Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:05 Brail TV. 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:14 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 0:16 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:18 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 0:21 berjumpa lagi hari ini, hari Kamis 0:23 tanggal 27 Jumadil Akhir 1447 Hijriah 0:26 atau tanggal 18 Desember 0:30 2025 0:32 2025 maksudnya. Oke, kita jumpa lagi 0:35 dalam bincang wakaf bersama Bapak Safril 0:38 Rubis yang kemarin saja baru memberi 0:40 pengarahan di acara Raker Rasil. 0:44 Kita akan mengambil tema tentang bahwa 0:48 merancang peran wakaf uang membangun 0:51 energi energi produsan-produs 0:53 distributor konsumen dalam bentuk ril 0:56 berupa warung komunitas rasil WKR. Oh, 1:00 ada lagi WKR komunitas rasil 1:03 berkontribusi pada upaya penanggulangan 1:05 kemiskinan. Asalamualaikum, Mas Afril. 1:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:09 wabarakatuh. Mas, 1:10 terima kasih kemarin atas bimbingannya 1:12 ya. 1:12 Alhamdulillah. Walaupun seru ya. 1:14 [tertawa] Serusu. 1:15 Tetapi tiap orang memberi pendapatnya 1:17 supaya Rasil bisa lebih baik Bu 1:19 insyaallah. 1:19 Wah ngotot-ngototan [tertawa] 1:22 bukan ngotot bersemangat. 1:23 Bersemangat untuk mencari kebenaran ya. 1:27 Oke kita ee akan mengambil tema warung 1:30 komunitas Rasil. Waduh ini menarik ini 1:32 warung komunitas Rasil nih. 1:33 Iya ya. I 1:34 Oh nanti kami akan menyebutkan nomor 1:37 telepon Pak Sapril ya. Siapkan saja 1:39 pulpen sama kertasnya. Pak Spril 1:42 biasanya mau baca Quran dulu. Baca 1:43 bacain ini Mas Krisna ya. Ini 1:47 surah Albaqarah ayat 261. Ini motivasi 1:52 yang luar biasa dari Allah. 1:53 Iya. 1:54 Motivasi yang luar biasa dari Allah yang 1:57 kalau kita cerna rasanya kita sayang 2:00 sekali kalau melewatkannya. 2:01 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:05 Bismillahirrahmanirrahim. 2:08 Masalulladzina yunfiquuna amwalahum fi 2:13 sabilillahi 2:14 kamalin habbah kamali habbatin ambatan 2:20 samasanabina 2:21 fi kulli sumbnatim 2:24 miat 2:26 miatun khabbah wallahu yadifu liman 2:31 yasya 2:33 wallahu wasiun alim 2:38 Perumpamaan orang yang menginfakkan 2:41 hartanya di jalan Allah seperti sebutir 2:46 biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. 2:50 Pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah 2:54 melipat gandakan bagi siapa yang dia 2:56 kehendaki. Dan Allah maha luas, maha 2:59 mengetahui. Jadi, Mas Krisna ini di 3:01 samping 700 kali lipat itu Allah masih 3:04 tambahkan lagi 3:06 sekehendaknya Allah terhadap kebajikan 3:09 dari yang namanya menginfakkan harta. 3:12 Luar biasa ya, Pak. 3:13 Luar biasa. berwakaf ini bagian dari 3:16 infak. 3:18 Jadi kita sekurang-kurangnya seumur 3:20 hidup jangan sampai 3:22 tidak wakaf 3:23 berwakaf 3:24 dan usahakan wakaf itu bermakna. 3:26 Hm. Dan wakaf itu bisa berupa uang dan 3:29 uangnya tidak mesti besar. Nanti akan 3:31 dijelaskan oleh Pak Safril. Pak Safril 3:33 Alubis adalah amir majelis wakaf 3:35 silaturahim atau LWS. Oke Pak Safril. 3:39 ini karena keterbatasan penghasilan, 3:42 karena PHK dan maka ketersediaan biaya 3:45 hidup sangat terbatas. Apa orang-orang 3:46 seperti ini masih bisa berwakaf? 3:49 Nah, Allah di satu surat menyatakan ya 3:53 berinfak dalam keadaan 3:55 lapang dan sempit. 3:58 Berinfak, bersedekah dalam keadaan 4:00 lapang dan sempit. Jadi tentu saja bagi 4:04 yang penghasilan 4:06 berkurang atau bahkan terputus karena 4:09 PHK dan sebagainya, tapi Allah enggak 4:11 pernah salah berhitung, pasti akan 4:13 dipenuhi kebutuhannya. Nah, 4:16 dalam konteks ini, Mas Krishna, kita mau 4:18 cerita tentang warung komunitas. 4:21 Hm. 4:22 Warung komunitas ini salah satu 4:26 sumber penghasilan baru yang bisa 4:28 dibangun oleh para pendengar yang punya 4:32 entrepreneur sedikitlah gitu. 4:34 Dan ini kecil saja 4:36 ya, kecil saja dan ini menjadi salah 4:38 satu sumber 4:41 penghasilan sekaligus melayani 4:43 masyarakat dengan harga yang ekonomis. 4:45 He. 4:45 Kita akan bahas sebentar lagi ee tentang 4:48 hal ini dan di mana peran wakaf. Karena 4:51 secara menyeluruh Mas Kna 4:54 terutama di beberapa negeri tetangga 4:56 kita, wakaf itu berperan luar biasa 4:59 penting dan luar biasa berhasil 5:03 membangun turut mendampingi pengembangan 5:05 ekonomi. 5:06 H 5:06 Bangladesh yang lebih miskin dari kita. 5:10 Malaysia apagi bahkan Singapura, bahkan 5:13 di Thailand juga wakaf maju ya. Nah, 5:16 jadi hari ini kita bicara bisakah wakaf 5:21 menopang 5:23 pembangunan ekonomi-ekonomi mikro ya, 5:26 kegiatan usaha mikro, model-model warung 5:29 ini. 5:29 Itu yang kita mau bahas Mas Krisna. 5:32 Oke, 5:32 saya mau jelasin sedikit, Mas. 5:34 Ini warung-warung kecil kita sebut 5:37 warung komunitas. Jadi Rasil dengan 5:40 siaran yang kita gulirkan mendorong ee 5:45 pendengar itu pertama belanjalah dari 5:48 tokoh-tokoh komunitas. Apa itu tokoh 5:50 komunitas? Tokoh-tokoh yang ada di 5:53 lingkungan kita gitu. 5:55 Biasanya mereka itu tokoh-tokoh itu ya 5:58 warung-warung ini hanya melayani 5 6:02 sampai 100 rumah tangga aja gitu. dan 6:05 itu bisa cukup berkembang dan 6:06 seterusnya. Sepanjang ya warung-wureng 6:09 itu dikelola sumber dari barang dagangan 6:13 dia itu adalah 6:15 berasal dari level yang tidak jadi di 6:18 pabrik. Jadi bukan harga yang sudah 6:20 diambil keuntungan, diambil keuntungan, 6:22 diambil keuntungan. Maka masyarakat 6:24 nanti akan belanja dengan harga mahal. 