Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 1:05 Bismillahirrahmanirrahim. 1:06 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 1:08 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 1:10 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 1:12 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 1:14 akhwat pendengar radio silaturahim dan 1:16 juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati 1:18 Allah. Alhamdulillah kita kembali 1:20 berjumpa di pagi hari niwan Ahwad di 1:22 hari Rabu tanggal 2 Syakban 1444 Hijriah 1:26 atau tanggal 22 Februari 1:30 2023 atau tausia pagi hadir di Rabu pagi 1:33 hari ini tentunya bersama Ustaz Abul 1:35 Hidayat Sairoji yang alhamdulillah telah 1:38 bersama kita di sini Wan Awat kita sapa 1:40 Ustaz terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:42 warahmatullahi wabarakatuh ustaz. 1:44 Waalaikumsalam warahmatullah 1:46 wabarakatuh. Lama tak jumpa Ustaz. Iya. 1:50 Kabar sehat Ustaz? Alhamdulillah sehat 1:52 walafiat Ustaz. Hari ini tema yang akan 1:55 disampaikan adalah mengenai dua dimensi 1:58 hikmah salat. Nah, nanti apa saja yang 2:01 akan disampaikan oleh Ustaz nanti kita 2:03 simak bersama-sama Iwan Ahwat. Dan nanti 2:05 yang ingin bergabung bertanya, silakan 2:06 Anda bisa bertanya bersama kami di 2:12 0811999720 ataupun di 2:17 0218451512 Ustaz. Iya, 2:20 alhamdulillah. 2:22 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:24 warahmatullah wabarakatuh. 2:27 Waalaikumsalam. 2:30 Alhamdulillah alladzi baasa fil ummiyina 2:34 rasulan minhum yaslu alaihim ayatihi 2:40 wuzakkihimumul kitaba wal hikmah wau 2:44 minqoblu lafi dolali mubin. Ashadu alla 2:48 ilahaillallah wahdahu la 2:50 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 2:53 abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'da. 2:56 Allahumma sholli wasallim ala nabiyana 2:59 Muhammadin wa ala alihi wasohbihi 3:02 ajmain. Amma ba. Faya ayyuhal ikhwah 3:06 rahimakumullah. Para ikhwan, 3:09 saudara-saudaraku kaum muslimin di mana 3:11 pun Anda berada. 3:15 Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah 3:19 hari ini diberikan kesempatan kita untuk 3:22 menikmati udara segar. 3:25 diberikan kesempatan untuk 3:28 beraktivitas meningkatkan mutu dan 3:31 kualitas 3:32 kita. 3:34 Diharapkan kualitas kita di sisi Allah 3:37 menjadi lebih baik. 3:40 Dalam grafik kehidupan kita diharapkan 3:43 terus bertambah umur, bertambah hari, 3:47 bulan, tahun selalu 3:50 meningkat. Sehingga pada 3:53 saatnya ketika Allah memanggil 3:57 kita, posisi grafik keimanan kita berada 4:02 pada puncak yang tertinggi yang bisa 4:05 kita capai. 4:07 Oleh karenanya pada pagi hari ini, mari 4:10 saya ingin mengajak antum 4:15 semuanya 4:16 [Musik] 4:18 mentafakuri hikmah yang terdapat pada 4:21 ibadah salat yang 4:24 berkaitan 4:25 dengan peristiwa Isra dan 4:29 Mikraj Rasulullah sallallahu alaihi 4:32 wasallam. 4:35 sudah tidak asing lagi. Dan barangkali 4:37 setiap tahun kita adakan peringatan Isra 4:41 Mikraj dan ini merupakan 4:44 satu sejarah 4:47 monumental perjalanan seorang nabi, 4:50 hamba dan kekasih Allah, nabi akhir 4:53 zaman yang umatnya seluruh 4:55 manusia. Bukan hanya satu daerah, bukan 4:59 satu negara, tapi justru semua manusia. 5:04 semua warna, kulit dan bahasa beliau 5:07 diutus untuk itu. Sebagaimana disebutkan 5:11 dalam surat Saba ayat 28. 5:15 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wama 5:17 arsalnaka illa kafatan linas basyir 5:22 waadzir. Tidaklah kami mengutus engkau 5:25 Muhammad kecuali untuk semua 5:28 manusia untuk menyampaikan kabar gembira 5:31 dan ancaman. 5:33 dari Allah bagi siapa yang berani 5:36 melakukan maksiat dan 5:38 dosa. Kemudian pada ayat surah Al-Anbiya 5:42 Allah pun berfirman, "Wama arsalnaka ila 5:46 rahmatan lil alamin." Sudah tidak asing 5:49 lagi ayat ini. Ini menunjukkan bahwa 5:52 Islam adalah agama yang universal. 5:55 Dalam ciri khas agama Islam 5:58 disebutkan ya dan ini sudah saya 6:00 sampaikan pada pekan yang lalu 6:03 al-insanih 6:04 al-alamiyah bahwa Islam adalah agama 6:07 yang sangat menjunjung tinggi 6:09 nilai-nilai 6:10 kemanusiaan sebelum orang banyak bicara 6:12 soal hak asasi manusia dan yang bersifat 6:16 universal. Jadi bukan agama daerah, 6:20 bukan juga di kota-kota menjadi negara 6:22 menjadi Islam Barat, Islam Timur, Islam 6:25 Utara, Islam selatan. Nanti lama-lama 6:28 ada Islam Jawa, ada Islam Sumatera. Iya. 6:32 Dan sudah ada Islam Nusantara. 6:35 Islam itu universal, rahmata lil alamin 6:37 untuk semua 6:39 bangsa. Bangsa warna kulit, warna merah, 6:42 warna hitam gak ada bedanya semua. 6:44 Karena itulah nabi akhir zaman yang 6:47 Allah 6:48 sudah takdirkan bahwa di zaman umat Nabi 6:53 Muhammad umatnya akan 6:55 menemukan satu hightech di bidang 6:58 komunikasi. 7:00 Akhirnya ditemukanlah internet ya, 7:05 telekomunikasi sehingga jarak yang jauh 7:08 menjadi 7:09 dekat dan antar pulau dan benua tidak 7:12 lagi dibatas oleh laut, tapi justru 7:15 dihubungkan dengan 7:17 laut. Dunia dihubungkan 7:20 dengan internet, dengan komunikasi. 7:24 Kita bisa 7:25 bicara dalam jarak yang ribuan kilo. 7:29 Kita bisa melihat peristiwa di barat 7:32 dari timur bumi ini, dari belahan utara 7:36 oleh orang belahan bumi selatan dan 7:38 seterusnya. Jadi memang Allah Subhanahu 7:42 wa taala maha tahu. Jadi kita jangan 7:45 coba-coba lagi mengotak-atik lagi 7:47 katanya, "Nah, Islam lokal, Islam ini 7:49 Islam itu." Kalau Islam ya satu Islam 7:52 tuh universal. Islam itu semua bangsa, 7:55 semua 7:57 manusia. Alhamdulillah dengan peristiwa 8:00 Isra dan Mikraj Nabi ini juga 8:03 menggambarkan bahwa sampai hari ini 8:06 teknologi teknologi baru bisa kita raba, 8:10 manusia menemukan satu pesawat yang 8:14 kecepatannya melampaui suara. 8:18 Kemudian ditemukan gambar yang bisa di 8:22 apa namanya? 8:23 di-share dari jarak jauh. Ini paling 8:28 tidak membuka pikiran manusia saja bisa 8:31 melakukan itu, apalagi Allah yang 8:33 pencipta alam 8:35 semesta. Ayat yang sudah tidak asing 8:38 lagi setiap bulan Rajab dibacakan surat 8:41 Al-Isra ayat 1 Allah berfirman, 8:45 azubillahiminasyaitanirrajim. 8:46 Subhanalladzi asro 8:48 biabdihi lailam minal masjidil haram 8:51 ilal masjidil aqsa. 8:55 baroknaahuiahu 8:58 minnahu samiul 9:01 basir. Sudah apalah kita tiap hari 9:04 dengarin Isra Mikraj. Tapi intinya bahwa 9:08 Rasulullah itu diperjalankan. 9:11 Jadi bukan jalan sendiri jalan sendiri 9:14 kumaha eta Makkah Madin Makkah Palestina 9:17 itu jauh bukan jarak yang 9:20 dekat tapi 9:22 diperjalankan oleh Allah tentu 9:25 perangkatnya semuanya adalah Allah 9:28 karena Allah menghendaki sesuatu cukup 9:31 Allah berfirman, "Kun fayakun." 