Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dipancar luaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Inilah Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Siaran kami juga bisa disaksikan melalui
- YouTube Rasil TV secara langsung.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat di mana pun
- Anda berada. Bagaimana kabar iman kita
- siang hari ini? Semoga semakin meningkat
- dan tetap istikamah menjalani segala
- kebaikan yang diperintahkan Allah
- subhanahu wa taala. Saya Nurdiana, Ondi
- Fajar juga Fahri di meja operator. Kali
- ini menemani Selasa, 24 Rajab
- 1439 Hijriah yang bertepatan dengan 10
- April 2018. Dalam acara tausiah
- siang, kita akan membahas tentang kajian
- tafsir Ibnu Katsir bersama Ustaz Umar
- Rasyid Hasan yang alhamdulillah sudah
- berada di tengah-tengah kita kali ini.
- Kita sapa dulu beliau. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apa kabar siang ini? Baik,
- alhamdulillah. Alhamdulillah. Siang ini
- kita akan membahas tentang Quran surah
- Thaha ya, Ustaz? Ya. Iya. Surah Thaha
- ini ada gambaran kehidupan kita manusia.
- He ke arah ada sebagian orang tuh ingin
- hidupnya lapang. He tapi ada juga
- sebagian komunitas manusia ini yang
- hidupnya ingin sempit gitu. Subhanallah.
- Nah, itu jadi apa? Rupanya berbeda
- keinginan anak-anak Adam ini. Tidak
- tidak sama gitu. Baik. Nah, pendengar
- dan pemirsa Rasil TV di mana pun Anda
- berada, kita akan membahas Quran surah
- Thaha, surah ke-20 ayat 123
- sampai16. Seperti yang ustaz bilang
- tadi, ada yang memilih kehidupan yang
- sempit. Tema yang akan kita angkat
- adalah tema jangan menjadikan kehidupan
- dunia ini sempit. Allah Subhanahu wa
- taala telah menciptakan dunia ini
- teramat luasnya. Namun, mengapa sebagian
- manusia merasa kehidupan ini begitu
- sempit, ya, Ustaz? H apa penyebabnya dan
- bagaimana ketika kita ingin kembali
- menjalani kehidupan yang luas dan penuh
- nikmat. Mari kita simak tausiah dari
- Ustaz Umar Rasyid Hasan. Tafad Ustaz.
- Jazakallah khair. Masyaallah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ikhwan fillah
- dan ee akhwati fillah yang dirahmati
- Allah subhanahu wa
- taala. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Alhamdulillah
- nahmaduhuastainuhufiruh wa naudubillahi
- minuri anfusina waminati
- a'malina. Man yahdihillahu fala
- mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah.
- Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli ala
- Muhammadin wa ala alihi wasohabati
- ajmain. Amma ba'd.
- Teman dan sahabat Rasil yang dirahmati
- Allah di mana saja ee Anda berada dan
- juga ee pemirsa televisi di mana saja
- berada. Di kali ini kita
- akan mencoba lihat
- ee fenomena kehidupan manusia yang dari
- masa ke masa itu semakin banyak
- perubahan gitu. semakin
- banyak katakanlah
- ee apa istilahnya
- mm problem-problem yang dialami gitu.
- Kalau problem ini mungkin menjurus
- kepada kesulitan barangkali banyaknya
- kan gitu. Nah, ini kita lihat coba
- perubahan-perubahan manusia saat
- menyikapi kehidupan ini luar biasa. ee
- terlebih pada zaman kita hidup sekarang
- adalah pada sebuah masa atau zaman yang
- nilai-nilai agama itu nampaknya banyak
- dikesampingkan, nampaknya banyak
- dianggap agama ini sebagai sesuatu yang
- tidak ee berguna.
- Bahkan mungkin sudah banyak orang yang
- tetap mengaku Islam tapi dia lari dari
- Islam itu. Nah, oleh kariranya di siang
- hari ini ee coba kita lihat ee karakter
- manusia ee tabiat manusia dari masa ke
- masa tentu di sana ada
- perbedaan-perbedaan. Saat mereka itu
- dengan tabiatnya melihat kondisi dunia
- yang ee ada di hadapan mereka.
- tidak tidak juga ee luput daripada saat
- ayahanda kita Adam alaihialatu wasalam
- beserta ibunda kita Hawa ee pada masa
- lalu. E cuman mungkin masa lalu itu
- problemnya belum
- sekompleks kehidupan kita hari ini,
- gitu. Tetapi dari masa itu sudah ada
- problem sebetulnya. Sudah ada problem.
- Setidaknya problem ketika dia baru
- dikeluarkan dari mana? dari surga kan
- gitu. Itu problem sebetulnya gitu.
- Sehingga pada masa-masa
- berikutnya ee di masa di masa Nabi Musa
- itu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menggambarkan sampai
- digambarkan loh gitu oleh Rasul
- sallallahu alaihi wasallam antara
- problem yang terjadi dengan Nabi Adam
- gitu loh dan problem yang terjadi pada
- Nabi Musa alaihi alaihialatu wasalam.
- Nah, jadi kisahnya cukup cukup unik
- sebetulnya takdir-takdir Allah pada kita
- ini dari ayahanda kita abal basyar
- sampai manusia terakhir yang Allah
- ciptakan kelak di di akhir zaman tuh
- subhanalladim menggambarkan betapa Allah
- Subhanahu wa taala dengan iradahnya
- dengan kemauan, keinginannya itu tidak
- ada satuun makhluk yang dapat
- mencegahnya kan gitu. Tidak ada pembesar
- negeri manaun yang dapat menahan
- keinginan Allah. Subhanahu wa taala.
- Nah, oleh kariranya tabiat kita manusia
- ini pun nampaknya dengan kita merujuk
- pada kebesaran Allah,
- keagama. Ee arti-arti tidak sama itu ya
- mungkin dari watak, dari tabiat, dari
- karakter gitu kan. Keinginan subhanallah
- beragam.
- Itu sedikit ustaz akan kisahkan dulu
- sebelum ayat ini dipaparkan.
- Ee dulu ketika
- Adam ee hidup di
- surga dan diceritakan panjang oleh Ibnu
- Katsir dalam sebuah kitab yang fenomenal
- ya bernama albidayah w nihayah itu Nabi
- Adam itu diciptakan Allah hanya masanya
- singkat sekali dari masa asar ya kan
- menjelang magrib sudah diturunkan ke
- dunia.
