Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullah 0:16 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:18 rahimakumullah. 0:20 Bersyukur sekali kita dapat dipertemukan 0:23 di acara psikologi keluarga. 0:25 Mudah-mudahan semua sehat, bugar, aman, 0:28 terkendali ya. [berdehem] 0:29 Dan mudah-mudahan juga bahasan kali ini 0:32 mempersuasi kita semua karena bisa saja 0:36 kasus yang akan dibahas juga singgah di 0:38 dalam perjalanan hidup kita. Tidak lupa 0:41 salam selawat kita lantunkan untuk 0:43 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:46 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:49 Semoga kita kelak mendapatkan syafaat 0:52 beliau ya dan dipertemukan di saat yang 0:55 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 0:59 Narasumber kita sudah hadir di sini 1:01 Ustaz Husein Alatas dan juga Ustaz Abu 1:05 Bakar Baraja. Asalamualaikum 1:07 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10 wabarakatuh. 1:12 Sebelum kita mulai dengan kasus-kasus 1:15 yang ada, kita bersama-sama akan membaca 1:18 ummul kitab. Silakan, Ustaz. 1:21 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:27 Bismillahirrahmanirrahim. 1:33 Alhamdulillahirabbil 1:36 alamin 1:39 arrahmanirrahim. 1:44 iki yaumiddin 1:47 iyaka na'budu wa iyyaka nasta' 1:53 ihdinasirathal 1:56 mustaqim 1:58 shathalladzina 2:01 an'amta alaihim 2:04 ghairil maghdubi alaihim waladin 2:15 Ustaz, 2:17 kasus yang masuk tiga. 2:20 Yang pertama kalau kita mengingat 2:22 kejadian demi kejadian akan tersiksa 2:25 kehidupan kita. Berbagai masalah terjadi 2:29 mulai dari pribadi, keluarga, dan 2:31 teman-teman. Semua menjadi masalah 2:33 karena kita punya perbedaan pendapat. 2:36 Nah, yang jadi permasalahan 2:38 bagaimana hidup menjadi tenang dan 2:40 bahagia. Mohon pencerahannya. Ohoh. Oke, 2:44 itu yang pertama dari seorang pria 2:46 kayaknya ya. Kemudian yang kedua, saya 2:49 hidup selalu sendiri, Ustaz. Sudah 2:51 menikah tiga kali tapi enggak ada yang 2:53 cocok. Yang pertama maunya diturutin 2:57 terus. Jadi, saya enggak bisa dong 2:58 memberikan apa yang dia minta. Selalu 3:00 permintaannya aneh-aneh. Pakaian yang 3:03 mencolok, kalau ditegur ngambek. Ya 3:05 udah. saya putuskan. Kemudian yang 3:08 kedua, 3:10 dia selalu ingin ikut apa yang saya 3:12 punya, yang saya lakukan. Setiap punya 3:15 kegiatan selalu mau ikut, selalu mau 3:17 tahu. Jadi risi ustaz dengan kondisi 3:20 ini. Ya udah enggak saya kasih. Akhirnya 3:22 apa? Dia minta cerai, minta harta 3:25 gonogini, Ustaz. Tapi saya enggak kasih 3:28 dan saya di pengadilan menang. 3:32 Heeh. Kemudian yang ketiga 3:34 ee istri saya ini orangnya diam penuh 3:37 dengan kebisuan, enggak pernah bicara, 3:41 hanya dengerin dengerin dengerin saja 3:43 apa yang saya katakan. Jadi seringnya 3:45 malah salah paham apa yang saya katakan 3:48 dia artikan lain. Dan ini sering terjadi 3:51 lama-kelamaan. Ya udah saya enggak 3:53 sanggup. Sekarang, Ustaz. Saya hidup 3:56 sendiri. Siapa nih yang pantas menjadi 3:59 istri saya? Mohon penjelasan. 4:03 Iya, itu dia kasusnya. Mari kita simak. 4:08 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:11 Bismillahirrahmanirrahim. 4:14 Alhamdulillahi rabbil alamin. 4:18 Lakal hamdu kama yambag lialali wajhikal 4:21 karim waliadimi sultan. 4:25 Subhanak la nuhsianaan alaika anta 4:29 kamaita nafsik. 4:31 Falakal hamdu hatta tard. Wakal hamdu 4:35 idza radit. Wakal hamdu ba'd. Allahumma 4:39 sholli wasallim wabarik ala abdika wa 4:42 rasulika sayyidina Muhammadin 4:45 wa alih thyibin wasohabatihil guril 4:48 mayamin 4:51 wasairina ala nahjihil qwim ila 4:54 yaumidin. Amma ba. 4:58 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, 5:02 patut kita mensyukuri nikmat-nikmat 5:05 Allah yang tak terhingga 5:09 dan kita mensyukuri alhamdulillah 5:11 kesempatan 5:13 yang masih kita miliki dalam kesempitan 5:16 hidup di mana kita bisa melakukan 5:18 muhasabah, 5:20 mengoreksi kesalahan kita, memperbaiki 5:23 sikap kita, dan yang paling beruntung 5:26 orang yang sibuk memperbaiki dirinya 5:30 daripada memperhatikan kekurangan orang 5:33 lain. 5:35 Kalau kita ingin memperbaiki orang lain, 5:37 kita harus mulai dengan memperbaiki diri 5:39 kita. 5:41 Kalau kita ingin menumbuhkan rasa cinta 5:43 di hati orang lain, dengan sendirinya 5:45 kita harus memberikan 5:48 juga luapan cinta 5:51 dengan kita memberikan rasa cinta, 5:54 memberlakukan manusia dengan baik dan 5:56 mulia. 5:57 Dan kita berusaha untuk memahami 6:01 perasaan orang lain sebelum kita ingin 6:03 orang lain memahami perasaan kita. 6:07 Kita juga harus berlapang dada dalam 6:09 menghadapi perbedaan pendapat. 6:12 Karena yang kita hadapi 6:15 baik itu pasangan kita atau dalam 6:16 pergaulan kita, manusia juga yang 6:18 memiliki perasaan, memiliki keinginan 6:23 juga ingin dihargai pendapatnya 6:26 sebagaimana kita ingin juga pendapat 6:28 kita dihargai. 