Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- win
- was
- ali washbihi waman tabiahum bisanin
- yaumiddin. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa
- kabar? Selamat datang di kajian tasawuf
- bersama saya Isa Alkap Atep kameramen
- dan juga ada Agus di meja operator. Dan
- seperti biasa ikhwan akhwat
- alhamdulillah kajian tasawuf Sabtu pagi
- ditemani oleh Habib Ahmad Musyaba bin
- Sahab yang alhamdulillah sudah
- membersamai kita di studio.
- Asalamualaikum Bib.
- Waalaikumsalam.Ayaallah. Apa kabar?
- Sehat Bib. Ya.
- Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah.
- Masyaallah segar sekali. Sepertinya
- kemarin habis ziarah-ziarah.
- Alhamdulillah
- ke Cirebon. Biballah
- ke tempat siapa di Cirebon?
- Ee sempat kita apa namanya ee jeng eh ha
- quraisyah
- asidqu namanya
- ziarah silaturahmi ke beliau.
- Masyaallah sehat tapi Habib Quraisyam.
- Alhamdulillah alhamdulillah. sampaikan
- salam dari kita dan juga para pendengar
- radio terakhir
- buat Habib Quraisy. Mudah-mudahan Habib
- Quraisy eh salah satu pengajar
- Ponbesidku Habib
- Aseggaf. Habis Habib Anis Aseggaf pernah
- ngisi di sini ming berhasil Sabtu malam.
- Insyaallah mudah-mudahan Habib Anis juga
- bisa ngisi lagiah sini. Mudah-mudahan
- kalau ke Jakarta insyaallah.
- Masyaallah. Ikhwan akhwat. Hari ini kita
- akan membaca kitab Mahiyatut Tasawuf
- karangan Habib Umar bin Muhammad bin
- Salim bin Hafid. Bagi ikhwan-akhwat yang
- mau kitabnya bisa request saja via
- WhatsApp ke 0811999720
- atau bisa telepon langsung ke
- 0218451512.
- Namun sebelum kita memulai diskusi,
- alangkah baiknya kita mulai dulu dengan
- membaca ummul Quran surah al-Fatihah
- yang akan ditertibkan oleh Habib Mustaba
- mungkin.
- Bismillah.
- [berdehem]
- Amin.
- Bismillahirahmanirahim.
- Alhamdulillahiabbilaminah
- iaka nauduaka.
- Amin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin. Semoga
- dengan bacaan surat alfatihah tadi Allah
- bukakan pintu rahmatnya, Allah bukakan
- pintu hidayahnya dan Allah tetapkan kita
- agar senantiasa kita berada di jalan
- Allah Subhanahu wa taala yang lurus.
- bukan jalan orang-orang yang dimurkai
- oleh Allah Subhanahu wa taala ataupun
- jalan orang-orang yang disesatkan oleh
- Allah subhanahu wa taala. Nauzubillah
- summa. Nauzubillah. Dan ikhwan akhwat
- supaya kita bisa istikamah di jalan
- Allah yang lulus. Mudah-mudahan
- dengan wasilah kita menuntut ilmu,
- menambah ilmu, dan juga nantinya
- mengamalkannya. Hari ini kita sekali
- lagi akan membaca kitab Mahiyatut
- Tasawuf yang akan dijelaskan oleh Habib
- Ahmad Mujtaba. Hari ini kita akan
- membahas apa kurang-kurang?
- membahas tema [berdehem] zikir, Habib.
- Azzikir ya. Ee halaman berapa kira-kira,
- Habib?
- Azzikir halaman 19.
- Bismillah. Halaman 19.
- Nah, kasrat zikir lillahi taala asimah
- asabiah.
- Alamat ketujuh. Ee banyak berzikir.
- Alam marhaba. Ee ini kita ikhwan akhwat
- ada. Jadi kitab mahiyat tasawuf ini
- menjelaskan tentang ciri-ciri ahli
- tasawuf. Jadi ciri-ciri orang yang sudah
- memahami atau mendalami ilmu tasawuf.
- Ada beberapa ciri di sini sudah
- dijelaskan beberapanya oleh Habib Ahmad
- di pertemunya pertemuan-pertemuan
- sebelumnya. Dan sekarang kita akan
- mempelajari ciri yang kelima eh ke
- ketujuh
- yaitu
- senantiasa berzikir atau mengingat Allah
- Subhanahu wa taala. Bagaimana
- [mendengus]
- sejatinya makna berzikir? apa itu zikir
- dan mungkin nanti dijelaskan apa itu
- tarekat. Nah, biasanya kan kalau ada
- tarekat-tarekat juga atau tata cara
- berzikir, beribadah.
- Selanjutnya mari sama-sama kita
- dengarkan diqanaqat penjelasan dari
- Habib Ahmad Mustaba binhab. Silakan
- Habib.
- Marhaba. Jazakumullahumullah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- wasamidalid
- muhammadin wa alihi aj subhanaka lana
- illa maamtana innaka antal alimul hakim
- ala innaka ant tawab rahim allahum ya
- fattah ya alim ya fattah ya alim ya
- fattah yahan q yaarahimin allah sahtahu
- allahuaihi
- [berdehem]
- Yaarahimin. Yaarahimin. Ya
- arhamarahimin.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Kembali dalam kajian
- mingguan dan di sini bersama kita
- membaca dan mengkaji kitab mahidir
- tasawuf wasimat ahlih. Mengungkap
- hakikat ilmu tazkiah ataupun tarbiah
- ataupun tasawuf. dan tanda-tanda orang
- yang bertasawuf. Wahai ee ikhwan ee
- alhamdulillah ee di bab pertama kita
- sudah jelaskan ee definisi daripada ilmu
- tasawuf. Kemudian setelahnya ada 10
- pembahasan yang akan berlanjut membahas
- tentang
- ciri-ciri tanda-tanda orang-orang yang
- bertasawuf atau bertazkiah dan tarbiyah.
- Kita sudah bahas perihal tentang
- katratul ilm wakad apa namanya pemapan
- ilmu syariat. Itulah tanda yang pertama.
- Kemudian apa namanya? Keikhlasan,
- ketawaduan,
- asiddiq, kejujuran dan kesungguhan.
- Yang paling terakhir kita bahas pada
- minggu lalu. Alamat keenam yaitu ee
- makrifatul fadliahlih.
- Mengetahui
- dan memberikan hak-hak keutamaan bagi
- yang munyainya.
- W hasad dan menghilangkan rasa hasad,
- iri ataupun dengki atas keutamaan itu.
- Nah, ini sudah kita bahas pada minggu
- lalu, Ikhwanan
- ada dua poin yang ringkasnya. Poin
- pertama inzalunas manazilahum nabi
- wasamul hadis anziluasa
- manazilahum. Tempatkanlah orang-orang
- pada tempatnya. Wahak, hormati yang yang
- harus dihormatin. Sayangi yang harus
- disayangin. Wahak wahak ee apa namanya?
- Nah, dan dari situ bertolak pembahasan
- masalah hasad. Hm. Jadi, enggak ada sama
- sekali rasa keberatan atau rasa ee susah
- menerima ketika Allah Taala berikan
- kenikmatannya kepada hamba-hamba yang
- lain. Wahak. Justru kita senang. Wahai
- ee hakikat orang yang hasad naudubillah
- minzalik adalah mereka yang memusuhi
- Allah subhanahu wa taala dalam
- takdirnya. Ya kan? enggak reda dengan
- takdirnya Allah Taala ketika Allah
- memberikan karunia kepada si fulan atau
- faltan. He eh. Nah, itu oleh karena dari
- situlah ee akhirnya hasad ini
- menggerogoti ee kebaikan sebagaimana api
- ee menggerogoti kayu bakar. Wahak. Nah,
- di alinnya terakhir di sini perihal yang
- sangat penting. Kadang-kadang kita
- enggak merasa bahwasanya hasad itu ada
- di hati kita. Oh. Nam. Jadi hasad itu
- bukan cuma memusuhi teman ataupun
- ngomongin teman ataupun ngomongin lawan
- ee yang kita merasa keberatan ketika
- nikmat itu didapatkan. Itu jelaslah.
- Tapi kadang-kadang tanpa kita sadari ini
- tahu-tahunya hasad yang di hati kita ya
- kapan? Oke, di sini Imam Ghazali
- membahas eh [mendengus] dalam Ihya
- Ulumuddin rubama yahsidu man yasninasu
- alaihi wuhibbunahu waukrimunahu.
- Kadang-kadang kita punya rekan
- contohnya. Heeh. Ini karena bukan hanya
- musuh hasadnya kebanyakan hasadnya Bib
- sama teman Bib. [tertawa] Benarbenar.
- Iya. Ya Allah.
- Sama musuh sih enggak hasad.
- Ya Allah. Ini. Nah, ada teman kita ini.
- Nah, teman kita itu
- orang pada condong kepadanya. He.
- Orang pada demen sama dia, muji-muji
- dia. Heeh.
- Gitu. Kita merasa kadang-kadang
- keberatan.
- Kenapa saya pada muji dia? Padahal bisa
- apa nih? Kalau beda gitu.
- Nah, gitu kan ya.
- Iya.
- Heeh. Nah, kita bingung kenapa orang
- lebih condong ke dia. Akhirnya apa?
- E jadi kita mau ee dengan kedok kalau
- bahasa kita
- e aneh mau kasih tahu ini orang nih
- enggak semestinya diginiin dia tuh
- enggak begini loh dia tuh begini gini
- gini
- biar orang [berdehem] enggak enggak
- begitu condong ke dia.
- Iya.
- Berkedoknya sih gitu niatnya. Padahal
- itu sebenarnya hasad. [tertawa]
- Merasa keberatan atas ee nikmat yang
- Allah Taala berikan kepadanya.
- Wah, kata mulailah akhirnya dia
- ngomongin temannya ini di orang-orang
- wah fulan-furan itu ee e apa namanya?
