Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Rasil TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Wal aqibatu lil
- muttaqin. Ashadu alla ilahaillallahu
- wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh.
- Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin wa ala alihi washbihi
- ajmain. Amma
- ba'd. Faqad qalallahu taala fil quranil
- karim. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- matsaluhum
- kamatsalilladuqod
- naaran
- falammaat maa
- [Musik]
- haulah falamma
- haahuaballahu
- binihim
- dzahaballahu
- binurihim
- waarakahum fi
- dulumatin laa yubsirun
- [Musik]
- Summum
- bukmun
- umyun fahum laa
- yarjiun au
- qasaibim minasama
- [Musik]
- wa
- barqo
- war'du wa
- barquun
- yaj'aluna
- asha'ahum
- fi aanihim
- yaj'aluna
- asobia
- fi
- aaniim
- minaswaqi
- hadaral
- maut
- wallahu
- muhitum bil kafir
- Yakadul baruqu
- yakho
- absarahum
- kullama
- ad
- lahum masyau fihi
- waidza adlam alaihim
- Walau
- syaallahu ladzahaba
- bisamihim wa absorihim.
- Innallaha ala
- kulliaiin
- qadir. Waq Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Inna hadal qurana
- ma'dubatullah fatau m ba'dubatihi
- mastatum.
- Sodqallah wasodqah Rasulullahi
- sallallahu alaihi
- wasallam. Para pendengar dan pemirsa
- Rasul TV yang dimuliakan Allah subhanahu
- wa taala. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Pada malam ini kita dapat
- berjumpa
- kembali dalam
- kajian Ulumul Qur'an berbasis tafsir
- tematik.
- kita ber cepat aja kita berusaha untuk
- memahami isi kandungan kararim dari sisi
- kajian ulumul
- Qur'an di mana pada malam ini kita akan
- melanjutkan kajian
- kita secara khusus yaitu membahas
- tentang amsalul
- Qur'an
- perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur'an
- yang sangat menak
- Makjubkan. Di mana kita pernah bahas
- bahwa amsal Quran bukan sekedar
- perumpamaan dalam konteks bahasa
- Indonesia, tetapi perumpamaan yang
- sangat menakjubkan. Yang perlu pemikiran
- kita, yang perlu perenungan kita untuk
- memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan
- amsal Quran.
- di mana pada malam ini kita akan
- melanjutkan amsal
- Quran pada surah Al-Baqarah ayat 17
- sampai 20.
- Namun sebelumnya
- tentunya kita harus
- pahami bahwa Allah Subhanahu wa
- taala memberikan hidayah kepada seluruh
- manusia dengan level-level
- hidayah yang harus kita pahami
- betul, yang harus kita ketahui.
- sadar atau tidak sadar.
- Setiap hari kita selalu memohon hidayah
- kepada Allah, selalu memohon petunjuk
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala yang terangkum dalam
- doa di dalam surah
- al-Fatihah. Berarti kita
- pun minimal sehari semalam 17 kali kita
- memohon hidayah kepada Allah Subhanahu
- wa taala dengan ucapan ihdinasiratal
- mustaqim. Ya Allah tunjukkanlah kami ke
- jalan yang
- lurus yang Engkau
- ridai, yang Engkau berkati.
- Nah, sebelum kita membahas tentang amsul
- Qur'an sebagai pengantar terlebih dahulu
- kita pahami
- hidayah, bentuk-bentuk hidayah yang
- Allah berikan kepada kita, kepada semua
- manusia sehingga tentunya tidak ada
- alasan manusia ingkar kepada Allah,
- manusia kafir kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Karena semua Allah
- berikan ini pun tentunya bahan renungan
- buat kita sebagai
- muslim yang mempunyai anugerah bahwa
- sejak
- lahir kita dalam memeluk ajaran Islam.
