Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Oke, bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah jumpa lagi
- kita di Jumat siang hari ini di Sayidul
- Ayyam hari Jumat dan seperti biasa fikih
- wanita hadir di ruang dengar. Ikhwan dan
- akhwat sekalian. Alhamdulillah guru kita
- sudah hadir di seberang sana. Mari kita
- sapa terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah
- Herlini.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat Olin?
- Oh masyaallah kita mau ngomong sehat.
- Alhamdulillah ustazah sehat.
- Alhamdulillah. Masyaallah luar biasa.
- Mudah-mudahan semua juga bersama yang
- bersama kita juga sehat ya. Yang sakit
- Allah berikan kesembuhan insyaallah.
- Amin. Amin. Insyaallah. Dan bertepatan
- dengan masih atau masuknya kita di bulan
- haram saja temanya pada siang hari ini
- selama kurang lebih ee 70 atau 80 menit
- ke depan adalah menata niat di bulan
- haram. Tafadal ustazah.
- Iya. Jazakillah. Mbak Olin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah
- Alhamdulillahilladzi
- alafa baubina faasbahna binikmati
- ikhwana. Ya rabbana lakal hamdu bil
- iman. Yaabbana lakal hamdu bil quran
- yabana lakal hamdu bil islam. Yaana
- lakal hamdu bil ukhuwah. Lakal hamdu bil
- ahli wal muah. Lakal hamduin
- anamta biha.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa
- ashabihi ajma.
- Allahumma in nasaluka ridal jannah
- waubika minatikaar.
- Amin ya rabbal alamin. Alhamdulillah
- tummalhamdulillah tummalhamdulillah.
- Kita berada di awal bulan haram, bulan
- Zulqadah. Setelah kita melewati bulan
- Ramadan, menghabiskan bulan Syawal,
- sekarang kita menapaki bulan-bulan
- haram. Ada tiga bulan haram yang
- berturut-turut ya, Zulkadah, Zulhijah,
- dan ee Muharram. Dan subhanallah
- di awal tahun dan di akhir tahun itu
- ditutup dengan bulan haram. Nah, tema
- kita ini tidak hanya terkait bulan
- haram, tapi juga bagaimana menata niat.
- Sebagaimana kita memahami bersama bahwa
- inama sumyat huruman lihatan fina.
- Ya, eh Ibnu Abbas mengatakan bahwa
- dinamakan bulan haram itu adalah karena
- di bulan-bulan itu ee kehormatannya tuh
- lebih agung. bulan yang dimuliakan,
- bulan yang disucikan, bulan yang ee luar
- biasa ya ee berbeda dengan bulan-bulan
- yang lain. Kita tidak bicara bulan
- Ramadan itu spesial ya. Tapi selain
- bulan Ramadan 4 bulan inilah yang
- bulan-bulan utama, bulan-bulan yang
- agung, bulan yang penuh dengan kemuliaan
- ya yang ketika kita berbuat baik, amal
- saleh, pahalanya berlipat. Begitu juga
- wu fom ketika kita berbuat dosa di
- dalamnya juga ee di bulan-bulan haram
- ini juga ee dosanya juga besar. Nah,
- oleh karena itu dalam surah at-Taubah
- ayat 36 itu Allah berpesan kepada kita
- tentang e minha aratun hurum. Allah
- ciptakan 12 bulan di antaranya ada 4
- bulan haram. Nah, larangan Allah kepada
- hamba-hambnya di bulan Muharam ini
- adalah fala tadlimu fihinna anfusakum.
- Jangan berbuat zalim ya. Nah, jadi ee
- kita ee alhamdulillah berada di bulan
- yang mulia ini, 4 bulan haram ini yang
- dilarang manusia berbuat zalim ya.
- Kezaliman yang biasanya terjadi dalam
- kehidupan kita itu biasanya ya zalim ee
- dengan Allah. Maksudnya gimana? Eh
- maksudnya in
- apa namanya? Eh inirmanim
- ya. Jadi syirik ya. Jadi kalau zalim
- jadi enggak boleh tuh ada lima bentuk
- kezaliman secara umum ya. Bentuk lima
- bentuk kezaliman secara umum. Pertama
- zalim kepada Allah ya itu enggak kenal
- Allah, enggak makrifatullah. Syirik
- menduakannya tidak takut ee kepada Allah
- ya. dia merasa berani
- ee apa menjalankan kehidupannya tanpa
- memandang rambu-rambu Allah. Hidup ini
- tidak dihubungkan dengan Allah. Semuanya
- hanya ee dirinya sajalah yang mampu yang
- ee berpuasa ya. Kalau dia melakukan apa
- saja tidak atas nama Allah, tidak atas
- rambu-rambu Allah. Itu yang namanya
- zalim kepada Allah ya. Zalim dengan
- Allah atau zalim dengan fisik pemberian
- Allah ya. dengan fisik kita ini kan
- makhluk Allah diciptakan Allah untuk
- beribadah kepadanya. Seluruh alam
- semesta ini adalah ciptaan Allah. Milik
- Allahlah semua apa yang ada di langit
- dan di bumi ini. Nah, ketika kita fisik
- kita, anggota tubuh kita ini adalah
- pemberian Allah, kita bisa jadi zalim.
- Karena apa? Karena semua gerak-gerik
- kita itu ee bertentangan dengan apa yang
- Allah kehendaki. Ada rambu-rambunya.
- seperti misalnya membiarkan diri kita
- melakukan perbuatan zina, berjudi,
- mabuk, itu zalim terhadap diri kita,
- fisik kita atau zalim terhadap harta
- karunia Allah. Yaitu dilarang ya. Harta
- itu kan kita tahu milik Allah. Jangan
- digunakan sedikit pun selain karena
- mesti ee selain ee dengan apa yang telah
- Allah tentukan. Karena harta ini milik
- Allah, kita diatur ya mempergunakannya
- untuk siapa, bagaimana cara
- memperolehnya, ee untuk apa kita ee
- distribusikan dan sebagainya. Nah,
- ketika kita melanggar itu maka kita
- telah zalim dengan harta yang Allah
- karuniakan kepada kita atau zalim kepada
- manusia.
- ee zalim kepada manusia itu ya di
- antaranya misalnya memfitnahnya,
- menggibahnya, menghinanya, menyakitinya,
- memukulnya, mencuri hartanya. pokoknya
- ee kita melakukan perbuatan zalim ya e
- sewenang-wenang ya tidak ee mengambil
- haknya dan segala macam itu zalim kepada
- manusia atau zalim terhadap ee posisi
- kita, jabatan yang kita emban, posisi
- yang kita ee diberikan amanah misalnya
- kita tidak ee menyelaraskan apa yang
- Allah kehendaki terhadap apa yang
- menjadi amanah kita. Ya, sebagai seorang
- pemimpin tidak melakukan ee sesuai
- dengan aturan Islam. sebagai seorang
- kepala keluarga, dia tidak menjalankan
- kewajibannya sebagai seorang istri dia
- tidak menunaikan tanggung jawabnya
- sebagai istri atau ibu dan sebagainya.
- Itu semua zalim ee terhadap ee apa ee
- posisi kedudukan. Artinya di bulan-bulan
- haram ini ketika kita melakukan
- pelanggaran secara syari itu dosanya
- berlipat. Walaupun zalim itu juga enggak
- boleh juga di bulan-bulan yang lain ya,
- tapi penekanannya di 4 bulan ini karena
- bulan yang dimuliakan, bulan yang
- dihormati. Nah, ini ee kita bersyukur
- alhamdulillah 3 bulan berturut-turut
- bulan haram. Di sini kita fasabikul
- khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan
- untuk banyak beramal saleh. Karena
- pahala amal saleh itu berlipat ganda.
- Maka falaim anfusakum, jangan zalim.
- Nah, kita ee membahas dalam pertemuan
- kali ini ee faikran tanfaul mukminin
- untuk mengingatkan kembali sebenarnya
- kita sudah paham semua bahwa menata niat
- itu sangat penting ya. Menata niat itu
- sebenarnya tidak hanya di bulan haram
- tapi pada setiap saat, pada setiap
- detik, setiap desah nafas kita tuh perlu
- menata niat ya. Karena kita tahu ya
- bahwa ee kadang-kadang niat itu bisa
- berubah ya. Jadi kita bersama-sama ya
- merefleksi kembali niat-niat kita ya
- dalam ibadah, dalam posisi kita sebagai
- seorang ibu, istri, anak, ya pekerja,
- aktivis, apapun yang kegiatan yang kita
- lakukan. Apakah kita betul dalam
- beraktivitas itu mencari rida Allah,
- berlari menuju Allah, ya. Nah, di sini
- pentingnya niat. Apalagi ini posisi
- bulan haram itu berlipat ganda. Itu niat
- pahala kebaikan dapat kita raih, ya.
