Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam warahmatullahi wab. 0:20 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 0:22 wa ali sayidina Muhammad. Alhamdulillah 0:24 sekarang kami sedang berada di studio 3 0:26 RSIL. Kita jumpa lagi dalam acara 0:29 psikologi keluarga untuk mendengar hasil 0:31 di manap pun Anda berada. Ada dua kasus 0:34 yang masuk ya. Tapi di sini perlu kami 0:36 jelaskan di sini ada ramai ya. Ada Atep 0:38 Setiabudi, ada Gustaf, Ustaz Haidir dari 0:41 Mesir, kemudian Ustaz Hasan Sjali dan 0:44 Hafiz. Nah, oke e saya Muhammad Krishna, 0:49 Mbak Nuning juga sudah ada. Ustaz Husin 0:51 Alatas dan Ustaz Abu Bakar Baraja. 0:53 Asalamualaikum Ustaz Husin. Ustaz Abu 0:55 Bakar Baraja. Kasus yang masuk ada dua. 0:59 Yang pertama seorang suami yang 1:01 kehilangan istrinya karena sakit panas 1:04 ya enggak enggak begitu berat sakitnya. 1:06 ee tapi dia belum berencana untuk nikah 1:09 lagi. Yang kedua ee tentang istri yang 1:13 suaminya pertamanya bagus komunikasinya 1:17 tapi setelah 8 tahun komunisinya tidak 1:19 bagus. Bercualah ee kalau ditanya 1:22 jawabnya ee pakai kode-kode gitu aja. 1:25 Nah, nanti akan dibahas oleh Ustaz 1:27 Husein. Nanti detailnya seperti apa akan 1:29 dibacakan oleh Mbah Haj Nur Nuning. 1:31 Asalamualaikum Mbak Nuning. 1:33 Waalaikumsalam. He. Oke, kita mulai 1:36 acara ini dengan membaca al-Fatihah. 1:44 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:47 [Musik] 1:50 Bismillahirrahmanirrahim. 1:53 Alhamdulillahirabbil 1:57 alamin arrahmanirrahim. 2:03 maiki 2:05 yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka 2:11 nasta 2:13 ihdinasirathal 2:16 mustaqim 2:18 shathalladzina an'amta 2:22 alaihim ghairil maghdubi alaihim 2:30 waladin Amin. 2:32 Alhamdulillah kita sudah membaca 2:34 al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan 2:35 kita dalam ee apa menghadapi berbagai 2:39 kasus yang kita hadapi sehari-hari. 2:41 Baik, Mbak Noni bisa dibacakan buah 2:43 kasusnya seperti apa. 2:46 Terima kasih, Mas Krishna. 2:48 Asalamualaikum warahmatullahi 2:50 wabarakatuh, Ustaz Husein, Ustaz Abu 2:52 Bakar, dan ikhwan akhwat di manaun. 2:55 Mudah-mudahan kasus kali ini pun akan 2:57 mempersuasi kita semua. 3:00 Yang pertama dari seorang pria yang 3:04 sudah menikah 5 tahun kemudian ditinggal 3:09 meninggal karena istrinya sakit meskipun 3:11 hanya sakit panas saja. Dan sampai 3:14 sekarang sudah 6 bulan saya tidak ingin 3:18 memaksakan diri untuk menikah lagi. Saya 3:20 masih trauma 3:22 menghadapi karena saya sangat sayang 3:25 dengan istri saya yang meninggalkan saya 3:28 secara dadakan. Saya sedih sendirian, 3:31 Ustaz. Mohon pencerahannya. Itu kasus 3:34 yang pertama. Kemudian kasus yang kedua 3:38 dari pasangan suami istri yang sudah 3:42 menikah 11 tahun dengan dua anak 3:45 laki-laki dan perempuan. Setelah 8 tahun 3:48 ini pernikahan jadi biasa saja dan kami 3:53 sekarang ini jarang sekali 3:56 berkomunikasi. Sebagai istri, Ustaz, 3:58 saya sibuk dengan anak dan suami sibuk 4:02 dengan pekerjaannya kelihatannya. suami 4:05 senang menyendiri dan setiap kali 4:08 didekati selalu 4:10 menghindar. Saya pun sebagai istri juga 4:13 enggak mau mendekatinya dengan kondisi 4:16 seperti itu. Sehingga kurang lebih 3 4:18 tahun kami diam-diaman saja. Setiap 4:23 ditanya jawabannya geleng kepala atau 4:25 hanya dengan gerakan tangan. Emang sih 4:28 waktu saya 4:29 menikah ee saya juga banyak diam. 4:33 Tetapi 4:34 ketika sudah mengenal dan mengerti saya 4:38 jadi banyak bicara. Tapi dia tetap diam 4:40 aja, Ustaz. Saya bingung Ustaz 4:42 menghadapinya. Saya harus 4:44 bagaimana? Mohon penjerahannya. Iya. Itu 4:48 dua kasusnya. 4:51 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:52 Bismillahirrahmanirrahim. 4:57 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 4:59 sholli ala Muhammadin wa ali 5:03 Muhammad. Allahumma sholli ala 5:05 Muhammadin wa ali Muhammad. 5:07 Assalamualaika ya 5:10 Rasulullah. Asalamualaina wa ala 5:12 ibadillah shihin. 5:14 Wasalamualaikum warahmatullahi 5:17 wabarakatuh. Waalaikumsalam 5:19 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumina 5:22 minika rahmah. 5:25 [Musik] 5:26 na 5:29 bimaambanaidna 5:33 ilman menjawab dua kasus yang tadi kita 5:38 dengar. 5:40 Pertama-tama seorang pria yang menikah 5:43 selama 5 tahun. 5:47 Tahu-tahu secara tiba-tiba 5:51 istrinya hanya disebabkan karena 5:56 demam secara mendadak meninggalkan 6:00 diri. Ini betul-betul 6:03 merupakan pukulan trauma tanpa 6:06 persiapan. dia tidak sakit ya, tidak ada 6:10 tanda-tanda 6:11 sebelumnya. Ketika rumah tangga sedang 6:14 hangat-hangatnya, tahu-tahu sang istri 6:17 meninggalkan 6:19 dirinya. Memang kalau kita hanya melihat 6:22 cobaan ini secara lahir, kita akan 6:25 terpukul dan 6:27 trauma. Tapi kalau kita menyadari 6:29 bahwasanya 6:31 kematian itu merupakan satu hal yang 6:34 apa? yang wajar. Setiap makhluk 6:37 hidup pasti akan tiba saatnya dia 6:41 meninggalkan dunia ini kembali kepada 6:43 Allah. Bisa saja suami lebih dulu, bisa 6:47 saja istrinya lebih 6:50 dulu. Dan Allah Subhanahu wa taala 6:53 jadikan kematian dan kehidupan ini untuk 6:56 menguji siapa di antara kita yang 6:58 terbaik amalnya. Alladzi khalaqal maut 7:01 wal hayah 7:02 liyabluakum ayyukum ahsanu amala. Allah 7:06 yang telah menciptakan kematian begitu 7:09 juga kehidupan untuk menguji siapa di 7:12 antara kalian yang terbaik amalnya. 