Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:09 [Musik] 2:29 [Musik] 2:36 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:38 warahmatullahi wabarakatuh. 2:39 Waalaikumsalam warahmatullahi. Allahumma 2:41 sholli ala sayyidina Muhammad wa ali 2:43 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah. Kita 2:44 berjumpa lagi hari ini hari Rabu tanggal 2:48 1 Jumadil Awal 1445 Hijriah atau tanggal 2:51 15 November 2023. Seperti biasa kita 2:55 jumpa lagi dalam tamu kita. Siapakah 2:57 tamu kita? Kalau Anda penggemar 2:59 lingkungan mesti dengar acara ini ya. 3:02 Kami 3:03 menghadirkan Prof. Dr. Soni Tegu Tri 3:08 Laksono, 3:10 MED dan MBA yang lahirnya di Malang 3:14 tanggal 27 Oktober tahun 1. Beliau 3:17 adalah penggiat lingkungan yang 3:21 tergabung dalam rumah sopan. Apa itu 3:23 rumah sopan? Nanti akan dijelaskan ya. 3:25 juga di sini ada 3:28 alhamdulillah Bang Umar Thalib. 3:30 Asalamualaikum Bang Umar. 3:32 Waalaikumsalam. Senang banget bisa balik 3:34 lagi ke sini. Calek kita nih ya dari PKS 3:37 dari wilayah apa? Dapil Pondok Gede ya. 3:41 Oke. 3:42 Ee Bang Sony kita Bang Sony aja deh ya. 3:45 Iya boleh Bang Sony nih. Saya belum 3:47 mengucapin salam nih. Asalamualaikum 3:48 warahmatullahi wabarakatuh. Masyaallah 3:51 suaranya mantap banget ini. Kalau enggak 3:53 salah masih sepuh. Iwan Vales ya. 3:58 Oke. Di sini juga 4:00 ada Bapak siapa Bang? Bang gua dipanggil 4:04 Bang Sama Bapak Faisal M. Taufik MBE ini 4:08 ketua ee rumah sopan ya. Kemudian juga 4:12 ada Abdul Rasyid IPBAN IPB agribisnis. 4:16 Ini orang-orang yang begitu care pada 4:18 lingkungan ya. Kalau anak-anak sekarang 4:21 tahu capung enggak? Capung capong 4:23 kupung. 4:25 Yang kita keluar rumah juga ada 4:27 kupu-kupu kunang-kunang dulu 4:28 kunang-kunang. Sekarang tuh susah ya. 4:30 Betul. Sudah jalan karena banyak 4:32 pohon-pohon ditebangin. Jadi kupu-kupu 4:34 itu hanya bisa hidup di di udara yang 4:37 bersih. Yang bersih dan kupu-kupu adalah 4:40 ee 4:41 Allah ciptakan di mana warna yang tidak 4:44 komunikasi enggak cocok di kupu-kupu. 4:46 Cocok. Betul. Betul. Kalau di baju orang 4:48 orang mengkombinasikan warna yang enggak 4:51 cocok tuh enggak enggak harmonis 4:52 lihatnya. Betul. Tapi untuk kupu-kupu 4:53 tidak. Walaupun nabrak-nabrak itu 4:56 warnanya tapi indah sekali ya. 4:58 Subhanallah. Itu kan kekuasaan Allah ya. 4:59 Kekuasaan Allah ya. Ee Bang Sony ini 5:02 bagaimana masalah lingkungan saat ini 5:05 baik yang skala nasional maupun ee Kota 5:09 Bekasi dah. Wah. I ya. Nah, terima kasih 5:12 Bang Nisna. Ini kita ee rionian. Roni 5:15 nih. Ini dari UI bareng-bareng. Iya. 5:17 Dulu dulu di psikologi ya. Masallah. Iya 5:19 betul. Sama Ides. Bedes. Betul. grupnya 5:22 itulah ya. Bang Krishna dulu nih 5:24 terkenal penyiar yang hebat ya. Waduh 5:26 saya minder kalau ditanya penyiarnya 5:28 Bang Krisna nih. Baik Bang Krisna jadi 5:31 saya mau ngomong apaadanya Bang Krisna 5:33 ya karena saya profesional saya bicara 5:34 apaadanya tentang lingkungan kita. Jadi 5:36 Indonesia ini saat ini memang kondisi 5:39 rawan lingkungan. Karena apa? Karena 5:42 kita dapat gelar banyak nih ee 5:45 penyumbang sampah plastik di laut 5:47 terbesar kedua setelah Cina. Nah, 5:49 bayangkan kalau Cina itu kan 1,4 miliar 5:52 kita cuma 257 ee juta. Tapi kita nomor 5:55 dua sampahnya. Yang kedua, kali kita 5:58 Citaro itu kali tercemar di dunia. Di 6:01 dunia, di dunia. He. Bahkan itu 6:04 yang kita berusaha tetap mengatakan 6:06 bahwa Indonesia itu merupakan satu 6:08 tempat yang memang ee berkonsentrasi 6:10 terhadap lingkungan ya. Tapi kembali 6:12 lagi bahwa apa adanya kita sampaikan 6:14 bahwa masalah lingkungan kita di 6:15 Indonesia itu cukup berat, nasional itu 6:17 besar. Jadi ada 10 besar yang masalah 6:19 kita pertama adalah ee sampah. Hm. 6:23 Sampah kita itu luar biasa. Jadi tidak 6:26 ada kota yang tidak bermasalah dengan 6:28 sampah. Seluruh Indonesia. H kebakaran 6:32 kemarin ada kebakaran kan ya. 6:34 Kebakarannya luar biasa. Yang kedua, 6:36 masalah banjir. Hm. Banjirnya enggak 6:38 hanya cuma di Bekasi, Jakarta. Semua 6:40 Indonesia itu kita punya kebanjiran. H. 6:42 Artinya apa? Artinya memang saluran air 6:43 kita kurang baik. Nah, kalau ee Bang 6:46 Isnelihat teman-teman lihat di mana di 6:49 PKT lihat dibikin begitu mahal tapi 6:52 dangkal. Apa dampaknya nanti kalau 6:54 banjir besar ya apa yang terjadi kita 6:56 lihat nanti. Kedua, ketiga pencemaran 7:00 sungai. Nah, tadi sungai Citaru itu 7:02 sudah tercemar di dunia. Jadi kita juga 7:04 masalah kita adalah ee salah satu ee apa 7:06 namanya? Sungai. Keempat adalah nah ini 7:10 pemanasan global. Kemarin itu kita 7:12 dampaknya luar biasa. kita sampai 7:13 menerima 39 derajat celcius. Jadi kita 7:17 itu sudah luar biasa paras sekarang 7:19 biasanya 36 kan. Betul. Karena apa tadi 7:21 pohon ditebangin ya kan sampah dibuang 7:25 ke mana-mana sampah-sampah kimia juga 7:27 terlepas akibatnya ozon masuk ke ke bumi 7:30 ini dengan seenaknya. Biasanya kan ozon 7:32 itu ditahan oleh atmosfer. Tapi ini 7:34 karena sudah terbolong oleh zat-zat apa 7:37 ee apa namanya zat-zat ee penghancur ee 7:41 udara maka dia akan masuk langsung 7:42 panasnya luar biasa. Saya mengharapkan 7:45 tidak terjadi pemanasan global yang 7:47 membakar dunia ya. Jangan-jangan kiamat 7:49 memang dekat nih ya. Kata siapa kata di 7:52 itu ya di apa di sinetron. Yang kelima 7:57 pencemaran udara Bang. 7:59 penyaman udara nih. Kemarin kita juga 8:00 dapat gelar juga di Jakarta waktu 8:02 kondisi polusi itu kita juga sempat 8:04 menjadi yang tercemar di dunia Jakarta 8:07 ya. Nah, Bekasi sumbernya ini makanya e 8:11 pemerintah kota Bekasi begitu agresif 8:13 untuk mencegah terjadinya pencpanan yang 8:15 meluas karena tadi pemalasan itu. 8:18 Kemudian ee ini yang mengerikan rusaknya 8:20 ekosistem. Ekosistem itu ya gabungan 8:23 antara makhluk hidup baik manusia, 8:25 tumbuhan, binatang. He. Nah, di dalam 8:28 Islam itu kan selalu kita dikatakan 8:30 tidak hanya dua masalah yang kita harus 8:32 konsern. Kita hubungan dengan Allah 8:33 harus konsern. Iya. Allah ya. Kemudian 8:37 sesama manusia. Iya. Tapi satu lupa. 8:39 Kita sering lupa. Berhubungan baik 8:41 dengan makhluk-makhluk Tuhan lain yaitu 8:43 alam dan makhluk lain tumbuh-tumbuhan. 8:46 Itu yang kita rusak, Bang. Jadi 8:48 bagaimana mereka enggak marah kalau 8:50 mereka di mereka itu juga dibikin apa? 8:53 Dibikin rusak tanahnya. akibatnya 8:55 bencana alam di mana-mana. Dan yang ee 8:59 berikutnya adalah ee kerusakan hutan ya, 9:02 abrasi pantai dan pencemaran tanah. Jadi 9:05 kita ini sebenarnya begitu akumulasi 9:07 permasalahan kita dan itu nasional ya. 9:09 Jadi kita memang cukup berat dan Kota 9:12 Bekasi saya mohon maaf nih Pak 9:14 Pemerintah Kota Bekasi saya sudah 9:15 berkali-kali masukkan tapi memang harus 9:17 harus saya sampaikan bahwa Kota Bekasi 9:19 itu sekarang ini ya adalah kota yang 9:21 menerima yang mengumpulkan sampah 9:23 terbesar di Indonesia palnya dari 9:26 Jakarta itu ya enggak Jakarta itu 9:28 sekitar 12.000 ton per hari 12 berapa 9:33 12.000 lebih ya per hari. Sedangkan 9:36 Bekasi sendiri 1800 ton. Artinya Bekasi 9:40 berapa? Bekasi 1800 ton. 1800 ton. Jadi 9:44 kalau dijumlah ya hampir di atas 9:47 9.000-an. 9.000 ton per apa? Ee ee lebih 9:50 ya 12.000 ton. 9:53 Jadi sekitar 15-an lah. H itu luar biasa 9:56 itu. Itu enggak ada kota-kota di dunia 9:58 yang bisa menyaingi itu. Nah, untuk itu 10:01 makalah maka ee masalah lingon itu 10:03 sangat luar biasa bermasalah dan kita 10:06 selalu menghadapi satu hal yaitu ee 10:10 nawaitunya keinginan kita untuk 10:11 melakukan satu konservasi lingkungan itu 10:13 memang sangat sangat kurang ya. Kenapa 10:17 kurang ya? Karena tadi kalau pemerintah 10:19 sudah aktif, masyarakatnya enggak aktif. 