- Nah, jadi ee niat ini penting karena
- niat ini adalah pondasi yang tidak
- terlihat tapi menentukan segalanya. Niat
- ini sangat penting ya. Niat ini menjadi
- sumber kekuatan kita dan ketenangan
- kita. Maka ada dua hal yang ee perlu
- kita pahami bersama ya untuk mengingat
- kembali bagaimana tajdidun niah itu
- penting memperbaharui niat ya atau
- taadudun niat. Memperbanyak niat. ini
- kekuatan niatnya luar biasa ya. Dan niat
- ini tentu ini adalah ee ilmu yang
- penting sekali ya yang banyak orang lupa
- ya. Ilmu niat itu kan kita bicara niat
- itu kan ilmu juga ya sesuatu yang ee
- bisa jadi kadang-kadang kita abay.
- Banyak orang lupa tentang ee ilmu
- tentang niat ini. Ilmu ini enggak mudah.
- kewajiban kitalah seumur hidup untuk
- terus mempelajari tentang ilmu niat ini.
- Maka ee ee siapa eh Sofyan Asauri ya itu
- eh beliau mengatakan ya orang-orang
- salafus saleh, orang-orang ulama dulu
- itu kanu taalamun niah lil amal kama
- taamulal itu orang-orang saleh itu dia
- mempelajari ilmu tentang niat itu
- seperti mereka juga mempelajari tentang
- amal itu sendiri ya. Bahkan ee ilmu Ibnu
- Katsir juga mengatakan ee ilmu tentang
- niat ini ablak ya, lebih kuat daripada
- amal itu sendiri. Karena ini penting
- pondasi. Kalau amalnya benar tapi
- niatnya enggak benar, habis itu amal
- sia-sia. Makanya para ulama mempelajari
- tentang ilmu niat ini itu enggak
- setahun, du tahun, enggak cukup dengan
- ee kajian kita siang ini ya di fikih
- wanita mempelajari menata niat enggak
- cukup. Ulama-ulama dulu itu sampai
- tahunan ya. Bahkan di antara mereka
- mengatakan ya mereka mempelajari ee
- tentang amal yang benar dan diterima
- dari amal ibadah tersebut. ee mereka
- mempelajari keikhlasan, mempelajari
- tentang niat dan semuanya itu melebihi
- waktu sampai ada yang 20 tahun lebih.
- Masyaallah ya luar biasa ya. Karena kita
- ini gampang ria ya, gampang ee berpaling
- niatnya gampang bergeser ya. Jika kita
- tidak mempelajari ilmu tentang niat ini,
- bagaimana kita bisa menata hati kita ya.
- Maka luar biasa ya ilmu niat ini memang
- perlu setiap saat ya kita ingat kembali,
- kita pelajari kembali ya bagaimana
- dengan kita memahami ilmu niat kita bisa
- istikamah ya. Bahkan kalau kita lihat ee
- para ulama dulu ya ee ya kalau kita
- bicara niat itu kan pasti ujung-ujungnya
- kaitannya dengan keikhlasan ya. Jadi
- kalau ulama-ulama dulu tuh mempelajari
- tentang ee niat bahkan membahas tentang
- ilmu ikhlas saja itu luar biasa ya.
- Apalagi sekarang ini ya dengan disertasi
- ee apa namanya doktor dan segala macam
- itu banyak banget ya. Nah, ini niat.
- Jadi ee kalau kita ee melihat ya hadis
- yang pertama kali di Sahih Bukhari itu
- kan innamal a'alu bin niyah. Amal itu
- kan tergantung niat ya. Makanya ee Imam
- Ahmad ee itu Imam Syafi'i menyebutkan
- tuh ilmu niat itu mencakup sepertiga
- ilmu. Dari seluruh ilmu tuh sepertiganya
- tuh diniat ya. Bahkan kalau kita lihat
- Imam Syafi'i itu ada ee mencakup 70 bab
- fikih tuh tentang niat. Masyaallah.
- Kalau ulama lain mengatakan niat itu
- sepertiga agama itu sendiri. Maksudnya
- apa? Sepertiga agama itu sendiri. Kan
- kalau dalam Islam itu kan ada tiga ya ee
- ucapan ee perbuatan dan hati ya. Hati
- itu kan artinya niat itu sendiri itu kan
- sepertiga ya itu sudah sepertiga dari
- agama itu sendiri adalah niat. Jadi
- penting sekali tentang niat ini ya.
- Makanya ee kalau kita bisa ee memiliki
- ee apa namanya rambu-rambu atau ulama
- yang fokus mengajarkan tentang ilmu
- niat, amal niat, insyaallah kita bisa
- terbebaskan dari musibah ya yang menimpa
- kita ya. Ya kan ee setan itu kan
- bergerak di hati kita ya. itu
- kadang-kadang sudah beramal saleh.
- Keikhlasan tuh kan ada tiga. Sebelum
- memulai, pada saat menjalankan, dan
- setelah melakukan. Itu luar biasa. Itu
- bagaimana riya itu ya seperti semut
- hitam berjalan di malam yang gelap,
- gulita di atas batu yang hitam enggak
- berasa. Nah, itulah ilmu niat ya tentang
- bagaimana keikhlasan dalam beramal. Nah,
- kita ee menata niat kita di ee
- bulan-bulan haram ini agar ibadah kita
- itu diterima oleh Allah ya. Apa sih niat
- itu? QD muktarinan bif'lihi ya. Tujuan
- untuk melakukan eh suatu perbuatan yang
- bersamaan ee muktarin ini bersamaan
- berbarengan dengan perbuatan tersebut.
- Itulah yang namanya niat ya. Jadi kalau
- para ulama ee itu juga menjelaskan
- proses niat itu gimana sih? Ya, pertama
- mereka sebutkan khulq khatrul qabru ya.
- Khatar itu artinya lintasan. Jadi ide
- kali ya kita punya ide mau sodqah ah
- gitu kan. Ada ini jumat jumat barokah
- kan ada langsung terbesit ide ya itu
- khatarqabu itu ya lintasan bisikan. Nah,
- kemudian dari situ muncul alham itu
- keinginan. Jadi pengin ah gitu ya kita
- pengin sodqah terlintas ah pengin ah.
- Kemudian kita mulai serius tuh HAM itu
- ya serius ya apa namanya dari uang yang
- mana ya gitu ya. Kemudian dari alham itu
- muncullah azam. Ada ee ee azam itu
- artinya tekad ya. Tekad yang kuat.
- Akhirnya kita ee tanamkan di hati kita
- ingin diwujudkan ya mau apa ya sodqahnya
- misalnya sodqah jumat atau apalah ya
- pokoknya sudah teridina di situlah ee
- muncullah alqasdu itu niat itu ya niat
- murni yang diwujudkan ya jadi memang
- proses niat itu dimulai dari ee lintasan
- ya maka kita tahu niat itu ee dijaga ya
- jangan sampai niat itu ee bukan karena
- Allah jangan sampai niat itu karena ee
- pandangan manusia. Makanya menata niat
- itu penting. Penting sekali menata niat
- ini. Bahkan kalau kita ee pernah
- mendengar perkataan ulama dulu ya, man
- fataha ala nafsihiatin
- hasanatin fatahallahuaban
- min abwab taufik. Kata mereka, "Ya,
- barang siapa yang membuka pintu niat
- kebaikan, maka Allah akan membuka untuk
- dirinya 70 pintu taufik agar dia berbuat
- kebaikan." Masyaallah. Jadi, niat ini
- penting ditata ya. Niat ya. Jadi, niat
- ini menjadi sampai dalam cabang fikih
- itu sampai kaidah-kaidah tentang ee niat
- ini ya ee itu sampai 70 bab ya. Jadi itu
- niat ya. Jadi niat itu misalnya ee ini
- penting nih niat ya. Niat itu ee
- kekuatannya tuh luar biasa. Kalau kita
- bekerja tanpa niat sia-sia maka selalu
- pasang niat kita. Tata niat kita bukan
- untuk urusan yang ibadah saja kita
- menata niat tapi dalam seluruh hidup
- kita dan desah nafas detak jantung kita
- tuh pun perlu juga ditata niat karena
- kekuatannya luar biasa. tadi disebutkan
- ya pintu satu pintu niat itu 70 pintu
- kebaikan Allah buka bagi kita.
- Masyaallah ya 70 ya kan kalau kita fokus
- kepada Allah karena Allah misalnya gini
- ee ketika kita
- apa tadi misalnya ya ee bapak-bapak
- misalnya ke masjid ya itu ketika niatnya
- karena Allah itu langkah kakinya aja tu
- sudah pahala. Nanti kalau di jalan
- ketemu orang yang ee butuh bantuan
- dibantu. Jadi terus Allah bukakan pintu
- dari satu kebaikan niat itu 70 pintu
- kebaikan Allah buka. Ada aja ide-ide
- yang kemudian kita bisa ee apa namanya?
- Ee dapatkan misalnya niat ee ke taklim
- misalnya karena Allah. pintu-pintu
- kebaikan tuh terbuka. Misalnya ketemu
- teman jadi silaturahim, kemudian ada ee
- peluang-peluang informasi kita dapatkan
- banyak pintu-pintu itu. Maka niat itu
- bisa melampaui tujuan itu sendiri ya.
