Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 win 0:20 was 0:24 ali washbihi waman tabiahum bisanin 0:27 yaumiddin. Asalamualaikum warahmatullahi 0:29 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:30 dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa 0:32 kabar? Selamat datang di kajian tasawuf 0:34 bersama saya Isa Alkap Atep kameramen 0:37 dan juga ada Agus di meja operator. Dan 0:41 seperti biasa ikhwan akhwat 0:42 alhamdulillah kajian tasawuf Sabtu pagi 0:45 ditemani oleh Habib Ahmad Musyaba bin 0:49 Sahab yang alhamdulillah sudah 0:51 membersamai kita di studio. 0:52 Asalamualaikum Bib. 0:53 Waalaikumsalam.Ayaallah. Apa kabar? 0:54 Sehat Bib. Ya. 0:55 Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah. 0:56 Masyaallah segar sekali. Sepertinya 0:58 kemarin habis ziarah-ziarah. 1:00 Alhamdulillah 1:00 ke Cirebon. Biballah 1:03 ke tempat siapa di Cirebon? 1:05 Ee sempat kita apa namanya ee jeng eh ha 1:08 quraisyah 1:11 asidqu namanya 1:12 ziarah silaturahmi ke beliau. 1:14 Masyaallah sehat tapi Habib Quraisyam. 1:16 Alhamdulillah alhamdulillah. sampaikan 1:19 salam dari kita dan juga para pendengar 1:21 radio terakhir 1:22 buat Habib Quraisy. Mudah-mudahan Habib 1:24 Quraisy eh salah satu pengajar 1:26 Ponbesidku Habib 1:30 Aseggaf. Habis Habib Anis Aseggaf pernah 1:32 ngisi di sini ming berhasil Sabtu malam. 1:35 Insyaallah mudah-mudahan Habib Anis juga 1:36 bisa ngisi lagiah sini. Mudah-mudahan 1:38 kalau ke Jakarta insyaallah. 1:41 Masyaallah. Ikhwan akhwat. Hari ini kita 1:43 akan membaca kitab Mahiyatut Tasawuf 1:46 karangan Habib Umar bin Muhammad bin 1:48 Salim bin Hafid. Bagi ikhwan-akhwat yang 1:50 mau kitabnya bisa request saja via 1:52 WhatsApp ke 0811999720 1:57 atau bisa telepon langsung ke 1:59 0218451512. 2:02 Namun sebelum kita memulai diskusi, 2:04 alangkah baiknya kita mulai dulu dengan 2:07 membaca ummul Quran surah al-Fatihah 2:09 yang akan ditertibkan oleh Habib Mustaba 2:12 mungkin. 2:13 Bismillah. 2:14 [berdehem] 2:16 Amin. 2:25 Bismillahirahmanirahim. 2:27 Alhamdulillahiabbilaminah 2:31 iaka nauduaka. 2:38 Amin. 2:40 Amin. Amin ya rabbal alamin. Semoga 2:42 dengan bacaan surat alfatihah tadi Allah 2:44 bukakan pintu rahmatnya, Allah bukakan 2:46 pintu hidayahnya dan Allah tetapkan kita 2:48 agar senantiasa kita berada di jalan 2:51 Allah Subhanahu wa taala yang lurus. 2:53 bukan jalan orang-orang yang dimurkai 2:55 oleh Allah Subhanahu wa taala ataupun 2:57 jalan orang-orang yang disesatkan oleh 2:59 Allah subhanahu wa taala. Nauzubillah 3:02 summa. Nauzubillah. Dan ikhwan akhwat 3:04 supaya kita bisa istikamah di jalan 3:06 Allah yang lulus. Mudah-mudahan 3:09 dengan wasilah kita menuntut ilmu, 3:10 menambah ilmu, dan juga nantinya 3:12 mengamalkannya. Hari ini kita sekali 3:14 lagi akan membaca kitab Mahiyatut 3:16 Tasawuf yang akan dijelaskan oleh Habib 3:18 Ahmad Mujtaba. Hari ini kita akan 3:21 membahas apa kurang-kurang? 3:23 membahas tema [berdehem] zikir, Habib. 3:25 Azzikir ya. Ee halaman berapa kira-kira, 3:27 Habib? 3:28 Azzikir halaman 19. 3:30 Bismillah. Halaman 19. 3:33 Nah, kasrat zikir lillahi taala asimah 3:36 asabiah. 3:37 Alamat ketujuh. Ee banyak berzikir. 3:41 Alam marhaba. Ee ini kita ikhwan akhwat 3:44 ada. Jadi kitab mahiyat tasawuf ini 3:47 menjelaskan tentang ciri-ciri ahli 3:49 tasawuf. Jadi ciri-ciri orang yang sudah 3:52 memahami atau mendalami ilmu tasawuf. 3:56 Ada beberapa ciri di sini sudah 3:57 dijelaskan beberapanya oleh Habib Ahmad 4:01 di pertemunya pertemuan-pertemuan 4:02 sebelumnya. Dan sekarang kita akan 4:06 mempelajari ciri yang kelima eh ke 4:09 ketujuh 4:10 yaitu 4:12 senantiasa berzikir atau mengingat Allah 4:15 Subhanahu wa taala. Bagaimana 4:16 [mendengus] 4:17 sejatinya makna berzikir? apa itu zikir 4:20 dan mungkin nanti dijelaskan apa itu 4:22 tarekat. Nah, biasanya kan kalau ada 4:25 tarekat-tarekat juga atau tata cara 4:28 berzikir, beribadah. 4:30 Selanjutnya mari sama-sama kita 4:31 dengarkan diqanaqat penjelasan dari 4:33 Habib Ahmad Mustaba binhab. Silakan 4:35 Habib. 4:35 Marhaba. Jazakumullahumullah. 4:39 Bismillahirrahmanirrahim. 4:42 wasamidalid 4:44 muhammadin wa alihi aj subhanaka lana 4:48 illa maamtana innaka antal alimul hakim 4:50 ala innaka ant tawab rahim allahum ya 4:53 fattah ya alim ya fattah ya alim ya 4:55 fattah yahan q yaarahimin allah sahtahu 5:03 allahuaihi 5:10 [berdehem] 5:21 Yaarahimin. Yaarahimin. Ya 5:23 arhamarahimin. 5:25 Alhamdulillah. 5:26 Alhamdulillah. Kembali dalam kajian 5:28 mingguan dan di sini bersama kita 5:30 membaca dan mengkaji kitab mahidir 5:32 tasawuf wasimat ahlih. Mengungkap 5:34 hakikat ilmu tazkiah ataupun tarbiah 5:36 ataupun tasawuf. dan tanda-tanda orang 5:39 yang bertasawuf. Wahai ee ikhwan ee 5:42 alhamdulillah ee di bab pertama kita 5:45 sudah jelaskan ee definisi daripada ilmu 5:47 tasawuf. Kemudian setelahnya ada 10 5:50 pembahasan yang akan berlanjut membahas 5:52 tentang 5:54 ciri-ciri tanda-tanda orang-orang yang 5:57 bertasawuf atau bertazkiah dan tarbiyah. 6:00 Kita sudah bahas perihal tentang 6:01 katratul ilm wakad apa namanya pemapan 6:04 ilmu syariat. Itulah tanda yang pertama. 6:07 Kemudian apa namanya? Keikhlasan, 6:09 ketawaduan, 6:11 asiddiq, kejujuran dan kesungguhan. 6:14 Yang paling terakhir kita bahas pada 6:16 minggu lalu. Alamat keenam yaitu ee 6:20 makrifatul fadliahlih. 6:23 Mengetahui 6:24 dan memberikan hak-hak keutamaan bagi 6:28 yang munyainya. 6:31 W hasad dan menghilangkan rasa hasad, 6:33 iri ataupun dengki atas keutamaan itu. 6:36 Nah, ini sudah kita bahas pada minggu 6:38 lalu, Ikhwanan 6:40 ada dua poin yang ringkasnya. Poin 6:42 pertama inzalunas manazilahum nabi 6:45 wasamul hadis anziluasa 6:48 manazilahum. Tempatkanlah orang-orang 6:50 pada tempatnya. Wahak, hormati yang yang 6:53 harus dihormatin. Sayangi yang harus 6:55 disayangin. Wahak wahak ee apa namanya? 7:00 Nah, dan dari situ bertolak pembahasan 7:02 masalah hasad. Hm. Jadi, enggak ada sama 7:05 sekali rasa keberatan atau rasa ee susah 7:10 menerima ketika Allah Taala berikan 7:12 kenikmatannya kepada hamba-hamba yang 7:14 lain. Wahak. Justru kita senang. Wahai 7:19 ee hakikat orang yang hasad naudubillah 7:21 minzalik adalah mereka yang memusuhi 7:23 Allah subhanahu wa taala dalam 7:25 takdirnya. Ya kan? enggak reda dengan 7:27 takdirnya Allah Taala ketika Allah 7:29 memberikan karunia kepada si fulan atau 7:30 faltan. He eh. Nah, itu oleh karena dari 7:33 situlah ee akhirnya hasad ini 7:35 menggerogoti ee kebaikan sebagaimana api 7:39 ee menggerogoti kayu bakar. Wahak. Nah, 7:42 di alinnya terakhir di sini perihal yang 7:45 sangat penting. Kadang-kadang kita 7:48 enggak merasa bahwasanya hasad itu ada 7:49 di hati kita. Oh. Nam. Jadi hasad itu 7:53 bukan cuma memusuhi teman ataupun 7:56 ngomongin teman ataupun ngomongin lawan 8:00 ee yang kita merasa keberatan ketika 8:02 nikmat itu didapatkan. Itu jelaslah. 8:05 Tapi kadang-kadang tanpa kita sadari ini 8:08 tahu-tahunya hasad yang di hati kita ya 8:09 kapan? Oke, di sini Imam Ghazali 8:11 membahas eh [mendengus] dalam Ihya 8:13 Ulumuddin rubama yahsidu man yasninasu 8:17 alaihi wuhibbunahu waukrimunahu. 8:19 Kadang-kadang kita punya rekan 8:20 contohnya. Heeh. Ini karena bukan hanya 8:23 musuh hasadnya kebanyakan hasadnya Bib 8:25 sama teman Bib. [tertawa] Benarbenar. 8:28 Iya. Ya Allah. 8:29 Sama musuh sih enggak hasad. 8:32 Ya Allah. Ini. Nah, ada teman kita ini. 8:35 Nah, teman kita itu 8:37 orang pada condong kepadanya. He. 8:39 Orang pada demen sama dia, muji-muji 8:41 dia. Heeh. 8:42 Gitu. Kita merasa kadang-kadang 8:44 keberatan. 8:45 Kenapa saya pada muji dia? Padahal bisa 8:47 apa nih? Kalau beda gitu. 8:48 Nah, gitu kan ya. 8:49 Iya. 8:50 Heeh. Nah, kita bingung kenapa orang 8:52 lebih condong ke dia. Akhirnya apa? 8:59 E jadi kita mau ee dengan kedok kalau 9:03 bahasa kita 9:04 e aneh mau kasih tahu ini orang nih 9:06 enggak semestinya diginiin dia tuh 9:08 enggak begini loh dia tuh begini gini 9:09 gini 9:09 biar orang [berdehem] enggak enggak 9:10 begitu condong ke dia. 9:12 Iya. 9:13 Berkedoknya sih gitu niatnya. Padahal 9:14 itu sebenarnya hasad. [tertawa] 9:16 Merasa keberatan atas ee nikmat yang 9:18 Allah Taala berikan kepadanya. 9:20 Wah, kata mulailah akhirnya dia 9:22 ngomongin temannya ini di orang-orang 9:25 wah fulan-furan itu ee e apa namanya? 9:28 Nyebutin beberapa kekurangannya gitu 9:32 biar orang enggak terlalu condong 9:34 kepadanya gitu. Kata Imam Ghazali, wad 9:37 hua ainul hasad. Inilah hasad katanya. 