9:35 Jadi naik ke Sidratul Muntaha itu juga 9:39 Allah yang perjalankan bukan jalan 9:41 sendiri. Jadi inilah yang ditangkap oleh 9:44 Abu Bakar Assiddiq ketika kafir Quraisy 9:48 mendustakan dan mentertawakan mendengar 9:51 Muhammad isra dari Masjidil Haram ke 9:54 Masjidil Aqsa lalu 9:56 Mikraj pulang berangkat sebelum sesudah 10:00 isya pulang sebelum subuh. ini jadi 10:03 bahan olok-oloan dan dijadikan satu 10:06 momen 10:08 untuk membully Muhammad, untuk 10:10 melecehkan Muhammad, untuk menyudutkan 10:13 Muhammad bahkan minta itu diceritakan 10:16 depan orang banyak. 10:18 Maksudnya oleh Abu Jahal CS ini supaya 10:21 Muhammad itu nanti 10:23 ditertawakan kemudian agama yang dibawa 10:26 itu 10:27 didustakan kemudian tuduhan mereka bahwa 10:29 Muhammad gila seolah-olah itu menjadi 10:32 dalil yang bisa menunjukkan ke arah 10:34 sana. 10:36 Maka kemudian setelah diceritakan semua 10:39 mereka mentertawakan dan untuk 10:41 mempengaruhi maka dipengaruhlah satu 10:44 persatu datang kepada Abu 10:46 Bakar. Abu Bakar 10:49 gimana temanmu itu mengatakan begini dan 10:52 begini aneh sambil 10:55 tertawa-tertawa. Bagaimana 10:57 pendapatmu? Tegas Abu Bakar. Karena 11:00 melihat berpikir bukan hanya dengan 11:02 logika semata, melihat bukan dengan mata 11:05 kepala. Jawabannya tegas 11:07 sekali bahwa kalau itu yang dikatakan 11:11 oleh Muhammad Rasulullah, saya percaya. 11:15 Itulah beliau mendapat gelar siddiq. 11:18 Jadi melihat dengan mata hati, 11:21 menganalisa dengan iman, bukan dengan 11:24 logika. Kalau logika sebatas yang nampak 11:27 di permukaan yang mampu diraba, 11:30 ditangkap oleh panca 11:32 indra. Nah, inilah oleh karenanya memang 11:34 ini Allah yang berkehendak bukan maunya 11:37 Muhammad. 11:41 Ya. Jadi sekaligus ini menunjukkan bahwa 11:45 Muhammad Rasulullah diutus kepada 11:47 umatnya yang nanti mampu menguasai sains 11:51 dan 11:52 teknologi. Dan hari ini dibuktikan 11:54 dengan berbagai macam kecanggihan dari 11:58 penemuan-penemuan komunikasi itu yang 12:00 berkembang menjadi 12:02 macam-macam. Ayu ikhwan rahimakumullah. 12:07 Pada intinya 12:09 adalah selain merupakan satu 12:13 kehormatan Rasulullah sallallahu alaihi 12:15 wasallam yang dipanggil oleh Allah 12:18 subhanahu wa taala, tapi sekaligus 12:20 memang ada latar belakang yang ee 12:24 mengantar terjadinya Isra dan Mikraj. 12:27 Pada saat itu lagi gencar-gencarnya 12:30 kafir Quraisy memusuhi baginda Nabi 12:33 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 12:37 wasallam. Dan pada saat itu 12:39 pula 12:41 meninggal pelindung atau pembela 12:44 utamanya yaitu Abu Abdu Abu Thalib 12:48 dengan istri yang setia yang menopang 12:51 perjuangan total secara total adalah 12:54 Khadijatul Kubra. 12:56 Ini enak diceritakan, tapi yang bagi 12:58 yang merasakan itu luar biasa. Dalam 13:01 situasi perjuangan yang luar biasa, 13:04 permusuhan dan seterusnya, pembelannya 13:07 kemudian meninggal dunia. Kayak apa tuh 13:09 sorak-sorainya mereka? 13:11 Allah 13:12 menghiburnya dengan dimikrajkan Isra dan 13:16 Mikraj. Kemudian ditunjukkan ayat-ayat 13:18 Allah, keagungan dan kemuliaan Allah. 13:21 Ternyata dunia itu tidak ada apa-apanya 13:25 dibanding dengan keagungan dan kemuliaan 13:28 Allah Subhanahu wa taala. 13:31 Seperti yang kita tahu bahwa baginda 13:33 Nabi 13:34 turun 13:36 kembali dengan membawa perintah 13:39 salat yang menjadi tiang 13:42 agama, yang menjadi rukun Islam bagi 13:46 pemeluknya yaitu salat lima waktu, salat 13:50 wajib lima waktu yang menjadi satu 13:52 keharusan wajib bagi umat Islam untuk 13:55 melaksanakannya. 13:57 Saya tidak ingin membahas tentang 13:58 salatnya, tapi kita akan mengambil 14:01 hikmah dua dimensi dari hikmah salat itu 14:05 sendiri. Seperti yang sering saya 14:07 katakan berkali-kali bahwa jangan kita 14:10 beragama itu terjebak pada rutinitas 14:13 ritual tapi tanpa makna. 14:16 Ada orang yang tekun ibadahnya, tapi dia 14:19 gak mengerti 14:20 apa 14:23 isyarat yang terdapat pada setiap 14:25 syariat itu. Karena tidak bisa 14:29 dipisahkan antara ibadah dengan muamalah 14:33 dalam kehidupan 14:36 ini. Salat diperintahkan kita sehari 14:40 lima kali. 14:42 Ternyata dimensi yang 14:44 pertama justru menguatkan dimensi 14:48 vertikal dari seorang hamba kepada 14:53 Allah. Seorang yang sedang melakukan 14:55 salat berarti sebenarnya hakikatnya dia 14:58 mikraj. Mikraj 15:01 dia menjumpai Allah tanda petik 15:04 perjumpaannya. Dia menghubungkan jiwanya 15:07 kepada 15:08 Allah itu kan luar biasa. 15:12 Allah Tuhan semesta alam, raja di atas 15:14 segala 15:15 raja yang tidak bisa ditakar oleh 15:18 kemampuan manusia, keagungan 15:21 kemuliaannya, kasih 15:23 sayang-Nya, maha lembutnya. Kita 15:26 dipanggil oleh Allah lima kali dalam 15:29 sehari. Itu umat 15:31 Muhammad. Coba bayangkan tuh kita 15:36 diminta menghadap. 15:38 Kalau orang Jawa bilang sebo. Menghadap 15:41 raja itu namanya sebo. Sebo apa? 15:43 Menghadap sang 15:45 raja. Tentu kalau kita menghadap raja 15:48 ya, kalau sekarang menghadap bupati, 15:50 menghadap gubernur apalagi presiden 15:53 tentu dipersiapkan. 15:57 Kalau pagi katanya jam 0.00 harus 15:59 sampai. Sebelumnya sudah mandi, sudah 16:02 bersih-bersih, berbakan yang terbaik. 16:05 Kemudian segala sesuatu dipersiapkan 16:07 untuk menghadap karena senangnya 16:09 menghadap atasan atau 16:13 pejabat. Ini salat 16:15 diperintah kepada umat Nabi 16:18 Muhammad yang sekaligus menunjukkan 16:21 betapa dimanjakannya umat Nabi Muhammad 16:24 oleh Allah Subhanahu wa 16:26 taala. Karena apa? Karena setiap hari 16:31 lima kali menghadap Allah Subhanahu wa 16:33 taala. 16:35 Kemudian dia diminta untuk meminta 16:38 kepada Allah. Salat itu kan artinya 16:41 doa. 16:43 Coba. Jadi kalau ada orang yang enggak 16:46 mau salat tuh logikanya enggak dipakai 16:49 tuh. Setiap hari kita menghadap lima 16:52 kali dan disuruh meminta. Dalam doa 16:55 salat itu kan luar biasa. 16:58 Doa macam-macam di sana tentang rezeki, 17:00 tentang kesehatan, tentang derajat, 17:03 tentang macam-macam sekali. Tadi minta 17:07 gak mungkin kalau Allah yang menyuruh 17:09 kemudian suruh meminta tidak akan 17:13 dikasih. Kita menghadap pejabat saja 17:16 coba umpamanya dipanggil 17:19 walikota datang setiap bulan sekali 17:22 datang mengajukan proposal apa yang 17:24 diperlukan. 17:26 Coba senang bukan main itu. Ini 17:29 menghadap Allah. Allah yang menciptakan 17:32 kita manusia. Menciptakan kamu 17:36 manusia yang diberikan manusia itu 17:39 kelebihan luar biasa. Diciptakan dengan 17:42 seindah-indah 17:43 ciptaan. Diberikan kecerdasan, diberikan 17:46 panca indra bisa bicara, bisa tertawa, 17:50 bisa tersenyum, mendengar, berpikir 17:53 cerdas. 17:55 Coba diberi kemampuan luar biasa, kecil 17:59 makhluknya tapi menjadi besar urusannya 18:02 dan dipercaya untuk mengelola bumi ini. 18:06 Mengayu-ayu Harjaning Bawono untuk 18:10 memuliakan, mensejahterakan kehidupan 18:12 ini. Itu manusia kecil orangnya. Tapi 18:16 coba kita lihat dampak daripada 18:18 perbuatan manusia. dunia menjadi 18:20 gebyar-gebyar seperti ini. Penemuan 18:23 sains, 18:24 teknologi, transportasi, udara, laut, 18:28 darat, 18:29 bangunan, dan 18:32 sebagainya. Jadi, masyaallah luar biasa. 