- Jadi kita niatnya satu tapi bisa
- melampaui tujuan tadi ya. Tadi Mas
- tujuan ke masjid ya. Dia bisa bantu
- orang. Kalau ada yang mau nyebrang dia
- nyebrangin. Ada yang buta dia bimbing
- misalnya ya. Ada orang yang butuh
- bantuan dia bantuan. Itulah barokah dari
- niat ya. Jadi niat ini penting. Jadi
- niat ini ee tentu saja kata kuncinya
- niat itu adalah ikhlas ya. Ikhlas dalam
- ee menjalankan semua apapun perbuatan
- kita ini hanya untuk mencari rida Allah.
- Niat. Jadi memang dasar amalan hati dari
- niat itu adalah ikhlas. Ya. Jadi kalau
- keikhlasan itu ada dari niat yang ikhlas
- itu amalan kecil itu bisa menjadi
- seperti gunung ya. Ikhlas itu bisa
- menyelamatkan manusia dari kehidupan
- dunia yang luar biasa. Ini berkahnya tuh
- luar biasa. Ee keikhlasan itu ya. Ada
- dalam sebuah riwayat apa namanya? Eh
- perkataan ya manatil akir hammahu. Ya.
- Barang siapa yang tujuan utamanya itu
- adalah ini eh hadis riwayat Tirmidzi ya.
- Barang siapa yang tujuan utamanya adalah
- meraih pahala akhirat niscaya Allah akan
- menjadikan kekayaannya berada di dalam
- kalbunya. Ya. Ya. Kalau sudah tujuan
- utamanya itu adalah mencari pahala
- akhirat itu Allah buka Allah jadikan
- kekayaan itu dalam hatinya menghimpun
- baginya semua potensi yang dimilikinya
- dan dunia akan datang sendiri kepadanya
- dan mengejarnya. Jadi artinya tujuan
- kita itu hanya Allah. Akhirat ya.
- Kembali kepada Allah, rida Allah, cinta
- Allah. Itu Allah himpun semua potensi
- yang kita dapatkan. [berdehem] Dunia itu
- akan mendatangi kita. Tapi ketika tujuan
- utama kita adalah meraih dunia itu Allah
- jadikan kemiskinan tuh ada di depan mata
- kita. Semua potensi kita tuh yang kita
- miliki itu hilang begitu saja. Dunia itu
- tidak datang kepada kita kecuali menurut
- apa yang telah ditakdirkan untuk kita.
- Jadi luar biasa ya keberkahan dan
- kekuatan sebuah niat ya. Dan kita tahu
- niat itu adalah sumber rezeki pahala
- yang besar. Itu meraih kebaikan yang
- luar biasa tuh dimulai dari niat ya. ya
- kan? Kalau kita baru berniat kebaikan
- saja, kita belum melakukannya sudah
- dapat pahala gitu ya. Jadi masyaallah
- luar biasa ya bagaimana ee menata niat
- ini penting ya. Jadi kita intratnya
- benar enggak selama ini? Kadang-kadang
- kan tanpa sadar kita mengungkit-ungkit
- kembali jasa kita ya. Kadang-kadang biar
- orang tahu apa yang kita kerjakan. Biar
- anak tahu supaya dia itu berbakti atau
- biar orang tua tahu apa yang dilakukan
- anak. Jadi ini menata niat ini penting
- karena ikhlas dalam berniat itu dapat
- menyelamatkan pelakunya dari azab. Ya,
- ee kita sama-sama memahami ada tiga
- orang yang pertama kali yang dihisab
- oleh Allah di yaumil akhir ya. Yang
- dermawan, yang mati syahid karena
- berjihad kemudian yang alim ya dengan
- qari ya dengan e ilmu Qurannya. Ketika
- ditanya masing-masing, "Kenapa engkau
- meninggal?" Akuqil fabilik. Ya Allah,
- aku berjihad jalanmu. Allah langsung
- memberikan ee jawaban kadabta. Kamu
- bohong. Kamu tuh ingin berjihad itu agar
- dianggap sebagai pahlawan. Nah, inilah
- kekuatan niat ini sampai manusia pun
- enggak tahu. Bahkan para ulama
- mengatakan malaikat juga enggak tahu
- niatnya manusia itu. Hanya Dia dan Allah
- lah yang tahu. Bisa jadi manusia
- melihatnya ketika dia mati syahid. Ih
- subhanallah ya. mati syahid ya itu surga
- ya bisa jadi. Tapi Allahlah yang maha
- tahu dengan niatnya. Ketika nanti di
- yaumul hisab, ketika dihisab amalannya,
- ketika Allah bertanya kepadanya, "Kenapa
- engkau ee sampai ee mati syahid?"
- "Karena aku ingin berjuang eh visabil
- karena di jalan Engkau, ya Allah." Allah
- langsung komentar, "Kok, kadzabta kamu
- bohong ya, akhirnya masuk neraka."
- Begitu juga yang dermawan apa yang aku
- engkau lakukan dengan rezeki yang
- kuberikan kepadamu? Anfiquilahar,
- ya Allah, aku infakkan siang malam.
- Kadzabta, kamu bohong. Kamu ingin
- dianggap sebagai seorang dermawan. Dan
- itu telah dia dapatkan di dunia. Semua
- manusia menganggapnya dermawan. Ya. Nah,
- kemudian yang alim, yang ahli qura. Apa
- yang kau lakukan dengan ilmu yang kubu
- berikan? Aku mengajarkan engkau ya ee
- orang-orang, ya Allah. Kadzabta. Kamu
- bohong. Kamu hanya ingin dianggap
- sebagai seorang yang alim. Nah,
- nauzubillah minzalik. Itulah kekuatan
- niat. Ketika ikhlas tidak mampu dia jaga
- dari semua dari sebuah amalnya, bergeser
- niatnya dari mencari rida Allah kemudian
- ingin dilihat manusia, habis itu semua
- pelakunya mendapatkan azab. Ya, itulah
- Rasulullah ini hadisnya hadis riwayat
- Muslim ya. Bagaimana Rasulullah
- memberitakan kepada kita tentang makhluk
- Allah ini yang tiga orang ini dibakar
- oleh api neraka pada hari kiamat nanti.
- Karena apa? Karena masalah niat.
- Nah, ini pentingnya niat menata niat.
- Niat ini ketika ditata itu amalan yang
- mubah itu bisa menjadi ibadah. Ya, ulama
- salaf dulu bahkan itu menjelaskan ya ee
- bahwa aku suka niat ee dalam hal apapun
- terhadap hal apapun sehingga ketika
- makan tuh pakai niat tidur kemudian
- masuk ee WC, kamar mandi ya pokoknya
- semua yang dikaitkan dengan kehidupan
- sehari-hari itu itu ee ada niat di situ
- ya. Niatnya untuk mendekatkan diri
- kepada Allah ya. Semuanya pakai niat ya.
- Tidur pun juga pakai niat ya. Nah, niat
- inilah yang membedakan antara ibadah
- dengan tradisi ya. Tradisi kebiasaan ya.
- Kebiasaan mah misalnya pagi-pagi ngasih
- makan kucing misalnya ya kan biasa
- reflek begitu ya. Itu akan menjadi
- ibadah kalau ada niatnya karena Allah
- jadi pahala ya. Kalau enggak ya biasa
- aja amal biasa aja. Begitu juga ibu
- rumah tangga ketika hari-harinya
- rutinitasnya dari pagi bangun tidur
- sampai tertidur kembali ya menjalankan
- kewajibannya sebagai ibu rumah tangga
- seperti air yang mengalir tanpa ada niat
- karena Allah ya sudah hidupnya
- hari-harinya ya mengalir begitu saja
- tanpa mendapatkan pahala ya biasalah
- namanya kerja ibu ke pasar belanja apa
- semua seperti air yang mengalir. Nah,
- ketika dimasukkan di situ niat karena
- Allah untuk mendapatkan cinta Allah,
- untuk mendapatkan rida Allah agar rumah
- tangga ini menjadi rumah tangga yang
- harmonis, sakinah, mawadah, warahmah.
- Agar anak-anak tumbuh dengan kesehatan
- yang prima, saling berkasih sayang.
- Niatnya ketika si ibu ini ee menjalani
- aktivitasnya memasak dan segala macam,
- dapat itu pahala. Nah, inilah niat
- amalan yang mubah bisa menjadi ibadah.
- Bahkan tidur pun sendiri jadi ibadah
- kalau diniatkan karena Allah agar kita
- bisa kembali bugar setelah tidur
- semuanya karena mengharapkan rida Allah.