9:40 Dan ini bukan lain sama higid ataupun 9:42 ghadab. Apa namanya? Gadab benci. 9:45 Enggak. Kalau benci itu memang sang 9:46 musuh. Tapi kalau hasadah 9:50 ini biasanya terjadi hasad dengan teman 9:52 dekat. 9:54 Nah, ini cara ngobatinya bagaimana? 9:56 Begini ikhwan ketika kita punya teman 9:59 dekat serkanlah dari awal belajar dari 10:02 sampaiil akhir tapi subhanallah dia 10:04 Allah Taala nampakkan 10:06 h 10:06 orang pada demen sama dia gitu ee ke 10:08 mana-mana diterima sama masyarakat bagus 10:12 kita merasa keberatan. 10:13 Nah itu keberatanmu itu hasad. 10:16 Ah, keberatan itu hasad. Ee lain hal 10:20 dengan gibt ya. Kalau gibt kita juga 10:22 pengin kayak dia, tapi enggak ada 10:23 keberatan sama sama sekali di hati. Bila 10:25 bilamana ada keberatan di hati kita, itu 10:26 adalah hasad. Yang ini harus diobatin 10:29 lah. Gimana cara ngobatin? Cara 10:30 ngobatinnya kita pun ber apa namanya? 10:35 Musyarakah. Kita pun ikut orang-orang 10:37 untuk memujinya. 10:38 Kita angkat dia. 10:39 H. 10:40 Yang hati panas, Bib, biasanya. 10:41 Heeh. [tertawa] Heeh. 10:43 Jangan sebutin kekurangannya. I 10:45 sebutin keutamaannya terus 10:48 alai walaupun hati memberontak tapi 10:50 itulah obatnya. 10:52 Nah, makanya ee Imam Haddad yagur dalam 10:56 alhikam 10:58 dalam hikam alhaddadi Imam Haddad bilang 11:00 begini. Adallu dalil ala kamali 11:04 rajulanauhu 11:05 ala agranihi. 11:08 Wuh kerenjib. 11:10 ee bukti yang paling kuat atas 11:13 kesempurnaan akal seseorang. 11:15 Oh, ini keren nih bagus pola 11:17 pemikirannya bagus. E bijak artinya 11:19 sangat bijak. Apa bukti kebijakannya? 11:22 Orang itu kita bisa bilang, "Oh, ini 11:24 orang bijak sangat luar biasa bagus." 11:27 Tanda yang paling kuat atas kebijakannya 11:29 adalah ketika dia sering memuji-muji 11:32 rekan-rekannya. 11:33 Hm. 11:36 Aneh, Bib. Ya. 11:37 Iya. [tertawa] Aneh kan? Baik. Kok 11:40 hubungannya apaan antara muji-muji teman 11:43 sama kebijakan? Oh, luar biasa Habib. 11:47 Hal ajib ketika dia memuji temannya ya. 11:49 Artinya di sini dia enggak ada sama 11:51 sekali keberatan untuk temannya itu 11:53 nampak. 11:54 Bahkan dia mau kebaikan itu lewat 11:57 temannya lebih ahsan. 11:59 Oke. Biar dia nih yang di depan kita di 12:01 belakang background aja. 12:03 Wah. Jadi orang-orang tuh memandang 12:04 kebaikan tuh ke temannya, bukan ke dia. 12:06 Padahal kadang-kadang dia yang andil 12:08 dalam kebaikan itu. Kadang-kadang dia 12:10 yang utama, tapi enggak dia dia enggak 12:12 tampak. Yang dinampakin adalah 12:14 teman-temannya. 12:15 Ketika enggak ada keberatan sama sekali, 12:17 nah berarti ini orang sangat bijak. Kata 12:19 Imam Haddad. Inilah dalil yang paling 12:21 kuat atas kebijakan akal seorang. 12:24 Dan dia enggak butuh lagi pujian. 12:27 Pujian-pujian itu buat diri dia. 12:28 Wah, naam Habib dia apa namanya? enggak 12:31 merasa butuh dengan pujian-pujian itu 12:33 dan dia enggak merasa keberatan dengan 12:34 karunia yang Allah Taala berikan kepada 12:36 temannya ini. Bahkan justru dia dorong 12:39 orang-orang untuk apa namanya ee 12:41 mengagungkan temannya dan dia doakan 12:43 selalu untuk apa namanya temannya itu ee 12:46 diangkat terus ke atas. Nah, ini dalil 12:49 ala kamal rajul. 12:50 Masyaallah. Bahkan zaman 12:53 dahulu ee ada guru gurunya guru kita Al 12:56 Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar 12:58 yang Habib ya mertua mertua Habib Him 13:01 Haddar ini sempat ee dalam dakwahnya 13:04 muter-muter 13:06 sempat diuji dalam dakwahnya 13:09 sampai akhir beliau terusik gitu ya 13:10 Allah alam berat sekali dakwah ini ya 13:12 Allah gitu ya mati-matian ngantar orang 13:15 ke kebaikan tapi kok kita yang dijudge 13:17 yang kita yang dimusuhin padahal niat 13:19 kita baik gitu itu 13:22 sampai-sampai beliau tuh ya Allah sampai 13:23 kayak berat gitu ditelepon sama ee 13:26 beliau punya guru Habib Habib Segah Abin 13:28 Ham ditelepon 13:32 ah ditelepon langsung ditanya oleh 13:34 Muhammad 13:36 tahu enggak inti apa sih seorang dai 13:38 yang yang benar kapan seorang dai 13:42 menjadi dai yang yang benar-benar dai 13:44 sejati 13:46 Habib mustafidin minukum mustafid Habib 13:49 enggak apa jawabannya nanti 13:51 ya dai itu yang memindahkan orang dari 13:55 syagawah ila saadah eh yang memindahkan 13:59 orang dari keterpurukan, kecelakaan ke 14:02 kebahagiaan dunia akhirat itu dai. He 14:05 bukan itu. Belum itu. Oh itu belum dai 14:08 yang sodq. Jadi gimana dai yang sodq? 14:12 adalah mereka yang memindahkan 14:14 orang-orang yang dari syagawah yang 14:17 tadinya syagi celaka dipindahkan untuk 14:21 masuk surga sebelumnya. 14:24 Ee bukan cuma memind dari neraka ke 14:26 surga berusaha untuk menggiring orang ke 14:28 surga. Enggak. Dia maunya berusaha untuk 14:30 menggiring orang supaya bisa masuk surga 14:33 sebelumnya. 14:34 Hm. 14:34 Nah, itu baru tuh dai yang benar. 14:37 [tertawa] 14:38 J enggak ada sama sekali rasa 14:40 saing-saingan. Enggak sama sekali. 14:42 Bahkan dia itu maunya teman-teman yang 14:44 maju, teman-teman yang lebih afdal, 14:46 teman-teman yang jadi wali Pak Dede, 14:49 teman-teman yang dipandang, teman-teman 14:50 yang di enggak memperhintungkan dirinya 14:52 sama sekali. Nah, ini beneran nih 14:54 baruqallah. 14:56 Kalau wasabirat 14:59 itu gimana, 15:02 musabagah? Nah, ini sempat kita bahas 15:04 Habib apa namanya? Ee ada namanya hasad 15:08 yang diperbolehkan. Kalau bahasa ininya 15:10 gibt 15:14 giibtah ini ee ketika kita melihat 15:16 karunia yang Allah Taala berikan ke 15:17 teman kita atau ke orang, 15:19 kita pengin punya karunia itu. Nah, 15:21 silakan itu gibt tapi tanpa ada rasa 15:25 keberatan atas karunia yang Allah Taala 15:26 berikan kepadanya. 15:27 Nah, ini bedanya tipis ya. 15:29 Ya, kalau hasad kita merasa keberatan 15:32 tapi kita juga pengin kayak gitu. Selagi 15:34 ada merasa keberatan, nah itu namanya 15:36 hasad. 15:36 Heeh. Kalau enggak ada sama sekali rasa 15:38 keberatan itu. Dia punya karunia. Kita 15:40 juga pengin kayak gitu. Kita senang 15:42 dengan karunia yang Allah Taala berikan 15:43 kepadanya 15:44 dan kita pengin untuk bisa menjadi 15:46 seperti itu. Nah, ini silakan. Apa 15:49 namanya? Musabag filhairat. Wahak. 15:53 Lailahaillallah. 15:54 Nah, inilah apa namanya? Alin terakhir 15:56 dalam pembahasan ee tanda keenam itu ala 15:59 kullial habib. 16:01 Lailahaillallah. Makanya kalau kita 16:02 lihat teman-teman kita yang sering muji 16:04 teman-temannya. Nah, itu kalau kita mau 16:08 musyawarah ya dekatin mereka itu yang 16:11 biasanya memang pandangan-pandangannya 16:13 sangat bijak. Tapi kalau kita lihat 16:15 teman-teman, lihat orang-orang yang dia 16:17 itu e e apa namanya? Menjelek-jelekkan 16:19 teman-temannya ataupun dia itu ee 16:22 ngomong tentang kekurangan 16:23 teman-temannya, nah jauh-jauhin dia 16:25 kayak gitu. [tertawa] 16:27 Jauh dari kebijakan biasanya ikutan 16:30 sakit. 16:31 [tertawa] 16:32 sakit lailahaillallah. Oke, alal kita 16:35 akan masuk Habib pembahasan yang baru 16:37 sekarang tanda ketujuh 16:40 ini. Tanda ketujuh [berdehem] 16:43 dari tanda-tandanya orang yang 16:45 bertasawuf atau bertazkiah atau 16:47 bertarbiah. Ini tanda yang sangat utama. 16:50 Sayidina Habib assim asabiah tanda 16:52 ketujuh katrat zikir lillahi taala. 16:55 Banyak berzikir lillahi taala. 16:56 Lailahaillallah. H ajib 17:00 gal fainna katrataikrillah min arkani 17:03 thigihim. 17:05 Berzikir yang banyak itu berzikir kepada 17:07 Allah Taala di antara rukun-rukun utama 17:10 dalam ilmu tasawuf. Bal muawalu alaihi 17:15 bil hudur Allah. Bahkan bukan c bukan 17:19 hanya di antara yang utama, dialah yang 17:21 paling utama zikir itu dengan syarat 17:24 bilamana zikir itu disertai dengan 17:26 dengan hudur, kehadiran hati bersama 17:28 Allah Subhanahu wa taala. Ba'hiril batin 17:31 minal khaba. Setelah kita menyucikan 17:34 batin kita daripada sifat-sifat yang 17:36 keji. Nah, dihiasilah dengan zikir. 17:39 Kemudian setelah pembersihan ada 17:42 penghiasan. Penghiasannya bagaimana 17:43 dengan dengan zikir? Wahua mansyurul 17:46 wilayah. Yang mana zikir itu adalah 17:48 mansyurul wilayah. Mansyur wilayah bisa 17:51 diartikan bendera. Mansur bisa diartikan 17:54 apa namanya? Tanda wahak 17:57 alwilayah seorang wali. 17:59 Nah, Imam Sya'rani ini ee yang beliau 18:01 nyatakan ini di e lawagi Anwar Gudsiah 18:04 juga Ibn Qayyim eh naam ykur hzikru 18:07 [mendengus] 18:08 mansyurul wilayah. Zikir itu adalah 18:10 benderanya para wali. 18:12 Zikir adalah tanda kewalian. 