhanahu
- wa taala pada dua nama tersebut.
- Kita berbagi dengan apa yang Allah
- berikan. Baik itu ilmu ya, begitu juga
- rezeki yang Allah berikan kepada kita
- semuanya. Kita bersyukur kepada Allah
- dengan berbagi atas apa aja yang Allah
- berikan kepada kita.
- Kemudian
- kita juga menyayangi sesama manusia,
- terutama sekali yang beriman.
- Sebagaimana Allah Subhanahu wa taala
- arrahim menyayangi hamba-hambanya yang
- beriman. Kita perlakukan hamba-hamba
- yang beriman ya dengan perlakuan seperti
- yang Allah lakukan kepada
- hamba-hamba-Nya.
- Kita menyayangi mereka ya. Kita juga ya
- berupaya untuk berbagi dengan hidayah
- yang Allah berikan kepada kita untuk
- mereka. Jangan bersikat egois hanya
- mementingkan diri sendiri.
- Kita menolong sesama saudara kita yang
- beriman. Kita membela mereka apabila
- mereka dianiaya. Bahkan ini bukan hanya
- terhadap orang yang beriman. Kalau kita
- menjumpai saudara kita sesama manusia
- yang dianiaya, kita wajib untuk
- membelanya.
- wajib untuk menyelamatkannya.
- Walaupun dia berbeda dalam keimanan, dia
- saudara kita yang berasal dari ayah ibu
- yang sama. Jalinan rahim di antara kita
- cukup kuat.
- Kita menentang kezaliman dari mana pun
- datangnya. Walaupun kezaliman tersebut
- datang dari sesama kaum muslimin, kita
- wajib untuk menolaknya. Oleh karena itu
- apabila orang yang beriman hidup selalu
- ya berpegang kepada dua nama tadi
- dalam setiap aktivitasnya dia akan
- selalu berada di bawah naungan rahmat
- Allah Subhanahu wa taala. Orang yang
- suka memberi yang berbagi dengan apa
- yang Allah berikan bukan berkurang.
- Allah tambahkan karunianya.
- Oleh karena itu
- dalam sebuah riwayat disebutkan
- al-karim habibullah
- habiburrahman.
- Orang yang darmawan itu merupakan
- kekasih Allah Subhanahu wa taala. Tapi
- sebaliknya albakhil aduullah.
- Orang-orang yang kikir musuh Allah
- subhanahu wa taala. Dalam sebuah
- riwayat, malaikat berdoa setiap pagi,
- "Allahumma ati munfiqan khalafa." Ya
- Allah, gantikan orang-orang yang
- berinfak.
- Wi mumsikan talafa dan hancurkan
- hartanya orang-orang yang menahan.
- Jadi, ikhwan-akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala,
- renungkan pada saat kita membaca nama
- ini dan saya termasuk paling suka
- menyebut nama ini dan berulang-ulang
- dalam sendirian, dalam keramaian
- berjalan, pada saat kita membaca
- bismillahirrahmanirrahim, kita merasa
- kelemahan kita apa?
- Allah datang membantu kita pada saat
- kita lemah, pada saat kita berduka, pada
- saat kita bersedih. Ya, kita merasakan
- rasa aman di hati kita. Oleh karena itu,
- menyebut nama Allah
- bismillahirrahmanirrahim
- diulang-ulang dalam Al-Qur'an pada
- pembukaan Al-Fatihah,
- pada pembukaan suratul baqarah pada
- setiap surah dimulai dengan
- bismillahirrahmanirrahim.
- Karena setiap surah juga memiliki apa?
- Memiliki rahasia tersembunyi. Maka
- bismillah sebagai pembukanya. Maka saya
- sayangkan, sungguh sayang banyak orang
- membaca al-Fatihah tanpa membaca
- bismillahirrahmanirrahim.
- Padahal kalau kita buka mushaf,
- bismillah merupakan ayat pertama.
