Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 [musik] 0:13 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Alhamdulillahirabbil alamin. Hamdan 0:19 katsiran thayyiban mubarakan fih. Kama 0:21 yuhhibbu rabbuna wa yardho. Allahumma 0:23 shalli wa sallim wa barik ala sayyidina 0:25 Muhammadin wa ala ali sayyidina 0:26 Muhammad. Masih dipancarkan dari Jalan 0:28 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimagis 0:31 Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim dan 0:33 juga Rasiltv untuk Islam yang satu. 0:36 Assalamualaikum warahmatullahi 0:37 wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati 0:39 Allah. Senang sekali di kesempatan pagi 0:40 hari ini kami bisa kembali menjumpai 0:44 ikhwan akhwat dalam program acara 0:46 renungan di bawah naungan Alquran untuk 0:49 edisi eh Senin ya, 3 November 2025 0:55 bertepatan dengan hari yang ke-12 di 0:58 bulan Jumadil Awal 1447 1:01 Hijriah. Telah hadir guru kita Ustaz 1:03 Husein Alatas. Kita sapa beliau. 1:05 Assalamualaikum warahmatullahi Ustaz. 1:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08 wabarakatuh. 1:08 Kabar baik dan sehat Ustaz ya. 1:09 Alhamdulillah wasyukurillah. Baik ikhwan 1:12 akhwat seperti biasa kita buka pertemuan 1:14 ini dengan pembacaan Quran surah Al 1:16 Fatihah yang akan dibimbing langsung 1:18 oleh Ustaz Husein Alatas. Kami 1:19 persilakan Ustaz. 1:21 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:28 Bismillahirrahmanirrahim. [berdehem] 1:34 Alhamdulillahirabbil 1:37 alamin. 1:41 Arrahmanirrahim. 1:45 Maliki yaumiddin. 1:50 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:56 Ihdinashshirathal 1:59 mustaqim. 2:02 Shirathalladzina 2:04 an'amta alaihim. 2:08 Ghairil maghdhubi alaihim 2:11 waladh-dhallin. 2:19 Amin. Amin, amin, amin ya rabbal alamin. 2:21 Alhamdulillah telah kita buka bersama 2:23 dengan membaca Alquran surah Al Fatihah. 2:25 Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada 2:26 kita semua. Amin. Amin ya rabbal alamin. 2:29 Ikhwan akhwat, renungan di pagi hari ini 2:30 kita awali dengan membacakan pertanyaan 2:33 dari ikhwan akhwat. Ini beberapa tema 2:36 atau pertanyaan terkait Alquran, Ustaz. 2:38 Yang pertama dari Pak Suhardi Ciputat. 2:43 Ustaz, bagaimana Alquran menjelaskan 2:46 asal mula kehidupan dan penciptaan 2:49 manusia dari setetes air mani atau 2:52 nutfah atau tanah? 2:54 Apa makna mendalam dari proses 2:56 penciptaan yang bertahap dan kompleks 3:00 ini terkait dengan kekuasaan Allah, 3:03 Ustaz? 3:03 Bismillahirrahmanirrahim. 3:07 Alhamdulillahirobbil 3:09 alamin. 3:12 Allahumma shalli wa sallim wa barik ala 3:15 abdika wa rasulika sayyidina wa 3:18 nabiyyina Muhammadin. 3:21 Wa alihi thayyibin wa shahabatihil 3:24 ghurril mayamin. 3:28 Wa sairin ala nahjihi ila yaumiddin. 3:33 Assalamualaikum, ya Rasulallah. 3:36 Assalamualaikum wa ala ibadillahish 3:39 shalihin. 3:40 Assalamualaikum warahmatullahi 3:43 wabarakatuh. 3:46 Allahumma atina min indika rahmat. 3:50 Wa allimna min ladunka ilman nafi'a 3:53 wanfa'na bima 'allamtana rabbana zidna 3:56 ilman 3:57 walhiqna bis sholihin. 4:00 Allahumma ahdina subulas salam wa 4:02 akhrijna minaz zulumati ilan nur 4:05 wahdina ila shirotikal mustaqim amma 4:09 ba'du. 4:12 Menjawab pertanyaan Bapak 4:15 Pak Suhar Ustad. Suhar. 4:20 Berhubungan dengan penciptaan manusia 4:23 yang diciptakan Allah Subhanahu wa 4:25 ta'ala 4:27 dari tetesan air sperma. 4:36 Demikian pula penciptaannya secara 4:39 bertahap. 4:41 Apa hubungannya dengan kekuasaan Allah 4:44 Subhanahu wa ta'ala? 4:46 Saya akan menjawab pertanyaan ini 4:48 langsung dengan membacakan ayat ke-7 4:52 dari surah As Sajdah. 4:56 Ayat ke-7 dari surah As Sajdah. 5:01 Alladzi ahsana kulla syai'in kholaq. 5:08 Wa bada'a kholqol insani min tin. 5:12 Tsumma ja'ala naslahu min sulalatin 5:16 mim ma'in mahin. 5:19 Tsumma sawwahu 5:21 wa nafakho fihi min ruhihi. 5:25 Wa ja'ala lakumus sama'a wal abshoro wal 5:28 af'idah qolilan ma tasykurun. 5:35 Sesungguhnya Allah dialah yang telah 5:38 memperindah 5:40 mempercantik 5:43 menyempurnakan 5:45 segala sesuatu yang diciptakan 5:50 Alladzi ahsana kullu syai'in yang telah 5:53 memperindah, mempercantik ya 5:56 segala sesuatu khalaqah yang diciptakan 6:01 lalu Allah berikan salah satu contohnya 6:05 wa bada'a khalqal insani min tin 6:08 dan Allah memulai penciptaan manusia min 6:11 tin dari tanah 6:15 menerangkan tentang penciptaan kakek 6:18 kita, begitu juga nenek kita 6:22 adapun riwayat yang mengatakan bahwa 6:25 nenek kita diciptakan dari tulang iga 6:27 yang bengkok, ini merupakan riwayat 6:29 israiliyat 6:32 sedangkan 6:33 yang diterangkan Alquran 6:36 Allah menciptakan 6:39 kakek dan nenek kita berasal dari 6:41 entitas yang sama 6:44 Allah memulai penciptaan manusia min tin 6:49 tsumma ja'ala naslahu min sulalatin mim 6:52 ma'in mahin lalu Allah ciptakan atau 6:55 jadikan anak keturunannya tidak langsung 6:58 dari tanah tapi dari sari-sari pati 7:01 tanah 7:03 dari sana lahirlah cairan yang 7:06 benar-benar rendah 7:08 dan hina 7:16 kita semua 7:17 selain dari kakek dan nenek kita 7:22 diciptakan 7:24 tidak langsung dari tanah, dari sari 7:26 pati tanah, tapi diciptakan dari tidak 7:28 langsung dari tanah, tapi diciptakan 7:30 dari sari pati tanah yang dimakan 7:33 oleh ayah kita, oleh ibu kita dari 7:36 tumbuh-tumbuhan bumi 7:38 hewan juga yang berasal dari mana? 7:41 yang berasal juga dari unsur dan entitas 7:44 yang sama. 7:47 Allah kuasa untuk menciptakan semua 7:49 manusia langsung dari tanah. 7:52 Bahkan Allah kuasa untuk menciptakan 7:55 manusia 7:57 tidak berasal dari tanah. Dengan 7:58 kehendak-Nya mereka menjadi manusia yang 8:02 menunjukkan kehendak Allah yang bersifat 8:04 mutlak. 8:06 Karena hukum-hukum, ya, 8:09 yang berlaku dalam kehidupan kita maupun 8:12 di alam semesta yang menetapkannya 8:14 adalah Allah. Allah. 8:16 Sedangkan Allah tidak terikat dengan 8:18 hukum-hukum tersebut, tapi Dia Maha 8:21 Kuasa atas segala sesuatu. 8:24 Jadi, Dialah yang telah mempercantik, 8:26 memperindah, menyempurnakan segala 8:28 sesuatu yang diciptakan dan memulai 8:31 penciptaan manusia langsung dari tanah, 8:34 itu kakek dan nenek kita. 8:38 Wabada'a awwalu ma ja'a ala nasrahu min 8:40 sulalatin min ma'in mahin. Kemudian 8:43 Allah jadikan anak turunnya, beranak 8:45 keturunannya berkembang biak dari 8:47 saripati tanah. 8:50 Ya, yang dimakan oleh 8:53 orang tua kita. 8:55 Yang melahirkan ma'in mahin, cairan yang 8:58 rendah dan hina. 9:00 Artinya kita bukan berasal dari cairan 9:02 batu mulia, 9:04 berlian, 9:05 permata, ya, yang bernilai tinggi saat 9:08 ini. 9:09 Tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala ciptakan 9:11 dari asal-usul yang begitu rendah. 9:14 Agar kita ingat diri kita dan tidak 9:17 menyombongkan diri. 9:21 Tsumma sawwahu. 9:24 Dari asal-usul yang begitu hina dan 9:26 rendah, Allah Subhanahu wa Ta'ala 9:28 sempurnakan penciptaan kita dengan penuh 9:30 keseimbangan. 9:33 Wanafakha fihim min ruhi. 9:36 Allah tiupkan, ya, ke dalam jasad, ya, 9:40 yang diciptakan dengan sempurna 9:41 tersebut, roh yang memberikan kehidupan 9:44 baginya. 9:46 Roh dalam bahasa Indonesia berarti 9:48 nyawa. 9:50 Jadi, [mendengus] Allah subhanahu wa 9:51 taala 9:52 anugerahkan bagi manusia tersebut, ya, 9:56 dengan kebesarannya, nyawa yang membuat 10:00 dirinya yang telah diciptakan secara 10:02 sempurna dapat hidup. 