10:23 Kalau pemerintahnya mau aktif, dananya 10:25 kurang. He. Jadi kita itu enggak kompak 10:27 nih di dalam pengelolaan suatu 10:29 perkotaan, ya. Jadi kadang-kadang 10:32 bayangkan ya, sampah Kota Bekasi itu di 10:34 dananya sangat tipis. Jadi pemerintah 10:36 kota Bekasi sudah melakukan sesuatu tapi 10:37 ya karena dananya terbatas segala macam 10:40 ya enggak bisa harus dilepas ke 10:42 nasional. Makanya kota Bekasi itu 10:45 siapapun ee walikota be ber beberapa 10:47 kali walikota aja tetap aja permasalahan 10:49 sahabat besar dan ke depan saya akan 10:52 lebih kencang lagi harus kalau kita mau 10:54 hidup layak kalau kita mau hidup 10:56 sejahtera ya harus kita peduli terhadap 10:58 lingkungan sampah terutama ya nah itulah 11:01 ya kota Bekasi yang kita hadapi kemarin 11:04 pam kota Bekasi kehabisan air karena 11:08 kota Bekasi itu punya ee kali yang 11:10 terkenal bahkan masuk di dalam ee 11:13 prasasti kali apa itu? Kali Bagasasi 11:16 atau Candra Bagas. Sekarang namanya Kali 11:18 Bekasi. Hm. Kali Bekasi itu kemarin itu 11:21 hampir airnya enggak bisa diambil karena 11:23 begitu tercemar, hitam dan minim sekali. 11:27 Padahal Pam Kota Bekasi dari situ 11:29 hari-harinya. Akhirnya dia ngambil dari 11:31 apa? Dari Kalimalang. Tapi kembali lagi 11:33 ke depan itu memang harus kita 11:34 pedulikan. Jadi Kali Bekasi tumbuhan 11:37 hijau. Kalau Bang Krishna mungkin zaman 11:40 kita waktu kuliah tuh ya wah di 11:43 mana-mana hijau nih amal Umar ya. 11:47 Sekarang lihat dari kampung sawah sampai 11:49 ke sini ke Rasil ini. Aduh udah tahu 11:52 pohon ditebangin. Nah kebetulan saya 11:54 ngajak Bang Rosid nih putra asli Kampung 11:57 Sawah. Dia itu peduli lingkungan. Nah 12:00 saya ajak tuh dari IPB. Lu ngapain aja 12:02 di IPB kalau enggak benerin kampung lu? 12:04 Alhamdulillah. dengan rumah sopan itu 12:06 kita bisa bersama-sama melakukan itu. 12:07 Itu kondisinya, Bang. Jadi saya mohon 12:09 maaf nih para birokrat nih. Kalau kita 12:12 tidak mau perbaikan sekarang, maka anak 12:14 cucu kita yang akan merasakan. Benar. 12:16 Sekarang aja kita kepanasan gini 12:18 sebetulnya kan kesalahan kita. Kesalahan 12:21 kita ni Bang nih yang generasi obnya 12:23 nebangin pohon aja bikin apa? Bikin 12:25 bangunan bangunan bangunan bangunan tapi 12:27 tanpa ada penghijauan. Saya kira saya 12:30 harus bicara begini otokritik ini karena 12:31 memang kondisinya seperti itu. Nah. Nah, 12:35 mohon maaf pertama mohonma-maaf dulu 12:36 karena kalau saya ngomong kayak gini 12:37 harus apa adanya begitu Bang Faisal ya. 12:40 Nah, makasih. 12:42 Oke, Wan not kami masih 12:44 berbincang-bincang dengan Prof. Dr. Sony 12:48 Tegu Tri Laksono, MED, MBL dari Rumah 12:53 Sopan. Sopan ini kepanjangan dari seni, 12:56 olahraga, pendidikan, pendidikan, 12:59 akhlak, dan niaga. Masyaallah. Apa yang 13:04 diinginkan dari rumah sopan ini, Mas 13:06 Sony, Bang Soni. Jadi gini, ee rumah 13:10 sopan itu sebetulnya kan tadinya kita 13:13 punya komunitas e OI. Oi itu adalah 13:16 fans-nya Bang Iwan dan jumlahnya cukup 13:19 signifikan ya karena itu di atas di atas 13:22 di atas 800 apa 8 jutaan lah seluruh 13:24 Indonesia ini mereka sangat militan, 13:28 sangat independen, tidak pernah 13:29 minta-minta he tapi dia berbuat sesuatu 13:32 dan memang ditanamkan oleh Bang Iwan 13:33 seperti itu. Jadi kamu jangan terlalu 13:36 tergantung orang lain. Kita mandiri. He. 13:38 Makanya waktu itu saya diminta jadi 13:40 ketua umum OI, saya menggerakkan supaya 13:43 mereka punya yang namanya 13:44 kegiatan-kegiatan yang sebagai ee 13:46 kondusif. Nah, otomatis kan kita perlu 13:49 ini perlu pembinaan, Bang. Jadi, anak O 13:51 itu jutaan itu harus kita bina kan. Nah, 13:53 pembinaannya melalui tiga ee lima pilar 13:55 tadi melalui 13:58 seni karena Bang Iwan dan saya juga 14:02 sedikit seniman lah. Itu harus kita 14:03 ajarkan bagaimana seniman yang baik gitu 14:05 loh. Heeh. Kedua ee olahraga. Kedua 14:09 kebetulan saya dan Bang Iwan juga 14:10 olahragawan nihri ya art nasional nih 14:13 ya. Jadi kita sama nasional yang 14:15 menontonkan bagaimana ee spirit olahraga 14:18 itu penting. Ketiga adalah ee ee 14:22 pendidikan. Pendidikan ini kita sekarang 14:24 banyak bergerak kepada lingkungan karena 14:26 apa? Kita membutuhkan generasi muda yang 14:28 lebih apa? Terutama milenial yang lebih 14:30 paham tentang lingkungan dan akhlak. 14:33 Nah, akhlak ini penting. Banyak orang 14:35 pintar tapi enggak berakhlak nih, Bang. 14:36 Heeh. Akibatnya dia enggak bijaksana. 14:38 Dia pintar tapi dia enggak berakhlak. 14:40 Akhlak itu kepada siapa saja kan 14:42 termasuk pada tanaman ya. Betul. Akhlak 14:43 itu kepada adab kemanusiaan, ke 14:46 lingkungan. Bayangkan 14:48 kan kalau sunatullah itu kalau kita 14:50 nebang pohon dampaknya apa ya? Panas. 14:52 He. Kalau kita buang sampah ya banjir. 14:54 Itu kan sunatullah. Itu hukum sebab 14:55 akibat. He. Nah, itu yang kita tanamkan. 14:59 Jadi bahwa kita berbuat sesuatu itu 15:00 dampaknya kepada orang lain, kepada 15:02 makhluk lain yang mengakibatkan itu 15:04 bencana alam bagi kita. Dan kemudian ee 15:07 apa namanya? niaga. niaga ini saya sudah 15:10 katakan bahwa anak oi tidak boleh swasta 15:14 harus mandiri alhamdulillah kita mandiri 15:16 lah kita enggak ada tuh dengar oh itu 15:18 dibantu apa enggak ada kita mandiri 15:21 walaupun kita kencrengan kalau ada 15:22 kegiatan pencan alam kita kencrengan itu 15:24 kita jalan jadi saya kira itu 15:27 filosofisnya sopan tujuannya itu. Jadi 15:29 kita enggak usah macam-macam tingginya. 15:31 Yang penting masyarakat tuh bisa 15:33 bermakna bagi masyarakat lain dengan 15:35 cara pembekalan tentang sopan tadi, 15:37 seni, olahraga, pendidikan, akhlak, dan 15:39 niaga gitu, Bangsa. 15:41 Luar biasa. Oke, nanti kami bacakan juga 15:43 nomor HP yang Anda bisa hubungi. Silakan 15:45 Anda boleh ikut sharing. Mau bertanya, 15:48 mau sharing boleh. Eh, Mas Nezah mana 15:51 itunya lab-nya? Tuh, Tab-nya tolong ke 15:53 sini. Mungkin sudah ada pertanyaan dari 15:56 pendengar nih, ya. Oke, kita masih 15:58 berbincang-bincang dengan Prof. Dr. Sony 16:01 Tegu Tri Laksono, 16:05 MEDM ba juga ee ada Bang Omar Thalib ini 16:10 para penggiat lingkungan yang luar biasa 16:13 ya. Tadi kita sudah 16:16 di perlihatkan datanya tuh aduh malukan 16:20 ya Indonesia nih ya. Mengerikan memang 16:22 jadi sungainya ya ini ya. Aduh betul. 16:24 Satu sisi Presiden mengatakan keman ke 16:26 Amerika ngomong bahwa ayo kita tunjukkan 16:29 bahwa Indonesia sebagai ecroduk ya 16:33 produk kemudian berbasis kepada 16:35 lingkungan hijau atau energi hijau. Tapi 16:37 faktanya di lapangan harus kita 16:39 realisasikan itu dengan cara apa kita 16:41 berbuat. Baik, sudah ada pertanyaan nih. 16:43 Bang Soni mau tanya ini dalam hal ini 16:45 siapa yang bertanggung jawab apa tata 16:47 kelolanya atau bagaimana? Apakah itu 16:49 dapat di dikembalikan menjadi ASRI lagi? 16:53 Wah, ini pertanyaan yang sangat 16:55 menggelitik tapi TikTok nih, Bang. He. 16:57 Oke. Yang bertanggung jawab pada 16:59 dasarnya menurut K lingkungan itu ada 17:01 undang-undangnya. Yang bertanggung jawab 17:03 itu tetap pemerintah. Pemerintah. 17:05 Tetapi, nah, tapi tetapi masyarakat, 17:08 pemuda, siapapun boleh 17:11 berkontribusi perannya. He. Tapi 17:13 tanggung jawab secara sistem itu 17:15 pemerintah. He. Masyarakat partisipasi 17:18 aktif dalam kegiatan ee apa ee 17:21 konservasi lingkungan. Jadi semua 17:23 sebetulnya pada dasarnya semuanya jadi 17:26 dari mulai anak kecil sampai tua pun. 17:29 Nah, sekarang parahnya nih parahnya nih, 17:31 Bang. Saya trik lagi enggak apa-apa kan 17:32 Bang ya? Iya. Bayangkan pendidikan 17:34 lingkungan hidup itu enggak ada lagi di 17:36 sekolah. Tadinya ada ya? Ada. Jadi 17:39 sekarang umur umur umur-umur yang remaja 17:41 dia enggak ngerti tuh buang sampah di 17:42 mana. Enggak ngerti dia. He. Bagaimana 17:44 ngelola sampah enggak ngerti bahwa itu 17:46 di harus dipilas. Enggak ngerti itu. 17:48 Dari mana orang per dikasih tahu. Heeh. 17:50 Nah, itulah yang saya bilang tadi. 17:52 Pendidikan kita itu harusnya pendidikan 17:54 berbasis kepada intelektual dan akhlak. 