Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin
- wabihi nastain waa umurid dunya waddin
- wasatu wasalam ala asrofiliya wal
- mursalin waa alihi wasohbihi ajmain.
- Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala nabiyina
- Muhammadin wa ala alihi wasohbihi
- ajmain. Qallahu taala fil quranil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladzina amanu kutiba
- alaikumusamu kama kutiba alalladina min
- qoblikum laallakum tattaquun.
- Sadaqallahulim. Alhamdulillahiabbil
- alamin. Masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36, Cibubur,
- Bekasi, Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala, bagaimana kabar Anda di Jumat
- sore ini? Kami doakan semoga Allah
- selalu senantiasa memberikan kesehatan
- dan rahmatnya di bulan Ramadan ini.
- Senang sekali saya Fauzi Ridanul Haq
- ditemani oleh Neza dan juga Yusuf
- Subangkit dapat kembali menemani ikhwan
- akhwat dalam program tausiah sore edisi
- Jumat 2 Ramadan 1447
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 20 Februari 2026. Alhamdulillah
- bersama guru kita Ustaz Ahmad Saleh
- beliau sudah hadir bersama kita. Kita
- sapa guru kita terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana kabarnya, Ustaz?
- Alhamdulillah lebih baik dari kemarin.
- Alhamdulillah atas doanya. Masyaallah.
- Iya. Alhamdulillah. Kemarin naik mobil
- sekarang sudah bisa naik motor.
- Oh iya. [tertawa]
- Meskipun dibonceng.
- Iyaallah. Sudah lebih kuat naik motor.
- Iya. Iya. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Dengan tanda-tanda naik
- motor berarti sudah semakin sehat,
- Ustaz.
- Masyaallah. Alhamdulillah. Amin.
- Dan kami doakan buka ada dua keutamaan.
- pertama
- waktu untuk berbuka dan kedua waktu
- magrib sebelum di Jumat sore. Dan
- waktu-waktu mustajab itu tentunya
- diselingi selain kita mendengarkan
- tausiah dari Ustaz Ahmad Saleh diselingi
- dengan berselawat dan banyak-banyak
- berzikir kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Nah,
- baik ikhwanawat. Insyaallah pada Jumat
- sore ini Ustaz Ahmad Saleh akan membahas
- tentang dusta yang diperbolehkan dan
- anjuran untuk berhati-hati.
- Namun sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang
- ingin berpartisipasi dalam kajian ini
- dapat mengirimkan pertanyaan di 0811999
- 720. Dan bagi Anda yang ingin
- berinteraksi langsung dengan ustaz dapat
- menghubungin di 0218451512.
- Semoga
- kajian ini dapat menemani ikhwan akhwat
- di
- bulan Ramadan.
- Untuk itu kami persilakan kepada Ustaz
- untuk menyampaikan materinya. Tafadul
- Ustaz.
- Innalhamdalillah
- nahmaduhu wa'inuhu wafiruh.
- W nauzubillahi min syururi anfusina
- wamin sayiati a'alina.
- May yahdihillahu fala mudillalah wam
- yudlil fala hadiyaalah.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabiyina Muhammadin wa ala
- alihi wasohbihi ajmain.
- Ikhwan
- dan akhwat pendengar radio silaturahim
- serta pemirsa Rasil Visual.
- Alhamdulillah di awal Ramadan ini
- berarti ada yang memulai 2 hari sudah 2
- hari
- ada yang memulai 3 hari gitu ya.
- Masyaallah. Mudah-mudahan pokoknya
- dua-duanya mudah-mudahan diterima Allah
- gitu aja ya. Enggak usah ribut karena
- dua-duanya benar bagi yang meyakininya
- kan gitu. Wah itu salah ya. Salah kata
- antum kata dia mah benar kan begitu.
- Maksudnya fikih itu diambil meskipun
- nanti ada penelitian-penelitian yang
- harus kita pegang, tetapi dalam rangka
- menjaga ukhuwah gitu sambil mengajak
- untuk mengadakan analisa ee mengadakan
- pendalaman tetap untuk tidak ribut
- terlebih dahulu gitu ya. ee pada
- prinsipnya bahkan nyaris nanti ee akan
- diabaikan kapan mulanya, kapan ininya
- gitu loh. Jadi nanti kadang diabaikan
- kapan pendaftaran kuliah di sujud
- Universitas Ramadan itu mulai
- pendaftaran.
- Jadi iya Pak pendaftaran diabaikan.
- Kadang ada gelombang kedua lagi kena
- benah. Nah yang paling penting adalah
- mengikuti perkuliahannya.
- Yang paling penting, yang penting antum
- jadi sarjana dengan kompetensi yang
- telah digariskan didapat gitu loh. Nah,
- gitu. Nah, maka oleh sebab itu sekali
- lagi ya tentu saya bukan ee plin-plan
- bukan ya, tetapi tadi dalam rangka ee
- apa namanya? sambil mengkaji, mendalami
- ee argumentasi-argumentasi
- akwa yang paling kuat, maka kalimat yang
- ingin kita lontarkan adalah menghindari
- perselisihan gitu ya. Ee masyaallah ya.
- Oke. Baik. Nah, maka oleh sebab itu kan
- kemarin apa? Namimah harus ditinggalkan.
- Kemudian itu adu domba ya. Provokasi
- harus ditinggalkan. Berdusta harus
- ditinggalkan.
- Kemudian berbohong. Iya, berbohong ya
- atau berdusta harus ditinggalkan.
- Bermuka dua.
- Iya, bermuka dua. Sumpah palsu harus di
- harus ditinggalkan. Nah, itu intinya itu
- justru gitu loh ya. Bahwa kemudian nanti
- ee nanti kan begini pada akhirnya, "Ya
- Allah, inilah yang kami pahami
- gitu loh. B ternyata salah, maafkan aku
- ya Allah.
- Hanya kami meyakini yang benar tuh ini
- gitu loh.
- Gimana tentang dia ya MB dia juga benar
- kan begitu. Oh. Ah. Jadi plinplan tadi
- tuh apa? Pelin-pelan itu karena ketika
- ee umat Islam masih baru menuju kepada
- persatuan,
- banyak hal yang apa nam banyak hal yang
- apa namanya? Harus berhati-hati.
- Kalau kemandian umat Islam sudah satu e
- leader gitu ya, eh one khalifah. Nah,
- maka itu mesti sama.
- nanti sama gitu loh. Hanya persoalannya
- kan menuju ke situ bukan sesuatu yang
- mudah.
- Maka oleh sebab itu kita sama-sama
- berdoalah ya kepada Allah azza wa jalla
- mudah-mudahan puasa kita diterima oleh
- Allah gitu loh ya. Nanti tanya kepada
- hati kita gitu ya membenarkannya yang
- mana kita ini apa yang tanggal 1 Ramadan
- gitu loh atau yang 1 Ramadan gitu loh.
- Iya kan? 18 [tertawa]
- 18 Februari 1 Ramadan bagi yang
- meyakininya. 19 Februari juga 1 Ramadan
- bagi yang
- meyakini.
- Nah meyakininya. Oke.
- Jadi kita harus yakin si
- Heeh. Gitu. Betul. Bagaimana kalau yang
- pelin-pelan tadi di saat enggak yakin?
- A
- mereka sudah mulai satu ramadannya 18
- Februari atau Februari, tapi mereka
- tidak yakin.
- Oh iya betul. Masyaallah. Makanya itu
- alaihi bil ilmi. Wajib baginya untuk
- tahu, untuk berilmu. Itulah sebabnya
- kenapa kajian-kajian Ramadan,
- kajian-kajian puasa dibahas
- terus-menerus gitu loh. Karena memang
- bekal atau paling tidak sudahlah saya
- mah ikut ulama ini. Saya yakin yakin dia
- orang saleh gitu aja
- gitu ya. Karena orang awam ini gak bisa
- berijtihad kan begitu. ya. Jadi yakinlah
- gitu. Hanya jangan sampai begini
- mulainya
- tanggal 18.
- Tapi kalau kemudian nanti Idul Fitrnya
- beda juga ee mulainya ikut yang
- belakangan,
- bukanya ikut yang duluan. [tertawa]
- Itu ya itu juga masyaallah ya. Itulah
- makanya ya. Okelah ee apa namanya ee
- kita mohon kepada Allah apa bimbingannya
- ya meskipun sudah kita lewati terus apa
- memohon bimbingan kepada Allah agar
- ditunjukkan ditetapkan dalam ketaatan ya
- muqalibalqika
- ya musibalbi
- bahwa kemudian nanti Allah
- menunjukkannya seperti ini ya seperti
- itulah gitu. gitu. Tapi yang jelas doa
- kita itu gitu loh. Oke. Baik. Baik. Kita
- masuk ke dusta yang dibolehkan.
- An Ummi Kultsum radhiallahu anha anna
- samiat arasula shallallahu alaihi
- wasallam. Q laisal kadzabadzi
- yuslihu
- yaquiron muttafa alai
- tidaklah dinamakan pendusta walaupun ia
- berdusta
- orang yang mendamaikan persengketaan
- orang lain yang akhirnya mendatangkan
- kebaikan atau akan menjadikan orang lain
- berkata dengan perkataan yang baik
- muttafaqun alaih. Jadi ee laisal kadzab
- tidak dikategorikan sebagai orang yang
- ber yang berdusta dengan maksud
- mengislahkan antara manusia yang
- bersengketa gitu loh. Ee ee akhi
- sesungguhnya si anu tuh ingin sekali
- baikan sama antum. Hanya rupanya dia
- nyari kesempatan kok belum dapat
- kesempatan aja gitu loh. Ngomong ke si
- B, "Aki,
- antum sesungguhnya si A itu sangat ingin
- sekali islah sama antum. Hanya dia
- mencari kesempatan yang pas belum ketemu
- gitu loh ya. Tapi kayaknya siapa yang
- mendahului lebih bagus tuh ya gitu loh.
- Nah, padahal enggak si A enggak ngomong
- begitu, si B enggak ngomong begitu
- berarti dus dusta. Tetapi itu ee jaiz
- diperbolehkan
- bahkan dianjurkan.