7:15 yang hidup dengan baik dan 7:18 mulia atas dasar iman kepada Allah 7:21 kepada hari akhir perilakunya, sikapnya 7:24 baik pada saat senang 7:26 susah, baik pada saat bahagia maupun 7:29 bersedih, pada saat lapang dan sempit 7:31 tetap di jalan Allah. Ini merupakan 7:34 orang-orang yang terbaik dan mulia. 7:38 Nah, Bapak sebagai seorang suami 7:41 dicoba setelah hidup berumah tangga 7:43 selama 5 tahun dalam suasana yang 7:47 indah, 7:49 harmoni atau Bapak kehilangan apa yang 7:52 Bapak 7:53 cintai, kehilangan kehangatan, 7:55 kehilangan juga teman dalam kesepian, 7:59 kesendirian. Tapi ini bukan perpisahan 8:01 untuk 8:03 selama-lamanya. Hanya perpisahan 8:05 sementara. 8:06 Apabila bapak ya bersama istri dalam 8:09 ketaatan kepada Allah Subhanahu wa 8:12 taala, bila tiba saatnya kita akan 8:15 meninggalkan dunia ini dan berkumpul di 8:17 tempat yang lebih 8:19 indah. Jangan kita memandang kehidupan 8:21 dunia ini panjang sama sekali tidak. 8:25 Allah berfirman dalam suratul Ma'arij, 8:27 innahum yaraunahu baida wararahu qoriba. 8:30 Mereka memandangi jauh palata kami 8:33 begitu apa? begitu 8:37 dekat. Jadi kalau kita setiap hari 8:40 menyaksikan bagaimana kelahiran dan 8:42 kematian silih berganti, begitu pula 8:45 suka duka. Kita memahami bahwa kehidupan 8:50 dunia bukanlah tempat kediaman yang 8:52 abadi. Sebagaimana Imam Syafi'i berkata, 8:57 "Inna lillahi ibadan fut." 9:01 Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba 9:03 yang cerdik dan 9:06 bijak. Thaqu dunya wufl 9:10 fitan. Mereka menceraikan dunia dari 9:13 hati mereka. Mereka 9:15 khawatir menghadapi berbagai macam 9:18 fitnah dan 9:19 godaan. Mereka menceraikan dunia bukan 9:22 berarti tidak bekerja, tidak berusaha, 9:25 tapi tidak menjadikan pasangan hidup 9:27 mereka. Mereka hanya jadikan sebagai 9:30 sarana untuk membangun kehidupan yang 9:33 lebih indah. Berbuat kebaikan dengan 9:35 hartanya, berbagi dengan mereka yang 9:38 membutuhkan, juga berbagi untuk 9:40 perjuangan di jalan Allah. 9:45 Innalillahi 9:48 ibadanun 10:00 fitha. Mereka merenungkan dan 10:02 memperhatikan karakteristik kehidupan 10:04 dunia. Setelah mereka menyadari dunia 10:07 bukan tempat kediaman yang 10:11 abadi, mereka menjadikan dunia ini 10:14 bagaikan samudera. Lalu mereka 10:16 menjadikan amal-amal saleh mereka 10:18 sebagai bahtera untuk mengarungi samudra 10:21 kehidupan 10:22 ini. Merekalah orang yang sukses. Tidak 10:26 seperti mereka yang menjadikan dunia 10:28 sebagai pasangannya, tambatan hidupnya. 10:31 Begitu hilang daripadanya, kehilangan 10:33 harapannya. 10:35 Jadi hendaknya Bapak selalu menjadikan 10:37 Allah sebagai harapan, 10:40 sandaran, pegangan, dambaan. Mencintai 10:44 Allah melebihi kecintaan kita kepada 10:46 diri kita, keluarga kita, dan kehidupan 10:48 dunia ini. Ini cinta yang akan 10:50 membangun, menjaga, melindungi, dan 10:54 mensucikan. Jangan kita 10:56 mencintai makhluk atau diri kita atau 10:59 keluarga kita melebihi kecintaan kita 11:01 kepada Allah Subhanahu wa taala. ini 11:03 yang akan menimbulkan rasa kecewa, 11:07 duka, lara yang tak terobati. 11:11 Semakin kita mengingat, semakin kita 11:14 merasakan perihnya hidup ini. Tapi kalau 11:17 kita tahu sebetulnya kita tidak pernah 11:19 kehilangan waktu bersama kita secara 11:22 fisik bersama kita setelah dia meninggal 11:24 dunia walaupun secara fisik tidak 11:26 bersama kita, tetap kenangan kebaikannya 11:30 di hati kita dan satu hari nanti kita 11:32 akan berkumpul bersamanya. Nah, Bapak 11:35 sebagai seorang manusia yang butuh akan 11:37 pasangan, seandainya Bapak menikah lagi 11:39 tidak mengkhianati dia. Karena 11:41 kecemuruan di hati dia telah apa? Telah 11:44 berakhir dengan cobaan dalam kehidupan 11:46 dunia ini. Dia memandang Bapak ya, 11:50 melantikan untuk saat-saat 11:52 berkumpul. Oleh karena itu, bila Anda 11:54 butuh untuk menikah, silakan menikah 11:56 agar ada teman yang mendampingi Anda dan 11:59 Anda dapat melupakan duka, kesedihan 12:02 dalam kehidupan dunia. Dan insyaallah 12:04 Anda akan dikumpulkan kembali bersama 12:06 orang yang dicintai. Tapi jangan pernah 12:09 menganggap 12:11 bahwasanya problema derita yang Anda 12:13 hadapi akan membuat nangis langit dan 12:17 bumi. Sama sekali 12:19 tidak. Karena setiap waktu kita akan 12:21 jumpai ada pertemuan, ada perpisahan. 12:24 Ada jamuan, ada juga saat kita bubar 12:27 meninggalkan jamuan tersebut. Ada 12:30 senang, ada susah, ada lapang, ada 12:32 sempit, ada bahagia, ada pula duka, dan 12:35 lara. Semuanya untuk menguji kita siapa 12:38 yang terbaik amalnya di antara 12:41 kita. Jadi kalau Bapak mengingat Allah, 12:44 mengingat hari akhir dan istri Bapak 12:46 sebetulnya tidak meninggalkan Bapak, 12:48 Bapak dapat menjalani kehidupan dengan 12:50 pasrah sambil bersiap-siap untuk kembali 12:53 pada Allah. Nah, selagi ada kesempatan 12:56 kita beramal. Bapak berumah tangga juga 12:58 menikahi seorang wanita yang baik itu 13:00 juga bahagian dari amal saleh yang 13:02 dicintai Allah subhanahu wa taala. 