17:58 Soft skill. Nah, peduli dalam lingkungan 18:02 itu adalah soft skill. Nah, sekarang itu 18:05 tantangan ee nanti Bang apa Bang Umar 18:08 ya. Bang, Bang Umar masih muda bener 18:10 nih. Mau mau jadi apa nih? Jadi calek 18:12 DP. Calek nih. Calek. Kalau ente bisa 18:14 ngubah itu yang mudah-muda agar 18:17 konstitusi hebat ke sekolah-sekolah. 18:20 Kenapa mereka itu juga enggak pernah 18:22 dididiki mana tahu. Nah, bayangkan kalau 18:24 sekarang yang melakukan kegiatan itu 18:26 orang tua-tua. He, Bang. Jadi orang 18:29 tua-tua yang melakukan bank sampah anak 18:33 mudanya mana? Enggak ada. Jadi tamparan 18:34 buat kita sebenarnya. 18:36 Nah, 18:38 makanya Bang Krisna walaupun kita kita 18:40 berdua ini jadi penyebab akibat daripada 18:43 lingkungan ya rusak masa lalu kan masa 18:46 lalu itu adalah sekarang ini. Sekarang 18:49 ini akibat masa lalu. Betul kan? Nah, 18:51 memang waktu itu kita tidak pemikirkan 18:53 bagaimana AMDALnya enggak diwajibkan. 18:56 Nah, sekarang yang berdampak adalah 18:58 generasi maksak mal. Nah, tapi ke depan 19:00 kita harus sadar bahwa ini adalah satu 19:02 hal yang harus kita selesaikan 19:04 bersama-sama. Jadi siapa yang tanggung 19:06 jawab tadi? Kita semuanya bisa enggak 19:09 bisa. Nih contoh nih India. Di India di 19:12 Mumbai itu itu yang namanya pinggir laut 19:14 tuh penuh sampah. Wah sekarang seperti 19:16 Sukabumi. Sukabumi pantainya tuh penuh 19:18 sampah. Iya. Tapi dengan dikeroyok sama 19:21 anak-anak muda selesai itu, Bang. 19:23 Benar-benar bisa intinya niatnya nawa 19:25 itunya itu benar-benar makanya ee di 19:28 rumah sopan kolektif ya. Betul. 19:30 Kolektif. Makanya rumah sopan saya 19:31 kenapa saya pilih anak muda Bang Faisal 19:33 ini ya ustaz ya. 19:35 ya apa namanya ya penggiat lingkungan 19:37 itu. Kenapa? Karena kalau generasi saya 19:38 lagi yang mimpin rumah sopan, aduh 19:41 pinggang sudah. Tapi kalau anak muda itu 19:43 agresif. Nah, cuman anak muda ada ciri 19:45 khasnya memang kan. Jadi ee aduh saya 19:49 kalau ngomong tanggung jawabnya harus 19:50 ditingkatkan. Itu aja. Oke. Oke. 19:53 Sekarang kita ke Bang Omar 19:56 nih. Calon legislatif kita nih dari PKS 19:59 ya, Pondok Gede ya. Nah, apa yang Bang 20:02 Omar bisa tawarkan dalam hal lingkungan 20:05 ini supaya lebih sehat lagi? Ee gini ee 20:07 Bang Krishna ini ngebawa Omar waktu 20:10 masih SMA. He. Kebetulan waktu SMA itu 20:13 Omar alhamdulillah dapat ee sekolah di 20:17 Finlandia. He. Ingat sekali cerita waktu 20:20 di Finlandia waktu itu Omar berteman 20:22 dari banyak negara-negara. He. Dari ada 20:24 yang dari Chile, dari Mexico, ada yang 20:26 dari e Germany, ada juga yang dari 20:28 Amerika. Waktu itu Omar lagi jalan sama 20:32 teman Omar dari orang Jerman. He. Omar 20:34 ingat Omar waktu itu ee minum ee botol. 20:37 Hm. Dari Omar minum botol plastik aja 20:40 mereka sudah ngelirik nih. H. Mereka 20:42 ngelirik ee Profoni mereka ngelirik. 20:44 Kenapa nih orang beli ee e Aqua botol? 20:47 Ya kalau di sini habis Omar minum, Omar 20:50 buang ketong sampah. Hm. H ya ampun tiga 20:54 orang ngeroyok Omar. Ingat banget Omar 20:57 waktu itu ada orang Finlandianya, ada 20:58 orang Jermannya, ada orang dari Amerika. 21:01 Omar dikeroyok. Kita seumuran Omar waktu 21:03 umurnya umur 17 tahun dikeroyok. Kamu 21:05 ngapain nih ngelakuin ini? Ngebuang 21:07 plastik ke tong sampah. Terus di dalam 21:10 pikiran Omar. Apa salahnya ya? Apa 21:12 salahnya orang di taruh mana lagi kita 21:15 kan apa kalau habis ngebuang plastik 21:18 kita taruh mana? Taruh sampah dong ya. 21:20 kita di sini yang Omar banyak ngelihat 21:23 orang ngebuang plastik di jalanan, orang 21:25 ngebuang plastik di tong sampah harusnya 21:28 udah udah menjadi suatu yang positif 21:29 gitu loh. Tapi di sana beda. Di sana 21:32 mindset mereka enggak. Lalu mereka suruh 21:36 ambil, suruh tangan Omar suruh masuk ke 21:38 tong sampah, suruh ambil ambil ambil 21:40 sekarang juga gitu loh. I betul. Omar 21:42 waktu itu bilang, "Ya enggak mau kalau 21:44 kalau lu kalau lu mau ngambil, ambil 21:46 sono sendiri." H dijewer sama teman Omar 21:50 ambil sekarang juga. Ingat Omar masih 21:52 ingat itu dijewer diambil Omar ambil 21:54 waktu Omar masih jermofobar. Omar sama 21:57 sama Jerem tuh takut mau enggak mau Omar 21:59 ambil. Omar ambil lalu coba kamu ke e 22:03 toko kopi sekarang. Omar ke toko. 22:05 Ngapain nih Omar bingung ngapain nih 22:07 kita ke toko kopi. Omar masuk ke toko 22:09 kopi. Coba kamu kasih tuh ee apa 22:12 namanya? Botol plastiknya. Omar kasih 22:15 botol plastiknya. Omar dikasih uang. 22:17 Wow. Sampai begitu loh ya. Omar dikasih 22:20 uang Omar K waktu itu Omar masih eh Omar 22:25 alhamdulillah waktu itu 1 tahun di 22:26 Finlandia Omar waktu masih sebulan di 22:29 sono. Heeh. Omar Omar berpikir nih Prof. 22:31 Sony ee Bang Krisna ini sistem macam apa 22:34 nih begini? Sistem apa nih kayak gini? 22:37 Karena ini tahun berapa tuh? Tahun 2017. 22:39 Wah 2017 ya. Dan mereka sudah melakukan 22:41 itu sudah lama. Iya. Iya. Lalu e si toko 22:44 kop ini dimanfaatkan atau apa? Itu 22:46 disimpan. Dan di setiap di setiap 22:49 grocery store itu ada mesin bagaimana 22:52 nih botol plastik itu bisa menjadikan 22:55 uang. Itu sekarang namanya bank sampah 22:56 nih baru jalankan di Indonesia baru 22:59 mulai dan itu masih sedikit. Di Eropa 23:01 itu sudah ada perusahaan besar yang 23:03 sudah melakukan itu sejak lama. H botol 23:06 plastik ada ATM-nya juga kan? Nah. 23:09 Betul. Betul. Ada ATM-nya juga. Dan itu 23:13 akhirnya ketika balik ke sini dan yang 23:15 melihat sebagai anak muda, umur masih 23 23:18 tahun, sebagai anak muda yang 23:20 menjalankan bank sampah, yang 23:22 menjalankan sistem ee seperti ini tuh 23:24 orang seperti Profoni yang jauh lebih 23:27 tua itu menjadi tamparan buat Omar ya. 23:30 Ketika di Eropa, ketika di Amerika itu, 23:33 ketika di negara-negara barat, negara 23:34 maju itu sudah anak-anak mudanya sudah 23:37 digerakkan. kita ngelihat ada kayak GR 23:39 Thonberg ya dari Swedia, Swedia kalau 23:41 enggak salah ya, dari Swedia itu sudah 23:43 menjalankan ee gerakan ee untuk stop e 23:47 sekolah ya, stop sekolah untuk bagaimana 23:49 ini ee kita merubah climate change ini. 23:53 Eh, kita di sini yang Omar yang umur 23 23:55 tahun masih harus mendengarkan yang tua 23:57 nih bagaimana cara menggerakkan. Padahal 24:00 impact yang terjadi itu bukan buat nanti 24:02 bukan buat Bang Krisna, bukan buatoni 24:04 tapi generasi Omar sendiri. Tapi di Omar 24:07 masih buta terhadap gerakan-gerakan yang 24:10 sebenarnya itu bisa menguntukkan 24:11 generasi Omar dan ke bawahnya nanti. Itu 24:13 menjadi tamparan buat Omar. Nah, pas 24:16 ketemu sama Prof. 24:18 jadi ee membuka mata lah. Membuka mata 24:21 bagaimana nih harusnya yang melakukan 24:23 gerakan ini tuh orang seperti Omar, 24:25 orang muda dan itu sudah menjadi misi 24:27 Omar. Sekarang alhamdulillah menjadi 24:30 calek lah, calon legislatif untuk DPRD 24:32 Kota Bekasi. Nanti bagaimana sih ketika 24:36 sudah ada power itu bagaimana kita bisa 24:40 melakukan power itu untuk kebaikan 24:41 banyak orang gitu? Janji nih ya. Harus 24:43 dong, harus dong, harus, harus, harus. 