Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyiban baran fih kama yuhibuna
- waard. Allahumma shi wasallim ala
- sayyidina Muhammadin wa ali sayidina
- Muhammad. masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimangis
- Cibubur Bekasi. Radio Silaturahim dan
- juga Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan ini kami bisa kembali hadir
- menyapa ikhwan akhwat dalam program
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi Senin pagi hari
- ini. Ikhwan akhwat. Dan semoga ikhwan
- akhwat selalu dalam keadaan baik, dalam
- keadaan sehat juga dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa taala. Semoga di awal pekan
- ini, di hari Senin ini, ikhwan akhwat
- diberikan kelancaran, kemudahan,
- terutama bagi ikhwan akhwat yang mungkin
- di kesempatan ini akan menjemput rezeki
- ya, berikhtiar, bekerja, dan berusaha.
- Insyaallah dibukakan pintu rezeki yang
- seluas-luasnya. Amin. Amin ya rabbal
- alamin. Iwuha telah hadir guru kita
- Ustaz Husein Al Atas yang insyaallah di
- kesempatan ini akan kembali memberikan
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an dan
- juga akan menjawab beberapa pertanyaan
- dari Ikhwan akhwat dan kami mengundang
- partisipasi Ikhwan Ahwat untuk
- mengirimkan ee pertanyaan dan mungkin
- konsultasi terkait Al-Qur'an khususnya
- dan hal lainnya insyaallah ikhwan bisa
- mengirimkan di 0811999720.
- Dan untuk membuka pertemuan ini seperti
- biasa kita akan buka dengan pembacaan ee
- Quran surah Al-Fatihah yang akan
- dibimbing langsung oleh guru kita Ustaz
- Husein. Kami persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina
- giril magdubi alaihim wadin.
- Amin. [berdehem]
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Semoga dengan pembacaan Quran surah
- Al-Fatihah kita semua mendapatkan ee
- curahan rahmat dari Allah Subhanahu wa
- taala. Baik, Ustaz. Satu pertanyaan saya
- awali dari Ardi, Ustaz. Usia 25 tahun
- nih, masih muda, Ustaz, ya. Di dunia
- kerja yang modern dan kapitalis ini
- rasanya aturan Al-Qur'an itu kaku.
- Seberapa relevan Al-Qur'an dijadikan
- pedoman gaya hidup atau lifestyle anak
- muda zaman sekarang tanpa kami terlihat
- kolot atau radikal, Ustaz. Demikian
- pertanyaannya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin
- arrahmanirrahim.
- Wasalatu wasalam
- ala sayyidina wa nabiyina Muhammadin wa
- alih thyibin washabatihil guril mayamin
- wasairina ala nahjihil qawim ila
- yaumiddin.
- Subhanaka la ilma lana illa maa alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim. [berdehem]
- Rabbana zidna ilman wahiqna bisihin.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [berdehem]
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Alhamdulillah pagi
- hari ini kembali kita berjumpa
- di bawah naungan Al-Qur'an dalam sesi
- tanya jawab.
- Pertanyaan saudara kita cukup menarik
- ya.
- Pada saat ini
- kehidupan manusia
- bukan hanya di barat,
- bukan hanya di timur,
- bahkan kita menyaksikan
- di tiga kota suci,
- baitul Makkah, Madinah, demikian pula
- Baitul Maqdis.
- Kita saksikan bagaimana
- lifestyle gaya hidup
- yang digemari oleh masyarakat Islam atau
- umat Islam bukan gaya hidup yang
- diajarkan Allah Subhanahu wa taala
- yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Seolah-olah
- ajaran Al-Qur'an maupun dakwah Nabi kita
- hanya sekedar
- mengajak kita untuk mengucapkan dua
- kalimat syahadat.
- Menyatakan diri kita sebagai seorang
- muslim tapi tidak terikat dengan gaya
- hidup
- yang Allah Subhanahu wa taala ajarkan.
- Kalau hanya sebatas ini,
- maka kita yakin bahwa Abu Lahab, Abu
- Jahal, dan para pemuka kaum musyrikin
- tidak akan keberatan buat mereka. Mereka
- mengucapkan dua kalimat syahadat,
- setelah itu mereka hidup dengan cara
- mereka.
- Bukan ini yang dikehendaki Allah
- Subhanahu wa taala.
- Kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang
- singkat dan cepat.
- di mana Allah Subhanahu wa taala
- tempatkan kita di bumi ini menjalani
- ujian.
- Dan kehidupan di bumi ini bukan
- segala-galanya.
- Kehidupan di bumi ini sebetulnya
- kehidupan yang rendah. Kata dunia itu
- menunjukkan kata rendah.
- Diambil dari kata dana. Yadnu yang
- artinya rendah.
- Kemudian
- lahirlah kata adna dan muannasnya, kata
- feminimnya dunia yang menjelaskan
- kehidupan yang rendah.
- Nah, siapa-siapa yang sukses dalam ujian
- yang dijalani dalam kehidupan dunia ini,
- orang yang mempertahankan imannya,
- ketakwaannya, berjalan di jalan Allah
- dan tak tergiur dengan
- berbagai macam kesenangan dunia ini,
- tapi tetap dia mempertahankan dirinya
- berjalan di atas jalan Allah, maka dia
- akan betul-betul memasuki kehidupan yang
- berbeda dengan kehidupan yang saat ini
- kita jalani.
- Kebahagiaan dalam arti yang sebenarnya
- dan sempurna. Adapun kehidupan dunia
- sebetulnya mirip dengan ilusi.
- Karena apa yang kita bangun, apa yang
- kita kumpulkan, apa yang kita miliki,
- apa yang kita banggakan,
- begitu datang kematian semua sirna. Dan
- kita akan memasuki kehidupan yang baru.
- Tidak lagi terdapat kematian. Yang ada
- hanya jannatun abada, kehidupan surga
- untuk selama-lamanya. A narun abada atau
- neraka dan penderitaan untuk
- selama-lamanya.
- Dengan sendirinya orang yang beriman
- kepada Allah, yang berserah diri
- kepadanya, mereka akan memilih gaya
- hidup yang diajarkan Allah dan
- dicontohkan oleh Nabinya.
- Gaya hidup ini gaya hidup yang selaras
- dengan fitrahnya.
- Yang selaras dengan fitrah manusia. Di
- saat dia mengikuti gaya hidup yang
- datang dari Allah, jiwanya akan tentram,
- damai, dan dia bisa merasakan
- keharmonian antara dirinya dengan alam
- dan manusia.
- Tapi gaya hidup yang saat ini dianut dan
- diikuti oleh kebanyakan orang, gaya
- hidup yang bertentangan dengan fitrah
- manusia, bertentangan dengan fitrah di
- alam semesta ini yang seluruhnya
- bertasbih tunduk kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Jadi sepintas kita menyaksikan mereka
- orang-orang yang hidup ya sebagai
- orang-orang yang maju, sebagai
- masyarakat modern, mereka bebas
- melakukan apa saja tapi hanya Allah yang
- tahu bagaimana penderitaan mereka dan
- gelapnya hidup mereka.
- Sedangkan orang yang beriman yang taat
- kepada Allah Subhanahu wa taala, Allah
- tidak mengharamkan dunia baginya. Allah
- tidak mengharamkan dirinya untuk menjadi
- orang-orang
- yang apa? Yang berkuasa di atas muka
- bumi. Malah Allah jadikan bumi ini buat
- mereka.
- H.
