Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Sayidina Muhammadin wa
- ajemaah
- Masjid Raya Cibubur Kantri dan juga
- pemirsa radio silaturahim untuk Islam
- yang satu ini taglin dari Radio
- Silaturahim.
- Pertama-tama mari kita panjatkan puji
- dan syukur kita ke hadat Allah Subhanahu
- wa taala yang memberikan begitu banyak
- nikmat kepada kita semua. Jadi antaranya
- nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kita
- bisa menjalankan salat subuh secara
- berjamaah dan juga kita lanjutkan dengan
- menghadiri kajian pada Ahad pagi ini.
- Selawat serta salam semoga tercurah pada
- junjungan Nabi Besar Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam beserta keluarganya,
- sahabatnya dan juga para pengikutnya.
- Alhamdulillah pada kesempatan pagi hari
- ini telah hadir di tengah-tengah kita
- guru kita dan juga sekaligus menjadi
- narasumber pada kajian Ahad pagi kita
- pada pagi hari ini. Beliau adalah Ustaz
- Husein Alattos. Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Ya, semoga Allah selalu memberikan
- kesehatan dan kekuatan kepada beliau
- untuk selalu menyampaikan kajian-kajian
- ilmu kepada kita semua.
- Pada
- pagi hari ini
- tema dari
- kajian pagi kita adalah
- bersatu dalam prinsip Islam.
- Ya, seperti kita ketahui dengan
- perbedaan-perbedaan yang ada. Perbedaan
- adalah rahmat bagi kita dan kita
- menjadikan satu dalam prinsip Islam.
- Dalam
- kajiannya
- pada kesempatan ini agak sedikit
- berbeda. Jadi kita lebih interaktif
- Bapak Ibu. Jadi nanti materi akan
- disampaikan sekitar 20 menit dan nanti
- akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab
- dari Bapak Ibu semua.
- dan tanya jawab seputar dengan tema yang
- disampaikan pada pagi hari ini yaitu
- bersatu dalam prinsip Islam. Waktu kita
- akan sampai
- isrq yang kita luangkan. Semoga kita
- bisa
- menghadiri dengan khidmat dan juga bisa
- mengambil ilmu pada kesempatan pagi ini
- yang kita bisa meningkatkan kualitas
- ibadah kita ke depan. Dan dalam kajian
- ini kita bungkus dengan
- program atau dari Masjid Rakyat Cibubur
- Kantri yang kita namakan bisa ngaji,
- bincang-bincang seputar kajian Ahad
- pagi. Bisa ngaji?
- Bisa.
- Bisa. Terima kasih.
- Dan selanjutnya ee waktu untuk pada pagi
- hari ini terkait dengan materi yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Husein Alttos
- dengan tema bersatu dalam prinsip Islam.
- Saya persilakan kepada Ustaz Tafadol
- Ustaz
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Alhamdulillahilladzi
- hadana lil imani wal islam
- wa'alana min umati
- nabiyina Muhammadin al mab'uti rahmatan
- lil alamin.
- Wa jamaana jamian ala kalimatin wahidah.
- Kama amarallahu bihi rasulahu
- ylinaha
- linasi jamian.
- Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha
- haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa
- antum muslimun.
- Shawatu rabbi wasalamuhu alaihi wa ala
- alihi atyibin wasohabatihil guril
- mayamin
- wasairina ala nahjihil qawim ila
- yaumiddin.
- Allahumma atina minika rahmah waimna
- minadunka ilman nafia wfna bimaamana.
- Assalamualaika ya Rasulullah.
- Asalamualaina wa ala ibadil shihin.
- Wasalamualaikum
- jamian warahmatullahi wabarakatuh.
- Para jemaah hadirin hadirat jemaah
- Masjid Cibubur countuntry yang dirahmati
- Allah. [berdehem]
- Pagi hari ini, alhamdulillah dengan
- rahmat Allah, Allah pertemukan kita
- bersama-sama
- pada salah satu rumahnya,
- tempat kita berkumpul menghadapkan wajah
- kita ke hadapan Allah. Di hadapannya
- kita bersimpuh memohon petunjuknya,
- rahmat-Nya, dan juga ampunan dosanya.
- Semoga Allah buka pintu ampunan bagi
- kita yang seluas-luasnya. Begitu pula
- pintu rahmat-Nya
- membantu kita untuk dapat meresapi
- agamanya dengan sebaik-baiknya.
- Yang menyatukan,
- yang menumbuhkan kecintaan di antara
- sesama kita, membangkitkan kita untuk
- berjuang di jalannya demi menegakkan
- kalimatnya. Bukan untuk menegakkan hawa
- nafsu kita atau ego kita. Ini yang kita
- harapkan.
- Para jemaah hadirin yang dirahmati
- Allah.
- Siapa saja yang membaca Al-Qur'an yang
- merupakan kitab suci yang menjadi
- pedoman hidup kita,
- begitu pula merupakan salah satu rukun
- iman kita.
- Dari sana Nabi menimba sunah-sunah
- beliau yang menjadi tauladan bagi kita
- semua.
- Demikian pula keselamatan kita di hari
- akhir tergantung iman kita kepada kitab
- tersebut. Di samping iman kepada Allah,
- beriman kepada para malaikatnya, beriman
- kepada kitab-kitabnya, terutama sekali
- kitab suci Al-Qur'an yang merupakan
- pedoman hidup kita.
- Beriman kepada Al-Qur'an bukan hanya
- sekedar percaya,
- bukan pula hanya sekedar yakin, tapi
- percaya, yakin. Kemudian setia
- mengamalkan petunjuk yang Allah turunkan
- dalam kitabnya. Karena kitab ini bukan
- hanya untuk dibaca, bukan hanya untuk
- dihafal, tapi untuk kita amalkan dalam
- kehidupan kita.
- Sedangkan sunah Nabi kita jangan kita
- pahami sebagai hadis. Karena tidak semua
- hadis itu benar riwayatnya. Ada yang
- sahih, ada yang dif, ada juga yang
- maubud. Tapi sunah adalah pengamalan
- Nabi kita terhadap Al-Qur'an.
- Jadi, Al-Qur'an merupakan Islam
- konseptual,
- sedangkan Nabi kita adalah Islam aktual
- yang mengaktualisasikan Al-Qur'an.
- Jadi, tidak mungkin antara Islam aktual
- dengan Islam konseptual bertentangan.
- Mustahil gak
- kalau seorang membangun sebuah gambar,
- katakan gedung,
- mungkin enggak pelaksananya membangun
- gedung? melenceng dari gambar yang
- ditetapkan.
- Begitu juga sunah nabi kita ini
- sebaik-baiknya sunah karena beliau
- menjadi contoh merupakan refleksi.
- Maka antara keduanya terdapat kesatuan.
- Maka para ulama menetapkan
- riwayat apa saja yang bertentangan
- dengan Al-Qur'an, baik diriwayatkan dari
- Rasul, dari keluarga Rasul atau sahabat
- Rasul atau tabiin tidak sesuai dengan
- Al-Qur'an, kita pastikan dia bukan sunah
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi jangan kita adakan
- benturan antara Al-Qur'an dengan sun.
- Nah, siapa saja yang membaca Al-Qur'an
- ingin memahami Islam dengan mudah
- sederhana, dia akan menemukan jawaban
- yang amat mudah, jelas, dan gamblang.
- Kita kembali kepada para rasul sebelum
- nabi kita.
- Allah berfirman dalam suratul A'raf,
- "Laqad arsalna nuhan ila
- faq yaudullaha
- maakum min ilahil."
- Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh ke
- tengah-tengah kaumnya.
- Apa pesan yang beliau sampaikan dari
- Allah? Sembahlah Allah dan jangan kalian
- apa? Eh, sembahlah Allah. Kalian tidak
- memiliki ilah Tuhan selain dari Al.
- Menyembah Allah bukan berarti hanya
- sekedar kita salat, kita berpuasa,
- tapi menyembah Allah. Kita menjadikan
- hidup kita di dunia ini sebagai
- pengabdian kepada Allah dengan janji
- imbalan kehidupan surga yang kekal dan
- abadi. Hidup di dunia amat singkat.
- Kalau Bapak Ibu diberikan usia 100
- tahun, katanya
- itu hanya 1/10 satu hari di akhirat.
- Sebagaimana firman Allah,
- "Wa inna yauman indabika kaalfi sanatin
- mimma taudun." Satu hari di sisi Tuhanmu
- sama dengan 1000 tahun dalam hitungan
- kalian.
- Sedangkan hari-hari akhirat tiada akhir.
- Jadi kehidupan kita di dunia ini yang
- kita anggap panjang, yang menyubuhkan
- kita untuk membangun nama kita,
- kedudukan kita, mengumpulkan harta,
- mengejar kesenangan hanya begitu cepat
- dan singkat. Wamal hayatud dunya illa
- mataul gurur. Wal hayatud dunya illa
- laibun walahun.