- Di situ ada niat ya. Termasuk misalnya
- ee niat itu penting kalau kita bicara
- dalam sisi fikih ya itu membedakan
- antara satu jenis ibadah dengan jenis
- ibadah yang lain ya. Ibadah misalnya apa
- ya? ibadah ee jenis ibadah misalnya
- mandi aja misalnya ada yang mandi wajib
- mandi junub ya kan sama ya mandinya itu
- kan membasahi kepala ya. Nah, kalau
- misalnya tidak ada niat di dalamnya
- mandi sunah, mandi apa misalnya tiap
- Jumat nih buat Bapak-bapak ya sebelum
- berangkat Jumat kan mandi sunah ya mandi
- dulu ya mandi seperti mandi janabah
- mandi wajib itu ya kalau mandinya begitu
- aja menyiram air enggak pakai niat
- enggak pakai apa, sudahud mandinya itu
- jadi kebiasaan aja menjadi suatu hal
- yang ee sehari-hari ya tradisi atau
- kebiasaan tapi ketika diniatkan karena
- Allah ya niatnya untuk membersihkan diri
- apalagi para ulama termasuk Imam Ghazali
- ya agar bergugurannya dosa-dosa yang
- diperbuat oleh anggota tubuh dan segala
- macam itu luar biasa kan itu. Jadi
- semuanya ada niat ya misalnya mau
- berinfak ya biasa kan reflek ya di jalan
- misalnya atau di waktu Jumat ada kotak
- ee majelis ee kotak apa kotak ee infak
- ya berjalan lagi duduk kan dia
- bergeser-geser ya terus kita kan reflek
- karena memang kebiasaan mengeluarkan
- uang dari dompet terus masukin udah
- lewat gitu ya. itu kalau enggak ada niat
- di situ ya begitu aja hanya amal baik
- aja. Tapi ketika kita niatkan, "Ya Allah
- dalam hati ya e sampaikanlah pahala
- infakku sodqah ini untuk orang tuaku
- yang meninggal." Eh dapat itu pahala
- orang tua. Nah, inilah pentingnya niat
- ya. Keikhlasan ee dalam niat ini akan
- membersihkan hati kita dari rasa iri,
- dengki, dari amal yang sia-sia. Bahkan
- ikhlas ini menjadi penyebab yang dapat
- mendatangkan ampunan terhadap dosa-dosa
- besar. ya ee misalnya ya ee dosa-dosa
- besar itu kan banyak ya ee ee Syekh
- Islam Ibnu Taimiyah itu mengatakan ya
- ada ee satu jenis amal kebaikan yang
- dilakukan seseorang dengan niat yang
- mencapai tingkat kesempurnaan dalam
- keikhlasannya itu dapat menyebabkan
- pelakunya tuh diampuni dosa-dosa
- besarnya selama pelaku dosa besar itu
- masih mengakui bahwa tiada Tuhan yang
- berhak disembah selain Allah. Ya,
- misalnya ee beliau membuatkan contoh
- seperti wanita tuna sucila ya, kacur ya,
- yang memberi minum seekor anjing yang
- sangat kehausan sedang dia melakukannya
- dengan hati yang sangat sempurna
- keikhlasannya sehingga tiada yang
- mengetahui parameter keikhlasannya
- selain hanya Allah. Itu Allah ampuni
- dosa-dosanya. Jadi, amalan yang mungkin
- dianggap remeh-temeh tapi ketika
- dilakukan dengan ikhlas itu menyebabkan
- Allah ampunkan dosa-dosa besarnya ya.
- Nah, itu kekuatan niat ya. Semua
- kesulitan itu dapat direalisasikan
- ketika ikhlas itu kita jadikan sebagai
- ee hiasan niat kita ya. Misalnya ee kita
- lihat ya ee orang yang ter ee terkurung
- dalam goa itu kan ya kan dia ee kita
- tahu kisahnya pintu gua terkunci
- tertutup oleh sebuah batu besar enggak
- dapat keluar mereka itu dan mereka ingin
- selamat dan mereka akhirnya bertawasul
- dengan amal salehnya ya itu karena
- keikhlasannya. Jadi dia bukan bukan ee
- ri dengan perilaku, tapi dia ingin Allah
- melenyapkan, menghilangkan mereka dari
- semua kesulitan karena mereka telah
- melakukan amal yang ikhlas karena Allah.
- Ya kan? Di antaranya ada yang ee orang
- bekerja terus ee apa tahu-tahu orangnya
- pergi gitu tapi gaji yang belum diambil
- dia inikan ya dia putarkan ya. Ketika
- dia orang orang itu minta lagi dia
- kembalikan semuanya. Itu salah satu
- contoh ya. Jadi artinya semua kesulitan
- itu bisa dihilangkan karena keikhlasan
- yang ee dilakukan oleh seorang hamba.
- Jadi berbekal ikhlas inilah dalam niat
- inilah orang-orang yang mengamalkannya
- itu akan mendapatkan bimbingan meraih
- kebenaran, mendapatkan petunjuk kalau
- itu dilakukan karena Allah. Semua
- aktivitasnya itu adalah ikhlas hanya
- mencari rida Allah. Ya. Jadi, orang itu
- akan mendapatkan pahala dari apa yang
- telah dia ee niatkan. Jadi, keikhlasan
- itu dapat ee keberkahan ya, kekuatan ya
- dalam kehidupan kita. Maka menata niat
- itu di bulan haram ini sangat penting
- ya. Jangan sampai ya Allah kita sudah
- beramal banyak tapi yang kita dapatkan
- hanya seperti habaan mansurat, debu yang
- berterbangan. Ya kadang-kadang
- ketika bekerja tuh suka saya kan sudah
- begini, saya kan sudah begini. Apalagi
- antara anak dengan orang tua ya. Ini
- kita nih anak nih udah begini, kenapa
- sih orang tua gini? Arti atau orang tua
- dengan anak sama juga ya? Atau
- siapapunlah yang yang artinya ketika
- pekerjaannya itu ingin dihargai, ingin
- mendapatkan penilaian dari orang lain.
- Nah, di sinilah dipertanyakan niatnya
- ikhlaskah karena Allah atau tidak. Maka
- menata niat di bulan haram ini sangat
- penting. Selamat dari cobaan, berkat
- ikhlas. Ikhlaslah yang akan menjadi
- pelindung bagi kita dalam semua
- ujian-ujian syahwat, ujian-ujian apapun,
- keikhlasan ya. Keikhlasan dalam ee
- ibadah, keikhlasan dalam ee dalam semua
- hal. Kita ingin memang hidup kita ini
- hanya untuk mencari rida Allah. Maka
- memang keikhlasan itu sangat penting. Ya
- Allah, itu penting banget ya menata niat
- ya. Karena dia adalah roh dari amal.
- Amal akan sia-sia kalau tidak ada niat
- keikhlasan di dalamnya. Dan niat itu
- dengan niat ikhlas itu adalah syarat
- diterimanya amal ya. Pasti mendatangkan
- pahala ya. Dan dengan niat itu akan
- menentu ya penentu kualitas ibadah kita
- karena Allah atau tidak ya. Ya
- kadang-kadang ya misalnya tanpa terasa
- ya lagi salat malam ya kita qiamulil
- lihat di tempat tidur suami masih tidur
- misalnya ya sudah dibangunin enggak
- bangun-bangun ya misalkan ya terus
- adalah rasa di hati tuh orang ya itu itu
- hati-hati banget ya jangan sampai ada ya
- itu godaan setan itu ya adanya ria tidak
- ikhlas karena Allah nah ini dia jadi
- niat ini penting banget ya jadi niat itu
- dapat ee menjadikan hal-hal yang mubah
- menjadi ibadah. Niat itu ee adalah awal
- dari keikhlasan.
- Niat kebaikan yang tidak mampu
- dilaksanakan itu tetap berpahala. Maka
- berniatlah. Apalagi sekarang nih musim
- ee Zulqadah ini kan musim haji ya,
- termasuk musim haji. Bisa jadi ada di
- antara kita yang pengin haji tapi ya
- barangkali Allah memberikannya ujian
- belum mampu untuk menunaikannya. Pasang
- niat aja. Enggak enggak sulit pasang
- niat. Ya Allah, aku berniat untuk
- merasakan ibadah haji. Niat pasang niat
- daripada kita beranggapan atau menyangka
- ke dalam diri kita, bagaimana mau haji
- untuk makan aja susah, bulanannya juga
- susah. Ini makan juga dibantu sama anak,
- gimana mau haji ini. Kalau sampai itu
- dalam benak kita itu enggak bakalan
- sampai kapan pun kita tidak akan mampu.
- Karena ana indadoni abdi aku kan
- tergantung sangkaan hambaku kepadaku.
- Maka yang baik-baik aja niatkan ya Allah
- aku niat untuk menunaikan ibadah haji ya
- Allah. Udah bismillah gitu ya. Nah,
- mulai enggak hanya niat. Kadang-kadang
- kalau hanya niat jadi omdo aja ngomong
- doang gitu ya. Ada dong action-nya
- misalnya apa misalnya mulai nabung ya
- paling tidak daftar dulu deh ya biar
- tahu kotanya nabung ke situ dulu. Ada
- upaya sungguh-sungguh ya. Karena kita
- berangkat haji itu kadang-kadang tidak
- karena faktor kita ya. Pasti ada faktor
- undangan juga. Banyak orang yang tidak
- mampu secara ekonomi tapi karena memang
- kuat niatnya karena Allah tuh Allah
- mudahkan dengan berbagai cara gitu ya.