- Nyebutin beberapa kekurangannya gitu
- biar orang enggak terlalu condong
- kepadanya gitu. Kata Imam Ghazali, wad
- hua ainul hasad. Inilah hasad katanya.
- Dan ini bukan lain sama higid ataupun
- ghadab. Apa namanya? Gadab benci.
- Enggak. Kalau benci itu memang sang
- musuh. Tapi kalau hasadah
- ini biasanya terjadi hasad dengan teman
- dekat.
- Nah, ini cara ngobatinya bagaimana?
- Begini ikhwan ketika kita punya teman
- dekat serkanlah dari awal belajar dari
- sampaiil akhir tapi subhanallah dia
- Allah Taala nampakkan
- h
- orang pada demen sama dia gitu ee ke
- mana-mana diterima sama masyarakat bagus
- kita merasa keberatan.
- Nah itu keberatanmu itu hasad.
- Ah, keberatan itu hasad. Ee lain hal
- dengan gibt ya. Kalau gibt kita juga
- pengin kayak dia, tapi enggak ada
- keberatan sama sama sekali di hati. Bila
- bilamana ada keberatan di hati kita, itu
- adalah hasad. Yang ini harus diobatin
- lah. Gimana cara ngobatin? Cara
- ngobatinnya kita pun ber apa namanya?
- Musyarakah. Kita pun ikut orang-orang
- untuk memujinya.
- Kita angkat dia.
- H.
- Yang hati panas, Bib, biasanya.
- Heeh. [tertawa] Heeh.
- Jangan sebutin kekurangannya. I
- sebutin keutamaannya terus
- alai walaupun hati memberontak tapi
- itulah obatnya.
- Nah, makanya ee Imam Haddad yagur dalam
- alhikam
- dalam hikam alhaddadi Imam Haddad bilang
- begini. Adallu dalil ala kamali
- rajulanauhu
- ala agranihi.
- Wuh kerenjib.
- ee bukti yang paling kuat atas
- kesempurnaan akal seseorang.
- Oh, ini keren nih bagus pola
- pemikirannya bagus. E bijak artinya
- sangat bijak. Apa bukti kebijakannya?
- Orang itu kita bisa bilang, "Oh, ini
- orang bijak sangat luar biasa bagus."
- Tanda yang paling kuat atas kebijakannya
- adalah ketika dia sering memuji-muji
- rekan-rekannya.
- Hm.
- Aneh, Bib. Ya.
- Iya. [tertawa] Aneh kan? Baik. Kok
- hubungannya apaan antara muji-muji teman
- sama kebijakan? Oh, luar biasa Habib.
- Hal ajib ketika dia memuji temannya ya.
- Artinya di sini dia enggak ada sama
- sekali keberatan untuk temannya itu
- nampak.
- Bahkan dia mau kebaikan itu lewat
- temannya lebih ahsan.
- Oke. Biar dia nih yang di depan kita di
- belakang background aja.
- Wah. Jadi orang-orang tuh memandang
- kebaikan tuh ke temannya, bukan ke dia.
- Padahal kadang-kadang dia yang andil
- dalam kebaikan itu. Kadang-kadang dia
- yang utama, tapi enggak dia dia enggak
- tampak. Yang dinampakin adalah
- teman-temannya.
- Ketika enggak ada keberatan sama sekali,
- nah berarti ini orang sangat bijak. Kata
- Imam Haddad. Inilah dalil yang paling
- kuat atas kebijakan akal seorang.
- Dan dia enggak butuh lagi pujian.
- Pujian-pujian itu buat diri dia.
- Wah, naam Habib dia apa namanya? enggak
- merasa butuh dengan pujian-pujian itu
- dan dia enggak merasa keberatan dengan
- karunia yang Allah Taala berikan kepada
- temannya ini. Bahkan justru dia dorong
- orang-orang untuk apa namanya ee
- mengagungkan temannya dan dia doakan
- selalu untuk apa namanya temannya itu ee
- diangkat terus ke atas. Nah, ini dalil
- ala kamal rajul.
- Masyaallah. Bahkan zaman
- dahulu ee ada guru gurunya guru kita Al
- Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar
- yang Habib ya mertua mertua Habib Him
- Haddar ini sempat ee dalam dakwahnya
- muter-muter
- sempat diuji dalam dakwahnya
- sampai akhir beliau terusik gitu ya
- Allah alam berat sekali dakwah ini ya
- Allah gitu ya mati-matian ngantar orang
- ke kebaikan tapi kok kita yang dijudge
- yang kita yang dimusuhin padahal niat
- kita baik gitu itu
- sampai-sampai beliau tuh ya Allah sampai
- kayak berat gitu ditelepon sama ee
- beliau punya guru Habib Habib Segah Abin
- Ham ditelepon
- ah ditelepon langsung ditanya oleh
- Muhammad
- tahu enggak inti apa sih seorang dai
- yang yang benar kapan seorang dai
- menjadi dai yang yang benar-benar dai
- sejati
- Habib mustafidin minukum mustafid Habib
- enggak apa jawabannya nanti
- ya dai itu yang memindahkan orang dari
- syagawah ila saadah eh yang memindahkan
- orang dari keterpurukan, kecelakaan ke
- kebahagiaan dunia akhirat itu dai. He
- bukan itu. Belum itu. Oh itu belum dai
- yang sodq. Jadi gimana dai yang sodq?
- adalah mereka yang memindahkan
- orang-orang yang dari syagawah yang
- tadinya syagi celaka dipindahkan untuk
- masuk surga sebelumnya.
- Ee bukan cuma memind dari neraka ke
- surga berusaha untuk menggiring orang ke
- surga. Enggak. Dia maunya berusaha untuk
- menggiring orang supaya bisa masuk surga
- sebelumnya.
- Hm.
- Nah, itu baru tuh dai yang benar.
- [tertawa]
- J enggak ada sama sekali rasa
- saing-saingan. Enggak sama sekali.
- Bahkan dia itu maunya teman-teman yang
- maju, teman-teman yang lebih afdal,
- teman-teman yang jadi wali Pak Dede,
- teman-teman yang dipandang, teman-teman
- yang di enggak memperhintungkan dirinya
- sama sekali. Nah, ini beneran nih
- baruqallah.
- Kalau wasabirat
- itu gimana,
- musabagah? Nah, ini sempat kita bahas
- Habib apa namanya? Ee ada namanya hasad
- yang diperbolehkan. Kalau bahasa ininya
- gibt
- giibtah ini ee ketika kita melihat
- karunia yang Allah Taala berikan ke
- teman kita atau ke orang,
- kita pengin punya karunia itu. Nah,
- silakan itu gibt tapi tanpa ada rasa
- keberatan atas karunia yang Allah Taala
- berikan kepadanya.
- Nah, ini bedanya tipis ya.
- Ya, kalau hasad kita merasa keberatan
- tapi kita juga pengin kayak gitu. Selagi
- ada merasa keberatan, nah itu namanya
- hasad.
- Heeh. Kalau enggak ada sama sekali rasa
- keberatan itu. Dia punya karunia. Kita
- juga pengin kayak gitu. Kita senang
- dengan karunia yang Allah Taala berikan
- kepadanya
- dan kita pengin untuk bisa menjadi
- seperti itu. Nah, ini silakan. Apa
- namanya? Musabag filhairat. Wahak.
- Lailahaillallah.
- Nah, inilah apa namanya? Alin terakhir
- dalam pembahasan ee tanda keenam itu ala
- kullial habib.
- Lailahaillallah. Makanya kalau kita
- lihat teman-teman kita yang sering muji
- teman-temannya. Nah, itu kalau kita mau
- musyawarah ya dekatin mereka itu yang
- biasanya memang pandangan-pandangannya
- sangat bijak. Tapi kalau kita lihat
- teman-teman, lihat orang-orang yang dia
- itu e e apa namanya? Menjelek-jelekkan
- teman-temannya ataupun dia itu ee
- ngomong tentang kekurangan
- teman-temannya, nah jauh-jauhin dia
- kayak gitu. [tertawa]
- Jauh dari kebijakan biasanya ikutan
- sakit.
- [tertawa]
- sakit lailahaillallah. Oke, alal kita
- akan masuk Habib pembahasan yang baru
- sekarang tanda ketujuh
- ini. Tanda ketujuh [berdehem]
- dari tanda-tandanya orang yang
- bertasawuf atau bertazkiah atau
- bertarbiah. Ini tanda yang sangat utama.
- Sayidina Habib assim asabiah tanda
- ketujuh katrat zikir lillahi taala.
- Banyak berzikir lillahi taala.
- Lailahaillallah. H ajib
- gal fainna katrataikrillah min arkani
- thigihim.
- Berzikir yang banyak itu berzikir kepada
- Allah Taala di antara rukun-rukun utama
- dalam ilmu tasawuf. Bal muawalu alaihi
- bil hudur Allah. Bahkan bukan c bukan
- hanya di antara yang utama, dialah yang
- paling utama zikir itu dengan syarat
- bilamana zikir itu disertai dengan
- dengan hudur, kehadiran hati bersama
- Allah Subhanahu wa taala. Ba'hiril batin
- minal khaba. Setelah kita menyucikan
- batin kita daripada sifat-sifat yang
- keji. Nah, dihiasilah dengan zikir.
- Kemudian setelah pembersihan ada
- penghiasan. Penghiasannya bagaimana
- dengan dengan zikir? Wahua mansyurul
- wilayah. Yang mana zikir itu adalah
- mansyurul wilayah. Mansyur wilayah bisa
- diartikan bendera. Mansur bisa diartikan
- apa namanya? Tanda wahak
- alwilayah seorang wali.
- Nah, Imam Sya'rani ini ee yang beliau
- nyatakan ini di e lawagi Anwar Gudsiah
- juga Ibn Qayyim eh naam ykur hzikru
- [mendengus]
- mansyurul wilayah. Zikir itu adalah
- benderanya para wali.
