Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:10 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:20 katsiran thayiban barokan fih kama 0:22 yuhibbu waardo. Allahumma shalli 0:25 wasallim wabarik ala sayyidina 0:26 Muhammadin wa ala ali sayyidina 0:27 Muhammad. Masih dipancarkan dari Jalan 0:30 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:32 Cibur Bekasi. Radio Silaturahim dan juga 0:34 Rasil TV untuk Islam yang satu. 0:38 Asalamualaikum warahmatullahi 0:39 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:40 dirahmati Allah. Alhamdulillah di 0:43 kesempatan Senin pagi hari ini mengawali 0:46 pekan ini di tanggal 22 September 2025 0:50 bertepatan dengan hari terakhir ya di 0:53 bulan Rabiul Aal ini. Alhamdulillah 0:55 Ikhwan Ah kami kembali menyapa Ikhwan 0:57 Ahwat dalam program acara renungan di 1:00 bawah naungan Al-Qur'an bersama guru 1:02 kita Ustaz Husein Alatas yang 1:04 alhamdulillah guru kita Ustaz Husein 1:06 sudah hadir di studio. Asalamualaikum 1:08 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10 wabarakatuh. 1:11 Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya, 1:14 alhamdulillah. 1:14 Alhamdulillahiabbil alamin. 1:15 Sebelumnya, Ikhwan akat, kami sampaikan 1:17 terima kasih ucapan ee jazakallah 1:20 khairan katir kepada ikhwan akhwat yang 1:22 Sabtu lalu ya hadir di masjid 1:23 silaturahim di acara peringatan Maulid 1:27 Nabi Muhammad dan juga temu pendengar 1:30 Radio Radio Silaturahim dalam rangka ee 1:33 milad Radio Silaturahim yang ke-16. 1:35 Terima kasih Wan Hawat yang juga sudah 1:38 men-support kegiatan tersebut. Yang bawa 1:41 makanan, minuman. Masyaallah ya hari 1:43 Sabtu itu cukup banyak jauh-jauh dari 1:47 berbagai tempat. Alhamdulillah. Dan kami 1:49 juga memohon maaf ya jika pelayanan kami 1:52 ada yang kurang, Ustaz. 1:54 Ada yang mungkin sedikit tidak berkenan. 1:56 Mohon dimaafkan dan insyaallah kita akan 1:59 bertemu kembali di acara off air 2:00 lainnya. Baik ikhwanat. Di kesempatan 2:03 ini kita akan kembali melanjutkan ee 2:06 renungan di bawah naungan Al-Qur'an. 2:09 Insyaallah nanti akan ee disampaikan 2:11 oleh guru kita kajiannya Ustaz Husein. 2:14 Namun sebelumnya akan saya bacakan ee 2:16 dua pertanyaan Ustaz ya. 2:18 Di kesempatan ini ee dari Pak Sunardi di 2:21 Ciputat dan juga ni hamba Allah. Kedua 2:24 pertanyaannya ya hampir ee terkait ya. 2:28 Yang pertama itu Al-Qur'an memberikan 2:30 banyak contoh dan kisah dari nabi-nabi 2:33 dan umat-umat terdahulu. 2:35 Apa relevansi kisah-kisah ini bagi kita 2:39 hari ini, Ustaz? Terutama ketika 2:41 tantangan, 2:42 masalah dan ujian yang dihadapi oleh 2:45 umat manusia jauh lebih [berdehem] 2:47 kompleks dan beragam daripada yang 2:49 digambarkan di dalamnya. Satu lagi ini 2:52 dari hamba Allah. Saat ini banyak orang 2:55 berdebat tentang apakah agama masih 2:57 relevan di dunia di ruang publik. 3:02 Haruskah agama dibatasi hanya pada 3:04 urusan pribadi atau apakah nilai-nilai 3:07 agama seharusnya juga menjadi panduan 3:09 [berdehem] dalam kebijakan publik, 3:11 politik, dan hukum di sebuah negara yang 3:15 majmuk. Demikian, Ustaz, kami [berdehem] 3:16 persilakan, Ustaz. 3:23 Bismillahirrahmanirrahim. 3:26 Alhamdulillahi rabbil alamin. 3:31 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 3:34 abdika wa rasulika sayyidina wa nabina 3:37 Muhammadin wa alihi wasohbihi wasallim. 3:45 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana. 3:49 innaka antal alimul hakim. 3:54 Wala haula wala quwwata illa billahil 3:57 aliyil adzim. [berdehem] 4:03 Allahumma alimna ma yunfauna 4:07 wfaf'na bima alamtana. [berdehem] 4:11 Allahumma sholli ala abdika wa rasulika 4:14 sayyidina Muhammadin wa alihi thyibin 4:17 wasohabatihil guril mayamin wasairina 4:20 ala nahjihil qawimi ila yaumiddin. 4:27 Assalamualaika ya Rasulullah assalamu 4:29 alaina wa ala ibadillahis shihin. 4:34 Allahumma aina minika rahmah waimna min 4:37 ladunka ilman nafi wfaf'na bimaamtana. 4:42 Allahumma inna naudubika anadilla nud 4:45 [berdehem] 4:46 nazilla nuzalima 4:49 najhala yuj. 4:53 W'du [berdehem] ikhwan akhwat yang 4:55 dirahmati Allah. 4:57 Para pendengar pemirsa radio TV 4:59 silaturahmi 5:02 beserta 5:03 seluruh kerabat kerja di studio yang 5:06 menemani kita. Semoga Allah subhanahu wa 5:09 taala senantiasa melimpahkan rahmat-Nya 5:13 kepada kita semua, keluarga kita. 5:17 Begitu pula 5:19 kepada seluruh anak [berdehem] bangsa 5:22 kita 5:23 agar hati kita terbuka untuk menerima 5:27 petunjuknya. 5:29 Yakin dengan apa-apa yang Allah 5:32 Subhanahu wa taala janjikan dalam 5:34 kitabnya. Begitu pula 5:36 peringatan-peringatan yang Allah 5:38 Subhanahu wa taala peringatkan kepada 5:40 kita agar kita dapat [berdehem] 5:43 melaksanakan 5:47 ujian kita dalam kehidupan dunia ini 5:49 dengan sukses dan meraih kebahagiaan 5:52 [berdehem] 5:54 yang sempurna di hari akhir nanti. 5:57 Dikumpulkan bersama Nabi kita Muhammad 5:59 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. 6:01 Diselamatkan dari azab dan murkanya. 6:06 Semoga Allah ampuni dosa kesalahan kita 6:09 yang lalu, yang kini, yang kita sadari 6:12 maupun yang tidak kita sadari. Begitu 6:14 pula yang kita lakukan di masa akan 6:17 datang. [berdehem] Semoga Allah jaga 6:20 kita dari perbuatan-perbuatan yang akan 6:24 menjerumuskan kita ke dalam murkanya. 6:26 Amin ya rabbal alamin. Ikhwan [berdehem] 6:28 akhwat yang dirahmati Allah, 6:33 [berdehem] 6:33 pertama-tama kita akan 6:37 menjawab pertanyaan yang kedua. 6:42 Apakah agama ini masih diperlukan 6:46 di tengah-tengah kehidupan modern saat 6:48 ini? 6:50 Apakah agama itu hanya menjadi domain 6:54 pribadi? 6:56 sama sekali tidak dilibatkan 7:00 dalam berbagai macam urusan dan 7:03 tantangan kehidupan kita, 7:07 baik [berdehem] dalam bidang 7:09 ee sosial, politik, ekonomi, 7:14 berbangsa dan bernegara. Begitu pula 7:16 aturan-aturan dan undang-undang. 7:19 Apakah aturan dan undang-undang tersebut 7:23 harus merujuk kepada aturan-aturan yang 7:27 datang dari Allah Subhanahu wa taala? 7:31 [berdehem] 7:34 Jawabannya 7:36 bahwa Allah Subhanahu wa taala 7:40 adalah Tuhan semesta alam. 7:43 Bukan hanya Tuhan satu bangsa, 7:46 satu ras, tapi Allah Subhanahu wa taala 7:50 adalah Rabbul alamin. [berdehem] 7:55 Allah Subhanahu wa taala 7:59 tidak menciptakan kita dalam rangka 8:01 bermain-main. [berdehem] 8:03 Tapi Allah subhanahu wa taala 8:05 menciptakan kita, 8:08 menempatkan kita di atas muka bumi untuk 8:12 masa yang terbatas. 8:14 Allah berikan kita akal, berikan kita 8:17 pilihan. Allah utus rasul-Nya, turunkan 8:21 kitabnya [batuk][berdehem] 8:24 untuk menjadi rujukan bagi kita semua 8:28 agar kita [berdehem] dapat hidup sejalan 8:31 dengan keridaan Allah Subhanahu wa 8:34 taala. 8:37 Maka orang-orang yang telah menerima 8:39 petunjuk [berdehem] 8:40 dan sampai kepadanya, 8:43 tapi menolak untuk mengikuti 8:46 [batuk] 8:48 menolak untuk mengikuti petunjuk Allah 8:50 Subhanahu wa taala. Setelah sampai 8:53 argumen dan hujah Allah kepadanya, 8:56 maka dengan sendirinya dia akan 8:58 mempertanggungjawabkan seluruh 9:01 perbuatannya, 9:02 pelanggarannya di hari kemudian nanti 9:05 dan dia akan menerima balasan sesuai 9:08 dengan perbuatannya. Dan Allah Subhanahu 9:11 wa taala tidak menzalimi hambnya dalam 9:14 hal ini. 9:17 Tapi siapa-siapa 9:19 yang telah menerima petunjuk Allah, 9:22 mengikutinya, beriman kepada Allah, 9:24 beriman kepada hari akhir, beriman 9:26 kepada rasul-Nya, 9:28 beriman kepada kitab sebagai acuan dan 9:32 rujukan dalam kehidupannya 9:35 dan dia beramal sesuai dengan keimannya, 9:38 maka dia akan menerima janji Allah yang 9:41 Allah janjikan padanya. [berdehem] 9:45 Allah menjelaskan tujuan hidup ini. 9:47 Alladzi khalaqal mauta wal hayah 9:50 liyabluakum ayyukum ahsanu amal. 9:54 Dia yang telah menciptakan kematian dan 9:56 kehidupan. 