- Jadi setelah waktu asar itu kan
- diciptakan Adam lalu menunggu magrib.
- Sebelum magrib sudah turun ke dunia
- dengan kesalahannya. Ini masa yang kalau
- di dunia hanya berapa jam kan gitu.
- Tetapi masa di situ tentu akan ada
- bedanya saat masa ini ee dikaitkan
- dengan negeri akhirat. Nah, singkat
- cerita saat itu Adam alaihialatu wasalam
- mengakui kesalahan. Itu ini singkat
- ceritanya.
- Nah, maka ketika beliau sadar dengan
- kesalahannya itu
- ee maka beliau langsung meminta kepada
- Allah itu maaf, meminta kepada Allah itu
- ampunan itu loh. Memohon padanya tentang
- karunia itu rahmat dan keberkahan kasih
- sayangnya. Ee dan Adam itu diciptakan
- oleh Allah Subhanahu wa taala merupakan
- makhluk yang istimewa.
- dia ciptakan dari berbagai bentuk
- material tanah yang warnanya
- berbeda gitu kan. Maka anaknya pun
- warnanya tidak sama kan. Ada yang merah,
- ada yang kuning, ada yang putih, ada
- yang hitam ya kan ada macam-macam. Nah,
- karena bentuk bentuk awal material tanah
- pun tidak sama. Diramu menjadilah bentuk
- Adam alaihi salatu wasalam. Nah, Allah
- ciptakan Adam
- ini postur tubuhnya. Subhanallah.
- Seperti yang Rasul katakan,
- "Innallaha khalaqo adama rajulan
- thawala kiru
- ras." Oh, tubuhnya Adam tuh tinggi gitu
- loh. Dan gempal rambutnya
- gondrong beliau bisa diartikan gondrong
- ya, lebat gitu loh ya. Gempal ya,
- gondrong ya lebat. Tapi ya makhluk Allah
- ini luar biasa indahnya kan gitu. Bahkan
- dalam sebuah hadis tingginya Nabi Adam
- itu
- sittinaa ila sabi'i
- adra. Tingginya Adam itu 60 di 60 hasta.
- Berarti satu hasta kan kurang lebih 1/2
- m ya. Ah, berarti 60 / 12 aja kali 3.
- Iya, kali berarti 30 m menjulang ke atas
- kan gitu. Masyaallah. Ee lebarnya
- berapa? Sabata adr
- lebarnya ee tubuh Nabi Adam itu tujuh
- tujuh di berarti 7 *
- 1/2 dibagi bagi setengah kan berarti kan
- bagi dua kan berarti 3 15 m. Subhanallah
- kan gitu.
- Lebarnya 3,5 m, tingginya 30 m. 30 m.
- Kalau jalan gimana, Ondi? Kan gitu.
- Dagdag degdeg dag
- degdeg. Itu aya kita dan rambutnya itu
- subhanallah lebat gitu. Ini kisah
- ayahanda kita yang sangat kita rindukan
- pertemuannya nanti di surga insyaallah
- taala.
- itu sehingga Rasul mengatakan kaahu
- nakhlatun
- sahuq seperti pohon kurma yang e kokoh
- gitu
- loh saking tingginya gitu. Falammaq
- syajarata saqot anhu
- libasah. Saqot anhu libasah. Ketika dia
- melanggar peraturan surga mencicipi
- katakanlah nikmatnya pohon buah yang di
- situ dalam surat e thaha dikatakan
- eh hal adulluka ala syajaratil khuldi wa
- mulkin la yabla. Itu di ayat 120-nya itu
- bisikan setan kepada Adam.
- itu di situ dikisahkan bahwa nama pohon
- yang dimakan itu buahnya itu syajaratil
- khuldi gitu loh. Itu Ibnu ee apa
- istilahnya riwayat-riwayat ke arah nama
- ee buah itu adalah buah Khuldi gitu.
- Bahkan Ibnu ee Imam Ahmad pun
- meriwayatkan bahwa itu adalah buah
- Khuldi. Nah, itu kondisi daripada Nabi
- Adam alaihi salalatu wasalam.
- Nah,
- kemudian apa? Ketika dia melakukan dosa
- di awal waktu memakan buah khuldi itu
- yang terburai itu yang pertama justru
- auratnya. Faawwalu
- ma bada minhu auratahu. Yang pertama
- terburai itu auratnya sehingga dia rasa
- malu. Fadaro ila auratihi ya jaala
- yastadu fil jannah. Dia melihat auratnya
- lalu dia malu sekali itu. Sampai pada
- akhirnya beliau alaihiatu wasalam
- memetik daun-daun yang ada di surga.
- Ditutupilah kemaluannya itu. Fanadaahur
- rahman. Maka Ar-Rahman Allah Subhanahu
- wa taala memanggilnya gitu. Dipanggilnya
- Nabi Adam itu. Itu soal cara
- memanggilnya kembali kepada sifat Allah
- yang tidak bisa sama dengan makhluknya
- kan gitu.
- Di dalam riwayat ini dikatakan, "Ya
- Adam, minni
- tafir, ya Adamu atau ya adama minni
- tafir." Wahai Adam, apakah engkau akan
- berupaya lari daripadaku setelah kau
- melakukan dosa itu? Kesalahanmu itu
- harus kau
- pertanggungjawabkan. Itu apakah dariku
- akan lari engkau? Falamma sami kalamar
- rahman. Ketika Adam mendengarkan
- perkataan rahman yaitu Rabb kita Allah
- Subhanahu wa taala. Qala Adam berkata
- menjawab, "Ya Rabbi la." Ya Rabbi
- la. Tidak. Ya Allah, aku tidak akan
- lari. Aku pun paham bahwa aku telah
- melakukan
- kesalahan. Itu loh. Aku akan bertanggung
- jawab. Katakanlah seperti itu. Karena
- ujung dari perhelatan beliau dengan
- Allah tuh ujung-ujungnya beliau
- bertanggung jawab. Adam itu beristigfar
- akhirnya kan gitu. Ya Rabbi la tidak
- wahai Allah. Walakin
- istihya. Walakin
- istihyaan. Tetapi justru aku ini kok
- malu sekali kepadamu ya Allah. Tuh malu
- ya Allah. Bukannya aku ingin lari dari
- masalah ini, aku malu kepadamu. Di dalam
- riwayat lain juga dikatakan, "Patut
- engkau malu." Mengapa? Karena engkau
- telah melakukan ee apa katakanlah
- pelanggaran yang dulu aku telah larang
- kepadamu. Nah, di sini dikatakan araita
- in tubtu. Kata Adam berikutnya, "Aroita
- in
- tubtu
- waru eh
- ua uaidi ilal jannah."