- Oleh karena itu, jalan yang Allah
- tunjukkan buat kita,
- kita menjadikan kehidupan kita sebagai
- pengabdian yang tulus kepada Allah.
- Hingga apa? Seluruh aktivitas kita
- merupakan ibadah. kita bersama keluarga
- kita memperlakukan istri dengan mulia,
- mendidik anak kita juga dengan baik dan
- mulia, berlaku baik terhadap sesama
- manusia, kemudian menjaga kelestarian
- hidup dan tidak melakukan kerusakan. Ini
- ibadah. Ini ibadah. Tapi apabila orang
- keluar dari rel dan jalur ibadah bisa
- menimbulkan kerusakan. Karena [tertawa]
- apa? Ibadahnya liar, tidak memiliki sama
- sekali apa? Tujuan dan tidak ada
- kontrol.
- Ini berbedanya antara orang yang beriman
- yang mengabdikan hidupnya teruntuk
- Allah, yang berjalan di jalan Allah dan
- dia selalu betul-betul menjaga dirinya
- untuk tidak keluar dari rel tersebut.
- Apabila dia tergelincir, diingatkan oleh
- saudaranya, segera dia kembali kepada
- Allah. Hingga semua kita ini orang-orang
- yang beriman terikat oleh ikatan yang
- sama. Innamal mukminuna ikhwah. Maka di
- antara orang yang beriman bekerja sama
- wat tawasa bilhaqqi wa taw bisri. Tidak
- ada seorang pun yang beriman yang akan
- mengajak seorang kepada dirinya maupun
- kelompoknya, tapi mereka akan mengajak
- orang bersama-sama menuju Allah
- sebagaimana perintah Allah pada nabinya.
- Udu ila sabilbik.
- Ajak manusia ke jalan Tuhan.
- Waman ahsanu mimallah wail waq inal
- muslimin. Siapakah yang tutur katanya
- lebih baik dari orang yang mengajak
- kepada Allah dan dia mengisi hidupnya
- dengan amal-amal saleh? Lalu sewaktu
- ditanya tentang identitasnya, dia
- mengatakan, "Inni minal muslimin." Saya
- dari orang yang berserah diri kepada
- Allah.
- Saya ingin tanya kepada Bapak Ibu, kalau
- semua mengajak kepada Allah
- berjalan di jalan Allah yang ditunjukkan
- Al-Qur'an terikat dalam ikatan
- persaudaraan ya yang mengikat kita dalam
- iman, mungkin enggak kita bercerai-berai
- atau bermusuh-musuhan?
- Walaupun warna kulit berbeda, suku
- berbeda, bahasa berbeda, tapi iman kita
- kepada Allah, keislaman kita yang
- artinya kepasrahan, ketundukan pada
- Allah akan menyatukan kita semua.
- Tapi yang terjadi pada saat ini ternyata
- kita jumpai
- setiap kelompok mengajak kepada
- kelompoknya, setiap golongan mengajak
- kepada golongannya dan masing-masing
- berfanatik menganggap diri mereka yang
- paling benar atau yang benar. Yang lain
- menurut mereka salah. Ini bukan lagi
- Islam yang diajarkan oleh Rasul. Bukan
- lagi Islam yang Allah terangkan dalam
- kitab sucinya yang memerintahkan kita
- untuk bersatu dalam keadaan berserah
- diri kepada Allah.
- Sebagaimana firmannya, "Ya
- ayyuhalladzina amanutqulah."
- Wahai orang-orang yang beriman,
- bertakwalah kepada
- bertakwa dalam bahasa Arab diambil dari
- kata kerja waqo yaqi wiqayatan yang
- artinya menjaga. Kita menjaga pesan
- petunjuk Allah nasihatnya
- dengan sepenuh hati, semaksimal
- kemampuan kita.
- Kemudian jangan biarkan diri kalian mati
- kecuali dalam keadaan muslimin.
- Kita harus bedakan antara dua kata. Wala
- tamutunna illa wa antum alal islam sama
- wa antum muslimun. Beda artinya. Kalau
- wala tamutunna illa wa antum alal islam,
- jangan kalian mati kecuali kalian dalam
- Islam.
- Sebagaimana terjemahan yang sering kita
- baca mengenai ayat tadi. Tapi kalau w
- tamutunna illa wa antum muslimun, jangan
- kalian biarkan diri kalian mati kecuali
- kalian semua bersama-sama bersatu dalam
- keadaan berserah diri kepada Allah. Beda
- enggak artinya?
- Jangan biarkan diri kalian mati kecuali
- dalam Islam.
- sama. Jangan biarkan diri kalian mati
- kecuali kalian dalam keadaan muslimun.
- Artinya kalian bersatu bersama-sama
- dalam Islam dan tidak bercerai-berai.
- Jadi keadaan ini hadirin sekalian yang
- seharusnya kita bangun di antara kita.
- Kemudian
- dalam wasiat Ibrahim kepada anak
- keturunannya pun sama.
- Begitu pula wasiat Nabi Allah Nuh
- alaihialatu wasalam. Kita dengarkan coba
- firman Allah dalam suratul baqarah yang
- menjelaskan bagaimana wasiat Ibrahim
- kepada putra-putranya, keluarganya.
- Begitu pula Yakub.
- Waman yarg millati Ibrahima illa man
- safiha nafsah.
- Tidak ada orang yang berpaling
- meninggalkan ajaran Ibrahim kecuali
- orang yang ada gangguan pada akal dan
- jiwanya.
- Karena dia meninggalkan petunjuk Allah
- dan jalan hidup yang indah digantikan
- dengan jalan yang penuh dengan berbagai
- macam cobaan yang berat.
- Jalan yang akan memecah belah kalian,
- membuat kehidupan kalian merana,
- menderita.
- Q lahu rbuhu aslim. Ketika Tuhannya
- berkata pada Ibrahim, aslim,
- artinya apa? Serahkan jiwa dan ragamu.
- Bukan masuk Islam, tapi aslim artinya
- apa? Serahkan jiwa dan ragamu.
- Oleh karena itu dalam bahasa Arab
- istaslama, yestaslimu artinya menyerah.
- Diambil dari kata aslama, yuslimu,
- islam. Jadi Aslim serahkan seluruh
- hidupmu teruntuk Allah. Ibrahim
- menjawab, q aslamtubil alamin. Aku
- serahkan seluruh hidupku teruntuk Allah
- Rabbil alamin.
- Begitu juga yang diucapkan oleh Ratu
- Balqis ketika datang menuju Yerusalem
- masuk ke dalam istana Sulaiman. Ketika
- dia akan masuk ke dalam istana, dia
- menjumpai lantainya mirip dengan
- riak-riak air.
- Diangkat bajunya. Warofaat anqay.
- Sulaiman mengatakan, "Innahu shhun
- mumaradun min qwarid."
- Yang kamu lihat air sebetulnya merupakan
- lantai ya yang digosok ya
- hingga melahirkan pemandangan yang mirip
- dengan air kristal yang digosoknya itu
- merupakan lantai istana Sulaiman.
- Dia melihat Sulaiman dengan kekayaan
- kebesarannya. Tapi bagaimana dia
- merendah di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala, tidak menyombongkan diri, tidak
- melakukan penindasan, tapi dia
- merendahkan dirinya di hadapan Allah.
- Balqis tersadar pada saat itu. Rabbi
- inniamtu nafsi. Wahai Tuhanku, aku
- selama ini telah menganiaya diriku lupa
- kepada-Mu, ya Allah. bangga dengan apa
- yang aku miliki pada semuanya adalah
- pemberian
- aslamillahilamin
- dan aku menyerahkan diriku bersama
- Sulaiman teruntuk Allah Tuhan semesta
- alam
- bukan lagi untuk partai, bukan lagi
- untuk golongan, bukan lagi untuk mazhab
- karena mazhab ini merupakan pendapat
- manusia. Ada mazhab Syafi'i, Maliki,
- Hambali tidak sakral seperti Islam
- dengan syariatnya. Kalau mazhab
- merupakan fikih para ulama, pemahaman
- para ulama. Nah, dalam syariat kita
- bersatu, dalam Islam kita bersatu, dalam
- fikih yang namanya pendapat manusia yang
- merujuk kepada nas-nas yang berbeda,
- kita saling menghargai, menghormati.
- Dengan adanya perbedaan fikih masukan,
- kita mempunyai khizanah kekayaan masukan
- yang amat banyak menjadi solusi buat
- apa? Buat tantangan dalam hidup kita.
- Tapi ingat
- kalau kita mengikuti pendapat Imam
- Syafi'i
- atau Imam Malik dan lainnya, jangan kita
- beranggapan pendapatnya sama dengan
- kitab suci maupun dengan syariat yang
- disampaikan oleh Nabi. Apa yang datang
- dari Allah, dari Rasulnya kita wajib
- mengatakan sam'na wa atna. Tapi selagi
- pendapat manusia, tempatkan dia
- sebagaimana manusianya yang bisa benar,
- bisa sahadangan
- yang baru berbeda.