9:58 Artinya kehidupan kita, kematian kita 10:02 yang kita alami semua ini merupakan 10:05 ketentuan Allah Subhanahu wa taala. 10:08 Bukan dengan sia-sia, tapi liyabluakum 10:12 ayyukum ahsanu amala untuk menguji 10:14 kalian siapa di antara kalian yang 10:17 terbaik amalnya. 10:21 Maka dengan penuh keadilan, Allah 10:23 Subhanahu wa taala akan membalas 10:27 orang-orang yang beriman dan hidup 10:29 dengan mengerjakan amal saleh, mengajak 10:33 kepada yang makruf, mencegah dari yang 10:35 mungkar dengan balasan 10:37 yang amat mulia di sisinya. 10:41 Bahkan bukan hanya dengan penuh 10:44 keadilan, Allah Subhanahu wa taala 10:47 bahkan membalas mereka dengan penuh 10:49 kemurahan. Amal-amal kebaikan mereka 10:52 dilipat gandakan. dosa-dosa mereka 10:55 diampuni. 10:56 Tapi sebaliknya, mereka-mereka yang 10:58 tidak bersyukur kepada Allah dengan 11:00 nikmatnya, hidup dengan mengikuti hawa 11:02 nafsunya, melakukan kerusakan di atas 11:05 muka bumi, maka semua amal-amal mereka 11:10 tercatat di sisi Allah dan Allah akan 11:12 membalas mereka dengan penuh keadilan. 11:15 Oleh karena itu dalam sebuah hadis qudsi 11:18 Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Ya 11:21 bna Adam atau ya bani Adam, wahai 11:24 anak-anak Adam, innama hiya a'maluk." 11:27 Semua ini yang terkumpul di hadapan 11:29 kalian, amal-amal kalian. 11:32 Uhhakum, saya mengumpulkannya, 11:34 mencatatkan bagi kalian. Faman wajada 11:37 khairon falyahmadillah. Siapa yang 11:39 mendapatkan balasan yang baik, maka dia 11:42 bersyukurlah pada Allah dengan 11:44 bimbingannya, dengan petunjuknya, dengan 11:47 rahmatnya, kemurahannya yang telah 11:49 melipat gandakan kebaikannya. Tapi waman 11:52 wajada ghairalik fala yalumanna illa 11:55 nafsah. Siapa yang menjumpai 11:58 kebalikannya, 11:59 maka dia jangan menyalahkan Allah 12:01 subhanahu wa taala. Allah telah mengutus 12:04 rasul-Nya, telah menurunkan kitabnya, 12:07 memberikan mereka akal, 12:10 tapi ternyata mereka bukan mengikuti 12:12 petunjuk Allah, tapi mereka justru 12:16 berpaling daripadanya. 12:18 [berdehem] 12:20 Jadi hendaknya setiap orang dari kita ya 12:24 memahami bahwa kita tidak diciptakan 12:26 dengan sia-sia. Wama khalaqnas samaa wal 12:29 ardha wama bainahuma batila. 12:33 Kami sekali-kali tidak menciptakan 12:35 langit dan bumi dan apa yang terdapat di 12:37 antara keduanya dengan sia-sia. 12:38 Dalikaulladzina 12:40 kafaru fawailul lilladzina kafaru minar. 12:45 Itulah anggapan dugaan orang-orang yang 12:47 kafir yang tidak beriman kepada hari 12:49 akhirat. Maka celakalah bagi orang-orang 12:52 kafir dari azab api neraka 12:57 dengan sendirinya. 12:59 Karena kita diciptakan oleh Allah 13:02 Subhanahu wa taala dengan tujuan dan 13:04 tidak sia-sia. 13:06 Ditempatkan di muka bumi ini sebagai 13:08 khalifahnya. 13:10 Allah juga 13:13 turunkan bagi kita pedoman hidup yang 13:16 menjadi acuan rujukan bagi kita dan 13:19 kelak kita akan dikumpulkan di hari 13:21 akhir. Maka dengan sendirinya agama yang 13:23 merupakan pedoman hidup yang datang dari 13:26 Allah ini ya merupakan hal yang amat 13:31 betul-betul penting dalam kehidupan 13:33 manusia. Karena kalau seandainya tidak 13:35 ada tuntunan dari Allah, manusia hidup 13:38 dengan pilihan mereka, mereka akan 13:40 beralasan di hadapan Allah, "Ya Allah, 13:42 mengapa kamu menghukum kami padahal kamu 13:46 sebelumnya tidak pernah sama sekali 13:47 memberi peringatan kepada kami." 13:50 Maka misi Rasul sebagai pembawa kabar 13:53 gembira bagi mereka yang menyambut 13:55 seruan Allah sebagai peringatan bagi 13:57 mereka-mereka yang hidup jauh dari 14:02 petunjuk Allah hanyut bersama hawa 14:03 nafsunya. [berdehem] 14:06 Kalau kita membaca firman Allah dalam 14:10 surah 14:12 [berdehem] 14:14 Al-Hadid, 14:16 Allah berfirman, "Laqad arsalna rasulana 14:19 bil bayyinat 14:21 wa anzalna maahumul kitaba wal mizan 14:26 liyaquumanasu 14:28 bilqist. 14:31 Sesungguhnya kami telah mengutus 14:34 rasul-rasul kami 14:37 bilyinat dengan 14:41 petunjuk 14:42 penerangan yang sejelas-jelasnya 14:45 yang diiringi dengan bukti dan argumen 14:47 yang tak terbantahkan. 14:50 Wa anzalna maahumul kitaba wal misa. Dan 14:53 kami turunkan bagi mereka alkitab. 14:59 Jadi bersama mereka kami turunkan 15:02 Alkitab wal mizan. Lalu Allah jelaskan 15:05 fungsi dari Alkitab tersebut apa? 15:07 sebagai mizan neraka 15:11 agar manusia di tengah-tengah kehidupan 15:14 dunia ini 15:16 yang dipengaruhi oleh berbagai macam 15:18 pengaruh di antaranya hawa nafsu, 15:22 tradisi, 15:23 budaya, 15:26 mereka memiliki rujukan yang jelas. 15:28 Memiliki rujukan yang jelas ya 15:31 yang disepakati hingga dalam 15:34 pertentangan perselisihan. Demikian pula 15:38 dalam kehidupan mereka yang hidup pikuk 15:40 ini, mereka memiliki rujukan standar 15:44 yang jelas untuk apa? Untuk menegakkan 15:47 keadilan di tengah-tengah kehidupan 15:49 mereka. 15:51 Kalau neraca ini atau mizan ini berasal 15:54 dari manusia, maka dia tidak akan lepas 15:57 dari kepentingan manusia yang membuat 16:00 dan meletakkan timbangan tersebut. 16:03 Tapi kalau datang dari Tuhan semesta 16:05 alam yang menciptakan seluruh manusia 16:09 yang memuji mereka 16:12 dan menerangkan kepada mereka bahwa 16:15 mereka semua sederajat dan setara di 16:18 hadapan Allah. Yang mulia di antara 16:20 mereka hanyalah yang beriman dan 16:22 bertakwa kepadanya. 16:24 Dan Allah Subhanahu wa taala memuliakan 16:26 mereka yang taat kepada Allah dan 16:28 merujuk kepada timbangan tersebut. 16:31 Sedangkan mereka-mereka yang ingkar 16:33 kepada Allah dan menolak untuk merujuk 16:36 kepada timbangan Allah dalam hidup ini, 16:39 maka jangan mereka menyalahkan kecuali 16:41 diri mereka. Jadi dalam kehidupan dunia 16:44 ini kalau setiap manusia kembali kepada 16:48 standar masing-masing apa jadinya? 16:52 Apa yang akan terjadi? Tapi apabila 16:54 manusia kembali kepada standar yang sama 16:57 yang disepakati yang datang dari Tuhan 16:59 mereka yang maha pengasih yang maha 17:02 penyayang yang tidak membeda-bedakan di 17:04 antara suku dan bangsa, di antara ras, 17:08 begitu pula di antara warna kulit semua 17:11 di hadapan Allah sebagaimana firmannya, 17:14 "Ya ayyuhannas inna khalaqnakum 17:17 minzakarin wa unsa wal ja'alnakum suuban 17:21 waqoba litaaru. 17:27 Oleh karena itu, tidak ada timbangan 17:28 yang lebih adil daripada timbangan Allah 17:32 Subhanahu wa taala. Dan Allah yang akan 17:35 turun tangan mengadili manusia. 17:39 Jadi kalau seandai seorang bertanya, 17:42 "Apakah masih perlu kita merujuk kepada 17:46 agama?" Ya, dalam apa? dalam mengatur 17:52 kehidupan kita. Jawabannya 17:56 Nah, dan ini merupakan satu hal yang 18:00 betul-betul 18:02 amat urgen dan penting bagi mereka. 18:05 Karena ini akan menentukan keselamatan 18:07 mereka atau kecelakaan mereka. 18:10 Mereka bukan hanya bertanggung jawab di 18:12 hadapan sesama manusia dalam kehidupan 18:15 dunia dan juga ya penilaian ya penilaian 18:20 atas perbuatan mereka dalam kehidupan 18:24 dunia ini bukan hanya sebatas dan 18:26 merujuk kepada penilaian manusia, 18:29 tapi penilaian yang berlaku atas mereka 18:33 adalah penilaian Allah Subhanahu wa 18:35 taala sesuai dengan materi ujian yang 18:37 Allah berikan kepada mereka. 18:43 Maka dalam seluruh aspek kehidupan kita, 18:45 baik kehidupan pribadi kita, kehidupan 18:48 rumah tangga kita, kehidupan masyarakat 18:51 kita, berbangsa kita atau dalam 18:53 perekonomian kita, kita merujuk kepada 18:55 wahyu. 18:58 Merujuk kepada wahyu dan kepada akal 19:01 sehat. Karena apa? Akal ini merupakan 19:04 anugerah Allah Subhanahu wa taala yang 19:06 memuliakan manusia dan dia layak menjadi 19:09 mukalaf yang menerima amanat dari Allah. 