Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan
- dari jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibur Bekasi, radio
- silaturahim dan juga rasil visual untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah, apa
- kabarnya di pagi hari ini? Semoga ikhwan
- akhwat dalam keadaan baik selalu dalam
- lindungan Allah subhanahu wa taala.
- Amin. Amin ya rabbal alamin. Dan puji
- syukur juga di pagi hari ini kembali
- hadir program acara Hikmah Pagi Kajian
- Keluarga Islami untuk edisi Jumat ya.
- Sudah memasuki hari yang ke-11 di bulan
- Syakban dan juga 27 April ya 2018.
- Semoga di hari ini kita bisa membetik
- pelajaran kembali yang akan disampaikan
- oleh guru kita Ustaz Agus Darmaji ya
- dalam kajian keluarga islaminya yang
- alhamdulillah telah hadir di studio.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik
- dan sehat nanti ya. Alhamdulillah Mas
- Rizal. Alhamdulillah. Dan kita pagi ini
- akan membahas bagaimana kita memberi
- makan kepada para ahli surga Ustaz. Ya.
- Insyaallah. Dan tidak berpanjang lebar
- lagi, langsung saja kita simak bersama
- seperti apa pemaparannya. Kami
- persilakan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama
- kunna linahtadi laula an hadanallah.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad wa
- ba'd. Qallahu taala fil kitabil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Ya
- ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa
- tuqatih wala tamutunna illa wa antum
- muslimun. Sadaqallahulim w ba'.
- Ikhwan dan akhwat
- rahimakumullah. Syukur kepada Allah pada
- pagi hari ini kita
- memasuki puluhan
- kedua dari bulan Syakban. Maknanya dalam
- sekitar 20 hari paling lama kita akan
- masuki bulan suci Ramadan.
- Marilah kita berdoa semoga Allah
- Subhanahu wa taala memberkahi kita,
- sekeluarga kita, orang-orang yang kita
- cintai, dan kaum muslimin pada umumnya
- diberkahi semuanya oleh Allah, curahkan
- rahmat dan ridanya Allah dan juga kita
- diberi kesempatan untuk bertemu dengan
- bulan Ramadan kelak. Amin. Allahum amin.
- Tak lupa pada kesempatan hari Jumat ini
- kita memperbanyak selawat atas Nabi
- mendoakan untuk kesejahteraan,
- keselamatan, kemuliaan beliau, kebaikan
- seluruh kebaikan berlimpah kepada beliau
- beserta keluarganya juga
- sahabat-sahabatnya terutama para
- khulafaur rasyidin dan juga orang-orang
- yang mengikut sunah beliau hingga akhir
- zaman. Ikhwan dan
- akhwat, kita masih bicara berkenaan
- dengan surga dan neraka.
- Kali ini tajuk kita adalah memberi makan
- para ahli
- surga. Di dalam satu riwayat yang sudah
- kita bahas pada kesempatan yang
- lalu, Nabi sallallahu alaihi wasallam
- pernah diperlihatkan pada beliau surga
- dan
- neraka. Siapa yang menjadi ahli surga
- atau penghuni surga dan siapa menjadi
- penghuni neraka?
- Yang menjadi penghuni neraka adalah
- kebanyakan mayoritas kaum
- wanita. Sementara surga dihuni oleh
- kebanyakan kaum fakir dan miskin.
- Orang-orang
- miskin. Orang-orang yang selama di dunia
- tidak berkelimpahan harta bahkan serba
- kekurangan. Perut mereka lebih banyak
- lapar daripada kenyangnya. Ini orang
- fakir dan miskin. Maka mereka dihibur
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Kelak
- dimasukkan ke dalam surganya Allah
- berlimpah makanan, berlimpah kenikmatan.
- Maka orang-orang itu adalah kaum fakir
- dan miskin. Maka memberi makan mereka
- ketika kita hidup di dunia sama saja
- dengan memberi makan para ahli surga.
- Ya. Jadi kita ingat hadis Nabi tadi
- ketika kita bertemu dengan orang-orang
- fakir dan miskin yang kurang makan dan
- kita lihat memang mereka kurang
- makan. Ingatan kita pun kepada sabda
- Nabi. Mereka boleh jadi adalah
- calon-calon penghuni surga. Maka
- mudah-mudahan dengan wasilah kita
- memberi makan mereka, kita pun diizinkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala untuk
- memasuki surganya Allah. Dan ikhwan
- sekalian, pada hadis yang diriwayatkan
- dari Abdullah bin Salam yang kita sudah
- bahas pada pertemuan yang lalu ya, Jumat
- lalu, ada sabda Nabi, "Ya
- ayyuhannas, wahai anak
- manusia
- absusalam. Tebarkanlah salam di antara
- kalian. Waidamut thaam."
- Dan berikanlah makan kepada orang-orang
- yang memerlukan
- makan. Wasallul arham. Dan sambunglah
- silaturahim. Asolu fi fillil wasun niam.
- Dan salatlah di waktu malam ketika anak
- manusia kebanyakan pada tidur. Tadkul
- jannah bisalam. Maka kamu akan masuk
- surganya Allah dengan selamat. Maknanya,
- Ikhwan sekalian, kita disuruh oleh Allah
- Subhanahu wa taala melalui lisan Nabi
- membanyakkan memberi makan orang
- lain. Maka kesempatan kali ini saya
- ingin memotivasi Anda
- sekalian. Sudah berapa banyak kita
- terlibat dalam gerakan memberi makan
- orang
- lain? Atau mari kita lihat sekitar kita.
- Masihkah ada orang yang kelaparan?
- Ternyata masih.
- Ternyata masih. Masihkah ada anak yang
- kurang gizi atau gizi buruk? Ternyata
- masih
- banyak. Jangankan kita jauh-jauh ke
- Palestina atau Suriah di mana banyak
- pengungsi di sana. Di Indonesia saja
- kalau kita berjalan sedikit saja ke
- dalam gang-gang yang kumuh atau ke
- kampung-kampung yang dipelosok, kita
- akan mendapati anak-anak dengan postur
- tubuh yang kurus, kering, matanya colong
- ke dalam.
- Ternyata mereka kena gizi
- buruk. Kenapa? Karena kurang makan.
- Kenapa? Karena orang tuanya fakir dan
- miskin. Nah, ikhwan sekalian, marilah
- kita perhatikan beberapa dalil berikut
- ini terkait
- kemuliaan. Kemuliaan kita memberikan
- makan kepada anak-anak ee yatim, fakir
- miskin ya, dan orang-orang terlantar.
- Saya akan mulai dari ancaman Allah.