- Karena zaman terus berubah membutuhkan
- ijtihad dan pemikiran yang baru untuk
- berhadapan dengan tantangan zaman.
- Pokok-pokok kehidupan kita ditetapkan
- dalam syariat Allah. Tapi yang berubah
- dalam kehidupan kita sesuai dengan
- perubahan zaman, perubahan situasi dan
- kondisi dikembalikan kepada ijtihad para
- ulama.
- Tapi kenapa kita menjadikan mazhab
- sebagai pengganti Islam?
- Aneh enggak? Tempatkan mazhab di depan,
- Islam di belakang. Karena perbedaan
- mazhab kita, musuh-musuhan, saling
- mengkafirkan satu dengan lainnya.
- Akhirnya kita keluar dari tujuan hidup
- kita. Akhirnya bukan sebagai seorang
- muslim yang tunduk pada Allah, tapi kita
- telah terbawa oleh nafsu angkara murka.
- Jadi kalau kita kembali kepada dakwah
- Nabi Allah Nuh,
- udullah
- maum.
- Begitu pula Nabi Allah Hud yang datang
- setelah itu. Wain akhumullahakum
- minahir. Sama hari ini sekalian.
- Tadi imam membaca surat Nuh. Allah
- berfirman, "Bismillahirrahmanirrahim.
- in arna nuqiahum.
- Sungguh kami telah mengutus Nuh ke
- tengah-tengah kaumnya untuk memberikan
- peringatan. Peringatkan wahai Nuh kaummu
- sebelum datang azab yang maha pedih.
- Apa isi pesan Allah? Anbudullah.
- Sembahlah Allah. Kemudian wattaqu,
- bertakwalah kepadanya.
- Bukan bertakwa kepada manusia. Lebih
- takut kepada manusia,
- kepada junjungannya daripada takut
- kepada akhirnya dia tinggalkan perintah
- Allah hanya karena ketaatan kepada
- junjungan yang mengangkat dirinya. Ini
- yang berlangsung dalam kehidupan kita.
- di mana
- pejabat
- di mata kita seolah-olah lebih tinggi
- dari Allah.
- Jadi kalau perintah mereka salah, kita
- taati
- dengan alasan Allah gfurur rahim.
- Padahal pada saat itu kita telah apa?
- meninggalkan Allah pencipta kita yang
- berkuasa atas diri kita, atas hidup mati
- kita yang melimpahkan nikmat karunia-Nya
- demi makhluk sesama kita.
- Bagaimana kita akan dimuliakan Allah
- kalau kita merendahkan Allah dan
- memuliakan makhluk?
- Ini jebakan setan yang membuat kita umat
- Islam walaupun banyak tapi bagaikan
- pasir berserakan.
- Ini yang terjadi hadirin sekalian. Tidak
- berani beramar makruf, bernahi mungkar,
- tidak berani menyampaikan pesan Allah.
- Takut kehilangan dunia kita.
- Ini bertentangan dengan prinsip Islam.
- Begitu juga waamuda akhumullahakum.
- Kepada kaum Tsamud kami kirim saudara
- mereka yang bernama Saleh. Sembahlah
- Allah. Kalian tidak memiliki Tuhan
- selain dari Allah.
- Jadi dari mulai Nuh sampai kepada Nabi
- kita pesannya sama. Sembah Allah. Kalian
- tidak memiliki Tuhan selain Allah.
- Kemudian abdikan hidup kalian dalam
- ibadah kepada Allah. Dan ibadah kepada
- Allah ini tidak akan menyempitkan hidup
- kita, tidak akan menyusahkan kita, tidak
- akan membuat terjerumus dalam apa? Dalam
- penderitaan. Sebaliknya mentaati Allah
- akan memasukkan kita ke dalam
- rahmat-Nya, ke dalam ampunannya, ke
- dalam kebahagiaan, akan menyelamatkan
- kita dari jalan-jalan yang mendatangkan
- petaka bagi kita.
- Allah haramkan perzinaan. Allah
- perintahkan kita untuk menikah,
- menyalurkan syahwat kita di tempat yang
- Allah tunjukkan menjaga kesucian,
- kehormatan kita dan anak-anak kita. Mana
- yang lebih indah, hadirin sekalian?
- Mengikuti ajakan setan apa mengikuti
- Allah?
- Dengan kita berumah tangga menjaga
- kesucian hidup kita, kita akan damai.
- Tapi dengan mengumbar syahwat kita, kita
- akan menderita. Tinggalkan
- apa yang suci bersih menuju ke tempat
- kotoran yang penuh dengan lalat, yang
- penuh dengan bakteri, yang penuh dengan
- virus.
- Allah perintahkan kita untuk hidup
- jujur, amanat, adil.
- Perintah ini memberatkan kita apa
- membahagiakan kita? Yang dinambahkan
- rakyat Indonesia ini berharap para
- pemimpinnya jujur, amanat, dan adil.
- Nah, bagaimana kalau seandainya kita
- tidak mengikuti Allah, kita hidup dalam
- kebohongan, dalam khianat, dan
- ketidakadilan. Mana yang lebih indah?
- Jalan Allah
- apa jalan setan?
- Jadi, masuk ke dalam Islam, berserah
- diri kepada Allah, mengabdikan hidup
- kita kepadanya akan mengundang rahmat
- juga keberkahan dan ampunan dari Allah.
- Sebagaimana firmannya, walau anna ahlal
- qur amanu wattaqau lafatahna alaihim
- barakati minama wal ard. Kalau penduduk
- negeri beriman bertakwa bukan kesempitan
- yang mereka hadapi. Kami akan buka pintu
- rahmat keberkahan kami dari langit
- maupun bumi.
- Penyebab penderitaan mereka walakin
- kadabu. Karena mereka mendustakan Allah
- tidak mengikuti petunjuknya. Faakahum
- bima kamu yaksibun. Akhirnya kami hukum
- mereka siksa mereka. Bukan secara
- aniaya, disebabkan karena ulah perbuatan
- yang mereka lakukan. Negeri kita yang
- kaya raya,
- sumber daya manusianya juga yang luar
- biasa, cerdas, pandai, yang
- berpendidikan tinggi cukup banyak yang
- membuat negeri kita ini tertinggal,
- rakyatnya terjerumus dalam kesulitan
- hidup. Sekarang harga bahan bakar juga
- membumbung tinggi akan membuat juga apa?
- Berbagai macam komoditas akan naik
- harganya. Di tengah tengah usaha yang
- sulit, ekonomi yang lesu, lapangan
- pekerjaan juga yang langka. Penderitaan
- ini bukan karena Allah kejam pada kita,
- [tertawa] tapi karena kita berkhianat
- terhadap Allah. Jangan penderitaan kita
- kita kembalikan pada Allah. Kesenangan
- kita kembalikan pada usaha kita.
- Sebaliknya penderitaan kita karena
- kezaliman kita, sedangkan kebahagiaan
- kita karena rahmat yang Allah
- anugerahkan buat kita. Allah berfirman,
- "Ma asobaka min hasanatin faminallah."
- Kebaikan yang kamu terima dari Allah. W
- asaka miniatin famin nafsik. Keburukan
- yang menimpa kamu itu hasil ulah
- perbuatan kamu. Jangan salahkan takdir.
- Saya mau tanya kepada Bapak, Ibu dan
- lain sebagainya.
- Rezeki ini yang kita dapatkan. Katakan
- sebagai seorang sarjana yang lulus ujian
- dengan angka yang baik mendapatkan
- lapangan pekerjaan yang baik dengan gaji
- katakan R juta setiap bulan dengan
- fasilitas hidup mewah.
- Itu usaha Allah apa anugerahnya?
- Siapa yang menganugerahkan dia
- kecerdasan,
- ilmu dan berbagai macam keutamaan yang
- ada pada dirinya. Bukankah Allah? Petani
- yang menanam padi setelah dia membajak
- tanah, menyiram, kemudian memberikan
- pupuk, dia mulai menanam. Yang
- menumbuhkan tanaman siapa? Nah,
- bandingkan peran petani yang bekerja
- dengan peran Allah dalam menumbuhkan
- mana yang lebih besar.
- Kemudian perhatikan,
- jantung kita ini berdenjut karena usaha
- kita apa karena karunia Allah?
- jantung kita, paru-paru kita, ya,
- kemudian pencernaan kita, kedua ginjal
- kita, semuanya bekerja secara otomatis
- ini bukan di bawah kendali kita. Jadi
- sebetulnya bandingkan usaha kita dengan
- karunia Allah Subhanahu wa taala. Kenapa
- kita membanggakan usaha kita? Lupa
- kepada karunia Allah.
- Mulai manusia bersikap sombong ketika
- dia mulai merasa dirinya mampu. Kalla
- innal insana.
