Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari
- Senin tanggal 28 Juli 2025 atau 3 Safar
- 1447 Hijriah Hijriah. Baik, kita jumpa
- lagi dalam renungan di bawah nangun
- Al-Qur'an bersama Ustaz Husin Nalatas
- juga di sini ada Ondi ee dan Algi. Baik,
- Mak. Untuk hari ini kita akan baca surah
- ee Azzaziyah mulai dari ayat 7.
- Asalamualaikum Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, kita mulai acara ini dengan
- membaca Al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Ma iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin.
- Hamdan katsiron thyyiban mubarokan fih
- kama yuhibbu rabbuna waard.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Kama shaita ala Ibrahim wa alirahim
- wabarik ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Kama barakta ala Ibrahim wa alirahim
- innaka hamidum majid.
- [mendengus]
- Asalamualaika ya rasulullah.
- Assalamu alaina wa ala ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum ayyuhal ikhwah wal
- akhwat yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah pagi hari ini kita
- kembali melanjutkan renungan kita di
- bawah naungan Al-Qur'an.
- Pada kali ini kita akan melanjutkan
- renungan kita
- bersama surah aljasiah dimulai dari ayat
- 7 hingga ayat 13.
- [berdehem]
- Tapi untuk
- dapat memahami
- kelanjutan pelajaran kita ini, kita akan
- kembali secara singkat
- membaca ayat-ayat sebelumnya. Karena
- ayat-ayat Al-Qur'an saling bertalian
- satu dengan lainnya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma atina minika rahma waimna min
- ladunka ilman nafi'fa bimaam.
- [mendengus]
- [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Pembukaan dari setiap surah Al-Qur'an
- yang amat indah
- yang mengajak kita untuk terhubung
- dengan Allah Subhanahu wa taala pencipta
- kita
- yang maha pemurah yang telah melimpahkan
- nikmat-nikmatnya karunia-Nya yang tak
- terhingga atas kita, baik yang lahir
- maupun yang batin.
- [mendengus]
- Baik yang kita ketahui maupun yang tidak
- kita ketahui,
- semua yang kita miliki adalah karunia
- Allah Subhanahu wa taala. La syarikalah,
- tiada sekutu baginya.
- Alam raya dan seluruh isinya termasuk
- kita semua adalah milik Allah.
- Sedangkan kita makhluknya.
- Allah Tuhan kita dan kita adalah
- hamba-Nya.
- yang berhutang dengan seluruh hidup kita
- kepada Allah. Oleh karena itu, seorang
- muslim tidak akan memulai pekerjaannya,
- aktivitasnya
- melainkan
- dia selalu menghubungkan dirinya dengan
- Allah,
- mengingatkan Tuhan yang maha pemurah
- lagi maha penyayang. hingga dia bekerja
- dengan betul-betul penuh optimisme.
- Di mana dia tidak sendiri bekerja, tapi
- dia bekerja di bawah naungan rahmat
- Allah Subhanahu wa taala yang maha
- pengasih lagi maha penyayang.
- Ini juga merupakan
- [berdehem]
- amalan yang terhubung dengan iman dan
- tauhid kita sebagai pengakuan
- segala sesuatu.
- Semuanya adalah milik Allah
- termasuk kita semua. Maka dengan
- sendirinya kita memulai juga dengan nama
- Allah Subhanahu wa taala.
- Hamim.
- merupakan pembukaan dari sebahagian
- surah Al-Qur'an baik yang turun di
- Makkah maupun
- yang turun di Madinah.
- Menarik perhatian kita. Lalu setelah itu
- menunjuk kepada Al-Qur'an. Wailun
- hamim
- tanzilul kitabi minallahil azizil hakim.
- lalu menunjuk kepada Al-Qur'an
- agar kita memberikan perhatian
- sepenuhnya kepada apa yang Allah
- terangkan.