- Tetapi tentunya bagaimana agar kita
- pun mampu meningkatkan kualitas
- keislaman kita, kualitas keimanan kita,
- kualitas ketakwaan kita kepada Allah
- Subhanahu wa taala sehingga mencapai
- takwa yang
- sempurna. Di dalam
- tafsir almuner karya almarhum Prof.
- Prof. Dr. Wahbah
- Johalle, hidayah dibagi lima.
- yang Allah berikan kepada manusia. Yang
- pertama adalah hidayatu ilhamil
- fitri, yaitu hidayah berbentuk
- naluri khususnya Allah berikan dalam
- bentuk hidayah ini kepada bayi yang baru
- lahir, bayi yang masih
- menyusui ketika dia menangis.
- bisa ketika menangis itu
- dia merasa takut, dia merasa haus, dia
- merasa
- lapar. Maka Allah
- memberikan bimbingan ya, terutama bagi
- ibu-ibu yang menyusui. Maka
- diberikan menyusu dengan
- ibunya. Ini adalah hidayah yang
- pertama. Tentunya tidak cukup.
- Maka Allah berikan hidayah kedua yaitu
- hidayatul
- hawas, hidayah panca
- indra. Ini pun tentunya merupakan
- anugerah yang Allah berikan kepada kita
- semua yang semestinya kita pikirkan,
- yang semestinya kita renungkan agar kita
- banyak bersyukur kepada Allah. Allah
- memberikan hidayah hawas ini, hidayah
- panca indra
- ini. Bahkan dalam dunia modern sekarang
- itu semakin
- berkembang manusia sebagai objek.
- khususnya misalkan dalam bidang
- kedokteran ada spesialis
- mata, ada
- spesialis
- THT, ada spesialis jantung,
- internis, dan lain-lainnya.
- Itu kalau kita
- renungkan betapa maha besarnya Allah,
- betapa maha kuasanya Allah Subhanahu wa
- taala menciptakan kita, memberikan
- potensi kepada
- kita itu dari organ tubuh panca indra
- kita. Belum yang lainnya. Allah kasih
- akal kita, Allah kasih otak kita yang
- mampu
- menyimpan 20 miliar
- komputer. Subhanallah.
- Nah, panca indra
- ini
- tentunya kalau kita manfaatkan dengan
- baik untuk
- merenungkan, untuk memahami kebesaran
- Allah Subhanahu wa taala juga sudah bisa
- sebenarnya. Akan
- tetapi tentunya tidak cukup. Maka Allah
- turunkan hidayatul aqli, hidayah akal.
- Allah kasih akal kepada
- kita agar mampu berpikir positif, agar
- mampu bertindak positif, agar mampu
- mengerjakan perbuatan-perbuatan yang
- positif
- tentunya. Karena hidayah
- akal tentunya kita pun tahu dengan
- kemajuan teknologi saat
- ini, akal yang Allah berikan kepada
- manusia. Terus manusia
- kembangkan memberikan
- kemudahan-kemudahan tentunya dalam hal
- kegiatan. Misalkan
- transformasi dengan izin Allah ya
- manusia saat
- ini jaraknya berapa pun
- jauhnya bisa ditempuh dengan waktu yang
- singkat.
- Misalkan seperti saudara-saudara
- kita yang saat ini bergantian,
- bergiliran mengerjakan ibadah umrah,
- diangkut dengan pesawat yang besar, bisa
- terbang dengan kecepatan
- tinggi hanya sekitar 9 jam berangkat
- dari Jakarta menuju Jeddah
- sampai ini adalah akal yang Allah
- berikan kepada kita sehingga mampu
- menciptakan kemudahan-kemudahan dalam
- transformasi juga dalam bidang-bidang
- lain
- tentunya ini patut kita
- syukuri. Akan tetapi hidayah akal
- pun walaupun kekuatannya sangat luar
- biasa, sangat
- hebat tanpa kita
- berpikir ke kita ke kita ke dia kita
- cek kita
- misalkan mengecek kemampuan akal kita,
- pikiran kita yang tanpa berpikir bisa
- spontanitas ingat yang tersimpan dalam
- memori kita.