- Ancaman Allah yang sangat dahsyat dan
- insyaallah kita semua sudah
- sama-sama menghafal ayat ini surah
- al-maun ayat ayat-ayat awal.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Aroitalladzi yukadzibu
- biddin. Tahukah
- kamu? Kalau dalam bahasa Inggrisnya
- pakai aro ya. Don't you
- see. Tahukah kamu di sini maknanya
- adalah kamu lihat. Betul enggak?
- Sehingga dengan penglihatan kamu itu
- kamu
- tahu maksudnya adalah kamu disuruh lihat
- oleh Allah mengkaji
- betul.
- Aroaita alladzi orang-orang yukadzibu
- biddin. Orang-orang yang mendustakan
- agama. Siapa ini orang mendustakan
- agama? Dahsyat sekali. Allah
- memberikan perumpamaan atau julukan
- kepada orang-orang yukadzibu
- biddin yang terus
- ya mendustakan
- agama. Dan mereka boleh jadi orang-orang
- yang sudah merasa dirinya Islam sebagai
- muslim mungkin pula sudah
- melaksanakan ibadah haji
- sebagai lengkapnya rukun Islam yang
- lima.
- Tetapi di sini Allah
- sindir, arroitalladzi yukadzibu biddin.
- Tahukah kamu siapa itu orang-orang yang
- mendustakan agama atau
- berbohong atas nama
- agama atau orang-orang yang tidak
- melaksanakan agama. Agama menyuruh
- begitu. Ee agama menyuruh begini, dia
- tidak lakukan begini.
- Nah, ayat berikutnya.
- Fzalikalladzi yaduul
- yatim. Maka
- itulah orang-orang yang
- membentak tidak punya kasih sayang
- kepada anak-anak yatim. Ikhwan
- sekalian, mengapa disebut di sana
- adalah yaduul yatim yang
- menghardik, membentak anak yatim.
- Maknanya apa? Tidak ada kasih sayang
- kepada anak-anak
- yatim. Membiarkan mereka dalam keadaan
- psikologis
- yang tidak tentram, galau, tentu saja
- karena kurang perlindungan, tidak
- menempatkan diri orang anak-anak yatim
- ini pada tempat yang
- aman. Ini yang disindir oleh surah
- Almaun. Kemudian wala yahuddu
- alail miskin.
- Dan mereka tidak mengajak manusia,
- menganjurkan manusia, menghimbau manusia
- untuk apa? Untuk memberi makan
- orang-orang
- miskin. Jadi, ikhwan sekalian, kalau
- orang miskin sunahnya adalah kita kasih
- makan. Ee jadi kalau kita ketemu orang
- yang miskin, orang yang kekurangan,
- tidak ada yang lain. Kasih
- makan. Tentu mereka kurang makan.
- Pastilah mereka kurang makan.
- karena mereka tidak beruntung secara
- ekonomi. Entah karena tidak punya skill
- yang memadai untuk bekerja sehingga
- pekerjaannya hanya pekerjaan kasar yang
- tidak menghasilkan uang yang banyak.
- Akhirnya mereka tidak makan dengan
- betul. Nah, gizinya gizi buruk. Maka
- kalau ketemu orang miskin, satu hal yang
- teringat dengan otomatis dengan spontan
- adalah kasih makanlah mereka. ya. Atau
- kalau kita lagi enggak bawa uang, kita
- tidak lagi mampu anjurkan orang-orang
- sekitar kita untuk apa? Kasih makan
- untuk orang-orang miskin. Nah,
- ya. Kemudian fawailul lil
- musallin. Dan
- ber
- celakalah orang-orang yang menegakkan
- salat. Orang-orang yang salat. Kenapa?
- Alladzina hum shatihim sahun. Yaitu
- orang-orang yang lalai di dalam
- salatnya. Alladina hum yuroun. Ketika
- salat mereka ingin
- dilihat pamrihnya lebih dulu lebih
- utama. Waamnaunal
- maun. Dan orang-orang yang enggan untuk
- menolong orang dengan hal-hal yang remeh
- tetapi
- berguna. Apa maksudnya? Orang yang
- bakhil tidak mau membinyami
- barang-barang yang sehari-hari
- diperlukan. Dia pelit sekali meminjamkan
- barang-barang yang diperlukan. Nah,
- Ikhwan sekalian kembali kepada ayat-ayat
- awal
- tadi. W
- yahuddu ala taamil miskin. Tidak memberi
- makan orang-orang yang miskin. Nah, jadi
- ini disebut oleh Quran sebagai pendusta.
- agama. Jadi, masyaallah kalau orang
- berdusta dia dalam beragama itu suatu
- perkara yang besar. Meskipun dia
- muslim, meskipun dia lanjut laksanakan
- semua lima pilar rukun yang rukun
- Islam, tidak dianggap
- keislamannya kosong belaka di hadapan
- Allah. Sama aja dia bukan muslim.
- Nah, I sekalian, inilah yang oleh
- Al-Qur'an dicela ya orang-orang yang
- berdusta, berdusta ee kepada agama.
- Nah, tentang memberi
- makan orang-orang miskin
- ini di dalam ayat yang lain surah
- al-Fajr di dalam juz yang sama, juz yang
- ke-30, Allah pun mengulangi lagi
- perintahnya ya. Surah Alfajr ayat 17
- begini.
- kalla balla
- tukrimunal
- yatim wala
- tahatuna ala thaamil
- miskin. Yakni
- orang-orang
- yang tidak memuliakan anak-anak yatim.
- Kamu tidak sekali-kali kata Al-Qur'an
- tidak sekali-kali memuliakan anak yatim
- dan kamu tidak saling mengajak tuh
- walauna ala miskin. Mengajak apa?
- Memberi makan orang miskin. Ikhwan
- sekalian kalau disuruh mau mengajak
- berarti kita tidak cuma sekedar memberi
- makan tetapi menggerakkan orang
- lain. Untuk apa? Untuk bersama-sama kita
- kasih makan orang-orang miskin.
- Ikhwan
- sekalian, artinya kalau ada anak yang
- gizi buruk sekitar kita, yang dosa
- siapa? Apalagi kalau anak itu sampai
- meninggal karena gizi buruk, karena
- kurang makan. Yang berdosa siapa? Semua
- masyarakat di sekitar itu. Masyaallah.
- Mari kita pastikan di sekitar kita tidak
- ada orang yang
- kelaparan, tidak ada orang yang kurang
- makan.
- Ya, apalagi anak-anak kecil balita yang
- gizi buruk. Kalau sudah gizi buruk di
- masa balita
- kemungkinan pertumbuhan dan
- perkembangannya tidak
- optimal, otaknya tidak normal,
- berfungsi, begitu juga sistem
- motoriknya, dia akan menjadi manusia
- yang lemah. Nah, ikhwan sekalian, ini
- prinsip di dalam Islam bahwasanya
- ya memberi makan orang-orang yang miskin
- itu bagian utama dari
- pembuktian benarnya keimanan kita di
- hadapan Allah. Nah, Ikhwan sekalian,
- berikutnya saya akan memberikan beberapa
- dalil berkenaan dengan kemuliaan untuk
- memberi makan orang-orang yang
- kelaparan, orang-orang yang miskin. Tapi
- saya tanya
- dulu, pernahkah kita berjalan-jalan ke
- pelosok-pelosok? Sekadar untuk
- memeriksa ada orang yang tidak makan.