- Sedangkan orang-orang yang tak beriman
- ya adalah orang-orang yang sebetulnya
- bukan pewaris bumi ini. Tapi mereka ikut
- menikmati ya kehidupan dunia ini karena
- adanya orang yang beriman. Sebagaimana
- firman Allah, qul man harrom
- zinatallahillati
- akhraja liibadihi wat thyibati minar
- rizq. Katakan, "Siapa yang berani
- mengharamkan
- hiasan Allah dan rezeki-rezeki yang
- thayib yang Allah keluarkan bagi
- hamba-hambanya." Qul hiya lilladzina
- amanu fil hayatid dunya. Katakan semua
- itu sebetulnya Allah persiapkan.
- Sediakan untuk orang yang beriman dalam
- kehidupan dunia. Tapi karena mereka
- hidup bercampur bersama orang yang tak
- beriman, maka orang yang tak beriman
- ikut menikmati juga. Allah Subhanahu wa
- taala tidak halangi mereka. Kholisatan
- yaumalqiamah. Tapi di hari kiamat nanti
- kenikmatan dalam arti yang sempurna
- Allah sediakan bagi orang yang beriman.
- Oleh karena itu, orang-orang yang
- beriman harus menyadari betul-betul
- kehidupan atau cara hidup yang
- ditunjukkan Allah ini kehidupan yang
- penuh dengan rahmat, yang penuh dengan
- kasih, yang akan membuat dirinya
- bahagia, damai ya dalam arti yang
- sebenarnya dan dia akan betul-betul
- hidup dalam suasana harmoni bersama
- alam, bersama juga manusia-manusia.
- Jadi gaya hidup yang saat ini dijalani
- oleh orang-orang yang tak beriman bukan
- gaya hidup yang ideal. Tapi sebagaimana
- kita saksikan bagaimana hidup mereka
- betul-betul dalam kegalauan,
- dalam kekacauan,
- dalam keresahan dan kegelisahan.
- Sebagaimana yang digambarkan Allah
- ketika Allah menurunkan kakek dan nenek
- kita semua.
- Faimma yatiannakum minni huda. Apabila
- petunjukku sampai kepada kalian.
- Famanabaa hudaya fala yadill wq.
- Siapa-siapa yang mengikuti petunjukku,
- dia tidak akan sesat dan tidak akan
- celaka.
- Sebaliknya waman a'ikri fainna lahu
- maisyatan donka. Siapa yang berpaling
- dan tidak menghiraukan
- peringatanku, bimbingan dan petunjukku,
- tidak mengingat aku hidup hanya
- mengikuti hawa nafsunya, maka dia akan
- hidup dalam suasana yang gelap, pengap,
- sempit, dan sesak. Wahsyuruhu
- yaumalqiamati a'ma. Dan kami akan
- menghimpun dirinya di hari akhir nanti
- dalam keadaan buta.
- Qbi lima hasartani ama waq kuntu basir.
- Dia berkata, "Wahai Tuhanku, kenapa
- Engkau himpun aku? Kumpulkan aku di hari
- akhirat ini dalam keadaan buta. Padahal
- dulu aku melihat." Qadzalika atatka
- ayatuna fanasita. Demikianlah
- ayat-ayat kami sampai kepadamu, tapi
- kamu lupakan.
- Wikalum tunsa. Demikianlah sebagaimana
- dulu kau melupakan ayat-ayat kami,
- sekarang kamu termasuk orang yang
- dilupakan.
- Kalau kita orang yang beriman menyadari
- betul-betul
- kehidupan yang ditunjukkan Allah
- kehidupan yang terang di bawah bimbingan
- petunjuknya,
- kehidupan yang penuh dengan rahmat,
- kehidupan juga ya yang menjelaskan
- baginya mana yang hak dan mana yang
- batil.
- Oleh karena itu, kita perlu menumbuhkan
- kesadaran di hati kita akan rahmat dan
- kasih sayang Allah.
- juga petunjuk yang begitu agung dan
- mulia tidak membiarkan kita
- terlunta-lunta di tengah-tengah padang
- kebingungan.
- Oleh karena itu, sebagaimana pelajaran
- yang lalu
- melalui suratul fatihah, Allah
- membimbing kita ya dengan bimbingan yang
- betul-betul menerangi kalbu yang berada
- dalam kegelapan. Menyejukkan kalbu yang
- tadinya betul-betul dalam keresahan dan
- kegelisahan.
- memberikan rasa aman dan harapan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ini merupakan ayat pertama dari suratul
- fatihah. Pembuka Al-Qur'an
- juga sebagai pembuka apa? Pembuka
- rahasia kehidupan ini
- dan juga sebagai pembuka harapan bagi
- manusia dan pembuka cahaya yang
- menerangi hidupnya yang memberikan rasa
- aman.
- Kita karena kaum muslimin terbiasa
- membaca bismillah tanpa kita resapi.
- Kita sudah membacanya ya turun-menurun
- sudah terbiasa akrab. Kita jarang sekali
- atau jarang di antara kita yang meresapi
- bismillah.
- Berbeda dengan apa yang dirasakan oleh
- seorang profesor doktor ahli matematik
- dari Kansas University Jeffrey Leng yang
- bisa Anda baca bukunya di antaranya
- struggling to Sender, perjuangan untuk
- berserah diri.
- ketika dia
- sebelumnya berpindah-pindah dari agama
- ke agama untuk mencari kebenaran,
- Islam merupakan agama yang tak terpikir
- karena dia melihat potret Islam
- dari kaum muslimin yang perilakunya
- tidak baik. Apalagi mereka-mereka yang
- berasal dari negara Arab yang hidup di
- Amerika. Betul-betul mereka menunjukkan
- gaya hidup yang menjijikkan. Menurut
- mereka hewan lebih baik.
- Tahu-tahu ketika dia
- menjumpai Hi Quran, Quran yang agung
- tersebut diletakkan oleh salah seorang
- muslim di mejanya ketika dia membaca
- pertama kali Al-Qur'an yang tadinya
- sikapnya acuh takacuh, begitu dia
- membuka dia ingin tahu
- bismillahirrahmanirrahim,
- dia merasakan betul-betul guncangan yang
- luar biasa. Jiwanya yang tadinya
- tertutup terbuka. yang tadinya gelap
- merasakan suasana yang terang benerang.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Sebagaimana alam semesta dan seluruh
- isinya berasal dari Allah
- dan seluruhnya merupakan manifestasi
- dari rahmat Allah.
- Maka ketika dia membaca
- bismillahirrahmanirrahim
- dengan nama Allah yang maha pemurah lagi
- maha penyayang.
- Dia merasakan betul-betul bagaikan
- seorang yang dahaga di tengah-tengah
- padang pasir yang panas terik. Dia
- menemukan air sejuk.
- Di tengah-tengah kegelapan dan
- kebingungannya dia menemukan cahaya yang
- menerangi kalbunya.
- Ketika dia membaca ayat ini, terbayang
- dalam benaknya betul-betul apa? Rahmat
- dan kasih sayang Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi kebanyakan manusia tidak
- menyadarinya. Karena apa? Karena hatinya
- tertutup oleh hawa nafsunya. Dia hidup
- dengan gaya hidup ya yang seharusnya
- hanya terbatas dalam kehidupan binatang.
- Tapi ternyata manusia memilih kehidupan
- yang rendah, meninggalkan kehidupan yang
- mulia sebagai khalifah di atas muka
- bumi. Dia merelakan dirinya menjadi
- budak dari hawa nafsunya, hanyut bersama
- angan-angannya. Padahal dunia semuanya
- bakal ditinggalkan.