- itu kan tetapi ya
- Allah arita
- intu
- warajau
- itu uaidi ilal jannah gitu kan e tetapi
- ya Allah kalau aku hari ini mengakui
- dosaku itu dan aku akan bertanggung
- jawab kata beliau ee kemudian aku ratu
- aku ini kembali kepada jalanmu yang
- benar. Akankah Engkau ya Allah
- mengembalikan itu mengembalikan aku ke
- dalam surgamu?
- Apa jawaban Allah Subhanahu wa taala?
- Qala
- naam. Allah tidak mengatakan la. Qala
- naam. Niscaya iya aku akan kembalikan
- kamu lagi ke dalam surgaku asalkan
- ucapanmu tuh benar. Kan gitu. Nah,
- sekarang ayahanda kita nih subhanallah
- mewariskan pengalaman yang luar biasa
- kepada kita kan. Yang harus kita
- pikirkan sekarang adalah iya kalau Nabi
- Adam Aah pernah bersalah kita
- anak-anaknya pun dan soal kesalahan itu
- bukan warisan.
- Jangan disalahkan lagi orang tua kita.
- Itu bukan warisan kesalahan itu. Itu
- maka Allah katakan, "Naam, akan aku
- kembalikan kamu ke dalam
- surgaku." Fadzalika quluhu. Oleh
- karenanya Allah katakan ini merupakan
- doa Nabi Adam alaihiatu wasalam.
- Fatalaqo adamu
- mirbihi
- kalimat fataba alaihi innahu in apa? Hua
- tawwabur rahim. Nah, tuh. Jadi, maka
- fatalaqo Adam, maka Adam seraya saat
- itu mengakui kesalahan dan berdoa kepada
- Rabbnya dengan kalimat-kalimat ee yang
- berisikan munajat. Fataba alaihi. Maka
- Allah Subhanahu wa taala setelah ada
- melakukan doa dan munajat itu menerima
- taubatnya. Dalam sebuah ee riwayat dan
- itu Al-Qur'an ya, e Adam itu berdoanya
- dengan kalimat rabbanaamna anfusana
- waillam tagfirlana watarhamna
- lanakunanna minal khasirin. Terus saja
- maka Allah mendengar munajat beliau,
- mendengar doa beliau, lalu mengabulkan
- permintaan beliau. Nah, iblis juga sama
- ditawarkan sebetulnya kepada dia. Nah,
- kamu sekarang mau apa telah itu kan
- enggak mau sujud ke ciptaan aku. Dia
- tidak bertobat malah dia hanya minta
- diakhirkan usianya sampai hari hari
- kiamat. Yang ini diberi, yang itu
- diberi. Pada hakikatnya Allah maha adil.
- Ya, ini mah kalau kita coba melihat
- kondisi iblis satu itu dia minta aja
- dikembalikan ke surga. Pasti
- dikembalikan ke surga. Tetapi
- kenyataannya takdir Allah tidak begitu.
- Nabi Adam meminta diampuni dosanya, lalu
- Allah mengampuninya lalu dikembalikan
- pada surganya lagi. Tapi iblis dengan
- kesalahannya dia congkak terus. Malah
- dia hanya minta pada Allah, "A
- tangguhkan usiaku sampai hari kiamat
- tiba." Nah, ketika nanti hari kiamat
- tiba, makhluk inilah yang paling rugi
- dan pengikutnya. Kan begitu. Karena
- sekarang pengikutnya banyak. Makhluk
- inilah yang paling rugi. Sehingga
- dikisahkan oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, iblis itu nanti di akhir zaman
- pada saat tiap kiamat itu terjadi dia
- sujud. Tiba-tiba dia sujud pada Allah.
- Dalam sujudnya dia berkata, "Ya Allah
- perintahkan kepadaku, kepada siapa aku
- harus sujud seperti dulu kau pernah
- perintahkan aku untuk sujud kepada Adam.
- Perintahkan kepadaku, ya Allah." Tapi
- tidak dijangu Allah. Kan begitu. Nah,
- ini orang yang apa namanya? Makhluk yang
- sangat-sangat ee apa namanya? merugi
- saat
- itu. Tadi Ustaz katakan ada perbedaan
- antara ee kehidupan Adam dengan
- kehidupan masa berikutnya itu termasuk
- pada masa yang dekat dengan Adam yaitu
- pada zaman Nabi
- Musa. Ketika dikisahkan oleh Rasul ee
- adanya kita katakanlah dialog ya
- sekarang ini. Apakah dialog interaktif
- gitu kan? Apakah dialog antar kalau
- sekarang kan enak aja kan ada WA, ada
- macam-macam. Kalau dulu nih dialog
- dialog interaktif juga antara ee Musa
- dengan Nabi Adam alaihialatu wasalam.
- Isi dialog itu adalah sebuah perhelatan
- gitu loh. Ee berupa
- pertanyaan-pertanyaan yang seakan-akan
- memojokkan Nabi ee Adam alaihi salalatu
- wasalam dari Nabi Musa alaihialatu
- wasalam. Apa isi dialog itu? E coba
- ikhwatal iman renungkan
- baik-baik gitu ya.
- Bahwa ihtaja Adam wa Musa
- rabbihima rabbihima.
- Ihtaja itu hampir bertengkar itu loh.
- Beradu
- argumen. Telah beradu argumen
- antara Adam dengan Musa di sisi
- Rabbnya. Fahajja Adamu
- Musa. Ya. Fahajja Adamu Musa. Musa
- tiba-tiba menghujat
- Adam. Kalau sudah dihujat artinya
- gimana?
- Harus ada jawaban kan dari yang dihujat
- kan gitu. Nah, kasus-kasus kehidupan ini
- dari dulu sebetulnya sudah terjadi ya
- kan. Qala Musa berkata Musa, antalladzi
- khalaqokallahu
- biyadi. Wahai Adam, engkaulah makhluknya
- yang telah Allah ciptakan melalui
- tangannya gitu kan. Wfakho fika min
- ruhihi. Dan Allah langsung meniupkan roh
- ke dalam jasadmu
- itu. Wa asjad laka
- malaikatah. Wa asjada laka malaikat. Dan
- Allah memerintahkan kepada seluruh
- malaikatnya itu untuk sujud
- kepadamu. Itu kata siapa tadi? Kata Musa
- alaihiatu wasalam.
