Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsiran thiban baran fih kama yuhibuna
- Allahumma shi wasallim wabarik ala
- sayidina Muhammadin waa ali sayidina
- Muhammad. Masyaallah hukan ma lam y lam
- yakun la haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim masih dipancarkan
- dari jalan masjid silaturahim nomor 36
- Kalimagis Cibubur Bekasi radio
- silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh. Ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah. Senang sekali di
- Senin pagi hari ini kami bisa kembali
- menjumpai ikhwan akhwat dalam program
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi 11 Mei 2026
- bertepatan juga dengan hari ee ke-24 ya
- di bulan ee Zulkaidah 1447
- Hijriah. Ikhwanat, semoga di pagi hari
- ini Ikhwanat ee dalam keadaan baik,
- dalam keadaan sehat, selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Amin.
- Dan segala urusannya di hari ini juga
- dimudahkan dan dilancarkan. Amin. Amin
- ya rabbal alamin. Telah hadir guru kita
- Ustaz Husin Alatas yang akan kembali
- memberikan kajiannya untuk kita semua.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Baik, Ikhwanat. Seperti
- biasa kita awali dengan pembacaan Quran
- surah al-Fatihah yang akan dipimpin
- langsung oleh Ustaz Husin. Kami
- persilakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim walad
- Amin. Amin. Amin ya rabbal amin. Baik,
- diawali dengan pembacaan al-Fatihah.
- Semoga di hari ini kita mendapatkan
- curahan rahmat dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Baik ee Ustaz, kita langsung ke be
- pertanyaan yang sudah masuk, Ustaz. Yang
- pertama ada titipan pertanyaan dari dr.
- Otong Surasman yang tadi mengisi ee
- program tahsin Al-Qur'an, Ustaz,
- mengenai ee begitu meningkatnya buta
- huruf Al-Qur'an, Ustaz, di Indonesia
- khususnya yang sebelumnya ee menurut
- data 65% dan sekarang menjadi 74%,
- Ustaz. Nah, ini solusinya apa, Ustaz?
- untuk umat Islam supaya [berdehem]
- tumbuh semangat mempelajari Al-Qur'an ee
- supaya bisa membaca ee memahami
- kandungan dan juga tentunya
- pengamalannya. Ustaz, demikian, Ustaz
- pertanyaannya.
- Heeh.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thyyiban mubarokan fi
- kama yuhibbuna waard.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabina Muhammadin wa alihi
- wasohbihi wasallim. Allahumma atina
- minika rahmah waimna minadunka ilman
- nafi wafna bimaam.
- Rbana zidna [mendengus] ilman
- walhiknain.
- Asalamualaika ya rasulullah. Wasalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat pendengar pemirsa yang
- dirahmati Allah.
- Apabila seorang mencintai sesuatu
- tanpa ada paksaan,
- tanpa sama sekali ada tekanan.
- pasti
- dia akan mendekat
- kepada apa yang dicintai
- dia akan banyak menyebut,
- mengingatnya.
- Nah, bagaimana kita bisa menumbuhkan
- rasa cinta
- di hati
- anak-anak kita kaum muslimin secara umum
- kepada kitab Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, perlu betul-betul
- kita mempermudah
- pemahaman Al-Qur'an yang dapat
- menumbuhkan kecintaan di hati umat
- terhadap Al-Qur'an.
- Karena sebagaimana yang diterangkan
- Allah Subhanahu wa taala, Al-Qur'an ini
- merupakan
- mauidah yang datang langsung dari Tuhan
- kita. Nasihat petua ya.
- yang amat betul-betul kita butuhkan dan
- langsung datang dari Allah yang
- menciptakan kita
- dan dia merupakan penyembuh dari segala
- penyakit dan juga petunjuk yang
- menunjukkan jalan kita, cahaya yang
- menerangi jiwa kita yang penuh dengan
- rahmat.
- Seharusnya
- setiap orang yang beriman pasti hatinya
- akan tertarik pada Al-Qur'an.
- Tapi sayang sungguh sayang ya
- ulama-ulama kita ya kebanyakan dari
- mereka
- jarang yang menjelaskan keagungan dan
- keindahan Al-Qur'an di tengah-tengah
- umat. Mereka lebih sibuk ya dengan
- kesibukan di luar Al-Qur'an.
- Bahkan banyak orang-orang yang cenderung
- untuk menjauhkan umatnya dari Al-Qur'an.
- Padahal kita tahu bahwa
- tidak ada petunjuk yang lebih baik
- daripada petunjuk yang terdapat dalam
- Al-Qur'an.
- Bahkan mereka-mereka yang menghafal
- Al-Qur'an, yang membacanya dengan baik,
- kebanyakan dari mereka tidak memahami
- Al-Qur'an.
- Seandainya sebahagian mereka memahami
- Al-Qur'an, mereka juga tidak PD, tidak
- punya rasa percaya diri.
- Mereka tidak memiliki rasa yakin kepada
- Allah, kepada kitab sucinya hingga
- mereka dengan penuh semangat
- menyampaikan dan menerangkan Al-Qur'an.
- Nah, ini yang kita jumpai di
- tengah-tengah umat Islam. Kalau
- masyarakat mereka tidak merasakan sama
- sekali hubungan dan getaran dengan kitab
- suci Al-Qur'an, bagaimana mereka akan
- tertarik
- kalau kita menyaksikan ee siaran-siaran
- agama ya yang terdapat di YouTube
- sebagai contoh. Begitu pula
- ceramah-ceramah narasi para ulama. Coba
- renungkan,
- berapa persen pembicaraan mereka yang
- menjurus
- kepada Al-Qur'an, yang menerangkan
- Al-Qur'an keindahannya,
- petunjuk rahmat yang Allah Subhanahu wa
- taala janjikan melalui kitab sucinya.
- Allah berfirman dalam surah Fatir,
- innalladzina yatluna kitaballah.