- Bahkan pada kuat kitab Al-Qur'an tertua
- yang ditemukan saat ini yang disimpan di
- salah satu perpustaka museum di Inggris
- usianya di atas 1000 tahun itu bukan
- bismillah sebagai pembuka dari suratul
- fatihah.
- Begitu pula pembuka dari suratul
- baqarah. Lalu mungkin orang bertanya
- mengapa surah Taubah tidak dibuka dengan
- basmalah?
- Para ahli tafsir ya mengatakan bahwa
- at-taubah sebetulnya bukan merupakan
- permulaan surah
- h
- tapi dia kelanjutan dari suratul anfal.
- Oleh karena itu kita lihat bagaimana
- Al-Anfal yang hanya 70 sekian ayat
- ditempatkan lebih dulu dari surah Taubah
- yang jumlahnya 129 ayat.
- Karena makna dari kedua surah ini ya
- pembahasannya hampir berkaitan satu
- dengan lainnya. Jadi sebagian
- mereka-mereka yang meneliti Al-Qur'an
- menyebutkan bahwa At-Taubah bukan
- pembukaan surah hingga disebutkan
- basmalah, tapi dia merupakan kelanjutan
- dari suratul Anfal. Nah, ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah, sengaja secara
- khusus pada pagi hari ini kita berupaya
- meresapi bismillahirrahmanirrahim karena
- amat penting sekali ini merupakan
- pembuka pintu rahmat Allah.
- Baik itu rahmat yang ee merupakan
- manifestasi dari Ar-Rahman maupun dari
- Ar-Rahim. Oleh karena itu, siapa-siapa
- yang selalu menyebut kedua nama ini,
- insyaallah senantiasa dalam penjagaan
- perlindungan Allah. Jangan sekali-kali
- kita menyebut nama selain Allah dalam
- setiap pekerjaan usaha kita. Lakukan
- dengan nama Allah atas nama Allah bukan
- untuk selainnya. ini merupakan pembuka
- pintu rahmat dan keberkahan bagi hidup
- kita semuanya. Wallahuam.
- Baik, demikianlah ikhwan akhwat ee
- pembahasan renungan mengenai ee basmalah
- Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim yang
- masyaallah
- makna dan kandungannya luar biasa dan
- semoga menjadi ee tadi ustaz sampaikan
- pembuka pintu rahmat untuk kita semua
- dan khususnya bagi kita orang yang
- bersyukur menjadi pintu rahimnya juga
- ustaz untuk kita.
- Baik, Ustaz. Masih ada waktu sedikit,
- Ustaz. Ada beberapa ee WA yang sudah
- masuk.
- Mungkin ada yang ee di luar tema, Ustaz.
- Maksudnya di luar bahasan ini. Enggak
- apa-apa, Ustaz. Ya, silakan.
- Dari hamba Allah, Ustaz. Bagaimana kita
- membedakan antara ajaran Al-Qur'an
- yang universal dan abadi dengan praktik
- budaya Arab yang diadopsi oleh
- masyarakat muslim awal dan kemudian
- disalahpahami sebagai ajaran agama? Dan
- bagaimana juga dengan budaya di
- masyarakat kita di Indonesia? Ustaz yang
- ada juga disalahpahami sebagai ajaran
- syariat Islam padahal itu bertentangan
- dengan syariat Islam. Dan ini banyak
- yang sudah mendarah daging yang sulit
- untuk dipisahkan. Satu lagi, Ustaz,
- digabungkan dengan pertanyaan dari Pak
- Abdullah. Bagaimana kita mendamaikan
- ayat-ayat Al-Qur'an yang ee menekankan
- rahmat, kasih sayang, dan pengampunan
- Allah seperti yang ustaz jelaskan tadi
- terkait arrahman dan arrahim dengan
- ayat-ayat yang membahas hukuman dan
- perang. Ustaz, syukran.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumdina subulasalam wa akhrijna
- minadolumatianur
- wahdina ilaatikal mustaqim.