- Wa askanaka fi
- jannati. Dan telah Allah jadikan engkau
- sebagai penghuni
- surganya.
- Summahu ilal
- ardiatik. Lalu tiba-tiba dengan
- kesalahanmu engkau jatuh, engkau
- turunkan semua manusia. Allahu Akbar.
- Berat rasanya ayahanda kita dihujat
- ini. Sangat berat sekali ini. Mengingat
- Nabi Musa itu membeberkan
- perkara-perkara nikmat yang telah
- dialami oleh Nabi Adam. Kan tempatnya
- surga diciptakan langsung oleh Allah
- melalui tangannya ditiupkan rohnya dari
- Allah sendiri. Kalau kita kan melalui
- proses-proses kan pernikahanlah
- ya kan macam-macamlah. Kalau Adam tidak
- ini hujatan seperti ini memberatkan
- Adam. Tetapi kedua hamba Allah yang
- berupa Nabi itu memang luar biasa. Lalu
- dijawab oleh Adam. Qala
- Adam.
- Lalu terjadilah dialog di dialog
- berikutnya. Adam mengatakan, "Anta
- Musa, engkau adalah Musa
- alladfaqallahu birisalatihi
- waami." Engkaulah Musa yang Allah
- mensucikan dirimu,
- memilihmu, memilihmu dengan risalahnya.
- Dititipkannya risalah kepadamu dan
- engkau
- adalah anakku, keturunanku yang langsung
- diajak bicara oleh Allah
- kepadamu. Waqal alwah fiha
- tibyana tibyana kullai. Dan engkau
- adalah makhluk yang diizinkan oleh Allah
- mendapatkan alwah. Alwah itu semacam apa
- kalau kita katakan ini ee ee papan
- tulislah. Tapi yang kecil yang isinya
- itu adalah penjelasan seluruh
- hukum-hukum Allah Subhanahu wa
- taala. Waqorbaka najiya. Dan Allah dekat
- saat itu denganmu.
- Subhanallahilim. Eh fabikum wajadallaha
- kadabat taurata qobla an
- ukhliq. Qoblaan ukhliq.
- Dan pasti dapat dipastikan pada kalian
- tertulis dalam lauh itu akan aku, kata
- Nabi Adam. Dan itu tulisannya sebelum
- aku dilahirkan.
- Qala Musa
- arbainama. Bahkan Musa pun tahu
- dijawabnya itu 40 tahun lamanya. Kata
- beliau. Qala Adam. Maka Adam menjawab
- kembali, "Fahal wajta fiha wa adam
- rabahu
- fagwa." Apakah engkau menjumpai kalimat
- di dalam alwah itu? Faas wa adamubahu
- fagwa. Lalu Adam bermaksiat kepada
- Rabbnya lalu celaka.
- Gulah fagawa celaka.
- Qala Musa. Maka Musa menjawab,
- "Naam." Iya, wahai
- ayahandaku. Iya, wahai Adam, bahwa aku
- jumpai engkau berdosa lalu engkau
- celaka.
- Nah, kata Musa, maka Adam
- mengatakan,"Alumunial." "Lalu apakah
- engkau wahai Musa akan kau hujat diriku
- terhadap perbuatan yang telah Allah
- catat?
- meskipun aku melakukannya dan itu telah
- Allah catat sebelum aku dicipt
- diciptakannya itu
- biarbainasana dengan 40 tahun sebelum
- aku tercipta. Gak layak kamu menghujat
- diriku seperti itu. Itulah
- artinya. Wahai anakku tidak layak kau
- menghujat
- diriku. Gitu loh itu. Silah itu
- pembelaan Nabi Adam yang luar biasa,
- fenomenal.
- Cuman ini tidak dikupas di ee khalayak
- ramai gitu kan. Ini fenomenal sekali
- jawaban-jawaban begini gitu
- loh. Maka Rasul
- menyudahi ee hadisnya itu dengan qala
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam fahajja adamu Musa. Fahajja
- Adamu Musa. Maka terus bers ber apa
- namanya?
- melakukan ee katakanlah debat gitu loh,
- adu argumen antara kedua hamba Allah ini
- yaitu Adam dan Musa yang kedua-duanya
- ini menjadi nabi dan rasul dan ulul azmi
- minar rasul. Subhanallah.
- menjadi nabi yang terutus dan menjadi
- rasul ya kan yang dipercayai lebih
- amanatnya dan diproses lagi dipres-pres
- lagi menjadi ulil azmi minar rasul
- menjadi nabi rasul yang memiliki tugas
- yang lebih berat di antaranya Adam,
- Ibrahim, Musa, Isa, Muhammadun
- sallallahu alaihi wasallam alaihialatu
- wasalam. Alaihimusalatu wasalam. Nah,
- ini dia. Ini kisah sebetulnya menarik
- bagi kita kan. Nah, oleh karenanya
- ikhwan, soal kehidupan itu dari hulu
- sampai hilir sebetul sama.
- Sebetulnya sama antara lebih antara
- kurang gitu loh. Dan kita manusia yang
- hidup ini, Ustaz dulu pernah bilang di
- mana-mana kita hidup sendiri nih. Kita
- hidup kita ini adalah akan selalu di
- tengah-tengah kekurangan dan kelebihan
- orang
- lain. Seperti orang lain pun mereka
- hidup di tengah-tengah kekurangan dan
- kelebihan
- kita. Artinya, Ikhwan, untuk apa sih
- saling menghujat? Kan begitu. Saling
- menasehati iya, tetapi untuk menghujat
- no. Kan begitu maknanya. Maka saling
- menasihati inilah yang terbaik bagi
- kita. Rupanya mungkin ini pun adalah
- arah nasihat dari Nabi Musa kepada Nabi
- ee Adam. Demikian pula jawaban-jawaban
- Nabi Adam kepada Nabi Yusuf merupakan
- nasihat yang mana kedua hamba Allah ini
- adalah beliauah ayahanda kita. Kalau
- Musa kita jadikan dia adalah kakak kita
- dari keturunan Adam, ya berhak juga kita
- mengatakannya kan. Tetapi beliau adalah
- nabi Allah Subhanahu wa taala itu
- ya. Silakan barangkali kita hentikan
- dulu sampai di sini. He.