- Zikir adalah tanda kewalian.
- Jadi enggak ada ceritanya orang menjadi
- wali tapi zikirnya sedikit. Enggak ada.
- Semua para aulia pasti mereka
- berzikir,
- berzikir yang banyak. Tenggelam sudah
- dalam lautan dalam lautan zikir. Oke,
- sebelum kita masuk di sini seperti biasa
- Sayidul Habib akan mendatangkan beberapa
- ayat yang berkaitan dengan zikir.
- Kemudian beberapa hadis. Masyaallah ini
- pembahasannya panjang, Bib. zikir ini.
- Habis itu beberapa kalam ulama yang
- berkaitan dengan zikir. Sebelum kita
- masuk ikhwan, masalah zikir ini,
- h
- dalam apa namanya perihal mereka
- dibilang azzikru
- maqsudul ibadah.
- Ee tujuan dari ibadat semua buat buat
- berzikir.
- Hm.
- Iya. Aqim shata
- lidikri.
- Ya. Tegakkanlah salat untuk apa? untuk
- mengingatku, kata Allah Taala. Begitu
- semua ibadah kita yang puasa, yang
- zakat, yang haji, yang sedekah, yang
- iktikaf itu semua memicu ke mana? Memiju
- ke zikir kepada Allah Taala. Yang mana
- zikir ini jangan hanya dipahami dengan
- sempit sekali cuma menggerakkan lisan.
- Enggak. Zikir artinya ingat kepada Allah
- Taala. Jadi kita ibadah itu buat apa?
- Buat ingat kepada Allah Taala. Nah, ini
- tujuannya kan
- ya. semua semua ibadah tanpa
- pengecualian menuju ke situ biar kita
- senantiasa [berdehem] ingat sama Allah
- subhanahu wa taala
- ee maksudul maksudul ibadah ketika
- seorang ketika seseorang ee mulai
- berzikir itu ada tahap-tahapnya Habib
- akan dijelaskan insyaallah di sini
- pertama-tama ya susah sekali kita untuk
- bisa hudur hadir sama Allah Taala dalam
- zikir itu dimulai dengan lisan itu
- tingkat yang paling basic dengan lisan
- dengan berusaha untuk menghadirkan hati
- kita ketika zikir itu. Pas kita baca
- zikir itu renungkan apa artinya terus
- renungkan. Itu yang masyaallah itu e
- biasanya itu susah. Sebelum itu yang
- paling zik lisan aja ngomong tapi hati
- pelong atau hati mengkhayal ke mana
- gitu. Oh itu enggak berkhasiat enggak?
- Tetap berkhasiat walaupun sedikit
- khasiatnya jauh sangat BB ya. Orang
- zikir cuma lisan th sama orang zikir
- dengan lisan dan hati. Uh, jauh bedanya.
- Heeh. Heeh.
- Tapi bukan berarti ee zikir dengan lisan
- to tanpa hati itu enggak berkhasiat sama
- sekali. Enggak ada khasiat walaupun
- sedikit.
- Oke. Zikir dengan lisan sahaja. Kemudian
- di atasnya zikir dengan lisan dan hati.
- Oke. Terus begitu. Sampai-sampai
- akhirnya lisanlah yang memicu hati untuk
- berzikir.
- Begitu. Lisan menjadi pemandu dan hati
- menjadi makmum. Itu awal-awal tuh
- cara-caranya.
- Sampai-sampai si lisan ini terus terus
- terus berzikir sehingga hati pun ikut
- terdorong berzikir, berzikir terus ingat
- sama Allah terus. Nah, akhirnya kebalik
- si hati yang jadi imam, lisan jadi
- makmum. Lisan nyebut kapan? Bilamana
- hati berzikir langsung si lisan otomatis
- i ikut. Wahai kata ikut.
- Nah, ketika itu biasanya ee sudah zikir
- terus. Nah, di sini baru kita bisa
- memahami perkataan Sayidina Abu Bakar
- Siddiq. Beliau senantiasa berzikir
- sampai-sampai kalau masuk kamar mandi ee
- dia taruh batu di lidahnya biar apa ya?
- Biar stop lidahnya. Enggak enak kalau
- zikir di kamar mandi. [tertawa]
- Enggak bisa stop lisannya. Sudah zikir
- terus kenapa karen si lisan sudah ikut
- ke hati sekarang.
- Hmm.
- Kapan hati zikir langsung lisan otomatis
- zikir juga. Mau karena mandi gak bisa.
- Enggak enak ya zikir karena mandi.
- Gimana cara nyetopin gimana nih?
- Oh pakai batu.
- Batu udah enggak bisa gerak ni lisan
- nih. Udah kayak mandi [tertawa]
- keluar dari kay mandi keluarin batunya
- otomatis jalan lagi.
- Itu mungkin yang Abi bilang kalau orang
- sudah masuk ke alam zikir susah lagi
- masuk. Nah ini apa setelahnya nih Bib?
- Setelah ini ee jadi si lisan itu ee
- menjadi makmumnya si hati. Nah, di
- atasnya lagi ya sudah lisan bergerak
- atau enggak bergerak si hati tetap
- tenggelam dalam lautan zikir.
- Ketika hati sudah tenggelam dalam dalam
- lautan zikir dia senantiasa hadir
- bersama Allah Subhanahu wa taala kan
- terus khusyuk direnungin kebersamaan dia
- bersama Allah Taala. Nah, ketika itu dia
- agak susah berinteraksi dengan manusia.
- Hm. Ya, yang tadi kebalik kalau kita
- lihat perihal pertama tadi dia ya tabiat
- biasa ngomong sama orang ketika mau
- hadir dengan Allah dengan berzikir ya
- susah harus dipandu dengan lisan dulu
- diam sendirian gitu menyendiri berzikir
- he
- baru bisa fokus sekarang kebalik
- senantiasa dia fokus sama Allah Taala
- hadir sama Allah Taala terus pas orang
- ngajak ngomong ini susah sekarang nih
- ana berusaha untuk konsen sama orang
- sekarang nah tadi kebalikan ya
- anjing bisa gitu ya.
- Oke. Dalam dalam istilah mereka ada ism
- fana.
- Ah ini yang begitu.
- Oh banyak Habib
- Abu Bakar Sakron tuh kan sakron artinya
- mabuk. Kenapa di disebut sakron?
- Nam kan sakron e sakron yakni sakron
- fiikrillah.
- Sakron fi zikrillah
- itu dia sudah udah apa namanya enggak
- sadar lagi dengan alam karena sudah
- masuk dalam perihal tenggelam dalam
- lautan zikir alfana gitu. Jadi untuk
- interaksi dengan orang susah,
- susah susah susah susah diajak ngomong.
- Kalau diajak ngomong enggak nyambung itu
- sakron akhirnya namanya kan namanya
- mabuk dalam dalam zikir Allah.
- Padahal awalnya e beliau [berdehem] ini
- Sakron Sakron ee beliau masuk dalam
- pelihat-perihal zikir itu gara-gara
- beliau melihat orang tuanya di cerita
- kecil tuh waktu kecil mau main tapi
- enggak ada teman main. Orang tuanya ya
- zikiran, kakaknya semua zikiran ya sudah
- ikut zikiran juga. Nah, dari situ mulai
- ngijipin kelatan zikir sampai akhirnya
- jadi sakron fiikrillah. Nah, begitu.
- Ketika orang sudah tenggelam dalam
- lautan zikir, ya, zikir aja hatinya itu
- ingat sama Allah terus dan dia berusaha
- untuk hadir kembali dengan manusia. Itu
- namanya fana. Nah, setelah itu Habib ada
- yang lebih masyaallah lagi. Dia bisa
- menggabungkan antara dua alam ini.
- Alam zikirnya dan alam interaksi dengan
- manusia.
- Ini beliau yang hadad seringkiali
- membahas itu apa namanya e kalian kira
- aku bersama kalian padahal gak aku
- berada di alam lain alam zikr ma Allah
- Taala alamul hudur ma Allah taala
- jadi ini susah nih untuk menggabungkan
- dua ini sudah ahlul kamal itu begitu nah
- setelah itu ada lagi antara namanya fana
- ba'dal bago e wab ba'dil fana wah akhir
- dan terus enggak enggak habis tuh fana
- baga fana baga dan terus seperti itu.
- Oke. Imam Haddad berkata kadang-kadang
- beliau bilang gini, "Kalau seandainya
- aku menuju salat, kalau seandainya
- kalian ee apa namanya? Mau ngobrol,
- jangan, jangan ngobrol. Ini sudah enggak
- bisa lagi. Sudah untuk fokus sama
- manusia. Sudah emang khusus untuk iqbal
- alallah fah."
- Juga beliau bilang gini, "Kalau
- seandainya kalian bertanya kepadaku
- suatu soal dan aku jawab dengan jawaban
- yang ringkas,
- sudah cukup cukup dengan jawaban itu.
- Jangan paksa aku untuk menjawab dengan
- jawaban yang yang lebih." Kenapa itu
- sudah setengah mati ana berusaha untuk
- interaksi? H
- sudah ada soal ana jawab cuma segini
- cukup dengan jawaban itu. Minta
- penjelasan lagi. Nah sudah capek artinya
- sudah susah banget untuk interaksi
- dengan manusia sekarang karena sudah
- berada di alam alam zikir tadi.
- H ajib Habib.
- Hjib. Nah kita mulai sekarang.
- Taalaikurkumkuruni.
- Maka berzikirlah kepadaku kata niscaya
- aku akan mengingat kalian.
- Haah. Makanya ada seorang orang wahid
- Ibnu Majib dia bilang, "Ane tahu kapan
- Allah Taala ngingat aneh loh. Maksudnya
- gimana nanti? Loh iya ana tahu kapan
- Allah Taala sekarang lagi nyebut aneh
- sekarang? Tahu kapan Allah belum nyebut?
- Enggak nyebut aneh, enggak ingat aneh."