19:12 Kalau dia tidak memiliki akal, dia tidak 19:14 akan menjadi mukalaf. Betul gak? Jadi 19:17 dengan wahyu dan akal. 19:21 Akal yang diterangi oleh wahyu berbeda 19:24 dengan apa? Dengan akal yang dikuasai 19:28 oleh hawa nafsu. 19:31 Hawa nafsu menyesatkan manusia. 19:33 Dan kita tahu tanpa ada rujukan yang 19:36 betul-betul disepakati yang penuh 19:38 keadilan, manusia akan 19:39 diombang-ambingkan oleh berbagai macam 19:42 eksperimen manusia yang akan 19:45 mengakibatkan manusia ini berubah wali 19:47 iyadzubillah lebih mengerikan daripada 19:49 binatang. Oleh karena itu ketika Mahatir 19:52 Muhammad mengatakan bahwa Zionis Israel 19:55 dan jelmaan setan atau iblis, 19:58 ucapannya ucapan yang benar. Padahal di 20:00 tengah-tengah 20:03 di tengah-tengah kehidupan manusia yang 20:06 modern saat ini terdapat juga PBB-nya. 20:10 Tapi kita saksikan bagaimana tumpulnya 20:13 PBB di hadapan pelanggaran-pelanggaran 20:16 Israel. Setiap PBB mengeluarkan dan 20:19 memutuskan apa? Keputusan. Kita saksikan 20:22 bagaimana negara-negara yang berada di 20:25 Dewan Keaman PB melakukan vus seperti 20:27 Amerika. 20:30 Tapi keadilan Allah Subhanahu wa taala 20:33 bersifat lurus bagaikan air walaupun 20:36 dalamnya berbeda-beda, permukaannya 20:38 sama. Dan manusia di hadapan Allah 20:41 sebagaimana ucapan Rasul anasa 20:43 wasiatunallah. 20:45 Jadi laqad arsalna rusulana bil bayyinat 20:48 wa anzalna maahumul kitaba wal mizan 20:51 liyaquasu bilqist. Sesungguhnya kami 20:54 telah mengutus rasul-rasul kami dan kami 20:58 turunkan bersama mereka ee albayinat 21:04 arsalna rasulana 21:06 bil bayyinat. Kami utus rasul-rasul kami 21:09 bil bayyinat dengan argumen-argumen, 21:12 hujah-hujah yang terang benenderang yang 21:14 tak terbantahkan. 21:16 [mendengus] 21:18 Dan kami turunkan bersama mereka sebagai 21:21 rujukan dan pedoman bagi seluruh umat 21:23 manusia. Alkitab wal mizan yang 21:26 berfungsi sebagai mizan agar manusia 21:29 dapat hidup dengan penuh keadilan. 21:33 Dalam suratul baqarah Allah berfirman, 21:35 "Karasu ummatan wahidah." Sesungguhnya 21:39 umat manusia tadinya itu merupakan satu 21:42 umat. 21:44 Mereka berinduk kepada Tuhan yang sama 21:47 karena Allah pencipta mereka dan mereka 21:49 juga berasal dari asal-usul yang sama. 21:51 Ayah mereka juga sama. 21:54 Kemudian mereka menerima petunjuk dari 21:56 Allah. Tapi disebabkan karena mereka 21:58 mengikuti hawa nafsu mereka, akhirnya 22:01 faktalau. Terjadilah perselisihan 22:03 pertentangan di antara mereka. Kananasu 22:07 umatan wahidatan. Di sini ada jumlah 22:10 yang dibuang al sabil ijaz fakalafu 22:13 mereka berselisih 22:19 karena suatan wahidatan fabaatallahun 22:23 nabiyina mubasyirina wa mundirin. 22:28 Kemudian Allah utus para nabi 22:33 dengan membawa kabar gembira bagi mereka 22:36 yang mau mengikuti petunjuk Allah hidup. 22:39 dengan penuh keadilan dan kebaikan dan 22:42 juga memberikan peringatan bagi 22:44 mereka-mereka yang ingkar, yang lupa dan 22:46 lalai. 22:50 Faballahun nabiyina mubasyirina wain 22:54 wazala maahum kitaba bilhaqqiahkumainasi 23:00 fi. 23:02 Lalu Allah subhanahu wa taala turunkan 23:07 kepada mereka alkitab 23:10 liyahkuma bainanasi fala fi. Agar dengan 23:15 kitab tersebut para nabi, para rasul 23:17 memberikan keputusan di antara manusia 23:20 pada apa-apa yang mereka perselisihkan. 23:23 Kita dalam kehidupan berumah tangga 23:26 antara suami istri, di antara orang tua 23:29 dengan anak, di antara anak seringki 23:32 enggak muncul perbedaan. 23:35 Nah, kalau masing-masing mengikuti hawa 23:37 nafsu kemauan, apa yang akan terjadi? 23:42 Tapi di saat kita memiliki standar yang 23:44 jelas, suami istri berselisih merujuk 23:46 kepada neraca yang sama. Begitu juga 23:50 anak dan orang tua ada perbedaan kembali 23:53 kepada neraca yang sama. Di antara 23:56 sesama saudara ada perbedaan pendapat, 24:00 perselisihan. Mereka bisa merujuk kepada 24:03 timbangan yang sama yang penuh keadilan. 24:05 Karena datang dari Tuhan mereka yang 24:07 maha pengasih lagi maha penyayang. 24:09 Begitu pula dalam kehidupan 24:10 bermasyarakat pasti akan terjadi 24:12 gesekan. 24:14 Tapi kalau kita mau menerima standar 24:16 yang sama, rujukan yang sama, bukan 24:18 mengikuti hawa nafsu kita atau kita 24:21 merasa lebih pandai dari Allah Subhanahu 24:23 wa taala, semua dapat diselesaikan. 24:25 Wtalaftum fi minin fahmuhuallah. Apa 24:29 saja yang kalian perselisihkan, apa saja 24:32 dalam seluruh aspek kehidupan kalian, 24:34 maka kembalikan hukumnya kepada Allah. 24:40 Jadi wa anzala maahumul kitaba bilhaqqi 24:43 liyahkuma bainanasi fala. Allah turunkan 24:47 bersama mereka Alkitab agar memutuskan 24:50 di antara mereka pada apa-apa yang 24:53 mereka perselisihkan atau perselisihan 24:55 yang berlangsung di tengah mereka. Lalu 24:58 Allah terangkan, wtalafa fi illalladina 25:02 utuhu min ba'di ma jaatumul bayinatuan 25:05 bainahum. Ternyata tidak terjadi 25:07 perselisihan di antara mereka 25:10 melainkan setelah apa? Setelah datangnya 25:13 petunjuk Allah kepada mereka. 25:16 Setelah datangnya bukti-bukti, 25:18 keterangan yang jelas dan 25:20 terang-menerang, Allah turunkan kitabnya 25:22 di tengah-tengah mereka. Ternyata mereka 25:25 berselisih setelah datangnya petunjuk 25:28 dan ilmu kepada mereka. Sebabnya apa? 25:30 Baghian bainahum. Karena 25:34 mereka mengikuti hawa nafsu mereka yang 25:37 menyebabkan terjadinya konflik, 25:39 terjadinya pertentangan, terjadinya 25:41 perselisihan, terjadinya perebutan yang 25:44 menyimpangkan mereka dari kebenaran. 25:46 Jadi bukan karena mereka bodoh, tapi 25:48 karena mereka dikuasai oleh hawa nafsu 25:52 mereka. 25:53 Sebagaimana dalam suratul bayyinah Allah 25:56 jelaskan sebab perselisihan para ahli 25:58 kitab. Wama tafarraqadina utul kitab 26:01 illa min ba'di ma jaat humul bayinah. 26:04 Dan tidak terjadi pertentangan, 26:06 perpecahan di antara para ahli kitab 26:08 kecuali setelah datangnya bayyinah, 26:11 setelah datangnya bukti, hujah, argumen 26:15 Allah yang terang benerang, mereka 26:17 berselisih. Karenapa? Karena mengikuti 26:19 hawa nafsu. Dalam surat Ali Imran Allah 26:22 berfirman, "Innaddina indallahil islam." 26:25 Sesungguhnya satu-satunya agama yang 26:27 diterima oleh Allah adalah agama yang 26:30 dasarnya adalah penyerahan diri secara 26:32 total kepada Allah. 26:36 Bagaimana patut seorang hamba ya yang 26:39 menyadari bahwa dirinya ciptaan Allah 26:41 lalu menolak apa yang datang dari Allah. 26:44 Jadi innaddina indallahil Islam. 26:46 Sesungguhnya satu-satunya jalan hidup, 26:49 pedoman hidup agama yang diterima oleh 26:51 Allah hanyalah yang dasarnya penyerahan 26:54 diri kepada Allah. Bukan kita justru 26:57 apa? Mengendalikan Allah, menggiring 27:02 Allah untuk mengikuti hawa nafsu kita, 27:04 tapi kita justru menyerahkan diri kita 27:06 secara total untuk menerima apa yang 27:08 datang dari Allah. Baik pada saat kita 27:11 suka maupun tidak suka. [mendengus] 27:16 utul kitab illa ba jaahumulahum 27:20 dan tidak terjadi perselisihan di antara 27:22 para ahli kitab kecuali setelah 27:24 datangnya ilmu kepada mereka. 27:28 Kita umat Islam, 27:31 terutama sekali para ulama yang berilmu, 27:35 mereka semua mempelajarinya 27:37 Alkitab. 27:43 Terjadinya pertentangan pada saat mereka 27:45 meninggalkan kitab Allah, mengikuti 27:49 pandangan-pandangan manusia tanpa 27:51 dikembalikan pada kitab Allah. Akhirnya 27:54 pada saat mereka berbeda pendapat, 27:56 masing-masing mereka memiliki rujukan, 27:59 memiliki pegangan [berdehem] yang 28:01 berbeda. Padahal mereka merupakan satu 28:03 umat. Nabi mereka sama, kitab mereka 28:06 sama, tapi ternyata mereka memilih untuk 28:11 berselisih karena mereka tidak mematuhi 28:13 sama sekali perintah dan petunjuk Allah 28:16 Subhanahu wa taala. 