6:26 H. 6:27 Tapi kalau konteks ini ya, kalau konteks 6:32 ini sumbernya itu yang dekat dengan 6:34 pabrik, maka Mas Krishna harga akan 6:38 terkendali dengan 6:39 baik, ekonomis ya. 6:41 Ee masyarakat yang membeli juga puas 6:44 gitu. Itu mungkin sebagai pembuka cara 6:46 saja. 6:47 Oh, langsung saja sudah ada komentar Pak 6:49 Spril. Saya sih mau aja ee belanja di 6:53 warung sebelah, tapi kadang-kadang 6:55 ketersilan barang sudah tidak ada, 6:57 bahkan adanya di minimarket gitu 7:00 ya. Jadi sebetulnya mengelola inventaris 7:03 atau kok apa namanya ee komoditi itu ada 7:08 namanya 7:09 ee kalau ada dua kali permintaan dalam 6 7:13 bulan jadikan stok. 7:15 Hmm. 7:16 Ya. Kemudian kalau tiga kali dalam 7:17 setahun jadikan stok. Jadi masukkan ya 7:20 konteks iya konteks 7:22 warung komunitas rasil ini itu tidak 7:26 berdiri sendiri tetapi kita itu bekerja 7:28 sama dengan tokoh-tokoh besar ya 7:32 tokoh-tokoh besar ini, distributor besar 7:34 ini itu sudah dekat dengan pabrik. 7:37 Artinya dia membeli itu dari pabrik jadi 7:40 lebih murah. 7:41 He. 7:41 Dan dia tahu masyarakat itu yang perlu 7:43 apa saja gitu. He. 7:45 Tentu gini, tidak setiap kali masyarakat 7:48 itu perlu baterai ukuran A2 misalnya. 7:51 Hm. 7:52 Tetapi itu kan bisa dikesambingkan. 7:54 Iya. 7:55 Ya. Tetapi kalau kebutuhan-kebutuhan 7:57 utama 7:58 yang kaitannya dengan kebutuhan hidup 8:01 seyogianya akan ada di warung komunitas 8:04 itu. Dan tentu rasil berperan mendorong 8:09 kita belanjalah dari tokoh komunitas 8:11 kita gitu. danukan ini saja nanti akan 8:15 ee siapa yang belanja juga berinfak 8:18 walaupun jumlahnya kecil hanya kira-kira 8:20 1 atau 2% saja misalnya tetapi itu dari 8:24 hasil penjualan harian bisa digulirkan 8:27 menjadi sedekah atau infak ke fakir 8:30 miskin gitu Mas Kristina. 8:31 Oke. 8:33 Asalamualaikum Pak Sapril. Warung 8:35 komunitas Rasil ini baru wacana atau 8:38 memang sudah ada karena kami tertarik 8:40 sekali dari Ibu Retno. 8:42 Oke, saya jawab langsung Mas Krishno ya. 8:44 Bu Retno memang kita belum buat tapi 8:47 kita sedang buatkan modelnya hanya 8:50 dengan satu toko besar itu tokoh muslim 8:54 ya tempatnya ada 8:57 di mereka tokoh mereka yang besar ini 8:58 ada di dua atau tiga tempat di Jakarta 9:01 ya. 9:03 Kita sudah sepakat mereka akan 9:05 men-supplai barang-barang 9:08 untuk toko-toko kecil ini. Ini warung 9:11 komunitas Rasil ini itu tokonya kecil 9:14 aja. 9:15 Tetapi dia memenuhi kebutuhan utama di 9:17 komunitas dekat dengan masyarakat. 9:20 Kali ini seorang ibu hanya beli gula 9:22 seteng kilo. 9:23 Ini bukan online kan? Bukan ya? 9:24 Kenapa? 9:25 Bukan online ya. Bukan online. Bukan 9:27 online. Kita coba yang dekat dengan 9:29 masyarakat. Karena ibu-ibu sekali waktu 9:33 mau beli gula cuma 12eng kilo gitu ya 9:35 atau beras bahkan beli 12eng kilo. 9:38 Nah, ini dilayani toko-toko 9:40 model seperti ini. Modelnya sedang kita 9:42 buat Bu Ro. Kita membuatnya itu bersama 9:45 dengan satu tim. 9:47 Satu tim yang tergabung di dalam forum 9:51 ekonomi produktif rasil yang kita 9:54 bangun. melalui 9:57 eh focus discussion group untuk 10:00 penanggulangan kemiskinan yang kita 10:03 gulirkan pada saat ulang tahun Rasil 10:05 bulan September yang lalu, Mas 10:07 ya. Nah, di situ ada orang ahli-ahli 10:10 dalam manajemen termasuk aspek ekonomi 10:14 mikro. Jadi kita buatkan nanti modelnya 10:18 dan kalau memang ada misalnya seperti Bu 10:21 Redno ingin bikin komunitas warung 10:24 komunitas Rasil ini kita tentu lihat 10:26 tempatnya di mana, 10:29 kemudian kemampuan pengelolaannya bimana 10:32 sehingga kalau layak nah kita gulirkan 10:34 ini bersama dengan ee distributor besar 10:37 itu gitu. H. Oke. Dari Bapak Hasan, 10:40 apakah warung tetangga itu ada 10:42 template-nya sehingga kami tidak usah 10:44 repot-repot lagi menyusun begini dan 10:46 begitu? Ya. 10:47 Iya. Itu dia barusan ee barusan yang 10:49 saya jelaskan kita bikin template 10:51 sejujurnya sekarang template-nya belum 10:53 ada walaupun dari diskusi di eh focus 10:57 discussion group yang lalu modelnya 11:00 gimana sudah ada. Kurang lebih itu 11:02 seperti Madura, tetapi tidak dikelola 11:06 untuk 24 jam. He 11:08 ya di Warung Madura difokuskan lagi yang 11:11 kebutuhan-kebutuhan 11:13 yang ee yang untuk rumah tangga. Karena 11:16 kalau warung Madura dia kan menjual 11:18 kadang-kadang apa namanya ee teh botol, 11:23 kopi dan sebagainya untuk anak-anak yang 11:25 nongkrong di situ jam 10, jam 11.00, jam 11:28 . malam. Nah, ini tentu warung komunitas 11:31 Rasil ini berbeda dan nanti Rasil akan 11:36 menggulirkan katakanlah misalnya Bu Reno 11:39 bikin ee warung komunitas Rasil di ee di 11:45 RT-nya, di kampungnya ya, di Keranggan 11:48 misalnya ya, 11:49 tentu Rasil akan mengatakan 11:51 oke pendengar di sekitar Anda ada orang 11:54 komunitas Buratno lokasinya di sini. 11:57 Oh, kita infokan gitu ya. 11:58 Iya. kita info-infokan. 12:00 Tapi Bu RNA juga tolong bantu supaya itu 12:04 tetangga-tetangga juga dengar Rasil 12:06 H 12:06 di samping ber memperoleh informasi 12:10 tentang tokohnya Bno tapi juga mendengar 12:13 dakwahnya Rasil jadi semua manfaat gitu 12:15 Mas Krisna. 