- Loh, tahu enggak? Iya. makruf tahu. Tapi
- kapan Allah menyebut tentangnya? Iya.
- Kapan? Kalau ana nyebutnya. Iya. Kalau
- ana berzikir, kalau ana menceritakan
- tentang adamatullah. Ah, ketika itu
- pasti Allah sekarang sedang menyebut ana
- sekarang.
- Ana menyebut Allah Taala di kalangan
- kalian. Allah pun menyebut ane di
- kalangan malaikatnya. Ada hadisnya
- di apa namanya hadis yang yang berikut
- e apa namanya
- ana abdi aku berada pada prasangka
- hambaku kata Allah Taala wa ana maahu
- aku akan bersamanya bilamana dia
- mengingatku bilamana dia mengingatku
- dalam kesendiriannya aku pun
- mengingatnya dalam kesendirianku Kata
- Allah Taala. Dan bilamana dia
- mengingatku dalam apa namanya?
- Keramaiannya, aku pun mengingatnya dalam
- keramaian malaikatku. Kata Allah Taala.
- H ajibamu
- badan fil hadis. Hadis yang ajib. Fajib
- ikhwan. Ketika seorang hamba apa
- namanya? Dia sudah tenggelam dalam
- lautan zikir. Ingat sama Allah terus
- berarti kebalikannya apa? Ya Allah
- senantiasa mengingatnya. Nah ketika
- itulah itulah namanya waliullah.
- Ah, itu namanya mereka wali Allah yang
- Allah senantiasa mengingat mereka, Allah
- senantiasa memberikan mereka karunia
- dekat dengan Allah Taala. Kapan itu akan
- jadi? Bilamana seorang hamba ini
- senantiasa bersama Allah Taala dengan
- apa? Dengan zikir. Wahak. Nah, makanya
- ee sangat betul azzikr mansyurul
- wilayah. Zikir itu adalah bendera para
- wali.
- H
- zikir adalah apa namanya? Tanda wasigah
- stempelnya wali.
- Hm. Para aulia pasti banyak berzikir.
- Mereka pasti pasti banyak banyak
- berzikir. Itu yang pertama. Allah Taala
- ya aina amanullahikruhu
- wailikumik
- akir ayah. Hai orang beriman uzkrullah
- berzikirlah kepada Allahikr
- sebanyak-banyaknya berzikir.
- Ajibu bukrat bertasbihlah bukrat pagi
- sore bertasbih terus wahak. Nah, zikran
- kir sebanyak-banyaknya berzikir. Nah,
- ini sahabat di sini apa namanya? Gimana
- ya Rasulullah? Maksudnya sebanyak-banyak
- berzikir itu apa patokannya?
- Nabi wasam bilang gini, "Uzkurullah
- sebanyak-banyaknya
- sehingga orang munafik menyangka kalian
- orang gila."
- Ah, itu dabitnya.
- H.
- Nah, dari sini yang antum tanyakan tadi
- masalah tarekat-tarekat.
- Iya. Iya. [tertawa]
- Ya kan? Jadi akhirnya beberapa ee ahli
- tasawuf ngambil hadis ini secara
- zahirnya. Jadi patokan zikir adalah
- sekiranya orang heran sama kita
- pada ngapain tuh?
- W aneh itu. Nah ini yang mereka cari.
- Iya kan? Sebenarnya sih cara-cara itu
- cara pola berzikir itu macam-macam.
- intinya adalah bagaimana kita bisa lebih
- mudah untuk hadir h
- bersama Allah Taala dalam zikir itu.
- Kalau sendirian bisa wah ngantuk entar
- kalau sendirian entar ee khayal akhirnya
- itu deh bareng-bareng deh.
- H
- bareng-bareng kita bareng-bareng. Ayo 1
- 2 3 dengan zikir ini, itu bareng-bareng
- itu lain loh, Bib. Khasiatnya, Bib. He
- he.
- Dalam satu ruangan contoh bareng-bareng
- itu jauh banget. Kalau
- kalau majelis gitu lebih afdol apa
- gimana? Enggak. Sama aja
- tergantung. Hm. Memang kalau dari segi
- afdalnya lebih afdal ramai-ramai
- daripada sendirian. Kan tadi di hadis
- tadi kalau seandainya dia sendiri
- berzikirnya Allah pun menyebutnya dalam
- kesendirian. Kalau beramai Allah
- menyebutnya dalam keberadaan
- malaikatnya. Zikir lebih yang bilamaah
- lebih afdal dari zikir yang sendirian.
- Kecuali kalau dia takut riak segala
- macam. Nah itu lain lagi afdal
- sendirian.
- Seusnya ada dua di sini.
- Dia harus punya wiridan zikir menyendiri
- dan dia harus punya wiridan zikir
- berjamaah. Oke. Jadi, pas zikir
- berjamaah tadi itu jauh hasilatnya
- dengan zikir yang sendiri. Oke. Akhirnya
- gimana? Beberapa ulama tasawuf, ulama
- tarbiyah dan tazkiah mereka lihat oke
- kita bikin gerakan tertentu lebih
- memudahkan kita untuk hadir untuk dalam
- berzikir itu.
- Nah, timbullah di sini yang kita sering
- lihat tuh gerak-gerak
- ee dalam zikir orang-orang tasawuf.
- Heeh.
- Sebenarnya sih itu hanya sampul.
- Hm.
- Sampul kalau bahasa gitu ya. Oh,
- simpulsampul.
- Sampul. Betul.
- Sampul
- itu adalah sampul.
- Dan tasawuf itu bukan itu. Oh, apa sih
- tasawuf? Tasawuf itu yang muter-muter
- tuh yang muter-muter sampai puyang itu.
- [tertawa]
- Kenapa?
- Muter-muter kat lingkaran. Habis itu
- syekhnya di tengah-tengah mukul-mukulin
- gitu. Itu tasawuf bukan. Itu sampul.
- Sampulnya
- yang intinya itu apa? Bagaimana cara
- kita bisa berzikir dengan kehadiran hati
- dengan cara apapun.
- Hm.
- Begitu BB. Kalau bisa lebih hadir dengan
- sendiri ya bismillah sendiri jangan
- ramai ini lebih utama untukmu.
- Wah kalau dengan cara begitu puyangan
- yang muter-muter. Jangan mut jangan
- muter-muter. Bukan tasawuf bukan
- muter-muter dan tasawuf bukan bukan
- mukul-mukul dada dalam berzikir. Gak gak
- dak. Itu cuma sampul untuk menghantarkan
- mereka ke puncak dan tujuannya itu
- adalah hadir hati.
- Nah dengan cara apa haji?
- Dengan cara bahkan dalam kegiatan
- apapun. Noaf, Habib dalam kegiatan
- apapun
- menyendiri dia berzikir. Lagi jalan dia
- berzikir. Ngapain dia berzikir? Terus
- berzikir.
- Dan kalau orang senantiasa berzikir
- tentu misalnya dia lagi kerja kalau dia
- ada kesempatan korupsi dia berzikir dia
- ingat Allah dia lupa untuk
- kalau dia mau dagang dia mau
- kurang-kurangin timbangan, dia berzikir
- dia ingat Allah lupa lagi.
- Zikir tuh menjaga dia dari
- perbuatan-perbuatan mungkar.
- Lailahaillallah.
- Swa Habib. Sawa. Sawa. Sawa. Jadi zikir
- tuh ee dia akan merasakan kebersamaan
- dengan Allah. Dengan kebersamaan itu
- dia bakal dicegah enggak bakal bisa
- untuk ee aneh-aneh.
- I kata dan dia sudah merasa nikmat
- dengan kebersamaan bersama Allah ini.
- Wah sudah untuk terlintas di hatinya
- untuk maksiat enggak terlintas sudah.
- Bahkan terlintas saja enggak.
- Heeh. Betul. Kenikmatan kok sama Allah
- Taala.
- Oh.
- Kalau terpampang di hadapannya ada
- kesempatan maksiat dia langsung rasa
- takutnya langsung otomatis. Allahu
- Akbar. Khasyatullah langsung apa namanya
- ee langsung
- ya sudah otomatislah kat dia merasa ada
- dekat. Kalau kita dekat sama bos aja
- misalnya kita sama
- jalan sama bos kita mau nilap duit
- bos juga kan kelihatan dalam [tertawa]
- tatapan bos.
- Nah ini kita bersama Allah Subhanahu wa
- taala.
- Swa habib sahih sahih ya nikmat jadinya.
- Nikmat nikmat orang berzikir tu nikmat
- syf. Apalagi yang sudah otomatis dia
- berzikir terus ya Allah nikmatnya beb.
- itu luar biasa ajib zikir bersama-sama
- kaum salihin, kaum arifin. Nah, ini
- patokannya tadi apa namanya? Zikron kat
- apa zikr kata Nabi wasam, "Udzurullah
- hatta yaquul munafi munafik annakum
- majanun annakum majanin." Ya, sekiranya
- orang-orang munafik mengira kalian
- orang-orang gila
- karena karena kebanyakan zikirnya. H
- ajib. [tertawa]
- Nah, berarti ini ini yang kalau versi ee
- suudon ya. Astagfirullah. Ya, versi suon
- ee ketika orang men-judge, "Wah, itu
- orang gila tuh apaan tuh zikir kayak
- gitu." Nah, berarti munafik ente nih.
- Oh, [tertawa]
- ini versusnya
- kan Nabi bilang sehingga
- orangorang munafik
- Heeh.
- menyangka kalian orang gila karena
- kebanyakan zikir. Akhirnya orang-orang
- Nabi bilang apa? Orang-orang
- munafik.
- Iya, iya, iya. Iya.
- Mereka akan mengira-kira orang gila. Oh,
- berarti ini bahaya nih. Berarti orang
- yang mengira orang gila ini yang
- sebenarnya gila nih sebenarnya. Oke.
- Dikoreksi ya.
