Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 Brail TV. 0:09 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:10 subhanahu wa taala. Kini kita masuk 0:13 dalam dialog topik berita pagi. Seperti 0:16 biasa, setiap hari Senin kita akan 0:18 mendengarkan ee pencerahan dan juga ee 0:24 informasi-informasi 0:26 yang akan disampaikan oleh jurnalis 0:27 senior kami yaitu Bang Nuim Hayat 0:30 langsung dari Australia. Asalamualaikum 0:32 warahmatullahi wabarakatuh, Bang Nuim. 0:36 Waalaikumsalam warahmatullahi taala 0:38 wabarakatuh. Apa kabar? Merdeka. Salam 0:41 merdeka, Bang Noim. Merdeka. 0:43 Iya, iya iya. 0:45 Ee 81 tahun Indonesia telah merdeka, 0:49 Bang. Nah, di momentum kemerdekaan 0:51 Republik Indonesia ada sejumlah 0:54 persoalan yang menarik untuk ee kita 0:57 refleksikan. 0:59 Ee kita lihat ee beberapa hari lalu, 1:02 Bang, ini kan di Aceh terjadi sebuah 1:05 bentrokan begitu ya. eh yang 1:08 mengingatkan pentingnya menjaga 1:10 perdamaian Helsinski. Ini disampaikan 1:13 oleh ee wakil mantan wakil presiden 1:16 Yusuf Kala. Sementara itu di sisi lain, 1:18 Bang, Semarak Hood Republik Indonesia 1:22 ternyata tidak sepenuhnya dirasakan oleh 1:24 para pelaku usaha. 1:26 Banyak ee omset pedagang bendera 1:29 dikabarkan anjlok. Sementara kelas 1:32 menengah semakin berat menghadapi beban 1:35 ekonomi ditambah 1:37 ee dolar yang terus menguat terhadap 1:41 rupiah. Sementara itu dari mancanegara 1:44 ini ee kami juga memiliki informasi 1:47 bahwa pemimpin tertinggi Iran Mocetaba 1:49 Khameni turut menyampaikan ucapan 1:52 selamat atas derga hayu Republik 1:54 Indonesia ke-81. 1:56 Di sisi lain juga kita melihat bahwa 1:58 Arab Saudi membentuk aliansi pertahanan 2:01 baru seperti NATO bersama sejumlah 2:04 negara. Nah, lantas bagaimana kemudian 2:08 kita membaca berbagai peristiwa yang 2:10 terjadi Bang Noim di usia ke-81 tahun, 2:14 kondisi Indonesia dari sisi perdamaian, 2:17 ekonomi masyarakat dan juga posisi 2:19 Indonesia di tengah perubahan geopolitik 2:21 dunia. Silakan, Bang ee Nuim. kita 2:25 mungkin bisa awali dari perdamaian 2:27 Helsinski untuk bisa tetap terjaga. 2:30 Silakan, Bang. Iismillahirrahmanirrahim. 2:33 Asalamualaikum warahmatullahi taala 2:35 wabarakatuh. 2:35 Waalaikumsalam. 2:36 Memang menarik sekali ya, 81 tahun kita 2:40 sudah merdeka ee dan kita mengharapkan 2:42 bahwa nanti pada tahun 2045 2:46 maka Indonesia emas akan tercapai. 2:49 Tetapi ini masih merupakan cita-cita 2:52 atau angan-angan. Karena kenyataannya 2:55 belakangan ini boleh dikatakan kita 2:57 seharusnya sudah lebih maju. Karena apa? 2:59 Kita selalu menyatakan ya untuk 3:03 meyakinkan bangsa kita, rakyat kita 3:05 bahwa kita adalah negara yang sangat 3:07 kaya. Kaya segala-galanya ya. Kita punya 3:10 kaya sumber daya alam, kaya dan lain 3:13 sebagainya. Dan orang-orang kita 3:15 sebenarnya juga punya kemampuan yang 3:16 sangat luar biasa. Tetapi kenapa seperti 3:19 tadi dikatakan dalam pemberitaan oleh 3:23 Rasil, begitu banyak orang yang anjlok 3:26 dari posisi sebagai orang-orang kelas 3:28 menengah. ini yang paling penting yang 3:30 harusnya bertambah terus karena di 3:32 sinilah kekuatan sebenarnya maling kelas 3:36 menengah ini. Tapi kenapa terjadi 3:38 hal-hal yang seperti ini sehingga 3:40 membuat kita tentunya merasa sangat 3:42 heran. Dan kemudian kalau disebut-sebut 3:45 tentang Helsinki, saya bisa mengatakan 3:47 bahwa kira-kira 2 bulan yang lalu ketika 3:50 di Melbourne ini masyarakat Indonesia 3:52 yang tergabung, terutama umat Islam yang 3:54 tergabung dalam kelompok Baitul Makmur 3:57 terletak di sebelah barat Melbourne di 4:00 Leverton mengundang antara lain wakil 4:04 mantan wakil presiden Yusuf Kalah untuk 4:07 ikut menghadiri 4:08 penandatanganan peletakan batu pertama 4:11 karena masyarakat muslim 4:13 di Leberton itu sudah berhasil membeli 4:16 sebuah sarana lagi yang akan dijadikan 4:18 sebagai masjid. Sebelumnya rumah biasa 4:21 dijadikan masjid dan ditambah dengan 4:23 rumah biasa di sebelahnya. Kemudian 4:24 mereka membeli. 