13:05 Semoga Allah menggantikan Bapak dengan 13:08 pasangan yang lebih baik saat ini dalam 13:09 kehidupan dunia dan kumpulkan Bapak 13:11 bersama istri Bapak yang meninggalkan 13:14 Bapak dalam kehidupan yang lebih indah. 13:17 Harmoni penuh betul-betul kecintaan. 13:21 Adapun kasus yang kedua, kasus ini ya 13:26 sebetulnya seperti seorang 13:32 dokter. Seorang pasien mengatakan saya 13:34 demam ya, saya merasakan ini maupun itu. 13:37 Si dokter tidak memiliki data-data medis 13:40 mengenai pasien bagaimana hasil 13:42 lab-nya. Ingin diketahui apa kira-kira 13:45 penyebab dari demamnya? Apa karena 13:48 virus? Apa karena bakteri? Kalau dia 13:51 memiliki data-data berkaitan dengan 13:54 penyebabnya, dia bisa memberikan resep 13:57 yang sesuai. Nah, sekarang Ibu mengeluh 14:00 setelah menikah selama 8 tahun. Pada 3 14:03 tahun terakhir suami ibu tidak lagi apa 14:07 berkotek. Kalau ditanya berdiam, 14:10 menggeleng atau menggunakan isyarat 14:12 tangan. Kita ingin tahu apakah 14:14 penyebabnya penyebab eksternal datang 14:17 dari luar. karena dia frustasi, kecewa, 14:21 ingin mendapatkan apa yang diinginkan 14:23 gagal atau jabatan yang diimpikan 14:26 ternyata diberikan pada orang lain 14:31 atau penyebabnya internal. Penyebabnya 14:33 mungkin dia 14:35 tersinggung dengan ucapan 14:39 ibu. Dia tersinggung tapi ibu tidak 14:42 merasakan sama sekali. Karena terkadang 14:46 seorang di saat dia bersama dengan 14:49 suaminya dan cukup dekat, terkadang dia 14:52 enggak menjaga ucapannya terhadap 14:54 istrinya eh terhadap suaminya. Suami 14:56 juga terhadap istri sama dengan dua 14:58 kabel yang esolatornya 15:00 hilang. Akhirnya terjadi apa? Koslet. 15:04 Nah, ada sebagian laki-laki di saat 15:07 koslet emosinya ya langsung apa? 15:09 Meledak. 15:11 Ada justru yang sebaliknya. Dia diam. 15:14 Dia diam. Akhirnya mulai menggerogoti 15:18 apa? Menggerogoti ketenangan, 15:20 kebahagiaan. Dia lebih suka bersikap 15:22 acuh 15:24 takacuh. Kalau yang temperamen 15:27 ketahuan, dia 15:29 tersinggung, dia marah atau dia merasa 15:32 kurang diperhatikan. Tapi kalau yang 15:34 menyimpan dalam hati ini yang repot. 15:37 Oleh karena itu saya ingatkan kepada 15:39 Ibu, coba Ibu minta seorang yang bisa 15:42 kira-kira mengorek dari hati suami ini 15:45 apa kira-kira yang menyebabkan dirinya 15:47 mengalami hal ini? Apakah problema 15:50 eksternal? Apakah problema internal? 15:53 Atau dia katakan sedang 15:57 menghadapi kondisi yang membuat dia 15:59 dalam keadaan 16:01 frustasi. Mungkin Ustaz Abu Bakar Baraja 16:03 bisa menolong. Artinya bisa 16:06 berkomunikasi dengan suami ibu. Karena 16:07 kalau enggak ditanyakan kita enggak tahu 16:10 dan kita enggak mengetahui yang gaib. 16:12 Begitu juga tidak mengetahui apa yang 16:13 tersimpan di hati seseorang. Tapi 16:16 biasanya setiap ada kasus seperti ini ya 16:20 kita bisa menemukan 16:22 sebabnya. Walaupun terkadang seorang 16:24 bapak, seorang ibu, bahkan istri tidak 16:27 mengetahui sebabnya h karena orang 16:30 tersebut tertutup. Tapi kalau seandainya 16:32 ada seseorang yang bisa mengorek, 16:34 bertanya secara perlahan-lahan, bisa 16:36 ditemukan 16:38 penyebabnya. Begitu juga kasus seorang 16:41 istri yang berdiam, sikapnya berubah. 16:45 Dia melayani suami hanya kewajiban saja. 16:47 Tapi di hatinya sama setiap ditanya 16:48 semua apa sebabnya? Dia enggak mau 16:51 menjawab. Dengan sendirinya butuh ada 16:54 orang di sisinya yang bisa mengeluarkan 16:56 unek-uneknya. 16:59 Terkadang penyebabnya itu sepele. 17:02 Arti menurut kita harus sepele, tapi 17:05 menurut dia itu merupakan hal yang vital 17:07 karena menyangkut kehormatannya, 17:08 menyangkut harga dirinya, ya, menyangkut 17:11 hal yang apa yang berkaitan dengan 17:14 lukanya. Orang lain tidak terluka tapi 17:17 buat dia itu ucapan melukai hatinya. 17:20 Nah, sering kita jumpai kasus seperti 17:22 ini. Seorang 17:24 tersinggung dari seseorang mulai 17:27 hubungannya merenggang. Kalau ditanya, 17:29 "Kenapa kamu?" Dia enggak pernah 17:30 menjawab sama sekali. 17:34 Dan temannya merasakan, "Saya enggak 17:35 pernah sama sekali apa melakukan sesuatu 17:37 yang membuat dirinya tersinggung." 17:39 Akhirnya mereka mencari ke sana kemari. 17:41 Ternyata terhadap orang yang dipercaya 17:44 cerita bahwa dia tersinggung dengan apa 17:47 yang diucapkan oleh orang tersebut. 17:51 Si teman kaget, ini kan masalah sepele, 17:53 buat yang lain sepele. Tapi karena dia 17:55 punya trauma, dia merasakan bahwa ucapan 17:57 ini menyakitkan hatinya. I. Jadi, kalau 18:00 kita perhatikan 18:03 bersama-sama setiap kali kita menjumpai 18:06 fenomena pemandangan keadaan yang 18:08 kadang-kadang tidak menyenangkan, coba 18:10 kita cari di belakangnya ada apa dan 18:12 yakin pasti ada sebabnya. Enggak mungkin 18:15 sama sekali dia bersikap seperti ini 18:18 tanpa ada sebabnya. Sebabnya bisa 18:20 kembali dari hal-hal yang di luar. Heeh. 18:23 Atau kembali kepada istrinya. 