Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsir thayiban bar fih kama yuhibbu
- waard. Allahumma shalli wasallim wabarik
- ala sayyidina Muhammadin wa ala ali
- sayyidina Muhammad. masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimagis Ciburu, Bekasi, Radio
- Silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah, senang
- sekali di kesempatan ini kami bisa
- kembali hadir menjumpai ikhwan akhwat
- dalam program acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an untuk edisi Kamis ya,
- hari ke-16 di bulan April bertepatan
- juga dengan hari ke-27 atau ke-28
- ya di bulan Syawal 1447
- Hijriah. Ikhwan akhwat, semoga di pagi
- hari ini ikhwan akhwat dalam keadaan
- baik, dalam keadaan sehat, dan selalu
- dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Dan bagi ikhwan akhwat yang
- tengah diuji sakit selalu kita doakan
- semoga diberikan kesabaran dan
- kesembuhan oleh Allah subhanahu wa
- taala. Amin. Amin ya rabbal alamin. Dan
- alhamdulillah guru kita Ustaz Husein
- Alatas telah hadir dan akan kembali ee
- memberikan ilmunya kepada kita melalui
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an.
- Kita sapa terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah wasyukrulillah.
- Baik, kita awali ee pagi ini ee renungan
- ini dengan pembacaan Quran surah
- Al-Fatihah. Bisakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina
- anamta
- magdubi alaiimadin.
- Amin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwan akhwat, di kesempatan ini ee kita
- akan membahas dan akan mendengarkan
- penjelasan yang disampaikan oleh Ustaz
- Husein mengenai
- ee video Ustaz yang tengah viral ya, Abu
- Janda. yang menanggapi ee kalau enggak
- salah ceramah dari Yusuf Kala Ustaz ya
- yang kemarin juga di Rasil sudah
- ditayangkan, Ustaz.
- Dan ini sampai sekarang juga masih ramai
- banyak yang menanggapi di media sosial
- ee mengecam Abu Janda. Banyak juga yang
- apa istilahnya saking kesalnya netizen
- itu wah ini harus di ee harus diadili
- dan sebagainya. Tapi kan yang udah-udah
- juga tetap aman-aman saja. Ustaz ini
- bagaimana Ustaz melihat hal ini dan
- update-nya seperti apa Ustaz? Terima
- kasih.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thayyiban mubarokan fi
- kama yuhibbu rabbuna waard.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina Muhammadin
- wa alihi wasohbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
- Rbana zidna ilman wa alhiknain.
- Asalamu alaika ya rasulallah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Untuk kali ini Abu Janda
- benar-benar melakukan
- penghinaan
- terhadap kitab suci Al-Qur'an.
- Dia membacakan ayat-ayat Allah Subhanahu
- wa taala.
- menempatkan bukan pada tempatnya
- dan menafsirkannya
- menempatkan bukan pada tempatnya
- hingga menimbulkan kesalahpahaman
- bagi banyak orang terhadap ayat-ayat
- suci Al-Qur'an
- sebagaimana yang telah kita saksikan
- pada tayangan video
- narasi Abu Jahan Anda
- yang menyesatkan,
- melecehkan, dan menghina Al-Qur'an
- al-Karim.
- Dalam narasinya Abu Janda [berdehem]
- membawakan beberapa ayat
- dari suratul baqarah,
- surah Muhammad, begitu pula surah
- Taubah.
- Lalu dia menggiring ayat-ayat ini untuk
- [berdehem]
- mengambil kesimpulan bahwasanya
- Al-Qur'an
- menganjurkan untuk melakukan pembunuhan,
- penumpahan darah.
- Padahal ayat-ayat yang dibacakan
- merupakan ayat-ayat yang turun dalam
- konteks peperangan.
- Nah, pertama-tama dalam menjawab Abu
- Janda
- perlu
- kita pahami bersama-sama
- bahwasanya kaum muslimin diizinkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala untuk berperang
- bukan untuk melakukan kezaliman
- tapi diizinkan untuk melakukan
- pembalasan atas kezaliman yang terjadi
- pada mereka yang dilakukan kaum
- musyrikin. terhadap kaum muslimin
- sewaktu mereka di Makkah. Penganiayaan
- terhadap mereka. Begitu juga harta benda
- mereka yang dirampas.
- Ayat pertama yang turun dalam Al-Qur'an
- yang mengizinkan kaum muslimin untuk
- mengangkat senjata dan berperang adalah
- ayat 39 dari suratul Haj.
- Udina lilladzina yuqataluna biannahum
- dulimu wa innallaha ala nasrihim laqir.
- Diizinkan bagi mereka-mereka yang
- diperangi
- dalam keadaan teraniaya.
- Sesungguhnya Allah maha kuasa untuk
- menolong mereka.
- Alladzina ukhriju min diarihim bighhairi
- haqqin illa an yaquulu rabbunallah. itu
- mereka-mereka yang dikeluarkan, diusi
- dari rumah-rumah mereka tanpa dasar
- kebenaran hanya disebabkan karena mereka
- mengatakan Tuhan kami Allah.
- Walaula dafullahinasa
- ba'dahum bi'in.
- Kalau bukan karena Allah membenturkan
- kekuatan-kekuatan yang zalim dengan
- kekuatan-kekuatan
- ya yang menentang kezaliman, membela
- kebenaran.
- Lahuddimatwami
- wabya wasawatun wa masajidu yuzkaru
- fiullahi
- niscaya
- rumah-rumah yang digunakan untuk
- mensucikan diri bagi mereka-mereka yang
- beribadah.
