Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini, hari Kamis
- tanggal 27 Jumadil Akhir 1447 Hijriah
- atau tanggal 18 Desember
- 2025
- 2025 maksudnya. Oke, kita jumpa lagi
- dalam bincang wakaf bersama Bapak Safril
- Rubis yang kemarin saja baru memberi
- pengarahan di acara Raker Rasil.
- Kita akan mengambil tema tentang bahwa
- merancang peran wakaf uang membangun
- energi energi produsan-produs
- distributor konsumen dalam bentuk ril
- berupa warung komunitas rasil WKR. Oh,
- ada lagi WKR komunitas rasil
- berkontribusi pada upaya penanggulangan
- kemiskinan. Asalamualaikum, Mas Afril.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Mas,
- terima kasih kemarin atas bimbingannya
- ya.
- Alhamdulillah. Walaupun seru ya.
- [tertawa] Serusu.
- Tetapi tiap orang memberi pendapatnya
- supaya Rasil bisa lebih baik Bu
- insyaallah.
- Wah ngotot-ngototan [tertawa]
- bukan ngotot bersemangat.
- Bersemangat untuk mencari kebenaran ya.
- Oke kita ee akan mengambil tema warung
- komunitas Rasil. Waduh ini menarik ini
- warung komunitas Rasil nih.
- Iya ya. I
- Oh nanti kami akan menyebutkan nomor
- telepon Pak Sapril ya. Siapkan saja
- pulpen sama kertasnya. Pak Spril
- biasanya mau baca Quran dulu. Baca
- bacain ini Mas Krisna ya. Ini
- surah Albaqarah ayat 261. Ini motivasi
- yang luar biasa dari Allah.
- Iya.
- Motivasi yang luar biasa dari Allah yang
- kalau kita cerna rasanya kita sayang
- sekali kalau melewatkannya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Masalulladzina yunfiquuna amwalahum fi
- sabilillahi
- kamalin habbah kamali habbatin ambatan
- samasanabina
- fi kulli sumbnatim
- miat
- miatun khabbah wallahu yadifu liman
- yasya
- wallahu wasiun alim
- Perumpamaan orang yang menginfakkan
- hartanya di jalan Allah seperti sebutir
- biji yang menumbuhkan tujuh tangkai.
- Pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah
- melipat gandakan bagi siapa yang dia
- kehendaki. Dan Allah maha luas, maha
- mengetahui. Jadi, Mas Krisna ini di
- samping 700 kali lipat itu Allah masih
- tambahkan lagi
- sekehendaknya Allah terhadap kebajikan
- dari yang namanya menginfakkan harta.
- Luar biasa ya, Pak.
- Luar biasa. berwakaf ini bagian dari
- infak.
- Jadi kita sekurang-kurangnya seumur
- hidup jangan sampai
- tidak wakaf
- berwakaf
- dan usahakan wakaf itu bermakna.
- Hm. Dan wakaf itu bisa berupa uang dan
- uangnya tidak mesti besar. Nanti akan
- dijelaskan oleh Pak Safril. Pak Safril
- Alubis adalah amir majelis wakaf
- silaturahim atau LWS. Oke Pak Safril.
- ini karena keterbatasan penghasilan,
- karena PHK dan maka ketersediaan biaya
- hidup sangat terbatas. Apa orang-orang
- seperti ini masih bisa berwakaf?
- Nah, Allah di satu surat menyatakan ya
- berinfak dalam keadaan
- lapang dan sempit.
- Berinfak, bersedekah dalam keadaan
- lapang dan sempit. Jadi tentu saja bagi
- yang penghasilan
- berkurang atau bahkan terputus karena
- PHK dan sebagainya, tapi Allah enggak
- pernah salah berhitung, pasti akan
- dipenuhi kebutuhannya. Nah,
- dalam konteks ini, Mas Krishna, kita mau
- cerita tentang warung komunitas.
- Hm.
- Warung komunitas ini salah satu
- sumber penghasilan baru yang bisa
- dibangun oleh para pendengar yang punya
- entrepreneur sedikitlah gitu.
- Dan ini kecil saja
- ya, kecil saja dan ini menjadi salah
- satu sumber
- penghasilan sekaligus melayani
- masyarakat dengan harga yang ekonomis.
- He.
- Kita akan bahas sebentar lagi ee tentang
- hal ini dan di mana peran wakaf. Karena
- secara menyeluruh Mas Kna
- terutama di beberapa negeri tetangga
- kita, wakaf itu berperan luar biasa
- penting dan luar biasa berhasil
- membangun turut mendampingi pengembangan
- ekonomi.
- H
- Bangladesh yang lebih miskin dari kita.
- Malaysia apagi bahkan Singapura, bahkan
- di Thailand juga wakaf maju ya. Nah,
- jadi hari ini kita bicara bisakah wakaf
- menopang
- pembangunan ekonomi-ekonomi mikro ya,
- kegiatan usaha mikro, model-model warung
- ini.
- Itu yang kita mau bahas Mas Krisna.
- Oke,
- saya mau jelasin sedikit, Mas.
- Ini warung-warung kecil kita sebut
- warung komunitas. Jadi Rasil dengan
- siaran yang kita gulirkan mendorong ee
- pendengar itu pertama belanjalah dari
- tokoh-tokoh komunitas. Apa itu tokoh
- komunitas? Tokoh-tokoh yang ada di
- lingkungan kita gitu.
- Biasanya mereka itu tokoh-tokoh itu ya
- warung-warung ini hanya melayani 5
- sampai 100 rumah tangga aja gitu. dan
- itu bisa cukup berkembang dan
- seterusnya. Sepanjang ya warung-wureng
- itu dikelola sumber dari barang dagangan
- dia itu adalah
- berasal dari level yang tidak jadi di
- pabrik. Jadi bukan harga yang sudah
- diambil keuntungan, diambil keuntungan,
- diambil keuntungan. Maka masyarakat
- nanti akan belanja dengan harga mahal.
- H.
- Tapi kalau konteks ini ya, kalau konteks
- ini sumbernya itu yang dekat dengan
- pabrik, maka Mas Krishna harga akan
- terkendali dengan
- baik, ekonomis ya.