- Kemudian
- dia lanjutkan membaca ayat berikutnya.
- Setelah dia berhenti di hadapan ayat
- ini, bismillahirrahmanirrahim,
- berbeda dengan pelajaran-pelajaran yang
- diajarkan oleh agama yang lain.
- Dia berhenti lama merenungkan
- dan dia menyaksikan dan merenungkan alam
- semesta dan nikmat yang selama ini
- dirasakan yang dia lupakan. Di situ dia
- menyadari selama ini sebetulnya
- dia telah buta
- tertutup untuk menyaksikan rahmat
- karunia Allah yang tak terhingga.
- Kita maklumi karena dia orang yang jauh
- dari tuntunan agama Allah Subhanahu wa
- taala. Hidup di tengah masyarakat yang
- sulit untuk menemukan petunjuk di
- tengah-tengah mereka. Apalagi di saat
- menyaksikan potret masyarakat Islam yang
- amat menjijikkan yang mereka saksikan di
- Amerika maupun di Eropa.
- Ketika pindah kepada ayat keduanya,
- alhamdulillahi
- rabbil alamin.
- Segala puji seluruhnya ya kami
- persembahkan hanya teruntuk Allah Rabbil
- alamin. Rabb yang menciptakan,
- yang menjaga, memelihara seluruh semesta
- alam.
- Dia merasakan betul-betul ayat ini apa?
- Merupakan kelanjutan
- yang seharusnya yang bersifat alami dari
- ayat sebelumnya.
- Setelah dia merasakan, menyadari bahwa
- kehidupannya begitu pula alam semesta
- merupakan karunia Allah yang tak
- terhingga dari yang maha pengasih lagi
- maha penyayang. yang selama ini
- dilupakan. [mendengus] Dia ketika
- mengucapkan alhamdulillahi rabbil
- alamin. Berbeda dengan ucapan yang biasa
- diucapkan kaum muslimin atau bacaan pada
- saat mereka membaca salat tanpa getaran.
- Sedangkan dia yang menemukan cahaya
- harapan di tengah-tengah kegelapan.
- Ketika dia mengucapkan alhamdulillahi
- rabbil alamin, betul-betul dia menyadari
- akan karunia Allah, rahmatnya Allah yang
- maha terpuji di langit maupun di bumi
- dengan tanda-tandanya yang begitu luar
- biasa.
- Kemudian kembali dia mengulangi dua nama
- Allah arrahmanirrahim.
- Kalau yang pertama ya membuka hatinya,
- pikirannya, kesadarannya
- yang selama ini dia lengah kepada Allah
- Subhanahu wa taala yang maha pemurah,
- yang maha penyayang ya, yang telah
- menciptakan dirinya, menciptakan seluruh
- alam semesta.
- Adapun
- ar-Rahman ar-Rahim ya
- yang terdapat pada ayat
- ketiga pada suratul fatihah ini
- menjelaskan
- bahwa Allah Subhanahu wa taala Tuhan
- semesta alam yang merawat menjaga,
- memeliharanya merawat menjaganya dengan
- dua namanya Ar-Rahman Ar-Rahim
- yang maha pemurah lagi maha penyayang.
- Nah, saudara kita yang tadinya ya
- mungkin menyaksikan gaya hidup
- pemuda-pemudi kita, masyarakat yang
- didominasi oleh apa? Oleh materialisme.
- Mungkin merasa minder. Tapi begitu
- membaca ayat-ayat ini,
- Rabbul Alamin Tuhan semesta alam yang
- menjaga, yang merawat, yang memelihara,
- yang membimbing kita. Karena ajarannya
- merupakan bahagian dari rububiyahnya
- dengan rahmat dan kasih-Nya.
- Kita diantarkan menuju rahmat dan
- sumbernya yang sejati. Kita diajak
- betul-betul untuk tidak melihat dunia
- yang kecil,
- tapi melihat kehidupan akhirat yang
- Allah janjikan.
- Oleh karena itu kita dalam kelalaian
- kita, kelengahan kita diingatkan dengan
- Maliki yaumiddin.
- Wahai manusia, kamu tidak akan lama
- dalam kehidupan dunia ini. Kamu juga
- tidak bebas melakukan sesuka hatimu
- karena apa yang kamu perbuat?
- Begitu kamu meninggalkan dunia ini, kamu
- akan berdiri di hadapan Maliki
- yaumiddin, penguasa raja hari
- pembalasan. Dia yang menyaksikan selama
- ini bagaimana kamu hidup dan cara hidup
- yang kamu pilih pada hari itu. Allah
- yang akan membalas kamu sesuai dengan
- perbuatanmu dengan penuh keadilan.
- Bahkan kebaikan kamu bila kamu beriman
- dilipat gandakan. Keburukanmu hanya
- dihukum sesuai dengan perbuatanmu. Pintu
- tobat
- terbuka bagi hamba-hambanya yang sadar
- dan beriman.
- Maliki yaumiddin. Ini mengingatkan kita
- agar kita tidak hanyut, tertipu dengan
- gaya hidup mereka yang bebas mengikuti
- hawa nafsu mereka. Tapi hati mereka
- resah, gunda. Mereka tidak menikmati
- kehidupan dalam arti yang sebenarnya.
- Bahkan seorang miskin yang hidup
- pas-pasan bersama keluarganya ketika
- menemukan sedikit makanan bagi mereka,
- mereka menemukan kebahagiaan mereka.
- Mereka dapat makan dengan nikmat,
- tersenyum dengan bebas, tidur dengan
- nyaman. Sedangkan mereka-mereka yang
- hidup bergelimangan harta, mengumpulkan
- harta bagaikan naga di tengah-tengah
- legenda Cina yang gemar mengumpulkan
- harta, mereka tidak menikmati
- kebahagiaan mereka sama sekali.
- Maliki yaumiddin. Ini betul-betul
- peringatan yang menghentak menyadarkan
- kita mau ke mana kamu wahai manusia.
- Oleh karena itu kita
- menyaksikan sebagian orang lagi
- berforia, bersenang-senang masing-masing
- memamerkan
- kekayaannya,
- kelebihannya,
- penampilannya.
- berposure dari satu ke satu, flexing ke
- sana maupun kemari.
- Kemudian mereka berkelahi di antara
- mereka disebabkan karena dunia ini.
- Tapi begitu
- dunia meninggalkan mereka atau mereka
- meninggalkan dunia ini, baru mereka
- sadar bahwa selama ini mereka
- betul-betul merupakan makhluk yang
- bodoh, makhluk yang tertipu dan
- terpedaya. Oleh karena itu, hari akhirat
- dinamakan yaumut tagabud. Yaukum
- liyaumil jamiika yaumut tagabun. Ketika
- kalian dikumpulkan di hari pengumpulan
- dan itulah hari di mana manusia
- menyadari dirinya dalam keadaan tertipu.
- Karena alghasa
- Arab atau maghbun digunakan untuk orang
- yang tertipu. Kalau dia berdagang
- modalnya katakan 1.000 dijual 500. Itu
- namanya magbun.
- atau orang diberikan kesehatan,
- diberikan waktu luang ya, tapi
- dipergunakan untuk yang sia-sia padahal
- dia akan mempertanggungjawabkan
- perbuatan itu makbul. Seperti sabda
- Nabi, nikmatani magbunun fihima kairun
- minanas. Dua nikmat manusia banyak yang
- tertipu dengan dua nikmat tersebut.