10:06 Waja'ala lakumus sam'a wal abshara wal 10:10 af'idah. Lalu, Allah anugerahkan buat 10:13 kalian 10:14 as sam'a, pendengaran, 10:16 penglihatan, wal af'idah, jamak dari 10:20 fuad. 10:22 Bagaimana Allah anugerahkan bagi 10:23 manusia, 10:25 jiwa, ya, 10:27 yang memiliki perasaan, 10:29 cinta, 10:30 benci, suka, duka, ya. 10:35 Berbagai macam potensi jiwa yang Allah 10:38 subhanahu wa taala anugerahkan buat 10:40 kita. 10:41 Di samping ada nafsu, ada akal. 10:45 Ada nafsu? 10:46 Ada juga akal. 10:49 Jadi, manusia bukan sebuah benda mati 10:53 seperti patung, 10:54 tapi, ya, 10:55 jasad yang amat menakjubkan yang 10:57 diciptakan dengan penuh keseimbangan. 11:01 Dan Allah anugerahkan baginya jiwa, ya. 11:05 Allah anugerahkan baginya pendengaran, 11:07 penglihatan, begitu pula Allah 11:08 anugerahkan baginya akal, perasaan. 11:13 Begitu juga Allah anugerahkan baginya 11:15 nafsu. 11:17 Lalu, Allah subhanahu wa taala menutup 11:19 ayat ini qalilam ma tasykurun, tapi 11:22 sedikit, sedikit sekali di antara kalian 11:25 yang bersyukur kepada Allah. 11:28 Mereka menikmati kehidupan mereka, 11:30 rezeki mereka, berbagai macam karunia 11:33 Allah 11:35 tapi mereka 11:36 tidak bersyukur kepada Allah kecuali 11:38 sedikit dari mereka. 11:43 Keterangan yang Allah terangkan pada 11:44 ayat ini menerangkan asal-usul 11:47 penciptaan manusia dengan jelas, 11:50 sederhana, mudah untuk dipahami. 11:52 [mendengus] 11:53 Sebagaimana Allah menciptakan manusia 11:55 dari tanah, Allah kuasa untuk 11:57 menciptakannya dari unsur yang lain. 11:59 Bahkan Allah kuasa untuk menciptakan 12:01 manusia sekaligus tercipta. 12:06 Bukan dari asal-usul tanah maupun 12:08 lainnya. 12:09 Tapi Allah ciptakan kita secara bertahap 12:13 dari asal-usul yang begitu rendah 12:16 agar kita bersyukur kepada Allah 12:19 subhanahu wa taala atas nikmat 12:20 karunia-Nya dan juga belajar dari 12:23 ayat-ayat Allah. 12:25 Bayangkan Kang Rizal, kalau Allah 12:27 subhanahu wa taala ciptakan kita 12:29 sekaligus 12:31 tidak secara bertahap, manusia dapat 12:33 tidak belajar dari kebesaran dan 12:35 keagungan Allah. 12:38 Allah ciptakan kita secara bertahap dari 12:40 mulai 12:42 sperma yang berasal-usul dari saripati 12:44 tanah. 12:46 Begitu juga telur 12:48 ya, yang Allah ciptakan pada seorang 12:50 wanita juga berasal dari asal-usul yang 12:52 sama. 12:53 Kemudian bagaimana dengan kebesaran 12:55 keagungan Allah? 12:56 Sperma dan telur ya bertemu melakukan 13:00 pembuahan. 13:02 Kemudian kita saksikan keagungan Allah 13:04 pada masa-masa pembentukan. 13:07 Dari mulai sperma dan telur ya bersatu 13:12 kemudian mulai dia melekat pada dinding 13:14 rahim 13:16 membelah dirinya ya, kemudian mulai 13:18 merajut tubuhnya secara perlahan-lahan. 13:22 Dari mulai tulang kerangkanya, 13:24 otot-ototnya, 13:26 kemudian juga dagingnya, syarafnya, 13:30 kemudian organ-organ tubuhnya diciptakan 13:32 Allah Subhanahu wa Ta'ala 13:35 dalam kegelapan. 13:38 Manusia saat ini 13:41 dengan 13:42 peralatan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala 13:44 anugerahkan bagi mereka dapat 13:46 menyaksikan pertumbuhan janin dalam 13:47 kandungan ibunya. 13:49 Di sana kita menemukan keajaiban yang 13:52 tak terhingga dan juga rahmat Allah 13:55 terhadap hambanya. 13:58 Tapi sedikit dari kita yang bersyukur. 14:00 Jadi Allah kuasa menciptakan langsung 14:02 dengan kun fayakun, 14:04 tapi Allah ciptakan secara bertahap, 14:06 begitu pula Allah menciptakan langit, 14:08 bumi, ya. 14:10 Secara bertahap. 14:12 Padahal Allah kuasa untuk menciptakan 14:14 sekaligus. 14:15 Kenapa? Agar kita belajar. 14:17 Agar kita 14:19 belajar dan mengambil manfaat. Sebagai 14:22 contoh Allah kuasa untuk menumbuhkan 14:24 padi sekaligus atau bahkan menyediakan 14:26 makanan 14:27 tanpa apa? Melalui tahapan pertumbuhan 14:30 dan memasak. 14:31 Seperti hidangan yang Allah turunkan 14:33 kepada para Hawariyun, pengikut Isa. 14:36 Hidangan langsung disediakan untuk 14:38 mereka. 14:39 Tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala 14:42 ciptakan justru apa? 14:45 Makhluk-makhluknya, rezeki mereka secara 14:47 bertahap agar manusia mampu belajar 14:50 hingga mengembangkan pertanian mereka, 14:53 mengembangkan peternakan mereka, 14:55 juga belajar mengenai tubuhnya, kemudian 14:58 bagaimana menemukan penyakit dan 15:00 bagaimana cara mengobatinya. 15:02 Semuanya apa? Semuanya merupakan 15:05 pelajaran yang amat indah dari tahapan 15:08 dan proses penciptaan manusia. 15:11 Lalu Allah tutup wa in ta'uddu 15:13 ni'matallahi la tuhsuha. Kalau kalian 15:16 mau menghitung nikmat Allah, kalian tak 15:19 akan dapat menghitungnya. Jadi kalau 15:21 kita kembali kepada ayat tadi, pada ayat 15:23 7 surat As-Sajdah, alladzi ahsana kullu 15:26 syaiin khalaqah, 15:29 dialah yang telah menciptakan, eh, 15:31 memperindah segala sesuatu yang 15:33 diciptakan. 15:34 Wa badaa khalqal insani min tin, dan dia 15:37 mulai 15:38 penciptaan manusia dari tanah. 15:42 Wa in tsumma ja'ala naslahu min 15:44 sulalatin min ma'in mahin, kemudian dia 15:46 menjadikan anak keturunannya berkembang 15:49 biak dari sari pati tanah yang 15:51 melahirkan cairan sperma. 15:55 Tsumma sawwahu, kemudian Allah subhanahu 15:58 wa ta'ala sempurnakan penciptaan 15:59 dirinya. 16:01 Wa nafakha fihimin ruhi, Allah tiupkan 16:04 ruh ke dalam tubuhnya. Wa ja'ala lakumus 16:06 sam'a wal absara wal af'idah, Allah 16:09 jadikan bagi kalian pendengaran, 16:11 penglihatan, begitu pula Allah 16:13 anugerahkan bagi kalian al-af'idah. 16:17 Yaitu apa? Yaitu 16:20 jiwa dengan potensinya yang 16:22 bermacam-macam. 16:24 Dari mulai rasa cinta, rasa benci, ya. 16:28 Begitu pula kecerdasan yang ada padanya. 16:32 Begitu pula nafsu 16:34 yang Allah ciptakan bukan tanpa tujuan. 16:36 Karena tanpa ada nafsu, bagaimana 16:38 manusia akan mampu menjaga dirinya? 16:40 Betul enggak? Melanjutkan kehidupannya 16:42 tanpa makan, tanpa minum. Begitu juga 16:46 untuk mengembangbiakkan anak 16:48 keturunannya, Allah letakkan dalam 16:49 jiwanya nafsu terhadap lawan jenisnya. 16:52 Begitu juga Allah letakkan kecintaan 16:54 pada harta agar mereka berusaha. 16:57 Dengan bimbingan Allah, Allah bimbing 16:59 mereka bagaimana mereka menjalani 17:01 kehidupan mereka dengan benar, dan cara 17:03 yang ditunjukkan Allah merupakan cara 17:05 yang terbaik. 17:07 Setelah itu Allah menutup, sedikit 17:09 sekali di antara kalian yang bersyukur. 17:12 Padahal ayat-ayat ini diciptakan oleh 17:14 Allah agar kita merenung, berpikir, dan 17:17 belajar daripadanya. 17:19 Oleh karena itu, berkaitan dengan iman 17:21 kepada Allah sebetulnya tertanam dalam 17:23 fitrah manusia. 17:25 Ayat-ayat Allah mengajak kita merenung, 17:28 bertafakur, dan Allah perkenalkan kita 17:31 kepada-Nya 17:33 karena tanpa pengenalan dari Allah 17:35 Subhanahu wa ta'ala, tidak mungkin kita 17:37 dapat mengenal diri-Nya dengan 17:38 sebaik-baiknya. 17:40 Wallahu a'lam. 17:42 Baik, Ustaz. Ya, kita beralih ke tema 17:45 lainnya dulu, Ustaz, ya. Ini dari Pak 17:46 Sulaiman di Bogor. Ini terkait negeri 17:49 ini, Ustaz, ya. 17:51 Ustaz, kenapa keadilan di negeri ini 17:53 sangat langka sekarang? 17:55 Yang punya jabatan dan kekuasaan bisa 17:57 membeli hukum. Yang benar jadi salah. 18:01 Yang salah jadi benar. Ketidakadilan ini 18:03 semakin terasa, Ustaz, saat ini. 18:05 Korupsi di segala bidang. Pejabat yang 18:08 gila hormat pun ternyata 18:11 ini perlu disensor mungkin, ya, biadab, 18:13 Ustaz. 18:15 Ya, saling melindungi sesama mereka. 