- Nah, atau kurban nih saat ini ya. Kita
- dari sekarang sudah mulai niat mau
- kurban. Iya, tapi kayaknya uangnya
- enggak punya. Bismillah. Tikatkan kuat.
- Masyaallah. Kalau kita berniat kurban
- tuh nabung dalam 1 bulan tuh 1 tahun tuh
- dapatlah insyaallah ya. Karena kurban
- ini kan luar biasa ibadah sunah yang
- luar biasa pahalanya. Kenapa enggak
- dimulai direncanakan dari awal? Kenapa
- ya enggak hanya enggak yang ee yang
- dunia aja kita rencanakan ya mau beli
- sepeda untuk anak kita atau HP mulai
- nabung ya itu kan HP itu kebutuhan ee
- dunia ya ee artinya tergantung niat juga
- kalau niatnya karena Allah dimanfaatkan
- untuk kebaikan pasti dapat pahala tapi
- ibadah kurban nah dimulai dari sekarang
- nabung itu niat jadi niat itu ee bisa ee
- kalaupun tidak terlaksana itu kita tetap
- dapat berpahala ya sudah nabung-nabung
- ternyata enggak cukup kurang ya Allah
- akan ee melihat usaha kita dengan niat
- kita itu tidak ada yang sia-sia ya.
- Kemudian juga kita ketika kita
- laksanakan pahalanya dapat dua kali ya.
- Dapat melipat gandakan pahala ya. Ini
- niat. Maka penting sekali niat ini ya.
- Niat ini yang membedakan ibadah-ibadah
- yang mubah jadi apapun termasuk kita
- dalam kehidupan rumah tangga ya.
- Kadang-kadang kan yang namanya istri
- atau ibu ya kerjanya kan enggak lepas
- dari sekitar dapur, kasur, sumur ya. Ya.
- Tapi ketika kita niatkan semuanya karena
- Allah itu pahalanya luar biasa. Ketika
- kita memasak makanan untuk anak-anak
- kita dan keluarga kita, pasang niat dan
- doa di situ. Ya Allah, aku niatkan ini
- untuk keluargaku agar keluargaku sehat,
- dapat beribadah dengan baik, menjadi
- anak-anak yang berbakti ee dengan orang
- tuanya, terhindar dari bencana penyakit.
- Ya Engkau ya Allah dengan ini menjadikan
- jadikan keluarga kami yang harmonis,
- sakinah, mawadah, warahmah. Ya Allah,
- dengan ini mudah-mudahan Engkau
- takdirkan kami juga bersama-sama di
- surgamu. Masyaallah, itu luar biasa ya.
- Baca Quran juga semualah. Jadi artinya
- kita mulai menata niat kita di bulan
- haram ini agar Allah terima amal ibadah
- kita. Agar Allah lipat gandakan balasan
- pahalanya ketika kita berbuat baik itu
- pahalanya berlipat. Begitu Mbak Olin
- ya. Maaf ter ee pencet ee mute-nya.
- Baik, Ikhwan dan Akhwat. Alhamdulillah
- telah kita simak eh paparan dari Ustazah
- Harini Amran dan kami undang Ikhwan dan
- Ahwat untuk menyampaikan pertanyaan via
- WhatsApp seperti biasa di 0811999720.
- Insyaallah kami akan kembali setelah
- ceda nasyid berikut ini. [musik]
- Radio Silaturahim juga Rasil TV. Ikhwan
- dan akhwat saat ini menyimak fikih
- wanita bersama Ustazah Herlini Amran.
- Tema kita adalah menata niat di bulan
- haram. Izin kita langsung masuk ke sesi
- tanya dan jawab karena ada sudah
- pertanyaan yang masuk ke mesin WhatsApp
- kami. Saya akan langsung bacakan Ustazah
- ya. Ini kita ke Depok ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah
- Herlini Amra.
- Waalaikumsalamsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah bagaimana cara
- meluruskan niat dalam rutinitas harian
- seperti bekerja, mengurus rumah tangga
- atau belajar agar semuanya bernilai
- ibadah di sisi Allah? karena kadang
- lelah datang dan kami lupa bahwa
- aktivitas itu bisa jadi ladang pahala
- jika diniatkan dengan benar. Dari Ibu
- Lilis.
- Masyaallah luar biasa ya. Ee kalau kita
- buat kesimpulan yang yang apa namanya
- yang ee secara umum ya ketika kita
- memulai amalan dengan ungkapan basmalah
- ya dengan asma Allah
- bismillahirrahmanirrahim.
- Mudah-mudahan di situ awal awal kita ee
- berbuat, beribadah, beraktivitas itu
- karena Allah, dengan nama Allah. Jadi
- menyebut Allah. Jadi Allahlah
- segala-galanya. Bismillah. Jadi itu ee
- kata kunci. Setiap amalan yang tidak
- dimulai dengan asma Allah, dengan
- bismillah itu apar itu sia-sia. Nah, itu
- satu kunci ya. Tapi ee niat itu kan
- perlu tajridun niah, perlu kita
- perbaharui. Jadi ketika ee kita
- barangkali terasa ada keluhan, ada ya
- namanya manusia ya kadang-kadang
- ngomel atau ngeluh atau apalah ya itu di
- situ kita istigfar kita kembali lagi
- kepadanya kita atau mengingat kembali
- apa yang diajarkan Rasulullah doa ketika
- beliau e mengatakan di hadapan sahabatum
- asg saya khawatir kalian itu memiliki
- syirkul asg itu di generasi terbaik itu
- Rasulullah memberikan ee arahannya untuk
- kita semua ya. Apa itu syirik? Ee syirik
- ee asgar ya rasul tuh ria gitu ya.
- Seperti tadi ya semut hitam yang
- berjalan di malam yang gelap gulita di
- atas batu yang tipis enggak berasa gitu
- ya.
- Allah enggak kelihatan
- enggak kelihatan mesti kita sudah sukses
- dalam apapun kita siapa dulu gitu ya
- tanpa terasa gitu. Nah, di situ kita
- langsung Allahumma inna naudubika min an
- nusyrika bikaaian na'lamu waastagfiruka
- lima laam. Istigfar minta ampun kepada
- Allah. Insyaallah mudah-mudahan Allah
- kembalikan lagi keikhlasan atau ee
- terjadinya atau terjalinnya komunikasi
- kita kepada Allah setiap saat. Ya,
- misalnya
- kita kita bangun tidur ya akan memulai
- aktivitas ketika bangun tidur setelah
- kita baca doa-doa bangun tidur apa
- bangun tidur dan segala macam itu kita
- minta sama Allah mulai niat ya Allah
- jadikanlah semua aktivitasku hari ini
- hanya untuk mencari ridamu ridailah ya
- Allah mudahkanlah ya Allah kayak gitu ya
- minta terus sama Allah mudah-mudahan
- hati yang terus nyambung ee dengan Allah
- di situ Allah akan jaga ya karena tadi
- disebutkannya satu niat pintu kebaikan
- kita niat ingatkan kepada Allah 70 pintu
- itu akan diberikan dibuka. Kalau apa
- ingat langsung ingat gitu ya
- mudah-mudahan Allah jaga kita
- insyaallah.
- Jadi sering-sering aja komunikasi
- langsung pada Allah ya. E nyebut Allah
- dalam hati ya Allah ini karena Engkau ya
- Allah. Pokoknya ngomong aja deh dalam
- hati itu insyaallah bentuk kepasrahan
- kita kepada Allah ya. Daripada ngomel
- ganti ucapan-ucapan lisan yang ee
- kontennya itu ee keluhan ee
- ketidakpuasan, omelan itu ganti dengan
- minta doa kepada Allah. Misal contoh
- udara kan panas kan suka ini ya ee
- spontanitas langsung ngeluh ya.
- Iya.
- Panas banget ya. [tertawa]
- Panas banget ya Allah.
- Sadar saja.
- Iya kan namanya manusia kan. Nah pada
- saat itu kita beristigfar ya Allah
- berikan kekuatan untuk ee bisa ee ee
- panas atau dalam lisan kita keluar kata
- alhamdulillah ya. Ini hanya panas bukan
- panas api neraka. Eh kayak gitu ya.
- Mudah-mudahan yang keluar adalah kalimat
- alhamdulillah. Karena pujian kepada
- Allah itu kan ee kalau di kita merasakan
- nikmat Allah yang sempurna kepada kita
- tuh pujiannya panjang tuh.
- Alhamdulillahilladzi binikmatihi
- tatimushat. Panjang banget ya. Itu
- nikmat yang kita inginkan. Tapi ketika
- kita tidak e tetap bersyukur kepada
- Allah dengan nikmat yang barangkali ee
- kita tidak rasakan itu adalah sebuah
- nikmat, tetap kita memuji Allah.
- Alhamdulillah ala kullial gitu ya.