12:17 Masyaallah. 12:19 Dan masih ada yang tanya kalau enggak 12:21 saya jelasin dulu ini. 12:22 Jelas 12:22 ada tiga manfaat dari sini. pertama 12:25 misalnya burno, tadinya belum dapat 12:27 penghasilan. Nah, sekarang kalau bisa 12:30 jualan kira-kira 12:33 R00 R00.000 1 hari ya. He. 12:36 Itu nanti netnya itu bisa dapat sebulan 12:40 kira-kira R jutaan. 12:41 Oh, ya. Ini besar juga 12:43 bisa. Jadi cukup untuk biar mata. Kalau 12:45 dapatnya cuman Rp300.000 ya. 12:49 Oke, itu dapat mungkin kira-kira sejuta, 12:51 R juta sebulan itu cukup untuk belanja 12:54 rumah tangga pokok itu sudah cukup gitu 12:57 ya. 12:57 He. 12:58 Nah, jadi tapi di samping itu juga akan 13:00 ada infak ya dari setiap penjualan itu 13:03 ada infak 1 atau 2, satu 2%. Nah, 13:07 kemudian karena toko ini menjual 13:11 barang-barang yang diperoleh dari 13:14 distributor utama yang belinya dari 13:16 pabrik atau tangan kedua dari pabrik, 13:20 harganya relatif murah, Mas Krisna. 13:22 Hm. 13:22 Relatif lebih murah dan ini membantu 13:26 masyarakat sekitar yang berkekurangan 13:28 itu belanjaan secara kolektif atau tidak 13:29 ke pabriknya kolektif apa seni? 13:31 Tidak. pabriknya ini ke pabrik itu toko 13:34 besar itu. 13:35 Oh, 13:35 misalnya Aman gitu ya. 13:37 Amanmart dia belanjanya ke pabrik 13:39 sehingga dapat harga yang lebih bagus 13:41 ya. Ee nah nanti toko ini akan disuplly, 13:45 disediain barangnya dari situ. 13:47 Oh. Oh. 13:48 Nah, konsep yang sama ini sedang 13:49 digulirkan 13:51 di beberapa pesantren berupa namanya 13:55 komponren yang punya toko juga tapi 13:56 khusus pesantren gitu loh. Nah, jadi 13:59 barang-barang apa yang diperlukan itu 14:02 secara teknis toko itu sudah punya data. 14:05 He. 14:06 Kalau masyarakat begini yang butuh 14:09 si konsinyasi atau bagaimana? 14:11 ee kita sedang pertimbangkan apakah full 14:15 konsinyasi 14:17 atau 14:19 ee fifty-fifty. Nanti kita akan ini 14:23 karena kalau konsyasi berarti tanggung 14:25 jawabnya kan di distributor ya. 14:27 Tapi kalau ada barang tertentu itu sudah 14:30 dibeli putus maka tanggung jawabnya di 14:33 pemilik toko. 14:34 Nah, ini keseimbangan ini juga kita akan 14:36 bangun supaya kedua belah pihak itu 14:39 bertanggung jawab. Kurang lebih begitu. 14:41 Apakah mengenai sembakau saja atau ada 14:43 hal lain? 14:43 Semua kebutuhan yang sangat penting bagi 14:46 kebutuhan rumah tangga. H 14:49 misalnya ginilah. Oke. Jajanan anak-anak 14:52 tapi tokoh ras, tokoh komunitas rasil 14:55 ini hanya mau menjual makanan yang sehat 14:57 aja. Padahal kan banyak anak-anak ya 14:59 h 15:00 kepengin makanan yang sangat manis 15:02 misalnya kita enggak mau jual. 15:03 Oke. 15:04 Karena dianggap tidak sehat. 15:05 Rokok juga enggak jual berarti 15:07 rokok enggak jual. [tertawa] 15:10 Itu sering dalam waktu kita menata 15:12 konsep dasar ini. Padahal rokok itu 15:14 pemilik apa? Peminatnya dan untungnya 15:16 lumayan gitu. 15:17 Kita enggak jual. 15:20 Wah, menarik sekali tema hari ini. Boleh 15:21 tahu nomor telepon Bapak Safril? Oke, 15:24 nih kami akan bacakan ya. Nomor telepon 15:26 Pak Safril adalah 0816. 15:31 Sudah. Kemudian 855. 15:35 488 15:37 0816 15:39 855 15:41 488. 15:44 Nah, lanjutannya Mas Krishna 15:47 untuk membangun ini kita kan perlu 15:51 modal. 15:52 H 15:52 walaupun tadi dikatakan 15:55 katakanlah itu konsinasi tetapi Aman Mar 15:58 kan perlu dukungan atau distributor 16:01 besar itu kan perlu dukungan juga. dana 16:05 supaya proses menggulirkan ke banyak 16:07 tokoh-tokoh ini tidak terlalu 16:08 memberatkan mereka gitu ya. 16:10 Nah, ini kita berharap dari wakaf 16:13 produktif. He. 16:14 Jadi kalau pendengar berwakaf 16:17 ee 16:18 kemudian dari wakaf itu kita pinjamkan 16:21 sebagai modal yang dicicil oleh pemilik 16:26 toko dan secara bertahap juga akan di 16:32 apanya diperkecil oleh Aman Mar sehingga 16:34 pada akhirnya nanti toko bisa hidup ya. 16:38 Kemudian Aman juga bisa berkembang bukan 16:41 distributorlah distributor ya. 16:44 akan semakin banyak pembelinya itu 16:49 berupa warung-warung komunitas rasil. 16:52 Hm. 16:53 Ya, di samping pembeli putus, artinya 16:56 kita belanja ke toko, nanti juga 16:59 pembelanjaan itu datang dari tokoh-tokoh 17:02 komunitas ini. 17:04 Nah, kita harapkan itu juga akan 17:05 memperbesar omset dari distributor 17:08 utama. Kemudian 17:11 juga memenuhi perputaran yang cepat di 17:14 tokoh-tokoh komunitas itu. Tokoh-tokoh 17:16 komunitas itu tidak terlalu besar juga 17:18 modalnya, Mas Krisna. H. 17:20 Dan dia dengan ruangan kita lihat itu 17:23 ruangan 17:25 3 * 5 dia sudah cukup gitu. 17:28 Rak-raknya 17:29 raknya nanti dari modal 17:32 pinjaman wakaf inilah kita bisa bikin 17:34 rak diatur penempatannya juga semuanya 17:37 baik insyaallah gitu. 17:39 Pak Sapril, bagaimana kalau kami mau 17:41 buat? Tapi sementara di kampung kami 17:43 sudah banyak sekali toko-toko dan 17:45 warung-warung sehingga saingannya rada 17:47 berat. 17:48 Oke. Jadi mungkin sekedar perhitungan 17:50 gini, rata-rata 17:53 toko komunitas itu memerlukan sekitar 50 17:58 atau maksimumlah 100 rumah tangga. Kalau 18:02 di tempat itu di satu RT misalnya ada 18:06 atau di satu RW ada 200 atau 300 rumah 18:09 tangga, maka itu bisa di situ itu 18:14 antara 18:16 en 18:18 4 5 en tokoh-tokoh komunitas gitu. 18:22 Hm. 18:24 Dan itu kenyataannya mereka hidup semua 18:26 gitu, Mas Krisna. 