- Kemarin ada satu tetangga saya persis di
- belakang rumah
- saya, seorang
- kakek yang hidup nyari sebatang kara
- karena anak-anaknya tidak ada yang
- mengurus dia. Dia belakang rumah
- saya.
- Biasanya kami di komunitas itu
- memberinya makan. Dia tiga kali sehari
- kita beri makan pagi, siang, sore. Tapi
- hari itu kami kebetulan ada
- acara keluar semua. Petang hari saya
- tanya ke beliau, "Kakek sudah makan
- belum?" "Belum dari pagi."
- Astagfirullah. Saya istigfar itu
- sepanjang hari ya istigfar. Saya cari
- orang-orang yang biasa memberi makan.
- Ayo bawa ada makanan apa di rumah
- bawakan.
- Allahuabbi. Banyak orang-orang tua,
- saudaraku sekalian, orang-orang jompo
- yang tidak lagi diurus anak-anaknya
- karena anak-anaknya pun
- miskin, anak-anaknya pun terlantar.
- Bagaimana mau
- menanggung hidup orang tuanya, sedangkan
- mereka menanggung hidup sendiri dan
- anak-anak mereka sendiri. Itu sudah
- berat. Akhirnya apa? Orang tua itu
- banyak yang tidak makan. Diam-diam ada
- kemiskinan di tengah kampung
- kita. Maka marilah kita periksa lagi,
- periksa lagi, periksa
- lagi. Ikhwan
- sekalian, orang-orang yang memberi
- makan para fakir dan miskin adalah
- orang-orang yang memberi makan ahli
- surga. Dan orang-orang yang memberi
- makan ahli surga tempatnya di mana?
- kalau tidak lain di
- surga. Dan
- ternyata memberi makan orang-orang fakir
- dan miskin dan anak-anak yatim itu
- merupakan
- obat bagi hati
- yang keras, bagi hati
- yang
- kurang sehat hatinya. Ya, dalam satu
- hadis Nabi sallallahu alaihi
- wasallam
- mengatakan hadis yang diriwayatkan dari
- Abu Hurairah radhiallahu anhu
- bahwasanya ada orang yang
- hatinya keras. Maka beliau
- bersabda, "In
- aratta talyina
- qolbika fatimul miskin wamsah rosal
- yatim.
- Kalau kamu ingin
- melembutkan
- hatimu, maka hendaknya kamu memberi
- makan orang-orang
- miskin dan usaplah dengan kasih sayang
- rambut kepala anak-anak yatim. Ikhwan
- sekalian di sini
- artinya kepada orang-orang miskin
- hendaknya kita pastikan mereka dikasih
- makan.
- Jangan pikir, oh dia kan
- punya masih punya tangan dan kaki untuk
- bekerja. Jangan kita lihat
- begitu. Pokoknya selamatkan dulu dia.
- Jangan kurang makan. Setelah itu baru
- kita pikirkan supaya dia kemudian bisa
- makan sendiri dengan apa? dengan
- bermaisyah, dengan
- ber penghasilan dari
- maisyahnya, dari pekerjaan yang kita
- berikan pada dia. Nah,
- kemudian berkenaan dengan hadis tadi
- dari Muhammad Al bin Wasi Al-Azdi,
- bahwasanya Abu Darda radhiallahu anhu
- seorang sahabat Nabi pernah memenuhi
- surat kepada Salman al-Farisi
- radhiallahu
- anhu. Wahai
- saudaraku, ini Abu Darda ini orang yang
- dekat dengan
- Rasul. Dia tulis surat kepada Salman
- al-Farisi. Wahai saudaraku, mendekatlah
- kepada anak yatim.
- Usaplah
- kepalanya dan berilah ia makan dari
- makananmu. Karena sesungguhnya aku
- pernah dengar Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda ketika ada
- orang mengadu kepada beliau akan
- kekerasan
- hatinya.
- Ya
- adnil yatima wamsah rahu
- wimhu
- minamik yalin
- khbukq ala hajatik.
- Barang siapa yang
- mendekatkan dirinya kepada anak
- yatim, dia menghampiri anak
- yatim, mengusap
- kepalanya dan memberinya makan dari
- makanannya. Artinya orang itu dari rumah
- bukan cuma makanan dari luar makanan
- yang berbeda dengan yang dia makan.
- Tidak. Apa yang dia makan kasihkan ke
- orang. Makanya ini sebuah bentuk
- penghormatan pada orang yang tidak
- makan. Apa katanya? Kata Nabi sallallahu
- alaihi
- wasallam, "Maka semua itu mendekat
- kepada anak yatim, mengusap kepalanya
- dan memberikan dia
- makan, maka semua itu akan melembutkan
- hatimu dan
- terpenuhi keperluan-keperluan
- kamu." Jadi, kita punya hajat. Apa? Kata
- Nabi sallallahu alaihi
- wasallam, "Datangi anak yatim." Maka
- memang betul kalau ada
- beberapa pengusaha atau kantor-kantor
- ya, bahkan instansi-instansi pemerintah
- dan swasta itu mengundangi anak yatim
- ini sesuai ya.
- melaksanakan
- hadis berkenaan dengan
- itu. Anak yatim
- didatangi, diusap kepalanya, dikasih
- makan. Pulang-pulang mereka dikasih
- bingkisan kalau perlu beasiswa apalagi.
- Nah, ikhwan
- sekalian, ini bagian dari kita menolong
- sesama kita.
- Dan barang siapa yang menolong sesama
- muslim, terutama dalam hal hidup,
- ya jangan bicara tentang hal-hal lain
- yang pelengkap hidup untuk hidup yang
- pokok saja kita selesaikan lebih dulu.
- Maka Allah menjanjikan padanya
- pertolongannya.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda,
- "Wallahu fi aunil abdi makal abdu fiuni
- akhi." Dan
- Allah senantiasa akan menolong seseorang
- hamba selama hamba itu menolong
- saudaranya. Ik sekalian, kalau kita mau
- dikasih banyak pertolongan sama Allah,
- banyak-banyaklah menolong orang.
- Ada seorang sahabat saya yang saya saya
- saksikan
- betul. Dia paling senang mengajak orang
- makan. Kalau dia makan berdua atau
- bertiga, berempat sama teman-temannya,
- dia paling dulu untuk membayari
- teman-temannya. Apa yang terjadi,
- Saudara? Orang ini rezekinya paling
- lancar ya dan paling sering umrah. Ya,
- kalau haji kan tidak bisa tiap tahun ya.