- Karena ini merupakan wahyu yang datang
- dari Allah, bukan merupakan hasil karya
- manusia.
- Tanzilul kitabi minallahil azizil hakim.
- Sesungguhnya kitab suci Al-Qur'an ini
- diturunkan dari sisi Allah yang maha
- perkasa
- lagi maha bijaksana.
- Keperkasaan Allah Subhanahu wa taala tak
- diragukan.
- Dia yang maha perkasa di langit dan di
- bumi. Dialah yang mencipta dan mengatur
- segala sesuatu yang diciptakan dengan
- penuh hikmah.
- Dia tidak pernah berbuat sewenang-wenang
- kepada hambanya. Walaupun dia maha
- kuasa. Walaupun
- seluruh makhluk berasal daripadanya,
- tapi dia mengatur dengan penuh
- kebijaksanaan, dengan penuh keadilan.
- Lalu Allah mengajak kita merenung dan
- bertafakur agar kita betul-betul hidup
- sejalan dengan kebenaran.
- Inna fis samawati wal ardhi la ayayatin
- lil mukminin.
- Sesungguhnya
- di langit maupun di bumi.
- Laayatin lil mukminin merupakan
- tanda-tanda bagi orang yang beriman.
- Tapi kalau seorang tidak beriman,
- walaupun dia menemukan berbagai macam
- keajaiban,
- hukum-hukum
- aturan
- yang penuh dengan keharmonian yang
- semuanya menunjuk kepada Allah,
- mereka hidup
- sama sekali tidak terdapat keimanan di
- hati mereka. Seperti yang kita saksikan,
- kiprah para ilmuwan
- yang
- melakukan eksplorasi terhadap kekayaan
- alamnya. Lalu mereka membangun kehidupan
- dunia. Mereka sedikit pun mereka tidak
- menoleh kepada Allah.
- Mereka tidak melihat Allah Subhanahu wa
- taala.
- Yang mereka lihat hanyalah benda,
- materi dan perhiasan dunia. Oleh karena
- itu Allah ingatkan sesungguhnya baik di
- langit maupun di bumi penuh dengan
- tanda-tanda bagi orang yang beriman.
- Mereka bukan hanya memandang, bukan
- hanya menyaksikan, bukan hanya mendengar
- dan menikmati,
- tapi mereka setiap kali memandang,
- mendengar, menikmati,
- mereka menemukan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Tuhan mereka yang maha pengasih lagi
- maha penyayang yang tak pernah
- meninggalkan mereka.
- Apa-apa yang Allah paparkan di langit
- dan di bumi penuh dengan tanda-tanda
- kekuasaan Allah yang membimbingnya, yang
- mendidiknya, yang menentramkan hatinya.
- Wafi khalqikum wama yabutu min dabatin
- ayatun liquumi yuqinun.
- Demikian pula pada ciptaan kalian atau
- pada penciptaan kalian.
- Dan apa yang Allah tebarkan
- dari hewan-hewan melata di atas muka
- bumi
- merupakan tanda-tanda bagi orang-orang
- yang penuh keyakinan.
- Kalau tidak terdapat keyakinan
- atas dasar keimanan mereka kepada Allah,
- tanda-tanda tersebut lalu-larang di
- hadapannya tidak menarik perhatiannya.
- Mereka menikmati berbagai macam
- kenikmatan dunia, tapi mereka tidak
- pernah bertanya, "Siapa yang menyediakan
- semua ini? Apa yang mereka harus lakukan
- di hadapan Tuhan mereka yang telah
- menyediakan segala sesuatu bagi mereka?
- Tapi orang yang beriman yang penuh
- dengan keyakinan, begitu menyaksikan
- tanda-tanda kekuasaan Allah,
- hewan-hewan yang melata,
- yang bertebaran di atas muka bumi,
- semuanya betul-betul menumbuhkan dan
- memperkokoh keyakinannya akan kebenaran
- Allah subhanahu wa taala.