18:27 Hm. He. 18:28 Nah, dari seorang sahabat saya yang juga 18:30 mengelola toko 18:30 yang dijual sama 18:32 dijual relatif sama. Nah, di mana 18:34 persaingannya? 18:36 Satu tentu 18:37 layanan. 18:38 Ibu-ibu tahu, Mas Krishna. 18:39 Hm. 18:40 Ibu-ibu itu belanja itu dua hal yang dia 18:43 akan prioritaskan. Satu yang paling 18:45 murah 18:47 walaupun untuk misalnya beli beras ya. 18:50 He. 18:51 Yang kualitasnya sama, jangan beras lah. 18:54 Gula. Gula. Gula. misalnya harganya ee 18:57 sekarang R.000 misalnya gitu ya. 19:01 Di toko sebelah 11.500, 19:04 sebelah lagi ada 11.400 dia akan pilih 19:08 ke 11400. 19:09 Hm. 19:10 Yang pertama. Yang kedua, kualitas 19:12 pelayanan, aspek sosial, he 19:15 bagaimana berkomunikasi dengan pembeli. 19:18 Ibu-ibu itu akan suka dengan begitu. 19:21 Karena ibu-ibu itu membeli, 19:23 membelinya transaksinya cukup 7 menit, 19:27 tetapi diskusi sosialnya bisa 10 menit. 19:30 Dan itu menyenangkan. Jadi, saya pernah 19:32 lihat di satu tokoh komunitas seperti 19:34 ini 19:35 di Tebing ya, di Tebing Tinggi di Medan. 19:39 Saya lihat ibu-ibu itu datang mereka cit 19:41 istilahnya. Belinya, beli barangnya 19:43 sebentar 5 menit selesai. Tapi cit 19:46 catnya itu masih 7. Dan mereka sambil 19:50 bersilaturahim itu berbahagia mukanya 19:51 Mas Kr 19:53 ya. Nah, ini bagian dari membeli dan 19:57 bersilaturahim gitu. 19:59 Hmm. 20:01 Wah, ini pertanyaan terhadap Bapak 20:03 perbedaan 20:06 wakaf produktif dan wakaf konsumtif apa 20:09 perbedaannya? 20:10 Wakaf logik ya secara ini loncat nih. 20:14 Oke. Baik. secara pendengar yang 20:16 terhormat 20:17 dari Bapak Hasan. 20:18 Oke, Pak Hasan. 20:20 Sebetulnya wakaf konsumtif itu datang 20:23 dengan konsep begini. Ada orang berwakaf 20:27 kemudian dari wakaf itu membantu 20:30 keperluan konsumsi 20:32 dari satu keluarga. Secara hukum 20:36 syariah, uang wakaf itu tidak boleh 20:39 digunakan 20:41 untuk konsumsi. ya. Tapi kalau karena 20:45 satu dana hal diperlukan beli beras 20:47 misalnya kepada mereka, maka uangnya 20:49 harus dikembalikan, dicukupkan kembali. 20:51 Yang boleh apa? Katakanlah nanti dari 20:53 wakaf produktif ini ya kemudian kita 20:57 bantu membuat ee apa namanya? 20:59 Warung-warung komunitas rasil dari 21:02 keuntungan kan pinjaman ke wakaf kan 21:04 dikembalikan. 21:05 He. 21:06 Dan itu dari to dari warung-warung itu 21:08 akan ada bagi hasil lah walaupun tidak 21:11 besar. Nah, bagi hasilnya ini boleh 21:13 langsung dipakai 21:15 hmm 21:15 untuk konsumtif 21:17 ya, tetapi induknya harus dikembalikan 21:21 menutupi jumlah wakaf yang ada. Sehingga 21:24 wakaf produktif ini sebetulnya wakaf 21:27 yang dipinjamkan menjadi sumber modal, 21:32 sumber modal kerja, sumber modal usaha 21:34 untuk usaha kecil yang harus kembali 21:39 tanpa bunga. Ya. Terus kalau pemiliknya 21:44 enggak mau ngasih bagi hasil sedikit pun 21:46 ya enggak apa-apa sepanjang dia bisa 21:48 tumbuh. Cuma logikanya kalau dapat 21:51 manfaat kenapa enggak ikut berbagi? 21:53 Karena 21:55 tambahan penambahan yang tidak 21:57 diperjanjikan. Ya, kalau diperjanjikan 21:59 kan bisa jadi riba gitu. 22:01 Tidak diperjanjian sebagai hasil. 22:03 Pemilik itu merasa oh punya dapat untung 22:04 banyak. Oke, dia bagi. Nah, yang dibagi 22:07 ini namanya wukuf alai yang boleh 22:09 dimanfaatkan ya. Nah, itu yang perbedaan 22:13 mendasar antara wakaf konsumtif dan 22:15 produktif. 22:16 singkatnya wakaf produktif digulirkan 22:20 sebagai modal kerja yang bisa membangun 22:24 menumbuhkan ekonomi baik skala kecil 22:27 maupun skala besar gitu. 22:29 Wah, dari Bu Asma. Saya tertarik Pak 22:32 Safril nih. Alhamdulillah senang sekali 22:34 mendengar Pak Safril. Insyaallah 22:35 tertarik mau ikut syarat-syaratnya apa 22:37 saja. Waduh. 22:39 Ee baik Bu Asma. Ini kita pertama kali 22:42 mensosialisasikan ini ya. Kalau memang 22:46 minat dari pendengar itu banyak, kita 22:48 akan 22:50 tuntaskan ini dengan distributor 22:54 ya. Sesudah nanti kita punya model satu 22:56 model misalnya Bu Asma komunitas di situ 23:01 B ibu punya kurang lebih ada yang perlu 23:05 bisa dilayani 100 rumah tangga 23:08 maka kita bikin yang agak sedikit besar 23:10 misalnya 4 * 6 4 * 7 gitu ya. Nah, 23:14 barang-barangnya nanti kita minta saran 23:16 dari distributor kita yang akan bermitra 23:19 ini untuk model seperti ini 23:22 di daerah ini barang apa saja yang cocok 23:24 gitu. 23:24 H. 23:25 Jadi dengan begitu 23:27 yang akan disediakan di situ itu sesuatu 23:31 yang betul-betul dekat dengan kebutuhan 23:34 masyarakat gitu 23:36 ya. Nah, jadi e para pendengar sekalian 23:39 dan pemirsa tentu saja di samping ingin 23:42 buka warung komunitas, tapi juga tolong 23:46 saudara-saudara kita yang kepengin buka 23:48 ini, tolong berwakaf, wakaf produktif 23:51 supaya modal kerja nanti yang bisa 23:54 menopang kebutuhan-kebutuhan ini akan 23:57 mencukupi sehingga bisa ee berkembang 24:00 dengan baik gitu, Mas Krisna. 24:03 Oke, S Pak Sapre. Pak Sabrit tadi cerita 24:07 warungnya tidak rokok. Saya punya 24:08 warung, Pak Saprit. Tapi yang paling 24:10 laku adalah rokok. 24:11 Ya, justru itu. Justru itu. Nah, jadi 24:13 gini karena ini kita pernah diskusikan 24:15 juga dengan Ustaz Husin. 