- Sesungguhnya mereka yang membaca
- mempelajari kitab Allah waqamusah mereka
- mendirikan salat wa anqu mimma roqnahum
- sirron waaniah. Mereka juga menginfakkan
- sebahagian yang kami berikan kepada
- mereka baik secara sembunyi-sembunyi
- atau terang-terangan.
- Yarjuna tijaratan tabur. Mereka akan
- selalu betul-betul penuh harap
- dari perdagangan mereka yang tidak akan
- pernah sama sekali hancur, yang tidak
- akan pernah mengalami kebangkrutan.
- Perdagangan dunia mereka, perdagangan
- akhirat mereka.
- Dari ayat ini kita bisa melihat
- bagaimana janji Allah Subhanahu wa taala
- terhadap orang-orang yang mempelajari
- dan membaca kitab Allah. Dan Allah juga
- terangkan dalam surah Ibrahim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alif lam
- mim.
- Alif lam
- alif lam mim ro.
- Allah terangkan dalam surat Ibrahim.
- Kitabun anzalnahu ilaika litukrijasa
- minadulumati
- ilanuri biidnibbihimatil
- azizil ham.
- kitabun maksudnya ini sebuah kitab yang
- amat agung dan mulia yang kami turunkan
- kepadamu wahai Rasulullah agar engkau
- mengeluarkan umat manusia dari dalam
- kegelapan hidup yang berlapis-lapis
- menuju kehidupan yang terang-menerang di
- bawah penerangan cahaya Allah Subhanahu
- wa taala dengan seilan Tuhan mereka
- menuju jalan Allah yang maha perkasa
- lagi maha bijaksana.
- [mendengus]
- Jadi kitab ini
- dengan janji dari Allah akan
- mengeluarkan manusia dari kegelapan
- hidup mereka.
- Sebagaimana kita tahu manusia banyak
- didera oleh penderitaan
- mengalami berbagai macam
- kesulitan dalam hidup juga kebingungan
- tidak tahu apa yang mereka harus lakukan
- juga mereka banyak yang kehilangan
- harapan.
- Mereka ingin mengakhiri hidup mereka,
- mereka takut. Tapi melanjutkan hidup
- mereka berat.
- Nah, Al-Qur'an ini sebagaimana yang
- dijanjikan Allah akan dapat menerangi
- manusia dari kegelapan hidup mereka
- keluar menuju kehidupan yang terang
- benerang dengan seizin Tuhan mereka
- yang maha pengasih yang maha penyayang
- membimbing mereka ke jalan yang akan
- mengantarkan mereka menuju keselamatan
- baik dalam kehidupan dunia dan kehidupan
- akhirat. Nah, kita bertanya apakah
- ulama-ulama kita sudah menjelaskan
- ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala yang
- memberikan harapan kabar gembira bagi
- mereka.
- Nah, kita jumpai bahwa ulama-ulama kita
- sibuk dengan kesibukan yang lain, dengan
- pertentangan, dengan perselisihan.
- masing-masing membela kelompok mereka,
- menganggap kelompok mereka merupakan
- golongan yang selamat
- dari menyampaikan pesan-pesan Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi hampir kita
- temukan bukan hanya buta huruf Al-Qur'an
- dalam arti tidak [berdehem] mampu
- membacanya. Kalau kemarin 65%, sekarang
- 70% bahkan bisa meningkat lebih dari
- itu.
- Paling mereka-mereka yang berada di
- kalang kalangan dan lingkungan ya
- katakan sekolah-sekolah agama atau
- pesantren-pesantren.
- Sedangkan masyarakat umum lama-kelamaan
- mereka akan menjauh dari Al-Qur'an.
- Apalagi dengan masifnya media sosial.
- menawarkan berbagai macam tawaran,
- hiburan melalui TikTok-nya, melalui
- Instagram-nya, melalui berbagai macam
- penawaran.
- Tapi kita harus tahu bahwa semua ini
- sebetulnya hanya akan menambahkan
- kegelisahan di hati manusia, mengalami
- kebingungan dan juga kebuntuhan. Nah,
- pada saat itu seharusnya ulama-ulama
- menyampaikan
- pesan-pesan Allah dalam kitab sucinya.
- dibacakan dengan suara indah,
- diterangkan dengan keterangan yang
- betul-betul apa? Membawa harapan dan
- solusi bagi persoalan yang mereka hadapi
- hingga mereka betul-betul merasakan
- kecintaan dan kerinduan kepada ayat-ayat
- Al-Qur'an. Di saat mereka membaca ayat
- Al-Qur'an, mereka merasa mendengarkan
- langsung Allah memberikan bimbingan,
- tuntunan, dan memberikan juga harapan
- kepadanya. Jadi kesimpulannya, Kang
- Rizal, kebanyakan umat ini tidak sama
- sekali apa memahami, meresapi keindahan
- dan keagungan Al-Qur'an. Disebabkan
- karena ulama-ulama kita melalaikan
- kewajiban mereka untuk menerangkan
- Al-Qur'an untuk menyampaikan pesan-pesan
- Allah Subhanahu wa taala. Allah
- berfirman, "Qaakum minallahi nurun wa
- kitabum mubin." Telah datang dari Allah,
- dari Tuhan kita langsung.
- Nur cahaya
- memberikan penerangan juga membawa
- kesejukan.
- H
- wa kitab mubin dan kitab yang memberikan
- penjelasan yang sejelas-jelasnya.
- Yahdi bihillahu manitaba ridwanahu subur
- salam. Allah akan memberikan bimbingan
- dan petunjuk bagi siapa saja yang mau
- mengikuti keridaan Allah.
- Mau mengikuti keridaan Allah dan
- bimbingannya. Allah tunjukkan mereka
- menuju jalan-jalan keselamatan.
- Waukhrijuhum minadulumatian nur. Allah
- keluarkan mereka dari kegelapan yang
- berlapis-lapis menuju cahaya yang
- terang-menerang.