- Segala puji bagi Allah terhadap semua
- keadaan ya yang kita suka, tidak kita
- suka. Jadi itu e dimulai dari situ
- insyaallah
- ya. Baik Bu Lilis insyaallah ya
- terjawab. Saya akan beralih Ibu Nurul di
- Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah Herlini Amran.
- Waalaikumsalikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ibu Nurul bertanya, Ustazah. Saat kita
- memulai perubahan ke arah yang lebih
- baik, misalnya mulai menutup aurat atau
- meninggalkan lingkungan yang kurang
- baik. Bagaimana memastikan niat kita
- benar-benar karena Allah, bukan karena
- tren atau tekanan sosial. Apakah proses
- hijrah yang belum sempurna tetap dicatat
- sebagai amal? Masyaallah.
- Iya. Jadi, ee
- yang penting diawali itu karena Allah.
- Namanya juga kita dalam kehidupan
- kadang-kadang agak ini ya apa namanya?
- Terpengaruh ee mungkin tren kayak orang
- gini aja, Mbak. He.
- Ee orang mau kurus mungkin ada yang
- memiliki kelebihan berat badan misalnya
- ya,
- terus mau menjalankan diet islami. Ah,
- gitu ya.
- Diet islaminya itu puasa Daud misalnya
- gitu ya. Kan itu beti ya beda-beda tipis
- itu. Apakah ini karena Allah atau pengin
- kurus? Nah, maka ee tanda kalau Imam Ali
- bin Abi Thalib tuh mengatakan ya, tanda
- seseorang itu ikhlas adalah dia tetap
- semangat walaupun orang enggak lihat
- gitu ya. Dia ee ada orang tidak ada
- orang dia akan tetap istikamah. Nah,
- jadi kalau misalnya kayak puasa Daud itu
- misalnya ya, kalau sudah tercapai BB-nya
- seimbang gitu ya, sudah dapat gitu ya,
- udah enggak puasa lagi. Nah, wallahuam.
- Bisa jadi kan itu yang tahu masalah niat
- itu hanya yang bersangkutan dengan
- Allah. Kita kan hanya kira-kira
- mendeteksinya seperti itu. Jadi semangat
- ketika ada orang, malas ketika enggak
- ada orang. Nah, jadi sekarang menutup
- aurat tadi ya. Kira-kira karena Allah
- atau tidak. Udah pokoknya aku lakukan
- nih semuanya bismillah. karena Engkau ya
- Allah. Jadi ada orang misal kita ee
- berada di rumah mau keluar rumah gitu ya
- mau jemur kan orang lihat lalu lalang.
- Nah, kita akan teruji itu niat kita
- kalau kita menutup aurat karena tren itu
- keluar rumah pasti enggak nutup dia.
- Enggak ada orang ni paling siapa sih dia
- enggak takut dia sama Allah. Hanya orang
- enggak ada ya kan tiba-tiba mendadak ada
- orang gimana? Karena itu ah wilayahnya
- di luar rumah kan begitu ya atau mau ke
- warung misalnya ah gini. Nah keikhlasan
- itu adalah karena Allah itu adalah kita
- tidak takut celaan orang yang mencela,
- tidak terpengaruh dengan pujian orang
- yang memuji. Kita tetap melaksanakan
- kalau itu memang perintah Allah. gitu
- ya. Jadi insyaallah terus kita
- memperbaharui niat ya, tajdidun niah
- kita perbaharui kita ya Allah aku
- lakukan ini hanya karena Engkau
- mengharapkan pahalamu ya Allah bukan
- karena yang lain. Jadi itu tandanya ee
- kita ikhlas atau tidak tetap semangat
- walaupun orang tidak memuji kita,
- walaupun orang tidak melihat kita gitu
- yaitu. Wallahualam.
- Baik, insyaallah sudah terjawab karena
- saya akan beralih ke pertanyaan
- berikutnya ini dari Ibu Lina di Ciputat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ini pertanyaan teknis
- sekali ustazah. Jika dalam zikir pagi
- sore ada bacaan yang belum kami hafal
- seluruhnya, bolehkah ustazah dibaca
- sebagian dulu? Apakah tetap mendapatkan
- keutamaannya?
- Ee jadi gini, zikir yang kita baca pada
- waktu pagi insyaallah kan berpahala ya.
- Tapi ternyata tidak sempat atau
- bagaimana? Boleh enggak dibaca? Nanti
- dilihat ee konteksnya apa ee zikirnya
- apa. Kan kalau zikir pagi kan pakai
- asbahna wa asbahal mulkulillah. Rasanya
- enggak pas kalau dibaca pada waktu sore
- hari gitu.
- Jadi dilihat aja ininya apa kalimatnya
- bahkan ada terjemahannya ya. Nah itu
- penting itu kalau ada asbahna wa asbahal
- mulkulillah atau asbahna binikmatil
- islam itu bacanya pagi gitu. Enggak bisa
- di
- mirip tapi ustazah [tertawa]
- mirip-mirip. Satu Asbahana atau Absaina.
- Amsina kalau yang sore. Kecuali kalau
- itu adalah doa-doa umum. Doa-doa umum
- tuh bebas mana saja. Intinya adalah
- ketika kita memang mampu melaksanakan
- pagi hari, kita laksanakan pagi hari.
- Ketika kita kondisi kan tidak sama
- setiap orang ya mungkin sibuk dengan
- berbagai macam kegiatan, tetap kita ee
- berzikir itu kan tidak harus ee apa
- sesuai dengan dalam arti kalau enggak
- hafal ya kan enggak repot ya. apa saja
- yang bisa kita baca ya bisa subhanallah
- wabihamdih subhanallahilim atau apa saja
- itu juga zikir itu juga baik insyaallah
- intinya adalah nyambung
- kondisi kita itu nyambung kepada Allah
- sebagaimana ee orang-orang yang berzikir
- itu ykurunallah qiam wa junub jadi
- posisi apapun dia, apapun kegiatan dan
- aktivitasnya dia nyambung dengan Allah
- hanya ada Allah di hatinya itu untuk
- membersihkan diri kita insyaallah untuk
- meraih cinta Allah insyaallah insyaallah
- Baik. Ee Ibu Lina mudah-mudahan
- terjelaskan karena saya akan ke Sukabumi
- kali ini. Ibu Andra. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah dan
- Mbak Olif. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah, bagaimana caranya kita
- menghindari diri dari gibah? Terus sama
- saat berkumpul dengan teman atau
- ibu-ibu? Karena terkadang dalam
- percakapan tanpa sadar terjebak dalam
- gibah dan jadinya menyenangkan, Ustazah.
- Namun jika kita tidak ikut bergabung,
- ini nyindir kayaknya nih Ibu ya Andra
- nih. Namun jika tidak ikut bergabung
- Ustazah, kita dianggap sombong atau
- bahkan dianggap tidak mau
- bersosialisasi. Mohon pencerahan.
- Insyaallah.
- Iya. Ini memang ee fakta dalam kehidupan
- kita sehari-hari ya. Tidak hanya gibah
- dengan kumpulan bersama ee ibu-ibu yang
- ada. Kadang-kadang gibahnya virtual ya
- Mbak. WA grup
- send Oh, WA grup atau tidak hanya itu
- bisa jadi gibahnya di dalam hati kita
- juga itu juga bisa gibah menggibah. Jadi
- kita diam-diam begini bisa datang dosa
- juga nih.
- Diam-diam tapi hatinya berkata gitu ya.
- Ngelihat misalnya ada artis yang ini itu
- yang masalah rumah tangga keluarganya ya
- kan biasa netizen itu ya. Kemudian dia
- ee mengikuti perkembangan itu dalam hati
- kan apa menjudge gitu atau menghakimi
- itu orang suami kayak begitu aman kayak
- gitu tuh kan juga kan ya kita enggak
- kenal dia ikut juga terlibat gitu ya.
- Nah, oleh karena itu para ulama
- menyebutkan ketika kita melakukan dosa
- atau maksiat, ketika kita sadar segera
- beristigfar ya atau ketika kita
- menggibahi orang lain untuk kafaratnya
- itu doakan dia. Nah, kalau kita bersama
- ibu-ibu ya upaya yang kita lakukan
- pertama adalah alihkan pembicaraan ya.