- Begitu dia mulai mampu, mulai dia kuat,
- mulai dia mandiri, dia mengatakan hidup
- kita harus bersifat otonomi.
- Tidak boleh banyak-banyak kita menyebut
- nama Allah. Berarti belum dewasa.
- Oleh karena itu, negara sekuler seperti
- Amerika dan Amir Rais menjelaskan hal
- ini ketika dia hidup di Amerika bahwa
- orang-orang di Barat di Amerika jarang
- mau menyebut nama Allah karena dia
- menganggap
- bahwa manusia itu harus bersifat
- otonomi, tidak terikat dengan Allah
- Taala. Kalau tidak masih
- kekanak-kanakan. Oleh karena itu mereka
- paling tidak suka kalau orang
- mengingatkan mereka dengan Allah,
- waspada kalian. Sekarang kalian kuat
- berbuat semena-mena. Ingat kalian tidak
- lepas dari pengawasan Allah dan
- pengadilan Allah. Itu akan membuat
- mereka marah luar biasa. Mereka tidak
- senang dengan kata-kata seperti ini.
- Oleh karena itu, mereka sebetulnya
- orang-orang yang lemah dalam perjuangan
- mereka lebih gantung kepada usaha mereka
- daripada orang yang beriman yang
- bergantung pada Allah. Dan seandainya
- mereka hidup-hidup mulia, seandainya
- mereka mati-mati syahid, ini tidak
- terpikir dalam benak mereka. Mereka
- menganggap kemenangan dengan kekuatan
- pasukan, persenjataan yang canggih. Tapi
- ternyata begitu mereka berperang
- menghadapi umat Islam, umat Islam yang
- beriman kepada Allah, mereka tidak akan
- pernah mengalami kemenangan.
- Jadi, para jemaah sekalian, Islam
- sederhana. Dasarnya beribadah pada
- Allah, mengabdikan hidup kita teruntuk
- Allah, mengikuti jalannya yang indah.
- Nah, jalan yang Allah tunjukkan dalam
- kitab sucinya yang ditegaskan oleh
- nabinya dan disepakati itulah syariat
- yang datang dari Allah. Adapun perbedaan
- mazhab pendapat itu merupakan buah
- interpretasi dan ijtihad manusia. Nah,
- sebagai penutup sebelum dialog dalam
- surah Syura
- Allah menerangkan
- pokok dan prinsip agamanya dengan
- sederhana dan jelas.
- Syaroa lakum minaddin ma was bihi nuha.
- Allah syariatkan bagi kalian dari
- agamanya. Ini agama Allah, agama samawi
- yang langsung datang dari pencipta kita.
- Allah syariatkan bagi kalian dari
- agamanya.
- sesuai dengan wasiat Allah kepada Nabi
- Allah Nuh.
- Walladia ilaika. Begitu juga yang kami
- wahyukan padamu wahai Rasulullah.
- W bihi Ibrahima wa Musa wa Isa. Dan apa
- yang kami wasiatkan atau telah kami
- wasiatkan kepada Ibrahim, kepada Musa,
- kepada Isa. Apa pesan Allah kepada
- mereka semuanya? Begitu juga kepada nabi
- kita an aqimuddin. Tegakkan agama Allah.
- Wala tatafarqu f. Jangan bercerai-berai
- dalam agama Allah. Kalau kita kedepankan
- agama Allah sedangkan mazhab di belakang
- kita bersatu. Tapi kalau kita kedepankan
- mazhab
- Islam di belakang, pasti kita
- bercerai-berai.
- Jadi kalau seandainya orang salat subuh,
- saya mau tanya pada para jemaah.
- Lalu kita bicara perbedaan mazhab
- Syafi'i Maliki dalam salat subuh.
- Kira-kira berapa banyak perbedaannya?
- Subuh pada mazhab Syafi'i membaca qunut
- pada saat apa? Pada saat seorang
- seusai rukuk. Pada rakaat kedua,
- mazhab Malik membaca qunut sebelum
- rukuk.
- Jadi ada dua riwayat
- bahkan dalam Sahih Bukhari disebutkan
- bahwa Imam Malik salat sebelum qunutnya
- sebelum rukuk sedangkan Imam Syafi'i
- bakda rukuk.
- Kira-kira membatalkan salat enggak?
- Qata Rasulullah sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam fhi
- wal witri dalam riwayat di Bukhari ada
- diriwayatkan oleh Anas. Anas ditanya
- Rasulullah setelah rukuk apa sebelumnya?
- Dijawab inqua.
- Rasulullah qunut setelah ruku selama 1
- bulan.
- Ini bukan dari sumber yang berasal dari
- luar ahlusunah, tapi berasal dari mana?
- Tapi orang-orang yang mempelajari fikih
- [berdehem] tidak menyebutkan hadis ini.
- Mereka sebutkan hanya hadis-hadis yang
- menyebutkan Nabi tidak qunut pada saat
- salat subuh kecuali hanya selama 1
- bulan.
- Orang seharusnya objektif. Dan masalah
- ini tidak membuat salat kita menjadi
- rusak. Tapi kebanggaan, kesombongan,
- merasa dirinya yang benar, kelompok lain
- salah, itu yang akan merusak salatnya.
- Karena dia telah menempatkan dirinya
- dalam kedudukan Allah yang menghakimi
- manusia. Allah melihat hamba-hambanya
- dari ketulusannya,
- dari apa? Ibadahnya yang betul-betul
- penuh kekhusyukan. Bukan melihat
- perbedaan Syafi'i atau Maliki. Tidak.
- Kemudian
- dalam tasyahud,
- Syafi'i bertasyahud dengan meluruskan
- tangannya jarinya hingga selesai sampai
- salam. Abu Hanifah bertasyahud ashadu
- alla ilahaillallah. Setelah kelar
- lailahaillallah diturunkan jari.
- Ada lagi mazhab yang tidak sama sekali
- menggunakan isyarat dengan apa? Dengan
- jarinya. Ada lagi yang menggerakkan
- jarinya seperti itu.
- Nah, saya mau tanya para jemaah
- ini bagian dari prinsip Islam apa
- merupakan fikih?
- Bersumber dari riwayat yang berbeda,
- bukan syariat Islam. Nah, saya mau
- tanya, rukun salat yang kita lakukan ini
- disepakati enggak antara Syafi'i,
- Maliki, Hambali, Hana?
- Jumlahnya banyak gak? Kenapa?
- Rukun salat yang disepakati tidak kita
- sebutkan yang menyatukan kita perbedaan
- yang kecil kita tonjolkan. Lalu salat
- dalam mazhab Syafi'i, salat dalam mazhab
- Maliki atau Hambali. Padahal kita salat
- mengikuti syariat.
- Jadi antum bisa lihat kenapa justru yang
- kecil ditonjolkan, yang sama diabaikan.
- Padahal yang sama itu lebih banyak
- dibandingkan apa? dibandingkan yang
- berbeda. Sedangkan Imam Syafi'inya tidak
- pernah sama sekali bersikap angkuh di
- hadapan Malik yang merupakan gurunya.
- Imam Malik juga memberikan izin kepada
- Syafi'i untuk menyampaikan fatwanya
- tidak terikat lagi dengan gurunya karena
- sudah memenuhi syarat. Ada seorang
- namanya Muhammad bin Hasan As-Yaibani,
- teman Imam Syafi'i juga. Beliau muridnya
- Abu Hanifah. Beliau mengarang buku
- mengumpulkan kumpulan hadis Muwatha
- dengan nama
- Muwatha Malik biiwayat Muhammad bin
- Hasan As-Syaibani. Jadi kumpulan Muwat
- tapi yang mengumpulkan Muhammad bin
- Hasan Asyaibani. Karena dia belajar juga
- kepada Malik. Coba perhatikan dalam
- bukunya. Qala Malik. Qala Nu'man. Malik
- berkata begini. Nu'man berkata begini.
- Maksudnya Abu Hanifah.
- Dan pendapat saya
- kita lihat bagaimana mereka penuh ke
- lapangan. Jadi kalau seandainya kita mau
- ribut masing-masing mempertahankan
- mazhabnya,
- maka yang terjadi mereka akan berpecah
- belah dan terlontar dari Islam. Tapi
- kalau mereka menghadapkan wajah mereka
- kepada Allah, hati yang lurus
- betul-betul mendambahkan keridaan Allah
- subhanahu wa taala. berjalan di atas
- jalan Allah yang salat begini, yang
- begini atau yang meluruskan tangannya
- enggak ada masalah.
- Tapi orang yang hatinya dikuasai nafsu
- angkara murka waktu dia salat bukan
- menghadap ke hadapan Allah. Dia melihat
- ke kanan, waduh si pula salatnya begini.
- Begitu juga melihat tasyahud orang lain
- yang begini atau yang begini. Akhirnya
- bukan menghadapkan wajahnya kepada
- Allah, tapi dia perhatikan salat orang
- lain. Lalu dia menjadikan dirinya
- sebagai hakim, ahli bidah.