- Ee masyarakat yang membeli juga puas
- gitu. Itu mungkin sebagai pembuka cara
- saja.
- Oh, langsung saja sudah ada komentar Pak
- Spril. Saya sih mau aja ee belanja di
- warung sebelah, tapi kadang-kadang
- ketersilan barang sudah tidak ada,
- bahkan adanya di minimarket gitu
- ya. Jadi sebetulnya mengelola inventaris
- atau kok apa namanya ee komoditi itu ada
- namanya
- ee kalau ada dua kali permintaan dalam 6
- bulan jadikan stok.
- Hmm.
- Ya. Kemudian kalau tiga kali dalam
- setahun jadikan stok. Jadi masukkan ya
- konteks iya konteks
- warung komunitas rasil ini itu tidak
- berdiri sendiri tetapi kita itu bekerja
- sama dengan tokoh-tokoh besar ya
- tokoh-tokoh besar ini, distributor besar
- ini itu sudah dekat dengan pabrik.
- Artinya dia membeli itu dari pabrik jadi
- lebih murah.
- He.
- Dan dia tahu masyarakat itu yang perlu
- apa saja gitu. He.
- Tentu gini, tidak setiap kali masyarakat
- itu perlu baterai ukuran A2 misalnya.
- Hm.
- Tetapi itu kan bisa dikesambingkan.
- Iya.
- Ya. Tetapi kalau kebutuhan-kebutuhan
- utama
- yang kaitannya dengan kebutuhan hidup
- seyogianya akan ada di warung komunitas
- itu. Dan tentu rasil berperan mendorong
- kita belanjalah dari tokoh komunitas
- kita gitu. danukan ini saja nanti akan
- ee siapa yang belanja juga berinfak
- walaupun jumlahnya kecil hanya kira-kira
- 1 atau 2% saja misalnya tetapi itu dari
- hasil penjualan harian bisa digulirkan
- menjadi sedekah atau infak ke fakir
- miskin gitu Mas Kristina.
- Oke.
- Asalamualaikum Pak Sapril. Warung
- komunitas Rasil ini baru wacana atau
- memang sudah ada karena kami tertarik
- sekali dari Ibu Retno.
- Oke, saya jawab langsung Mas Krishno ya.
- Bu Retno memang kita belum buat tapi
- kita sedang buatkan modelnya hanya
- dengan satu toko besar itu tokoh muslim
- ya tempatnya ada
- di mereka tokoh mereka yang besar ini
- ada di dua atau tiga tempat di Jakarta
- ya.
- Kita sudah sepakat mereka akan
- men-supplai barang-barang
- untuk toko-toko kecil ini. Ini warung
- komunitas Rasil ini itu tokonya kecil
- aja.
- Tetapi dia memenuhi kebutuhan utama di
- komunitas dekat dengan masyarakat.
- Kali ini seorang ibu hanya beli gula
- seteng kilo.
- Ini bukan online kan? Bukan ya?
- Kenapa?
- Bukan online ya. Bukan online. Bukan
- online. Kita coba yang dekat dengan
- masyarakat. Karena ibu-ibu sekali waktu
- mau beli gula cuma 12eng kilo gitu ya
- atau beras bahkan beli 12eng kilo.
- Nah, ini dilayani toko-toko
- model seperti ini. Modelnya sedang kita
- buat Bu Ro. Kita membuatnya itu bersama
- dengan satu tim.
- Satu tim yang tergabung di dalam forum
- ekonomi produktif rasil yang kita
- bangun. melalui
- eh focus discussion group untuk
- penanggulangan kemiskinan yang kita
- gulirkan pada saat ulang tahun Rasil
- bulan September yang lalu, Mas
- ya. Nah, di situ ada orang ahli-ahli
- dalam manajemen termasuk aspek ekonomi
- mikro. Jadi kita buatkan nanti modelnya
- dan kalau memang ada misalnya seperti Bu
- Redno ingin bikin komunitas warung
- komunitas Rasil ini kita tentu lihat
- tempatnya di mana,
- kemudian kemampuan pengelolaannya bimana
- sehingga kalau layak nah kita gulirkan
- ini bersama dengan ee distributor besar
- itu gitu. H. Oke. Dari Bapak Hasan,
- apakah warung tetangga itu ada
- template-nya sehingga kami tidak usah
- repot-repot lagi menyusun begini dan
- begitu? Ya.
- Iya. Itu dia barusan ee barusan yang
- saya jelaskan kita bikin template
- sejujurnya sekarang template-nya belum
- ada walaupun dari diskusi di eh focus
- discussion group yang lalu modelnya
- gimana sudah ada. Kurang lebih itu
- seperti Madura, tetapi tidak dikelola
- untuk 24 jam. He
- ya di Warung Madura difokuskan lagi yang
- kebutuhan-kebutuhan
- yang ee yang untuk rumah tangga. Karena
- kalau warung Madura dia kan menjual
- kadang-kadang apa namanya ee teh botol,
- kopi dan sebagainya untuk anak-anak yang
- nongkrong di situ jam 10, jam 11.00, jam
- . malam. Nah, ini tentu warung komunitas
- Rasil ini berbeda dan nanti Rasil akan
- menggulirkan katakanlah misalnya Bu Reno
- bikin ee warung komunitas Rasil di ee di
- RT-nya, di kampungnya ya, di Keranggan
- misalnya ya,
- tentu Rasil akan mengatakan
- oke pendengar di sekitar Anda ada orang
- komunitas Buratno lokasinya di sini.
- Oh, kita infokan gitu ya.
- Iya. kita info-infokan.
- Tapi Bu RNA juga tolong bantu supaya itu
- tetangga-tetangga juga dengar Rasil
- H
- di samping ber memperoleh informasi
- tentang tokohnya Bno tapi juga mendengar
- dakwahnya Rasil jadi semua manfaat gitu
- Mas Krisna.
- Masyaallah.
- Dan masih ada yang tanya kalau enggak
- saya jelasin dulu ini.
