Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan katan
- thyiban barokan fih kama yuhiburbuna
- waardo. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala sayyidina Muhammadin wa ala
- ali sayyidina Muhammad. Masih
- dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibubur, Bekasi, Radio Silaturahim dan
- juga Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan pagi hari ini kami bisa
- kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi ee Senin ya, 3
- November 2025 bertepatan dengan hari
- yang ke-12 di bulan Jumadil Awal 1447
- Hijriah. Telah hadir guru kita Ustaz
- Husein Alatas. Kita sapa beliau.
- Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
- Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik dan sehat saja.
- Alhamdulillahyukurillah.
- Baik, Ion Wat, seperti biasa kita buka
- pertemuan ini dengan pembacaan Quran
- surah al-Fatihah yang akan dibimbing
- langsung oleh Ustaz Husein Alas. Kami
- persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [berdehem] Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- Adina anamta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladinamin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Alhamdulillah telah kita buka bersama
- dengan membaca Quran surah al-Fatihah.
- Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada
- kita semua. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwan akhwat, renungan di pagi hari ini
- kita awali dengan ee membacakan
- pertanyaan dari Ikhwan Akhwat. Ini
- beberapa tema apa? Pertanyaan terkait
- Al-Qur'an, Ustaz. Yang pertama dari Pak
- Suhar di Ciputat.
- Ustaz, bagaimana Al-Qur'an menjelaskan
- asal mula kehidupan dan penciptaan
- manusia dari stetes air mani atau nutfah
- atau tanah? Apa makna mendalam dari
- proses penciptaan yang bertahap dan
- kompleks ini terkait dengan kekuasaan
- Allah, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina wa nabina
- Muhammadin
- wa alih thyibin washabatihil guril
- mayamin
- wasairina ala nahjihi ila yaumiddin.
- Asalamualaika ya rasulullah.
- Assalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah
- waimna min ladunka ilman nafi wanfna
- bimaamtana. Rbana zidna ilman waikna
- bisolihin. Allahumdina subulasalam
- waakhrijna minadulumati ilan nur.
- Wahdina ilaatikal mustaqim. Amma ba'du.
- Menjawab pertanyaan Bapak
- Pak Suhar. Di
- Suha
- berhubungan dengan penciptaan manusia
- yang diciptakan Allah Subhanahu wa taala
- dari tetesan air sperma.
- Demikian pula penciptaannya secara
- bertahap.
- Apa hubungannya dengan kekuasaan Allah
- Subhanahu wa taala?
- Saya akan menjawab pertanyaan ini
- langsung dengan membacakan ayat ke-7
- dari surah As-Sajdah.
- Ayat ke-et7 dari surah As-Sajdah.
- Alladzi ahsana kulla saiin khalaq
- wadaa khalqol insani min
- tumma ja'ala naslahu min sulalatim
- mim maim mah
- tumma sawwahu wa nafakha fihi mir ruhi
- waja'ala lakumus wal absar wal afidah
- qilam ma taskurun.
- Sesungguhnya Allah dialah yang telah
- memperindah,
- mempercantik,
- menyempurnakan
- segala sesuatu yang diciptakan.
- Alladzi ahsana kulla saaiin yang telah
- memperindah mempercantik ya segala
- sesuatu khalaqah yang diciptakan.
- Lalu Allah berikan salah satu contohnya.
- Wabadaa khalqol insani minin. Dan Allah
- memulai penciptaan manusia minin dari
- tanah.
- menerangkan tentang penciptaan kakek
- kita. Begitu juga nenek kita.
- Adapun riwayat yang mengatakan bahwa
- nenek kita diciptakan dari tulang iga
- yang bengkok ini merupakan riwayat
- israiliyah.
- Sedangkan yang diterangkan Al-Qur'an
- Allah menciptakan
- kakek dan nenek kita berasal dari
- entitas yang sama.
- Allah memulai penciptaan manusia min
- tumma ja'ala naslahu min sulalatim mim
- maim mah. Lalu Allah ciptakan atau
- jadikan anak keturunannya tidak langsung
- dari tanah tapi dari sari-saripati
- tanah.
- Dari sana lahirlah cairan yang
- benar-benar rendah dan hina.
- Kita semua selain dari kakek dan nenek
- kita
- diciptakan
- tidak langsung dari saripci tanah tapi
- diciptakan dari tidak langsung dari
- tanah tapi diciptakan dari sari paci
- tanah yang dimakan
- oleh ayah kita, oleh ibu kita dari
- tumbuh-tumbuhan bumi. Hewan juga yang
- berasal dari mana?
- yang berasal juga dari unsur dan entitas
- yang sama.
- Allah kuasa untuk menciptakan semua
- manusia langsung dari tanah. Bahkan
- Allah kuasa untuk menciptakan
- manusia
- tidak berasal dari tanah dengan
- kehendaknya mereka menjadi manusia yang
- menunjukkan kehendak Allah yang bersifat
- mutlak.
- Karena hukum-hukum ya yang berlaku dalam
- kehidupan kita maupun di alam semesta
- yang menetapkannya adalah Al.
- Sedangkan Allah tidak terikat dengan
- hukumhukum tersebut tapi dia maha kuasa
- atas segala sesuatu.
- Jadi Dialah yang telah mempercantik,
- memperindah, menyempurnakan segala
- sesuatu yang diciptakan dan memulai
- penciptaan manusia langsung dari tanah
- itu kakek dan nenek kita.
- Wadaa ja'ala naslahu min sulalatim mim
- maim mahin. Kemudian Allah jadikan anak
- turunnya anak keturunannya berkembang
- biak dari saripati tanah ya yang dimakan
- oleh
- orang tua kita yang melahirkan maim
- mahin cairan yang rendah dan hina.
- Arti kita bukan berasal dari cairan batu
- mulia, berlian,
- permata. ya yang bernilai tinggi saat
- ini. Tapi Allah Subhanahu wa taala
- ciptakan dari asal usul yang begitu
- rendah
- agar kita ingat diri kita dan tidak
- menyombongkan diri.
- Tumma sawwahu.
- Dari asal-usul yang begitu hina dan
- rendah. Allah Subhanahu wa taala
- sempurnakan penciptaan kita dengan penuh
- keseimbangan.
- Wfakha fuh.
- Allah tiupkan ya ke dalam jasad ya yang
- diciptakan dengan sempurna tersebut. Roh
- yang memberikan kehidupan baginya.
- Ruh dalam bahasa Indonesia berarti
- nyawa. Jadi [mendengus] Allah Subhanahu
- wa taala anugerahkan bagi manusia
- tersebut ya
- dengan kebesarannya nyawa yang membuat
- dirinya yang telah diciptakan secara
- sempurna dapat hidup.
- Waa'ala lakumus
- wal absar wal afidah. Lalu Allah
- anugerahkan buat kalian
- asamah pendengaran,
- penglihatan wal afidah. jamak dari fuad.
- Bagaimana Allah anugerahkan bagi manusia
- jiwa ya yang memiliki perasaan cinta,
- benci, suka, duka ya berbagai macam
- potensi jiwa yang Allah Subhanahu wa
- taala anugerahkan buat kita.
- Di samping ada nafsu, ada akal.
- Ada nafsu
- ada juga akal.
- Jadi manusia bukan sebuah benda mati
- seperti patung, tapi ya jasad yang amat
- menakjubkan yang diciptakan dengan penuh
- keseimbangan.
- Dan Allah anugerahkan baginya jiwa. Ya
- Allah anugerahkan baginya pendengaran,
- penglihatan. Begitu pula Allah
- anugerahkan baginya akal, perasaan.
- Begitu juga Allah anugerahkan baginya
- nafsu.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala menutup
- ayat ini. Qilam ma taskurun. Tapi
- sedikit sedikit sekali di antara kalian
- yang bersyukur kepada Allah.
- Mereka menikmati kehidupan mereka,
- rezeki mereka, berbagai macam karunia
- Allah. Tapi mereka tidak bersyukur
- kepada Allah kecuali sedikit dari
- mereka.