18:17 Ketika terbukti berkhianat, maling, 18:19 mereka ada yang cukup ditegur saja, 18:22 dinasehati agar tidak melakukannya lagi, 18:24 atau cukup mengembalikan hasil malingnya 18:27 tanpa diadili, tanpa dihukum. Sedangkan 18:30 masyarakat ketika berbuat salah langsung 18:32 dihukum tanpa ampun. 18:35 Saya setuju dengan gerakan yang lagi 18:36 ramai saat ini, yaitu 18:39 re- re- reset Indonesia. 18:42 Agar Indonesia menjadi lebih baik. Dari 18:44 Pak Sulaiman di Bogor, Ustaz. 18:52 Bismillahirrahmanirrahim. 18:55 Rabbana zidna ilman wal hikmah bis 18:57 sholihin. 18:59 Kalau kita 19:01 mempelajari dan meneliti akar masalah 19:07 yang menjadi penyebab kerusakan bangsa 19:09 kita, negara kita, karena hilangnya 19:11 amanat. 19:15 Amanat ini merupakan karakteristik dari 19:18 kehidupan kita sebagai khalifah dalam 19:20 kehidupan dunia. 19:23 Di mana Allah ciptakan kita sebagai 19:25 khalifah 19:27 yang bertanggung jawab dan berstatus 19:31 amanat. 19:32 Seluruh kehidupan kita merupakan amanat. 19:36 Apa yang kita miliki, 19:39 baik itu keluarga, rezeki, ya, 19:42 ilmu, dan semua potensi yang ada pada 19:45 kita diberikan Allah sebagai amanat yang 19:47 kelak bakal kita pertanggung jawabkan di 19:50 hadapan Allah. 19:52 Nah, apabila amanat disia-siakan, 19:55 maka itulah merupakan saat kehancuran. 20:00 Sebagaimana dalam satu hadis yang 20:02 diriwayatkan, ya, 20:05 oleh Al-Imam Al-Bukhari, 20:09 Iza bui atil amanah fantadziris sa'ah. 20:12 Apabila amanat disia-siakan, tunggulah 20:15 saat kehancurannya. 20:19 Qila wa ma yabua atuh ha ya Rasulullah. 20:23 Sahabat bertanya-tanya, apa maksud dari 20:26 apa? Menyia-nyiakan amanat, wahai 20:28 Rasulullah. 20:30 Rasulullah mengatakan, 20:32 Iza bui Iza wussidal amru ila ghairi 20:35 ahlihi fantadziris sa'ah. Apabila satu 20:38 urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, 20:40 yang layak, ya, yang tepat, maka 20:43 tunggulah saat kehancurannya. 20:46 [mendengus] 20:47 Nah, kita jumpai di negeri kita ini 20:49 bukan hanya di pemerintahan, 20:52 tapi dalam seluruh aspek kehidupan kita, 20:55 kita menemukan bagaimana amanat Allah 20:58 disia-siakan. 21:01 Orang menganggap sepi hal sepele ini. 21:03 Di antara kaum muslimin ada yang 21:05 beranggapan cukup dia salat, dia 21:07 berpuasa, dia berumrah, berhaji, 21:10 bersedekah walaupun dari sumber yang 21:12 haram, Allah akan bersikap kompromi 21:15 terhadap dirinya. 21:18 Dia lupa bahwasanya 21:23 amanat yang Allah amanatkan kepada kita, 21:25 satu persatu kelak akan ditanya oleh 21:27 Allah. 21:29 Ibadah kita, persembahan kita kalau 21:31 bersumber dari yang haram dan tidak 21:33 benar, Allah tidak akan menerima. 21:35 Sebagaimana ucapan anak Adam yang 21:39 berkata kepada saudaranya yang marah 21:41 karena persembahannya tidak diterima, 21:43 dia mengatakan innama yataqabbalallahu 21:45 minal muttaqin. Allah hanya menerima 21:48 dari orang yang bertakwa. 21:50 Bukan lihat besar kecilnya, 21:52 tapi ketakwaan itu merupakan syarat 21:55 untuk diterimanya amal kita. Nah, kalau 21:58 dia berkhianat terhadap amanat, 22:00 seandainya dia salat, dia berpuasa, 22:03 berumrah, berhaji, bersedekah, semua itu 22:06 tidak akan diterima di sisi Allah 22:08 subhanahu wa taala. 22:10 [mendengus] 22:11 Dan kita semua tahu bagaimana ketika 22:14 Allah subhanahu wa taala, ya, menawarkan 22:18 s- kehidupan berstatus amanat ini, Kang 22:21 Rizal, kepada langit, bumi, dan gunung. 22:25 Sebagaimana dalam surat Al-Ahzab, ya, 22:27 dua ayat terakhir, Allah berfirman, inna 22:29 aradnal amanata alas samawati wal ardhi 22:33 wal jibal fa abaina an yahmilnaha wa 22:36 asyfaqna minha wa hamalahal insan. 22:38 Innahu kana zaluman jahula. 22:40 Sesungguhnya kami pernah menawarkan 22:42 kehidupan berstatus amanat ini kepada 22:44 langit, 22:46 penduduk langit dari malaikatnya, 22:49 kemudian kepada bumi, 22:51 kepada gunung yang lebih kokoh 22:52 dibandingkan kita. 22:55 Mereka menolak untuk menerima kehidupan 22:57 berstatus amanat. 22:59 Mereka lebih suka hidup, ya, menjalani 23:02 kehidupan dengan dikendalikan oleh 23:04 menjalani kehidupan dengan dikendalikan 23:07 oleh Allah bukan kepada pilihan mereka. 23:10 Wa asyfaqna minha mereka semua takut. 23:13 Wa hamalahal insan, tapi begitu sampai 23:16 kepada manusia bukan hanya menerima 23:18 bahkan menawarkan dirinya. Sebagaimana 23:21 kita saksikan orang berbondong-bondong 23:24 berlomba-lomba mencalonkan dirinya untuk 23:26 menerima amanat 23:28 memperebutkan kedudukan lurah, camat 23:31 begitu juga wali kota 23:34 kemudian gubernur, betul enggak? Wakil 23:37 rakyat. Kita saksikan bagaimana manusia, 23:40 subhanallah. 23:42 Siap menerima amanat bahkan menawarkan 23:44 dirinya. 23:46 Innahu kana dzoluman jahula. Nah, 23:48 kebanyakan manusia ini punya dua 23:50 penyakit Kang Rizal. 23:52 Tidak semua, tapi kebanyakan manusia 23:55 dua penyakit ini. 23:57 Yang pertama dzolum, yang kedua jahul. 24:01 Dzolum merupakan 24:03 kata superlatif dari kata dzolim. 24:07 Mubalaghoh. Begitu juga jahul merupakan 24:09 superlatif dari kata jahil. 24:14 Kalau seorang dzolim 24:16 dia sadar dirinya berbuat kedzoliman. 24:20 Masih mudah untuk diberikan nasehat, 24:22 diingatkan kepada Allah. 24:25 Yang paling repot justru seorang yang 24:27 dzolum, sudah dzolim menganggap dirinya 24:30 orang paling adil. 24:33 Kalau diingatkan untuk tidak merusak di 24:35 muka bumi mereka mengatakan siapa yang 24:37 bilang kami sedang melakukan perbaikan. 24:40 Wa idza qila lahum la tufsidufil ardhi 24:43 qolu innama nahnu muslihun. 24:46 Kalau dikatakan pada mereka jangan 24:47 kalian merusak di muka bumi mereka 24:50 mengatakan sekali-kali kami tidak 24:51 merusak, kami justru sedang melakukan 24:53 perbaikan. 24:55 Ala innahum humul mufsidun walakin la 24:58 yasyurun, sadar. 25:00 Ini penyakit pertama yang melanda 25:02 kebanyakan manusia. 25:05 Yang kedua jahul. 25:07 Kalau seorang jahil tahu dirinya bodoh. 25:10 Tapi kalau jahul ini sudah bodoh, amat 25:13 bodoh, merasa dirinya paling pandai. 25:18 Nah dua penyakit ini mengenai banyak 25:21 orang di tengah-tengah kita. 25:23 Bukan hanya di kalangan masyarakat awam. 25:25 Kalau masyarakat awam kebanyakan nya 25:28 berada pada tipe yang pertama jahil. 25:30 Jahil. 25:31 Kalau diberitahukan mereka menerima. 25:34 Banyak kesalahan mereka lakukan karena 25:35 mereka tidak tahu. Tapi justru di 25:37 kalangan yang berilmu. 25:39 Di kalangan yang berpendidikan bahkan di 25:41 kalangan ulama. 25:43 Yang menempatkan ayat-ayat Allah bukan 25:46 pada tempatnya demi kepentingan dunia. 25:49 Dan subhanallah kebanyakan dari mereka 25:52 tidak merasakan perbuatan mereka salah. 25:55 Kalau diingatkan mereka marah dianggap 25:57 menghina ulama. 26:00 Innahu kana dharuman jahula. 26:03 Dalam ayat yang lain Kang Rizal 26:05 pada akhir suratul hasyri Allah 26:07 memberikan satu perumpamaan yang amat 26:09 indah. 26:24 Kalau kami turunkan Alquran ini 26:27 di atas sebuah gunung 26:30 niscaya kamu akan menjumpai gunung 26:32 tersebut dari takutnya hancur 26:34 berkeping-keping. 26:36 Itulah perumpamaan yang kami berikan 26:38 bagi manusia agar menjadi apa? 26:40 Renungan buat mereka. 26:42 Maksud Allah turunkan Alquran di atas 26:44 gunung bukan berarti Quran dibacakan 26:47 di atas gunung tidak. 26:49 Orang biar membaca Alquran di atas 26:51 gunung, gunung tidak menjadi soal. 26:53 Betul enggak? 26:54 Tapi maksudnya gunung menerima amanat 26:57 seperti kita. Allah bacakan Alquran 26:59 kepadanya maksudnya apa? 27:01 Sebagai pedoman hidup dan gunung 27:03 diberikan kehidupan berstatus amanat. 