4:26 Nah, ini yang aneh bin ajaib, 4:27 kantor polisi atau bekas kantor polisi 4:30 yang besar sekali 4:31 dibeli dan ditandatangani peletakan batu 4:34 pertamanya. Begitulah kira-kira antara 4:36 lain oleh Yusuf Kala. Jadi ketika saya 4:39 mendadak diminta memberikan sedikit 4:41 sambutan. He 4:42 untuk menjelaskan tentang perkembangan 4:44 agama Islam di Australia. 4:46 Saya mengatakan terima kasih karena di 4:49 tengah-tengah kita sekarang ini hadir 4:51 seorang juru damai. Banyak yang kaget 4:54 ya. Mereka mengharapkan saya mengatakan 4:56 mantan wakil presiden tapi saya 4:58 menyebutnya sebagai juru damai. Karena 5:00 masalah di Aceh ini bukan masalah baru 5:03 ya. Sudah sejak lama. Dari zaman 5:06 kapan-kapan Portugis, Belanda, semuanya 5:10 agak kesulitan. Ketika berhadapan dengan 5:12 Aceh, kita mengetahui bagaimana seorang 5:15 pahlawati ya bukan pahlawan ya, kalau 5:17 pahlawati jadinya seorang muslimah 5:19 bernama Kum Malahayati anak seorang 5:23 pejuang juga dan lulusan pesantren di 5:26 Aceh. Bagaimana seorang perempuan 5:28 bernama Kumala Hayati di Aceh dalam 5:31 perang tanding dalam duel dengan seorang 5:34 perwira Belanda bernama Nicholas Hoffman 5:38 dengan pedang dia bisa menusuk. 5:40 Heeh. Nicholas Hofman. Jadi Aceh ini 5:43 memang selamanya tidak bisa dianggap 5:46 sebelah mata. Nah, sekarang ini terjadi 5:48 karena barangkali ketika bencana alam di 5:51 Aceh terjadi seakan pemerintah kan waktu 5:54 itu mengatakan menolak bantuan dari luar 5:56 negeri. Kita mengetahui ketika terjadi 5:59 tsunami yang begitu dahsyat di tahun 6:01 2004 di Aceh pada tanggal berapa? 26 6:04 Desember. itu kan luar biasa bantuan 6:07 yang datang dari luar negeri karena 6:09 porak-poranda begitu ratusan ribu orang 6:11 yang tewas dan lain sebagainya. Begitu 6:14 cepatnya pada waktu itu bantuan antara 6:16 lain juga karena apa? Karena Yusuf Kala 6:19 yang kabarnya waktu itu memang membuat 6:23 Presiden SBY agak tersinggung karena dia 6:25 sebagai wakil presiden mendahului. Jadi 6:28 tidak banyak bicara tapi langsung 6:30 mendahului ke sana untuk melihat apa 6:32 yang terjadi dan lain sebagainya dan 6:33 lain sebagainya. Nah, sekarang setelah 6:35 terjadi peristiwa yang sangat mengerikan 6:37 ya, bukan hanya di Aceh pada waktu itu, 6:39 tetapi juga di Sumatera Utara ya, banjir 6:42 kayu gelondongan yang hanyut dikatakan 6:44 wah ini karena gelondongannya dibawa 6:46 banjir. Bukan. Kayu gelondongan itu 6:48 sudah ditebangi. Jadi jangan dikelabui. 6:51 Rakyat itu jangan dikelabui. Nah, 6:53 sekarang ini 6:55 di Aceh barangkali mereka hanya sekadar 6:57 ingin mengatakan tolonglah kami sudah 7:00 bersedia untuk berdamai. Ini kan 7:02 perdamaian ini ditengahi oleh mantan 7:05 Presiden Finlandia kalau saya tidak 7:08 salah ya. Jadi ini sesuatu yang sangat 7:10 luar biasa dan orang di Aceh juga sudah 7:13 boleh bilang bersyukur dengan hal ini. 7:15 Tapi kemudian terjadi gangguan. Kita 7:17 ingatkan bahwa Menteri Dalam Negeri ee 7:20 pernah mau memberikan beberapa pulau 7:22 yang milik sebenarnya Provinsi Aceh mau 7:25 diberikan kepada Sumatera Utara, kepada 7:27 ee Sumatera Utara yang gubernurnya 7:29 adalah menantu Joko Widodo. Jadi 7:32 seakan-akan 7:33 kita sendiri melakukan gangguan-gangguan 7:35 untuk meresahkan rakyat Aceh mereka itu 7:38 sudah lama mereka saya pernah berbicara 7:41 dengan seorang gubernur Aceh ya yang dia 7:44 pernah dia adalah lulusan dari sebuah 7:46 universitas di Filipina di Manila ee dia 7:49 mengatakan kami punya SDA yang luar 7:52 biasa di sini tetapi kami tidak punya 7:54 tenaga yang mampu. Jadi kami sekolahkan 7:57 begitu tenaga yang