- Ini yang sunah menurut dia.
- Saya satu kali ketika pulang dari Mesir
- tahun 7,
- saya
- kebetulan dalam satu pengajian
- satu orang bertanya, "Ustaz, saya mau
- tanya bagaimana hukumnya orang yang
- salatnya seperti ini, Ustaz?" Saya
- bilang, "Kapan kalau lihat?" Barusan
- saya melihat di sebelah saya orang
- begini salatnya.
- Saya bilang, "Kenapa kamu tidak hadapkan
- wajah kamu ke hadapan Allah Subhanahu wa
- taala? Kenapa lebih memperhatikan amalan
- orang lain? Kalau seandainya kamu ingin
- jelas, tanya sama dia dasarnya apa?"
- Dia punya pendapat. Kembali kepada
- riwayat dari Wail bin Hujur. Ini punya
- pendapat. Sudah masing-masing amalkan.
- Kita doakan mudah-mudahan kamu dan saya
- diterima oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Tapi kalau orang salat tidak mengikuti
- rukun-rukun yang disepakati atau syariat
- dari Allah. Orang satu rukuk ke depan,
- dia rukuknya ke belakang. Hu sekalian
- hal seperti ini membatalkan salat.
- Jelas-jelaskan. Betul gak? Jadi yang
- baku yang datang dari Allah, dari
- Rasul-Nya itu merupakan syariat. Adapun
- perbedaan yang terjadi itu merupakan
- perbedaan pendapat.
- Jadi kita harapkan mudah-mudahan jemaah
- Cibubur kontrin
- jemaah yang beriman, bersatu dalam iman
- dan selalu berpikir bijak dewasa. Kalau
- ada imam salatnya meluruskan tangannya
- seperti mazhab Malik, kita bisa
- memakluminya. Begitu juga yang salat
- katakan qunut ya kita hargai. Yang tidak
- qunut juga kita hormati. Yang penting
- jangan salah menyalahkan. Jangan salah
- menyalahkan karena bukan wewenang kamu.
- Wewenang kita untuk beramal sesuai
- dengan apa yang kita yakini
- kebenarannya. Tapi ingat, jangan kamu
- bilang saya benar, orang lain salah.
- Kita bersama-sama mencari kebenaran.
- Mudah-mudahan Allah buka pintu rahmat
- dan keberkahannya. Demikianlah para
- jemaah sebagai pembukaannya agak panjang
- sedikit ini. Ee kita buka sesi tanya
- jawabnya. Silakan
- ya. Alhamdulillah kajian telah sampaikan
- dengan topik tadi yang disampaikan oleh
- ustaz. Waktu kita persilakan p jemaah.
- Ada yang ingin dipertanyakan
- dipersilakan.
- Ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee terima kasih Ustaz. Ee saya pernah
- mendengar hadis Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam berkaitan dengan
- akan datang satu masa adalah ruwa bidah.
- Apa?
- Ruwaibidaah.
- Ruwaibah
- ya. Ee ketika ditanya apa Ruwaibida
- adalah orang bodoh yang ikut campur
- urusan publik ya. Dan rasanya situasi
- sekarang sudah terjadi nih gitu ya. Dan
- bahkan kalau dalam dalam pemerintahan
- mereka tuh agama Islam.
- Mengaku atau beragama Islam ee saya
- enggak tahu tapi intinya mereka Islam.
- Dan yang lebih ee buat saya terutama
- adalah banyak ulama-ulamanya malah
- mengikuti gitu ya beberapa ulama kita
- gitu ya. Nah, dalam hal konteks ee sori
- maksudnya itu pun salah satu yang
- membuat kita tercerai-berai
- walaupun saya misalkan mengaku satu
- mazhab ya dengan itu akan tercerai
- ceraiberai karena bicara
- pendapat-pendapat yang lebih berkembang
- lagi ya dari sekedar masalah sekedar
- fikih mazhab gitu ya. Nah, dalam kaitan
- dengan dalam payung satu payung Islam
- ini gimana nih kita menyikapinya sebagai
- jemaah
- masjid gitu ya, juga sebagai insyaallah
- umat Islam yang memang selalu teguh pada
- Al-Qur'an dan hadis dan sunah gitu ya.
- Itu juga ee seperti apa gitu Pak Ustaz.
- Terima kasih Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Memang berbagai macam nubuwah, saya
- enggak bilang ramalan ya, nubuwah nabi
- kita yang mengingatkan kita akan muncul
- nanti kaum Ruwaibidah.
- Kaum Ruwaibidah ini menggambarkan
- mereka-mereka orang-orang yang bodoh
- tapi tampil ke depan menjadi ikutan.
- Mereka memberikan fatwa yang
- menyesatkan, menimbulkan fitnah yang
- akhirnya melahirkan bukan hanya
- perselisihan tapi pertumpahan darah.
- Dan kaum Ruaibah ini walaupun mereka
- mengaku orang Islam, tapi sedikit pun
- mereka bukan termasuk dari kaum
- muslimin.
- Karena mereka bekerja bukan untuk Allah,
- bekerja bukan untuk menyampaikan
- petunjuk Allah dan agamanya, tapi mereka
- orang-orang yang bekerja untuk
- menyebarkan fitnah dan kerusakan.
- Mereka menjadi ansar-ansar setan.
- Berbeda dengan ansarullah.
- Karena Allah perintahkan kita semua
- untuk menjadi ansar. Ya ayyuhalladzina
- amanu kunu ansar. Wahai orang beriman,
- jadilah kalian sebagai ansarsar Allah.
- Karena kunu merupakan kata perintah
- hukumnya wajib. Nah, kalau kita menjadi
- Ansarullah, kita juga menjadi ansarul
- muslimin. Kita juga akan berjuang untuk
- menciptakan perdamaian, kerukunan,
- kesejahteraan di antara kaum muslimin.
- Bahkan siap mengorbankan diri kita untuk
- kepentingan kaum muslimin dengan
- mengharapkan rida Allah. Tapi kaum
- Rawiah ini demi keuntungan dunianya,
- demi kepentingannya, dia rela korbankan
- agama dan keridaan Allah. Maka tidak
- heran kalau kita mendengarkan
- orang-orang seperti Abu Janda,
- ucapan dia terakhir itu betul-betul
- menghina Al-Qur'an.
- Bagaimana dia menggambarkan bahwa kitab
- suci Al-Qur'an penuh dengan ayat-ayat
- yang memerintahkan membunuh menumpahkan
- darah. Beda dengan kitab Injil yang
- penuh cinta kasih. Dia menempatkan
- ayat-ayat dalam konteks perang pada
- suasana damai. Padahal ayat-ayat Quran
- yang memerintahkan untuk membunuh dalam
- saat perang.
- Dan Allah mengingatkan tujuan perang
- dalam Islam itu adalah memerangi orang
- yang memerangi kita. Bukan menyerang
- orang yang tidak menyerang kita. Haram
- hukumnya kita mengganggu orang yang
- tidak mengganggu kita. Waqatilu
- fiabilillahilladina
- yuqatilunakum w'tadu inallaha la
- yuhibbul mtadin. Perangilah di jalan
- Allah orang-orang yang memerangi kalian.
- Tapi jangan melampaui batas. Jangan
- mengganggu orang yang tidak memerangi
- kita, orang tua, wanita, anak-anak atau
- yang beribadah di rumah ibadah mereka.
- Allah tidak menyukai orang yang
- melampaui batasnya. Lalu Allah tegaskan
- dua kali pada ayat-ayat berikutnya.
- Faintahau fainnallaha gfurur rahim.
- Kalau mereka menghentikan agresi mereka,
- Allah maha pengampun lagi maha
- penyayang. Ayat berikutnya,
- kalau mereka menghentikan serangan
- mereka, maka tidak boleh kita menyerang
- kecuali orang yang zalim. Itu Islam.
- Tapi Abu Janda menempatkan ayat ini pada
- saat-saat damai. Akhirnya mengesankan
- Islam haus darah. Kita sudah berikan
- jawaban alhamdulillah di YouTube. Nah,
- ini termasuk antek-antkwaibidah.
- Antek-antk Ruwaibidah.
- Karena jelas-jelasan ya dia melakukan
- pelecehan, maka kita jawab pun secara
- jelas-jelasan.
- Nah, saya akan bawakan riwayat yang
- menggambarkan kejadian yang dikabarkan
- Rasul yang sekarang terjadi.
- Dalam sebuah riwayat dari Nabi kita,
- sebagian ulama ahli hadis melemahkan
- hadis ini dalam sanadnya. Tapi isi hadis
- ini sesuai dengan kenyataan saat ini.
- Akan datang nanti zaman
- terhadap kita semuanya lam
- yabq minal islami illmuh. Islam hanya
- tinggal namanya,
- isinya sudah kosong dari Islam. Mengaku
- sebagai orang Islam jadi pejabat
- khianat.
