Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:59 Mungkin ada lima buku. Lima buku itu 3:02 kira-kira 200 hadis. 3:04 Hm. 3:05 Juga menulis ee kaidah-kaidah nahwu 3:09 sharf. 3:10 Jadi pendengar hasil kemarin ada sampai 3:12 ke pesantren saya terinspirasi 3:15 menyimpelkan ee ee kaidah-kaidah itu. 3:18 Tapi yang saya hafal. Jadi saya hafal, 3:20 saya tulis, saya cek lagi ke buku, fix 3:23 sudah kan kita jadikan 3:24 referensi pelajaran santri. Fikih, 3:27 tauhid. H 3:28 itu tulis 3:29 sudah sudah dicetak atau gimana? 3:31 Masih kok berupa draf saja? 3:33 Belum masih draft. Yang ngedit itu Bang 3:34 Anton pendengar Rasil 3:36 juga yang gondrong itu kan. 3:38 Masyaallah 3:38 dia ngedit. Ee alhamdulillah kayaknya 3:41 sudah diedit ee sirah naba eh sirah 3:43 nabawi kan Bu Cici yang ngedit ya kan. 3:45 Eh kalau mah Bu Cici mah nulis malah 3:47 nulis. 3:49 Ee ini akhirnya saya nulis sendiri Pak. 3:51 [tertawa] 3:52 Tapi saya gak tahu itu ya harus dilihat 3:55 sama seorang penulis ya itu bagus apa 3:57 gak. Tapi kemarin yang penting saya 3:59 nulis aja dah gitu. 4:00 Iya. 4:01 Karena kan enggak ada kegiatan 4:02 nanti kan ada editor. 4:03 Ada editor. 4:04 Sekarang malah kita bikin tafsir 4:06 entrepreneur. 4:07 Jadi kita ambil semampu kita dari 4:10 Al-Qur'an ayat-ayat yang berbicara 4:11 entrepreneur. Tadi pagi sebelum kemari 4:15 sudah hampir 120 ayat terkumpul dari 4:18 tim. Kalau itu saya, Ustaz Sulaiman, 4:19 Ustaz Hamdan, kita tim bertiga 4:22 mengumpulkan akhir-akhir entrepreneur 4:23 itu nanti. Masyaallah. Dan ingin kita 4:25 sampaikan kehalak bahwa Al-Qur'an itu 4:28 enggak melulu bicara dalil, tapi ada 4:30 pertanian, peternakan gitu ya, 4:32 perdagangan. Ada empat poin yang kita 4:34 ingin cari itu. 4:35 Pertanian, peternakan, dagang dan 4:37 kelautan. H 4:39 itu nanti 4:39 Bapak Isa Nurdin Nursi yang suka diwajar 4:41 Pak Ihsan. 4:42 Iya. 4:42 Tahu kan? 4:43 Iya. 4:43 Dia mengatakan bahwa saat ini nih ada 4:45 baiknya anak-anak diajarkan bahwa 4:48 Al-Qur'an adalah sumber ilmu. 4:50 Iya. 4:50 Ini adalah kesempatan. Suka dengarin 4:52 pesan sih kalau 4:53 ini Al-Qur'an adalah sumber ilmu, 4:55 sumber ilmu pengetahuan. 4:57 Ee kalau saya kan gini, Pak Krisna, 5:00 karena Pak Pak Krisna nanya, kita 5:01 ngobor-ngobor duluah [tertawa] ya. Lama 5:03 kita enggak ngobrol sama Pak Krisna ini. 5:05 Sirah nabawi saya ini membawa saya 5:08 kepada Al-Qur'an. 5:09 Nah, itu ya. Dan ketika saya masuk ke 5:12 Al-Qur'an ee puasnya batin itu ee 5:16 melebihi sirah nabawi, Pak Krisna. 5:18 Melebihi sirah nabawi. 5:20 Kenapa? Karena Al-Qur'an jawaban 5:22 segala-galanya. 5:23 Memang Al-Qur'an kita ini karena dia 5:27 bahasa sang pencipta, kita harus banyak 5:30 berpikir 5:31 supaya menemukan ee makna-makna tersirat 5:35 di sana. Dan itu luar biasa. 5:37 Ee selain tadi saya bilang yang terp 5:39 yang kita ambil itu tani, ternak laut 5:41 dan dagang. Sekarang kita sering ketemu 5:44 ayat-ayat berbicara tentang saintifik 5:46 yang sebenarnya sudah ada yang membahas 5:48 itu. Tapi ketika kita melihat Al-Qur'an 5:51 berbicara tentang sains itu luar biasa. 5:54 Tak kalah menarik dari 5:56 bukan tak kalah menarik aku bilang malah 5:58 hasil-hasil saintifik yang dihasilkan 6:00 oleh manusia itu jadi tak begitu 6:04 menarik. [tertawa] Nah gitu Pak. Jadi 6:07 tidak begitu menarik kelihatan 6:08 hasil-hasil penelitian saentifik ketika 6:11 kita belajar dari Al-Qur'an. 6:13 Iya. 6:14 Dan unik dan hebatnya bukan uniknya 6:16 hebatnya Al-Qur'an itu kita tidak 6:18 membutuhkan biaya miliaran rupiah untuk 6:23 penelitian menentukan sesuatu gitu. 6:25 Menelitian. 6:26 Jadi setelah ini saya enggak setuju lagi 6:29 dibikin ee hasil penelitian untuk 6:32 menguatkan Al-Qur'an. Jangan gua bilang 6:34 Al-Qur'an sudah hebat sebelum ada hasil 6:37 penelitian-penelitian siapapun itu. 6:39 Jadi, jadi keren sekali Pak Krisna. 6:41 Saya kan sirah nabawi, Pak Krisna ya. 6:43 Sirah Nabawi ini seketika saya masuk ke 6:46 Al-Qur'an, 6:47 waduh sirah anbiya jadinya. 6:50 He 6:50 cerita para nabi-nabi jadinya. Hm. 6:53 Ee ketika saya bertemu dengan Nabi Musa 6:56 di Al-Qur'an di musim pandemi ini, 7:00 di masa Firaun ada kodok dikirim Allah, 7:03 ada belalang dikirim. Kalau berarti ini 7:06 Corona enggak ada apa-apanya dong 7:07 diundang [tertawa] ya gitu ya. Jadi 7:09 keren sekali Pak Krishna. Siap. 7:10 Ee padahal Ustaz Husein kan sebenarnya 7:13 sudah sering mengajak ke Al-Qur'an 7:15 Al-Qur'an. Sesudah masa-masa pandemi ini 7:18 ee saya mencoba mencari makna ee ee 7:21 sebenarnya gini, Pak Krisna. Awalnya kan 7:23 kita bertani berernak, saya enggak punya 7:26 ahlinya. 7:26 Hm. 7:27 Kan gitu ya. Kok terus kalau kita 7:29 ngubungin ahli gitu ya, kan kita perlu 7:31 biaya yang sangat besar gitu kan perlu 7:33 memberikan beliau. Minimal kan bensin 7:35 harus diganti gitu ya. [mendengus] 7:37 Akhirnya ah coba baca Al-Qur'an saya 7:39 share Google. cari ayat-ayat pertanian 7:41 dan luar biasa itu. Ternyata orang masih 7:44 jarang mencari ayat pertanian di 7:45 Al-Qur'an. Jarang sekali, sangat jarang 7:48 sekali. Ee ketemu, saya explore sendiri. 7:51 Masyaallah tabarakallah. Itu yang sedang 7:53 kita jadikan sekarang di Rohama Alfajar. 7:56 H 7:56 saya sudah mendengar istilah integrated 7:58 farm dari beberapa tenaga ahli tentang 8:00 pertanian yang saya kenal. Tetapi ketika 8:03 membaca Al-Qur'an, integrated farm itu 8:05 ternyata ada di Al-Qur'an dan lebih 8:08 lebih keren lagi dari yang 8:09 dicerita-ceritakan [tertawa] 8:10 orang gitu, Pak. G 8:11 Iya. Saya lihat gambar-gambarnya di 8:12 Facebook luar biasa. Jadi Corona ini 8:15 berkas pohon-pohonnya. Masyaallah. 8:18 Pohon durian kita itu selama ini tak 8:21 terperhatikan, Pak Krisna. 8:24 Setelah ini saya coba analisa sendiri 8:26 dengan membaca Al-Qur'an. Akhirnya 8:29 ketemu permasalahannya apa. 8:31 Ternyata si durian ini perlu nutrisi bla 8:34 bla bla bla. Jadi akhirnya beberapa 8:36 pohon yang ada di sekitar durian kita 8:37 kurangi. 8:38 Kemudian sistem drainase airnya kita 8:41 perbaiki. 8:42 Terus dia ini durian ini kan akar 8:44 tunggang ya namanya ya kan. Dia perlu ee 8:46 jeda yang sangat banyak sampai ketemu 8:48 tanah cadas gitu kan. Akhirnya kita 8:50 perbaiki dan sekarang 8:52 jadi ganteng-ganteng kelihatan itu 8:53 [tertawa] 8:55 masyaallah. Masyaallah. Masyaallah. 8:57 Oke. Baik. 8:59 Kita kembali ke laptop ya. 9:00 Baik, baik baik. 9:01 Ee jenis tumbuhan yang dijelaskan dalam 9:04 Al-Qur'an. Itulah judul yang ditawarkan 9:06 oleh Ustaz Salaman pada 9:07 ee Jumat ini. Tafadal Ustaz Alfarisi. 9:10 Terima kasih. 9:12 Bismillahirrahmanirrahim. Nahmadukaan 9:16 hidayah wasalatu wasalamu ala sayyidina 9:18 Muhammad ibni abdillah waa alihi wasbihi 9:21 walah. 9:23 Eh pemirsa, pendengar yang saya 9:25 muliakan, semoga di mana pun berada 9:27 selalu diberkahi oleh Allah Subhanahu wa 9:28 taala. Ada di Batam, ada di ee 9:32 Palembang, ada di Jabodetabek, ada 9:35 Sukabumi, ada Semarang, ada Jogja. Jogja 9:39 sudah mengudara kita, Pak Kris, ya. 9:40 Ee semoga saudara-saudara kita di Jogja 9:42 mendengarkan kita. 9:44 Ada Banyuwangi ya, Pak Kris, 9:46 ada Pontianak, 9:47 Palembang. 9:48 Palembang, Singapore, dan seluruh dunia 9:50 yang mendengarkan kita. kami ucapkan 9:52 minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir 9:54 dan batin. Semoga kita termasuk 9:57 orang-orang yang menang saat ee 9:58 melakukan puasa kemarin. Ee 10:03 pemirsa pendengar yang kami muliakan, 10:05 kita bacakan surah Al-Fatihah dengan 10:08 niat semoga semua yang ada ini dijauhkan 10:12 oleh Allah Subhanahu wa taala yang 10:14 negatifnya, yang berkahnya di ditetapkan 10:18 oleh Allah Subhanahu wa taala. 10:24 alaihi wasallam. Alfatihah. 10:27 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 10:33 Bismillahirrahmanirrahim. 10:37 Alhamdulillahi 10:39 rabbil alamin 10:41 arrahmanirrahim. 10:43 Maliki yaumiddin. 10:47 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 10:52 Ihdinasiratal 10:54 mustaqim 10:56 sirathalladzina 10:57 an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim 11:02 waladin. 11:08 Amin. 11:12 Saya ajak dulu pemirsa membacakan 11:14 selawat untuk 11:16 agar ee segala jenis penyakit 11:19 dihilangkan oleh Allah Subhanahu wa 11:20 taala. Ya Allahumma 11:24 sholli ala sayyidina 11:28 Muhammad 11:31 wa asghilizzalimin 11:35 bizzalimi 11:38 wa akhrijna 11:40 mim bainihim 11:43 salimin 11:47 waa 11:49 alihi 11:56 pemirsa pendengar yang kami muliakan, 11:59 kita kembali lagi cerita triologi 12:01 tentang pertanian yang sudah kita 12:03 janjikan selama Ramadan. Kita sudah 12:05 berbicara tentang ini dua kali dan ini 12:09 kita nak berbicara lagi mengenai 12:11 pertanian ya. Ee tentu motivasi tani 12:15 sudah kita jelaskan di pertemuan 12:17 pertama. Kemudian integrated farm atau 12:21 ee konsep pertanian di Al-Qur'an sudah 12:24 kita bicarakan juga kemarin di pertemuan 12:26 kedua. Tapi saya tetap mengatakan bahwa 12:29 ilmu yang kita dapatkan itu sangatlah 12:31 sedikit. Pendengar pemirsa silakan 12:33 dicari orang-orang yang memang paham 12:35 betul tentang pertanian ee dari dalam 12:38 Al-Qur'an sehingga kita bisa 12:41 mempraktikkannya di dalam kehidupan 12:43 kita. 12:45 Hari ini kita nak ee lihat ya ee 12:49 jenis-jenis yang diceritakan Al-Qur'an 12:52 tentang pertanian ini. Ee pertama kita 12:56 coba lihat di surah Yasin ayat 33. 