- Begitu pula gereja-gereja,
- kuil-kuil orang Yahudi, begitu pula
- masjid, tempat beribadahnya kaum
- muslimin. Niscaya semua ini akan
- dihancurkan kalau seandainya kezaliman
- dibiarkan dan Allah tidak mengizinkan
- bagi kekuatan yang membela kebenaran
- tidak memerangi mereka. Nah, jadi tujuan
- berperang dalam Islam bukan tujuannya
- untuk melakukan ekspansi atau menguasai
- sumber kekayaan alam dari satu bangsa
- atau melakukan kejahatan, tapi tujuannya
- untuk menolak kezaliman agar semua ya
- mereka-mereka yang beribadah di rumah
- suci mereka, di gereja, di kuil-kuil
- Yahudi mereka ataupun di masjid tidak
- mengalami gangguan.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- mengatakan apa?
- Wansuran
- man yansuruhu innallaha laqawiyun aziz.
- Allah akan membela orang-orang yang
- berjuang di jalan Allah untuk menegakkan
- nilai-nilai yang Allah Subhanahu wa
- taala perintahkan.
- Jadi kita dalam Islam kalau berjuang
- untuk menegakkan keadilan, melindungi
- mereka-mereka yang beribad rumah ibadah,
- mereka yang tidak melakukan kezaliman,
- itu bahagian dari pesan-pesan Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi diizinkan
- berperang bukan untuk melakukan
- kerusakan, tapi untuk menegakkan
- keadilan dan melindungi orang yang
- teraniaya.
- [mendengus]
- Nah, atas dasar ini kita ingin
- memberikan jawaban kepada Abu Janda
- yang mengatakan bahwa Al-Qur'an ya
- memerintahkan untuk menumpahkan darah.
- Ayat pertama yang dibacakan Abu Janda
- adalah ayat 191 dari surah Albaqarah.
- Waqtuluhum haitsuqitumuhum.
- tanpa membaca ayat sebelum yang
- menjelaskan mengapa mereka diperintahkan
- untuk membunuh.
- Ayat 190
- yang tidak dibaca oleh Abu Janda
- berbunyi, "Waqatilu fibilillahilladzina
- yuqatilunakum."
- Dan perangilah di jalan Allah
- mereka-mereka yang memerangi kalian.
- Wala ta'tadu. Jangan kalian melampaui
- batas mengganggu orang-orang yang tidak
- berdosa, yang tidak terlibat dalam
- peperangan atau mereka yang beribadah di
- rumah-rumah ibadah mereka. Jangan kalian
- melampaui batas. Innallaha la yuhibbul
- mutadin. Sungguh Allah tidak menyukai
- orang yang melampaui batas.
- Baru kelanjutan ayat berikutnya.
- Waqtuluhum haitsuqftumuhum.
- Bunuh mereka di manapun kalian menjumpai
- mereka. Siapa yang dibunuh?
- yang memerangi kita secara aniaya ya,
- yang melakukan kejahatan, mengangkat
- senjata. Tidak mungkin sama sekali kita
- hadapi mereka dengan apa? Dengan kita
- menyerahkan diri kita ya atau membiarkan
- mereka berbuat sewenang-wenang meraja
- lela di negeri kita. Oleh karena itu,
- pada ayat-ayat berikutnya Allah
- Subhanahu wa taala tegaskan,
- "Fainintahau fainnallaha gfurur rahim."
- Kalau mereka menghentikan agresi mereka,
- maka sesungguhnya Allah maha pengampun
- lagi maha penyayang. Artinya perang
- tidak dilanjutkan.
- [mendengus] Ini ayat pertama yang
- dibawakan oleh Abu Janda.
- Lalu ayat kedua juga merupakan ayat yang
- diturunkan dalam konteks perang
- yaitu ayat keempat dari surah Muhammad.
- Faidza laqitumulladzina kafaru
- fadarbariqab. Kalau kalian menjumpai
- orang-orang kafir di medan perang, maka
- penggal leher mereka. Artinya dalam
- menghadapi musuh, ya hendaklah kalian
- mengincar daerah yang mematikan agar
- mereka tak mampu untuk melakukan
- perlawanan. Jangan kalian berpikir untuk
- menawan musuh, tapi
- penggal mereka atau penggal leher
- mereka.
- Karena apa? Karena ini merupakan daerah
- yang cepat mematikan. Lalu faid hatta
- umuhum hingga apabila kalian telah
- mengarahkan melumpuhkan kekuatan musuh
- ya faim manam ba'du wa imma fidaan
- fasudul faim man bau wa imanta
- hingga apabila kalian telah melumpuhkan
- kekuatan musuh ya maka ikatlah tawanan
- dengan kuat kemudian pemimpin diberikan
- wewenang
- untuk mengambil keputusan. Apakah akan
- dibebaskan cuma-cuma? Apakah mereka
- dibebaskan dengan tebusan dengan cara
- tukarmenukar tawanan atau mereka
- membayar ganti rugi karena memerangi
- kita? [mendengus]
- Ini ayat kedua. Jadi yang turun dalam
- konteks peperangan.
- Begitu juga ayat yang dibacakan dari
- surah taubah itu ayat 5. Faidan salakal
- ashurul hurumu faqtul musyrikin
- haitsu wajtumuh. Apabila bulan haram
- berakhir ya peperangan kembali
- berkecamuk maka bunuhlah orang-orang
- musyrik di mana pun kalian menjumpai
- mereka.
- Tapi kalau mereka ya [mendengus]
- menghentikan peperangan atau salah
- seorang dari mereka datang memohon
- perlindungan
- sebagaimana ayat berikutnya. Wain ahadun
- minal musyrikinastajaraka
- faajirhu hatta yasma kalamlahama abhuma.
- Kalau ada orang musyrik mohon
- perlindungan kepadamu maka lindungi dia
- dan bacakan ayat Allah. Setelah kamu
- bacakan ayat Allah terserah padanya mau
- menerima atau tidak. Setelah itu
- antarkan ke tempat aman.
- Jadi ketiga ayat yang dibacakan Abu
- Janda tidak menunjukkan bahwa Islam
- agama haus darah atau Al-Qur'an
- memerintahkan kita untuk menumpahkan
- darah manusia secara tidak benar. Bahkan
- kalau kita menjumpai satu kaum walaupun
- nonmuslim dibantai, dianiaya, kita wajib
- bangkit untuk membela mereka.