kami sekolahkan 7:59 kembali itu ilmu teknologinya sudah 8:03 bertingkat lagi jika harus disekolahkan 8:05 lagi. Jadi artinya mereka harus selalu 8:08 mengejar ketertinggalan. Kita tidak bisa 8:10 melupakan kenyataan bahwa pesawat 8:12 terbang pertama yang diberikan kepada 8:15 Presiden almarhum Presiden Soekarno pada 8:17 waktu Selah itu adalah pesawat dari 8:19 Aceh. Nah, sekarang kita melihat bahwa 8:22 keadaan ada foto-foto yang menunjukkan 8:25 betapa terbengkalainya upaya untuk 8:29 merehabilitasi 8:31 rakyat Aceh yang tertimpa musibah pada 8:34 waktu itu. musibah yang kemudian 8:38 seakan-akan menjadi semacam ya boleh 8:40 dikatakan kontroversi karena dikatakan 8:42 itu kayu hanya bisa hanyut karena banjir 8:47 bukan itu kayu yang sudah dipotong 8:48 tetapi sekarang ini persoalan penertiban 8:52 ini hutan ini bagaimana di Aceh itu 8:54 nampaknya masih terbengkalai terus dan 8:56 mereka ini banyak sumbangannya kepada 8:58 Indonesia sebagaimana daerah-daerah lain 9:00 memberikan sumbangan kepada pusat kan 9:03 sekarang pusat yang harus mengembalikan 9:04 sumbangan-sumbangan itu atau paling 9:06 tidak anggaran-anggaran itu untuk 9:08 daerah-daerah yang mengalami kesulitan 9:11 ya seperti Aceh sekarang ini boleh 9:13 dikatakan mengalami kesulitan. Jadi kita 9:15 melihat apakah penurunan bendera merah 9:19 putih ini digantikan dengan bendera yang 9:22 waktu itu tentunya gembera apa gerakan 9:25 Aceh merdeka ya Gamap dan lain 9:27 sebagainya. 9:29 Apakah ini merupakan suatu protes? 9:31 Karena ee soal bendera ini saya 9:34 mengetahui, saya pernah mendengar 9:36 seorang ulama bernama ya dikenal di 9:40 Indonesia sebagai Hasan Bandung. Padahal 9:41 dia dari Singapura. Dia ingin mengatakan 9:45 hati-hati 9:46 terhadap ketika kita menghormati bendera 9:48 itu. Hati-hati jangan sampai itu bisa 9:51 melenceng menjadi menghormati sesuatu 9:54 selain daripada tauhid Allah Subhanahu 9:56 wa taala. Itu yang dia katakan dia 9:59 khawatirkan dan lain sebagainya. Jadi 10:01 semua ini tentu mengganggu ya perasaan 10:04 kita. Kenapa ini bisa sampai terjadi? 10:06 Bukankah kita seharusnya sekarang ini 10:08 betul-betul sudah bahu membahu dan lain 10:11 sebagainya. Tapi kalau waktu itu ketika 10:14 terjadi masalah mereka ya tidak langsung 10:18 mendapatkan bantuan misalnya dari luar 10:20 negeri karena Presiden tidak mau. 10:23 Padahal kita mengetahui Bang Agus 10:25 ketika terjadi tsunami yang dahsyat itu, 10:29 negara-negara Barat, negara-negara asing 10:31 itu memberikan bantuan dan bantuan yang 10:33 paling besar, 10:35 yang paling besar tidak masuk akal 10:37 datangnya dari Australia 1 miliar dolar 10:40 waktu itu diberikan kepada Aceh. tapi 10:43 dengan permintaan bahwa penggunaan ya 10:47 uang tersebut, pemanfaatan uang tersebut 10:50 kalau bisa ya ikut diawasi oleh ya wakil 10:54 Australia dan ini kabarnya membuat 10:57 pemerintah waktu itu agak kecewa karena 11:00 dianggap em takut, tidak jujur, curang, 11:03 dan lain sebagainya. Ya, pemberita 11:05 Australia hanya minta kalau bisa ini 11:07 kami kasih 1 miliar dolar. He. 11:09 Dan waktu itu banyak pendengar. Saya 11:11 waktu itu masih di Radio Australia dan 11:13 banyak pendengar yang seakan-akan 11:16 bertanya mau apa ini Australia kok 11:18 memberikan bantuan sebesar itu gitu. 11:20 Nah, saya mengatakan ini karena karena 11:24 di Indonesia maksudnya orang memberikan 11:26 sesuatu itu bukan tanpa pabri. Kalau dia 11:29 kasih Rp1 dia mengharapkan kembali Rp5. 11:32 Jadi kalau orang berbuat baik itu 11:34 seakan-akan ada udang di sebalik 11:36 batunya. Ini yang harus kita kita 11:38 hindari. Saya katakan kalau sekiranya 11:40 Indonesia aman tentram, Australia 11:42 tidurnya nyenyak. Ahah. Itu kan ada 11:44 maunya ya. Bukan. Tapi Australia itu 11:47 berani memberikan bantuan sampai 1 11:49 miliar dolar. Entah bagaimana ee 11:52 pencairannya, pelaksanaannya, 11:53 pemanfaatannya. Wallahualam. saya 11:55 sendiri tidak tahu. Jadi sekarang ini 11:58 sebaiknya hal-hal yang seperti ini tidak 12:00 tidak perlu terjadi. 