13:01 Wa ayatul lahumul ardhul maitatu 13:05 ahyainaaha 13:07 wa akhrajna minha habban 13:12 faminhu yaulun. 13:16 Ini yang pertama ya. Surah Yasin ayat 13:18 33. Di Yasin itu cerita tentang 13:22 pertanian lumayan banyak Pak Krishna. 13:24 Jadi saya mengajak warga NU kan biasanya 13:27 rajin baca Yasin. Saya mengajak warga NU 13:30 nih terutama dan warga-warga muslim 13:32 lainnya bila baca Yasin boya dilirik 13:35 tentang pertaniannya. Ya, teman-teman 13:38 Salafi, Wahabi atau Ikhwan atau non NU 13:42 biasanya rajin baca Ar-Rahman ya karena 13:45 ada kecemburuan sosial. Kenapa Yasin 13:47 terus dibaca kemudian dipilih Ar-Rahman? 13:49 Ya, saya pikir sah-sah saja itu. Di 13:52 surah Ar-Rahman juga banyak cerita 13:54 tentang pertanian ya. Wal habbu dzul 13:57 asfi waraihan itu tentang pertanian. 14:00 Ayat berapa ini? 14:01 Woh, itu ayat keelapan apa 9 gitu, Pak 14:03 Krisna? Lupa saya. Wal ardha lil anami 14:07 fiha fakihatu nakluatul akmam. Itu surah 14:12 Arrahman ya. Itu tentang pertanian ya. 14:15 Itu juga masuk yang akan kita bahas hari 14:16 ini insyaallah. 14:18 Ah, ini di ayat ini Allah bilang, "Wa 14:21 ayatul lahumul ardul maitatu ahyainaha." 14:25 Dan salah satu ciri keagungan, 14:29 kekuasaan, dan adanya Allah Subhanahu wa 14:32 taala bahwa aku hidupkan kepada kalian 14:36 tanah yang tadinya mati. 14:38 Ya. Dengan apa? Kalau di di pertemuan 14:41 sebelumnya dengan hujan. 14:43 Allah turunkan hujan jatuh ke tanah. 14:46 Nah, pertemuan antara air dan tanah ini 14:49 menghasilkan ee geliat akar-akar yang 14:52 tersisa di dalam tanah. Akhirnya 14:54 tumbuhlah tumbuh-tumbuhan gitu ya. Nah, 14:57 tapi di sini Allah ingin cerita wa 15:00 akhrajna minha habban. Ah, sebahagian 15:04 yang hidup itu habban. Habban ini 15:06 biji-bijian. Biji-bijian, umbi-umbian. 15:10 Nah, gitu ya. Faminhu yaulun. 15:13 Itulah yang kalian makan. 15:16 Nah, jadi ee 15:20 bila bicara Habban yang paling pas itu 15:24 Indonesia, Pak Krishna atau Indonesia 15:27 atau iklim seperti Indonesia di tanah 15:31 Makkah Madinah tempat turunnya ayat ini, 15:34 Habban tidak populer. Yang populer di 15:37 sana kan kurma. 15:38 Tadi saya bincang-bincang di sebelum ini 15:40 sama Pak Ehsan. Kita Indonesia tidak 15:43 perlu terlalu sibuk menalam menanam 15:46 kurma. Tentu ini menurut saya, Pak 15:47 Krisna ya, bila ada pendengar yang ingin 15:50 berkebun kurma di Indonesia itu sah-sah 15:52 saja. Tapi menurut saya bila ada orang 15:55 mengatakan bertani sesuai Al-Qur'an itu 15:57 tidak mesti nanam kurma. Jadi, jadi saya 16:00 juga ingin mengatakan itu bahwa gak 16:03 mesti nanam kurma, gak mesti nanam 16:05 zaitun atau tin gitu ya. Tapi kalau 16:08 hanya sekedar perhiasan depan rumah 16:09 sah-sah saja. Bahwa Al-Qur'an membahas 16:13 sektor pertanian yang ala Indonesia. Itu 16:17 apa ya? Ini surah Yasin ini. 16:19 Wa wa ayatul lahumul ardhul maitatu 16:24 ahyaha 16:26 wa akhrajna minha habban faminhu yaulun. 16:30 Kami keluarkan di antara rerumputan atau 16:34 pepohonan atau tetumbuhan yang aku 16:36 hidupkan dari tanah yang mati itu 16:38 habban. Habban biji-bijian atau 16:40 umbi-umbian. Faminhu yaakulun. Dari situ 16:43 jadi bahan pokok makanan kalian. Ya, ini 16:46 Indonesia banget. Indonesia banget. 16:48 Banyak biji-bijian, banyak umbi-umbian 16:50 yang justru tumbuh di Indonesia, Pak 16:52 Krisna. Ya, 16:54 sekarang ini yang paling populer, paling 16:57 favorit beras. Ya, walaupun menurut yang 17:00 kita pelajari beras bukan satu-satunya 17:03 yang menjadi karbo yang yang banyak ya. 17:07 Justru singkong itu banyak karbonya 17:09 bagus, kentang itu bagus ya ee sagu juga 17:14 bagus banyak sekali. Dan itu semua bisa 17:15 di Indonesia. He. 17:17 Ee kalau saya ini jadi Menteri 17:19 Pertanian, kalau saya jadi Menteri 17:21 Pendidikan juga pernah saya bilang kan 17:23 nih sekarang kalau saya jadi Menteri 17:24 Pertanian ee maka saya akan galakkan itu 17:27 jangan nanam padi semua. 17:29 Nah, ada yang nanam singkong, ada yang 17:31 nanam jagung, ada yang nanam apa dan itu 17:33 kita program sebaik-baiknya. 17:35 Ketahanan pangan Indonesia ini sangat 17:37 luar biasa bila itu dimainkan. Apalagi 17:39 saat-saat seperti ini. Ini kan masa-masa 17:42 ini membuktikan apa yang sering kita 17:44 bilang bahwa entrepreneurship terutama 17:46 pertanian peternakan adalah usaha yang 17:49 tak ada matinya ya. Sekarang banyak 17:52 sumber rezeki orang habis ya karena 17:55 karena kondisi ini. Tapi bagi petani 17:57 gak. Bagi produk produsen pakan pangan 18:02 nih justru meledak ini meledak banget ya 18:06 karena dibutuhkan semua orang. Nah, itu 18:08 Indonesia. Indonesia ini habbanhabban 18:10 biji-bijian atau umbi-umbian di 18:12 Indonesia ini banyak sekali, Pak Krishna 18:14 ya. Dan itu di-support oleh Al-Qur'an. 18:16 Jadi, kalau kita tani jagung, kita itu 18:19 bertani sesuai Al-Qur'an. Jangan bertani 18:23 kurma baru sesuai Al-Qur'an. Gak betul 18:25 itu ya. Jangan bertani zaitun baru 18:27 sesuai Al-Qur'an. Itu gak betul. Menanam 18:30 jagung itu sesuai Al-Qur'an. Menanam 18:32 singkong itu sesuai Al-Qur'an. Bij-bijan 18:35 karena ada ayatnya kan. Hanya saja 18:37 sengking banyaknya biji-bijian ini gak 18:39 disebut oleh Allah memang ya. Enggak 18:41 dibilang singkong kentang singkong 18:45 enggak gitu. Dibikin bahasa universe 18:47 yang mewakili semua jenis habban 18:51 biji-bijian ini ya. Nah dan faminhu 18:54 yaakulun dan itu menjadi bahan makan 18:56 pokok kalian. Nah ini tadi ada singkong, 18:59 ada ubi, ada jagung, ada kentang 19:03 dan banyak lagi. Silakan disebutlah. Ah, 19:05 dan itu Indonesia. Indonesia banget. 19:07 Jadi, Al-Qur'an ini kayaknya bukan 19:09 kayaknya Allah sudah tahu betul akan ada 19:12 orang Islam Indonesia yang perlu saya 19:14 support supaya mereka semangat dengan 19:16 istilah habban. Sayangnya lagi-lagi 19:19 Al-Qur'an tidak dijadikan referensi 19:22 pertanian. Nah, itu ya Al-Qur'an belum 19:26 masih sangat sedikit persentase orang 19:28 yang bertani berternak itu menjadikan 19:30 referensinya Al-Qur'an gitu. Jadi 19:33 biji-bijian. Jadi kita di pesantren 19:34 sedang menanam jagung, Pak Krishna. Ada 19:37 yang sudah naik segini, ada yang baru 19:38 naik segini. Kita sedang nanam ubi di 19:41 pesantren. Ubi itu alhamdulillah mungkin 19:44 ubi cepat. Ubi 3 bulan, 19:46 jagung juga 3 bulan. 19:48 Jadi sama cepatnya ubi sama sama jagung 19:51 tuh sama cepatnya. Yang agak lambat tuh 19:53 singkong. Kalau singkong bisa 6 bulan 19:55 bahkan bisa setahun. 19:57 Nah, itu ya habban biji-bijian. Nah, ini 20:01 ee sangat banyak di negara kita 20:03 Indonesia dan saya mengajak pemirsa yang 20:06 punya tanah silakan dilakukan ya. Ee 20:10 sudah setiap kita bicara ini selalu saya 20:12 sampaikan siapapun yang punya tanah 20:16 jangan dianggurkan karena itu dosa. 20:18 Bikin tanah kita nganggur itu dosa. Ya, 20:20 mending dicari orang yang mau 20:22 mengelolanya. Ee kalau tanah Bapak ini 20:25 nganggur 17 tahun, ketika ketemu 20:27 pengelola enggak usah minta bagi hasil. 20:29 Toh selama 17 tahun Bapak tidak ada 20:31 hasil apa-apa malah tanah Bapak bala 20:33 misalnya kan. 20:34 Ya sudah kasih aja sama petani, "Pak, 20:36 nih silakan dikelola tanahnya sampai 20:38 kapanpun saya punya hasilnya silakan 20:40 Bapak ambil semuanya kecuali nanti kalau 20:42 saya butuh saya telepon Bapak." 20:44 Bisa dijadikan sebagai zakat barangkali. 20:46 I sebagai zakat. 20:49 Harus saya tanya dulu ahli fikih kalau 20:50 itu. Apakah bisa tanah kita yang 20:53 nganggur misalnya 17 hektar saya kasih 20:56 ke fakir miskin ee saya hitung itu 20:58 sebagai zakat harta saya? Itu perlu di 21:00 perlu ditanya majelis fatwa itu ya. 21:02 Karena kan hitung-hitung sewanya kan 21:04 berapa gitu kan. 21:05 Tapi sekali lagi bila Bapak Ibu punya 21:07 tanah ketemu orang pengolah enggak usah 21:09 minta bagi hasil. Kalau Bapak datang 21:11 Bapak dapat beras, Bapak dapat singkong. 21:13 Sudah gitu aja ya. Kecuali Bapak masih 21:16 butuh ya. Tapi kalau orang yang rakus ya 21:19 butuh-butuh terus dia kan. Ah itu salah 21:22 satu ya ee 21:26 biji-bijian 21:27 silakanlah dieekplore sangat banyak 21:29 sekali ya. Bahkan guru saya mengatakan 21:33 jahe, kunyit kencur masuk di sini. 21:36 H. 21:37 Jadi kalau saya masuk dia dalam dalam na 21:40 macam ini gitu ya. Tapi ah ini Indonesia 21:44 sudah. 