- Jadi kita masukkan niat, "Ya Allah, kita
- tahu, "Ya Allah, ini gibah nih ngomongin
- orang ini enggak baik ini. Ya Allah, aku
- berikan kekuatan untuk bisa mengalihkan
- topik pembicaraan. Alihkan deh tuh
- alihkan ke yang apa gitu yang kira-kira
- dan menarik." Itu upaya kan kita
- berusaha untuk tidak ee menghakimi tapi
- kita ee berusaha untuk mengajak
- bersama-sama atau enggak mampu juga ee
- kita berikan ee solusi dalam arti
- misalnya jelekin orang, kita coba untuk
- berbaik sangka. Oh, mungkin misalnya ada
- yang gibahin itu ibu tuh sombong banget
- ngelihat dia tuh buang muka
- mentang-mentang punya mobil kayak gitu
- misalkan ya. Terus kita bisa ee apa
- penengah ya Bu bisa jadi enggak punya
- kacamata kali dia ada minus enggak lihat
- kali gitu ya. Jadi berusaha untuk ee
- memperbaiki ya artinya tidak berburuk
- sangka atau apalah ya. Nah, kalau memang
- belum mampu juga ya kita bisa ee tidak
- mendengarkan atau beristigfar atau
- bagaimanapun ya itu artinya kita
- berusaha. Usaha itu kan Allah kan
- melihat usaha kita ya. Jadi jangan ee
- pasif dalam arti enggak diam aja tanpa
- usaha. Kita berusaha kita doakan ya
- Allah berikan ee apa? Ampunilah orang
- yang itu yang dibicarakan. Jadi
- mendoakannya kalau kita begini. Nah,
- yang sangat penting yang perlu kita
- amalkan juga adalah setelah selesai kita
- berkumpul akan kembali pulang ke rumah
- masing-masing. Jangan lupa baca ee
- kafarah ya. Kalau kita biasa suka bilang
- kafarah majelis ya.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka waub.
- Itu tidak hanya dibaca ketika dalam
- majelis bubaran. Enggak. Ketika kita
- bersama dengan teman-teman kita walaupun
- hanya berdua, tapi bisa jadi ada yang
- keliru
- dalam berbincang-bincang mungkin
- ngomongin orang tanpa sadar gitu ya.
- Kita ingin Allah mengampuni dosa-dosa
- kita ya baca itu dah kafarat itu ya.
- Heeh. Jadi itu bisa kita lakukan.
- Mudah-mudahan Allah ampuni dosa-dosa
- kita ya. Banyak banget sebenarnya ya
- kita. Maka doakan ajalah saudara-saudara
- kita itu. Bisa jadi orang yang kita
- gibai bisa jadi dia lebih baik ee di
- hadapan Allah daripada kita ya kan.
- Kalau ngunjingin orang tuh kadang-kadang
- kan bisa jadi kita merasa diri paling
- paling paling ya paling benar, paling
- apa kan yang dibicarakan itu kan berarti
- menunjukkan ee dia tuh kurang salah. Itu
- kita enggak tahu namanya itu urusan dia
- lah. Makanya ada yang sangat penting nih
- Mbak yang mungkin kita ee apa namanya?
- Sering lakukan atau mungkin pernah kita
- lakukan itu yang namimah.
- H
- namimah tu kan kalau di terjemahan itu
- kan adu domba ya.
- Adu domba.
- Heeh. Nah, jadi sebenarnya yang namanya
- namimah itu adalah menyampaikan omongan
- orang lain kepada saudara kita yang
- diomongin gitu. Ee kan kita misalnya
- dekat dengan si A misalnya. Jadi pernah
- ya Imam Syafi'i ya. Jadi ada muridnya
- datang ke Imam Syafi'i menyampai, "Ya
- Syekh, engkau dikatakan sama orang itu
- sama si fulan itu, engkau tuh
- begini-begini jeleknya diomonginlah
- jeleknya." Imam Syafi'i langsung
- interupsi, "Jangan teruskan."
- Tapi benar apa yang saya enggak enggak
- enggak rela dong e guru saya gitu ya.
- Jangan sampaikan ee pembicaraan orang
- lain itu tentang saya dengan keburukan
- saya itu namanya namimaah. Kalau tidak
- benar yang kau sampaikan itu namanya
- fitnah. Biar aku bisa menghadapi orang
- tersebut dengan hati yang bersih.
- Masyaallah.
- I kan kalau kita enggak tahu kita
- dikomongin apa di belakang kan aman kan.
- Nyaman kita enggak merasa diri. Coba
- kalau kita tahu, "Oh, ini ibu nih nusuk
- di belakang ngomong." Ah, itu kan jadi
- hubungan enggak baik. Maka namimah tuh
- orang yang namimah itu dosanya juga ini
- ya. Bahkan dalam ee riwayat tuh
- Rasulullah ketika melewati kuburan itu
- kan salah satunya tuh ini orang lagi
- disiksa kubur. Yang satu tidak bersih
- istinja dari kencingnya, satu lagi
- namimah gitu ya. Nah, jadi mudah-mudahan
- Allah selamatkan kita dari namimah.
- Jangan sampaikan omongan jelek ee orang
- lain kepada saudara. nanti gara-ar
- gara-gara kita tuh menyebabkan rumah apa
- hubungan antara ee dua sahabat itu jadi
- rusak. Ya, begitu.
- I baik terjawab ya Ibu. Insyaallah saya
- akan beralih ke pertanyaan berikutnya
- ini dari dari Setu Bekasi Maijah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah di bulan haram ini dan kebetulan
- usia saya juga sudah memasuki kepala
- lima dan berusaha sekali menghindari
- hal-hal yang subhat dan tidak dan
- membuat Allah tidak rida. Ee saya masih
- galau saja perihal arisan Ustazah
- sebenarnya boleh tidak dalam Islam
- soalnya saya suka khawatir takut
- termasuk hal yang haram atau mengandung
- riba. Mohon pencerahannya. Masyaallah.
- Ya. Ee Ibu memang masalah arisan ini
- beberapa ulama itu ada berpandangan yang
- berbeda ya. Wajar wajar itu berbeda.
- Kenapa? Karena di masa Rasulullah tuh
- sahabat enggak ada yang arisan gitu.
- Arisan itu kan produk sekarang ya.
- Nah ini memang ee beberapa pandangan itu
- ada ya misalnya ada ulama yang
- mengatakan itu ada ribanya karena dari
- arisan itu nanti ada dana yang untuk ee
- konsumsi dan segala macamlah ya. Ee
- intinya adalah kalau sistem arisan itu
- seperti hutangputang sebenarnya ya. Ee
- apa namanya? Sistemnya kayak hutang
- piutang kan semuanya tuh ee menyerahkan
- hartanya, uangnya. Nanti yang nerima
- satu orang nanti berarti satu orang tuh
- nanti kan berhutang nanti dia bayar
- lagi. Itu kan intinya. Nah ee ketika
- arisan ini bisa terhindar dari ee riba
- dan segala macamnya maka perlu ada dari
- awal kesepakatan ya. ya maksudnya ee
- istilahnya akadnya ya akadnya apa tuh
- maksudnya misalnya ketika dalam arisan
- ini n ini kan seperti pinjam meminjamkan
- gitu ya kalau itu dianggap hutang atau
- tolong-menolonglah bagi yang butuh uang
- dia bisa ngambil duluan gitu ya. Nah,
- maksudnya kalau nanti ada yang belum
- nerima kemudian keburu meninggal terus
- gimana dia gitu, dia belum dapat nih,
- tapi dia sudah ee sudah bayar duluan.
- Itu itu perlu diperjelas bagaimana
- nanti. Atau orang yang sudah nerima
- arisan terus kemudian dia meninggal.
- Nah, itu gimana? Siapa yang akan
- menggantikannya? Itu perlu dari awal itu
- disepakati bersama. Nah, kemudian ee ya
- kalau para ulama sih menjelaskan kalau
- nerima arisan tuh sudah full, enggak
- pakai dipotong-potong yang lain.
- Misalnya e yang dapat ee arisan e di
- rumahnya nanti dia ee apa menyediakan
- makanan dari itu. Nah, k kayak gitu ya.
- Jadi ee jadi sekarang boleh atau
- tidaknya itu memang ee dengan pandangan
- perbedaan di kalangan ulama yang penting
- sepakat dari awal ya. ee jangan ada yang
- terzalimi, jangan ada yang merasa apa
- artinya perlu ee [berdehem] dari awal
- itu buat kesepakatan begitu ya, Bu.
- Kalau ragu juga daribuka
- yaribuka tinggalkan yang meragukan
- kepada yang tidak meragukan ya kan bisa
- silaturahim tanpa arisan kan juga bisa
- gitu ya. [tertawa]
- Susah katanya kalau enggak ada arisan
- enggak bakal ada alasan buat ngumpul.
- Masa gitu katanya.
- Masyaallah. Baik, Ustazah satu
- pertanyaan lagi.
- Bismillahirrahmanirrahim. hamba Allah.
- Ustazah asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Hamba Allah
- bertanya, "Ustazah, saya seorang suami
- ini sampai minggir agar bisa WhatsApp
- karena terkait dengan topik yang ustazah
- angkat yaitu ikhlas. Saat ini saya
- tinggal bersama mertua ee ibu dari istri
- saya di mana saya sebenarnya sudah
- memiliki rumah sendiri. Saya beberapa
- kali mengajak istri saya untuk pindah
- bersama keluarga kecil kami, namun
- dengan alasan ingin merawat ibu yang
- padahal tidak sakit-sakitan, Ustazah.
- Dan ada kakak ipar laki-laki yang
- menurut saya menjadi kewajiban dia untuk
- menjaganya. Posisi saya sebenarnya
- Ustazah sudah berusaha untuk
- mengikhlaskan kondisi ini. Namun
- ternyata kadang-kadang ikhlasnya malah
- berbuah kesal, mangkel.