24:17 Kita menjual sesuatu 24:20 yang masih dipertentangkan antara 24:22 makruh. Sebagian ulama mengatakan haram. 24:25 masa kita jual warung rasil menjual 24:28 barang-barang 24:29 walaupun paling laku tetapi tentu yang 24:32 kita cari bukan hanya untuk tapi juga 24:34 keberkahan dari Allah gitu. 24:35 Amin. Amin. 24:37 Masyaallah. 24:38 Silakan yang mau bertanya kami tunggu. 24:41 Baik. Sambil bertanya saya juga 24:43 mendorong ee 24:47 para Agnia artinya pendengar hasil yang 24:50 memiliki harta. 24:53 Semoga berkenan. Allah buka pintu hati 24:56 Bapak Ibu untuk ikut berwakaf produktif 25:00 yang ujungnya nanti akan menopang ee 25:03 kegiatan-kegiatan model 25:06 ee warung komunitas Rasil ini. Suatu 25:09 ketika saya perah diperingatkan Mas 25:11 Krishna ya. Tapi banyak warung-warung 25:14 itu yang bangkrut. 25:16 Hm. 25:16 Benar. 25:18 Kalau warung itu tidak dikelola 25:20 dengan baik dengan manajemen yang 25:23 sederhana tapi ee 25:29 berkesinambungan, berpotensi untuk 25:31 bangkrut. Tapi dengan sumber awalnya ini 25:35 adalah barang-barang yang memang dekat 25:37 dari pabrik, artinya 25:40 harga beli dari barang yang dijual 25:42 kembari ini sudah dianggap paling hemat 25:44 gituah. 25:45 H. Nah, dengan yang paling hemat maka 25:49 ee logikanya profitnya akan baik. 25:52 H 25:52 ya. Jadi modelnya sedang kita 25:55 persiapkan, pendengar pemirsa sekalian 25:58 ee bekerja sama dengan distributor 26:02 tokoh-tokoh muslim ini supaya bergulir, 26:06 uangnya juga bergulir di lingkungan 26:08 masyarakat seperti ini yang manfaatnya 26:10 juga dirasakan oleh masyarakat di 26:12 sekitar. Jadi masyarakat juga membeli 26:15 barang-barang itu dengan harga yang 26:17 relatif lebih murah. 26:20 Gambarnya gitu, Mas. 26:20 Oke, Bu Fan silakan yang mau bertanya 26:22 nih. Telepon tadi enggak diangkat. 26:25 Ibu Fani mau bertanya tapi langsung 26:28 silakan, Bu Fani. Ee oh ada nomor 26:31 telepon Pak Safril. Oke, ini nomor 26:33 telepon Pak Safril. Silakan dicatat. 26:36 Nomornya 0816 26:41 85. 26:44 488 26:46 0816 26:48 8558. 26:51 Bapak Sprilad adalah 26:53 Amir Majelis Wakaf Silaturahim Atal LWS. 26:57 Silakan yang 26:58 baik pendengar pemirsa, 27:01 kita sekarang dalam waktu 1 jam ini 27:04 sudah mendengarkan banyak sekali 27:06 saudara-saudara kita yang kepengin buka 27:10 warung komunitasin. 27:12 Tentu saja 27:14 ini dilandasi 27:16 karena perlunya 27:19 memperoleh penghasilan yang lebih baik. 27:21 Maaf, saya batuk dulu, Mas Sandi. 27:23 Hm. 27:30 Nah, dengan 27:33 dibutuhkan dengan sedemikian banyak 27:36 kebutuhan untuk bikin warung-warung 27:38 komunitas ini, tentu kita juga perlu 27:42 dana untuk menopang pembukaan ini. 27:45 Walaupun tidak seluruhnya 27:48 dibiayai oleh Rasil, oleh wakaf Rasil, 27:51 tapi mungkin rak mesti kita bantu ya. 27:55 Kemudian 27:56 manajemen juga akan kita bantu 27:59 dan ada tambahan-tambahan modal yang 28:02 juga akan mempercepat tumbuh dan 28:05 berkembangnya warung-warung komunitas 28:07 ini. Di samping itu memang nanti warung 28:10 komunitas ini akan menjadi salah satu 28:12 program Rasil Mas Krishna. Artinya 28:15 belanjalah di toko 28:18 ee warung komunitas 28:21 yang di situ akan ada sebagian akan 28:24 dikeluarkan ee infaknya kurang lebih 28:27 begitu. Jadi mendorong masyarakat di 28:29 samping berbelanja juga dia berinfak 28:32 walaupun sedikit ya walaupun sedikit 28:35 karena infak yang berkesinambungan itu 28:38 insyaallah berkah. 28:40 Nah, jadi tokonya insyaallah murah, 28:44 dekat dengan komunitas. Barang-barangnya 28:46 diharapkan yang sesuai dengan kebutuhan 28:48 masyarakat di sekitar dan ditopang oleh 28:53 distributor besar yang ee 28:57 membantu 28:59 dengan harga yang lebih baik gitu. H. 29:02 Oke, Pak S dari Bus Asma lagi nih nanya 29:05 nomor telepon ee nomor rekeningnya Wakaf 29:08 Rasil dan berapa minimal yang harus 29:11 kalau mau infak berupa uang berapa 29:13 jumlahnya dan nomor rekeningnya berapa. 29:16 Ada hafal enggak, Pak Saf? 29:17 Oke, nomor rekening rasil itu 222. 29:21 Ini untuk wakaf 29:21 duanya empat kali ya. 29:23 Untuk wakaf kan 29:23 untuk ya rekening lembaga wakaf 29:25 silaturahim. 29:27 Duanya 4 R. Duanya 4 kali. Kemudian 29:31 3307. 29:35 Duanya 4 * 3307 atas nama LWS ya. 29:38 Iya. Namanya Lembaga Wakaf Silaturahim. 29:41 Besarnya 29:43 para pendengar sekalian besarnya ini 29:46 pertama memang dilandaskan kepada 29:51 keikhlasan 29:53 dan betul-betul kemurnian mau cari rida 29:57 Allah. 29:59 Kalau masalah besar tentu tergantung 30:01 kesanggupan yang berwakaf 30:05 ke lembaga wakaf silaturahim 30:08 ada yang hanya 10.000. Maksud hanya di 30:12 sini adalah jumlahnya segitu gitu ya. 30:16 H 30:16 tetapi juga 30:19 100 juta. 100 juta lebih juga ada Mas 30:21 Krisna. H 30:22 ya. Jadi tergantung berapap pun besarnya 30:27 pendengar pemirsa sekalian itu 30:29 menyerahkan hartanya kepada Allah. 30:32 Karena kata-kata wakaf itu sendiri 30:35 adalah terputus kepemilikan. Kalau mau 30:38 menyerahkan kepada Allah jumlahnya 30:40 sekian, berapapun terserah seikhlasnya. 30:44 Seikhlasnya ini kadang-kadang dimaknai 30:47 sedikit aja enggak apa-apa gitu 30:48 [tertawa] ya. Tapi tentu didasarkan 30:50 kepada keikhlasan. Seorang ibu kalau mau 30:53 berwakaf jangan lupa minta izin dulu 30:55 sama suami ya. 30:57 Nah, silakan berwakaf. 