24:46 Begini, Bangar. Nah, Bang Omar. Jadi ee 24:50 pemerintah daerah itu Pemkot kota kita 24:53 itu harusnya didukung benar nanti saya 24:55 itu yang saya bilang tadi kepedulian 24:58 kita semua itu harus sama karena kasihan 25:01 loh Pemkot masyarakat itu sudah berbuat 25:03 apa-apa dan bahkan bank sampah itu orang 25:04 tua tapi ya gitu anggarannya sedikit ya. 25:07 Jadi ee padahal juga ketentuannya sudah 25:10 ada diatur demikian. Jadi permasalahan 25:12 kita tentang lingkungan tuh cukup cukup 25:14 apa cukup berat ya di Kota Bekasi ini 25:16 dan kita harus sama-sama. Saya kira 25:17 alhamdulillah kalau misalnya didengerin 25:19 semuanya nih Pak Risa, kalau lu pilih 25:22 gua nih ya gua akan bagaimana 25:25 memperjuangkan apa memperjuangkan ee 25:27 paling tidak masyarakat peduli 25:29 lingkungan ya supaya kita juga bergerak 25:31 dan terutama ini ya Bang suplainya 25:33 supaya dukungan dukungan supportnya dari 25:36 registrasi kan yang menentukan 25:38 legislatif tuh banggarnya kan gitu. Tapi 25:40 bagaimana merubah habit orang yang biasa 25:42 buang sampah 25:44 sembarangan lalu menjadi yang seperti 25:46 yang iya betul Bang Omar cerita itu 25:48 gimana merubah seperti itu. Ini ini ilmu 25:50 saya nih psikolog ya. Jadi gini 25:52 perubahan manusia itu lagi masal ini. 25:55 Iya perubahan manusia itu memang harus 25:57 gradual enggak bisa radikal. Ada cara 26:00 dengan radikal ada pendekatannya. Bang 26:02 secara psikologis harus berubah dengan 26:04 penegakan hukum. Hm. Lihat Singapura. 26:07 Singapura. Begitu orang buang sampah 26:09 rokok di luar tangkap langsung. Jadi 26:13 semuanya kalau orang enggak tahu pertama 26:15 ditangkap ditangkap dijelasin dan 26:16 didendak. Artinya apa? Semua orang yang 26:19 masuk Singapura itu dengan cara cepat 26:20 dia berubah. Even dari Indonesia dari 26:23 segala dunia itu kalau sudah yang ke 26:25 Singapura beres. Tapi sebaliknya orang 26:28 Singapura nih Bang masuk ke Batam e 26:31 kendor lagi. Nah karena apa? Penegakan 26:33 hukum. Jadi penegakan hukum secara apa? 26:36 secara ee apa ee radikal itu bisa gitu. 26:39 Jadi secara psikologis pun itu disetujui 26:41 bahwa itu harus dilakukan pendekan 26:43 hukum. Tapi di Indonesia ini mungkin 26:45 nanti ada termiri gimana susahnya 26:47 menekan 26:47 hukum. Kedua adalah tadi ee pendidikan 26:52 pendidikan yang secara gradual juga dari 26:55 mulai TK, SD, SMP sampai kuliah itu 26:58 diberikan pendidikan. Nah, itu perubahan 27:00 yang sifatnya gradual. Nah, gradual itu 27:03 membutuhkan support semuanya memang. 27:04 Nah, ini Bang Krishna. Jadi saya 27:06 mengharapkan ee saya promosi Bang Krisna 27:09 beli juga kan Bang Krisna ini kan dulu 27:10 ahli komunikasi nih. Pokoknya kalau 27:12 kalau kita dengerin ee ee apa namanya ee 27:15 apa namanya siarannya bagi di Prambos 27:17 dulu ya itu wah dia lucu. Kemudian itu, 27:21 nah orang-orang seperti itu harus 27:24 ditularkan banyak-banyak dicopy paste 27:26 kepada orang-orang kita semuanya untuk 27:27 bisa mengedukasi. Karena edukasi dengan 27:29 cara yang sifatnya satu arah enggak 27:30 mungkinlah ya harusnya interaktif 27:32 seperti ini. He ya. Jadi saya kira ee 27:35 edukasi yang penting itu di radio juga 27:37 harus rutin nih. Kemudian juga semua 27:39 aspek itu harus diberikan komunikasi. 27:41 Nah, itu yang saya harapkan dan yang 27:44 mungkin sebelum terlambat nih, Bang. Di 27:46 Bekasi ini kan mulai kesadarannya 27:48 tinggi. Kebetulan bank sampah kita juga 27:50 cukup besar di Kota Bekasi. Kemudian 27:52 juga kegiatan. Cuma sayangnya sayang 27:54 ini, Bang sudah sepuh-sepuh semuanya, 27:57 sudah sakit pinggang semuanya, batuk 28:00 batuk gitu loh. Kasihan kalau lihat di 28:01 bangsak itu sudah sepuh-sepuh. Nah, yang 28:03 muda mana? Itu yang harus didorong untuk 28:06 apa menggerakkan itu dan perubahan itu 28:08 bisa bisa bisa cuman harus bertahap dan 28:13 komitmen dari seluruh pihak. Saya kira 28:14 itu tugasnya Bang Omar Ibrahim itu. Iya. 28:18 Oh, semuanya. Bagaimana supaya anak-anak 28:20 muda, anak-anak milenial ini ee 28:23 care sama sampah, bermanfaat gitu. 28:27 Gimana pertanyaannya? Gimana supaya 28:29 gimana anak milenial dibangkitkan e 28:31 kesadarannya? 28:32 nih kalau tadi kan teorinya gitu tuh 28:34 radikal sama du jangan rusak lingkungan 28:35 lah gini ee Prof Soni ya ee Bang Krishna 28:39 kita dari SD mungkin kalau Prof Soni 28:42 udah agak lupa kali SD-nya gimana tapi 28:44 kalau Omar masih ingat dulu dari SD itu 28:47 kita selalu diingatin sampai kita 28:49 ulangan tuh ada bagaimana caranya 28:51 membersihkan lingkungan selalu 28:53 pertanyaannya ada iya dan kita jawab tuh 28:56 kita membuang sampah pada tempatnya 28:58 dapat 10 poin itu selalu ada tuh dari 29:00 zaman dulu 29:01 Tapi apa yang ada di kertas sama apa 29:05 yang ada di lingkungan kita berbeda jauh 29:08 ya yang ada yang guru kita yang guru 29:11 kita ajarkan di kertas sama yang 29:13 kadang-kadang yang guru kita lakukan di 29:14 lapangan juga beda. Orang tua kita 29:17 lapangan beda. Iya. Jadi gurunya gurunya 29:20 ngajar di papan tulis bilang jangan 29:22 buang sampah. Tapi kita mata kita 29:24 ngelihat bahwa ada aja orang-orang tua, 29:26 orang guru kita yang membuang sampah di 29:28 jalanan. Jadi itu kan kita bingung nih 29:32 kita harus belajar dari papan tulis apa 29:33 kita harus belajar dari apa yang guru 29:35 kita lakukan. Itu juga akhirnya jadi 29:38 pikiran buat kita. Kan tadi e profoni 29:40 bilang susah kan pasti ee Prof ee apa 29:43 namanya ee menegakkan ee menegakkan 29:46 hukum untuk masalah sampah ini susah. 29:48 Susah banget. Udah banyak di 29:50 tempat-tempat di jalanan bilang ee buang 29:52 sampah di sini denda Rp500.000 denda R1 29:55 juta. Enggak jalan juga enggak ada yang 29:56 jalan gitu. Tapi ini bukan bukan lagi e 30:00 bukan cukup dengan hukum aja enggak 30:02 cukup gitu loh. Ini semua tata 30:05 membenarkan tata ruang kota kita, tata 30:07 negara kita itu harus berasal dari kita 30:10 nih melihat orang-orang ini semua harus 30:12 ada social kontrak. Kita nih harus paham 30:14 semua bahwa melakukan ini itu salah dan 30:16 itu harus diajarkan dari masa kecil. 30:19 Bang Krisna ini kalau saya kasih masukan 30:21 kepada para milenial ya kan gila 30:24 milenial itu jumlahnya luar biasa loh 30:26 gede. 24% dari penduduk Indonesia kalau 30:30 kita besar kalau kita jumlahkan tuh 30:33 sekitar 65,82 juta. He. Di kota Bekasi 30:37 sepertiga juga. He. Jadi ee kami 30:42 mengharapkan dengan jumlah yang besar 30:44 itu dan visi punya visi kan dan jago IT 30:46 semuanya lah pasti jago komunikasi ini 30:49 harusnya berperan lebih tinggi. Jadi 30:51 saya harapkan ee sekarang ini ayolah ee 30:54 para milenial kita bergabung generasi 30:58 antar generasi untuk kita membangun 30:59 sebuah sebuah peradaban yang berbasis 31:02 kepada lingkungan. Nah, Kota Bekasi ini 31:04 bisa kita sebagai contoh nasional nih. 31:06 Harus bisa. Dan saya pikir itu sudah 31:09 saatnya. Karena kalau kita tidak kita ee 31:12 kaum milenial yang jug jumlahnya banyak 31:14 begitu terus mohon maaf ya bodo amat 31:17 dengan lingkungan gua. Waduh ini repot 31:20 yang kena nanti mereka juga gitu ya sama 31:22 anak-anaknya. Nah, saya usul ee generasi 31:26 milenial sudah mulai mau berani 31:29 mengatakan, "Ayo, kalau kalau banyak 31:33 sampah enggak asyik." Iya. Enggak keren. 