28:19 Sebagai contoh sederhana, Kang Rizal. 28:21 Kalau seandainya kita mau beli tanah, 28:26 mau beli ta, katakan seluas 1000 m. 28:30 Pemilik tanah mengatakan tanah saya 1000 28:32 m. Baik, kita ukur ulang. 28:35 He. 28:36 Waktu diukur ulang, ternyata tanah hanya 28:39 900 m. 28:40 He. 28:41 Pemilik tanah mengatakan, "Menurut 28:43 ukuran saya 1000 m." 28:45 Hm. 28:47 Si pembeli mengatakan tidak bisa. ini 28:48 berdasarkan meteran hanya 900 m. Si 28:52 penjual mengatakan, "Saya tidak mau tahu 28:54 ukuran kamu, yang penting ukuran saya." 28:58 Ternyata ukuran dia itu 29:02 1 mnya tidak merujuk kepada standar 29:05 meter yang sama yang disepakati. 29:09 Dia punya 2 meteran. 29:12 Kalau dia mau menjual, ya meteran dia 29:15 panjangnya hanya 90 cent. 29:20 Kalau dia mau beli ee kalau dia menjual 29:22 panjangnya hanya 90 sen. 29:24 Heeh. 29:25 Pada saat dia mau mau 29:28 menjual 29:29 menjual menjual 100. 29:30 Kalau menjual 100. He. 29:34 Tapi kalau mau beli ya meteran dia 90 29:39 cent. Jadi kalau diukur tanah 90 cent 29:41 menurut dia 1 m sudah. 29:43 Hm. 100 m. 29:44 Enggak. Salah. Salah. 29:45 Terbalik. 29:47 [berdehem] 29:48 Kalau dia mau menjual 29:51 meteran dia 29:53 sepanjang 90 centti, tapi kalau mau beli 29:56 ya 29:58 ukuran meter dia lebih panjang. 30:01 Katakan 110 atau 120. He. 30:04 Si pemilik tanah dirugikan loh dengan 30:05 sendirinya. Betul gak? Tanah saya ini 30:08 1000 merdaskan meteran yang standar. Dia 30:11 mengatakan tidak. Menurut meteran saya 30:14 tanah kamu kurang dari 1000 m. 30:16 Karena [mendengus] 1 meternya 120 30:19 pada saat dia mau beli. Tapi pada saat 30:22 dia menjual, 30:25 apa yang terjadi? 30:29 Pada saat dia mau menjual, dia panjangin 30:32 dia punya pemeteran. 30:34 Enggak. Pada saat dia mau beli tadi 1 m 30:37 10, pada saat dia mau jual sengaja apa? 30:42 Ukuran meteran dia lebih kurang. 30:45 Waktu diukur ternyata cuma 900 30:48 berdasarkan meteran standar. 30:50 Tapi paket meteran dia ya 30:53 sudah 1000 m. Karena meteran dia pada 30:55 saat dia mau menjual lebih panjang, pada 30:58 saat membeli lebih pendek. Nah, ini yang 31:01 dikatakan dalam Al-Qur'an, wailun lil 31:04 mutofifin. 31:06 Alladinau alasi yastaufun waiduhum 31:10 wazanuhum yuhsirun. Celakalah bagi para 31:13 mutfifin, orang-orang yang curang. 31:19 Kalau dia membeli dari orang, dia minta 31:21 haknya dipenuhi. 31:23 Bahkan dia berupaya untuk mengambil hak 31:25 orang. Tapi ya kalau dia menimbang dan 31:29 menjual untuk orang, dia kurangi hak 31:32 orang. 31:33 Kalau orang membeli barang minta 31:35 dipenuhi haknya, wajar gak? 31:38 Wajar. Tapi kalau dia menjual barang 31:40 dikurangi hak orang lain, ini kan 31:42 namanya perbuatan curang. He. 31:44 Nah, kalau kita perhatikan bersama-sama 31:47 kita ini umat Islam pada saat ini 31:49 sebetulnya tidak merujuk kepada 31:51 timbangan dan ukuran yang sama. 31:55 Yang satu mengatakan 31:58 saya ikut tolok ukur. 32:01 Yang berasal katakan dari mazhab A. Satu 32:04 lagi mengatakan dari mazhab B. Satu lagi 32:07 dari mazhab C. 32:09 Satu lagi mengatakan, "Saya merujuk 32:11 kepada tolak ukur fulan guru saya." 32:15 Yang satu lagi mengatakan saya ikuti 32:16 guru saya. Yang satu lagi mengatakan 32:18 saya ikut kepada salaf. 32:21 Ini semua merupakan tolok ukur yang 32:24 tidak pernah sama sekali mendapatkan 32:26 izin rekomendasi dari Allah. Kalau kita 32:29 mengikuti Imam Syafi'i, kita bukan 32:32 mengikuti beliau dengan buta. Begitu 32:34 juga kita mengikuti Malik bin Anas. 32:38 atau Abu Hanifah atau Ahmad bin Hambal 32:41 atau siapapun juga. 32:43 Kita bukan ikut mereka secara membuta. 32:46 Allah mengatakan wala takfu ma laisa 32:48 laka bihi ilmun. Jangan ikuti sesuatu 32:50 tanpa dasar ilmu. 32:53 Dengan sendirinya 32:55 kita merujuk pada dasarnya kembali 32:58 kepada aturan yang datang dari Allah 33:00 Subhanahu wa taala. Karena baik itu 33:02 Syafi'i, Maliki, Hambali, Hanafi, 33:04 siapapun dia, mereka bukan datang untuk 33:07 mengubah aturan Allah. Sedangkan Rasul 33:09 pun tugasnya menyampaikan aturan Allah 33:12 Subhanahu wa taala. 33:13 Nah, kalau ada perbedaan ya yang kembali 33:17 kepada pendapat interpretasi manusia 33:20 bukan hal-hal yang prinsip kembali 33:22 kepada syariat yang datang dari Allah, 33:24 kita berlapang kali dalam hal ini. Tapi 33:27 kalau sudah menyentuh atau berkaitan 33:29 dengan syariat yang datang dari Allah, 33:31 kita hanya dapat mengatakan sam'na wa 33:34 atna. Karena ini menentukan iman kita 33:36 kepada Allah, iman kita kepada kitabnya, 33:39 iman juga kepada rasul-Nya. ini bukan 33:41 masalah sepele. Nah, terjadinya 33:44 perselisihan di antara para ahli kitab, 33:47 begitu pula di antara umat Islam bukan 33:50 karena tidak jelasnya petunjuk Allah, 33:52 [mendengus] 33:53 tapi disebabkan bagian bainana wainahum, 33:56 disebabkan juga karena kita mengikuti 34:00 hawa nafsu kita. Kita keluar dari 34:03 petunjuk Allah Subhanahu wa taala karena 34:05 tidak selaras dengan hawa nafsu kita. 34:07 Hingga Allah sebutkan dalam suratun 34:09 nurak 34:12 lahumul haqquaiin. 34:15 Kalau hukum Allah sejalan dengan 34:17 kepentingan mereka, keuntungan mereka, 34:19 mereka akan menyambut dengan gembira. 34:20 Tapi di saat hukum Allah bertentangan 34:23 dengan kepentingan mereka, mereka 34:24 mencari-cari jalan yang kira-kira dapat 34:27 memenangkan mereka dan berpihak kepada 34:30 mereka. 34:31 [mendengus] 34:32 Ini kesimpulannya, Kang Rizal, 34:35 hukum Allah Subhanahu wa taala yang 34:38 Allah Subhanahu wa taala turunkan 34:40 melalui kitab yang disampaikan oleh 34:42 rasulnya ini yang akan menjadi tolok 34:45 ukur penilaian bagi kita orang yang 34:49 beriman di dunia maupun di hari akhirat. 34:52 Oleh karena itu, bagi setiap orang yang 34:55 beriman, yang mengaku beriman kepada 34:58 Allah, beriman kepada hari akhir, 35:00 beriman kepada malaikat sebagai 35:01 duta-duta Allah, beriman kepada kitab 35:04 yang Allah turunkan dan rasul yang 35:06 diutus oleh Allah Subhanahu wa taala, 35:08 maka dengan sendirinya konsekuensi 35:10 logisnya dia harus betul-betul beramal 35:15 dalam hidup ini sesuai dengan petunjuk 35:17 Allah Subhanahu wa taala. Tapi Allah 35:20 tidak paksa. 35:21 wamya falyakfur. Yang mau beriman 35:24 silakan, 35:25 ya mau ingkar juga silakan. Tapi setelah 35:27 datangnya petunjuk Allah, maka para 35:30 ulama di sini tugas mereka untuk 35:33 menyampaikan pesan-pesan Allah dan 35:35 risalah Allah sebagaimana disampaikan 35:37 oleh para nabi dan para rasul. Kalau 35:39 mereka menolak, umumkan faquadu 35:43 muslimun. Umumkan bahwa kami adalah 35:45 orang-orang yang berserah diri kepada 35:47 Allah. Bukan hak kami untuk memaksa 35:49 kalian beriman. 35:51 Lakum dinukumana 35:54 wakumalukum. 35:55 Jadi kalau setiap orang dari kita 35:57 memahami, mengetahui, dan mengimani 36:00 bahwa dia dalam kehidupan dunia 36:01 diciptakan bukan dengan sia-sia, tapi 36:04 diciptakan sebagai khalifah yang akan 36:06 mempertanggungjawabkan amal perbuatannya 36:09 dalam kehidupan yang terbatas ini dengan 36:12 sendirinya dia tidak akan bertanya-tanya 36:14 apakah masih perlu kita merujuk kepada 36:17 tuntunan agama. 36:20 Tapi yang menyebabkan hilangnya 36:22 kepercayaan terhadap agama adalah 36:25 tokoh-tokoh agama. 36:28 Tokoh-tokoh agama yang menempatkan 36:30 ayat-ayat Allah bukan pada tempatnya. 36:33 Yang tidak menghormati sama sekali 36:35 petunjuk yang datang dari Allah. Mereka 36:37 berselisih disebabkan karena hawa nafsu 36:41 dan kecintaan mereka kepada dunia 36:43 akhirnya menyebabkan manusia hilang 36:45 kepercayaan pada agama. Agama hanya 36:48 dijadikan sebagai alat dan kendaraan. 