- Keterangan yang Allah terangkan pada
- ayat ini menerangkan asal-usul
- penciptaan manusia dengan jelas,
- sederhana, mudah untuk dipahami.
- [mendengus]
- Sebagaimana Allah menciptakan manusia
- dari tanah, Allah kuasa untuk
- menciptakannya dari unsur yang lain.
- Bahkan Allah kuasa untuk menciptakan
- manusia sekaligus tercipta.
- bukan dari asal usul tanah maupun
- lainnya, tapi Allah ciptakan kita secara
- bertahap
- dari asal usul yang begitu rendah agar
- kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa
- taala atas nikmat karunianya dan juga
- belajar dari ayat-ayat Allah.
- Bayangkan, Kang Rizal, kalau Allah
- Subhanahu wa taala ciptakan kita
- sekaligus
- tidak secara bertahap, manusia dapat
- tidak belajar dari kebesaran dan
- keagungan Allah.
- Allah ciptakan kita secara bertahap dari
- mulai sperma yang berasal usul dari
- saripati tanah, begitu juga telur ya
- yang Allah ciptakan pada seorang wanita
- juga berasal dari asal-usul yang sama.
- Kemudian bagaimana dengan kebesaran
- keagungan Allah? Sperma dan telur ya
- bertemu melakukan pembuahan.
- Kemudian kita saksikan keagungan Allah
- pada masa-masa pembentukan.
- Dari mulai sperma dan telur ya bersatu
- kemudian mulai dia melekat pada dinding
- rahim membelah dirinya ya kemudian mulai
- merajut tubuhnya secara perlahan-lahan
- dari mulai tulang kerangkanya
- otot-ototnya
- kemudian juga dagingnya syarafnya
- kemudian organ-organ tubuhnya diciptakan
- Allah Subhanahu wa taala dalam
- kegelapan.
- Manusia saat ini
- dengan peralatan yang Allah Subhanahu wa
- taala anugerahkan bagi mereka dapat
- menyaksikan pertumbuhan janin dalam
- kandungan ibunya. Di sana kita menemukan
- keajaiban yang tak terhingga dan juga
- rahmat Allah terhadap hamba-Nya.
- Tapi sedikit dari kita yang bersyukur.
- Jadi Allah kuasa menciptakan langsung
- dengan kun fayakun. Tapi Allah ciptakan
- secara bertahap. Begitu pula Allah
- menciptakan langit bumi ya secara
- bertahap.
- Padahal Allah kuasa untuk menciptakannya
- sekaligus. Kenapa? Agar kita belajar.
- Agar kita belajar dan mengambil manfaat.
- Sebagai contoh Allah kuasa untuk
- menumbuhkan padi sekaligus atau bahkan
- menyediakan makanan tanpa apa? Melalui
- tahapan pertumbuhan dan memasak. Seperti
- hidangan yang Allah turunkan. kepada
- para hawariin pengikut Isa, hidangan
- langsung disediakan untuk mereka. Tapi
- Allah Subhanahu wa taala ciptakan justru
- apa?
- Makhluk-makhluknya, rezeki mereka secara
- bertahap agar manusia mampu belajar
- hingga mengembangkan pertanian mereka,
- mengembangkan peternakan mereka juga
- belajar mengenai tubuhnya, kemudian
- bagaimana menemukan penyakit dan
- bagaimana cara mengobatinya.
- semuanya apa? Semuanya merupakan
- pelajaran yang amat indah dari tahapan
- dan proses penciptaan manusia. Lalu
- Allah tutup wain taudu nikmatallahi la
- tuhsuha. Kalau kalian mau menghitung
- nikmat Allah, kalian tak akan dapat
- menghitungnya. Jadi kalau kita kembali
- kepada ayat tadi pada ayat 7 suratus
- Sajdah, alladzi ahsana kulla saaiin
- khalaqo.
- Dialah yang telah menciptakan eh
- memperindah segala sesuatu yang
- diciptakan.
- Wada khqal insani min. Dan dia mulai
- penciptaan manusia dari tanah.
- Ma jaala naslahu min sulalatim mim maim
- mahin. Kemudian dia menjadikan anak
- keturunannya berkembang biak dari sari
- pati tanah yang melahirkan cairan
- sperma.
- Tumma sawahu. Kemudian Allah Subhanahu
- wa taala sempurnakan penciptaan dirinya.
- Wfakha fi mirruh. Ya Allah tiupkan ruh
- ke dalam tubuhnya. Wa'ala lakumus wal
- absar wal afidah. Allah jadikan bagi
- kalian pendengaran, penglihatan. Begitu
- pula Allah anugerahkan bagi kalian
- al-afidah.
- Yaitu apa? Yaitu
- jiwa dengan potensinya yang
- bermacam-macam.
- Dari mulai rasa cinta, rasa benci, ya
- begitu pula kecerdasan yang ada padanya,
- begitu pula nafsu yang Allah ciptakan
- bukan tanpa tujuan. Karena tanpa ada
- nafsu, bagaimana manusia akan mampu
- menjaga dirinya? Betul gak? Melanjutkan
- kehidupannya tanpa makan,
- tanpa minum. Begitu juga untuk
- mengembang biakkan anak keturunannya,
- Allah letakkan dalam jiwanya nafsu
- terhadap lawan jenisnya.
- Begitu juga Allah letakkan kecintaan
- pada harta agar mereka berusaha
- dengan bimbingan Allah. Allah bimbing
- mereka bagaimana mereka menjalani
- kehidupan mereka dengan benar. Dan cara
- yang ditunjukkan Allah merupakan cara
- yang terbaik.
- Setelah itu Allah menutup sedikit sekali
- di antara kalian yang bersyukur.
- Padahal ayat-ayat ini diciptakan oleh
- Allah agar kita merenung, berpikir, dan
- belajar daripadanya.
- Oleh karena itu, berkaitan dengan iman
- kepada Allah sebetulnya tertanam dalam
- fitrah manusia.
- Ayat-ayat Allah mengajak kita merenung,
- bertafakur, dan Allah perkenalkan kita
- kepadanya.
- Karena tanpa pengenalan dari Allah
- Subhanahu wa taala tidak mungkin kita
- dapat mengenal dirinya dengan
- sebaik-baiknya. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Kita beralih ee ke tema
- lainnya dulu, Ustaz, ya. Ini dari Pak
- Sulaiman di Bogor ini terkait negeri
- ini. Ustaz,
- Ustaz, kenapa keadilan di negeri ini
- sangat langka? Sekarang yang punya
- jabatan dan kekuasaan bisa membeli
- hukum. Yang benar jadi salah, yang salah
- jadi benar. Ketidakadilan ini semakin
- terasa ustaz saat ini. Korupsi di segala
- bidang. Pejabat yang gila hormat pun
- ternyata
- ini perlu disensor mungkin ya biadab.
- Nah, saling melindungi sesama mereka
- ketika terbukti berkhianat maling.
- Mereka ada yang cukup ditegur saja,
- dinasehati agar tidak melakukannya lagi
- atau cukup mengembalikan hasil malingnya
- tanpa diadili, tanpa dihukum. Sedangkan
- masyarakat ketika berbuat salah langsung
- dihukum tanpa ampun. Saya setuju dengan
- gerakan yang lagi ramai saat ini yaitu
- riset Indonesia
- agar Indonesia menjadi lebih baik dari
- Pak Sulaiman di Bogor. Ustaz
- bismillahirrahmanirrahim.
- Rbana zidna ilman wa alhikna bisolihin.
- Kalau kita mempelajari dan meneliti akar
- masalah
- yang menjadi penyebab kerusakan bangsa
- kita, negara kita karena hilangnya
- amanat.
- Amanat ini merupakan karakteristik dari
- kehidupan kita sebagai khalifah dalam
- kehidupan dunia.
- di mana Allah ciptakan kita sebagai
- khalifah
- yang bertanggung jawab dan berstatus
- amanat. Seluruh kehidupan kita merupakan
- amanat.
- Apa yang kita miliki,
- baik itu keluarga, rezeki, ya ilmu, dan
- semua potensi yang ada pada kita
- diberikan Allah sebagai amanat yang
- kelak bakal kita pertanggungjawabkan di
- hadapan Allah.