12:01 I 12:01 dan pemerintah pusat barangkali 12:04 harus berbuat sesuatu untuk bisa 12:07 menentramkan semua orang sehingga tidak 12:09 ada syakwah sangka. Ini yang ini yang 12:12 paling bahaya ini syakwah sangka yang 12:14 belum tentu benar tapi diyakini oleh 12:16 yang bersyakwa sangka. Ini yang ini yang 12:19 menjadi masalah kita 12:20 Bang Doim. Apakah eh eh lalu bagaimana 12:24 kemudian kita melihat peristiwa ini 12:26 dalam konteks perdamaian Helsinki yang 12:28 sudah berlangsung lebih dari dua dekade? 12:30 Apakah ini sekedar persoalan lokal 12:33 ataukah memang ada persoalan yang lebih 12:34 mendasar yang perlu segera diselesaikan? 12:38 Ya, ini bukan ini persoalan lokal bukan 12:40 lokal hanya Aceh, tetapi antara hubungan 12:42 Aceh dengan pemerintah pusat yang waktu 12:45 itu saya katakan kejadian begitu 12:47 dahsyat. Lalu pemerintah secara tegas 12:50 mengatakan tidak mau bantuan luar negeri 12:52 padahal diperlukan bantuan. Jadi dalam 12:54 keadaan seperti itu tidak menjadi 12:56 masalah siapapun yang memberikan bantuan 12:58 kalau memberikan bantuan itu dengan 13:00 perasaan tulus ikhlas hanya demi 13:03 pertimbangan kemanusiaan. Kita tidak 13:05 perlu menolaknya dan itu tidak perlu 13:07 memalukan kita. Karena dalam keadaan 13:09 seperti itu kita memang dalam keadaan 13:12 kesulitan. Jadi k mudah-mudahan bagi 13:15 rakyat Aceh ya yang berada di Aceh di 13:19 ujung dari Sabang sampai Merauke katakan 13:21 ya dekat Aceh sana sampai ke Merauke itu 13:24 barangkali mereka ya bisa diajak untuk 13:27 merenungkan kembali hikmah dari suatu 13:30 perdamaian yang ditengahi oleh seorang 13:34 mantan presiden dari Finlandia ini 13:37 adalah sesuatu yang sangat luar biasa 13:39 sebenarnya yang kita mau mengatakan kita 13:41 tidak bisa menyelesaikan kan sendirian 13:43 enggak apa-apa apa boleh buat sesama 13:45 manusia lain ada yang berniat yang ber 13:47 kita tahu tidak ada apa maksud maksud 13:50 udang di sebalik batu oleh Finlandia 13:53 Finlandia untuk membantu mendamaikan ee 13:56 keadaan di Aceh itu. Semoga ini bisa 13:58 langeng, ini bisa berkelanjutan. Jangan 14:00 sampai mereka merasa betul-betul sudah 14:03 dianak dirikan. Karena dalam kasus Febri 14:07 Adriansyah ini, Jampitus ini juga ya 14:09 macam-macam masalah yang timbul. Ada 14:12 sangkut paudnya dengan Aceh ya 14:14 dengan ee dugaan-dugaan yang barangkali 14:18 tidak bisa dibenarkan, tidak punya dasar 14:20 yang kuat. Tetapi begitulah 14:23 dugaan-dugaan seperti itu ya, 14:25 ucapan-ucapan seperti itu bisa kemudian 14:28 dibesar-besarkan di dalam apa yang dalam 14:30 bahasa Inggris disebutkan bisikan dari 14:32 Tiongkok, the Chinese Whisper. Makin 14:34 besar, makin besar, makin besar. 14:36 Akhirnya tidak lagi mencerminkan masalah 14:39 yang sesungguhnya, tetapi masalah yang 14:41 dibuat-buat dan ini berbahaya karena 14:43 orang bisa nanti cepat percaya. 14:47 Heeh. Baik. dan ee bagaimana kemudian 14:51 agar ee kepercayaan ee pemerintah ee 14:56 bisa pulih di Aceh, Bang Noim? 14:59 Ya, ini terpaksa pemerintah menunjukkan 15:01 ikad baiknya. Jangan langsung nanti 15:03 mereka dituduh ee pengkhianat atau 15:06 disuruh 15:07 iya 15:08 kabur aja dulu dan dari negerinya 15:10 sendiri dari tanah tumpah darahnya. ini 15:12 kan ee menyakiti kan orang ingin 15:16 menyebutkan orang ingin misalnya 15:18 memperbaiki itu kadang-kadang melalui 15:21 apa yang disebutkan sebagai ee kritik. 