- Jelas
- ada tiga manfaat dari sini. pertama
- misalnya burno, tadinya belum dapat
- penghasilan. Nah, sekarang kalau bisa
- jualan kira-kira
- R00 R00.000 1 hari ya. He.
- Itu nanti netnya itu bisa dapat sebulan
- kira-kira R jutaan.
- Oh, ya. Ini besar juga
- bisa. Jadi cukup untuk biar mata. Kalau
- dapatnya cuman Rp300.000 ya.
- Oke, itu dapat mungkin kira-kira sejuta,
- R juta sebulan itu cukup untuk belanja
- rumah tangga pokok itu sudah cukup gitu
- ya.
- He.
- Nah, jadi tapi di samping itu juga akan
- ada infak ya dari setiap penjualan itu
- ada infak 1 atau 2, satu 2%. Nah,
- kemudian karena toko ini menjual
- barang-barang yang diperoleh dari
- distributor utama yang belinya dari
- pabrik atau tangan kedua dari pabrik,
- harganya relatif murah, Mas Krisna.
- Hm.
- Relatif lebih murah dan ini membantu
- masyarakat sekitar yang berkekurangan
- itu belanjaan secara kolektif atau tidak
- ke pabriknya kolektif apa seni?
- Tidak. pabriknya ini ke pabrik itu toko
- besar itu.
- Oh,
- misalnya Aman gitu ya.
- Amanmart dia belanjanya ke pabrik
- sehingga dapat harga yang lebih bagus
- ya. Ee nah nanti toko ini akan disuplly,
- disediain barangnya dari situ.
- Oh. Oh.
- Nah, konsep yang sama ini sedang
- digulirkan
- di beberapa pesantren berupa namanya
- komponren yang punya toko juga tapi
- khusus pesantren gitu loh. Nah, jadi
- barang-barang apa yang diperlukan itu
- secara teknis toko itu sudah punya data.
- He.
- Kalau masyarakat begini yang butuh
- si konsinyasi atau bagaimana?
- ee kita sedang pertimbangkan apakah full
- konsinyasi
- atau
- ee fifty-fifty. Nanti kita akan ini
- karena kalau konsyasi berarti tanggung
- jawabnya kan di distributor ya.
- Tapi kalau ada barang tertentu itu sudah
- dibeli putus maka tanggung jawabnya di
- pemilik toko.
- Nah, ini keseimbangan ini juga kita akan
- bangun supaya kedua belah pihak itu
- bertanggung jawab. Kurang lebih begitu.
- Apakah mengenai sembakau saja atau ada
- hal lain?
- Semua kebutuhan yang sangat penting bagi
- kebutuhan rumah tangga. H
- misalnya ginilah. Oke. Jajanan anak-anak
- tapi tokoh ras, tokoh komunitas rasil
- ini hanya mau menjual makanan yang sehat
- aja. Padahal kan banyak anak-anak ya
- h
- kepengin makanan yang sangat manis
- misalnya kita enggak mau jual.
- Oke.
- Karena dianggap tidak sehat.
- Rokok juga enggak jual berarti
- rokok enggak jual. [tertawa]
- Itu sering dalam waktu kita menata
- konsep dasar ini. Padahal rokok itu
- pemilik apa? Peminatnya dan untungnya
- lumayan gitu.
- Kita enggak jual.
- Wah, menarik sekali tema hari ini. Boleh
- tahu nomor telepon Bapak Safril? Oke,
- nih kami akan bacakan ya. Nomor telepon
- Pak Safril adalah 0816.
- Sudah. Kemudian 855.
- 488
- 0816
- 855
- 488.
- Nah, lanjutannya Mas Krishna
- untuk membangun ini kita kan perlu
- modal.
- H
- walaupun tadi dikatakan
- katakanlah itu konsinasi tetapi Aman Mar
- kan perlu dukungan atau distributor
- besar itu kan perlu dukungan juga. dana
- supaya proses menggulirkan ke banyak
- tokoh-tokoh ini tidak terlalu
- memberatkan mereka gitu ya.
- Nah, ini kita berharap dari wakaf
- produktif. He.
- Jadi kalau pendengar berwakaf
- ee
- kemudian dari wakaf itu kita pinjamkan
- sebagai modal yang dicicil oleh pemilik
- toko dan secara bertahap juga akan di
- apanya diperkecil oleh Aman Mar sehingga
- pada akhirnya nanti toko bisa hidup ya.
- Kemudian Aman juga bisa berkembang bukan
- distributorlah distributor ya.
- akan semakin banyak pembelinya itu
- berupa warung-warung komunitas rasil.
- Hm.
- Ya, di samping pembeli putus, artinya
- kita belanja ke toko, nanti juga
- pembelanjaan itu datang dari tokoh-tokoh
- komunitas ini.
- Nah, kita harapkan itu juga akan
- memperbesar omset dari distributor
- utama. Kemudian
- juga memenuhi perputaran yang cepat di
- tokoh-tokoh komunitas itu. Tokoh-tokoh
- komunitas itu tidak terlalu besar juga
- modalnya, Mas Krisna. H.
- Dan dia dengan ruangan kita lihat itu
- ruangan
- 3 * 5 dia sudah cukup gitu.
- Rak-raknya
- raknya nanti dari modal
- pinjaman wakaf inilah kita bisa bikin
- rak diatur penempatannya juga semuanya
- baik insyaallah gitu.
- Pak Sapril, bagaimana kalau kami mau
- buat? Tapi sementara di kampung kami
- sudah banyak sekali toko-toko dan
- warung-warung sehingga saingannya rada
- berat.
- Oke. Jadi mungkin sekedar perhitungan
- gini, rata-rata
- toko komunitas itu memerlukan sekitar 50
- atau maksimumlah 100 rumah tangga. Kalau
- di tempat itu di satu RT misalnya ada
- atau di satu RW ada 200 atau 300 rumah
- tangga, maka itu bisa di situ itu
- antara
- en
- 4 5 en tokoh-tokoh komunitas gitu.
- Hm.
- Dan itu kenyataannya mereka hidup semua
- gitu, Mas Krisna.
- Hm. He.