- Dikoreksi berarti Allah maafiah
- nam.
- Lailahaillallah. Azzikir ajib Habib.
- Azzikir ajib. Apa namanya? Kita menemui
- menemui beberapa ee [mendengus]
- guru-guru di sono yang orang-orang tua
- di sono di Hadramut. Terus dia itu
- enggak lepas zikir. Ada yang macam-macam
- ya. ada yang khusus ee lebih mengarah ke
- Al-Qur'an, baca Quran terus. He.
- Oke. Ada yang dengan wiritanya sendiri
- ee dibilang sampai kadang-kadang apa
- namanya kalau kita dekat sama mereka ya
- kayak kita dengar suara ee apa namanya
- tuh? Sarang sarang tawon Bib.
- Heeh.
- Gitu. Heeh.
- Apaan tuh ya zikirnya
- anjing
- terus gitu kita salaman sama dia. Nah
- kita
- ajak ngomong baru
- saya ngomong zikir lagi. Bahagia
- bisa orang begitu
- itu subhanallah ajib. Bahkan dalam
- tidurnya pun enggak luput dari zikir.
- Hm.
- Nah ajib.
- Wah minal habaib namanya Habib Abdullah
- bin Abdullah eh Habib Abdullah bin Idrus
- Al Idrus.
- He Tarim.
- ee apa namanya? Beliau sempat menjadi
- imam masjid segaf dan masyaallah beliau
- memang alagat bil Quran ajiban Al-Qur'an
- masuk dalam zikir, selawat juga masuk
- dalam zikir ya semuanya itu zikir semua
- beliau ini, Bib kalau ke mana-mana baca
- Quran terus khatam Quran tuh sehari bisa
- berapa kali khatam Quran.
- Sampai-sampai dalam managi beliau ketika
- beliau tidur
- ngigonya ngigo Quran
- ngigonya.
- Heeh.
- Ngigo baca Quran
- kedengaran. E enggak sadar ni beliau nih
- bangun
- kalau ditanya baca apaan tadi? Ya tangan
- tidur. Padahal dia ngigunya ngigo baca
- Quran. Yang ajibnya begini. Kalau beliau
- tidur sekarang contohnya ngigu baca
- Quran, baca surat Alfatihah, kemudian
- Albaqarah sampai ayat 100 contohnya
- bangun dia ya aktivitas. Besoknya pas
- tidur lagi nerusin BB baca Albagar ayat
- 101.
- Heeh. Heeh.
- Guaya gitu sampai pas bangun e ayat
- sekian besoknya pas lerusin lagi. Jadi
- ada khataman Quran pas
- waktu tidur. Tidur. Wallah. [tertawa]
- Ya Allah saking salehnya. Jadi ngatemin
- Quran waktu tidur, Pak.
- E ngigonya ngatamin Quran.
- Subhanallah. Kok bisa pas itu pas beliau
- tidur
- tak mulainya dariak
- enggak sadar
- [tertawa]
- mulainya dari tempat yang berhenti yang
- kemarin.
- Allahu Akbar.
- Ini artinya begini.
- Oh, itu mah mustahil. Enggak. Enggak
- mustahil. Jangan. E lihat kok banyak di
- YouTube kan video-video orang lagi
- dioperasi baca Quran segala macam. Ini
- kenapa? ketika ketika seseorang dihantui
- dengan pikiran itu akhirnya datang di
- dimimpinya, di ngigonya tanpa disadari
- ya kan karena i dihantui dengan pikiran
- itu normal lah
- normal
- normal sangat beliau ini ya senantiasa
- dengan Al-Qur'annya terus baca ke sono
- sini datang hari dia tidurnya kan
- [tertawa]
- ya kita mau mikir pikiran yang paling
- kita pikirin datang waktu tidur
- datang waktu tidur lailahaillallah
- kalau kita pikirin perempuan, perempuan
- [tertawa]
- kalau kita pikirin duit duit duit duit
- pas ngigo gigonya duit duit duit
- lailahaillallah
- nah ini dia saking dekatnya sama
- Al-Qur'an tidurnya
- baca Quran akhirnya Allah ajib
- ajib nah dalam ayat yang tadi eh fil
- ayat ba'du yang huzi yusli alikumur
- wina rahima ini ajib ini seringkiali
- kita apa namanya e mendengar khasiat
- selawat
- Barang siapa yang berselawat untukku
- sekali, maka Allah Taala memberikan
- selawat kepadanya 10. Ah, selawat dari
- Allah itu artinya rahmah.
- Apa sih ee khasiat rahmat dari Allah?
- Apa sih khasiat selawat dari Allah? Di
- sini diat sini dijelaskan ialah Allah
- Taala yang memberikan kalian selawat
- atau rahmat dan malaikatnya untuk apa?
- Nah, ini dia khasiatnya.
- minulumatianur
- mengeluarkan kalian dari kegelapan ke
- cahaya.
- Ketika Allah Taala memberikan rahmat
- kepada kita, selawat kepada kita itu
- Allah Taala mengeluarkan kita dari
- kegelapan kecahayaan. Kegelapan apa?
- Dengan segala makna. Kegelapan,
- kegelisahan, kegelapan kesumpekan,
- kegelapan kemiskinan.
- Kata apa aja deh? Dikeluarkan menuju
- cahaya-cahaya ketenangan. Ohak cahaya
- hati, cahaya kemapanan, ya cahaya
- saadah, ee kata senang terus itu semua
- dengan makna cahaya. Terserah mau
- ditafsirkan cahaya apa. Itulah hasil
- daripada selawat dari Allah Taala. Satu
- selawat kepada Rasulullah dibalas dengan
- 10 selawat yang mana satu selawat dari
- Allah Taala ini khasiatnya bisa
- mengeluarkan kita daripada kegelapan
- menuju ke terang benerang.
- di ayat yang setelahnya
- habib Allah Taala menyuruh nabinya wahai
- Rasulullah wahai Nabi Muhammad isbir
- nafsaka apa namanya bersabarlah
- artinya ee senantiasalah engkau bersama
- siapa mainaahum
- duduk sama mereka itu orang-orang yang
- berzikir orang yang berdoa yang mana
- mereka itu ee senantiasa berdoa berzikir
- pagi dan sore.
- Yang mereka tuju adalah ee keridaan
- Allah Taala.
- Duduk dengan mereka terus dan sabarkan
- dirimu ketika duduk dengan mereka. Wala
- ta'du ainakahum. Artinya apa? Jangan
- menoleh apa namanya? Ee pandanganmu ke
- yang lain.
- Heeh.
- Pandanglah mereka dan perhatikanlah
- mereka. Ini artinya memberikan
- perhatian. Arti Bib duduk sama mereka.
- Kasih mereka perhatian. Udh jangan toleh
- yang lain deh. Senantiasa engkau bersama
- mereka orang-orang yang berzikir. Nah,
- ini ayat
- di antara ulama-ulama kita mereka
- mentafsirkan ajib. Oh, berarti
- orang-orang yang berzikir itu senantiasa
- dalam pantauan dan rianya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Nah, kan
- begini. Allah nyuruh Rasulullah untuk
- senantiasa bersama mereka.
- Begitu. Wasb nafs Allah perintahkan
- nabinya untuk bersabar
- senantiasa bersama mereka.
- Jangan maning di sini aja. Jangan engkau
- palingkan mukamu, jangan engkau
- palingkan pandanganmu. Enggak pantau
- mereka terus orang yang berzikir itu.
- Oh, ajib.
- Allahu Akbar. [tertawa]
- Dalam hadisnya Nabi Wasallam bersabda,
- "Innallaha yaakul Allah Taala berfirman
- dalam hadis Gusi, ana maa abdi
- maakaraniharakat
- biata."
- Aku senantiasa bersama hambaku selagi
- dia berzikir kepadaku dan selagi dia
- bergerak lisannya untukku, kata Allah
- Taala.
- Terus ketika dia bergerak lisannya
- senantiasa Allah Taala bersamanya. Nah,
- itu Bib hadis sahih. Nah, ini yang tadi
- kita bahas tadi.
- Nabi wasam bersabda, "Yagulullah." Allah
- berfirman, "Ana abdi biana maahuakar."
- Aku senantiasa berada dalam prasangka
- hambaku.
- Ini ajib Habib. Pembahasan panjang
- sebenarnya kalau masalah perihal dan ini
- seorang hamba itu dianjurkan bukan
- dianjurkan diwajibkan
- untuk berhusnudzan
- untuk berbaik
- sangka. Sebelum dengan hamba-hamba Allah
- enggak baik sangka dulu dengan Allah.
- Jangan jangan berpersangka buruk sama
- Allah Taala
- ya.
- Setiap apa a yang menimpamu pasti ada
- hikmahnya. Pasti Allah Taala
- menginginkan perkara perihal baik
- untukku dalam peristiwa ini. Jangan. Wah
- ini berarti tanda bakal datang bala ini.
- Jangan jangan
- terjadian akhirnya. [tertawa]
- Kan gini ana abdi terserah faladun masya
- dalam riwayat terserah mau berprasangka
- apa kepadaku. Aku senantiasa akan
- bersamanya dalam prasangka itu.
- Terus husnudan lah pas doa di harus
- dikuat. Ada empat tempat dianjurkan
- untuk menguatkan husnudzan.
- Heeh.
- Ketika doa pertama pas doa ente harus
- husnudan, harus yakin ini bakal
- diijabahkan oleh Allah Taala. Jangan
- ragu ente doa tapi ragu ah ini
- dikabulkan enggak ya? Ya udah deh ragu.
- Allah yang ngabulkannya juga ragu
- akhirnya kan tergantung prasangkamu.
- Kalau yakin pasti Allah ngabulkan pasti
- dikabulkan. Satu ketika doa.
- Kedua ketika sakaratul maut. Taban
- ketika sakaratul maut pas mau meninggal.