- [berdehem]
- Wahdihim
- yukhrijuhum minadulumatian nuri
- bidnibbihimahdihimat
- mustaqim. Dan membimbing mereka ke jalan
- yang lurus. Nah, di saat orang yang
- dalam kegelapan mendapatkan cahaya
- yang menerangi jiwa mereka, yang
- mengalami kebuntuhan mendapatkan jalan
- keluar, yang dalam kesempitan
- mendapatkan kelapangan, yang kehilangan
- harapan,
- tat jiwa mereka mendengarkan kabar
- gembira yang memberikan harapan buat
- mereka dan juga memperkenalkan untuk apa
- mereka hidup dalam kehidupan dunia ini.
- Oleh karena itu, kita berharap
- dalam mengajarkan Quran bukan hanya
- sebatas tahsin
- tahfid, tapi bagaimana kita mengajak
- umat untuk akrab dengan Al-Qur'an.
- Oleh karena itu, kita menginginkan
- betul-betul apa? Berkumpulnya para ulama
- bersama-sama untuk menyampaikan pesan
- Allah. Karena yang dapat menunjukkan
- jalan bagi manusia yang meyakinkan dan
- dipastikan kebenarannya hanya Al-Qur'an
- karena dia datang dari sisi Allah.
- Adapun pendapat-pendapat yang
- bermacam-macam, banyak yang
- menjerumuskan manusia menjadikan mereka
- sebagai kelinci percobaan. Satu
- mengatakan A, satu mengatakan B.
- Akhirnya mereka mencoba-coba, tapi yang
- mereka coba hidup mereka, masa depan
- mereka.
- Padahal Quran telah menunjukkan jalan
- terang bagi mereka. Dibaca dengan irama
- yang indah, diresapi. Coba kalau di
- setiap rumah walaupun hanya lima ayat,
- lima ayat pagi hari,
- kemudian lima ayat di sore hari sebelum
- mereka tidur dibaca dan diresapi
- terjemahannya. ada yang kurang jelas.
- Mereka tanya kepada mereka-mereka yang
- berilmu.
- Jadi, Kang Rizal, bagaimana mungkin kita
- mencintai sesuatu kalau kita tidak
- mengenalnya?
- H
- tidak memahaminya. Nah, begitu kita
- memahami betul-betul hubungan Al-Qur'an
- dengan kehidupan kita yang merupakan
- pedoman hidup, cahaya yang
- terang-menerang, penyembuh, dan juga
- rahmat, yakin bahwa umat pasti akan
- berbondong-bondong apa?
- untuk berkumpul di sekeliling Al-Qur'an.
- Tapi ini hanya berlaku untuk orang yang
- beriman.
- Berlaku untuk orang yang
- beriman.
- Yang beriman.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Terima kasih ee jawaban dan
- penjelasannya.
- Semoga ya khususnya masyarakat
- Indonesia, Ustaz ya semakin ee
- tumbuh rasa kecintaan terhadap
- Al-Qur'an. Pengembangan
- dan ulama-ulamanya juga kita harapkan
- untuk apa?
- untuk betul-betul serius ya.
- Iya.
- Tadi pembukaan surat Ibrahim alif lam ro
- kitabun anzalnahu ilaika litukhrijasa
- minadulumatian nur biidnibbihim
- waahdihimatim
- mustaqim.
- Baik Ustaz. Ini mengenai Al-Qur'an,
- Ustaz.
- Iya. Ada yang mereka membaca Al-Qur'an,
- meresapi Al-Qur'an, mereka merasakan
- ketenangan, merasakan apa istilahnya
- mukjizatnya mungkin ya. Ada juga yang
- merasa tidak merasakan itu, Ustaz.
- Biasa-biasa saja, tidak merasakan
- ketenangan, tetap gelisah. Itu apa yang
- membedakan, Ustaz?
- Sebagaimana kita ketahui, [berdehem]
- Al-Qur'an
- bukan hanya untuk dibaca. Bukan hanya
- untuk
- dibaca.
- Dibaca.
- tapi untuk diresapi dan dihayati.
- Dan sebelum dia meresapi, menghayati,
- dia harus meyakini betul-betul
- bahwa kitab suci Al-Qur'an ini
- diturunkan dari Tuhan mereka
- yang maha pengasih, yang maha penyayang,
- yang maha tahu mana yang baik untuk
- dirinya dan mana-mana yang akan
- membahayakan dirinya. Kalau hatinya
- penuh rasa yakin,
- ya betul-betul apa? Membuat dirinya
- merasa tentram. Ketika dia membaca
- ayat-ayat Allah, dia merasakan Tuhannya
- langsung berbicara kepadanya
- dan hatinya siap untuk menyambut
- kebenaran, niscaya jiwanya akan
- diterangi. Bukan hanya rasa tentram,
- tapi jiwanya akan diterangi dan
- ditunjukkan jalannya. Oleh karena itu
- Allah terangkan bahwa Al-Qur'an ini
- petunjuk. Tapi bukan setiap orang akan
- dapat menerima
- petunjuk tersebut.
- Allah berfirman pada awal suratul
- baqarah. Bismillahirrahmanirrahim
- alif lam mim dalalikal kitab.
- Allah menunjuk kepada kitab yang begitu
- agung dan sempurna k datang dari yang
- maha agung dan maha sempurna.
- La riba fi. Tidak ada keraguan di
- dalamnya.
- Hudan lil muttaqin. Dia hanya akan
- menjadi petunjuk bagi orang yang
- bertakwa.
- Adapun yang tidak bertakwa walaupun
- mereka membaca dengan suara yang indah
- bahkan menghafalnya dia tidak akan
- menerima petunjuk dari Allah. Seperti
- dalam sebuah riwayat rubbatalin lil
- Quran wal Quran yalanu. Berapa banyak
- orang membaca Al-Qur'an tapi Quran
- melaknat dan mengutuk dirinya.
- Banyak kita jumpai mereka-mereka membaca
- Al-Qur'an dengan suara indah, tapi
- jiwanya penuh kebencian dengan sesama
- kaum muslimin. Bahkan
- pernyataan-pernyataannya
- cenderung mendukung apa? Musuh-musuh
- Islam. He
- zionis terhadap saudara-saudara mereka.