21:45 H. Jadi kalau Bapak ee bertani kunyit 21:48 ya, Bapak termasuk bertani ala 21:50 Al-Qur'an. He. 21:52 Bapak bertani kencur ya masuk bertani 21:54 ala Al-Qur'an. Ini saya pernah dengar 21:57 orang berkebun ala Al-Qur'an yang 21:59 ditanam itu mesti kurma. Ya salahlah. 22:02 Karma bagian dari pertanian yang disebut 22:05 oleh Al-Qur'an. Memang zaitun bagian 22:09 kebon yang disebut oleh Al-Qur'an 22:10 memang. Tapi banyak yang lain sangat 22:13 banyak. semuanya disebut oleh Allah 22:15 Subhanahu wa taala itu ya. Kemudian ada 22:18 lagi kita coba lihat ya. 22:21 Waid qultum ya Musa lan nasbir ala 22:26 thaamin wahidin fad'u lana rabbaka 22:31 yukhrij lana mimma tumbitul ardhi mim 22:35 baqaliha. 22:37 mimma tumbitul ardhu mim baqaliha waaiha 22:43 wa fumiha wa adasiha wa basaliha itu 22:48 surah albaqarah albaqarah ayat 61 22:52 ini ada semua juga Indonesia ini ya 22:56 baqaliha waissaiha wa fumiha wa adasiha 23:00 wa basaliha 23:01 ee sayur mayur kita bilang begitu ya 23:04 supaya ini ya sayur mayur H 23:07 kol ee ketimun ee kacang adas. Di sini 23:13 adas disebutkan ya. Ini kacangkacangan. 23:16 Ee kacang-kacangan itu salah satu yang 23:18 disebut oleh Allah adas. Ini 23:20 kacang-kacangan. 23:22 Adas ini ee kalau saya bilang mirip 23:25 kacang hijau yang dikupas. 23:27 Hm. 23:28 Ya. Tapi ee sedikit ada perbedaan 23:30 memang. Ah jadi kalau Bapak Ibu tani 23:34 kacang tanah ya sesuai Al-Qur'an. H. 23:37 Kalau Bapak Ibu tani kacang kedele 23:39 sesuai Al-Qur'an. Kalau Bapak Ibu tani 23:42 apaagi? Ee kacang tanah, kacang kedele, 23:45 kacang hijau. Ya, sesuai Al-Qur'an, Pak 23:48 Krisna. 23:49 Nah, gitu. Harus begitu. Jadi semuanya 23:51 sesuai Al-Qur'an. Jangan dipaksa yang di 23:54 Arab sampai di sini. Enggak bisalah. 23:56 Wong alam tanahnya beda, cuacanya beda, 24:00 pasti beda yang ada di kearifan lokal 24:03 Indonesia ya itu yang kita tanam gitu 24:05 ya. Tapi kalau ada yang ingin berusaha 24:07 menanam kurma dan tanah tumbuh di 24:09 Indonesia, sah-sah saja. Bukan berarti 24:10 saya haramkan gak. Cuman sangat 24:12 disayangkan karena Bapak Ibu kalau 24:14 menanam kurma pasti perlu perjuangan 24:16 yang lebih besar. 24:17 Hm. 24:18 Berbeda kalau Bapak nanam kelapa. 24:20 Hm. 24:20 Kalau di Indonesia kan ada kelapa ya. 24:22 Kalau kita nanam kelapa. 24:23 Nanam kelapa di Saudi juga berat pasti 24:25 berat sekali. Mungkin enggak hidup 24:27 malah. Nah gitu ya. Berat sekali. Kalau 24:29 di Indonesia enggak mudah kan gitu ya. 24:31 Jadi di sini di surah Albaqarah ini 24:33 Allah bilang ada beberapa jenis lagi. 24:35 Ada jenis sayur mayur. Sayur mayur ini 24:37 ya kita kita globalkan jadinya ya. 24:40 Kenapa kita globalkan? Nanti bisa kita 24:42 teliti baqal waqitsa ini jenis tumbuhan 24:45 apa sih gitu ya. Kita lihat oh ternyata 24:48 ksa itu banyak sekali jenisnya ketimun 24:51 semangka dan lain-lain sebagainya itu 24:52 masuk bagian dari situ. Nah petani 24:55 semangka ya dia sesuai dengan Al-Qur'an. 24:57 Petani melon dia sesuai dengan 24:58 Al-Qur'an. Ketimun dia sesuai dengan 25:00 Al-Qur'an. Labu dia sesuai dengan 25:01 Al-Qur'an. Kalau labu memang ada di 25:03 Al-Qur'an ee nanti coba ini sayangnya 25:07 saya tidak hafal Qurannya. Ada Nabi 25:09 Yunus Alaihalam itu ketika dikeluarkan 25:12 dari perut ikan oleh Allah Subhanahu wa 25:13 taala di tanah di pinggir pantai yang 25:15 tandus maka Allah berikan dia. Kalau ada 25:18 yang tahu ayatnya tolong share di WA-nya 25:21 ee Rasil nanti sama saya. Dikeluarkan 25:23 oleh Allah di istilah Al-Qur'an ini 25:24 qitin apa lupa saya Pak Kristennya. Dan 25:27 itu diterjemahkan oleh ahli tafsir 25:30 Al-Qarau. Al-Qara itu artinya apa? Labu. 25:32 Hm. 25:34 Labu parang lah kalau kata orang 25:35 Indonesia di sini. H. 25:37 Labu parang atau labu Halloween ya kalau 25:39 kata orang ya. Kalau guru-guru kita 25:41 bilang ya jenis labu-labuan. Nah, jadi 25:44 ketika Yunus Alaih Salam dikeluarkan 25:46 dari ee ikan nun 25:48 supaya dia ee ee ee ee standby, hidup 25:52 normal kembali, dia harus dikasih itu 25:53 oleh Allah subhanahu wa taala. Suatu 25:55 hari Rasulullah sallallahu alaihi 25:56 wasallam pernah disuguhkan deba alqaru 25:59 atau tadi ada Al-Qur'annya saya lupa nih 26:02 apa bahasa Al-Qur'annya. 26:04 Eh eh e sahabat nanya, "Ya Rasulullah, 26:07 engkau suka duba naam." Kata Rasulullah 26:09 sallallahu alaihi wasallam, "Ini makanan 26:10 saudaraku Yunus bin Matta." 26:12 Masyaallah. 26:13 Gitu ya. Labu hidup enggak di Saudi 26:16 Arabia? 26:17 Enggak. 26:17 Di Madinah? 26:18 Enggak 26:19 bisa direkayasa hidup. 26:21 Tapi di mana dia hidup yang paling 26:22 banyak? 26:23 Ya di Jakarta. 26:24 Nah. 26:25 [tertawa] 26:26 di Indonesia ini. Nah, ini kalau kita 26:29 tani labu jenis labu-labu. Labu Siam, 26:32 labu parang, labu apa? Timun ya, Pak 26:35 Krishna bertani ala Al-Qur'an namanya. 26:37 Sudah. 26:38 Jadi nanti seluruh yang ada di Indonesia 26:40 ini kalau Bapak tanam itu ala-ala 26:42 Al-Qur'an sudah. 26:44 Ala Al-Qur'an 26:45 yang al-Quran apa? I 26:46 ah enggak ada kayaknya gitu. L 26:48 ini konsep pertanian ini yang ada di di 26:51 Indonesia juga itu sudah di-support oleh 26:52 Al-Qur'an. Kemudian pakai sistem yang 26:55 kemarin. Sistem-sistem Al-Qur'an. Saya 26:57 mau nanam labu. Kalau kata Al-Qur'an, 26:59 sebelum kau tanam labu, tanah harus kau 27:02 atur, air harus kau atur. Kalau tanahnya 27:04 masih masih keras, digemburkan dulu. 27:08 Supaya gemburnya ini bagus, tak ambil e 27:10 kotoran kambing, kotoran sapi apa bikin 27:12 di situ. Ya kan? Kasih skam, dedaunan 27:16 dibusukkan yang Bapak bilang tadi 27:18 kompos, ya kan. Itu semua akan 27:21 menghasilkan labu yang kualitas bagus. 27:23 gitu kan. Bahkan 27:26 saya sedang menelusuri di Al-Qur'an 27:29 pasti ada cuman saya belum ketemu Pak 27:30 Krishna. Sekarang ini kan ada pupuk cair 27:33 apa dan lain sebagainya dan kita di 27:35 pesantren sedang ingin mencobanya gitu 27:37 ya. Ternyata luar biasa gitu ya. 27:40 Pupuk pupuk-pupuk cair yang dihasilkan 27:42 oleh kotoran sapi 27:45 VOC istilahnya. 27:46 VOC istilahnya Pak Kris ya. Ah, itu kita 27:49 sedang ingin pelajari supaya nanti ee 27:52 tidak ada yang sayang dari ee lokasi 27:57 peternakan, pertanian kita itu. Nah, 27:59 gitu ya. Itu itu ada di Al-Qur'an dan 28:01 saya yakin itu ada di Al-Qur'an. Cuma 28:02 saya belum menemu ayatnya. Ah, jadi di 28:04 sini sekarang yang kita lihat adalah 28:05 sayur-mayur. Bahkan di sini ada basal. 28:08 Basal itu apa? Bawang. 28:10 Hm. 28:11 Jadi orang brebes 28:13 Oh, ya Allah. Orang Brebes yang selama 28:16 bertahun-tahun tani bawang 28:19 itu bertani al Al-Qur'an. 28:21 [tertawa] 28:22 Itu mereka sudah bertanya 28:23 itu apa nama istilahnya di Quran? 28:25 Basal. 28:25 Basal. 28:26 Basal ya. 28:29 Ya. Kalau saya salah pendengar mohon 28:31 dicross check ya. Saya bisa saja salah 28:34 menerjemahkan Al-Qur'an ini ya. Ee 28:37 silakan di WA nanti kalau saya salah 28:39 enggak apa-apa. Jadi ee basal ya. Jadi 28:43 petani brebes Pak Krishna selama ini 28:46 mereka bertani al Al-Qur'an. Masyaallah 28:49 ada e ini sampai ke Brebes enggak kita 28:51 ini, Pak Krishna? Enggak sampai ya. 28:54 Gimana? 28:55 Enggak Brebes belum? 28:55 Tegal ya? Tegal nyampai enggak? 28:57 Tegal belum. 28:57 Belum ya? 28:58 Ya. Petani petani bawang di mana pun 29:00 Anda berada Bapak-bapak, Ibu-ibu bahwa 29:04 bila Bapak Ibu petani bawang ya termasuk 29:07 h 29:08 ya timun tadi termasuk. Nah, ini 29:10 jenis-jenis 29:12 tetumbuhan atau jenis-jenis pertanian 29:14 yang di-support oleh Al-Qur'an ya. 29:16 Nah, Ustaz Salman nih ada yang jawab nih 29:18 tadi yang ee Nabi siapa? Nabi Yunus. 29:20 Nabi Yunus 29:21 ada di surat Assafat ayat 146 29:24 dari Bapak Hasan bintang enggak disebut. 29:26 Oh, harus buka Al-Qur'an kita. Sur surah 29:28 Saffat ya ayat 29:30 e coba ini 29:34 [mendengus] 29:34 ya yaqtin waambatna alaihi syajaratum 29:39 yaqtin. Bapak siapa nih? 29:41 Bapak Hasan. 