- Nah, apabila amanat disia-siakan,
- maka itulah merupakan saat kehancuran.
- Sebagaimana dalam satu hadis yang
- diriwayatkan ya
- oleh al Imam albukhari.
- Idza duyiatil amanah fantadir saah.
- Apabila amanat disia-siakan, tunggulah
- saat kehancurannya.
- Qila watuha ya Rasulullah.
- Sahabat bertanya-tanya apa maksud dari
- apa? Menyia-nyiakan amanat wahai
- Rasulullah. Rasulullah mengatakan
- amru giri ahli.
- Apabila satu urusan diserahkan bukan
- kepada ahlinya yang layak ya yang tepat,
- maka tunggulah saat kehancurannya.
- [mendengus]
- Nah, kita jumpai di negeri kita ini
- bukan hanya di pemerintahan,
- tapi dalam seluruh aspek kehidupan kita,
- kita menemukan bagaimana amanat Allah
- disia-siakan.
- Orang menganggap sepi hal sepele ini. Di
- antara kaum muslimin ada yang
- beranggapan cukup dia salat, dia
- berpuasa, dia berumrah, berhaji,
- bersedekah walaupun dari sumber yang
- haram. Allah akan bersikap kompromi
- terhadap dirinya. H
- dia lupa bahwasanya
- amanat yang Allah amanatkan kepada kita
- satu persatu kelak akan ditanya oleh
- Allah. Ibadah kita, persembahan kita
- kalau bersumber dari yang haram dan
- tidak benar Allah tidak akan menerima.
- Sebagaimana ucapan anak Adam yang
- berkata kepada saudaranya yang marah
- karena persembahannya tidak diterima.
- Dia mengatakan, "Innama yataqobbalullahu
- minal muttaqin." Allah hanya menerima
- dari orang yang bertakwa. Bukan lihat
- besar kecilnya, tapi ketakwaan itu
- merupakan syarat untuk diterimanya amal
- kita. Nah, kalau dia berkhianat terhadap
- amanat, seandainya dia salat, dia
- berpuasa, berumrah, berhaji, bersedekah,
- semua itu tidak akan diterima di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. [mendengus]
- Dan kita semua tahu bagaimana ketika
- Allah Subhanahu wa taala ya menawarkan
- kehidupan berstatus amanat ini, Kang
- Rizal, kepada langit, bumi dan gunung.
- Sebagaimana dalam suratul Ahzab ya dua
- ayat terakhir Allah berfirman, "Inna
- arnal amanata alas samawati wal ardhi
- wal jibal faabaina yahilnaha wa asfna
- minha wamhal insan inahuuman jahulan."
- Sesungguhnya kami pernah menawarkan
- kehidupan berstatus amanat ini kepada
- langit, penduduk langit dari
- malaikatnya.
- Kemudian kepada bumi, kepada gunung yang
- lebih kokoh dibandingkan kita.
- Mereka menolak untuk menerima kehidupan
- berstatus amanat. Mereka lebih suka
- hidup ya menjalani kehidupan dengan
- dikendalikan oleh Allah bukan kepada
- pilihan mereka.
- Wa asfqna minha. Mereka semua takut.
- Waham insan. Tapi begitu sampai kepada
- manusia bukan hanya menerima bahkan
- menawarkan dirinya. Sebagaimana kita
- saksikan orang berbondong-bondong,
- berlomba-lomba mencalonkan dirinya untuk
- menerima amanat. He.
- Memperebutkan kedudukan lurah, camat,
- begitu juga walikota,
- kemudian gubernur, betul gak? Wakil
- rakyat.
- Kita saksikan bagaimana manusia
- subhanallah
- siap menerima amanat bahkan menawarkan
- dirinya.
- Innahu kanaluman jahula. Nah, kebanyakan
- manusia ini punya dua penyakit, Kang
- Rizal. Tidak semua, tapi kebanyakan
- manusia punya dua penyakit ini. Yang
- pertama zalum, yang kedua jahul.
- Zalum merupakan kata superlatif dari
- kata zalim, h
- mubalagah. Begitu juga jahul merupakan
- superlatif dari kata jahil.
- Kalau seorang zalim, dia sadar dirinya
- berbuat kezaliman.
- Masih mudah untuk diberikan nasihat,
- diingatkan kepada Allah.
- Yang paling repot justru seorang yang
- zalim. Sudah zalim menganggap dirinya
- orang paling adil.
- H.
- Kalau diingatkan untuk tidak merusak di
- muka bumi, mereka mengatakan, "Siapa
- yang bilang?" "Kami sedang melakukan
- perbaikan."
- Waq lahum la tufsidu ardhi qu inama
- nahnu musliun. Kalau dikatakan pada
- mereka, "Jangan kalian merusak di muka
- bumi." Mereka mengatakan, "Sekali-kali
- kami tidak merusak. Kami justru sedang
- melakukan perbaikan." Ala innahum humul
- mufsidun wakin la yasurun. Ketahuilah
- merekalah orang yang merusak tapi mereka
- tidak sadar.
- Ini penyakit pertama yang melanda
- kebanyakan manusia.
- Yang kedua, jahul. Kalau seorang jahil
- tahu dirinya bodoh.
- Tapi kalau jahul ini sudah bodoh, amat
- bodoh, merasa dirinya paling pandai.
- Nah, dua penyakit ini mengenai banyak
- orang di tengah-tengah kita. Bukan hanya
- di kalangan masyarakat awam. Kalau
- masyarakat awam kebanyakannya
- berada pada tipe yang pertama, jahil.
- Jahil.
- Kalau diberitahukan mereka menerima.
- Banyak kesalahan mereka lakukan karena
- mereka tidak tahu. Tapi justru di
- kalangan yang berilmu,
- di kalangan yang berpendidikan, bahkan
- di kalangan ulama
- yang menempatkan ayat-ayat Allah bukan
- pada tempatnya demi kepentingan dunia.
- Dan subhanallah kebanyakan dari mereka
- tidak merasakan perbuatan mereka salah.
- Kalau diingatkan mereka marah, dianggap
- menghina ulama.
- Innahuanauman
- jahula.
- Dalam ayat yang lain, Kang Rizal pada
- akhir suratul hasri Allah memberikan
- satu perumpamaan yang amat indah.
- Lau anzalnaal qurana ala jabalin
- laroitahu kham mutasdiam min kyatillah
- watilkal amsal nadriasi laallahum
- yatafakarun.
- Kalau kami turunkan Al-Qur'an ini di
- atas sebuah gunung,
- niscaya kamu akan menjumpai gunung
- tersebut dari takutnya hancur,
- berkeping-keping.
- Itulah perumpamaan yang kami berikan
- bagi manusia agar menjadi apa? Renungan
- buat mereka. Maksud Allah turunkan
- Al-Qur'an di atas gunung bukan berarti
- Quran dibacakan di atas gunung. Tidak.
- Orang biar membaca Al-Qur'an di atas
- gunung, gunung tidak menjadi soal. Hm.
- Betul gak? Tapi maksudnya gunung
- menerima amanat seperti kita. Allah
- bacakan Al-Qur'an kepadanya. Maksudnya
- apa? Sebagai pedoman hidup. Dan gunung
- diberikan kehidupan berstatus amanat.
- Gunung bergetar penuh rasa takut.
- Sedangkan manusia yang tubuhnya lebih
- lunak dibandingkan gunung ternyata lebih
- berani untuk mengemban dan menerima
- amanat.
- Jadi disebabkan karena hilangnya amanat
- dari kehidupan kita,
- akhirnya setiap orang berbuat sesuka
- hatinya.
- Bahkan kita saksikan bagaimana orang
- yang berkhianat ini untuk menyelamatkan
- diri mereka, mereka bekerja sama, saling
- melindungi. Sudah jelas-jelasan mereka
- melakukan korupsi, pengkhianatan, mereka
- mengatakan, "Tidak boleh kita menuduh
- mereka sembarangan. Kita harus berpegang
- pada asas praduga tak bersalah. Padahal
- jelas-jelasan mereka apa? Berkhianat.