- Nah, dari seorang sahabat saya yang juga
- mengelola toko
- yang dijual sama
- dijual relatif sama. Nah, di mana
- persaingannya?
- Satu tentu
- layanan.
- Ibu-ibu tahu, Mas Krishna.
- Hm.
- Ibu-ibu itu belanja itu dua hal yang dia
- akan prioritaskan. Satu yang paling
- murah
- walaupun untuk misalnya beli beras ya.
- He.
- Yang kualitasnya sama, jangan beras lah.
- Gula. Gula. Gula. misalnya harganya ee
- sekarang R.000 misalnya gitu ya.
- Di toko sebelah 11.500,
- sebelah lagi ada 11.400 dia akan pilih
- ke 11400.
- Hm.
- Yang pertama. Yang kedua, kualitas
- pelayanan, aspek sosial, he
- bagaimana berkomunikasi dengan pembeli.
- Ibu-ibu itu akan suka dengan begitu.
- Karena ibu-ibu itu membeli,
- membelinya transaksinya cukup 7 menit,
- tetapi diskusi sosialnya bisa 10 menit.
- Dan itu menyenangkan. Jadi, saya pernah
- lihat di satu tokoh komunitas seperti
- ini
- di Tebing ya, di Tebing Tinggi di Medan.
- Saya lihat ibu-ibu itu datang mereka cit
- istilahnya. Belinya, beli barangnya
- sebentar 5 menit selesai. Tapi cit
- catnya itu masih 7. Dan mereka sambil
- bersilaturahim itu berbahagia mukanya
- Mas Kr
- ya. Nah, ini bagian dari membeli dan
- bersilaturahim gitu.
- Hmm.
- Wah, ini pertanyaan terhadap Bapak
- perbedaan
- wakaf produktif dan wakaf konsumtif apa
- perbedaannya?
- Wakaf logik ya secara ini loncat nih.
- Oke. Baik. secara pendengar yang
- terhormat
- dari Bapak Hasan.
- Oke, Pak Hasan.
- Sebetulnya wakaf konsumtif itu datang
- dengan konsep begini. Ada orang berwakaf
- kemudian dari wakaf itu membantu
- keperluan konsumsi
- dari satu keluarga. Secara hukum
- syariah, uang wakaf itu tidak boleh
- digunakan
- untuk konsumsi. ya. Tapi kalau karena
- satu dana hal diperlukan beli beras
- misalnya kepada mereka, maka uangnya
- harus dikembalikan, dicukupkan kembali.
- Yang boleh apa? Katakanlah nanti dari
- wakaf produktif ini ya kemudian kita
- bantu membuat ee apa namanya?
- Warung-warung komunitas rasil dari
- keuntungan kan pinjaman ke wakaf kan
- dikembalikan.
- He.
- Dan itu dari to dari warung-warung itu
- akan ada bagi hasil lah walaupun tidak
- besar. Nah, bagi hasilnya ini boleh
- langsung dipakai
- hmm
- untuk konsumtif
- ya, tetapi induknya harus dikembalikan
- menutupi jumlah wakaf yang ada. Sehingga
- wakaf produktif ini sebetulnya wakaf
- yang dipinjamkan menjadi sumber modal,
- sumber modal kerja, sumber modal usaha
- untuk usaha kecil yang harus kembali
- tanpa bunga. Ya. Terus kalau pemiliknya
- enggak mau ngasih bagi hasil sedikit pun
- ya enggak apa-apa sepanjang dia bisa
- tumbuh. Cuma logikanya kalau dapat
- manfaat kenapa enggak ikut berbagi?
- Karena
- tambahan penambahan yang tidak
- diperjanjikan. Ya, kalau diperjanjikan
- kan bisa jadi riba gitu.
- Tidak diperjanjian sebagai hasil.
- Pemilik itu merasa oh punya dapat untung
- banyak. Oke, dia bagi. Nah, yang dibagi
- ini namanya wukuf alai yang boleh
- dimanfaatkan ya. Nah, itu yang perbedaan
- mendasar antara wakaf konsumtif dan
- produktif.
- singkatnya wakaf produktif digulirkan
- sebagai modal kerja yang bisa membangun
- menumbuhkan ekonomi baik skala kecil
- maupun skala besar gitu.
- Wah, dari Bu Asma. Saya tertarik Pak
- Safril nih. Alhamdulillah senang sekali
- mendengar Pak Safril. Insyaallah
- tertarik mau ikut syarat-syaratnya apa
- saja. Waduh.
- Ee baik Bu Asma. Ini kita pertama kali
- mensosialisasikan ini ya. Kalau memang
- minat dari pendengar itu banyak, kita
- akan
- tuntaskan ini dengan distributor
- ya. Sesudah nanti kita punya model satu
- model misalnya Bu Asma komunitas di situ
- B ibu punya kurang lebih ada yang perlu
- bisa dilayani 100 rumah tangga
- maka kita bikin yang agak sedikit besar
- misalnya 4 * 6 4 * 7 gitu ya. Nah,
- barang-barangnya nanti kita minta saran
- dari distributor kita yang akan bermitra
- ini untuk model seperti ini
- di daerah ini barang apa saja yang cocok
- gitu.
- H.
- Jadi dengan begitu
- yang akan disediakan di situ itu sesuatu
- yang betul-betul dekat dengan kebutuhan
- masyarakat gitu
- ya. Nah, jadi e para pendengar sekalian
- dan pemirsa tentu saja di samping ingin
- buka warung komunitas, tapi juga tolong
- saudara-saudara kita yang kepengin buka
- ini, tolong berwakaf, wakaf produktif
- supaya modal kerja nanti yang bisa
- menopang kebutuhan-kebutuhan ini akan
- mencukupi sehingga bisa ee berkembang
- dengan baik gitu, Mas Krisna.
- Oke, S Pak Sapre. Pak Sabrit tadi cerita
- warungnya tidak rokok. Saya punya
- warung, Pak Saprit. Tapi yang paling
- laku adalah rokok.
- Ya, justru itu. Justru itu. Nah, jadi
- gini karena ini kita pernah diskusikan
- juga dengan Ustaz Husin.