18:26 Terkadang istri bersikap acuh, 18:29 menyepelekan dirinya, suami minta, istri 18:32 enggak menanggapi, malah memberikan 18:34 jawaban yang tidak menyenangkan. Sekali, 18:37 dua kali, lama-lama suaminya enggak mau 18:39 lagi bicara. Diam. Heeh. 18:43 Ini merupakan hal-hal yang perlu kita 18:45 tahu. Jadi, Ibu kalau bisa jangan ibu 18:48 juga menanggapi dengan hal yang 18:50 sama karena dia masih suami ibu, ibu 18:53 juga masih istrinya. Diam-diaman dalam 18:55 rumah membuat dua-duanya terluka. 18:58 Membuat kondisi dan keadaannya semakin 19:00 apa? Semakin buruk. Coba ibu dekati. Ibu 19:04 ambil hatinya keluarkan kata-kata manis. 19:07 Tanyakan padanya, 19:08 "Mas, kenapa kamu seperti itu? 19:12 Kalau seandainya sebabnya karena saya 19:14 mengucapkan melakukan sesuatu yang 19:16 menyakiti kamu, saya minta 19:18 maaf. Gitu kan gitu. Kalau seandainya 19:21 sebabnya dari luar, apa yang bisa 19:24 kamu apa yang kamu silakan curhat. 19:27 Mungkin saya bisa membantu kamu 19:28 meringankan paling tidak ya atau 19:31 memberikan 19:32 masukan dengan kemampuan yang saya 19:34 miliki. Kita kan namanya suami istri 19:36 bersatu. Walaupun kita dua tubuh 19:38 sebetulnya satu hati kan. Enggak mungkin 19:40 si perempuan bisa mencari solusi di luar 19:42 atau laki-laki juga keluar. Berdua ini 19:45 bersama-sama harus menyelesaikan 19:46 urusannya dengan cara yang bijak. Asal 19:48 ada kemauan, niat yang baik, tidak ada 19:51 satuun persoalan yang tidak bisa 19:53 dipecahkan. Tapi kalau persoalan 19:56 berlarut-larut sama dengan apa? Dengan 20:00 ee baju putih ternoda oleh 20:05 warna rabbal. 20:08 Alhamdulillah ternoda oleh satu warna. 20:11 Karena lama tidak dibersihkan lama 20:13 kelamaan menjadi 20:14 apa? Menjadi sulit, menjadi alat untuk 20:17 dibersihkan. Tapi kalau pertama kali 20:19 kena langsung dibersihkan apa? Tapi 20:21 terkadang seorang tuh 20:23 gengsi. Dia mengucapkan sesuatu 20:27 menyinggung dia malu. Akhirnya jaim 20:29 walaupun tahu dirinya salah tidak mau 20:31 mengaku salah. Minta maaf. Kalau dia 20:34 minta maaf pada saat itu, insyaallah 20:36 akan segera hilang. Begitu juga seorang 20:38 wanita. Hendaknya suami istri jangan 20:41 suka jaim, jangan suka jaga 20:43 image. Hendaknya sama-sama terbuka, 20:46 transparan. Kalau dia salah, dia minta 20:49 maaf. Bukan satu yang hina kalau suami 20:51 minta maaf pada istrinya. Dan bukan satu 20:54 kerendahan ya kalau seorang istri 20:57 mengaku salah di hadapan suaminya. 20:59 Jangan dengarkan omongan 21:00 perempuan-perempuan sekarang. 21:03 Jangan mau kamu 21:05 diinjak. Enak-enakan laki-laki ya. 21:08 Mentang-mentang kita lemah, kita 21:10 dipermainkan. Lalu mulai mereka 21:13 menghasut ya, bahkan mendorong si wanita 21:16 untuk memberontak bahkan 21:18 bercerai. Begitu terjadi 21:20 perceraian, dia menjadi seorang janda 21:23 datang ke rumah temannya yang masih 21:25 memiliki suami. Temannya bilang, "Jangan 21:27 sering-sering kemari dong. Kamu kan 21:29 janda. Nanti suami saya terpikat." Betul 21:32 gak? 21:33 datang ke tempat lain juga begitu. Si 21:36 perempuan bilang, "Kan, kamu yang suruh 21:37 saya bercerai. Kamu mengatakan supaya 21:40 jangan martabat kita diinjak-injak. Kita 21:42 kan cuma kasih masukan." Masyaallah. 21:45 Tapi kamu yang menanggung dong. Masa 21:47 kita menanggung. Jadi kalau antum 21:49 perhatikan orang lain jarang memberikan 21:52 nasihat yang baik sebagaimana yang 21:54 disukai untuk dirinya. 21:57 Karena pada saat dia memanas-manasi 21:59 seorang perempuan untuk memberontak, 22:01 melawan, dia enggak pertimbangkan 22:02 kebahagiaannya karena bukan dia. Yang 22:05 penting apa? Dia bisa melampiaskan 22:07 kedongkolannya pada kaum laki-laki 22:10 melalui apa? Teman wanitanya. Nah, kalau 22:12 terjadi korban dia bukan apa? Bukan 22:15 bukan yang menghancurkan. Ya. Jadi, Ibu 22:18 jangan sekali-kali terbawa oleh berbagai 22:23 macam celotehan di kalangan perempuan 22:25 yang tidak bertanggung jawab, yang tidak 22:27 peduli terhadap kebaikan ibu. Tapi coba 22:31 ibu dengarkan suara hati ibu. Ibu 22:34 periksa apakah ada kesalahan. Kalau ibu 22:37 masih belum menemukan, datang pada 22:38 suami. 22:40 Tanyakan. Kondisi seperti ini tidak 22:42 baik, Mas. Kalau seandainya saya salah, 22:44 saya mohon maaf. Tolong terangkan apa 22:47 kesalahan saya. Saya akan 22:49 perbaiki. Kan lebih baik terbuka begitu 22:51 kan daripada masing-masing menutup 22:55 diri. Padahal kita tahu bahwasanya apa? 22:58 Di luar matahari terang tapi dia tutup 23:00 jendela, tutup hordengnya. Berarti apa? 23:03 Dia menutup cahaya dari kehidupannya. 