18:15 Jadi enggak ada ceritanya orang menjadi 18:17 wali tapi zikirnya sedikit. Enggak ada. 18:20 Semua para aulia pasti mereka 18:22 berzikir, 18:22 berzikir yang banyak. Tenggelam sudah 18:24 dalam lautan dalam lautan zikir. Oke, 18:28 sebelum kita masuk di sini seperti biasa 18:29 Sayidul Habib akan mendatangkan beberapa 18:31 ayat yang berkaitan dengan zikir. 18:33 Kemudian beberapa hadis. Masyaallah ini 18:35 pembahasannya panjang, Bib. zikir ini. 18:38 Habis itu beberapa kalam ulama yang 18:39 berkaitan dengan zikir. Sebelum kita 18:42 masuk ikhwan, masalah zikir ini, 18:45 h 18:46 dalam apa namanya perihal mereka 18:49 dibilang azzikru 18:50 maqsudul ibadah. 18:54 Ee tujuan dari ibadat semua buat buat 18:57 berzikir. 18:58 Hm. 18:59 Iya. Aqim shata 19:02 lidikri. 19:04 Ya. Tegakkanlah salat untuk apa? untuk 19:05 mengingatku, kata Allah Taala. Begitu 19:08 semua ibadah kita yang puasa, yang 19:11 zakat, yang haji, yang sedekah, yang 19:12 iktikaf itu semua memicu ke mana? Memiju 19:15 ke zikir kepada Allah Taala. Yang mana 19:18 zikir ini jangan hanya dipahami dengan 19:21 sempit sekali cuma menggerakkan lisan. 19:23 Enggak. Zikir artinya ingat kepada Allah 19:26 Taala. Jadi kita ibadah itu buat apa? 19:28 Buat ingat kepada Allah Taala. Nah, ini 19:29 tujuannya kan 19:30 ya. semua semua ibadah tanpa 19:32 pengecualian menuju ke situ biar kita 19:34 senantiasa [berdehem] ingat sama Allah 19:36 subhanahu wa taala 19:39 ee maksudul maksudul ibadah ketika 19:42 seorang ketika seseorang ee mulai 19:45 berzikir itu ada tahap-tahapnya Habib 19:47 akan dijelaskan insyaallah di sini 19:49 pertama-tama ya susah sekali kita untuk 19:51 bisa hudur hadir sama Allah Taala dalam 19:54 zikir itu dimulai dengan lisan itu 19:57 tingkat yang paling basic dengan lisan 20:01 dengan berusaha untuk menghadirkan hati 20:03 kita ketika zikir itu. Pas kita baca 20:07 zikir itu renungkan apa artinya terus 20:10 renungkan. Itu yang masyaallah itu e 20:13 biasanya itu susah. Sebelum itu yang 20:16 paling zik lisan aja ngomong tapi hati 20:18 pelong atau hati mengkhayal ke mana 20:19 gitu. Oh itu enggak berkhasiat enggak? 20:22 Tetap berkhasiat walaupun sedikit 20:24 khasiatnya jauh sangat BB ya. Orang 20:26 zikir cuma lisan th sama orang zikir 20:29 dengan lisan dan hati. Uh, jauh bedanya. 20:31 Heeh. Heeh. 20:32 Tapi bukan berarti ee zikir dengan lisan 20:34 to tanpa hati itu enggak berkhasiat sama 20:36 sekali. Enggak ada khasiat walaupun 20:38 sedikit. 20:39 Oke. Zikir dengan lisan sahaja. Kemudian 20:42 di atasnya zikir dengan lisan dan hati. 20:45 Oke. Terus begitu. Sampai-sampai 20:47 akhirnya lisanlah yang memicu hati untuk 20:50 berzikir. 20:51 Begitu. Lisan menjadi pemandu dan hati 20:54 menjadi makmum. Itu awal-awal tuh 20:56 cara-caranya. 20:58 Sampai-sampai si lisan ini terus terus 21:00 terus berzikir sehingga hati pun ikut 21:03 terdorong berzikir, berzikir terus ingat 21:05 sama Allah terus. Nah, akhirnya kebalik 21:07 si hati yang jadi imam, lisan jadi 21:09 makmum. Lisan nyebut kapan? Bilamana 21:12 hati berzikir langsung si lisan otomatis 21:14 i ikut. Wahai kata ikut. 21:16 Nah, ketika itu biasanya ee sudah zikir 21:20 terus. Nah, di sini baru kita bisa 21:21 memahami perkataan Sayidina Abu Bakar 21:22 Siddiq. Beliau senantiasa berzikir 21:25 sampai-sampai kalau masuk kamar mandi ee 21:27 dia taruh batu di lidahnya biar apa ya? 21:31 Biar stop lidahnya. Enggak enak kalau 21:34 zikir di kamar mandi. [tertawa] 21:36 Enggak bisa stop lisannya. Sudah zikir 21:37 terus kenapa karen si lisan sudah ikut 21:39 ke hati sekarang. 21:40 Hmm. 21:40 Kapan hati zikir langsung lisan otomatis 21:42 zikir juga. Mau karena mandi gak bisa. 21:44 Enggak enak ya zikir karena mandi. 21:46 Gimana cara nyetopin gimana nih? 21:49 Oh pakai batu. 21:50 Batu udah enggak bisa gerak ni lisan 21:53 nih. Udah kayak mandi [tertawa] 21:56 keluar dari kay mandi keluarin batunya 21:57 otomatis jalan lagi. 22:01 Itu mungkin yang Abi bilang kalau orang 22:03 sudah masuk ke alam zikir susah lagi 22:05 masuk. Nah ini apa setelahnya nih Bib? 22:08 Setelah ini ee jadi si lisan itu ee 22:11 menjadi makmumnya si hati. Nah, di 22:13 atasnya lagi ya sudah lisan bergerak 22:16 atau enggak bergerak si hati tetap 22:18 tenggelam dalam lautan zikir. 22:20 Ketika hati sudah tenggelam dalam dalam 22:22 lautan zikir dia senantiasa hadir 22:24 bersama Allah Subhanahu wa taala kan 22:26 terus khusyuk direnungin kebersamaan dia 22:29 bersama Allah Taala. Nah, ketika itu dia 22:32 agak susah berinteraksi dengan manusia. 22:34 Hm. Ya, yang tadi kebalik kalau kita 22:36 lihat perihal pertama tadi dia ya tabiat 22:40 biasa ngomong sama orang ketika mau 22:42 hadir dengan Allah dengan berzikir ya 22:44 susah harus dipandu dengan lisan dulu 22:45 diam sendirian gitu menyendiri berzikir 22:48 he 22:48 baru bisa fokus sekarang kebalik 22:51 senantiasa dia fokus sama Allah Taala 22:53 hadir sama Allah Taala terus pas orang 22:56 ngajak ngomong ini susah sekarang nih 22:59 ana berusaha untuk konsen sama orang 23:00 sekarang nah tadi kebalikan ya 23:03 anjing bisa gitu ya. 23:05 Oke. Dalam dalam istilah mereka ada ism 23:07 fana. 23:08 Ah ini yang begitu. 23:09 Oh banyak Habib 23:12 Abu Bakar Sakron tuh kan sakron artinya 23:15 mabuk. Kenapa di disebut sakron? 23:17 Nam kan sakron e sakron yakni sakron 23:21 fiikrillah. 23:22 Sakron fi zikrillah 23:25 itu dia sudah udah apa namanya enggak 23:27 sadar lagi dengan alam karena sudah 23:30 masuk dalam perihal tenggelam dalam 23:32 lautan zikir alfana gitu. Jadi untuk 23:34 interaksi dengan orang susah, 23:35 susah susah susah susah diajak ngomong. 23:37 Kalau diajak ngomong enggak nyambung itu 23:39 sakron akhirnya namanya kan namanya 23:41 mabuk dalam dalam zikir Allah. 23:43 Padahal awalnya e beliau [berdehem] ini 23:47 Sakron Sakron ee beliau masuk dalam 23:50 pelihat-perihal zikir itu gara-gara 23:51 beliau melihat orang tuanya di cerita 23:53 kecil tuh waktu kecil mau main tapi 23:56 enggak ada teman main. Orang tuanya ya 23:58 zikiran, kakaknya semua zikiran ya sudah 24:01 ikut zikiran juga. Nah, dari situ mulai 24:03 ngijipin kelatan zikir sampai akhirnya 24:05 jadi sakron fiikrillah. Nah, begitu. 24:07 Ketika orang sudah tenggelam dalam 24:09 lautan zikir, ya, zikir aja hatinya itu 24:12 ingat sama Allah terus dan dia berusaha 24:13 untuk hadir kembali dengan manusia. Itu 24:16 namanya fana. Nah, setelah itu Habib ada 24:19 yang lebih masyaallah lagi. Dia bisa 24:22 menggabungkan antara dua alam ini. 24:24 Alam zikirnya dan alam interaksi dengan 24:26 manusia. 24:28 Ini beliau yang hadad seringkiali 24:29 membahas itu apa namanya e kalian kira 24:33 aku bersama kalian padahal gak aku 24:36 berada di alam lain alam zikr ma Allah 24:39 Taala alamul hudur ma Allah taala 24:41 jadi ini susah nih untuk menggabungkan 24:43 dua ini sudah ahlul kamal itu begitu nah 24:46 setelah itu ada lagi antara namanya fana 24:47 ba'dal bago e wab ba'dil fana wah akhir 24:51 dan terus enggak enggak habis tuh fana 24:53 baga fana baga dan terus seperti itu. 24:56 Oke. Imam Haddad berkata kadang-kadang 24:59 beliau bilang gini, "Kalau seandainya 25:00 aku menuju salat, kalau seandainya 25:03 kalian ee apa namanya? Mau ngobrol, 25:06 jangan, jangan ngobrol. Ini sudah enggak 25:08 bisa lagi. Sudah untuk fokus sama 25:10 manusia. Sudah emang khusus untuk iqbal 25:12 alallah fah." 25:13 Juga beliau bilang gini, "Kalau 25:15 seandainya kalian bertanya kepadaku 25:16 suatu soal dan aku jawab dengan jawaban 25:19 yang ringkas, 25:20 sudah cukup cukup dengan jawaban itu. 25:22 Jangan paksa aku untuk menjawab dengan 25:24 jawaban yang yang lebih." Kenapa itu 25:26 sudah setengah mati ana berusaha untuk 25:28 interaksi? H 25:30 sudah ada soal ana jawab cuma segini 25:33 cukup dengan jawaban itu. Minta 25:35 penjelasan lagi. Nah sudah capek artinya 25:37 sudah susah banget untuk interaksi 25:38 dengan manusia sekarang karena sudah 25:40 berada di alam alam zikir tadi. 25:43 H ajib Habib. 25:46 Hjib. Nah kita mulai sekarang. 25:48 Taalaikurkumkuruni. 25:53 Maka berzikirlah kepadaku kata niscaya 25:55 aku akan mengingat kalian. 25:58 Haah. Makanya ada seorang orang wahid 26:00 Ibnu Majib dia bilang, "Ane tahu kapan 26:03 Allah Taala ngingat aneh loh. Maksudnya 26:06 gimana nanti? Loh iya ana tahu kapan 26:09 Allah Taala sekarang lagi nyebut aneh 26:10 sekarang? Tahu kapan Allah belum nyebut? 