31:35 Kalau hari gini banyak sampah di rumah 31:37 enggak keren. H. Jadi itu yang saya 31:40 himbau dari kita ya, orang-orang ee 31:43 senior ya, yang juga enggak enggak bukan 31:45 enggak punya salah, banyak juga 31:47 salahnya. Tapi sekarang generasi muda 31:49 ini terutama milenial yang punya 31:51 berbagai macam pengetahuan. visinya 31:53 cepat, gerakannya cepat. Ini mohonlah 31:55 bersatu untuk melakukan sesuatu yang 31:57 sesuatu yang bermakna bagi terutama 31:59 untuk lingkungan kota Bekasi. Karena 32:00 kota Bekasi itu jadi terkenal. Kalau 32:02 Bang Rosid sering ditanya tuh Bang 32:03 Rosid, "Sit, rumah lu di mana?" "Dota 32:07 Bekasi." "Oh, yang banyak sampah ya?" 32:09 Ah, yang dekat matahari kena panas itu 32:12 lagi itu menyakitkan. Tapi ya mau apa 32:14 lagi itu yang itu ya yang palet lain ya? 32:16 Iya. Itu. Nah, kalau kalau Omar mau 32:19 nanya nih ke Prof Soni ya sebagai anak 32:21 muda, Prof. Sony sebenarnya dari ee 32:23 generasinya Prof. Sony sampai ke 32:25 generasi Bang Omar bahkan sampai ee di 32:27 bawah Bang Omar itu membaik atau 32:29 memburuk kalau menurut Profoni? Saya 32:31 jujur boleh ya. Harus Pak Kiai. Pak Kiai 32:35 kalau dari generasi ke kita dari ee ee 32:38 saya se buruk h memburuk malah terbukti 32:41 apa? Terbukti pencemaran lingkungan itu 32:43 makin meluas. He. Penerbangan pohon 32:46 makin meluas. Karena apa? Yang lakukan 32:48 ya kita-kita juga. He h. Si anak muda 32:50 diam aja. He yang mbok ya gini loh ya. 32:53 Saya bukan ngobrol-ngobrol kalau demo 32:55 tuh jangan demo politik mulu. Demo 32:57 bagaimana rusak hutan kita gitu loh. 33:00 Demo di car freeday. Ayo kita eh para 33:02 orang tua mari kita jaga. Jangan 33:04 susahkan kami nanti menjadi itu loh 33:06 demonya. Anak-anak SD di Swedia aja bisa 33:08 ya. Kenapa di sini kita enggak bisa? 33:09 bisa kita. Nah, maksud saya saat ini 33:12 jujur aja Mar ee itu 33:16 turun kita zaman kita e mungkin Bang 33:19 Krisna sudah tahulah bagaimana UI 33:22 kanangun kan dibangun kayak apa kan aduh 33:25 itu kalender masih sawah-sawah dulu. Iya 33:28 segar. Ah sekarang aduh Coca-Cola itu 33:32 waduh Coca-Cola itu masih orang bisa 33:35 mancing kan ya Allah kan. Memang memang 33:38 kita enggak pungkiri bahwa kebutuhan 33:39 rumah, kebutuhan apa ee tempat tinggal 33:43 untuk sosial itu perlu. Tapi jangan lupa 33:46 kita mengembangkan sebuah itu 33:48 keseimbangan. Kesimbang. Heeh. 33:49 Sunatullah lah. Benar. Apa yang kita 33:51 lakukan seimbang karena kita tidak harus 33:54 juga sayang sama hormat apa 33:56 berkomunikasi dengan Allah, 33:57 berkomunikasi manusia juga berkomunikasi 33:58 dengan makhluk lain. Saya kira saya 34:01 malah usul nih akhwat dan ikhwan itu ya 34:04 kita awali dululah Bang Umar. He yang 34:06 mendengarkan ee yang punya fansnya ee 34:09 radio Rasil ini juga pertama itu dulu 34:12 dididik tuh jadi militan. He. Seperti 34:15 halnya kita melakukan sesuatu untuk 34:18 kemanusiaan. Benar. Ini juga sama nanti 34:20 kalau kita misalnya nih misalnya TPA 34:23 kita di Bantar Gebang itu meledak 34:25 misalnya kejadian tahun 20005 itu di 34:28 Bant e di Bandung itu meledak sampai 34:31 1000 155 orang meninggal sekaligus. 34:35 Apakah kita mau ulangi lagi di sini? 34:36 Pengaruh gas itu ya meledak tertimbun 34:39 gas macam-macam. Nah, ini kita ini di e 34:42 Bantar Gebang dan Sumur Batu ini luar 34:44 biasa sudah lima kali lipatnya tinggi 34:46 besarnya tingginya jumlahnya. Nah, itu 34:48 sampah enggak aparah turun tuh naik 34:49 terus kita. Iya. Iya. Jadi, makanya 34:52 kalau saya mengajak ayo kita sama-sama 34:55 mengedukasi generasi muda untuk 34:57 melakukan berbuat ya juga bukan atur loh 35:00 ya not not action talk only tapi ini 35:03 action beneran action beneran malu juga 35:06 sih baik kami akan bacakan nomor HP Anda 35:09 bisa hubungi untuk Anda memberikan 35:11 masukan kepada penggiat lingkungan ini 35:13 yang tergabung dalam rumah sopan sopan 35:16 itu kepanjangan dari seni olahraga 35:20 pendidik 35:21 akhlak dan niaga. Ini nomornya ada dua 35:24 nomor. Silakan yang dicatat ya. Yang 35:27 pertama adalah 35:29 0816. Sudah. Kemudian 35:35 885 35:37 001 35:39 0816 35:42 885 001. Yang satunya lagi nomornya atau 35:45 yang e yang itu di rumah sopan ya. 35:48 021 35:51 29 35:56 68 021 35:59 29 36:01 68 36:03 10 50. Tempatnya di mana sih? Jalan Raya 36:07 Kodau 5 nomor 4 itu di Jati Makmur. Ini 36:11 ada 36:12 tetangganya Bang Soni lagi dengar nih. 36:15 Pondok Pondok Gede ya. ee Ibu Bapak 36:17 Maskur. Oh, Pak Maskur. Ustaz Maskur, 36:20 Ustaz Mas. Asalamualaikum, Ustaz. 36:23 Ibu ini. Jadi memang ee di rumah sopan 36:26 itu kami ee Bang Faisal, Pak Rosid dan 36:31 lain-lain itu untuk menggerakkan satu 36:32 kegiatan spesial yang yang yang komitmen 36:36 untuk apa menjaga lingkungan di kota ee 36:39 khususnya kota Bekasi dan nasional 36:40 secara umumnya. sudah banyak yang tanya 36:42 ni. Dan alhamdulillah UI juga kemarin 36:44 ngadakan seminar ya, Bang Rosid ya. Kita 36:47 UI nih UI itu minta rumah sopan kita 36:50 kampus kita itu minta rumah sopan 36:52 sebagai model daripada percontohan. 36:55 Waduh saya senang benar. Benar nih, 36:57 Prof. bilang gitu. Iyalah saya kalau 36:59 masuk rumah sopan agak minder nih karena 37:01 di UI belum gitu katanya gitu. Tapi 37:03 intinya alhamdulillah kemarin lancar dan 37:05 nanti dia akan lanjutkan secara rutin ya 37:07 untuk bagaimana dan saya kira Omar ini 37:09 Omar ini kita take over untuk membuat 37:11 sebuah program yang sifatnya ke anak 37:13 muda ya saya kira gitu muda Omar juga 37:16 ganteng juga dong belum tahu aja orang 37:18 semangatnya tinggi pasti ini kan wah 37:21 beliau banyak belajar nih di sitel di 37:23 mana lagi tadi ya makanya dia apa 37:25 lulusan luar negeri lag harusnya 37:27 wawasanya cepat berubah dan membakkan 37:29 suatu kegiatan yang sifatnya aktif oke 37:31 ini Ada pertanya apa, Bang? 37:34 Dari Rahman Rahman Rosta. Sukses Prof 37:39 dan Bang Umar dalam visi misinya. Bisa 37:42 share enggak nomor HP-nya, lokasi 37:44 poskonya? Tadi nomornya sudah kami 37:47 bacakan ya. 0816 37:49 885001 37:53 0816 885001. 37:56 Jalan Raya Kodo. Jadi kelihatan kok di 37:57 pingguh ada rumah sopan, rumah 37:59 percontohan itu ada. Ada gak ada. Enggak 38:01 mungkin kelewat. Omar juga pernah main. 38:04 Heeh. Iya. Iya. Gampang. Keren banget. 38:07 Kalau dari arah Jakarta masuk tol kor 38:09 jati warna aja. K jati warna warna terus 38:12 jangan rekoda tanya a rumah sopan enggak 38:13 usah masuk tol lagi ya tahulah situ. 38:15 Udah ngerti orang. Ee nomor di sananya 38:18 rumahnya 38:20 02129 68050. 38:24 Kita bisa sharing itu dari mana? 38:25 bagaimana ngelola sampah, bagaimana 38:28 ngelola tanah yang baik, bagaimana 38:30 menanam yang baik, bagaimana membibitkan 38:32 yang baik, bagaimana memelihara ee kebun 38:35 yang baik yang terbatas maupun yang luas 38:38 itu kita dan itu kita berikan secara 38:40 free. Oh, iya. Cuma-cuma kita tiap kapan 38:44 kita ee kita yang selalu on tuh hari 38:46 Rebo, rebo Jumat, Sabtu, dan Minggu. Hm. 38:50 Tapi kalau kalau jumlahnya rombongan ada 38:52 perjanjian lah karena kita membutuhkan 38:53 satu pelajaran apa a yang bisa diambil 38:55 apaanya ahli-ahlinya saya bawa di sini. 38:57 Oh. Jadi dari mulai kita ee berkebun di 39:01 perkotaan atau urban farming, kemudian 39:03 bagaimana membuat kompos yang baik, 39:06 bagaimana ngelola sampah yang baik dan 39:09 yang penting adalah bagaimana kita ee 39:11 adab kita terhadap lingkungan. adab adab 39:14 itu ee apa akhlak kita terhadap 39:17 lingkungan itu. Itu jarang yang tahu dan 39:19 alhamdulillah banyak sekali tokoh-tokoh 39:22 lingkungan yang datang ke tempat kami 39:23 untuk kita sharing ya. Kita bukan yang 39:25 terbaik tapi kita sama-sama memberikan 39:27 pengetahuan, pengalaman ya saya kira. 39:29 Nah, saya mengharapkan dari ee ikhwan 39:32 dan akhwati ini bisa ini ya bisa datang 39:35 ke sana. Banyak kok Aar, kemudian juga 39:38 berbagai Alazar ya di Indonesia, 39:40 kemudian juga sekolah apa namanya? 39:42 sekolah ee global school tiara bangsa 39:46 itu juga datang ke rumah untuk kita 39:47 diskusi gratis. Kita tidak ada kita 39:50 tidak ada tipung apapun. Masyaallah. 