- menjawab pertanyaan yang pertama,
- bagaimana kita dapat memisahkan antara
- nilai-nilai Al-Qur'an dengan budaya dari
- satu kaum
- seperti budaya
- bangsa Arab pada masa jahiliah.
- Ketika Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam datang membawa
- hidayah dan petunjuknya.
- Dengan sendirinya
- hidayah tersebut diterima oleh bangsa
- Arab.
- Tapi
- tidak apa tidak terlepas kemungkinan
- hidayah dan petunjuk tersebut diterima
- oleh sebagian bangsa Arab tapi bercampur
- dengan sisa-sisa budaya jahiliah.
- Sisa-sisa
- budaya jahilia.
- Budaya jahiliah. Sebagai contoh
- ketika Abu Dzar radhiallahu anhu
- berjalan bersama Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Tahu-tahu
- ketika dia emosi marah, dia memaki hamba
- sahayanya.
- Yabnas sauda, wahai anak wanita berkulit
- hitam.
- Mencemohkan dia karena ibunya berkulit
- hi sebagai hamba saya. Rasulullah marah
- luar biasa.
- Karena baik dia berkulit hitam, berkulit
- putih, atau kulit berwarna, dia sama
- saudara kita.
- Hm.
- Tidak lebih inferior dibandingkan kita.
- Sama asal usulnya sama. Dan di mata
- Allah, Allah tidak melihat apa? Warna
- kulit, tidak melihat juga keturunan
- bangsawan atau keturunan orang biasa.
- Allah lihat syukurnya dan ketakwaannya.
- Rasulullah telah memata satu kehidupan
- masyarakat yang betul-betul apa? Kembali
- kepada apa? Kembali kepada nilai-nilai
- yang datang dari Allah.
- La fadarabian ala ajami wajami ala arabi
- wab ala aswad illa bqwa. Oleh karena itu
- pada hajatul wada sebelum Rasulullah
- wafat beliau mengingatkan di
- tengah-tengah umat manusia yang hadir
- bersama beliau.
- Ayyuhanas wahai manusia inna rbakum
- wahid. Tuhan kalian satu. Wa inna abakum
- wahid. Ayah kalian juga sama. La fad
- liraabin ala ajami w ljami ala arabi
- wala li abad ala aswad ill.
- Lalu Allah mengumumkan mendeklarasikan
- hak asasi manusia tanpa membedakan warna
- kulit.
- Inna dimaakum wa amwalakum waakum
- haramun alaikum. Sesungguhnya darah
- sesama kalian tanpa membedakan warna
- kulit.
- Begitu juga harta sesama kalian. Begitu
- juga kehormatan sesama kalian diharamkan
- Allah
- yaumikum. Sebagaimana pengharaman hari
- ini itu hari 10 Zulhijah. Fi syahrikum h
- di bulan kalian ini wafi baladikum had
- dan di negeri kalian ini yang diharamkan
- Allah.
- Tidak membeda-bedakan manusia. Maka
- ketika Rasulullah mendengarkan ucapan
- Abu Dzar, sahabat Nabi yang dicintai.
- Padahal
- ya Abu Dzar innakaun fika jahiliah. Kamu
- seorang ternyata di hati kamu masih ada
- sisa-sisa jahiliah yang membeda-bedakan
- manusia. H
- Abu Dzar menyesal langsung dia
- meletakkan kepalanya di pasir. Dia
- perintahkan budaknya untuk menginjak
- kepalanya sampai dia
- Artinya kita lihat bagaimana bimbingan
- Islam, petunjuk Rasul yang di bawah ini
- ya.
- Ketika masuk ke dalam hati Abu Dzar
- belum membersihkan sama sekali sisa
- jahiyah tersebut. Baru setelah ditegur
- oleh Rasul ya dia menyadari
- kesalahannya. Oleh karena itu, Bilal
- ketika duduk di samping sahabat mulia
- yang berasal dari pembuka Quraisy, dia
- minder gak?
- Tidak.