- karena
- batasan-batasan kuota haji itu. Tapi dia
- paling sering umrah karena apa?
- Rezekinya lancar. Kenapa? Teman-temannya
- didraktir. Sementara sebagian
- orang kalau keluar dia makan sendirian,
- sembunyi-sembunyi supaya apa? Supaya
- tidak ada teman yang ikut sama dia.
- Karena dia takut membayarkan temannya.
- Ada begitu? Ada.
- Kalau makan tempatnya jauh dari jauh
- dari kantin kantor ya toh. Kalau di
- kantin kantor dia ketemu teman-temannya
- enggak ngajak makan, enggak nakir ya itu
- rasanya gimana? Enggak enak ya. Jadi
- kalau dia berbuat begitu masih karena
- pamri kepada manusia. Nah, Ikhwan
- sekalian, inilah yang Allah janjikan
- ya,
- bahwa barang siapa menolong menolong
- hambanya, maka Allah akan menolong dia.
- Ya. Nah, ikhwan
- sekalian, berkenaan dengan
- tolong-menolong ini memang di
- dalam
- Islam kita itu
- mendahulukan mendahulukan keperluan
- saudara kita daripada keperluan kita
- sendiri. Karena apa? Dengan
- begitu kita akan berlumba-lumba dalam
- kebaikan dan kita akan menjadi orang
- yang tidak berorientasi menuntut tetapi
- justru banyak
- memberi. Kita senang
- memberi tapi kita tidak menolak
- diberi tapi kita tidak suka
- meminta-minta.
- Nah, kalau ini yang sudah tumbuh di
- tengah-tengah masyarakat, insyaallah
- suatu bangsa akan terbebas dari
- korupsi, pencurian, terang-terangan,
- maupun
- terselubung, negara digarong
- terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi
- terserubung yang justru pelaku
- pencurian harta negara, uang rakyat itu
- justru para pejabatnya. Karena apa?
- mentalitas tangannya di bawah terus,
- maunya menuntut kurang
- terus. Nah, ikhwan sekalian itu dalam
- hal ini merupakan indikator hati yang
- rusak, hati yang keras. Maka Nabi suruh
- apa? suruh hati itu dilembutkan dengan
- Bapak, banyak kasih makan orang lain.
- Dan saya ada mendengar
- cerita ada seseorang yang menyiapkan
- tiap hari 100 kotak nasi bok ya. Nasi
- kotak untuk apa? Bagi-bagi orang-orang
- siapapun bagi-bagi satpam dibagi, Bapak
- polisi yang di pinggir jalan
- dibagi, ya sopir angkot dibagi 100 itu
- habis sehari.
- Nah, kalau satu boks itu katakanlah
- paling murah Rp15.000, Mas Rizal ya,
- nasi bok paling murah Rp15.000 kali 100
- jadi berapa?
- Rp15ut. Artinya, Saudara, dia punya
- rezeki pasti lebih dari 1,5 juta
- sehari. Iya
- kan? Orang ini tidak jadi miskin karena
- banyak memberi. Justru rezekinya
- berlipat-lipat.
- Maka marilah saya mengajak kita
- sekalian untuk banyak memberi makan
- saudara-saudara kita.
- Apalagi saudara-saudara kita di
- Palestina dan di
- Suriah. Kemarin rombongan kami ya dengan
- dukungan Rasil dan
- Meri. Kami melakukan operasi kemanusiaan
- di Lebanon bertemu dengan
- pengungsi dari Suriah maupun dari
- Palestina. Dan kita lihat betul banyak
- orang kurang makan di sana, Saudara.
- Maka kita akan lakukan lagi penggalangan
- bantuan-bantuan
- kemanusiaan secara lebih intensif
- sehingga apa? Kita lebih banyak lebih
- banyak mampu untuk membantu seleser kita
- yang kekurangan.
- Nah, ikhwan sekalian,
- terakhir saya
- ingin menyampaikan
- bahwasanya Nabi sallallahu alaihi
- wasallam itu
- menyindir
- orang-orang yang tidur dalam
- keadaan kenyang. Sementara saudaranya
- ya,
- saudaranya dalam keadaan yang lapar.
- Dari hadis yang diriwayatkan dari Anas
- bin Malik radhiallahu anhu, Nabi
- sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Ma amana
- biata
- syab'an
- wajaruhu
- ja jambihi wahua yalam."
- tidaklah beriman kepadaku seseorang yang
- suatu
- malam bermalam dalam keadaan kenyang
- padahal
- tetangganya di samping rumahnya dalam
- keadaan lapar dan dia mengetahui hal
- itu. Hadis ini
- masyaallah ya dikatakan sahih dari As
- Syekh
- albani dari Imam At-Tabrani dalam ee
- kitab Al-Kabir. Maka para sekalian, kita
- berlindung kepada Allah dari perut kita
- yang selalu kenyang dan kita lupa dengan
- saudara-saudara kita yang
- kelaparan. Dan kita lihat banyak orang
- yang makan
- berlebihan. Makan berlebihan. Padahal
- untuk orang tetangga kiri kanan dia
- tidak pernah
- berpikir. Bertanya pun tidak.
- Mari kita contoh bagaimana rumah tangga
- Nabi sallallahu alaihi wasallam
- terhadap persoalan makanan
- ini. Nabi seringki menyuruh
- Aisyah untuk membanyakkan
- masakannya. Kuahnya
- diperbanyak. Kalau daging-daging
- dipotong banyak supaya apa? Antarkan ke
- tetangga kanan kiri depan belakang.
- Bahkan suatu ketika yang di masa Aisyah
- itu daging yang
- sedikit. Nabi suruh antarkan ke
- tetangga-tetangganya yang daging
- padatnya hanya tinggal kuah di dalam
- kuali di dalam tempat masak itu. Maka
- Nabi berkata, "Inilah yang kita makan
- bersama." Nah, ikhwan sekalian, begitu
- rupanya Nabi sallallahu alaihi wasallam
- memperhatikan tetangganya.
- Apalagi tetangganya orang-orang miskin.
- Maka marilah memberi makan orang-orang
- miskin, fakir, dan tetangga-tangga kita
- itu sama saja kita memberi makan para
- ahli surga. Dan tidak akan rugi orang
- yang memberi makan para ahli surga. Maka
- marilah sama-sama kita perbanyak. Kalau
- sekarang sudah banyak memberi makan,
- teruskan ya. Dan saya juga dengar di e
- menjadi viral ya, Mas Rizal. Ada orang
- menyiapkan warung tenda nasi kuning
- gratis atau kalau mau bayar sekedarnya
- ya Rp3.000 yang enggak apa duit silakan
- makan di situ. Orang itu saya lihat
- bukannya makin miskin tapi makin kaya.