31:00 Ikrarkan ini berwakaf. Apa bedanya 31:02 dengan berinfak? Kalau berinfak, uang 31:06 yang Bapak, Ibu serahkan itu langsung 31:08 dipakai, langsung bermanfaat. Misalnya 31:11 wakaf ee infak ke Rasil. Tapi kalau 31:14 berwakaf itu tidak boleh dipakai. yang 31:17 boleh digunakan hanya mengembangkan 31:19 usaha kalau ada bagi hasilnya. Bagi 31:23 hasilnya yang boleh dikembangkan. Dengan 31:26 demikian, wakaf seorang wakif ya yang 31:30 berwakaf itu namanya wakif. Wakaf dari 31:33 seorang wakif itu akan bergulir 31:36 selamanya. 31:37 Heeh. 31:38 Selamanya akan bergulir terus dengan 31:40 pahala insyaallah terus mengalir seperti 31:43 itu. 31:44 Hm. 31:47 Eh, Pak Sapril, saya sendiri sudah punya 31:50 warung. Apakah saya bisa ikut e warung 31:52 komunitas Rasil itu bagaimana caranya? 31:55 Oke. Ee ada dua maaf dengan Bapak apa 31:58 nih? 31:59 Oke, katakanlah 32:01 Pak siapa tadi? 32:02 Pak Pulan ya, Pak. Kalau Bapak sudah ada 32:06 daripada 32:08 Bapak bergabung lagi di sini kecuali 32:10 Bapak misalnya mau bikin satu lagi ya 32:13 bisa saja tetapi kita bisa berdiskusi 32:16 bagaimana mengembangkan 32:18 warung komunitas yang Bapak sudah punya 32:21 ya sehingga kalaupun Bapak tergabung 32:23 dengan warung komunitas Rasil namanya 32:26 maka otomatis warung Bapak itu akan 32:29 terus-menerus termasuk di dalam yang 32:32 kita sosialisasi asikan ke masyarakat 32:34 sekitar supaya belanja. Nah, tentu saja 32:37 kalau di sekitar Bapak Ibu ee 32:39 pendengarnya itu adalah pendengar rasil, 32:42 mereka akan lebih termotivasi 32:45 untuk belanja di toko komunitas Rasil 32:47 yang Bapak kelola. Jadi, Bapak yang 32:49 sudah punya 32:52 satu bisa dibesarkan 32:55 yang kedua bisa digabungkan dengan 32:56 jaringan itu yang akan didorong ditopang 33:00 melalui promosi ee warung komunitas 33:03 Rasil gitu, Mas Krisna. 33:05 Tadi mau tanya banknya bank apa itu? 33:07 Oh, ya, maaf, Bank Syariah Indonesia. 33:12 Oke. 33:15 Oke. Pak Sapril, apakah ada pertemuan 33:18 mengenai hal ini untuk me 33:22 sosialisasikan masalah warung komunitas 33:24 Rasil? 33:26 Ya, kita akan buatkan ya. kita akan 33:29 buatkan hanya memang kita ee mencermati 33:34 dulu 33:36 mencermati ee 33:39 minat dari pendengar. Kemudian kalau 33:42 sudah kita dapat gambarannya kita 33:45 bersama-sama dengan distributor dengan 33:47 pakar ekonomi mikro akan merancang kalau 33:51 sudah modelnya ee diperoleh baru kita 33:54 akan gulirkan ke ee para pendengar 33:57 sekalian gitu. 33:59 E ada yang tanya Pak Safril, apakah ee 34:03 apakah wakaf orang yang masih memiliki 34:05 hutang masih bisa? Baik, ini menjadi 34:10 unik 34:12 bahwa orang berhutang 34:15 tapi dia mau berwakaf gitu kan. 34:17 He 34:18 tentu saja boleh ya. 34:22 Setahu saya ee para sahabat pun ada yang 34:25 berhutang. 34:27 Jadi berhutang 34:31 kemudian mau berwakaf tentu saja bisa. 34:34 Apalagi dengan harapan mudah-mudahan 34:37 dengan berwakaf Allah kasih rezeki yang 34:40 lebih luas, lebih lancar, hutangnya 34:43 segera bisa terlunasi gitu. Amin. 34:49 Oke. Dan dengan komunitas ini kita 34:53 usahakan nanti ber tumbuh berkembang ee 34:57 infak dari jual beli mereka. 35:00 Walaupun jumlah persentasenya kecil, 35:02 tapi kalau ini selama ada di sana infak, 35:06 sedekah, maka insyaallah itu akan berkah 35:08 gitu. 35:09 Berkah bagi yang punya toko, 35:11 berkah bagi yang membeli. 35:13 Hm. Oke. 35:13 Ya, para pembeli juga di samping dia 35:16 bisa dapat harga yang relatif lebih 35:18 murah, 35:19 dia juga sudah sekaligus berinfak. 35:24 Bapak Sapril, apakah kita nanti akan 35:26 memiliki barang-barang yang bersaing? 35:28 Maksudnya gimana nih? 35:29 Eh, pertanyaan itu kurang begini. Apakah 35:32 barang-barang itu bersaing dengan 35:34 tokoh-tokoh 35:36 ee yang ada di sekitar gitu ya? Tentu 35:38 saja, tentu saja 35:41 di dekat kediaman saya ada 1 2 3 ada 35:45 empat warung Madura ya. Kemudian seorang 35:49 sahabat saya di pengurus musala dia 35:53 bikin toko walaupun bukan toko seperti 35:56 ini 35:57 tapi konsepnya ini kurang lebih sama dan 36:00 dia menjadi pilihan utama. 36:02 Kenapa? karena dia membeli dari 36:07 distributor yang dekat dengan pabrik, 36:10 tetapi bukan yang pertama, Mas Krisna. 36:12 Jadi dia masih beli yang pertama mungkin 36:15 tahap kedua atau ketiga gitu. 36:17 Itu saja masih lebih murah. Nah, jadi 36:19 ini kita akan 36:21 ee dengan dengan kerja sama dengan 36:23 distributor utama ini kita berharap akan 36:26 membeli dari sumber yang belanjanya itu 36:29 ke pabrik gitu. 36:30 Hm. ya. Nah, ini akan membuat harga itu 36:35 sangat bersaing tentunya gitu. 36:38 Oke, masih acara bincang wakaf bersama 36:42 Bapak Safril Alubis. Beliau adalah amir 36:45 majelis wakaf silaturahim. Ini yang 36:48 tanya apakah ee 36:52 ee siapa yang berwenang memutuskan 36:56 perubahan pemanfaatan wakaf? 37:00 Nah. 37:03 Suatu ketika ada yang berwakaf 37:06 untuk bangun rumah sakit misalnya 37:10 yang berwakaf atau wakif itu sudah 37:12 mengikrarkan ya. Nah, dalam konteks ini 37:16 ada pendapat bahwa kita bisa meminta 37:19 izin kepada Badan Wakaf Indonesia. 