- Wtilafilili w nahar w anzalallahu
- minasama rizqin faahya bihil ard ba'da
- mautihari
- riyahi ayatun liquilun.
- Demikian pula pada perubahan malam dan
- siang silih berganti
- apa yang Allah turunkan
- dari langit
- dari butir-butiran air hujan.
- yang membawa dan menumbuhkan rezeki bagi
- kalian. Faahya bihil ard ba'da mauti.
- Allah hidupkan bumi
- setelah kematiannya yang tadinya kering
- kerontang.
- Allah subhanahu wa taala hidupkan
- kembali.
- Watasrifir riyah ayatun liquumi yaqilun.
- Demikian pula pada perkisaran angin.
- Terkadang bertiup dari timur ke barat,
- terkarang dari barat ke timur. Terkadang
- angin utara yang bertiup dari utara
- menuju selatan. Begitu pula sebaliknya
- semuanya penuh dengan keteraturan.
- Dan aturan ini merupakan aturan yang
- berasal dari yang maha bijaksana.
- Membawa betul-betul manfaat bagi
- makhluk-makhluknya.
- Tilka ayatullahi natluha alaika bilhaq.
- Itulah ayat-ayat Allah yang kami bacakan
- kepadamu bilhaq.
- Fabiayyi haditin ba'dallahi wa ayatihi
- yukminun. Maka dengan perkataan siapa
- lagi setelah Allah dan ayat-ayatnya
- mereka akan beriman.
- Dari permulaan Allah menarik perhatian
- kita untuk mendengarkan wahyu yang
- datang dari Allah, kitab yang langsung
- diturunkan
- dari Allah dan Allah yang mengajarkannya
- langsung kepada kita. Lalu membawa kita
- untuk merenung di tengah-tengah
- ayat-ayat Allah. Baik
- apa yang terdapat di langit, di bumi,
- juga pada penciptaan
- kita ya yang Allah Subhanahu wa taala
- ciptakan. Begitu pula hewan-hewan yang
- bertebaran di atas muka bumi. Semua
- merupakan tanda-tanda
- yang dapat betul-betul
- membuka mata orang-orang yang beriman,
- yang berakal,
- orang-orang yang mencari kebenaran,
- di mana tak mungkin dia mampu untuk
- mengelak melarikan diri dari kebenaran
- yang begitu jelas di hadapannya.
- Semua itu merupakan ayat-ayat Allah.
- Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa
- taala mengancam dan memberikan
- peringatan wailun likulli affaqin adim.
- Wailun ini merupakan ancaman dari Allah.
- Kecelakaan,
- kebinasaan
- bagi setiap pendusta
- lagi bergelimangan dosa.
- Dalam bahasa Arab, kata al-ifqu ini
- menunjukkan kepada kebohongan yang
- sangat yang dahsyat.
- Sedangkan afak ya merupakan superlatif
- dari kata afi.
- Afq di sini menggambarkan orang yang
- mendustakan kebenaran, suka
- memutarbalikkan
- fakta.
- Suka memutarbalikkan
- fakta.
- Oleh karena itu, almuktafikat
- menggambarkan mereka-mereka yang
- dijungkir balikkan oleh azab Allah.
- Seperti kaum Luth, Allah turunkan hujan
- batu kepada mereka, lalu mereka
- ditebalikkan. Nah, mereka-mereka
- para pendusta ini bukan sembarangan
- berdusta, tapi mereka dustakan
- ayat-ayat Allah,
- kebenaran yang datang dari Tuhannya.
- Di mana kebenaran tersebut begitu jelas,
- gamblang di hadapannya.
- Tapi ternyata dengan sombong dia
- mendustakan ayat-ayat Allah.
- tapi perbuatannya tidak akan dapat
- menutupi kebenaran.
- Walaupun dia berupaya
- menutupi kebenaran dengan berbagai macam
- cara, kebenaran tersebut
- akan tampak dengan jelas. Seluruh
- usahanya sia-sia.