- Kita menjual sesuatu
- yang masih dipertentangkan antara
- makruh. Sebagian ulama mengatakan haram.
- masa kita jual warung rasil menjual
- barang-barang
- walaupun paling laku tetapi tentu yang
- kita cari bukan hanya untuk tapi juga
- keberkahan dari Allah gitu.
- Amin. Amin.
- Masyaallah.
- Silakan yang mau bertanya kami tunggu.
- Baik. Sambil bertanya saya juga
- mendorong ee
- para Agnia artinya pendengar hasil yang
- memiliki harta.
- Semoga berkenan. Allah buka pintu hati
- Bapak Ibu untuk ikut berwakaf produktif
- yang ujungnya nanti akan menopang ee
- kegiatan-kegiatan model
- ee warung komunitas Rasil ini. Suatu
- ketika saya perah diperingatkan Mas
- Krishna ya. Tapi banyak warung-warung
- itu yang bangkrut.
- Hm.
- Benar.
- Kalau warung itu tidak dikelola
- dengan baik dengan manajemen yang
- sederhana tapi ee
- berkesinambungan, berpotensi untuk
- bangkrut. Tapi dengan sumber awalnya ini
- adalah barang-barang yang memang dekat
- dari pabrik, artinya
- harga beli dari barang yang dijual
- kembari ini sudah dianggap paling hemat
- gituah.
- H. Nah, dengan yang paling hemat maka
- ee logikanya profitnya akan baik.
- H
- ya. Jadi modelnya sedang kita
- persiapkan, pendengar pemirsa sekalian
- ee bekerja sama dengan distributor
- tokoh-tokoh muslim ini supaya bergulir,
- uangnya juga bergulir di lingkungan
- masyarakat seperti ini yang manfaatnya
- juga dirasakan oleh masyarakat di
- sekitar. Jadi masyarakat juga membeli
- barang-barang itu dengan harga yang
- relatif lebih murah.
- Gambarnya gitu, Mas.
- Oke, Bu Fan silakan yang mau bertanya
- nih. Telepon tadi enggak diangkat.
- Ibu Fani mau bertanya tapi langsung
- silakan, Bu Fani. Ee oh ada nomor
- telepon Pak Safril. Oke, ini nomor
- telepon Pak Safril. Silakan dicatat.
- Nomornya 0816
- 85.
- 488
- 0816
- 8558.
- Bapak Sprilad adalah
- Amir Majelis Wakaf Silaturahim Atal LWS.
- Silakan yang
- baik pendengar pemirsa,
- kita sekarang dalam waktu 1 jam ini
- sudah mendengarkan banyak sekali
- saudara-saudara kita yang kepengin buka
- warung komunitasin.
- Tentu saja
- ini dilandasi
- karena perlunya
- memperoleh penghasilan yang lebih baik.
- Maaf, saya batuk dulu, Mas Sandi.
- Hm.
- Nah, dengan
- dibutuhkan dengan sedemikian banyak
- kebutuhan untuk bikin warung-warung
- komunitas ini, tentu kita juga perlu
- dana untuk menopang pembukaan ini.
- Walaupun tidak seluruhnya
- dibiayai oleh Rasil, oleh wakaf Rasil,
- tapi mungkin rak mesti kita bantu ya.
- Kemudian
- manajemen juga akan kita bantu
- dan ada tambahan-tambahan modal yang
- juga akan mempercepat tumbuh dan
- berkembangnya warung-warung komunitas
- ini. Di samping itu memang nanti warung
- komunitas ini akan menjadi salah satu
- program Rasil Mas Krishna. Artinya
- belanjalah di toko
- ee warung komunitas
- yang di situ akan ada sebagian akan
- dikeluarkan ee infaknya kurang lebih
- begitu. Jadi mendorong masyarakat di
- samping berbelanja juga dia berinfak
- walaupun sedikit ya walaupun sedikit
- karena infak yang berkesinambungan itu
- insyaallah berkah.
- Nah, jadi tokonya insyaallah murah,
- dekat dengan komunitas. Barang-barangnya
- diharapkan yang sesuai dengan kebutuhan
- masyarakat di sekitar dan ditopang oleh
- distributor besar yang ee
- membantu
- dengan harga yang lebih baik gitu. H.
- Oke, Pak S dari Bus Asma lagi nih nanya
- nomor telepon ee nomor rekeningnya Wakaf
- Rasil dan berapa minimal yang harus
- kalau mau infak berupa uang berapa
- jumlahnya dan nomor rekeningnya berapa.
- Ada hafal enggak, Pak Saf?
- Oke, nomor rekening rasil itu 222.
- Ini untuk wakaf
- duanya empat kali ya.
- Untuk wakaf kan
- untuk ya rekening lembaga wakaf
- silaturahim.
- Duanya 4 R. Duanya 4 kali. Kemudian
- 3307.
- Duanya 4 * 3307 atas nama LWS ya.
- Iya. Namanya Lembaga Wakaf Silaturahim.
- Besarnya
- para pendengar sekalian besarnya ini
- pertama memang dilandaskan kepada
- keikhlasan
- dan betul-betul kemurnian mau cari rida
- Allah.
- Kalau masalah besar tentu tergantung
- kesanggupan yang berwakaf
- ke lembaga wakaf silaturahim
- ada yang hanya 10.000. Maksud hanya di
- sini adalah jumlahnya segitu gitu ya.
- H
- tetapi juga
- 100 juta. 100 juta lebih juga ada Mas
- Krisna. H
- ya. Jadi tergantung berapap pun besarnya
- pendengar pemirsa sekalian itu
- menyerahkan hartanya kepada Allah.
- Karena kata-kata wakaf itu sendiri
- adalah terputus kepemilikan. Kalau mau
- menyerahkan kepada Allah jumlahnya
- sekian, berapapun terserah seikhlasnya.
- Seikhlasnya ini kadang-kadang dimaknai
- sedikit aja enggak apa-apa gitu
- [tertawa] ya. Tapi tentu didasarkan
- kepada keikhlasan. Seorang ibu kalau mau
- berwakaf jangan lupa minta izin dulu
- sama suami ya.