36:51 Nah, ini menjadi kewajiban orang-orang 36:53 yang merasa betul-betul mereka 36:55 bertanggung jawab untuk menyampaikan 36:57 amanat Allah. Menyampaikannya dengan 36:59 murni, tanpa pameri, tanpa sama sekali 37:03 menginginkan dunia di balik apa yang 37:05 mereka sampaikan, tapi mereka 37:06 menginginkan apa yang di sisi Allah. Dan 37:09 mereka tidak perlu khawatir. Allah 37:12 Subhanahu wa taala akan memberikan 37:14 jaminan rezeki bagi mereka-mereka yang 37:17 menjalankan dan menyampaikan risalah 37:19 Allah. 37:21 Tapi sayang sungguh sayang ketakutan 37:24 kita terhadap kehidupan dunia ini, 37:27 kecintaan kita kepada dunia ini yang 37:29 menyelewengkan kita, menyimpangkan kita 37:32 dari petunjuk Allah Subhanahu wa taala. 37:35 Oleh karena itu kalau kita bicara 37:36 mengenai perekonomian Islam sebagai 37:38 contoh. 37:40 Perekonomian Islam rujukannya adalah 37:43 wahyu 37:44 dan akal sehat. 37:47 Sedangkan ekonomi yang tidak islami, 37:50 kapitalis katakan 37:51 rujukannya hanya semata-mata 37:53 rasionalitas 37:55 dan hawa nafsu. 37:57 Rasionalitas dan hawa nafsu. Karena apa? 38:00 Karena aturan yang dibuat oleh mereka. 38:03 Mereka kaum kapitalis selalu merujuk 38:05 kepada pemilik modal. Mereka menganggap 38:09 buruh pegawai itu tak ubahnya bagaikan 38:12 alat kerja. Tidak berbeda dengan alat 38:14 kerja. Mereka ingin memproduksi 38:16 semurah-murahnya, membayar buruh 38:18 semurah-murahnya untuk keuntungan yang 38:21 sebesar-besarnya. 38:23 Tapi kalau dalam Islam tidak ada 38:25 keadilan antara pemilik modal 38:30 dengan pekerja itu bukan tuan dan budak 38:34 tapi mitra 38:35 sebagai mitra. 38:37 Oleh karena itu, keuntungan bukan hanya 38:38 dinikmati oleh pemilik modal, tapi juga 38:41 mitra mereka yang bekerja bersama mereka 38:45 memiliki hak untuk menikmati manfaat 38:47 keuntungan bersama mereka. 38:49 [mendengus] 38:49 Oleh karena itu, tidak dibenarkan 38:52 pemilik modal ini untuk memperlakukan 38:55 pekerja mereka dengan semenah, 38:58 tapi memperhatikan kesejahteraan mereka 39:00 sebagaimana mereka juga apa? Sebagaimana 39:04 mereka juga ingin ya diperhatikan 39:07 kepentingan mereka. 39:09 Dahulu kala kita jumpai 39:12 negara-negara barat dapat dikatakan 39:14 sebagai kapitalis munir. Mereka mengaruh 39:18 kepada kali kapitalisme murni. Sekarang 39:20 sudah mulai 39:21 bercampur dengan sosialisme. Sebagai 39:23 contoh, kita lihat 39:24 di negara barat bagaimana ee kepedulian 39:27 mereka terhadap apa terhadap ee hak 39:31 asasi manusia kepada buruh. Perlindungan 39:34 terhadap mereka. Kita jumpai juga di 39:36 Australia, di Islandia baru. Bagaimana 39:38 perlindungan mereka terhadap buruk ya, 39:41 menjaga lingkungan hidup ya. Tapi kita 39:44 umat Islam ternyata apa? Semua yang 39:47 buruk dari kapitalisme ada pada kita. 39:51 Yang buruk dari komunisme juga ada pada 39:53 kita. 39:55 Sedangkan kebaikan yang ada pada mereka 39:57 tidak kita nikmati. Kita bisa jumpai di 39:59 negara Arabnya maupun di negara kita 40:02 betul-betul jauh dari apa? tuntunan 40:04 Allah Subhanahu wa taala dan kitab 40:06 sucinya. 40:07 Ironis, Ustaz, ya. 40:08 Nah, kemudian kalau kita perhatikan 40:13 dalam Islam ya, di samping tadi kita 40:15 lihat ya, rujukannya adalah wahyu dan 40:19 akal 40:20 ditambah lagi dengan nurani. Di mana 40:23 dalam Islam perekonomian itu dan semua 40:26 transaksi harus didasari bukan hanya 40:28 dengan dasar kebenaran jauh dari 40:31 kebatilan, tapi harus didasari suka sama 40:33 suka. 40:35 Jadi walaupun transaksinya dianggap 40:36 wajar, tapi kalau ada unsur pemaksaan, 40:40 maka dengan sendirinya 40:42 hal tersebut dianggap tidak sah. Allah 40:45 berfirman, "Wulu amwakumakum bil batil." 40:49 Jangan kalian memakan harta sesama 40:50 kalian dengan cara yang batil. 40:55 Kecuali atas dasar perdagangan 40:58 tukarmenukar manfaat atas dasar suka 41:00 sama suka di antara kalian. 41:02 Iya. 41:03 Jadi jauh dari unsur garar penipuan, 41:05 maisir perjudian ya jauh dari unsur 41:09 riba. Karena semua ini merugikan 41:11 manusia. Kemudian diiringi dengan rasa 41:15 suka sama suka. Oleh karena itu, Islam 41:18 mengharamkan monopoli ya. Pada saat 41:21 seorang pedagang datang dari luar 41:23 sebelum sampai di pasar, kita tidak 41:25 boleh mencegat di tengah jalan agar 41:27 mereka tahu berapa harga pasar dan 41:29 mereka menjual barang mereka dalam 41:31 keadaan betul-betul tahu tanpa tertipu. 41:36 Jadi bukan hanya kesejahteraan yang 41:39 dituntut seperti kaum kapitalis yang apa 41:43 mengelola perekonomian mereka hanya 41:45 untuk kesejahteraan dan keuntungan 41:47 sebagian orang. Tapi dalam Islam ya, di 41:51 samping kita berharap kesejahteraan 41:53 dalam kehidupan dunia atas dasar 41:55 kebenaran keadilan, tapi yang menjadi 41:58 tujuan utama kita keselamatan dan 42:01 kesejahteraan di hari akhirat. Beda 42:03 enggak? Orang yang mengelola ekonominya 42:05 hanya berpikir tentang keuntungan 42:06 kesejahteraan duniawi dengan orang yang 42:10 mengelola kehidupannya, kehidupan 42:12 perekonomiannya secara apa? Secara 42:14 khusus dengan merujuk kepada Allah. Akal 42:17 sehat. 42:18 Dan targetnya mengharapkan keselamatan 42:22 di hari akhirat, kesejahteraan dalam 42:25 kehidupan dunia dan hari akhir. Pasti 42:27 dia akan berhati-hati, menghormati juga 42:31 apa janji-janjinya, kesepakatan yang 42:33 dibuat dengan dasar kebenaran dan 42:35 keadilan. 42:37 Bukan dengan kekuatan dia sebagai 42:39 pemilik modal, dia bersikap semau-maunya 42:43 terhadap orang yang bekerja padanya. 42:45 Nah, kalau kita lihat bagaimana Rasul 42:47 memperlakukan orang yang bekerja, 42:49 jangankan manusia, hewan saja tidak 42:53 boleh diberikan beban yang lebih 42:54 daripada kemampuannya. 42:55 H. [mendengus] 42:57 Nah, semua diatur oleh Allah dalam kitab 42:59 sucinya. 43:02 Kemudian Allah Subhanahu wa taala juga 43:07 tunjukkan kepada kita melalui kehidupan 43:09 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 43:11 wasallam. Nah, kita sebagai orang yang 43:13 beriman diperintahkan untuk merujuk 43:15 kepadanya. 43:17 Jadi, ee keberadaan agama Allah dan 43:20 petunjuknya bukan merupakan permainan, 43:23 tapi ini merupakan neraca dalam 43:25 kehidupan kita dan wajib atas setiap 43:27 orang yang beriman untuk merujuk kepada 43:29 kita. 43:30 Lalu pertanyaan muncul, 43:34 apakah 43:36 agama mampu untuk menjawab tantangan 43:38 zaman yang begitu kompleks pada saat 43:41 ini? Sebetulnya 43:45 terjadinya kompleksitas dan berbagai 43:47 macam persoalan yang baru ini hanya 43:50 sebatas permukaan. Tapi intinya manusia 43:52 tuh sama. 43:54 Intinya manusia 43:55 sama. Manusia yang diciptakan Allah 43:56 Subhanahu wa taala dulu maupun sekarang 43:58 tidak berbeda. Kalau corak tantangannya 44:01 berbeda-beda, tapi pada intinya sama. 44:04 Begitu manusia kembali kepada Allah 44:06 mengikuti petunjuknya 44:10 dengan betul-betul patuh, maka dengan 44:12 mudah kita menyelesaikan 44:14 persoalan-persoalan 44:15 kita, 44:17 pertentangan, perbedaan di antara kita. 44:20 Karena walaupun manusia sudah berbeda 44:22 kalau dulu naik unta, naik kuda, 44:25 sekarang naik pesawat ya atau 44:28 menggunakan mobil katakan apa ee 44:31 kendaraan bermotor, naik pesawat dan 44:33 lain sebagainya. Menikmati berbagai 44:35 macam fasilitas hidup. Kalau kita 44:37 perhatikan intinya sama gak 44:38 sama? 44:39 Intinya sama. 44:41 Apa yang diharamkan Allah dulu itu hal 44:43 yang diharamkan. Saat ini Allah haramkan 44:45 kita untuk ee berkhianat. Allah haramkan 44:49 kita untuk berbohong. Allah haramkan 44:51 kita untuk berbuat aniaya. Allah 44:54 perintahkan kita untuk menegakkan 44:55 keadilan, berbuat kebaikan terhadap 44:57 sesama, peduli terhadap kerabat-kerabat 45:01 kita, dilarang kita untuk mengabaikan 45:03 mereka. Artinya pesan Allah dulu sama 45:06 sekarang berlaku tidak berbeda. 