- Nah, di situ dianjurkan husnudan yang
- banyak. Jangan engkau ingat dosa. Jangan
- engau ingat karunia Allah Taala. Allah
- maha pengampun. Allah maha pasti Allah
- Taala akan menerimamu dengan karunianya
- antar di akhirat. Jadi apa namanya?
- Ketika dicabut nyawa kita dalam keadaan
- husnudan yang yang full. Oke. Juga
- dianjurkan husnudan h ajibal bala.
- Ketika datang bala husnudan di situ.
- Jangan lan. Jangan putus asa. Jangan
- sudah enggak ada harapan lagi. Lah la
- lah. Di sini, di sini tempatnya
- Husnuzan.
- Gimana, Husnuzan? Mikir apa, Bib? Waktu
- kenapa?
- Haji. Oke, jangan jauh-jauh. Ceritanya
- begini, Bib. Kita melihat Nabi Allah
- Musa alaihi salam.
- Allahum
- ketika terpojok kan dikejar sama Firaun
- tuh
- sampai ke mana akhirnya? Sampai ke tepi
- sungai. Sungai Niri.
- Nilir.
- Qala ashabu Musa inna lamudrakun. Wah,
- udah kelar gitu ya. Ketangkap gitu ya.
- Ke mana lagi sekarang?
- Depan sungai ini belakang ya masukkan
- Firaun ya pasti habis gitu. Heeh.
- Apa kata apa kata Nabi Musa? Kalla
- enggak?
- Inna maiabah
- sayahdin. Oh ajib. Enggak. Kenapa? Ana
- maib rabbi
- sayahdin. Dalam perihal ini sudah
- terpojok. He.
- Ya artinya ee tabiat kalau kita suudon
- artinya ke mana lagi kita sudah pasti
- habis.
- Enggak enggak bisa dalam peristiwa ini
- semestinya husnudan. Enggak. Allah pasti
- menyelamatkanku dengan keyakinan
- husnudan yang kuat.
- Apa namanya? Langsung Allah kasih wahyu
- untuk mukul apa namanya ee sungai Nil
- sampai terbelah 12 dan riwayat riwayat
- terbelah dua
- itu semua berkat berkat husnudan ketika
- bala itu.
- Hm.
- Ketika ada bala husnudan lah kepada
- Allah langsung dibukakan.
- Pelajarnya begini Habib. Ini ajib.
- Kenapa sih Allah ngasih bala?
- Kadang-kadang iya begini. Di antaranya
- Allah Taala kangen sama suara ente
- enggak doa sudah lama.
- Satu itu versi versi hasnadan yang bagus
- itu.
- Yang kedua, Allah Taala akan memberikan
- pertolongannya bilamana engkau sudah
- putus asa dari makhluk.
- Iya
- yang yakin kepada Allah sahaja. Ketika
- itu Allah pasti memberikan
- pertolongannya. Muskilahnya apa? Kita
- kadang-kadang masih mengharap kepada
- makhluk
- sampai Allah dibiarin. Dibiarin biarin
- terus sampai capek sampai capek sampai
- kesal. Heeh.
- Sampai kalau bahasa patah hati patah
- hati
- sampai patah hati sama makhluk lah.
- [berdehem]
- Sudah patah hati sudah kelar enggak ada
- lagi kecuali Allah Taala. Ah sini Allah
- bukakan seakan-akan Allah bilang gini
- coba dari awal sama aneh dari awal sudah
- kasih ya sudah dibiarin sama Allah
- Taala. Coba harap ke si fulan fulan
- fulan fulan ee apa akhirnya dia patah
- hati dia sakit hati fin nihayah dia
- balik kepada Allah bukakan. Kalau dari
- awal balik kepada Allah dari Allah dari
- awal Allah bukakan. Nah, itu di
- antaranya.
- Jadi, dengan apa Allah Taala mengingat
- dengan bala?
- Dikasih bala. Bala sampai kita kesal
- sama orang, sampai kita [tertawa] putus
- asa sama manusia. Ketika itu kita
- kembali kepada Allah. Nah, inilah tujuan
- Allah Taala memberikan bala kepadamu. Di
- antaranya itu. Itu versi husnudannya.
- Oh, banyak, Bib.
- Masyaallah. Masyaallah.
- Lainnya mungkin Allah Subhanahu wa taala
- lagi menangguhkan
- ee menghapuskan dosa kita pada saat itu,
- daripada nanti azabnya ditangguhkan di
- hari kiamat. Sahih.
- Lebih pedih lagi mungkin.
- Sahih. Sahih. Sahih. Betul, Habib. Betul
- banget. Di antara versi husnudannya
- ketika balai itu ya ini pengampunan dosa
- di sini ya kan? He
- kayak antum bilang tadi. Insyaallah
- maksiat-maksiat kita yang lalu ya sudah
- cukup ini azabnya. Jadi enggak diazab
- lagi entar di barzakh. [tertawa]
- Insyaallah.
- Oke.
- Jazakumullah khair habib.
- Ajir Habib. Waana maahuakarani
- nafsiakartu fi nafsi. Tadi yang kita
- jelaskan. Aku akan bersamanya bilamana
- dia berzikir kepadaku. Bilamana dia
- menyebutku dalam kesendiriannya, aku pun
- menyebutnya dalam kesendirianku. Kata
- Allah Taalau
- min
- bilamana dia menyebutku dalam
- keramaiannya. Ah berarti apa di sini? Di
- antara dalil sunahnya kita berzikir
- bareng-bareng. Nah ini.
- Hm.
- Wah kata bilamana dia menyebutku dalam
- keramaiannya maka aku akan menyebutnya
- dalam keramaian yang khair minum. lebih
- baik daripada keramaiannya.
- Heeh. Heeh.
- Kalau kita nyebut Allah Taala ee depan
- 10 orang contohnya barang Allah pasti
- akan nyebut kita lebih dari itu.
- Bukan cuma 10 malaikat, berapa ratus
- malaikat. Wallahuam. Khair minuh falain
- khair minuh. Dan terus seperti itu. Nah,
- gitu.
- Apalagi kalau kita mengajak orang untuk
- mencintai Allah subhanahu wa taala.
- Mungkin Allah subhanahu wa taala
- mengajak para malaikat
- Allah untuk mencintai kita. Ah, ada
- hadisnya kan.
- Karena Allah Taala sudah cinta ke
- seorang.
- Heeh. He.
- Maka apa namanya? Eh, Allah panggil
- Jibril. Oi, Jibril, sungguh aku telah
- cinta kepada si fulan. Maka cintalah
- kalian.
- Allah.
- Habis itu Jibril ngapain? Ke langit. H
- ke penghuni apa tuh? Ee
- malaikat-malaikat penghuni langit. Wah,
- ya ahlus sama. Woi penghuni langit.
- Allah Taala telah mencintai si fulan,
- maka wajib kalian untuk mencintainya.
- Semuanya cinta sama dia. Akhirnya
- gara-gara apa? Gara-gara tadi kalau dia
- ngajak orang untuk cinta kepada Allah,
- Allah ngajak malaikat semua untuk cinta
- kepadanya. Nih orang ni hamba nih.
- Ini dalil untuk berdakwah juga, Bib. Ya,
- kalam azim.
- Insyaallah. Gimana kalau kita ngajaknya
- pakai jadi kameraman, jadi operator,
- jadi miar boleh? Apa
- aja, Bib?
- Masyaallah. Masyaallah. Jadi pendengar
- hasil barangkali.
- Allahu Akbar.
- Apun kerjanya nyebar-nyebarin stiker
- hasil, Bi.
- Jual-jalan stiker hasil biar orang
- ngedengar hasil. Masyaallah. Masyaallah
- mudah-mudahan diterima juga beb ya.
- Akidyaahil insyaallahf wa yuhibib
- wuhibb.
- Amin. Aminyaallah.
- Kir habib
- mungkin mau jeda dulu, Bib. Mau minum
- apa?
- Siap Habib.
- Ikhwan akad. Bagi ikhwan akh yang ingin
- bertanya curhat barangkali sama Habib
- Mustaba silakan telepon ke 0218451512
- atau bisa kirimkan WhatsApp ke
- 0811999720.
- Kami akan kembali setelah jeda berikut
- ini.
- [musik]
- Yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Jazakumullah khairan jaza. Masih
- mendengarkan sampai detik ini. Masih
- bersama kami di kajian tasawuf bersama
- Habib Ahmad Musttaba bin Syahab. Ada
- Neja kameraman dan juga Agus Susilo di
- meja operator. Dan kita masih membahas
- tentang salah satu ciri ahli tasawuf ya
- ini yakni senantiasa berzikir. Tadi
- sudah dijelaskan bagaimana
- fadilah-fadilah berzikir, bagaimana
- kebiasaan orang saleh dalam berzikir,
- kebiasaan para wali dalam berzikir
- kepada Allah subhanahu wa taala. juga
- tadi dijelaskan tentang dibacakan
- tentang ayat-ayat Quran, tentang
- keagungan mengingat Allah Subhanahu wa
- taala juga tentang hadis tentang
- mengingat Allah Subhanahu wa taala.
- Akat. Bagi akad yang ingin berdiskusi
- silakan. Sudah banyak sih sebenarnya
- yang masuk cuman kalau akad mau bertanya
- siapa tahu kebaca 0811999720
- atau kalau telepon mungkin barangkali
- kalau WhatsApp tidak kebaca-kebaca boleh
- telepon juga ke 0218451512.
- Habib mau ada penjelasan yang
- dilanjutkan atau pertanyaan? Langsung
- pertanyaan
- langsung pertanyaan aja ya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Oh, banyak sekali. Sip.
- Saya pilih dulu.
- Ada banyak sekali ee pertanyaan yang
- masuk. Ada dari Femi Tebet, Ikhwan
- pencinta Habib. Masyaallah. Oh, pencinta
- kitab. Ada Ibu Ros, ada Pak Ridwan, ada
- Ibu Darma, ada Ibu Mala, ada Haji A di
- Cipulir. Masyaallah, jazakumullah
- khairan jaza. Saya bacakan satu dulu.