18:37 Maka seorang yang melakukan salat 18:40 sebenarnya dituntut kepada kita karena 18:43 kita mikraj menghadap Allah segalanya 18:47 diperlukan persiapan yang 18:50 matang. Mentalnya, kekhusyukannya, 18:55 keikhlasannya. Mau menghadap bupati aja 18:57 mesti persiapan mau ngomong apa 19:00 ini kalau tahu berapa poin yang akan 19:02 dikemukakan, kemudian bagaimana cara 19:04 ngomongnya. Iya. 19:06 Bagaimana etikanya, sopan 19:09 santunnya, aturan protokolernya itu kan 19:13 diatur. Ini masyaallah kita umat 19:16 Muhammad hamba yang lemah, yang diif 19:19 yang sebenarnya tidak bisa apa-apa 19:21 kecuali diberikan oleh Allah anugerah 19:23 dari Allah. Suruh menghadap lima kali 19:25 dalam sehari 19:27 semalam. Ya Allah, ya Rabb. Maka 19:31 bahagialah orang yang salat karena dia 19:32 setiap hari menghadap sang pencipta. 19:35 lima 19:37 kali dengan syarat beberapa persyaratan 19:41 dia dalam keadaan suci dari hadas besar 19:45 hadas kecil suci pakaiannya ya suci 19:50 hatinya suci 19:53 pikirannya dan ternyata dari wudu saja 19:57 kan itu ada lagunya Bimbo ya basuh 20:01 tangan sucikan tanganmu. 20:04 wajahmu, sucikan pandangan sucikan 20:08 mulutmu, sucikan pikiranmu, dan 20:11 seterusnya. Itu kan masyaallah nikmat 20:14 sekali orang salat. 20:17 Kemudian menghadap 20:20 Allah ketika dia salat mulai wudu 20:24 bersama 20:26 berjatuhannya air wudu bersama itu pula 20:29 berguguran dosa-dosa yang ada pada kita 20:32 pada tangan kita, pada wajah kita, pada 20:35 mata kita, pada ee mulut kita, pada kaki 20:38 kita berjatuhan. 20:42 Kalau dia melangkah menuju ke masjid, 20:44 satu langkah mengangkat derajat, satu 20:46 langkah menggugurkan dosa, satu langkah 20:48 memberikan pahala. Maka para sahabat itu 20:51 senang kalau punya rumah itu jauh dari 20:53 masjid. 20:55 Sama dengan kita senang jauh dari masjid 20:58 supaya ada alasan tidak pergi ke masjid. 21:00 lagi. Tapi kalau para sahabat memang 21:03 masyaallah sengaja jalan dia mengejar 21:06 salat berjamaah 21:08 itu sepanjang jalan dosa-dosa kita 21:11 berguguran. Iya. Derajatnya 21:14 dinaikkan. Jadi kita memang harus selalu 21:17 membuat grafik perjalanan hidup kita apa 21:20 naik apa turun. Nah kalau kita rajin 21:22 salat ke masjid berjamaah itu akan naik 21:25 terus grafik ketika kita salat naik 21:28 grade kita. 21:31 Kita-kra kita berbuat kebaikan naik 21:33 grade kita. 21:35 Tapi sebaliknya kalau sepanjang 21:37 perjalanan hidup kita hanya satu maksiat 21:39 kepada Allah berani ingkar terhadap 21:43 perintahnya diberi banyak boro-boro 21:46 syukur digunakan menghambur-hambur untuk 21:50 maksiat diberikan sedikit muring-muring 21:54 enggak terim 21:56 marah-marah ini. Ya sudah nilai-nilai 21:59 kemanusiaan meluncur ke 22:02 bawah. Erosi. He. 22:06 Jadi grafiknya turun. Grafiknya turun. 22:09 Turun. Nah, bahayanya lagi kalau grafik 22:12 manusia, kualitas manusia itu derajat 22:15 martabat manusia jatuh bisa lebih rendah 22:18 daripada binatang. 22:22 Karena jelas orang 22:24 yang tidak menggunakan akal budinya yang 22:27 ditopo oleh keimanan, pasti pola pikir 22:31 dan gaya hidupnya hanya diikuti 22:34 mengikuti kehendak syahwat dan hawa 22:37 nafsu. Kalau kehendak hawa nafsu yang 22:40 diikuti, maka nilai-nilai akal budi akan 22:44 menjadi lebih kecil. 22:49 Dalam pikirannya orang yang berpikir 22:51 seperti itu gak nyambung. Diajak 22:54 ngomong keutamaan, diajak ngomong 22:57 keadilan, diajak ngomong keikhlasan, 23:00 diajak ngomong ibadah, diajak ngomong 23:02 agama, kok enggak 23:03 nyambung. Tapi kalau bicara yang senang 23:07 dengan cocok syahwatnya, dengan 23:09 nafsunya, nah itu baru nyambung. Nah, 23:12 orang seperti ini sulit kalau diajak 23:14 untuk demi kemanusiaan, kasih sayang, 23:18 berjuang, apalagi bicara agama gak 23:22 nyambung. Nah, ini makanya dia nilainya 23:24 melorot terus jauh. Kelakuannya juga 23:27 kadang-kadang lebih buruk daripada 23:31 binatang. Nah, inilah nauzubillah 23:34 minzalik. Jadi salat yang dilakukan 23:37 sebenarnya hakikatnya adalah mikraj 23:40 berjumpa kepada Allah Subhanahu wa 23:42 taala. Dan ini semua mengangkat derajat 23:44 martabat 23:46 kita. Sedangkan orang yang senantiasa 23:49 salat dia akan lebih mengenal kepada 23:51 Allah. Imannya akan semakin makin 23:54 mantap. Dia menjadi makrifat kepada 23:57 Allah. Tawakal dan mahabbahnya akan 24:00 makin terjaga. 24:02 Makin lama kita menikmati melaksanakan 24:05 ibadah, perintah dan cita Allah itu 24:07 bukan satu 24:09 beban, tapi satu satu kenikmatan. 24:12 Kenikmatan 24:14 berjumpa Allah tiap saat kita bisa 24:17 dialog, kita bisa munajat, kita bisa 24:21 mohon ampun dari segala dosa. Kita mohon 24:24 petunjuk, bimbingan dan pengar apa 24:27 pengayomannya. Coba. 24:30 Cuma sayang 24:32 sekali ada beberapa tipe manusia 24:35 terhadap perintah salat 24:37 ini. Ada orang yang tekun 24:42 salatnya tapi kurang 24:45 menghayati makna yang tersirat di dalam 24:48 salat itu. Seolah-olah salat itu tidak 24:51 ada hubungan dengan kehidupan 24:53 bermuamalah, kehidupan di masyarakat. 24:58 Itu yang sering saya katakan sebagai 25:00 terjebak pada rutinitas ritual tapi 25:03 tanpa makna. Padahal salat itu sendiri 25:07 innata tanha anil fahsya iwal 25:11 munkar. Kalau dia salat dengan benar 25:14 mesti akhlaknya 25:17 baik. Mesti dia tidak suka dengan segala 25:19 macam kemungkaran. 25:21 mesti cenderungnya kepada kebaikan dan 25:24 keutamaan kalau salatnya itu benar 25:26 dengan 25:29 penghayatan. Jadi dimensi pertama orang 25:33 yang salat berarti dia mampu secara 25:36 vertikal menghubungkan dirinya kepada 25:40 Allah Subhanahu wa taala. Jiwanya 25:42 terhubung kepada Allah selalu nyambung. 25:46 Maka iman, tawakal, rida, ikhlas, 25:51 makrifatullah itu akan muncul dengan 25:54 sendirinya. Maka ketika dia ber 25:58 aplikasi, berinteraksi dalam kehidupan, 26:01 dia punya standar, punya 26:06 parameter. Berbeda melihat orang yang 26:09 tidak pernah salat, orang yang tidak 26:13 iman kepada Allah dengan orang yang 26:14 beriman. 26:16 parameternya 26:18 berbeda. Kalau orang yang tidak 26:21 beriman hanya mengikuti hawa nafsu, 26:24 semua akan ditakar oleh selera 26:30 nafsunya. Misalnya senangnya 26:34 makan, makan enak 26:37 sepuas-puasnya, hura-hura, 26:39 senang-senang, maka muncul kaum 26:42 materialisme, materialistis. 26:45 Orang yang memuja materi. Materi 26:48 segala-galanya. Bahagia adalah karena 26:50 materi. Mulia karena materi. Hina juga 26:53 kalau ketiadaan materi. Memandang orang 26:56 juga dari segi materi. Menakar derajat 26:58 manusia juga dari segi materi. Itu kaum 27:01 materialisme. Materialisme materi 27:03 segala-galanya sudah menjadi berhala. 27:06 Neopaganism. Berhala 27:09 baru. Orang yang hidupnya ini 27:11 melampiaskan hidup ini dengan 27:13 kesenangan. 