- Baik, Ikhwan Akhwat pendengar Setia
- Rasil Radio Rasil di mana pun Anda
- berada, kita jeda dulu. Setelah yang
- satu ini kami mengundang ikhwan dan
- akhwat untuk berinteraksi bersama kami
- di
- 0218451512 atau di WA dan SMS kami di
- 0811 999720.
- Namun setelah jeda yang berikut ini,
- tetaplah bersama
- [Musik]
- kami. Perbuatan maksiat ini tidak
- seperti api yang sifatnya apa? Terlihat
- oleh mata kita. Tapi
- kejahatan-kejahatan,
- pengabaian-pengabaian terhadap perbuatan
- yang mungkar itu subhanallah bila datang
- efek yang ditimbulkan amat mengerikan.
- Banyak orang mengeluh, "Kenapa tadinya
- hidup rumah tangga saya baik, rezekinya
- mudah? Kami juga rukun sekarang
- kondisinya betul-betul ruet seolah tidak
- ada jalan keluar sama sekali. Periksa
- diri kalian apa yang kalian lakukan.
- Karena kemaksiatan, kezaliman bisa
- membuat kebahagiaan kalian hilang.
- Kerukunan kalian juga apa? Akan berganti
- dengan kebencian dan permusuhan.
- mengingatkan keluarga kita, kita
- diwajibkan beramar makruf bernahi
- mungkar. W istiqamahlah kamu sebagaimana
- yang diperintahkan Allah kepada kamu.
- Jangan melampaui batas.
- [Musik]
- Ah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Barang siapa tujuannya
- akhirat, cita-citanya akhirat, maka dia
- akan mendapatkan tiga perkara. Pertama,
- Allah Subhanahu wa taala menjadikan
- kecukupan di
- hatinya. Kedua, Allah mengumpulkan
- urusannya. Ketiga, dunia akan datang
- kepadanya dalam keadaan dunia itu
- hina. Barang siapa yang tujuan dunia,
- obsesinya dunia, cita-citanya dunia,
- maka dia akan mendapatkan tiga perkara.
- Pertama, Allah Subhanahu wa taala
- menjadikan kemelaratan ada di depan
- matanya. Kedua, Allah mencerai
- urusannya. Ketiga, dunia tidak datang
- kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja.
- Demikian hadis yang diriwayatkan oleh
- Imam
- At-Tarmidzi. Rasil TV untuk Islam yang
- satu.
- [Musik]
- [Musik]
- adalah yang saudara muslimnya selamat
- dari kejahatan lisan dan tangannya.
- Demikian hadis riwayat Imam Bukhari dan
- Imam
- [Musik]
- Muslim. Radio Silaturahim untuk Islam
- yang satu. Ikhwan akhwat, masih bersama
- saya Nurdiana. Ondi di kameramen dan
- switerman Fajar juga operatol Bang Fahri
- di kajian tausiah siang yang tadi kita
- membahas tema jangan membuat dunia ini
- sempit. 30 menit pertama kita sudah
- membahas prolog ya Ustaz ya. Pengantar
- ke ayat Quran surah Thaha 20. Quran
- surah 20 surah Thaha maksud kami di ayat
- 123 dan sampai dengan 126. Subhanallah.
- Tadi paparannya begitu menarik ya, Ustaz
- ya dari kejadian hujat-menghujat
- yang sudah terjadi, yang marak sekali
- terjadi saat ini di Indonesia. Sekarang
- Bu Nana, Ustaz nanya kalau ada orang
- menghujat Bu Nana, sempit enggak
- dunianya? Masyaallah, alhamdulillah.
- Kalau saya sih melihat hujan itu
- pengguru dosa. Jadi nikmat-nikmat. Iya.
- Iya. Bisa, bisa. Katakanlah normalnya
- sempit kan kalau ada yang menghujat kita
- kan. Demikian juga dulu pernah terjadi
- seperti itu. Tapi dan kejadinya berulang
- saat ini berulang. Iya. berulang hanya
- melihat kondisi dan generasi yang ee
- berikutnya ini gitu. Baik, Ihan Akhwad,
- mari kita ikuti kembali paparan ee Quran
- surah Thaha ayat 123 sampai 126.
- Tafadul. Iya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Ikhwan, itu tadi proloh yang mengiringi
- ayat yang akan kita bahas. Semoga cukup
- sampai jam 2 seteng ya insyaallah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Q minha
- jam. Maka Allah
- berfirman, "Turunlah kalian berdua yaitu
- Adam dan Hawa." G kan ba'dukum liba'din
- adu. Nanti kalau kalian sudah turun ke
- dunia, antara diri kalian itu pasti
- bermusuhan,
- pasti akan membuat ee problem. Betul.
- Soal problem ada problem atau programnya
- katakan ya memang problem itu dari
- adanya program. He. Kalau program tidak
- bisa tidak bisa ee lahir dari problem
- sebetulnya. He. Jadi adanya program
- itulah melahirkan problem. Bukan problem
- dulu sebetulnya, tapi program dulu.
- Kalian akan bermusuhan melalui program
- kehidupan kalian. Itu secara luas
- diartikan begitu. Karena manusia itu
- punya program kehidupannya kan gitu.
- Program saya hidup harus layak dengan
- orang lain. Program hidup saya harus
- kaya, harus punya istri, itu program.
- Kalau dia tidak punya program, mustahil
- adanya problem. Nah, itu itu Allah
- katakan ba'dukum liba'din adu. Maka
- pasti di antara kedan hidup itu ada
- permusuhan.
- Karena Allah akan titipkan otak yang itu
- punya tadi punya program-program
- kehidupan itu gitu loh. Faimma
- ya'tiannakum mini
- huda. Nah, faimma ya'tanakum minni huda.
- Maka ee yang mengikuti daripada ee
- petunjukku nanti ketika diturunkan
- kepada hambaku itu.
- Hudaya yang mengikuti dari petunjukku
- itu nanti fala yadillu wala yasqo maka
- dia tidak akan tersesat dan tidak akan
- merugi. Nah, inilah jawaban Allah kepada
- program-program Adam nantinya bahwa
- nanti program Adam begini ikuti program
- itu dengan petunjuk Allah gitu loh. Maka
- sekarang pun sama. Betapapun kita nih
- siapa hidup di dunia tinggi-tingginya
- kita jadi presiden lah ya kan.