23:07 Coba buka diri, jauhkan diri dari 23:09 keangkuhan, 23:11 kesombongan, dari ego. Insyaallah 23:14 mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 23:16 bukakan kesadaran pada suami. Dia bisa 23:20 memperbaiki dirinya menjadi suami yang 23:22 baik. Karena kita harus tahu kita butuh 23:24 suami itu bukan hanya pada saat muda. 23:27 Semakin tua ya kebutuhan kita semakin 23:31 besar. Begitu juga laki-laki semakin tua 23:34 semakin besar kebutuhannya terhadap 23:35 pasangan. 23:37 yang berada di sampingnya. Di saat 23:40 seorang berpisah di hari tua, katakan 23:43 istri meninggal dunia, itu akan membuat 23:45 suaminya menjadi rapuh. atau sebaliknya. 23:48 Contoh Pak Harto yang tadi begitu 23:50 bersemangat, tegas begitu sang istri 23:53 meninggal dunia 23:55 dan istrinya bukan ratu kecantikan, 23:58 wanita biasa-biasa saja, tapi hidup 24:00 bersama-sama berdua itu baru akan terasa 24:04 kebutuhan kita padanya pada saat dia 24:06 pergi. Ternyata keberhasilan kita selama 24:08 ini tidak lepas dari pengaruh istri di 24:10 samping kita. 24:12 Jadi jangan biarkan putus 24:15 asa atau katakan setan masuk di 24:19 tengah-tengah kita untuk membuat hidup 24:20 kita menjadi suram. Tapi mari 24:23 bersama-sama kita kembali pada Allah 24:25 mengoreksi diri kita dan bisa 24:28 betul-betul bersikap hangat pada 24:30 pasangan dan saling memaafkan satu 24:32 dengan lainnya. Wallahuam. 24:35 Masyaallah. 24:37 Jadi 24:39 kalau dari yang disampaikan Ustaz Husein 24:43 ditambah dengan apa yang akan kita simak 24:46 dari Ustaz Abu Bakar Baraja lengkap 24:50 sudah bagaimana menghadapi kasus yang 24:53 sebetulnya kelihatannya sederhana tapi 24:55 berat bagi yang menjalaninya. Silakan 24:57 Pak Abu Bakar. 25:00 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 25:03 warahmatullahi wabarakatuh. 25:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 25:08 wabarakatuh. 25:09 Alhamdulillah, segala puji dan puja 25:12 kepada 25:14 Allah. Satu-satunya yang kita 25:17 akan ambil 25:19 kepujaan. Bagaimana kita memuji dan 25:24 memuja hanya kepada Allah. 25:28 Ketika kita 25:31 memuja dengan hati yang lepas, dengan 25:36 hati yang tenang, kita akan mendapatkan 25:40 sesuatu. Apa itu yang sesuatu itu? Kita 25:43 akan mendapatkan ketenangan. 25:47 diri kita akan lebih 25:49 tenang. Ketika kita memuji 25:52 Allah, kita 25:56 tenang daripada kita memuji orang 26:00 lain. Kalau kita memuji Allah 26:04 tenang. Kalau memuji orang lain enggak 26:07 tenang. Apa sebabnya? Karena ada 26:11 berbagai permasalahan yang terjadi di 26:13 antara kita dengan dirinya. 26:17 satu-satunya adalah 26:20 Allah. Kemudian apa yang kita akan 26:23 dapatkan ketika Rasulullah sallallahu 26:27 alaihi wasallam 26:29 memberikan 26:32 santunan, 26:33 teladan itu yang kita ikutkan. Karena 26:37 Allah 26:40 menciptakan tauladan untuk 26:44 umat hanya pada Rasulullah sallallahu 26:47 alaihi 26:48 wasallam. Jadi, bagaimana kita 26:53 bisa menguatkan diri kita hanya kepada 26:57 Allah dan Rasul-Nya? 27:01 Bagaimana dengan keadaan kita ketika 27:05 kasus yang 27:06 [Musik] 27:09 pertama 5 tahun 27:12 menikah ketika dia ditinggal pergi oleh 27:17 seorang 27:19 istri, dia merasa kebingungan, merasa 27:23 kesendirian. Padahal begitu banyak 27:27 orang-orang dia tidak pernah mendapatkan 27:31 sesuatu yang lebih kecuali 27:36 istrinya. Dia lupa bahwa Allah lebih 27:39 dekat daripada dirinya, lebih dekat 27:42 daripada siapapun. Dia 27:45 lupa karena pada saat 5 tahun 27:49 bersama masih 27:51 senang tiba-tiba 27:54 mendadak cuman 27:56 panas 27:59 meninggal. Itu yang menjadikan 28:02 pikirannya yang tidak tenang. 28:06 Padahal dia sudah lepas, dia sudah 28:09 hilang, dia sudah pergi. Enggak akan 28:12 datang lagi di dunia. Dia tidak akan 28:16 datang lagi. Di akhirat dia akan datang 28:18 lagi. Apakah saya harus ikut juga? 28:22 Tidak. Karena kehidupan dunia itu 28:26 dipaksakan, bukan dipaksakan, diharuskan 28:30 kepada kita untuk berjalan bersamanya. 28:35 bersama dengan siapa? Dengan berbagai 28:39 macam. Ketika kita sudah ditinggalkan, 28:43 dia sudah pergi, artinya dia sudah 28:46 pergi. Dia tidak akan pernah datang 28:50 lagi. Bagaimana? Saya senang, saya 28:54 kagum, saya menyenangkan, hati saya 28:57 tenang. 28:59 itu pada saat itu. Setelah ini sudah 29:03 enggak ada 29:05 lagi. Digantikan sama siapa? sama orang 29:08 lain 29:10 tentunya orang itu sudah tidak ada 29:16 lagi. Siapa istri saya sudah tidak ada 29:21 lagi. 29:23 Dia sudah 29:25 pergi. Dia sudah 29:28 pergi. Dia tidak akan pernah datang 29:31 lagi. Dia enggak akan pernah hadir lagi. 29:35 kita mikirkan, kita merenungkan, dia 29:38 tidak akan pernah 29:41 hadir. Maka bagaimana kita biar 29:44 menghadirkan? Ya, banyak yang cari, cari 29:48 orang lain lagi. Kalau memang bisa cari 29:52 orang lain 29:53 lagi. Insyaallah trauma bagaimanapun 29:57 kita katakan itu tidak pernah 30:00 terjadi. Jadi, kita anggap semuanya 30:03 sudah tidak ada lagi. Yang baru, yang 30:07 baru itu yang 30:11 penting. Karena Allah sudah 30:14 menetapkan dirinya sudah diambil 30:18 kembali. Dia tidak akan pernahkan hadir. 