- Dia bilang, "Insyaallah kita akan buka
- di tempat ini. Insyaallah tahun depan
- tempat ini." Jadi seluruh penjuru kota
- DKI Jakarta ini sudah akan ada
- warung-warung gratis seperti itu.
- Allahuabbi. Nah, ikhwan sekalian,
- marilah kita dididik oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk melembutkan
- hati kita ya. Memberi makan anak-anak
- yatim, fakir miskin, orang-orang
- terlantar ya, orang-orang yang tidak
- berkecukupan sekitar kita. Insyaallah
- kita akan dimudahkan oleh Allah. Tadkhul
- jannah bisalam. Masuklah kamu ke surga
- dengan selamat. Walhamdulillahi rabbil
- alamin. Ya
- [Musik]
- rabbanaarna
- [Musik]
- biannanafna wa annana
- asrafna alal asrafna.
- [Musik]
- wasurlanal wa
- aminirati
- wagfirliwalidina rabbi wa
- mauludina wal ahli wal ikhwani
- [Musik]
- mahabbah a
- jiratinbah wal
- muslimina ajma amina rabbi asma fadlan
- wa judan
- manna la
- biktisabin
- minna bil mustofa rasuli
- Sh
- wasallambi alaihi addal habbi wa
- alihi
- wasahbihi
- [Musik]
- adadathbi
- walhamdulill ilahi fil badii
- watanahi. Ya Allah, kami mengaku bahwa
- kami berdosa, kami melampaui batas, kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami, ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu. Bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir ya.
- Alhamdulillah. Amin. Ikhwan akhwati yang
- dirahmati Allah. Setelah kita simbak
- bersama kajian keluarga Islami yang
- disampaikan oleh Ustaz Agus Darmaji
- dengan tema memberi makan para ahli
- surga. Dalam hal ini tadi fakir miskin
- dan juga yatim, Ustaz ya. Yatim. Dan
- memang di akhir-akhir ini juga sudah
- banyak yang terutama di hari Jumat ya
- nasi jumat berkah pendengar hasil juga
- sudah mungkin sudah ribuan bungkus ya
- dibagikan sekitarnya bertabek.
- Alhamdulillah dan semoga menjadi amal
- saleh dan juga dibalas dengan
- sebaik-baiknya balasan dari Allah ya.
- Dan ikhwan akhwat seperti biasa ingin
- bergabung menyampaikan pertanyaan,
- tanggapan dan juga komentarnya kami
- tunggu di
- 0811999720. Ini untuk pertanyaan melalui
- WhatsApp ataupun SMS. Dan ikhwanat jika
- ingin berinteraktif di bisa menghubungi
- di
- 0218451512. kita jeda terlebih dahulu ya
- dah dan akan kembali setelah jeda
- berikut
- [Musik]
- ini. Duhai jiwa yang terluka.
- Tidak sepatutnya kau tumpahkan air mata
- di sosial
- media. Namun tumpahkanlah air matamu di
- dalam
- kesunyian di hadapan Allah azza wa
- jalla.
- Karena hanya Dialah yang mampu
- memberikan solusi
- hakiki. Sementara sosial media hanya
- merespon dengan rasa
- iba. Duhai jiwa yang
- bisa kesunyian dalam
- kerinduan. Jangan kau tuturkan resahmu
- di sosial media.
- Sehingga syahwat
- dunia mengatur siasat untuk
- menerkammu, membuahimu dengan semua kata
- semu. Ketika kau lengah dan mulai, maka
- dia akan
- menceratmu. Curahkanlah hanya kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Karena hanya
- Allah azza wa jalla yang mampu
- memberikan solusi terbaik bagi setiap
- makhluknya. Sementara kepada makhluk
- hanya akan menimbulkan kekecewaan
- lainnya. Maka janganlah kau pajak
- auratmu di sosial media.
- terlebih lagi isi
- hatimu. Q
- [Musik]
- in
- asku wa
- huzniallahi waamu minallahi ma laun.
- Halo. Asalamualaikum.
- Muslim yang hakiki adalah yang saudara
- muslimnya selamat dari kejahatan lisan
- dan tangannya. Demikian hadis riwayat
- Imam Bukhari dan Imam Muslim.
- [Musik]
- Ya, terima kasih WWAT yang dirahmati
- Allah. Masih menyimak siaran Radio
- Silaturrahim dan juga rasil visual untuk
- Islam yang satu. Di kesempatan pagi hari
- ini masih dalam program acara Hikmah
- Pagi, Kajian Keluarga Islami bersama
- Ustaz Agus Sudarmaji. Dan tadi kita
- sudah menyimak kajiannya bagaimana
- memberi makan para ahli surga. Dan kita
- langsung saja memasuki sesi tanya jawab.
- Pertanyaan pertama dari Bu Neneng
- katanya di Ciputat, Ustaz. Baik. Ee
- Ustaz, di belakang rumah saya ada
- tetangga yang kekurangan dan saya suka
- ngasih dia uang walaupun tidak setiap
- hari, tapi dia kalau ada uang selalu
- beli apa yang dia tidak butuhin katanya.
- Kadang-kadang saya berpikir dia boros
- kalau ada uang. Nah, bagaimana saya
- bersikap? Apa saya kasih saja kalau dia
- kekurangan? Karena kalau dia kurang
- pasti ngomong katanya. Mohon
- pencerahannya, Ustaz. Saya suka kasihan
- katanya kalau dia ditagih sana sini.
- Tapi saya suka gergetan kalau dia ee dia
- ada tidak bisa memilahmilah mana yang
- lebih
- penting. Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad
- w Ibu Neneng terima kasih
- pertanyaannya. Kalau Ibu punya tetangga
- yang kekurangan, sudah masuk ke kategori
- fakir atau miskin? Ya, maka ibu punya
- kewajiban untuk
- menyantuninya. Tapi ibu sudah
- melakukannya itu. Cuma jadi masalah yang
- dikasih santunan berupa uang kok
- berperilaku boros ya. Harusnya kan untuk
- makan. Memang ada orang seperti itu, Bu.
- Ya, mungkin dia enggak enggak merasa
- bahwa dia perlu makan, anak-anaknya
- perlu makan. Tapi yang penting
- penampilan ya toh orang miskin tapi
- HP-nya 4G ya. Ada juga begitu. dia
- enggak makan enggak apa-apa itu. Ini
- memang manusia banyak ee
- yang salah dalam hal menjalani
- kehidupannya ya. Maka yang Ibu lakukan
- adalah selain memberikan makanan fisik
- tetapi juga makanan rohani. Santapan
- fisik dikasih, santapan rohani diberi.
- Ya. Dengan cara apa? Beri nasihat. kasih
- nasihat kepada
- dia.