- Sebagaimana firman Allah dalam suratun
- nisa. Wakum la tuqatiluna fi sabilillah
- wal mustfina minar rijali wisai wal
- wildan. Mengapa kalian tidak berperang
- untuk membela orang-orang yang tertindas
- baik dari apa? Kaum laki-laki, wanita,
- maupun anak-anak.
- Alladina yaquuluna rbana akhrijna min
- hadil qyimi ahluha wajalana minadunka
- walian wajalanaadunka nasir itu
- mereka-mereka yang berdoa mengatakan
- wahai Tuhan kami keluarkan kami dari
- negeri yang penduduknya berbuat
- kezaliman dan kirimkan pelindung dan
- penolong dari sisiMu ya Allah. Jadi
- kalau seandainya ada satu kaum katakan
- nonmuslim, baik dia beragama Nasrani ya
- atau katakan dia beragama Buddha
- dianiaya, dibantai,
- he
- secara tidak benar kita sebagai apa?
- Saudara-saudara mereka seayah dan seibu
- walaupun berbeda iman, kita wajib
- membela orang-orang yang tertindas,
- menyelamatkan mereka dari kezaliman yang
- berbuat kezaliman. Ini merupakan prinsip
- dalam Islam yang tidak akan pernah
- mengalami perubahan.
- Jadi kalau seandainya ada pemeluk agama
- Islam ya yang melakukan kejahatan, maka
- dengan sendirinya mereka tidak mewakili
- Islam seperti yang dilakukan ISIS
- Alqaidah yang diproduk oleh Zionis dan
- Amerika yang dilatih di wilayah Luziana.
- Sebagaimana pengakuan Menteri Luar
- Negeri Amerika dan mantan ibu negara
- Amerika Hillary Clinton.
- Begitu juga ya yang dilakukan Saudi
- Arabia negara teluk terhadap Yaman,
- terhadap Suriah, terhadap Libya yang
- dilakukan negara teluk terhadap Sudan
- yang membiayai para pemberontak untuk
- melakukan pembantaian secara sadis. Ini
- tidak mewakili Islam. Begitu juga yang
- dilakukan Donald Trump
- ataupun Netanyahu. Kita tidak mengatakan
- bahwa itu merupakan ajaran yang
- diajarkan oleh agama Kristian.
- Walaupun Donald Trump seorang Kristian.
- Begitu juga yang dilakukan Netanyahu.
- Kita tidak mengatakan bahwa itu
- merupakan ajaran yang diajarkan oleh
- Nabi Allah Musa alaihialatu wasalam. itu
- merupakan kejahatan mereka terhadap
- manusia yang menggambarkan kebuasan
- keberutalan mereka tidak ada hubungannya
- dengan ajaran yang diajarkan Allah baik
- melalui Nabi Allah Musa ataupun melalui
- Nabi Allah Isa alaihialatu wasalam. Nah,
- di sini kita melihat ada niat buruk he
- ya dalam narasi
- pembodohan, penyesatan, penghinaan
- terhadap Al-Qur'an yang dilakukan Abu
- Janda ketika dia mengatakan kalau kita
- memeriksa dua kitab suci Al-Qur'an ya
- dan Injil kita temukan dalam Al-Qur'an
- terdapat ayat yang memerintahkan untuk
- menumpahkan darah. Berbeda dengan Injil,
- dengan ayat-ayatnya. Bila kamu ditampar
- pipi kanan, serahkan pipi kiri kamu.
- Keren. Katanya. Ini sebetulnya merupakan
- siasat adu domba.
- Kita tidak mengatakan bahwasanya Abu
- Janda seorang Kristian. Kalau Islam dia
- bukan orang Islam.
- Dia orang ya ingin mengaut domba
- untuk menciptakan benturan di antara
- umat Islam dan umat Kristian. Oleh
- karena itu, jangan sekali-kali kita
- masuk perangkap. Nah, kita mohon kepada
- Allah Subhanahu wa taala untuk
- menjatuhkan hukumannya terhadap Abu
- Janda yang selama ini TRK recordnya
- menunjukkan bahwa dia orang memang yang
- dibayar untuk melakukan berbagai macam
- fitnah, pecah belah di negeri kita ini
- dan ingin mengaut domba di antara
- pemeluk agama. Maka
- kita memohon pada Allah Subhanahu wa
- taala untuk betul-betul menunjukkan di
- mata manusia kejahatan yang Abu Janda
- lakukan dan Allah segera menjatuhkan
- hukuman kepadanya dengan kebijaksanaan
- dan kehendaknya. Amin ya rabbal alamin.
- Baik, Ustaz. Terima kasih atas
- tanggapannya mengenai ee Abu Janda ya
- yang sudah jelas tidak ahli dalam
- Al-Qur'an apalagi mengenai tafsir Ustaz.
- Iya betul. ee mengutip tadi beberapa
- ayat perang dalam Al-Qur'an.
- Apakah ini memang bertujuan untuk tadi
- ya memecah kerukunan, Ustaz? Kerukunan
- beragama di negeri ini dan hukumannya
- dalam Islam seperti apa, Ustaz? Yang
- memecah kerukunan seperti ini, Ustaz?
- Kita sebetulnya amat prihatin
- menyaksikan pengabaian
- h
- yang berwenang terhadap Abu Janda.
- Mereka tidak sadar
- kalau haru domba melalui agama itu bisa
- menimbulkan wali iyadzubillah
- bahaya yang amat besar.
- Antara partai saja bisa terjadi
- perkelahian kerusuhan.
- Iya.
- Kalau antar agama ini berbahaya sekali.