- Nah, yang seperti itu. Laisal kadzab.
- Laisal kadzab. Bukan pendusta gitu loh
- ya. Nah, dari hadis ini dapat kita ambil
- bahwa di antara kebohongan itu ada yang
- dibolehkan syarak gitu ya. Karena Nabi
- sallallahu alaihi wasallam membuat
- keringanan di dalamnya. Jadi
- sesungguhnya mesti kalau dalam ilmu
- maqasid gitu ya, dalam ilmu maqasid
- mesti apa maksudnya kok berdusta
- dibolehkan?
- Iya.
- Jika tidak berdusta, jika tidak berdusta
- akan tetap terjadi perselisihan.
- Tapi jika berdusta menjelaskan kedustaan
- dengan narasi kedustaan tapi narasin
- narasi perbaikan, maka itu jika lebih
- baik maka itu disukai gitu loh. Jadi
- maqasid syariah. Syariah itu menghendaki
- kedamaian,
- menghendaki kesejahteraan.
- Kalau dengan jujur-jujur saja itu malah
- tetap ee terjadi ikhtilaf, terjadi
- tafarruk, terjadi perselisihan,
- terjadi permusuhan.
- Maka dengan nah
- maka dengan pengertian sebaliknya, maka
- jika saya berbohong akan mengakibatkan
- lebih baik, maka berbohong menjadi
- disyariatkan.
- Maka saya katakan bukan hanya boleh gitu
- loh,
- disyariatkan.
- Disyariatkan. Nah, ah mana dalilnya? Oh,
- iya. Itu dalam pendekatan ee apa nama?
- Maqasidi.
- Dalam pendekatan masidi. Dalam
- pendekatan maqasidi itu banyak hal-hal
- yang tidak di ditemukan. Letter look-nya
- bisa ditemukan.
- Misalnya begini,
- apa contoh yang sering saya kemukakan?
- Ya. Ee ah Nabi apa? Memutuskan hukum
- talak tiga kali dalam satu majelis
- hukumnya satu. Di masa Nabi itu
- di masa Umar
- di tapi di masa Umar kok dihukumi tiga?
- Kok Umar dalam tanda petik kok melawan
- keputusan Nabi?
- Melawan.
- Nah kan begitu melawan. Nabi kan
- menutuskan satu. Umar kau tiga
- berarti seakan-akan bertentangan. Nah,
- Umar menemukan ilat
- menemukan menemukan ee sirrus syariah
- rahasia syariat
- menemukan perubahan-perubahan ilatnya
- itu gitu loh ya. Oh. Jadi kenapa Umar
- mengatakan begini tadi? Kalau syariat
- menetapkannya itu tidak merubah tidak
- merubah keadaan atau memudahkan orang
- untuk melakukan kemaksiatan, maka dengan
- sikap yang berbeda untuk lebih
- mempersempit gitu loh. Maka kemudian ee
- apa diperbolehkan. Orang kemudian
- bertanya, "Oh, masok tahu emang antum
- lebih tahu dari Nabi?"
- kan disuruh berpikir, suruh mengkaji
- Quran, ngaji sunah, gitu loh. Allah
- mengatakan bahwa pencuri laki-laki dan
- pencuri perempuan hendaknya tangan
- dipotong tangannya.
- Tapi Nabi dalam satu keadaan malah
- melarang.
- Apa kita akan mengatakan apa Nabi? Ya
- Rasulullah kok apa anda lebih tahu dari
- Allah apa begitu? Tentu gak gitu loh ya.
- Nabi itu membaca w ada sirus syariahnya
- begini ini gitu loh. Kemudian dipahami
- tek. Nah, ini juga contoh Nabi saja
- begitu. Maka boleh kita mencontoh Nabi
- dong.
- Nah, kan sunah gitu loh. Mencontoh Nabi.
- Nabi saja pernah melarang potong tangan
- tuh. Kenapa? Karena musim pah ceklik
- misalnya.
- Karena dalam keadaan peperangan.
- Karena kalau dalam peperangan orang yang
- mencuri harus dipotong tangan. Ah, bisa
- diduga keras, bisa belot tuh. Maka yang
- tadinya harus dipotong tangan, jadi
- tidak dipotong tangan. Maka oleh sebab
- itu syariat itu maqasid syariat itu
- perlu dikaji, didalami gitu loh.
- Maqasid syariah.
- Iya, betul. maqasid syariah. Maka
- sesungguhnya begini,
- perdebatan-perdebatan para ulama tuh
- menarik lah pokoknya mah ya pokoknya
- menarik gitu loh. [tertawa]
- Eh masyaallah. Jadi kita berpegang
- kepada fikih,
- kadang orang lain berpegang kepada
- hakikat
- tuh gitu ya. Akhirnya diadu-adu,
- diadu-adu
- kemudian tidak ketemu dalilnya ramai.
- Padahal aduh meskipun enggak ketemu
- dalilnya kalau masuk akal gitu loh
- misalnya masuk akal nih karena maqasid
- syariahnya ketemu maka tidak ada
- masalah.
- Apa contohnya? Ya. Iya. Mungkin mohon
- maaf ya saya dianggap
- ee dianggap nyeleneh gitu loh. Tetapi
- memang kajian Mangqasidi begitu gitu
- kayak tadi kan Nabi memutuskan tiga kok
- Umar eh Nabi memutuskan satu Umar
- memutuskan tiga. Allah apa menghendaki
- yang mencuri itu dipotong kok. Nabi
- melarang dipotong tangannya seakan-akan
- bertentangan kan begitu. Nah, kalau
- tidak dengan kajian, tidak dengan
- didalami dengan benar, maka kita akan
- selalu ngadu-ngadu dalil.
- Oh, itu kan itu kan hadis tuh yang
- melarang. Ini kan Quran nih yang
- memerintahkan dipotong tangan. Aduh, Pek
- silakanlah Quran adu-adu dengan hadis
- gitu. Kalau tidak tahu, tidak ngerti
- cara mendudukkannya, maka seringki
- terjadi pertentangan-pertentangan.
- Karena makanya memahami sosiultural
- atau bahasa kita sababun nujul
- menjadi penting.
- Meskipun nanti dalam kaidah kan ada tuh
- ee tentang kaidah tafsir itu alibratu ee
- apa namanya? Ibrah itu adalah ee karena
- bisa apa namanya? la ee astagfirullah
- lupa lagi saya bahwa penafsiran itu
- tergantung latar belakangnya bukan
- teksnya biumilf
- biumilfus
- sabab tapi ada juga albratu gitu ya
- bikususi sabab biumil lafdi dua-duanya
- tuh berlaku.
- Nah tergantung nanti teksnya seperti
- apa. Ah ribut pah orang mah. Oh, ini mah
- salah. Yang kaidah yang benar mah, yang
- kuat mah ini. Padahal dua-duanya juga
- ada tempatnya gitu loh. Pengertian ini
- juga apa namanya?
- Ee
- apa namanya? Orang yang bahwa kita hidup
- ini digerakkan oleh Allah dan orang yang
- hidup itu digerakkan oleh manusia
- sendiri. Apa tuh nama alirannya?
- Hah?
- Iya. [tertawa]
- Astagfirullahalazim. Luka-luka
- Jabariah,
- Jabaria dan Qadariah.
- Sesungguhnya kalau ditempatkan pada
- tempatnya berlaku semuanya gitu loh.
- Hanya karena kita ngadu-ngadu ke
- seringnya ngadu-ngadu gitu akhirnya aduh
- wah itu mah pemahaman Jabariah. Oh ini
- pemahaman qadariah. Ketika menafsirkan,
- "Innallaha la yugdiru ma bi eh innallaha
- la yugyiru ma biummin hatta yugyiru
- maanfusihim."
- Kemudian orang memahami bahwa ini adalah
- dalil untuk merubah keadaan. Ya, kalau
- kita ingin berubah, ya kita harus
- berubah.
- Kata penafsir lain, bukan bukan begitu.
- Ayat itu maksudnya ketika kita apa
- namanya? Merubah nikmat Allah yang sudah
- Allah berikan kepada kita, maka Allah
- pun akan ngerubah nikmat itu jadi azab.
- Saya bilang, "Ya, itu kan tidak salah.
- ketika apa namanya ee bahwa itu dalil
- yang dipakai untuk merubah nasib boleh
- ketika apa namanya ketika memang itu
- mengantarkan
- perubahan yang lebih baik
- tapi juga kemudian ketika sudah kita
- sudah berhasil merubah keadaan tapi
- tetap kita kembalikannya kepada Allah
- bukan itu maksudnya Allah yang akan
- merubah nikmat kita gitu. gitu loh.
- Jadi, masyaallah syariat itu harus
- dipahami dengan bijaksana
- gitulah ya. Ya. Jadi, oke saya kira ini
- ya. Ah, baik. Jadi, ee di antara
- kebohongan itu ada yang ee apa
- dibolehkan menurut menurut syarat. Heeh.
- Berdasarkan maqasid-mqasidnya.
- Jadi, oleh sebab itu sampai kepada ah
- ini kan ee dua table nih. The table itu
- apa?
- Misalnya
- zakat dari 2,5% jadi 3%, dari 5% jadi
- 6%, dari 10% jadi 12%
- atau dari 10% diturunkan jadi 8%. Dari
- 5% turunkan jadi 3% dari sunah 2,5%
- turun jadi 2%.
- Atau bisa jadi zakat fitrah yang asalnya
- boleh ngasih dengan makanan pokok.
- Berarti makanan pokok itu boleh dengan
- beras.
- Iya,
- boleh dengan jagung
- gitu. Pokoknya makanan pokok apalah atau
- pokoknya makanan pokok.
- Makanan pokok.
- Heeh. Tapi kemudian zakat fitrah bisa
- dirubah dengan apa? dengan kebutuhan
- pokok
- gitu loh ya. Nah, tentu ini perlu
- maqasid syariatnya betul-betul gitu loh
- ya. Maka itu saya tidak akan lanjutkan
- lebih jauh lah karena memang ini ee
- dampaknya bisa salah paham gitu ya
- menjadi asing. Oh kok begitu ya? Kok
- masa bayar zakat fitrah pakai baju,
- pakai celana kan gitu atau pakai apa?