26:13 Enggak nyebut aneh, enggak ingat aneh." 26:14 Loh, tahu enggak? Iya. makruf tahu. Tapi 26:17 kapan Allah menyebut tentangnya? Iya. 26:20 Kapan? Kalau ana nyebutnya. Iya. Kalau 26:23 ana berzikir, kalau ana menceritakan 26:26 tentang adamatullah. Ah, ketika itu 26:28 pasti Allah sekarang sedang menyebut ana 26:29 sekarang. 26:30 Ana menyebut Allah Taala di kalangan 26:32 kalian. Allah pun menyebut ane di 26:34 kalangan malaikatnya. Ada hadisnya 26:44 di apa namanya hadis yang yang berikut 26:47 e apa namanya 26:50 ana abdi aku berada pada prasangka 26:53 hambaku kata Allah Taala wa ana maahu 26:57 aku akan bersamanya bilamana dia 26:59 mengingatku bilamana dia mengingatku 27:02 dalam kesendiriannya aku pun 27:04 mengingatnya dalam kesendirianku Kata 27:05 Allah Taala. Dan bilamana dia 27:07 mengingatku dalam apa namanya? 27:09 Keramaiannya, aku pun mengingatnya dalam 27:11 keramaian malaikatku. Kata Allah Taala. 27:15 H ajibamu 27:16 badan fil hadis. Hadis yang ajib. Fajib 27:20 ikhwan. Ketika seorang hamba apa 27:23 namanya? Dia sudah tenggelam dalam 27:25 lautan zikir. Ingat sama Allah terus 27:28 berarti kebalikannya apa? Ya Allah 27:30 senantiasa mengingatnya. Nah ketika 27:31 itulah itulah namanya waliullah. 27:35 Ah, itu namanya mereka wali Allah yang 27:38 Allah senantiasa mengingat mereka, Allah 27:40 senantiasa memberikan mereka karunia 27:42 dekat dengan Allah Taala. Kapan itu akan 27:45 jadi? Bilamana seorang hamba ini 27:46 senantiasa bersama Allah Taala dengan 27:48 apa? Dengan zikir. Wahak. Nah, makanya 27:51 ee sangat betul azzikr mansyurul 27:54 wilayah. Zikir itu adalah bendera para 27:56 wali. 27:56 H 27:57 zikir adalah apa namanya? Tanda wasigah 28:00 stempelnya wali. 28:01 Hm. Para aulia pasti banyak berzikir. 28:03 Mereka pasti pasti banyak banyak 28:05 berzikir. Itu yang pertama. Allah Taala 28:08 ya aina amanullahikruhu 28:12 wailikumik 28:15 akir ayah. Hai orang beriman uzkrullah 28:17 berzikirlah kepada Allahikr 28:20 sebanyak-banyaknya berzikir. 28:23 Ajibu bukrat bertasbihlah bukrat pagi 28:27 sore bertasbih terus wahak. Nah, zikran 28:31 kir sebanyak-banyaknya berzikir. Nah, 28:33 ini sahabat di sini apa namanya? Gimana 28:35 ya Rasulullah? Maksudnya sebanyak-banyak 28:37 berzikir itu apa patokannya? 28:40 Nabi wasam bilang gini, "Uzkurullah 28:42 sebanyak-banyaknya 28:43 sehingga orang munafik menyangka kalian 28:47 orang gila." 28:49 Ah, itu dabitnya. 28:52 H. 28:52 Nah, dari sini yang antum tanyakan tadi 28:54 masalah tarekat-tarekat. 28:55 Iya. Iya. [tertawa] 28:57 Ya kan? Jadi akhirnya beberapa ee ahli 29:01 tasawuf ngambil hadis ini secara 29:03 zahirnya. Jadi patokan zikir adalah 29:07 sekiranya orang heran sama kita 29:08 pada ngapain tuh? 29:11 W aneh itu. Nah ini yang mereka cari. 29:14 Iya kan? Sebenarnya sih cara-cara itu 29:17 cara pola berzikir itu macam-macam. 29:19 intinya adalah bagaimana kita bisa lebih 29:21 mudah untuk hadir h 29:23 bersama Allah Taala dalam zikir itu. 29:26 Kalau sendirian bisa wah ngantuk entar 29:28 kalau sendirian entar ee khayal akhirnya 29:31 itu deh bareng-bareng deh. 29:32 H 29:32 bareng-bareng kita bareng-bareng. Ayo 1 29:34 2 3 dengan zikir ini, itu bareng-bareng 29:37 itu lain loh, Bib. Khasiatnya, Bib. He 29:39 he. 29:39 Dalam satu ruangan contoh bareng-bareng 29:42 itu jauh banget. Kalau 29:43 kalau majelis gitu lebih afdol apa 29:45 gimana? Enggak. Sama aja 29:47 tergantung. Hm. Memang kalau dari segi 29:49 afdalnya lebih afdal ramai-ramai 29:51 daripada sendirian. Kan tadi di hadis 29:53 tadi kalau seandainya dia sendiri 29:54 berzikirnya Allah pun menyebutnya dalam 29:56 kesendirian. Kalau beramai Allah 29:58 menyebutnya dalam keberadaan 30:00 malaikatnya. Zikir lebih yang bilamaah 30:03 lebih afdal dari zikir yang sendirian. 30:05 Kecuali kalau dia takut riak segala 30:07 macam. Nah itu lain lagi afdal 30:08 sendirian. 30:09 Seusnya ada dua di sini. 30:11 Dia harus punya wiridan zikir menyendiri 30:13 dan dia harus punya wiridan zikir 30:15 berjamaah. Oke. Jadi, pas zikir 30:17 berjamaah tadi itu jauh hasilatnya 30:19 dengan zikir yang sendiri. Oke. Akhirnya 30:22 gimana? Beberapa ulama tasawuf, ulama 30:24 tarbiyah dan tazkiah mereka lihat oke 30:28 kita bikin gerakan tertentu lebih 30:31 memudahkan kita untuk hadir untuk dalam 30:33 berzikir itu. 30:34 Nah, timbullah di sini yang kita sering 30:35 lihat tuh gerak-gerak 30:37 ee dalam zikir orang-orang tasawuf. 30:39 Heeh. 30:39 Sebenarnya sih itu hanya sampul. 30:41 Hm. 30:42 Sampul kalau bahasa gitu ya. Oh, 30:44 simpulsampul. 30:45 Sampul. Betul. 30:46 Sampul 30:46 itu adalah sampul. 30:48 Dan tasawuf itu bukan itu. Oh, apa sih 30:52 tasawuf? Tasawuf itu yang muter-muter 30:53 tuh yang muter-muter sampai puyang itu. 30:55 [tertawa] 30:56 Kenapa? 30:58 Muter-muter kat lingkaran. Habis itu 31:00 syekhnya di tengah-tengah mukul-mukulin 31:02 gitu. Itu tasawuf bukan. Itu sampul. 31:06 Sampulnya 31:06 yang intinya itu apa? Bagaimana cara 31:08 kita bisa berzikir dengan kehadiran hati 31:11 dengan cara apapun. 31:12 Hm. 31:13 Begitu BB. Kalau bisa lebih hadir dengan 31:16 sendiri ya bismillah sendiri jangan 31:17 ramai ini lebih utama untukmu. 31:19 Wah kalau dengan cara begitu puyangan 31:22 yang muter-muter. Jangan mut jangan 31:23 muter-muter. Bukan tasawuf bukan 31:25 muter-muter dan tasawuf bukan bukan 31:28 mukul-mukul dada dalam berzikir. Gak gak 31:30 dak. Itu cuma sampul untuk menghantarkan 31:32 mereka ke puncak dan tujuannya itu 31:34 adalah hadir hati. 31:36 Nah dengan cara apa haji? 31:37 Dengan cara bahkan dalam kegiatan 31:39 apapun. Noaf, Habib dalam kegiatan 31:41 apapun 31:42 menyendiri dia berzikir. Lagi jalan dia 31:44 berzikir. Ngapain dia berzikir? Terus 31:46 berzikir. 31:47 Dan kalau orang senantiasa berzikir 31:49 tentu misalnya dia lagi kerja kalau dia 31:53 ada kesempatan korupsi dia berzikir dia 31:55 ingat Allah dia lupa untuk 31:57 kalau dia mau dagang dia mau 31:59 kurang-kurangin timbangan, dia berzikir 32:00 dia ingat Allah lupa lagi. 32:03 Zikir tuh menjaga dia dari 32:04 perbuatan-perbuatan mungkar. 32:06 Lailahaillallah. 32:07 Swa Habib. Sawa. Sawa. Sawa. Jadi zikir 32:10 tuh ee dia akan merasakan kebersamaan 32:12 dengan Allah. Dengan kebersamaan itu 32:15 dia bakal dicegah enggak bakal bisa 32:18 untuk ee aneh-aneh. 32:20 I kata dan dia sudah merasa nikmat 32:22 dengan kebersamaan bersama Allah ini. 32:24 Wah sudah untuk terlintas di hatinya 32:26 untuk maksiat enggak terlintas sudah. 32:28 Bahkan terlintas saja enggak. 32:30 Heeh. Betul. Kenikmatan kok sama Allah 32:32 Taala. 32:32 Oh. 32:33 Kalau terpampang di hadapannya ada 32:35 kesempatan maksiat dia langsung rasa 32:37 takutnya langsung otomatis. Allahu 32:39 Akbar. Khasyatullah langsung apa namanya 32:41 ee langsung 32:43 ya sudah otomatislah kat dia merasa ada 32:45 dekat. Kalau kita dekat sama bos aja 32:47 misalnya kita sama 32:49 jalan sama bos kita mau nilap duit 32:52 bos juga kan kelihatan dalam [tertawa] 32:53 tatapan bos. 32:55 Nah ini kita bersama Allah Subhanahu wa 32:57 taala. 32:57 Swa habib sahih sahih ya nikmat jadinya. 33:01 Nikmat nikmat orang berzikir tu nikmat 33:03 syf. Apalagi yang sudah otomatis dia 33:05 berzikir terus ya Allah nikmatnya beb. 33:07 itu luar biasa ajib zikir bersama-sama 33:11 kaum salihin, kaum arifin. Nah, ini 33:13 patokannya tadi apa namanya? Zikron kat 33:16 apa zikr kata Nabi wasam, "Udzurullah 33:18 hatta yaquul munafi munafik annakum 33:21 majanun annakum majanin." Ya, sekiranya 33:24 orang-orang munafik mengira kalian 33:26 orang-orang gila 33:27 karena karena kebanyakan zikirnya. H 33:30 ajib. [tertawa] 33:32 Nah, berarti ini ini yang kalau versi ee 33:36 suudon ya. Astagfirullah. Ya, versi suon 33:38 ee ketika orang men-judge, "Wah, itu 33:41 orang gila tuh apaan tuh zikir kayak 33:43 gitu." Nah, berarti munafik ente nih. 33:45 Oh, [tertawa] 33:47 ini versusnya 33:49 kan Nabi bilang sehingga 33:51 orangorang munafik 33:53 Heeh. 33:54 menyangka kalian orang gila karena 33:55 kebanyakan zikir. Akhirnya orang-orang 33:57 Nabi bilang apa? Orang-orang 33:59 munafik. 34:00 Iya, iya, iya. Iya. 34:01 Mereka akan mengira-kira orang gila. Oh, 34:03 berarti ini bahaya nih. Berarti orang 34:04 yang mengira orang gila ini yang 34:06 sebenarnya gila nih sebenarnya. Oke. 34:09 Dikoreksi ya. 34:09 Dikoreksi berarti Allah maafiah 34:13 nam. 34:15 Lailahaillallah. Azzikir ajib Habib. 