- ketika kita berbicara Makkah karena
- pernah ke Makkah, pernah ke Madinah.
- Walaupun posisi kita di Indonesia ketika
- kita mencoba mengecek kemampuan kita
- itu,
- maka seketika tergambar ketika kita
- berada di Makkah, ketika kita berada di
- Madinah dan di mana pun itu. Tetapi akal
- yang Allah berikan kepada
- kita diibaratkan seperti
- pelampung. Akal kita seperti pelampung.
- Pelampung itu akan bermanfaat. Akan
- berguna bagi orang-orang yang baru
- belajar renang di kolam
- renang. Pelampung tersebut ketika berada
- di tengah lautan maka tidak bermanfaat
- lagi, maka tidak berguna
- lagi. Artinya tidak cukup. Maka Allah
- berikan kepada kita hidayatud din
- hidayah agama. agama
- Islam yang dilengkapi dengan sumber
- aslinya yaitu kitab suci
- Al-Qur'an dengan hadis Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, hidayah agama ini juga
- tentunya
- harusnya kita gali, kita pelajari
- sedikit demi sedikit.
- Agar benar-benar kita mampu memahami
- kesempurnaan ajaran Islam. Terutama kita
- menggali dari kitab aslinya itu kitab
- suci Al-Qur'an.
- Al-Qur'annya kita
- baca, isi kandungannya kita
- pelajari, kemudian pesan-pesannya,
- konsep-konsepnya kita amalkan di dalam
- kehidupan kita
- sehari-hari sehingga
- kita
- seakan-akan Al-Qur'an berjalan di muka
- bumi. Hidayah agama pun
- tentunya tidak akan memberikan manfaat
- yang banyak buat
- kita. Termasuk kehadiran Al-Qur'an ini
- juga tidak akan memberikan manfaat buat
- kita semua ketika Al-Qur'annya tidak
- disentuh. Ketika Al-Qur'annya ditaruh di
- lemari mulai dari akad
- nikah sampai punya anak cucu, Qurannya
- tetap utuh. karena tidak dibaca,
- disimpan, di
- lemari. Ini dalam arti bahwa
- hidayatuddin tidak akan bermanfaat kalau
- kita tidak pelajarinya, kalau kita tidak
- membacanya.
- Maka muncullah hidayah yang kelima,
- yaitu hidayatul maunah wat taufik.
- hidayah yang berbentuk pertolongan Allah
- Subhanahu wa taala dan taufik pelaksana
- hidayah, aplikasi
- hidayah. Artinya kita pun sebagaimana
- tadi disinggung bahwa setiap salat lima
- waktu belum ditambah dengan salat-salat
- sunahnya. Berapa puluh kali kita memohon
- petunjuk kepada Allah. Ihdinasiratal
- mustaqim. Ya Allah tunjukilah kami ke
- jalan yang lurus.
- Nah, ketika kita punya kitab suci
- Al-Qur'an, Al-Qur'annya kita baca,
- Al-Qur'annya kita pelajari sedikit demi
- sedikit, kemudian
- pesan-pesannya kita lakukan dalam
- kehidupan sehari, kita aplikasikan dalam
- kehidupan kita. Nah, maka sempurnalah
- kita mendapatkan hidayah dari Allah.
- Artinya kita pun tentunya harus aktif
- selalu
- mencari-mencari bagaimana agar kita
- benar-benar memahami kitab suci
- Al-Qur'an ini sebagai hidayatud din,
- hidayah
- agama. Sehingga kita akan lebih mudah
- untuk memahaminya, untuk
- melakukannya di dalam kehidupan
- sehari-hari. itu ya penting sekali untuk
- tukar pikiran, untuk diskusi, untuk
- saling
- nasihat-menasihati, terutama pada
- pembahasan malam ini yaitu masih
- menyangkut
- tentang amsalul Quran yang berkaitan
- dengan ciri-ciri orang
- munafik yang sekaligus
- tentunya termasuk orang-orang
- kafir. ini memberikan pelajaran buat
- kita. Jangan sampai kita termasuk
- orang-orang yang
- munafik. Kita sebagai muslim, maka jadi
- muslim yang
- kafah, yang
- universal, yang tetap mempertahankan
- keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Selalu berupaya meningkatkan
- ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala walaupun sesuai dengan kemampuan
- kita.