6:30 Oleh karena itu 6:33 dalam mencari pasangan hidup baik itu 6:35 pria mencari pasangan wanitanya yang 6:38 merupakan belahan jiwanya, wanita juga 6:42 dalam mencari pasangan dan belahan 6:45 jiwanya hendaklah betul-betul apa? 6:48 Memilih mereka dengan kriteria 6:51 yang nabi kita telah tunjukkan kepada 6:54 kita. 6:56 Karena kita kalau ingin berumah tangga 6:58 harus memiliki standar rujukan yang 7:00 jelas yang disepakati oleh suami, 7:03 disepakati juga oleh istri. Kalau kita 7:06 tidak memiliki standar yang jelas, waktu 7:09 terjadi perbedaan pendapat dan 7:11 keributan, masing-masing akan membawa 7:14 perasaannya, 7:16 masing-masing akan menonjolkan egonya. 7:19 Dan bagaimana mungkin akan terjadi 7:20 keharmonian kalau masing-masing 7:22 mengikuti perasaannya dan menonjolkan 7:25 egonya, tidak mau mendengarkan pendapat 7:27 dan perasaan pasangannya. 7:30 Oleh karena itu, dalam pergaulan hidup 7:33 secara umum, begitu juga dalam kehidupan 7:36 rumah tangga kita, hendaknya kita 7:40 berupaya untuk memenuhi hak pasangan 7:42 kita sebelum kita menuntut hak kita 7:46 untuk dipenuhi. 7:47 Begitu juga kita akan berupaya untuk 7:50 betul-betul bersikap baik, berkata baik 7:53 dan mulia untuk membuat hatinya 7:58 juga tergerak untuk membalas kebaikan 8:02 dengan kebaikan. Kalau pasangan suami 8:05 istri berlomba-lomba 8:07 untuk berbuat baik kepada pasangannya, 8:09 insyaallah berbagai macam perbedaan 8:11 mudah diselesaikan. Kalau ada perbedaan 8:14 pendapat, jangan masing-masing mengikuti 8:17 egonya. Mari kita kembali 8:20 ke dalam tuntunan Allah dan Rasul-Nya. 8:23 Kita kan orang yang beriman. Apa yang 8:25 Allah perintahkan, apa yang Allah 8:27 larang, kita wajib mengatakan samna 8:29 wahan. Begitu juga apa yang telah 8:33 diajarkan oleh Rasul, kita harus 8:35 menyambut dengan baik. Insyaallah kalau 8:37 ada rujukan standar yang jelas 8:41 kita dapat. I 8:42 merujuk ke sana tanpa mengalami 8:44 kebingungan. 8:46 Oleh karena itu, ketika Nabi memberikan 8:50 bimbingan bagi seseorang untuk menjadi 8:52 pasangan hidupnya, 8:54 dia menjelaskan beberapa alasan bagi 8:57 seorang laki-laki memilih pasangannya. 9:00 Yang pertama karena kecantikannya. 9:04 Oleh karena itu, ada cinta pada 9:06 pandangan pertama. 9:09 Kecantikan yang menjadi orientasi ya. 9:12 dan motif ya yang mendorong dia memilih 9:15 seorang wanita tanpa mempertimbangkan 9:17 bagaimana kepribadiannya, akhlaknya. 9:20 Akhirnya begitu dia berumah tangga, 9:23 lama-kelamaan mulai kecantikannya pudar 9:27 dan dia kecewa dengan perilakunya yang 9:29 tidak baik, dengan tutur katanya. Dulu 9:32 dia tidak melihat hal ini tapi terpesona 9:36 oleh kecantikannya. 9:38 Yang kedua, karena hartanya. 9:42 Banyak laki-laki zaman sekarang susah 9:45 hidup, bekerja juga sulit, bahkan ingin 9:48 bekerja tidak punya modal. Dia melihat 9:50 ada seorang wanita yang memiliki harta 9:54 ya, baik dia seorang pengusaha atau 9:57 seorang yang menerima warisan, maka dia 10:00 memilih wanita ini karena hartanya, 10:01 [berdehem] 10:03 bukan karena 10:06 kepribadiannya siap untuk menjadi ibu 10:08 istri yang baik. baik bagi anak-anaknya 10:12 sebagai seorang ibu dan juga pasangan 10:14 yang penuh pengertian bagi dirinya. 10:17 Akhirnya begitu dia berumah tangga, 10:19 ternyata dia menjumpai wanita ini yang 10:23 memiliki kelebihan dalam bidang harta, 10:26 bersikap semena-mena meremehkan diri, 10:30 menyepelekan pendapatnya. 10:33 Yang ketiga, karena apa? karena 10:36 pengaruhnya, 10:38 karena statusnya, karena nasabnya, 10:40 karena juga kedudukannya. 10:44 Tidak juga melihat kepribadiannya. 10:47 Dia beranggapan bahwa ini akan 10:49 mengangkat dirinya dengan dia menikah 10:51 dengan wanita yang mulia. Begitu dia 10:53 menikah dengan wanita ini, mulai dia 10:56 merasakan dirinya bukan lagi sebagai 10:59 seorang suami yang mulia, yang dihargai, 11:02 tapi selalu menjadi cemohan. 11:06 Bahkan si istri berani mengatakan, "Kamu 11:07 tuh beruntung kawin sama saya. Derajat 11:10 martabat kamu terangkat." Bahkan 11:12 terkadang si istri meremehkan dia di 11:15 hadapan anak-anaknya. 11:19 Nah, Rasulullah sallallahu alaihi 11:21 wasallam katakan, "Fadfar bidzatiddin." 11:24 Jangan kamu lihat ini sebagai motif, 11:27 tapi fadfar bidzatidin. 11:30 Hendaknya tujuan dan motif kamu memilih 11:33 pasangan kamu lihat bagaimana ketaatan 11:36 dia dalam beragama, bagaimana akhlak dan 11:39 kepribadiannya. 11:41 Kalau ada kekurangan, katakan dia wanita 11:43 yang tidak punya, maka imannya, 11:47 akhlaknya akan membawa keberkahan dalam 11:49 hidup. Kalau kecantikannya kurang, 11:52 akhlak kepribadiannya akan membuat 11:55 keindahan dirinya semakin hari semakin 11:57 terlihat. 11:59 Kalau bukan dari kalangan orang yang 12:00 bernasab mulia, akhlaknya, 12:04 kepribadiannya menjadi akhlak yang 12:07 betul-betul dapat apa? dapat mengangkat 12:10 martabatnya dan akan memuliakan kamu 12:13 sebagai suami juga akan mendidik 12:15 anak-anak kamu. Jadi kesimpulannya baik 12:18 itu laki-laki maupun wanita dalam 12:21 memilih pasangan hendaknya mengikuti 12:23 bimbingan petunjuk Allah dan Rasul. 