15:25 Nah, kalau tidak boleh dikritik orang 15:27 tidak boleh mengeluh kalau kita sakit ya 15:30 itu misalnya kita terkena suatu kita 15:31 menjerit kan itu 15:33 dalam menjerit itu kita bisa meringankan 15:36 sedikit penderitaan kita. Jadi jangan 15:38 terus kemudian karena dia mengeluh 15:42 karena keadaannya menurut penafsirannya 15:44 dan memang ditafsirkan oleh banyak orang 15:47 memang keadaan terjepit ya. Jangan lalu 15:49 dia di disebut ee sebagai antek ini atau 15:53 antek itu. Saya kadang-kadang menanya 15:55 berbicara dengan orang saya mengatakan 15:57 begini, bukan bukan apa-apa di dalam 16:01 Al-Qur'an itu surah Al-Baqarah ayat 16:03 ke-30 itu dikatakan Allah Subhanahu wa 16:06 taala mengatakan bahwa dia akan 16:10 menciptakan khalifah di permukaan bumi. 16:18 Lalu para malaikat menggugat. Itu 16:21 bayangkan, coba Agus bayangkan para 16:23 malaikat menggugat Allah Subhanahu wa 16:25 taala. 16:26 Allah Subhanahu wa taala menyampaikan 16:28 maksud niat untuk menciptakan khalifah 16:31 di permukaan bumi. Malaikat mengatakan 16:33 ini menciptakan 16:35 makhluk yang akan menimbulkan kekacauan 16:37 dan lain. Padahal kami dan Allah 16:39 Subhanahu wa taala cuma tidak 16:40 mengatakan, "Eh, kamu ant iblis ya." 16:42 Enggak. Allah mengatakan in iya aku tahu 16:46 apa yang kamu tak tahu. Inamu tamamu aku 16:50 tahu apa yang kamu tidak tahu dengan 16:51 sopan santun disampaikan kepada malaikat 16:54 yang menggugat menggugat ya langsung 16:56 menggugat Allah subhanahu wa taala tapi 16:59 tidak disebutkan antek setan antik iblis 17:01 tidak 17:02 tapi dikatakan aku tahu apa yang kamu 17:04 tidak tahu ya itu kan lemah lembut ya 17:07 rahmatan lil alamin. Nah, barangkali 17:09 inilah perlu sikap yang di diambil oleh 17:12 pemerintah sekarang ini. Jangan kalau 17:14 ada yang kritik niatnya betul-betul niat 17:18 baik demi kebaikan bangsa. Meski 17:21 barangkali tidak sesuai dengan arah ya 17:24 dari niat pemerintah untuk melakukan 17:26 sesuatu, tapi diterima saja. Itu bukan 17:30 pengkhianatan, bukan apa-apa. itu 17:32 ibaratnya dalam Bible itu ada kata-kata 17:37 spay the rod, spoil the child. Jadi 17:39 kalau orang tua yang tidak mau 17:41 menggunakan hukuman untuk menertibkan 17:43 anaknya yang jahat, anaknya ya anak-anak 17:46 biasalah nakal dan lain sebagainya itu 17:48 nanti anak itu bisa jadi anak manja dan 17:50 dia lupa jadi speder soalnya tidak. 17:53 Kalau dia salah dia ya katakan kamu 17:55 salah itu yang betul. Jadi kita 17:57 dikatakan dalam Islam ya alhaqqu haqqu, 18:00 albatilu batil. Yang salah tetap batil. 18:03 Batil ya tetap batil, yang benar tetap 18:05 benar. Harus berani dan bersedia lapang 18:08 dada menerimanya. 18:09 Iya. Baik, Bang. 81 tahun Indonesia 18:12 merdeka, tetapi ekonomi Indonesia 18:14 tampaknya belum baik-baik saja. Seperti 18:16 yang tadi di saya sampaikan ee di awal 18:19 pembicaraan kita di tengah eforio 18:21 perayan kemerdekaan kita justru melihat 18:23 ee berbagai tekanan ekonomi masyarakat 18:25 mulai dari omset pedagang bendera yang 18:28 menurun, daya beli melemah dan juga 18:31 kelas menengah yang harus semakin keras 18:33 menanggung beban kehidupan. Apakah 18:35 kemudian kondisi ini menjadi tanda bahwa 18:38 di balik kemeriahan HUD ke-81 RI ada 18:42 persoalan ekonomi masyarakat yang tidak 18:43 boleh kita abaikan dan bagaimana 18:45 kemudian Bang Nuim melihat kondisi 18:47 ekonomi Indonesia saat ini 18:50 [berdehem] 18:51 ada sekarang banyak dikutip oleh 18:53 kawan-kawan di Indonesia ya dari ya 18:56 mereka mengatakan tentang ke ada satu 18:59 kelompok sekarang ini syikat wartawan 19:02 lansia di atas [tertawa] ini ada yang 19:04 mengutip mengutip tentang laporan koran 19:07 dari Belanda yang mengatakan Indonesia 19:10 akan bangkrut ya. Belanda ini juga ikut 19:13 bertanggung jawab lah [mendengus] 19:14 350 tahun 19:16 dia menjajah dia tidak memberikan 19:18 kesempatan kepada 19:20 bumiputra untuk menuntut ilmu sehingga 19:22 bisa menjadi orang yang berpengetahuan 19:25 dan karenanya setelah Indonesia merdeka 19:27 maka kita memiliki modal orang-orang 19:29 yang berpengetahuan. Tidak. Saya selalu 19:32 Allahyarham ayah saya mengatakan kamu 19:34 beruntung kita merdeka. Kalau tidak kamu 19:36 tidak akan bisa sekolah apalagi sampai 19:38 ke universitas dan sebagainya. Jadi ini 19:40 bukan mau menimpakan kesalahan kepada 19:43 Belanda, tapi memang kenyataannya 19:44 begitu. Sekarang orang Belanda 19:46 mengatakan Indonesia terancam bangkrut. 