- Sarung atau gamis gitu loh ya. Ya tadi
- karena dirubah dari apa? Dari makanan
- pokok ke kebutuhan pokok dan pakaian itu
- kebutuhan pokok ya kan. Heeh. Okeir itu
- saja ya. Kemudian para ikwan sekalian
- sekarang anjuran untuk selalu
- berhati-hati terhadap apa yang dikatakan
- atau diceritakan.
- Imam an-Nawawi menukil dengan
- mengemukakan satu dalil wada takfu
- maisaaka bihi almun. Dan janganlah kamu
- mengikuti sesuatu yang tidak kamu
- ketahui. Surah Al-Isra ayat 36.
- Adapun eh saya tidak harus membahasnya
- ya. Adapun hadisnya di antaranya adalah
- an Abi Hurairat radhiallahu anh anna
- Nabi shallallahu alaihi wasallam q kafa
- kafa bil mari kadiban ayyuhaddisa
- bikulli ma sami. Rawahu Muslim.
- ee seseorang itu cukup dianggap berdusta
- kalau ia mengatakan segala apa yang
- didengarnya.
- Baru orang bisik-bisik atau ngerumpi
- didengar sama kita, diomongin
- seakan-akhirnya itu kejadian benar.
- Padahal lagi bercanda gitu loh ya. Kita
- dengar dari kawan kita ada satu begini
- apa fitnah begini begini kita sebarkan
- padahal itu fitnah bukan satu kejadian
- yang betul-betul terjadi. Nah, jika kita
- senantiasa ngomongin apa yang kita
- dengar padahal belum check and recheck,
- belum diketahui benar dan tidak
- benarnya, maka cukuplah kita disebut
- kafa bir mari kadiban gitu loh disebut
- pendusta. Nah, dari hadis ini dapat kita
- pahami bahwa ee perintah mengklarifikasi
- berita dan tidak membenarkan setiap
- perkataan yang tidak jelas sumbernya.
- Jadi, tabayun itu keharusan gitu loh.
- Jadi, siapapun yang membaat kabar berita
- tabayun
- ya meskipun ayatnya itu fasik, orang
- fasik. fatabayyanu gitu loh. Maka tapi
- kemudian ada orang yang menyerupai orang
- saleh
- kemudian diberkata kita percaya aja.
- Kenapa menyerupai orang saleh?
- Hakikatnya dia orang fasik. Hanya
- menyerupai orang saleh pakai jenggotnya.
- Oh ya terus jidatnya hitam. Ah pakai
- peci. Nah tidak. Itu tidak menunjukkan
- kesalehan. Pakai sorban panjang tidak
- menunjukkan kesalehan gitu loh. Jidat
- hitam tidak menunjukkan kesalehan. Tuh
- sama juga jilbabnya lebar besar tidak
- menunjukkan kesalehatan.
- Belum menunjukkan
- teh gitu loh. Kenapa? Karena itu masih
- simbolistik.
- Simbolistik.
- Hm. Ibadah simbolistik. Nah, kalau dia
- sudah terhadap apa? peminta-minta dia
- sopan atau menolaknya dengan sopan. Ah,
- bahkan dia memberinya. Ketika dia apa
- namanya? Bener tetangga peduli sama
- tetangganya. Tetangganya kelaparan, dia
- peduli ngasih makanan. Nah, baru itu
- menunjukkan kesalehan.
- Saleh sosial.
- Iya, saleh sosial. Kalau salat kalau
- tadi kan simbolistik wong salat aja
- boleh kita mengatakan masih simbol. Oh,
- rajin dia salatnya. Iya. Rajin kan Umar
- bin Khattab dengar ada orang ngomong
- memang dia orang baik? Kemudian Umar
- [tertawa] nanya, "Memang kamu pernah
- berjalan bersamanya?" G pernah bareng
- enggak jalan sama dia? Pernah safar sama
- dia? Belum pernah. Ya. Amin. Apa engkau
- tetangganya? Bukan. Apa engkau juga ee
- apa? Pernah berselissi dengannya?
- Enggak. Belum. Belum pernah. Oh, berarti
- kamu mengatakan dia orang baik karena
- kamu lihat dia selalu ke masjid kan?
- katanya gitu. Kata Umar, orang yang
- selalu ke masjid itu belum tentu baik,
- masih belum tentu.
- Tapi kalau kamu bertetangga, hak
- tetangga kamu dipenuhi,
- kamu tidak terganggu dengan lisan dan
- tangannya. Kalau bepergian dia tidak apa
- namanya ee tidak meninggalkan yang
- semestinya.
- Dan ketika kamu berselisih dengannya,
- dia senantiasa tidak ingin menang
- sendiri. Baru tuh orang orang baik,
- orang saleh
- karena baru apa bermasalah sedikit
- pengin menang sendiri.
- Ketika dia berargumentasi padahal dia
- sudah ngomong ngomongnya sudah selesai.
- Ketika giliran temannya yang mau ngomong
- dibantah lagi. E nah makahal itu cirinya
- kamu pernah apa ee berselisih paham kamu
- tetangganya bukan. Kalau tetangganya kan
- tahu, oh dia kan ee apa namanya? Ee
- manana yukmin billahi wal yaumil akhir
- falyukrim jarohu.
- Hendaknya ia muliakan tetangganya. Nah,
- itu jadi dasar jadi parameter oleh umat
- itu dipakai jadi parameter.
- Jadi antum tidak harus mengatakan saya
- saleh gara-gara pakai peci sama pakai
- sorban. [tertawa] Pak jenggotnya. Wah,
- jenggotnya sudah pada putih ini. Saleh
- ini. Ya, memang saya saleh sejak lahir
- karena [tertawa]
- namanya amat saleh kan gitu. Tetapi
- sekali lagi
- ee maka sesungguhnya bisa terbaca sih
- oleh orang-orang yang biasa yang
- memahami Quran dan sunah bisa membaca
- mana orang saleh buatan dan mana yang
- orang saleh asli.
- Ketahuan. Ketahuan. Ah, dari mana ustaz
- cara mengetahuinya? Ah, wallahualam lah
- asalnya. Saya juga tidak tahu. Tapi
- kemudian ketika ngomong, "Ah, ini
- kayaknya dusta nih." Tapi tidak
- diungkapkan karena takut salah ya. Tapi
- di hati aja dusta. H
- terasa nanti kalau kemudian orang
- berdebat inginnya menang sendiri,
- ketahuan. Wah, dia pajir ini.
- Itu harus dibiarkan atau dikasih tahu,
- Ustaz? Di
- Oh, gini. nih. Kalau sudah nyata baru
- kasih tahu. Tetapi kalau apa kalau tidak
- terbukti, belum terbukti disindir. H.
- Jadi kan kita tidak nyalahkan.
- Nah, biasanya begini.
- Ketika ada seorang munafik
- ee dikatakan munafik
- kemudian dia membalas dengan kalimat
- begini, "Memangnya kamu tahu isi hati
- saya?
- kata orang munafik itu dijawab
- tidak
- ya dijawab oleh orang tidak mengatakan
- ah enggak pokoknya kamu munafik enggak
- begitu dikatakan iya
- jendela a apa namanya ee ee apa namanya
- jendela hati itu adalah lisan jendela
- hati
- jendela hati itu adalah lisan gitu aja
- ngomongnya
- apa maksud jendela hati itu ada lisan
- Ustaz. Oh, berarti kalau dia berdusta
- dia berarti munafik. Makanya tiga ciri
- kata hadis kan dia disebut munafik
- khalis. Munafik yang beneran jika
- berkhianat. Nah, gitulah ya. Nah, itu
- bisa dibaca gitu loh. Nah, tetapi juga
- tetap kita harus menjaga diri ya.
- Husnudan tetap harus didahulukan. Kalau
- sebelum ter terbukti hanya jadi catatan
- aja. Oh ya, berdusta nih. Gitu loh.
- Catat diperhatikan. Oh, iya semakin iya
- aja nih semakin mendek gitulah ya. Oke.
- Baik.
- Kemudian Ibnu Alan berkata, "Maka hadis
- dan asal dalam bab ini adalah teguran
- agar tidak membicarakan setiap hal yang
- didengar. Karena yang didengar itu ada
- kalanya benar dan ada kalanya dusta."
- Ya, kalau ada kalanya kan yang didengari
- karena apalagi sepotong orang lagi
- berdusta gitu loh ya. lagi berdusa, lagi
- bercanda dianggap beneran padahal lagi
- bercanda. Apabila seseorang membicarakan
- setiap dengannya maka ia telah berdusta
- karena ia memberitahukan apa yang tidak
- ada gitu. Oke. Baik. Hadis yang kedua ee
- dari Samurah radhiallahu anh ia berkata,
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Man hadasa biaditin yaro
- annahu kadibun fahuul kadibin." Barang
- siapa yang menceritakan tentangku kata
- Nabi dengan satu berita dengan satu
- cerita yaro dia melihat annahu kadib
- bahwa itu dusta fahua ahadul kadibin.
- dia adalah apa namanya? Salah seorang di
- antara orang ahli-ahli dusta. Maka oleh
- sebab itu kalau kita tahu bahwa hadis
- itu derajatnya apa namanya ee mungkar la
- aslalahu tidak ada asalnya. Kita tidak
- boleh mengatakan bahwa Nabi pernah
- berkata begini kecuali dikatakan bahwa
- oh hadis ini diif.
- Ya, makanya oleh sebab itu kalau
- hadisnya diif harus disebutkan diif.
- Menurut ulama ini hadis ini diif. Oh,
- menurut ulama ini meskipun ada yang
- mendaifkan tapi dihasankan.
- Ah, itu kalau yang bukan sahih itu mesti
- harus disebutkan.
- Karena kalau kemudian ee hadisnya palsu
- kemudian dikatakan qala Nabi sallallahu
- alaihi wasallam telah bersabda Nabi
- sallallahu alaihi wasallam kaz kaz kaz
- kaz tanpa di label diberi label tanpa
- dikasih catatan padahal itu diif jiddan
- atau la aslalahu maka dia bisa jadi
- kategorinya apa
- kadab meskipun nanti kan kalau yang
- sahih bertentangan dengan yang sahih
- maka disebut syad.