12:26 Wanita yang memilih laki-laki karena 12:28 ketampanannya tanpa melihat kepribadian 12:30 akhlaknya dia akan menjadi permainan. 12:34 Bukan hanya dia yang suka laki-laki yang 12:35 tampan, wanita lain di luar juga apa? 12:39 Akhirnya dia mulai tebar pesona ke sana 12:41 kemari, merusak rumah tangganya, tidak 12:44 menghargai istrinya atau karena 12:46 hartanya. 12:48 Dia menikah dengan seorang laki-laki 12:50 karena hartanya tanpa melihat akhlak 12:52 pribadi dan agamanya. Si laki-laki 12:54 merasa dia sudah membeli ini perempuan. 12:57 Dibelikan ini, belikan itu. Setiap si 13:00 perempuan protes, "Kamu tuh enggak 13:01 bersyukur. Saya sudah belikan ini, 13:03 belikan itu, macam-macam." Tapi suami 13:05 enggak berikan perhatian, kecintaan. 13:08 Dia sebagai istri tapi hanya seperti 13:11 pajangan, seperti bunga plastik dalam 13:13 rumah. 13:15 Begitu juga yang berkedudukan. 13:18 [berdehem] Tapi ingat kalau orang 13:21 beriman bertakwa pada Allah, apapun 13:24 latar belakangnya, baik dia kaya, 13:27 baik dia orang yang katakan ee 13:29 berkedudukan tinggi, 13:32 dia tampan, atau biasa. Kalau dia 13:35 beriman, bertakwa, dia tidak akan 13:36 berbuat zalim pada pasangan. 13:39 Saya menjumpai ada beberapa contoh 13:42 pasangan. Yang pertama, wanitanya 13:45 biasa-biasa kecantikannya. Nanti kalau 13:47 kita lihat dibandingkan suaminya, 13:50 perbedaannya seperti langit bumi. 13:53 Tapi kenapa 13:55 laki-laki ini ya begitu cinta pada 13:58 istrinya? 13:59 berkata santun memuliakan istrinya dan 14:02 dia tidak pernah celangak-celingu ke 14:04 sana kemari melihat perempuan. 14:08 Kenapa? Karena ada persona yang semakin 14:11 hari semakin indah. Bahkan di saat dia 14:14 bekerja di luar dia terbayang pada 14:15 kebaikan istrinya. 14:18 Sebaliknya ada lagi seorang wanita 14:21 cantik jelita menikah dengan seorang 14:24 pria ya mungkin dia punya nilai di bawah 14:28 50 perempuannya cantik jelita. Si 14:31 perempuan waktu mau menikah menangis 14:36 dia merasa dirinya apa? Merasa dirinya 14:39 betul-betul apa? Dipaksakan menikah 14:42 dengan pria yang bukan impian dan 14:45 harapannya. 14:46 Tapi subhanallah, begitu berumah tangga 14:48 si laki-laki penuh perhatian. 14:51 Perhatian dan selalu berupaya 14:53 membahagiakan dirinya. Sampai si 14:56 perempuan memandang suaminya seperti 14:58 apa? 15:00 Seperti Arjuna, 15:03 pria idamanya. Arti kalau ditanya siapa 15:05 pria yang paling tampan, dia mengatakan 15:07 suaminya. 15:08 Kenapa? Kebaikan. 15:11 Jadi kepada saudara kita yang bertanya 15:13 istri macam apa yang bisa ya menjadi 15:17 pendamping saya. 15:20 Anda harus tahu bukan hanya Anda yang 15:22 berperasaan, bukan hanya Anda yang 15:24 memilih, pasangan Anda juga punya hak 15:26 untuk memilih. 15:28 Oleh karena itu, dalam memilih pasangan, 15:31 kalau Anda ingin mendapatkan pasangan 15:33 yang betul-betul salhah dan baik, Anda 15:36 harus memulai dari diri Anda. 15:39 Kalau Anda ingin betul-betul mendapatkan 15:41 penghargaan, penghormatan, kecintaan 15:44 dari istri Anda, mulai Anda mencintai 15:46 istri Anda, memperlakukannya dengan 15:48 mulia dan kata-kata yang baik. Dan 15:50 pilihlah pasangan wanita yang salehah, 15:55 yang thayibah, Anda insyaallah akan 15:57 merasakan keindahan, keharuman, 16:01 kedamaian sepanjang hidup. Di saat Anda 16:03 senang, dia ikut senang bersyukur. Di 16:06 saat Anda dicoba, dia akan bersabar 16:09 bahkan memberikan dorongan pada 16:11 suaminya. Karena kalau mau tahu 16:14 kecintaan suami pada istri, laki-laki 16:17 yang baik, lihat pada saat istrinya 16:20 sakit, 16:21 lemah, tidak mampu sama sekali untuk 16:24 mengurus diri. Bagaimana sikap suaminya? 16:27 Mau tahu istri yang baik, lihat pada 16:29 saat suaminya jatuh enggak punya 16:30 apa-apa, dia sabar apa tidak? Menerima 16:34 apa tidak? Karena ada perempuan begitu 16:36 suaminya jatuh, cintanya hilang. 16:41 Cobaan-cobaan ini akan menentukan siapa 16:43 diri Anda dan siapa pasangan Anda. Jadi, 16:46 saya tidak akan sama sekali ya ee 16:50 menunjuk 16:52 ee katakan ee seseorang dengan sifat 16:55 tertentu, tapi hendaknya Anda mulai dari 16:58 diri Anda. 17:00 Coba berikan rasa cinta, perlakuan yang 17:03 baik dan mulia. Anda bisa lihat kepada 17:05 teman, kepada sahabat, kepada juga teman 17:09 kerja kita atau katakan kita berjumpa 17:13 dengan klien kita kalau kita bersikap 17:16 baik dan mulia, Anda akan merasakan 17:18 betul-betul apa? akan merasakan dunia 17:22 tersenyum di hadapan Anda. Tapi Anda 17:25 bersikap tidak baik, Anda lebih banyak 17:27 menuntut daripada memberi. Anda juga 17:31 memperlakukan orang lain tanpa 17:32 menghargai perasaan dan kehormatan 17:35 mereka, maka Anda akan menyaksikan dunia 17:38 bermuka asam di hadapan Anda. Bukan 17:40 hanya istri Anda. 17:42 Jadi, mari bersama-sama kita pilih 17:44 pasangan kita 17:46 yang [berdehem] taat kepada Allah, yang 17:49 mengetahui kewajibannya. 17:51 Dan sebelum itu Anda juga harus tahu 17:54 kewajiban Anda sebagai seorang suami. 17:57 Hak istri Anda merupakan kewajiban Anda. 18:01 Hak Anda merupakan kewajiban istri. 