- Seperti orang mencuri. Jelas-jelasan dia
- mencuri. Ya. Kemudian dia menjual hasil
- curiannya ya. Setelah itu dia menikmati
- hasil curianya bukan karena kesusahan,
- bukan dalam keadaan darurat. Lalu kita
- masih mengatakan kita enggak boleh
- bercuriga padanya. Kita harus
- mendahulukan asas praduga tak bersalah.
- Ini ucapan yang diucapkan oleh
- mereka-mereka
- yang berkhianat, saling menjaga, saling
- melindungi. Oleh karena itu, serigala
- kumpulnya bersama serigala.
- H
- betul gak?
- Tidak mungkin kambing akan berkumpul
- bersama serigala. Pepatah Arab
- mengatakan, "Attuyuru ala askaliha
- taqo." Burung-burung akan apa?
- nemplok berkumpul bersama yang serupa.
- Nah, kita berharap mudah-mudahan kita
- jangan sampai Allah Subhanahu wa taala
- hapuskan amanat dari hati kita. Kita mau
- jiwa kita dibersihkan dari khianat,
- Allah tuangkan juga rasa tanggung jawab
- terhadap [berdehem] amanat yang Allah
- amanatkan kepada kita seingga kita dapat
- melaksanakan dengan sebaik-baiknya.
- Karena Allah berfirman, "Innallaha
- ymurukumul
- amanati ahliha." Sesungguhnya Allah
- memerintahkan kalian untuk menunaikan
- amanat kepada ahlinya.
- Pada saat kita memilih seorang pemimpin,
- suara kita berikan pada orang yang
- tepat, yang layak. Hingga kalau dia
- terpilih menegakkan keadilan, kita
- berkontribusi dan mendapatkan saham.
- Tapi kalau kita memilih orang yang
- salah, dia melakukan kerusakan, berarti
- kita memiliki andil saham dalam
- kerusakan tersebut.
- H
- wali iyadubillah. Nak, Ustaz, ironisnya
- juga ee tidak sedikit juga yang
- bermasalah ini, yang berkhianat ini ee
- latar belakangnya organisasi Islam,
- Partai Islam.
- Iya.
- Seberat itu ujiannya, Ustaz, sampai
- berkhianat.
- Kita semua tahu bahwa yang berada di
- organisasi Islam kan manusia
- yang memiliki nafsu.
- Ustaz juga kan manusia. Seperti saya ini
- manusia juga memiliki nafsu ya. He
- memiliki juga apa? hasrat, keinginan,
- cita-cita, ketakutan. Memiliki juga
- keluarga
- di mana kita harus membiayai keluarga
- kita, anak kita. Betul gak?
- Meny kebutuhan mereka, hari depan
- mereka. Apalagi kalau meningkat kepada
- apa? Kepada kebutuhan-kebutuhan hiasan
- seperti mobil mewah. Betul gak?
- Berpakaian mewah, rumah yang mewah.
- Semua ini merupakan godaan yang menggoda
- setiap orang. Bukan hanya orang yang
- biasa, bahkan ulama. Cuma ulama mereka
- kalau melakukan kesalahan punya dalil
- untuk membela dirinya atau melakukan
- pembenaran. Jadi, Kang Rizal, tidak ada
- seorang pun yang dapat selamat dari
- godaan ini kecuali yang berpegang kepada
- Allah.
- Jadi kalau saya muncul rasa bangga atau
- merasa kuat di hadapan godaan, itu
- merupakan pintu masuk setan yang kita
- buka. Tapi kalau kita berlari berlindung
- kepada Allah, Allah akan menjaga kita.
- Oleh karena itu, selalu kita ingat pada
- Allah, berlindung padanya, menjalankan
- perintahnya. Ini merupakan benteng yang
- membentengi kita. Ya ayyuhalladzina
- amanukurullahaikr
- katir wasabbihuhu bukratan wasir. Oleh
- karena itu,
- jangan kita melakukan pemujaan terhadap
- sosok ya mau ustaz, mau kiai, mau habib
- ulama bagaimanapun juga jangan melakukan
- pemujaan. Karena begitu kita melakukan
- pemujaan, kita enggak bisa lagi
- membedakan antara salah benar.
- Hm.
- Betul gak? Begitu juga organisasi Islam.
- Walaupun organisasi Islam, jangan kita
- melakukan pemujaan terhadap organisasi
- tersebut. Hingga akhirnya kalau ada
- oknum yang salah, kita bela. Kita be
- bela mati-matian. Nah, Imam Ali dalam
- satu ucapannya sebagai pelajaran bagi
- kita semua, beliau berkata, "Innal haqqa
- wal batila la yfani biqdari rijal."
- Sesungguhnya yang hak dan batil tidak
- dikenali dengan kedudukan manusia
- kebesarannya.
- Jadi kalau orang besar terkemuka,
- pengikutnya begitu banyak, semua
- perbuatannya benar. Tidak.
- Jadi hak maupun batil tidak dikenali
- dari apa? Dari kebesaran manusia,
- kebesaran namanya.
- Tapi i'rifil haql. Pelajari yang hak.
- Kamu jadikan kebenaran yang datang dari
- Allah sebagai tolok ukur. Kamu tahu
- siapa yang berhak, siapa yang benar.
- Wai batil. Pelajari juga yang batil.
- Kamu akan tahu siapa yang berbuat batil.
- Jadi kalau kamu melihat ulama atau kiai
- atau habib atau siapapun juga jangan
- kamu
- terperangkap dalam pembujaan. Karena
- kita semua sama-sama manusia.
- Beda dengan Rasul. Sampai Imam Malik
- mengatakan, "Kullu insanin yuk minhuur
- illahibu hadir raudah." Tiap orang kita
- terima ucapannya bisa kita tolak.
- Kecuali shahibur raudah itu Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam alladzi
- laantiquil hawa in hua illa wahyun yuh.
- [mendengus]
- Jadi kalau kita mengikuti seorang ulama,
- kiai, ustaz atau habib tetap ya hati
- kita harus dalam keadaan jernih dan
- tidak melakukan pemujaan terhadap
- mereka. Kita selalu bersama kebenaran.
- Ini merupakan pendidikan dari Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Tapi sayang sungguh sayang karena
- kebiasaan pemujaan di negeri kita
- walaupun mereka yang mengatakan kami
- mengikuti Quran dan sunah pada
- kenyataannya ya Quran dan sunah harus
- dipahami dengan apa? Tokoh-tokoh mereka.
- Jadi pemahamannya terbatas. He.
- Seperti katakan sebagian ee agama
- melarang para pengikutnya untuk langsung
- membaca Bibel.
- Tapi tergantung apa yang dijelaskan oleh
- apa? Oleh para tokoh agama mereka. Nah,
- kalau kita umat Islam diperintahkan
- untuk merenungkan Al-Qur'an, mempelajari
- kebenaran,
- kalau kita jumpai seorang benar,
- walaupun dari kalangan awam,
- kita katakan dia benar. Walaupun dia
- orang yang tidak kita sukai, yang
- membenci kita kalau dia benar, kita
- harus katakan benar.
- Tapi kalau salah, walaupun datang dari
- orang yang paling dekat dengan kita yang
- kita cintai, kita wajib mengatakan itu
- salah. Jangan kita sesuaikan salah benar
- dengan orang yang kita cintai atau orang
- yang kita benci.
- Ini berbahaya sekali.
- Nah, ini harus kita pelajari dan harus
- kita resapi. Kena jadikan pegangan hidup
- kita. Nah, saya merasa cobaan itu berat
- kalau kita melihat kesalahan ada pada
- orang yang kita cintai.
- Kesalahan ada pada orang yang kita
- cintai. Kebenaran justru datangnya dari
- orang yang bukan dari kalangan kita.
- Allah berfirman dalam surah An-Nisa, "Ya
- ayyuhalladzina amanu kunu qawwamina
- bilqisti syuhadaillah." Hendaklah kalian
- wahai orang yang beriman menjadi penegak
- keadilan, menyampaikan kesaksian kalian
- semata-mata karena Allah.