37:22 Hm. 37:22 Ya, kepada Badan Wakaf Indonesia. Tapi 37:25 ada juga yang mengatakan harus dengan 37:28 seizin yang wakif. Walaupun 37:31 argumentasinya begitu wakaf itu 37:33 diserahkan oleh wakif, maka di yang 37:37 bersangkutan sudah menyerahkannya kepada 37:39 Allah gitu ya. 37:40 H. Tetapi kalau bisa tiba-tiba berubah, 37:44 maka yang berwenang itu 37:47 ada yang mengatakan ee dalam satu kajian 37:50 Badan Wakaf Indonesia ada yang 37:52 mengatakan lembaga wakaf itu boleh 37:54 membutuhkan sepanjang manfaatnya lebih 37:56 besar. 37:57 Hm. 37:57 Ya. Ee ada lagi yang mengatakan wakif 38:01 perlu diberitahu minta pertunjung wakif 38:03 ya. Nanti kita bisa 38:06 tuntaskan hal ini secara syariah. Apa 38:10 yang paling tepat gitu, Mas. 38:13 Baik, selanjutnya dari Bapak Junaidia. 38:15 Asalamualaikum, Pak Safril. Rasil 38:19 mendapatkan distributor besarnya atau 38:21 gimana atau dari mana itu? Ya, pada 38:23 waktu kita mengadakan focus discussion 38:26 group 38:29 ee kita memang di dalam FGD itu 38:33 menghimpun 38:36 satu distributor 38:39 yang menjual barang-barang yang ee 38:42 kemudian juga ada di situ produsen 38:45 petani-petani, kemudian produsen barang, 38:48 kemudian ada konsumen, mewakili konsumen 38:52 Kemudian ada manajemen, 38:55 kemudian ada investor. Jadi lima 38:58 kategori itu ada di dalam diskusi waktu 39:01 kita mengadakan FGD. Nah, input dari 39:04 masing-masing 39:06 ee profesi ini kita rangkum 39:10 bahwa misalnya distributor itu dia bisa 39:15 membanting seperti ini dengan beberapa 39:18 persyaratan yang kita tentu harus ee 39:20 perdalam ya. di situ diwakili ada 39:24 produsennya, ada petani, ada pembuat 39:27 barang-barang tertentu, kemudian ada 39:30 manajemen yang memahami aspek manajemen 39:33 ee pertokohan. 39:35 Kemudian ada investor, 39:38 kemudian ada distributor, 39:41 kemudian ada yang mewakili konsumen. 39:44 Konsumen ini maunya apa sih gitu. Nah, 39:46 dari situ Mas Krishna kita dapat 39:49 distributor ini gitu. Oke. 39:53 Baik. Ini ada yang nanya nomor 39:55 teleponnya Pak Safril. Nomornya silakan 39:58 dicatat ya. Nomor Pak Safril adalah 0816 40:02 858 40:06 0816 40:09 858. 40:13 Ya, pendengar silakan kirim WA. 40:16 Insyaallah akan dibalas sesegera mungkin 40:20 dan data-data ini kita akan gunakan juga 40:23 sebagai informasi awal untuk merancang 40:27 model warung komunitas terasil ini, Mas 40:30 Krishna. 40:33 Dan diharapkan 40:35 ee 40:36 ini menjadi 40:38 salah satu motor penggerak ekonomi mikro 40:42 yang langsung dirasakan oleh masyarakat. 40:44 H 40:45 dalam satu diskusi kemarin waktu raker 40:48 dengan Bapak Adi Warman Karim, beliau 40:51 sal seorang pakar dari ekonomi mikro ya, 40:54 ekonomi mikro syariah. 40:57 bahwa menurut beliau konsep 41:00 ee warung komunitas ini adalah salah 41:04 satu solusi yang bisa membantu 41:07 masyarakat 41:08 sebagai 41:10 lapangan e sumber mata pencarian 41:12 lapangan kerja juga sebagai sumber untuk 41:16 membeli yang ekonomis 41:19 karena 41:21 maaf karena daya beli masyarakat 41:25 sekarang ini sangat kurang ya Dan 41:27 pertumbuhan ini diprediksi baru 41:30 ee kira-kira 41:33 semester kedua tahun 2026 itu kita bisa 41:37 meningkat menjadi kira-kira 6% ya 41:39 menurut Menteri Keuangan. 41:42 Kemarin digambarkan juga mungkin akhir 41:45 tahun itu kita hanya meningkat 5,5. 41:47 Dengan peningkatan GDP 5,5 itu pasar itu 41:52 belum terlalu mampu untuk tumbuh. 41:55 Artinya ekonomi kita masih masih berat 41:58 gitu, Mas Krishna. 42:00 Nah, datangnya model-model komun warung 42:02 komunitas ini menjadi alat bantu bagi 42:06 masyarakat sehingga bisa berbelanja yang 42:09 ekonomis dibanding dengan tokoh-tokoh 42:11 lain pada umumnya gitu. Apalagi 42:14 toko-toko dengan jaringan besar. 42:17 Jadi semakin banyak barang di situ, maka 42:20 semakin besar juga biaya pengelolaan 42:22 dari satu toko itu. Jadi kita berharap 42:25 ee toko yang akan digulirkan model toko 42:30 komunitas terhasil ini menjadi model 42:33 yang bisa datang membawa solusi gitu. 42:38 Baik, ini mungkin pertanyaan terakhir 42:39 dari Ibu Femi Johar. Asalamualaikum Pak 42:42 Safril. 42:43 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat. 42:44 dulu pernah berwakaf nilainya kecil tapi 42:46 itu dulu pembangunan rumah sakit Mercy 42:50 Jakarta. Sekarang jika jika sekarang 42:54 untuk wakaf usaha ini masih bisakah saya 42:58 berwakaf lagi 43:00 dari Bu Femi Joharu? 43:03 Bu Femi tentu saja sangat bisa, Ibu. 43:07 Semakin banyak ibu berwakaf pada 43:10 dasarnya ibu menyerahkan harta ibu 43:13 kepada Allah untuk dikelola memberi 43:17 manfaat yang sebesar-besarnya gitu. Jadi 43:20 silakan Ibu berwakaf ya tinggal 43:23 dicantumkan wakaf produktif. Insyaallah 43:26 ini bagian dari ee kita menggulirkan 43:29 program ee warung komunitas rasil ini. 43:33 Kemudian Mas Krishna begitu ini nanti 43:35 digulirkan setiap bulan 43:37 sekurang-kurangnya kita akan update 43:40 kepada pendengar 43:42 warung komunitas mana yang sudah 43:44 dibangun. Kemudian bagaimana aspek 43:47 keuangannya, bagaimana aspek bagaimana 43:51 aspek ee pemanfaatan 43:54 dana wakaf produktif itu dalam membangun 43:58 komunitas rasil ini ya, warung komunitas 44:01 rasil ini. Kurang lebih seperti itu. 44:03 Oke, 44:04 ini kebetulan baru ada yang baru telepon 44:07 Bapak apa ni? Bapak Aminuddin Dakhlan. 44:10 Ya, nanti sebentar lagi saya telepon ee 44:13 setelah siaran Pak Amin ya. 44:15 Oke. 44:16 Nah, ini kebetulan 44:18 kita pernah Nah, ini satu satu input 44:21 yang bagus Mas Krishna. Bagaimana toko 44:25 212? 