30:22 Dia pergi. Dia sudah 30:26 pergi. Dia sudah 30:28 pergi. Apa yang penting? Yang penting 30:31 dia sudah tidak ada 30:33 lagi. Dia sudah ada lagi. Siapa yang 30:37 ada? Siapa yang ada di hadapan kamu itu 30:41 dia bersama 30:43 kamu. Dia yang akan bersama, berjalan, 30:47 berbicara, 30:48 berkomunikasi, 30:50 berinteraksi. Dia yang akan menghidupkan 30:55 kamu. Jadi kalau yang sudah tidak ada ya 30:58 sudah lepas. dia sudah tidak akan 31:02 ada dan dia tidak akan kembali lagi. 31:05 Jadi trauma sudah tidak akan pernah ada 31:09 lagi. Itu yang 31:11 penting. Oke. Insyaallah lebih baik dia 31:16 sudah tidak ada. 31:18 Dan ada ee kasus yang 31:25 kedua 31:28 komunikasi suami 31:31 istri di mana yang satu menceritakan 31:36 sesuatu dan yang satunya mendengarkan. 31:40 Begitu 31:43 indahnya ketika 31:47 bersama-sama 31:48 berjalan, melakukan 31:51 aktivitas, 31:53 berkomunikasi, berbicara, 31:56 ngobrol sambil menceritakan sesuatu 31:59 pekerjaan, suatu pendidikan 32:03 anak-anak, kita mendengarkan sebagai 32:06 seorang suami, sebagai seorang istri 32:09 menceritakan 32:10 Sebagai seorang suami bercerita itu 32:13 kehidupan 32:16 keluarga. Begitu indahnya, 32:20 nikmatnya. 32:23 Apa yang 32:25 terjadi 32:27 ketika selama 3 32:30 tahun menikah 8 tahun, 3 tahun 32:35 berikutnya sudah tidak berkomunikasi 32:38 lagi. Pertama mungkin sedikit demi 32:41 sedikit lama-lama hilang dan tidak 32:46 berkomunikasi. Apa yang terjadi? 32:50 Bisa saja kita sebagai seorang istri 32:53 yang mengatakan kepada suami sesuatu 32:56 yang tidak 33:00 menyenangkan. Kita melayani dengan 33:02 biasa, dengan baik, dengan 33:05 tentram, tapi ada sesuatu yang tidak 33:10 bisa diungkapkan. 33:14 Ada kata-kata kita sebagai seorang istri 33:16 yang 33:18 menyatakan yang menyatakan bahwa apapun 33:22 yang 33:24 terjadi dia menyatakan, dia mengatakan 33:27 tapi kita enggak tahu apa yang kita 33:29 katakan. Karena suami tidak 33:32 menyatakan, suami tidak 33:34 mengungkapkan apa yang terjadi. Kok 33:37 tinggal diam-diaman aja selama 3 tahun 33:40 diam-diaman. 33:44 Ada yang 33:46 terjadi 33:49 misalnya ketika lagi 33:52 bersama kita ditanya atau di bercerita 33:58 menceritakan kita diam saja kita sibuk 34:01 sama 34:03 anak. Artinya suami ingin menyampaikan, 34:07 mengungkapkan kita sibuk dengan 34:10 anak-anak. 34:14 Jadi enggak 34:16 kesampaian. Sang suami tidak 34:18 menyampaikan, tidak 34:20 bisa. Akhirnya dia 34:23 diam. Dia mengambil sikap yang tegas. 34:27 Dia diam. 34:29 Tapi dia tidak bisa 34:32 mengungkapkan mungkin 34:35 saja ada satu kata kita sebagai seorang 34:39 istri yang menyatakan 34:42 berkeinginan minta sesuatu atau meminta 34:46 sesuatu pada dirinya yang yang dirinya 34:51 tidak 34:53 mampu. Seorang istri minta sesuatu yang 34:56 di mana seorang suami tidak bisa 35:01 memberikan, itu juga akan 35:04 membuat komunikasinya juga akan 35:08 berhenti. Karena apa? Karena dia pengin, 35:11 dia tidak mampu memberikan tapi istrinya 35:15 minta. Tapi istrinya mengatakan itu 35:18 biasa aja, enggak dikasih juga enggak 35:19 apa-apa. Tapi permintaan itu yang akan 35:24 membuat 35:25 dirinya dia 35:27 diam. Dia diam. Pada suatu saat nanti 35:31 dia minta 35:32 lagi, dia diam juga. Pada satu saat lagi 35:36 dia minta lagi, dia diam juga. Apa yang 35:40 terjadi dengan diamnya dia? 35:44 Mungkin saja itu yang 35:46 terjadi. Bisa 35:48 juga komunikasi ketika kita lagi 35:54 berkomunikasi ada 35:58 perdebatan. Ada perdebatan yang tidak 36:01 akan 36:04 terputus. Istrinya keras bertahan dengan 36:07 pendapatnya. 36:10 suami mengatakan, "Oh, kenapa kok kamu 36:13 masih bisa pendapat seperti itu?" Tidak, 36:16 ini yang 36:18 benar. Tapi si istri hanya sebagai 36:21 enggak ngerti, enggak tahu. Nah, suami 36:25 mengatakan, "Kenapa kamu ngomong seperti 36:28 itu?" Dia bilang, "Ini yang benar. Ini 36:30 enggak bisa." Tapi terus lepas, biasa 36:34 aja. Tapi suami mengatakan dia tidak 36:38 benar. 36:40 Dia diam, suami itu 36:43 diam dengan tiga poin 36:47 ini ya. Dengan 36:50 perlahan-lahan 36:53 ditutup 36:56 perasaannya, ditutup perasaannya itu 36:59 untuk mengungkapkan. 37:02 Jadi 37:04 perasaannya untuk 37:06 mengungkapkan sang 37:08 suami susah untuk 37:12 mengungkapkan. Nah, bagaimana kita 37:15 sebagai seorang 37:18 istri? Sebagai seorang 37:20 istri bagaimana kita 37:23 menyampaikan pertama kali kita mohon 37:27 maaf. 37:29 Maafkan 37:31 aku. Istrinya, suaminya diam aja. Oh, 37:34 mungkin ada kata-kata yang tidak 37:36 [Musik] 37:38 menyenangkan. Katakan, "Maafkan 37:41 aku." Jadi dengan mengucapkan maafkan 37:45 aku membuat hatinya menjadi 37:50 lumer. Beku menjadi lumer. Karena apa? 37:55 karena kata-kata maafkan 37:58 aku. Tiap kali memberikan sesuatu, 38:02 maafkan 38:04 aku. Tiap kali mau berkomunikasi, 38:07 maafkan aku. Jadi seringkan kata-kata 38:10 maafkan aku. Ketika maaf tersebut yang 38:15 bisa membuka dirinya. 