- anusikum.
- Walaupun konsekuensinya
- kesaksian kalian itu
- terhadap
- kedua orang tua kalian,
- ternyata yang bersalah kedua orang tua.
- Awil aqrabin
- ala anfusikum. Walaupun konsekuensinya
- akan merugikan kalian atau kedua orang
- tua kalian. walqrabin atau
- kerabat-kerabat kalian. Ini ajaran
- langsung dari kunu qawamina bilqisti
- syuhadaillah walau ala anfusikum
- walida wal.
- Tegakkan keadilan, sampaikan kesaksian
- dengan benar walaupun konsekuensinya
- kesalahan ada pada kedua orang tua
- kalian, pada diri kalian, pada kedua
- orang tua kalian, ataupun
- kerabat-kerabat kalian. Ini merupakan
- ajaran Allah yang amat indah dan murni.
- Tapi ketika sampai ke tangan kita, kita
- sesuaikan dengan kepentingan dan
- kemaslahatan kita. Jadi mudah-mudahan
- kaum muslimin hari demi hari mata mereka
- terbuka, mereka berpegang pada kebenaran
- dan orang-orang yang berjalan di atas
- kebenaran. Wallahuam.
- Ustaz, masih terkait ini, Ustaz. Saya
- teringat ee untuk [berdehem] para
- pejabat ustaz yang saat ini mungkin
- mendapatkan amanah ee baik itu di
- parlemen, di kepolisian, di TNI ataupun
- ee jabatan lainnya, Ustaz. Bagaimana
- supaya kita tidak terjerumus, tetap
- lurus menjaga agar tidak berkhianat itu,
- Ustaz. Malah kan Ustaz sering
- menceritakan yang tadinya baik
- kadang-kadang bisa ee terbawa arus,
- Ustaz. Bagaimana Ustaz melindungi diri
- dari sikap seperti itu? Sebagai contoh,
- saya berbicara tentang pribadi saya.
- Saya lebih tahu tentang diri saya
- dibandingkan orang.
- Orang bisa aja di luar terkagum-kagum
- melihat Ustaz Husein ya yang
- menyampaikan Al-Qur'an. Kemudian diat
- dilihat di luar ni merupakan orang yang
- baik dan lurus. Tapi mereka enggak tahu
- bahwasanya
- saya ya kalau bukan karena dijaga oleh
- Allah mustahil untuk dapat lurus.
- Kalau hati selalu ingat pada Allah,
- berpegang kepada Allah, ya mengingat
- hari akhir, saya merasakan diri saya
- betul-betul dalam keadaan lurus terjaga.
- Tapi di saat kita lengah, kita lupa,
- pada saat itu hati kita terasa tidak
- nyaman,
- gelap,
- dan apa? Syahwat kita mengarah kepada
- hal-hal yang tidak baik. He
- saya tidak bicara mengenai orang lain
- supaya jangan orang beranggapan Ustaz
- Husein mensucikan dirinya. Tidak.
- Saya menyadari betul-betul bahwa pada
- saat saya dekat dengan Allah, berzikir
- kepada Allah, membaca Al-Qur'an, ya
- salat dengan khusyuk pada saat itu,
- Allah jauhkan kita dari godaan setan.
- Tapi begitu kita lengah, kita lupa, bisa
- keluar kata-kata yang tidak patut dari
- mulut kita. bisa kita melakukan
- kesalahan. Jadi untuk menjaga diri kita,
- satu-satunya jalan berlindung kepada
- Allah sebagaimana Nabi Yusuf ketika
- digoda oleh Imraatul Aziz ya langsung
- dia berlari sambil mengatakan maadallah
- aku berlindung kepada Allah.
- Jadi yang menyelamatkannya ketika dia
- lari berlindung kepada Allah, maadallah.
- Bukan dia mendekat ya, bukan dia merasa
- dia kuat tapi langsung dia berlari
- mengatakan maallah. Nabi diperintahkan
- untuk berlindung kepada Allah. Wa yanaka
- minit nazun fastaid billah innahu samiun
- alim.
- Kalau setan berusaha menggoda kamu, ya
- berusaha untuk katakanlah untuk
- memanas-manasi kamu,
- hendaknya segera kamu berlindung kepada
- Allah. Dia maha mendengar lagi maha
- tahu. Alhamdulillah kita enggak harus
- pergi jauh,
- enggak harus apa? Berlalu menuju tempat
- yang jauh. Tapi Allah bersama kita di
- mana pun kita berada. Selagi kita
- bersama Allah, Allah bersama kita.
- Begitu kita lupa pada Allah, maka setan
- yang akan menghampiri kita. Jadi, Kang
- Rizal,
- kita kalau dengan sadar ya merenungkan
- semua ini, kita merasa rahmat Allah tak
- terhingga untuk kita semua. Oleh karena
- itu, dalam suratun Nur Allah berfirman,
- "Ya ayyuhalladzina amanu
- la tattabiu khutwati sitan."
- Wam yattabi khutuati sitan.
- Ya ayyuhalladzina amanu la tattabiu
- khutuitan
- wam yattabi khutu sitan fainnahu ymuru
- bil fahsya wal munkar. Wahai orang yang
- beriman,
- janganlah sekali-kali kalian mengikuti
- langkah-langkah setan karena enggak
- sekaligus. Tapi setan menyesatkan
- manusia step by step by step.
- Dan siapa-siapa yang mengikuti langkah
- setan, maka setan akan menggiring
- mengajak dirinya berbuat keji dan
- mungkar.
- Wula fadlullahi alaikum warahmatuhu
- maaka minkum min ahadin abada.
- [mendengus] Kalau bukan karena karunia
- Allah atas kalian dan rahmatnya, tak
- mungkin seorang pun dari kalian mampu
- untuk menjaga kesucian dirinya.
- Walakinnallaha yuzakki may yasya. Tapi
- Allah Subhanahu wa taala dia kuasa
- mensucikan siapa saja yang
- dikehendakinya. Yaitu orang yang merapat
- ke sisi wallahu samiul alim. Ini ayat
- yang jelas ya bagi kita semua. Tapi yang
- mesti kita ingat jangan pernah
- menyombongkan diri. Jangan merasa diri
- kita ini suci, bersih, mulia, aman dari
- godaan setan. Ini yang paling berbahaya
- buat kita. yang paling berbahaya yang
- dengan gampang akan menyesatkan kita
- semua.
- Saya ulangi lagi ayat tadi. Ini
- merupakan ayat ee 21 dari surah Annur.
- Ya ayyuhalladzina amanu
- la tattabiu khutwatian.
- Wahai orang-orang yang beriman,
- janganlah kalian mengikuti
- langkah-langkah setan. [mendengus]
- Wam yattabi khutuati sitan fainnahu
- yauru bil fahsya wal munkar. Siapa-siapa
- yang mengikuti langkah-langkah setan,
- sesungguhnya dia akan mengajak
- menggiring kepada perbuatan keji dan
- mungkar. Walaula fadlullahi alaikum
- warahmatuh. Kalau bukan karena karunia
- Allah dan rahmatnya. Maaka minkum min
- ahadin abada. Tak mungkin seorang pun
- dari kalian akan mampu untuk menjaga
- mempertahankan kesuciannya.
- Walakinnallaha yuzakki yasya. Tapi Allah
- kuasa mensucikan siapa yang Allah
- kehendaki. Wallahu samiun alim. Sungguh
- Allah maha mendengar lagi maha
- mengetahui. Ini kan rahmat kabar
- gembira. Allah yang selalu dekat dengan
- kita, maha mendengar, maha tahu. Kenapa
- kita tidak berlari kepada Allah
- Subhanahu wa taala? Nah, ayat ini
- sebetulnya merupakan
- bimbingan peringatan buat kita.
- Kakek dan nenek kita
- ketika dijerumuskan oleh setan untuk
- menyingkap auratnya, tidak sekaligus
- menyingkap auratnya, disuruh memakan
- buah yang dilarang.
- Begitu mencicipi buah tersebut, langsung
- pakaiannya tersingkap. Dari tempat yang
- mulia Allah turunkan ke bumi yang
- sekarang kita diami. Dan pelanggaran di
- sana sebetulnya sebagai pelajaran.