- Nah, orang semacam ini bagaimanapun
- indahnya bacaan Al-Qur'annya tidak akan
- sama sekali bernilai di sisi Allah.
- Orang seperti ini sama ya seperti yang
- digambarkan mengenai khawarij. Kalau
- mereka membaca Al-Qur'an kalian merasa
- kalian kecil tidak berarti dibandingkan
- dengan mereka. Jidat mereka hitam,
- mereka bangun di waktu malam. Tapi
- mereka menerobos keluar dari agama
- sebagaimana panah yang mengenai apa?
- Mengenai buruannya. Kemudian keluar
- kembali menerobos buruannya.
- Yamruquna minaddin kama yamruqus sahmu
- minaramiah.
- Jadi mereka meluncur ya dari agama
- sebagaimana apa? Panah yang mengenai
- sasaran kemudian menerobos.
- Jadi jangan tertipu dengan casing dan
- penampilan dari golongan mana pun dia.
- Nah, orang-orang yang akan merasakan
- tentram hatinya mendengarkan Al-Qur'an
- yang akan betul-betul meresapinya,
- mengambil pelajaran daripadanya,
- orang-orang yang bertakwa yang Allah
- sebutkan dalam suratul baqarah.
- Alladzina yukminuna bil ghaib. Itu
- mereka-mereka yang beriman kepada yang
- gaib. Janji Allah mengenai hari
- kebangkitan, hari pembalasan, kemudian
- juga surga dan nerakanya. Hingga mereka
- di dunia
- selalu bertindak, bersikap dengan
- hati-hati. Kemudian wuqimunas. Mereka
- juga apa? Selalu menjalin hubungan yang
- mesra bersama Allah melalui salat baik
- yang wajib maupun salat-salat yang
- nawafil. Kemudian wamimma roqnahum
- yunfiqu dari api yang kami berikan
- kepada mereka, mereka berinfak. Dengan
- penuh sukacita
- mereka bersyukur pada Allah. Ungkapan
- syukur mereka dengan harta yang Allah
- berikan dan kelebihannya berbagi
- terhadap orang yang membutuhkan.
- Walladzina yukminuna bima unzila ilaika
- wa unzila min qablik. Dan mereka yang
- beriman bukan hanya percaya dan yakin,
- tapi beriman.
- Percaya yakin yang diiringi dengan amal.
- Mereka beriman dengan penuh rasa yakin
- kepada apa yang Allah turunkan padamu
- dan juga yang diturunkan kepada
- nabi-nabi, rasul sebelum engkau. Inilah
- ajaran Islam yang mengimani para nabi,
- para rasul. Semua datang dari sisi Allah
- menyampaikan pesan yang sama.
- Kemudian wabil akhirati hum yuqinun. Dan
- mereka penuh rasa yakin terhadap hari
- akhirat hingga mereka selalu menimbang
- yang mereka lakukan saat ini dengan apa?
- dengan apa yang mereka akan terima di
- hari akhir. Ulaika ala hudaim waulaika
- humul muflihun. Merekalah orang-orang
- yang berada di atas petunjuk dari Tuhan
- mereka dan merekalah orang-orang yang
- akan meraih kesuksesan dan
- keberuntungan. Jadi, Kang Rizal,
- obat yang diberikan dokter,
- yang diberikan dokter baru akan
- bermanfaat apabila pasiennya apa?
- pasiennya merasa tentram dengan obat
- tersebut. Ya, kemudian dia
- mengkonsumsinya.
- Tapi kalau diberikan obat walaupun
- obatnya obat yang paling manjur tapi
- tidak diminum, dia tidak akan mendapat
- kesembuhan. Begitu juga banyak orang
- bahkan orang Islam bahkan bukan hanya
- masyarakat awam, ulama
- mereka membacakan ayat Allah Subhanahu
- wa taala. Mereka juga apa ee memberikan
- penerangan yang begitu indah. Tapi
- ternyata apa? Orang lain mendapatkan
- manfaat, dia tidak mendapatkan manfaat
- karena dia bukan bertujuan untuk
- menyampaikan pesan Allah mengharapkan
- ridanya. Dan dia merupakan orang yang
- pertama mengamalkan sebelum menyampaikan
- kepada orang lain. Jadi ada sebagian
- bahkan dibacakan Quran bergelisah,
- berteriak-teriak dan marah.
- Tapi ada yang tadinya dalam keadaan
- gelisah, begitu mendengarkan ayat-ayat
- Allah dibacakan, hatinya akan tenteram.
- Alladzina amanu
- qulubuhum bidikrillah. Orang-orang yang
- beriman kalbu mereka ini akan tentram
- dengan mengingat Allah. Disebutkan nama
- Allah hatinya langsung akan tentram. Ala
- bzikrillahi tatmainul qulub. Ketahuilah
- hanya dengan zikrullah baru kalbu
- manusia akan tentram. Nah, Al-Qur'an
- merupakan kitab zikir wal quraniikr.
- Inna nahnu nazalnikro. Kenapa? pernah
- dari Al-Qur'an mengingatkan, menyadarkan
- kita. Bukan membius kita, tapi
- menyadarkan kita. Yang terjadi saat ini
- ulama menyibukkan umat dengan
- pertentangan.
- Sedangkan jalan terang mereka yang
- terdapat dalam Al-Qur'an justru mereka
- abaikan. Bagaimana mungkin mereka akan
- dapat berjaya mulia di dunia maupun di
- hari akhir? Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Ini ada pertanyaan dari Ibu
- Kartini di Ciputat tadi, Ustaz. Mengenai
- ee mungkin ada kaitannya tadi apa istil
- menyembuhkan kebencian terhadap orang
- lain, Ustaz.
- Bagaimana menyembuhkan penyakit hati
- yang kadang tidak kita sadari, Ustaz,
- seperti kebencian terhadap orang lain,
- kemudian dengki, dan juga merasa
- sombong, lebih merasa lebih mulia dari
- orang lain. Apakah bisa dengan
- Al-Qur'an, Ustaz, dari Ibu Kartini di
- Ciputat, Ustaz?