- Khawatir dia menikmati ya kondisi
- kemiskinannya itu kemudian jadi alat
- untuk
- meminta-minta. Nah, di dalam Islam orang
- fakir
- miskin itu sebenarnya tidak boleh
- minta-minta. Ada ancamannya orang yang
- mengemis ya meminta-minta kepada manusia
- itu ada ancamannya. Nah, jadi
- Ibu yang Ibu teruskan saja selain
- memberikan bantuan fisik berupa makanan
- atau uang ya mungkin kalau uang dia
- dikhawatirkan untuk keperluan-keperluan
- yang tidak perlu, ibu berikan sahaja
- bahan-bahan makanan ya.
- Contohnya beras ya, entah 10 L, 20 L
- plus ada minyak, ada gula, ada teh dan
- lain-lain ya. Artinya bahan makan di
- stok bukan sekedar kasih uang. Uang
- khawatir dibelanjakan dengan tidak
- betul. Yang kedua, kalau dia punya
- hutang, ya, Bu, ajarkan kepada dia
- gimana tidak berhutang. Karena
- sebaik-baik orang adalah yang tidak
- punya hutang.
- Nah, kalau di punya hutang dan ibu
- tergerak untuk dan ibu punya kemampuan
- untuk melunasinya, saya akan menghibur
- ibu dengan satu hadis. Ya, Nabi
- sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Min afdolil
- amal." Ya, dari utama-utama
- yang manusia lakukan, keutamaan amal
- adalah idkalus surur alal
- mukmin taqdhuinan.
- Taqdilahu
- hajatan tanaf
- tanafisuahu
- qurbah. Apa yang disebut
- sebagai amal-amal yang utama, amal-amal
- yang terbaik adalah memasukkan
- kebahagiaan kepada hati seorang mukmin.
- Jangan buat hatinya
- susah, tapi justru membuat dia
- gembira menghiburnya.
- Kemudian apa
- itu? Membayarkan hutangnya. Ah, kalau
- dia delete hutang memang enggak mungkin
- lagi dia bayar. Dibayarkan hutangnya
- lah. Kemudian penuhilah
- keperluan-keperluannya dan melonggarkan
- satu kesusahan
- darinya.
- Maka inilah amal-amal yang disebut amal
- terbaik ya.
- Hadis dari Ibnu Almukadir Radhiallahu
- anhu ya
- di ee Sunan Albaihaqi ada ya. Jadi ini
- bagian dari sunah ibu memberi makan juga
- kalau ada utang ibu tutup utangnya
- insyaallah jaminan
- ibu surganya Allah. Ya Allah dalam satu
- hadis saya pernah mendapatkan Allah itu
- malu sebenarnya kepada orang
- yang menutup hutang
- saudaranya sampai-sampai redaksinya itu
- sebenarnya itu adalah tugasnya
- Allah tetapi kamu ambil alih betapa
- malunya Allah. Ya, kurang lebih begitu.
- Maka Allah akan memberikan yang terbaik
- buat orang yang membayarkan hutang
- saudaranya. Ya, demikian Bu Neneng.
- Mudah-mudahan Ibu tidak kapok, tidak
- berhenti untuk membantu tetangga ibu
- lantaran dia
- perilakunya kurang ibu sukai ya. Tapi
- justru kasih nasihat, Bu, santapan
- rohani selain santapan jasmani.
- Demikian. Wallahuam bisawab.
- E dan selanjutnya, Ustaz ee Oh, ada yang
- sudah terhubung ya di telepon. Baik.
- Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ya, dengan siapa? Di mana,
- Bapak? Eh, saya Pak Yanwar Kin Sugiharto
- di Kota Serang, Banten. Pak Yanwar ya.
- Iya, betul. Iya, silakan Pak Januar. Ada
- yang ee Asalamualaikum ee Ustaz Agus.
- Waalaikumsalam, Pak Janwar. Gimana, Pak?
- Sehat ya, Pak? Iya, alhamdulillah sehat.
- Alhamdulillah. Gimana, Pak? Ada yang
- sampaikan pertanyaan, Ustaz Agus. Heeh.
- ee
- pertanyaannya ee ee kalau kita ingin
- memberikan fakir miskin ee itu tentu
- harus ee memilih ya ee karena tidak
- semua fakir miskin itu ee melakukan
- ibadah.
- E jadi tentu kita memberikan fakir
- miskin yang memang ee kondisinya memang
- tidak mampu untuk ee untuk berusaha. Ee
- saya mohon apakah memang harus e
- demikian? Saya mohon pencerahannya ee ee
- Ustaz Agus. Baik, Bapak. Terima kasih.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- war atas pertanyaannya. Iya.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Terima kasih, Pak Janwar. Kalau memang
- kemampuan kita dan juga masyarakat di
- sekitar terbatas ya, Pak ya. Sementara
- jumlah fakir miskin itu di sekitar kita
- cukup banyak apalagi berada di
- kantong-kantong kemiskinan. Jadi memang
- masyaallah
- meskipun slogan
- dari beberapa
- tokoh politik itu Indonesia ee sudah ee
- makin bebas dari kemiskinan, tapi yang
- terjadi kemiskinan masih ada di
- mana-mana ya. Nah, Pak Janwar boleh kita
- memilih dan memilah ya, Pak ya. Maka
- tadi kita punya judul adalah memberi
- makan para ahli
- surga. Ahli surga yang
- mana? Orang-orang fakir miskin banyak
- yang tidak ibadah. Betul tidak?
- Betul. Ketika kita sudah Allahu
- mendengar imam bertakbir Allahu Akbar
- kita ikut takbiratul ihram juga salat
- berjamaah. Ada orang yang masih
- memanggul. Mohon
- maaf, karung berisi barang-barang yang
- dia pulung. Jadi pemulung nih
- ya kita tegur, "Pak, Bapak, Bapak
- agamanya apa sih? Kalau Islam ya kita
- salat
- dulu. Ee apa yang Bapak cari?" Nah, jadi
- ba luar boleh kita memprioritaskan
- orang-orang fakir miskin yang
- memang sudah
- berada dalam golongan ahli ibadah itu
- kita prioritaskan baru kemudian fakir
- miskin secara
- umum. Nah, dan zakat fitrah pun itu
- diper ee kenankan untuk orang-orang yang
- lemah
- hatinya, orang-orang fakir dan miskin.
- Jadi, Pak Janwar boleh Bapak melakukan
- ee apa namanya? Memilah dan memilih ya
- istilahnya ya. Dulu kan yang memang dia
- punya
- punya akidah sudah baik ya. Tapi justru
- ada sebaliknya, Pak. Kalau yang dikasih
- makan itu orang-orang yang sudah salat,
- gimana yang enggak salat, Pak? Nanti
- makin digarap sama kaum misionaris. Ini
- yang berbahaya, Pak. Ya, jadi Pak Januar
- mudah-mudahan kalau Banten sudah bebas
- dari mohon maaf ya kristenisasi harus
- saya harus saya buka ini Kristenisasi
- Pak. Kristenisasi itu mengincar siapa?