27:07 Gunung akan bergetar penuh rasa takut. 27:11 Sedangkan manusia yang tubuhnya lebih 27:13 lunak dibandingkan gunung 27:15 ternyata lebih berani untuk mengemban 27:17 dan menerima amanat. 27:20 Jadi disebabkan karena 27:22 hilangnya amanat 27:24 dari kehidupan kita 27:26 akhirnya 27:28 setiap orang berbuat sesuka hatinya. 27:32 Bahkan kita saksikan bagaimana orang 27:34 yang berkhianat ini untuk menyelamatkan 27:36 diri mereka, mereka bekerja sama saling 27:38 melindungi. Sudah jelas-jelasan mereka 27:40 melakukan korupsi, pengkhianatan 27:43 mereka mengatakan 27:44 tidak boleh kita menuduh mereka 27:46 sembarangan, kita harus berpegang pada 27:47 asas praduga tak bersalah. Padahal ini 27:50 jelas-jelasan mereka apa? Berkhianat. 27:53 Seperti orang mencuri, jelas-jelasan dia 27:55 mencuri, ya. 27:57 Kemudian 27:58 dia menjual hasil curiannya, ya. 28:01 Setelah itu dia menikmati hasil 28:03 curiannya, bukan karena kesusahan, bukan 28:06 dalam keadaan darurat. 28:08 Lalu kita masih mengatakan kita enggak 28:10 boleh bercuriga padanya, kita harus 28:12 mendahulukan asas praduga tak bersalah. 28:15 Ini ucapan yang diucapkan oleh 28:17 mereka-mereka 28:19 yang berkhianat, saling menjaga, saling 28:22 melindungi. 28:23 Oleh karena itu serigala kumpulnya 28:25 bersama serigala. 28:27 Betul enggak? 28:29 Tidak mungkin kambing akan berkumpul 28:30 bersama serigala. 28:32 Pepatah Arab mengatakan attuyuru al 28:34 asykaliha taqa, burung-burung akan apa? 28:38 Nemplok berkumpul bersama yang serupa. 28:42 Nah, kita berharap mudah-mudahan kita 28:43 jangan sampai Allah subhanahu wa taala 28:47 hapuskan amanah dari hati kita. Kita mau 28:50 jiwa kita dibersihkan dari khianat Allah 28:52 tuangkan juga rasa tanggung jawab 28:54 terhadap [berdehem] amanah yang Allah 28:56 amanahkan kepada kita hingga kita dapat 28:58 melaksanakan dengan sebaik-baiknya 29:00 karena Allah berfirman innallaha 29:02 ya'murukum antu'addul amanati ilaa 29:05 ahliha. Sesungguhnya Allah memerintahkan 29:08 kalian untuk menunaikan amanah kepada 29:10 ahlinya. 29:12 Pada saat kita memilih seorang pemimpin 29:14 suara yang kita berikan kepada orang 29:15 yang tepat yang layak hingga kalau dia 29:18 terpilih menegakkan keadilan kita 29:20 berkontribusi dan mendapatkan saham. 29:23 Tapi kalau kita memilih orang yang salah 29:25 dia melakukan kerusakan berarti kita 29:27 memiliki andil saham dalam kerusakan 29:30 tersebut. 29:32 Wal'iyadzubillah. Nah, Ustaz ironisnya 29:34 juga ee tidak sedikit juga yang 29:37 bermasalah ini yang berkhianat ini 29:40 ee latar belakangnya organisasi Islam, 29:43 partai Islam. 29:45 Iya. Seberat itu ujiannya Ustaz sampai 29:48 berkhianat. 29:49 Kita semua tahu bahwa yang berada di 29:52 organisasi Islam kan manusia yang 29:55 memiliki nafsu. 29:57 Ustaz juga kan manusia seperti saya ini 29:59 manusia. 30:00 Juga memiliki nafsu ya. 30:03 Memiliki juga apa? Hasrat, keinginan, 30:06 cita-cita, ketakutan, memiliki juga 30:09 keluarga. 30:11 Di mana kita harus membiayai keluarga 30:12 kita, anak kita, betul enggak? 30:15 Menyiapkan juga kebutuhan mereka, hari 30:17 depan mereka, apalagi kalau meningkat 30:20 kepada apa? Kepada kebutuhan-kebutuhan 30:23 hiasan seperti mobil mewah, betul 30:25 enggak? 30:26 Berpakaian mewah, rumah yang mewah, 30:29 semua ini merupakan godaan yang menggoda 30:31 setiap orang. Bukan hanya 30:34 orang yang biasa bahkan ulama. 30:37 Cuma ulama mereka kalau melakukan 30:39 kesalahan punya dalil untuk membela 30:41 dirinya atau melakukan pembenaran. 30:44 Jadi, Kang Riza, tidak ada seorang pun 30:46 yang dapat selamat dari godaan ini 30:49 kecuali yang berpegang kepada Allah. 30:52 Jadi, kalau saya muncul rasa bangga 30:56 atau merasa kuat di hadapan godaan, itu 30:58 merupakan pintu masuk setan yang kita 31:00 buka. 31:02 Tapi, kalau kita berlari berlindung 31:04 kepada Allah, Allah akan menjaga kita. 31:06 Oleh karena itu, selalu kita ingat pada 31:08 Allah, berlindung pada-Nya, menjalankan 31:10 perintah-Nya, ini merupakan benteng yang 31:13 membentengi kita. Ya ayyuhalladzina 31:16 amanu dzikrullah dzikran katsira wa 31:18 sabbihuhu bukratan wa asila. Oleh karena 31:21 itu, 31:23 jangan kita melakukan pemujaan 31:26 terhadap sosok, 31:28 mau ustaz, mau kiai, mau habib, ulama 31:31 bagaimanapun juga, jangan melakukan 31:33 pemujaan. Karena begitu kita melakukan 31:35 pemujaan, kita enggak bisa lagi 31:37 membedakan antara salah benar. Heh. 31:39 Betul enggak? 31:40 Begitu juga organisasi Islam, walaupun 31:42 organisasi Islam, jangan kita melakukan 31:45 pemujaan terhadap organisasi tersebut. 31:48 Hingga akhirnya kalau ada oknum yang 31:49 salah, kita bela. 31:51 Kita be? Bela. Bela mati-matian. Nah, 31:54 Imam Ali dalam satu ucapannya sebagai 31:56 pelajaran bagi kita semua, beliau 31:58 berkata, 32:00 Innal haqqa wal batila la yu'rafani bi 32:03 aqdarir rijal. 32:04 Sesungguhnya yang hak dan batil 32:07 tidak dikenali dengan kedudukan manusia 32:10 kebesarannya. 32:12 Jadi, kalau orang besar, terkemuka, 32:14 pengikutnya begitu banyak, semua 32:16 perbuatannya benar tidak. 32:20 Jadi, hak maupun batil tidak dikenali 32:23 dari apa? Dari kebesaran manusia, 32:26 kebesaran namanya. 32:29 Tapi, i'rifil haq ta'rif ahla. Pelajari 32:32 yang hak. 32:33 Kamu jadikan kebenaran yang datang dari 32:35 Allah sebagai tolak ukur, kamu tahu 32:36 siapa yang berhak. 32:38 Siapa yang benar. 32:40 Wa'arifil batil, pelajari juga yang 32:42 batil. 32:43 Kamu akan tahu siapa yang berbuat batil. 32:46 Jadi kalau kamu melihat ulama atau kiai 32:49 atau habib atau siapapun juga, 32:51 jangan kamu 32:54 terperangkap dalam pemujaan. 32:56 Karena kita semua sama-sama manusia. 32:59 Beda dengan Rasul. Sampai Imam Malik 33:01 mengatakan, "Kullu insanin yu'khadzu 33:04 minhu wa yuraddu illa shahibu hadzir 33:06 raudhah." Tiap orang kita terima 33:08 ucapannya, 33:09 bisa kita tolak kecuali shahibur 33:11 raudhah, itu Rasulullah Shallallahu 33:13 Alaihi Wasallam, alladzi la yantiqu anil 33:15 hawa in huwa illa wahyun yuha. 33:19 [mendengus] 33:20 Jadi 33:21 kalau kita mengikuti seorang ulama, 33:23 kiai, ustad atau habib, tetap ya, hati 33:27 kita harus dalam keadaan jernih 33:30 dan tidak melakukan pemujaan terhadap 33:32 mereka. Kita selalu bersama kebenaran. 33:36 Ini merupakan pendidikan dari Nabi kita 33:38 Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 33:40 Tapi sayang sungguh sayang, 33:42 karena kebiasaan pemujaan di negeri 33:45 kita. Walaupun mereka mengatakan, "Kami 33:47 mengikuti Quran dan Sunnah." Pada 33:49 kenyataannya, 33:51 Quran dan Sunnah harus dipahami dengan 33:54 apa? Tokoh-tokoh mereka. 33:57 Jadi pemahamannya terbatas. 33:59 Seperti katakan sebagian 34:02 agama, 34:05 melarang para pengikutnya untuk langsung 34:07 membaca Bible. 34:08 Tapi tergantung apa yang dijelaskan oleh 34:11 apa? 34:12 Oleh para tokoh agama mereka. 34:15 Nah, kalau kita umat Islam 34:17 diperintahkan untuk merenungkan Alquran, 34:20 mempelajari kebenaran. 34:23 Kalau kita jumpai seorang benar walaupun 34:25 dari kalangan awam, 34:28 kita katakan dia benar. Walaupun dia 34:30 orang yang tidak kita sukai, yang 34:31 membenci kita kalau dia benar kita harus 34:33 katakan benar. 34:35 Tapi kalau salah walaupun datang dari 34:38 orang yang paling dekat dengan kita yang 34:39 kita cintai kita wajib mengatakan itu 34:42 salah. Jangan kita apa sesuaikan salah 34:44 benar dengan orang yang kita cintai atau 34:47 orang yang kita benci. Ini berbahaya 34:49 sekali. 