18:03 Kalau salah satunya, salah satunya 18:07 tidak mampu menjalankan kewajibannya, 18:09 Anda sebagai seorang istri atau suami, 18:12 hendaknya Anda bisa memberikan rasa 18:13 maklum. Sebagai contoh, 18:16 seorang 18:17 e suami bersama istrinya hidup dalam 18:20 keadaan baik, bertanggung jawab. Satu 18:23 hari suaminya di PHK. 18:26 Yang tadinya dia mampu memberikan 18:27 kebutuhan rumah tangga, menyekolahkan 18:30 anaknya, tertau suaminya di PHK. 18:33 yang tadinya penuh semangat mengalami 18:35 saat-saat frustasi 18:38 atau suaminya kecelakaan. 18:41 Yang tadinya gagah tahu ternyata 18:44 kecelakaan harus berbaring di tempat 18:45 tidur juga membutuhkan biaya. Ini ujian 18:50 bagi Anda. Kalau Anda mencintai suami 18:52 Anda dengan tulus, mengingat 18:54 kebaikan-kebaikan Dia pada masa sehat, 18:57 Anda tidak akan pernah melupakan dia. 19:00 Tapi kalau seandainya Anda hanya 19:03 mencintainya pada saat dia jaya, pada 19:05 saat dia sehat, maka Anda telah 19:08 mengungkap siapa diri Anda yang 19:10 sebenarnya. 19:12 Begitu juga seorang laki-laki. Saya 19:14 kenal seorang laki-laki 19:16 dokter. 19:18 Ketika dia melahirkan beberapa anak, 19:20 enggak lama kemudian dia terkena 19:22 penyakit, tidak mampu bangun dari tempat 19:24 tidur. Jangankan memasak, mengurus 19:27 urusan suami 19:29 dan juga tidak siap untuk digauli oleh 19:31 suaminya. Padahal usia suaminya masih 19:33 apa? Masih muda. Orang mengatakan, 19:36 "Kenapa kamu enggak kawin lagi?" Dia 19:38 enggak tega. Istrinya sudah sakit, dia 19:41 menyakiti lagi perasaan istrinya 19:43 walaupun bisa sembunyi-sembunyi. Jadi, 19:45 bertahun-tahun dia rawat istrinya, dia 19:48 bekerja sebagai dokter sampai istrinya 19:50 meninggal sekian lama baru dia berpikir 19:53 untuk menikah. 19:57 Jadi, dalam hidup ini tidak mungkin kita 19:59 luput dari cobaan. Tapi kalau kita ingat 20:01 cobaan kita ini yang akan mengangkat 20:03 derajat kita, mengampuni dosa kita, 20:05 membuka pintu rahmat Allah dan kehidupan 20:07 dunia kan sebentar. ini merupakan ladang 20:10 ujian. 20:12 Nah, apa yang kita akan tanam di ladang 20:15 kita ini, itu yang akan menentukan nasib 20:17 kita di hari akhir. Oleh karena itu, 20:20 hendaknya kita sebagai manusia 20:24 sebelum kita menuntut dari orang lain, 20:26 coba kita mulai 20:29 menuntut dari diri kita. Apa yang kita 20:31 cintai bagi kita, kita perlakukan orang 20:34 lain dengan perlakuan yang sama. 20:35 Sebagaimana sabda Nabi, "La yukminu 20:38 ahadukum 20:40 hatta yuhibba liakhih ma yuhibbu 20:42 linafsih." Seseorang tidak beriman, 20:45 bukan hanya tidak sempurna, tidak 20:47 beriman seseorang hingga dia mencintai 20:49 bagi saudaranya sebagaimana yang 20:51 dicintai untuk dirinya. 20:54 Orang yang beriman kan satu umat. Kalau 20:57 satu sakit, seluruh anggota tubuhnya 21:00 juga sakit. Jadi kalau dia enggak 21:02 merasakan derita saudaranya, 21:04 dia hanya memikirkan penderitaannya. Dia 21:07 juga tidak memikirkan kesenangan 21:08 saudaranya, hanya kesenangan dirinya. 21:11 Bagaimana mungkin hidup ini akan menjadi 21:13 indah dan harmonik? Jadi, Anda juga 21:16 harus mempertimbangkan perasaan pasangan 21:18 Anda. Menghargainya, 21:21 memperlakukannya dengan mulia. Tugas 21:23 yang berat Anda membantunya. Jangan 21:25 mengatakan ini tugas perempuan. 21:28 Saya tidak pantas mengerjakan 21:31 tugas-tugas ini. Padahal istri sepanjang 21:33 hari kadang-kadang dia memasak, menyapu, 21:36 mengurus anak. Apa sulitnya kalau kita 21:38 menyapu di rumah? 21:40 Membantu istri kita. Saya teringat 21:43 kepada Larijani, salah satu tokoh 21:46 politik terkenal di Iran yang belum lama 21:48 mati dalam keadaan syahid. Dia mantyahid 21:52 al Mutahari. 21:54 Kalau si suami ini sibuk bekerja, 21:56 istrinya betul-betul gelisah dan berat 21:58 pekerjaannya. Kenapa? Karena suaminya 22:00 walaupun seorang tokoh politik terkenal 22:02 yang menjadi rujukan di Iran. Setiap 22:05 pulang ke rumah dia ikut mencuci piring, 22:07 menyapu rumah, ikut juga mencaci apa? 22:10 Mencuci pakaian. 22:13 Jasnya puluhan tahun tidak diganti. 22:14 Begitu pula kursinya tidak diganti 22:17 selama puluhan tahun. Dia tidak menerima 22:19 gaji padahal kedudukannya tinggi. Bahkan 22:22 dari hartanya digunakan untuk 22:24 perjuangan. 22:26 Jadi, betapa indahnya kalau kita itu 22:29 memberikan manfaat bagi orang lain lebih 22:32 banyak daripada kita menerima dari orang 22:34 lain. Yang tangannya di atas lebih mulia 22:36 apa? Dari orang yang tangannya di bawah. 22:40 Nah, kalau kita perlakukan istri kita 22:41 mulia dan istri kita orang yang mulia, 22:44 dia akan lebih menghargai kita. Dia akan 22:46 berusaha untuk membalas kebaikan dengan 22:48 kebaikan. Nah, sebagai penutup 22:51 ada pepatah Arab. Za anta akramtal 22:54 karima maradtahu wain anta akramtal 22:58 laimarada. 