34:17 Azzikir ajib. Apa namanya? Kita menemui 34:20 menemui beberapa ee [mendengus] 34:22 guru-guru di sono yang orang-orang tua 34:24 di sono di Hadramut. Terus dia itu 34:27 enggak lepas zikir. Ada yang macam-macam 34:29 ya. ada yang khusus ee lebih mengarah ke 34:32 Al-Qur'an, baca Quran terus. He. 34:34 Oke. Ada yang dengan wiritanya sendiri 34:37 ee dibilang sampai kadang-kadang apa 34:38 namanya kalau kita dekat sama mereka ya 34:40 kayak kita dengar suara ee apa namanya 34:43 tuh? Sarang sarang tawon Bib. 34:45 Heeh. 34:47 Gitu. Heeh. 34:48 Apaan tuh ya zikirnya 34:50 anjing 34:50 terus gitu kita salaman sama dia. Nah 34:53 kita 34:55 ajak ngomong baru 34:57 saya ngomong zikir lagi. Bahagia 35:01 bisa orang begitu 35:02 itu subhanallah ajib. Bahkan dalam 35:04 tidurnya pun enggak luput dari zikir. 35:07 Hm. 35:08 Nah ajib. 35:10 Wah minal habaib namanya Habib Abdullah 35:12 bin Abdullah eh Habib Abdullah bin Idrus 35:15 Al Idrus. 35:16 He Tarim. 35:17 ee apa namanya? Beliau sempat menjadi 35:20 imam masjid segaf dan masyaallah beliau 35:22 memang alagat bil Quran ajiban Al-Qur'an 35:25 masuk dalam zikir, selawat juga masuk 35:26 dalam zikir ya semuanya itu zikir semua 35:31 beliau ini, Bib kalau ke mana-mana baca 35:33 Quran terus khatam Quran tuh sehari bisa 35:36 berapa kali khatam Quran. 35:38 Sampai-sampai dalam managi beliau ketika 35:41 beliau tidur 35:44 ngigonya ngigo Quran 35:47 ngigonya. 35:48 Heeh. 35:48 Ngigo baca Quran 35:51 kedengaran. E enggak sadar ni beliau nih 35:54 bangun 35:55 kalau ditanya baca apaan tadi? Ya tangan 35:57 tidur. Padahal dia ngigunya ngigo baca 36:00 Quran. Yang ajibnya begini. Kalau beliau 36:02 tidur sekarang contohnya ngigu baca 36:05 Quran, baca surat Alfatihah, kemudian 36:07 Albaqarah sampai ayat 100 contohnya 36:09 bangun dia ya aktivitas. Besoknya pas 36:12 tidur lagi nerusin BB baca Albagar ayat 36:16 101. 36:16 Heeh. Heeh. 36:17 Guaya gitu sampai pas bangun e ayat 36:21 sekian besoknya pas lerusin lagi. Jadi 36:24 ada khataman Quran pas 36:25 waktu tidur. Tidur. Wallah. [tertawa] 36:29 Ya Allah saking salehnya. Jadi ngatemin 36:32 Quran waktu tidur, Pak. 36:34 E ngigonya ngatamin Quran. 36:36 Subhanallah. Kok bisa pas itu pas beliau 36:38 tidur 36:39 tak mulainya dariak 36:41 enggak sadar 36:43 [tertawa] 36:44 mulainya dari tempat yang berhenti yang 36:45 kemarin. 36:46 Allahu Akbar. 36:48 Ini artinya begini. 36:50 Oh, itu mah mustahil. Enggak. Enggak 36:51 mustahil. Jangan. E lihat kok banyak di 36:52 YouTube kan video-video orang lagi 36:54 dioperasi baca Quran segala macam. Ini 36:56 kenapa? ketika ketika seseorang dihantui 36:59 dengan pikiran itu akhirnya datang di 37:02 dimimpinya, di ngigonya tanpa disadari 37:04 ya kan karena i dihantui dengan pikiran 37:06 itu normal lah 37:08 normal 37:08 normal sangat beliau ini ya senantiasa 37:11 dengan Al-Qur'annya terus baca ke sono 37:13 sini datang hari dia tidurnya kan 37:16 [tertawa] 37:17 ya kita mau mikir pikiran yang paling 37:19 kita pikirin datang waktu tidur 37:21 datang waktu tidur lailahaillallah 37:22 kalau kita pikirin perempuan, perempuan 37:24 [tertawa] 37:25 kalau kita pikirin duit duit duit duit 37:27 pas ngigo gigonya duit duit duit 37:29 lailahaillallah 37:32 nah ini dia saking dekatnya sama 37:33 Al-Qur'an tidurnya 37:35 baca Quran akhirnya Allah ajib 37:37 ajib nah dalam ayat yang tadi eh fil 37:41 ayat ba'du yang huzi yusli alikumur 37:46 wina rahima ini ajib ini seringkiali 37:50 kita apa namanya e mendengar khasiat 37:53 selawat 37:57 Barang siapa yang berselawat untukku 37:58 sekali, maka Allah Taala memberikan 38:01 selawat kepadanya 10. Ah, selawat dari 38:04 Allah itu artinya rahmah. 38:06 Apa sih ee khasiat rahmat dari Allah? 38:09 Apa sih khasiat selawat dari Allah? Di 38:11 sini diat sini dijelaskan ialah Allah 38:13 Taala yang memberikan kalian selawat 38:14 atau rahmat dan malaikatnya untuk apa? 38:17 Nah, ini dia khasiatnya. 38:19 minulumatianur 38:21 mengeluarkan kalian dari kegelapan ke 38:24 cahaya. 38:26 Ketika Allah Taala memberikan rahmat 38:28 kepada kita, selawat kepada kita itu 38:31 Allah Taala mengeluarkan kita dari 38:32 kegelapan kecahayaan. Kegelapan apa? 38:34 Dengan segala makna. Kegelapan, 38:36 kegelisahan, kegelapan kesumpekan, 38:39 kegelapan kemiskinan. 38:41 Kata apa aja deh? Dikeluarkan menuju 38:45 cahaya-cahaya ketenangan. Ohak cahaya 38:49 hati, cahaya kemapanan, ya cahaya 38:53 saadah, ee kata senang terus itu semua 38:56 dengan makna cahaya. Terserah mau 38:58 ditafsirkan cahaya apa. Itulah hasil 39:00 daripada selawat dari Allah Taala. Satu 39:03 selawat kepada Rasulullah dibalas dengan 39:06 10 selawat yang mana satu selawat dari 39:08 Allah Taala ini khasiatnya bisa 39:10 mengeluarkan kita daripada kegelapan 39:12 menuju ke terang benerang. 39:16 di ayat yang setelahnya 39:26 habib Allah Taala menyuruh nabinya wahai 39:30 Rasulullah wahai Nabi Muhammad isbir 39:32 nafsaka apa namanya bersabarlah 39:35 artinya ee senantiasalah engkau bersama 39:39 siapa mainaahum 39:41 duduk sama mereka itu orang-orang yang 39:42 berzikir orang yang berdoa yang mana 39:44 mereka itu ee senantiasa berdoa berzikir 39:47 pagi dan sore. 39:49 Yang mereka tuju adalah ee keridaan 39:51 Allah Taala. 39:52 Duduk dengan mereka terus dan sabarkan 39:54 dirimu ketika duduk dengan mereka. Wala 39:56 ta'du ainakahum. Artinya apa? Jangan 39:59 menoleh apa namanya? Ee pandanganmu ke 40:02 yang lain. 40:03 Heeh. 40:03 Pandanglah mereka dan perhatikanlah 40:05 mereka. Ini artinya memberikan 40:06 perhatian. Arti Bib duduk sama mereka. 40:09 Kasih mereka perhatian. Udh jangan toleh 40:11 yang lain deh. Senantiasa engkau bersama 40:13 mereka orang-orang yang berzikir. Nah, 40:14 ini ayat 40:16 di antara ulama-ulama kita mereka 40:18 mentafsirkan ajib. Oh, berarti 40:20 orang-orang yang berzikir itu senantiasa 40:23 dalam pantauan dan rianya Rasulullah 40:25 sallallahu alaihi wasallam. Nah, kan 40:26 begini. Allah nyuruh Rasulullah untuk 40:28 senantiasa bersama mereka. 40:29 Begitu. Wasb nafs Allah perintahkan 40:31 nabinya untuk bersabar 40:33 senantiasa bersama mereka. 40:35 Jangan maning di sini aja. Jangan engkau 40:37 palingkan mukamu, jangan engkau 40:39 palingkan pandanganmu. Enggak pantau 40:41 mereka terus orang yang berzikir itu. 40:43 Oh, ajib. 40:46 Allahu Akbar. [tertawa] 40:49 Dalam hadisnya Nabi Wasallam bersabda, 40:52 "Innallaha yaakul Allah Taala berfirman 40:53 dalam hadis Gusi, ana maa abdi 40:55 maakaraniharakat 40:57 biata." 40:59 Aku senantiasa bersama hambaku selagi 41:01 dia berzikir kepadaku dan selagi dia 41:05 bergerak lisannya untukku, kata Allah 41:07 Taala. 41:08 Terus ketika dia bergerak lisannya 41:10 senantiasa Allah Taala bersamanya. Nah, 41:12 itu Bib hadis sahih. Nah, ini yang tadi 41:15 kita bahas tadi. 41:17 Nabi wasam bersabda, "Yagulullah." Allah 41:18 berfirman, "Ana abdi biana maahuakar." 41:22 Aku senantiasa berada dalam prasangka 41:26 hambaku. 41:28 Ini ajib Habib. Pembahasan panjang 41:29 sebenarnya kalau masalah perihal dan ini 41:33 seorang hamba itu dianjurkan bukan 41:36 dianjurkan diwajibkan 41:39 untuk berhusnudzan 41:41 untuk berbaik 41:43 sangka. Sebelum dengan hamba-hamba Allah 41:45 enggak baik sangka dulu dengan Allah. 41:47 Jangan jangan berpersangka buruk sama 41:49 Allah Taala 41:51 ya. 41:52 Setiap apa a yang menimpamu pasti ada 41:54 hikmahnya. Pasti Allah Taala 41:56 menginginkan perkara perihal baik 41:58 untukku dalam peristiwa ini. Jangan. Wah 42:00 ini berarti tanda bakal datang bala ini. 42:04 Jangan jangan 42:05 terjadian akhirnya. [tertawa] 42:07 Kan gini ana abdi terserah faladun masya 42:11 dalam riwayat terserah mau berprasangka 42:13 apa kepadaku. Aku senantiasa akan 42:15 bersamanya dalam prasangka itu. 42:18 Terus husnudan lah pas doa di harus 42:21 dikuat. Ada empat tempat dianjurkan 42:24 untuk menguatkan husnudzan. 42:26 Heeh. 42:27 Ketika doa pertama pas doa ente harus 42:29 husnudan, harus yakin ini bakal 42:31 diijabahkan oleh Allah Taala. Jangan 42:34 ragu ente doa tapi ragu ah ini 42:36 dikabulkan enggak ya? Ya udah deh ragu. 42:39 Allah yang ngabulkannya juga ragu 42:40 akhirnya kan tergantung prasangkamu. 42:43 Kalau yakin pasti Allah ngabulkan pasti 42:45 dikabulkan. Satu ketika doa. 42:47 Kedua ketika sakaratul maut. Taban 42:49 ketika sakaratul maut pas mau meninggal. 42:51 Nah, di situ dianjurkan husnudan yang 42:54 banyak. Jangan engkau ingat dosa. Jangan 42:56 engau ingat karunia Allah Taala. Allah 42:58 maha pengampun. Allah maha pasti Allah 43:00 Taala akan menerimamu dengan karunianya 43:03 antar di akhirat. Jadi apa namanya? 