- Nah, silakan berwakaf.
- Ikrarkan ini berwakaf. Apa bedanya
- dengan berinfak? Kalau berinfak, uang
- yang Bapak, Ibu serahkan itu langsung
- dipakai, langsung bermanfaat. Misalnya
- wakaf ee infak ke Rasil. Tapi kalau
- berwakaf itu tidak boleh dipakai. yang
- boleh digunakan hanya mengembangkan
- usaha kalau ada bagi hasilnya. Bagi
- hasilnya yang boleh dikembangkan. Dengan
- demikian, wakaf seorang wakif ya yang
- berwakaf itu namanya wakif. Wakaf dari
- seorang wakif itu akan bergulir
- selamanya.
- Heeh.
- Selamanya akan bergulir terus dengan
- pahala insyaallah terus mengalir seperti
- itu.
- Hm.
- Eh, Pak Sapril, saya sendiri sudah punya
- warung. Apakah saya bisa ikut e warung
- komunitas Rasil itu bagaimana caranya?
- Oke. Ee ada dua maaf dengan Bapak apa
- nih?
- Oke, katakanlah
- Pak siapa tadi?
- Pak Pulan ya, Pak. Kalau Bapak sudah ada
- daripada
- Bapak bergabung lagi di sini kecuali
- Bapak misalnya mau bikin satu lagi ya
- bisa saja tetapi kita bisa berdiskusi
- bagaimana mengembangkan
- warung komunitas yang Bapak sudah punya
- ya sehingga kalaupun Bapak tergabung
- dengan warung komunitas Rasil namanya
- maka otomatis warung Bapak itu akan
- terus-menerus termasuk di dalam yang
- kita sosialisasi asikan ke masyarakat
- sekitar supaya belanja. Nah, tentu saja
- kalau di sekitar Bapak Ibu ee
- pendengarnya itu adalah pendengar rasil,
- mereka akan lebih termotivasi
- untuk belanja di toko komunitas Rasil
- yang Bapak kelola. Jadi, Bapak yang
- sudah punya
- satu bisa dibesarkan
- yang kedua bisa digabungkan dengan
- jaringan itu yang akan didorong ditopang
- melalui promosi ee warung komunitas
- Rasil gitu, Mas Krisna.
- Tadi mau tanya banknya bank apa itu?
- Oh, ya, maaf, Bank Syariah Indonesia.
- Oke.
- Oke. Pak Sapril, apakah ada pertemuan
- mengenai hal ini untuk me
- sosialisasikan masalah warung komunitas
- Rasil?
- Ya, kita akan buatkan ya. kita akan
- buatkan hanya memang kita ee mencermati
- dulu
- mencermati ee
- minat dari pendengar. Kemudian kalau
- sudah kita dapat gambarannya kita
- bersama-sama dengan distributor dengan
- pakar ekonomi mikro akan merancang kalau
- sudah modelnya ee diperoleh baru kita
- akan gulirkan ke ee para pendengar
- sekalian gitu.
- E ada yang tanya Pak Safril, apakah ee
- apakah wakaf orang yang masih memiliki
- hutang masih bisa? Baik, ini menjadi
- unik
- bahwa orang berhutang
- tapi dia mau berwakaf gitu kan.
- He
- tentu saja boleh ya.
- Setahu saya ee para sahabat pun ada yang
- berhutang.
- Jadi berhutang
- kemudian mau berwakaf tentu saja bisa.
- Apalagi dengan harapan mudah-mudahan
- dengan berwakaf Allah kasih rezeki yang
- lebih luas, lebih lancar, hutangnya
- segera bisa terlunasi gitu. Amin.
- Oke. Dan dengan komunitas ini kita
- usahakan nanti ber tumbuh berkembang ee
- infak dari jual beli mereka.
- Walaupun jumlah persentasenya kecil,
- tapi kalau ini selama ada di sana infak,
- sedekah, maka insyaallah itu akan berkah
- gitu.
- Berkah bagi yang punya toko,
- berkah bagi yang membeli.
- Hm. Oke.
- Ya, para pembeli juga di samping dia
- bisa dapat harga yang relatif lebih
- murah,
- dia juga sudah sekaligus berinfak.
- Bapak Sapril, apakah kita nanti akan
- memiliki barang-barang yang bersaing?
- Maksudnya gimana nih?
- Eh, pertanyaan itu kurang begini. Apakah
- barang-barang itu bersaing dengan
- tokoh-tokoh
- ee yang ada di sekitar gitu ya? Tentu
- saja, tentu saja
- di dekat kediaman saya ada 1 2 3 ada
- empat warung Madura ya. Kemudian seorang
- sahabat saya di pengurus musala dia
- bikin toko walaupun bukan toko seperti
- ini
- tapi konsepnya ini kurang lebih sama dan
- dia menjadi pilihan utama.
- Kenapa? karena dia membeli dari
- distributor yang dekat dengan pabrik,
- tetapi bukan yang pertama, Mas Krisna.
- Jadi dia masih beli yang pertama mungkin
- tahap kedua atau ketiga gitu.
- Itu saja masih lebih murah. Nah, jadi
- ini kita akan
- ee dengan dengan kerja sama dengan
- distributor utama ini kita berharap akan
- membeli dari sumber yang belanjanya itu
- ke pabrik gitu.
- Hm. ya. Nah, ini akan membuat harga itu
- sangat bersaing tentunya gitu.
- Oke, masih acara bincang wakaf bersama
- Bapak Safril Alubis. Beliau adalah amir
- majelis wakaf silaturahim. Ini yang
- tanya apakah ee
- ee siapa yang berwenang memutuskan
- perubahan pemanfaatan wakaf?
- Nah.
- Suatu ketika ada yang berwakaf
- untuk bangun rumah sakit misalnya
- yang berwakaf atau wakif itu sudah
- mengikrarkan ya. Nah, dalam konteks ini
- ada pendapat bahwa kita bisa meminta
- izin kepada Badan Wakaf Indonesia.
- Hm.