19:48 Karena apa? Bayangkan itu 19:51 korupsi-korupsi yang terjadi, 19:53 penyalahgunaan dan lain sebagainya. Dan 19:55 mungkin juga kebijakan-kebijakan yang 19:57 barangkali tidak sesuai, yang mungkin 20:00 terburu-buru. Jadi orang Inggris itu 20:03 suka mengatakan hate makes waste. 20:06 Artinya keterburu-buruan itu bisa 20:08 menimbulkan kedodoran, bisa menimbulkan 20:12 kemubaziran. Jadi harus barangkali 20:14 hati-hati dipikirkan. Kan kalau dahulu 20:16 kita punya barangkali ya rencana 20:18 pembangunan 5 tahun yang disusun dan 20:20 lain ya orang-orang kemudian dianggap 20:23 sebagai 20:24 he 20:24 ya musuhlah karena mereka itu dari 20:26 bekley dari Amerika Serikat tidak 20:28 menjadi persoalan sebab kalau betul 20:30 dikatakan ada hadisu 20:34 tuntutlah ilmu sampai negeri Cina enggak 20:36 apa-apa kenapa nuntut ilmu sampai ke 20:37 mana-mana tidak menjadi persoalan karena 20:39 ada zamannya 20:40 iya 20:40 di mana orang-orang nonmuslim menuntut 20:42 ilmu di universitas pertama di dunia ini 20:45 didirikan oleh dua muslimah di Fez, di 20:48 Maroko, di Afrika Utara yang bernama 20:52 Alkhawariyin. Alkhawariin ini 20:54 universitas pertama di dunia. Di sana 20:56 banyak orang di antaranya yang sempat 20:58 menuntut ilmu di situ menurut catatan 21:00 sejarah adalah orang yang kemudian 21:02 menjadi paus ya, menjadi paus di di 21:06 dalam agama Katolik dan lain sebagainya. 21:08 tidak menjadi persoalan seorang ee orang 21:11 yang disebut juga sebagai cendikiawan 21:14 Yahudi yaitu Almaun atau Maides. Dia 21:18 juga bersekolah di sana dan tidak 21:20 menjadi persoalan ke mana pun. Cuma 21:22 sekarang ini kan selalu dikatakan ah itu 21:24 orang-orang bekli itu adalah dan 21:26 sebagainya dan sebagainya. Mungkin 21:28 mereka telah melakukan sesuatu yang 21:29 benar. Karena apa? Karena ketika saya 21:32 masih di Indonesia di zaman orde lama 21:35 itu inflasi kita tuh sampai berapa 21:38 ratus% menurut 21:39 H 21:40 betul-betul. Jadi bersepeda saja kita 21:43 sudah alhamdulillah alhamdulillah bisa 21:45 bersepeda dan lain sebagainya. Jadi 21:47 keadaan memang susah. Kemudian memang 21:49 berangsur-angsur ada perbaikan cuman itu 21:52 pun tidak begitu disukai oleh sebagian 21:54 orang. 21:55 Heeh. Baik. Nah, eh Bang sebagai eh 21:59 dialog terakhir kita di e hari ini di 22:03 momen Dirgahayo Republik Indonesia 22:05 sebagai WNI Bang yang tinggal di 22:08 mancanegara. Bagaimana Bang Nuim melihat 22:10 momentum Dirgahayo Republik Indonesia 22:12 ke-81 ini? Karena biasanya dari jauh itu 22:16 ee bisa melihat Indonesia dengan 22:18 perspektif yang berbeda. Apa yang paling 22:21 membuat Bang Nuim bangga? sekaligus apa 22:23 yang masih menjadi keprihatinan Bang 22:26 Nuim terhadap kondisi Indonesia saat 22:28 ini. Ya, kalau orang-orang pintar kita 22:33 yang datang dari luar negeri yang ya 22:38 katakanlah mengorbankan kehidupan mereka 22:40 yang sudah nyaman di luar negeri, 22:42 pulang ke Indonesia karena niat ingin 22:45 membantu sekaligus juga barangkali untuk 22:47 bisa mencapai prestasi tiba-tiba 22:50 istilahnya dikmin kriminalisasi. ini ini 22:54 tidak nanti tidak membantu. Jadi kalau 22:56 sekarang ini ada niat misalnya untuk 23:00 memungkinkan DI ke warganegaraan agar 23:02 orang-orang tertentu yang punya 23:05 kemampuan-kemampuan yang belum dimiliki 23:07 oleh di Indonesia mau kembali ke 23:09 Indonesia itu ikut membantu. Kita harus 23:11 memberikan kesempatan kepada mereka. 