- Jadi wailun likulliqin aim. Kecelakaan,
- kebinasaan bagi setiap pendusta
- lagi bergelimangan dosa. Karena mereka
- mendustakan ayat Allah disebabkan karena
- tidak sejalan dengan hawa nafsu mereka.
- Mereka ingin bebas, ingin mengikuti hawa
- nafsu mereka, berbuat sesuka hati
- mereka. Oleh karena itu, apa yang
- menghalangi apa yang mereka sukai mereka
- tentang walaupun itu merupakan ayat-ayat
- Tuhan. [mendengus]
- Yasmau ayatillahi tutla alaihi tumma
- yusirru mustakbiron kaallam yasma.
- Dia mendengarkan ayat-ayat Allah
- dibacakan kepadanya,
- tapi tetap dia justru
- terus-menerus dalam kesombongan.
- Seolah-olah dia tuli, seolah-olah dia
- tidak mendengarkan ayat-ayat Allah
- Subhanahu wa taala yang dibacakan
- kepadanya.
- Fabasyirhu biadzabin alim. Maka
- sampaikan kabar gembira untuknya.
- Kabar gembira biasanya untuk sesuatu
- yang menyenangkan. Tapi di sini ya kabar
- gembira yang Allah sampaikan kepadanya
- mengejutkan. Fabasyirhu biadabin alim.
- sampaikan kabar gembira kepadanya bahwa
- dia akan menerima azab yang maha pedih.
- Jadi antara kabar gembira dan apa yang
- mereka terima ternyata bertolak
- belakang.
- Ini merupakan uslub tahakum. Sebagaimana
- mereka
- mengolok-olok ayat Allah. Sebagaimana
- meremehkan mereka meremehkannya dan
- mendustakannya. Maka Allah Subhanahu wa
- taala sikapi mereka sesuai dengan
- perbuatan mereka. Fabasyirhu biadabin
- alim. Sampaikan kabar gembira kepadanya.
- Tahu-tahu
- yang mereka dengar biadzabin alim dengan
- azab yang maha pedih. Ini merupakan
- balasan yang layak bagi mereka karena
- mereka mengolok-olok dan mendustakan
- ayat-ayat Allah.
- Waidza alima min ayatinaan itakha huzwa.
- Lalu Allah lanjutkan, "Dan apabila dia
- mengetahui sesuatu dari ayat-ayat kami,
- ternyata bukan didengarkan, direnungkan,
- dan diterima, tapi dia menjadikannya
- sebagai bahan olok-olokan."
- Ulaika lahumzabum muhin. Maka mereka
- akan menerima azab yang akan menghinakan
- mereka. Sebagaimana mereka menghina
- Allah, menghina ayat-ayatnya, maka
- balasan yang mereka akan terima balasan
- yang akan menghinakan mereka.
- Al maadinut.
- Dan lakukanlah apa yang kamu suka
- sebagaimana perbuatanmu. Kamu akan
- menerima balasan yang sesuai.
- [mendengus]
- Tidak ada kezaliman dan kejahatan yang
- lebih besar daripada orang
- yang mendustakan ayat-ayat Allah.
- Kemudian mereka mengada-adakan
- kebohongan dan memutarbalikkan fakta
- seperti mereka-mereka yang dibinasakan
- Allah dari umat terdahulu, Firaun,
- Qarun,
- begitu juga kaum musyrikin Quraisy
- yang menentang kebenaran yang sebetulnya
- mereka merasakan di hati mereka akan
- kebenaran yang disampaikan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ketika Nabi membacakan ayat-ayat Allah,
- jiwa mereka bergetar. Mereka merasakan
- betul-betul yang disampaikan merupakan
- kebenaran yang akrab dengan apa yang di
- hati mereka. Tapi kesombongan dan hawa
- nafsu yang mendorong mereka untuk
- menolak kebenaran. Bahkan mereka
- menjadikannya sebagai bahan tawa dan
- olok-olok.