- Nah, kalau kita perhatikan bagaimana
- sebagian umat Kristian mengelik apa yang
- diucapkan oleh Abu Janda, ini berbahaya
- sekali. Karena kalau seandainya benar
- apa yang diucapkan Abu Janda, maka
- mendorong orang-orang awam ya dari kaum
- muslimin untuk melakukan seperti yang
- apa? Seperti yang diterangkan Abu Janda.
- Begitu juga orang-orang yang memahami
- bahwa Islam tidak demikian, sakit hati.
- He
- sakit hati bukan hanya terhadap Abu
- Janda, tapi terhadap juga ya
- mereka-mereka yang mengelek Abu Janda.
- Seolah-olah ya Abu Janda itu didukung
- oleh apa? Oleh pemeluk agama Kristen
- untuk mengucapkan apa yang diucapkan.
- Dan saya yakin ya, bahwa dalam ajaran
- mereka tidak terdapat sama sekali
- hal-hal semacam ini. Jadi, kita tidak
- akan merasa senang, bahagia kalau
- orang-orang Islam mencaci maki umat
- Kristian
- ke dalam agama tidak dibenarkan. Begitu
- juga kita tidak bahagia kalau umat
- Kristian melakukan hal seperti ini yang
- mengakibatkan
- penyebaran kebencian
- dan juga terjadi penyesatan yang akan
- menimbulkan kesalahpahaman.
- Dan kita yakin bahwa apa yang dilakukan
- Abu Janda ini sebetulnya merupakan apa?
- Fitnah yang amat besar. Dan dalam
- riwayat dikatakan alfitnatu laimah.
- Alfitnah naimah. Fitnah itu dalam
- keadaan tidur. Laanallahu man aqha.
- Allah mengutuk melaknat orang-orang yang
- membangkitkannya.
- Dan kita tahu kezaliman yang paling
- besar, Kang Rizal, sebagaimana
- diterangkan Al-Qur'an, orang yang
- mengada-adakan kebohongan ya terhadap
- Allah dan mendustakan ayat Allah.
- mimar alahian
- biayati. Adakah menurut kalian orang
- yang lebih zalim, lebih aniaya, lebih
- jahat dari orang yang mengada-adakan
- kebohongan atas nama Allah atau
- mendustakan ayat-ayat Allah? Jadi yang
- dilakukan Abu Jahal ini merupakan
- kejahatan yang besar, kezaliman yang
- tiada tara.
- Kalau yang berwenang membiarkan,
- ini berbahaya sekali. Akhirnya
- stabilitas negeri kita, keadaan yang
- aman bisa menimbulkan percikan api yang
- menjadi besar akibat kejahatan
- orang-orang seperti ini. Padahal kita
- sedang mengalami kesulitan dalam bidang
- ekonomi.
- Langkahnya lapangan pekerjaan PHK di
- mana-mana. Kenaikan juga bahan bakar
- yang akan menimbulkan kenaikan harga
- pangan. Ini saja sudah merupakan
- persoalan. Tapi datang Abu Janda bukan
- membawa solusi malah membawa fitnah di
- tengah-tengah situasi sulit yang
- dihadapi oleh bangsa kita. Maka dengan
- sendirinya kalau bujanda tidak bertobat
- maka dia akan dikumpulkan bersama
- orang-orang munafik yang ditempatkan
- fidqil asfali minanar. Di tempat yang
- paling dasar dari api neraka. Lalu yang
- berwenang kalau mendiamkan berarti
- mengundang laknat Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena itu, kita ingatkan
- kepada yang berwenang di negeri kita,
- waspada, hati-hati. Kalau kalian biarkan
- berarti kalian mendukung dan menyetujui
- dan siap-siaplah terkena laknat Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Iya, Ustaz. Ini jelas-jelas kan
- provokasi, Ustaz, ya. Dan semoga
- insyaallah saudara seb bangsa kita tidak
- terprovokasi. Amin. Insyaallah.
- Menunjukkan bahwa kita tuh rahmatan lil
- alamin, Ustaz. I.
- Dan perlu pemerintah yang berundang
- untuk memadamkan fitnah ini menegakkan
- hukum.
- Baik, Ustaz.
- Semoga kita tetap damai, tetap guyub,
- Ustaz, ya.
- Tetap rukun insyaallah sesama bangsa
- bangsa Indonesia. Insyaallah. Ustaz,
- kita ke pertanyaan yang sudah ada ini
- ee mengenai ee yang tengah viral juga,
- Ustaz,
- salah satu penceramah ee yang dikatakan
- katanya ahli sejarah Ustaz yang bernama
- Islah ee Bahrowi, Cah Islah.
- Bapak Islah Bahrai.
- Iya, Bapak Islah Cahrowi. Cah Islah.
- Nah, ini mengenai ee bagaimana kedudukan
- para penemu yang telah memberikan ee
- kontribusinya untuk peradaban seperti
- Thomas Alfa Edison ya, penemu lampu
- pijar sehingga bisa menerangi kita
- sekarang siaran
- masjid-masjid, Masjidil Haram, pengajian
- dan sebagainya, Ustaz. Nah, dikatakan
- sangat tidak adil kalau kita mengatakan
- bahwa dia itu ee kafir dan masuk ee
- masuk neraka, Ustaz. Nah, bagaimana
- Ustaz kedudukan Islam terutama bagi
- orang-orang baik ya seperti penemu-nemu
- penemu itu yang telah memberikan manfaat
- termasuk Ibu Teresia Nilson Mandela.
- Ibu betul kalau Cisam ee mencontohkan
- lagi seperti ee penemu pesawat ya,
- right? Bersaudara yang menggambarkan
- bagaimana ketika kita pergi haji dulu
- bisa sampai 9 bulan gitu, Ustaz. Dan
- sekarang bisa hanya 89 jam sampai sana.
- Bagaimana Ustaz mungkin hal ini?
- Pertama-tama
- kita harus betul-betul memahami hal yang
- mendasar
- dalam Islam. Bahwa kita ini bukan
- sebagai hakim yang akan menentukan dan
- memutuskan orang masuk ke surga atau ke
- dalam api neraka.