- Kita sebagai manusia seringki kita ini
- terpesona
- oleh kelebihan kita, kemampuan kita
- atau oleh kedudukan kita atau nasab ya
- yang mulia.
- Begitu pula harta yang kita miliki.
- Ini
- betul-betul apa? dapat membuat manusia
- terjerumus ke dalam kehancuran di dunia
- maupun di hari akhir nanti. Karena semua
- nikmat ini seharusnya disyukuri, bukan
- kita banggakan. Seharusnya kita syukuri.
- Oleh karena itu, dengan rahmat Allah
- seringki Allah menguji hambanya untuk
- mengingatkan betapa lemahnya dirinya.
- Walaupun dia diberikan kekayaan,
- diberikan kedudukan, tapi ternyata di
- hadapan penyakit
- dirinya tidak berdaya.
- Terkadang bahkan berhadapan dengan
- urusan.
- Walaupun dia kaya raya, ternyata dengan
- kekayaan dia tidak mampu untuk berbuat
- apa-apa. Nah, cobaan-cobaan semacam ini
- sebetulnya batu asahan dan peringatan.
- Wahai manusia, sadar diri kamu ini
- lemah. Kamu ini seorang yang miskin,
- seorang yang papa. Apa-apa yang kamu
- miliki itu merupakan karunia Allah
- Subhanahu wa taala.
- Nah, pada saat kamu lupa, Allah
- mengingatkan kamu. Seperti kita jumpai
- seorang pejabat yang tadinya bangga
- diri. Begitu dia terjatuh dari
- jabatannya yang tadinya dimuliakan
- kemudian dia apa? Dijatuhkan. Dia akan
- mengalami saat-saat frustasi.
- dia akan merasa kehilangan harapan
- hidupnya.
- Nah, pada saat ini yang dialami
- sebetulnya merupakan rahmat dari Allah
- mengingatkan dirinya yang selamanya lupa
- kepada Allah Taala.
- Apa yang kamu miliki, semua yang kamu
- perebutkan, kamu pertahankan, ternyata
- merupakan apa? Merupakan sesuatu yang
- bersifat fana dan berubah. Ada seorang
- pedagang yang kaya raya, bangga dengan
- perdagangannya, dengan kemampuannya.
- Dia beranggapan dirinya disayang oleh
- Allah. Tahu-tahu perdagangannya
- mengalami kebangkrutan.
- Dia langsung mengalami frustasi,
- kehilangan harapan. Padahal yang terjadi
- itu peringatan dan asahan dari Allah.
- Karena kalau dibiarkan dia hanyut
- katakan menjadi orang yang terkaya tapi
- lupa kepada Allah, lupa akan tujuan
- hidupnya, dia orang yang akan mendekam
- dalam jurang api neraka yang terdalam.
- Tapi Allah berikan pelajaran
- yang tadinya sehat, kuat ya, punya
- jabatan, bahkan dia seorang jenderal.
- Ketika dia pensiun, dia mengoleksi
- berbagai macam koleksi juga memiliki
- kekayaan yang cukup besar. Tahu-tahu
- istrinya terkena kanser,
- anak-anaknya juga bergaul bebas. Si
- bapak tidak lama kemudian juga terkena
- penyakit. Harta yang dikumpulkan habis
- digunakan untuk biaya berobat. dan
- dihambur-hamburkan oleh anaknya dalam
- tempat yang sia-sia. [mendengus]
- Oleh karena itu, saya pernah berjumpa
- dengan seorang.
- Saya kenal seorang
- sehat, punya jabatan yang cukup baik.
- Tahu-tahu ketika dia melakukan check up,
- dokter mengatakan,
- "Anda mengalami
- penyakit yang serius, kanker usus,
- harus segela dipotong.
- Akhirnya dirawat di rumah sakit yang
- tadinya begitu penuh dengan percaya
- diri. Ada kesombongan juga bercampur di
- dalamnya. Berubah menjadi orang yang
- lunglai tak berdaya. Tiap orang datang
- diminta doa agar Allah sembuhkan dia.
- Dulu orang-orang yang datang berkunjung
- yang tidak mampu tidak dipandang sama
- sekali. Tapi begitu dia sakit dia merasa
- bahagia dikunjungi oleh orang-orang yang
- lemah, yang miskin yang mendoakan dia.
- Allah kasih. Alhamdulillah ketika dia
- dioperasi, dipotong usus cukup panjang
- untuk keselamatan dirinya, Allah
- sembuhkan penyakitnya.
- Nah, di situ dia merasa betul-betul
- selama ini dalam keadaan tertipu.
- Innamal hayatud dunya laibun walah.
- Kehidupan dunia ini laib. Permainan yang
- mempermainkan perasaan kita. Padahal
- sebetulnya apa? Hakikatnya ya kalau kita
- renungkan sama-sama semuanya bersifat
- fana dan berubah. H
- Allah tidak akan tanya kamu di hari
- akhirat berapa harta kamu, siapa kamu,
- siapa orang tua kamu, apa sukumu, apa
- gelarmu. Yang bakal ditanya tentang
- pelaksanaan kita terhadap amanat Allah,
- tanggung jawab kita, bagaimana iman dan
- takwa kita itu yang bernilai di sisi
- Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi, Kang Rizal,
- orang-orang yang merasa bangga, yang
- lupa diri, ya, orang-orang ini yang
- mudah sekali disusupi [berdehem] oleh
- apa? Oleh gangguan setan, ditularkan
- oleh penyakit setan.
- Oleh karena itu, coba dia datang ke
- bangsal rumah sakit, saksikan
- orang-orang di rumah sakit yang sedang
- menderita.
- Allah berikan dia kenikmatan.