27:15 Muncullah satu kelompok disebut dengan 27:18 kaum 27:19 hedonis. Hedonisme B hidup itu cari 27:21 kesenangan. 27:23 Irahat deui lamun teu 27:25 ayeuna. Mumpung masih bujang j mumpung 27:28 ngora mah kolotnya susah. Jadi 27:31 puas-puaskan diri kita makan enak apa 27:34 saja tidak dibatasi oleh masalah halal 27:37 dan haram. Boleh atau tidak? Gak ada 27:39 urusan. Yang penting orang mah senang 27:42 we. 27:44 senang 27:45 kita bodoh amat bahkan kalau perlu 27:48 korbankan orang lain demi untuk 27:50 kesenangan kita, demi untuk kebahagiaan 27:53 kita, demi untuk kejayaan kita. Bukan 27:57 rahasia orang makan orang itu ada ya 28:00 bukan ada lagi ramai cuma 28:03 beda 28:05 penampilannya caranya. 28:09 Kalau harimau makan kerbau misalnya 28:12 kelihatan. Tapi orang makan orang itu 28:15 adalah dengan cara-cara taktik licin dan 28:19 tipu 28:22 daya. Gaya hidup laba-laba yang kuat 28:25 memeras yang lemah itu kan makan namanya 28:28 makan keringat orang. 28:31 Apalagi kalau sudah bicara soal 28:34 uang dan urusan kekuasaan. 28:38 Nah, itu sudah apapun digunakan kalau 28:42 perlu korbankan teman sendiri. Maka 28:45 dalam apalagi dunia politik ya 28:47 masyaallah kadang-kadang kejam saling 28:50 membunuh karena rebutan 28:54 kekuasaan. Itu berarti masyaallah yang 28:57 dipakai parameternya hanya karena 29:00 pandangan syahwat dan hawa nafsu. 29:03 Rusaklah dunia. 29:05 Jika nafsu yang menjadi komando, yang 29:08 menjadi guid dalam hidup ini, maka 29:14 rusaklah. Kalaupun dunia hari ini 29:16 mengatakan kemusiaan, kemanusiaan, hak 29:19 asasi 29:20 manusia, ya mungkin benar teorinya, tapi 29:23 praktiknya orang makan orang tuh biasa. 29:29 Dulu yang namanya imperialisme menjajah 29:31 negara orang 29:32 lain. Sekarang dianggap tidak manusiawi. 29:36 Tapi polanya yang 29:38 dirubah. Tetap saja negara adidaya, 29:41 negara kuat, negara kaya, bagaimana 29:45 memeras, mengekploitir negara lain 29:48 sehingga 29:49 kekuasaannya itu apa namanya? 29:51 Kekayaannya itu bisa jatuh ke tangannya. 29:54 sebesar-besar potensi sumber daya 29:57 alamnya bisa dia keruk dengan berbagai 29:59 macam 30:00 teori. Maka ada hegemoni di bidang 30:03 politik, ada hegemoni di bidang ekonomi. 30:06 Intinya sama mengeksploitir terhadap 30:09 sesama. Itu yang saya sebut sebagai 30:11 orang makan 30:12 orang. Saya kan sering berseloroh kalau 30:15 dulu orang masih berpikir sederhana, 30:17 gotong royong, guyub, rukun sekampung 30:20 itu kenal. di ujung kampung sana kita 30:23 tahu nama si fulan tuh di sana ada 30:26 sesuatu tolong-menolong guyub rukun 30:29 gotong-royong 30:31 sekarang lain lagi. Dulu ketika beras 30:35 habis istri bilang sama suaminya Kang 30:39 besok dek dahar naon ngisuk mangan opo 30:43 berasnya habis suaminya tanggung jawab 30:46 cari untuk beli beras atau apa. Tapi di 30:50 abad ini dikala zaman sudah lebih cukup 30:54 di bidang materi, maka zaman teknologi 30:58 ini sebenarnya disebut material 31:00 prosperity, kecukupan, kelebihan 31:03 daripada materi. Tapi karena serakahnya 31:06 yang tomak, thanya bolang semua itu th 31:10 bolong, mim bolong, ain mangap gitu kan. 31:13 Jadi enggak pernah kenyang. 31:16 Maka dia tidak pernah kenyang nikmat itu 31:19 karena gak ada rasa syukur juga. Jadi 31:22 ketika segalanya sebenarnya sudah cukup 31:25 ada, rumah megah, kendaraan mewah, 31:27 kekayaan berlimpah di mana-mana, masih 31:30 perlu bertanya besok makan 31:33 siapa? Ngisuk mangan sopo? Bukan makan 31:36 opo, makan saksab. Rahasia bukan rahasia 31:39 saya kira. Nah, inilah kembali pada 31:42 salat tadi. Jadi, ada orang yang tekun 31:45 salatnya tapi 31:47 terputus hanya secara vertikal saja 31:50 kepada Allah. Tapi syarat atau 31:53 pesan-pesan yang tersirat dalam salat 31:56 gak bisa dia tangkap dan apalagi dia 32:02 mewujudkannya. Kemudian dengan salat 32:05 itulah kita menjadi mengenal Allah, 32:08 mencintai Allah. 32:10 Dan orang yang makrifat kepada Allah ada 32:13 tiga ahamiatu makrifatillah ada tiga 32:16 hal urgensi yang dia 32:19 dapatkan. Hal yang sangat penting. 32:22 Pertama makrifatu gyatil wujud. Dia 32:25 menjadi mengerti arah tujuan hidup akhir 32:30 daripada kehidupan. Endingnya kehidupan 32:32 itu ke 32:33 mana? Orang Jawa mengatakan sangkan 32:36 paraning tumadi. Dari mana? Untuk apa? 32:39 harus bagaimana dan ke mana tujuan hidup 32:42 ini. Kalau di perusahaan kan disebutnya 32:45 mission 32:46 statement. Jadi, setiap perusahaan itu 32:48 dibangun untuk apa? Apa yang harus 32:50 dilakukan? Berapa target dan sebagainya 32:53 untuk sampai pada 32:55 tujuan. Nah, orang 32:57 beriman ngerti bahwa hidup itu apa? 33:02 Ternyata Allah langsung memberikan 33:05 pengarahan dalam hidup ini. Seperti 33:07 dalam surat azzariyat ayat 33:10 56. W khalaqtul jina wal insa illa 33:14 liya'budun. Tidak kami ciptakan jin dan 33:17 manusia kecuali untuk 33:18 ibadah. Ini tertanam terpatri pada jiwa 33:21 orang beriman. Hidup itu perjalanan 33:25 ibadah. Hidup yang hanya 60 sampai 70 33:28 tahun itu ibadah dalam arti yang luas. 33:31 Iya. 33:33 Kalau ibadah berarti 33:35 pengabdian. Kalau pengabdian berarti 33:38 nilai-nilai yang memproduk nilai-nilai 33:41 keutamaan yang berguna pada dirinya, 33:44 berguna juga terhadap orang lain dan ada 33:48 sambungnya kepada Allah Subhanahu wa 33:50 taala. Karena setiap kebaikan itu pasti 33:53 itu ada di dalam hablu minallah, tali 33:56 Allah penghubungnya. 34:01 Jadi dia mengerti untuk apa dia hidup ke 34:03 mana. Nah, yang ada materi, kekayaan, 34:06 uang, pangkat, jabatan itu bukan tujuan 34:10 untuk orang yang iman kepada Allah, 34:12 makrifat kepada Allah. Itu 34:17 sarana. Itu alat yang bisa 34:20 menopang harkat, martabat, dan 34:23 derajatnya. Allah bagikan tuh rahmatnya. 34:26 Kekayaan. ada yang kaya miskin yang 34:28 sedang ada ilmu, ada macam-macam itu 34:32 dibagi-bagi. Dan itu kalau bisa bicara 34:35 atau kita mengerti menangkap isyarat itu 34:38 di dalam kekayaan itu kalau bisa bicara 34:40 dia akan mengatakan, "Jadikanlah aku 34:43 sebagai sarana penopang yang mampu 34:47 mengangkat derajat martabat takwamu di 34:50 sisi Allah." 34:52 Berarti alat untuk 34:56 kebaikan yang ditakdirkan Allah 34:58 diberikan kesempatan menguasai menjadi 35:00 penguasa. Di balik itu sebenarnya Allah 35:03 memberikan kesempatan. Jadikan 35:06 kesempatan kamu berkuasa itu untuk 35:09 mengangkat derajat 35:11 martabatmu. Tinggi nilai kemanusiaannya 35:14 di sisi Allah. 