38:18 Kemudian kita 38:21 katakan, apa yang membuat diri kamu 38:24 menjadi diam? Apa yang membuat diri kamu 38:29 sehingga 38:32 tertutup? Dan dia senang. Tapi kita 38:34 sudah minta 38:36 maaf. Pertama kita sudah minta maaf. 38:40 Kemudian kita katakan, "Apa yang 38:43 menjadikan diri kamu menjadi diam? 38:48 Sang suami mengatakan, "Enggak, enggak 38:50 ada apa-apa." Oh, enggak ada apa-apa. 38:54 Oh, mungkin saya salah. Maafkan 39:00 aku. Mungkin saya tidak menyampaikan apa 39:05 yang kamu inginkan. Maafkan 39:08 aku dengan sedikit demi sedikit itu yang 39:12 akan 39:15 membuka dengan akan membuka 39:19 dirinya. Apalagi ketika itu kita 39:24 tersenyum. Dan 39:26 usahakan tidak terlalu lama kita 39:30 membicarakan cukup maafkan aku. Apa yang 39:34 terjadi? apa yang melakukan, apa yang 39:38 membuat kamu seperti ini? Cukup itu 39:42 saja ya. Dengan seperti ini kalau 39:47 terus-menerus akan 39:51 membuka sang suami akan 39:54 terbuka. Yang tadinya dia tidak bisa 39:57 ngomong, akhirnya dia akan loh kamu itu 40:00 kalau dibilangin enggak mau 40:03 dengerin. Oh, iya. Jadi aku tidak mau 40:07 dengerin, oh itu kamu bilang gitu. Oh 40:11 iya kita kan 40:15 tenang. Nah kamu kalau lagi berdebat 40:17 kamu sudah lebih kuat, kamu lebih benar. 40:21 Oh, saya membenarkan diri saya 40:24 introspeksi 40:27 diri dengan kita mengatakan maafkan aku. 40:32 Itu akan membuka dirinya. Dan setelah 40:36 bilang, "Maafkan 40:38 aku," 40:41 terjadi? Apa yang membuat kamu seperti 40:44 ini? 40:46 Nanti dia akan mengungkapkan suami akan 40:50 menyampaikan insyaallah bagaimanapun 40:53 bagaimana dia akan diamnya dia tapi kita 40:58 yang akan 41:01 berbicara insyaallah dia akan 41:04 terbuka. Insyaallah. 41:08 Insyaallah. Jadi ikhwan akhwat 41:11 sering-sering minta maaf itu keren 41:13 banget. meskipun nanti bisa saja 41:15 dikomentarin, apaan sih? Maaf lagi, maaf 41:17 lagi. Dan kalau memang orang menjadi 41:22 terluka hanya karena gengsi atau ee 41:26 harga diri dan juga jujur tapi melukai 41:30 perasaan, pilih mana nih? Kayaknya 41:33 tambahan dari Ustaz Husein perlu deh 41:35 kita simak. Silakan, Ustaz. 41:41 Kejujuran tidak akan menghalangi kita 41:43 untuk bersikap lemah 41:47 lembut. Ada orang 41:49 beranggapan qulil 41:51 haqam. Katakan yang hak walaupun 41:54 pahit. Maksudnya bukan menggunakan diksi 41:57 yang kasar. Tidak. Jadi jangan kita 42:00 beranggapan bahwasanya menyampaikan 42:04 kebenaran itu diperlukan sikap yang 42:07 kasar. 42:08 Tidak. Contoh Nabi kita Muhammad 42:10 sallallahu alaihi 42:12 wasallam. Allah berfirman padanya, 42:14 "Udu'u ila sabili rabbika bil hikmah wal 42:18 mauidatil 42:22 hasanah." Wajadilhum billati hiya ahsan. 42:26 Ajak orang berdiskusi berdialog dengan 42:28 cara yang lebih baik. Bagaimana kita 42:30 bisa masuk ke hatinya? 42:32 Kata-kata yang kasar, sikap yang arogan 42:35 akan membuat hati setiap orang 42:39 tertutup. Sebelum orang mengetahui ini 42:41 baik atau buruk, dia akan 42:43 mempertimbangkan 42:45 perasaannya. Di saat orang memulai 42:47 pembicaraan, yang menyinggung, yang 42:50 menyakiti, yang merendahkan dirinya, 42:52 jangan harap dia akan membuka hatinya. 42:56 Saya teringat satu hari pada musim 42:59 haji saya berkunjung mengunjungi seorang 43:02 ulama 43:04 terkemuka. Kebetulan di samping saya 43:08 pada saat itu ada seorang jenderal yang 43:11 pada saat itu masih aktif. Dia sedang 43:14 mencari-cari 43:15 kebenaran. Lalu saya ajak ke tempat 43:18 dia. Lalu dia mengajukan pertanyaan. 43:21 Minta saya terjemahkan, dari mana kita 43:23 harus mulai, Min? 43:27 Aina ulama tersebut langsung mengatakan 43:32 kepadanya, "Ibda bifathi qulubinas." 43:36 Mulai dengan membuka hati 43:39 manusia. Fasaufa yaftahuna uquahum. 43:43 Niscaya mereka akan membuka akal mereka, 43:45 pikiran 43:47 mereka. Jangan kamu mulai dengan 43:49 menyakiti perasaan orang. Betapapun 43:51 indahnya argumen yang kamu 43:53 sampaikan, dia akan menutup 43:57 dirinya. Nah, kita bersama pasangan kita 44:01 hidup bersama-sama di satu atap. 44:05 Ya, hendaknya betul-betul walaupun kita 44:09 telah dekat bersama, jangan pernah kita 44:11 lupa untuk menjaga kata-kata kita. 44:15 Oleh karena itu Allah berfirman, "Ya 44:17 ayyuhalladzina amanutaqulah waquulu 44:19 qulan sadida." Wahai orang yang beriman, 44:22 bertakwalah pada Allah dan ucapkan 44:26 perkataan yang 44:28 sadid. Sadid bukan hanya benar, tapi 44:31 sadid itu dalam bahasa Arab dengan wazan 44:34 fa'il diambil dari kata kerja sadda 44:37 yasuddu. Sadda yang artinya 44:40 menutup seperti syadda yasyuddu. 44:44 Kemudian sifah musyabbahahnya syadid. 44:46 Begitu juga sadda 44:48 yasuddu. Kemudian sadid artinya pilih 44:51 kata-kata di samping benar tapi 44:55 kata-kata yang bisa apa? Mendekatkan 44:57 yang jauh, merapatkan yang renggang. 45:00 Artinya memilih kata-kata diksi yang 45:03 baik. 45:05 Hingga Allah Subhanahu wa taala dalam 45:06 suratul Isra mengingatkan 45:10 kita bahwa kata-kata 45:12 itu bisa apa? Bisa menarik ya, bisa 45:18 mempesona, tapi bisa juga membuat apa? 45:22 Kebencian tumbuh di 45:24 hati. Waqul ibadi yaquulullati hiya 45:27 ahsan. Sampaikan pada hamba-hambaku 45:30 untuk berbicara memilih kata-kata yang 45:33 terbaik. 45:34 Innitana yanzagu bainahum. Karena setan 45:37 itu berusaha untuk apa? Untuk 45:41 menumbuhkan, menggosok kebencian, 45:44 permusuhan, salah paham di antara 45:47 mereka. 