- Kalau hadis diif bertentangan dengan
- kebenaran itu hadisnya apa? Hadis
- mungkar kalau enggak salah ya. Iya. Saya
- lupa lagi. Itu ada istilah hadis ya.
- Banyak istilahnya Ustaz.
- Oh, banyak hadis diif itu banyak. Jadi
- hadis itu paling tidak terbagi tiga eh
- dua dulu deh. E hadis makbul, hadis
- mardud. Hadis makbul yaitu sahih dan
- hasan. Hadis madud diif. Nah, hadis
- hasan dibagi lagi ya. Ada hasan
- lighhairihi, ada hasan lidzatihi. Hadis
- diif. Oh, banyak gitu loh. Ah,
- masyaallah ya. Jadi, aduh kadang saya
- masyaallah sudah ngampul lagi mata kul
- mustal hadis kadang [tertawa]
- lagi. Masyaallah. Oke. Baik ya. Nah,
- jadi man hadas biadinarahu
- kadibun fawa ahadul kadibin
- rawahu muslim telah meriwayatkan hadis
- ini adalah Imam Muslim. Kemudian ee
- mutiara-mutiara yang dapat kita ambil,
- kita lihat yaitu perintah
- mengklarifikasi hadis hadis yang
- diriwayatkan dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dan memastikan
- kebenarannya sebelum meriwayatkannya
- kepada orang lain. Nah, karena penelitan
- para ulama ini berbeda-beda kadang ya,
- maka e kadang macam-macam. Ada yang
- mengatakan diif, ada yang mengatakan
- hasan, ada yang mengatakan sahih, ada
- yang mengatakan hasan. Erihi.
- Kemudian sifat pendusta diberikan kepada
- setiap orang yang merekayasa kebohongan
- dan juga orang yang mengutip dan
- menyebarkannya kepada khalayak gituah
- ya. Nah, ini mutiara dari hadis
- tersebut. Kemudian kita lanjutkan dari
- Asma e radhiallahu anha bahwa ada
- seorang perempuan bertanya, "Ya
- Rasulullah, wai utusan Allah inatan
- junahun
- minzi
- yini.
- Ya Rasulullah, sesungguhnya aku adalah
- seorang istri yang dimadu.
- Apakah aku berdosa bila aku berlagak
- puas terhadap suamiku dalam hal apa yang
- tidak diberikan olehnya?
- Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Almutasyabiu bima lam y
- kalabisin tsubai zurin."
- Orang yang berlagak kenyang dengan
- sesuatu yang tidak diberikan kepadanya
- adalah seperti orang yang memakai dua
- pakaian palsu.
- Jadi ee ini ini ada satu apa namanya?
- Ada satu ni apa? Bahwa segala sesuatu
- itu niat. Ya, ditentukan oleh niat.
- Adakalanya dia ingin menjaga kehormatan
- suaminya
- sehingga dia berbohong. Berdasarkan
- hadis ini, dia merasa kenyang padahal
- dia lapar.
- Dia merasa dia mengatakan bahwa saya
- selalu dipenuhi oleh suami saya. Padahal
- suaminya tidak apa tidak memenuhinya.
- Berdasarkan di ini itu seperti pakai
- pakaian palsu, seperti pakaian dusta.
- Pakaian dusta.
- Nah, tetapi lagi-lagi tadi ya, jika
- maksudnya menjaga kehormatan suami
- kemudian dia ifah menerima apa adanya.
- Kan begini,
- ada seorang istri merontak karena
- dikasih uang jajan oleh suaminya Rp75
- juta sebulan.
- Ah, masa aku cuma dikasih R5 juta
- sebulan. Orang-orang mah tuh R,5 miliar
- atau e orang-orang itu sudah R50 juta
- uang jajannya. E dia 75
- merontta 75.
- Tapi ada orang dikasih R5 juta dikasih
- oleh suaminya. Hmm. Alhamdulillah, Kang.
- Hatur nuhun. Jazakallah khairan. Tuh.
- H
- kan beda. Nah. Nah, jadi orang yang
- dikasih R juta oleh suaminya kalau
- kemudian alhamdulillah saya mah punya
- suami itu baik tidak salah. Padahal
- kalau dibandingkan dengan orang yang
- menggerutu tadi padahal sudah dikasih
- uang jajan R5 juta.
- E sudah banyak kok berkali-kali lipat.
- Tapi tetap dia masih ngeluh kan tidak
- ada apa-apanya.
- Nah, maka oleh sebab itu pemahaman
- terhadap hadis ini ee apa namanya?
- hendaknya dikomfrontir
- gitu loh. Dibaca dengan hadis lain,
- dibaca dengan ayat gitu ya. Heeh. Kan ee
- Heeh. Jadi ee apa namanya ee tadi ya
- kalau kalau apa namanya ee
- senantiasa ifah bersyukur terus. Jadi
- dia dapat sedikit, dia bersyukur padahal
- dapat sedikit sedikit.
- Tapi dia bersyukur, "Ah, alhamdulillah
- suami saya, alhamdulillah
- selalu memberikan uang belanja kepada
- saya padahal kurang." Tapi dia katakan,
- "Alhamdulillah suami saya mah selalu
- memberikan uang belanja."
- Masyaallah. Selalu.
- Iya. Ngasih uang belanja du 2,5 juta
- sebulan.
- Berarti berapa tuh kalau 2,5 juta
- sebulan?
- R.000 juga enggak kan R3 juta tuh. Kalau
- Rp3 juta berarti Rp100.000 sehari ini
- mah kurang dari Rp100.000 tapi dia
- katakan alhamdulillah
- suami saya selalu memberi memberikan
- uang belanja cuma nyebut uang belanja
- aja dan dia tidak bohong.
- Kenapa memang benar kok ngasih ide uang
- belanja ke saya tiap bulan meskipun yang
- dihilangkan kalimatnya meskipun enggak
- cukup gitu loh. Nah, meskipun tidak
- cukupnya tidak dia ucapkan.
- Alhamdulillah suami saya selalu
- memberikan kepada saya uang belanja.
- Bahkan dia sendiri tidak tidak
- dinafkahi.
- Ah, kata kata para suami yang pas-pasan,
- "Kan itu R3 juta tuh sudah saya ngasih
- nafkah sama istri. Beda uang belanja
- dengan nafkah gitu loh. Ah, tapi
- kemudian ada yang menyamakan ya. Ya,
- yang penting istrinya juga makan,
- anaknya makan, dirinya makan. Ya sudah
- berarti sudah dinfkahi. Padahal sebagian
- lagi mengatakan
- tidak sama uang makan. Yang uang makan
- nafkah itu untuk keperluan istri. Iya.
- Saya juga apa keperluan istri juga saya
- belikan meskipun setahun sekali kan
- begitu.
- Kapan beliin jilbab untuk istri? Ya pas
- mau lebaran aja. Karena memang
- kemampuannya seperti itu. Jadi memang
- ada beberapa yang harus ditinjau dengan
- reality.
- Ketika hidup miskin itu masalah, maka
- paling tidak jangan nambah masalah, kan
- gitu. Nah, berdusta adalah upaya tidak
- menambah masalah dalam pengertian dusta
- positif.
- Tapi kalau kemudian dia mengatakan aba
- adanya, apa adanya, bah atau bi
- pah gitu, masa Umi cuma dikasih Rp3 juta
- sebulan?
- Mana napaqah untuk umi?
- Kan bisa begitu juga.
- Tapi kalau kemudian ee apa nam dengan
- sama-sama mengerti sang istri
- mengatakan, "Alhamdulillah ya, Bah ya
- jazakallah khairon. Mudah-mudahan berkah
- ya, Bah. Mudah-mudahan manfaat untuk
- kita semua." Tuh,
- padahal itu ada kalimat yang dihadap
- dihapus.
- Itu lebih banyak orang muslim Indonesia
- mengitu ya.
- banyak menyembunyikan penderitaan dengan
- kesabaran dengan konsep kesabaran.
- Masyaallah gitu loh. Itu banyak orang
- Indonesia, orang Palestina aja nangis.
- Kenapa nangis? Ketika dia lihat
- sumbangan dari kita yang cuma Rp10.000,
- Rp50.000, Rp100.000,
- Nangis dia ketika dia datang ke
- Indonesia nangis dia. H ya Allah
- saudara-saudara muslim saya orang
- Indonesia makan aja dengan peda, tidak
- sampai empat sehat liban sempurna masih
- bisa menolong kami bangsa Palestina. Tuh
- itu ada pernah ceramah di Masjid Attaqwa
- Cileng apa Alfatah nangis sampai nangis.
- Inilah yang menjadikan kami semakin
- bersemangat.
- semakin terdorong untuk membebaskan
- Al-Aqsa dan Palestina. Ingin
- mempertahankan negara yang Allah
- muliakan ini. Begitu karena lihat
- makanan kita, [tertawa] makanan kita ya
- Allah katanya cuma dengan seperti itu
- tuh gitu loh ya. Jadi ya banyak juga sih
- orang Arab yang lebih saleh, lebih sabar
- juga banyak ini dokter siapa lupa lagi
- tuh. sudah lama tuh ya
- beliau doktor ustaz
- doktor ya seorang doktor berkunjung ke
- alfatah di masjid atau dikasih
- kesempatan bicara bicara dia
- h menggelor bergetar nangis
- yang yang saya masih ingat itu
- terjemahnya kayak tadi gitu loh saya
- merasa berbahagia karena saya bisa
- berkunjung bisa menemani bisa melihat
- ikhwah-ikhwah muslimin Indonesia.
- Dan kami semakin bersemangat ketika kami
- tahu kalian itu makannya pas-pasan,
- katanya, tapi kalian masih
- menyumbangkan. Ada yang Rp100.000, ada.
- Ah, masyaallah. Masyaallah. Nah, itulah
- ya. Jadi sekali lagi maka ee bisa jadi
- makna tadi bahwa seperti pakai-pakaian
- palsu bermakna bukan bermakna negatif
- gitu loh, tetapi bermakna apa ya? ee
- bisa jadi dorongan atau bisa jadi apa
- namanya peringatan lah gitu loh. Jadi
- memang ee bisa jadi e agar supaya ee
- orang itu tidak senantiasa menderita
- maka bukalah baju palsunya gitu loh.