- Salman juga
- h
- tidak. Tapi kita jumpai bagaimana di
- tengah-tengah kita pada saat ini
- bagaimana budaya tradisi jahiliah ini
- masih melekat pada kita. Belum
- membersihkan jiwa kita dari tradisi
- jahiliah tersebut.
- Dan sampai saat ini di tengah-tengah
- bangsa Arab ya, di tengah-tengah
- suku-sukunya masih banyak yang bertempuk
- dada. Ana
- min kabilat fulan,
- ana min kaumi fulan. Masih banyak. Nah,
- ini menandakan bahwa apa? Mereka masih
- belum membersihkan diri mereka dari
- kotoran jahiliah. Hingga ketika kesucian
- ayat-ayat Allah dan petunjuknya masuk
- bercampur dengan budaya jahiliah. H.
- Tapi bukan berarti tradisi kebiasaan
- orang-orang Arab sebelum Islam semuanya
- tercela.
- H
- tidak semuanya.
- Nah, peran dari Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam membersihkan
- kotoran-kotoran jahiliah. Contoh sikap
- darmawan orang Arab terkenal. Heeh.
- Mereka dikenal sebagai orang-orang
- darmawan, mengorbankan harta mereka,
- unta-unta mereka untuk mendamaikan,
- begitu juga untuk menyambut jemaah haji.
- Tapi sebagian mereka ketika mereka
- melakukan hal ini menunjukkan kebanggaan
- suku mereka.
- Maka sifat darmawannya dipertahankan.
- Tapi melakukan ini untuk kebanggaan,
- kesombongan yang merupakan ria itu yang
- dibersihkan.
- Oleh karena itu untuk menentukan satu
- kebiasaan itu benar atau salah,
- Islam atau jahiliah, kembalikan pada
- Al-Qur'an. Wtalaftum fihi minaiin
- fahukmuhuallah. Apa saja yang kalian
- perselisihkan, pertentangkan, kalian
- bingung menentukan mana benar, mana
- salah, maka hukumnya kembalikan pada
- Allah. Nah, kembali pada Allah, kembali
- kepada kitab sucinya. Saya sering
- membacakan ya ayyuhanas inqnakum
- minakarinakumuban
- waqallahum.
- Walaupun kita sering bacakan ayat ini,
- tapi tetap saja masuk ke telinga
- sebagian orang, berlalu lagi ke telinga
- yang lain tanpa diresapi, dihayati.
- perlakuan dia terhadap sesama saudaranya
- masih perlakuan jahiliah.
- Lalu saya bertanya, perpecahan di antara
- umat Islam yang bergolong-golongan,
- bersekta-sekta masing-masing
- membanggakan diri mereka. Jahiliah bukan
- jahiliah
- sama dengan jahiliyatul Arab. Kalau dulu
- mereka membanggakan, "Saya dari Bani
- Tamim, mau pergi ke surga atau neraka
- saya akan ikut." Ana min Tamim. Satu
- lagi mengatakan, "Ana min ghuzahat ghuza
- gwaitu." Saya dari suku Ghuza mau
- mencong, mau lurus saya akan ikut di
- belakangnya.
- Nah, kita jumpai juga umat Islam
- sekarang mereka beranggapan berjalan di
- atas kebenaran sebagian mereka padahal
- mereka menyimpang dari petunjuk Allah.
- Bukan mereka menerima
- nama yang mulia yang Allah berikan
- kepada mereka yaitu Al Islam warabitu
- lakumul Islam Madinah. Mereka ganti
- namanya atau mereka tambahkan dengan
- apa? Dengan tambahan jahiliah.
- Saya muslim NU, saya muslim
- Muhammadiyah, saya muslim Persis, saya
- muslim Syiah, saya muslim sunah. Dari
- mana ini? Sunah hanya nama,
- belum tentu sesuai dengan sunah Rasul.
- Begitu juga banyak orang mengatasnamakan
- Syiah dari keluarga Rasul, tapi keluarga
- Rasul enggak mengakuinya. Sama dengan
- firman Allahukumala.