- Ulaika lahum adzabum muhin. Maka mereka
- akan menerima azab yang akan menghinakan
- mereka.
- [berdehem]
- [mendengus]
- Min waraihim jahanam wala yugni anhum ma
- kasabuaian
- walau min dunillahi auliya
- walahumabunim.
- Di samping kehinaan,
- di samping derita, siksa yang mereka
- hadapi dalam kehidupan dunia, ternyata
- ada yang sedang menunggu mereka,
- menantikan mereka.
- [berdehem]
- Di balik semua azab ini, ya
- ternyata
- api neraka jahanam menunggu dan
- menantikan mereka
- di dunia mereka.
- hidup dalam penderitaan, dalam siksa,
- jiwa mereka tidak tentram. Tahu-tahu
- begitu mereka meninggalkan dunia, datang
- sambutan yang menyambut mereka yang
- telah menantikan kedatangan mereka,
- yaitu api neraka jahanam.
- Jadi, min waraiihi
- min waraihim jahanam di balik apa yang
- mereka telah alami dalam kehidupan dunia
- dari siksa, azab dan penderitaan.
- yang menghinakan mereka. Ternyata
- di hadapan mereka sedang menanti azab
- api neraka jahanam.
- Wala yugnihum ma kasabu sa wala
- matakaduhu min dunillahi auliya. Dan tak
- akan berguna bagi mereka semua yang
- mereka usahakan atau hasil-hasil usaha
- mereka dalam kehidupan dunia. Begitu
- juga
- sekutu-sekutu yang mereka angkat dan
- persekutukan bersama Allah yang dulu
- mereka puja dalam kehidupan dunia
- ternyata tidak ada satuun yang kuasa
- untuk menolong mereka.
- Walahum adzabun adzim. Dan bagi mereka
- azab yang amat dahsyat dan mengerikan.
- Jadi kekayaan yang mereka kumpulkan,
- yang mereka bangun dalam kehidupan
- dunia,
- kehormatan,
- gelar, semua yang mereka banggakan.
- Ternyata pada hari tersebut
- tak ada satuun yang berguna bagi mereka.
- Begitu juga yang mereka persekutukan
- bersama Allah.
- Semua itu tak mampu untuk menolong
- mereka dari azab yang mengerikan pada
- hari tersebut.
- Semua yang mereka usahakan dalam
- kehidupan dunia bagaikan mimpi,
- bagaikan ilusi. Karena semuanya sirna
- bagaikan awan yang kita saksikan. Tak
- lama kemudian dia berlalu meninggalkan
- kita. Ke mana yang pernah kita
- kumpulkan? Ke mana yang pernah kita
- banggu, ke mana yang pernah kita
- banggakan? Ternyata yang setia
- mendampingi kita adalah amal kita.
- [mendengus] Itu yang akan menentukan
- keselamatan kita atau kebinasaan kita.
- Siapa yang bersyukur kepada Allah,
- beriman kepadanya, menerima apa-apa yang
- Allah tunjukkan dan turunkan dalam kitab
- sucinya,
- lalu berbuat kebaikan dalam kehidupan
- dunia, merekalah orang-orang yang akan
- meraih peruntungan. Adapun yang ingkar,
- yang bergelimangan dosa, tempat yang
- sesuai yang Allah siapkan bagi mereka
- adalah azab api neraka jahanam. Pada
- hari tersebut
- tak ada seorang pun yang kuasa menolong
- mereka. Begitu pula yang pernah mereka
- bangun dan kumpulkan dalam kehidupan
- dunia tak akan menyelamatkan mereka.
- Had huda. Inilah petunjuk.