23:13 Jangan mereka kemudian dikriminalisasi 23:15 seperti yang sudah terjadi beberapa 23:17 kali. Ini penting ya untuk melihat 23:19 karena orang melihat Soekarno almarhum 23:22 suka mengatakan di Indonesia itu tongkat 23:25 dilemparkan itu bisa tumbuh. 23:27 Heeh. 23:28 Bisa tumbuh sakin sakin suburnya. Tapi 23:31 kenapa ya kenapa ini bisa terjadi? 23:34 Memang betul ya kita ketika merdeka itu 23:37 suatu keberanian untuk mengambil alih 23:41 dalam dalam masa itu karena banyak yang 23:44 mengatakan tunggu dulu, tunggu dulu. 23:45 Tapi kemudian pemuda-pemudha ya seperti 23:48 Adam Malik dan lain sebagainya itu 23:50 mereka mendesak supaya terus 23:52 diproklamasikan kemerdekaan. Dan ini 23:54 yang saya dengar ya katanya kepada Cindi 23:57 Adams bahwa Bung Karno itu mengatakan 24:01 kenap ditanya kenapa 17 Agustus 1945. 24:06 Jadi Bung Karno katanya menjelaskan 24:08 kepada Sindi Adam yang menulis riwayat 24:10 hidup Bung Karno bahwa 17 itu adalah 24:13 jumlah rakaat yang umat Islam setiap 24:16 muslim harus melaksanakan ketika salat 24:18 dalam sehari minimum 24:20 17 rakaat. Lalu kenapa bulan Agustus? Oh 24:24 itu bertepatan dengan bulan Ramadan pada 24:27 waktu itu. 24:28 Ah jadi 17 Agustus itu juga syahru 24:31 Ramadan unzil Quran. Di situ diturunkan 24:34 Al-Qur'an. bulan Ramadan. Lalu kenapa 24:37 tahun 1945 tidak 46, 47, 48? Ya, karena 24:41 1945 itu 1 + 9, 10 + 4, 14 + 5, 19. Nah, 24:48 ini juga dikatakan ada makna-makna 24:51 khusus di dalam Al-Qur'an tentang angka 24:54 19 ini. Jadi, semua ini dengan niat yang 24:57 begitu luhur, niat yang begitu baik, 24:59 yang tidak ada sama sekali 25:01 pikiran-pikiran untuk dalam tanda kutip 25:04 mengkhianati. Kemudian karena kita tahu 25:07 seorang proklamator yang tidak 25:08 disebutkan namanya sering-sering yaitu 25:10 Muhammad Hatta 25:11 ketika beliau wafat, 25:13 ketika beliau wafat berpulang ke 25:14 rahmatullahu taala itu di dalam buku 25:17 atau majalah di di perpustakaan rumahnya 25:20 ditemukan ada guntingan koran, 25:23 iklan, 25:24 sepatu buatan Swiss. Jadi yang 25:26 ditafsirkan rupanya beliau itu ingin 25:29 sekali punya sepatu tapi tidak kecapaian 25:32 tidak kecapaian tidak tercapai tidak 25:34 kesampaian semua itu karena tidak mampu 25:37 dan lain sebagainya. Jadi kita melihat 25:40 harap rakyat Indonesia itu sadar, mesti 25:43 sadar bahwa ketika seorang pemimpin itu 25:47 jujur dan hidupnya sederhana, 25:50 itu kita mesti hargai 25:52 ketika Muhammad Nabsir itu bajunya 25:53 tembel-tembelan dan 25:55 iya 25:55 begini Bang Agus, pemilihan jurdil 25:58 pertama di Indonesia tahun 1955. 26:01 Heeh. 26:02 Ya. Itu dimenangkan oleh PNI, Mas 26:05 Nadatul Ulama PKI. Nah, ini enggak tahu. 26:09 Jadi, kawan saya sekolah bernama 26:11 Pangeran Harahab 26:13 dan dia cerita, "Wah, katanya abang aku 26:15 di Jakarta setengah mati." Kenapa? 26:18 Ya, dia men naik sepeda ke mana-mana mau 26:20 pinjam jaz. Abangnya itu namanya 26:21 Burhanuddin Harahab. 26:23 Oh. 26:23 Dan akan diangkat oleh Presiden menjadi 26:26 perdana menteri. 26:27 Dia tidak punya jaz. 26:29 Dia tidak punya jaz. Pakai sepeda ke 26:31 sana dan kebesaran dan kekecilan enggak 26:34 bisa. Akhirnya memang dapat katanya 26:36 dapat pinjam jaz. Ah, ini menarik. 