29:42 Pak Hasan Bintara. Oh ahlin wasahlan 29:44 war. Ini ahli Al-Qur'an nih Pak Hasan 29:46 [tertawa] nih. Masyaallah. Salam kenal 29:48 dari kita, Pak Hasan ya. Ee itu betul 29:52 yaqtin ya. Yaqin betul itu memang betul 29:55 ayatnya yaqin ya. Ee jadi yaqtin itu 29:58 diterjemahkan oleh para ulama alqarau 30:01 atau di ulama-ulama baru asalawi kalau 30:05 enggak salah disebutkan dengan 30:06 bahasa-bahasa terbaru sekarang dalam 30:08 bahasa Arab ya. Yaktin itu labu ya. 30:11 Yaktin itu labu. Kalau kita lihat di 30:13 Google atau di terjemahan-terjemahan 30:15 bahasa Arab juga yaqtin itu labu. 30:18 Nah, jadi kalau ee pemirsa pendengar 30:21 menanam labu parang, menanam labu Siem, 30:24 ya Bapak sudah bertani, beternak eh 30:27 bertani menurut tetumbuhan yang ada di 30:30 Al-Qur'an. 30:31 H 30:31 ini ingin betul saya sampaikan karena 30:34 orang nganggapnya ee kebun Al-Qur'an 30:36 dong katanya. Eh, maksudnya Al-Qur'an 30:38 apa? Tin, zaitun, delima gitu. itu 30:41 memang ada akan saya sebutkan juga cuman 30:43 saya pilih jangan itu yang duluan 30:44 [tertawa] 30:45 supaya ini loh biji-bijian Bapak bertani 30:49 padi itu sesuai Al-Qur'an diceritakan di 30:51 Al-Qur'an gitu kan bapak tani timun ya 30:53 diceritakan dalam Al-Qur'an gitu itu 30:55 di-support oleh Al-Qur'an gitu 30:59 dan saya meyakini bila sudah disebut 31:01 oleh Al-Qur'an pasti banyak manfaatnya 31:03 untuk manusia 31:05 gitu ya Pak Krishna ya. Mudah-mudahan ee 31:08 semakin banyak lagi ee 31:12 petani-petani yang muncul di negara kita 31:16 Republik Indonesia ini. Ya, artinya 31:17 gini, mm sayang sekali potensi-potensi 31:21 yang disebutkan Al-Qur'an ini cocok di 31:23 Indonesia dan kita mengatakan kita 31:25 sesuai Al-Qur'an dan sunah. Sesuai 31:27 Al-Qur'an dan sunah sesuai Al-Qur'an dan 31:29 sunah. Itu sering kita gaung-gaungkan. 31:31 Apanya sih yang sesuai dengan Al-Qur'an 31:33 dan sunah kita ini? 31:34 Gitu ya. Cuma salatnya doang. He. 31:37 Salatnya doang berarti salat paling 10 31:40 menit, Pak. 31:40 H. 31:41 Berarti cuma 50 menit doang kau sesuai 31:44 Al-Qur'an. Ya kan? Apanya? Jenggot. 31:47 Orang Yahudi juga pakai jenggot. 31:48 He. 31:49 Iya kan? Apanya dong gitu ya. Jadi kita 31:53 luaskan ee apa namanya? Bahwa kehidupan 31:57 kita itu sesuai Al-Qur'an. Kita lebih 31:59 perluas gitu kan. Tentu bukan hanya 32:01 dengan tani dan ternak ya. kita saya 32:03 sebut ceritakan bahwa sedang sangat 32:07 ingin sangat sedang dimabuk cinta dengan 32:10 Al-Qur'an dan masuk pertama kali di ayat 32:13 entrepreneur 32:15 yang kedua yang juga sedang ditulis oleh 32:16 Ustaz Hamdan namun belum dievaluasi 32:19 tentang karakter 32:21 ini sesuai dengan visi misi pesantren 32:23 kita Pak Ruha Alfajar entrepreneur 32:26 qurani karakter nabawi gitu kan. He. 32:29 Jadi, kita ingin mencari ayat-ayat 32:31 tentang entrepreneur dan karakter. 32:33 He. 32:33 Jadi, akhlak-akakhlak dalam Al-Qur'an 32:35 itu apa saja? Ini sedang dikumpulkan 32:37 oleh Ustaz Hamda, nanti kita akan cerita 32:38 itu juga nanti. Dan ini semua 32:40 berhubungan dengan sejarah Nabi Muhammad 32:43 sallallahu alaihi wasallam. Jadi, sudah 32:46 kita bicara tentang biji-bijian, kita 32:48 bicara tentang sayur-mayur, itu tadi ada 32:50 di surah Yasin, ada di surah Albaqarah. 32:52 Tapi ini seayat yang mewakili ya. Sangat 32:55 banyak tadi ayat-ayat yang sudah kita 32:57 katakan kita ceritakan tadi di Arrahman 32:59 di Yasin, di Al-Waqi'ah. Ee di 33:02 Al-Waqi'ah malah dibahas tentang pisang. 33:04 Hm. 33:05 Watalhim watalhim mamdud gitu ya. E 33:09 pisang itu diceritakan di Al-Waqia'ah 33:12 bagian dari hidangan surga gitu ya. 33:15 [mendengus] 33:15 Jadi kalau Bapak Ibu petani pisang ya 33:18 petani ala Al-Qur'an. Nah gitu ya kan. 33:21 Karena dis-upport oleh Allah dalam 33:22 Al-Qur'an pisang termasuk Indonesia 33:25 jagonya. 33:27 Pisang ada di negara Republik Indonesia 33:30 ini. Dan saya yakin kalau pertanian 33:33 pisang dikelola sebaik-baiknya oleh 33:36 Indonesia itu sunde kalah itu Pak. 33:40 [tertawa] 33:41 Sebutkan nama-nama pisang Indonesia 33:43 banyak sekali. Ya Allah, 33:46 Pak. 33:47 Waduh. 33:47 Oh, ya Allah. Banyak banget. Pisang 33:49 Lampung aja. Jenis macam-macam. Pisang 33:51 kepok aja. Ada kepok kipas, ada kipok 33:54 kapan apa-apa. [terkesiap] 33:56 Pisang 1000. 33:57 Pisang 1000. Ada pisang di tanah Papua 33:59 yang tingginya tinggi-tinggi sekali dan 34:01 buahnya gede-gede sekali. 34:04 Coba Indonesia. Sayangnya Indonesia ini 34:07 gimana? Gu bilang 34:08 enggak mengekplore ya. 34:09 Enggak mengekplore gitu loh. Kita 34:11 anak-anak kita itu kita jadikan 34:13 enggak belum pernah saya temui orang tua 34:16 yang men-support anaknya jadi petani. 34:19 Belum pernah. H 34:20 terus terang saya kalau ada ya datang 34:22 aja ke saya 34:22 kayak bunga plamboyang aja cuma ada di 34:25 lagu aja padahal kan bisa di enggak ada 34:27 apa Bengawan Solo itu cuma dinyanyikan 34:30 oleh Gesang dan tidak dimanfaatkan 34:33 airnya untuk pertanian dan peternakan 34:35 gitu kan kalau ngomong nyanyi kan kalau 34:38 ngomong nyanyi ya makanya saya melihat 34:41 ayat-ayat ini geram itu kenapa dan ini 34:44 ayat kayaknya untuk Indonesia gitu loh 34:46 Pak Krisna dan Indonesia tidak tidak 34:49 Saya katakan tidak atau malah belum ya. 34:51 Lebih baik belum ya. Mudah-mudahan ada 34:53 nanti gitu ya. Saya ketemu nih misalnya 34:57 sama petani sukses anaknya dikuliahkan. 35:02 Dikuliahkan apa ya macam-macam harapan 35:05 dia dan orang tuanya pertanian ya. 35:07 Iya. Dan orang tuanya bilang, "Biar anak 35:09 saya lebih bagus masa depannya, Ustaz. 35:10 Saya pengin tempeleng cuman saya orang 35:12 tua gitu loh." Saya bilang gini, "Pak, 35:15 mending tamat SMA dia magang di rumah 35:18 Bapak. 35:19 magang 4 tahun di rumah Bapak tentang 35:21 pertanian. Saya berani garansi anak ini 35:24 akan lebih berhasil daripada kuliah 4 35:26 tahun. 35:28 Saya kan, saya berani itu garansi, Pak. 35:31 Kalau saya ketemu anak-anak SMA sekarang 35:32 nih, kalau dia tanya saya, "Ustaz, saya 35:34 kuliah di mana?" "Enggak usah kau 35:35 kuliah." [tertawa] "Kenapa?" "Kau 35:38 nganggur nanti kalau kau kuliah kau jadi 35:39 pekerja. Saya kasihan sama kau." Aku 35:41 bilang, "Terus ngapain dong saya, Ustaz? 35:43 Kau, saya kenal ada peternak kambing di 35:45 sini besar, kau magang di sana 4 tahun." 35:48 Hm. 35:49 Kalau kau magang di situ 4 tahun, kau 35:51 akan expert di bidang kambing. 35:53 Hm. 35:54 Sesudah kau magang lulus di situ 4 tahun 35:56 kau pamit dengan dia. Saya yakin kau ada 35:58 gaji, ada tabungan. Mulailah ternak 36:00 kambing dan kau akan lebih kaya daripada 36:01 yang lulusan S1. Bukan masalah kaya atau 36:03 tidak kayanya. Kau akan lebih tenang 36:05 hidupnya. 36:06 Heeh. 36:07 Gitu. Cuman ini ya tidak semua orang 36:10 bisa terima memang. Oh. ee mending ke 36:14 sana ee ee magang di pertanian jagung 4 36:17 tahun gitu. Karena kita lihat orang 36:19 kuliah 4 tahun, lulus kuliah masih 36:21 bingung dia mau ngapain. Bingung mau 36:23 ngapain enggak tahu apa ya. Kecuali 36:25 nanti ada institut-institut 36:28 benar-benar pertanian dan peternakan. 36:31 Jangan institut pertanian doang. 36:33 Institut benar-benar pertanian dan 36:36 peternakan gitu ya. Jadi mereka di situ 36:38 masuk enggak di kelas tapi ngapain? 36:41 Suruh macul. Nih lahan 36:43 10* 10 m pacul nih guidance-nya. Ini ini 36:48 ini buku books guide-nya. Kau awalnya 36:52 macul. Sesudah kau macul kau siram. 36:54 Sesudah kau siram kau kasih tek kambing. 36:56 Sesudahnya kau kasih ini. Setelah itu 36:57 kau tanam. E nanti perawatannya pupuknya 36:59 ini pupuknya kerjakan. Jangan teori di 37:02 kelas aja. Entah ngapain kita di kelas. 37:04 Kan kalau di kelas doang ya enggak jadi 37:06 apa-apa dia. Nanti benar-benar tidak 37:08 jadi apa-apa dia jadi apa? dia bawa-bawa 37:11 ijazah lagi kayak lagunya Iwan Vals itu 37:14 kan bawa-bawa ijazah lagi. Dia ngelamar 37:16 kerja ke mana-mana. Akhirnya tanah-tanah 37:18 Indonesia terbengkalai. 37:20 Didukung pula oleh bahwa orang-orang 37:22 kaya Indonesia ini terlalu banyak 37:24 menimbun-nimbun tanah. Dia beli tanah di 37:26 sana 100 hektar dikosongin enggak 37:28 diapa-apain. Harusnya itu tadi ya. Tapi 37:30 ya ini masih sekedar curahan hati Salman 37:34 Alfarisi saja. Mudah-mudahan ada yang 37:35 mau mengerjakan gitu ya. Jadi kembali 37:38 lagi jenis-jenis pertaniannya di 37:39 Al-Qur'an juga sangat di-support oleh 37:42 Al-Qur'an tentang negara Indonesia yang 37:45 sangat luar biasa. Gemah ripah loh 37:46 jinawi ini suburnya luar biasa gitu ya. 37:49 Kemudian Al-Qur'an juga kalau kalau tadi 37:52 itu cenderung palawija yang kita bahas 37:54 tadi ya. Cenderung palawija. 37:58 Al-Qur'an juga berbicara mengenai 37:59 beberapa ee tani yang jangkanya panjang 38:03 Pak Krishna ya. Ya, kalau tadi kan 38:05 biji-bijian, sayur-mayur itu pertanian 38:09 yang per 3 bulan kita panen. Nah, di 38:12 sini juga saya ingin sampaikan bila kita 38:14 bertani integrated farm itu maksudnya 38:17 enak kali kalau P Al-Qur'an itu kalau 38:18 kita bertani berernak al-Qur'an, maka 38:21 kita punya penghasilan harian, punya 38:23 penghasilan mingguan, punya penghasilan 38:25 bulanan, punya penghasilan tahunan. 38:28 Kita kalau pakai Al-Qur'an Pak Krisna 38:30 ada ada diatur 38:31 ada diatur oleh Allah Subhanahu wa taala 38:33 Al-Qur'an. 38:33 Hm. supaya punya penghasilan harian, kau 38:36 harus punya ayam petelur atau bebek 38:39 petelur. 38:40 Hm. 38:40 Harian kan, Pak Krisna? 38:42 Harian itu supaya penghasilan kita 38:44 bulanan, ee tanamlah sayur-mayur, 38:48 kangkung, apa itu semua 40 hari, 30 hari 38:51 panen. 