- Asihat wal faraq, masa sehat dan
- masa-masa luang. Pada saat dia sakit,
- dia ingin berubah, mengisi waktunya
- dengan kebaikan, pada saat dia sempit,
- dia berjanji kalau ada keluangan dia
- akan kembali pada Allah. Ternyata begitu
- diberikan kesehatan, dia meraja lela,
- diberikan juga waktu ruang diisi dengan
- perbuatan-perbuatan [berdehem]
- yang hina.
- Nah, Maliki yaumidin
- coba renungkan dengan rahmat yang begitu
- luar biasa meliputi segala sesuatu
- dengan kasih sayangnya, bimbingan
- petunjuknya yang membimbing kita menuju
- asirat almqim
- itu jalannya orang yang menerima
- limpahan nikmat karunia dari Allah
- sebagaimana yang Allah limpahkan pada
- orang-orang terdahulu. Bukan jalannya
- orang yang tersesat atau terkena terkena
- murka Allah. Apa kita memilih jalannya
- orang yang tersesat
- dengan kesenangan sesaat tapi berakhir
- dalam penderitaan yang abadi? Atau orang
- yang terkena murka Allah. Memang mereka
- tidak menyadari pada saat mereka sedang
- hanyut bersama nafsu mereka, bangga
- dengan apa yang mereka kumpulkan, mereka
- bangun, mereka tidak sadar. Tapi
- kehidupan dunia ini singkat dan cepat.
- Begitu mereka terbangun dari mimpi
- mereka dulu, mereka memiliki ini,
- memiliki itu, membangun ini, membangun
- itu, begitu mereka terbangun,
- mereka menyadari bahwa selama ini mereka
- hidup dalam mimpi dan ilusi. Begitu
- mereka bangun, mereka tidak memiliki
- apa-apa.
- Jadi kepada AK penanya kita munculnya
- rasa minder
- menyaksikan gaya hidup mereka-mereka
- yang maju berkembang di tengah-tengah
- zaman modern itu sebagai akibat.
- Kita tidak menyadari hakikat kehidupan
- dunia ini. Kita tidak menyadari bahwa
- mereka sebetulnya
- orang-orang yang sedang berada dalam
- kebingungan. Mereka mengejar
- bayang-bayang Fatamorgana dengan harapan
- akan menghilangkan dahaga mereka.
- Ternyata begitu tiba di tempat tujuan
- hanya merupakan ilusi.
- Jadi, Maliki yaumiddin ini merupakan
- peringatan buat kita yang kita selalu
- baca dalam salat kita. Lalu jalan
- keselamatannya apa, Kang Risa? Allah
- tunjukkan dengan mudah. Iyaka na'budu wa
- iyaka nastain.
- Maka tidak ada jalan bagi kami ya Allah
- melainkan jalan-Mu. Tidak ada harapan
- bagi kami melainkan hanya Engkau harapan
- kami. Iyaka na'budu wa iyaka nastain.
- Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah
- dalam hidup kami. Kami hanya mengikuti
- petunjuk-Mu dan yakin akan janji-Mu ya
- Allah. Maka kepada-Mu kami menyembah dan
- hanya kepada-Mu kami menggantungkan
- harapan kami memohon pertolongan
- kepada-Mu. Kita akan menjadi manusia
- merdeka tidak lagi terjajah oleh cara
- hidupnya yang dilalui oleh mereka-mereka
- yang lupa kepada Allah. Juga terbuai
- oleh angan-angan. Juga tersiksa oleh
- hawa nafsu. Manusia yang dapat
- menentukan pilihannya dalam hidupnya
- dengan merdeka, nyaman, tidak
- dipengaruhi dengan komentar penilaian
- manusia.
- Iyaka na'budu wa iyaka nastain. Inan
- kita. Oleh karena itu, harapan kita
- karena kita tahu kelemahan kita, mudah
- sekali kita tertipu oleh tipu daya
- setan.
- Ihdinasiratal mustaqim. Tunjukkan kami
- ya Allah jalan yang lurus. Kata sirat
- merupakan jalan yang luas lapang.
- Tunjukkan kami jalan yang lurus ya
- Allah. Sirathalladzina an'amta alaihim.
- itu jalannya orang-orang yang telah
- menerima limpahan karunia dan nikmat
- dariMu ya Allah, dari para pendahulu
- kami. Ghairil maghdubi alaihim. Bukan
- jalannya orang yang terkena murkamu
- akibat pembangkangan mereka, penentangan
- mereka, akibat mereka juga menjadikan
- hawa nafsu mereka sebagai Tuhan mereka.
- Waladzallin bukan juga orang yang
- tersesat jalan. Dia ingin mencari
- kebenaran tapi tidak mendapatkan
- kebenaran karena dia tidak mengikuti
- bimbingan dan petunjuk Allah. Jadi,
- ikhwan akhwat yang dirahmati Allah,
- banyak kata-kata ya stigma yang negatif
- terdengarnya diberikan untuk orang yang
- beriman, taat, kolot,
- radikal,
- radikal,
- ekstrem. Coba Anda bertanya, kata
- ekstrem artinya yang keluar dari relis
- atau yang melampaui batas. Kita mau tahu
- batas yang menjadi standar itu apa?
- Kalau batas yang menjadi standar, jalan
- hidup yang baik dan mulia.
- Jalan yang ditunjukkan Allah yang akan
- mengantarkan dirinya menuju keselamatan
- dunia dan akhirat. Maka di saat mereka
- mengatakan kita ekstrem karena tidak
- sesuai dengan standar hidup mereka,
- jangan berkecil hati.
- Mereka orang-orang yang kehilangan akal
- sehat,
- melihat sesuatu yang batil mereka anggap
- sebagai yang hak. Yang bertentangan
- dengan gaya hidup mereka yang batil
- mereka anggap ekstrem. Mereka anggap
- kolot karena tidak ikut perkembangan
- zaman. Padahal kita ini meyakini,
- mengimani kehidupan dunia ini hanya
- sesaat. Kehidupan yang sebenarnya adalah
- kehidupan akhir nanti. Kehidupan dunia
- tempat kita diuji. Mau tidak mau kita
- akan menjalani ujian dan kita akan
- menerima balasan dan hasil dari pilihan
- kita. Jadi sayang sungguh sayang kita
- terpedaya dengan stigma-stigma yang
- mereka berikan. Kol, ekstrem, tidak bisa
- mengikuti perkembangan zaman. Siapa yang
- mengatakan demikian?
- Justru pada masa permulaan Islam, Nabi
- mengangkat bangsa Arab dari apa? Dari
- jahiliah keluar menuju kehidupan yang
- beradab. Dari masyarakat yang ter ke
- belakang menjadi masyarakat yang
- bersatu.
- dari orang-orang yang tertinggal
- dibandingkan dengan peradaban Romawi
- Persia mampu mengungguli peradaban
- Persia maupun Romawi. Nah, jangan kita
- lihat Islam dengan kondisi umat Islam
- saat ini. Kondisi umat Islam saat ini
- enggak jelas. Mau dikatakan Islam
- tidak sesuai dengan tuntunan Islam, ya
- mau dikatakan kafir masih ada Islamnya.
- Karena apa? Karena mereka tidak lagi
- hidup menuju Allah, berjalan di jalan
- Allah. cukup mengucapkan dua kalimat
- syahadat. Lalu setelah itu mereka hidup
- dengan cara hidup mereka. Bagaimana
- janji Allah akan dipenuhi? Kalau kita
- beriman kepada Allah, beriman kepada
- janji Allah, mengikuti pedoman yang
- Allah berikan buat kita, Allah akan
- menjadikan kita sebagai pewaris bumi.