- Dia khianat terhadap sumpah jabatan.
- Begitu pula menjadi ustaz ulama bukan
- menyampaikan amanat Allah. Dia
- berkhianat, [tertawa]
- berkompromi dengan meninggalkan ayat
- Allah demi keuntungan dunianya.
- Jadi lam yabqo minal islam illasmuh
- waminal quran illa rasmuh. Demikian pula
- Al-Qur'an yang tertinggal paling hanya
- kaligrafinya aja.
- Dalam bahasa Arab rosa mayar sumu itu
- menggambar.
- Jadi Quran ditulis dengan indah,
- dipajang pada dinding-dinding rumah atau
- di kamar kita untuk mencari keberkahan
- atau mengusir setan. Bukan lagi sebagai
- pedoman hidup.
- [mendengus]
- Masajiduhum amirah. Masjid-masjid mereka
- ramai.
- Wakinha khabun minal huda. Tapi isinya
- kosong dari petunjuk.
- Ulama
- ulama-ulama mereka yang paling buruk
- yang berada di bawah atap langit
- fitnah dari mereka fitnah bertebaran
- dan kepada mereka juga fitnah kembali.
- Sekarang kalau kita buka YouTube,
- apa-apa yang disampaikan di YouTube oleh
- para ustaz atau yang mengaku sebagai
- ustaz, kebanyakannya berisikan fitnah,
- perpecahan, pertentangan, bukan
- menyadarkan umat bersatu di jalan Allah,
- saling mencintai, berlapang dari saat
- menghadapi perbedaan fikih bersatu dalam
- syariat Allah. Yang terjadi saling
- memfitnah. Dan banyak ustaz-ustaz ulama
- yang menjadi agen Zionis. Kalau Zoris
- diperangi
- mereka malah membela dan menyerang yang
- memerangi Zioris. Ini jelas-jelasan
- Ruaibidah.
- Oleh karena itu, jangan kita percaya
- dengan penampilan orang yang nampak
- seolah-olah dia sebagai seorang alim,
- penampilannya nyuni, dengan jenggot yang
- lebat, jidad.
- Dan jangan kita menganggap bahwanya
- seorang kalau sudah ustaz atau habib
- atau kiai tamat dari mana pun juga kita
- anggap bahwa mereka orang-orang yang
- berjuang di jalan. Tidak. Kita lihat
- dari apa yang disampaikan bagaimana
- perilaku mereka.
- Jadi seburuk-buruknya makhluk di bawah
- atap langit adalah ulamanya pada saat
- itu. Bukan semua ulama. ulama yang
- berkhianat yang bukan mengajak kepada
- Allah, mengajak kepada pertentangan dan
- perselisihan di antara umat. Saya mau
- tanya, hadis ini sesuai dengan fakta dan
- realita apa tidak?
- Untuk menentukan hadis itu benar tidak
- benar,
- kalau kabarnya sesuai dengan fakta dan
- realita menunjukkan apa yang dikabarkan
- Nabi itu merupakan hal yang benar.
- [mendengus]
- Kenapa banyak ahli hadis menentang hadis
- ini? Karena hadis ini menyentuh mereka.
- Jadi kalau hadis-hadis yang berisi
- kritikan terhadap ulama biasanya mereka
- lemahkan.
- Jadi para jemaah sekalian, kita lihat di
- tengah-tengah kita ini hampir di setiap
- masjid
- orang menyampaikan dakwah ternyata
- membuat para jemah yang tadinya rukun
- mulai hatinya bertentangan. yang tadinya
- tersenyum, tertawa, berjabat tangan,
- mulai melengoskan wajahnya karena
- belajar dari Ustaz Fulan. Seharusnya
- kedatangan dia itu membuat hati semakin
- rapat, kecintaan tumbuh dengan hangat
- mesra, membuat mereka bergotongroyong.
- Kalau Cibubur konta
- yang memimpin, imam salatnya juga
- mengajak ke arah persatuan, kerja sama,
- saling mencintai, toleransi dalam
- perbedaan pendapat, kira-kira apa yang
- akan terjadi?
- Tapi begitu ustaz ceramah di Cibur mulai
- mempersoalkan hal-hal yang kecil,
- mengabaikan kita dari hal yang besar.
- Ingat
- doa setelah salat Allahumma antasalam
- wamink salam sampai di sana aja
- selebihnya bidah. Allahumma innaka afwun
- tuhibbul afwa. Ditambahkan karim bidah.
- Allahumma innaka afuun karimun tuhibbul.
- Padahal karim kan nama Allah. Kita minta
- kepada yang karim bukan minta kepada
- ustaz. Kenapa dia kesal?
- Padahal Allah bilang quidullah
- abidurahman. Panggil ya Allah atau ya
- rahman. Begitu datang bulan Ramadan
- diributkan antara 11 dan 23.
- Masuk bulan Syakban ribut lagi hari ini
- sekalian di bulan Syakban malam Jumat
- baca suratul Kahfi mulai diaduk-aduk
- lagi. Hadirin sekalian. Kenapa yang
- diaduk-aduk bukan yang di kafe, yang di
- Kpop? Kenapa orang yang baca Quran
- diributin,
- baca Yasin diributin? Apa ini? Kalau
- kita lihat ini melayani siapa? Melayani
- kepentingan siis, bukan melayani apa?
- Umat Islam. Merekalah kaum Luwaibidah.
- Dan hati-hati dari mereka tidak pandang
- dulu. Baik dia kiai, ustaz, habib,
- tamatan dari Al-Azhar ataupun tamatan
- dari Saudi Arabia. Jangan terpedaya
- dengan penampilan dan gelar. Lihat
- bagaimana pribadinya dan apa yang
- disampaikan.
- Kalau disampaikan madu dengan
- sendirinya, walaupun orang mengecam
- bahwa itu merupakan racun tetap madu.
- Tapi walaupun mereknya madu kalau isinya
- racun, racun. Jadi jangan terpedaya
- dengan apa? Dengan casing-nya. Jangan
- lihat buku dari sampulnya, lihat isinya.
- Ulama juga jangan lihat dari
- penampilannya, lihat bagaimana isi yang
- disampaikan. Oleh karena itu,
- DKM masjid ini harus betul-betul menjaga
- masjid agar ustaz ulama yang
- menyampaikan menjaga persatuan walaupun
- dalam perbedaan pendapat.
- Hargai jemaah yang datang ke rumah Allah
- untuk salat, jangan sakiti perasaan
- mereka.
- Amar makruf nahi mungkar itu pada
- hal-hal yang jelas kita mengajak kepada
- yang makruf. Adapun nahi mungkar pada
- apa yang disepakati. Jangan orang baca
- Yasin kita tentang baca suratul Kahfi
- tentang atau katakan baca qunut dalam
- salat kita tentang habis-habisan. Saya
- enggak mau salat di masjid di karar
- qunut. Ini kan bahaya sekali hadirin
- sekalian atau sebaliknya. Wallahuam.
- Silakan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Silakan.
- Izin bertanya ustaz terkait dengan
- perbedaan itu rahmat ya, Ustaz ya.
- ee kalau kita lihat fenomena sekarang
- ini, Ustaz ya, ee apa namanya ee umat
- Islam itu sepertinya sedang diuji,
- Ustaz. Misalnya begini ee
- apa namanya di suatu negara di Timur
- Tengah itu ada suatu negara yang
- diinvasi,
- tetapi negara-negara lain di sekitar itu
- sepertinya tidak berdaya, Ustaz. tidak
- ada yang membantu gitu. Nah, ini apakah
- ee ee fenomena yang sekarang ini sedang
- ee menghancurkan umat Islam? Padahal
- suatu suatu ketika pernah dengar bahwa
- ee suatu saat akan datang kejayaan umat
- Islam. Sementara sekarang ini kan ee
- hampir yang menguasai itu adalah Bu
- nonmuslim, Ustaz. Seperti apa namanya?
- ee komunis gitu, Ustaz ya, Yahudi, gitu,
- Ustaz. Nah, bagaimana caranya ee
- bagaimana supaya kita tahu bahwa suatu
- saat Islam itu akan jaya gitu? Dari mana
- kita ee bisa mengetahui? Terima kasih,
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dalam surah Alim Imran Allah
- mengingatkan kita.
- Wala takunu kalladina tafarraqu wtalafu
- min ba'di ma jaahumul.
- Jangan kalian termasuk dari orang-orang
- yang bercerai-berai dan berselisih.
- Setelah datang penjelasan dari Allah
- yang sejelas-jelasnya.
- Ulaika lahum adzabun adzim. Bagi mereka
- Allah sediakan azab yang maha besar.
- Bercerai-berai dan berselisih. Allah
- telah janjikan bagi mereka azab yang
- maha besar. tidak akan selamat sama
- sekali. Berarti yang wajib kita lakukan
- bersatu,
- saling mencintai, kemudian bertoleransi
- dalam perbedaan.