- Karena dalam memutuskan hal ini
- membutuhkan ilmu yang meliputi segala
- sesuatu baik yang lahir maupun yang
- batin. Jadi jangan kita beranggapan
- orang yang bersorban, berjubah,
- berpenampilan Islam, bahkan hafal
- Al-Qur'an,
- menyampaikan dakwahnya, dia pasti masuk
- ke dalam surga. Karena Allah bukan hanya
- menihal yang lahir, tapi menilai juga
- batinnya. Niat, tujuan dalam
- menyampaikan dakwahnya apa. Kemudian
- kita sebagai manusia hanya melihat yang
- lahir seolah-olah dia telah betul-betul
- menyampaikan pesan Allah. Padahal yang
- disampaikan adalah fitnah perpecahan,
- permusuhan yang mengobarkan kebencian
- dan menumpahkan darah.
- Sebagaimana dalam riwayat ya disebutkan
- bahwa akan datang satu masa nanti
- sayati alasi zaman lam yabqo minal
- islami illasmuh. Tidak tertinggal dari
- Islam kecuali hanya nama isinya hilang.
- Kemudian waminal qurani illa rasb.
- Sedangkan Quran
- hanya kaligrafi tulisan-tulisan yang
- ditulis ya sebagai penghias dinding
- dibaca tapi tidak dijadikan sebagai
- pedoman hidup.
- Kemudian masajiduhum amirah.
- Masjid ramai.
- Kita saksikan orang berlomba-lomba untuk
- berangkat menuju ke Makkah ke Madinah.
- Sampai-sampai di hari biasa mirip dengan
- musim haji.
- Wahya khabun minal huda. Padahal dia
- kosong dari petunjuk.
- Malah masjid ibadah ini menjadi pembius.
- Membuat orang sudah merasa dirinya dekat
- dengan Allah, baik,
- tapi kewajiban dia sebagai muslim tidak
- dilaksanakan. Bahkan saudara mereka
- dibantai, mereka tidak peduli. Keluarga
- mereka butuh. Mereka lebih suka gunakan
- uang mereka untuk berumrah berulang
- kali. membiarkan keluarga mereka dalam
- keadaan teraniaya. [berdehem]
- Ulama syaru man tahta adim sama.
- [berdehem] Ulama-ulama pada saat itu
- merupakan makhluk yang paling bobrok
- yang berada di bawah atap langit.
- Karena mereka mengajak kepada yang
- mungkar
- atau berdiam di hadapan yang mungkar
- tidak mengajak kepada yang makruf.
- Minh takhrujul fitnah wa ilaihim ta'ud.
- dari mereka fitrah ini bermunculan dan
- kepada mereka juga kembali.
- Jadi jangan kita memutuskan bahwa fulan
- fil jannah masuk dalam surga. Itu bukan
- tanggung jawab kita.
- Karena Allah tidak menyerahkan,
- mewakilkan kita untuk mengawasi
- hamba-hambnya. Tapi Allah perintahkan
- kita berdakwah mengajak manusia kembali
- pada Allah. Hidup berbuat kebajikan.
- Begitu juga
- dalam memasukkan orang ke dalam surga.
- bukan wewenang kita, bukan hak kita.
- Allah yang mengetahui siapa yang layak
- menerima hidayahnya. Begitu juga Allah
- yang maha tahu siapa yang layak masuk ke
- dalam nerakanya.
- Jadi berkaitan dengan Thomas Edison ya
- katakan sebagai penemu lampu ya. Begitu
- juga katakan Ibu Teresia,
- Nelson Mandela dari perilaku mereka yang
- betul-betul penuh kemanusiaan kita
- hargai. Adapun keadaan mereka di hari
- akhirat nanti,
- siapa yang tahu? Siapa yang tahu
- bagaimana keadaan mereka yang
- sebenarnya? Tapi ingat, Quran
- menerangkan kepada kita bahwa yang kelak
- akan mendapatkan janji Allah yang
- beriman kepada Allah.
- Dia beramal ya sesuai dengan petunjuk
- Allah yang sampai padanya. Kemudian
- waamilus shihat dan mengerjakan amal
- saleh. Jadi kalau hanya dia mengaku
- beriman tapi tidak mengerjakan amal
- saleh, melakukan kejahatan walaupun
- mandar-mandir setiap minggu untuk
- melakukan umrah. Kemudian puasa ya
- seperti puasa Daud katakan setiap
- harinya berhaji setiap tahun tapi dia
- tidak mengerjakan kebaikan malah
- melakukan kezaliman. Dia tidak akan
- mencium bau surga sebagaimana keterangan
- dari Allah maupun Rasul-Nya. Oleh karena
- itu yang selamat, yang beriman, yang
- beramal saleh, hidup dalam lingkungan,
- saling mengingatkan untuk berbuat
- kebaikan, bersabar dalam kebenaran.
- Jadi, Kang Rizal kalau katakan Bapak
- Islah Bahrawi mengajukan pertanyaan,
- apakah
- adil kalau seandai Thomas Edison
- dimasukkan ke dalam api neraka padahal
- jasanya begitu besar? Apakah adil kalau
- Ibu Teresia dimasukkan ke dalam neraka
- padahal pengabdian pengorbannya demi
- kemanusiaan? Apakah adil Nenson Mandela
- dimasukkan ke dalam api neraka padahal
- dia berjuang untuk kebenaran dan
- keadilan? Saya katakan, "Saya tidak
- punya wewenang untuk ya
- menghakimi keadilan Allah. Karena saya
- yakin Allah maha adil. Saya tidak sama
- sekali menilai Allah berdasarkan apa
- yang saya lihat, saya dengar. Ya, tapi
- dengan langit bumi sebagai saksi. Begitu
- pula karunia nikmat yang Allah limpahkan
- kepada makhluknya di muka bumi bukan
- hanya menunjukkan keadilan Allah, tapi
- menunjukkan juga Allah maha pengasih
- lagi maha penyayang, maha pemurah lagi
- maha pengampun. Tugas saya mengajak
- manusia kembali kepada Allah, berbuat
- kebajikan, tidak mempersekutukan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Adapun pengadilan hari akhir kita
- serahkan pada Allah. Kita berharap pada
- saat Allah mengadili kita, Allah
- mengampuni dosa kita. Tidak mengumpulkan
- kita bersama orang-orang yang
- mempersekutukan Allah. Masukkan kita
- bersama orang yang berbuat kebajikan.