45:49 Innitana insani aduan mubina. 45:51 Sesungguhnya setan adalah musuh yang 45:54 nyata bagi manusia. 45:57 Jadi kata-kata ini bisa betul-betul 46:01 mempesona, membuat orang tertarik ya. 46:05 Walaupun terkadang isinya bukan hal yang 46:07 baik, 46:09 tapi bisa menarik karena dia memilih 46:11 diksi yang baik. Nah, bagaimana kalau 46:14 seandainya isinya baik disampaikan, 46:16 dikemas dengan cara yang baik pasti akan 46:19 lebih apa? Mesap. Orang yang paling 46:22 utama untuk mendengarkan kata-kata baik 46:24 dari kita, pasangan kita yang dekat 46:26 bersama kita. Jangan kita anggap, "Ah, 46:29 udah dekat ini, udah enggak ada jarak di 46:31 antara kita." Suami berbicara tidak 46:34 menjaga perasaan istri, istri tidak 46:36 menjaga perasaan apa? Suami akhirnya 46:39 rumah tangganya bagikan kebun yang 46:42 menumbuhkan duri. Bukan menumbuhkan apa? 46:45 Bukan menumbuhkan buah-buah yang 46:47 bermanfaat. Di saat dia membuka 46:50 jendelanya, dia menyaksikan pohon duri 46:51 di mana-mana tempat. Ini merupakan hal 46:54 yang enggak menyenangkan. Oleh karena 46:58 itu, kalimah thayyibah itu kalimat yang 47:01 paling dicintai Allah. 47:03 Memiliki akar yang kuat di hati. Ya. 47:08 Kemudian batang dan dahan dengan 47:10 daun-daun yang rindang memberikan 47:12 keteduhan dengan buah-buahnya tidak 47:14 pernah berhenti. Itu buah dari kalimah 47:16 thayibah. Tapi walaupun kamu berikan dia 47:19 materi, berikan apa yang dibutuhkan, 47:21 tapi dengan menyakiti 47:23 perasaannya, tidak akan ada rasa cinta 47:26 di hatinya. Yang ada apa? Rasa sakit 47:30 hati. Kata-katanya sudah berakhir, sakit 47:33 hatinya tersimpan dalam apa? lubung 47:36 hatinya yang paling dalam. Jadi, mari 47:39 bersama-sama kita berupaya betul-betul 47:42 untuk apa? Menggunakan kalimah 47:44 thayyibah. Bahkan kalimah thayibah ini 47:47 yang terangkat ke sisi 47:51 Allah. Manana yuridul izzata falillahil 47:55 izzatu jam. Ilaihi yasadul kalimutibu 48:00 wal amalus shu 48:01 yarfa. Siapa yang ingin kemuliaan 48:04 ketahuilah kemuliaan semua di tangan 48:06 Allah. Datang kepada Allah ikuti 48:09 petunjuk bimbingannya. mohon padanya 48:10 Allah berikan kemuliaan bagi 48:12 kamu. Walaupun kamu tadi dari orang yang 48:15 rendah, begitu kamu mendekat kepada 48:18 Allah, Allah akan angkat dan muliakan 48:20 kamu. Tapi walaupun orang dari kalangan 48:23 mulia, kalau dia tidak mengikuti Allah, 48:25 tidak menghormatinya, Allah akan 48:27 jatuhkan martabat dirinya. Ilaihi 48:29 yas'adul kalimut thayib. Kepada Allah 48:32 yang naik itu hanya kata-kata yang baik. 48:36 Jadi yang naik yang disambut oleh Allah 48:38 yang akan menghasilkan buahnya adalah 48:40 alkalimut thaib wal amal shih yarfa dan 48:44 amal-amal saleh akan diangkat ke sisi 48:46 Allah subhanahu wa taala. Jadi quluan 48:49 sadida ucapkan kata-kata di samping 48:53 benar tapi pilih kata-kata yang 48:55 mendekatkan, yang merapatkan, yang 48:57 menjadi 49:00 jembatan membawa kebaikan bagi keduanya. 49:03 Yuslih lakum amalakum. 49:05 Janji dari Allah, Allah akan perbaiki 49:07 amal kalian. Wagfir lakum dunubakum. Dan 49:10 Allah akan ampuni dosa-dosa kalian. 49:13 Waman 49:14 yutiillahaasulahu faqad 49:16 fauzanima. Siapa yang mentaati Allah dan 49:19 rasulnya, dia orang yang telah meraih 49:22 kesuksesan yang amat besar. Jadi 49:25 ternyata kata-kata yang baik ini luar 49:27 biasa. 49:29 Walaupun dia seorang alim, hafiz, 49:31 Al-Qur'an, habib atau kiai, kalau 49:33 berkata kasar, jangankan manusia, hewan 49:38 pun menjauh. 49:40 Tapi subhanallah, iblis datang dengan 49:43 kata-kata yang manis, dengan rayuan 49:46 telah banyak menipu orang. Sebagai 49:48 contoh, kita saksikan bagaimana iblis 49:50 bisa menyebarkan kerusakan dengan 49:52 rayuannya dan janji-janji yang indahnya. 49:56 Nah, yang kita perlu lakukan bukan 49:58 membawa janji palsu, membawa kebenaran, 50:01 tapi dikemas, disampaikan dengan cara 50:03 yang baik, yang bijaksana, dengan penuh 50:06 ketulusan dan kecintaan, insyaallah akan 50:09 masuk ke dalam hati 50:11 manusia. 50:12 Wallahuam. Mungkin cukup ya. 50:15 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 50:18 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 50:21 ilaik walu minkum. Wasalamualaikum 50:24 warahmatullah. wabarakatuh. 50:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:28 wabarakatuh. Jadi, Mas Krishna kata-kata 50:31 penting banget ya ternyata ya. Kalau 50:33 pria cuma bisa 7.000 kata sehari, 50:36 perempuan bisa 30.000 kata. Wow, itu 50:39 adalah informasi yang sudah sering kita 50:41 dengar. Tapi waktu kita habis, Mas 50:43 Krishna. Ya, alhamdulillah kita telah 50:46 dengar tadi nasihat dari Ustaz Husin 50:48 Alatas dan Ustaz Abu Bakar beraja 50:49 tentang bagaimana kita menyikapi kasus 50:51 itu ya. Mudah-mudahan ee Allah mudahkan 50:54 dalam penyelesaiannya. Baik, terima 50:56 kasih Ustaz Bubar Baraja. Saya Muhammad 50:59 Krishna AT Budi dan Algi mohon pamit. 51:01 Wabillahi taufik walhidayah 51:03 wasalamualaikum warahmatullahi 51:04 wabarakatuh. Waalaikumsalam 51:06 warahmatullahi wabarakatuh.