- Nah, bisa pengertiannya seperti itu.
- Tapi bukan berarti kalau mereka yang
- sudah istiqamah sabar dengan kehidupan
- itu. Kenapa ee Nabi tidak
- merekomendasikan
- ee apa namanya dia menerima kesabaran
- karena khawatir kesabaran itu ada
- batasnya. Jangan sampai dia bunuh diri.
- Kan begitu kan banyak peristiwa sekarang
- ya. Pertama anaknya digantung, anak
- pertama digantung, anak kedua digantung,
- kemudian dia menggantung dirinya.
- Nauzubillah. Nauzubillah. Saya tidak
- tahu apa agamanya, tapi yang jelas itu
- viral.
- viral itu. Masyaallah. Terus kemudian
- ada seorang anak ya kan
- karena minta untuk beli pulpen sama
- kertas sama ibunya. Masyaallah
- kata ya mungkin ilustrasinya bisa kita
- bayangkan akhirnya dia mengakhiri
- hidupnya. Yang kemudian menjadi
- persoalan kan begini
- maka hebatnya Islam tuh di situ gitu
- loh. Masyaallah bisa menghidupkan orang
- yang sudah mau mati. Maksudnya apa? Mau
- mati semangatnya, mau sudah putus asa,
- tapi dia tetap masih hidup. Kenapa?
- Karena tetap dia berkeyakinan Allahus
- Somad, Allah tepat bergantung segala
- sesuatunya. Tetap aja berdoa kepada
- Allah tuh. Nah, nampaknya masyarakat
- tadi itu jauh dari Islam kayaknya gitu
- loh. Jauh dari Islam. Masyarakatnya juga
- jauh dari Islam sehingga dibiarkan gitu
- loh ya. Dibiarkan bunuh bunuh diri gitu
- ya. Nah, ini saya kira hal yang harus
- menjadi perhatian kita semuanya ya. Nah,
- ee apa namanya? Ee mutiar yang dapat
- kita lihat dari hadis ini, sikap
- pura-pura menjadikan seseorang termasuk
- kelompok pendusta yang suka menipu.
- Seorang muslim harus tampil apa adanya,
- tidak memalsukan, dan tidak menipu,
- serta tidak mengubah ciri-ciri
- pribadinya. Apa yang ditampilkan manusia
- dengan pura-pura itu termasuk
- kebohongan. termasuk misalnya begini,
- ada orang seorang tokoh melakukan ee apa
- namanya? Kemaksiatan, melakukan
- kezaliman. Kemudian dia nanya, "Ya boleh
- kan ustaz melakukan seperti ini?" Karena
- di banyak orang kemudian si ustaznya
- manggut. "Iya boleh." Padahal itu
- kemaksiatan, padahal itu kezaliman. Maka
- rekomendasi dari ustaz itu secara ee
- normatif berarti dusta.
- Tuh, gitu ya. Jadi narasinya dusta bahwa
- nanti ada tinjauan-tinjanjaan lain itu
- dalam kajian lain gitu loh. Tapi ketika
- dia mengatakan ada tokoh melakukan
- sesuatu kezaliman atau sesuatu yang
- merugikan rakyat kemudian dia apa
- namanya? Meminta pendapat. Bukan begitu,
- Ustaz? Kan? Iya kan? Oh, iya iya. Nah,
- iya-iyahnya itu jadi stempel.
- Nah, maka itu dianggap sebagai ikut
- berdusta gitu ya. Demikian saya kira
- yang dapat saya kemukakan. Wasallallahu
- ala nabiina Muhammadin walhamdulillahi
- rabbil alamin. Wallahu aam bisawab.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wallahuam
- bawab. Jazakumullah khairan kirsir
- ustaz. Waakum jazakumullah.
- Demikian ikhwanawat sudah disampaikan
- oleh guru kita Ustaz Ahmad Saleh. Empat
- hadis
- dari tema dusta yang diperbolehkan dan
- anjuran untuk berhati-hati.
- Tetap
- Alhamdulillahirabbil alamin. Terima
- kasih ikhwan akhwat. Masih bersama Radio
- Silaturahim. Saat ini Anda sedang
- menyimak siaran langsung tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema
- dusta yang diperbolehkan dan anjuran
- untuk selalu berhati-hati.
- Saat ini kita masuk ke sesi kedua untuk
- sesi tanya jawab bersama ikhwan akhwat.
- Kita akan membacakan
- pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk.
- Sebelumnya kita akan baca atensi yang
- sudah masuk terlebih dahulu. Pertama
- dari Ibu Anihani Hufaidah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan pejuang
- Rasil sehat walafiat, Ustaz.
- Amin. Allahum amin.
- Selamat menjalankan ibadah saum Ramadan
- 1447
- Hijriah.
- Barakallahu fikum. Alhamdulillah hadir
- menyimak tausiah sore Ustaz di radio
- Syukron pencerahannya Ustaz.
- Masyaallah.
- Kemudian Ibu Yeti Sri Heryati dari
- Depok. Alhamdulillah menyimak.
- Kemudian
- barakallahu fikum
- Bapak Arwin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih atas tausiah, nasihat, dan
- pencerahannya, Ustaz. Barakallahu fikum.
- Semoga ustaz dan pejuang Rasil serta
- pendengar Rasil selalu dalam keadaan
- sehat walafiat.
- Amin. Allahum amin.
- Kemudian
- ada Ibu Fani. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah Ustaz menyimak.
- Barakallahu fikum.
- Tapi maaf tidak bisa ikut bertanya
- karena masih sibuk dan sepertinya lembur
- sampai. [tertawa]
- Barakallahu fik.
- Masyaallah. Barakallah fik.
- Lembur ini.
- Iyafanya. Masyaallah. Berkah ibu.
- Buka puasa di kantor.
- Ah. Masyaallah. Barakallah fikum.
- Kemudian ada Bapak Yusman Yus.
- Alhamdulillah menyimak.
- Alhamdulillah. Barakallahu fikum.
- Kemudian kita akan bacakan pertanyaan
- pertama dari
- Ibu Retno. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh,
- Ustaz. Alhamdulillah hadir menyimak
- tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh. Syukron
- pencerahannya, Ustaz.
- Afan.
- Ustaz, izin bertanya. Bagaimana caranya
- kita menyikapi orang yang suka berdusta,
- Ustaz?
- Bicaranya tidak dapat dipercaya, Ustaz.
- Syukron.
- Ee naam apabila kita sudah mengetahui
- dia suka berdusta dan memang berdusta,
- ya. pertama diabaikan aja omongannya.
- Yang kedua nasehati kalau berani.
- Mas nih berkali-kali saya perhatikan
- sampean tuh ngomongnya kok bohong melulu
- sih?
- kemarin katanya begini-begini saya bukti
- kan enggak ada apa-apa ternyata gitu
- loh. Nah, kalau bisa kurangilah dosa itu
- nanti apa namanya mengakibatkan ke
- neraka gitu loh. Jadi kan kedustaan itu
- mengakibatkan kepada ketidakjujuran ya.
- Dusta tidak jujur. Nah, maka dia akan
- apa akan kedustaan juga akan melakukan
- perbuatan buruk. perbuatan buruk akan
- mengarah kepada neraka. Nah, mak kalau
- sampaikan ya Mas jangan coba-coba lagi
- bohong-bohongan lah. Banyak orang
- tertipu kasihan kalau memang itu
- mempengaruhi masyarakat.
- Tapi kalaupun tidak mempengaruhi
- masyarakat, tidak ada yang dirugikan
- dari sisi material gitu loh, tapi
- kontennya adalah kebohongan, nasihati
- aja tetap ya. Ah, udah sampai kalau
- memang itu konten misalnya, kamu bohong
- itu konten apa? Kalau konten sih saya
- bisa memahami gitu. Tapi kalau kemudian
- itu apa namanya? Kebohongan memang
- kebohongan yang dipublis gitu loh. Nah,
- ini juga persoalannya kan tidak boleh
- membuat konten bohong. Nah, untuk
- menilai bohong atau tidak kan tergantung
- kita memandangnya. Maka oleh tadi kamu
- kalau niat bikin kontennya bohong lebih
- baik janganlah gitu loh. Kan sekali lagi
- tadi bahwa penilaian bohong atau tidak
- itu tergantung dari sisi mana kita
- memandangnya. Kan begitu. Jika kemudian
- ee kata-kata apa sesuatu kebohongan itu
- mendominasi
- sehingga tidak ada nilai kebaikannya
- dalam konten itu, maka hindari gitu.
- Tapi kalau kemudian ada konsep bohong,
- kemudian ada kebaikan-kebaikan, kemudian
- ditekankannya kebaikan, oh berarti
- maksudnya dia adalah membuat konten agar
- orang menghindari kebohongan dan berlaku
- jujur, gitu loh. Nah, maka sekali lagi
- kalau misalnya kita berani nasihati,
- tapi kalau kita belum berani cari orang
- yang berani. He,
- Mas. Atau misalnya, "Ustaz, ini tetangga
- saya suka ngebohong. Tolong nasihati,
- Ustaz." Gitu loh. Nah, si Ustaz juga kan
- tidak gampang langsung menasehati.
- Paling tidak dia secara umum
- ee menyindir dulu kan tidak langsung ini
- karena belum tentu juga pengaduan
- tetangganya benar kan gitu. Ustaz
- nasihati pas dinasihati bohong ternyata.
- Jadi yang ber yang dianggap bohong itu
- yang melaporkan bohongnya adalah orang
- bohong kan begitu. Nah, seringkiali
- begitu
- ya. Nah, maka oleh sebab itu seorang
- ustaz juga tidak ujug-ujug, tidak
- tiba-tiba langsung apa mengambil action
- dengan menjustifikasi bahwa dia telah
- berbohong. Paling tidak dengan dugaan.
- Dugaan tak bersalah, maka pakai sindiran
- gitu loh ya. Pakai sindiran. Kalau
- ternyata sudah terbukti dia berbohong
- baru dinasehati gitu ya. Baik demikian
- saya kira. Wallahu aam biswab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Retno
- semoga dapat menjawab.