22:59 Kalau kamu perlakukan seorang yang mulia 23:02 dengan perlakuan yang baik dan mulia, 23:04 kamu akan kuasai jiwanya. Dia akan 23:07 selalu berupaya untuk apa? untuk 23:10 bersikap lebih baik terhadap kamu. Tapi 23:13 kalau kamu muliakan orang hina, dia akan 23:15 beranggapan apa? 23:17 Memang seharusnya dia berbuat seperti 23:19 ini pada kita. Dicerita sama teman itu, 23:21 lihat tuh, dia takut, dia hormatin saya. 23:25 Bahkan kalau istrinya mana berani 23:27 perempuan macam-macam sama saya. Kalau 23:30 si istri memperlakukan suaminya dengan 23:31 mulia, kenapa? Karena laki-lakinya hina. 23:34 Perempuan juga begitu. Kalau kita 23:36 berpasangan dengan wanita yang hina, 23:39 perlakuan mulia kita kepadanya, demikian 23:42 pula apa? Kasih sayang kita dianggap 23:44 apa? Sudah seharusnya. 23:47 Gimana tidak, saya dari keluarga mulia, 23:50 cantik, jelita, dia beruntung menjadi 23:52 pasangan saya. Oleh karena itu saya 23:54 ingatkan, pilih wanita yang mulia. Kalau 23:58 ada kekurangan pada wajahnya, 24:00 kemuliaannya akan menjadi pengganti yang 24:02 indah. Jangan seperti laki-laki 24:04 besar-besaran dia mengadakan acara 24:06 menikah wanita cantik. Setelah dia 24:09 menikah, ya Allah, 24:12 dia mendengarkan omongannya enggak 24:13 tahan. Dulu waktu berpacaran 24:16 selalu menarik karena dia menutupi 24:17 dirinya menggunakan etos atau kedok. 24:21 Bukan akhlak tapi etos itu kedok. Begitu 24:25 berumah tangga mulai sikap kurang 24:27 ajarnya. Kalau ngomong tanpa diatur, 24:30 bahkan terhadap orang tuanya, suaminya 24:32 enggak tahan melihat anak terhadap orang 24:34 tuanya yang tidak baik. Hati-hati, 24:36 jangan sekali-kali [berdehem] 24:38 mendatangkan perbuatan yang mendatangkan 24:40 penyesalan. Hargai pasangan kita selagi 24:43 bersama kita. Di saat dia pergi, kita 24:45 akan menangis dan menyesal. Baik itu 24:48 perempuan maupun laki-laki. Wallahuam. 24:51 Masyaallah. 24:53 Jadi, ikhwan akhwat, memperlakukan 24:57 orang yang paling dekat dengan kita 24:59 dengan mulia. Meskipun sikapnya mungkin 25:02 mengecewakan, ternyata luar biasa ya. 25:05 Dan kalau tadi ustaz bilang kesulitan 25:08 adalah ladang ujian, wow, musibah bisa 25:12 jadi berkah nih. Oke, mari kita simak 25:14 apa kata Pak Abu Bakar Baraja terkait 25:17 dengan kasus ini. Silakan. 25:21 Bismillahirrahmanirrahim. 25:26 Alhamdulillah. 25:29 Segala puji dan syukur kepada Allah. 25:33 Puji yang kita puja-puji kepada Allah. 25:37 Kita yang selalu 25:39 senantiasa 25:41 mendapatkan sesuatu [berdehem] 25:44 dari Allah. 25:48 apapun yang kita lakukan 25:52 [berdehem] pasti akan kita dapatkan yang 25:56 menyenangkan. Karena apa yang kita 25:59 lakukan Allah yang memberikan. 26:02 Kalau [berdehem] kita pikirkan bahwa 26:04 Allah memberikan semuanya kepada diri 26:07 kita, kita akan lebih tenang. 26:11 kita akan lebih senang [berdehem] karena 26:13 Allah memberikan 26:16 dan Allah juga memberikan contoh 26:21 yaitu Rasulullah sallallahu alaihi 26:23 wasallam sebagai contoh kehidupan. 26:28 Bagaimana kehidupan yang tenang dan 26:32 bahagia? 26:34 kehidupan yang tenang dan bahagia. Orang 26:38 itu tidak memikirkan harta, 26:42 tidak [mendengus] memikirkan segalanya. 26:44 Dia cuman bisa kalau dia dapat makan 26:49 hari ini, dia sudah tenang dan bahagia. 26:54 Jadi, kehidupan yang bahagia itu kalau 26:57 dia bisa makan hari ini itu sudah 27:01 tenang. 27:04 Dan bahagia enggak punya pikiran 27:06 permasalahan, mikirin yang itu, yang 27:09 ini. Tidak. Dia tidak bahkan mikirkan 27:11 yang akan datang yang lebih lagi. Tidak. 27:14 Dia hanya memikirkan yang saat ini. Yang 27:17 di mana saat ini adalah dia mendapatkan 27:19 sesuatu yang bahagia. Untuk besok dia 27:22 akan dapatkan lagi karena Allah akan 27:25 selalu memberikan. 27:29 Jadi, apapun yang dia lakukan pasti akan 27:33 dia dapatkan. 27:37 Ketika kita lakukan sesuatu yang 27:40 menyenangkan pasti akan datang. Kalau 27:44 kita inginkan rasa tenang, kita akan 27:48 tenang. 27:49 Kalau diri kita merasa dirinya aman, 27:54 rasa aman itu yang bisa menentukan 27:59 aman dengan segalanya. 28:02 Aman kalau kita berjalan, waktu berjalan 28:06 ini bahwa dunia ini, bahwa lapangan ini, 28:10 bahwa jalan ini adalah milik kita dari 28:13 Allah. 28:16 Jadi kita berjalan melakukan segala 28:18 sesuatunya dengan rasa aman. Ada 28:21 misalnya preman dan sebagainya itu 28:24 manusia. 28:27 Kenapa kita harus takut? 28:31 Kita tidak akan pernah takut kalau kita 28:33 merasa dirinya aman. 28:38 Jadi rasa aman itu membuat hati kita 28:42 tenang, pikiran tenang, kebahagiaan itu 28:45 akan datang. 28:50 Jadi rasa tenang itu 28:54 datang dari rasa aman. 28:58 Kita bisa makan hari ini cukup 29:04 bisa makan hari ini, berikutnya, 29:07 besok kita kan bisa kalau kita mikirkan 29:12 kalau kita mikir besok mau ini sekarang 29:15 mau makan 29:17 ini ada makanan sepiring tapi kita 29:20 pikirkan besok mau makan apa 29:25 makanannya nya kita makan [tertawa] 29:27 bagaimana kita pikirkan. 29:31 Jadi kita enggak mikirin yang kita 29:32 makan, kita mikirin yang besoknya. 29:35 Yang belum dimakan sudah kita pikirkan. 