26:38 Ketika misalnya seorang Mari Muhammad 26:41 Allahhamu yang diangkat dari Dirjen 26:44 Pajak menjadi Menteri Keuangan, dia 26:46 diceritakan mengumpulkan keluarganya, 26:49 istri dan anak-anaknya. Dan dia 26:50 mengatakan, "Sekarang saya jadi menteri, 26:53 kita harus hemat." Lah, kenapa? Kan 26:55 enggak. Dahulu sebagai Dirjen saya masih 26:58 bisa ngajar di universitas 26:59 nyambil-nyambil itu menambah 27:01 penghasilan. sebagai menteri saya harus 27:03 100% jadi menteri. Dan pernah di ada 27:06 cerita dia ditertawain dia kenapa kok 27:10 menteri masa beli pakaian anaknya di 27:11 Pasar Senin? Ah ini tidak bisa. Ketika 27:15 pernah ada seorang menteri kita ya di 27:18 zaman Soeharto diangkat jadi Menteri 27:21 Perdagangan juga diketawai oleh 27:23 masyarakatnya. Aduh mobilnya Datsun 27:26 tahun 4. Lihat tuh tasnya dibeli di 27:28 pasar seni diikat-ikat pakai kawat dan 27:30 lain sebagainya. Jadi memang tidak cukup 27:33 kita tahu BMA 27:35 ya. Ini jaksa Agung yang sangat sangat 27:37 sangat jujur. Saya kenal beliau perokok 27:39 berat memang 27:40 dan istrinya itu suka menyewakan 27:43 ee menyewakan apa rekaman-rekaman 27:46 televisi ya. Masa katanya istri seorang 27:49 jaksa Agung ya untuk menambah 27:52 penghasilan. Ada seorang hakim yang 27:54 terkenal juga, saya tidak nyebutkan 27:56 namanya, Pak. Pengadilan e Tata Usaha 27:58 Negara yang dikenal sangat jujur, 28:00 istrinya jual, jual koran, jual jual 28:03 majalah di rumah. Karena apa? Untuk 28:06 menyukupi, mencukupi gaji. Nah, orang 28:09 yang seperti ini ditertawarkan oleh 28:10 masyarakat kita yang saya pikir ini 28:13 semuanya adalah masih merupakan 28:15 sisa-sisa dari feodalisme kita. Jadi 28:18 dulu itu Indonesia banyak memiliki 28:20 negarawan [berdehem] 28:20 yang benar-benar menempatkan kepentingan 28:22 bangsa dan rakyat di atas kepentingan 28:25 pribadi maupun kelompok. Namun saat ini 28:27 di usia ke-81 tahun masih menjadi PR. 28:30 Kita sering melihat kepentingan politik 28:32 dan kelompok lebih menonjol daripada 28:34 kepentingan negara. Bang Nuim 28:36 ya itu dia. Kan harusnya kita selalu 28:39 mengatakan kedaulatan di tangan rakyat. 28:42 tidaklah 28:43 kita melihat di DPR, saya cerita ya 28:46 kalau boleh diberikan 1 menit lagi. 28:48 Boleh, Bang. 28:49 Di sini tuh ada seorang ada seorang 28:51 perempuan muslim 28:52 Heeh. 28:53 asal Afghanistan namanya Fatimah ee 28:57 Taiman. Taiban ini bukan nama Jawa ya, 28:59 tapi nama Afghanistan. 29:00 Iya. 29:01 Dan dia adalah seorang ahli farmasi. 29:05 pada usia 27 tahun dia mencalonkan diri 29:09 dari partai buruh di negara bagian 29:12 Australia Barat 29:13 untuk menjadi senator. Terpilih dia. 29:16 H. 29:16 Nah, ketika terjadi kasus kasus dira 29:21 menuntut kepada partai buruh, partai dia 29:24 supaya pemerintah Australia sekarang ini 29:28 juga mengakui negara Palestina. 29:30 Pemerintah waktu itu belum mengambil 29:32 keputusan. Heeh. 29:33 Dia tidak bisa dipecat ya, tapi dia di 29:36 seakan-akan dikucilkan. Jadi kalau 29:38 sekiranya ada pertemuan ee partai dia 29:40 tidak diajak ikut tetapi tidak bisa 29:43 dipecat. Kenapa dia tidak bisa dipecat? 29:46 Karena dia dipilih oleh rakyat. Hanya 29:49 rakyat yang berhak untuk memecatnya. 29:51 Sampai sekarang dia masih jadi senator 29:53 dan dia bentuk partai baru. 29:55 Nah, jadi di sini itu yang namanya dewan 29:58 perwakilan, apakah Dewan Perwakilan 30:00 Rakyat atau Senator? Kalau kita di 30:03 Indonesia barangkali em bukan bukan 30:06 tidak ada senator tapi juga juga bahwa 30:09 kita punya punya perwakilan di samping 30:11 DPR 30:12 itu dipilih oleh rakyat 30:14 dan yang menentukan apakah seseorang itu 30:17 tetap berada di kursinya di parlemen 30:19 atau di senang adalah rakyat bukan 30:21 partai. Bukan partai. Jadi dia tidak 30:25 punya apa ya em punya kiblat ke partai. 30:29 Tidak. Tapi kiblatnya itu kepada 30:31 kesejahteraan rakyat. Itu yang penting. 30:34 Betul. Betul, Bang. Dan itu yang memang 30:37 kita harapkan. Baik, Bang Noim. Terima 30:39 kasih banyak atas dialog kita di pagi 30:40 hari ini. Ee semoga ee tercerahkan kita 30:44 semua dan salam sehat selalu, Bang Nuim. 30:46 Insyaallah kita jumpa lagi di hari Senin 30:48 pekan depan. Salam merdeka, Bang Nuim. 30:50 Asalamualaikum warahmatullahi 30:51 wabarakatuh, Bang Nuim. 30:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:54 wabarakatuh.