- Berikutnya pertanyaan
- dari Ibu Wiwin. Ustaz asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz mohon izin bertanya di luar tema
- tapi berkaitan dengan bulan Ramadan,
- Ustaz.
- Oh, namam.
- Saya mempunyai keluhan penyakit dalam
- Ustaz saat ini, yaitu radang usus besar.
- Kalau buang air besar berdarah, apakah
- boleh diperbolehkan untuk berpuasa,
- Ustaz? Mohon pencerahannya.
- Baik. Jika tidak berpengaruh kepada
- kesehatan lebih parah, jadi apa namanya?
- tidak berpengaruh tuh ee puasanya
- meskipun apa namanya bab-nya keluar
- darah ya, maka lanjutkan aja puasa tidak
- membatalkan. Jadi keluar darah lewat ee
- ee saluran itu tidak masalah ya karena
- bukan memasukkan kepada ee ya kepada
- mulut gitu loh. Jadi kan kemarin itu
- kita memaknai bahwa yang membatalkan tuh
- segala sesuatu yang melewati
- kerongkongan. Hm. Gitu loh. Nah,
- termasuk
- perbedaan pendapat itu terhadap infus
- kan itu tidak masuk kerongkongan gitu
- ya. Tapi dijawab oleh yang e apa yang
- ketat itu ya. Tapi kan itu mengakibatkan
- orang jadi segar gitu. Padahal segar
- atau payah itu bukan tujuan puasa gitu
- loh. Sebagai mau lapar, mau haus itu
- bukan tujuan puasa. Tujuan puasa itu
- laallakum tattaquun gitu loh. Mau
- diinfus, mau disuntik. Tapi lagi-lagi ya
- saya tetap menghormati orang yang apa
- atau orang alim yang mengatakan itu
- batal karena tadi apa? tidak bisa
- merasakan keadaan orang yatim, orang
- yatim piatu, tidak bisa merasakan orang
- fakir miskin. Orang fakir miskin tuh
- selalu lemas.
- Ya gitu loh ya. Kan ada yang membahas
- bahwa kita puasa itu salah satunya ingin
- merasakan
- seperti fakir
- seperti orang fakir miskin. Nah, kalau
- itu penjelasannya berarti diinfus batal.
- Karena diinfus jadi segar tuh gitu loh.
- Tapi bagi mereka yang memahami bukan itu
- tujuannya. Tujuan puasa itu adalah
- takwa. Maka diinfus enggak ada masalah,
- disuntik enggak ada masalah gitu loh ya.
- Dikecer ke apa kecer mata tidak ada
- masalah.
- Tetes mata.
- Hah? Tetes mata. Ketas mata itu tetes
- mata gitu loh. Tapi sekali lagi ya kita
- mengcombine
- menggabungkan ada ulama-ulama di
- berpandangan begitu dengan
- ul-ulama-ulama yang tidak berpandangan
- seperti itu. Karena memang para ulama
- itu cerdas-cerdas, pintar-pintar
- memahami hadis itu.
- Masyaallah.
- Ya, misalnya apa e apa namanya? E rihu
- famimimi bau mulut orang yang berpuasa.
- Atyabu. Atyabu itu lebih harum.
- Lebih harum.
- Knot itu artinya parfum. Kalau thayib
- itu artinya baik.
- Jadi atyabu bisa dimaknai lebih baik
- atau atyabu itu lebih harum. Birihil
- miski dari aroma aroma misk gitu loh. Ah
- kemudian dibutuh ada orang ustaz boleh
- enggak kalau sudah jam 09.00 saya gosok
- gigi? Kenapa? Mulut bau.
- Eh, mulut bau itu di sisi kita, di sisi
- Allah mah wangi. Nah, kata dia begitu
- kan. Betul ada hadisnya tadi kan. Ah,
- kemudian ada ulama lagi membantah, iya,
- baunya saja wangi di sisi Allah apalagi
- wanginya lebih wangi lagi, kan begitu.
- Nah, jadi ee analisa para ulama itu
- menarik gitu loh ya. Oh, gitu. Tapi
- lagi-lagi ya, lagi-lagi ada yang
- berpandangan kepada
- ee apa cakupannya fikhiah.
- Ada yang ee apa namanya payungnya adalah
- maqasidi
- gitu loh. Orang maqasidi itu begini. Oh,
- orang maqasidi mah tidak batal. Tidak
- batal kan maksudnya begini. Tapi kalau
- orang fikih, oh tadi seperti infus
- batal. Karena infus mengikbatkan segar.
- Kalau segar apa? Berbeda apa namanya?
- Berbeda rasa dengan orang fakir miskin.
- Orang fakir miskin itu selalu kelaparan,
- kehausan gitu loh. Kalau kita puasa
- tujuannya mau merasakan fakir miskin
- tapi malah diinpus, maka tidak tercapai
- tujuannya gitu. Maka kata mereka batal.
- Tuh gitu loh. Nah, begitu jangan
- berenang.
- berenang ke dia kemudian apa nelan air.
- Tidak sengaja nelan air batal.
- Memang ini memang tetapi kan
- persoalannya tidak sengaja kan gitu.
- Tadi kalau pandangannya pendekatnya
- fikih tadi debat gitu loh bisa batal
- bisa tidak. Nah tapi kalau tidak sengaja
- maka diabaikan.
- sudah diabaikan saja. Karena tujuan
- puasa apalagi kan cuma cuma seregot ya.
- Seregot tu apa ya? Ee minum airnya itu
- cuma berapa tetes gitu kan. Karena tidak
- sengaja bahwa kemudian kita paham ada
- hadis kalau sedang berpuasa kumur-kumur
- wudu harus dibatasi. Itu bisa dipahami
- karena takut ke ketelen gitu loh ya.
- Jadi memang ada pandangan-pandangan
- pendekatan fikhiah
- ya, ada pend apa pendekatan-pendekatan
- maqasidi. Nah, itu akan menjadi ee
- variasi pemahaman menjadi wah kalau gitu
- bingung lalu saya harus bagaimana. Ya
- sudah, Ibu mah kalau pahamnya minum air
- itu batal, batar berarti gitu aja kan
- gitu loh. Tan tidak masalah dia diqada
- di bulan lain misalnya ya dia puasa lag
- enggak apa-apa. Adapun ini yang mau
- qosidi meskipun tidak batal tetap dia
- mau puasa lagi di Syawal Senin Kamis
- atau ayamul biduasa
- tapi niatnya berbeda.
- Itu semua menarik. Sekali lagi menarik
- gitu loh di Syawal sama puasa. Yang satu
- mah puasanya qada, yang satu mah apa?
- Yang satu mah sunah. Sunah
- mengamalkan sunah keutamaan.
- Iya.
- Sekarang pertanyaannya yang dirasakan
- oleh orang yang berpuasa sunah dengan
- yang mengqada perasaannya sama tidak
- sama?
- Sama. Dari terbit fajar hingga terbena
- matahari sama gitu ya. Ada yang memahami
- waimusiamu
- ilalil dan sempurnakanlah salatnya
- sampai malam. Maka kemudian ada orang
- yang buka puasanya isya bukan magrib
- gitu. Tapi berdasarkan ayat itu juga
- dapat dipahami bahwa berpuasa menahan
- segala kemaksiatan itu diteruskan sampai
- malam gitu. Maka tadi watimusam ilal
- lail gitu loh. Jadi ee apa namanya? Lail
- itu berarti dimaknai semu seluruh malam
- lah. Kalau gitu kan
- sepanjang hari.
- Iya kan sepanjang hari enggak boleh
- hubungan suami istri. Tapi buktinya
- kalau malam hari kan boleh. Nah. Jadi
- memang menarik itu kajian-kajian itu ya.
- Jadi diperdebatkan, diaduk di ini ya
- gitu. Masyaallah. Nah, tetapi pada
- intinya sekali lagi apa yang kita pahami
- itulah yang ambil diambil gitu loh ya.
- Jangan sampai kemudian dengan banyak
- kajian kok malah jadi bingung. Enggak.
- He.
- Antum pahami aja mana yang bisa
- dipahami, penjelasan mana yang masuk
- akal menurut Anda itu ambil
- atau yang lebih mudah?
- Atau yang lebih mudah. Boleh yang lebih
- mudah gitu loh ya. Oh, kalau yang lebih
- mudah mah nanti kita kalau mazhab A
- wudunya mazhab Syafi'i, tapi kalau yang
- membatalkannya mazhab lain nih ya
- seperti yang kita lakukan ya. Wudunya
- wudu Imam Syafi'i tapi yang
- membatalkannya bukan Imam Syafi'i gitu.
- Oh, menurut imam lain mah tidak batal
- sentuhan kulit dipindah ke
- Nah, itu itu yang menarik. Menarik itu
- bukan berarti salah atau bukan berarti
- benar. menarik untuk dikaji
- terusmenerus.
- Demikian wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bawab. Demikian semoga dapat
- menjawab.
- Berikutnya pertanyaan dari
- Ibu Supini, Ustaz.
- Naam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee Ustaz, saya Ibu Supi. Kalau
- izin saya mau bertanya, Ustaz. Kalau
- kita salat tarawih di rumah aja sah atau
- tidak, Ustaz? Karena masjidnya jauh,
- Ustaz. Mohon jawaban.
- Masyaallah, Ibu. Salat tarawih di rumah
- bahkan lebih baik. Jangankan untuk
- perempuan, untuk lelaki pun salat
- tarawih di di rumah lebih baik.
- Lebih baik. Kenapa? Karena tarawih itu
- salat sunah. Nah, salat bagi lelaki
- salat lebih baik di rumah kecuali salat
- wajib gitu loh ya. Nah, maka kalau salat
- tarawih itu di w apa di rumah
- sunah.
- Nah, sunah tuh. Nah, gitu ya. Tapi
- kemudian mulai dia diadu tuh bahwa
- salatul jamaati afdolu min shatil fadli.