- Dan selalu Kang Rizal,
- yang kalah itu mengagumi yang menang.
- Betul gak? Karena umat Islam sekarang
- tertinggal,
- mereka mengagumi Barat dengan
- kemajuannya.
- Padahal mereka tidak tahu. Kalau mereka
- lihat kehidupan orang-orang di Barat,
- negara-negara maju, kehidupan yang
- menyedihkan sebetulnya. Mereka iri
- dengan kehidupan kaum muslimin yang
- wajar dan sadar. Ini bukan cerita
- kosong.
- Mereka sendiri yang mengatakan
- bahwa dulu kami hidup betul-betul sesak,
- tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
- Begitu mereka memilih Islam dan masuk ke
- dalamnya, mereka percaya diri, yakin,
- penuh dengan senyum, penuh dengan
- rahmat. Adapun pakaian, seorang muslim
- tidak harus berpakaian dengan
- menggunakan jubah.
- Dia bisa menggunakan pakaian yang
- dipakai oleh kaumnya dengan syarat
- menutupi auratnya dengan baik.
- bisa menggunakan pakaian ya yang baik,
- yang menarik dengan model yang baik
- dengan syarat menutupi aurat dan tidak
- menunjukkan sikap pamer, bangga diri dan
- sombong.
- Dan sebagaimana mereka menginginkan
- kebaikan untuk diri mereka, mereka juga
- berbagi untuk saudara-saudara mereka
- yang membutuhkan.
- Mereka orang yang beradab dalam
- berbicara,
- dalam bersikap, bukan seperti
- mereka-mereka yang berpenampilan Islam.
- Jauh dari adab dan tata krama, keras,
- tidak memiliki rasa rahmat. potret Islam
- yang sebenarnya bukan melihat mereka,
- tapi bagaimana kita mengembalikan
- kehidupan kita ini yang tertinggal, yang
- terkebelakang, yang tidak beradab
- kembali menuju kehidupan di bawah
- bimbingan petunjuk Allah dan Rasul-Nya
- yang penuh dengan adab, yang penuh
- dengan akhlak, pekerti yang luhur.
- Karena Rasul diutus
- untuk memuliakan akhlak dan pekerti yang
- luhur yang tunasnya, benihnya telah ada
- dalam hati kita.
- H.
- Tapi sayang, umat Islam tidak menekankan
- pentingnya akhlak dan etika. Mereka
- lebih mementingkan penampilan,
- seremonial, ya ritus-ritus.
- Sedangkan akhlak yang diperjuangkan oleh
- Nabi dan dibangun mereka runtuhkan
- dengan perilaku dan sikap mereka yang
- tidak islami. Jadi kepada saudara kita
- yang menanya, coba Anda renungkan
- baik-baik.
- Jalan mana kira-kira yang Anda akan
- pilih? Jalan yang membawa kedamaian,
- ketentraman dalam ketaatan pada Allah
- menuju
- juga janji Allah yang amat indah. Lalu
- pada saat Anda memandang gaya hidup
- mereka yang mirip dengan binatang,
- yang jauh betul-betul dari akal sehat,
- tidak juga merasakan kebahagiaan dan
- ketentramannya, apak gaya gaya hidup
- mereka layak untuk diikuti?
- Mereka berganti-ganti kendaraan. Bahkan
- mereka menimbun kendaraan di rumahnya.
- Mereka juga mengumpulkan harta di
- tengah-tengah penderitaan rakyat. Oleh
- karena itu, banyak orang di luar Islam
- ya yang hidup dengan menekankan etika,
- moral dan akhlak yang mulia. Ini
- sebetulnya yang diajarkan oleh
- Konghuchu. Konghuchu ini sebetulnya
- agama yang tidak berbasis wahyu.
- Mereka mengatakan bahwa Konghuchu itu
- atau mereka memanggilnya sebagai guru
- atau nabi kongzi bukan berarti menerima
- wahyu, tapi sebagai guru etika moral.
- yang amat mulia.
- Dan subhanallah kalau kita perhatikan
- masa ee Kongzi ini atau Konghuchu ini
- masanya berdekatan dengan masa Sirus
- pendiri imperium Persia yang muslim
- juga sama dengan masanya Buddha Sida
- Hartagotama.
- Ketiga orang ini berada pada era yang
- berdekatan.
- Kalau kita lihat pesan-pesan moral yang
- disampaikan oleh ee
- guru Kongzi ya, itu hampir sebagian
- besar mirip dengan apa? Pesan-pesan Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. dan dia hidup 2.500 tahun yang
- lampau.
- Di antara ucapannya, bila kamu bangkit,
- bangunkan juga saudara kamu. Jadi,
- kebanyakan pesan-pesan Konghucu dalam
- ajaran itu kepada etika dan moral. Oleh
- karena itu, para pengikut
- Konghuchu yang taat, yang setia, mereka
- rata-rata berakhlak tinggi.
- Begitu juga pesan-pesan dari Buddha Sida
- Hartag Gotama. Dia tidak menyatakan
- nabi. Dia menyatakan dirinya sebagai
- guru atau pengikutnya mengatakan dia
- guru.
- Di tengah-tengah masyarakat Indianya, di
- tengah-tengah masyarakat Persianya, kita
- saksikan bagaimana perjalanan dia. Nah,
- ada dugaan bahwa baik itu Buddha, baik
- itu ee Konghuchu sebetulnya merupakan
- orang-orang yang menjadi penerus yang
- menyampaikan pesan dan risalah Nabi.
- kita tidak memastikan. Tapi dari ajaran
- dan pesan-pesan mereka mirip dengan apa
- yang disampaikan Rasul dan nabi-nabi
- sebelumnya.
- Cuma sebagaimana kita tahu
- para pengikut di belakang hari banyak
- yang menyimpang seperti umat Islam,
- nabinya masa sahabat sampai ke bawah.
- Sekarang hampir dikatakan kalau kita mau
- mau apa? Mau mengukur kembali umat Islam
- saat ini dengan potret kehidupan Nabi
- dan ajaran Al-Qur'an jauh jauh sekali.
- Apalagi para pemeluk Konghucu yang
- jaraknya sudah ribuan tahun. Begitu juga
- Buddha. Jadi terjadi penyimpangan di
- bawah ya mulai menambahkan yang tidak
- ada mengurangi yang ada sebagaimana
- dilakukan oleh para ahli kitab Yahudi
- maupun Nasrani terjadi juga pada orang
- Islam. Kenapa tidak menjadikan Quran
- sebagai pedoman hidup kita? Nah, orang
- yang bersama kebenaran sadar akan tujuan
- hidupnya. Kehidupan dunia merupakan
- kehidupan yang rendah yang di hari
- akhirat merupakan kehidupan yang
- sebenarnya. Di saat dia memandang
- mereka-mereka yang hidup dengan gaya
- hidup yang jauh dari tuntunan Allah, dia
- menganggap mereka orang-orang yang
- tersesat, terlunta-lunta yang seharusnya
- dikasihani, bukan kita jadikan sebagai
- idola.
- Dan Anda tidak akan pernah merasa diri
- Anda kolot, radikal, ekstrem di saat
- Anda sadar bahwa Anda dalam kebenaran.