- Statusnya di sana bukan sebagai
- khalifah. di surga bukan sebagai
- khalifah,
- tapi diberikan kesenangan, kenikmatan di
- surga. Apa saja yang dia inginkan. Nah,
- begitu dia turun ke bumi membawa
- kenangan
- setan yang menipu, yang memperdayakan.
- Ini menjadi pelajaran buat kakek kita
- dan nenek kita. Begitu juga buat kita
- semua. Pelajaran untuk mereka, pelajaran
- juga untuk kita.
- Tapi masih banyak orang yang percaya
- kepada setan dan bujukannya. termasuk
- pejabat-pejabat,
- ulama yang berkolaborasi dengan mereka,
- wakil rakyat percaya kepada janji setan.
- Padahal pejabat-pejabat yang
- mengumpulkan harta dari cara yang tidak
- benar pada akhirnya langsa nasibnya.
- Ada yang terbongkar rahasianya,
- dipermalukan, ya. Ada juga yang kena
- penyakit hingga hartanya habis untuk
- mengobati penyakitnya. Meninggalkan
- dunia dalam keadaan mengenaskan. Belum
- lagi di hari akhirat nanti.
- Waliyadubillah. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Terima kasih jawabannya.
- Selanjutnya ini dari hamba Allah di
- Sukabumi, Ustaz. Terkait yang sedang
- ramai Ustaz konflik Sudan katanya Ustaz.
- Bagaimana kita sebaiknya melihat dan
- bersikap terkait konflik di Sudan saat
- ini, Ustaz? Mengenai perebutan kekuasaan
- dan juga ada dugaan campur tangan asing
- yang diduga dari ee Timur Tengah, Ustaz.
- [berdehem]
- Kalau kita perhatikan bersama-sama,
- kejadian yang berlangsung di Sudan
- merupakan kejadian rekayasa dari Zionis.
- Sudan tadinya dipimpin oleh pemerintahan
- sipil.
- Kemudian ya
- kita jumpai bagaimana pihak ee militer
- ya bekerja sama juga dengan
- pasukan-pasukan yang liar kalangan
- milisi ya menggulingkan pemerintahan
- sipir
- yang membuat stabilitas dan keamanan
- hilang. negara dalam keadaan keos
- dan kita saksikan bagaimana ya biadabnya
- mereka-mereka yang melakukan pembantaian
- terhadap orang-orang yang tidak berdosa,
- anak-anak ya, orang tua, wanita ya yang
- mereka perkosa sampai anak-anak kecil
- melambangkan kebiadaban yang dilakukan
- kalangan milisi ini.
- Lalu waktu kita perhatikan dan kita
- teliti, ternyata di belakangnya terdapat
- negara Arab
- di Timur Tengah yang memberikan dukungan
- terjadinya keadaan dan kondisi keos
- tersebut.
- Seperti yang terjadi Libya ketika
- terjadi kerusuhan. Huruhara melibatkan
- negara Arab. [berdehem] Lalu apa
- manfaatnya bagi mereka? Jawabannya
- karena mereka menjalankan perintah
- junjungan mereka.
- [berdehem]
- Karena semua tahu
- semenjak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
- ya, runtuhnya Khilafah Utsmaniyah,
- sebagian penguasa di negara Arab bekerja
- sama dengan Inggris
- untuk meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah.
- Semenjak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
- yang tadinya berkuasa Mesir merupakan
- bahagian dari wilayahnya ya. Kemudian
- negara teluk juga sebelum jadi negara
- itu merupakan wilayah Khilafah
- Utsmaniyah termasuk Saudi Arabia
- termasuk juga Irak. H
- ya semua merupakan bahagian dari
- kekuasaan khilafah Utsmaniyah. Pada saat
- itu umat Islam terlindungi kehormatan
- mereka. Ya, mereka juga terjaga dari
- ancaman-ancaman invasi yang datang dari
- luar. Tapi begitu Khilafah Utsmaniyah
- runtuh,
- maka Inggris mendapatkan mandat dari
- League Nation, Koalisi Internasional.
- Ya, Koalisi Nasional mendapatkan mandat
- untuk membantu ya para apa? membantu
- wilayah negara Arab tersebut untuk
- merdeka.
- Ternyata Inggris yang menerima wand
- bukan membantu untuk merdeka, tapi mulai
- memecah belah. Ya, negara Arab menjadi
- negara-negara kecil. Lahirlah
- negara-negara teluk. Setiap penguasa itu
- merupakan boneka Inggris pada saat itu.
- Baik itu negara teluknya, termasuk Saudi
- Arabianya,
- termasuk juga Mesirnya.
- Termasuk juga apa? Termasuk juga
- Mesirnya. Jadi negara-negara Arab ini
- terbentuk yang membentuknya adalah
- Inggris. Dengan sendirinya mereka harus
- loyal kepada junjungan mereka.
- Nah, apa yang berlangsung di negara
- Arab, begitu juga penganiayaan
- pembantaian yang berlangsung di Gazah
- negara-negara Arab duduk berpangku
- tangan. Bagaimana mungkin mereka akan
- membantu saudara mereka sesama kaum
- muslimin dan melawan junjungan mereka
- yang menganugerahkan kekuasaan buat
- mereka.
- Jadi baik itu Kuwait, Qatar, termasuk
- juga Emirat Arab, termasuk Saudi Arabia,
- bahkan termasuk juga Mesir.
- Tidak mungkin mereka berani berani
- berhadapan dengan junjungan mereka. Oleh
- karena itu, ketika Raja Faisal berani
- mengangkat kepala melakukan embargo
- terhadap Amerika, langsung dibunuh.
- Orang beranggapan pembunuhannya karena
- sang kemenakan benci dan dendam. Padahal
- tidak dibunuhnya Raja Fesel karena
- berani menentang junjungannya.
- Dibinasakan ya kemudian berganti dengan
- pemimpin baru yang loyal kepada mereka
- itu Fahad bin Abdul Aziz. Sebelumnya
- Khalid merupakan seorang raja yang
- berkuasa singkat dan sakit-sakitan. Tapi
- yang real berkuasa adalah Fahad selama
- sekian lama.
- Dari sisi ritual mereka jaga, mereka
- kembangkan, mereka bangun Masjid Nabawi,
- bangun juga Masjid Alhamitas
- mereka bukan untuk Islam dan kaum
- muslimin, tapi untuk Zionis. Oleh karena
- itu, mereka sekarang melakukan
- normalisasi di tengah-tengah
- pembantingan terhadap saudara mereka di
- Gaza. Mereka melakukan normalisasi dan
- ikut membuat jebakan-jebakan. Nah,
- sekarang yang berlangsung di Sudang juga
- merupakan jebakan karena Sudan merupakan
- negara yang cukup luas kemudian kaya
- raya dengan minyak ya. Oleh karena itu
- mereka ingin mengincar kekayaan Sudan
- sebagaimana mereka mengincar kekayaan
- Libya dulu. Dan Libya diperangi karena
- berani melawan Amerika. Libya mendirikan
- ee persatuan eh eh United of Africa.
- United
- of Africa. of Afrika mulai membangun
- kerja sama dengan negara Afrika yang
- merupakan wilayah yang berada pada apa?
- Pada kekuasaan negara-negara besar
- dengan sumber kekayaan alam yang begitu
- besar
- di masanya Muamar Kaddafi, Ustaz, ya?
- Iya. Pada masa Muammar Kaddafi
- jadi eh United States of Amerika United
- of Africa. Jadi ee dalam hal ini ya kita
- tidak perlu merasa heran kalau
- negara-negara Arab baik Saudi Arabia,
- Emirat Arab dijadikan sebagai kaki
- tangan untuk menimbulkan kerusuhan di
- tengah-tengah masyarakat Islam. Oleh
- karena itu, agama juga yang mereka
- sebarkan agama yang menimbulkan pecah
- belah di antara umat Islam.