- Maukah kalian aku beritahukan atau kami
- beritahukan orang yang paling rugi
- amalnya?
- Alladinauhum
- hayat dunya. Orang yang usaha mereka
- sesat
- ya tidak mengenai apa dan berjalan dalam
- kebenaran dalam kehidupan dunia ini.
- Wahum yahsabun annahum yuhsin. Sedangkan
- mereka beranggapan mereka sedang
- melakukan pekerjaan yang terbaik.
- Kenapa? Karena mereka terbawa oleh ego
- mereka, kebanggaan mereka. Lalu Allah
- terangkan, siapa mereka? Ulaikalladina
- kafaru biayatihim wq. Mereka yang ingkar
- kepada ayat-ayat Tuhan mereka. Bukan
- disesuaikan nilai dan pandangan mereka
- dengan ayat Allah. Ayat Allah
- disesuaikan dengan tradisi mereka
- dan ingkar terhadap perjumpaan dengan
- Allah di hari kemudian nanti.
- Ulaikalladina kafaru biayatihim
- waliqitum
- falaqimahum yaumalqiamati wazda. Maka
- hancurlah semua amal mereka dan kami
- tidak akan lagi menimbang. Enggak bisa
- ditimbang karena enggak ada nilainya.
- Katakan emas palsu.
- Enggak mungkin dong dipandang sebagai
- emas.
- Fahabitalahum
- fala nuqim lahum yaumalqiamatiika
- jaum jahanamu bima kafaru ayatiusuli
- huz. Itulah balasan mereka api neraka
- jahanam disebabkan karena keingkaran
- mereka dan mereka menjadikan ayat-ayat
- Allah dan rasulnya sebagai huzua
- permainan. Sekarang ayat Allah dijadikan
- permainan. Bukan diresapi, betul
- dihafal, dibaca dengan suara yang indah,
- tapi disikapi dengan sikap yang
- meremehkan.
- Oleh karena itu, untuk membedakannya
- bagi penanya kita yang bertanya tadi,
- baik kita dengan budaya kita, kita
- sebagai manusia ada nilai-nilai
- kemanusiaan yang disepakati, nilai
- universal. Walaupun belum ada suntunan
- agama, tapi nilai universal, kejujuran,
- amanat, keadilan, ya kemudian persamaan
- hak di antara manusia itu diakui oleh
- manusia.
- Betul gak? Walaupun para koruptor mereka
- korupsi, mereka tahu perbuatan mereka
- ini bejat.
- Begitu juga para pencuri, para perampok,
- orang yang berdusta, orang yang
- berkhianat. Mereka tahu ini bukan lagi
- kembali kepada budaya,
- tapi asalnya nilai-nilai universal
- kemudian mengakar pada sebagian kaum.
- Ada lagi yang tidak dihormati pada
- sebagian kaum karena kebenjatan mereka.
- Oleh karena itu kita di sini tidak
- menyerang seluruh budaya satu kaum,
- budaya bangsa Indonesia yang baik ya,
- yang sesuai dengan nilai-nilai. kita
- hargai tinggal kita alihkan semuanya
- karena Allah Taala. Orang Indonesia yang
- santun, yang baik ya dalam banyak hal
- kita hargai. Sampai orang Indonesia
- kalau berangkat ke luar negeri ke Mesir
- ditanya, "Dari mana kamu Indonesia?"
- Ahsananas
- merupakan orang yang terbaik. Dan
- terang-terang mereka tidak merusak,
- tidak melimbulkan gangguan baik di
- Eropa, di mana-mana tempat orang
- Indonesia dianggap penurut.
- He.
- Cuma sayangnya kadang-kadang nurutnya
- enggak pada tempatnya, pada yang zalim
- nurut. pada hal-hal yang tidak baik
- nurut ini kelebihan tinggal diluruskan
- taat tunduk
- ya tapi karena Allah subhanahu wa taala.
- Jadi kesimpulannya jadikan Quran sebagai
- mizan sebagaimana Allah perintahkan
- kita. Nah yang kedua tadi apa?