- Selamatkan dari azab api nerakanya.
- Bukan bergantung pada amal kita.
- Sepenuhnya kita beramal, tapi harapan
- kita rahmat Allah dan kemurahannya.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Bagaimana, Ustaz, dengan
- pelabelan ee kafir, Ustaz? Ee saya
- pernah mendengar kalau dia memang kafir,
- kalau Allah sudah mengkafirkan, kita
- tidak boleh mengislamkan. Begitupun
- sebaliknya, kalau dia Islam tidak boleh
- mengkafirkan.
- Seperti dalam Quran surah e Albayyinah,
- Ustaz, ya. Bagaimana, Ustaz menghal itu?
- Begini
- kita perlu memahami kata kafaro yakfuru.
- Kafara yakfuru ini
- bermakna angkaro yungkiru.
- Jahada yajhadhadu. Contoh ya.
- Kalau seorang
- sudah sampai kebenaran kepadanya tapi
- dia tetap mokong kepala batu mengikuti
- hawa nafsunya. menolak kebenaran. Orang
- seperti ini dikatakan sebagai seorang
- akan
- mengingkari kebenaran yang telah sampai
- kepadanya.
- Oleh karena itu kata kafarat itu betul
- sebetul artinya satar menutupi. Jadi dia
- menutupi kebenaran yang datang padanya
- karena mengikuti hawa nafsunya. Tapi
- kalau orang ini belum pernah mendengar
- kebenaran, dia beramal sesuai dengan
- ketentraman hatinya dan keyakinannya
- dengan sendiri beda dengan orang kafir.
- Dengan orang kafir.
- Pernah satu kali waktu seorang bertanya
- kepada Syekh Muhammad Ghazali
- rahimahullah,
- "Bagaimana hukumnya kalau ada satu kaum
- belum pernah
- didatangi oleh pembawa petunjuk baik
- Nabi maupun penerusnya? Bagaimana
- pengadilan mereka ya Syekh? Dijawab oleh
- Syekh Muhammad Ghazali, "Kenapa kamu
- bertanya tentang urusan yang menjadi
- wewenang Allah? Tapi seharusnya kamu
- bertanya, kalau ada satu kaum seperti
- ini yang belum pernah menerima petunjuk,
- bagaimana tanggung jawab kalian kalau
- kalian tidak menyampaikan pesan Allah
- kepada mereka?" Jadi tugas kita
- menyampaikan pesan.
- Kalau kita tidak melakukan dan kita tahu
- di tengah mereka banyak orang yang belum
- memahami kebenaran, kita bertanggung
- jawab di hadapan Allah.
- Jadi, Kang Risal,
- kata kafarah dalam bahasa Arab itu orang
- yang mengingkari kebenaran. Oleh karena
- itu maknanya angkaro sama jahada. Contoh
- dalam firman Allah, fainnahum la
- yukadzibunaka. Sesungguhnya mereka tidak
- mendustakan engkau. Mereka yakin kamu
- ini rasulmu. Walakinnadzalimina
- biayatillahi yajhadun. Tapi orang-orang
- zalim terhadap ayat Allah mereka ingkar.
- Mereka ingkar.
- Jadi kita enggak berani menentukan
- kira-kira Thomas Edison bagaimana
- sikapnya.
- Bagaimana
- sikapnya? Contoh Albert Einstein. Dia
- seorang yang membawa betul-betul apa
- kemajuan dan terobosan bagi sains
- modern.
- Dan di akhir umurnya dia menemukan,
- ternyata kebenaran yang ditemukan
- manusia bersifat relatif. Hingga
- lahirlah yang dinamakan relativitas
- Einstein.
- Kemudian ada berita bahwa dia pernah
- berdialog dengan seorang tokoh yang
- bernama Buru Jurdi.
- Katanya dia masuk ke dalam Islam. Ini
- kan semua katanya kita enggak tahu
- bagaimana keadaan dia. Apakah dia sudah
- sampai menerima kebenaran kemudian dia
- menerimanya atau menolaknya itu kita
- enggak tahu sama sekali.
- Termasuk di antaranya Newton.
- Newton termasuk orang
- yang hidup ya mengalami masa-masa black
- death.
- H
- black death itu yang membinasakan tidak
- kurang dari 75
- 27% dari Eropa ketika terjadi wabah pes
- yang berkembang di Eropa.
- Dia pada saat itu lebih banyak berdiam
- di rumahnya melakukan penelitian hingga
- melakukan penemuan yang bermacam-macam.
- Katanya ada oretan-oretan tangan dia
- yang menunjukkan bahwa dia beriman dan
- menemukan kebenaran. Jadi dalam hal ini
- Kang Rizal betul-betul membutuhkan ilmu
- yang meliputi segala sesuatu yang
- bersifat lahir maupun batin. Kita jangan
- terpedaya melihat penampilan baik di
- luar karena belum tentu sebagaimana yang
- kita tahu.
- Kita juga jangan terpedaya melihat
- penampilan di luar yang seolah-olah dia
- bukan orang yang beriman. Bisa saja
- bahwa orang ini merupakan orang yang
- beriman. Jadi kita enggak membicarakan
- yang lalu, tapi kita bicara yang di
- hadapan kita. Kalau kita temukan
- orang-orang yang membutuhkan katakan
- dakwah, kita datangi dia, kita ajak dia
- berdialog, mencari kebenaran dengan
- santun dan sopak. Itu tanggung jawab
- kita.