45:09 Manusianya intinya kemanusiaannya sama. 45:12 Kalau pencurian haram pada masa dulu, 45:14 sekarang juga haram. Kezaliman dulu 45:16 haram, sekarang juga ha 45:18 haram. 45:19 Kalau dahulu kala seorang menzalimi 45:22 saudaranya yang bekerja menggunakan 45:25 menggunakan tenaganya, sekarang 45:26 menggunakan katakan berbagai macam 45:28 peralatan. 45:29 Hanya peralatan yang berkembang, tapi 45:31 manusianya intinya [berdehem] sama. 45:33 Termasuk AI ya, Ustaz ya? 45:34 Termasuk AI. 45:36 [mendengus] 45:37 Cuma sayangnya kita tidak melihat Allah 45:39 dalam hidup ini. Kita tidak lagi melihat 45:42 hari akhirat. Kita tidak melihat lagi 45:45 bahwa kita sebetulnya merupakan satu 45:47 keluarga yang berasal dari ayah ibu yang 45:49 sama. Kita tidak melihat Nabi diutus 45:51 oleh Allah untuk memberikan petunjuk 45:53 kepada kita dan contoh tentang kehidupan 45:55 yang ideal. Tapi semua ini kita abaikan. 45:58 Kita ingin hidup dengan cara kita, 46:00 dengan hawa nafsu kita. Siapa yang 46:03 memilih dengan jalan hidupnya silakan. 46:07 Keingkaran mereka ya yang ingkar 46:10 terhadap petunjuk Allah, terhadap kitab 46:12 maupun agamanya tidak akan mengubah yang 46:14 benar itu menjadi salah, yang salah 46:16 menjadi benar. Tetap yang benar itu 46:19 benar, yang salah itu salah. Walaupun 46:22 manusia semuanya bersepakat melakukan 46:24 hal yang tidak benar, tidak akan 46:25 mengubah yang benar itu menjadi apa? 46:28 Salah atau yang salah menjadi benar. 46:30 Jadi jangan kita terpedaya, tertipu oleh 46:33 banyaknya orang yang berpaling dari 46:35 Allah, banyaknya orang yang berkumpul di 46:37 sekeliling dunia dan mereka berpaling 46:39 dari Allah. Ketahuilah kita hidup di 46:41 dunia ini di atas muka bumi, tempat 46:44 hidup kita ini kecil. 46:47 Bumi dibandingkan dengan luasnya alam 46:49 tidak berarti apa-apa. Masa hidup kita 46:51 singkat dan pendek. Satu hari di akhirat 46:54 sama dengan 1000 tahun dalam hitungan 46:56 kita. Seandai kita hidup 100 tahun hanya 46:59 1/10 satu hari di akhirat, apa yang kita 47:02 banggakan? 47:03 Ke mana perginya para pembesar di atas 47:05 muka bumi? Seperti Firaun, 47:08 Namrud, 47:10 begitu juga Alexander Almdonia. Ke mana 47:12 perginya mereka semua? 47:15 Ke mana perginya para konglomerat yang 47:18 dikenal? Ya, dalam beberapa dekada ini 47:21 seperti Onasis. Katakan Donald Trump 47:23 juga pernah menjadi seorang apa? seorang 47:26 terkaya di Amerika. 47:28 Begitu juga di negeri kita Li Suelion. 47:30 Ke mana perginya sekarang? 47:33 Ke mana perginya mereka? Ternyata 47:37 kita menyaksikan satu persatu mereka 47:39 meninggalkan dunia. 47:42 Harta yang dulu mereka kumpulkan telah 47:44 terbagi dan bercerai-berai. 47:47 Mereka tidak mampu lagi untuk apa? untuk 47:49 terlibat dalam kehidupan saat ini. Tapi 47:53 hukum Allah, kekuasaan Allah tidak 47:55 pernah berubah. 47:57 Allah yang menetapkan kehidupan dan 47:59 kematian. Sedangkan kehidupan kematian 48:02 seperti kita ini tidak berlaku bagi 48:04 Allah. Karena Allah yang menganugerahkan 48:06 kehidupan. Allah juga yang menentukan 48:07 kematian. Jadi kita semua tidak ada 48:10 satuun yang lepas dari ketentuan Allah 48:12 Subhanahu wa taala. Nah, kembali kepada 48:14 kisah-kisah Al-Qur'an. Maaf jawabannya 48:16 terlalu panjang ya karena perlu 48:18 memberikan contoh dalam hal ini. 48:22 Adapun berkaitan dengan kisah-kisah 48:24 Al-Qur'an dalam surah Yusuf yang ayat 48:26 111 Allah berfirman, "Laqad kana fi 48:29 qasosihim Ibrahim." Sesungguhnya pada 48:32 kisah-kisah mereka, cerita-cerita mereka 48:35 terdapat apa? Terdapat pelajaran dan 48:38 ibrah yang berguna bagi kita. 48:41 Sebagai contoh kisah yang Allah 48:44 ceritakan mengenai kedua anak Adam 48:48 atau kisah mengenai kakek kita di surga. 48:51 Ini kisah yang penuh hikmah. 48:53 Bagaimana kakek dan nenek kita Adam dan 48:57 Hawa ketika mereka lupa terhadap 48:59 peringatan Allah, percaya terhadap 49:02 janji-janji iblis, bukan kemuliaan yang 49:05 diterima, bukan kehidupan kekal seperti 49:07 yang dijanjikan. Iblis berkata kepada 49:10 kaki kita, "Ala aduka alajaril." 49:15 Mau enggak kamu saya tunjukkan 49:19 kepada sebuah pohon yang akan membuat 49:22 kamu memiliki kekuasaan yang tak 49:24 terbatas dan kehidupan yang abadi. 49:29 Kamu akan hidup kekal dan mempunyai 49:31 kekuasaan yang tidak akan pernah sirna. 49:34 Ala adulluka ala khuldi. Maukah kamu 49:37 saya tunjukkan pohon yang akan membawa 49:39 hidup kamu kekal mulkin la yabla dan 49:42 kekuasaan kerajaan yang tidak akan 49:44 pernah sirna. 49:46 Iblis datang menggoda kakek kita, nenek 49:49 kita sampai pada akhirnya mereka lupa 49:52 kepada peringatan Allah. Apa yang 49:54 terjadi? Apakah mereka mendapatkan apa 49:57 yang mereka inginkan dari janji setan? 50:01 Yaiduhumni. 50:03 Dia memberikan janji kepada mereka 50:04 angan-angan yang indah. 50:08 Dan setan tidak menjanjikan bagi mereka 50:10 kecuali janji palsu. 50:13 Dari tempat mulia mereka turun ke bumi. 50:16 Dari kehidupan yang penuh kedamaian 50:18 mereka menuju kehidupan dunia yang penuh 50:22 dengan berbagai macam cobaan. 50:24 [mendengus] 50:26 Ternyata 50:28 tidak lama kemudian setelah mereka 50:30 memiliki anak keturunan 50:33 kedua anaknya. 50:39 Kedua, anaknya berselisih yang satu 50:41 dengan tega untuk apa? Yang satu dengan 50:44 tega 50:46 ternyata membunuh saudaranya. 50:48 H. Ini pelajaran bagi kita bagaimana di 50:51 saat orang lupa kepada Allah, dikuasai 50:54 oleh hawa nafsunya, dia bisa melakukan 50:56 perbuatan-perbuatan yang tidak terlintas 50:59 dalam benak kita. Saudaranya 51:02 yang satu sudah mengatakan, "Saya tidak 51:05 akan mengelurkan tangan saya di saat 51:06 kamu mengelurkan tangan saya untuk 51:08 tanganmu untuk membunuh saya. Karena 51:09 saya takut kepada Allah Rabbal Alamin. 51:13 Saya melakukan hal ini karena saya ingin 51:15 kalau kamu tetap memaksa membunuh saya, 51:18 kamu akan menanggung memikul dosa saya 51:20 dan dosa kamu. 51:21 H 51:21 hingga kamu menjadi orang-orang yang 51:23 zalim. 51:25 Ternyata peringatan tak berguna di saat 51:27 jiwa dikuasai oleh setan. Ini anak 51:30 siapa? 51:31 Nabi. 51:31 Nabi. 51:32 Begitu juga kejadian yang terjadi pada 51:34 anak-anak Nabi Yakub. Anak Nabi tega 51:38 untuk memasukkan ke dalam sumur. 51:40 Hm. 51:41 Bahkan sebelumnya berencana untuk 51:42 membunuhnya. 51:43 Iya. Iya. 51:44 Sampai pada akhirnya mereka menyadari 51:46 kesalahan mereka. Ya. Justru mengangkat 51:49 Yusuf menuju kemuliaan. Ketika mereka 51:52 menyadari kesalahan mereka. 51:53 Laqadarakallahu alaina waun. Sungguh 51:57 Allah telah mengutamakan kamu atas kami 51:59 dan kami mengakui dulu kami berbuat 52:00 salah pada kamu. Yusuf dengan lapang 52:03 dada yang legowo menjadi manusia yang 52:05 bijak. La tba alaikumulum. Tidak perlu 52:08 kalian menyalahkan diri kalian. Semoga 52:10 Allah mengampuni dosa kalian. Lalu 52:12 beliau memberikan pelajaran yang amat 52:13 indah buat kita. Innahu yattaqi. Siapa 52:17 saja yang bertakwa menjaga Allah pada 52:20 petunjuknya. Wasbir dan dia bersabar. 52:25 Allah tidak akan menyia-nyiakan orang 52:27 yang berbuat kebaikan. Allah Yusuf 52:30 mengumpulkan keluarganya, saudaranya 52:32 yang pernah menzaliminya untuk berkumpul 52:34 datang ke Mesir 52:36 dengan takwa dan apa? 52:40 Dan bersabar menghadapi cobaan. Tidak 52:43 goyah, tidak mengikuti hawa nafsu. Kisah 52:47 Nabi Allah Nuh. Kita saksikan bagaimana 52:51 nabi demi nabi Hud, Nuh, Saleh semua 52:54 datang memberikan pesan kepada kaumnya. 