- Tapi kalau Anda masih belum yakin
- terhadap kebenaran dan janji Allah, maka
- mudah sekali Anda terombang-ambing di
- tengah-tengah komentar mereka. Maka
- yakinlah akan janji Allah, akan
- betul-betul ujian dalam kehidupan dunia
- yang akan menentukan nasib Anda. Bukan
- saat ini. Saat ini masa ujian. Kalau
- mereka bermain-main,
- jangan Anda ikut mereka. Tapi
- tersenyumlah dalam perjalanan Anda.
- Bersyukurlah atas hidayah yang Allah
- berikan dan doakan agar mereka juga
- menerima hidayah dari Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam.
- Baik, semoga terjawab ya. Tadi
- pertanyaan dari siapa, Pak? Mas Ardi ya
- kalau enggak salah ya, 25 tahun ya. Dan
- kita lanjutkan dari Pak Ismail, Ustaz di
- Cikarang. Ini mengenai musibah banjir di
- Sumatera dan beberapa daerah lain,
- Ustaz. ibrah apa yang bisa kita ambil
- dan bagi yang terdampak musibah ataupun
- kita yang jauh dari tempat musibah
- tersebut. Juga bagi pihak pemerintah
- adakah peringatan dan nasihat untuk
- mereka? Bagaimana juga peringatan dan
- nasehat bagi mereka baik itu individu,
- perusahaan, ataupun organisasi yang
- mengeruk alam Indonesia serampangan baik
- penebangan hutan ataupun pertambangan.
- Ustaz, akhirnya banyak orang-orang
- rakyat kecil yang tidak berdosa ikut
- terdampak. Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Satu ayat dalam Al-Qur'an pada suratun
- Nisa.
- Allah berfirman,
- "Ma asobaka min hasanatin faminallah."
- Kebaikan yang kamu terima semua dari
- Allah. W asobaka miniatin famin nafsik.
- Keburukan yang menimpa kamu itu
- sebetulnya berasal dari diri kamu.
- Kalau kamu tidak ya menjadi apa? Sebab
- langsung
- bisa
- dari orang-orang yang berkuasa yang
- berbuat kemungkaran.
- Karena kamu duduk berpangku tangan
- membiarkan. Akhirnya pada saat musibah
- datang kamu terkena imbasnya walaupun
- kamu bukan pelaku dan penyebabnya.
- Begitu juga w asobakum min musibatin
- fabima kasabat aidikum wfuir.
- Tidak ada satu musibah yang menimpa
- kalian melainkan semua ulah perbuatan
- tangan kalian.
- Wfu an kafir. Tapi Allah maha si apa?
- Berbelas kasihan. memaafkan sebagian
- besar pelanggaran kita hanya menghukum
- kita dengan sebahagian
- perbuatan kita. Doharal fasadu fil barri
- wal bahri bima kasabat aidinas.
- Bermunculan kerusakan di daratan, di
- lautan
- semua ulah perbuatan manusia
- baadzi amilu agar mereka mencicipi
- sebagian rasa akibat perbuatan mereka.
- Jadi yang terjadi di Tapanuli
- begitu juga yang terjadi di Aceh, yang
- terjadi di Padang itu harus menjadi
- perhatian buat kita. Ada yang salah, ada
- yang sa
- salah
- salah.
- Oleh karena itu, Bapak Presiden, para
- tokoh masyarakat ya, jangan
- mengembalikan ini kepada takdir Allah,
- tapi ini pelanggaran terhadap takdir
- Allah.
- Kalau mereka menebang hutan secara liar
- [mendengus] membuat akhirnya pohon-pohon
- yang tadinya menjadi paru-paru bumi kita
- yang memberikan udara yang sejuk juga
- akar-akar pohon yang menyerap air.
- Tadinya situasi semua damai sebagaimana
- ciptaan Allah. Maaro fi khalqir rahman
- min tafaud. Kamu tidak menciptakan
- pada ciptaan Allah yang maha pemurah
- adanya ketidakseimbangan,
- tapi sebagai akibat
- penerbangan-penerbangan hutan secara
- liar untuk memenuhi keserakahan para
- pejabat dan oligarki yang bekerja sama
- dan juga calok-calok antek-antek yang
- kerja sama bersama mereka, mereka
- merusak keseimbangan.
- Akibatnya karena suhu bumi meningkat ya
- pada saat datang hujan
- akhirnya menimbulkan banjir dan longsor.
- Ini karena penerbangan yang liar.
- Kemudian kelembapan tinggi juga di
- atmosfer kita ikut berpartisipasi.
- Begitu datang angin, angin bertiup
- dengan keras.
- Para ahli mengatakan seharusnya mustahil
- di daerah tropis katolistiwa ini terjadi
- hal seperti itu.
- Jadi di daerah katolistiwa seharusnya
- paling jauh dari badai siklon.
- Kalau di daerah seperti Amerika ya kita
- saksikan bagaimana badai di saat datang
- tornadonya di daerah katolistiwa
- seharusnya paling jauh masalah ini.
- Kenapa bisa terjadi? Karena kerusakan
- yang dibuat oleh manusia.
- Dan yang menyedihkan pernyataan Manhood,
- Menteri Kehutanan
- bahwa itu bukan disebabkan karena
- penebangan kayu, tapi banjir yang
- mengangkat pohon dari akarnya.
- Tapi yang mengherankan kenapa kok
- potongannya
- potongan kayu yang dipotong kemudian ke
- mana perginya daun-daunnya?
- Dahan-dahannya juga sudah enggak ada.
- Dahan-dahannya enggak ada. Oleh karena
- itu kita minta kepada Bapak Presiden
- copot jabatan Menteri Kehutanan yang
- berkolaborasi dengan oligarki.
- Ini jelas-jelasan Menteri Kehutanan ini
- berkolaborasi
- dengan oligarki, berbuat kejahatan,
- merusak negara. Ini perbuatan yang harus
- dihukum dan pejabat yang terkait juga.
- Dan kita ingatkan juga kepada Gubernur
- Sulawesi Utara,
- Sumatera Utara,
- Sumatera Utara yaitu Bobi dan Setion
- yang menjadi ee ya merupakan menantu
- mantan
- ee penguasa negeri kita. Banyak kasus
- yang ditutupi, termasuk di antaranya
- pembakaran rumah hakim ya yang akan
- menyidang dia. Kemudian kasus ini siapa
- yang bertanggung jawab.
- Oleh karena itu, Pak, Bapak Prabowo
- tidak perlu ragu rakyat memberikan
- dukungan copot orang yang semacam ini.
- Begitu juga Menteri Kehutanan dan
- orang-orang yang terlibat. Karena
- kerusakan ini menimbulkan betul-betul
- korban terhadap orang yang tidak
- berdosa.
- Oleh karena itu kita menyaksikan banjir
- yang melanda rumah-rumah mereka ya,
- mengubur juga sebagian mereka, anak-anak
- mereka. Orang kehilangan tempat tinggal,
- orang juga kehilangan rasa aman mereka
- akibat kejahatan. Sebagian orang kalau
- dibiarkan azab yang akan datang lebih
- besar.
- Begitu juga kejadian yang terjadi di
- Aceh perlu diperiksa dan diinvestigasi
- ada apa. Tidak mungkin terjadi kejadian
- tersebut terjadi begitu saja tanpa ada
- sebab. Mustahil. Wama rbuka bidallaminil
- abid. Sekali-kali Tuhanmu tidak pernah
- berbuat aniaya kepada hambanya. Begitu
- juga yang terjadi di Padang. Kita enggak
- menuduh perorangan, H.
- Tapi coba periksa ada apa di balik
- kejadian ini. Mustahil terjadi bencana
- tanpa sebab.