- Kita harus ingat di mana kita boleh
- berbeda dan di mana kita wajib bersatu.
- Dalam prinsip Islam, dalam syariatnya
- tidak ada tawar-menawar.
- Sam'ina wa ath'na. Kita wajib bersatu di
- dalamnya. Jadi kalau ada yang mengatakan
- bahwa salat lima waktu tidak wajib
- umpamanya atau yang mengatakan bahwa
- kham itu halal ya puasa tidak wajib di
- bulan Ramadan itu jelas-jelasnya
- bertentangan dengan syariat.
- Tapi kalau ada perbedaan pendapat di
- seputar fikih, kita harus berlapang
- dada. Karena apa yang dikeluarkan dari
- pendapat tersebut juga berdasarkan
- ijtihad dan dalil yang merujuk kepada
- nas. Walaupun nasnya tidak bersikap
- pasti. Jadi perbedaan pendapat yang
- bermanfaat itu perbedaan yang apa? Yang
- tidak sama sekali bersumber dari
- pertentangan, perselisihan yang
- memberikan masukan kepada kita yang
- bermacam-macam. Contoh masjid Cibubur
- Kuntry.
- Kalau satu orang saja yang mengelola ya,
- yang mengurus membangun,
- kira-kira hasilnya mana yang lebih baik
- dengan
- beberapa orang bersama-sama bersatu,
- berjuang untuk kepentingan umat Islam
- yang arsiteknya yang ahli memberikan
- pendapatnya,
- ahli manajemennya memberikan juga
- masukannya untuk mengatur memanik
- masjidnya bagaimana. Masing-masing
- dengan ilmunya memberikan masukan
- kira-kira hasilnya mana yang lebih baik
- dengan satu orang yang mengurus
- semuanya.
- Dari mulai ketua masjidnya,
- sekretarisnya dia pegang, kemudian apa
- juga keuangannya dia pegang, arsiteknya
- juga dia. Kira-kira rusak enggak?
- Jadi kita butuh masukan yang
- bermacam-macam. Perbedaan yang dihargai
- ini perbedaan tanawu yang bermacam-macam
- memberikan masukan tapi di tempat di
- mana kita boleh berbeda.
- Adapun pada hal-hal yang prinsip ya
- tidak dibenarkan kita berbeda. Kita
- wajib untuk kembali kepada Allah karena
- ini keputusan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Berbeda dengan pendapat manusia.
- Dulu saya di pesantren belajar fikih
- Fathul Qarib, kemudian meningkat kepada
- Fathul Muin. Tapi sayangnya guru-guru
- kita tidak menjelaskan bahwa ini yang
- ditulis dalam Fathul Muin dalam berbagai
- pendapat itu merupakan pendapat manusia.
- Saya beranggapan yang di Fathul Muin itu
- seperti kitab Allah. Jadi kalau kita
- lihat berbeda dengan apa yang kita
- pelajari, kita menganggap orang ini apa?
- Sesat. Sehingga banyak ustaz bilang
- hati-hati sama fulan. berbeda dia jalani
- sama kita. Hati-hati sama fulan. Padahal
- perbedaan dalam pendapat.
- Seharusnya ustaz yang mengajarkan fikih
- ini menjelaskan mana yang syariat Allah,
- mana yang pendapat
- satu imam. Dalam pendapat ini saksikan
- coba guru kalian, Imam Syafi'i, Maliki,
- Hambali, Hanaf, semua saling menghargai.
- Imam Malik guru, Imam Syafi'i murid.
- Ahmad bin Hambal juga banyak terpengaruh
- oleh Syafi'i tapi saling menghormati.
- Kenapa kalian hansip-hansi di bawah
- ribut?
- Kalau kita berhadapan dengan jenderal,
- dia tahu aturan berhadapan dengan Hansib
- main tangkap orang hadirin sekalian.
- Jadi kalau kita perhatikan sama-sama
- perbedaan itu amat diperlukan.
- Di pemerintahan kan yang duduk sebagai
- menteri kan masing-masing dengan
- keahliannya. Tapi jangan kita tempatkan
- orang yang tidak layak pada satu jabatan
- seperti bahlul. Umpamanya
- bahlul dalam bahasa Arab arti bodoh.
- Tempatkan bahlul bukan pada tempatnya.
- Hadirin sekalian ya hasilnya bagaimana?
- Atau katakan tempatkan orang yang ahli
- yang tidak ahli dalam bidang kesehatan
- sebagai menteri kesehatan. Antum bisa
- bayangkan coba apa jadinya? Jadi
- tempatkan orang pada tempatnya. Kita
- dengarkan masukan ahli. Itu yang
- dihargai oleh Rasul. Waum bainahum.
- Urusan mereka dipecahkan melalui
- musyawarah para sahabat. Dalam
- urusan-urusan, kebijakan-kebijakan umum
- ditanya kecuali yang datang dari
- Ini yang harus kita lakukan. Enggak ada
- manusia yang sempurna. Kita saling
- membutuhkan satu dengan lainnya. Satu
- orang bilang sama Imam Ali, "Ya Amirul
- Mukminin, doakan saya supaya tidak butuh
- kepada manusia.
- Imam Ali mengatakan, "Halakta, kamu
- binasa.
- Siapa yang menyediakan makanan kamu?
- Siapa yang membuat bahan-bahan pakaian
- kamu? Siapa yang menjahit? Kita saling
- membutuhkan." Oleh karena itu Allah
- perintahkan watawanu alal birri wat
- taqwa. Tapi katakan Allahumma agninair
- khqik. Ya Allah, jadikan kami enggak
- butuh kepada hamba-hamba-Mu yang bobrok.
- Tapi kerja sama di antara orang-orang
- yang beriman saling menghargai. Jangan
- bilang jangan butuh dari manusia, mati
- kita.
- Nah, kembali kepada problema di Timur
- Tengah saat ini. Sebetulnya peristiwa
- yang berlangsung di Timur Tengah ini
- membuka wajah
- dari apa? Negara-negara Arab yang
- sebenarnya. Negara-negara Arab ini
- semenjak lama bahkan semenjak kelahiran
- mereka kalau kita perhatikan mereka
- lahir dari Inggris dan Zionis.
- Pada saat perang dunia pertama, Inggris
- dikepung oleh Jerman, bukan perang dunia
- kedua ya. Yahudi menawarkan kepada
- Inggris, "Kami siap untuk membantu
- kalian keluar dari kepungan Jerman
- dengan syarat kalian berjanji untuk kami
- menyediakan tanah Palestin buat kami."
- Inggris tawarkan South Afrika. Mereka
- tidak mau tetap menginginkan Palestina.
- Inggris akhirnya terpaksa karena dalam
- kondisi terkepung dia menyetujui
- perjanjian tersebut. Akhirnya Inggris
- melibatkan Amerika
- karena Presiden Amerika terlibat dalam
- skandal Zionis melibatkan mereka untuk
- apa? Untuk terjun membela Inggris
- sampai Jerman dikalahkan. Pada saat itu
- Inggris terbebas dari pengepungan
- Jerman. Lalu lahirlah deklarasi Bolfor
- yang menjanjikan Palestina untuk untuk
- siapa? Untuk Israel. Tapi mengingat
- negara Arab kan sudah terisi.
- Negara Arab di bawah Khilafah
- Utsmaniyah. Bagaimana mereka akan
- menyediakan tanah Palestina buat Israel?
- Maka setelah jatuhnya Khilafah
- Utsmaniyah, Inggris mendapatkan mandat
- untuk membantu negara-negara Arab ini
- memerdekakan diri mereka. Inggris dengan
- jahat. Negara Arab yang tadinya
- merupakan kesatuan di bawah Khilafah
- Utsmaniyah dipecah-pecah. Lahir Qar,
- lahir Kuwait, lahir juga Emirat Arab
- yang bermacam-macam. Lahir juga Saudi
- Arabia. Semua itu lahir dengan
- pengawasan Inggris.
- Orang-orang yang diangkat semuanya loyal
- kepada Inggris yang pada saat itu
- mewakili kepentingan Zionis.
- Oleh karena itu, mereka tidak berhak
- melakukan perjanjian dengan pihak manaun
- tanpa persetujuan dari atas. Jadi,
- jangan dianggap negara Arab ini negara
- yang merdeka secara murni. Tidak merdeka
- di permukaan, tapi sebetulnya di
- belakang mereka semenjak lama
- dikendalikan oleh Zionis.
- Perhatikan bagaimana negara-negara ini
- membuka negerinya untuk menyiapkan
- pangkalan Amerika. Kemudian biaya
- mendirikan pangkalan pun keluar dari
- uang mereka. Kotar menyediakan 11 miliar
- dolar untuk membangun pangkalan Amerika.
- Begitu juga Saudi Arabia. Bukan hanya
- satu pangkalan, begitu pula Bahrain.