- kecil-kecilnya kita di tukang sapu,
- ikuti program apapun yang kita canangkan
- dengan hidayah Allah gitu loh. Niscaya
- akan beres. Tapi kalau tidak ya tinggal
- tunggu kiamatnya gitu dari apa namanya
- program itu
- gitu. Dan barang siapa yang mengikuti ee
- hidayahku setelah diturunkannya setelah
- didatangkan kepada kalian.
- Huda itu tadi barang siapa yang
- mengikuti
- hidayahku fadil wq tidak akan tersesat
- dan tidak akan
- [Musik]
- merugi. Dan barang siapa yang berpaling
- dari mengingatku inilah lahirnya
- problem-problem
- itu. apapun bentuk programnya
- baguskah, banyakkah gitu kan. Tetapi
- ketika dia menyalahi programnya sendiri,
- dia akan berpaling artinya dari
- programnya. Inilah muncul masalah di
- sini adalah keberpalingan manusia dari
- mengingat Allah akan melahirkan berbagai
- bentuk
- perkara-perkara qada kehidupan manusia.
- Fainna lahu
- maisandka. Pasti hidupnya itu akan
- mengalami kesempitan.
- Makanya kalau kita punya program jangan
- hanya bisa diucapkan oleh mulut berupa
- janjilah. Kalau aku jadi ini nanti ee
- program sekolah bebaslah. Kalau aku jadi
- anulah nanti rumah sakit bebaslah.
- Jalan-jalan akan diperbaiki sampai ke
- RTRW punya program jalan. Ini
- program-program begini kalau tanpa
- praktik yang disesuaikan dengan
- omongannya akan melahirkan masalah kan
- gitu.
- Nah,
- itu maka bagi mereka itu yang asal
- ngomong istilahnya pasti hidupnya akan
- sempit gitu
- loh. Wahsyuruh yaumalqamati. Nanti di
- akhirat mereka itu kalau tidak bertobat
- pada
- Allah, Allah pasti akan giring mereka.
- Nahsyuruh. Allah akan giring mereka. Ya,
- kami akan menggiringnya pada hari kiamat
- dalam keadaan mereka itu buta
- mata. Ya Allah, buta matanya. Lalu
- manusia itu berteriak ketika dikumpulkan
- dalam keadaan buta. Qala rbi lima
- hasyartani ama waqod kuntu basyiro. Ya
- Allah, kenapa Engkau kumpulkan kami di
- sini? Engkau giring kami dalam keadaan
- buta. Padahal dulu kami di dunia bisa
- melihat melek mata kami. Gitu. Maka
- jawaban Allah qala
- kadalik. Demikian pula kata Allah ataska
- ayatuna. Ketika ayat-ayat kebesaranku
- datang kepadamu itu loh fanasitaha lalu
- engkau melupakannya.
- Itu loh. Wadalik yaumunsa. Hari ini pun
- karena engkau telah melupakan
- kebesaranku dulu yang aku berikan
- kepadamu di dunia. Hari ini engkau telah
- ada di akhirat. Jangan
- lupa walikal yaum tunsa. Hari ini pun
- kalian aku lupakan.
- Nah, oleh karenanya dalam kondisi
- begini, Ikhwan fillah, cobalah kita
- berpikir
- tentang semua amal-amal yang kita
- lakukan ini. Apakah amal ini
- akan menjadikan diri kita nanti matanya
- butakah di akhirat?
- Atau semoga sebaliknya amal-amalan ini
- yang kita lakukan dengan beragam dan
- pariannya itu menjadi kita hamba Allah
- yang matanya dibukakan gitu loh dengan
- hati yang lapang
- gitu. Kondisinya tuh di sini gitu loh di
- dunia. Apakah iya gambaran kita nanti
- menjadi orang buta di akhirat atau yang
- melek nanti di akhirat? Di sini
- gambarannya dan sebetulnya bisa kita
- hitung-hitung kok. saya ini nanti
- matanya buta enggak di akhirat
- di sini bisa dijawab sebetulnya atau
- kita nih orang yang melek matanya di
- akhirat di sini pun bisa ditentukan
- sebetulnya melalui apa melalui amal
- kita,
- melalui perbuatan
- kita dan Allah Subhanahu wa taala itu
- tidak akan melakukan kezaliman pada
- hambanya Allah katakan mawazinalq
- yaumilqiamah fala nafsun
- Allah katakan kelak nanti di akhirat
- akan aku letakkan di hadapan kalian itu
- neraca timbangan amal. Ini yang menjadi
- masalah kehidupan
- kita tuh. Oleh karenanya betap pun di
- dalam kehidupan ini kita ya Allah
- melihat orang punya rumah di bilangan
- pondok indah ya Bu. di bilangan Bintaro,
- dibilangan mana dekat-dekatnya kitalah
- ee Raplesia atau kota
- wisata. Ya Allah, mobilnya Mercedes ya
- kan? Atau jangankan sekarang mukbu di
- kampung-kampung aja di situ ada yang
- punya Lamborghini. Masyaallah ya Allah.
- Tetangga saya
- Lamborghini. Ya Allah mungkin enggak
- tahu boleh pinjam apa terserah enggak
- tahu apa di kedatangan tamu ya kita
- enggak ngerti. Pas ustaz lihat ada
- Lamborghini warnanya biru. Allahu Akbar.
- Ini manusia. Jadi jangan sampai apa yang
- kita miliki atau yang kita lakukan ini
- malah menjadikan diri kita nanti
- terpuruk di akhirat. Gambarannya sampai
- mata kita ini bu buta. Itu akibat apa?
- Akibat ketika di dunia ditampakkan pada
- kita kebesaran
- Allah. Semisal perintah Allah.
- ayat kauniah yang harus kita baca, harus
- kita analisa ee kewajiban-kewajiban
- hidup yang harus kita laksanakan,
- langgaran-pelanggaran yang harus kita
- hindarkan, gitu kan. Nah, kalau kita
- taat patuh kepada itu semua arahan
- Allah, program kita disesuaikan dengan
- syirat Allah, niscaya kita bisa husnuzan
- kita
- nih amalan kita baik. salat lima waktu
- tepat waktu di masjid bagi laki-laki.
- Terkecuali kalau dia hujan atau dia uzur
- syari, sakit, macam-macam.