35:19 semua bidan bagaimana yang miskin yang 35:22 tidak punya apa-apa dan sebagainya ada 35:25 tersirat di dalamnya. Jadikan 35:28 kemiskinanmu itu bisa mengangkat 35:30 derajatmu dengan iman dan 35:34 sabar. Jadi ini orang beriman yang 35:37 ngerti. Kalau enggak beriman enggak 35:38 ngerti. Tahunya keluh kesah kalau gak 35:41 punya. Tahunya sombong kalau berhasil 35:45 dan dia lupa mati. lupa kembali kepada 35:47 Allah. Padahal hidup ini sebentar 35:50 berpacu dengan 35:53 waktu. Yang kedua, saatul hayah. Jiwanya 35:59 lapang. Kenapa dia lapang? Karena dia 36:01 tidak pernah terikat, terbelenggu oleh 36:03 nafsu, oleh materi, oleh uah, oleh 36:06 pengakuan manusia dan seterusnya. Dia 36:09 hanya terikat kepada Allah. Maka jiwanya 36:11 merdeka. Dia selalu bergantung kepada 36:14 Allah. Dia selalu memotivasi seluruh 36:17 amalannya dari Allah, dipersembahkan 36:20 kepada Allah dan dia berharap hanya 36:22 kepada Allah yang rezekinya, yang 36:25 karunianya tidak 36:27 terbatas. Kalau mengharap pada manusia 36:29 kadang kecewa, tapi berharap kepada 36:31 Allah, Allah Maha Kaya. Wallahul ghani 36:35 wa antumul fuqaro. Allah Maha Kaya dan 36:37 kamu yang fakir 36:39 padanya. Yang ketiga, asyu ila 36:42 mardotillah. Hakikat hidup itu adalah 36:45 sebuah perjuangan. Untuk apa? Bukan 36:48 untuk perut. Kalau perut berapa sih 36:50 gedenya perut? Kalah sarang munding 36:53 kebok. Kebok itu makan dari pagi sampai 36:56 sore. Kalah sama singa yang makanannya 36:58 daging tiap 37:00 hari. Untuk 37:04 apa? Apakah untuk 37:06 popularitas? Popularitas orang 37:08 menyanjung-nyanjung kita kalau kita 37:10 berhasil, sukses, hebat. Tapi kalau kita 37:12 jatuh, orang mencaci maki, memaki-maki 37:15 kita. Karenanya penguasa banyak yang 37:18 penguasa yang misalnya disanjung-sanjung 37:20 orang kadang-kadang ya apa ya pura-pura 37:25 sanjungannya itu. Tapi begitu dia jatuh 37:27 orang kemudian sumpah serapa 37:30 menyumpainya. Untuk apa sanjungan 37:35 popularitas? 37:37 Gengsi, kemudian sombong, ria. Untuk 37:40 apa? Gak ada. Tapi orang beriman yang 37:43 dia senantiasa melakukan salat dan 37:45 mengerti fadilah hikmah di balik itu, 37:48 maka dia akan 37:50 menjadikan hidup ini sebagai medan 37:54 perjuangan untuk satu hal yang 37:57 sebenarnya jauh lebih baik daripada 37:59 dunia di atas segala kenikmatan, yaitu 38:03 rida Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana 38:05 dia menjadi manusia yang diridai oleh 38:08 Allah Subhanahu wa taala. Kalau jadi 38:10 petani, bagaimana petani yang diridai 38:12 oleh Allah? Kalau dia jadi pedagang, 38:14 bagaimana pedagang itu yang diridai oleh 38:16 Allah? Kalau dia jadi pejabat, bagaimana 38:19 yang diridai oleh Allah? Begitu 38:20 selanjutnya, seluruh aspek lini 38:23 kehidupan dia lakukan itu semua hanya 38:25 satu hal. Tujuannya, obsesinya bagaimana 38:28 hidup mendapatkan rida 38:31 Allah. Ini dimensi yang pertama tentu 38:34 bisa dipahami lebih lanjut, diperdalam 38:38 dan seterusnya. Sekarang dimensi yang 38:40 kedua adalah dimensi 38:43 horizontal. Apa sih hubungannya salat 38:46 dengan 38:47 kehidupan muamalah, kehidupan 38:51 bermasyarakat? Rasul 38:53 mengajarkan salat lima waktu itu 38:56 utamanya sunah muakkadah dilakukan di 39:01 masjid. 39:03 di masjid salat berjamaah itulah 39:06 miniatur kehidupan orang 39:10 beriman. 39:13 Pertama, panggilan muaz 39:16 muadzin itu hakikatnya panggilan Allah. 39:20 Kalau ingin melihat seseorang 39:21 keimanannya, taat dan tunduknya kepada 39:23 Allah, lihat pada waktu panggilan 39:27 azan. Kalau muadin memanggil itu 39:29 sebenarnya hakikatnya panggilan Allah. 39:31 Orang yang beriman dia akan perhatikan, 39:33 dia akan 39:35 datang. Itu satu. Yang kedua, setelah di 39:39 masjid kita masing-masing mencari 39:41 fadilah 39:43 keutamaan supaya diampuni dosanya, ada 39:45 zikir, baca Quran. Tapi ketika imamnya 39:48 datang, imam salatnya kemudian muadin 39:53 itu 39:55 mengomando apa? Qodqati salah. Semua 39:59 kegiatan individu-individu itu berhenti. 40:02 Kemudian kita utamakan kepentingan 40:04 bersama 40:06 yaitu salat berjamaah. Imam tampil ke 40:10 depan diluruskan 40:13 barisannya dan salat berjamaah yang yang 40:17 dicontohkan oleh Rasulullah itu rapat 40:20 kakinya satu dengan yang lain. 40:22 Bersinergi bau dengan bau, kaki dengan 40:26 kaki lurus. 40:29 Jadi sedang menghadap Allah kita satu 40:31 hati kita itu kita tidak ada gil di 40:34 dalamnya kita ini satu hamba Allah 40:37 bersinergi mungkin ada yang khusyuk ada 40:39 yang kurang khusyuk karena kita menjadi 40:41 satu bersinergi insyaallah menjadi 40:43 berkah semuanya maka 40:46 pahalanya berlipat-lipat dibanding salat 40:50 sendiri orang yang salat berjamaah itu 40:53 adalah orang yang mendapat pahala 40:56 seperti khus Khusuknya 40:59 imam, fasihnya seperti fasihnya bacaan 41:02 imam. Coba kadang-kadang kita salat 4 41:05 rakaat entah ke mana rakaatnya. 41:07 Tahu-tahu ingat sudah setengah rakaat 41:09 aja pikirannya ke mana-mana. Tapi karena 41:12 bersinergi satu dengan yang lain, mau 41:14 tidak mau kita mendapatkan berkahnya. 41:16 Berkahnya. Masyaallah. 41:19 Masyaallah. Faidza kabaro fakabiru. 41:22 Ketika imam takbir, takbir semuanya. 41:25 Gak ada yang imamnya takbir dia nyanyi 41:27 kan gak ada. Semua sama kalimatnya 41:30 Allahu Akbar. Memang kalau orang Sunda 41:33 beda. Allah Allah nu maha agung. Enggak 41:37 ada kan orang Jawa tuh Gusti Allah kang 41:39 maha 41:41 agung. Orang Padang bilang Allah nan 41:45 Allah nan apaang gede apaadang. Gadang 41:49 ya. Allah maha maha gadang kan gak ada. 41:53 Allah nan gadang gak ada sama semuanya 41:57 gerakannya begitu rukuk-rukuk semuanya 42:00 gak ada yang berani bangkit bangkitkan 42:02 kembali berdiri sebelum imamnya tegak 42:05 ini cermin bahwa umat Islam adalah umat 42:08 yang satu umat yang terpimpin mau 42:10 dibantah 42:12 bagaimana para nabi itu diutus selain 42:14 memberi menyampaikan akidah memberikan 42:16 bimbingan sekaligus figur pemimpin umat 42:19 pemimpin kaum tapi bukan raja 42:22 saja pemimpin yang berada di 42:26 tengah-tengah dia imam daripada 42:29 makmumnya. Maka imam di sini dalam 42:32 penggembalaan disebutnya al imamun roin 42:35 alanas. Imam tuh penggembala atas 42:38 manusia. Nuangon urang sadayana eta imam 42:42 yang 42:43 memimpin gerakan semuanya. Sekaligus 42:46 menunjukkan bahwa muslim itu bukan 42:48 manusia anarkis. Tapi umat yang 42:52 terpimpin. Kemudian akhir mengakhiri 42:56 salat dengan salam ke kanan dan ke kiri. 42:59 Saha nu diberes salam tah? Yang dikasih 43:02 salam itu 43:04 sopo? Salam kanan, salam kiri. Saya 43:08 membaca bahwa ini isyarat setelah kita 43:13 menghubungkan dirinya kepada Allah 43:14 Subhanahu wa taala, ciptakan suasana 43:17 kehidupan yang sejahtera dan salam 43:21 selamat pada orang lain. Jadi orang 43:24 salat lepas dari salat ciptakan 43:26 kehidupan yang memberikan kesejahteraan 43:28 dan keselamatan bagi orang lain. Indah. 43:31 Maka salat itu di masjid berjamaah punya 43:35 nilai dimensi 43:38 horizontal terbangunnya satu umat dan 43:41 sekaligus menjadi miniatur kehidupan 43:44 umat Islam di luar masjid. Berjamaah di 43:48 masjid, berjamaah di luar masjid. 43:51 menjadi masyarakat yang kompak, yang 43:54 bersatu, yang guyub, yang rukun, 43:57 gerakannya indah, saling menyayangi, 43:59 saling menasehati, dan seterusnya. 