52:57 Laqad arsalna nuhan faq yaudullaha 53:01 maakum min ilahin 53:04 sungguh kami telah mengutus Nuh kepada 53:06 kaumnya. Kami berkata kepada Nuh berkata 53:09 kepada mereka, "Sembahlah Allah. Kalian 53:11 tidak memiliki Tuhan selain dari Allah. 53:14 Sembahlah Allah dengan sendiri kita 53:15 beribadah padanya dan mengikuti 53:17 bimbingan petunjuknya. menerima apa yang 53:19 datang dari begitu juga waain akhum huda 53:23 q yaudullah maakum min ilahin ghair 53:26 begitu juga kepada nabi Allah saleh dan 53:29 lain-lainnya semuanya mengajak agar 53:32 mereka beribadah pada Allah dan 53:34 mengikuti petunjuk Allah demi 53:37 keselamatan mereka para nabi bukan 53:39 berdakwah untuk kepentingan mereka 53:42 saksikan bagaimana pelanggaran mereka 53:44 mendatangkan akibat yang mengerikan kaum 53:47 Nuh yang ditelan oleh badai dan tafan. 53:50 Begitu juga kaum Hud, begitu juga kaum 53:53 Saleh. Begitu juga praktik kaum Luth 53:56 yang menyimpang di mana homoseksual 53:59 bereda di tengah mereka. Akhirnya mereka 54:01 terkena azab Allah. Pertama hujan, batu, 54:04 kemudian bumi diterbalikkan di atas 54:05 mereka. Nah, apa yang terjadi pada 54:07 mereka? Terjadi juga pada kita saat ini. 54:10 Begitu juga kaum Syuaib. Di samping 54:13 mereka mempersekutukan Allah, mereka 54:15 juga berlaku curang dalam timbangan. 54:19 Berlaku cu 54:21 melakukan intimidasi. 54:23 Begitu juga eksploitasi terhadap apa? 54:26 Terhadap yang lemah. Melakukan ancaman, 54:29 tindakan terhadap mereka. 54:32 Yang terjadi pada kaum Syuaib 54:34 relevanseninya ada dalam kehidupan kita 54:36 semua. Artinya kalau kita melakukan 54:38 perbuatan yang sama, kita akan mengalami 54:40 juga nasib yang sama. 54:42 Jadi kisah para nabi ini ya di 54:45 tengah-tengah kehidupan yang kompleks 54:47 saat ini sebetulnya tidak kehilangan 54:49 sama sekali ibrahnya. Kita jangan lihat 54:52 di permukaan seperti riak-riak air 54:54 [berdehem] tapi intinya manusia sama. 54:59 Apa-apa yang baik bagi mereka dulu 55:02 sekarang tidak berbeda. Kembali pada 55:04 Allah mengikuti petunjuk. Apa-apa yang 55:06 akan mencelakakan mereka sama dengan apa 55:09 yang mencelakakan umat terdahulu. Tapi 55:11 kita tertipu terpedaya dengan apa? 55:14 Dengan corak hidup manusia saat ini atau 55:16 gaya hidup mereka. 55:19 Kita lupa kepada intinya. Kamu sebagai 55:22 hamba Allah ditempatkan di atas muka 55:25 bumi sebagai khalifahnya 55:27 untuk bekerja beramal dalam kehidupan 55:30 sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu 55:32 wa taala. Ini untuk kebaikan, 55:35 keselamatan kamu. Kalau kamu menolak, 55:38 kamu akan menanggung akibatnya. Oleh 55:40 karena itu, para ulama 55:42 sebaiknya 55:44 sibuk memberikan edukasi [berdehem] 55:45 kepada umat akan tujuan hidup mereka, 55:47 jalan hidup mereka, juga petunjuk Allah 55:50 Subhanahu wa taala yang terdapat dalam 55:53 kitabnya dan telah dicontohkan oleh nabi 55:56 kita. Jangan kita menyibukkan umat dalam 55:58 perdebatan khilafiah [mendengus] yang 56:01 kembali kepada pendapat dan interpretasi 56:03 manusia. Walaupun merujuk kepada hadis, 56:07 tapi ada hadis lain lagi yang berbeda. 56:09 Artinya pendapat mereka tidak sama 56:13 sekali merujuk kepada dalil yang qat'i 56:15 dan pasti, tapi kepada dalil yang doni. 56:18 Karena hadis tidak dikumpulkan pada masa 56:20 Nabi. 56:22 [mendengus] 56:23 Berbeda dengan Al-Qur'an. Oleh karena 56:24 itu yang datang dalam Al-Qur'an kalau 56:28 kita betul-betul fokuskan perhatian kita 56:32 merujuk kepadanya dan para ulama 56:34 memberikan edukasi yang sebaik-baiknya, 56:36 umat akan memahami apa yang Allah minta 56:39 dari mereka dan apa yang Allah larang 56:41 dari mereka. Sebagai contohnya kalau 56:43 suratul hujurat 56:45 diterangkan oleh para ulama yang 56:47 menjelaskan bagaimana ada pergaulan 56:50 bersosial di tengah-tengah kita ini kita 56:53 amalkan insyaallah umat Islam akan 56:56 saling menghargai, menghormati. Tapi 56:58 kitab Allah Subhanahu wa taala kita 57:00 hanya baca tanpa kita resapi. Bagaikan 57:03 keledai-keledai yang memikul 57:05 tumpukan-tumpukan 57:06 buku yang berisikan ilmu, tapi dia 57:09 sendiri tidak mendapatkan kecuali hanya 57:11 keletihan, kelelahan. 57:13 Jadi, mari bersama-sama kita kembali 57:15 kepada petunjuk Allah Subhanahu wa 57:17 taala. Kemudian para ulama yang 57:19 bertanggung jawab untuk menyampaikan 57:21 amanat Allah, pertama-tama menerangkan 57:23 kitab sucinya. Jangan justru mereka 57:26 menghalang-halangi orang yang 57:28 menyampaikan kitab suci dengan alasan 57:30 ulama-ulama kami telah menjelaskan, 57:33 menerangkan apa yang dalam Alkitab tidak 57:35 perlu lagi kita kembali kepada 57:36 Al-Qur'an. Jadi mereka 57:37 menghalang-halangi orang untuk kembali 57:39 kepada Al-Qur'an. Mereka adalah 57:41 musuh-musuh Allah Subhanahu wa taala. 57:44 Jadi bukan berarti kita mengingkari 57:46 sunah Rasul. Kita harus bedakan antara 57:48 sunah dan hadis. Kalau sunah itu 57:51 menggambarkan 57:53 perilaku Nabi manhaj hidupnya yang jelas 57:57 terang benerang yang tidak berbeda. Tapi 57:59 kalau hadis penuh dengan perbedaan 58:01 pertentangan, maka riwayat-riwayat yang 58:04 sejalan dengan Al-Qur'an yang disepakati 58:07 dari Rasul itulah sunah. 58:10 Tapi kalau yang berbeda itu bersifat 58:12 relatif. Men sebagian sunah, sebagian 58:15 lagi tidak sun sebagai contoh. Sebagian 58:18 menganggap bahwa qunut itu sunah, 58:21 sebagian lagi mengatakan 58:23 bukan sunah. Ini dua perbedaan pendapat 58:26 yang berlawanan. 58:27 He. 58:28 Dan ini kalau kita perhatikan merujuk 58:30 kepada riwayat yang bukan yang pasti. 58:33 Tapi kalau menegakkan keadilan wajib. 58:37 Haramnya pengkhianatan itu jelas dalam 58:39 Al-Qur'an. Perintah bersikap jujur 58:42 jelas. 58:43 Larangan untuk berdusta jelas dalam 58:45 Al-Qur'an. Betul gak? Begitu juga 58:48 larangan untuk mengumpat, menyebarkan 58:50 fitnah, menyebarkan kebohongan itu jelas 58:52 dalam Al-Qur'an. 58:56 Tapi ternyata yang jelas-jelasan 58:59 dilarang dikerjakan. Bukan hanya oleh 59:01 masyarakat umum, ulama-ulama banyak yang 59:03 menyebarkan hoax 59:04 h 59:05 menyebarkan fitnah terhadap orang-orang 59:07 yang berbeda dengan mereka. Kenapa? 59:09 Karena yang mereka sembah bukan Allah, 59:11 tapi setan yang mereka sembah. Jadi, ini 59:14 ala kadarnya mudah-mudahan ee bisa 59:17 memberikan jawaban yang memuaskan ya. 59:20 Baik, Ustaz. Baik. Dua pertanyaan tadi 59:22 ee insyaallah terjawab cukup panjang dan 59:25 jelas, Ustaz. Ya, terakhir, Ustaz, ya, 59:26 satu pertanyaan lagi ini dari hamba 59:28 Allah juga karena barusan terkait 59:31 bersikap jujur nih. Ee ada pertanyaan 59:34 dalam dunia pekerjaan yang kompetitif 59:37 saat ini, Ustaz. Bagaimana kita bersikap 59:40 jujur, menjaga integritas dan 59:43 profesional tanpa harus mengorbankan 59:46 prinsip-prinsip agama seperti 59:50 menghindari korupsi, suap, ataupun 59:53 persaingan yang tidak sehat, Ustaz. 59:56 Demikian 1:00:01 di tengah-tengah persaingan tantangan 1:00:04 hidup ini yang carut-marut 1:00:08 di mana yang hak dan batil bercampur 1:00:10 menjadi satu. 1:00:14 Allah Subhanahu wa taala ingatkan kita 1:00:17 dalam surah at-Taubah 1:00:20 kalau tidak salah ayat 119. 1:00:25 Ya ayyuhalladzina amanutaqulah waunu 1:00:28 maqin. Wahai orang-orang yang beriman, 1:00:31 bertakwalah kepada Allah. 1:00:34 Waunu maqin. 1:00:37 Allah tidak mengatakan waunu 1:00:38 minasodiqin. 1:00:40 Kalau kunu minasin artinya jadilah 1:00:43 kalian dari orang-orang yang jujur. 1:00:46 Tapi Allah perintahkan waunu maodqin. 1:00:50 Hendaklah kalian 1:00:52 hidup bergaul bekerja bersama 1:00:55 orang-orang yang jujur. He artinya 1:00:59 kita di tengah-tengah kehidupan kita, 1:01:03 baik rumah tangga kita, kalau kita 1:01:05 berpasangan dengan orang yang tidak 1:01:07 jujur, gimana? 