- Ya, kepada Badan Wakaf Indonesia. Tapi
- ada juga yang mengatakan harus dengan
- seizin yang wakif. Walaupun
- argumentasinya begitu wakaf itu
- diserahkan oleh wakif, maka di yang
- bersangkutan sudah menyerahkannya kepada
- Allah gitu ya.
- H. Tetapi kalau bisa tiba-tiba berubah,
- maka yang berwenang itu
- ada yang mengatakan ee dalam satu kajian
- Badan Wakaf Indonesia ada yang
- mengatakan lembaga wakaf itu boleh
- membutuhkan sepanjang manfaatnya lebih
- besar.
- Hm.
- Ya. Ee ada lagi yang mengatakan wakif
- perlu diberitahu minta pertunjung wakif
- ya. Nanti kita bisa
- tuntaskan hal ini secara syariah. Apa
- yang paling tepat gitu, Mas.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Junaidia.
- Asalamualaikum, Pak Safril. Rasil
- mendapatkan distributor besarnya atau
- gimana atau dari mana itu? Ya, pada
- waktu kita mengadakan focus discussion
- group
- ee kita memang di dalam FGD itu
- menghimpun
- satu distributor
- yang menjual barang-barang yang ee
- kemudian juga ada di situ produsen
- petani-petani, kemudian produsen barang,
- kemudian ada konsumen, mewakili konsumen
- Kemudian ada manajemen,
- kemudian ada investor. Jadi lima
- kategori itu ada di dalam diskusi waktu
- kita mengadakan FGD. Nah, input dari
- masing-masing
- ee profesi ini kita rangkum
- bahwa misalnya distributor itu dia bisa
- membanting seperti ini dengan beberapa
- persyaratan yang kita tentu harus ee
- perdalam ya. di situ diwakili ada
- produsennya, ada petani, ada pembuat
- barang-barang tertentu, kemudian ada
- manajemen yang memahami aspek manajemen
- ee pertokohan.
- Kemudian ada investor,
- kemudian ada distributor,
- kemudian ada yang mewakili konsumen.
- Konsumen ini maunya apa sih gitu. Nah,
- dari situ Mas Krishna kita dapat
- distributor ini gitu. Oke.
- Baik. Ini ada yang nanya nomor
- teleponnya Pak Safril. Nomornya silakan
- dicatat ya. Nomor Pak Safril adalah 0816
- 858
- 0816
- 858.
- Ya, pendengar silakan kirim WA.
- Insyaallah akan dibalas sesegera mungkin
- dan data-data ini kita akan gunakan juga
- sebagai informasi awal untuk merancang
- model warung komunitas terasil ini, Mas
- Krishna.
- Dan diharapkan
- ee
- ini menjadi
- salah satu motor penggerak ekonomi mikro
- yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
- H
- dalam satu diskusi kemarin waktu raker
- dengan Bapak Adi Warman Karim, beliau
- sal seorang pakar dari ekonomi mikro ya,
- ekonomi mikro syariah.
- bahwa menurut beliau konsep
- ee warung komunitas ini adalah salah
- satu solusi yang bisa membantu
- masyarakat
- sebagai
- lapangan e sumber mata pencarian
- lapangan kerja juga sebagai sumber untuk
- membeli yang ekonomis
- karena
- maaf karena daya beli masyarakat
- sekarang ini sangat kurang ya Dan
- pertumbuhan ini diprediksi baru
- ee kira-kira
- semester kedua tahun 2026 itu kita bisa
- meningkat menjadi kira-kira 6% ya
- menurut Menteri Keuangan.
- Kemarin digambarkan juga mungkin akhir
- tahun itu kita hanya meningkat 5,5.
- Dengan peningkatan GDP 5,5 itu pasar itu
- belum terlalu mampu untuk tumbuh.
- Artinya ekonomi kita masih masih berat
- gitu, Mas Krishna.
- Nah, datangnya model-model komun warung
- komunitas ini menjadi alat bantu bagi
- masyarakat sehingga bisa berbelanja yang
- ekonomis dibanding dengan tokoh-tokoh
- lain pada umumnya gitu. Apalagi
- toko-toko dengan jaringan besar.
- Jadi semakin banyak barang di situ, maka
- semakin besar juga biaya pengelolaan
- dari satu toko itu. Jadi kita berharap
- ee toko yang akan digulirkan model toko
- komunitas terhasil ini menjadi model
- yang bisa datang membawa solusi gitu.
- Baik, ini mungkin pertanyaan terakhir
- dari Ibu Femi Johar. Asalamualaikum Pak
- Safril.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat.
- dulu pernah berwakaf nilainya kecil tapi
- itu dulu pembangunan rumah sakit Mercy
- Jakarta. Sekarang jika jika sekarang
- untuk wakaf usaha ini masih bisakah saya
- berwakaf lagi
- dari Bu Femi Joharu?
- Bu Femi tentu saja sangat bisa, Ibu.
- Semakin banyak ibu berwakaf pada
- dasarnya ibu menyerahkan harta ibu
- kepada Allah untuk dikelola memberi
- manfaat yang sebesar-besarnya gitu. Jadi
- silakan Ibu berwakaf ya tinggal
- dicantumkan wakaf produktif. Insyaallah
- ini bagian dari ee kita menggulirkan
- program ee warung komunitas rasil ini.
- Kemudian Mas Krishna begitu ini nanti
- digulirkan setiap bulan
- sekurang-kurangnya kita akan update
- kepada pendengar
- warung komunitas mana yang sudah
- dibangun. Kemudian bagaimana aspek
- keuangannya, bagaimana aspek bagaimana
- aspek ee pemanfaatan
- dana wakaf produktif itu dalam membangun
- komunitas rasil ini ya, warung komunitas
- rasil ini. Kurang lebih seperti itu.
- Oke,
- ini kebetulan baru ada yang baru telepon
- Bapak apa ni? Bapak Aminuddin Dakhlan.
- Ya, nanti sebentar lagi saya telepon ee
- setelah siaran Pak Amin ya.
- Oke.