38:52 Hm. 38:52 Supaya punya penghasilan tahunan ya 38:55 tanam pohon. 38:57 He 38:57 ya supaya punya penghasilan mingguan, 39:00 tanam pohon karet atau pinus atau apa 39:02 yang hasilnya seperti itu. 39:05 Itu bisa jadi mingguan. Jadi hasil kita 39:07 itu keren sekali dan kita enggak mungkin 39:09 miskin lah udah pokoknya. 39:13 Wah kecuali tadi saya juga ingin ini 39:15 bilang ya kalau enggak berbakat tani ya 39:17 jangan dipaksa bertani. Memang harus 39:18 sesuai dengan bakat [tertawa] 39:22 ya. Kalau memang bakatnya main musik ya 39:24 seluruhlah main musik sudah gitu ya. 39:26 Ee ada di dalam Al-Qur'an yang paling 39:29 populer mungkin wattini wazzaitun 39:34 itu yang paling populer ya. 39:36 Buah tin dan buah zaitun ya. 39:38 Memang tin dan zaitun ini terutama 39:40 zaitunnya sangat sangat sangat ee 39:42 bermanfaat sekali. Ee ee tin juga sangat 39:45 bermanfaat sekali. Tapi lagi-lagi ya 39:48 kita tidak bisa mengatakan bahwa hanya 39:51 tin dan zaitun saja. yang lain-lain juga 39:54 pasti bermanfaat dan di-support oleh 39:56 Al-Qur'an. Tinggal kita cek ya 39:58 pohon-pohon apa yang senyawa atau bagus 40:01 seperti tin dan zaitun. Banyak di 40:03 Indonesia banyak ya, banyak yang 40:06 manfaatnya juga banyak seperti tin di 40:08 Indonesia itu banyak dan perlu kita 40:10 lestarikan se di pekan lalu itu kita 40:12 sebutkan contohnya banyak sekali. Kita 40:14 bisa nanam ee aren, kita bisa nanam ee 40:18 kelor, kita bisa nanam ee ee apa lagi ee 40:22 lada, kita bisa nanam eh pah ada lagi 40:24 pala kita nanam macam-macam. Nah, itu 40:27 tetumbuhan yang bisa membantu kehidupan 40:30 kita sehingga penghasilan kita lebih 40:33 bagus. Ya, juga di ayat lain Allah 40:36 berfirman, "Wannatim 40:39 min a'nabin 40:41 wazzaituna warumana 40:45 mustabihan wa ghaira mutasyabih. 40:49 Unzuru 40:51 ila tsamarihi idza asmara. 40:55 Unzuru 40:57 ila samarihi idza asmara waan'ih. 41:03 inna fi dzalikum laayatilumin 41:09 yukminun. 41:11 Nah, di sini Allah bilang ada kebun di 41:15 sana ada anggur di sana ada zaitun di 41:19 sana ada delima 41:21 mustabihan ghair ghair mustasyaabih 41:25 beraneka macam ragam rasanya unzuru ila 41:29 tsamarihi perhatikanlah buahnya idza 41:32 atmaro waih bila sudah berbuah dan 41:35 matang inna fi dzalika laayatilumin 41:39 ya'qilun pun itu menjadi pertanda bagi 41:43 orang-orang yang beriman. 41:46 Artinya gini, Pak Krisna ya, pemirsa 41:47 pendengar yang saya muliakan. Allah 41:51 mengatakan dalam Al-Qur'an 41:53 bahwa proses tumbuhnya 41:57 ee semua jenis pertanian ini menjadi 42:00 pertanda untuk orang-orang yang beriman. 42:02 Ya, jelaslah menjadi pertanda. Ya, 42:04 bayangkan kita nanam jagung nih misalnya 42:07 yang kita tanam kan biji jagungnya kita 42:09 taruh [berdehem] di tanah tiba-tiba 42:10 keluar 42:11 ee daunnya, batangnya nanti keluar. Coba 42:15 gali di bawah ada pabrik gitu di bawah 42:17 enggak ada, Pak. 42:18 Enggak ada pabrik. Dan enak dan uniknya 42:21 Al-Qur'an ini ya tentang tanda bagi 42:23 betapa kuasanya Allah. Di sini kita 42:26 tanam jagung, Pak Krisna. Nih 42:28 50 cent kita tanam cabe. 42:31 50 cent kemudian kita tanam apa nih? 42:34 Terong misalnya. 42:35 Itu enggak pernah tertukar, Pak, 42:37 buahnya. 42:38 Heeh. Padahal tanahnya sama. 42:39 Padahal tanahnya sama ya. Tanahnya sama 42:41 dan di bawah enggak ada pabriknya. 42:43 Jadi enggak pernah tertukar cabe berbuah 42:46 terong atau terong berbuah cabe 42:48 atau terong rasa cabe atau cabe rasa 42:51 terong atau sebaliknya ke jagung. 42:52 Walaupun kita tanya merapat-rapet. 42:55 Keren sekali ya. Itu entah bagaimana 42:57 Allah membikin itu. Nah, itu makanya 42:58 disebut oleh Al-Qur'an la ayatin menjadi 43:03 pertanda bagi siapa? Orang-orang yang 43:05 mau berpikir gitu ya. 43:09 Kemudian ee ee ee e di dalam Al-Qur'an 43:12 juga Allah bilang 43:15 [menghela napas] 43:19 wazzalna 43:20 minasamaai 43:22 maam 43:24 mubarakan 43:26 faambatna 43:28 bihi jannatin 43:30 wa habbal hasid 43:34 whlaqatillah 43:43 Surah QF ya ayat 910. 43:46 Di situ Allah bilang, "Aku turunkan 43:49 air." Kami turunkan air ya dari langit 43:52 mubarakan yang berkah. Faambatna bihi 43:55 jannat yang bisa menghidupkan kebun 43:59 wahabbal hasid dan biji-bijian. Tadi 44:02 kita kita bahas ya. Kemudian w nakhla. 44:05 Nakhla ini artinya apa? dan kurma. 44:09 Lagi-lagi bukan berarti hanya kurma saja 44:12 ya. Boleh e apa namanya ee ee pepohonan 44:17 lain yang bisa kita tanam. 44:22 Nah, ini beberapa ee karena saya sudah 44:26 hampir jam 11.00, beberapa 44:28 ayat yang bisa kita bacakan sekarang 44:34 tentang tetumbuhan nanti insyaallah 44:36 masih masih bisa kita tambah lagi 44:38 mungkin ya 44:39 supaya lebih banyak lagi yang kita baca. 44:41 Silakan Pak Krisan. 44:41 Baik Ustaz Salman kita break dulu. 44:44 Silakan Anda yang mau bertanya ee kami 44:46 tunggu 44:47 kita mengambil tema ee tadi apa ayat 44:51 jenis-jenis tumbuhan yang dijelaskan 44:54 dalam 44:54 dalam Alquran. Iya. Oke, silakan yang 44:56 ingin bertanya untuk SMS di K e atau WA 44:58 0811999720 45:03 untuk telepon di 0218451512. 45:07 kami tunggu 45:09 [musik] 45:20 [musik] 45:28 [musik] 45:31 Allahu [bernyanyi] 45:32 Akbar 45:35 Allahu Akbar 45:38 [musik] 45:39 Lailahaillallah. 45:51 [musik] 45:52 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 45:54 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis 45:57 Cibubur. 45:59 Masih di acara sirah nabawiyah bersama 46:01 Ustaz Salman Alfarisi. Baik, sudah ada 46:03 telepon masuk. Halo. Asalamualaikum. 46:06 Halo. 46:06 Halo. N. Maaf. Dengan siapa ini? 46:09 Halo. 46:10 Halo. Ya, kami sudah mendengar. 46:11 Dengan dengan Pak Munas. 46:12 Eh, Pak Mu, Pak Munas. Munas. 46:14 Pak Munas. Silakan, Pak Munas. 46:16 Iya. Asalamualaikum, Ustaz. 46:19 Waalaikumsalam 46:20 Pak Munaz. Ahlan wasahlan. Oh, 46:23 ya, Pak Ustaz. 46:24 Iya. 46:25 Saya sepaham sekali tentang Pak Ustaz 46:28 paparkan tentang pertanian. 46:30 Iya. 46:30 Itu dulu sudah diawali dengan Pak 46:33 Soeharto. 46:35 Betul. Tapi sejak apil Pak Harto 46:37 tenggelam ini hilang semua, Pak. 46:39 Betul 46:39 ya kan? Tata ruang tuh sudah tidak ada 46:41 lagi sekarang. 46:42 Benar sekali 46:43 ya kan? 46:44 Betul 46:44 itu tata ruang pertanian dari Sabang 46:46 sampai Maraoke itu sudah rusak. 46:48 Betul sekali. 46:49 Termasuk orangnya juga bangor Bengal. 46:51 [tertawa] 46:53 Ini seluruh Indonesia Pak Ustaz. 46:54 Heeh. 46:55 Tapi, Pak Ustaz kalau langsung 46:57 diekspotasi juga 46:59 ya kan dengan Al-Qur'an 47:01 hidup kita tidak susah, Pak. 47:03 Betul sekali, Pak. Saya berapa kali 47:06 tanya di Arab. 47:07 He. 47:07 Saya bilang, "Kita ini orang susah dari 47:09 Indonesia." Oh, salah Anda ngomong di 47:11 belakang. 47:12 Iya. 47:13 Orang Indonesia itu segala-galanya 47:15 subur. 47:16 Masyaallah. 47:16 Yang pertaniannya subur, orangnya subur. 47:19 Betul. 47:20 Jangan orangnya lubangnya kecil-kecil 47:22 katanya [tertawa] di Arab gede-gede ya 47:25 kan? Itu saya tanya bukan bukan ngomong 47:27 sembarangan ini. 47:28 Saya bertanya di Makkah itu. 47:30 Heeh. 47:31 Ya kan? Tapi kalau sesuai dengan ee 47:34 dieksploitasi dengan Al-Qur'an, 47:36 insyaallah Indonesia tidak pernah minjam 47:39 duit lagi, Pak. 47:40 Betul sekali. Tidak pinjam duit. 47:42 Cuma paparan Ustaz Salman ya. Salman. 47:46 Saya Salman. Betul, Pak. 47:47 Sement Pak Salman Alfaris paparannya 47:50 hanya di radio, 47:52 tidak diaplikasi secara ilmiah 47:54 menyeluruh. 47:55 Betul. 47:55 Iya kan? Itu itu dua yang yang saya 47:59 bukan sesali ya. Tolong deh dimakruhkan 48:02 ya kan? Jangan jangan di di apa? Di 48:05 individuan. 48:06 Hm. 48:07 Baik. 48:07 Terus Pak sama juga kita ini manusia kan 48:10 bangor-bangor Pak ya. 48:11 Betul. Sama kayak saya juga. 48:13 Bangor sudah bandel benar. 48:15 Iya kan? Karena pertaniannya itu hari 48:18 Minggu. 48:19 Oh 48:19 iya kan hari Selasa, hari Kamis. Heh. 48:22 Tolong dong kalau Pak pertanian tuh ee 48:25 di rumah 48:26 seperti Jumat ini. Ah, buat pertanian 48:29 yang di rumah 48:30 bisa 48:30 rahmat Allah datang jadi anaknya 48:32 saleh-saleh semua. 48:34 Betul sekali. 48:34 Iya. Kan 48:35 saya pernah mengajarkan orang dengan 48:37 teknis yang saya katakan, 48:39 jangan Anda berhubungan 48:42 hari hari Selasa, 48:44 hari Minggu, hari Senin, tinggalkan 48:46 puasa Anda. He he. 48:48 Tapi Anda berhubungan coba mulai hari 48:51 Jumat, Sabtu, Minggu pre, Senin, Selasa 48:55 pre rebus silakan. Insyaallah anak-anak 48:57 saleh semua. 48:58 Sekarang hasilnya anaknya saleh semua, 49:00 Pak. Masyaallah. Barakallah fik. Baca 49:02 Qurannya pintar, salatnya enggak 49:03 tinggal. Baru baru umurnya baru baru 49:05 baru baru apa ya 17 tahun 15 enggak 49:09 tinggal Al-Qur'an. Salat enggak tinggal. 49:11 Masyaallah. 