- Karena Allah sudah memberikan
- kelonggaran kepada kita yang kalau kita
- memahami
- konteks takwa kita yang diperintahkan
- oleh Allah di dalam surah Ali Imran ayat
- 102 itu, ittaqulah haqq
- tuqatih. Harus benar-benar takwa kepada
- Allah. Tetapi Allah memberikan
- keringanan yaitu dalam surah at-taquun.
- Wattaqulaum. Dan bertakwalah kamu semua
- kepada Allah sesuai dengan kemampuan
- kamu masing-masing. Ini adalah sebuah
- khusus, sebuah keringanan buat kita.
- Tetapi jangan kita abaikan, jangan kita
- sepelekan, tapi kita tingkatkan
- ketakwaan kita kepada Allah dengan
- sebenarnya.
- di mana dalam surah Al Anisa ayat 140
- jelaskan posisi orang-orang
- munafik yaitu Allah berfirman,
- azubillahiminasyaitanirrajim innallaha
- jamiul munafiqina wal kafirina fi
- jahannama
- jamia sesungguhnya Allah subhanahu wa
- taala akan mengumpulkan orang-orang
- munafik baik laki-laki maupun peremp
- perempuan wal kafirina dan orang-orang
- kafir, orang-orang yang mengingkari
- kebenaran Allah subhanahu wa taala,
- orang-orang yang mengingkari kenabian,
- kerasulan Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dan orang-orang yang
- mengingkari kehadiran Al-Qur'an maka
- mereka akan dikumpulkan fi jahanama
- jamiah, di neraka jahanam seluruhnya.
- Ini tentunya informasi yang harus kita
- perhatikan. Di mana dalam sebuah
- literatur, dalam sebuah
- riwayat bahwa neraka jahanam
- itu ketika digotong oleh 70.000
- malaikat.
- Andai
- kata uapnya saja kena badan kita, kena
- pisi kita, maka akan
- meleleh saking
- panasnya. Hanya uapnya
- belum panas yang
- sebenarnya. Ini tentunya pelajaran buat
- kita. Jangan sampai kita terlena dalam
- hidup ini, tergoda dengan kehidupan
- dunia.
- Kemudian pada ayat 145 dijelaskan lagi,
- innal munafiina fidqi asfali
- minanari wanajahum
- nasir. Sesungguhnya orang-orang
- munafik itu berada di kerak api neraka,
- berada di neraka paling bawah. Walan
- tajid lahum nasir. Dan tidak akan mereka
- itu mendapatkan pertolongan.
- Informasi ini
- tentunya menjadikan pelajaran buat
- kita agar kita sebagai muslim tetap
- mempertahankan kemusliman kita, keimanan
- dan ketakwaan kita.
- Kemudian pada Amsalul Qur'an ayat ini
- jelaskan yang pertama yang telah kita
- bahas minggu yang
- lalu bahwa orang-orang munafik
- itu seperti orang yang menyalakan
- api. Tatkala api itu menerangi
- sekeliling mereka zahabullah bin Rahim.
- Allah menghilangkan cahayanya.
- Watarokahum fiulumatin la yubsirun. Dan
- Allah
- membiarkan mereka orang-orang munafik
- itu di dalam kegelapan-kegelapan yang
- berlapis-lapis dan mereka tidak mampu
- melihat mereka.
- Sumun tuli, bukmun bisu, umyun buta.
- Fahum la yarjiun.