- Orang-orang fakir dan miskin dari kaum
- muslimin. Kasih makan aja tiap hari ya
- dipasok
- beras kemudian bahan makanan yang lain.
- Pindah dia dari agama Islam. Nah, ini
- Pak Janwar. Jadi silakan ee boleh
- memberi makan siapa saja. Tapi kalau
- Bapak mau memprioritaskan yang sudah
- ibadah, monggo silakan ya. Nah, justru
- yang kita lawan adalah Pak kita mengajak
- nih orang-orang lain nih ya. Mengajak
- orang lain-lain ini saya bersama para
- alumni ya, para alumni UI ya, ILUNI itu
- mencoba untuk menggagas ya memberi makan
- orang-orang yang fakir miskin di
- Jakarta. Alhamdulillah sudah mulai
- berjalan dan saya kira kita
- mulai bersinergi dengan banyak orang.
- Tidak cuma sekedar di sekitar Bapak di
- Serang sana, tetapi lebih luas, Pak. Ya,
- Bapak kan Bapak bisa memberikan makan
- pada orang-orang yang ada di Makassar
- sana. Ada beberapa orang yang memang
- Bapak bisa hubungi, Bapak bisa kirim
- transfer untuk apa?
- Misalnya 1 hari sudah ada target 100
- bungkus nasi.
- atau 100 bok nasi ini Rp15.000. Oh, saya
- hari ini 10 bok aja deh. 10 bungkus ya.
- Saya kirim Rp150.000. Boleh, Pak. Ya.
- Jadi, Pak Januar teruskanlah hati Bapak
- akan makin
- dilunakkan, dilembutkan sama Allah,
- bahkan diisi sama cinta kepada Allah
- dengan tulis ikhlas membantu orang lain.
- Ya, wallahuam bawab. Baik, setelah Pak
- Janwar kita terima telepon kembali ya.
- Ada yang sudah terhubung. Halo,
- asalamualaikum. Halo.
- Asalamualaikum. Oh, nampaknya sudah
- terputus ya. Mungkin tadi sudah menunggu
- bisa dicoba menghubungi lagi dan
- selanjutnya saya bacakan kembali
- pertanyaan melalui WhatsApp Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ee Ustaz,
- pertanyaannya itu mm apakah anak yatim
- dan tidak mampu setelah lepas SD tidak
- perlu disantuni? He. Ini hamba Allah ini
- mempunyai anak yatim katanya ee
- ditinggal orang tuanya saat masih
- kecil-kecil. He. Ditinggal ayahnya kelas
- 3 SD dan 11 bulan. Kalau sekarang sudah
- bayi ya. Heeh. Kalau sekarang
- alhamdulillah sudah menjadi PNS. Dulu ke
- ketika SMA katanya sampai jalan kaki
- sampai 4 kilo katanya. Oh. Karena enggak
- ada uang. Iya. Karena enggak ada uang.
- Karena tadi katanya di sana ada ee di
- tempat tinggalnya ada orang berpengaruh
- mengatakan menganjurkan kalau anak yatim
- yang sudah lepas SD tidak perlu
- disantunin. Apakah benar demikian,
- Ustaz? Iya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad wa. Anak yatim yang wajib untuk
- disantuni adalah mereka yang belum
- bermaisyah, yang belum mampu untuk
- memberi makan dirinya sendiri.
- Kalau dia masih sekolah tentu dia masih
- perlu
- dibantu. Maka sampai sekolahnya apapun
- kalau perlu anak-anak yatim yang
- pintar-pintar apalagi tadi sudah ada
- cerita dia anak berprestasi kan. He.
- Sudah fokuskan saja untuk apa? Untuk
- sekolah. Karena apa? dengan sekolah dia
- nanti akan menjadi orang yang
- kuat, bisa berpenghasilan yang layak dan
- bisa mengangkat keluarganya keluar dari
- kemiskinan. Jadi mengentaskan
- keluarganya dari
- kemiskinan. Nah, ini justru
- prioritas. Jadi, anak-anak yatim yang
- cerdas-cerdas itu banyak
- sekali. Justru ini yang kita
- prioritaskan ya. Maka menurut
- saya, cobalah kita tanya anak-anak kita,
- kita
- berkembang, siapa teman-teman kamu yang
- yatim, Nak? Ya, kita berkembang dari
- sekedar memberikan makan buat dia,
- tetapi juga menyediakan beasiswa. Untuk
- siapa? Untuk dia. Sekolah lagi, ke
- sekolah lagi, sekolah lagi. Supaya apa?
- Nanti dia mampu mengangkat keluarganya,
- mengentaskan keluarganya dari
- kemiskinan. Ya, saya kira itu, Ibu. Jadi
- tidak betul kalau anak sudah lepas SMP
- kemudian tidak boleh disantuni lagi. SD
- lepas SD apalagi lepas SD mungkin ya.
- Apali lepas SD belum bisa kerja dia. He.
- Dan ada larangan dari
- undang-undang. Pekerja di bawah umur
- dilarang. Ini ada
- undang-undangnya. Karena anak-anak yang
- ada pada usia sekolah kewajiban dia
- sekolah menuntut ilmu. Kalau tidak dia
- akan terar belakang.
- Bahkan
- nanti akan memperpanjang itu sejarah
- kemiskinan keluarganya. Makin miskin,
- makin miskin, makin miskin. Berkutat
- saja di kemiskinan. Maka
- mengangkat derajat manusia atau
- masyarakat dari kemiskinan, dari bawah
- garis kemiskinan itu dengan pendidikan.
- Ya, kasih dia ilmu. Ini memang sunah
- Nabi. Kasih dia ilmu. Dengan ilmu dia
- mampu nanti apa? bekerja di tempat yang
- layak atau meng-create pekerjaan,
- menciptakan pekerjaan. Nah, ini supaya
- tidak menjadi beban beban baru bagi
- masyarakat. Demikian ya. Mudah-mudahan
- ee saudara kita yang ada di seluruh
- pelosok peka terhadap keperluan
- anak-anak yatim ya, membantu mencukupi
- keperluannya bahkan sampai dia mampu
- menghidupi keluarganya sendiri. Amin ya
- rabbal alamin. Ya. Baik. Rasul pun
- mencontohkan ya sangat dekat dengan anak
- yatim. Anak yatim. Rasul pun anak yatim
- sebenarnya, Ustaz ya. Oh iya beliau
- beliau memang yatim ya. Baik dan
- selanjutnya kita bacakan dari ee
- 089644188 sekian-sekian. Ustaz, apakah
- orang yang tidak mengeluarkan zakat
- termasuk orang-orang yang menghalangi
- orang tidak makan seperti yang tercantum
- dalam surat Almaun? Ustaz, terima kasih.
- Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Orang yang tidak berzakat ini
- ancamannya besar,
- Pak.
- Ya. Dan dia termasuk orang
- yang melanggar perintah
- Allah termasuk orang-orang
- yang disebut di dalam surah Al-Maun
- juga. Dia enggak bayar zakat. Padahal
- zakat itu digunakan
- untuk menyantuni delapan asnaf utamanya
- yang pertama dan yang kedua adalah
- fuqara dan
- masakin. Nah, zakat ini
- wajib. Maka kita niatnya selain
- membayarkan zakat, kita juga niatkan
- untuk menyantuni fakir miskin.
- Insyaallah dua-duanya dapat. Bentuk
- barangnya satu.
- Nih kita serahkan 1 bulan R1 juta
- penghasilan kita dari profesi 1 bulan
- ini. Serahkan dari dari gaji kita zakat
- profesinya berapa? R1 juta.
- Alhamdulillah. Berarti kalau orang
- zakatnya R1 juta, dia penghasilannya R0
- juta. 2,5% kan dari penghasilan. Nah,
- syukur-syukur ditambah, Pak. Dan tidak
- bakal membuat Anda miskin kalau sudah
- mengeluarkan banyak zakat ya.
- Insyaallah. Jadi ee intinya
- bahwa berzakatlah supaya kita terbebas
- dari sisa api neraka dan kita dijamin
- oleh Allah Subhanahu wa taala memasuki
- surganya. Dan kita bahas pada pekan yang
- lalu, ciri-ciri orang bertakwa adalah
- orang yang wamimma rozaqnahum
- yunfiquun. Dari sebagian harta yang
- Allah rezekikan mereka keluarkan zakat,
- infak, dan sedekahnya. Wallahuam bawab.
- Baik, Ustaz. Dan nampaknya kita sudah
- ada di penghujung acara nih, Ustaz.
- Karena waktu yang terbatas sebelum
- diakhiri seperti biasa bisa usaha
- memberikan penutupnya seperti apa,
- Ustaz? Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad wab. Ikhwan sekalian, ini
- urusan memberi
- makan. Ini urusan yang utama di dalam
- Islam. Jangan kita beranjak kepada
- persoalan yang lebih serius. Kalau kita
- belum selesai dengan yang satu
- ini, maka pastikan kita termasuk
- orang-orang yang membenarkan sabda
- Nabi. B seorang muslim adalah orang yang
- tidak pernah tidur dalam keadaan
- kenyang. Sementara saudara di
- sebelahnya, tetangga di
- sebelahnya,
- perutnya
- lapar. Ya, kita termasuk orang yang
- paling depan. dalam hal memberi makan
- orang lain. Ya. Dan rumah kita adalah
- rumah yang terbuka untuk orang keluar
- masuk makan.
- Ya, Nabi Ibrahim Alaih Salam orang yang
- dipuji oleh Allah Subhanahu wa taala
- bahkan dijadikan sebagai sahabatnya yang
- dekat. Karena apa? Karena beliau senang
- memberi makan orang lain. Nah, maka
- marilah mana pun kita makan ya kita
- ingat orang lain kalau ada orang belum
- makan ya.
- Ya, kalau kita mungkin bisa membelikan
- dua bungkus nasi, kita makan satu-satu
- lagi untuk saudara kita, insyaallah ya.
- Insyaallah kita jadi orang yang dekat
- dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam
- dan kita dijamin surganya Allah
- Subhanahu wa taala.
- Demikian memberi makan ahli surga
- artinya kita memberi makan orang-orang
- sekitar kita fakir miskin yang senang
- beribadah kepada Allah tapi kurang
- beruntung dan insyaallah yang memberi
- makan ahli surga dijamin surganya Allah
- subhanahu wa taala. Rbana atina fid
- dunya hasanah wafil akhirati hasanah
- waqinaabanar jann ma abr ya aziz yaar ya
- rabbal alamin walhamdulillahiabbil
- alaminalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh terima kasih
- dan jazakullah khairan kir kepada ustaz
- agusma atas kehadiran dan juga kajian
- yang dipakai hari ini, Ustaz, insyaallah
- kita bertemu lagi Jumat yang akan
- datang, Ustaz. Jumat apakah bisa hadir?
- Kan saya kelihatannya ada
- kegiatan program di Lampung tadi. Mohon
- izin dulu acara tun di sana ya. Baik,
- nanti mungkin kita siarkan ulang, Ustaz
- ya. Iya, insyaallah. Dan I terima kasih
- atas kebersamaannya. Sebelum kami akhiri
- kami sampaikan ee dua buah informasi.
- Ikhwan akhwat, hadirlilah kajian
- muslimah. Ya, ini mungkin khusus untuk
- ibu-ibu ee akhwat, Mbak-mbak silakan
- untuk hadir dalam ee kajian muslimah
- dengan tema inspirasi Hijrah yang akan
- dilaksanakan hari Ahad. Ahad ini ya, 29
- April 2018 pukul 0.30 30 pagi di Masjid
- Silaturahim ya dekat Trasil dengan
- pemateri yaitu Umi Pegi Melati Sukma ya,
- public figure pendakwah penulis buku
- yang sudah lama hijrah ya. Dan silakan
- terbuka untuk umum kajian muslimah ya.
- Ini ee ibu-ibu, mbak-mbak, akhwat kaum
- muslimah bisa hadir di Masjid
- Silaturahim Ahad ini pukul 0.30 30 ya di
- Masjid Silaturahim dengan Ustazah Pegi
- Melati Sukma dengan tema Inspirasi
- Hijrah. Dan tadi juga ada beberapa
- pertanyaan yang masuk menanyakan
- mengenai program umrah ee umrah Ramadan
- yang akan dilaksanakan oleh Satim
- Travel. Silakan ikhwan akhwat bisa
- menghubungi di Akhi Musa di
- 0812 84941456.
- Saya ulangi, bagi ikwan akhwat yang
- ingin ee bareng-bareng umrah di bulan
- Ramadan ini yang akan datang ya silakan
- di
- 081284941456 atau di
- 08129008
- 5637. Saya ulangi di
- 0812
- [Musik]
- 90 5637.
- Insyaallah ee berangkat umrah Ramadan
- bersama Ustaz Herinudi. Silakan
- menghubungi nomor tersebut. Dan akhirnya
- saya Rizal Alhak temani teman-teman yang
- sudah bertugas dari pagi tadi ya, ada
- Bang Fajar, Bang Atep dan juga Bang
- Rosid undur diri. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wubuik. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Tertawa]
- [Musik]