- Salat berjamaah lebih baik daripada
- salat sendirian. Ah, kemudian dipakai
- dalil itu. Ee kalau di rumah kan tidak
- berjamaah gitu misalnya tidak berjamaah
- sementara kalau di masjid kan berjamaah.
- Padahal kan menurut hadis salat
- berjamaah lebih baik daripada salat
- sendirian.
- Oke. Meskipun saya tidak melanjutkan
- analisanya ya sudah antum di masjid aja
- kalau memahaminya begitu ya.
- [tertawa]
- Tapi kalau kemudian kita memaknainya
- bahwa salat sunah, apapun itu salat
- sunah lebih baik di rumah kecuali dalam
- kondisi tertentu.
- Apa yang dimaksud kondisi tertentu?
- Misalnya saya ini salat sunahnya di
- masjid apa di rumah kalau mau salat
- qobliah subuh.
- Padahal rumah saya jauh ke masjidnya
- kan azan nunggu dulu di rumah. Ah, sudah
- azan salat dua rakaat, pas sampai masjid
- sudah hilang satu rakaat gitu loh. Nah,
- maka oleh sebab itu salat sunahnya di
- masjid saja gitu loh ya. Jadi tidak
- saklek-saklek amat sih dalam pemahaman
- itu ya. Ada kalanya fleksibel gitu loh
- ya. Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi
- ya Bu saya rekomendasikan kalau Ibu
- sudah banyak bacaannya, sudah banyak
- hafalannya maksud saya, maka lebih baik
- salat tarawihnya di rumah. Masyaallah.
- Heeh.
- Tapi bagi kita yang hafalannya masih
- sedikit,
- nah jika bisa enggak apa-apa salat di
- mas di masjid, berjamaah di masjid. Maka
- oleh sebab itu saya setuju kepada DKM
- yang menyarankan agal imamnya jangan
- baca ayat panjang-panjang.
- Satu tuh. Tapi saya juga setuju kepada
- DKM yang mengharuskan imamnya bacaannya
- panjang-panjang.
- Kenapa ya? Kenapa harus setuju
- pendek-pendek? Karena banyak yang tidak
- orang awam banyak yang tidak hafal.
- Kebanyakan awam.
- Heeh. Kebanyakan awam kan tidak hafal.
- Udah gitu ee apa nama? Malas. Ah, kalau
- kelamaan wah ngantuk gitu loh. Tapi
- kemudian setuju panjang-panjang karena
- ini bukan salat wajib
- gitu loh. Ah, saya mah kelamaan saya mah
- mau pulang aja. Ya pulang aja enggak
- apa-apa wong tidak dosa kok gitu loh.
- Jadi apapun yang diputuskan oleh DKM
- dua-duanya boleh diambil. Tentu dalam
- pendidikan dalam pendidikan kita tentu
- meminta imamnya baca bacaannya
- panjang-panjang
- tuh. Kalau apa pendidikannya ingin
- tetapi lagi-lagi
- lihat sensus jemah kita teh sukanya apa
- kalau suka kalau tidak suka bacaannya
- panjang-panjang ya sudahlah ngalah
- pendeknya juz ama saja yang dibaca tuh
- enggak apaalah juz ama wah saya mah
- malah penginnya bacaan Quran sambil
- murajaah ya udah di rumah aja antum atuh
- ya kalau di sini mah banyak orang awam
- Maka dari pemahaman itu sekali lagi
- akhirnya
- salat tarawih balik jadi boleh milih
- masjid mana nih yang bacaannya
- panjang-panjang. Ah saya di sini ah.
- Sebagaimana juga orang memilih di mana
- sih yang tarawihnya bacaannya
- pendek-pendek.
- dia pilih karena kemampuan dia seperti
- itu. Tapi lagi-lagi dalam ee education,
- dalam pendidikan mesti harus yang
- panjang. Karena memang tujuan salat
- malam itu meskipun bukan tarawih itu
- adalah melatih keistikamahan,
- melatih kesabaran. Maka Nabi sampai
- bengkak-bengkak kok kakinya itu kan
- sampai melatih sampai bengkak-bengkak
- tuh gitu loh. Nah, kalau kita penginnya
- yang pendek-pendek. Nah, tadi
- alasan-alasannya ya. Jadi kenapa saya
- setuju kepada apa kepada masjid yang
- imamnya bacaannya pendek-pendek tadi tuh
- banyak orang awam banyak ini ini ini.
- Kalau misalnya ketika dibacakan ayat
- pendek-pendek terus ada orang yang tidak
- puas. Heh tarawih cuma 45 menit 11
- rakaat.
- Saya masa masih haus atuh. Sudah Bapak
- nanti pulang salat lagi salat malam.
- Jadi bakda isya tarawih di masjid.
- Iya
- masih kurang puas. Nanti jam . Jam .
- lanjutkan lagi. Bagi Anda yang memahami
- witir itu penutup apa? Salat malam,
- salat satu rakaat dulu. Tapi jika Anda
- tidak memahaminya bahwa witir itu
- penutup salat malam, langsung aja salat
- sunah. Tidak harus ditambah dulu satu
- rakaat. Berarti Anda tidak harus witir
- lagi karena sudah tuh. Tapi bagi mereka
- yang menyatakan bahwa witir itu penutup
- salat malam ya berarti harus ditambah
- dulu supaya tidak jadi witir dulu.
- Nah. Heeh. Genap. Nah, nanti di
- penghujung ditambah salat witir. Wallahu
- aam bisawab.
- Wallahuam bawab. Demikian ee Ibu Supini
- semoga dapat menjawab
- berikutnya.
- Bapak Baron. Alhamdulillah mendengar
- pencerahannya Ustaz. Jazakumullah
- khairan. Wukum jazakumullahu khair.
- Kemudian Bapak
- Say Rohilin. Ustaz.
- Heeh.
- Izin bertanya Ustaz.
- Naam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana kalau pengantin
- baru dalam melaksanakan bulan puasa
- Ramadan?
- Heeh.
- Apakah jika mereka batal, apakah sah
- puasanya?
- Oh iya.
- Atau batal, Ustaz?
- Ah iya. Jadi begini, karena penganten
- baru itu lebih banyak apa? lebih banyak
- kesempatan,
- [tertawa]
- lebih banyak kesempatan untuk
- membatalkan puasa. Apakah kemudian
- puasanya boleh dilanjutkan atau
- bagaimana gitu k lebih ya? Heeh.
- Jadi puasa itu harus menahan menahan
- makan, menahan minum, menahan hubungan
- suami istri, menahan hal-hal yang mata
- puasa mulai dari terbit fajar hingga
- terbena matahari. Jadi, Anda harus tahan
- dulu itu gitu loh. Kalau Anda kemudian
- ya sudah kebelet nanti habis magrib.
- Dalam satu riwayat ada sahabat, ada
- sahabat buka puasanya
- inian istrinya
- iftarnya.
- Iftir masyaallah gitu. Karena sudah
- masuk azan magrib langsung gitu ada
- halal batalkan.
- Jadi bukan aib itu gitu ya. Jadi ketika
- Anda sudah tidak tahan, nunggu magrib,
- ngunci dulu pintu sendirian, nanti pas
- magrib buka gitu loh. [tertawa]
- Nah, itu satu ya. Yang kedua, kalau Anda
- tidak kuat lalu Anda melakukan
- pertama Anda harus puasa 2 bulan
- berturut-turut
- atau memberi makan 60 orang
- karena sengaja, Ustaz.
- Heeh. Gitu ya. Ya, jangankan 2 bulan,
- sebulan aja nyelonong kan gitu. Maka
- oleh Nabi disegah itu setiap yang
- mengarah ke situ oleh Nabi disegah. Maka
- ada orang yang nanya, "Boleh enggak saya
- mencium istri saya ketika saya puasa?"
- Yang satu dibolehkan karena sudah uzur,
- sudah syekh, yang satu, "Oh, enggak
- boleh. Jangan kata Nabi." Gitu loh.
- Karena ini akan menjadi pembukaan,
- menjadi pengantar. He.
- Nah, daripada kamu harus puasa 2 bulan
- berturut-turut kemudian kamu apa
- namanya? Jelas tidak mampu gitu loh.
- Yang kedua, orang yang membatalkan puasa
- tanpa alasan yang disyariatkan
- maka tidak akan tidak ada tobat baginya.
- Jadi, tidak ada tobat itu tidak ada
- penggantinya, tidak ada qada. Makanya
- kalau membatalkan puasa tanpa uzur
- seperti itu, maka jika Anda sakit boleh
- tuh buka puasa. Jika Anda bepergian
- boleh tuh buka puasa. Tapi selain ada
- ruksah maka tidak boleh buka puasa.
- Karena puasa terus-menerus pun tidak ada
- bandingannya.
- Jadi kenapa? Karena tidak bisa membalas,
- tidak bisa mengganti. Puasa yang
- disengaja batal. Nah, maka oleh sebab
- itu kenapa? Karena ini penghormatan
- kepada bulan Ramadan gitu loh ya. Nah,
- maka oleh sebab itu meskipun ah nanti
- saya diqada saja karena sakit misalnya
- ah sakit misalnya nanti qada saja. Mas,
- saya kasih tahu
- menderita ramai-ramai itu lebih ringan
- dibanding menderita sendirian gitu loh.
- Puasa ramai-ramai bareng nih seperti
- sekarang itu lebih ringan dibanding
- nanti orang makan bakso, makan ini kita
- hah puasa saya tersiksa. Nah, maka
- jangan coba-coba gitu loh. Meskipun apa
- sakit kalau masih bisa puasa, puasa aja.
- Nah, gitu. Ee apa namanya? dan puasa itu
- lebih baik bagimu, gitu ya. Nah, maka
- oleh sebab itu lagi-lagi ya masyaallah
- menarik sekalilah fikih itu menarik
- sekali pemahaman itu menarik ya. Nah,
- jadi seperti itu ya. Jadi ee apa
- namanya? Meskipun penganten baru kan
- tidak mungkin misalnya malam ini rukyat
- baru nikah gitu. Kemudian, nah jadi
- bolehnya kalaupun seperti itu, kalaupun
- ada ya cuma malam hari,
- tiap malam boleh, semalam tiga kali,
- empat kali boleh silakan asal malam gitu
- loh. Nah, kalau Anda misalnya apa
- namanya tidak bisa seperti itu, ah nanti
- konsekuensinya kan satu kali melanggar 2
- bulan
- gitu loh kan. Aduh, masyaallah tadi
- menderita sekali gitu. 2 bulan sendirian
- lagi. Kalau ini sebulan ramai-rame kan
- gitu ya. Baik demikian. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rohili
- Sayan semoga dapat menjawab.