- Datang Ramadan kita saum Ramadan. Kita
- termasuk orang yang menunaikan zakat ee
- katakanlah dari mal kita. Lalu pada saat
- kita punya uang, kita umrah dan haji.
- Kemudian pulang lagi di setelah haji
- kita pun beramal saleh terus. I kan kita
- dengan amal-amal itu manakala ikhlas
- kita tuh husnujan pada Allah.
- Insyaallah saya enggak bakal buta mata
- saya nanti di akhirat. Bisa kita
- mengatakan pada diri kita begitu. Tetapi
- kalau kita di dunianya hukum Allah kita
- langgar, perintah Allah kita abaikan,
- malah kita nih menjadi orang-orang yang
- selalu menumpuk dosa. Di sini pun kita
- bisa, "Jangan masuk surga kalau saya
- begini nih." Kan.
- Oh, itu orang saja sudah bisa menebak
- dirinya begitu dengan muhasabah itu.
- Dengan muhasabah itu. Makanya hati-hati
- dalam hidup Allah itu akan menanyakan
- perbuatan kok. Nanti di akhirat seluruh
- amal perbuatan akan
- datang. Hatta kepada perbuatan ibu nih
- kerjaan ibu kan suka ngegambar tangan
- dengan hana ya, dengan hena ya gambar
- tangan gitu. Ustaz juga ada gambarnya
- tuh. Bekas dulu tinju tuh lihat itu
- ninjuin sansak dulu Bu Buruska. itu dulu
- waktu SMP itu nah ibu-ibu menggambar
- tangan dengan hena itu pun akan ditanya
- sampai kita menggunakan celak mata itu
- akan ditanya artinya sekecil apapun
- perbuatan akan ditanya apalagi yang
- gede. Yang gede itu apa sih?
- Pengkhianatan itu besar ya kan. Korupsi
- itu besar, pembunuhan itu besar.
- Perjudian itu besar, perzinaan besar,
- minum arak besar, apalah lagi itu urusan
- celak mata. Jadi akan ditanya oleh
- Allah, maka berhati-hatilah hidup dalam
- dunia ini. Jangan nanti kita dibutakan
- saat di sudah dikumpulkan di akhirat
- nanti. Karena kita melupakan Allah,
- melupakan jasa Allah, melupakan karunia
- yang telah Allah berikan. Dikasih
- rezeki, diingkari. dikasih rezeki malah
- di buap memain ya kan waktu kehidupan
- malah
- disia-siakan sekarang ini banyak orang
- yang menyanyikan waktu hidup mancing aja
- dari pagi sampai malam salat enggak ya
- kan ketika ustaz bertemu sama itu, "Pak,
- mau ke mana? Mau mancing sudah salat
- belum?" Ini kan masalah ya kan? Nah,
- kalau mau tidak di akhiratnya seperti
- yang digambarkan Al-Qur'an ini, Mbok I
- coba kita merevisi
- kembali, menata ulang kembali
- waktu-waktu kehidupan ini agar terasa
- lebih bermanfaat di masa akan datang.
- Nah, ini Ustaz artikan melalui Ibnu
- Katsir ya, gitu. Yaaklu taala li Adam wa
- Hawa wa iblis. Allah Subhanahu wa taala
- mengajak berdialog kepada pertama Allah
- mengajak bicara pada Adam. Allah
- mengajak bicara pada Hawa. Bukan Hawa ya
- Bu ya.
- Hawa. Kemudian yang ketiga kepada iblis.
- E ketika mereka melakukan dosa langsung
- Allah katakan ihbitu minha jamia.
- Turunlah kalian dari kenikmatan surgaku
- itu seluruh kalian tiga-tiga
- orangnya. A minal jannatiukum atau dari
- surga semuanya kalian harus turun. Mau
- tidak mau turun kalian telah melakukan
- kesalahan. E dan ini sudah diceritakan
- di di ayat-ayat yang lain oleh Allah
- Subhanahu wa taala ya kan. seperti dalam
- surah
- Al-Baqarah, dalam surah lagi Al-Anbiya
- ya kan dalam surat lagi ee yang surat
- ini sekarang Thaha kan gitu.
- itu dalam ayat ba'dukum liba'din adu di
- antara kalian nanti akan berseteru Allah
- katakan sebagai maknanya Ibnu Katsir
- mengatakan adam wuratahu wa iblis
- wriyatah akan akan terjadi
- konfrontasi antara Adam dan anak cucunya
- beserta iblis beserta anak cucunya. Ini
- yang akan terjadi dari dari pertama Adam
- diturunkan sampai sekarang dan sampai
- akan datang tuh hanya meneruskan
- perjuangan Adam dan keluarganya. Iblis
- pun sama. Perseteruan dulu sampai
- sekarang adalah persetuan Adam dan Iblis
- sebetulnya. Nah, sekarang ada Adam
- meninggal dunia. Kalau iblis kan
- diakhirkan sampai hari kiamat, usianya
- sampai langgeng, sampai hari kiamat.
- Soal anak cucunya berseteru terus
- sekarang loh. Jadi sekarang hidup itu
- sebetulnya adalah gambaran hidup ketika
- Adam dan Hawa berserta
- iblis dan keturunannya.
- Nah, kita hari ini pun tidak lebih dari
- itu. Coba kita lihat dari apa kejelasan
- ini. E akan terjadi permusuhan antara
- Adam dan ee beserta keluarganya dan
- iblis beserta keluarganya, anak
- keturunannya. Cuman sayangnya iblis yang
- menjadi dan bala tentaranya dan
- keturunannya itu yang menjadi musuh
- kita, sayangnya kita tidak diizinkan
- melihat mereka.
- Kalau saja diizinkan tentu sudah kita
- libas ya mereka tuh kan gitu. Nah, sudah
- kita apa tembaklah, sudah kita bunuhlah
- macam. Nah, cuman mereka kan enggak bisa
- kita
- lihat. Nah, oleh karenanya ikhwat al
- iman coba kita renungkan ayat ini.