39:52 Jadi yang bisa ini pelajari bagaimana 39:54 cara membuat pupuk. Iya. Cara menanam 39:56 yang baik. Betul. Betul. Pengolan sampah 39:58 terutama ya. Pengolan sampah itu 40:00 penting. Bagaimana sampah itu enggak 40:02 ada. Jadi kami rumah sopan itu lebih 40:04 dari 20 tahun tidak membuang sampah 40:06 keluar. Bayang 25 tahun loh. Hampir 20 40:09 tahun saya enggak buang sampah keluar. 40:10 termasuk sampah plastik samp iya kita 40:11 kelolas langsung h ada sampah yang 40:14 residu itu baru kita buang ke kita kirim 40:17 ke banterbang untuk diproses karena 40:18 pembakaran itu dilakukan di sana enggak 40:20 boleh sembarangan kita kan seperti 40:22 baterai gitu ya dan betul dan yang 40:23 menarik lagi tidak ada setates air pun 40:27 ular rupas yang keluar dari comberan 40:29 semuanya masuk ke tanah 40:31 ini boleh juga nih nih bayangk Bang ya 40:33 bayangkan nih kita sekarang di kota 40:35 Bekasi kita kekurangan air air tanah 40:38 kita turun jauh jarang 40:41 Tapi kita hanya pakai doang nih. Makai 40:43 aja enggak pernah nyuplai. Kebayang 40:46 enggak kalau musala dan masjid seluruh 40:49 kota Bekasi itu punya sumur resapan. Air 40:52 wudunya yang begitu sangat itu masuk ke 40:54 tanah dan sumur resapan itu bisa dibuat 40:57 di dalam rumah kan? Bisa. Bisa. Itu k 41:00 air apa beas sabun-sabun itu enggak 41:02 apa-apa. Enggak apa-apa. Jadi kita nanti 41:03 ada ada penyaringnya. Jadi penyaringnya 41:05 nanti kita tiap setahun kita ambil kita 41:06 bersihkan. Jadi saya sih punya program 41:09 itu bagus ya, Bang Amar. Kalau mau 41:10 ngajak apa milenial ngajak untuk 41:12 membangun ee apa sumber resapan di 41:15 musala dan masjid ini sudah Prof. apakah 41:19 ada jasa juga untuk pembuatan sumur 41:21 resapan untuk di rumah? Rumah ada juga. 41:24 Nah, kalau ee kalau pembuatan sumur 41:26 resapan dan ee ee biopori ada lubang 41:29 sirop biori itu kita siapkan tenaganya 41:33 tapi jasanya itu ya Anda silakan bayar 41:36 kepada yang bersangkutan dan itu Karang 41:37 Taruna kok yang tennisnya. Nah, 41:39 kebetulan Bang Rosid ini 41:41 juragannya Bang Rosid itu dipanggil 41:44 karena gitu ya. Bang Rosid tolong buatin 41:46 ee sumur apa? Sumur sapan di sini. Bang 41:48 Rosid boleh tahu nomor teleponnya 41:49 enggak? Penting nih. Berapa-berapa Bang 41:51 Rosid? 08 08 577 577 8900 8900 57 42:01 577 Jadi Bang Abdur Rasyid ini yang dari 42:04 PB yang agribisnis ini nomornya 42:08 085 77 8 42:13 957 nanti Bang Rosid bisa ngasih bisa 42:15 jadi Bang Rosid itu udah ribuan lubang 42:19 lubang biopori dia buat dan sumber 42:22 resapan dan itu harganya enggak kita 42:25 enggak sesuai dengan costnya aja kan 42:27 tenaga kan manusia butuh bensin juga ya 42:29 bensin makanan pecel ya itu Bang Rosit 42:34 benar-benar jadi diameternya berapa 42:36 kalau ee sumur sepan itu sekitar 80 inci 42:40 80 inch diameternya kedalamannya 42:44 maksimal 1,5 mamanya 1,5 m isinya apa 42:46 aja nah nanti di bawahnya itu ada sabut 42:49 sabut ada batu karang ada arang batu 42:53 karang sama arang fungsinya untuk untuk 42:55 menjaga samp apa ee apa namanya sabur 42:58 segala macam agar tidak masuk ke tanah. 42:59 Jadi kita ee apa saring. Untuk satu 43:02 rumah baiknya berapa titik untuk rumah 43:04 saya? Kalau rumah saya kan lumayan cukup 43:06 besar ya 1000 1800an meter ya. Itu saya 43:09 butuh satu lubang selesa biori. 43:11 Ukurannya memang besar saya. Saya 4 kali 43:13 eh 3* 3 saya. Tapi kalau yang normal sih 43:15 satu aja cukup. Jadi enggak ada selokan 43:17 situ apa? Enggak ada selokan. Ada 43:18 selokan jalan tapi enggak ada gunanya. 43:20 I. Jadi kalau luber baru masuk selokan. 43:23 Oh. Jangan kebalik. Selokan lu baru 43:25 lubang enggak. Jadi air dari kamar mandi 43:27 ke mana larinya? Langsung masuk ke 43:29 lubang ee ke sumur resapan. Kalau ee 43:30 kalau dari kloset dari kloset lain kan 43:33 itu kan ada tempat lain kan itu kalau 43:35 hujan hujan deras banjir sudah jelas 43:38 masuknya ke sumur resapan dulu sisanya 43:40 baru luberanya masuk ke 43:43 ee bagaimana pemanfaatan daun-daun 43:46 sampah itu ada yang tanya nih. Nah, itu 43:48 pakai komposting. Jadi kalau kalau kita 43:51 mau bikin kompos itu ada yang ee kita 43:53 sudah siapkan tuh apa namanya ee ee 43:56 komposter bag itu itu ee kapasitasnya 43:59 bisa ee 75 liter itu 6 bulan itu enggak 44:03 penuh-penuh tuh. Jadi kita sampah kita 44:05 dapur segala kita bisa olah sendiri dan 44:08 lubang biopoli juga bisa menyimpan 44:10 sampah dapur. Buat apa? Itu untuk 44:12 kompos. Oh, sisa-sisa sayur sudah matang 44:15 enggak apa-apa walaupun sayur sudah 44:17 matang sudah enggak apa-apa sisanya 44:19 asalnya jangan minyak ya. Oh, kalau 44:20 minyak sendiri kan laku kan minyak 44:22 dipisahin aja lantah itu laku dijual. 44:24 Oke. Oke. Jadi supa rumah suan akan 44:26 mengajarkan bagaimana dari A sampai Z 44:28 bagaimana ngolah sampah hampir semua 44:30 minyak jilantah diapain, kulit telur 44:33 diapain. E ya. Jadi itu itu satu satu 44:38 sirkulasi pengelolaan lingkungan yang 44:40 terpadu. Hm. Hampir semua jenis sampah 44:42 berarti ya dari A sampai Z. Iya betul. 44:44 Bahkan kalau sampah plastik yang itu 44:46 dibikin namanya ecobreak tempat duduk 44:48 ya. Kalau bak ke sana tempat duduknya 44:49 dari tempat sampah itu. Oh enggak 44:52 kebayang ya. Ya itu namanya ecobri kita 44:54 bikin. Jadi benar-benar kita 44:56 memanfaatkan semua sampah yang ada untuk 44:58 kegiatan ee rumah kita. Oke. 45:01 Asalamualaikum Bang Umar. Bang Umar. apa 45:03 yang Bang Umar lakukan sebagai calek 45:05 untuk misalnya SD SD SMP SMA agar mereka 45:10 sadar akan lingkungan ni biasa 45:14 semenjak ngajak ee semenjak ketemu sama 45:18 Profoni ini kayaknya boleh kita ke 45:21 sekolah-sekolah berarti ya menjadi ya 45:24 kita kan kalau misalkan di ee DPRD kota 45:28 nanti kan ada bagian komisi-komisinya 45:29 tuh kalau misalkan nanti bisa masukkan 45:32 untuk kependidikan nya kita masukin ya 45:35 kita ajarin dari kecil dan juga 45:36 bagaimana kita bukan cuma ngajarin 45:38 anak-anaknya kita ajarin guru-gurunya 45:41 kalau bisa orang tuanya orang tuanya 45:43 bagaimana kayak cara mendidik dari ee 45:45 dan setelah itu ada kontrolnya supaya 45:48 apaajarkan betul bang harus berarti kita 45:51 harus ajak nih Profoni lagi kalau jadi 45:53 gini Bang jadi rumah sopan yang dikelola 45:56 oleh Bang Faisal ini punya namanya 45:58 program Adiwiata Adiwiata itu adalah 46:00 sekolah berbasis lingkungan itu dari 46:02 pemerintah itu. He. Oh. Nah. Heeh. 46:04 Pemerintah menginstruksikan semua 46:06 sekolah untuk ee apa memberikan edukasi 46:08 tentang lingkungan. Nah, itu banyakan 46:10 dilakukan tapi umumnya hanya formalitas 46:13 gitu loh. Jadi enggak karena apa tidak 46:15 ada pembimbingnya. Kenapa tidak? Bahkan 46:18 saya tawarkan kepada guru-guru, ayo 46:19 silakan kalau mau belajar tentang 46:21 bagaimana program Adiwiata dijalankan, 46:23 kita siap. He. Live school sini nih, 46:25 Cibubur itu sudah sama kita. He. 46:28 Termasuk Cikal juga gitu. Jadi mereka 46:31 kita ajarkan bagaimana cara ngelola 46:32 sampah, ngelola dan itu programnya ada 46:35 di sekolah Adwiata. Dan saya kira kalau 46:37 Omar mau bergerak ke sekolah-sekolah 46:40 mereka terima pasti. Welcome pasti pasti 46:42 terima. Enggak mungkin enggak ya enggak 46:43 enggak betul ini win-win situation buat 46:46 semua. Betul. Nanti kita kan supaya 46:47 mereka tertarik itu mesti ada ya kalau 46:50 mau tarik umumnyaiknya umumnya kalau 46:53 tertarik itu saya ajak ke rumah sopan 46:54 Mas. Begitu rumah sopan lihat oh bisa 46:56 Pak ya gitu. Jadi dia bikin kita mereka 46:59 darahnya O dulu. He. Oh begitu ya. Kan 47:03 darahnya A B C kanya begitu kita ke 47:06 rumah sampan. Oh begitu ya Pak ya. Bisa 47:09 arti begitu dia tahu mau maka dia mampu. 