- Nah, kalau kita merusak keseimbangan
- ekosistem terjadi bencana, itu bukan
- takdir, tapi pelanggaran terhadap takdir
- Allah. Karena takdir Allah ini
- ditetapkan dengan penuh keseimbangan.
- Sabbihismaikal
- alladzi khalaqo fasawa walladzi qaddar
- fahada.
- Allah mengatakan, "Sucikan nama
- kebesaran keagungan Tuhanmu yang maha
- agung yang telah menciptakan dengan
- penuh keseimbangan dan menetapkan
- hukum-hukum takdirnya." Ya. Kemudian
- memberikan bimbingan petunjuk bagaimana
- kita memahami takdir Allah Subhanahu wa
- taala yang betul-betul amat sempurna.
- Nah, kerusakan takdir Allah ini akibat
- ulah perbuatan kita. Kalau orang
- membangun katakan bangunan
- tidak memenuhi persyaratan konstruksi
- membangun di tanah yang katakan labil,
- fondasinya dikurangi,
- semakin tinggi bangunan, semakin rawan
- untuk runtuh dan hancur. Nah, kalau
- terjadi bencana keruntuhan, jangan
- salahkan takdir Allah. Ini pelanggaran
- terhadap takdir Allah. Karena kata
- takdir itu ukuran.
- sekali kalau manusia menisbatkan
- kerusakan yang mereka lakukan kepada
- takdir Allah. Mereka bebaskan diri
- mereka dari kejahatan dan perbuatan yang
- mereka lakukan. Oleh karena itu,
- kejadian ini pelajaran dan sebetulnya
- merupakan apa? Peringatan.
- Lampu kuning buat apa? Pemerintah kita
- agar melakukan investigasi di balik
- semua ini. Siapa yang berbuat salah?
- Harus dikenakan hukuman. Apalagi
- kesalahan yang menimbulkan petaka,
- bencana bagi [berdehem] bangsa dan
- negara. Nah, kita syukuri alhamdulillah
- tindakan yang cepat yang dilakukan oleh
- Bapak Syafri Syamsuddin atas instruksi
- Bapak Prabowo ya untuk mengembalikan
- kedaulatan negara kita di mana mantan
- presiden yang lalu memberikan kedaulatan
- negeri kita kepada warga Cina.
- membiarkan mereka membangun airport ya
- tanpa ada otoritas Indonesia baik
- imigrasinya maupun pabiannya. Ini
- jelas-jelasan menjadi ancaman buat apa?
- Buat negara. Mereka bisa memasukkan
- senjata, menyelundupkan orang, bisa juga
- mengambil kekayaan kita tanpa dapat
- diketahui.
- Oleh karena itu, kejahatan yang lalu ini
- kejahatan yang betul-betul keji. Tapi
- kita merasa heran kok kenapa masih lolos
- dari jangkauan hukum?
- Oleh karena itu, Bapak Presiden yang
- mendapatkan kepercayaan dari rakyat
- hendaknya jangan ragu-ragu. Ambil
- tindakan keras terhadap mereka yang
- berbuat kerusakan di atas muka bumi.
- Anda akan menjadi pahlawan. Sekarang
- Bapak Prabowo usia sudah 70 tahun lebih.
- Dalam hitungan manusia 70 80 tahun ya
- kita akan kembali. Tinggalkan nama yang
- harum tinggalkan betul-betul apa? Usaha
- yang dapat mengembalikan negara ke dalam
- kedaulatan dan keamanannya yang membawa
- kesejahteraan bagi rakyat. Mudah-mudahan
- ini menjadi apa? Menjadi rahmat bagi
- Bapak. Meninggalkan dunia dengan nama
- yang harum kembali kepada Allah juga
- akan mendapatkan rahmat dan ampunan dari
- Allah Subhanahu wa taala. Itu yang kita
- harapkan. Oleh karena itu, jangan takut
- terhadap kezaliman karena sebetulnya
- mereka rapuh dan lemah. Mereka lebih
- takut di hadapan kebenaran. daripada
- apa? daripada orang-orang yang benar
- dalam kelemahan mereka. Karena yang
- mazlum, yang teraniaya bersama Allah.
- Yang zalim merupakan musuh Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi kejadian
- Loksemawe, kejadian juga ee katakan
- Tapanuli Utara, begitu juga kejadian
- Padang dan Subhanallah terus merembet
- dan siklon ini terus masih apa masih
- berjalan. Kemarin saya dengar sudah
- sampai di Riau.
- Kita enggak tahu apakah bisa sampai ke
- Jakarta.
- Tapi jangan kita merasa aman. Maka kita
- mengajak bangsa kita untuk banyak-banyak
- beristigfar, bertobat, bukan melanjutkan
- gaya hidup orang-orang yang tak beriman.
- Wallahuam.
- Baik, terima kasih, Ustaz
- peringatan dan nasihatnya, Ustaz, ya.
- Ee nampaknya masih ada satu lagi, Ustaz,
- ya.
- Ini terkait ee ekonomi kayaknya dari
- hamba Allah, Ustaz. Tantangan ekonomi
- 2025 ini membuat masyarakat, membuat
- kalangan bawah dan juga generasi
- sandwich semakin terhimpit. Ustaz,
- bagaimana Al-Qur'an menyeimbangkan
- kewajiban menafkahi keluarga?
- Menafkahi keluarga inti istri dan
- anak-anak dengan perintah berbuat baik
- kepada orang tua di tengah keterbatasan
- finansial.
- Nah, di tengah ketidakpastian ekonomi
- global ini juga tren hidup hemat atau
- istilahnya frugal living makin marak. Di
- mana di mana batas pembeda antara hidup
- hemat yang diajarkan Islam atau qanaah
- dengan sifat kikir yang dibenci Allah.
- Demikian ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rbana zidna ilman walhiknain.
- Kita seringki tanpa kita sadari kita
- mendengarkan dan percaya terhadap
- bisikan setan.
- Karena kenapa? Karena di hati kita tidak
- ada Allah
- atau Allah tidak sama sekali apa?
- Tidak mengakar di hati kita, tidak
- mendalam.
- Akibatnya dengan mudah kita
- diombang-ambingkan oleh rasa waswas,
- gelisah, dan ketakutan.
- Seorang anak
- bertanggung jawab untuk memberikan
- nafkah pada istri dan anaknya, tapi ada
- kewajiban lain pada orang tuanya.
- He. Istilahnya generasi sandwich ya.
- Sudah tua,
- yang sudah tua lemah. Dulu orang tuanya
- berkorban untuk dirinya.
- Apa yang tidak dilakukan oleh istri
- maupun anaknya?
- anaknya tanggungannya. Tapi dulu sebelum
- dia menjadi apa-apa, orang tua yang
- berkorban.
- Masa-masa kesulitan pada saat
- melahirkan, masa-masa menyusui,
- masa-masa pendidikan sekolah, artinya
- anak berhutang dengan seluruh
- keberhasilannya pada orang tuanya
- setelah Allah subhanahu wa taala. Maka
- tak heran Allah perintahkan anak manusia
- untuk berbakti, berbuat kebaikan pada
- ayah, ibu mereka. Walaupun orang
- nonmuslim.
- Nah, pada saat dia katakan gajinya hanya
- sebatas UMR,
- katakan R juta, pas-pasan, bahkan orang
- bilang cekak
- untuk keluarganya. Bagaimana dia akan
- bantu orang tuanya? Di sini Allah
- menguji imannya.
- Menguji
- imannya.