29:39 Bagaimana bisa tenang? Bagaimana kita 29:42 bisa bahagia? Waktu ada makanan di sini 29:46 yang kita pikirkan yang makanan kita 29:48 sedang makan. Selesai apalagi yang kita 29:51 akan lakukan? Perasaan aman apa yang 29:54 kita lakukan? Ini namanya hidup tenang 29:58 dan bahagia. 30:02 Insyaallah kalau kita lakukan 30:06 makanan yang kita hadapi, yang kita 30:08 lakukan berikutnya itu apa katanya? 30:13 Tapi yakinkan kita akan ada usaha, 30:17 gerakan. 30:18 Gerakan kita ini yang membuat semua 30:23 kehidupan itu bahagia. 30:25 Kalau kita diam saja, kita 30:29 melengah-lengah dengan tenang, apa yang 30:32 bisa kita dapatkan? 30:36 Tidak. Yang kita akan dapatkan karena 30:39 ada gerakan, karena ada sesuatu yang 30:43 kita lakukan. 30:45 Insyaallah kalau merasakan aman, kita 30:49 tenang menghidupkan dunia. 30:53 Kita tenang. Mau keadaan apapun kita 30:56 tenang 30:58 karena kita yakin yakin bahwa Allah akan 31:02 memberikannya. 31:05 Allah akan memberikannya. Yakin 31:08 dengan jalan kita pergi ke sana ketemu 31:12 teman kita akan merasa tenang. 31:17 Kita akan merasa tenang walaupun dia 31:20 yang jahat. Walaupun dia bakalan menjadi 31:24 marah, kitanya tenang karena kita yakin 31:28 bahwa Allah akan memberikan ketenangan. 31:33 Insyaallah tidak akan ada lagi. Nah, 31:37 yang kedua 31:41 ini adalah kehidupan [berdehem] 31:44 dia mencari seseorang istri 31:48 yang bagaimana yang istri istri yang 31:51 pertama bikin susah, penuh dengan 31:54 berbagai macam, maunya untuk dirinya. 32:01 untuk dirinya saja sehingga dia enggak 32:04 dapat minta ini, minta itu, minta ini, 32:08 minta berbagai macam. Ditegur dia 32:11 ngambek. 32:15 Dia akan merasakan ngambek. Wuh, 32:17 ngambek. Kalau ngambek bikin susah. 32:20 Lama-kelamaan 32:22 suami akan gerang. Enggak enak 32:27 kalau punya istri yang seperti ini. 32:28 Enggak betah 32:31 dia lepas. 32:34 Yang kedua mau ikut campur. 32:38 Waktu dia menikah yang kedua, istrinya 32:41 baik, wah senang dan sebagainya tapi mau 32:45 ikut campur. 32:48 Suaminya bikin wah enggak saya harus di 32:50 sini, saya harus begini. 32:52 Dia ikut selalu mengikutin suaminya ke 32:57 mana saja. Lama-lama 32:59 risi. Kok ada istri? Oh, ada ini istri. 33:03 Lama-lama dia risih. Enggak enak. 33:08 Akhirnya enggak dikasih. 33:11 Enggak [mendengus] dikasih ikut campur. 33:13 Akhirnya dia marah. Dia marah. Dia 33:15 kesal. 33:18 Dia minta cerai. 33:21 Suami bilang, "Oh, silakan cerai." 33:24 Suami mengatakan, "Silakan cerai. Mau 33:26 minta gondo gini?" "Enggak ada gon 33:29 gini." Ya, kamu minta cerai ya sudah 33:31 cerai sudah selesai. 33:34 Wah, nuntut ini, minta ini pengacara dan 33:37 sebagainya, uang habis di pengacara dan 33:40 sebagainya akhirnya kalah. 33:44 Dengan seperti itu dia gigit jari karena 33:47 sudah enggak dapat lagi. 33:50 Dia bingung. Dia mau mencari seorang 33:53 istri yang benar-benar. 33:57 Akhirnya dapat seorang istri yang baik, 34:00 pendiam, 34:02 enggak ikut-ikut campur, enggak banyak 34:04 menuntut, enggak banyak apa, tapi diam 34:08 terus. Aduh, kesalnya bukan main. Orang 34:12 ini pengin diajak diskusi tapi susah. 34:18 Dia diam terus 34:21 bingung. Setiap kalau dikatakan 34:23 gini-gini dengerin dengerin dengerin 34:25 salah paham. Karena dia tidak memikirkan 34:29 apa yang dikatakan suami. 34:34 Dia diam tapi tidak memikirkan apa yang 34:38 dikatakan suami. 34:43 Penuh dengan berbagai macam pikirannya. 34:49 Dengan tenang, dengan pusing. Akhirnya 34:51 salah paham. Salah paham. Akhirnya dia 34:54 lepas. Nah, sekarang pertanyaannya dia 34:58 istri yang bagaimana yang saya harus 35:01 ambil? enggak akan dapat nanti. Dapat 35:04 lagi begitu lagi, dapat lagi begini 35:07 lagi. Kalau kita hanya mikirkan istri 35:11 yang bagaimana 35:15 dalam proses 35:17 keluarga, 35:19 bagaimana dia bisa menerima 35:23 kalau istrinya menuntut dan sebagainya, 35:26 kita diam. Kita harus tegas. 35:31 Enggak. Kita enggak kasih, tapi kita 35:34 berikan. Bukan kita enggak kasih sudah 35:37 kita diamin juga. Enggak. Kita tidak 35:40 kasih, tapi kita berikan yang baik. 35:46 Kalau misalkan kita punya seorang istri 35:51 ya, dia meminta menuntut, kita enggak 35:54 kasih. Dia mau ikut kita enggak kasih. 35:58 Tapi kita berikan perhatian, 36:01 berikan penerimaan, 36:04 berikan sesuatu yang menarik 36:08 yang dia bisa meyakinkan bahwa ee 36:11 istrinya itu menerima 36:15 sesuatu yang baik, yang bahagia, 36:19 yang bisa menerima dirinya. 36:22 Insyaallah orang yang diam berikan 36:25 semangat. Bukan langsung diam. Ah, ini 36:28 kesempatan ni diam. Bukan. 36:31 Karena kita menikah 36:35 bukan untuk apa yang kita inginkan, tapi 36:39 bagaimana dirinya mendapatkan 36:43 kebaikan. 36:47 Kalau seorang istri mendapatkan 36:49 kebaikan, 36:51 apapun dia akan berikan. 36:54 Seorang istri yang mendapatkan kebaikan 36:56 yang seperti tadi dinyatakan kepada 36:58 Ustaz Husin bahwa bagaimana kita 37:01 memberikan kebaikan pasti istrinya akan 37:05 mendapatkan kebaikan. 37:08 Jadi kalau seorang suami memberikan 37:11 kebaikan, pasti kebaikan itu akan datang 37:15 pada dirinya. 