- He.
- Jadi, kata kafir itu baru berlaku pada
- orang yang menolak kebenaran yang telah
- sampai kepadanya. Nah, orang seperti
- ini, innalladina kafaru sawaun
- alaihimahum
- amam tunirumminun. Sesungguhnya
- orang-orang kafir yang ingkar nih, tahu
- kebenaran tapi dia ingkar. Percuma wahai
- Rasulullah, sama saja bagi kamu berikan
- peringatan buat mereka atau tidak,
- mereka tidak akan beriman.
- Kenapa? Karena keingkaran mereka membuat
- khatamallahu ala qulubihim. Allah segel
- hati mereka
- karena keingkaran
- mereka.
- Mereka lebih suka mengikuti hawa nafsu
- mereka. Nah, kita ingin berikan sebagai
- contoh dan gambaran, Kang Rizal.
- Bagaimana ya kita jumpai
- dalam sejarah
- orang-orang yang telah mengetahui
- kebenaran. Mengetahui kebenaran seperti
- Warid Ibnu Mughirah.
- Tapi disebabkan karena kesombongan,
- kebanggaannya. Dipanas-panasi oleh
- kemenakannya Abu Jahal, akhirnya dia
- berbalik. Begitu juga orang-orang
- Yahudi, ahli kitab. Maka di hari akhirat
- nanti ada SOP yang ditetapkan Allah
- Taala. Setiap orang akan masuk ke neraka
- ditanya, "Alam ya'tatikum nadir?"
- Sudah sampai belum kepada kalian pemberi
- peringatan? Kalau mereka mengatakan
- sudah sampai, maka pada saat itu dia
- tidak punya alasan lagi. Alamikum rusul
- minkumikum
- atiirunakumqikum.
- Apakah belum sampai pada kalian
- rasul-rasul dari kalian yang membawakan
- menceritakan ayat-ayatku dan
- memperingatkan kami hari ini? Kalau
- mereka
- mengakui bahwa sudah sampai, berarti
- Allah telah menyampaikan hujahnya.
- Mereka tidak punya alasan. Sampai ketika
- di neraka minta kepada Allah ya supaya
- Allah berikan keringanan buat mereka.
- Waqalladzina fi nari jahannama. Ya,
- waqalladzina finari ya. Eee,
- kita lupa lagi. Jadi kesimpulannya ee
- waq pada ayat surat Ghafir ayat e 49
- waqadzina finarianati
- jahanamakum
- yukif yauman minal abad. Orang-orang
- yang dalam api neraka berkata kepada
- penjaga-penjaga api neraka jahanam,
- "Mohon pada Tuhan kalian agar Allah
- memberikan kami istirahat, meringankan
- kami satu hari saja dari azab Allah
- Taala."
- Ditanya oleh para penjaga api neraka
- jahanam, "Qolu awal takut tatikum
- rusulukum bil bayyinat." Memangnya
- rasul-rasul kalian belum pernah datang
- kepada kalian membawa albayyinat?
- Qolu bala. Jawaban mereka apa? Telah
- sampai kepada kami. Dijawab oleh para
- penjaga jahanam, qun fadu w duul
- kafirina illa fidal. Kalau gitu silakan
- kalian berdoa. Doa kalian semua sia-sia
- karena sudah sampai kebenaran mereka
- ingkari. Jadi dari mulai mau masuk
- neraka ditanya alam yatikumir.
- Di padang mahsyar pun ditanya. Begitu
- masuk neraka pun ditanya. Memangnya
- belum datang peringatan kepada kalian?
- Nah, berkaitan dengan Robert Edison,
- Uton ya, begitu juga katakan yang
- lain-lain. Kita tidak tahu keadaan
- mereka. Apalagi ulama sekarang lebih
- sibuk ya untuk melakukan pendekatan
- kepada pejabat, kepada penglomerat,
- pencari keuntungan. Lupa untuk
- menyampaikan pesan Allah.
- Iya.
- Ya, Ustaz. Ini ada satu pertanyaan dari
- Ustaz eh siapa nih? Abu Azka, Ustaz. Ya,
- berkaitan dengan pernyataan Cah Islah
- Barawi tadi, Ustaz yang menyatakan bahwa
- penemu lampu pijar Thomas Alv Edison
- yang dikatakan masuk surga
- sementara yang bersangkutan seorang
- kafir. Bagaimana kita memahami ayat
- Quran surah Annur
- ayat 39, Ustaz?
- Ya.
- Yang artinya orang-orang yang kufur amal
- perbuatan mereka seperti fat morgana di
- tanah yang datar. Iya. Walladina kafaru
- a'aluhumarabin
- biqiatin yahuan.
- Di sini perlu kita menjawab Abu Abka
- bahwa kita tidak menghakimi siapa?
- Thomas Edison mengatakan dia min ahli
- jannah dengan amal dia.
- Kita mengatakan kita tidak memiliki
- wewenang dan tidak tahu bagaimana
- keadaan di hari akhirat nanti. Allah
- yang lebih tahu.
- Artinya kita kan enggak tahu. Bisa saja
- mungkin dia beriman.
- Bisa saja dia tidak beriman padahal tahu
- kebenaran telah sampai padanya. Bisa
- saja belum pernah sama sekali pendakwah
- menyampaikan dakwahnya. Jadi ingat kita
- tidak sama sekali ya mengatakan bahwa
- dia min ahli jannah dengan
- penemuan-penemuannya.
- Tapi kita juga tidak mengatakan dia min
- ahlin nar karena kita tidak tahu apakah
- dia termasuk dalam kategori kafir yang
- sebenarnya apakah tidak. kita enggak
- tahu.
- He.