44:02 Wallahuam bissawab. 44:05 Bagaimana dua dimensi hikmah salat ini? 44:09 Hikmahnya tadi Ustaz sampaikan ee selalu 44:12 terhubung dengan Allah ya, sandaran 44:13 vertikal dan juga horizontalnya ini 44:15 memang harus diperhatikan ya, jadi bukan 44:17 hanya ritual semata tanpa makna, tapi 44:19 harus benar-benar bermakna. Baik, Iwat 44:22 ingin bergabung bertanya, silakan Anda 44:23 bisa kirimkan WhatsApp Anda di 44:30 0811999720 ataupun yang ingin telepon 44:32 silakan di 44:34 0218451512. Kami sudah kembali. 45:03 Waqulalu 45:05 fasayarallahu amalakum wa rasuluhu wal 45:10 [Musik] 45:11 mukminun wasur 45:15 ghaibi 45:17 wasahadah 45:21 funabbiukum bimaa 45:24 kuntum 45:25 [Musik] 45:40 ta'malun sungguh nikmat orang yang sudah 45:43 mendapat perhatian Allah dan 45:46 Rasul-Nya. Jika perhatian dari atasan, 45:49 pejabat, dan orang-orang yang berkuasa 45:51 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 45:55 Bagaimana jika perhatian itu datang dan 45:58 tercipta alam semesta beserta ciptaan 46:01 yang paling indah, yaitu baginda Nabi. 46:06 Apalagi yang kita cari di dunia selain 46:09 dua hal tersebut. 46:14 [Musik] 46:15 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 46:18 kita beramal saleh apapun bentuknya. 46:22 Bisa dengan tenaga, harta, pemikiran, 46:26 dan lain 46:27 sebagainya. Namun amalan yang paling 46:30 menyenangkan baginda Nabi adalah 46:33 memperjuangkan ajarannya, meneruskan 46:36 perjuangan beliau, berdakwah di 46:38 jalannya. 46:40 [Musik] 46:43 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 46:46 radio silaturahim dan pemirsa Rasil TV 46:50 bersama-sama berjuang bersama Radio 46:52 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 46:55 rekening berikut. 47:06 [Musik] 48:12 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 48:13 bersama kami Ikhwan Awat di acara 48:15 tausiah Pagi bersama Ustaz Abul Hidayat 48:17 Sauroji dengan tema dua dimensi hikmah 48:21 salat dalam kehidupan ya. Dan tentunya 48:24 ini sudah banyak juga Ustaz yang 48:25 bertanya dan juga berkomentar di 48:28 WhatsApp Brazil dan juga di YouTube 48:31 Brasil TV. 48:32 Saya bacakan ee dulu nih yang 48:35 berkomentar di WhatsApp. Banyak sekali 48:37 nih, Ustaz. Ya, mungkin beberapa akan 48:38 saya bacakan. Ini dari Ibu Neli. 48:41 Alhamdulillah telah menyimak di pagi 48:43 hari ini. Terima kasih, Ustaz 48:45 pencerahannya. Bapak Eri, Ibu Anggit, 48:49 Bapak Agus Hakim di Ciputat juga sedang 48:52 menyemak. Ibu Darma, Bapak Yayan Sujana, 48:55 Ibu Asraf, Ibu Nila, Bapak Eko Marsianto 48:59 juga sedang menyimak Sukron. Dan ini 49:01 juga pertanyaan dari Bapak Amsir 49:03 Tabrani, Ustaz. Asalamualaikum 49:05 warahmatullahi wabarakatuh. 49:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:07 wabarakatuh. Ee Ustaz, bagaimanakah 49:09 memberikan pengertian kepada seseorang 49:12 kalau parameter salat dan kealiman 49:15 seseorang sering dijadikan ukuran 49:17 keberhasilan seseorang? Misalnya dia 49:20 saja yang alim begitu, salatnya enggak 49:22 pernah ditinggal, tapi hidupnya susah. 49:25 Ini bagaimana, Pak Ustaz? Menjah 49:27 menjelaskannya. Demikian. Iya. Kita 49:29 beragama itu bukan manusia yang menjadi 49:31 ukuran. Walaupun kita boleh memberikan 49:34 contoh, tapi kalau 49:38 pakemnya, parameternya, dasarnya sudah 49:41 jelas, yang berhak menjadikan contoh 49:45 adalah 49:46 Rasulullah. Laqod kan lakum fi 49:48 rasulillah uswatun hasanah. Jadi 49:51 parameternya itu rasul. Heeh. Ya. Adapun 49:55 kemudian alim, kita contoh yang baiknya. 49:58 Betul. Jika alim kita memang sesuai 50:02 dengan contoh yang diberikan oleh 50:04 Rasulullah. Gak boleh kita kalau bahasa 50:06 Jawa disebut 50:08 denengaken. Deneng anu si deneng deneng 50:11 gitu. Dari itu buktinya itu buktinya itu 50:14 bukan untuk untuk diikuti. Gak ada 50:17 perintah mengikuti yang salah. He boleh 50:19 mencontoh orang alim, mencontoh orang 50:22 pintar, mencontoh siapapun yang 50:26 baiknya. Kita boleh iri pada orang kaya 50:29 yang 50:30 dermawan. Kita boleh iri orang berilmu 50:33 dengan ilmunya diajarkan pada orang 50:35 baik. Tapi tidak ada tidak boleh 50:38 dicontoh orang alim yang jadi maling 50:40 umpamanya. Iya yang koruptor enggak bisa 50:43 jadi maling. Jadi jangan orang gila kita 50:46 ikut gila. Yang gila biar aja 50:49 gila. Karena Islam itu sudah ada 50:51 patokannya. Maka Rasul berwasiat, "Dua 50:54 hal yang aku tinggalkan tidak akan sat 50:56 selama-lamanya jika kau berpegang teguh 50:59 kepada keduanya, yaitu Al-Qur'an dan 51:01 sunah." 51:02 Siapapun dari manaun, sealim apapun 51:06 harus merujuk pada Quran dan sunah. Tuh, 51:09 jadi tidak menjadi ukuran. 51:12 Kemudian soal kaya dan miskin itu jangan 51:15 salat dihubungkan dengan 51:17 kesuksesan. Seolah-olah kalau salat itu 51:20 jadi kaya, nanti orang salat kepengin 51:22 kaya. Salat itu satu kewajiban kepada 51:25 Allah Subhanahu wa taala. Adapun kaya 51:27 miskin itu anugerah Allah, rezeki Allah 51:30 yang membagi. Dan miskin itu tidak 51:32 menjadi ukuran ukuran rendah 51:36 derajatnya. Kalau dia misalnya 51:38 kekurangan atau miskin tapi dia sabar. 51:41 dia tetap apa namanya berprasanggai 51:45 kepada Allah. Mungkin dia lebih tinggi 51:47 derajatnya daripada orang kaya yang 51:48 keluh kesah yang boros. He. Jadi 51:51 parameternya itu mesti benar. Jadi 51:54 parameter penilaian manusia itu bukan 51:56 dari banyaknya harta. Iya. Nah ini yang 51:59 perlu kita jadi kemuliaan itu pada 52:01 sikap. Orang kaya bagus kalau dia 52:04 dermawan, dia bersyukur. Nah itu bagus. 52:07 Boleh kita tiru itu orang kaya tapi 52:09 bersyukur. Orang kaya harta, kaya hati, 52:12 kaya jiwa. Ya, itu kemudian menjadi 52:16 ukuran orang kaya tapi boros, orang kaya 52:20 tapi gak bersyukur, orang kaya tapi apa 52:23 namanya? Macam-macam dia banyak maksiat. 52:26 Ah, itu gak bisa jadi ukuran. Iya. Bukan 52:28 berarti dia mulia, jatuh. malah dengan 52:30 hartanya dia lebih jatuh lagi. Bahayanya 52:32 orang miskin tapi dia sabar. Dia tetap 52:35 menghadapi hidup ini dengan optimis, 52:38 dengan tersenyum. Dia tidak mengurangi 52:41 ibadahnya kepada Allah dan tidak pernah 52:43 berkeluh kesah, berprasangka buruk 52:45 kepada Allah. Ini jauh lebih baik 52:47 daripada orang kaya yang takwa. Nah, 52:50 jadi parameter yang perlu kita benahi, 52:53 kita benarkan. Adapun orang boleh kita 52:55 jadikan contoh siapapun dia sepanjang 52:58 orang itu memberikan contoh yang baik. 53:01 Justru kalau ada orang alim kok misalnya 53:04 kelakuannya gak benar jadi pelajaran 53:06 buat kita. Jangan kita seperti dia gitu. 53:10 Wallahualam. Baik. Ada telepon Kang 53:12 Anis. Asalamualaikum. Halo. 53:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:16 wabarakatuh. Dengan siapa? Di mana? Ibu 53:19 dari Ibu Murniati di Gerap Prima. Ibu 53:22 Murniati silakan dengan Ustaz. 