- Mereka tidak
- mampu kembali kepada
- kebenaran. Dalam ayat ini, orang-orang
- munafik digambarkan seperti orang yang
- menyalahkan
- api. Artinya satu sisi lain
- bahwa orang munafik ini hanya mengambil
- kesempatan
- memanfaatkan tentang keberadaan Islam.
- lahirnya seperti orang Islam, tetapi
- mereka sebenarnya menyembunyikan
- kekafiran
- mereka sehingga salatnya hanya
- pura-pura, ibadah puasanya juga hanya
- pura-pura, menunaikan ibadah haji,
- umrahnya juga hanya pura-pura.
- Ini adalah ciri-ciri orang munafik yang
- digambarkan pada ayat
- ini. Sehingga dengan kepura-puraan
- mereka akan menambah kegelisahan mereka,
- ketidaktenteram mereka, kekacauan
- pikiran mereka.
- termasuk kita pun tentunya
- hati-hati sebagai muslim
- tadi bahwa dalam literaturan
- dikatakan Al-Qur'an ini adalah sebagai
- petunjuk, sebagai cahaya, sebagai
- hidayah. Ketika Al-Qur'an ini dibiarkan,
- tidak dibaca, maka kita pun tidak akan
- mendapatkan cahaya daripada Al-Qur'an.
- Ini gambaran seperti orang yang
- menyalakan api. Sudah tahu bahwa kitab
- suci Al-Qur'an itu merupakan pedoman
- hidup bagi
- kita. Merupakan cahaya yang menerangai
- jalan hidup kita. Tetapi ketika Qurannya
- disimpan,
- ditaruh, maka seakan-akan Allah
- menghilangkan cahaya mereka dan mereka
- Allah biarkan dalam kegelapan-kegelapan.
- Dalam arti
- bahwa hidup manusia, hidup kita tanpa
- bimbingan Allah Subhanahu wa taala,
- tanpa kembali kepada kitab suci
- Al-Qur'an
- ini, maka hidup kita dalam
- kegelapan-kegelapan. Kita tidak tahu
- jalan yang kita tempuh ini apakah jalan
- yang baik atau
- tidak, jalan yang benar atau jalan yang
- batil. Tanpa Quran kita tidak bisa.
- Padahal kita tahu semua
- manusia pada
- hakikatnya hidup ini punya
- tujuan. Karena kehidupan dunia ini bukan
- kehidupan yang akhir tetapi kehidupan
- yang
- sementara yang harus kita pahami, harus
- kita yakini.
- Apalagi setiap hari kita mendengarkan
- pengumuman di masjid-masjid inna lillahi
- wa inna ilaihi
- rojiun. Hidup adalah sementara, hanya
- giliran saja. Tetapi bagaimana agar kita
- mampu mempersiapkan diri
- kita untuk
- menghadapi kedatangan sakaratul maut.
- untuk
- menghadapi gelapnya alam
- kubur, untuk menghadapi
- panjangnya padang
- mahsyar. Nah, orang-orang munafik itu
- tidak mau memanfaatkan kehadiran kitab
- suci Al-Qur'an, tidak mau memanfaatkan
- kesempurnaan syariat
- Islam, termasuk ibadah salat.
- Kemudian yang berikutnya
- adalah
- minamaq
- minut wallahu muhitun bil
- kafirin. Atau seperti
- perumpamaan orang-orang yang ditimpa
- hujan debat.
- yang disertai dengan gelap
- gulita, guruh
- kilat. Yajalu asobiahum fi aaniim
- minaswaqi hadar maut.
- Mereka
- menutup menjanjikan jari-jari mereka
- menutup kuping mereka karena takut di
- sambar petir karena takut mati.