- Agama yang
- pecah belah
- menimbulkan pecah belah kebencian di
- antara umat Islam. Bukan agama yang
- menyatukan umat Islam, tapi menyibukkan
- dengan pertentangan, perselisihan. Ini
- bahagian sebetulnya dari agenda besar
- yang berada di belakangnya Zionis ya.
- Sedangkan yang dipergunakan tokoh-tokoh
- yang berpakaian ulama, menyampaikan
- ayat-ayat Allah, menyampaikan juga hadis
- Rasul. Tapi yang mereka sebarkan fitnah,
- bukan kerukunan. Dan semua orang tahu
- sebetulnya. Tapi sedikit orang yang
- berani berbicara takut kalau tidak bisa
- pergi umrah, tidak bisa pergi haji. Atau
- perdagangan mereka dengan Saudi Arabia
- akan apa?
- akan terhenti. Jadi mereka lebih suka
- berdiam. Padahal ini jelas-jelasan
- ancaman terhadap umat Islam dan dunia
- Islam. Kalau kita tetap tidak sadar,
- maka Indonesia juga bisa mengalami nasib
- sudah.
- He.
- Dan kejadian Surya juga tidak lepas dari
- keterlibatan negara-negara Arab. Jangan
- dianggap ini merupakan upaya untuk
- memerdekakan rakyat suria. Tidak.
- Karena mereka-mereka yang melakukan
- ee kudeta sebelumnya mereka melakukan
- pembantaian yang sadis terhadap rakyat
- surya di luar prik kemanusiaan. Jadi
- yang berlangsung saat ini permainan
- sebetulnya dalang di belakang semut. Di
- tangan-tangan yang tak terlihat, tangan
- Zionis yang mempergunakan Amerika,
- mempergunakan Inggris untuk menimbulkan
- kerusakan huru-hara di tengah-tengah
- umat Islam. Waliyadubillah.
- Baik, Ustaz, yang jadi korban ya
- masyarakat sipil, Ustaz.
- Kita mau diadu domba.
- Betul.
- Betul gak? Kita harus waspada di
- Indonesia. Semua upaya mengadu domba,
- memecah belah, menimbulkan juga teror
- harus kita awasi, waspadai, dan kita
- hentikan. Kalau perlu dihukum
- orang-orangnya ya sebelum mereka
- menyebarkan fitnah. Karena kalau sampai
- fitnah ini menyebar, yang akan menjadi
- korban rakyat yang tidak berdosa,
- yang tidak tahu apa-apa. Dan kalau sudah
- keos, negara Indonesia yang begini luas,
- susah untuk bisa dikendalikan. Jadi
- lebih baik kita menjaga sebelum
- terjadinya kerusakan.
- Baik, Ustaz. Ini dua pertanyaan
- terakhir, Ustaz, ya. Terkait Al-Qur'an
- kembali, Ustaz. Saya gabungkan dari Pak
- Haryadi dan juga hamba Allah. Bagaimana
- Al-Qur'an mampuhan mempertahankan
- keotentikan teksnya. Tidak ada perubahan
- atau versi yang berbeda selama lebih
- dari 14 abad. Sementara kitab-kitab
- sejarah atau agama lain sering mengalami
- revisi atau perbedaan naskah. Kemudian
- pertanyaan yang ke selanjutnya, mengapa
- Al-Qur'an berulang kali menggunakan kata
- kun fayakun? Jadilah maka jadilah ia.
- Ketika menjelaskan penciptaan yang
- menunjukkan kekuasaan mutlak tanpa
- usaha, materi atau waktu? Ini kaitannya
- dengan pertanyaan yang pertama tadi.
- Ustaz jelaskan ya. [mendengus]
- Baik. Ya,
- kalau orang bertanya mengapa Al-Qur'an
- tetap terpelihara? Tetap terpelihara,
- terjaga, ya
- dari tangan-tangan kotor yang berusaha
- merubahnya sebagaimana melakukan
- perubahan pada kitab-kitab terdahulu.
- [mendengus]
- Jawaban pertama ya, karena Allah turun
- tangan langsung untuk menjaganya. Inna
- nahnu nazzalnadzikro wa inna lahu
- lafidun.
- Sesungguhnya kami yang menurunkan
- Al-Qur'an sebagai zikir pelajaran ini
- dan kami yang akan turun tangan untuk
- menjaganya. Dan Allah jamin laihil
- batilu min baini yadaihi wala min
- khalfih. Dia tidak akan dihinggapi oleh
- kebatilan,
- oleh hal-hal yang tidak benar. Dari
- mulai sebelum turunnya di Lauh Mahfuz
- kan dijaga. Kata Mahfuz kan terpelihara.
- Bal hua Quran majid fi lauhin
- mahfud. fi kitabi maknunasal
- mutaharun. Dia berada pada kitab yang
- terjaga ya tidak disentuh kecuali oleh
- hamba-hamba yang disucikan itu malaikat
- Allah yang menjaga lauh mahfuz.
- Turun dikawal oleh Jibril dan malaikat
- disampaikan kepada Rasulullah dan langit
- dijaga dengan ketat hingga jin tidak
- dapat sama sekali apa? mengupingnya dan
- melakukan intervensi. Kemudian diterima
- oleh Nabi. Nabi pun dijaga oleh Allah
- sebagaimana yang Allah terangkan pada
- akhir ayat suratul jin. Yasluku min
- baini yadaihi wamin khalfihi rasada.
- Bagaimana Rasul dijaga ya untuk dapat
- menyampaikan pesan Allah kepada manusia.
- Pada saat Rasulullah hidup, Quran
- ditulis dengan sempurna dan tersusun
- sebagaimana susunannya. Saat ini ada
- orang beranggapan bahwa ayat-ayat
- tersusun sebagaimana e taukif dari
- Allah, sedangkan surah-surahnya tidak.
- Tapi dari mulai masa Rasul, Quran
- tersusun sebagaimana susunannya saat
- ini. Buktinya
- Rasul mengatakan,
- "La shata liman lam yaqra bifatihatil
- kitab." Tidak ada salat seseorang tidak
- sah kalau tidak membaca Fatihatul Kitab.
- Pembuka Alkitab itu Al-Fatihah.
- Kita jumpai Al-Qur'an sebagai pembuka
- Al-Qur'an. Adapun riwayat yang
- mengatakan Abu Bakar yang mengumpulkan
- Quran ini merupakan kebohongan sengaja
- untuk menimbulkan keraguan dan
- sebelumnya Quran berceceran. Ke mana
- perginya para penulis wahyu pada zaman
- Rasul? Jadi Quran diturunkan, disusun
- ayat-ayatnya. Kemudian Nabi juga
- menyusun surahnya sebagaimana perintah
- Allah. Sebagaimana di Lauh Mahfud atau
- dalam kitab Maknun sudah tersusun.
- Begitu pula di bumi tersusun sebagaimana
- tersusunnya di lau mahfud dan dalam
- keadaan terjaga. Kemudian Allah
- Subhanahu wa taala mengerahkan para
- penulis wahyu untuk menulis
- ya mencatat diawasi oleh Rasul kemudian
- dikumpulkan oleh Rasul. Nah, sahabat
- berikutnya menyalin dan disebarkan.
- Kemudian Allah mengerahkan juga para
- penghafal Al-Qur'an untuk menghafalnya.
- Jadi bukan hanya dengan tulisan, bukan
- bukan juga dengan hanya hafalan, tapi
- dengan hafalan dan tulisan bersama-sama.
- Kemudian dibaca oleh kaum muslimin
- hingga orang yang biasa membaca
- Al-Qur'an walaupun tidak paham Al-Qur'an
- kalau ada satu perubahan saja dia bakal
- merasakan.
- Jadi sebetulnya Allah Subhanahu wa taala
- turun menjaga kemudian mengerahkan
- hamba-hambanya untuk bersama-sama
- menjaga Al-Qur'an hingga tidak terdapat
- kepalsuan. Nah, kalau kita menerima
- riwayat yang mengatakan Abu Bakar
- As-Siddiq yang mengumpulkan Al-Qur'an
- yang tadinya bercerai-berai,
- ada yang dipelepah kurma, ada yang di
- tulang dan lain sebagainya,
- ada yang berceceran bahkan ada yang
- hilang, berarti kita membuka jalan bagi
- keraguan. Lalu saya bertanya, pada masa
- Rasul kertas sudah ada belum?