- Ini yang sudah dari tadi. Ee,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Habib Ahmad MTA dari Ibu
- Hani di Jakarta Barat. Terkait dengan
- memperbanyak zikir, pernah mendengar
- zikir-zikir seperti subhanallah
- wabihamdih adada khqi warid nafsih
- wainata asih waidada kalimatih bisa
- menjadi solusi bagi kelemahan manusia
- dalam memperbanyak zikir. Apakah benar
- seperti itu, Habib? Mohon mencerahnya
- pencerahannya. Jazakumullah khairan jaza
- Jamil.
- Aib. Bismillahib ya. Oke. Eh,
- masyaallah. Jazakumullah khair
- wajakillah khair Ibu Hani ee atas
- pertanyaannya. Di sini beliau menanyakan
- khasiat daripada salah satu zikir.
- Subhanallah wabihamdih khqi wfi. Oke.
- Ini sebenarnya ada dua, Habib. Yang
- pertama subhanallah wabihamdih satu
- potongan. Yang kedua adada khqih sampai
- akhir itu
- yang untuk masalah yang kedua adada
- khqihi warid nafsihi arsi widada
- kalimatih. Ee ini bisa disertakan ke
- zikir apapun ya. bisaallah
- maknanya apa itu ya?
- Nah, maknanya apa dan dalilnya apa? Ini
- ada ceritanya begini, Habib.
- He he.
- Waktu itu Nabi sallallahu alaihi
- wasallam
- ee di rumah Sayidah Aisyah. Nah, ketika
- Baginda mau keluar ya, Sayidah Aisyah
- lagi duduk lagi berzikir. Tuh banyak
- berzikir. Nah, Sayidah Aisyah
- ee apa namanya? Ngitungnya pakai batu.
- Ah, ngitungnya pakai batu. Ada batu
- banyak tu.
- Heeh. He
- dit satu-satu dipindahin batu ini ke
- sini sampai berzikir
- ngitung pakai batu.
- Yang di antara dalilnya tasbih nih, Bib.
- Di antara dalilnya tasbih itu ada di
- zaman Rasulullah dan enggak bidah. Di
- antara ini dalilnya
- tasbih kan artinya alat hitung ya.
- Dengan cara apapun sih mau pakai
- gitu-gituan, mau pakai yang elektronik,
- mau pin batu.
- Heeh. Heeh.
- Ya. Dengan cara apa, Pak?
- Pakai ras jari apa
- pakai ras jari gitu. Dengan cara apa aja
- bisa.
- Nah, e Sayidah Aisyah mulai berzikir tuh
- mindahin satu batu. zikir sampai sampai
- sore wasallam balik ke rumah Sidah
- Aisyah masih dalam pola duduk yang sama
- seharian tuh berarti dari pagi sampai
- sore tuh zikir ya
- Nabi bilang gini eh amaimuki kalimat mau
- enggak aneh ajarin ente kalimat
- Heeh
- ya yang bisa menandingi zikirmu dari
- pagi sampai sekarang he
- apaan Rasulullah boleh ah baru diajarin
- ini dengan mengacap mengucapkan al
- khqihi
- Jadi dengan pola ini dengan satu dengan
- apa jumlah ini, kalimat ini ee
- didabelkan pahala-pahala zikir kita.
- Sebanyak yang kayak tadi ceritanya dari
- pagi sampai sore enggak tahu berapa
- ratus itu, enggak tahu berapa ribu.
- Kalau kita zikir dengan satu bilangan
- ya, tapi dengan ini akhirnya itu
- didobelkan. Nah, artinya apa? Artinya
- adada khalqihi satu zikir ini contohnya
- subhanallah wabihamdih atau
- lailahaillallah ataupun alhamdulillah
- atau apalah. Tapi kita mau ini berharap
- kepada Allah Taala. Kita berharap kepada
- Allah Taala untuk Allah Taala mendoukan,
- melipat gandakan
- He.
- zikir ini sebanyak apa?
- Heeh.
- Adada khqihi. Sebanyak bilangan
- makhluknya.
- He.
- Oh. Ada berapa ya makhluk Allah Taala?
- Wah masyaallah. Nah itu deh. Ana pengin
- zikir ini didouelkan oleh Allah sebanyak
- bilangan makhluknya.
- Warid nafsih. Dan sebanyak keridaan ee
- dirinya. Keridaan Allah Taala. Berapa
- kali Allah pernah rida kepada
- hamba-hambanya? Wah enggak terung. Nah,
- Anda pengin zikir ini pun didabalkan
- seperti itu.
- Wazinata arsi dan bisa diartikan zina
- perhiasan. Perhiasan arsy. Perhiasan
- arsnya Allah Taala. Arsnya Allah Taala
- ada berapa perhiasannya atau zina
- keberatan? Arsnya Allah Taala berapa
- berat? Ana pengin zikir ini seperti itu
- juga dalam bilangannya dan beratnya.
- Widada kalimati dan kalimatnya Allah
- Taala eh perlu berapa tinta enggak
- habis-habis.
- kan
- e kalau seandainya lautan jadi tinta dan
- pohon jadi apa namanya tulisan pulpen
- itu bakal habis semua tetap aja
- kalimatullah senantiasa masih ada. Nah,
- ana pengin zikir yangikit yang satu ini
- didobelkan seperti bilangan kalimatnya
- Allah yang enggak ada habis-habisnya.
- Nah, itu artinya itu arti daripada khqi
- nafsi akhir akirillah. Jadi satu zikir
- ini betul dia satu tapi harapan kita,
- kita maunya agar Allah Taala
- mendoukannya
- sebanyak bilangan yang itu tadi.
- Bilangan berapa jumlah makhluknya dan
- keridaannya Allah Taala dan perhiasan
- arsynya dan juga bilangan ee daripada
- tinta-tinta kalimatnya.
- Ini semua zikir makanya dalam ee e apa
- namanya azkarnya
- ee khulasah ataupun dari apa namanya
- diambil Habib Muhammad Al Haddar itu
- setiap-tiap beliau berzikir
- akhirnya ditambahin ginian
- zikir apa aji akhirnya tambahin ginian
- ya harapan gitu untuk didabelkan
- untuk khasiatnya subhanallah
- wabihamdihian oh kalau kita masalah
- khasiat zikir ya wuh macam-macam banyak
- [tertawa] banyak hasiat tiap-tiap zikir
- itu ada khasiat-hasiatnya nya ee jadi
- kayak obat ya, tergantung sakitnya apa
- nih ee kasih obatnya terus gitu
- ada umum ada obat khusus ada kayak
- vitamin umum gitu apa aja si ada obat
- khusus BB adair khusus ini untuk inian
- kata jangan dibuat yang lain adanya itu.
- Oh gitu
- ada, Bib. Nah ini banyak sekali dikarang
- e ulama mengarang hasil-hasiat di antara
- yang ajib kitab Al-Azkar Nawawi.
- He
- ya kan disebutkan oleh Imam Nawawi
- zikir-zikir dan hasil-hasiatnya. Di
- antara juga almadjar rabbih fiwabil amal
- saleh. Disebutkan juga zikir-zikir
- dengan khasiat-hasiatnya. Di antaranya
- subhanallah wabihamdih. Oke. Hasatnya
- banyak ini.
- Subhanallah wabihamdih.
- Oke. Yang makrufnya apa begini? Yang
- makrufnya Habib Subhanallah wabihamdih
- tambahin dikit. Subhanallah. Subhanallah
- wabihamdih subhanallahzim.
- Astagfirullah. Yang berzikir itu 100
- kali antara azan dan salat subuh.
- Ya. Ee antara azan
- habis azan subuh. Tapi sebelum salat
- subuh, baca itu 100 kali
- itu apa namanya? Ee akan dibawa akan
- diseret ke kakinya.
- Nah, itu kalau muadabah ala ah zikir itu
- dari mana? Dari
- ee apa ya? Antara setelah azan tapi
- sebelum salat subuh
- 100 kali. Subhanallah wabihamdih.
- Subhanallahim, astagfirullah.
- Ajim.
- Oke. Itu di antara hasilnya 100 kali.
- Biasanya yang rezeki-rezeki gini suka
- [tertawa] laku, beb.
- Oh, gitu, Beb. Ya,
- kalau yang khasiatnya rezeki-rezeki gini
- laku banget di pasar [tertawa]
- di pasaran di kalangan.
- Di antara hasil juga Subhanallah whamdih
- ini apa hasilatnya? Di antaranya
- disunahkan kita membaca ini zikir 100
- kali setelah salat Jumat. Ee setelah
- salat Jumat. Uh, itu luar biasa. Habib.
- alfakir gak ingat berapa bilangannya
- akan diampunkan dosa-dosanya sekian
- dosa-dosa. Bilamana [mendengus] ee sudah
- terampuni dosa semuanya akan dibagi-bagi
- ke mana? Ke orang tuanya, ke
- keluarganya.
- Ini bilangannya besar sangat. Kalaupun
- sudah cukup mencukup dibagi-bagi tang
- tangganya
- dalam pengampunan dosa itu. Subhanallah
- ee apa 100 kali setelah salat Jumat. Di
- antaranya tadi yang apa sahih dengan
- bahwa bisyakil amam. Bisyakilal am untuk
- ee pelapangan dada. ee ketenangan hati
- itu zikir apa aja pasti
- h
- zikir apa aja pasti akan mendatangkan ke
- lapangan dada walaupun memang ada
- sebagian zikir yang lebih khusus untuk
- pelapangan dada di antaranya ini betul
- subhanallah wabihamdih
- kayak juga surat alam nasrodrq
- sambil megang dada biasanya tuh habis
- salat insyaallah dilapangin dadanya
- rbisrohli sodri waassirli amri 70 kali
- sehari itu semua hasatnya sama untuk
- perelapangan dada dan ngilangin sumpek
- Oh, yang
- kalau yang enggak boleh ditinggalin
- banget apa, Beb? Zikirnya
- enggak boleh nih zikir yang ini enggak
- boleh. Minimal pokoknya ini zikir ini
- enggak boleh ditinggalin dalam se
- lailahaillallah. Dalam sehari [tertawa]
- ya. Kalau dalam pandangan syariat yang
- wajib-wajib aja ya salat. Tapi kalau
- dari segi ininya
- ee selawat jangan jangan kurang. Kalau
- kalau dulu sih Imam Sakhawi bilang fil
- badi
- jangan kurang dari 300. H. Masyaallah.