- Kemudian juga saksikan bagaimana
- orang-orang yang mengalami derita baik
- itu kemiskinan tidak ada yang
- mengulurkan tangannya untuk memberikan
- bantuan bagi mereka. Anak mereka satu
- persatu juga menjadi korban. Bandingkan
- dengan cobaan hidup yang tidak ada arti
- apa-apa dibandingkan mereka-mereka yang
- mengalami penderitaan tersebut.
- Jadi penyakit dengki ini memang penyakit
- yang berasal dari bisikan setan untuk
- merusak amal kita.
- Berburuk sangka juga merupakan apa? yang
- berasal dari setan.
- Maka pada saat hati kita muncul buruk
- sangka, cepat-cepat kita berlindung
- kepada Allah. Kalau ada kedengkian di
- hati kita, minta kepada Allah untuk
- menghapuskan kedengkian tersebut hingga
- kita dapat melihat
- saudara kita secara objektif.
- Kita bisa memaklumi kekurangannya,
- mengingatkan mereka untuk kembali pada
- Allah. Kita memberikan dukungan terhadap
- apa? Perbuatan-perbuatan baiknya. hingga
- dia bersemangat untuk mengerjakan
- perbuatan baik. Sedangkan kedengkian
- hanya merupakan api yang akan membakar
- diri kita, membuat kita panas, membuat
- kita menderita. Oleh karena itu, hal-hal
- semacam ini coba kita buang.
- Kemudian renungkan nikmat Allah yang ada
- pada kita. Renungkan bagaimana belayan
- kasih sayang Allah terhadap kita yang
- telah mengutamakan kita dari kebanyakan
- makhluknya.
- Kalau kita banyak berzikir kepada Allah,
- mengingat selalu hari akhirat, dunia ini
- akan menjadi kecil di mata kita
- semuanya. Sehingga tidak akan muncul
- rasa iri, tidak akan muncul rasa dengki.
- Karena walam hayatud dunya illa mataul.
- Wallahuam. Satu lagi,
- Ustaz. Afan, Ustaz, terkait sombong,
- Ustaz. Kadang-kadang tadi kan di
- pertanyaan dari Ibu Kartu ini kan orang
- yang mungkin merasa punya apa? Jabatan
- harta, merasa punya apa fisik yang
- bagus. Mungkin ada juga yang tidak
- memiliki itu, tapi juga merasa sombong,
- Ustaz. Ketika dia diperlakukan mungkin
- tidak baik, akhirnya merasa, "Oh, saya
- enggak layak di perlakukan seperti itu.
- Sakit hati gitu." Saya pernah dengar
- salah satu kutipan sakit hati juga
- bagian dari kesombongan. Ustaz,
- bagaimana, Ustaz, penjelasan?
- Jadi, kalau seorang sakit hatinya,
- karena disakiti seseorang wajar. He,
- betul gak?
- Betul.
- Yang tidak sakit hati atau sakit
- tubuhnya di saat dilukai hanya jenazah.
- Betul gak?
- Betul, Ustaz. Sehingga orang-orang Arab
- mengatakan, "Ya, orang-orang yang hina
- ini tidak merasa malu dengan perbuatan
- hinanya." Bagaikan
- mayat ya yang katakan dicabik-cabik, dia
- tidak akan merasakan sakitnya.
- Dia tidak lagi akan merasa malu terhadap
- perbuatan hina yang dilakukan.
- Waliyadubillah.
- Tapi sakit terkadang membawa dampak yang
- yang negatif. dia disakiti,
- akhirnya menimbulkan kemarahan di hati
- dia.
- Bisa saja melakukan tindakan-tindakan
- pidana yang berlebihan terhadap orang
- yang menyakiti. Bisa saja dia dendam
- terhadap masyarakat di sekitarnya. He.
- Akhirnya menimbulkan sifat angkuh, ingin
- membalas dendam karena dia merasa pada
- saat disakiti orang-orang tidak membela
- dirinya. Akhirnya mulai dia bekerja
- tidak lagi dengan rasa rahmat di
- hatinya. He.
- Dulu saya diperlakukan begini, dulu saya
- begini, dulu saya [berdehem] begini.
- Akhirnya muncul kebencian di hatinya
- yang mendorong untuk melakukan
- kerusakan.
- Tapi kalau sakit hati itu sendiri wajar.
- He
- sakit hati wa
- wajar. Arti kalau kita dicaci, dimaki,
- dicemohkan, direndahkan, ya apalagi
- kalau sampai apa dibunuh karakternya
- pasti akan sakit hati
- normal.
- Tapi yang beriman ya
- akan menerima ini sebagai cobaan. Dia
- kembalikan pada Allah.
- Mereka menerima sambil berkata, "Inna
- lillah wa inna ilaihi rojiun.
- Sesungguhnya kami, harta kami semuanya
- milik Allah dan pada akhirnya kita akan
- kembali kepadanya."
- Jadi ini merupakan cobaan sesaat untuk
- menentukan apakah kita termasuk orang
- yang bersyukur ataukah orang-orang yang
- bersabar dalam menghadapi cobaan.
- Jadi, orang yang dicoba oleh Allah
- sebetulnya orang yang dipersiapkan untuk
- apa? Untuk ketinggian derajatnya.
- Dan Allah ingatkan faal usri
- inna maal usri
- tiap bersama kesulitan mesti ada
- kemudahan bukan setelah tapi bersama
- kesulitan akan datang kemudahan
- jadi ibu banyak-banyak mengingat Allah
- banyak-banyak kita menyadari diri kita
- yang sedang menjalani cobaan dalam
- kehidupan dunia jangan kita iri dengki
- menyaksikan orang diberikan kekayaan
- kedudukan karena semua itu belum tentu
- menjadi jaminan keselamatan bagi mereka
- bisa-bisa bisa mereka akan terjerumus
- dalam golongan orang-orang yang ingkar.
- Tapi kalau ibu bersyukur,
- bersabar, maka ibu akan selalu menerima
- kasih sayang Allah yang tak terhingga.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Satu lagi, Ustaz. Ya, ini
- pertanyaan dari netizen. Nampaknya
- beberapa beberapa perintah, Ustaz, dalam
- Al-Qur'an terkait hukuman fisik atau
- status sosial tertentu dianggap
- bertentangan dengan standar hak asasi
- manusia modern, Ustaz. Hak modern. Iya.