- Jadi maksudnya urusan penghakiman kita
- serahkan kepada Allah. Nah, kita
- tugasnya mengajak orang untuk beriman
- pada Allah, tidak mempersekutukan Allah
- dengan sesuatu dan mengerjakan amal
- kebajikan ini merupakan jalan
- keselamatan. Adapun berkaitan dengan
- tokoh-tokoh yang meninggal dunia kembali
- kepada Allah. Apalagi kita enggak
- mengenal langsung secara dekat, enggak
- pernah juga sama sekali kan kita
- berkomunikasi mengajak dia untuk masuk
- ke dalam Islam atau menerima kebenaran
- yang datang dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Kemudian kita mendengar
- penolakan mereka langsung. Sama sekali
- tidak. Jadi Abu Bakar bukan berarti kita
- ya mengatakan dengan amal kebaikan
- mereka akan masuk ke dalam surga
- terbebas dari api neraka. Karena kita
- enggak tahu
- yang mereka lakukan apakah untuk
- keridaan Allah. Kemudian apakah mereka
- juga telah sampai kepada mereka petunjuk
- dan dakwah ya yang disampaikan kepada
- mereka. J dalam hal ini saya tidak mau
- terlibat langsung sebagaimana kejadian
- pada masa Rasul.
- Saudara susu Rasul yang berjuang dan
- wafat dalam salah satu peperangan
- Utsman bin Mad'un. Ketika seorang wanita
- mengatakan innahu min ahli jannah, dia
- akan menjadi penghuni sur. Dijawab oleh
- Rasulullah, wama yudriki. Dari mana kamu
- tahu? Ini jelas-jelasan mati dalam mati
- syahid nih.
- Dijawab oleh si perempuan, "Memangnya
- dia bukan penghuni surga ya Rasulullah?
- Saya harapkan bagi saudara saya ini
- untuk menjadi penghuni sur tapi jangan
- kamu mendahului Allah. Jangan mendahului
- jangan mendahului Allah. Saya enggak
- tahu diri saya. Saya seorang ustaz
- menyampaikan ayat Allah, tapi saya tidak
- memastikan bahwa saya akan menjadi
- penghuni surga. Saya berharap dari Allah
- ampunannya
- dan bisa menerima sedikit amal kebaikan
- yang saya lakukan. Tapi dibanding dosa
- kesalahan kita lebih besar dosa
- kesalahan kita.
- Jadi berkaitan dengan katakan Thomas
- Edison, Newton, Nelson, Mandela, Ibu
- Teresia, kita serahkan kepada Tuhannya
- yang akan menghisab mereka dan Allah
- lebih tahu mengenai mereka dibandingkan
- kita. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Nampaknya sudah di
- penghujung acara, Ustaz. Dan ini terima
- kasih buat para pendengar yang sudah
- mengirimkan pertanyaannya seperti Pak
- Edi menanggapi Abu Janda tadi katanya ee
- saya sangat mendukung katanya tangkap
- Abu Janda dan seret ke pengadilan.
- Masyaallah. Dan seperti yang dikatakan
- tadi semoga kita semua tidak
- terprovokasi Ustaz ya
- dan semoga yang berwenang
- bisa melaksanakan tugasnya Ustaz ya.
- Dan kita ingin betul-betul menunjukkan
- bahwa Islam seperti yang digambarkan
- sebagai rahmat bagi semesta alam. Bukan
- hanya bagi kaum muslimin, umat Kristen
- bisa menyaksikan bagaimana perlakuan
- yang mulia dilakukan kaum muslimin. Tapi
- jangan salah paham.
- Kalau menyaksikan ISIS yang membantah,
- yang membelah dada manusia, Alqaidah itu
- bukan ajaran Islam produk Mossard
- dan Amerika. Dan yang mengherankan Abu
- Janda ini ya membanggakan Kristen. Tapi
- di sisi yang lain penampilan Donald
- Trump yang beragama Kristen kan.
- He.
- Donald Trump kita saksikan bagaimana
- kejahatannya. Iya.
- Pembantaian di Bosnia ya. Jadi
- sebetulnya ini merupakan ee siasat adu
- domba yang ingin membakar kemarahan umat
- Islam juga ingin menunjukkan kebanggaan
- di hati umat Kristian. Jangan saling
- membanggakan.
- Dan kita harus ingat apa yang dilakukan
- Donald Trump dan para penjahat yang
- serupa tidak mewakili ajaran Kristian.
- Begitu juga Netanyahu tidak mewakili
- ajaran Nabi Allah Musa. Laknat Allah
- terhadap Netanyahu. Begitu pula terhadap
- Donald Trump.
- Begitu juga terhadap Abu Janda.
- Kecuali dia bertobat kembali pada Allah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilai.
- Baik. Akw.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Nih banyak sekali
- pertanyaan lanjutannya Ustaz. Mungkin
- nanti di lain kesempatan insyaallah
- besok lagi ya. seperti dari Pak Slamat
- nih, mungkin besok dijawab. Bolehkah
- kita melaknat mengutuk orang-orang yang
- suka menjelek-jelekkan Islam? Katanya
- insyaallah karena waktu terbatasan ya.
- Ee kemudian Bu Cani e Eyang Sri,
- kemudian siapa nih? Tuan Baron nih.
- Masyaallah banyak beberapa pertanyaan
- yang belum sempat kita bacakan. Ibuat,
- semoga ee renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an di kesempatan ini mendapatkan
- kita mendapatkan ibrahnya, pelajarannya
- dan insyaallah seperti yang disampaikan
- tadi oleh Ustaz Husein, insyaallah Islam
- adalah agama rahmatan lil alamin. Bukan
- hanya untuk kita sebagai umat Islam,
- tapi untuk semua agama, untuk alam
- semesta Ustaz.
- Betul.
- Baik, kita akhiri saya Rizal Haq dan
- juga teman yang bertugas di Pakir ada
- Kang Ondi dan Kang Agi. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Asalamualaikum.