- Dan akhirnya
- saya suka suka marah-marah sendiri
- karena tidak tersalurkan mungkin ya.
- Ustazah pertanyaan saya Ustazah
- sebenarnya untuk ikhlas ini Ustazah apa
- sih yang harus kita lakukan agar
- istikamah? Terima kasih.
- Iya. ee ini memang menarik ya ee
- bagaimana agar ee ikhlas ini ee kita
- jadi pertama kita melakukan apapun dalam
- kehidupan ini bukan karena ingin dibalas
- tapi semuanya kita lakukan hanya karena
- Allah. Jadi, jadi pertama kali itu kita
- periksa dulu niat kita. Kita melakukan
- ini karena apa? Apa karena enggak enak
- sama ee keluarga istri atau bagaimana?
- Maka diluruskan. Makanya tajdidun niah,
- memperbaharui niat. Jadi tanyakan kepada
- diri kita sendiri, apakah ini karena
- Allah atau karena manusia? Nah, ini kan
- kita bisa ini diri kita kan ya
- mempertanya mempertanyakan hati kita
- nih. Kita lakukan ini karena apa nih?
- Kalau karena manusia rugi banget sudah
- enggak dapat pahala marah-marah sendiri
- gitu kan karena kita tidak sesuai dengan
- apa yang kita harapkan. Maka tajdidunah
- kita luruskan niat. Kita niatkan ini
- secara sadar ya ee kita niatkan semua
- apa yang kita lakukan hanya karena
- mengharapkan rida Allah. Nah, di situ
- nanti kemudian kita ini deh kita ee
- minta kepada Allah ya bahwa ee dengan ee
- karena Engkau ya Allah maka mudahkan
- semua yang sulit ya. berikan kelapangan,
- berikan pahala yang berlipat, berikanlah
- balasan yang ee apa pokoknya fokus
- kepada Allah, fokus kepada balasan
- akhirat ya. Fokus hanya untuk mencari
- rida Allah, bukan keuntungan atau status
- sosial atau ee apa pengakuan atau apa.
- Pokoknya hanya karena Allah. Kalau
- ikhlas karena Allah tuh kan kita enggak
- butuh pujian ataupun celaan ya. N
- mungkin kalau kita lihat contoh ya
- memang berat ya contoh yang pernah
- dijalani oleh ee itu Abu Bakar Assiddiq.
- Abu Bakar ini kan ee kita tahu ketika
- peristiwa hadisul ifqi. Ketika hadisul
- ifqi itu ada kan orang kerabat yang
- dibantunya tuh mistoh ya dibantu setiap
- saat ee tapi dia ee tidak membalasnya
- malah ikut-ikutan juga memfitnah. Jadi
- Abu Bakar ketika hadisul Ikki itu kan e
- ibunda Aisyah kan difitnah ya
- ee berselingkuh gitu ya berbuat yang
- tidak baik. Terus Mistoh ini yang
- dibantu sama bapaknya Abu Bakar Assiddiq
- radhiyallahu anhu itu membantu si Mistoh
- ini saudaranya ikut-ikutan pula dia ee
- memfitnah ini kan kalau kita sebagai
- manusia tuh kan gondok banget nih orang
- enggak tahu diri apa ya sudah dibantu
- bukannya malah belain malah ikut-ikutan
- ya wajar kan ee Abu Bakar Assiddiq itu
- kemudian menstop bantuannya. Nah,
- perbuatan itu akhirnya turun Alquran
- surah Annur ayat 22.
- Jadi, janganlah orang yang mempunyai
- kelebihan dari kelapangan di antara kamu
- itu bersumpah tidak akan memberikan
- bantuan kepada kerabatnya. Artinya, ya
- Allah, ini luar biasa ya, bagaimana
- keikhlasan itu ya. Jadi, ikhlas itu
- tidak mengharapkan balasan dari apa yang
- telah kita lakukan. Saya kan sudah
- begini, mana dong mesti saya begini
- dapat kan? Itu artinya enggak ikhlas.
- Maka luar biasa ya ketika kita lakukan
- ini semua karena Allah kita enggak
- mengharapkan apapun ee penilaian
- manusia. Karena memang kita melakukan
- ini hanya untuk mencari rida Allah,
- mencari cinta Allah. Kita hindari tuh
- yang namanya pengin dipuji, pengin
- dianggap hebat, pengin diakui, pengin
- dianggap ee paling ee paling baik,
- apalah pokoknya ya. Fokus aja kepada
- akhirat. Karena kita tidak mengharapkan
- balasan dari dunia ini. Kita hanya
- mengharapkan balasan dari Allah. Ya,
- makanya perlu sering bermuhasabah.
- Apakah aku masih mengharapkan sesuatu
- selain rida Allah? Apakah aku lakukan
- ini karena aku ingin dibalas kebaikanku?
- Apakah dengan ini aku berbangga karena
- akulah maka jadi begini? Maka oleh
- karena itu ya Allah doalah terus kepada
- Allah ya agar Allah ee menerima amal
- kita. Jangan lupa tuh setiap kita
- beramal apapun sekecil apapun tuh minta
- sama Allah. Rabbana taqobbal minna
- innaka antas samiul alimba alaina innaka
- ant tawwaburahim gitu ya. Mudah-mudahan
- dengan hanya mengharapkan Allah
- balasannya, keridaannya dan cintanya itu
- semua itu jadi mudah-mudahan Allah
- berikan ee keringanan, kemudahan ya,
- keikhlasan insyaallah. Minta balasan
- pada Allah ya Allah. Engkaulah yang bisa
- membalasnya ya Allah. minta balasan sama
- Allah. Mudah-mudahan Allah terima amal
- ibadah kita. Insyaallah.
- Insyaallah. Amin. Baik. Ee pendengar
- juga ustazah ee pertanyaan dari hamba
- Allah tadi menutup sesi tanya dan jawab
- kita pada siang hari ini. Sebelum kita
- berpisah kiranya kesimpulan tafadul
- Ustazah.
- Ya. Pendengar yang dirahmati Allah dalam
- kehidupan kita sehari-hari ada tiga
- macam bentuk amalan. Yang pertama adalah
- amalan kemaksiatan, kedurhakaan atau
- dosa ya ee perbuatan-perbuatan yang
- berdosa. Nah, tidak bisa bergeser karena
- niat. Misalnya ketika kita berniat
- membangun masjid ya, tapi kita pakai
- uang haram ya, tujuannya baik tapi
- dengan cara tidak baik itu tidak akan
- memberikan pengaruh apapun. Jadi amalnya
- akan sia-sia. Ada yang kedua amal
- ketaatan dengan niat ibadah karena Allah
- ya itu semua akan menjadi pahala ya.
- Itulah yang membedakannya itu adalah
- niat ya karena Allah atau perbuatan
- mubah ya. Amal-amal mubah itu adalah ee
- melakukan aktivitas kita sehari-hari.
- Hal-hal yang mubah ini akan berpahala
- ketika niatnya karena Allah. Misalnya
- ketika kita berpakaian, kita niatkan
- untuk menutup aurat karena Allah, Allah
- akan berikan pahala kita. Atau ketika
- misalnya ee bagi para laki-laki memakai
- minyak wangi, niatnya untuk mengikuti
- sunah itu akan berpahala. Jadi tidak
- hanya sekedar wangi badannya. Nah,
- inilah sebabnya kita perlu tajdidun
- niah, memperbaharui niat dan taadudun
- niat. Ber ee niat bisa kita lakukan
- dengan satu amal. Ya, mudah-mudahan niat
- ini dapat ee mendorong kita untuk
- makrifatullah.
- Niat
- adalah dorongan hati yang hanya
- diketahui oleh Allah. Maka kita berdoa
- kepada Allah. Allahumaj'al khisan
- liwajhika. Ya Allah jadikan amalanku ini
- ikhlas hanya untukmu. Wallahuam bawab h
- astagfirullahai wakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakillah khair kasir
- Ustaz Amran atas ilmunya, atas
- pengingatnya, atas waktunya.
- Mudah-mudahan Allah ganti dengan
- kebaikan untuk ustazah dan keluarga.
- Amin ya rabbal alamin. Panjang umur,
- usaha, ustazah, dan sehat selalu.
- Insyaallah kita ketemu lagi di kajian
- dan kesempatan berikutnya. Iwan dan
- Nawawan. Terima kasih juga yang telah
- menyampaikan pertanyaannya lewat
- WhatsApp dan mudah-mudahan di kesempatan
- berikutnya kita akan membahas tema lain
- dan ee kita akan berdiskusi kembali yang
- bertugas pada hari ini ada Agus sebagai
- produser juga ada Ondi dan Algi yang
- berada di belakang meja operator radio.
- Kami undur diri subhanaka Allahumma
- wabihamdika ashadu alla illa anta
- astagfiruka wa atubu ilai. Wabillahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.