- Kalau dia mengutamakan istrinya,
- mengabaikan orang tuanya, maka siap-siap
- dari ke lapangan menuju kesempitan. dari
- suasana terang menuju kegelapan.
- Dan saya tidak bicara asal bicara,
- tapi ingat
- bahwa kebaktian pada orang tua itu
- mensyukuri kebaikan mereka akan membuat
- Allah mensyukuri perbuatannya. Oleh
- karena itu nama Allah Asyakur. Kita
- lakukan kebaktian pada orang tua di
- samping ketaatan pada Allah, mengingat
- budi mereka dan berbuat baik kepada
- mereka itu sebetulnya pintu harapan buat
- kita.
- Saya bicara secara pribadi tidak ingin
- membanggakan diri tapi sebagai
- pelajaran.
- Saya sebagai seorang ustaz
- tidak berharap bergantung kepada
- pemberian orang. Saya mengajar ya saya
- berusaha untuk tidak menerima pemberian
- dari mengajar. Saya berharap dari Allah
- karena saya bekerja untuk Allah
- dan saya ini enggak punya gaji bulanan.
- Dan saya lakukan ini semenjak saya
- pulang dari Mesir masih tinggal di
- kontrakan di pinggir kali. Tapi
- alhamdulillah rahmat Allah Subhanahu wa
- taala Allah limpahkan.
- Dari masa ke masa saya merasa yang
- menolong itu, yang membantu
- adalah perbuatan-perbuatan baik yang
- kita lakukan pada manusia, apalagi orang
- tua kita. Nah, di hari tua orang tua
- dalam keadaan sakit,
- kita berusaha untuk dapat membantu
- pengobatan orang tua. Terkadang orang
- tua koma selama 8 hari, selama seminggu,
- selama 10 hari baru keluar dari rumah
- sakit, masuk rumah sakit. Saya berusaha
- betul-betul untuk apa? Karena di antara
- saudara saya kebetulan yang punya
- kelebihan dan kemampuan sedikit. Allah
- kasih. Alhamdulillah saya selalu
- berusaha memenuhi kebutuhan orang tua.
- Bahkan terkadang kita menjual apa yang
- kita miliki sampai mobil terakhir saya
- jual.
- Orang beranggapan bahwa ini enggak harus
- harus yang lain juga ikut menanggung.
- Yang lain enggak mampu.
- Tapi Allah kasih. Subhanallah
- setiap kesempitan datang pertolongan.
- Sampai ketika orang tua meninggal dunia.
- Ya, orang tua meninggal dunia.
- Subhanallah. Setelah itu Allah buka
- pintu rezeki yang tak terhingga.
- Rumah yang kita mau jual, mau pindah ke
- tempat yang bisa kita bagi untuk
- anak-anak yang tadinya susah terjual,
- langsung terjual.
- Dan nikmat berturut-turut datang kepada
- Allah. Karena Allah menguji kita. Kamu
- bersyukur tidak kepada manusia yang
- selama ini justru apa menjadi sebab
- kemuliaan kamu yaitu orang tua kamu, ibu
- kamu. Oleh karena itu, Allah berikan
- wasiat kepada anak manusia untuk berbuat
- baik pada orang tuanya. Karena rata-rata
- orang tua itu lebih peduli pada anaknya
- daripada orang tuanya.
- Seperti air turun ke bawah bukan apa
- naik ke atas. Enggak ada wasiat bagi
- orang tua untuk peduli pada anaknya.
- Kenapa? Karena alami turun ke bawah.
- Heeh. Kalau harta orang tua, harta
- anaknya. Kalau harta anak, orang tua
- sebagai tamu di rumahnya.
- Betul gak?
- Iya.
- Oleh karena itu, jangan Anda berhitung
- dengan perhitungan matematik karena satu
- kebaikan yang Anda keluarkan akan
- dibalas 10 hingga 700 kali lipat. Dan
- apa yang Anda berikan untuk orang tua ya
- itu kebaikan yang akan dibalas. Bukan
- hanya 700 kali lipat, ribuan kali lipat.
- Dan saya rasakan secara pribadi. Oleh
- karena itu, orang yang sukses,
- yang sukses, yang maju, dan penuh
- keberkahan hidupnya bukan orang yang
- pandai, yang rajin bekerja siang malam,
- tapi orang yang memperlakukan kedua
- orang tuanya dengan mulia. Begitu pula
- kerabat-kerabatnya.
- Merekalah orang yang mendapatkan janji
- Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, orang kalau seandainya
- masih memiliki kedua orang tua, lalu
- Allah Subhanahu wa taala tidak bukakan
- rahmat bagi hidupnya di dunia maupun di
- akhirat, sungguh orang yang merugi.
- Oleh karena itu, kalau Anda ingin
- dimurahkan rezeki Anda, kemudian
- dilapangkan hidup Anda, dimudahkan jalan
- menuju Allah, berbaktilah kepada orang
- tua Anda lebih daripada Anda mengurus
- istri dan anak Anda. Mungkin sebagian
- istri merasa apa? Ini merupakan
- pernyataan yang mereka tidak sukai.
- Ketahuilah kebahagiaan kamu itu rezeki
- suami kamu kalau dia berbakti pada ayah
- ibunya. Begitu juga kamu sebagai istri
- berbakti pada ayah ibumu. Suami wajib
- membantu istri untuk bisa berbakti pada
- ayah ibunya. Begitu juga istri mendukung
- suami agar suami berbakti pada ayah
- ibunya. Di sana kamu akan menemukan
- kebahagiaan kamu. Di sana kamu akan
- mendapatkan rezeki yang luas dan
- keberuntungan yang tak terhingga. Tapi
- begitu kamu menyia-nyiakan kedua orang
- tua kamu, tunggu kehancuran kamu. Tunggu
- kegelapan yang akan menyelimuti hidupmu.
- Dan ini terbukti. Oleh karena itu, yang
- paling menyakiti orang tua
- bukan saat bukan saat seorang ibu
- melahirkan anaknya. Bagaimanapun dia
- menderita, tapi ada harapan. Begituah
- melihat anaknya yang lahir, semua
- deritanya hilang. Tapi yang menyakitkan
- seorang ibu dan seorang ayah di saat
- mereka diabaikan oleh anak yang
- dibesarkan dan dicintai.
- Apalagi kalau sampai mereka dihentak,
- itu lebih menyakitkan ribuan kali
- daripada
- ibu yang merasakan derita pada saat
- melahirkan. Jaga orang tua kalian.
- Mohon doa mereka. [berdehem]
- Harapkan dengan perbuatan ini Anda akan
- mendapatkan balasan yang mulia dari sisi
- Allah. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husein Alatas
- dalam sesi tanya jawab. Terima kasih
- ustaz ustaz atas jawaban dan juga
- nasihat-nasihatnya tadi ya. Insyaallah
- ikwan hawat ee Allah memberikan
- kemudahan, kelapangan dan kelimpahan
- rezeki untuk kita semua.
- Dan juga bagi hewan-hewa tadi yang ee
- terdampak musibah, Ustaz ya di Sumatera,
- di Aceh, Tapanuli, Sibolga, Padang dan
- daerah-daerah lainnya. Semoga ee Allah
- berikan ee kesabaran dan juga semoga
- segera Allah ee rendahkan banjir dan
- juga longsornya
- dan bisa kembali pulih. Itu saja seperti
- semula. Amin. Amin ya rabbalin rabbal
- alamin. Ikhwan awat akhirnya kami undur
- diri. Saya Rizal Hak dan juga
- teman-teman yang bertugas ada Kang Ondi
- dan juga Kang Algi. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.