37:18 Jadi enggak akan sia-sia. 37:23 Kebaikan ini yang membuat 37:27 orang lain akan menjadi senang dan dia 37:31 akan berikan kebaikan itu 37:34 insyaallah. Bagaimana 37:37 seorang suami 37:40 bisa menerima seorang istri? Bisa 37:45 menerima seorang istri. Bukan kita 37:49 menolak, bukan kita minta ini, minta 37:52 itu, minta bukan. Tapi bisa menerima. 37:57 Oh, dia menuntut dan sebagainya. Tidak. 38:00 Dia mau ikut campur. Dia mau melakukan 38:02 ini, mau lakukan itu. Tidak. Tapi 38:05 menerima 38:08 apa yang diterima kebaikannya. 38:11 Ketika seorang istri melakukan kebaikan, 38:13 terima 38:16 kebaikannya 38:18 yang kita terima. Bukan tuntutan, bukan 38:21 keinginan, bukan ingin campur, bukan 38:26 kebaikannya. 38:29 Apa yang kebaikan? Kata-kata yang baik, 38:32 perilaku yang baik. menghadapi, 38:35 menerima, 38:37 itu yang baik. 38:41 Jadi, seorang istri itu akan menjadi 38:45 baik kalau kita berikan kebaikan. 38:50 Kalau kita berikan kebaikan, insyaallah 38:53 istri akan menjadi baik. Insyaallah. 38:58 Jadi, Fan Akhwat enggak ada cerita kalau 39:01 kita baik, kita enggak terima yang baik 39:03 gitu ya. 39:04 Oke, kita masih punya waktu mungkin 39:06 closing idea dari Ustaz Husin. 39:11 Bismillahirrahmanirrahim. 39:15 Pada penutup kali ini saya ingin 39:20 mengajak kita semuanya untuk dapat 39:25 memahami dan mengikuti petunjuk Allah 39:27 untuk meraih kebahagiaan dan terhindar 39:31 dari penderitaan baik dunia maupun 39:34 akhirat lahir maupun 39:36 batin. 39:39 Dalam surat Yunus ayat 26, Allah 39:42 berfirman, "Lilladzina ahsanul husna 39:46 wazina 39:48 wala yarhaqu wujuhahum qatarun wala 39:51 dillah. Ulaika ashabul jannati hum fiha 39:55 kholun." 39:57 Allah Subhanahu wa taala jelaskan jalan 40:00 menuju kebahagiaan, 40:03 kesuksesan, 40:05 dan terbebas dari penderitaan. 40:08 Bagi orang-orang yang selalu berbuat 40:10 kebaikan, 40:12 Allah bukan hanya balas dengan kebaikan, 40:14 tapi balas dengan yang lebih baik. 40:18 Jadi kalau seorang suami memperlakukan 40:21 istrinya dengan mulia, 40:24 Allah akan balas kebaikannya [berdehem] 40:27 dengan balasan yang lebih baik. Bukan 40:29 dari istrinya, tapi dari Allah. Allah 40:31 akan lembutkan hatinya, 40:34 gerakkan dirinya, dan memudahkan dirinya 40:36 untuk apa? Untuk memperlakukan suaminya 40:39 dengan lebih baik. Begitu juga istri di 40:42 saat dia berbuat kebajikan, 40:44 memperlakukan suaminya dengan baik dan 40:46 mulia, Allah yang akan nanti apa? 40:48 Memberikan balasan yang lebih baik. 40:51 Allah yang akan menggerakkan suaminya 40:52 untuk memuliakan, memperlakukan istrinya 40:54 dengan mulia. 40:58 Lilladina ahsanul husna. Dan kita tahu 41:01 kata ihsan dalam bahasa Arab dasarnya 41:05 itu kita 41:08 beribadah mengabolah-olah 41:11 kita melihat Allah. 41:14 Dua bola mata tidak melihat tapi hati 41:15 selalu ingat Allah. Orang kalau seringat 41:18 Allah mungkin enggak dia menzalimi orang 41:20 lain? Mustahil. 41:23 Dan dia selalu akan berlomba-lomba dalam 41:25 kebajikan untuk menggapai keridaan 41:27 Allah. Perlakuan dia kepada istrinya, 41:29 anaknya. kepada manusia bahkan kepada 41:32 hewan. Di saat dia berbuat kebaikan maka 41:35 dia akan membuka balasan yang lebih 41:37 baik. J kalau seorang bersedekah dengan 41:41 nilai katakan 10.000 mengharapkan rida 41:44 Allah balasannya bukan 10.000 bukan juga 41:46 Rp100.000 tapi 700 kali lipat. Jadi 41:50 kalau 100.000* 700 berapa? 41:54 Bank mana pun enggak ada yang memberikan 41:57 keuntungan sebesar itu. Itu janji Allah. 42:00 Kemudian 42:02 ada lagi yang Allah janjikan, wala 42:04 yarhaqu wujuhahum qarun w billah. Dan 42:09 wajah mereka tidak akan diselimuti 42:11 kegelapan maupun kehinaan. 42:15 Kegelapan pada wajah maupun kehinaan itu 42:18 bersumber dari jiwa. 42:21 Sayidina Utsman mengatakan, "Ma akun 42:23 fian 42:25 wahai 42:27 waj." Tidak ada seorang pun yang 42:29 menyembunyikan sesuatu dalam jiwanya 42:31 kecuali Allah akan tampakkan pada air 42:33 mukanya. 42:35 Kalau dia cinta pada seseorang, 42:37 kira-kira 42:39 pasti 42:39 sorot matanya gimana? 42:42 Dia bahagia kelihatan 42:44 walaupun ditutupi kelihatan dia bahagia. 42:46 Tapi kalau dia benci, dia iri dengki, 42:48 sorot matanya walaupun dengan lemah 42:50 lembut dia ngomong bahkan memuji 42:53 kelihatan 42:54 dari salat pembukanya. 42:56 Jadi wajah yang gelap dan penuh kehinaan 42:59 semua adalah efek dari jiwanya yang 43:02 gelapgita, jiwanya yang hina. 43:06 Nah, Allah janjikan bagi yang berbuat 43:07 kebaikan yang selalu berbuat baik 43:10 terhadap siapapun, 43:12 Allah akan balas dengan yang lebih baik 43:14 dan wajah mereka tidak akan diselimuti 43:17 oleh kegelapan dan kehinaan. 43:19 Ditambah lagi, ulaika ashabunari ashabul 43:22 jannati hum fiha khidun. Dan mereka di 43:25 hari akhirat akan menjadi penghuni surga 43:28 yang kekal di dalamnya untuk 43:29 selama-lamanya. 