1:01:09 Walaupun cantik, 1:01:10 h 1:01:11 walaupun can 1:01:12 cantik, 1:01:12 tapi berpasangan dengan pasangan yang 1:01:14 tidak jujur. Baik itu pasangan wanita 1:01:18 atau wanita dengan suaminya tidak jujur, 1:01:20 maka kegelisahan, keresahan, ya 1:01:23 menderita, 1:01:24 keguncangan bakal terus berlangsung. He. 1:01:27 Begitu juga di antara saudara. Begitu 1:01:31 juga dalam katakan 1:01:34 perekonomian kita. Kalau kita bekerja 1:01:36 sama dengan orang yang tidak jujur, itu 1:01:38 diumpamakan bagaikan kanser yang akan 1:01:41 terus menggerogoti apa? 1:01:42 Sel-sel yang sehat 1:01:44 dan akan mendorong yang lain juga untuk 1:01:47 berbuat yang sama. 1:01:49 Oleh karena itu, dalam berekonomi, dalam 1:01:52 bekerja sama, kita hendaknya memilih 1:01:55 teman-teman yang jujur, 1:01:58 yang lurus, ya, yang dipercaya, 1:02:02 dan yakin di tengah-tengah sekian banyak 1:02:06 orang-orang yang bersepakat untuk tidak 1:02:08 jujur, terdapat orang-orang yang 1:02:10 merindukan kejujuran dan kebajikan. 1:02:12 Walaupun kita mulai dari kerja sama yang 1:02:14 kecil, kalau dibangun di atas kejujuran, 1:02:16 kebenaran, keberkahannya berbeda dengan 1:02:19 orang yang memulai dari kebohongan. 1:02:21 Seperti orang yang membangun bangunan 1:02:23 yang begitu tinggi, fondasinya rapuh 1:02:26 karena fondasinya kebohongan. 1:02:27 Iya, 1:02:28 betul gak? 1:02:28 Betul. 1:02:29 Semakin tinggi bangunannya, semakin apa? 1:02:31 Berpotensi untuk 1:02:32 roboh. 1:02:33 Rubuh. Jadi, dibangun di atas kebenaran 1:02:36 itu yang paling indah. Jadi betapa 1:02:37 indahnya firman Allahunu maodqin. Bukan 1:02:40 waakunu minodqin, tapi waakunu maodqin. 1:02:44 Hendaklah kalian hidup, bekerja, bergaul 1:02:48 bersama orang-orang yang yang jujur. 1:02:51 Oleh karena itu kita katakan umpamanya 1:02:54 sebagai seorang pemborong. 1:02:57 Kalau kita katakan 1:03:00 memborong proyek-proyek pemerintah 1:03:03 itu pada umumnya kita dipaksa untuk 1:03:06 tidak jujur. 1:03:08 Dari mulai kita menerima tender sudah 1:03:11 ada kesepakatan ya untuk melakukan 1:03:14 pengkhianatan. Kecuali kalau pejabat 1:03:16 yang berwenangnya memang orang yang 1:03:18 jujur. 1:03:18 He. 1:03:21 Dari mulai tender setelah itu apa? 1:03:23 Karena pada saat tender sudah ada 1:03:26 pemotongan dana yang cukup besar, maka 1:03:29 biaya proyeknya mau tidak mau apa 1:03:31 berkurang kan. 1:03:32 Iya. 1:03:32 Yang tadinya ketinggian aspal ya dan 1:03:35 batu splitnya katakan pokoknya 10 cent 1:03:37 hingga selesai. Kemudian juga mesin 1:03:40 untuk memadatkannya katakanya 20 ton 1:03:43 supaya mobil-mobil besar bisa meliwat. 1:03:45 He. 1:03:45 Ternyata mulai dikurangi cuma 10 ton. 1:03:49 Kemudian juga kualitas 1:03:53 aspalnya juga dikurangi, splitnya juga 1:03:56 dikurangi. Hingga baru digunakan 1:03:59 beberapa saat apa? Ternyata sudah mulai 1:04:01 muncul jalannya apa? 1:04:03 Jalannya mulai apa? Ee sering ambles ya 1:04:07 karena kepadatannya tidak sama. Kemudian 1:04:10 di samping itu juga mulai terjadi 1:04:12 lubang-lubang seperti jalan yang 1:04:13 dibangun menuju ke arah Jawa dari 1:04:16 Cikampek. Terus paling sering kita 1:04:17 menjumpai lubang-lubang. Tapi jago rawi 1:04:20 yang dibangun oleh Korea, kita saksikan 1:04:22 jalan tersebut mus. 1:04:24 Betul gak? 1:04:24 Iya. 1:04:25 Sekian lama mobil-mobil besar liwat. 1:04:27 Tapi ternyata kita saksikan jalan 1:04:30 tersebut bertahan dengan baik. 1:04:31 Tol paling tua, Ustaz, di Indonesia. Ya, 1:04:33 tol paling tua pada saat itu. Kita ingat 1:04:35 ini kejadian mungkin tol tersebut 1:04:37 dibangun kira-kira sekitar 0-an kan. 1:04:40 Tahun 0-an. 1:04:42 Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama, 1:04:44 Kang Rizal, kalau kita katakan mengambil 1:04:47 proyek pemerintah dan kita jumpai bahwa 1:04:50 pejabatnya bukan pejabat yang jujur, 1:04:53 pada saat mereka katakan mengajukan 1:04:55 tender itu pasti ada main. Nah, ini akan 1:05:00 menjerumuskan kita ke dalam kebohongan. 1:05:02 Oleh karena itu hendaknya kita jauhi 1:05:05 mereka. Jauhi mere 1:05:07 mereka. Karena kalau kita sudah masuk 1:05:09 berbohong, bekerja sama dengan mereka, 1:05:11 mau tidak mau kita akan masuk dalam apa? 1:05:15 Dalam gurita kebohongan. Susah untuk 1:05:17 melepaskan diri sekali, dua kali, 1:05:21 apalagi terlibat dalam skandal, nanti 1:05:23 mereka bisa melakukan ancaman 1:05:25 macam-macam. Dan kita harus tahu 1:05:27 bahwasanya kehidupan apa? bukan hanya 1:05:30 terbatas pada proyek pemerintah. 1:05:32 Kita bisa bekerja ya bekerja membangun 1:05:36 lingkungan ekonomi yang sehat, yang 1:05:38 bersih. 1:05:40 Begitu juga mencari teman juga yang 1:05:42 jujur, mencari pasangan hidup juga yang 1:05:45 jujur. Jangan hanya tergiur melihat 1:05:46 kecantikan ya, melihat penampilan ya 1:05:50 atau melihat katakan tubuh yang 1:05:51 menggoda. Kalau bukan atas dasar 1:05:54 kejujuran, mereka akan menjadi fitnah, 1:05:56 menjadi bencana bagi kita semuanya. Oleh 1:05:59 karena itu kalau kita dianugerahkan 1:06:00 pasangan yang baik, yang saleh, yang 1:06:02 setia hargai, kita baru merasakan apa? 1:06:05 Keberadaan mereka pada saat kita telah 1:06:08 kehilangan mereka. Apalagi kita 1:06:10 menjumpai pasangan yang merongrong dan 1:06:12 menimbulkan penderitaan bagi kita. 1:06:15 Hargai orang-orang yang baik, yang 1:06:18 jujur, dan muliakan mereka. Sebagaimana 1:06:20 Rasul memuliakan Bilal dan Salman. 1:06:22 Walaupun orang-orang yang Islam yang 1:06:25 menyusul dari kalangan orang terkemuka, 1:06:27 tapi tetap Rasul menghargai mereka 1:06:29 orang-orang yang pertama. 1:06:32 Jadi waunu maqin Bapak berusaha 1:06:36 hendaknya selagi betul-betul 1:06:40 Bapak mampu untuk mengendalikan 1:06:42 hendaknya Bapak bersikap jujur. Berbeda 1:06:46 kalau Bapak tidak mampu untuk melakukan. 1:06:49 Artinya Bapak dalam kondisi tidak 1:06:52 berdaya. 1:06:54 Maka darurat ya membolehkan kita untuk 1:06:58 melakukan yang dilarang. Darurat artinya 1:07:00 apa? Tidak ada jalan lain. 1:07:02 Tidak ada jalan la 1:07:04 lain. Contoh-contoh bahwa kita 1:07:06 kadang-kadang ee mau buat surat izin 1:07:09 bangunan, 1:07:11 tahu-tahu mereka perlambat, mereka e 1:07:15 buat macam-macam 1:07:16 ya. 1:07:17 Bukan untuk apa? Ee mereka minta sesuatu 1:07:21 dari kita bukan untuk menghalalkan yang 1:07:23 haram. He. 1:07:25 Tapi mereka menghambat hak kita. 1:07:28 Menghambat hak kita. Dan kita enggak 1:07:30 punya kemampuan sama sekali untuk bisa 1:07:33 mengadukan perbuatannya atau menuntut 1:07:35 keadilan. Maka dengan sendirinya ini 1:07:38 [berdehem] tidak termasuk dalam kata 1:07:39 suap. Suap itu kita dengan uang kita 1:07:43 mengambil yang bukan hak kita. H. 1:07:46 Nah, ini kalau kita perhatikan di Mesir 1:07:48 sebagai contoh, kalau kita mengajukan 1:07:50 surat-surat untuk daftar sekolah itu 1:07:52 bisa diperlambat sebulan, 2 bulan, 3 1:07:54 bulan. 1:07:55 Bukan karena tidak sesuai dengan aturan, 1:07:58 belum ada pelicinnya. 1:08:00 Allah. 1:08:02 Nah, ini kita jumpai termasuk [berdehem] 1:08:04 proyek-proyek di Saudi Arabia juga pada 1:08:06 saat kita majukan tender, ambil bertanya 1:08:09 berapa yang kamu akan berikan untuk 1:08:10 kita. 1:08:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:12 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz 1:08:13 Huseinatas atas jawaban-jawaban dari 1:08:16 pertanyaan dan juga kajian yang 1:08:18 komprehensif ini. Iwan Awat karena waktu 1:08:21 juga yang terbatas nampaknya Pak Nui 1:08:23 Hayat sudah menunggu juga dari Australia 1:08:24 ya. Kita akhiri dengan baca doa fatul 1:08:26 majis. Subhanak wabihamdika ashadu alla 1:08:28 ilahailla anta astagfirik. 1:08:30 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:08:31 wabarakatuh. 1:08:32 Waalaikumsalam.