43:06 Ketika dicabut nyawa kita dalam keadaan 43:08 husnudan yang yang full. Oke. Juga 43:11 dianjurkan husnudan h ajibal bala. 43:14 Ketika datang bala husnudan di situ. 43:18 Jangan lan. Jangan putus asa. Jangan 43:22 sudah enggak ada harapan lagi. Lah la 43:23 lah. Di sini, di sini tempatnya 43:24 Husnuzan. 43:25 Gimana, Husnuzan? Mikir apa, Bib? Waktu 43:27 kenapa? 43:27 Haji. Oke, jangan jauh-jauh. Ceritanya 43:30 begini, Bib. Kita melihat Nabi Allah 43:31 Musa alaihi salam. 43:32 Allahum 43:33 ketika terpojok kan dikejar sama Firaun 43:36 tuh 43:37 sampai ke mana akhirnya? Sampai ke tepi 43:39 sungai. Sungai Niri. 43:40 Nilir. 43:41 Qala ashabu Musa inna lamudrakun. Wah, 43:44 udah kelar gitu ya. Ketangkap gitu ya. 43:46 Ke mana lagi sekarang? 43:49 Depan sungai ini belakang ya masukkan 43:51 Firaun ya pasti habis gitu. Heeh. 43:53 Apa kata apa kata Nabi Musa? Kalla 43:56 enggak? 43:58 Inna maiabah 44:00 sayahdin. Oh ajib. Enggak. Kenapa? Ana 44:03 maib rabbi 44:06 sayahdin. Dalam perihal ini sudah 44:08 terpojok. He. 44:10 Ya artinya ee tabiat kalau kita suudon 44:13 artinya ke mana lagi kita sudah pasti 44:15 habis. 44:16 Enggak enggak bisa dalam peristiwa ini 44:17 semestinya husnudan. Enggak. Allah pasti 44:19 menyelamatkanku dengan keyakinan 44:21 husnudan yang kuat. 44:24 Apa namanya? Langsung Allah kasih wahyu 44:26 untuk mukul apa namanya ee sungai Nil 44:29 sampai terbelah 12 dan riwayat riwayat 44:32 terbelah dua 44:34 itu semua berkat berkat husnudan ketika 44:36 bala itu. 44:37 Hm. 44:37 Ketika ada bala husnudan lah kepada 44:39 Allah langsung dibukakan. 44:42 Pelajarnya begini Habib. Ini ajib. 44:45 Kenapa sih Allah ngasih bala? 44:46 Kadang-kadang iya begini. Di antaranya 44:48 Allah Taala kangen sama suara ente 44:50 enggak doa sudah lama. 44:51 Satu itu versi versi hasnadan yang bagus 44:55 itu. 44:55 Yang kedua, Allah Taala akan memberikan 44:57 pertolongannya bilamana engkau sudah 45:00 putus asa dari makhluk. 45:01 Iya 45:03 yang yakin kepada Allah sahaja. Ketika 45:05 itu Allah pasti memberikan 45:07 pertolongannya. Muskilahnya apa? Kita 45:09 kadang-kadang masih mengharap kepada 45:10 makhluk 45:11 sampai Allah dibiarin. Dibiarin biarin 45:13 terus sampai capek sampai capek sampai 45:17 kesal. Heeh. 45:18 Sampai kalau bahasa patah hati patah 45:21 hati 45:21 sampai patah hati sama makhluk lah. 45:23 [berdehem] 45:23 Sudah patah hati sudah kelar enggak ada 45:26 lagi kecuali Allah Taala. Ah sini Allah 45:27 bukakan seakan-akan Allah bilang gini 45:30 coba dari awal sama aneh dari awal sudah 45:33 kasih ya sudah dibiarin sama Allah 45:35 Taala. Coba harap ke si fulan fulan 45:36 fulan fulan ee apa akhirnya dia patah 45:39 hati dia sakit hati fin nihayah dia 45:41 balik kepada Allah bukakan. Kalau dari 45:43 awal balik kepada Allah dari Allah dari 45:46 awal Allah bukakan. Nah, itu di 45:47 antaranya. 45:48 Jadi, dengan apa Allah Taala mengingat 45:50 dengan bala? 45:51 Dikasih bala. Bala sampai kita kesal 45:53 sama orang, sampai kita [tertawa] putus 45:55 asa sama manusia. Ketika itu kita 45:57 kembali kepada Allah. Nah, inilah tujuan 45:59 Allah Taala memberikan bala kepadamu. Di 46:00 antaranya itu. Itu versi husnudannya. 46:03 Oh, banyak, Bib. 46:05 Masyaallah. Masyaallah. 46:07 Lainnya mungkin Allah Subhanahu wa taala 46:08 lagi menangguhkan 46:10 ee menghapuskan dosa kita pada saat itu, 46:13 daripada nanti azabnya ditangguhkan di 46:15 hari kiamat. Sahih. 46:17 Lebih pedih lagi mungkin. 46:18 Sahih. Sahih. Sahih. Betul, Habib. Betul 46:20 banget. Di antara versi husnudannya 46:22 ketika balai itu ya ini pengampunan dosa 46:24 di sini ya kan? He 46:26 kayak antum bilang tadi. Insyaallah 46:28 maksiat-maksiat kita yang lalu ya sudah 46:29 cukup ini azabnya. Jadi enggak diazab 46:31 lagi entar di barzakh. [tertawa] 46:33 Insyaallah. 46:34 Oke. 46:35 Jazakumullah khair habib. 46:36 Ajir Habib. Waana maahuakarani 46:40 nafsiakartu fi nafsi. Tadi yang kita 46:42 jelaskan. Aku akan bersamanya bilamana 46:44 dia berzikir kepadaku. Bilamana dia 46:46 menyebutku dalam kesendiriannya, aku pun 46:48 menyebutnya dalam kesendirianku. Kata 46:50 Allah Taalau 46:54 min 46:55 bilamana dia menyebutku dalam 46:57 keramaiannya. Ah berarti apa di sini? Di 47:00 antara dalil sunahnya kita berzikir 47:02 bareng-bareng. Nah ini. 47:03 Hm. 47:04 Wah kata bilamana dia menyebutku dalam 47:07 keramaiannya maka aku akan menyebutnya 47:09 dalam keramaian yang khair minum. lebih 47:11 baik daripada keramaiannya. 47:12 Heeh. Heeh. 47:13 Kalau kita nyebut Allah Taala ee depan 47:15 10 orang contohnya barang Allah pasti 47:17 akan nyebut kita lebih dari itu. 47:19 Bukan cuma 10 malaikat, berapa ratus 47:21 malaikat. Wallahuam. Khair minuh falain 47:23 khair minuh. Dan terus seperti itu. Nah, 47:26 gitu. 47:26 Apalagi kalau kita mengajak orang untuk 47:28 mencintai Allah subhanahu wa taala. 47:30 Mungkin Allah subhanahu wa taala 47:31 mengajak para malaikat 47:32 Allah untuk mencintai kita. Ah, ada 47:34 hadisnya kan. 47:35 Karena Allah Taala sudah cinta ke 47:36 seorang. 47:37 Heeh. He. 47:37 Maka apa namanya? Eh, Allah panggil 47:41 Jibril. Oi, Jibril, sungguh aku telah 47:43 cinta kepada si fulan. Maka cintalah 47:44 kalian. 47:45 Allah. 47:46 Habis itu Jibril ngapain? Ke langit. H 47:49 ke penghuni apa tuh? Ee 47:52 malaikat-malaikat penghuni langit. Wah, 47:53 ya ahlus sama. Woi penghuni langit. 47:56 Allah Taala telah mencintai si fulan, 47:58 maka wajib kalian untuk mencintainya. 48:01 Semuanya cinta sama dia. Akhirnya 48:04 gara-gara apa? Gara-gara tadi kalau dia 48:06 ngajak orang untuk cinta kepada Allah, 48:08 Allah ngajak malaikat semua untuk cinta 48:10 kepadanya. Nih orang ni hamba nih. 48:12 Ini dalil untuk berdakwah juga, Bib. Ya, 48:14 kalam azim. 48:15 Insyaallah. Gimana kalau kita ngajaknya 48:17 pakai jadi kameraman, jadi operator, 48:19 jadi miar boleh? Apa 48:20 aja, Bib? 48:21 Masyaallah. Masyaallah. Jadi pendengar 48:23 hasil barangkali. 48:23 Allahu Akbar. 48:25 Apun kerjanya nyebar-nyebarin stiker 48:28 hasil, Bi. 48:29 Jual-jalan stiker hasil biar orang 48:31 ngedengar hasil. Masyaallah. Masyaallah 48:33 mudah-mudahan diterima juga beb ya. 48:35 Akidyaahil insyaallahf wa yuhibib 48:38 wuhibb. 48:39 Amin. Aminyaallah. 48:41 Kir habib 48:41 mungkin mau jeda dulu, Bib. Mau minum 48:43 apa? 48:44 Siap Habib. 48:45 Ikhwan akad. Bagi ikhwan akh yang ingin 48:46 bertanya curhat barangkali sama Habib 48:48 Mustaba silakan telepon ke 0218451512 48:54 atau bisa kirimkan WhatsApp ke 48:56 0811999720. 49:00 Kami akan kembali setelah jeda berikut 49:02 ini. 49:05 [musik] 49:18 Yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 49:20 Jazakumullah khairan jaza. Masih 49:22 mendengarkan sampai detik ini. Masih 49:24 bersama kami di kajian tasawuf bersama 49:26 Habib Ahmad Musttaba bin Syahab. Ada 49:29 Neja kameraman dan juga Agus Susilo di 49:32 meja operator. Dan kita masih membahas 49:35 tentang salah satu ciri ahli tasawuf ya 49:37 ini yakni senantiasa berzikir. Tadi 49:40 sudah dijelaskan bagaimana 49:42 fadilah-fadilah berzikir, bagaimana 49:45 kebiasaan orang saleh dalam berzikir, 49:48 kebiasaan para wali dalam berzikir 49:50 kepada Allah subhanahu wa taala. juga 49:51 tadi dijelaskan tentang dibacakan 49:54 tentang ayat-ayat Quran, tentang 49:56 keagungan mengingat Allah Subhanahu wa 49:59 taala juga tentang hadis tentang 50:01 mengingat Allah Subhanahu wa taala. 50:04 Akat. Bagi akad yang ingin berdiskusi 50:06 silakan. Sudah banyak sih sebenarnya 50:08 yang masuk cuman kalau akad mau bertanya 50:11 siapa tahu kebaca 0811999720 50:16 atau kalau telepon mungkin barangkali 50:18 kalau WhatsApp tidak kebaca-kebaca boleh 50:21 telepon juga ke 0218451512. 50:25 Habib mau ada penjelasan yang 50:27 dilanjutkan atau pertanyaan? Langsung 50:29 pertanyaan 50:29 langsung pertanyaan aja ya. 50:30 Bismillahirrahmanirrahim. 50:32 Oh, banyak sekali. Sip. 50:34 Saya pilih dulu. 50:37 Ada banyak sekali ee pertanyaan yang 50:39 masuk. Ada dari Femi Tebet, Ikhwan 50:41 pencinta Habib. Masyaallah. Oh, pencinta 50:43 kitab. Ada Ibu Ros, ada Pak Ridwan, ada 50:47 Ibu Darma, ada Ibu Mala, ada Haji A di 50:52 Cipulir. Masyaallah, jazakumullah 50:54 khairan jaza. Saya bacakan satu dulu. 50:56 Ini yang sudah dari tadi. Ee, 50:58 asalamualaikum warahmatullahi 50:59 wabarakatuh. Habib Ahmad MTA dari Ibu 51:01 Hani di Jakarta Barat. Terkait dengan 51:04 memperbanyak zikir, pernah mendengar 51:07 zikir-zikir seperti subhanallah 51:09 wabihamdih adada khqi warid nafsih 51:13 wainata asih waidada kalimatih bisa 51:16 menjadi solusi bagi kelemahan manusia 51:19 dalam memperbanyak zikir. Apakah benar 51:22 seperti itu, Habib? Mohon mencerahnya 51:24 pencerahannya. Jazakumullah khairan jaza 51:28 Jamil. 