- Ee yang kedua dari
- bagaimana kita mengawinkan
- ya membahas hukuman dan perang ustaz
- terkait arahman
- Allah berfirman, "Nabi ibadi,
- sampaikan kepada hambaku
- ani analofururahur rahim bahwa aku ini
- yang maha pengampun lagi maha penyayang.
- Bagi mereka yang datang mohon ampun ya
- kembali pada Allah. bagi mereka yang
- mengikuti petunjuknya. Tapi pada waktu
- yang sama
- ibadi analimab.
- Tapi jangan kalian pandang remeh.
- Aku maha pengampun, penyayang bagi
- mereka-mereka yang kembali kepadaku.
- Tapi umumkan juga bahwa azabku merupakan
- azab yang maha pedih.
- Coba bayangkan, Kang Rizal. Kalau Allah
- Subhanahu wa taala namanya hanya
- arrahman arrahim
- tidak ada syaridul iqab, tidak ada
- al-Aziz, aljabbar, almutakabbir, kita
- bertanya bagaimana
- dapat dipersamakan antara orang yang
- taat bersyukur kepada Allah, yang
- berbuat kebaikan dengan orang yang zalim
- melakukan kerusakan? Heeh.
- Kira-kira kalau seandainya pengikut Nabi
- Musa yang beriman disamakan dengan
- Firaun bersama pengikutnya yang kejam,
- adil gak?
- Tidak adil, Ustaz.
- Artinya
- Allah Subhanahu wa taala ya menjelaskan
- kepada kita Allah maha pengasih, maha
- penyayang bagi hamba-hambnya
- yang bersyukur kepada Allah, berbuat
- kebaikan dan menaburkan kasih sayang
- terhadap sesamanya. Tapi orang yang
- berbuat zalim tidak mungkin disamakan.
- Dalam surah
- Al-Qalam Allah berfirman apa?
- Afanaj'alul muslimina kal mujrimin maum
- kaifaun. Apakah kalian beranggapan kami
- akan samakan orang yang berserah diri
- kepada Allah dengan orang-orang yang
- melakukan kejahatan? Di mana akal
- kalian? Bagaimana kalian memutuskan?
- Maakum kaifa tahkumun?
- Jadi kita harus paham bahwa ketika Allah
- menjelaskan dirinya yang maha pengasih,
- penyayang, maha pengampun itu bagi
- mereka yang datang kepada Allah bersadar
- bersadar dan kembali padanya. Adapun
- bagi mereka pelaku kejahatan tak mungkin
- Allah biarkan. Contoh
- Adam yang berbuat salah kemudian dia
- menyesal bertobat diterima oleh Allah.
- Iblis berbuat dosa tapi bersikap sombong
- di hadapan Tuhannya. Allah hukum usir
- dirinya dari surga. Kemudian Allah kutuk
- dirinya. Dan tadinya dia merupakan hamba
- yang beribadah pada Allah. Allah berikan
- nama dia iblis yang artinya terus dari
- rahmat Allah. Kata iblis bukan kata
- benda, kata sifat. Oleh karena itu
- manusia yang perilakunya sama dengan dia
- dinamakan juga iblis. Setan dari
- kalangan jin maupun manusi
- manusia.
- Jadi kesimpulannya kepada Pak Abdullah
- ya. Kesimpulannya Pak Abdullah
- bahwa rahmat Allah Subhanahu wa taala
- atau manifestasi dari rahmanih Allah di
- dunia yang beriman yang kafir menerima.
- Tapi kalau rahimnya Allah ya yang
- merupakan manifestasi dari arrahim maka
- itu khusus untuk hambanya yang beriman.