44:26 Hm. 44:26 Ya, saya salah seorang dari penggagas 44:30 212 waktu didikan di Keranggan. He. 44:33 Tetapi banyak sekali konsep-konsep 44:35 ekonomi yang secara mendasar tidak mampu 44:39 kita gulirkan dalam mengelola tokoh itu 44:42 sehingga akibatnya seperti ini 44:44 ya. Jadi tokoh-tokoh komunitas ini 44:47 jauh lebih kecil, lebih memenuhi 44:49 kebutuhan 44:50 dan ee tidak dibebani oleh keuntungan 44:55 yang harus 44:56 hm 44:57 dibayarkan kepada distributor gitu. Nah, 45:00 di toko 212 yang membebani itu adalah 45:03 kita harus belanja dari distributor yang 45:06 sudah ambil untung duluan yang lumayan 45:09 besar, Mas Krisna. Oke. 45:10 Dan itu membebani toko dan membebani 45:14 konsumen 45:16 gitu. Nah, ini insyaallah kita akan 45:18 kelola dengan lebih baiklah. 45:23 Waduh, banyak pertanyaan nih. 45:26 Ee, Pak Krisna nanti Rasil buka tokonya 45:30 juga kah? Sekarang Etah sudah enggak 45:32 aktif lagi ya. Nanti bisa diganti dengan 45:34 warung komunitas biar kita bisa belanja. 45:37 Di-share produknya dong, harganya dan 45:38 sekelus. 45:39 Eh, ini lagi dari Pak Yusuf. Pak Safril 45:42 mau tanya untuk 45:44 membuat warung yang komunitas modalnya 45:47 berapa? 45:48 Oke. Baik, Bapak pendengar pemirsa yang 45:50 sudah bertanya. 45:52 kita secara rinci belum 45:56 apa namanya membuat berapa sih modal 45:58 awalnya, kemudian harganya berapa, 46:02 bagaimana struktur keuntungannya. 46:06 Tolong bersabar sampai ini kita 46:07 tuntaskan. Kalau sudah kita akan buka 46:11 komunikasi ini lebih intens kepada ee 46:14 pendengar yang memang berminat untuk 46:17 membuka komunitas ini. Tetapi pada sisi 46:19 lain saya juga menghimbau mengajak para 46:23 Aknia yang memang memiliki harta 46:28 berwakaflah untuk menopang 46:31 keinginan dari saudara-saudara kita yang 46:33 mau buka warung komunitas terhasil ini. 46:35 Dalam diskusi kemarin kita mencatat Mas 46:38 Krishna, banyak saudara-saudara kita 46:40 yang punya ee kelimen harta ya, 46:44 harta yang luas yang Allah kasih, 46:46 tetapi kadang-kadang masih ragu mau 46:48 dikemanakan. Nah, insyaallah 46:51 sama juga dengan lembaga-lembaga wakaf 46:53 lain. Insyaallah lembaga wakaf Rasil ya 46:56 amanah dalam mengelola ini karena takut 46:59 sama Allah aja auditnya Allah. dan di 47:01 samping audit dari ee lembaga audit 47:05 resmi ya. Nah, jadi kalau Bapak Ibu ada 47:08 kelapangan rezeki, berwakaflah. Wakaf 47:11 itu akan kita gunakan untuk modal 47:14 pinjaman 47:16 kepada saudara-saudara kita mau bangun 47:18 usaha yang harus dikembalikan. 47:21 Kalau tidak dikembalikan siapa yang 47:22 bayar? Saya sebagai amir wakaf yang 47:24 harus kembaliin, Mas Krishna. 47:26 Waduh, berat juga. 47:27 Harus gitu memang jadi hutangnya seperti 47:29 itu. 47:29 Berat juga ya. Nah, memang benar sekali. 47:31 Jadi, ini adalah rangkaian berikutnya 47:34 dari kebun rasil yang sedang sudah mulai 47:36 kita gulirkan. Ah, 47:40 ini rencana penanamannya tertunda, tapi 47:42 kalau nanti sudah mulai dekat-dekat 47:44 panen, kita akan sharing foto-foto dan 47:47 sebagainya yang juga menjadi salah satu 47:50 model kegiatan usaha ya. cuman sedikit 47:54 lebih apa namanya lebih membutuhkan 47:58 perencanaan karena itu kebun Mas Krisna 48:00 saya sudah cobain sayurnya yang 48:02 Iya sayurnya adalah sayur reganik 48:04 enak enak enak enak enak sayur enak 48:06 sekali itu apa yang kemarin di yang saya 48:08 kalau kemarin caiim dan bayam merah ya 48:10 oh enak sekali 48:12 ok mudah-mudahan wah pendengar bisa 48:14 bikin kebun sendiri nantiy 48:16 punya tanah 300 m bikin kebun sendiri 48:19 dan akan 48:21 menghasilkan 48:22 bukan hanya menghasilkan Kan Mas Kir 48:23 pada waktu kita lihat tanaman kebetulan 48:26 ini saya ceritain adalah kebun di 48:28 halaman rumah saya. 48:29 He he. 48:30 Kita melihatnya saja sudah merasa 48:32 berbahagia. 48:33 Ya. Kemudian ada tetangga bilang, 48:35 "Tolong dong bagi saya sedikit." Kita 48:37 bagi. Berbahagia lagi. 48:38 Aduh. Aduh. Aduh. 48:39 Ada lagi yang beli. Dia bilang, "Beli, 48:41 saya beli deh." Terus dia bilang, 48:44 "Masalnya, saya enggak jadi jual karena 48:46 saya lihat kok ini segar banget. Saya 48:48 malah saya konsumsi sendiri." Oke. Jadi 48:50 banyak kebaikan di situ. 48:51 Masyaallah. Jangan biarkan tanah yang 48:54 kosong itu tidak bermanfaat. Kurang 48:56 lebih begitu, Mas Krishna. 48:57 Baik, ini masih banyak bertanya nomor 48:59 telepon Pak Safril. Saya bacakan lagi. 49:01 Bapak Safril Lubis, beliau adalah amir 49:05 majelis wakaf silaturahim. Nomor 49:07 teleponnya 0816 49:10 kemudian 855 49:13 488. 49:15 Terima kasih Pak Safril atas 49:17 penjelasannya mengenai. Dan Mas Krisna 49:19 ini banyak yang menelepon ke saya. Belum 49:22 saya jawab sekarang. Tapi saya catat 49:24 akan saya telepon kembali ya. 49:26 Baik. 49:26 Dan jangan lupa kalau berwakaf, berwakaf 49:29 ke Bank Syariah Indonesia rekeningnya 49:33 22 49:35 22 4* 2 49:37 3307. 49:40 Iya. 222nya 4 kali 3307 49:44 atas nama Lembaga Wakaf Silaturahim. 49:47 Iya. Terima kasih Pak Safril atas 49:49 penjelasannya. Baik tentang wakaf saya 49:52 Muhammad Krishna Ondi Saputra dan juga 49:56 Ustaz Algi. Mohon pamit. Wabillahi 49:58 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 49:59 warahmatullahi wabarakatuh. 50:00 Waalaikumsalam warahmatullahi.