34:51 Nah ini harus kita pelajari dan harus 34:53 kita resapi dan jadikan pegangan hidup 34:55 kita. Nah saya merasa 34:57 cobaan itu berat kalau kita melihat 34:59 kesalahan ada pada orang yang kita 35:01 cintai. 35:06 Kesalahan ada pada orang yang kita 35:07 cintai. Kebenaran justru datangnya dari 35:10 orang yang bukan dari kalangan kita. 35:13 Allah berfirman dalam surah An-Nisa ya 35:16 ayyuhalladzina amanu kunu qawwamina bil 35:20 qisti syuhadaalillah. Hendaklah kalian 35:22 wahai orang yang beriman menjadi penegak 35:25 keadilan, menyampaikan kesaksian kalian 35:27 semata-mata karena Allah. 35:31 Walau ala anfusikum awil walidaini wal 35:33 aqrabin, walaupun konsekuensinya 35:37 kesaksian kalian itu 35:40 terhadap 35:42 kedua orang tua kalian. 35:45 Ternyata yang bersalah kedua orang tua. 35:49 Awil aqrabin awil walau ala anfusikum, 35:52 walaupun konsekuensinya akan merugikan 35:54 kalian. 35:56 Atau kedua orang tua kalian. Wal aqrabin 35:59 atau kerabat-kerabat kalian. Ini ajaran 36:02 langsung dari Allah. Kunu qawwamina bil 36:05 qisti syuhadaalillah walau ala anfusikum 36:09 awil walidaini wal aqrabin. 36:12 Tegakkan keadilan, sampaikan kesaksian 36:15 dengan benar walaupun konsekuensinya 36:18 kesalahan ada pada kedua orang tua 36:20 kalian pada diri kalian, pada kedua 36:22 orang tua kalian ataupun kerabat-kerabat 36:24 kalian. Ini merupakan ajaran Allah yang 36:28 amat indah dan murni. 36:29 Tapi ketika sampai ke tangan kita, kita 36:32 sesuaikan dengan kepentingan dan 36:35 kemaslahatan kita. 36:37 Jadi mudah-mudahan kaum muslimin hari 36:39 demi hari mata mereka terbuka, mereka 36:42 berpegang pada kebenaran 36:44 dan orang-orang yang berjalan di atas 36:46 kebenaran. Wallahualam. Ustaz, masih 36:49 terkait ini Ustaz. Saya teringat eh 36:51 untuk [berdehem] para pejabat Ustaz yang 36:53 saat ini mungkin mendapatkan amanah eh 36:56 baik itu di parlemen, di kepolisian, di 37:00 TNI, ataupun eh jabatan lainnya Ustaz. 37:03 Bagaimana supaya kita tidak 37:05 terjerumus, tetap lurus menjaga agar 37:08 tidak berkhianat. 37:09 Itu Ustaz. 37:11 Malah kan Ustaz sering menceritakan yang 37:12 tadinya baik kadang-kadang bisa 37:15 eh terbawa arus Ustaz. Bagaimana Ustaz 37:17 melindungi diri dari sikap seperti itu? 37:19 Eh sebagai contoh saya berbicara tentang 37:22 pribadi saya. Saya lebih tahu tentang 37:24 diri saya dibanding dengan orang. 37:26 Orang bisa saja di luar terkagum-kagum 37:29 melihat Ustaz Husein ya 37:31 yang menyampaikan Alquran, 37:33 kemudian dilihat dilihat di luar ini 37:35 merupakan orang yang baik dan lurus. 37:38 Tapi mereka enggak tahu 37:40 bahwasanya 37:43 saya 37:44 ya kalau bukan karena dijaga oleh Allah 37:47 mustahil untuk dapat lurus. 37:50 Kalau hati selalu ingat pada Allah, 37:53 berpegang kepada Allah ya mengingat hari 37:56 akhir, saya merasakan diri saya 37:57 betul-betul dalam keadaan lurus terjaga. 38:01 Tapi di saat kita lengah 38:03 kita lupa pada saat itu hati kita terasa 38:06 tidak nyaman. 38:08 Gelap 38:09 dan apa? 38:11 Syahwat kita mengarah kepada hal-hal 38:13 yang tidak baik. He em. Saya tidak 38:15 bicara mengenai orang lain. Supaya 38:16 jangan orang beranggapan Ustaz Husein 38:18 mensucikan dirinya. Tidak. 38:21 Saya menyadari betul-betul bahwa pada 38:24 saat saya dekat dengan Allah, berzikir 38:26 kepada Allah, membaca Alquran, ya, 38:29 salat dengan khusyuk pada saat itu, 38:32 Allah jauhkan kita dari godaan setan. 38:35 Tapi begitu kita lengah, kita lupa, 38:38 bisa keluar kata-kata yang tidak patut 38:40 dari mulut kita. Bisa kita melakukan 38:43 kesalahan. Jadi untuk menjaga diri kita, 38:46 satu-satunya jalan berlindung kepada 38:48 Allah sebagaimana Nabi Yusuf ketika 38:50 digoda 38:52 oleh Imraatul Aziz, ya, langsung dia 38:55 berlari sambil mengatakan, 38:56 "Ma'adzallah." 38:58 Aku berlindung kepada Allah. 39:01 Jadi yang menyelamatkannya ketika dia 39:03 lari berlindung kepada Allah, 39:04 "Ma'adzallah." 39:05 Bukan dia me- 39:07 ya, bukan dia merasa dia kuat, tapi 39:09 langsung dia berlari mengatakan, 39:11 "Ma'adzallah." Nabi diperintahkan untuk 39:14 berlindung kepada Allah. Wa imma 39:15 yanzaghannaka minasyaitani nazghun 39:18 fasta'idzbillaahi innahuu samii'un 39:19 'aliim. 39:21 Kalau setan berusaha menggoda kamu, ya, 39:24 berusaha untuk 39:26 katakanlah untuk memanas-manasi kamu, 39:30 hendaknya segera kamu berlindung kepada 39:33 Allah. Dia Maha Mendengar lagi Maha 39:34 Tahu. Alhamdulillah kita enggak harus 39:36 pergi jauh. 39:38 Enggak harus apa? Berlari menuju tempat 39:41 yang jauh, tapi Allah bersama kita di 39:43 mana pun kita berada. Selagi kita 39:45 bersama Allah, Allah bersama kita. 39:47 Begitu kita lupa pada Allah, maka setan 39:50 yang akan menghampiri kita. Jadi Kang 39:52 Rizal, 39:54 kita kalau dengan sadar, ya, 39:56 merenungkan semua ini, kita merasa 39:59 rahmat Allah tak terhingga untuk kita 40:01 semua. 40:02 Oleh karena itu dalam suratun nur Allah 40:04 berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu 40:08 laa tattabi'uu khuthuwaatissyaitaan." 40:13 Wa mayyattabi'u khuthuwaatissyaitaan 40:16 nah, "Ya ayyuhalladzina amanu laa 40:18 tattabi'uu khuthu- 40:20 syaitan. 40:22 Wamayyattabi' khutuwatis syaitan 40:24 fainnahu ya'muru bil fahsya'i wal 40:26 munkar. 40:28 Wahai orang yang beriman 40:30 janganlah sekali-kali kalian mengikuti 40:33 langkah-langkah syaitan karena enggak 40:35 sekaligus tapi syaitan menyesatkan 40:37 manusia step by 40:39 step by step. 40:42 Dan siapa-siapa yang mengikuti langkah 40:45 syaitan maka syaitan akan menggiring 40:47 mengajak dirinya berbuat keji dan 40:48 munkar. 40:50 Walau la fadlullahi alaikum warahmatuhu 40:53 ma zaka minkum min ahadin abada. 40:56 [mendengus] 40:56 Kalau bukan karena karunia Allah atas 40:59 kalian dan rahmatnya tak mungkin 41:01 seorangpun dari kalian mampu untuk 41:03 menjaga kesucian dirinya. 41:06 Walakinnallaha yuzakki mayyasya'. Tapi 41:09 Allah subhanahu wa ta'ala dia kuasa 41:12 mensucikan siapa saja yang 41:14 dikehendakinya. Yaitu orang yang merapat 41:17 ke sisi Allah. 41:18 Wallahu sami'un alim. Ini ayat yang 41:21 jelas ya bagi kita semua tapi yang mesti 41:24 kita ingat jangan pernah menyombongkan 41:26 diri. 41:28 Jangan merasa diri kita ini suci, 41:31 bersih, mulia, aman dari godaan syaitan. 41:35 Ini yang paling berbahaya buat kita. 41:37 Yang paling berbahaya yang dengan 41:39 gampang akan menyesatkan kita semua. 41:44 Saya ulangi lagi ayat tadi ini merupakan 41:46 ayat eh 41:47 21 dari surat An-Nur. 41:50 Ya ayyuhalladzina amanu 41:53 la tattabi'u khutuwatis syaitan. Wahai 41:57 orang-orang yang beriman janganlah 41:59 kalian mengikuti langkah-langkah 42:01 syaitan. 42:03 [mendengus] 42:04 Wamayyattabi' khutuwatis syaitan 42:06 fainnahu ya'muru bil fahsya'i wal 42:09 munkar. Siapa-siapa yang mengikuti 42:11 langkah-langkah setan 42:14 sesungguhnya dia akan mengajak, 42:15 menggiring kepada perbuatan keji dan 42:18 mungkar. Walau fadlullahi alaikum 42:20 warahmatu, kalau bukan karena karunia 42:22 Allah dan rahmatnya mazaka minkum min 42:26 ahadin abada, tak mungkin seorang pun 42:28 dari kalian akan mampu untuk menjaga, 42:30 mempertahankan kesuciannya. 42:33 Walakinnallahu yuzaki mayyasa, tapi 42:36 Allah 42:37 kuasa mensucikan siapa yang Allah 42:39 kehendaki. Wallahu samiun alim, sungguh 42:42 Allah Maha mendengar lagi Maha 42:43 mengetahui. Ini kan rahmat kabar 42:45 gembira. 