- Serangan Amerika terhadap Iran dimulai
- dari Bahrain.
- Jadi negara-negara ini sebetulnya
- merupakan pris Zionis diakui maupun
- tidak diakui. Emirat Arab terlibat dalam
- pembantaian di Sudan dengan dana yang
- mereka berikan untuk para pemberontak
- melakukan pembantaian terlibat di
- Aljazair, terlibat di Libya, terlibat di
- Yaman, terlibat di Suria. Semua negara
- yang anti Zionis dihancurkan dengan uang
- negara teluk. Nah, mereka ingin lagi
- menghancurkan Iran seperti yang
- diinginan Netanyahu.
- Tapi ternyata Iran rakyat yang siap
- berkorban ingin hidup merdeka, mati
- merdeka membuat mereka tak berdaya.
- Apalagi semenjak Selat Hurumus ditutup
- ini. Trump betul-betul mengalami
- gangguan jiwa yang luar biasa. Bukan
- bipolar aja, unipolar,
- psikopat, megalomia. Dan ternyata
- terbukti bukan Israel proksi Amerika,
- tapi Amerika merupakan proksi Israel di
- bawah kendalinya.
- Amerika yang berhenti perang, Israel
- memaksakan supaya perang terus.
- Jadi kalau kita perhatikan negara Arab
- pada saat ini rezim-rezimnya bukan
- rakyatnya sebetulnya merupakan prokis
- Zionis. Oleh karena itu kalau Israel
- diserang ya mereka
- akan berupaya untuk membela Israel kalau
- tidak kekuasaan mereka akan hilang.
- Herannya Mesir membuka perbatasan untuk
- rakyat Israel keluar hijrah. Sedangkan
- Rafah pintu masuk ke dalam Gaza ditutup.
- Mesir kan di sebelahnya. Lalu Saudi
- Arabia ulama-ulamanya memerintahkan
- rakyat Palestin hijrah dari Gaza.
- Padahal seharusnya mereka membela
- saudara mereka.
- Tapi yang terjadi mereka bilang bahwa
- rakyat Palestina enggak berdaya
- berhadapan dengan Israel yang kuat.
- Sebaiknya mereka hijrah dulu. Ini hampir
- ulama-ulama dari mereka semua seperti
- itu.
- Yang wajib seharusnya mereka bela kan,
- tidak mereka tinggalkan. Tapi yang
- terjadi mereka tinggalkan saudara mereka
- karena walaupun mereka mengaku sebagai
- orang Islam tapi jiwa mereka jiwa
- zionis.
- Oleh karena itu, tidak heran semua
- fitnah perpecahan umat Islam datang dari
- sana dibiayai oleh mereka yang
- menyebarkan fitnah, yang mengalu domba
- di antara umat Islam yang
- membesar-besarkan masalah kecil. Tapi
- kalau berkaitan dengan kehormatan kaum
- muslimin yang dibantai, mereka tidak
- peduli sama sekali. Mereka bantu enggak
- saudara kita di Gaza
- terhadap Iran yang jelas-jelasan sesama
- kaum muslimin?
- Mereka ikut serta memeranginya. Ketika
- mereka diserang pangkalan Amerikanya
- mereka bilang Iran menyerang
- tetangganya. Padahal mereka telah
- menjadikan negeri mereka sebagai
- pangkalan bagi Amerika untuk menyerang
- Iran.
- Jadi yang berlangsung pada saat ini
- pengkhianatan. Jangan kita anggap
- perbedaan di antara umat Islam. Ini
- pengkhianatan. negara-negara Arab dengan
- rezimnya terhadap Islam dan kaum
- muslimin. Dan yang selama ini membantu
- Gaza adalah Iran. Jadi, para jemaah
- sekalian, dalam hal ini hendaknya umat
- Islam kembali betul-betul merenungkan,
- memikirkan dengan cerdas kembali kepada
- nilai Islam. Jangan kita mengukur Islam
- dengan mereka, tapi mereka diukur dengan
- Islam. Termasuk kita, saya jangan Islam
- diukur dengan apa yang saya sampaikan.
- ukur yang saya sampaikan dengan nilai
- Islam. Anda akan menemukan siapa yang
- salah dan siapa yang benar. Wallahuam.
- Alhamdulillah
- kajian yang disampaikan dari Ustaz Ustaz
- Alus dan juga sesi diskusi kita yang
- cukup menarik sebenarnya saya yakin juga
- masih banyak
- ee pertanyaan dari para jemaah dan juga
- ada juga yang kirim lewat WhatsApp yang
- kita siapkan
- sesi
- fasilitasi kembali dan ini adalah sesi
- pertama kita kajian pagi di Presid dari
- SS ini bekerja sama dengan TV dan Radio
- Silaturahim
- iniukan
- di Kasidaya timburkan dan insyaallah
- akan coba kita efektifkan untuk setiap
- minggu ke depan. Dan pada pagi hari ini
- kita juga mendapatkan banyak pemahaman
- terkait dengan apa hasil dari ee
- pemaparan dari Ustaz dan juga dari
- diskusi kita. Ya, kalau saya singkat ee
- beberapa poin itu di antaranya adalah
- Al-Qur'an sebagai konseptual dan
- Rasulullah adalah Islam akal. Jadi
- Rasulullah itu sebagai refleksi dari
- Al-Qur'an. Jadi tidak jadi jangan
- dijadikan benturan antara sunah dan
- Al-Qur'an karena merupakan suatu bagian
- yang saling mendukung dan juga orang
- beriman menyembah Allah sebagai
- pengabdian yang tulus kepada Allah.
- Mengajak orang menuju kepada jalan Allah
- bersama-sama bersatu dalam Islam dan
- tidak bercerai.
- Baik ya dalam perbedaan yang terjadi
- dengan mendapatkan Islam bukan
- mendapatkan bukan mengendabankan mazhab
- atau pendapat. Jadi dari sini kita juga
- mendapat pemahaman bahwa kita mendapat
- pemahaman terkait mana kita menyakiti
- perbedaan perbedaan yang ada di antara
- kita sesama gitu ya. dan juga
- melembutkan hati kita bagaimana kita
- bersikap menyikapi perbedaan yang ada
- dan menguatkan persatuan umat khususnya
- di lingkungan kibur kantri ini dan juga
- umumnya pada lingkungan yang lebih luas
- lagi sehingga terjadilah persatuan imat
- Islam yang lebih baik. Demikian semoga
- kajian kita pagi ini menambah
- menambah keimanan kita kepada Allah
- Subhanahu wa taala dan mena kualitas
- ibadah kita kepada Allah subhanahu wa
- taala. Dan sebelum kita akhiri nanti di
- sesi akhir kita setelah ini kita ada
- sesi foto bersama. Jagi para Pak Jemaah
- untuk tetap ee berada di masjid untuk
- kita sesi bersoto bersama dengan Ustaz.
- Dan sebelum kita akhiri kita akhiri
- dengan doa p Ustaz dipersilakan.
- Bismillahirrahmanirrahim. [berdehem]
- Sebelumnya insyaallah mudah-mudahan ee
- kita bisa sering berdiskusi sama-sama
- ya. Dan dari Rasil ada ustaz-ustaz juga
- yang bisa menyampaikan pesan-pesan yang
- lain. Siri berganti satu dengan lainnya.
- Kita berharap bisa mencerdaskan umat dan
- menyatukan hati kita dan insyaallah
- tidak akan membawa pertentangan maupun
- perselisihan. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala abdika
- waasulika sayyidina Muhammadin wa alihi
- wasohbihi wasallim. Allahumma inna
- natawajahu ilaika biasmaikal husna
- kulliha ma alimnaha w lam na'lam. An
- tusolli ala abdika waasulika sayyidina
- Muhammadin wa alihi wasahbihi wasallim.
- wah wahidanja
- Allahun
- Illah.
- Sebelum [berdehem] saya akhiri, kita
- lihat ada tulisan syafaati liahlil
- kabair min umati. Tapi ada kurangnya
- bagi yang bertobat.
- Jadi jangan kita anggap syafaat Rasul
- akan diberikan kepada orang-orang yang
- berbuat dosa dari umatnya tanpa tobat.
- Jadi kalau dia berbuat dosa selama ini
- kemudian dia bertobat kembali pada
- Allah, dia akan masuk dalam syafaat Nabi
- kita Muhammad. Adapun yang meninggal
- dunia sambil melecehkan agama tidak akan
- mendapatkan syafaat sama sekali.
- Jadi mudah-mudahan kita termasuk
- orang-orang yang bertobat semua. Amin.
- Allah rabb semoga kita masuk dalam
- orang-orang yang bertobat dan ee saya
- sebagai pembawa acara mohon maaf jika
- ada hal yang salah mohon dimaafkan.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Shallallahu ala Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Sallallahu ala Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- Jemaah untuk tetap berada di masjid.
- Nanti kita akan foto bersama, sesi foto
- bersama ya.
- Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam sallallah Ah