49:11 Itu terkait pertanian di rumah Pak. 49:15 Hm. He he. 49:16 Apalagi kalau pertanian dipraktikkan di 49:19 lapangan ya. 49:20 Heeh. 49:20 Nah, seperti mulai menanam itu gak boleh 49:22 hari Minggu. 49:24 Masyaallah. 49:25 Gak boleh hari Selasa. 49:26 Hm. 49:26 Gak boleh hari Kamis. 49:28 Kenapa? 49:29 Karena hama. 49:30 Hama. 49:31 Heeh. Nah, jadi kalau harian Selasa itu 49:33 kan dia itu bumi itu panas. 49:36 Betul, betul, betul, betul. 49:37 Jangan ditanam Selasa enggak bisa. 49:40 Jadi jangan hari Ahad, hari 49:42 hari Kamis itu bumi itu kebanyakan 49:45 kemiringannya berubah menjadi angin. 49:47 Hari 49:49 ya kan jadi kurang bagus. 49:51 Jadi nanam rabok nih ya. 49:53 Hah? 49:53 Nanam hari Rabu. 49:55 Ah kurang dengar saya. 49:57 Nanam hari Rabu. 49:58 Heeh. 49:59 Heeh. 50:00 Jadi kalau misalnya hari Minggu enggak 50:02 boleh Ahad. Baik, baik baik. 50:03 Karena awal daripada Allah menciptakan 50:06 bumi ini sedang panas. 50:08 Hm. Itu. 50:10 Halo. 50:11 Halo. Ya. Ya. Ya. Kami mendengar. 50:12 Enggak kedengaran ya. Gak [berdehem] 50:13 kedengaran, Pak Ustaz. 50:15 I kan coba itu aja dulu di di apa nanti 50:17 saya sambung kembali atau nanti saya 50:19 hubungin Pak Ustaz melalui API Pak 50:21 Ustaz. 50:21 Boleh. 50:21 Oke. Baik. Baik. 50:23 Ya, Pak Ustaz ya. 50:24 Oke. Baik. 50:24 Yuk. Asalamualaikum, Pak Ustaz. 50:26 Waalaikumsalam Pak Munaz. Pak Munas di 50:29 mana tadi? 50:30 Enggak dibilang. 50:30 Engak dibilang ya. Alhamdulillah yang 50:33 kita bicarakan ini kalau mau lihat 50:35 praktiknya ada di pesantren ya. Tentu 50:37 dengan lahan yang alak kadarnya. Silakan 50:40 datang 50:41 pendengar yang manapun ya. Bukannya Pak 50:42 Munas. Pendengar, pemirsa bila ingin 50:46 melihat pertanian peternakan yang ala 50:48 kadarnya yang kita bicarakan ini, 50:50 silakan datang ke pesantren. Tapi kalau 50:52 yang benar-benar gede ya banyak di 50:54 Indonesia ini yang sudah mulai tapi 50:56 dengan modal-modal besar. Tetapi 50:59 insyaallah yang saya maksud adalah 51:01 mengajak anak-anak muda biasanya yang 51:03 sudah tergreget taninya itu sudah 51:05 pensiunan biasanya begitu-gitu ya. yang 51:07 kita harapkan adalah anak-anak muda 51:09 supaya ee konsep pertanian Al-Qur'an ini 51:13 dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari 51:15 mengenai hari dan lain-lain sebagainya. 51:17 Insyaallah saya diskusi dulu dengan Pak 51:19 Munas nanti bagaimana ini hari Ahad, 51:21 hari Kamis dan lain sebagainya. Terima 51:23 kasih, Pak Munas. Silakan, Pak Krisna. 51:25 Oke. Baik. Selanjutnya ada yang bertanya 51:28 nih, Pak. Siapa tadi itu? 51:30 Ee ini kan sirah Nawawiyah kok Ustaz 51:32 ngomongin tanaman katanya [tertawa] 51:35 ada telepon katanya Pak Krista. Ada 51:37 telepon dulu. Halo. Asalamualaikum. 51:39 Halo. Asalamualaikum. 51:41 Halo. Asalamualaikum. 51:45 Halo. 51:47 Oh, 51:47 halo. 51:48 I. Halo. Asalamualaikum. 51:50 Ya. Dengan siapa ini? Maaf. 51:52 Dengan Yati ini, Pak. Di mana, Mbak? Di 51:54 Pejaten. Silakan, Mbak Yati. 51:56 Asalamualaikum, Pak Ustaz Salman. 51:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:59 wabarakatuh. 52:00 Aku tertarik banget ya dengar apa 52:03 tentang pertanian, nanam-nanam gitu. 52:05 Tapi sayangnya aku rumahnya di Jakarta 52:07 tuh enggak punya lahan, Pak Ustaz. Jadi 52:10 kayaknya cuman 52:11 cuman kepengin aja, tapi enggak ada 52:12 tempat, enggak ada lahan. Habis harus 52:14 nyangkul di mana? [tertawa] Banyak kalau 52:17 di Jakarta ini kan banyakan orang bikin 52:19 kontrakan gitu ya. Jadi aku tuh kayaknya 52:22 tertarik banget nih kalau dengar 52:23 pertanian, nanam ini, nanam lada, nanam 52:25 kulit, nanam jahe, kencur apa tuh kayak 52:28 kepengin gitu Pak Ustaz. Nanam cabe 52:30 apalah tapi cuman kepengin aja enggak 52:32 ada in gitu. Enggak ada lahannya. Nah, 52:34 gimana caranya, Pak Ustaz? Ya, 52:36 terima kasih. 52:37 Asalamualaikum. 52:37 Waalaikumsalam. 52:39 Bu Yati tadi ya di Pejaten. 52:42 Kalau bicara tani ini yang tadi dibilang 52:45 Pak Krisna bisa pakai pot Yati ya. 52:48 Potnya ini kalau pot yang profesional 52:51 mahal ya. Kami di pesantren sedang 52:55 menggalakkan 1.000 pot. 52:57 Kalau pakai pot profesional 1.000* 53:00 R5.000 sudah berapa kan gitu ya. Maka 53:03 yang kita bikin potnya apa? Pot karung 53:06 goni. 53:07 Hm. 53:07 Karung goni bekas terigu itu kita beli 53:10 1000 perak satu. 53:11 Iya. 53:12 Kita isi ke sat banding satu tanah satu 53:16 ee sekam yang sudah ada kotoran ayam 53:19 satu ee sama kotoran kambing satu. Kalau 53:22 ada kompos satu gitu ya. Itu sangat 53:24 subur sekali. Atau ee belum terbiasa 53:28 megang tanah. Saya kasih lagi nih yang 53:30 lagi populer di YouTube ya. Budik damber 53:34 ya. Budidaya ikan dalam ember. Ibu 53:38 tinggal beli ember yang gedean ee taruh 53:42 lele 10 ekor di situ. E kasih makan. Nah 53:47 nanti beli bibit kangkung 53:49 ya. Di pinggir-pinggir 53:50 rohulnya itu dibeli baru taruh kangkung 53:52 di situ. Kalau enggak ada rohul tisu 53:54 juga bisa kok. 53:55 Pakai gelas. Bekas Aqua. 53:57 Gelas. Iya. Aqua gelas itu ditaruh di 53:59 situ. Tar udah hidup kangkung. Hidup di 54:01 situ ya kangkung. Tapi 54:03 biasanya itu kangkung. 54:05 Kalau cabe harus pakai pot. Tapi ya 54:08 kalau cabe pakai pot. Saya belum nemu. 54:09 Mungkin bisa kali kalau enggak pakai 54:11 pot. Kalau bahkan sekarang saya pernah 54:14 nemu di YouTube juga 54:17 nanam padi di belakang rumah 54:20 pakai pot juga bisa sekarang ya. 54:22 Dia pakai dengan sistem ee aquaponik. H 54:26 aquaponik atau hidroponik ya. Tapi dia 54:29 aquaponik bukan hidro. Hidro itu kan 54:31 masih ada kimianya ya. 54:32 He. 54:33 Ee karena si pupuknya itu masih olahan 54:36 dan itu harus kita beli dan bisa 54:37 bergantungan kita di situ. Tapi kalau 54:39 aquaponik gak. Aquaponik bisa dari pupuk 54:42 hewan itu yang alir yang s kita 54:44 fungsikan. dan Ibu ee kita di pesantren 54:48 ada tenaga ahlinya yang kayak gitu-gitu 54:50 ya di tapi karena kita bel masih ada 54:53 tanah yang kita masih potensi e potensi 54:56 yang masih kita terus kembangkan adalah 54:57 nanam di tanah. Tapi bila ada 54:59 saudara-saudara kita yang ingin belajar 55:01 nanam di pot, nanam di ee ee hidro atau 55:05 aquaponik, 55:07 kita juga melakukan dalam skala kecil. 55:09 Tap jadi 55:10 ibu bisa walaupun aku enggak ada 55:13 lokasinya bisa. 55:15 Pot itu kalau gini, Ibu pasti pernah 55:19 minum ee minum botol kekemasan botol 55:23 kan. 55:24 Sudah botol kemasannya jangan dibuang 55:26 tinggal di 55:27 dipotong supaya tetap ada gantungannya 55:30 juga bisa digantung di 55:32 di depan rumah. 55:33 Heeh. 55:34 Bisa di apa namanya? Kan ini ini atap 55:37 rumah kita kan ada ada yang bisa 55:38 digantung di situ tuh kan 55:40 digantung dikasih kompos, dikasih 55:43 daun bawang mah bisa. 55:44 Heeh. 55:45 Daun bawang, saledri itu bisa semua itu 55:47 digantung dan tidak terlalu berat. Jadi 55:50 tidak khawatir jatuh kita. Nah, dengan 55:52 tanah yang kecil pun bisa. Kalau bawang 55:55 malah nih, bawang bombai 55:57 minum kemasan kan, minuman kemasan 56:00 potong atasnya taruh air di bawah. air 56:02 doang. 56:03 Taruh di atasnya bawang bombai. Bawang 56:05 bombai itu kan gede-gede kan. Taruh aja 56:07 di atas nanti tumbuh daunnya. Daunnya 56:09 itu potong untuk numis ee kacang panjang 56:13 kasih tri medan 56:14 enggak perlu pekarangan lebar. 56:16 Perlu pekarangan lebar. Bisa itu bisa. 56:18 Bahkan itu kalau gak salah saya bisa 56:20 ditaruh dalam rumah malah. He. 56:21 Jadi kalaupun tidak terlalu maksimal 56:24 mataharinya bisa jadi pertanian ini bisa 56:28 hobi taruh di rumah bisa industri. H 56:32 mau yang mana nih? Kalau hobi ya itu 56:34 tadi itu hobi. Tapi kalau industri 56:36 memang kita harus keluar dari Jakarta. 56:38 Kenapa? 56:40 Sudah tidak worth kita bisnis ee buka 56:43 kebon di Jakarta. Pasti itu kalau 56:45 hitung-hitungan bisnis kan. Karena gini, 56:48 biaya ee kita untuk mengelola tani di 56:51 tengah-tengah Jakarta bila dihitung 56:53 dengan usaha-usaha lain itu enggak 56:56 enggak enggak match gitu. Terus kalau 56:58 kita punya tanah di Jakarta, jangan 56:59 jadikan memang kebonnya, jadikan apa? 57:01 Pasarnya gitu kan. Kita bangun marketnya 57:04 di di Jakarta, taninya kita mana? Ya 57:07 agak mundurlah kalau mau industri. Tapi 57:10 kalau mau di rumah ya itu tadi banyak 57:12 ide-ide yang kita sampaikan itu semua 57:15 bisa sekali ya. Saledri kita pasti butuh 57:18 saledri kita pasti butuh daun bawang 57:21 itu bisa semua. Bahkan kalau enggak 57:23 salah saya saya kentang pun bisa dalam 57:24 pot. Kita sedang mencoba kentang dalam 57:26 pot. Jadi di pesantren itu Pak Krisna 57:29 ada relamp 57:31 rempah dalam pot. 57:32 Sedang kita tanam nih jahe, kunyit, 57:33 kencur. 