42:47 Allah yang selalu dekat dengan kita, 42:49 Maha mendengar, Maha tahu, kenapa kita 42:51 tidak berlari kepada Allah subhanahu wa 42:53 taala. 42:55 Ayat ini sebetulnya 42:57 merupakan 42:58 bimbingan, peringatan buat kita. 43:02 Kakek dan nenek kita 43:05 ketika 43:07 dijerumuskan oleh setan untuk menyingkap 43:10 auratnya, tidak sekaligus menyingkap 43:12 auratnya, disuruh memakan buah yang 43:14 dilarang. 43:16 Begitu mencicipi buah tersebut, langsung 43:18 pakaiannya tersingkap. 43:20 Dari tempat yang mulia, Allah turunkan 43:22 ke bumi 43:23 yang sekarang kita diami. 43:25 Dan pelanggaran di sana sebetulnya 43:27 sebagai pelajaran. Statusnya di sana 43:29 bukan sebagai khalifah, di surga bukan 43:31 sebagai 43:32 khalifah. 43:35 Tapi diberikan keserangan, kenikmatan di 43:37 surga, apa saja yang diinginkan. 43:39 Nah, begitu dia turun ke bumi membawa 43:42 kenangan 43:44 setan yang menipu yang memperdayakan 43:48 ini menjadi pelajaran buat kakek kita 43:50 dan nenek kita, begitu juga buat kita 43:52 semua. Pelajaran untuk mereka, pelajaran 43:54 juga untuk ki 43:55 Tapi masih banyak orang yang percaya 43:57 kepada setan dan bujukannya. 44:00 Termasuk pejabat-pejabat 44:02 ulama yang berkolaborasi dengan mereka 44:06 wakil rakyat, percaya kepada janji 44:08 setan, padahal pejabat-pejabat yang 44:11 mengumpulkan harta dari cara yang tidak 44:13 benar, pada akhirnya merangsang 44:15 nasibnya. 44:16 Ada yang 44:18 terbongkar rahasianya, dipermalukan ya. 44:21 Ada juga yang kena penyakit hingga 44:23 hartanya habis untuk mengobati 44:25 penyakitnya, meninggalkan dunia dalam 44:27 keadaan mengenaskan, belum lagi di hari 44:30 akhirat nanti wal iyadzubillah, wallahu 44:32 a'lam. 44:33 Baik Ustaz, terima kasih jawabannya. 44:35 Selanjutnya ini dari hamba Allah di 44:37 Sukabumi Ustaz, terkait yang sedang 44:39 ramai Ustaz, konflik Sudan katanya 44:41 Ustaz, bagaimana 44:42 kita sebaiknya melihat dan bersikap 44:44 terkait konflik di Sudan saat ini Ustaz, 44:47 mengenai perebutan kekuasaan dan juga 44:51 ada dugaan campur tangan asing yang 44:54 diduga dari eh Timur Tengah Ustaz. 44:58 [berdehem] 45:01 Kalau kita perhatikan bersama-sama ya. 45:06 Kejadian yang berlangsung di Sudan 45:10 merupakan kejadian rekayasa dari Zionis. 45:15 Sudan tadinya dipimpin oleh pemerintahan 45:18 sipil. 45:20 Kemudian ya 45:24 kita jumpai bagaimana pihak eh 45:27 militer 45:29 bekerja sama juga dengan pasukan-pasukan 45:31 yang liar, kalangan milisi ya 45:34 menggulingkan pemerintahan sipil. 45:39 Yang membuat stabilitas dan keamanan 45:42 hilang. 45:43 Negara dalam keadaan chaos. 45:47 Dan kita saksikan bagaimana ya 45:50 biadabnya mereka-mereka yang melakukan 45:53 pembantaian terhadap orang-orang yang 45:55 tidak berdosa. 45:57 Anak-anak, ya orang tua 46:00 wanita ya yang mereka perkosa sampai 46:03 anak-anak kecil. 46:05 Melambangkan kebiadaban yang dilakukan 46:07 kalangan milisi ini. 46:10 Lalu waktu kita perhatikan dan kita 46:13 teliti ternyata di belakangnya terdapat 46:16 negara Arab 46:18 di Timur Tengah yang memberikan dukungan 46:20 terjadinya keadaan dan kondisi keos 46:23 tersebut. 46:25 Seperti yang terjadi di Libya ketika 46:27 terjadi kerusuhan huru-hara melibatkan 46:29 negara Arab. 46:31 Lalu [berdehem] apa manfaatnya bagi 46:33 mereka? 46:34 Jawabannya karena mereka menjalankan 46:36 perintah junjungan mereka. 46:38 [berdehem] 46:39 Karena semua tahu 46:41 semenjak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah 46:45 runtuhnya Khilafah Utsmaniyah 46:47 sebagian penguasa di negara Arab bekerja 46:51 sama dengan Inggris 46:54 untuk meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah. 46:58 Semenjak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah 47:00 yang tadinya berkuasa 47:03 Mesir merupakan bagian dari wilayahnya 47:05 ya. 47:07 Kemudian negara Teluk juga sebelum 47:09 menjadi negara itu merupakan wilayah 47:10 Khilafah Utsmaniyah termasuk Saudi 47:12 Arabia, termasuk juga Irak. 47:16 Semua merupakan bagian dari 47:18 kekuasaan Khilafah Utsmaniyah. Pada saat 47:20 itu umat Islam terlindungi kehormatan 47:23 mereka ya. Mereka juga terjaga dari 47:26 ancaman-ancaman invasi yang datang dari 47:29 luar. Tapi begitu Khilafah Utsmaniyah 47:31 runtuh 47:33 maka Inggris mendapatkan mandat dari 47:37 League Nation koalisi internasional ya. 47:41 Koalisi nasional mendapatkan mandat 47:44 untuk membantu ya 47:47 para apa? Membantu wilayah negara Arab 47:50 tersebut untuk merdeka. 47:52 Ternyata Inggris yang menerima mandat 47:54 bukan membantu untuk merdeka 47:57 tapi mulai memecah belah ya negara Arab 48:01 menjadi negara-negara kecil. Lahirlah 48:03 negara-negara teluk. 48:05 Setiap penguasa itu merupakan boneka 48:08 Inggris 48:09 pada saat itu. 48:11 Baik itu negara teluknya, 48:13 termasuk Saudi Arabia-nya 48:16 termasuk juga Mesir-nya. 48:19 Termasuk juga apa? 48:20 Termasuk juga Mesir-nya. 48:23 Jadi negara-negara Arab ini terbentuk 48:26 yang membentuknya adalah Inggris. Dengan 48:28 sendirinya mereka harus loyal 48:30 kepada junjungan mereka. 48:33 Nah, apa yang berlangsung di negara 48:36 Arab? Begitu juga penganiayaan, 48:39 pembantaian yang berlangsung di Gaza, 48:41 negara-negara Arab duduk berpangku 48:42 tangan. 48:44 Bagaimana mungkin mereka akan membantu 48:46 saudara mereka sesama kaum muslimin dan 48:48 melawan junjungan mereka yang 48:50 menganugerahkan kekuasaan buat mereka? 48:53 Jadi baik itu Kuwait, Qatar, termasuk 48:57 juga Emirat Arab, termasuk Saudi Arabia 49:00 bahkan termasuk juga Mesir. 49:03 Tidak mungkin mereka berani berani 49:05 berhadapan dengan junjungan mereka. Oleh 49:07 karena itu ketika Raja Faisal 49:09 berani mengangkat kepala, melakukan 49:12 embargo terhadap Amerika, langsung 49:14 dibunuh. 49:15 Orang beranggapan pembunuhannya karena 49:17 sang kemenakan benci dan dendam, padahal 49:19 tidak. 49:20 Dibunuhnya Raja Faisal karena berani 49:22 menentang junjungannya. 49:25 Dibinaskan ya. 49:27 Kemudian berganti dengan pemimpin baru 49:29 yang loyal kepada mereka itu Fahd bin 49:31 Abdul Aziz. Sebelumnya Khalid merupakan 49:33 seorang raja yang berkuasa singkat dan 49:35 sakit-sakitan. 49:37 Tapi yang real berkuasa adalah Fahd 49:38 selama sekian lama. 49:41 Dari sisi ritual mereka jaga, mereka 49:43 kembangkan, mereka bangun Masjid Nabawi, 49:46 bangun juga Masjid Al Haram 49:48 tapi loyalitas mereka bukan untuk Islam 49:52 dan kaum muslimin, tapi untuk Zionis. 49:55 Oleh karena itu mereka sekarang 49:56 melakukan normalisasi. 49:58 Di tengah-tengah pembantaian terhadap 50:00 saudara mereka di Gaza, mereka melakukan 50:01 normalisasi dan ikut membuat 50:04 jebakan-jebakan. Nah, sekarang yang 50:06 berlangsung di Sudan juga merupakan 50:07 jebakan. Karena Sudan merupakan negara 50:09 yang cukup luas, 50:11 kemudian kaya raya dengan minyaknya. 50:14 Oleh karena itu mereka ingin mengincar 50:16 kekayaan Sudan sebagaimana mereka 50:18 mengincar kekayaan Libya dulu. 50:21 Dan Libya diperangi karena berani 50:23 melawan Amerika. Libya mendirikan eh 50:25 persatuan eh 50:28 United of Africa. 50:31 United of Africa. Of Africa. Mulai 50:34 membangun kerja sama dengan negara 50:36 Afrika yang merupakan wilayah yang 50:37 berada pada apa? 50:39 Pada kekuasaan negara-negara besar 50:41 dengan sumber kekayaan alam yang begitu 50:43 besar. 50:43 Muammar Khadafi, Ustaz ya? Iya. Pada 50:45 masa Muammar Khadafi. 50:48 Jadi United State of Amerika Amerika 50:51 United of Africa. 