43:31 Sebaliknya, walladzina kasabusiat jaza 43:36 sayiatin bimlihaum 43:38 billah. Adapun orang yang berbuat 43:40 keburukan, rahmat Allah ini tidak 43:42 membalas dengan lebih buruk. Orang yang 43:44 berbuat keburukan dia akan terima juga 43:47 apa? Balasan buruk yang serupa dengan 43:49 perbuatannya. 43:51 Bisa enggak dia mengelak? 43:53 Tidak. Dia akan terima balasan buruk 43:57 yang serupa. Watarhaquum billah. Dan 44:00 akibat dari perbuatan buruk ini, wajah 44:02 mereka diselimuti kegelapan. 44:04 Mukanya nyurang, sumpek. Harapan 44:08 hidupnya hilang. Dia melihat dunia 44:10 seolah-olah memusuhi dirinya sampai dia 44:12 berkata, "Kenapa aku harus lahir ke 44:15 dunia? Kenapa ayah ibuku tidak bertanya 44:17 terlebih dahulu? Mau enggak kamu nak 44:19 lahir ke dunia?" Ini betul-betul. 44:22 Wajahnya diselimuti oleh kegelapan. 44:27 Maahum minallahi min asim. 44:30 Mereka takkan sama sekali menjumpai 44:33 penolong yang melindungi mereka dari 44:35 Allah. Artinya perbuatan ini akan 44:38 berakibat juga keburukan yang membuat 44:41 wajahnya menjadi gelap. 44:43 Kaama 44:45 wujuhum minima. Kegelapan ini 44:48 seolah-olah apa? Bagikan gelap gulitanya 44:51 malam yang melapisi wajahnya. 44:53 Seandainya senyum pun tidak akan sama 44:56 sekali bisa apa? menyingkap kegelapan 44:59 pada wajahnya. Senyumnya pun senyum 45:01 derita. 45:03 Senyumnya bukan menggambarkan 45:05 kebahagiaan, tapi menggambarkan ratapan. 45:09 Seolah-olah wajah mereka diselimuti 45:10 kegelapan malam yang berlapis-lapis. 45:13 Ulaika ashabunari hum fiha khidun. 45:16 Merekalah orang yang akan hidup kekal 45:18 dalam api neraka. 45:21 Jadi yang membuat bahagia itu bukan 45:23 ilmu, bukan kedudukan, 45:26 bukan harta. Karena orang walaupun 45:28 ilmunya banyak, hartanya melimpah, 45:30 kedudukannya tinggi, gelarnya juga 45:32 masyaallah tabarakallah, tapi tidak suka 45:35 berbuat kebaikan ya, maka kehidupannya 45:40 akan semakin hari semakin langsa. 45:42 Apalagi kalau dia berbuat buruk, setiap 45:45 perbuatan buruk dia akan terima yang 45:46 serupa. 45:48 Setiap kali dia melakukan lagi sampai 45:49 lama kelamaan jiwanya ditutupi oleh 45:52 akarat-karat dari perbuatan buruknya. 45:55 Jadi sebetulnya yang mendatangkan 45:56 penderitaan bagi kita apa? 45:58 Diri sendiri. 45:59 Diri sendiri. Yang membawa kebahagiaan 46:02 adalah perbuatan baik. Jadi kalau orang 46:04 berkeluh kesah ya. Contoh suami 46:07 mengeluhkan istrinya gagal untuk hidup 46:10 bahagia dengan pasangannya. 46:12 Pertama tanya yang kamu pilih itu 46:14 kriterianya apa? 46:16 Kalau dia wanita mulia, kamu muliakan, 46:18 dia akan memuliakan kamu. 46:20 Betul. 46:20 Tapi kalau yang kamu pilih wanita asal 46:23 apa? Asal wanita dengan penampilan yang 46:27 menarik, maka jangan salahkan Allah. 46:30 Tapi ya salahkan diri kamu karena apa 46:34 yang kamu dapatkan adalah tanaman kamu. 46:38 Jadi sebetulnya banyak orang mengejar 46:39 kebaikan tapi dengan cara yang salah. 46:42 Ada yang dengan cara korupsi supaya dia 46:45 bisa menyimpan kekayaan pada saat 46:47 pensiun di hari tua. Akhirnya bukan 46:50 menjadi jaminan malah menjadi sebab 46:53 penderitaannya. 46:54 Masuk KPK. 46:57 Kemudian juga di peres sana sini. 47:00 Yang lebih menderita lagi apa? Begitu 47:02 dia keluar dari jabatannya, istrinya 47:05 kena penyakit ini, penyakit itu. Seperti 47:08 seorang jenderal, dia beli rumah di 47:10 Sukabumi besar, 47:12 purnawirawan. Begitu dia pensiun, 47:14 hartanya melimpah, rumah besar tapi dia 47:18 enggak bisa nikmati. Begitu dia pensiun, 47:20 enggak lama dia mulai sakit, kena 47:21 kanser, istrinya kena penyakit juga 47:24 anaknya juga demikian. Akhirnya semua 47:26 yang dikumpulkan 47:27 habis. 47:28 Habis. 47:30 Sedangkan kesehatan lebih berharga dari 47:32 uang tersebut. Betul enggak? 47:34 Jadi yang penting berbuat kebaikan 47:37 karena Allah menilai kamu bukan siapa 47:39 kamu. Berapa banyak hartamu, kemudian 47:43 berapa luas ilmumu. Allah enggak lihat 47:45 semua ini. Enggak lihat juga siapa asal 47:48 usulmu. Tapi Allah lihat dan sikapi kamu 47:51 dengan apa yang kamu lakukan. Maka 47:53 beruntunglah orang yang beriman dan 47:56 beramal saleh. Nah, semoga kajian ini 47:58 walaupun tidak ee menjawab secara 48:01 eksplisit, kita harap bisa menjadi apa? 48:04 Solusi. Mari berbuat baik. 48:07 Mari berbuat baik. Oleh karena itu, 48:08 orang di luar Islam yang suka berbuat 48:10 kebaikan hidupnya lebih bahagia daripada 48:12 orang Islam. Bahkan hafiz Quran tapi 48:16 jauh dari kebaikan. 48:18 Wali iyadzubillah. Subhanakallahumma 48:20 wabihamdik ashadu alla ilahailla anta 48:23 astagfiruka wa atubu ilaik wal afu 48:25 minkum. Wassalamualaikum warahmatullahi 48:29 wabarakatuh. 48:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:32 wabarakatuh. 48:34 Masyaallah luar biasa ya ikhwan akhwat. 48:37 Ketika kita penuh kasih, peduli, tidak 48:40 membandingkan, tidak menuntut, ternyata 48:43 kehidupan bisa menjadi jauh lebih 48:44 nyaman. Masyaallah. Terima kasih sekali 48:47 lagi Ustaz Husin, Ustaz Abu Bakar. 48:49 Wabillahi taufik wal hidayah. 48:50 Wasalamualaikum warahmatullah 48:52 wabarakatuh. 48:53 Waalaikumsalam.