- Inilah petunjuk yang langsung datang
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Tapi walladzina kafaru biayati rabbihim
- lahum adzabum mir rijzin alim. Sedangkan
- mereka yang ingkar kepada ayat-ayat
- Tuhan mereka yang merupakan petunjuk,
- bimbingan,
- cahaya yang menerangi kehidupan mereka,
- ternyata mereka tolak. Mereka menolak
- ayat-ayat Allah, bimbingan dan
- petunjuknya.
- Maka bagi mereka sediakan azab yang akan
- betul-betul apa? [berdehem]
- Merendahkan, menghinakan mereka.
- Dan azab ini merupakan azab yang pedih.
- Kata rijzun menggambarkan azab Allah.
- Tapi bukan sembarang azab, tapi azab
- yang akan menghinakan mereka, yang akan
- menginjak-injak mereka, menodai mereka.
- Di samping azab tersebut yang amat
- betul-betul mengerikan juga mereka akan
- merasakan azab yang amat pedih. Ini yang
- akan mereka terima. Padahal dalam
- kehidupan dunia mereka begitu bangga.
- Nama mereka menjadi sebutan,
- menarik perhatian mereka-mereka yang
- mencintai dunia. Tapi ternyata di hari
- akhir yang mereka terima sebagaimana
- dulu yang mereka lakukan dalam kehidupan
- dunia meremehkan, menyepelekan ayat-ayat
- Allah dan merendahkannya, begitu juga
- merendahkan orang-orang yang mengikuti
- petunjuk Allah, ternyata di hari akhir
- dia akan mengalami kehinaan, keadaan
- yang amat menjijikkkan
- dan mendekam dalam azab yang amat pedih.
- Lalu setelah itu Allah Subhanahu wa
- taala kembali mengajak kita untuk
- merenungkan ayat-ayat Allah dan nikmat
- serta karunia yang Allah limpahkan
- kepada kita.
- Allah sak lakumul bahro litajrial fulku
- fihi biamr Allahlah yang telah
- menundukkan bagi kalian lautan
- agar bahtera dapat berlayar
- di atas permukaan lautan dengan izin
- Allah
- dengan hukum-hukum
- aturan yang ditetapkan Allah hingga
- bahtera-bahtera yang begitu besar mampu
- untuk mengarungi samudra
- mengangkut mereka dari negara menuju
- negara, dari benua menuju benua. Begitu
- juga mengangkut berbagai macam
- hasil-hasil usaha mereka. [mendengus]
- Mereka bertukar
- manfaat dan hasil di antara sesama
- saudara mereka yang berdiam di
- tempat-tempat yang berjauhan.
- Kalau bukan karena Allah menundukkan
- lautan,
- kalau bukan karena Allah yang menetapkan
- hukum-hukum dan aturan
- yang dipelajari manusia untuk dapat
- mengarungi samudra dan menundukkannya,
- niscaya semua ini tak akan mereka
- nikmati.
- Jadi Allah yang telah menundukkan bagi
- kalian lautan agar bahterna dapat
- berlayar di atas permukaannya biambrih
- dengan seizin Allah. Ini yang mesti kita
- pahami. Biamri artinya dengan izin Allah
- Subhanahu wa taala dan ketetapannya.
- Walittagu min fadlihi wallakum taskurun.
- Begitu juga agar kalian berusaha untuk
- mencari
- karunia Allah Subhanahu wa taala dengan
- berlayar di permukaan lautan. Di samping
- kalian mendapatkan kekayaan yang
- tersimpan di lautan, kalian bertukar
- manfaat.
- Kalian juga saling berkenalan di antara
- sesama hamba Allah Subhanahu wa taala.
- Wala'allakum taskurun.
- Dan semua ini ya Allah subhanahu wa
- taala ciptakan,
- Allah Subhanahu wa taala atur agar
- kalian bersyukur kepada Allah subhanahu
- wa taala.