- Jadi menutup telinganya bukan begini
- tetapi dengan satu. Satu sisi
- ketika orang-orang munafik khususnya
- yang hidup di zaman Rasul Sallahu Alaih
- Wallam ketika bergabung dalam majelis
- Rasulullah, kuping mereka tutup
- rapat-rapat dengan jari ini tentunya
- tidak akan
- mendengarkan, tidak mampu mendengar apa
- yang disampaikan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- takut
- mati. Dalam
- arti
- ketika dibongkar kemunafikan mereka,
- khawatir mereka pun dibunuh. Ketika
- dikasih tahu, "Wah, ini orang munafik si
- A, si B
- itu." Maka jari-jari mereka tutup rapat.
- Ini satu gambaran juga.
- Wallahu muhitun bil
- kafirin. Dan Allah maha menguasai
- meliputi orang-orang kafir. Dalam
- konteks ayat ini
- juga satu sisi memberikan
- gambaran di dalam literatur lain
- dijelaskan bahwa aqib
- minasama termasuk Al-Qur'an itu
- diibaratkan seperti hujan lebat yang
- Allah turunkan dari
- langit kita. tentunya lebih memahami
- ayat
- ini kalau kita mampu mau merenungkannya,
- mampu memahaminya dengan
- baik. Karena
- kejadian konteks secara ayat kauniah,
- ayat ini setiap hari kita bisa
- melihatnya.
- Berbeda tentunya dengan orang-orang yang
- berada di Saudi
- Arabia, di Makkah, di
- Madinah yang hujannya sangat terbatas.
- Bahkan katanya itu hanya empat kali
- hujan itu dalam setahun.
- Tetapi di
- Indonesia termasuk tadi pagi, tadi siang
- ya, kemarin sore hujan deras
- mengguyur kota Dedipsabek ya, kota
- Jakarta, kota Bogor, Bekasi semua
- Allah kejur hujan Allah kasih anugerah
- yang banyak tentunya auibi
- minasama atau
- seperti hujan yang lebat yang Allah
- turunkan dari langit yang disertai
- dengan durulumat gelap dulu ya. Kemudian
- war'du ya guntur guruh ya degd. Kemudian
- kilat menyamar tak.
- Begitu sangat dekat Al-Qur'an ini dengan
- kita
- tentunya. Jangan sampai kita
- menyia-nyiakan kehadiran kitab suci
- Al-Qur'an
- ini. Dengan hujan
- lebat kita mengambil manfaat yang
- banyak.
- tanah-tanah menjadi
- subur, pertanian, perkebunan, ya
- termasuk
- peternakan akan menghasilkan lebih
- banyak lagi hasilnya dengan adanya air
- hujan yang Allah
- turunkan. Tidak perlu kita menyerami
- lagi juga dengan turun hujan yang
- lebat secara otomatis.
- polusi-polusi
- udara yang membuat udara menjadi kotor,
- baik kendaraan motor, mobil maupun
- pabrik-pabrik
- industri kita jadi bersih lagi. Kita
- bisa bernapas dengan legak
- lagi. ini memberikan gambaran buat kita
- semua bagaimana agar kita pun
- mampu
- mengkondisikan hujan lebat yang turun ke
- bumi. Bumi adalah ibarat hati
- kita. Hujan yang turun deras adalah
- Al-Qur'anul Karim. Dalam arti ketika
- kita banyak membaca Al-Qur'anul Karim,
- deras
- sekali banyak baca
- Qurannya, maka hati
- kita akan menjadi
- subur agar akan menjadi
- tentram, menjadi tenang, penuh
- kedamaian dengan banyak membaca
- Al-Qur'an secara otomatis Allah
- anugerahkan karena Al-Qur'an
- merupakan syifaulima
- fisur. Al-Qur'an menjadi obat segala
- macam penyakit rohaniah yang ada di dada
- kita, yang ada di hati kita, yang ada di
- jiwa kita.
- Sama
- seperti bumi yang kering, Allah turunkan
- air hujan lebat menjadi
- subur, menghasilkan tanaman-tanaman yang
- banyak. Juga hati kita ketika kita
- membanjak membaca Al-Qur'an, hati kita
- menjadi tenang, tentram, damai. Sehingga
- akan menumbuhkan pikiran-pikiran positif
- kita, tindakan-tindakan positif kita
- dalam kehidupan sehari-hari. ini
- hasilnya.