- Orang
- kita ya jangan kurang dari 30 lah setiap
- hari.
- Siap. [tertawa]
- Siap.
- Yang paling-paling minimal
- lailahaillallah. Paling ajib
- lailahaillallah. Lailahaillallah itu
- zikir bidayah wzikir nihayah. Mulai
- dengan lailahaillallah dan semua akan
- bermuara ke lailahaillallah.
- Ajib.
- Makanya
- di bulan apa tuh? Di bulan Rajab apa
- Syakban? Setiap habis salat
- lailahaillallah
- waduh.
- Zulhijah.
- Zulhijah. 10 hari pertama.
- Oh itu 10 hari pertama ya. Insyaallah.
- Insyaallahikallahikriamahuallah.
- Banyak lagi hadis-hadisnya.
- Faam annahu lailahaillallah. Ajib
- lailahallah itu.
- Uh semua hasilat zikir ada di sini di
- lailahaillallah.
- Aji aji.
- Ngilangin sumpek. Wah kata mendatangkan
- keyakinan gitu. Menyucikan hati. Nah itu
- lailahaillallah. Banyak-banyakin
- lailahaillallah. Terus
- kalau baca Quran Bib gimana Bib? Apa
- termasuk zikir apa? Memang itu
- sebenarnya zikir
- di antara zikir Habib. Betul. Di antara
- zikir adalah Al-Qur'an, di antara zikir
- selawat.
- Quran pun termasuk termasuk zikir.
- Wahak ee pun juga jangan ditinggalkan
- katanya kan sehari minimal selembarlah.
- Kalau orang dulu bilang sehari minimal
- sejuz.
- Sejuz satu a. [tertawa]
- Kalau kita sehari minum ya minimal
- selembar deh. Satu hari
- jangan ditinggalin. Nah, ini paling
- paling minimal untuk porsi harian kita.
- Quran walaupun selembar, selawat
- walaupun 30 lailahaillallah sebisa
- mungkin.
- Insyaallah jazakumullah khairan jaz
- habib. Ee ada pertanyaan lagi mungkin
- ini terakhir. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Habib.
- Wah, ini ketumpuk. Tapi saya ingat
- pertanyaannya ee Habib, bagaimana dengan
- ee orang yang
- berzikir senantiasa berzikir,
- menyendiri, tapi lupa mencari nafkah
- untuk keluarganya?
- Waduh.
- Coba gimana tuh? Enggak apa, Habib tadi
- kayaknya tadi ya? Kurang lebih seperti
- itu,
- Ajib, Mumtaz.
- Di sini, Habib harus didirikan suatu
- mizan, mizan timbangan.
- Nah, jadi kita tahu apa namanya yang
- mana yang utama, yang mana yang lebih
- utama yang harus diutamakan.
- Wahak.
- Kaidah pertama
- tidak bisa ee perihal yang sunah itu
- menggugurkan perihal yang wajib.
- Itu kaidah yang pertama.
- Zikirnya zikir apa? Zikir sunah atau
- zikir wajibkah? Oh, zikir zikir sunah.
- Oke. Sedangkan mencari nafkah itu
- perihal yang wajib. Berarti gak bisa di
- sini perihal yang sunah menggugurkan
- perihal yang wajib. Akhirnya apa?
- Jatuhnya itu sunah bukan jadi sunah
- menjadi haram. Akhirnya ketika orang
- mendahulukan yang sunah gara-gara sunah
- itu akhirnya dia melantarkan perihal
- yang wajib yang tadinya itu sunah yang
- dikerjain menjadi haram hukumnya.
- Hm.
- Wahak. Contoh begini.
- Heeh.
- Dia enggak pakai celana untuk pakai
- celana pendek tapi dia punya sarung
- yang semestinya sarung itu dipakai sama
- dia untuk nutup auratnya. Ini kagak.
- Heeh.
- Pakai buat pakai imamah.
- [tertawa]
- Sunah ini
- haram loh. Kok haram ini semestinya
- bukan di tempatnya di bawah nih buat
- nutup aurat.
- E
- ini kan sunah enggak jadi sunah sekarang
- jadi jadi haram hukumnya karena dia
- melantarkan perihal yang wajib.
- Permisalan bagus banget ya orang pakai
- sarung [tertawa] buat iya benar
- buat imam dengar ini dari tadi
- kalau di zoom sering tuh [tertawa]
- celah pendek zoom kan enggak kelihatan
- bawahnya pakai bu
- lailahaillallah [tertawa]
- ya Allah. Nah, ketika ada perihal yang
- sunah yang yang karenanya akhirnya
- terlantarlah perihal perihal yang wajib,
- maka yang sunah ini bukan sunah sekarang
- menjadi haram hukumnya.
- Nah, jadi gak bisa kalau seandainya
- orang fokus zikir aja, menyendiri dalam
- zikir, masyaallah khalwat ya, tapi
- keluarganya enggak dapat nafkah,
- jatuhnya haram itu zikirnya itu bukan
- sunah lagi sana. atya haram
- lagimana ya keluar
- dan dalam keluar itu ini subhanallah
- banyak kita masih mengira kerja itu
- suatu suatu yang berlawanan dengan
- dengan ibadah padahal enggak kerja itu
- ya ikhw dengan keikhlasan ya dengan niat
- untuk menjaga diri dari perihal yang kej
- kerja itu suatu ibadah yang luar biasa
- oh luar biasa
- apa namanya ee ada hadis
- Fi apa namanya? Fi
- nam fil f sunan ya. Ada seorang ini
- keker, Bib. Ada seorang sahabat yang
- keker gede badannya
- lagi
- bawa apa namanya? Kulilah lagi itu lagi
- kerja.
- Dan Nabi sallallahui wasallam sama
- sahabat-sahabatnya mengelihatnya.
- Ibn Habban hadis nam ee bilang ya coba
- kalau seandainya tenaga ini baju yang
- apa keker dialihkan ke jihad maka bagus.
- Heeh.
- Saya bilang gitu. Nabi wasam bilang,
- "Dia pun sekarang lagi berjihad." Kata
- Rasulullah, "Jangan ngirahat itu
- berperang." Enggak, enggak. Dia sekarang
- lagi berjihad.
- Bingung sahabat. Nah, gimana ya
- Rasulullah? Ini tidaklah ada kalian
- mendatangkan nafkah untuk suapan ke apa
- ke istri kalian, melainkan kalian dalam
- keadaan berjihad ketika itu.
- Nah, itu timbul hadis itu. Jadi, ketika
- orang keluar kerja berarti dia dalam
- ibadah. Nah, makanya kan ada hadis,
- "Barang siapa yang meninggal dunia
- ketika dia mencari nafkah untuk
- istrinya, maka termasuk syahid."
- H
- sebagaimana penuntut ilmu, meninggal
- dalam nyantri contohnya, meninggal dia
- syahid juga. Ini ketika orang kerja
- meninggal
- dalam pekerjaannya itu mati syahid
- karena dia dalam ibadah. Yang penting
- apa? Satu. Yang penting itu niatnya
- bagus untuk ee menafkahi keluarga, untuk
- menjaga diri dari perihal yang haram,
- yang keji.
- Dan kedua, kerja itu tidak melantarkan
- yang wajib yang lebih utama lagi seperti
- salat. I kan oh kerja salat lupa
- akhirnya. Jadi, Subhanallah ini perlu
- kita kalau bahasa tertibul aulawiyat.
- Menyusun yang mana yang utama dan yang
- mana lebih utama.
- Yang mana yang wajib, yang mana lebih
- wajib.
- Salat nomor satu.
- Ya, kerja kewajiban eh zikir baru kayak
- tadi yang ceritanya tadi.
- Berzikir bagus tapi jangan lupa jangan
- sampai ini zikir melantarkan yang wajib
- nafkah istri. Udah kerja kerja eh jangan
- lupa kerjamu jangan sampai engkau
- karenanya melantarkan salat lima waktu.
- Nah gitu.
- Masyaallah. Jadi al kuli apa namanya ee
- ee gak bisa kalau seandai kita fokus
- zikir aja tapi keluarga kita terlantar
- ya jatuhnya bukan sunah itu akhirnya
- haram zikir wafiah lailahaillallah nah
- itulah ringkasnya mungkinya
- insyaallah jazakumullah khairan jaza
- penjabaran dan juga jawaban dari
- pertanyaan-pertanyaannya semoga
- bermanfaat buat ikhwan akhwat semua di
- rumah semoga bisa diamalkan semoga
- menjadi wasilah hidayah buat ikhwan
- akhwat yang mendengarkan jazakumullah
- khair habib
- atas penjelasan
- Minta maaf, minta maaf, minta maaf,
- mudah-mudahan istikamah, mudah-mudahan
- bisa kelar nih kita kita insyaallah.
- Dan yang penting bukan kelar, yang
- penting diamalkan oleh kita. Masyaallah.
- Mudah-mudahan kita bisa menjadi ahli
- tasawuf sejati,
- menjadi orang yang memiliki hagul yakin,
- keyakinan yang kuat kepada Allah
- subhanahu wa taala. Makasih juga Mas
- Atep, kameramen dan juga makasih Mas
- Agus Susillo di meja operator dan
- ikhwan-akhwat. Saya Isa Alkaf mohon
- undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.