47:12 Begitu tahu dia ee mampu dan dia mau 47:15 yang paling gampang dipengaruhi adalah 47:18 kita tanya balik ke mereka. Kalau yang 47:20 di Bekasi yang rumahnya kena banjir, 47:23 yang rumahnya kena bau, kena kena apa 47:26 namanya? Kena matahari sinar, kita tanya 47:28 balik ke mereka, emang ini semua karena 47:30 siapa sih? Tanya aja balik ke mereka ya. 47:33 Mereka yang yang biasanya bisa dengan 47:35 senang, dengan teduh main sepak bola di 47:37 luar. Mereka yang biasanya kalau kalau 47:40 tidur malam enggak keganggu sama 47:41 gerangan air di rumahnya karena banjir. 47:43 Kita tanya balik. itu paling gampang 47:46 saya rasa untuk merubah hati mereka tuh 47:49 untuk mereka untuk melek gitu loh ini 47:52 semua nih karena apa gitu. Tapi kami 47:54 dari rumah sopan saya ketua Bang Pak 47:57 Ketua Bang Faisal Bang Rosid itu 47:59 siaplah. Jadi kita membuka pintu dan 48:01 jangan lupa, jangan berpikir berapa 48:03 biayanya. Kalau edukasi aja percayalah 48:07 kita kasih minum air putih teh ada. 48:10 Tapi paling tidak gini jadi kita welcome 48:13 kita terbuka. Jadi jangan khawatir kita 48:14 itu nolak. Enggak. Yang penting 48:17 sekolah-sekolah itu nanti atau siapapun 48:19 kirimlah WA Pak Soni, Pak Faisal ini 48:22 saya ma datang ini tanggal ini dengan 48:24 rombongan. Silakan kami terima ya. 48:26 Kapasitas kita bisa sampai 100 orang 48:28 kalau datang kedatangan kita bisa kok. 48:29 Jadi saya kira bisa kita apa kita 48:31 layani. Jadi kita mendorong agar semua 48:34 termotivasi, Bang. Jadi tertarik. Saya 48:36 kira Bang Risa kok datang ke teman saya 48:38 sambil ngoni apa ngelihatin rumah 48:40 juniornya ya sekaligus juga. Oh iya kan 48:43 gitu. Oke kita sapa ini Bapak Boy 48:47 Ambadar di Bogor juga suka buat W Bogor 48:49 nih Bogor ya suka buat sumur saapan loh. 48:51 Banyak ribuan yang dia buat nih. Boys 48:53 Ambadar juga Bob Novandi yang bikin apa? 48:57 Lampu-lampu lampion dari barang-barang 49:01 botol-botol plastik itu. Bob Bob 49:04 Novandi. Kemudian e Bang Boy Ambadar di 49:10 Bogor. Menarik sekali acara ini 49:12 sering-sering diadakan di rasil supaya 49:13 orang punya kesadaran ee kesehatan 49:16 lingkungan. Oke. 49:19 Soal nih, soal, soal nih e lubang 49:21 biopori mungkin saya saya kan bertamu 49:23 kepada Pak Brata ya, penemunya berlubang 49:27 biopori. Memang banyak ini saya yang 49:28 salah bikinnya. Misalnya lubang biopori 49:31 itu begitu dilubangin dikasih paralon. 49:34 Oh, ya salah. Enggak bisa. Enggak boleh. 49:36 Karena saya kan diskusi Pak sebetulnya 49:39 filosuf. Jadi beliau mengatakan bahwa 49:41 lubang resep biol itu untuk hanya 49:43 mengantarkan saja agar air itu bisa 49:46 masuk situ dengan mudah. He karena 49:49 biasanya kan susah kan sudah padat kan. 49:50 Nah itu itu dan enggak perlu harus 49:52 dikasih apa ee paralon karena justru itu 49:56 enggak meresap 49:57 nantinya permukaan dikasih apa-apa. 49:59 Kalau di rumah di rumah sopan hanya ada 50:01 casing-nya. casing-nya itu enggak lebih 50:02 dari 20 cent g cuman 20 cent itu kita 50:05 bikin desain sendiri kita cetak untuk 50:07 setelah kita lubangi kita plok itu jadi 50:10 saya di dapur ada sayuran basi yang 50:13 sudah dimasuk masuk situ aja itu nah 50:16 tujuannya itu untuk penyuburan enggak 50:19 yang luar biasa nih saya ee apa salut 50:21 untuk penemunya ya 50:24 ee beliau itu menemukan kok sampah 50:27 dimasuk ke dapur tuh sama sekali enggak 50:28 bau dan hebatnya itu tikus enggak bisa 50:30 manuver ke atas enggak bisa. Begitu 50:32 masuk dia mati. Itu kenapa? Ya itu 50:34 karena di di set 4 inci itu yang membuat 50:37 dia enggak bisa naik. Ya, saya sudah 50:38 coba saya saya kasih Mas tikus itu 50:41 enggak bisa naik dia. Oke. Nah, cuman 50:43 mungkin yang perlu ditekan ditekan lagi 50:45 ditekan ke bawah itu kemudian enggak ada 50:47 casing-nya apa paralonnya itu penting. 50:49 Itu banyak sekali ee warga yang salah 50:52 ya. Even di YouTube pun banyak membuat 50:54 ee contoh SP yang salah. Oke. Tapi kalau 50:57 sumur resapan hampir semuanya benarlah. 50:59 Karena itu memang itu kan wajib AMDAL 51:01 kan di dalam membatung rumah tuh selalu 51:02 ada ee speknya ya. Prof. Soni apakah ini 51:06 bisa dikerjakan untuk di rumah di 51:08 Ganggang? Di ganggang itu bisa. Bisa, 51:10 bisa. Bisa. Bang Rosi itu malah ee 51:12 membuat lubang biopor itu dicomberan. 51:16 Jadi kalau com kan dia enggak ada enggak 51:17 ada enggak ada selah pun ya. Makanya 51:18 lubang comberan itu dibikin lubang 51:20 seperti halnya dibuat oleh Pak sekarang 51:21 gubernur yang lama itu ya. Tapi 51:23 sayangnya yang membuat e sumur resap itu 51:25 di tengah jalan itu yang bikin nyamuk 51:27 malah ya. Justru lubang-lubang comberan 51:29 itu dilubangi. H terus ada keterikanlah 51:32 itu ya. Nah itu nanti air itu masuk ke 51:33 bawah bukan mengalir. Kalau mengalir ee 51:36 horizontal itu kan menguap. He. Dengan 51:38 adanya di lubang dia menyerap ke bawah. 51:41 Jadi lubang resapan biopori itu bisa 51:43 dibuat di mana aja di tempat bak kontrol 51:46 juga. Bang Ros itu macam-macam. Ada yang 51:48 keras benar Bang ya. Ada yang juga 51:50 lembek ya. Dan itu kita bisa ada 51:53 solusinya lah. Jadi sekarang fungsi 51:55 selokan apa? Perut ditiadakan. 51:59 Nah, sekarang bagaimana selokan yang 52:00 suka ditutup tuh? Kan solokan ditutup 52:02 sekarang. Iya, makanya solokan itu 52:04 harusnya kan dinamis untuk bisa dibuka 52:05 ditutup karena untuk kebersihan kan 52:06 untuk membersihkan pakai pakai dibuka 52:08 kan. Nah, banyak sekali sekarang solokan 52:10 ditutup rapet. Iya. Itu menyalahi aturan 52:12 menurut saya karena apa? Bagaimana 52:14 ngebersihinnya? Nah, itu sekarang ada 52:17 ada tutupnya tapi bisa dibuka. Tapi juga 52:20 ada yang namanya dibikin lubang resapan 52:23 biopori di dalam solokan itu agar airnya 52:26 masuk meresapnya meresap dalam bentuk 52:28 vertikal. 52:29 Oke. Dari siapa nih? Asalamualaikum Mbak 52:32 Prof. Soni. Seumpama ukuran rumah 60 m, 52:35 berapa idealnya lubang sumur resapannya? 52:38 Ukurannya berapa? Rumahnya cuma 60 m. 52:40 Nah, ada sumur resapan disebut komunal. 52:44 komunal itu beberapa biasanya di 52:46 Perumnas ya beberapa beberapa rumah 52:49 bikin sumur resapan bareng-bareng. Oh, 52:51 ada contohnya komunal namanya. Jadi ada 52:54 terus pakai pipa untuk ke sana yang apa 52:56 sampai ada airnya itu langsung masuk 52:57 kita sepakat membuatnya masuk situ. He. 52:59 Jadi ee bikin ee saluran air itu masuk 53:01 ke situ langsung. Jadi namanya komunal 53:04 itu biasanya di perumnas, di rumah-rumah 53:05 kecil ya itu bisa lakukan. Pokoknya 53:08 niatnya ada insyaallah bisa. Hm. Tapi 53:10 masalnya kalau niatnya enggak ada ya 53:11 tetap aja dikasih ilmu apapun tetap aja 53:14 nolak ya kan. Oke. Saya kira gitu. Oke 53:16 Prof. Sony kami tidak menebang pohon 53:18 tapi memangkas pohon. Daun-daunnya 53:20 sebaiknya untuk apa? Di mana dibuangnya? 53:23 Ini datang ke rumah deh. Jadi rumah saya 53:25 itu pohonnya jadi saya itu per hari itu 53:29 kok namanya sampah daun aja banyak 53:31 benar. Tapi alhamdulillah dikomposin 53:33 beres. Dimasukkan sebuah bak apa? B ee 53:37 bak komposter itu dikasih pakai air itu 53:40 ambles tuh langsung. Nah, komposter 53:42 nanti disimpan kita bikin pupuk. Hm. 53:45 Kalau bisa nanti bisa buka di YouTube 53:48 Rumah Sopan ya. YouTube Rumah Sopan tuh 53:49 ada Rumah Sopan buka itu. N itu ada cara 53:52 bagaimana komposting, membuat kompos, 53:54 bagaimana membuat apa ee ee pupuk, 53:58 bagaimana membuat apa biopori ada semua 54:00 di situ. He di apa namanya di ee ee apa 54:05 namanya? YouTube Rumah Sopan namanya 54:07 Rumah Sopan gitu. Sopan Rumah Sopan. 