- Jika Al-Qur'an berasal dari ee Tuhan
- yang Maha Pengasih untuk sepanjang
- zaman, mengapa aturan hukumnya terasa
- sangat terikat pada norma masyarakat di
- abad pertengahan, Ustaz?
- Seperti apa?
- Tidak disebutkan, Ustaz, detailnya,
- Ustaz.
- Ada orang mengatakan,
- "Kenapa ya
- seorang ya yang ingkar dan kafir
- dalam kehidupan dunia hanya beberapa
- saat, tapi menjadi orang yang kekal
- dalam api neraka?"
- Hm.
- Dia menganggap hukuman ini apa?
- Hukuman ini terlalu kejam,
- tidak adil.
- Iya.
- Kita harus tahu bahwa masa hukuman
- seseorang itu bukan dilihat dari apa?
- Dari masa
- kejahatannya,
- tapi dilihat dari jenisnya.
- Contohnya
- kalau seorang katakan membunuh orang,
- dia membunuh berapa lama?
- Berapa lama?
- Katakan berapa menitlah.
- Iya. Berapa menit ya?
- 1 jam katakan bawanya 1 jam.
- Apakah hukumannya penjarah tujang?
- Tidak
- kan? Tidak. Betul gak? Jadi dilihat dari
- jenis kejahatannya. Demikian pula dampak
- yang ditimbulkan.
- Kalau orang membunuh melenyapkan nyawa
- manusia
- dengan sendirinya apa?
- Dia yang menjadi pelaku mungkin tidak
- merasakan bagaimana penderitaan keluarga
- yang ditinggalkan. Bisa aja seorang
- bapak,
- seorang suami ya yang menjadi tulang
- punggung keluarganya. Bagaimana rasa
- derita dan sakit hati mereka? Orang yang
- mereka cintai, yang menjadi tulang
- punggung mereka dipanggil oleh Allah
- Taala.
- Seandainya meninggal dalam keadaan
- biasa, mereka bisa menerima. Tapi mereka
- menyaksikan bagaimana seorang
- mengelurkan tangannya untuk melakukan
- tindakan pidana membunuh
- orang yang mereka cintai. Bisa aja itu
- merupakan anaknya
- H
- yang dibesarkan dengan penuh cinta
- kasih. Tapi ternyata seorang yang tanpa
- rahmat membunuh anak yang dicintai. Jadi
- kalau saat dihukum sesuai dengan masa
- kejahatan yang dilakukan ini
- bertentangan dengan akal sehat.
- Begitu juga contohnya orang melakukan
- pencurian
- dipotong tangannya. Mereka mengatakan
- bahwa ini mungkin hukuman yang mirip
- dengan abad-abad dulu.
- Anda salah
- bila membandingkan hal ini dengan
- kekejaman orang-orang di masa yang
- lampu.
- Seorang yang mencuri karena lapar tidak
- dihukum.
- J. Kalau seorang lapar tidak punya,
- enggak ada yang membantu dia, dia
- mencuri untuk kebutuhan makannya, dia
- tidak dikenakan hukuman, malah dicarikan
- pekerjaan buat dia. Tapi kalau dia mampu
- berada mencuri, ini yang menjadi sasaran
- hukuman
- karena rakus tadi.
- Di mana dia ya ingin mencari keuntungan
- tanpa memperhatikan, menghargai usaha
- orang lain.
- Begitu juga seandainya dia mencuri
- karena anaknya sakit, dia butuh obat.
- dia enggak dikenakan hukuman.
- Karena Nabi mengatakan, "Idraul hudud
- bisyubhat." Kalau ada syubhat, bait itu
- syubhat lapar
- yang mendesak dirinya, maka hududullah,
- hukum Allah diangkat. Karena apa? Karena
- orang tersebut tidak layak dikenakan
- sanksi hukuman karena ada yang mendesak
- dirinya. darurat saya.
- Iya. [mendengus] Tapi kalau dia mencuri
- sebagai profesi mencari keuntungan dari
- sini, maka mesti diberikan sanksi untuk
- menimbulkan efek jera bagi orang lain.
- Saya pernah menyaksikan seorang ibu-ibu
- yang berdagang sayur ya di gang
- kebetulan dekat rumah kita di Celitan.
- Dia tengah malam berangkat ke pasar,
- berbelanja di pasar induk. Kemudian naik
- becak, subuh-subuh baru kembali.
- Dia salat kemudian dia gelar
- sayur-mayur ya, kebutuhan-kebutuhan
- rumah tangga di depan jalan. Ibu-ibu
- beramai-ramai berbelanja kan.
- Peringatkan beban mereka kan. He
- ketika dia melayani orang sudah hampir
- hampir habis dagangannya, uang yang
- disimpan di buntelannya dicuri orang.
- Itu modalnya
- dia menangis menjerit. Kira-kira orang
- yang melakukan kejahatan, pencurian
- bukan karena lapar, bukan karena apa,
- tapi karena profesi, pantas enggak
- dihukum?
- Iya.
- Kalau hukuman ini diberlakukan kira-kira
- para pencuri jerah gak?
- Jerah? Karena akan terus terlihat yang
- dipotong juga jarinya
- ya, bukan tangan semuanya jarinya yang
- dipotong.
- Kemudian para koruptor
- kalau seandainya koruptor ringan
- dipotong kira-kira tangannya akan
- menjadi pelajaran enggak?
- Iya.
- Enggak perlu surat kelakuan baik lihat
- tangannya aja. Betul enggak? Jadi kalau
- dia bekerja setelah dipotong tangannya
- ada lagi yang hilang dia dicurigai
- karena punya track record yang buruk
- kan.