- Wasakhar lakum ma fis samawati wa fil
- ardhi jami minhum. Dan Allah telah
- menundukkan bagi kalian semua yang
- terdapat di langit maupun di bumi jamian
- minhu seluruhnya berasal dari rahmat dan
- karunia Allah.
- Inna fialika laayatin liquumi
- yatafakarun. Sesungguhnya pada semua itu
- merupakan tanda-tanda bagi orang yang
- mau bertafakur dan berpikir.
- Ayat-ayat Allah, keterangan Allah
- selaras dengan kebenaran yang terdapat
- dalam jiwa manusia. selaras dengan
- kebenaran yang terdapat di langit maupun
- di bumi. Lalu apalagi yang mereka akan
- dengarkan, apalagi yang mereka akan
- percayai setelah ayat-ayat Allah
- Subhanahu wa taala yang memberikan
- bimbingan petunjuk yang begitu jelas di
- hadapannya.
- Suratul Jiyah ini
- mengajak kita untuk bertafakur dan
- merenung sebagaimana karakteristik dari
- surah Makiah
- mengajak kita untuk mengenal Tuhan kita
- yang maha pengasih, maha penyayang, yang
- maha perkasa,
- yang melindungi hamba-hamba-Nya, yang
- memberikan petunjuk dan penerangan dalam
- perjalanan hidup mereka. Oleh karena
- itu, di saat mereka mendustakan ayat
- Allah, mendustakan wahyu dan
- petunjuknya, maka mereka betul-betul
- merupakan orang-orang pendusta yang amat
- mengerikan. Di mana kedustaan mereka ini
- kedustaan yang betul-betul akan
- mencelakakan diri mereka dan juga
- orang-orang yang mengikuti mereka dan
- menunjukkan juga keingkaran mereka
- kepada Tuhan mereka.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala.
- Demikianlah renungan pagi kita yang
- mengajak kita semua untuk bersama-sama
- merenungkan beberapa ayat dari surah
- Aljafiah yang menunjukkan kekuasaan
- Allah, rahmat-Nya, kasih-Nya.
- juga bimbingan dan petunjuk Allah bagi
- orang-orang yang beriman
- yang memiliki keyakinan yang berakal dan
- mau berpikir
- dan peringatan bagi mereka-mereka yang
- tetap dalam kesombongan mereka
- melecehkan ayat-ayat Allah dan
- orang-orang yang mengikuti bimbingan dan
- petunjuknya. Semoga Allah memberikan
- hidayah kepada kita semua. mengampuni
- dosa kesalahan kita,
- meneguhkan iman kita,
- menuangkan ketakwaan dalam hati kita
- hingga hati kita selalu betul-betul
- bersama Allah, mengharapkan ridanya,
- berjalan di atas jalan Allah dan Allah
- subhanahu wa taala juga membantu untuk
- menjaga lidah kita dari ucapan-ucapan
- yang tidak benar, ucapan yang menyakiti
- sesama saudara kita. Kita berharap Allah
- menghiasi diri kita dengan adab dan
- pekerti yang luhur.
- Mengampaui dosa kedua orang tua kita dan
- orang-orang yang berkontribusi dalam
- mendidik kita. Juga mengampuni
- saudara-saudara kita kaum muslimin dan
- muslimat. Demikianlah ikhwah akhwat yang
- dirahmati Allah. Kita lanjutkan kembali
- insyaallah pada hari Kamis esok
- biidnillah. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Walfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih
- Ustaz Husin. Demikian tadi renungan di
- bawah naon Al-Qur'an yang mengenangi
- surah Alzajiyah atau surat ke-45 ayat 7
- sampai dengan ayat 12. Semoga apa yang
- diuraikan tadi akan menambah iman kita
- dan menambah cinta kita kepada
- Al-Qur'an. Baik, saya Muhamad Krisna
- Saputra dan juga Algi mohon pamit.
- Wabillahi taufik walhidayah
- warahmatullahi
- wabarakatuhikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.