54:10 Oke, Bang Mar 54:12 Ibrahim, bagaimana supaya pelajaran 54:14 mengeneling ini menjadi menarik di 54:16 kalangan anak milenial? Nah, ini gimana 54:19 gini kita kadang-kadang ngedengar 54:23 berita apa pesimis. Ada juga yang ah 54:26 ngapain dengar berita tentang apa 54:28 namanya tentang bukan kadang-kadang 54:30 punya mentalitas bahwa ini bukan urusan 54:33 gue gitu. Ini bukan urusan gue, urusan 54:36 pemerintah kota yang urusan pemerintah 54:38 kota yang gua udah apa namanya? Gua udah 54:40 bayar, gua udah bayar pajak, urusin deh 54:43 gitu loh. Mentalitas kayak gitu 54:45 sebenarnya yang masih harus diperbaikin 54:47 sama remaja-remaja sekarang. Dan kalau 54:50 mau dibawa nih, Bang Krishna ee Bang 54:52 Krishna kalau mau dibawa kita harus 54:54 ingat bahwa negara kita ini negara 54:56 berkembang ya. negara kita ini beda sama 54:59 e negara seperti di Eropa atau Amerika 55:02 yang eh mereka justru malah apa namanya 55:06 ee marah-marahin negara kayak Cina, 55:10 India, Indonesia, Filipina tuh kita 55:13 kalau dulu tuh sering banget dibilang, 55:15 "Kenapa sih negara kamu tuh masih ee 55:18 menjadi perusak bumi?" Saya ini saya ini 55:21 kadang-kadang juga mau ngingetin 55:23 hipokrasinya mereka nih. Hipokrit mereka 55:26 nih. Kenapa? Karena siapa sih yang kita 55:28 nih melakukan ini semua? Kadang-kadang 55:29 juga karena kita nih negara yang 55:31 mengekspor barang ya dari plastiknya 55:34 dari ini. Mereka menggunakan barang kita 55:37 ya meja-meja kita kan dari e meja-meja 55:39 mereka kan e ya semua dari kita tapi 55:42 mereka berani-beraninya marah-marah kita 55:45 tentang apa namanya e penbangan gitu 55:48 loh. Ini sebenarnya gerakan seperti yang 55:51 e Bang Sony bilang ini, Prof. Soni 55:54 bilang ini bukan cuman di kota, bukan 55:56 cuman negara. Kalau bisa ini harus ada 55:58 di e ada di internasional. Harus ada 56:01 kekuatan bagaimana nih kekuatan 56:02 internasional nih bisa membangun ini 56:05 semua. Oh iya. Saya ingat tuh 56:07 negara-negara Eropa itu mengimpor sampah 56:08 ke kita loh. Sudah pernah dengar kan? 56:10 Iya. Jadi mereka kita goreng kerupuk 56:12 pakai sampah itu kejadian itu Jawa Timur 56:15 dan sampai saat ini terjadi. Tapi yang 56:18 yang yang kurang ajarnya ini 56:20 kadang-kadang yang perlu kita ajarin 56:21 balik ke mereka bahwa mereka ini e apa 56:24 namanya? Mereka nih m-lecture kita, tapi 56:26 mereka enggak sadar bahwa sampah mereka 56:28 ke kita dan kita semua ini punya masalah 56:31 juga sebab-sebab dari mereka gitu loh. 56:34 Heeh. Jadi ini ee kalau kita misalkan 56:38 terlalu gengsi, anak-anak muda terlalu 56:40 gengsi untuk ah gerakan kota ah gerakan 56:42 gerakan nasional ayo kita bawa ke 56:44 gerakan internasional ayo suara kita 56:46 harus bisa didengar lebih banyak lagi. 56:47 Wah itu bagus lagi kalau berani ya ayo 56:49 dong nasional aja kita iya oke gitu. 56:53 Oke. E kita akan bacakan lagi ya. Iya 56:56 nih sebentar lagi masuk zuhur nih. Oke. 56:58 Kami akan bacakan lagi nomor HP yang 57:00 Anda bisa hubungi untuk bertanya-tanya 57:02 soal lingkungan ya. I masuk WA itu WA, 57:05 Bang. 0816 bisa WA juga. Iya, bisa WA. 57:07 Silakan dicatat ya nomornya 57:11 0816. Sudah. Kemudian 57:15 88. Kemudian 5. Kemudian 57:19 001 57:21 0816 57:24 885 001. Kalau untuk nomor rumahnya 57:29 021 57:32 29 57:34 68 57:36 10 57:38 501 57:40 2968 57:42 10 50. Kemudian nomor 57:45 teleponnya Bapak Abdul Rasyid yang 57:47 lulusan IPB Agribisnis itu mau tanya 57:50 Biopori ya silakan ee telepon ke 57:55 085 57:57 77 57:59 89 00 5 58:05 7 Apa sih semboyannya? 58:08 Apa hashtag-nya apa nih buat Omar? Heeh. 58:12 kita pakai muda dinamis 58:15 berintegritas. Yang kencang lagi. 58:17 Kencang dong. Muda dinamis 58:18 berintegritas. Mudi ber muda dinamis 58:21 integritas gitu. 58:23 Alhamdulillah. Ee jadi mm distrasingnya 58:27 di masalah lingkungan ya. He harus. 58:29 Harus. Karena bukan kalau bukan anak 58:31 muda siapa lagi? Kalau bukan anak muda 58:33 siapa lagi? Dan Bekasi punya masalah itu 58:36 besar. Iya. Bekasi punya masalah itu 58:38 besar. kita gini loh eh Prof Krisna kota 58:42 Bekasi dan Indonesia secara keseluruhan 58:44 itu negara salah negara Islam terbesar 58:46 di dunia benar ya betul ya negara Islam 58:48 terbesar di dunia kadang-kadang Omar 58:50 masih suka dengar kenapa orang-orang di 58:52 luar itu lebih islami dibandingin kita 58:55 ya enggak juga orang mereka enggak salat 58:57 orang mereka enggak ngaj tapi kelakuan 58:59 mereka kita harus bisa contoh he di 59:01 Al-Qur'an udah udah ada, udah banyak di 59:03 surat Ar-Rahman tadi Omar lagi buka-buka 59:05 ya di surat Ar-Rahman ada ee di ee ee 59:08 surat Arrahman ayat keel bilang, "Agar 59:10 kamu jangan merusak keseimbangan itu." 59:12 Kita jadi jangan cuman apa namanya? 59:15 Membaca Al-Qur'an dengan bahasa Arabnya, 59:17 tapi kita enggak tahu artinya apa. He 59:18 ya. Kita dengar ya, kita dengar kita 59:22 juga tahu artinya kita harus melakukan 59:24 itu. Melakukan apa yang Al-Qur'an ee ee 59:27 bilang ya. Karena apa? Di dalam 59:29 Al-Qur'an bilang dalalikal kitabu laba 59:31 fi huda lil muttaqin. Enggak ada enggak 59:34 ada tuh apa namanya keraguan di 59:35 dalamnya. Iya kan? sudah bilang gitu. 59:38 Dan juga mereka bilang bahwa Allah 59:40 menciptakan ini semua itu harus karena 59:44 adanya keseimbangan. Lalu tugas kita itu 59:47 menjaga keseimbangan seperti apa yang 59:48 tadi Pak Profoni bilang. Benar ya 59:50 Profoni? Betul. Oke. Jadi kita ini anak 59:53 muda apalagi kalau orang tua kita masih 59:55 bisa salahkan lah mungkin ada tua. Tapi 59:58 melihat Prof. Soni di sini harusnya 59:59 menjadi tamparan kita. Kita nih enggak 1:00:01 ngjaga keseimbangan apa yang Al-Qur'an 1:00:03 telah bilang. ya, pemuda-pemuda kita 1:00:05 yang ikut pengajian banyak, tapi yang 1:00:07 mengamali dari Quran itu itu masih 1:00:10 sedikit dan itu sangat disayangkan 1:00:12 sekali gitu loh, Omar. Kita mau buka 1:00:14 dari 1:00:16 semua lini ya dari agamanya, dari 1:00:19 kepemudaannya, kita harus buka 1:00:21 pintu-pintu itu untuk kita menjaga 1:00:22 alam-alam di negeri kita. Jadi saya 1:00:25 ngingat juga nih dia ngangkat Al-Qur'an 1:00:27 nih. Tapi kita masyarakat mengingatkan 1:00:29 loh, Bang, di Arrum ayat 41 sudah 1:00:31 diingatkan ya bahwa ee telah tampak 1:00:35 kerusakan di darat dan di laut 1:00:36 disebabkan karena perbuatan tangan 1:00:39 manusia. Manusia Allah menghendaki agar 1:00:42 mereka merasakan kebahagiaan dari akibat 1:00:44 dari perbuatan mereka agar mereka 1:00:46 kembali ke jalan yang benar. Artinya 1:00:47 apa? Kita sudah diingatkan, "Eh, kalau 1:00:49 kamu nanti ngerusak alam, kamu tunggu 1:00:52 tanggal waktunya. Kapan waktunya ke Anda 1:00:54 akan kita berikan satu peringatan keras 1:00:56 ya. Itu yang saya takditkan ya sebagai 1:00:58 orang tua nih ya. Terima kasih. Oke. 1:01:00 Masyaallah. Ini sebenarnya banyak sekali 1:01:01 yang kami ingin tanyakan juga dari 1:01:03 pendengar ya. Tapi kita dibatas waktu 1:01:05 sebentar lagi kita sudah masuk zuhur ini 1:01:07 ya. Zuhurnya kan sekarang lebih lebih 1:01:09 pagi ya. Terima kasih Bang Omar Ibrahim, 1:01:13 Bang Soni. Silakan yang mau telepon ke 1:01:19 0816885 001 atau ke 1:01:24 0212968 1050. Bang Faisal juga terima 1:01:27 kasih Bang Warid sudah datang nampingi 1:01:28 saya ini. Instagramnya ada enggak? 1:01:30 Instagramnya ada enggak? Rumah sopan 1:01:32 sosial medianya 1:01:34 ada. Ada kita ada ya bisa difollow gitu. 1:01:38 Heeh. Rumah sopan ya. ya, Mas ada. Oke, 1:01:40 sekali lagi terima kasih Bang Omar 1:01:43 Ibrahim dan juga Prof. Soni. Kita akan 1:01:48 jumpa lagi di lain waktu. Mudah-mudahan 1:01:50 siaran ini bermanfaat ya. Saya Muhammad 1:01:52 Krishna. Kemudian juga eh Algi, 1:01:57 Faturahman, Fatur Rozi, dan juga Neza. 1:02:00 Mohon pamit. Wabillahi taufik 1:02:01 walhidayah. Wasalamualaikum 1:02:02 warahmatullahi wabarakatuh.