- Bahkan polusi-polusi
- udara, penyakit-penyakit rohaniah yang
- ada di diri kita dengan banyak membaca
- Al-Qur'an tentunya dengan bacaan yang
- baik dan
- benar sesuai panjang pendeknya, sesuai
- makhrajnya, sesuai sifatul hurufnya,
- sesuai dengan periwayatan bacaan
- Al-Qur'annya akan menghapuskan
- penyakit-penyakit roh rohaniah
- kita sehingga kita benar-benar menjadi
- muslim yang
- kafah yang
- sempurna penyakit-penyakit rohaniah kita
- termasuk iri hati, dengki, hasad,
- hasud termasuk penyakit hati
- kita gelisah,
- galau. Dengan banyak membaca
- Al-Qur'an hati kita akan menjadi tenang,
- tentram. Ini gambaran dari amsal Quran
- aib
- minasama alayah.
- Kemudian yakadul barqu
- absahum
- kamaatamaahum
- waim w allahuahaba bisamihim wa absorim
- innallaha ala kulliin
- qodir.
- Hampir-hampir kilat itu menyambar
- penglihatan mereka.
- Tatkala kilat itu menerangi
- mereka, mereka berjalan di bawah kilat.
- Cahaya kilat itu. Tatkala dalam
- kegelapan mereka pun berdiam diri. Satu
- sisi ayat ini memberikan
- gambaran bahwa orang-orang
- munafik itu hanya
- memanfaatkan kejayaan
- Islam, kebesaran Islam.
- di mana dalam
- sebuah riwayat
- dijelaskan bahwa orang-orang munafik
- khususnya yang hidup di zaman Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam yang diibaratkan
- ketika kilat itu menerangi jalan mereka,
- mereka
- berjalan ketika
- Islam
- mendapatkan kemenangan dalam peperangan,
- mempunyai harta yang banyak. Orang-orang
- munafik bilang, "Wah,
- ini karena agama
- Muhammad, ini
- karena ajaran Islam."
- Maka
- tatkala ketika mereka diuji untuk ikut
- berperang untuk mengorbankan
- hartanya yang diibaratkan oleh waidza
- adlama
- alaiqomu perangnya kalah. Maka dia
- berkata, "Ini gara-gara agama Muhammad
- jadi kalah, jadi rugi banyak."
- Nah, ini gambaran orang-orang munafik
- yang digambarkan oleh ayat
- ini. Yang berbeda tentunya kita dengan
- sebagai muslim yang baik, sebagai orang
- yang
- bertakwa dalam kondisi apapun kita tetap
- akan menjaga keimanan
- kita. Ketika kita diberikan rezeki yang
- banyak, kita pun bersyukur kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Ketika kita diuji
- kekurangan harta kita, kita pun
- bersabar.
- Ini adalah posisi
- kita. Walau sya Allahu bisihim wa
- absorim. Andai kata Allah menghendapi,
- menghendaki untuk menghilangkan
- pendengaran mereka, penglihatan mereka,
- maka mudah bagi Allah. Tetapi Allah
- tidak seperti itu. Allah memberikan
- tangguh kepada orang-orang munafik,
- kepada orang-orang kafir melalui ayat
- ini agar mereka mau membuka mata
- hatinya, mau menyadari kekeliruan jalan
- yang
- ditempuhnya. Mari kita
- gunakan pendengaran kita, penglihatan
- kita untuk mencari kebenaran hidup kita.
- Innallaha ala kulli saaiin qodir.