53:24 Asalamualaikum, Pak Ustaz. 53:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:27 wabarakatuh. Saya izin bertanya Pak 53:28 Ustaz. Iya. Kakak saya menikah dengan 53:32 orang Nasrani. 53:34 Terus dia masuk Islam. Namun setelah 53:36 punya anak satu dia berubah masih 53:39 Kristen lagi. Kakak saya saya mengancam 53:43 dia. Lihat kalau kamu masuk agamamu saya 53:45 minta cerai kata gitu. Tapi dia masuk 53:48 Islam lagi. Saya disuruh ngajarin salat 53:50 lagi Pak Ustaz. 53:52 Apakah tobat saya diterima, Pak Ustaz? 53:57 Terima kasih, Pak Ustaz. Asalamualaikum. 54:00 Waalaikumsalam, Ibu Murniati. 54:04 Iya, jangan agama itu jadi 54:08 main-main ya. 54:10 Kalau keluar masuk, keluar masuk seperti 54:13 itu ya, ujung-ujungnya nanti yang 54:17 murtad. Ujung-ujungnya yang murtad. 54:21 Jadi Allah kan melarang kalau apa 54:24 namanya dalam surah Albaqarah sebutkan 54:28 nikahilah wanita-wanita yang 54:31 salihah walaupun dia seorang 54:33 budak. Karena budak yang beriman itu 54:36 jauh lebih baik daripada wanita yang 54:38 nonmuslim yang cantik yang 54:42 mempesonamu. Jadi karena akidah 54:44 keimanannya 54:45 tadi jadi itu dilarang menikah dengan 54:48 beda agama. 54:50 Ya, adapun ada yang berpendapat boleh ya 54:52 silakan aja. Tapi kalau saya ya kalau 54:55 beriman iman karena masalah nanti 54:56 anaknya gimana, di rumah juga gimana dan 55:00 seterusnya. Jadi enggak sejalan pasti 55:02 tidak akan 55:04 bahagia. Jadi kalau keluar masuk keluar 55:07 masuk gitu nanti ujung-ujungnya 55:09 malah murtad. 55:12 Jadi kalau makanya keluar masuk agama ya 55:15 dengan 55:17 keyakinan kalau dia masuk Islam ya 55:20 pelajari Islam itu jangan kata orang, 55:22 jangan karena istri, jangan karena yang 55:24 lain. Kalau dia murtad dengan keyakinan 55:27 dia murtadnya di mana. Kalau jadi orang 55:30 Kristen coba pelajari itu kitabnya 55:32 dengan keyakinan. Nah, tapi jangan 55:35 digunakan untuk main-main keluar masuk 55:37 keluar masuk seperti itu. Nanti ujungnya 55:40 orang yang mempermainkan agama dengan 55:42 keluar masuk keluar masuk seperti itu 55:44 akan berakhir dengan dia murtad. 55:48 Nauzubillah minzalik. Wallahuam. Kita 55:50 bacakan komentar dari ee YouTube Rasil 55:53 TV Wanad ini dari Dalminah. 55:56 Alhamdulillah menyimak selalu. Syukran 55:58 Ustaz pencerahannya. Dari Aa Subagja 56:00 juga. Ee asalamualaikum warahmatullahi 56:02 wabarakatuh Ustaz. Syukran jajakumullah. 56:03 Semoga Allah selalu memberkahi kita. 56:05 Amin. Amin. Ibu Retno SW. 56:08 Asalamualaikum. Dari Pondok Gede hadir 56:10 ikut menyimak Pak Ustaz Syukran 56:12 pencerahannya. Anggit Andayani juga 56:14 tengah menyimak. Ee Amarna 56:18 Suteon ini. Asalamualaikum 56:20 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 56:21 Waalaikumsalam war. Apakah ada standar 56:24 salat kita diterima atau tidaknya? Itu 56:26 bagaimana standarnya, Ustaz? Demikian 56:29 ya. Standar salat diterima sesuai dengan 56:32 syarat dan 56:33 rukunnya. Misalnya 56:36 bersuci, cara bersucinya juga benar. 56:39 Bagaimana cara membasuh tangannya, cara 56:42 berkumur-kumurnya dan seterusnya. Sebab 56:44 itu harus harus benar itu kalau mandi 56:48 mandi yang benar menurut tuntunan 56:50 Rasulullah kayak apa 56:53 ya? Kemudian salat juga begitu. 56:54 Bagaimana berdirinya, bagaimana angkat 56:57 tangannya, bagaimana sedekapnya, 56:59 bagaimana bacaan, bagaimana khusyuknya, 57:02 tuman inahnya. Jadi memang ada 57:03 ukurannya. Nah, itu perlu ngaji sehingga 57:06 salat kita tidak asal gabruk aja, asal 57:08 asal gabruk aja ya. Wallahualam gak 57:11 karena kita sedang menghadap sang 57:13 pencipta. Allah yang maha raja di atas 57:15 segala raja yang maha tahu bagaimana 57:19 hati kita. Jadi ada rasa rasa rindu tapi 57:22 juga rasa kehebatan Allah, wibawa Allah 57:26 dan seterusnya. Ada rasa takut kita 57:29 terhadap dosa-dosa kita dan seterusnya. 57:31 Jadi penuhi syarat dan rukunnya 57:34 insyaallah. Wallahuam. Baik. Dari Bapak 57:37 Mukhtar, Ustaz. Asalamualaikum 57:38 warahmatullahi wabarakatuh. 57:40 Waalaikumsalam warahmatullahi wabar. 57:41 Mungkin mengenai fikih salat nih. Dalam 57:43 salat berjamaah, apakah setelah imam 57:45 baca Al-Fatihah, makmum membaca 57:47 Al-Fatihah ketika imam baca surah 57:49 Al-Qur'an? Atau bagaimanakah, Ustaz? 57:51 Apakah jika makmum membaca al-Fatihahnya 57:53 harus dizaharkan juga, Ustaz? Demikian. 57:56 Iya. Ini kalau sudah ranah fikih ini 57:59 tentu yang terjadi adalah 58:01 masalah-masalah khilafiah. 58:04 Kalau saya yang ditanya, saya akan jawab 58:06 sesuai dengan yang saya amalkan. 58:08 Ketika bacaan Imam 58:11 Jahr, maka kita menyimak mengikuti. 58:14 Nyimak itu bukan diam gelehem gitu, tapi 58:17 kita menyimak mengikuti. 58:22 Bismillahirrahmanirrahim. Kita ikut hati 58:23 kita. Alhamdulillahi rabbil alamin. Kita 58:27 ikuti bacaan itu. Karena waid quriat 58:31 Quran ee Quran fastaid billah. Ada lagi 58:35 yang mengatakan ketika baca Al-Qur'an 58:37 simaklah, 58:39 perhatikan. Nah, itu satu. Yang kedua, 58:42 kalau bacaan imam mengimami bacaan sir, 58:46 nah baru kita harus membaca 58:50 fatihah, baca suratan sebagaimana yang 58:53 dituntunkan itu. Tapi ketika imam 58:57 membaca, maka kita ikuti, kita dengar. 58:59 Tapi jangan imamnya baca di sini 59:02 pikirannya ke mana-mana ya. Jadi harus 59:04 kita ikuti bacaannya ketika imam baca 59:07 jahar atau dibaca keras. Wallahuam. 59:11 Baik. Dari Bapak Jaka. Asalamualaikum 59:14 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 59:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:16 wabarakatuh. Ee Ustaz salat kan tiang 59:19 agama. Namun sekarang ini banyak orang 59:21 yang rapuh tiang agamanya dengan jauh 59:23 dari salat wajib. Giliran salat Jumat 59:25 baru datang ramai-ramai. Tanggapannya, 59:28 Ustaz, bagaimana nih? Tetang ya 59:29 lumayanlah ya. Lumayan. lumayan 59:32 kan itu siapa yang menanam dia mengetam. 59:36 Kalau dia enggak mau ya per nanti dia 59:38 peroleh apa yang dia lakukan itu semua 59:41 ada 59:42 nilainya. Nilainya cuma Jumat aja sama 59:45 lebaran ya dapatnya sedikit berarti 59:47 tekor. Allah sudah ngasih modal pikiran, 59:51 tenaga menjadi manusia dikasih rezeki. 59:55 Lah kok produknya cuma itu? Padahal itu 59:57 wajib. Karena wajib itu berarti ada 1:00:00 konsekuensinya, ada sanksinya. Dosa. 1:00:03 Dosa termasuk dosa besar itu 1:00:05 meninggalkan 1:00:07 salat. Ya, saya perhatikan 1:00:09 dan logikanya gak jalan orang enggak 1:00:12 salat itu. He apa yang dia pikirkan? 1:00:16 Wong kita terima kasih kepada Allah. Ada 1:00:18 teman yang baik aja misalnya sama-sama 1:00:20 kuliah, sama-sama merantau. Dia orang 1:00:22 baik. Kita sakit dia yang nungguin, dia 1:00:25 yang ngurusin. Kita enggak punya uang 1:00:27 dia yang ngasih. 1:00:28 Kemudian di kita difasilitasi, 1:00:30 diperhatikan itu aja diingat-ingat 1:00:33 terus. Kalau diundang mesti kita datang. 