- Heeh. Dan
- kemudian orang-orang yang mengikuti
- petunjuk Allah. Dan ini kita harus
- betul-betul ada
- upaya. Upaya kita mengikuti petunjuk
- Allah itu kan artinya gini, kita harus
- tahu informasi apa sih hidayah Allah
- tuh? Apa sih petunjuk Allah tuh? Kan
- gitu. Petunjuk Allah itu yaitu adalah
- semua rangkaian ketaatan yang berupa
- perintah Allah yang kita lakukan. Itu
- namanya
- petunjuk. Itulah alislam kan gitu. Nah,
- kalau kita beragama Islam jauh daripada
- semua yang tertulis tadi, malah-malah
- menggantikannya dengan
- perbuatan-perbuatan yang di luar syariat
- Islam, ya sudah jelas mereka itu
- walaupun Islam bermasalah Islamnya, kan
- gitu. Nah, itulah yang dimakan syariat
- Islam. Dan mereka yang ikut kepada
- syariat Islam hidayah Allah Subhanahu wa
- taala. Allah katakan fala yadillu wala
- yasqo. Ai kata Ibnu Abbas la yadillu fid
- dunya wala yasqo fil akhirah. Tidak akan
- sesat di dunia selamanya dan tidak akan
- merugi di akhirat alias dia menjadi
- orang untung. Mau enggak Ibu jadi orang
- untung? Mau.
- Jelas. Ondi mau enggak jadi orang
- untung? Jelas. Semua orang mau
- keuntungan. Tapi kalau melakukan
- perbuatan yang di luar keinginan syariat
- Islam, betapaap pun kita ingin untung,
- akhirnya
- dibuntung. Masa iya orang melakukan dosa
- maunya surga? Masa iya orang melakukan
- katakanlah pelanggaran-pelanggaran
- maunya hidup ee dapat rahmat ya jauh
- atuh enggak bakal dapat itu namanya
- gitu. Oleh karenanya dilanjutkan waman
- arikri a kholafa amri. Nah, di sini
- kejelasannya. Waman aikri. Barang siapa
- yang berpaling dari mengingatku a
- dikatakan khalafa amri. Yaitu yang
- orang-orang hidup di dunia itu selalu
- mengingkari
- perintahku, menyelisihi perintahku. Wama
- anzaluhu ala rasuli. Dan mereka
- menyelisihi apa-apa yang aku turunkan
- kepada rasulku.
- Ahu dan berpaling daripadanya
- watanasahu dan berupaya untuk
- melupakannya. Padahal sudah
- diinformasikan salat lima waktu. Padahal
- sudah diinformasikan puasa bulan puasa
- ya kan sudah diinformasikan zakat kalau
- kamu mampu haji diingkari semuanya.
- Watanasah.
- Watanasa itu berupaya untuk melupa
- melupakannya itu gitu kan. Waak min huda
- waak minhairi hudahu dan malah
- menggantikan memilih petunjuknya itu
- bukan petunjuk Allah subhanahu wa taala
- itu fana lahu maisan tonka dijawab oleh
- Allah. Maka bagi mereka itu adalah
- kehidupan yang sempit. Apa sih kehidupan
- sempit? Di sini diartikan donkan fid
- dunya sempit saat di dunia. Fala
- tumninata lahu
- wala
- insirohi. Maka kondisi mereka tidak
- pernah mendapatkan
- ketentraman. Tuh lihat sakit jiwa ya.
- Jantung berdebar. Ee sekarang jantung
- apa? Koroner. Jantung apa lagi?
- Itu kan
- bocor itu kan. Itu di sini dikatakan
- walair dadanya itu sempit tertekan itu
- loh.
- Balodruhu harajun
- lidalihi. Bahkan hatinya itu sempit
- haraj menderita karena kesesatan yang
- dilakukannya.
- Waanairuhu. Coba meskipun pada zahirnya
- memiliki semua ya dunia yang di sisinya.
- Rumah bilangan pondok indah, mobilnya
- Rorois, mobilnya Lamborghini, Mustang,
- apalah lagi itu namanya
- ee apa mobil apa? Ferrari buat. Iya
- banyak onde tapi ustaz lagi nyebutin
- satu-satu. Ada lagi buatan Itali
- Masrati.
- Betapun mobilnya itu dan di sini
- dikatakan oleh Ibnu Katsir
- wainanairuhu. Meskipun pada zahirnya dia
- memiliki dunia tapi saat dia melupakan
- Allah dengan dunia yang dimilikinya itu
- gak ada apa-apanya. Wabisa masya wa
- akala masyaakana hausya. Meskipun dia
- minum sesukanya, makan sesukanya,
- bernaung di rumah yang mewah sesukan.
- F innaqbahu maam yuklis ilal yaqin.
- Tetapi hati dan kondisi apa namanya
- dadanya itu tidak pun pernah ikhlas
- dengan
- keyakinan wal huda dan tidak mengikuti
- petunjuk. Fahua fi qin wairotin wasak.
- Dia pada hakikatnya dalam kondisi
- gelisah. Dalam kondisi yang apa? Nah,
- kalau sudah gelisah tuh ya enggak ada
- ketentraman kan.
- itu dan syakangka
- terus-menerus alisah dalam keadaan
- sempit dadanya, tidak tenang jiwa dan
- kehidupannya. Karena apa? Karena mereka
- mengingkari Allah subhanahu wa taala.
- Inilah yang dikatakan donqul
- maisyah, sempitnya kehidupan manusia.
- Nah, itu silakan barangkali ada
- ulasan-ulasan lain yang mungkin ini
- Ustaz cukupkan ee keterangan dari hadis
- seperti itu. Yang jelas dengan ayat 123
- sampai 126 dari surah Thaha ini yang
- diakhiri oleh qala kadalika atatka
- ayatuna fasitaha walikal tunsa. Demikian
- pulalah ketika aku mendatangkan kepadamu
- ayat-ayat kebesaranku berupa
- hukum-hukumku. Ya, lalu kau lupakan.
- Fanasitaha, engkau sekarang sudah ada di
- akhirat, demikian aku lupakan kamu.
- Nauzubillah minzalik ya. Masyaallah,
- ikhwan akhwat, sangat menarik sekali
- pembahasan kupasan ayat dari surah Thaha
- Quran surah 20 ayat 123 sampai 126. ini
- betapa detail ya kita membahas ee
- hal-hal yang membuat kehidupan kita
- menjadi sempit. Bahwa kita sendiri
- menyalahi aturan-aturan yang sudah Allah
- turunkan untuk membuat luas kehidupan
- kita. Yaab. Ya Allah. Bagi ikhwan akhwat
- yang belum melaksanakan salat zuhur
- masih ada waktu ya. Ee sambil kita
- menunggu jeda setelah ini, kita akan
- kembali bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan
- di tausiah Siang kajian Ibnu
- Tasir. Tetaplah bersama kami.
- [Musik]