- Sesungguhnya Allah maha kuasa atas
- segala
- sesuatu. Dalam konteks ayat ini tentunya
- mari kita
- renungkan, mari kita pahami. Memang
- harus
- diulang-ulang. Tidak cukup hanya sekali
- memahami ayat ini dalam konteks amsalul
- Quran, yaitu perumpamaan-perumpamaan
- yang sangat menakjubkan. Allah mampu
- membongkar tentang sifat-sifat orang
- munafik. Karena Allah maha kuasa, Allah
- maha tahu. Sehingga mereka dikarisi
- kesempatan agar mereka mau
- bertobat, mau kembali ke jalan Allah
- Subhanahu wa
- taala. Sebagaimana jelaskan dalam surah
- An-Nisa tadi bahwa orang-orang munafik
- itu berada di dalam kerak api neraka.
- mereka tidak akan mendapatkan
- pertolongan. Ayat ini memberikan
- gambaran bahwa nanti akan
- terjadi pada saatnya. Ini tentunya
- merupakan informasi agar dijadikan
- renungan, bahan
- pemikiran agar manusia melepaskan dari
- sifat-sifat kemunafikannya.
- Sehingga ayat lanjutnya alladinau wa
- aslahu billahi wa akahum lillah faulaika
- maal
- mukminin wasufaillahul mukminina ajrima
- kecuali orang-orang yang bertobat yang
- munafik tadi bertobat kemudian mampu mau
- memperbaiki dirinya dan berpegang teguh
- kepada agama Allah kemudian
- mengikhlaskan dirinya
- nya untuk melaksanakan perintah Allah
- yaitu dinul
- Islam. Faulaika maal mukminin. Maka
- mereka bersama orang-orang
- mukmin yaitu yang akan
- mendapatkan anugerah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Orang-orang mukmin
- itu akan mendapatkan pahala yang besar
- yaitu ampunan dari Allah Subhanahu wa
- taala. mendapatkan rahmat-Nya,
- mendapatkan keridaannya.
- Sehingga Allah memberikan kepada
- orang-orang mukmin kehidupan di dunia
- ini berupa
- kebahagiaan, kehidupan yang baik,
- kedamaian,
- ketentraman, dan kelak di akhirat
- tentunya orang-orang mukmin Allah
- sediakan pahala yang besar yaitu
- dimasukkan ke dalam
- surganya dan mendapatkan rida Allah
- Subhanahu wa taala.
- Para
- pendengar dan pemirsa Rasil TV yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- Mari kita
- jadikan ayat ini sebuah renungan buat
- kita. Jangan sampai kita termasuk
- orang-orang
- munafik. Maka terus kita berusaha di
- samping kita memohon berdoa kepada Allah
- dengan ihdinasiratal mustaqim. Ya Allah
- tunjukilah kami ke jalan lurus. Juga
- kita pelajari cocokan.
- Kita pelajari sedikit demi sedikit ayat
- Quran
- ini dan kita pun berusaha untuk
- memperbanyak membaca Al-Qur'anul Karim
- sehingga betul-betul hidup kita yang
- sementara ini mempunyai arti yang
- besar. Kita dapat menjalani kehidupan
- ini dengan penuh kedamaian, ketentrangan
- dengan ketentraman dengan menjalankan
- syariat Islam.
- Kita perbaiki salat kita, kita perbaiki
- ibadah haji umrah kita, kita perbaiki
- zakat kita, kita perbaiki ibadah Ramadan
- kita, saum
- Ramadan juga kita perbaiki pribadi kita
- sehingga kita mempunyai akhlak yang
- qurani. Mudah-mudahan kita berharap
- semua agar kita tetap dijaga Allah
- menjadi orang-orang yang mempunyai
- keimanan yang sempurna, mempunyai
- ketakwaan yang sempurna sehingga kita
- hidup penuh dengan
- kedamaian, penuh mendapatkan ampunan
- Allah dan rahmat-Nya. Dan kelak semoga
- Allah memasukkan kita semua ke dalam
- surganya. Amin ya rabbal alamin.
- Mudah-mudahan bermanfaat khususnya bagi
- pribadi saya dan umumnya bagi para
- pendengar dan Rasil TV. Terima kasih.
- Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- Rasil TV untuk Islam yang satu.