- Nah, ini kebetulan
- kita pernah Nah, ini satu satu input
- yang bagus Mas Krishna. Bagaimana toko
- 212?
- Hm.
- Ya, saya salah seorang dari penggagas
- 212 waktu didikan di Keranggan. He.
- Tetapi banyak sekali konsep-konsep
- ekonomi yang secara mendasar tidak mampu
- kita gulirkan dalam mengelola tokoh itu
- sehingga akibatnya seperti ini
- ya. Jadi tokoh-tokoh komunitas ini
- jauh lebih kecil, lebih memenuhi
- kebutuhan
- dan ee tidak dibebani oleh keuntungan
- yang harus
- hm
- dibayarkan kepada distributor gitu. Nah,
- di toko 212 yang membebani itu adalah
- kita harus belanja dari distributor yang
- sudah ambil untung duluan yang lumayan
- besar, Mas Krisna. Oke.
- Dan itu membebani toko dan membebani
- konsumen
- gitu. Nah, ini insyaallah kita akan
- kelola dengan lebih baiklah.
- Waduh, banyak pertanyaan nih.
- Ee, Pak Krisna nanti Rasil buka tokonya
- juga kah? Sekarang Etah sudah enggak
- aktif lagi ya. Nanti bisa diganti dengan
- warung komunitas biar kita bisa belanja.
- Di-share produknya dong, harganya dan
- sekelus.
- Eh, ini lagi dari Pak Yusuf. Pak Safril
- mau tanya untuk
- membuat warung yang komunitas modalnya
- berapa?
- Oke. Baik, Bapak pendengar pemirsa yang
- sudah bertanya.
- kita secara rinci belum
- apa namanya membuat berapa sih modal
- awalnya, kemudian harganya berapa,
- bagaimana struktur keuntungannya.
- Tolong bersabar sampai ini kita
- tuntaskan. Kalau sudah kita akan buka
- komunikasi ini lebih intens kepada ee
- pendengar yang memang berminat untuk
- membuka komunitas ini. Tetapi pada sisi
- lain saya juga menghimbau mengajak para
- Aknia yang memang memiliki harta
- berwakaflah untuk menopang
- keinginan dari saudara-saudara kita yang
- mau buka warung komunitas terhasil ini.
- Dalam diskusi kemarin kita mencatat Mas
- Krishna, banyak saudara-saudara kita
- yang punya ee kelimen harta ya,
- harta yang luas yang Allah kasih,
- tetapi kadang-kadang masih ragu mau
- dikemanakan. Nah, insyaallah
- sama juga dengan lembaga-lembaga wakaf
- lain. Insyaallah lembaga wakaf Rasil ya
- amanah dalam mengelola ini karena takut
- sama Allah aja auditnya Allah. dan di
- samping audit dari ee lembaga audit
- resmi ya. Nah, jadi kalau Bapak Ibu ada
- kelapangan rezeki, berwakaflah. Wakaf
- itu akan kita gunakan untuk modal
- pinjaman
- kepada saudara-saudara kita mau bangun
- usaha yang harus dikembalikan.
- Kalau tidak dikembalikan siapa yang
- bayar? Saya sebagai amir wakaf yang
- harus kembaliin, Mas Krishna.
- Waduh, berat juga.
- Harus gitu memang jadi hutangnya seperti
- itu.
- Berat juga ya. Nah, memang benar sekali.
- Jadi, ini adalah rangkaian berikutnya
- dari kebun rasil yang sedang sudah mulai
- kita gulirkan. Ah,
- ini rencana penanamannya tertunda, tapi
- kalau nanti sudah mulai dekat-dekat
- panen, kita akan sharing foto-foto dan
- sebagainya yang juga menjadi salah satu
- model kegiatan usaha ya. cuman sedikit
- lebih apa namanya lebih membutuhkan
- perencanaan karena itu kebun Mas Krisna
- saya sudah cobain sayurnya yang
- Iya sayurnya adalah sayur reganik
- enak enak enak enak enak sayur enak
- sekali itu apa yang kemarin di yang saya
- kalau kemarin caiim dan bayam merah ya
- oh enak sekali
- ok mudah-mudahan wah pendengar bisa
- bikin kebun sendiri nantiy
- punya tanah 300 m bikin kebun sendiri
- dan akan
- menghasilkan
- bukan hanya menghasilkan Kan Mas Kir
- pada waktu kita lihat tanaman kebetulan
- ini saya ceritain adalah kebun di
- halaman rumah saya.
- He he.
- Kita melihatnya saja sudah merasa
- berbahagia.
- Ya. Kemudian ada tetangga bilang,
- "Tolong dong bagi saya sedikit." Kita
- bagi. Berbahagia lagi.
- Aduh. Aduh. Aduh.
- Ada lagi yang beli. Dia bilang, "Beli,
- saya beli deh." Terus dia bilang,
- "Masalnya, saya enggak jadi jual karena
- saya lihat kok ini segar banget. Saya
- malah saya konsumsi sendiri." Oke. Jadi
- banyak kebaikan di situ.
- Masyaallah. Jangan biarkan tanah yang
- kosong itu tidak bermanfaat. Kurang
- lebih begitu, Mas Krishna.
- Baik, ini masih banyak bertanya nomor
- telepon Pak Safril. Saya bacakan lagi.
- Bapak Safril Lubis, beliau adalah amir
- majelis wakaf silaturahim. Nomor
- teleponnya 0816
- kemudian 855
- 488.
- Terima kasih Pak Safril atas
- penjelasannya mengenai. Dan Mas Krisna
- ini banyak yang menelepon ke saya. Belum
- saya jawab sekarang. Tapi saya catat
- akan saya telepon kembali ya.
- Baik.
- Dan jangan lupa kalau berwakaf, berwakaf
- ke Bank Syariah Indonesia rekeningnya
- 22
- 22 4* 2
- 3307.
- Iya. 222nya 4 kali 3307
- atas nama Lembaga Wakaf Silaturahim.
- Iya. Terima kasih Pak Safril atas
- penjelasannya. Baik tentang wakaf saya
- Muhammad Krishna Ondi Saputra dan juga
- Ustaz Algi. Mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.