1:00:35 Ini Allah yang sudah memberikan 1:00:37 segalanya. Lah kok suruh datang 1:00:39 menghadap supaya kita suci dan suruh 1:00:42 meminta enggak gelem? Ya opo 1:00:45 iku? Pikirannya di mana itu loh 1:00:47 logikanya di mana? Mestinya kita yang 1:00:49 hambai taat karena Allah yang ngasih 1:00:51 rezeki, Allah ngasih semuanya lah. Kok 1:00:54 dipanggil yang ngasih gak mau. Itu dari 1:00:56 segi manusia aja. kemanusiaannya sudah 1:00:59 sudah out dari nilai-nilai kemanusiaan 1:01:02 yang berhati. Nauzubillahik 1:01:05 wallahuamillah. 1:01:07 Dari selanjutnya dari Bapak Ujang ini di 1:01:09 Sukabumi ini mentang-mentang orang 1:01:10 Sukumi bah Sunda. Ustaz nih enggak 1:01:13 banyak tuh Sunda mah. Saya mungkin agak 1:01:15 translate ya. Asalamualaikum 1:01:16 warahmatullahi wabakatuh ustaz. 1:01:17 Waalaikumsalam warahmatullah. Kumaha 1:01:19 carana bagaimana caranya kita mendekat 1:01:23 mendekati ya mendekati tetangga yang 1:01:25 tidak khusyuk dalam salatnya? ee 1:01:27 mendekati atau memberikan pengertian 1:01:30 mungkin ya, nasihati mungkin ya. Nasihat 1:01:31 bagaimana Ustaz? Ya nasihati aja kalau 1:01:34 memang sudah akrab kan kita datang 1:01:37 bicara 1:01:38 baik-baik tapi intinya adalah kewajiban 1:01:42 kita memang untuk saling 1:01:45 nasihat-menasihati. Tawaso bilhaq wat 1:01:47 taw bisar dengan cara yang baik. Bukan 1:01:52 dengan cara mencerca, bukan dengan cara 1:01:55 mempuli, tapi dengan cara 1:01:59 bijak. Hikmah wal mauil hasanah. 1:02:03 Wallahuam. 1:02:05 Tadi bahasa sunda, sekarang bahasa Jawa 1:02:06 nih, Ustaz. Nih, ini kayak acara taubat 1:02:08 ya. 1:02:10 Dari Cah Suroboyo juga nih komentar dari 1:02:12 ee YouTube Rasi TV. Kalau bahasa Jawa 1:02:15 saya enggak ngerti, Ustaz ya. Saya 1:02:16 bacakan saja ya. Ee, Ustaz, kok salat 1:02:19 ing rukun Islam melebu? Urutan kapu 1:02:22 bukan melebu. Melebu urutan kaping kalih 1:02:26 apa salat iku penting banget ing ras 1:02:29 ngarsane Allah. Matur nuun ustaz. 1:02:32 Masyaallah kalau Allah tuh enggak butuh. 1:02:35 Tadi ada pertanyaan apa Allah itu 1:02:37 penting? Salat itu penting bagi Allah 1:02:39 maksudnya. Allah gak butuh 1:02:43 manusia. Yang butuh salat itu kita. 1:02:46 Heeh. 1:02:47 Jadi Allah berikan syariat ber aturan 1:02:51 supaya kita ini hidup 1:02:53 mulia, supaya kita hidup ini selamat, 1:02:56 supaya hidup kita ini sejahtera lahir 1:02:58 dan batin, dan kita bisa hidup kekal 1:03:01 abadi dalam keadaan sejahtera dalam 1:03:03 surga. Allah berikan sarananya yaitu 1:03:06 salat. Kalau Allah mah enggak butuh sama 1:03:09 kita. 1:03:11 Sebab manusia sebaik-baik apapun 1:03:14 ibadahnya itu gak ada apa-apanya 1:03:16 dibanding nikmat yang Allah berikan pada 1:03:18 kita. Maka Rasul mengatakan masuk surga 1:03:21 itu bukan karena amalmu, tapi karena 1:03:23 rahmat Allah. Maksudnya bukan gak boleh 1:03:26 beramal. Artinya amal kita ini 1:03:28 sebenarnya tidak ada apa-apa di mata 1:03:30 Allah karena hanya kasih sayang Allah 1:03:32 semata. Jadi salat itu bukan Allah yang 1:03:36 membutuhkan, tapi justru kita yang 1:03:39 sangat membutuhkan. Bukti bahwa turunnya 1:03:43 perintah salat itu menunjukkan kasih 1:03:46 sayang dari Allah Subhanahu wa taala 1:03:47 kepada kita. Lah yo opo diperintah Gusti 1:03:51 Allah gak gelem iku. Jadi mestinya kita 1:03:54 ini manut sama yang sudah memberikan 1:03:56 segalanya. Diperintah salat-salat kita 1:03:59 sebut namanya kita ingat keagungannya. 1:04:03 Kita mohon apa pertolongannya. 1:04:06 Masyaallah nikmat sekali kalau salat itu 1:04:08 dihayati dengan benar. Wallahualam. 1:04:10 Baik. Selanjutnya ini yang terakhir, 1:04:13 Ustaz. Ya. Yang terakhir pertanyaan asal 1:04:15 jangan bahasa Padang aja. Bahasa Padang 1:04:17 enggak bisa di sini. Di sini enggak ada 1:04:19 yang bisa padang ya. Ee dari Bapak 1:04:21 Yudis, Ustaz. Asalamualaikum 1:04:22 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:25 wabarakatuh. Ini bahasa Indonesia, 1:04:26 Ustaz. Bagaimana agar kita istikamah 1:04:28 dalam menuntut ilmu dan tidak mengenal 1:04:30 usia khususnya ilmu agama dan bagaimana 1:04:33 juga agar kita bisa selalu menjaga niat 1:04:37 dalam menuntut ilmu supaya mendapat ilmu 1:04:39 yang berkah dan mendapat rida Allah 1:04:42 subhanahu wa taala. Ustaz mohon nasihat 1:04:43 dan pencerahannya Ustaz. Demikian. Iya 1:04:46 memang semua tergantung 1:04:49 kita. Pertama kita harus sadar bahwa 1:04:51 menuntut ilmu itu wajib. 1:04:54 Kemudian selanjutnya kita olah pada diri 1:04:56 kita. Tarung di batin kita ini apa. Maka 1:05:00 kita bangun motivasi bahwa harus 1:05:02 menuntut ilmu. Adapun caranya ya sesuai 1:05:05 dengan 1:05:05 kemampuan. Kalau suruh belajar seperti 1:05:10 orang-orang belajar tuan nahwu sarf dan 1:05:12 sebagainya ya agak berat. Tapi paling 1:05:15 tidak kita 1:05:17 mendengar tapi tanamkan di hati kita 1:05:19 menuntut ilmu itu wajib gitu. Betul. 1:05:22 Kemudian bagaimana tentang supaya 1:05:24 berkah? Ya, ada doanya menuntut ilmu itu 1:05:26 ada doanya. Rabbi zidni ilma allahumfani 1:05:31 bima alam tani dan seterusnya. Kemudian 1:05:34 mohon pada Allah agar diberikan ilmu 1:05:36 yang 1:05:37 bermanfaat. Wallahuam. Baik ustaz kita 1:05:41 dibatasi waktu mungkin sebelum pamit 1:05:42 disimpulkan pembahasan kita Ustaz di 1:05:44 pagi hari ini. Iya. Baik. 1:05:45 Alhamdulillah saudara-saudaraku para 1:05:48 ikhwan di mana pun Anda berada. Inilah 1:05:51 sekelumit yang bisa saya 1:05:52 sampaikan. Saya mengajak mudah-mudahan 1:05:55 apa yang saya utarakan yang sedikit tadi 1:05:58 kalau ada benarnya jadikanlah inspirasi 1:06:01 untuk meningkatkan kualitas kita di 1:06:03 hadapan Allah Subhanahu wa taala. Selalu 1:06:06 dalam parameter penilaian Allah terhadap 1:06:10 manusia. Dia adalah pada dua dimensi. 1:06:13 Bagaimana hubungan kita kepada Allah 1:06:15 yang disebut dengan hablu minallah dan 1:06:17 bagaimana akhlak kita terhadap sesama 1:06:19 manusia yang disebut dengan hablu 1:06:21 minanas. Di dalam salat itulah ngemu 1:06:25 suraos. Banyak sekali 1:06:27 pelajaran-pelajaran yang kita bisa 1:06:28 dapatkan untuk bisa mendapatkan dua 1:06:31 dimensi tersebut. Mohon maaf segala 1:06:33 kekurangan kekeliruan. Wabillahi taufik 1:06:36 wal hidayah. Wasalamualaikum 1:06:38 warahmatullahi wabarakatuh. 1:06:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:41 wabarakatuh. Demikian tausiah pagi 1:06:43 bersama Ustaz Abu Hidayah Saji membahas 1:06:46 tema mengenai dua dimensi hikmah salat. 1:06:48 Semoga apa yang disampaikan dapat 1:06:49 menambah ilmu agama kita juga menambah 1:06:52 iman kita kepada Allah subhanahu wa 1:06:53 taala. Saya yang bertugas pahri ditemani 1:06:56 Atep dan juga Anis Nurpamit. 1:06:58 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:07:00 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:07:02 ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:07:05 wabarakatuh.