57:35 Ada salam pot, sayur dalam pot. Sedang 57:38 kita coba kentang. Ada tabu lampot, 57:41 tanam buah dalam pot. 57:44 [tertawa] 57:44 Itu bekas kemasan sabun juga bisa itu. 57:47 Iya, bisa. Bisa semua. Jadi daripada 57:49 sampah-sampah ini kita buang, mending 57:52 kita kumpulkan taruh di rumah bisa. Cuma 57:55 kita ma apalagi saat-saat kayak gini 57:57 kita mau ke mana kan gitu ya tinggal 57:59 beli. Kalau tanah bisa sekarang ada yang 58:01 jual tanah karungan kok. 58:03 Iya 58:03 ada jual tanah karungan. Ada jual tanah 58:05 karungan, ada jual kompos karungan, ada 58:07 jual pupuk karungan. Ada ada semua 58:09 sekarang. [tertawa] 58:12 Mudah-mudahan Bu Yati bisa. Heeh. 58:14 Oke. E menjawab pertanyaan tadi Pak Haji 58:16 siapa tuh? Ya. Kenapa kok ini kan sirah 58:17 Nawawabiah? Kenapa jadi ngomong tanaman? 58:20 Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam 58:22 mengajarkan kita tentang pertanian. Jadi 58:24 kita explore dulu pertanian yang ada di 58:27 dalam sirah Nabawi. Kemudian kita 58:29 kawinkan dengan Al-Qur'an dan kita 58:31 kawinkan dengan potensi yang ada 58:32 Indonesia. ee supaya ee niat kita ya 58:35 supaya orang ngeh tentang pertanian ini 58:38 dibahas oleh Nabi Muhammad sallallahu 58:39 alaihi wasallam, 58:40 dibahas oleh Al-Qur'an dan kebetulan 58:43 bukan kebetulan dan sangat cocok untuk 58:45 negara Indonesia yang sangat kita cintai 58:47 ini. Dan sekali-kali gini biar biar 58:50 ustaz itu enggak biar mudah-mudahan saya 58:52 bisa menginspirasi ustaz jangan melulu 58:55 temanya tentang keagamaan. 58:57 Kan orang kalau ustaz tuh pasti nanya 58:59 dalil qunut gitu kan. Ini kan saya 59:02 senang nih ditanya tentang hari nanam, 59:05 ditanya tentang pertanian. Tanya ini 59:07 saya senang Pak Kirna. Jadi ustaz itu 59:10 kok ngomongin kunnut terus ya enggak 59:13 enggak enggak keren menurut saya gitu 59:15 loh. Jadi ustaz karena bukan hanya 59:17 sekedar itu bahwa Al-Qur'an bicara 59:20 tentang pertanian 59:21 impactnya kehidupan sehari-hari. 59:22 Kehidupan sehari-hari 59:24 bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi 59:25 wasallam ketik gini ya ketika Nabi 59:28 hijrah ke Madinah. Ketika Nabi hijrah ke 59:30 Madinah, masyarakat Madinah itu petani. 59:33 Hm. 59:34 Dan ketika Nabi membawa orang Muhajirin 59:36 dari Makkah, masyarakat orang Makkah ini 59:38 pedagang 59:39 itu kayak tot tutup ketemu botolnya, 59:41 Pak. 59:42 He. 59:42 Jadi orang Makkah yang memang naluri 59:44 dagangnya tinggi, orang Madinah yang 59:47 memang produksinya bagus dipertemukan 59:50 oleh Rasulullah sallallahu alaihi 59:51 wasallam. 59:51 Akhirnya apa? Klop. Betul. Hm. 59:53 Orang Madinah yang selama ini dikerjai 59:55 oleh tengkulak-tengkulak Yahudi, 59:57 sekarang mereka tidak perlu lagi bertemu 59:59 dengan tengkulak. 1:00:00 Kenapa? Ada saudara saya sendiri yang 1:00:02 memang punya daya juang jual beli yang 1:00:04 sangat hebat. 1:00:05 Ya, kalau bicara sirah nabawi, jangan 1:00:07 bicara perang Uhud mulu kali, Pak. Ah, 1:00:10 gitu kan. Jangan bicara perang Uhud 1:00:12 terus. Jangan bicara perang bahwa 1:00:14 pertanian bagian dari sirah nabawi. 1:00:16 Ah, gitu. Sudah ada Ustaz Komaruddin 1:00:17 Basuni sudah menyajikan. 1:00:20 Betul. 1:00:21 Terima kasih. Oke. Asalam Ustaz 1:00:23 SalmanSalam 1:00:24 eh 1:00:26 Aminudin Kanan Bekasi. Tolong kaitkan 1:00:30 sistem hidro hidroponik dengan 1:00:32 Al-Qur'an. 1:00:33 Wah sedang saya cari, Pak. Sedang saya 1:00:36 cari. Tapi sederhananya hidroponik itu 1:00:39 kan memanfaatkan air ya. Al-Qur'an sudah 1:00:43 bilang wa anzalna minasama maan. kami 1:00:46 turunkan dari langit air ini. Ini embrio 1:00:50 dari sistem bioponik eh hidroponik. 1:00:54 Dengan air itu hiduplah tumbuhan di 1:00:57 tanah. Maka orang-orang yang menemukan 1:01:00 hidroponik itu kan tetap memikirkan 1:01:02 bagaimana unsur hara tanah tetap ada di 1:01:05 air. Si unsur hara tanah inilah yang di 1:01:08 yang dibikin di pupuk cairnya itu yang 1:01:10 taruh di tandon hidroponik itu kan. Nah, 1:01:14 saya saya selalu bicara begini sama 1:01:16 pegiat-pegiat hidroponik ee ini yang ada 1:01:19 di pesantren nih. Pesantren kita sedang 1:01:21 menuju ke sana ada beberapa lokasi yang 1:01:23 kita bikin hidroponik karena ee 1:01:25 teman-teman mengusulkan agar itu juga di 1:01:27 diapresiasi oleh pesantren. Maka apa 1:01:30 pertanyaan saya, bagaimana caranya kita 1:01:33 di pesantren ini bertani hidroponik tapi 1:01:36 unsur hara yang dibeli itu kita yang 1:01:39 buat? 1:01:39 Hm. H 1:01:40 itu kan jangan beli kita ee si cairan 1:01:44 yang itu kan biasanya saya kasihan bila 1:01:47 ada orang yang yang ngerjain petani itu. 1:01:49 Saya kasihan Pak. 1:01:51 Saya kasihan sekali. Jadi petani itu 1:01:53 jangan dikerjain. Justru mereka harus 1:01:54 diuntungkan dengan petani dan mereka 1:01:57 sebagai petani itu kita untungkan. 1:01:58 Misalnya kalau saya punya modal besar, 1:02:00 saya akan untungkan petani dengan 1:02:01 memutus mata rantai tengkulak. saya akan 1:02:03 langsung beli produk Tani itu. Saya akan 1:02:04 beli langsung dengan harga si ee si 1:02:09 pedagang pasar beli gitu loh. 1:02:11 Jadi, jadi kita harus putus nih, Pak. 1:02:12 Jadi, bagaimana pedagang pasar juga 1:02:14 menikmati keuntungan yang besar kayak 1:02:16 bagaimana caranya mereka bisa bertemu 1:02:18 langsung dengan petani seperti Muhajirin 1:02:20 dan Anshar. Nah, si hidroponik ini juga 1:02:23 saya ingin sering sampaikan jangan kita 1:02:24 dimanfaatkan oleh orang yang pemain 1:02:26 pupuk cairnya. Nah, jika kita ingin 1:02:29 bertani hidroponik sesuai dengan 1:02:31 Al-Qur'an tadi kan air dari langit 1:02:34 kemudian tanah itu ketika air dan tanah 1:02:37 ketemu hiduplah tetumbuhan. Si 1:02:39 hidroponik ini berbelajar air unsur 1:02:42 haranya dipelajari. Nah, unsur haranya 1:02:44 ini bisa kita buat bisa. Jangan beli. 1:02:47 Nah, itu itu kira-kira yang bisa saya 1:02:49 jawab mengenai hidroponik dengan 1:02:51 Al-Qur'an. Jazakallah khair. Terima 1:02:53 kasih, Pak. 1:02:54 Oke. Asalam Ustaz Salman 1:02:55 warahmatullahi wabarakatuh. Eh, 1:02:59 syukrun. Eh, mana? Mana tadi? 1:03:03 Eh, banyak sekali nih yang ngirim SMS 1:03:05 nih ya. 1:03:05 Heeh. 1:03:06 Mm. 1:03:08 Dari Ibu Nia. 1:03:09 Heeh. 1:03:10 Ustaz Salman saya coba tadi Ustaz 1:03:12 sebutkan lele di dalam ember, tapi 1:03:14 lelenya pada tarung satu sama lain 1:03:16 supaya tidak tarung. Bagaimana? 1:03:18 Ee 1:03:18 ini caranya yang seumur-seumur. Jadi 1:03:21 memang masih ada pemilihan itu. 1:03:22 Betul. Betul sekali. Lele ini di alam 1:03:26 dasarnya dia memang e hewan petarung ya. 1:03:30 Sama dengan orang kalau ternak murai. 1:03:32 Ternak murai itu Pak Krishna dia di alam 1:03:35 dasarnya kan dalam asalnya kan memang ee 1:03:38 petarung. 1:03:39 He. 1:03:39 Jadi kalau kita jangan disatukan dia 1:03:42 berdua kecuali sudah match gitu ya. Lele 1:03:46 juga begitu. Lele ini kalau Bapak e 1:03:48 kalau Ibu menemukan mereka bertarung, 1:03:50 pertama solusinya dia harus seumur, dia 1:03:53 harus gedenya sama. Nah, jadi yang 1:03:55 gedenya makanya maka ee ternak lele itu 1:03:58 harus disortir. Maka pesantren enggak 1:04:00 berternak lele. Kenapa? Karena capek 1:04:02 nyortirnya itu loh. Jadi kita pilih nila 1:04:04 kan gitu. Tapi kalau lele memang kalau 1:04:07 mau ee nanam sayur di ember, ikan yang 1:04:10 paling bagus ya harus lele. Karena dia 1:04:12 kotorannya proteinnya lebih tinggi 1:04:14 dibandingkan hati-hati ee hewan-hewan 1:04:16 ikan-ikan lain. Nah, supaya dia tidak ee 1:04:19 saling makan, pertama dia harus ukuran 1:04:21 sama. Kedua, harus rajin ngasih makan. 1:04:25 Dia biasanya kalau makanannya cukup, dia 1:04:28 tidak akan menyerang saudaranya. Tapi 1:04:30 kalau dia sudah lapar, dia akan mulai 1:04:32 menyerang saudaranya. Jadi dipisah-pisah 1:04:35 yang seumur ya, yang seukuranseukuran. 1:04:38 Betul. 1:04:38 Yang 5 cent dengan 5 cent. Kemudian 1:04:41 kasih makan. 1:04:42 Kasih makan. 1:04:42 Kemudian dari Ibu Rina di Depok. Salam 1:04:44 Ustaz Salman. 1:04:45 Salam. 1:04:46 Bidara Arab sangat bermanfaat untuk 1:04:47 kecantikan dan kesehatan. Alhamdulillah 1:04:49 saya biasa minum setiap hari. Pohonnya 1:04:52 berduri, kecil tapi kekar. 1:04:54 Di dalam Al-Qur'an surah Waqiah ayat 28, 1:04:57 mereka berada di antara pohon-pohon 1:04:59 bidara yang tidak berduri. 1:05:00 Heeh. 1:05:01 Mohon pencerahannya. Saya punya pohonnya 1:05:05 dia kasih fotonya nih. Waduh, pohon 1:05:07 widara. 1:05:08 Iya, pohon widara. Kita e tapi gini yang 1:05:11 saya mempelajari juga tentang bidara ni 1:05:13 kecil sedikit. 1:05:15 Menarik betul kita mengkait-kaitkan ilmu 1:05:18 Al-Qur'an ini dengan konsep yang ada di 1:05:20 sekitar kita. Bidara itu ada 1:05:22 macam-macamnya. Ada bidara Cina, ada 1:05:23 bidara India, ada bidara Arab. 1:05:25 Oh, gitu ya. 1:05:26 Iya. Dan bidara yang tiga ini bagus 1:05:28 semua. Cuman bidara ini bagus untuk ini, 1:05:31 bidara ini bagus untuk ini, bagus. Tapi 1:05:33 gini ee sekali lagi bahwa bidara memang 1:05:36 bagus. Ada lagi pohon-pohon lain yang 1:05:38 juga bagus untuk kecantingan yang ada di 1:05:40 Indonesia asli. He 1:05:41 ada banyak. 