50:52 Jadi eh dalam hal ini ya, kita tidak 50:56 perlu merasa heran kalau negara-negara 50:58 Arab baik Saudi Arabia, Emirat Arab 51:00 dijadikan sebagai kaki tangan untuk 51:02 menimbulkan kerusuhan di tengah-tengah 51:04 masyarakat Islam. Oleh karena itu agama 51:07 juga yang mereka sebarkan, agama yang 51:08 menimbulkan pecah belah di antara umat 51:10 Islam. He em. He em. Agama yang Pecah 51:12 belah. menimbulkan pecah belah, 51:14 kebencian di antara umat Islam, bukan 51:16 agama yang menyatukan umat Islam, tapi 51:18 menyibukkan dengan pertentangan, 51:20 perselisihan. Ini bagian sebetulnya dari 51:22 agenda besar 51:24 yang berada di belakangnya Zionis ya. 51:27 Sedangkan yang dipergunakan tokoh-tokoh 51:29 yang berpakaian ulama, menyampaikan 51:31 ayat-ayat Allah, menyampaikan juga hadis 51:34 Rasul, tapi yang mereka sebarkan fitnah 51:36 bukan kerukunan. 51:38 Dan semua orang tahu sebetulnya, tapi 51:40 sedikit orang yang berani berbicara, 51:42 takut kalau tidak bisa pergi umrah, 51:45 tidak bisa pergi haji, atau perdagangan 51:47 mereka dengan Saudi Arabia kenapa? 51:50 Akan terhenti. Jadi mereka lebih suka 51:53 berdiam padahal ini jelas-jelasan 51:55 ancaman terhadap umat Islam dan dunia 51:58 Islam. 51:59 Kalau kita tetap tidak sadar, maka 52:02 Indonesia juga bisa mengalami nasib 52:04 Suriah. 52:05 Dan kejadian Suriah juga tidak lepas 52:07 dari keterlibatan negara-negara Arab. 52:09 Jangan dianggap ini merupakan upaya 52:11 untuk memerdekakan rakyat Suriah, tidak. 52:13 Karena mereka-mereka yang melakukan 52:16 kudeta 52:18 sebelumnya mereka melakukan pembantaian 52:20 yang sadis terhadap rakyat Suriah. 52:23 Di luar peri kemanusiaan. 52:25 Jadi yang berlangsung saat ini permainan 52:28 sebetulnya dalang di belakang sumur, di 52:31 tangan-tangan yang tak terlihat, tangan 52:33 Zionis yang mempergunakan Amerika, 52:34 mempergunakan Inggris 52:37 untuk menimbulkan kerusakan huru-hara di 52:40 tengah-tengah umat Islam, wal 52:42 iyadzubillah. 52:43 Baik, Ustaz yang jadi korban ya 52:45 masyarakat sipil, Ustaz. Kita mau diadu 52:47 domba. Betul. Betul enggak? Kita harus 52:49 waspada di Indonesia, semua upaya 52:52 mengadu domba, memecah belah, 52:54 menimbulkan juga teror harus kita awasi, 52:57 waspadai dan kita hentikan. Kalau perlu 53:00 dihukum orang-orangnya, ya. Sebelum 53:03 mereka menyebarkan fitnah. 53:04 Karena kalau sampai fitnah ini menyebar 53:07 yang akan menjadi korban rakyat yang 53:09 tidak berdosa. 53:11 Yang tidak tahu apa-apa dan kalau sudah 53:12 keos negara Indonesia yang begini luas 53:15 susah untuk bisa dikendalikan. Jadi 53:17 lebih baik kita menjaga sebelum 53:18 terjadinya kerusakan. 53:21 Baik, Ustaz ini dua pertanyaan terakhir 53:22 Ustaz ya terkait Alquran kembali Ustaz, 53:24 saya gabungkan dari Pak Haryadi dan juga 53:26 hamba Allah. Bagaimana Alquran 53:29 mampu mempertahan mempertahankan 53:31 keotentikan 53:33 teksnya, tidak ada perubahan atau versi 53:35 yang berbeda selama lebih dari 14 abad 53:38 sementara kitab-kitab sejarah atau agama 53:40 lain sering mengalami revisi atau 53:43 perbedaan naskah. 53:45 Kemudian pertanyaan yang ke selanjutnya, 53:48 mengapa Alquran berulang kali 53:49 menggunakan kata kun fayakun, jadilah 53:52 maka jadilah ia ketika menjelaskan 53:55 penciptaan yang menunjukkan kekuasaan 53:57 mutlak tanpa usaha, materi 54:00 atau waktu. Ini kaitannya dengan 54:02 pertanyaan yang pertama tadi sudah 54:03 jelaskan. 54:04 [mendengus] 54:04 Baik. 54:08 Kalau orang bertanya mengapa Alquran 54:10 tetap terpelihara. 54:12 Tetap terpelihara, terjaga 54:15 ya 54:16 dari tangan-tangan kotor yang berusaha 54:19 merubahnya sebagaimana melakukan 54:21 perubahan pada kitab-kitab terdahulu. 54:24 [mendengus] 54:25 Jawaban pertama ya 54:27 karena Allah turun tangan langsung untuk 54:28 menjaganya. Inna nahnu nazzalna zikro wa 54:32 inna lahu lahafi. 54:35 Sesungguhnya kami yang menurunkan 54:38 Alquran sebagai zikir pelajaran 54:40 ini dan kami yang akan turun tangan 54:42 untuk menjaganya. 54:44 Dan Allah jamin la ya'tihi batilu min 54:46 baini yadaihi wa min khalfihi. 54:49 Dia tidak akan dihinggapi oleh 54:50 kebatilan. 54:52 Oleh hal-hal yang tidak benar. 54:55 Dari mulai sebelum turunnya, di Lauh 54:57 Mahfuz kan dijaga. Kata Mahfuz kan 54:59 terpelihara. 55:00 Bal huwa Quranun Majid fi lauhin 55:03 mahfuz. 55:04 Fi kitabim maknun la yamassuhu illal 55:06 mutahharun. Dia berada pada kitab yang 55:08 terjaga 55:09 ya 55:10 tidak disentuh kecuali oleh hamba-hamba 55:12 yang disucikan itu malaikat Allah yang 55:14 menjaga Lauh Mahfuz. 55:17 Turun dikawal oleh Jibril dan malaikat 55:19 disampaikan kepada Rasulullah dan langit 55:21 dijaga dengan ketat hingga jin tidak 55:24 dapat sama sekali apa? 55:25 Menguping 55:27 dan melakukan intervensi. 55:29 Kemudian diterima oleh Nabi, Nabi pun 55:31 dijaga oleh Allah sebagaimana yang Allah 55:33 terangkan pada akhir ayat surat Aljin. 55:36 Yaslukum min baini wa min khalfihi 55:38 rasada. 55:39 Di mana Rasul dijaga, ya, untuk dapat 55:42 menyampaikan pesan Allah kepada manusia. 55:45 Pada saat Rasulullah hidup, Quran 55:47 ditulis dengan sempurna dan tersusun 55:49 sebagaimana susunannya saat ini. Ada 55:51 orang beranggapan bahwa ayat-ayat 55:53 tersusun sebagaimana taukif dari Allah, 55:57 sedangkan surah-surahnya tidak. Tapi 55:59 dari mulai masa Rasul, 56:02 Quran tersusun 56:04 sebagaimana susunannya saat ini. 56:06 Buktinya, 56:07 Rasul mengatakan, 56:09 "La salata liman lam yaqra bi fatihatil 56:12 kitab." Tidak ada salat seseorang, tidak 56:15 sah, kalau tidak membaca fatihatul 56:17 kitab, pembuka Alkitab, yaitu 56:18 Al-Fatihah. 56:20 Kita jumpai Alquran sebagai pembuka 56:21 Alquran. Adapun riwayat yang mengatakan 56:23 Abu Bakar yang mengumpulkan Quran, ini 56:25 merupakan kebohongan sengaja untuk 56:26 menimbulkan keraguan dan sebelumnya 56:28 Quran berceceran. 56:30 Ke mana perginya para penulis wahyu pada 56:32 zaman Rasul? 56:33 Jadi, Quran diturunkan, disusun 56:35 ayat-ayatnya, kemudian Nabi juga 56:37 menyusun surahnya sebagaimana perintah 56:39 Allah. Sebagaimana di Lauh Mahfuz atau 56:43 dalam kitab maknun sudah tersusun, 56:45 begitu pula di bumi tersusun sebagaimana 56:48 tersusunnya di Lauh Mahfuz. 56:50 Dan dalam keadaan terjaga. Kemudian, 56:53 Allah subhanahu wa taala mengerahkan 56:55 para penulis wahyu untuk menulis. 56:59 Ya. 57:00 Mencatat. Diawasi oleh Rasul. Kemudian 57:03 dikumpulkan oleh Rasul. Sahabat 57:05 berikutnya menyalin dan disebarkan. 57:07 Kemudian Allah mengerahkan juga para 57:09 penghafal Alquran untuk menghafalnya. 57:12 Jadi, bukan hanya dengan tulisan, bukan 57:14 juga bukan juga dengan hanya hafalan, 57:16 tapi dengan hafalan dan tulisan 57:18 bersama-sama. 57:20 Kemudian dibaca oleh kaum muslimin 57:22 hingga 57:23 orang yang biasa membaca Alquran, 57:25 walaupun tidak paham Alquran, kalau ada 57:28 satu perubahan saja, dia bakal 57:30 merasakan. 57:31 Jadi, sebetulnya Allah subhanahu wa 57:34 taala turun menjaga kemudian mengerahkan 57:36 hamba-hambanya untuk bersama-sama 57:38 menjaga Alquran hingga tidak terdapat 57:40 kepalsuan. 57:42 Nah, kalau kita menerima riwayat yang 57:43 mengatakan Abu Bakar As-Siddiq yang 57:46 mengumpulkan Alquran yang tadinya 57:47 bercerai-berai, 57:49 ada yang di pelepah kurma, ada yang di 57:51 tulang dan lain sebagainya. 57:54 Ada yang berceceran bahkan ada yang 57:56 hilang, berarti kita membuka jalan bagi 57:59 keraguan. 58:00 Lalu saya bertanya, pada masa Rasul 58:02 kertas sudah ada belum? 