- ketentraman hati, bimbingan petunjuk, ya
- ampunan dosa itu khusus untuk
- hamba-hambanya yang beriman dan ini
- sesuai dengan keadilan Allah. Jadi
- ketika Allah menamakan dirinya,
- huwallahulladzi la ilahaillah hu
- almalik, al-qudus, assalam, almukmin,
- almuhaimin
- ini menggambarkan bagaimana
- Allah Subhanahu wa taala yang maha raja
- diraja yang maha kudus
- yang seluruh sifat-sifatnya atau
- nama-namanya menunjukkan kesempurnaannya
- ya, keindahan yang tak terhingga.
- Assalam yang menganugerahkan
- keselamatan. Semua ada di tangan Allah.
- Almukmin juga yang memberikan rasa aman.
- Assalamul mukmin almuhaimin yang
- mendominasi. Karena kata muhaimin itu
- sang pemilik hegemoni di seluruh alam
- semesta. Tidak ada yang lepas dari
- kekuasaannya. Tapi dalam waktu yang sama
- Aziz Almutakabbir. Nah, Alazizul
- Jabbarul Mutakabbir ini untuk siapa?
- untuk mereka-mereka yang jabbar, yang
- mutakabbir.
- H.
- Jadi jangan kita tempatkan nama Al-Aziz,
- almujabbar, almutakabbir untuk hambanya
- yang beriman. Tidak.
- Nama-nama Allah Subhanahu wa taala. Ya,
- Allah Subhanahu wa taala terangkan pada
- kita untuk menjelaskan bahwa orang-orang
- yang congkak, yang jabbar, yang
- mutakabbir, dia akan berhadapan dengan
- al-Azizul Jabbar Mutakabbir. Saya ingat
- ketika di Mesir dulu,
- ada seorang yang mendalami Asmaul Husna.
- Kebetulan dia seorang jenderal, tapi dia
- menulis sebuah buku tentang Asmaul
- Husna. Dia bercerita satu hari anaknya
- bertanya, "Ya, kenapa Allah melarang
- kita untuk memiliki sifat aljabbar
- almutakabbir tapi Allah justru
- memilikinya?" Dijawab oleh sang ayah,
- "Kalau Allah tidak memiliki nama
- tersebut, lalu bagaimana sikap Allah
- terhadap orang-orang yang berbuat
- kejahatan di muka bumi?"
- Nama ini bukan untuk semua manusia,
- tapi untuk mereka-mereka yang berbuat
- kejahatan. Orang yang suka memberikan
- maaf,
- melupakan kesalahan orang lain, dia akan
- menerima balasan dari al-afu
- yang mengampuni kesalahan orang lain.
- Dia akan menerima juga balasan dari
- alghfur. Yang bersyukur kepada Allah
- akan berhadapan dengan asyakur. Yang
- pengasih, penyayang juga akan menerima
- rahmat Allah arrahman arrahim. Ya. Jadi
- ingat siapa yang mendapatkan balasan
- yang baik dari Allah,
- menerima keindahan ya manifestasi dari
- nama-nama Allah yang begitu indah,
- hendaklah Anda meneladani Allah
- Subhanahu wa taala. Kalau Anda bersikap
- congkak, sombong, berbuat
- sewenang-wenang, jangan salahkan apabila
- Alazizul Jabbar almutakabbir melakukan
- hal yang sama terhadap kamu.
- Demikianlah, ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah, pertemuan kita
- mudah-mudahan bermanfaat ya. Ee kita
- berbagi renungan bersama-sama. Sedangkan
- ayat Al-Qur'an merupakan samudera yang
- tak terhingga. Sedangkan yang saya
- sampaikan merupakan sedikit tak berarti.
- Oleh karena itu, coba renungkan
- Al-Qur'an langsung Anda akan mendapatkan
- hidayah rahmat dari Allah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih jazakullah
- khairan kir guru kita Ustaz Husein
- Alatas yang telah menyampaikan renungan
- dan juga penjelasan jawaban dari ikhwan
- akhwat. Tadi hanya dua yang sempat kita
- bacakan. Akhirnya kami pamit undur diri
- saya Rizal Hak bersama teman-teman yang
- bertugas ada Kang Ondi dan Kang Algi
- undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.