1:05:43 Timun. 1:05:43 Timun bagus untuk kecantikan ya. 1:05:45 Bengkoang bagus untuk kecantikan ee dan 1:05:49 lain-lain ya. Dan lain-lain. Beras 1:05:52 dijadikan tepung, dicairkan kemudian 1:05:56 dijadikan apa namanya? di muka bagus 1:05:59 sekali untuk itu untuk kecantikan. 1:06:01 Banyak pohon di Indonesia 1:06:03 yang juga sangat bagus untuk ee muka 1:06:07 atau kecantikan ya. 1:06:08 Jadi gini maksud saya sekali lagi bahwa 1:06:10 semua yang ada di Al-Qur'an tentu bagus 1:06:12 sekali tapi saat dia ada juga di 1:06:14 Indonesia atau di di Thailand atau di 1:06:17 Afrika tanaman-tanaman yang sama jangan 1:06:20 menjadi sebuah oh harus ini enggak 1:06:22 begitu ya. Bidara itu bagus yang lain 1:06:24 juga bagus. Wallahualam. 1:06:26 dari e dari nenek. Asalamualaikum Ustaz 1:06:29 Salman. Apakah pohon kurma memang bisa 1:06:32 tumbuh di sini? Bukankah kandungan 1:06:34 tanahnya berbeda dengan Saudi 1:06:36 Arabia? 1:06:38 Bisa kalau tumbuh? Bisa. Bisa tumbuh di 1:06:40 Indonesia 1:06:41 berbuah juga bisa karena ee tapi itu 1:06:44 tadi saya bilang perlu ee apa namanya? 1:06:47 Rekasa beberapa hal supaya dia rajin 1:06:50 berbuah. 1:06:50 Heeh. 1:06:52 Saya punya teman di rumahnya di radio 1:06:53 Dalam berbuah itu 1:06:55 berbuah 1:06:55 pohon kurmanya. 1:06:56 Matang enggak itu dulu? 1:06:57 Heeh. 1:06:58 Hah? 1:06:58 Matang enggak dia? 1:06:59 Saya belum tahu, Pak. Matang kayaknya 1:07:00 matang ya. Itu dia 1:07:02 dari Hajah Aminah di Demak. Saya sangat 1:07:05 setuju sekali dengan pendapat. Salman 1:07:07 bahwa umat Islam harus berkembang, tidak 1:07:10 jumut atau beku. Request tema pekan 1:07:12 depan hewan-hewan yang ada di dalam 1:07:14 Al-Qur'an. 1:07:15 Boleh. He. 1:07:16 Memang pekan depan kita bikin temanya 1:07:18 ternak dalam Al-Qur'an ya. 1:07:19 Fatimah di Demaktawa. aja nih Ibu 1:07:22 Fatimah di Demak ya. 1:07:23 Di Demak. Heeh. H 1:07:24 insyaallah kita akan bicarakan mengenai 1:07:26 peternakan dalam Al-Qur'an ya di pekan 1:07:30 depan insyaallah. 1:07:32 Ee Ustaz Salman saya Ibu Ida 1:07:34 dari Bekasi. Saya mau bertanya kira-kira 1:07:36 tanaman yang cocok buat belakang rumah 1:07:39 buat belakang rumah tanaman apa ya? 1:07:42 [tertawa] 1:07:42 Oh sayur-mayur cocok. Cabe cocok, daun 1:07:47 salam cocok, 1:07:49 ee sayur-sayur cocok, Ibu ya. Ibu boleh 1:07:52 tanam misalnya sepohon ee satu pot 1:07:56 kacang panjang atau du pot kacang 1:07:58 panjang, ya. Kemudian satu pot lagi 1:08:01 tomat, 1:08:03 kebutan dapur aja. Seledri, 1:08:05 seledri, daun bawang, cabe itu cocok 1:08:09 sekali di belakang rumah. Di pot aja ya. 1:08:11 Di pot. 1:08:11 Hm. Oke. 1:08:14 Ee, Ibu Darma. Mm. Oh, mohon maaf 1:08:19 lahiran batin. 1:08:20 Heeh. 1:08:22 Ustaz, bolehkah kami berkunjung ke 1:08:25 pesantren Ustaz? 1:08:27 Boleh, 1:08:27 boleh, boleh, 1:08:28 boleh. Open house. 1:08:30 Pintu pesantren kita rusak jadi enggak 1:08:32 pai ditutup-tutup. [tertawa] 1:08:34 Silakan dicatat nomor Ustaz Salman ya 1:08:37 0812. 1:08:39 Silakan. Ahlan. 1:08:39 94 ya, Ustaz ya. Iya. 1:08:41 94004 1:08:43 kali. 1:08:43 Betul. 1:08:44 84. 1:08:45 Iya. 1:08:45 Oke. 1:08:47 0812. Kemudian 94004 1:08:51 * 1:08:52 84. 1:08:53 Betul sekali. 1:08:53 Silakan 1:08:54 hadir ke pesantren Ustaz Salma. Namanya 1:08:57 apa? 1:08:57 Ruhama. 1:08:58 Ruma Alfajar. 1:08:59 Alfajar. 1:09:00 Alamatnya apa tuh? 1:09:01 Alamatnya Jalan Aryaguna. 1:09:03 Aryaguna. Jalan Aryaguna, 1:09:06 Kampung Kali Putih, 1:09:09 Desa Citayam, 1:09:12 Kecamatan 1:09:13 Tajur Halang, Bogor. 1:09:16 Orang sudah ngerti deh itu ya. 1:09:17 Insyaallah. Insyaallah. [tertawa] Kalau 1:09:20 di Google Map ditulis Ruha Alfajar 1:09:22 insyaallah ada ketemu. 1:09:24 Oke. Asalamualaikum, Ustaz Salman. 1:09:27 Mohon maaf lahir dan batin. Sejak 1:09:29 Februari lalu saya tinggal di tempat 1:09:31 anak di daerah Cikarang. Karena biasa 1:09:33 pergi ngaji semencari ilmu buat Pak 1:09:35 akhirat. Sementara tidak aktif saya isi 1:09:37 hidup saya di rumah saja. Alhamdulillah 1:09:39 masih diberi kesempatan oleh Allah sehat 1:09:42 dan ibadah. Singkat kata selama di 1:09:44 Cikarang saya tanamin macam-macam pohon 1:09:45 dari singkong, pepaya, ubi, cabai, 1:09:47 kunyit, jaya. Namun sayang itu di tanah 1:09:50 orang yang punya enggak pernah jumpa 1:09:52 niat saya tanam daripada semak lebih 1:09:54 baik saya tanamin. 1:09:56 Di Jakarta di TBI jalan raya pun saya 1:09:58 tanamin pohon-pohon nangka belimbing dan 1:10:00 tanaman obat-obatan. 1:10:01 Sudah pernah ada hasilnya. Berdosakah 1:10:04 saya menanam di lahan yang bukan milik 1:10:06 saya? Mudah-mudahan tema ini dilanjutkan 1:10:09 di lain hari. Apalagi kalau ada 1:10:11 pertemuan langsung misalnya di pendopor 1:10:13 hasil karena singkat banget dari Lili 1:10:16 Sregar, Jalan Sutoyo Cawang. Ibu Lili 1:10:20 baru regar ini. 1:10:23 Sehat tulang. Ah ntulang berarti ya. Ee 1:10:27 baru regar Ibu ya gini ya. Kita di 1:10:32 sekitar pesantren 1:10:34 itu juga melakukan hal yang sama. 1:10:38 menggarap tanah orang Jakarta gitu ya, 1:10:41 tanah orang Jakarta. Tapi kami biasanya 1:10:44 ke apa namanya? Confirmnya ke RTRW. 1:10:48 H 1:10:49 RTRW tokoh masyarakat. 1:10:52 Kita koordinasi sama mereka 1:10:53 rasanya sih senang 1:10:54 ee ditap pakai dan merekalah yang 1:10:57 mengkonfirmnya ke pemilik kayak gitu ya. 1:10:59 Bahwa tanah ini dan kita selalu pilih 1:11:01 kalau kita di pesantren nih Pak Krisna 1:11:03 kita tanam rumput buat kambing. 1:11:05 Hm. Misalnya ada tanah orang kosong nih. 1:11:08 Jadi kita tanam rumput buat kambing. 1:11:10 Jadi [berdehem] kalau nanti pemiliknya 1:11:13 datang mau bangun ya enggak 1:11:14 ngenes-ngenes banget. Ya udah Pak 1:11:16 bersihin aja rumput ini kan gitu ya. 1:11:18 Tinggal kita babat kita angkat jadi 1:11:20 bibit untuk di tanah lain gitu. Jadi 1:11:23 oke 1:11:23 sah-sah saja sih saya pikir daripada 1:11:25 tanah itu mati. 1:11:26 Ustaz Sam kita sudah dibatasi oleh waktu 1:11:29 I 1:11:29 ee barangkali ada kesimpulan yang ingin 1:11:31 disampaikan tafadol. 1:11:32 Baik. Jazakallah khair. Sekali lagi ee 1:11:35 tema yang kita sampaikan ini sudah tiga 1:11:37 kali pertemuan ya. Jadi motivasi 1:11:39 pertanian, beberapa konsep pertanian 1:11:41 Al-Qur'an dan sekarang ini jenis 1:11:44 tanaman-tanaman yang di yang diceritakan 1:11:46 oleh Al-Qur'an. Tiga tema ini maksud 1:11:49 kita tidak lain dan tidak bukan kita, 1:11:51 saya tidak ahli pertanian sebenarnya. 1:11:54 Bahkan dalam menanam mengelola pundi di 1:11:57 pesantren ee kita itu ada tim yang sudah 1:12:01 masyaallah loyal untuk ikut bersama kita 1:12:04 bertani dan berternak. Tapi maksud saya 1:12:06 adalah sangat-sangat saya sayangkan 1:12:09 ketika potensi ini di Al-Qur'an 1:12:10 diceritakan kemudian Indonesia adalah 1:12:13 penganut umat Islamnya besar. 1:12:16 Kepanatikan umat Islam Indonesia itu 1:12:18 tinggi. Tapi sayangnya tidak fanatik 1:12:20 terhadap ajaran pertanian dan peternakan 1:12:23 yang Al-Qur'an. 1:12:24 Nah, sayang sekali menurut saya. Jadi, 1:12:26 umat Islam itu tidak fanatik terhadap 1:12:29 ajaran Al-Qur'an tentang pertanian dan 1:12:31 peternakan. Tentu bukan ini saja. Nanti 1:12:34 kan kita coba explore yang lain-lain 1:12:36 tentang ee bab-bab entrepreneur yang ada 1:12:39 di Al-Qur'an. Jadi, dengan tema ini 1:12:41 mudah-mudahan ee kita sama-sama kembali 1:12:46 h ngeh minimal bahwa Al-Qur'an bicara 1:12:49 tentang pertanian. Insyaallah di 1:12:51 pertemuan-pertemuan berikutnya akan ada 1:12:53 motivasi peternakan, pengelolaan 1:12:55 peternakan, dan jenis peternakan yang 1:12:57 ada di Al-Qur'an. Wabillahi taufik wal 1:12:59 hidayah. Mohon maaf atas segala yang 1:13:01 salah. Asalamualaikum warahmatullahi 1:13:03 wabarakatuh. 1:13:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:04 wabarakatuh. Saya mau catatan nomor 1:13:06 teleponnya Ustaz Salman. Oke, boleh 1:13:08 disilakan siapkan pulpen sama kertas. 1:13:10 Kami akan bacakan lagi nomor HP dari 1:13:12 Ustaz Salman. Nama pesantren Ruhama 1:13:15 Alfajar di Aryaguna, Kampung Kayu Putih 1:13:18 Citayam. 1:13:19 Iya. 1:13:20 Jalan Aryaguna ya. Kampung Kayu Putih 1:13:22 Citay. Oh, Kaliputih. 1:13:24 Kampung Kali Putih Citayam. 1:13:26 Citayam. 1:13:27 Ini nomornya 0812. 1:13:30 Iya, betul. 1:13:30 Sudah 1:13:32 94. 1:13:34 Heeh. 1:13:34 Kemudian 0. 1:13:37 0-nya 4 kali. Kemudian 84. Jadi 0812 1:13:41 94 0-nya 1:13:45 4 * 84. Terima kasih atas perhatian Anda 1:13:48 semuanya. Saya Muhammad Krishna Neza 1:13:52 dan eh Hafiz mohon pamit. Wabillahi 1:13:56 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:13:57 warahmatullahi wabarakatuh.