51:30 Aib. Bismillahib ya. Oke. Eh, 51:33 masyaallah. Jazakumullah khair 51:35 wajakillah khair Ibu Hani ee atas 51:38 pertanyaannya. Di sini beliau menanyakan 51:41 khasiat daripada salah satu zikir. 51:43 Subhanallah wabihamdih khqi wfi. Oke. 51:46 Ini sebenarnya ada dua, Habib. Yang 51:48 pertama subhanallah wabihamdih satu 51:49 potongan. Yang kedua adada khqih sampai 51:51 akhir itu 51:52 yang untuk masalah yang kedua adada 51:54 khqihi warid nafsihi arsi widada 51:56 kalimatih. Ee ini bisa disertakan ke 52:00 zikir apapun ya. bisaallah 52:04 maknanya apa itu ya? 52:05 Nah, maknanya apa dan dalilnya apa? Ini 52:07 ada ceritanya begini, Habib. 52:08 He he. 52:09 Waktu itu Nabi sallallahu alaihi 52:10 wasallam 52:12 ee di rumah Sayidah Aisyah. Nah, ketika 52:16 Baginda mau keluar ya, Sayidah Aisyah 52:18 lagi duduk lagi berzikir. Tuh banyak 52:20 berzikir. Nah, Sayidah Aisyah 52:23 ee apa namanya? Ngitungnya pakai batu. 52:27 Ah, ngitungnya pakai batu. Ada batu 52:30 banyak tu. 52:30 Heeh. He 52:31 dit satu-satu dipindahin batu ini ke 52:32 sini sampai berzikir 52:34 ngitung pakai batu. 52:35 Yang di antara dalilnya tasbih nih, Bib. 52:37 Di antara dalilnya tasbih itu ada di 52:40 zaman Rasulullah dan enggak bidah. Di 52:43 antara ini dalilnya 52:45 tasbih kan artinya alat hitung ya. 52:46 Dengan cara apapun sih mau pakai 52:47 gitu-gituan, mau pakai yang elektronik, 52:49 mau pin batu. 52:50 Heeh. Heeh. 52:50 Ya. Dengan cara apa, Pak? 52:52 Pakai ras jari apa 52:53 pakai ras jari gitu. Dengan cara apa aja 52:54 bisa. 52:56 Nah, e Sayidah Aisyah mulai berzikir tuh 52:58 mindahin satu batu. zikir sampai sampai 53:03 sore wasallam balik ke rumah Sidah 53:06 Aisyah masih dalam pola duduk yang sama 53:09 seharian tuh berarti dari pagi sampai 53:10 sore tuh zikir ya 53:13 Nabi bilang gini eh amaimuki kalimat mau 53:17 enggak aneh ajarin ente kalimat 53:18 Heeh 53:19 ya yang bisa menandingi zikirmu dari 53:22 pagi sampai sekarang he 53:24 apaan Rasulullah boleh ah baru diajarin 53:26 ini dengan mengacap mengucapkan al 53:29 khqihi 53:32 Jadi dengan pola ini dengan satu dengan 53:34 apa jumlah ini, kalimat ini ee 53:37 didabelkan pahala-pahala zikir kita. 53:41 Sebanyak yang kayak tadi ceritanya dari 53:42 pagi sampai sore enggak tahu berapa 53:44 ratus itu, enggak tahu berapa ribu. 53:45 Kalau kita zikir dengan satu bilangan 53:47 ya, tapi dengan ini akhirnya itu 53:49 didobelkan. Nah, artinya apa? Artinya 53:52 adada khalqihi satu zikir ini contohnya 53:53 subhanallah wabihamdih atau 53:55 lailahaillallah ataupun alhamdulillah 53:57 atau apalah. Tapi kita mau ini berharap 53:59 kepada Allah Taala. Kita berharap kepada 54:00 Allah Taala untuk Allah Taala mendoukan, 54:03 melipat gandakan 54:04 He. 54:04 zikir ini sebanyak apa? 54:06 Heeh. 54:06 Adada khqihi. Sebanyak bilangan 54:08 makhluknya. 54:09 He. 54:10 Oh. Ada berapa ya makhluk Allah Taala? 54:12 Wah masyaallah. Nah itu deh. Ana pengin 54:13 zikir ini didouelkan oleh Allah sebanyak 54:16 bilangan makhluknya. 54:17 Warid nafsih. Dan sebanyak keridaan ee 54:21 dirinya. Keridaan Allah Taala. Berapa 54:23 kali Allah pernah rida kepada 54:24 hamba-hambanya? Wah enggak terung. Nah, 54:26 Anda pengin zikir ini pun didabalkan 54:27 seperti itu. 54:28 Wazinata arsi dan bisa diartikan zina 54:31 perhiasan. Perhiasan arsy. Perhiasan 54:33 arsnya Allah Taala. Arsnya Allah Taala 54:36 ada berapa perhiasannya atau zina 54:38 keberatan? Arsnya Allah Taala berapa 54:40 berat? Ana pengin zikir ini seperti itu 54:42 juga dalam bilangannya dan beratnya. 54:44 Widada kalimati dan kalimatnya Allah 54:46 Taala eh perlu berapa tinta enggak 54:50 habis-habis. 54:57 kan 54:58 e kalau seandainya lautan jadi tinta dan 55:01 pohon jadi apa namanya tulisan pulpen 55:04 itu bakal habis semua tetap aja 55:06 kalimatullah senantiasa masih ada. Nah, 55:08 ana pengin zikir yangikit yang satu ini 55:10 didobelkan seperti bilangan kalimatnya 55:12 Allah yang enggak ada habis-habisnya. 55:13 Nah, itu artinya itu arti daripada khqi 55:16 nafsi akhir akirillah. Jadi satu zikir 55:18 ini betul dia satu tapi harapan kita, 55:21 kita maunya agar Allah Taala 55:24 mendoukannya 55:25 sebanyak bilangan yang itu tadi. 55:27 Bilangan berapa jumlah makhluknya dan 55:29 keridaannya Allah Taala dan perhiasan 55:32 arsynya dan juga bilangan ee daripada 55:35 tinta-tinta kalimatnya. 55:37 Ini semua zikir makanya dalam ee e apa 55:40 namanya azkarnya 55:42 ee khulasah ataupun dari apa namanya 55:45 diambil Habib Muhammad Al Haddar itu 55:47 setiap-tiap beliau berzikir 55:49 akhirnya ditambahin ginian 55:51 zikir apa aji akhirnya tambahin ginian 55:53 ya harapan gitu untuk didabelkan 55:56 untuk khasiatnya subhanallah 55:58 wabihamdihian oh kalau kita masalah 56:00 khasiat zikir ya wuh macam-macam banyak 56:03 [tertawa] banyak hasiat tiap-tiap zikir 56:05 itu ada khasiat-hasiatnya nya ee jadi 56:08 kayak obat ya, tergantung sakitnya apa 56:10 nih ee kasih obatnya terus gitu 56:13 ada umum ada obat khusus ada kayak 56:14 vitamin umum gitu apa aja si ada obat 56:17 khusus BB adair khusus ini untuk inian 56:19 kata jangan dibuat yang lain adanya itu. 56:21 Oh gitu 56:22 ada, Bib. Nah ini banyak sekali dikarang 56:25 e ulama mengarang hasil-hasiat di antara 56:28 yang ajib kitab Al-Azkar Nawawi. 56:30 He 56:30 ya kan disebutkan oleh Imam Nawawi 56:33 zikir-zikir dan hasil-hasiatnya. Di 56:34 antara juga almadjar rabbih fiwabil amal 56:36 saleh. Disebutkan juga zikir-zikir 56:38 dengan khasiat-hasiatnya. Di antaranya 56:40 subhanallah wabihamdih. Oke. Hasatnya 56:42 banyak ini. 56:43 Subhanallah wabihamdih. 56:44 Oke. Yang makrufnya apa begini? Yang 56:47 makrufnya Habib Subhanallah wabihamdih 56:49 tambahin dikit. Subhanallah. Subhanallah 56:51 wabihamdih subhanallahzim. 56:52 Astagfirullah. Yang berzikir itu 100 56:54 kali antara azan dan salat subuh. 56:58 Ya. Ee antara azan 57:01 habis azan subuh. Tapi sebelum salat 57:02 subuh, baca itu 100 kali 57:05 itu apa namanya? Ee akan dibawa akan 57:09 diseret ke kakinya. 57:12 Nah, itu kalau muadabah ala ah zikir itu 57:15 dari mana? Dari 57:16 ee apa ya? Antara setelah azan tapi 57:19 sebelum salat subuh 57:21 100 kali. Subhanallah wabihamdih. 57:22 Subhanallahim, astagfirullah. 57:24 Ajim. 57:24 Oke. Itu di antara hasilnya 100 kali. 57:26 Biasanya yang rezeki-rezeki gini suka 57:28 [tertawa] laku, beb. 57:30 Oh, gitu, Beb. Ya, 57:30 kalau yang khasiatnya rezeki-rezeki gini 57:32 laku banget di pasar [tertawa] 57:35 di pasaran di kalangan. 57:39 Di antara hasil juga Subhanallah whamdih 57:41 ini apa hasilatnya? Di antaranya 57:43 disunahkan kita membaca ini zikir 100 57:45 kali setelah salat Jumat. Ee setelah 57:48 salat Jumat. Uh, itu luar biasa. Habib. 57:51 alfakir gak ingat berapa bilangannya 57:53 akan diampunkan dosa-dosanya sekian 57:56 dosa-dosa. Bilamana [mendengus] ee sudah 57:58 terampuni dosa semuanya akan dibagi-bagi 58:00 ke mana? Ke orang tuanya, ke 58:02 keluarganya. 58:04 Ini bilangannya besar sangat. Kalaupun 58:06 sudah cukup mencukup dibagi-bagi tang 58:08 tangganya 58:09 dalam pengampunan dosa itu. Subhanallah 58:11 ee apa 100 kali setelah salat Jumat. Di 58:14 antaranya tadi yang apa sahih dengan 58:16 bahwa bisyakil amam. Bisyakilal am untuk 58:19 ee pelapangan dada. ee ketenangan hati 58:22 itu zikir apa aja pasti 58:23 h 58:24 zikir apa aja pasti akan mendatangkan ke 58:27 lapangan dada walaupun memang ada 58:29 sebagian zikir yang lebih khusus untuk 58:31 pelapangan dada di antaranya ini betul 58:33 subhanallah wabihamdih 58:34 kayak juga surat alam nasrodrq 58:38 sambil megang dada biasanya tuh habis 58:39 salat insyaallah dilapangin dadanya 58:43 rbisrohli sodri waassirli amri 70 kali 58:46 sehari itu semua hasatnya sama untuk 58:48 perelapangan dada dan ngilangin sumpek 58:51 Oh, yang 58:52 kalau yang enggak boleh ditinggalin 58:54 banget apa, Beb? Zikirnya 58:57 enggak boleh nih zikir yang ini enggak 58:59 boleh. Minimal pokoknya ini zikir ini 59:02 enggak boleh ditinggalin dalam se 59:03 lailahaillallah. Dalam sehari [tertawa] 59:06 ya. Kalau dalam pandangan syariat yang 59:08 wajib-wajib aja ya salat. Tapi kalau 59:09 dari segi ininya 59:11 ee selawat jangan jangan kurang. Kalau 59:14 kalau dulu sih Imam Sakhawi bilang fil 59:16 badi 59:17 jangan kurang dari 300. H. Masyaallah. 