- Masih ada waktu, Ustaz?
- Iya.
- Ini dari Teh
- Ibu Fani. Ustaz
- Nam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ketika orang
- seorang wanita semangat beribadah,
- qadarallah dia datang bulan
- nam
- lalu dia sedih karena tidak bisa
- beribadah.
- Nam.
- Bagaimana dalam keadaan demikian kita
- bisa mendapatkan pahala seperti
- saudari-saudari lain dalam keadaan
- normal kita bisa berpuasa dan salat. Dan
- apa lumbung pahala yang lain yang bisa
- kita lakukan di saat seperti itu, Ustaz?
- Nah, masyaallah. Jadi ketika datang
- bulan itu yang dilihat kebiasaan ketika
- belum datang bulan. Anda baca Quran,
- Anda zikir, Anda baca selawat. Nah, itu
- dicatat tuh ketika datang bulan. Nah,
- tapi kalau saya enggak tenang,
- maka Anda boleh zikir.
- Jadi meskipun dalam keadaan head, Anda
- zikir, Anda menghafal Quran
- meskipun apa tadi? Membaca Quran.
- Membaca Quran itu maksudnya sampai
- menggang mushaf gitu. Itu tidak boleh.
- Tapi murajaah boleh. Tuh, ya. Ini
- perdebatan lagi para ulama. Masyaallah.
- menarik gitu. Nah, kemudian tadi zikir
- ah kan diragukan kalau zikir jahar. Ya
- udah zikir khofi kalau gitu gitu lah ya
- zikir khafi.
- Ah subhanallah subhanallah. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammadin wa ala
- ali sayyidina Muhammad gitu.
- Kembali lagi kalau Anda yakin
- melafazkannya itu boleh, ya sudah baca
- itu gitu loh. Kan yang tidak boleh itu
- salat, puasa.
- Adapun zikir boleh.
- Masa dalam keadaan gitu betul-betul
- tidak boleh beribadah
- dalam keadaan haid. Betapa ruginya
- perempuan meskipun ada hadis bahwa agama
- perempuan itu setengah dari agama
- laki-laki. Tapi bukan berarti hal
- seperti itu karena ada haid. Anda tidak
- boleh zikir, tidak boleh murajaah.
- maksudnya murajaah dari hafalan tidak
- boleh ee apa istigfar tidak boleh baca
- selawat tidak boleh ini. Betapa ruginya
- jadi perempuan gitu loh. Maka sekali
- lagi kenapa tadi bahwa ee bahwa agama
- perempuan itu setengah daripada agama
- lelaki ya karena dia meninggalkan salat
- saat haid
- meninggalkan puasa. Nah, kalau puasa
- harus diqada, kalau salat tidak harus
- diqada.
- Nah, coba kalau salat tidak harus diqada
- terus apa gitu kesempatan untuk dapat
- pahala pahala salat
- kan gitu. Nah, maka oleh sebab itu
- sekali lagi aduh betapa ruginya saya
- jadi perempuan kan gitu ya. Kalau semua
- tidak boleh ini tidak boleh apalagi yang
- haus ibadah. Nah, maka orang yang itu
- orang yang haus apa namanya? haus ibadah
- itu di antaranya sudah zikir khafi zikir
- aja masyaallah zikir saja dan istigfar
- itu masyaallah
- cukuplah cuma cukup anda misalnya
- mengatakan apa ya lailahaillallah
- lailahaillallah atau lailahaillallah
- wahdahu la syarikalah lahul mulku
- walahul hamdu wahua ala kulli q itu
- tidak ternilai
- jadi zikir-zikir kita ini masyaallah
- sesungguhnya mestinya nya mengakibatkan
- hati tenang, baik sangka kepada Allah.
- Zikir-zikir kita itu kalau kita pahami,
- kita renungi gitu loh. Ah, sayangnya
- kadang kita berzikir hanya sepintas,
- tidak meresap ke hati. Padahal dahsyat
- sekali ya zikir-zikir kita ini kan. Kan
- ada yang berdoa dengan Allahumma
- antallahu ahad, Allahus somad. Kemudian
- diganti dengan surah al-Ikhlas. Qul
- huallahu ahadunillahus somad lam yalid
- walam yulad walam yakun lahu kufuwan.
- Ada orang yang senantiasa baca surah
- al-Ikhlas tiap salat 100 kali.
- Ada yang baca 50 kali tiap habis salat.
- Minimal lima kali dalam habis setiap
- habis salat. Jadi sehari semalam berarti
- 5 * 5 25 kali.
- Nah, kalau misalnya apa hubabah annah
- itu banyak sampai tidak terhitung kan
- karena ininya apa namanya? Kerikil. Jadi
- tasbihnya itu kerikil.
- Bismillahirrahmanirrahim. Qul huallahu
- ahad. Allahuad. Lam yalid walam yulad
- walam yakun lahu kufuwan ahad. Pindahkan
- satu.
- Bismillahirrahmanirrahim. Qul huallahu
- ahad. Allahusad. Lam yalid walam yulad
- walam yakun. Pindahkan satu. Maka di
- satu ember tu kerikilnya tu. Maka kan
- beliau pernah apa? berwasiat, "Kalau
- nanti saya meninggal dunia, taburkan
- kerikil-kerikil ini di atas kuburan
- saya."
- Masyaallah.
- Kalau ini tidak tidak tahu ini enggak
- nyambung itu. Bahkan bisa jadi syirik
- jatuhnya.
- Jadi, Hubabah Anisah maksudnya taburkan
- di atas kuburan itu agar kerikil-kerikil
- itu jadi saksi.
- Jadi saksi,
- jadi saksi. Oh saya loh kalimat apa e
- surah al-Ikhlas yang selalu dibaca
- dengan hitungan saya inilah Hubabah
- Anisa melakukannya kan begitu. Maka saya
- mohon maaf ketika zikir pakai tasbih
- saya tidak memvonis bidah.
- C gitu loh ya. Tidak memponis bidah.
- Wah, tapi kan nanti mirip ini apa
- namanya apa di agama kayak di film-film
- Taicii itu
- iya budaya
- [tertawa]
- pokoknya gitu ya. Di agama Kristen juga
- ada tasbih sama gitu.
- Saya sering nonton ee apa namanya ee apa
- tuh ee
- bukan anak muda apa namanya Korea.
- Drakor.
- Drakor.
- Nah, itu para tokohnya senantiasa megang
- hasb.
- Heeh. Kalau di kita mungkin yang 33 kali
- gitu. Enggak tahu yang dibacanya apa,
- tapi. Oh, jadi ada kebiasaan juga ya
- saya bilang mereka
- sama enggak dengan kita. Dia seperti itu
- tasbih bukan tasbih sesungguhnya ya.
- Adapun kita pakai itu juga mirip enggak
- dengan dia?
- Mirip.
- Mirip apanya?
- Mirip tasbihnya.
- Mirip alatnya saja kan bacaannya kita
- subhanallah subhanallah subhanallah
- mereka bacaannya kan enggak tahu.
- Maka saya menyatakan beda orang tahlilan
- dengan orang yang kumpul-kumpul bada
- kematian. Karena di agama di agama lain
- itu mereka membaca mantra-mantra syirik
- ngumpul dulu. Nah, kita para apa? Para
- ulama, para wali mengajarkan doa-doa
- tauhid. Makanya lailahaillallah
- gitu. Sama enggak apa ungkapan syirik
- dengan ungkapan tauhid?
- Makanya kemudian bagaimana kita
- mengatakan wah itu mirip dengan agama
- anu. Di mana miripnya? dia mamantra
- syirik, kita mamantar tauhid. Tuh, gitu
- loh. Jadi, makanya saya sekarang nih
- tidak gegabah dalam menjustifikasi gitu
- loh. Ada tinjauan-tinjauan yang dilihat
- dari berbagai sisi bahwa saya tidak
- melakukan iya saya tidak melakukan
- begini, tidak melakukan begitu, tapi
- menilai orang lain saya harus hati-hati,
- gitu ya. Nah, ini saya kira apa namanya
- beberapa pandangan yang menariklah dalam
- berbagai persoalan gitu loh ya
- tambahannya ya. Demikian saya kira
- wallahu aam biswab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Fan
- semoga dapat menjawab. Ee baik Ustaz
- sebagai penutup kesimpulan untuk ikhwan
- akhwat. Tafadul Ustaz.
- Iya. Jadi kesimpulan yang dapat diambil
- yang pertama kita dilarang untuk
- berdusta bahkan mujamalah saja.
- Mujamalah itu apa ya? Basa-basi gitu
- loh. Antara bahasa kan tadi e basa-basi
- juga tuh dia tidak diberi oleh suaminya
- tapi dia merasa diberi kemudian ee
- jatuhnya bohong, jatuhnya dusta. Tapi
- mujamalah juga nyaris ke situ meskipun
- tidak sama.
- Heeh. Mujamalah itu basa-basi. Jadi
- sebaiknya seorang muslim itu dalam
- keadaan normal senantiasa ee menjadi
- dirinya sendiri, menjadi dia apa adanya
- gitulah ya. Karena memang ee itu akan
- jatuh kepada kalau terus-menerus
- dilakukan khawatir jatuh kepada sifat
- dusta, khawatir jatuh kepada sifat ee
- apa namanya ee pembohong gitu ya.
- Demikian saya kira yang dapat saya
- kemukakan.
- Muhammadinhamdulillahbilamin.
- Alhamdulillahabbil alamin. Jazakumullah
- kir ustazikumakumullah.
- Baikwat. Semoga bermanfaat apa yang
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang dusta yang diperbolehkan dan
- anjuran untuk berhati-hati terutama
- pada kita di bulan Ramadan ini. Saya
- Fauzi Ridwanul Haq mohon undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.