- Jadi hukuman ini justru menimbulkan efek
- jerak melindungi dan menjaga keamanan
- orang lain pada harta mereka. Sedangkan
- hukuman mati bagi para pembunuh kalau
- memang dia membunuh dengan sengaja
- berencana secara aniaya, maka dengan
- sendirinya melindungi juga apa
- orang-orang nyawa mereka, darah mereka
- dari perbuatan semacam ini. Jangan dia
- dibenarkan membunuh sedangkan menghukum
- pembunuh tidak dibenarkan. H
- betul gak?
- Jadi, Kang Rizal, kalau seandainya kita
- perhatikan hukum Allah dengan cermat,
- ya, jangan kita ukur dengan perasaan
- kita.
- Heeh.
- Jangan kita lindungi orang-orang yang
- berbuat kejahatan.
- Ya, kita mengabaikan perasaan orang yang
- menjadi korban. Maunya para koruptor
- tidak dihukum.
- H
- betul gak?
- Betul. maunya bahkan dapat doa dari
- kiai, dari ustaz, dari para habaib kalau
- mereka datang di majelis sambut itu
- maunya koruptor.
- Tapi kalau seandainya diikuti kemauan
- mereka, kasihan rakyat akan menjadi
- korban. Maunya para pencuri, mereka
- mencuri, dibenarkan, dilindungi dengan
- nama hak asasi manusia.
- Hak asasi pencuri dilindungi, lalu hak
- masyarakat banyak enggak dilindungi. Kan
- aneh kan?
- Jadi kalau kita perhatikan bahwa banyak
- orang ketika memandang hukum mereka
- memandang hanya dari satu sisi saja
- bukan melihat dari berbagai macam aspek
- apalagi dikembalikan kepada
- kebijaksanaan Allah Subhanahu wa taala.
- Begitu juga kasus pemerkosaan. H
- kalau perzinaan ya selagi tersembunyi
- enggak dihukum. Tapi kalau dia berzina,
- disaksikan empat orang saksi, dia bukan
- hanya berzina, dia mempropagandakan
- perbuatannya kepada orang banyak orang.
- Ini bakal menimbulkan kerusakan.
- Tapi kalau memperkosa lain lagi. Bukan
- suka sama suka. H.
- Maka hukumannya masuk dalam bab
- alhirabah. Bisa hukuman mati dijatuhkan
- padanya. Hukuman ma
- hukuman mati.
- Mati. Innama jazaadzina yuharibunallaha
- waasulahu waasuna fil ardhi fasada
- yuqattalu yushallabuq
- aidih
- yunfa min. Jadi hukumannya bukan hukuman
- cambukan 100 kali ya,
- tapi hukumannya bisa mereka dibunuh.
- Karena trauma yang ditimbulkan akibat
- perbuatannya ini trauma yang amat dalam
- bukan hanya terhadap anak gadis saja,
- terhadap keluarganya.
- Dan kalau ini dibiarkan merajari tengah
- masyarakat, apa yang akan terjadi?
- Iya.
- Jangan diukur dengan kehidupan Barat,
- dengan seks bebasnya menganggap kecil
- masalah seperti ini.
- Oleh karena itu, kita ingin bagi para
- pemerkosa hukumannya mati. Begitu juga
- orang yang mencabuli anak-anak kecil ya
- seharusnya hukumannya mati.
- Kalau homo berbuat melakukan hubungan
- suka sama suka hukumannya ya berbeda
- dengan orang yang melakukan pencaburan.
- Kalau seandainya orang-orang tua pemuda
- yang mencabuli anak-anak kecil ya
- melakukan perbuatan dikenakan hukuman
- mati.
- Saya harapkan bukan hanya terjadi apa
- terjadi apa? Berkurangnya kejahatan.
- Bisa-bisa yang tadinya kena penyakit
- seperti ini akan hilang penyakitnya.
- Karena orang yang punya penyakit se
- harus dikenakan hukuman yang betul-betul
- menimbulkan rasa takut hingga membuat
- mereka menjaga. Berusaha juga untuk
- memperbaiki diri mereka. Tidak ada
- penyakit kecuali ada obatnya. Jadi para
- homo, para lesbi kalau mereka
- sungguh-sungguh bertobat, Allah akan
- sembuhkan penyakit mereka. Jadi Islam
- dalam hukumnya itu pertama menimbulkan
- efek jerah. Bahkan dengan hukumannya
- terkadang menjadi ancaman sebelum orang
- melakukan kejahatan. He.
- Tapi kalau hukumannya ringan seperti di
- negeri kita saat ini ya, orang yang
- tadinya enggak berpikir berbuat jahat.
- Iya.
- Berbuat jahat. Yang tadi tidak berpikir
- korupsi. Karena para koruptor
- mendapatkan perlindungan. Mereka
- berpikir daripada nyolong ayah mendingan
- korupsi.
- Iya
- betul gak? Dapat perlindungan di
- penjara. Bisa juga berangkat ke Wembel
- dan menyaksikan pertandingan tenis
- karena pejabat
- hukumnya bisa dibeli, Ustaz? bisa
- dibeli. Jadi ee bagi penanya coba
- renungkan dengan baik atau kalau Anda
- mau dialog sebutkan jenis apa
- jenis hukuman yang Anda sebutkan. Jangan
- secara umum kita akan berikan jawaban
- insyaallah. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih jazakallah kir
- kepada Ustaz Husein Alatas yang telah
- memberikan jawaban dari beberapa
- pertanyaan dan juga penjelasan yang
- insyaallah ee komprehensif dan menjadi
- ibrah pelajaran untuk kita semua ikhwan
- akhwat dan kita semua insyaallah dapat
- memetik ee ilmu yang telah Ustaz Husin
- sampaikan di pagi hari ini. Ikhwan Afad
- terima kasih atas kebersamaannya. Saya
- Rizal Hak bersama teman-teman yang
- bertugas ada Kang Ondi dan Kang Algi
- Undur diri. Dan tidak lupa ikhwanat
- untuk like, comment, subscribe dan share
- konten-konten Rasil TV ya. Billahi
- taufik walhidayah wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.