58:05 Sudah Ustaz ya. 58:06 Bukan hanya pada masa Rasul, pada masa 58:08 Firaun sudah ada. 58:09 Oh iya. 58:10 Ada namanya kertas papirus yang dibuat 58:12 dari daun. Dan Allah sebutkan kertas dua 58:14 kali. 58:15 Walau nazzalna alaika kitaban fi 58:18 qirtasin. Hmm. 58:20 Begitu juga 58:21 taj'alunahu qaratisa tubduna ha 58:25 wa tukhfuna kasira. 58:28 Dalam surat Al-An'am dua-duanya. 58:30 Kalau kami turunkan Alquran di atas 58:32 kertas langsung mereka raba, mereka 58:34 pegang 58:36 mereka akan mengatakan bahwa ini sihir. 58:38 Begitu juga terhadap orang-orang Yahudi 58:40 yang menjadikan kitab Allah bagaikan 58:42 kertas, kumpulan kertas yang kalian 58:45 sembunyikan, kalian tampakkan 58:47 sebagiannya. Nah, sekarang umat Islam 58:49 juga sama. 58:50 Cuma dibaca, dihafal dengan suara indah 58:54 tapi isinya tidak diperhatikan. Mereka 58:56 dalam pedoman hidup kembali kepada 58:58 tulisan fulan dan fulan. 59:00 Kepada karya fulan dan fulan, akhirnya 59:02 umat Islam terpecah belah 59:05 ke dalam sekte-sekte, mazhab-mazhab 59:07 seolah-olah berbeda agama. Hmm. 59:09 Seolah-olah berbeda? Agama. Mereka 59:11 mengatakan ini bukan golongan kita nih, 59:12 akidahnya beda dengan kita. Antum 59:14 bayangkan coba. 59:16 Jadi Quran terpelihara. 59:19 Dan Alquran dalam surat Hud berfirman 59:21 kitabun uhkimat ayatuhu summa fussilat 59:25 min ladun hakimin khabir. sebuah kitab 59:27 yang disempurnakan susunan ayat-ayatnya, 59:30 kemudian fussilat ditafsir dan 59:32 dirincikan, siapa yang melakukan? Hakim 59:35 min khabir yang Maha Bijaksana lagi Maha 59:36 Tahu. 59:38 Oleh karena itu, hubungan antara ayat 59:41 dengan ayat begitu jelas, begitu juga 59:42 hubungan antara surah dengan surah 59:44 saling berkaitan. 59:47 Saling? Berkaitan. Berkaitan. 59:49 Nah, riwayat-riwayat yang mengatakan 59:51 lain, itu merupakan riwayat yang sengaja 59:53 disusupkan untuk menimbulkan 59:55 keragu-raguan di hati kita pada kesucian 59:58 Alquran. 59:59 Mereka silakan meragu-ragukan, tapi 1:00:01 buktinya Alquran tidak ada perbedaan 1:00:03 walaupun satu ayat. 1:00:05 Walaupun satu huruf tidak berbeda. 1:00:08 Ini merupakan penjagaan Allah dan dengan 1:00:10 rahmat-Nya, Allah kerahkan para 1:00:12 malaikat-Nya juga hamba-hamba-Nya yang 1:00:14 beriman untuk menjaga Alquran. 1:00:16 Oleh karena itu, mari kita berkumpul 1:00:18 kembali kepada Alquran yang pasti 1:00:20 kebenarannya. 1:00:22 Kembalikan yang tidak pasti kepada 1:00:23 Alquran. Adapun pertanyaan yang kedua, 1:00:26 mengapa 1:00:28 Allah sering mengulang firman-Nya kun 1:00:31 fayakun seperti innama amruhu idza arada 1:00:33 syai'an an yakula lahu kun fayakun. 1:00:35 Sebetulnya ayat ini kabar gembira buat 1:00:37 kita. 1:00:39 Kita manusia ini, 1:00:41 kalau bekerja berusaha terikat dengan 1:00:44 sebab. 1:00:45 Begitu kita kehilangan sebab, maka kita 1:00:48 kehilangan harapan. 1:00:50 Kita berdoa apa gunanya kalau sebabnya 1:00:52 enggak ada? 1:00:53 Betul enggak? Iya. Dari mana datangnya? 1:00:57 Sampai pernah teman saya di Al-Azhar, 1:00:59 tidak perlu doa. 1:01:00 Yang penting kamu bekerja. 1:01:02 Kamu beker? Kerja. Padahal dia seorang 1:01:05 pelajar di Al-Azhar. 1:01:07 Kenapa? Karena memang dia menggantungkan 1:01:10 hidupnya kepada usaha pekerjaannya. 1:01:14 Tidak kepada Allah. Padahal Allah 1:01:15 mengatakan ud'uni astajib lakum. Wa idza 1:01:18 sa'alaka ibadi anni fainni qorib. Dan 1:01:20 ketahuilah, 1:01:22 apa yang kita dapatkan itu 1:01:25 yang kita dapatkan, bahkan makanan kita, 1:01:27 minuman kita 1:01:29 kalau kita bandingkan antara usaha kita 1:01:31 dan karunia Allah, mana yang lebih 1:01:33 besar? 1:01:34 Karunia Allah. Karunia Allah. Seorang 1:01:36 petani menanam padi atau menanam gandum, 1:01:39 atau seorang berkebun menanam pohon 1:01:41 durian. Ehm. 1:01:43 Usaha dia menanam, menyiram, memupuk. 1:01:46 Tapi yang menumbuhkan siapa? 1:01:48 Yang menghasilkan buah-buahnya siapa? 1:01:50 Yang menyusun buah durian, ya. 1:01:53 Dari mulai aromanya, rasanya yang 1:01:56 berbeda-beda, kemudian juga 1:01:59 kulitnya yang menutup dan menjaganya 1:02:01 dengan duri-durinya, coba kita bayangkan 1:02:03 siapa yang melakukan tersebut? 1:02:05 Apakah petani yang melakukan? Kan tidak. 1:02:08 Usaha dia kecil dibandingkan dengan 1:02:09 karunia Allah, karunia Allah jauh lebih 1:02:11 besar. Oleh karena itu 1:02:13 Allah menguji kita, pertama 1:02:16 dengan usaha, supaya kita berusaha yang 1:02:18 benar dan halal. 1:02:19 Nah, pada saat dia dalam keadaan buntu, 1:02:22 Allah buka pintu doa. 1:02:24 Ud'uni astajib lakum, hingga hatinya 1:02:27 selalu terikat pada Allah. Pada Allah. 1:02:29 Tapi ada sebagian orang begitu dia 1:02:30 buntu, dia tempuh jalan yang haram. Ehm. 1:02:34 Dia bilang yang haram saja susah, 1:02:35 apalagi yang halal, betul enggak? Iya. 1:02:37 Akhirnya begitu mengalami kebuntuan, dia 1:02:39 lupa kepada Allah, bukan mohon padanya, 1:02:42 dia lari kepada yang haram. Maka Allah 1:02:44 ingatkan, kalau Allah tidak seperti 1:02:46 kita, kalau kita harus menempuh sebab 1:02:49 kalau Allah dengan kehendaknya, kalau 1:02:51 ingin memberikan seorang hamba cukup 1:02:53 mengatakan kun fayakun. 1:02:55 Seperti katakan Nabi Zakaria, yang sudah 1:02:58 tua, mandul, begitu pula istrinya. Allah 1:03:01 anugerahkan baginya keturunan. 1:03:03 Yang mustahil menurut kita. 1:03:06 Begitu juga Nabi Ayub. 1:03:08 Allah sembuhkan dengan rahmatnya melalui 1:03:10 doa. 1:03:11 Begitu juga yang terjadi pada Ibrahim. 1:03:14 Allah selamatkan dari api 1:03:16 yang membakar dan panas hukumnya 1:03:19 Allah yang menentukan 1:03:20 kembali membekukan api 1:03:23 panas membakar khusus buat Ibrahim, 1:03:26 sedangkan kayu terbakar orang 1:03:27 menyaksikan. 1:03:28 Begitu juga yang terjadi pada Nabi Yunus 1:03:30 dalam perut ikan. 1:03:31 Jadi kamu kalau mengalami kebuntuan lari 1:03:34 kepada Allah, jangan berputus asa lalu 1:03:37 menempuh jalan yang diharamkan Allah 1:03:38 Subhanahu Wa Ta'ala. Kabar gembira 1:03:40 bukan? 1:03:41 Kita berusaha mengalami kebuntuan, ya 1:03:43 Allah. 1:03:44 Bahkan dalam surat Iyyaka na'budu wa 1:03:46 iyyaka nasta'in. Jangan alihkan ke 1:03:49 pejabat oligarki, merendahkan diri kita, 1:03:53 akhirnya menjadikan diri kita 1:03:54 budak-budak mereka. Tapi iyyaka na'budu 1:03:57 wa iyyaka nasta'in. Angkat tangan kita 1:03:59 mohon pada Allah, sujud dan berharap 1:04:01 padanya. Jadi ketika Allah menjelaskan 1:04:04 hal ini, sebetulnya Allah Subhanahu Wa 1:04:06 Ta'ala ingin memberikan kabar gembira, 1:04:09 jangan kau berkecil hati, jangan kau 1:04:11 merasa lemah karena sedikitnya sebab di 1:04:13 tangan kamu. Tapi kembalilah pada Allah, 1:04:16 ud'uni astajib lakum. Subhanakallahumma 1:04:19 wabihamdih 1:04:20 asyhadu an laa ilaha illa anta, 1:04:22 astaghfiruka waatubu ilaik wal afwu 1:04:25 minkum wassalamualaikum warahmatullahi 1:04:27 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:04:28 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:04:30 Ustad, jazakallah khairan katsiran atas 1:04:32 jawaban-jawaban, penjelasan dan renungan 1:04:34 Alquran di kesempatan pagi hari ini. 1:04:37 Ikhwan dan akhwat semoga kita semua 1:04:38 dapat memetik ibrah pelajaran dan hikmah 1:04:41 dari jawaban penjelasan dari Ustad 1:04:43 Husein Alatas. 1:04:44 Saya Rizal Pahak dan juga teman-teman 1:04:46 yang bertugas ada Kang Algi dan juga 1:04:48 Kang Ondy undur diri. Billahi taufiq wal 1:04:51 hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi 1:04:52 Waalaikumsalam warahmatullahi