- Sudah, Ustaz. Ya,
- bukan hanya pada masa rasul, pada masa
- Firaun sudah ada.
- Oh, iya. Ada namanya kertas papirus yang
- dibuat dari daun dan Allah sebutkan
- kertas dua kali. Walau nazzalna alaika
- kitaban fi qirin.
- Begitu juga tajalunahu qisa tubdunaha
- watuhfuna katir. Dalam suratul anam
- dua-duanya.
- Kalau kami turunkan Al-Qur'an di atas
- kertas langsung mereka rabah, mereka
- pegang, mereka akan mengatakan bahwa ini
- sihir. Begitu juga terhadap orang-orang
- Yahudi yang menjadikan kitab Allah
- bagaikan kertas, kumpulan kertas yang
- kalian sembunyikan, kalian tampakkan
- sebahagiannya. Nah, sekarang umat Islam
- juga sama. Cuma dibaca, dihafal dengan
- suara indah, tapi isinya tidak
- diperhatikan. Mereka dalam pedoman hidup
- kembali kepada tulisan fulan dan fulan,
- kepada karya fulan dan fulan. Akhirnya
- umat Islam terpecah belah ke dalam
- sekta-sekta, mazhab-mazhab seolah-olah
- berbeda agama. H
- seolah-olah berbeda
- agama.
- Mereka mengatakan, "Ini bukan golongan
- kita nih, akidahnya beda dengan kita."
- Antum bayangkan coba.
- Jadi Quran terpelihara
- dan Al-Qur'an dalam surat Hud berfirman,
- "Kitabun uhkimat ayatuhuma
- hakimin khabir." Sebuah kitab yang
- disempurnakan susunan ayat-ayatnya.
- Kemudian fussilat, ditafsil dan
- dirincikan. Siapa yang melakukan?
- Hakimin khabir yang maha bijaksana lagi
- maha tahu.
- Oleh karena itu hubungan antara ayat
- dengan ayat begitu jelas. Begitu juga
- hubungan antara surah dengan surah
- saling berkaitan.
- Saling
- berkaitan.
- Berkaitan. Nah, riwayat-riwayat yang
- mengatakan lain itu merupakan riwayat
- yang sengaja disusupkan untuk
- menimbulkan keragu-raguan di hati kita
- pada kesucian Al-Qur'an. Mereka silakan
- meragu-ragukan, tapi buktinya Al-Qur'an
- tidak ada perbedaan. Walaupun satu ayat,
- walaupun satu huruf tidak berbeda.
- Ini merupakan penjagaan Allah dan dengan
- rahmatnya Allah kerahkan para
- malaikatnya juga hamba-hambanya yang
- beriman untuk menjaga Al-Qur'an. Oleh
- karena itu, mari kita berkumpul kembali
- kepada Al-Qur'an yang pasti
- kebenarannya. Kembalikan yang tidak
- pasti kepada Al-Qur'an. Adapun
- pertanyaan yang kedua, mengapa
- Allah sering mengulang firmannya kun
- fayakun seperti innama amruhu id araian
- an yaak lahu kunakun.
- Sebetulnya ayat ini kabar gembira buat
- kita.
- Kita manusia ini kalau bekerja berusaha
- terikat dengan sebab.
- Begitu kita kehilangan sebab maka kita
- kehilangan harapan. Kita berdoa apa
- gunanya kalau sebabnya enggak ada?
- Betul gak?
- Iya.
- Dari mana datangnya?
- Sampai pernah teman saya di Alazar tidak
- perlu doa. Yang penting kamu bekerja,
- kamu beker
- kerja.
- Padahal dia seorang pelajar di Alazhar.
- Kenapa? Karena memang dia menggantungkan
- hidupnya kepada usaha pekerjaannya,
- tidak kepada Allah. Padahal Allah
- mengatakan, "Uduni astajib lakum waidza
- sa'alaka ibadi anni fainni qib." Dan
- ketahuilah
- apa yang kita dapatkan itu yang kita
- dapatkan bahkan makanan kita, minuman
- kita. Kalau kita bandingkan antara usaha
- kita dan karunia Allah, mana yang lebih
- besar?
- Karunia Allah.
- Karunia Allah. Seorang petani menanam
- padi atau menanam gandum atau seorang
- berkebun menanam pohon durian.
- Usaha dia menanam, menyiram, memupuk.
- Tapi yang menumbuhkan siapa? Yang
- menghasilkan buah-buahnya siapa? yang
- menyusun buah durian ya dari mulai
- aromanya, rasanya yang berbeda-beda,
- kemudian juga kulit yang menutup dan
- menjaganya dengan duri-durinya. Coba
- kita bayangkan siapa yang melakukan
- tersebut? Apakah petani yang melakukan?
- Kan tidak. Usaha dia kecil dibandingkan
- dengan karunia Allah, karunia Allah jauh
- lebih besar. Oleh karena itu, Allah
- menguji kita pertama dengan usaha supaya
- kita berusaha yang benar dan halal. Nah,
- pada saat dia dalam keadaan buntu, Allah
- buka pintu doa. Uduni astajib lakum.
- Hingga hatinya selalu terikat pada all.
- Tapi ada sebagian orang begitu dia
- buntuh, dia tempuh jalan yang haram.
- H.
- Dia bilang, "Yang haram aja susah,
- apalagi yang halal." Betul gak?
- Akhirnya begitu mengalami kebutuhan dia
- lupa kepada Allah bukan mohon padanya,
- dia lari kepada yang haram. Maka Allah
- ingatkan kalau Allah tidak seperti kita,
- kalau kita harus menempuh sebab, kalau
- Allah dengan kehendaknya kalau ingin
- memberikan seorang hamba cukup
- mengatakan kun fayakun.
- Seperti katakan Nabi Zakaria yang sudah
- tua mandul, begitu pula istrinya, Allah
- anugerahkan baginya keturunan yang
- mustahil menurut kita.
- Begitu juga Nabi Ayub Allah sembuhkan
- dengan rahmatnya melalui doa. Begitu
- juga yang terjadi pada Ibrahim. Allah
- selamatkan dari api yang membakar dan
- panas hukumnya. Allah yang menentukan
- kembali membekukan api panas membakar
- khusus buat Ibrahim. Sedangkan kayu
- terbakar orang menyaksikan.
- Begitu juga yang terjadi pada Nabi Yunus
- dalam perut ikan. Jadi kamu kalau
- mengalami kebutuhan lari kepada Allah.
- Jangan berputus asa lalu menempuh jalan
- yang diharamkan Allah Subhanahu wa
- taala. Kabar gembira bukan?
- Kita berusaha mengalami kebutuhan ya
- Allah. Bahkan dalam salat iyaka na'budu
- wa iyaka nastain jangan alihkan ke
- pejabat oligarki merendahkan diri kita
- akhirnya menjadikan diri kita
- budak-budak mereka. Tapi iyaka na'budu
- wa iyaka nastain. Angkat tangan kita
- mohon pada Allah sujud dan berharap
- padanya. Jadi ketika Allah menjelaskan
- hal ini, sebetulnya Allah Subhanahu wa
- taala ingin memberikan kabar gembira.
- Jangan kamu berkecil hati,
- jangan kamu merasa lemah karena
- sedikitnya sebab di tangan kamu, tapi
- kembalilah pada Allah. Uduni astajib
- lakum. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih, Ustaz.
- Jazakallah kir atas ee jawaban-jawaban,
- penjelasan dan renungan Al-Qur'an di
- kesempatan pagi hari ini. Iwan Wat,
- semoga kita semua dapat memetik ibrah
- pelajaran dan hikmah dari jawaban
- penjelasan dari Ustaz Husein Alatas.
- Saya Rizal Alhq dan juga teman-teman
- yang bertugas ada Kang Algi dan juga
- Kang Ondi undur diri. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakat.
- Waalaikumsalam warahmatullah.