59:19 Orang 59:20 kita ya jangan kurang dari 30 lah setiap 59:23 hari. 59:23 Siap. [tertawa] 59:24 Siap. 59:24 Yang paling-paling minimal 59:26 lailahaillallah. Paling ajib 59:27 lailahaillallah. Lailahaillallah itu 59:30 zikir bidayah wzikir nihayah. Mulai 59:32 dengan lailahaillallah dan semua akan 59:34 bermuara ke lailahaillallah. 59:36 Ajib. 59:38 Makanya 59:38 di bulan apa tuh? Di bulan Rajab apa 59:41 Syakban? Setiap habis salat 59:43 lailahaillallah 59:46 waduh. 59:47 Zulhijah. 59:47 Zulhijah. 10 hari pertama. 59:50 Oh itu 10 hari pertama ya. Insyaallah. 59:52 Insyaallahikallahikriamahuallah. 59:56 Banyak lagi hadis-hadisnya. 59:58 Faam annahu lailahaillallah. Ajib 1:00:00 lailahallah itu. 1:00:03 Uh semua hasilat zikir ada di sini di 1:00:05 lailahaillallah. 1:00:06 Aji aji. 1:00:07 Ngilangin sumpek. Wah kata mendatangkan 1:00:09 keyakinan gitu. Menyucikan hati. Nah itu 1:00:13 lailahaillallah. Banyak-banyakin 1:00:14 lailahaillallah. Terus 1:00:15 kalau baca Quran Bib gimana Bib? Apa 1:00:18 termasuk zikir apa? Memang itu 1:00:19 sebenarnya zikir 1:00:21 di antara zikir Habib. Betul. Di antara 1:00:22 zikir adalah Al-Qur'an, di antara zikir 1:00:25 selawat. 1:00:26 Quran pun termasuk termasuk zikir. 1:00:28 Wahak ee pun juga jangan ditinggalkan 1:00:31 katanya kan sehari minimal selembarlah. 1:00:33 Kalau orang dulu bilang sehari minimal 1:00:35 sejuz. 1:00:35 Sejuz satu a. [tertawa] 1:00:38 Kalau kita sehari minum ya minimal 1:00:39 selembar deh. Satu hari 1:00:41 jangan ditinggalin. Nah, ini paling 1:00:42 paling minimal untuk porsi harian kita. 1:00:44 Quran walaupun selembar, selawat 1:00:46 walaupun 30 lailahaillallah sebisa 1:00:49 mungkin. 1:00:51 Insyaallah jazakumullah khairan jaz 1:00:52 habib. Ee ada pertanyaan lagi mungkin 1:00:54 ini terakhir. Asalamualaikum 1:00:56 warahmatullahi wabarakatuh, Habib. 1:00:57 Wah, ini ketumpuk. Tapi saya ingat 1:00:59 pertanyaannya ee Habib, bagaimana dengan 1:01:03 ee orang yang 1:01:07 berzikir senantiasa berzikir, 1:01:08 menyendiri, tapi lupa mencari nafkah 1:01:11 untuk keluarganya? 1:01:11 Waduh. 1:01:13 Coba gimana tuh? Enggak apa, Habib tadi 1:01:16 kayaknya tadi ya? Kurang lebih seperti 1:01:19 itu, 1:01:21 Ajib, Mumtaz. 1:01:24 Di sini, Habib harus didirikan suatu 1:01:26 mizan, mizan timbangan. 1:01:29 Nah, jadi kita tahu apa namanya yang 1:01:31 mana yang utama, yang mana yang lebih 1:01:34 utama yang harus diutamakan. 1:01:35 Wahak. 1:01:37 Kaidah pertama 1:01:39 tidak bisa ee perihal yang sunah itu 1:01:43 menggugurkan perihal yang wajib. 1:01:45 Itu kaidah yang pertama. 1:01:47 Zikirnya zikir apa? Zikir sunah atau 1:01:49 zikir wajibkah? Oh, zikir zikir sunah. 1:01:51 Oke. Sedangkan mencari nafkah itu 1:01:53 perihal yang wajib. Berarti gak bisa di 1:01:55 sini perihal yang sunah menggugurkan 1:01:57 perihal yang wajib. Akhirnya apa? 1:01:59 Jatuhnya itu sunah bukan jadi sunah 1:02:01 menjadi haram. Akhirnya ketika orang 1:02:03 mendahulukan yang sunah gara-gara sunah 1:02:06 itu akhirnya dia melantarkan perihal 1:02:08 yang wajib yang tadinya itu sunah yang 1:02:10 dikerjain menjadi haram hukumnya. 1:02:12 Hm. 1:02:13 Wahak. Contoh begini. 1:02:15 Heeh. 1:02:18 Dia enggak pakai celana untuk pakai 1:02:21 celana pendek tapi dia punya sarung 1:02:24 yang semestinya sarung itu dipakai sama 1:02:26 dia untuk nutup auratnya. Ini kagak. 1:02:27 Heeh. 1:02:28 Pakai buat pakai imamah. 1:02:30 [tertawa] 1:02:32 Sunah ini 1:02:34 haram loh. Kok haram ini semestinya 1:02:36 bukan di tempatnya di bawah nih buat 1:02:37 nutup aurat. 1:02:38 E 1:02:38 ini kan sunah enggak jadi sunah sekarang 1:02:40 jadi jadi haram hukumnya karena dia 1:02:42 melantarkan perihal yang wajib. 1:02:43 Permisalan bagus banget ya orang pakai 1:02:45 sarung [tertawa] buat iya benar 1:02:47 buat imam dengar ini dari tadi 1:02:49 kalau di zoom sering tuh [tertawa] 1:02:51 celah pendek zoom kan enggak kelihatan 1:02:53 bawahnya pakai bu 1:02:55 lailahaillallah [tertawa] 1:02:57 ya Allah. Nah, ketika ada perihal yang 1:03:00 sunah yang yang karenanya akhirnya 1:03:04 terlantarlah perihal perihal yang wajib, 1:03:06 maka yang sunah ini bukan sunah sekarang 1:03:08 menjadi haram hukumnya. 1:03:10 Nah, jadi gak bisa kalau seandainya 1:03:11 orang fokus zikir aja, menyendiri dalam 1:03:13 zikir, masyaallah khalwat ya, tapi 1:03:16 keluarganya enggak dapat nafkah, 1:03:18 jatuhnya haram itu zikirnya itu bukan 1:03:20 sunah lagi sana. atya haram 1:03:22 lagimana ya keluar 1:03:24 dan dalam keluar itu ini subhanallah 1:03:26 banyak kita masih mengira kerja itu 1:03:30 suatu suatu yang berlawanan dengan 1:03:32 dengan ibadah padahal enggak kerja itu 1:03:35 ya ikhw dengan keikhlasan ya dengan niat 1:03:39 untuk menjaga diri dari perihal yang kej 1:03:42 kerja itu suatu ibadah yang luar biasa 1:03:45 oh luar biasa 1:03:48 apa namanya ee ada hadis 1:03:51 Fi apa namanya? Fi 1:03:54 nam fil f sunan ya. Ada seorang ini 1:03:58 keker, Bib. Ada seorang sahabat yang 1:04:00 keker gede badannya 1:04:02 lagi 1:04:04 bawa apa namanya? Kulilah lagi itu lagi 1:04:06 kerja. 1:04:08 Dan Nabi sallallahui wasallam sama 1:04:09 sahabat-sahabatnya mengelihatnya. 1:04:12 Ibn Habban hadis nam ee bilang ya coba 1:04:16 kalau seandainya tenaga ini baju yang 1:04:18 apa keker dialihkan ke jihad maka bagus. 1:04:22 Heeh. 1:04:23 Saya bilang gitu. Nabi wasam bilang, 1:04:26 "Dia pun sekarang lagi berjihad." Kata 1:04:27 Rasulullah, "Jangan ngirahat itu 1:04:30 berperang." Enggak, enggak. Dia sekarang 1:04:32 lagi berjihad. 1:04:33 Bingung sahabat. Nah, gimana ya 1:04:34 Rasulullah? Ini tidaklah ada kalian 1:04:38 mendatangkan nafkah untuk suapan ke apa 1:04:41 ke istri kalian, melainkan kalian dalam 1:04:44 keadaan berjihad ketika itu. 1:04:46 Nah, itu timbul hadis itu. Jadi, ketika 1:04:48 orang keluar kerja berarti dia dalam 1:04:51 ibadah. Nah, makanya kan ada hadis, 1:04:52 "Barang siapa yang meninggal dunia 1:04:54 ketika dia mencari nafkah untuk 1:04:56 istrinya, maka termasuk syahid." 1:04:58 H 1:04:59 sebagaimana penuntut ilmu, meninggal 1:05:01 dalam nyantri contohnya, meninggal dia 1:05:03 syahid juga. Ini ketika orang kerja 1:05:05 meninggal 1:05:05 dalam pekerjaannya itu mati syahid 1:05:07 karena dia dalam ibadah. Yang penting 1:05:09 apa? Satu. Yang penting itu niatnya 1:05:11 bagus untuk ee menafkahi keluarga, untuk 1:05:14 menjaga diri dari perihal yang haram, 1:05:16 yang keji. 1:05:18 Dan kedua, kerja itu tidak melantarkan 1:05:21 yang wajib yang lebih utama lagi seperti 1:05:22 salat. I kan oh kerja salat lupa 1:05:25 akhirnya. Jadi, Subhanallah ini perlu 1:05:28 kita kalau bahasa tertibul aulawiyat. 1:05:30 Menyusun yang mana yang utama dan yang 1:05:33 mana lebih utama. 1:05:35 Yang mana yang wajib, yang mana lebih 1:05:36 wajib. 1:05:38 Salat nomor satu. 1:05:40 Ya, kerja kewajiban eh zikir baru kayak 1:05:43 tadi yang ceritanya tadi. 1:05:45 Berzikir bagus tapi jangan lupa jangan 1:05:47 sampai ini zikir melantarkan yang wajib 1:05:49 nafkah istri. Udah kerja kerja eh jangan 1:05:52 lupa kerjamu jangan sampai engkau 1:05:54 karenanya melantarkan salat lima waktu. 1:05:56 Nah gitu. 1:05:58 Masyaallah. Jadi al kuli apa namanya ee 1:06:01 ee gak bisa kalau seandai kita fokus 1:06:03 zikir aja tapi keluarga kita terlantar 1:06:06 ya jatuhnya bukan sunah itu akhirnya 1:06:08 haram zikir wafiah lailahaillallah nah 1:06:10 itulah ringkasnya mungkinya 1:06:12 insyaallah jazakumullah khairan jaza 1:06:14 penjabaran dan juga jawaban dari 1:06:16 pertanyaan-pertanyaannya semoga 1:06:17 bermanfaat buat ikhwan akhwat semua di 1:06:19 rumah semoga bisa diamalkan semoga 1:06:21 menjadi wasilah hidayah buat ikhwan 1:06:24 akhwat yang mendengarkan jazakumullah 1:06:25 khair habib 1:06:27 atas penjelasan 1:06:28 Minta maaf, minta maaf, minta maaf, 1:06:31 mudah-mudahan istikamah, mudah-mudahan 1:06:33 bisa kelar nih kita kita insyaallah. 1:06:37 Dan yang penting bukan kelar, yang 1:06:38 penting diamalkan oleh kita. Masyaallah. 1:06:40 Mudah-mudahan kita bisa menjadi ahli 1:06:42 tasawuf sejati, 1:06:45 menjadi orang yang memiliki hagul yakin, 1:06:47 keyakinan yang kuat kepada Allah 1:06:49 subhanahu wa taala. Makasih juga Mas 1:06:51 Atep, kameramen dan juga makasih Mas 1:06:53 Agus Susillo di meja operator dan 1:06:56 ikhwan-akhwat. Saya Isa Alkaf mohon 1:06:58 undur diri. Wasalamualaikum 1:06:59 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:01 Waalaikumsalam warahmatullah.